Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [Musik] 0:07 [Musik] 0:13 Bismillahirrahmanirrahim rahmanirrahim. 0:15 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:17 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:20 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:22 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:25 akhwat, pendengar silaturahim dan juga 0:27 pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah. 0:29 Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan 0:31 akhwat di Senin malam hari ini tanggal 0:33 18 Rabiul Akhir 1446 Hijriah atau 0:36 tanggal 21 Oktober 2024. Kembali hadir 0:41 acara tadabur Al-Qur'an bersama Ustaz 0:45 Doni Amir Sagap yang alhamdulillah telah 0:47 bergabung via Zoom ya karena beliau dari 0:51 Turki Ustaz ya. Sedang ada Turki Ustaz 0:53 ya. Masyaallah. Asalamualaikum 0:55 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 0:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:59 wabarakatuh. Ee Kang Fahri, Bapak, Ibu 1:02 semua, ikhwan akhwat, para pendengar 1:04 Radio Silaturrahim dan pemirsa Rasin TV 1:07 di mana pun berada. Gimana kabarnya, 1:09 Ustaz? Sehat ya? Alhamdulillah kabar. 1:12 Alhamdulillah bisa kembali hadir live di 1:15 hari ini, Ustaz, ya. Oke. Tema hari ini 1:18 adalah mengenai hadiah di balik musibah, 1:22 gitu, Ustaz, ya. Betul. Baik, kita akan 1:24 bersama-sama simak Iwan Nawat nanti dan 1:26 nanti yang juga ingin bergabung via 1:28 WhatsApp, bertanya, berkomentar, Anda 1:30 bisa kirimkan melalui WhatsApp kami di 1:36 0811999720. T Ustaz. Iya, terima kasih 1:40 Kang 1:41 Fahi. Ee 1:44 bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:46 warahmatullahi wabarakatuh. 1:49 Waalaikumsalam. 1:50 Alhamdulillah. 1:53 Alhamdulillahilladzi anzalas sakinata fi 1:56 qulubil mukminin liydadu imanan 2:00 maanihim walillahi junudus samawati wal 2:05 ard wallahu aliman 2:08 hakima wasatu wasalam ala al maut 2:12 rahmatanil alamin asrofal anbiya wal 2:15 mursalin waa alihi wasohbihi ajmain amma 2:22 Fakulullah taala fi kitabihil karim 2:27 azubillahiminasyaitanirrajim. 2:29 Bismillahirrahmanirrahim. Wabluwannakum 2:32 bisyaaiin minal khauf wal ju waqsim 2:35 minal amwali wal 2:38 anfusiarat 2:40 wabasyirobirin alladzina idza asobathum 2:43 musibah qolu inna lillahi wa inna ilaihi 2:47 rojiun. Ulaika alaihim 2:51 shawatumbihim warahmah wa ulaika humul 2:55 muhtadun. Sadaqallahulim wasq rasuluhul 2:59 nabiul karim wahnu alalika 3:03 minyahidinakirin. Amma ba. Maasiral 3:06 muslimin wal muslimat 3:09 rahimakumullah. Para 3:11 pendengar radio silaturahim. Demikian 3:14 pula para pemirsa Rasil TV di mana pun 3:17 berada. 3:19 Alhamdulillah. Segala pujian, segala 3:23 kemuliaan betul-betul kita ikrarkan 3:27 adalah milik Allah Subhanahu wa taala 3:31 saja yang memberikan kepada kita semua 3:34 hal yang telah ee kita 3:38 pahami maupun yang belum bisa kita 3:42 pahami. Dialah yang memberikan kepada 3:44 kita semua yang kita rasakan. sampai 3:48 saat ini. Dan Ia pulalah yang 3:50 menjanjikan kepada kita sebuah kehidupan 3:53 atau satu kehidupan sesudah kehidupan 3:56 yang saat 3:57 ini. Kita berdoa, 4:00 berusaha agar kita dapat memasuki 4:02 kehidupan yang baru nanti itu dalam 4:05 keadaan yang baik, dalam keadaan yang 4:08 taat kepada Allah subhanahu wa taala, 4:10 dalam keadaan yang riang gembira 4:13 menyambut kembalinya kita ke sisi Allah 4:16 atau nama lainnya adalah husnul 4:18 khatimah. 4:20 Selawat dan salam mari senantiasa kita 4:23 sampaikan, kita curahkan kepada 4:26 junjungan kita yakni baginda Nabi 4:29 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 4:31 Allahumma sholli wasallim wabarik alaih 4:35 wa ala alihi wasohbihi 4:38 ajmain. Semoga kita pun termasuk dari 4:41 orang-orang yang nanti akan memiliki 4:44 tanda yang dikenali oleh beliau 4:47 sallallahu alaihi wasallam dan kemudian 4:49 bersama-sama dengan beliau sallallahu 4:51 alaihi wasallam kita ikut dalam kelompok 4:55 yang beliau pimpin memasuki surga Allah 4:58 Subhanahu wa taala. 5:01 Maasiral muslimin wal muslimat 5:02 rahimakumullah. Bapak, Ibu, para jemaah, 5:05 para pendengar Radio Silaturahim, para 5:07 pemirsa Rasil TV. Pada malam hari ini ya 5:11 ee kita 5:13 insyaallah akan membahas, akan 5:17 mentadaburi ayat Al-Qur'an yakni lebih 5:20 tepatnya di surah k-ua yang tadi di awal 5:23 kami bacakan. Surah Al-Baqarah ayat 5:28 155 sampai dengan 5:31 157 mengenai hadiah Allah di balik 5:38 musibah. Tentu saja hadiah ini akan 5:41 berlaku, akan ada seandainya kita 5:44 betul-betul bisa 5:47 mengelola respon terhadap musibah 5:50 tersebut. Jadi mengelola responnya 5:52 itulah yang akan nanti ee 5:56 berdampak dapat hadiah atau tidak dari 6:00 musibah yang kita yang ee apa yang Allah 6:03 ujikan kepada 6:05 kita. Saya mohon izin men-share di 6:08 screen di layar. Mungkin bagi pemirsa 6:11 Rasil TV bisa disaksikan ya atau yang 6:14 melihat dari ee apa ee YouTube ya. Nah, 6:20 mudah-mudahan ee bisa disaksikan tanpa 6:22 ada 6:23 kendala. Hadiah di balik musibah. Jadi, 6:28 ee ada hadiahnya. Nah, kan rugi ini 6:31 kalau kita tidak mengambil hadiah 6:33 tersebut di balik 6:35 musibah. Pertama kita jelaskan dulu 6:39 secara singkat ya apa itu musibah. 6:45 Supaya 6:46 jelas di dalam Al-Qur'an penyebutan kata 6:50 musibah itu disebut 10 kali di dalam 6:54 Al-Qur'an. Ya, di layar saya tampilkan 6:57 10 kali penyebutan kata 7:00 musibah. Dan dari 10 kali itu terbagi 7:04 nanti menjadi lima kategori. Ee musibah 7:09 itu ya. Lima 7:11 kategori. Apa saja dia ya? secara 7:13 singkat saja. Yang 7:15 pertama, kekalahan dalam perang. Ah, ini 7:19 juga disebut sebagai musibah, ya. 7:22 Al-Qur'an menyebut itu sebagai musibah. 7:24 Jadi, ketika kita merasakan satu 7:27 kekalahan dalam sebuah peperangan, itu 7:29 artinya adalah ee musibah yang sedang 7:33 terjadi kepada ee apa? Kepada kita, 7:36 Bapak, Ibu ya. Misalkan pada ee apa? 7:43 surah ee Ali Imran misalkan begitu ya, 7:47 surat Ali Imran surat ke 3 ya ayat 7:55 165. Nah, silakan nanti kalau Bapak Ibu 7:59 di atau ee para ikhwan akhwat bisa 8:02 membuka menyimaknya di Al-Qur'an atau di 8:06 mushaf masing-masing itu kalimatnya. 8:08 Coba kita bacakan contohnya ya supaya 8:11 supaya jelas 8:12 nih. 8:14 165 8:15 kalimatnya. 8:18 Auzubillahiminasyaitanirrajim. Awalamma 8:20 asobatkum 8:22 musibatun. Musibah itu kalimat itu di 8:24 situ disebut awal asobatum musibatun 8:28 qtum asumaihaum. 8:32 Ketika kalian di apa terkena kekalahan 8:35 perang ya ee kemudian apa namanya eh q 8:44 asumlahaum padahal dulu juga kalian 8:46 telah memberikan kekalahan perang yang 8:49 sama kepada lawan perang kalian tapi 8:52 kenapa waktu kalian yang menderita 8:55 kekalahan perang kalian mengatakan 8:57 qultum anna hadza kok bisa terjadi 9:00 kepada kami kira-kira begitu itu qul hua 9:02 mini anfusikum kata Allah itu terjadi 9:04 karena sebab kalian sendiri. Innallaha 9:07 ala kulliin qodir. Sungguh Allah maha 9:09 mampu terhadap segala sesuatu. Merujuk 9:12 maksudnya ini kepada kekalahan perang di 9:15 perang Uhud. Nah, jadi ee perang Uhud ee 9:18 kalah itu karena kesalahan kaum muslimin 9:21 sendiri. Ya, ini kita tahu kisahnya 9:23 nanti juga pada surat Ali Imran ini 9:26 ketika ee melanggar perintah Nabi 9:28 sallallahu alaihi wasallam. Tapi kalimat 9:30 kalah perang itu disebut dengan musibah, 9:33 ya. 9:34 Musibah. Nah, ee dan itu karena dirinya 9:38 sendiri atau karena orang atau manusia 9:41 tersebut. Nah, jadi ee kekalahan perang. 9:44 Yang 9:45 kedua juga disebut sebagai musibah 9:49 adalah kematian, Bapak, Ibu. Ya, ini 9:53 misalkan kita bisa temukan dalam surah 9:57 Al-Maidah, ya. Silakan. ee yang mau 10:00 dibuka ee mushafnya atau yang mau dibuka 10:04 gadgetnya kita bisa saksikan bagaimana 10:06 kalimat Allah menyebutkan ee kematian 10:10 sebagai satu musibah. Qur'an surah 10:13 Al-Maidah ayat 10:16 106. Ya, silakan dibuka kalau mau buka 10:20 di apa di gadget masing-masing atau di 10:24 mushaf ya masing-masing kalimatnya. 10:27 Auzubillahiminasyaitanirrajim ya. 10:29 [Musik] 10:42 musibatul maut. Kalimatnya musibatul 10:46 maut. Nah, jadi perintah Allah untuk 10:49 saling ee apa ee bersaksi terhadap satu 10:54 wasiat atau ee apa ee peninggalan yang 11:00 dikatakan oleh seseorang yang akan ee 11:02 dalam ee mengalami maut. Nah, jadi 11:05 kalimatnya musibatul maut. Faasobakum 11:08 musibatul maut. Ketika kalian terkena 11:11 musibah berupa kematian. Nah, jadi 11:13 kematian itu juga disebut sebagai 11:16 musibah. Surat Al-Maidah ayat 11:19 106. Yang ketiga, yakni ee ketika 11:25 seseorang terkena azab, Bapak, Ibu, 11:29 ya. Yang biasanya itu terjadi karena 11:33 tidak mau taat, ya. Tidak mau taat 11:36 kepada Allah Subhanahu wa taala. ee 11:39 misalkan jadi musibah kategori ketiga 11:42 ini terjadi kepada seseorang atau 11:45 kelompok orang ya azab ya yang diberikan 11:50 ya persekotlah kalau bisa dibilang 11:52 begitulah ya persekot itu apa ee DP gitu 11:56 ya belum belum semuanya tetapi ee diberi 11:59 persekot azab di dunia ini karena 12:02 manusia tidak mau taat kepada Allah 12:04 Subhanahu wa taala. Nah, itu juga jenis 12:07 atau kategori musibah. Misalkan kita 12:09 bisa buka surat An-Nisa, surah ke-4 ayat 12:13 62. Nah, kalimatnya di situ silakan yang 12:17 mau buka dulu surat An-Nisa, surat ke-4 12:21 ayat 12:22 ke-62. Nah, 12:26 silakan ya. Ini kalimat Allah di situ 12:30 kita perhatikan bagaimana Allah 12:33 menyebutkan ya sebagai musibah. Fakaifa 12:37 asobatum musibatum bima qdam aidihim 12:40 tumma jauka yah billahi arana illa ihsan 12:45 waufiqina yamullahu maubihim 12:49 faumahum fi anfusihim baligh pada 12:52 lanjutan ayatnya pada lanjutan pada ayat 12:54 63-nya. Tapi di ayat 62-nya tadi Allah 12:57 katakan, "Bagaimana jika fakaifa 12:59 asobathum musibah." Allah timpakan 13:02 musibah kepada mereka bima qodamat 13:05 aidihim atas sebab perlakuan tangan 13:08 mereka sendiri atau perbuatan mereka 13:10 sendiri. Nah, ini orang-orang munafik 13:13 ini ya. Kalau nanti kita buka dari ayat 13:15 60-nya adalah orang-orang munafik. Alam 13:20 taradinaumunaahum amanu bima unzila 13:22 ilaika w unzila min qblika yuriduna 13:24 ayatahakamu thut waq umiru ayakfuru 13:28 bihuridusit ayudillahumalan ba dan 13:31 seterusnya. Nah, jadi Bapak Ibu yang 13:33 dirahmati Allah dalam hal ini adalah 13:37 orang-orang yang ee apa namanya ee 13:41 berperilaku sehingga perilaku mereka itu 13:44 ee terkena musib ee apa ee musibah. 13:48 datang kepada mereka karena sebab 13:50 perilaku mereka sendiri. Ee jadi ada 13:52 jenis musibah yang seperti itu. Sebentar 13:55 ya, saya mau izin dulu Kang Fari mau ee 13:57 nyalain lampu sebentar ya. Ini listrik 14:03 sebentar di acara tadabur Al-Qur'an 14:06 bersama Ustaz Doni Amir Sagaf. Ini kita 14:09 live di aplikasi Zoom Iwan Awat mengenai 14:13 hadiah di balik musibah. Nanti kita 14:17 terus bersama-sama simak Iwan Ahmad dan 14:20 kami juga yang ingin Anda bertanya, yang 14:23 ingin berpartisipasi, Anda bisa kirimkan 14:24 melalui WhatsApp kami di 0811999720. 14:32 Ee baik, maaf ya sebentar kita lanjut 14:36 ini Ustaz. Iya. Jadi tadi sudah sampai 14:39 poin ketiga, azab yang Allah beri di 14:42 dunia ya kalau boleh disebut persekot 14:45 lah ya. Persekuat itu DP azab di dunia 14:48 karena perbuatan tangan seseorang 14:51 manusia itu disebut sebagai juga disebut 14:54 jenis ee 14:56 musibah. Nah, jenis musibah seperti 14:59 itu ee karena azab eh maksudnya karena 15:03 kesalahan gitu ya. Nah, ada lagi jenis 15:07 musibah yang terkena kepada ee mayoritas 15:11 manusia. Kalau tadi orangnya berbuat 15:13 salah, orangnya yang kena musibah. 15:15 Tapi sekarang ee ada orang berbuat salah 15:19 atau berbuat kerusakan gitu ya, tapi 15:23 yang kena musibahnya itu seluruh orang 15:26 gitu di sekitar itu, seluruh manusia 15:29 gitu maksud saya. Nah, ini nanti kita 15:31 akan temukan dalam ee surah Asyura surah 15:36 ke-42 ayat ke-30. 15:39 Nah, nah coba kita buka surah As-yura. 15:43 Surah Asyura itu surah ke-42 ya, ayat 15:47 ke-30. Silakan kalau yang mau buka di 15:49 rumah, Bapak, Ibu, ikhwan akhwat 15:51 sekalian, kalimat Allah. 15:53 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 15:55 W asobakum 15:59 musibatin kasabat 16:03 aidikumir. Kata Allah, "Tidaklah Allah 16:07 menimpakan satu musibah terjadi kepada 16:11 kalian kasabat aidikum karena perbuatan 16:15 tangan kalian manusia." Nah, jadi wir 16:20 itu pun kata Allah sudah memaafkan 16:23 banyak dari kesalahan kalian. 16:25 Nah, jadi musibah itu memang kategorinya 16:28 seperti itu ya. Bukan berarti kita mau 16:32 nuduh orang ini berbuat salah atau apa, 16:34 tapi untuk introspeksi kepada diri kita 16:37 masing-masing gitu. Nah, ini kategori 16:40 ini lima inilah kategori musibah ini. Ee 16:45 sudah sampai nomor empat ya, sudah 16:46 sampai jenis tipe yang keempat. Nah, 16:48 sekarang tipe yang kelima, ujian. Ee 16:52 musibah yang merupakan ujian. Nama 16:55 lainnya bala. Bala itu sebetulnya, 16:58 Bapak, Ibu, kalau dalam bahasa Arab, 17:01 dalam bahasa Al-Qur'an itu artinya 17:03 ujian dan itu netral ujian itu. Kalau 17:07 dalam bahasa Indonesia kan jadinya tuh 17:10 bala, tolak bala misalkan gitu ya. ee 17:13 bala tuh kayak sesuatu yang enggak enak 17:15 gitu loh. Padahal dia adalah netral, dia 17:18 adalah ujian. Nah, ujian nanti membuat 17:22 kita naik kelas gitu. Misalkan ya, kita 17:25 buka Quran surah ke-2 Albaqarah ayat 17:28 125. 17:30 Misalkan 125 surah Albaqarah e untuk 17:33 tahu bahwa itu adalah ujian. bentuk 17:37 ujian itu. Nah, bukan bukan apa sesuatu 17:40 yang enggak bukan sesuatu yang negatif 17:43 tapi sesuatu yang sifatnya sebetulnya 17:46 netral Bapak Ibu ya. Coba surah ke-2 17:50 Albaqarah ayat 17:53 ke-125. Sudah buka semua kalimatnya. 17:57 Auzubillahiminasyaitanirrajim. Eh, maaf 17:59 saya keliru. Maaf. Salahsah. 124 18:02 atasnya. Atasnya 124. 125 tentang 18:05 membersihkan ee apa Ka'bah yang 18:09 diperintahkan kepada Nabi Ibrahim dan 18:11 Nabi Ismail 124-nya. 18:14 124 ya atasnya ya kalimatnya Albaqarah 18:20 124 18:24 izibala 18:27 Ibrahimbuinahun Q 18:29 inuka im 18:32 qati 18:33 qalu 18:35 ahimin dan ingatlah wa eh 18:41 waala ibtala itu diambil dari kata 18:45 bala. Dan ingatlah ketika kami beri 18:49 ujian waaizibtala Ibrahima rbuhu 18:53 bikalimatin dengan sebuah kalimat 18:55 faatammahun. Kemudian beliau berhasil 18:58 menyempurnakan ujian itu. Nah, karena 19:01 beliau berhasil menyempurnakan ujian 19:03 itu, q inni jailuka linasi imama. oleh 19:07 Allah diangkat pangkatnya Nabi Ibrahim 19:11 itu kedudukan beliau menjadi imam bagi 19:14 seluruh manusia. Nah, jadi bala itu 19:17 adalah ujian yang sebetulnya netral 19:19 diberikan kepada manusia. Itu sama jenis 19:22 ujian yang ee apa dalam dalam satu 19:28 bentuk kemudahan ya atau dalam satu 19:31 bentuk kesulitan. Kesulitan kesempitan 19:34 gitu ya. Itu sama-sama ujian. 19:37 Ee demikian pula nanti kalau kita buka 19:39 surah 90 misalkan surah Al-Fajr ayat 15 19:43 dan 16 ya. Surah 19:47 Al-Fajr surah 90 ayat 15 dan 19:52 16. Kalimat Allah di situ Bapak Ibu 19:54 silakan yang mau buka dulu supaya supaya 19:57 nanti mau dicatat atau apa silakan. 20:00 Surat 90 surah Al-Fajr. Eh maaf surah 89 20:04 kok 90 salah. Surat 89 surah Alfajr ayat 20:08 15 dan 16. Kalau 90 surah Albalad ya 20:12 surat 20:14 89. Ah kalimat Allah 20:17 auzubillahiminasyaitanirrajim 15. 20:19 Faammal insan idza 20:22 mabtalahu. Nah mabtala itu diambil dari 20:25 kata ma ibtala. Faamal insanu 20:29 idtalahuhu faakromahu waamahu fakulu 20:33 akroman. 20:35 Manusia kata 20:36 Allah mabtalahu ketika dia diberikan 20:40 ujian oleh Tuhannya diambil dari kata 20:42 bala ma ibtala rbuhu ya e faakramahu 20:48 waamahu ujian berupa kemuliaan dan 20:52 kenikmatan yang diberikan kepada dia. 20:54 Maka kalau diberi jenis ujian yang 20:56 seperti itu, manusia akan mengatakan, 20:59 "Rabbi akroman. Sungguh Allah telah 21:02 memuliakan saya." ee senang diberi ujian 21:06 yang seperti senang padahal itu ujian 21:08 juga. Maka pada ayat ke-16-nya wa amma 21:12 sementara mabtalahu faqar alaihiqohu 21:17 fakulu ahan. Kalau manusia diberi ujian 21:21 matala ma ibtala diambil dari kata bala 21:25 ujian diberikan ujian berupa qodar 21:28 alaihi riqohu disempitkan atau menjadi 21:31 sempit rezekinya. 21:33 Ya. Maka dia mengatakan, "Fayaqulu rbi 21:37 ahan." Dia mengatakan Tuhan atau Allah 21:40 menghinakan saya ya atau melupakan saya 21:44 gitu kira-kira begitu. Padahal 21:45 dua-duanya adalah bala, dua-duanya 21:48 adalah ujian yang kalau berhasil 21:50 dilewati maka nah nanti ada hadiah dari 21:54 Allah. Tapi kalau tidak berhasil 21:56 dilewati ya tentu saja akan menjadi 21:59 buruk. Nah, gitu ya. Dua-duanya ujian 22:03 bala. Nah, yang kita bahas pada 22:05 kesempatan malam hari ini waktu 22:07 Indonesia Barat adalah jenis ujian nomor 22:11 5. Eh, maaf, jenis musibah nomor 5. 22:14 Maksud saya jenis musibah nomor lima. 22:17 Yakni musibah berupa 22:19 ujian. Kalau musibah berupa bencana 22:22 misalkan gitu ya dan lain sebagainya, 22:24 maka introspeksi yang harus kita 22:26 lakukan. Kalau musibah berupa kematian 22:29 bagi yang masih hidup maka mengambil 22:30 pelajaran. Kalau musibah berupa 22:33 kekalahan dalam perang, berarti kita 22:35 introspeksi juga ada sesuatu yang salah 22:37 itu karena tadi adalah juga karena ee ke 22:41 kesalahan kita 22:43 sendiri gitu. Introspeksi. Nah, ujian eh 22:47 apa maaf musibah yang jenis kelima 22:49 inilah yang akan kita bahas karena dia 22:52 adalah ujian. Sifatn netral alias 22:56 namanya dalam bahasa Al-Qur'an bala. 22:59 Bala itu netral sebetulnya. Nah, jadi 23:02 sebetulnya kalau ada tolak bala, nah itu 23:04 agak agak keliru juga tuh ya dalam 23:06 bahasa dalam bahasa Arabnya. Tapi kalau 23:08 bahasa Indonesia memang ee artinya 23:10 adalah suatu yang negatif gitu ya. Ee 23:13 jadi musibah jenis ujian atau bala yang 23:18 dalam surah Albaqarah ayat 155, 156 23:22 sampai 157. Nah, inilah yang akan 23:25 mendapatkan hadiah ketika kita berhasil 23:28 melaluinya, Bapak, Ibu. 23:31 gitu. Hadiahnya Allah siapkan tuh nanti 23:34 kepada kita. Nah, bagaimana kalimatnya? 23:36 Coba sekarang mulai pelan-pelan kita 23:38 masuk 23:40 ya. Ini jenis jenis uji musibah ini, 23:44 jenis musibah ujian ini pasti diberikan 23:46 kepada manusia. Pasti diberikan. Nah, 23:50 jadi ee kematian juga pasti, tapi yang 23:54 kematian itu sudah tidak bisa kembali 23:56 lagi kan ke hidup. Nah, kalau yang jenis 23:59 ujian, jenis musibah berupa ujian ini 24:02 pasti diberikan kepada manusia dan kita 24:05 masih hidup. Nah, dari mana kalimat 24:09 tahunya atau dari mana tahunya? Kalau 24:11 kalimatnya kita buka pelan-pelan di 24:13 layar saya tampilkan surah Albaqarah 24:15 ayat 155. Kalimat Allah 24:19 begini. W nabluwannakum eh lam taukid di 24:23 situ labluannakum. 24:26 Dan sungguh-sungguh betul-betul ee pasti 24:31 nabluanakum. Nah, kita perhatikan 24:33 diambil dari kata bala nih ya tadi 24:35 nambluan nakakum diambil dari kata bala. 24:38 Kami akan menguji kalian. Ah, menguji 24:42 kalian. Ujian ya ujian musibah nanti 24:45 Allah sebut ini musibah tapi jenisnya 24:47 ujian. Nah, maka tadi penting untuk kita 24:50 jelaskan dulu lima kategori, lima jenis 24:53 dari musibah. 24:55 Wbluakum. Sungguh kami akan menguji 24:58 kalian bisyain minal khauf dengan 25:01 sedikit rasa 25:03 takut. Kenapa disebut sedikit gitu? 25:06 Karena belum ada apa-apanya. ini yang 25:09 apapun jenis rasa takut di di dunia ini 25:12 enggak ada bandingannya kalau 25:14 dibandingkan dengan nanti rasa takut 25:15 yang terjadi di hari kiamat nanti. Ee 25:19 kalau kita buka beberapa surat 25:21 menjelaskan tentang ee apa namanya 25:24 kepanikan di hari kiamat itu wah luar 25:27 biasa. Misalkan surah Al-Haj, surah 25:29 ke-22 itu ayat pertama, kedua ya, ketiga 25:33 itu kita akan saksikan luar biasa ee apa 25:37 orang nanti seperti mabuk gitu ya, 25:40 sukaro famukaro. Padahal mereka tidak 25:43 mabuk. ee kemudian apa ee 25:46 perempuan-perempuan yang sedang hamil 25:48 keguguran ya orang apa yang yang lagi 25:52 pegang anaknya dilepaskan ya karena 25:55 mencari perlindungan untuk dirinya 25:57 sendiri. Jadi belum apa-apa itu rasa 25:59 takut yang ada di dunia ini belum 26:01 apa-apa tapi Allah katakan saya akan 26:03 uji. Kami akan uji dengan sedikit rasa 26:07 takut ee apa e nabluanakum bisai minal 26:12 khauf. Lalu apa yang kedua? Wal juu. 26:16 Nah, jadi ada ada beberapa nih ya. Saya 26:19 saya garis bawah ya. Ada lima. Satu 26:21 khauf, rasa takut. Yang kedua juasa 26:25 lapar. Rasa lapar. Bapak, Ibu, ikhwan 26:29 akhwat sekalian, tentu saja yang 26:31 dimaksud bukan hanya lapar fisik, bukan 26:35 hanya lapar karena enggak makan nasi, 26:37 bukan bukan hanya karena tidak makan 26:40 asupan makanan, tapi ada lapar yang 26:43 membabi buta, yakni lapar secara 26:46 psikologis. 26:48 Nah, sekarang kita saksikan ini luar 26:51 biasa ujian seperti ini. Sekarang orang 26:54 kepengin punya handphone merek iPhone 26:57 semuanya yang harganya puluhan juta 27:01 enggak sanggup dia beli. Tapi dia 27:03 berhutang demi membeli itu. Akhirnya 27:06 pinjol pinjaman online. Ya, ada juga 27:09 yang berjudi online. Nah, nilainya konon 27:12 sampai sekarang pinjaman online itu data 27:15 terakhir per bulan. 27:18 ee Oktober eh per bulan Oktober, betul 27:21 awal Oktober 60 triliun pinjaman online 27:26 Bapak, Ibu dan rata-rata menunggak 27:29 semuanya tidak mau bayar gitu tidak 27:32 mauembayar. Nah, rupanya salah satunya 27:35 adalah untuk salah satu yang terbanyak 27:37 dari pinjaman online tadi itu untuk 27:39 membeli gadget alias handphone ya. 27:43 Karena harga handphone yang yang khusus 27:45 itu yang baru yaitu puluhan juta. Itu 27:48 juga adalah rasa lapar. Rasa lapar yang 27:52 psikologis ya. Fit in namanya fear of 27:56 missing out. Takut kalau tidak fit in, 28:00 kalau tidak masuk kepada ee 28:04 lingkungannya ya. Ee takut kalau enggak 28:07 sama kayak orang lain. Orang lain pakai 28:09 handphone iPhone misalkan gitu ya. Tapi 28:13 dia merasa tidak punya akhirnya rendah 28:15 diri akhirnya dipaksakan gitu Bapak Ibu. 28:19 Nah, begitu juga yang lainnya. Tapi 28:21 fenomena ee gadget ini memang luar biasa 28:24 gitu ya. Puluhan juta ya berhutang 28:27 akhirnya berhutang dari sini dari sana 28:29 gitu e akhirnya 28:32 terkena pinjaman online tidak bisa bayar 28:35 dan akhirnya ee dampak buruknya amat 28:37 luar biasa ya. Jadi laparnya bukan bukan 28:41 fisik yang yang bahaya itu justru lapar 28:45 psikologis. Yang ketiga, wqsim minal 28:49 amwal. Ee kekurangan harta. Naqsim minal 28:53 amwal. Kekurangan harta, Bapak, Ibu. 28:56 Nah, tentu saja harta yang dimaksud di 29:01 sini bukan hanya sekali lagi harta yang 29:04 sifatnya ee ee fisik materi saja ya, 29:08 kehilangan harta dan lain sebagainya, 29:11 tapi juga kemampuan dalam ee memiliki 29:14 harta. Sekarang kita saksikan, 29:16 masyaallah luar biasa beberapa bulan 29:18 terakhir ini angka pengangguran itu 29:21 ternyata meningkat ya. 29:24 ketidakmampuan untuk mencari mengakses 29:26 lapangan 29:28 pekerjaan untuk apa? Sekedar menafkahi 29:32 makan saja susah apalagi sampai kemudian 29:36 bisa mengumpulkan ee bentuk-bentuk 29:39 harta. Memang harta itu adalah satu apa 29:43 namanya? Satu 29:45 ee fasilitas kehidupan dan bisa menjadi 29:49 bentuk amal jariah, amal saleh gitu. 29:53 Nah, jadi bukan tidak boleh memiliki 29:56 harta itu. Nah, jadi kekurangan harta 29:58 itu kita saksikan bukan hanya soal ee 30:02 materinya apa fisik materinya saja, tapi 30:05 justru juga adalah kemampuannya yang 30:07 banyak. 30:09 Sekarang kata Allah itu bentuk ujian 30:12 juga ya. Wal anfus. Dan demikian pula 30:16 naqsi minal anfus atau kurangnya atau 30:20 berkurangnya ee apa? Jiwa. Jiwa ini 30:24 semacam bentuk ee apa? selfwthiness. 30:30 Nah, kalau dalam bahasa Inggris itu ya 30:33 rasa ee apa namanya? Melihat diri 30:37 sendiri itu sebagai sesuatu yang ee 30:40 anugerah. Nah, itu berkurang itu 30:43 sekarang ini kita saksikan banyak orang 30:45 seperti itu merasa inferior e rendah 30:49 diri ee itu ya. Masyaallah. Bapak, Ibu 30:53 yang dirahmati Allah ya. Banyak 30:55 anak-anak sekarang misalkan kalau kita 30:57 potret itu 30:59 mereka eh rasanya dirinya kurang cantik 31:03 ya, kurang ini yang kulitnya pengin 31:06 putihlah. Padahal kita ini orang 31:08 Indonesia memang kulit kita tidak putih. 31:11 ee dasarnya itu memang tidak bisa putih 31:14 gitu. Memang begitulah yang Allah 31:16 berikan. Ee ini juga banyak data yang 31:19 menunjukkan bahwa 31:21 ternyata apa istilahnya 31:24 tuh ee apa skin care. Nah, skinc yang 31:28 paling laku itu adalah whitening, 31:31 pemutih di Indonesia itu. Jadi, hampir 31:34 semua orang itu pengin putih ya. Padahal 31:38 kan orang Indonesia memang tidak putih, 31:40 Bapak, Ibu. 31:41 ya, terutama anak-anak gadis ya tidak 31:43 perlu tidak perlu menjadi yang bukan 31:46 diri kita. Nah, akhirnya karena dia 31:49 merasa tidak putih akhirnya inferior, 31:52 rendah diri. Ah, itu kekurangan anfus 31:56 itu ya. Jiwanya tuh berkurang gitu. E 31:59 enggak percaya diri ya. Walaupun tentu 32:02 saja harus harus bersih, harus merawat 32:04 diri dengan bersih, dengan baik, tapi 32:06 tidak perlu mengubah diri, tidak perlu 32:09 mengubah apa yang sudah Allah berikan 32:11 kepada kita. Itu gitu. Kalau memang 32:14 warna kulit kita ditakdirkan Allah tidak 32:16 putih, ya enggak perlu putih, gitu kan. 32:18 Begitu berarti itulah yang terbaik, gitu 32:21 kan. Nah, jadi ini luar biasa fenomena 32:23 ini. Kalau kita kalau kita renungi, 32:26 kalau kita renungi ini bahaya gitu ya. 32:29 Skinc yang paling laku itu adalah 32:31 whitening atau pemutih. Ya, demikian 32:34 pula 32:35 antiaging. Aduh, luar biasa ini anti 32:38 aging itu ya. Tidak mau kelihatan 32:41 berumur gitu anti-aging gitu ya. 32:44 Sudahlah gitu ya. Itu juga memberikan 32:46 rendah diri tuh Bapak Ibu ya. Terutama 32:48 maaf ya, terutama mungkin dalam kalangan 32:50 muslimah atau ibu-ibu gitu. Jadi silakan 32:54 merawat diri dengan baik, dengan bersih, 32:56 tapi tidak perlu kita khawatir terhadap 32:59 ee apa yang Allah berikan. Kalau memang 33:01 sudah sudah waktunya beraging atau 33:05 berusia gitu, keriput dan lain 33:07 sebagainya, ya itulah ee apa perjalanan 33:11 hidup agar kita agar kita sadar bahwa 33:14 hidup kita ini akan kembali kepada Allah 33:16 gitu. 33:17 Jadi kekurangan anfus ini artinya secara 33:21 mental, secara jiwa kita jadi inferior 33:25 atau rendah diri. Wah itu juga bagian 33:29 dari ujian yang Allah berikan kepada 33:31 kita. Musibah yang jenisnya adalah 33:34 ujian. Yang kelima eh maaf ee yang 33:37 keenam ya. Tapi tadi ee amwal dan anfus 33:41 itu dijadikan satu ya. Jadi ee khauf, 33:44 rasa takut, kemudian rasa lapar, juqsim 33:48 minal amwal wal anfus. Nah, itu dua 33:50 tadi. Jadi kekurangan jiwa dan ee harta 33:55 ya. Ee empat. Nah, yang kelima, 33:59 watsamarat. Kekurangan 34:01 buah-buahan. Tentu yang dimaksud juga 34:04 bukan buah-buahan dari pohon saja gitu. 34:09 Jadi bukan berarti kekurangan semangka 34:11 atau kekurangan jeruk, kekurangan 34:13 alpuket, bukan itu. Tapi yang dimaksud 34:17 juga adalah kekurangan hasil, Bapak, 34:19 Ibu. Tamarat itu adalah ee majaz ya atau 34:24 perumpamaan terhadap suatu hasil. 34:28 Kalau kita tanam pohon ya kan kita 34:30 harapkan hasilnya tuh pohon yang kita 34:33 tanam pohon mangga misalkan hasilnya 34:35 nanti dia berbuah mangga kita tanam 34:38 pohon ee alpukat hasilnya nanti dia 34:41 berbuah alpukat jadi buah itu adalah 34:44 simbol terhadap hasil ini juga akan 34:47 terjadi kepada hidup kita 34:49 misalkan kita sudah membina perusahaan 34:52 ee ya dari kecil dari muda kita tata, 34:56 kita jaga betul usaha bisnis perusahaan 34:58 kita ini. Tahu-tahu di kemudian hari 35:02 saat kita mengharapkan di hari tua nanti 35:04 kita tinggal menikmati saja hasilnya 35:07 seperti buah tadi tahu-tahu hasilnya 35:09 tidak ada karena mungkin terjadi sesuatu 35:13 ditipu orang atau bisnisnya gagal 35:16 semuanya jadi hancur. Hasil yang tadi 35:19 sudah diimpi-impikan, sudah 35:21 dibayang-bayangkan sejak awal tadi 35:23 tahu-tahu tidak ada. Ini juga bentuk 35:26 musibah. 35:27 ujian. 35:29 Ujian samarat namanya ya. Buah-buahan 35:33 kiasan terhadap buah ya dari pohon yang 35:36 kita tanam gitu. Nah, jadi ada lima ya 35:40 saya ulangi. Khauf rasa takut sedikit. 35:43 Walju rasa lapar baik itu lapar fisik 35:47 maupun yang banyak adalah psikologis ya. 35:50 orang kita lihat orang beli ini, beli 35:51 itu, kita tidak mampu, timbul rasa lapar 35:54 di situ. Yang berikutnya adalah 35:56 kekurangan harta. Tentu saja bukan bukan 35:58 harta secara fisik saja. Dan yang 36:01 keempat, kekurangan jiwa atau inferior 36:04 ya, tidak percaya diri dan lain 36:06 sebagainya. Dan yang kelima adalah 36:08 kekurangan hasil atau buah-buahan. Nah, 36:12 sebagaimana yang di mungkin yang pernah 36:15 dibayangkan. 36:17 Nah, kata Allah dalam lima jenis musibah 36:20 berupa ujian ini, Bapak, Ibu, kata 36:23 Allah, 36:25 wabasyirobirin. Sampaikan kabar gembira 36:28 kepada orang yang mampu bersabar dalam 36:31 melaluinya. Nah, jadi maksudnya bukan 36:35 hanya kalau ada orang ee sedang diberi 36:39 ujian terus kita bilang, "Sabar ya, 36:41 bukan begitu. Bukan hanya begitu, tapi 36:44 berikanlah kabar gembira. kepada 36:46 orang-orang yang berhasil melalui 36:49 kelima-lima tadi itu dalam keadaan 36:52 sabar. Nah, nanti kita buka. Oh, berarti 36:55 ada kabar gembira yang Allah siapkan 36:58 kalau Anda, kita, saya berhasil merespon 37:02 kelima jenis ujian, kelima jenis musibah 37:05 yang merupakan ujian ini dengan sabar. 37:08 Ada kabar gembiranya di situ. Ada 37:10 reward, ada hasil, ada 37:13 hadiah, gitu. Apa hadiahnya? Nanti 37:16 sebelum kita buka ya, lanjut dulu ayat 37:19 156-nya. Siapa mereka orang-orang yang 37:22 sabar ini? Yang Allah katakan dengan 37:24 hadiah tadi, dengan kabar gembira tadi, 37:26 berikan kabar gembira tadi. Siapa 37:28 mereka? Alladzi, yakni mereka idza 37:32 asobathu musibah yang ketika mereka 37:35 terkena musibah. Nah, musibahnya apa? 37:38 Kembali ke atas 155. Ada lima jenis tadi 37:42 ya, khauf, ju kemudian naqsi minal amwal 37:46 wal anfus watsamarat. Nah, lima yakni 37:49 rasa takut, kemudian rasa lapar baik 37:52 fisik maupun psikologis, kemudian 37:54 kekurangan harta baik materi maupun 37:56 psikologis, wal anfus, kekurangan rasa 37:59 percaya diri, kekurangan jiwa dan 38:02 kekurangan hasil. Kalau bisa respon 38:05 sabar, wabasyir sampaikan kabar gembira. 38:08 Cirinya asobat musibah. Ketika musibah 38:12 itu terjadi, qolu mereka langsung secara 38:15 spontan keluar isi hati 38:18 mereka, isi respon mereka itu secara 38:22 langsung 38:24 keluar. Berarti di sini menunjukkan 38:26 sadar 38:28 sepenuhnya. Apa? Inna lillah. bahwa kami 38:32 semua, kami, saya semua manusia kemudian 38:37 semua usaha saya, semua perbandingan 38:40 rasa takut, rasa khawatir, makanan atau 38:43 tidak dapat makanan dan lain sebagainya 38:45 harta kekayaan lillah milik Allah bukan 38:49 milik 38:50 saya. Nah, inna lillah, milik Allah. 38:56 Jangankan harta saya, jangankan ee hasil 38:59 dari bisnis saya, jangankan rasa takut 39:03 saya, jangankan rasa lapar saya, baik 39:05 fisik maupun psikologis, sayanya sendiri 39:08 pun juga milik Allah. Maka kalimatnya 39:11 inna lillah, kita semua milik Allah. 39:16 Nah, itu kesadaran penuh tuh yang 39:19 dimiliki oleh mereka ini. Nah, kalimat 39:22 berikutnya, wa inna ilaihi rojiun. 39:27 Karena kami semua, kita semua, semuanya 39:30 ini milik Allah, maka sudah tentulah 39:33 semuanya akan kembali kepada Allah, 39:36 bukan kepada 39:37 saya, bukan kepada keinginan saya, bukan 39:41 kepada harapan saya, bukan kepada 39:43 angan-angan saya, tapi akan kembali 39:45 kepada 39:47 Allah, gitu, Bapak, Ibu. Ee 39:51 jadi ee dari kalimat itu kita bisa 39:55 merasakan gitu ya orang-orang yang dapat 39:57 hadiah ini e ketika musibah terjadi kata 40:01 Allah beri kabar gembira kepada dia 40:03 karena ada hadiah untuk dia. 40:05 Mereka-mereka adalah orang-orang yang 40:07 sadar betul semua ini bukan milik saya 40:11 kok. Jadi enggak ada ruginya saya itu ya 40:14 kan enggak ada ruginya. Oh bukan milik 40:16 saya. Nah gak ada ruginya. 40:20 gitu. E jadi umpamanya kehilangan harta 40:24 loh apa ruginya? Oh, enggak ada. Bukan 40:26 punya saya kok. Bisnis yang sudah 40:29 dipelihara dari kecil dari awal jatuh 40:33 bangun. Tahu-tahu di usia yang sudah ee 40:36 lanjut ah hancur bisnisnya. 40:40 Kalau orang yang wabasyirin ini dia tahu 40:42 bukan punya saya itu, bukan punya saya 40:45 itu. Ya, jadi ya enggak ada ruginya saya 40:49 ee toh selama ini sudah ee dari wasilah 40:52 bisnis tadi itu sudah menghantarkan 40:54 anak-anak saya bisa sekolah, rumah 40:56 tangga saya bisa berjalan sudah sekian 40:59 puluh 40:59 tahun gitu kan. sudah kalau sudah ee apa 41:04 ee semuanya kembali kepada Allah ya 41:06 sudah terjadi ditakdirkan begitu ya 41:08 sudah oh bukan punya saya juga jadi 41:11 enggak rugi apa-apa sebenarnya Bapak Ibu 41:14 gitu. Nah, ini ini luar biasa nih. 41:18 Orang-orang yang seperti ini kata Allah 41:19 kasih dia kabar gembira. Ada hadiah buat 41:22 dia tuh. Apa hadiahnya? Nanti kita buka 41:24 ya. E tapi 41:27 157-nya Bapak Ibu ya menjelaskan kepada 41:31 kita bahwa hadiah yang dimaksud oleh 41:34 Allah tadi itu e kalimatnya begini 157. 41:38 Apa hadiahnya? 41:41 Ulaika alaihim shawatum 41:44 mirbihim e warahmah. Mereka itulah 41:48 orang-orang yang betul-betul mendapatkan 41:51 bentuk penghargaan ee mengambil kata 41:55 selawat, penghargaan, hubungan direct ya 41:59 dari Allah kepada mereka. Warahmah dan 42:03 kasih sayang Allah kepada mereka. Nah, 42:05 ini bentuk hadiah yang sifatnya ee ee 42:10 apa namanya? Ee sangat tinggi ee dari 42:14 sisi Allah langsung. Ulaika alaihim 42:16 shawatun mirbihim warahmah. 42:20 Nah, itu satu ya. Selawat birabbihim 42:23 warahmah. Ya, tidak akan dapat kalau 42:26 mereka tidak diuji dan berhasil sabar. 42:29 Enggak dapat itu diuji terus 42:31 uring-uringan misalkan gitu. Aduh, harta 42:34 saya. Aduh, kok di usia yang segini 42:37 malah saya ketipu orang. Ya 42:39 Allah, ke mana semuanya ya Allah? 42:42 Enggak, enggak dapat itu. Kenapa? Karena 42:44 tadi syaratnya adalah alladzina idza 42:47 asobatu musibah qolu innalillah wa inna 42:50 ilaihi rojiun. Dan bukan cuma mengatakan 42:52 innalillah saja, tapi betul-betul keluar 42:54 dari dalam kesadaran 42:56 dirinya gitu. baru dapat kasih sayang 42:59 Allah dan penghargaan yang langsung 43:02 direct dari sisi Allah. Ya. Yang kedua 43:05 hadiahnya wa ulaika humul muhtadun. 43:09 Mereka itulah orang-orang yang 43:11 betul-betul sudah mendapatkan 43:13 petunjuk. Muhtadun diambil dari kata 43:16 had. Petunjuk betul-betul mereka sudah 43:20 ee petunjuk itu sudah nempel ke dalam 43:23 diri mereka. Nah, petunjuk sudah nempel 43:26 ke dalam diri mereka, Bapak, Ibu. 43:29 Nah, luar biasanya kalau kita melihat 43:33 sedikit kepada sisi fisik ya, sisi fisik 43:37 manusia, tubuh manusia. Kalau tadi kan 43:40 kita lihatnya dari ee penjelasan 43:42 Al-Qur'an ya, ada kasih sayang Allah 43:47 kepada orang yang berhasil sabar. 43:49 Innalillah wa inna ilaihi rojiun. Ya, 43:51 dia tidak merasa rugi apa-apa. Ini milik 43:53 Allah. Semua kembali kepada Allah. 43:54 Sekarang kita lihat dari sisi fisiknya. 43:57 Merekalah yang dapat petunjuk. Jadi 43:59 begini, Pak, Bapak, Ibu, Ikhwan akhwat 44:02 sekalian, para pemirsa Rasil TV dan para 44:05 pendengar Radio Silaturahim di mana pun 44:07 berada. Tubuh kita, Pak, Bapak, Ibu, 44:11 Ikhwan Akhwat itu memiliki namanya 44:14 stress respon system di dalam tubuh 44:17 kita, ya. 44:18 tubuh kita itu merespon terhadap stres, 44:21 terhadap ujian ya, terhadap musibah tadi 44:24 yang datang kepada kita itu tubuh kita 44:26 tuh merespon ya. Stress respon sistem 44:29 ini ya ada dua, 44:32 yakni ada yang dalam sistem endokrin ya 44:36 atau kelenjar di dalam tubuh kita 44:39 namanya HPA, kelenjar hipotalamus, 44:43 pituitari dan adrenal. saya cepat saja 44:45 tidak perlu ee kita anu e tidak perlu 44:49 pusing di sini tapi sistemnya ada dua 44:51 HPA ya ni keljar hipotalamus pituitari 44:54 dan adrenal menghasilkan hormon namanya 44:57 kortisol jadi begitu kita stres ada 44:59 musibah terjadi ujian kepada kita, maka 45:03 stres wajar. Nah, tapi nanti kalau kita 45:06 berhasil kemudian mekanisme sabarnya 45:09 terjadi maka baru dapat hadiahnya. 45:12 Sistem yang kedua terjadi dalam tubuh 45:14 kita ketika kita mendapatkan ujian atau 45:17 musibah tadi yakni sistem eh saraf atau 45:23 nervous system. Nervous system itu 45:26 sistem saraf. Nah, terjadi dalam tubuh 45:28 kita ada sistem yang automatic automatic 45:32 nervous system. 45:33 Jadi secara sederhana ketika kita stres 45:36 Bapak Ibu ya ujian misalkan terjadi 45:38 kepada kita itu maka fungsi saraf kita 45:44 namanya syatic nervous system. Syatetik 45:47 itu apa artinya tuh semua sistem saraf 45:51 kita bekerja merespon terhadap stres itu 45:55 ya. Nah, ini misalkan meningkatnya ee 46:00 detak jantung ee terus juga ee 46:05 apa 46:06 berkurangnya aktivitas di sistem 46:09 pencernaan kita. Eah, jadi orang kalau 46:12 sembelit susah ke belakang itu lagi 46:15 stres biasanya ee gitu ya. 46:18 ee ya di mencerna susah, kemudian 46:23 membuang apa ee kotoran juga susah gitu, 46:27 sembelit ya istilahnya begitu ya dan 46:30 lain sebagainya. Eh, jadi terjadi 46:34 sympathetic nervous system. Tapi kalau 46:36 kita berhasil langsung bisa bersabar, 46:40 nanti tandanya kita buka sebagai 46:42 hadiahnya. Ee akan sistem tubuh ini akan 46:46 segera menjadi 46:47 parasimpatetik. Nah, ini istilahnya ya 46:50 dalam fisik kita. Parasimpatetik itu 46:53 sebaliknya. Jadi ee apa 46:59 ee detak jantung yang tadinya ee apa 47:04 berdetak kencang tidak beraturan ya, 47:06 hard rate variability atau HRV-nya tidak 47:08 beraturan. Nah, sekarang jadi teratur 47:10 lagi. Ee kalau kita bisa bersabar ya 47:13 dalam ujian bisa teratur lagi. Kemudian 47:15 kerja ee apa? lambung yang tadinya sulit 47:19 mencerna, sekarang bisa mencerna lagi. 47:22 Kemudian ee apa? usus usus besar dan 47:26 usus kecil kita. Nah, kemudian bisa 47:28 bekerja lagi dengan baik ya. Ee begitu 47:31 juga 47:33 ee 47:34 apa ee pekerjaan yang dilakukan oleh 47:38 pankreas kita misalkan. Nah, pankreas 47:40 juga terpengaruh tuh ketika seseorang 47:42 stres itu ee berkurangnya ee salifa. 47:48 atau ee liur kita ya untuk bisa mencerna 47:51 makanan sejak awal supaya nanti masuknya 47:54 makanan itu bisa mudah 47:56 di apa dirubah dari apa glukosa menjadi 48:01 ee energi itu itu saliva itu atau ee 48:04 liur itu dihasilkan ee itu adalah ee 48:09 dari pankreas juga kalau stres ee 48:12 liurnya berkurang akhirnya apa ee luka 48:16 di mulutnya atau kita kenal dengan 48:19 istilah sariawan. Makanya kalau orang 48:21 stres biasanya salah satu tandanya 48:23 adalah sariawan. Dia enggak sembuh gitu 48:25 ya. Nah, itu. Nah, itu artinya tubuh 48:28 kita merespon tuh terhadap stres tadi, 48:31 terhadap ujian, terhadap musibah tadi 48:33 tuh ya isinya lima tadi itu Bapak, Ibu. 48:36 Nah, ketika seseorang berhasil di saya 48:39 buatkan bagan ya di layar Rasil TV saya 48:42 tampilkan musibah terjadi kepada kita. 48:45 lalu tubuh kita pasti merespon. Nah, 48:48 cuma responnya nanti tergantung mau 48:52 segera mau segera kita pindah apa enggak 48:55 responnya itu. Nah, karena tubuh pasti 48:57 merespon dengan dua ya dengan dengan 49:00 respon ee nervous system dan respon ee 49:04 kelenjar endokrin menghasilkan hormon 49:06 kortisol. Hormon kortisol nanti 49:08 meninggikan gula darah, glukokortikoid 49:11 namanya. Ya, makanya orang kalau stres 49:13 itu kalau kalau salah satu tandanya 49:15 adalah gula darahnya naik. Nah, padahal 49:18 makannya dijaga misalkan gitu ya, gula 49:20 darahnya naik ya karena 49:23 stres. Nah, ada dua pilihan nanti itu 49:26 Pak, Bapak, Ibu, Ikhwan akhwat sekalian. 49:29 Musibah terjadi, tubuh kita merespon. 49:32 Ada dua pilihan. 49:34 Pertama, apakah kita tetap berada dalam 49:38 fase stres? Dalam dalam ee ee mode stres 49:45 artinya tetap merasa kehilangan, tetap 49:47 merasa sedih, tetap merasa bukan ee 49:50 sedih tetap merasa tidak terima, tetap 49:52 merasa kehilangan, tetap merasa ah 49:54 pokoknya semua milik saya. 49:57 ee maka nervous systemnya tetap berjalan 50:01 tuh. Tetap berjalan, tetap merasa kehil. 50:04 Aduh, pokoknya begini, aduh enggak bisa 50:06 terima begini. Ah, tetap tuh tetap ada 50:08 di situ. Sehingga tubuh kita nanti 50:11 merasakan keletihan, capek dia karena 50:15 dalam respon eh apa? Eh, sympathetic 50:19 nervous system dan eh HPA aksis atau 50:22 hipotalamus, spituitari dan adrenal tadi 50:24 itu ya. 50:26 Pilihan kedua, segera menjadi orang yang 50:30 sabar. Maksudnya segera mengatakan ini 50:33 milik Allah, bukan milik 50:35 saya. Ah, itu satu-satunya jalan. 50:39 Innalillah wa inna ilaihi rojiun. 50:42 Artinya apa? 50:45 Lepas. 50:47 Lepas. Bukan milik 50:50 saya, tapi milik 50:53 Allah. Ya, gitu. 50:56 Kalau sudah bisa begitu nanti hasilnya, 50:58 Pak ya. Kalau kalau bisa melepaskan maka 51:03 ada hadiah yang Allah berikan secara 51:05 fisik. Kalau tadi sudah kita baca secara 51:08 anu ya, hadiah secara langsung dari 51:11 Allah berupa ulaika alaihim 51:14 shawatunbihim warahmah waika humul 51:16 muhtadun. 157 tadi surat Albaqarah. 51:19 Rupanya bentuk secara fisik pun ada 51:22 hadiah yang bernama hormon asetilkolin 51:26 namanya. Nah, apa itu hormon 51:29 asetilkolin? Nah, jadi ceritanya begini 51:31 Bapak Ibu. Saya jelaskan sedikit 51:33 saja. Ketika seseorang sabar ya, hadiah 51:38 sabar ketika sese Oh, gini ketika 51:41 seseorang stres tadi kan detak 51:45 jantungnya berdetak dengan kencang gitu 51:46 ya. kehilangan sesuatu misalkan atau 51:50 kekurangan harta atau kekurangan hasil 51:53 misalkan gitu ya. Ee bisnis yang sudah 51:56 dijaga dari kecil dari dari muda, 51:59 tahu-tahu ditipu orang hilang misalkan. 52:01 Wah itu detak jantungnya tidak beraturan 52:04 tuh heart rate variability-nya tuh ya 52:06 tidak beraturan karena sedih, karena 52:08 marah, karena kesal. Lalu kalau dia 52:12 berhasil ee apa ketika dia ketika detak 52:16 jantungnya tadi ee berdetak dengan 52:19 dengan kencang karena stres itu ada 52:21 hormon namanya 52:23 katekolamin yang diproduksi oleh tubuh 52:26 sehingga dampaknya tadi jantung berdetak 52:30 lebih tidak beraturan terus ee 52:33 pencernaan jadi terganggu ya salifa atau 52:37 liur tadi jadi berkurang jadi kering dan 52:39 lain sebagainya ya. Salah satunya adalah 52:41 untuk mempercepat detak jantung karena 52:43 stres. Namanya katek kolamin ya Bapak 52:46 Ibu. Katek kolamin 52:48 hormon. Nah bahaya kalau detak jantung 52:52 ini terus terus terus-terusan tidak 52:55 beraturan karena adanya katekolamin jadi 52:57 detak jantungnya jadi lebih cepat. 52:59 Bahaya nanti bisa terjadi ee 53:02 aterosklerosis atau penyempitan pembuluh 53:04 darah ya. Pembuluh darah kenapa? Karena 53:07 jantung tadi memompa darah dengan ee 53:10 cepat ya, dengan sangat cepat dan tidak 53:12 beraturan gitu ya. Nah, satu-satunya 53:16 cara adalah dengan rileks, dengan 53:19 melepaskan. Yakni kata Allah innillah wa 53:22 inna ilaihi rojiun. Resapi, hayati makna 53:26 itu. Begitu kita bisa betul-betul 53:29 merasa, iya ya ini milik Allah, bukan 53:31 punya saya. Ngapain saya enggak rugi 53:34 apa-apa juga kok. 53:37 bukan punya saya kok gitu. Betul-betul 53:40 itu dirasakan dalam diri kita. 53:43 Betul-betul masuk maknanya kepada hati, 53:47 jiwa, pikiran kita. Betul-betul itu 53:50 menjadi satu sikap diri kita. Maka kita 53:55 bisa rileks, lepas. 53:57 Nah, ketika rileks 54:00 itulah dari syathetic nervous system 54:03 tadi, dari kerja keras jantung dan lain 54:06 sebagainya tadi jadi rileks. Namanya 54:10 parasimpatetik. Kalau tadi simpatetik 54:12 itu keras kerjanya, tapi parasimpatetik 54:16 e setelah kita rileks namanya 54:18 parasimpatetik. 54:21 Ah, begitu parasimpatetik ini dari yang 54:24 jantung bekerja dengan cepat tadi, 54:26 dengan stres, dengan marah, dengan kesal 54:28 dan lain sebagainya. Nah, jadi 54:30 parasimpatetik, jadi slow down, jadi 54:34 turun ee detak jantung tadi jadi 54:37 berdetak dengan dengan ee pelan, Bapak, 54:40 Ibu. Nah, di situlah tubuh mengeluarkan 54:43 hormon namanya 54:46 asetilkolin. Nah, sebetulnya asetilkolin 54:50 ini terjadi 54:53 karena detak jantung kita yang tadinya 54:55 cepat jadi pelan karena rileks. Tadinya 54:58 stres ya detak jantung kencang du kesal 55:01 marah dan lain sebagainya. Terus 55:03 innalillah. Oh iya ini milik Allah bukan 55:05 milik saya. Untuk apa saya terus berasa 55:09 dalam diri iya ya. milik Allah. Saya 55:11 enggak rugi apa-apa. Nah, jantungnya ee 55:14 berdetak jadi jadi lebih rendah. Hormon 55:17 asetilkolid di situ untuk memastikan 55:19 bahwa jantung ini tidak terlalu rendah. 55:21 Sebetulnya dasarnya tuh begitu. Tapi 55:24 rupanya ini yang saya sebut 55:26 hadiah asetilin bukan hanya bekerja 55:30 untuk jantung saja, tapi ada satu hadiah 55:33 Bapak Ibu asetilkolin rupanya juga 55:37 berdampak kepada bagian otak yang 55:41 namanya hipocampus. 55:44 Nah, ini dia hadiahnya nih. Nah, jadi 55:48 mungkin kalau kalau selama ini mungkin 55:51 ee kita tahunya asatil qol hanya untuk 55:54 jantung saja. Padahal tidak begitu 55:56 begitu jantung jantung memang 55:58 membutuhkan asetil tapi rupanya 56:00 hadiahnya adalah juga dibutuhkan atau 56:04 langsung dipakai oleh bagian otak 56:07 hipocampus. Apa bagian otak hipokampus 56:10 ini? dalam dalam otak kita bagian otak 56:14 yang bertanggung jawab atau 56:17 berfungsi mengkonversi 56:20 merubah memori jangka pendek menjadi 56:23 memori jangka panjang. Memori jangka 56:26 pendek adalah memori yang kita terima ee 56:31 dengan cepat tapi akan menjadi memori 56:33 jangka panjang. Artinya akan tersimpan 56:36 lama di dalam diri kita. singkat kata 56:40 orang jadi 56:41 pintar. Nah, pintar kenapa? Karena 56:45 apa-apa yang dia ingat, apa-apa yang dia 56:47 dengar, dia baca, yang selama ini cepat 56:50 atau gampang lupa, jadi lama 56:55 lupanya. Eeah itu orangnya cerdas, 56:59 jenius. 57:01 Ee jadi kejeniusan, kecerdasan, 57:03 kepintaran seseorang itu itu ditandai 57:06 dengan banyaknya hormon asetilkolin yang 57:10 berguna di 57:13 hipocampus. Dari mana asetilkolin itu 57:15 bisa didapatkan? Salah satunya yang 57:18 terbanyak adalah ketika kita stres, 57:22 jantung kita berdetak dengan kencang, 57:24 lalu kita kemudian buru-buru ee 57:27 berperilaku sabar mengatakan dalam diri 57:30 kita, "Ini punya Allah, bukan milik 57:32 saya." Asetil Qolid mengalir. Maka orang 57:35 itu bukan hanya jantungnya nanti lebih 57:38 baik, tapi juga ee ee apa hipokampusnya 57:42 itu bekerja dengan luar biasa. Bapak, 57:44 Ibu yang dirahmati Allah. Maka itu kata 57:47 Allah tadi hadiahnya secara bahasa, 57:50 secara Al-Qur'an tadi ayat 157 kita 57:52 kembali lagi. Ulaika alaihim 57:55 shawatunbihimahmah wa ulaika humul 57:58 muhtadun. Merekalah orang-orang yang 58:00 mendapatkan kasih sayang Allah dan ee 58:03 mendapatkan ee 58:05 apa? Langsung koneksi kepada Allah dan 58:08 kasih sayangnya dan tambahannya. Ulaika 58:11 humul muhtadun. Merekalah orang-orang 58:13 yang betul-betul mendapatkan petunjuk. 58:16 Salah satu petunj eh salah satu cara 58:18 untuk petunjuk itu mudah diraih adalah 58:21 dengan otak yang bisa dipakai untuk 58:24 menganalisis merenungi. Ee otak yang 58:27 bisa dipakai menganalisis merenungi tadi 58:29 itu itu ada ee kemampuan itu menjadi 58:33 karena salah satunya hormon asetilkolin 58:37 yang didapatkan setelah seseorang 58:39 berhasil bersabar dalam ujian dia. Nah, 58:43 ini dan hormon asetilkolin ini enggak 58:46 ada, enggak bisa dibeli di apotek gitu. 58:49 Misalkan kalau hormon yang lain misalkan 58:51 melatonin bisa dibeli di apotek tuh 58:53 dalam bentuk kapsul ee tidur apa obat 58:57 tidur ada melatoninnya. E dopamin ada 59:01 dopamin. Ee serotonin misalkan ada, kita 59:04 bisa beli triptopan. L triptopan 59:06 misalkan itu membantu ee serotonin dan 59:10 melatonin juga. Tapi kalau asetilkolin 59:12 enggak ada. 59:14 itu hanya dihasilkan oleh tubuh kita. 59:16 Lewat apa? Lewat perubahan detak jantung 59:19 tadi. Dari yang tadinya stres menerima 59:21 ujian sebentar kemudian langsung kita 59:24 ubah menjadi sabar. Heart rate 59:25 variability kita, variabel detak jantung 59:28 menjadi ee kembali normal, rendah, dan 59:31 baik. Saat itu asetilkolin untuk jantung 59:34 awalnya, tapi juga berdampak untuk otak, 59:37 yakni bagian otak hipocampus. Bapak, Ibu 59:39 yang dirahmati Allah. Jadi luar biasa 59:42 hadiahnya tuh seketika seketika itu juga 59:46 ee supaya orang ini nanti mudah dapat 59:48 petunjuk ya muhtadun ya orang-orang yang 59:51 mendapatkan petunjuk. Eah jadi hadiah 59:54 besar di balik musibah kalau kita 59:57 berhasil merespon musibah tadi dengan 1:00:00 menjadi orang yang sabar yakni 1:00:02 menghayati kalimat 1:00:04 innalillah wa inna ilaihi rojiun. Jangan 1:00:08 cuma diucapkan, jangan cuma lip service 1:00:11 kalimat ini, Bapak, Ibu. Jangan cuma 1:00:13 sekedar pemanis bibir saja. Jangan. Tapi 1:00:17 renungi baik-baik. Saya ini milik Allah. 1:00:20 Semua juga kembali ke Allah. Apa ruginya 1:00:22 saya? Eah, tidak ada rugi apa-apa. Gak 1:00:25 ada rugi apa-apa, Bapak, Ibu. Karena 1:00:28 semua bukan milik saya. Nah, jadi rasa 1:00:31 itulah yang kemudian menghasilkan hormon 1:00:34 asetilkolim. 1:00:36 Baik, ikhwan akhwat, Bapak, Ibu yang 1:00:38 dirahmati Allah, para pendengar Radio 1:00:40 Silaturahim, para pemirsa Rasil TV di 1:00:43 mana pun berada. Inilah hadiah di balik 1:00:46 musibah ee musibah jenis ujian ya. Nah, 1:00:50 ya yang rupanya memberikan dampak luar 1:00:54 biasa kepada kita, terutama bagian otak 1:00:57 hipokampus kita ya. membuat seseorang 1:01:00 lebih cerdas, lebih mudah untuk 1:01:02 mendapatkan petunjuk, lebih mudah 1:01:04 menganalisis, memahami ee sebuah 1:01:07 persoalan. Karena hormon asetilkolin 1:01:09 tadi rupanya bukan hanya untuk jantung, 1:01:12 tapi juga ada manfaat yang sangat besar 1:01:15 kepada otak kita wabil khusus bagian 1:01:18 hipocampus, bagian otak yang bekerja 1:01:21 untuk mengubah memori jangka pendek 1:01:23 menjadi memori jangka panjang. Wallahuam 1:01:27 bisab. Mudah-mudahan memberikan manfaat. 1:01:29 Saya kembalikan kepada Kang Fahri di 1:01:31 studio. Billahi taufik walhidayah. 1:01:33 Wasalamualaikum warahmatullah 1:01:38 wabarakatuh. Demikian akhwat. Kajian 1:01:40 tadabur Al-Qur'an bersama Ustaz Dodi 1:01:43 Amir Sagap telah kita bersama-sama simak 1:01:45 Ahwat mengenai tema hadiah di balik 1:01:49 musibah. Sudah banyak Ustaz Doni ini 1:01:51 yang masuk di WhatsApp berhasil. 1:01:52 Sepertinya kita langsung saja ya karena 1:01:54 waktu pukul 2117 menit ya waktunya saya 1:01:58 barat di sini nih. Oh masyaallah. Kita 1:02:00 langsung saja ke pertanyaan yang masuk 1:02:01 dan juga sapaan-sapaan dari WhatsApp 1:02:03 Rasil yang masuk ini dari Bapak Mua 1:02:04 Henri sedang menyimak. Ada Ibu Yangri 1:02:07 juga ada Ibu Arsi di Sukabumi. Bapak 1:02:10 Haji Musyawir, Bu 1:02:12 Darniwati, ada juga Ibu Aminah, Bapak 1:02:14 Gusti Ciputat, Bapak Slamat Suryadi, 1:02:19 Bapak Sarifudin ya, Ibu Kiswati. Ibu 1:02:22 Mariati di Sukabumi, Bapak Masud di 1:02:24 Batam, dan banyak lagi yang sudah 1:02:26 bergabung di WhatsApp yang sudah 1:02:29 mengirimkan ee sapaan-sapaan juga 1:02:31 pertanyaannya. Ini yang pertama saya 1:02:33 bacakan ya, Ustaz. Pertanyaan dari Bapak 1:02:36 Mas'ud, Ustaz di Batam. 1:02:38 Asalamualaikum warahmatullahi 1:02:40 wabarakatuh, Ustaz Doni. Waalaikumsalam 1:02:42 warahmatullahi wabarakatuh. Mohon 1:02:44 pencerahannya, Ustaz. Bagaimana cara 1:02:47 memahami kalau orang diamanahi jabatan 1:02:50 itu musibah? Kalau diartikan yang 1:02:53 negatif, bagaimana dengan Al-Qur'an yang 1:02:55 mempercayakan kepada manusia bahwa yang 1:02:58 bisa mengemban amanah adalah manusia. 1:03:01 Padahal manusia suka berbuat zalim. Yang 1:03:03 ingin saya tanyakan, apa orang yang 1:03:05 berlomba-lomba berburu jabatan yang 1:03:08 kadang giliran menjabat bingung karena 1:03:10 jabatannya di PIKO bukan bidangnya. Apa 1:03:13 itu musibah atau bala, Pak Ustaz? Mohon 1:03:17 nasihatnya. Demikian, 1:03:20 ya. Terima kasih kepada Bapak Pak siapa 1:03:23 tadi? Apa? Mas Udam. Pak Mas Ud ya di 1:03:26 Batam. Pak Mas Ud dan Bapak Ibu yang 1:03:29 dirahmati Allah, ikhwan akhwat sekalian 1:03:32 ee di mana pun berada. Tadi sudah kita 1:03:34 sebutkan bahwa jenis musibah itu ada 1:03:37 lima. Nah, jadi apa? amanah yang 1:03:41 diberikan kepada 1:03:43 manusia, baik amanah secara umum ya yang 1:03:46 yang ee diberikan kepada manusia maupun 1:03:50 amanah secara khusus. Misalkan jabatan 1:03:52 tadi yang Bapak sebutkan itu masuk 1:03:54 kategori musibah jenis yang kelima yakni 1:03:58 ujian. Kalau berhasil diemban dengan 1:04:02 baik maka dapat hadiahnya juga. Tapi 1:04:05 kalau tidak berhasil, maka dia akan 1:04:06 menjadi satu bentuk hukuman nanti akan 1:04:10 dipertanggungjawabkan luar biasa oleh 1:04:13 manusia itu. Ya, maka kita terlahir di 1:04:17 sebagai manusia ee bentuk musibah juga 1:04:20 artinya ujian ya, musibah jenis yang 1:04:23 kelima tadi ya. ee apalagi kemudian ada 1:04:26 secara spesifik ee jabatan-jabatan 1:04:28 tertentu yang ee dalam jabatan itu kita 1:04:32 bertanggung jawab kepada ee Allah dan 1:04:34 kepada orang banyak, kepada masyarakat, 1:04:37 kepada manusia banyak. Nah, itu luar 1:04:39 biasa. Tapi kalau berhasil diemban 1:04:42 dengan jujur, adil, dampaknya juga 1:04:45 hadiahnya luar biasa. 1:04:47 Nah, tentu saja kepada teman-teman atau 1:04:50 kepada saudara-saudara di mana pun 1:04:53 berada yang diberikan ee musibah jenis 1:04:56 yang kelima berupa jabatan ini di mana 1:04:59 pun Anda berada, kalau boleh kami 1:05:01 berpesan sebagai sesama saudara, maka 1:05:04 betul-betul jagalah amanah itu dengan 1:05:07 baik. Karena itu bisa menjadi sesuatu 1:05:11 berdampak baik kepada Anda, tapi juga 1:05:14 bisa menjadi sesuatu yang amat berdampak 1:05:16 buruk kepada Anda. Tinggal tergantung 1:05:18 bagaimana Anda ee 1:05:21 memperlakukannya. Ya, demikian 1:05:23 kira-kira. 1:05:24 Masyaallah. Ibu Hajah Saidah sedang 1:05:26 menyimak. Terima kasih Ustaz Doni atas 1:05:28 nasihat dan tausiahnya. Ada juga Ibu 1:05:30 Siti Anisa, Bapak Arwin, Umu Arif, 1:05:34 Bapak Salam, Bapak Nur Sumiatno juga 1:05:37 sedang menyimak. Selanjutnya Ustaz dari 1:05:39 hamba Allah. Asalamualaikum 1:05:40 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:44 wabarakatuh. Pak Ustaz, saya sudah pisah 1:05:45 dengan suami. Anak saya satu laki-laki 1:05:48 dan satu perempuan ikut dua-duanya ke 1:05:50 suami. Dua-duanya sudah dewasa, tapi 1:05:53 keduanya tidak sayang kepada saya, 1:05:55 Ustaz. tidak pernah mengunjungi saya 1:05:58 waktu saya sakit pun tidak pernah 1:06:00 dijenguknya. Bagaimana saya harus 1:06:02 bersikap dosakah anak-anak saya 1:06:05 membiarkan ibunya seperti itu? Apakah 1:06:07 ini sebuah ujian atau musibah? Apakah 1:06:09 bisa disebut hadiah juga, Pak Ustaz? 1:06:11 Demikian. 1:06:13 Baik, terima kasih kepada Ibu hamba 1:06:16 Allah yang bertanya. 1:06:18 Tentu tadi kalau kita kembali kepada 1:06:19 jenis nah apa ee musibah yang lima 1:06:24 tadi kalau jenis yang Ibu katakan tadi 1:06:27 boleh jadi adalah jenis ee yang memang 1:06:31 kita harus berkaca kepada diri kita. 1:06:35 Jenis yang ketiga atau mungkin yang 1:06:38 keempat gitu ya. 1:06:40 ee apakah kita pernah melakukan 1:06:42 kesalahan ya dalam hal ini kepada 1:06:46 mungkin anak-anak kita dan lain 1:06:48 sebagainya. Dan kita manusia tentu saja 1:06:51 kalau kita pernah melakukan kesalahan 1:06:53 masih ada waktu untuk kita 1:06:56 memperbaiki. Jadi ee apa namanya? Kalau 1:07:00 memang ee ada satu kan artinya apa yang 1:07:05 terjadi sekarang itu tidak serta-merta 1:07:09 simalabim terjadi saat ini juga kan 1:07:11 pasti ada proses ee prosesnya yang 1:07:15 terjadi sebelumnya. Jadi ee maksud saya 1:07:18 mari Ibu ee yang bertanya dan juga kita 1:07:22 semua kita mengintrospeksi diri. 1:07:25 Seandainya ada kesalahan kita, kita 1:07:27 bertobat. Kalau kesalahan itu di hadapan 1:07:29 Allah, kita bertobat kepada Allah. Kalau 1:07:32 kesalahan itu memang kepada ee anak 1:07:35 manusia, kepada siapapun, apakah itu 1:07:38 anak dan lain sebagainya, kitalah yang 1:07:40 harus minta maaf supaya nanti terbuka ya 1:07:44 jalinan silaturahim, kasih sayang tadi 1:07:47 bisa terbuka gitu ya. Ee tentu saya ee 1:07:50 tidak apa tidak ingin ee apa 1:07:55 meuduh ya dan lain sebagainya. Tapi saya 1:07:58 ingin mengatakan bahwa 1:08:01 ee kasih sayang seorang anak itu 1:08:06 sebetulnya 1:08:07 memang kasih sayang yang murni gitu. 1:08:11 Kalaulah orang tuanya ini ee betul-betul 1:08:15 memberikan kasih sayang kepada anak, 1:08:17 pasti anak itu pasti ya ee jadi anak itu 1:08:21 terlahir dalam keadaan yang yang fitrah 1:08:23 gitu ya. tidak ada anak yang terlahir 1:08:25 langsung durhaka tuh enggak ada gitu. Ee 1:08:28 tapi perjalanan hidup proseslah yang 1:08:30 kemudian membuat dia berperilaku mungkin 1:08:33 ee tidak baik dan lain sebagainya. Jadi 1:08:36 saya e pikir mari kita banyak-banyak 1:08:39 berintrospeksi diri dalam hal ini. 1:08:41 Memperbaiki diri kita jika ada 1:08:43 kesalahan. Wallahualam. Insyaallah. 1:08:45 Baik. Dari Bapak Hadi. Asalamualaikum 1:08:47 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Doni. 1:08:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08:50 wabarakatuh. Ustaz mohon pencerahannya 1:08:53 mengenai hadis atau ayat Quran yang 1:08:55 menjelaskan jika suatu daerah ada 1:08:58 kemaksiatan maka 40 rumah di sekitarnya 1:09:01 akan mendapatkan dampaknya. Nah, apakah 1:09:05 kita yang tidak tahu menahu akan terkena 1:09:07 dampaknya juga? Bagaimana di zaman 1:09:10 sekarang yang kalau bertetangga tidak 1:09:13 mungkin bisa pilih-pilih yang baik-baik 1:09:16 saja? Mohon pencerahan. Demikian, Ustaz. 1:09:19 Baik ya. Jadi yang Bapak sebut tadi 1:09:22 adalah ee hadis ya, tapi kita bisa ee 1:09:27 menjelaskan dengan 1:09:28 lebih apa ee mungkin lebih bisa dicatat 1:09:32 nanti yaitu dalam surah ee Al-Anfal ya, 1:09:37 surah 1:09:39 ke-8 ee 1:09:41 ayat ee yang ke-25 ya 25 dari surah 1:09:46 Al-Anfal surah 1:09:49 ke-8 ayat ayat 1:09:51 ke-25. Nah, silakan Bapak kalau mau 1:09:55 catat, Bapak, Ibu mau kalau mau catat 1:09:58 silakan. 1:09:59 25 dari surat Al-Anfal kalimatnya 1:10:03 begini. Wattaqu fitnatan la 1:10:08 tusiballadinaamu minkum 1:10:10 khamu anallaha syadidul iqab. Dan 1:10:15 takutlah, hati-hatilah kalian terhadap 1:10:18 fitnah yang bukan hanya akan menimpa 1:10:21 orang-orang yang zalim di antara kalian 1:10:23 saja, tapi semua orang akan terkena. 1:10:26 Wattaqu fitnatan 1:10:29 lausibaninaamu minkum kh tidak hanya 1:10:32 akan menimpa orang zalim saja. Orang 1:10:34 zalim yang berbuat kerusakan tapi akan 1:10:37 terkena dampaknya kepada semua orang 1:10:39 yang ada di situ. Gitu ya. Wamallahidul 1:10:42 iqab. Ketahuilah Allah itu amat berat ee 1:10:46 hukumannya. Siapa yang dimaksud akan 1:10:49 terkena ini? Para mufasir menjelaskan 1:10:52 adalah orang-orang yang jika mereka 1:10:54 melihat 1:10:56 menyaksikan satu bentuk kesalahan yang 1:10:58 dibuat itu, mereka diam 1:11:01 saja. Ah, jadi kalau kita menyaksikan 1:11:05 kesalahan yang dibuat di tengah-tengah 1:11:08 kita, kita tidak boleh diam saja. Kalau 1:11:10 kita diam saja nanti dampak dari 1:11:13 kesalahan yang dibuat itu juga akan 1:11:15 terkena kepada kita walaupun bukan kita 1:11:17 yang berbuat. Tapi selama kita sudah 1:11:20 melakukan kewajiban kita untuk ee 1:11:23 setidaknya mengatakan bahwa sesuatu itu 1:11:26 salah, lebih baik lagi kalau kemudian 1:11:28 kita mencari cara supaya kita bisa ee 1:11:31 nahi munkar ya, me me apa menanggulangi 1:11:35 kemunkaran gitu. Maka ee kalau kita 1:11:38 sudah melakukan kewajiban kita itu, para 1:11:41 mufasir mengatakan tidak termasuk dari 1:11:43 orang-orang yang akan terkena dampak 1:11:44 dari ee perbuatan zalim yang dampaknya 1:11:48 akan menimpa kepada semua orang di 1:11:50 sekitarnya, gitu. Nah, jadi maksud saya 1:11:53 kalau Bapak melihat ada kezaliman di 1:11:56 tengah-tengah lingkungan tinggal Bapak, 1:11:58 nah segeralah cari cara untuk bisa 1:12:01 menanggu lagi supaya tidak terjadi lagi. 1:12:04 Atau setidak-tidaknya Bapak bisa bicara 1:12:06 ya atau speak up ya atau 1:12:09 setidak-tidaknya ee Bapak bisa melakukan 1:12:12 sesuatu berdoa dan lain sebagainya 1:12:13 supaya itu segera ee bisa dihentikan. 1:12:18 Jangan diam saja. Kalau diam saja maka 1:12:20 nanti termasuk kepada orang-orang yang 1:12:23 terkena ee dampak dari perbuatan 1:12:25 orang-orang zalim tadi. Ya, demikian 1:12:27 kira-kira. I Pak Hadi ya tadi yang 1:12:29 bertanya. Bapak Hadi iya betul. 1:12:31 Selanjutnya dari ini yang terakhir Ustaz 1:12:34 ya. Heeh. Yang terakhir dari Bapak 1:12:36 Sahrul. Asalamualaikum warahmatullahi 1:12:38 wabarakatuh Ustaz Doni. Waalaikumsalam 1:12:40 warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz, 1:12:41 apa cirinya musibah itu bentuk hadiah 1:12:44 dari Allah kepada hambnya? Bagaimana 1:12:46 kita mengetahui jika musibah atau 1:12:49 kepayahan hidup adalah hadiah? Bukankah 1:12:52 sebuah teguran, bukan sebuah teguran 1:12:54 atau hukuman atau kesalahan dari 1:12:56 dosa-dosa orang lain. Demikian. Iya. 1:13:00 Tadi Pak Syahrul ya tadi kita sudah 1:13:03 jelaskan jenisnya ada lima musibah itu. 1:13:06 Nah, musibah yang hadiah itu adalah yang 1:13:08 kelima ya, berupa ujian. Nah, apa saja 1:13:12 isinya? Ada lima lagi tuh. 1:13:19 Baru kemudian hadiahnya akan ada 1:13:22 tergantung bagaimana kita 1:13:24 meresponnya. 1:13:28 Yakniirin musibah innillah wa inna 1:13:31 ilaihijiun. Kalau kita bisa meresponnya 1:13:34 dengan dengan betul-betul merasakan 1:13:36 hakikat makna dari kalimat innillah wa 1:13:39 inna ilaihi rojiun 1:13:42 melepaskan dan kemudian husnuzon tentu 1:13:45 saja kepada Allah Bapak Ibu ya. Karena 1:13:47 semua milik Allah kembali segera kepada 1:13:49 Allah maka itu nanti hadiahnya akan ada 1:13:54 sebab atau dikarenakan respon kita. Nah 1:13:58 jadi bukan bukan ujian terus dapat 1:14:00 hadiah gitu aja enggak. Tergantung 1:14:02 bagaimana Anda meresponnya. Kalau kalau 1:14:05 kita tidak bisa meresponnya dengan 1:14:06 sabar, uring-uringan, tidak terima, 1:14:09 marah, tidak ada hadiahnya. Iya, itu 1:14:13 jadi yang menjadikan hadiah itu adalah 1:14:15 respon kita. Nah, jadi apapun ujian bisa 1:14:19 terjadi kepada kita tergantung bagaimana 1:14:22 kita meresponnya. Apakah bisa inn lillah 1:14:25 wa inna ilaihi rojiun atau tidak? Apakah 1:14:28 murni innalillah wa inna ilaihi 1:14:30 rojiunnya atau tidak? tergantung itu. 1:14:33 Nah, maka ee mari kita murnikan kalimat 1:14:36 innal lillahi wa inna ilaihi rojiun 1:14:39 sebagai cara ketika musibah di apa 1:14:43 terjadi kepada kita, kita respon dengan 1:14:45 kalimat itu sehingga hadiah Allah 1:14:48 mengalir untuk kita. Demikian kira-kira 1:14:51 Pak Sahrul dan ikhwan akhwat sekalian. 1:14:53 Jadi bagaimana respon kita ya untuk ee 1:14:56 hadiah tersebut Ustaz tadi contoh dengan 1:15:00 hormon apa namanya asetilkolin ya dibuat 1:15:02 gitu pintar karena reaksi dari apa kita 1:15:06 bersabar atas ujian atas apa stres yang 1:15:09 kita hadapi begitu saja. Baik Ustaz 1:15:11 mungkin sebelum pamit kita simpulkan 1:15:13 Ustaz pembahasan di hari ini. Oh ya ini 1:15:15 kalau kajian Zoom itu masih bisa mungkin 1:15:18 loh Jumat pagi ya. Iya setiap Jumat 1:15:20 pagi. Heeh. Silakan kajian ee namanya 1:15:23 MMQ Majelis Makbul Quran di mana ingin 1:15:26 bergabung via Zoom bersama Ustaz Doni di 1:15:28 Jumat pagi bisa menghubungi nomor 1:15:32 0877 1:15:36 80211692 1:15:41 087780211692. Baik, Ustaz disimpulkan 1:15:43 hari ini, Ustaz ya. Ee Bapak, Ibu, 1:15:46 ikhwan akhwat sekalian, para pendengar 1:15:49 Radio Silaturahim dan para pemirsa Rasil 1:15:51 TV di mana pun berada. Ujian Allah pasti 1:15:54 terjadi kepada kita dan itu adalah ee 1:15:58 bentuk musibah yang bentuknya ujian gitu 1:16:01 ya pasti terjadi. Nah, tinggal bagaimana 1:16:06 kita meresponnya. Kalau kita bisa 1:16:08 meresponnya dengan benar seperti yang 1:16:10 Allah jelaskan tadi dalam surat 1:16:11 Albaqarah ayat 156 157 maka ada hadiah 1:16:15 di baliknya. Hadiah apa yang luar biasa? 1:16:19 Ulaika alaihim shawatbihim warahmah 1:16:21 waulaika humul muhtadun. Dapat koneksi 1:16:24 kepada Allah, kasih sayang Allah dan ee 1:16:28 petunjuk hidayah dari Allah. Rupanya 1:16:30 secara fisik terjadi juga di dalam tubuh 1:16:34 kita hormon asetilkolin yang bukan hanya 1:16:37 untuk jantung ternyata, tapi juga ee 1:16:40 untuk bagian otak hipokampus kita 1:16:42 bekerja lebih baik yakni ee bagian otak 1:16:46 yang mengubah ee memori jangka pendek 1:16:48 menjadi memori jangka panjang atau 1:16:50 menjadikan seseorang menjadi lebih 1:16:52 pintar, lebih cerdas, lebih jenius ya 1:16:55 karena ada hormon asetilkolid tadi. Ini 1:16:58 hadiah Allah luar biasa kepada 1:17:01 orang-orang yang mampu merespon dengan 1:17:04 benar ujian-ujian dalam kehidupannya. 1:17:07 Wallahuam. 1:17:09 Baik Ustaz Allah atas nasihat dan 1:17:11 tausiahnya di malam hari ini di acara 1:17:14 tadabur Al-Qur'an dengan tema hadiah di 1:17:17 balik musibah. Ianawa semoga apa yang 1:17:19 disampaikan bermanfaat kita semuanya. 1:17:21 Saya yang bertugas pahri ditemani Neza 1:17:23 dan juga Yusuf Subeng pamit. 1:17:25 Subhanakallahumma bihamdika ashadu alla 1:17:27 ilaha illa anta astagfiruka waubu ilaik. 1:17:29 Asalamualaikum warahmatullahi 1:17:31 wabarakatuh.