Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:14 Asalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:17 rahimakumullah. 0:19 bersyukur sekali hari ini kita 0:21 dipertemukan 0:23 dalam acara tausiah pagi yang 0:26 mudah-mudahan apa yang jadi bahasan 0:29 membuat kita semakin ringan melangkah 0:33 menuju destinasi yang kita rindukan ya. 0:36 Tidak lupa salam selawat kita lantunkan 0:38 untuk junjungan umat kekasih kita 0:41 Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi 0:43 wasallam. Semoga kelak kita mendapatkan 0:45 syafaat beliau dan dipertemukan dengan 0:48 beliau di saat yang sangat kita rindukan 0:52 di yaumil akhir. Semua sehat ya? 0:55 Alhamdulillah. 0:57 Untuk hari ini kita akan membahas 1:00 sesuatu yang mudah-mudahan tidak lagi 1:03 menjadi pertanyaan yang membingungkan 1:05 ya. Seandainya 1:08 di 1:10 pertanyakan CF dipertanyakan tapi apakah 1:14 kita akan sanggup 1:17 menjadi hamba sebagaimana yang 1:21 seharusnya kita lakukan? Itu tadi di off 1:25 Ustaz eh Bul Hidayah Seroji bicara soal 1:30 ambil tetap dari meniti jalan ke surga 1:33 buku beliau yaitu terkait dengan 1:35 qiyamulail. 1:38 Beliau sudah ada di sini kita sapa. 1:39 Asalamualaikum warahmatullahi 1:41 wabarakatuh ustaz. 1:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:44 wabarakatuh. 1:45 Alhamdulillah sehat ya. 1:48 Jadi persisnya rincian hamba yang saleh 1:51 yang akan kita bahas hari ini, ya. Iya. 1:53 Baik, mari kita simak. 1:57 Bismillahirrahmanirrahim. 2:00 Asalamualaikum 2:02 warahmatullah wabarakatuh. 2:06 Alhamdulillah 2:09 nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastagfiruh 2:13 wa naud nauzubillahi min syururi 2:14 anfusina 2:16 wamin sayiati a'malina. 2:19 May yahdillah fala mudillalah. Wam 2:22 yudlil fala hadiyaalah. 2:25 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 2:28 syarikalah 2:29 wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa 2:32 rasuluhu la nabiya ba'da. Allahumma 2:35 sholli wasallim ala nabiyana 2:38 Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi 2:41 waman tabiahum biisanin ila yaumil 2:44 qiamah. Masyaallahu kan wama lam yasya 2:49 lam yakun la haula wala quwwata illa 2:52 billah. Amma ba'du. 2:56 Ayyuhal ikhwan rahimakumullah. 2:57 Saudara-saudaraku kaum muslimin di mana 3:00 pun Anda berada. Mudah-mudahan 3:03 senantiasa dalam naungan rahmat dan 3:05 kasih sayang Allah Subhanahu wa taala. 3:08 Amin ya rabbal alamin. 3:12 Dari waktu ke waktu kita terus meniti 3:16 jalan kebaikan, 3:19 meniti jalan ke surga. 3:22 Ternyata 3:23 untuk meniti jalan ke surga 3:26 memang diperlukan 3:29 keimanan, kesungguhan, 3:32 keikhlasan, 3:34 dan mujahadah. Banyak sekali tantangan, 3:37 banyak ujian, banyak cobaan dan lain 3:40 sebagainya. 3:42 Hujibatil jannah bil makari wa 3:44 hujibatinar bisahwat. 3:47 Jalan ke surga dibayang-bayangi oleh 3:49 kesulitan. 3:51 Takut miskin, 3:54 takut 3:55 tidak tercapai apa yang diharapkan, 3:58 takut, takut, takut, khawatir. Itu 4:01 memang kerjaan setan. Maksudnya supaya 4:04 kita tidak bisa melewati jalan menuju 4:07 surga itu. 4:09 Tetapi jalan ke neraka 4:13 itu dihiasi oleh syahwat. 4:17 Maka orang begadang 4:19 asal cocok dengan syahwat dan nafsunya, 4:22 dia perjuangkan itu. Bahkan dia mau 4:26 memberikan apresiasi dan membayar 4:30 berapapun asal cocok dengan hawa nafsu. 4:34 Oleh karenanya 4:36 untuk bisa meniti jalan ke surga 4:39 tentu ini adalah pilihan hamba-hamba 4:42 terpilih 4:44 yang betul-betul tahu motivasi dan arah 4:46 hidup. 4:48 Kemudian dia mengerti akan kewajiban 4:51 sebagai manusia di bumi ini dan dia tahu 4:54 langkah-langkah yang akan ditempuh 4:58 dan dia rela 5:01 untuk berkorban 5:03 untuk bisa sampai kepada keridaan Allah 5:07 Subhanahu wa taala. Amin. 5:10 Maka di sini letaknya 5:12 bahwa 5:14 untuk meniti jalan ke surga 5:17 diperlukan satu penghayatan yang mendak 5:20 alami insyaallah. 5:23 Para ikhwan rahimakumullah, 5:26 pada pekan-pekan yang lalu kita sudah 5:29 bahas berbagai hal sesuai dengan 5:30 konteksnya. 5:32 Karena pada saat itu adalah kita di 5:37 bulan Agustus ini ada dua peristiwa 5:39 penting. 5:41 Peristiwa penting pertama di bulan 5:43 tanggal 17 Agustus jelas proklamasi 5:46 kemerdekaan 5:48 Republik Indonesia. Kemarin sudah kita 5:51 bahas. Jangan terjebak kepada rutinitas. 5:54 Eforia semata tapi kehilangan makna. 6:00 Perjalanan bangsa yang sudah 81 tahun 6:04 ini kalau usia orang sudah kakek-kakek. 6:08 Asal jangan pikun saja. 6:11 Mesti banyak lihat sejarah 6:14 ya. Jas merah. Jangan lupa sejarah. 6:19 Pertama, 6:21 proklamasi atau kemerdekaan bangsa 6:24 Indonesia hakikatnya adalah anugerah 6:26 Allah. 6:28 Walaupun secara zahiriah juga hasil 6:30 perjuangan para syuhada, para pejuang 6:34 yang rela berkorban, bahkan rela 6:36 berkorban jiwa, jiwa raga 6:40 untuk tanah air ini. 6:43 Itu anugerah yang perlu diingat. Maka 6:45 dalam periabel undang-undang disebutnya 6:48 atas dasar berkat rahmat Tuhan yang maha 6:50 esa 6:53 sampailah kita ke pintu gerbang dan 6:55 seterusnya. Artinya kita ingat, oh ini 6:58 anugerah dari Allah. 7:00 Tanpa 7:02 takdir Allah, tanpa pertolongan Allah, 7:04 mungkin kita masih bisa menjadi bangsa 7:06 yang terjajah. 7:09 Maka perlu diingat itu anugerah dari 7:11 Allah. Jadi, pertama diingatkan tentang 7:17 apa namanya kemerdekaan. Yang kedua itu 7:20 anugerah dari Allah. Dan yang ketiga 7:23 adalah 7:25 kita diberikan oleh Allah negeri yang 7:29 indah, 7:30 luar biasa. 7:33 Indonesia ini menjadi iri bangsa lain. 7:38 Keindahan tanahnya, 7:40 subur, 7:41 kemudian 7:43 potensi sumber daya alamnya luar biasa. 7:47 Sehingga para bujangga memberikan 7:48 sanjungan beraneka macam. 7:51 Ada menyebut Indonesia zamrud 7:53 katulistiwa, 7:55 Indonesia cuilan tanah dari surga. 7:59 Lagu-lagu yang dulu lagu-lagu wajib, 8:02 lagu kebangsaan dan seterusnya itu 8:06 sering dinyanyikan. Bahkan jadi lagu 8:08 wajib itu banyak sekali yang menyanjung 8:11 Indonesia. Rayuan Pulau Kelapa, 8:14 Indonesia. 8:16 Apa itu? Lupa ya. Sudah lupa dah lama. 8:21 Jadi sanjungan-sanjungan luar biasa. 8:23 Karena memang betul Indonesia adalah 8:25 anugerah dari Allah diberikan negeri 8:28 yang orang Jawa mengatakan negari 8:31 panjang api nyung kemah ripah. 8:35 Loh loh cinawi. Gemah ripah. Loh cinawi 8:39 subur sarwa tinandur murah sarwotinuku 8:43 mestinya toto 8:45 tentrem raharjo. 8:50 Tapi itu idealnya tapi kenyataan masih 8:53 jauh dari apa yang diharapkan. 8:56 Baik itu saya ingatkan. Dan yang lebih 9:00 perlu distressing adalah bahwa kearifan 9:05 para pendiri negeri ini berkali-kali 9:07 saya ingatkan 9:09 itu tidak semata-mata menonjolkan ego. 9:13 Sekalipun perjuangan bangsa Indonesia 9:15 yang mayoritas 90 lebih pers 9:21 egois kemudian ingin memaksakan diri 9:24 menjadi negeri ini menjadi negeri 9:27 agama, negara agama. 9:31 atas permintaan saudara 9:34 kita sebangsa dari kelompok minoritas 9:38 diakomodir, 9:42 tidak memaksakan diri, tidak egois. Itu 9:46 toleransi pertama yang dibuktikan, bukan 9:49 hanya dalam omongan. Jadilah Indonesia 9:53 negara yang bukan negara agama. 9:57 Tetapi yang perlu diingat selalu oleh 9:59 siapapun, 10:01 terutama oleh para pemimpin-pemimpin 10:03 bangsa, 10:05 orang yang punya orang punya peran di 10:08 kalangan para akademisi, 10:10 para tokoh-tokoh 10:12 penggerak bangsa ini. Bahwa Indonesia 10:16 betul memang bukan negara agama tapi 10:19 juga bukan negara sekuler. 10:22 dalam arti unreligius 10:25 meniadakan hal-hal yang berbau agama 10:27 dalam praktik 10:29 bukan agama bukan negara liberal 10:33 apalagi negara ateis 10:37 ini negeri 10:39 bukan negara agama tapi negara yang 10:42 berketuhanan yang maha esa. Tolong 10:44 distressing coret bawahnya 10:48 tulis dengan huruf-huruf kapital. 10:53 Ini negeri bukan negeri agama, tapi 10:55 negeri yang berketuhanan 10:58 yang maha esa. Ini oleh para para 11:01 pendiri ini ditetapkan dalam 11:03 undang-undang bahkan dijadikan 11:05 dasar negara sila yang pertama Ketuhanan 11:09 Yang Maha Esa. Tolong Pak Tuan, para 11:17 penggerak bangsa ini juga seluruh 11:19 masyarakat Indonesia ini Indonesia yang 11:22 perma, Indonesia yang indah, Indonesia 11:24 yang subur, Indonesia yang luar biasa. 11:27 Tolong masyarakatnya 11:29 perlu diingatkan ini negeri yang 11:32 rakyatnya, masyarakatnya masyarakat 11:35 religius, masyarakat agamis karena 11:39 ditetapkan sebagai negara yang 11:41 berketuhanan yang maha esa. Ada alasan 11:45 kenapa para pendiri negeri ini menyebut 11:47 sebagai dasar negara. Karena memang 11:49 bangsa Indonesia sebelum berdirinya 11:50 Republik Indonesia ini memang 11:53 masyarakatnya masyarakat religius. 11:57 masyarakat agamis, bukan masyarakat 11:59 kafir, 12:01 bukan masyarakat adigang-adigung 12:03 masyarakatnya sudah ter beragama dengan 12:06 baik. Nah, maka kalau ingin negeri ini 12:11 makmur, kembali pada janji Allah. 12:14 Allah sendiri berfirman, 12:18 "Ada dua keadaan masyarakat tergantung 12:21 apa yang kita lakukan. 12:27 Allah berjanji dalam surat Al-A'raf ayat 12:29 96. Saya ulang-ulang di sini untuk kita 12:32 semua. Walau anna ahlal qura amanu 12:35 wattaqau lafatahna alaihim barokatim 12:39 minasama wal ard wakin kadzabu faaknahum 12:44 bimau yaksibun. 12:46 Ada dua di sini dalam ayat ini. Pertama, 12:49 janji Allah 12:51 akan memberikan keberkahan yang dibuka 12:54 dari pintu langit dan pintu bumi muka 12:56 bumi 12:58 satu negeri. Tetapi syaratnya 13:01 masyarakatnya, penduduknya itu beriman 13:04 dan bertakwa. Tolong diingat nih. Betul. 13:07 Jadi kaitannya dengan negara yang 13:09 berketuhanan itu maksudnya. 13:13 Kalau seluruh rakyat itu ngerti pejabat 13:15 dan rakyatnya, konglomerat dan yang 13:18 melaratnya, 13:19 para jenderal dan koperalnya, semuanya 13:22 itu adalah manusia-manusia religius, 13:25 manusia agamis, manusia yang menghayati 13:28 nilai-nilai ketuanan, dan praktik 13:31 kehidupannya, 13:32 mindset berpikirnya, 13:35 perilaku dan sikapnya, cermin daripada 13:38 nilai-nilai ketuhanan. 13:40 Allah berjanji dan kalau Allah janji 13:44 pasti tidak seperti janjinya Bapak-bapak 13:47 kita kalau mau kampanye janjinya 13:49 muluk-muluk praktiknya. 13:52 Ini janji Allah. La fatahna alaihim 13:55 barokati minasamaai wal ard. Oh. Jadi 13:58 ini ya kenapa saya ulang-ulang? Karena 14:01 ini penting sekali. Gak mungkin bisa 14:03 turunnya berkah. 14:05 Ndak mungkin negeri ini tot tentram 14:08 gemari pooh jirawi gak mungkin. 14:10 Sekalipun tanahnya subur, sekalipun 14:13 negerinya elok, tapi kalau manusianya 14:16 manusia adalah manusia pejat, tukang 14:19 bohong, tukang tipu, 14:23 zalim, 14:24 tidak memperhatikan rakyat banyak dan 14:26 seterusnya, ego dan ego, kekuasaan dan 14:31 seterusnya yang muncul pasti bukan 14:35 keberkahan 14:37 tapi masalah. 14:39 wamanikri 14:42 lahu 14:45 barang siapa yang berpaling dari 14:48 peringatanku artinya dari peringatan 14:50 Allah 14:52 dari syariat yang Allah turunkan tentang 14:54 kebenaran dan kebatilan tidak bisa 14:56 diembedakan 14:58 yang diikuti hanya hawa nafsunya 15:01 maka yang akan terjadi adalah kehidupan 15:04 yang sempit kehidupan yang masalah Allah 15:07 problem 15:13 bahkan kekayaan negeri ini bukan jadikan 15:15 keberkahan tapi melahirkan pasea, 15:20 melahirkan rebutan, melahirkan masalah 15:22 yang tiada henti. 15:25 Ini ini sebuah rumus ketentuan rumus 15:28 ilahi. 15:30 Itu satu. Yang kedua, Allah mengingatkan 15:33 walakin kadzabu. 15:37 Walakin kadzabu. 15:39 Maka mereka jika mereka itu 15:44 berdusta, mendustai kebenaran, 15:47 mengingkari agama, mengingkari 15:49 nilai-nilai ketuhanan, 15:52 faakhodnahum bima kanu yaksibun, kami 15:54 akan turunkan bencana, 15:58 musibah, bahkan azab. 16:02 Kenapa disebabkan oleh perilaku mereka 16:05 sendiri? 16:07 Orang Jawa mengatakan ngunduh wing 16:09 pakerti. Siapa menanam dia yang 16:12 mengetam? 16:14 Sopo gawe nganggo? sopo nyili balikake 16:17 kalau kelakuan kita itu tidak 16:19 mencerminkan manusia-manusia religius, 16:22 manusia-manusia agamis yang berakhlakul 16:25 karimah meniadakan itu. Kemudian yang 16:28 adanya adigang, adigung, adiko, serakah, 16:31 saling serobot, saling berantem, 16:34 rebutan, dusta, kezaliman jangan 16:37 salahkan kalau kemudian yang muncul 16:40 berbagai turunnya bencana. 16:44 Ini ketentapan dari Allah. Al-A'raf ayat 16:47 96. Berkali-kali saya mengingatkan. 16:50 Jadi kesimpulannya adalah kalau benar 16:53 kita sadar bahwa kemerdekaan itu adalah 16:56 anugerah Allah Subhanahu wa taala dan 16:59 konsekuensi kita sebagai bangsa yang 17:01 telah merdeka, rasa syukur kita kita 17:05 aplikasikan, kita terapkan dalam 17:07 kehidupan nilai-nilai ketuhanan 17:09 menghindari yang maksiat dan dosa. 17:14 Itu artinya apa? Seluruh komponen bangsa 17:19 baik pejabatnya maupun rakyatnya, 17:21 konglomerat maupun yang melakratnya, 17:24 yang jenderal maupun yang koperal itu 17:27 ketika melakukan kebaikan, keutamaan, 17:31 nilai-nilai kemuliaan yang muncul adalah 17:34 care peduli terhadap sesama 17:37 masing-masing. 17:38 mereka memposisikan di sebagai warga 17:41 negara yang baik yang memberikan 17:43 sumbangan terbaik ter untuk 17:45 masyarakatnya, 17:48 penuh persaudaraan 17:50 dan lain sebagainya. Maka berarti kita 17:55 telah berperan 17:57 turut serta mengundang turunnya berkah. 18:03 Pemimpin yang adil, pemimpin yang bijak, 18:06 pemimpin yang berpihak pada masyarakat, 18:10 pemimpin yang mengutamakan terhadap 18:12 nilai-nilai keutamaan berakhlakul 18:16 karimah, kasih sayang kepada bangsa yang 18:18 dipimpin dan seterusnya antar mereka 18:20 juga saling saling mendukung dan 18:23 seterusnya. Maka sama apa yang kita 18:26 lakukan itu berarti kita turut serta 18:29 sedang 18:31 berperan untuk mengundang turunnya 18:34 berkah. 18:36 Tapi sebaliknya jika kita maksiat, jika 18:39 kita yang ada tidak peduli sama 18:41 masyarakatnya, yang muncul kezaliman, 18:44 ketidakadilan, korupsi di mana-mana, 18:47 persaudaraannya renggang, bahkan 18:49 permusuhan dan seterusnya, maka itu 18:52 berarti kita sama berperan aktif 18:55 mengundang turunnya bencana. 18:59 Ini saya ulang-ulang kenapa? Karena 19:01 penting sekali. Kalau mau baik ya mari 19:04 kita sama-sama gak bisa menyalahkan satu 19:06 dua orang saja. 19:10 Maka dalam hadis riwayat Abu Daud 19:12 disebutkan kalau Allah berkehendak baik 19:14 terhadap satu masyarakat, satu kaum, 19:16 satu bangsa, maka dua cirinya. Satu akan 19:21 terangkat ke pemimpin yang bijak, 19:23 bestari, arif, adil, dan bijak. 19:28 Dia ngerti peka terhadap rakyatnya. 19:32 Yang kedua, ekonomi dipegang oleh 19:34 orang-orang yang loman, dermawan, 19:37 kare dan peduli, 19:39 altruisme, 19:41 tidak ego, tidak serakah. 19:44 Itu ciri bahwa negeri itu negeri yang 19:47 baik. 19:49 Dan sebaliknya kalau negeri itu 19:50 dikehendaki buruk karena perilaku 19:53 manusianya. 19:55 Bangsa yang buruk indikasinya, cirinya 19:58 adalah akan muncul pemimpin-pemimpin 20:01 yang 20:04 apa sebutnya 20:06 safih 20:08 ya, yang bodoh, yang jahil. 20:16 Kemudian yang kedua, ekonomi dipegang 20:19 oleh orang-orang yang bakhil, yang 20:22 serakah. Itu cirinya. Sudah dicireni itu 20:25 aja. Maka ini menjadi perhatian kita 20:28 kalau kepengin negeri ini baik, ya 20:31 pimpin apa? Pilihlah pemimpin-pemimpin, 20:34 berharaplah munculnya pemimpin-pemimpin 20:37 yang adil, yang bijak bestari, yang 20:39 arif, yang berpihak pada masyarakat 20:43 dan ekonomi dipegang oleh orang-orang 20:45 yang dermawan, yang sosial dan 20:49 seterusnya. Nah, untuk bisa sebagai satu 20:53 kewajiban kita 20:55 sebagai warga negara apalagi orang yang 20:59 beragama khususnya dituntut kepada kita 21:02 untuk ikut serta 21:06 mendoakan agar bangsa ini lestari 21:09 widodo, 21:11 agar bangsa ini menjadi bangsa yang 21:13 makmur, bangsa yang maju, 21:17 ya. bangsa yang mencerminkan kehidupan 21:20 yang damai, sentaosa, adil, dan makmur 21:24 seperti tujuan yang diterapkan di 21:27 tertera di dalam Undang-Undang Dasar. 21:29 dibentuknya negeri negara Indonesia 21:33 adanya ditunjuk pemerintah untuk bisa 21:37 menjadikan negeri ini makmur 21:40 adil dan makmur. Maka salah satunya 21:43 tuntutan agama adalah bagi orang-orang 21:46 yang berketuhan. Orang-orang yang saleh 21:49 cirinya adalah mereka tidak saja tidur 21:54 nyenyak di malam hari. dia ikut serta 21:57 memikirkan apalagi para pemimpin yang 22:00 disebut dengan qiyamulail 22:04 yaitu rajin mau dekat kepada Allah 22:08 dengan cara menegakkan salat di waktu 22:10 malam 22:12 ini. Saya mengajak pada seluruh komponen 22:15 bangsa, apalagi para pemimpin 22:19 yang mereka dituntut untuk bisa 22:21 mensejahterakan rakyatnya, memimpin 22:23 dengan baik juga seluruh komponen 22:25 masyarakatnya, orang awamnya, 22:28 cendekiawannya, 22:30 pengusahanya, para pejabatnya. Kalau mau 22:34 bangun malam berdoa memohon pada Allah 22:37 Subhanahu wa taala 22:39 mudah-mudahan itu yang kita harapkan. 22:41 Amin. Tercapainya negeri baldatun 22:44 thibatun warun gfur 22:47 atau menjadi negeri yang bisa mencapai 22:50 yang menjadi cita-cita berbangsa, 22:53 yaitu 22:55 terciptanya masyarakat adil dan makmur. 23:00 Jadi bukan pejabatnya a yang makmur, 23:01 tapi rakyatnya makmur. Dapat keadilan, 23:04 hidup tentram, senyum di sana sini, ya 23:08 bekerja mudah. 23:11 Sekolah juga diberikan dukungan 23:13 sepenuhnya sehingga menjadi bangsa yang 23:16 cerdas, 23:17 dijamin kesehatannya. 23:20 Ya gak usah gratislah mungkin nanti 23:22 bertahap tapi paling tidak gampang untuk 23:25 berobat gak bersulit dengan segala 23:27 macam. Sekarang kan di rumah sakit itu 23:30 antri kayak pasar itu yang berobat ya 23:33 antri sampai dari pagi sampai sore dan 23:35 seterusnya. Ini kan berarti cermin satu 23:38 bangsa yang rakyatnya kurang mendapat 23:41 apa? Santunan kesehatan yang memadai. 23:46 Di dalam buku yang sudah sedang kita 23:49 pelajari, kita kembali lagi ke halaman 23:52 15. Di sini disebutkan qiyamulail salat 23:56 malam untuk menunjukkan dan kewajiban 24:00 kita sebagai satu warga negara untuk 24:03 turut serta mengundang turunnya berkah 24:06 dari langit dan muncul dari bumi antara 24:09 lain dengan cara bangun malam untuk 24:11 berdoa dan mengadu kepada Allah. 24:15 Qiumul lail yang dianjurkan dalam agama 24:17 yaitu bangun malam untuk menegakkan 24:21 salat malam. 24:24 atau tahajud 24:26 adalah salat tahajud seperti ini 24:29 kebiasaan para nabi 24:32 kita katanya umatnya nabi cinta pada 24:36 Nabi. Tiap bulan Maulud, bulan Rabiul 24:39 Aal kita peringati Maulid Nabi. Kalau 24:42 betul kita cinta Nabi, kita umat Nabi, 24:44 tentu mengikuti jejak yang dianjurkan 24:47 oleh para nabi. Jadi kebiasaan salat 24:50 malam itu adalah kebiasaan para nabi, 24:53 para aulia, para wali, dan orang-orang 24:57 saleh. Maka jujulnya di sini qiyamulail 25:01 sebagai ciri orang saleh. Kepengin jadi 25:04 orang saleh, pejabat yang saleh, warga 25:06 negara yang saleh, pengusaha yang saleh, 25:09 tegakkan salat malam. 25:12 Salah satu ciri dari ahli surga adalah 25:15 orang-orang yang senantiasa 25:18 mendekatkan dirinya kepada Allah di 25:20 waktu hening, 25:22 waktu sunyi, di tengah malam atau 25:26 sepertikanya. 25:28 Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim 25:31 membuka pintu magfirah, ampunan, pintu 25:35 ampunan selebar-lebarnya 25:38 di waktu malam. Untuk siapa? untuk orang 25:41 yang mau bertobat 25:45 dari kesalahan di waktu siang. Dan Allah 25:48 menjanjikan diijabahnya doa di waktu 25:51 malam itu bagi orang-orang yang memohon 25:55 kepadanya peluang bagi siapapun yang 25:58 ingin mendapatkan keutamaan dan 26:00 kedudukan yang terpuji maqomam mahmud di 26:05 sisi Allah subhanahu wa taala. Jadi 26:08 tidak hanya cukup mengandalkan 26:10 kecerdasan intelektual, menganggap 26:13 dirinya mampu, betul perlu kemampuan 26:16 intelektualnya, 26:18 tentang ilmunya, bagaimana membangun 26:20 negeri, ekonomi, sains, teknologi. Tapi 26:24 jangan lupa manusia bisa usaha, tapi 26:27 yang menentukan adalah Allah. Oleh 26:29 karenanya jangan lupa kita harus selalu 26:31 dpdp dekat kepada Allah Subhanahu wa 26:35 taala. 26:38 Allah berfirman di dalam surat Al-Isra 26:40 ayat 79. Auzubillahiminasyaitanirrajim. 26:45 Waminallaili fatahajjad bihi nafilatanak 26:49 as aasakuka 26:52 maqom mahmud. 26:56 Artinya, "Dan ber 27:00 tahajudlah kamu di sebagian malam 27:05 sebagai suatu ibadah tambahan bagimu 27:08 agar Allah Subhanahu wa taala Tuhanmu 27:11 membangkitkanmu pada kedudukan yang 27:13 terpuji." 27:15 Jadi luar biasa salat malam itu. Kalau 27:18 manusia-manusia terpuji, pemimpin yang 27:21 terpuji, pemimpin yang disayang oleh 27:24 Allah, pemimpin yang dekat dengan Allah, 27:27 pasti Allah berjanji akan memberikan 27:30 keberkahan. Kalau keberkahan itu ada, 27:33 itu indikasinya adalah kehidupan 27:36 masyarakat yang tentram, guyub, rukun, 27:41 ayem, murah sarwinu, 27:44 subur sarwo tinandur, masyarakatnya 27:47 guyub dan rukun, gotong-royong. Nah, itu 27:51 baru namanya berkah. Sebenar ini 27:53 sebenarnya cita-cita para pendiri negeri 27:56 ini. Tapi masalahnya adalah sesudah 81 28:00 tahun ini apa sudah tercapai atau belum? 28:04 Kalau sudah tercapai berapa kira-kira 28:07 berapa persen yang sudah kita bisa 28:09 lewati? 28:10 negeri yang makmur, negeri yang kaya, 28:13 tapi kok 28:16 rekoso uripe. Masih banyak orang-orang 28:19 yang hidupnya jangankan kaya ya, 28:22 pas-pasan, bahkan di bawah kekurangan 28:26 ya. Mau makan tempe masih 28:30 kedele impor dari ini dengar enggak sih 28:33 para pejabat para berperani ini mau 28:36 makan tempe harus terkedelenya impor ora 28:38 iso nandur apa yo bangsa Indonesia ini 28:41 kekurangan tanah atau gimana 28:44 masa kedel aja impor dari Amerika 28:48 mau makan jeruk aja mesti impor juga 28:50 dari Cina ya Allah ya Rabb 28:54 mau makan daging harus impor dari New 28:56 Zealand dari Australia. 28:59 Bahkan mau garam nyambel saja, garamnya 29:02 itu mesti impor. Padahal hidup di tengah 29:05 samudra, di tengah lautan. Ini dosa 29:08 siapa ini 29:11 ya? Rasanya apa ya? Irionil gitu. L 29:15 bagaimana mau berkah kalau begini? 29:18 Kenapa gitu loh? 29:20 Ini yang perlu ditanyakan. 29:22 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 29:23 sendiri tidak pernah meninggalkan salat 29:26 malam kecuali jika berhalangan untuk 29:29 melakukannya. Dan jika itu terjadi maka 29:32 beliau melakukan pada siang harinya 29:35 dengan perbanyak salat duha sampai 29:38 berapa rakaat begitu. Padahal beliau 29:40 adalah orang yang telah mendapat jaminan 29:43 ampunan dari dosa-dosanya. Namun beliau 29:47 tetap melakukannya 29:49 hingga kakinya bengkak karena lamanya 29:51 beliau sendiri pada waktu salat berdiri 29:54 di waktu salat malam. Tuh berarti memang 29:58 ini penting sekali. 30:02 Dalam sebuah hadis Rasulullah sallallahu 30:04 alaihi wasallam, 30:06 Aisyah 30:09 meriwayatkan, "Sesungguhnya 30:12 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 30:14 selalu bangun atau salat malam hingga 30:17 pecah-pecah kedua kakinya." Aisyah 30:20 berkata, "Mengapa engkau lakukan itu, ya 30:23 Rasulullah? Bukankah Allah telah 30:26 mengampuni 30:28 segala dosa-dosamu yang lalu dan yang 30:30 akan datang? Beliau berkata, "Apakah 30:34 tidak boleh aku menjadi orang yang 30:38 senang, menjadi orang menjadi seorang 30:40 hamba yang selalu bersyukur kepada 30:42 Allah?" Hadis riwayat Bukhari dan 30:45 Muslim. 30:46 Hadis ini menunjukkan kepribadian 30:48 hamba-hambanya, 30:50 hamba-hamba Allah yang saleh. 30:53 Mereka selalu bersyukur dan selalu ingin 30:56 dekat kepada Allah dengan menegakkan 30:59 qiyamulail. 31:01 Dan disebutkan dalam ayat al-Insan ayat 31:05 36, waminallili fasjud lahu wasabbihu 31:10 lailan thwila. dan sebagian dari malam, 31:14 maka sujudlah kepadanya dan bertasbihlah 31:18 kepadanya pada bagian yang panjang di 31:20 malam hari. 31:23 Kita ngaku pengikutnya ya. Kalau 31:24 pengikutnya kita coba mengikuti 31:26 jejaknya. 31:28 Di akhirat nanti kita diakuis umat atau 31:30 bukan itu akan dilihat daripada amal 31:32 yang kita lakukan. Apakah betul kita 31:35 pengikut Nabi? Kalau pengikut Nabi ya 31:37 kita upayakan menjadi orang-orang yang 31:39 mengikuti jejaknya. 31:41 Dalam surah at-Tur juga disebutkan, "Dan 31:44 bertasbihlah kepadanya pada beberapa 31:47 saat pada malam hari dan di waktu 31:51 terbenam bintang-bintang, yaitu waktu 31:53 fajar dan seterusnya. Banyak yang 31:57 disebutkan dari hadis Rasul sahu alaihi 31:59 wasallam ataupun ayat-ayat sendiri yang 32:04 mengatakan tentang keutamaan dan fadilah 32:07 salat malam. 32:12 Dan juga disebutkan oleh Rasulullah sahu 32:14 alaihi wasallam secara khusus, 32:15 seutama-utama 32:16 salat setelah salat fardu adalah salat 32:19 di tengah malam yang disebut salat 32:22 tahajud. Dan seutamautama 32:26 saum setelah saum Ramadan ialah saum 32:29 pada bulan Muharram. 32:32 Jadi ada yang keutamaan-keutamaan yang 32:34 memang mesti kita mencoba untuk bisa 32:37 mendapatkannya. 32:41 Kemudian 32:43 di dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari 32:45 dan Muslim juga di sini agak panjang 32:49 saya baca terjemahnya 32:51 dari Abu Hurairah radhiallahu anh bahwa 32:54 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 32:55 bersabda Allah azza wa jalla turun ke 32:58 langit dunia. 33:00 Ini kalimat turun berarti majazi ya 33:03 kiasan tidak turun seperti kita turun 33:05 manusia itu berbeda. Turun ke langit 33:08 dunia setiap malam. Ketika sepertiga 33:13 malam pertama berlalu 33:16 seraya berfirman, "Aku adalah raja." 33:20 Kata Allah, "Aku adalah raja. Barang 33:23 siapa yang berdoa kepadaku, niscaya aku 33:26 akan mengabulkannya. 33:28 Barang siapa yang meminta kepadaku, aku 33:30 akan memberinya. Dan barang siapa yang 33:33 memohon ampunan kepadaku, niscaya aku 33:36 akan mengampuninya. Keadaan akan seperti 33:40 itu hingga terbit fajar, yaitu waktu 33:43 subuh. Coba nih kan peluang sebenarnya 33:47 kita kadang-kadang banyak masalah 33:50 tapi 33:52 gembelengan. 33:54 Gak merasa putus sama Allah. 33:57 merasa otaknya mampu mengatasi 33:59 persoalan, 34:01 enggak mau dekat sama Allah, enggak mau 34:04 meminta, "Ya Allah, ya Rabb, kita banyak 34:08 dosa, banyak salah, tapi peluang pintu 34:12 ampunan dibuka di waktu malam kita pun 34:15 enggak gople, kurang perhatian, merasa 34:19 enggak butuh. 34:22 Coba bayangkan, padahal dosa sudah 34:24 numpuk tiap hari, tiap saat. Nah, ini 34:27 kan gembelengan namanya. Ini gembelo, 34:30 orang sombong begini. Padahal ya Allah, 34:33 Allah itu dengan kasih sayangnya manusia 34:35 memang gak bisa lepas dari dosa. Mbok yo 34:38 madep mantap kepada Allah. 34:42 Mohon ampun pada Allah. Berapa sih 34:44 lamanya orang bangun malam e salat malam 34:47 itu? Sebentar aja, Kak. Kita mohon ampun 34:50 pada Allah. Kita banyak problem, banyak 34:53 masalah. Mbok yo minta pertolongan, 34:55 minta bimbingan, minta petunjuk kepada 34:58 Allah yang punya mas, menggenggam segala 35:00 urusan jagad raya ini. Seluruh kehidupan 35:03 di tangan Allah. Mbok kita minta, kita 35:06 enggak mau. Apa enggak disebut orang 35:07 sombong itu? Orang kemeli. Merasa hebat, 35:11 merasa benar. Akhirnya oleh Allah 35:14 dibiarkan berkutat dengan problem dan 35:16 masalah. Allah tidak menolong. Allah 35:18 tidak memberikan solusi. Dibiarkan. 35:21 Makanya berantem kadang hilang berkah. 35:24 Harta yang banyak tidak memberikan 35:26 ketenangan batin malah pasea satu dengan 35:28 yang lain dan seterusnya. Apalagi kalau 35:31 memimpin bangsa yang besar seperti 35:33 Indonesia mestinya harus lebih dekat 35:36 kepada Allah Subhanahu wa taala. 35:40 Dari beberapa hadis dan dalil di atas 35:43 tadi, maka kesimpulannya adalah satu, 35:46 qiyamulail atau tahajud adalah 35:49 seutama-utama salat sesudah salat fardu 35:54 nih. Jadi kalau kita ngaku umat Nabi 35:59 setiap bulan Rabiul Aal memperingati 36:02 Maulid Nabi, tapi hanya terjebak pada 36:05 rutinitas, puji-pujian semata-mata. 36:09 Apalagi hanya senang-senang, eforia, 36:11 tapi gak ada follow up-nya, gak ada 36:14 aplikasinya dalam kehidupan. Ya, berarti 36:16 kita cuma di mulut. Namanya omdok omong 36:20 doang. Yang kedua, waktu yang diijabah, 36:25 waktu yang makbul 36:28 itu adalah di waktu malam. Dan janji 36:30 Allah telah menetapkan siapa yang 36:33 meminta, aku akan berikan. sampai minta 36:35 dunia, minta akhirat, minta ampun dan 36:39 seterusnya. Yang ketiga, Allah membuka 36:42 pintu magfirah, ampunan, rahmat dan 36:44 kasih sayangnya kepada hamba-hamba yang 36:47 ingin bertobat dan memohon kepadanya. 36:50 Dan Allah berjanji akan mengabulkan doa 36:53 orang yang meminta kepada setiap malam. 36:56 Sayang sekali jika peluang dan kasih 37:00 sayang Allah itu kita sia-siakan. 37:02 Padahal banyak kelalaian dan dosa yang 37:06 kita lakukan. Mengapa peluang ini tidak 37:09 kita pergunakan untuk mohon ampunannya? 37:12 Bukankah kita selalu dihadapkan pada 37:15 berbagai macam problem dan masalah yang 37:17 terus datang silih berganti? 37:21 Kadang datang seperti menghimpit 37:23 kehidupan kita. Mengapa kita tidak 37:26 berlari berlari dan mengadu serta mohon 37:29 belas kasihan kepadanya yang memiliki 37:32 kerajaan dan semesta yang maha lembut, 37:36 maha mendengar, maha kasih sayang kepada 37:39 hamba-hamba-Nya. Bahkan Allah 37:42 mengharapkan, "Mintalah kepadaku, Aku 37:45 akan mengabulkannya." Ya, tapi kita 37:47 tetap aja-hare aja dekok aja tiap malam 37:52 merasa kita mampu mengatasi persoalan. 37:55 Mengapa kita enggan untuk sekedar 37:57 bangun? 37:59 Kita basuh muka kita dengan air suci 38:01 yang sejuk. Kita berdiri dan kita 38:04 lantunkan kalimat-kalimat suci penuh 38:07 makna. Kita ruku dan kita sujud dengan 38:10 tasbih dan tahmid. Kita mengadu dan 38:14 memohon kepada sang pencipta yang 38:17 menggenggam segala urusan, yang selalu 38:20 mengawasi dan menjaga, yang maha 38:22 mendengar segala doa. 38:25 Mengapa ini tidak kita lakukan? Sayang 38:28 jika malam-malam mustajab ini lewat 38:31 begitu saja. Sementara kita hanya 38:34 mendengkur tidur, berlilitkan, 38:39 berlilit 38:41 dengan berbagai masalah. Berbahagialah 38:44 orang yang melalui malam-malamnya dengan 38:47 khusyuk, khudu, tegak berdiri melakukan 38:50 salat di tengah malam, mendekat dan 38:52 mengharap serta meratap dengan air mata 38:55 di hadapan Allah Subhanahu wa taala. 38:58 Mudah-mudahan ada manfaatnya. Sebagai 39:01 upaya kita pun tanggung jawab sebagai 39:03 seorang muslim, orang yang beragama 39:06 terhadap bangsa dan negara ini. Paling 39:09 tidak kita turut mendoa dan bisa menjadi 39:14 upaya-upaya turut mengundang turunnya 39:18 berkah dan rahmat dari Allah Subhanahu 39:20 wa taala. 39:21 Wallahuam. 39:24 Ikhwan akhwat, 39:26 bahasan yang singkat padat tetapi 39:31 mudah-mudahan membangkitkan semangat 39:34 untuk qiamulail ya. Tapi apa yang 39:37 dibahas ini kan diambil dari buku meniti 39:41 jalan ke surga kan. Kalau Anda ingin 39:45 juga punya buku ini agar bisa mengulang 39:48 baca lagi bagian yang dibahas yang mana 39:51 dan sebagainya. itu bisa 39:54 emm menghubungi Bung Reza 39:58 untuk mendapatkan buku Meniti Jalan 40:02 Surga yang sedang bagian bab 4-nya tadi 40:06 dibahas Ustaz ke Mas Rizal itu ada di 08 40:12 99 40:14 007991. 40:19 Sekali lagi telepon yang bisa dihubungi 40:23 untuk 40:24 mendapatkan buku meniti jalan ke surga 40:27 ya 0899 40:29 0073991. 40:34 Kita boleh langsung ke pertanyaan ya, 40:35 Ustaz ya. 40:37 Ini dari Eyang Sri. Asalamualaikum 40:41 ustaz. 40:42 Waalaikumsalam. 40:43 Semoga selalu berlimpah rahmat dan rida 40:45 Allah. Iya, Bu. 40:47 Saya tinggal di negara indah permai, 40:49 subur, kaya raya, tapi rakyatnya miskin. 40:55 Izin bertanya, kalau saya ditawari 40:58 bansos 41:00 kan RT tahu warganya. Tapi ketika saya 41:03 ditanya mau atau tidak, saya putuskan 41:06 saja untuk tidak. Karena saya takut 41:09 tersandra nanti kalau misalnya ee 41:13 memilih yang memberi bansot bansos 41:18 seperti ini. Apakah saya salah, Pak 41:20 Kiai? Karena saya butuh sekali 41:23 solusinya. Ditawarin. 41:26 Kalau emang harus diberi, diberi aja 41:28 kali, ya. Oke, silakan. 41:30 ee bantuan sosial itu bukan pemberi 41:35 perorangan 41:37 pejabatnya. 41:39 Itu memang menjadi satu kewajiban 41:40 pemerintah penguasa untuk 41:43 mensejahterakan rakyatnya. 41:46 Jadi saya kira itu memang kewajiban dari 41:48 pemerintah terhadap orang yang memang 41:51 perlu dibantu. Tapi kalau kita tidak 41:54 memerlukan, tidak ingin dibantu, ya 41:56 tidak mengapa. mungkin bisa diberikan 41:59 pada orang yang lebih memerlukan. 42:02 Umar bin Khattab dalam kisah yang 42:04 populer, 42:06 beliau ketika menjadi amirul mukminin, 42:09 pemimpinnya orang-orang beriman, 42:12 kalau malam beliau itu keluar. 42:16 Keluar itu maksudnya ingin mendengar 42:18 suara hati rakyat yang dipimpinnya. 42:22 Pada satu 42:24 rumah 42:25 di ujung desa, ada sebuah rumah yang 42:28 belum tidur di waktu malam. 42:31 Sementara 42:33 anaknya menangis. 42:34 He. 42:36 Kemudian ada dialog di antara ya ibunya 42:39 mengatakan, "Sebentar, Nak, ya. Yang 42:41 kita sedang masak belum matang. 42:45 Sebentar, Nak. Ya, tunggu sebentar." 42:47 Padahal ana sudah kelaparan. 42:50 Ternyata yang dimasak itu batu. 42:52 Astagfirullahalazim. 42:54 Kenapa batu yang dimasak gak ada beras, 42:57 gak ada gandum, gak ada makanan. Lah 43:00 untuk apa batu kok direbus? Dalam rangka 43:03 mengalihkan perhatian anak seolah-olah 43:07 itu sedang menanak nasi ataupun memasak 43:10 gandum 43:11 sehingga nanti anak tertidur lelap. Itu 43:14 maksudnya. Karena enggak ada lagi 43:16 makanan. 43:18 Mendengar itu, Umar bin Khattab tentu 43:20 saja takut pada Allah. Ya Allah, masih 43:23 ada masyarakat rakyatku ini, umatku yang 43:27 masih hidup sengsara gak punya makan dan 43:30 sebagainya. Yang teringat itu adalah 43:32 tanggung jawabnya sebagai pemimpin di 43:34 hadapan Allah yang akan ditanya oleh 43:37 Allah, "Kenapa kamu lalai memimpin 43:40 rakyatnya yang terlantar seperti itu 43:43 sampai merebus batu? Karena tidak ada 43:45 yang direbus untuk sekadar mengalihkan 43:48 perhatian anak-anak dari kelaparan itu 43:49 supaya tertidur. 43:52 Maka Umar segera masuk ke Baitul Ma ke 43:56 gudang. Dia pikul sendiri gandum dan 43:58 diantarkan ditaruh depan rumahnya. 44:01 Kata pembantunya mengatakan, "Tuhan biar 44:03 saya aja mikul." Tidak. Karena tanggung 44:05 jawab ini adalah saya yang harus 44:06 tanggung jawab di hadapan Allah 44:07 Subhanahu wa taala. 44:09 Y kalau pemimpin ini kalau mau niru 44:12 jangan hanya kedudukannya aja yang 44:14 dicari, tapi kewajiban seperti ini 44:17 rakyatnya itu nanti akan menjadi 44:19 tanggung jawab di hadapan Allah. Kalau 44:22 semakin banyak rakyat yang ditolong, dia 44:24 akan mendoakan berkah dan rid rida Allah 44:27 akan turun. Tapi kalau rakyat banyak 44:29 sengsara karena kebijakannya tidak 44:32 tepat, hanya apalagi hanya memikirkan 44:34 dirinya sendiri, kelompoknya, 44:35 golongannya, oh nanti di akhirat 44:38 dikuyo-kuyo, 44:39 di akhirat mereka akan menuntut di 44:42 hadapan Allah Subhanahu wa taala. 44:43 Nauzubillah. Jadi sangat mulia kalau ada 44:46 bansos, bantuan sosial itu bukan 44:49 pemberian dari personnya seorang 44:51 pejabat. memang kewajiban sebagai 44:54 pejabat penguasa untuk memberikan 44:57 kesejahteraan terhadap rakyatnya. 45:00 mestinya bukan hanya itu, rakyatnya 45:02 dimakmur, pendidikannya 45:05 mudah di mudah dicapai, kemudian 45:08 kesehatan juga terjamin, mudah aksesnya 45:12 dan itu menjadi kewajiban pemerintah. 45:14 Maka di republik ini pun sebenarnya 45:16 sudah luar biasa 45:18 kekayaan satu negara 45:21 menjadi dikuasai para pemerintah untuk 45:24 tuh untuknya itu jangan lupa untuk 45:28 sebesar-besar kesejahteraan 45:30 masyarakatnya. 45:32 Jadi sebenarnya para pendiri negeri ini 45:34 sudah luar biasa arif, bijak dan ngerti. 45:37 Cuma kita kadang-kadang pelakunya 45:39 gampang lali. 45:41 Kadang-kadang kedudukan itu hanya 45:43 sebagai satu kesempatan peluang ira 45:46 deente ayeuna kapan lagi kalau bukan 45:49 sekarang mumpung pakai aji mumpung. 45:52 Wallahuam. 45:54 Emm, pertanyaan berikutnya dari Mas Afan 45:57 Kurniawan di Depok. Ustaz, saya mau 45:59 tanya nih, perbedaan utama antara 46:01 qiyamulail dan salat tahajud apa? Ya, 46:05 sebenarnya qiyamulail juga tahajud 46:07 diartikan. Jadi menurut saya sih sama 46:10 tahajud dengan qiamulail. Wallahuam. 46:14 Baik, 46:16 melanjutkan ke ini dari siapa nih? Dari 46:21 Alfarido 46:23 mau bertanya. Bagaimana cara kita 46:26 istikamah untuk bisa bangun malam untuk 46:29 menunaikan salat malam, Ustaz? Terima 46:32 kasih. 46:32 Iya. 46:35 Dalam satu 46:37 apa? kajian orang kalau ingin 46:42 membangun satu karakter, 46:46 karakter terbangun 46:48 pribadinya memiliki kepribadian 46:50 kepribadian yang baik diperlukan tiga 46:52 hal. 46:53 Pertama 46:55 ilmu. 46:57 Ya, kowing ilmu. 47:00 Kenapa kita mau salat, mau salat, mau 47:03 salat malam, salat sunah? 47:05 Kita tahu ilmunya, kita belajar fadilah 47:09 keutamaannya apa, kewajiban syariat yang 47:12 dari tuntun dari Allah dan Rasulnya apa. 47:14 Kita tahu dulu 47:17 apa hakikatnya, faedahnya, keutamaannya, 47:20 kerugiannya kalau tidak dan seterusnya. 47:23 Itu satu. Yang kedua dipraktikkan 47:27 acting. 47:29 Kalau hanya ilmu saja dikumpulin tapi 47:31 enggak dipraktikkan, ya enggak akan bisa 47:33 jadi kepribadian. 47:35 Jadi dipraktikkan 47:38 witing tresno jalaran soko kulino. 47:43 Karena bisa itu karena biasa biasa 47:46 dipraktikkan. 47:48 Mungkin awalnya ya jarang-jarang kita 47:50 malam seminggu sekali aja tapi lama-lama 47:54 terus dicoba terus dicoba terus dengan 47:56 perjuangan tiga 3 hari sekali lama-lama 47:59 tiap malam. Jadi memang harus 48:02 dipraktikkan doanya. Allahumma paksa. 48:05 Kalau enggak Allahumma paksa enggak 48:07 bisa. Mesti 48:09 untuk sebuah kebaikan, keutamaan memang 48:12 harus dengan berjibaku, 48:14 bersungguh-sungguh dan harus harus 48:16 melawan kemalasan dan seterusnya. Nah, 48:20 baru kalau dua ini sudah 48:22 sudah ilmunya sudah kebiasaan kita 48:25 bangun, maka baru menjadi habit. Kalau 48:28 sudah habit sudah otomatis. Kalau malam 48:31 enggak bangun itu mesti rugi. 48:33 He. 48:33 Otomatis bangun sendiri. Enggak usah 48:35 dibangunkan juga bangun sendiri. Sudah 48:37 terbiasa. Nah, itulah syaratnya untuk 48:41 bisa membiasakan salat malam dan juga 48:44 amalan-amalan utama lainnya. Wallahuam. 48:48 Jadi, Allah bisa karena biasa. Biasain 48:52 bangun malam ya. Oke, ini lanjut. Tidak 48:55 ada namanya, Ustaz. Kalau kita enggak 48:58 boleh sombong, terus harus membalas 49:02 omongan-omongan orang yang buruk dengan 49:04 kata-kata yang baik. Bagaimana ngeremnya 49:07 ya, Ustaz? Yang sering sih enggak sabar 49:10 menghadapi cerca orang. Apa yang harus 49:12 saya pelajari? 49:14 Terima kasih. Iya. Nah, ini mesti ada 49:16 ilmunya. Ilmu menghadapi cercaan, 49:19 menghadapi hinaan, menghadapi bulian. 49:23 Ya, orang yang dibully, orang yang 49:27 dicerca, orang yang dihina 49:30 sebenarnya ada nilai plusnya 49:34 dari segi hakikatnya. 49:36 Karena pada ketika seorang itu dibully, 49:39 dicaci, dia tidak membalas. 49:43 Berarti orang yang membully, yang 49:45 mencaci itu sedang membantu kita 49:49 mengurangi dosa kita, dibebankan pada 49:53 diri mereka. 49:55 Jadi kan untung itu alhamdulillah makin 49:57 banyak bulinya makin habis dosa kita. 49:59 Tuh kalau kita tidak membalas. 50:03 Tapi kalau kita membalas ya lain lagi 50:05 berarti semeg kata orang bakar alam itu 50:08 orang laat. Semegitu sami mawon berarti 50:12 sama aja kita gak d kita enggak dapat 50:15 apa namanya pahala. Jadi yang terbaik 50:17 memang kita mencoba kalau ketika dibully 50:20 kita diam saja 50:22 kembalikan dia kepada Allah nanti dosa 50:24 kita diambil sama dia. Kalau dosa kita 50:27 sedikit diambil habis kebaikan dia nanti 50:30 diberikan pada kita di akhirat nanti. 50:32 Dan menguntungkan kan kalau bisa cari 50:34 orang tukang buli gitu untuk mengurangi 50:36 dosa kita. Yait anunya apa guyonnya 50:41 begitu. Jadi memang tidak mudah. Lain 50:44 lagi dengan kalau kita amar makruf. He. 50:48 Ini orang tukang bully orang ini, tukang 50:50 mencaci orang, tukang memfitnah orang. 50:52 Nah, kita cegah. 50:54 Nah, bagus itu berarti amar makruf nahi 50:57 mungkar. 50:58 Tapi yang terbaik ketika dia membully 51:02 orang lain, mencerca orang lain, nah 51:04 kita tampil di situ. Kasih tahu amar 51:07 makruf nahi mungkar dengan cara yang 51:09 baik. Wallahuam. 51:11 Amar makruf nahi mungkar. Ini dari ee 51:15 Pak Totok kalian namanya Toto 51:19 Amanah. 51:21 Bagaimana, Ustaz? Kalau kita melihat 51:25 orang katanya kan harus banyak 51:27 bersedekah, berbagi dan juga untuk 51:31 mereka yang membutuhkan. 51:34 Ada orang yang seperti ini tapi enggak 51:36 pernah nyapa tetangga. ini ee kenapa ya, 51:41 Ustaz? Terima kasih. 51:44 Lah orang memberi kok enggak pernah 51:45 nyapa tetangga? 51:46 Mungkin yang diberi yang jauh-jauh kali. 51:48 Oh, gitu ya. Kita harus ber memang 51:54 idealnya orang itu berbuat baik itu 51:57 dimulai dari tetangga yang dekat. 51:59 He. 52:00 Kepada siapa saya lebih baik? lebih 52:03 sedekah yang lebih baik kepada tetangga 52:06 yang lebih dekat pintu rumahnya 52:09 depan kiri kanan 52:10 jadi lebih dekat berarti itu pahalanya 52:13 bisa dua kali banding yang jauh apalagi 52:17 kalau sedekah itu tetangga saudara 52:20 seagama itu tiga dapatnya 52:24 tapi kalau misalnya cuma saudara bukan 52:26 tapi dia seagama dia tetangga dua 52:29 bagiannya 52:30 ada yang dapat bagian satu tetangga ee 52:33 saudara bukan agamanya berbeda tapi dia 52:37 tetangga masih ada hak bertetangga kita 52:42 harus baik maka orang beragama itu tetap 52:44 harus baik sekalipun orang nonmuslim 52:48 kalau dia tetangga insyaallah kewajiban 52:50 kita juga sama dengan hak-hak 52:52 bertetangga 52:53 masyaallah 52:55 ustaz ini yang terakhir dari arkana di 52:58 Depok Kiai Mulail itu haruskah selalu 53:03 diisi dengan salat sunah atau boleh 53:06 diisi dengan amalan lain baca Quran atau 53:09 zikir gitu? Terima kasih. I 53:11 iya. 53:13 Kalau qiamulail berarti salat malam 53:16 tahajud. 53:18 Di dalam salat itu ada baca Al-Qur'an. 53:21 Maka kalau mau baca Al-Qur'an panjang 53:24 dalam salat yaitu ketika salat tahajud, 53:27 salat sendiri. Sekalipun dia hafal 53:30 Al-Qur'an kalau ngimami salat ingat yang 53:32 di belakangnya. 53:33 Maka bacalah yang sederhana, 53:36 yang ringan-ringan saja. Karena yang di 53:38 belakang itu banyak berbagai macam 53:41 orang. Ada yang sakit, ada yang punya 53:43 keperluan. Tapi kalau mau bacanya 53:46 panjang, baca Al-Qur'an di waktu 53:48 tahajud. Jadi baca Al-Qur'an itu ya 53:52 boleh. Nah, boleh diselingi dengan 53:55 zikir, dengan doa, tentu saja. Ya. Jadi 53:59 yang namanya tahajud include di dalamnya 54:01 ya zikir, ya baca Quran, ya doa. Ya, itu 54:04 saya kira itu memang rangkaiannya. 54:07 Wallahuam. 54:08 Emm, ada satu lagi dari Ibu Fani nih, 54:11 Ustaz. Asalamualaikum. 54:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:14 wabarakatuh. 54:15 Bagaimana ya, Ustaz, agar ketika tahajud 54:18 kita bisa merasakan nikmat dan indahnya 54:22 bersama Allah? 54:24 Ya, mesti diperdalam. 54:27 Makrifatullahnya, 54:30 sifat-sifat Allah tentang yang disebut 54:33 dalam Al-Qur'an sa misalnya Allah itu 54:35 maha pengasih lagi maha penyayang. 54:37 Arrahman arrahim. Allah itu maha lembut. 54:41 Allah itu maha pemberi. Allah itu maha 54:43 mendengar. Allah itu sayangnya jauh 54:46 melampaui dibanding sayang seorang ibu 54:48 pada anak dan seterusnya. itu nanti 54:50 kalau kita mengenal itu, tahu itu, maka 54:53 ketika kita baca ayat, ketika kita 54:55 berdoa itu merasakan. 54:58 Nah, itu satu. Jadi, perdalami 55:00 sifat-sifat utama dari Allah Subhanahu 55:02 wa taala. Kemudian yang kedua, ya 55:07 bersihkan hati 55:09 dari berbagai macam yang bisa ngotori, 55:13 yang menjadi yang menjadi kendala. 55:16 Misalnya 55:18 dari makanan yang haram. 55:20 He 55:21 dari 55:23 perbuatan dosa 55:25 itu kadang-kadang menjadi hijab, menjadi 55:27 jauhnya susah kita untuk bisa merasa 55:30 bermesraan kepada Allah. Tapi kalau hati 55:32 kita bersih, tulus, beramal ikhlas, ya 55:36 kita menghindari dari 55:38 yang haram, baik haram makanan ataupun 55:41 perilaku, insyaallah kita akan bisa 55:44 merasakan itu. Nanti terus-menerus kita 55:48 coba mendekat kepada Allah Subhanahu wa 55:50 taala akan bisa merasakan kalau sudah 55:52 sadu dekat sama Allah bisa menangis. 55:56 Nah, luar biasa itu air mata yang jatuh 55:59 karena zikir kepada Allah, ingat pada 56:02 Allah itu bisa menjadi dinding daripada 56:05 api neraka. Wallahuam. 56:08 Iya, silakan Ustaz. Closing idea untuk 56:11 bahasan kita hari ini. 56:12 Iya. Baik. Ayo al ikhwah rahimakumullah. 56:16 Mengapa sering saya sampaikan 56:19 surah Al-A'raf ayat 96? 56:23 khususnya jika kita bicara tentang 56:28 kehidupan bersama di Indonesia ini. 56:31 Karena satu negeri itu 56:34 tidak mungkin akan damai, aman, tentram 56:36 kalau penghuni manusianya tidak beriman 56:39 dan bertakwa. 56:41 Artinya apa? Karena Allah sendiri 56:43 berjanji akan membuka pintu berkah dari 56:46 langit dan dari bumi. Syaratnya beriman 56:48 dan bertakwa. Maka untuk diri saya, 56:51 keluarga dan masyarakat saya mengimbau, 56:54 mari kalau kita ingin diberkati oleh 56:55 Allah, kita lakukan 56:58 konsekuensi kita sebagai bangsa yang 57:00 religius, bangsa yang agamis, bangsa 57:03 yang tinggal di satu negara yang 57:05 berketuhanan Yang Maha Esa. Yang kedua, 57:08 pemerintah mestinya memfasilitasi dan 57:12 mendukung penuh kegiatan-kegiatan dalam 57:15 rangka pembinaan keagamaan. 57:18 Jangan lebih memprioritaskan yang lain. 57:20 Kalau yang hura-hura 57:22 dibantu. Kalau olahraga saja berab. Tapi 57:25 urusan rohani kadang-kadang yang diurusi 57:28 urusan yang ada duitnya. Zakat misalnya, 57:31 kemudian pernikahan, 57:34 kemudian haji, itu kan ada duit duitnya. 57:36 Tapi pembinaan rohani masyarakatnya 57:39 sebagai bangsa yang berketuhanan 57:41 mestinya mendapat porsi yang sesuai. 57:46 Mohon maaf. Apabila hal yang kurang 57:48 berkenan, tetapi niat baik kami, mari 57:51 kita bangun negeri ini sebagai 57:53 masyarakat yang religius, bangsa yang 57:55 sudah 81 tahun. Kekurangan, kekeliruan, 57:58 kesalahan perlu dievaluasi secara total 58:01 dan ke depannya kita bangun bersama. 58:03 Semoga ke depan akan muncul 58:06 pemimpin-pemimpin yang arif dan bijak, 58:08 yang beriman, yang bertakwa. Demikian 58:11 juga masyarakatnya. Kalau kita 58:13 mengharapkan masa pemimpin yang bijak, 58:16 yang besar, yang beragama, yang saleh, 58:20 tentu dimulai dari masyarakatnya yang 58:22 juga beriman dan beramal saleh. 58:25 Wallahuam. Mohon maaf segala kekurangan 58:27 kekeliruan. Wabillahi taufik wal 58:29 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 58:32 wabarakatuh. 58:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:35 wabarakatuh. Terima kasih ustaz dan 58:38 ikhwan akhwat. 58:40 Mudah-mudahan 58:42 di harapan doa di akhir tadi bisa 58:47 terwujud dan kita negeri tercinta ini 58:51 juga kembali bercahaya. Ya. Baiklah. 58:55 Sekali lagi kalau Anda ingin memiliki 58:58 buku Meniti Jalan Ke Surga yang 59:01 bahasannya hari ini di bab 4, silakan 59:05 untuk menghubungi Mas Rizal ada di 59:08 08990073991. 59:14 Sekali lagi 08990073991. 59:20 Mudah-mudahan kita dipertemukan kembali 59:22 di tausiah pagi yang berikutnya ya. 59:25 Billahi taufik wal hidayah. 59:26 Wasalamualaikum warahmatullah 59:28 wabarakatuh.