Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [Musik] 0:03 [Tepuk tangan] 0:09 [Musik] 0:15 [Tepuk tangan] 0:25 [Musik] 0:33 [Musik] 0:44 Brail 0:54 [Musik] 1:14 Asalamualaikum 1:16 Alhamdulillah wasyukurillah wala haula 1:18 wala quwwata illa billah ashadu alla 1:20 ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa 1:22 asyhadu anna muhammadan abduhu wa 1:24 rasuluh nabi ab amma ba'du masih 1:26 dipanjaruaskan dari jalan masjid 1:28 silaturahim nomor 36 kalimanggis Cibubur 1:30 Bekasi inilah radio silaturahim untuk 1:32 Islam yang satu ikhwan akhwat para 1:35 pendengar radio silaturahim dan juga 1:38 pemirsa rasil visual di mana pun Anda 1:40 dapat menyeksi siaran kami. Bagaimana 1:41 kabar Anda di siang hari ini? 1:44 Semoga siang hari ini, Ikhwan akhwat 1:46 masih dalam keadaan sehat walafiat dan 1:47 mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala 1:50 selalu memberikan kekuatan kepada kita 1:52 semua. Dan mudah-mudahan di bulan suci 1:54 Ramadan ini Allah Subhanahu wa taala ee 1:56 memberikan segala bentuk nikmatnya 1:58 kepada kita semuanya. Amin. Allahum 2:00 amin. Senang sekali rasanya Muhammad 2:02 Anis Mualim di siang hari ini dapat 2:04 hadir secara langsung karena 2:08 hampir sebulan ini kita ee mendengarkan 2:11 siaran ulang di acara kita di siang hari 2:14 ini yaitu di acara tausiah siang. Dan 2:16 insyaallah di siang hari ini kita hadir 2:18 secara langsung bersama guru kita yaitu 2:22 Ustaz Amin Nurani. Dan kita sudah masuk 2:25 di edisi hari ini yaitu di hari Rabu di 2:28 tanggal 13 Ramadan 1441 Hijriah 2:32 bertepatan di tanggal 6 Mei 2020. Kita 2:36 sapa terlebih dahulu ikhwan akhwat 2:38 narasumber kita bersama Ustaz Amin 2:41 Nurani. Asalamualaikum warahmatullahi 2:42 wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam 2:44 warahmatullahi wabarakatuh. Sehat, Pak 2:46 Ustaz? Alhamdulillah sehat selalu. 2:49 Insyaallah sudah hampir sebulan, Pak 2:50 Ustaz, ya. Iya. Alhamdulillah di Rasil 2:53 kita selalu memutarkan siaran ulang 2:55 acara tausah siang yang disampaikan oleh 2:57 Ustaz Amin Nuroni. Dan alhamdulillah 2:59 kita bisa hadir secara langsung, Pak 3:00 Ustaz. He dengan kondisi seperti ini, 3:03 Pak Ustaz, ya. Semoga kita selalu 3:04 diberikan kesehatan oleh Allah subhanahu 3:06 wa taala. Amin. Allahum amin. Nah, ee 3:09 Pak Ustaz di siang hari ini 3:13 kita 3:15 ee pembahasan kita beda, Ustaz, ya. Di 3:18 pekan-pekan yang sebelumnya biasanya 3:19 kita membahas mengenai kewajiban amal 3:21 makruf nahi mungkar. I dan spesial di 3:24 bulan suci Ramadan ini pembahasan kita 3:26 yaitu temanya puasa mempersatukan umat, 3:30 Ustaz. Ya. I. Dan insyaallah landasan 3:32 Qurannya itu di Quran surah Al-Hujrat di 3:35 ayat yang ke-6 3:38 9 dan 12 Ustaz ya insyaallah. Nah, 3:42 Al-Hujurat ini surat yang ke-49. 3:45 Dipersilakan bagi ikhwan akhwat 3:47 pendengar radio Sultilahim dan juga 3:48 pemirsa Rasil Visual dibuka Al-Qur'annya 3:51 di Quran surat Al-Hujrat di ayat yang 3:54 ke6 9 11 dan juga 12 di surat yang 3:58 ke-49. Kita dengarkan tausiah yang 4:01 insyaallah akan disampaikan oleh Ustaz 4:02 Ahmurani. Dan kita buka acara ini dengan 4:05 kita membaca doa thabul ilmi. 4:06 Bismillahirrahmanirrahim. 4:07 Rbi zidni ilman Allahumf bimaamtani 4:11 waimni mafuni warzuqni ilman amin pak 4:15 ustaz. 4:17 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 4:19 rabbil alamin. Wasalatu wasalamu ala 4:23 asrofilyaai wal 4:25 mursalin wa ala alihi wa ashabihi waman 4:29 tabiahum biihsanin ila yaumiddin. Amma 4:32 ba'du. 4:35 Pendengar Radio Silaturahim dan pemirsa 4:39 Rasil Visual yang dimuliakan oleh Allah. 4:42 Alhamdulillah siang hari ini meskipun 4:46 dalam suasana Ramadan dan siang itu 4:49 memang nyaman untuk kita istirahat 4:52 kailullah tapi Allah memberikan kekuatan 4:56 pada kita pada hari ini untuk bisa 5:01 bersilaturahim lewat udara. 5:03 Mudah-mudahan pertemuan kita apalagi ini 5:06 di bulan suci Ramadan Allah berikan 5:09 keberkahan pada diri kita, keluarga 5:12 kita, dan masyarakat kita. Amin. Allahum 5:16 amin. Pada kesempatan siang hari ini 5:21 sebenarnya telah banyak dibedah terkait 5:24 tentang masalah ibadah 5:28 puasa dari sisi amar makruf nahi 5:31 mungkar. Saya ingin menyampaikan tentang 5:35 puasa menjaga 5:40 kesatuan. Para pendengar dan para 5:43 pemirsa Rasil Visual yang dimuliakan 5:45 oleh 5:47 Allah. Sebelumnya kita patut berbahagia 5:51 karena kita hadir di bulan suci Ramadan. 5:54 Tentu kacamatanya adalah kita lihat 5:59 karena kita sebagai hamba Allah yang 6:02 banyak sekali kelemahan, kelalaian, dan 6:06 kekhilafan sehingga kita yakin menyadari 6:10 bahwa kita ini banyak kesalahan. 6:13 Sehingga datang Ramadan menjadi rahmat 6:16 bagi umat muslim khususnya orang-orang 6:19 yang beriman karena dia hadir spesial 6:23 dari Allah untuk menghapus 6:26 dosa-dosa. Dan kita pun juga sadar bahwa 6:29 kita bekal amalnya masih sangat sedikit, 6:33 amal saleh kita masih sedikit. Nah, 6:36 Ramadan menawarkan nilai-nilai amal 6:39 saleh yang berlipat ganda. Inilah yang 6:42 mesti menjadikan kita bahagia sebagai 6:45 seorang mukmin untuk 6:47 menyambutnya. Nah, Ramadan merupakan ya 6:51 juga 6:52 madrasah. Yang 6:54 jelas kurikulum Ramadan itu mampu untuk 6:58 meningkatkan derajat manusia. Dari yang 7:02 tadinya takwa menjadi lebih takwa. Yang 7:05 tadinya belum bertakwa menjadi bertakwa 7:08 kepada Allah Subhanahu wa taala. 7:10 Maka Allah desain Ramadan itu menjadi 7:14 madrasah untuk bisa mengantarkan 7:18 khususnya orang-orang yang beriman untuk 7:21 naik kelas, naik derajat menjadi 7:24 orang-orang yang 7:25 bertakwa. Tentu di dalamnya ya kurikulum 7:30 yang bisa kita pelajari ya rasa syukur 7:34 itu yang harus kita kembangkan pada diri 7:36 kita di bulan suci Ramadan. Meskipun di 7:40 masa pandemi Covid-19, kita pun tetap 7:43 bersyukur. Bersyukurnya minimal apa, Mas 7:46 Anis? Minimal Allah izinkan kita bertemu 7:50 dengan Ramadan. Itu sudah merupakan satu 7:53 nikmat. Walaupun sekarang Nuh Ramadan 7:56 tahun ini luar biasa, spesial karena 7:58 apa? Tadi pandemik Covid-19. 8:02 Tapi kalau kita sikapi dengan syukur, 8:05 alhamdulillah. Karena lockdown bagi saya 8:09 itu membawa berkah. Berkahnya kalau 8:11 tahun yang lalu khatam Quran mungkin 8:13 Ramadan dua kali saja sudah berat. Nah, 8:17 ini alhamdulillah sudah hampir tiga. 8:19 Nah, masyaallah. Jadi, syukuri saja kita 8:21 syukuri bagaimana Ramadan ini tadi kita 8:26 sikapi dengan positif bahwa ini 8:28 sebenarnya anugerah dari Allah ya kan. 8:31 kesempatan untuk menambah amal, 8:33 kesempatan juga untuk menghapus dosa. 8:35 Nah, kita syukuri. Masyaallah apapun 8:38 kondisinya. Artinya tuh kemarin ada yang 8:42 meninggal musisi kita di Kempot walaupun 8:45 nama aslinya siapa itu di usia 53 tahun. 8:49 Nah, kita masih diberi oleh Allah hari 8:51 yang ke-13 ini sehat. Nah, artinya masih 8:54 bisa meningkatkan amaliah kita. Kalau 8:57 masalah hal-hal yang kita takutkan 8:59 terkait tentang masalah dunia, Allah 9:01 sudah menjamin hidup kita, rezeki 9:03 kita. Yang kedua, ya kurikulumnya ada 9:07 latihan ikhlas dan sabar. Nah, Ramadan 9:10 memang kurikulumnya latihan ikhlas dan 9:11 sabar. Ikhlas ibadah itu lillah karena 9:14 Allah. Puasa karena Allah, bukan karena 9:17 siapa-siapa. Dan cara menjalaninya ya 9:19 dengan sabar. Ini latihan sabar itu 9:21 kurikulumnya. Masyaallah. Kemudian tentu 9:25 ya amanah dan jujur ya kan amanah jujur. 9:28 Karena puasa juga spesifik latihan untuk 9:30 kita jujur kepada Allah Subhanahu wa 9:33 taala dalam setiap amal ibadah kita. 9:35 Karena ibadah yang lain itu bisa 9:37 kelihatan. Salat kelihatan, zakat 9:40 kelihatan, haji, umrah kelihatan, tapi 9:42 puasa tidak kelihatan. Hanya kita dengan 9:45 Allah yang ini melatih diri untuk 9:47 menjadi orang yang berjiwa amanah dan 9:50 kemudian juga berjiwa jujur. Nah, 9:52 sekaligus ya secara tidak 9:55 terasa walaupun tanpa ada syariat 9:59 sebenarnya kalau orang puasa futur ingin 10:01 segera ingin cepat-cepatan ya kan karena 10:04 futur. Apalagi sekarang menjadi ada 10:06 syariatnya termasuk bagian dari sunah 10:09 ketika kita berpuasa datang tiba futur 10:12 untuk kita segerakan. 10:14 Begitu juga ketika sahur. Masyaallah. 10:17 Waktu yang istimewa itu yang 10:20 disyariatkan untuk kita ya lebih 10:23 mendekati kepada waktu ee waktu subuh 10:27 untuk kita bersahur. Sehingga ada sebuah 10:30 hadis yang menyatakan berapa ditanya 10:32 berapa jarak antara dia sahur dengan 10:35 salat berjamaah bersama Rasulullah? 10:37 Khamsina. Kurang lebih membaca ayat 50 10:40 ayat itu jaraknya. Nah, jadi kan sudah 10:42 mendekati sahur. Nah, masyaallah. Nah, 10:45 itu pun latihan bagian latihan dari dari 10:47 kedisiplinan. Masyaallah. Itulah 10:49 Ramadan. Jadi, Allah bentangkan Ramadan 10:52 ini menjadi momentum ya, momentum untuk 10:56 meningkatkan derajat kita menjadi 10:58 orang-orang yang bertakwa, lebih 11:00 bertakwa hingga kepada tingkat haqqat 11:02 tuqati. kurikulumnya kita selalu 11:05 kembangkan jiwa sikap bersyukur, sikap 11:08 bersabar, sikap amanah, dan sikap 11:12 kedisiplinan. Nah, 11:13 Ramadan ya mungkin kalau kita cermati 11:18 itu ya sebagai simbol persatuan nih Mas 11:21 Anis ya. Kenapa ya? Karena Ramadan ini 11:25 datang tidak parsial juga, tidak lokal, 11:30 tidak nasional tapi mendunia. Nah, 11:33 sehingga seruannya saja 11:35 azubillahiminasyaitanirrajim. 11:36 Bismillahirrahmanirrahim. Ya 11:38 ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumusam. 11:41 Tuh. Jadi dari seruannya saja sudah 11:43 menunjukkan kesatuan umat. Nah kan. Maka 11:46 puasa itu menjaga kesatuan. Jadi dari 11:49 seruannya coba yang dipanggil kira-kira 11:52 Mas Anis orang beriman yang di mana? Di 11:54 seluruh dunia. Yaah kan. Artinya orang 11:57 yang beriman di mana pun berada dengan 12:00 Ramadan ini nampak 12:02 kesatuannya. Mereka berpuasa dengan 12:04 panggilan ayat yang sama. Nah, begitu 12:07 kan. Dia berpuasa dengan syariat 12:10 tuntunan yang sama dari Nabi Muhammad 12:12 sallallahu alaihi wasallam. Dari dari 12:14 sisi seruannya saja tentang ya 12:17 ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumusam. 12:21 Siapapun di antara orang mukmin yang 12:23 menyambut kewajiban puasa di mana pun 12:26 mereka berada lagi menyatakan teritorial 12:30 batas antara satu wilayah dengan yang 12:32 lain. Namun semua muslim di mana pun 12:36 berada, orang-orang yang beriman di mana 12:38 pun berada dengan ayat ini Ramadan 12:41 menyatukan mereka untuk satu gerakan 12:45 melaksanakan kewajiban puasa di bulan 12:47 suci Ramadan. Nah, itu namanya. Jadi 12:50 baru Ramadan baru seruannya saja Ramadan 12:52 sudah menyatukan kita. Ya memang inna 12:55 hadihi ummatukum ummata wahidah. Kenapa? 12:58 Karena ayat ini menguatkan tentang umat 13:01 Islam itu hakikatnya adalah umat yang 13:04 satu. Dan diutusnya para nabi ada yang 13:09 langsung antara satu nabi meninggal 13:11 disusul dengan nabi yang lain. Ada yang 13:13 melalui fatrah karena ada jarak waktu. 13:16 Sesungguhnya hadirnya mereka adalah 13:18 untuk menghilangkan perbedaan 13:20 perselisihan yang kaitannya tentang 13:23 syariat ini dengan hadirnya Nabi membawa 13:25 wahyu mempersatukan kembali sesuatu yang 13:28 sudah terpecah belah. Masyaallah. Ini 13:31 Ramadan ee 13:34 mempererat puasa mempererat persatuan 13:37 umat Islam. Yang tadinya sudah bersatu 13:40 dipererat persatuannya. yang tadinya 13:42 mungkin belum real, belum konkret di 13:45 realkan, dikonkretkan. Ini loh 13:46 kesatuannya. Ramadan telah menjadikan 13:50 umat Islam bersatu semakin erat 13:53 kesatuannya. Nah, masyaallah ini yang 13:56 pertama. Itu baru bulan suci Ramadannya 13:58 saja sudah menunjukkan kesatuan. 14:01 Kemudian ketika kita masuk di bulan suci 14:04 Ramadan, coba semua muslim masuk suasana 14:09 rasa yang sama. Nah, jadi kan coba ada 14:12 enggak orang puasa yang di sini enggak 14:14 lapar tapi di sana lapar? Kan sama semua 14:17 rasanya. Bahkan ada yang di sini standar 14:21 12 jam, ada yang 15 jam, ada yang 17 14:24 jam. Tapi rasanya sama tuh. Jadi pu tadi 14:28 Ramadan itu memperkuat persatuan, 14:30 sekarang puasanya sendiri. puasanya 14:33 sendiri itu menjadi mewujudkan simbol 14:36 dari kesatuan muslimin. Coba di waktu 14:39 yang sama dengan star yang sama 14:43 mengakhiri sama jadi merasakan perasaan 14:46 yang sama. Jadi rasanya digabungkan, 14:48 akalnya digabungkan, perbuatannya 14:50 digabungkan, semuanya satu. Nah, ini 14:53 enggak ada yang bedanya. Ini 14:55 spesialisasi ya kan? Karena lagi 14:57 lockdown puasanya ee puasa makan saja 15:00 minum boleh. Nah, kan gak ada begitu. 15:02 Jadi semua sama. Jadi ee puasa itu 15:06 menjadi simbol kesatuan dalam dalam hal 15:08 rasa, dalam hal akal, dalam hal 15:11 perbuatan. 15:12 Subhanallah. Jadi pendengar radio 15:15 silaturahim dan pemirsa rasil visual 15:17 yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa 15:19 taala. Nah, inilah karunia yang Allah 15:22 berikan. Mampu tidak Ramadan ini 15:26 melahirkan nilai-nilai kesatuan yang 15:30 sangat di apa? Ditekankan, dikuatkan 15:33 nilai persatuan itu dengan datangnya 15:35 bulan suci Ramadan. Nah, dalam hal ini 15:40 terkait dengan puasa memperkokoh 15:42 persatuan, memperkuat persatuan dilihat 15:46 dari sisi apa? Nah, jadi kita tadi 15:48 landasannya adalah surah Al-Hujurat. 15:50 Nah, surah Al-Hujurat ini menyangkut 15:54 tentang sebenarnya adalah hal-hal yang 15:57 sering hadir menjadi gaduh. Nah, apa itu 16:02 komunikasi, apa itu pembicaraan, apa itu 16:06 media dan seterusnya. Nah, jadi Ramadan 16:10 tahun ini ya spesial juga dia Mas Anis 16:12 ya dalam kondisi apa? ee dalam kondisi 16:16 stay at home, dalam kondisi ee lockdown 16:20 gitu kan, komunikasi lebih banyak 16:22 menggunakan alat-alat. Nah, ini kan 16:24 masyaallah ini milenial sekali Ramadan 16:26 tahun ini. Artinya ya bagaimana syariat 16:30 ini mengajarkan. Makanya apalagi 16:33 sekarang komunikasi lewat media, medsos 16:37 ya kan. Berbelanja lewat medsos, taklim 16:41 lewat medsos. Masyaallah. Kita sering 16:43 kajian lewat itu media Zoom. Wah, 16:46 masyaallah luar biasa lewat medsos. Nah, 16:49 jadi bagaimana nih ya? Metsos ini kan 16:52 bagian dari ucapan ya kan. Metsos ini 16:55 kan bagian dari apa coba? Ada 16:56 istilah-istilah dalam medsos itu ada 16:58 istilah apa? Update status ya kan. Loh 17:02 itu juga kaitannya komunikasi. Nah, 17:04 kemudian apalagi Mas? Selfie. Nah, 17:07 selfie juga kan dalam artian foto 17:09 pribadi untuk menunjukkan sedang di mana 17:11 dan seterusnya. Apalagi kemudian ada 17:14 like, ada comment, ada share, ada 17:19 ngetweet. Nah, kan masyaallah itu kan 17:22 bagian dari nih media yang sekarang ya 17:24 itu yang menjadi alat dipergunakan dalam 17:27 situasi Ramadan tahun ini. Nah, 17:29 bagaimana coba? N. Nah, secara khusus 17:33 nih, secara khusus itu menyangkut 17:36 tentang 17:37 kemasyarakatan itu menyangkut tentang 17:40 interaksi itu menyangkut tentang 17:42 komunikasi itu menyangkut tentang apaag? 17:45 apalagi komunikasi, pergaulan. Ya Allah, 17:48 luar biasa. Nah, makanya landasannya 17:51 adalah surah 17:53 Al-Hujurat ayat yang keenam. Kemudian 17:56 kita ambil ayat yang 17:58 ke9, ke-11 dan ke-12 yang itu menyangkut 18:03 tentang 18:04 bagaimana membangun keharmonisan dalam 18:08 berinteraksi antara satu dengan yang 18:11 lain atau interaksi dalam bermasyarakat. 18:15 Nah, maka melalui Ramadan dalam situasi 18:19 Covid-19 ini, nah coba lihat puasa. Apa 18:24 yang ditekankan dalam puasa itu? Nah, 18:27 ada enggak yang terkaitannya dengan ini, 18:29 Mas? Puasa dengan makanan? Ada. Minuman? 18:33 Iya. Tapi juga Rasul mengingatkan 18:36 kaitannya puasa dengan ucapan, dengan 18:39 perbuatan ya kan? Maka puasa itu imsak, 18:43 menjaga. Menjaga dari apa? Makan, minum, 18:46 juga menjaga dari apa? Hawa nafsu. Dari 18:49 berkata-kata yang tidak benar. Nah, jadi 18:52 bagaimana Ramadan yang spesial tahun ini 18:55 dalam kondisi Covid ini melatih secara 18:58 langsung kita berkomunikasi. 19:01 Mungkin Rasulullah sallallahu alaihi 19:03 wasallam menyebutkan terkaitan dengan 19:06 puasa ini. Masyaallah terkait dengan 19:08 puasa ini. Di antaranya hadis yang 19:11 dibawakan oleh sahabat Abu Hurairah 19:13 radhiallahu anh yang diriwayatkan oleh 19:16 Imam Bukhari, Imam Abu Dawud, Imam 19:18 at-Tirmidzi, Imam Annasai dan juga Imam 19:21 Ibnu Majah. 19:23 Abu Hurairah menceritakan Rasulullah 19:26 sallallahu alaihi wasallam bersabda, 19:27 "Manam yada qulazur." 19:30 Barang siapa yang tidak mampu 19:32 meninggalkan ucapan yang jur, yang 19:35 jorok, ya kan bicara yang kotor, ya kan 19:39 juga ucapan yang penuh berisi 19:42 kebohongan, kedustaan, apalagi kira-kira 19:45 ee ee ucapan interaksi yang isinya gosip 19:49 ya kan membicarakan orang lain itu gibah 19:51 itu dalam. Kemudian apaagi? Ucapan yang 19:55 sifatnya apalagi menghina. Nah, kan 19:58 ucapan itu tidak cukup dengan lisan. 19:59 Sekarang menghina orang bisa saja 20:02 ditampilkan fotonya, ditampilkan, 20:04 di-update, di-upload. Nah, padahal 20:06 tujuannya untuk memfitnah kan bisa saja. 20:09 Masyaallah. Nah, makanya itu tadi 20:11 landasannya membangun keharmonisan 20:14 berinteraksi dalam masyarakat muslim 20:17 surah Al-Hujurat itulah. Nah, di bulan 20:19 suci Ramadan ini pembelajaran yang luar 20:22 biasa. Karena apa? Karena Rasulullah 14 20:26 abad yang lalu bersabda, "Manam 20:30 yadzur." Siapa yang tidak mampu 20:32 meninggalkan ucapan kotor, penuh dusta, 20:36 berisi gosip, fitnah, apalagi adu adu 20:40 domba. Loh, ini Ramadan begini juga 20:43 masih berpeluang, ya kan? Kalau setan 20:46 dibelenggu mungkin sifat-sifat setan 20:48 yang melekat pada diri seseorang itu 20:50 tidak mampu dikalahkan. Masyaallah. 20:53 Nauzubillah minzalik. Masyaallah. Ya 20:56 kan? Wal amalu bih. Dan juga tidak mampu 20:59 meninggalkan amal-amal, 21:00 perbuatan-perbuatan yang mengarah kepada 21:03 zur falaisa lillahi hajah. Maka Allah 21:07 tidak berkepentingan. Allah tidak 21:10 membutuhkan fi ayadamu wasarobhu 21:13 terhadap orang yang berpuasa dalam 21:15 meninggalkan makan dan minum. Masyaallah 21:18 kan merugi. Jadi kalau ada orang yang 21:20 berpuasa sudah menahan diri untuk tidak 21:23 makan, untuk tidak minum, tapi 21:26 ketidakmampuan menahan ucapan yang tidak 21:29 baik itu dia tidak bisa. Masyaallah 21:32 khawatir nilai puasa yang dia jalani 21:36 tidak bernilai apa-apa di sisi Allah. 21:38 Ini yang berpuasa apalagi yang tidak 21:40 berpuasa. Kan sudah mulai banyak tuh 21:43 masyaallah kelihatannya seorang muslim 21:45 ngakunya sebagai muslim. tapi sudah 21:47 banyak yang tidak berpuasa. Karena kita 21:49 bersyukur masih diberi oleh Allah 21:51 pemahaman meskipun orang lain tidak 21:53 berpuasa, kita berpuasa memang dengan 21:56 ilmu. Nah, boleh jadi ee saudara kita 22:00 banyak yang telah meninggalkan Ramadan 22:02 untuk hari yang kesekian ini karena 22:03 tidak berilmu atau tidak paham tentang 22:06 ini. Nah, kita sudah diberi oleh Allah 22:09 ilmu, kemudian diberi oleh Allah iman 22:12 dan Allah berikan pertolongan sehingga 22:15 semangat meskipun orang lain tidak 22:16 berpuasa, kita semangat karena apa tadi? 22:18 Ini loh waktu yang tidak mesti datang 22:21 terus dalam kehidupan kita dan Ramadan 22:24 yang akan datang pun belum tentu jaminan 22:26 menjadi milik milik kita. Nah, hari ini 22:28 yang pasti. Nah, tidak hanya pengorban 22:31 Allah berikan di sana nih loh, 22:33 masyaallah kesempatan untuk kita naik 22:35 derajat, kesempatan untuk menghapus 22:37 kesalahan masa lalu, dan kesempatan 22:39 untuk meningkatkan diri dengan amal yang 22:41 banyak. Nah, kan. Masyaallah. Itu hadis 22:44 yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari. 22:47 Kemudian Abu Dawud, At-Tirmidzi, Annasai 22:50 dan Ibnu Ibnu Majah. Nah, jadi apa nih 22:53 kaitannya tadi tentang puasa memperkuat, 22:57 mempererat persatuan itu dari sisi apa? 22:59 Dari sisi komunikasi, dari sisi 23:01 interaksi. Hadis yang lain dari Imam 23:04 at-Tabrani dari sahabat Ibnu Umar, Rasul 23:07 bersabda, "Rba rubba saimin hazzahu min 23:11 siyamihi alju wal atas." Berapa banyak 23:14 orang yang puasa ya hanya mendapatkan 23:17 lapar dan haus 23:19 sajau minqami wasah minqiami asahr. 23:23 Berapa banyak orang yang tahajud di 23:26 malam hari di bulan suci Ramadan tapi 23:28 tidak memperboleh banyak pahala yang dia 23:31 dapat hanya lelah haus saja. Masyaallah. 23:34 Nauzubillah min minzalik ya. Nah, ini 23:37 bagian dari kasih sayang Allah dan 23:40 Rasul-Nya agar ibadah kita tidak 23:42 sia-sia. Nah, maka nanti kira-kira nih 23:46 Mas Anis lebih baik ngetwit apa baca 23:50 Quran? Nah, kan nanti kan nanti 23:52 tergantung kebutuhan adabnya seperti 23:54 apa. Lebih baik kita selfie, selfie 23:56 selfie atau mungkin kita sibuk membaca 23:59 buku. Nah, kan. Nah, ini mumpur Ramadan 24:02 ini kita latihan kan. Jadi bicara lisan 24:05 tentu sudah dibatasi karena tadi ya kan 24:08 karena kondisi COVID-19. Komunikasi 24:11 dengan apa yang paling banyak dengan 24:12 medsos. Nah kan ngetweet. Kemudian 24:15 apaagi? Update status apalagi selfie 24:19 apalagi mengkomen. Ada yang masyaallah 24:21 disibukkan Ramadan tuh komen ya kan. 24:24 Kemudian di-like. Wah kalau yang cocok 24:26 dengan dirinya like. Sibuk dia jarinya 24:29 terus bergerak. Allahu Akbar. 24:31 Subhanallah. Ya kan? Kemudian ya tidak 24:34 cukup itu begitu dilike itu dilihat 24:38 komennya panjang. Nah, komen sendiri 24:40 punya 24:41 aturan. Bagaimana komen? Ada enggak 24:43 aturannya komen dalam kita berkomen di 24:46 medsos? Ada. Nah, apa kira-kira Mas Anis 24:48 aturannya? I sopan. Sopan ya kan? 24:52 Masyaallah. Nah, itu kan perlu dikaji. 24:54 Ini kan kaitannya Ramadan nih. 24:55 Masyaallah. Mungkin dulu belum ada nih 24:58 hadisnya tentang ngetwit ya. Kemudian 25:00 belum juga kaitannya langsung tentang 25:02 apa tadi. Tapi secara asas, secara dasar 25:06 nih di sini Rasul menyebutkan pertama 25:08 tidak Allah membutuhkan puasa yang dia 25:11 tidak mampu menjaga dari puasanya itu 25:15 ucapan-ucapan yang kotor. Masyaallah. 25:18 Hadis yang ketiga ini ya hadis yang 25:20 mungkin sudah sangat populer dari 25:23 sahabat ee dari sahabat Abu Hurairah 25:26 riwayat Bukhari dan Muslim. Rasulullah 25:29 bersabda, "Kana yaumin ahadukum fala 25:33 yarfus." Apabila eh puasa atau pada hari 25:38 berpuasa salah seorang di antara kamu, 25:41 fala yarfus. Janganlah ee melakukan 25:44 perbuatan-perbuatan yang mengarah kepada 25:46 pornografi. 25:47 Yarfus wala task. Jangan juga ya 25:52 terlibat dalam perdebatan yang tidak 25:54 bermanfaat. 25:56 Nah, fainamahu ahadun qalahu falya inim. 26:01 Bahkan kalau ada situasi kondisi yang 26:04 memancing kita emosi dengan orang 26:07 menghina kita, sampai kepada orang 26:09 merendahkan kita sampai bahkan kemudian 26:11 mau mengajak kita berantem. Ah, iniimun 26:14 katakan saya sedang puasa. Nah, ini kan 26:17 sampai sedemikian detail itu tuntunan 26:19 dari Rasulullah. Nah, dalam artian apa 26:22 tadi nih? Puasa. Nah, bagaimana ini 26:25 Ramadan bisa menjadikan berkurangnya 26:27 kegaduhan yang ditimbulkan dari ucapan, 26:30 yang di timbulkan dari like, yang 26:32 ditimbulkan dari komen, yang ditimbulkan 26:35 dari share, yang dikumpulkan dari apa 26:37 tadi? Ngetweet, yang ditimbulkan dari 26:39 apa lagi? Dari update. Nah, selfie. 26:42 Masyaallah, luar biasa. Makanya ada 26:45 hadis yang sering dibaca di sini ada di 26:47 kajian khusus hadis tentang hadis arbain 26:50 annawawi min husni islamil marqu gitu 26:53 kan. Sebaik-baik seorang muslim atau 26:55 keislaman seseorang adalah yang mampu 26:59 meninggalkan sesuatu yang tidak 27:01 bermanfaat pada dirinya. Nah, nah ketika 27:04 Ramadan kita bisa menjaga hawa nafsu ya 27:07 kan kita mampu mengendalikan makan dan 27:10 minum. Ditambah lagi mampu mengendalikan 27:12 tadi ucapan. Waduh luar biasa ini. 27:16 Masyaallah. Saya yakin kalau 27:19 dijalankan apa yang menjadi dasar-dasar 27:22 aturan kurikulum Ramadan ini 27:25 mempersatukan, mempererat persatuan 27:27 muslimin dalam hal tingkat ucapan, 27:30 kegaduhan, komunikasi. Masyaallah ini 27:33 luar biasa. Mungkin nanti yang muncul 27:35 selama Ramadan enggak ada tuh yang 27:37 namanya ee apa komen tentang adu domba. 27:40 Selfie tentang apa? Merendahkan orang 27:42 lain, ya kan? Share tentang apa? Adu 27:45 domba. Ahah. Gitu. Yang ada apa? Waduh 27:48 dakwah semua. Nah coba komen dakwah. 27:52 Buat apa? Buat tulisan dakwah apa kan? 27:55 Meng-upload ucapan dakwah ya kan. 27:58 Kemudian ya lawannya mungkin isinya amar 28:00 ma nahi mungkar ya kan. Ee muncul tek ya 28:04 kan. Oh dapat dari teman. Awas jaga 28:07 puasamu dari ucapan yang tidak benar ya 28:09 kan. Wah, ini bagus nih hadis. Lempar 28:11 lagi. Nah, share ke orang lain. Nah, 28:13 begitu. Jadi yang ada dari satu apa? 28:16 Dari satu komunitas ke komunitas lain, 28:18 dari grup satu ke grup yang lain, dari 28:20 personal satu ke personal lain. Yang ada 28:22 menguatkan, mengeratkan kesatuan Ramadan 28:24 ini. Kenapa? Karena memahami bahwa orang 28:27 yang tidak mampu meninggalkan ucapan zur 28:30 di bulan suci Ramadan wal amalu bih. 28:32 Allah tidak membutuhkan usaha puasanya 28:36 dengan haus lapar dan dahaga. 28:38 Subhanallah luar biasa. Nah, ini 28:42 dasar-dasarnya. Yang ketiga, yang 28:43 keempat hadis yang diriwayatkan oleh 28:45 Imam albukhari ini juga sudah sangat 28:47 sering disampaikan. Manana yukminu 28:50 billahi wal yaumil akhir falyakl khairon 28:53 aulasmull. Barang siapa yang beriman 28:55 kepada Allah dan hari akhir maka 28:57 hendaknya dia berkata hanya yang benar. 29:00 Kalau tidak mampu berkata yang benar 29:03 lebih baik dia memilih opsi diam 1000 29:06 kata. Nah, coba bayangkan. Allahu Akbar. 29:09 Jadi kalau Ramadan ini adalah tangga 29:12 untuk menaikkan derajat kita kepada 29:14 takwa kepada Allah, artinya membangun 29:17 keimanan, keimanan, keimanan, amal 29:19 saleh, amal saleh untuk meningkatkan 29:20 kualitas kepada Allah. Nah, salah satu 29:23 hal yang penting dari upaya peningkatan 29:25 derajat itu adalah kemampuan 29:28 mengendalikan ucapan. Sehingga ucapan 29:30 itu bagian dari tingkat keimanan 29:33 seseorang. Kalau orang beriman kepada 29:35 Allah dan hari akhir, dia mampu menjaga 29:37 ucapannya dari hal-hal yang tadi 29:40 menyebabkan dia dimurkai oleh Allah 29:43 Subhanahu wa taala. Masyaallah. Apalagi 29:46 kalau kita baca hadis yang lain terkait 29:48 nih biasanya di sini nih ee tentang 29:51 share apa, ngetang apaagi like, comment. 29:55 Nah, la 29:57 tahasadu. Nah, kan janganlah kalian 29:59 saling hasad. Nah, kan bisa saja saling 30:02 hasad. wala tanajasu. Jangan 30:05 mengungkit-ngungkit kesalahan orang 30:07 lain. Tuh kan bisa saja kan dalam 30:10 kondisi lockdown yang berdampak kepada 30:12 ekonomi dan banyak orang-orang yang 30:15 susah karenanya gitu kan secara 30:17 finansial, material itu sangat 30:19 memungkinkan untuk memunculkan apalagi 30:22 tingkat emosi yang lebih tinggi ya kan. 30:24 Sehingga dalam kondisi gamang, dalam 30:27 kondisi tidak tercerahkan, dalam kondisi 30:30 lupa dia kepada Allah Subhanahu wa 30:32 taala, bisa saja tindakannya itu 30:34 melahirkan apa? Melahirkan perbuatan 30:36 yang tidak terkontrol, ucapan yang tidak 30:39 terkontrol dan seterusnya dan 30:40 seterusnya. Subhanallah. Ini kan menjadi 30:43 spesial ini sebenarnya Ramadan ini. 30:45 Masyaallah. Tapi mengandung hikmah yang 30:47 besar juga mengandung ujian yang berat 30:50 juga bagi kita. Nah, jadi luar biasa. 30:54 Namun kalau dari standarisasi musibah, 30:57 Allah sudah menyebutkan la yukallifulahu 30:59 nafsan illa Allah tidak akan pernah 31:02 menurunkan musibah hal-hal yang tidak 31:05 mampu dipikul oleh manusia. Saya yakin 31:08 nih Mas Anis mampu ya kita semua 31:10 insyaallah yakin mampu. Karena apa? 31:12 Karena hidup kita ini jaminannya adalah 31:15 Allah yang maha agung dan maha segala. 31:18 Kemudian nilai ujian yang Allah turunkan 31:20 pun itu tidak sebanding dengan besarnya 31:22 nikmat yang Allah beri berikan. Itu 31:24 namanya kayak ujian ya. Enggak mungkin 31:26 ujian itu lebih besar, lebih panjang 31:29 waktunya dari nikmat yang Allah berikan. 31:31 Lebih besar dari nikmat yang Allah 31:32 turunkan. Enggak mungkin. Namanya ujian 31:35 kan mengetes ya. Coba kalau diujikan kan 31:38 sekolahnya mah satu semester ujiannya 31:40 cuman lima pertanyaan kan sedikit 31:43 pertanyaannya ujiannya. Masyaallah. Nah, 31:45 itu terkait 31:47 dengan J spesifiknya adalah puasa 31:52 mempererat persaudaraan dengan cara apa 31:55 tadi? Mengurangi 31:57 kegaduhan. Kegaduhan yang ditimbulkan 32:00 dari ucapan dan ucapan itu kemudian bisa 32:03 berkembang menjadi tadi. Karena medianya 32:05 adalah media metsos. Maka Rasulullah 32:08 sallallahu alaihi wasallam memberikan 32:10 tadi landasan-landasan, dasar-dasar. 32:12 Masyaallah. Bagaimana kalau kita mau 32:15 selfie? Nah, kalau selfie kan niatnya 32:18 tergantung. Kalau mau pamer ya bisa saja 32:21 kan ya. Putus sendiri, self sendiri. 32:23 Nah, pamer. Oh, ternyata ya. Kenapa? 32:26 Yang difoto bukan dirinya, tapi kunci 32:29 mobil. Cuma ngasih tahu nih, woh punya 32:31 mobil baru. Nah, kan. Nah, kan itu 32:34 status. Oh, ini berarti Ramadan tahun 32:36 ini berkembang. Dia punya mobil baru. 32:39 Nah, kan begitu. Nah, bisa saja kan 32:41 tergantung ya namanya update status ya 32:43 kan sedang apa dan seterusnya. Makanya 32:46 ya Allah dasar Al-Qur'an itu 14 abad 32:49 yang lalu sudah ditanamkan begitu, sudah 32:51 dipasang, sudah di apa? Sudah 32:53 diterapkan, sudah di ee tanam 32:56 asas-asasnya oleh Rasulullah sallallahu 32:59 alaihi wasallam kan yang terkait dengan 33:02 apa? Dengan update status gitu kan. 33:04 minimal ya tidak membuka status yang ee 33:08 kaitannya mengandung aib kan itu kan 33:11 termasuk itu adalah 33:13 adabnya. Jadi semuanya hal-hal yang yang 33:16 apa yang negatif. Kemudian 33:18 mentang-mentang masa modern gitu kan 33:21 update gitu kan foto dalam keadaan 33:24 auratnya terbuka loh itu kan masyaallah 33:27 ya kan muslim karena pengin kan muka 33:30 enggak harus sekarang namanya enggak 33:32 pakai baju keluar rumah bisa saja 33:35 sekarang tanpa keluar rumah pun bisa 33:38 buka baju caranya gimana tadi ya kan ya 33:41 selfie update nih lu gua nah begitu kan 33:45 kerudungnya lagi ditanggalkan loh Ini 33:47 kan juga harus hal-hal yang harus 33:49 dipertimbangkan oleh kita. Nah, 33:51 masyaallah. Bukan tidak boleh karena ya 33:54 ada enggak 33:55 manfaatnya? Ada enggak kita mengupdate 33:58 status? Ada. Minimal informasi untuk 34:01 keluarga, "Oh, kita sedang di sini." Ya 34:03 kan ada manfaatnya. Tapi juga kita tahu 34:06 di mana bahayanya. Masyaallah. Ya kan? 34:10 Kemudian ya yang kita update, yang kita 34:12 munculkan itu juga bukan gambar-gambar 34:14 yang sifatnya apa? bisa menyakiti orang 34:17 lain gitu kan. Nah, kita punya teman 34:19 yang kita enggak senangi, dia lagi 34:21 jelek, kita foto upload kan. Maksudnya 34:23 juga dengan foto itu menggambarkan 34:26 merendahkan. Nah, itu enggak boleh. Nah, 34:28 itu kan sudah luar biasa ini apa 34:31 Al-Qur'an dan hadis memberikan itu. 34:33 Masyaallah tadi masyaallah dan bagian 34:35 dari dari komunikasi ya kan. Jadi kenapa 34:38 di sini disebutkan kaitannya dengan apa? 34:40 dengan 34:41 ucapan zur karena ucapan itu ya tadi 34:44 bisa langsung verbal dengan bahasa 34:47 interaksi berdua bisa melalui media 34:49 medianya tadi medsos. Nah, masyaallah 34:52 kita juga kan like semuanya kan like nih 34:55 komen. Wah, ini bagus nih. Bagus untuk 34:57 siapa? Untuk lawan saya. Nah, kan 35:00 kira-kira begitu ya kan di-share lagi 35:04 begitu sudah apalagi kasih komen lagi 35:06 yang nambah menjadi luar biasa ya kan. 35:09 Masyaallah. Makanya ada juga kan 35:11 bagaimana ee kita beradab dalam ketika 35:16 komen kan ada adabnya ya kan memastikan 35:19 pastikan bahwa kita ya kenapa karena 35:21 dalam Islam itu fitnah itu besar dosanya 35:25 ya kan fitnah itu besar dosanya kemudian 35:28 mengadu domba itu hukumnya haram bahkan 35:31 kemudian merendahkan sesama muslim itu 35:34 sudah cukup dikatakan orang yang jahat 35:36 di dalam Islam merendahkan saja. Nah, 35:39 kalau kemudian kita melalui apa? Melalui 35:41 komen. Eah, setelah kita like itu 35:44 hal-hal yang bisa menjadikan fitnah bagi 35:46 orang lain tanpa berpikir panjang 35:48 apalagi itu bisa merendahkan dia, 35:49 menjatuhkan dia supaya kita berharap 35:51 lebih baik dari dia. Kita share ya kan. 35:53 Coba bayangkan. Nah, jadi kan ada bukan 35:57 ini hal-hal yang kekinian tapi 35:58 dasar-dasar syariatnya sudah diterapkan, 36:00 sudah ditangkan, masyaallah ya kan. Jadi 36:03 memastikan min husni islami maru mau 36:06 komen apa kalau memang ini komen sesuatu 36:08 yang tidak penting ya kan sesuatu yang 36:10 tidak penting itu hanya menyia-nyiakan 36:11 waktu hadisnya apa Rasulullah min husni 36:14 islamil ya kan mendingan baca Quran nih 36:17 dalam kondisi lockdown ya kan akhirnya 36:19 masyaallah baca Quran enggak 36:20 khatam-khatam gitu kan kita meng-share 36:24 kemudian dikomen dengan hal-hal yang 36:26 tidak paham dan kita tidak ngerti tidak 36:28 pantas bahkan apalagi dengan 36:30 bahasa-bahasa yang tidak tadi tidak baik 36:32 Subhanallah. Jadi kan eah jadi 36:35 memastikan bahwa perita yang kita komen 36:38 itu kemudian kita akan share kepada 36:40 orang lain saja sudah membutuhkan energi 36:43 bagi kita ya kan? Baru berpikir 36:45 memastikan ini benar atau tidak 36:47 beritanya itu sudah membutuhkan energi. 36:49 Apalagi kemudian men-share itu tanggung 36:51 jawabnya sudah lain lagi di hadapan 36:53 Allah Subhanahu wa taala. Coba. Nah, 36:55 masyaallah. Jadi luar biasa ya. Nah, 36:58 jadi kaitannya ini Ramadan ini apalagi 37:03 dalam ee dalam kondisi yang yang khusus. 37:05 Apa yang khusus tadi? Ya, ini memang 37:07 dunianya sekarang yang maju yang sedang 37:09 banyak dipergunakan adalah dunia medsos. 37:11 Bagaimana puasa ini mampu mengendalikan 37:14 kita dalam hal ucapan yang ucapan itu 37:16 tidak cukup dengan ucapan verbal tapi 37:19 bagaimana ucapan itu dimediasi melalui 37:23 medsos. Di sinilah perlunya kita 37:25 mengerti tentang aturan komunikasi dalam 37:29 Islam. Mengapa tadi landasannya adalah 37:31 surah Alhujurat ayat yang keenam. Karena 37:35 di sana perintahnya tegas dari Allah. 37:39 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 37:41 Bismillahirrahmanirrahim. Ya 37:42 ayyuhalladzina amanu in jaakum fasiqu 37:46 binabain fatabayyanu. Begitu jelas. 37:50 Apabila datang kepadamu fasikun, seorang 37:54 yang fasik binabain membawa satu berita 37:57 tuh kan berarti like ini kan. Nah berita 38:01 itu sumbernya tadi fasik. Fasik itu 38:03 tidak harus datang orangnya. Nah 38:05 sekarang medianya ada datang kring. Nah 38:08 berita kepada kita. Nah itu berita orang 38:11 yang ngirimkan kita enggak tahu. 38:13 Fatabayyanu tabayun. Masyaallah. 38:16 Masyaallah. Di situlah kemudian perlukah 38:18 kita komen? Perlukah kita share? Itu 38:21 tanggung jawab kita. Ayatnya jelas. 38:24 Karena apa? Innama wal abs wal afidah 38:28 qilam taskurun. Sesungguhnya 38:31 pendengaran, penglihatan dan hati akal 38:34 itu nanti akan Allah mintakan 38:37 pertanggungjawabannya di sisi Allah 38:39 Subhanahu wa taala. Loh kita like, kita 38:41 baca, kemudian kita komen, kita share. 38:45 Ayatnya in jaakum fasum binabain 38:52 fatabayan ma 38:54 faumimin karena dampak dari itu akan 38:57 menjadikan anda menyesalah anda menyesal 39:01 kelihatannya gak ada tanggung jawab tapi 39:04 bagaimana kalau dunia share ini kita 39:07 geluti tanpa tahu aturannya kemudian 39:09 kita kembali kepada Allah menjadi orang 39:11 yang muflis. Muflis itu artinya orang 39:12 yang merugi. Amal yang kita lakukan, 39:15 kita persembahkan bagi orang lain. 39:16 Karena kesalahan ucapan, kesalahan like, 39:19 kesalahan komen dari kita yang itu 39:22 berdampak kepada fitnah bagi orangor 39:25 lain. Masyaallah. Pertama, kita akan 39:28 menyesal kalau di situ nanti ada dosa 39:31 yang kita lakukan. Yang kedua akan lebih 39:34 menyesal lagi kalau apa yang kita 39:37 lakukan berdampak menyakitkan, 39:39 menghinakan, bahkan menjatuhkan orang 39:41 lain tanpa kita sadari. Ini adalah 39:44 bagian dari ee nilai-nilai Islam untuk 39:48 menjaga keharmonisan dalam 39:50 bermasyarakat. Itu ayat yang keenam. 39:53 Ayat yang yang kesembil. 39:55 Azubillahiminasyaitanirrajim. Wain 39:57 thifatani minal mukmininatalu faaslihu 40:00 bainahuma. di sini adalah semangat 40:03 membangun kebersamaan, semangat 40:05 membangun persaudaraan, semangat 40:08 membangun kerukunan. Tuh, masyaallah. 40:12 Kalau memang tadi ucapan kita itu bisa 40:15 merukunkan orang lain, alhamdulillah. 40:18 Kalau kemudian diam kita justru 40:20 menjadikan orang lebih rukun, kenapa 40:22 kita harus berkata? Nah, kan gitu kan. 40:24 Subhanallah. Ini loh Ramadan. Bagaimana 40:28 Allah memberikan pembelajaran Ramadan 40:31 itu dalam satu sisi ini membangun 40:34 keharmonisan, 40:35 mempererat kuasa persaudaraan antara 40:38 sesama muslim. Minimal tadi menjaga 40:41 lisan untuk tidak menyakiti orang lain, 40:44 menimbulkan fitnah bagi orang lain, dan 40:46 juga tidak ee apa memberikan dampak 40:50 fitnah adu domba bagi orang lain. Nah, 40:53 jadi semangat persaudaraan begitu kan. 40:55 Masyaallah, ini luar biasa ini kan. Nah, 40:58 Ramadan semacam ini kan kalau orang 41:00 mengirim, coba Mas Anis, ada orang 41:02 ngirim ya kan video itu bisa video asli 41:05 murni atau video yang dibuat diedit. 41:08 Nah, kan ada yang video orang pengin 41:10 pulang kampung enggak jadi. Atau video 41:13 yang dibuat orang sudah sampai di rumah 41:15 diusir sama orang tuanya kan itu 41:17 kemudian persepsi kita masing-masing. 41:19 Apa persepsi kita ya kan? Subhanallah 41:22 luar biasa. Jadi dampaknya besar. gitu 41:25 dah. Masyaallah dan seterusnya. Nah, 41:27 kalau kemudian hal-hal yang terkait 41:30 teknologi ini, medsos ini mampu untuk 41:33 memotivasi, mampu untuk apalagi berpikir 41:37 positif, mampu mendorong orang untuk 41:39 beramal lebih baik, mampu mendorong 41:41 nilai-nilai dakwah lebih tersebar lah. 41:43 Itu yang dianjurkan ya kan? Nah, inilah 41:46 yuk kita kirim nih apa nih apa yang 41:48 perlu kita kirimkan ya kan. Nasihat 41:50 singkat kecil. Apalagi Allah berikan 41:53 ilmu, pemahaman, pengetahuan, 41:55 kepintaran, kecerdasan di bidang itu. 41:58 Masyaallah. Dia hanya men-share hadis 42:01 Nabi seumpama begitu. Barang siapa yang 42:04 beriman kepada Allah dan hari akhir maka 42:07 gitu kan, maka ucapkanlah yang baik atau 42:10 lebih baik dia. Dia tulis kemudian dia 42:13 share, dia bikin background. 42:15 Background-nya apa? Saya punya gambar 42:16 burung. Wah, kan masyaallah komunikasi 42:19 loh luar biasa. Jadi kalau kita dalam 42:23 kondisi semacam ini dengan kemajuan 42:25 teknologi sangat mudah dibentangkan 42:27 untuk beramal lebih baik dan 42:30 berkualitas. Subhanallah. Jadi dua ya 42:33 tadi yang kita bahas alhujurat menjadi 42:35 landasan untuk membangun keharmonisan. 42:38 Satu surat ayat yang keenam. Yang kedua 42:41 surat yang kees9. Ya, yang kesembilan 42:43 ini adalah semangat membangun 42:46 persaudaraan. 42:47 mengislahkan, merukunkan, nah mempererat 42:50 persaudaraan yang sudah terjalin di 42:52 antara kaum kaum muslimin itu berawal 42:55 dari apa? Kemampuan kita mengendalikan 42:58 ucapan dengan kita berpuasa di bulan 43:00 suci Ramadan. Ucapan itu tidak hanya 43:03 ucapan verbal yang bisa komunikasi, 43:05 interaksi antara dua orang, tapi bisa 43:07 melalui media yang begitu canggih hari 43:10 ini. Subhanallah. Mampukah kita untuk 43:12 menjalankan itu sesuai dengan petunjuk 43:14 Allah dan Rasul? Sehingga 43:16 potensi-potensi larangan dari perkataan 43:19 yang berdampak kepada murka Allah 43:22 menjadi potensi yang positif. Positif 43:25 positif yang baik yang memotivasi orang 43:28 lain untuk melakukan hal-hal yang baik. 43:30 Belum ayat yang ke-11. Apa kaitannya? La 43:33 yashar. Jangan kalian menghina, 43:36 merendahkan, menyepelkan orang lain. 43:39 Boleh jadi orang yang kau sepelikkan, 43:41 laki-laki yang kau sepelikkan, lebih 43:43 baik dari laki-laki yang 43:45 menyepelikan. Wisaun dan juga perempuan 43:48 yang menyepelekan, wanita yang lain. 43:50 Boleh jadi dia lebih baik yang 43:51 disepelikan dari orang yang 43:53 menyepelikan. Apalagi dengan menggunakan 43:56 panggilan yang tidak baik kepada orang 43:57 lain, menggunakan apa? lakop-lakab, 44:01 menggunakan apa? julukan-julukan yang 44:03 membuat orang lain tidak senang dengan 44:04 itu. Nah, itu jelas betul. Bisa enggak 44:07 tanpa ucapan itu kemudian diwujudkan? 44:11 Menghina bisa melalui tadi ya kan upload 44:15 gambar ya kan mungkin upload gambar 44:18 tahun 5 saat itu lagi jadul betul 44:20 orangnya jelek sekali. Nah, kan 44:22 masyaallah luar biasa. Bisa saja kan itu 44:26 bisa menjadi apa tadi? Merendahkan orang 44:29 lain tergantung niat ya. Atau mungkin 44:31 juga kemudian dia sematkan julukan yang 44:35 buruk kepada orang lain dan seterusnya 44:36 dan seterusnya. Apalagi sampai kepada 44:39 tadi ayat yang ke-12. Ya ayyuhalladzina 44:43 amanutanibu katsir minadzon inna ba'd 44:46 ismun wala tajasasu. Nah, masyaallah. 44:49 Apalagi tadi nih kan situasi semacam 44:51 ini. Masyaallah. Coba lihat baca ya kan 44:54 begitu berseliweran berita yang isinya 44:57 adalah prasangka. Prasangka. Prasangka 44:59 buruk ya kan. Masyaallah. Prasangka ya 45:02 antara G to G, antara perusahaan dengan 45:05 perusahaan, antara orang dengan orang, 45:06 antara pejabat dengan pejabat, antara 45:08 politikus dengan politikus, antara 45:10 harakah dengan harakah. Coba bayangkan 45:12 luar biasa. Subhanallah ya kan? Apakah 45:15 ini tetap terjadi? Nah, apalagi media 45:17 sekarang menjadi menjadi apa? Menjadi 45:19 alat komunikasi yang prima dalam kondisi 45:22 lockdown. Masyaallah dimanfaatkan. Nah, 45:25 dalam tanda petik oleh orang-orang yang 45:27 tidak bertanggung jawab. Tapi bisa jadi 45:29 kita menjadi pelakunya karena kita tidak 45:31 memahami tentang aturan bagaimana 45:34 menjaga keharmonisan. Puasa hadir secara 45:37 khusus. Di sana Rasul menyebutkan Allah 45:40 tidak membutuhkan orang yang berpuasa, 45:43 namun tidak mampu mengendalikan kalimat 45:45 zur. Kalimat 45:47 zurbal langsung interaksi antara dua 45:50 orang atau melalui media. Marilah kita 45:53 jadikan segala karunia yang Allah 45:56 berikan dengan media komunikasi ini 45:59 sebanyak-banyaknya untuk hal-hal yang 46:01 baik, hal-hal yang positif, hal-hal yang 46:04 bisa menjadi perubahan bagi diri kita, 46:06 dan hal-hal yang bisa semakin mempererat 46:09 persaudaraan kita sebagai sesama muslim. 46:12 Itulah tema tentang puasa memperat 46:15 kesatuan umat. Wallahuam bisab. Ya. 46:19 Baik, ikhwan akhwat para pendengar Radio 46:20 Silatim yang dirahmati Allah subhanahu 46:22 wa taala. sudah kita dengarkan tausiah 46:24 yang disampaikan oleh Ustaz Amin Nuroni 46:26 dalam tema puasa mempersatukan umat dan 46:29 ee banyak sekali penyampaian yang 46:31 disampaikan oleh Ustaz Amironi yaitu 46:33 salah satunya bagaimana kita bisa 46:34 meningkatkan derajat kita kepada Allah 46:35 Subhanahu wa taala dan bagaimana kita 46:38 bisa ee menjaga kualitas ibadah kita di 46:42 bulan suci Ramadan ini. Ikhwan akhwat 46:45 para pendengar radio Sultraim yang 46:46 dirahmati Allah subhanahu wa taala dan 46:48 juga pemirsa rasil visual di manapun 46:51 Anda dapat menyimak siaran kami. Kami 46:54 membuka untuk layanan interaktif. 46:56 Dipersilakan bagi ikhwan akhwat 46:58 pendengar radio Sprf dan juga pemirsa 46:59 Rasil Visual yang ingin berhubung ee 47:02 ingin memberikan 47:03 pertanyaan bisa langsung saja memberikan 47:07 pertanyaan melalui via telepon ataupun 47:10 via WhatsApp. di via telepon ikhwan 47:13 akhwat dapat menghubungi di nomor 47:15 telepon di 47:17 0218451512 dan juga bagi ikhwan akhwat 47:20 yang ingin mengirimkan pertanyaan 47:22 melalui WhatsApp bisa di 47:25 08111 47:27 999720 dan bagi pemirsa Rasil Visual 47:31 yang sedang menyimak siaran kami secara 47:32 langsung melalui ee Rasil YouTube Rasil 47:36 TV bisa langsung saja di kolom komentar 47:40 kami insyaallah akan kami baca. Bacakan 47:42 ikhwan akhwat. Kami akan rehat sejenak. 47:44 Pastikan Anda tetap di radio Sultrahim 47:46 untuk Islam yang satu. Kami akan segera 47:48 kembali. 47:52 [Musik] 48:01 Radio Silaturahim untuk Islam. Yang satu 48:03 ikhwan akhwat para pendengar Radio 48:04 Coltim dan juga pemirsa Rasil Visual di 48:07 manapun Anda dapat menyimak siaran kami. 48:08 Terima kasih Anda masih mendengarkan di 48:12 radio Silm untuk Islam yang satu. Ikhwan 48:14 akhwat, di siang hari ini sedang 48:16 berlangsung acara tausiah siang bersama 48:20 Ustaz Amin Nurori dalam pembahasan di 48:23 siang hari ini yaitu puasa mempersatukan 48:26 umat. landasan Qurannya itu di landasan 48:29 Quran surah Al-Hujurat di ayat yang 48:32 ke-6, 9, 11 dan juga yang 48:36 ke-12. Dan kita sudah masuk di sesi 48:38 tanya jawab. Kita akan bacakan 48:40 pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk 48:42 melalui WhatsApp. 48:45 Pertanyaan yang pertama, Pak Ustaz, kita 48:48 bacakan ee sebentar, Pak Ustaz. Baik. 48:52 ini datangnya 48:54 dari hamba Allah di Bekasi. 48:57 Asalamualaikum warahmatullahi 48:58 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 49:00 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Amin 49:02 Nuroni dan juga Kang Anis. ee Ustaz, 49:04 jika kita ada di dalam sebuah grup yaitu 49:10 grup WhatsApp atau lain yang lainnya, 49:12 jika ada anggota yang suka ng-share 49:15 hal-hal yang mengundang komen perdebatan 49:17 misal politik ee yang mengundang SARA 49:20 dan lain-lain, apakah yang sebaiknya 49:21 kita lakukan untuk tetap mempersatukan 49:24 dan membuat grup tetap nyaman, Ustaz? 49:26 Selain mengingatkan lewat japri apa yang 49:29 bisa kita lakukan, Ustaz mohon 49:32 nasihatnya. Syukran ya. 49:35 Bismillahirrahmanirrahim. Pertanyaan 49:37 yang cukup bagus karena itu memang 49:39 menyangkut keseharian kita. Yang harus 49:42 kita pahami langkah kita adalah memahami 49:46 tentang adab. Adab mengkomen, adab 49:49 meng-like, adab meng-share. Itu harus 49:51 kita pahami. Yang pertama adalah 49:54 memastikan bahwa yang kita share, yang 49:57 kita komentar itu adalah hal-hal yang 50:00 bermanfaat. Nah, itu yang pertama itu 50:03 adabnya agar ya tadi boleh jadi menurut 50:06 kita baik, sudah kita pertimbangkan itu 50:09 baik, belum tentu baik menurut orang 50:11 lain. Nah, nah itu kan pertimbangannya 50:14 ada. Kalau yang pure jelas ini 50:15 bermanfaat seperti berita tentang apa? 50:18 menjaga kesehatan atau berita yang 50:20 isinya tentang hadis Nabi, anjuran untuk 50:22 melakukan sesuatu yang baik dan 50:24 seterusnya itu bisa kita langsung share 50:26 ya kan atau kita tambahkan komen kalau 50:28 diamalkan bagus loh semuanya begitu 50:30 tambah share. Tapi kalau kemudian 50:33 hal-hal yang apa yang abu-abu yang kalau 50:35 kita share akan menimbulkan interpretasi 50:38 yang berbeda atau bahkan mungkin bisa 50:40 menyulut atau menyinggung orang lain, 50:42 nah itu kan pada diri kita. Nah, makanya 50:44 adab yang pertama untuk mengkomen, untuk 50:47 men-share adalah memastikan bahwa apa 50:50 yang akan kita kirimkan kita bagikan itu 50:54 adalah bermanfaat. Itu yang pertama. Itu 50:56 harus jelas. Yang kedua, ya tentu 50:58 memastikan bahwa berita itu benar atau 51:01 salah. Kan tanggung jawab ini 51:03 jangan-jangan hoak. Nah, kan begitu kan. 51:05 Benar tidak nih. Nah, apalagi seumpama 51:08 ya kelihatannya hadis. Tapi hadis ini 51:10 kok tidak umum kita dengar. Kalaupun 51:13 kita akan bagikan kayaknya juga akan 51:15 terjadi kontra ya kan. Nah atau kan 51:18 lebih baik kita ya untuk silent, untuk 51:20 diam saja. Untuk diam. Nah itu kan 51:22 termasuk juga adab ya kan. Adab 51:24 bagaimana kita mengkomen. Jadi 51:26 memastikan bahwa berita itu benar atau 51:28 ti tidak. Yang ketiga ya punya motif. 51:31 Nah punya motif baik itu juga penting. 51:34 Punya motif baik. Jadi semua yang kita 51:36 bagikan itu sebenarnya untuk membangun 51:38 keharmonisan dalam grup. kalau dipakai 51:40 grup ya kan nanti bisa membangun 51:42 kesatuan umat dan seterusnya dan atau 51:44 mempererat persaudaraan atau mungkin 51:47 kisah yang sifatnya motivasi-motivasi ya 51:49 kan seperti perjuangan seorang ibu yang 51:52 wah luar biasa tapi kemudian endingnya 51:55 karena dia mendekatkan kepada Allah 51:57 awalnya memang pahit tapi kemudian 51:58 menggugah rasa, menggugah simpati, 52:01 menggugah empati ya kan? Masyaallah yang 52:04 pada akhirnya klimaknya ending-nya 52:06 bagus. Ini adalah motivasi untuk kita 52:09 selalu dekat dengan Allah, selalu 52:11 berharap kepada Allah, selalu zikir 52:13 kepada Allah. Kan sering tuh 52:15 muncul-muncul tuh kisah seorang ibu yang 52:17 karena ditinggalkan oleh suaminya, dia 52:20 hidup dengan beberapa anak. Di tanganlah 52:22 tangan dia. Nah, ya kan? Masyaallah. 52:24 Jadi kepada kisah-kisah yang kritis tapi 52:27 itu sangat menggugah. Iya. Tapi pada 52:29 akhirnya Allah berikan pertolongan. Itu 52:30 endingnya yang indah. Jadi motivasi di 52:33 sana. Nah, kita berpikir kan kita bisa 52:35 mempertimbangkan furqan. Nah, jadi itu 52:38 pentingnya kita motif baik itu akan 52:41 memberikan pencerahan bagi diri kita 52:44 kepada sesuatu ini bermanfaat atau orang 52:46 lain. Pertimbangannya ada pada diri kita 52:48 tentunya dengan pertolongan Allah 52:49 Subhanahu wa taala. Ya. Yang keempat ya 52:53 tentu memahami tentang tadi adab 52:57 kalimatnya yang santun. Niatnya baik 52:59 tapi kalimatnya gak santun. 53:02 komunikasinya enggak asertif ya kan. 53:04 Jadi maksud baik malah justru 53:06 kontradiktif. Nah kan. Masyaallah. 53:08 Makanya luar biasalah. Jadi memang kalau 53:11 dipikir-pikir itu dipikir-pikir ya lebih 53:13 baik kalau punya medsos itu kita baca. 53:16 Kalau enggak perlu dikomentari ya enggak 53:17 perlu dikomentari ya enggak perlu 53:18 di-share ya enggak perlu share. 53:19 Alhamdulillah kita dapat informasi 53:21 kebetul apa jangan kemudian juga kita 53:23 pikirkan yang mesti kita baca dan kita 53:25 pikirkan itu Al-Qur'an hal-hal yang baik 53:28 itu saja. Jadi luar biasa. 53:31 Wallahuam. Iya. Baik. Ee jazakallah 53:34 ustaz atas jawabannya dan em terima 53:38 kasih untuk hamba Allah ya yang berada 53:40 di Bekasi yang telah mengirimkan 53:41 pertanyaannya. Baik Pak Ustaz. Kita 53:43 lanjutkan kembali di pertanyaan 53:46 selanjutnya ini 53:48 dari ee Ibu Hani. He. Asalamualaikum 53:51 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 53:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:54 wabarakatuh. Pak Ustaz, alhamdulillah 53:56 saat ini begitu banyak 53:58 komunitas-komunitas yang sangat 53:59 bermanfaat berawal dari medsos seperti 54:02 komunitas Odoj, komunitas pejuang subuh, 54:05 komunitas berbagi sedekah di hari Jumat 54:08 dan yang lain-lain. He. Hanya saja masih 54:10 banyak juga orang yang gampang copy past 54:14 dan share berita-berita hooks atau 54:16 hal-hal yang memicu perselisihan, 54:18 prasangka-prasangka dan hal-hal yang 54:20 membuat kita menjadi marah. Mohon 54:22 hasetnya, Ustaz. Apakah kita hanya 54:24 menggunakan sebagai ajang dakwah dan 54:26 kebaikan yang kita dapatkan? Syukran. 54:28 Subhanallah. Pertanyaan yang bagus dan 54:31 saya garis bawahi ayat-ayat yang menjadi 54:34 dasar landasan kita kajian kita pada 54:38 siang hari ini. Surat Al-Hujurat ayat 54:40 yang ke-6, ke-9, ke-11, ke-12 bisa 54:44 dibuka kembali, dibaca kembali, kemudian 54:47 dikaji tafsirnya. agar kita bisa 54:50 memahami ini loh landasan membangun 54:52 keharmonisan. Apakah itu keharmonisan 54:55 dalam skop yang kecil keluarga atau 54:58 keharmonisan dalam skup yang lebih besar 55:00 lagi yaitu apa tadi? Grup. Grup. Apalagi 55:03 mungkin kita pada grup yang lebih besar 55:05 lagi yaitu umat. 55:07 Sesungguhnya munculnya banyak grup-grup, 55:11 banyak apalagi banyak aliansi-aliansi, 55:14 banyak 55:15 organisasi-organisasi itu menunjukkan 55:17 bahwa memang umat Islam itu ya umat yang 55:19 satu. Jadi Allah memahami betul 55:22 kebutuhan manusia itu bahwa mereka lahir 55:25 batinnya itu memang bersatu, butuh 55:27 kepada kesatuan. Nah, itu menunjukkan 55:30 itu sehingga kalaupun tidak ada 55:33 wujud-wujud kesatuan, maka akan dibuat 55:35 wujud kesatuan itu, ya kan? Grup dibuat 55:38 ya kan? Pertemuan alumni bikin grupnya 55:41 ya kan? Pertemuan alumni apa? Haji buat, 55:45 pertemuan alumni umrah dibuat. Karena 55:48 apa? Karena dasarnya memang manusia itu 55:50 enggak bisa sendiri-sendiri. 55:52 Jadi kalau Allah mengajarkan pengamalan 55:55 Islam itu secara berjamaah, secara 55:57 bersatu, itu memang rahmat Allah untuk 56:00 menyalurkan kebutuhan manusia dalam 56:02 kebersamaan. Subhanallah. Jadi tadi ke 56:07 apa? Persatuan odot ternyata dampaknya 56:09 luar biasa positif. Persatuan tentang 56:13 subuh apa gerakan subuh luar biasa 56:15 positif. Nah, bagaimana coba kalau 56:18 kesatuan itu menjadi satu manajerial, 56:21 satu manajer, satu manajemen itulah yang 56:24 pernah dipimpin oleh Rasul dan para 56:26 sahabatnya. Iya. Yang dalam manajemen 56:28 itu tidak hanya bicara tentangun 56:30 komunitas komunikitas tertentu dengan 56:33 aktivitas tertentu. Kalau subuh kan 56:34 hanya subuh saja. 56:37 Kalau kehidupan yang dibangun oleh Rasul 56:38 dan para sahabat, komunitas hidup dan 56:40 kehidupan dunia dan akhirat, bicara 56:43 tentang ibadahnya diatur, bagaimana 56:46 dengan sosialnya diatur. Subhanallah. 56:49 Jadi kalau kita pahami bahwa munculnya 56:52 grup-grup yang bersifat positif itu itu 56:56 bagian dari kebutuhan manusia untuk 56:59 bersama. Nah, akan lebih hebat lagi 57:02 kalau kita menghayati betapa Al-Qur'an 57:04 dan sunah ini mengajarkan kepada muslim 57:07 untuk hidup bersama membangun kehidupan 57:10 dunia dan akhirat. Indah insyaallah. 57:13 Nah, jadi saya apresiasi munculnya 57:16 grup-grup ini memang positif betulah. 57:19 Gerakan subuh berjamaah kemudian odot 57:22 kemudian satu hari satu hari khatam 57:24 dengan beberapa orang terus dikeroyok 57:26 itu istilahnya. Kemudian apalagi 57:28 grup-grup yang lain yang sifatnya 57:30 apalagi religius, grup-grup yang 57:32 religius. Nah, cuman tadi bagaimana grup 57:35 grup ini pun bisa membawa dampak 57:37 tergantung 57:38 pemahaman. Jadi jadikanlah grup itu 57:41 salah satu fungsi meningkatkan iman, 57:45 ilmu, dan kualitas. Nah, kira-kira 57:47 begitu. Jadi kalau ada yang meng-share 57:50 sesuatu yang mungkin negatif gitu kan, 57:54 ah di-share lagi berikutnya. Hati-hati 57:56 nih panduannya untuk meng-share surat 57:58 apa tadi? Hujrat ayat 6. Dikirim tuh 58:01 suruh baca besok lagi ya kan ada grup 58:05 ada anggota grup mengirimkan tentang 58:07 yang kaitannya adu domba fitnah. Kirim 58:09 tuh surat apa? Al-Hujurat ayat yang 58:11 ke-12 ya kan. Masyaallah. Jadi 58:14 jadikanlah grup-grup ini menjadi media 58:17 dakwah minimal adalah untuk anggota 58:21 grupnya. bagaimana grup itu menjadi 58:23 bertambahnya ilmu, bertambahnya 58:25 bersaudara, dan bertambahnya 58:28 bersilaturahim. Itu mungkin tujuannya. 58:30 Wallahuam bismillah. Iya. Masyaallah, 58:32 luar biasa sekali. Ee jadi memang masih 58:34 banyak ee isi di dalam grup itu, Ustaz, 58:37 ya, yang kadang masih gampang untuk 58:40 men-share berita-berita yang mungkin 58:42 belum tentu kebenarannya seperti itu, 58:44 Pak Ustaz, ya. Iya, betul. Jadi, 58:45 alangkah baiknya kalau Ustaz bilang 58:47 lebih baik diam, Pak Ustaz. Seperti itu, 58:48 Ustaz, ya. daripada lebih baik diam atau 58:51 tadi memberi nasihat sebagai ilmu untuk 58:55 menjadikan apa? Dasar-dasar apa yang 58:57 mesti kita share gitu ya. Seperti itu. 58:59 Masyaallah. Baik, Pak Ustaz. Kita 59:01 lanjutkan kembali di pertanyaan 59:04 selanjutnya. 59:05 Ee saya bacakan ini dari Ibu Nabila di 59:11 Tangerang. Asalamualaikum warahmatullahi 59:13 wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam 59:14 warahmatullahi wabarakatuh. Mm. Semoga 59:17 kita selalu dalam perlindungan Allah 59:19 Subhanahu wa taala. Amin ya. Pak Ustaz, 59:22 saya izin bertanya. Pak Ustaz, saya 59:24 pernah buat status WhatsApp untuk 59:26 mengingatkan salah satu teman dengan 59:29 bahasa yang baik. Tapi terjadi tapi yang 59:32 terjadi malah banyak teman yang 59:34 tersinggung atau tersindir. Bagaimana, 59:36 Pak Ustaz? Saya berdosa atau tidak? 59:38 Jazakumullah khair. Iya. Masalah dosa 59:41 dan tidak tentu ini kaitannya dengan 59:43 amal. Rasul telah memberikan dasar innal 59:47 mal innamal amalalu binni. Tergantung 59:50 dengan niat. Kalau kemudian sudah kita 59:54 lakukan niatnya sudah baik menurut kita 59:57 itu benar ternyata disikapi orang lain 1:00:00 tidak positif. Nah, itu menjadi ilmu 1:00:03 bagi kita. Boleh jadi menurut kita 1:00:06 benar tapi dalam pandangan orang lain 1:00:10 salah. 1:00:11 Boleh jadi menurut sisi pandangan kita 1:00:13 itu isinya nasihat, tapi ternyata bagi 1:00:16 orang lain itu nyindir loh. Kan begitu. 1:00:19 Nah, inilah pentingnya kita berilmu, 1:00:21 belajar gitu kan. Masyaallah. Jangankan 1:00:24 kita Rasul sallallahu alaihi wasallam 1:00:27 coba kurang apa lagi? Innaka laa 1:00:29 khuluqin adim. Tapi apakah setiap wahyu 1:00:32 yang disampaikan dengan cara yang baik, 1:00:34 dengan sikap yang benar, dengan akhlak 1:00:36 yang sangat mulia, kemudian disikapi 1:00:38 positif? Kan juga tidak. Nah, yang 1:00:41 mensikapi positif banyak, tapi yang 1:00:43 mensikapi negatif juga banyak. Nah, 1:00:46 makanya lebih baik ini bagian dari apa? 1:00:49 Bagian dari metode. Karena tadi 1:00:51 men-share itu maksudnya kan dakwah. Nah, 1:00:53 kan kita kemarin di dakwah. He. Nah, 1:00:55 dakwah itu punya metode itu. 1:01:02 Kalau kita tidak bisa mengomentari 1:01:04 menurut lisan kita kalimat yang baik, 1:01:08 lebih baik kalau kita mau mengirimkan 1:01:10 nasihat itu view saja kalau hadis-hadis, 1:01:12 ayat-ayat tanpa komentar dari kita. Tapi 1:01:15 semangat untuk berdakwah itu bagus, 1:01:18 laksanakan terus. Kalau kemudian 1:01:20 negatif, kita mesti bermuhasabah, 1:01:23 introspeksi. Boleh jadi berlebihan 1:01:26 keinginan kita untuk meribah orang lain 1:01:28 sehingga menimbulkan ee pandangan yang 1:01:30 negatif dari orang lain untuk diri kita 1:01:33 ya. Tapi yang pasti pertanyaan 1:01:36 berdosakah atau tidak? Innamal a'malu 1:01:39 bin niat. Kalau kemudian itu menjadikan 1:01:41 ketersinggungan bagi orang lain karena 1:01:43 ucapan kita, kita beristigfar kepada 1:01:45 Allah dan kemudian kita perbaiki sikap 1:01:48 kita. Wallahuam bawab. Iya. Baik, terima 1:01:51 kasih Pak Ustaz. ee kita lanjutkan 1:01:54 kembali ee 1:01:56 dari pertanyaan selanjutnya masih dari 1:01:58 WhatsApp. Ee asalamualaikum 1:02:00 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:02:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:03 wabarakatuh. Saya Bapak Husein di Batam. 1:02:06 Iya, Pak Ustaz. Dengan kondisi pandemi 1:02:08 Covid-19 ini, kita lebih banyak di rumah 1:02:12 dan menjadi dan menjadikan kualitas 1:02:14 ibadah bersama keluarga jadi semakin 1:02:16 mantap, Pak Ustaz. Namun masih ada tidak 1:02:19 kesamaan rasa ketika di Ramadan ini, 1:02:21 yaitu dengan masih adanya orang yang 1:02:23 salat tarawih di masjid. Sedangkan para 1:02:26 ulama dan juga pemerintah sudah 1:02:28 menganjurkan untuk di rumah saja dengan 1:02:31 alasan 1:02:32 memutuskan rantai penyebaran virus 1:02:34 corona. Syukran Pak Ustaz atas 1:02:36 nasihatnya. Iya. 1:02:38 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, 1:02:40 Pak Husein. Mudah-mudahan sehat selalu 1:02:42 di Batam dan Allah berikan ee kesehatan 1:02:45 dan menjaga dari segala bentuk maraba 1:02:47 bahaya. Amin ya rabbal alamin. Nah, 1:02:50 terkait mensikapi fatwa para ulama, 1:02:53 fatwa dari MUI dan seterusnya yaitu 1:02:56 memang kalau dikembalikan kepada dasar 1:03:00 hukumnya yang disampaikan oleh 1:03:02 Rasulullah. Samum thun. Kalau kalian 1:03:06 mendengar adanya virus terjadi fil ardhi 1:03:10 di permukaan bumi. Wa anta fihim dan 1:03:13 engkau ada di sana wala takha jangan kau 1:03:16 keluar. Wa samum dan eh wa samum apabila 1:03:21 engkau mendengar fil ardhi di bumi itu 1 1:03:23 tahun eh wala tadkhulu jangan kau masuk 1:03:27 ke dalamnya. Ini menjadi syariat yang 1:03:29 disampaikan oleh Rasulullah sallallahu 1:03:31 alaihi wasallam. Dan inilah mungkin yang 1:03:32 menjadi landasan dari lockdown tadi. 1:03:35 Yang sudah ada di zona merah ya jangan 1:03:38 keluar. Yang belum di zona merah ya 1:03:40 jangan masuk ke zona merah. Itu 1:03:42 aturannya. Maka kalau kita lihat dari 1:03:45 aturan ini, kita bisa melihat kondisi 1:03:49 situasional. Kalau seumpama larangan itu 1:03:53 efektif untuk di zona merah sehingga 1:03:57 lebih aman untuk diri dan orang lain. 1:03:59 Salat di rumah, ibadah di rumah. ya itu 1:04:02 juga itulah yang bisa dilaksanakan itu 1:04:05 yang terbaik. Tapi kalau kemudian di 1:04:07 satu wilayah gitu kan yang seumpama 1:04:10 bukan zona merah dan belum ada indikasi 1:04:12 di sana tapi kemudian tetap dia 1:04:15 menggunakan protokoler tapi melaksanakan 1:04:17 tarawih kan juga tidak. Nah kan artinya 1:04:20 tidak tidak secara menyeluruh ya kan. di 1:04:24 masa Umar bin Khattab itu yang terjadi 1:04:26 kan di Syam ketika hampir saja ee 1:04:30 pembebasan kota Syam oleh Abu Ubaidah 1:04:33 bin Jarah sebagai panglimanya. Nah, 1:04:35 ketika Umar bin Khattab datang dari kota 1:04:37 Madinah ke Syam sampai sana ada ada 1:04:39 virus kemudian di apa disarankan untuk 1:04:43 kembali ya Umar dengan mengingat sabda 1:04:45 Rasul itu langsung kembali ke Madinah. 1:04:48 Tapi kan kemudian di Madinah apakah 1:04:49 kemudian berlaku untuk apa untuk tadi 1:04:52 lockdown? Kan tidak. di sana masih 1:04:53 aman-nyaman ya. Artinya situasional dan 1:04:56 kondisional yang mesti kita pahami 1:04:59 sesungguhnya adalah fatwa itu ya 1:05:03 jelas ee penggunaannya, jelas 1:05:07 efektivitasnya. Kepada siapa tadi? Zona 1:05:09 zona situ. Kalau kemudian di Batam ada 1:05:12 suatu wilayah yang terpencil di sana ya 1:05:14 penduduknya aman dan tidak ada orang 1:05:16 luar masuk dan sangat kondusif dan masih 1:05:18 jona. Apakah kemudian juga tidak boleh 1:05:20 jumatan? Kan juga tidak ya kan. Tapi 1:05:23 tetap kewaspadaan itu robitu itu harus 1:05:25 terap menjadi pakaian umat Islam. Pakai 1:05:28 tadi protokoler kesehatan, pakai masker 1:05:31 dan seterusnya dan seterusnya. 1:05:32 Subhanallah. Jadi kalau menurut 1:05:35 saya mesti harus dipahami dengan ilmu 1:05:37 dan kepahaman sehingga boleh jadi kok 1:05:41 boleh jadi nih zona zona merah Jakarta 1:05:44 tapi ada wilayah-wilayah tertentu yang 1:05:45 mungkin sangat steril gitu, aman jadi 1:05:48 masih bisa salat berjamaah. Nah, ya itu 1:05:50 sebenarnya juga tidak tidak melanggar 1:05:54 tentang fatwa. Nah, jadi bisa 1:05:57 memanfaatkan fatwa apa fatwa itu sesuai 1:06:00 dengan dengan ketetapan dengan 1:06:01 ketentuannya. Nah, jadi ee menurut saya 1:06:05 begini. Jadi apa yang mesti kita sikapi 1:06:08 harus kita dasari dengan ilmu ilmu 1:06:11 pengetahuan baik itu secara syari maupun 1:06:14 secara teknis. Kemudian apa yang 1:06:17 difatwarkan oleh para ulama tentu itu ya 1:06:20 kalau memang zona merah kita laksanakan 1:06:22 dengan niat ibadah karena Allah. Tapi 1:06:25 kalau memang masih zona hijau masih bisa 1:06:27 terlaksana berlindung diri kepada Allah 1:06:29 ya bisa saja tidak menyalahkan itu. 1:06:31 Wallahuam biswab. Jadi dari kesadaran 1:06:34 kita juga Pak Ustaz ya. Iya. Kalau emang 1:06:37 di lokasi kita sudah masuk zona merah ya 1:06:39 alangkah lebih baiknya kita di rumah 1:06:41 saja seperti itu, Pak Ustaz. Ya. Iya. 1:06:43 Baik. ee Pak Ustaz, kita lanjutkan di 1:06:46 pertanyaan selanjutnya, Pak Ustaz. Ee 1:06:49 terakhir, Ustaz, ya. Iya. Pertanyaan 1:06:51 selanjutnya ini 1:06:53 dari Ibu Rina di Jakarta Timur. 1:06:56 Asalamualaikum warahmatullahi 1:06:57 wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam 1:06:58 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:07:00 Apakah pelajaran yang bisa kita ambil 1:07:04 atau yang bisa kita petik dari Ramadan 1:07:06 dengan kondisi pandemi Covid-19 ini? 1:07:08 Syukan, Pak Ustaz. Iya, Ibu Rina di 1:07:10 Jakarta Selatan. Ini pertanyaannya 1:07:13 sedikit tapi luar biasa. Karena hikmah 1:07:18 apa? Tentu setiap orang dengan sisi atau 1:07:23 sudut pandangnya berbeda-beda dalam 1:07:26 melihat hikmah ini. Atau begini, 1:07:28 seumpama hikmah Ramadan dalam situasi 1:07:33 Covid dalam membangun kebersamaan di 1:07:36 rumah tangga. Kan bisa jadi yang tadinya 1:07:40 ya enggak pernah terarawehan di rumah, 1:07:42 jadi terawehan di rumah jadi imam. Yang 1:07:44 tadinya enggak pernah jadi imam salat 1:07:46 harus ngimamin bapak apa istri dan 1:07:48 anak-anaknya. Kan bisa saja. Yang 1:07:51 tadinya ya jarang berkomunikasi sehingga 1:07:53 ya tadi hal-hal yang kecil-kecil yang 1:07:56 menjadi problem suami istri itu tidak 1:07:58 diketahui oleh suami kan misalnya. Nah 1:08:00 hikmah itu masyaallah. Nah, kalau dari 1:08:02 sisi ibadah ya yang tadinya itu dulu ya 1:08:05 Allah suka namanya hanya pengin 1:08:07 khatam-khatam sekarang khatam terus. 1:08:09 Nah, karena enggak ke mana itu juga 1:08:11 hikmah. Subhanallah. Jadi banyak 1:08:13 sisinya. Kemudian dari sisi yang lain 1:08:15 kalau mungkin dari sisi apa? Dari sudut 1:08:18 kesehatan. Nah, kalau Islam selama ini 1:08:22 mengajarkan tentang kebersihan susah 1:08:24 betul diterapkan. Nah, ternyata dengan 1:08:27 apa datangnya apa wabah ini memaksa 1:08:30 memaksa muslim untuk hidup tadi bersih 1:08:33 kan? Bentar-bentar cuci tangan 1:08:35 besar-bentar cuci tangan bentar-bentar 1:08:36 cuci. Ah, masyaallah luar biasa kan dari 1:08:39 sisi hikmah. Jadi yang jelas Allah 1:08:41 berfirman 1:08:42 azubillahiminasyaitanirrajim. Rbana ma 1:08:44 khalaqta hadza batila 1:08:47 subhanaka ya ya Allah rbana ma khalaq 1:08:52 had batila. tidaklah sesuatu yang engkau 1:08:54 ciptakan itu sia-sia, pasti ada 1:08:57 hikmahnya. Nah, jadi kita sebagai muslim 1:09:01 ya mengambil secara pribadi hikmahnya 1:09:05 masing-masing. Kemudian kita seb jadikan 1:09:08 sebagai sarana semakin dekat dengan 1:09:10 Allah, sandarkan diri kita kepada Allah. 1:09:13 Semuanya itu nilainya hanya ujian agar 1:09:16 kita semakin baik meningkat imannya 1:09:18 kepada Allah Subhanahu wa taala. Itu 1:09:20 saja. Wallahuam. Iya. Baik. Ada 1:09:22 kesimpulan Ustaz yang ingin sampaikan? 1:09:24 Boleh. Iya. Pendengar Radio Silaturahim 1:09:27 dan pemirsa Rasil Visual yang dimuliakan 1:09:29 oleh Allah. Kajian kita tentang puasa 1:09:33 mempererat 1:09:35 persaudaraan. Mudah-mudahan dengan puasa 1:09:38 kita tahun ini ee spesial pandemi 1:09:43 Covid-19 mampu memberi pelajaran bagi 1:09:47 kita khususnya apa? Mengendalikan 1:09:50 ucapan. 1:09:52 kemudian mengendalikan komunikasi secara 1:09:56 medsos yang itu semua diberi 1:09:59 rambu-rambunya oleh Rasulullah. Siapa 1:10:01 yang tidak mampu untuk meninggalkannya 1:10:04 maka puasa kita nanti bisa bernilai 1:10:06 sia-sia. Nauzubillah minzalik. Apalagi 1:10:09 dampak dari ucapan dari metsos itu 1:10:12 menimbulkan kegaduhan. Kegaduhan dalam 1:10:15 rumah tangga, kegaduhan dalam 1:10:17 bermasyarakat, apalagi kegaduhan dalam 1:10:19 komunitas umat Islam. Maka ini menjadi 1:10:22 hal yang penting untuk kita jaga. Maka 1:10:25 dasar-dasarnya tadi ayo kita baca surah 1:10:27 Al-Hujurat yang menjadi landasan 1:10:29 keharmonisan dalam kita membangun 1:10:31 masyarakat ini. Mudah-mudahan ke depan 1:10:34 lepasnya kita dari ee kondisi ini 1:10:37 menjadi muslim yang semakin asertif 1:10:39 dalam komunikasi, kemudian semakin apa? 1:10:42 indah dalam bersikap dan semakin humanis 1:10:46 terhadap sesama muslim sehingga 1:10:48 komunikasi kita, hubungan kita semama 1:10:51 muslim semakin erat persaudaraannya. 1:10:54 Wallahu aam bisawab. Alafu minkum. 1:10:56 Asalamualaikum warahmatullahi 1:10:57 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:10:59 warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih 1:11:01 jazakumullah kepada Ustaz Amin Rori yang 1:11:03 telah memberikan materinya, ilmunya, 1:11:06 tausiahnya kepada kita semuanya dalam 1:11:08 pembahasan yaitu puasa mempersatukan 1:11:11 umat dengan landasan Quran surat 1:11:12 Al-Hujrat di ayat yang ke-6 9 11 dan 1:11:15 juga ayat yang 1:11:17 ke-12. Dan semoga dapat bermanfaat bagi 1:11:20 kita semuanya menambah keimanan dan juga 1:11:22 ketakwaan kita di sisi Allah subhanahu 1:11:23 wa taala. Ikhwan akhwat para pendengar 1:11:25 radioahim yang dirahmati Allah subhanahu 1:11:27 wa taala. Sebelum kami tutup, ada 1:11:28 informasi yang bisa kami 1:11:31 sampaikan. Ikhwan akhwat ee masa SMA itu 1:11:34 seperti palang arah. Mau ke mana anak 1:11:36 kita ditentukan dari SMA-nya. Data dari 1:11:40 Tempo dan Kompas pada tahun kemarin 87% 1:11:43 mahasiswa baru merasa salah jurusan. 1:11:46 Bagaimana hal ini bisa terjadi? 1:11:48 Bagaimana memilih jurusan yang tepat 1:11:50 untuk anak kita? Ikhwan akhwat, ikuti 1:11:53 quality time bersama Bapak Munif Khatib. 1:11:57 yaitu Direktur Pendidikan 1:11:59 YPSJ ee insyaallah dalam tema tips 1:12:02 memilih jurusan masa depan yaitu di hari 1:12:05 Kamis di tanggal 7 Mei 2020 di jam 10.00 1:12:09 sampai jam 11.30 Waktu Indonesia Bagian 1:12:12 Barat. Insyaallah acara ini live di via 1:12:15 Google Meet. Oke. Baik. Eh, ikhwan 1:12:18 akhwat, kami informasikan sekali lagi 1:12:20 bagi ikhwan akhwat yang ingin mengikuti 1:12:23 acara quality time bersama Bapak Motiv 1:12:26 Hatif dalam tema memilih jurusan masa 1:12:28 depan bisa dapat diikuti di via Google 1:12:31 Meet di hari Kamis di 7 Mei 2020 di jam 1:12:35 10.00 pagi sampai jam 11.30 waktu 1:12:38 Indonesia bagian barat. Terima kasih 1:12:40 ikhwan akhwat yang telah memberikan 1:12:41 pertanyaannya. Semoga kuota ataupun 1:12:43 pulsa yang dikeluarkan dicatat oleh 1:12:45 Allah subhanahu wa taala digantikan 1:12:46 dengan pahala yang berlipat ganda. Dan 1:12:48 mudah-mudahan bulan puasa kita di bulan 1:12:50 ini diberikan kekuatan oleh Allah 1:12:52 subhanahu wa taala dan diterima oleh 1:12:53 Allah subhanahu wa taala. Amin. Allahum 1:12:55 amin. Akhir kata saya Muhammad Muhammad 1:12:58 Anis Mualim yang bertugas dan juga ada 1:13:00 teman-teman kita ada Neza di kameraman 1:13:03 dan juga ada Hafiz di meja operator dan 1:13:07 juga rekan-rekan kita yang telah merray 1:13:09 acara tausiah siang di siang kali ini. 1:13:12 Terima kasih untuk teman-teman kita yang 1:13:15 berada di Magelang melalui Radio Almas 1:13:18 dan yang berada di Pontianak melalui 1:13:19 Radio Madinah di 90 FM dan juga 1:13:22 teman-teman kita yang berada di Sukabumi 1:13:25 melalui Radio Latansa FM dan yang berada 1:13:28 di Semarang di Radio Silaturahim 720 AM 1:13:31 dan juga ikhwan akhwat pendengar kita 1:13:34 yang berada di Palembang di Radio Rasal, 1:13:36 yang berada di Bondowoso di Radio 1:13:38 Silaturahim dan juga yang berada di 1:13:40 Banyuwangi melalui radio Suara Habib 1:13:42 Ullah di 94,8 FM dan juga yang berada di 1:13:46 Piungan, Yogyakarta di Radio Silaturahim 1:13:48 AM ee 104 KHz. Terima kasih Ikhwan 1:13:52 Akhwat. Terima kasih atas ikhwan yang 1:13:54 telah mendengarkan acara tausiah siang 1:13:56 kali ini. Subhanakallahumma wabihamdika 1:13:58 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 1:14:00 waubuik. Kurang lebih kami mohon maaf. 1:14:02 Billah taufik wal hidayah. 1:14:03 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:14:04 wabarakatuh.