Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:11 warahmatullahi wabarakatuh. 0:15 Alhamdulillahirabbil alamin. Wasalatu 0:16 wasalamu ala asya wal mursalin sayyidina 0:20 Muhammadin wa ala alihi wasohbihi 0:21 ajmain. Rabbisrohli sodri waassirli amri 0:25 wdata m lisani yafqahu qauli. 0:28 Alhamdulillah. ee Bapak-bapak dan 0:30 Ibu-ibu sekalian di Masjid Raya Cibur 0:33 Country. Kita alhamdulillah masih diberi 0:35 nikmat oleh Allah untuk hadir dalam 0:37 kajian ini yang yang insyaallah ee nanti 0:41 akan disampaikan langsung oleh 0:44 Bapak Ustaz Zul Fahmi Kasto. Beliau ini 0:47 adalah seorang konten kreator tapi juga 0:50 ahli dalam mengisahkan sirah nabawiyah 0:54 ya. Jadi ee nanti 0:59 saya harapkan sih ini ini bisa enggak 1:01 tidur nih kayaknya karena berkisah nanti 1:03 beliau akan berkisah tentang sahabat 1:05 Nabi ya ee juga Nabi ee dengan 1:09 Rasulullah juga seperti apa sehingga 1:11 kita menjadi ee untuk bekal kita juga 1:15 nanti mengajarkan kepada anak-anak kita 1:18 atau cucu-cucu kita ya. Selawat serta 1:21 salam kita haturkan kepada Nabi Nabi 1:23 Besar sallallahu alaihi Nabi Muhammad 1:25 sallallahu alaihi wasallam ee yang pagi 1:27 ini kita alhamdulillah mudah-mudahan 1:28 kita bisa mengikuti sampai dengan akhir 1:31 dan ini biasanya sampai dengan jam .00 1:34 Ustaz ya. Ee setelah itu ada tanya 1:37 jawab. Kami berharap ini bisa lebih 1:40 interaktif. Ya, demikian ee mungkin 1:43 langsung saja ke Pak Ustaz Zul Fahmi 1:46 Kasto untuk segera menyampaikan 1:49 kisah-kisahnya. 1:56 Bismillahirrahmanirrahim. 2:02 Asalamualaikum 2:03 warahmatullahi 2:05 wabarakatuh. 2:07 Waalaikumsalam. 2:11 Bismillah. Alhamdulillah 2:15 wasalatu wasalamu ala sayyidina 2:17 rasulillah 2:20 Muhammad ibni Abdillah wa ala alihi 2:23 wasohbihi wa mawalah. 2:26 Wala haula wala quwwata illa billah. 2:31 Rabbisrohli sodri wa yassirli amri 2:35 wahlul uqdatan min lisani yafqohu qauli. 2:40 Qolu subhanaka la ilma lana illa ma 2:45 alamtana innaka antal alimul hakim. 2:51 Nawa taalum watlim wat tadakkur wat 2:54 tazkir 2:57 w naf'a wal intifa wal ifadata wal 3:00 istifadah 3:02 walsa alat tamassuki bikitabillah 3:05 wasunnati rasulih 3:08 wadua ilal huda wadalata alal khair 3:13 ibtighoa amardotihi wa qurbihi 3:18 wawabih 3:20 Subhanahu wa taala. 3:23 Amma ba'du hadrat mukaromin wal 3:26 muhtaramin, 3:29 para alim, para ulama, para asatiz, 3:34 segenap pengurus 3:36 DKM Masjid Raya Cibubur Country MRC. 3:42 Yang saya hormati Bapak Ketua DKM Bapak 3:45 Haji Firmansyah Hafidahullah. 3:49 Yang saya hormati Bapak Haji Budi, Bapak 3:51 Haji Osman dan semuanya jajaran 3:54 pengurus, Bapak-bapak, Ibu-ibu, 3:58 jemaah Masjid Raya Cibubur Kantri yang 4:01 insyaallah senantiasa mendapatkan 4:03 limpahan rahmat dan keberkahan dari 4:05 Allah Subhanahu wa taala. 4:09 Alhamdulillah 4:11 di pagi hari ini di waktu yang penuh 4:14 dengan keberkahan ini, di tempat yang 4:18 penuh dengan kemuliaan ini 4:21 dan insyaallah 4:24 kemuliaan itu akan semakin 4:25 tersempurnakan 4:28 karena kita akan membahas hamba-hamba 4:31 Allah yang mulia, 4:33 para sahabat Nabi 4:36 yang dididik langsung oleh makhluk Allah 4:39 yang paling sempurna dan yang paling 4:41 mulia, yakni teladan kita Nabi Agung 4:43 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 4:45 wasallam. 4:48 Bapak, Ibu jemaah salat subuh yang 4:51 dimuliakan Allah Subhanahu wa taala. 4:57 Kalau perjalanan kita 5:01 menuju Allah Subhanahu wa taala ini 5:04 diibaratkan atau dianalogikan dengan 5:07 perjalanan fisik, 5:11 maka perjalanan menuju Allah harus 5:17 melewati beberapa terminal atau beberapa 5:21 stasiun. 5:23 Saya kalau ingin pergi ke Surabaya, ke 5:26 stasiun Pasar Turi, Bapak Ibu, 5:30 maka dari Pasar Senin saya akan melalui 5:33 stasiun apa kira-kira? 5:36 Cirebon. Ya, setelah dari Cirebon lanjut 5:40 lagi mampir ke stasiun 5:44 Pekalongan, lanjut Poncol Semarang dan 5:48 seterusnya dan seterusnya. 5:51 Perjalanan kita menuju Allah itu 5:54 melewati beberapa stasiun yang oleh para 5:57 ulama 5:59 diistilahkan dengan almaq. 6:03 Ada beberapa makam 6:06 yang dijelaskan secara detail di dalam 6:08 kitab-kitab tazkiyatun nafas. 6:11 Ada stasiun yang disebut dengan taubat. 6:16 Ada stasiun yang disebut dengan syukur. 6:19 Itu namanya maqamus syukr. 6:22 Ada stasiun yang disebut dengan maqamut 6:25 tawakul. 6:27 Ada yang disebut dengan maqamur rid. 6:30 Rida dengan ketentuan Allah. Itulah 6:32 stasiun-stasiun yang harus kita lewati 6:36 kalau kita ingin mencapai alwusul 6:39 ilallah. 6:40 sampai kepada Allah Subhanahu wa taala. 6:44 Tetapi di antara sekian banyak maqamat 6:47 tersebut 6:49 ada satu stasiun penting 6:53 dan ini harus menjadi cita-cita kita 6:56 semua menggapai makam ini, Pak. 7:01 Makam yang oleh para ulama disebut 7:03 dengan maqomul mahabbah. 7:08 Maqamul mahabbah. 7:11 Stasiun spiritual yang disebut dengan 7:14 almahabbah, yakni cinta. 7:18 Cinta atau mahabbah bukan hal yang bisa 7:23 disepelekan di dalam agama kita. Ya, 7:27 bukan hal yang bisa disepelekan. 7:30 Maka suatu ketika seorang Arab Badui 7:36 datang kepada baginda Nabi sallallahu 7:38 alaihi wasallam 7:41 karena dia orang Badui pedalaman. 7:44 Orang Badui itu kalau ngomong kata orang 7:46 Betawi nyeblak, 7:48 belak-belakan apa adanya. 7:51 Dia datang kepada baginda Nabi lalu 7:54 bertanya. Pertanyaannya to the point, 7:56 Pak. Enggak pakai basa-basi. 7:59 Ya Rasulullah, matas sa'ah. 8:04 Wahai utusan Allah, wahai Nabi Allah, 8:08 bocorin dong kapan kiamat terjadi. 8:12 Seru enggak pertanyaannya tuh, Pak Haji? 8:15 Dia datang-datang minta bocoran kapan 8:17 kiamat? Enggak ada takut-takutnya dia, 8:19 Pak. 8:22 Pertanyaan ini sama baginda Nabi enggak 8:25 dijawab. 8:28 Tapi sama Nabi dia dilempar pertanyaan 8:31 yang lain yang jauh lebih penting. 8:34 Maka Nabi mengingatkan waktu kiamat itu 8:37 enggak penting bagi kita. 8:40 Tapi sama Nabi ditanya, "Ma a'dadta 8:43 laha?" Wahai orang Badui, yang kau 8:46 siapkan apa untuk menghadapi hari 8:48 kiamat? 8:50 Yakni seandainya hari kiamat beneran 8:52 terjadi minggu depan, 8:54 kira-kira persiapan yang sudah kau bawa 8:57 apa? Itu pertanyaan Nabi sallallahu 8:59 alaihi wasallam. 9:02 Lalu Badui itu dengan jujur, dengan 9:04 polos mengatakan, "Ya Rasulullah, 9:08 aku tidak menyiapkan apa-apa kecuali 9:11 ibadah yang fardu-fardu." 9:14 Tidak lebih dari itu. 9:17 Illa annani uhibbullaha wa rasulah. 9:21 Tetapi aku bisa memastikan kepadamu 9:24 di dalam hatiku ada rasa cinta. 9:28 ada rasa cinta kepada Allah dan 9:30 Rasul-Nya. 9:33 Maka mendengar jawaban Badui tadi, 9:37 Nabi sallallahu alaihi wasallam 9:38 mengatakan sabda yang singkat, 9:42 tetapi membuat kita hari ini bahagia. 9:44 Harusnya, Pak. 9:46 Nabi sallallahu alaihi wasallam 9:48 mengatakan, "Almar'u 9:50 maaman ahabba." 9:53 Sesungguhnya setiap orang itu 9:57 kelak akan dikumpulkan 10:01 bersama siapapun yang ia cintai. 10:05 Itu jawaban dari Baginda Nabi ke Badwi 10:07 tadi. Maka makam mahabbah ini adalah 10:10 makam 10:12 yang bukan sembarang makam. 10:14 Di dalam Al-Qur'an disebutkan, qul in 10:17 kuntum tuhibbunallaha 10:20 fattabiuni yuhbibkumullah waagfir lakum 10:25 dzunubakum. 10:27 Allah menyebut dua kunci keselamatan di 10:29 dalam Al-Qur'an, Bapak Ibu. Yang pertama 10:33 adalah ittiba fattabiuni. 10:38 Tapi yang kedua ini yang yang jarang 10:41 kita ulas. 10:43 Yuhbibkumullah. 10:44 Maqam mahabbah. 10:47 Kata ulama, ittiba saja tanpa ada 10:50 mahabbah 10:52 beragama kita kering. 10:55 Sama seperti anak kita, Pak. 10:58 Kita suruh belajar tapi kitanya 11:00 marah-marah, galak. 11:03 Belajar kamu biar kamu pintar. 11:06 Mungkin dia belajar, tapi belajarnya 11:08 terpaksa. 11:10 Kenapa? 11:12 Kita menyuruhnya ittiba tapi tidak ada 11:15 mahabbah di dalam hatinya. 11:18 Tapi anak kita kalau sudah cinta ke 11:20 orang tuanya 11:22 biasanya enggak usah disuruh 11:25 sudah bergerak duluan. 11:28 Itu bedanya ittiba dengan mahabbah 11:30 dengan ittiba 11:33 tanpa mahabbah. 11:35 Maka kalau kita perhatikan 11:38 lembaran demi lembaran 11:41 kehidupan para sahabat Nabi sallallahu 11:43 alaihi wasallam, 11:46 maka kita sebenarnya akan menyaksikan 11:48 bagaimana masing-masing dari mereka 11:52 berlomba-lomba 11:54 untuk mengekspresikan rasa cintanya 11:57 kepada Rasulullah sallallahu alaihi 11:58 wasallam. 12:00 Setiap biografi sahabat kalau kita baca 12:05 tidak mungkin dari mereka tidak ada 12:08 jatah riwayat yang di mana di situ 12:10 mengekspresikan 12:13 bagaimana kecintaan mereka kepada 12:15 baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam. 12:19 Ada satu kitab yang ditulis 12:22 ya 12:25 khusus untuk 12:27 menjelaskan bagaimana potret 12:32 kecintaan sahabat Nabi sallallahu alaihi 12:34 wasallam kepada beliau. 12:36 Suarun min hayati shabah. Bagaimana 12:39 potret kecintaan sahabat kepada baginda 12:42 Nabi sallallahu alaihi wasallam. 12:45 Bapak, Ibu yang dimuliakan Allah. 12:48 Sayidina Abu Bakar Assiddiq 12:52 radhiallahu taala anhu. Ini biar kita 12:54 ada gambaran. Hari ini orang berdebat, 12:58 "Pak Ustaz, hukum mencintai Nabi 13:00 berlebihan bagaimana, Pak Ustaz? Hukum 13:03 mencintai Nabi bagaimana? Kalau 13:04 berlebihan bagaimana? Kita berdebat. 13:07 Hukum mencintai Nabi bagaimana? 13:09 Berlebihan bagaimana? Batasnya 13:11 berlebihan bagaimana? Mari kita saksikan 13:15 bagaimana sahabat Nabi itu 13:17 mengekspresikan cintanya kepada Nabi 13:19 sallallahu alaihi wasallam agar kita 13:21 enggak terlalu panjang terlibat 13:23 perdebatan teoritis seperti itu. 13:27 Sahabat Abu Bakar As-Siddiq radhiallahu 13:30 taala anhu. Wah, kalau menceritakan 13:33 kisah mahabbah Abu Bakar enggak ada 13:35 habisnya. 13:37 Tetapi ada satu momentum, Pak. 13:40 Saat beliau menemani Nabi sallallahu 13:42 alaihi wasallam hijrah, 13:45 Abu Bakar berjalan menemani Nabi 13:47 sallallahu alaihi wasallam. 13:50 Dan dikatakan setelah keluar dari Gua 13:52 Tsur, 13:54 Nabi melanjutkan perjalanan menuju Quba. 13:57 Sebelum Madinah, Nabi mampir di Quba 13:59 dulu. 14:01 Dikatakan sebelum memasuki daerah Quba, 14:07 bekal minum yang dibawa Sayidina Abu 14:09 Bakar dan Baginda Nabi sudah habis. 14:13 Kebetulan di situ melewati 14:16 kurang lebih perkemahan. 14:18 Di situ ada penggembala unta dan 14:21 penggembala kambing. 14:23 Kata Sayidina Abu Bakar, "Ya Rasulullah, 14:25 bagaimana kalau kita istirahat dulu di 14:27 sini 14:29 biar kita beli 14:32 susu perahan hewan ternak yang dibawa 14:35 oleh penggembala ini?" Nabi sallallahu 14:38 alaihi wasallam duduk. Sayidina Abu 14:40 Bakar memerah susu itu dan dibayar. 14:43 Mereka membelinya. 14:45 Lalu setelah itu satu gelas atau kirbah 14:48 yang berisi susu itu 14:50 dihaturkan kepada Nabi sallallahu alaihi 14:52 wasallam. 14:55 Abu Bakar, kau saja yang minum. Tidak, 14:56 ya Rasulullah, kau duluan yang minum. 15:01 Nabi minum susu itu di hadapan Abu Bakar 15:04 Assiddiq. Perhatikan Bapak Ibu, level 15:06 mahabbah Sayidina Abu Bakar bagaimana. 15:09 Kata Abu Bakar Assiddiq ketika melihat 15:12 Nabi sallallahu alaihi wasallam minum di 15:14 depan matanya. Dan ini diceritakan di 15:16 dalam hadis riwayat Sahih Muslim. 15:19 Ketika Nabi minum dek dek dek. 15:24 Kata Abu Bakar, "Fasyariba hatta 15:27 roditu." 15:30 Fasyariba hatta roditu. 15:34 Cukup melihat baginda Nabi minum. 15:38 Rasa haus di tenggorokanku ikut terasa 15:42 hilang. 15:44 Cukup melihat Rasulullah minum dan lega, 15:48 rasa dahagaku juga ikut hilang. 15:52 Itu level mahabbah sudah pada puncaknya, 15:54 Pak. 15:56 Orang kalau sudah mahabbah yang 15:59 dirasakan sama yang dicinta ikut dia 16:02 rasakan. 16:04 Maka trik ini bisa Bapak Ibu gunakan. 16:07 untuk ngecek 16:10 kira-kira level mahabbah saya ke istri 16:12 masih ada berapa persen. Kira-kira bisa 16:15 dicek dengan cara tadi. 16:19 Panas-panas 16:20 ya 16:22 jam 12.00 siang habis salat zuhur lagi 16:25 haus tuh Pak Haji. Cobalah beli es 16:28 kelapa muda ya. Kita pulang ke rumah 16:32 tempatin wadah gelas. 16:34 Pak Haji enggak usah minum. Bapak enggak 16:37 usah minum. 16:39 Kasih ke istrinya, Pak. Ya, kasih ke 16:43 istrinya. Istrinya suruh minum. 16:46 Biarin sampai habis. Bapak cukup 16:49 ngelihat aja, 16:51 dicek tenggorokannya. 16:56 Kira-kira Bapak ikutan lega atau tidak? 16:58 Kira-kira nih, Pak. Kira-kira gimana, 17:01 Pak? Nambah haus, Pak. ya. Nah, berarti 17:04 mahabbahnya perlu di-upgrade. Nah, 17:08 Pak Ustaz sudah bosan, Pak Ustaz berarti 17:10 ngupgrade yang baru kan begitu perlu 17:12 di-upgrade. Berarti 17:15 orang kalau sudah di level mahabbah, 17:19 tenggorokanmu adalah tenggorokanku, 17:22 matamu adalah mataku, telingamu adalah 17:25 telingaku. Dan itulah level mahabbahnya 17:28 para sahabat 17:30 itu belum seberapa. 17:34 Ada sahabat Nabi bernama Sayidina Abu 17:37 Ayyub al-Anshari radhiallahu taala anhu. 17:40 Masih dalam peristiwa hijrah. 17:44 Bapak, Ibu, Abu Ayub ini sahabat yang 17:46 istimewa. 17:48 Kenapa istimewa? Bayangkan andaikan kita 17:51 berada di Madinah 14 abad yang lalu. 17:54 Bayangkan 17:57 ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam 17:59 datang dari Quba ke Madinah, seluruh 18:01 warga Madinah keluar rumah. 18:04 Shiron wa kabiron, yang tua, yang kecil, 18:09 perempuan, laki-laki, tua, muda, 18:12 semuanya keluar untuk menyambut 18:14 kedatangan Nabi sallallahu alaihi 18:16 wasallam. 18:18 Orang-orang Ansar pribumi saat itu 18:22 rebutan. 18:25 Jangan sampai Nabi tinggal di rumah 18:27 sono, harus di rumah kita. Jadi sahabat 18:30 Nabi itu kepingin rumahnya yang 18:32 ditempati Nabi sallallahu alaihi 18:33 wasallam selama di Madinah. Ya Rasul, di 18:36 rumah saya saja. Fasilitas lengkap, CCTV 18:39 ada, security aman. 18:41 Yang sebelahnya nawarin, "Ya Rasul, di 18:43 rumah saya aja AC-nya lengkap, banyak 18:46 fasilitas. Ada kolam private di 18:48 dalamnya. Macam-macam, Pak. Semuanya 18:51 nawarin. 18:53 Tapi Nabi tidak mau mengecewakan salah 18:55 satu sahabatnya. Nabi bilang, "Unta saya 18:58 ini dauha fainnaha makmurah." Unta saya 19:03 ini qoswa. Biarkan dia berjalan, dia 19:06 berhenti di mana, di situlah aku akan 19:09 nginap. Bayangin qoswa berjalan pelan, 19:12 pelan, pelan. 19:14 Setiap qoswa ini, untanya nabi ini 19:17 melewati salah satu rumah dari Ansar. 19:20 Tuan rumahnya deg-degan. Turun lu, 19:22 turun. Turun enggak turun-turun. Kecewa 19:26 lewat rumah satunya, lewat rumah 19:28 satunya. Akhirnya qoswa ini turun 19:31 pelan-pelan 19:33 di rumah seorang sahabat bernama 19:36 Sayyidina Abu Ayyub al-Anshari. Wah, 19:39 kita kalau cerita tentang Abu Ayub 19:41 panjang. 19:43 Tetapi ada satu part yang paling menarik 19:45 menurut saya. Apa itu? 19:49 Selama di rumah Abu Ayyub al-Anshari, 19:54 Abu Ayyub dan istrinya menghidangkan 19:56 makanan 19:59 untuk baginda Nabi sallallahu alaihi 20:00 wasallam. Pagi dikirim makanan, siang 20:03 dikirim makanan, sore dikirim makanan. 20:08 Yang membuat Abu Ayub heran, 20:12 setiap disuguhkan makanan sama Nabi 20:15 semuanya dihabiskan kecuali satu saja. 20:18 Jadi di piring itu selalu ada sisa dan 20:20 itu enggak disentuh sama sekali sama 20:22 Nabi sallallahu alaihi wasallam. Apa 20:23 itu, Bapak, Ibu? Bawang. 20:27 Basol, bawang mentah itu, Pak. Sama Nabi 20:29 enggak disentuh. 20:32 Abu Ayub heran. Ini sahabat, Pak. 20:35 sehari, 2 hari, 3 hari masih bisa sabar. 20:40 Tapi kok tiap hari bawang ini enggak 20:42 pernah disentuh? 20:44 Bertanyalah Abu Ayyub al-Anshari, "Ya 20:47 Rasulullah, 20:48 aharomun hua? 20:51 Setiap kami menyuguhkan makanan, 20:54 bawangnya enggak pernah kau sentuh. 20:55 Apakah bawang ini haram? Kalau memang 20:59 haram, aku enggak akan nyentuh juga." 21:02 Apa kata Nabi? La ya Aba Ayyub. 21:05 Bawang itu enggak haram. Kalau kau ingin 21:08 makan, makan saja halal. 21:12 Lantas kenapa kau tidak memakannya wahai 21:14 Nabi? Kata baginda Nabi, "Setiap hari 21:18 Jibril turun kepadaku 21:21 ngajak dialog membawa wahyu. 21:24 Aku enggak mau saat dialog dengan 21:26 Jibril, 21:28 bau mulutku tidak sedap. 21:31 Aku ingin menjaga agar lisanku tetap 21:33 wangi, maka aku menghindari makan bawang 21:37 mentah ini. Itu kata Nabi sallallahu 21:39 alaihi wasallam. Ini bawang, Pak. 21:42 Seandainya dulu di Madinah sudah ada 21:44 jengkol 21:46 atau sudah ada pete, itu keluar nanti 21:48 hadisnya, man akala jengkolan. Ya kan? 21:51 Siapa yang makal jengkol maka jangan 21:53 mendekati masjid kami. 21:56 Bawang Nabi enggak mau sentuh. 21:58 Abu Ayub mendengar jawaban itu. Marhaba 22:01 ya Bapak Ibu. Ahlus sirah mengatakan 22:08 sejak hari itu, sejak hari itu sampai 22:11 Abu Ayyub al-Anshari wafat, 22:15 sama sekali tidak pernah sebutir bawang 22:17 masuk ke kamar beliau, ke rumah beliau. 22:20 Sampai Abu Ayyub al-Anshari wafat. 22:23 Enggak mau juga makan bawang. Kenapa? 22:28 Inni akrohu ma takroh. Apa yang Nabi 22:31 enggak suka, 22:33 lidahku pun tidak suka. 22:37 Itu level mahabbah, Pak. 22:40 Level mahabbah seperti itu. Yang 22:42 dicintai orang yang kita cintai, kita 22:44 pun mencintainya. Yang enggak disukai, 22:46 kita pun enggak mensukainya. Sayidina 22:48 Abu Ayyub seumur hidupnya enggak mau 22:52 makan bawang hanya gara-gara Nabi enggak 22:54 mau makan bawang. Padahal halal. Enggak 22:57 masalah halal kata Nabi. Saya cuma ingin 22:59 jaga kewangian lisan saja. Bapak Ibu 23:03 yang mulakan Allah Subhanahu wa taala 23:07 itu baru kita berbicara sahabat 23:09 laki-laki. 23:11 Kita belum berbicara tentang sahabiyah. 23:14 Sahabiyah ini sahabat perempuan yang 23:17 hidup di masa Nabi sallallahu alaihi 23:19 wasallam. 23:21 Maka dalam kitab-kitab sirah diceritakan 23:24 ada satu perempuan 23:27 imroatun min bani dinar. Perempuan dari 23:32 bani dinar. 23:35 Apa yang terjadi pada perempuan ini, 23:37 Pak? Suaminya, 23:40 ayahnya, 23:43 anak laki-lakinya 23:45 semuanya ikut berangkat ke perang Uhud. 23:48 Bayangin tuh ayahnya, suaminya, 23:52 laki-lakinya 23:54 ikut berangkat ke perang Uhud 23:58 dan ketiga-tiganya syahid. 24:01 Tuh bayangin tuh, Pak. Kehilangan satu 24:03 orang saja itu kan dukanya luar biasa. 24:06 Ini seorang perempuan emak-emak 24:09 ketinggalan ditinggal suami, ayah sama 24:13 anaknya semuanya gugur di perang Uhud. 24:16 Sehingga ketika perang Uhud selesai, 24:19 warga Madinah berbondong-bondong takziah 24:22 ke rumah wanita ini. Innalillah wa inna 24:26 ilaihi rojiun. Yang sabar, Mbak Yu. Yang 24:28 sabar. 24:30 Musibah yang menimpamu begitu berat, 24:33 kata orang-orang. 24:35 Bapak, Ibu kita bayangkan secara 24:37 psikologis gimana terhantamnya wanita 24:39 ini mentalnya. 24:41 Tapi perhatikan pertanyaan pertama kali 24:44 yang keluar dari lisannya 24:47 ketika dikunjungi banyak orang setelah 24:49 perang Uhud. Apa yang ditanya pertama 24:51 kali? 24:52 Kaifa halu rasulillah? 24:56 Aku ingin tanya bagaimana kabarnya 24:58 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? 25:01 Apakah baginda nabi sehat-sehat saja? 25:05 Apakah Nabi ada terluka? Apakah beliau 25:08 terjadi apa-apa di perang Uhud? 25:11 Kata sahabat yang lain, "Kau tidak perlu 25:13 khawatir Rasulullah sehat-sehat saja." 25:16 Kata perempuan ini, "Pak, aku belum lega 25:19 kalau aku belum melihatnya langsung." 25:22 Maka diajak berjalan sampai pada tempat 25:25 dia melihat baginda Nabi berdiri. 25:29 Baginda Nabi dari kejauhan terlihat 25:30 berdiri dalam keadaan sehat walafiat. 25:34 Perempuan ini lalu mengatakan dan 25:35 kalimatnya dicatat di dalam kitab-kitab 25:37 sirah. Beliau mengatakan, "Kullu 25:41 musibatin ba'daka jalal." 25:45 Musibah apapun 25:48 asalkan engkau ya Rasulullah selamat, 25:52 maka semua musibah terasa ringan. 25:56 Itu seorang perempuan. Enggak ada 25:58 musibah yang lebih berat daripada 26:00 kehilangan Rasul sallallahu alaihi 26:02 wasallam di hati kita. Enggak ada. Kullu 26:06 musibatin ba'da jalal. Musibah apapun 26:09 asalkan Nabi ada bersama kita, ada di 26:13 dalam hati kita semua, maka semua yang 26:16 aku hadapi di dunia ini ringan semuanya. 26:20 Itu seorang sahabat perempuan dari Nabi 26:23 sallallahu alaihi wasallam. Maka muncul 26:25 satu pertanyaan. Pertanyaan ini ilmiah, 26:28 Pak. 26:30 Kenapa makam atau level mahabbahnya 26:33 sahabat kepada Nabi itu kalau diukur 26:36 dengan hari hari ini dengan mahabbah 26:38 kita itu sudah di luar nalar, Pak? Sudah 26:41 di luar nalar. Bayangin nyawa saja 26:45 itu enggak ada harganya kalau dibanding 26:47 dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. 26:50 Kenapa level mahabbah sahabat itu bisa 26:52 di luar nalar kalau kita ukur dengan 26:54 ukuran kita hari ini, cinta kita hari 26:57 ini paling ujung-ujungnya ngasih bunga, 27:00 ujung-ujungnya ngasih oleh-oleh. Itu kan 27:02 level mahabbah hari ini. Kenapa level 27:05 mahabbah sahabat bisa setinggi itu? 27:08 Ada alasan ilmiah yang disampaikan 27:11 seorang ulama bernama Imam Qadi Iyat. 27:15 Imam Qadiyat menulis kitab berjudul 27:18 Asyifa B'rifi Huquukil Mustofa. 27:23 Kitab ini bagus sekali, Pak, berbicara 27:26 tentang baginda Nabi sallallahu alaihi 27:28 wasallam baik ciri-ciri fisiknya maupun 27:30 sifat batinnya. Kata Imam Qadi, 27:34 almahabbah tansyau min salasah. 27:38 Rasa cinta itu, hadirin yang muliakan 27:40 Allah 27:42 itu bisa muncul karena satu dari tiga 27:45 penyebab. 27:48 Dan tiga faktor ini bukan hanya kita 27:50 ngomong cinta kepada Nabi, cinta kepada 27:52 secara umum saja. 27:55 Murid bisa nge-fans ke gurunya, 27:59 anak-anak muda kita bisa nge-fans ke 28:01 artis-artis itu. Atau suami bisa cinta 28:05 ke istrinya dan sebaliknya. 28:08 Mahabbah itu bisa muncul di dalam hati 28:11 kalau ada satu di antara tiga ini, Pak. 28:14 Apa itu? Kata Imam Qadi yang pertama 28:17 adalah 28:20 Aljamal. 28:22 Apa yang pertama, Pak? Diucapkan 28:23 bareng-bareng. 28:25 Aljamal. Apa arti aljamal? 28:29 Keindahan paras. Keindahan paras. 28:34 Kita mungkin belum kenal lama ke orang, 28:37 tapi baru kepapas pertama kali kok 28:39 ganteng. Waduh, kok enak dilihat 28:42 senyumnya. 28:44 Itu hati kita langsung tek 28:47 muncul rasa mahabbah. 28:51 Jadi mahabbah itu bisa muncul yang 28:53 pertama kalau ada aljamal. 28:56 Yang kedua kata Imam Qadi 28:59 adalah alkamal tadi. Aljamal. Kalau yang 29:03 kedua ini apa? Alkamal. 29:06 Kesempurnaan karakter. Ada orang yang 29:09 mukanya biasa-biasa saja. Cuman kalau 29:12 ngomong itu menghargai orang. Kalau 29:15 ketemu dengan yang lebih tua 29:17 menghormati, sopan. Ya, santun 29:22 kita kepada orang yang seperti ini bisa 29:24 cinta, Pak. Kenapa? Meskipun dia enggak 29:27 punya Jamal, tapi dia punya apa? Kamal. 29:31 Ya, jamal enggak ada, minimal kamal. 29:34 Yang musibah nih sudah jamal kagak, 29:37 kamal kagak. Lailahaillallah. Sudah 29:39 senyumnya kagak enak dilihat. 29:42 Judes lagi. Itu musibah. Jadi kalau 29:45 enggak ada Jamal, minimal kamal. Lalu 29:47 yang ketiga, cinta itu bisa muncul di 29:50 hati kita kalau pada diri seseorang tuh 29:52 ada faktor yang ketiga. Apa itu? 29:55 Al-ihsan. Apa, Pak? Al-ihsan. 29:59 Jasa baik dia ke kita. 30:02 Ada orang mungkin kita kenal enggak lama 30:05 tapi pernah minjamin uang Rp100.000 saat 30:07 kita lagi terdesak. Itu biasanya jasa 30:10 baiknya enggak kita lupakan seumur 30:11 hidup. Tiga faktor ini, Pak. Apa tadi? 30:14 Diulang. Satu aljamal, yang kedua 30:19 alkamal, yang ketiga al-ihsan. Kata Imam 30:23 Qadi, 30:25 satu saja dari tiga ini cukup membuat 30:27 rasa cinta kita muncul. Satu saja. 30:30 Ada orang nge-fans ke artis, enggak 30:32 pernah kenal, enggak pernah ketemu, tapi 30:35 karena ganteng dijadikan wallpaper di 30:37 HP-nya. 30:39 Ada itu 30:41 ada orang ngfans karena kamalnya saja, 30:44 karena bagus akhlaknya saja. Ada yang 30:46 cuman satu, dua enggak punya. Jamal 30:47 enggak, Kamal tidak. Balaknya luar 30:50 biasa. Emosian, marah-marah tapi punya 30:53 ihsan. Ya, 30:56 setiap Jumat nyumbang 100 porsi Jumat 30:58 berkah di masjid ini. Misalnya Pak, satu 31:01 Pak Haji kerjanya marah mulu, tapi tiap 31:04 Jumat nyumbang 100 porsi. itu 31:06 tetangganya senang juga enggak masalah 31:08 deh galak enggak apa-apa tapi dia 31:10 orangnya baik. 31:12 Kata Imam Qadi, "Bapak Ibu, kalau satu 31:16 saja cukup untuk menghadirkan rasa 31:19 mahabbah itu, 31:22 bagaimana kalau ketiga-tiganya 31:25 aljamal wal kamal wal ihsan 31:29 ini terkumpul pada sosok Nabi kita 31:31 Muhammad sallallahu alaihi wasallam." 31:34 Bapak, Ibu ulama sepakat Rasulullah 31:37 mengumpulkan ketiga hal ini dalam 31:40 bentuknya yang paling sempurna. 31:43 Aljamal wal kamal wal ihsan. Kita mulai 31:48 dari Jamal dulu. 31:51 Dulu ada seorang sahabat, Pak, namanya 31:54 Jabir Ibnu Samurah. Siapa namanya, 31:56 Bapak, Ibu? Jabir Ibnu Samurah. Yang 32:00 namanya sahabat Jabir itu banyak. Ada 32:02 Jabir bin Abdillah. Ini Jabir bin 32:05 Samurah. 32:07 Jabir bin Samurah itu cerita 32:11 suatu ketika Madinah itu di malam hari 32:13 lagi bulan purnama. Khorjtu fi lailatin 32:17 idhian. Aku keluar rumah 32:20 saat Madinah lagi bulan purnama. 32:24 Dan warga Madinah itu punya kebiasaan 32:26 setiap bulan purnama semuanya keluar 32:28 rumah malam-malam untuk ngelihatin 32:30 bulan. 32:31 Norak, Pak Ustaz. Bukan norak. Dulu 32:34 enggak ada listrik seperti kita. Kita 32:37 alhamdulillah hari ini hidup ada lampu 32:39 terang benderang. Bulan purnama biasa 32:41 aja. Tapi di zaman Nabi bulan purnama 32:44 itu momentum bulanan yang 32:45 ditunggu-tunggu warga Madinah. Semua 32:48 orang keluar termasuk Jabir. 32:51 Jabir keluar menyaksikan bulan purnama. 32:54 Apa kata sahabat Jabir? Tidak lama Nabi 32:57 sallallahu alaihi wasallam keluar dari 32:58 pintu rumahnya. 33:01 Nabi keluar dengan menggunakan gamis 33:04 merah kecoklat-coklatan seperti warnanya 33:07 Pak Haji Budi ini menggunakan gamis 33:09 dengan warna kecoklatan. 33:11 Apa kata sahabat Jabir Ibnu Samurah? 33:18 Tumma nadu ila wajhi rasulillah. 33:22 Aku memandang kepada rembulan lalu aku 33:25 sesekali melirik ke wajahnya sallallahu 33:28 alaihi wasallam. diulang berkali-kali. 33:31 Aku lihat rembulan lagi, aku pandang 33:33 wajah Nabi lagi. Aku lihat bulan lagi, 33:36 aku pandang wajah Nabi lagi. 33:39 Apa kata sahabat Jabir Ibnu Samrah? 33:43 Fawallahi 33:46 la wajhu rasulillah 33:48 adwa minal qamar. 33:51 Kata Jabir, "Demi Allah, 33:54 wajahnya Rasul sallallahu alaihi 33:56 wasallam yang teduh dilihat, yang senyum 33:59 kepada setiap orang jauh lebih nyaman 34:03 dipandang daripada aku menyaksikan 34:06 keindahan bulan purnama saat itu." Jadi, 34:09 wajahnya Nabi lebih teduh daripada 34:12 menyaksikan apa, Pak? Bulan purnama. 34:14 Maka ulama kita buat qasidah 34:17 qamarun 34:21 qamarun 34:24 qamarun sidnan nabi qamarun 34:31 wa jamil 34:35 wa jamil 34:39 wa jamil sidnan nabi wa jamil 34:45 Itu baru kita bicara parasnya. 34:49 Kita belum berbicara tentang postur 34:51 fisik Nabi sallallahu alaihi wasallam. 34:54 Ada perempuan namanya Ummu Ma'bad, 34:58 seorang penggembala 35:00 yang berpapasan dengan Nabi di tengah 35:02 jalan. Nabi lagi istirahat, Ummu lagi 35:06 istirahat di kemahdekatan. 35:10 Selama melihat Rasulullah, Ummu Mabad 35:13 menyaksikan fisik Nabi dari ujung kaki 35:15 sampai ujung kepala. 35:18 Lalu kemudian Ummu Mabad menceritakan 35:21 ciri-ciri fisik Nabi sallallahu alaihi 35:23 wasallam kepada kita semua. Di antara 35:25 cirinya panjang hadisnya, Pak. Tapi di 35:28 antara yang membuat Ummu M'bad kagum, 35:31 fisik Nabi itu lamaihulah 35:35 walam tuzri bihi. 35:38 Perutnya baginda Nabi itu tidak buncit 35:41 ke depan, 35:43 tapi juga tidak kurus 35:46 masuk ke belakang. Jadi antara dada 35:49 dengan perut itu simetris, lurus begini 35:53 ya. Jadi Nabi itu dada dan perutnya 35:55 kalau dipegang begini, Pak. Lurus. Kita 35:58 coba cek deh perut kita masing-masing 36:01 kalau digeser dari dada itu kira-kira 36:04 ada beloknya atau enggak kira-kira? Coba 36:05 tuh 36:08 [tertawa] tajam. 36:10 Artinya apa? Nabi kita itu menjaga porsi 36:13 makannya, 36:15 menjaga jatah olahraganya. 36:18 Setiap Sabtu pergi ke Kuba itu jaraknya 36:20 lumayan 5 km. Jogging baginda Nabi 36:22 sallallahu alaihi wasallam. Makanya 36:24 perang Badar itu usia beliau 54 tahun 36:27 masih kuat jalan kaki dari Madinah ke 36:30 Badar 150 km. Fisiknya masih kuat. Hari 36:33 ini 54 tahun sudah kepikiran menjelang 36:36 pensiun ngapain? Kan begitu. Nabi tugas 36:39 besarnya baru didapat perang Badar 36:41 pertama kali di usia 54 tahun dan kuat 36:43 jalan kaki. 36:45 Ini pengajian belum setengah jam. Saya 36:47 lihat beberapa jemaah sudah pindah 36:49 posisi duduk berapa kali ini kan. Waduh 36:52 enggak kuat Pak Ustaz sudah 36:53 begini-begini. Jarang jogging itu 36:55 tandanya Pak ya. Jadi kalau kita mau 36:58 ngikuti sunah Nabi, dari yang 36:59 kecil-kecil seperti ini, jogging dulu, 37:02 jaga fisik, makan jangan kebanyakan, 37:03 lemak dijaga gitu. Itu kita baru bicara 37:07 yang pertama. Apa itu? Al aljamal, 37:11 keindahan parasnya Nabi sallallahu 37:13 alaihi wasallam. Yang kedua, ini waktu 37:16 masih ada enggak, Pak Haji? Enggak 37:18 apa-apa ya. 37:20 Yang kedua apa tadi? Yang satu Aljamal. 37:23 Yang kedua tadi 37:25 alkamal, 37:27 kesempurnaan karakter. Bapak, Ibu kita 37:30 kalau ngomongin poin yang kedua ini 37:32 seperti lautan yang enggak bertepi. 37:34 Kesempurnaan karakter Nabi sallallahu 37:36 alaihi wasallam enggak bisa dibicarakan 37:38 sekali majelis. Tetapi 37:40 dalam kesempatan ini saya hanya ingin 37:42 mengangkat satu saja. 37:45 Ada sifat nabi yang mungkin bagi kita 37:48 hari ini sepele, Pak. 37:51 Tapi banyak dilupakan. 37:53 Nabi itu punya kebiasaan 37:56 ketika berinteraksi dengan sahabatnya 37:59 yang hari ini sebenarnya kalau kita 38:01 praktikkan sepele tapi sering kita apa 38:04 namanya anggap biasa gitu sehingga kita 38:06 lupa apa itu. Nabi itu punya akhlak yang 38:10 disebut dengan tafakud. 38:13 Apa itu tafakud? Tafakud itu menanyakan 38:16 kabar sahabatnya yang enggak ada di 38:19 hadapan mata beliau. 38:21 Jadi kalau lagi kumpul-kumpul seperti 38:23 ini, Nabi itu punya sens kepekaan yang 38:25 tinggi. Tiba-tiba aina Tsabit bin Qais? 38:29 Mana Tsabit bin Qais? Biasanya duduk di 38:31 pojok sana. Kok saya enggak ngelihat? 38:34 Apakah dia sakit? Jadi Nabi tahu, Pak. 38:38 Dalam sebuah majelis, di dalam Sahih 38:39 Bukhari dijelaskan dulu di majelis Nabi 38:41 itu ada bapak-bapak. Kalau Nabi ngajar 38:44 ngaji itu bapak-bapak itu selalu bawa 38:47 anaknya ikut pengajian. Jadi anaknya itu 38:50 dipangku, duduknya di sebelah sana. 38:53 Sehari, 2 hari, 3 hari sudah enggak 38:55 pernah kelihatan lagi. Sama Nabi 38:56 ditanya, "Mana bapak-bapak yang biasanya 38:57 bawa anak di situ?" 39:00 Akhirnya ditakziahin ke rumahnya. 39:02 Ternyata anaknya sudah meninggal dunia. 39:05 Jadi, Nabi punya akhlak yang disebut 39:07 tafakud. 39:09 Hafal kepada semua anggota sahabatnya. 39:11 Itu belum seberapa, Pak? Di perang 39:14 Tabuk. Perang Tabuk ini perang 39:16 terakhirnya Nabi sallallahu alaihi 39:18 wasallam. berangkat ke Syam perbatasan 39:21 perbatasan dengan Syria, Romawi. 39:24 Nabi itu dalam perang Tabuk jalan kaki 39:26 PP 2 bulan dengan sahabatnya. Musim 39:28 panas. Perhatikan, Pak. Selama 39:31 perjalanan Nabi itu tolah-toleh 39:34 ketahuan siapa sahabat yang bolos. 39:37 Bayangin saya jadi guru. Saya jadi guru 39:40 ini, Pak Haji. Murid saya cuman 30 39:43 orang. Satu bolos kadang saya enggak 39:44 ngeh. Satu bolos enggak ngeh. Saya di 39:47 sini ada Pak RT enggak? Di sini Pak RT 39:50 kira-kira hafal enggak? Tetangganya 39:52 hafal semua gak isi KK di 39:56 RT-nya 39:57 Nabi 30.000 sahabat yang berangkat. Nabi 40:00 tahu siapa yang bolos. Toleh toleh. 40:03 Toleh toleh. Aina Ka'ab bin Malik? 40:07 Mana Ka'ab bin Malik? Kok enggak 40:09 kelihatan dari kemarin? Wah ketahuan. 40:12 Itu sahabat yang lain yang hadir. Ohoh. 40:15 Kamu ketahuan begitu, Pak. Kok bisa 40:18 ketahuan? 40:19 Nabi itu punya sifat tafakud, teliti 40:22 tingkat tinggi ke sahabatnya yang enggak 40:24 ada di hadapan. 40:26 Maka saya ingin menceritakan satu 40:29 sahabat yang mungkin namanya tidak 40:31 populer. 40:33 Ada sahabat Nabi, Bapak, Ibu 40:36 bernama Julaibib. 40:39 Siapa namanya, Bapak Ibu? Julaibib. Ya, 40:43 Julaibib. 40:45 Kita kalau membuka biografi sahabat 40:47 Nabi, ulama kita itu, Pak, kalau nulis 40:49 biografi sahabat itu lengkap namanya. 40:53 Fulan bin Fulan bin Fulan bin Fulan 40:56 Almahzumi 40:58 disebut dari marga apa namanya? Itu 41:00 lengkap kalau sahabat ditulis itu. 41:04 Tapi semua kitab yang menulis sirah 41:06 sahabat ketika menulis tentang Julaibib, 41:11 Julaibib titik. 41:15 Bin siapa? Enggak ketahuan. 41:18 Marganya dari suku apa enggak ketahuan. 41:21 Semua kitab, Pak. Alisabah fi tamyiz 41:23 sahabah, al-istiab karya Imam Ibnu Abdil 41:26 Bar. Semua ketika menulis julaibib, 41:29 Julaibib. Titik. 41:31 Saking enggak terkenalnya nih sahabat, 41:33 Pak. Enggak populer. 41:35 Ternyata dikatakan Julaibib ini adalah 41:38 laisa lahu ahlun walaun. 41:41 Sahabat Nabi yang hidup terlantar di 41:44 Madinah, 41:45 enggak punya keluarga, enggak punya 41:48 suku, walaun dan enggak punya harta 41:51 juga. Jadi kalau bahasa kasar kita hari 41:54 ini hidupnya gelandangan. 41:58 Sehingga apa? Di kalangan warga Madinah 42:00 tidak terlalu populer Julaibib ini, Pak. 42:03 Jangankan mau ngobrol, jangankan mau 42:05 ngobrol, orang itu sekedar nyapa saja, 42:08 enggak ada waktu. 42:10 banyak hal yang lebih penting. Kurang 42:12 lebih begitu pandangan orang-orang saat 42:14 itu. Apalagi ciri fisik julaibib itu 42:17 dikatakan damul wajhi. 42:20 Parasnya tidak ganteng. 42:23 Damim. Damim itu buruk rupa. Enggak 42:25 ganteng. 42:27 Qisorul jismi tubuhnya pendek. Tuh 42:29 bayangin tuh. Pendek 42:32 enggak ganteng 42:34 melarat 42:36 terlantar. Selesai sudah itu, Pak Haji 42:39 ya. Selesai sudah. 42:42 Tapi lihat Nabi sallallahu alaihi 42:44 wasallam itu paling anti enggak kenal ke 42:48 sahabatnya. 42:50 Maka dikatakan setiap bertemu dengan 42:52 Julaibib, 42:54 Nabi sallallahu alaihi wasallam pasti 42:56 menyapa Julaibib. Wahai Julaibib, mata 43:00 tatazawaj. 43:01 Julaibib, 43:03 kamu sudah ada jodoh belum untuk 43:05 menikah? 43:06 ditanya nikah, Pak. Ini tim yang ada di 43:09 belakang Julaibib atau ya sudah menikah 43:13 ini belum ya? Jadi sama Nabi ditanya 43:15 terus, "Julaibib sudah nikah belum?" 43:17 Julaibib cengar-cengir, "Ya Rasulullah, 43:19 siapa orang Madinah yang mau nikahin 43:21 anaknya ke saya?" "Enggak mau, ya 43:24 Rasul." Bulan depan kepapas lagi sama 43:27 baginda Nabi. Ditanya lagi, "Tazawajta 43:29 ya Julaibib, gimana calonnya sudah nemu 43:31 belum?" 43:33 Julaibib cengar-cengir, "Ya Rasul, siapa 43:35 warga Madinah yang mau nikahin anaknya 43:37 dengan saya?" Ketemu lagi sama Nabi. 43:40 Sampai ketiga kalinya ditanya, 43:41 "Julaibib, sudah nemu calon belum?" 43:44 "Masih tetap sama ya Rasul. Saya ini 43:46 enggak enggak bakal laku. Orang kayak 43:48 saya apa yang mau diandelin?" 43:50 Bapak, Ibu, percakapan ini bagi kita 43:54 mungkin basa-basi, 43:57 tapi Nabi sallallahu alaihi wasallam 43:58 enggak basa-basi. 44:01 Mendengar kabar bahwa Julaibib belum 44:04 nikah-nikah, padahal sudah waktunya 44:05 nikah, 44:07 Nabi turun tangan mengetuk pintu-pintu 44:09 rumah kaum Anshar. Bayangin nih 44:12 anak-anak muda kita kenapa sering sakit 44:14 hati? Karena kita nanya mulu, enggak 44:16 ngasih solusi. Kapan lu nikah? Tetangga 44:18 noh sudah pada nikah. Tetangga noh sudah 44:20 pada nikah. Akhirnya emosi. Tetangga 44:22 juga sudah pada meninggal. Bapak kok 44:23 enggak meninggal-meninggal? Katanya 44:25 sakit hati, Pak. ditanya nikah mulu 44:27 enggak dikasih solusi. 44:30 Betul itu Pak Haji ya. 44:32 Nabi sallallahu alaihi wasallam 44:34 mendengar Julaibib belum nikah turun 44:36 tangan enggak cuman ditanya. 44:38 Diketuk pintu rumah Ansar. Tek tek. 44:41 Assalamualaikum. Waalaikumsalam. Ya 44:42 Rasulullah apa gerangan kau bertamu ke 44:44 rumah kami? Kalian masih punya putri 44:47 yang belum dinikahkan? Belum. Ya 44:49 Rasulullah. Putri kami sudah menikah 44:51 semua. Nabi pindah ke rumah satunya. 44:53 Nabi pindah ke rumah satunya diketuk 44:56 satu persatu 44:58 sampailah tiba Nabi sallallahu alaihi 44:59 wasallam di rumah salah satu sesepuh 45:01 kaum Anshar. 45:03 Nabi ketuk pintunya tek. 45:05 Assalamualaikum. Waalaikumsalam ya 45:07 Rasulullah. Ahlan tafadol masuk. 45:10 Ada apa gerangan kau ke sini ya 45:12 Rasulullah? Kami senang kedatanganmu. 45:14 Nabi langsung to the point. 45:17 Uriduidu an akhtub ibnatak. [tertawa] 45:19 Aku datang ke sini untuk melamar 45:22 putrimu. 45:24 Pak tuan rumah mendengar Nabi datang 45:26 ingin melamar putrinya. Senangnya bukan 45:29 main salto-salto dia, Pak. Alhamdulillah 45:32 ya Rasulullah. 45:35 Mimpi apa kami semalam? Mimpi apa kami 45:38 semalam? Kau datang untuk melamar putri 45:40 kami artinya kau akan menjadi keluarga 45:42 kami. Sama Nabi. Tunggu dulu. 45:45 Jangan GR dulu. 45:48 Inni akhtubuha li julaibib. 45:52 Aku melamarnya bukan untuk aku nikahi. 45:56 Terus untuk siapa, Rasul? Aku ingin 45:58 melamar putrimu agar aku nikahkan dengan 46:01 Julaibib. 46:03 Bapak, Ibu hadirin dimuliakan Allah. 46:05 Tadi tuan rumah yang senangnya bukan 46:07 main, mendengar putrinya mau dipinang 46:11 untuk Julaibib, wajahnya langsung pucet, 46:13 Pak. Waduh, Julaibib yang itu. Iya, ya. 46:16 Salam. Kata nih ini sama kalau Pak Haji 46:19 yang ada di sini putrinya dilamar sama 46:22 orang yang ngelamar sepeda motornya 46:24 Supra X enggak disamsat 2 tahun. Kurang 46:27 lebih begitu, Pak Haji. Kurang lebih. 46:29 Pasti mikir dong. Pasti mikir. 46:32 Kata sesepuh Ansar, "Ya Rasul, izinkan 46:35 saya ke belakang sebentar musyawarah 46:37 sama istri saya." Ya, silakan. Silakan. 46:40 Nabi enggak maksa, Pak. Silakan 46:41 musyawarah. Apapun hasilnya aku terima. 46:44 musyawarah sama istrinya, "Mi, sini Mi." 46:47 Kenapa, Bi? Nabi datang untuk apa? 46:50 Melamar putri kita. Alhamdulillah. 46:51 Jangan alhamdulillah dulu. Katanya mau 46:54 dinikahin dengan siapa? Julaibib. 46:56 Julaibib yang di sono. Iya. Aduh, kenapa 46:59 Nabi enggak ke rumah sebelah aja, Bih? 47:01 Katanya. Waduh, namanya emak-emak 47:03 pikirannya Pak, pertimbangannya banyak. 47:05 Berdebat suami istri, tapi Rasulullah 47:07 yang nawarin. Masa kita tolak. Jangan 47:09 deh, pikir-pikir dulu, istikharah dulu. 47:11 Kata istrinya nih, Pak, perdebatan 47:14 berlangsung panjang. 47:16 Suara mereka saling naik. 47:19 Putri yang mau dinikahkan ini, putrinya, 47:21 putri dari kedua mempelai suami istri 47:23 ini mendengar perdebatan itu dari balik 47:26 tilai kamar. Jadi dari dalam kamar 47:29 anaknya dengerin bapak ibunya berdebat 47:32 keluar dia, "Pak, 47:35 ada apa ayah? Ada apa ibu? Ada apa abi? 47:38 Ada apa Umi? Nah, kamu mau dipinang. 47:41 Siapa yang minang? Rasulullah. Untuk 47:42 siapa? Kamu mau dinikahkan dengan 47:44 Julaibib. 47:46 Ayah ibu masih mikir. Apa iya kita 47:49 capek-capek ngerawatmu, kamu dinikahin 47:51 dengan Julaibib? Yang benar aja. 47:54 Perhatikan, Pak. Seorang putri yang 47:56 ditarbiah mencintai Nabi sallallahu 47:58 alaihi wasallam. Apa kata putrinya? 48:02 Abi, Umi. Ataruddani ala amri 48:05 rasulillah. 48:08 Kalau Nabi yang meminta, apakah kalian 48:10 berani menolaknya? 48:13 Zawijni bij Julaibib. 48:15 Enggak usah pakai mikir. Nikahkan aku 48:17 dengan Julaibib. Masyaallah, 48:21 Bapak Ibu. Nabi senangnya luar biasa. 48:24 Sehingga Nabi mendoakan putri itu secara 48:26 khusus. Allahumma usbub alaihal khair 48:31 shobbah. Ya Allah berilah keberkahan 48:34 sepanjang hidup wanita ini. Nanti 48:36 dikisahkan saat menjadi janda, sahabat 48:38 rebutan mau nikah sama dia karena setiap 48:40 usahanya sukses semua. Berkah doanya 48:42 Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nikah 48:44 dia dengan Julaibib, Pak. Nikah dengan 48:47 Julaibib, manten anyar. Gak lama setelah 48:50 pernikahan, malam hari, sahabat Bilal 48:52 bin Rabah berteriak. 48:55 Sahabat Bilal tuh kalau berteriak 48:56 kemungkinannya cuman dua. Kalau enggak 48:58 manggil salat, manggil jihad. Udah dua 49:02 itu aja. Enggak ada teriak-teriak 49:04 bagi-bagi THR gitu kan. [tertawa] 49:06 Jadi kalau enggak manggil salat, manggil 49:07 jihad. 49:09 Bilal teriak, "Al jihad, 49:12 aljihad, 49:15 aljihad, aljihad." 49:18 Dulu enggak ada militer, enggak ada 49:20 sipil, Pak. Yang penting dia muslim, 49:23 fisiknya kuat, harus ikut bersama Nabi. 49:25 Keluar. 49:27 Kata Julaibib, Lailahaillallah. 49:31 Ini bertahun-tahun enggak ada yang mau 49:33 cewek sama saya. Katanya nih kita 49:35 bayangin jadi julaibib, Pak. 49:37 Bertahun-tahun cewek enggak ada yang 49:38 mau. Sekalinya saya nikah langsung 49:40 dipanggil jihad. 49:42 Ini kalau keluar jihad taruhannya apa 49:44 kira-kira? Banyak taruhannya nyawa. Ini 49:47 kalau kita jadi julaibib langsung 49:49 berangkat apa tunda dulu 15 menit kira 49:51 kira-kira nih sama istri di dalam kamar 49:53 tunda dulu apa langsung berangkat. Kan 49:55 begitu. 49:57 Julaibib, Pak. Mendengar suara Bilal 50:01 langsung pamit ke istrinya, "Dik, 50:04 saya pamit. Kalau memang enggak ketemu 50:07 lagi, berarti nanti kita ketemu di 50:09 surganya Allah." 50:11 Kita ketemu di surganya Allah. Berangkat 50:13 Julaibib, Pak, ke sebuah peperangan. 50:16 Tidak dijelaskan peperangan apa. Singkat 50:19 cerita, singkat cerita. Peperangan 50:21 habis. Selesai. Nabi itu punya 50:23 kebiasaan, punya sekretaris. Setelah 50:26 perang selesai, Nabi itu menyuruh nyatat 50:29 siapa sahabatnya yang gugur di medan 50:32 perang. Ayo catat. Siapa? Fulan, fulan, 50:34 fulan, fulan, fulan. Sisanya masih 50:37 hidup. Dibacakan, "Ya Rasulullah, yang 50:39 syahid fulan, fulan, fulan, fulan, 50:41 fulan. Sisanya masih hidup." Nabi 50:43 ngelihat ke wajah sahabat yang masih 50:45 hidup. Enggak ada Julaibib, tapi namanya 50:48 enggak disebut. Bayangin tuh, Pak. 50:51 Saking enggak terkenalnya Julaibib. 50:53 Coba cek lagi. Aku masih kehilangan satu 50:55 orang. Baik, kami cek ya Rasul. Dicek 50:58 lagi, Pak. Dicek lagi. Ya Rasul, ini 51:01 sudah fix datanya. Yang syahid fulan, 51:04 fulan, fulan, fulan, fulan. Sisanya 51:07 masih hidup. Sama Nabi dilihat kok 51:09 Julaibib enggak ada. Namanya juga enggak 51:12 ada. Karena berkali-kali nama Julaibib 51:15 enggak disebut, hadirin, apa kata Nabi 51:18 sallallahu alaihi wasallam? Inni 51:21 aftaqidu julaibiban. 51:24 Aku kehilangan satu sahabatku yang 51:27 bernama Julaibib. 51:29 Sahabat baru ngeh. Ya Allah. Iya. 51:31 Julaibib kan tadi ikut sama kita 51:34 cari jenazahnya. 51:37 Sahabat mencar. Salah satu sahabat 51:39 menemukan jenazahnya di ujung. Ya Rasul, 51:43 jenazah Julaibib ada di ujung. Dikatakan 51:46 di dalam kitab-kitab sirah, Julaibib ini 51:48 kan fisiknya pendek, Pak. Jadi 51:50 jenazahnya itu tertumpuk di atas tujuh 51:53 jasad orang-orang musyrik. Jadi dia 51:56 perang habis bunuh banyak orang dia 51:58 kemudian dibunuh jenazahnya ditumpuk di 52:01 atas tumpukan tujuh jenazahnya orang 52:02 musyrik. 52:04 Nabi sallallahu alaihi wasallam menarik 52:06 jenazah Julaibib dengan tangannya. 52:09 Julaibib yang fisiknya kecil itu, Pak, 52:11 ditarik sama Nabi. Lalu Nabi sallallahu 52:13 alaihi wasallam mengangkat Julaibib 52:15 seperti seorang ayah mengangkat anaknya. 52:18 Jadi, Julaibib disandarkan di bahunya 52:20 Rasul sallallahu alaihi wasallam. Nabi 52:22 angkat Julaibib itu. Lalu setelah itu di 52:25 hadapan para sahabatnya sambil 52:27 menggendong Julaibib, Nabi bilang 52:30 begini, 52:31 "Julaibib minni wa ana minhu." 52:36 Julaibib minni wa ana minhu. Ketahuilah 52:40 sesungguhnya Julaibib adalah bagian 52:43 dariku dan aku adalah bagian dari 52:46 Julaibib. Bayangin tuh di mata baginda 52:50 Nabi enggak ada satu sahabat yang rendah 52:53 posisinya. Enggak ada. Semua dipandang 52:56 mulia, semua dipandang sama. Dan 52:59 sebagaimana Nabi menyayangi Julaibib, 53:01 kita berharap sama Allah mudah-mudahan 53:03 Nabi sallallahu alaihi wasallam juga 53:04 menyayangi kita semua, mencintai kita 53:07 semua. Aljamal wal kamal terakhir 53:09 al-ihsan. Tidak banyak dari poin ihsan 53:12 yang akan saya sampaikan. Cukup 53:13 renungkan hadis itu, Pak. Saya tadi 53:16 ketika masuk masjid ini yang pertama 53:18 kali saya lihat itu hadis sahih. 53:22 Itu bukti bahwa Nabi itu punya ihsan ke 53:24 kita semua ke jemah Masjid Rai Cibubur 53:27 Kantri. Nabi sallallahu alaihi wasallam 53:29 bersabda, "Syafaati liahlil kabair min 53:32 umati. Aku pengin semua umatku selamat. 53:36 Yang bejat gimana Rasul?" Hatta yang 53:38 bejat aku sisakan jatah syafaat untuk 53:40 mereka yang dosanya banyak. Gimana 53:43 Rasul? Syafaati liahlil kabair min 53:46 umati. Aku menyisakan jatah syafaatku 53:50 khusus untuk ngumpulin umatku yang dulu 53:53 mungkin saat di dunia enggak seperti 53:55 panjenengan, seperti antum yang 53:57 istikamah untuk hadir pengajian sama 53:59 Nabi sallallahu alaihi wasallam. 54:00 Dipikirin nanti aku akan berusaha di 54:02 depan Allah untuk menolong mereka semua. 54:05 Bapak, Ibu yang muliakan Allah. 54:06 Mudah-mudahan kisah demi kisah tentang 54:09 sahabat dan Rasul sallallahu alaihi 54:11 wasallam ini menambah rasa mahabbah 54:13 kita, menambah rasa cinta kita agar 54:16 ketika kita berselawat kepada Nabi, kita 54:19 kenal kepada siapa kita berselawat. 54:22 Sekian yang bisa kami sampaikan. 54:24 Asalamualaikum warahmatullahi 54:25 wabarakatuh. 54:27 Waalaikumsalam. 54:29 Kelamaan. [tertawa] 54:32 Baik. Baik. Eh, alhamdulillah di sini 54:36 zaman kamal 54:39 yahat wajahwajahnya 54:42 ya. Mudah-mudahan juga ada yang bertanya 54:44 nih mungkin 54:47 ya. 54:50 Ya, 54:51 silakan 54:54 singkat. Asalamualaikum warahmatullahi 54:56 wabarakatuh. Ustaz, pada saat pada saat 54:59 sekarang ini, Ustaz, banyak orang ee 55:03 orang kafir, orang-orang yang non Islam 55:07 maaf 55:09 apa nabi 55:12 ee memikir karakter Nabi itu menghina 55:14 Nabi, Ustaz. 55:16 Dan bahkan e dan orang-orang Islam tidak 55:19 ada yang ini ya membela nabi seharusnya 55:23 di Nabi itu ustaz itu asalamualaikum 55:26 warahmatullahi wabarakatuh. 55:30 bisa dijawab langsung. 55:31 Silakan, [tertawa] 55:33 Pak Suryadi. Terima kasih, Pak Suryadi. 55:34 Ini 55:36 pertanyaan mahasiswa S3 ini [tertawa] 55:40 terkait 55:41 menghina mencela baginda Nabi sallallahu 55:44 alaihi wasallam. Imam Ibnu Taimiyah 55:45 membuat kitab 55:48 Asaiful Maslul liman sabbar rasul. ya 55:52 hukum bagaimana hukum orang yang mensap 55:55 mencaci maki baginda Nabi sallallahu 55:57 alaihi wasallam. Jadi ada dua pendekatan 55:59 sebenarnya merespon kejadian ini. Kita 56:01 melihat di Eropa, di Denmark orang-orang 56:03 menghina Nabi dengan menggambarkan 56:06 karikatur. 56:08 Beliau digambarkan dengan sesuatu yang 56:11 tidak pantas. Tapi ini sudah suruk. 56:12 Dilanjut enggak apa-apa. 56:13 Lanjut. 56:16 Maka pendekatan yang pertama pendekatan 56:19 hukum. 56:21 Ini adalah tugas pihak yang berwenang 56:24 ya. Kalau memang ada aturan penistaan 56:26 agama, kita sebagai umat Islam harus 56:29 berjihad memperjuangkan ini. Kenapa? 56:33 Agar sosok nabi kita tidak menjadi bahan 56:35 lelucon. Karena bagi umat Islam, nabi 56:38 itu garis merah, Pak. Enggak bisa 56:39 dikutik. 56:41 Nabi enggak bisa jadi bahan guyonan. 56:44 Tetapi ada pendekatan kedua. 56:47 Ada seorang ulama namanya Habib Ali 56:48 Alufri. Ya, Habib Ali Aljufri muridnya 56:52 Habib Umar bin Hafid. 56:54 Beliau ini kalau dakwah ke Eropa, ke 56:56 mana-mana. Dia ngajak kita refleksi, 56:59 ngajak kita merenung sejenak. 57:02 Orang Eropa itu bisa sampai muncul ide 57:04 untuk membuat karikatur Nabi 57:07 ditampangkan seperti lelaki yang 57:09 berjubah, berjenggot, kemudian di 57:11 atasnya ada bom granat. Itu 57:15 itu kan sebenarnya imajinasi mereka 57:17 dibentuk oleh persepsi. 57:19 Persepsi itu muncul dari mana? 57:23 Muncul dari penglihatan mereka terhadap 57:26 perilaku orang-orang muslim. Itu kata 57:28 Habib Ali Aljufri. 57:30 Jadi orang Barat itu muncul imajinasi 57:33 begitu karena berangkat 57:35 dari sebagian orang Islam yang 57:37 perilakunya tidak mencerminkan akhlak 57:39 Islam. 57:41 Orang Islam tuh kalau ketemu sebagian 57:43 orang ya jangankan ke beda agama, ke 57:47 sesama muslim saja karena amaliahnya 57:49 beda sudah cemberut Pak ya. Yang satu 57:51 qunut, yang satu enggak qunut. Ketemu 57:54 sudah begini, Pak ya. Sebagian perilaku 57:57 umat muslim enggak mencerminkan akhlak 57:59 Nabi sallallahu alaihi wasallam. Umat 58:01 muslim itu identik dengan apa? Misalnya 58:02 di Eropa, buang sampah sembarangan. 58:06 Kalau diundang ke acara, acara 58:07 diundangan jam 0.00, jam 09.00 baru 58:10 hadir 58:13 terakumulasilah 58:15 imajinasi-imajinasi itu ya. Akhirnya 58:18 membentuk perspektif mereka, "Oh, begini 58:20 umat Islam siapa nabinya?" Akhirnya 58:23 digambarkan ke kartun dan ketika kartun 58:25 itu muncul, umat semuanya bereaksi 58:27 marah. Kita berhak marah ketika Nabi 58:30 dihina. Wajib kita marah, Pak. Tetapi 58:32 jangan cukup sampai marah saja. 58:35 Tapi kita harus refleksi, sudahkah kita 58:38 menjadi cermin akhlak Rasulullah 58:40 sallallahu alaihi wasallam? 58:41 Nabi itu, Pak, Nabi itu suatu kali jalan 58:45 sama sahabatnya. 58:47 Nabi izin buang hajat sebentar, sahabat 58:50 nungguin. 58:51 Sahabat nungguin. 58:54 Sambil nungguin ada burung. Jadi ada 58:56 induk burung sama anaknya masih 58:58 kecil-kecil sama sahabat anaknya itu 59:00 diambil. Karena anak burung itu kan 59:02 masih imut-imut, Pak Haji. Dielus-elus 59:06 melihat anaknya diambil oleh sahabat, 59:08 induk burung itu gelisah mengepakkan 59:10 sayapnya. Bekek gelisah anaknya diambil. 59:14 Nabi sallallahu alaihi wasallam keluar 59:15 bertemu mereka ngelihat induk burung itu 59:19 mengepak-ngepakkan 59:20 sayapnya. Nabi enggak tega. Man fajjaa 59:23 hadzihi biwaladiha. Siapa yang ngambil 59:25 anak burung ini? Saya ya Rasul. 59:28 kembalikan anaknya kepada dia. Jangan 59:31 sampai kau membuat hati burung ini 59:32 gelisah. Gak usah hak asasi manusia, hak 59:35 asasi binatang saja sama Nabi 59:38 diperhatikan. Maka saya kira fenomena 59:41 ini, fenomena karikatur dan lain 59:43 sebagainya silakan tempuh dengan jalur 59:45 hukum tapi jangan berhenti di situ. 59:47 Emosi boleh. Tetapi yang lebih penting 59:49 adalah masing-masing dari kita 59:51 bermuhasabah. Sudahkah kita menjadi 59:53 cermin Islam? Begitu Pak. 59:56 Baikbaik. E 59:58 satu lagi. Baik, ini sudah lanjut ya. 1:00:02 Lanjut ya. Sepakat ya. Baik. Silakan Pak 1:00:05 Dedi. 1:00:11 Opung sudah siap. 1:00:12 Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:14 wabarakatuh. 1:00:15 Waalaikumsalam. 1:00:16 Mohon maaf, Pak, karena waktunya sudah 1:00:18 lewat mungkin. 1:00:21 Saya karena waktunya sedikit saya mau 1:00:22 tanya sebentar aja, Pak. ini mengenai 1:00:25 kecintaan kepada Allah Subhanahu wa 1:00:27 taala, Pak. Ya. Jadi, dengan mencintai 1:00:30 Allah itu kita ada beberapa hal 1:00:32 sepertinya salah satunya membaca 1:00:34 Al-Qur'an, Pak. Ya. Ee dengan niat 1:00:38 [bernyanyi] 1:00:39 mencintai sepenuhnya kepada Allah, kami 1:00:43 mengadakan suatu perkumpulan istilahnya 1:00:46 khatmil Quran, Pak. 1:00:48 Jadi dengan beberapa orang kami membaca 1:00:52 pembagian satu orang dua juz lah. Di 1:00:57 dalam pembagian juz ini kan 1:01:00 bukan dikumpulkan. Jadi di suatu WA 1:01:02 grup, Pak ya dengan membaca ini dikasih 1:01:06 waktu mungkin 1 bulan, Pak. Ya lah. 1:01:08 Dengan adanya pembacaan ini 1:01:13 kami 1:01:14 merasa mohon maaf merasa terpaksa untuk 1:01:17 membaca Pak karena apa terpaksa? Karena 1:01:21 yang lain sudah membaca kami belum gitu. 1:01:24 Jadi kami terpaksa, Pak. Dengan 1:01:27 keterpaksaan ini apakah hukumnya Pak? 1:01:30 Jadi, 1:01:32 jadi emang itu suatu acuan bahwa dengan 1:01:36 keterpaksaan itu kami jadi sering 1:01:38 membaca lama-lama jadi kita jadi senang 1:01:41 gitu, Pak. Tapi bagaimana hukumnya atau 1:01:45 ee apa namanya? 1:01:47 Allah memberikan suatu ee apa 1:01:52 asalnya hukuman apa hal apa yang kami 1:01:54 dapatkan itu mungkin, Pak. Terima kasih. 1:01:57 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:01:58 wabarakatuh. 1:01:59 Waalaikumsalam. 1:02:01 warahmatullahi wabarakatuh. 1:02:04 Al-Qur'an punya metode ya, punya metode 1:02:08 untuk mengubah watak manusia. 1:02:13 Wama umiru illa ya'budullaha 1:02:16 mukhlisina lahuddin. Jadi memang 1:02:18 idealnya yang namanya ibadah itu 1:02:20 mukhlisin. Mukhlisin itu memang tulus 1:02:23 karena Allah subhanahu wa taala. Tetapi 1:02:27 yang namanya ikhlas itu, Pak, bahasa 1:02:29 Arab. Saya kasih tahu bahasa Arab 1:02:30 sedikit aja. 1:02:32 Kalau ada air memang awalnya sudah 1:02:35 bersih seperti ini, ini bahasa Arabnya 1:02:38 sofi. 1:02:40 Air datangnya sudah bersih. Ini namanya 1:02:43 sofi. Tapi kalau ada air keruh, lalu 1:02:47 kita berusaha nyaring, berusaha nyaring 1:02:49 sampai dia bersih, maka bahasa Arabnya 1:02:50 bukan sofi. Khalis. 1:02:54 Jadi ada Sofi, ada khalis. Sofi itu 1:02:56 sudah jernih dari sononya. Khalis itu 1:02:59 jernih setelah proses penyaringan. 1:03:03 Kita tulus ke Allah itu bukan 1:03:05 diistilahkan dengan sofi, 1:03:08 tapi ikhlas dari kata-kata khalis. 1:03:10 Artinya apa? Ikhlas itu butuh proses. 1:03:14 Al-ikhlas itu bit takhallus. 1:03:17 Kita jangan nunggu ikhlas baru ibadah. 1:03:20 Enggak ibadah-ibadah kita sampai mati, 1:03:21 Pak. Ya. Jadi memang kebaikan itu kadang 1:03:26 kebaikan itu kadang memang butuh dipaksa 1:03:28 dulu awalnya. Anak pesantren itu mana 1:03:29 ada yang mau salat subuh. Saya sebagai 1:03:32 ustaz mecutin mereka pagi-pagi subuh. 1:03:34 Ayo bangun, ayo bangun. Terpaksa mereka 1:03:36 karena takut sama pukulan pengurus. Tapi 1:03:39 setahun, 2 tahun, 3 tahun, alikhlas bit 1:03:42 takhallus. Ikhlas itu butuh proses. 1:03:45 Kadang enggak harus 100% dulu. Ikhlas 1:03:48 kita baru 15%, Pak Ustaz. Jalanin bulan 1:03:51 depan nambah jadi 20%. Jalanin bulan 1:03:54 depan nambah jadi 30%. Itu sudah bagus. 1:03:57 Jadi kalau kita sudah masuk ke komunitas 1:04:00 yang ngajarin amalan kebaikan lalu 1:04:02 awalnya kita merasa terpaksa, merasa 1:04:04 tertuntut, gak masalah. Jadikan itu 1:04:06 bagian dari proses kita. Tapi 1:04:08 dievaluasi, dievaluasi sampailah kita 1:04:11 sampai pada titik ikhlas. Mudah-mudahan 1:04:12 menjawab Pak Haji 1:04:14 ya. I masih kuat nih. Lagi opung tadi. 1:04:20 Wah mungkin opung sesepuh kita ni ya Pak 1:04:25 Opung 1:04:27 Lubis. Opung Lubis. 1:04:30 Asalamualaikum warahmatullahi 1:04:32 wabarakatuh. 1:04:33 Waalaikumsalam. 1:04:34 Pertanyaan saya, Ustaz, 1:04:37 bagaimana cara kita mengekspresikan rasa 1:04:40 cinta kepada Rasul? 1:04:43 Sekian Ustaz terima kasih. 1:04:45 Asalamualaikum warahmatullahi 1:04:47 wabarakatuhikumsalam 1:04:49 warahmatullahi wabarakatuh. Ini 1:04:51 pertanyaan opung dalam ini 1:04:54 S4 ini. Iya. 1:04:56 Kalau pertanyaannya bagus, Bapak Ibu. 1:04:58 Kalau sahabat mengekspresikan cinta 1:05:01 karena mereka bertemu dengan Nabi 1:05:03 sallallahu alaihi wasallam. 1:05:05 Kira-kira kita hari ini mengekspresikan 1:05:07 rasa cinta kepada Nabi itu bagaimana? 1:05:11 Guru kami dulu ngasih tiga amalan. 1:05:15 Ketiga-tiganya dibahas sekarang atau 1:05:16 ditunda episode selanjutnya? Ini 1:05:19 [tertawa] 1:05:21 Pak, Bapak Ibu, kita semua dapat warisan 1:05:23 Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kita 1:05:25 semua dapat sunah-sunahnya. 1:05:27 Mungkin kita sudah terbiasa masuk ke 1:05:29 masjid, kaki apa terlebih dahulu? Kaki 1:05:32 kanan. Kalau keluar, kaki kiri. Kalau 1:05:34 masuk ke kamar mandi, kaki kiri. 1:05:37 Karena jadi rutinitas, 1:05:39 sesuatu yang jadi rutinitas sering 1:05:41 terasa hambar. 1:05:43 Supaya terasa, Pak. Supaya terasa bahwa 1:05:46 itu adalah jejak Nabi. Setiap kita 1:05:47 mengamalkan itu, rasakan bahwa saya 1:05:50 masuk masjid kaki kanan. Karena dulu 1:05:52 Nabi melangkahkan kaki kanannya dulu 1:05:53 saat masikmasuk saat masuk ke Masjid 1:05:55 Nabawi. Rasakan bahwa Nabi melakukan 1:05:58 itu. Saat kita nyapa tetangga kita, 1:06:01 menjenguk mereka yang sakit. hadirkan di 1:06:04 dalam hati saya melakukan ini karena 1:06:06 Nabi dulu melakukan itu. Jadi 1:06:08 menghadirkan Rasulullah dalam setiap 1:06:10 aktivitas kita itu bagian yang jangan 1:06:12 sampai dipisahkan. Itu cara kita 1:06:14 mengekspresikan. Yang kedua, 1:06:17 jangan sampai terlupa membersihkan niat 1:06:20 segala kebaikan untuk diniatkan 1:06:23 berkhidmah kepada Nabi sallallahu alaihi 1:06:25 wasallam. Ini dahsyat sekali, Pak. 1:06:29 Ada ulama namanya Imam Hafid Al-Iraqi 1:06:32 menulis kitab Alfiyatus Sirah. Punya bab 1:06:34 khusus, 1:06:36 Khuddamun Nabi. Sahabat-sahabat yang 1:06:38 selama hidupnya pernah menjadi pembantu 1:06:40 dan pelayannya Nabi sallallahu alaihi 1:06:42 wasallam. Ada 27 nama sahabat. 1:06:45 Dan yang menarik Bapak Ibu, semua 1:06:47 sahabat yang pernah melayani dan 1:06:49 membantu Nabi, khidmah sama Nabi itu 1:06:52 dapat doa khusus. 1:06:54 Abdullah bin Abbas itu kalau Nabi mau 1:06:56 tahajud bagian ngambilin air. Jadi Rasul 1:07:00 bangun tidur tinggal wudu airnya sudah 1:07:02 disiapin sama Abdullah bin Abbas. 1:07:04 Didoain sama Nabi. Allahumma faqqihu 1:07:06 fiddin waimhut takwil. Ya Allah jadikan 1:07:10 dia alim dalam agama. Ajarkan dia tafsir 1:07:12 Quran. Abdullah bin Abbas menjadi 1:07:15 sahabat yang paling alim tafsir 1:07:16 Al-Qur'an. Sahabat Anas bin Malik 10 1:07:19 tahun menjadi pelayan Nabi. Sama Nabi 1:07:22 didoakan singkat. Allahumma barik lahu 1:07:24 fi umrihi 1:07:26 wazurriyatihi wa malih. Ya Allah 1:07:27 berkahilah umurnya, hartanya, 1:07:31 sama keturunannya. 1:07:34 Anas bin Malik usianya sampai 100 tahun, 1:07:38 Pak. Anas bin Malik. Anas bin Malik ada 1:07:42 ulama yang mentotal anak dan cucunya 1:07:44 totalnya 80. Tapi jangan tanya istrinya 1:07:47 berapa, Pak Ustaz? Saya enggak berani 1:07:48 jawab. Anak cucunya totalnya 80. kebun 1:07:52 kurmanya itu salah satu kebun kurma yang 1:07:55 paling panen di Madinah, subur di 1:07:58 Madinah. Kenapa? Berkat doanya Nabi. 1:08:00 Artinya apa? Nabi tidak akan 1:08:02 menyia-nyiakan siapapun yang berkhidmah 1:08:05 untuk beliau sallallahu alaihi wasallam. 1:08:07 Maka kita hari ini hadir jadi pengurus 1:08:10 misalnya dapat amanah jadi pengurus ini, 1:08:12 pengurus itu, jangan cuman jalanin jobd. 1:08:16 Kita nyari nafkah, jangan cuman jalanin 1:08:18 kewajiban. bersihkan niat saya 1:08:21 berkhidmah untuk Rasulullah sallallahu 1:08:23 alaihi wasallam. Biar kita kecipratan 1:08:25 doanya Nabi untuk para pembantunya tadi. 1:08:28 Dan yang ketiga ini yang terakhir, orang 1:08:31 yang cinta itu ciri-cirinya selalu 1:08:35 nyebut yang banyak. Kita saat kesemsem 1:08:38 sama wanita bernama Zainab, tiap hari 1:08:40 ngomongin Zainab. Di kantin ngomongin 1:08:42 Zainab, di masjid ngomongin Zainab. 1:08:44 ngelihat Quran yang tampil mukanya 1:08:46 Zainab. 1:08:48 Kita kalau cinta ke Nabi sering 1:08:50 nyebutnya ya dengan cara apa? Berselawat 1:08:53 kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. 1:08:55 Imam Assakhawi ditanya sama muridnya, 1:08:58 "Imam, agar saya bisa digolongkan 1:09:01 sebagai orang yang banyak selawat, 1:09:04 kira-kira minimal berapa saya sehari 1:09:06 semalam harus selawat?" 1:09:08 menjawab pertanyaan ini. Dia nulis kitab 1:09:10 alqulul badi fisati alal habib syafi. 1:09:14 Nulis kitab khusus, Pak. Kata beliau, 1:09:17 minimal seorang muslim nyebut nama 1:09:19 nabinya lewat selawat itu 700 kali dalam 1:09:22 sehari semalam. Jangan ngelihat angka 1:09:25 700, Pak. Kita pakai selawat yang 1:09:27 singkat aja. Shallallahu ala Muhammad. 1:09:28 Shallallallahu ala Muhammad. Saya dari 1:09:30 stasiun Cawang ke Harja Mukti itu dapat 1:09:33 700 lebih. Itu pakai begini-begini aja, 1:09:36 Pak. Tek tek shallallahu ala Muhammad. 1:09:38 Shallallahu ala Muhammad. Shallallahu 1:09:39 ala Muhammad. Kita sambungkan ittisal 1:09:42 rohani kita ke beliau sallallahu alaihi 1:09:44 wasallam. Mudah-mudahan tiga amalan itu 1:09:47 bisa menjadi ilmu yang bermanfaat. 1:09:48 Terima kasih, Pak Haji. 1:09:49 Alhamdulillahirabbilamin. Ee 1:09:52 rasanya ada yang disak 1:09:55 [tertawa] 1:09:56 langsung ya karena sekali dan 1:09:58 alhamdulillah hari ini kita lihat tidak 1:10:01 ada yang [tertawa] 1:10:02 alhamdulillah 1:10:04 tidur di rumah. Jadi ee mudah-mudahan 1:10:07 nanti kita juga masih akan karena itu ee 1:10:13 panjang sekali ya. Baik e pagi ini kita 1:10:18 saja dengan doa majelis. 1:10:26 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:10:28 wabarakatuh. 1:10:30 Sallallahu 1:10:35 alaihi wasallam.