Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- So
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- kirsiron thyiban mubarokan fi kama
- yuhibuna ward. Ashadu alla ilahaillallah
- wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluhu. Allahumma sholli ala Muhammad
- waa alihi wa ashabihi ajin. Rbiidni
- ilman Allahum bimaamani waimnifoni
- warzuqni ilman. Masih dipancarkan dari
- Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibubur Bekasi. Radio
- Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat pendengar di manaun
- Anda berada. dan juga pemirsa yang
- menyimak kami lewat media sosial
- seperti Facebook ataupun YouTube di
- malam hari ini. Kami berharap semoga
- ikhwan dan akhwat selalu dalam keadaan
- sehat, selalu dalam keadaan baik, dan
- tentunya dalam keadaan berbahagia di
- malam hari ini kita dapat kembali
- berjumpa dalam program acara tausiah
- malam. Bersama saya Jur Zulfikar
- ditemani para pejuang dakwah di malam
- hari ini. Ada Dedi di Bali Kamera, ada
- Bang Yusuf di media operator dan juga
- Robi di switcher dan teman-teman para
- pejuang dakwah di daerah-daerah yang
- bertugas kembali hadir menyapa ikhwan
- dan akhwat. Seperti biasa di hari Selasa
- malam kita akan kembali ikuti kajian
- renungan QBU. Dan untuk edisi hari ini
- ya, malam ke-18 di bulan Safar 1440
- Hijriah atau bertepat 1439 Hijriah atau
- bertepatan dengan hari ke-8 di bulan
- November 2017. Dan sudah tidak asing
- lagi honah renungan kalbu. Kita akan
- kembali mendengarkan kajian nasehat,
- tausiah dan juga motivasi yang akan
- disampaikan oleh guru kita Ustaz
- Rahmatullah yang alhamdulillah telah
- kembali hadir bersama kita di studio.
- Kita sapa? Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar baik
- dan sehat, Pak Ustaz? Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Pekan sebelumnya kita
- sempat ee tidak live, ya. Alhamdulillah,
- Pak Ustaz sudah bisa kembali hadir dan
- malam hari
- ini kita masih akan membahas satu topik
- yang ee sama dengan pertemuan-pertemuan
- sebelumnya, Pak Ustaz, ya. Karena memang
- ee topik mengenai yakin ini sungguh
- sangat sangat luas, Pak Ustaz. Dan
- tentunya sayang kalau belum kita
- tuntaskan.
- Jadi malam hari ini kita masih akan
- membahas topik tentang yakin. Kalau pada
- pertemuan sebelumnya, Ikhwan dan
- Akhwat, pembahasan mengenai yakin ini
- kita ee dijelaskan oleh Pak Ustaz
- bagaimana ee sikap yakin ini, keyakinan
- kita sebagai seorang mukmin ini akan
- muncul dari bagaimana kita membaca
- ayat-ayat kaumiah, membaca ee
- tanda-tanda kekuasaan Allah yang berada
- di sekitar kita. Dan untuk malam hari
- ini kita akan lanjutkan lagi dan
- tentunya kita masih dengan format
- diskusi ya, Pak Ustaz ya. Heeh. Format
- diskusi akan bertanya dan juga nanti
- kami akan memberikan kesempatan bagi
- Honakah yang juga ingin bertanya kepada
- Pak Ustaz. Dan kita langsung saja mulai,
- Pak Ustaz ya. Mengenai keyakinan ini ee
- kami awali
- dengan bagaimana melihat masalah. Hidup
- selalu ada masalah, Pak Ustaz. He.
- Kadang datang ujian, kadang orang
- menyebutnya musibah, kadang orang
- menyebutnya ee kesulitan. Entah itu dari
- internal maupun eksternal diri gitu.
- Nah,
- permasalahannya ee ketika masalah atau
- musibah ini datang, ada orang yang
- sanggup
- menyelesaikannya. Kita juga melihat
- banyak orang yang gagal. Nah, kemarin
- ustaz menjelaskan bahwa seor orang Islam
- saja, orang yang beriman saja itu ada
- tiga tingkatan, Pak Ustaz. Minimal dia
- sebagai orang ee muslim, he mukmin, dan
- juga orang muhsin, Pak Ustaz. Nah,
- apakah tiga tingkatan ini punya pengaruh
- dalam keyakinan ini? Belum lagi kalau
- kita melihat bagaimana dengan orang yang
- tidak beriman, tapi kan ada juga, Pak
- Ustaz, orang tidak beriman pun bisa ee
- menyelesaikan masalah yang dihadapi.
- Bagaimana menjawab ini Ustaz kami? Iya.
- Baik, terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala
- rasulillah wala haula wala quwwata illa
- billah. Para pendengar radio
- rasil yang dimuliakan oleh Allah
- subhanahu wa
- taala. Puji syukur kita
- panjatkan kadirat Allah subhanahu wa
- taala. Selawat serta salam semoga Allah
- limpahkan kepada junjungan kita
- Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam, keluarga beliau, para
- sahabatnya, dan kepada kita sekalian.
- Amin ya rabbal
- alamin. Ee pertanyaannya sangat ee
- menarik sekali ya.
- Karena yang namanya
- musibah ee atau
- ujian
- ya itu sesungguhnya adalah
- jatah ee bagi
- manusia ya. Jadi apakah orang
- itu orang saleh? Ya, kalau tadi
- dikatakan oleh tidak
- beriman ya, bahwa wabunahum bil hasanati
- wasayiati lahum
- yarjiun. Jadi sama
- gitu ujiannya ee sama ee
- diberikan langsung dari Allah Subhanahu
- wa
- taala. Kalau tadi disebutkan bahwa agama
- kita itu ada pada tataran Islam, iman
- dan ihsan ya.
- Ee tentu saja ketiga tingkatan
- ini akan
- mempunyai kadar keyakinan yang
- berbeda.
- Sekaligus ee ketika mendapatkan ujian
- dari Allah, maka ketiga tingkatan ini
- juga reaksinya juga
- berbeda-beda. Hm. Tentu saja kita
- sebagai
- manusia ee kita ini ya bisa juga diuji
- oleh keluarga, bisa diuji oleh istri,
- bisa diuji oleh anak kita sendiri, gitu.
- Maka di sini ee tentu akan berbeda
- reaksi atau
- sikap ee yang ada pada tiga makam ini.
- Makam Islam, makam iman, dan makam
- ihsan. Ya, karena sesungguhnya Islam,
- iman, ihsan ini adalah ee kadar daripada
- keyakinan kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Ya, tentu saja orang yang berada di
- makam ihsan ini pasti mempunyai satu
- kadar
- keyakinan yang paling tinggi di sisi
- Allah Subhanahu wa
- taala. Oleh karena memang orang yang
- berada di makam ihsan ini mempunyai
- satu ee kadar keyakinan yang paling
- tinggi ya. Dia yakin betul kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Sehingga musibah
- apapun ya yang diturunkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala tetap sebagaimana
- yang telah dinyatakan oleh Allah. La
- khaufun alaihim wum
- yasalun. Jadi tidak pernah takut, tidak
- pernah bersedih, tidak pernah ee galau
- gitu ya. Karena memang keyakinan itu
- betul-betul ee memberikan apa namanya
- jawaban. Benteng gitu. Benteng.
- Nah, atau dengan kata lain ya, bagi yang
- kita berupaya berada di makam ihsan atau
- makam iman
- sekalipun tentu saja berbeda dengan
- orang yang berada di makam
- Islam apalagi yang tidak beriman sama
- sekali.
- Sehingga bagaimana ketika mendapatkan
- musibah orang yang tidak punya keyakinan
- kepada Allah, merasakan ee
- kepanikan, kemudian ee galau dan lain
- sebagainya itu pasti akan dirasakan.
- Sehingga di sini ee yakin itu memberikan
- satu
- benteng ee yang sangat ee
- memberikan ee apa namanya? pertahanan
- yang cukup
- kokoh. Hm.
- ya. Sehingga ee dari sisi ee perasaan
- karena sesungguhnya ketika orang
- itu
- diuji atau mendapatkan musibah dari
- Allah, maka
- yang sebagaimana dikatakan oleh hadis
- Nabi itu bahwa Allah itu bagaimana
- perasaan hambanya. Jadi perasaan itu
- yang menjadi ukuran. Iya. Hm.
- Sehingga ketika misalnya diuji sama
- Allah, maka ukuran
- kesabaran sementara kesabaran itu
- adalah ee pada pukulan yang
- pertama. Jadi ketika ujian pertama kali,
- pada saat pertama kali, bagaimana
- respon ee seorang hamba ketika
- mendapatkan musibah atau ujian dari
- Allah Subhanahu wa taala?
- Maka tentu sangat berbeda orang yang
- mempunyai keyakinan kuat kepada Allah
- dengan orang yang apalagi tidak
- berakidah sama
- sekali. Ini juga akan berbeda di dalam
- menghadapi ee sikap ya. Bersikapnya akan
- berbeda. Maka bagi orang-orang yang
- berada di makam iman apalagi ihsan ya.
- Ee karena ee di makam ihsan ini adalah
- puncak keimanan yang paling tinggi kata
- Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Sehingga dia betul-betul ee
- ada jaminan dia ee yakin betul bahwa
- sesungguhnya musibah itu yang menurunkan
- adalah Allah
- gitu. Sementara Allah itu adalah zat
- yang kita tuju. Bagaimana kita bersusah
- payah,
- berjuang ya. dengan
- segenap jiwa,
- tenaga, dan ee harta kita upayakan
- bagaimana untuk mencintai Allah
- Subhanahu wa taala dengan harapan bahwa
- Allah akan mencintai kita.
- Maka keyakinan itulah
- sesungguhnya yang akan memberikan
- tampilan yang berbeda pada saat manusia
- mendapatkan musibah atau ujian dari
- Allah Subhanahu wa
- taala. Sehingga ee
- perasaan-perasaan senang ee rida ya
- selalu rida dengan apa yang diturunkan
- oleh Allah Subhanahu wa
- taala ya. Apakah ujian itu dalam bentuk
- kenikmatan? Apakah hujan itu dalam
- bentuk kepahitan? Ya, maka sikapnya sama
- bagi orang-orang yang berada di makam
- ihsan. Kenapa demikian? Karena memang
- keyakinan itu yang merupakan satu
- kekuatan yang sangat luar biasa
- gitu ya.
- Sehingga di sini ee
- sesungguhnya yang perlu kita ee upayakan
- itu
- adalah ee sampai sejauh mana kita itu
- berupaya untuk
- mempertebal ee keyakinan kepada Allah
- Subhanahu wa
- taala. Nah, tentu saja di sini harus ada
- acuannya.
- Artinya ee bagaimana kita mempunyai
- keyakinan atau bagaimana kita caranya
- yakin kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Ya, maka di sini ee disebutkan
- bahwa dalalikal kitab laribu fi hudalil
- muttaqin. Ini adalah kitab tidak ada
- keraguan di dalamnya. Ya, hudalil
- muttaqin. Petunjuk bagi orang-orang yang
- bertakwa kepada Allah Subhanahu wa
- taala. sehingga sesungguhnya adalah
- sumber dari segala sumber keyakinan itu
- adalah Al-Qur'anul
- Karim. Maka bagaimana kita, jiwa kita
- ini mengupayakan semaksimal mungkin
- bahwa jiwa kita ini bisa ee memahami
- dengan sepenuh hati tentu saja dengan
- pertolongan Allah Subhanahu wa taala.
- Maka itu sesungguhnya adalah keyakinan
- yang luar biasa.
- Bagaimana sesungguhnya apaapa yang telah
- ee tertuang di dalam Al-Qur'an tuh
- betul-betul Allah mau memasukkan itu
- menjadi sebuah kekuatan di dalam jiwa
- kita.
- Artinya bahwa ee keyakinan yang
- bersumber daripada Al-Qur'anul
- Karim maka itu satu
- keyakinan yang menjadi sebuah kekuatan
- yang tidak ada
- tandingannya. Sehingga Allah Subhanahu
- wa taala sudah memfasilitasi kita.
- kita diberikan jiwa, diberikan roh,
- kemudian acuannya Al-Qur'an yang ee
- mukjizatnya yang masih berlaku hingga
- saat
- ini. Artinya kalau ini diabaikan maka
- sungguh ee dengan apalagi kita
- mau mempunyai satu
- keyakinan atau adakah ee sesuatu yang
- menumbuhkan
- keyakinan ee melebihi daripada
- Al-Qur'anul Karim.
- Makanya kita patut bersyukur,
- bergembira. Allah Subhanahu wa
- taala telah ee memberikan hidayahnya
- kepada kita dengan kesungguhan bagaimana
- ee sekaligus kecintaan kita kepada
- Al-Qur'anul
- Karim. Nah, maka di sini tumbuhnya
- keyakinan itu adalah yang paling ee ee
- apa namanya? artinya mempunyai satu
- kekuatan yang luar biasa, maka sumbernya
- adalah dari Al-Qur'anul Karim.
- Barangkali itu. Allahuam. H.
- Baik. Ada satu juga paradigma di
- masyarakat kita dan termasuk orangor
- yang mengaku Islam, Pak Ustaz, bahwa
- hidup bahagia itu adalah
- berkaca kepada masyarakat yang sudah
- tinggal di negara-negara maju. He.
- Bagaimana cara mereka bekerja? ee
- bagaimana cara mereka menata kehidupan
- itu dianggap sebagai satu pedoman
- bagaimana hidup yang ee baik itu. Namun
- faktanya dan penelitian membuktikan
- bahwa justru di negara-negara maju ini
- kita taruhlah contoh Barat misalnya
- tingkat kematian dengan bunuh diri,
- pembunuhan, kejahatan justru lebih
- tinggi, Pak Ustaz. Iya.
- Nah, tapi orang Islam yang sebenarnya
- sudah punya pegangan yaitu Islam itu
- sendiri dengan Al-Qur'an justru masih
- melihat ada kekurangan dan mereka ingin
- satu yang lebih. Nah, pandangan
- agar supaya pandangan seperti ini
- berubah tuh bagaimana, Pak Ustaz? Kita
- meyakininya ini bagaimana, Pak Ustaz?
- Edukasi seperti apa gitu. Iya.
- Kalau tadi ee ukurannya katakanlah ee
- kehidupan di luar ya, di
- mancanegara atau katakanlah misalnya di
- negara-negara yang sudah maju
- ya.
- Ee sesungguhnya begini ada pepatah
- begini.
- Hujan emas di negeri orang, hujan batu
- di negeri sendiri masih lebih enak hujan
- batu
- itu artinya di situ
- bahwa
- ternyata harta benda yang
- melimpah itu tidak membuat manusia itu
- bahagia.
- bahkan dengan
- ee jiwa
- yang menjadikan dunia menjadi sebuah
- tujuan. Ya
- kan? Bahkan jiwa itu menjadikan dunia
- sebagai
- kecintaannya. Semakin jiwa itu mencintai
- dunia maka kehidupannya akan semakin
- gersang.
- Contohnya itu
- tadi di negara-negara yang sudah maju ya
- kan di mana gemerlapanya dunia itu sudah
- ee mereka ee capai ke sana. Ternyata di
- sana tidak mendapatkan sebuah
- kebahagiaan bahkan kegersangan lebih
- banyak masalah. Iya. Jadi biangnya
- masalah itu sesungguhnya dunia.
- Jadi dari sisi ekonomi sudah terpenuhi,
- tetapi
- sesungguhnya ee apa namanya angka bunuh
- diri itu di sana ee malah lebih
- banyak. Kalau kita lihat dari sisi dinul
- Islam, maka sesungguhnya di kalangan
- kita sendiri ya, di kalangan kita
- sendiri itu kan sesungguhnya ada Islam,
- ada iman, ada
- ihsan gitu.
- Maka pada tataran pada tataran Islam
- inilah
- sesungguhnya ee apa namanya yang masih
- ee orientasinya masih kepada hal-hal
- yang bersifat ee
- dunia. Sehingga ee kalau kata orang Jawa
- itu sawang sinawang gitu. Artinya sawang
- sinawang ini seperti orang ee melihat ee
- apa namanya? Gunung kejauhan.
- Betapa indahnya gunung itu. Tapi
- dilihatnya dari
- kejauhan. Padahal kalau gunung itu kita
- parani, maka di situ banyak itu ee apa
- namanya? Ee
- bebatuan, kemudian banyak kawah-kawah
- yang sesungguhnya kalau kita lihat tidak
- indah
- gitu. Nah, maka di sini sesungguhnya
- adalah ee hakikat kebahagiaan itu adalah
- ada di jiwa.
- bukan ada di Hawa. Hawa ini adalah
- memang berjalin berkelindan dengan dunia
- ya. Sementara jiwa ini fitrahnya adalah
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala gitu.
- sehingga ee hakikat kebahagiaan itu
- ketika seseorang merasakan satu
- ketenangan ya, satu
- ketenangan dan pada saat merasakan
- ketenangan itu tidak punya
- ketergantungan kepada apa dan kepada
- siapa terkecuali kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Itulah sesungguhnya puncak
- kebahagiaan.
- Tapi ketika orang itu semakin tinggi
- ketergantungannya kepada dunia, maka
- sesungguhnya orang itu adalah ee
- mengalami satu ee
- puncak ee apa namanya?
- penderitaan. Sekaligus di situ ketika
- sudah ee betul-betul jiwa
- itu dunia menjadi segalanya.
- Maka di situ sesungguhnya sudah tidak
- ada lagi keyakinan sama sekali kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Tidak terasa.
- Ketika sudah tidak ada lagi keyakinan
- kepada Allah, maka di situlah
- sesungguhnya puncak daripada penderitaan
- hidup.
- Itu makanya
- kita ee apa namanya? Patut bersyukur,
- berterima berterima kasih kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Karena sekecil apapun keyakinan yang
- sudah ee pernah kita rasakan ini
- memberikan sebuah ee solusi
- kehidupan. Menjadikan hidup itu menjadi
- indah, ada satu
- keindahan. Ya. Kemudian dengan keyakinan
- itu semua musibah, semua ujian-ujian
- yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala maka semuanya itu Allah akan
- memberikan jalan keluar. gitu. Karena
- itu menjadi sebuah ee ketetapan yang
- sudah diputuskan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Wam yattaqillah yaj'alahu kjaarz
- min haitu
- yat. Ya. Jadi siapa yang bertakwa kepada
- Allah maka Allah akan berikan jalan
- keluar dari satu
- kesulitan. Nah artinya ayat itu kan
- menjadi sebuah keyakinan bahwa pasti
- Allah akan kasih jalan
- keluar ya. sehingga ee apa namanya
- karena mempunyai satu keyakinan bahwa
- Allah akan berikan jalan keluar, maka
- tidak pernah akan takut musibah apapun,
- ujian apapun. Karena sesungguhnya
- musibah dan ujian itu adalah turunnya
- dari Allah Subhanahu wa
- taala. Sementara kita ini bagaimana
- berupaya semaksimal mungkin supaya
- semakin dekat dengan Allah Subhanahu wa
- taala. sehingga tidak ada tidak ada yang
- perlu kita
- takut apakah itu musibah atau ujian.
- Yang hanya kita takuti hanyalah Allah
- Subhanahu wa taala. Nah,
- keyakinan-keyakinan yang semacam itulah
- sesungguhnya yang memberikan sebuah
- kekuatan yang sangat luar
- biasa. Takut itu hanya buat Allah saja.
- Bergantung itu hanya kepada Allah saja.
- Tidak bergantung kepada makhluk apalagi
- kepada dunia.
- ya. Nah, keyakinan itulah sesungguhnya
- yang memberikan keteguhan, ketenangan,
- keindahan, dan itulah sesungguhnya
- hakikat daripada kebahagiaan yang
- sesungguhnya. Banyak orang harta
- bendanya banyak tapi hatinya gersang,
- hidupnya gelisah ya. Ketika ditinggal
- sama dunianya galau dia ya. Semakin
- dikejar semakin lari dunianya, semakin
- stres hidupnya
- gitu. Jadi keyakinan kepada Allah itu
- merupakan satu kekuatan sekaligus
- kebahagiaan yang sangat luar biasa.
- Barangkali itu. Baik. Kemudian Pak
- Ustaz dalam masalah biasanya tidak lepas
- dari adanya penyesalan. Misalnya begini,
- ketika seorang mendapat masalah, dia
- akan berpikir bahwa ini terjadi karena
- dia salah langkah. Saya melakukan ini.
- Harusnya tidak. Akhirnya ketika saya
- melakukan kesalahan, saya mendapat
- masalah ini dan dia menyesalinya gitu,
- Bos. E padahal dia tidak berpikir bahwa
- ini adalah jalan Allah untuk memang
- memberikan dia ujian, ingin menaikkan
- derajatnya, memberikan cobaan, gitu.
- Nah, tapi kadang ya tidak terasa begitu.
- kita menyesali diri kita sendiri,
- menyalahkan diri, tidak ee meyakinkan
- diri bahwa ini adalah takdir gitu. He
- Allah yang mengatur semua ini. Itu
- bagaimana? Iya. Makanya begini ya ee
- orang-orang yang mempunyai keyakinan
- kepada sesungguhnya keyakinan ini kan
- iman ya.
- Kalau di dalam surat alhujurat ayat 15
- itu, innamal mukminunadina amanu billahi
- waasulihiam yartabu
- wajahaduq. Sesungguhnya orang yang
- beriman kepada Allah
- ya dan rasulnya hanyalah orang yang
- beriman kepada Allah dan rasulnya. Tumma
- lam yartabu. Kemudian dia tidak ragu.
- Nah, tidak ragu ini kan
- yakin. Sehingga pada ayat ini
- sesungguhnya adalah tidak ragu atau
- yakin ya itulah
- iman
- gitu. Nah, nah itu yang ya itu yang yang
- dinamakan dengan dengan satu ee
- keimanan. Nah,
- maka di dalam ee apa tadi ee anunya ee
- kaitannya yang tadi yang dimaksudkan
- tadi? Jadi kadang merasa bahwa ini
- kesalahan diri sendiri, tidak bahwa N.
- Nah, bagi orang-orang yang beriman
- sesungguhnya sebelum melakukan sesuatu
- itu sebelum melakukan
- sesuatu
- maka dia lapor dulu kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- ya, lapor kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, setelah lapor kepada Allah
- Subhanahu wa taala, artinya apa? Memohon
- petunjuk kepada Allah bahwa melakukan
- sesuatu karena memang ini sudah memang
- diperintah oleh Allah memohon ee
- kekuatan dari Allah Subhanahu wa taala.
- Adapun di dalam perjalanannya ini tentu
- saja di dalam kehidupan dunia ini tidak
- akan mulus ya.
- Jadi itu yang namanya inna maal usri
- yusro. Bersama kesulitan ada
- kemudahan. Jadi kesulitan dan kemudahan
- ini adalah
- sunatullah. Sesungguhnya kalau kita
- renungkan kesulitan dan kemudahan ya kan
- misalnya yang ini sulit, yang ini mudah.
- Sesungguhnya kalau kita pahami ayat itu,
- jarak antara sulit dengan mudah, itulah
- sesungguhnya
- kenikmatan
- gitu. Sehingga ketika misalnya kita di
- dalam perjalanan itu katakanlah tadi
- kepleset atau dan lain sebagainya ya
- kan.
- Orang yang yakin kepada Allah ya
- kan dia
- merasakan bahwa ketika sesuatu yang kita
- lakukan ini dia lapor dulu kepada
- Allah. Dia yakin betul bahwa ini
- sesungguhnya adalah ujian dari Allah
- Subhanahu wa taala. Ketika ini ujian
- dari Allah Subhanahu wa taala karena
- kita ini mempunyai keimanan atau punya
- keyakinan, pasti Allah akan berikan
- jalan keluarnya. itu
- satu. Kemudian yang
- kedua, bahwa di dalam kehidupan ini ee
- apa
- namanya? Ibarat cerita itu cerita
- senetron satu episode gitu. H.
- Jadi episode-episode cerita ini ee
- kemudian di tengah perjalanan kita
- kepleset. Padahal episode cerita ini ya
- masih
- 40%. Jadi artinya apa? Cerita ini belum
- 100% belum selesai. Jadi kalau ceritanya
- masih 40% ini belum bisa diterjemahkan
- gitu.
- ending-nya nanti ketika 100% inilah
- sesungguhnya ee cerita tentang hidup
- kita. Maka di situlah yang namanya
- keyakinan
- itu gitu.
- bahwa di dalam hidup ini ada satu
- proses bisa proses 20% 30% 40% tentu
- saja di dalam proses-proses ini pasti di
- situ akan terjaji akan terjadi inna maal
- usri yusro bersama kesulitan ada
- kemudahan dan itu sudah sunatullah
- gitu artinya di situ keyakinan kita
- adalah bahwa kita tidak perlu
- takut dan kita punya keyakinan
- bahwa episode cerita ini ketika sudah
- menjadi
- 100% endingnya akan dimenangkan oleh
- orang-orang yang mempunyai keyakinan
- kuat dari Allah Subhanahu wa taala.
- Kenapa demikian? Karena tadi ayat tadi
- wam yattaqillaha yaj'alahu makhrajaz min
- haitsu la yasib wamwakal fahu
- hasbuh. Ya, siapa yang bertakwa kepada
- Allah, Allah akan berikan jalan keluar
- dari satu kesulitan.
- Dan Allah akan berikan rezeki dengan
- jalan yang tidak terduga-duga.
- Wamatawakal alallah. Siapa yang
- menyerahkan urusannya itu semuanya
- kepada Allah fahu hasbuh. Maka Allah
- cukupkan
- keperluannya. Jadi endingnya itu pasti
- ayat itu nanti akan muncul ketika cerita
- 100% ini sudah selesai gitu.
- Maka keyakinan itulah
- sesungguhnya yang betul-betul harus kita
- tanamkan dalam-dalam di dalam lubuk hati
- kita. Sehingga benar-benar la khaufun
- alaihim walah hum
- yahzanun. Ya, tidak pernah sedih, tidak
- pernah berdukaita.
- Karena endingnya nanti akhir daripada
- cerita pasti akan dimenangkan bagi
- orang-orang yang beriman dan berihsan
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Keyakinan itulah
- sesungguhnya
- ee yang tidak pernah pudar ya di dalam
- jiwa orang yang beriman dan berihsan
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Sehingga benar-benar merasakan
- bahwa ee apa namanya? Stabilitas jiwa
- tadi ya. La khufun alaihim walahum
- yahzanun. Tidak pernah bersedih, tidak
- pernah ber ini betul-betul ya ee apa
- namanya?
- ee mendekati konstan ya, mendekat stabil
- lah ya, stabil karena keyakinan itu
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Maka keyakinan ini ee apa
- namanya? Power yang sangat luar biasa.
- Nah, itu yang yang yang perlu kita
- miliki. Artinya bagi orang-orang yang ee
- pada tingkatan keimanan atau tingkat ee
- ihsan ya, orang yang dimakan
- muhsin ya pasti berbedalah dengan orang
- pada tingkatan muslim ini. Ada muslim,
- ada mukmin, ada
- muhsin. Tingkat keyakinannya
- berbeda gitu.
- sehingga perasaannya juga berbeda.
- Artinya bahwa pada tingkatan muslim
- kegahlauan itu akan frekuensinya sangat
- tinggi. Sementara pada tingkatan iman
- apalagi ihsan la khaufun alaihim wum
- yzan. Sehingga di dalam surat Yunus itu
- disebutkan eh ayat 62 dan sampai 64
- itu ala inna auliya allahi la khaufun
- alaihim wum yun.
- Ketahuilah bahwa wali-wali Allah itu la
- khufun alaihim. Tidak pernah sedih dan
- tidak pernah
- berdukaita. Siapa mereka itu? Alladzina
- amanu wau
- yattaquun. Mereka itu adalah orang yang
- beriman dan bertakwa kepada Allah
- Subhanahu wa
- taala. Lahumul busro fil hayatid dunya
- fil akhirah. Ya mereka itu senang di
- dunia, senang di akhirat senang.
- likalimatillahika
- faulim. Jadi
- ee dunia akhirat akan dimenangkan oleh
- orang-orang yang beriman dan bertakwa
- kepada Allah. Dunia akhirat akan
- dimenangkan oleh orang-orang yang
- mempunyai keyakinan kuat kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Dan di situlah sesungguhnya puncak keb
- kebahagiaan hidup manusia. Kalau sudah
- la khufun alaihim wum
- yazanun. Tidak sedih, tidak dukacita.
- Cuma bukan berarti ketika orang itu
- tidak sedih, tidak berduka. Bukan
- berarti orang itu tidak pernah
- berhadapan dengan
- kesulitan. Karena dia punya keyakinan
- bahwa hidup ini adalah inna maal usri
- yusro.
- bersama kesulitan ada
- kemudahan. Sehingga sesungguhnya
- kesulitan itu bukan masalah. Itu
- sunatullah yang kita tidak boleh lari,
- kita hadapi
- gitu. Artinya mendidik kita ini tidak
- boleh cengeng
- gitu. Biar dibanting-banting mana ya
- harus
- tegak. Tentu saja kekuatan itu kita
- minta kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Kita ini adalah la haula wala quwwata
- illa billahil aliyilim. Kita gak punya
- daya, gak punya kekuatan. Yang milikmik
- kekuatan daya itu semuanya milik
- Allah. Sehingga karena milik Allah, kita
- minta saja kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Dan kita punya keyakinan pasti
- Allah akan berikan
- itu sepanjang kita mau
- bersungguh-sungguh kepada Allah.
- Walladina jahadu
- finahum subulana. Orang yang
- bersungguh-sungguh mencari jalanku, kata
- Allah, pasti akan aku tunjukkan jalanku.
- Dan sesungguhnya Allah pasti
- bersama-sama dengan orang
- muhsinin. Allah bersama-sama dengan
- orang-orang yang berada di makam
- ihsan. Allah bersama-sama dengan
- orang-orang yang bersungguh-sungguh
- tadi. Orang yang akan bersama-sama
- dengan Allah bagi orang yang mempunyai
- ee keyakinan yang tinggi kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Sehingga keyakinan ini sesungguhnya
- menjadi sebuah kata kunci di dalam
- kehidupan kita. Ya,
- jadi mungkin
- kesimpulannya keyakinan ini satu paket
- dengan pasrah dan tawakal gitu. Iya,
- persis.
- Jadi ee karena orang itu sudah ee yakin
- luar biasa kepada Allah Subhan ya sudah
- segala sesuatunya itu kita serahkan saja
- kepada Allah. Wam yatawakal alallah
- fahua hasbuh. Ya. Jadi siapa yang
- berserah diri kepada Allah maka Allah
- akan cukupkan keperluannya. Jadi kita
- gak perlu mikir apa-apa lagi. Sudah
- serahkan Allah saja.
- Karena pasti Allah itu akan memberikan
- yang terbaik buat hambanya. Itu sudah
- rumus
- gitu. Gitu. Jadi apapun Nah ini ini
- sikap ya ini kan kembali lagi kepada
- sikap yakin ya. Apapun yang diturunkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala kepada
- kita itulah yang terbaik.
- Sehingga kalau di dalam surat Albaqarah
- itu waasa asa an takrahu saian wahua
- kirhair lakum.
- Boleh jadi apa yang kamu benci itu baik
- buat
- kamu dan boleh jadi apa yang kau cintai
- itu buruk buat kamu. Allah yang tahu
- sementara kamu tidak tahu. Kata Allah.
- Jadi ini kan sebuah keyakinan gitu dan
- keyakinan ini kita peroleh dari
- Al-Qur'anul
- Karim ya kan.
- Artinya kalau ungkapan tadi itu ya boleh
- jadi apa yang kau benci itu baik buat
- kamu dan seterusnya tadi. Kalau saja
- tidak bersumber dari
- Al-Qur'an iya
- kan pasti kita tidak akan mempunyai satu
- keyakinan.
- Tapi karena ini adalah sumbernya dari
- Al-Qur'an yang sudah kita masuk menjadi
- sebuah kekuatan di dalam jiwa kita
- itu. Makanya sesungguhnya Al-Qur'an ini
- sangat luar biasa dan mukjizat
- Al-Qur'an, cahaya Al-Qur'an, sumber
- daripada segala sumber cahaya itu adalah
- ada di dalam Al-Qur'anul Karim.
- sehingga
- bagaimana ee Allah dengan sifat rahman
- rahimnya, kasih
- sayangnya. Kalau tadi ee dijelaskan
- bahwa yang bersungguh-sungguh keyakinan
- itu sesungguhnya yang menjadi sebuah ee
- motivasi di dalam ee kehidupan kita ini
- yang tidak pernah pudar gitu.
- Karena memang janji Allah
- itu betul-betul Allah bukan sekedar akan
- menunjukkan, tapi akan disertai, akan di
- ee bersama-sama dengan Allah Subhanahu
- wa taala bagi orang-orang yang
- bersungguh-sungguh menuju kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, dan itu kan
- kalimat yakin
- gitu barangkali itu. Baik, masyaallah.
- Subhanallah. Jadi, Al-Qur'an pusat dari
- solusi hidup, Ustaz. Ya, Al-Qur'an luar
- biasa. Subhanallah.
- Ya, itu tadi khonah pembahasan kita,
- diskusi juga ee yang disampaikan oleh
- Ustaz Rahmatullah di malam hari ini
- membahas tentang
- keyakinan dengan topik
- khususnya ee bagaimana keyakinan ini
- sebagai solusi dari kehidupan ketika ada
- masalah, ketika ada musibah, ketika ada
- kesulitan. Dan kami mengundang dan
- mengajak bagi Hona yang juga ingin
- berpartisipasi bersama kami di malam
- hari ini yang ingin bertanya atau
- mungkin punya pendapat ingin disampaikan
- silakan bertanya nomor telepon di
- 0218451512 atau bisa mengirimkan lewat
- SMS atau WhatsApp di 0811999720.
- Kami akan segera kembali dan melanjutkan
- kajian kita dengan tanya jawab setelah
- jeda berikut
- [Musik]
- ini.
- Lailahaillallah
- Muhammadur Rasulullah.
- Lailahaill