Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala Muhammad wa
- ala ali Muhammad wa ba'du. Dipacarkan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36,
- Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. Radio
- silaturahim dan hasil visual untuk Islam
- yang satu. Bagaimana kabarnya Wan Akhwat
- di malam hari ini? Untuk sekitar wilayah
- Kalimanggis masih diguyur hujan ya atau
- gerimis. Semoga dari hujan atau gerimis
- ini menjadi wasilah diturunkannya rahmat
- untuk kita semua. Amin ya rabbal alamin.
- Dan bagaimana kabarnya untuk pendengar
- kami melalui kanal AM720 ataupun channel
- YouTube yaitu Rasil TV baik di Sukabumi,
- Batam, Semarang, Pontianak, Palembang,
- dan Banyuwangi. Semoga kita semua selalu
- dalam perlindungan Allah Subhanahu wa
- taala. Amin ya rabbal alamin. Dan senang
- sekali wan akhwat saya Panji Ahmad
- beseraku yang bertugas di malam hari ini
- akan menemani ikhwan dan akhwat dalam
- tausiah malam bersama Rais Suriah PBNU
- yaitu Ustaz Dr. Zaki Mubarok, MA. Dan
- alhamdulillah beliau telah hadir bersama
- kami di studio. Mari kita sapa terlebih
- dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar sehat,
- Ustaz? Alhamdulillah sehat.
- Alhamdulillah. Baik akhwat. Di malam
- hari ini ee kita akan membahas dan
- mendengarkan ee tausiah malam ee dari Ro
- Suriah PBNU dengan mengambil tema
- merajut ukhuwah islamiah. Dan
- alhamdulillah malam ini kita live jadi
- bisa disiapkan ee teleponnya. Bagi
- Wahwat yang ingin menanyakan pertanyaan
- di sesi kedua nanti silakan kirim
- melalui pesan SMS ataupun WhatsApp ke
- nomor 081199720.
- Adapun untuk layanan interaktif silakan
- hubungi di
- 0218451512. Sebelum kita melangkah lebih
- jauh lagi, mari kita bersama buka
- tausiah malam kali ini dengan doa
- menuntut ilmu. Rabbana zidna ilman
- nafi'an warzuqna fahman taman. Amin ya
- rabbal alamin. Dan akhwat tausiah malam
- bersama Rais Suriah PBNU Ustaz Dr. Zaki
- Mubarok, MA dengan mengambil tema
- perajut ukhuwah islamiah. Kepada Ustaz
- kami persilakan.
- Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahilladzi hadana biddinil
- islam wa nawarana binurit
- tauhid wa arsala rasulahu bilhuda wainil
- haqq liyudhirahu aladdini kullihi wa
- kafa billahi syahida.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli
- wasallim ala hadan nabiyil karim
- sayyidina wa maulana Muhammadin wa ala
- alihi wa ashabihi wat
- tabiin. Waman tabiahum biihsanin ila
- yaumiddin. Amma ba'd.
- Ikhwan akhwat, para pendengar Radio
- Silaturahim dan pemirsa Rasul TV yang
- kami cintai dan kami
- banggakan. Malam hari ini dengan
- bersyukur ke hadirat Allah atas rahmat
- dan
- taufik-nya. Alhamdulillah kita jumpa
- kembali dalam tausiah malam. Semoga
- acara ini dapat mengantarkan kita pada
- pemahaman yang komplit dari ajaran agama
- dan dapat kita amalkan dalam kehidupan
- sehari-hari. Amin ya rabbal
- alamin. Ikhwan dan akhwat
- sekalian, tugas setiap orang
- muslim adalah
- berusaha untuk merajut ukhuwah
- islamiah, yaitu
- persaudaraan dan persatuan sesama umat
- Islam.
- Mengenai hal ini Allah Subhanahu wa
- taala berfirman dalam
- Al-Qur'an. Ya ayyuhalladzina
- amanu ittaqulaha haqqa
- tuqati. Wahai sekalian orang yang
- beriman, bertakwalah kamu kepada Allah
- dengan takwa yang sungguhnya.
- Wala tamutunna illa wa antum
- muslimun. Dan janganlah kalian
- mati kecuali sebagai seorang muslim.
- Ayat ini mengajak
- setiap orang
- muslim agar meningkatkan iman dan takwa
- pada Allah Subhanahu wa taala dan
- menjaga keimanan
- keislamannya sampai
- akhirat. Kemudian tegaskan setelah
- itu watasimu bihablillahi jamia.
- Dan berpegang teguhlah
- kamu bihablillahi dengan tali agama
- Allah jamian secara keseluruhan.
- Wala tafarroqu dan janganlah kamu
- bercerebberi. Inilah kalimat yang sangat
- jelas ikhwan akhwat sekalian agar kita
- berpegang teguh kepada tali agama Allah,
- kepada ajaran agama Islam dengan
- sungguh-sungguh.
- Ya, toma itu dalam bahasa Arab itu
- memegang dengan rat
- tali ya, sehingga enggak bisa lepas
- lagi. Demikianlah kita terhadap ajaran
- Islam harus memegang teguh ajaran
- agama sekuat tenaga kita jangan sampai
- lepas.
- Kemudian wala
- tafarraqu dan janganlah
- kamu
- bersereb saling
- bermusuhan saling bersilang
- sengketa, saling mencela, saling mencaci
- pantangan bagi seorang muslim.
- Justru muslim satu dengan muslim yang
- lain harus saling menasehati dalam
- kebenaran, dalam kebaikan. Harus saling
- mencintai, saling mengasihi, saling
- tolong-menolong, saling beribadah hati.
- Inilah gambaran yang tepat dari
- kehidupan kaum
- muslimin. Bahkan selain kita merajut
- ukhuwah
- islamiah, dikenal juga dalam ajaran
- Islam.
- yang kita kembangkan
- dalam merajut ukhuwah
- insaniah, persaudaraan kemanusiaan
- secara
- umum lebih luas lagi. Apapun dia,
- siapapun dia sebagai manusia kita hargai
- dengan baik.
- Maka di dalam ayat ini
- tegaskan wala
- tafarqu dan jangan
- bercerai-berai, jangan bersilang
- sengketa, jangan saling
- bermusuhan, jalan jangan saling mencela
- dan
- seterusnya. Kemudian tegaskan,
- wazkuru nikmatallahi alaikum.
- Dan ingatlah terhadap nikmat Allah yang
- dianugerahkan
- kepadamu. Jadi kalau kita
- mau
- memperhatikan dan menghayati nikmat
- Allah, maka kita rasakan dalam semua
- detik dari kehidupan
- kita nikmat Allah itu begitu banyak.
- Dan tidak mungkin bisa kita
- menghitungnya. Waain tauddu
- nikmatallahi la
- tuhsuha. Sekiranya kamu hendak
- menghitung nikmat Allah, pasti kamu
- tidak akan dapat menghitungnya saking
- banyaknya. Maka kita diingatkan ayat ini
- harus terus mengingat ayat Allah tadi
- dengan
- sebaik-baiknya ya. mengingat karunia
- Allah dan
- nikmat-Nya yang dianugerahkan kepada
- kita ya
- atas nikmatallahi
- alaikum. Nikmat Allah yang dianugerahkan
- pada kamu
- sekalian.
- Kenapa? Idz kuntum
- a'da faallafa baina qulubikum.
- Ketika kamu dalam keadaan saling
- bermusuhan, lihat sebelum datangnya
- agama
- Islam, manusia dunia saling
- bermusuhan antar suku, antar bangsa,
- antar
- sekte. Di mana-mana
- permusuhan. Manusia adalah serigala.
- Serigala bagi manusia ini. Nauzubillah.
- Ketika datang Islam diarahkan supaya
- umat manusia
- itu saling mengasihi, saling
- mencintai. Maka tegaskan di sini,
- faallafa baina qulubikum. Lalu Allah
- melembutkan antara hati kamu
- sekalian. Melunakkan
- hatimu tidak keras seperti
- batu sehingga satu sama lain saling
- menghormati.
- Saling
- menyayangi. Apa kemudian? Faasbahtum
- binikmati ikhwana. Maka menjadilah kamu
- sekalian dengan nikmat Allah itu
- ikhwanan
- bersaudara. Alhamdulillah.
- Dengan ajaran Islam diajarkan kepada
- semua umat manusia bahwa kita ini adalah
- bersaudara. Kita ini makhluk sosial yang
- tidak bisa hidup
- sendiri, selalu membutuhkan satu sama
- lain. Dan dengan kita
- mengadakan hubungan sesama kita, maka
- manfaatnya besar sekali.
- Semua menjadi
- mudah. Semakin banyak orang berkumpul,
- semakin banyak
- berkahnya, semakin banyak
- nikmatnya. Ikhwan dan akhwat
- sekalian, Anda bayangkan bagaimana kita
- hidup hanya keluarga saya
- sendiri, satu keluarga.
- Hanya untuk kita menikmati makan
- saja harus menanam padi sendiri.
- Bayangkan harus bagaimana mengolah itu
- sawah kemudian mengetam sendiri,
- menumbuk sendiri. Susahnya luar biasa.
- Karena kita bergaul dengan orang dalam
- jumlah besar, jumlah banyak maka mudah
- sekali. Kita butuh beras tinggal
- beli, butuh makanan tinggal beli.
- Dagangan kita juga kita jual ke orang
- lain bermanfaat
- semua. Nah, maka semakin banyak orang
- berkumpul semakin banyak
- rezeki. Semakin orang kurang, rezekinya
- juga kurang. Anda lihat di Jakarta
- itu paling padat seluruh Indonesia itu
- Jakarta. Penduduknya itu rezekinya dari
- mana-mana.
- Di Jakarta ini orang jualan apa saja
- laku. Pagi
- subuh orang jual
- gorengan yang beliau sudah antri subuh
- hari
- itu
- makanan nasi
- uduk ya ada nasi kuning ada macam-macam
- semua
- laku. Kemudian
- juga komoditi
- lain, pakaian segala macam.
- Wah,
- sekarang bisa Anda bayangkan kalau
- Anda berjualan
- makanan di hutan, enggak ada orang,
- siapa yang mau
- beli? Ya, yang mau beli siapa? Enggak
- bakal. Di kampung aja kadang-kadang kita
- jualan semacam gorengan pisang apa gak
- laku. Karena orang masing-masing bikin
- makanan
- sendiri dalam rangka menghemat. Nah,
- inilah gambaran-gambaran bahwa semakin
- banyak orang berkumpul, berjamaah,
- semakin bermanfaat, semakin mudah, dan
- semakin mendapatkan berkah dari Allah
- Subhanahu wa taala. Maka perlu dalam
- masyarakat itu kita saling mengasihi,
- saling beribadah hati, dan saling
- tolong-menolong. Wauntum ala syafa
- hufrat
- minanar. Dan kamu dulu berada di tepi
- jurang api
- neraka. Karena apa tadi? Orang
- bermusuhan, ada perbuatan-perbuatan
- tercela dilakukan, ada perbuatan maksiat
- dilakukan, macam-macam.
- berada di tepi jurang api
- neraka. Faanqakum minha. Kemudian Allah
- menyelamatkan kamu sekalian dari api
- neraka
- itu. Enggak jadi terjerbap dalam api
- neraka, tetapi diselamatkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala dengan petunjuknya
- berupa
- Al-Qur'an dan dari sunah Nabi sallallahu
- alaihi wasallam.
- Al-Qur'an dan Asunah membimbing kita
- menuju jalan yang diridai Allah, menuju
- jalan kebahagiaan duniawi dan
- ukhrawi. Dan dengan berpeduan pada
- Al-Qur'an dan Asunah, kita akan meraih
- kesuksesan baik pada masa kini maupun
- pada masa yang akan
- datang. Kadzalika yubayyinullahu lakum
- ayati. Demikianlah Allah menjelaskan
- kepada kamu sekalian tanda-tanda
- keagungannya.
- Laakum tadun agar kamu sekalian mendapat
- petunjuk.
- Ikhwan dan akhwat
- sekalian, dari penjelasan ayat ini kita
- memperoleh banyak
- pelajaran
- bahwa
- persatuan,
- persaudaraan, saling
- menyayangi, saling
- mencintai, saling beriba saling
- tolong-menolong, itu semua menguntungkan
- kita.
- menguntungkan semua manusia. Dan ini
- yang harus
- kita usahakan dalam kehidupan
- sehari-hari. Maka kita mendapatkan
- berkah dari Allah Subhanahu wa taala.
- Bagaimana setelah kita berpegang teguh
- pada tali agama Allah dan
- merajut ukhuwah islamiah dan ukhuwah
- insaniah? Maka ditegaskan ada tugas lagi
- kita di situ. Wal takum
- minkum. Hendaklah ada segolongan orang
- di
- antaramu umatun umat. Apa umat itu?
- yaduna ilal khair yang mengajak kepada
- kebaikan. Harus ada orang yang
- berdakwah ya mereka yang memberikan
- pelajaran agama, memberikan bimbingan
- agama kemudian
- berdakwah mengajak pada alkhair
- kebajikan wayammuruna bil ma'ruf dan
- memerintahkan yang
- makruf yang baik.
- Wayanil munkari dan mencegah
- kemungkaran. Ini tugas kita
- semua. Berdakwah menuju jalan
- Allah. Berdakwah
- menuju agama yang penuh kedamaian, agama
- Islam. Berdakwah menuju kebaikan.
- berdakwah
- menuju perilaku terpuji. Ini tugas kita
- semua ya. Maka ditegaskan di
- situ ya'muruna bil
- ma'ruf wayhahuna alil munkar.
- Memerintahkan yang makruf dan mencek
- yang mungkar. Nah, itu dua hal yang
- tidak boleh tidak boleh dicerai
- pisahkan.
- Amar makruf itu kalau kita
- ibaratkan ya Islam ini sebagai pohon
- yang kita
- tanam, maka amar makruf itu adalah
- pupuknya. Kita tanam pohon dipupuk, wah
- suburnya luar biasa ya. Disiram dengan
- air kasih pupuk. Tapi kalau hamanya
- enggak
- diberantas
- mati rusak. Maka perlu pemberantas ada
- pemberantas hama. Apa nahi mungkar itu
- pemberantas hama? Jadi pohon kita tanam,
- kita siram dengan baik, kita kasih pupuk
- menjadi
- subur, kemudian hamanya kita berantas.
- Nah, inilah yang disebut amar makruf
- nahi mungkar. Nah, karena itu wa ulaika
- humul muflihun. Orang-orang yang bisa
- melaksanakan amar makruf nahi
- mungkar, bisa mengajak orang pada
- kebajikan, mengajak orang pada kebenaran
- agama, mengajak orang untuk beribadah
- dan berbuat baik pada sesama, maka itu
- adalah orang itu memperoleh
- kebahagiaan di dunia dan akhirat.
- Ikhwan dan akhwat sekalian, semoga kita
- semua bisa mengikuti
- ya bimbingan dari ayat Al-Qur'an ini di
- surah Ali Imran ya. Bisa nanti ikhwan
- akhwat dilihat kembali ya
- di rumah di surat Ali
- Imran ayat
- 102 sampai dengan 104.
- Kemudian tegaskan lagi dalam ayat
- berikutnya, wala
- takunu dan janganlah kamu
- menjadi kalladzina tafarruqu orang-orang
- yang
- bercerebrei. Jadi jangan sampai kita
- bercerebeleh ya. Wahtalafu dan bersilang
- sengketa. M ba'di ma jaahumul bayyinat.
- Setelah datang kebenaran, setelah datang
- penjelasan-penjelasan yang sangat
- gamblang dari ajaran agama,
- penjelasan-penjelasan yang sangat terang
- dari ajaran
- agama. Ya, kalau kita cereb
- tadi, ulaika lahum adzabun
- adim. Maka bagi mereka itu disediakan
- azab yang agung yang menyakitkan.
- Siapapun yang
- melakukan permusuhan di tengah-tengah
- umat, memecah belah
- mereka,
- memfitnah, kemudian mengusahakan hal-hal
- yang tersela, maka mereka itu adalah
- disediakan azab oleh Allah subhanahu wa
- taala. Di akhirat, di dunia pun mereka
- akan mendapatkan azab.
- Jadi mereka akan menjadi orang yang
- terjerbap dalam kehinaan duniawi dan
- ukhrawi. Naudubillah minzalik. Semoga
- kita bisa
- melaksanakan dakwah kepada teman-teman
- kita, kepada semua umat manusia dan kita
- sendiri bisa memberikan contoh dalam
- kehidupan sehari-hari. Semoga
- bermanfaat. Kami akhiri
- mudah-mudahan bisa dipahami dengan baik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Demikian akhwat tausiah malam di sesi
- pertama ini yaitu e Ustaz Zaki Mubarok
- telah menjelaskan mengenai ee merajut
- ukhuwah islamiah. Dan untuk sesi kedua
- nanti Wahwad karena di malam hari ini
- kita live jadi bisa disiapkan HP-nya dan
- kirim pertanyaan mengenai tema yang
- terkait ke nomor 0811999720.
- Adapun untuk layanan interaktif silakan
- hubungi ke nomor 0218451512.
- sudah ada beberapa pesan yang masuk atau
- pertanyaan, namun kita akan bahas di
- sisi kedua nanti. Kita jeda terlebih
- dahulu dengan nasyid berikut ini.
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu. Terima kasih WAT masih
- bersama kami di tausiah malam bersama
- Rais Suriah PBNU yaitu Ustaz Dr. Zaki
- Mubarok MA membahas di malam hari ini
- yaitu tema bahasan merajut ukhuwah
- islamiah. Dan kita sudah sampai di sesi
- kedua yaitu sesi tanya jawab. Sudah ada
- beberapa pertanyaan yang masuk. Saya
- akan bacakan satu persatu ya, Ustaz ya.
- Iya. Baik, pertama dari hamba Allah
- tidak menemukan nama. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, dalam surat tersebut
- menjelaskan larangan berpecah belah.
- Nah, kalau saya lihat hari ini umat
- Islam sudah berpecah belah, Ustaz.
- Contohnya dilihat pengotakan melalui
- partai-partai. Nah, ini bagaimana
- menurut Ustaz atas hal tersebut?
- ya ee
- partai-partai itu boleh
- beda ya, boleh beda satu sama
- lain. Tetapi ukhuwah tetap kita jaga
- enggak ada masalah bisa
- aja. Artinya apa? Kita jangan
- paksakan apa yang kita sukai supaya
- orang lain suka kita. Ah, itu enggak
- boleh. Silakan memilih ya partai-partai
- yang ada.
- Ya, jadi di situlah kita nanti akan ee
- melihat kedewasaan kita dalam
- berdemokrasi. Ya, akan terlihat dewasa
- kalau kita berbeda partai, berbeda
- pilihan, tapi kita tetap
- bersatu ya, tetap melakukan
- ukhuwah, tetap
- merajut kasih sayang sama kita ya. Dan
- itu bisa enggak enggak aneh ya. itu
- banyak kita jumpai orang-orang yang
- partainya beda, tapi setiap hari ya
- biasa aja bergaul. Bahkan dalam
- pandangan agama kan sering ada perbedaan
- itu ya. Ee pandangan agama dalam fikih
- itu. Tapi kita biasa aja kalau kita
- berbeda sedikit dalam hal ini enggak ada
- masalah. Kita biasa bergaul jangan,
- jangan saling membenci ya. Jangan karena
- partainya enggak sama dengan partai
- kita, lalu kita benci dia, kita maki.
- Jangan ya.
- Biarkan kita juga kalau dibenci orang
- lain juga enggak enak kan. Nah, jadi
- begitu jangan sampai jadi tetap bisa
- bersatu, bisa berukhuwah ya kalau kita
- mau kalau kita dewasa dalam berdemokrasi
- ya. Demikian terima kasih. Baik,
- pertanyaan lainnya dari Haji Kasmui
- tidak menyebutkan tempat. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam. Begini Pak Ustaz. di
- surat Almaidah ayat 40 sampai 50 yang
- artinya barang siapa yang tidak
- menggunakan hukum Allah itu kafir,
- zalim, munafik. Sedangkan negara kita
- hukumnya KUHP. Kira-kira kita ini
- gimana, Ustaz? Ya. Baik. Jadi
- ee dalam hukum yang ada sekarang ya
- sebagai hukum positif itu tidak semuanya
- berbeda dengan hukum Islam ya. ada juga
- yang
- mengembangkan ya ee
- secara ee mengembangkan secara isinya ya
- dari hukum Islam meskipun belum semua
- ya.
- Jadi ee karena itu hukum Islam
- ini akan
- ditegakkan ya kalau umat Islamnya sudah
- menyadari betul-betul mengenai hukum
- itu. Nah, sekarang ini kan masih belum
- umat Islam ini masih banyak yang belum
- mengerti, masih banyak yang belum sadar.
- Nah, akhirnya ya kita semampu kita aja.
- Tapi dalam kehidupan sehari-hari kita
- laksanakan hukum Islam. Coba kita lihat.
- Ya, di kita ini kita diwajibkan salat,
- kita salat ya kan. Kita diwajibkan
- zakat, kita zakat. Kita diwajibkan
- puasa, kita
- puasa. Ya, kita diwajibkan haji, kita
- haji. I kan. Nah, kemudian kita dilarang
- ee mencuri, kita tidak mencuri. Dilarang
- berzina, kita jadi banyak hukum yang
- sudah kita terapkan dalam kehidupan
- sehari-hari kita. dalam ahwal sysiah
- dari hukum Islam itu. Oh, banyak sekali.
- Alhamdulillah ya. Jadi itu sudah bagus.
- Nah, nanti dalam hal-hal yang berang
- berkaitan dengan hukum-hukum yang
- berkaitan dengan apa misalnya soal
- seperti mencuri dan lain-lain hukumannya
- itu ya apa ee bisa berbeda pandangan
- orang ya. ada yang
- ee menyatakan harus
- sebagaimana ee zahir ayat, potong tangan
- kalau mencuri. Ada juga yang memahami ya
- dengan pemahaman-pemahaman lain yang
- penting bagaimana orang supaya jerak.
- Kemudian itu semua juga ada aturannya.
- Nah, itu pelaksanaannya adalah
- dilaksanakan oleh negara kalau seperti
- itu. Nah, maka kalau kita belum bisa ya
- kita enggak dipaksakan kan.
- Ittaqulaha'tum. Bertakwalah kamu kepada
- Allah.
- semampumu. Nah, jadi kita boleh
- mengusahakan bagaimana hukum Islam ini
- bisa diterapkan dengan jalan ya dengan
- jalan kedamaian, dengan tidak paksaan
- dan ee sekaligus nanti umat Islam
- menjadi pengetahuannya menjadi semakin
- bertambah. Ya, demikian. Jadi kalau kita
- belum bisa melaksanakan semua tapi saya
- yakin 90% lebih kita sudah melaksanakan
- hukum Islam ya. Mudah-mudahan yang
- sedikit lagi tadi juga bisa dilaksanakan
- dalam jangka waktu yang akan datang.
- Terima kasih.
- Baik, dari Haji Kasmui kita beralih ke
- pertanyaan lainnya dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, ganjaran umat Islam
- yang berpecah belah itu apa, Ustaz?
- Apakah ada ganjaran di dunianya?
- Ya, tadi disebutkan itu
- ya akan
- terjerumus dalam
- azab. Azab itu yang hakikat di akhirat,
- tapi di dunia juga dirasakan. Saya ambil
- contoh, kalau
- kita melakukan saling bermusuhan, apa
- kita enggak tersiksa? itu di
- dunia kita dengan
- teman ya ada hubungan yang enggak enak
- saja ya kita sudah merasakan tersiksa.
- Setiap ketemu orang kita buang muka ya
- kan. Nah jadi itu itu sudah azab juga.
- Itu azab di dunianya ada ya. Apalagi
- kita saling mencela, saling mencaci,
- saling menzalimi. Wah itu lebih berat
- lagi di dunia akhirat itu hukumannya,
- azabnya terkena. Ya. Jadi itu harus
- dihindari supaya kita tidak terkena azab
- baik di dunia maupun di akhirat. Terima
- kasih. Baik, kita beralih ke pertanyaan
- lainnya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf,
- Ustaz. Di luar tema dari Pak Soekarno di
- Kelapa Gading. Ya, Pak Ustaz, bagaimana
- hukumnya di atas kuburan dipasangi batu
- nisan, Ustaz? Terima kasih.
- Batu nisan itu kan sebagai
- tanda ya. Enggak apa-apa. Semua juga
- dipasang batu
- nisan ya. Biarpun di Arab juga dipasang
- batu nisan. Ada batunya itu batu nisan
- ya. Ya enggak apa-apa boleh sebagai
- tanda bahwa ini kuburan sehingga orang
- tidak seenaknya menginjak-injak apa itu
- enggak ada aturannya dalam kuburan juga
- ada akhlak. Ya dalam Islam itu bagaimana
- kita ziarah kubur, bagaimana kita
- melewati kuburan itu ada aturan-aturan
- dan akhlak tersendiri. Maka dipasanglah
- batu nisan ya supaya orang tahu bahwa
- itu kuburan gitu loh ya. Jadi di
- mana-mana juga dipasang batu nisan ya.
- Terima kasih. Baik kita beralih ke
- pertanyaan lainnya dari hamba Allah di
- Jakarta Timur nomor ee 77140.
- Ada mau nyebutkan nama? Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Ustaz, mengapa tidak dibentuk Dewan
- Penilaian Hadis Indonesia yang
- anggotanya adalah orang yang mendalami
- ilmu hadis yang berasal dari berbagai
- organisasi keagamaan dan lembaga
- pendidikan Islam yang bertugas dan
- membukukan hadis sahih dan hasan. Karena
- menurut saya ukhuwah islamiyah sulit
- dibentuk disebabkan oleh perbedaan
- penilaian sahih tidaknya suatu hadis
- yang menjadi referensi suatu masalah
- agama. Contohnya masalah qunut subuh,
- yasinan pada malam Jumat dan lainnya.
- Hamba Allah di Jakarta Timur. Ustaz ya
- ee dewan apapun enggak akan
- bisa. Karena itu kan soal pemahaman itu
- kan berbeda pemahaman bukan dalilnya.
- Dalilnya
- sama ya.
- Dalilnya sama tetapi pemahaman yang
- berbeda. Saya ambil
- contoh mengenai batalnya
- wudu
- itu. Al-Qur'annya sama
- itu. Aa mastumun nisa di antaranya ya
- membatalkan wudu itu. Lafaz lam mastum.
- Lamasa yulamisu
- itu
- mulamasatan
- itu mempunyai makna yang
- berbeda-beda. Disebut lafaz yang
- musytarak, ambigu. Bisa diartikan
- menyentuh, bisa diartikan menyentuh
- dengan rangsangan, bisa diartikan dengan
- hubungan suami istri.
- itu lafaznya itu sama tiga. Nah, Imam
- Assyafi'i mengambil makna
- menyentuh. Maka seorang pria yang
- menyentuh perempuan batal
- wudu. Imam Malik menganggap hubungan
- suami istri. Jadi kalau menyentuh enggak
- batal. Nah, sebagian dari imam yang lain
- mengatakan kalau ada rangsangannya baru
- batal. Kalau enggak enggak. Tapi ini
- enggak berkembang. perempuan dua
- dipahami
- sebagai
- menyentuh yang kedua dipahami sebagai
- hubungan suami istri itu enggak akan
- bisa di disatukan bagaimana orang
- sumbernya sama tapi pemahamannya beda.
- Saya ambil contoh lagi yang
- lain ya. Misalnya tentang tanah yang
- suci. Mengenai untuk tayamum
- itu tanah yang
- suci
- ya. Saidan thayyiba tanah yang baik itu
- nanti bisa diartikan debu, bisa
- diartikan pasir, semua bisa ya selama
- sumbernya masih tanah gitu loh. Nah, itu
- enggak bisa dihindari ya. termasuk yang
- itulah yang disebut masalah furuiah,
- masalah-masalah yang bukan pokok ya. Itu
- mesti perbedaan pandangan antar kita aja
- terjadi
- kok. Apalagi itu bahasa Al-Qur'an ya,
- bahasa Indonesia
- terjadi. Saya ambil
- contoh. Ada orang
- mengatakan Pak Haji dilanggar mobil di
- jalan. Itu kan bahasa Indonesia itu
- orang kaget. Oh, kenapa bisa dilanggar?
- Tapi yang satu lagi tenang
- aja. Kenapa? Pemahamannya beda. Yang
- pertama sekali memahami Pak Haji
- dilanggar mobil di jalan. Artinya Pak
- Haji itu ditabrak mobil di jalan. Tapi
- yang satu memahami enggak Pak Haji
- dilanggar lagi salat mobil di jalan. Iya
- kan? Tahu langgar. Langgar itu musala.
- Nah gitu loh. Nah jadi di sini kita
- lihat itu a sudah berbeda bahasa
- Indonesia apalagi bahasa Al-Qur'an ya.
- Baquran. Ah, saya ambil contoh satu
- lagi. Saya sedang duduk dengan mahasiswa
- saya
- bersama-sama di
- taman. Kemudian saya lagi minum air ini
- tinggal seperempat
- gelas. Saya minumnya sudah
- cukup. Saya tanya pada para mahasiswa,
- "Saudara-saudara, boleh enggak saya
- buang air di sini nih sambil nyiram
- pohon?
- Oh, boleh. Tapi sekarang saya enggak
- bawa
- gelas. Enggak bawa gelas. Saya tanya
- sama saudara-saudara, boleh enggak saya
- buang air di
- sini? Itu sudah beda artinya. Kalau tadi
- bawa gelas ada airnya, itu artinya buang
- air. Beneran buang air. Tapi kalau
- enggak ada kita enggak bawa air, enggak
- bawa gelas tadi buang air artinya beda
- kan. Nah, itu bingung orang barat
- kadang-kadang bahasa Indonesia
- juga. Maaf ya, saya mau ke belakang.
- jalannya ke depan. Iya kan? Nah, jadi
- itu bahasa bahasa itu hanya cara gayanya
- mengucapkan aja sudah beda
- arti. Saya pertama ke Jakarta tanya
- alamat apa katanya tahu gitu tahu. Saya
- nunggu katanya tahu. Nunggu katanya tahu
- kan maksudnya tahu di situ enggak tahu
- gitu loh. Nah itu itu bahasa. Nah di
- Al-Qur'an pun begitu. Hadis pun begitu.
- Jadi enggak bisa di di begini silakan
- aja perbedaan itu tidak menjadikan
- perpecahan dan itu terjadi ya perbedaan
- seperti itu sejak zaman para
- sahabat ya di zaman Nabi pernah
- itu ketika ada ekspedisi ke Bani
- Quridah Nabi sendiri enggak ikut Nabi
- berpesan pada para sahabat lauslian
- ahadukum illa fi bani Quraidah janganlah
- salat salah seorang di antaramu kecuali
- sudah sampai di Bani Qurai. Dalam
- perjalanan menjelang sampai ke Bani
- Quraidah, belum sampai Bani Quraizah
- ternyata masuk waktu. Nah, di sini mulai
- sahabat berbeda pandangan. Yang satu
- mengartikan
- letterlek tekstual dari hadis tadi. Oh,
- jangan dong kita sampai Bani Quraisy itu
- baru salat. Yang kedua, memahami secara
- bukan letterl tetapi memahami
- kontekstual.
- Ya, dia mengatakan pokoknya kalau sudah
- waktu kita salat meskipun belum bani qur
- itu terjadi
- dua. Ada yang salat sebelum Bani
- Quraizah, ada yang salat sampai Bani
- Quraizah. Waktu berita sampai kepada
- Nabi, Nabi betulkan dua-duanya. Karena
- apa? Dua-duanya masih salat dalam waktu
- asar, dalam waktunya gitu ya. Jadi,
- inilah contoh-contoh. Jadi, enggak ada
- masalah ya. Saya kira begitu. Termasuk
- juga nanti bacaan-bacaan salat. Ada
- orang yang tahunya cuma
- satu ya sehingga ribut kalau ada orang
- baca lain. Padahal itu
- bisa ya misalnya doa
- iftitah inni wajjahtu itu kan yang satu
- lagi kan Allah baid itu dua-duanya boleh
- ya ambil. Jadi inilah saya kira yang
- pasti kita pahami supaya perbedaan itu
- tidak menjadikan kita berpecah belah
- tapi tetap kita dalam kesatuan. Terima
- kasih. Baik, dari hamba Allah di Jakarta
- Timur kita beralih ke pertanyaan
- lainnya. Dari hamba Allah tidak
- menyebutkan nama tapi dari di Cibubur
- katanya ya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz batasan perbedaan
- dalam umat Islam itu seperti apa, Ustaz?
- Saya buka di surat yang Ustaz jelaskan
- ada kalimat tafarqu dan wakhtalafu. Di
- terjemahan saya baca berpecah bala dan
- berbeda. Bisa dijelaskan kembali,
- Ustaz? Ber apa tadi? katanya berbeda ee
- berbeda dan berpecah belah. Iya. Di di
- surat yang Ustaz jelaskan ada kalimat
- tafarqu dan wakhtalafu. Iya. Tafarrok
- itu kan berpecah belelah. Waktalafu dan
- berbeda pandangan kan ya. Berbeda
- pandangan kemudian menjadikan orang
- pecah belelah dan lain sebagainya itu
- begitu kira-kira ya. Atau bahasa kita
- bisa dikatakan berserebber dan
- macam-macamlah ya. Jadi itu ee
- pemahamannya bahwa ee kita ini jangan
- sampai ee
- bersereh ya, jangan sampai pecah belah
- kemudian jangan sampai juga saling
- berbeda di dalam beberapa hal ya.
- Misalnya pemimpin itu di depan rakyatnya
- jangan sampai menampakkan perbedaannya.
- Ya, inilah yang dipesankan Nabi kepada
- Muadz bin Jabal dan Abu Musa al-Asy'ari
- ketika keduanya di tugaskan sebagai
- gubernur di
- Yaman. Yaman bagian barat, Yaman bagian
- timur waktu itu pembagiannya bukan utara
- selatan. Nah, itu beliau
- mengatakan
- tahtalifa. Bersepakatlah kamu berdua dan
- jangan berbeda, jangan bersilang
- sengketa. Jadi kalau ada perbedaan
- antara pemimpin jangan diangkat ke
- masyarakat umum.
- itu nanti akan menyulitkan mereka. Nah,
- untuk itulah maka dijelaskan tadi ya
- jangan berbeda berbeda pandangan atau
- dalam ee dalam beberapa hal yang akan
- menyulitkan rakyat. Tapi kalau hal
- seperti tadi yang kita sebutkan
- perbedaan-perbedaan dalam memahami ag
- teks-teks Quran dan sunah itu enggak
- bisa dihindari ya mesti ada. Ya,
- demikian terima kasih untuk untuk
- batasannya, Ustaz. Batasan dalam
- perbedaan umat Islam ee dalam hal
- furuiyah ya. furyah itu enggak
- apa-apa. Misalnya tadi
- disebutkan ee qunut subuh ya silakanlah
- yang qunut silakan, yang enggak silakan
- yang penting salat subuh kan itu loh.
- Jadi yang penting salat subuhnya itu.
- Nah, kemudian apalagi tadi beda
- contohnya itu disebutkan di situ tadi
- selain salat subuh ee yasinan. Yasinan.
- Nah, itu itu kan
- pemahaman ya. Pemahaman. Sekarang kalau
- orang baca
- Quran boleh enggak kita
- mengudah? Loh, ya boleh. Nah, Yasin
- Quran bukan Quran. Kenapa enggak boleh?
- Nah, ituah contohnya ya. Nah, itu
- perbedaan-perbedaan begitu. Baca Yasin.
- Ada yang mau baca Yasin, mau baca
- Al-Ikhlas, mau baca apapun yang namanya
- Quran,
- baik. Kenapa dilarang? Nah, itu kan
- begitu. Jadi, itulah pemahamannya itu ya
- itu yang seperti itu enggak apa-apa
- perbedaan ya jangan jangan diperbesarlah
- seperti tadi meng batalnya wudu ya
- jangan dipersulit silakan jalan untuk
- keyakinan masing-masing ya. Saya kira
- demikian terima kasih. Baik kita beralih
- ke pertanyaan lainnya dari Ramdani di
- Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz ingin
- menanyakan tentang akhir zaman. Di akhir
- zaman ini banyak yang munafik, Ustaz.
- Ya, terutama ada ulama yang dibenci dan
- ada ulama yang dicintai sebagiannya. Di
- akhir zaman ini Islam memang harus ulama
- dibenci siapa? Apa tadi? Ulama yang
- dibenci dan ulama yang dicintai
- sebagiannya. Iya. Di akhir zaman ini
- Islam memang harus amar makruf nahi
- mungkar. Apakah itu baik?
- Harus. Amar-amar nahi
- mungkar kapan pun harus ya. Kalau tidak
- kita akan celaka kalau enggak beramar
- nahi mungkar ya. Nah, mengenai ulama itu
- ada dicintai atau dibenci ya tergantung
- orangnya ya. Ulama kalau dia itu
- benar-benar menyampaikan ajaran agamanya
- juga pasti ada yang membenci. Enggak
- semuanya orang suka. Itulah manusia
- enggak mungkin semua suka semua. Ya,
- maaf.
- Kalau orang yang
- senangnya berbuat maksiat kepada ulama
- pasti benci karena ulama itu melarang
- berbuat maksiat kan begitu. Jadi enggak
- mungkin ada ulama dicintai semua orang
- ya. Ada sebagian yang menyenang
- menyukai, ada yang sebagian yang
- membenci itu biasa hidup ya hidupnya
- manusia begitu enggak bisa semua dan
- enggak bisa kita mencari keridaan semua
- orang. Enggak mungkin ya. Paling susah
- itu mencari keridaan orang ya. Lebih
- mudah mencari keridaan Allah daripada
- mencari keridaan manusia. Karena manusia
- macam-macam. Saya ambil
- contoh. Ada orang datang ke masjid
- bersedekah. Pak, saya sedekah masjid
- Rp50.000. Dicela
- itu. Untuk apa itu
- Rp50.000 sudah enggak ada harganya zaman
- sekarang. Sudah begitu.
- Lewat 1 jam ada orang datang ke
- masjid. Dia mengatakan, "Pak, ini
- alhamdulillah saya dapat rezeki. Saya
- mau bantu masjid ini 2 juta." Apa
- katanya dia? Oh, sombong dia. Pamer,
- pencitraan dia. Ah, mana yang enggak
- dicela orang sama itu ya? Jadi susah
- kalau kita mengikuti manusia ya. Kita
- mencari keridaan Allah lebih mudah.
- Jelas kalau ini diridai, ini enggak. Itu
- jelas keridaan Allah. Saya kira
- demikian. Maka
- tegaskan
- ridasiun laudrok. Keriduan manusia itu
- suatu tujuan yang tidak mungkin dicapai.
- Terima kasih. Baik untuk menjadi
- pertanyaan terakhir dari hamba Allah di
- Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz,
- bagaimana proyeksi hidup berjamaah di
- akhir zaman ini? Ya, singkat, Ustaz. ya,
- hidup berjamaah dalam kehidupan kita
- sekarang ini ya sebetulnya semakin
- mudah karena komunikasi semakin
- mudah ya. Kita bisa lakukan
- aktivitas-aktivitas ya dengan cara yang
- baik, mudah
- komunikasinya. Banyak sekarang ee apa
- namanya sarana untuk komunikasi dan itu
- lebih mudah. Dan demikian
- juga segala hal semakin mudah. Kita
- mengirim uang, transfer uang, kita
- belanja. Dulu kan kalau kita belanja
- mesti datang ke pasar atau ke toko.
- Sekarang bisa melalui online dikirim
- langsung ke
- kita. Ya, lebih mudah sekarang ini. Nah,
- orang kadang-kadang mengeluh, oh kok
- dagangan kita kok sepi? Enggak kayak
- dulu. Oh, sekarang orang belanjanya
- bukan kayak dulu lagi. banyak yang
- melalui ya melalui
- online mungkin sudah banyak yang
- melak mengikuti perkembangan itu ya
- teknologi IT ya yang kita sebut
- informasi ya IT teknologi informasi
- akhirnya dia merasa sepi. Padahal
- sebetulnya dagangan tetap ramai, tapi
- orang pembeliannya. Sekarang kita mau
- pesan apa? Bisa melalui itu ya ee
- ojek tinggal telepon dia, kita pesan
- minta dibelikan soto, minta diberikan
- bakso di situ, datang tuh ojek. Ya,
- mudah sekali. Jadi artinya dengan cara
- seperti ini kita semakin mudah untuk ee
- bersatu dan berjamaah ya. Mudah-mudahan
- kita bisa ee memanfaatkan
- kemajuan-kemajuan ee sains, teknologi,
- dan teknologi IT ini untuk bermanfaat
- bagi kita dan untuk kemaslahatan kita
- semua.
- Demikian ya yang kita bisa memberikan
- jawaban. Terima kasih. Baik ee Ustaz,
- kita sudah sampai di pengujung acara.
- Mungkin kesimpulannya dari tema merajut
- ukhuwah islamiah. Monggo, Ustaz. Ya.
- Baik, ikhwan dan akhwat sekalian. dalam
- hal merajut ukhuwah islamiah ini, kita
- harus
- sabar
- ya. Jangan inginnya oh langsung sukses
- enggak bertahap yang dengan
- sabar. Oh ini belum berhasil, masih
- gagal. Ayo kita mulai lagi.
- Terus lihat anak kecil waktu belajar
- jalan, Bapak,
- Ibu-ibu. Berkali-kali dia terjatuh itu
- anak kecil. Dia bangkit lagi, coba lagi
- sampai kemudian jalan lancar. Kalau
- sekali jatuh dia putus asa enggak mau
- coba lagi, ya enggak bisa jalan ya kan.
- Nah, jadi kita dulu belajar sepeda, oh
- susah itu ya. Zaman kita dulu belum ada
- sepeda yang pakai roda kecil itu enggak
- ada gitu. Jatuh lagi jatuh tapi kemudian
- bisa. Nah, itulah kita juga dalam
- merajut ukhuwah islamiah juga begitu ya.
- Enggak bisa instan ya seolah-olah
- langsung. Jadi enggak. kita harus sabar
- bertahap dan berusaha dengan baik.
- Demikian mudah-mudahan kita memperoleh
- bimbingan dan rida dari Allah subhanahu
- wa taala. Amin ya rabbal alamin. Mohon
- maaf. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian ikhwan akhwat
- tausiah malam kali ini bersama Rais
- Suriah PBNU Ustaz Dr. Zaki Mubarok MA.
- Dan dari kami mengucapkan banyak terima
- kasih Ustaz semoga diberi kesehatan dan
- kelapangan sehingga kita bisa bertemu
- kembali di acara yang mendatang Ustaz.
- Dan tentunya juga terasa terima kasih
- kami ucapkan kepada para penanya di
- malam hari ini seperti Bapak Soekarno
- dari Kelapa Gading, Haji Kasmui,
- kemudian hamba Allah di Jakarta Timur,
- Bapak Ramdani dari Bekasi dan hamba
- Allah lainnya. Eh kami ucapkan banyak
- terima kasih atas ee partisipasinya di
- malam hari ini. Dan akhirnya Iwan Ahwat
- saya yang bertugas Panji Ahmad dan ada
- Kang Fajar di meja e di switcher dan
- Kang Yusuf Subangkit di meja operator.
- Mohon diri kita tutup bersama tausiah
- malam kali ini dengan doa akhir majelis.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla ant waubu ilaik. Wabillahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Oh
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]