Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 [musik] 0:10 ahmanirrahim. Alhamdulillahiabbil 0:12 alamin. Allahumma sholli ala sayyidina 0:14 Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat, 0:21 pendengar radio silaturahim dan juga 0:23 pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah. 0:25 Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan 0:27 akhwat di Kamis malam hari ini tanggal 8 0:30 Rabiul Aal 1448 Hijriah atau tanggal 20 0:36 Agustus 2026 kembali hadir acara tausiah 0:41 malam kajian kitab Alulu Wal Marjan 0:45 bersama Dr. K. H. Zaki Mubarok, MA. 0:48 Belia Mustasyar PPNU yang alhamdulillah 0:49 telah hadir di tengah-tengah kita dan 0:51 seperti biasa kita live di aplikasi Zoom 0:54 ikhwan akhwat kita. sapa Ustaz terlebih 0:55 dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi 0:57 wabarakatuh, Ustaz. 0:59 Waalaikumsalam warahmatullah 1:01 wabarakatuh. 1:03 Kabar sihat, Ustaz? Ya, 1:05 alhamdulillah. Hari ini tema yang akan 1:07 Ustaz sampaikan dan akan kita 1:09 bersama-sama simak ikwan akhwat adalah 1:11 mengenai adab dalam pergaulan 1:14 sehari-hari. Nah, nanti kita akan 1:17 bersama-sama dengarkan dan yang ingin 1:19 bergabung bertanya silakan nanti Anda 1:21 bisa kirimkan melalui WhatsApp kami di 1:23 0811999720. 1:27 Silakan Ustaz, 1:29 ya. 1:31 Asalamualaikum 1:33 warahmatullahi 1:36 wabarakatuh. 1:39 Bismillah walhamdulillah 1:42 [mendengus] wasalatu wassalamu ala 1:44 rasulillah 1:47 sayyidina Muhammad ibni Abdillah wa ala 1:51 alihi wa ashabihi 1:53 waman tabiahu wa baalah. Amma ba'. 1:59 Ikhwan akhwat, 2:01 para pendengar Radio Silaturahim 2:04 dan pemirsa Rasul TV yang kami cintai. 2:07 Alhamdulillah malam hari ini kita dapat 2:10 jumpa kembali dalam kajian kitab hadis 2:15 yaitu yang disebut dengan aldu wal 2:18 marjan. 2:20 Semoga kajian ini dapat membimbing kita 2:23 bisa memahami agama dengan baik dan bisa 2:26 kita amalkan dalam kehidupan 2:28 sehari-hari. Amin ya. 2:29 Amin ya. 2:30 Para jemaah sekalian, salah satu adab 2:32 dalam kehidupan kita sehari-hari 2:35 adalah 2:38 kita tidak boleh 2:40 mandi bersama satu kamar mandi meskipun 2:44 sama laki-laki. 2:47 Enggak boleh. 2:50 harus sendiri-sendiri. 2:54 Mengapa? Ini berkaitan dengan adab dan 2:56 akhlak kita. 3:02 Kadang-kadang kalau orang yang enggak 3:03 paham 3:05 enggak apa-apa tuh mandi di kamar mandi 3:08 berdua atau bertiga mungkin 3:11 itu enggak boleh. meskipun sama-sama 3:13 laki-laki atau sama-sama perempuan. 3:20 Nah, itu nanti yang akan menggiring 3:24 orang tersebut pada perbuatan yang 3:27 tersela. 3:30 misalnya Pak menceritakan 3:34 ya tentang 3:36 ee apa namanya 3:39 ee 3:44 zakar orang tersebut ya tentang 3:48 kemaluannya diceritakan itu enggak sama 3:50 sekali enggak boleh. 3:52 Nah, di sini di hadis ada disebutkan 3:55 kaum Bani Israil dulu 3:59 disebutkan mereka kalau mandi 4:01 bersama-sama 4:03 sehingga satu sama lain saling melihat 4:05 auratnya. Aurat besar ya. 4:10 Tapi Nabi Musa enggak, beliau mandi 4:13 sendirian. 4:16 [berdehem] 4:18 dijelaskan dalam hadis nomor 155. 4:23 Hadisu Abi Hurairata. 4:26 Hadis dari Abi Hurairah 4:28 anin Nabi dari Nabi sallallahu alaihi 4:30 wasallam qala 4:34 kanat banu israila adalah kaum bani 4:37 israil 4:39 yagsiluna 4:41 uratan uratan. 4:44 Mereka itu mandi dengan telanjang bulat 4:46 urotan itu ya telanjang bulat apa-apa. 4:52 Yanzuru ba'duhum il ba'in. Sebagian dari 4:55 mereka melihat aurat besar dari sebagian 4:58 temannya saling melihat. 5:03 Wakana Musa dan ada Nabi Musa alaihi 5:05 salam 5:07 wahdahu. Beliau mandi sendirian mau 5:10 campur dengan orang banyak. 5:13 ini menjaga kehormatan akhlak dan adab. 5:19 Faquolu 5:21 maka mereka berkata karena Musa mandi 5:23 sendiri itu. 5:25 Wallahi demi Allah kata mereka 5:29 ma yamna Musaila 5:31 maana maana. Tidak ada yang menghalangi 5:35 Musa untuk mandi bersama kami. Illa 5:38 annahu 5:40 jadi dia itu ada cacat 5:43 di auratnya itu di seksualnya ada cacat 5:47 kata mereka. 5:49 Inilah ya ee suatu 5:54 ee suudan mereka karena enggak mau mandi 5:57 bareng. Dia katakan itu dia ada cacat di 5:59 situ di dalam ee seksual. 6:05 Nah, para jemaah sekalian, hal ini 6:07 di masa-masa lalu di kampung-kampung 6:11 pegunungan itu kan orang mandi di sungai 6:17 ya, mandi di sungai. 6:20 Sungainya bening, 6:24 bersih, batu-batu. 6:28 Nah, itu mereka begitu taruh taruh 6:29 pakaian 6:31 ya di atas sini. kemudian turun sudah 6:34 telancang dan itu umum di kalangan 6:37 mereka biasa. 6:40 Malah kalau ada orang baru yang enggak 6:42 mau begitu dianggap, "Oh, itu pokoknya 6:44 di ada cacat lagi." dianggapnya itu. 6:51 Nah, ini terhadap Nabi Musa juga begitu. 6:53 Mereka mengira ya pasti Musa itu ada 6:55 cacatnya 6:57 di aurat besarnya ya. Saya enggak mau 7:01 mandi bersama-sama mereka. 7:12 Fahaba maratan yasilu. 7:15 Maka pada suatu sekali, suatu kali Musa 7:18 pergi mandi, 7:22 dia meletakkan bajunya atau pakaiannya 7:25 al hajarin di atas batu besar. Taruh di 7:28 atas batu besar. 7:34 Nah, dengan ikhlas Allah 7:41 fafar hajaru 7:43 tiba-tiba batu besar yang Nabi Musa 7:46 meletakkan pakaiannya itu berlari 7:48 pergi gitu berlari 7:54 berlari batunya sehingga pakaian Musa 7:57 ikut ke bawah. 7:59 Waqolu wallahi 8:03 ya 8:12 fakja Musa firihi yaakul. 8:18 Maka Musa mengejar 8:22 batu itu 8:24 sambil berkata, "Yakubi, 8:26 pakaianku bajuku." Kata Musa, "Ya Hajar, 8:29 wahai Hajar, wahai batu. Hatta nadar 8:33 Bani Israil." Sehingga kaum Bani Israil 8:36 melihat 8:38 ila Musa kepada auratnya Nabi Musa. 8:43 Baru mereka mengatakan, "Faquolu mereka 8:46 mengatakan wallahi 8:48 mausa min basin." Nabi Musa enggak ada 8:52 apa-apa. 8:53 Yang mereka duga dulu begitu-begitu 8:55 enggak benar, normal biasa. 8:58 Ya. 9:01 Kemudian Musa mengambil pakaiannya di 9:04 batu itu. 9:07 Kemudian beliau memukul batu itu dengan 9:11 pukulan yang keras. Nabi Musa kan 9:12 terkenal 9:14 tenaganya besar kuat. 9:18 Beliau memukul batu itu dan pukulan yang 9:21 keras. Faqala Abu Hurairah. Maka berkata 9:24 Abi Hurairah, "Wallahi innahuabun 9:29 bil hajari." Demi Allah sesungguhnya di 9:32 dalam di batu itu ada bekas pukulan Musa 9:35 sittatan 9:37 bil hajar. Ya, ada enam atau tujuh 9:41 pukulan Musa yang ee membekas di dalam 9:45 batu itu. 9:47 Musa, tenaganya kuat. 9:53 Nah, jadi sini kita lihat ya 9:57 tidak boleh 9:59 seperti Nabi Musa enggak mau 10:03 berbuat mandi bareng apa enggak mau ya 10:06 kita pun begitu saudara-saudara tidak 10:07 memperkenankan. Nah, yang di kampung 10:10 dulu begitu itu di kampung 10:11 pegunungan-pegunungan itu dulu. Sekarang 10:13 enggak lagi mereka ya, enggak lagi 10:16 mereka sudah punya kamar mandi di rumah 10:19 ya, sudah ee punya 10:25 kalau mandi di sungai juga mereka 10:26 sekarang sudah pakai celana ya enggak 10:29 telancang muda. 10:32 [tertawa] 10:32 Itu masa lalu ya. 10:42 Kemudian hadis berikutnya 156 10:45 menjelaskan bahwa Rasulullah sallallahu 10:47 alaihi wasallam itu orang yang sangat 10:50 pemalu. 10:54 Itu menunjukkan akhlak yang luhur. 10:56 Semakin tinggi rasa malu seorang, 10:59 semakin tinggi akhlaknya. 11:01 Semakin rendah rasa malunya, semakin 11:03 rendah akhlaknya. Enggak punya rasa 11:05 malu, enggak punya agama. 11:09 Dikatakan wakana Rasulullah sallallahu 11:12 alaihi wasallam syadidal wat 11:18 adalah Rasulullah sallallahu alaihi 11:19 wasallam amat sangat pemalu dan beliau 11:21 sangat rendah hati. 11:25 Saya tegaskan di sini 11:27 hadisu Jabir bin Abdillah radhiallahu 11:30 anhu. 11:32 Hadis dari Jabir bin Abdillah. 11:34 Anna sesungguhnya rasul sahu alaihi 11:35 wasallam kana 11:41 yanquulu 11:43 maahum al hijarata lil Ka'bati. 11:47 Beliau mengangkut batu 11:50 untuk membangun Ka'bah waktu itu. Waktu 11:52 itu usia beliau 30 tahun ya. 30 tahun 11:55 belum jadi nabi 11:58 ngangkut batu 12:01 untuk membangun Ka'bah. Mahut batu itu 12:03 dari Jarwal, daerah Jarwal ya. Terlalu 12:05 jauh dari Mekah daerah Jarwal. 12:10 Waaruhu dan beliau menggunakan sarungnya 12:14 atau kainnya 12:17 menutup auratnya. Yaq 12:20 lahul abbas. Maka berkatalah Alabbas 12:23 paman Nabi sendiri 12:25 ya. Ammu ammuhu pamannya atau kita kalau 12:29 sekarang itu wakannya. 12:31 Wakannya jadi kakak dari ayah ya. 12:36 Apa kata Alabbas? Ya akhi wahai anak 12:40 saudaraku katanya keponakanku. 12:46 La halalta 12:48 walahu alaika. 12:52 Kalau kamu angkat 12:56 sarumu 12:57 atau ee kainmu dan kamu letakkan di atas 13:04 pundakmu ya di atas kedua pundakmu 13:10 hijar tanpa batuahuahu 13:15 al kemudian beliau sebagian sarungnya 13:19 diangkat ke atas 13:22 mengikuti saran Ibnu Abbas. 13:25 Eh bukan Ibnu Abbas ya, Abbas 13:32 fahallahu faalahuibai. 13:36 Dia letakkan sarung di atas e bahunya 13:43 alai. Kemudian beliau jatuh tersungkur 13:47 sampai pingsan. 13:51 Saking malunya 13:53 beliau kelihatan auratnya. Pahanya 13:55 kelihatan 13:57 bukan urat besar bukan hanya pahanya aja 13:59 kelihatan orang lain. Beliau malu sampai 14:09 itulah sangat. 14:13 Jadi kalau orang itu malunya tinggi ya 14:17 agamanya tinggi. 14:19 Kalau malunya rendah agamanya rendah. 14:23 Maka dikatakan alhaya minal iman. Malu 14:26 itu sebagian dari iman. 14:30 Nah para jemaah sekalian, 14:33 hadis berikutnya 14:39 menjelaskan beberapa hal. 14:43 yang mendapatkan kritik dari hadis lain. 14:48 Jadi ada ilmu naqdul hadis, mengkritik 14:51 hadis 14:53 yang suka disalahpahami oleh para 14:55 sahabat Nabi. 14:57 Karena mereka apa? Tidak mengetahui 14:59 asbabul wurudnya. Background dari 15:01 turunnya hadis itu mereka enggak tahu 15:04 sehingga sering salah memahami 15:08 ya. Sambil contoh hadis ini. 15:16 Hadisu Abi Saidil Khudri. 15:19 Hadis dari Abi Said al-Khudri. 15:23 Anna sesungguhnya Rasulullah Rasulullah 15:25 sallallahu alaihi wasallam 15:30 arsala ila rajulin minal ansar. 15:33 mengutus 15:35 kepada seorang laki-laki dari Ansar dari 15:38 bumi Madinah 15:40 ya penduduk Madinah yang asli Ansar 15:45 fajaa maka datanglah dia waruhu yur 15:49 sedangkan kepalanya itu menetes air 15:52 keras sekali dari rambutnya 15:54 menunjukkan dia baru mandi 15:57 faqala Nabi sallallahu alaihi wasallam 15:58 aku bersabda Nabi sallallahu alaihi 15:59 wasallamanaal 16:02 ajalnaka 16:04 Ya, barangkali aku menyibukkan kamu, 16:07 membuat kamu buru-buru. Faqala naam. 16:10 Iya. Faqala. Maka bersabda Rasulullah 16:12 sallallahu alaihi wasallam, 16:15 ajalta 16:17 ujil ilta. Apabila kamu sangat 16:19 terburu-buru, 16:23 faikal wudu, kamu cukup wudu saja, 16:26 enggak usah mandi lagi. Kata Nabi, "wudu 16:28 saja." 16:32 Ya. Jadi misalnya 16:36 orang habis hubungan suami istri 16:40 itu diperintahkan untuk mencuci 16:44 ya kemaluannya yang bersih 16:47 kemudian berwudu tidur. 16:52 Berarti mandinya 16:53 menjelang subuh atau menjelang salatul 16:56 lail baru mandi ya. 17:01 I. 17:04 Nah, hadis berikutnya 17:09 menjelaskan yang kami sebutkan tadi 17:11 mendapat kritik hadis ini 17:15 apa? Hadis 158. 17:20 Hadis Ubayni Ka'bin. Hadis Ubayah bin 17:23 Ka'ab 17:25 annahu qasungnya dia berkata, 17:29 "Ya Rasulullahi 17:31 idza jamaarjulu 17:34 almarata 17:36 falam yunzil 17:39 ytasilu 17:41 maal marata minhu semuanya tawad 17:51 di sini dia bert B R Rasulullah, "Wahai 17:52 Rasulullah, apabila ada seorang yang 17:54 menggauli istrinya 17:59 yunzil tidak sampai keluar mani, 18:02 tidak sampai orgasme." 18:06 Ya, Nabi menjawab, "Yil masa 18:14 dicuci saja Nabi ya. 18:20 Aurat besarnya itu 18:23 semai tawadu, kemudian berwudu dan 18:25 salat." Nah, itu di sini enggak 18:27 disebutkan mandi 18:32 ya. 18:33 Lalu hadis Utsman bin Affan. 18:37 Hadis dari Utsman bin Affan radhiallahu 18:40 anhu. Semoga Allah meridainya. 18:43 Qahu zaidu khidin. Berkatalah kepadanya 18:47 Zaid bin Khalid. 18:52 Bagaimana pendapat apabila seorang 18:54 menggauli istrinya dan tidak menuruhkan 18:56 mani 18:58 berman 19:04 dicuci eh kemaluannya kemudian berman 19:11 berkata utmanu aku mendengar hal itu min 19:14 rasulillah dan rasulullah sallallahu 19:16 alaihi wasallam 19:19 kemudian juga hadis Abi Hurairah 19:23 Hadis Abi Hurair 19:25 anin Nabi dari Nabi Sallallahu Alaihi 19:27 Wasallam Qabiha 19:32 arba 19:33 jahadahaj. 19:36 Apabila orang duduk 19:40 atau ee sudah 19:43 bercampur sama istri 19:48 meskipun belum keluar mandi maka sudah 19:52 wajib mandi. 19:54 Nah, jadi saudara sekalian. 19:59 Nah, hadis yang menyebutkan tadi tidak 20:02 wajib mandi apabila tidak inzal atau 20:04 tidak pergasmo itu 20:07 dikitik oleh hadis 20:11 hasil penelitian Sayidina Ali 20:14 kepada istri-istri Nabi. 20:20 Jadi waktu Abu Hurairah menyampaikan 20:23 fatwa ini di masjid, orang pada ribut 20:28 bahwa apabila seorang suami istri 20:31 berhubungan seksual belum sampai inzal, 20:34 belum sampai orgasme, belum sampai 20:36 keluar mandi, tidak wajib mandi. 20:39 Dibersihkan ketika wudu salat. 20:44 Maka Umar bin Khattab waktu itu menjadi 20:46 khalifah memanggil Ali bin Abi Thalib. 20:50 Ali 20:52 coba kamu 20:55 bagaimana ini 20:57 fatwa dari Abi Hurairah? 21:00 Maka Ali meneliti melalui beberapa orang 21:04 bertanya kepada istri-istri Nabi. 21:07 Aisyah, kepada Maimunah, kepada Hafsah. 21:12 Kesimpulan dari semua itu 21:17 wajib. 21:19 Apabila dua khitan artinya sudah sudah 21:21 bersampur suami istri meskipun belum 21:24 keluar mandi sudah wajib mandi. Nah, ini 21:27 yang mengoraksi hadis 21:31 itu namanya kritik hadis 21:34 ya. Kritik hadis. Nah, mengapa? Karena 21:38 istri-istri Nabi yang lebih tahu dari 21:40 daripada sahabat-sahabat yang lain 21:42 enggak akan tahu mengenai masalah ini. 21:44 Yang paling tahu adalah istri Nabi. Nah, 21:46 maka berita dari hadis dari istri Nabi 21:48 inil lebih kuat dari hadis-hadis yang 21:50 lain. 21:53 Contoh kritik hadis lain. 21:57 tegaskan bahwa kata Sayidah Aisyah 22:01 ketika Nabi Isra Mikraj 22:04 itu yang diisra mikrajkan itu 22:11 hanya 22:13 rohnya, jasadnya enggak. 22:17 Jasad Nabi ada di samping Aisyah. 22:23 Itu banyak rawi hadis 22:26 ada beberapa. 22:32 ini dikritik dari segi sejarah 22:39 Aisyah waktu Nabi 22:42 waktu Nabi 22:45 isra belum nikah dengan Nabi. 22:49 Bagaimana 22:51 Nabi ada di samping Aisyah padahal 22:53 beliau belum nikah. Nah, itu enggak 22:55 mungkin. Nah, jadi hadis ini lemah 22:58 dikritik ya secara tarikh, secara 23:01 sejarah enggak mungkinlah ya orang belum 23:05 kawin kok masa Nabi ada di sampingnya. 23:07 Nah, itu hadis menjadi sangat jadi lemah 23:10 dikalahkan oleh hadis yang lebih. Nah, 23:13 ini para jemah sekalian hal-hal yang 23:14 harus kita perhatikan dalam kehidupan. 23:23 Harus kesimpulannya 23:25 apabila suami istri sudah bercampur 23:30 meskipun belum 23:33 orgasme 23:35 pisah lagi atau belum keluar mani pisah 23:38 lagi sudah wajib mandi ya 23:42 wajib mandi. Demikian para jemaah 23:46 sekalian kajian kita hari ini. 23:49 Mudah-mudahan bermanfaat dan mohon maaf 23:51 kalau ada kekhilafan. Wabillahi rida wal 23:54 inayah. Wasalamualaikum 23:56 warahmatullahi wabarakatuh. 23:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 24:01 wabarakatuh. Demikian Iwat telah kita 24:03 bersama-sama simak tausiah malam kajian 24:06 kitab Alullu Wal Marjan bersama Dr. K. 24:10 H. Jak Zakim Borok, MA. Beliau adalah 24:11 Mustasyar PBNU. Tema yang disampaikan 24:14 mengenai adab dalam pergaulan sehari 24:17 sehari-hari. Sudah ada yang masuk, 24:20 Ustaz, di WhatsApp Rasil yang menyapa 24:21 maupun yang bertanya. Sapaan-sapaan yang 24:24 masuk dari Bapak Fauzan di Bekasi, 24:27 terima kasih Pak Kiai atas tausiahnya. 24:29 Ibu Nur Aini di Cibubur juga ada sedang 24:32 menyimak. Bapak Ahmad juga di Bekasi. 24:34 Selanjutnya ini ada Ibu Ani Cani Hudaifa 24:36 yang selalu setia menyimak Rasil. Terima 24:38 kasih banyak. Bapak Komarudin di 24:40 Karawang juga sudah menyimak. 24:42 Alhamdulillah. Ibu Aminah. Bapak Rama di 24:46 Tangerang Selatan. Ibu Yeti Setiawati, 24:48 ada juga Ibu Fan Eyang Sri, ada juga 24:52 Bapak Asep sedang menyimak, ada juga 24:55 Bapak Musyawir Abdul Basyir. Ya, 24:58 pertanyaan pertama yang masuk Ustaz saya 24:59 akan bacakan. Ini 25:02 datang dari Ibu YTI. 25:05 Asalamualaikum warahmatullahi 25:06 wabarakatuh, Ustaz. 25:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 25:10 wabarakatuh, 25:11 Ustaz. Kalau mandi bareng bersama dengan 25:15 keluarga tetapi tapi sesama perempuan, 25:20 apa itu diperbolehkan, Pak Ustaz? Dan 25:23 bagaimana 25:25 kalau mandi di kolam renang umum bareng 25:28 Bapak-bapak yang mengajarkan anaknya 25:30 berenang dan perempuannya menggunakan 25:32 pakaian muslimah, apa diperbolehkan 25:34 seperti itu, Pak Ustaz? Demikian. 25:37 Baik. [berdehem] 25:39 Jadi mandi itu boleh bareng tetapi tidak 25:43 boleh telanjang pula. 25:45 Hm. 25:46 Ya. Pakai celana pakaian ternak ya 25:51 boleh. Tapi itu pun sesama laki-laki dan 25:54 sesama perempuan. 25:56 He 25:57 sebaiknya pemandian itu dipisah. 25:59 pemandian untuk laki-laki, pemandi untuk 26:01 perempuan gitu loh yang benar. Enggak 26:03 boleh campur laki perempuan 26:06 dengan minimum seperti itu. Enggak boleh 26:09 ya. Nah, jadi harus kita menjadi 26:12 pemandian yang terpisah. Banyak sekarang 26:14 pemandian yang terpisah. Pemandian 26:15 laki-laki, pemandian perempuan ya itu 26:18 boleh bareng mandi enggak apa-apa. 26:19 Tetapi tidak telancang bulat ya. Yang 26:23 enggak boleh itu mandi bareng, belanja 26:25 bulat sehingga satu sama lain bisa 26:27 melihat 26:28 punyanya masing-masing ya atau punya 26:30 orang lain ya. Itu enggak boleh. H. 26:33 Tapi kalau ada pakaian rendangnya ya 26:35 tidak [berdehem] e aurat besar enggak 26:37 kelihatan enggak apa-apa sesama 26:38 laki-laki dan sesama perempuan 26:40 dipisahkan ya. 26:42 Kalau enggak dipisahkan enggak boleh 26:43 karena itu kan aurat ya. 26:45 Aurat. 26:45 itu wanita 26:48 ee kelihatan sebagian 26:51 badannya ya atau golong aurat itu ya. 26:54 Nah, itu enggak boleh. 26:56 Terima kasih 26:58 dari Ibu Aminah. Asalamualaikum 27:01 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Kiai. 27:03 Waalaikumsalam 27:05 warahmatullahi wabarakatuh. 27:07 Izin bertanya, Pak Kiai. Kalau Nabi 27:09 Musa, Nabi Musa apakah beliau punya 27:11 keturunan yang anaknya menjadi nabi 27:13 juga, Pak Ustaz? Demikian 27:17 ya. Nabi Musa punya keturunan ya, punya 27:22 keturunan sampai nanti melahirkan 27:25 nabi-nabi kemari ya. 27:27 Ada Nabi Zakaria, 27:30 ada Nabi Yahya. Itu keturunan dari Nabi 27:33 Musa ya. Ada beliau keturunannya dari 27:37 Bani Israil ya. Dari Bani Israil. 27:41 Nah, Bani Israel itu e nenek moyang 27:43 mereka adalah dari Nabi Yakub yang 27:46 bergelar Israil. 27:48 Iya. 27:49 Orang yang lakukan perjalanan malam. 27:50 Israil atau Nabi Yakub melahirkan 27:54 ee ada 12 orang anak. 27:57 12 itu menjadi Bani Israil. 27:59 Bani Israel. 28:00 Yang paling besar itu namanya Jahuza. 28:03 Yang paling kecil namanya Benyamin. 28:05 Yang nomor 12. Nomor 11nya Nabi Yusuf 28:09 ya. dan seterusnya nanti berkembang. Ya, 28:12 terima kasih. 28:13 I beralih ke pertanyaan dari Bapak 28:16 Fauzan di Bekasi. Asalamualaikum 28:18 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 28:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 28:23 wabarakatuh. 28:24 Izin bertanya, Pak Ustaz. Apakah 28:26 seseorang bisa dikatakan berakhlak baik 28:29 jika ia sangat santun kepada orang yang 28:33 menguntungkan dirinya, tetapi kasar 28:36 kepada orang yang kedudukannya lebih 28:37 rendah? Bagaimana Islam mengukur 28:40 keikhlasan adab seseorang, Pak Ustaz? 28:43 Demikian. 28:44 Baik. Adab itu untuk sama untuk semua, 28:50 untuk orang besar maupun orang kecil. 28:53 Bahkan terhadap tingkatan 28:56 pembantu-pembantu kita. 29:01 Ya, itu harus diterapkan akhlak yang 29:03 luhur. 29:05 Lihat akhlak Rasulullah. 29:09 Ya, sangat mulia. 29:12 Bilal bin Rabah 29:14 itu dulunya adalah budaknya Umayyah bin 29:17 Khalaf. 29:19 Sehari-hari beliau dicambuk, dilecut, 29:23 dijemur di teris matahari. 29:28 Sampai suatu saat beliau jumpa dengan 29:30 Muhammad bin Abdillah. Nabi maksudnya 29:34 oleh Nabi 29:36 dirangkul bila 29:39 yang dihinakan oleh orang-orang Quraisy 29:42 oleh Nabi dirangkul diajak makan satu 29:46 nampan lagi. 29:47 Hm. 29:48 J Bilal merasa betapa mulianya orang 29:50 itu. Oh itulah Muhammad seorang nabi. 29:52 Lalu beliau masuk Islam 29:55 lalu beliau dibebaskan oleh Abu Bakar 29:57 Assiddiq. Ditebus berapa saja itu kepada 29:59 Umayyah bin Khalaq. supaya ee Bilal 30:04 merdeka. 30:05 Masyaallah. 30:05 Jadi itu ya jadi akhlak Nabi. 30:07 Bilal itu kan seorang tadinya kan ee 30:10 budak 30:11 tapi Nabi menghormati. Nah, itu 30:13 seharusnya jadi kepada siapapun kita 30:15 harus bersatu ee baik ya, berlaku sopan 30:19 dan berlaku adab yang terima kasih. 30:23 Baik, sapaan juga dari Ibu Yuli Lestari 30:26 sedang menyimak ya. Masyaallah. 30:29 juga dari Ibu Hajah Saidah juga sedang 30:32 menyimak di malam hari ini. Terima kasih 30:33 Ustaz tausiahnya. Selanjutnya kita 30:35 beralih ke pertanyaan dari Ibu Nur di 30:38 Cibubur. Asalamualaikum warahmatullahi 30:40 wabarakatuh Ustaz. 30:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 30:44 wabarakatuh. 30:46 Ustaz, bagaimana Islam mengajarkan adab 30:49 ketika kita bertemu dan bergaul dengan 30:52 orang yang berbeda karakter dan berbeda 30:55 pandangan dengan kita? Bagaimana sikap 30:58 Islam menyikapi ini, Pak Ustaz? Demikian 31:01 ya. Kita tetap baik kepada mereka kalau 31:03 pandangan kita masukmasuk. Ya. 31:07 Ya. Dalam pandangan keagamaan kita 31:09 banyak perbedaan tetapi enggak jadi 31:12 enggak jadi bermusuhan, enggak harus 31:14 bermusuhan. 31:17 Kita harus toleran. Itulah menurut 31:19 pemahaman dia. Ini pemahaman saya. Yas 31:24 ya. Saya contoh ada ee teman kita yang 31:30 enggak mau tahlil kalau ada orang 31:33 meninggal. Yang satu rajin tahlil, 31:35 enggak ada masalah. Silakan aja ya. 31:37 Masing-masing punya pedoman dalam 31:40 keagamaan ya. yang 31:43 yang tahlil dia merasakan daripada 31:47 ngumpul di rumah almarhum atau 31:50 almarhumah kemudian ngobrol atau main 31:52 gapleh [tertawa] atau mainan yang lain 31:56 alangkah baiknya membaca kalimah 31:58 thayibah bareng-bareng lailahaillallah 32:01 kan gitu 32:03 yang satu mengatakan enggaklah ya enggak 32:06 mau tahlil ya enggak apa-apa sih ya jadi 32:09 begitu cara kita tidak perlu ribut-ribut 32:12 mengenai hal 32:13 perbedaan yang bersifat furuiah itu ya 32:16 perbedaan furuiah enggak apa-apa se 32:18 demikian terima kasih 32:20 i dari Ibu Pan asalamualaikum 32:23 warahmatullahi wabarakatuh Pak Kiai. 32:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 32:27 wabarakatuh 32:28 Pak Kiai. Bagaimana dengan acara resepsi 32:30 pernikahan yang bercampur laki-laki dan 32:33 perempuan yang hadir dalam suatu jamuan 32:36 yang ada musik live-nya juga ada? 32:39 ee penyanyi berpakaian seksi. Bagaimana 32:42 ini, Pak Kiai? Demikian. 32:45 Ya, sekarang ini saya melihat di 32:48 pernikahan-pernikahan itu orang 32:50 pakaiannya sudah bagus. 32:52 H 32:52 kira-kira 20 tahun yang lalu ya saya 32:56 masih melihat banyak itu di pernikahan 32:58 itu orang pakaian yang maaf ya kaum 33:01 perempuan itu pakaiannya masyaallah 33:04 enggak bagus. Sekarang juga berjilbab. 33:09 Maaf semua. Ada satu dua yang masih 33:11 pakaian agak nora dikit, malu dia pergi 33:14 cari jaket. Ya, jadi itu dakwah sudah 33:18 bagus berkembang kita. Nah, kalau 33:20 sifatnya seperti ini enggak apa-apa ya. 33:23 Ee di bareng karena kan sudah semuanya 33:25 sudah menutup aurat ya. 33:28 Baik. Asal bisa menjaga akhlak, menjaga 33:31 pandangan mata dan lain-lain enggak 33:33 apa-apa ya. Tapi kalau misalnya 33:36 dipisahkan, ada juga yang memisahkan 33:39 laki-laki perempuan ya itu juga lebih 33:40 bagus ya. Saya kira demikian terima 33:43 kasih. 33:44 I beralih ke Bogor dari Bapak Bambang. 33:47 Asalamualaikum warahmatullahi 33:48 wabarakatuh Ustaz. 33:50 Ustaz, bagaimana cara menjaga adab 33:53 kepada tetangga di zaman sekarang ketika 33:55 banyak orang justru tidak mengenal atau 33:58 tidak peduli dengan tetangganya? 34:00 Bagaimana Islam melihat kehidupan 34:02 individualisme ini, Pak Ustaz? 34:05 Demikian. 34:06 Baik. Konsep tetangga 34:09 itu berkembang 34:11 dan berubah. 34:13 Dulu tetangga itu kan tetangga rumah. 34:16 Sekarang mah kadang-kadang tangga rumah 34:18 enggak kenal dan enggak mau enggak mau 34:20 kenal mereka. 34:21 Kenal masing-masing. 34:23 Nah, sekarang tetangga kita, Pak, teman 34:26 bisnis, teman kantor, teman olahraga. 34:30 Teman ngobrol itu tangga kita itu 34:32 sekarang ya itu jadi tetap kita berbuat 34:35 baik pada mereka 34:37 ya kata Nabi, "Barang siapa beriman p 34:39 Allah dan hari akhirat falyukrim jaruh 34:42 hendaklah dia menghormati memuliakan 34:45 tetangganya tadi saya katakan ya teman 34:48 bisnis kita, teman bergaul, teman 34:52 olahraga ee 34:55 teman pengajian ya itu semua adalah 34:59 tetangga kita. 35:00 Ya, terima kasih. 35:02 I dari Bapak Cepi di Pasar Minggu. 35:06 Asalamualaikum warahmatullahi 35:07 wabarakatuh, Ustaz. 35:09 Waalaikumsalam warahmatullah 35:11 wabarakatuh, 35:12 Ustaz. Mengapa sekarang banyak orang 35:14 merasa lebih berani berkata kasar di 35:18 media sosial dibandingkan ketika bertemu 35:21 langsung? Bagaimana Islam menyikapi 35:24 fenomena seperti ini? Ustaz, mohon 35:26 pencerahannya. 35:28 Itu yang merusak kita. Akhlak kita rusak 35:32 di media di medsos itu orang saling 35:34 mengumpat, saling memaki. Itu akhlak 35:36 yang tercela. 35:39 Kenapa enggak bicara sopan yang baik? 35:42 Apalagi medsus itu kan didengar banyak 35:44 orang ya, bisa puluhan ribu loh 35:49 saya ngisi 35:51 kajian tafsir 35:53 ya itu yang langsung ngikuti itu sekitar 35:57 4.000 orang 36:00 itu seluruh dunia loh. Setelah 1 minggu 36:03 itu sudah yang mengikuti itu sudah ada 36:06 sekitar 120.000 36:08 90.000. Jadi luar biasa. Nah, jagalah 36:12 akhlak ya. Jangan sampai berkata-kata 36:16 kotor mencaci maki orang lain seaknya di 36:19 Medi karena itu dibaca dan dilihat oleh 36:22 banyak orang. Harus hati-hati ya. Terima 36:24 kasih. 36:26 Baik, beralih ke pertanyaan selanjutnya 36:29 dari Bapak Andi di Sukabumi. Ustaz, 36:31 asalamualaikum warahmatullahi 36:32 wabarakatuh. 36:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 36:35 wabarakatuh. 36:37 Ustaz, apakah ada batas antara bercanda 36:40 yang diperbolehkan dengan candaan yang 36:42 bisa merendahkan atau menyakiti perasaan 36:44 orang lain? Kadang sering ditemui dalam 36:46 pergaulan sehari-hari yang niatnya ingin 36:49 mencairkan suasana malah menyakiti 36:52 perasaan orang lain tanpa disengaja. 36:54 Bagaimana dengan hal ini, Pak Ustaz? Ya, 36:56 itu makanya 36:58 harus hati-hati. 37:02 Canda itu 37:04 ada yang sopan, ada yang enggak sopan. 37:08 Kalau candanya sopan, enggak apa-apa 37:11 ya. Para sahabat Nabi sering bersandar 37:14 tapi sangat sopan. 37:18 Contohnya 37:19 ketika kaum wanita yang sudah tua-tua 37:21 itu, nenek-nenek datang kepada Umar bin 37:23 Khattab. 37:25 Wahai Umar, apa yang bisa kami lakukan 37:27 ini? Kami nenek-nenek tua. Kata Umar, 37:30 "Ya percuma nek nenek-nenek tuh enggak 37:33 akan masuk surga." Gitu kata Umar. 37:36 Neneknya sedih semua tuh. [tertawa] 37:39 Datang kepada Nabi. Benar Rasulullah, 37:41 nenek-nenek enggak masuk surga. Kata 37:43 Nabi, dikatakan Umar. Kata Nabi, "Benar 37:45 Umar." Mereka menangis. 37:48 Sudah dijelas oleh Nabi. Maksudnya nenek 37:50 tidak, tidak berarti nenek-nenek ini 37:52 enggak bisa masuk surga. Nek-nenek masuk 37:54 surga tapi jadi muda lagi. Di surga 37:57 enggak nenek-nenek 38:00 abar kami jadikan kembali 38:02 perempuan-perempuan yang tua ya yang 38:05 sudah keriput itu abkaron gadis kembali 38:07 k tu ya di surga. Nah jadi tidak berti 38:11 nenek masuk surga 38:13 tapi nenek dari muda lagi. W baru mereka 38:15 senang itu kan bercanda tapi sandingnya 38:18 sang 38:19 ee unggul ya. Bagus 38:21 misalnya lagi ya. 38:24 Baik. Bercanda 38:28 makan bersama 38:30 Umar. Nabi ada di sini Abu Bakar. 38:33 Nah, Umar makan di samping Nabi. 38:37 Nah, itu setiap Umar ngambil daging 38:40 dimakan tulangnya taruh depan Nabi. 38:45 Sampai depan Nabi numpuk 38:47 tulang pada Umar. 38:50 Lalu tuan rumahnya keluar. Oh. 38:53 Kata Umar, "Anda ini maksakannya nikmat 38:55 sekali. Coba itu lihat Nabi, katanya 38:58 tulangnya depan depan anunya depan 39:01 depannya Nabi." Tapi Nabi cerdas lagi, 39:04 "Ya, betul saya makannya." 39:07 Kalau Umar bukan cuma dagingnya, 39:09 tulang-tulangnya ikut dimakan kata Nabi. 39:11 [tertawa] Sehingga enggak ada tulang 39:12 temannya dia. Nah, itu kan candar itu, 39:14 Pak. Ya. Nah, jadi itu saya kira canda 39:18 tapi yang bagus. Sok. Terima kasih. 39:22 bercana yang tidak menyakiti perasaan 39:23 gitu ya. 39:24 Iya. 39:25 Baik, Ustaz. Ee kita beralih ke 39:27 pertanyaan yang terakhir, Ustaz ya. Yang 39:29 terakhir dari Ibu Rina di Cibubur. 39:31 Asalamualaikum warahmatullahi 39:32 wabarakatuh Pak Kiai. 39:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 39:36 wabarakatuh. 39:37 Semoga Pak Kiai dan kru rahasia juga 39:39 pendengar rahasil dalam keadaan sehat 39:40 walafiat. Amin ya rabbal alamin. Ustaz, 39:43 kalau ingin memperbaiki kualitas 39:45 pergaulan kita 39:48 dan kita mulai dari rumah, adab apa yang 39:51 paling utama untuk kita biasakan 39:53 terlebih dahulu, Pak Ustaz? Demikian, 39:57 ya. Yang pertama itu 40:03 kita 40:06 mempraktikkan akhlak islamiah. 40:10 Yang kedua kita menebarkan salam 40:12 kedamaian. 40:15 Jadi datang kita untuk saling mencintai, 40:18 saling menyayangi, bukan saling 40:20 bermusuhan. 40:21 Dan itu akan banyak teman kita nanti. 40:24 J kita enak bergaul dengan teman-teman 40:27 ya, saling mengasihi, saling menyayangi 40:29 daripada kita bergaul dengan permusuhan. 40:32 Kan merepotkan kita itu sama-sama 40:34 merepot ya. Enggak. Kita bergaul dengan 40:36 teman-teman saling mengasihi dan 40:38 menyayangi ya. Saling mengangkat 40:42 itu yang terbaik. Terima kasih. 40:45 Baik Ustaz. Kita dibatasi oleh waktu 40:47 sebelum pamit disimpulkan tema kita di 40:49 hari ini, Pak Ustaz. 40:51 Ya. Baik, ikhwan akhwat sekalian, dalam 40:54 hal kita mempelajari hadis 40:57 itu ada disebut dengan naqdul hadis. 41:00 Kritik hadis apa itu mengkritik hadis 41:03 yang kemungkinan disalah pahami oleh 41:06 orang 41:08 karena enggak tahu asbabul burudnya. 41:10 Sebab turunnya hadis itu enggak tahu 41:12 dia. Ya, saya ambil contoh hadis yang 41:16 menjelaskan 41:18 almayyitu 41:20 muadzabun bibukai ahlihi. 41:24 Mayit itu akan disiksa dengan tangisan 41:26 keluarganya. Itu kan itu hadis 41:29 diriwayatkan banyak sahabat besar. 41:33 Tapi Aisyah radhiallahu anha mengkritik 41:35 hadis itu. Kata Aisyah, "Bukan gitu 41:37 maksudnya. 41:40 Dalam Islam kan walairatun 41:44 tidak ada orang menanggung 41:47 dosa orang lain. 41:50 Bagaimana 41:51 ayahnya meninggal anaknya nangis kok 41:53 ayahnya disiksa? Kan enggak masuk akal. 41:57 Nah, itu ternyata begini ceritanya. 42:01 Aisyah dalam perjalanan Nabi dan para 42:03 sahabatnya melewati kuburan orang 42:06 Yahudi. Di situ ada anak-anaknya sedang 42:08 menangis. Di kuburan itu menangisi 42:11 ayahnya. 42:14 Kata Nabi mengatakan, "Oh, anak-anak itu 42:17 menangis." Padahal ayah ayahnya sedang 42:19 disiksa. Dan disiksanya dia bukan karena 42:21 ditangis anak, bukan karena dia orang 42:22 Yahudi. Nah, gitu contohnya ya. Nah, itu 42:25 kan pemahamannya pleter. Nah, itu hadis 42:29 yang tadi juga kita sebutkan ee tentang 42:32 ee kritik hadis terhadap pandangan Abi 42:36 Hurairah yang berfatwa di masjid 42:40 mengatakan bahwa suami istri yang ee 42:44 lakukan hubungan ya ee seksual kemudian 42:47 tidak sampai keluar mani atau tidak 42:49 sampai orgasme itu tidak wajib mandi. 42:52 Maka Umar bin Khattab memanggil Ali bin 42:54 Abi Thalib untuk 42:58 meneliti. Makaelitilah pada istri-istri 43:01 Nabi. Ternyata enggak begitu ya. Hasil 43:05 penelitian dari istri-istri Nabi 43:06 menyatakan setiap ada hubungan suami 43:08 istri keluar mandi atau tidak, orgasme 43:11 atau tidak tetap wajib mandi. Nah, 43:13 akhirnya kemudian ee Nabi Hairah 43:16 dipanggil lagi suruh meralat ya oleh 43:19 Umar. suruh meralat apa namanya 43:21 pandangan-pandangan yang kemarin 43:22 disampaikan di masjid. 43:24 Nah, demikian kritik hadis yang perlu 43:26 kita ketahui supaya kita bisa tajam 43:29 pemahamannya dalam memahami hadis Nabi 43:32 sallallahu alaihi wasallam. Demikian, 43:33 mohon maaf kalau sudah khilafan. 43:35 Wasalamualaikum 43:37 warahmatullahi wabarakatuh. 43:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:41 wabarakatuh. Demikian telah kita 43:42 bersama-sama simak kajian kitab Allu wal 43:46 Marjan yang telah disampaikan oleh Dr. 43:48 K. H. Jakiemah. Beliaulah mustasyar 43:51 PBNU. Temannya mengenai adab dalam 43:53 pergaulan sehari-hari. Ee ustaz atas 43:56 ilmunya di malam hari ini dan semoga apa 43:59 yang ustaz sampaikan banyak manfaat 44:01 untuk semuanya. Sebelum pamit kita ee 44:03 saya akan sampaikan informasi untuk yang 44:05 ingin mengikuti acara majelis umahat 44:07 silaturahim bersama Ustaz Ahmad Zazuli 44:10 Kholil yang akan diselenggarakan di 44:13 Masjid Silaturahim Cibubur Bekasi dekat 44:15 Radio Rasil. Ini hari Rabu tanggal 26 44:18 Agustus 2026 jam 09.00 pagi sampai 44:21 dengan jam 11.00 siang acara Majelis 44:24 Umah Silaturrahim dengan tema Mahabatur 44:26 Rasul mengenal lebih dekat, mencintai 44:29 lebih dalam. Baik, saya Fahri temani 44:31 Neza dan juga Yusuf Subur pamitahufik 44:34 wal hiidayah subhanakallahum wamdika 44:36 asadu alla ilahailla anta astagfiruka 44:38 waubu wasalamualaikum warahmatullahi 44:41 wabarakatuh.