Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:10 Brail 0:18 [musik] 0:28 [musik] 0:30 Bismillahirrahmanirrahim. 0:32 Asalamualaikum warahmatullahi 0:33 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:35 rahimakumullah. Alhamdulillah 0:37 wasyukurillah kita dapat bersama-sama di 0:41 acara jendela sekolah dari Radio 0:43 Silaturahim yang mudah-mudahan 0:46 mempersuasi kita dan memotivasi kita 0:48 untuk menjadi bagian dari anak-anak kita 0:52 yang merupakan harapan bangsa tercinta 0:55 Indonesia ini. Salam selawat tidak lupa 0:59 kita sampaikan kepada junjungan umat 1:02 kekasih kita Muhammad Rasulullah 1:05 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 1:07 kita dipertemukan beliau di saat yang 1:10 sangat kita rindukan di yaumil akhir. 1:14 Dan ikhwan akhwat, jendela sekolah hari 1:18 ini akan membahas tentang bagaimana 1:22 menemukan potensi anak SMP mulai dari 1:27 eksplorasi sampai ke prestasi. dan yang 1:32 hadir untuk ini semua. Emm 1:35 asalamualaikum warahmatullahi 1:37 wabarakatuh. Bapak Kepala Sekolah Bapak 1:41 Rida Gandara 1:44 S.D. MSI. 1:46 Kemudian ada juga di bagian kurikulum 1:49 yaitu Ibu Nuning Muliawati, S.Pd. K. Dan 1:55 ee untuk urusan kesiswaan di sini ada 1:58 Pak Didi Yuda eh Saputra, SPD juga. Dan 2:04 untuk bahasan kali ini mudah-mudahan ya 2:08 akan membuat kita semakin paham terkait 2:11 bagaimana potensi anak-anak kita yang 2:14 masih ada di SMP. Ke mana dulu ya? Oh, 2:18 ke kepala sekolah dulu. Baik. kepada 2:20 Bapak Kepala Sekolah yang akan 2:24 menyampaikan perspektif pendidikan 2:26 perkembangan anak dan juga peran sekolah 2:29 serta kita sebagai orang tua nih ikhwan 2:31 akhwat kalau 2:34 bisa bicara soal anak-anak di usia SMP 2:38 ini, Pak Rida, itu mereka sedang ada 2:42 pada fase perkembangan tapi yang seperti 2:45 apa ya? 2:48 Gimana? Bu. Iya. Alhamdulillah. 2:52 Alhamdulillahirabbil alamin. Wasalatu 2:53 wasalam ala sayyidil mursalin. Waba 2:56 ba'du. Terima kasih, Bu. 3:00 Kemudian ee lanjut kepada 3:04 pertanyaan tadi. Kalau misalkan SMP itu 3:07 fasenya memang kalau bahasa 3:11 di 3:13 peradaban 3:14 Islam, 3:15 maka itu masuknya fase akil balig ya. 3:19 Jadi 12, 13, 14, 15. Adapun [berdehem] 3:23 di psikologi pendidikan dunia Barat itu 3:27 kita kenal dengan fase adolescen atau 3:31 teenagers di mana itu masuk ee fase 3:34 remaja awal. Memang banyak pendapat ya 3:38 seperti Vias ee John Locke dan lain 3:42 sebagainya. 3:43 Tapi [tertawa] kita juga harus ee fair 3:45 masuk ya. Ee dulu ada ahli pakar dari 3:48 UNICEF. Beliau kelahiran Bogor namanya 3:52 Syekh Naqib Al-Attas. 3:54 Itu kelahiran Bogor diambil jadi ahli 3:56 pendidikannya UNICEF gitu ya. 3:58 Iya. Jadi dia berpendapat bahwa dunia 4:01 Islam itu punya ee peradaban yang 4:05 berbeda. Ketika psikologi Barat 4:07 dimasukkan ke dunia pendidikan Islam, 4:09 maka kita harus memfilternya. Jadi 4:12 kurang lebih fase akil balig itu itu dia 4:16 berkembang jasadiah kemudian ruhiyahnya. 4:20 Kalau bahasa ee psikologi kejiwaan di 4:24 zaman era Indonesia tahun 60-an kita 4:28 kenal dengan istilah jasmani rohani gitu 4:30 ya atau jasad kemudian ee mental. Nah, 4:34 jadi ee fisik dan juga ee mental 4:39 seseorang khususnya anak remaja ini ini 4:42 perlu memang di ee kenali ya, perlu 4:46 dikenali khususnya tugas dari orang tua. 4:48 Kemudian nanti yang membantu orang tua 4:50 adalah ee sekolah. Seringki pendapat 4:53 dari masyarakat umum bahwa kalau tanda 4:56 kutip menitipkan ee meminta guru 5:00 ngajarin anak kita. pokoknya enggak mau 5:03 tahu harus jadi pintar lah gitu gitu. 5:05 Padahal ee para guru itu sebetulnya 5:08 adalah membantu tugas pendidikan yang 5:11 mulia yang Allah amanahkan kepada orang 5:13 tua gitu. Jadi tugas utamanya sebetulnya 5:15 ada di di para orang tua sehingga para 5:18 ee ayah bunda 5:20 itu kemudian akan saling ya dengan ee 5:26 para guru khususnya para pendidik dan 5:28 tenaga kependidikan di satuan pendidikan 5:31 baik formal nonformal ya khususnya dari 5:33 kami dari SMP IT Insan Mandiri Cibubur 5:37 ya. He 5:38 itu memang memberikan ee pemahaman 5:43 bahwasanya ee pendidikan Islam itu di 5:46 antaranya adalah memfasilitasi 5:49 perkembangan 5:50 ee anak karena dia akan memiliki tugas 5:53 perkembangan. Contohnya dari sisi 5:56 biologis, maka anak laki-laki itu 6:00 bahunya akan cenderung melebar. 6:01 Melebar. Sementara untuk wanita kemudian 6:05 dia ee 6:09 perubahan fisiknya di antaranya 6:12 khususnya di di bagian panggul mohon 6:14 maaf itu akan menjadi amanah di mana 6:17 nanti dia akan diangkat oleh Allah 6:19 menjadi seorang calon ibu gitu ya. 6:22 Makanya kalau dalam Islam kan ee ibumu 6:24 ibumu ibumu baru ayahmu gitu. Jadi kalau 6:28 paradigma saya berarti bahu yang lebar 6:31 itu laki-laki itu enggak boleh ee 6:35 cengeng dengan dunianya. Dia harus 6:37 bangkit belajar, bangkit dan kemudian 6:39 terus berusaha gitu. Karena dia akan 6:41 menjadi khususnya tulang punggung 6:43 keluarga. bagi para ibu, maka dia Allah 6:48 muliakan dengan eh hamalna hum umuhu 6:53 wahnan ala wahnin. Jadi dia akan susah 6:57 payah mengandung ee para anak-anak yang 7:00 caron ee penerus generasi mendatang 7:03 gitu. Jadi kemuliaan hebatnya para 7:06 wanita ketika dididik maka kita seperti 7:09 mendidik generasi masa depan yang banyak 7:11 gitu. Nah, para laki-laki kita mendidik 7:15 ee 7:17 tulang punggung keluarga yang akan 7:18 menyokong generasi atau peradaban yang 7:21 banyak tersebut. 7:22 Iya. Yang jelas, Ikhwan Akhwat, 7:25 perkembangan anak-anak itu kan 7:27 sebetulnya sangat-sangat dinamis. Ada 7:30 tentang intelektualnya, ada 7:32 emosionalnya, ataupun juga sosial, serta 7:35 ee mencari identitas diri. Kalau 7:38 misalnya anak-anak mulai bertanya nih 7:40 ya, ikhwan akhwat. saya sebetulnya mampu 7:43 di bidang apa sih maksudnya ee 7:46 keunggulannya gitu atau 7:49 nanti saya mau seperti apa dan segala 7:51 macamnya itu emm ini merupakan bagian 7:55 awal dari anak-anak SMP terkait dengan 7:58 bagaimana minat mereka 7:59 i 8:00 gimana posisi sekolah bisa membantu 8:02 mereka untuk oh ya aku bakal ini dan itu 8:06 gitu gimana 8:07 baik ee kita di sekolah itu ee satuan 8:11 pendidikan diberikan tugas membuat 8:13 kurikulum, Bu. 8:14 Nah, contohnya 8:15 jadi ee ketika kita lihat ee rapot 8:18 anak-anak biasanya berisi pengetahuan, 8:20 keterampilan, kemudian sikap. Kalau di 8:22 sisi teorinya berarti kognitif, 8:24 psikomotor, dan kemudian afektif. Nah, 8:27 pengembangan intelektual itu adalah 8:30 pengembangan dari sisi ee kognisi atau 8:33 dari sisi pengetahuannya. Nah, sehingga 8:36 yang diharapkan dari sekolah adalah 8:39 membantu para orang tua mengenai 8:41 mengenali potensi anak-anak 8:43 pengetahuannya seperti apa itu nanti di 8:45 mapping atau screening. 8:47 Kemudian dari sisi emosionalnya itu dari 8:50 afeksi. Ee itu sikapnya akan muncul dari 8:54 perwakilan rasa yang ada di dalam kalbu 8:56 atau hatinya. Sehingga nanti begitu 8:59 sekolah membuat kurikulum maka dia kalau 9:02 di zaman sekarang ada P5 misalkan ya, 9:05 kalau zaman dulu ada budi pekerti 9:07 sekarang disambung dengan budi pekerti 9:09 dan pendidikan agama Islam misalkan 9:11 untuk sekolah Islam seperti di kami. 9:13 Jadi ee contohnya seperti itu. 9:17 Tugas sekolah adalah mengenali kebutuhan 9:20 anak intelektual, emosional, sosial, 9:23 pengetahuan, ya bahasa lainnya 9:25 pengetahuan, keterampilan, sikap itu 9:26 dikenali dulu 9:28 kemudian kami membuat kurikulum sehingga 9:30 latar belakang kurikulum itu adalah dari 9:32 kebutuhan anak. Sebetulnya mereka tuh 9:34 butuhnya apa di fase 12, 13, 14, 15 atau 9:38 mungkin yang masih usianya ee 9:41 6 tahun 8 bulan ya, mungkin masih di 12, 9:44 13, 14, 7 tahun ke atas 13, 14, 15 gitu. 9:48 Jadi tugas kami adalah membantu ee para 9:51 ayah bunda untuk mendidik anak di 9:54 episode sekolah ya. Mungkin di 9:56 boardingnya juga kita kan ada 9:57 boarding-nya juga sehingga 24 jam ketika 10:00 anak-anak berada di boarding atau 10:02 asrama. 10:04 Jadi peran orang tua itu banget dibantu 10:07 oleh sekolah untuk bla bla blanya ya 10:10 terhadap anak-anak juga. 10:12 Karena terus terang [tertawa] ee kita 10:15 sebagai ayah bunda tuh kadang bingung ya 10:17 anak kok berubah-ubah sih ee 10:19 keinginannya kok dan kok yang lainnya 10:22 seperti itu ya. Terus kalau kesempatan 10:25 yang diberikan kepada anak-anak kita 10:27 untuk mencoba bagaimana pengalaman 10:29 mereka selama ee di dalam pendidikan itu 10:32 kira-kira yang akan paling sangat 10:34 berpengaruh di bagian apa? 10:36 Baik. Sebetulnya kalau 10:39 apa namanya pengetahuan bukan lagi teori 10:42 ya, pengetahuan eksaknya 10:45 ee yang istilahnya berdasarkan ee ajaran 10:49 Islam ya. Nah, misalkan kita ambil 10:52 adalah hatinya. 10:53 Jadi apabila hati seseorang itu sehat, 10:57 faida sholuhat 10:59 jasadu kuluh, maka seluruh jasad 11:02 perilakunya juga akan sehat gitu. 11:05 Apabila rusak kalbunya maka faedah 11:08 fasadat fasadat jasaduluh. Maka 11:11 perilakunya juga kalau hatinya rusak ya 11:14 ee kita semua khususnya manusia maka 11:18 perilaku kita juga akan buruk. Jadi ee 11:21 intinya adalah afeksi atau misalkan 11:23 sikap itu adalah dari ee niat baik ya, 11:26 budi pekerti yang ada di dalam diri 11:28 seseorang di dalam jiwanya gitu Bu. 11:30 Kalau misalkan orang Islam pasti akan 11:32 menyatakan oh kalbunya ketika kalbunya 11:34 itu mendambahkan cita-cita yang mulia 11:37 gitu ya. Berbakti kepada orang tua saleh 11:40 ya. Dalam arti salat tu kalau dalam ee 11:44 keseharian kita anak bangun pagi salat 11:46 subuh, salat lima waktu wajibnya 11:48 dijalankan, kemudian ee ke Bapak Ibu 11:53 tidak berucap ah gitu ya, uh gitu. Nah, 11:56 gitu. Jadi nantinya juga akan ternilai 11:59 apa yang nampak dari anak itu, 12:01 perbuatan-perbuatannya. 12:03 Ee otomatis orang tua bisa bergembira 12:06 bahwa oh anak saya alhamdulillah saleh 12:08 dari perilakunya. Tentu itu adalah hasil 12:11 dari ee jiwanya. Oleh jiwanya, oleh 12:14 kalbunya, olah rasanya gitu. 12:16 Masyaallah. 12:16 Jadi yang penting kalbunya itu Bu, kita 12:18 juga 12:18 mengolah jiwa, mengolah kalbu itu luar 12:22 biasa sekali. Tadi kan jangan bilang ah. 12:24 Iya, Bu. 12:24 Nah, bagaimana kita sebagai orang tua, 12:28 Ayah, bunda, sebagai ayah bunda ini ada 12:31 enggak sih sesuatu yang harus kita 12:32 hindari atau jangan dikerjain deh kalau 12:34 terhadap anak-anak? Kalau ah tadi satu 12:37 kata yang luar biasa ya, nilainya apa 12:39 kira-kira yang membuat kita harus 12:42 menghindari hal-hal tersebut sebagai 12:44 orang tua? 12:45 Baik. Ee untuk ayah bunda ya termasuk 12:48 saya pribadi. Jadi nasihatnya adalah 12:51 bahwa kita itu ee dalam satu keseharian 12:54 pasti ada fase di mana kita lelah, di 12:56 mana kita memang lagi over excited untuk 12:59 siap melakukan apapun gitu ya. Karena 13:01 sudah diberitahu manfaatnya menolong 13:03 orang tua, berpatrik kepada orang tua 13:05 itu pasti akan dijalankan. Tapi kalau 13:08 bagi yang tidak paham kemudian dia sibuk 13:11 dengan gadget atau permainan, jadi 13:15 kecanduan apapun itu sangat mudah di 13:18 dikenali. 13:20 Ketika kecanduan itu misalkan diajak 13:22 untuk nak tolong ambilkan gelas ayah di 13:25 dapur. Anak itu ketika main game 13:28 kemudian ah nanti aja 13:30 tanggung. 13:31 Nah gitu. Jadi dia lebih fokus kepada 13:34 mainannya. Nah itu kalau kata ahli 13:36 psikologi pendidikan dia sudah kecanduan 13:39 ya karena keseringan ee menolak gitu. 13:43 Nah, adapun yang normal adalah ketika 13:46 anak ini memang super lelah gitu ya. ee 13:49 kan kita tidak bisa paksa anak ini taat 13:51 manut kepada orang tua 24 jam ya. Maka 13:53 kita harus paham kapan dia tidur, kapan 13:55 dia haknya makan, minum, bermain, dan 13:57 seterusnya. Jadi ya pengingat buat diri 14:01 saya, hindarilah pekerjaan-pekerjaan 14:04 yang berat atau yang di luar kemampuan 14:06 anak gitu. Sehingga anak akhirnya 14:08 terpaksa mengucapkan aduh mungkin tidak 14:11 ah atau uh ya yang di 14:13 keluhan lebih berat tuh [tertawa] 14:15 khawatirnya gitu. Jadi kita memang perlu 14:17 perlu meraba ya, meraba ee bagaimana 14:21 perasaan anak itu ya. Di antaranya 14:23 contohnya adalah meminta dia bercerita 14:25 gitu hari ini atau kamu sedang apa? 14:27 Sibuk enggak? Nanti Mama tolong ee 14:30 bikinkan air teh hangat gitu. Jadi 14:33 sebetulnya para orang tua juga yang 14:35 bijak tuh sudah mencontohkan, "Nak, kamu 14:37 sedang di mana? Sibuk atau tidak? Kamu 14:39 sedang salat atau 14:41 ee sedang senggang gitu." 14:43 Jadi ee itu memang bisa ditanyakan dulu 14:46 kemudian baru memberikan ee perintahlah 14:49 seperti itu. 14:50 Jadi nanti lelah atau tidaknya terlihat 14:52 gitu. 14:53 Jadi ketika mau minta anak melakukan 14:55 sesuatu tanya dulu 14:57 mungkin atau enggak. Terus 14:59 ngomong-ngomong kan banyak nih di antara 15:00 kita ya ikhwan akhwat kalau anak ranking 15:03 anak luar biasa tuh pujiannya keren 15:05 banget. Apa? Iya. Kategori dari nilai 15:09 yang tinggi itu memang 15:12 melebihi nilai-nilai yang lain gitu. 15:15 Baik. 15:15 Terus yang sedang-sedeng [tertawa] aja 15:17 gimana dong misalnya gitu gimana? 15:19 Iya. Iya. Ee pada dasarnya 15:23 semua anak itu memang ee memiliki 15:26 kesempatan, memiliki kelebihan 15:30 dan juga ada kekurangan yang semua orang 15:33 pasti sudah merasakan. Nah, usia 12 15:37 sampai 15 tahun itu ee khususnya 15:40 anak-anak ini perlu dien-encourage, 15:42 perlu dimotivasi khususnya oleh para 15:45 orang tua, kemudian para pendidik tenaga 15:48 kependidikan di sekolah sesuai porsinya 15:50 masing-masing bahwa anak-anak ini punya 15:53 masa depan yang bagus gitu. Tidak bisa 15:56 dicap sebagai wah ini udah nakal nih 15:58 kayaknya calon penghuni neraka misal 16:00 [tertawa] atau anak ini calon penjahat 16:03 gitu ya. nanti kamu bakal dipenjara nih. 16:05 Nah, itu sebetulnya jangan dilakukan 16:08 gitu ya. Sesuatu yang tidak boleh 16:10 dilakukan. Jadi yang harus dilakukan 16:12 sebelumnya adalah kita ini mendapatkan 16:15 kesempatan emas bahwa anak-anak yang 16:18 diamanahkan oleh Allah Subhanahu wa 16:19 taala kepada kita atau yang dititipkan 16:22 orang tua kepada pihak sekolah, madrasah 16:25 atau pesantren yang khususnya di kami di 16:28 IMC. Jadi kita memang 16:31 screening ya atau membaca dulu. Jadi 16:35 dipetakan dulu kelebihan kemampuannya, 16:38 kekurangannya di mana, tapi 16:40 kekurangannya pun bisa di-upgrade ya 16:43 bisa diangkat. Karena masing-masing 16:44 orang tuh punya takdirnya sendiri ya, Bu 16:46 ya. Walawalam kita juga khususnya saya 16:48 yang hadir di sini kita tidak tahu masa 16:51 depan kita seperti apa. Bahkan 16:52 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 16:53 juga mengatakan, "Aku tidak tahu besok 16:55 itu aku makan makan apa gitu ya." Nah, 16:58 seperti itu. Jadi untuk cap itu atau 17:01 stigma itu memang sebaiknya tidak 17:03 dilakukan. Jadi yang harus kita lakukan 17:06 adalah menyiapkan pendidikan yang 17:07 terbaik yaitu sesuai kebutuhan anak. Ee 17:10 mereka nilainya tinggi misalkan ya ee 17:13 nilai tinggi itu harus seimbang. Jadi 17:15 intelektual dengan sikap juga harus 17:17 seimbang. Jangan sampai istilahnya kalau 17:18 di ee apa namanya [berdehem] 17:22 ee peribahasanya ilmunya 17:24 menyambar-nyambar gitu. Hm. 17:26 Tapi ketika ketemu dengan orang tua, 17:29 dagunya menengadah ke atas seperti orang 17:32 yang ee 17:33 sombong gitu ya. 17:35 Nah, jadi ilmu setinggi apapun kita 17:37 harus merunduk. Kata kalau kata orang 17:40 tua dulu seperti semakin berisi semakin 17:42 merenduk seperti padi mungkin 17:44 sederhananya mungkin gitu. 17:45 Iya. Iya. I betapa akan bersyukurnya 17:47 [berdehem] 17:47 kita ya, Ikhwan Akhwat. Kalau anak-anak 17:49 kita bahkan kita enggak minta jadi 17:51 ranking pun dia tetap dengan perolehan 17:54 dan pencapaiannya tetap merunduk tadi. 17:57 Tapi ngomong-ngomong terkait dengan emak 18:01 kita juga ini karena banyak kegiatan di 18:04 luar yang tanpa arah juga ya 18:07 ee bagaimana anak memang membutuhkan 18:11 ruang untuk berkembang kan ya Pak ya. 18:14 bagaimana ruangan itu tetap juga ee 18:18 membantu mereka. Kalau tadi kita bicara 18:23 soal yang mudah-mudahan akan membuat 18:25 para ayah bunda paham betul bagaimana 18:27 butuhnya anak-anak yang membutuhkan 18:31 ruangan untuk berkembang dan juga tetap 18:34 perlu memikirkan arah. Kalau misalnya 18:36 kita pengin jadi dokter anak kita maksa 18:38 gitu 18:40 kan. Kebanyakan orang tua, pokoknya kamu 18:42 yang pintar, nanti kamu harus jadi 18:43 dokter. Cita-cita mama atau papa. Hal 18:46 semacam ini sebetulnya sangat mengganggu 18:47 ya. 18:48 Ya, itu kembali lagi kepada 18:51 hak ee orang tua dan hak anak gitu. Jadi 18:55 kalau dalam Islam barangkali sudah jelas 18:57 bahwa hak orang tua itu adalah 19:00 mengembangkan, mendidik. Ya, kalau dalam 19:02 bahasa Arabnya kan robayar bu lah. Jadi 19:05 mengasuh atau mendidik itu dari kecil 19:07 sampai dewasanya. ketika sudah menikah 19:10 ya dia punya tanggung jawab tersendiri. 19:12 Nah, pilihan ya seperti misalkan ee kamu 19:16 mau jadi apa itu masih mending. Tapi 19:18 kalau harus dipaksa khawatirnya ee dia 19:21 merasa tertekan. H. 19:23 Jadi tekanan itu memang harus dirilis, 19:25 harus dilepaskan. Caranya bagaimana? 19:28 Intervensi. Jadi jangan playing ee good 19:32 cup, bad cup sih. Nanti ayah jadi yang 19:35 galaknya gitu ya. Mama jadi yang 19:38 ee halusnya gitu. Sebetulnya dua-duanya 19:40 pasti punya potensi ee baik gitu ya. 19:42 Jadi caranya adalah dengan merangkul si 19:45 anak gitu. Sebetulnya minat bakatnya ke 19:47 mana tapi nanti diarahkan. Ah pilihannya 19:50 banyak nih ada 10. Ada yang 19:52 iya misalkan dokter, perawat, farmasis, 19:56 kemudian tentara, astronom, ya segala 19:59 macam gitu. 20:00 Gimana kalau mau jadi pedagang? Nah, 20:02 berarti nih ada input baru gitu. Coba 20:04 dieksplorasi gitu. Jadi secara fair-nya 20:06 adilnya perlu ada pembicaraan yang 20:09 sifatnya musyawarah. Mungkin singkatnya 20:11 demikian. 20:11 Iya. Dan ikhwan akhwat tentu sekolah itu 20:15 ee punya cara sendiri bagaimana 20:17 membangun pondasi melalui pembelajaran 20:21 bagi anak-anak kita. Kalau kita ke 20:24 bagian kurikulum nih sekarang ya, 20:27 pembelajaran yang paling utama di 20:28 sekolah itu sebetulnya yang ingin 20:31 dibangun melalui kurikuler itu apa sih? 20:35 Baik, terima kasih. Bismillah. 20:37 He bunyi enggak? 20:41 Oke. 20:41 Oke. Bismillah. Untuk ee di kurikulum 20:45 ya, Bu Nuding sebetulnya kurikulum itu 20:47 kan ee fondasi dari semua yang kegiatan 20:51 yang dilakukan di sekolah ya. 20:52 Sebenarnya kalau untuk dari kurikulum 20:54 itu kan ada tiga ya. Ada intrakurikuler, 20:57 ada ekstrakurikuler, dan juga yang 20:59 terbaru itu adalah kokurikuler gitu. di 21:02 mana ketiganya ini saling ee bersinergi 21:05 satu sama lain untuk tadi memfasilitasi 21:07 minat dan bakat dan juga potensi siswa. 21:10 Jadi kalau misalnya kita berbicara ke 21:13 kurikulum, tentu saja yang namanya ee 21:16 kurikulum di sekolah itu yang paling 21:17 inti adalah intrakurikuler. 21:19 He 21:23 pakai ini dulu. 21:27 Ada sedikit gangguan, ikhwan akhwat. 21:29 Jadi genggam lima huruf ya. Sabar. 21:35 Karena terus terang soal kurikulum ini 21:37 memang akan sangat membantu kita sebagai 21:40 ayah bunda juga untuk tahu bagaimana. 21:43 Oke, lanjut. 21:45 Iya. Jadi kalau di kurikulum itu kan 21:47 sudah jelas ya, kurikulum itu 21:48 intrakurikulernya adalah ee membangun 21:51 fondasi. Apa sih yang mau dibangun 21:53 pondasi dari siswa itu? Tentu yang 21:55 pertama adalah knowledge atau 21:56 pengetahuan. He. 21:57 Ada pengetahuan, kemampuan berpikir 21:59 kritis, kemudian ee literasi, numerasi, 22:03 komunikasi, kemudian kemampuan untuk em 22:06 problem solving dan lain sebagainya. 22:08 Sebetulnya itu adalah eh inti dari 22:11 seluruh kurikulum yang kita buat gitu di 22:13 sekolah dalam kerangka intrakurikuler. 22:16 Namun di sisi lain, kita juga harus 22:17 menghargai bahwa setiap siswa itu 22:19 memiliki kecerdasan yang berbeda. Kita 22:21 enggak bisa lihat atau kita tidak bisa 22:23 menilai bahwa anak yang pintar 22:24 matematika berarti pintar semua, gitu 22:26 kan. He 22:27 karena ee kami juga di sekolah juga 22:29 mengacu ke dalam ke eh delapan 22:31 kecerdasan siswa. Jadi multiple 22:33 intelligences research. Jadi kita 22:35 menggunakan alat ukur yang bernama MIR 22:38 di mana kecerdasan itu bermacam-macam 22:41 gitu. Ee tidak hanya kecerdasan ee di 22:44 bidang akademik, tapi juga ada 22:46 kecerdasan-kecerdasan lain yang justru 22:48 kita harus fasilitasi bersama. Nah, 22:50 tugas siapa untuk memfasilitasi ini 22:52 adalah tentunya ee tugasnya orang tua 22:54 dan juga guru gitu ya. Dan ee 22:56 pembelajaran itu kan tidak hanya 22:58 berhenti pada sebatas oh setelah 23:00 diajarkan anak-anak menjadi tahu gitu, 23:02 tapi bagaimana dari tahu itu dia bisa 23:05 menggunakan apa yang diketahui untuk 23:07 kehidupannya sehari-hari. Itu ee makna 23:09 dari pembelajaran yang sekarang sedang 23:11 digaungkan oleh pemerintah yaitu 23:12 pembelajaran bermakna gitu ya. 23:14 Iya. 23:16 Ee misalnya nih anak di belajar tentang 23:18 matematika kan matematika bukan hanya 23:20 sekedar berhitung gitu, tapi bagaimana 23:22 ee melatih logika atau mencari eh apa 23:26 problem solving dari setiap permasalahan 23:28 yang dihadapi. Sebetulnya itu dipelajari 23:30 di matematika gitu. Bagaimana cara kita 23:32 ee 23:33 mencari jawaban yang paling cepat. Dalam 23:35 kehidupan pun seperti itu kan. Kita 23:37 bakal dihadapkan dengan masalah-masalah 23:39 yang tentu lebih besar daripada hitungan 23:41 angka. Nah, di matematika itu diajarkan 23:43 gitu. Kemudian contohnya si di PAI, di 23:45 pelajaran pembelajaran agama Islam, 23:47 anak-anak diajarkan tentang nilai-nilai 23:49 agama. Mungkin secara teoritis dia 23:51 ngerti tentang nilai agama, tapi apakah 23:52 itu digunakan dalam kehidupan sehari 23:54 atau sehari-hari atau tidak? Nah, itu 23:56 tugas dari intrakurikuler bagaimana 23:58 untuk mengarahkan siswa itu bukan hanya 24:00 berpengetahuan, tapi juga menggunakan 24:02 apa yang dia ketahui seperti itu. 24:03 Berarti bantu anak-anak untuk kenal 24:06 dengan dirinya. Ya, 24:07 betul sekali. Heem. Sementara kalau 24:13 ada hal ni lagi-lagi sebagai wakil dari 24:15 orang tua terkait dengan ini semua, apa 24:18 sih yang mesti kita hindari sebagai 24:20 orang tua agar tidak mengganggu proses 24:22 ini dengan baik? 24:23 Oke. Sebetulnya ini ee banyak juga frame 24:25 yang masih mungkin ada yang masih 24:27 berframe seperti itu ya. Jadi patokan ee 24:30 dari keberhasilan seorang anak itu 24:32 sebetulnya bukan di nilai gitu ya. 24:35 Kadang-kadang masih ada yang berpikir 24:36 bahwa nilai saya bagus, berarti anak 24:38 saya berhasil dong. Tapi sebetulnya 24:40 banyak di antara kita juga yang berpikir 24:43 bahwa nilai itu sebenarnya bukan akhir 24:45 dari segalanya. Karena yang harus 24:46 dihargai adalah sebetulnya prosesnya. 24:49 Dan kalau misalnya kita hanya 24:50 berorientasi pada nilai akhir, tapi 24:52 tidak ada proses yang kita hargai gitu, 24:54 itu menjadi sia-sia kan apa yang 24:56 dilakukan anak-anak. He. 24:57 Sehingga kalau di dalam ee sekolah, 25:00 sekolah ini kita mengembangkan 25:01 intrakurikuler, kita juga ada 25:02 ekstrakurikuler dan juga kokurikuler. 25:05 Jadi inti dari kokurikuler itu mungkin 25:07 yang ada di ranah kurikulum ya, 25:09 kokurikuler itu adalah sebagai 25:11 penjembatan gitu atau menjadi jembatan 25:13 apa yang dipelajari dengan apa yang 25:14 dialami. Jadi kalau kurikulernya itu 25:18 knowledge alias pengetahuan, maka 25:20 kokurikuler itu adalah experience-nya 25:22 alias pengalaman yang bisa dia dapatkan 25:25 dari intrakurikora yang sudah dipelajari 25:28 seperti itu. Jadi dua-duanya itu ee 25:30 berkesinambungan satu sama lain. Nanti 25:32 ada lagi satu lagi ekstrakurikuler. 25:35 Iya, makanya ada namanya ekstra kan 25:36 berarti kan memang tambahannya gitu 25:39 untuk memfasilitasi semua potensi minat 25:41 dan bakat siswa. 25:43 Jadi kalau anak kita mampu mengetahui 25:47 apa yang dia tahu, tentu juga akan 25:50 sangat membantu sekali bagaimana em 25:54 bukan hanya mengetahui tapi 25:55 mempraktikkannya. Ya, seperti itu ya. 25:57 Betul. 25:58 Kalau misalnya terkait dengan 26:02 kurikulum ini 26:05 posisinya di dalam proses yang tadi kita 26:08 bahas itu seperti apa gerangan? 26:11 Baik, untuk program kokurikuler sendiri 26:14 ya, saya menjelaskannya tentang 26:15 kokurikuler karena memang ini sedang 26:17 kami gaungkan di tahun ini 26:19 sesuai juga dengan e prinsip 26:21 pembelajaran mendalam dan ini sudah ada 26:24 permennya juga gitu ya. Jadi di seluruh 26:26 sekolah memang sudah di ee terapkan 26:29 hanya saja untuk ee satuan unit atau 26:31 sekolah itu diberikan kebebasan untuk 26:33 mengatur waktunya. Kalau di sekolah kami 26:36 di SMPIT Insan Mandiri Cibubur untuk 26:38 program kokurikuler yang kita jalankan 26:40 di semester ini dibagi menjadi dua Bu 26:42 Nuning. Yang pertama adalah program 26:44 enreachment dan yang kedua adalah ada 26:46 club time. Jadi untuk menunjang tadi 26:48 pembelajarannya di dalam sekolah kita 26:50 juga ada nilai tambahnya lagi nih di 26:52 luar sekolah. Di antaranya adalah 26:54 program enrichment atau kalau bahasa 26:56 dulu namanya pengayaan gitu ya. Nah, 26:58 enrichment ini biasanya kan kalau dulu 27:00 didapetin ya entar aja deh kalau 27:02 anak-anak sudah kelas 9 gitu ya. Kalau 27:04 misalnya mereka sudah mau menghadapi 27:05 ujian. Nah, kalau di sekolah kami 27:07 enggak. Enrichment itu kita mulai dari 27:09 kelas 7. Di dalam enrichment itu di 27:11 dalamnya ada ee matrikulasi. Di 27:13 antaranya yang kita ingin perkuat tentu 27:16 saja di numerasi dan juga di 27:18 literasinya. 27:19 Karena sekarang kan memang em di kelas 9 27:22 sudah ada TKA lagi ya, tes kompetensi 27:24 akademik. ee dulu namanya ujian sekolah 27:28 gitu ya, sekarang ditambah lagi namanya 27:30 ee TKA atau kalau dulu tuh assesment 27:33 berbasis nasional gitu, sekarang namanya 27:35 TKA dan itu ada mata uji ee numerasi dan 27:38 juga literasi. Sehingga kami merasa 27:40 bahwa di kokurikuler ini kami bisa 27:42 menambah nilai atau menambah pengetahuan 27:45 belajar anak-anak. Bukan hanya sekedar 27:47 bisa berhitung atau bisa membaca tapi 27:49 menerapkan semua itu gitu. Kemudian 27:51 tambahannya juga ada bahasa Inggris, ada 27:53 sains. Kemudian nanti di kelas 9-nya 27:55 khusus persiapan untuk TKA dan juga 27:57 PSAJ. Dan untuk yang terbaru di sekolah 28:00 kami itu ada ee club time. Jadi untuk 28:03 club time ini adalah penunjang juga tadi 28:05 yang delan kecerdasan siswa kan memang 28:07 bukan di ranah hanya akademik saja, tapi 28:10 di luar akademiknya juga kita 28:11 fasilitasi. Di antaranya ada lima club 28:14 time yang bisa diikuti siswa. Di 28:16 antaranya yang pertama ada club public 28:18 speaking. 28:19 Jadi anak-anak yang memiliki kemampuan, 28:22 keinginan, dan juga potensi untuk 28:23 berbicara di depan umum tapi belum 28:25 memiliki kepercayaan diri yang tinggi. 28:27 Maka kita perlu membuat wadah gitu ya, 28:31 memp-push mereka dengan mentor-mentor 28:33 yang insyaallah sudah bisa dipercaya 28:36 gitu ya untuk menumbuhkan keinginan 28:38 mereka dan juga kepercayaan diri mereka 28:39 untuk berbicara di depan umum. Kemudian 28:41 yang kedua ada klub literasi. di 28:43 dalamnya itu ee including bahasa 28:45 Indonesia dan juga bahasa Inggris. 28:47 Karena kami juga masih menggunakan em 28:50 apa namanya? Ee English as a second 28:53 language. Jadi bahasa Inggris sebagai 28:54 bahasa kedua di sekolah. Sehingga kami 28:56 merasa untuk literasi ini perlu 28:58 pendalaman bukan hanya di bahasa 28:59 Indonesianya tapi juga di bahasa 29:01 Inggrisnya. Ee kemudian yang ketiga ada 29:03 Klub Al-Qur'an karena ee siswa kita 29:06 karena kita sekolah Islam dan juga 29:07 basisnya juga untuk yang boarding juga 29:09 mereka sudah terbiasa gitu ya dengan 29:11 pembelajaran Al-Qur'an sehingga kita 29:12 juga menambah nilai tersebut di club 29:15 time. Di antaranya mereka akan belajar 29:17 tahsin, tahfiz, kemudian tadabur ayat 29:19 Al-Qur'an dan lain sebagainya. Gimana 29:21 caranya supaya apa yang mereka pelajari 29:23 itu bisa diterapkan dalam kehidupan 29:25 sehari-hari? 29:26 Dipraktikkan. 29:27 Betul. Dan sebetulnya kami juga mencari 29:29 babat bibit untuk kalau misalnya kita 29:31 ada acara lalu kita memerlukan ee orang 29:33 untuk melakukan tilawah dan lain 29:34 sebagainya, kita enggak nyari ke 29:35 mana-mana tapi sudah ada di klub itu 29:37 gitu loh. 29:38 Iya. Jadi kokurikuler itu akan sangat 29:41 membantu tumbuh kembangnya anak-anak 29:43 kita ya dan itu enggak berdasarkan nilai 29:47 pelajaran berarti. 29:48 Betul. Tidak. Jadi, jadi kokul ini 29:50 memang jembatan antara apa yang sudah 29:52 dipelajari dengan apa yang harus dialami 29:53 gitu ya. Dan ini sebetulnya menurut kami 29:56 sangat penting sekali bahwa setiap anak 29:58 itu punya potensi yang berbeda. Maka 30:00 kami perlu memberikan fasilitas itu. 30:02 Mungkin di sekolah karena mereka lebih 30:04 lama di sekolah maka sekolah bertanggung 30:06 jawab. Selain itu juga kami bekerja sama 30:08 juga dengan orang tua bagi anak-anak 30:09 full day ini putri kan ada ya kami punya 30:11 putri yang full day di rumahnya juga 30:13 tentu saja kami meminta bantuan kepada 30:15 orang tua untuk difasilitasi. Sebetulnya 30:17 ada dua lagi Bu Nuning yang justru 30:18 menarik mungkin ya untuk kokurikuler di 30:20 sekolah kita itu ada pembelajarannya itu 30:22 club time menyanyi dan juga art 30:24 kelas seni gitu. 30:26 Jadi untuk anak-anak yang memiliki e 30:28 kecerdasan musik kemudian kecerdasan 30:30 seni itu kami fasilitasi juga dengan 30:32 membuka club time tersebut. 30:35 Banyak sarana yang disediakan ya bagi 30:37 anak-anak untuk ee tumbuh dan kembang. 30:39 Yang jelas dari ee kururikuler ini 30:43 anak-anak juga belajar untuk bagaimana 30:46 bertanggung jawab, bekerja sama. 30:49 Kemudian tadi dengan adanya ee ex scho 30:52 public speaking ya itu juga membuat 30:54 mereka mampu berkomunikasi dengan jauh 30:57 lebih keren ya dan 31:00 kemampuan-kemampuan anak-anak ini jelas 31:03 akan sangat dibutuhkan dan bantuan dari 31:07 sekolah sungguh sangat luar biasa. 31:09 anak-anak dapat ilmu, kemudian juga 31:12 dapat pengalaman, bisa praktik dan 31:14 segalanya. 31:17 Untuk ee bahasan berikutnya 31:20 itu bagaimana 31:22 kalau ekstrakurikurel 31:25 ini yang membuat anak-anak menempukan 31:29 potensinya masing-masing. Ada berapa 31:31 banyakkah gerangan dan segala macamnya 31:34 itu ee karena kan enggak semua potensi 31:37 anak muncul ya di dalam pembelajaran 31:39 apalagi masih SMP itu bagaimana sekolah 31:41 menyikapinya 31:42 ya. Baik terima kasih. Memang setelah 31:45 dijelaskan oleh Buuning di mana ada 31:47 peran intrakurikuler, ada kokurikuler, 31:49 maka di sekolah kami pun ada namanya 31:51 ekstrakurikuler. Artinya apa? Bahwa 31:53 setiap siswa kan tidak semuanya potensi 31:55 di akademik. Anak-anak memiliki potensi 31:58 itu misalnya seperti ada anak yang kuat 32:00 di olahraga, ada anak yang pandai 32:02 berkomunikasi, ada anak yang kuat di 32:05 seni. Nah, maka di situlah peran 32:07 ekstrakurikuler ini bisa memfasilitasi 32:10 untuk bisa menemukan potensi peserta 32:12 didik. Nah, asurikuler merupakan adalah 32:15 suatu wadah yang disediakan oleh 32:17 sekolah. Nah, di mana anak-anak ini 32:19 ketika anak-anak sudah menemukan minimal 32:22 tuh minatnya sebelum bakatnya, mereka 32:25 sudah tertarik berada di sana. Nah, 32:28 selain itu ekstrakurikuler juga itu ee 32:31 ada beberapa yang apa yang didapat oleh 32:33 anak-anak selain minat bakat, mereka 32:35 akan belajar tentang bagaimana sikap 32:37 disiplin, 32:38 mereka belajar bertanggung jawab, mereka 32:40 bekerja sama, dan lainnya. Itulah yang 32:43 harapan kami yang mungkin tidak dapat di 32:45 intrakurikuler, tapi mereka bisa 32:46 mengembangkannya ekstrakurikuler. Tapi 32:49 mungkin hanya 32:50 banyak orang yang berpikir bahwa 32:51 ekstrakurikuler ini atau es itu hanya 32:53 untuk mengisi waktu kosong. Tapi seya 32:56 padahal tidak ada potensi atau 32:59 pengembangan diri yang bisa didapat oleh 33:01 siswa dengan mengikuti kegiatan schol 33:03 tersebut. 33:05 Ex schol melatih anak menjadi lebih 33:07 disiplin, menjadi punya tanggung jawab 33:10 lebih ya karena spesial banget memang 33:13 ya. 33:13 He. 33:14 Kalau misalnya bagi anak kita yang masih 33:18 SMP ini belum tahu nih gua sebetulnya 33:20 minatnya apa sih? Nah, itu dari ex schol 33:22 ini apakah juga akan bisa tergambarkan 33:25 atau bagaimana? 33:26 Ya, sebenarnya ketika siswa ini sudah 33:29 memilih, ketika siswa ini tertarik 33:30 memilih saja sudah memantik di dalam di 33:33 dalam dirinya 33:33 pikirnya. ternyata ini ada apa ya dengan 33:36 ini gitu kan. Nah, setelah itu muncul 33:38 maka kami persilakan untuk siswa ini 33:40 bisa mengikuti kegiatan es tersebut 33:43 sehingga munculnya ee potensi dalam diri 33:46 siswa tersebut bisa mengembang lebih ee 33:49 ke minat dan bakatnya. He. Di situ lalu 33:52 biasanya kalau kan kita ada beberapa 33:53 tahapan kita ada proses anak apa 33:57 anak-anak belajar untuk mengeksplore ee 33:59 keinginan mereka dalam esol. Lalu mereka 34:01 apa namanya menemukan nih esol apa yang 34:03 cocok. Lalu di situlah mulailah untuk 34:05 mereka ah ternyata kayaknya saya cocok 34:08 di bidang ini. Akhirnya mulailah mereka 34:10 tekun, 34:11 mereka mengembangkan dan akhirnya itulah 34:13 bisa menjadi bakat menemukannya 34:15 anak-anak tersebut. Jadi dari coba-coba 34:18 tadi mereka coba beberapa es schol yang 34:21 ada di sekolah dan akhirnya ternyata 34:23 dari situlah anak-anak sudah mulai 34:24 mengetahui minat dan bakatnya. 34:26 Iya. Enggak tahunya aku nih pintar voli 34:29 weh misalnya. 34:30 Enggak tahu. Enggak pernah karena selama 34:32 SD enggak pernah belajar ee berolahraga 34:35 seperti itu ya. 34:36 Terus em untuk bisa mengetahui bidangnya 34:39 lewat schol itu itu biasanya berapa 34:41 lama? 34:42 Nah kalau untuk lama ini kan ee tidak 34:45 ada patokan. He. 34:46 Karena kan memang yang pertama adalah 34:48 potensi itu kan munculkan berdasarkan 34:49 kemampuan dari masing-masing siswa. 34:51 Ingat, semua anak itu adalah bintang. 34:54 Tetapi ee semua anak itu butuh waktu. 34:56 Ada anak yang begitu WPS School kurang 34:58 lebih 3 bulan mereka sudah menemukan 35:00 minatnya, mereka sudah melihat bakatnya. 35:03 Ada yang mereka butuh misalkan untuk 35:04 mencoba 1 tahun atau kadang ada juga 35:07 siswa yang saya ikut sampai dengan 3 35:09 School baru dia menemukan minat dan 35:11 bakatnya. Jadi kembali lagi sekolah itu 35:13 memfasilitasi. Tapi terkait dengan waktu 35:16 yang dibutuhkan itu dikembalikan kepada 35:18 siswa tersebut. 35:20 Jadi anak-anak bisa mengeksplorasi 35:22 dirinya sendiri, pikirannya kira-kira 35:25 gue ke mana nih? Kayaknya wah di bidang 35:28 ini pas banget. Tapi ketika tertarik 35:31 dengan informasi di luar sana pengin 35:33 ini, tapi kok enggak cocok. Nah, itu di 35:35 sini akan sangat terbantu ya dalam 35:37 kondisi seperti ini. 35:38 Jadi, mengeksplorasi 35:41 ee minat dan kemampuan anak ternyata 35:43 akan sangat membantu sekali. Kalau dari 35:47 pengalaman-pengalaman mereka yang apa 35:49 sekarang ini itu setelah mencoba berapa 35:51 lama ex schol baru tahu? 35:53 Kalau untuk anak-anak kami itu setelah 35:55 mencoba itu kurang lebih dari 3 bulan 35:57 sampai dengan 6 bulan. He. 35:59 Jadi kayak satu itu menjadi waktu 36:01 adaptasi di mana mereka yang pertama 36:04 mereka memilih, mereka mengeksplore 36:05 kegiatannya, lalu mereka mulai mengenali 36:08 apa yang mereka pilih, lalu mereka sudah 36:10 mengenali, oh kayaknya saya perlu 36:12 komitmen nih, artinya saya perlu apa 36:14 namanya ee perlu memilih dan mulai 36:17 berkembang. SL itu barulah terakhir 36:19 adalah untuk mengembangkan secara 36:20 konsisten. Artinya anak ini sudah 36:23 memilih untuk bisa berprestasi ke 36:25 depannya di 36:26 dengan konsisten di yang itu tadi. Oke, 36:29 keren banget ya. Jadi, ikhwan akhwat 36:33 jangan dikira bahwa ketika anak mencoba 36:36 schol itu dia tidak sedang menyelusuri 36:38 minat dan bakatnya sendiri seperti itu. 36:41 Emm, kalau hitung punya hitung nih, 36:43 kapan sih sebaiknya anak-anak mulai 36:45 fokus pada hal-hal semacam ini? 36:47 Ya, kalau untuk dimulai kapan sebanyakan 36:49 sudah dini, 36:50 tapi kan yang namanya proses itu kan 36:52 membutuhkan waktu yang panjang. Nah, 36:55 kami tanamkan kepada anak-anak kami 36:56 tentunya di SMP IT sama di Cibubur ini 36:59 mereka sudah mulai untuk memilih, mereka 37:02 sudah mulai untuk bertanggung jawab, 37:04 mereka sudah mulai dengan apa yang 37:06 mereka pilih. Artinya di situ adalah ee 37:08 ketika anak-anak sudah memilih, mereka 37:10 belajar konsisten. Belajar konsisten. 37:13 Mereka sudah belajar untuk mengembangkan 37:14 kemampuannya, mereka berlatih dan 37:17 tentunya ada keinginan untuk terus 37:19 belajar seperti itu. Jadi dengan cara 37:23 ini, ikhwan akhwat, anak-anak juga 37:25 belajar mengenali dirinya sendiri. Terus 37:27 ngomong-ngomong dari ee olahraga, musik 37:31 dan juga teknologi mana yang paling di 37:34 banyak diminatin? 37:35 Tentunya di bidang olahraga. 37:37 Karena kebetulan anak-anak kita ini 37:39 berdasarkan hasil itu lebih banyak 37:41 hasilnya kinestetik. 37:42 Wah, jadi anak-anak ini lebih banyak 37:44 memilih bergerak. Jadi, olahraga itu 37:46 masih menjadi es dominan di sekolah 37:50 kita. Tetapi sekali lagi sekolah kita 37:52 memfasilitasi baik dari olahraga, seni 37:55 ataupun lainnya. 37:57 Oke, ikhwan akhwat karena ini live Anda 38:02 bisa telepon atau bisa juga kirim WA 38:06 menanyakan sesuatu terkait dengan 38:08 bahasan kali ini. Yang jelas anak yang 38:12 berminat kemudian tahu minatnya apa 38:15 pasti akan meraih prestasi. Kurang lebih 38:17 seperti itu ya. Nah, kira-kira ee 38:20 membuat 38:22 anak itu tahu minatnya kemudian bisa 38:25 berkembang menjadi prestasi, apa yang 38:28 sekolah bantu nih? 38:29 Nah, kalau untuk sekolah itu pertama 38:31 adalah menyediakan sarana prasarana 38:32 tentunya. He 38:33 yang kedua, kita menyediakan pelatih 38:35 yang berkompeten. Nah, yang ketiga ini 38:38 yang paling penting adalah sekolah itu 38:40 sudah menyusun terkait dengan kompetensi 38:42 e kompetisi apa yang akan yang akan 38:44 sifat terbet ikuti. 38:45 Jadi, artinya ketika tahapan itu sudah 38:48 di apa dilaksanakan terakhir tentunya 38:50 ada evaluasi. Artinya setiap kegiatan 38:53 dilakukan oleh ee sekolah kami itu ada 38:56 evaluasi di akhir untuk membantu atau 38:59 untuk lebih mengembangkan siswa ini ee 39:02 kemampuannya lebih baik lagi. Nah, jadi 39:05 artinya apa? Jadi setiap pertandingan 39:07 itu mereka selesai, mereka evaluasi 39:09 kurangnya di mana, teknik apa yang 39:12 kurang. Jadi kita perbaiki di latihan 39:14 atau step berikutnya. 39:15 Jadi, 39:17 ikhwan akhwat bakat dan minat saja 39:19 enggak cukup ya. perlu dukungan yang 39:21 lain. Kalau misalnya perlu ber ee 39:25 kompetisi atau perlu ikut lomba dan 39:27 segala macam itu tujuannya memang untuk 39:29 lebih meningkatkan rasa percaya diri 39:32 bahwa gue emang pas banget di sini gitu 39:35 ya. Seperti itu. Itu yang diperlukan 39:37 anak untuk bisa sampai ke titik dia 39:40 berkesempatan untuk menunjukkannya itu 39:42 ada berapa proses? Nah, kalau untuk 39:45 prosesnya mulai dari awal mereka dari 39:47 persiapan, 39:48 lalu mereka mulai dari latihan rutin, 39:51 mereka lalu mulai dari target mereka 39:53 ingin dicapai. Nah, itulah ee proses 39:56 mungkin yang nanti sampai dengan di 39:57 akhir untuk mereka bisa ee tampil secara 40:00 maksimal. Tapi sekali lagi yang namanya 40:03 esol itu kan bukan semata-mata dengan 40:04 prestasi. Iya. 40:05 Artinya begitu mereka sudah berani 40:07 tampil, mereka sudah memberikan yang 40:09 terbaik, itu merupakan satu proses yang 40:11 perlu kita apresiasi kepada anak 40:13 tersebut. 40:15 Ada enggak anak yang mengalami kegagalan 40:18 kemudian ee mentalnya jatuh bangun 40:22 terbantu oleh bagaimana sekolah membuat 40:24 dia menghadapinya? 40:26 Nah, kalau terkait dengan ada tidaknya 40:28 alhamdulillahnya sampai saat ini mungkin 40:31 ee belum ada [tertawa] ya. Karena 40:33 kenapa? di dalam setiap proses itu kan 40:35 pasti kan ada peran pembina. He he. 40:37 Ada peran pelatih yang bukan hanya 40:39 mereka memberikan bagaimana menu 40:41 latihan, tetapi kan mental juga 40:43 disiapkan. Artinya setelah anak-anak ini 40:46 siap untuk bertanding, bukan hanya 40:48 secara fisik mereka siap, tapi secara 40:50 mental pun mereka sudah terlatih. Baik 40:52 nanti hasilnya dia menang ataupun kalah, 40:54 setidaknya tidak ada rasa kekecewaan 40:57 yang telah siswa kita ini berikan pada 40:59 saat ee kegiatan tersebut. 41:02 Jadi prestasi ikhwan akhwat itu diraih 41:05 diperoleh setelah melewati beberapa 41:07 tahapan dan gagal meskipun belum tapi 41:11 kalau toh terjadi itu juga jadi 41:13 pelajaran ya. Emm kalau kita lanjut 41:16 terkait dengan hal-hal ini tadi apa yang 41:20 disediakan sekolah dengan kurikulum dan 41:22 segala macamnya. Kalau ekstrakurikurel 41:26 juga begitu luar biasa. Ada berapa sih 41:28 di ee SMP INC? 41:30 Di kita kebetulan hampir 20 School. 41:34 Masyaallah. Anak ada yang ikut lebih 41:36 dari satu? 41:37 Ada. 41:38 Nah, biasanya anak ini mengikuti bisa 41:40 antara dua sampai dengan 3 SCH maksimal. 41:42 Tapi kembali lagi yang penting anak ini 41:45 bisa untuk bertanggung jawab dan punya 41:47 disiplin. 41:49 Nah, kalau kami harapannya adalah anak 41:51 ini kan tidak perlu memilih banyak, 41:53 tetapi yang penting ketika dia telah 41:55 menemukan bakatnya, mereka bisa fokus 41:57 dengan esol yang dipilihnya seperti itu. 42:01 Dan itu perlu proses ya. itu coba-coba 42:04 terkadang butuh waktu 1 tahun dan 42:06 lain-lain. 42:06 Cob. Oke. Jadi kalau misalnya kita tarik 42:11 benang merahnya nih ikhwan akhwat antara 42:13 kurikuler kemudian koikuler 42:16 dan juga ekstrakurikuler 42:19 ini kira-kira Ibu Nuning bukan aku tapi 42:23 ya [tertawa] Ibu Nuning yang ini 42:25 kira-kira bagaimana gambarannya? 42:27 Baik terima kasih. Jadi ketiganya itu 42:29 bukan bagian yang berdiri sendiri ya. 42:31 Jadi antara ee kurikuler atau 42:33 intrakurikuler, kemudian kokurikuler dan 42:36 juga ekstrakurikuler itu 42:38 saling bergandingan. 42:39 Betul. Jadi saling berhubungan satu sama 42:41 lain. Makanya kalau kita tarik silver 42:43 line-nya gitu atau benang merahnya itu 42:45 sebetulnya 42:46 di kurikulernya sendiri itu kan 42:49 anak-anak diberikan knowledge-nya gitu, 42:50 pengetahuannya. Kemudian di 42:52 kokurikulernya 42:54 mereka diberikan pengalaman alias 42:56 langsung praktik gitu ya. dan di 42:58 ekstrakurikulernya. Nah, anak-anak ini 43:00 diberikan kesempatan untuk memberikan 43:02 diberikan ruang eksplorasi, 43:04 pengembangan, dan juga potensi gitu. 43:07 Jadi, misalnya anak yang berkomunikasi 43:09 di kelas nih, dia bisa mempraktikkannya 43:12 di dalam projek-projek. Oh, ternyata 43:14 menemukan nih bahwa sebetulnya saya ini 43:16 memiliki kemampuan berbicara di depan 43:18 umum gitu. lalu akhirnya mengikuti nih 43:20 satu klub misalnya public speaking. Lalu 43:23 setelah mengikuti satu klub itu dia akan 43:25 dilatih, kemudian dia akan mengikuti 43:27 beberapa kompetensi kemudian diberikan 43:29 ruang untuk dia berkembang dengan cara 43:32 misalnya dia menjadi MC, moderator di 43:34 acara-acara tertentu. Nah, maka proses 43:36 itulah yang kita hargai, gitu ya. Jadi 43:39 tidak semuanya itu harus bernilai dengan 43:41 nilai berupa angka, tapi kemampuan 43:43 mereka secara komunikasi itu atau 43:46 kemampuan mereka secara ee potensi yang 43:48 mereka miliki itu justru berkembang dan 43:50 secara tidak sadari justru mereka itu 43:52 tenggelam di dalam hobinya itu sendiri 43:54 gitu pada akhirnya seperti itu. 43:56 Tujuan belakangnya akhirnya memunculkan 43:58 prestasi. Ya, 43:59 betul sekali. bayangin ee kalau dari 44:04 kurikuler itu yang dikasih ilmu, 44:06 kemudian dari kokurikuler yang dikasih 44:09 adalah pengalaman yang diterima oleh 44:12 anak-anak. Sementara ekstrakurikuler 44:15 sendiri seperti yang tadi Ibu Nuning 44:17 bilang, itu bukan cuman sekedar 44:20 eksplorasi tapi juga pengembangan. Luar 44:22 biasa banget. Jadi anak-anak nih ada 44:24 tulisan di sini belajar kemudian 44:26 mengalami, mencoba menemukan, 44:30 berikutnya menekuni, baru sampai ke 44:33 prestasi. Luar biasa sekali. Em kita 44:37 mungkin enggak bisa jeda ya karena 44:38 waktunya tinggal mepet lagi. Lanjut ke 44:41 bagaimana dari bahasan proses tadi nih 44:45 kepada kepala sekolah bukan sekedar 44:47 menyediakan pelajaran dan juga schol. 44:52 Terus untuk mendukung perkembangan anak 44:56 ini kira-kira apa yang perlu dibangun 44:59 sekolah? 45:00 Baik di Insan Mandiri Cibubur ya 45:03 khususnya kami SMP. He 45:05 kembali lagi untuk usia remaja itu kami 45:09 menyediakan 45:11 pendidikan yang bisa memfasilitasi 45:13 tumbuh kembang anak 45:15 khususnya sedang 45:17 bagus-bagusnya dari sisi fisik kemudian 45:20 mentalnya juga itu pertama beradab Bu 45:24 yang kedua itu dia bisa mandiri yang 45:27 ketiga dia prestatif jadi dia prestatif 45:30 dalam hal apapun dalam akademik atau non 45:33 akademik kalau bahasa bisa yang 45:35 kurikulum tadi 45:38 apa? Kurik kurikuler, kokurikuler dan 45:42 ee ekstrakurikuler. 45:44 Kemudian kita juga akan bicara tentang 45:47 bagaimana prestasi dia bisa menjadi anak 45:50 yang saleh. Rata-rata kan ayah bunda itu 45:54 harapannya anak tuh yang penting sekolah 45:56 saleh aja gimana caranya gitu ya. 45:58 Itu kerinduan kita semua. 46:00 Mau cerdas kek, mau apa kek kalau di 46:02 bagian yang itu enggak ada sedih banget. 46:04 Iya. [tertawa] 46:05 Iya. Iya. 46:06 Jadi perkembangan ee manusia itu pada 46:10 dasarnya nanti ada batasnya seperti 46:12 tinggi badan. He. 46:13 Tetapi kalau berat badan kan masih bisa 46:15 diangkat, diturunkan gitu ya. Demikian 46:17 juga dengan pengetahuan, keterampilan, 46:20 dan juga sikap. Eh, mohon maaf ya, 46:23 contoh konkret saja saya ingin 46:24 menyampaikan kami di Insan Mandiri 46:27 Cibuber itu welcome, sangat welcome. 46:29 Silakan yang mau dari mulai hari ini 46:32 misalkan siang ini mau datang, mau 46:34 ngajak dialog, mau nanya-nanya, 46:37 mau saling bertukar ee gagasan bagaimana 46:42 pendidikan di IMC atau secara umum gitu 46:45 ya. Karena bagi kami memiliki anak itu 46:49 amanah yang sangat luar biasa gitu ya. 46:50 bagi Bapak Ibu. 46:51 Masyaallah. 46:52 Demikian juga saya pertama kalinya 46:54 ketemu dengan Bu Hajah Nuning nih 46:57 misalkannya. Jadi saya melihatnya 47:00 di usia berap pun orang gitu ya ketika 47:02 ketemu dengan orang lain maka ada 47:05 kesempatan untuk saling mewarnai. 47:06 Seperti Allah menyatakan kulu mauludin 47:09 yuladu ala fitroh. Jadi apakah di kita 47:12 nanti yumajisanihi 47:15 eh hawidanihi atau yunasironihi. Harapan 47:17 kita adalah yusalimhu, yusalim huma. 47:20 Jadi kita punya anak satu atau dua, kita 47:23 bisa mengajaknya berislam gitu. Jadi 47:25 selamat dunia dan akhirat. Nanti dia mau 47:28 jadi dokter ee tentara, apoteker, ee 47:32 olahraga dan lain sebagainya itu silakan 47:35 saja gitu. Nah, itu kita ee menunggu ya 47:38 menunggu feedback-nya gitu dari ee ayah 47:42 bunda dan para pendengar Bu Nuning ya, 47:45 pendengar setianya gitu ya. Kami sangat 47:48 berharap ee kita bisa 47:50 ee nanti ada tindak lanjutnya ya lebih 47:53 lebih ee intens lagi. Karena pandangan 47:57 kami mengembangkan anak itu sangat luar 47:59 biasa. Bagaimana ayah bunda yang 48:02 merindukan hadirnya seorang anak. Ketika 48:04 hadir anak itu kira-kira kalau saya ya 48:07 pribadi ya, kalau saya penginnya sih 48:10 terbang Bu, pulang ke rumah merangkul 48:13 anak, nyuapin anak lagi. Anak yang udah 48:15 besar tuh penginnya kita bayi lagi gitu. 48:18 Rinduindu, rindu-rindu banget gitu. Jadi 48:21 kembali lagi bagaimana orang tua 48:23 memandang anaknya gitu. Kalau memandang 48:25 anaknya berharga pasti dia akan jaga 48:28 gitu. Bagaimana caranya maka dia akan 48:30 cari gitu. Nah, itu mungkin 48:33 jadi sudut pandang kita sebagai orang 48:35 tua terhadap anak-anak ternyata 48:37 sangat-sangat berperan di dalam 48:39 pertumbuhan mereka. Yang jelas anak 48:43 harus kita lihat secara utuh ya. 48:45 Siap ya Bu. secara ee 48:48 utuh itu bukan hanya dari karena 48:50 kecerdasannya di dalam nilai-nilai 48:52 pelajaran, terus yang berkembang di 48:55 dalam dirinya yang perlu banget kita 48:57 tingkatkan selain soal agama tadi. 49:00 Menurut Bapak kira-kira yang juga sulit 49:03 untuk dilaksanakan bagian yang mana nih 49:05 agar kita juga lebih mempersiapkan diri? 49:08 Baik. 49:10 Biasanya dalam keseharian ya 49:12 tantangannya memang kalau secara emosi 49:15 tentunya ada mood lah. He 49:17 perasaan yang berubah-rubah. Jadi anak 49:19 usia remaja itu memang wajar ketika 49:21 perasaannya berubah-rubah. Itu merupakan 49:24 ee ciri dari psikologi pendidikan tugas 49:27 perkembangannya. dia di masa pubertas 49:30 itu masih merasakan gimana saya harus 49:33 ber gaul lah, bergaul dengan lawan jenis 49:36 contohnya dengan yang lebih tua, dengan 49:38 yang lebih muda dan sebaya. Kemudian 49:40 ketika ada hinaan ya ee ketika ada 49:44 pujian, nah itu bagaimana saya 49:46 menyikapinya itu masing-masing anak itu 49:48 berbeda-beda cara penyikapannya. 49:50 Demikian juga pola berkelompok, pola ee 49:53 bekerja mandiri. Nah, itu ee satu sama 49:57 lain saling berhubungan. 49:58 Nah, makanya kalau kami berparadigma 50:02 bahwa 50:03 ee kita tidak bisa jalan sendirian. 50:06 Jadi, harus ada tiga pilar. Pertama 50:09 pendidikan di dalam keluarga. Kedua, 50:12 masyarakat, yang ketiga sekolah atau 50:14 lembaga pendidikan. 50:15 Simpelnya orang tua, guru, siswa. Ini 50:18 harus berputar. Jadi, tiga pilar ini 50:22 orang tua, guru, dan siswa itu harus 50:24 saling bekerja sama. tidak tidak boleh 50:26 saling menyalahkan satu sama lain juga 50:28 justru harus mencari solusi dengan ee 50:31 bertiga ini gitu. Jadi kalau ingin 50:34 menghasilkan ee solusi anak supaya tidak 50:38 ngompol misalkan atau tidak melanggar 50:40 aturan sekolah ya tidak bolos contohnya 50:43 misalkan ya kita harus ketemu semuanya 50:45 karena semuanya punya punya potensi dan 50:48 yang mengambil keputusan adalah tiga 50:50 pihak ini gitu. Sementara itu baik. 50:53 Jadi sekolah insan mandiri ini kalau 50:56 boleh dalam satu kata ingin melahirkan 50:59 anak-anak atau siswa yang seperti apa? 51:02 Ya kalau untuk visi sekarang ini kami 51:06 ditantang ya untuk ee 51:09 menghadirkan anak-anak yang beradab 51:13 yaitu yang pertamanya. Yang kedua 51:14 mandiri, yang ketiga berprestasi gitu. 51:17 Kembali berprestasinya tidak hanya 51:19 akademik tapi non akademik juga. 51:22 ee bermanfaat dunia akhiratnya. Adab 51:25 tentu saja itu sangat penting ee 51:28 melebihi dari nilai ilmu. Tapi kalau 51:30 orang beradab pasti dia ilmunya tinggi. 51:33 Kemudian ee mandiri itu contohnya dari 51:36 bangun tidur ya sampai ke ee tidur lagi 51:40 menjelang malam. Dia akan memutuskan 51:43 secara pribadi kapan aku main, kapan aku 51:45 belajar, kapan aku 51:47 ee bercerita kepada ayah dan bunda dan 51:49 seterusnya. ee itu di fase sekarang ini 51:53 memang masih mengenali diri. Nah, kami 51:55 itu memberikan layanan istilahnya 51:59 insyaallah kami siap bekerja sama dengan 52:02 ayah bunda dan juga anak-anak didik gitu 52:04 khususnya calon anak-anak didik yang 52:06 nanti akan menjadi bagian dari 52:09 lingkungan pendidikan di IMC baik yang 52:12 full day-nya dan juga boarding-nya. 52:15 Iya, Ikhwan Akhwat. Di jendela sekolah 52:17 kali ini banyak hal yang bisa jadi 52:20 merupakan bagian yang Oh, gitu. Iya. 52:23 Apalagi kalau anak-anak kita memang 52:24 masih di jenjang ee biru putih ya kalau 52:28 SMP. 52:28 Iya. [tertawa] 52:30 Emm 52:32 nih orang-orang di rumah pengin tahu deh 52:33 kira-kira pesan apa sih yang akan 52:36 disampaikan kepada kami-kami ini untuk 52:39 kami yang masih punya anak di jenjang 52:41 SMP? 52:43 Ya, ee saya akan kembali menyemangati 52:47 barangkali ya. He. 52:48 Bahwa bagi Bapak Ibu yang merasa sangat 52:54 menghargai anak-anaknya ketika dari 52:57 mulai ibu-ibunya khususnya para ibu 53:00 mengandung 53:02 kemudian semuanya sangat bersyukur maka 53:05 lanjutkan rasa syukur itu supaya Allah 53:08 tambah nikmatnya. dari mulai ketika 53:11 memberi makanan ya para ulama ya 53:13 tentunya berkaca kepada pribadi Rasul 53:16 memberikan makan minum yang halal 53:18 kemudian ee dididik ya diasuh oleh ayah 53:22 bundanya yang hadir gitu ya. Adapun yang 53:25 barangkali ayahnya punya tugas di tempat 53:28 lain 53:28 he 53:29 ya sebisa mungkin untuk zaman sekarang 53:32 ada video call, ada Zoom, ada telepon. 53:36 Komunikasi itu sangat penting gitu. 53:38 Jadi, apapun masalahnya selama 53:40 komunikasi itu dijalankan setiap hari 53:42 khususnya buat keluarga, maka insyaallah 53:45 semua masalah akan bisa ditangani. 53:47 Tentunya pasti saya yakin ya, Bapak Ibu 53:50 di rumah doanya sangat luar biasa. Jadi, 53:54 seorang anak itu pasti nanti dia akan 53:57 tampil hasil dari doa kakek neneknya ya, 54:01 Eyang, moyangnya dan juga ayah bundanya 54:04 yang hadir hari ini gitu. 54:06 Iya. Jadi, ikhwan akhwat, kita di rumah 54:08 sebagai ayah bunda juga harus bantu buah 54:10 hati kita untuk belajar bagaimana 54:13 konsisten, berkomitmen dan sekaligus 54:15 juga tumbuh kembang terus karena 54:17 dukungan kita. Nah, kepada Ibu Noning 54:21 nih kalau dari sisi pembelajaran apa sih 54:25 yang perlu disampaikan kepada orang tua 54:28 sebagai ayah bunda ini terkait dengan 54:30 kurikulum? 54:32 Baik, terima kasih. Ee balik lagi ke 54:34 paradigma awal ya Bu Nuning. Intinya 54:37 Ayah Bunda, kita berusaha sama-sama 54:39 jangan sampai kita melihat keberhasilan 54:41 ee anak kita itu hanya dari hasil nilai 54:45 akhir saja. Tapi sesungguhnya lihatlah 54:48 mereka bagaimana caranya mereka 54:50 berpikir, memecahkan masalah, 54:52 mencari solusi, berkomunikasi, bekerja 54:55 sama. Itu hal-hal yang mungkin lebih 54:57 mahal sebetulnya daripada nilai itu 54:59 sendiri. Karena nilai hidup itulah yang 55:01 akan digunakan seterusnya di dalam 55:04 kehidupan kita gitu ya. Ee bukan hanya 55:06 nilai yang berupa angka, tapi nilai 55:08 kehidupan yang nantinya akan menjadi em 55:13 experience atau dia juga bisa menjadi 55:16 basic skill ya untuk pengembangan 55:18 dirinya di masa depan seperti itu. 55:20 Iya. Kebayang ya ikhwan akhwat kalau 55:22 anak-anak kita keren banget dalam hal 55:24 berkomunikasi kemudian bisa bekerja sama 55:27 dengan baik dengan orang-orang yang 55:30 berada bersama-sama dia di dalam 55:33 perjalanannya. Terus terkait dengan sisi 55:37 minat dan juga bakat nih dari kesiswaan 55:40 kira-kira akan memberikan masukan apa 55:42 terhadap kami ayah dan bunda? Ya, untuk 55:45 ayah dan bunda mungkin yang pertama 55:47 adalah berikanlah ee anak ini untuk apa? 55:51 Mencoba. Berikanlah ruang untuk mereka 55:53 mencoba. Tetapi ingat ketika anak ini 55:56 sudah menemukan apa yang mereka pilih, 55:59 apa bakat mereka, maka orang tua silakan 56:02 untuk bantu memfokuskan pilihan tersebut 56:05 dan tentunya juga untuk konsisten baik 56:09 dari orang tua maupun dari anaknya 56:11 sehingga apa yang diinginkan atau apa 56:13 yang dipilih itu bisa dengan maksimal 56:16 tercapai. 56:17 Amin. Allahum amin. Jadi, ikhwan akhwat, 56:21 adakah Anda tertarik untuk mendaftarkan 56:24 buah hati kita ke Sekolah Insan Mandiri 56:27 Cibubur? Ada telepon yang bisa dihubungi 56:29 di 0822 56:32 5899 56:35 2414. 56:37 Sekali lagi untuk informasi dan 56:39 pendaftaran silakan hubungi 0825899241. 56:46 empat. Jadi dari pembicaraan kali ini, 56:50 Ikhwan Akhwat, pendidikan anak SMP 56:53 ternyata bukan tentang memilih antara 56:56 akademi dan nonakademik. Anak 56:59 membutuhkan keduanya. Jadi, belajar 57:02 untuk mendapatkan ilmu, mengalami untuk 57:05 mendapatkan pengalaman, mengeksplorasi 57:08 untuk menemukan potensi, kemudian 57:11 memilih, menekuni, berkembang, dan 57:14 akhirnya berprestasi. Karena setiap anak 57:16 memiliki jalan tumbuh yang berbeda. Dan 57:19 tugas kita sebagai orang tua serta tugas 57:22 sekolah bukan membuat anak satu sama 57:25 lain sama dan sama, tetapi memberikan 57:27 ruang kepada anak-anak kita untuk bisa 57:30 menemukan kekuatannya sendiri dan tumbuh 57:33 menjadi versi terbaik bagi dirinya. 57:36 Sayang ya, kalau masih ada waktu banyak 57:38 kita bisa ngobrol lebih panjang lagi 57:39 nih. Kalau ada yang nanya juga enggak 57:41 bisa dijawab. Kita sudah di penghujung. 57:43 Jadi sekali lagi terima kasih Sekolah 57:45 Insan Mandiri Cibubur untuk hadirnya SMP 57:49 di kali ini. Billahi taufik wal hidayah. 57:52 Wasalamualaikum warahmatullah 57:54 wabarakatuh.