Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 Sayyidina Muhammad waa alihi wasbihi 0:09 ajmain. RBI zidni ilma allahumf bima 0:13 alamtani waimni ma yangfoni warzuqni 0:16 ilman yangfoni. Dimancarkan dari jalan 0:19 masjid silaturahim nomor 36 Kalimanggis 0:21 Cibu Bekasi. Radio Silaturahim dan Rasil 0:24 TV untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:27 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:29 Apa kabar Anda di sore hari ini? Terima 0:31 kasih. Masih stay tune terus 0:34 mendengarkan siaran-siaran Rasil. Dan di 0:37 hari Kamis sore ini, senang sekali saya 0:39 Angga Aminuddin dapat kembali hadir 0:42 ikhwan akhwat. Saya ditemani oleh Yusuf 0:45 Subangkit di meja operator. Ada juga ini 0:47 siswa-siswa PKL ya di kameramen. Kami 0:51 hadir dalam acara tausiah sore. Kita 0:53 sudah memasuki hari yang ke-10 0:57 di bulan September 2026 dan kami hadir 0:59 dalam acara tausiah sore edisi hari 1:01 Kamis. Alhamdulillah ikhwan akhwat 1:03 narasumber kita, guru kita telah hadir 1:06 di studio, Ustaz Zain Alhadi. 1:09 Asalamualaikum warahmatullahi 1:10 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 1:11 warahmatullahi wabarakatuh. 1:14 Alhamdulillah, Pak Ustaz ya dapat 1:15 kembali siaran live. 1:17 Iya, alhamdulillah 1:18 Ustaz bisa kembali ke studio bertengah 1:21 bertemu dengan ee pendengar melalui 1:23 udara nih, Pak Ustaz ya. 1:25 Dan kali ini ikhwan akhwat, Ustaz Zin 1:27 akan menyampaikan tausiahnya mengenai 1:30 bahu membahu membina keluarga dan 1:34 bangsa. Nah, itu Pak Ustaz ya. 1:36 Iya. 1:36 Baik, Iman Ahad. Mari kita simak tafadul 1:40 ya Ustaz. 1:40 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 1:43 Alhamdulillah 1:45 wasalatu wassalamu ala sayyidina 1:46 rasulillah wa ala alihi wasohbihi waman 1:50 tabi huda. Asalamualaikum warahmatullahi 1:53 taala wabarakatuh. 1:56 Ya, jadi sumber dari ayat itu Al-Qur'an 2:00 taawanu alal birri wat taqwa. Saling 2:03 bantu-membantu, bahu-membahu dalam 2:06 kebaikan. 2:08 Dalam kebaikan. Jadi sebaliknya kalau 2:10 bahu membahu dalam ke 2:14 keburukan yang tidak baik ya dosa semua 2:16 itu. Kalau ini memang diperintahkan ya 2:18 itu pahala. Jadi sebaliknya bahu-membahu 2:24 perpecahan dan kebencian permusuhan itu 2:29 dosa semua dilarang. 2:32 Kenapa mesti ada bahu-membahu 2:33 gotong-royong berjamaah? Karena manusia 2:37 ini makhluk 2:40 sosial. 2:42 Kita manusia tidak bisa memenuhi 2:45 kebutuhan kita semua seorang diri. Tidak 2:48 bisa 2:49 untuk memakan kita mesti bikin piring, 2:51 bikin sendok, bikit nanam sayur dan 2:54 sebagainya. Tidak bisa. Waktunya tidak 2:57 memungkinkan. Oleh karena itu, karena 2:59 makhluk sosial saling butuh satu sama 3:01 lain. Siapapun dia, orang yang kaya pun 3:06 membutuhkan tenaga orang lain. Misalnya, 3:09 misalnya ee toiletnya rusaklah 3:13 dia enggak mungkin dia bisa memperbaiki 3:15 sendiri. H 3:16 mau enggak mau cari orang yang bisa itu 3:18 dia ada butuh kepada orang lain. Oleh 3:21 karena itu kita di diajarkan dalam 3:24 syariat Islam itu ee berkenalan, 3:28 bersatu, kemudian apa? 3:30 Gotongroyong, bantu-membantu itu dia ya. 3:34 Mulai dari unit kecil dululah, rumah 3:36 tangga, tetangga, RT, s RW, terus 3:40 ke atas. 3:42 Jadi bisa dimulai dari rumah tangga atau 3:44 dari satu RT atau RW terus berkembang 3:49 bisa di per RW bisa bikin apa itu apalah 3:53 yang dibutuhkan masyarakat bersama itu 3:57 bisa ada misalnya kumpulan-kumpulan dana 4:01 untuk 4:03 ada yang perlu meminjam misalnya seperti 4:06 itu supaya tidak kepinjol itu kita 4:09 larang pinjol tapi kita kasih jalan 4:10 keluar gitu itu dan seterusnya 4:13 seterusnya dan seterusnya itu. Dan ini 4:16 memang ajaran yang sangat ee penting 4:18 sekali dalam ajaran syariat Islam itu. 4:22 Nanti ada ayatnya nanti 4:25 bermasyarakat gotong-royong, berukhuwah, 4:28 persaudaraan itu merupakan kemestian. 4:32 Sekarang mungkin karena sudah padat 4:34 penduduk agak agak berubah ya. dulu 4:37 mungkin ya berapa puluh tahun yang lalu 4:39 ya lebih dari masih ada itu di tahun 4:43 60-an 80-an 4:45 orang masyarakat buat membuat rumah 4:47 membangun rumah itu gotongroyong 4:50 satu kampung 4:52 ada perkawinan gotongroyong ada yang 4:54 bawa beras ada yang bawa hasil tanaman 4:58 mereka 4:59 untuk yang melakukan pengaruh perkawinan 5:01 itu sebelum beberapa hari sudah ada yang 5:04 datang bawa ini bawa itu. gitu 5:06 gotongroyong dalam segala hal. Zaman 5:09 dulu ada anaknya mau pergi pesantren ke 5:11 Jawa Timur misalnya dari sini itu 5:13 tetangga-tetangga 5:15 memberi bekal memberi bekal untuk dia 5:18 pesantren di sana itu. Itu budaya 5:22 leluhur kita di sini itu 5:26 bisa kita teruskan mungkin bentuk yang 5:29 beda. Bentuknya karena perbedaan 5:32 perubahan budaya juga ya. tetap di mesti 5:36 diadakan 5:37 gotongroyong, saling bantu-membantu. Itu 5:41 itu kewajiban agama juga. Saling 5:43 menopang, 5:45 menopang usaha, 5:48 ada yang menjual apa kita beli dan 5:50 seterusnya. 5:58 Itu di dalam agama itu hukumnya wajib 6:00 ya. 6:04 Jadi 6:05 tidak mungkin kita belanja saja ya. 6:08 Belanja dengan di satu RW, satu kampung 6:11 itu diutamakan. 6:13 Nanti mau yang tempat lain belakangan. 6:16 Agak mahal dikit, beda sedikit tidak 6:18 apalah. Yang penting ada bahu-membahu, 6:20 tolong-menolong. 6:24 Ini perintah dalam surah Al-Maidah ayat 6:27 2 Al-Qur'an. 6:31 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 6:34 Taawanu alal birri wat taqwa wala 6:38 taawanu alalmi wal udwan. Taawanu dari 6:42 kata istaana. 6:44 Istaana taawun. 6:46 Bantu-membantu. Saling membantu, saling 6:49 menunjang. Saling menopang dalam 6:52 kebaikan. Dalam ketaatan, dalam 6:55 kebaikan. Jadi tidak gotong-royong untuk 6:59 gebukin orang atau bakar ini bakar itu. 7:01 Tidak, tidak, tidak. Itu semua dilarang. 7:03 Jadi boleh mengadakan satu ormas, 7:07 persatuan, apapun namanya 7:09 kumpulan-kumpulan untuk bersama-sama 7:13 saling membantu, saling membangun 7:16 kebaikan. 7:17 Dilarang keras oleh agama. 7:20 Bahu-membahu, tolong-menolong dalam ke 7:23 permusuhan, kebencian, kerusakan. 7:27 itu jadi kalau sadar ya jangan ikut. 7:30 Tapi kalau kebaikan bangun masjid, 7:33 bangun sekolah, membantu rumahnya orang 7:35 mau merubuh atau rusak ramai-ramai di 7:38 satu kampung. Ah itu yang dianjurkan 7:40 memang. 7:43 Jadi enggak dilarang berorganisasi, 7:46 berkoalisi, berkelompok, bermazhab. 7:49 Semua asal dalam kebaikan, 7:53 tidak untuk memecah belah. 7:58 Allah melarang membuat kelompok atau 8:00 partai atau rmas atau koalisi atau 8:02 apapun gunanya untuk melakukan 8:04 kezaliman. Ah, itu dilarang. 8:08 Kalau ikut ya bahu membahu bisa aktif 8:10 ikut aktif. Kalaupun dia tidak aktif 8:13 hanya nunjukkan, menunjukkan juga 8:15 dosanya sama. 8:17 Jadi tidak boleh ikut 8:20 berpartisipasi dalam hal-hal kezaliman, 8:23 permusuhan, perpecahan. 8:25 dalam kebaikan. 8:28 Dalam membuat kebaikan itu kita tidak 8:30 terikat dengan tempat, dengan waktu. Di 8:32 mana saja kalau ada perbuatan baik ya 8:34 kita ikut. 8:38 Saya bisa saja ikut ormas apa gitu loh. 8:40 Ada ormas lain berbuat baik ya ikut. 8:44 Jadi kita tidak diikat oleh ormas, oleh 8:47 ikatan, persatuan atau mazhab. Tidak. 8:50 Lain mazhab, lain ormas dan sebagainya. 8:53 dia berbuat saleh, beramal saleh, 8:54 berbuat baik, kita wajib bantu, wajib 8:57 ikut. 8:58 Jadi tidak sempit kita berada di satu di 9:02 penjara mazhab atau di penjara suku 9:05 atau ormas dan sebagainya. 9:14 [mendengus] Yang dibela kebenaran. 9:19 Kebenaran ada di kita, di kelompok kita, 9:22 ada di kelompok lain. Kalau itu benar, 9:24 ya kita wajib dukung 9:28 dan dilarang 9:31 membantu perbuatan zalim. 9:34 Menunjukkan saja menunjukkan orang 9:36 berbuat zalim, kita berdosa sama seperti 9:39 yang berbuat zalim itu. 9:44 Membela yang salah, ya berarti kita 9:46 salah. 9:47 membela yang berdosa ya kita berdosa. 9:50 Tapi kita membela yang benar, amal saleh 9:53 ya kita dapat pahala besar. 10:05 Kita manusia ini belum cukup hanya 10:09 dengan ilmu. Kita bisa belajar mendapat 10:11 ilmu banyak tapi tidak jaminan 10:15 kita bisa beramal baik. 10:19 Memang dianjurkan untuk berilmu. Harus 10:21 tidak ada ilmu juga tidak bisa berbuat 10:23 amal-amal yang banyak. 10:28 Dalam manusia itu juga diri manusia 10:30 beriman tu banyak kebaikan di situ. Tapi 10:33 untuk melakukan perbuatan baik 10:36 [berdehem] 10:36 mesti mohon kepada Allah 10:40 untuk agar Allah bisa menekan tombol 10:44 kebaikan agar kita dapat melakukannya. 10:46 Artinya izin Allah, bantuan Allah. 10:49 Walaupun ilmu kita, ilmu kita luas 10:51 banget, sangat luas, belum tentu kita 10:54 bisa mengamalkan itu semua. 10:57 dari Allah setiap perbuatan baik sekecil 11:01 apapun atas restu Allah, atas gerakan 11:05 Allah. 11:07 Berarti gimana bisa begitu? Ya memang 11:08 begitu. 11:11 Segala yang baik itu dari Allah. Kita 11:13 disayang sama Allah, dibantu sehingga 11:15 kita mudah berbuat baik. Jadi kalaupun 11:18 kita sudah ilmu tinggi, banyak ilmu, 11:21 belum tentu kita bisa melaksanakan. 11:23 harus minta kepada Allah agar diberi 11:25 hidayah. Ya, itu yang kita minta. 11:27 Ihdinasiratal mustaqim. Itu bukan jalan 11:30 petunjuk. Jalan petunjuk sudah ada. Peta 11:32 jalan ke surga sudah ada. Tapi di situ 11:35 minta dituntun, minta didorong oleh 11:37 Allah 11:39 kita dapat melaksanakan yang baik. Sebab 11:41 kenapa? Karena ada yang ada ranjau, ada 11:44 yang mencegah banyak. Siapa? Khonas. 11:47 Khonas itu selalu membisikkan. 11:49 Kita mau bersedekah, jangan nanti kamu 11:51 miskin. 11:53 selalu dibisikan untuk tidak bisa 11:54 berbuat baik. Nah, di situ kita minta 11:56 bantuan kepada Allah. Allah juga 11:57 perintahkan kita berlindung kepada 11:59 Allah. Auzubirabbinnas. 12:02 Berlindung kepada Allah. Tuhannya 12:04 manusia, pemilik manusia. Malikinnas, 12:07 ilahinnas, Tuhannya manusia. Dari apa? 12:10 Dari kejahatan. Khonas. 12:12 Khonnas itu canggih. 12:15 Pintar. Dia itu tahu kelemahan kita, di 12:17 mana dia bisa bisikan kita dan 12:19 sebagainya. Oh, karena itu bahaya khonas 12:23 itu biar ilmu kita tinggi tidak bisa 12:27 kita mengerjakan kebaikan. Harus ada 12:29 bantuan dari Allah. Allah pun menawarin. 12:32 Nawarin datang padaku. 12:35 Minta perlindungan dari khonas. Di situ 12:37 kita punya musuh berat khonas tapi kita 12:40 tidak menyadari. 12:42 Ketika kita baca juga surah Annas, kita 12:45 tidak menyadari 12:48 bahwa musuh kita mengintai selalu itu 12:51 khannas. 12:53 Mencegah untuk berbuat baik juga 12:54 khannas. Berlindung kepada Allah 12:58 nabarin. Nah, kita berlindunglah 13:01 baca itu. Tapi berlindung tidak cukup 13:02 dengan bacaan ya. Saya sudah beri contoh 13:05 beberapa bulan lalu. Anak ayam tuh hujan 13:09 rintik-rintik tebah besar. Dia 13:11 berlindung ke mana dia berlindung? Di 13:14 bawah sayap ibunya. Hangat tidak kena 13:17 air hujan. Tapi kan dia tidak hanya 13:19 minta perlindungan, membaca minta 13:21 perlindungan, tapi dia praktik. Dia 13:23 masuk ke benteng tuh ke sayap ibunya 13:27 itu. Kita juga begitu. 13:29 Dekati Allah, datang kepada Allah ke 13:32 sejadah situ, ambil wudu, berlindunglah 13:35 di situ. 13:37 Jadi tidak cukup hanya membaca, 13:39 langsung di dipraktikkan langsung kita 13:41 masuk ke benteng Allah minta 13:43 perlindungan dari gangguan, rayuan 13:46 khonnas. Khonnas ini min jinnati wasnas, 13:50 terdiri dari jin dan manusia. 13:56 Nah, ketika kita minta kepada Allah, 13:58 insyaallah Allah beri hidayah, 14:00 ihdinasiratal mustaqim, jalan kebenaran 14:03 kita bisa mengamalkan. Nah, itu dia 14:06 berat ya. Banyak gangguan. Coba boleh 14:08 coba mau salat malam kalau belum belum 14:11 belum biasa itu dihalangi terus 14:14 dibisikan, jangan nanti kurang tidur, 14:16 nanti kantor ngantuk, macam-macamlah. 14:19 Nah, di situ kita berlindung kepada 14:20 Allah, insyaallah bisa lepas itu dan 14:22 kita bisa ambil wudu dan nanti tidak 14:24 ngantuk. Itu di surat almuzamil disebut 14:27 di situ dengan bangun malam tuh kita 14:28 mendapat energi 14:30 siangnya tuh bisa disebut situ inaka fin 14:34 nahari sabhan thwila. Engkau di siang 14:36 hari bekerja keras mencari nafkah. Kalau 14:39 bangun malam Allah kasih tenaga 14:41 tambahan. 14:43 Itu dia. Enggak mungkin di disuruh 14:45 bangun malam tu enggak ada apa-apanya. 14:48 Nabi Muhammad disuruh itu di surat 14:49 Almuzamil karena siang dia mau kerja 14:52 keras, mau dakwah, dapat kekuatan ketika 14:55 malam dia salat tahajud semua kita 14:58 insyaallah gak bisa lama dua rakaat 15:00 cukup bisa 2 * 2 boleh, 2* 3 boleh 15:05 tergantung kemampuan 15:07 insyaallah. 15:14 Jadi yang menggerakkan kita untuk 15:15 berbaik Allah. Jadi semuanya itu harus 15:18 kita 15:20 berhubungan kepada Allah, ingat pada 15:23 Allah dan memohon dibimbing. 15:26 Kalau kita tidak seperti itu berarti 15:28 kita sombong, congkak, 15:30 terlalu percaya diri, berlebihan. 15:35 Boleh percaya diri dalam hal-hal lain. 15:36 Tapi kalau dalam masalah seperti ini, 15:39 kita membutuhkan Allah. 15:42 Semua yang baik didorong oleh Allah. 15:45 Tanpa bantuan Allah sulit. 15:51 Allah yang menggerakkan. Nah, Allah 15:53 gerakkan itu jadilah. Bukan itu saja. 15:56 Kita punya mata bisa memandang 15:58 gerakan tiupan ruh Allah bisa mendengar 16:01 gitu juga. 16:02 Kalau ruhnya dari tiupan ruh Allah sudah 16:04 keluar dari tubuh kita, kita buta tuli. 16:09 Hanya tengkorak badan kita itu 16:13 dihidupkan tubuh kita yang mati ini 16:16 dihidupkan oleh tiupan roh Allah. 16:19 Dihidupkan kita bukan hidup. Yang hidup 16:21 itu Allah. 16:22 Kalau dihidupkan bisa diwafatkan. 16:24 Dihidupkan lagi diwafatkan lagi. 16:29 Siapa yang menghidupkan? Eh dia yang 16:30 hidup. Yang hidup yang bisa 16:32 menghidupkan. 16:34 Kalau yang tidak hidup apa pernah tidak 16:36 hidup tidak musim tidak mungkin bisa 16:38 menghidupkan. 16:41 Dia yang hidup. 16:43 Dia yang menghidupkan segalanya. Semua 16:46 dihidupkan. Pohon pun dihidupkan. Pohon 16:48 punya hayat. 16:51 Ikan punya hayat 16:53 dihidupkan. Nah, yang dihidupkan ini 16:55 semua bisa bertasbih kepada Allah. 16:59 Mengapa itu semua harus ada ketentuan? 17:02 Ya sudahlah dia yang menghidupkan, dia 17:04 yang buat contoh ya. Contoh hukum api 17:07 apa? Hukumnya api itu apa? 17:09 Panas. 17:10 Panas 17:10 membakar. 17:12 Pada sewaktu-waktu bilang, "Hai api, 17:14 jangan manas. Jangan membakar. Jadi AC 17:17 untuk Nabi Ibrahim. 17:20 Dibakar kayu bakarnya banyak, panas. 17:23 Nabi Ibrahim duduk di situ tidak panas, 17:26 tidak hangus. 17:28 Dia duduk situ makan buah. Ada riwayat 17:31 bilang sambil makan buah. Api terus 17:35 penuh. 17:36 Nah, di situ. Karena yang bikin api 17:39 Allah. Dia juga punya hayat. Bisa bisa 17:42 diajak bicara oleh Allah. 17:45 Ya rukuni bardan wasalaman ala Ibrahim. 17:48 Wahai Abi, jadilah Asi yang dingin dan 17:51 menyelamatkan untuk Ibrahim. Surat 17:54 Al-Anbiya ayat 69. 17:57 Jadi takdir Allah itu suka-suka Allah. 18:00 Ditakdirkan dia cabut, dia rubah itu dia 18:03 bebas. Allah tidak terikat dengan 18:05 takdirnya dia sendiri. 18:08 Dia Tuhan dia yang bikin hidup, dia yang 18:12 menghidupkan. Ya suka-suka dialah. 18:15 Nah, kalau kita datang mohon kepada 18:17 Allah rendah hati, "Ya Allah bantu, 18:21 mohon bimbingan." 18:23 itu makanya disuruh baca ihdinasiratal 18:25 mustaqim tuh minimal 17 kali sehari apa 18:29 yang kita minta bukan peta jalan, bukan 18:31 peta itu. Kita minta tuh Allah gerakkan 18:35 hati kita untuk berbuat baik. 18:38 Apa yang kita mau lakukan digerakkan 18:39 jadinya itu itu minta bimbingan setiap 18:43 saat itu minta tuntunan 18:47 itu. Ihdinasiratal mustaqim. 18:50 Kalau jalan ke surga kita sudah apalah 18:53 tahu. 18:55 Tapi bisa menjalankannya itu minta minta 18:57 dorongan dari Allah, takdir dari Allah. 19:02 Jadi kita butuh kepada Allah tuh setiap 19:05 saat 19:07 berdoa yang formal baca seperti ini. Di 19:09 luar itu dalam hati langsung hubungan 19:11 dengan Allah. dalam hati pun boleh 19:14 berdoa. 19:18 Jadi jangan kira takdir Allah tu harga 19:21 mati. Tidak. Semua takdir Allah sendiri 19:24 yang bisa rubah suka-suka dia. Maka itu 19:27 perlu doa. Kalau takdir tidak bisa sudah 19:29 ditakdirkan begitu enggak bisa dirubah 19:31 lagi ya jangan berdoa dong. 19:35 Umur jatah umur semua suka-suka Allah. 19:39 Dia merubah, dia mau itu urusan dia, 19:41 kekuasaan dia. 19:43 Dia maha kuasa dan dia berbuat yang 19:47 penting suka-suka dia. 19:50 Yang selain Allah tidak ada bisa 19:51 suka-suka dia. Kita terikat manusia 19:53 terikat dengan waktu, terikat dengan 19:54 tempat 19:58 banyak. Kalau Allah bebas dia semuanya 20:01 milik dia, kepunyaan dia, dia yang bikin 20:03 malikinnas, ilahinas. 20:06 Nah, di situ kita sangat membutuhkan 20:08 Allah walaupun kita sudah alim sangat 20:11 butuh kepada Allah bimbingannya banyak 20:14 sekali yang kita butuhkan. 20:19 Jadi kadang orang mengatakan ini hukum 20:22 alam tidak ada hukum alam itu. Jangan 20:25 diikutan orang yang tidak beriman. 20:29 Alam itu benda 20:31 tidak bisa menghukum. 20:34 Alam dihukum 20:38 bukan hukum alam yang ada itu hukum 20:40 Allah. 20:42 Karena Allah yang menghukum menetapkan 20:45 alam itu begini. Benda-benda padat berat 20:49 ditakdirkan turun ke bawah. Tidak punya 20:52 kepilih untuk dilempar 20:56 ke atas atau ke samping. Tetap ke bawah. 20:58 Tunduk pada hukum gravitasi. Hukum 20:59 gravitasi Allah yang bikin. Bukan hukum 21:02 alam. 21:06 Api hangus membakar. Kalau Allah cabut 21:08 api jadi AC saja. Jadi AC. 21:12 Ada bukti Nabi Isa. 21:16 Banyak lagi yang lain. 21:18 Nabi Yunus dalam perut ikan bisa makan, 21:22 bisa menghirup udara. 21:29 Nah, itulah yang disebut sunatullah. 21:31 hukum Allah atau sunatullah, ketetapan 21:34 Allah. Jadi sunah itu banyak. Ada sunah 21:38 pahala kalau dikerjakan dengan tidak tu 21:40 sunah. Ada sunah ee banyak macam-macam 21:43 ya. Tapi ada lagi sunatullah itu artinya 21:46 hukum Allah. 22:01 Jadi segala apapun terjadi atas izin 22:04 Allah, atas kehendak Allah. 22:09 Jadi kesimpulan yang ini saja bahwa kita 22:13 tidak bisa lepas ingatan kepada Allah, 22:17 bahwa kita sangat membutuhkan Allah. 22:27 Maka dari itu kita juga tidak tahu siapa 22:32 di antara kita dan orang banyak ini yang 22:35 kalau berkeinginan lalu Allah kabulkan 22:39 banyak. 22:41 Maka dari itu ketika kita berada di 22:43 kumpul masyarakat banyak di masjid atau 22:46 di mana-manalah 22:48 atau ke masjid jangan sekali-kali 22:51 melangkah kita ada di belakang melangkah 22:54 ke depan 22:58 kita singkirkan orang-orang yang duduk 23:00 di masjid itu. Kita mau ke depan 23:02 janganlah. Kita enggak tahu itu di 23:04 antara manusia yang duduk di masjid itu 23:06 kesayangan Allah. mana kita tahu 23:09 tidak bisa dinilai dengan apa yang kita 23:11 lihat kita tidak tahu oleh karena itu 23:14 kita husnuzan hormati semua orang 23:18 hormati semua muslim tidak ada ukuran 23:22 yang salehin ciri-cirinya begini tidak 23:25 ada itu banyak orang tuh saleh banget 23:29 orang-orang biasa banyak 23:33 dia memang ilmunya tidak banyak tapi 23:35 hatinya 23:36 Apa saja dia kaitkan kepada Allah pada 23:38 Allah, ingatannya kepada Allah banyak 23:40 sekali. Setiap saat ingatannya ada. Nah, 23:43 itu orang-orang seperti itu 23:46 banyak orang biasa-biasa tapi dia 23:48 dicintai Allah. 23:51 Nah, oleh karena itu sudahlah semua 23:53 hamba Allah kita hormati. 23:57 Kita gak tahu 24:01 orang-orang yang berzikir setiap saat 24:03 juga banyak. 24:06 Kita enggak tahu pakaiannya biasa. Orang 24:09 awam itu kadang imannya lebih tinggi 24:11 karena dengan husnuzzonnya kepada Allah 24:13 dia tuh cinta pada Allah. 24:17 Nah, yang saleh juga banyak. Ustaz yang 24:20 punya ilmu ya juga orang saleh banyak. 24:22 Semualah kita hormati. 24:27 Nah, kemudian makhluk-makhluk Allah ini 24:29 semuanya itu bersujud. Bersujud kepada 24:32 Allah. Bersujud itu apa? Nyerah. 24:35 nyerahnya itu terpaksa atau memang 24:37 kemauan dia sendiri. Nah, yang disayang 24:39 Allah yang kemauan dia sendiri. 24:46 Surat Al-Haj ayat 18 itu alam taro 24:49 anallaha. Kamu tahu enggak bahwa 24:52 semuanya itu bersujud kepada Allah? 24:55 apapun yang ada di beberapa langit yang 24:57 ada di perut bumi, di dataran, di di 25:00 permukaan bumi, di dalam bumi, semua 25:03 matahari isi matahari, isi bulan, 25:05 bintang-bintang, gunung-gunung, pohon 25:08 setiap lembar tahun, daun, satu lembar 25:10 daun itu mungkin ada berapa miliar 25:12 makhluk kecil-kecil 25:14 semua itu bersujud kepada Allah, 25:17 memuji Allah, 25:19 manusia semua. Makanya ketika orang tu 25:22 berzikir memuji Allah, dia mengikuti 25:24 satu irama. Irama alam 25:28 yang membesarkan Allah. 25:33 Itulah pada Allah sujud semua. 25:36 Kalau gak nakal-nakal itu enggak sujud 25:38 pada Allah, tidak mungkin. Tidak mungkin 25:43 pohon jeruk berbuah jeruk. 25:47 Bagaimana itu bisa berbuah jeruk? 25:49 Dibungkus ada kulitnya. 25:51 Di dalam batang kayu itu ada pabrik 25:54 bikin jeruk. 25:57 Nah, itu semua 26:00 buatan Allah. Nah, situ kita zikir lihat 26:04 jeruk mau ditelan jeruknya dimakan. 26:06 Ingat yang bikin dong 26:09 ada asemnya dikit, manisnya banyak. 26:13 Emang di batang kayu situ ada gula, 26:17 ada tangan-tangan. 26:21 Kenapa ditaruh biji? 26:23 Ah, itu Allah yang rahman, Rahim. 26:25 Makanlah jeruk ini itu ada bijinya. 26:27 Lempar saja ke bumi. Lempar saja nanti 26:30 aku tumbuhkan. Bukan kau yang 26:32 menumbuhkan, aku yang menumbuhkan. Kata 26:33 Allah begitu. 26:36 Apa kita waktu ikat jeruk terus makan 26:37 jeruk enggak ingat, enggak ingat, enggak 26:39 sadar 26:41 dari mana jeruk itu. 26:44 Siapa yang buat? 26:52 Semua sujud itu nurut bukan jeruk nurut. 26:55 Disuruh bikin jeruk dia bikin. 26:59 Suruh bikin kelapa bikin. 27:03 Sujud kepada Allah. Arti sujud itu 27:05 termasuk nyerah pasrah kepada Allah. 27:08 Memuj luas. 27:12 Ada sujud takwiniah, sujud kauniah itu 27:15 penghormatan. 27:18 Penerimaan penuh seluruh takdir Allah 27:20 dan hormat kepada Allah. 27:24 Itu lebah. 27:26 Lebah bikin apa itu? Saya pernah nulis 27:29 itu. Pabrik. Pabrik terbang. 27:32 Pabrik berproduksi. 27:35 Ada pabrik terbang 27:37 tidak di permukaan tanah. Sambil terbang 27:40 dia berproduksi membuat madu. Itu lebah. 27:48 Bagaimana bisa terjadi begitu saja? 27:49 Terpikir dong. Itu lebah itu sujud 27:53 kepada Allah disuruh bikin madu. Dia 27:55 taat. 27:59 Kalau di perut lebah itu madunya berapa 28:02 tetes? Kok bisa jadi berkilo-kilu, 28:05 bertahon-tonhon? Ada berapa triliun itu 28:08 lebahnya? 28:13 Lebah berbanyak itu berteriun semua taat 28:17 mencari 28:19 bunga-bunga ya 28:22 bahan untuk buat madu 28:25 apa manusia terus telan madu enak-enak 28:28 gitu aja 28:29 kan punya akal itu akal untuk apa madu 28:34 di lidah di ujung lidah itu ada saraf 28:36 rasa dia lapor ke sini di di belah 28:41 belakang tengkuk kita itu lapor ke situ. 28:43 Dari situ lapor lagi ke pikiran kita. 28:45 Ini manis madu ini bakunya. Terus 28:48 otaknya beriman apa tidak? Kalau otaknya 28:50 beriman ngap ucapkan terima kasih pada 28:53 Allah. Alhamdulillah. Nah itu 28:58 bisa begitu minta kepada Allah. Minta 29:01 menjadi hamba yang begitu yang saleh, 29:03 yang tahu diri yang mengenal Tuhannya. 29:09 Makan madu tahu dia siapa yang bikinin. 29:11 Makan jeruk tahu dia siapa yang buatin. 29:15 Otaknya benar. 29:19 Itu yang disebut di Quran. Di Quran apa? 29:20 La taqilun. 29:22 Kenapa tidak berpikir? 29:27 Itu sujud. 29:29 Kita juga kita makan madu tadi atau 29:32 jeruk terus kita ingat Allah yang bikin 29:34 seperti ini. Sujud kita sudah itu sudah 29:36 mengakui, "Ya Allah, kau jangan buat 29:37 ini. Terima kasih ya Allah." Itu sudah 29:40 jadi macam-macam sujud. 29:43 Arti sujud itu ya memuja Allah, hormat, 29:45 nurut, 29:48 nyerah, pasrah. 29:53 Aneh kan kalau orang makan jeruk tapi 29:55 lidahnya memberi laporan ini jeruk 29:57 manis. 29:59 tidak berpikir siapa yang buat. 30:11 Nah, bisa ingat Allah itu juga Allah 30:14 yang gerakkan. Astagfirullah, 30:15 subhanallah. 30:17 Kalau Allah gerakkan kita bisa ingat 30:19 seperti itu. Berarti Allah sayang kita 30:23 supaya kita dekat kepadanya. 30:26 Apa 30:29 enggak aneh kalau manusia makan jeruk 30:31 terus minum lagi apa itu madu, makan 30:34 ini, makan itu. Enak-enak terus, 30:35 enak-enak terus. Kita gak berpikir siapa 30:39 yang bikin. Aneh. 30:44 Kalau belajar punya ilmu banyak, ke mana 30:47 itu ilmu? 30:54 Semua kita sujud kepada Allah. 30:56 tumbuh-tumbuhan sujud semua sujud. Kita 30:58 sujud formalnya tuh waktu salat sujud di 31:00 luar itu sujud. Sujud pikiran, sujud 31:03 perasaan 31:04 raga enggak ikut. Tapi kalau lagi salat 31:06 raga ikut bisa juga raga ikut. Raga 31:08 hanya memperagakan yang sujud pikiran 31:11 dan perasaan. 31:13 Namanya juga raga memperagakan. 31:18 Memperagakan kita letakkan dahi di 31:20 tanah. Kenapa? Sadar 31:25 engkau Tuhanku, engkau segalanya. 31:30 Sifatnya penyayang. 31:32 Penyayang. 31:34 Allah penyayang. 31:38 Ya, itu dibuat segala macam 31:42 penyayang. 31:47 Nah, kalau sudah seperti itu, kenapa 31:50 seperti itu? Kan kita sudah jual diri 31:52 kita kepada Allah minggu lalu surat 31:56 Arraad surat apa itu lupa saya itu 31:59 at-Taubah ya 111 32:03 kalau mau jual ke mana semua orang ini 32:05 jual dirinya 32:07 ada yang dijual tukar benda, tukar ini, 32:09 macam-macam mereka ambil semua. Tapi 32:11 mereka itu sebenarnya menjual diri 32:14 kepada siapa? Kepada yang dia besarkan, 32:16 yang diharapkan. 32:19 Nah, yang benar jualah diri kepada 32:20 Allah. Kenapa? Karena Allah tidak butuh 32:22 apa-apa. Dia bayarnya pakai apa? Pakai 32:25 surga untuk hidup selamanya. 32:28 Orang yang menghamba kepada konglomerat 32:30 misalnya dapat uang, dapat apa segala 32:33 macam. Berapa lama? Sementara ketika di 32:36 dunia itu selesai 32:38 dan kecil itu 32:41 dan dia butuh tenaga kita. 32:44 Allah tidak butuh apa-apa dari kita. Dia 32:46 hanya memberi, menyayangi. 32:49 Juallah diri kepada Allah, bayar surga. 32:51 Masa enggak mau surga? 33:02 Jadi sujud itu 33:05 yang pakai raga itu dahi, tanah dan 33:08 seterusnya. Tapi di luar itu cuma kita 33:10 sujud, nurut, 33:14 menyerahkan diri. Sudah. 33:16 rida. Mau diapain aja sama Allah sudah 33:18 rida? 33:20 Sudah ada sakit ya. Alhamdulillah ada 33:22 baik yang kita tidak tahu. 33:32 Jadi yang punya ruh, yang diberi ruh 33:34 oleh Allah hanya manusia kita. diberi 33:36 ruh, diberi akal, punya hak pilih, bisa 33:40 memilih, mau menempuh jalan siratal 33:42 mustaqim apa mau jalan dolin apa mau 33:45 jalan maghdub, pilih sendiri. 33:50 Kalau dolin magdub ujungnya ke mana itu? 33:53 Akhirnya ke neraka itu surga jalan 33:56 siratal mustaqim. 33:58 E nanti di akhirat ada jembatan siratul 34:02 mustaqim, Ustaz. Iya ada siratul 34:05 mustaqim kita yang bikin di sini. Allah 34:07 suruh bikin. 34:09 Kalau kita istikamah itu mustaqim, 34:11 lurus. Hidup lurus, jujur, mustaqim. 34:15 Nanti di akhirat betul memang lewat 34:18 siratul mustaqim tapi jembatannya lain. 34:21 Bunga-bunga indah harum 34:26 menuju ke surga kan. Masa jarang ke 34:29 surga rusak ya enggaklah. 34:31 Nah, itu siratnya sana. Bikin siratnya 34:34 di sini. Kita jujur di sini hidup 34:36 beribadah dekati Allah. Nanti siratul 34:38 mustaqim kita di sana menyenangkan. 34:46 Kita lanjut. Jadi semua bertasbih ya. 34:49 Surah Al-Hadid ayat 6 ini. Surah 34:53 Al-Hadid ayat 6 ini dari 1 sampai 6. 34:56 Dari ayat 1 sampai 6 itu masalah tauhid, 35:00 keimanan. Indah sekali. 35:02 Dan ulama banyak menganjurkan 35:05 kita baca surat ini tiap hari boleh enam 35:07 ayat saja. 35:09 Hafalah baca nanti hafal sendiri. 35:12 Sekarang tulis saja di kertas tiap hari 35:14 baca. Habis salat baca. Habis nanti 35:17 hafal sendiri. Itu ini ayat luar biasa 35:19 namanya Al-Hadid besi. 35:23 Apa itu? 35:25 Ini ayat luar biasa. 35:29 Dan berapa puluh tahun yang lalu sudah 35:31 sudah saya sampaikan di rasil ini bahwa 35:34 banyak ulama-ulama besar 35:37 dia baca ayat ini setiap hari dari ayat 35:40 1 sampai 6. Sabbaha lillahi ma fis 35:43 samawati wal ard. Bertasbih kepada Allah 35:47 semua isi beberapa langit dan bumi. 35:49 Dialah Allah yang maha mulia dan maha 35:52 bijak. Ayat satu itu ya. Ayat dunya. 35:55 Lahu mulkus samawati wal ard. miliknya, 35:58 kepunyaannya 36:00 beberapa langit berikut isinya, bumi 36:03 berikut isinya. Yuhyi wa yumit. Dia yang 36:05 menghidupkan, dia mematikan. Dia 36:07 menghidupkan, dia mewafatkan. Dia Allah 36:10 tidak ada yang lain. Siapa mau ngaku 36:13 jadi Tuhan, jadi orang besar, mati juga. 36:15 Tunggu aja saatnya mati dan dimatikan 36:19 oleh Allah. 36:20 Lemah manusia ini. Kita bukan Tuhan 36:22 siapapun dia. 36:24 Maka itu enggak boleh sombong di dunia 36:26 ini. Sadar diri dong akan dimatikan. 36:31 Wahua ala kul qir dan Allah mampu 36:34 melakukan apa saja. 36:37 Nah ini mengenal Allah. Beginilah dia 36:39 tuh menguasai seluruh apa yang ada. 36:42 Beying. Segala apa yang ada itu milik 36:45 Allah, kepunyaan Allah dan dia yang 36:47 atur. 36:53 Wal awalu dia yang tidak berawal. 36:58 Wal akhiru tidak berakhir. Kalau yang 37:00 terakhir bukan terakhir maksudnya akhir 37:02 itu tidak berakhir. 37:05 Akhir itu tidak berakhir. 37:07 Awal itu tidak bermula. 37:12 yang bermula kita dan berakhir kita. 37:19 Wal batinu wazzahiru. Zahir apanya? Yang 37:22 zahir ciptaannya. Allah tuh kelihatan 37:25 tampak bisa kita apanya kelihatan 37:27 ciptaannya. 37:29 Kita ngajak di cermin 37:32 lihat diri kita itu. 37:34 Kita kan enggak bikin diri kita kan. 37:36 Nah, kalau gitu cari siapa yang bikin. 37:40 Beda kita dengan benda. Benda punya 37:42 hayat, tapi kita punya hidup. 37:45 Bisa bicara coba 37:48 siapa yang menghidupkan kita? Yang 37:49 pastinya menghidup kita yang maha hidup. 37:52 Yang hidupnya tidak dihidupkan. Dialah 37:55 yang hidup. Selain dia semua dihidupkan. 37:58 Beda loh. Hidup dan dihidupkan beda. 38:01 Yang dihidupkan bisa diwafatkan. 38:04 yang hidup tidak selamanya, tanpa awal 38:07 tanpa akhir. 38:09 Ya Allah satu-satunya itu 38:14 wazzahir wal batin. Zahir apanya yang 38:17 zahir? Allah kelihatan apanya? 38:20 Ciptaannya diri kita ini ada cari deh. 38:23 Siapa yang bikin kita cari? Tanya siapa 38:25 Tuhan. Kalau ada tanya Tuhan lain. 38:27 Apakah kalian bikin saya tanya? Enggak 38:31 ada. Tidak pernah ada yang mengaku. 38:33 Hanya satu Allah aku yang menciptakan. 38:36 Diceritain lagi pertumbuhannya di perut 38:40 ibu. Diceritain semua. 38:42 Di perut ibu ada tiga lapisan untuk 38:44 melindungi janin. 38:47 Tiga lapisan itu dari darah. Makanya 38:49 ketika hamil ibu-ibu tuh haid-nya 38:52 berhenti digunakan untuk bikin 38:53 lapisan-lapisan. 38:55 Jadi kalau ketabrak apapun janinnya 38:58 selamat dijagain sama Allah. 39:05 zahir siapa bilang tidak lihat itu duduh 39:09 sekali lagi saya jotnya samalah itu 39:12 buah-buaah bergantungan di pohon-pohon 39:13 di batang kayu itu. Hah terjadi sendiri 39:18 emangnya sulap? Kalau sulap itu enggak 39:20 ada cuma kelihatan seperti ada padahal 39:22 tidak ada itu sulap ini ada bisa kita 39:25 makan. 39:27 Nah, kalau itu buah-buahan ada seperti 39:29 itu, 39:31 siapa yang bikin? Siapa penciptanya? 39:35 Cari yang ngaku bikin itu. 39:38 Ada enggak yang berani ngaku bikin 39:39 jambu, 39:41 bikin padi? Enggak ada. Hanya Allah. 39:44 Sudah fakta. Zahir 39:47 keadaannya Allah tuh. Zahir, jelas 39:49 nampak kelihatan 39:51 adanya kekuasaan Allah. Jelas ada 39:54 bukti-bukti Allah tuh ada banyak. 39:57 Contoh lagi, matahari panas. Matahari 40:01 panas. Apakah matahari dibikin oleh 40:03 manusia? Ya enggak bisa dong. Panas. 40:08 Waktu ada matahari sudah ada duluan, 40:09 manusia belum ada. Jadi enggak mungkin 40:11 manusia bikin matahari. 40:13 Matahari sudah ada duluan. 40:17 Jadi kalau bukan manusia siapa yang 40:18 bikin? Nah, carilah. Pikirlah. 40:22 Lailahaillallah. 40:23 Tidak ada penciptanya selain Allah. Jadi 40:27 kita sudah pegang agama yang benar, 40:29 sudah pegang keyakinan yang benar, sudah 40:31 iman pada Allah, fakta nyata, pakai 40:34 akal, pakai pikiran, pakai perasaan. 40:36 Lailahaillallah, tiada Tuhan selain 40:38 Allah. Fakta nyata. 40:41 Bintang bertaburan di langit 40:43 kelihatannya kecil sebesar kelereng. 40:46 Ada yang 200 juta kali bumi besarnya. 40:50 Karena jauh sekali nampak kecil. 40:54 Lailahaillallah. 40:56 Tiada Tuhan selain Allah. Tiada pencipta 40:59 bintang, matahari, bulan. Semua diri 41:02 kita semua Allah yang menciptakan. 41:05 KepadaNya kita sujud, kepadanya kita 41:07 rukuk, kepadanya kita pasrah. 41:12 Dan Tuhan ini sangat penyayang. Dia akan 41:15 pindahkan kita ke negeri bahagia, negeri 41:19 kesenangan, 41:21 bersenang-senang. 41:23 Di sana segala apa yang kita butuhkan 41:26 ada di Quran ada surat Fusilat. Siapa 41:28 yang ingin tahu Allah menjanjikan tujuh 41:33 bonus untuk kita. Lihat surah Fusilat 41:35 3031. 41:39 Yang sudah menjual dirinya kepada Allah 41:41 dan dia konsisten. 41:43 Allah akan turunkan malaikat mengawalnya 41:47 dan Allah janji akan mengampuni semua 41:49 dosanya. 41:52 dan memberikan apa yang dia ingini. 41:56 Termasuk yang diinginkan sesuatu di 41:57 dunia enggak dapat akan diberikan sana. 42:02 Kata Allah, "Jangan takut aku, aku 42:05 walimu, aku pelindungmu di dunia dan 42:07 akhirat." Itu surat Fusilat 3031. 42:11 Waktu mau meninggal sakaratul maut, 42:14 malaikat bisikan di telinganya. La 42:16 takhauf wala tahzan. Jangan takut, 42:18 jangan sedih. 42:20 Allah bersamamu. 42:22 Allah melindungu. Itu dibisikin oleh 42:25 malaikat pas kita mau meninggal. 42:31 Jadi Allah zahir. Zahir kelihatan semua 42:34 adanya Allah tuh. Fakta-fakta adanya 42:36 Allah kelihatan. Kalau kita mikir pernah 42:39 berpikir enggak Tuhan bikin air bahannya 42:41 apa? Kita tapi bagaimana itu? Kita 42:46 tahunya minum aja bikinnya air dulu di 42:48 bagaimana? 42:50 Ah, coba begitu. Nah, itu beras. Beras 42:53 itu dari tanah kan? Ada di tanah. 42:56 Berarti dari tanah. Nah, kalau tanahnya 42:58 hitam kenapa berasnya putih? 43:01 Jadi bahannya dari mana itu beras? 43:05 Hah? Bisa dibilang dari tanah? 43:08 H 43:08 gak bisa. Kalau bukan dari tanah, dari 43:10 mana? 43:12 Bisa enggak buktikan? 43:16 Ya enggak bisa. Semua buah-buahan itu 43:18 manis, pedas, ada macam-macam. Dari mana 43:21 bahannya? 43:22 Lailahaillallah. 43:24 Tidak ada pencipta selain Allah. 43:27 Tidak ada yang bisa bikin duku, bikin 43:29 rambutan, bikin beras selain Allah. 43:36 Wabi qudsin alim. Allah maha tahu 43:38 segalanya. 43:42 Kemudian ayatayat nomor 4 masih al-hadid 43:45 ya 1 sampai 6. Walladzi khalaq samawati 43:49 wal ard. Allah yang menciptakan beberapa 43:51 langit dan bumi dalam sittati ayyam. 43:54 Enam ayyam ini bukan hari ya. Memang 43:57 sebutnya hari tapi di sini enam tahapan 44:02 sesuai dengan pengetahuan yang sudah di 44:05 disebarkan itu 44:08 enam tahapan. 44:10 Kemudian setelah jadi semuanya Allah rab 44:15 Allah melihara semua ciptaannya itu 44:17 dipelihara dan dikendalikan dari arasy. 44:21 Nah situ jadi bukan Tuhan duduk di aras 44:24 ya terjemahan itu. Tapi maklumin jangan 44:27 disalahinlah maksudnya Allah berkuasa 44:29 begitulah. 44:31 Untung enggak perlu duduk, enggak perlu 44:33 berdiri 44:34 dia tuh selalu lain dari makhluk itu 44:36 aja. Laisa kamrihi saiun. 44:40 Alal arsy pengendalian di sana 44:43 mengendalikanwa alal arsy 44:45 pengendaliannya di sana. 44:48 Nah, juga disebut di situ kursi. Kursi 44:50 itu bukan bangku ya, 44:53 kekuasaan. Kekuasaan Allah segalanya 44:56 dikuasai oleh Allah dan pusat kuasa 44:58 pengendaliannya di arsy. 45:00 Al kursi di kursi di situ kekuasaan 45:03 bukan bangku ya. 45:06 Pemilu juga pemilu dapat tujuh kursi. 10 45:09 kursi partai-partai itu dia enggak ambil 45:12 tuh kursi di gantung DPR dibawa ke 45:13 kantor partai. Kursi di situ kekuasaan. 45:18 Dapat enam kursi dapat enam suara. 45:24 Kemudian Allah juga ya'lamu ma yaliju 45:26 fil ard. Berapa tetesan butir air yang 45:30 masuk ke bumi menyerap. Allah tahu 45:32 semua. Ah itu niatnya Tuhan dia yang 45:35 bikin semua. dia dikuasai tahu semua 45:38 kita punya tahu punya ilmu ini semua 45:40 dari Allah juga orang belajar ilmu apa 45:43 tuh anatom dari 45:47 dia pelajari itu semua bikinan Allah 45:50 ilmunya dari Allah 45:54 yang belajar botani 45:57 apa itu di kapiler-kapiler naik ke atas 45:59 dan sebagainya tuh jadi buah di atas 46:01 dimasak ada dapurnya daun dapur masak 46:04 buah biar matang 46:05 Ya, semua itu ciptaan Allah. Enggak bisa 46:08 tidak. 46:13 Dia yang bikin semua itu. Jadi jangan 46:16 tidak bisa kita banding Allah dengan 46:17 makhluk. Jangan. Itu yang disebut tidak 46:19 beriman. 46:22 Dia yang bikin semua. Jadi bisa enggak 46:24 bayangin kekuasaannya? Luar biasa. 46:30 Dia itu Tuhan karena Dia [berdehem] luar 46:32 biasa hebat. Kita ada, kita hidup. 46:36 Dia yang bikin, dia yang menentukan, dia 46:38 yang kasih makan di perut ibu. 46:40 Diinus lewat palenta, 46:43 lahir gigi, bikin gigi. 46:47 Disediain susu, lahir belum punya gigi, 46:49 belum bisa makan nasi, ada susu. 46:52 Terus sudah besar dibikinin gigi dan 46:54 seterus. Sampai sekarang kita hidup 46:55 makan minum sudah berapa ton gula yang 46:57 ditelan daging berapa ton. 47:00 Semua dari Allah itu. Masa enggak sadar 47:04 memang ada pabrik daging? Pabrik daging 47:07 ada memang di perut sapi kambing. 47:18 Kita juga badan-badan kita macam-macam. 47:20 Ada dari rumput. 47:22 Rumput dimakan hewan jadi susu. Jadi 47:25 daging susu dan dagingnya kita makan. 47:29 Ada bahan rumput juga di badan kita ini. 47:32 Jadi 47:34 energi ini semua dari sana. 47:39 Yang masuk ke bumi semua Allah tahu. 47:44 Yang turun ke bumi Allah tahu. 47:47 Tetesan hujan itu berapa ya. Yang masuk 47:50 ke bumi menyerap. Ada yang terus ke laut 47:52 jalan di bawah tanah 47:56 semua diatur. Nah, itu air-air itu hujan 47:59 turun ke mana pun dia datang air hujan 48:01 itu naik lagi ke atas 48:05 di prototin matahari ngap itu air semua 48:09 12 hari di atas 48:12 didorong angin subhanallah ada di Quran 48:14 wal jariatu jariah angin macam traktor 48:17 seperti traktor mendorong 48:20 bahan hujan mendorong apa itu awan 48:24 dipentokin ke gunung ketika mentok atau 48:27 gunung mencuat ke atas. Mencuat ke atas 48:30 kena dingin di atas netes turunnya 48:32 netes. Tidak turun dalam bentuk balok. 48:35 Es balok pecah kepala kita. 48:39 Masyaallah 48:41 banyak menguap di laut tapi diturunkan 48:43 di gunung. Kenapa? Kalau di gunung bisa 48:45 mengalir ngairin sawah-sawah ladang 48:48 bikin padi, bikin tumbuh-tumbuhan. 48:52 Diatur rapi semua ciptaan Allah. Semua 48:55 manusia menikmatinya. 48:57 bersyukur aja enggak sadar karena enggak 48:59 mau berpikir 49:02 mikirkan segala macam. Pikirkan itu 49:05 makanan itu dari mana 49:16 dan yang keluar dari bumi Allah tahu air 49:19 yang menguap ke atas dan yang turun 49:21 seimbang. 49:23 Kadang kala ada berlebih sedikit 49:25 tergantung keadaan 49:30 suka suuka Allah. Dia mau cairkan air 49:32 yang ada di kutub utara selatan dicairin 49:35 semua. Bumi pun tenggelam, gunung juga 49:37 kelelep. Pada zaman Nabi Nuh 49:41 diajak bicara air itu. 49:45 Wahai bumi, keluarkan airmu. [mendengus] 49:49 Wahai itu yang dikutup-kutub cairkan. 49:52 Nabi Nuh suruh bikin kapal di gunung, 49:55 semua orang nyalain. Sem orang enggak 49:57 normal. Masa bikin kapal di gunung. Dia 49:59 enggak tahu yang suruh bikin kapal di 50:00 gunung yang punya gunung. 50:04 Akhirnya kapalnya mana? Dijemput sama 50:05 air. 50:08 Kuasa Allah. 50:10 [mendengus] 50:11 Ini masalah Nabi Nuh di diyakini oleh 50:14 semua manusia. 50:17 Mereka bikin film. 50:19 Percaya memang itu terjadi 50:23 semua dunia tenggelam itu. Nah, kemudian 50:25 Allah berfirman lagi, "Wahai bumi, telan 50:27 airmu." Ada di Quran ard maaki. Wahai 50:31 bumi ard telan airmu. Masuk air nyerap 50:34 ke dalam. Terus matahari suruh panaskan 50:38 lagi biar nguap. Sudah nguap disuruh 50:40 angin dorong ke kutub selatan dan kutub 50:42 utara. Tapi tersimpan tuh air di sana. 50:46 yang digunakan manusia ini mungkin 50:47 sekarang 8% saja. 8% saja yang dipakai 50:50 oleh manusia. Berulang yang kita pakai 50:53 mandi besok turun lagi terus begitu 50:55 berulang-ulang 50:59 dibersihkan, disucikan turun sudah 51:01 bening lagi. Padahal itu dari sepi tank 51:03 dari mana aja itu naik ke atas tapi 51:06 turun sudah Tuhan yang bersihkan tuh air 51:08 daun ulang. 51:10 Kalau disuruh kita yang bersihkan gimana 51:12 itu? Belum tentu sanggup manusia. 51:23 Kita semua yakin ada angin? 51:26 Berasa kipas angin ada angin? Yakin kan? 51:29 Pernah lihat angin? 51:31 Enggak. 51:32 Warnanya apa? 51:33 Enggak. 51:33 Enggak ada. Kalau angin berwarna 51:35 misalnya warnanya hitam ya kita lihat 51:37 dunia ini hitam semua. Makanya enggak 51:39 dikasih warna, enggak ada bentuk. Kalau 51:42 ada bentuk kita enggak bisa jalan. 51:45 Nah, itulah jadi 51:48 ciptaan Allah tuh nampak jelas. Jadi 51:52 kelihatan kalau kita mau berpikir dan 51:55 minta hidayah dari Allah. Minta hidayah 51:58 semua kita ini minta hidayah sampai sisa 52:00 umur yang ada ini kita bisa tambah dekat 52:02 tambah dekat dengan Allah. Untuk itu 52:04 kita minta bimbingan dari Allah, minta 52:06 tuntunan. Ihdinasiratal mustaqim. Doanya 52:09 mana ya ustaz? Lah itu ihdinasiratal 52:11 mustaqim. itu sudah doanya itu 17 kali 52:14 itu sedikitnya. 52:27 Nah, sekarang 52:29 nanti di akhirat bisa melihat Allah. 52:31 Insyaallah bisa. Tapi bagaimana nanti 52:33 itu kita belum tahu. Tidak ada riwayat. 52:35 Yang penting yakin saja. Nah, sekarang 52:37 bisa enggak lihat Allah? Ya enggak bisa. 52:40 Kenapa? Ya, karena Allah dekat sama kita 52:42 kok. Dan roh kita ini roh tiupan Allah 52:45 ada di sini bersama kita. Karena terlalu 52:48 dekat gak bisa dilihat. 52:51 Kita punya mata bisa enggak lihat mata 52:53 kita? 52:55 Enggak bisa. 52:56 Melihat mata sendiri 52:57 dekat. 52:58 Anda bersama kita gak bisa kita lihat. 53:01 Semua bisa kita lihat. Hanya mata enggak 53:03 bisa. 53:05 Karena tidak ada jarak. 53:08 yang yang dilihat itu mesti ada jarak. 53:13 Antara kita dengan Allah tidak ada 53:14 jarak. Maka itu kan berduaan semua tu 53:16 suara hati kita Allah dengar ada 53:18 bersama. 53:20 Kalau enggak ada ruh Allah ini pun Allah 53:21 enggak bisa lihat kita buta tuli semua. 53:25 Jadi Allah bersama terus. Maka itu 53:27 banyak orang kadang-kadang 53:29 berf malu sama Allah. Malu. 53:34 Masih surat Al-Hadid ya. 53:37 Ayat 5. 53:39 Lahu mulkus samawatil. Kepunyaan Allah 53:42 milik Allah. Semua isi langit, isi bumi, 53:44 semua dipermukan tanah, di bawah tanah 53:46 semua punya Allah. Dan waallah turjaul 53:49 umur. Dan semua manusia akan kembali 53:51 kepada Allah. Dan masalahnya, perkaranya 53:53 semua 53:55 kembali kepada Allah. Yulijulil fin 53:58 nahar. Allah 54:01 susupkan, menyusup, disusupkan malam ke 54:04 siang. Itu bahasanya indah sekali. dan 54:06 menyusupkan siang ke malam. Kenapa 54:09 disusupkan? Karena kayak tidak mati 54:11 lampu. Lampu kan nyala nih matiin 54:14 kontaknya. Cek mati gelap mendadak nyala 54:18 mendadak mati gelap mendadak. Kalau ini 54:21 enggak mau sore hari itu sorenya 54:23 pelan-pelan. 54:25 Siang dimasukin ke malam pelan-pelan 54:28 remeng-remang ah. Terus datang pagi mau 54:31 siang juga pelan-pelan enggak kagiat 54:34 enggak dadakan. Jadi orang bisa siap 54:37 yang lagi kerja apa, kerja apa tahu ini 54:39 bakal gelap, sudah siap lampu enggak 54:42 akan terang tahu dia. 54:46 Dan Allah mengetahui semua isi pikiran 54:48 kita, isi pikiran kita, isi perasaan 54:50 kita. Allah tahu semua. Ah di situlah 54:53 kita jaga astagfirullahalazim malu ya 54:55 kepada Allah subhanahu wa taala. 54:57 Insyaallah. Kemudian ini tadi sayaat man 55:00 yasfa syafaah hasanah. Barang siapa 55:03 membantu yasfa itu syafaat di akhirat 55:05 ada tapi membantu namanya di sini ada. 55:08 Sebarang siapa membantu kebaikan untuk 55:09 berbuat baik tadi itu gotongroyong akan 55:12 dapat pahalanya seperti itu yang 55:14 melakukannya. 55:16 Dan barang siapa membantu membantu 55:18 memberi menolong memberi sesuatu yang 55:21 tidak baik dia akan menerima dosanya. 55:24 Maka itu kayaknya Ustaz Ustaz saya kalau 55:27 sedekah rokok ada pahala enggak? Tidak. 55:31 gak ada. Kenapa? Itu penyakit 55:34 ya membantu itu harus yang baik. Ya, 55:38 seperti itulah. Mudah-mudahan kita bisa 55:42 mendekati Allah agar semuanya bisa 55:43 dibantu, dibimbing, dan bisa berbuat 55:46 baik. Satu-satunya Allah yang bisa 55:50 mentakdirkan kita, mendorong kita 55:51 melakukan kebaikan. Kebaikan sudah ada, 55:53 kita sudah mau buat semua, tapi teknya 55:55 knopnya oleh yang nah di situ kita butuh 55:58 kepada Allah Subhanahu wa taala. Hm. 56:00 Wasalamualaikum. 56:02 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 56:04 subhanahu wa taala. Bahu membahu membina 56:08 keluarga dan bangsa itu topik tausiah 56:12 sore edisi hari ini bersama guru kita 56:15 Ustaz Zain Alhadi. Kami mengundang Anda, 56:17 Ikhwan Ahdad untuk bergabung. Silakan 56:19 sampaikan 56:21 pertanyaan ataupun komentarnya ke nomor 56:23 WhatsApp Rasil di 0811999720. 56:29 Saya akan menyapa terlebih dahulu. Ini 56:31 ada Ibu Fan yang menyampaikan 56:33 WhatsApp-nya. Asalamualaikum 56:34 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Zain. 56:38 Ada juga ini Ibu Yuli Lestari 56:41 menyampaikan WhatsApp-nya. 56:43 Alhamdulillah, Pak Ustaz sedang menyimak 56:45 siaran tausiah sore edisi hari ini. 56:48 Begituun ini ada Pak Pepen. Semoga 56:51 seluruh kruasil dan juga Pak Ustaz dan 56:55 juga seluruh pendengar selalu diberikan 56:57 rahmat dan berkah dari Allah Subhanahu 56:59 wa taala. Begitupun ini ada Bapak Rama 57:04 di Tangerang. Asalamualaikum 57:05 warahmatullahi wabarakatuh. Izin menyapa 57:07 saja. Saya Rama di Tangerang Selatan 57:10 hadir menyimak tausiah dari Ustaz Zain 57:14 Alhidi. Ada juga dari 0821 57:18 3318 sekian-sekian. Asalamualaikum 57:21 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 57:25 Dalam Al-Qur'an 57:28 surah at-Taubah ayat 72, Allah 57:32 menjanjikan berbagai kenikmatan surga. 57:36 Di antaranya ada kebun-kebun yang 57:38 dialiri sungai, 57:40 umur yang kekal, rumah-rumah yang indah 57:44 di surga Aden. Kemudian diakhiri dengan 57:47 keridaan Allah. Pertanyaan saya, Pak 57:49 Ustaz, yang kita tahu semua kenikmatan 57:52 itu nikmat surga kecuali keridaan Allah. 57:56 Apakah keridaan Allah itu berupa 57:58 kenikmatan hingga Allah menempatkannya 58:01 di puncak tertinggi untuk kenikmatan 58:04 yang ada di surga? Mohon penjelasannya, 58:07 Pak Ustaz. Terima kasih. 58:09 Iya. 58:10 Bismillahirrahmanirrahim. Iya, benar. 58:12 Betul. Rida Allah itulah tumpuan harapan 58:15 kita dan itulah yang sangat berharga. 58:17 Berarti kita Allah meridai kita. Kalau 58:19 diridaiin itu lebih dari disayang. Sudah 58:23 sayang dan diridai artinya dia sudah 58:26 sayang sudah sayangnya tidak berubah 58:27 terus. 58:28 Hm. 58:30 Terus terus disayang tambah sayang 58:31 tambah sayang. Itu rida Allah terima 58:34 semua ibadah kita yang kurang rapi dia 58:38 terima semua. Apa kekurangan dari kita 58:40 dia maklumi karena dia sudah sayang. Di 58:42 atas sayang itu rida. 58:44 H. Ini kutipan ayatnya, Pak Ustaz. 58:46 Waridwanum minallah akbar dalika hal 58:50 faulim. 58:51 Nah, rida dari Allah itulah yang paling 58:54 besar, yang paling berharga 58:56 dan rida itulah yang paling indah, 58:58 paling bagus. Benar. Nanti kalau itu kan 59:01 ratan mariah 59:04 untuk mendapat rida Allah banyak ya. 59:05 Takwa yang saleh termasuk rida dulu 59:08 kepada Allah. kita rida ada 59:10 kadang-kadang sakit, ada problem, ada 59:14 apa rida deh. Ini pasti ada kebaikan 59:16 yang saya tidak paham. 59:18 Iya, ada kebaikan yang kita tidak 59:20 ngerti. Nanti mungkin di akhirat 59:23 dibocorin, dikasih tahu. Nabi Musa tidak 59:26 tahu rahasia-rahasia Allah. 59:27 Dia protes kepada Hidir, kan? 59:29 Iya. Nabi Musa itu seorang rasul tapi 59:32 dia rida tapi waktu pertama belum 59:34 diprotes kudir sudah dikasih tahu dia 59:38 rid itu sebenarnya pelajaran banyak lagi 59:41 takdir-takdir lain yang kita benci 59:42 padahal itu menguntungkan cuma kita 59:44 tidak tahu maksud Allah tuh apa gitu 59:49 ya. Nabi Musa kan enggak tahu. Nanti 59:51 kalau kita sudah terus ee apa itu 59:55 melatih diri kayak tadi itu 59:58 rida saja dulu. Rodiatan mardiah. Kalau 1:00:01 kita sudah bisa rida walaupun enggak 1:00:02 banyak apa takdir Allah, keputusan 1:00:05 Allah, Allah akan meridai kita. Rodiatan 1:00:08 mardiah rida dan diridai. 1:00:12 Itu indah sekali itu. Kalau dirida 1:00:14 Allah, surga sudah dalam tangan. Enggak 1:00:17 usah diminta itu. Kalau dia sudah rida, 1:00:19 apapun dikasih. 1:00:21 Itu yang kita butuhkan rida Allah. Nah, 1:00:24 kalau mau tarik rida Allah, kita juga 1:00:26 rida dulu kepada Allah. Seperti minta 1:00:30 agar Allah berikan keinginan kita, ya. 1:00:33 Kita lakukan dulu keinginan Allah, 1:00:36 insyaallah. 1:00:37 He. Selanjutnya ini ada Pak Abdullah di 1:00:40 Depok. Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:42 wabarakatuh. Pak Ustaz membina keluarga 1:00:45 dan juga bangsa. Sekarang ini ada 1:00:47 tantangan yaitu sound horeg Pak Ustaz 1:00:51 itu saya tonton di televisi pengusaha 1:00:55 sono horang 1:00:57 fatwa MUI. Padahal MUI sudah jelas itu 1:01:02 memfatwakan haram karena menimbulkan 1:01:04 banyak kemudaratan, volumenya melebihi 1:01:08 semua suara. Lalu juga ada kemaksiatan 1:01:11 joget campur laki-laki perempuan apalagi 1:01:13 buka aurat bahkan sampai mabuk-mabukan. 1:01:16 Ini masalah bangsa, Pak Ustaz. Bagaimana 1:01:19 kita menyelamatkan generasi ini? Mohon 1:01:22 nasihat. Terima kasih. 1:01:24 Bismillahirrahmanirrahim. 1:01:26 Semua yang merusak bangsa dan negara di 1:01:31 agama juga diharamkan. Nah, kalau MUI 1:01:33 sudah putuskan itu haram, ya. Nah, itu 1:01:35 sudah kita patuhi semua dan yang lain 1:01:38 yang tidak suka punya toleransi dong. 1:01:42 Anda mau joget silakan tapi jangan ini 1:01:45 disebarkan ke mana-mana buat Anda 1:01:47 sendirilah silakan. J orang itu 1:01:51 gotongroyong mencintai negara, mencintai 1:01:53 bangsa. Dan kalau agama anda tidak 1:01:57 ngerti soal itu haram-haram ya 1:01:59 toleransilah kepada yang lain. Dan itu 1:02:03 budaya yang dirusak budaya 1:02:05 h 1:02:05 dan negara dan akan merasakan susahnya 1:02:08 nanti semua masyarakat. 1:02:12 Jadi masalahnya itu jangan terlalu apa 1:02:15 itu apa ya ee mengikuti hawa nafsu. 1:02:20 Hm. itu membahayakan generasi yang akan 1:02:22 datang. 1:02:24 Yang lain ini yang tidak apa ya ada yang 1:02:26 mempertahankan maksudnya. 1:02:28 Iya. Pengusahanya Pak. Jadi di televisi 1:02:30 itu ada debat 1:02:32 pengusaha sonhnya malah 1:02:34 melawan melawan melawan MUI. 1:02:36 Iya. Cari nafkah tuh. 1:02:38 He. 1:02:38 Yang halal menurut agama dan negara itu. 1:02:41 Kalau menurut negara itu juga haram itu 1:02:44 karena merusak generasi muda, merusak 1:02:46 merusak bangsa, bahayanya banyak. Apaak 1:02:51 orang mabuk-mabuk anak-anak yang belum 1:02:53 bisa cari uang belum apa-apa mabuk-mabuk 1:02:55 itu enggak bayar lihat hasilnya itu jadi 1:02:57 begal 1:03:00 macam-macam. 1:03:01 Jadi agama ini kebanyakan mencegah 1:03:06 mencegah sebelum terjadi. 1:03:09 Maka itu agama mengharamkan whiskey 1:03:12 karena dari whiskey dan mabuk-mabuk ini 1:03:13 banyak terjadi kejahatan. 1:03:17 Ya, kalau kita salahnya ini 1:03:20 mencegah kalau sudah terjadi, menghukum 1:03:23 kalau orang itu nakal dihukum tapi 1:03:26 dibiarkan orang itu menjadi nakal. 1:03:30 Beda kan? 1:03:31 Mencegah jangan sampai ada anak nakal 1:03:33 lebih baik daripada membiarkan sudah 1:03:35 nakal baru ditangkap. 1:03:40 Pencegahan lebih baik. 1:03:43 Agama itu mencegah 1:03:45 bukan keras mencegah 1:03:48 itu kehidupan yang akan lebih baik. 1:03:49 Kalau sudah begini mau apa? Nah, satu. 1:03:52 Kedua, dalam Al-Qur'an nih buat yang 1:03:54 Islam ya, yang tidak Islam ya harus 1:03:57 toleransi dong. 1:03:59 Nah, 1:04:01 dalam Al-Qur'an itu Allah sangat benci 1:04:04 suara yang seperti suara keledai 1:04:07 H 1:04:08 yang mekik-mekik, teriak-teriak itu 1:04:10 termasuk termasuk itu lagu-lagu apa 1:04:14 nongkrasok 1:04:16 rokok gitu. 1:04:17 Zaman Soekarno, Pak Soekarno aja tahu 1:04:19 itu dilarang dulu musik-musik keras 1:04:21 gitu. Belum keras, masih baru zaman dulu 1:04:25 itu. Nah, jadi segala yang mekik-mekik, 1:04:29 teriak keras-keras itu ada di Quran. 1:04:32 Jadi bukan enggak boleh suara keledai, 1:04:35 keledai mana bisa dilarang bersuara. 1:04:38 Yang seperti 1:04:40 ada kalimat seperti berarti suara yang 1:04:42 keras-keras itu haram hukumnya. Ada di 1:04:45 Quran inkar aswul hamir. Suara yang 1:04:49 paling dibenci, yang diingkari munkar. 1:04:51 Disebut mungkar di situ. Angkar 1:04:53 [mendengus] murkar munkar banget. 1:04:55 Seperti suara keledai bukan suara 1:04:57 keledai seperti 1:05:01 keras. Itu maksudnya jadi cuma dijagalah 1:05:05 seperti itu. 1:05:09 Kotongroyong dalam kebaikan. Artinya 1:05:11 apa? 1:05:13 fatwa ilmu itu dijalankan semua dan kita 1:05:15 semua membantu agar fatwa itu di apa di 1:05:20 dilaksanakan 1:05:21 dan kita membantu mengerem orang-orang 1:05:23 yang masih mau berbuat seperti itu. Kita 1:05:26 rem sudah, Pak. Jangan merusak gitu loh. 1:05:29 Insyaallah. 1:05:32 Ada Tuan Baron Betawi yang menyampaikan 1:05:34 atensinya jempol. Terima kasih, Pak 1:05:36 Ustaz. Ada juga Ibu Yeti Setiawati. 1:05:39 Alhamdulillah menyimak kami Pak Ustaz. 1:05:41 Pak Komarudin pun di Karawang. 1:05:43 Asalamualaikum warahmatullahi 1:05:44 wabarakatuh. Alhamdulillah menyimak Pak 1:05:46 Ustaz siaran di sore hari ini. Begituun 1:05:49 Pak Haji Raya. Asalamualaikum 1:05:51 warahmatullahi wabarakatuh. menyampaikan 1:05:53 WhatsApp-nya. Alhamdulillah menyimak Pak 1:05:55 Ustaz terima kasih atas ilmunya. 1:05:58 Semoga berganjar pahala di sisi Allah. 1:06:01 Mengenai gotongroyong Pak Ustaz, 1:06:04 membersihkan sampah di lingkungan itu 1:06:07 menurut saya sangat baik. Saya ada 1:06:09 pengalaman membersihkan WC pada saat 1:06:12 kita masuk ke salah satu tempat ibadah. 1:06:15 Alhamdulillah pikiran saya terasa plong 1:06:18 dan juga terasa rezeki agak lumayan 1:06:20 lancar. Apakah memang demikian, Pak 1:06:23 Ustaz? Kita memikirkan untuk kepentingan 1:06:25 orang lain. Mohon nasihat. Semoga Ustaz 1:06:28 selalu sehat dari Pak Haji Raya 1:06:31 Sawangan. 1:06:31 Amin. Bismillahirrahmanirrahim. Betul. 1:06:34 Betul sekali itu tambah kita ee lakukan 1:06:38 itu tidak ada yang tahu itu tambah 1:06:39 tinggi nilainya. Allah yang tahu. Allah 1:06:41 lihat semua itu. Ya. Misal tadi kata 1:06:43 Bapak itu untuk kita masuk ke toilet 1:06:45 umum ya 1:06:46 di tempat Resaria itu atau di 1:06:51 mana aja 1:06:52 itu kita siram aja tuh enggak enggak 1:06:54 letih kok. Cemprot ada air situ. Ser 1:06:58 sudah bersih selesai kita keluar long. 1:07:01 Benar dada senang. 1:07:02 He 1:07:03 itu. Jadi di mana kita bisa berbuat apa 1:07:05 yang baik kita lakukanlah semampunya. 1:07:07 Itu ringan-ringan semua itu yang Bapak 1:07:09 sampaikan itu bagus semangat semua itu 1:07:11 seperti itu. 1:07:13 Kita bertamu ke rumah orang terus 1:07:14 permisi mau pulang rapiin itu 1:07:16 supri-supringnya. 1:07:19 Ya seperti itulah. Di mana saja bisa 1:07:21 tinggalkan kesan baik sebisanya. 1:07:24 Kesan baik semua ramai-ramai kita 1:07:26 bersama ni niat semua mulai sekarang 1:07:29 yang dulu sudah Bapak terusin semuanya 1:07:31 terusin tambah banyak kita meninggalkan 1:07:33 kesan-kesan baik perbuatan baik 1:07:35 kutungroyong apa saja ke masjid juga 1:07:37 atau musala ada mungkin yang habis orang 1:07:40 masuk lupa siram ah kita siram bisa 1:07:42 he 1:07:43 itu terutama tuh di masjid itu. Tapi 1:07:45 sudah bersih masjid sekarang bagus 1:07:46 misalnya seandainya kita bersihkan atau 1:07:49 bekas tanah sebbah itu kita bersihkan di 1:07:52 mana di mana kita ada rapi-rapiin semua 1:07:54 di rumah di mana di luar ya insyaallah 1:07:59 selanjutnya Pak Ustaz ini ada ibu hamba 1:08:01 Allah tidak menyebutkan nama 1:08:02 asalamualaikum warahmatullahi 1:08:04 wabarakatuh 1:08:06 Pak Ustaz mohon nasihatnya bagaimana 1:08:08 menjaga keutuhan keluarga ketika diuji 1:08:13 Ibu dan Bapak ini ingin bercerai karena 1:08:16 masalah ekonomi. 1:08:18 Sudah ditahan bertahun-tahun hanya 1:08:21 memikirkan anak. Namun perlu nasehat, 1:08:24 Pak Ustaz, bagaimana langkah terbaik. 1:08:26 Terima kasih. 1:08:28 Bismillahirrahmanirrahim. 1:08:30 Iya, semua itu cara itu diizinkan, 1:08:34 tapi 1:08:36 yang yang kurang baik disebut seperti 1:08:38 itu. 1:08:38 He. 1:08:39 Jadi, bagaimana cara caranya itu ya 1:08:42 sabar semua itu kuncinya sabar. Nah, 1:08:44 sabar itu apa? Sabar itu mengalah. 1:08:48 Kalau semua mengalah enggak ada masalah. 1:08:50 Nah, sekarang sampai sampai di mana itu? 1:08:53 Kalau sudah di luar kemampuan sudah 1:08:55 tidak mungkin lagi ya itu diizinkan. 1:08:57 Bisa boleh. Tapi syarat berpisah juga 1:09:00 berpisah yang baik tidak ribut. Itu 1:09:05 itu baik. Jadi sudah berpisah pun masih 1:09:07 punya hubungan baik. Tuh 1:09:10 tidak ada ribut, tidak ada benci. Ya, 1:09:12 itu kalau sudah darurat sudah enggak 1:09:14 mungkin. Kalau masih bisa ya obatnya itu 1:09:16 jalan keluarnya 1:09:18 berebut sabar. Kalau yang satu enggak 1:09:19 mau ya kita yang sabar. 1:09:23 Seperti itu. Enggak ada jalan lain. 1:09:25 Sabar, 1:09:26 Mbah. Sambil mengatasi masalahnya apa 1:09:28 kan gitu. Dengan kesabaran akan bisa 1:09:31 mengatasi masalah. Kalau masalah ekonomi 1:09:33 ya dirundingkan cari jalan keluar. apa 1:09:35 yang mesti ditambah kerjanya atau apanya 1:09:38 seperti itu. Kalau sudah buntu semua ya 1:09:41 di diizinkan 1:09:43 karena tidak mungkin ada paksaan ya tapi 1:09:46 dianjurkan bertahan lebih baik. Itu 1:09:50 kuncinya sabar. Nah sabar itu kita mudah 1:09:53 ngucapkannya tapi caranya gimana? 1:09:55 Caranya mengalah. 1:09:57 He 1:09:59 mengalah. Iya mengalah memang ya begitu 1:10:02 ustaz ya. Namanya juga sabar. 1:10:05 Sabarnya mengalah. 1:10:07 Tapi iya mengalah. Pahit memang pahit 1:10:10 tapi sabarlah walaupun ada yang lebih 1:10:13 pahit dari zadam. Sabarlah. 1:10:16 H. 1:10:16 Terus dengan sabar nanti menjadi agak 1:10:18 agak manis akhirnya. Insyaallah. 1:10:22 Hm. Insyaallah. Ada Ibu Amina yang 1:10:25 menyampaikan WhatsAppnya. Asalamualaikum 1:10:26 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:10:28 Terima kasih atas nasihatnya. Semoga Pak 1:10:30 Ustaz selalu sehat. Begituun ini ada Pak 1:10:33 Pur. Asalamualaikum Pak Ustaz. Terima 1:10:35 kasih atas tausiahnya menyimak dari 1:10:39 Jakarta Timur. Dan ini pertanyaan 1:10:41 terakhir ee Pak Ustaz dari Bu Ratna. 1:10:44 Asalamualaikum warahmatullahi 1:10:46 wabarakatuh. Pak Ustaz, bagaimana dengan 1:10:50 pemimpin negeri ini yang kurang 1:10:52 mempedulikan rakyat kecil? terlihat 1:10:55 hanya mempedulikan orang-orang besar 1:10:58 sehingga lupa terhadap rakyatnya yang 1:11:01 makin lama sepertinya makin kesulitan. 1:11:05 Bagaimana tanggung jawab di akhirat 1:11:06 kelak, Pak Ustaz? Terima kasih. 1:11:09 Bismillahirrahmanirrahim. Iya, tanggung 1:11:11 jawab di akhirat beratlah. Makanya ada 1:11:14 hadis Nabi itu ada tujuh yang akan 1:11:17 dilindungi di akhirat. Satu di antaranya 1:11:19 pemimpin yang adil. 1:11:20 Yang adil itu tapi sekarang langka ya. 1:11:23 Nah, supaya ada pemimpin yang adil 1:11:25 gimana? Ya, umat Islamnya juga memilih 1:11:28 memilih pejabat, memilih anggota DPR 1:11:31 milih milihnya secara adil dong. Kalau 1:11:34 milihnya karena dikasih uang tuh tidak 1:11:36 adil. 1:11:36 H 1:11:37 bagaimana kita tidak adil terus minta 1:11:39 adil semua? itu masyarakat dari sekarang 1:11:42 diberitahu 1:11:43 memilih itu ibadah itu kalau salah pilih 1:11:47 tahu itu orang salah tadi ada ayatnya 1:11:48 tadi syafa termasuk pemilih itu dipilih 1:11:52 orang yang buruk dia dapat dosa itu 1:11:55 dipilih orang yang korupsi dia dapat 1:11:57 komisi dosa 1:11:59 dapat bagian dosa itu jangan main-main 1:12:01 itu. 1:12:05 Bagaimana coba? Nah, jadi sekarang 1:12:08 umatnya ini juga mesti dirubah. Kita ini 1:12:11 semualah ustaz-ustaz semua ini sekarang 1:12:16 dakwah itu sampaikan kepada umat. 1:12:18 Belajarlah membuat mempunyai kalbun 1:12:20 salim, pikiran yang ikhlas, perasaan 1:12:23 ikhlas. 1:12:27 Tapi ya begini ya terus. Tapi kalau 1:12:29 diusahakan bisa insyaallah bisalah. ada 1:12:32 satu saat akan sampai ke sana kita di 1:12:35 dakwah diper diperbanyak diperbesar 1:12:38 dan dakwah itu cuma yang mudah sekalilah 1:12:41 mengajak orang kepada Allah dakwah itu 1:12:43 mengajak orang kepada Allah nanti pemilu 1:12:47 dakwahnya ke partai. Itu dakwahnya 1:12:49 ngajak orang milih partai ini, partai 1:12:51 itu. Bisa mengerti tanggung jawab tuh. 1:12:54 milih tanggung jawab yang membantu 1:12:56 kampanye calon-calon yang tidak jujur, 1:12:59 yang tidak baik, yang tidak mikirin 1:13:01 rakyat, dosanya besar. Jangan pisahkan 1:13:04 pemahaman ini. Agama ini untuk kehidupan 1:13:06 di dunia, bukan untuk di kuburan berlaku 1:13:08 agama. Di sini dipakainya cara memilih 1:13:11 pemilu. Ikuti agama bagaimana mestinya 1:13:14 milih, siapa yang mesti dipilih. 1:13:18 Tanggung jawab di akhirat itu tadi 1:13:20 ayatnya itu man yasfa. Yaswa itu 1:13:22 termasuk pemilih itu 1:13:25 bantu-membantu 1:13:30 surat 1:13:32 An-Nisa 85. 1:13:35 Yasfa ini termasuk memilih. 1:13:39 Siapa memilih yang baik dia dapat 1:13:40 pahalanya. Siapa memilih yang jelek 1:13:42 dapat dosanya 1:13:46 memilih termasuk syafaat itu membantu, 1:13:48 memilih, menunjukin, memberitahu itu 1:13:50 termasuk semua. 1:13:54 disampaikan ini ayat Annisa 85 tapi 1:13:57 tafsirnya jangan itu jelas jasfa itu 1:13:59 mendukung 1:14:01 menolong membantu mendukung itu jasfa 1:14:05 [mendengus] semua itu yang milih 1:14:07 orang-orang nanti tidak ngurusin rakyat 1:14:09 dia korupsi dan sebagainya dosa 1:14:12 mau dapat dosa berat hanya uang 30050 1:14:20 mikir loh anak cucu Cuuk kita nanti 1:14:23 menyayangi, membela negeri ini, 1:14:25 membangun itu wajib. Tempat kita 1:14:27 tinggal. 1:14:29 Kita bantu negara, bantu masyarakat. 1:14:33 Kalau terus begini repot nanti 1:14:36 sudah berat keadaan. Insyaallah dipilih 1:14:40 yang apa tuh? Banyak sih yang baik tapi 1:14:42 tidak dipilih. Tidak terpilih. 1:14:47 Nah, kita rubah. kita yang merubah semua 1:14:48 masyarakat itu betul itu. Kita enggak 1:14:51 mau tidak mikirin rakyat kecil. Nah, 1:14:53 kita rubah dari sekarang. Dari sekarang 1:14:56 sudah lihat siapa ini yang pantas untuk 1:14:58 dipilih jadi anggota DPR. 1:15:00 H 1:15:00 nah dia perhatian kepada masyarakat dan 1:15:03 sebagainya dan sebagainya. Jangan dia 1:15:05 baik waktu mau pemilu. Ya enggaklah. Itu 1:15:07 kampanye namanya. dan juga jurkam 1:15:11 jurkam-jurkam itu kalian semua ikut dosa 1:15:14 kalau membantu orang-orang yang tidak 1:15:18 baik 1:15:21 di dunia ini sebentar kok 1:15:24 ingatlah itu semua di sini dinilai Allah 1:15:26 tahu semua apa yang dilakukan manusia 1:15:28 semua tahu 1:15:29 h 1:15:30 insyaallahlah kita bersama ini ajak yang 1:15:33 lain semua 1:15:35 bantu negeri ini, bantu anak-anak ini. 1:15:38 ini yang akan besar. Tinggalkanlah 1:15:41 negeri ini nanti itu bagus buat mereka 1:15:43 itu 1:15:45 biar mereka bisa sekolah dengan baik. 1:15:49 Jadi jangan apa yang ada di negeri ini 1:15:52 diambil semua kayak pohon tuh bukan 1:15:54 buahnya yang diambil, bunganya diambil, 1:15:56 daun-daunnya, rantingnya dibapat habis 1:15:59 nanti buat anak cucu apa mau ditinggali. 1:16:05 Nah, kita pilihlah orang-orang yang 1:16:07 baik, yang punya orientasi berpikir ke 1:16:09 rakyat, ke masa depan, 1:16:12 masa dunia dan akhirat. Insyaallah. 1:16:14 Insyaallah. Baik, Pak Ustaz. Itu 1:16:16 pertanyaan terakhir yang bisa kita jawab 1:16:18 sebagai penutup dari Pak Ustaz dari 1:16:22 seluruh pembahasan. Apa yang ingin Pak 1:16:24 Ustaz ingatkan kepada pendengar? Ya, 1:16:26 insyaallah kita sudah sampai kemarin tu 1:16:29 pada me menjual diri kepada Allah. 1:16:34 Jadi jangan jual-jual lagi kepada yang 1:16:37 lain, kontrakan kepada yang lain. 1:16:39 Tidaklah. Hanya Allah sudah pasrah, 1:16:42 sudah serahkan pada Allah akan diurus 1:16:44 sama Allah. Nanti berbuat salehnya 1:16:46 bertambah. Saya yang gerakkan kita untuk 1:16:49 berbuat saleh itu Allah juga. Terusah 1:16:51 berserah kepada dia. Kemudian sambil 1:16:54 apa? Tujuan kita lagi qolbun sadbun 1:16:59 rawat 1:17:00 pikiran kita, perasaan kita kita rawat 1:17:02 agar bersih terus. Kalau ada kemasukan, 1:17:05 kemasukan jelek tuh ada terus tiap hari 1:17:07 sebel, kesal, benci, dendam ada tu 1:17:10 buang. Begitu masuk buang, begitu masuk 1:17:11 buang 1:17:12 salim. 1:17:14 Jadi nanti di akhirat yang mau ke surga 1:17:17 itu yangbun salim enggak ada lain. 1:17:21 Enggak ditanya mazhab apa, partai apa, 1:17:23 enggak ada itu. Illa man atallah 1:17:25 biqolbin shid. Kecuali yang menghadap 1:17:28 Allah hatinya bersih langsung diterima 1:17:30 Allah dengan raudiatan mardiah masuk ke 1:17:33 surganya. Itu saja. Nah, untuk mengqal 1:17:36 bin Salim itu ya ibadah. 1:17:38 Jadi indah sekalilah. Terus apa tadi? 1:17:42 Tawanu bantu-membantu tolong-menolong 1:17:44 sebelum banyak ke mana-mana ramai 1:17:47 antar keluarga famili 1:17:49 sepupu misanan anak misalnya itu satu 1:17:52 kakek ya itu biasanya ada ada persatuan 1:17:56 arisan tuh ya enggak apa-apalah itu di 1:17:59 situ ada hukum yang dilupakan kita 1:18:01 dilupaan umat apa hukum nafkah terhadap 1:18:04 familih 1:18:07 ini hukum nafkah terhadap famili nafkah 1:18:11 kepada orang tua juga kita dinafkahin. 1:18:12 Kalau dia tua enggak ada hasil, enggak 1:18:14 ekonominya lemah, kita nafkahin. 1:18:16 Termasuk ada ponakan, 1:18:20 ada sepupu dan sebagainya. Ayah 1:18:22 meninggal enggak punya biaya sekolah, 1:18:25 sekolahnya sudah bagus. Itu 1:18:27 gotong-royong tuh paman-pamannya tuh, 1:18:30 bibiknya semua gotong-royong. Berapa 1:18:32 dia? Berapa dia, kasih bulanan terus dia 1:18:34 sekolah. Itu nafkah antara famili itu 1:18:39 akrab kurba-kurba di disebutnya kurba 1:18:41 kurba, kurba, kurba sampai anak yatim 1:18:44 juga yatiman za makrobah 1:18:47 urusin dulu tuh anak yatim yang kerabat. 1:18:49 Hm. 1:18:51 Nah, itu sampai ke situ. Zawil qurba. 1:18:53 Zail ada di Quran banyak tetangga tapi 1:18:56 zawil qurba dulu. Kerabat-kerabat. Jadi 1:18:59 ada famili itu keluar bat itu zaman dulu 1:19:02 kuat itu. Nah, sekarang dihidupkan terus 1:19:05 sudah hidup teruskan bantu-membantu 1:19:07 antara kerabat. Ada yang yatim dibantu 1:19:10 oleh paman-paman dan bibiknya, sepupunya 1:19:13 itu hukumnya wajib. Itu namanya nafkah 1:19:18 kurba, akriba, kerabat. 1:19:24 Jelas ya? He 1:19:25 nanti itu hukum Allah jalan itu banyak 1:19:28 yang seperti dia jamin nih 1:19:30 ponakan-ponakannya sepupunya tuh dijamin 1:19:32 dikasih beasiswa apa semua tu tahu dia 1:19:35 meninggalkan punya anak yatim kan ini 1:19:37 ponakan-ponakan famili yang dibantu ini 1:19:39 sudah lumayan maju dibiayain anak 1:19:43 [mendengus] anak ini yang tadinya 1:19:45 membantu beasiswa ke dia itu kan sudah 1:19:48 asuransi antar keluarga asuransi 1:19:50 sebenarnya itu antar famili 1:19:53 mudah-mudahan bisa kita lakukan Bukan 1:19:54 itu ya, biar semua bisa maju. Umat Islam 1:19:57 harus pintar maju semua. Sekolah 1:19:59 diutamakan, sekolah pendidikan 1:20:02 tolong-menolong membiayai 1:20:05 pili-pamiliri itu sekolah. Insyaallah. 1:20:10 Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 1:20:12 Allah subhanahu wa taala, tausiah sore 1:20:14 edisi hari ini bersama guru kita Ustaz 1:20:16 Zain Alhadi. Semoga apa yang beliau 1:20:18 sampaikan bermanfaat. Terima kasih atas 1:20:21 kebersamaan Anda dari studio. Kami pamit 1:20:25 undur diri. Mohon maaf atas segala 1:20:27 kesalahan kata. Billahi taufik wal 1:20:28 hidayah. Subhanakallahumma wabihamdika 1:20:31 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 1:20:33 wa atubu ilaik. Asalamualaikum 1:20:35 warahmatullahi wabarakatuh.