Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang saati. Terima kasih masih
- menyimak siaran kami di malam hari ini
- dalam tausiah malam bersama Ustaz Zaki
- Mubarok yang saat ini sedang memberikan
- atau tadi telah kita simak ya sebelum
- jeda kajian mengenai bisikan-bisikan
- rahasia. Ustaz
- menjelaskan ee
- bisikan atau bisik-bisik ya dalam bahasa
- kita yang identik dengan hal-hal yang
- negatif. Ternyata dalam agama juga
- dianjurkan untuk beberapa kondisi, untuk
- beberapa kasus. Dan sekarang kita akan
- lanjutkan ke sesi tanya jawab. Pak
- Ustaz, sebelum saya bacakan pertanyaan
- ikhwan akhwat, tadi, Ustaz menjelaskan
- ee dosa
- itu ee apa yang dirasakan dalam hati
- tidak enak dan juga kita malu atau tidak
- ingin orang melihat. Nah, bagaimana
- dengan orang yang sudah terang-terangan
- melakukan maksiat gitu, Pak Ustaz?
- Bahkan dia tidak malu atau bisa jadi
- bangga ketika menceritakan maksiat yang
- dia lakukan. Iya. Itu bagaimana hatinya,
- Ustaz? Ee bangga itu di luarnya. Hm.
- Dalam hatinya tetap enggak bisa ya.
- Dalam hati kecilnya, dalam hati
- sanubarinya tetap dia enggak dibangga
- itu dipaksakan sebetulnya
- lahiriahnya. Adapun batinnya enggak
- mungkin. Apa karena sudah terlalu
- terbiasa? Iya. Iya. itu bisa akhirnya
- hatinya itu jadi keruh. Oh, bisa juga.
- Tapi sebetulnya kalau dia bicara dari
- hati ke hati tetap enggak mungkin itu.
- He. Ya, kita boleh mengingkari ya, tapi
- hati kita, saya ambil contoh ya. Orang
- bisa
- mengatakan saya tidak percaya pada Tuhan
- ya bisa tapi hatinya enggak bisa. Pasti
- percaya ya.
- Nah, jadi itu itu hanya ee kita ambil
- contoh ee orang dulu waktu saya masih
- mahasiswa itu ada orang-orang yang sok
- modern ya mengatakan tidak percaya pada
- Tuhan kan gitu. Ateis. Nah, akhirnya
- ateis ya. Akhirnya waktu dia lagi
- ceramah berdiri kan pai kursi. Waktu
- kursi ini dia berdiri, kita ambil
- kursinya. Begitu mau jatuh, "Ya Allah,
- ya
- Allah, panggil panggil Allah kan
- refleknya gitu." Nah, iya dia panggil
- artinya berarti kan bohong itu. Jadi
- sanubarinya sebenarnya enggak itu enggak
- betul. Jadi ateis itu sebetulnya enggak
- ada ya. Yang ada itu orang mesti ada
- perasaan keyakinan pada Tuhan tapi ada
- yang mengingkari lisannya, lahiriannya.
- Tapi berarti ini enggak mungkin. Saya
- kira gitu. Iya. Baik, kita lanjutkan ke
- pertanyaan yang masuk. Yang pertama dari
- hamba Allah
- di Jadinegara. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Ustaz, kalau orang
- sedekah terang-terangan tapi dia
- dianggap ria atau orang menjadi salah
- paham, bagaimana yang seperti ini? Ya,
- kalau kita sedekah terang-terangan, yang
- penting kita punya niat untuk memberikan
- contoh. Nah, kalau orang menganggap kita
- ri apa itu urusan pribadi mereka. Tapi
- kita enggak. Dan itu enggak boleh kita
- berhenti jalan terus. Cuma kalau kita
- mengikuti apa kata orang capek kita.
- Saya akan pernah ceritakan itu. Ada
- seorang ayah dengan seorang anak,
- anaknya umur 11 tahun
- kira-kira
- berjalan membawa seekor
- keledai ya. A kemudian anaknya dinaikkan
- di keledai
- itu. Berjalan baru 100 m. Orang
- berkomentar, "Oh, dasar anak enggak tahu
- sopan tuh ayahnya yang tua jalan kok dia
- duduk di atas kelar desa lah kan."
- Akhirnya turun anaknya, ayahnya yang
- naik. Orang komentar lagi, "Dasar orang
- tua enggak tahu diri katanya. Anaknya
- jalan dia salah lagi. Akhirnya naik
- dua-duanya." "Oh, orang enggak tahu
- berika hewanan." Katanya hewan kecil
- naiki dua orang sampai sempoyongan.
- Salah lagi. Semua salah. Ya, terakhir
- sekali orang tua itu kemudian ambil
- bambu ya dipikul tuh kelede berdua
- karena salah terus orang komentar lagi
- dasar orang otaknya enggak waras katanya
- kel bisa nah jadi kita kita itu orang
- capek maka innama azanallah bil islam
- fama ubali bimaqatinas itu kata Umar bin
- Khattab aku dimuliakan dibesarkan dengan
- ajaran Islam aku tidak akan acu apa kata
- manusia nah itu tadi
- Niat kita lillahi taala, niat kita untuk
- contoh jalan terus. Orang A bilang B
- enggak ada masalah ya. Baik, semoga
- terjawab.
- Kemudian ini jadi tidak menyebutkan
- nama. Asalamualaikum Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Salah satu berbisik-bisik
- juga adalah menasehhati pemimpin yang
- zalim ya dengan cara diam-diam. Tapi
- bagaimana cara melakukannya di zaman
- seperti sekarang ini, Pak Ustaz? Ya,
- cara melakukannya adalah dengan kita
- memberikan
- contoh-contoh.
- Misalnya kita berbicara melalui medsos
- atau melalui apa ya tentang
- pemimpin-pemimpin masa
- lalu, tentang pemimpin-pemimpin yang
- baik, tentang pemimpin-pemimpin yang
- zalim.
- dalam
- sejarah-sejarah Al-Qur'an atau sejarah
- umum kan kita
- jumpain. Nah, itu dengan sendiri nanti
- orang itu akan teras, "Oh, kalau gitu
- saya tergolong ini nih." Nah, gitu loh.
- Ya. Jadi akhirnya dia akan berusaha
- lebih baik. Nah, itu cara-cara yang
- terbaik untuk memberikan nasihat kepada
- ee para penguasa ya dengan jalan seperti
- itu. Jadi, tidak kita tidak langsung
- menggurui mereka, enggak. N kita kasih
- contoh ini begini loh dulu ini ada Nabi
- Sulaiman itu begini ya kita dan kita
- enggak perlu cerita ke dia, cerita ke
- orang lain tapi dia dengar gitu ya kan
- bisa sekarang kan gitu kita tulis di
- medsos nanti dia baca kemudian kita
- cerita tentang Firaun ya tentang Qarun
- tentang Haman, tentang Namrud kan gitu
- kan itu kan ee dengan kisah-kisah
- seperti itu yang kita petik dari
- Al-Qur'an ya atau kitab-kitab sejarah
- itu akan sangat
- ee
- bisa memberikan nasihat kepada para
- pemimpin-pemimpin yang mungkin dia
- keras, mungkin dia zalim, dan lain-lain
- itu bisa diberikan dengan cara begitu.
- Demikian, terima kasih. Kalau sekarang
- ini kan kita melihat banyak orang
- melakukan demo, Pak Ustaz, I. Nah,
- apakah boleh dan batasannya sampai mana
- gitu, Pak Ustaz? Demo itu ya boleh asal
- tidak
- sampai merusak. Ya boleh tapi teratur
- sekedar menyampaikan pandangan begini
- loh. Jangan sampai merusak. Sama sekali
- kalau merusak enggak boleh ya. Merusak
- sampai terjadi kerusuhan apa. Oh itu
- bahaya. Jangan ya. Jadi kita boleh
- berdemo tetapi dengan cara yang santun
- ya. H hanya untuk mengungkapkan bahwa
- ini enggak baik atau ini baik itu
- seterusnya. Saya kira begitu. Baik.
- Terima kasih. Yang anarki itu. Iya, yang
- boleh, Pak Ustaz. Ya, jangan sama
- sekali. Kita ke SMS lainnya dari Bapak
- Ramli. Asalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Apabila Allah memberikan
- kenikmatan kepada hambanya, maka Allah
- suka agar kenikmatan itu tampak pada
- diri hambanya. Hadis riwayat Tabrani. I,
- mohon pencerahan maknanya, Pak Ustaz.
- Ya, maksudnya di situ kalau kita
- memperoleh nikmat
- itu kita harus tahaddus bin nikmat.
- menceritakan nikmat Tuhan
- itu bukan cuma dengan lisan kita, tapi
- dengan perilaku
- kita kan. Kata Al-Qur'an, "Wa amma
- binikmati bika
- fahaddis." Adapun terhadap nikmat
- Tuhanmu maka ceritakanlah. Nah, jadi
- kita baik bercerita menjelaskan tentang
- nikmat Allah.
- Alhamdulillah saya ini dapat mendidik
- anak-anak saya menjadi ini bisa selesai
- ini, selesai ini. Itu kita itu dalam
- rangka bersyukur k Allah. Nah, ini
- nikmat ini kita ungkapkan kepada umat.
- Tujuannya juga supaya menjadi pelajaran
- ya bagi orang lain dan bagi teman-teman
- kita ya. bahwa misalnya bagaimana kita
- membesarkan anak-anak kita supaya dia
- menjadi anak-anak yang saleh, supaya dia
- menjadi anak yang berkualitas. Itu kan
- suatu hal yang sangat ee terpuji ya
- dalam ajaran agama. Dan itu ee kita
- jelaskan ini semua adalah karena karunia
- Allah. Nikmat dari Allah, karunia Allah.
- Maka kita patut
- bersyukur. Kata Al-Qur'an, "Lain
- syakartum
- laazidannakumin kafartum innazabiid."
- Jika kalian bersyukur maka aku pasti
- akan
- tambahkan karunia nikmatku padamu. Tapi
- jika kalian mengingkari nikmatku maka
- ketahuilah azabku sangat pedih.
- Yaitutkan dalam Al-Qur'an. Jadi itulah
- wa amma binikmati bika fahaddis. Adapun
- terhadap nikmat Tuhanmu ceritakan
- menceritakannya ya selain dengan lisan
- kita pakai pakaian yang layak, pakaian
- yang bagus. Tujuannya itu untuk
- menceritakan nikmat Allah ini loh. Saya
- dapat nikmat Allah seperti ini.
- Berpakaian bagus tujuannya itu bukan
- merupakan bagus untuk pamer bukan atau
- untuk kesombongan bukan. Tapi kita untuk
- menceritakan nikmat Allah kepada orang
- lain secara perilaku kita dalam dalam ee
- dalam praktik kehidupan. Ya, begitu.
- Demikian. Terima kasih. Baik, semoga
- terjawab Bapak Ramli. Ee kemudian SMS
- berikutnya
- dari dari hamba Allah di Jakarta
- Selatan. Asalamualaikum, Ustaz.
- Waalaikumsalam. Kenapa pada umumnya kita
- berakhlak baik kepada orang yang tidak
- ada masalah dengan kita? Ee tapi kita
- tidak berakhlak baik kepada orang yang
- telah mengecewakan kita.
- Ya, itu memang umumnya begitu ya. Tapi
- kalau kita mau menjadi orang yang baik
- ya menurut agama ya kepada siapap pun
- harus berakhlak baik
- ya. Jadi bahkan dikatakan oleh hadis
- Nabi, waahsin ila man asaa ilaik. Kata
- Nabi, "Berbuat baiklah kamu kepada orang
- berbuat buruk padamu." Itu jelas sekali
- ya. Ee kemudian dalam kalimat lain itu
- yang serupa ini ya banyak ya. Ya. Jadi
- ee kita harus berbuat baik pada orang
- yang berbuat buruk pada kita. Kemudian
- wa haramani kata Nabi, "Hendaklah aku
- memberikan bantuan-bantuan kepada orang
- yang
- membenciku." Itu kan kalau kita lihat
- kan kok berat banget. Enggak, enggak
- berat kalau kita berlatih. Ya, kenapa?
- Saya ambil contoh saya di hidup di satu
- masyarakat itu enggak semuanya simpati
- pada saya dan enggak semuanya benci. H.
- Saya ambil contoh yang simpati
- [Musik]
- 70% yang simpati pada saya 30% antipati
- kan. Nah, dan kita sering memberikan
- bantuan-bantuan kepada mereka yang
- membenci kita. Lama-kelamaan bergeser
- ini dari 70 yang simpati pada kita bisa
- menjadi
- 85 karena kita lakukan itu. Nah, itu
- jadi kalimat-kalimat yang dibimbing oleh
- Nabi itu luar biasa kalau kita ee
- menyadari lebih jauh ya. Jadi
- memahaminya jangan secara kulitnya tapi
- sampai ke dalam. Nah, itu maka ee dalam
- Al-Qur'an juga banyak kita jumpai ya. Wa
- ibadur rahmanilladzina yamsyuna alal
- ardhi hauna waidza khatabahumul jahiluna
- qu salam.
- Dan hamba-hamba Allah yang maha rahman
- yang diridai
- olehnya adalah mereka yang melangkahkan
- kakinya di atas
- bumi dengan rendah
- hati ya tidak dengan
- keangkuhan. Bahkan sekiranya orang-orang
- jahil itu mencerca mereka, menghina
- mereka, dia tidak kembali dengan
- sercaan. Qulu salama. Dia menyampaikan
- kalimat-kalimat yang kedamaian.
- keselamatan yang luhur. Kalau kita
- dihina oleh orang yang tidak
- berakhlak, oleh orang-orang yang tidak
- terdidik,
- ya dihina kita kembali hinaan lagi.
- Tingkatan kita sama dengan orang itu.
- Maaf, misalnya orang ketemu saya, "Dasar
- Pak Zaki, kamu itu kerbo ya." Saya
- katakan kalau kamu sapi, saya dengan
- orang itu sama. Iya
- kan? Sama tingatannya. Tapi kalau kita
- jawab, "Oh, iya. Kalau kamu memang orang
- baik, kamu orang hebat, langsung dia
- akan merasa, "Oh, betapa buruknya akhlak
- dia." Kalau yang tadi kerbon dengan sapi
- itu besoknya terus lebih jauh lagi
- ada ronde selanjutnya. Bisa ronde
- selanjutnya anjing dengan babi.
- Nauzubillah. Tapi kalau kita jawab, "Oh,
- iya. Kalau Anda orang baik, Anda orang
- jujur, langsung terpukul dia. Oh, betapa
- buruknya akhlak dia. Dia akan berhenti.
- Kalau orangnya normal, kalau enggak
- normal mualaf. Tapi kalau normal pasti
- dia akan berhenti dari mencerca orang
- lain. Ya, itu saya kira begitu. H baik.
- Ee pemahaman mengenai berbuat baik
- kepada orang yang buruk kepada kita.
- Iya. Ini sangat pas kayak kita di
- Indonesia, Pak Ustaz. Nah, bagaimana
- dengan negara-negara yang kita lihat
- banyak konflik? Contoh yang paling
- sering kita dengar misalnya ada di
- Yaman, Suriah atau bahkan
- Palestina
- ee mengaplikasikan akhlak itu apakah
- bisa, Pak Ustaz atau tidak pada
- tempatnya itu justru
- ya itu kan harus kita terapkan pada
- situasi dan kondisi yang pas ya. Nah,
- kalau permusuhan yang sifatnya itu
- adalah ee mereka
- itu enggak akan semakin baik ya dengan
- kekerasan penyerangan ya kita itu harus
- lawan dengan kekerasan juga ya. Tapi
- kalau kita harapkan dia bisa baik atau
- itu juga bisa kita lakukan misalnya
- dengan melakukan ee
- pendekatan-pendekatan yang lebih anu ya
- lebih
- manusiawi sehingga mereka sadar gitu.
- bisa juga. Itu kan soalnya manusia itu
- sebetulnya siapapun kan manusia. Nah,
- kalau kita sentuh perasaan kalbunya
- pasti dia akan berubah sebetulnya. Dan
- kemudian kita juga harus ya maaf ya bisa
- mengukur
- diri. Kalau kita enggak bisa lawan,
- jangan
- dilawan. Ya enggak jangan paksakan diri.
- Kita harus simpul kekuatan dulu. Mengapa
- Rasulullah di Makkah enggak pernah
- melawan? Kalau masih lemah dia punya
- kekuatan belum ada. Kalau melawan habis
- di
- situ ya. Hanya berapa orang itu Umar itu
- Hamzah bin Abdul Muthalib itu masuk
- Islamnya nomor 39, Umar nomor 40. Ya
- baru berapa orang kalau beliau itu
- lakukan penyerangan ya Hafiz. Maka
- beliau enggak sampai di Madinah itu pun
- beliau enggak menyerang. Karena diserang
- terpaksa beliau hadapi. Ya gitu. Jadi
- itulah akhlak Rasulullah luar biasa ya.
- Oke. Baik. Kita ke pertanyaan lain ya.
- Ini dari Ibu Dharma di Bekasi.
- Asalamualaikum Pak Ustaz. Adik saya ee
- anaknya rajin puasa sunah dari Senin
- sampai Kamis dan juga puasa Daud. Terus
- katanya dia suka melihat hal-hal yang
- tidak semua orang bisa lihat. Itu
- termasuk apa, Pak Ustaz? Kadang suka
- takut kalau diceritain kat
- ya. Itu e ada beberapa hal ya. Bisa juga
- hanya karena
- sugesti ya. Iya kan? Karena sugesti
- melihat sesuatu yang enggak ada
- sebetulnya bisa terjadi itu ya. yang
- disebut dengan halusinasi atau ilusi.
- Ya, ilusi itu melihat ada sesuatu
- padahal enggak ada apa-apa. Halusinasi
- itu dari suatu benda menjadi bentuk
- benda lain. Pohon kelihatan orang tinggi
- gitu kan. Nah, itu bisa terjadi. Atau
- yang kedua bisa juga mungkin dia dapat
- pengetahuan dari Allah ya yang orang
- lain enggak dapat melalui ilham. bisa
- itu ya yang disebut apa namanya
- pendekatan-pendekatan ee dari Allah
- petunjuk ya yang disebut ilham itu
- diberikan kepada semua makhluknya bukan
- semua manusia makhluk lain juga dapat
- itu ilham. Nah ini bisa terjadi. Tapi
- yang yang saya khawatirkan kalau itu
- hanya hanya itu tadi hanya ilusi. Ilusi
- atau halusinasi ya. Jadi harus hati-hati
- sekali itu ya. Jangan langsung percaya
- dan jangan langsung ditolak ya. itu
- begitu harus kritis kita mengalami hal
- itu. Yang penting jangan mudah
- mempercayai kalau hal itu tidak sesuai
- dengan yakinan kita ya. Saya kira
- demikian terima kasih. Baik, semoga
- terjawab Bu Darma.
- Lalu dari FN pakai inisial nih di
- Singapura ya. Asalamualaikum Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sebagaimana dengan orang
- yang berpendidikan tinggi terkadang
- salah menjalankan ilmu di dalam
- masyarakat. Mungkin karena dia ingin
- dipuji atau bisa juga mengejar kekuasaan
- dengan memutarbalikkan yang benar jadi
- salah, yang salah jadi benar. Mohon
- pencerahannya, Pak Ustaz. Ya. Yaitu saya
- kira orang pintar atau orang berilmu
- yang sesat ya.
- ya
- sesat sehingga dia itu menggunakan
- ilmunya untuk mengejar kehidupan
- duniawi. Semua kan duniawi itu
- kedudukan, pangkat, harta ya. Sayang
- sekali kalau ilmu hanya untuk mencari
- itu ya. Ilmu itu tujuannya sangat
- luhur. Apa? kebahagiaan di dunia dan
- akhirat itu ilmu hasanah fid dunya wa
- hasanah fil akhirah ya. Jadi sangat rugi
- kalau kita punya ilmu lalu kita jual
- hanya dengan kehidupan
- dunia. Jangan. Harus kehidupan akhirat
- diutamakan. Kenapa? Karena hakikat
- kehidupannya di akhirat. Di dunia ini
- kan seperti mimpi ya. Kalau kita sudah
- masuk akhirat, kita hidup di dunia Allah
- mimpi kira-kira gitu ya. Nah, jadi
- itulah yang mesti kita pahami supaya
- ilmu itu mengantarkan kita pada kebaikan
- kita di dunia dan akhirat bukan untuk
- dunia ya tok ya tapi harus dua-duanya.
- Jadi maka doa kita yang paling baik kan
- itu. Rabbana atina fid dunya
- hasanah wafil ardi hasanah waqina
- adzabanar. Itu doa yang paling mencakup
- semua itu ya, Pak. Saya ingin dapat
- berkah. Ya sudah, pokoknya fidunya
- hasanah semua kena ya. Jadi doa yang
- sangat ee padat itu anunya ya. Semua doa
- masuk di situ ya dalam doa tadi. Maka
- disebut kata orang kita itu ngasih
- namanya enak aja, bagus sekali namanya
- sapu jagat. Sapunya saapu semua toh ya.
- Nah, jadi itulah gambaran yang ingin
- kita sampaikan supaya kita ya ee
- betul-betul di dalam hal ee ilmu kita
- itu bermanfaat bagi diri kita dan bagi
- orang lain terutama sekali untuk
- mengejar kehidupan ukhrawi. Terima
- kasih. Baik.
- Kemudian SMS dari seorang suami.
- Asalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Amalan apa untuk menyatukan
- hati dengan istri yang suka melawan
- dengan
- suami? Itu yang pertama harus kita lihat
- dulu penyebabnya apa kan gitu ya. Jadi
- nanti you lihat lagi penyebabnya apa,
- istri marah terus. Itu bisa juga diawali
- dari kesalahan kita atau keliruan kita
- ya. ya. Jadi harus saling introspeksi,
- suaminya introspeksi, istri juga begitu
- ya. Nanti itu akan ketemu, oh ini
- masalahnya begini. Kadang-kadang juga
- kan misalnya tentang
- tabayun, mencari kejelasan itu penting
- ya. Ya. Jadi kalau kita enggak tabayun
- nanti banyak hal-hal yang itu tadi ya.
- Ada prasangka-prasangka yang tidak tepat
- ya. Saya ambil contoh
- misalnya ada seorang anak kelas 1 SD
- umur 7
- tahun. Waktu ayahnya pulang dari kantor
- sore
- hari jam 0.30 sore capek
- macet. Kemudian anaknya itu mengatakan,
- "Pah, tadi siang mama berduaan dengan
- seorang laki-laki." Iya kan? Itu kan
- informasi kan.
- Harus tabayun, jangan langsung marah.
- Oh, memang mama kamu ini enggak bisa
- dipercaya begini begini. Begitu ditanya
- lebih itu dengan siapa, Nak? Berduaan
- itu, Pah. Naik teksi ya kan? Teksi kan
- sopirnya kan laki-laki. Iya kan? Iya.
- Berduaan di mobil kan. Nah, tapi kan
- maksudnya bukan itu. Nah, jadi perlu ada
- tabayyun. Nah, biasanya ini kurang
- tabayun nih antara suami istri ya.
- mencari kejelasan, mencari penerangan
- lebih jauh sehingga tidak terjadi lagi
- itu. Jadi tabayun itu anunya kuncinya
- ya. I terima kasih. Baik dan ini
- terakhir Pak Ustaz ee dari Bapak Ahmad
- di Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz terima
- kasih atas nasihatnya di malam hari ini.
- Sangat bermanfaat. Kami ingin bertanya,
- bagaimana cara menasehati orang tua baik
- dengan cara bisik-bisik dan
- terang-terangan?
- ya ee menasihati orang tua jangan
- langsung nanti pertama dia akan
- tersinggung ya. Yang kedua juga kita
- jangan sampai suul adab atau kata orang
- Arab itu galil adab. Jangan. Jadi kita
- menasi melalui teman orang tua kita. Ah
- atau orang yang lebih tua dari orang tua
- kita atau temannya paling enggaklah ya.
- dari temannya ini loh anu Pak orang tua
- saya tuh begini begini begini nanti
- temannya ini jadi enggak langsung ya itu
- yang paling efektif tapi kalau kita
- langsung kamu ngerti apa ya anak baru
- kemarin kan gitu
- tapi melalui teman dari orang tua atau
- orang yang jadi tokoh masyarakat di situ
- yang berpengaruh kiai misalnya ada kiai
- di situ sepuh ketemu Pak Kiai oleh kiai
- dikasih nasihat ini dipesan
- Nah, ya gitu. Saya kira itu cara yang
- terbaik. Terima kasih. Baik, semoga
- terjawab ya. Dan pertanyaan-pertanyaan
- yang dijawab oleh Ustaz semoga
- memberikan pencerahan dan solusi.
- Sebagai penutup, Pak Ustaz, kesimpulan
- kita di malam hari ini. Silakan.
- Ee ikhwan dan akhwat sekalian, dari
- uraian yang kita kaji malam hari
- ini
- ditegaskan umumnya bisikan rahasia itu
- mengarah kepada hal-hal
- yang
- tersela ya. bisa berkomplot, bisa
- lakukan makar, bisa lakukan kejahatan
- melalui bisikan-bisikan rahasia itu.
- Namun demikian, ada bisikan rahasia yang
- baik menurut
- Al-Qur'an. Ada tiga. Yang pertama untuk
- menggalakkan
- bersedekah. Yang kedua untuk menegakkan
- yang makruf, yang baik-baik, dan yang
- ketiga untuk mendamaikan orang-orang
- yang berselisih. Hanya tiga itu
- selainnya. Selainnya biasanya buruk.
- Demikian mudah-mudahan kita bisa
- memanfaatkan pengetahuan ini menjadi
- suatu ilmu kita dan sekaligus dapat kita
- amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan
- saya mohon maaf apabila ada kekhilafan
- dan kekurangan.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Jazakumullah
- khairan kasiran Pak Ustaz. Terima kasih
- atas nasehatnya di malam hari ini.
- Tausiah dan juga pesan-pesan yang
- disampaikan untuk kita semua. Semoga
- bermanfaat, dapat kita amalkan dan kita
- sampaikan kepada saudara-saudara kita
- yang lain. Dan kita doakan W semoga
- Ustaz Zaki Mubarak selalu diberikan
- kesehatan oleh Allah sehingga bisa terus
- hadir di radio silaturahim.
- Dan atas partisipasi Wah juga kami
- ucapkan terima kasih dan mohon maaf bila
- ada pertanyaan yang tidak sempat terbaca
- karena keterbatasan waktu. Insyaallah
- kita jumpa lagi pekan depan di hari yang
- sama, hari Kamis jam .00 malam bersama
- Dr. K. H. Zaki Mubarok, MA. Dan kami
- yang bertugas juga undur diri. Saya
- Zulfikar, ada Zain, Bang Yusuf, dan
- Atep. Mohon maaf bila ada kesalahan dan
- kekurangan. Subhanakallahumma
- wabihamdika asadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Oh
- [Musik]