Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Rasil TV
- untuk Islam yang satu. [musik]
- [musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu. Terima kasih Wan Ah
- masih bersama kami dalam tausiah sore
- kali ini dan saya Panji Ahmad bersama
- Amin Nuroni masih hadir di ruang dengar
- Anda. Baik kita masuk sesi kedua yaitu
- sesi tanya jawab. Kita bacakan satu
- persatu pertanyaan sudah masuk ya Ustaz
- ya.
- I
- baik yang pertama asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dari hamba Allah di Jakarta. Bagaimana
- untuk akhwat Ustaz sebaiknya apakah
- mengikuti salat Jumat atau tidak?
- Hmm. Bagaimana bila di tanah suci, di
- Masjidil Haram atau di Masjid Nabawi
- sebaiknya mengikuti atau lebih baik
- salat di penginapan saja? Ya,
- alhamdulillah jazakallah pertanyaannya.
- Ini pertanyaan yang bagus karena ketika
- ditanya siapa sih yang berkewajiban
- dalam salat Jumat? Apakah semua muslim,
- muslimah termasuk anak-anak dan
- semuanya? Nah, memang ada sebuah hadis
- dari Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Abu
- Daud dan disyaratkan Bukhari dan Muslim
- bahwa aljum'atu haqqun wajibun ala kulli
- muslimin fi jamaah. Jadi disebutkan
- bahwa salat Jumat itu adalah wajiban
- atas setiap muslim secara berjamaah.
- Illa alal arbaah. Nah, kecuali ada empat
- golongan yang tidak menjadi wajib. Nah,
- siapa mereka? Nah, abdun mamluk yaitu
- hamba sahaya. Dia enggak wajib untuk
- salat berjamaah. Yang kedua, wamraah
- perempuan. Nah, itu termasuk yang tidak
- wa wajib berjamaah. Kemudian asobi ya
- yang ketiga adalah anak-anak ya. Yang
- keempat adalah disebutkan dalam hadis
- itu a marid orang yang sakit. Maka
- secara apa? secara hukumnya. Jelaslah
- pada hadis ini bahwa ya walaupun dalam
- dalilnya
- nudi lalati yaumil jumuati fasu
- ilaikrillah ternyata tidak ditujukan
- kepada seluruh kaum muslimin. Karena
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- menyebutkan ada empat yang dikecualikan
- dari kewajiban berjamaah itu. Dari
- kewajiban berjamaah itu siapa mereka
- tadi? Hamba sahaya itu tidak wajib salat
- berjamaah. Wanita tidak wajib salat
- berjamaah. Jumat di masjid maksudnya di
- masjid. Kemudian juga ee siapa tadi?
- Shobi. Anak-anak tidak diwajibkan salat
- Jumat masjid. Kemudian satu lagi marid.
- Orang yang secara syari dia memang
- diizinkan untuk tidak salat berjamaah.
- Maka dari hadis dari Abu Hurai yang
- dibawakan oleh sahab anu ahli hadis Imam
- Abu Daud yang disyaratkan kepada Bukhari
- Muslim ini ternyata ya muslimat itu ya
- tidak dilarang untuk salat berjamaah.
- utamanya tadi salat Jumat berjamaah,
- tapi juga tidak dianjurkan. Kan jelas
- begitu artinya tidak dilarang karena
- memang ee di situ kalimatnya illa al
- yang diwajibkan itu kaum muslimin ya
- kecuali yang empat tadi ya yang
- diwajibkan. Nah, wanita tidak diwajibkan
- artinya apakah hukumnya haram? Nah, kan
- gak artinya boleh. Nah, kata boleh di
- sini artinya juga tidak dianjurkan juga
- jika memang bisa dilaksanakan ada
- muslimat mengikuti salat Jumat secara
- berjamaah dan secara syari juga tidak
- mengganggu pelaksanaan salat berjamaah
- dan tidak menimbulkan fitnah. Enggak ada
- larangan bagi wanita untuk salat
- berjamaah Jumat di masjid. Jelas ya?
- Nah, bagaimana kaitannya pertanyaan
- dengan ketika dia sedang umrah? Kalau
- masalah sedang umrah apalagi sedang
- tawaf kemudian bercampur lah itu mah
- bukan masalah salat saja ya kan. Artinya
- ikhtirat ketika tawaf di mana? Tawaf di
- Makkah itu ikhtilat antara laki-laki dan
- perempuan sulit dihindarkan gitu ya.
- Masyaallah ya. Suami istri saja
- gandengan di sana ya kan. Supaya karena
- banyaknya mustahimah begitu padatnya
- gitu. Nah sekaligus kadang-kadang kita
- salat saja di depannya. Nah, kan ketika
- salat di apa? Di di apa? Makam Ibrahim
- itu. Nah, lewat di depan aduh ada yang
- loncatin ketika kita sujud. Lah itu
- kondisinya begitu. Jadi secara umum
- hadis tadi memang tidak mewajibkan
- muslimat itu melaksanakan salat Jumat
- secara berjamaah di masjid, tapi juga
- tidak melarang dan menganjurkan. Boleh
- saja. Nah, apalagi kaitannya kalau kita
- jauh-jauh sedang melaksanakan haji atau
- sedang melaksanakan umrah. Sayang ya kan
- salat sekali di sana waduh masyaallah
- nilainya 100.000 kali salat Jumat di
- Masjidil Haram nilainya seperti 100.000
- kali kita salat di 100.000 kali kita
- salat Jumat di Masjidil Haram. Sayang
- sekali gitu ya kira-kira. Kalau
- alasannya tadi karena berhimpitan,
- berdampingan dengan laki-laki, itulah
- kondisi ketika kita tawaf. Tidak bisa
- dinafikan dengan itu. Masyaallah.
- Wallahuam bawab.
- Baik, dari pertanyaan hamba Allah ini
- juga bersambung dari Bu Riza di Bekasi.
- Iya.
- Mengenai salat wanita ini, Ustaz, ya.
- Bagi wanita. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kalau dulu di kampung biasanya untuk
- wanita salat zuhur di hari Jumat
- dianjurkan setelah orang pulang dari
- salat Jumat.
- Hm. He.
- Tapi setelah di sini saya lebih sering
- salat zuhur di hari Jumat hampir
- bebarengan dengan orang salat Jumat di
- masjid.
- Iya.
- Karena rumah saya dekat masjid.
- Heeh.
- Nah, ini bagaimana, Ustaz? Waktu yang
- terbaiknya.
- Masyaallah. Iya. Jadi, kalau kembali
- kepada dalil umum,
- bismillahirrahmanirrahim itu kan ada
- hadis dari Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam bahwa afdalus shaat fi awali
- waktiha. Ya kan? Kapan awal waktu salat
- itu? Ya, kalau semuanya Jumat ya waktu
- salatnya itu ketika Jumat ya kapan?
- Setelah khotbah. Kalau seumnya di rumah
- tanpa ada apa? Tanpa ada khotbah dia
- kembali ke salat zuhur ya. Ketika
- dikumanjangkannya azan itu kan sudah
- masuk salat zuhur ya kan. Nah kan kalau
- qat itu penegakan salat ketika di
- masjid. Nah jadi sudah kumpul nih azan
- dipanggil semua orang kumpul di masjid.
- Nah, kemudian di masjid itulah
- dikumandangkan qat. Qat itu artinya
- mulai berjamaah ditegakkannya salat. Qat
- itu untuk siapa, Mas Sanji? Kira-kira
- qat itu untuk siapa?
- Orang yang di masjid.
- Orang yang di masjid, ya kan? Jadi
- atau orang yang di tempat yang
- dilaksanakan salatnya.
- Heeh. Atau di tempat orang yang mau
- melaksanakan salat berjamaah itu qat.
- Jadi qat itu untuk memulai secara
- berjamaah orang-orang yang sudah hadir
- di masjid, tidak untuk yang di rumah
- kan. Nah, bagaimana tentang orang-orang
- yang salat di rumah seperti wanita
- muslimat? Loh, azan itu sudah
- menunjukkan masuknya waktu salat. Nah,
- sehingga ketika Rasul menyebutkan
- afdolus shah fi awali waktiha loh tidak
- harus nanti nunggu orang pulang dari
- masjid. Nah, kan. Jadi waktu salat itu
- sudah dikumandangkan dengan isyarat atau
- diterdengarkannya suara azan itu sudah
- masuk waktu salat. Nah, kan sementara
- qat itu di masjid hanya untuk jemaah
- yang sudah hadir di masjid. Nah, di
- rumah ee dia sudah mendengar masuknya
- waktu salat maka arahan dari Rasulullah
- afdalus shah salat yang paling utama
- adalah fi awali waktiha di awal
- waktunya. Wallahuam bawab. Iya.
- Baik, ke pertanyaan lainnya. Ee
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bolehkah kita berselawat sambil
- mendengarkan khotbah Jumat?
- Iya, alhamdulillah di sini memang ee
- Allah Subhanahu wa taala menyebutkan
- tadi ee secara khusus kalimatnya memang
- fas'au ilaikrillahi wadarul bayi. Itu ya
- artinya memang memperbanyak zikir.
- Walaupun sebagian ahli tafsir
- menyebutkan zikir di sini adalah khotbah
- Jumat. Karena intinya zikir dan khotbah
- Jumat itu adalah untuk mengingat Allah
- Subhanahu wa taala. Kalau seumpama kita
- berzikir di hati tapi tidak untuk
- berkeras suara ya. Karena siapa yang
- melakukan berkata-berkata kemudian
- mengisyaratkan pada waktu sedang khotbah
- dilaksanakan faqatlagho itu akan menjadi
- sia-sia. Jadi tinggal bagaimana kalau
- zikirnya keras-keras subhanallah
- subhanallah subhanallah saat khatib.
- Nah, itu tidak diperkan itu akan
- mengganggu kekhusyukan salat jum Jumat.
- Tapi kalau semuanya dalam hati ya dalam
- hati namanya kan Allahumma sholli sambil
- mendengarkan atau astagfirullah dalam
- hati ya tidak dikeluarkan suaranya itu
- kan tidak mengganggu dirinya untuk
- konsentrasi mendengarkan nasihat juga
- tidak mengganggu orang lain dan juga
- bisa menjaga kekhusyukan salat. Jadi
- kalau saya pribadi sih jika zikir itu
- hanya di hati dan tidak mengganggu
- konsentrasi dirinya dan itu sebagai
- upaya untuk menguatkan kita dalam
- mendengarkan khotbah dan nasihat dari
- khatib, nah itu insyaallah tidak
- mengganggu. Yang jelas yang hadis
- Rasulullah sebutkan adalah jika
- melakukan apakah bersuara atau ngobrol
- atau bahkan syarat aja itu faqatlaho itu
- sudah menjadi laho sia-sia. Nah, itu kan
- jelas secara umum. Nah, maka ini kalau
- di masjid-masjid tertentu biasanya
- muadin sebelum ee mengumandangkan azan
- dia memberi apa? Memberikan nasihat
- melalui hadis Rasulullah kepada jemaah
- ya kan? Biasanya dibacakan hadis itu
- dulu ya kan. Isma'u dengarkan wasitu
- perhatikan gitu kan dengan baik-baik
- karena siapa yang mengucapkan faqatlah
- itu biasanya dibaca gitu ya. Itu bagus
- juga untuk mengingatkan jemaah supaya
- konsentrasi penuh bernilai ibadah
- jumatnya. dan dicatat sebagai amal
- ketika dia mendengarkan khotbah itu.
- Wallahuam bawab. Ya.
- Baik. Ee terima kasih Ustaz. Nah,
- demikian ya ee dari penanya yang tidak
- menyebutkan namanya
- boleh dengan syarat tidak mengganggu
- konsentrasi dirinya ketika melan salat
- Jumat dan tidak mengganggu Ustaz ya
- orang lain. I
- tidak mengganggu orang lain.
- Baik kita beralih ke pertanyaan lainnya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, bagaimana sikap kita sebagai
- jemaah Jumat?
- Heeh.
- Ketika khotbah?
- Iya. ee khatib melenceng khotbahnya atau
- menghujat saudara muslim.
- Heeh.
- Apakah kita boleh bantah si khatib atau
- menunggu selesai Jumat baru kita tegur
- di?
- E subhanallah. Inilah [tertawa]
- ini menjadi problematika. Menjadi
- problematika. Maka pertama tentu kepada
- para khatib. Khatib ini ya bagaimanapun
- juga hari Jumat itu adalah hari besar.
- Hari Jumat itu adalah momen sesuai
- dengan isyarat tadi untuk memberikan
- nasihat, mengingatkan, untuk bertakwa
- kepada Allah dan kemudian apa memberi
- nasihat secara global tentang hidup ini
- dan juga menjadi apa menjadi apa ya
- menjadi ee pertemuan yang sangat
- berarti. Maka ya hendaknya posisikan apa
- yang kita sampaikan ketika khotbah itu
- ya nuansanya apa-apa yang disampaikan
- oleh Allah dalam Al-Qur'an dan hadis.
- yang bisa membangkitkan tumbuhnya iman
- dan takwa itu sebenarnya begitu temanya.
- Tapi kalau ini para khatib, jadi perlu
- juga artinya ee lebih mendalami secara
- apa kalau dalam ilmu filsafat dakwah itu
- perlu apa itu tentang materi dakwah, apa
- itu tujuan dakwah kan bisa dipahami dari
- situ. Jadi kalau ketika kita memahami
- mendalami tentang apa sih hakikat dari
- materi dakwah itu yang di ada dalam
- Al-Qur'an dan sunah, kemudian apa yang
- menjadi tujuan kita berkhotbah itu
- sesungguhnya.
- dengan kita sebagai khatib menempatkan
- memposisikan dirinya adalah sebagai
- wasilah nasihat-nasihat Allah dalam
- Al-Qur'an dan hadis. Dan kemudian
- isyaratnya jelas bagaimana khotbah itu
- mampu meningkatkan keimanan dan
- ketakwaan kepada Allah sehingga ya lebih
- bijaksana kalau kita lebih mengarahkan
- isi khotbah itu kepada Al-Qur'an dan
- sunah dan menjauhkan dari hal-hal yang
- sifatnya tadi mungkin persepsi apalagi
- opini apalagi yang berkaitan tentang
- masalah isu yang itu bisa justru membuat
- resah itu pertama untuk khatib. Nah,
- bagaimana untuk kita sebagai makmum
- mustami ya fasbir, bersabar kita di situ
- dalam rangka ibadah kepada Allah. Aturan
- ibadahnya jelas dari Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ya kan.
- Apapun yang terjadi ya kita dengar, kita
- sabar, kita nah baru nanti setelah
- khotbah selesai, pelaksanaan salat
- selesai, bisa saja itu menjadi masuk
- masupan. Makanya sikap yang terbaik
- sebaiknya kita menjaga perilaku dan
- sikap kita, akhlak kita agar tetap
- khotbah itu bernilai bagi diri kita
- dunia dan akhirat. Begitu. Lebih amat
- berharga nilai khotbah yang sekali dalam
- sepekan itu untuk kita jaga dibanding
- kita bersegera tertergesa-gesa untuk
- bersikap yang itu bisa merusak nilai
- jumat kita sesuai dengan ee arahan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Wallahuam. Bab. Jadi sabar dulu Ustaz
- ya.
- Sabar dulu baru nanti
- saling menasehati Ustaz.
- Betul. Karena kami pernah mengalami itu
- ketika dulu di Aceh ya ada khatib di
- antara kita yang mungkin lupa dia
- membaca selawat sehingga ada jemaah yang
- berdiri tolong diulang khotbahnya karena
- tidak membaca selawat. Nah kan sesuatu
- yang mungkin tidak biasa didengar dan
- tidak biasa terjadi grogi dia. Diulangi
- lagi dari awal lupa lagi baca selawat.
- sehingga harus ganti ganti ganti yang
- dalam posisi sedang khotbah. Subhanallah
- itu sangat akhirnya semua tidak nyaman
- ya kan khatibnya tidak nyaman. Dia yang
- berdiri sendiri yang dia berdiri untuk
- instruksi saja tidak mendapatkan
- kenyamanan pada waktu itu apalagi
- merusak seluruh jemaah yang ada jadi
- tidak konsentrasi dan tidak nyaman kan.
- Kalau melihat kepada hadis Nabi ya,
- berkata, bertindak, berbuat yang membuat
- kita tidak konsentrasi, tidak
- menciptakan keteduhan, kekhidmatan dalam
- khud, jadi lahau semua. Nah, dampaknya
- juga kepada masyaallah jemaah secara
- keseluruhan. Bagaimana etika memberikan
- nasihat? Kan ada etika memberikan
- nasihat. Nah, itu penting untuk kita
- jadikan teladan Rasul. Bagaimana Rasul
- menasehati? terkadang di tengah
- masyarakat, terkadang sendiri, terkadang
- face to face, terkadang sambil disentuh
- dan begitu. Bagaimana Rasul memberikan
- pola-pola nasihat yang intinya bagaimana
- ada perubahan bagi yang dinasehati.
- Begitu. Wallahuam bisab.
- Baik, kita beralih ke pertanyaan
- lainnya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ustaz, bagaimana kalau salat Jumat
- pilih-pilih masjid nih, Ustaz?
- Karena masjid yang di depan rumah saya
- beda aliran nih. Gimana nih, Ustaz?
- [tertawa]
- Ini dia. Allahu Akbar. Ini perlu juga
- kita ya berlaku bijak. Artinya kalau
- secara secara prinsip yang jelas di sini
- kan udi
- e fasua ila yaumil jumati fasa
- ilaikrillah. Artinya mendatangi masjid.
- Tapi kan tidak disebutkan masjid
- terdekat, masjid jauh. Emang salah kalau
- Mas Panji mau jumatan di mana? Istiqlal.
- Lah itu ngelewatin masjid banyak enggak
- kira-kira kan [tertawa] gitu ya.
- tinggal di Cilengsi pengin salat Jumat
- di Istiqlal sah kan? Sahsah saja yang
- penting di masjid dan berjamaah karena
- kewajibannya berjamaah di masjid begitu
- ya kan tidak diisyaratkan di sana masjid
- terdekat gak ada gitu kan. Nah itu
- secara prinsip kira-kira begitu. Saya
- sebenarnya tinggal di Cibubur pengin
- khotbah apa pengin mendengarkan khotbah
- di Atin kan enggak ada salahnya. Nah
- artinya kan begitu ya. Ya Allah. Makanya
- lebih baik ya kita niatkan sajalah.
- Jangan kemudian karena beda aliran beda
- aliran kan jadi ada konotasi yang tidak
- baik gitu ya. Baik. Artinya seakan-akan
- dia muslimnya beda dengan kita loh. Itu
- berarti kita sendiri yang menempatkan
- diri kita ini berbeda. Mestinya kan
- tidak. Huamakumul muslimin. Siapapun
- yang dikatakan dia bersyahadat, dia
- beriman kepada Allah sudah Allah beri
- nama panggilan yang terindah bagi
- mereka. Muslim sebagai orang yang muslim
- namanya. Muslim. Siapa yang beriman
- kepada Allah, dia bersyahadat, tanda
- keimanannya, keislamannya, maka dia
- disebut muslim. Kan begitu. Kalau mereka
- banyak jumlahnya, muslimin. W sammahumul
- muslimin. Lah kalau muslimin ini pengin
- bersama namanya jamaatul muslimin. Nah,
- kan jelas dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya
- kalau kita kembali kepada Al-Qur'an
- indah sekali. Dan apalagi hadis Rasul
- menyebutkan talamu jamaat muslimin.
- Bukan jemah ini. Talzamu jamaat muslim.
- Kenapa kok jamaatul muslimin? Tetapilah
- oleh kamu jemaah muslimin, kesatuan umat
- Islam. Kesatuan umat Islam. Karena
- memang ya kalau muslim pengin bersatu ya
- namanya kesatuan umat Islam begitu loh.
- Enggak ada nama-nama dari Rasul taljamu.
- Kalau Al-Qur'an sudah jelas surah Alhj
- ayat yang terakhir wasamakumul muslimin
- ya kan. Ketika orang mengaku dia beriman
- kepada Allah, bersyahadat itulah muslim
- sebutan dari Allah ya kan? Masyaallah.
- Kalau jumlahnya banyak muslimin. Nah,
- bagaimana kemudian dinamika hidup mereka
- tuh? Di akhir surat itu pun disebutkan
- waqimus shauzah
- waasimu billah. Kan tegakkan salat
- kemudian tunaikan zakat kemudian
- berpegang teguhlah kamu kepada agama
- Allah jam berjamaah. Nah, kalau muslimin
- ingin bersatu namanya kesatuan muslimin.
- Bahasa Arabnya jamaatul muslimin. Maka
- Rasulullah menyebutkan dalam kondisi
- muslim tadi ya kan merasa berbeda paham,
- merasa berbeda mazhab, mazhab ingin ya
- taljamu, berkumpullah bersama muslimin.
- Nah, kita kira begitu. Subhanallah. Ini
- sangat indah sebenarnya kalau kita baca
- dalam Al-Qur'an. Kita ini semua yang
- mengaku beriman dan bersyahadat
- dipanggil oleh Allah dengan sama yang
- paling indah. Sebutan yang paling indah
- muslim. Nah, kemudian kita karena banyak
- makanya dijamakkan disebutkan muslimun.
- Nah, nasab mahfudnya itu muslimin gitu
- kan. Itu kalau dalam kaidah bahasa
- Arabnya. Kemudian kalau muslimin ini
- ingin bersama-sama gitu kan,
- bersama-sama dengan siapa? Saya ingin
- bersama-sama dengan muslimin yang
- namanya jamaatul muslimin. Maka kalau
- ada orang Islam ingin bersatu, tidak ada
- tempat lain, tidak ada apa, tidak ada
- orang lain yang yang tidak ada orang
- lain yang berhak untuk dia ajak untuk
- bersatu kecuali ya saudaranya sesama
- muslim. itu namanya jamaatul muslimin.
- Maka Rasul menyebutkan ya dalam kondisi
- kita teropinikan, termashabkan, terbeda
- apa terpilah-pilah loh. Ayo kita
- kembalikan kepada ee prinsip utama kita
- ini muslimin. Kalau kita ingin bersatu
- ya layaknya kita hanya bersatu dengan
- orang-orang muslim ya. Kesatuannya ya
- namanya kesatuan muslimin. Nah, bukan
- kesatuan gado-gado kan enggak ada ya.
- Kesatuan malaikat kan enggak ada.
- Kesatuan muslim. Kalau kita muslimin
- pengin bersatu ya kesatuan muslimin.
- Nah, bahasa Arabnya jamaatul muslimin.
- Nah, sehingga Rasulullah menyebutkan
- talamu jamaatul muslimin. Nah, kira-kira
- begitu. Nah, gimana dengan kalau saya
- ingin jumatan cari yang tempat jauh
- karena masjid yang dekat beda aliran?
- Nah, kan ini kan ini sebenarnya hal-hal
- yang perlu kita dalami gitu ya. Apa yang
- beda? salatnya beda, kiblatnya beda,
- cara khotbahnya beda. Loh, kan perlu
- didalami. Kalau memang dalam satu
- kegiatan salat itu ada yang beda. Satu
- zikirnya keras, satu zikirnya. Nah,
- apakah ini hal yang prinsip dalam
- pelaksanaannya atau yang sifatnya tadi
- furuih? Nah, jangan sampai kemudian kita
- merasa tidak nyaman bersaudara dengan
- sesama muslim hanya karena furuah tidak
- sama pemahamannya. Jangan. Dan saya
- jangan sampai juga kita sesama muslim
- lebih nyaman bersaudara berkawan dengan
- nonmuslim. Nauzubillah minzalik ya kan
- ya. Nauzubillah minzalik. Kalau ketika
- itu kaitannya tentang masalah sosial
- kan. Masyaallah. Perlu dipertanyakan
- pada diri kita. Kalaulah Anda harus
- memilih dan lebih nyaman di masjid yang
- jauh dari lingkungan Anda, jangan sampai
- dimunculkan masalahnya hanya karena
- berbeda mazhab atau berbeza paham.
- Justru kalau Anda memahami bahwa apa
- yang Anda yakini itu yang benar sesuai
- dengan dasar Al-Qur'an dan sunah,
- tunjukkan, beritahukan kepada muslim
- yang mungkin tidak sejalan pemikiran
- dengan kita. ilmu yang kita peroleh
- bagikan kepada mereka sehingga nanti
- boleh jadi saudara kita yang kita anggap
- berbeda paham tadi gitu kan dia
- mendapatkan ilmu yang baru atau
- sebaliknya justru dengan kita bertanya
- kepadanya mengapa berbeda dengan
- pendapat kita dia punya dalil punya
- argumen yang lebih kuat dibanding ki
- kita begitu masyaallah jadi
- akhirnya saling belajar Ustaz ya
- saling belajar betul artinya apa tadi ya
- kalau dalam bahasa Bahasa anu apa bahasa
- isme itu relativisme. Relativisme. Boleh
- jadi saya yang merasa lebih baik.
- Nauzubillah minzalik ya. Merasa lebih
- baik tapi saya sadar. Saya sendiri tidak
- menutup kemungkinan banyak salah dan
- keliru. Kan begitu ya. Boleh jadi pada
- orang lain yang menurut kita dia salah
- ada di sana kebenaran dan kebaikan. Itu
- kan relativisme ya kan. Makanya tadi
- saya agak sedikit menegaskan jangan
- sampai kalau hanya Anda ingin berjamaah
- di masjid yang jauh dengan alasan
- berbeda prin eh berbeda tadi pema
- pemahaman. Masyaallah. Kalau masalah
- ingin salat Jumat tempat yang jauh
- enggak ada larangan ya kan. Kayak tadi
- saya contohkan saya tinggal Cibur pengin
- salat Jumat di Atin enggak ada masalah
- ya kan. Mas Panji tinggal di Cengsi
- pengin salat di Istiqlal. Enggak ada
- masalah, enggak ada apa, tidak ada
- secara khusus spesifikasi ee hadis yang
- mengatakan salatlah Anda di masjid yang
- terdekat. Tidak. Masyaallah, yang ada
- kewajibannya berjamaah.
- Nah, nah kemudian berkaitan tentang tadi
- pemahaman yang berbeda apalagi masalah
- yang furuiyah. Harulah kita belajar
- betapa luasnya ilmu Islam ini. Jangan
- sampai kita merasa ini kan nauzubillah
- minzalik merasa bahwa kita benar padahal
- ilmu kita itu sangat sedikit. Itu
- kadang-kadang ya ukuran nih ukuran ni
- para jemah bahwa apakah benar kita ini
- ilmunya banyak? Ya, coba sekarang
- bacakan hadis dari Rasulillah lengkap
- dengan matan dan riwayatnya. Bacakan
- dengan rawi dan sanadnya. Kita
- kadang-kadang satu hadis pun enggak
- hafal itu hadis ini dari sahabat ini
- riwayatnya ini. Kan itu pun
- kadang-kadang enggak hafal cuman
- katanya. Nah, masyaallah. Jadi betapa
- diri kita itu lemah sekali ya kan. Ilmu
- kita enggak banyak. Kalaupun kita baca
- nih ayat, saya sudah banyak hafal kok
- Al-Qur'an. sudah banyak baca tentang apa
- tafsir loh. Tafsir itu kan banyak
- pendapatnya, banyak kan. Masyaallah. Itu
- pun kita hanya baca belum hafal. Apalagi
- kita hafal Qurannya tidak banyak, hafal
- hadis satu pun enggak lengkap. Itu
- riwayatnya siapa, sanadnya siapa,
- kedudukan hadisnya siapa. Lah kok kita
- bisa merasa bahwa kita itu lebih baik.
- Nah, maka masyaallah kalau kita baca
- dalam surah almukminun Allah menyebutkan
- itu jangan sampai ya dalam suratin
- disebutkan alladzina hum min khasyatiib
- rbihim musfiquun. Orang-orang mukmin itu
- mestinya orang-orang yang mengedepankan
- rasa takutnya kepada Allah. Musfikun
- mereka tunduk. Ya Allah saya memang
- sudah ibadah. Boleh jadi ibadah saya ini
- belum kau terima ya Allah. Itu justru
- yang dikembangkan begitu. Walladzina hum
- biayatibihim yukminun. Mereka yang
- terhadap ayat-ayat Allah, mereka berim
- beriman. Boleh jadi ini saya sudah yakin
- tapi kadang-kadang ragu, kurang mantap.
- Jadi lebih banyak melihat diri kita
- penuh dengan kekurangan tapi berbuat dan
- beramal terus untuk menyempurnakan diri
- kita. Walladina alladina yutuna maau
- qulubuhum wajilah. Orang-orang yang
- memberi sesuatu yang bisa ia berikan.
- Apakah infak, zakat, sodqah, dan
- seterusnya. Klubuhum wajilah dengan
- bukan kesombongan tapi hatinya itu
- takut. Masyaallah. Nah, inilah sebagai
- orang muslim kita tidak boleh merasa
- bahwa kita ini lebih baik, lebih seci.
- Maka bacalah banyak Al-Qur'an untuk
- menasihati kita. Itu tadi dalam surat ee
- dalam surat apa tadi? Dalam surah
- Almukminun Allah tegaskan itu
- orang-orang mukmin yang mereka lebih
- mengedepankan kebaikan. Faulaika
- yusyariuna filhairat. Merekalah
- orang-orang yang mendapatjukan,
- orang-orang yang bersegera dalam
- kebaikan. Justru siapa mereka? Mereka
- yang punya sifat selalu takut rajak
- khauf dalam dirinya. Sudah ibadah takut
- ibadahnya enggak diterima oleh Allah.
- Sudah beriman tapi masih berlepotan
- dengan kemusyrikan. Dia takut kepada
- Allah tapi dia terus beramal memperbaiki
- diri. Itulah keislaman yang terbaik
- dalam Islam. Begitu. Masyaallah. Dalam
- surat An-Najm apalagi Allah terangkan ya
- kan ya disebutkan di sana e inna rbaka
- wasiul magfirah. Allah itu maha luas
- ampunannya.
- bikumam
- antum min Allah maha tahulah konstruksi
- diri Anda ketika diciptakan oleh Allah
- dari tanahumun
- bagaimana perkembangan proses anda
- diciptakan oleh Allah dalam perut ibumu
- tuzaqu anfusakum jangan kalian merasa
- bahwa diri kalian lebih suci naubillah
- minzalik ya kan hua alamu bimanqo Allah
- yang maha tahu tentang jiwa hati yang
- mana yang bertakwa kepada Allah
- subhanahu wa taala jadi luar biasa
- ketakwaan itu bukan sekedar
- simbol-simbol agama yang kelihatan
- mentereng di mata manusia, tapi
- keagamaan yang benar itu apa yang ada di
- hatinya. Keimanan yang benar, keimanan
- yang di hatinya yang Allah maha tahu
- tentang itu. Hua alamu bimanitqo. Allah
- maha tahu siapa yang lebih bertakwa. Ini
- mohon maaf cukup panjang karena ini
- kaitannya tentang sikap kita. Kalau kita
- tidak berubah tentang sikap bahwa
- saudara kita sesama muslim dengan nama
- yang Allah berikan itu tidak kita
- syukuri dengan kita menjalin
- persaudaraan dan ukhuwah persaudaraan
- bersama muslim yang lain dengan
- mengedepankan tadi opini berbeda,
- furuiah yang berbeda yang menjagakan
- kita jauh darinya. Subhanallah.
- Mudah-mudahan ini tidak lagi terjadi
- pada diri kita. Kita sama muslim
- sama-sama orang yang diberi panggilan
- indah oleh Allah. Muslimin itu adalah
- saudara kita. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Kita sudah masuki di
- pengujung acara ini, Ustaz. Mungkin
- kesimpulannya
- luar biasa. Iya,
- pemirsa Rasil TV dan pendengar Radio
- Silaturahim yang dimuliakan oleh Allah.
- Jadi, nanti bisa dibaca sendiri kemudian
- didalami ee surah Jumah ayat 9 sampai
- 11, kandungan ayatnya dan nasihatnya.
- Minimal kami menyebutkan tadi ada
- kandungan hukum tentang azan manakah
- yang mesti yang awal. ketika nuda. Yang
- kedua, wajibnya khotbah dalam prosesi
- pelaksanaan ibadah salat Jumat. Yang
- ketiga, wajibnya kita berjamaah.
- Kemudian yang keempat, jual beli saat
- itu yang bisa merusak ibadah kita.
- Walaupun itu sifatnya makruh, maka
- hendaknya kita kembali kepada ayat,
- tinggalkan semua kegiatan itu. Kita
- laksanakan salat berjamaah di masjid
- untuk mendapatkan keberkahan dan nasihat
- dari Allah. Kemudian Allah perintahkan
- banyak zikir di sana, baik zikir dalam
- hati atau zikir berupa tausiah nasihat
- dari khatib. Karena kemudian Allah
- terangkan pada ayat yang ke-10, tidak
- hanya ketika di masjid, ketika kita
- beramal pun kita harus banyak berzikir
- dan mengingat kepada Allah. Karena
- dinamika muslim di mana pun kita sedang
- ibadah kepada Allah. Hatta kapanp
- sesuatu pada diri kita, kita sedang
- berzikir kepada Allah. Mudah-mudahan
- kita selalu istikamah dan dalam
- perlindungannya dan kita dijaga oleh
- Allah dari hal-hal yang tidak baik, dari
- godaan setan dan seterusnya. Wallahuam
- biswab alfu minkum. Alalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ee kami ucapkan terima
- kasih banyak kepada Ustaz Amin Nuroni.
- Semoga selalu Allah berikan kesehatan
- agar kita bisa bertemu di Rabu depan,
- Ustaz. Ya insyaallah
- membahas tema yang lain di ayatul Ahkam.
- Insyaallah. Insyaallah. Dan kami ucapkan
- terima kasih banyak kepada para
- pendengar Radio Silaturahim dan para
- pemirsa di Rasil TV channel YouTube atas
- partisipasinya di sore hari ini. Dan
- tentunya kami juga mohon maaf nih karena
- ada empat pertanyaan yang tidak
- terbacakan ya dari Amin Zuhri di Cinere,
- kemudian ada dari
- ee Bu Aulia di Sukabumi. Nah, ini Bu
- Siti Aulia sampai ngirimin dua kali nih
- pertanyaan sama. Tapi karena kita sudah
- di pengujung akhir, jadi kita tidak bisa
- dibacakan juga.
- Kemudian Ibu Tursisti di Jakarta Timur
- ya. Kemudian Pak Xbar yang masih dalam
- perjalanan semoga sampai di rumah dengan
- selamat dan kami mohon maaf tidak
- dibacakan pertanyaannya karena waktu
- yang kita sudah sampai pengujung acara
- ini. Dan akhirnya Iwan Ahwat saya Panji
- Ahmad bersaku yang bertugas ada Ondi ada
- Yusuh Bangkit di meja operator mohon
- diri mari kita tutup bersama tausiah
- sore kali ini dengan doa air majelis
- subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta wubu ilaik
- wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh
- waalaikumsalam
- Hai
- Brail TV
- untuk Islam yang satu.
- H
- [musik]
- [musik]