Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
2:36 [musik] 2:49 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 2:51 warahmatullahi wabarakatuh. 2:53 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 2:55 wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 2:58 alihi wasohbihi ajmain. Rbi zidni ilma 3:01 allahumf bimaamtani waimni mafani 3:05 warzuqni ilman yangfi. Dipancarkan dari 3:08 Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 3:10 Kalimanggis Cibubur Bekasi. Radio 3:13 Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam 3:16 yang satu. Ikhwan akhwat yang dirahmati 3:18 Allah Subhanahu wa taala. Apa kabar Anda 3:20 di sore hari ini? Terima kasih masih 3:23 setia selalu mendengarkan siaran-siaran 3:27 Rasil untuk Anda yang berada di daerah 3:29 Jabo Detabek dan sekitarnya. Anda 3:32 mendengarkan ee melalui AM720 3:36 ataupun yang menyimak siaran-siaran kami 3:39 melalui ee siaran streaming ya di 3:42 ww.radiatrum.com 3:44 atau melalui aplikasi Rasil Network. 3:48 Nah, jadi yang belum punya aplikasi 3:51 Rasil Network, Anda bisa 3:53 men-download-nya gitu ya di Play Store. 3:56 Jadi, Anda bisa ketik saja Rasilah Radio 3:59 Silaturahim M720 nanti akan keluar. Nah, 4:02 itu sekarang aplikasinya sudah cukup 4:03 lengkap ya, Iwan Akhwat. Selain 4:05 mendengarkan siaran streaming rahasil, 4:07 Anda juga akan dapat melihat menu-menu 4:10 lain. Ada hadis, ada ayat Al-Qur'an gitu 4:13 ya. Silakan yang belum nanti bisa cek di 4:15 Play Store-nya. Dan senang sekali Ikhwan 4:18 akhwat di sore hari ini saya Angga 4:19 Aminudin ditemani oleh Yusuf Sobangkit 4:22 di meja operator. Ada juga Neza di 4:24 kameramen. Kami hadir dalam acara 4:26 tausiah sore edisi hari Kamis. Kita 4:30 sudah memasuki hari yang ke-20 di bulan 4:33 Agustus 4:35 2026. 4:36 Dan tak usah sore edisi hari Kamis ini 4:39 kita akan berjumpa, kita akan 4:41 mendengarkan nasihat dari guru kita yang 4:44 alhamdulillah beliau telah hadir di 4:46 studio, Ustaz Zain Alhadi. 4:49 Asalamualaikum warahmatullahi 4:50 wabarakatuh, Pak Ustaz. 4:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 4:53 wabarakatuh. 4:54 Alhamdulillah, Pak Ustaz, kita dapat 4:56 kembali bersua, ya. 4:57 Insyaallah 4:58 bertemu kembali dengan pendengar. 4:59 Alhamdulillah. 5:00 Bagaimana, Pak Ustaz, kondisinya nih? 5:02 [tertawa] 5:02 Insyaallah. 5:03 Insyaallah, Pak Ustaz, ya. 5:04 Iya. dengan semangat masih terus ee 5:08 siaran di Rasil bertemu dengan Ikhwan 5:10 dan Akhwat. Insyaallah di kesempatan 5:12 kali ini tak usah sore kita akan 5:13 mengangkat topik amanah dari Allah itu 5:17 ya. 5:18 Nah, 5:18 pakan lalu kita sudah bicara tentang 5:20 jujur. 5:21 Nah, yang mujur sekarang bicara tentang 5:23 amanah. 5:24 Amanah 5:24 ini nilai-nilai kebaikan semua nih Pak 5:26 Ustaz ya. 5:27 Iya. Dasar-dasar agama. 5:29 Dasar-dasar agama. 5:31 Jujur dasar. Jujur dasar 5:32 cukup Indonesia masyarakatnya 70% jujur, 5:36 aman, makmur, 5:38 iya 5:38 damai. 5:39 70% aja jujur sudah 5:40 h 5:41 bagus banget. 5:42 Baru saya mau nyebut jujur, amanah, 5:44 sesuatu yang hampir hilang. Iya, negeri 5:47 ini 5:47 betul mutiara yang hilang. 5:49 Mutiara yang hilang. Makanya ini perlu 5:51 di 5:52 diingat 5:53 nasehatkan lagi kayak 5:55 disampaikan lagi nih kepada kita semua 5:57 ya, Pak Ustaz ya. 5:57 Insyaallah. Dan Afad, kami mengundang 6:00 Anda untuk bergabung di acara kami. 6:01 Silakan nanti Anda bisa menyampaikan 6:04 komentar ataupun pertanyaan mengenai 6:06 topik yang kami bahas. Kirimkan ke nomor 6:08 WhatsApp Rasil di 0811999720. 6:13 Dan nomor WhatsApp ini juga Anda bisa 6:15 gunakan untuk dialog interaktif call eh 6:18 WA call gitu ya. Baik, mari kita simak 6:22 apa yang akan disampaikan oleh guru kita 6:24 amanah dari Allah. Tafadol ya Ustaz. 6:26 Baik terima kasih. 6:28 Bismillahirrahmanirrahim. 6:32 Alhamdulillahi rabbil alamin. 6:35 Wasalatu wassalamu ala sayyidina 6:37 Muhammadin asrofil mursalin wa ala alihi 6:41 wasohbihi waman tabiahum bihsan ila 6:44 yaumiddin. 6:46 Asalamualaikum warahmatullahi taala 6:48 wabarakatuh. 6:50 I 6:52 bahasan kita sore ini insyaallah 6:54 mengenai amanah. 6:56 Ada amanah dari Allah. Setelah kita 6:59 bersyahadat, kita sudah berjanji 7:02 mau melaksanakan amanah dari Allah. 7:06 Amanah. 7:08 Insyaallah semua itu bahasa Indonesia 7:09 juga amanah. Biasa disebut amanat tapi 7:13 lebih indah disebut amanah. Di apa? Di 7:16 di menjemputnya lebih lebih ringan gitu 7:19 amanah. 7:19 H 7:20 ya. Jadi amanah ini dari Allah apa? 7:23 Banyak. Quran tuh amanah, agama tuh 7:27 amanah. 7:29 Mengurus rumah tangga amanah. 7:32 Presiden 7:34 memegang amanah dari Allah. 7:37 Menteri-menteri, anggota DPR, semua 7:39 pejabat dan semua rakyat semua amanah. 7:42 Amanah itu berat. Apalagi amanah Quran. 7:45 Gunung enggak berani nerima itu. Kalau 7:48 dia terima amanah itu meledak. 7:51 Amanah ini bukan masalah ringan. bukan 7:54 masalah, tapi juga tidak berat 7:56 tergantung keimanan 7:59 Islam kita, iman kita itu keyakinan kita 8:02 itu keimanan kita itu berapa persen? 8:06 Melekat dalam pikiran dan perasaan 8:10 amanah. 8:13 berapa minggu lalu sudah ya 8:16 sekarang amanah mengenai kejujuran itu 8:19 tadi mutiara yang hilang 8:22 sudah langka menjemputnya juga sudah 8:25 jarang mungkin sudah banyak lupa ya 8:28 bahwa kita beragama itu harus jujur. 8:31 Nah, sekarang apa masih ingat enggak 8:32 bahwa kita harus pegang amanah? 8:37 Anak amanah, suami istri amanah, 8:41 pejabat megang amanah disumpah 8:45 lupa ya. 8:48 Itu bukan mainan. 8:50 Tuhan bikin dunia, bikin kita bukan 8:52 iseng-iseng, bukan buat main-main. 8:57 Dalam Quran apa hasibtum anama 8:59 khalaqnakum abatan? Apa kalian mengira 9:03 aku menciptakan kalian itu iseng-iseng? 9:08 Tidak. 9:11 Ada kewajiban menjalankan amanah? 9:16 Tidak berapa lama. Makanya sebentar. 9:20 Kalau mau cari nikmat di dunia tuh tidak 9:22 ada. 9:24 Walladzi Allah yang menciptakan tawa dan 9:26 tangis. 9:27 Kita bisa tertawa di depan rumah, masuk 9:30 ke dalam tangis, 9:34 silih berganti. 9:39 Wadzi adhaka wa afka. Tuhan yang membuat 9:42 kita tertawa. Tuhan yang membuat kita 9:44 nangis. 9:49 Ini amanah kalau kita jalankan, Allah 9:51 berikan segala yang terbaik untuk kita. 9:56 Amanah. 9:59 Pejabat amanah 10:01 megang apa? Departemen kementerian 10:04 amanah itu jangan khianah. Marah ulah 10:07 nanti. 10:13 O dipilih oleh rakyat. Iya rakyat betul 10:15 yang pilih. Tapi ada yang milih 10:18 kesadaran, ada yang milih karena dikasih 10:20 uang. Dia dia miskin. 10:23 Apa 10:25 anda berasa dipilih benar? 10:27 Tanya diri sendirilah. Tapi tahu 10:33 ini di dunia ini bukan main-main. 10:37 Mana Tuhan mau bercanda main-main bikin 10:39 manusia kayak gini. 10:43 Semua apa yang dilakukan di dunia ini 10:47 akan 10:48 menghasilkan sesuatu. 10:51 Perbuatan menanam kebaikan menghasilkan 10:53 kebaikan di sana, di alam sana. 10:56 Di sini kita masih hidup berapa? Pindah 10:59 alam masih berapa lagi? Banyak. Jangan 11:02 kira dunia sama akhirat aja. sebelum 11:05 akhirat ada lagi. Begitu kita meninggal, 11:07 kita tinggal di alam barzakh, 11:11 alam kubur sebutnya. Bukan kita berarti 11:13 tidur di kubur situ lahat. Enggak tahu. 11:16 Yang penting apa. Hidup enggak di alam 11:17 barzakh? Hidup 11:21 bisa bergaul sana sini tapi tidak punya 11:23 hawa, tidak punya nafsu. Sudah enggak 11:25 ada nafsu. Biasa 11:28 bincang-bincang mereka tuh di alam 11:30 barzakh. Transit situ sampai kapan? 11:33 Nunggu kiamat. 11:37 Nanti ada tiupan sangkakala itu dua 11:39 kali. Satu tiupan ke ke kiamat di alam 11:44 barzakh itu pas kiamat di alam barzah 11:46 enggak lama ni kita tidur. 11:49 Hidup dulu bergaul satu sama lain lama 11:51 terus tidur. Sampai kapan di situ 11:53 transit? Nunggu nunggu mau dibawa lagi 11:56 ke akhirat. 11:57 di akhirat dibawa lagi ke sana 12:00 ke pemeriksaan, penelitian, penyidikan. 12:05 Jaksa-jaksanya jujur, polisinya jujur, 12:08 bahasa sana 12:10 canggih, komputer semua jalan lebih 12:12 baik. 12:17 Itu di alam barzakh ya. Begitu kiamat 12:20 pindah lagi kita ramai-ramai semua. 12:24 Itu di alam barzah nunggu apa? 12:26 nunggu kiamat. Kenapa? Nanti ke alam 12:29 akhiratnya bersama semua manusia yang 12:31 pernah hidup, yang hidup masa lalu, yang 12:34 kini dan yang akan datang bersama kita 12:36 bareng. Kita nungguin dulu yang dalam 12:38 berangkat duluan di alam barzah nunggu 12:41 nunggu yang lain, nunggu kiamat baru 12:44 seram semua manusia yang pernah ada di 12:46 dunia yang lalu yang kini, yang akan 12:48 datang baru lagi dipindahkan lagi ke 12:51 alam lain, ke alam akhirat. 12:53 Dalam akhirat itu banyak lagi. 12:56 Dalam alam hisab, saat hisab, saat 13:00 penyidikan, 13:01 saat pertanggungan jawab, saat menerima 13:04 rapot 13:07 amalan, 13:10 terus hisab. Terus di jembatan. Jembatan 13:14 itu simbolnya mustaqim. Kita kalau kita 13:16 di sini mustaqim, arti mustaqim itu apa? 13:18 Yang yang sebenarnya lurus. Lurus itu 13:20 apa? jujur. Nah, yang jujur di dunia 13:23 lurus lurus di sana di jembatan mustaqim 13:26 itu di jembatan itu. Jangan bayangkan 13:30 jembatan dunia lain. 13:33 Buat orang yang saleh, yang baik, 13:35 jembatan itu indah, cakep jembatannya. 13:38 Kanan kiri bunga-bunga. 13:41 Jangan main-main. Ini Allah punya kuasa. 13:44 Bisa deh segalanya. Orang yang baik-baik 13:46 kayak seperti apa itu ratu-ratu. 13:50 Pangeran-pangeran, 13:52 bunga-bunga indah semua dia jalan ke 13:54 situ. Nah, satu lagi ya tergantung 13:57 perbuatannya di dunia. Selalu dia 14:00 memproduksikan duri-duri ya dia injak 14:03 duri-duri di situ 14:05 panas 14:09 yang penting begitu ya. Maunya Tuhan 14:11 lah. Kenapa Tuhan kan rahman Rahim kok 14:13 ya? Kenapa dia nak kalau deas tahu sudah 14:16 rasul habis rasul ulama banyak di 14:18 mana-mana memberitahu pidato di 14:20 mana-mana ada mau dengar apa tidak itu 14:23 aja. Makanya disebut di surah Thaha ada 14:26 manusia yang peka tuli, peka tuli buta. 14:32 Dengar ceramah, dengar ayat Quran, 14:34 dengar tauhid, kebesaran Allah, ke 14:37 mukjizat Allah, tahu dia otaknya ngerti 14:39 itu. Tapi sudah matanya sudah buta, buta 14:43 mata hati, telinga sudah tuli, buta 14:47 tuli. 14:52 itu minggu lalu sudah kita sampaikan 14:54 ayat surah Thaha itu 14:56 di padang itu pindah dari alam barzah 14:59 sudah selesai. Nah, ketu suratul muslim 15:01 dan alam-alam selainnya ada lewat padang 15:03 pasir gelap lama sekali itu jatuh bangun 15:06 dia gelap. Nah, yang saleh keluar cahaya 15:09 dari mukanya itu menjadi senter 15:10 kelihatan jalan terang. 15:15 Ya, kenapa ya? Yang punya yang bikin 15:17 kita kan enggak nanya mau enggak kamu 15:19 dihidupkan. Ya suka-suka dia. Mau apa 15:23 mau kalau mau enggak mau ke dunia mau ke 15:25 mana? 15:26 Ke mana pulangnya? 15:29 Mau lari ke mana? 15:31 Enggak ada. Kita makhluk dibikin. Sadar 15:34 dong dibikir. Lemah. Rumah sakit penuh 15:38 tuh orang sakit lemah kita semua. 15:44 Kita sadarlah 15:46 dia yang bikin kita, dia yang tahu, dia 15:48 yang berkuasa, dia yang memiliki, dia 15:49 yang mengatur. Sudah nurut kan selesai. 15:53 Orang yang nurut Allah itu di dunia juga 15:55 senang. Bebeban kesal hati sedikit 15:59 karena dia ingat Allah, dia merasa aman. 16:02 Punya punya yang mengamankan, punya yang 16:05 menyayangi, punya yang maha kuasa. 16:06 Berkuasa banget bukan main-main. Allah 16:09 berkuasa di dunia. Siapa aja mau 16:10 dimatiin bisa. 16:13 Kita tawakal pada Allah. Orang mau 16:14 jahatin kita bisa Allah singkirin itu 16:16 dengan mudah. Kita enggak tahu aja 16:20 banyak. 16:22 Tidak kita tidak punya pilihan lain. 16:24 Sudah bertuhan kepada Allah, habis 16:27 pasrah. 16:29 Sudah disediakan rumah indah di sana. 16:31 Hidup tanpa penyakit. 16:33 J itu kita jalanin amanah 16:35 sejujur-jujurnya amanah dari Allah. Jadi 16:38 presiden jalanin amanah. Jangan merebut 16:42 jabatan dengan cara curang, tidak jujur, 16:45 tidak akan berkah. Ujungnya sudah jatuh 16:47 jadi presiden, lihat aja nanti susah. 16:54 Sudah banyak contoh 16:56 ya semuanyalah menteri segala macam. 17:00 Jangan ambil uang negara. Gaji sudah 17:02 cukup. 17:04 Cukup itu kan relatif. Nafsunya 17:07 dikurangi supaya gajinya cukup. 17:10 Nanti dah nafsu sebesar-besarnya di 17:12 surga sana. Semuanya ada di sana. 17:15 Kenikmatan lebih tinggi daripada di 17:17 sini. 17:20 Sini disebut di Quran KP ini semua 17:23 disebut tamatuk 17:26 makan buah-buahan semua cuma situ semi 17:30 semuam 17:33 morgana. 17:35 Menggiurkan tapi tidak mengenyangkan 17:37 tidak menyenangkan. 17:39 Maka kan banyak penyakit. 17:44 Sakit juga sekarang sudah aneh di dunia 17:45 ini. 17:47 Dulu COVID itu memang menular, melebar 17:50 banyak bareng semua banyak. Tapi 17:53 sekarang ini semua orang kena asam urat 17:56 ramai-ramai musim. Jadi dicutup itu 17:59 tentang obat asam urat terus. Jadi kok 18:00 bisa penyakit haram kok bisa banyak itu 18:04 kayak dibikin seperti yang tidak tapi 18:07 seperti dibikin. Kenapa musim bareng 18:09 musim musim asam urat ini 18:11 musim asam urat 18:12 kenapa pakai ada musim itu kan bukan 18:14 penyakit menular 18:16 nah itulah paham enggak kita kita tidak 18:19 ngerti itu rahasia Allah 18:22 tujuannya untuk kita yang sore baik 18:23 kenapa nanti kalau sakit meninggal ya 18:26 meninggal tapi tambah tambah cepat 18:28 tambah bagus 18:30 mulai mulai mulai mati mulai wafat kita 18:34 itu bukan mati sebenarnya badannya yang 18:36 mati kitanya enggak itu mulai senang 18:39 karena di sana sudah enggak ada hawa di 18:41 alam barzak ini sekarang mereka nunggu 18:42 nunggu kiamat nunggu kita juga 18:45 tidak ada kesal tidak ada sebelah 18:48 gak bisa sedih, gak bisa susah 18:51 ngambang. 18:53 Jadi orang yang sudah meninggal itu 18:54 senang sebenarnya. itu yang ada di kita 18:57 ada ular segala macam ada ah k enggak 19:00 ada itu 19:03 ular nanti nanti itu kita gak tahu gak 19:06 pernah yang sudah pernah meninggal balik 19:09 lagi hidup enggak ada 19:13 dan dari riwayat-riwayat hadis itu tidak 19:15 sangat tidak kuat karena Allah itu adil 19:19 tidak ada sanksi hukum sebelum ada 19:23 pengadilan 19:26 lah ini yang nakal-nakal itu banyak di 19:29 sini enggak diapa-apain. 19:34 Hukum sanksi hukum di dihukum itu di di 19:39 atau disakiti itu apapun 19:42 setelah ada pengadilan. Nanti ada 19:45 pengadilan di alam akhirat yang kita 19:46 akan sebut pas kiamat kita ke alam 19:48 barzah di alam ke akhirat sudah itu dan 19:51 situ ada tempat pengadilan masih banyak 19:54 itu 19:55 disebut 19:57 yaumul hisab hisab itu artinya 20:00 pengadilan tuntutan 20:03 dihitung disidiki di itu banyak 20:06 jaksa-jaksa itu. Yaksannya jujur sana 20:16 amanah. Aman. Kalau mau jalankan amanah 20:19 ya amanah itu ya jujur. Itu menjalankan 20:21 amanah secara jujur. Sudah 20:25 surganya Tuhan sudah tahu. Surga 20:27 dibikinin dari sekarang. Bagi orang yang 20:28 sudah niat mau amanah mau jujur sudah 20:30 dibuatkan. Ada namanya di situ. Allah 20:33 maha kuasa. Apapun dia bisa. 20:37 [mendengus] 20:37 Jadi enggak usah sakit kalau lagi sakit 20:40 badan atau ada kesulitan apa, ingat 20:43 rumah rumah di surga untuk Anda sudah 20:46 disiapkan. 20:49 Berkuranglah sedihnya. 20:51 Song 20:53 punya harapan. Punya harapan hidup. 20:56 Orang yang tidak beriman, tidak beriman, 20:59 tidak punya harapan hidup, 21:02 putus, putus asa, lemah, 21:05 dia tidak punya harapan, dia enggak 21:08 percaya ada surga. 21:13 Terus dalilnya apa? Surga ada. Ya, kita 21:15 ada, Anda ada. Saya ada. Terus yang 21:19 mengadakan kita sudah jelas Allah. 21:21 Enggak ada Tuhan lain ngaku bikin kita. 21:23 Enggak ada. malah lahirnya belakangan. 21:27 Tuhan itu awal yang tidak berawal, tidak 21:30 bermula. Ada tanpa diadakan, tanpa 21:33 dilahirkan. 21:38 Sebentar di dunia ini dibanding sama 21:39 keabadian di akhirat. 21:43 Maksudnya sudahlah kita niat saja nekad 21:47 mau pegang amanah dalam keadaan 21:49 bagaimanapun. Kecuali darurat bisa 21:52 digendurkan. 21:54 sekedarnya sekedar darurat. 21:56 Amanah banyak terutama pemimpin negara 22:00 amanah megang amanah. 22:04 Allah suruh tegakkan keadilan 22:07 seadil-adilnya. 22:09 Suruh pemimpin memimpin dengan adil. 22:13 Siapa yang adil dan melindungi rakyat, 22:15 Allah akan lindungi dia di akhirat. 22:17 Allah akan payungi dia. Dikasih payung 22:20 di padang mahsyar yang sedang panas. 22:24 atau sebaliknya 22:32 perjalanan masih jauh, masih banyak 22:35 singgah-singgah sehingga di pengadilan, 22:38 sehingga di nerima itu rapot 22:45 terus sampai di akhir nanti di dekat ha, 22:49 dekat telaga 22:52 Masih banyak pos-pos pospos yang akan 22:54 kita lalui bersama. 22:57 Terus benar nih Ustaz ya benar. Siapa 22:59 yang bikin lah? Yang bikin dirimu tuh 23:02 siapa? 23:03 Coba deh. Kalau bukan Allah siapa? 23:07 Yang bikin diri kita. Siapa? Allah. Nah 23:08 sudah yang bikin. Dia yang ngatur. Itu 23:13 dia ngatur. 23:15 Indah sekali perjalanan itu sampai haus 23:19 jatuh bangun yang enggak beriman itu 23:21 gelap. Nah, yang beriman itu dapat 23:24 cahaya dari mana? Cahaya keluar dari 23:28 mukanya. Di surat apa itu? Di surat ee 23:35 Syuara atau di surat Asyura 23:39 lupa saya. Jadi 23:41 kehidupan kita masih ke depan seperti 23:43 itu. Jadi kalau mau cerita masa depan 23:45 yang bikin masa depan tuh Allah bukan 23:47 kita. Jadi jangan dongeng 23:50 itu masa depan tuh begitu. 23:53 Sudah lewat siratul mustakimad masih 23:55 terus ada perjalanan 23:58 perjalanan terus banyak nanti melalui 24:02 macam-macam. Akhirnya di telaga teluk 24:04 itu dikasih minum air itu air telaga 24:07 itu. 24:12 Nah, ketika menghadap Allah, Allah hanya 24:15 terima 24:17 yang datang kepadanya itu berseri-seri. 24:21 Wajahnya itu bercahaya indah dipandang. 24:27 Kenapa ada cahaya? Karena hatinya 24:30 bersih. Kenapa bersih? Ya, dia megang 24:32 amanat. jujur 24:37 tidak khianat. 24:43 Dia melakukan apa saja yang Allah 24:45 ingini. 24:49 Jadi kalau disebut dia tuh dari lahir 24:51 dalam keadaan fitrah terus sampai dewasa 24:54 fitrahnya masih utuh. Mungkin ada 24:56 kurang-kurang sikit. Apa itu fitrah? 25:00 fitrah itu orangut itu ee nurani 25:06 cahaya-cahaya hati. 25:08 Si fitrah itu ada satu apa ya ke ada di 25:13 hatim Allah sudah ditempatkan di sini 25:15 dari awal sebelum berbadan masih di alam 25:17 ruh itu fitrah kita sudah ada kita itu 25:20 sudah beriman kepada Allah bareng sama 25:23 bersama Adam itu fitrah sudah sudah 25:26 beriman di sana alastuikum bukankah aku 25:30 tuhanmu kita semua jawab b iya ya kau 25:33 tuhan kamis tapi di dunia lup makanya 25:35 diingetin lewat rasul diingatin sama 25:37 ustaz-ustaz 25:38 Kalau mau nerima peringatan 25:43 menghidupkan fitrah yang sudah ada, ada 25:45 di hati itu modal jadi orang baik sudah 25:47 ada. Itu namanya fitrah. 25:50 Fitrah itu hati-hati suci itu fitrah. 25:54 Orang yang berfitrah itu cenderung 25:56 hidupnya itu memihak kepada keadilan. 25:59 Kalau ada kezaliman dia tersinggung. Dia 26:02 tidak bisa cegah dia marah. Tidak bisa 26:04 marah dia berdoa pada Allah. itu manusia 26:07 asli yang masih punya peri kemanusiaan. 26:10 Jadi fitrah itu peri kemanusiaan, bukan 26:13 peri kehewanan. Peri kemanusiaan. Senang 26:16 kepada yang adil, senang kepada yang 26:19 benar, senang kepada yang makruf, yang 26:22 indah-indah, ibadah yang bagus-bagus. 26:24 Senang dia dengar azan juga senang. Dan 26:27 dia benci kepada yang munkar diingkari 26:29 oleh fitrah dia. Pejam, 26:33 tidak amanah, mengkhianat, itu semua 26:35 kebencian disebut munkar. 26:38 Segala perbuatan yang diingkari oleh 26:40 fitrah kita itu munkar. Jadi enggak 26:42 semua orang milih ini yang benar, ini 26:44 fitnar, ini fitrah, ini apa? Ini yang 26:47 benar, itu yang salah, ini yang hak, itu 26:49 yang batil. Menurut kepala dia. Itu yang 26:52 sudah jadi ribut. 26:55 Jadi ukuran mana yang baik? Mana yang 26:56 tidak hati nurani yang berfitri ini 26:59 tahu. 27:02 Anak kecil juga tahu 27:05 orang irian tahu gak boleh buka urat 27:08 walaupun sedikit ditutupin juga. 27:11 Diingkari oleh fitrah kemanusiaan 27:13 mengingkari itu 27:15 segala yang sesuai dengan kebenaran, 27:18 keadilan, pegang amanah itu utuh. 27:21 Manusia utuh manusia fitri. Nah, karena 27:24 fitrah ini terhimpit, 27:27 terhimpit 27:29 oleh Hawa, 27:32 terus apa? Tidak berperan fitrahnya Hawa 27:35 yang lebih berperan. 27:37 Nah, itulah yang tidak berperi 27:39 kemanusiaan. 27:41 Nah, bagaimana 27:43 menyingkirkan penutup fitrah itu? Puasa. 27:48 Puasa itu kita menindas hawa. 27:53 menindas sawah 27:55 keinginannya kita cegat 27:57 agar fitrah muncul terbuka ke permukaan 28:02 segala yang baik kita kerjakan dari 28:04 menit ke jam dari jam terus sampai ke 28:06 hari ke sebulan penuh insyaallah sudah 28:11 ter kalah pindah ke bawah hawa dan nafsu 28:14 itu muncul kep permukaan di hati kita 28:17 fitrah maka itu kita merayakan dengan 28:19 kalimat Idul Fitri 28:22 hari kembali ke fitrah ke kesucian 28:26 kecenderung kepada kebenaran, milih ber 28:29 kebenaran, memihak kebenaran 28:31 walaupun korban itu manusia asli. Nah, 28:35 kita bisa namakan fitrah itu juga sesuai 28:38 dengan Pancasila. 28:40 Fitrah itu Pancasila isnya lima sila itu 28:44 melindungi fitrah. Itu semua ada di 28:46 Quran. Ada di sini. Nanti saya dulu 28:48 sudah pernah berapa puluh tahun yang 28:50 lalu sampaikan itu sila-sila lima sila 28:53 itu dari Al-Qur'an satu persatu. Ini 28:55 sebentar lagi kita akan ke sana. 28:58 Indah sekali itu asal tahu dan tidak 29:02 perlu ditafsirkan kalimatnya sudah 29:05 jelas. 29:07 Bahasa yang digunakan juga bahasa Arab, 29:08 bahasa Indonesia yang asal dari bahasa 29:10 Arab. 29:13 Kemudian 29:16 fitri. Jadi manusia fitri kembali Idul 29:18 Fitri 29:20 setiap bayi 29:22 ini bukan pendapat saya ya ada dalam 29:24 Al-Qur'an 29:27 setiap bayi yang lahir setiap orang yang 29:29 lahir dilahirkan dalam keadaan fitrah. 29:32 Arti itu bayi kalau dibiarin tidak 29:34 dipengaruhi dia fitri. Dia berperi 29:36 kemanusiaan. Dia mencari Tuhannya dia 29:39 berperi kemanusiaan. Dia cinta keadilan. 29:42 Dia cinta kebenaran dan dia benci 29:44 kezaliman. Asal-usul manusia seperti 29:46 itu. 29:48 Pakim wajahka menghadap kepada Allah. 29:50 Allah yang bikin kamu dalam keadaan 29:51 fitrah. Fataras alaiha 29:56 seperti itu. 30:04 manusia asli yang di mulia yang dalam 30:08 keadaan fitrah dari lahir fitri sampai 30:10 besar makin ada pengaruh tidak begitu 30:13 besar dan dia bertobat dia kembali 30:16 kembali fitrah lagi dan dibantu bengkel 30:20 untuk membersihkan itu membuat fitrah 30:22 lagi. Puasa Ramadan bisa dibantu dengan 30:24 puasa sunah. Jadi puasa itu bukan 30:28 hal-hal kecil, bukan hal remeh. Itu bisa 30:30 membentuk jiwa kembali jadi fitri. 30:34 Fitri itu yais 30:36 berketuhanan, cinta keadilan, cinta 30:38 kebenaran, 30:41 adil dan beradab. Semua itu itu fitrah. 30:45 Semua manusia itu kalau dibiarin saja 30:47 sudah pacil sebenarnya. 30:59 Ketuhanan yang maha esa sela pertama. 31:02 Ketuhanan yang maha esa. Mana 31:04 dalil-dalil Al-Qur'an? 31:06 Bismillahirrahmanirrahim. 31:09 Qul huallahu ahad. 31:12 Katakan, "Tetapkan 31:14 dia Allah yang esa." Kurang apalagi 31:17 kalau ahad itu esa. Kalau wahid satu 31:23 ahad. Kenapa tidak wahid? Qul huallahu 31:25 wahid. Enggak. Allahu ahad. Ahad itu 31:29 esa. Apa beza bedanya esa dan satu? Satu 31:34 satu masalah dia dia badannya itu hidup. 31:38 Tapi kalau Esa dia hidup dalam keadaan 31:41 fitrah sudah dibekali Allah kebaikan 31:43 sudah dibekali Allah rasa bertuhan ada 31:46 semua di situ. Dibekali Allah punya peri 31:48 kemanusiaan dibekali Allah cinta kepada 31:50 keadilan kebenaran itu semua yang lahir 31:53 sudah situ kalau enggak diganggu. Nah 31:55 terus kalau ada manusia rusak kenapa? 31:57 Pengaruh lingkungan. 31:58 ajaran yang salah. 32:00 Menerima ajaran yang salah. 32:05 Pengaruh lingkungan asli manusia fitri. 32:08 Cenderung berpihak kepada kebenaran, 32:10 kejujuran, cenderung memegang amanat. 32:19 Itu sila pertama. 32:22 Boleh dicatat. Sila pertama, qul 32:24 huallahu ahad. Surah al-Ikhlas. 32:27 Allahus somad lam yalid walam yulad dan 32:30 seterusnya. Tapi di sini Allahu ahad itu 32:33 esa. 32:36 Jadi Quran dengan Pancasila bertentangan 32:39 enggak? Tidak. Pancasila penafsiran 32:43 Al-Qur'an. Pancasila dari Al-Qur'an. 32:46 Masa enggak tahu ada mauembing Quran 32:48 dengan Pancasila? Ya aneh. 32:52 Pancasila tidak bertentangan dengan 32:53 Alquran. Itu diambil dari Quran. itu 32:56 nafas Al-Qur'an. 33:01 Ketuhanan yang Maha Esa. Tahu dong esa. 33:05 Tapi bagi agama lain yang Tuhannya itu 33:08 penafsiran dia, kita tidak ikut campur 33:09 urusan dia. 33:12 Kita tetap 33:14 Allahu ahad. 33:16 dia ya urusan dia, keyakinan dia, kita 33:18 enggak ikut campur. 33:20 Lakum dinukumin bagimu agamamu, bagi 33:23 kami agama kami. 33:25 Itu tidak perlu untuk diribut-ributkan. 33:27 Gak usah ya orang Islam peganglah itu. 33:31 Allahu ahad. 33:33 Itu iman. 33:35 Kedua, kemanusiaan yang adil dan 33:37 beradab. 33:38 Di surah An-Nahl ayat 90. 33:43 An-Nahal 90. Bismillahirrahmanirrahim. 33:47 Innallaha yuru billi wal ihsan waidil 33:51 qurbaha fahya wal munkar wal yaidukum 33:55 laallakum tadakkarun. 33:57 Ini dibaca oleh khatib Jumat. Tiap hari 34:00 Jumat Tuhan suruh menegakkan keadilan. 34:02 Kenapa? Karena pada zaman 34:04 khalifah-khalifah itu terjadi 34:07 pertengkaran. 34:08 itu Muawiyah mewajibkan kepada 34:11 khatib-khatib Jumat untuk melaknat Ali 34:14 Hasan dan Husein. Itu yang terjadi. 34:17 Kemudian orang-orang yang cinta kepada 34:20 Ali dan Husein membalas ngatain sahabat. 34:22 Itu asal mulanya 34:25 dua-duanya. Nah, kemudian yang 34:28 memberhentikan itu siapa? Kemudian 34:30 Khalifah 34:31 Umar bin Abdul Aziz. 34:34 Dia mewajibkan kepada khatib-khatib 34:37 Jumat membaca ayat ini agar mereka sadar 34:41 Allah suruh adil amanat gitu ya. Itu 34:45 disebut di situ. Nah, mulai berhenti 34:46 semua. Tidak ada lagi. 34:49 Tidak ada lagi. Itu melaknat sana 34:51 melaknat sini hilang. 34:53 muncul kemarin ke belakang itu politik 34:55 lain-lain 34:56 dipolitisir oleh ee siapalah pemimpinlah 35:00 raja-raja atau apa untuk memenangkan 35:05 golongannya itu aja sekarang dibuang 35:07 lagi. Kalau kita benar mau amanat buang 35:09 itu semua 35:13 urusin yang lain. Mau cari musuh sudah 35:15 ada musuh Israel kenapa cari musuh lain 35:17 lagi 35:19 itu belum beres Ismail. Yang paling 35:20 benci kepada Islam, Israel. Sudah jelas 35:24 kok. Sesama muslim enggak ada. Ada 35:26 fitrah. 35:28 Idul fitri mereka semua puasa. Apapun 35:30 mazhabnya semua puasa Ramadan pasti ada 35:33 fitrah kembali ke dirinya. 35:37 Jangan di apa tuh? Dikafirkan lagi. 35:41 Enggak ada yang tahu siapa kafir, siapa 35:43 enggak. 35:45 Sudahlah banyak orang di muslimin kalau 35:47 sudah pergi salat, sudah puud orang baik 35:49 semua itu kesalahan wajarlah 35:53 semua kita pernah bersalah 35:59 mungkin masih bersalah belum kita 36:01 sadari. 36:04 Yang ketiga, persatuan Indonesia surah 36:07 Al-Hujurat 13. 36:11 Al-Hujurat 13. Bismillahirrahmanirrahim. 36:25 Wahai manusia, sesungguhnya 36:28 kami menciptakan kalian 36:30 dari laki-laki dan wanita dan menjadikan 36:34 kalian berbangsa-bangsa, bersuku-suku 36:37 supaya kalian saling mengenal bukan 36:39 untuk berantem. 36:43 budayanya nanti berbeda, industri banyak 36:46 berbeda, semua saling melengkapi. 36:49 Nah, untuk memenuhi kebutuhan negara 36:51 Arab, kalau adil dia tidak punya ini, 36:53 tidak punya itu, padang pasir kersar 36:55 dikasih minyak. 36:57 Nah, dia bisa tukar minyaknya itu dengan 37:00 beras, dengan lain-lainnya. 37:02 Alat penukaran disebut uang. Litaarfu. 37:05 Saling memaparkan, saling menopang untuk 37:09 kemakmuran keadilan. itu disuruhnya 37:11 bukan buat suruh merantem maki-maki, 37:14 merasa paling benar. Entar benar atau 37:16 tidak di akhirat baru tahu. 37:21 Sayangi sesama muslim semua muslim bukan 37:23 semua manusia. 37:26 Peri kemanusiaan. Manusia yang adil 37:27 berperi kemanusiaan. 37:30 Litaarofu kenal saling menukar budaya. 37:34 Tahu enggak kenapa ada wajib Jumat, ada 37:37 salat Id dan sebagainya, ada haji? 37:40 Di samping ibadah, di situ muslimin 37:42 disuruh bersatu. Di RT musala di RW 37:47 berapa mau RW satu pilih pemimpin satu 37:51 sesama di situ semasjid 37:54 bukan lagi ganti, bukan lagi 37:56 ormas-ormas. Biarin itu orang Mas 37:57 bersatu seberapa RW bersatu tuh di 38:00 masjid rapat di masjid situ nanti 38:03 beberapa masjid kelurahan ada lagi 38:06 kecamatan kumpul ada lagi. Jadi ketemu 38:09 sering tukar pikiran sampai kecamatan 38:12 sampai kabupaten, kota, sampai provinsi 38:14 sampai nasional sampai sedunia. Nah, di 38:17 dunia itu pemimpin setiap negara datang 38:19 ke Makkah. 38:22 Haji. Di samping haji, dia datang ke 38:24 Makkah sebagai wakil dari Indonesia, 38:25 dari Malaysia, dari mana-mana. Ketemu di 38:27 situ bikin pasaran bersama untuk dagang, 38:30 untuk saling memajukan ekonomi. Pasaran 38:33 bersama, pertahanan bersama, kompak. 38:37 Enggak ada yang bisa ganggu lagi. Kalau 38:38 kompak punya pertahanan bersama sesama 38:41 muslim. Itu guna Ustaz Haji ada guna 38:44 untuk itu juga. 38:46 Pertemuan secara internasional di Mekah 38:48 itu yang lain agama tidak ada yang bisa 38:51 begitu. Kita kenapa tidak diadakan itu? 38:57 Mulain tahun-tahun depan insyaallah yang 38:59 dengar ini bapak-bapak yang bersangkutan 39:02 yang megang amanat ini umat cobalah 39:06 laksanakan itu. 39:08 Dan yang punya senjata lebih kuat 39:10 memberi kepada yang lain. Coba enggak 39:13 maju bagaimana? 39:16 belanja sesama. Eropa punya pasaran 39:19 bersama. 39:21 Dia negara mana itu? Negara Jerman atau 39:23 sebagainya. Kalau dia butuh kentang dia 39:25 pasti beli dari negara yang ada, Pak. 39:27 apa Belanda apa Jerman dia beli dari 39:29 situ tidak akan beli dari tempat lain 39:31 sudah ada peraturan seperti itu. Jadi 39:33 saling maju dia. 39:36 Kita mana belum sampai ke situ. 39:39 Impor segala macam. 39:42 dukung 39:43 produksi dalam negeri. Sudah punya 39:45 kantor apa itu bantu apa namanya 39:47 pedagang 39:49 kecil pedagang lemah ya ada dipraktikkan 39:53 amanat itu apa bisa itu nyampai pinjaman 39:56 uang atau bukan pinjaman dari 39:57 bantuan-bantuan itu ke pedagang kecil 40:00 apa ke pedagang besar 40:04 itu ada kementeriannya itu. 40:09 Nah, itu. 40:12 Hai manusia, kami ciptakan kalian dari 40:14 watian laki-laki pergolongan untuk 40:16 saling berkenalan berkan kenalan inya 40:19 kenal dan saling memberi manfaat. 40:21 Pasaran bersama, 40:23 pertahanan bersama. 40:28 Sesungguhnya yang mulia di antara kalian 40:29 adalah orang yang mengerti dan tahu. 40:36 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah 40:38 kebijaksanaan. 40:40 Ini tidak ada yang dirubah. Bahasanya 40:41 100% bahasa Quran. Saya tidak 40:43 terjemahkan ke berubah-rubah. Persis apa 40:46 adanya. 40:49 Tempat kerakyatan. 40:51 Alladzinaajabuim. 40:53 Dan mereka yang mematuhi perintah 40:55 Tuhannya, membela amanat, mendirikan 40:58 salat dan segala urusan mereka 41:00 diputuskan melalui musyawarah. 41:05 Wauhuminahum. 41:06 Dan semua perkara, semua masalah mereka 41:09 musyawarahkan. Musyawarah se, CRW, 41:12 selurah, sekabupaten, 41:14 kota, provinsi nasional sampai sedunia. 41:17 Musyawarah 41:23 ini Pancasila untuk semua bagus ini. 41:25 Untuk semua agama, untuk semua 41:28 dari Quran. Jangan salah paham, jangan 41:30 salahkan. Ini dari Quran saya sudah 41:32 kasih dalilnya kurang. Apalagi 41:36 [mendengus] 41:36 kita mengamalkan itu sama dengan 41:38 mengamalkan Quran. Ini diambil dari 41:40 Al-Qur'an. 41:41 Panitia yang dulu kemerdekaan itu ya 41:44 bikin ini dari Quran. Berapa kiai ada di 41:46 situ? 41:51 Sampai 41:53 sampai itu apa 45 ya kemerdekaan itu 41:57 berapa tahun? Berapa bulan kemudian 41:59 masih banyak bangsa Indonesia itu tidak 42:01 tahu ABC. Cuma mereka tulisannya tulisan 42:04 jawi. 42:06 Tulisan jawi. Uangnya juga uang mesti 42:08 tulisan jawi. Tulisan Arab, bahasa 42:10 Indonesia. 42:12 Itu pengaruh dari Al-Qur'an dan 42:14 semuanya. 42:17 Dalam bahasa kebaikan di di UD45 42:20 dihukum-hukum itu semua bahasa bahasa 42:22 Al-Qur'an, bahasa Arab. Coba deh sebut 42:25 kebaikan bab hukum hakim. 42:29 Majelis bahasa Arab, DPR, dewan bahasa 42:32 Arab, perwakilan bahasa Arab, rakyat 42:34 bahasa Arab. Tiga-tiganya bahasa Arab, 42:36 bahasa Islam itu 42:38 ke mana muslimin 42:41 MPR? Apa musyawarah? 42:44 Musyawarah 42:47 perwakilan 42:47 permyaratan. 42:49 Ya, musyawarah rakyat. 42:50 Musyawarah apa? 42:52 Majelis Pusyaratan Rakyat. 42:53 Majelis Permusatan Rakyat. Majelis Bahas 42:55 Arab. Permuatan bahasa Arab. Rakyat 42:56 bahasa Arab. Heeh. 42:58 Kurang. Apalagi? 43:00 Siapa yang bikin itu? Pakai bahasa Arab 43:02 MPR dan DPR. Siapa? 43:05 Dari bahasa Quran, dari bahasa Arab. 43:09 Kenapa sekarang Islam mau disingkirkan? 43:13 Hah? 43:17 Tidak ada ajaran Islam merugikan negara. 43:20 Manusianya mungkin. Ini semua membangun 43:22 negara, musyawarah. Apa? Sekarang sudah 43:25 bisa musyawarah itu DPR MPR 43:28 amanat musyawarah apa? Kepentingan 43:30 rakyat dimusyawarahkan di situ. 43:36 Musyawarahnya naikin gaji 43:39 itu salah di situ. Bolehlah. Tapi urusin 43:42 rakyat ini amanat. 43:45 Banyak rakyat mati lapar. Banyak rakyat 43:48 terzalimi. Orang gak salah masuk 43:50 penjara. Yang salah bebas ke mana-mana 43:52 tanggung jawab di akhirat. Pasti Tuhan 43:55 bikin kita, Dia yang bikin kita itu dan 43:58 Dia yang akan menghukum itu. Ah, cobalah 44:01 dia berhak menghukum. Kita tidak berhak, 44:04 kita enggak bikin manusia. 44:07 Allah yang memutuskan, yang bikin 44:10 manusia, yang memiliki manusia yang 44:11 memiliki semua kita miliki dunia semua. 44:14 Kita enggak bikin dunia siapapun enggak 44:16 pernah bikin sebutir gula aja enggak 44:18 bisa kok. Enggak sadar 44:23 semua kita makan kita telan dari Allah 44:25 nurut dong kepada Allah. 44:28 Jangan musuhi agama Allah. 44:32 Nah itu yang kalau disiksa di akhirat 44:33 wajar. 44:35 Dia benci kepada agama Allah. Dia tindas 44:38 orang yang memegang agama Allah. 44:43 Jauhi orang-orang Islam dari kekuasaan. 44:46 Ini yang bicara begini dicatat loh 44:47 malaikat akan dituntut di akhirat. 44:55 Umat Islam tidak mencari kekuasaan. Umat 44:57 Islam hanya yang kewajiban umat Islam 44:59 menebarkan kebenaran, keadilan. 45:05 Buat muslimin. Tidak. Islam berbuat baik 45:08 untuk manusia. Kemanusiaan. Peri 45:10 kemanusiaan. 45:19 Lima. Keadilan sosial bagi seluruh 45:21 rakyat Indonesia. 45:24 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 45:26 Ya ayyuhalladzina amanu kunu qwamina 45:29 lillahi syuhada bilqisti. 45:33 Wahai yang beriman, hendaklah kalian 45:35 menjadi penegak keadilan dan kebenaran 45:39 karena ingin mendapat rida Allah. Tidak 45:42 ada pamrih. Pamrih apa di dunia? Dunia 45:44 mau ditinggalkan. Sudah jelas pasti itu 45:47 pamrihnya dapat rida Allah. Kita 45:49 diterima. Kita kembali kepada Allah 45:51 diterima dengan senang. Disambut, 45:54 disayang, dibelai, diberi tempat senang 45:57 selamanya 45:59 itu. 46:05 Dan jadilah saksi yang adil, jadilah 46:09 pejabat yang adil. 46:11 Jadilah saya enggak enggak enak ya. 46:13 Bukan pemerintah sebenarnya. Pemerintah 46:14 itu bahasanya kurang pas ya. 46:18 Pengurus boleh. Pengurus umat, pengurus 46:21 bangsa. 46:22 Kalau pemerintah nanti meremintah terus. 46:26 Pemerintahan sebenarnya pemerintahan itu 46:28 Allah. Allah yang berhak memerintah. 46:33 Nah, manusianya manusianya melaksanakan 46:36 perintah Allah 46:39 untuk mengurus umat ini. Itu 46:44 manusia mengurus manusia sedunia 46:50 berlaku adillah. Itu mendekati takwa. 46:53 Wattaqulah. Hati-hatilah. Jangan 46:55 melambar melanggar hukum Allah. 46:57 Hati-hati. 46:59 Allah yang maha kuasa. Kuat lebih kuat 47:01 dari semua presidenlah. Manusia semua 47:03 itu lemah, sakit. Ini Allah 47:09 yang punya dunia ini. Berani lawan dia. 47:12 Nauzubillah. Lihat yang mau lawan dia 47:14 sudah pada mati. Qarun, Firaun semua 47:16 habis. 47:21 Bertakwalah kepada Allah. Takut. Jangan 47:24 main-main. 47:28 Sesungguhnya Allah itu maha tahu 47:31 segala-galanya. Apa yang kita lakukan? 47:36 Yang punya rencana-rencana 47:38 membikin preman-preman dan sebagainya, 47:40 mau menzalimi rakyat, hati-hati. 47:44 Kalian akan mati enggak selamanya di 47:46 dunia. Sadar 47:49 yang mati badan doang. Ruh Anda kembali 47:51 ke alam akhirat, ke Allah. 47:54 Tobat supaya Allah tidak hukum, supaya 47:56 Allah tempatkan di surga. Ada mau 47:58 merebut negara ini mau jadi apa? Mau 48:00 kaya banget sekin 48:03 surga pasti sakit. Semua orang sakit 48:07 Anda tinggal di istana di rumah mewah 48:09 sakit. 48:11 Pindah ke akhirat. Pindah ke akhirat 48:13 tidak ada sakit. 48:16 Dekati Allah dari sekarang. Tobat. Pintu 48:18 tobat terbuka. Allah penyayang bagi yang 48:20 mau tobat. 48:24 Berlaku adillah semua yang presiden, 48:26 yang mantan, yang pejabat, yang luras, 48:28 semua direktur-direktur semua kita 48:32 berlaku adil, bersikap adil. 48:41 Buanglah segala kebencian. Buang. Karena 48:44 kebencian itu akan dimanfaatkan oleh 48:46 iblis, oleh khannas. Dia akan masukkan 48:49 sifat-sifat dendamnya kepada manusia 48:51 sehingga manusia itu juga saling dendam, 48:53 saling benci, semuanya rugi. Semuanya 48:57 rugi. Pihak mana pun rugi semua. 49:04 Saudaraku muslimin dan muslimat, sebelum 49:07 terlambat marilah kita semua bergabung 49:10 dengan saudara-saudari kita yang tetap 49:13 fitri, yang tetap berhati sadim. kita 49:17 kembali kepada fitri. 49:20 Fitrahkan kembali jiwa kita itu. Itulah 49:22 jalan keselamatan, jalan kesenangan 49:27 dengan ibadah. Kenapa? Anda akan 49:30 mendapat obat anti sebel, anti kesal, 49:33 anti sedih, anti susah. Apa itu? Tidak 49:37 ada obat lain. Obat penenang itu 49:39 ngerusak juga. Dan sementara 49:42 ingat Allah ala bizikrillah tatmainul 49:45 qulub. 49:46 Hanya orang yang ingat Allah, dekat 49:48 dengan Allah, merasa berhadapan, merasa 49:50 melihat di pandang 49:53 perasaan menghadap Allah, perasaan 49:56 melihat Allah pakai perasaan zikir Allah 49:58 pakai perasaan 50:01 dengan begitu Anda mendapat tatmainnul 50:03 qulub. Tenang hati itu. Tenang 50:07 dalam keadaan apapun. Tenang 50:11 itu. Itu ada sembahangan ketenangan. Di 50:15 dunia ini enggak ada ketenangan selain 50:16 itu. 50:21 Ingat Allah. Berasa dilihat 50:25 melihat kebesaran Allah. 50:30 Zikir itu di ayat Ibrahim 10. Wafillahi 50:35 apakah Anda ragu-ragu terhadap Allah 50:38 atau adanya Allah? Dia pencipta langit 50:41 dan bumi. Dia mengajak kalian agar 50:43 mendapat ampunan dari dosa-dosa kalian 50:46 dan menangguhkan siksaan kalian. 50:49 Kalau mau tobat, 50:51 surga disediakan. 50:54 Tidak berapa lama lagi dunia. Akhirat 50:57 sudah dekat, surga dekat, neraka dekat. 51:00 Berapa langkah? sedikit lagi semua nanti 51:02 akan sampai ke sana. Kalau di sana baru 51:04 mau tobat terlambat sudah 51:08 tafakur banyak tafakur akal itu tidak 51:12 digunakan untuk ngitung duit terus 51:14 sekali-sekali tafakur pikir kita nih 51:17 siapa kenapa ditaruh di dunia 51:21 kenapa di dunia ada tangis dan tawa 51:25 terus dikirimkan Rasul dia memberitahu 51:28 Anda hidup di dunia ini untuk ikut ujian 51:30 penyaringan ke surga bukan untuk 51:32 main-main. Main main bolehlah main bola 51:35 poli sebentar sudah ambil wudu, sujud 51:39 sujud taruh letakkan dahi kepala kita di 51:42 tanah. Simbol kita menyerah kepada 51:45 Allah. Dia pencipta sudah berapa ton 51:48 beras yang Anda telan 51:50 gula? Berapa ton sudah masuk? 51:54 Hah? Berapa daging? Berapa susu? Susu 51:57 dibikin dari rumput. 52:02 Kapan kita bisa sadar? Insyaallah Allah 52:04 beri hidayah kepada kita sekarang ini 52:06 semua kita insyaallah ya Rabb. 52:10 Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. 52:12 Diriku kepunyaan Allah. Kepunyaan Allah. 52:15 Dia yang bikin, dia yang hidupkan, dia 52:17 yang kasih makan, dia yang pelihara. 52:19 Akan pulang kembali kepadanya. 52:23 Loh sekarang sedang kembali. Sekarang 52:25 dalam perjalanan rjiun. 52:27 Saya, Anda semua sekarang ini sedang 52:29 berjalan pulang ke Allah. 52:32 Kalimatnya itu rojiun. Yang yang mati 52:36 itu sudah sampai tidak rojun lagi. Sudah 52:37 sampai eh kita yang lagi rojoin kita 52:39 ini. 52:41 Kami-kami seperti ini sudah di atas umur 52:43 sekian. Kami ini sudah hampir magrib, 52:47 sudah hampir sampai. 52:50 Karena enggak tahu alamatnya, enggak 52:51 tahu jalannya ke mana, alamatnya di 52:53 mana, kendaraannya apa, makanya 52:55 dijemput. 52:57 dengan kendaraan sana, kendaraan mereka. 53:07 Jadi semua diri kita itu punya anak 53:09 amanat, punya suami amanat, punya istri 53:12 amanat. 53:15 Jabatan-jabatan mengurus masyarakat 53:17 amanat dari Pak RT, Pak RW terus sampai 53:20 presiden. Jalankan amanat secara jujur. 53:24 Anda tidak bisa kabur, tidak bisa 53:26 minggat. Rojiun pasti pulang ke Allah. 53:29 Pasti. Innalillahi milik dia. Diri 53:33 innalillah diri kita milik dia. Wa inna 53:36 ilaihi rajiun. Kami pasti pulang kembali 53:38 ke dia. Mau kabur ke mana? Ke Amerika. 53:40 Orang Amerika juga pulangadap Allah. 53:43 Tidak ada jalan kabur. Tidak ada dan 53:46 tidak menjadi tanah. Mati jadi tanah. 53:48 Habis tidak. Yang mati itu fisik. 53:51 Tengkorak kita mati dikeluarkan dari 53:54 tiupan roh Allah. Kitanya tetap hidup. 53:57 Sekarang ada di alam barzakh semua 53:58 kumpul. Mereka tahu keadaan kita tahuah 54:01 ada ada berita di sana atau gimana 54:03 enggak tahu. Tahu. 54:07 Dan banyak Bapak Ibu itu mengharap doa 54:10 dari anak-anaknya itu. Doa yang paling 54:13 cepat sampai itu amal sedekah. 54:17 sedekah 54:18 itu. Niatkan ini untuk ayahku, ini untuk 54:20 ibuku sampai 54:24 hadisnya banyak itu 54:28 mengurus rumah tangga, amanat, 54:31 memberi nafkah kepada anak, keluarga di 54:33 rumah itu kewajiban. Bahkan ada nafakah 54:38 kurba 54:40 artinya memberi nafkah kepada kerabat, 54:43 sepupu, ponakan misanan. itu kalau lagi 54:46 ekonominya lemah, yang lain wajib 54:49 membantu, wajib memberi nafkah. Kalau 54:51 punya famili ada lima orang yang 54:53 membantu ya sarangan berapa persen? 20% 54:56 20% itu hukum. 54:59 Wajib nafkah kepada keluarga sama istri 55:02 ada wajib nafkah kepada garis ke atas 55:05 kakek sampai kakek lagi. Ke bawah cicit 55:08 apa cucu? Cucu dari samping saudara 55:13 ponakan. 55:16 Jadi bukan hanya buat kita uh dia marah 55:19 urusan ini bukan soal marah mau marah 55:21 mau apa semua ada urusannya ini 55:23 kewajiban 55:25 dia enggak mau terima kasih malah 55:26 ngatain itu enggak ikhlas 55:29 kalau kita tetap kasih dia ngatain ya 55:32 mau maafin mau tuntut silakan tapi 55:34 kewajiban tetap jalankan bukan karena 55:37 dia baik karena kita enggak itu gak 55:39 ikhlas it itu dagang itu 55:44 ikhlas dia dia benci kita itu urusan 55:46 lain. Kita mau maafkan, mau tuntut 55:49 silakan. Tapi kewajiban membantu tetap 55:51 tidak batal. 55:55 Nanti lihat di akhirat faedahnya 55:57 keuntungan jadi orang membantu orang 55:59 baik. Yang kita bantu hamba Allah. Ya 56:01 Allah aja senang dong. 56:11 Semua itu ibadah. 56:14 Kemudian ini sudah pernah saya sampaikan 56:15 mungkin berapa puluh tahun lalu ya 56:18 p tahun 56:19 surah Al-Furqan ayat 67 56:22 kita sampai Allah mengajarkan di Quran 56:24 itu semua hadis segala kita diajarin 56:27 semua sampai belanja ada hukumnya. Ini 56:31 saya bacakan ayatnya semua dari Quran 56:32 kita gak bisa bantah. 56:34 Bismillahirrahmanirrahim. 56:36 Walladina anfaqu lam yusrifu. 56:39 Jadi ayat ini menerangkan bahwa orang 56:40 yang disayang Allah tuh 1 2 3 ada nanti 56:43 ada waktunya. Jadi satunya yang saya 56:45 ambil. Mereka itu ketika belanja tidak 56:47 boros dan tidak kikir. 56:50 Nah itu hukum belanja itu. Kalau 56:52 mampunya kebutuhan rezeki banyak ya 56:55 belanjanya besar besar dikit untuk 56:57 keluarga biar senang. Tapi kalau lagi 57:00 rezekinya kurang ya dikurangin. Istri 57:03 harus rida juga senang. 57:06 gitu. 57:07 Jadi kita nerima keadaan apa yang ada 57:10 begitu. Tidak maki-maki, tidak 57:12 kesal-kesal. Ya memang lagi seperti ini. 57:14 Allah lebih tahu mungkin baiknya 57:15 harusnya begini. Ya kita rida nikmati 57:19 pemberian Allah. 57:22 Nah, sekarang ayat Almukminun ayat 1 dan 57:27 8. 57:30 Almukminun 18 tentang amanat. 57:33 Bismillahirrahmanirrahim. 57:38 Beruntung orang beriman satu salat 57:40 puasa. Jadi semua ada di situ. Nah, 57:42 terus satu lagi yang beruntung juga 57:43 mereka yang walladina hum dan mereka 57:45 yang memenuhi amanat, memegang amanat 57:49 dan memenang janjinya. Amanat dan janji 57:53 termasuk orang yang akan disayang Allah. 57:55 Ibadurrahman asalnya ayat satunya 57:57 ibadurrahman 58:00 yang hidup di bumi sopan, santun, tidak 58:02 angkuh. 58:04 Dan mereka yang pegang amanat. Uh, 58:06 amanat disampaikan wad. Tapi ada yang 58:09 berlebihan cerita kaum tasawuf itu dia 58:13 jadi sewa kuda dari sini mungkin mau 58:15 dipakai ke mana tuh? Ke sana ujung tol. 58:19 Nyewa nyewa. Sampai di tengah jalan ada 58:22 barang ketinggalan. 58:24 Dia mau balik ambil. Ini enggak masuk 58:27 perjanjian. Balik. Jadi untanya ditaruh 58:29 diikat di jalan pedang pasir dulu dia 58:32 jalan kaki 58:33 sudah selesai baru ke sana baru jalan 58:35 tanya kenapa kau enggak pakai aja saya 58:38 nyewanya untuk ke sana tidak untuk ke 58:39 sini 58:41 gitu ya itu benar juga sih cuma ya tidak 58:45 sampai ke situlah ya 58:52 ya kalau orang nyewa mobil kan berjam 58:54 kalau sekarang enggak bukan arahnya kan 58:56 berjam 58:57 iya Kalau dia ke Bogor terus ada barang 58:59 ketinggalan di Jakarta, enggak boleh 59:02 pakai mobilnya gimana? 59:05 Nah, itu bolehlah. Ada ada kita gunakan 59:07 juga akal, pemahaman. 59:10 Nah, sekarang dakwah kita ini ustaz 59:13 siapapun juga amanat. Dakwah itu amanat. 59:15 Jadi saya tidak mungkin ee maaflah misal 59:18 sayaah nakal gitu loh. Pas waktu 59:20 kampanye saya dikasih uang suruh pilih 59:23 sampain kepada masyarakat milih orang 59:25 tuh. He. 59:26 Nah, orang itu saya tahu enggak adil, 59:28 enggak amanat. Masa saya mesti 59:29 kampanyain dia. Nah, di situ kalau saya 59:31 tidak ikhlas, saya terima uangnya, saya 59:33 terus khianat. Ceramah merubah itu sudah 59:36 sudah khianat, tidak amanat. 59:40 Nah, ayatnya ini surat Yasin wa minsal 59:42 madin rulin. 59:47 Ujung dari ujung kota seorang berusaha 59:49 mengatakan, "Wahai kaumku ikutilah para 59:52 rasul itu." Dia dakwah nih dibunuh di 59:55 Antakia. Antakia itu yang sekarang 59:57 Suriah itu berbatasan dengan Turki. 59:59 Turki. 1:00:03 Jadi ceritanya dia dibunuh jugalah. 1:00:05 Sudah ada tiga rasul. itu yang rasul 1:00:07 yang ketiga dua ti rasul ketiga dibunuh 1:00:10 juga sudah selesai tapi begitu dia 1:00:13 meninggal detik itu juga dia dengar 1:00:15 suara kirat khul jannah baru satu detik 1:00:20 dia meninggal kan yang meninggal 1:00:22 badannya kan yang mati ruhnya enggak 1:00:24 dengar suara 1:00:26 jannah dia disuruh masuk ke surga surga 1:00:27 barzakh bukan surga yang nanti 1:00:30 detik itu juga sudah masuk surga uh dia 1:00:32 senang dia bilang apa ya laiti yamun 1:00:40 Coba seandainya itu kaumku di dunia tuh 1:00:42 tahu kalau aku sekarang senang banget 1:00:44 dosaku diampunin, aku diangkat jadi 1:00:46 golongan mulia. 1:00:49 Sudah. Kenapa ini orang langsung detik 1:00:52 itu juga suruh masuk ke surga? 1:00:55 Karena dia dakwahnya ikhlas, tidak 1:00:58 ditunggangi apapun, politik atau apapun. 1:01:01 Dia mungkin berpolitik bisa saja untuk 1:01:03 dakwah yang benar, tapi tidak 1:01:04 mempolitisir itu untuk kepentingan lain. 1:01:08 Nah, Allah sendiri melihat di surat 1:01:10 Yasin ayat 21, tolong catat ayat 21. 1:01:14 Kita ini juga tidak bisa semaunya dengar 1:01:17 laksanakan ini perintah Tuhan. Ituu 1:01:20 lahukum ajro wahum muhtadun. 1:01:23 Ikutilah dakwah-dakwah itu yang tanpa 1:01:26 pamrih, yang ikhlas terhadap kalian. 1:01:29 Karena karena mereka itulah yang sudah 1:01:31 mendapat hidayah. Mereka sudah berhidah 1:01:35 mendapat petunjuk dari Allah. Sudah 1:01:37 ikhlas. Alhamdulillah. Ini ustaz-ustaz 1:01:39 kita diasil insyaallah alhamdulillah 1:01:40 termasuk. Makanya tidak pernah ada 1:01:42 kedengarannya ini itu 1:01:45 apa kampanyokan ini kepanyokan itu 1:01:48 enggak ada di sini 1:01:50 ke Allah dan ke rasulnya. 1:01:54 Itu ini perintah Allah. Ikutilah 1:01:57 mereka yang tidak punya pamri. Pamri di 1:01:59 sini bukan misalnya ustaz tuh dikasih 1:02:01 ongkos begitu ya itu boleh bukan itu. Di 1:02:04 sini maksudnya pamri 1:02:08 pamri politik dan sebagainya. 1:02:09 Pam politik. 1:02:10 Iya. Bukan itu wajar dia kan waktunya 1:02:13 sudah habis diberikan kepada umat. 1:02:15 H 1:02:16 wajarlah mereka itu di dibantu ya. Jadi 1:02:20 mereka itu ikhlas 1:02:22 semua. Ya ustaz-ustaz dakwah. Dakwah itu 1:02:24 memang seperti itu. Dakwah itu menjemput 1:02:27 sebenarnya wajaa minqsal madati datang 1:02:30 dari ujung kota seorang jasah berusaha 1:02:34 apa? Berdakwah. Ya kaum ikuti rasul 1:02:37 ikuti rasul dia berdakwah itu maranin 1:02:41 asal usulnya min asal madinati rajulun 1:02:44 yas manusia berusaha kom dia dakwah kay 1:02:48 rasul. Nah siapa ini? Ulaika humul 1:02:52 muhtadun. Yang ikhlas itulah yang sudah 1:02:54 mendapat hidayah. 1:02:57 Karena dia ikhlas Allah bimbing dia. 1:02:59 Dibimbing sebagian dari apa yang 1:03:01 sampaikan juga dia sendiri enggak sadar. 1:03:03 Itu ilmu tanpa belajar dapat dari Allah. 1:03:05 Asal ikhlas. 1:03:08 Dia enggak tahu dia ngomong itu. Kalau 1:03:09 didengarin kasatnya dia juga bingung. 1:03:13 Nah itu ini jelas sekali ayatnya. 1:03:19 Doau. Ikuti mereka yang 1:03:22 tidak punya pangri. 1:03:24 Dakwah maranin ayat Yasin juga ayat 20. 1:03:28 Maranin 1:03:31 sekarang enak. C kalau maranin yang situ 1:03:34 juga bingung dari mana ini asal usul 1:03:35 curiga juga karena banyak yang nakal 1:03:38 tadinya 1:03:39 dicurigain. Tapi nanti lama-lama enggak 1:03:41 ya. Datang dari ujung kota berusaha. 1:03:44 Wahai kaumku ikut para rasul tuh. itu 1:03:47 ikhlas disuruh ikutin Allah suruh ikutin 1:03:51 ikutin yang apa itabiu man yasalukum 1:03:54 ajro ayat 21 yasin ikuti yang tidak 1:03:56 punya pamri polos lillahi taala 1:04:03 tapi kalau nanti di luar itu dia 1:04:06 mengajak ada ormas-ormas ya enggak 1:04:08 apa-apa selama bukan dipolitisir boleh 1:04:11 bukan berarti enggak boleh masing-masing 1:04:13 senang dengan kelompok saudaranya 1:04:16 boleh-boleh saja 1:04:17 Tapi tidak mengorbankan Islam gitu, 1:04:21 tidak mengorbankan perasaan. 1:04:28 Itu indah sekali ya. Ituu man la 1:04:31 yasalukum ajr. Ulaika humul muhtadun. 1:04:34 Mereka sudah berhidah. 1:04:38 Dia semata mengajak kepada Allah. Ngajak 1:04:41 cintai Allah. Mencinta Allah. Khusuk 1:04:43 pada Allah. itu. 1:04:49 Nah, kemudian kalau sudah seperti ini 1:04:51 fitrah fabiayyib alaibbikuma tukadziban 1:04:56 gerangan. Apa sebabnya nih manusia tidak 1:04:59 mau bersyukur, mau nikmat yang bagaimana 1:05:02 lagi? Buah-buahan yang enak banyak 1:05:04 sediain. Makanan ada daging, susu semua 1:05:08 ada. Fabiay alibikum tukziban. Apa 1:05:12 sebabnya kalian tidak mau bersyukur? 1:05:14 tidak menurut kepada Allah. Apa 1:05:15 sebabnya? 1:05:17 Apa enggak lihat kebesaran Allah? 1:05:21 Hah? Itu Allah bisa buatkan buah-buahan, 1:05:23 makanan-makanan semua dari tanah 1:05:25 keluarnya. 1:05:26 Tapi apakah makanan buah-buahan itu ada 1:05:28 rasa tanah? Enggak ada. 1:05:33 Enggak lihat alam ini bagaimana 1:05:35 diciptakan Allah? Bagaimana diri kita 1:05:38 bayi-bayi kecil terus besar-besar enggak 1:05:40 kelihatan besarnya. seperti pohon kita 1:05:42 tanam 5 6 cent 10 cent tingginya tu 1:05:46 kopohon-kepohon kita balik lagi sudah 1:05:47 tinggi. H 1:05:48 gak pernah kelihatan dia muncul ke atas. 1:05:54 Dan kita dijanjikan Allah kalau fitrah 1:05:57 diberikan dua surga 1:06:00 jannatain 1:06:02 dan surga itu dua-duanya tu sangat indah 1:06:05 dipandang. 1:06:07 Udara di sana segar. Buah-buahan aja 1:06:10 cantik, cakep, 1:06:13 indah warnanya, rindang pohonnya, damai 1:06:17 dan mesra semuanya. Sopan santun, tegur 1:06:20 sapa sesama manusia semua cantik, semua 1:06:23 ganteng penghuninya tiada tangis, tiada 1:06:26 sakit, tiada derita selamanya. Itulah 1:06:28 surga buat Bapak, Ibu sekalian 1:06:31 dan anak-anaknya semua. ketemu ibu, Pak, 1:06:34 nenek semua 1:06:36 luas luas luas surga itu 1:06:39 alam surga alam tanpa waktu tiada 1:06:41 kematian, tiada tahun tiada bulan, tiada 1:06:44 hari, tiada menit dan tiada umur 1:06:47 selamanya. 1:06:48 Alam surga tanpa waktu. Karena tiada 1:06:51 waktu maka dia tidak berakhir lain 1:06:55 dengan di dunia. Segala waktu akan 1:06:57 berakhir. Dunia akan tutup, akan bubar, 1:07:01 waktunya habis. 1:07:04 Itu suratnya itu Arrahman 66. Fihima 1:07:07 jannatan nadhataan. Di dalam surga itu 1:07:10 ada dua buah mata air yang memancar. Ada 1:07:13 dua dua dua surga juga. 1:07:17 Fihimaatun wlun ada buah-buahan. Delima 1:07:20 selalu diserbut dari surga di sini agak 1:07:23 jarang ya. 1:07:24 He 1:07:24 mahal kan itu saya baca di mana itu 1:07:27 delima itu juga obat obat asam urat 1:07:30 juga. 1:07:31 Delima. Iya, banyak obat di situ. Ya 1:07:34 sudahlah, insyaallah kita sudah waktunya 1:07:37 ya. Insyaallah nanti kita baca doa di 1:07:40 akhir. 1:07:41 Asalamualaikum. 1:07:43 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 1:07:45 subhanahu wa taala. Tausiah sore edisi 1:07:47 hari ini bersama guru kita Ustaz Zain 1:07:50 Alhadi. Amanah dari Allah. Dan kita 1:07:54 masuk ke sesi kedua. Ikhwan akhwat. Ini 1:07:57 saya akan membacakan dulu WhatsApp dan 1:07:59 juga atensi dari pendengar ikhwan dan 1:08:02 akhwat yang sudah masuk. Ada 1:08:05 Bapak Rama di Tangerang Selatan. 1:08:07 Asalamualaikum warahmatullahi 1:08:09 wabarakatuh. Alhamdulillah Pak Ustaz 1:08:11 saya menyimak siaran di sore hari ini. 1:08:14 Lalu juga ada Ibu Karmila di Tebat. 1:08:16 Asalamualaikum warahmatullahi 1:08:18 wabarakatuh. Pak Ustaz, saya telah 1:08:20 diberikan amanah oleh Allah, yaitu tiga 1:08:24 orang anak yang lucu. Tapi setelah 1:08:27 dewasa, saya sangat merasa berdosa 1:08:31 kepada Allah. Karena semenjak dini saya 1:08:35 kurang mendidik anak-anak saya dalam hal 1:08:38 agama. Sehingga ketika dewasa sampai 1:08:42 saat ini mereka agak lalai ibadah kepada 1:08:45 Allah, Pak Ustaz. Saya menyesal, saya 1:08:48 menangis di setiap malam ketika tahajud. 1:08:51 Apakah dapat merubah mereka, Pak Ustaz, 1:08:53 menjadi anak-anak yang rajin menjalankan 1:08:56 perintah Allah? Terima kasih, Pak Ustaz, 1:08:58 nasihatnya. 1:09:00 Bismillahirrahmanirrahim. Iya, 1:09:02 insyaallah. Insyaallah akan datang 1:09:05 saatnya mereka menjadi saleh ya. H 1:09:08 ini mah Allah dengar semua ini. 1:09:11 Insyaallah Allah perintahkan malaikatnya 1:09:14 untuk mengawal anak-anak itu, membisikan 1:09:16 kebaikan. Insyaallah semua bisa terjadi. 1:09:20 Ee kalau 1:09:23 ada waktu 1:09:25 baca apa sajalah ayat-ayat Quran. Baca 1:09:28 juga Asmaul Husna. 1:09:30 Hm. 1:09:31 Di air. Jadi yang gede lah yang banyak 1:09:33 di galon 1:09:35 juga. Galonnya buat berapa bulan ya? 1:09:37 Heeh. Kan bacanya agak lama. 1:09:39 He. 1:09:39 Nah, setiap satu asma Ya Allah ya Rahman 1:09:43 kan. 1:09:43 Ya Rahman sholli ala Muhammad wa Ali 1:09:46 Muhammad ya Rahim shall ala Muhammad wa 1:09:49 Ali Muhammad. Terus setiap satu asma 1:09:52 baca selawat. Bebas baca selawat yang 1:09:54 mana yang suka tak masalah. 1:09:56 Tapi selesai sampai J subur tuh kan 99 1:10:00 tuh. 1:10:01 Heeh. Mau baca tiga kali boleh, mau baca 1:10:03 sekali boleh. Besok lagi, besok lagi, 1:10:05 besok lagi 1:10:06 sampai 10 kali. 1:10:08 Ya, mungkin satu malam satu kaliah. 1:10:12 Nanti itu kasih minum anak. 1:10:14 H 1:10:15 ini kalau kita baca Asmaul Husna di HP, 1:10:18 di HP, HP-nya buka kerekam enggak di HP? 1:10:21 HP itu apa? Plastik apa besi? 1:10:25 Hah? Suara kita terekam kan? 1:10:28 Heeh. 1:10:28 Terekam di HP kan? Iya. 1:10:30 Kalau baca di air lebih mudah lagi. 1:10:32 Iya. 1:10:33 Terekam itu suara bacaan kita itu ada di 1:10:35 dalam air itu bernyatu dengan 1:10:38 molekul-molekul yang ada di otak. 1:10:40 Termasuk ke otaknya. 1:10:42 Coba 1:10:44 Asmaul Husna. 1:10:45 H. 1:10:45 Tuhan kasih asmaul Husna enggak 1:10:47 sembarangan. Suruh baca nama-nama Allah. 1:10:50 Masuk ke kepala anak kita itu. 1:10:52 Insyaallah. Insyaallah. Yang begini 1:10:55 begini jangan dilarang. Tidak ada dosa. 1:10:57 Di mana dosanya kok bukan kita yakin ini 1:11:00 itu enggaklah. Itu kan berdoa. 1:11:03 Berdoa insyaallah. 1:11:07 Yakin silakan Bapak Ibu ya. Ibu ini 1:11:09 Ibu baca ibu sayang anak Bu ya. Baca 1:11:12 minum 3 galon tuh bisa 2 3 minggu ya. 1:11:18 Insyaallah. 1:11:19 Tapi apa yang saya sampaikan itu 1:11:22 insyaallah hasilnya nampaknya baik. 1:11:23 Bagus. 1:11:25 Ada sih beapa orang tuh yang lain saya 1:11:27 enggak tahu. 1:11:28 H 1:11:28 tapi yang sudah melapar. Alhamdulillah 1:11:31 girang juga kita 1:11:32 senang. 1:11:34 Memang harus dua kan Allah juga tahu mau 1:11:36 apa lagi. 1:11:37 Mau kepada siapa coba 1:11:38 ke Allah lah. Mau ke mana? 1:11:43 Ada satu kejadian yang aneh. Beneran ini 1:11:46 makhluk. Saya mau ceritain begini. Saya 1:11:48 lagi ngajar ini dulu di rumah ngajar 1:11:50 taklim ibuok itu. Yang lama datang 1:11:52 seorang ibu bawa surat dari dokter 1:11:55 anaknya kena aid. 1:11:56 He 1:11:57 kita menang ngerti segala macamnya 1:11:59 begini. 1:12:00 Ya sudah duduk situ kita baca doa, baca 1:12:02 Yasin, baca apa untuk kesembuhan anak 1:12:04 itu. 1:12:04 He. 1:12:05 Kira-kira 7 bulan datang ibunya. Pak 1:12:07 surat lagi sudah sembuh. 1:12:08 H. Nah, beritanya ke mana-mana itu 1:12:11 datang banyak ya enggak bisa he 1:12:14 enggak mard kenapa ya itu kita bacanya 1:12:17 bersama banyak pengajian mungkin salah 1:12:20 satu yang hadir ini mungkin doanya 1:12:23 dikabulkan Allah siapa tahu 1:12:26 emang aneh bak surat lagi sudah sepuh 1:12:28 itu enggak bisa ada lagi datang ya 1:12:30 enggak bisa 1:12:32 jadi itu kehendak Allah 1:12:35 bisa saja mungkin salah satu yang hadir 1:12:37 kita enggak tahu siapa Iya. 1:12:39 Nah, itu saja. 1:12:40 He. 1:12:41 Itu mustahil sampai sekarang enggak 1:12:42 bisa. Ya sudah hukum Allah begitu mau 1:12:44 apa? 1:12:44 Heeh. 1:12:47 Selanjutnya, Pak Ustaz ada Pak Rohili di 1:12:49 Pulau Gebang. Asalamualaikum 1:12:51 warahmatullahi wabarakatuh. 1:12:53 Pak Ustaz, amanah apa yang paling kita 1:12:57 utamakan sebagai seorang beriman di 1:13:00 dalam melaksanakan perintah Allah dalam 1:13:03 kehidupan sehari-hari? Amanah paling 1:13:06 penting dalam hidup. 1:13:08 Amanah keluarga itu paling penting. 1:13:10 Keluarga, 1:13:10 keluarga, istri, mertua masuk semua itu, 1:13:13 kakek, nenek, anak, cucu, semua itu 1:13:15 itu diutamakan tetap dengan cara lembut, 1:13:18 lemah lembut. 1:13:20 Tetap dengan cara lemut itu amanah. Baru 1:13:22 amanah-amanah ada di Al-Qur'an semua 1:13:24 amanah itu. 1:13:25 Iya. 1:13:25 Perintah-perintah, kewajiban dan 1:13:27 sebagainya. Ingat ke situ amanah dari 1:13:30 Allah. ini amanah gitu loh. banyak 1:13:32 amanah-amanah lain ee itu apa ee wajib 1:13:38 melakukan apa itu ini sudah langka ini 1:13:40 padahal di Quran disuruh 1:13:42 suruh kita menjadi muslih 1:13:44 di Quran bawa akwaikum menjadi ee juru 1:13:49 damai pertenggaran antara tetangga atau 1:13:52 anta siapa atau keluarga dan famili di 1:13:55 disambung rahimnya silaturahimnya 1:13:57 disambung jadi penengah damai 1:14:02 itu amanat juga itu sudah langka ya juru 1:14:06 damai itu. Nah, itu mulai ke situ. Itu 1:14:10 termasuk amanat. 1:14:12 Insyaallah. 1:14:13 Insyaallah. 1:14:16 Ada Bu Asma di Jakarta Selatan. 1:14:19 Asalamualaikum warahmatullahi 1:14:20 wabarakatuh. Pak Ustaz, kondisi saat ini 1:14:23 banyak masyarakat yang hanya mampu 1:14:25 bertahan agar tetap hidup. 1:14:29 Namun pemerintah terus menekan rakyatnya 1:14:32 dengan berbagai macam contohnya pajak. 1:14:36 Ini terasa berat untuk rakyat kecil. 1:14:38 Mohon pencerahannya dari Pak Ustaz 1:14:40 supaya selalu bisa bersyukur. 1:14:43 Bismillahirrahmanirrahim. 1:14:46 Iya. Jadi semua itu keamanan dari Allah. 1:14:49 Kalau sudah banyak keluarga yang belum 1:14:51 mampu famili ya itu kan wajib kita beri 1:14:55 nafkah. 1:14:55 Hm. Ya, kita berikan nanti kalau pajak 1:14:58 datang, saya sudah berikan ke pemili 1:15:01 enggak punya. 1:15:03 Oh, mesti bukan pajak. Saya mau bayar 1:15:05 pajak tapi pemerintah keluarin dari 1:15:07 kantor sosial buat saudara saya yang 1:15:09 enggak punya beras tuh. 1:15:11 Minta lagi sama dia dari kantor sosial. 1:15:14 Kalau dia mau kasih baru boleh bayar. 1:15:16 Orang kaya tidak bayar panjang. Itu 1:15:18 bertentangan dengan Quran, dengan 1:15:20 Pancasila juga tadi. Teri kemanusiaan 1:15:22 yang adil dan beradab itu wajib dikasih. 1:15:26 Kalau orang enggak punya dikasih. Kalau 1:15:28 negara mau ngurusin zakat ada kantor 1:15:31 zakat apa namanya itu mana zakatnya? 1:15:34 Berikan juga dong. Bukan buat negara 1:15:37 beli zakat pakai buat negara. Salah 1:15:39 besar. H 1:15:40 itu penyelewengan. Maaf siapa ulamanya? 1:15:43 Akhirnya kita diskusi 1:15:45 inama sedekah lil fuqara wal masakin. 1:15:47 Semua sedekah untuk fakir miskin. 1:15:50 Negara sudah banyak ini kekayaan alam 1:15:53 cukup buat negara itu dari pajak yang 1:15:55 pabrik-pabrik yang besar juga cukup. 1:15:59 Jangan begitu dong. 1:16:01 Ini rakyat yang susah ini amanat. 1:16:06 Saya bilang enggak ada semua makmur. Di 1:16:07 mana semua makmur? Laporan dia begitu. 1:16:09 Lihat turun turun ke bawah 1:16:12 pergi ke kampung-kampung lihat. 1:16:15 Tapi orang kita itu kan orang yang punya 1:16:17 harga diri, mulia enggak mau pamer. Itu 1:16:20 orang tahu dia tahan di rumah. 1:16:23 Saya pernah ngintip di mana semua 1:16:25 tetangga ngintip kedengaran suara 1:16:27 anaknya. Mana mah jangan ada kakakmu 1:16:30 belum pulang sekolah belum makan. Cukup 1:16:32 situ. 1:16:34 Apa enggak sedih dengar itu? 1:16:39 kaya memang kaya negeri ini. Orangnya 1:16:42 juga kaya. Banyak yang kaya tapi yang 1:16:44 miskin juga banyak. Dan juran pemisah 1:16:46 antara kaya dan miskin terlalu curang 1:16:49 jauh. Yang bisa melakukan perkawinan 1:16:52 sampai 3 miliar, 2 miliar dengan yang 1:16:54 makan susah. 1:16:57 Itu yang bahaya yang Tuhan tidak rida 1:16:59 itu kezaliman itu bertentangan dengan 1:17:02 Pancasila. Beri kemanusiaan yang adil 1:17:04 dan beradab. Kok Pancasila dibuat 1:17:08 teriak-teriak saja. 1:17:13 kemanusiaan yang adil dan beradab. 1:17:15 Tumbuhkan itu. 1:17:18 Harusnya diambil lagi nih zakat dari 1:17:21 orang-orang kaya itu dipaksa ambil 1:17:24 berikan langsung kepada fakir miskin. 1:17:27 Tidak boleh zakat disamakan dengan 1:17:28 pajak. Pajak buat bayar pegawai buat apa 1:17:31 segala macam. Zakat tidak boleh untuk 1:17:34 fakir miskin 100%. 1:17:36 Hm. Panitia yang bekerja untuk ngurus 1:17:39 itu boleh 10% tapi bukan yang waktu 1:17:42 puasa, bulan puasa di panitia enggak 1:17:46 yang memang kerjanya seperti itu 1:17:48 sepanjang tahun. 1:17:50 Ini enak-enak ini. Kalau pemerintah 1:17:53 kenapa ambil kalau apa itu zakat urus 1:17:57 semua yang ada uangnya diurus. 1:18:01 Saya bukan mencela tapi apa aturan itu 1:18:04 dirubah 1:18:06 kan punya Pancasila aja itu pakai tuh 1:18:09 beri kemanusiaan yang adil dan beradab. 1:18:15 Jadi jangan berpolitik menemu negara itu 1:18:17 politiknya menyusahkan rakyat. Ada yang 1:18:20 sengaja rakyat dimiskinin. Kalau sudah 1:18:22 dimiskinin dikasih sembako, suruh nurut 1:18:24 milih dia. Ini haram. 1:18:27 Dan rakyat pintar sikit loh. 1:18:31 Banyak tuh cara kayak gitu. Wah, itu 1:18:32 sudah bahaya. Belum memimpin sudah 1:18:35 memiskinkan. 1:18:38 Ada yang bagi sembah dengan niat supaya 1:18:40 mereka malas. 1:18:42 Gak bisa kasih kail. Sekali lagi kasih 1:18:45 kail. Jangan kasih ikan. Ikan paling dua 1:18:49 ekor. Mau kasih banyak busuk. Kasih 1:18:51 kail. Dia bisa makan ikan tiap hari. 1:18:56 Tolonglah. Maaf kalau bahasa saya agak 1:18:58 seperti ini. Sedih saya sering ke 1:19:02 kampung. 1:19:08 Insyaallah. 1:19:09 Insyaallah. 1:19:11 Ada Pak Arwin yang menyimak siaran di 1:19:14 sore hari ini. Begituun Ibu Ani C 1:19:16 Hudzaifah yang menyimak siaran Pak 1:19:18 Ustaz. Lalu juga ada Pak Komaruddin di 1:19:21 Karawang. Begituun ini ada Ibu Lili juga 1:19:26 ada Ibu Sufi di Depok. Asalamualaikum 1:19:30 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:19:32 Mohon doanya, Ustaz, untuk anak-anak 1:19:34 saya yang sampai saat ini belum bisa 1:19:36 istikamah dalam salatnya, apalagi mereka 1:19:40 sudah dewasa. Apakah saya sebagai orang 1:19:44 tuanya itu menanggung dosa-dosa anak 1:19:47 saya, Pak? Pak Ustaz, padahal orang 1:19:49 tuanya sudah menesa hatinya. Terima 1:19:51 kasih. Bismillahirrahmanirrahim. Ya, 1:19:54 kalau sudah menasehati 1:19:56 apa sudah panggil guru juga misalnya 1:19:59 masih bisa itu sudah enggak ada dosa 1:20:01 lagi terus tapi tidak boleh bosan terus 1:20:04 dengan cara yang baik bujuk ada waktunya 1:20:07 mereka akan nurut. Kalaupun sampai lama 1:20:10 tidak ketika terjadi suat sesuatu 1:20:14 kehendak Allah atau kehendak alam 1:20:16 kehendak Allah lah. Dia mengalami suatu 1:20:19 kesulitan 1:20:21 apapun. Nah, kalau kesulitannya besar, 1:20:23 nah itu manfaatkan itu momentum tuh. 1:20:26 H 1:20:27 manfaatkan 1:20:28 ini kamu terus diajak tuh dalam keadaan 1:20:31 seperti itu biasanya nyerah. 1:20:33 Iya. 1:20:33 Nurut. Jadi sabar dulu. Sekarang biasa 1:20:36 baik-baik saja. Nanti pada saat dia 1:20:38 insyaallah enggak insyaallah sehat arti 1:20:40 ada sesuatu 1:20:42 insyaallah menjadi batu. Kalau kita 1:20:44 manfaatkan cara baik malah menjadi bagi 1:20:47 buat dia. 1:20:47 He. 1:20:48 Jangan tidak dimanfaatkan kan ada susah 1:20:51 kan. Insyaallah malah susahnya Allah 1:20:53 selesaikan dianya mau itu biasanya mau 1:20:56 nurut kalau lagi seperti itu. Nah, terus 1:20:59 sudah manfaatkan ajak dia jadi baik 1:21:01 terus sayangnya tambahin. 1:21:04 Dia berasa kalau nurut sama ibu bapak 1:21:07 disayang 1:21:09 dia nikmati 1:21:11 seperti itu. Ada harapan ada ada bisa 1:21:15 insyaallah sudah banyak kalau masih umur 1:21:17 sekian kan wajar. 1:21:19 Apalagi zaman kayak gini, orang dulu mau 1:21:22 cari nakal-nakal susah, sekarang 1:21:24 dikejar-kejar nakal anak kita ini. 1:21:27 Nah, jadi kita nyadari juga itu 1:21:29 lembut-lembutlah insyaallah. 1:21:32 Baik, ada juga Ibu Imah Sartimah yang 1:21:35 menyimak siaran di sore hari ini. 1:21:38 Begituun Ibu Retno, Salam Qolbun Salim. 1:21:41 Semoga Pak Ustaz selalu sehat. itu Pak 1:21:44 Ustaz WhatsApp dan juga 1:21:45 pertanyaan-pertanyaan bisa kita jawab di 1:21:47 kesempatan kali ini. Sebagai penutup 1:21:50 dari Pak Ustaz, apa yang ingin Ustaz 1:21:52 sampaikan ke pendengar? 1:21:54 Enggak ada jalan lain. Kita cuma punya 1:21:55 Allah 1:21:56 yang paling kita besarkan, yang paling 1:21:59 kita kagum, yang kita paling butuh, 1:22:02 paling butuh. Tidak ada yang kita butuh 1:22:04 kita kepada Allah. Sangat membutuhkan. 1:22:07 Jadi ingat terus, ngadap terus, curhat 1:22:10 terus, curhat terus. Jangan curhat terus 1:22:12 ke manusia kepada Allah. Tidak ada 1:22:14 ke mana imannya? Kepada Allah 1:22:18 gitu 1:22:20 boleh tulis surat tidak kepada Allaheng 1:22:23 ya. Enggak pakai deput, tulis aja 1:22:25 keinginan kertas. Taruh di situ. Kita 1:22:27 salat malam taruh di sebelah. Sudah 1:22:30 jangan pikirin Tuhan tah pasir Tuhan apa 1:22:33 pun dia tahu. Gak pakai nulis juga tadi 1:22:35 dia tahu. Tapi dengan nulis itu untuk 1:22:37 menguatkan hati kita 1:22:40 gitu 1:22:42 sudah amanlah. Sudah bagus semua. 1:22:45 Kenapa? Udah di sudah di jalur tol 1:22:49 yang masih di arteri itu tarik supaya 1:22:52 masuk tol. Ini sudah tol siratal 1:22:54 mustaqim sudah kita sudah di jalur itu 1:22:56 sudah bagus tinggal hati-hati 1:22:59 pertah tuh hati-hati pelihara baik-baik 1:23:01 godaan banyak jebakan banyak rancau 1:23:04 banyak 1:23:06 kita hati-hati tinggal hati-hati jalan 1:23:09 sudah ketemu 1:23:11 ya ini tiap kemis tiap hari itu dirhasil 1:23:14 ada semua itu Quran cara ma ustaz-ustaz 1:23:16 itu semua alhamdulillah siratal mustaqim 1:23:20 itu semua ini menuju Allah lillahi taala 1:23:22 ormas-ormas itu cuma alat 1:23:25 alat mengumpulkan massa. 1:23:27 Jadi agama kita itu Islam. Allah Tuhan 1:23:30 kita, Nabi Muhammad nabi dan rasul kita. 1:23:33 Itu yang wajib diimani baru boleh ikut 1:23:36 itu fikih-fikih apa itu. Itu sebenarnya 1:23:39 itu arteri. 1:23:41 Arteri 1:23:42 Quran. Qurannya itu yang kita sudah 1:23:44 masuk tol. Dari arteri harus menuju tol 1:23:48 dong. Masa diarter terus. Arteri itu 1:23:51 fikih, ilmu-ilmu lainlah enggak apa-apa. 1:23:54 Mesti ada mesti lewat arteri dulu memang 1:23:57 baru tol ya. Tapi kita berdoa bersama ya 1:24:00 sekedarnya ya. 1:24:01 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:24:03 Bismillahirrahmanirrahim. 1:24:06 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 1:24:08 shalli ala Muhammad Muhammad. Ya Allah 1:24:11 peliharalah segala yang ada. 1:24:15 Mohon masukkan ke dalam rongga hati kami 1:24:18 rasa cinta yang membara kepada-Mu ya 1:24:21 Allah. Ya Allah mohon singkirkan 1:24:25 kenakalan dan rayuan khanas dari dalam 1:24:28 hati kami. 1:24:32 Kami ini yakin bahwa Engkau ya Allah 1:24:35 sayang kepada kami. 1:24:38 Kami menjadi kesayangan-Mu ya Allah. 1:24:41 Rela dan rida pada apapun keputusanmu, 1:24:46 takdirmu. 1:24:48 Pahitkah, maniskah, pedaskah, asamkah, 1:24:51 semua kami terima dengan tabah dan 1:24:53 tegar. Karena semua keputusan ya Allah 1:24:56 adalah untuk kebaikan hidup kami. 1:25:00 Walaupun pahit, kami yakin semuanya 1:25:02 kebaikan dariMu kepada kami. Semoga 1:25:06 Engkau tetap selalu rida, sayang dan 1:25:08 selalu membimbing kami di jalan yang Kau 1:25:10 ridai. 1:25:13 Ya Allah, terimalah curahan hati kami 1:25:16 ini hanya kepada-Mu saja. Kami meruk, 1:25:19 sujud, berlutut, 1:25:22 bersujud, meletakkan dahi kami di tanah 1:25:25 sambil menyadari kerendahan diri kami 1:25:28 kepada-Mu. 1:25:29 Ya Allah, sungguh besar dosa-dosa kami, 1:25:33 tapi kami yakin jauh lebih besar kasih 1:25:36 sayang-Mu dan ampunan-Mu kepada kami. 1:25:44 sebesar apapun dosa kami, lebih besar 1:25:47 lagi kasih sayang-Mu dan ampunan-Mu. 1:25:51 Ya Allah, selimuti diri kami dengan iman 1:25:55 dan aman 1:25:58 juga ayah, bunda dan putra-putri kami. 1:26:03 Dan mohon kelak kumpulkan kami bersama 1:26:05 mereka. 1:26:07 Ya Allah, mohon selamatkan negeri kami 1:26:11 ini dari kejahatan para penzalim. 1:26:15 Mohon selamatkan dari kami ya Allah 1:26:18 daripada perusak 1:26:21 perusak tatanan hidup, perusak hukum, 1:26:24 perusak budaya. 1:26:27 Berilah hidayah kepada mereka akan 1:26:29 bertaubat. 1:26:31 Ya Allah, mohon selamatkan kami semua 1:26:34 dari mereka yang tidak berketuhanan yang 1:26:36 maha esa. 1:26:40 Kita bersama baca ya. Hasbi 1:26:43 hasbi 1:26:44 rabbi. 1:26:45 Rabbi 1:26:45 jallallah 1:26:46 jallallah 1:26:48 ma fi 1:26:49 qolbi illallah. 1:26:51 Qbi illallah. 1:26:52 Aku punya Allah cukup. Aku tidak butuh 1:26:54 yang lain. Cukup Allah segalanya 1:26:56 untukku. 1:26:59 Di hatiku tidak ada yang kuikat yang 1:27:01 kuharapkan selain Engkau ya Allah. 1:27:04 Kepada Nabi Muhammad tercurah selawat 1:27:06 Allah lailahaillallah. 1:27:09 Wasallallahu ala Muhammad wa Ali 1:27:11 Muhammad walhamdulillahiabbil alamin. 1:27:13 Wasalamualaikum warahmatullah. 1:27:16 Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 1:27:18 Allah subhanahu wa taala tausiah sore 1:27:20 edisi hari ini bersama guru kita Ustaz 1:27:23 Zain Alhadi. Semoga apa yang beliau 1:27:25 sampaikan bermanfaat bagi kita semua. 1:27:27 Terima kasih banyak atas kebersamaan 1:27:28 Anda. Kami undur diri. Billahi taufik 1:27:31 wal hidayah. Subhanakallahumma 1:27:33 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 1:27:35 astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum 1:27:37 warahmatullahi wabarakatuh.