Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 kami 1:44 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:46 warahmatullahi wabarakatuh. 1:49 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 1:51 sholli ala sayyidina Muhammadin wa ala 1:53 sayyidina Muhammad. 1:55 Puji syukur kita panjatkan ke hadirat 1:58 Allah Subhanahu wa taala yang telah 2:00 memberikan begitu banyak nikmat pada 2:01 kita semua. Di antaranya kita bisa 2:04 menjalankan salat subuh secara berjamaah 2:06 dan kita lanjutkan untuk menghadiri 2:08 kajian rutin kita yang akan 2:12 disampaikan pada kesempatan ini dengan 2:16 Al Habib Naufal bin Abdul Qadir Al 2:19 Habsi. 2:20 Selawat serta salam semoga tercurah pada 2:23 junjungan Nabi Besar Muhammad sallallahu 2:25 alaihi wasallam beserta keluarganya, 2:27 sahabatnya, serta para pengikutnya. 2:32 Alhamdulillah, 2:34 kajian Ahad pagi ini 2:36 kita akan 2:39 laksanakan 2:40 dengan guru kita yang telah hadir di 2:44 tengah-tengah kita, 2:46 yaitu Al Habib Abdul Qhabib 2:50 Noval bin Abdul Qadir Al Habsyi dengan 2:54 tema rutin yang seperti sebelumnya 2:57 melanjutkan tema yang sebelumnya yaitu 3:00 al-ihsan. 3:01 Dengan beberapa kajian yang telah kita 3:03 ikuti mengenai al-ihsan, kita akan 3:06 berdalam mengangi materi-materi yang 3:08 selanjutnya sehingga meningkatkan 3:11 pemahaman kita mengenai apa itu al-ihsan 3:14 dan kita juga bisa mengamalkan dalam 3:18 kehidupan kita sehari-hari meningkatkan 3:20 kualitas ibadah kita dan juga bisa kita 3:24 menyampaikan kepada orang-orang terdekat 3:26 kita yang kita cintai. Dan sesi ini 3:29 adalah melalui sesi 3:32 diskusi Islami tapya diskusi. Jadi pada 3:36 saat nanti setelah kajian disampaikan 3:39 silakan bagi para jemaah dan juga para 3:42 pemirsa Rasil TV untuk jika ada ingin 3:46 yang disampaikan atau didiskusikan 3:47 dipersilakan karena ini sesi interaktif 3:50 di jemah yang jika ingin ada ingin 3:52 ditanyakan. Demikian dari kami sebagai 3:56 pembacara. Selanjutnya akan kami 3:58 sampaikan kepada Ustaz Al Habib Noval. 4:02 Tafadol Ustaz 4:10 Auzubillahisil 4:11 alim minasyaitanirrajim. 4:16 Bismillahirrahmanirrahim. 4:21 Alhamdulillah. 4:24 Alhamdulillahilladzi 4:27 aho kulla saaiin khalqahu 4:31 tumma hada. 4:34 Maha suci Allah 4:37 yang telah menganugerahkan segala 4:39 sesuatu yang dibutuhkan hamba. 4:43 Kemudian Allah turunkan hidayah 4:46 agar hamba tahu bagaimana menggunakan 4:50 anugerah tersebut. sesuai yang Allah 4:53 ridai. 4:56 Selawat serta salam kita haturkan 4:58 kehadirat Allah 5:00 atas junjungan kita, kekasih kita, 5:03 baginda kita, Nabi Muhammad 5:06 sallallahu alaihi wa alihi wasallam 5:11 dan atas keluarganya yang suci. Keridaan 5:14 Allah senantiasa selalu tercurahkan atas 5:17 istri-istri Nabi yang suci. Keridaan 5:20 Allah selalu tercurahkan atas 5:23 sahabat-sahabat Nabi yang mulia. 5:27 MaaSyiral hadirin 5:29 wal hadirat 5:31 kajian kuliah subuh 5:34 dan juga pemirsa setia Rasil TV. 5:38 Asalamualaikum 5:40 warahmatullahi wabarakatuh. 5:47 Melanjutkan kajian al-ihsan 5:51 di bawah topik tariqul wusuli ilallah. 5:58 Tata cara 6:00 untuk mencapai 6:03 Allah. 6:05 Cara untuk lebih mengenal Allah 6:10 pada hari ini temanya adalah 6:14 rida 6:16 atau topiknya kenali rida. 6:20 Apa itu rida? 6:25 Saya akan membawakan firman Allah 6:26 tentang itu. Firman Allah yang subhanahu 6:30 wa taala sudah sering kita dengar, 6:32 sering kita baca. 6:35 yang terdapat di dalam surah al-Fajr 6:37 tiga ayat terakhir 6:40 firman-Nya yang berbunyi 6:46 ya ayyatuhan nafsul mutmainah 6:51 irji ilaiki 6:55 ryatan mardhiah 6:58 fadkhuli fi ibadi wadkhuli jannati 7:04 Perhatikan firmannya. 7:09 Wahai nafs 7:13 yang mutmainah. 7:16 Kata-kata nafs di sini 7:20 paling dekat diartikan dengan roh atau 7:22 jiwa. 7:24 Di dalam Al-Qur'an, 7:26 nafs yang berkaitan dengan manusia. 7:31 Nafs yang berkaitan dengan roh insan itu 7:36 ada tiga. 7:39 Yang pertama apa? Annafsil lawwamah 7:45 yang artinya nafs atau jiwa 7:50 yang 7:52 mengomentari 7:54 menegur dirinya sendiri. 7:59 Yang kedua apa? 8:01 Annafs alammarah 8:03 bisu. 8:05 Jiwa yang 8:10 mengajak pemiliknya untuk berbuat dosa, 8:15 condong kepada dosa. 8:17 Dan yang terakhir yang barusan kita 8:20 sebutkan, annafsul mutmainah. 8:25 Jadi, jiwa atau nafs manusia itu ada 8:28 tiga model. Yang pertama lebih condong 8:31 menggiring manusianya untuk berbuat 8:33 dosa. Yang kedua 8:36 sering menegur, sering mengingatkan 8:43 dirinya sendiri agar selalu berada di 8:46 jalur kebenaran, agar selalu ada di 8:49 jalannya Allah. Yang kedua ini 8:52 fifty-fifty. Kadang dia saleh, kadang 8:56 dia fasik, kadang dia beriman. 8:59 kadang kurang imannya. 9:05 Di dalam ayat yang barusan kita bacakan 9:07 di surah Al-Fajr, 9:09 Allah memanggil, Allah 9:14 mengajak 9:16 jiwa yang mutmainah ini. Mutmainah salah 9:20 satu pemahamannya adalah jiwa yang 9:22 tenang. Itu pemahamannya yang mudah. 9:25 Sedangkan mutmainah itu jauh di atas 9:28 tenang. 9:30 Kembalilah engkau 9:33 kepada Tuhanmu. Iri ilabiki. Perhatikan 9:36 radiatan 9:39 mardhiah dalam keadaan rida kepada Allah 9:44 dan diridai. 9:47 Salah satu hikmah dari ayat ini apa? 9:50 Allah mengajarkan 9:52 salah satu cara untuk mendapatkan rida 9:55 Allah, kita sebagai hamba harus rida 10:00 terlebih dahulu kepada Allah. 10:05 Seorang wali min auliyaillah pernah 10:07 menegur sahabatnya yang lagi doa. 10:11 Doanya, "Ya Allah, anugerahkan aku 10:14 ridamu." 10:16 Sang wali menegur bilang apa? Enggak 10:18 malu kamu. Kamu minta Allah rida 10:21 kepadamu, sedangkan kamu belum rida 10:24 kepada Allah. 10:32 Dan Allah mengakhiri firmannya, 10:34 perhatikan. 10:38 Fadkhuli fi ibadi. 10:43 Maka masuklah fi ke dalam hamba-hambaku 10:50 sebelum Allah mengakhirinya dengan 10:53 wadkhuli 10:55 jannati. 10:59 Maksudnya apa? Bergabunglah kamu bersama 11:02 hamba-hambaku yang lain. Hamba-hambaku 11:05 yang sudah mencapai level kerohanian 11:07 tertinggi. 11:11 Ketika sudah bergabung dengan 11:13 manusia-manusia suci seperti para 11:15 anbiya, seperti para rasul. 11:18 Ketika sudah bergabung masuk surganya 11:21 juga bersama-sama. 11:31 Di dalam ayat ini juga 11:34 ada beberapa poin yang harus 11:36 diperhatikan. 11:39 Di firman Allah, "Ya ayyatuhan nafsul 11:41 mutmainnah." 11:43 di mana mengarahkan 11:45 bahwa semua manusia, semua jiwa 11:50 pada hakikatnya, 11:52 aslinya, 11:54 fitrahnya 11:56 mutmainah. 11:58 Tetapi setelah dia lahir di muka bumi, 12:01 dia terkontaminasi. 12:05 Pengaruh pergaulan 12:07 dan juga pengaruh pendidikan. 12:18 Namun jiwa yang tidak terpengaruh dengan 12:21 kontaminasi atau selamat dari 12:23 kontaminasi. 12:27 Kita semua lahir dalam keadaan fitrah. 12:32 Lahirnya dalam keadaan fitrah. Namun 12:35 dalam beranjak dewasa, 12:38 kita akan mengalami beberapa kendala 12:41 yang menguji keimanan kita. 12:45 Memang sudah qada wa qadarnya demikian. 12:56 Karena tema kita hari ini adalah 12:58 membahas tentang rida. 13:01 Kita sebagai seorang hamba 13:05 harus mendidik diri, harus belajar 13:08 bagaimana bisa rida kepada Allah. 13:13 Karena pada hakikatnya, pada dasarnya 13:16 sejak azali Allah sudah mencintai 13:18 hamba-Nya. Allah sudah mencintai kita. 13:26 Kata-kata mardhiah, kata-kata rida 13:31 yang dirasakan oleh jiwa, 13:34 kita bisa menemukannya dalam firman 13:36 Allah yang lain seperti di surah 13:39 Al-Qaria'ah. 13:42 Perhatikan firmannya. Faamma manqulat 13:45 mawazinuh 13:47 fahua fiisyatin 13:49 rodiah. 13:53 Barang siapa yang timbangannya 13:57 berat karena amal saleh, dia akan hidup 14:01 di alam akhirat dalam keadaan rida. Dan 14:06 juga di dalam Al-Qur'an di surah 14:09 Al-Ghasyiah 14:10 Allah berfirman apa? Wujuhun yaumaidin 14:14 naima. Nanti di hari kiamat ada 14:18 wajah-wajah yang memancarkan kenikmatan. 14:23 lisaiha radiah. Dia rida atas apa upaya 14:29 ibadah dia selama ini. Dia rida 14:34 fi jannatin 14:36 aliah. 14:38 Jiwa-jiwa ini akan berada di surga yang 14:41 sangat tinggi. 14:45 Jika 14:47 ada pertanyaan rida itu sebenarnya 14:49 seperti apa? 14:52 Bagaimana saya bisa mengenal ini 14:54 ridakah, 14:56 ini pasrahkah, 14:59 ini ikhlaskah 15:01 atau tawakal? 15:03 Bagaimana membedakannya jika ada 15:05 pertanyaan seperti itu? Maka penjabaran 15:08 yang paling mudah dicerna 15:11 sebagaimana yang pernah disampaikan oleh 15:13 seorang ulama, 15:15 seorang wali min auliyaillah, beliau 15:17 berkata, "Arid sururul sururul qalbi 15:25 bimurril qada." Yang artinya apa? 15:30 Hati tetap senang 15:33 kepada sang rab. 15:37 terhadap 15:39 qada wa qadarnya yang pahit. 15:43 Jadi rasa tetap senang yang kita rasakan 15:50 bahagia, yang kita rasakan gembira, yang 15:53 kita rasakan senang 15:57 tatkala kita mengalami takdir Allah yang 16:00 teramat pahit. Tapi yang kita rasakan 16:03 apa? 16:07 Bukan sedih, 16:10 senang. 16:16 Berbeda sama musibah, 16:20 berbeda dengan musibah. 16:26 Perhatikan firman Allah Subhanahu wa 16:28 taala yang berbunyi, 16:33 "Maaf, perhatikan sabda Rasulullah 16:36 sallallahu alaihi wasallam 16:39 yang berbunyi, "Man rodya minallahi 16:43 taala 16:46 bilqalili minar rizqi 16:49 radhiallahu taala anhu bilqalili minal 16:53 amali. 16:56 yang artinya apa? Rasulullah bersabda, 17:00 "Barang siapa yang rida atas karunia, 17:04 atas rezeki, atas harta yang Allah 17:07 berikan yang sedikit, orang yang rida 17:10 atas rezekinya yang sedikit 17:13 yang Allah kasih, Allah akan rida 17:16 kepadanya 17:19 atas amal ibadahnya yang sedikit. 17:24 Jadi manusia yang ditakdirkan oleh Allah 17:27 Subhanahu wa taala hidup di dunia ini 17:31 dalam keadaan ekonomi yang susah atau 17:35 minus. 17:37 Rezekinya sedikit. Dalam arti apa? 17:42 Rezekinya sedikit bukan karena dia 17:44 malas, 17:46 bukan bukan karena dia tidak berusaha. 17:50 Bukan karena dia tidak ikhtiar. 17:53 Dia sudah berusaha, 17:56 dia sudah berikhtiar, 17:58 dia sudah berupaya, 18:00 tetapi hartanya tetap sama, kekayaannya 18:06 tidak bertambah. 18:08 Orang yang hidupnya seperti itu positif 18:11 100%. Allah uji dia dengan kemiskinan. 18:15 Allah uji dia dengan sedikitnya harta. 18:20 Dan itu tidak terjadi kepada semua 18:22 orang, hanya manusia-manusia pilihan. 18:30 Fakta di lapangan menunjukkan 18:34 hamba-hamba Allah ada yang hidupnya di 18:36 bawah garis kemiskinan bukan karena 18:38 ujian, tetapi salah mengambil jalur 18:42 mencari rezeki. Atau tata caranya 18:45 mencari rezeki salah. manajemen 18:48 keuangannya tidak rapi. 18:51 Sebagaimana 18:53 ada hamba-hamba Allah yang nonmuslim, 18:56 miskin, 18:58 tidak kaya. 19:01 Walaupun mayoritas mereka berada karena 19:03 Allah janji surga mereka di dunia, 19:05 tetapi mereka juga ada yang tidak kaya. 19:12 Karena sebagaimana yang Allah juga 19:14 cantumkan di dalam Al-Qur'an ada hablum 19:17 minallah dan hablum minannas. 19:21 Ada tata cara bagaimana engkau menjadi 19:23 manusia yang sukses. Tetapi 19:27 tatkala Allah menguji 19:29 tata caranya sudah tepat. 19:32 Tetapi Allah tidak sukseskan. Allah 19:35 sengaja menggagalkan. 19:38 Di dalam hadis qudsi Allah berfirman 19:40 apa? 19:41 Ada seb ada beberapa hambaku 19:45 yang apabila dia minta surga 19:51 yang luasnya tujuh lapis langit dan bumi 19:54 aku kasih. 19:57 Tetapi hamba yang sama dia minta dariku 20:01 kulit kering. Kulit yang sudah mengering 20:05 untuk dimakan. 20:07 Aku tidak kasih 20:11 hamba yang sama. Allah bilang apa? Dia 20:13 minta surga yang luasnya tujuh langit 20:17 aku kasih. Dan dia yang sama dia minta 20:21 kulit kering untuk dimakan karena lapar. 20:24 Aku tidak kasih. 20:27 Ada beberapa hamba yang aku lakukan itu 20:30 kepadanya. 20:32 Kenapa? 20:34 karena itu lebih baik untuknya. 20:40 Ada juga hadis qudsi yang beberapa kali 20:43 saya sudah pernah sampaikan di majelis 20:45 ini ataupun di majelis yang lain. Hadis 20:48 qudsi firman Allah yang berbunyi, 20:51 "Ya bna adamaka 20:53 ma yakfika wa anta tatlubu ma yutika 20:58 la biqilin taqna wirin tasba." 21:02 Wahai anak cucu Adam, harta yang sudah 21:05 ada denganmu, harta yang sudah aku kasih 21:08 cukup sebenarnya. Tetapi kau minta 21:11 lebih, minta tambah dan tambah. Padahal 21:15 rezeki yang bertambah, rezeki yang 21:17 berlebihan akan membuatmu zalim. Rezeki 21:21 sedikit 21:23 tidak kau syukuri. Rezeki banyak kau 21:26 tidak puas. 21:31 Memang itu salah satu karakteristik 21:34 manusia. 21:41 Maka perhatikan sabda Nabi tadi, orang 21:45 yang rida kepada rezeki Allah yang 21:47 sedikit, amal ibadah yang sedikit Allah 21:49 ridai. Dalam kata lain, 21:54 kalau kita ingin masuk surga 21:57 dan mendapatkan rida Allah Subhanahu wa 21:59 taala, di mana rida itu jauh lebih besar 22:02 dibandingkan surga, salah satu caranya 22:04 yang paling simpel apa? 22:07 Rida hidup miskin. 22:10 Apabila itu ujian. 22:12 Kenapa? Tatkala manusia rida atas rezeki 22:15 yang sedikit, Allah akan rida amal 22:18 ibadahnya yang sedikit. 22:21 Tidak perlu banyak qiyamulail, tidak 22:25 perlu banyak zikir, cukup salat fardu, 22:30 puasa wajib, 22:32 zakat enggak mungkin, miskin 22:37 apalagi sedekah. 22:40 Dalam kata lain juga 22:42 seorang yang melakukan amal ibadah yang 22:46 banyak 22:48 tetapi Allah tidak rida, maka tidak ada 22:51 nilainya di hari kiamat. 22:59 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 23:00 bersabda, "Apa? Idza ahabballahu abdan 23:03 ibtala 23:06 fainara 23:08 ijtaba 23:09 wain radiya istofa. 23:13 Dalam hadis Nabi ini Rasulullah 23:15 menjelaskan bahwa manusia dalam 23:18 menghadapi ujian dua macam. 23:22 Mukmin, maaf mukmin yang muslim dalam 23:25 menghadapi ujian dia dua macam. Yang 23:28 pertama sabar, yang kedua rida. 23:33 Rasulullah bersabda apa? Apabila Allah 23:36 ingin menunjukkan cintanya kepada hamba, 23:39 Allah uji dia dengan ujian tambahan. 23:43 Jadi ketika Allah mencintai, ingin 23:45 tunjukkan cintanya kepada hamba, 23:49 apa yang Allah lakukan? 23:51 Allah tambah ujiannya 23:56 sebagaimana yang Allah lakukan lakukan 23:58 kepada para nabi-nabi dan rasul. 24:01 Nabi Allah Ayub Alaih Salam tidak pernah 24:05 berbuat zalim, tidak pernah berbuat 24:07 dosa, tidak pernah tidak beribadah. 24:10 Tiba-tiba Allah uji dia dengan 24:12 kelumpuhan, 24:14 kewafatan anak, kebangkrutan harta, 24:18 sehingga harus menceraikan semua 24:20 istrinya dan meninggalkan satu 24:23 selama 12 tahun. 24:26 Dan apa yang Allah abadikan dalam 24:28 Al-Qur'an? 24:29 Sabdanya, 24:31 "Rabbi inniadru 24:34 wa anta arhamurahimin." Dia bilang apa? 24:37 Ya Allah, aku terkena keburukan, aku 24:40 terkena musibah dan Engkau yang Maha 24:42 Rahman, Maha Rahim. Dia enggak sebut, 24:45 dia enggak bilang, "Kenapa kau uji aku?" 24:51 Nabi Allah Nuh dan Nabi Allah Luth 24:53 Alaihialam diuji dengan istri yang 24:58 masyaallah 24:59 neraka neraka dunia. 25:04 Salah satu surga dunia apa? istri yang 25:06 salehah, 25:09 istri yang berbakti kepada suami. 25:12 Itulah yang disabdakan oleh Rasulullah. 25:16 Jadi orang yang diuji dengan Allah 25:19 sebagaimana Nabi Allah Nuh dan Nabi 25:21 Allah Luth diuji dengan istri yang 25:23 teramat sangat 25:26 parah, buruk akhlaknya. 25:29 Itu ujian. 25:31 Bedanya apa? 25:33 Nabi Nuh dan Nabi Luth tidak boleh 25:36 cerai. Tidak bisa cerai. Kenapa? Karena 25:40 pernikahan mereka perintahkan, 25:43 "Nikahilah Fulana." 25:46 Jadi enggak mungkin dia cerai. Dia harus 25:49 terima ujian itu. 25:52 Berbeda sama kita. 25:56 Jadi manusia dalam menghadapi ujian 25:59 hanya dua, 26:02 sabar menghadapi ujian. Ketika kita 26:04 sabar menghadapi ujian, apa pahalanya? 26:07 Allah ijtaba. 26:10 Apa ijtabah? Allah mensucikannya dari 26:13 segala macam dosa. 26:19 Ada jenis yang lain. Begitu ada ujian, 26:21 apa yang dia 26:23 respon? 26:25 rida. 26:29 Rida atas ujian tersebut dalam arti apa? 26:32 Bersyukur. 26:35 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 26:36 bersabda, "Mukmin itu 26:40 beruntung. 26:43 Apabila mendapatkan rezeki dia bersyukur 26:47 dapat pahala. 26:49 Dia mendapatkan ujian, dia sabar dapat 26:54 pahala. 26:55 Itu mukmin kondisinya untung. 26:59 Namun mukmin level ba menengah ke bawah. 27:05 Mukmin level menengah ke atas. Enggak 27:09 begitu. 27:10 Apabila dia mendapatkan rezeki 27:14 karunia, dia ketakutan. 27:18 Apabila mendapatkan ujian 27:22 dia bersyukur. 27:27 Kenapa ketika dia mendapatkan rezeki 27:29 karunia dia ketakutan? Karena Rasulullah 27:32 juga bersabda, "Apabila Allah ingin 27:35 menghancurkan seorang hamba, ingin 27:38 memasukkannya ke dalam neraka, Allah 27:40 kasih dia harta yang berlimpah agar dia 27:43 semakin jauh. 27:49 Jadi dia takut kalau dapat rezeki yang 27:51 banyak. 27:52 Apa ini ujian? Dan di dalam sejarah 27:56 tercatat Amirul Mukminin mertua Nabi 28:00 Umar bin Khattab radhiallahu anh di era 28:05 pemerintahan beliau 28:07 zaman di mana mukminin sejahtera sampai 28:11 ke tingkatan tidak ada lagi penduduk 28:14 Makkah. Madinah dan di sekitar tanah 28:18 Arab yang menerima zakat tidak ada yang 28:21 berhak. Semua sejahtera. 28:24 Sehingga terpaksa duit zakat 28:27 disalurkan di luar tanah Arab. Salah 28:32 satunya ke Habasyah yang sekarang 28:34 dikenal dengan Ethiopia. 28:39 makmur di era pemerintahan Amirul 28:43 Mukminin, mertua Nabi Umar bin Khattab. 28:45 Ketika itu terjadi, apa yang dia buat? 28:48 Dia berangkat dari Madinah pergi ke 28:50 Makkah 28:53 doa di depan Ka'bah minta maaf, minta 28:56 ampun. Ya Allah, apa dosaku? 29:00 Apa salahku? Ya Allah, tunjukkan bar aku 29:04 minta maaf. Kondisi ini tidak pernah 29:07 dialami oleh kekasihmu Rasulullah. 29:10 Bahkan tidak dialami oleh penerusnya Abu 29:13 Bakar. 29:15 Ketakutan dia. Jangan sampai gara-gara 29:18 kesejahteraan ini ujian. 29:22 Tapi ketika para mukminin yang menengah 29:26 ke atas mendapatkan 29:28 ujian, 29:30 dia bersyukur. Kenapa? 29:36 Contohnya mudah. Apabila kita memiliki 29:40 anak atau murid 29:43 dan dia melakukan kesalahan, 29:46 apa yang kita lakukan? Kita menegur. 29:49 Kenapa kita menegur? Karena kita 29:52 menunjukkan kita sayang sama dia. Kita 29:55 tidak mau dia selalu berada di jalur 29:57 yang salah. Kita didik dia, kita tegur 29:59 dia, bila perlu kita marahin dia untuk 30:02 menunjukkan kepedulian kita. Hamba yang 30:06 diuji oleh Allah, Allah tunjukkan 30:08 kepedulian Allah kepadanya. Allah 30:10 tunjukkan sayangnya Allah kepadanya. 30:14 Maka itulah kenapa para hamba aula, 30:16 hamba Allah yang aulia bersenang. 30:20 Allah menunjukkan kasih sayangnya 30:23 kepadaku. 30:25 Levelnya sudah berbeda. 30:35 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 30:37 mengisahkan, 30:39 "Nanti di hari kiamat, 30:42 nanti 30:43 di hari kiamat 30:46 ada sekelompok 30:48 orang dari umat Nabi Muhammad 30:54 ketika bangkit dari kubur ini di yaumil 30:58 kiamah nih. Ketika bangkit Allah kasih 31:01 mereka semua sepasang sayap. 31:05 Ada sekelompok dari umat Nabi Muhammad 31:07 ketika dibangkitkan langsung memiliki 31:09 sayap. 31:12 Mereka terbang jalan-jalan ke sana 31:15 kemari ke surga. Di hari kiamat nih 31:18 malaikat lihatnya bingung. 31:21 Malaikat bertanya, 31:25 "Kamu sudah dihisab belum?" 31:28 Mereka jawab apa? Kami belum dipanggil 31:31 hisab. Kami tidak melalui mengalami 31:34 hisab. Sedangkan mereka hari kiamat 31:37 begitu bangkit dari kubur langsung 31:38 dikasih sayap langsung terbang langsung 31:40 ke surga. 31:42 Malaikat tanya, "Kamu sudah dihisab?" 31:45 Mereka bilang, "Tidak." 31:47 "Kamu sudah jalan di dalam di atas 31:49 siratul mustaqim?" Kami enggak lewat. 31:54 Sudah lihat neraka, mampir ke neraka. 31:56 Karena ketika kita jalan di atas siratul 31:58 mustaqim, insyaallah dengan rahmat Allah 32:01 neraka kita lewatin. 32:04 Ada yang selamat, ada yang tidak. 32:05 Insyaallah kita tergolong hamba Allah 32:07 yang selamat. 32:10 Ditanya lihat neraka tidak? Gak. 32:14 Malaikat tambah bingung. Malaikat tanya, 32:17 "Kamu umatnya siapa?" 32:20 Mereka bilang, "Kami umatnya Nabi 32:21 Muhammad." 32:24 Malaikat balik bertanya, "Tidak heran, 32:28 tapi apa amalan kamu di dunia 32:31 sehingga kamu ketika dibangkitkan enggak 32:34 pakai hisab, enggak pakai apa. 32:37 Sebagaimana hamba Allah yang lain ketika 32:40 dibangkitkan digiring, dikumpulin, 32:44 nunggu antrian untuk dia hisab, 32:48 berdiri. 32:51 Ini enggak apa jawaban mereka. Amal 32:54 ibadah kami cuman dua. 32:57 Yang pertama, tatkala kami sendirian 33:01 di ruangan 33:03 tersendiri, 33:05 kita tetap menjaga rasa malu kepada 33:07 Allah. Kita tidak pernah berbuat dosa 33:11 walaupun dalam keadaan sendirian. 33:16 Yang kedua, 33:18 kami selalu rida atas takdir Allah yang 33:22 sangat parah dan sangat pahit dan sangat 33:25 pedih. 33:27 Hanya itu. 33:32 Kelompok ini 33:34 itu dapat syafaatnya langsung minallah. 33:39 Langsung Allah yang kasih. 33:44 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 33:47 posisinya berbeda. Kepeduliannya, 33:50 kecintaannya kepada umat luar biasa. Dia 33:53 akan tetap mendampingi kita. 34:16 bukti kecintaannya, 34:18 bukti kepeduliannya Rasulullah 34:20 sallallahu alaihi wasallam dan kita juga 34:23 berada di bulan di mana beliau lahir. 34:27 Saya ingin ingatkan doa yang Rasulullah 34:30 sallallahu alaihi wasallam ajarkan 34:32 kepada kita. Apa 34:35 doanya? 34:38 Rodina billahi rabba 34:42 wabil islami dinina 34:46 wabiuhammadin 34:47 nabiya wa rasula. Perhatikan 34:51 ini doa yang Rasulullah ajarkan kepada 34:53 umatnya 34:55 yang artinya apa? Kami rida 34:59 Allah sebagai Rabb. 35:02 Kami rida 35:04 Islam sebagai agama 35:07 dan kami rida Rasul 35:11 Muhammad. Kami rida Muhammad sebagai 35:14 rasul dan nabi Allah. 35:19 Itu yang Rasulullah ajarkan. 35:21 Sahabat-sahabat Nabi mengamalkan itu 35:23 setiap hari dalam satu hari semalam 35:26 berkali-kali mereka baca. 35:29 Dan salah satu pahalanya apa? Orang yang 35:31 mengamalkannya dengan penuh penghayatan, 35:34 Allah pasti akan menganugerahkan 35:36 ridanya. Kita sama-sama tahu diri kita 35:39 sendiri. Kita mungkin belum kuat menahan 35:43 hawa nafsu agar tidak berdosa di saat 35:47 sendirian ataupun di hadapan orang. 35:52 kita belum bisa atau belum mampu untuk 35:56 membuka hati kepada 35:59 ujian yang Allah turunkan kepada kita. 36:02 membutuhkan proses. 36:04 Dan saya ingatkan 36:07 Bapak-bapak, Ibu-ibu, 36:09 serta pemirsa Rasil TV, 36:13 saya ingatkan bahwa Allah Subhanahu wa 36:15 taala sangat amat menghargai 36:21 sesuatu yang namanya proses. 36:24 Allah Subhanahu wa taala tidak pernah 36:27 melihat hasil amal ibadah kita. Allah 36:30 tidak pernah memperhatikan hasil upaya 36:33 kita. Allah tidak pernah memperhatikan 36:36 hasil 36:38 segala bentuk niat baik ibadah. Kenapa? 36:43 Karena biar sehebat apapun tetap 36:46 hasilnya pasti kurang. Ibadah kita 36:49 sebanyak apapun pasti minus dibandingkan 36:53 dengan karunia yang sudah Allah 36:55 anugerahkan. 36:58 Alhamdulillah Allah enggak perhatikan 37:00 hasil. Yang Allah perhatikan apa 37:03 prosesnya. 37:04 Ketika kita berupaya ini untuk mencapai 37:07 apa yang Allah mau, kita berupaya upaya 37:10 kita itu yang Allah perhatikan. 37:16 Sebagaimana Rasulullah bersabda. Apa? 37:20 Niat yang baik 37:23 seorang mukmin pahalanya lebih besar. 37:29 dibandingkan dia beramal. 37:33 Karena terkadang kita sudah niat tapi 37:35 daya tidak kesampaian. 37:45 Insyaallah apa yang kita pelajari di 37:48 pagi hari ini dapat membantu kita 37:50 menjadi hamba yang rida kepada Allah. 37:53 Kita niatkan amal ibadah kita di pagi 37:55 hari ini. Amal ibadah yang memudahkan 37:57 kita mendapatkan rahmat 38:00 dan magfirah Allah Subhanahu wa taala. 38:05 Billahi taufik wal hidayah. 38:06 Wasalamualaikum warahmatullah. 38:12 Alhamdulillah kajian kita yang 38:14 disampaikan al Habib Noval sangat 38:18 menyentuh bagi kita. Karena dalam 38:21 beribadah kita intinya 38:24 mendapatkan ridanya Allah Subhanahu wa 38:26 taala. Tadi kalau disampaikan bahwa 38:27 kalau kita dilihat dari hasil ibadah 38:30 kita tentunya akan jauh, akan sedikit 38:32 bahkan mungkin kurang tapi Allah melihat 38:35 prosesnya dan jika kita mendapatkan 38:37 ridanya itulah yang paling utama. Jemaah 38:40 dan pemirsa jika ada yang ingin 38:42 dipertanyakan dipersilakan. 38:45 Habib, ada pertanyaan yang masuk. Jadi 38:50 tadi disampaikan bahwa 38:56 yang terkait dengan 38:58 kembalilah kepada Tuhanmu dengan rida 39:01 dan diridai. Dalam hal ini kita sendiri 39:04 yang rida terlebih dahulu kepada Allah, 39:07 pada ketentuan Allah. Kita rida baru 39:10 Allah meridai. Tapi dalam 39:13 surah at-Taubah, Habib 39:16 di ayat 100 39:19 itu menjelaskan bahwa 39:23 Allah rida kepada mereka dan mereka pun 39:27 rida kepadanya. Nah, dalam hal ini 39:32 dalam Al-Qur'an 39:34 surah at-Taubah tadi bahwa Allah 39:37 menyebutkan ridanya lebih dahulu sebelum 39:41 rida hamb-Nya gitu ya. Jadi Allah rida 39:44 baru rida hambanya. Bisa dijelaskan 39:48 Ustaz terkait dengan hal ini. 39:52 Baik. Di dalam surah at-taubah Allah 39:55 subhanahu wa taala berfirman, 39:59 "Wasabiquunal awaluna minal muhajirina 40:02 wal ansar walladzina tabauhum biihsanin 40:06 radhiallahu anhum waraduan." 40:10 Ini ayat lebih fokus kepada berbicara 40:15 tentang sahabat-sahabat Nabi. 40:19 Jadi yang artinya orang-orang yang lebih 40:22 awal masuk Islam golongan atau kloter 40:26 pertama 40:28 dari kalangan Muhajirin dan Anshar. 40:32 Walladzina tabauhum biihsan. dan anak 40:35 keturunan mereka yang datang setelah 40:39 mereka dan mengikuti jejak orang tua 40:43 mereka yaitu para sahabat. 40:46 Allah rida kepada mereka 40:49 dan mereka rida kepada Allah. Jadi ini 40:52 posisi khusus untuk sahabat di ayat di 40:55 surah at-Taubah 40:58 menunjukkan betapa mulianya, tingginya, 41:02 terhormatnya, 41:04 teragungnya 41:06 sahabat Nabi radhiallahu anhum khusus 41:10 untuk mereka. Kenapa? Karena mereka 41:12 mengorbankan segalanya untuk Allah 41:15 dan rida Allah itu kecipratan. Jadi di 41:19 dalam ayat ini juga bisa menjadi bukti 41:21 bahwa di dalam Islam tidak ada dosa 41:24 turunan, tapi apa? Karunia turunan 41:28 seperti rida, seperti rahmat, seperti 41:31 magfirah itu anak keturunan bisa dapat. 41:36 Jadi yang baik 41:38 keturunan bisa kecipratan. 41:40 Yang buruk tidak. Kenapa? Allah 41:43 berfirman, "Wala taziru waziratun wizza 41:46 ukhra. 41:48 semua menanggung dosanya sendi sendiri. 41:51 Dan sebenarnya firman Allah Subhanahu wa 41:54 taala yang Allah sebutkan radhiallahu 41:56 anhum ridanya lebih dahulu itu di dalam 42:00 Al-Qur'an disebut sampai empat kali 42:01 sebenarnya. 42:03 Dan itu semua berkaitan sama 42:06 sahabat-sahabat Nabi. 42:08 Berbicara tentang sahabat-sahabat Nabi 42:12 yang sudah pasti positif masuk surga. 42:18 Jika ada pembahasan, jika ada perdebatan 42:23 tentang sahih atau tidaknya riwayat 42:29 sahabat yang dapat jaminan surga. Kan 42:32 ada perdebatan. Kenapa terjadi 42:35 perdebatan? Karena Rasulullah ditanya, 42:40 "Ada jaminan surga enggak?" Rasulullah 42:42 bilang, "Enggak ada. 42:43 Tidak ada yang dijamin masuk 42:46 surga. Rasulullah sendiri yang bersabda, 42:49 "Kita kalau masuk surga lewat rahmat 42:52 Allah. 42:54 Termasuk engkau wahai Rasul, termasuk 42:56 saya. Aku masuk surga dengan rahmat 42:59 Allah bukan karena 43:01 kedudukan saya, ketawaduannya 43:04 Rasulullah. 43:07 Padahal surga itu yang pertama kali 43:10 masuk beliau. 43:13 Jadi perdebatannya di situ kan enggak 43:15 ada jaminan. Nah, firman Allah yang 43:18 seperti ini yang menjamin. 43:23 Insyaallah jelas ya. 43:26 Ya, makasih. Jadi itu yang dalam surah 43:29 Taubah lebih kepada para sahabat. Jadi 43:31 intinya p kita adalah rida dari diri 43:34 kita sendiri lebih dulu baru mendapatkan 43:37 ridanya Allah. Kita rida atas apa 43:39 ketetapan yang Allah berikan kepada 43:41 kita. Nah, selanjutnya di mana posisi 43:43 rida orang tua nih, Bib? Tadi rida kita, 43:46 rida Allah, rida orang tua, orang tua 43:48 ada di mana ya? 43:48 Baik. 43:50 Jadi, sebagaimana kita sebutkan tadi di 43:52 awal bahwasanya salah satu cara untuk 43:56 mendapatkan rida Allah adalah kita lebih 43:59 dahulu rida kepada Allah. 44:02 Salah satu bentuk kita rida sama Allah, 44:07 kita harus rida menghadapi orang tua. 44:12 Ada beberapa anak 44:15 yang diuji dengan orang tua yang 44:17 masyaallah. 44:19 Hatta di kalangan sahabat 44:23 dia mukmin 44:25 membela Allah, ibunya, ayahnya. 44:28 Masyaallah. 44:31 berlawanan. 44:33 Termasuk salah satu sahabat Nabi 44:37 yang merupakan putra dari Abu Jahal, 44:42 bapaknya 44:44 musuh nomor satu Rasulullah yang 44:47 Rasulullah sebut firaunnya umat ini Abu 44:50 Jahal, anaknya mukmin. 44:55 Contoh nih 44:58 sama sahabat Nabi yang bapaknya pimpinan 45:02 nomor satu munafikin 45:05 yang Allah bongkar kemunafikannya di 45:08 dalam Al-Qur'an. 45:11 Dia bilang sama Rasulullah, "Ya 45:12 Rasulullah, ayahku sudah Allah bongkar 45:15 munafik. Hukum Allah mengatakan munafik 45:18 dipotong kepalanya. Biarkan aku yang 45:21 menyembelih ayahku. Jangan algojo. 45:25 Rasulullah tanya, "Kenapa?" 45:27 Karena aku takut ketika Algojo yang 45:29 menyembelih aku tidak rida. Aku lihat 45:32 dia, aku ingat dia yang menyembelih 45:33 ayahku. Takut setan masuk ya Rasulullah. 45:37 Rasulullah bersabda, "Pak, aku tidak 45:39 turunkan hukuman mati 45:41 atas ayahmu." Padahal di dalam Al-Qur'an 45:45 jelas-jelas Allah bilang apa? Munafik 45:47 dipotong kepala. Rasulullah tidak 45:49 lakukan. Kenapa? Rasulullah bersabda, 45:51 "Aku tidak mau dicatat dalam sejarah 45:54 nabi yang membunuh sahabat-sahabatnya." 46:02 Jadi 46:05 ketika kita rida atas bentuk, perilaku, 46:08 watak orang tua kita, 46:12 kita rida contohnya itu lebih berat loh. 46:17 Lebih berat. Dan tidak semua hamba Allah 46:19 diuji dengan orang tua yang masyaallah 46:21 tidak banyak. 46:23 Justru alhamdulillah kita lebih banyak 46:26 dapat orang tua yang baik yang di mana 46:29 kita yang mencari ridanya dia. 46:32 Ketika orang tua kita baik, ketika orang 46:35 tua kita masyaallah, ketika orang tua 46:37 kita ahli ibadah, untuk mencari ridanya 46:40 lebih gampang. 46:42 Mengikuti kemauannya, menuruti, menaati 46:45 perintahnya. 46:47 mengalah atas keinginannya. 46:50 Orang tua, orang tua baik. Tapi kalau 46:52 orang tua kita, masyaallah tidak baik, 46:54 ayo gimana? 46:57 Otomatis itu juga menjadi jalan terbaik 47:02 untuk mendapatkan rida Allah Subhanahu 47:04 wa taala. Di situ letaknya 47:08 kesinambungannya. Insyaallah jelas ya. 47:11 I 47:13 BB juga ada pertanyaan. Jadi tadi dalam 47:16 kita merespon ujian gitu. Jadi kita 47:19 pertama ada sabar, kedua ada rida. 47:22 Padahal kita dalam 47:26 perjalanan hidup kita, kita suka 47:28 mendapatkan sesuatu yang menimpa diri 47:30 kita yang memang secara ee harapan 47:35 harusnya tidak seperti ini harapan kita 47:37 ini, tapi kok yang kita dapat begini 47:39 gitu. Terus akhirnya kita pertama merasa 47:42 bahwa kok Allah memberikan seperti ini 47:45 ya kepada saya. Padahal saya mau seperti 47:47 ini gitu ya. Padahal tentunya Allah juga 47:49 memberikan bahwa apa yang kita harap, 47:51 apa yang kita inginkan belum tentu 47:52 terbaik buat kita kalau kita mendalami 47:54 lebih lanjut. Tapi kadang di awal kita 47:56 merasa bahwa kenapa ya Allah memberikan 48:00 ujian atau cobaan seperti ini gitu 48:02 kepada saya gitu. pada terus juga ada 48:04 responnya adalah kita bersabar dan rida 48:06 padahal itu termasuk dalam respon yang 48:09 level menengah ke bawah ya Bib yang tadi 48:11 B sampaikan bagaimana sih kita bisa 48:13 meningkatkan kualitas ee respon ujian 48:18 atau ketetapan Allah kepada kita 48:20 sehingga kita terus meningkatkan level 48:22 kita dan kita menjadi rida dan 48:24 mendapatkan rida Allah Subhanahu wa 48:25 taala. Ya. Pertama kita harus tahu 48:30 ujian yang kita terima 48:34 bentuknya apa atau hasil dari apa. 48:38 Karena ujian itu bisa antara tiga. Ujian 48:42 itu karena kita berdosa 48:45 ya. Dan Allah ingin menghapus dosa kita 48:50 karena kita tidak pernah istigfar, tidak 48:52 pernah minta ampun. Allah sayang. Allah 48:55 bilang, "Hambaku, aku mau kau masuk 48:57 surga, dosa kau banyak. Dan surga itu 49:01 untuk manusia yang suci. Aku sucikan 49:04 engkau dengan ujian." Jadi, ujian itu 49:06 berupa apa? Penghapusan dosa. 49:10 Ini yang rata-rata sering dialami oleh 49:12 manusia. 49:14 Yang kedua, ujian yang berupa hukuman. 49:18 Nauzubillah. Allah selamatkan kita dari 49:20 itu. Allah marah. 49:22 Orang yang berbuat dosa dan ingkar tidak 49:26 mengaku bahwa ini dosa. Iya, aku berjudi 49:30 terus mau apa? Iya, aku tidak salat. 49:34 Salat tidak wajib. Itu nanti pasti Allah 49:37 akan turunkan ujian yang tidak ada 49:40 obatnya. 49:42 Yang terakhir, ujian yang Allah turunkan 49:46 untuk memuliakan hamba. Hamba ini baik, 49:49 hamba ini saleh, tetapi Allah ingin 49:51 meningkatkan derajatnya. Allah kasih dia 49:54 ujian supaya apa? Untuk dipamerkan di 49:57 hari kiamat. Lihat hambaku hebat. Aku 50:01 uji dia. 50:04 Dia tidak protes. Di dalam hadis qudsi 50:07 ada hadis firman Allah yang berbunyi 50:09 apa? 50:10 Wahai para malaikatku, tuangkan segala 50:14 bentuk ujian atas hambaku. 50:17 Aku sangat senang mendengar suaranya." 50:23 Kenapa? Setiap kali diuji sujud syukur. 50:27 Sujud syukur dan memuji Allah. 50:31 Ada hamba yang seperti itu. 50:33 Nah, jadi bagaimana kita meningkatkan? 50:35 Kita harus tahu ujiannya apa dulu nih? 50:38 Kita di kategori yang mana? 50:40 Kalau di kategori banyak dosa, maka 50:43 perbanyaklah istigfar. Mulailah dengan 50:46 salat tobat. Mulailah dengan banyak 50:48 bersedekah, banyak beramal. 50:51 Apabila kita sudah baik, rida, 50:56 merasa bangga, Allah ingin memuliakan 50:59 saya. Jadi, bagi kita bagaimana 51:01 menanggulanginya, 51:03 kita harus tahu apa akarnya dahulu. 51:08 Nah, apabila kita menghadapi atau berada 51:11 di posisi kita mengharapkan A tapi 51:13 dikaruniakan B, kita menginginkan ini 51:18 tetapi Allah tidak kasih kasih yang 51:20 lain. 51:22 Itu jawabannya simpel. Artinya apa? Apa 51:26 yang kita mau sebenarnya tidak 51:29 sinergi dengan apa yang Allah punya mau. 51:32 Ketika keinginan kita seia sekata sama 51:36 apa yang Allah punya mau, perasaan itu 51:38 tidak muncul. 51:42 Insyaallah jelas ya. 51:46 Ya, juga kalau intinya saya coba membuka 51:51 catatan yang sesi bulan lalu. Jadi, ada 51:54 hubungan dengan ee 51:58 itu rasa oleh rasa takut ya, Bib ya. 52:01 Jadi kita ee 52:04 atas apa yang meningkatkan kualitas kita 52:06 juga ada rasa takut kepada Allah 52:09 sehingga kita bisa menjalankan kualitas 52:11 ibadah kita. Karena setiap saat kita 52:14 diawasi oleh Allah Subhanahu wa taala. 52:16 Saya coba menghubungkan Bib antara rida 52:19 tadi juga dengan rasa takut yang bulan 52:22 lalu disampaikan. Jadi Allah yang 52:24 memelihara rasa ee orang yang memelihara 52:27 rasa takut kepada Allah gitu ya. terus 52:30 memiliki sifat dan kriteria-kriteria 52:33 tersendiri sehingga orang itu juga akan 52:35 menjaga ee perilaku atau menjaga 52:39 ibadahnya karena dia merasa diawasi dia 52:41 takut kepada Allah. Itu kira-kira ee 52:45 kriteria dan sifat-sifat orang yang 52:47 memelihara rasa takut menjaga kualitas 52:49 ibadahnya itu seperti apa. Ustaz bisa 52:51 bantu Jasan. 52:54 Jadi karena kita kajian kita adalah 52:57 ihsan. 52:59 kajiannya adalah al-ihsan. 53:02 Topiknya 53:04 cara untuk mengenal Allah lebih. 53:07 Iya. 53:08 Salah satu caranya 53:10 yaitu kita meneladani sifatnya 53:13 Rasulullah. 53:15 Salah satu sifat yang sudah kita kaji di 53:17 sini adalah menjaga rasa malu. 53:21 Yang kedua takut. 53:25 Ini sekarang yang ketiga rida. Mana di 53:28 antara tiga ini yang bisa kita lakoni? 53:31 Kita lakoni. 53:32 Karena jalan menuju kepada Allah bukan 53:34 hanya satu. 53:36 Ada orang bisa menjaga rasa malu lebih 53:38 mudah bagi dia dibandingkan rida atas 53:42 takdir yang pahit. Ada orang 53:44 kebalikannya. Ada orang lebih mudah 53:47 menjaga rasa takut dibandingkan menjaga 53:49 rasa malu ataupun rida. 53:53 ketiga sifat ini dan masih ada 53:55 sifat-sifat nabi yang lain yang 53:56 insyaallah akan kita pelajari 54:00 ya, Bib. Oke, Bib. ee ini sudah masuk di 54:04 akhir sesi ee masuk waktu iskok bisa 54:07 sampaikan secara kesimpulan materi kita 54:09 pada sesi pagi ini. 54:12 Saya ingin menyimpulkan 54:15 dengan 54:16 sabda Rasulullah sallallahu alaihi 54:18 wasallam yang berbunyi, 54:23 "Jauhkanlah dirimu dari 54:26 hal-hal yang Allah haramkan. 54:29 Kau akan menjadi hamba 54:32 yang menghamba kepada Allah. 54:35 Ridalah atas apa yang Allah tentukan. 54:39 Kau akan menjadi manusia yang sangat 54:43 kaya. 54:45 Berlaku ihsanlah kepada tetanggamu. 54:49 Kamu akan tercatat sebagai mukmin 54:52 sejati. 54:53 Cintailah saudaramu sebagaimana kau 54:56 mencintai dirimu. Kau akan tercatat 55:00 sebagai muslim sejati. 55:03 Dan kurangilah tertawa 55:07 karena banyaknya tertawa 55:10 mematikan hati. 55:14 Ini yang Rasulullah sallallahu alaihi 55:15 wasallam sabdakan. Sebagai kesimpulan 55:17 saya sampaikan untuk kajian kita di pagi 55:20 hari ini. Insyaallah bermanfaat. 55:24 Ya, demikian materi kajian kita pada 55:26 pagi hari ini dengan materi ihsan. 55:29 Semoga kita mendapatkan 55:31 ilmu yang kita dapatkan pada pagi ini 55:34 dan kita bisa menerapkan dalam ibadah 55:37 kita kesehari-hari dan juga bisa 55:40 menyampaikan kepada orang-orang terdekat 55:42 kita untuk bisa mengamalkan ee materi 55:45 ihsan yang kita dapatkan pada pagi ini. 55:47 Saya sebagai pembacara mohon maaf jika 55:48 ada kesalahan dan kekurangan. Wabillahi 55:51 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 55:53 warahmatullahi wabarakatuh. 55:56 Sallallahu ala Muhammad 56:00 sallallahu alaihi wasallam. 56:04 Sallallah ala Muhammad 56:07 sallallahu alaihi wasallam. Sallallah 56:12 ala Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 56:18 Sallallahu ala Muhammad sallallahu 56:23 alaihi wasallam. Yeah.