Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Bismillahirrahmanirrahim. 0:02 Asalamualaikum warahmatullahi 0:04 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:05 rahimakumullah. [berdehem] 0:07 Syukur alhamdulillah ya, kita 0:09 dipertemukan 0:11 kembali di acara tausiah pagi bersama 0:14 Ustaz Abul Hidayah Saioji. Gimana semua? 0:17 Sehat? Alhamdulillah. Sehat, aman, 0:20 terkendali itu kerinduan kita semua. 0:24 Meskipun yang lebih kita rindukan lagi 0:26 adalah semakin dekat dengan Allah 0:29 Subhanahu wa taala. Tidak lupa salam 0:31 selawat kita lantunkan untuk junjungan 0:33 umat kekasih kita Muhammad Rasulullah 0:36 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 0:39 kita mendapatkan syafaat beliau dan bisa 0:42 bersama-sama beliau di saat yang kita 0:45 rindukan di yaumil akhir. Ikhwan akhwat, 0:48 kalau kita sering dengar pria salat di 0:52 masjid. Kalau wanita biasanya 0:54 tergantung, tetapi lebih utama tentu 0:58 pria. Nah, bahasan kali ini tadi waktu 1:00 di offrir Ustaz Abul ee mengatakan 1:04 tentang keutamaannya 1:06 salat wajib lima waktu itu dengan 1:10 berjamaah. Seperti apa? Nanti kita 1:12 simak. Kita sapa dulu beliau. 1:14 Asalamualaikum warahmatullahi 1:15 wabarakatuh, Ustaz. 1:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:18 wabarakatuh. 1:19 Alhamdulillah sehat walafiat. Amin. 1:22 Iya. Jadi ee itu tadi bahasan dari bab 4 1:28 halaman berapa? 1:29 Oh, bab 5 halaman 1:31 109 dari buku Meniti Jalan Ke Surga. 1:35 Silakan, Ustaz. Yuk, kita simak dengan 1:37 sepenuh rasa, sepenuh hati. 1:41 Bismillahirrahmanirrahim. 1:45 Asalamualaikum warahmatullahi 1:47 wabarakatuh. 1:48 Waalaikumsalam. 1:49 Alhamdulillah. 1:52 Alladzi 1:54 khalaqal mauta wal hayata liyabluakum 1:58 ayyukum ahsanu amalan. 2:00 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 2:03 syarikalah 2:05 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 2:07 rasuluhu la nabiya ba'da. 2:10 Allahumma sholli wasallim ala nabina wa 2:13 habibina 2:14 sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa 2:17 ashabihi 2:19 waman tabiahum bianin ila yaumil qiamah. 2:23 Masyaallahu kan wam yasya lam yakun la 2:27 haula wala quwwata illa billah. Amma 2:30 ba'd. 2:32 Ayyuhal ikhwan rahimakumullah. 2:34 Saudara-saudaraku kaum muslimin di mana 2:37 pun Anda berada. 2:39 Alhamdulillah pagi ini kita masih bisa 2:43 berjumpa 2:45 dalam rangka berkhidmat 2:48 mendalami, mentafakuri, menghayati 2:52 dari butiran-butiran setiap syariat 2:56 yang telah disyariatkan kepada kita. 2:59 Mudah-mudahan 3:01 kita bisa mendapatkan mutiara-mutiara 3:05 hikmah yang dapat menopang 3:08 harkat martabat kita sebagai manusia 3:12 yang diberkati oleh Allah subhanahu wa 3:15 taala. 3:15 Amin. Allahumma amin. 3:17 Teriring doa untuk antum semuanya. 3:19 Mudah-mudahan antum semuanya senantiasa 3:21 diberikan kesehatan jasmani rohani, 3:25 kemudahan dalam setiap urusan 3:27 dilapangkan rezekinya, dimantapkan iman 3:30 Islamnya, dan insyaallah terus 3:33 berkhidmat 3:35 sehingga 3:37 hidup ini menjadi semakin bermakna di 3:40 sisi Allah Subhanahu wa taala. Amin. 3:42 Allahum amin. 3:45 Beberapa kali kita bicarakan berbagai 3:49 hal 3:51 khususnya yang dimulai di bulan 3:54 Agustus. Kita bicara soal 3:57 makna di balik peristiwa proklamasi. He 4:01 kita diingatkan betapa Allah Subhanahu 4:04 wa taala telah memberikan banyak nikmat 4:07 kepada bangsa Indonesia khususnya dengan 4:10 diberinya negeri yang panjang apinjung 4:14 toto titi tentrem kemari pahloh cinaw 4:19 negeri yang orang lain atau para 4:21 bujangga para sastraw 4:24 para seniman memuja dengan pujian yang 4:26 luar biasa karena memang kenyataan 4:28 seperti itu. Jamrut katulistiwa, 4:32 cuilan dari tanah surga. Bukan lautan 4:35 tapi kolam susu, tongkat dan batu jadi 4:38 tanaman dan berbagai 4:42 pujian lainnya. Karena ini memang 4:45 kenyataan 4:47 dan mestinya kita sebagai bangsa 4:49 Indonesia itu dengan adanya 4:52 ungkapan-ungkapan itu mengingatkan kita 4:54 agar kita lebih bersyukur kepada Allah 4:58 dengan anugerah diberikan negeri yang 5:00 elok permai ini. 5:02 Tetapi tidak cukup hanya dengan ungkapan 5:05 syukur. 5:07 Syukur bukan begitu. Apalagi hanya di 5:11 kita secara 5:14 setiap tahun sekali memperingati hari 5:16 kemerdekaan eforia. 5:19 Kemudian hanya bersuka-suka, 5:22 nyanyi-nyanyi, joget-joget, tapi tidak 5:25 menghayati, menyelami apa yang 5:27 terkandung di balik nikmat yang Allah 5:29 anugerahkan pada kita. 5:32 Nah, kemudian kemarin sudah kita bahas 5:37 Allah Subhanahu wa taala telah 5:39 memberikan negeri yang elok permai 5:41 tetapi 5:43 akan 5:44 tidak akan menjadi hal-hal yang tidak 5:49 bisa memberikan kebahagiaan jika salah 5:52 ngurusnya. 5:55 Mungkin dengan kata lain kalau kita 5:57 tidak mensyukurinya dengan syukur yang 5:59 sebenarnya 6:00 dan Allah sudah menetapkan ada 6:03 persyaratan 6:04 walaupun negeri elok permaai subur 6:07 makmur tetapi kalau di pemeliharaannya 6:11 manusianya warganya 6:14 tidak mengerti cara bersyukur kepada 6:16 Allah bisa berubah dengan sikap yang 6:18 kurang syukur tadi 6:21 dengan dosa misalnya dengan banyak 6:23 maksiat dengan banyak kebohongan, 6:26 dengan banyak kezaliman. Kalau ini yang 6:28 dilakukan, 6:30 berarti dia sendiriak menghayati betapa 6:32 nikmatnya Republik Indonesia. Dan dia 6:35 tidak menghayati betapa 6:38 cara syukur kita kepada Allah, merawat 6:41 nikmat yang luar biasa ini dengan cara 6:43 yang baik. Dan Allah sudah menegaskan 6:46 ada dua hal. 6:49 Pertama, janji Allah. 6:52 Allah menggunakan kalimat penekanan 6:56 pakai lam itid. La fatahna 7:00 alaihim barokati minasama wal ard. 7:04 Sungguh akan kami buka pintu berkah dari 7:06 langit dan dari bumi. Tapi ada 7:08 syaratnya. 7:11 Negeri yang elok permaai subur makmur 7:13 hilang berkah. Kalau syarat itu tidak 7:16 ditunaikan, 7:18 tidak tidak kita wujudkan. Apa itu? 7:22 Amanu wattaqu. 7:26 Ini mesti dihayati oleh bangsa Indonesia 7:28 ini. 7:29 He. 7:30 Iman dan takwa itu syaratnya. 7:34 Kalau pengin negeri ini berkah, kalau 7:35 ingin negeri ini maju, kalau ingin 7:38 negeri ini toto, titi tentram, gemari 7:41 paloh cinawi, syaratnya itu iman dan 7:43 takwa. 7:45 Ini mestinya diprioritaskan, 7:47 di strressing setiap proklamasi. 7:51 Bukan hanya jingkrak-jingkrak, 7:53 pecicilan, joget-joget, 7:55 euforia, 7:57 itu mah enggak ada artinya. Ya boleh 7:59 saja sih senang-senang, 8:01 tapi apa artinya kalau tidak mengambil 8:03 hikmah? 8:05 Inti daripada rasa syukur tadi. Jadi 8:08 iman dan takwa itu tolong perhatikan 8:10 siapapun. 8:12 Apakah dia rakyat, orang pintar, orang 8:14 bodoh, konglomerat, apalagi pejabat. 8:17 Tolong perhatikan ini. Tidak akan 8:19 mungkin berkah itu akan turun. Tidak 8:22 akan dibuka pintu langit dan bumi ini 8:24 dari keberkahan kecuali syarat ini 8:27 dipenuhi. Iman dan takwa. Walau amanu 8:33 wattaqau la fatahna. 8:37 Jadi syaratnya adalah iman dan takwa. 8:42 Kalau ini tidak dipenuhi ya sudah. 8:45 Apalagi kalau kemudian walakin kadzabu 8:48 faaknahum bima kanu yaksibun. 8:52 Tapi jika sudah diberikan negeri yang 8:55 elok permaai, subur dan makmur, luar 8:58 biasa luasnya, keindahannya, 9:04 tidak disyukuri, tidak diwujudkan iman 9:07 dan takwa dalam pengelolaannya atau 9:10 sebagai warga negaranya, 9:12 malah melakukan kemaksiatan, 9:15 kedurhakaan, 9:17 kesombongan, kezaliman, kemunafikan, 9:20 dusta. 9:21 bohong 9:24 bahkan tidak santun terhadap lingkungan, 9:28 mengeksplorasi alam sumber daya ini 9:31 seenaknya 9:33 maka 9:35 kami akan turunkan azab kepada mereka 9:39 disebabkan karena perilaku mereka 9:44 sendiri. Nauzubillah. 9:46 Ini perhatikan ni surah Ala'raf ayat 96. 9:54 Kita ingin bahagia, kita ingin tentram, 9:57 kita ingin makmur. Tapi perilaku kita 10:00 kadang-kadang 10:02 tidak mencerminkan [berdehem] syukur, 10:05 kurang perhatian soal iman dan takwa. 10:08 Yang ada keserakahan, 10:11 yang ada monopoli, 10:13 yang ada kecurangan, yang ada 10:15 kebohongan, 10:17 yang ada kezaliman. 10:20 hak-hak rakyat tidak diperhatikan dan 10:23 seterusnya. Nah, kalau ini yang terjadi 10:25 maka jangan salahkan kalau kemudian 10:27 sekalipun negeri yang subur makmur 10:30 tetapi bisa jadi sandang pangan menjadi 10:33 maha larang sandang pangan 10:35 astagfirullah 10:36 jauh dari kemakmuran ketentraman 10:40 mestinya subur sarwo tinandur 10:44 tidak bisa terwujud 10:47 mestinya 10:50 murah sarwotinuk tapi yang terjadi 10:52 adalah mahal dan seterusnya. Ini berarti 10:55 indikasi. Maka terakhir dalam pembahasan 10:57 kita soal isi daripada proklamasi ini 11:02 adalah mari kita melakukan 11:05 kebaikan-kebaikan, tingkatkan ibadah 11:08 sebagai negara yang berketuhanan. 11:10 cerminkan dalam setiap perilaku kita 11:13 adalah nafas yang diwarnai 11:19 oleh nilai-nilai ketuhanan untuk semua 11:23 warga. Tidak hanya pejabat saja, 11:25 rakyatnya juga begitu ya, pedagang 11:27 petaninya. 11:30 Hidupkan nuansa, suasana keagamaan, 11:33 pengajian-pengajian, kajian agama. 11:36 Praktikkan dalam kehidupan akhlakul 11:38 karimah. beriman kepada Allah, menyembah 11:41 Allah, tidak menyekutukannya, dan 11:44 berbuat baik kepada sesama. Ini dalam 11:47 rangka memenuhi syarat iman dan takwa 11:49 tadi. 11:51 Baru insyaallah kita akan bisa 11:55 dijamin oleh Allah tentang 11:56 keberkahannya. 11:58 Dan sekaligus ketika kita sebagai warga 12:00 negara, 12:02 sebagai umat yang beragama, sebagai 12:04 bangsa Indonesia, ketika kita melakukan 12:07 iman dan takwa, 12:09 membiasakan hidup jujur, damai, saling 12:12 menolong, saling menguatkan, 12:16 ramah, dan seterusnya, itu berarti apa 12:19 yang kita lakukan itu kita sudah 12:22 berperan turut serta mengundang turunnya 12:26 berkah. 12:29 Jangan lupa 12:31 kita berbuat jujur, kita menolong 12:33 fuqara, masakin 12:36 yang punya wewenang memudahkan kepada 12:39 masyarakat banyak yang masyarakatnya 12:41 juga jujur, kreatif, bekerja dengan 12:44 sungguh-sungguh. 12:45 itu pekerjaan yang baik-baik itu yang 12:49 nafasnya adalah dinafasi, diwarnai oleh 12:53 agama berketuhanan itu insyaallah 12:56 berarti apa yang kita lakukan itu 12:59 mengundang turut andil mengundang 13:01 turunnya berkah. Dibukanya pintu langit 13:04 keberkahan, dibukanya bumi ini dengan 13:07 keberkahan. 13:08 Sebaliknya ketika kita melakukan 13:11 maksiat, ketika kita melakukan 13:13 kezaliman, ketika kita melakukan apa 13:17 namanya hal-hal yang negatif, berarti 13:21 perilaku kita turut serta mengundang 13:24 turunnya bencana. 13:26 Tolong diingat nih. 13:29 Nah, termasuk kemarin kita bahas soal 13:31 salat malam. 13:34 Minggu yang lalu kita bicarakan soal 13:36 salat malam. He 13:38 dengan para orang-orang tua ya. Kalau 13:42 muda mungkin mungkin masih senang tidur 13:46 ya gak apa-apa. Tapi yang tua-tua, orang 13:49 beragama apalagi dia seorang muslim 13:51 misalnya mau bangun malam seperti para 13:55 ulama, orang-orang saleh yang tiap malam 13:59 dia bangun untuk berdoa, 14:02 untuk berzikir, mengingat kepada Allah 14:04 Subhanahu wa taala. Ini ini mengundang 14:07 turunnya berkah. 14:10 Coba kalau 14:13 muslimin, umat Islam itu menggerakkan 14:17 bangun malam, apalagi para pejabat, para 14:20 menteri, para gubernur, stafnya, Pak 14:23 Bupati dalam rangka mengatasi persoalan 14:26 tidak hanya rasio dan logika saja 14:28 semata-mata, tetapi juga munajat pada 14:31 Allah, dekat pada Allah, mengasah 14:33 kecerdasan emosional, mengasah 14:35 kecerdasan spiritual, lalu dia bertindak 14:38 bijak. lestari, bersandar kepada Allah, 14:41 bertawakal kepada Allah setelah dia 14:43 berusaha. 14:44 Insyaallah ini akan mengundang turunnya 14:48 berkah. 14:50 Karena kita kadang-kadang banyak 14:53 masalah, banyak problem, 14:57 banyak kekurangan, tetapi tidak mau 14:59 mendekat pada Allah. Padahal Allah sudah 15:01 membuka pintu magfirah dari kesalahan. 15:05 Allah membuka ijabah 15:07 bagi siapa yang mau minta di waktu 15:09 malam, waktunya tengah malam sampai 15:11 subuh. Ini kenapa tidak kita gunakan? 15:15 Kita banyak problem, banyak masalah yang 15:18 perlu bantuan, perlu pertolongan, tapi 15:20 kita agak sombong, enggak mau dekat sama 15:22 Allah. Coba bangun para 15:25 pemimpin-pemimpin yang diberikan tugas 15:27 berat untuk memimpin bangsa ini dengan 15:30 problem dan masalah yang banyak. 15:31 mendekat kepada Allah, 15:34 mengadu kepada Allah, memohon kepada 15:36 Allah, insyaallah termasuk juga 15:39 masyarakatnya, pedagangnya, petaninya, 15:42 para karyawannya, gurunya, dokternya, 15:45 semua mohon pada Allah insyaallah. Nah, 15:48 ini kemarin sudah kita bahas. Nah, 15:50 sekarang 15:52 kita bahas hari ini adalah masih dalam 15:54 rangka iman dan takwa, 15:57 upaya supaya mengundang turunnya berkah. 16:01 adalah antara lain melakukan salat lima 16:04 waktu dengan berjamaah. 16:08 Kenapa? Karena Rasulullah mencontohkan 16:11 begitu. 16:14 Katanya kita cinta Rasul. Kebetulan di 16:16 bulan bulan Agustus kemarin dua 16:19 peristiwa penting. Peristiwa proklamasi 16:21 tadi. Yang kedua tanggal 25-nya 16:25 bertepatan dengan 12 Rabiul Aal 16:28 bulan Maulid Nabi. Kelahiran baginda 16:31 Nabi 16:33 yang kita peringati dalam arti mencontoh 16:36 meneladani sepak terjang dan sunahnya 16:40 yang kita hidupkan, kita praktikkan. 16:44 Bukan hanya muji memuji-muji saja, tapi 16:47 sunahnya kita kita laksanakan. Karena 16:50 diturunkan beliau itu sebagai contoh. 16:52 Laqod kan lakum fi rasulillah uswatun 16:56 hasanah. 16:58 Contoh teladan yang paling baik itu dari 16:59 Rasulullah. 17:02 Waamu anna fikum rasulallah. 17:06 Ketahui di tengah-tengah kami itu ada 17:07 Rasulullah. Secara fisik sudah tidak 17:09 ada. Tapi ajarannya, warisannya masih 17:12 utuh sampai hari ini. 17:15 Jadi persoalan yang besar, 17:16 persoalan-persoalan 17:18 personal, pribadi, individu itu 17:20 diajarkan oleh Nabi dengan detail dan 17:23 dipraktikkan sebagai contoh selama 23 17:25 tahun. 17:27 Mau enggak kita mengikuti apanya kita 17:29 ngomong sebagai umatnya Nabi? Kalau 17:31 ingin dapat syafaat Nabi, ya betul baca 17:33 selawat. Tapi gak cukup banyak selawat. 17:36 dipraktikkan ajarannya, dicontoh 17:39 keteladanannya. 17:42 Bagaimana? Antara lain yang sering 17:43 dilupakan orang adalah 17:46 sepak terjang beliau ketika beliau 17:48 membangun peradaban, membangun Islam di 17:52 Madinah. 17:54 13 tahun beliau di Makkah iklimnya 17:58 mendapat pertentangan keras. 18:01 Padahal apa? Nabi mengajarkannya 18:03 mengajarkan dengan mengajarkan tauhid. 18:05 Loh, kau sembah itu jangan patung 18:06 berhala yang budek bisu, yang tidak bisa 18:09 apa-apa yang kau buat dengan tanganmu. 18:12 Sembahlah Tuhan pencipta alam yang 18:14 sebenarnya yaitu Allah. Diajarkan 18:16 kalimah lailahaillallah. 18:21 Kemudian terhadap sesama manusia, 18:23 interaksi sesama umat manusia, 18:25 berlakulah baik, santun, saling 18:28 menghormati, saling menolong. Jan, 18:31 jangan saling menyakiti, menzalimi. 18:34 Jadilah kami itu umat yang bersaudara. 18:36 Coba kurang apa? 18:37 Heeh. 18:38 Ajaran yang baik. Diminta kita supaya 18:41 guyub, rukun, 18:43 saling tolong-menolong, saling 18:45 kuat-menguatkan, saling mendoakan dan 18:47 seterusnya. Itu inti ajaran Nabi yang 18:49 dibawa. Tapi mendapat pertentangan 18:51 keras. 18:53 Dibully, 18:55 dicaci, 18:56 dimaki, disiksa, dibaikot. pernah selama 19:00 3 tahun gak boleh berkomunikasi 19:04 berhubungan dengan orang lain di sebuah 19:06 lembah. Bayangin itu 3 tahun. 19:09 Kalau dibaikotnya di Indonesia sih masih 19:11 ada tumbuh-tumbuhan. Daun singkong, ada 19:14 kelapa, ada mata air dan sebagainya. Ini 19:16 di Arab 3 tahun. 19:19 Sampai ada satu riwayat Nabi itu makan 19:21 tulang yang sudah dibuang. 19:23 Masyaallah. 19:24 Kemudian dia kencing, ternyata suara 19:27 jatuhnya air kencingnya itu kemudian di 19:30 setelah dilihat itu ada cuilan 19:33 kulit yang sudah ada kering 19:37 dicuci kemudian subhanallah betapa dan 19:41 kalimatnya baginda nabi diancam dibunuh 19:43 coba dengan peristiwa Darun Nadah. Tapi 19:47 ternyata itulah proses sunatullah. 19:50 Memang nabi itu selalu dihadang oleh 19:53 musuh-musuhnya dari setan jin dan setan 19:57 manusia. Ternyata setan itu bukan hanya 20:00 jin. Manusia juga bik jadi setan yang 20:04 hidupnya blingsatan, pecicilan, 20:07 petakilan, 20:09 sombong, menghalang-halangi kebaikan, 20:13 kemudian kejahatan dan seterusnya. Itu 20:16 namanya setan. Dari jenis manusia. Ya, 20:20 itu yang menjadi penghadang tugas para 20:22 nabi. 20:24 Mereka kompromi. Kemudian tidak ada 20:26 jalan lain. Dia tidak ingin Islam itu 20:29 diamalkan. Dia ingin tetap kejahiliahan 20:33 itu masih tetap eksis dalam kehidupan. 20:35 Dia gak mau diusik. Akhirnya rencananya 20:39 membunuh Nabi. 20:41 Padahal kemudian dalam proses berikutnya 20:43 karena Rasulullah adalah seorang umat, 20:45 seorang seorang nabi kekasih Allah, 20:48 mudah bagi Allah menyelamatkan. 20:51 Karena Rasulullah diberikan informasi 20:53 oleh Allah waid yamkuru bikalladina 20:56 kafaru 20:58 liyusbituka au yaqtuluka yukrijuka. 21:02 Waamkuruna waamkurullah wallahu khairul 21:05 magrib. 21:07 Mereka berencana jahat Muhammad 21:11 dari orang-orang kafir itu untuk 21:14 menangkapmu, menahanmu, memenjarakanmu, 21:18 atau membunuhmu, atau mengusir kamu dari 21:21 Makkah. 21:22 Ini ancaman diinformasikan oleh Allah 21:24 pada Nabi. 21:27 Tetapi Allah menghiburnya. Wayamkuruna 21:29 waamkurullah. Mereka punya rencana 21:32 jahat, tapi Allah juga punya rencana. 21:36 Wayamkurullah wallahuirul makirin. Dan 21:39 rencana yang terbaik adalah rencana 21:41 Allah. Kalau secara logika habis itu 21:44 nabi mati di situ dibunuh. Sudah 21:46 kinepung wakul binoyo mangap digepung 21:50 oleh pendekar pilih tanding dengan 21:51 senjata terhunus. 21:53 Tikus saja sulit untuk bisa keluar dari 21:55 gepungan itu. Tapi Allah mudah sekali. 21:59 Disaraf dikendorkan sarafnya aja pada 22:01 ngantuk. Pendekar lah. Pendekar ngantuk 22:03 kan siapa yang enggak berani ngelawan 22:05 pendekar ngantuk walaupun pedang. 22:08 He. 22:12 Keluar Rasulullah selamat. Dan ternyata 22:15 dalam proses sejarah berikutnya, puncak 22:19 perlawanan, puncak kesombongan adalah 22:22 awal kehancuran 22:24 dari kaum jahiliah kafir Quraisy. 22:31 Dan puncak penderitaan 22:33 yang dijalani dengan keimanan, 22:35 kesabaran, dan tawakal kepada Allah. 22:38 Justru itu insyaallah sengsara membawa 22:41 nikmat. 22:42 He heeh. He 22:43 dulu ada film namanya Sengsara Membawa 22:44 Nikmat. 22:46 Tokohnya si mudin. Mudi apa mudin? 22:50 Nah, sengsara membawa nikmat. Jadi kita 22:52 ini kadang-kadang hidup ini menakar 22:54 hidup nasib dengan pikirannya. Kalau dia 22:57 sedang kurang baik nasibnya wah dianggap 23:00 ini Allah ini enggak sayang. Padahal 23:02 justru sengsara membawa nikmat asal dia 23:05 tahu caranya. 23:07 Sabar, nerimo, usaha dengan 23:09 sungguh-sungguh kemudian tawakal kepada 23:12 Allah. 23:14 Maka para nabi kalau menghadapi hal yang 23:16 sulit seperti itu apa? Hasbunallah 23:19 wikmal wakil, nikmal maula wikman nasir. 23:23 La haula wala quwwata illa billah. 23:25 Ternyata puncak ujian yang dihadapi oleh 23:28 Nabi dengan ancaman maut seperti itu 23:32 yang juga oleh para sahabat Nabi justru 23:34 awal 23:36 kemenangan 23:38 umat Islam. Hijrah Rasulullah dengan 23:41 para sahabat ke Madinah diterima oleh 23:44 kaum ansar. Selamatlah mereka. Nah, ini 23:48 yang banyak dilupakan oleh umat Islam. 23:52 sekalipun tiap bulan Maulud baca 23:54 selawat, selawat apa namanya kajian 23:57 beliau. Tapi ini dilupakan untuk 23:59 dipraktikkan. 24:01 Bagaimana beliau memulai membangun umat 24:03 itu. Nah, kita lihat satu beliau sampai 24:08 di Madinah ketika diterima, didukung 24:11 sepenuhnya oleh kaum Anshar akan dibela 24:15 sekalipun dalam ancaman maut karena 24:17 disayembarakan siapa yang akan bisa 24:20 menangkap hidup mati Muhammad akan dapat 24:23 ratusan ekor unta. 24:24 Masyaallah. 24:26 itu adakah terbesar pada zamannya bagi 24:29 kaum masyarakat Arab pada saat itu. 24:33 Tapi beliau walaupun diop didukung oleh 24:35 kaum Anshar di Madinah, beliau tidak 24:38 membangun militer 24:41 tidak membangun benteng pertahanan, 24:45 tidak mempersiapkan kekuatan untuk 24:47 menghancurkan kaum Quraisy. 24:50 Yang beliau lakukan apa? Membangun 24:52 masjid. 24:53 Tuh itu artinya apa? Memang Nabi itu 24:56 diutus 24:58 untuk membangun peradaban dimulai dari 25:01 masjid. 25:02 Artinya yang dibangun itu peradaban yang 25:05 santun, peradaban yang berbakti kepada 25:08 Allah, ngerti kewajiban terhadap Allah 25:11 yang telah memberikan kenikmatan hidup 25:13 ini, memberikan segalanya. 25:16 Jadi dimulai dari masjid membangun 25:18 peradaban, dimulai membangun keimanan, 25:22 akhlak manusia. [mendengus] 25:25 Pelaku peradaban 25:28 ini mestinya dicontoh oleh setiap kita, 25:31 komunitas, masyarakat, kaum sebagai 25:34 bangsa 25:35 ini kalau mau membangun manus peradaban, 25:38 membangun sejarah membangun apapun 25:41 namanya manusianya dulu yang 25:43 diperhatikan dibangun. 25:46 Karena manusia ini jadi subjeknya, jadi 25:48 failnya. 25:49 Karena manusianya bobrok walaupun 25:52 ilmunya tinggi ya, bangunannya hebat 25:55 segala macam ya kerjanya ngerusak perang 25:58 buat senjata yang bisa menghancurkan 26:01 manusia lainnya. 26:04 Yang ada adalah justru menghancurkan. 26:06 Maka manusianya dulu yang dipraktikkan. 26:09 Nah, ini para negeri kita ini, funding, 26:13 father kita ini, para pendiri republik 26:16 ini amat arif dan bijak. 26:21 Mereka sepakat membangun negara 26:23 sekalipun bukan negara agama, 26:26 tapi yang perlu diingat adalah bukan 26:28 negara sekuler. 26:30 Indonesia bukan negara agama, 26:33 tapi juga bukan negara sekuler, 26:36 bukan agama, bukan negara ateis, bukan 26:39 negara liberal, 26:42 tetapi negeri ini dibangun atas dasar 26:45 nilai-nilai ketuhanan. 26:48 Bahkan ketuhanan menjadi sila pertama di 26:51 Pancasila. Tergantung bagaimana kita 26:53 mengaplikasikannya. 26:56 Artinya secara umum mestinya kalau betul 26:59 orang beragama yang qadarullah Indonesia 27:02 itu mayoritas 90% adalah umat Islam. 27:06 Mestinya umat Islam itu sendiri 27:08 mempraktikkan nilai-nilai agama akhlakul 27:12 karimah. 27:15 mempertuhankan Allah Tuhan yang satu, 27:19 menyembah Allah Tuhan yang satu, tidak 27:21 menyekutukan dengan segala sesuatu 27:24 selain Allah makhluk. 27:27 nilai-nilai yang mendasari setiap bentuk 27:31 keputusan, undang-undang, peraturan ini 27:34 mestinya kalau betul kita ngaku orang 27:37 beragama 27:38 karena kita adalah negeri atau bangsa 27:41 yang religius, bangsa yang agamis. 27:45 Tapi kalau ini dilupakan 27:47 yang akan muncul keserakahan, adigang 27:51 adigung, penguasanya sombong, adigang 27:54 adigung mikir dirinya sendiri. 27:57 Sehingga Nabi pernah mengatakan 27:59 tanda-tanda Allah berkehendak baik 28:01 terhadap satu bangsa, satu kaum adalah 28:03 satu. Dipimpin muncul kepemimpinan 28:08 pemimpin yang bijak, bijak bestari, 28:12 arif, bisa tepo seliro 28:17 tahu denyut nadi rakyat yang 28:19 dipimpinnya. Heeh. 28:21 Mendengar suara rintian jiwa dari rakyat 28:25 yang dipimpinnya bijak. Ketika dia akan 28:28 mengambil sebuah keputusan, 28:31 mengambil sebuah langkah dan program 28:33 selalu ditimbang dengan bijak dan 28:37 bestari. 28:40 Dan yang kedua, ekonomi dipegang oleh 28:44 al-Asya, 28:46 orang-orang yang loman dan dermawan. 28:50 care dan peduli 28:52 tuh. Itu tanda negeri yang akan menjadi 28:55 negeri yang baik. Sebaliknya kalau ingin 28:58 Allah berkenan negeri ini menjadi buruk 29:01 ya itu muncul dari manusianya sendiri. 29:04 Muncul pemimpin yang jahil. 29:08 Jahil itu bukan bodoh. 29:10 Secara intelektual bagus, tapi 29:14 emosionalnya 29:16 buruk. Kecerdasan emosionalnya jelek. 29:19 kecerdasan spiritual apalagi 29:22 yang ada sombong, yang ada takabur, yang 29:25 ada hanya memikirkan dirinya 29:27 umpamanya ini. Dan yang kedua, ekonomi 29:30 dipegang oleh orang-orang yang serakah, 29:33 monopoli, 29:35 gak punya jiwa isyariah, 29:38 tidak punya tidak care dan peduli sama 29:41 orang lain. Kalau perlu orang yang 29:43 kecil-kecil dilipas, diserap, 29:46 dieksploitir. 29:48 Nah, ini tandanya negeri yang buruk. 29:50 Nauzubillah. Nah, sekarang kaitannya apa 29:52 dengan salat berjamaah? 29:54 Rasul memberikan contoh, membangun 29:56 bangsa, membangun peradaban, membangun 29:59 manusia-manusia yang beradab. 30:03 Beradab itu yang mana? Yang dia adalah 30:05 ngerti kewajiban terhadap Allah. 30:09 Setelah membangun masjid, beliau menyeru 30:12 manusia, para sahabat, umat Islam datang 30:15 berduyun-duyun ke masjid untuk salat 30:18 berjamaah. 30:22 Di dalam salat berjamaah itu ngemu 30:25 suraos mengandung makna pelajaran yang 30:28 luar biasa. Satu, memenuhi panggilan 30:32 azan. 30:34 Berarti umat Islam itu menyeru manusia 30:36 untuk berbuat baik. 30:39 beribadah pada Allah. 30:41 Dan orang beriman ketika mendengar suara 30:43 azan 30:44 setelah dia menjawab dia mendatangi 30:46 seruan itu. Pendidikan yang ada apa? 30:51 supaya orang mendengar terhadap titah 30:53 perintah Allah yang telah menciptakan 30:56 dirinya yang ngasih negeri yang indah 30:58 indah permain yang memberikan rezeki 31:01 yang memberikan segala dipanggil oleh 31:03 Allah samna wa datang dia ke masjid 31:08 kemudian baris 31:10 barisannya lurus dan rapat dipimpin oleh 31:14 imam imam memimpin ibadah di sini kita 31:18 dapat pelajaran baum usus Mestinya umat 31:21 Islam itu bukan umat Islam yang liar 31:24 jeung liur, [tertawa] 31:25 tapi umat Islam yang terpimpin. 31:28 Dipimpin oleh imam salat. 31:31 Kapan rukuk? Kapan sujud? Ketika imam 31:34 bertakbir, takbir semuanya. 31:37 Faid kabaro fakabiru. 31:40 Dengerin itu imam. 31:42 Dengerin itu komandonya. Takbir, takbir 31:44 semuanya. Allahu Akbar. Jangan imamnya 31:47 takbir dia nyanyi. 31:50 Jangan imamnya rukuk dia nari joget. Nah 31:54 kan beda dengar itu takbir takbir 31:57 rukuk-rukuk. 31:59 Faid rakaa farkau rukuk semuanya 32:01 gerakannya indah 32:03 barisannya lurus rapi. 32:07 Itulah cermin bagaimana pola dinamika 32:11 masyarakat muslim berjemah di masjid. 32:15 mestinya berjamaah di luar masjid. 32:18 Karena sehari semalam itu kita dilatih 32:20 lima kali dalam melaksanakan salat. 32:23 Artinya mbok yo pola sistem mental 32:27 seperti itu dipraktikkan dalam kehidupan 32:30 di luar masjid. 32:33 Maka kewajiban umat Islam dalam 32:35 membangun peradaban bersatu kompak seia 32:39 sekata baru akan turun berkah dari Allah 32:43 dan nah salat berjamaah sampai 32:46 Rasulullah mengatakan 32:49 dalam sebuah hadis Rasulullah mengatakan 32:52 dari Abu Hurairah Rasulullah sahu alaihi 32:53 wasallam bersabda shatul 32:57 jamaah afdolu min shati ahadikum wahdah 33:04 khomsati wa isrina 33:08 juzan. 33:09 Hadis riwayat Muslim di dalam kitab 33:12 sahihnya. Sesungguhnya Rasulullah 33:14 sallallahu alaihi wasallam bersabda, 33:16 "Se salat berjamaah itu lebih utama 33:21 daripada salat sendiri 25 33:26 derajat dibanding dengan salat sendiri. 33:30 Jadi memang ini syariat yang sudah mulai 33:32 dilupakan. 33:34 Masjidnya, masjid bagus tapi salat 33:36 berjamaahnya kagak. Padahal rumahnya 33:39 dekat 33:40 padahal suara azan di terdengar di 33:43 telinga. Ya, masing-masing aja. Akhirnya 33:46 ini menjadi pola hidup sendiri 33:48 individu-individu. 33:50 Walaupun umatnya banyak, muslimin umat 33:52 banyak, tapi ya gundukan individu. Apa 33:55 artinya kalau gundukan individu kalau 33:57 tidak berjamaah? 33:58 Iya. 33:59 seperti pasir aja, gunung pasir, bukit 34:02 pasir gak ada perekat ditiup angin ya 34:05 buyar tinggal serpihan 34:06 individu-individu. 34:08 Ini termasuk kelemahan berarti kita 34:10 tidak mengikuti jejak contoh daripada 34:13 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 34:14 Salat berjamaah adalah 34:17 merupakan 34:19 sumber kekuatan. 34:21 Karena di situlah kita dilatih, dididik, 34:24 diedukasi bahwa begitulah umat Islam 34:27 hidup yang terpimpin kemudian berjamaah 34:30 gerakannya sama seia sekata. Kalau umat 34:34 Islam bersatu dalam union and unit, 34:37 persatuan dan kesatuan, masyaallah apa 34:40 yang tidak bisa dicapai oleh umat Islam 34:43 di Indonesia misalnya bersatu R00 juta. 34:46 Hm. 34:48 1 bulan aja infak misalnya R1 juta 34:51 apalagi Rp100.000 saja. Berapa? 34:53 Rp100.000* R00 juta. Ayo coba dihitung. 34:58 Apalagi lebih dari itu. Kita mau bangun 35:00 apa bisa perguruan tinggi yang hebat 35:04 yang dari berbagai disiplin ilmu masjid. 35:09 Gak ada orang-orang duafa, orang-orang 35:11 anak-anak yatim yang terlantar kalau 35:14 kita bersatu. He. 35:15 Tapi kalau kita serpian-serpian 35:17 individu, ya sudah dicaplok orang, 35:20 dipermainkan orang, ditendang sana, 35:22 tendang sini. Padahal Rasulullah 35:24 menggambarkan almukmin kal bunyan yasudu 35:27 ba'du ba'd. Seperti bangunan 35:31 ada batu, ada bata, ada kayu, ada atap, 35:35 ada paku yang kecil. Tapi dirangkai 35:37 dalam rangkaian yang indah, ditempatkan 35:39 pada tempatnya. Ada arsiteknya yang 35:41 mengatur. 35:44 Tapi kalau yang enggak mau diatur ya 35:45 batu sendiri bodo amat. Saya kan batu 35:48 keras kuat. Udah sendiri yang gelundung 35:50 aja enggak ada gunanya. Tapi kalau dia 35:53 dirangkai dengan pasir, pasir yang kecil 35:56 menyatu dengan semen, semen diaduk 35:58 dengan air menjadi suatu kekuatan yang 36:01 mampu merekat batu-batu itu menjadi 36:03 pondasi yang kokoh dan kuat, mampu 36:06 menyangga bangunan di atas yang luar 36:08 biasa. 36:11 Paku yang kecil mengait satu dengan yang 36:13 lain. Kecil dia, tapi kecil cabai rawit 36:16 itu enggak ada pakunya. Gak bisa 36:19 merangkai. Atap di atas tempatkan dia di 36:22 atas jangan di bawah. Memayungi yang ada 36:25 di bawah. Itu gambaran umat Islam 36:28 mestinya 36:29 bersinergi satu dengan yang lain. Kompak 36:31 dan bersatu. 36:33 Jadi kadang-kadang kita kalau lihat 36:35 kenyataan 36:37 ya sebenarnya kita ini beragama tapi 36:41 terjebak pada rutinitas ritual tapi gak 36:44 mampu diekspresikan, 36:47 diimplementasikan 36:49 dalam kehidupan ri. Masyaallah ini 36:52 sayang sekali. Oleh karenanya salat 36:54 berjamaah mari kita lakukan. Ada masjid 36:57 kita bangun, begitu azan kita datang, 36:59 kita berdoa bersama 37:01 tentang bangsa ini supaya nanti muncul 37:04 pemimpin-pemimpin yang bijak, supaya 37:06 muncul di bangsa ini manusia-manusia, 37:09 ahli-ahli bidang ekonomi, seorang 37:11 pengusaha yang bijak bestari juga yang 37:14 dia laoman, dermawan, k, peduli. 37:17 Demikian juga rakyatnya menjadi 37:19 masyarakat yang guyub, rukun, ramah, dan 37:21 seterusnya sebagai wujud konkret 37:25 daripada masyarakat. agamis yang seperti 37:28 yang dicita-citakan oleh para 37:29 funding-funder ini. Mudah-mudahan 37:31 bermanfaat. Mohon maaf segala kekeliruan 37:34 kesalahan. Asalamualaikum warahmatullahi 37:36 wabarakatuh. 37:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 37:39 wabarakatuh. 37:41 Alhamdulillah ya apa yang kita dengar 37:45 membuat pokoknya semakin bersemangat 37:48 karena bukan cuman salat lima waktunya 37:51 tapi berjamaahnya. 37:53 Ustaz boleh kita langsung ke pertanyaan 37:55 ya? 37:56 Silakan 37:57 dari Bapak atau Ibu? Oh, enggak ada 38:00 namanya. Ustaz, 38:03 mudah mudahan Rasil semakin jaya di 38:06 udara. Selamat ulang eh selamat milad 38:09 ya. 38:10 Yang ke-17 ini pertanyaannya, Ustaz. 38:13 Kalau jemaahnya di rumah saja bersama 38:16 istri dan anak-anak, kecuali tentu saja 38:20 kalau bukan pas di rumah. Nah, apakah 38:23 utamanya juga sama? Karena kasihan kan 38:26 kalau istri dan anak-anak di rumah kan 38:29 salat sendiri. Bagaimana, Ustaz? Terima 38:31 kasih. 38:33 Kalau dilihat syariatnya dipraktikkan 38:35 oleh para oleh 38:37 Rasulullah dan para sahabat 38:39 memang ditekankan kepada 38:43 kaum muslimin, 38:45 kaum prianya. 38:47 Walaupun tidak dilarang untuk muslimat. 38:49 He he. Karena istri-istri Nabi itu juga 38:52 hafal dari bacaan-bacaan yang dibaca 38:55 oleh Nabi. Berarti seringnya beliau 38:57 mengikuti salat berjamaah. 39:00 Yang dilarang muslimat datang ke masjid 39:03 salat berjamaah itu adalah kalau 39:06 dia sudah menor dandan parfum. 39:10 Itu memang dilarang enggak boleh ke 39:11 masjid. 39:12 Tapi tidak dilarang untuk ikut 39:14 mendapatkan 25 derajat dibanding salat 39:16 sendiri. 39:19 Dan di masjid itu kita bisa mendapatkan 39:21 santunan misalnya ceramah, kuliah subuh, 39:25 ada pengajian dan seterusnya. 39:28 Tentu kenapa? Kan bisa menimbulkan 39:30 fitnah. Kalau ke pasar kok enggak 39:32 fitnah. 39:34 Kalau ke masjid katanya fitnah. 39:37 Dan kemudian keutamaan-keutamaannya 39:39 salat berjamaah itu masyaallah makmum 39:42 itu dapat pahala sebaik pahalanya imam 39:45 yang khusyuk, bacaannya bagus. 39:48 Sedang kita kadang-kadang salat 4 rakaat 39:49 aja yang ingat tinggal setengah rakaat. 39:52 [tertawa] Tapi bersama bersama imam sama 39:55 yang lain insyaallah. Jadi yang 39:57 dikehendaki di sini adalah salat 39:59 berjamaah di masjid. Adapun di rumah 40:01 muslimat memang tidak di tidak 40:03 dianjurkan ditekankan. Betul. Kalau mau 40:06 berjamaah ya di rumah ibunya memimpin 40:10 anak-anak muslimat yang lain itu boleh 40:12 dilakukan. Tapi kalau muslimin ya 40:17 dianjurkan ke masjid. Wallahuam. 40:21 Iya. Mudah-mudahan yang di rumah para ee 40:28 ibu-ibu 40:29 kalau memang bisa bersama-sama keren 40:31 banget ya. Ini dari Eyang Sri bertanya, 40:34 Ustaz sebelumnya em kepada 40:39 Bapak Kiai dan Guru Rasil semoga 40:41 dirahmati Allah. Amin. 40:44 Emm, pertanyaannya kalau habis salat 40:48 berdoa agar Indonesia dapat pemimpin 40:50 yang amanah dan yang serakah dan zalim 40:56 serta rakus itu Allah hancurkan 41:01 termasuk yang merampok tanah Palestina. 41:04 Kalau saya doanya ini seperti ini, 41:06 Ustaz, apakah boleh dipanjatkan habis 41:09 tahajud? Terima kasih, 41:11 ya. 41:13 [berdehem] 41:14 Kalau kita berdoa tentu saja boleh 41:17 berdoa untuk mudah-mudahan bangsa ini 41:20 menjadi bangsa yang sejahtera. 41:23 Mudah-mudahan muncul pemimpin-pemimpin 41:25 yang bijak bestari, yang adil. Oh, 41:27 boleh. Itu dianjurkan sekali. 41:30 Adapun kemudian doa terhadap hal yang 41:33 keterlaluan sudah zalimnya seperti 41:35 Yahudi 41:37 itu memang ada bahkan dianjurkan ketika 41:39 ada pembunuhan terhadap muslimin dengan 41:41 doa qunut nazilah itu doa mohon supaya 41:46 orang-orang kafir yang durjana itu 41:47 dihancurkan oleh Allah Subhanahu wa 41:49 taala. Jadi boleh terhadap orang-orang 41:51 yang sudah melampaui batas ya 41:54 kejahatannya kita doakan untuk mendapat 41:58 apa namanya kehancuran dan mendoakan 42:01 baik terhadap orang lain ya. Mendapat 42:04 pemimpin-pemimpin yang baik itu boleh. 42:07 Wallahuam 42:08 ya. Baik. Ini juga dari tanpa nama 42:13 nomornya aja. Ustaz, tadi Ustaz bilang 42:16 pahalanya berjamaah 25 kali, bukannya 27 42:20 ya? Saya pernah dengar. Terima kasih. Oh 42:24 iya 42:25 ya. Ya, kalau ngitung derajat-derajat 42:28 itu bahkan lebih dari itu. Tapi 42:30 keutamaannya adalah yang penting 42:32 keutamaan di bulan di salat berjamaah 42:34 itu. Coba bayangkan ketika orang 42:39 memenuhi panggilan Allah tentang salat, 42:42 baru saja berwudu berguguran dosa kita 42:46 bersama 42:48 curahan air yang bercatuhan dari air 42:50 wudu yang kita lakukan. He. 42:52 Kemudian ketika melangkah ke masjid, 42:54 siap langkah menggugurkan dosa, 42:57 mengangkat derajat, mendapat pahala. 43:01 Maka para sahabat tuh lebih senang 43:03 membuat rumah jauh dari masjid 43:05 agar 43:06 agar pahalanya banyak, 43:07 langkahnya panjang, 43:08 langkahnya banyak, banyak hitungannya 43:10 dan seterusnya. 43:12 Kita juga kadang-kadang ada orang-orang 43:14 yang senang rumahnya jauh dari masjid. 43:16 Tapi alasannya supaya kalau enggak ke 43:18 masjid itu ada alasan karena jauh, 43:20 sama-sama jauh. Tapi beda motivasi. 43:23 Iya 43:23 enggaklah ya. 43:24 Tapi itu tadi jadi pahalanya masyaallah 43:28 tiap langkah menggugurkan dosa. 43:30 Masyaallah 43:32 mengangkat derajat. Ya kalau lima waktu 43:36 ya kalaupun misalnya kerja ya upayakan 43:39 ada salat berjamaah kita mendatangi itu 43:41 sama. Tetap aja langkahnya itu mendapat 43:43 pahala. Kemudian kita berdiri 43:47 ketika salat dosa disuntek kepada kita. 43:51 gambarannya seperti itu. Ketika kita 43:53 rukuk, ketika kita sujud, berhamburlah 43:55 doa dosa-dosa kita itu. Masyaallah, itu 43:58 luar biasa. Apalagi kalau kita 44:01 berjamaah. Kalau berjamaah, salat kita 44:04 itu akan menjadi sempurna karena saling 44:08 menopang. Makanya harus bersinergi. 44:10 Sawu sufufakum. 44:12 Luruskan dan rapatkan barisan. 44:15 bersinergi kita dengan yang lain. Jadi 44:17 kita mungkin salat kadang-kadang ya itu 44:19 tadi pikiran ke sana, pikiran ke sini, 44:21 tapi dengan berjamaah kita mendapat 44:24 bagian dari keutamaan yang lain, 44:27 terutama dari imam salatnya. 44:30 Wallahualam. 44:31 Baik, ini dari Pak Emm Hari 44:36 ya, Ustaz. Kalau misalnya kita jadi 44:40 makmum, bacaan surat imam itu kita 44:44 enggak tahu dengerin sajakah atau 44:47 mengucapkan dalam hati amin di setiap 44:50 ayat yang disebutkan. Terima kasih. Ya, 44:54 kalau salat bacaan zahr keras, 44:58 he 44:58 maka ketika imam itu membaca ayat, kita 45:01 mendengarkan, 45:03 dengarkan, ikuti. Walaupun kita tidak 45:07 mengerti artinya, tapi yang baik adalah 45:10 yang ngerti juga. Makanya kita pelajari 45:12 satu persatu misalnya, tapi kita ikuti. 45:16 Jangan pikiran kita ke mana-mana, tapi 45:17 ikuti bacaan kita dengarkan. Karena 45:19 Al-Qur'an itu walaupun enggak ngerti 45:21 artinya, kita dapat pahala. Apalagi ayat 45:24 yang dibacakan di waktu salat itu 45:26 berlipat-lipat pahalanya. 45:29 Ee kemudian kalau ada ayat rahmat ya 45:34 misalnya tentang surga, tentang apa, 45:35 kita boleh berdoa tetapi dalam hati. 45:38 Kalau azab ya kita berlindung pada Allah 45:42 Subhanahu wa taala ya. Kemudian kalau 45:45 salat salat Yasir 45:47 artinya bacaan yang tidak dibaca keras 45:50 seperti zuhur, asar ya 45:52 kita kan baca masing-masing walaupun 45:54 kita belum selesai tapi imamnya sudah 45:57 memberi komando, ya sudah kita ikuti 45:59 imam karena salatnya insyaallah dari 46:03 kekurangannya sudah saling dilengkapi 46:05 oleh sempurnanya salatnya imam. 46:08 Wallahuam. 46:09 Ya, ini ee masih relate dengan 46:12 pertanyaan berikutnya. Ini emm Pak Ustaz 46:17 asalamualaikum warahmatullahi 46:18 wabarakatuh warahmatullahi wabarakatuh. 46:20 Anak saya tuh protes ketika diajak 46:23 bapaknya pergi ke masjid untuk salat. 46:26 Mak, surat yang dibaca panjang-panjang 46:30 banget. Kenapa imamnya enggak suka baca 46:33 surat yang sudah dihafal bocah seperti 46:36 aku sih, Mak? Apa sebabnya, Ustaz? Oke. 46:41 Iya, itu ada benarnya juga si anak itu. 46:45 Memang kata Nabi, ada seorang sahabat 46:47 yang baca Quran, bacaan jadi imam tuh 46:49 panjang diprotes. 46:53 Diadukan ke rasul kan Rasul marah. 46:57 He. 46:57 Apa kau jadikan orang benci dengan 46:59 salat? 47:01 Ohoh. 47:01 Kalau salat bersama, bacalah yang 47:04 sederhana. 47:07 Ya, syukur yang memang sudah dibiasa. 47:10 Tapi kalau mau salat sendiri silakan mau 47:13 setengah juz atau 1 juz sekali satu 47:15 rakaat monggo. Kan disunahkan begitu 47:17 kalau ngimami salat ada psikologi 47:20 berjamaah, salat berjamaah artinya 47:23 supaya melihat siapa yang di belakang. 47:25 Makanya imam itu kalau mau sebelum 47:27 takbir itu dilihat umatnya yang di 47:30 belakang itu siapa. 47:31 Banyak anak kecil. Kalau banyak 47:32 orang-orang tua yang sudah uzur, ya 47:35 lakukanlah salat yang ringan, yang 47:37 meringankan, tidak memberatkan. 47:40 Ya, jangan mentang-mentang hafiz Quran 47:43 woh dibaca sampai dengkule melat-melot 47:47 sampai gemeter. Ya, itu tidak melakukan 47:50 sunah. Kalau mau panjang baca sendiri 47:53 kecuali kalau makmumnya itu memang 47:55 gerot-gerot semua ya, hebat-hebat semua 47:58 ya, monggo silakan aja. Jadi begitu 48:00 sunahnya. Wallahuam. 48:02 Baik, Ustaz. Hari ini Rasil Milad. 48:06 Banyak sekali WA yang masuk di pas acara 48:09 ini mengatakan terima kasih dengan ee 48:14 pencerahannya Ustaz Abur dan kemudian 48:18 mengucapkan selamat miladnya itu ee saya 48:21 sapa saja Ibu Yuniar, kemudian juga 48:24 Eyang Sri, ada Ibu Yuni, ada Ibu Maskur 48:30 dan Mbak Vivi, Mbak eh Mala, Mbak 48:35 Rustam. 48:36 Kemudian juga mm siapa lagi nih? Mbak 48:40 Nanai dan Ibu Nurhaidah 48:43 serta emm Pak Abas ya. Baik Ustaz, kita 48:48 rangkum bahasan kali ini terkait dengan 48:52 salat berjamaah. Silakan. 48:56 Terima kasih pada para pendengar 48:59 semuanya yang telah memberikan ucapan 49:02 selamat untuk yang ulang tahun yang 49:05 ke-17 bagi Rasil. Mudah-mudahan doa itu 49:11 dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa 49:12 taala. Amin. Allahum amin. 49:14 Sukseslah program-program 49:18 Rasil juga para gurunya mudah-mudahan 49:20 senantiasa berikan kemampuan, kekuatan, 49:23 keberkahan, kemurahan dari Allah 49:26 Subhanahu wa taala untuk terus 49:27 melanjutkan 49:28 siaran dari Rasil ini. Dan kepada antum 49:32 semua para pendengar mudah-mudahan pun 49:34 insyaallah rahmat kasih sayang Allah 49:36 dicurahkan pada antum semuanya. Amin. 49:38 Allahum amin. Sebagai kesimpulan dari 49:41 apa yang saya sampaikan hari ini bahwa 49:43 ternyata satu 49:45 salat 49:47 itu yang dipraktikkan oleh baginda nabi 49:50 yang diajarkan sebagai sunah rasul 49:53 Rasulullah sahu alaii wasallam di 49:54 Madinah adalah berjamaah di masjid bagi 49:58 muslimin 49:59 penekanannya pada muslimin. Maka salat 50:03 berjamaah di masjid itu hukum sunah 50:05 muakkadah. H 50:06 malah ada sebagian ulama yang mengatakan 50:08 wajib salat di masjid berjamaah kalau 50:11 memang dekat ya mampu. Tapi kita ambil 50:16 yang moderatnya adalah memang sunah 50:19 muakkadah bagi muslimin. Tapi muslimat 50:22 tidak dianjurkan tapi juga tidak 50:24 dilarang. Kalau ingin menikmati 50:27 bagaimana salat berjamaah bersama imam, 50:29 bersama orang banyak yang pahalanya 25 50:31 atau 27 derajat itu ya monggo silakan. 50:35 Cuma diberikan ketentuannya 50:38 dalam keadaan tidak pakai parfum dan 50:42 dandan moncer ya pergi ke masjid tapi 50:45 dengan etika sebagai muslimat yang tidak 50:50 melanggar syariat. Nah, kemudian 50:53 ternyata di dalam salat berjamaah itu 50:56 mengandung makna dan memberikan edukasi 50:59 kepada kita hidup terpimpin. 51:03 Yang kedua, gerakan yang sama 51:06 itu menunjukkan bahwa umat zam adalah 51:08 umat yang satu yang hidup berjamaah 51:10 tidak hanya di masjid, tapi di luar 51:12 masjid. 51:14 itu hendaklah kompak dan bersatu 51:17 dalam kehidupan seperti yang dipang oleh 51:19 umat oleh Nabi. Faallafa baina qulubikum 51:22 faasbahtum binikmati ikhwana. Hatinya 51:26 menjadi lembut, mereka menjadi 51:28 bersaudara. Tidak dipandang karena 51:30 keturunan, tidak karena satu suku, satu 51:33 bangsa, tapi adalah karena sama-sama 51:35 satu akidah sebagai muslim seperti 51:38 saudara kandungnya sendiri. Kalau begitu 51:42 sudah insyaallah kekompakan, kasih 51:44 sayang, pertebarannya salam, saling 51:47 menolong, saling menguatkan ya itu akan 51:50 terwujud dalam kehidupan masyarakat. 51:53 Jadi Islam adalah bukan gundukan 51:56 masyarakat individu-individu 51:58 yang hanya memikirkan dirinya sendiri, 52:00 keluarganya sendiri, tapi ada kepedulian 52:03 terhadap yang lain sehingga menjadi umat 52:05 yang satu. Umatan wahidah wihdatul umah. 52:08 Mudah-mudahan Allah memberikan berkah 52:10 pada kita semuanya. Mohon maaf segala 52:12 kekurangan. Wabillahi taufik wal 52:14 hidayah. Asalamualaikum warahmatullah 52:16 wabarakatuh. 52:17 Waalaikumsalam warahmatullah 52:19 wabarakatuh. 52:21 Terima kasih Ustaz Abul Hidayat Serauji 52:24 dan juga radio-radio yang juga mensebar 52:29 luaskan menyiarkan ee program hari ini 52:32 serta yang membersamai Rasil yang 52:36 kebetulan hari ini usianya masih sangat 52:40 remaja ya 17 tahun. Semoga hadirnya 52:43 rasil mempersuasi kita semua untuk lebih 52:47 optimal menjadi hamba Allah yang juga 52:50 memunculkan kedamaian dan kenyamanan 52:52 bagi yang mendengarkan siaran kami. 52:55 Sekali lagi terima kasih sekali 52:57 doa-doanya. 52:58 Billahi taufik wal hidayah. 53:00 Wasalamualaikum warahmatullahi 53:02 wabarakatuh.