Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:08 [Tepuk tangan] 0:09 [Musik] 0:18 [Tepuk tangan] 0:20 [Musik] 0:28 [Tepuk tangan] 0:30 [Musik] 0:44 [Tepuk tangan] 0:45 [Musik] 0:54 Asalamualaikum warahmatullahi 0:56 wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil 0:58 alamin. Allahumma sholli ala Muhammad wa 1:00 ala ali Muhammad wa ba'du. Dipacarkan 1:03 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36, 1:05 Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. Radio 1:08 silaturahim dan hasil visual untuk Islam 1:10 yang satu. Bagaimana kabarnya Wan Akhwat 1:13 di malam hari ini? Untuk sekitar wilayah 1:16 Kalimanggis masih diguyur hujan ya atau 1:18 gerimis. Semoga dari hujan atau gerimis 1:21 ini menjadi wasilah diturunkannya rahmat 1:24 untuk kita semua. Amin ya rabbal alamin. 1:26 Dan bagaimana kabarnya untuk pendengar 1:28 kami melalui kanal AM720 ataupun channel 1:31 YouTube yaitu Rasil TV baik di Sukabumi, 1:34 Batam, Semarang, Pontianak, Palembang, 1:37 dan Banyuwangi. Semoga kita semua selalu 1:39 dalam perlindungan Allah Subhanahu wa 1:41 taala. Amin ya rabbal alamin. Dan senang 1:44 sekali wan akhwat saya Panji Ahmad 1:45 beseraku yang bertugas di malam hari ini 1:47 akan menemani ikhwan dan akhwat dalam 1:49 tausiah malam bersama Rais Suriah PBNU 1:52 yaitu Ustaz Dr. Zaki Mubarok, MA. Dan 1:55 alhamdulillah beliau telah hadir bersama 1:56 kami di studio. Mari kita sapa terlebih 1:59 dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi 2:00 wabarakatuh. Waalaikumsalam 2:01 warahmatullahi wabarakatuh. Kabar sehat, 2:04 Ustaz? Alhamdulillah sehat. 2:04 Alhamdulillah. Baik akhwat. Di malam 2:07 hari ini ee kita akan membahas dan 2:10 mendengarkan ee tausiah malam ee dari Ro 2:13 Suriah PBNU dengan mengambil tema 2:15 merajut ukhuwah islamiah. Dan 2:17 alhamdulillah malam ini kita live jadi 2:19 bisa disiapkan ee teleponnya. Bagi 2:21 Wahwat yang ingin menanyakan pertanyaan 2:23 di sesi kedua nanti silakan kirim 2:26 melalui pesan SMS ataupun WhatsApp ke 2:28 nomor 081199720. 2:33 Adapun untuk layanan interaktif silakan 2:35 hubungi di 2:38 0218451512. Sebelum kita melangkah lebih 2:40 jauh lagi, mari kita bersama buka 2:42 tausiah malam kali ini dengan doa 2:44 menuntut ilmu. Rabbana zidna ilman 2:46 nafi'an warzuqna fahman taman. Amin ya 2:50 rabbal alamin. Dan akhwat tausiah malam 2:52 bersama Rais Suriah PBNU Ustaz Dr. Zaki 2:55 Mubarok, MA dengan mengambil tema 2:57 perajut ukhuwah islamiah. Kepada Ustaz 3:00 kami persilakan. 3:04 Asalamualaikum 3:05 warahmatullahi 3:08 wabarakatuh. 3:10 Alhamdulillahilladzi hadana biddinil 3:14 islam wa nawarana binurit 3:17 tauhid wa arsala rasulahu bilhuda wainil 3:21 haqq liyudhirahu aladdini kullihi wa 3:25 kafa billahi syahida. 3:28 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 3:32 syarikalah wa ashadu anna muhammadan 3:35 abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli 3:39 wasallim ala hadan nabiyil karim 3:42 sayyidina wa maulana Muhammadin wa ala 3:47 alihi wa ashabihi wat 3:51 tabiin. Waman tabiahum biihsanin ila 3:54 yaumiddin. Amma ba'd. 3:57 Ikhwan akhwat, para pendengar Radio 4:02 Silaturahim dan pemirsa Rasul TV yang 4:05 kami cintai dan kami 4:08 banggakan. Malam hari ini dengan 4:10 bersyukur ke hadirat Allah atas rahmat 4:12 dan 4:13 taufik-nya. Alhamdulillah kita jumpa 4:16 kembali dalam tausiah malam. Semoga 4:18 acara ini dapat mengantarkan kita pada 4:21 pemahaman yang komplit dari ajaran agama 4:24 dan dapat kita amalkan dalam kehidupan 4:26 sehari-hari. Amin ya rabbal 4:29 alamin. Ikhwan dan akhwat 4:32 sekalian, tugas setiap orang 4:36 muslim adalah 4:40 berusaha untuk merajut ukhuwah 4:45 islamiah, yaitu 4:48 persaudaraan dan persatuan sesama umat 4:51 Islam. 4:55 Mengenai hal ini Allah Subhanahu wa 4:59 taala berfirman dalam 5:04 Al-Qur'an. Ya ayyuhalladzina 5:08 amanu ittaqulaha haqqa 5:12 tuqati. Wahai sekalian orang yang 5:14 beriman, bertakwalah kamu kepada Allah 5:17 dengan takwa yang sungguhnya. 5:22 Wala tamutunna illa wa antum 5:24 muslimun. Dan janganlah kalian 5:28 mati kecuali sebagai seorang muslim. 5:34 Ayat ini mengajak 5:37 setiap orang 5:39 muslim agar meningkatkan iman dan takwa 5:43 pada Allah Subhanahu wa taala dan 5:46 menjaga keimanan 5:49 keislamannya sampai 5:53 akhirat. Kemudian tegaskan setelah 5:57 itu watasimu bihablillahi jamia. 6:03 Dan berpegang teguhlah 6:07 kamu bihablillahi dengan tali agama 6:12 Allah jamian secara keseluruhan. 6:17 Wala tafarroqu dan janganlah kamu 6:22 bercerebberi. Inilah kalimat yang sangat 6:24 jelas ikhwan akhwat sekalian agar kita 6:28 berpegang teguh kepada tali agama Allah, 6:31 kepada ajaran agama Islam dengan 6:33 sungguh-sungguh. 6:35 Ya, toma itu dalam bahasa Arab itu 6:37 memegang dengan rat 6:40 tali ya, sehingga enggak bisa lepas 6:44 lagi. Demikianlah kita terhadap ajaran 6:46 Islam harus memegang teguh ajaran 6:49 agama sekuat tenaga kita jangan sampai 6:52 lepas. 6:57 Kemudian wala 7:00 tafarraqu dan janganlah 7:03 kamu 7:08 bersereb saling 7:11 bermusuhan saling bersilang 7:14 sengketa, saling mencela, saling mencaci 7:16 pantangan bagi seorang muslim. 7:20 Justru muslim satu dengan muslim yang 7:21 lain harus saling menasehati dalam 7:25 kebenaran, dalam kebaikan. Harus saling 7:30 mencintai, saling mengasihi, saling 7:33 tolong-menolong, saling beribadah hati. 7:35 Inilah gambaran yang tepat dari 7:38 kehidupan kaum 7:41 muslimin. Bahkan selain kita merajut 7:44 ukhuwah 7:45 islamiah, dikenal juga dalam ajaran 7:48 Islam. 7:49 yang kita kembangkan 7:51 dalam merajut ukhuwah 7:55 insaniah, persaudaraan kemanusiaan 7:57 secara 7:59 umum lebih luas lagi. Apapun dia, 8:03 siapapun dia sebagai manusia kita hargai 8:05 dengan baik. 8:08 Maka di dalam ayat ini 8:11 tegaskan wala 8:14 tafarqu dan jangan 8:18 bercerai-berai, jangan bersilang 8:21 sengketa, jangan saling 8:25 bermusuhan, jalan jangan saling mencela 8:27 dan 8:31 seterusnya. Kemudian tegaskan, 8:34 wazkuru nikmatallahi alaikum. 8:39 Dan ingatlah terhadap nikmat Allah yang 8:42 dianugerahkan 8:46 kepadamu. Jadi kalau kita 8:51 mau 8:54 memperhatikan dan menghayati nikmat 8:57 Allah, maka kita rasakan dalam semua 8:59 detik dari kehidupan 9:03 kita nikmat Allah itu begitu banyak. 9:08 Dan tidak mungkin bisa kita 9:10 menghitungnya. Waain tauddu 9:12 nikmatallahi la 9:16 tuhsuha. Sekiranya kamu hendak 9:18 menghitung nikmat Allah, pasti kamu 9:20 tidak akan dapat menghitungnya saking 9:24 banyaknya. Maka kita diingatkan ayat ini 9:27 harus terus mengingat ayat Allah tadi 9:30 dengan 9:32 sebaik-baiknya ya. mengingat karunia 9:35 Allah dan 9:36 nikmat-Nya yang dianugerahkan kepada 9:39 kita ya 9:42 atas nikmatallahi 9:44 alaikum. Nikmat Allah yang dianugerahkan 9:47 pada kamu 9:53 sekalian. 9:55 Kenapa? Idz kuntum 9:58 a'da faallafa baina qulubikum. 10:03 Ketika kamu dalam keadaan saling 10:07 bermusuhan, lihat sebelum datangnya 10:09 agama 10:11 Islam, manusia dunia saling 10:14 bermusuhan antar suku, antar bangsa, 10:17 antar 10:20 sekte. Di mana-mana 10:23 permusuhan. Manusia adalah serigala. 10:26 Serigala bagi manusia ini. Nauzubillah. 10:30 Ketika datang Islam diarahkan supaya 10:32 umat manusia 10:35 itu saling mengasihi, saling 10:40 mencintai. Maka tegaskan di sini, 10:42 faallafa baina qulubikum. Lalu Allah 10:46 melembutkan antara hati kamu 10:49 sekalian. Melunakkan 10:52 hatimu tidak keras seperti 10:55 batu sehingga satu sama lain saling 10:58 menghormati. 11:00 Saling 11:04 menyayangi. Apa kemudian? Faasbahtum 11:07 binikmati ikhwana. Maka menjadilah kamu 11:10 sekalian dengan nikmat Allah itu 11:12 ikhwanan 11:14 bersaudara. Alhamdulillah. 11:19 Dengan ajaran Islam diajarkan kepada 11:21 semua umat manusia bahwa kita ini adalah 11:27 bersaudara. Kita ini makhluk sosial yang 11:30 tidak bisa hidup 11:32 sendiri, selalu membutuhkan satu sama 11:37 lain. Dan dengan kita 11:41 mengadakan hubungan sesama kita, maka 11:43 manfaatnya besar sekali. 11:49 Semua menjadi 11:50 mudah. Semakin banyak orang berkumpul, 11:52 semakin banyak 11:54 berkahnya, semakin banyak 11:59 nikmatnya. Ikhwan dan akhwat 12:02 sekalian, Anda bayangkan bagaimana kita 12:05 hidup hanya keluarga saya 12:07 sendiri, satu keluarga. 12:10 Hanya untuk kita menikmati makan 12:13 saja harus menanam padi sendiri. 12:17 Bayangkan harus bagaimana mengolah itu 12:21 sawah kemudian mengetam sendiri, 12:24 menumbuk sendiri. Susahnya luar biasa. 12:26 Karena kita bergaul dengan orang dalam 12:28 jumlah besar, jumlah banyak maka mudah 12:31 sekali. Kita butuh beras tinggal 12:34 beli, butuh makanan tinggal beli. 12:37 Dagangan kita juga kita jual ke orang 12:39 lain bermanfaat 12:41 semua. Nah, maka semakin banyak orang 12:44 berkumpul semakin banyak 12:47 rezeki. Semakin orang kurang, rezekinya 12:49 juga kurang. Anda lihat di Jakarta 12:52 itu paling padat seluruh Indonesia itu 12:56 Jakarta. Penduduknya itu rezekinya dari 12:58 mana-mana. 13:00 Di Jakarta ini orang jualan apa saja 13:03 laku. Pagi 13:06 subuh orang jual 13:08 gorengan yang beliau sudah antri subuh 13:11 hari 13:12 itu 13:14 makanan nasi 13:16 uduk ya ada nasi kuning ada macam-macam 13:20 semua 13:24 laku. Kemudian 13:28 juga komoditi 13:32 lain, pakaian segala macam. 13:36 Wah, 13:37 sekarang bisa Anda bayangkan kalau 13:41 Anda berjualan 13:44 makanan di hutan, enggak ada orang, 13:48 siapa yang mau 13:49 beli? Ya, yang mau beli siapa? Enggak 13:53 bakal. Di kampung aja kadang-kadang kita 13:56 jualan semacam gorengan pisang apa gak 14:01 laku. Karena orang masing-masing bikin 14:03 makanan 14:05 sendiri dalam rangka menghemat. Nah, 14:08 inilah gambaran-gambaran bahwa semakin 14:10 banyak orang berkumpul, berjamaah, 14:13 semakin bermanfaat, semakin mudah, dan 14:17 semakin mendapatkan berkah dari Allah 14:19 Subhanahu wa taala. Maka perlu dalam 14:21 masyarakat itu kita saling mengasihi, 14:24 saling beribadah hati, dan saling 14:32 tolong-menolong. Wauntum ala syafa 14:34 hufrat 14:35 minanar. Dan kamu dulu berada di tepi 14:38 jurang api 14:40 neraka. Karena apa tadi? Orang 14:42 bermusuhan, ada perbuatan-perbuatan 14:45 tercela dilakukan, ada perbuatan maksiat 14:47 dilakukan, macam-macam. 14:49 berada di tepi jurang api 14:51 neraka. Faanqakum minha. Kemudian Allah 14:55 menyelamatkan kamu sekalian dari api 14:58 neraka 14:59 itu. Enggak jadi terjerbap dalam api 15:03 neraka, tetapi diselamatkan oleh Allah 15:05 Subhanahu wa taala dengan petunjuknya 15:07 berupa 15:08 Al-Qur'an dan dari sunah Nabi sallallahu 15:11 alaihi wasallam. 15:13 Al-Qur'an dan Asunah membimbing kita 15:15 menuju jalan yang diridai Allah, menuju 15:17 jalan kebahagiaan duniawi dan 15:20 ukhrawi. Dan dengan berpeduan pada 15:22 Al-Qur'an dan Asunah, kita akan meraih 15:24 kesuksesan baik pada masa kini maupun 15:27 pada masa yang akan 15:31 datang. Kadzalika yubayyinullahu lakum 15:35 ayati. Demikianlah Allah menjelaskan 15:38 kepada kamu sekalian tanda-tanda 15:41 keagungannya. 15:43 Laakum tadun agar kamu sekalian mendapat 15:47 petunjuk. 15:51 Ikhwan dan akhwat 15:54 sekalian, dari penjelasan ayat ini kita 15:57 memperoleh banyak 15:59 pelajaran 16:02 bahwa 16:04 persatuan, 16:06 persaudaraan, saling 16:08 menyayangi, saling 16:10 mencintai, saling beriba saling 16:12 tolong-menolong, itu semua menguntungkan 16:15 kita. 16:19 menguntungkan semua manusia. Dan ini 16:21 yang harus 16:23 kita usahakan dalam kehidupan 16:25 sehari-hari. Maka kita mendapatkan 16:28 berkah dari Allah Subhanahu wa taala. 16:32 Bagaimana setelah kita berpegang teguh 16:35 pada tali agama Allah dan 16:38 merajut ukhuwah islamiah dan ukhuwah 16:42 insaniah? Maka ditegaskan ada tugas lagi 16:45 kita di situ. Wal takum 16:48 minkum. Hendaklah ada segolongan orang 16:51 di 16:53 antaramu umatun umat. Apa umat itu? 16:57 yaduna ilal khair yang mengajak kepada 17:01 kebaikan. Harus ada orang yang 17:04 berdakwah ya mereka yang memberikan 17:06 pelajaran agama, memberikan bimbingan 17:08 agama kemudian 17:11 berdakwah mengajak pada alkhair 17:15 kebajikan wayammuruna bil ma'ruf dan 17:18 memerintahkan yang 17:21 makruf yang baik. 17:24 Wayanil munkari dan mencegah 17:30 kemungkaran. Ini tugas kita 17:33 semua. Berdakwah menuju jalan 17:38 Allah. Berdakwah 17:40 menuju agama yang penuh kedamaian, agama 17:46 Islam. Berdakwah menuju kebaikan. 17:51 berdakwah 17:52 menuju perilaku terpuji. Ini tugas kita 17:57 semua ya. Maka ditegaskan di 18:04 situ ya'muruna bil 18:07 ma'ruf wayhahuna alil munkar. 18:10 Memerintahkan yang makruf dan mencek 18:12 yang mungkar. Nah, itu dua hal yang 18:14 tidak boleh tidak boleh dicerai 18:15 pisahkan. 18:18 Amar makruf itu kalau kita 18:22 ibaratkan ya Islam ini sebagai pohon 18:25 yang kita 18:26 tanam, maka amar makruf itu adalah 18:29 pupuknya. Kita tanam pohon dipupuk, wah 18:32 suburnya luar biasa ya. Disiram dengan 18:36 air kasih pupuk. Tapi kalau hamanya 18:40 enggak 18:42 diberantas 18:43 mati rusak. Maka perlu pemberantas ada 18:47 pemberantas hama. Apa nahi mungkar itu 18:50 pemberantas hama? Jadi pohon kita tanam, 18:53 kita siram dengan baik, kita kasih pupuk 18:56 menjadi 18:56 subur, kemudian hamanya kita berantas. 18:59 Nah, inilah yang disebut amar makruf 19:02 nahi mungkar. Nah, karena itu wa ulaika 19:07 humul muflihun. Orang-orang yang bisa 19:09 melaksanakan amar makruf nahi 19:12 mungkar, bisa mengajak orang pada 19:15 kebajikan, mengajak orang pada kebenaran 19:17 agama, mengajak orang untuk beribadah 19:19 dan berbuat baik pada sesama, maka itu 19:23 adalah orang itu memperoleh 19:26 kebahagiaan di dunia dan akhirat. 19:29 Ikhwan dan akhwat sekalian, semoga kita 19:32 semua bisa mengikuti 19:36 ya bimbingan dari ayat Al-Qur'an ini di 19:39 surah Ali Imran ya. Bisa nanti ikhwan 19:43 akhwat dilihat kembali ya 19:46 di rumah di surat Ali 19:50 Imran ayat 19:52 102 sampai dengan 104. 19:59 Kemudian tegaskan lagi dalam ayat 20:01 berikutnya, wala 20:04 takunu dan janganlah kamu 20:07 menjadi kalladzina tafarruqu orang-orang 20:10 yang 20:11 bercerebrei. Jadi jangan sampai kita 20:15 bercerebeleh ya. Wahtalafu dan bersilang 20:20 sengketa. M ba'di ma jaahumul bayyinat. 20:23 Setelah datang kebenaran, setelah datang 20:26 penjelasan-penjelasan yang sangat 20:28 gamblang dari ajaran agama, 20:31 penjelasan-penjelasan yang sangat terang 20:34 dari ajaran 20:36 agama. Ya, kalau kita cereb 20:40 tadi, ulaika lahum adzabun 20:43 adim. Maka bagi mereka itu disediakan 20:47 azab yang agung yang menyakitkan. 20:50 Siapapun yang 20:53 melakukan permusuhan di tengah-tengah 20:56 umat, memecah belah 20:59 mereka, 21:02 memfitnah, kemudian mengusahakan hal-hal 21:05 yang tersela, maka mereka itu adalah 21:09 disediakan azab oleh Allah subhanahu wa 21:11 taala. Di akhirat, di dunia pun mereka 21:13 akan mendapatkan azab. 21:15 Jadi mereka akan menjadi orang yang 21:18 terjerbap dalam kehinaan duniawi dan 21:21 ukhrawi. Naudubillah minzalik. Semoga 21:24 kita bisa 21:26 melaksanakan dakwah kepada teman-teman 21:29 kita, kepada semua umat manusia dan kita 21:32 sendiri bisa memberikan contoh dalam 21:34 kehidupan sehari-hari. Semoga 21:37 bermanfaat. Kami akhiri 21:39 mudah-mudahan bisa dipahami dengan baik. 21:43 Wasalamualaikum warahmatullahi 21:45 wabarakatuh. 21:47 Demikian akhwat tausiah malam di sesi 21:49 pertama ini yaitu e Ustaz Zaki Mubarok 21:52 telah menjelaskan mengenai ee merajut 21:55 ukhuwah islamiah. Dan untuk sesi kedua 21:58 nanti Wahwad karena di malam hari ini 21:59 kita live jadi bisa disiapkan HP-nya dan 22:02 kirim pertanyaan mengenai tema yang 22:04 terkait ke nomor 0811999720. 22:09 Adapun untuk layanan interaktif silakan 22:11 hubungi ke nomor 0218451512. 22:16 sudah ada beberapa pesan yang masuk atau 22:17 pertanyaan, namun kita akan bahas di 22:19 sisi kedua nanti. Kita jeda terlebih 22:21 dahulu dengan nasyid berikut ini. 22:23 [Musik] 22:33 [Musik] 22:48 [Tepuk tangan] 22:49 [Musik] 22:59 [Tepuk tangan] 23:00 [Musik] 23:09 [Tepuk tangan] 23:10 [Musik] 23:27 [Tepuk tangan] 23:27 [Musik] 23:37 [Tepuk tangan] 23:38 [Musik] 24:04 [Tepuk tangan] 24:06 [Musik] 24:42 [Tepuk tangan] 24:44 [Musik] 25:03 [Tepuk tangan] 25:05 [Musik] 25:21 [Musik] 25:28 Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk 25:30 Islam yang satu. Terima kasih WAT masih 25:32 bersama kami di tausiah malam bersama 25:35 Rais Suriah PBNU yaitu Ustaz Dr. Zaki 25:38 Mubarok MA membahas di malam hari ini 25:40 yaitu tema bahasan merajut ukhuwah 25:42 islamiah. Dan kita sudah sampai di sesi 25:45 kedua yaitu sesi tanya jawab. Sudah ada 25:47 beberapa pertanyaan yang masuk. Saya 25:48 akan bacakan satu persatu ya, Ustaz ya. 25:49 Iya. Baik, pertama dari hamba Allah 25:52 tidak menemukan nama. Asalamualaikum 25:54 warahmatullahi wabarakatuh. 25:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 25:57 wabarakatuh. Ustaz, dalam surat tersebut 26:00 menjelaskan larangan berpecah belah. 26:02 Nah, kalau saya lihat hari ini umat 26:04 Islam sudah berpecah belah, Ustaz. 26:06 Contohnya dilihat pengotakan melalui 26:09 partai-partai. Nah, ini bagaimana 26:11 menurut Ustaz atas hal tersebut? 26:13 ya ee 26:16 partai-partai itu boleh 26:19 beda ya, boleh beda satu sama 26:22 lain. Tetapi ukhuwah tetap kita jaga 26:26 enggak ada masalah bisa 26:27 aja. Artinya apa? Kita jangan 26:31 paksakan apa yang kita sukai supaya 26:33 orang lain suka kita. Ah, itu enggak 26:35 boleh. Silakan memilih ya partai-partai 26:38 yang ada. 26:40 Ya, jadi di situlah kita nanti akan ee 26:43 melihat kedewasaan kita dalam 26:47 berdemokrasi. Ya, akan terlihat dewasa 26:50 kalau kita berbeda partai, berbeda 26:52 pilihan, tapi kita tetap 26:55 bersatu ya, tetap melakukan 26:59 ukhuwah, tetap 27:02 merajut kasih sayang sama kita ya. Dan 27:06 itu bisa enggak enggak aneh ya. itu 27:09 banyak kita jumpai orang-orang yang 27:12 partainya beda, tapi setiap hari ya 27:13 biasa aja bergaul. Bahkan dalam 27:16 pandangan agama kan sering ada perbedaan 27:18 itu ya. Ee pandangan agama dalam fikih 27:21 itu. Tapi kita biasa aja kalau kita 27:26 berbeda sedikit dalam hal ini enggak ada 27:28 masalah. Kita biasa bergaul jangan, 27:30 jangan saling membenci ya. Jangan karena 27:33 partainya enggak sama dengan partai 27:34 kita, lalu kita benci dia, kita maki. 27:37 Jangan ya. 27:39 Biarkan kita juga kalau dibenci orang 27:41 lain juga enggak enak kan. Nah, jadi 27:42 begitu jangan sampai jadi tetap bisa 27:44 bersatu, bisa berukhuwah ya kalau kita 27:47 mau kalau kita dewasa dalam berdemokrasi 27:51 ya. Demikian terima kasih. Baik, 27:54 pertanyaan lainnya dari Haji Kasmui 27:57 tidak menyebutkan tempat. Asalamualaikum 27:59 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 28:00 Waalaikumsalam. Begini Pak Ustaz. di 28:02 surat Almaidah ayat 40 sampai 50 yang 28:05 artinya barang siapa yang tidak 28:07 menggunakan hukum Allah itu kafir, 28:09 zalim, munafik. Sedangkan negara kita 28:11 hukumnya KUHP. Kira-kira kita ini 28:13 gimana, Ustaz? Ya. Baik. Jadi 28:17 ee dalam hukum yang ada sekarang ya 28:21 sebagai hukum positif itu tidak semuanya 28:25 berbeda dengan hukum Islam ya. ada juga 28:29 yang 28:30 mengembangkan ya ee 28:34 secara ee mengembangkan secara isinya ya 28:38 dari hukum Islam meskipun belum semua 28:41 ya. 28:43 Jadi ee karena itu hukum Islam 28:46 ini akan 28:49 ditegakkan ya kalau umat Islamnya sudah 28:53 menyadari betul-betul mengenai hukum 28:54 itu. Nah, sekarang ini kan masih belum 28:57 umat Islam ini masih banyak yang belum 29:00 mengerti, masih banyak yang belum sadar. 29:03 Nah, akhirnya ya kita semampu kita aja. 29:06 Tapi dalam kehidupan sehari-hari kita 29:07 laksanakan hukum Islam. Coba kita lihat. 29:13 Ya, di kita ini kita diwajibkan salat, 29:16 kita salat ya kan. Kita diwajibkan 29:18 zakat, kita zakat. Kita diwajibkan 29:22 puasa, kita 29:23 puasa. Ya, kita diwajibkan haji, kita 29:26 haji. I kan. Nah, kemudian kita dilarang 29:29 ee mencuri, kita tidak mencuri. Dilarang 29:32 berzina, kita jadi banyak hukum yang 29:34 sudah kita terapkan dalam kehidupan 29:36 sehari-hari kita. dalam ahwal sysiah 29:38 dari hukum Islam itu. Oh, banyak sekali. 29:41 Alhamdulillah ya. Jadi itu sudah bagus. 29:44 Nah, nanti dalam hal-hal yang berang 29:47 berkaitan dengan hukum-hukum yang 29:50 berkaitan dengan apa misalnya soal 29:53 seperti mencuri dan lain-lain hukumannya 29:56 itu ya apa ee bisa berbeda pandangan 30:02 orang ya. ada yang 30:05 ee menyatakan harus 30:07 sebagaimana ee zahir ayat, potong tangan 30:11 kalau mencuri. Ada juga yang memahami ya 30:14 dengan pemahaman-pemahaman lain yang 30:16 penting bagaimana orang supaya jerak. 30:18 Kemudian itu semua juga ada aturannya. 30:20 Nah, itu pelaksanaannya adalah 30:22 dilaksanakan oleh negara kalau seperti 30:24 itu. Nah, maka kalau kita belum bisa ya 30:26 kita enggak dipaksakan kan. 30:30 Ittaqulaha'tum. Bertakwalah kamu kepada 30:32 Allah. 30:34 semampumu. Nah, jadi kita boleh 30:37 mengusahakan bagaimana hukum Islam ini 30:40 bisa diterapkan dengan jalan ya dengan 30:43 jalan kedamaian, dengan tidak paksaan 30:46 dan ee sekaligus nanti umat Islam 30:50 menjadi pengetahuannya menjadi semakin 30:51 bertambah. Ya, demikian. Jadi kalau kita 30:54 belum bisa melaksanakan semua tapi saya 30:56 yakin 90% lebih kita sudah melaksanakan 31:00 hukum Islam ya. Mudah-mudahan yang 31:03 sedikit lagi tadi juga bisa dilaksanakan 31:05 dalam jangka waktu yang akan datang. 31:07 Terima kasih. 31:09 Baik, dari Haji Kasmui kita beralih ke 31:12 pertanyaan lainnya dari hamba Allah. 31:14 Asalamualaikum warahmatullahi 31:15 wabarakatuh. 31:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 31:18 wabarakatuh. Ustaz, ganjaran umat Islam 31:20 yang berpecah belah itu apa, Ustaz? 31:22 Apakah ada ganjaran di dunianya? 31:25 Ya, tadi disebutkan itu 31:29 ya akan 31:31 terjerumus dalam 31:33 azab. Azab itu yang hakikat di akhirat, 31:36 tapi di dunia juga dirasakan. Saya ambil 31:39 contoh, kalau 31:40 kita melakukan saling bermusuhan, apa 31:43 kita enggak tersiksa? itu di 31:46 dunia kita dengan 31:49 teman ya ada hubungan yang enggak enak 31:52 saja ya kita sudah merasakan tersiksa. 31:55 Setiap ketemu orang kita buang muka ya 31:57 kan. Nah jadi itu itu sudah azab juga. 32:00 Itu azab di dunianya ada ya. Apalagi 32:02 kita saling mencela, saling mencaci, 32:06 saling menzalimi. Wah itu lebih berat 32:08 lagi di dunia akhirat itu hukumannya, 32:12 azabnya terkena. Ya. Jadi itu harus 32:14 dihindari supaya kita tidak terkena azab 32:17 baik di dunia maupun di akhirat. Terima 32:20 kasih. Baik, kita beralih ke pertanyaan 32:22 lainnya. Asalamualaikum warahmatullahi 32:24 wabarakatuh. Waalaikumsalam 32:26 warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf, 32:28 Ustaz. Di luar tema dari Pak Soekarno di 32:30 Kelapa Gading. Ya, Pak Ustaz, bagaimana 32:33 hukumnya di atas kuburan dipasangi batu 32:35 nisan, Ustaz? Terima kasih. 32:38 Batu nisan itu kan sebagai 32:39 tanda ya. Enggak apa-apa. Semua juga 32:42 dipasang batu 32:43 nisan ya. Biarpun di Arab juga dipasang 32:46 batu nisan. Ada batunya itu batu nisan 32:48 ya. Ya enggak apa-apa boleh sebagai 32:51 tanda bahwa ini kuburan sehingga orang 32:53 tidak seenaknya menginjak-injak apa itu 32:56 enggak ada aturannya dalam kuburan juga 32:58 ada akhlak. Ya dalam Islam itu bagaimana 33:00 kita ziarah kubur, bagaimana kita 33:02 melewati kuburan itu ada aturan-aturan 33:04 dan akhlak tersendiri. Maka dipasanglah 33:06 batu nisan ya supaya orang tahu bahwa 33:10 itu kuburan gitu loh ya. Jadi di 33:12 mana-mana juga dipasang batu nisan ya. 33:14 Terima kasih. Baik kita beralih ke 33:17 pertanyaan lainnya dari hamba Allah di 33:18 Jakarta Timur nomor ee 77140. 33:22 Ada mau nyebutkan nama? Asalamualaikum 33:24 warahmatullahi wabarakatuh. 33:25 Waalaikumsalam. 33:26 Ustaz, mengapa tidak dibentuk Dewan 33:28 Penilaian Hadis Indonesia yang 33:30 anggotanya adalah orang yang mendalami 33:31 ilmu hadis yang berasal dari berbagai 33:33 organisasi keagamaan dan lembaga 33:35 pendidikan Islam yang bertugas dan 33:37 membukukan hadis sahih dan hasan. Karena 33:40 menurut saya ukhuwah islamiyah sulit 33:42 dibentuk disebabkan oleh perbedaan 33:44 penilaian sahih tidaknya suatu hadis 33:46 yang menjadi referensi suatu masalah 33:48 agama. Contohnya masalah qunut subuh, 33:50 yasinan pada malam Jumat dan lainnya. 33:53 Hamba Allah di Jakarta Timur. Ustaz ya 33:56 ee dewan apapun enggak akan 33:59 bisa. Karena itu kan soal pemahaman itu 34:03 kan berbeda pemahaman bukan dalilnya. 34:06 Dalilnya 34:07 sama ya. 34:10 Dalilnya sama tetapi pemahaman yang 34:12 berbeda. Saya ambil 34:14 contoh mengenai batalnya 34:17 wudu 34:19 itu. Al-Qur'annya sama 34:22 itu. Aa mastumun nisa di antaranya ya 34:25 membatalkan wudu itu. Lafaz lam mastum. 34:30 Lamasa yulamisu 34:32 itu 34:34 mulamasatan 34:36 itu mempunyai makna yang 34:39 berbeda-beda. Disebut lafaz yang 34:41 musytarak, ambigu. Bisa diartikan 34:45 menyentuh, bisa diartikan menyentuh 34:47 dengan rangsangan, bisa diartikan dengan 34:50 hubungan suami istri. 34:53 itu lafaznya itu sama tiga. Nah, Imam 34:56 Assyafi'i mengambil makna 34:58 menyentuh. Maka seorang pria yang 35:00 menyentuh perempuan batal 35:04 wudu. Imam Malik menganggap hubungan 35:08 suami istri. Jadi kalau menyentuh enggak 35:11 batal. Nah, sebagian dari imam yang lain 35:14 mengatakan kalau ada rangsangannya baru 35:18 batal. Kalau enggak enggak. Tapi ini 35:19 enggak berkembang. perempuan dua 35:21 dipahami 35:24 sebagai 35:26 menyentuh yang kedua dipahami sebagai 35:28 hubungan suami istri itu enggak akan 35:30 bisa di disatukan bagaimana orang 35:34 sumbernya sama tapi pemahamannya beda. 35:36 Saya ambil contoh lagi yang 35:38 lain ya. Misalnya tentang tanah yang 35:45 suci. Mengenai untuk tayamum 35:48 itu tanah yang 35:51 suci 35:52 ya. Saidan thayyiba tanah yang baik itu 35:56 nanti bisa diartikan debu, bisa 35:58 diartikan pasir, semua bisa ya selama 36:02 sumbernya masih tanah gitu loh. Nah, itu 36:04 enggak bisa dihindari ya. termasuk yang 36:07 itulah yang disebut masalah furuiah, 36:10 masalah-masalah yang bukan pokok ya. Itu 36:12 mesti perbedaan pandangan antar kita aja 36:15 terjadi 36:16 kok. Apalagi itu bahasa Al-Qur'an ya, 36:19 bahasa Indonesia 36:21 terjadi. Saya ambil 36:24 contoh. Ada orang 36:28 mengatakan Pak Haji dilanggar mobil di 36:30 jalan. Itu kan bahasa Indonesia itu 36:33 orang kaget. Oh, kenapa bisa dilanggar? 36:38 Tapi yang satu lagi tenang 36:40 aja. Kenapa? Pemahamannya beda. Yang 36:44 pertama sekali memahami Pak Haji 36:46 dilanggar mobil di jalan. Artinya Pak 36:47 Haji itu ditabrak mobil di jalan. Tapi 36:49 yang satu memahami enggak Pak Haji 36:52 dilanggar lagi salat mobil di jalan. Iya 36:55 kan? Tahu langgar. Langgar itu musala. 36:58 Nah gitu loh. Nah jadi di sini kita 37:00 lihat itu a sudah berbeda bahasa 37:02 Indonesia apalagi bahasa Al-Qur'an ya. 37:06 Baquran. Ah, saya ambil contoh satu 37:09 lagi. Saya sedang duduk dengan mahasiswa 37:14 saya 37:15 bersama-sama di 37:18 taman. Kemudian saya lagi minum air ini 37:22 tinggal seperempat 37:23 gelas. Saya minumnya sudah 37:26 cukup. Saya tanya pada para mahasiswa, 37:29 "Saudara-saudara, boleh enggak saya 37:31 buang air di sini nih sambil nyiram 37:32 pohon? 37:35 Oh, boleh. Tapi sekarang saya enggak 37:37 bawa 37:39 gelas. Enggak bawa gelas. Saya tanya 37:41 sama saudara-saudara, boleh enggak saya 37:43 buang air di 37:45 sini? Itu sudah beda artinya. Kalau tadi 37:48 bawa gelas ada airnya, itu artinya buang 37:50 air. Beneran buang air. Tapi kalau 37:52 enggak ada kita enggak bawa air, enggak 37:54 bawa gelas tadi buang air artinya beda 37:57 kan. Nah, itu bingung orang barat 38:00 kadang-kadang bahasa Indonesia 38:01 juga. Maaf ya, saya mau ke belakang. 38:03 jalannya ke depan. Iya kan? Nah, jadi 38:06 itu bahasa bahasa itu hanya cara gayanya 38:09 mengucapkan aja sudah beda 38:11 arti. Saya pertama ke Jakarta tanya 38:15 alamat apa katanya tahu gitu tahu. Saya 38:19 nunggu katanya tahu. Nunggu katanya tahu 38:22 kan maksudnya tahu di situ enggak tahu 38:25 gitu loh. Nah itu itu bahasa. Nah di 38:27 Al-Qur'an pun begitu. Hadis pun begitu. 38:30 Jadi enggak bisa di di begini silakan 38:33 aja perbedaan itu tidak menjadikan 38:36 perpecahan dan itu terjadi ya perbedaan 38:39 seperti itu sejak zaman para 38:41 sahabat ya di zaman Nabi pernah 38:44 itu ketika ada ekspedisi ke Bani 38:48 Quridah Nabi sendiri enggak ikut Nabi 38:51 berpesan pada para sahabat lauslian 38:55 ahadukum illa fi bani Quraidah janganlah 38:58 salat salah seorang di antaramu kecuali 39:00 sudah sampai di Bani Qurai. Dalam 39:03 perjalanan menjelang sampai ke Bani 39:05 Quraidah, belum sampai Bani Quraizah 39:07 ternyata masuk waktu. Nah, di sini mulai 39:10 sahabat berbeda pandangan. Yang satu 39:12 mengartikan 39:14 letterlek tekstual dari hadis tadi. Oh, 39:16 jangan dong kita sampai Bani Quraisy itu 39:18 baru salat. Yang kedua, memahami secara 39:21 bukan letterl tetapi memahami 39:23 kontekstual. 39:26 Ya, dia mengatakan pokoknya kalau sudah 39:28 waktu kita salat meskipun belum bani qur 39:30 itu terjadi 39:31 dua. Ada yang salat sebelum Bani 39:34 Quraizah, ada yang salat sampai Bani 39:35 Quraizah. Waktu berita sampai kepada 39:37 Nabi, Nabi betulkan dua-duanya. Karena 39:39 apa? Dua-duanya masih salat dalam waktu 39:41 asar, dalam waktunya gitu ya. Jadi, 39:43 inilah contoh-contoh. Jadi, enggak ada 39:45 masalah ya. Saya kira begitu. Termasuk 39:47 juga nanti bacaan-bacaan salat. Ada 39:50 orang yang tahunya cuma 39:52 satu ya sehingga ribut kalau ada orang 39:54 baca lain. Padahal itu 39:56 bisa ya misalnya doa 40:00 iftitah inni wajjahtu itu kan yang satu 40:03 lagi kan Allah baid itu dua-duanya boleh 40:06 ya ambil. Jadi inilah saya kira yang 40:09 pasti kita pahami supaya perbedaan itu 40:11 tidak menjadikan kita berpecah belah 40:14 tapi tetap kita dalam kesatuan. Terima 40:15 kasih. Baik, dari hamba Allah di Jakarta 40:18 Timur kita beralih ke pertanyaan 40:19 lainnya. Dari hamba Allah tidak 40:20 menyebutkan nama tapi dari di Cibubur 40:23 katanya ya. Asalamualaikum 40:24 warahmatullahi wabarakatuh. 40:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:27 wabarakatuh. Ustaz batasan perbedaan 40:29 dalam umat Islam itu seperti apa, Ustaz? 40:32 Saya buka di surat yang Ustaz jelaskan 40:33 ada kalimat tafarqu dan wakhtalafu. Di 40:36 terjemahan saya baca berpecah bala dan 40:38 berbeda. Bisa dijelaskan kembali, 40:42 Ustaz? Ber apa tadi? katanya berbeda ee 40:46 berbeda dan berpecah belah. Iya. Di di 40:49 surat yang Ustaz jelaskan ada kalimat 40:50 tafarqu dan wakhtalafu. Iya. Tafarrok 40:53 itu kan berpecah belelah. Waktalafu dan 40:56 berbeda pandangan kan ya. Berbeda 40:58 pandangan kemudian menjadikan orang 41:01 pecah belelah dan lain sebagainya itu 41:02 begitu kira-kira ya. Atau bahasa kita 41:04 bisa dikatakan berserebber dan 41:06 macam-macamlah ya. Jadi itu ee 41:09 pemahamannya bahwa ee kita ini jangan 41:13 sampai ee 41:15 bersereh ya, jangan sampai pecah belah 41:19 kemudian jangan sampai juga saling 41:23 berbeda di dalam beberapa hal ya. 41:26 Misalnya pemimpin itu di depan rakyatnya 41:29 jangan sampai menampakkan perbedaannya. 41:33 Ya, inilah yang dipesankan Nabi kepada 41:36 Muadz bin Jabal dan Abu Musa al-Asy'ari 41:40 ketika keduanya di tugaskan sebagai 41:42 gubernur di 41:44 Yaman. Yaman bagian barat, Yaman bagian 41:46 timur waktu itu pembagiannya bukan utara 41:48 selatan. Nah, itu beliau 41:50 mengatakan 41:52 tahtalifa. Bersepakatlah kamu berdua dan 41:55 jangan berbeda, jangan bersilang 41:57 sengketa. Jadi kalau ada perbedaan 41:59 antara pemimpin jangan diangkat ke 42:01 masyarakat umum. 42:03 itu nanti akan menyulitkan mereka. Nah, 42:05 untuk itulah maka dijelaskan tadi ya 42:09 jangan berbeda berbeda pandangan atau 42:12 dalam ee dalam beberapa hal yang akan 42:14 menyulitkan rakyat. Tapi kalau hal 42:17 seperti tadi yang kita sebutkan 42:18 perbedaan-perbedaan dalam memahami ag 42:20 teks-teks Quran dan sunah itu enggak 42:22 bisa dihindari ya mesti ada. Ya, 42:24 demikian terima kasih untuk untuk 42:26 batasannya, Ustaz. Batasan dalam 42:27 perbedaan umat Islam ee dalam hal 42:30 furuiyah ya. furyah itu enggak 42:33 apa-apa. Misalnya tadi 42:36 disebutkan ee qunut subuh ya silakanlah 42:41 yang qunut silakan, yang enggak silakan 42:43 yang penting salat subuh kan itu loh. 42:46 Jadi yang penting salat subuhnya itu. 42:49 Nah, kemudian apalagi tadi beda 42:51 contohnya itu disebutkan di situ tadi 42:53 selain salat subuh ee yasinan. Yasinan. 42:58 Nah, itu itu kan 43:01 pemahaman ya. Pemahaman. Sekarang kalau 43:03 orang baca 43:05 Quran boleh enggak kita 43:09 mengudah? Loh, ya boleh. Nah, Yasin 43:12 Quran bukan Quran. Kenapa enggak boleh? 43:15 Nah, ituah contohnya ya. Nah, itu 43:17 perbedaan-perbedaan begitu. Baca Yasin. 43:20 Ada yang mau baca Yasin, mau baca 43:22 Al-Ikhlas, mau baca apapun yang namanya 43:24 Quran, 43:25 baik. Kenapa dilarang? Nah, itu kan 43:28 begitu. Jadi, itulah pemahamannya itu ya 43:30 itu yang seperti itu enggak apa-apa 43:31 perbedaan ya jangan jangan diperbesarlah 43:34 seperti tadi meng batalnya wudu ya 43:37 jangan dipersulit silakan jalan untuk 43:39 keyakinan masing-masing ya. Saya kira 43:41 demikian terima kasih. Baik kita beralih 43:43 ke pertanyaan lainnya dari Ramdani di 43:46 Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi 43:48 wabarakatuh. Waalaikumsalam 43:49 warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz ingin 43:51 menanyakan tentang akhir zaman. Di akhir 43:53 zaman ini banyak yang munafik, Ustaz. 43:56 Ya, terutama ada ulama yang dibenci dan 43:58 ada ulama yang dicintai sebagiannya. Di 44:01 akhir zaman ini Islam memang harus ulama 44:02 dibenci siapa? Apa tadi? Ulama yang 44:04 dibenci dan ulama yang dicintai 44:07 sebagiannya. Iya. Di akhir zaman ini 44:09 Islam memang harus amar makruf nahi 44:10 mungkar. Apakah itu baik? 44:15 Harus. Amar-amar nahi 44:17 mungkar kapan pun harus ya. Kalau tidak 44:21 kita akan celaka kalau enggak beramar 44:24 nahi mungkar ya. Nah, mengenai ulama itu 44:27 ada dicintai atau dibenci ya tergantung 44:31 orangnya ya. Ulama kalau dia itu 44:35 benar-benar menyampaikan ajaran agamanya 44:39 juga pasti ada yang membenci. Enggak 44:41 semuanya orang suka. Itulah manusia 44:43 enggak mungkin semua suka semua. Ya, 44:46 maaf. 44:48 Kalau orang yang 44:50 senangnya berbuat maksiat kepada ulama 44:54 pasti benci karena ulama itu melarang 44:55 berbuat maksiat kan begitu. Jadi enggak 44:58 mungkin ada ulama dicintai semua orang 45:00 ya. Ada sebagian yang menyenang 45:02 menyukai, ada yang sebagian yang 45:03 membenci itu biasa hidup ya hidupnya 45:06 manusia begitu enggak bisa semua dan 45:09 enggak bisa kita mencari keridaan semua 45:10 orang. Enggak mungkin ya. Paling susah 45:13 itu mencari keridaan orang ya. Lebih 45:16 mudah mencari keridaan Allah daripada 45:17 mencari keridaan manusia. Karena manusia 45:20 macam-macam. Saya ambil 45:23 contoh. Ada orang datang ke masjid 45:28 bersedekah. Pak, saya sedekah masjid 45:31 Rp50.000. Dicela 45:33 itu. Untuk apa itu 45:39 Rp50.000 sudah enggak ada harganya zaman 45:42 sekarang. Sudah begitu. 45:48 Lewat 1 jam ada orang datang ke 45:51 masjid. Dia mengatakan, "Pak, ini 45:54 alhamdulillah saya dapat rezeki. Saya 45:56 mau bantu masjid ini 2 juta." Apa 45:58 katanya dia? Oh, sombong dia. Pamer, 46:01 pencitraan dia. Ah, mana yang enggak 46:03 dicela orang sama itu ya? Jadi susah 46:05 kalau kita mengikuti manusia ya. Kita 46:08 mencari keridaan Allah lebih mudah. 46:10 Jelas kalau ini diridai, ini enggak. Itu 46:12 jelas keridaan Allah. Saya kira 46:14 demikian. Maka 46:16 tegaskan 46:18 ridasiun laudrok. Keriduan manusia itu 46:21 suatu tujuan yang tidak mungkin dicapai. 46:23 Terima kasih. Baik untuk menjadi 46:25 pertanyaan terakhir dari hamba Allah di 46:26 Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi 46:28 wabarakatuh. Waalaikumsalam 46:30 warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, 46:31 bagaimana proyeksi hidup berjamaah di 46:34 akhir zaman ini? Ya, singkat, Ustaz. ya, 46:37 hidup berjamaah dalam kehidupan kita 46:39 sekarang ini ya sebetulnya semakin 46:42 mudah karena komunikasi semakin 46:45 mudah ya. Kita bisa lakukan 46:50 aktivitas-aktivitas ya dengan cara yang 46:53 baik, mudah 46:56 komunikasinya. Banyak sekarang ee apa 46:59 namanya sarana untuk komunikasi dan itu 47:02 lebih mudah. Dan demikian 47:04 juga segala hal semakin mudah. Kita 47:08 mengirim uang, transfer uang, kita 47:11 belanja. Dulu kan kalau kita belanja 47:12 mesti datang ke pasar atau ke toko. 47:16 Sekarang bisa melalui online dikirim 47:20 langsung ke 47:21 kita. Ya, lebih mudah sekarang ini. Nah, 47:24 orang kadang-kadang mengeluh, oh kok 47:26 dagangan kita kok sepi? Enggak kayak 47:28 dulu. Oh, sekarang orang belanjanya 47:30 bukan kayak dulu lagi. banyak yang 47:32 melalui ya melalui 47:36 online mungkin sudah banyak yang 47:39 melak mengikuti perkembangan itu ya 47:43 teknologi IT ya yang kita sebut 47:46 informasi ya IT teknologi informasi 47:50 akhirnya dia merasa sepi. Padahal 47:52 sebetulnya dagangan tetap ramai, tapi 47:54 orang pembeliannya. Sekarang kita mau 47:56 pesan apa? Bisa melalui itu ya ee 48:03 ojek tinggal telepon dia, kita pesan 48:07 minta dibelikan soto, minta diberikan 48:09 bakso di situ, datang tuh ojek. Ya, 48:12 mudah sekali. Jadi artinya dengan cara 48:14 seperti ini kita semakin mudah untuk ee 48:16 bersatu dan berjamaah ya. Mudah-mudahan 48:19 kita bisa ee memanfaatkan 48:24 kemajuan-kemajuan ee sains, teknologi, 48:27 dan teknologi IT ini untuk bermanfaat 48:29 bagi kita dan untuk kemaslahatan kita 48:31 semua. 48:33 Demikian ya yang kita bisa memberikan 48:36 jawaban. Terima kasih. Baik ee Ustaz, 48:38 kita sudah sampai di pengujung acara. 48:40 Mungkin kesimpulannya dari tema merajut 48:42 ukhuwah islamiah. Monggo, Ustaz. Ya. 48:44 Baik, ikhwan dan akhwat sekalian. dalam 48:46 hal merajut ukhuwah islamiah ini, kita 48:50 harus 48:52 sabar 48:54 ya. Jangan inginnya oh langsung sukses 48:58 enggak bertahap yang dengan 49:01 sabar. Oh ini belum berhasil, masih 49:04 gagal. Ayo kita mulai lagi. 49:06 Terus lihat anak kecil waktu belajar 49:09 jalan, Bapak, 49:11 Ibu-ibu. Berkali-kali dia terjatuh itu 49:13 anak kecil. Dia bangkit lagi, coba lagi 49:16 sampai kemudian jalan lancar. Kalau 49:18 sekali jatuh dia putus asa enggak mau 49:20 coba lagi, ya enggak bisa jalan ya kan. 49:22 Nah, jadi kita dulu belajar sepeda, oh 49:25 susah itu ya. Zaman kita dulu belum ada 49:28 sepeda yang pakai roda kecil itu enggak 49:30 ada gitu. Jatuh lagi jatuh tapi kemudian 49:33 bisa. Nah, itulah kita juga dalam 49:35 merajut ukhuwah islamiah juga begitu ya. 49:38 Enggak bisa instan ya seolah-olah 49:40 langsung. Jadi enggak. kita harus sabar 49:42 bertahap dan berusaha dengan baik. 49:44 Demikian mudah-mudahan kita memperoleh 49:46 bimbingan dan rida dari Allah subhanahu 49:48 wa taala. Amin ya rabbal alamin. Mohon 49:51 maaf. Wasalamualaikum warahmatullahi 49:54 wabarakatuh. Demikian ikhwan akhwat 49:56 tausiah malam kali ini bersama Rais 49:59 Suriah PBNU Ustaz Dr. Zaki Mubarok MA. 50:02 Dan dari kami mengucapkan banyak terima 50:03 kasih Ustaz semoga diberi kesehatan dan 50:05 kelapangan sehingga kita bisa bertemu 50:07 kembali di acara yang mendatang Ustaz. 50:09 Dan tentunya juga terasa terima kasih 50:11 kami ucapkan kepada para penanya di 50:13 malam hari ini seperti Bapak Soekarno 50:15 dari Kelapa Gading, Haji Kasmui, 50:18 kemudian hamba Allah di Jakarta Timur, 50:20 Bapak Ramdani dari Bekasi dan hamba 50:22 Allah lainnya. Eh kami ucapkan banyak 50:24 terima kasih atas ee partisipasinya di 50:26 malam hari ini. Dan akhirnya Iwan Ahwat 50:28 saya yang bertugas Panji Ahmad dan ada 50:32 Kang Fajar di meja e di switcher dan 50:35 Kang Yusuf Subangkit di meja operator. 50:37 Mohon diri kita tutup bersama tausiah 50:39 malam kali ini dengan doa akhir majelis. 50:41 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 50:43 ilahailla ant waubu ilaik. Wabillahi 50:45 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 50:47 warahmatullahi wabarakatuh. 50:58 [Musik] 51:20 [Musik] 51:25 [Musik] 51:36 [Musik] 51:43 Oh 51:44 [Musik] 51:57 [Tepuk tangan] 52:00 [Musik]