Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:11 [musik] 0:16 Assalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh Ustaz Joban. 0:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:22 wabarakatuh. 0:24 Bagaimana Ustaz? Sehat ya? 0:26 Alhamdulillah, alhamdulillah sehat 0:27 walafiat alhamdulillah. 0:28 Kayaknya eh 0:30 eh senyum-senyum juga nih melihat gempa 0:32 bumi politik di Amerika terjadi lagi. 0:35 [tertawa] 0:36 Alhamdulillah. 0:37 Ini kalau kalau judul-judulnya media kan 0:41 begitu Pak Ustaz, terjadi gempa bumi 0:43 politik lagi gitu ya sampai Donald Trump 0:45 marah-marah itu presidennya gara-gara eh 0:49 seorang Abdul El Sayed, nah keturunan 0:52 Mesir ya Pak Ustaz ya. 0:54 Karena banyak masyarakat menyoroti juga 0:58 ini ya muslim gitu ya. Lalu eh gerakan 1:01 politiknya progresif gitu ya. Dari New 1:04 York bergeser ke Michigan. 1:06 Nah, sebelum nanti kita ke eh nasehat 1:08 dan tausiyah khas dari langitnya bersama 1:11 Ustaz Joban, bagaimana Ustaz menyoroti 1:13 sosok ini nih Pak Ustaz? Kita mau tahu 1:14 nih siapa ini dia gitu ya? Pertarungan 1:16 apa yang dilakukan di sana gitu. 1:18 Iya iya iya. 1:20 Iya betul dari istilah Pak Angga betul 1:22 ya jadi gempa bumi ya. 1:23 He em. 1:24 Jadi betul-betul sampai sekarang kalau 1:25 kita lihat 1:26 Sampai sekarang. 1:27 di di media, di mana-mana kita di 1:29 mastig. 1:30 He em. 1:31 Ya kita kan alhamdulillah kita aktif 1:32 juga kita banyak organisasi muslim 1:34 sekarang yang aktif. 1:35 Iya iya. 1:35 Ya. Jadi memang ada beberapa faktor yang 1:37 pertama memang faktor 1:40 eh keinginan 1:42 eh generasi muda untuk ada perubahan. 1:44 He em. 1:45 Yang selama ini mereka merasa jenuh 1:48 kenapa politik Amerika ini tambah lama 1:51 He em. 1:51 itu tambah eh pesimis gitu masa 1:55 depannya. 1:55 He em. 1:56 Sekarang ini eh mereka juga ngelihat 1:57 bahwa Amerika itu pamornya sudah turun. 2:00 Orang tuh sudah apalagi punya presiden 2:02 kalau ngomongnya belintang-belintang 2:03 gitu kan. 2:04 Jadi, 2:05 sepertinya 2:07 yang menyebabkan menang itu memang 2:09 generasi muda ini ingin menunjukkan yang 2:11 kedua, 2:12 yaitu pengaruh perang Gaza ini. 2:15 Jadi, banyak orang Amerika yang masih 2:18 punya fitrah, punya nurani, 2:20 kesal gitu. Kok 2:22 kita bukannya menghentikan genosida, 2:25 malah kita mendukung. 2:27 Itu kan. Makanya kalau kita lihat 2:28 kampanyenya Mamdani, kampanyenya 2:31 apa namanya Abdul Sayyid ini, itu 2:33 [berdehem] di antaranya adalah untuk dia 2:36 mengembargo 2:38 pengiriman senjata ke Israel. 2:40 Iya. 2:41 Itu kan. 2:42 Kemudian juga 2:44 di Amerika ini kalau kita perhatikan, 2:47 kalau 2:48 calon apa saja, calon walikota, calon 2:51 gubernur, calon presiden, tidak 2:53 mendukung Israel, itu kalah. 2:55 Iya, biasanya. 2:56 Karena pengaruh lobi-lobinya 2:58 yang disebut dengan AIPAC itu kan. 3:00 AIPAC iya. 3:01 Nah, iya ini kaget sekali dari mulai 3:03 Mamdani. Bayangkan coba Mamdani ini 3:06 lawannya itu dukungannya dari dari 3:09 AIPAC, dari lobi Israel. 3:11 Dan penguasa, penguasa, ya. 3:13 Penguasa, ya, ya, ya. Dan kalah itu kan. 3:16 Iya. 3:17 Bagi mereka, what what what happen gitu 3:20 kan gitu. 3:21 Iya. 3:21 Sekarang juga sama. Kalau kita lihat 3:24 lawannya itu dapat sampai 60 juta dolar. 3:29 Eh, itu baru dari AIPAC, dari mana-mana. 3:32 Tapi tetap juga kalah. 3:33 Itu dana politik yang besar itu Ustaz 3:35 ya. 3:36 Oh, besar sekali itu. Itu kan. 3:38 Ya, jadi memang ini ini dua faktor tadi, 3:42 orang Amerika ingin ada perubahan, 3:44 kemudian juga 3:46 apa namanya perang 3:48 di Gaza ini, 3:50 itu pengaruhnya besar. Jadi, orang 3:52 Amerika ini kayak wake up, kayak bangun 3:54 sekarang ini. 3:56 Makanya mudah-mudahan sekarang ini 3:59 calon-calon yang akan datang itu mereka 4:02 mau memperhitungkan bahwa kalau saya 4:04 dapat dukungan dari AIPAC akan menang 4:06 gitu kan. Begitu juga sebaliknya, kalau 4:09 enggak didukung AIPAC kalah. 4:10 Iya. 4:12 Orang menyelamatkan dirinya. Jadi, itu 4:15 saya kira. 4:16 Ya, saya saya 4:17 kadang-kadang kita ini kalau lagi 4:19 ngobrol itu 4:20 di sini di masjid ya. Kita membayangkan 4:23 suatu hari mungkin calon presidennya itu 4:26 Abdul Sayid karena dia lahir-lahir di 4:27 sini, bisa itu. Wakil presidennya 4:29 Mamdani. Kita bayangkan itu. 4:31 Bisa [tertawa] 4:32 dia 4:33 [berdehem] 4:33 jadi calonnya. 4:34 Karena memang tadi kan ini 4:36 ya dua nama ini akhirnya ketika dia 4:39 menang di politik Amerika gitu ya dan 4:42 sistem politiknya juga masuk ke situ 4:45 gitu ya. Saya ingin konfirmasi 4:47 konfirmasi sekali lagi Ustaz 4:49 Rakyat Amerika ternyata masih menganut 4:52 perdamaianlah gitu ya. 4:54 Mereka mendukung mendukung orang-orang 4:56 yang menentang genocide, mereka 4:58 mendukung orang-orang yang menentang 5:00 militerisme yang agresif gitu ya, juga 5:03 kolonialisme mereka menentang. Berarti 5:06 di sana tuh suara-suara kemanusiaan 5:08 masih besar berarti Ustaz ya. 5:10 Besar besar dan ini dan ini juga bukti 5:13 bukti bahwa manusialah secara umum itu 5:16 Allah kasihkan fitrah. 5:18 Ya, terutama di kalangan anak-anak muda. 5:20 Dan juga kalau kita lihat 5:22 cara kampanye yang yang 5:25 alhamdulillah dua-duanya ini 5:27 mereka itu dari segi bahasa Inggris, 5:29 dari segi cara ngomong enggak emosi, 5:31 enggak marah. 5:33 Ketika kemarin ditanya oleh CNN gimana 5:36 pendapat kamu tentang tentang tentang 5:38 yang ngritik kamu kamu dianggap komunis 5:40 dan sebagainya. Dia senyum saja kan. 5:42 [tertawa] 5:43 Gitu kan. 5:44 Sama yang pidato itu Pak Ustaz kalau kau 5:47 sulit menyebutkan nama Abdurrahman. 5:49 [tertawa] 5:50 Iya. 5:50 Iya kan pidatonya itu yang cukup viral 5:52 juga. 5:53 Iya iya. Ya sekarang sekarang yang berat 5:56 melawan ini, melawan untuk jadi 5:58 senatornya nanti. 5:59 Untuk jadi senator. 6:00 Heeh. 6:00 Insyaallah ya ya. 6:01 Mmm. 6:02 Iya iya. 6:02 Baik kabar gempa ya dari Amerika. 6:05 Nah lalu Ustaz, akan ada tausiah apa nih 6:07 Pak Ustaz di Berita Langit kita pagi 6:09 hari ini? 6:10 Oke insyaallah. Ya singkat saja. 6:12 Bismillahirrahmanirrahim, 6:14 alhamdulillahirobbilalamin washolatu 6:15 wassalamu ala sayyidina Muhammad. 6:18 Wa ala alihi wasohbihi ajmain amaba'du. 6:20 Pernah ada seorang yang dikejar-kejar 6:22 sama singa. 6:24 Polisi hampir kena, tapi alhamdulillah 6:27 dia ada sumur loncat ke sumur dia pegang 6:30 tali sumur itu terus ke bawah. Dia masih 6:33 kedengaran tuh nafasnya singa. 6:35 Nah setelah singa pergi, ah dia mau 6:38 naik. 6:39 Tapi terdengar di bawahnya, di bawah 6:41 sumur itu 6:43 ada 6:44 suara 6:45 ular. 6:46 Ular besar nih lihat uh, ular besar nih. 6:48 Kalau saya jatuh mati sudah. 6:50 Maka dia mulai naik ke atas tapi 6:54 di atas lihat ada 6:56 dua tikus warna hitam dan putih lagi 6:59 makanin tali itu. 7:01 Mmm. 7:01 Oh main juga. Kemudian akhirnya 7:04 digoyang-goyang itu kanan kiri kan 7:06 supaya tikusnya jatuh. 7:09 Begitu digoyang kanan kiri, itu di 7:11 tembok itu dia menemukan ada sesuatu 7:13 yang basah. 7:15 Di dirasain ternyata madu. 7:18 Akhirnya dia lupa tuh. 7:20 Karena dia memang dia lapar, haus makan 7:22 madu itu. 7:24 Lagi makan madu rupanya tikus 7:27 sudah memutuskan tambang itu. Jatuh ke 7:29 bawah bangun dia, rupanya mimpi. 7:32 Jadi mimpi dikejar-kejar sama singa. 7:35 Naik. 7:35 Tapi karena mimpi, mimpi itu semuanya 7:37 simbolik kan. 7:39 Apa itu singa yang mengejar dia? Yaitu 7:41 mati, malaikat maut dikejar. 7:44 Ya, kata Allah kan 7:46 Innal mautal ladzi takfiruna minhu 7:48 fainnamu laqikum. 7:50 Mati yang kita berusaha untuk 7:53 melarikannya, dia dia itu lagi lagi 7:56 chasing you sekarang itu. Ya, lagi 7:58 ngejar-ngejar kita. 7:59 Apa itu sumur? Yaitu kuburan. 8:02 Nah, di bawahnya ada apa namanya ular, 8:06 yaitu siksaan kubur. 8:08 Nah, apa itu tali itu? 8:10 Nah, itulah umur kita. 8:13 Umur kita. 8:14 Kemudian tikus 8:16 ya, hitam dan putih, apa itu? Yaitu 8:19 siang dan malam. 8:21 Jadi umur kita itu 8:23 lagi digerogoti sama siang dan malam. 8:26 Gitu kan, artinya tambah lama tambah 8:29 habis gitu umur kita ini. 8:31 Nah, ah apa itu madu? 8:33 Nah, itu dunia. 8:35 Sehingga dia lupa 8:36 ya, 8:37 umur umur dia itu. Ya, diri itu. 8:41 Jadi oleh karena itu maka kita ini dalam 8:43 hidup seperti itu. 8:45 Jadi yang yang kita sedang kita ini 8:47 sedang sedang dikejar sama mati. 8:49 Lagi dikejar mati. 8:50 Baik, kita ya nah kita mesti hati-hati 8:53 [berdehem] 8:53 menggunakan umur yang masih ada ini. 8:56 Karena umur kita lagi digerogoti sama 8:59 dua tikus itu, siang dan malam. 9:02 Baik, makanya Allah mengatakan 9:04 La tulhikum amwalukum wala auladukum, 9:07 jangan sampai dunia ini 9:09 itu melalaikan kami. 9:11 Baik, apa dunia itu? 9:13 Jabatan dunia, jabatan, harta, 9:16 perempuan, ya. 9:18 Apa saja yang men mendistrak kita, Allah 9:22 mengatakan alhakumut takatsur. 9:25 Berlomba-lomba untuk lebih kaya, lebih 9:27 banyak, itu membuat orang akhirnya 9:30 terlalai. 9:32 Maka jangan sampai lalai, jangan seperti 9:33 orang itu. Tiba-tiba terputus, akhirnya 9:36 mati. 9:37 Masuk ke dalam kubur. Makanya kita 9:39 mesti membangun kuburan kita sebelum 9:41 kita meninggal. 9:43 Sehingga ketika masuk kubur itu 9:45 ah itu kita mau mencicipi hasil 9:49 investment kita. 9:51 Sebagai penutup, kata Nabi ada dua 9:53 nikmat yang orang sering melupakan. 9:56 Di mana Pak itu? Nikmat sehat 9:58 dan free time. 9:59 Hmm. 10:00 Oleh karena itu maka kalau kita lagi 10:02 dikasih sehat, gunakan sebaik-baiknya 10:04 untuk banyak beramal saleh, berbakti 10:06 kepada orang tua, membantu orang-orang 10:08 yang tidak punya. 10:09 Hmm. 10:10 Itu kan. 10:10 Hmm. 10:11 Dan membiasakan ibadah-ibadah. 10:13 Karena kalau kita membiasakan suatu ke 10:14 amal yang baik, kita akan akan ketika 10:17 sakit, tetap kita kasih pahala. 10:19 Hmm. 10:19 Yang kedua adalah free time, waktu yang 10:22 lenggang, yang kosong. 10:23 Kita tidak tahu nilai waktu ini kalau 10:26 kita enggak enggak hidup di Gaza. 10:29 Iya. 10:29 Bikin hidup di tempat perang, 10:31 waktu mereka hanya musik hanya apa? 10:33 Orang Gaza ini tiap hari mikirin apa? 10:35 Besok makan apa? 10:37 Itu kan mau tidur di mana? 10:39 Hmm. 10:39 Nah kita ini alhamdulillah semua ada. 10:42 Ya, maka gunakanlah sebaik-baiknya dua 10:44 nikmat ini. 10:45 Nikmat sehat dan waktu yang Allah 10:47 berikan kepada kita. Ya, jadi 10:49 mudah-mudahan kisah ini menggugah kita 10:52 untuk memikirkan waktu yang kita masih 10:55 dikasih oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 10:57 Amin. 10:59 Alhamdulillah, terima kasih Pak Ustaz 11:01 atas dialog Berita Dari Langitnya di 11:04 kesempatan kali ini. Semoga Ustaz selalu 11:06 sehat. Insya Allah kita jumpa lagi pekan 11:07 depan Pak Ustaz ya. Assalamualaikum. 11:09 Amin, amin. 11:10 Waalaikumsalam Warahmatullahi 11:11 Wabarakatuh.