Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:14 Assalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:17 rahimakumullah. 0:19 Bersyukur sekali hari ini kita 0:21 dipertemukan 0:23 dalam acara tausiah pagi yang 0:26 mudah-mudahan apa yang jadi bahasan 0:29 membuat kita semakin ringan melangkah 0:32 menuju destinasi yang kita rindukan ya. 0:36 Tidak lupa salam selawat kita lantunkan 0:38 untuk junjungan umat kekasih kita 0:41 Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi 0:43 wasallam. Semoga kelak kita mendapatkan 0:45 syafaat beliau dan dipertemukan dengan 0:48 beliau di saat yang sangat kita rindukan 0:52 di yaumil akhir. 0:54 Semua sehat ya? Alhamdulillah. 0:57 Untuk hari ini 0:59 kita akan membahas sesuatu yang 1:01 mudah-mudahan 1:02 tidak lagi menjadi pertanyaan yang 1:04 membingungkan ya seandainya 1:07 di 1:10 pertanyakan c ya lah di pertanyakan. 1:12 Tapi apakah kita akan sanggup 1:17 menjadi hamba sebagaimana yang 1:21 seharusnya kita lakukan itu tadi di off 1:24 air Ustaz 1:26 ee Bul Hidayat Siroji 1:28 bicara soal 1:30 ambil tetap dari meniti jalan ke surga 1:33 buku beliau yaitu terkait dengan qiyamul 1:36 lail. 1:38 Beliau sudah ada di sini kita sapa. 1:39 Assalamualaikum warahmatullahi 1:41 wabarakatuh Ustaz. 1:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:44 wabarakatuh. 1:45 Alhamdulillah sehat ya. 1:47 Jadi 1:49 persisnya rincian hamba yang saleh yang 1:51 akan kita bahas hari ini ya. 1:53 Iya. [berdehem] 1:53 Baik, mari kita simak. 1:57 Bismillahirrahmanirrahim. 2:00 Assalamualaikum 2:02 warahmatullahi wabarakatuh. 2:06 Alhamdulillah. 2:09 Nahmaduhu wanastainuhu wanastaghfiruhu. 2:13 Wana'udzubillahi min syururi anfusina. 2:16 Wamin sayyiati a'malina. 2:19 Mayyahdillahu fala mudhillalah. 2:22 Wamayyudhlil fala hadiyalah. 2:25 Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la 2:28 syarikalah. 2:29 Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 2:32 rasuluhu la nabiya ba'da. 2:35 Allahumma shalli wasallim ala nabiyyina 2:38 Muhammadin wa ala alihi wa ashhabihi 2:41 waman tabi'ahum biihsanin ila yaumil 2:44 qiyamah. 2:46 Masya Allahu kan. 2:48 Wama lam yasya lam yakun la haula wala 2:51 quwwata illa billah amma ba'd. 2:56 Ayyuhal ikhwan rahimakumullah, 2:57 saudara-saudaraku kaum muslimin di 3:00 manapun 3:01 Anda berada. 3:02 Mudah-mudahan senantiasa dalam naungan 3:04 rahmat dan kasih sayang Allah 3:06 subhanahu wa ta'ala. Amin ya rabbal 3:09 alamin. 3:12 Dari waktu ke waktu kita 3:15 terus meniti jalan kebaikan. 3:19 Meniti jalan ke surga. 3:22 Ternyata 3:23 untuk meniti jalan ke surga 3:26 memang diperlukan 3:29 keimanan, kesungguhan, 3:31 keikhlasan, 3:34 dan mujahadah. Banyak sekali tantangan, 3:37 banyak ujian, banyak cobaan, dan lain 3:40 sebagainya. 3:42 Hujibatil jannah bil makarih wa 3:44 hujibatinnar bisyahawat. 3:47 Jalan ke surga dibayang-bayangi oleh 3:49 kesulitan. 3:51 Takut miskin, 3:53 takut 3:55 tidak tercapai apa yang diharapkan, 3:58 takut, takut, takut, khawatir, itu 4:01 memang kerjaan setan. 4:03 Maksudnya supaya kita tidak bisa 4:05 melewati jalan menuju surga itu. 4:09 Tetapi, 4:11 jalan ke neraka, 4:13 itu dihiasi oleh syahwat. 4:16 Maka orang begadang, 4:19 asal cocok dengan syahwat dan nafsunya, 4:22 dia perjuangkan itu. Bahkan, dia mau 4:26 memberikan apresiasi dan membayar 4:29 berapapun, asal cocok dengan hawa nafsu. 4:34 Oleh karenanya, 4:36 untuk bisa meniti jalan ke surga, 4:39 tentu ini adalah 4:41 pilihan hamba-hamba terpilih, 4:44 yang betul-betul tahu motivasi dan arah 4:46 hidup, 4:48 kemudian dia 4:49 mengerti akan kewajiban sebagai manusia 4:52 di bumi ini, 4:53 dan dia tahu langkah-langkah yang akan 4:55 ditempuh. 4:58 Dan dia rela 5:00 untuk berkorban, 5:03 untuk bisa sampai kepada 5:06 keridaan Allah subhanahu wa taala. 5:10 Maka di sini letaknya, 5:12 bahwa 5:14 untuk meniti jalan ke surga, 5:17 diperlukan satu penghayatan yang 5:20 mendalam, insyaallah. 5:23 Para ikhwan rahimakumullah, 5:26 pada pekan-pekan yang lalu, kita sudah 5:28 bahas berbagai hal sesuai dengan 5:30 konteksnya, 5:32 karena pada saat itu adalah 5:35 kita 5:36 di bulan Agustus ini ada dua peristiwa 5:39 penting. 5:41 Peristiwa penting pertama di bulan 5:43 tanggal 17 Agustus, jelas proklamasi 5:46 kemerdekaan Republik Indonesia. 5:50 Kemarin sudah kita bahas, jangan 5:52 terjebak kepada rutinitas 5:54 euforia semata tapi kehilangan makna. 6:00 Perjalanan bangsa yang sudah 81 tahun 6:04 ini kalau usia orang sudah kakek-kakek. 6:08 Asal jangan pikun saja. 6:11 Mesti banyak lihat sejarah. 6:14 Nggih. 6:15 Jasmerah, jangan lupa sejarah. 6:19 Pertama 6:21 proklamasi atau kemerdekaan bangsa 6:23 Indonesia hakikatnya adalah anugerah 6:26 Allah. 6:28 Walaupun secara zahiriah juga hasil 6:30 perjuangan para syuhada, para pejuang 6:34 yang rela berkorban, bahkan rela 6:36 berkorban jiwa, jiwa raga 6:40 untuk tanah air ini. 6:43 Itu anugerah yang perlu diingat. Maka 6:45 dalam preambule undang-undang disebutnya 6:47 "Atas dasar berkat rahmat Tuhan Yang 6:50 Maha Esa." 6:53 "Sampailah kita ke pintu gerbang." Dan 6:55 seterusnya. 6:56 Artinya kita ingat, oh ini anugerah dari 6:58 Allah. 7:00 Tanpa 7:02 takdir Allah, tanpa pertolongan Allah, 7:04 mungkin kita masih bisa menjadi bangsa 7:06 yang 7:07 terjajah. 7:09 Maka perlu diingat itu anugerah dari 7:11 Allah. 7:13 Jadi pertama diingatkan tentang 7:17 apa namanya kemerdekaan, yang kedua itu 7:19 anugerah dari Allah. 7:22 Dan yang ketiga adalah 7:25 kita diberikan oleh Allah negeri yang 7:28 indah 7:30 luar biasa. 7:33 Indonesia ini menjadi iri bangsa lain. 7:37 Keindahan tanahnya subur 7:41 kemudian 7:43 potensi sumber daya alamnya luar biasa. 7:47 Sehingga para pujangga memberikan 7:48 sanjungan beraneka macam. 7:51 Ada yang menyebut Indonesia zamrud 7:53 khatulistiwa. 7:55 Indonesia 7:56 cuilan tanah dari surga. 7:59 Lagu-lagu yang dulu lagu-lagu wajib, 8:02 lagu 8:03 kebangsaan dan seterusnya. 8:05 Itu sering dinyanyikan bahkan jadi lagu 8:08 wajib itu 8:09 banyak sekali yang menyanjung Indonesia. 8:12 Rayuan Pulau Kelapa, Indonesia 8:16 apa itu? Lupa ya. Sudah lupa dah. 8:20 Lama. 8:21 Jadi sanjungan-sanjungan luar biasa itu 8:23 karena memang betul 8:24 Indonesia adalah anugerah dari Allah 8:27 diberikan negeri yang 8:29 orang Jawa mengatakan nagari panjang 8:31 apinjung 8:32 gemah ripah. 8:35 Loh. 8:36 Loh jinawi gemah ripah, loh jinawi subur 8:40 sarwo tinandur murah sarwo tinuku 8:42 mestinya toto tititentrem 8:46 raharjo. 8:49 Tap- tapi itu idealnya, tapi kenyataan 8:53 masih jauh dari apa yang diharapkan. 8:56 Baik. Itu 8:58 saya ingatkan. Dan yang lebih perlu 9:00 di-stressing adalah 9:03 bahwa 9:04 kearifan para pendiri negeri ini 9:07 berkali-kali saya ingatkan 9:09 itu tidak semata-mata menunjukkan ego. 9:13 Sekalipun perjuangan bangsa Indonesia 9:15 yang mayoritas 90 lebih persen adalah 9:19 umat Islam, tapi tidak egois kemudian 9:22 ingin memaksakan diri menjadi negeri ini 9:25 menjadi negeri 9:27 agama, negara agama. 9:31 Atas permintaan saudara 9:34 kita sebangsa dari kelompok minoritas 9:38 diakomodir. 9:42 Tidak memaksakan diri, tidak egois. Itu 9:45 toleransi pertama yang dibuktikan, bukan 9:48 hanya dalam omongan. 9:51 Jadilah 9:52 Indonesia negara 9:54 yang bukan negara agama. 9:57 Tetapi yang perlu diingat selalu oleh 9:59 siapapun 10:01 terutama oleh para pemimpin-pemimpin 10:03 bangsa 10:05 orang yang punya orang yang punya peran 10:07 di kalangan para akademisi 10:10 para tokoh-tokoh 10:12 penggerak bangsa ini 10:14 bahwa Indonesia betul memang bukan 10:17 negara agama, tapi juga bukan negara 10:20 sekuler 10:22 dalam arti un religius meniadakan 10:25 hal-hal yang berbau agama dalam praktek. 10:29 Bukan agama, bukan negara liberal 10:33 apalagi negara ateis. 10:36 Ini negeri 10:38 bukan negara agama, tapi negara yang 10:41 berketuhanan 10:43 Yang Maha Esa. Tolong di-stressing, 10:45 coret bawahnya. 10:48 Tulis dengan huruf-huruf kapital. 10:52 Ini negeri bukan negeri agama, tapi 10:55 negeri yang berketuhanan 10:57 Yang Maha Esa. Ini oleh para 11:00 para pendiri ini ditetapkan dalam 11:02 undang-undang, bahkan dijadikan 11:05 dasar negara sila yang pertama, 11:09 Ketuhanan Yang Maha Esa. Tolong, Pak, 11:12 Tuan 11:14 para 11:15 para 11:16 penggerak bangsa ini, juga seluruh 11:19 masyarakat Indonesia. Ini Indonesia yang 11:21 permai, Indonesia yang indah, Indonesia 11:24 yang subur, Indonesia yang luar biasa. 11:27 Tolong masyarakatnya 11:29 perlu diingatkan, ini negeri yang 11:32 rakyatnya, masyarakatnya, masyarakat 11:34 religius, masyarakat agamis, karena 11:39 ditetapkan sebagai negara yang 11:41 berketuhanan yang Maha Esa. 11:44 Ada alasan kenapa para pendiri negeri 11:46 ini menyebut sebagai dasar negara, 11:48 karena memang bangsa Indonesia sebelum 11:50 berdirinya Republik Indonesia ini, 11:52 memang 11:53 masyarakatnya masyarakat religius, 11:56 masyarakat agamis, bukan masyarakat 11:59 kafir. 12:01 Bukan masyarakat adigang adigung, 12:03 masyarakatnya sudah terbit beragama 12:05 dengan baik. 12:07 Nah, maka 12:09 kalau ingin negeri ini makmur, kembali 12:12 pada janji Allah. 12:14 Allah sendiri berfirman, 12:18 ada dua keadaan masyarakat tergantung 12:21 apa yang kita lakukan. 12:26 Allah berjanji dalam surat Al-A'raf ayat 12:29 96, saya ulang-ulang di sini, untuk kita 12:32 semua. Walau anna ahlal qura amanu wa 12:35 taqau, lafatahna alaihim barokatin minas 12:40 sama'i wal ard, 12:41 walakin kadzabu faakhodznahum bima kanu 12:44 yaksibun. 12:46 Ada dua di sini, dalam ayat ini. 12:49 Pertama, janji Allah 12:51 akan memberikan keberkahan yang dibuka 12:54 dari pintu langit dan pintu bumi, muka 12:56 bumi. 12:58 Satu negeri, tetapi syaratnya 13:01 masyarakatnya, penduduknya, itu beriman 13:04 dan bertakwa. Tolong diingat ini betul. 13:07 Jadi, kaitannya dengan negara yang 13:09 berketuhanan, itu maksudnya. 13:13 Kalau seluruh rakyatnya mengerti, 13:14 pejabat dan rakyatnya, konglomerat dan 13:17 yang melaratnya, 13:19 para jenderal dan kopralnya, semuanya 13:22 itu adalah manusia-manusia religius, 13:25 manusia agamis, manusia yang menghayati 13:28 nilai-nilai ketuhanan dalam praktek 13:30 kehidupannya, 13:32 mindset berpikirnya, 13:35 perilaku dan sikapnya cermin daripada 13:37 nilai-nilai ketuhanan, Allah berjanji 13:42 dan kalau Allah janji 13:43 pasti tidak seperti janjinya 13:46 bapak-bapak kita kalau mau kampanye 13:48 janjinya muluk-muluk prakteknya. 13:51 Ini janji Allah, la fatahna alaihim 13:54 barokatin minasama'i wal ard. 13:57 Tuh, jadi ini ya kenapa saya ulang-ulang 14:00 karena ini penting sekali. Enggak 14:02 mungkin bisa turunnya berkah. 14:05 Enggak mungkin negeri ini toto titi 14:07 tentrem gemah ripah loh jinawi enggak 14:09 mungkin. Sekalipun tanahnya subur, 14:12 sekalipun negerinya elok tapi kalau 14:14 manusianya manusia adalah manusia bejat 14:18 tukang bohong 14:20 tukang tipu, 14:22 zalim 14:24 tidak memperhatikan rakyat banyak dan 14:26 seterusnya hanya ego dan 14:29 ego kekuasaan dan seterusnya yang muncul 14:33 pasti bukan keberkahan 14:37 tapi masalah. 14:39 Waman a'rodo an dzikrihi fainna lahu 14:42 ma'isyatan dhonka. 14:45 Barangsiapa yang berpaling dari 14:47 peringatanku artinya dari peringatan 14:50 Allah 14:52 dari syariat yang Allah turunkan tentang 14:54 kebenaran dan kebatilan tidak bisa 14:56 dibedakan 14:58 yang diikuti hanya hawa nafsunya 15:01 maka 15:02 yang akan terjadi adalah kehidupan yang 15:04 sempit, kehidupan yang masalah problem, 15:08 problem, problem. 15:13 Bahkan kekayaan negeri ini bukan 15:15 dijadikan keberkahan tapi melahirkan 15:18 pasea 15:20 melahirkan rebutan, melahirkan masalah 15:22 yang tiada henti. 15:25 Ini ini sebuah rumus ketentuan, rumus 15:28 ilahi. 15:30 Itu satu. Yang kedua, Allah mengingatkan 15:33 walakin kadzabu. 15:37 Walakin kadzabu. 15:39 Maka mereka jika mereka itu 15:43 me berdusta, mendustai kebenaran, 15:47 mengingkari agama, mengingkari 15:49 nilai-nilai ke Tuhanan, 15:51 fa akhadznaahu bimaa kaanuu yaksibuun. 15:54 Kami akan turunkan bencana, 15:57 musibah, bahkan azab. 16:02 Kenapa? Disebabkan oleh perilaku mereka 16:05 sendiri. 16:07 Orang Jawa mengatakan ngunduh wohing 16:09 pakerti. 16:10 Siapa menanam dia yang mengetam. 16:13 Sopo gawe nganggo, sopo nyilih 16:15 mbalekake. Kalau kelakuan kita itu tidak 16:19 mencerminkan manusia-manusia 16:21 religius, manusia-manusia agamis, yang 16:24 berakhlakul karimah, meniadakan itu 16:27 kemudian yang adanya atigang, atigung, 16:30 atikuno, serakah, saling serobot, saling 16:33 berantem, rebutan, dusta, kezaliman, 16:36 jangan salahkan kalau kemudian yang 16:39 muncul berbagai turunnya bencana. 16:44 Ini ketetapan dari Allah, Al-A'raf ayat 16:46 96. Berkali-kali saya mengingatkan. 16:50 Jadi kesimpulannya adalah kalau benar 16:53 kita sadar 16:55 bahwa kemerdekaan itu adalah anugerah 16:57 Allah subhanahu wa taala dan konsekuensi 16:59 kita sebagai bangsa yang telah merdeka, 17:02 rasa syukur kita kita aplikasikan, kita 17:06 terapkan dalam kehidupan nilai-nilai 17:08 ketuhanan, menghindari yang maksiat dan 17:11 dosa. 17:14 Itu artinya apa? Seluruh komponen 17:17 bangsa, baik pejabatnya maupun 17:20 rakyatnya, konglomerat maupun yang 17:23 melaratnya, yang jenderal maupun yang 17:25 kopral. Itu ketika melakukan kebaikan, 17:29 keutamaan, nilai-nilai kemuliaan, yang 17:33 muncul adalah care, peduli terhadap 17:35 sesama, masing-masing mereka 17:38 memposisikan diri sebagai warga negara 17:41 yang baik, yang memberikan sumbangan 17:43 terbaik 17:44 untuk masyarakatnya. 17:47 Penuh persaudaraan 17:50 dan lain sebagainya, maka berarti 17:54 kita 17:55 telah berperan 17:57 turut serta mengundang turunnya berkah. 18:03 Pemimpin yang adil, pemimpin yang bijak, 18:06 pemimpin yang berpihak pada masyarakat, 18:09 pemimpin yang mengutamakan terhadap 18:12 nilai-nilai keutamaan, berakhlakul 18:15 karimah, kasih sayang kepada bangsa yang 18:18 dipimpin dan seterusnya. Antar mereka 18:20 juga saling saling mendukung dan 18:23 seterusnya. Maka sama, apa yang kita 18:25 lakukan itu berarti kita turut serta 18:29 sedang 18:31 berperan untuk mengundang turunnya 18:34 berkah. 18:35 Tapi sebaliknya, jika kita maksiat, jika 18:39 kita yang ada tidak peduli sama 18:41 masyarakatnya, 18:42 yang muncul kezaliman, ketidakadilan, 18:45 korupsi di mana-mana, 18:47 persaudaraannya renggang, bahkan 18:49 permusuhan dan seterusnya, maka itu 18:51 berarti kita sama berperan aktif 18:54 mengundang turunnya bencana. 18:59 Ini saya ulang-ulang, kenapa? Karena 19:01 penting sekali. Kalau mau baik ya mari 19:04 kita sama-sama, enggak bisa menyalahkan 19:06 satu dua orang saja. 19:10 Maka dalam hadis riwayat Abu Daud 19:11 disebutkan 19:13 kalau Allah berkehendak baik terhadap 19:14 satu masyarakat, satu kaum, satu bangsa 19:18 maka dua cirinya. Satu 19:20 akan terangkat kepemimpinan yang bijak, 19:23 bestari, arif adil 19:26 dan bijak. 19:28 Dia ngerti, peka terhadap rakyatnya. 19:32 Yang kedua, ekonomi dipegang oleh 19:34 orang-orang yang loman, dermawan 19:37 care dan peduli 19:39 altruisme 19:41 tidak ego, tidak serakah. 19:44 Itu ciri bahwa negeri itu negeri yang 19:47 baik. 19:49 Dan sebaliknya kalau negeri itu 19:50 dikehendaki buruk 19:52 karena perilaku manusianya. 19:55 Bangsa yang buruk indikasinya, cirinya 19:58 adalah akan muncul pemimpin-pemimpin 20:01 yang 20:04 apa sebutnya 20:06 safih. 20:08 Ya. 20:09 Yang bodoh, yang jahil. 20:16 Kemudian yang kedua ekonomi dipegang 20:19 oleh orang-orang yang bakhil, yang 20:22 serakah. 20:23 Itu cirinya. Sudah di- dicireni itu 20:25 saja. Maka ini menjadi perhatian kita 20:28 kalau kepingin negeri ini baik, ya 20:30 pimpin apa, pilihlah 20:33 pemimpin-pemimpin berharaplah munculnya 20:35 pemimpin-pemimpin yang adil, yang bijak, 20:38 bestari, yang arif, yang berpihak pada 20:40 masyarakat. 20:43 Dan ekonomi dipegang oleh orang-orang 20:45 yang 20:46 dermawan, yang sosial. 20:48 Dan seterusnya. 20:50 Nah 20:51 untuk bisa sebagai satu kewajiban kita 20:55 sebagai warga negara, apalagi orang yang 20:59 beragama, khususnya dituntut kepada kita 21:02 untuk ikut serta 21:06 mendoakan agar bangsa ini 21:08 lestari, widodo 21:11 agar bangsa ini menjadi bangsa yang 21:13 makmur, bangsa yang maju 21:17 ya, bangsa yang mencerminkan kehidupan 21:20 yang damai, sentausa, adil dan makmur 21:23 seperti tujuan yang diterapkan, di 21:26 tertera di dalam undang-undang dasar 21:29 dibentuknya negeri, negara Republik 21:32 Indonesia 21:33 adanya pelak, ditunjuk pemerintah untuk 21:36 bisa menjadikan negeri ini makmur 21:39 adil dan makmur. Maka salah satunya 21:43 tuntutan agama adalah bagi orang-orang 21:46 yang berketuhanan, orang-orang yang 21:49 saleh cirinya adalah mereka tidak saja 21:53 tidur nyenyak di malam hari 21:56 dia ikut serta memikirkan, apalagi para 21:59 pemimpin yang disebut dengan qiyamul 22:02 lail 22:04 yaitu se 22:05 rajin mau dekat kepada Allah dengan cara 22:09 menegakkan salat di waktu malam. 22:12 Ini saya mengajak pada seluruh komponen 22:14 bangsa, apalagi para pemimpin 22:18 yang mereka dituntut untuk bisa 22:21 mensejahterakan rakyatnya, memimpin 22:23 dengan baik, juga seluruh komponen 22:25 masyarakatnya, orang awamnya, 22:28 cendekiawannya, 22:30 pengusahanya, para pejabatnya, kalau mau 22:34 bangun berdoa, memohon pada Allah 22:37 subhanahu wa taala 22:39 mudah-mudahan itu yang kita harapkan 22:41 ter 22:42 capainya negeri baldatun toyyibatun 22:45 warobbun ghofur 22:47 atau menjadi negeri yang bisa mencapai 22:50 yang menjadi cita-cita berbangsa 22:53 yaitu 22:54 terciptanya masyarakat adil dan makmur. 23:00 Jadi bukan pejabatnya saja yang makmur, 23:01 tapi 23:02 makmur, dapat keadilan, hidup tentram, 23:06 senyum di sana sini, ya, bekerja mudah, 23:11 sekolah juga diberikan dukungan 23:13 sepenuhnya, sehingga menjadi bangsa yang 23:16 cerdas, 23:17 dijamin kesehatannya, ya enggak usah 23:20 gratislah, mungkin nanti bertahap, tapi 23:23 paling tidak gampang untuk berobat, 23:26 enggak dipersulit dengan segala macam. 23:28 Sekarang kan di rumah sakit itu antri 23:31 kayak pasar itu yang berobat. 23:33 Ya, antri sampai dari pagi sampai sore 23:35 dan seterusnya. Ini kan berarti cermin 23:37 satu bangsa yang rakyatnya kurang 23:40 mendapat 23:41 apa santunan kesehatan yang memadai. 23:46 Di dalam buku yang sudah sedang kita 23:49 pelajari, kita kembali lagi ke halaman 23:51 15. 23:53 Di sini disebutkan qiyamul lail, salat 23:56 malam. 23:58 Untuk menunjukkan dan kewajiban kita 24:01 sebagai satu warga negara untuk turut 24:03 serta mengundang turunnya berkah dari 24:06 langit dan muncul dari bumi, antara lain 24:09 dengan cara bangun malam untuk berdoa 24:11 dan mengadu kepada Allah. 24:14 Qiyamul lail yang dianjurkan dalam 24:16 agama, yaitu bangun malam untuk 24:19 menegakkan salat malam 24:23 atau tahajud 24:25 adalah 24:27 salat tahajud seperti ini kebiasaan para 24:30 nabi. 24:32 Kita katanya umatnya nabi, cinta pada 24:36 nabi, tiap bulan Maulud, bulan Rabiul 24:39 Awal kita peringati Maulud nabi. Kalau 24:42 betul kita cinta nabi, kita umat nabi, 24:44 tentu mengikuti jejak yang dianjurkan 24:47 oleh para nabi. Jadi kebiasaan salat 24:50 malam itu adalah kebiasaan para nabi, 24:53 para aulia, para wali, dan orang-orang 24:57 saleh. 24:59 Maka judulnya di sini qiyamul lail 25:01 sebagai ciri orang saleh. Kepingin jadi 25:04 orang saleh, pejabat yang saleh, warga 25:06 negara yang saleh, pengusaha yang saleh, 25:09 tegakkan salat malam. 25:12 Salah satu ciri dari ahli surga adalah 25:15 orang-orang yang senantiasa 25:17 mendekatkan dirinya kepada Allah di 25:20 waktu hening, 25:22 waktu sunyi di tengah malam atau 25:26 sepertiganya. 25:27 Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim 25:31 membuka pintu magfirah, ampunan, pintu 25:35 ampunan selebar-lebarnya 25:38 di waktu malam. Untuk siapa? Untuk orang 25:41 yang mau bertobat 25:45 dari kesalahan di waktu siang. 25:48 Dan Allah menjanjikan diijabahnya doa di 25:50 waktu malam itu 25:52 bagi orang-orang yang memohon kepadanya. 25:56 Peluang bagi siapapun yang ingin 25:58 mendapatkan keutamaan dan kedudukan yang 26:01 terpuji, maqamam mahmuda di sisi Allah 26:06 Subhanahu wa Ta'ala. 26:08 Jadi tidak hanya cukup mengandalkan 26:10 kecerdasan intelektual, menganggap 26:13 dirinya mampu. Betul, perlu kemampuan 26:16 intelektualnya, 26:18 tentang ilmunya, bagaimana membangun 26:20 negeri, ekonomi, sains, teknologi, tapi 26:24 jangan lupa 26:25 manusianya bisa usaha, tapi yang 26:27 menentukan adalah Allah. Oleh karenanya 26:30 jangan lupa kita harus selalu DP DP, 26:33 dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. 26:38 Allah berfirman di dalam surat Al Isra 26:40 ayat 79, auzubillahiminasyaitanirrajim, 26:45 "Waminal laili fatahajad bihi nafilatan 26:48 lak. 26:49 Asa ay yab'atsaka rabbuka maqamam 26:53 mahmuda." 26:55 Artinya, 26:57 dan 26:58 ber 27:00 tahajudlah kamu di sebagian malam 27:04 sebagai suatu ibadah tambahan bagimu 27:08 agar Allah Subhanahu Wa Ta'ala Tuhanmu 27:11 membangkitkanmu pada kedudukan yang 27:13 terpuji. 27:15 Jadi, luar biasa salat malam itu. Kalau 27:18 manusia-manusia terpuji, 27:20 pemimpin yang terpuji, pemimpin yang 27:23 disayang oleh Allah, pemimpin yang dekat 27:26 dengan Allah, pasti Allah berjanji akan 27:29 memberikan keberkahan. Kalau keberkahan 27:32 itu ada, itu indikasinya adalah 27:35 kehidupan masyarakat yang tentram, 27:38 guyub, rukun, ayem, murah sarwo tinuku, 27:44 subur sarwo tinandur, masyarakatnya 27:47 guyub dan rukun, gotong royong. Nah, itu 27:51 baru namanya berkah. Ini sebenarnya 27:54 cita-cita para pendiri negeri ini. 27:57 Tapi, masalahnya adalah sesudah 81 tahun 28:00 ini, apa sudah tercapai atau belum? 28:04 Kalau sudah tercapai, berapa kira-kira 28:07 berapa persen yang sudah kita bisa 28:09 lewati? 28:10 Negeri yang makmur, negeri yang kaya, 28:13 tapi kok 28:15 rekoso uripe. Masih banyak orang-orang 28:18 yang hidupnya jangankan 28:22 kaya ya, pas-pasan bahkan di bawah 28:24 kekurangan. 28:26 Ya. 28:27 Mau makan tempe masih 28:30 kedelai impor dari 28:32 Ini dengar enggak sih para pejabat, para 28:34 pemberani ini? Mau makan tempe harus 28:37 kedelainya impor. Ora iso nandur apa ya 28:39 bangsa Indonesia ini? Kekurangan tanah 28:42 atau gimana? 28:44 Masa 28:45 kedelai saja impor dari Amerika. 28:48 Mau makan jeruk saja mesti impor juga 28:50 dari Cina. Ya Allah ya Rob. 28:54 Mau makan daging harus impor dari New 28:56 Zealand dan Australia. 28:59 Bahkan mau garam nyambel saja, garamnya 29:02 itu mesti impor. Padahal hidup di tengah 29:05 samudra, di tengah lautan. Ini dosa 29:08 siapa ini? 29:11 Ya, rasanya apa ya? Irasional begitu. 29:15 Bagaimana mau berkah kalau begini? 29:17 Kenapa begitu loh? 29:20 Ini yang perlu ditanyakan. 29:22 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 29:23 sendiri tidak pernah meninggalkan salat 29:25 malam 29:27 kecuali jika berhalangan untuk 29:29 melakukannya. Dan jika itu terjadi maka 29:32 beliau melakukan pada siang harinya 29:35 dengan memperbanyak salat dhuha sampai 29:38 berapa rakaat begitu. Padahal beliau 29:40 adalah orang yang telah mendapat jaminan 29:43 ampunan dari dosa-dosanya. Namun beliau 29:46 tetap melakukannya. 29:49 Hingga kakinya bengkak karena lamanya 29:51 beliau sendiri pada waktu salat, berdiri 29:54 di waktu salat malam. 29:57 Tuh, berarti memang ini penting sekali. 30:02 Dalam sebuah hadis Rasulullah 30:03 Shallallahu Alaihi Wasallam 30:06 Aisyah 30:09 meriwayatkan sesungguhnya 30:12 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 30:14 selalu bangun atau salat malam 30:17 hingga pecah-pecah kedua kakinya. 30:20 Aisyah berkata, "Mengapa engkau lakukan 30:22 itu ya Rasulullah? 30:24 Bukankah Allah telah mengampuni 30:28 segala dosa-dosamu yang lalu dan yang 30:30 akan datang?" 30:32 Beliau berkata, 30:33 "Apakah 30:34 tidak boleh aku 30:36 menjadi orang yang senang, menjadi 30:38 orang, menjadi seorang hamba yang selalu 30:41 bersyukur kepada Allah. Hadis riwayat 30:44 Bukhari dan Muslim. 30:46 Hadis ini menunjukkan kepribadian 30:48 hamba-hambanya, 30:50 hamba-hamba Allah yang saleh. 30:53 Mereka selalu bersyukur 30:55 dan selalu ingin dekat kepada Allah 30:57 dengan menegakkan qiyamul lail. 31:01 Dan disebutkan dalam ayat 31:04 Al-Insan ayat 36, 31:06 "Waminal laili fasjud lahu 31:09 wasabbihhu lailan tawila." Dan sebagian 31:13 dari malam, maka sujudlah kepadanya dan 31:16 bertasbihlah kepadanya pada bagian yang 31:19 panjang di malam hari. 31:23 Kita ngaku pengikutnya, ya kalau 31:24 pengikutnya kita coba mengikuti 31:26 jejaknya. 31:28 Di akhirat nanti kita diakui umat atau 31:30 bukan itu akan dilihat daripada amal 31:32 yang kita lakukan. 31:34 Apakah betul kita pengikut Nabi? Kalau 31:36 pengikut Nabi ya kita upayakan menjadi 31:38 orang-orang yang mengikuti jejaknya. 31:41 Dalam surat At-Tur juga disebutkan, "Dan 31:44 bertasbihlah kepadanya pada beberapa 31:47 saat pada malam hari dan di waktu 31:51 terbenam bintang-bintang, yaitu waktu 31:53 fajar." 31:54 Dan seterusnya. 31:56 Banyak yang disebutkan dari hadis 31:59 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 32:00 ataupun 32:02 ayat-ayat sendiri yang mengatakan 32:04 tentang keutamaan dan fadilah salat 32:07 malam. 32:12 Dan juga disebutkan oleh Rasulullah 32:13 sallallahu alaihi wasallam secara 32:14 khusus, "Seutama-utama 32:16 salat setelah salat fardu adalah salat 32:19 di tengah malam." 32:21 Yang disebut salat tahajud. "Dan 32:23 seutama-utama 32:25 saum setelah saum Ramadan ialah saum 32:29 pada bulan Muharam." 32:32 Jadi ada ya keutamaan-keutamaan yang 32:34 memang mesti kita mencoba untuk bisa 32:36 mendapatkannya. 32:41 Kemudian 32:43 di dalam hadis yang diriwayatkan oleh 32:45 Bukhari dan Muslim, juga di sini agak 32:47 panjang. 32:49 Saya baca terjemahannya. 32:51 Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa 32:54 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 32:55 bersabda, "Allah azza wa jalla turun ke 32:58 langit dunia." 33:00 Ini kalimat turun berarti 33:02 majazi, ya, kiasan, tidak turun seperti 33:05 kita turun manusia itu berbeda. 33:07 "Turun ke langit dunia setiap malam 33:11 ketika sepertiga malam pertama berlalu 33:16 seraya berfirman, 33:18 "Aku adalah raja." Kata Allah. 33:21 "Aku adalah raja. 33:23 Barangsiapa yang berdoa kepadaku, 33:25 niscaya aku akan mengabulkannya. 33:28 Barangsiapa yang meminta kepadaku, aku 33:30 akan memberinya. Dan barangsiapa yang 33:33 memohon ampunan kepadaku, niscaya aku 33:36 akan mengampuninya." 33:38 Keadaan akan seperti itu hingga terbit 33:41 fajar, yaitu waktu subuh. 33:44 Coba nih kan peluang sebenarnya. 33:47 Kita kadang-kadang banyak masalah, 33:50 tapi 33:52 gembelengan, 33:53 [tertawa] 33:54 enggak merasa butuh sama Allah. 33:56 Merasa 33:58 otaknya mampu mengatasi persoalan. 34:01 Enggak mau dekat sama Allah. 34:03 Enggak mau meminta ya Allah, ya Rabb. 34:06 Kita 34:08 banyak dosa, banyak salah. 34:11 Tapi peluang pintu ampunan dibuka di 34:13 waktu malam, kita pun enggak nggople. 34:17 Kurang perhatian. 34:19 Merasa enggak butuh. 34:22 Coba bayangkan, padahal dosa sudah 34:24 numpuk tiap hari, tiap saat. 34:27 Nah, ini kan gembelengan namanya ini 34:28 gembelo. 34:29 Orang sombong begini. 34:31 Padahal ya Allah, Allah itu dengan kasih 34:34 sayangnya. Manusia memang ndak bisa 34:36 lepas dari dosa. Mbok yo ngadep, mantep 34:39 kepada Allah. 34:42 Mohon ampun pada Allah. Berapa sih 34:44 lamanya orang bangun? 34:46 Malam salat malam itu. Sebentar aja 34:49 enggak kita mohon ampun pada Allah. 34:51 Kita banyak problem, banyak masalah. 34:53 Mbok yo minta pertolongan, minta 34:55 bimbingan, minta petunjuk kepada Allah 34:58 yang punya mas, menggenggam seluruh 35:00 urusan jagat raya ini, seluruh kehidupan 35:03 di tangan Allah. Mbok kita minta, kita 35:05 enggak mau. Apa enggak disebut orang 35:07 sombong itu? 35:09 Orang kemelinti, merasa hebat, merasa 35:11 benar. Akhirnya oleh Allah dibiarkan 35:14 berkutat dengan problem dan masalah. 35:17 Allah tidak menolong, Allah tidak 35:18 memberikan solusi. Dibiarkan. Makanya 35:21 berantem, kadang hilang berkah. 35:24 Harta yang banyak tidak memberikan 35:25 ketenangan batin, malah pasea satu 35:28 dengan yang lain dan seterusnya. Apalagi 35:30 kalau memimpin bangsa yang besar seperti 35:33 Indonesia, mestinya harus lebih dekat 35:36 kepada Allah Subhanahu wa taala. 35:40 Dari beberapa hadis dan dalil di atas 35:43 tadi, maka kesimpulannya adalah satu, 35:46 qiyamul lail atau tahajud adalah 35:48 seutama-utama salat sesudah salat fardu. 35:54 Nih, jadi kalau 35:56 kita ngaku 35:58 umat nabi, setiap bulan Rabiul Awal 36:01 memperingati Maulid Nabi, tapi hanya 36:04 terjebak pada runit, rutinitas, 36:06 puji-pujian semata-mata. Apalagi hanya 36:09 senang-senang, euforia, tapi ndak ada 36:13 follow up-nya, ndak ada aplikasinya 36:15 dalam kehidupan, ya berarti kita cuma di 36:17 mulut. Namanya omdo, omong doang. 36:22 Yang kedua, waktu yang diijabah, waktu 36:25 yang makbul 36:28 itu adalah di waktu malam dan janji 36:30 Allah 36:31 telah menetapkan siapa yang meminta aku 36:34 akan berikan, baik minta dunia 36:36 minta akhirat minta ampun dan 36:39 seterusnya. Yang ketiga, Allah membuka 36:42 pintu magfirah, ampunan, rahmat dan 36:44 kasih sayangnya pada hamba-hamba yang 36:46 ingin bertobat dan memohon kepadanya dan 36:50 Allah berjanji akan mengabulkan doa 36:53 orang yang meminta kepada setiap malam. 36:56 Sayang sekali jika peluang dan kasih 36:59 sayang Allah itu kita sia-siakan, 37:02 padahal banyak kelalaian dan dosa yang 37:05 kita lakukan. 37:07 Mengapa peluang ini tidak kita 37:09 pergunakan untuk mohon ampunannya? 37:12 Bukankah kita selalu dihadapkan pada 37:15 berbagai macam problem dan masalah yang 37:17 terus datang silih berganti? 37:21 Kadang datang seperti menghimpit 37:23 kehidupan kita. Mengapa kita tidak 37:26 berlari berlari dan mengadu serta mohon 37:29 belas kasihan kepadanya yang memiliki 37:32 kerajaan dan semesta 37:34 yang Maha lembut, Maha mendengar, Maha 37:38 kasih sayang kepada hamba-hambanya. 37:40 Bahkan 37:42 Allah mengharapkan "Mintalah kepadaku, 37:45 aku akan mengabulkannya." Tapi kita 37:47 tetap saja hare-hare, adzan dekek saja 37:50 mah tiap malam 37:51 merasa kita mampu mengatasi persoalan. 37:55 Mengapa kita enggan untuk sekedar 37:57 bangun? 37:59 Kita basuh muka kita dengan air suci 38:01 yang sejuk. 38:03 Kita berdiri dan kita lantunkan 38:05 kalimat-kalimat suci penuh makna. Kita 38:08 ruku dan kita sujud dengan tasbih 38:11 dan tahmid. 38:13 Kita mengadu dan memohon kepada Sang 38:16 Pencipta yang menggenggam segala urusan, 38:19 yang selalu mengawasi dan menjaga, yang 38:22 Maha mendengar segala doa. Me me mengapa 38:25 ini tidak kita lakukan? Sayang jika 38:28 malam-malam mustajab ini lewat begitu 38:32 saja sementara kita hanya mendengkur 38:34 tidur ber 38:36 lilitkan 38:39 berlilit 38:41 dengan berbagai masalah. 38:43 Berbahagialah orang yang melalui 38:45 malam-malamnya dengan khusyuk khudu 38:48 tegak berdiri melaku kan salat di tengah 38:50 malam mendekat dan mengharap serta 38:53 meratap dengan air mata di hadapan Allah 38:56 Subhanahu Wa Ta'ala. 38:58 Mudah-mudahan ada manfaatnya 39:00 sebagai upaya kita pun tanggung jawab 39:03 sebagai seorang muslim orang yang 39:05 beragama 39:06 terhadap bangsa dan negara ini paling 39:09 tidak kita turut mendoa dan 39:12 bisa menjadi 39:14 upaya-upaya turut mengundang 39:17 turunnya berkah dan rahmat dari Allah 39:19 Subhanahu 39:20 Amin. 39:21 Wallahu a'lam bishawab. 39:24 Ikhwan akhwat 39:26 bahasan yang singkat, padat tetapi 39:31 mudah-mudahan membangkitkan 39:33 semangat untuk qiyamul lail ya. 39:35 Tapi apa yang dibahas ini kan diambil 39:38 dari buku Meniti Jalan ke Surga kan. 39:42 Kalau Anda ingin juga punya buku ini 39:46 agar bisa mengulang baca lagi bagian 39:50 dibahas yang mana dan sebagainya itu 39:53 bisa 39:54 em menghubungi Bung Riza 39:58 untuk mendapatkan buku Meniti Jalan ke 40:01 Surga yang sedang 40:04 bagian bab empatnya tadi dibahas Ustaz 40:08 ke Mas Riza itu ada di 40:10 08 40:12 99 40:14 00 40:16 73 991. 40:19 Sekali lagi 40:21 telepon yang bisa dihubungi untuk 40:24 mendapatkan buku Meniti Jalan ke Surga 40:27 ya. 0899 40:29 0073991. 40:34 Kita boleh langsung ke pertanyaannya 40:35 Ustaz ya. 40:37 Ini dari 40:38 Eyang Sri. Assalamualaikum Ustaz. 40:42 Waalaikumsalam. 40:42 Semoga selalu berlimpah rahmat dan rida 40:45 Allah. 40:46 Amin. Ba'iyyakum. 40:47 Saya tinggal di negara indah permai, 40:49 subur, kaya raya. 40:51 Tapi rakyatnya miskin. 40:54 Izin bertanya, kalau saya ditawari 40:58 bansos 41:00 kan RT tahu warganya, tapi 41:02 ketika saya ditanya mau atau tidak 41:05 saya putuskan saja untuk tidak, karena 41:08 saya takut tersandera nanti kalau 41:11 misalnya 41:13 ee memilih 41:14 yang memberi bansot bansos 41:18 seperti ini, apakah saya salah Pak Kiai? 41:21 Karena saya butuh sekali solusinya. 41:24 Ditawarin 41:26 kalau memang harus diberi diberi aja 41:27 kali ya. 41:29 Oke, silakan. 41:30 Eee 41:31 bantuan sosial itu bukan pemberi 41:35 perorangan 41:37 pejabatnya. 41:39 Itu memang menjadi satu kewajiban 41:40 pemerintah penguasa untuk 41:42 mensejahterakan rakyatnya. 41:46 Jadi saya kira itu memang kewajiban dari 41:48 pemerintah terhadap orang yang memang 41:51 perlu dibantu. Tapi kalau kita tidak 41:53 tidak memerlukan, tidak ingin dibantu ya 41:56 tidak mengapa. Mungkin bisa diberikan 41:59 pada orang yang lebih memerlukan. 42:02 Umar bin Khattab 42:03 dalam kisah yang populer 42:06 beliau ketika menjadi Amirul Mukminin, 42:09 pemimpinnya orang-orang beriman 42:12 kalau malam beliau itu keluar. 42:14 He em. 42:15 Keluar itu maksudnya ingin mendengar 42:18 suara hati rakyat yang dipimpinnya. 42:22 Pada satu 42:24 rumah 42:25 di ujung desa ada sebuah rumah yang 42:27 belum tidur di waktu malam. 42:31 Sementara 42:33 anaknya menangis. 42:34 He em. 42:36 Kemudian ada dialog di antara ibunya 42:38 mengatakan, "Sebentar Nak ya. 42:41 Yang kita sedang masak belum matang. 42:45 Sebentar Nak ya, tunggu sebentar." 42:47 Padahal anak sudah kelaparan. 42:50 Ternyata yang dimasak itu batu. 42:52 Astaghfirullahaladzim. 42:54 Kenapa batu yang dimasak? Enggak ada 42:56 beras. 42:57 Enggak ada gandum, enggak ada makanan. 43:00 Lha untuk apa batu kok direbus? Dalam 43:02 rangka mengalihkan perhatian anak 43:06 seolah-olah itu sedang menanak nasi 43:08 ataupun memasak gandum. Sehingga nanti 43:12 anak tertidur lelap. Itu maksudnya 43:15 karena enggak ada lagi makanan. 43:18 Mendengar itu Umar bin Khattab tentu 43:20 saja takut pada Allah. Ya Allah, masih 43:23 ada masyarakat rakyatku ini umatku yang 43:27 masih hidup sengsara, enggak punya makan 43:30 dan sebagainya. Yang teringat itu adalah 43:32 tanggung jawabnya sebagai pemimpin di 43:34 hadapan Allah. 43:35 Yang akan ditanya oleh Allah. 43:38 "Kenapa kamu lalai memimpin rakyatnya 43:41 yang terlantar seperti itu sampai 43:43 merebus batu? Karena tidak ada yang 43:45 direbus untuk sekadar mengalihkan 43:47 perhatian anak-anak dari kelaparan itu 43:49 supaya tertidur." 43:52 Maka Umar segera masuk ke 43:55 Baitul Mal, ke gudang. Dia pikul sendiri 43:57 gandum dan diantarkan ditaruh depan 43:59 rumahnya. 44:01 Kata pembantunya mengatakan, "Tuan, biar 44:03 saya saja." Beliau tidak. 44:04 Karena tanggung jawab ini adalah saya 44:06 yang harus tanggung jawab di hadapan 44:07 Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 44:09 Ya, kalau pemimpin ini kalau mau niru 44:12 jangan hanya kedudukannya saja yang 44:14 dicari. 44:15 Tapi kewajiban seperti ini rakyatnya itu 44:18 nanti akan di 44:19 menjadi tanggung jawab di hadapan Allah. 44:22 Kalau semakin banyak rakyat yang 44:23 ditolong dia akan mendoakan berkah dan 44:26 ridha, ridha Allah akan turun. 44:28 Tapi kalau rakyat banyak sengsara karena 44:30 kebijakannya tidak tepat hanya apalagi 44:33 yang memikirkan dirinya sendiri, 44:35 kelompoknya, golongannya. Oh, nanti di 44:37 akhirat diguyur-guyur. 44:39 Di akhirat mereka akan menuntut 44:42 di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 44:43 Naudzubillah. Jadi sangat mulia kalau 44:46 ada bansos, bantuan sosial itu bukan 44:48 pemberian dari personnya seorang 44:50 pejabat. Memang kewajiban sebagai 44:53 pejabat, penguasa untuk memberikan 44:57 kesejahteraan terhadap rakyatnya. 45:00 Mestinya bukan hanya itu rakyat menjadi 45:02 makmur, pendidikannya 45:04 mudah di mudah di capai, kemudian 45:08 kesehatan juga terjamin, mudah aksesnya 45:12 dan itu menjadi kewajiban pemerintah. 45:14 Maka di Republik ini pun sebenarnya 45:16 sudah luar biasa. 45:18 Kekayaan satu negara menja me menjadi 45:22 kuasai oleh pemerintah untuk tuh, 45:25 untuknya itu jangan lupa 45:27 untuk sebesar-besar 45:29 kesejahteraan masyarakatnya. 45:32 Jadi sebenarnya para pendiri negeri ini 45:33 sudah luar biasa, arif, bijak dan 45:35 mengerti. 45:37 Cuma kita kadang-kadang pelakunya 45:38 gampang lalai. 45:41 Kadang-kadang 45:42 kedudukan itu hanya sebagai satu 45:44 kesempatan, peluang, iraha deuleumen teu 45:47 ayeuna. 45:48 Kapan lagi kalau bukan sekarang mumpung 45:50 pakai aji mumpung. Wallahu A'lam. 45:54 Ehm, pertanyaan berikutnya dari Mas Afan 45:56 Kurniawan di Depok. Ustadz, saya mau 45:59 tanya nih perbedaan utama antara Qiyamul 46:01 Lail 46:02 dan salat tahajud apa ya? 46:04 Ya. 46:05 Sebenarnya qiyamul lail juga tahajud 46:07 diartikan. 46:08 Jadi menurut saya sih sama tahajud 46:10 dengan qiyamul lail, wallahualam. 46:14 Baik. 46:15 Melanjutkan 46:17 ke 46:19 ini dari siapa nih? 46:20 Dari Alfarido. 46:23 Mau bertanya, bagaimana cara kita 46:26 istikamah untuk bisa bangun malam untuk 46:29 menunaikan salat malam Ustaz? Terima 46:32 kasih. 46:35 Dalam satu 46:37 apa? 46:38 Kajian orang kalau ingin 46:42 membangun satu karakter 46:46 karakter terbangun 46:48 pribadinya memiliki kepribadian 46:50 kepribadian yang baik diperlukan tiga 46:52 hal. 46:53 Pertama 46:55 ilmu. 46:57 Ya, knowing ilmu. 47:00 Kenapa kita mau salat mau salat mau 47:03 salat malam salat sunah? 47:05 Kita tahu ilmunya, kita belajar. 47:09 Fadilah keutamaannya apa, kewajiban 47:11 syariat yang dari tuntun dari Allah dan 47:13 Rasulnya apa. 47:14 Kita tahu dulu. 47:16 He em he em. 47:16 Hakikat apa hakikatnya, faedahnya, 47:19 keutamaannya, kerugiannya kalau tidak 47:22 dan seterusnya. Itu satu. 47:25 Yang kedua dipraktikkan acting. 47:29 Kalau hanya ilmu saja dikumpulin tapi 47:31 enggak dipraktikkan ya enggak akan bisa 47:33 jadi kepribadian. 47:35 Jadi dipraktikkan. 47:38 Witing tresno jalaran soko 47:41 kulino. 47:43 Karena bisa itu karena biasa kebiasa 47:46 dipraktikkan. 47:48 Mungkin awalnya ya jarang-jarang kita 47:50 malam seminggu sekali saja. 47:53 Tapi lama-lama terus dicoba terus dicoba 47:56 terus dengan perjuangan. Tiga tiga hari 47:58 sekali lama-lama tiap malam. Jadi memang 48:01 harus dipraktikkan. Doanya Allahuma 48:04 paksa. 48:05 Kalau enggak Allahuma paksa enggak bisa. 48:07 Mesti. 48:09 Untuk sebuah kebaikan, keutamaan memang 48:12 harus dengan berjibaku, 48:14 bersungguh-sungguh dan harus 48:16 harus melawan kemalasan dan seterusnya. 48:19 Nah, baru kalau dua ini sudah sudah 48:22 ilmunya sudah, kebiasaan kita bangun, 48:26 maka baru menjadi habit. Kalau sudah 48:28 habit, sudah otomatis kalau malam enggak 48:31 bangun itu mesti rugi. 48:33 Otomatis bangun sendiri, enggak usah 48:35 dibangunkan juga bangun sendiri. Sudah 48:37 terbiasa. Nah, itulah syaratnya untuk 48:40 bisa membiasakan salat malam dan juga 48:44 amalan-amalan utama lainnya. 48:46 Wallahualam. 48:48 Jadi Allah bisa karena biasa. Biasain 48:52 bangun malam ya. Oke, ini lanjut. Tidak 48:55 ada namanya. Ustaz, kalau kita enggak 48:58 boleh sombong terus harus membalas 49:02 omongan-omongan orang yang buruk dengan 49:04 kata-kata yang baik. Bagaimana ngeremnya 49:07 ya, Ustaz? Yang sering sih enggak sabar 49:10 menghadapi cercaan orang. Apa yang harus 49:12 saya pelajari? 49:13 Iya. 49:14 Terima kasih. Iya. 49:15 Nah, ini mesti ada ilmunya, ilmu 49:17 menghadapi cercaan. 49:19 Menghadapi hinaan, menghadapi bulian. 49:23 Ya. 49:24 Orang yang dibuli, orang yang dicerca, 49:28 orang yang dihina 49:30 sebenarnya ada nilai plus-nya 49:33 dari segi hakikatnya. 49:36 Karena pada ketika seorang itu dibuli, 49:39 dicaci, dia tidak membalas 49:43 berarti orang yang membully, yang 49:45 mencaci itu sedang membantu kita 49:49 mengurangi dosa kita, dibebankan pada 49:53 diri mereka. 49:55 Jadi kan untung itu, alhamdulillah. 49:56 Makin banyak bulinya makin habis dosa 49:58 kita. 49:59 Tuh, kalau kita tidak membalas. 50:03 Tapi kalau kita membalas, ya lain lagi. 50:05 Berarti semegi kata orang Pagar Alam 50:08 itu, orang Lahat. Semegi itu sami mawon. 50:11 Berarti sama aja, kita ndak dapat kita 50:14 enggak dapat apa namanya pahala. Jadi 50:16 yang terbaik memang kita mencoba kalau 50:18 ketika dibuli, kita diam saja. 50:22 Kembalikan ya kepada Allah. Nanti dosa 50:24 kita diambil sama dia. 50:26 Kalau dosa kita sedikit diambil habis, 50:28 kebaikan dia nanti diberikan pada kita 50:31 di akhirat nanti. Dan menguntungkan kan? 50:33 Kalau bisa cari orang tukang buli itu 50:36 untuk mengurangi dosa kita. 50:38 Ya itu anunya gitu. 50:40 Apa guyonnya begitu. Jadi memang tidak 50:43 mudah. Lain lagi dengan kalau kita amar 50:45 makruf. 50:48 Ini orang tukang buli orang ini, tukang 50:50 mencaci orang, tukang memfitnah orang. 50:52 Nah, kita cegah. 50:54 Nah, bagus itu. Berarti amar makruf nahi 50:57 mungkar. Tapi yang terbaik ketika dia 51:00 membu- membully orang lain, mencerca 51:03 orang lain. Nah, kita tampil di situ, 51:05 kasih tahu amar makruf nahi mungkar 51:08 dengan cara yang baik. Wallahualam. 51:11 Amar makruf nahi mungkar. Ini dari eh 51:15 Pak Toto kalian namanya Tot- Tot- Tot 51:18 Aman- Amanah. 51:20 [menghela napas] 51:21 Bagaimana Ustaz 51:23 kalau kita melihat orang katanya kan 51:26 harus banyak bersedekah, berbagi, dan 51:30 juga untuk mereka yang membutuhkan. Ada 51:34 orang yang seperti ini tapi enggak 51:36 pernah nyapa tetangga. 51:38 Ini eh 51:40 kenapa ya Ustaz? 51:42 Terima kasih. 51:44 Loh, orang memberi kok enggak pernah 51:45 nyapa tetangga? 51:46 Mungkin yang diberi yang jauh-jauh kali. 51:48 Oh, gitu. Ya. 51:51 Kita ya harus ber ber Memang idealnya 51:54 orang itu 51:56 berbuat baik itu dimulai dari tetangga 51:58 yang dekat. 51:59 Mhm. 52:00 Kepada siapa saya lebih baik ber lebih 52:03 sedekah yang lebih baik? Kepada tetangga 52:06 yang lebih dekat pintu rumahnya. 52:09 Depan, kiri, kanan, ya. 52:10 Ya, jadi lebih dekat berarti. Itu 52:13 pahalanya bisa dua kali dibanding yang 52:15 jauh. 52:16 Apalagi kalau sedekah itu tetangga, 52:19 saudara, seagama, itu tiga dapatnya. 52:24 Tapi kalau misalnya cuma saudara bukan, 52:26 tapi dia seagama, dia tetangga, dua 52:28 bagiannya. 52:30 Ada yang dapat bagian satu, tetangga eh 52:33 saudara bukan, agamanya berbeda, 52:37 tapi dia tetangga, masih ada dia dapat 52:39 hak bertetangga. Kita harus baik. Maka 52:43 orang beragama itu tetap harus baik baik 52:45 sekalipun orang non muslim. Kalau dia 52:48 tetangga, insyaallah kewajiban kita juga 52:51 sama dengan hak-hak bertetangga. 52:53 Masyaallah. 52:54 Baik, Ustaz, ini yang terakhir dari 52:57 Arkana di Depok. 53:00 Qiyamul Lail itu haruskah selalu diisi 53:03 dengan salat sunah atau boleh diisi 53:06 dengan amalan lain, baca Quran atau 53:09 zikir gitu? Terima kasih. 53:11 Iya. 53:13 Kalau qiyamul lail berarti salat malam 53:16 tahajud. 53:18 Di dalam salat itu ada baca Alquran. 53:21 Maka kalau mau baca Alquran panjang 53:23 dalam salat, yaitu ketika salat tahajud. 53:27 Salat sendiri, sekalipun dia hafal 53:29 Alquran, kalau ngimami salat, ingat yang 53:32 di belakangnya. 53:33 Mhm. 53:33 Maka bacalah yang sederhana, 53:36 yang ringan-ringan saja, karena yang di 53:38 belakang itu banyak berbagai macam 53:41 orang. Ada yang sakit, ada yang punya 53:43 keperluan. Tapi kalau mau bacanya 53:46 panjang, baca Alquran di waktu tahajud. 53:48 Jadi baca Alquran itu. 53:51 Ya. 53:52 Boleh. Nah, boleh diselingi dengan 53:55 zikir, dengan doa tentu saja. 53:58 Jadi yang namanya tahajud include di 54:00 dalamnya ya zikir, ya baca Quran, ya 54:02 doa. 54:04 Ya. Itu saya kira itu memang 54:06 rangkaiannya. Wallahualam. 54:08 Ehm, ada satu lagi dari Ibu Fanny nih, 54:11 Ustaz. Asalamualaikum. 54:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:14 wabarakatuh. 54:15 Bagaimana ya, Ustaz, agar ketika tahajud 54:18 kita bisa merasakan nikmat dan indahnya 54:22 bersama Allah. 54:24 Ya. 54:25 Mesti diperdalam 54:27 makrifatullahnya. 54:30 Sifat-sifat Allah tentang yang disebut 54:32 dalam Alquran saja misalnya Allah itu 54:35 Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, 54:37 Ar-Rahman, Ar-Rahim. Allah itu Maha 54:40 lembut, Allah itu Maha Pemberi. Allah 54:43 itu Maha Mendengar. Allah itu sayangnya 54:46 jauh melampaui dibanding sayang seorang 54:48 ibu pada anak dan seterusnya. Itu nanti 54:50 kalau kita mengenal itu, tahu itu, maka 54:53 ketika kita baca ayat, ketika kita 54:55 berdoa itu merasakan. 54:58 Nah, itu satu. Jadi perdalami 55:00 sifat-sifat utama dari Allah subhanahu 55:02 wa taala. 55:04 Kemudian yang kedua, ya, 55:07 bersihkan hati 55:09 dari berbagai macam yang bisa ngotori, 55:12 yang menjadi 55:14 yang menjadi kendala. Misalnya 55:17 dari makanan yang haram. 55:19 He em. 55:21 Dari 55:22 perbuatan dosa. 55:25 Itu kadang-kadang menjadi hijab, menjadi 55:26 jauhnya, susah kita untuk bisa merasa 55:29 bermesraan kepada Allah. Tapi kalau hati 55:32 kita bersih, tulus, beramal ikhlas, ya, 55:36 kita menghindari dari 55:38 dari yang haram, baik haram makanan 55:40 ataupun perilaku, insyaallah 55:43 kita akan bisa merasakan itu. 55:46 Nanti 55:47 terus-menerus kita coba mendekat kepada 55:49 Allah subhanahu wa taala 55:50 akan bisa merasakan kalau sudah sadi, 55:53 dekat sama Allah, bisa 55:55 menangis. Nah, luar biasa itu air mata 55:58 yang 55:59 jatuh karena 56:00 zikir kepada Allah, ingat pada Allah, 56:03 itu bisa menjadi dinding daripada api 56:05 neraka. 56:06 Wallahualam. 56:08 Iya, silakan Ustaz closing idea untuk 56:11 bahasan kita hari ini. 56:13 Ayo al ikhwan rahimakumullah. 56:16 Mengapa sering saya sampaikan 56:19 surat Al Araf ayat 96 56:23 khususnya jika kita bicara tentang 56:28 tentang kehidupan bersama di Indonesia 56:30 ini. 56:31 Karena satu negeri itu 56:34 tidak mungkin akan damai, aman, tentram 56:36 kalau penghuni manusianya tidak beriman 56:38 dan bertakwa. 56:39 He em. 56:41 Artinya apa? Karena Allah sendiri 56:42 berjanji 56:44 akan membuka pintu berkah dari langit 56:46 dan dari bumi, syaratnya beriman dan 56:48 bertakwa. 56:49 Maka untuk diri saya, keluarga dan 56:52 masyarakat, saya mengimbau, mari kalau 56:54 kita ingin diberkati oleh Allah, kita 56:56 lakukan 56:58 konsekuensi kita sebagai bangsa yang 57:00 religius, bangsa yang agamis 57:02 bangsa yang tinggal di satu negara yang 57:05 berketuhanan yang maha esa. 57:08 Yang kedua, pemerintah mestinya 57:10 memfasilitasi dan mendukung penuh 57:13 kegiatan-kegiatan dalam rangka pembinaan 57:15 keagamaan. 57:18 Jangan lebih memprioritaskan yang lain, 57:20 kalau yang hura-hura di di dibantu, 57:23 kalau olahraga saja berapa biaya, tapi 57:25 urusan rohani 57:26 kadang-kadang yang diurusi ya urusan 57:28 yang ada duitnya, zakat misalnya. 57:31 Kemudian 57:32 pernikahan 57:34 kemudian haji itu kan ada duitnya tapi 57:37 pembinaan rohani masyarakatnya sebagai 57:39 bangsa yang berketuhanan mestinya 57:42 mendapat porsi yang 57:44 yang sesuai 57:46 mohon maaf apabila hal yang kurang 57:48 berkenan tetapi niat baik kami mari kita 57:51 bangun negeri ini sebagai masyarakat 57:53 yang religius bangsa yang sudah 81 tahun 57:57 kekurangan kekeliruan kesalahan ini 57:59 perlu dievaluasi secara total dan ke 58:01 depannya kita bangun bersama semoga ke 58:04 depan akan muncul pemimpin-pemimpin yang 58:07 arif dan bijak yang beriman yang 58:09 bertakwa demikian juga masyarakatnya 58:13 kalau kita mengharapkan masa pemimpin 58:15 yang bijak yang besar yang 58:18 yang beragama yang saleh tentu dimulai 58:20 dari masyarakatnya yang juga beriman dan 58:23 beramal saleh wallahualam mohon maaf 58:26 segala kekurangan kekeliruan wabillahi 58:28 taufik wal hidayah wassalamualaikum 58:31 warahmatullahi wabarakatuh 58:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:35 wabarakatuh 58:36 terima kasih Ustad dan ikhwan akhwat 58:40 mudah-mudahan 58:42 di 58:43 harapan doa di akhir tadi bisa 58:47 terwujud dan kita 58:50 negeri tercinta ini juga 58:52 kembali bercahaya ya baiklah sekali lagi 58:55 kalau Anda ingin memiliki buku meniti 58:59 jalan ke surga 59:01 bahasannya hari ini di bab 4 59:04 silakan untuk menghubungi Mas Rizal ada 59:07 di 089900 59:12 73991 59:14 sekali lagi 08990073991 59:20 mudah-mudahan kita dipertemukan kembali 59:22 di tausiah pagi yang berikutnya ya 59:25 billahi taufik wal hidayah 59:26 wassalamualaikum warahmatullahi 59:28 wabarakatuh