Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:06 [musik] 0:21 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 0:24 wasalamu ala sayyidina Muhammad waid 0:35 dipancarkan dari jalan masjid 0:37 silaturahim nomor 36 kalimang Cibu 0:40 berwokasi radio silaturahim dan Rasil TV 0:42 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:44 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, 0:46 apa kabar Anda di malam hari ini? Hari 0:50 Ahad kita berjumpa lagi. Saya Angga 0:53 Aminuddin ditemani oleh Ondi dan juga 0:57 Fahri di meja operator Ihan Ahot. Kami 0:59 hadir dalam acara buka mata buka 1:02 telinga. Kita sudah memasuki 1:04 pekan kedua di bulan April 1:08 2026 hari Ahad ini. Acara buka mata buka 1:11 telinga bersama narasumber kita dr. 1:14 Sarbini Abdul Mor telah terhubung ya. 1:17 kita bergabung nih dalam ee Zoom 1:20 meeting. Asalamualaikum warahmatullahi 1:21 wabarakatuh, Dr. Ben. 1:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:25 wabarakatuh, 1:26 Masangga, 1:27 apa kabar, Dr. Bangin? 1:29 Alhamdulillah, alhamdulillah ketemu kita 1:30 ni sudah 1 minggu kita libur kemarin 1:32 tuh. 1:32 Alhamdulillah 1:34 ya. Ini di bulan Syawal kita nih lanjut 1:36 lagi ya, Dok, ya, siaran kita. 1:38 Kita lanjut kita gua. Baik. 1:41 Baik. sepertinya ee mau bulan Ramadan, 1:45 mau Syawal ini Timur Tengah terus 1:48 memanas ya, Dokter ya. 1:50 Terus dipantau ini. 1:52 Siapa tamu kita di malam hari ini, 1:54 Dokter Ben? 1:56 Ee 1:57 tamu kita spesial malam hari ini kita 1:59 panggil kita undang yang kedua kali 2:03 karena banyak pendengar yang minta 2:05 beliau untuk hadir bersama kita. Beliau 2:08 adalah Prof. Dr. Tek Rezah, 2:13 dosen Hubungan Internasional 2:16 Universitas Padjajaran. 2:18 Nah, beliau lagi sibuk betul beliau nih 2:21 diundang di mana-mana tapi alhamdulillah 2:23 beliau sempatkan untuk bisa 2:26 bareng-bareng dengan pendengar ee Radio 2:29 Rasil pada kesempatan malam hari ini. 2:31 Maka kita terima kasih. Selamat malam, 2:33 Prof. Asalamualaikum, atas kehadirannya. 2:36 Mudah-mudahan menjadi pencerahan bagi 2:38 kita semuanya masukan-masukan, 2:39 pandangan-pandangan beliau memang beliau 2:42 expert di bidang bidang ee hubungan 2:45 internasional gitu Mas Angangga. 2:49 Baik. Asalamualaikum warahmatullahi 2:51 wabarakatuh Pak Prof Tekurasah. 2:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:57 wabarakatuh. Terima kasih undangannya 2:58 Pak Angga Aminudin juga Dr. Band. 3:02 Makasih, 3:03 Pak Profabung 3:05 lagi di acaranya Dr. Band. Ini acara 3:08 dokter Band, Dok. Aku, Prof. 3:10 Siap. Saya ngikutin aja. Alhamdulillah. 3:13 Buka mata, buka telinga. Dan di malam 3:15 hari ini kita akan mengangkat ee 3:18 perkembangan mengenai ee gencatan 3:20 senjata Amerika Serikat Israel versus e 3:23 Iran. 3:25 Kalau kita lihat perkembangannya, 3:27 kebuntuhan perundingan sepertinya ee 3:29 terjadi di antara Amerika Serikat dan 3:30 Iran di Pakistan ya, di Islam Abad dan 3:33 juga perkembangan-perkembangan juga ini 3:36 ee sepertinya memang selalu menjadi e 3:38 berita newspaker dan juga sorotan e 3:41 publik gitu ya sebenarnya terjadi di 3:43 perang ini tuh arahnya ke mana gitu ya. 3:46 Lalu juga kekhawatiran-kekhawatiran kan 3:49 muncul gitu dari berbagai negara. Eh, 3:51 Dr. Ben mungkin sebagai e pembuka 3:54 sebelum kita ke Pak Prof. Rasah dari 3:56 drter Ben apa sebagai pembuka topik kita 3:58 di malam hari ini? 4:00 Iya. Ayo, Mas. Memang ini perang yang di 4:03 luar prediksi, di prediksi Amerika 4:06 perang yang bingung ekspnya. 4:09 Jadi ini semua adalah bentuk dari ee 4:12 kekurangan informasi yang di ee apa yang 4:16 dipahami oleh Amerika. Karena kita 4:18 ketahui bahwa perang ini kan informasi 4:20 dipasok ee banyak oleh pihak intelijen 4:23 ee Mossat. Jadi Amerika ini under 4:26 estimasi dengan kekuatan Iran. Jadi 4:29 dengan perang panjang ini kita melihat 4:31 ee banyak ke apa kekalahanlah kerusakan 4:34 baik di Amerik di pangalan Amerika, 4:37 Israel maupun negara-negara jirannya 4:39 Iran. 4:40 Jadi, Mas saya pikir ini adalah bentuk 4:42 dari kekalutan ee apa Amerika untuk 4:46 mereka mencoba untuk ee berunding. 4:49 Artinya ee salah satu jalan yang exit 4:53 yang terhormatlah menurut Amerika, 4:55 menurut Trump. N karena diakan 4:57 desakan-desakan dari dalam pun juga 4:59 sangat sangat besar ya. Sehingga mau 5:01 tidak mau Trump harus ee mencoba 5:04 menghentikannya tapi tanpa 5:06 mengkehilangkan wajahlah kira-kira gitu. 5:09 Jadi kita lihat bahwa tanggal 11 5:11 kemarin, hari Sabtu ada perundingan di 5:14 Islam Abad ini langsung diinisi di apa 5:17 menjadi mediatornya Pakistan. Jadi kita 5:19 ketahui bahwa Pakistan sama Amerika 5:21 punya hubungan baik juga sama Irya 5:23 hubungan baik dan kemudian ee Islam 5:26 menjadi tempat untuk perundingan ini. 5:29 Dan memang dunia mengharapkan ada berita 5:31 baiklah artinya perang ini bisa bisa 5:34 berhenti. Kemudian ada stabilitas apa 5:37 energi dunia. 5:39 Jadi walaupun dunia agak degdegan ee 5:42 untuk mendapatkan apa ee hasilnya yang 5:45 positif, tapi ee prediksi-prediksi orang 5:48 bahwa hasilnya sudah diperkirakan ya 5:51 kita melihat 21 21 jam mereka berunding, 5:54 tapi enggak ada enggak ada ketemu ee 5:57 kira-kira apa hasil ini. Nah, oleh sebab 5:59 itu pada kesempalaman ini kita undang ee 6:01 Prof. ee desa sah untuk memprediksikan 6:05 dengan kegagalan ini apa yang apa yang 6:08 akan terjadi gitu loh. Apakah ada 6:11 perundingan kedua negosiasi bertahap 6:13 sehingga tercapai sebuah ee perdamaian 6:17 yang diinginkan oleh Iran e perdamaian 6:20 yang permanen bukan genjata senjata yang 6:22 sementara atau ini bagaimana nih? Nah, 6:24 makanya pada kesempatan kita coba e ajak 6:27 Prof. untuk menganalisis ya kira-kira 6:30 bagaimana perkembangan selanjutnya yang 6:32 mudah-mudahan kita mengharapkan ee ini 6:34 tidak berimbas kepada Indonesia karena 6:37 kalau berimbas kepada Indonesia ini 6:38 punya dampak yang besar bagi kita 6:40 semuanya. Kira kira-kira prolog seperti 6:42 itu Mas. 6:46 Baik drter B. Eh saya akan ke Pak Prof 6:50 eh Tekur Jasyah. Saya membaca satu 6:53 berita ketika 6:56 ee hasil gitu ya, hasil dari Islam abad 7:00 itu diketahui oleh ee publik. 7:03 beritanya itu pembuntuan logika melihat 7:08 hasil 7:10 ee pembicaraan 7:12 gencatan senjata di Islam Abad yang 7:14 dilihat oleh ee publik itu dari mulai 7:18 kepanikan gitu ya, kekhawatiran. 7:21 Sebenarnya bagaimana kita ee melihat ee 7:23 Pak Prof ketika 7:28 Amerika Serikat Israel versus ee Iran 7:31 ini sudah menyentuh berbagai bidang gitu 7:33 ya. Selain politik tentu saja ee 7:36 ekonomi. Lalu juga kita melihat 7:39 bagaimana ego ee para pemimpin dunia. 7:42 Lalu juga manuver militer kawasan juga 7:44 kita ee lihat dan juga Pak Prof 7:47 sebenarnya melihat hasil negosiasi antar 7:50 negara yang berperang ataupun yang tidak 7:52 berperang gitu ya yang di yang menjadi 7:54 pendukungnya ataupun yang secara 7:56 malu-malu mendukung ataupun yang memang 7:59 acuh tak acuh sama sekali gitu ya. 8:01 bagaimana melihat perkembangan dan juga 8:03 sebenarnya bagi Indonesia untuk merespon 8:06 perkembangan itu menurut Pak Prof. 8:07 bagaimana, Prof? Kami persilakan 8:09 analisanya, Prof. 8:11 Ee terima kasih. 8:13 Memang perundingan itu kan harus dalam 8:15 suasana tenang, ya. Suasana tenang. Jadi 8:19 yang tenang itu bukan hanya negaranya, 8:22 tapi juga negosiator. Karena negosiator 8:26 itu kan yang mendapat amanah untuk 8:27 mewakili negara mereka. ee dalam 8:30 mewakili negara mereka kan mereka sudah 8:32 dipilih oleh negara masing-masing 8:34 walaupun kualifikasinya beda kan antara 8:37 orang Iran dengan orang ee Amerika 8:39 Serikat. Memang harus diakui ya dalam 8:43 berunding itu ee suasana kebatinannya 8:45 itu berat ya, tapi harus dijalani. 8:48 Misalnya begini, dalam di kalau kita 8:50 lihat dari dalam negeri Amerika Serikat 8:52 itu tim negosiatornya walaupun sudah 8:55 punya blueprint, apa yang harus 8:56 dikatakan, apa yang harus di ee lakoni, 9:00 apa yang harus ditolak sejak dini, apa 9:02 yang harus ditolak dalam proses itu kan 9:04 ada ada pakemnya masing-masing. Itu 9:07 rahasia kan. Tapi kalau saya perhatikan 9:10 siapapun tim negosiator Amerika Serikat 9:13 itu ada kekhawatiran begitu karena sang 9:15 presiden itu sedang dalam proses 9:17 dikritik oleh masyarakat ee masyarakat 9:19 yang jumlah sudah sampai 10 juta orang 9:21 tuh sudah turun ke jalan itu. Ah kalau 9:24 presiden ini kena impeach nanti kan 9:27 salah-salah eh JD V ini tim eh 9:31 [mendengus] pimpinan negosiator itu jadi 9:33 presiden. Nah, ini kan bikin Iran ini 9:35 semangat ini karena akan berhadapan 9:37 dengan seorang calon presiden. Karena 9:39 kalau wakil presiden itu kan istilahnya 9:41 hanya 9:44 apa ya? Kita seringkali nyebut ban 9:45 sererep gitu ya. Tapi ban serep itu akan 9:47 terpakai pada saat presiden yang 9:49 betulannya ee berhalangan tetap. 9:52 [berdehem] 9:53 Itu dalam negeri Amerika Serikat. Dalam 9:54 negeri Iran itu para negosiator itu 9:58 sangat percaya diri gitu. Karena mereka 10:00 mendapat dukungan sepenuhnya dari 10:02 masyarakat dan juga dari ayat tolak dan 10:05 mereka sudah terbukti di atas angin 10:07 gitu. 10:08 Pada saat yang sama mereka juga melihat 10:10 di luaran itu ada anaknya Amerika kan 10:13 [berdehem] namanya Israel itu terus 10:15 melakukan pembohoman, terus melakukan 10:17 penyerangan. Jadi ini berpengaruh 10:19 begitu. Kemudian dunia juga berharap 10:22 semoga perundingan ini segera berhasil 10:25 sehingga tidak ada perang lagi 10:28 sehingga harga bahan baku dunia akan 10:29 kembali lebih normal terutama sekali 10:31 bahan minyak ya. Jadi negosiator itu ada 10:35 kesan berani, ada kesan takut-takut 10:39 juga. Mereka punya pertanyaan sendiri 10:41 akankah mereka menjadi ee penyebab dari 10:44 kekisuhan atau mereka mampu 10:46 menyelesaikannya. Terus negosiator itu 10:49 juga punya pertanyaan, "Ini lawan saya 10:51 ini [mendengus] dia ini berpikir itu 10:54 untuk masa depan dunia atau masa depan 10:56 pikiran dia begitu." Jadi dalam hal ini 11:00 repotnya karena kedua negara ini di 11:04 ditengahi oleh Pakistan. Mereka tidak 11:07 berada pada satu meja gitu. 11:09 Hm. mungkin di ruangan yang beda dan 11:12 Pakistannya itu bergerak ke kiri, gerak 11:14 ke kanan, tukarmenukar file, tanya kiri, 11:17 "Bagaimana tanggapan Anda tentang items 11:19 nomor satu misalnya." Setuju kata si 11:21 Iran. Terus pergi lagi ke ruangan 11:24 sebelahnya. Setujunya gimana? Yang 11:27 ngomongnya sih apa? Jadi ini yang bikin 11:29 ee 11:31 dialog itu enggak produktif gitu. Memang 11:34 Iran itu tidak mau berdialog dengan 11:36 Amerika Serikat karena dia yang 11:37 diserang. Nah, kalau dia diserang ya dia 11:39 harus menganggap saya dimusuhin, saya 11:42 ingin dimusnahkan. Untuk itu ya saya 11:44 pakai pakai negosiator. 11:46 Jadi dengan berakhirnya buntu 11:50 saya teringat statementnya 11:52 eh JD Vens. Dia mengatakan Wapres ini ya 11:56 perundingan ini tidak berhasil 12:00 karena Iran tidak memuaskan kami. Waduh. 12:04 Mereka menolak persyaratan kami. Padahal 12:07 kalau dalam dialog itu kan harus 12:09 kesetaraan. Walaupun Amerika Serikat itu 12:12 raksasa yang sedang pincang gitu. Sedang 12:14 pincang tergopoh-gopoh dia jalan enggak 12:17 sanggup berlari kencang. Dan kalau kita 12:19 ikutin standar Amerika Serikat sendiri 12:21 dia sudah kalah sebenarnya. Itu 12:24 targetnya perang kurang dari seminggu. 12:26 Ini jalan 1 bulan lebih. 12:29 Kemudian dia perkatakan pergantian rezim 12:32 enggak ada pergantian rezim malah 12:34 rezimnya berganti secara alamiah. 12:36 Kemudian pas ee pas apa ya? Instalasi 12:39 nuklirnya akan kami hancurkan gak hancur 12:41 juga. 12:43 Kemudian angkatan persenjatanya kami 12:44 hancurkan gak hancur juga. Nah kalau 12:46 lihat itu tujuan awal Amerika Serikat 12:48 sudah meleset gagal dia. Jadi yang 12:50 terjadi sekarang memang harus kita akui 12:52 ya. 12:54 Eh, Amerika Ser bermain eh istilahnya 12:57 itu good cop and bad cop gitu. Dunia 13:01 sudah tahulah kelakuan seorang Donald 13:03 Trump itu. Dia kan punya eh narcisistic 13:06 eh personal disorder kan. Dia enggak mau 13:09 dengar siapapun. Pokoknya aku terserah 13:12 saya gitu kan. Ini bahayanya Pak. 13:15 Dari sana dia mengendalikan negosiasi. 13:18 Sedangkan Iran kemungkinan besar 13:19 berharap V ini orang yang rasional 13:22 waras. 13:24 Eh, ternyata V ini para didampingi oleh 13:27 orang-orang yang secara akademik itu 13:30 dipertanyakan, Kang. Misalnya kalau tim 13:33 negosiator dari Iran itu kan jago-jago 13:35 tuh. Misalnya kita sudah dengar nama 13:38 misalnya ee 13:41 ketua parlemen apa speaker parlemen 13:44 Muhammad Bagir Galiff itu jelas. 13:47 Kemudian foreign minister Abbas Arakci 13:50 itu jelas. 13:51 Ya. Iya. 13:52 Iya. Kedua orang ini ada ada lagi 13:54 namanya ee siapa itu namanya? Muhammad 13:58 Jafar Zarif itu pendidikannya mereka 14:00 rata-rata di Barat atau di Uni Eropa. 14:04 Dan Ali Akbar Salehi itu mantan kepala 14:08 ee ini unit nuklirnya Iran. Tapi kalau 14:11 timnya Amerika Serikat kan ini siapa 14:14 sih? Misalnya JD Vents okelah dia punya 14:17 pengalaman diplomatik, tapi kan ee 14:21 Stevekov itu kan itu kan bisnisman, 14:24 terus Jaret, Jaret Kusner itu bisnisman 14:27 juga. Itu dua-duanya itu bisnisnya itu 14:29 real estate gitu kan ya. Mereka enggak 14:31 punya pengetahuan tentang diplomasi 14:34 Timur Tengah. Jadi wajar-wajar saja 14:37 dialognya enggak nyambung gitu. Jadi 14:39 untuk itu Amerika Serikat hanya berpikir 14:41 pokoknya dialog terjadi karena Donald 14:44 Trump kan sedang terancam nih dalam 14:45 negerinya terancam untuk ee apa kena 14:48 pemakzulan. Karena itu dia mencari forum 14:51 di luar. Forum di luar itu nanti 14:52 seolah-olah dia yang menang. Yang yang 14:54 ngacau itu lawan dia gitu. Jadi ini 14:57 sudah diset untuk gagal begitu. Dan Iran 15:00 juga sakit saya. Kenapa dia berharap ini 15:02 berhasil? Bukankah Anda sudah tiga kali 15:05 dikadalin itu bahkan tanggal 2000 tahun 15:07 2018 dikadalin hampir tercapai 15:10 persetujuan Amerika Sikat mundur 15:13 tahun 2025 15:15 bulan Juni [mendengus] persetujuan 15:18 hampir terjadi 15:20 eh Amerika Serikat dan Israel menyerang 15:23 gitu sudah perang 12 hari selesai ya 15:28 sekarang 28 Februari itu juga Iran sudah 15:31 banyak ee ee mengedukurkan 15:34 persyaratannya. 15:37 Kaset khawatir kalau ini gendornya tuh 15:39 ngendor betulan atau dia sudah 15:41 presentase ee apa uradiumnya sudah 15:44 tinggi nih diam-diam terus diserang 15:46 lagi. Jadi tiga kali diserang kok Oren 15:49 juga mau juga dia nih berunding untuk 15:51 keempat kalinya. Padahal kan dia sudah 15:54 tahu Amerika Serikat ini kan namanya tuh 15:56 setanul akbar. Itu itu Pak Dokter Band 15:58 tahu Pak 15:59 setan besar punya bermitra dengan setan 16:02 kecil. Setan kecil itu setanul asgor. 16:05 Kalau diajak bicara pasti bohong. Kalau 16:07 bikin perjanjian nanti mereka akan 16:09 ingkar. Kalau misalnya sama-sama 16:11 menjalani perjanjian mereka menggunting 16:13 dalam lipatan, menelikung. Jadi kenapa 16:16 pula Iran mau juga terlibat perjanjian 16:18 yang keempat ini begitu. Karena Iran 16:20 mengatakan, "Saya kan yang diserang." 16:22 Ya, serang ya sudah Anda bertahan 16:23 ajaalah serang. Anda bisa serang balik. 16:25 Tapi kenapa Iran mau juga berunding 16:27 dengan Amerika Serikat? Ya karena 16:29 melihat figur JD fans ini, karena figur 16:31 JD fans ini paling profesional di antara 16:34 orang-orangnya Donald Trump. Nah, jadi 16:37 ternyata perilaku Amerika Serikat 16:39 gitu-gitu juga. 16:40 Perundingan dia batalin sendiri. Dia 16:42 bilang, "Ini enggak enggak memenuhi 16:44 harapan saya." Ya memang namanya 16:46 perundingan itu kan harus ada tarik 16:47 ulur. Perundingan itu harus ada buka 16:49 kartu kita tawar kartunya sekarang ini 16:51 kartu saya tawarlah kartu saya kan 16:53 begitu 16:54 ya. Mungkin 16:55 Pakistan juga barangkali enggak tegas 16:57 ini. Kita enggak tahu sih kita enggak 16:58 punya transkripnya Bang. 17:01 Mestinya Pakistan itu dari 10 10 usulan 17:04 Iran dia beranjak dulu di mana yang 17:06 paling mungkin dibahas [berdehem] gitu 17:08 yang paling lunak. 17:10 Ya kan enggak mungkin 10-10nya dibahas 17:12 itu ya. Paling Iran e untuk Isra untuk 17:15 ee siapa? Untuk Pakistan. Pilihlah dulu 17:17 yang paling lunak. Sehingga paling 17:19 enggak e setengah hari itu rapat itu 17:22 sudah ada hasil ya. Enggak. Karena Iran 17:24 itu kan mintanya 10 syarat, [berdehem] 17:26 10 items. Amerika Serikat bilang okelah 17:28 10 item nanti kita bahas. Itu akan 17:30 menjadi materi kita. Ternyata semua item 17:33 itu dia tolak juga kan. Jadi ya 17:35 iya 17:36 memang pelik ini bermain di dua di tiga 17:38 papan catur ini. Papan catur political 17:41 strategic. 17:48 Halo Pak Prof. 17:53 11 11 jam itu terlalu ambisius mestinya 17:57 11 hari nih ya. Maksalnya kalau 11 hari 18:00 [berdehem] 18:00 kuat enggak orang Iran menjalaninya? 18:02 Kuat enggak orang Amerika menjalani. Ini 18:05 bicanya bicara politik loh, bicara 18:06 filsafat, bicara sejarah, bicara 18:09 peradaban, bicara masa depan, bicara 18:10 hitung-hitungan. Dan saya kan enggak 18:12 yakin e orang-orang macam Kusner dan 18:14 Witkov itu siap untuk itu kan. Mereka 18:16 terbiasanya kan berunding untuk level 18:18 ini, level 18:19 eh level apartemen lah, level 18:21 kondominium lah, level flat. Iya enggak? 18:24 Jadi beda [berdehem] cara berpikirnya. 18:26 Jadi ya 18:27 wajarlah enggak berhasil. Punten, Kang. 18:29 Kepanjangan, Kang. Enggak 18:32 [tertawa] 18:33 apa-apa, Pak Prof. Lalu ini kan kemarin 18:36 itu 18:37 klaim kemenangan itu kan dua-duanya ee 18:40 mengklaim ya. Kita sih melihatnya ee ada 18:44 yang ee si pangsiurnya itu sebenarnya 18:47 ini kalau kita lihat kacamata ee 18:49 kemenangan yang ee sesungguhnya itu ada 18:52 alasan masing-masing. Memang Amerika 18:53 Serikat punya alasan, Iran juga punya 18:55 alasan. Eh, jadi kalau menurut e Pak 18:57 Prof itu ada kan menang secara politik, 18:59 menang secara militer. Kalau dalam 19:02 pandangan e Pak tuh kemarin yang menang 19:04 itu siapa gitu, yang paling rugi itu 19:06 siapa? Lalu yang paling ber berefek 19:09 kepada ee domestik dalam negerinya 19:11 ataupun ataupun politik luar negerinya 19:13 itu siapa? Bagaimana, Prof? 19:16 Ini memang banyak cara pandang, Kang. 19:18 Kalau kita melihat dari cara pandang 19:20 militer, ya. Ya, 19:21 Amerika Serikat menanglah. Dia menang di 19:23 udara, menang di laut. Oke. Tapi Iran 19:26 menang juga di rudal balistik 19:29 ya. Berarti kan ee Iran itu kalah secara 19:33 militer, kalah secara ee pemboman itu 19:36 sudah sangat sistematis. Terus ee ribuan 19:39 orang sudah wafat. Bahkan pemimpin besar 19:41 ee pemimpin besar Iran Ali Hamani juga 19:44 wafat. Ini kan sebenarnya bisa dikatakan 19:46 kalah kan. Amerika Serikat bisa mengkir 19:48 kami menang gitu. 19:49 Datanya [mendengus] jelas tapi kan 19:52 namanya perang itu kan panjang. 19:54 [berdehem] 19:55 Ini yang ditunggu Iran. 19:57 Mungkin perang selama seminggu pertama 19:59 Amerikan menang, tapi masuk minggu kedua 20:02 lain cerita kan. Kapal induk dia enggak 20:04 bisa masuk ke Hormus. Kemudian instalasi 20:07 Israel di bombardir. Terus 20:11 iya 20:11 instalasi nuklir di Nejjeev dibombardir. 20:15 Saat yang sama juga Iran dibombardir. 20:17 Jadi 20:19 perang ini 20:21 masih panjang. Saya pikir masih panjang. 20:24 Sepanj panjang itu [mendengus] saya 20:28 enggak bisa jawab ya siapa yang menang, 20:29 siapa kalah. Tapi yang jelas ee secara 20:32 teknologi kita lihat superioritas 20:35 Amerika Serikat sudah tidak di situ. 20:37 Begitu. Pesawat utama dia F15 seri 20:42 15E gitu ya, itu jatuh. Terus ee 20:47 pangkalan militer dia luluh lantak. 20:51 Terus peralatan-peralatan di pangkalan 20:53 militernya rusak. 20:55 Terus kapal-kapal dia angkatan laut pada 20:58 saat pengisian bahan bakar di laut kena 21:00 hajar dari kudal balistik. Jadi kita 21:02 melihat 21:03 kalau kita [mendengus] ini di Indonesia 21:05 nyebutnya itu tepat sekali loh Bang. 21:08 Kalah jadi abu, menang jadi arang. 21:10 Dua-duanya sama-sama merugi. Begitu. 21:13 H. Tapi kalau kita lihat lebih spesifik 21:15 ya, di sini kita lihat superioritas 21:17 Iran, dia bisa membangun selama 47 tahun 21:22 di mana sanksi itu benar-benar 21:25 diterapkan oleh global, oleh Amerika 21:27 Serikat terutama sekali. Dan Amerika 21:29 Serikat juga menghukum negara-negara 21:30 yang bermain mata dengan Iran gitu kan 21:33 dan Iran bisa bertahan gitu. Kalau kita 21:36 lihat dari aspek ini ya, Iran sudah 21:38 menang begitu. Dia 21:41 dapat dikatakan [mendengus] dia menang. 21:43 Dia start dari minus dan dia bisa 21:45 mengalahkan kuasa dan dia bisa mengebom 21:48 Israel. 21:50 Memang ini banyakbanyak apa ya? Banyak 21:52 perspektif, Kang. Kalau kita lihat dari 21:55 perspektif 21:57 perang itu kan tidak sendiri kan ada 21:59 sekutu. 22:00 Iya. 22:01 Kemiran berhasil membongkar sekutu 22:03 barat. Oke. Kemudian Iran berhasil 22:06 membuat Trump itu dimusuhi oleh 22:07 rakyatnya. Ini suatu [berdehem] 22:09 kemenangan begitu. Kalau perang ini 22:11 dibuat lebih panjang, itu Trump bisa 22:13 jatuh begitu ya. Cuma kenapa Iran, 22:16 Israel ini ee 22:19 bermainnya itu kurang cantik begitu. 22:21 Mereka hanya [berdehem] terjebak dalam 22:22 suatu perundingan. Dia membawa tim kelas 22:25 berat loh. Ini tim Isra timnya Iran itu 22:28 berat loh. 22:29 Speaker dari parlemen, terus menteri 22:31 luar negerinya sendiri datang. Kalau AS 22:34 kan menteri luar negerinya siapa tuh? 22:37 Eh, Mark Rubio. 22:39 Oke. Tapi Mark Rubio background-nya apa? 22:42 Begitu. Kemudian Wkov background-nya 22:44 apa? Kusner background-nya apa? Kita 22:47 enggak lihat. [mendengus] 22:49 Ini memang juga hebatnya ya kita enggak 22:51 kita mata kita ee terbutakan gitu. Kita 22:54 enggak tahu persis delegasi AS itu yang 22:56 bicara yang di yang di depan meja itu 22:58 siapa gitu. Saya enggak punya data itu 23:00 ya. 23:01 Enggak ada enggak ada fotonya. Padahal 23:02 fnya kita bisa ngira-ngira kan kira-kira 23:05 yang ambil [berdehem] inisiatif siapa? 23:08 Yang akan memutuskan siapa, yang hanya 23:10 ikutan siapa. Saya juga enggak lihat 23:12 dari Iran. Tapi tapi Iran itu lebih 23:14 terbuka. Daftar namanya tuh ada sampai 23:17 70 orang gatnya itu satu pesawat dikawal 23:21 oleh sekitar ee di sekitar empat 23:25 pesawat tempurnya Pakistan. Ya, ini ini 23:27 menunjukkan bahwa Pakistan itu 23:28 bertanggung jawab betul untuk terlaksana 23:30 perjanjian ini. Kalau saya perhatikan 23:32 selama 1 bulan ini yang jelas sasaran 23:35 Amerika Serikat tidak berhasil. 23:37 Kemudian Amerika Serikat tertutup 23:39 informasinya ya. Enggak kita enggak tahu 23:40 kan prajuritnya meninggal berapa. 23:43 Padahal kan sasaran peluru kendali Iran 23:45 itu kan kepada seluruh pangkalan militer 23:47 Amerika Serikat. Konon ada ribuan 23:49 personil di situ kan masa yang meninggal 23:51 cuma 20. Saya ngitung-hitungan saya 23:53 paling enggak nolnya tambah satu lah di 23:56 ujung itu dari 20 tambah 1 gitu kan. 23:58 Oke. 23:59 Iya, Bang. Karena kalau kalau datanya 24:02 dibuka itu masyarakat Amerika kan bisa 24:03 ngamuk itu. 24:05 Betul. Betul. 24:05 Ibu-ibu bisa keluar, terus emak-emak 24:08 bisa keluar, kemudian ee 24:10 pasangan-pasangan muda bisa keluar. 24:13 Mereka bisa mempermalukan Donald Trump 24:16 di kandangnya sendiri. Ya kan aneh 24:18 negara yang konon punya kebebasan pers 24:20 menutup informasinya kan. Akibatnya 24:23 masyarakat menduga-duga gitu bahwa 24:24 sebenarnya yang terbunuh itu 24:26 bukan 20 tapi nolnya kurang satu gitu 24:29 kira-kira ya. 24:31 Saya enggak bisa jawab Kang. Ee siapa 24:33 yang menang saya jelas pepatah Indonesia 24:36 mengatakan kalah jadi abu menang jadi 24:38 arang. Dua-duanya sama jadi arang. 24:40 Rugi Bang. Betul. 24:43 Nah Prof. tadi dikatakan perang ini akan 24:46 panjang. Ada juga analis yang mengatakan 24:48 bahwa perang yang kemarin itu ini 24:52 sebenarnya belum benar-benar meledak 24:54 gitu. 24:55 Belum benar-benar meledak. Apalagi nanti 24:58 ketegangannya akan lebih meningkat lagi 25:01 gitu ya. 25:01 Sinyal Bang 25:03 sinyal [mendengus] ya kecemasan dan 25:06 jalan sinyal buruk akhirnya. 25:08 Maaf Pak Ben sinyal kita sedang ini 25:10 bermasalah tampaknya nih Pak Ben 25:12 ya. Bagaimana, Pak K sekarang? 25:15 Ee gimana, Bang? Mohon diulangi lagi, 25:17 Bang. Tadi sinyalnya putus, Bang. 25:18 Oke. Oke. Sekarang sudah lancar ya, Pak 25:20 Prof? Ya, 25:21 sudah lancar, Bang. Sudah lancar, Bang. 25:23 Iya. Tadi kan dikatakan perang ini akan 25:25 panjang, Pak Prof. Ada analis yang 25:28 mengatakan bahwa justru perang yang 25:29 kemarin itu belum betul-betul meledak. 25:31 Nah, justru bahkan akan lebih besar 25:34 lagi, akan lebih tegang lagi, gitu ya. 25:37 semua negara-negara apalagi yang ada di 25:39 kawasan itu makin khawatir. Kalau 25:41 analisa ee 25:43 Pak Profal ketika apa perundingan yang 25:47 buntu kan isu yang paling keras itu kan 25:49 nuklir, lalu tuntutan Washington dan 25:52 juga masa depan jalur energi ee 25:54 strategis. Bagaimana Prof? 25:55 Betul. Betul. Ee ini kan yang berhadapan 25:59 ini kan bukan hanya angkatan bersenjata. 26:01 Kalau Amerika Serikat mengirim angkatan 26:03 bersenjata kan. Kalau Iran ini dia 26:07 perang membela tanah air, Bang. Kalau 26:09 perang membela tanah air itu logikanya 26:11 beda, Bang. 26:12 Tanah air itu mereka mempertahankan diri 26:14 dengan giriroh yang luar biasa. 26:17 Kemudian dengan semangat juang. Karena 26:19 yang yang mereka pertanyaan ini adalah 26:21 kelahiran, Bang. 26:22 Motherland, fatherland, homeland itu 26:25 beda, Bang. Kalau Amerika dan Israel itu 26:27 ingin nyerang, ingin memperluas wilayah, 26:29 ini beda girahnya itu beda. Kalau kita 26:31 bisa analogikan, Bang, kira-kira seperti 26:34 perang ini ya yang paling baru ya, 26:37 perang [mendengus] 26:38 10 November di Surabaya gitu. Inggris 26:41 datang dan perangkapan paling lengkap. 26:43 Bahkan jenderal Malabi itu kan 26:45 jenderal yang menang perang dunia kedua 26:47 tuh Inggris waktu itu. 26:49 Nah, dikuasa barulah bersama Amerika 26:51 Serikat. 26:53 Inggris kalah dan kita hanya bermodal 26:55 bambu rencing. Kita hanya bermodal 26:56 resolusi jihad gitu bisa begitu. 26:59 Akibatnya orang-orang para lawan itu 27:01 heran kok orang Indonesia itu 27:03 bertarungnya habis-habisan seperti 27:04 enggak takut mati. Memang Iran juga 27:06 tidak takut mati. Iran berpikir hidup 27:09 ini makhluk bernyawa itu semua pasti 27:11 mati. Dan saya menyongsong kematian itu 27:13 dengan semangat jihad jihad 27:15 fisabilillah. Ini ini Iran ini cara 27:17 berpikirnya begitu. Jadi kalau Iran 27:19 mengatakan perang ini belum ee baru 27:21 berjalan, 27:23 masih pendek, ya Iran itu betul. Karena 27:26 kalau kita lihat dari statement standar 27:29 pemimpin Iran di bawah gurun itu kan 27:33 adalah kota-kota peluru kendali, Bang. 27:35 Dia itu fokus itu rudal balistik fokus 27:38 dia. 27:38 Ternyata rudal balistik dia itu kalau 27:41 dituntun dengan radarnya Rusia, dengan 27:43 remote sensing-nya Cina ya enggak? itu 27:46 bisa terarah. 27:47 Iya, 27:48 terarah. Itu kalau bahasa Jawa tuh ada 27:50 istilah benar dan benar gitu. Kalau 27:53 benar itu tepat, tapi kalau pener itu 27:55 titik plus titik0.0 gitu. Pener itu 27:58 tepat gitu. 28:01 Lu kendali Iran itu benar ya, benar 28:03 gitu. Jadi 28:05 terarah kemudian daya ledak, daya 28:08 hancurnya tinggi dan konon Iran ini 28:11 belum mengeluarkan versi terkinya. Ini 28:14 yang persis dikuatkan oleh Vladimir 28:16 Putin. 28:17 Iren punya sesuatu yang bisa 28:18 menyelesaikan perang ini dan sangat 28:20 dahsyat. Hanya Iran yang punya begitu. 28:22 Apa itu saya gak tahu. Ini kan rahasia, 28:24 Bang. Tapi yang jelas dari hari ke hari 28:28 perhatikan strategi perang Iran kan dia 28:31 turunkan peluru kendali dan drone yang 28:34 versi-versi lama yang enggak ke satu 28:36 dulu sehingga dia dianggap enteng. 28:38 Kemudian masuk tahapan kedua, ee 28:41 drone-nya banyak tapi sudah ada yang 28:43 rada-rada canggih gitu kan. Dan ternyata 28:45 drone itu memaksa 28:48 ee pencegat drone itu melesat dan itu 28:52 mahalnya luar biasa itu. Itu rasionya 28:54 bisa 1 banding 50 itu 28:56 harga drone, harga rudal yang 28:59 ya ecek-ecek lah ya. Karena di antara 10 29:02 rudal yang ecek-ecek itu ada satu rudal 29:04 betulan gitu. Jadi setelah irendomnya 29:08 Israel itu melesat ke atas di berhadapan 29:12 dengan banyak sekali peluru kendali, 29:15 banyak sekali ee drone, bingung si 29:20 eh si Iron Dom itu bingung dia. 29:23 Akibatnya masuk ke 29:25 drone yang asli, masuklah peluru kendali 29:27 yang asli. 29:29 Kalau saya lihat dari aspek teknologi, 29:31 Iran itu mulai menanjak begitu dan dia 29:33 tidak tergantung pada pihak luar. Jadi 29:35 kalau kita lihat dengan konsep-konsep 29:38 negara yang sudah di yang sudah diboikot 29:40 selama 47 tahun, negara yang membangun 29:42 dan kapasitas sendiri, negara yang punya 29:44 kemampuan integrasi antara pemerintah 29:46 dan masyarakatnya 29:48 ya enggak? Negara yang bisa membongkar 29:51 praktik-praktik intelijen asing di dalam 29:53 negerinya itu. Iran sudah menang 29:55 sebenarnya. Sebenarnya ya. Cuman 29:58 definisi menangnya Iran itu apa? Saya 29:59 enggak tahu. Apakah dia berharap rezim 30:02 Israel itu bubar? Kalau saya di kalau 30:05 saya ingin dijatuhkan maruah saya, 30:07 peradaban saya, Israel juga harus hancur 30:09 juga. 30:10 Kemudian apakah juga e Iran berpikir 30:12 kita baru menang kalau misalnya ee 10 30:16 items yang saya tutut itu dipenuhi 30:18 sepenuhnya. Ah ternyata enggak dipenuh 30:21 enggak dipenuhi sepenuhnya. 30:23 Ya tentunya kan sekarang ada potensi nih 30:26 perundingan tahap dua walaupun waktunya 30:29 di luar yang 2 minggu ini karena lelah 30:32 Bang 30:34 mendatangkan pemimpin itu satu pesawat 30:36 itu satu hari hilang rapat 1 hari hilang 30:39 walaupun dibilang 15 jam 15 jam itu kan 30:42 1 hari juga itu kan kemudian juga nanti 30:45 pulangnya juga repot 30:46 kemudian pertanggungjawaban sama ayah 30:48 tulah itu repot lagi. itu kan menuntut 30:52 menuntut adjustment yang baru. Jadi yang 30:56 terjadi sekarang ini ya biarlah 30:58 masing-masing negara malah katakan saya 30:59 yang menang gitu. Tapi yang jelas di 31:01 dalam negeri Iran itu tidak ada gejolak 31:03 kan mereka tidak mengkritisi tim 31:05 negosiator di sana. Di Amerika Serikat 31:08 Donald Trump mencak-mencak juga enggak. 31:10 Kenapa kita enggak bisa menekan si anak 31:12 Bengal itu rasanya bad boy itu kan kalau 31:15 istilahnya. Iya. 31:17 Istilahnya headset itu saya mintalah 200 31:19 miliar dolar nih untuk menghancurkan si 31:22 bad boy. Itulah bad boy maksudnya Iran 31:23 kan. 31:24 Kan kalau Iran nyebut mereka itu setan 31:26 besar. Jadi 31:28 iya iya 31:29 ini ke depan ini ngeri bang saya ini 31:30 karena Donald Trump mengatakan kalau 31:32 perjanjian ini sampai gagal saya akan 31:33 nyerang Iran lagi gitu. 31:35 Waduh yang nyerang ini kan negara adalah 31:38 pemimpin yang punya masalah dengan 31:40 kepribadian kan. Iya. Iya. 31:42 Narcisistic personality disorder. Jadi 31:45 eh itu orang itu mau menang sendiri. 31:48 Kemudian orang itu enggak mau dengar 31:50 orang. Kemudian orang ini ee suka 31:53 menjelek-jelekkan orang dan dia 31:55 menjelek-jelekkan ide orang. Dia masa 31:56 diri paling benar dan memang dia punya 31:58 punya sebagai panglimat tertinggi dia 32:00 bisa memerintahkan nuklir itu untuk 32:03 bergerak begitu. Dia tinggal rap dia 32:06 tinggal minta kepada para jenderal eh 32:07 jenderal ini mana nih kode sandinya buat 32:10 minggu ini? Saya mau pakai ini bisa aja 32:11 di perintah gitu. Jenderalnya pikir, 32:14 "Pak, kita harus rapat dulu. Si Donald 32:16 Trump enggak ada rapat-rapat saya mau 32:18 minta standinyya." Itu kan nama kodenya 32:20 Biskit kan? Biskit. Kemudian, 32:22 iya 32:24 bisa aja berdasarkan data data sandi 32:27 tersebut dia ambil rapat pimpinan 32:30 tertinggi, dia sendiri pimpinan 32:31 tertinggi dia panggil chief of staff. 32:36 Dia katakan, "Setujuak nih, saya 32:37 menyerang Iran dalam waktu 5 jam. 32:41 Ya kan ada jenderal mengatakan, 32:43 "Sebentar Pak, ini berdasarkan analisis 32:45 intelijen saya jawabannya begini. Ini 32:47 cuaca, Pak, masih belum cocok buat 32:49 kita." Donald Trump bisa bilang, "Manda 32:51 cocok itu saya lebih ngerti dari Anda 32:53 gitu. Anda ini kalau sekali lagi Anda 32:55 membatah anda saya pecat." Nah, itu 32:56 benar itu. Dia main pecat itu enggak 32:59 terhitung berapa jenderal yang dia pecat 33:00 tuh. Dia ikut mecat si 33:03 pertahanan juga ikut mecat. Jadi ini 33:06 bahaya ini nuklir dipegang oleh 33:08 seseorang dengan eh narcisistic 33:11 personality disorder itu berat sekali, 33:13 Bang. 33:14 H 33:14 kemudian nanti dia bisa langsung berubah 33:16 dan operator di lapangan. Dia datang di 33:18 markas di [mendengus] tinggal perintah. 33:22 Siapa tuh yang ada standby yang pegang 33:23 nuklir itu? Nuklir mana? Ee nuklir ee 33:26 angkatan laut, angkatan darat, angkatan 33:27 darat. H 33:29 ya tinggal merintah kan saya perintahkan 33:31 satu rudal nuklir menuju kota Isfahan 33:34 kemudian dari angkatan laut menuju kota 33:36 kom dan satu lagi ee nuklirnya berputar 33:40 ee tahan dulu. 33:42 Jadi orang seperti ini mungkin gitu dan 33:45 masyarakat Amerika Serikat 33:47 [mendengus] ini kan terpecah kan. Kalau 33:49 kita lihat polling-poling yang terakhir 33:51 [berdehem] kan sekitar 52 itu tidak 33:53 senang dengan Donald Trump, 48 ee 33:57 diam-diam enggak enggak jelas. Kemudian 33:59 nanti dari kalangan mereka tuh ee 34:02 terbukti juga nanti ada yang ee dari 34:04 partainya sendiri mengatakan tapi kan 34:07 ini mereka kan semuanya itu ee diam-diam 34:10 setuju juga begitu. Kalau kita lihat ya 34:12 pidatonya si Hexet sebulan lagi kan dia 34:14 kan ngomong kepada negara-negeri Eropa 34:16 kan. Dulu Anda ini menguasai dunia, 34:19 bisnis Anda itu lancar, negara-negara 34:22 itu tunduk pada peradaban kita. 34:24 Nah, sekarang gimana? Saya maemimpin 34:25 Anda semua. Berarti kan mau memimpin ee 34:28 perang salib ini. Ini enggak main-main 34:31 ini. Dia mau memimpin clas of 34:33 civilization 34:35 antara kulit putih dengan lawan dengan 34:37 bukan kulit putih. 34:39 Ini kalau kalau bahasanya enggak dirubah 34:41 ini bisa jadi perang dunia loh ini. 34:44 Iya. Pengelompokan negara-negara yang 34:46 bukan kulit putih. Dia merasa 34:48 sekaranglah saatnya kita ganggu juga 34:50 Amerika Serikat ini. Kalau enggak bisa 34:51 kita ganggu langsung, kita ganggu dari 34:53 pinggir. Ya enggak? basis-basis dia 34:56 ledakin lagi orang-orang dia di luar 34:59 negeri dikena swiping 35:01 apalagi tuh kemudian ee negara-negara 35:05 yang punya tagihan utang tagih ke dia. 35:08 Nah, jadi boikot produk Amerika ini. Ini 35:12 kalau dijawabnya dengan begini oleh 35:15 masyarakat bukan kulit putih itu Amerika 35:17 Serikat goyang juga loh itu lama-lama 35:19 itu. Kemudian juga ditanyakan, "Anda, 35:22 Donald Trump ngomong soal ee soal apa? 35:25 Soal kewarganegaraan. Anda sendiri, 35:28 kewarganegarannya benar enggak? Istri 35:29 Anda benar enggak?" gitu kan. Terus 35:31 orang-orang [mendengus] Anda itu warga 35:34 negaranya satu atau dua? Ya, karena bagi 35:37 Iran itu penting berdialog dengan orang 35:39 yang satu yang yang jelas 35:40 kewarganegaraannya. 35:42 Karena orang-orang seperti ee Wkov, 35:45 orang-orang seperti Kusner itu 35:48 kemungkinan besar punya kewarganegaraan. 35:50 ganda loh 35:52 kalau Iran paling enggak senang 35:53 berhadapan dengan orang-orang yang 35:54 menselah-mains harus tegas sebagai Iran 35:56 hitamhitam putih-putih gitu ya. Jadi 36:00 [berdehem] kalau saya lihat ancaman 36:01 Donald Trump dia mengatakan 36:04 minggu lalu kalau sampai perundingan 36:05 gagal saya akan serang Iran. Ini enggak 36:07 main-main Bang. 36:09 Ini enggak main-main. Dia bisa saja 36:10 melakukan serangan sendiri dan 36:12 negara-negara Uni Eropa juga enggak 36:13 berani terlibat. Karena negara-negara 36:15 uni kan penjajah itu Inggris, Perancis, 36:18 Jerman, Belgia, Spanyol, Portugis 36:21 itu kan mantan penjajah. Apakah mereka 36:23 ingin dikenal di dunia sebagai ee 36:26 penjajah yang comeback gitu kan ee 36:29 sebagai penjajah rebond atau apa gitu 36:31 kan ya? Tentu mereka juga mikir-mikir 36:35 dan untuk itu ya wajar Amerika Serikat 36:38 sendirian dia enggak punya teman. Tapi 36:40 karena enggak punya teman ini, 36:41 kemungkinan besar dia mau ee mau 36:43 melakukan ya karpet bombing itu, Bang. 36:46 Dia target satu kota dia dia misalnya 36:49 kalau papan catur itu kan ada ee 8* 8 36:51 dia pecahlah menjadi 8 64 titik. 64 36:55 titik itu dia hajar semuanya, Bang, 36:57 secara fokus. Peduli amatlah ini 36:59 bertentangan dengan hukum humaniter 37:00 internasional, bertentangan dengan hukum 37:02 nasional, bertentangan dengan etika puli 37:04 amat. Yang penting saya bom suatu kota 37:07 saya habisin instalasinya saya habisin 37:10 orang-orang yang saya wafatkan dan saya 37:13 dari situlah saya akan menyatakan saya 37:14 menang perang dan saya minta tidak ada 37:17 kencatan senjata saya minta pampasan 37:18 perang ya mungkin orang-orang ini Donald 37:20 Trump ngomong begitu begitu dan 37:22 orang-orang Amerika Serikat ya diam-diam 37:24 setuju juga sama dia karena mereka sudah 37:26 merasakan betapa pahitnya ekonomi 37:27 Amerika Serikat sekarang bensin naik 37:30 sampai 20 sampai 30% itu berubah terus 37:33 kemudian produk impor Amerika mereka 37:35 sekret makin kalah oleh Cina. Kemudian 37:37 semakin banyak tokoh-tokoh ee 37:39 kemiliteran yang menentang Donald Trump 37:41 loh itu. Karena bagi mereka Taram itu 37:44 semakin enggak bisa dipercaya. Dan kalau 37:47 saya lihat daftarnya itu kan pejabat 37:50 tinggi loh, mantan kepala staf Angkatan 37:52 Darat, mantan kepala staf Angkatan Laut, 37:55 kemudian mantan Menteri Pertahanan, 37:58 kemudian mantan mana lagi itu? mantan ee 38:02 mantan kepala staf gabungan itu kan 38:05 bukan orang sembarangan itu, Bang. Dan 38:07 mereka itu ee loyalitasnya kepada negara 38:10 kan mengatakan Donald Trump ini sampean 38:12 ini Anda ini ee apa ya? Anda ini tidak 38:17 berkapasitas memimpin negara loh. Anda 38:20 ini melawan konstitusi. Anda ini tidak 38:24 ee tidak memikirkan angkatan bersenjata 38:27 yang profesional. Anda memaksa kami 38:30 bertarung tanpa 38:32 ee tanpa dasar hukum. Ini kan sebenarnya 38:36 keras loh. Ini statement statement dari 38:38 apa? Dari 38:38 keras ya 38:40 berbagai kalangan di Amerika itu sangat 38:42 sangat keras. 38:42 Tapi Trump tidak bergeming bilang no 38:44 king. 38:46 Iya 38:46 Trump tidak bergaming. Jadi dia ini ya 38:50 begitulah ya. Cuman masalahnya bisa 38:53 enggak masyarakat Amerika Serikat itu 38:56 mempengaruhi kongres, mempengaruhi 38:58 senat, mempengaruhi House of 38:59 Representatif 39:01 yang mempengaruhi ee 39:04 siapa lagi sih? mempengaruhi juga ee 39:06 masyarakat umum mempengaruhi media 39:08 massa. 39:09 Karena bagi sebagian 39:11 rakyat 39:13 ya mereka juga ee tingkat keseriusannya 39:16 kan beda dengan ee dengan pengambil 39:19 keputusan kan. Mereka kadang-kadang 39:21 menunjukkan ini serius tapi sebenarnya 39:23 mereka bilang Trump terusinlah Trump 39:25 sikat itu Iran. Ini kan yang 39:28 mengkuatirkan kita semua ini bahwa 39:31 perang ini bisa berlanjut dan perang ini 39:33 bisa berdampak. ke seluruh dunia gitu, 39:36 Bang. Gitu, Bang. Sementara, Bang. Baik. 39:39 Baik, Pak Prof. Selanjut saya akan ke 39:42 Dr. Band. Eh, Dr. Band tadi juga disebut 39:46 oleh eh Pak Prof ya ee tokoh-tokoh 39:49 sentral yang muncul, yang aktif dari 39:53 pihak ee Iran ya. Ee ada yang pemimpin 39:57 tertinggi saat ini Mustafa Ham tadi 40:00 disebut ketua parlemen yang aktif 40:01 pemimpin delegasi Muhammad Bagir gitu 40:04 ya. Lalu juga yang menggantikan peran 40:06 strategi militer ada Ali Sadmani. Nah, 40:10 bagaimana Dr. Ben ee melihat tokoh-tokoh 40:14 sentral di Iran ini kan 40:18 ketika perang awal itu banyak juga 40:21 sebenarnya yang menjadi korban ya. 40:23 Selain pimpinan tertinggi Ayatullah Ali 40:25 Hamaini, ada juga ee ee menteri menteri 40:29 intelijennya juga gitu dilaporkan wafat. 40:33 juga Menteri Pertahanan juga gitu ya ee 40:36 ee tokoh keamanan juga lalu panglima 40:38 pasukan darat juga gitu ya tewas dalam 40:41 serangan. Bagaimana Prof melihat 40:43 tokoh-tokoh ee Dr. Band melihat 40:45 tokoh-tokoh sentral ini kok bisa 40:47 langsung tergantikan gitu di Iran jadi 40:50 bisa melawan gitu. 40:52 Sebaliknya bagaimana tokoh-tokoh sentral 40:54 di ee Israel ataupun di ee Amerika 40:57 Serikat yang sepertinya namanya itu-itu 40:59 saja. Tadi bahkan ada disebut nama-nama 41:01 yang ini sepertinya enggak kapabel nih 41:03 dijajaran-jajaran militer Amerika. 41:05 Bagaimana e, Dok, peran dari tokoh-tokoh 41:07 sentral dalam perang ini? 41:10 Ya memang gini ee e Mas Angga memang di 41:13 Amerika dia enggak penting enggak 41:16 penting ee negosiasi ya. Seperti kata 41:20 tadi itu orang negosiasi itu kan orang 41:22 enggak sembarangan orang kan. Ini orang 41:25 Amerika ni orang grusa-grusu semua nih. 41:28 Preman-preman [berdehem] semua ya. Kak 41:29 gitulah preman-preman semua yang 41:31 yang berhadapan sama orang sudah siap 41:35 saya arasi dengan ketenangan dia kan 41:38 mama bagi ketenangan dia belum lagi 41:40 sahili pokoknya orang-orang yang memang 41:42 sudah sangat pengalaman dalam ee dalam 41:45 menegosiasi dan mereka memang 41:46 dipersilakan untuk negosiator beli dari 41:49 70 orang tuh ada ahli-ahli nuklir yang 41:51 memang bisa memberi pandangan-pandangan 41:53 tentang nuklir kalau itu memang 41:55 diperlukan dan memang IR sudah siap 41:57 dengan timnya itu karena Amerika enggak 41:59 perlu di enggak perlu negosiator ngancam 42:02 aja kan lu mau enggak terima nih kan gua 42:05 gitulah Pak 42:06 bukan dia memang bukan untuk berdialog 42:08 bukan untuk negosiasi bukan untuk 42:10 berunding ya ee Amerikaang datang untuk 42:12 ngancam gitu makanya kenapa misalnya ada 42:15 deckock ya karena memang 42:17 tidak ada keinginan dari dari Amerika 42:19 sendiri untuk untuk melakukan negosiasi 42:21 karena dari Trump kan ada 15 kan ada 15 42:24 klausul dari IR ada 10 kalau kita lihat 42:26 memang dari Amerika itu itu Kelihat 42:29 betul seakan-akan Amerika itu pemenang 42:31 gitu loh. Jadi masih berbicara ee dengan 42:34 klausul-klusul yang itu sebelum terjadi 42:37 perang gitu. Nah, beda sama Iran. Iran 42:39 klaul Ira klaul yang setelah setelah 42:42 perang. Ini beda beda beda 42:44 penerimaannya. maka saya sudah 42:46 memprediksikan bahwa ini akan ada cerita 42:48 panjang lagi ini. Jadi gini Mas Angangga 42:50 kita melihat bahwa 42:52 eh 42:54 Amerika dalam negosiasi itu enggak 42:56 pernah dia itu kalah dia ART Indonesia 43:00 itu kan dia kan cuma ngancam doang 43:03 kita semua kalah siapapun yang 43:04 berhadapan sama Amerika tahu karena 43:06 Amerika tidak merunding kalau bahasa 43:08 kita dia prototinnya delegasi-delegasi 43:10 kan di prototin dan semua kan 43:13 dan ini yang terjadi pada hari ini. N 43:16 maka saya lihat hari ini adalah bahwa 43:18 dunia akan terbalik di mana akan terjadi 43:21 kesaktian ee ad kuasa Amerika ini akan 43:24 akan berkurang. Saya ingat betul waktu 43:26 tahun 50-an ya ketika ee Nasir melakukan 43:29 nasionalisasi terusan Su. Nah, waktu itu 43:32 kan yang kuasa itu Ses kan Perancis sama 43:34 Inggris. Nah, ketika Mesir take over apa 43:37 yang terjadi? 43:38 Yang terjadi adalah Inggris tidak bisa 43:40 berbuat apa-apa. Perancis tidak bisa 43:43 berbuat apa-apa. Jadi kedigayaannya 43:45 Prancis dan Inggris selesai. 43:48 Nah, hari ini kalau misalnya hormus bisa 43:51 dikuasai oleh Amerika, oleh Iran, maka 43:54 selesailah kedigdjayaan 43:56 ee Amerika. 43:58 H 43:58 karena itu yang yang menjadi penentu 44:00 penentu daripada kesaktian yang nah 44:03 apalagi kalau misalnya kata Iran bahwa 44:06 siapa yang keluar masuk selah homus 44:08 dapat harus bayar. Apakah Bitcoin atau 44:11 yuan atau apa misalnya tidak dengan 44:12 dolar ini semakin memukul petro dolar 44:16 karena tahun 4 kan semua transaksi 44:19 minyak kan banyak petrol dolar pakai 44:20 dolar nah kalau dirubah sama Iran dengan 44:23 20% ee 44:24 kapal-kapal tanker keluar masuk semua 44:27 harus bayar pakai pakai bitcoin atau 44:29 pakaian. Wah, sangat bisa bayangkan ee 44:33 sendi-sendi ekonomi Amerika. Karena 44:35 gini, Masak, Amerika itu bukan masalah 44:37 akad senjatanya ya. Rusia pun kuat, Cina 44:39 juga kuat. Tapi dolarnya ini yang 44:41 membuat orang ketergantungan sama sama 44:43 Amerika kan. Kenapa buat kiris segera 44:46 sama Malaysia, sama Cina Thailand segala 44:49 macam. Ini kan untuk mengurangi dominasi 44:50 dolar. Nah, jadi sekarang IRA mula-mulai 44:53 arahnya ke sana gitu. Bagaimana dominasi 44:56 ee dolar ini bisa bisa berkurang. Jadi 44:59 masangga kalau ini memang ee memang ini 45:02 terjadi dan itu dimenangkan oleh Iran 45:04 baik negosiasi sekarang atau nanti saya 45:07 enggak bisa bayangkan yang namanya ee 45:10 apa ya yang namanya ee dunianya akan 45:12 akan banyak perubahan. Yang pertama 45:14 terjadi adalah cara pandang cara pandang 45:17 dunia Arab terhadap Amerika dan 45:19 pangkal-mangkal Amerika itu kan harus 45:20 hengkang dari dari Timur Tengah. Saya 45:23 bisa bayangkan gimana Israel. 45:26 Israel pada hari ini dia sangat 45:27 tergantung dengan Amerika. Ketika 45:30 Amerika bisa punya pangkalan di sana 45:32 masang masyaallah. Ini saya bisa 45:34 bayangkan nih, Prof. ke depan ini memang 45:36 akan ada perubahan-perubahan yang sangat 45:38 luar biasa terjadi di Timur Tengah. 45:41 Dan selanjutnya kita melihat juga 45:43 bagaimana misalnya ee hubungan ya 45:46 hubungan antara Pakistan dengan Iran itu 45:48 mulai membaik ya. Walaupun mereka punya 45:51 gesekan-gesekan perbatasan ya, tapi 45:53 dengan peristiwa ini ada ada hubungan 45:56 yang lebih mendekat antara Pakistan 45:58 dengan Iran. Saya pikir ini hal yang 45:59 positif ya. Di dunia Islam ini ada ada 46:02 kedekatan-degatan kedekatan-degatan yang 46:04 lebih baik. Ya, kita lihat bahwa Iran 46:06 ini adalah Syiah, Pakistan adalah Sunni, 46:09 tapi mereka bisa duduk menjadi mediator 46:12 dan bisa berunding. Saya pikir ini satu 46:14 hal yang patut kita apresiasi. ada 46:17 hikmah yang tersembunyi ee daripada 46:19 peristiwa ini. Dan kita lihat dia ee 46:22 tapi ada satu hal yang harus kita kita 46:24 harus diskusi juga sama Prof. Pertanyaan 46:27 begini, 46:28 bagaimana posisi Israel? 46:31 Nah, apakah Israel berani menuklir 46:35 menembak ee menghantam nuklir ke ke 46:38 Israel eh ke Iran? Ya, tapi saya enggak 46:42 yakin dengan Amerika ya. Amerika kan dia 46:43 kanak enggak ada hal yang krusial untuk 46:45 melepaskan nuklir ke Iran. Tapi kalau 46:48 Israel kalau dia terdesak terus dihanta 46:50 dihajar sama sama Iran, 46:52 Israel bisa saja gitu, Dok, ya. 46:54 Bisa-bisa itu bisa ada peluang itu. 46:56 Karena gini, Mas saya ingat betul 73 47:00 itu ketika [mendengus] 47:01 ketika serangan serangan dari Mesir ke 47:04 masuk ke ke Israel 47:07 itu ada rapat tuh dewan-dewan jenderal 47:09 zaman Goldamer. Perdana Menteri Gold 47:12 Merang apa kata-katanya ingat tu 47:14 kata-kata dia 47:15 kita tunggu 2 jam lagi 47:17 kalau 2 jam lagi Mesir masih maju 47:20 keluarkan arsana nuklir. itu kata-kata 47:22 golder dan rubahnya 2 jam mendekati 2 47:25 jam Mesir kalah pukul mundur maka maka 47:30 saya tidak menggunakan ee nuklir ini. 47:33 Nah, saya saya punya punya itu kan tanya 47:35 mana sama Profah bagaimana pendapat Prof 47:37 nih? Apakah 47:38 apakah ada ada peluang ee Israel akan 47:40 menggunakan ee nuklir itu? Silakan gitu, 47:42 Mas Ang. 47:44 Heeh. 47:45 Baik, saya meneruskan 47:47 meneruskan dari drter Ben aja. Bagaimana 47:49 profit? 47:50 Israel pernah ngancam loh. Kalau perlu 47:52 kami gunakan nuklir kami. 47:55 Pernah ngancam dan Amerika Serik Serikat 47:57 adalah negara pertama mengancam kalau 47:58 perlu kita gunakan nuklir. Walaupun 48:01 nuklirnya mungkin nuklir terbatas ya. 48:04 Iya. 48:04 Tapi tetap nuklir nuklir di mana nanti 48:07 hasilnya adalah nuklir winter gitu. 48:10 Langsung dunia itu ee tidak punya 48:12 matahari. matahari ada tapi enggak bisa 48:15 ee enggak bisa menyinari bumi. Otomatis 48:17 dalam waktu singkat ini kebutuhan hidup 48:19 masyarakat air, bahan makanan, kemudian 48:22 tanah itu rusak total itu 48:24 dan kalau sudah begitu ya lebih dahsyat 48:27 dari Hiroshima Nagasaki itu. Dan eh 48:31 sebenarnya di antara negara-negara besar 48:32 tuh ada kan ide kan no first use kan itu 48:36 kan no first use itu Amerika Serikat, 48:38 Inggris, Prancis, Rusia 48:42 ya itu sudah punya. kami enggak akan 48:44 jadi negara pertama kali menggunakan 48:45 nuklir. 48:47 Maksudnya enggak menggunakan sebai 48:55 ee ledak dan sebagain 48:59 ee 20 lakukan serangan nuklir terbatas. 49:05 Ini kan mungkin-mungkin [berdehem] saja 49:06 begitu. Mungkin nuklir terbatas itu 49:09 barangkali wujudnya nuklir ee ledakan 49:12 ini mungkin kan ledakan nuklir ee di 49:16 bawah laut tapi nanti diarahkan nanti 49:18 meledak kota-kota tertentu. secara 49:20 teknologi itu mungkin 49:24 dan seolah-olah terbesar itu adalah 49:26 nuklir 49:28 bawah laut ini kan ini selatan mainannya 49:33 Prancis di Bururu Samudera Pasifik 49:35 Selatan 49:36 mainannya juga Inggris di Pasifik 49:38 Selatan 49:40 mainannya juga Iran di gurun 49:42 Nejjeevinannya 49:44 juga Amerika Serikat di ee gurun-gurun 49:59 yang dia punya itu dia suka bikin 50:01 latihan-latihan era tertutup itu dia 50:02 bikin ledakan nuklir dekin Bang itu 50:04 dilakukan Bang cuman apakah dia berani 50:06 karena dampaknya besar karena Arab 50:08 sekeliling Iran juga berpikir jangan 50:10 sampai nuklir kita juga kena dan 50:13 Pakistan 50:13 oh iya 50:14 kami juga akan hadiah Israel dengan 50:16 nuklir 50:17 Kemudian utara juga bilang yang sama, 50:19 "Kami akan kirim nuklir." Anda main-main 50:21 dengan kan. 50:23 Tapi kan membuat sewaktu dunia itu 50:25 saling saling ngunci. 50:28 Nah, 50:28 itu sendera 50:30 begini ya. 50:33 Ya, kembali kepada perang konvensional 50:35 kan. Tapi kan sudah kita lihat kan 50:39 kendali Iran itu kemarin kan sahet sudah 50:42 keluar, Koramsar sudah keluar 50:44 seri-serinya itu makin gede gitu. 50:47 H 50:47 dan tidak mustahil ya ada 50:52 rudal yang meledak secara besar-besaran 50:55 tapi bukan nuklir gitu. 50:57 Efek hancur, efek ledak dan efek 50:59 menghunjam bumi semakin besar sehingga 51:02 terlahir krater-kerater gitu. 51:04 Iya ya. Ini kan kita kan sebagai ilmuwan 51:07 kan nebak-nebak jadinya kan karena kita 51:10 kita tidak ingin ini terjadi tapi kita 51:11 kan bisa membayangkan suatu simulasi 51:14 bahwa yang akan terjadi paling tidak 51:15 mendekatin itu kan. 51:18 Nah, jadi mungkin saja Amerika Serikat 51:21 dan Iran ee melakukan penyerangan tapi 51:24 lewat ee nuklir terbatas ataupun juga 51:28 ledakannya di bawah laut, tapi dia sudah 51:30 pelajari ee bisa bergeser ke kota-kota 51:33 tertentu itunya apa ee ritmenya dan juga 51:36 arah ledakannya itu bisa diatur itu. 51:41 Kemudian mungkin juga dia melakukan 51:43 apa ya pengerosan di perbatasan Iran 51:46 gitu kan. Iran berbatasan banyak negara 51:48 itu 51:49 ada 51:50 i 51:51 Turki dia berbatasan dengan yang pasti 51:53 itu dengan Pakistan kemudian dengan 51:56 berbatasan juga dengan Afghanistan ya 51:59 kemudian berbatasan juga dengan 52:00 Azerbaijan ya kan kemudian berbatasan 52:04 juga ee 52:06 Turkmenistan banyak di perbatasan itu 52:08 dan tidak mustahil di perbatasan itu ada 52:10 masalah selama ini dengan Pakistan 52:12 oke-oke karena pasti kita Pakistan 52:14 berhasil mengawasi perbatasannya dengan 52:16 baik. ba sehingga tidak ada ee 52:18 kelompok-kelompok anti Iran di situ. 52:21 Nah, tapi kan negara-negara lain tapi 52:23 kan negara lain mungkin punya begitu dan 52:26 negara punya itu mungkin mereka 52:28 menyimpan kelompok-kelompok yang ee 52:30 berseberangan dengan ee berseberangan 52:33 dengan Iran. Nah, dalam berseberangan 52:36 dengan Iran tersebut ya bisa saja 52:38 dikondisikan masyarakat minoritas dari 52:40 negara dari perbatasan wilayah tertentu 52:44 barat, timur, utara selatan mereka tuh 52:46 melakukan ee 52:47 aksi pembangkangan tapi dilawan oleh 52:49 Iran dengan cara yang luar biasa 52:52 sehingga nanti dikampanyekan bahwa Iran 52:53 ini melanggar melanggar HAM sehingga 52:56 nanti dunia bisa bergerak dipin dan 52:58 Amerika Serikat melakukan yang namanya 53:00 responsibility to protect. 53:03 Ya sudah negara-negara Uni Eropa yang 53:05 selama ini ee malu-malu kucing merasa 53:07 diri terlibat juga karena kandungan 53:10 energi kan tinggi di perbatasan Iran itu 53:13 dengan Turkmenistan, dengan Afghanistan, 53:15 dengan Pakistan, dengan Irak, dengan 53:17 Turki, dengan Armenia, dengan Azerbaijan 53:20 itu kan banyak sekali 53:21 kandungan-kandungan rare Earth namanya 53:23 tuh rare e bahan mineral langka kan. 53:26 Tapi untuk itu ya 53:27 h 53:29 mungkin semua itu mungkin terjadi atau 53:31 mungkin juga kita bilang selama ini 53:33 negara barat tu enggak berani perang 53:35 darat. Oke. I 53:37 tapi siapa tahu mereka bisa ee sanggup 53:39 mendaratkan misalnya paling enggak 300 53:42 400 pasukan lewat lintas udara 53:45 yaak 53:46 untuk menguasai sebuah kota tertentu 53:48 misalnya kota-kota itu kota-kota yang di 53:50 Iran itu sakral misalnya ee Kom misalnya 53:54 kan terus kota-kota lagi misalnya 53:57 Isfahan. 53:59 Nah, itu mungkin saja di diarah begitu 54:02 ya. Cuman 54:04 ya apakah saya pikir orang-orang Iran, 54:07 pemikir-pemikir Iran sudah berpikir 54:09 lebih canggih daripada kita-kita lah. 54:11 Mereka sudah punya skenario, min 54:13 skenario 54:14 skenario 54:15 betul dan mereka juga sudah bisa 54:17 ngandelin data intel sendiri. 54:19 Ya, cuman masalahnya kalau dalam perang 54:21 itu unexpected 54:23 gimana kah? Eh, kalau menurut menurut 54:26 Pak Prof, kalau buat negara-negara teluk 54:29 ya, negara-negara sekitarnya secara 54:30 psikologis itu ee awalnya kan kecemasan 54:34 tuh kecemasan geopolitik ya, tapi 54:35 sekarang sudah ke 54:37 cemasnya tuh sudah cemas luar biasa. 54:39 Sepertinya kalau untuk negara Uni Emirat 54:41 Arab gitu ya, Bahrain gitu ya, memang 54:43 terkena efeknya langsung Arab Saudi juga 54:47 gitu. Apalagi sekarang ada tadi kalau 54:49 isunya nuklir naik gitu ya, kayaknya 54:51 mereka akan lebih 54:53 lebih ke mana sebenarnya itu udah saya 54:55 sebenar harus ke mana nih? 54:57 Ini kan uniknya begini, Bang. Kita ambil 54:59 indikator Palestina sajalah. Kenapa 55:02 negara-negara sekeliling Palestina itu 55:04 yang konon agamanya Islam Suni kok 55:07 enggak bantu gitu kan. Itu yang bantunya 55:09 Syiah ya enggak? 55:11 Ee terus kenapa mereka menjelek-jelekkan 55:13 Iran? Ya, ternyata kan kampanye global 55:15 Amerika Serikat dan Israel adah mengadu 55:17 domba Suni sama Syiah. Walaupun Sunni 55:19 sama Syiah itu kan prinsipnya sama 55:21 Lailahaillallah Muhammad Rasulullah kan. 55:24 Kemudian ee dikritik juga tuh oleh 55:27 orang-orang Rusia ini sampean ini kok 55:29 negaranya enggak bela-bela Palestina. 55:31 Nah, itu Iran itu kiblatnya ke Makkah. 55:34 Anda kok kiblatnya ke Washington gitu 55:35 kan. Ah, jadi 55:38 akibatnya 55:40 ee sekarang sudah mulai ada perubahan 55:42 ya, di mana negara-negara ee Timur 55:45 Tengah ini yang masyarakat Suni itu 55:47 melihat gitu ternyata kemampuan Iran itu 55:49 luar biasa. Kalau kalau Iran ini sampai 55:52 lemah maka yang terlahir adalah Israel 55:54 Raya. Nah, Israel Raya itu kalau kita 55:57 perhatikan kalau netahu pidato di 55:59 kantornya sambil dia duduk di belakang 56:02 itu ada map ada peta kosong Timur Tengah 56:04 loh 56:05 ya ini peta 56:08 ini yang akan dia akan dia gambar 56:12 lah negara Timur Tengah juga mikir nih 56:14 kalau misalnya Iran kita ganggu terus 56:16 kita jatuhkan nanti yang kuat adalah 56:18 Israel dan Israel itu akan membangun 56:21 Israel raya kalau sudah Israel raya itu 56:22 sudah dinyatakan dan sanggup selanjut 56:25 utnya ya sudah Turki kena, Syria kena, 56:28 Lebanon habis ya enggak Gaza sudah 56:31 habis. E jadi 56:32 bahkan nanti kalau skenarionya berhasil 56:36 orang-orang Islam keedunia 56:39 ya enggak kalau mau naik haji itu harus 56:43 punya dua dua stempel di paspornya. 56:46 Pertama stempel lewat Israel, kedua 56:48 stempel le untuk masuk Mekah. Nah, 56:51 karena wilayah Israel itu meluas. sudah 56:53 masuk misalnya sekian ratus kilometer di 56:56 luar ee kota-kota suci di Makkah Madinah 56:59 harus lewat dia dulu. Masyaallah. Itu 57:02 kan bayangan dia kan. Nah, kita harus 57:04 mewaspadai dia tuh mungkin lakukan itu 57:07 begitu. 57:07 Kemampuan teknologi Israel tuh 57:09 fantastis, Bang. 57:11 Fantastis. Luar biasa. dan dia 57:14 masyarakatnya kompak gitu di dalam 57:16 negeri dan di luar negeri. Nah, jadi 57:18 pikiran saya adalah 57:21 mm Iran ini semakin dihajar oleh Amerika 57:24 Serikat dan Israel karena Iran adalah 57:25 satu-satunya negara di dunia yang punya 57:27 kemampuan menghadang namanya Israel Raya 57:31 atau Geter Israel 57:33 dan Iran itu mengandalkan 3 H. 57:37 H1 adalah Hamas, H2-nya Haudi, 57:41 H3-nya Hesbola. Nah, itu. 57:44 Iya. 57:47 Baik. 57:47 Karena itu tiga-tiganya dis terus oleh 57:50 Israel ini. 57:51 Baik, Pak Prof. Ikhwan akhwat yang 57:54 dirahmati Allah subhanahu wa taala, 57:55 pendengar dan juga pemirsa, Anda saat 57:58 ini sedang menyimak siaran live buka 58:01 mata buka telinga, menelaah gencatan 58:04 senjata Iran. versus Amerika Israel 58:08 bersama Dr. Sarbini Abdul Murad dan juga 58:12 tamu istimewa kita Bapak Profesor Teku 58:15 Rezasyah, pakar hubungan internasional. 58:18 Dan ee kami ingin menyapa ikhwan akhwat 58:21 yang sudah menyampaikan atensinya di 58:25 siaran malam hari ini. Ada Ibu Fiza 58:29 Fitriana. Asalamualaikum warahmatullahi 58:31 wabarakatuh. Alhamdulillah menyimak Mas 58:34 Angga siaran di malam hari ini. Begituun 58:37 ada Ibu Nurjana. Alhamdulillahiabbil 58:39 alamin menyimak siaran malam hari ini. 58:41 Kang Angga dari Sydney Australia. 58:44 Begituun ada Ibu Ani. Bismillah. 58:47 Insyaallah hadir menyimak BMT di malam 58:49 hari ini melalui radio AM720. 58:52 Gelombangnya bagus sekali. Dan ini juga 58:55 ada Ibu Mariati di Sukabumi. 58:58 Asalamualaikum warahmatullahi 58:59 wabarakatuh. Pak Prof. dan juga Dr. Ben 59:02 dan juga Kang Angga mohon penjelasannya. 59:06 Kenapa dalam 10 poin persetujuan 59:09 gencatan senjata yang diajukan oleh 59:12 Iran, tidak ada satuun yang menyangkut 59:15 kebebasan atau setidaknya penghentian 59:18 genosida di Gaza atau kemerdekaan 59:21 Palestina. Di masyarakat awam kami 59:24 melihatnya apakah karena Mas apakah 59:28 karena Palestina tidak menguntungkan 59:30 Iran? Syukron. Mohon penjelasannya. 59:33 Baik, Pak Prof. dulu apa Dr. Ben dulu? 59:35 Ini monggo dari Ibu Mariati di Sukabumi. 59:39 Prof. Prof. 59:39 Monggo Pak Ben. Monggo. Saya belum 59:41 pernah ke Timur Tengah nih Pak Ben. 59:42 Monggo, Pak Ben. [tertawa] 59:45 Ada ini, Prof. Ada banyak yang banyak 59:47 yang bertanya pada kami itu juga salah 59:49 satunya adalah kenapa dalam klauso itu 59:52 tidak ada tertulis bahwa membebaskan 59:56 tahanan Palestina. 59:58 Sedangkan ee Keneset memutuskan akan ada 1:00:01 hukuman mati terhadap tahanan Palestina. 1:00:05 Nah, kenapa itu? Ada juga peri 1:00:08 pertanyaan saya gini, Prof. Sebenarnya 1:00:10 Hamas itu kan propsinya Iran. Jadi Iran 1:00:13 sangat memperhatikan eh Palestina 1:00:16 khususnya Hamas yang ada di Gaza. 1:00:19 Tapi kenapa dalam klausul ini tidak ada 1:00:21 kata-kata itu? Karena ini gencatan 1:00:24 senjata bukan bukan ee bukan perjanjian 1:00:28 perdamaian yang sifat permanen. Jadi 1:00:30 kalau yang menggenjata senjata itu 1:00:32 adalah yang berkaitan antara satu atau 1:00:33 dua negara yang yang lagi berperang dan 1:00:37 persyaratan-persyaratannya itu yang 1:00:38 sifatnya adalah bagaimana menghentikan 1:00:40 perang. Tapi saya berpikir kalau 1:00:42 misalnya ada perjanjian jangka panjang 1:00:44 dan lebih permanen, bisa jadi Iran 1:00:47 memasukkan klausul itu bahwa akan ada 1:00:49 perjanjian perdamaian dengan dimasukkan 1:00:52 misalnya bebaskan apa genosida dihilang, 1:00:54 dihapuskan atau penerikan pasukan Israel 1:00:57 dari Gaza atau memang ee pelepasan 1:01:00 tahanan. Saya pikir karena ini Bu, 1:01:02 karena memang ee sifatnya jangka pendek 1:01:06 maka tidak tidak ditentukan itu. Tapi 1:01:08 kalau untuk jangka panjang, saya 1:01:10 berpikir Iran akan mencoba untuk 1:01:11 memasukkan konsul itu. Apakah konsul 1:01:13 ke-11 atau ada konsul yang ada tambahan 1:01:17 di bagian itu. Saya kira-kira gitu, 1:01:20 Prof. Perdangan saya, Prof. 1:01:22 Iya. I ya, 1:01:22 Pak Prof. Ada tambahan, Pak Prof? 1:01:24 Mangga. 1:01:26 Ya, saya juga pribadi bingung juga 1:01:28 kenapa tidak ada kata Palestina di sini 1:01:30 ya. Padahal Israel, padahal Iran ini 1:01:32 selalu 1:01:33 menggunakan kata kunci Palestina. Hanya 1:01:36 dia di dunia ini yang ngotot mendukung 1:01:38 Palestina. Dia dan Indonesia loh. Kita 1:01:41 mendukung di PBB secara diplomatik dan 1:01:43 juga secara istilah itu capacity 1:01:46 building. Tapi Iran ini ee mendukungnya 1:01:49 juga secara kemiliteran. tadi tadi Pak 1:01:52 eh Dr. Ben ini mengatakan ya mungkin ini 1:01:54 untuk e jangka pendek ini dulu ya Pak ya 1:01:57 karena kalau bagi Israel Palestina itu 1:02:00 adalah ee mungkin kita enggak mau 1:02:03 mungkin Iran enggak mau menantang egonya 1:02:05 si Benyamin Netania dia mengatakan 1:02:07 selama saya masih memerintah ee tidak 1:02:09 ada istilahnya kemerdekaan Palestina 1:02:11 begitu. Mungkin ini merupakan strategi 1:02:13 juga dari Iran untuk membikin ee 1:02:17 apa ya dialognya ini fokus begitu. 1:02:20 Walaupun saya sebagai ee pengamat 1:02:22 harusnya ada kata kunci Palestina di 1:02:24 situ ya. Tapi ini kan ee mereka yang 1:02:28 berunding kan mereka sudah punya desain 1:02:30 kan. Kalau misalnya goal, kalau tidak 1:02:32 goal, apa yang dilakukan mereka sudah 1:02:34 punya desain. Tapi karena walaupun tidak 1:02:36 dinyatakan dalam dalam 10 poin, tapi kan 1:02:40 Isra ee Iran adalah satu adalah sedikit 1:02:42 negara di dunia yang mendukung 1:02:44 kemerdekaan Palestina secara militer. 1:02:47 Mungkin dia enggak mau diungkit-ungkit 1:02:48 itu. Eeah karena itu biarkanlah yang 3 H 1:02:52 itu bergerak. H1-nya Hizbolah, H2-nya 1:02:57 Kuthi dan H3-nya Hamas. Mungkin itu yang 1:03:01 bikin dia 1:03:02 ee membagi energi ya. Cuma memang 1:03:04 pertanyaan menarik ini. Kenapa tidak ada 1:03:06 kata Palestina di situ? Menarik ini. 1:03:08 Terima kasih. 1:03:09 Baik. Baik. 1:03:11 Selanjutnya kita akan ke pendengar ini 1:03:13 dari 1:03:16 ada Eyang Sri. Asalamualaikum 1:03:18 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03:21 Ee semoga khasil dan juga para 1:03:23 narasumber selalu dalam rahmat dan rida 1:03:25 Allah Subhanahu wa taala. 1:03:27 Dr. Ben dan juga Pak Prof. Saya 1:03:29 bersyukur 1:03:31 iblis-iblis dunia itu mendapat lawan 1:03:35 tangguh gitu ya, negara Iran. 1:03:38 Hm. 1:03:39 Mereka mendapat perlawanan yang luar 1:03:41 biasa. Jadi keangkuhan dan kesombongan 1:03:44 mereka itu pasti akan jatuh. Saya yakin 1:03:48 sepertinya Islam akan menang. Bagaimana 1:03:51 menurut Pak Prof? Oke. 1:03:55 Waduh, Islam itu kan 1:03:59 rahmatan lil alamin ya. 1:04:01 rahmatan lil alamin. 1:04:04 Cuman kalau kita bicara menang, saya 1:04:06 pikir Islam itu bukan agama yang ee yang 1:04:10 mengklaim kami harus memenangkan pihak 1:04:12 mana. Kita harus mengalahkan 1:04:14 negara-negara lain. 1:04:15 yang 1:04:34 sinyal. 1:04:37 Halo, Pak Prof. 1:04:39 Dr. Ben suara Prof terdengar enggak? 1:04:42 kedengaran 1:04:43 i dengar dengar dengar dengar kemenangan 1:04:45 antar umat kan antar umat kan 1:04:48 jadi prinsip prinsip kenegaraan dalam 1:04:51 Islam itu berbeda dengan Barat kalau 1:04:53 dalam Islam itu persaudaraan umat itu 1:04:55 umatan wasaton umatan wahidah ah itu kan 1:04:57 yang yang diutamakan kan kita enggak 1:04:59 melihat sekat-sekat itu sebagai pemisah 1:05:03 enggak sekat-sekat itu adalah persatu 1:05:05 yang penting masyarakat yang bersatu 1:05:07 masyarakatnya bisa berkinerja bersama ee 1:05:10 untuk itu saya pikir ee kita sebagai 1:05:14 sesama umat muslim ya 1:05:18 kemerdekaan itu harus berawal dari diri 1:05:20 sendiri dululah. Kita sanggup enggak 1:05:21 kita berijtihad untuk satu kemuliaan 1:05:24 gitu. Jadi kita berproses untuk menjadi 1:05:28 manusia unggul. Karena apalah artinya ee 1:05:31 jumlah besar tapi kita ini ibarat ombak 1:05:34 di laut. Ibarat apa itu buih di laut 1:05:36 gitu. Bergerak ke kiri kanan sesuai arah 1:05:39 angin gitu. Jadi hendaknya kita belajar 1:05:41 bagaimana cara ee masyarakat Islam itu 1:05:44 mandiri ee kuat secara ekonomi, kuat 1:05:47 secara pendidikan dan dengan begitu ya 1:05:49 otomatis ee kepanglimaan dalam negeri 1:05:52 itu terwujud tanpa kita membawa 1:05:54 nama-nama Islam gitu. 1:05:56 Karena ee saat ini ya ee istilah-istilah 1:06:01 yang menyangkut Islam itu masih alergi 1:06:04 itu pihak-pihak banyak pihak itu mereka 1:06:06 berpikir masih berpikir Islam itu 1:06:08 sebagai ee kita tahu sama tahulah e ayat 1:06:11 tolah yang sedemikian mulianya dianggap 1:06:13 sebagai teroris oleh Donald Trump kan. 1:06:15 Ah, jadi itu tibalah saatnya kita itu 1:06:17 memerdekakan diri untuk menjadi umat 1:06:20 yang kafah, umat yang berkualitas, dan 1:06:23 dengan demikian ee kita baru 1:06:26 diperhitungkan ee terserah kita pun 1:06:29 berada di masyarakat manaun tapi ee 1:06:32 masyarakat muslim yang berkualitas, yang 1:06:34 punya IQ tinggi, emotional quotion 1:06:36 tinggi, leadership co tinggi, itu akan 1:06:39 menjadi eh faktor pengubah tanpa perlu 1:06:42 kita ee kita perlu membawa bawaah-bawa 1:06:45 negara dalam perubahan ee perubahan di 1:06:48 dunia ini. Kita duluah rubah rubahlah 1:06:50 diri kita dulu. Kita di Jawa Barat itu 1:06:52 punya prinsip lima UR itu, Pak. E Bang 1:06:55 Bang Ben ini. Pertama awak sakujur. Anda 1:06:57 dulu harus merdeka. Kemudian kemudian 1:07:00 Anda harus Anda harus berkemampuan 1:07:02 tinggi. Awak sakujur. Kemudian bastur 1:07:05 sakasur pasangan hidup Anda. Kemudian 1:07:07 warga dapur Anda harus mandiri. Anda 1:07:09 harus kuat. Anda harus berintelensial di 1:07:12 level ee batur sa ee mula-mula tuh 1:07:16 sakujur, kedua sakasur, ketiga sadapur, 1:07:20 keempat sasumur, kelima salembur. Jadi 1:07:23 istilahnya 1:07:24 ee kekuatan itu harus ee harus itu 1:07:28 istilahnya tuh apa ya konsentrik gitu di 1:07:31 level individunya harus kuat. Dan untuk 1:07:34 itu barulah kita nanti bisa berpikir 1:07:36 bagaimana memperkuat persaudaraan antar 1:07:38 umat tanpa perlu ee tanpa perlu melawan 1:07:41 siapun. Kalau kita semakin solid, 1:07:42 semakin kuat, semakin berjaya dan kita 1:07:46 itu ee apa ya semakin berkualitas 1:07:49 kemudian mampu ee menciptakan pengaruh 1:07:52 di level ke ekonomi, di level ee di 1:07:55 level pendidikan, kemudian di level 1:07:58 komunikasi ee kita sudah beranjak ke 1:08:02 sana begitu. 1:08:03 dan ee dan itu memang tidak bisa 1:08:05 ditargetkan seberapa berapa lama. Tidak. 1:08:08 Karena capacity building, human 1:08:10 development itu eh harus terus-menerus 1:08:14 ya. Terus terang kita harus juga belajar 1:08:16 dong dari negara-negara maju dari 1:08:17 negara-negara seperti Iran dan juga ee 1:08:20 dan ee Korea Utara. Kenapa mereka bisa 1:08:23 maju dengan dahsyat? Karena mereka 1:08:25 kompak. Okelah kita kompak dulu. Kita 1:08:27 kompak sama-sama deh kalau begitu. 1:08:29 E gitu. Bang Ben tolong tambahin Bang 1:08:30 Ben. Aah. Bang Ben udah 1:08:32 sudahudah. keliling ini, 1:08:34 Prof. Saya mau tanya Prof. Prof. Ini 1:08:35 penanganan, Prof. Ya. 1:08:37 Eh, waktu pertemuan presiden dengan 1:08:41 apa para menteri itu ada kata-kata satu 1:08:44 kata Presiden Iran kepala batu secara 1:08:47 dalam hubungan internasional gimana, 1:08:49 Prof? Itu cocok kata-kata itu. Walaupun 1:08:51 pidatonya ya? 1:08:53 Eh, pidato itu, Prof. Ee terus terang 1:08:55 saya dengar dengar ini bukan dari sumber 1:08:57 pertama ya 1:08:59 ee bukan 1:09:10 baik 1:09:29 Ya, Pak Prof. Suaranya putus-putus, 1:09:31 Prof. 1:09:33 Kalau 1:09:35 kita 1:09:38 ya 1:09:39 ini 1:09:45 bicaranya 1:09:47 saya belum dengar. Tapi yang kepala 1:09:50 kepala kepala batu ya. Kepala batu itu 1:09:52 kan sebenarnya orang yang sangat ee 1:09:55 pendirinya pendirinya sudah terbentuk 1:09:57 gitu. He. 1:09:58 Ee pendirian sudah terbentuk dan tidak 1:10:00 perlu dipengaruhi oleh siapapun. Nah, 1:10:01 ini kan juga suatu nilai positif ini. 1:10:03 Kepala batu itu orang yang sudah 1:10:07 ee konsisten kemudian bisa diarahkan 1:10:10 oleh pihak manaun. Sebenarnya istilah 1:10:13 kalau di konteksnya untuk secara positif 1:10:16 itu secara enggak langsung menyatakan 1:10:18 kekaguman tersendiri presiden kita 1:10:20 terhadap Iran sebenarnya 1:10:21 ya. Cuman statement beliau kan harus di 1:10:25 harus dibahas secara lebih mendalam. 1:10:27 Dibahas secara konteks, dibahas secara 1:10:30 sosiolinguistik. dibahas secara 1:10:32 sosiolinguistik dan siapa yang ee siap 1:10:35 karena kan berita itu kan ee bergerak 1:10:37 secara deret kali kan. Nah, saya 1:10:39 barangkali ada pengaruh dari orang-orang 1:10:41 yang tertentu yang 1:10:43 apa ya yang menafsirkannya secara keliru 1:10:45 sehingga menjadi ee lebih didengar 1:10:48 daripada teks aslinya. Terusang saya 1:10:50 belum belum ee belum belum dengar ee di 1:10:53 mana beliau bicara itu konteksnya apa 1:10:55 dan apa yang beliau maksudkan gitu. 1:10:58 Tapi kalau kita melihat secara 1:11:00 e filosofis, kepala batu itu adalah 1:11:02 kepala yang sudah terbentuk. Ngapain aku 1:11:04 dengar-dengar orang lain lagi? Aku 1:11:05 bangsaku sudah 4.000 tahun, peradabanku 1:11:08 sudah sudah kuat. Aku enggak perlu 1:11:10 dengar orang lain lagi. Mungkin 1:11:11 maksudnya itu ada kekaguman tersendiri 1:11:14 Pak Presiden kita kepada e pimpinan Iran 1:11:16 gitu. 1:11:18 Baik. Baik. 1:11:20 Saya akan ke pertanyaan selanjutnya. Ini 1:11:22 adalah ada Pak Abdullah di Depok. 1:11:24 Asalamualaikum warahmatullahi 1:11:26 wabarakatuh. 1:11:27 Alhamdulillah menyimak menarik bahasan 1:11:30 di malam hari ini. Saya melihat 1:11:33 berita-berita 1:11:35 ataupun media sosial apalagi di TikTok 1:11:39 itu ramai ketika perang Amerika Serikat 1:11:43 versus Iran. Kata-katanya yang dari 1:11:47 mulai efek harga-harga akan melonjak, 1:11:50 ekonomi dunia akan runtuh. Lalu di situ 1:11:53 juga banyak kegelisahan orang-orang. 1:11:56 Jadi kalimat-kalimat ini jauh lebih 1:11:58 menakutkan daripada perangnya sendiri. 1:12:01 Jadi kita yang melihat itu was-was. 1:12:04 Bagaimana menurut Pak Prof ini bisa 1:12:09 menggunakan akal kita dan kita bisa 1:12:11 tenang melihat berita-berita yang kita 1:12:13 dapat? Oke. Baik. 1:12:18 Memang kita ini hidup dalam satu zaman 1:12:20 ya perang informasi ya. Seringkiali kita 1:12:23 tidak tahu informasi itu man yang benar, 1:12:25 man yang salah. Ya enggak karena semua 1:12:28 di negara ini kan tidak ada siup ini 1:12:30 surat izin usaha penerbitan gitu kan 1:12:33 siup itu sehingga enggak sebarkan orang 1:12:36 bisa ngomong. Nah di Cina juga sudah 1:12:37 mulai loh sekarang kalau Anda tidak 1:12:39 punya sertifikat anda Anda tidak punya 1:12:41 pendidikan jangan bikin opini. 1:12:43 Ahah. Ini Cina ini lebih maju daripada 1:12:45 kita. Begitu. Sedangkan di kita ini ee 1:12:48 sekarang 1:12:49 tidak adanya izin itu membuat orang 1:12:51 bablas bikin apapun secantik apapun 1:12:54 akhirnya membentuk membentuk pengetahuan 1:12:57 dan menjadikan kita bertarung satu sama 1:12:59 lain. Konflik horizontal konflik e 1:13:02 vertikal ini terbentuk lewat hoa kan ya. 1:13:05 Bagaimana caranya kita bisa berada di 1:13:07 tengah-tengah bisa kita bisa berpikir 1:13:09 kritis. 1:13:11 Ya, saya mencoba berpikir kritis gitu. 1:13:13 mencoba berpikir kritisnya, saya mencoba 1:13:16 melihat sumbernya siapa. Kalau sumbernya 1:13:19 mencurigakan enggak akan saya enggak 1:13:20 akan saya renungkan gitu. Tapi kalau 1:13:22 sumbernya dari dari lembaga resmi 1:13:25 kemudian sumbernya dari orang-orang yang 1:13:27 punya pengalaman di bidang itu ya 1:13:28 misalnya mantan TNI, mantan tentara di 1:13:31 luar negeri, kemudian lembaga-lembaga 1:13:33 riset ya enggak? Kemudian 1:13:35 lembaga-lembaga yang mampu memberikan 1:13:37 data statistik dengan benar itu saya 1:13:38 dengar itu. Tapi memang energi saya juga 1:13:41 mencari orang-orang seperti itu kan ee 1:13:43 lama pada saat yang sama berita-berita 1:13:46 yang enggak jelas itu masuk 1:13:47 terus-menerus dan seolah-olah berita itu 1:13:49 benar begitu. 1:13:51 Tapi juga di antara berita yang 1:13:54 membingungkan juga saya mikir kok yang 1:13:55 baru tentara Amerika yang wafat di bawah 1:13:57 20 gitu kan rasanya kan enggak mungkin 1:13:59 itu. Kemudian juga kenapa misalnya Iran 1:14:02 ee bisa secepat itu mengganti ke 1:14:18 Iya, Pak Prof. Suara menghilang ini ya? 1:14:22 Dapat. Ini saya berada di posisi di 1:14:24 Ciputat ini dekat bandara ya. 1:14:26 Oh iya. Jadi ee kita tetap harus 1:14:29 kritislah untuk ini untuk ee menyeleksi 1:14:32 berita itu karena jangan sampai nanti 1:14:34 kalau kita tidak selektif, kita bisa 1:14:36 bergerak seperti kasus Arab Spring itu 1:14:38 kita enggak saling kenal kepada titik 1:14:41 yang sama melakukan kegiatan kekerasan 1:14:43 di situ. 1:14:44 Kemudian orang-orang tidak kenal saling 1:14:46 terhimpun kemudian melakukan ee 1:14:48 kegiatan-kegiatan anarkis. Ini kan harus 1:14:50 kita waspadaikan. Artinya pemerintah ini 1:14:52 yang harus menggunakan kekuasaannya 1:14:54 secara benar. 1:14:56 Benar. Dengan benar-benar membungkam ee 1:14:59 opinion maker yang yang asal-asalan yang 1:15:02 merusak gitu ya. 1:15:04 Yang tidak bertanggung jawab. Nah, di 1:15:05 situlah peranan pemerintah. Dia punya 1:15:07 teknologi kok, dia punya orang, dia 1:15:09 punya manajemen, dia punya duit. Ya, ayo 1:15:11 buktikan sekarang pemerintah sehingga 1:15:13 masyarakat kita tidak terpecah-pecah 1:15:14 satu sama lain. 1:15:17 Ee gitu, Pak. Angga. Punten. 1:15:18 Baik. Baik, Pak. Semoga terjawab. Ada 1:15:22 juga ini Mbak Karisa yang menyampaikan 1:15:25 WhatsApp ya. Asalamualaikum. Wah, 1:15:27 menyimak. Lalu juga ada Ibu Siswati di 1:15:30 Batam. Alhamdulillah saya menyimak di 1:15:32 malam hari ini. Terima kasih Pak Prof 1:15:34 dan juga Dr. Band. Ee kita sudah di 1:15:37 penghujung waktu. Sepertinya itu 1:15:38 pertanyaan-pertanyaan yang bisa kita 1:15:40 jawab di kesempatan ee malam hari ini. 1:15:43 Dan sebagai penutup saya akan ke Dr. 1:15:46 Band dulu ya. Dokter B sudahung 1:15:48 tergabung lagi ya di Zoom. Oke, 1:15:50 ya. 1:15:51 Dr sebagai penutup, Dok. Eh, ee tadi kan 1:15:54 banyak poin-poin menarik nih dari eh 1:15:56 Prof. Rejasah gitu ya. Bagaimana ee 1:15:58 kira-kira ee penutupnya itu membuka 1:16:01 bahwa kita juga bisa pakai pemikiran 1:16:04 jernih melihat perang ini? Bagaimana? 1:16:08 Ya memang perang itu kan tipu tipu tipu 1:16:11 musli siasat ya. Jadi dalam konteks ini 1:16:14 memang kita harus banyak literasi ya 1:16:16 sehingga kita bisa memverifikasi 1:16:18 kira-kira mana informasi-informasi yang 1:16:20 layak untuk kita ikutin atau mana mana 1:16:23 informasi-informasi yang memang harus 1:16:25 kita abaikan. Karena memang kalau kita 1:16:27 tidak memahami secara utuh maka akan 1:16:29 terjadilah yang namanya split 1:16:30 personality di antara kita ini yang 1:16:33 sangat kita khawatirkan sekali. Jadi 1:16:35 bagaimanapun juga ee narasi-narasi yang 1:16:39 dibangun selalu mengatasnamakan 1:16:41 kewenangan. mengatasnamakan kekuatan dan 1:16:44 sebag sebagainya. Di sinilah di sinilah 1:16:46 dibutuh kita adalah bagaimana kita 1:16:47 mencari komparasi yang yang positiflah 1:16:50 sehingga kita tidak terjebak dalam 1:16:53 permainan-permainan orang yang yang itu 1:16:55 memang dia punya skenario tersendiri. 1:16:57 Kemudian yang kedua adalah bagaimana ee 1:16:59 kita mampu untuk membangun solidaritas 1:17:02 di antara kita. Jangan sampai gara-gara 1:17:05 perang perang ini e antar kita pun 1:17:07 mengalami perpecahan. Ini yang yang 1:17:09 tidak kita inginkan secara bersama. Saya 1:17:11 pikir Kak itu itu penutup dari saya 1:17:12 tangga. 1:17:15 Baik, Pak Prof. Sebagai penutupnya Pak 1:17:17 Prof kami persilakan. 1:17:19 Ya, saya berharap kita ini jadi bangsa 1:17:23 yang berkualitaslah, bangsa yang 1:17:25 bersatu, bangsa yang tidak mudah 1:17:27 diombang-ambingkan dengan perang 1:17:29 informasi dan bangsa yang kritis. Ya, 1:17:32 mohonlah kita semua memperbanyak digital 1:17:34 literacy lah bagi generasi muda 1:17:36 Indonesia sehingga mereka menggunakan 1:17:38 gadget itu secara 1:17:41 secara hati-hati. Kalau kita bahasa 1:17:43 wayangnya itu eling lan waspodo. Wah, 1:17:45 ini sadar bahwa kita harus hati-hati dan 1:17:49 waspada jangan sampai kita menjadi 1:17:50 korban informasi ya. Terima kasih ee 1:17:53 keluarga besar Rasil TV. Insyaallah kita 1:17:56 ketemu lagi nih pada kesempatan 1:17:57 selanjutnya. Terima kasih. 1:18:00 Baik. Luar biasa, Pak Prof. Tengku Rjas 1:18:04 Syah dan juga Dr. Sarbini Abdul Murad. 1:18:07 Terima kasih banyak atas analing 1:18:12 malam hari ini. Ikhwan akhwat, 1:18:14 demikianlah acara kita di malam hari 1:18:16 ini. Terima kasih banyak atas 1:18:17 kebersamaan Anda. Mohon maaf atas segala 1:18:20 kesalahan kata. Dari studio kami undur 1:18:23 diri. Billahi taufik wal hidayah. 1:18:26 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:18:28 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:18:30 ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi 1:18:32 wabarakatuh.