Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Rasil [musik] 0:09 TV. 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:19 Asalamualaikum warahmatullahi 0:20 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:22 rahimakumullah. 0:24 Masih bersama Radio Silaturahim 0:27 yang saat ini akan membersamai kita 0:31 semua dalam program yang mudah-mudahan 0:35 dengan mengambil topik wakaf untuk 0:40 memperkuat kemandirian ekonomi dan juga 0:44 membangun kemandirian ekonomi. Seperti 0:47 biasa bersama ee Mbak 0:52 Syakfrir Lubis. Beliau adalah ketua 0:55 lembaga wakaf silaturahim. Mudah-mudahan 0:59 waktu yang kita lewati bersama ini juga 1:01 akan mempersuasi kita ya. Tidak lupa 1:03 salam selawat kita lantunkan untuk 1:05 junjungan umat kekasih kita Muhammad 1:07 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 1:10 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 1:12 beliau dan bersama-sama beliau di saat 1:16 yang sangat kita rindukan di yaumil 1:18 akhir. 1:20 Ikhwan akhwat, 1:23 untuk memulai 1:25 program kita kali ini, narasumber kita 1:29 Bapak Safril Lubis sudah hadir di sini. 1:32 Asalamualaikum warahmatullahi 1:33 wabarakatuh. 1:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:36 wabarakatuh. 1:38 Terima kasih sudah siap untuk hadir bagi 1:41 kita semua yang segalanya akan diawali 1:43 dengan lantunan ayat suci Al Imran ayat 1:49 92. Ya, mari kita simak sepenuh jiwa, 1:52 sepenuh rasa. 1:54 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:57 Bismillahirrahmanirrahim. 2:01 lan tanaalul birra hatta tunfiqu mimma 2:05 tuhibbun 2:09 wama tufiqu min 2:12 fainnallaha 2:14 bihi alim. 2:17 Kamu tidak akan memperoleh kebajikan 2:21 sebelum kamu menginfakkan 2:24 sebagian harta yang kamu cintai dan 2:28 apapun yang kamu infakkan tentang hal 2:31 itu, sungguh Allah maha mengetahui. Ini 2:34 dari surah Ali Imran 92 itu, Mbak 2:36 Nuning. 2:37 Masyaallah. Jadi lewat apakah [tertawa] 2:41 kita akan memperoleh seperti yang tadi 2:43 disampaikan di surat tersebut 2:45 kebajikan 2:45 kebajikan 2:47 dan 2:49 kalau wakaf seperti yang kita tahu itu 2:52 ternyata bukan hanya untuk membangun 2:55 sesuatu tetapi juga kita sebagai manusia 2:58 juga keluarga kita terangkat dari 3:01 kemiskinan dan seperti yang tadi diawali 3:05 adalah mampu membangun ekonomi umat. Ya. 3:09 E Pak Safril, kalau seandainya 3:13 kita 3:16 biar cinta untuk melakukan satu hal ini, 3:20 wakaf adalah utama di dalam prioritas 3:22 kita itu yang harus ada di benak kita 3:24 dulu. Apa sih? 3:26 Iya, Mbak Nuning. 3:29 Wakaf ini 3:32 artinya kan 3:34 terputus. 3:36 terputus kepemilikan itu dari kita. Kita 3:40 serahkan kepada Allah. 3:43 Menyerahkan harta wakaf itu terputus 3:46 kepemilikan kita. 3:47 He. 3:48 Kemudian kita serahkan kepada Allah. 3:51 Tentu saja melalui mekanisme yang ada 3:54 gitu kan. Menyerahkannya kepada Allah 3:56 gimana gitu kan. 3:57 Maka diserahkanlah itu kepada 4:01 yayasan wakaf, lembaga wakaf dan 4:03 sebagainya. Nah, yang diserahkan itu ada 4:07 dua jenis, pendengar pemirsa sekalian. 4:10 Yang pertama disebut dengan harta 4:12 bergerak 4:15 dan harta tidak bergerak. Selama ini 4:17 yang kita pahami wakaf itu cenderung 4:21 kepada harta tidak bergerak, tanah, 4:24 rumah, bahkan tanah perkuburan itu 4:29 sering disebut sebagai tanah wakaf gitu. 4:31 He 4:31 ya. Tetapi pada dasarnya ada harta tidak 4:35 bergerak. Harta bergerak yang justru 4:39 bisa menggerakkan 4:43 kemandirian umat, menggerakkan 4:46 langkah-langkah bagi penanggulangan 4:48 kemiskinan, 4:49 menggerakkan peningkatan pendidikan dan 4:53 seterusnya. He 4:54 ya. Jadi kita pagi ini akan lebih banyak 4:58 berbicara tentang 5:01 wakaf dari barang atau harta bergerak, 5:04 Mbak Duni. Harta bergerak ini 5:07 uang terutamanya 5:09 ee emas harta tidak ber harta bergerak 5:13 juga boleh enggak wakaf emas? Boleh. 5:15 Beberapa pendengar hasil itu mewakafkan 5:17 emas. 5:18 Kalau saham termasuk barang bergerak, 5:22 tapi itu kita belum pernah terima ya. 5:24 Iya. 5:25 Nah, gambaran gitu Mbak Nuni. 5:27 Jadi, bagaimana kita bisa menyisihkan 5:32 apa yang kita punya yang bergerak itu ya 5:35 ee Pak Sahril yang Allah berikan kepada 5:38 kita untuk emm menjadi aset umat ya. 5:44 Kalau cuma sekedar mengurangi kemiskinan 5:48 saja yang ada di benak kita lewat wakaf, 5:50 memberi bantuan, tetapi yang ada di 5:53 benak kita adalah mengurangi kemiskinan 5:55 saja, ee seperti apakah kira-kira 5:59 gambarannya? 6:01 Baik, meng menanggulangi kemiskinan 6:04 adalah satu hal, tetapi lanjutannya 6:09 adalah 6:10 membangun kemandirian ekonomi umat. 6:13 Oh. Oke, 6:15 ada yang bertanya gini, Mbak Nuning. Di 6:17 Indonesia kan banyak yang orang-orang 6:19 kaya ya. Kalau orang kaya itu mau 6:23 berbagi, rasanya orang miskin itu sudah 6:27 akan 6:29 sangat sedikit gitu ya. Tetapi kita 6:31 perlu pahami bahwa kemiskinan itu sejak 6:34 zaman Rasulullah 6:36 juga tetap ada. 6:38 Bedanya adalah 6:40 kalau di zaman Rasulullah itu 6:44 fakir miskin diurus oleh baitul mal. 6:50 Begitu ada fakir miskin yang membutuhkan 6:53 maka diurus baitul mal. He. 6:55 Nah, dalam konteks ini zakat bisa 6:58 berfungsi sebagai 7:02 komponen untuk membangun kemandirian 7:05 ekonomi ini. Mbak Nuning, 7:07 he 7:07 kalau 7:09 zakat itu 7:12 gunanya kan membantu yang mustahk ya. 7:15 Iya. 7:15 Zakat ini kan kalau zakat harta 7:19 apabila harta kita sudah mencapai 7:21 nisabnya wajib dikeluarkan. dan itu 7:25 diserahkan kepada penerimanya. Salah 7:27 satunya adalah fakir miskin. 7:28 Iya. 7:29 Kalau wakaf 7:31 tidak langsung bisa digunakan, Mbak 7:34 pendengar pemirsa sekalian. 7:36 Tetapi wakaf ini dihimpun 7:39 dan digunakan untuk menggerakkan 7:41 kegiatan ekonomi sehingga memberi 7:44 manfaat yang lebih luas. gambarannya 7:46 seperti itu. 7:48 Jadi artinya kalau wakaf itu dia 7:50 mempunyai kekuatan membangun aset yang 7:55 manfaatnya berlangsung dalam jangka 7:57 panjang. Itu sebabnya 8:02 wakaf itu dihimpun dan digunakan untuk 8:07 membangun ekonomi. 8:08 He. 8:09 Secara bertahap begitu, Mak. Kalau 8:12 zakat, infak langsung bisa dipakai. Nah, 8:16 dalam konteks 8:18 kalau kita baca 8:22 ee surah Albaqarah 261, saya bacain 8:25 sebentar, Mas. 8:25 Iya. 8:26 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 8:28 Matsaladzina yunfiquuna amwalahum fi 8:33 sabilillah 8:35 fi sabilillahi 8:37 kamasali habbatin ambatan sabanabilina 8:42 fi kulli sumbulatin miatun habbah 8:47 wallahu yudhaifu lima yasya 8:51 wallahu wasiun alim. 8:55 Perumpamaan orang-orang yang 8:57 menginfakkan hartanya di jalan Allah 8:59 seperti sebutir biji yang menumbuhkan 9:02 tujuh tangkai 9:03 dan pada setiap tangkai ada 100 biji. 9:07 Allah melipat gandakan bagi siapa yang 9:09 Dia kehendaki. Dan Allah maha luas, maha 9:12 mengetahui. Ini gambarannya maknuning. 9:15 Iya. Jadi kalau pendengar pemirsa 9:18 berwakaf 9:20 atau bersedekah, berinfak, maka akan 9:23 Allah ganti dengan gambar surah 9:25 Albaqarah 261 ini sebanyak 700 kali. 9:30 Satu diganti 700. Tetapi jangan kita 9:33 anggap begini, Mbak Nuning, 9:35 kalau kita bersedekah Rp1.000, 9:38 he 9:39 nanti akan diganti menjadi Rp700.000. 9:41 Enggak seperti itu. 9:43 Allah memberi 9:45 ganti itu dengan cara yang terbaik 9:48 seperti yang dikehendaki Allah gitu. 9:51 Tetapi 9:52 di samping hitungan 700 kali itu kalau 9:56 menurut ayat ini akan ditambah lagi oleh 9:58 Allah sekehendaknya Allah gitu. He. 10:01 Nah, jadi dalam konteks ini apabila 10:05 ikhwan akhwat berwakaf, penggantiannya 10:09 adalah 7 kali ini yang akan 10:11 terus-menerus mengalir, 10:13 terus-menerus 10:15 memperoleh manfaat dari Allah Subhanahu 10:17 wa taala. Kalau infak sedekah tadi kan 10:20 satu kali begitu digunakan dia akan 10:24 memperoleh 10:26 ganjaran dari Allah. He 10:28 tapi kalau wakaf akan terus-menerus 10:30 sampai kita nanti kembali kepada Allah. 10:32 Tetapi pada satu sisi yang lain tidak 10:36 bisa dibagi-bagi ini wakaf Mbak Nuning. 10:38 He 10:39 tetapi dihimpun dan digunakan 10:42 untuk satu kegiatan produktif. 10:45 Contohnya begini. 10:47 Kalau 10:49 uang wakaf dihimpun 10:52 kemudian dijadikan sekolah, 10:55 maka dari hasil sekolah itu 10:58 ada 11:00 keuntungannya, ada manfaatnya, itu boleh 11:03 digunakan, dibagi kepada yang 11:05 membutuhkan 11:07 atau mau bikin klinik atau mau bikin 11:09 kebun seperti yang sedang dikerjakan 11:11 Rasil. 11:12 Hasil dari kebun itu 11:15 bisa digunakan untuk bermacam-macam 11:19 ee keperluan. Salah satunya misalnya 11:21 menopang wakaf, menopang ee 11:25 dakwahnya Rasil. 11:27 Jadi wakaf 11:30 meminjamkan uang untuk bikin kebun. 11:35 Hasil kebun itu boleh dimanfaatkan, tapi 11:38 pinjaman itu harus kembali gitu. H 11:40 pinjaman untuk membangun kebun itu harus 11:43 kembali lagi kepada nazir gitu. Itu 11:47 sebabnya wakaf produktif ini bisa 11:51 dimanfaatkan untuk 11:55 manfaat yang lebih dalam jangka panjang 11:57 gitu, Mbak Nuni. 11:58 He. Jadi berkelanjutan ya saat itu 12:01 doang. Heeh. 12:02 Tidak hanya sekali saja, tetapi memang 12:05 ada tanggung jawab nazir bahwa apapun 12:08 yang ditempatkan pemanfaatan 12:11 ee wakaf produktif ini, wakaf tunai 12:13 produktif ini harus dipastikan kembali 12:17 untuk digunakan bagi penggunaan 12:20 selanjutnya, gitu. 12:21 Kalau secara berkepanjangan berarti ini 12:25 akan sangat bermanfaat sekali 12:27 menanggulangi 12:29 ee kemiskinan yang ada ya ee Pak Sahril 12:33 dan sekaligus juga bisa membangun 12:36 ekonomi umat nih. 12:38 Ya, kita ambil contoh dan ini sering 12:40 hampir setiap kali ada pertemuan saya ee 12:45 gunakan contoh ini menuni. di Bangladesh 12:48 mereka menghimpun wakaf 12:51 untuk 12:51 sedemikian aktifnya pemerintah mendorong 12:56 mereka bangun sekolah, klinik, 12:59 bermacam-macam keperluan yang 13:03 proses pembangunannya itu jauh lebih 13:08 produktif dari kita ya. 13:09 Di Malaysia itu ratusan klinik dibangun 13:14 melalui dana wakaf. He 13:17 ya. Kita lagi mencoba juga membangun 13:19 satu beberapa rumah sakit di Jakarta. 13:22 Walaupun sampai sekarang masih belum ee 13:25 terealisasi, tapi kalau di Malaysia 13:28 mereka menggunakan dana wakaf untuk 13:31 membangun berbagai macam klinik sehingga 13:34 jumlahnya ratusan. Masyaallah. 13:36 Ratusan. He. 13:37 Sehingga apa yang memerlukan 13:40 pengobatan itu bisa memperoleh pelayanan 13:43 medis gratis di sana, Mbak Noning. 13:45 He. 13:45 Begitu juga sekolah 13:47 ya. Sehingga setiap anak wajib sekolah 13:51 dan tempat sekolahnya ditopang oleh 13:54 wakaf termasuk di Bangladesh. Begitu 13:56 juga dengan di Pakistan. Di Indonesia 13:58 potensi wakaf itu sebetulnya luar biasa 14:00 besar. Tetapi bagaimana 14:05 membangun pemahaman di kalangan 14:07 masyarakat masih sangat terbatas. Itu 14:10 sebabnya badan Wakaf Indonesia itu badan 14:13 resmi dari pemerintah untuk mendorong 14:17 wakaf mulai mensosialisasikan wakaf ke 14:20 perguruan tinggi sehingga sejak dini itu 14:23 sudah dipahami oleh mahasiswa 14:27 dan bisa mereka gerakkan ee penghimpunan 14:30 wakafnya saat mereka mulai bekerja dan 14:33 seterusnya gitu. 14:34 Iya. Jadi, ikhwan akhwat, kalau di 14:36 Bangladesh yang banyak dibangun sekolah, 14:39 di Malaysia yang banyak dibangun dari 14:41 wakaf ini klinik ee di Indonesia dari 14:45 perjalanan sampai sekarang yang sudah 14:47 terlihat apa dong, Pak Zahril, lewat 14:50 wakaf ini? 14:51 Eh, [menghela napas] memang 14:53 sekarang di Indonesia wakaf itu dikelola 14:57 oleh lembaga-lembaga ya, yayasan-yayasan 14:59 wakaf. Salah satu yang berhasil tentu 15:02 kita tahu Muhammadiyah membangun 15:04 sekolah, klinik dan sebagainya juga 15:06 banyak sekali ya. Kemudian ee uang wakaf 15:11 juga digunakan membantu membangun 15:13 beberapa perumahan sederhana 15:16 dan itu dana yang sudah dikembalikan. 15:18 Sekarang dalam skala kecil kita sedang 15:21 membangun kebun. Kalau percontohan ini 15:23 sudah 15:25 terealisasi, tentu kita bisa gunakan 15:27 sebagai 15:30 scale model gitu ya. 15:32 He. 15:32 Nah, ada rencana lanjutan Mbak Nuning. 15:35 Sebetulnya kita ingin ee lembaga wakaf 15:40 silaturahim ini mempunyai dana untuk 15:44 membangun yang namanya warung komunitas 15:48 Rasil gitu ya. 15:50 idenya itu dulu ya. Walaupun ini masih 15:53 di ee apa namanya di kita konsep ini 15:57 lebih kita sempurnakan adalah bagaimana 16:00 warung-warung sederhana di yang dekat 16:03 dengan masyarakat model warung Madura 16:05 he 16:06 itu bisa tumbuh biayanya lebih rendah 16:10 warga bisa membeli dengan lebih murah 16:12 kemudian dari situ modalnya nanti bisa 16:15 dikembalikan ke wakaf tetapi ini tentu 16:17 sangat tergantung kepada apakah dana 16:20 wakafnya mencukupi He he 16:22 ya. Ini masih terus kita perjuangkan. 16:25 Saat ini yang sudah bergulir adalah kita 16:28 membangun dua kebun kecil namanya kebun 16:32 rasil 1 dan kebun rasil 2. Hasil 16:35 panennya sudah mulai bisa dijual 16:40 tetapi masih belum sepenuhnya pinjaman 16:43 wakaf itu dikembalikan. Memang 16:45 rencananya juga ada dalam jangka waktu 16:47 tertentu. 16:48 Baik. Nah, itu yang kita harapkan 16:50 menjadi salah satu yang mendorong 16:53 program ini bisa tumbuh. Mbak Nuning, 16:55 kalau di Rasil ada wakaf kebun Rasil 16:59 yang enggak cuman satu tadi ya, dua ya. 17:02 Itu warung komunitas Rasil bisa segera 17:04 terwujud. Keren banget tuh Pak Seharan. 17:07 Iya. Jadi ada kalau kita bikin warung 17:10 kuncinya di mana sebetulnya? Tentu satu 17:14 pemasoknya itu 17:16 bukan tangan kesekian dari pabrik, Mbak 17:18 Nuning. 17:19 Harus tangan pertama. 17:20 Harus tangan pertama atau paling sedikit 17:22 tangan kedua. Nah, itu kita sudah ada 17:25 kesepahaman awal dengan satu ee tokoh 17:30 besar ee muslim ya. He he. 17:33 Yang rencananya akan kita kembangkan. 17:35 mereka yang akan memasok kemudian 17:39 rumah apa warung komunitas Sarasil yang 17:41 kecil-kecil ini akan dibina sehingga 17:44 mereka bisa tumbuh gitu. 17:45 Iya. Insyaallah begitu. Iya. 17:48 Nih kalau yang dengar kemudian berpikir, 17:50 "Aku mau juga dong." Tapi ada enggak sih 17:53 aturan batas terendah atau apa gitu 17:56 kalau mau ikutan ee 17:59 wakaf gitu, Pak Sahr? 18:02 Eh, [menghela napas][terkesiap] 18:04 saya hanya mampu berwakaf enggak banyak. 18:07 Biasa kan Ibu-ibu gitu ya. Heeh. 18:10 Ya, pendengar sekalian pemirsa 18:13 silakan berwakaf berapapun semampunya 18:16 Anda. Ya, sekarang ini bahkan ada berw 18:21 yang berwakaf rutin itu jumlahnya 18:25 ee relatif 18:28 kecil ya. Tetapi beliau rutin berwakaf 18:32 paling tidak 1 bulan berwakaf 18:35 ee sekali atau dua kali. Saya tidak usah 18:39 sebutkan namanya, tetapi jumlahnya tidak 18:41 banyak. Nah, bagi 18:44 pendengar 18:46 pemirsa 18:47 yang berniat untuk berwakaf, 18:50 belum pernah berwakaf kan namanya calon 18:52 wakif ya. 18:53 He. 18:54 Silakan berwakaf 18:56 berapa pun jumlahnya. tetapi dengan niat 19:00 untuk mengulangi lagi perbuatan mulia 19:03 ini bukan hanya satu kali 19:05 jadi keban 19:07 jadi kebisaan kalau satu kali saja boleh 19:09 enggak boleh 19:09 boleh 19:10 tapi ingat ini antum para ikhwan dan 19:13 awan sekalian Anda itu menyerahkan 19:16 kepemilikan harta Anda itu kepada Allah 19:19 masyaallah 19:20 keren kan 19:21 misalnya cuman Rp50.000 Ibu gitu enggak 19:23 apa-apa. 19:24 Oh, enggak apa-apa sekali. 19:24 Tapi rutin yang penting ya. Keren ya. 19:26 Oke. 19:27 Nah, ini perlu dipahami Mbak Nuning. 19:29 Jangan sampai kata-kata rutin itu 19:32 seolah-olah membebani. 19:33 Maksa enggak juga 19:34 maksa. 19:35 Kalau sekarang berwakaf Rp50.000, nanti 19:38 kalau ada lagi berwakaf Rp50.000. 19:41 Saya coba bayangkan gini, kalau ee para 19:44 pendengar pemirsa punya anak mau ulang 19:47 tahun nih. 19:48 Heeh. ya daripada dibeliin 19:52 kue ulang tahun gitu ya, 19:54 cake yang harganya ratusan ribu ya. 19:56 Oh, mestinya enggak hampir tidak ada 19:58 yang kurang dari Rp200.000 ya. 20:00 Heeh. 20:00 Kalau diwakafkan Rp200.000 yang berwakaf 20:03 ini tentu orang tuanya ya. 20:05 Iya. 20:06 Karena anak kan dia belum punya uang 20:07 untuk berwakaf. Maka orang tuanya 20:09 berwakaf tetapi anak 20:11 diajak untuk berwakaf. 20:16 Ini ganti kue tapi kita berwakaf. 20:18 Masyaallah, itu mempersuasi anak banget 20:20 untuk peduli nantinya. 20:22 Atau lebih sederhana. Boleh enggak anak 20:24 kita ajak ke panti asuhan ini 20:26 bersedekah? 20:28 Nanti tiap kali tiap kali anak ulang 20:31 tahun oke sedekah aja ya. 20:34 Akan menjadi contoh yang luar biasa. 20:36 Bayangkan ikhwan akhwat kalau itu sudah 20:39 kita lakukan ketika anak-anak masih di 20:42 golden age, apa jadinya mereka setelah 20:44 dewasa ya pasti luar biasa sekali 20:47 artinya kondisi sekarang acara tadi 20:49 dengan drter inong 20:51 kan menjadi satu keprihatinan Mbak 20:53 Nuning. 20:54 Iya. 20:54 Artinya perilaku anak-anak kita sangat 20:59 tergantung pada bagaimana iya tergantung 21:01 dan dipengaruhi 21:03 seberapa dekat orang tua kepada anak. 21:06 Dan seberapa terarah orang tua mengajak 21:10 anak dalam berperilaku 21:12 He. 21:13 Terutama kaitan dalam konteks ini adalah 21:15 berperilaku mulia, berwakaf. 21:18 Ya. 21:18 Iya. 21:18 Nah, sekarang lagi digalakkan di 21:21 beberapa kampus mahasiswa untuk 21:24 berwakaf. He 21:26 mahasiswa kan masih belum punya 21:28 penghasilan sendiri rata-rata Mbak Nuni. 21:30 Tapi kalau mereka sudah terbiasa 21:32 berwakaf 21:33 daripada ada yang mengatakan begini, 21:34 "Iya deh daripada saya harus 21:36 menghabiskan untuk rokok, saya berwakaf 21:38 aja." 21:39 Begitu juga dengan Bapak Ibu sekalian. 21:42 Kalaupun wakafnya jumlahnya terbatas, 21:45 tetapi itu sesuai dengan kemampuan Bapak 21:49 Ibu, yang penting itu ikhlas. Dan 21:51 niatnya adalah aku berwakaf karena 21:54 mencari rida Allah. 21:56 Masyaallah. 21:56 Dan pada kesempatan lain 21:59 berwakaf ulang. Dan kalau Bapak Ibu 22:03 mengajak teman-temannya 22:05 untuk berwakaf yang mengajakkan kebagian 22:08 pahala jugai. 22:10 Iya. 22:10 Dua pekan yang lalu ada acara tahsin di 22:14 Masjid Silaturahim. He. 22:15 Ada seorang ibu menyerahkan, "Saya 22:18 enggak punya banyak uang, Ustaz. 22:20 1 juta tapi dibagi-bagi ini 5 orang. 22:24 Tapi kami niat berwakaf itu untuk 22:26 orang-orang tua kami sudah meninggal. 22:28 Boleh. Boleh 22:30 niatnya. Ya 22:31 niatnya suatu suatu ketika seorang 22:33 sahabat 22:35 bertanya kepada Rasulullah, "Ya 22:36 Rasulullah, ibuku mau mewakafkan 22:40 hartanya adalah salah satu di antaranya 22:42 sumur. Boleh enggak?" Sumur air? Boleh. 22:45 Kata Rasulullah, "Berwakaflah." 22:47 Karena itu 22:51 para pendengar pemirsa 22:54 silakan berwakaf 22:57 atas nama dan untuk 23:01 kemanfaatan dari orang-orang tua kita 23:05 yang telah kembali kepada Allah. Ini ada 23:08 suratnya di ini menjadi contoh menjadi 23:11 pelajaran maki kita ini Mbak Nuning. 23:13 Surah almunafiqun ayat 10 ini 23:16 saya bacain ya. 23:17 Iya. 23:17 Auzubillahiminasyaitanirjim. 23:20 Wa anfiqu mimma razqnakum 23:24 min qabli ayati ahadakumul maut. 23:30 mauta fayqu rabbi 23:34 rabbi laula akartani ila ajalin qorib 23:40 faaka waakum 23:43 minas shihin 23:48 dan infakkanlah 23:52 sebagian dari apa yang telah kami 23:53 berikan kepadamu 23:56 sebelum kematian datang kepada salah 23:58 seorang di antara kamu. 24:01 Lalu dia berkata, "Menyesal ini. Ya 24:04 Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan 24:07 menunda kematianku sedikit waktu lagi, 24:09 maka aku akan bersedekah. 24:12 Aku akan aku maka aku dapat bersedekah 24:15 dan aku akan termasuk orang-orang yang 24:17 saleh." Ini sudah kasep ini Mbak Nuneng 24:19 ceritanya ini 24:20 yang sudah meninggal minta dikasih izin 24:23 untuk hidup 24:23 sebentar. 24:24 Sebentar, sebentar saja. Apakah dia 24:26 untuk mau salat? Enggak. 24:28 Dia hanya ingin mengatakan, "Aku 24:32 menginfakkan, 24:34 menyedekahkan, mewakafkan hartaku." 24:37 Hanya itu aja. Habis itu kembali kepada 24:40 Allah. Nah, dalam konteks ini tentu 24:43 orang-orang tua kita belum tentu masuk 24:46 dalam kategori ini yang menyesal. Tapi 24:50 bagi keluarganya, anak-anaknya 24:53 yang mau berwakaf bagi orang tua bisa. 24:57 Nah, yang di dalam kubur sana 24:59 banyak yang minta sama Allah, tolong 25:01 dong Allah. Tolong ya Allah 25:03 kasih kesempatan supaya aku bisa 25:08 berinfak, bersedekah, berwakaf. 25:12 Tapi Allah bilang enggak bisa. Nah, jadi 25:14 karena tidak bisa maka 25:19 ya keluarganya yang masih ada silakan 25:21 berwakaf ya. 25:23 Jadi kalau memang ayah bunda sudah 25:27 menghadap Ilahi, berwakaf untuk beliau 25:31 adalah suatu hadiah yang luar biasa juga 25:33 ya, Ustaz ya. 25:35 Tentu luar biasa sekali. 25:36 Masyaallah. 25:38 Iya. Sementara kalau kita berpikir 25:43 terkait dengan mau ah tapi baru dengar 25:47 nih dari Rasil ke mana kita mau ikutan 25:50 seandainya memang mau ikutan berwakaf 25:52 gitu. 25:53 Oke. 25:53 Lembaga wakaf silaturahim kan ada 25:56 ada. Jadi 25:58 mendengar pemirsa yang berniat untuk 26:00 berwakaf 26:02 ee tunai, berwakaf uang bisa 26:06 mentransfernya ke rekening lembaga wakaf 26:09 silaturahim. He. 26:10 Lembaga wakaf silaturahim ini adalah 26:13 lembaga kerja yang berada di bawah 26:15 Yayasan Wakaf Rumah Kuran Silaturahim. 26:18 Ya, rekeningnya ada di BSI. 26:22 Nomor rekeningnya itu 222. 26:25 Duanya 4 kali. 26:26 He. 26:27 300 37. 26:31 Saya ulangi. Duanya 4 kali 300 307 atas 26:37 nama Lembaga Wakaf Silaturahim. 26:39 Iya. 26:40 Ee mudah transfer. Kemudian nanti tolong 26:43 kirim WA-nya ke nomor handphone saya 26:46 ini. Mbak Nuning. 26:47 Berapa, Kak? 0816 26:50 8558. 26:56 Oke, jadi ee untuk bisa dicek lagi 26:59 kirimnya ke mana? Yaitu ke rekening BSI 27:03 222 27:05 kali 300 27:08 kemudian 307. 27:11 Kalau sudah kirim silakan 27:15 informasikan ke 081685 27:21 488. 27:23 Sekali lagi 08168548. 27:30 Mudah-mudahan ya ini menjadi aset 27:33 produktif yang akan berlangsung 27:35 sepanjang kita masih ee diberi 27:38 kesempatan sehingga jangan sampai 27:41 setelah bersama di alam sana baru 27:45 kepengin lagi. Jadi ee sebetulnya 27:49 sasaran utama program ini apa sih Pak 27:52 Zahril? 27:53 Kita berharap 27:56 wakaf itu bisa tumbuh. He. 27:59 Kemudian 28:01 dari wakaf yang terhimpun itu bisa 28:05 dikelola menjadi 28:09 motor penggerak perbaikan ekonomi 28:11 agar ekonomi saat itu ekonomi Islam itu 28:15 bisa mandiri tumbuh. Dari situlah 28:19 digunakan untuk menanggulangi berbagai 28:21 hal kemiskinan dan sebagainya. 28:25 intinya adalah wakaf menjadi sumber 28:28 modal bagi kegiatan-kegiatan produktif 28:32 itu kan Allah kasih harta itu kan 28:33 dititipkan sama kita, Mbak Nuning. 28:36 Jadi jangan kita habisin ya kalau 28:38 jadi gunakanlah 28:40 untuk yang punya nilai bukan hanya di 28:43 dunia tapi sampai ke akhirat gitu. 28:46 Jadi enggak cuma mampu mengurangi jumlah 28:50 kemiskinan yang ada di sekitar kita, 28:54 tetapi juga bisa membangun kemandirian 28:58 umat ya, Pak Sahril. 28:59 Iya. 29:00 Jadi kalau ini bisa mengangkat keluarga 29:05 kita dari kemiskinan, kenapa kita tidak 29:08 mampu memperkuat kemandirian ekonomi 29:10 umat juga? Ya. 29:13 Emm. 29:13 Iya. 29:15 Kalau waktu kita masih ada, tapi ada 29:17 yang banyak bertanya boleh diselingi 29:20 dulu. Oke, 29:22 jadi kalau wakaf produktif itu uangnya 29:26 diputar buat usaha ya, Ustaz? Ini dari 29:30 Kang Asep. Terus kalau seandainya buat 29:32 usaha kan ada untung. Untungnya buat 29:35 siapa? 29:37 Baik. Kalau yang beberapa waktu yang 29:40 lalu 29:41 ada dana wakaf terbatas jumlahnya. ya 29:45 itu dipinjam untuk menyelesaikan 29:49 pembangunan beberapa rumah kecil ya. 29:52 He 29:52 itu sudah selesai [mendengus] 29:55 kemudian uangnya dikembalikan dan itu 29:57 dikembalikan dengan beberapa tambahan 30:00 yang sebetulnya lebih ee tidak 30:03 disepakati ya bukan bagi hasil tetapi si 30:08 peminjam itu memberi kelebihan atas 30:12 pinjamannya. Nah, kelebihannya itulah 30:14 yang digunakan untuk ee menopang 30:19 kegiatan dakwah rasil di antaranya. Nah, 30:22 kalau digunakan membangun satu usaha 30:25 misalnya satu waktu 30:27 dana wakaf terkumpul, kita bangun 30:30 misalnya warung komunitas rasil ya kalau 30:33 untung tentu untungnya itu adalah untuk 30:37 si pengelola warung 30:38 tetapi dia bisa berbagi keuntungan 30:41 dengan wakaf Rasil. 30:44 Oke. 30:44 Ya, katakanlah suatu waktu kita sepakat 30:46 dia dapat untungnya 80%, R ee wakaf 20%. 30:51 Nah, yang 20% itu yang boleh digunakan 30:54 oleh wakaf untuk menopang dakwah, untuk 30:58 menanggulangi kemiskinan dan sebagainya 31:00 gitu, Mas Duning. 31:01 Iya. Iya. Ya. 31:02 [menghela napas][terkesiap] 31:03 Baik. Ee masih ada sedikit waktu sebelum 31:06 nanti closing idea ya. Ini pertanyaan 31:09 dari Pak Joko nih. Ee Ustaz, kalau tadi 31:14 disebut ada program kebun rasil, ada 31:17 juga warung komunitas, perbedaannya di 31:20 mana ya? Terus cara wakafnya saya pengin 31:22 banget ikut nih. Salah satunya apa yang 31:25 harus saya lakukan? Terima kasih. 31:27 Oke, Pak Joko. Pak Joko ya. 31:29 Iya, Pak Joko. 31:30 Pak Joko kalau punya dana silakan 31:33 berwakaf. 31:35 Boleh di situ telah dijelaskan wakaf 31:38 produktif bikin kebun, wakaf produktif 31:42 warung komunitas rasil dan seterusnya 31:44 boleh dinyatakan di situ. Insyaallah itu 31:46 kalau terhimpun cukup akan kita gunakan 31:49 sesuai dengan peruntukannya. 31:51 Dan agar lebih cepat lagi supaya 31:55 jumlahnya juga lebih banyak tentu lebih 31:58 banyak yang menjadi wakif. Pak Joko 32:00 boleh ajak teman-temannya. He. 32:02 Saya sering gunakan contoh ini e Mbak 32:04 Nuning. Ada seorang pendengar hasil 32:06 setia Ibu Mirasma. Mudah-mudahan beliau 32:08 dalam keadaan sehat walafiat dan 32:10 keluarganya juga dalam keadaan 32:12 sejahtera 32:14 senantiasa dipelihara Allah. Beliau 32:16 mengajak anak-anak beliau untuk 32:17 berwakaf. 32:20 Jadi kita ini kan di jam kerja mungkin 32:23 hanya sedikit 32:24 iya 32:25 ee karyawan yang mendengarkan ya. 32:27 [berdehem] He. 32:28 Tapi bagi ibu-ibu, bapak-bapak yang ada 32:30 di rumah yang sudah pensiun, 32:32 anak-anaknya kan sudah pada mapan 32:34 mestinya ya. 32:35 Dan ini bukan hanya mapan, Mbak Nuning. 32:37 Kalau mapan mungkin dikaitkan dengan 32:40 agnia. 32:41 Iya. 32:41 Agnia itu bahasa sederhananya adalah 32:45 orang yang memiliki harta kaya. Nah, 32:48 para agia ini bisa berperan kuat, Mbak 32:52 Nuning. Allah kan menitipkan sebagian 32:55 rezeki kepada mereka. Dan gunakanlah ini 32:58 untuk yang bisa bergulir terus berupa 33:02 wakaf. 33:03 H 33:03 ya. Contohnya begini. Ada ee contoh 33:08 seperti ini. Kalau Allah beri kita 33:11 kemampuan memiliki katakanlah Rp10 33:14 miliar ya. 33:16 Iya. 33:16 10 miliar ini 33:18 oh digunakan untuk keluarga kita. 33:22 Mungkin anak-anak dibantu. 33:24 He. 33:25 Untuk rumah. dibantu macam-macam. Tapi 33:28 jangan lupa membuat persediaan untuk 33:30 diri kita sendiri saat kita kembali 33:33 kepada Allah dengan wakaf ini, gitu. 33:37 Nah, jadi para Agnia 33:40 berwakaflah ya dan itu Allah sudah 33:43 janjikan. Janjinya tadi kan 700 plus 33:47 700 kali plus-pas semaunya Allah gitu 33:51 ya. Dan itu dijamin Allah tidak akan 33:54 bikin 33:56 miskin orang yang suka berwakaf, 33:58 bersedekah ini. Nah, jadi kepada bagi 34:00 para Aknia 34:02 sangat mampu, sangat bisa berperan 34:06 membangun ekonomi produktif, 34:09 ekonomi syariah di Indonesia, Mbak 34:12 Nuning. 34:12 He. 34:13 Sepanjang kita itu bersama-sama. 34:16 Insyaallah 34:16 kalau Bapak Ibu sendiri oke. Tetapi 34:19 kalau diajak ajak keluarga, ajak teman, 34:22 ajak sahabat di kantor dan sebagainya, 34:25 maka program penanggulangan kemiskinan, 34:28 program untuk [berdehem] membangun ee 34:31 ekonomi syariah yang mandiri ini akan 34:35 lebih cepat insyaallah gitu, Mbak Nuni. 34:38 Amin. Allahumma amin. Jadi ee ikhwan 34:42 akhwat, sebagaimana yang tadi sudah 34:45 disampaikan oleh Pak Sahril, kalau ada 34:48 kerinduan dan keinginan untuk ee 34:51 melakukannya juga sebagai calon wakif 34:54 nih ya, silakan 34:57 ke lembaga Wakaf Silaturahim di nomor 35:00 rekening BSI 222 35:04 3007. 35:07 Ya, sekali lagi BSI 2222300 35:13 307. Kalau sudah kirim ee informasikan 35:17 ke nomor WA 08168548. 35:24 0816 35:26 8548. 35:29 Pak Sahril cruising ideanya silakan. 35:32 Baik para pendengar sekalian, Bapak dan 35:35 Ibu 35:36 yang Allah beri kelapangan rezeki ya. 35:41 Mungkin kita sudah memikirkan 35:45 menggunakan membangun rumah untuk 35:47 anak-anak kita, pendidikan untuk mereka, 35:51 usaha untuk keluarga, dan berbagai 35:54 investasi masa depan. 35:56 Tetapi jangan lupa membangun investasi 36:01 yang bukan hanya bermanfaat bagi kita 36:04 saat kita menghadap Allah, tapi 36:07 bermanfaat membangun membantu 36:09 saudara-saudara kita sehingga 36:13 harta wakaf yang Bapak Ibu serahkan itu 36:18 bermanfaat membangun kemandirian ekonomi 36:21 umat. ya. Karena suatu hari nanti yang 36:25 kita bawa bukan rumah kita, 36:28 bukan harta kita, bukan perusahaan kita, 36:30 tetapi adalah amal ibadah 36:34 secara khusus amal jariah kita saat kita 36:37 masih hidup. Itu tadi yang digambarkan 36:40 di dalam surah almunafikun. He 36:42 ya. Jadi dengan saling ingat 36:45 mengingatkan ini kemudian saling 36:48 mengajak dalam kebaikan. Silakan. Kami 36:52 harapkan para pendengar mengajak 36:55 keluarga terutama mengajak diri sendiri 36:58 untuk segera berniat untuk berwakaf, 37:01 mengajak keluarga, mengajak para sahabat 37:03 untuk kebaikan berwakaf ini. Sehingga 37:07 dari rezeki yang diberikan Allah kepada 37:09 kita itu dapat kita gunakan sebagai amal 37:12 jariah sehingga dapat kita 37:15 pertanggungjawabkan ketika kita 37:16 menghadap Allah nantinya. 37:18 Kurang begitu. 37:19 Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat jangan 37:22 hanya mewariskan harta kepada anak cucu. 37:25 Tinggalkan aset manfaatnya untuk umat. 37:29 Dan wakaf uang bukan tentang seberapa 37:32 kita punya duit ya. Karena wakaf adalah 37:35 tentang seberapa besar kita bersedia 37:37 berbagi titipan Allah. Dan sebelum 37:40 diakhiri ada informasi yang mungkin bisa 37:44 dicatat kalau memang waktunya memadai 37:47 dari Majelis Umahat Silaturahim. 37:51 dengan tema mengenal lebih dekat, 37:53 mencintai lebih dalam mahabatur rasul 37:56 bersama Ustaz Ahmad Jazzuli Qolil akan 37:59 diselenggarakan di Masjid Silaturahim 38:04 pada pukul 09.00 sampai 11 waktu 38:07 Indonesia Barat. 38:09 Waktunya Rabu, 26 Agustus 38:14 2026. 38:16 Dan ini semua terbuka untuk umum. 38:19 Siapkan infak terbaik Anda sekali lagi 38:22 bersama Ustaz Ahmad Jazuli Kholil. 38:26 Ikhwan akhwat, Bapak, Ibu yang diberi 38:29 kesempatan dan kelapangan rezeki oleh 38:32 Allah Subhanahu wa taala. Mungkin kita 38:34 memang sudah memikirkan rumah untuk anak 38:37 kita, pendidikan untuk anak-anak. 38:39 Usahakan juga untuk keluarga berbagai 38:42 investasi untuk masa depan. Dan itu 38:46 semua tentu saja baik. Tapi mari kita 38:48 sisihkan sebagian kecil saja dari apa 38:51 yang Allah titipkan kepada kita untuk 38:54 menjadi aset umat. Karena suatu hari 38:56 nanti yang kita bawa bukan rumah kita, 39:00 bukan perusahaan kita, bukan juga saldo 39:03 rekening kita. Yang kita bawa adalah 39:06 amal kita, Ustaz. Ee untuk pada 39:10 kesempatan kali ini terima kasih sekali 39:13 Pak Sfril dan juga Ikhwan Akhwat. 39:16 Mudah-mudahan nanti di tularkan ya ke 39:19 anak-anak atau ke siapapun yang ada 39:22 berada bersama kita. Billahi taufik wal 39:24 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullah 39:26 wabarakatuh. 39:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 39:29 wabarakatuh.