Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Ya, terima kasih WAT masih menyimak
- siaran Radio Silaturahim dan juga Rasil
- TV. Di kesempatan ini kita masih
- berbincang-bincang dengan Mas Adit
- Prayoga di rumah gratis Ciangsana Gunung
- Putri Bogor ya. Beliau adalah pendiri
- ya, foundernya Rumah Makan gratis ini.
- Iwan. Ee tadi diceritakan ee Mas Adit
- ini dulu tahun 2016 ya atau 3 tahun lalu
- pertama membuka rumah makan gratis ini.
- Meskipun ujiannya cukup berat ya, tapi
- beliau tetap membukanya dulu baru 50
- porsi Iwanawat. Tapi sampai sekarang
- alhamdulillah ee setiap hari rutin
- sampai 300 porsi lebih mungkin ya Mas
- Adit ya. Alhamdulillah tadi beliau juga
- ee menjelaskan ya masal ini banyak
- keajaiban-keajaiban
- ya. Meskipun sekarang alhamdulillah
- banyak juga ee
- ikhwan akhwat lainnya berbagi. Ada yang
- ngasih lauk, sayur, ada yang tadi juga
- saya lihat menurut ada yang menyumbang
- beras beberapa karung ya.
- Iya. Alhamdulillah
- dari mobil. Masyaallah. Tadi saya dengar
- dari Ibu Mas Adit ee itu juga ada
- keajaiban katanya ya. Kemarin kan di
- rumah makan gratis ini ada ATM beras ya.
- Iya.
- ATM beras katanya di dalamnya tuh
- berasnya karena mungkin udah beberapa
- waktu ya berapa lama.
- Iya
- katanya dikeluarkan.
- Iya
- baru ada yang baru gitu. Gimana tuh Mas
- Adit?
- Jadi gini kita itu kan selain memberi
- berbagi makanan-makanan yang
- matang ya
- matang itu kan siap makan gitu kan. He.
- Nah, kita juga ada berbagi sembako.
- Hm. I
- ada programnya banyak. Ada program beras
- gratis,
- sembakau gratis, itu termasuk beras kan.
- Ada juga jilbab-jilbab, baju-baju itu
- gratis.
- Jadi kalau misalkan ada orang enggak
- punya baju, ya sudah kita kasih baju.
- Pakaian muslim, muslimah ya,
- pakaian layak pakai gitu. Tapi yang yang
- baguslah, yang syari gitu. Kalau bisa
- yang baru gitu. Karena
- pahala ngasih yang bekas, yang jelek itu
- beda sama yang baru. Kalau bisa kita
- prioritaskan yang baru. Heeh. Gitu. Ya,
- itu ada juga programnya. Nah, kemarin
- itu ATM, mesin ATM bras ini kan konsel
- tuh? Error. Bukan konslet, error
- rusak gitu kan. Begitu ditempel kartu
- enggak mau keluar berasnya.
- Heeh. He.
- Saya telepon ee Pak ini
- teknisinya,
- teknisinya saya telepon, "Pak, ini mesin
- ATM-nya kok enggak mau keluar beras ya?"
- "Oh, nanti besok, Pak." "Eh, besok
- enggak bisa. Lusa ya, Pak." Ya sudah,
- akhirnya saya bilang ke ibu saya, "Bu,
- besok kan hari Jumat gitu." Sedangkan
- dia datangnya hari Sabtu. itu beras yang
- ada di dalam ATM beras itu kita keluarin
- semua kita bagi-bagikan ke fakir miskin
- semuanya semuanya saya bilang gitu
- begitu kami keluarkan semua, kami
- kosongin itu ATM beras
- kami sudah siapin paket-paket sembako
- untuk sekitar 100an lah 100 paket untuk
- Ava eh tiba-tiba sudah habis beras sudah
- dibagikan semua dari jam 11.00 sampai ke
- habis jumatan.
- He.
- Tiba-tiba ada mobil datang. Tadi antum
- lihat juga kan mobil datang bawa beras
- banyak. Alhamdulillah datang lagi
- berasnya.
- Jadi enggak pernah kosong itu beras di
- rumah makan gratis itu. Alhamdulillah
- ada aja rezeki datang tanpa
- disangka-sangka.
- Ini Allah yang menggerakkan ya.
- Allah yang menggerakkan. Karena gini,
- kita hidup ini sementara
- dan kita enggak tahu kapan waktunya kita
- ini akan dipanggil oleh Allah. He.
- Selagi kita ada rezeki, selagi kita
- mampu, selagi kita bisa kita masih ada
- niatan hajatan ingin mendapatkan pahala
- dari Allah Subhanahu wa taala,
- mendapatkan amal. Nah, jangan
- ditunda-tunda niat itu. Sedekah ya.
- Sedekahlah segera mungkin. Sesegera
- mungkin. Jangan sampai kalau kita sudah
- meninggal baru ada niat mau sedekah.
- Jangan.
- Mumpung masih hidup inilah
- insyaallah rezeki kita ini akan Allah
- lipat gandakan. Insyaallah barokah.
- Insyaallah.
- Masyaallah. Nah, tadi betul Iwan Wat
- kita menyaksikan langsung loh. Betul.
- Kita malah bantu juga nurunin berasnya
- tadi. Masyaallah.
- Iya, alhamdulillah.
- Skenario dari Allah luar biasa. Nah, Mas
- Adit em Adit sendiri ee ada cita-cita
- enggak selain ini gitu yang masih jadi
- cita-cita gitu ingin dicapai gitu?
- Apa ada? Apa tuh? Ada
- ada cita-cita saya tuh saya pengin
- sekali membangun istana.
- Istana
- istana anak yatim.
- Hm. He.
- Selama ini saya sudah keliling-keliling
- juga enggak ada saya menemukan istana
- anak yatim. Adanya istana presiden,
- istana gubernur itu ada. He
- gitu. Tapi istana anak yatim enggak ada.
- Padahal Allah Subhanahu wa taala
- menyebut di dalam Al-Qur'an,
- Heeh.
- Kalian wajib memuliakan anak yatim.
- Bukan memuliakan gubernur, bukan
- memuliakan presiden, bukan.
- Bukan memuliakan raja itu, bukan gitu.
- Tapi anak yatimlah yang wajib kita
- muliakan. I.
- Oleh karena itu saya punya cita-cita,
- keinginan gitu. Kalau saya ada rezeki,
- insyaallah saya siap, saya mau gitu
- membangun istana anak yatim yang mana
- istana itu isinya anak yatim. Semua
- menghafal Quran semua di dalam istana.
- Istananya megah, yang mewah ada kolam
- renang. di di istana itulah mereka
- salat, mereka puasa, mereka ee sekolah,
- belajar, bertolibul ilmi, menghafal
- Al-Qur'an gitu. Di situ juga ada
- supermarketnya, ada kolam renangnya.
- Kolam renang itu gratis. Supermarket itu
- hasilnya untuk disedekahkan ke kaum
- duafa. Ada tempat makannya juga gratis.
- Semuanya gratis. Jadi, anak-anak yatim
- jangan khawatir gitu. Jangan pergi ke
- jalan-jalan raya. Jangan. Perginya ke
- masjid-masjid aja. Nanti
- pengurus-pengurus masjid yang akan
- mengantarkan ke istana anak yatim
- insyaallah.
- Masyaallah. Semoga Allah mudahkan ya,
- Allah kabulkan dari cita-citanya membuat
- istana yatim
- yang di dalam
- ada dalilnya.
- Gimana?
- Ada dalilnya.
- Dalilnya apa?
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Aroitalladzi
- yukadzibu bidin falikalladzi yaduul
- yatim.
- Itu dalilnya almaun ayat yang keedua.
- Ayat yang kedua gitu.
- Masyaallah. Jadi jangan kalian
- menghardik anak yatim. Kalian
- menelantarkan anak yatim tidak peduli
- terhadap anak yatim itu termasuk
- menghardik anak yatim. Kita wajib peduli
- kepada anak yatim. Kita wajib peduli
- kepada anak yatim. Oleh karena itu, mari
- kita sama-sama berdoa. Mudah-mudahan
- Allah Subhanahu wa taala menggerakkan
- hati paradermawan, orang-orang kaya di
- seluruh dunia. Tergerak hatinya itu
- ingin melanjutkan cita-cita saya ini.
- Amin. Amin.
- Membangun istana anak yatim. Di mana? Di
- dunia. Di dunia ya, bukan di alam kubur.
- Bukan.
- Karena kalau kita sudah mati, niat kita
- itu sudah hilang.
- Hm. Sudah enggak bisa lagi. Ya,
- sudah enggak bisa lagi. Kalau kita sudah
- mati,
- baru mau sedekah, itu enggak diterima
- lagi.
- Kisah Firaun, Firaun itu kan sudah mati
- baru tobat. Nyawanya sudah di
- tengah-tengah terongkongan, eh baru
- tobat.
- Telat,
- telat. Sudah. Nah, mumpung kita masih
- hidup inilah.
- Semangat. Dengarin terus Radio Rasil.
- Insyaallah menebar hikmah.
- Amin. Amin. Amin. Amin. Insyaallah. Nah,
- Mas Adit ee
- ada pertanyaan juga Mas Adit dulu
- sekolahnya di mana sih? Terus pendidikan
- agamanya di mana gitu. Saya sekolah di
- Palembang.
- Di Palembang ya?
- Di SD 04 Negeri Palembang.
- Lahir di sana juga kan ya?
- Di negeri juga SMP Negeri 17 Palembang.
- Lalu saya mertau di tahun 2006 saya
- merantau ke Jakarta. Saat itu saya masih
- awam juga
- sendiri apa sama orang
- banyak paham tentang agama. Sendirian
- sebatangkara di Jakarta. Nah, saya ke
- Masjid Istiqlal pertama kali merantau
- itu
- usia berapa?
- Usia saya masih kecil waktu itu. SMP.
- SMP.
- Saya masih SMP itu saya sudah
- merantau.
- Merantau ke Jakarta. Saya merantau ke
- Jakarta di Masjid Istiqlal. Di saat situ
- juga saya mengalami hal-hal yang banyak
- sekali yang pernah kelaparan, tidur di
- jalan-jalan raya pernah
- gitu. Tidur di depan toko orang Cina
- yang yang punyanya orang Cina.
- Di depan rukonya dia. Saya cuman alasin
- kardus. Terus saya tidur di situ, saya
- dimarahin, diusir. Situ juga pernah.
- Akhirnya saya lebih aman ke masjid.
- Begitu saya ke masjid, di situ juga saya
- alhamdulillah ketemu sama seorang ustaz
- imam di masjid itu. Saya bertanya, "Pak
- Ustaz,
- saya jauh-jauh dari Palembang datang ke
- Jakarta ini cuma membawa satu niat. Saya
- pengin jadi orang baik, Pak Ustaz.
- Niat saya itu, Pak Ustaz. Tolong ajarkan
- saya. Tolong kasih saya ilmu, Pak Ustaz.
- Bagaimana caranya biar saya jadi orang
- baik." Kata Pak Ustaz, "Itu cuman tiga,
- enggak banyak. Cuman tiga." Apa itu, Pak
- Ustaz? Tolong, Pak Ustaz kasih tahu
- saya, Pak Ustaz. Yang pertama, kirukum
- manamal Quran waamahu.
- Sebaik-baik manusia itu adalah manusia
- yang mau belajar Al-Qur'an dan
- mengajarkan Al-Qur'an. Kamu punya niat
- mau belajar Al-Qur'an? Insyaallah,
- Ustaz. Akhirnya saya belajar tuh selama
- 6 bulan saya belajar Al-Qur'an di bawah
- di TPA itu. Begitu ustaz itu yang sudah
- selesai ngajarin anak-anak TK
- kecil-kecil itu yang belajar di Istiqlal
- itu. Selesai saya dekatin, "Pak Ustaz,
- tolong Pak Ustaz ajarin saya Al-Qur'an,
- Pak Ustaz." Ya, mudah-mudahan saya bisa,
- Pak Ustaz. Gitu sedikit aja. apa iqra
- lah gitu abatasa gitu ajarin saya Pak
- Ustaz akhirnya saya diajarin pelan-pelan
- gitu tapi saya enggak punya usaha uang
- Pak Ustaz untuk bayar Pak Ustaz ya
- enggak apa-apa katanya gitu saya belajar
- terus belajar itu yang pertama karena
- sebaik-baik manusia kalau pengin jadi
- orang baik harus belajar Al-Qur'an dong
- wajib belajar Al-Qur'an harus bisa baca
- Quran gitu karena Al-Qur'an itu bahasa
- surga gimana mau masuk surga kalau
- enggak bisa baca Quran gitu jadi yang
- pertama harus baca Al-Qur'an tekadkan,
- niatkan saya harus belajar Al-Qur'an
- agar apa? Agar kita tuh termasuk
- kelompok, golongan orang yang dimaksud
- oleh Allah Subhanahu wa taala di dalam
- kitab hadis itu. Khairukum man taalamal
- Quran. Sebaik-baik manusia adalah
- manusia yang mau belajar Al-Qur'an. Nah,
- itu yang pertama. Yang kedua,
- khairunas wa anfaahum linnas.
- Sebaik-baik manusia adalah manusia
- yang bermanfaat. yang bermanfaat, yang
- memberi manfaat untuk orang lain.
- Nah, yang ketiga ini bukan hadis, ini
- bukan dalil, tapi perkataan ulama. An
- alama ayatan min kitabillahi kanalahu
- azza waalla.
- Amalkan dari tiap-tiap ayat yang kamu
- pelajari dari Allah azza waalla.
- Al-Qur'an, hadis enggak cuman
- dipelajari,
- enggak cuman dihafal, tapi diamalkan.
- Nah, tiga-tiganya. Alhamdulillah.
- pelan-pelan saya pelajari. Alhamdulill
- tiga-tiganya alhamdulillah gitu. Enggak
- cuman kita pelajari, tapi kita amalkan.
- Saya baca Al-Qur'an
- baru baca Al-Qur'an itu langsung kelihat
- Al-Fatihah itu. Saya baca artinya, saya
- baca tafsirnya, saya renungi
- makna-maknanya. Masyaallah
- betapa banyak nikmat yang Allah berikan.
- Sedangkan saya tuh sangat bangga sekali
- gitu. H
- Allah yang menciptakan saya ini adalah
- Maha Pengasih, Maha Penyayang.
- Belum saya baca surat yang lain, belum
- saya baca alhamdulillahiabbil alamin,
- belum, baru saya baca
- bismillahirrahmanirrahim.
- Begitu saya baca artinya, ternyata
- artinya itu dengan menyebut nama Allah
- yang maha pengasih, maha penyayang.
- Masyaallah.
- Heeh.
- Berarti ada yang sayang sama kita, ada
- yang bakal ngasih kita setiap waktu kita
- minta, kita butuh, kita ingin apa
- sesuatu, Allah akan kasih.
- He.
- Asal mintanya sama Allah. B ee jadibih
- lebih banyak Allah mengabulkan doa
- manusia daripada manusianya yang berdoa
- sama Allah.
- H
- manusia kalau berdoa sama Allah bisa
- dihitung.
- Iya.
- Berapa kali kamu berdoa hari ini bisa
- dihitung. Sedangkan Allah mengabulkan
- doanya manusia tidak bisa terhitung.
- Lihat tuh bintang yang ada di langit ada
- berapa gitu? Banyak.
- Bintang yang ada di langit itu ada
- berapa? Banyak. Nah gitu. itu masih
- sedikit dibandingkan dengan nikmat Allah
- yang diberikan kepada kita.
- Masyaallah,
- banyak nikmat yang Allah berikan kepada
- kita, tapi kita tidak syukuri itu. Oleh
- karena itu, wajib kita mensyukuri atas
- segala nikmat yang telah Allah berikan
- kepada kita. Nah, itu jadi kita itu
- wajib mensyukuri nikmat yang telah Allah
- berikan kepada kita dengan cara apa?
- Nah, ini pertanyaan ini.
- Dengan cara apa kita
- ee untuk mensyukuri nikmat Allah ini?
- Apa enggak mungkin dong cuman bersyukur
- alhamdulillah, alhamdulillah
- alhamdulillah ya dengan cara membuat
- Allah itu senang
- gitu.
- Membuat Allah senang. Bagaimana caranya?
- Allah lebih menyenang, lebih mencintai
- Allah lebih mencintai orang yang
- membebaskan budak. H
- Allah lebih mencintai orang yang
- menghilangkan kesusahan saudaranya.
- Allah lebih mencintai orang yang
- menghilangkan lapar saudaranya. H. Jadi,
- Allah lebih mencintai orang yang
- membebaskan budak. Allah lebih mencintai
- orang yang apa? Menghilangkan kesusahan
- saudaranya. Allah lebih mencintai orang
- yang
- menghilangkan rasa lapar yang ada di
- dalam diri saudaranya
- gitu. Itu lebih Allah cintai daripada
- salat sehari semalam suntuk di Masjid
- Nabawi dan Masjidil Haram. Itu hadis.
- Hadis itu sahih. Saya pernah baca di
- kitab Bukhari, saya lupa nomor
- berapanya. itu. Tapi hadis itu sahih
- insyaallah itu saya baca sendiri itu
- yang artinya itu Allah lebih mencintai
- orang yang membebaskan budak.
- Allah lebih mencintai orang yang
- menghilangkan kesusahan saudaranya.
- Allah lebih mencintai orang yang
- menghilangkan lapar saudaranya. Itu
- lebih Allah cintai daripada salat sehari
- malam semalam suntuk di Masjid Nabawi
- dan Masjidil Haram. Padahal salat di
- Masjid Nabawi dan Masjidil Haram itu
- pahalanya sangat besar sekali gitu. Tapi
- amalan ini lebih Allah cintai.
- Iya. Nah, oleh karena itu marilah kita
- amalkan amalan ini. Kalau misalkan
- contoh nih tetangga kita sakit,
- I atau ada keluarga kita atau kenalan
- kita nih, teman kita, ada temannya lagi
- sakit gitu lah. Kalau kita punya waktu,
- yuk ayo kita datang ke rumahnya kita
- kejenguk. Enggak punya duit. Tapi Pak
- Ustaz
- kalau ngejenguk orang sakit enggak butuh
- duit gitu. Yang butuh apa? Niat.
- Niat.
- Nah, niat yang ikhlas gitu. datangin,
- kunjungin, doain saudara kita ini sakit,
- kita doain. Ketika kita datang ke rumah
- orang yang sedang sakit, kita doakan
- orang sakit ini, apa yang terjadi?
- 70.000 malaikat yang ada di langit turun
- ke bumi. 70.000 malaikat yang ada di
- langit turun ke bumi. Ngapain? Ngedoain
- kita.
- Masyaallah.
- Di waktu pagi kita ngunjungi orang sakit
- sampai ke waktu petang malaikat ngedoain
- kita. Di waktu petang kita ngunjungi
- orang sakit, dari waktu petang itu
- sampai ke waktu pagi malaikat ngedoain
- kita itu masyaallah ini amalan ini
- sangat luar biasa, pahalanya sangat
- besar sekali. Kenapa tidak kita amalkan?
- Yuk, kita amalkan sama-sama gitu. Ayo,
- selagi kita mampu, selagi kita bisa,
- ayo. Gitu. Kenapa kita tidak mau ee
- mengamalkan apa-apa yang bisa kita
- amalkan? Kenapa? Ada apa gitu? Ayolah
- kita sama-sama semoga kita menjadi
- sahabat, bersahabat sampai surga.
- Amin.
- Itu walaupun kita jauh di mata tapi
- dekat. Selalu dekat dalam doa
- insyaallah. Dan jangan lupa
- kalau ada radio buka radionya jangan
- dimatiin. Buka 720 AM insyaallah
- gitu.
- Radio dakwah menebar
- hikmah. Insyaallah.
- Amin. Amin.
- Nah, Mas Ad sendiri gimana sih cara me
- apa istilahnya ya? Melawan kekhawatiran,
- was-was.
- untuk berbagi gitu ya. Janganlah, jangan
- khawatir, jangan takut, jangan was-was,
- jangan merasa rugi, janganlah. Ya, kita
- ini kan diciptakan oleh zat yang maha
- kaya. Kita
- tadi ya tadi itu logika kita, logika
- manusia yaitu hitungan matematika
- manusiamu kadang-kadang [tertawa] itu
- gimana itu menghilangkannya.
- Jadi,
- jadi jangan pernah berhitunglah. Jadi
- logika manusia itu bisa di ada
- takarannya. Jadi pola pikir manusia itu
- terbatas.
- Hm.
- Gitu. Sedangkan Allah tanpa batas.
- Tidak ada yang bisa menandingi kekuatan
- Allah. Jadi, jadi jangan pernah kita tuh
- berhitung secara matematika,
- tapi kita berhitunglah secara ee ini
- amalan-amalan yang bisa kita kerjakan,
- kita kerjakan,
- gitu. Jadi, kalau misalkan logika
- matematikanya manusia 1 + 1 = 2.
- Tapi kalau logikanya Allah,
- matematikanya Allah 1 + 1 = 1000.
- Iya,
- gitu lah. Kita sedekah cuma Rp.000. Ya
- kan nih misalkan kita mau pengin sedekah
- nih beli kerupuk misalkan beli kerupuk
- cuman ada Rp1.000 Rp.000 beli kerupuk
- gitu. Datang ke pesantren, ngapain, Pak?
- Saya mau nyumbang kerupuk boleh enggak?
- Buat satu santri aja buat nambahin
- makannya dia kan gitu kan. Ini
- lumayanlah makan Indomie, nasi, sama
- kerupuk gitu kan. Nah, ada Rp1.000. Eh,
- tiba-tiba pas kita pulang I kan
- tiba-tiba apa kita terhindar dari yang
- namanya malapetaka, bencana atau apa
- gitu yang tadinya kita ditakdirkan pada
- hari itu juga, waktu itu juga kita
- kecelakaan, akhirnya apa? Terhindar.
- Satu. Nah, yang kedua alhamdulillah yang
- kita nyaman-nyaman sakit atau apa,
- penyakit kita sembuh, hilang semua
- penyakit-penyakit kita dengan sedekah
- Rp1.000 tadi,
- gitu. Yang penting itu niat gitu. Innama
- aaluhu binat
- bin niat gitu. Jadi tergantung daripada
- niat. Makanya kita itu wajib niat yang
- baik itu dihiasi dengan SSI.
- SSI tadi
- Iya. Sabar, sabar, syukur,
- syukur dan ikhlas. Sabar ketika diuji,
- bersyukur ketika mendapat rezeki. Apa
- yang dimiliki, apa yang didapati wajib
- disyukuri. Apa yang kita miliki, apa
- yang kita dapati, itulah rezeki kita.
- Heeh.
- Nah, gitu. Apa yang didapati sama orang
- itu rezekinya orang. Jangan ngiri.
- Jangan. Nanti orang dapat mobil, kita
- dapat becak ngiri ya. Janganlah. Itu kan
- rezekinya dia. Rezeki itu tidak akan
- tertukar seperti itu.
- Nah, yang ketiga, ikhlas. Ikhlas ini
- sangat penting sekali. Makanya kita
- wajib belajar tentang makna ikhlas.
- itu wajib belajar tentang makna sabar,
- mana syukur, mana ikhlas itu wajib kita
- pelajari. Nah, apabila kita sudah sabar,
- sudah syukur, sudah ikhlas, insyaallah
- nasib kita, hidup kita 3K.
- Apa tuh?
- Ketenangan kita dapati,
- kebahagiaan kita dapati, keberkahan kita
- dapati. Jarang orang 3K, jarang orang
- hidupnya tenang itu jarang. Hati dan
- jiwanya Allah dapatkan ketenangan itu
- jarang gitu. Hanya orang-orang tertentu
- yang yang Allah kasih nikmat ketenangan
- hati dan jiwa.
- Hanya orang-orang tertentu yang Allah
- kasih nikmat kebahagiaan yang hakiki,
- kebahagiaan yang nyata. Kebahagiaan yang
- sebenar-benarnya kebahagiaan gitu. Bukan
- orang kaya banyak duit, banyak harta,
- tiba-tiba hidupnya bahagia. Oh, belum
- tentu. Banyak orang kaya yang hidupnya
- enggak bahagia. Percaya enggak, pemisa?
- Banyak orang kaya banyak harta hidupnya
- bahagia. Enggak bahagia tuh banyak.
- Banyak ya
- gitu. Iya. Keluarganya kocak-kacir, anak
- istrinya enggak ada yang ngedoa, enggak
- ada yang salat. Gimana mau bahagia,
- hatinya tidak tenang.
- Ngelihat anak, anak lagi di mana? Anak
- yang pertama lagi di kafe, anak yang
- kedua
- lagi main judi.
- Ya kan gimana bahagia?
- Dan banyak juga orang yang tidak Allah
- kasih keberkahan.
- Banyak orang kaya belum tentu hidupnya
- barokah.
- H.
- Nah, kita sudah dikasih ketenangan,
- dikasih kebahagiaan. punya anak nih
- walaupun pendapatan sedikit, hidup
- sederhana apa adanya, tiba-tiba anaknya
- jadi hafiz Quran.
- Masyaallah.
- Juara satu MTQ. Masyaallah.
- Masyaallah. Bukan juara satu ini apa
- tuh? SMP juara satu. Oh, bukan. Tapi
- dia masuk ke rumah tahfiz tiba-tiba
- hafal 30 juz. Juara 1 MTQ. Masyaallah.
- Gimana? Bahagia enggak?
- Bahagia banget.
- Bahagia sekali gitu. tiba-tiba mendapat
- keberkahan gitu. Gimana? Jarang kan
- orang punya banyak harta, rumah mewah,
- mobil mewah, tapi enggak barokah tuh
- banyak.
- Tapi ini hidupnya sederhana apa adanya.
- Enggak cuman dunia dia kejar, dia raih,
- tapi akhirat juga. Karena dia tahu, dia
- cerdas dunia ini sementara, sedangkan
- akhirat selama-lamanya.
- Betul
- gitu. Jadi dia enggak enggak hanya
- memikirkan dunia saja, tapi juga akhirat
- dia pikirkan.
- Masyaallah, luar biasa. Wanawat memang
- enak kalau dengerin ee apa ngobrol sama
- Mas Adit ini kata-katanya,
- kalimat-kalimatnya menginspirasi sekali
- ya. Apalagi kisah-kisahnya tadi. Semoga
- di bulan suci Ramadan ini ee
- perbincangan kita dengan Mas ee Adit ini
- juga menginspirasi Ikhwan Akhwat semakin
- tergerak untuk berbagi ya, terutama tadi
- kepada fakir miskin, kemudian kepada
- yatim ya, Mas Adit. Dan kita doakan Mas
- Adit ini punya cita-cita tadi membangun
- istana yatim.
- Iya. yang di dalamnya ada
- fasilitas-fasilitas yang ee
- membahagiakan ya, memuliakan anak yatim.
- Tadi sampai ada kolam renang yang
- mungkin banyak anak yatim yang dia belum
- pernah ke kolam renang mungkin ya. Salah
- satunya itu ya mahal sekarang zaman
- sekarang bagaimana mau berenang.
- Berenang itu kan sunah sunah Rasul.
- Iya.
- Nah, bagaimana mau berenang? Mau
- berenang di sungai banyak limbah
- kotor.
- Kotor airnya bau. Mau berenang di laut
- enggak ada laut. [tertawa]
- Jauh. Jauh laut di Cibubur enggak ada
- laut.
- Pri kotor.
- Iya. Nah, sekarang berenang di kolam
- renang. Enggak ada kolam renang yang
- gratis.
- Mahal.
- Oleh karena itu, nah sekarang kita punya
- program nih
- ya kan kerja sama dengan Radio
- Silaturahim dengan Rasil TV,
- punya niatan,
- punya cita-cita, pengin bangun istana
- anak yatim. Yang mana istana anak yatim
- itu ada kolam renangnya. Kolam renang
- itu gratis untuk umum, kecuali
- nonmuslim. Kenapa kecuali nonmuslim?
- Karena hanya di agama Islam inilah yang
- mempelajari tentang thaharah, tentang
- kebersihan, kesucian. Nah, mereka
- kencing sembarangan nanti kalau misalkan
- mereka dapat izin masuk juga. Nah, gitu.
- Jadi, ini khusus ya, enggak umum ya.
- Nah, gitu. Kalau rumah makan gratis itu
- umum. Siapa saja boleh makan, nonmuslim
- juga boleh makan. Tapi kalau untuk yang
- namanya istana anak yatim ini khusus.
- Khusus. Kenapa khusus? Karena kita
- menjaga
- menjaga kebersihan. Kecuali kalau mau
- masuk Islam dulu enggak apa-apa.
- Iya, [tertawa]
- masuk Islam dulu baru dia bisa masuk ke
- istana anak yatim.
- Baik, Ikhwanat yang mungkin ee penasaran
- ingin main-main ke rumah makan gratis di
- Ciang sana, silakan ya bisa buka
- smartphone-nya, ee aplikasi Maps-nya
- langsung dibuka aja. Rumah makan gratis
- Ciangsana. Insyaallah gampang ya ee di
- apa di tujunya gitu ya. Apalagi yang di
- Jabot Tabek, apalagi yang di Bogor,
- apalagi yang di Cibubur. Dekat banget
- Iwan Awat bisa main. Dan Iwan Awat bisa
- juga menghubungi nomor ee rumah makan ee
- rumah makan gratis ini di 0812. Silakan
- Iwan catat. Saya ulangi. 0812
- 91
- 00
- 266. Nolnya tiga kali ya. Saya ulangi.
- 0812
- 9
- 1266.
- Ini hotline-nya ya?
- Iya.
- 0812 91266.
- Iya, 0812 91266. Wah, mudah dihafal ya.
- Insyaallah. Baik, terima kasih Mas Adit
- bincang-bincang. Sebenarnya saya masih
- ingin bincang-bincang, ingin terus
- menggali kisah-kisah yang menginspirasi
- mungkin di lain waktu ya Mas Adit.
- karena waktu juga terbatas nih untuk
- bincang-bincang di kesempatan ini.
- Sekali lagi WAT, semoga kita semua yang
- mendengar, yang menyimak mendapatkan
- inspirasi, mendapatkan manfaat dari
- perbincangan kita, dari kisah-kisah yang
- disampaikan oleh Mas Adit, kisah beliau
- sendiri dan juga kisah-kisah lain tadi
- ya. Semoga juga ini menjadi apa ya ee
- semoga juga Mas Adit yang berbagi
- diberikan balasan yang terbaik oleh
- Allah subhanahu wa taala. Amin. Amin ya
- rabbal alamin.
- Baik, Mas Adit. Terima kasih kita pamit.
- Subhanakallah wamdika asadua ilahailla
- anta astagfirik. Saya Rizal Alhak, Mas
- Fajar, Mas Andi, dan juga Mas Hafid
- undur diri dari kediaman Mas Adit
- tepatnya di rumah makan gratis Ciangsana
- Gunung Putri Bogor. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [musik]
- Yes.