Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 [musik] 0:14 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:15 warahmatullahi wabarakatuh. 0:17 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 0:19 wasalamu ala sayyidina Muhammad waa 0:22 alihi wasbihi ajmain. Rbi zidni ilma 0:25 Allahum bimaamaniimnifani 0:29 warzuqni ilman yangi. Dipancarkan dari 0:31 Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 0:33 Kalimanggis Cibubur Bekasi, radio 0:36 silaturahim dan Rasil TV untuk Islam 0:39 yang satu. Ikhwan akhwat yang dirahmati 0:42 Allah subhanahu wa taala. Apa kabar Anda 0:44 di malam hari ini? Semoga selalu dalam 0:47 keadaan sehat walafiat. Senang sekali 0:50 saya Angga Aminuddin ikhwan akhwat dapat 0:52 kembali menyapa Anda. Saya ditemani oleh 0:56 Ondi dan juga Fahri ya yang bertugas di 0:59 malam hari ini dan kami hadir dalam 1:02 acara siaran live buka mata buka telinga 1:07 dan edisi hari Ahad ya 26 Juli 2026. 1:12 Narasumber kita di acara buka mata buka 1:15 telinga telah terhubung melalui Zoom 1:17 meeting, Dr. Sarbini Abdul Murad. 1:21 Asalamualaikum warahmatullahi 1:22 wabarakatuh, Dr. Ben. 1:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:25 wabarakatuh. Sangga, 1:28 apa kabarnya, Dok? 1:31 Alhamdulillah. Alhamdulillah sehat. 1:33 Kita bisa kembali ee mengudara siaran 1:37 live ee karena pendengar kita bukan 1:39 hanya mendengarkan siaran melalui AM720 1:44 ataupun melalui siaran-siaran ee yang 1:47 direlay di beberapa kota juga menyimak 1:50 siaran melalui live streaming. Begituun 1:53 kita ini live YouTube juga. Dan ee Dr. 1:57 Wen, di malam hari ini kita akan 1:59 mengangkat topik mengenai 2:02 ada apa sebenarnya di balik deportasi 2:06 aktivis Palestina. Nah, selain itu kita 2:09 juga akan ee update ya, Dok, ya. kita 2:12 akan menyinggung juga beberapa hal ee 2:14 kaitannya dengan perjuangan ee 2:19 orang Palestina selain berjuang di 2:22 tanahnya sendiri di Gaza ataupun di TB 2:25 Barat, tapi perjuangan-perjuangan orang 2:27 Palestina ini juga kan tersebar 2:28 sebenarnya di seluruh di seluruh negara 2:31 gitu. Salah satunya juga di Indonesia. 2:33 Yang menjadi perhatian adalah sebenarnya 2:35 ada apa dengan pemerintahan Indonesia 2:39 gitu ya? Kok sepertinya di 2:43 akhir-akhir ini gitu ya, banyak sekali 2:46 ee sikap-sikap dari ee pihak yang 2:50 berwenang gitu ya seperti anti gitu 2:53 terhadap ee aktivis ee Palestina gitu 2:56 ya. Nah, kita ingin ee membedah itu 2:59 sebenarnya ada hal apa gitu ya disoroti 3:02 oleh ee Dr. Ben sendiri dan juga kita 3:06 akan ee menyoroti ee hal-hal lainnya. 3:10 ee jika perhatian terhadap ee Palestina 3:13 ini masih begitu besar dari rakyatnya ee 3:16 kita lihat kan tanda-tandanya selain 3:18 mungkin ee yang namanya campaign aksi 3:22 masih terus berjalan gitu ya. Lalu 3:24 bagaimana sebenarnya sikap dari 3:26 pemerintah yang ingin menunjukkan ee apa 3:31 ya ee janji ataupun jati dirinya untuk 3:35 selalu membantu ee Palestina. Apakah itu 3:37 juga tergambar dengan pemerintahan saat 3:39 ini? Begitu, Dok. Atau sebagai 3:42 pembukanya apa nih, Dok? Sebenarnya di 3:44 balik ee beberapa ee kasus gitu ya, 3:47 kalau kita bandingkan juga dengan 3:48 negara-negara lain contohnya Malaysia 3:50 ataupun negara-negara Timur Tengah. 3:52 Bagaimana, Dok, mengawali bincang kita 3:54 di malam hari ini? 3:57 Ya, Mas Angga. Terima kasih, Mas Angga. 3:59 kita mencoba untuk ee menjelaskan kepada 4:02 audiens kita bahwa ini bukan masalah 4:05 kecil, tapi ini adalah masalah serius. 4:07 Kalau kita tidak mencoba untuk mengatasi 4:11 atau tidak kita coba untuk menangkal 4:14 narasi-narasi yang memang nantinya akan 4:16 berujung kepada ee langkah-langkah 4:19 deportasi yang lain. Dan ini paling 4:22 paling mungkin terjadi kalau memang ee 4:24 kita tidak memberikan respon yang baik. 4:28 Nah, Masga kita kan pada malam hari ini 4:29 mencoba untuk ee mendiskusikan ini ya. 4:32 Sebenarnya kita enggak enggak enggak 4:35 terlalu kaget sih sebenarnya yaang ya 4:37 dan karena memang apa ya ee pemihakan 4:40 pemerintah terhadap Palestina ini kan 4:42 memang enggak setotalitas Malaysia kita 4:45 lihat ya. Jadi memang 4:46 kebijakan-kebijakan negara itu atau 4:49 pemerintah terhadap Palestina ini memang 4:51 enggak setangguh atau enggak setotalitas 4:54 apa yang diberikan oleh rakyat. Jadi 4:56 enggak salah bahwa ada abivalensi ya, 4:58 ada abivalensi antara aksi yang 5:01 dilakukan oleh ee masyarakat dengan apa 5:04 yang diperbuat oleh oleh pemerintah. Ini 5:07 ada dua hal yang berbeda. Nah, maka tadi 5:09 itu setelah aksi tadi pagi tadi itu di 5:11 Patung Kuda memang ee pemerintah 5:14 biasanya ada wakil pemerintah yang hadir 5:16 pernah Wamindo hadir gitu ya. Tapi pada 5:19 kesempatan ini belum saya enggak lihat 5:21 yang hadir ya dari dari pihak pemerintah 5:23 atau enggak diundang. Dan memang ee pada 5:26 demo hari ini memang kita mencoba untuk 5:29 mengangkat masangga. Salah satunya 5:31 adalah bahwa tema yang kita angkat 5:33 adalah pejuang Palestina itu bukan 5:34 teroris. Nah, itu yang ee sebagai prolog 5:37 saya pikir Masangga ini yang akan coba 5:40 diskusikan. Kemudian pendengar hasil ini 5:44 paham untuk masalahnya. Jadi ada kter 5:48 narasi yang memang sedang dibangun oleh 5:50 pihak-pihak tertentu untuk membenarkan 5:53 ee langkah yang dilakukan oleh 5:55 pemerintah dengan mendeportasi Ablukari 5:57 Mik Rid Mikdan. K itu masangga sebagai 6:00 prolog yang bisa saya sampaikan nanti 6:02 kita diskusi lebih dalam lagi. 6:04 Baik, Dokter Iwan Ah. 6:07 Eh dalam beberapa 6:10 ee hari yang lalu ya ee Abdul Karim 6:14 Miqdad seorang ee 6:17 warga Palestina dideportasi oleh 6:19 pemerintahan ee Indonesia dan beberapa 6:23 pemberitaan juga menyoroti ee 6:26 fakta-fakta yang di diinfokan gitu oleh 6:31 pemerintahan Pal e oleh pemerintahan 6:32 Indonesia bahwa deportasi itu dilakukan 6:34 atas dasar Interpol Red Notice. Jadi ada 6:38 eh salah satu NCB Interpol Niikosia gitu 6:41 ya dari ee Ciprus. Jadi ada semacam 6:45 laporan gitu ya berupa ee tuduhan ke 6:48 pemerintah Indonesia bahwa aktivis ini 6:52 ee orang Palestina ini gitu ya ee diduga 6:56 melakukan tindak pidana terorisme. Jadi 6:59 ada ada kejahatan gitu di wilayah 7:01 yurisdiksi CPR. Nah, ini kan 7:03 berita-berita yang diangkat gitu ya. 7:06 Terjadi komunikasi antara ee pihak 7:09 kepolisian ee Ciprus dan juga pihak ee 7:13 kepolisian ee Indonesia. Akhirnya 7:15 terjadi ee penangkapan di tanggal 16 7:18 Juli lalu terjadi juga deportasi di 17 7:21 Juli. Ini proses prosesnya sangat cepat 7:24 gitu. Prosesnya sangat cepat. ee ada 7:27 juga memang dilakukan ee klarifikasi 7:29 identitas gitu ya oleh ee pemerintah 7:32 Republik Indonesia dan ini ee kalau 7:36 pemerintah gitu mengatakannya bahwa ee 7:39 Abdul Karim ini bukan ulama, bukan 7:42 aktivis kemanusiaan Gaza juga gitu ya. 7:45 Lalu identitas ini dipublish gitu ya. 7:48 Namun kita juga mendapat ee info-info 7:51 dari ee media-media lain gitu. salah 7:54 satunya yang ditulis oleh Alhidar 7:56 Abdulman eh putih gitu ya, seorang ee 8:00 antropolog dari Loksmawe ee Aceh gitu ya 8:05 yang dalam tulisannya itu menyoroti 8:08 bagaimana deportasi Abdul Karim Raid 8:11 Miqdad oleh pemerintahan Indonesia itu 8:14 menimbulkan kontroversi ee apa 8:17 kontroversi besar gitu di dalam ee 8:19 negeri maupun internasional. Nah, kita 8:21 ingin melihatnya begini, Dok. eh soal 8:23 pemerintah dan juga eh komitmen kepada e 8:27 Palestina ini kan berulang kali bila 8:29 kita lihat gitu ya kasus ini dilihat 8:34 alasannya murni perkara pidana 8:36 individual. E namun kalau tadi 8:38 menimbulkan kontroversial sebenarnya 8:41 dari seorang ee eh aktivis 8:44 kemanusiaanlah Dr. Ben ini menurutnya 8:46 bagaimana Dok? 8:49 Iya, Mas. Sangga memang dua atau 3 malam 8:52 yang lalu itu kan ee Menteri Menko 8:55 mengko kan datang ke MU untuk menjelasin 9:00 ee duduk perkara ya dasar pemerintah 9:03 kenapa melakukan setelah ee sebelumnya 9:06 ini berkembang ee begitu kencang sorotan 9:10 publik terhadap langkah kontroversilah 9:12 boleh kita katakan yang dilakukan oleh 9:14 pemerintah terhadap aktivis ee 9:17 Palestina. 9:18 Dan memang narasi yang dibangun oleh e 9:20 Pak Menko ini memang ee menurut kami ini 9:23 kan menyisakan beberapa misteri yang 9:27 memang perlu kita klarifikasi gitu ya. 9:29 Artinya saya mulia bahwa Pak Menko ini 9:32 mereka beliau tidak menyangka terjadi 9:35 reaksi yang begitu begitu besar dari 9:37 Republik Indonesia gitu masang enggak. 9:38 Jadi dia pikir deportasi selesai artinya 9:41 kan media kan tahu orang enggak proses 9:43 enggak tahu dan dan teman-teman tahu kan 9:45 setelah ada dewan jineewa kan dewan 9:47 jenewa hak asasi dan manusia dan e 9:50 kebebasan yaitu yang yang mereka 9:52 menyisalkan langkah pemerintah Indonesia 9:55 mendortasi e Abdul Karim ke Ciprus dan 9:58 itu nantinya [berdehem] kan akan di di 10:00 apa dikembalikan ke Israel kan dikatikan 10:04 penyiksaan. Nah, setelah dewan ini, 10:06 dewan jenewa ini mengingatkan, maka 10:09 timbullah reaksi publik. Loh, kok ada 10:11 deportasi diam-diam gitu kan, enggak ada 10:14 pemberitahuan. Nah, maka oleh sebab itu 10:16 ee istri coba untuk meyakinkan ee MUI 10:20 dan ormas Islam ya. Karena beliau 10:22 berpikir beliau kan adalah aktivis Islam 10:25 Islam ya. Masa enggak mungkin si masa ee 10:29 MUI enggak dengar saya, masa mereka 10:30 enggak percaya saya. Kak itulah bahasa 10:32 sederhananya ya, Mas ya. Tapi terjadi 10:34 sebaliknya kita mempertanyakan ya contoh 10:38 misal giniang bahwa Abdul Karim itu 10:41 bukan seorang ulama dia seorangis 10:44 dia masuk jaringan teroris dan itu di 10:46 Malaysia jaringannya dibongkar gitu kan 10:48 dia ada akan menjal tujuh tempat gitu 10:50 kan dan sebenarnya panda 10:54 ehril selaku orang selaku aktivis 10:57 kemanusiaan dan dia dijuluki dulu adalah 11:00 nasir muda sebenarnya dia bisa memahami 11:02 bagaimana seorang Nsir itu begitu m-back 11:06 up Palestina yang kalau bahasa saya tuh 11:08 tanda petik brutal gitu ya, membela 11:10 Palestina ya. Jadi artinya apakah Yusril 11:14 semudah itu ee mengatakan bahwa dia 11:17 bukan seorang ulama? 11:19 Nah eh Miktad ini kan alumni Azzaitunah. 11:23 Azzaitunah alumni Tunisia S3 konsentrasi 11:28 usul fikih. 11:30 Jadi pertanyaannya seorang ahli usul 11:31 fikih itu kan esensi seorang ulama kan 11:34 di situ sebenarnya. Jadi jadi itu 11:36 terbantahkan ya. Tapi karena memang ya 11:38 waktu pertemuan itu e teman-teman enggak 11:41 ada yang mengcocer ya karena memang 11:43 tiba-tiba enggak saya pun enggak bisa 11:45 datang karena 1 jam 11:47 1 jam baru saya terima ada dari acara 11:49 saya baru terima undangan. Waduh saya 11:51 enggak bisa datang. Tapi kalau misalnya 11:52 agak lama mungkin saya bisa datang. kita 11:55 coba untuk mengkant narasiah ya apa 11:57 disampaikan oleh Pak Menko karena dari 12:01 dari apa yang disampaikan cuma beliau 12:02 cuma membaca ya membaca apa yang 12:05 disodorkan kepada beliau dan ini yang 12:07 yang jujur saya sangat menyayangkan ya 12:10 misalnya enggak bisa kata-kata misal 12:12 gini ya bahwa 12:14 eh dia melakukan pernah melakukan e 12:16 teror kriminal di siprus enggak disebut 12:19 apa itu kriminal itu apa gitu apa 12:22 peng jaringan di Malaysia jaringannya 12:24 apa gitu loh jingan ditemukan e residu 12:28 misiu itu di mana gitu loh 12:30 h 12:31 kan seperti itu mas enggak kalau misal 12:33 saya teroris pasti di rumah saya itu mau 12:34 enggak residu kan itu ma senjata-senjata 12:37 kuno kira-kira gitulah adanya 12:38 tuduhan-tuduhan itu kita sudah tahu dan 12:41 tahu bahwa kan seperti itu. Nah, itu 12:43 yang yang menjadi ee pertanyaan kita 12:46 begini, Masakga. Kita jujur saya katakan 12:49 bahwa banyak di antara kita ini yang 12:50 berteman sama orang-orang Palestina ya. 12:53 Apakah dia pelajar, apakah dia pisnis, 12:56 apakah dia orang ee apa namanya eil gitu 12:59 ya. [mendengus] Jadi kita kan 13:00 berinteraksi sama mereka dan kita 13:02 khawatirkan juga kan bahwa imbas ini kan 13:04 bisa juga kepada kena pada komunitas 13:06 mereka. Nah, ini maka kita ee ee mencoba 13:10 untuk ee melakukan apapun yang bisa kita 13:13 lakukan sehingga makanya pemerintah 13:15 melakukan kantor masangga seperti ketemu 13:17 sama Dubesus 13:18 eh Palestina karena kan Pak mengatini 13:22 saya sebutasi sama Ciprus sama Palestina 13:26 bla bla selalu berpikir birokrat atau 13:30 administratif gitu sama gitu loh tapi 13:33 dia mengambil apa ya bagaimana diskusi 13:36 terbatas dengan kelompok-kelompok yang 13:38 pegiap Palestina tapi enggak salah 13:39 formal arti dia harus mencari sebuah 13:42 informasi enggak sehingga dengan lengkap 13:44 informasi yang dia ditemukan tidak 13:46 formalistik dengan pertemuan formal ada 13:49 wartawan sehingga enggak semua terbuka 13:52 apa yang harus disampaikan oleh pihak 13:53 narasumber ya kan ini ini yang terjadi 13:55 pada hari ini nah makanya ee 14:00 mung akan ter narasi misalnya bagaimana 14:02 kita harus kembalikan lagi ke Indonesia 14:04 misalnya dan Saya enggak berpikir 14:06 seorang seorang Israel itu enggak paham 14:08 ya bagaimana hubungan antara Israel sama 14:11 Siprus yang begitu sangat dekat, besinya 14:13 luar biasa. 14:15 Dan harus diketahui bahwa sius itu 14:18 adalah base-nya MOSAT untuk 14:20 operasi-operasi di Eropa. Jadi banyak 14:22 hal yang memang e itu masih masih saya 14:26 masih bleng lah tentang itu dan 14:29 tuduhan-tuduhan 14:31 mengatakan bahwa ada jaringan di 14:32 Malaysia. kan enggak paham bahwa aktivis 14:35 pejuang Palestina ini kan mereka tidak 14:38 bermain di luar negeri [berdehem] 14:40 itu kan membedakan antara mereka sama 14:41 ISIS kan kalau ISIS itu kan memang e 14:44 atau dais lah bahasa bahasa Arabnya 14:46 mereka berumahnya kan di negara lain 14:47 menyerah negara lain tapi kalau 14:49 Palestina enggak 14:50 setelah tahun '82 enggak lagi. Kalau 14:51 dulu iya enggak itu ada Front populer ya 14:54 banyak kapal melakukan serangan di di 14:56 Munchen ya bla bla bla bla itu dulu iya 15:00 dulu tapi sekarang ditinggalkan mereka 15:01 itu karena ee tidak mendapat simpati 15:03 internasional malah menjadi kantor 15:05 perjuangan jadi mereka fokus se dalam 15:08 negeri berjuang nah apakah seorang 15:11 mengko mengko apa enggak memahami 15:15 landcap ini kan 15:17 ini ini kita Mas Angga. Kakak gitu, Mas 15:20 Angga. 15:21 Oke. Ee di malam hari ini kita juga 15:24 nanti akan ee fokus bagaimana ee isu ini 15:27 ketika naik gitu ya ke tengah-tengah 15:29 masyarakat itu kan banyak respon ya, Dok 15:32 ya. Kalau tadi disebut ee kontroversi 15:35 muncul gitu ya. Ee salah satunya 15:37 bagaimana respon-reson ee 15:40 pernyataan-pernyataan juga gitu ya. Ee 15:42 kita AK Walking Group itu membuat 15:44 pernyataan gitu. Ada juga koalisi 13 15:46 organisasi masyarakat sipil juga ada 15:48 Middle East monitor juga sebagai ee 15:50 media juga itu nyoroti sekali gitu ya. 15:52 Begituun ada laporan dari Genewa Counil 15:55 eh for Rights gitu ya juga 15:57 mempertanyakan gitu langkah-langkah yang 15:59 dilakukan oleh ee pemerintah Indonesia 16:01 yang ee melihat R notice interpol yang 16:04 bukan putusan ee pengadilan, tapi kok 16:06 [berdehem] ini dijadikan dasar gitu. 16:08 Nah, kita juga melihatnya ini, Dok. 16:10 Masyarakat ini kan ee bagaimana 16:12 sebenarnya kekhawatiran itu ee 16:15 kemungkinan gitu ya 16:17 aktivis-aktivis yang ditangkap ini kan 16:20 tadi akan diserahkan ke ee Israel gitu 16:23 ya. meski pemerintah Indonesia tuh sudah 16:25 meminta juga dapat jaminan katanya dari 16:27 siprus bahwa tidak akan diserahkan ke 16:29 negara ketiga. Lalu kita juga melihat 16:31 bagaimana inkonsistensi ee informasi 16:35 gitu ya dari pemerintah yang bisa dengan 16:38 sangat ee mudah dipatahkan gitu ya oleh 16:41 e salah satunya laporan Genwa Coil for 16:44 Riz ada juga Middle East Monitor gitu 16:47 ya. Nah, lalu bagaimana kalau kita 16:50 bandingkan nih, Dok, ya, antara 16:51 pemerintah Indonesia dan juga ee 16:54 Malaysia? Karena ini kan akhirnya ada 16:57 yang membandingkan dan juga ada yang 16:59 menyoroti gitu. Meski Indonesia dan 17:01 Malaysia tidak memiliki hubungan ee 17:03 diplomatik dengan ee Israel, tapi 17:07 tekanan 17:09 global dan juga pengaruhnya itu terlihat 17:13 sepertinya ee sangat besar gitu. Apalagi 17:16 sekarang banyak perbedaan dari 17:18 sikap-sikap pemerintah mengenai 17:20 kebijakan luar negerinya gitu ya. Ee 17:23 Malaysia dan juga Indonesia itu terlihat 17:25 sekarang makin ee berbeda gitu terhadap 17:28 ee Palestina. Apalagi ini kan isu 17:30 Palestina sering dipengaruhi oleh 17:32 dinamika internasional. Dokter melihat 17:35 respon dunia gitu ya, negara-negara lain 17:38 di dalam kasus ini selain ee respon yang 17:42 muncul dari NGONGO ataupun ee 17:44 tokoh-tokoh yang pro terhadap Palestina. 17:47 Bagaimana, Dok? 17:49 Ya memang 17:51 memang ee kalau kita bandingkan Masangga 17:53 ya antara pemerintah Malaysia dengan 17:55 Indonesia memang jauh sekaliang. Jadi 17:58 saya membagi begini bahwa apa yang 18:01 dilakukan oleh Indonesia sebenarnya itu 18:03 pada tataran-tataran moral dan 18:04 kemanusiaan. Jadi kita enggak menafikan 18:07 ya kita menafikan bahwa apa yang 18:09 dilakukan oleh pemerintah Indonesia 18:10 terhadap Palestina dan ee ini juga kita 18:14 mengapresiasi tapi itu kan konteksnya 18:16 masangga itu kan lebih kepada ee 18:19 kemanusiaan dan dukungan moral ya 18:21 sebagai ee negara yang pernah dijajah. 18:24 Kemudian ee Palestina hari ini belum 18:26 merdeka. Jadi ada tanggung jawab 18:28 konstitusi Indonesia tapi dalam konteks 18:31 kemanusiaan masangga jadi mantan tuan 18:34 sebag sebagainya tapi Malaysia masangga 18:37 ini mereka maju satu langkah mereka itu. 18:40 Jadi di samping ada aspek kemanusiaan 18:42 mereka juga berani melakukan aspek-aspek 18:44 politik ya. Artinya bagaimana amatir 18:47 Muhammad misalnya mengusir ee warga ter 18:51 yang bekerja di Malaysia itu kan langka 18:53 politik masang pasti keknya besar. Nah, 18:56 saya selalu selalu katakan begini, ada 18:58 resistensi apa resistensi politik, 19:00 perlawanan politik itu sudah dilakukan 19:02 oleh oleh Malaysia dan Indonesia belum 19:04 sampai tahap-tahapan itu tangga. Maka 19:06 deportasi ehdad ini saya pikir adalah 19:09 kekalahan kita adalah aspek pelawan 19:11 politik. Jadi enggak ada dua aspek ya, 19:15 aspek kemanusiaan dan moral. 19:17 Ee itu itu kita oke oke isku enggak ada 19:19 masalah itu kita kitailah ya. Tapi 19:22 ketika masuk pada resistensi politik, 19:24 perlawanan politik, nah di situ kita mi 19:26 masalah kan. Nah, jadi baca bayangkan ya 19:30 sekarang ada pergeseran ya boleh boleh 19:33 katakan pergeseran ee pegerata 19:35 aktivis-aktivis kemanusiaan Malaysia. 19:38 Jadi kalau misal kita lihat bahwa 19:40 setelah perang 7 Oktober ini kan banyak 19:42 mereka tu bertebaran di mana-mana ya. 19:44 Yang pasti negara-negara Teluk telah 19:46 menutup pintu ya menutup pintu kecuali 19:48 Qatar dan Qatar itu pun mereka menampung 19:51 ee para para leader mereka itu pun ee 19:53 tidak untuk melakukan aksi-aksi 19:55 demonstrasi dan sebagainya. Tidak tapi 19:57 hanya menampung mas. Nah, tinggal adalah 20:01 Turki di luar tu kan Turki yang 20:03 menampung dan memberikan akses politik 20:05 serta pengamanan Turitia. Nah, tapi sisa 20:08 lebih dominan sekarang enggak mereka 20:10 gegeser ke Asia Tenggara dan bas-nya itu 20:12 di Malaysia. Nah, maka maka kita 20:14 ngahiran tahun berapa? 2020 atau berapa 20:16 tuh, Mas Angga? Jadi pembunuhan terhadap 20:18 salah satu aktivis kemanusiaan ee apa 20:21 aktivis eh Hamas mungkin ya di di 20:24 Malaysia Kuala Lumpur yang dilakukan 20:26 oleh Israel Mosat. Jadi memang masang 20:29 itu ada pergeseran aktivitas-aktivitas 20:32 mereka ke Malaysia dan ke Indonesia dan 20:34 itu dibaca oleh Israel. Nah, bacaan 20:37 itulah mencoba untuk melakukan ee satu 20:40 konter narasi yang mengatakan bahwa 20:42 mereka itu teroris sebagaim. 20:45 Itu kan upaya-upaya dibangun oleh Israel 20:48 bahwa lu hati-hati lu jangan 20:50 terima-terima aja itu bahaya buat 20:51 keamanan nasional Anda, gitu kan. Nah, 20:54 iya 20:55 saya melihat sama saya bahwa ee saya 20:57 menemukan foto ya bahwa 21:00 ini itu anak Ismail Hania dari istrinya. 21:04 Jadi, jadi saya melihat bahwa wah pantes 21:08 puzzle kebuka puzzle gitu ya. Jadi ini 21:11 adalah bahagian 21:12 ee ini bagian bagian dari orang-orang 21:15 lingkaran dalam ini itu mencoba untuk 21:17 dihabisin kan. Maka kalau dibunuh di 21:20 Indonesia ini sedikit agak agak lebih 21:22 sulit ya karena memang ya bukan bukan 21:25 apa-apa yang beda sama Malaysia ya. 21:27 Indonesia lebih sulit di Indonesia ya. 21:29 Tapi kan dia harus membuat satu narasi 21:31 yang memang ee mereka-mereka ini 21:34 siapapun ya harus dideportasi ya. 21:36 Mungkin ya sipus lah. Siprus kan 21:38 walaupun dia dideportasi ke ke e ke 21:42 sipus walaupun tidak ke Israel tapi 21:44 pelakuangan bisa juga lebih kejam kan 21:47 yang dilakukan oleh mereka itu bisa bisa 21:49 seperti itu 21:50 ya. Nah, oleh sebab itu Mas Angga jadi 21:53 ee protes-protes dunia internasional 21:55 kemudian or Islam publik terhadap 21:57 langkah Indonesia itu adalah satu hal 21:59 yang harus intropeksi ee dari 22:01 pemerintah. Kalau sangga bayangkan ya 22:03 itu k berapa minggu yang lalu Pasim Naim 22:07 mereka dia dia adalah seperti Malaysia 22:09 ee dia keliling kemudian di Malaysia 22:11 kemudian mau ke Jakarta itu kan ditahan 22:14 juga 22:14 enggak boleh ke Jakarta 22:16 dan ini kan bocornya kan enggak di semua 22:18 media kan bocor tiba-tiba set pula bocor 22:20 kan ke ke media 22:22 nah itu pun itu pun menjadi pertanyaan 22:24 kenapa Indonesia keberatan menerima 22:26 mereka gitu kan Malaysia biasa ngobrol 22:28 sama sama Anwar Ibrahim dan dia 22:31 memperlakukan itu adalah bagian dari ee 22:34 pihak-pihak yang konsisten untuk merebut 22:36 kemerdekaan. Nah, maka saya ada sebuah 22:38 ee apa ada sebuah ee konten saya katakan 22:42 bahwa Indonesia sebenarnya mengangkangi 22:43 mengangkangi konstitusi. Artinya secara 22:45 konstitusi pun kita diberi diberi satu 22:48 apa ya garansi untuk penikal ya 22:51 menampung itu kan menampung mereka kan 22:53 seperti kita pernah menampung ee orang 22:56 FLN orang-orang ee pejuang Azazai tahun 22:59 50-an gitu kan ditampung tapi 5 tahun 23:02 mereka bukan cuma ditampung masangga 23:04 dikasih rumah dikasih rumah macam oleh 23:06 pemerintah dikasih akses apapun yang 23:08 mereka minta ee jadi jadi sebenarnya 23:10 Indonesia bukanlah ee negara yang asing 23:14 dalam dalam menempuh para pejuang kita 23:16 adah pelopor sebenarnya. Nah, makanya 23:17 ada ada yang keliru lah. Kenapa kita 23:20 sebel masang enggak? Karena Yusril 23:22 masalnya Yusril ini dia orang pergerakan 23:23 dan bukan dia bukan orang asing dengan 23:25 dunia penggerakan kan malah dia ada 23:27 dijologi kan Nir muda kan begitu begitu 23:31 intelektualis dia itu dan dia pernah 23:33 orang sangat dekat samaanya ee nasi dan 23:37 kita tahu nasi bagaimana brutalnya dia 23:39 membela Palestina tapi kok seperti itu 23:42 ini 23:44 sekah ini lu ngapain di situ gitu kan 23:47 h 23:49 sudah beda ininya rumahnya nya gitu, 23:51 Dok. Nah, tapi kita kan ini juga, Dok. 23:55 Ee berarti kan motif politik terlihat 23:57 gitu ya, jelas sekali tekanan tidak 24:00 langsung 24:02 ee kita bisa menebakkan seperti itu 24:04 walaupun pemerintah Indonesia pasti ee 24:06 akan menyangkal hal tersebut gitu ya. 24:09 Kita juga perlu tahu, Dok, sebenarnya 24:11 sosok yang dideportasi ini gitu ya, 24:14 Abdul Karim, Raid, Miqdad ini ini apakah 24:20 itu ee ee bisa bisa kita informasikan 24:23 dong sebenarnya siapa sih ee sosok ini 24:25 lalu di Indonesia itu aktivitasnya apa 24:27 saja gitu ya. Kalau mau kita jelaskan 24:30 lagi juga sebenarnya sosok-sosok lain 24:32 selain Abdul Karim Raid Mik dan e 24:35 orang-orang Palestina gitu ya yang saat 24:37 ini mungkin kunjungan ke Indonesia 24:39 bahkan beraktivitas Indonesia di 24:41 Indonesia sendiri itu bagaimana 24:42 perkembangannya Dok? 24:44 Ya memang kan tadi sampaikan Mas itu kan 24:47 alumnialumni Aitunah S3 fikih ya ee saya 24:52 persis aktivitas mereka itu kan memang 24:53 pejuang di digambarkan dia bolak-balik 24:57 ke Malaysia, Indonesia ke Turki ke 24:58 mana-mana kan dibuat satu narasi bahwa 25:01 ini berbahaya jaringan internasional ini 25:03 kan yang namanya pejuang yang namanya 25:05 aktivis ya ya pasal di rumah ngumpet di 25:07 rumah kanak enggak mungkin pasti 25:09 bergerak mereka bergerak melakukan 25:11 konsolidasi networing dan sebag dan 25:13 sebagainya kan. Jadi memang saya 25:15 lihatangga ada satu darasi yang buruk 25:17 yang dibangun oleh pihak-pihak yang 25:20 memang menurut satu pihak-pihak yang 25:21 sengaja untuk ee apa ya membela ya 25:25 keputusan salah ini. Jadi [berdehem] 25:26 kesannya itu kalau misal publik yang 25:28 awam wah ini pantes wajar nih 25:31 bolak-balik ke apa bolak-balik e ke 25:33 Malaysia boleh-b ke negara lain pasti 25:36 ada konsolidasi segala macam kan. 25:39 itu teman-teman AWG kan mula-buria nanti 25:42 kan kalau dianggap dalam hal yang lain 25:44 wah ngapain macam-macam kan atau ada 25:47 pihak yang kembali apa 25:51 jadi ini Mas Angga memang saya lihat eh 25:53 saya melihat begini Mas ini kan ada hal 25:55 yang di luar kontrol menurut saya ya 25:58 justru mungkin secara hati nurani dia 26:00 nurani itu dia kaget dia enggak setuju 26:01 juga tapius sudah diambil kan tanpa 26:04 sepengatan dua sepengatan dia saya tahu 26:07 saya tahu persis bahwa enggak tahu 26:09 langkah ini diambil oleh pihak tropol 26:11 ya. 26:12 Dia ambil langkah dipot setelah itu 26:14 ramai kan. Nah, dia enggak mungkin untuk 26:16 bicara 26:19 sebalik itu enggak mungkin disalahkan 26:21 langkah ini. Ini sudah orang sudah 26:22 diportaksi gimana ceritanya saya membaca 26:25 seperti itu. Tapi kan mau tidak mau 26:27 apapun alasannya tapi bagi Pak B kan 26:30 enggak bisa terima sangga dia enggak 26:32 bisa terima ee apa nama atau dia dia 26:35 mengatakan bahwa saya minta maaflah ini 26:37 kesalahan ee kesalahan kami yang 26:40 melakukan ee terburu-buru tanpa ada 26:42 klarifikasi atau e verifikasi gitu kan 26:45 sehingga ada ada aktivis Palestina yang 26:47 harus dideportasi. Tapi kan sebenarnya 26:49 kalau di yang fair bukan bukan membela 26:53 langkah yang salah sehingga menimbulkan 26:56 multi interpretasi kan yang kita 26:58 khawatirkan itu masang enggak yang kita 27:00 khawatirkan adalah bahwa akan kalau kita 27:02 enggak speak up akan ada orang-orang 27:04 Palestina yang lain yang akan 27:06 direportasi tinggal cari alasan aja kan 27:09 iya i 27:09 ini begini bolak-balik ke Tur 27:10 bolak-balik ke Syria bag ya yang dibuat 27:15 bagi orang awam yang enggak paham 27:17 mamun-tahun Ah, oh ini orang berbahaya. 27:20 Ini orang bisa membahayakan stabilitas 27:22 keamanan nasional. 27:24 Nah, ini ini yang saya pikir Masangga. 27:25 Maka maka tadi demo tadi itu kita coba 27:28 untuk ee bicara t petik ya keras ya 27:30 tentang ini. Nah, sehingga e pemeta 27:33 mendengarlah bahwa ee kita jangan 27:36 terbawa dengan irama Israel gitu ya. 27:39 Israel yang kita jugaang kita 27:41 melanjutkan apa namanya? Melanjutkan 27:43 perpanjangan lidah ya. Lidah para Zionis 27:46 ya. Para pada para pada apa? lidah lidah 27:48 Israel untuk kita sampaikan kepada 27:50 publik bahwa ini orang ya seperti ini 27:52 gitu loh. 27:52 Iya. Iya. Iya. Aksi tadi pagi di patung 27:56 kuda ya, Dok ya? 27:59 Iya. Iya. 28:00 Suara dari mana saja itu, Dok, yang 28:02 menyuarakan tentang isu ini, Dok? 28:05 Ya, ini ini itu kan yang ada kan MOI ee 28:07 Masangga Majelis e apa organisasi Islam 28:10 ya. itu sebelumnya memang kita ada 28:11 diskusi terbatas ya untuk kita menyoroti 28:15 dan kita kita menyoroti bahwa kita harus 28:17 melakukan sesuatu suatu bahwa untuk 28:20 membuktikan kepada publik ya kepada 28:22 dunia bahwa Indonesia itu apa rakyat 28:26 Indonesia di belakang Palestina gitu loh 28:28 arti deportasi itu bukan wajah Indonesia 28:31 gitulah bahasanya Masangga 28:33 itu bukan wajah wajah Indonesia wajah 28:35 Indonesia ya ini membela membela 28:37 Palestina maka dibuat salah satu 28:39 judulnya adalah pejuang Palestina itu 28:41 bukan teroris kan. Jadi jadi 28:43 ini kan harus terus di distimulus dan di 28:46 Medan pun dilakukan juga ee demonstrasi. 28:48 Beberapa daerah juga dilakukan 28:49 demonstrasi untuk memberikan satu kantor 28:52 kantor kantor isu ya kantor narasi ya 28:55 bahwa jangan jangan dikira rakyat itu 28:58 atau warga Indonesia itu diam dengan apa 29:00 yang dilakukan oleh pemerintah. Nah ini 29:02 ini satu warning masangga maka hadir itu 29:05 lumayan yang datang lumayan lumayan ee 29:07 banyaklah. Jadi terus kita coba untuk 29:10 angkat ee apa ee aksi-aksi yang 29:13 dilakukan oleh pihak pihak otoritas 29:15 Indonesia ini memang aksi yang perlu 29:16 kita coba apa coba kita ee kritisilah ya 29:21 kritisi agar ee ke depan nanti itu 29:24 Indonesia harus lebih hati-hatiah. Jadi 29:25 kan orang bertanya kenapa ada orang IDF 29:28 di Bali enggak ada deportasi larnya ke 29:31 mana-mana. 29:32 Iya betul 29:32 alasannya wah kan dia pakai apa warga 29:35 negara Jerman, paspor Jerman gitu kan. 29:37 Nah, kenapa enggak ada narasi buruk di 29:39 situ? Kan? Nah, itu larinya ke 29:40 mana-mana. 29:42 H. Oke, ikhwan alhat yang dirahmati 29:45 Allah Subhanahu wa taala. Saat ini Anda 29:46 sedang menyimak siaran live buka mata, 29:50 buka telinga, invisible hand di balik 29:53 deportasi 29:55 aktivis Palestina. 29:58 Ee kami juga mengundang Anda, Ihan Ahdad 29:59 untuk bergabung. Silakan sampaikan 30:01 pertanyaan ataupun komentarnya ke nomor 30:04 WhatsApp Rasil di 0811999720. 30:11 Dok, kalau ada kalimat invisible hand ya 30:15 atau tangan yang terlihat gitu ya, ee 30:19 ini kan apakah ee betul 30:24 kalau kita ee analisa kepentingan 30:28 keamanan nasional ini? Sepertinya ada 30:31 dilema nih. Ada dilemanya tuh ee satu 30:34 sisi Indonesia itu komitmen ya. Karena 30:36 secara ideologis Indonesia itu selalu 30:39 membela Palestina, tapi dari perspektif 30:43 realitasnya gitu ya, langkah ini kok 30:45 sepertinya ee ee reputasinya sekarang 30:49 ini malah kebalik kan gitu. Bagaimana, 30:51 Dok? 30:53 Iya. Ya, Maaf. Maka judul hand ini kan 30:56 memang ada 30:59 tangan-tangan lain yang memang ee 31:01 melakukan ee intervensi gitu ya. Tapi 31:04 saya saya mengaku jujur saya katakan ini 31:07 semua ada skenario Israel 31:08 skenario 31:10 skenario Israel itu karena memang ee ada 31:13 pergeseran e jumlah daripada aktivis 31:15 Palestina ya di di Indonesia dan 31:17 Malaysia. Jadi secara intelijen Israel 31:21 menganggap bahwa ini kan ee ini 31:24 orang-orang perlawanan ini kan pindah 31:26 markas ya kan gitu loh enggak pindah 31:28 markas ini kan. Jadi, jadi ini kan harus 31:31 di harus di dirangkullah ee apa namanya 31:34 pemerintah setempat untuk berikan narasi 31:37 kan narasi yang begitu mengerikan 31:38 orangga ini kok ini akan begini itu 31:40 mengerikan akan dilibatkan ee 31:42 orang-orang apa orang-orang setempat dan 31:45 mereka itu akan bagana bagani itu pasti 31:47 itu pasti dibangun masangga itu selalu 31:49 dibangun seperti itu. [mendengus] Nah, 31:51 oleh sebab itu ee saya melihat bahwa 31:53 Malaysia dalam konteks ini itu jauh 31:55 lebih tegas tegas Malaysia 31:58 dan ee dan Malaysia juga mendukung 32:01 pihak-pihak pemerintah Palestina. Jadi 32:03 dia tidak mengabaikan pemerintah 32:04 Palestina, tapi juga merangkul 32:06 kpok-kelompok perlawanan e masangga ini. 32:08 Saya lihat bahwa Malaysia lebih wise ya, 32:11 lebih bijak dalam melihat masalah ini. 32:14 Jadi masalah keamanan nasional itu kan 32:16 bisa dilakukan apa ya bisa dilakukan ee 32:21 counter intelligen lah bagaimana caranya 32:23 dan dan harus dipahami seperti saya 32:26 katakan awal Mas tangga bahwa ee 32:28 aktivis-aktivis kemanusiaan atau aktivis 32:30 kemerdekaan Palestina itu mereka bukan 32:33 orang-orang yang membuat khusuh seperti 32:35 yang dilakukan oleh orang-orang bulek di 32:37 Bali itu kan. Tapi memang orang-orang 32:39 yang memang mereka itu secara secara 32:42 moral itu kan di Indonesia karena memang 32:45 Indonesia dulu lahir dari rahim 32:47 penjajahan kita kan arti artinya secara 32:50 ideologis dan moral Pak Sangga kita 32:52 pernah merasakan sama apa yang mereka 32:54 rasakan sebenarnya jadi sebenarnya ini 32:57 bukan hal-hal asing kita menampung 32:59 mereka ini kan jadi bahasa bahasa terang 33:02 gini Masangga ketika kita enggak bisa 33:04 membantu lebih, janganlah dipersulillah 33:06 kakak gitulah 33:09 Ada Pak Ahmad di Bogor. Asalamualaikum 33:11 warahmatullahi wabarakatuh. 33:14 Dr. Sarbini, kasus deportasi aktivis 33:17 Palestina bukan hal baru di dunia 33:21 internasional. Contohnya di Eropa, saya 33:24 membaca juga di berita beberapa aktivis 33:27 Palestina ada yang ditangkap, ada yang 33:30 dideportasi dengan alasan keamanan. Tapi 33:34 memang yang perlu disoroti adalah 33:36 bagaimana organisasi HAM menyoroti 33:39 kasus-kasus deportasi warga Palestina 33:41 yang belum jelas dari status identitas 33:44 yang dituduhkan oleh negara-negara yang 33:47 menekannya. 33:48 Tapi tekanan internasional kan terkait 33:51 dengan Palestina pasti di belakangnya 33:52 adalah Israel. Bagaimana, Dok? Oke. 33:56 Ya, memang ada beapa negara ya, Mas yang 33:59 menolak atau mendeportasi ya, seperti 34:01 mahasiswa-mahasiswa Palestina yang 34:03 melakukan aktivitas ee politik atau 34:06 aktivitas apa ya politiklah, demonstrasi 34:09 sebagainya di Eropa ya. Dan memang kita 34:12 melihat juga jaringan-jaringan hasbara 34:15 contoh ya. Hasbara ini kan lumayan di di 34:18 Indonesia kan. Jadi kita enggak bisa 34:19 lepaskan Masangga bahwa 34:21 kanton narasi yang dibuat macam-macam 34:23 itu kan enggak lepas dari jaringan 34:24 mereka. Jadi kita tidak selalu 34:26 mengatakan bahwa yang buat itu 34:28 pemerintah. Saya saya katakan bahwa itu 34:29 yang buat itu sayaak enggak yakin 34:31 pemerintah gitu ya. Karena memang 34:32 pemerintah sudah meng-counter ya itu kan 34:34 untuk meng-counter sekian banyak 34:35 akun-akun akun yang enggak jelas itu kan 34:37 itu butuh biaya. Hari ini pemerintahnya 34:39 sudah seret biaya masang enggak. Tapi 34:41 saya lebih yakin itu adalah orang 34:42 Hasbara yang main untuk seolah-olah 34:44 mereka itu me-backackup pemerintahkan. 34:46 Tapi sebenarnya mereka m-backup Israel 34:48 sebenarnya kan. J seakan mereka membela 34:50 di satu-satu berada di sisi pemerintah. 34:53 Nah, ini yang harus kita pahami bahwa ee 34:55 kalau kita enggak enggak bicara ini Pak 34:57 Ahmad enggak bicara kencengara 35:00 cuma berapa 0, sekian persen mereka itu 35:02 mereka itu bisa ee melakukan ee apa ya 35:06 ee kampanye yang begitu masif dan itu 35:09 nantinya kita kita kalah maka 35:11 siap-siaplah akan ada deportasi yang 35:14 lain atau penolakan yang lain. Misal 35:15 contoh gini, Mas Angga sama dengan 35:17 informasi. Misal contoh gini ee 35:20 ada kia apa ulama-ulama dari Gaza itu 35:23 ditolak masuk ke Jakarta oleh migrasi 35:25 itu kan. 35:26 Jadi kita dengar itu. Tapi memang ee 35:29 saya enggak enggak mengklarifikasi 35:30 dengan informasi itu. Tapi informasi itu 35:32 dari pihak yang di tempat kita percaya. 35:34 Jadi sebenarnya ee pertanyaan adalah 35:37 kenapa misalnya imam-imam dari Gaza itu 35:39 di di 35:41 apa dilarang masuk. Tapi kenapa misalnya 35:44 turist-tur Israel dengan paspor yang 35:45 lain bisa masuk gitu. Jadi pada hal yang 35:48 aneh ada hal aneh yang yang misakkan 35:52 kita kita melihat membawa kita emosi. 35:54 Kita bukan kalau kita bukan negara 35:56 muslim ya bukan pejabat kita enggak 35:58 muslim enggak muslim kita bisa pahami 36:00 dah ini kan muslim ya artinya apa yang 36:02 mereka cari apa yang mereka pertahankan 36:04 dan mengapa gitu loh ya. Kenapa seakan e 36:07 apa ya ada dua entitas yang salah it loh 36:11 yang satu orang Palestina yang dianggap 36:13 satu hal yang harus dijauhi yang satu 36:15 satu yang dirangkul ya katanya ya ini 36:17 kan mereka mwa bisnis gitu ke Indonesia 36:20 bisnis apa muka buka rumah kos atau apa 36:24 itu bisnis apa gitu b geothermal di 36:27 Ternati misalkan ya buka akses untuk ee 36:30 apa e termal bumi gitu kan jadi jadi 36:33 iniisa sebenarnya 36:35 ini kalau publ di itu dari dulu sudah 36:37 bukan diplom hubungan diplomatik apalagi 36:40 saya lihat Prabowo agak longgar lagi kan 36:43 agak artinya enggak enggak habis saya 36:45 belum pernah mendengar di bulut Prabowo 36:47 itu mengatakan bahwa ada genosida di di 36:50 Gaza artinya enggak seberang mamdani kan 36:54 berani depan sitra berani dia katakan 36:56 bawa genosida di Gaza 36:58 iya 36:59 oke dek ini ada Ibu Lise yang 37:02 menyampaikan WhatsAppnya asalamualaikum 37:03 saya menyimak semoga Palestina cepat 37:05 Merdeka. Ada juga Ibu Ani. Bismillah 37:08 insyaallah menyimak si di malam hari 37:10 ini. Lalu ada pendengar dari Sukabumi. 37:13 Asalamualaikum warahmatullahi 37:14 wabarakatuh. Saat ini dibanding dengan 37:17 Indonesia, Malaysia lebih rasional dan 37:21 berhati nurani dalam menyikapi semua isu 37:23 Gaza Palestina. Sebagai warga Indonesia, 37:26 saya sedih dan malu dengan sikap-sikap 37:30 yang dilakukan oleh rezim sekarang ini. 37:33 Semoga Allah segera mengan 37:34 pertolongannya untuk Palestina Merdeka 37:37 dari Ibu Mariati ya di Sukabumi. 37:42 Ee lalu juga ini ada Asalamualaikum 37:44 warahmatullahi wabarakatuh Rasil dan dr. 37:48 Band. Saya Ismail di Pondok Aren, 37:51 Tangerang Selatan. Izin berkomentar 37:53 untuk tema malam ini. Hari gini masih 37:56 percaya sama pemerintah? 37:59 Saya pribadi sudah tidak percaya karena 38:01 kita bisa melihat sendiri lingkungan 38:03 yang notab ada oknum pemerintah. 38:07 Contoh kecilnya untuk pemerintah. Di 38:09 situ bisa dilihat kinerjanya 38:11 bahkan gaji buta. Jadi sudah seharusnya 38:15 menghidupkan sistem khilafah seperti 38:18 yang sudah diterapkan oleh 38:20 sahabat-sahabat Nabi bukan sistem Barat. 38:23 Jadi dalam konteks tema malam ini 38:25 tentang oknum-oknum aktivis 38:29 yang berasal dari Palestina menurut 38:32 mereka dideportasi dari negara kita 38:34 sudah terlihat pemerintah 38:38 memang banyak yang itu tadi kalau kita 38:40 lihat ee Indonesia kalau ada bahasa 38:44 lebih halus lebih berhati-hati gitu ya 38:46 ee tapi juga oh Indonesia sudah 38:49 berkhianat gitu ya karena lebih 38:51 mementingkan hubungannya dengan Barat 38:52 daripada ee mementingkan ee simbol 38:56 solidaritas dengan muslimnya. Bagaimana, 38:58 Dok? 39:00 Ya memang tadi dikatakan Ibu Sapa itu 39:01 memang ya kita akui Malaysia ya, 39:04 Malaysia lebih konkret dalam India 39:06 Malaysia bukan cerita hari ini cerita 39:08 lama dari Mahattir Muhammad pun mereka 39:10 lebih konsisten dalam memba Palestina. 39:12 Jadi Indonesia Masangga itu memang 39:14 selalu dalam tataran lebih apa ya zona 39:18 nyaman lah ya zona kemanusiaan kirim 39:20 Sahel Quraisy ya kan. Kemudian dropping 39:23 makanan, kemudian kirim dokter ee ke 39:27 kapal-kapal kemanusiaan. Ini saya lebih 39:29 lebih cenderung ke sana dia. Tapi enggak 39:31 berani mengutuk atau ketemu dengan 39:35 tokoh-tokoh pejuang itu enggak berani 39:38 sekali. Karena memang apa ketika ada apa 39:42 ee resiko ya komplikasi politik, nah itu 39:45 kita berhitung lagi artinya Indonesia 39:47 masuk bop karena apa? ya. Karena memang 39:49 kan 39:49 ee enggak enggak enggak berani menahan 39:51 tekanan ee tekanan Amerika. Kemudian 39:54 dikatakan itu Turki masuk, Arab masuk 39:57 gitu ya. Masuk kan mereka Islam juga. 40:00 Itu kan pertanyaan seperti itu 40:01 menandakan bahwa ini orang enggak tahu 40:02 geopolitik gitu ya. Jadi ada 40:05 pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan 40:07 itu wah ini orang nih benar-benar enggak 40:08 paham geopolitik. mentang-mentang Arab 40:10 Saudi masuk kemudian masuk Uni Emirat 40:14 seakan tuh itu sudah mewakili ee negara 40:17 yang konsisten bela-bela Palestina. Ini 40:19 kan hal yang yang hal yang yang lain 40:21 Masangka. Jadi saya lihat memang 40:23 pemerintah kita dalam konteks ini agak 40:25 lebih apa ya? lebih hati-hati ya e 40:27 kadang-kadang lebih paranoik ya untuk 40:30 melihat bahwa seakan-akan akan ada satu 40:32 komplikasi ekonomi politik yang dahsyat 40:35 ketika ee Indonesia misalnya kencang 40:38 dengan Israel. 40:40 Iya. Ya. Ada Pak Abdullah di Bekasi. 40:42 Asalamualaikum warahmatullahi 40:44 wabarakatuh. 40:46 dari kasus deportase. Deportasi ini 40:49 sepertinya melemahkan identitas politik 40:51 luar negeri Indonesia karena sebagai 40:55 pendukung Palestina. Tapi bisa juga 40:57 dilihat lobi Yahudi berhasil membentuk 41:01 narasi bahwa aktivis Palestina itu akan 41:05 mengancam keamanan negara termasuk 41:08 Indonesia. Begitu ya, Dokter Ben. Oke. 41:14 Ya, ya. Memang memang memang itu Pak 41:16 Abdullah memang memang seperti itu. 41:17 Artinya memang harus dibangun narasi 41:19 yang begitu menakutkan sehingga memang 41:22 pihak keamanan Indonesia menganggap 41:24 bahwa ee untuk stabilitas keamanan dalam 41:28 negeri ya mereka harus diawasi atau 41:29 dideportasi atau diusir engak boleh 41:31 masuk ke Indonesia. Ya memang seperti 41:33 itu narasinya seperti itu kok enggak 41:34 mungkin narasinya kebalikan kan baik 41:37 saleh mereka tu tapi enggak mungkinlah 41:39 artinya ee pasti narasinya yang yang 41:42 mengerikan yang disampaikan oleh Israel 41:44 dan itu aktif mereka sangat aktif bukan 41:46 cuma Israel kita tadi itu 41:48 jaringan-jaringan Israel kalau khasbara 41:50 itu kan bekerja maksimal kan jadi ketika 41:53 mereka itu adalah sangat minoritas tapi 41:55 mereka itu maksimal bekerja dengan 41:57 jaringan mereka kita mayoritas tapi kita 41:59 enggak maksimal lah kita jaringan kita 42:01 berantakan ya Pasti yang menyontes bisa 42:04 kalahan menghadapi yang sedikit ini. 42:08 Dokter apakah melihat lobi Yahudi ini 42:10 lobi Zionis Israel ya maksudnya itu 42:14 apakah lobi yang directly langsung ke 42:18 pemerintahan Indonesia atau memang ada 42:20 jalur-jalur ini, Dok? 42:23 Kalau kasus sudah seperti yang nih 42:28 gini, Mas. Enggak. itu kan kalau kalau 42:30 langsung saya pikir enggak ya. Karena 42:32 memang [berdehem] ee dari beberapa 42:34 informasi dari teman-teman DPL itu 42:36 mengatakan begini, 42:38 orang-orang K itu takut ketemu orang 42:40 Israel kan begitu ketemu itu enggak lama 42:42 besok langsung keluar berita di 42:43 Jerusalem Pos. 42:44 Iya. 42:45 Takut mereka itu walaupun pertumbuhan ya 42:47 kan. Nah, saya lebih cenderung adalah 42:49 aktivitas di belakang layar under cover 42:52 nih, Mas pihak intelijen itu kan 42:55 intelijennya punya komunitas ya, 42:56 komunitas yang agak beda dengan 42:59 komunitas diplomat agak beda. Nah, maka 43:03 saya melihat bahwa itu ada komunikasi 43:04 yang terjadi. Kalau kita lihat sejarah 43:06 bin ya, Mas ya namanya bakin ya. itu 43:09 awal itu kan orang-orang orang-orang 43:11 [tertawa] 43:12 yang bikin untuk menjadi guru mereka itu 43:14 kan diciptiannya atau kita lihat alfa gu 43:18 ya untuk membawa tempur F4 Skyhawk 43:22 misalnya itu kan itu kan k intelijen 43:25 waktu itu sampai burdani begitu hubungan 43:27 baik Musa. Maka ini pun seperti itu 43:30 enggak pasti apa eh pasti kerja-kerja 43:34 operasi intelijen yang yang memang 43:36 publik enggak tahu memang gitu. H 43:40 publik ini enggak tahu, 43:43 Dokter juga bisa lebih melihat ya ee 43:46 kira-kira ke depan selain kasus 43:48 deportase deportasi ee Mikdad ini ee apa 43:54 kira-kira, Dok? Apakah memang ingin 43:56 menunjukkan ee ee ee apa ya untuk orang 44:00 Palestina sendiri, oh Indonesia berubah 44:02 nih gitu ya atau menimbulkan ketakutan 44:04 khusus gitu ya untuk orang-orang 44:06 Palestina terhadap Indonesia. Bagaimana, 44:07 Dok? 44:09 Ya, ya memang pastinya maksud enggak 44:11 orang Palestinya kan ada kekhawatiran 44:13 ya. 44:13 Keshawatiran atas ee keberadaan mereka 44:16 di di ya di Indonesia khususnya kan. 44:19 Sama halnya seperti misalnya padi yang 44:21 ditembak di Kuala Lumpur kan. Kemudian 44:24 ada satu orang yang Patiwis yang diculik 44:26 oleh jaringan agenat tapi orang lokal ya 44:30 orang lokal ditangkap oleh pihak polisi 44:33 ee polisi Malaysia ya. Yang anehnya 44:36 masangga ketika ditangkap itu yang 44:38 memberitahukan bahwa penangkapan itu ada 44:39 dari dari Turki mulai meid itu apa ee 44:43 intelijen Turki tahu ke intelijennya 44:45 Malaysia bahwa ada orang polisi 44:47 ditangkap sekarang posisi di sini kaget 44:49 orang Malaysia. Wah kok Turki yang tahu 44:51 gitu kan. Nah maka maka saya lihat itu 44:53 memang ee operasi di Malaysia itu kan 44:56 lebih lebih masif dilakukan oleh 44:59 [mendengus] oleh Israel karena kan 45:00 Israel punya kutan besar kan di Bangkok 45:02 sama di Singapura kan. 45:04 kan dekat sama dengan Malaysia dengan 45:05 Johor kan dekat eangga. Jadi, jadi 45:09 memang ada ee upaya-upaya dilakukan oleh 45:12 pihak MOS untuk memata-matiah aktivis ee 45:15 kemanusiaan ini. Dan dari beapa 45:17 teman-teman yang saya dengar ya, mereka 45:20 ketakutan juga mereka itu kan ketakutan 45:22 mereka tinggal wah kapan gua kena ini 45:24 ini kena gua nih. Nah, makanya eh apa 45:28 yang dilakukan oleh pemerintah iniang 45:29 kenapa harus dikantor oleh publik untuk 45:31 menggambarkan bahwa ee pemerintah kami 45:34 beda sama pemerintah rakyat itu di 45:36 belakang Palestina. Iya. I 45:38 kami apapun yang yang terjadi kita akan 45:41 akan akan membela gitu. 45:43 Dan ini untuk untuk merubah narasi 45:46 internasional ya, bahwa jangan dikira 45:47 bahwa ee kami diam, rakyat diam gitu 45:50 kan. K itu Masak 45:52 sedikit kita ulas bagaimana media ini 45:56 memainkan ee perannya, Dok, ya. Karena 46:00 pasti ee Zionis Israel ini kan 46:04 menggunakan ee media untuk agenda 46:07 setting maupun eh framing gitu ya. Dari 46:10 kasus MQDARD ini saja. Bagaimana 46:14 pemerintahan-pemeritaan itu salah 46:15 satunya ada berita Mikdaad diduga 46:17 rencanakan serangan teror di tujuh 46:19 negara gitu kan. Nah, ini kan 46:21 sumber-sumbernya 46:22 dari kepolisian siprus. Beritanya 46:24 disebar ke seluruh ee seluruh dunia lah 46:28 gitu ya, ke media-media. 46:29 [mendengus] 46:29 Kalau di Indonesia sendiri kalau yang 46:32 dokter lihat gitu ya, sebenarnya 46:34 peran-peran media yang ada di Indonesia 46:37 ataupun NGONGO untuk meng-counter agenda 46:40 settingnya Zionis gitu ya dengan 46:42 media-medianya e itu gimana khususnya 46:46 untuk kasus orang-orang Palestina yang 46:48 tersebar di berbagai negara ataupun 46:50 umumnya dengan kasus-kasus lain gitu, 46:52 Dok? 46:54 Ya sudah yang harus dipahami Masga bahwa 46:57 tujuh negara itu kan terlalu banyak saya 46:59 tujuh negara. 47:01 Jadi jadi jadi kalau kita memakai logika 47:04 logika literasi kita literasi bahwa 47:07 orang Palestina tidak melakukan operasi 47:09 militer itu di luar negaranya. 47:12 Itu kunci di situ tidak melakukan 47:14 operasi di luar negaranya. 47:16 Jadi yang melakukan operasi di luar 47:17 negara itu adalah yang jadikan Des gitu 47:19 kan. 47:20 ini yang mereka itu di mana-mama itu 47:23 yang dibinyat itu Amerika awalnya itu 47:25 Masangga ini memang ini saya pikir kayak 47:28 88 kemudian punya interpol ya kemudian 47:30 apalagi Pak Yusri ini harus tahu hal 47:32 cerita seperti itu harus tahu jadi tanpa 47:35 tanpa harus verifikasi lebih dalam dan 47:38 informasi itu alah lu ngomong apa sih 47:41 jadi jadi reflek feeling itu harus harus 47:44 dibangun kan jadi ketika disodokkan aduh 47:46 kan enggak seperti ini tanpa tanpa kita 47:49 cari tahu lebih-lebih dalam. Nah, ini 47:50 yang yang saya pikir tidak dipahami oleh 47:53 Pak Yusri di rumah tangga. Jadi, ee 47:57 artinya gini, menerima mentah-mentah lah 47:59 informasi orang. Oh, ya. Bahaya ini baik 48:02 tanpa ada crossek apa ada bagaimana kita 48:07 mencari tahu bahwa ini informasi, ini e 48:10 hoa gitu kan. Nah, enggak mungkin dong 48:12 misalnya orang-orang sipus datang, wah 48:14 ini orang yang saleh, baik, kaya, mantak 48:17 mungkin gimana deportasinya. Oh, gitu 48:19 kan pasti yang disampaikan suatu hal 48:21 yang sangat mengerikan gitu dan dan 48:23 meskipun dari mana informasi dari 48:25 Israel. Nah, pertanya gini 48:28 kalau misalnya ada tadi penembakan penak 48:30 yang dilakukan oleh pihak Palestina atau 48:33 siapapun terhadap agemosat misalnya di 48:36 Ciprus misalnya itu langkah itu kan 48:38 urusan itu urusan lain itu kan 48:40 urusan lain. Nah, ingat Masangga ketika 48:43 orang-orang gamu membakar bakarbakar di 48:47 Aceh itu olah selbak dan itu dilakukan 48:50 oleh mereka yang tinggal di Swedia. 48:52 Indonesia berapa kali minta untuk 48:53 dideportasi enggak dikasih di enggak 48:55 dikasih. 48:56 I 48:56 jadi kita juga punya punya pengalaman 48:58 yang menyakitkan minta orang-orang yang 49:00 telah merugikan Indonesia untuk 49:01 dikembalikan dunia enggak enggak dikasih 49:03 minta data yang lengkap. Nah, makanya 49:05 kita ma seperti itu ketika informasi 49:07 dari okelah kalau kita bahasa bahasa 49:09 lebih diplomatis oke kita akan deportasi 49:11 migat coba Anda sampaikan kepada kami 49:14 data yang lengkap kemudian kami ayo 49:17 presentasi depan kami. 49:19 Kemudian kami akan kirim tim apa bisa 49:22 tuh artinya kemudian kita panggil MQDA 49:24 cek sama mikdadah macam-macam sayaasa 49:26 ini ada pengakuan dari Mikda kita enggak 49:29 tahu pengakuan gimana. 49:31 Iya. Iya. 49:32 Jadi macam misteri ya, Mas. Masih 49:34 misteria masih ee percayaan publik ya. 49:37 Sehingga kenapa kita enggak puas dengan 49:39 apa yang dilakukan oleh 49:42 apalagi kalau sudah masuknya itu ke ee 49:44 kamar-kamar lembaga-lembaga yang di 49:46 Indonesia ini wah pokoknya sudah enggak 49:48 jelas gitu ya, Dok ya. [tertawa] 49:50 Kalau misalnya tadi 49:51 instruksionalnya sudah langsung seperti 49:53 itu. Menerima info dengan tanpa dicek 49:57 and receck. Ada Pak Pepen Supendi yang 49:59 menyampaikan WhatsApp-nya. 50:00 Asalamualaikum warahmatullahi 50:02 wabarakatuh. 50:03 Alhamdulillah menyimak siaran malam hari 50:05 ini. Sedih dan juga sangat miris warga 50:09 Palestina diusir dari negara yang 50:14 mendukung Palestina dan menyakitkan hati 50:17 juga sih orang yang mendukung negara 50:20 Palestina merdeka. Ternyata Indonesia 50:24 malah menjadi anggota bop. Saya melihat 50:28 ini mungkin salah satu efek-efek dari si 50:31 itu gitu. Lalu juga menjauhkan Indonesia 50:34 dari Palestina. Jalan satu-satunya 50:37 Indonesia harus keluar dari bop supaya 50:39 tidak ada efek-efek lainnya. Bagaimana 50:41 menurut dokter? 50:43 Ya memang dari dulu masangga ya. H 50:45 jadi memang sudah diusulkan keluar bop 50:48 tapi kan apa ya ee 50:53 kritikan itu kan besar kritikan terhadap 50:56 keberadaan Indonesia dibop apa ISF gitu 50:59 kan sangat besar tapi saya sampaikan ini 51:01 sangga bahwa Indonesia sebenarnya tidak 51:04 asing dengan bantuan bantuan militer 51:06 terhadap pihak-pihak ee apa ya 51:07 pihak-pihak pembebas tanah air ya contoh 51:10 gini Mas 51:11 I 51:11 pernah ada operasi namanya operasi Babur 51:14 namanya babur operasi 51:16 Mabur ini artinya operasi karpet terbang 51:19 itu dilakukan oleh Pak Harto. Pak Harto 51:21 luar biasa Pak Harto dia dia mengirim 51:23 senjata rumah tangga itu ke mana? ke 51:25 mujahidinmujahidin mujahidin Afghanistan 51:28 itu ada dua truk 51:30 sekitar satu dua satu atau dua batalun 51:32 AK47 beserta blurunya masangga ini 51:35 langsung dikoordinir oleh Benny Murani 51:38 dan Lek Teddy waktu itu eh Teddy Rusdi 51:40 dan ini menggambarkan bahwa Indonesia 51:42 bukan hal yang baru ya kita enggak 51:44 ngomong hari ini harus seperti itu ya 51:46 saya ingin katakan bahwa Indonesia 51:48 sebenarnya itu sudah melakukan hal 51:49 seperti itu. bagaimana mengirim senjata 51:51 ke pejuang-penjuanginya 51:53 yang dilakukan oleh Pak almarhum ee 51:56 siapa tu? Suito su 51:58 Doripto yang dilakukan itu. Itu jelas 52:00 yangakukan yang minta Pak Harto kan yang 52:02 bayar tuh eh projo kan likutan USA kita 52:06 yang ada di Bosnia. J sebenarnya 52:08 Indonesia sudah melakukan itu bagaimana 52:09 Indonesia kirim senjata ke Alzair yang 52:12 untuk membela apa untuk melawan Prancis 52:15 misalnya. Nah, artinya Indonesia ini 52:18 benar-benar waktu itu pelopor masangga. 52:21 Jadi sekarang benar-benar bertolak 52:22 belakang walaupun Pak Presiden 52:24 mengatakan bahwa dia lanjut dari Bung 52:26 Karno kan tapi kan realita hari ini kan 52:29 ini bisa kita pertanyakanlah komitmen 52:31 Indonesia secara pasti terhadap 52:34 Palestina lah ya. Memang memang itu 52:36 merupakan satu negara yang tersisa 52:38 masangga di kongresia Afrika kan. 52:42 Hm. Nah, dokter ee kita juga kan melihat 52:45 ya di Indonesia sekarang kan banyak juga 52:47 orang-orang ee Palestina yang ee aktif 52:49 ya. Selain selain campaign tentang ee 52:53 kemerdekaan Palestina juga ada 52:54 kegiatan-kegiatan lain dengan mengisi 52:57 daurah ataupun menjadi pembicara dalam 52:59 seminar-seminar. Apakah ee 53:02 akan berefek Dok pada 53:04 aktivitas-aktivitas orang Palestina nih 53:06 yang ada di negara Indonesia sekarang 53:07 nih? 53:09 Maka saya lihat bahwa 53:10 informasi-informasi yang yang saya 53:12 dapatkan misalnya bahwa mereka itu ee 53:16 masuk ke Indonesia ya. Tapi yang 53:19 harusikasi juga ini menan bahwa ada 53:22 kekhawatiran ya kekhawatiran dari 53:24 pemerintah kata mereka ada kekhawatiran 53:26 ini masakga. bagaimana Indonesia menolak 53:29 beberapa orang e tahanan ee Palestina, 53:32 tahanan Israel untuk masuk ke Indonesia 53:34 misal ada yang yang ya tidak diberi akes 53:38 masuk ke Indonesia. Jadi memangatama 53:43 adalah eh literasi Indonesia terhadap 53:46 eang 53:48 orang 53:50 baca Quran yang namanya segam mereka. 53:54 Betul. Jadi saya Amerika Indonesia 53:56 sangat membawa keberkahanlah bahasa 53:59 keberkahan bagi kita mengajak anak-anak 54:01 atau remaja Indonesia untukatif 54:06 dari dari mereka yang yang memang mereka 54:09 bahasa Arabak. Jadi ee bagi orang yang 54:13 memang otaknya ketiga ada paranornya 54:15 selalu berpikir gitu masak pikir ada 54:18 yang dipikir bahwa ini akan baga tapi 54:21 sebenarnya ee sulit rasanya. Kalau kita 54:25 katakan bahwa ada semua pihak akan 54:28 welcome, tapi pasti ada sebagian kecil 54:31 dan pihak tertentu yang agak khawatir 54:33 keberadaan mereka dengan bertambah 54:35 jumlah mereka. Masak. 54:39 Oke, dokter itu tadi respon dan juga 54:42 pertanyaan-pertanyaan masuk ya dari 54:44 pendengar. Ee sebagai penutup, Dok. kita 54:47 sudah dibatasi oleh waktu ini ee dokter 54:50 sejarah panjang dukungan Indonesia 54:53 terhadap ee Palestina ya kita lihat 54:55 sejak era Presiden Soekarno 54:58 ee hingga ke masa reformasi itu kan 55:01 memperlihatkan konsistensi bagaimana 55:04 Indonesia itu ee perhatianlah lalu juga 55:08 solidaritas juga teruji gitu ya terhadap 55:10 perjuangan rakyat Palestina. Namun dari 55:14 kasus deportasi Migdad sepertinya 55:17 memperlihatkan 55:19 dilema bagi Indonesia gitu ya. Ee 55:22 bagaimana tuntutan dan juga tekanan ee 55:25 Barat gitu ya dalam hal ini ee Zoris dan 55:29 juga Amerika Serikat walaupun tidak 55:32 tampak di permukaan tapi terasa dari 55:34 dalam gitu ya. Sebagai penutup 55:36 bagaimana, Dok ee dari apa yang kita 55:38 bahas di malam hari ini? 55:41 Ya, saya pikir kita harus menjadi bangsa 55:43 yang besar, Bangga. Bangsa yang besar, 55:45 bangsa yang mandiri, bangsa independen 55:47 yang kita mengandu politik luar negeri 55:49 bebas dan aktif. Ya, kita enggak usah 55:52 ngomong Soekarno, Pak. Enggak, kita 55:53 ngomong eh Megawati ya sebagai putri 55:56 beliau. Nah, ketika George Bus minta eh 55:59 apa Abu Bakar Bas di ekstradisi ke 56:01 Amerika itu kan Megawati enggak mau 56:04 ekstradisi kan. Jadi memang pemerintah 56:07 sekarang harus belajarlah dari 56:08 tokoh-tokoh bangsa yang memang e punya 56:11 komitmen yang tangguh terhadap 56:12 Palestina. Jadi memang ee tidak pada 56:15 tidak hanya pada zona nyaman ya, tapi 56:18 kita zona-zona yang punya lika-liku pun 56:20 kita harus bisa masuk ke sana. Jadi 56:23 Palestina ini kan bagian dari sejarah 56:25 tanggung jawab sejarah kita untuk bisa 56:28 merdeka. Nah, jadi ahli itu bukan cuma 56:31 masyarakat, bukan cuma rakyat Indonesia, 56:33 tapi pemerintah secara bersama-sama ya 56:35 kita untuk bebaskanah Palestina dengan 56:37 berbagai macam resisiko yang harus kita 56:38 terima seperti yang yang terjadi pada 56:41 Malaysia. Saya pikir itu Mas Angangga. 56:44 Baik, Dr. Ben. Alhamdulillah ee dialog 56:48 kita di malam hari ini semoga memberikan 56:51 pencerahan untuk pendengar Rasil ya, 56:54 Dokter Ben. Insyaallah kita apagi di 56:57 bulan Agustus ya, Dok ya, bulan 56:59 kemerdekaan tuh nanti mencari 57:01 topik-topik ya 57:02 dari acara buka buka telinga ini. Semoga 57:05 drter selalu sehat. Insyaallah kita 57:07 jumpa lagi. 57:08 Amin. Amin. Amin. Amin. 57:10 Ikhwan ahad yang dirahmati Allah 57:11 subhanahu wa taala. Demikianlah acara 57:13 buka mata buka telinga kita di malam 57:14 hari ini bersama Dr. Sarbini Abdul 57:17 Murad. Semoga apa yang kita bahas, 57:20 diskusikan, dan yang kita sampaikan 57:22 bermanfaat untuk Anda semua. Terima 57:25 kasih banyak atas kebersamaan Anda dan 57:26 mohon maaf atas segala kesalahan kata 57:28 dari studio kami yang bertugas undur 57:31 diri. Billahi taufik wal hidayah. 57:33 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 57:35 alla ilaha illa anta astagfiruka waubu 57:37 ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi 57:39 wabarakatuh. 57:40 Waalaikumsalam warahmatullah.