Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Hasil 0:03 TV. 0:08 Bismillahirrahmanirrahim. 0:09 Asalamualaikum warahmatullahi 0:11 wabarakatuh. Apa kabar, Mas Toni? 0:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:16 wabarakatuh. Kabar baik. 0:18 Alhamdulillah. Bagaimana cuaca di tempat 0:21 Mas Toni? Dingin-dingin sedap ya? 0:24 Keras 0:26 nyamanlah. Itu yang penting. Weh, bulan 0:29 bulan purnama lagi terang-terangnya 0:32 semalam ya. Luar biasa. Tapi 0:34 yang di pesisir lagi kebingungan. Takut 0:36 ada R. Ah, Mas Toni eh entah ya ini apa 0:42 menyebabkan Mas Toni menulis ee fenomena 0:45 Dedi Mulyadi. Akankah menjadi sebuah 0:48 cerita ketika Prabo membesarkan anak 0:51 macan lagi? Itu mungkin menjadi bahasan 0:54 kita pagi hari ini. Di luar itu juga 0:56 kita mendengar ada beberapa orang yang 1:00 meninggal akibat training cara militer 1:03 dari koperasi merah putih. Apa yang 1:05 terjadi? Kan jangan sampai disebutlah 1:08 itu kan cuman lima dari ribuan orang. 1:10 Ini yang repotnya. Karena memang ini 1:13 kematian ini menyebabkan sebuah catatan 1:16 ya. Belum lagi dalam kesehatan jiwa ada 1:18 dokter Ica itu kemarin juga ya stres 1:21 ngadapin pejabat yang nampaknya e asal 1:25 ngomong ya. Para pendengar radio juga 1:28 ingin mendengar tentang kok Prabowo 1:30 pergi ke kampus tapi ada seminar 1:33 republik apa-apa gitu yang mendadak 1:36 dibubarkan. Akankah Pak Prabowo akan 1:39 mendengarkan ee ee apa ee para 1:43 orang-orang dari dunia akademik ke depan 1:45 atau apa yang sedang terjadi sebenarnya? 1:49 Belum lagi isu-isu lain yang tentang Pak 1:53 eh Boeing yang lagi mengumpulkan PT 1:55 Paldan Pindat. Ee bagaimana di balik 1:58 kisah ini dan juga sebuah perjalanan 2:01 contoh sebuah negara ee di belahan dunia 2:05 lain. Nah, yang menjadi catatan dari 2:08 berita pagi hari ini, Lula Presiden yang 2:11 menjadi contoh Brazil Indonesia. 2:13 Nampaknya banyak kesamaan. Bagaimana 2:15 kisahnya? Ya, silakan Mas Toni Rosid 2:18 mungkin bisa mengisi. Nah, oh i hari ini 2:23 hari 80 tahun ya, Brimop ya di Cikes ini 2:27 jalan di depan sudah mulai ditutup nih. 2:29 Pagi-pagi Pak Prabowo, Pak Jokowi, dan 2:32 para pejabat akan mengadakan upacara di 2:34 kepolisian sana. Tengah-tengah Indonesia 2:38 yang sedang diingatkan oleh Majelis 2:40 Ulama Indonesia bahaya tentang LGBT. 2:44 Tiru Rusia kura katanya. Silakan Mas 2:46 Toni Rasyid yang mana mau diambil 2:48 dibahas 30 menit ke depan. 2:51 Ee baik Pak Isan. Pertanyaan pertama dan 2:55 paling awal tadi ke saya ee kenapa saya 2:59 menulis tentang itu Dedi Mulyadi dengan 3:02 Prabowo begini Pak Ihsan. 3:05 di masyarakat miskin ee mayoritas miskin 3:09 seperti Indonesia apalagi dalam ekonomi 3:11 seperti sekarang ini ya. Ee dan 3:14 terus-menerus yang selalu menjadi ee apa 3:18 trending topik itu adalah ee gimik-gimik 3:22 yang dimunculkan oleh para tokoh yang 3:24 punya panggung. H 3:25 ini yang kemudian menurut saya akhirnya 3:28 ee masyarakat mendapat hiburan. dan 3:30 muncul rasa empati apa dari dari rasa ya 3:35 buka dan kemudian e logika yang bisa 3:38 melihat secara holistik dan komprehensif 3:42 itu seringki kemudian terabaikan yang 3:44 sehingga ee kita memunculkan ee para 3:47 pemimpin-pemimpin kita berbasis kepada 3:50 ee rasa yang sesaat ya, rasa simpatik 3:53 yang sesaat ee tidak memikirkan ee 3:57 secara holistik bagaimana ketika 3:59 seseorang itu nanti memimpin dan 10 4:01 tahun kita dipimpin oleh ee periode yang 4:05 lalu ya hasil dari rasa yang sesaat itu 4:09 yang kemudian mengakibatkan hirok pikok 4:11 yang sampai hari ini belum 4:12 selesai-selesai itu maksud saya. Artinya 4:16 ee kita perlu terus-menerus ee mendorong 4:21 ee apa ee atau menstimulus kecerdasan 4:25 rakyat yang sehingga ee rakyat itu 4:29 mau terbuka untuk memikirkan masa 4:30 depannya, tidak terjebak kepada gimik, 4:33 tidak terjebak kepada hal-hal yang 4:35 sifatnya spontan atau sifatnya ee 4:38 menggugah had yang sifatnya sesaat gitu 4:41 loh. Jadi kira-kira ginilah ya, ada 4:43 seorang penceramah kemudian memberikan 4:45 ceramah nangis semua. Negara ini enggak 4:47 selesai urusan, enggak selesai 4:49 masalahnya dengan tangisan itu gitu loh 4:52 ya kan ya. Tetapi kemudian ada orang 4:55 yang mengisi seminar gitu kan melakukan 4:58 riset, melakukan seminar ee kemudian 5:00 diseminarkan hasriset itu ditunjukkan 5:02 ini loh masalahnya. Kemudian kita perlu 5:04 meng-hire SDM ee teknokrat seperti ini, 5:07 kemudian langkah-langkahnya seperti ini. 5:10 Strateginya seperti ini, ya. Ini 5:12 kemudian perlu jangka panjang. Itu pun 5:14 enggak cukup perlu eksekusi. 5:16 Jangan sampai Indonesia itu selalu lahir 5:20 dari ratapan-ratapan sesaat yang 5:22 kemudian ya tetap meninggalkan persoalan 5:25 bahkan mendapatkan persoalan yang lebih 5:27 banyak. Itu poin yang sebetulnya ingin 5:29 saya sampaikan gitu loh. Nah, inilah 5:32 yang harusnya itu yang kemudian 5:34 mempengaruhi elektabilitas bukan 5:36 kemudian ratapan sesaat nangis semuanya 5:39 milih gitu kan. E terus sedih semuanya 5:41 memilih gitu kan. Sampai kapan Bang ini 5:44 mau selesai? Karena itulah 5:46 ee kuncinya adalah SDM SDM SDM. Caranya 5:50 meningkatkan SDM itu adalah perbaiki 5:53 pendidikan, perbaiki pendak pendidikan 5:56 lagi. Iya, betul. ya. Enggak ada enggak 5:58 ada jalan lain ya. Jadi anggaran untuk 6:00 otak itu jangan diturunkan gitu kan ya. 6:03 Tetap untuk anggaran otak itu biar 6:05 masyarakat betul-betul betul cerdas. 6:08 Adapun ya kalau otak itu tanpa tanpa 6:11 perut diperhatikan itu juga susah. Cari 6:14 anggaran yang lain untuk perut gitu loh. 6:16 Jangan mengurangi anggaran yang di atas 6:18 terus kemudian untuk perut. Tapi cari 6:20 anggaran lain untuk perut. Kira-kira 6:21 gitu. 6:23 Ee terkait dengan 6:25 Brimop. Selamat ya ee untuk BRIMOP hari 6:30 ini berulang tahun semoga ee makin baik, 6:34 makin dekat dengan rakyat, makin 6:36 mengayomi rakyat sesuai jargon 6:38 kepolisian ya. Begitu juga makin peka 6:41 terhadap persoalan-persoalan rakyat, 6:43 makin humanis ya. Ya, makin ee 6:46 komunikatif dengan rakyat di dalam 6:48 segala relasi relasinya baik relasi 6:51 langsung maupun tidak maupun relasi yang 6:53 tidak langsung ya. Bagaimana kemudian 6:55 Pak Prabowo ke situ? Ini menjadi 6:57 perhatian khusus. Ee sepertinya tidak 7:00 apa tidak lepas hubungannya kemarin dari 7:05 ketika Pak Prabowo bilang ee inilah ee 7:07 sulit ini Pak Pak sikit ini dicopot 7:10 Kapol ini dicopot gitu kan. Padahal ini 7:12 sudah waktu terpanjang. Apa yang 7:14 tersirat gitu kan. ee orang pada 7:17 mengatakan ya ini kan akhirnya kemudian 7:20 menjadi tafsir politik gitu loh ya Pak 7:22 Prabowo enggak berani kan satu ya Pak 7:25 Prabowo masih butuh Kapolri untuk urusan 7:28 politik akhirnya tafsir macam-macam gitu 7:30 kan ya saya juga punya hak untuk 7:33 memberikan tafsir gitu loh ee bahwa ee 7:37 itu seperti sinyal yang disampaikan 7:39 kepada Solo, "Pak Jokowi enggak aku 7:41 copot loh." Kira-kira gitu. H 7:43 enggak, enggak masih aman Pak Jokowi 7:45 gitu kan ya. Karena itu Pak Jokowi 7:48 gituah ya apa namanya hubungan kita baik 7:51 ee apa jalin baik-baiklah gitu kan kita 7:54 kan kawan saya jadi begini kan karena 7:56 Pak Jokowi juga kira-kira itulah e pesan 7:59 yang ingin disampaikan ini juga tafsir 8:01 gitu ya namanya juga juga juga tafsir ya 8:04 karena sebelumnya juga ee didit dikirim 8:06 oleh Pak Prabowo ke Solo kemudian habis 8:09 itu Hasyim ya what is wrong apa ini 8:12 salah ya ada sesuatukah di situ yang 8:16 kemud kemudian sampai ee ke sana dan 8:18 sebagainya. 8:20 Pak 8:21 ya saya ee mengingatkan dua kali saya 8:24 sudah pernah menulis. Yang pertama itu 8:27 bulan Februari tahun 2025. Yang kedua 8:30 bulan ee yang pertama tanggal 10 8:32 Februari 2025. Yang kedua tanggal 2 8:35 September 2025. Jadi ee saya ingin 8:39 mengatakan ini bukan bukan punya maksud 8:42 apapun ya. itu. Sebagaimana juga saya 8:44 ketika menulis dulu di media eh aduat 8:49 Pak apa Pak Jokowi VS Megawati ya bisa 8:52 dicek g itu ke tahun 2017 orang baru 8:56 sadar tahun 2024 8:58 h 8:58 ya saya menggunakan kaji ee betul-betul 9:01 menggunakan analisis berbasis teori 9:03 ilmiah karena memang saya punya latar 9:06 belakang ya basic ya basic keilmuan 9:08 teori konflik gitu loh saya mencoba 9:11 untuk mengumpulkan variabel-variabel itu 9:13 ketika ada dua kepentingan ya yang 9:15 kemudian dua kepentingan itu sulat 9:17 disatukan ya susah disatukan maka akan 9:20 terjadi benturan kepentingan apa pada 9:24 saat Pak Jokowi dengan Ibu Megawati Ibu 9:26 Megawati ya ingin menjadi rajanya raja 9:29 karena dialah yang membesarkan Pak 9:31 Jokowi memberikan tiket dan dia partai 9:33 terbesar yang mengawal Pak Jokowi. Di 9:35 sisi lain Pak Jokowi adalah presiden 9:37 negeri ini lebih besar daripada sekedar 9:39 ketua partai. Ya, presiden itu seluruh 9:41 rakyat Indonesia di dalamnya ada 9:43 partai-partai, enggak mau dikecilkan. Di 9:45 situlah ada benturan kepentingan ee 9:47 meledak, ditahan-tahan meledak. Begitu 9:50 juga misalnya ya Pak Jokowi dengan Pak 9:53 Prabowo. Pak Prabowo ini presiden enggak 9:55 mau juga didikte oleh Pak Jokowi. Pak 9:57 Jokowi merasa punya investasi yang 10:00 sangat besar dan dari situ ada 10:02 kepentingan anaknya Gibran. Sementara di 10:04 lingkungan Prabowo baik Grindra maupun 10:08 apa namanya orang-orang militer di 10:10 sekitar Prabowo enggak suka juga sama 10:11 Gibran. Itu kan ada sejarahnya. Mereka 10:13 tidak ingin kita menjadi cawapresnya. 10:16 Tetapi untuk menjadi menang ya harus 10:18 ngambil ee Trapan lain harus mengambil 10:21 kiblan dan pada akhirnya terbukti ee 10:23 inisiatif atau itu menang dan ini 10:25 terjadi ketegangan-ketegangan. 10:27 ee tentu kan ada komitmen-komitmen kita 10:31 tidak tahu ya masyarakat secara umum 10:33 tidak tahu komitmen-komitmen apa. Tapi 10:35 persoalannya adalah tidak mudah bagi Pak 10:38 Prabowo itu merealisasikan komitmen itu. 10:41 Enggak mudah gitu kan. 10:43 Mudah karena apa? Akan ada benturan 10:45 dengan dengan kepentingan politik 10:46 mungkin kebangsaan, kepentingan 10:48 kenegaraan atau kepentingan politik 10:50 kolegial dan sebagainya ya. Ini ini akan 10:53 ada benturan ya. ee kepentingan politik 10:55 Pak Prabowo sendiri. Pak Prabowo kan 10:57 selalu dihujat terus karena ya tidak 11:00 bisa menghindarkan diri dari Pak Jokowi. 11:02 Nah, ini kan juga menjadi sebuah 11:03 kepentingan sendiri untuk mempersulit 11:05 kalau memang ada komitmen itu sulit 11:07 untuk realisasikan. Begitu juga Pak 11:10 Ihsan bahwa ee kita melihat ketika Hasto 11:14 misalnya ya ee itu kan kemarahan publik 11:18 akan melihat itu sebagai kemarahan Pak 11:20 Jokowi. Akhirnya Hasto ditersangkakan, 11:22 Tom Lembong ditersangkakan. Dua orang 11:24 ini adalah ee tokoh yang berseteru ya 11:29 dengan Pak Jokowi di akhir jabatan Pak 11:31 Jokowi kemudian jadikan tersangka. Wajar 11:34 kalau kamplik itu menganggap bahwa ini 11:36 kriminalisasi. ketika jadi tersangka 11:38 dibebaskan juga kemudian bebas. Siapa 11:40 yang bisa membebaskan? Publikan kan 11:41 melihat enggak ada yang bisa membebaskan 11:43 kecuali Pak Prabowo kan gitu. 11:45 Terus kemudian kemarin ee Tifa ya sama 11:50 Raisur ya menuntut ijazah soal ijazah 11:53 palsu. Kemudian dari tersangka bisa 11:54 tersangka melipatkan kejaksaan 11:56 dilepaskan 11:57 paling tidak dilepaskan dari tahanan. 12:00 Dan ini kan sudah diprediksi oleh publik 12:02 dan kemudian menjadi realitas. Nah, 12:04 nanti ketika sudah dilimpahkan kejsaan 12:06 juga akan dilepas ya. Kemudian betul 12:08 betul ketika P21 kemudian di dilepas 12:12 dalam pengertian bukan yuridis ya paling 12:14 tidak secara faktual tidak ditahan lagi. 12:16 Nak perseteruan ini kan kemudian 12:18 terus-menerus menjadi menjadi ee kuat di 12:21 persegang. Nah, ketika ada narasi-narasi 12:24 sementara Pak Sikit semua orang tahulah 12:28 Pak Sigit itu dekat sekali dengan Pak 12:30 Jokowi lah diangkat oleh Pak Jokowi dan 12:32 ini menjadi Kapolis terlama. E kalau 12:34 pada hari ini Pak Prabowo itu memberikan 12:39 perhatian khusus ya kepada kepolisian 12:41 termasuk kepada BRI primor ya bisa 12:43 dimaknai ini adalah ee di dalam rangka 12:47 untuk ee satu ya. Jadi itu loh ya 12:50 menegaskan bahwa apa ee Pak ini tetap 12:55 meskipun dari militer tetap dekat dengan 12:57 kepolisian. Yang kedua menegaskan Pak 13:00 Sik eh apa namanya kepada Solo bahwa ee 13:03 ada mendapatkan perhatian khusus. Yang 13:05 ketiga, boleh jadi ada situasi keamanan 13:09 yang akibat dari apa ee pengangguran 13:12 PHK, pengangguran kemiskinan yang 13:15 kemudian menimbulkan ee kriminalitas 13:17 yang semakin tinggi ya. Sehingga ada 13:20 Satgas ee apa? Satgas di Jakarta ini 13:24 satgas kriminal, 13:26 preman ya, pembegalan satgas begal gitu 13:28 kan ya. ee itu juga menjadi sebuah ee 13:32 sinyal bahwa situasi sedang seperti ini. 13:36 Maka Pak Prabowo harus mengoptimalkan 13:38 kinerja kepolisian ya. Di antaranya 13:41 adalah dengan memberikan perhatian 13:42 kepada kepolisian. Ini kan bisa kemudian 13:45 dimanai ee seperti itu. Kemudian masuk 13:47 kemudian ee Satgas PHK terjadi pelumang 13:50 PHK yang luar 13:52 luar biasa. Dan ini kan e sudah berapa 13:55 puluh kali saya wawancara dengan Pak 13:59 dialog tentang kan 14:00 PH tentang ini seringkali saya singgung 14:03 gitu kan eh ya secara awam saja kita 14:06 memotret ekonomi makro kalau kondisi 14:08 ekonomi seperti ini kemudian investasi 14:12 apa investasinya semakin melemah dan 14:14 sebagainya ya terjadilah otomatis 14:17 efisiensi efisiensi paling mudah adalah 14:20 ee PHK PHK melainkan dan ee apa PHK ee 14:25 menciptakan kemiskinan-kemiskinan daya 14:27 beli kemudian menjadi menurun daya beli 14:29 menurun otomatis produksi menurun 14:31 produksi menurun tambah PHK lagi ya 14:34 sementara e BBM naik modal kemudian 14:38 dolar tinggi bahan baku naik ya 14:41 produktivitas berkurang gitu kan harga 14:44 makin mahal modal makin mahal pembelinya 14:46 juga berkurang ya STHK makin makin besar 14:50 akumulasinya ya dari sini. Kemudian 14:53 kalau kemudian buat setgas PHK ya, 14:57 apakah ini sebuah solusi gitu kan 14:59 ya. 15:00 Iya. 15:00 Jadi jangan saya begini Pak ee hulu 15:03 tidak digarap, hilirnya digarap 15:05 sementara Pakam 15:07 kebakaran aja jadinya. 15:09 Iya. He 15:10 contoh toren e apa ee torren itu kotor 15:14 gitu kan selalu di dibuka kemudian ada 15:17 debu masuk terus di situ debunya banyak 15:20 ya di kota Jakarta lah misalnya. He. 15:22 Nah, kemudian yang di air yang keluar 15:25 dari kran otomatis kan ikut kotor. 15:27 Ee memperbaiki kran betul memang di situ 15:30 ada kerak-kerak perlu. Tetapi kalau 15:33 hanya healer saja yang dibersihkan 15:35 sementara hulu ya tidak diperbaiki, 15:38 tidak dibersihkan ya 15:41 sama saja tidak akan terjadi sebuah 15:42 perubahan. Maksudnya apa? 15:44 Kebijakan-kebijakan 15:46 ekonomi itu sebagai ee hulunya gitu kan 15:51 ya. Terus kemudian PHK itu sebagai 15:53 hilirnya. Kalau kita hanya menyelesaikan 15:56 urusan PHK saja ya. Meskipun mengangkat 15:59 ee Junghur jadi menteri, kemudian 16:03 mengangkat Said Iqbal menjadi penasihat 16:07 presiden atau nanti mengangkat siapa 16:09 lagi yang sekarang juga ee partai buruh 16:12 mulai pecah dan sebagainya. Ya, ini kan 16:15 urusan hulu eh urusan hilir. Urusan 16:18 hilir boleh memang perlu diis. Tapi 16:20 kalau hulu tidak pernah diselesaikan, 16:22 tidak saya ingin sedikit memberikan 16:24 sebuah gambaran begini ya. Apa, Bu? 16:26 Musuh negara itu banyak. 16:29 Para taipan itu adalah orang banyak 16:32 taipan ya, bahkan mayoritas ya. Umumnya 16:35 itu memang merusak negara itu. Mereka 16:37 ngambil aset seenaknya dengan Kong 16:39 Kalikong ya dengan Dina apa ee AT dan 16:44 sebagainya PPN ya banyak. Kemudian 16:47 sawit-sawit di digarung sama mereka. 16:50 Kemudian digarung oleh mereka terus 16:53 kemudian tanah-tanah dijadikan ini. Saya 16:55 pernah tanya kepada salah seorang ee 16:58 kepala dinas ya. Dia datang ke tempat 17:01 saya ee saya undang memang kemudian saya 17:03 nanya, "Pak, di sini ada berapa itu ee 17:06 tambang yang ada IUP? Ada 300 Pak." Git. 17:09 Terus kemudian ee yang itu legal legal 17:13 yang ilegal ada, Pak berapa? Lebih dari 17:15 1000 gitu kan? Ya, itu kan itu legal 17:19 yang dari belum lagi, Pak. Belum lagi 17:23 yang punya IUP kemudian iubnya cuman ee 17:27 100 hektar ya, nambahnya 1000 hektar 17:32 yang sama ya. Ya, yang kemudian belum 17:35 lagi ah ini musuh-musuh negara, ini 17:38 musuh rakyat. Inilah yang kemudian 17:41 membuat ee pasal 33 Undang-Undang Dasar 17:44 45 itu tidak bisa direalisasikan. Ini 17:47 yang membuat keadilan sosial sebagaimana 17:50 ee sila kelima dari Pancasila itu tidak 17:52 direalisasikan. Kenapa ini terjadi 17:54 antara garong-garong ini dan 17:56 garong-garong itu tidak akan pernah bisa 17:59 melaksanakan menjalankan aksinya tanpa 18:01 kerja sama dengan pihak penguasa? Enggak 18:04 bisa. 18:05 Maka setuju sekali ketika Pak Prabo 18:07 melawan mereka. Tapi persoalannya adalah 18:10 kalau semuanya dihabisi ya Pak Prapowo 18:13 itu jadi menteri, jadi presiden itu 5 18:15 tahun minimal 5 tahun ya. Ee jangan 18:19 kemudian itu kemudian seolah-olah ya 2 18:22 tahun harus selesai 2 tahun enggak bisa. 18:26 ini loh mereka ya melakukan ee 18:29 penggarongan dengan sebuah proses ya 18:32 sampai puluhan belasan puluhan tahun 18:35 mereka lakukan sehingga bisa seperti ini 18:37 tidak Bim Salaim kemudian bisa 18:39 selesaikan dalam 2 hari akhirnya apa ya 18:41 ketika itu mau diselesaikan begitu musuh 18:44 banyak tidak siap kita akhirnya kita 18:46 yang hancur-hancuran ya HQ ya kemarin 18:50 50% APBN buat bayar hutang macam-macam 18:55 kurs lagi di itu kemudian membuat 18:58 kebijakan efisiensi terhadap daerah loh. 19:00 Justru daerah menjadi penopang untuk 19:03 perputaran ekonomi. Kalau di makin makin 19:06 makin kemudian masuk ke program-program 19:09 yang justru malah tidak efisien ya. ya e 19:13 misalnya ya kemudian di MT di KMP itu 19:18 kan up betul memang itu bisa menopang 19:22 pertumbuhan ekonomi tetapi kalau tidak 19:24 siap tidak ini tetapi apa ee ee 19:29 menggugurkan yang lain yaitu efisiensi 19:31 TKD kepada daerah-daerah itu. Maksud 19:34 saya begini, saya ingin memberikan 19:36 ilustrasi dengan Jaya ee apa ee Radin 19:39 Wijaya ketika mendirikan kerajaan ee 19:43 kerajaan Majapahit ya. Ya, arsitekturnya 19:48 itu namanya Arya Wiera Raja gitu kan. 19:51 Pelan gimana melawan Jaya Katwang 19:53 sementara dia adalah ee Jaya ee apa 19:56 namanya? Raden Wijaya itu adalah orang 20:00 ee yang dicari ya Indonesia itu 20:02 istilahnya itu namanya 20:04 ya wanted gitu kan 20:07 person orang yang dicari itu ya ee itu 20:11 terus kemudian atas lobi dan strategi 20:14 dari Arya Wirajai yang kemudian bisa 20:18 diterima pura-pura nunduk datang gitu 20:21 kan yang kemudian datanglah ee Mongol 20:24 tentara Mongol dengan kekuatan yang 20:26 sangat besar mau balas dendam ya. Tetapi 20:28 kemudian dimanfaatkan oleh ewar raja 20:32 dengan ee apa raten wijayanya. Ya udah 20:35 aku kasih kompensasi ini. Kamu sikat 20:38 dulu itu Jaya Katwang. Jaya Katwang itu 20:40 bisa dihabisi. Tapi juga karena Jaya 20:43 Katwang itu kan Kediri yang kemudian 20:45 merebut dan menghabisi Singosari. 20:47 Kemudian Mongolia juga bisa dihabisi 20:49 karena juga merebut Pulau Jawa kan gitu 20:52 ya. Artinya perlu ada strategi dan perlu 20:55 ada proses tahapan. Tidak kemudian 20:58 sekaligus dilawan. Coba pada saat itu 21:00 jajal Katwan itu dia mau melakukan 21:03 perlawanan kepada Mongolia. Habis, Pak. 21:06 Kalau kemudian Raden Wijaya, Raden 21:08 Wijaya melakukan perlawanan kepada Jaya 21:10 Katwang habis ya kecil kerajaan yang 21:13 baru lahir. Maksud saya 21:15 iya oligarki dan Prabowo ini sedang 21:18 berstrategi ya. 21:21 sepakat daya katan itu pemberontak yang 21:24 mengambil ya harus juga di ini semua 21:26 juga berhak Jaya Raden Wijaya semua 21:28 sepakat mengolia ngapain dari jauh-jauh 21:30 ini mengambil sepakat itu loh ya tapi 21:34 sepakat itu kan tidak tidak cukup niat 21:37 itu babat mereka tidak cukup perlu ada 21:39 strategi supaya ekonomi kita tidak 21:42 murat-marit gitu kan ekonomi kita itu 21:44 tidak kalang kabut karena ini kan 21:46 persoalan ekonomi maka perlawanan kepada 21:49 mereka itu harus dengan strategi dan 21:52 kemudian dengan tahapan-tahapan. Butuh 21:54 waktu, Pak Prabowo 5 tahun, Pak. Gitu 5 21:57 tahun. Atur strategi tahun ini siapa 22:00 yang perlu diambil itu asetnya? Siapa 22:03 yang perlu kemudian ditertibkan, tahun 22:05 besok siapa penertiban di mana lagi? 22:07 Tahun besoknya di mana lagi? Sehingga 22:09 betul-betul dalam target 5 tahun 22:11 pertumbuhan ekonomi segini. Sehingga apa 22:14 yang kemudian terjadi ya? Ee tidak 22:18 konyol ya. tidak tidak bunuh diri ya. 22:22 Nah, sekarang coba yang akhirnya 22:24 impasnya itu apa? Efisiensi daerah. Ee 22:27 kemudian tambang juga pergi ya, ekonomi 22:31 tidak jalan ee lalu investor itu tidak 22:34 percaya kemudian ya itu ada masuk itu 90 22:39 miliar US dolar ya baru-baru ini itu 22:43 yang keluar berapa? 22:45 baru merapat ke akademisi sekarang ini 22:47 saran akademisi apa, Mas Toni? Itu yang 22:49 Mas Toni dengar itu yang 22:52 akademisi, Pak Ihsan ya. Kalau kemudian 22:55 minta saran akademisi pertama bebaskan 22:59 dulu akademisi itu dari intervensi 23:01 menteri 23:01 gitu. 23:04 Jangan dipilih oleh menteri kembalikan. 23:06 Masa Pak Harto itu terkenal represif 23:08 tapi rektor enggak dipilih oleh menteri. 23:11 Rektor dipilih oleh senat ya, senat 23:13 universitas. Kemudian dekan tidak 23:15 dipilih oleh rektor. Setelah dekan itu 23:18 dipilih oleh senap fakultas. Dulu saya 23:20 punya dekan, Pak. Ketika Presiden Gus 23:23 Dur merekomendasikan memori dari Gusur 23:26 ketika jadi presiden merekomendasikan 23:28 kepada de pindahan dari Surabaya ke 23:30 Jakarta masuk ke dean. Apa jawab de? 23:33 Kasih memo itu apa? Jaban apa urusan 23:35 presiden? Enggak ada urusan kampus 23:36 presiden itu berani nolak. sekarang 23:39 ngomong begitu gitu enggak sampai 20% 23:41 dias Pak 23:44 kumpul aja konferensi republik sudah di 23:47 UI sudah dibubarkan gitu kan Pak 23:50 kemudian yang Iya karena apa ya karena 23:53 rektornya itu ya sampai awaknya kepada 23:55 menteri menterinya sampai awaknya kepada 23:58 presiden. Dulu kami di teater di 24:00 Semarang itu ada namanya teater ASA itu 24:03 kami punya nyanyian gitu kan nyanyian 24:05 namanya Gumbale Mukio judulnya itu ya 24:08 kumbal Muk itu kan kalau orang Jawa 24:09 tahulah gumbal Mukio itu ya jadi dan 24:12 sebagainya apa yang pada saat itu 24:15 nyanyian itu gitu loh ya itu bilang ee 24:18 mahasiswa takut pada dosen, dosen takut 24:21 pada dekan, dekan takut pada rektor, 24:24 rektor takut pada menteri, menteri takut 24:26 pada presiden, presiden takut kepada 24:29 mahasiswa sekarang mah enggak takut lagi 24:31 sama mahasiswa gitu karena rektornya 24:34 sudah dipegang-nya sudah dipegang jadi 24:36 intervensinya itu luar biasa bebaskan 24:38 itu dulu yang kedua Pak kalau kemudian 24:42 sekarang itu ee apa yang dikumpulkan 24:46 rektor kalau mau melibatkan akademisi 24:49 enggak perlu kumpulin rektor kumpulin 24:51 profesor kemudian enggak perlulah 24:53 seremonial seperti itu. Sekarang 24:55 presiden itu mau membuat kebijakan apa? 24:58 Panggil para profesor-profesor di bidang 25:02 itu. 25:03 Tidak perlu kemudian semua kan bidangnya 25:05 masing semuanya macam-macam gitu kan. 25:07 Panggil cukuplah 5 10 profesor yang 25:10 berada di bidang itu apa kajiannya suruh 25:13 melakukan kajian kasih biaya untuk 25:15 melakukan kajian. Setelah kajiannya itu 25:17 tercapai, kasih rekomendasi kepada 25:20 Presiden ini Pak Presiden e kebijakan 25:22 ini hasil kajian kepada kami. Jadi 25:24 Presiden itu membuat kebijakan berbasis 25:27 kepada data hasil kajian hasil riset 25:31 yang dilakukan oleh profesor. Karin 25:33 semua rektor-rektor sibuk kok dengan 25:34 urusan administrasinya kok. Nah, ini 25:37 akhirnya bisa dipahami semacam ritual 25:40 politik ya. ya supaya kemudian oh ini 25:43 loh kami punya perhatian kepada enggak 25:45 begitu itu enggak 25:46 tetap aja wakil menteri jadi komisaris 25:49 tetap meritokrasi menjadi morat 25:51 meritokrasi begitu Mas 25:54 iya 25:55 itu Pak Isa maksud saya gitu loh ee 25:58 kalau kemudian kalau mau menunjukkan 26:00 bahwa ee pro apa namanya pro demokrasi 26:04 pro akademisi gitu loh bebaskan kampus 26:06 memberikan kritik masukan ya kalau 26:09 kemudian ini yang lebih detail panggil 26:12 para ekspert di kampus itu untuk 26:14 melakukan kajian bidang yang memang mau 26:16 digarap oleh pemerintah itu kelir enggak 26:20 perlu kemudian ramai ee ramai tapi kalau 26:22 kemudian semua rektor dipanggil ya untuk 26:25 mendengarkan semua e mereka itu berapa 26:28 ribu orang mau didengarkan gimana 26:30 waktunya berapa lama 26:32 he 26:32 itu enggak masuk akal maka kemudian 26:36 publik memahaminya ini hanya sebagai 26:38 sebuah gimik ritualitas politik yang 26:41 pada akhirnya hanya untuk ee apa namanya 26:44 memberikan kesan ya kepada publik bahwa 26:48 ee Presiden memperhatikan ee kaji 26:50 apaikan ee dunia akademik ya yang perlu 26:54 diperhatikan adalah yang perlu 26:56 didengarkan adalah hasil risetnya yang 26:59 perlu dijadikan pertimbangan itu adalah 27:02 datanya 27:03 ya bukan pertemuan-pertemuan itu. Enggak 27:07 enggak perlu, enggak pentinglah gitu loh 27:11 ya. Salam nampaknya. Oh, nampaknya. Dan 27:15 hari ini 80 tahun Polri ini menjadi 27:18 sebuah kisah karena kan banyak orang 27:21 menyindirnya dengan parcok. Tapi kan 27:24 kepolisian ini lembaga yang paling dekat 27:26 sama rakyat. Akankah ini menjadi alat 27:28 lagi dalam percaturan politik 202? 27:32 Karena hari ini mereka sedang bertemu 5 27:35 km lah dari sini. mungkin tiga lah 27:37 enggak sampai ya. Apa yang Mas Toni 27:40 lihat dari peran kepolisian yang kemarin 27:42 telah katanya direformasi dan kita akan 27:46 mengharapkan Polri-polri atau 27:48 hugeng-hugeng di zaman begini. Bagaimana 27:52 penglihatan dari seorang pengamat ee 27:55 bangsa ini, Mas? 27:57 Ada hasilnya jelas, Pak. Dalam reformasi 27:59 polisi itu pensiun 58 menjadi 60. Itu 28:03 kan reformasi 28:05 kan. Iya. 28:08 Jadi ee Pak dan seluruh pendengar 28:12 pendengar gitu kan. Ya. Tetapi bagaimana 28:15 ee apa terman istilah parcok itu kan 28:18 sudah sangat populerah partai coklat 28:21 gitu ya. artinya ee 28:24 polisi ya banyak ya kalau kemudian dia 28:27 katakan oknum tapi oknumnya banyak gitu 28:29 kan dan itu bekerja bisa secara 28:32 sistematis dan terstruktur gitu ya untuk 28:35 ikut di dalam permainan politik kuncinya 28:37 ada di presiden kok Pak 28:40 ini ada di orang nomor satu di Indonesia 28:42 kalau dia bilang enggak usah ikut-ikutan 28:44 kalian enggak akan ikut-ikutan 28:47 ya siapa yang tahan godaan itu 28:49 masalahnya 28:51 ya siapa dan godaan untuk tidak 28:53 melibatkan polisi. Biar polisi itu 28:56 bekerja sesuai dengan popoksiknya mereka 28:58 profesional. Tidak semua polisi itu juga 29:01 senang kok dilibatkan di dalam politik, 29:04 Pak. Politik praktis dalam pemilu. 29:06 Enggak semua polisi itu ikhlas kok 29:07 dilibatkan dalam semua politi. Banyak 29:10 polisi yang hebat-hebat, banyak polisi 29:12 yang idealis, banyak polis yang punya 29:15 hati nurani gitu kan. cuman ini tidak 29:17 dilihat bahkan kemudian dirusak oleh 29:20 oknum-oknum yang melakukan ee 29:22 langkah-langkah politik praktis atau 29:24 keluar dari topoksinya karena ee 29:27 kepentingan personal mereka kemudian 29:29 kepentingan kelembagaan atau 29:31 institusional dan sebagainya ini kan 29:34 kasihan polisi-polisi yang jujur ya ee 29:37 ee bugeng ya karena Kapolri tapi 29:40 polisi-polisi ya meskipun dengan pangkat 29:44 rendah yang seperti hukum saya yakin 29:46 Apa? Coba kalau kita lihat YouTube itu 29:48 polisi ya mereka di hari liburnya mereka 29:52 apa namanya nyari riski 29:54 dengan kerja ada yang Gojek ada yang 29:57 kemudian ngumpulin barang pundungan, ada 30:00 kemudian ayam kemudian pertanian banyak 30:04 kok itu 30:05 itu polisi hebat-hebat itu polisi yang 30:07 betul-betul bersih yang tidak yang 30:10 betul-betul ingin mengabdi sebagai warga 30:12 negara ya sebagai polisi untuk 30:14 berkontribusi kepada negara negara ini 30:17 mereka kemudian merasa mungkin gaji 30:19 pas-pasan. Iya, tapi kemudian mereka 30:22 bisa cari alternatif tanpa meninggalkan 30:23 tugas kok. 30:25 Orang-orang yang seperti ini 30:26 politik-politiknya kan jadi kasihan. 30:28 Akhirnya apa ya ikut ditemua oleh 30:30 masyarakat karena keburukan kondisi yang 30:32 lain. 30:33 Ya, inilah menurut saya kuncinya tidak 30:36 dikembalikan kepada polisi itu karena 30:38 polisi itu masih punya atasan. Kuncinya 30:40 adalah di atasannya. H 30:42 atasannya kalau menerapti itu atasannya 30:45 itu mencegah tercegah itu atasannya 30:47 menyuruh yang baik terjadi kebaikan itu 30:49 atasannya minta kembali kepada 30:51 tupoksinya kembali kepada topoksinya 30:53 tapi kalau atasannya minta kamu kerjain 30:55 A keluar dari topoksinya kamu kerjain B 30:57 melanggar aturan sendiri ya mereka 31:00 enggak mungkin bisa melawan, mereka 31:01 enggak mungkin mungkin bisa menolak 31:03 kuncinya ada di atasan kok Pak 31:05 gitu. Ah, maka kami berharap kita semua 31:07 rakyat Indonesia berharap ya Pak 31:10 Presiden Prabowo yang terhormat 31:13 dengan cara bertahap ya kita enggak 31:15 ingin juga sekaligus enggak mungkin 31:17 secara bertahap ya ee memperbaiki bangsa 31:20 ini. Di antaranya juga penegakan hukum 31:22 melalui polisi. Caranya adalah ya ee 31:25 polisi. Banyak yang baik, banyak yang 31:27 luar biasa, banyak yang hebat gitu loh. 31:30 Kalau yang hebat ee kalau kemudian 31:32 polisi itu bergantung kok. Apa perintah 31:34 Bapak kami kerjakan, Pak? Gitu. 31:36 Masyaallah. Penutup ee statement hari 31:39 ini, apa yang ingin Mas Toni sampaikan 31:41 atau tulisan apa yang sedang dipikirkan 31:44 dalam tempurung pikiran Mas Toni Rasyid? 31:47 Tafadol, Mas. 31:49 Ee iya, Pak. Begitu banyak ya. Ee sekali 31:53 lagi yang yang dilakukan adalah bahwa 31:57 buatlah kebijakan berbasis kepada kajian 32:00 dengan melihat segala sesuatunya secara 32:03 holistik dan komprehensif. Itu kuncinya. 32:06 Dan yang kedua ee tidak boleh itu ada 32:10 atau meminimalisir ya bukan tidak boleh 32:12 ada karena itu tidak mungkin 32:14 meminimalisir ya oknum-akoknum yang ikut 32:18 numpang di dalam segala kebijakan karena 32:20 itu akan merugikan presiden sendiri ya 32:22 ee ee ya intinya apa maling korupsi 32:28 kemudian nyopet dan sebagainya ya itu 32:30 perlu diminimalisir penumpang-penumpang 32:32 gelap itu karena setiap program itu 32:34 selalu akan menjadi magnet sebagai 32:36 penumpang klab untuk mencari ee apa 32:39 segudang berlian di situ. Oleh karena 32:41 itu kalau ini dilakukan oleh Pak ee Pak 32:44 Prabowo bahwa insyaallah tahap demi 32:46 tahap negara ini akan makin stabil, akan 32:48 makin 32:49 Amin. Terima kasih, Mas Todi. Terima 32:51 kasih. Masih ada harapan. Terima kasih. 32:54 Ee sampai bertemu di ee Rabu mendatang 32:58 insyaallah. Asalamualaikum 33:00 warahmatullahi wabarakatuh.