Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [musik] 0:07 [musik] 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:14 warahmatullahi wabarakatuh. 0:17 Alhamdulillahbilamin 0:18 wabun 0:21 wasatu wasalamu sayidina Muhammad wa 0:25 alihibihi ajbi zidni ilma Allah 0:29 bimaamani 0:32 ilman yang dipancarkan dari Jalan Masjid 0:36 Silaturahim nomor 36 Kalimangis Cibubur 0:38 Bekasi Radio Silaturahim dan Rasil TV 0:42 untuk Islam yang satu ikhwan akhwat 0:44 pendengar dan pemirsa di manapun saja 0:46 Anda berada. Apa kabar Anda di malam 0:48 hari ini? Semoga semuanya dalam keadaan 0:51 sehat walafiat dan kita doakan bagi Anda 0:54 yang di malam hari ini sedang dalam 0:56 keadaan sakit semoga segera disembuhkan 0:59 oleh Allah subhanahu wa taala. Dan tentu 1:01 saja doa-doa kita juga untuk 1:03 saudara-saudara kita yang tertimpa 1:06 musibah bencana di Sumatera dan Aceh 1:09 agar selalu dalam perlindungan Allah 1:11 Subhanahu wa taala. Ikhwan akhwat senang 1:13 sekali di hari Ahad ke 1:17 di bulan Desember 2025 14 Desember 1:23 acara Buka Mata Buka Telinga kembali 1:25 hadir bersama narasumber kita Dr. 1:28 Sarbini Abdul Murad, Direktur Indonesia 1:32 for Peace and Humanity. relawan yang ini 1:37 sudah beberapa bulan ya menjadi 1:39 narasumber kita di acara buka mata buka 1:41 telinga. Asalamualaikum Dr. Ben, 1:44 bagaimana kabarnya? Sehat. 1:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:48 wabarakatuh, Mas Ang. Alhamdulillah 1:49 sehat, Mas. 1:50 Alhamdulillah. 1:52 Bulan Desember akhir tahun 2025 kembali 1:55 kita dapat siaran live ya, Dok, ya. Buka 1:58 mata, buka telinga. 1:59 I 2:00 siapa, Dok, tamu kita di malam hari ini 2:03 nih? 2:04 Masyaallah ni ini tamu istimewa nih Mas 2:07 Angangga nih. 2:07 Iya 2:08 nih beliau nih ahli hubungan 2:09 internasional. Sengaja kita undang 2:11 beliau karena kita ingin bicara tema 2:14 tentang ee ISF nih internasional 2:16 stabilisasi. 2:18 Karena 2:19 ada ada dua kelompok nih masangga. Ada 2:22 yang sepakat ada tidak sepakat. 2:24 Saya lihat Pak Prabowo ee ngotot tapi 2:27 negara-negara yang ditunjuk kayak Mesir 2:29 pada mundur semua nih. Nah maka kita 2:31 ajak Prof. 2:33 Kita undang sekarang Prof. Tengku Reza 2:34 Sah sebagai dosen ee di Universitas 2:39 Pajajaran. Beliau ahli hubungan 2:40 internasional dan beliau dugaan 2:42 narasumber nasional. Maka kita undang 2:45 beliau untuk kita minta pendapat dengan 2:47 beliau tentang ee rencana Prabowo yang 2:49 ingin mengirim pasukan 20.000 orang. 2:52 Tapi ini masih ada pertentangan baik di 2:55 dalam negeri maupun di dalam di luar 2:58 negeri ini masyarakat Angga. 2:59 Hm. Jadi diskusi kita ini kita sengaja 3:02 kita ajak ee narasumber yang memang 3:05 keped dalam hal ini. Mudah-mudahan ee 3:08 pendengar Redor TV eh Rasil bisa ee 3:12 paham dan e secara mendetail lah ee 3:15 masalah-masalah ee ee di di Palestina 3:18 hari ini. Tapi gitu, Mas. 3:20 Telah bersama kita ikhwan dan akhwat 3:22 Profesor Tengku Reza Syah, 3:26 pengamat hubungan internasional UNPAD. 3:28 Asalamualaikum warahmatullahi 3:30 wabarakatuh, Pak Prof. 3:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:34 wabarakatuh. Selamat malam, Bapak. Salam 3:36 dari Ciputat. Ini selagi dinas di 3:38 Jakarta. 3:39 Selamat datang di acara buka mata, buka 3:41 telinganya dokter Band ini, Pak Prof. 3:44 Selamat malam Dr. Band. Salam kenal 3:46 Bapak Angga. Selamat selamat malam. 3:49 Salam kenal hadir sekali. 3:50 Ini pasti Pak Prof orang Aceh nih. 3:53 Waduh. Aksennya ya. 3:56 Aksennya dari namanya juga. Dokter Ben 3:59 sesama Aceh nih. Ini malam hari ini kita 4:01 narasumber sesama Aceh. 4:05 Siap. Siap. Siap. 4:06 Insyaallah mencerdaskan. Insyaallah 4:08 baikat. Amin. 4:09 Insyaallah. Baik ikhwan akhwat. buka 4:12 mata, buka telinga. Di malam hari ini 4:13 kita akan angkat topik mengenai kesiapan 4:15 Indonesia dalam pengiriman pasukan 4:18 perdamaian ke Gaza. Seperti tadi opening 4:21 dari drter band, topik kita di malam 4:23 hari ini melihat Presiden Prabowo 4:27 Subianto tadi dikatakan ngotot bahkan 4:30 sampai menyatakan kesiapan Indonesia itu 4:33 dengan rencana jumlah personelnya 20.000 4:36 Ru ee personel. Tapi juga Menteri ee 4:41 Pertahanan Safri Samsuddin menegaskan 4:43 bahwa ini kan spesifik ee spesifikasi 4:46 pasukannya memang khusus untuk tugas 4:49 medis dan juga ee konstruksi gitu ya, 4:52 Dok ya. Namun pro kontra itu muncul 4:56 bahkan pro kontranya ini ee cukup 4:59 ee alot gitu ya. ya, pemerintah tentunya 5:03 dengan ee Badan Kementerian Luar 5:05 Negerinya terus ee menyampaikan bahwa 5:07 argumen-argumen 5:09 yang 5:10 muncul kontra itu, kritik itu di 5:14 antaranya adalah resiko keamanan yang 5:16 tinggi dan juga mandat yang belum jelas 5:18 gitu ya dari Amerika sendiri yang 5:22 betul-betul menginisiasi format ISF ini. 5:24 Nah, lebih jauh Iwan Akhwat, nanti kita 5:26 akan ee berbincang, berdiskusi dengan 5:30 dua narasumber kita ini. Dan kami 5:32 mengundang anak untuk bergabung. Silakan 5:34 sampaikan komentar dan juga 5:36 pertanyaannya ke nomor WhatsApp Prasil 5:39 di 0811999720. 5:46 Sebagai e pembuka bahasan kita di malam 5:49 hari ini, Dr. Ben akan menyampaikan apa? 5:51 Monggo, Dok. 5:55 Ya, ee awal sudah ee sudah saya 5:59 sampaikan bahwa 6:02 ee ketika sidang umum PBB dan Pak 6:05 Presiden secara semangat mengatakan 6:07 bahwa beliau akan ee beliau siap untuk 6:10 mengirimkan 20.000 ribu pasukan ee 6:13 sebagai pasukan pendamaian di Gaza. Dan 6:16 ini disambut baik oleh Israel, oleh 6:18 Trump bahwa Indonesia memang ee 6:21 mendukunglah perdamaian ini yang 6:23 terjadi. Tapi setelah ee perjanjian 6:27 damai yang disudorkan oleh Trump dan 6:30 Benyamin Tanyahu memang ada 20 klausul 6:32 dan ini rupanya kalau kita baca satu 6:34 persatu ini sangat membahayakan sekali. 6:37 H 6:37 karena ee salah satunya adalah melucuti 6:40 senjata Hamas. Nah, oleh sebab itu ini 6:43 fase kedua ini fase yang ee di mana 6:46 pembentukan dewan ee pemerintahan 6:49 kemudian ee penempatan pasukan ISF 6:52 kemudian ee peruntukan-perunjukan Hamas 6:55 kata Hamas. Tapi masalahnya adalah Hamas 6:57 mengatakan bahwa kalau itu tugas dari YF 7:00 maka ee mereka akan berhadapan sama 7:02 merekalah katabasa seperti itu. Nah, 7:04 oleh sebab itu ee kita mencoba untuk 7:07 menyampaikan kepada pemerintah 7:08 sebenarnya harus untuk mengevasi 7:10 mengevakuasi kembali. Tapi sepertinya 7:13 pemerintah punya pandangan lain di mana 7:15 ee pemerintah menganggap bahwa pasukan 7:17 yang kita kirim adalah pekiping. Artinya 7:20 mereka menjaga perbatasan, kemudian 7:22 mereka akan melakukan pengobatan, 7:24 kemudian akan melakukan rekonstruksi. 7:26 Jadi ada dua nih, Prof. Ada dua 7:28 pandangan yang berbeda. Di mana Trump 7:31 sama Benyamin Tanyahu mengharapkan bahwa 7:33 pasukan Indonesia ini adalah untuk 7:34 mengikuti senjata-senjata Hamas. Tapi 7:36 Indonesia punya pandangan lain. Saya 7:38 enggak tahu kenapa pemandangan Indonesia 7:39 bisa berbeda betul dengan pandangan ee 7:42 penjamin sama Trump gitu loh. Maka maka 7:45 kita coba kita sudah ajak ee e Prof 7:48 untuk diskusi masalah ini. Karena DPR 7:49 sendiri pun belum bicar secara tegas. 7:51 Jadi pengiriman 20.000 ini kan dua 7:53 defisi ini kan perlu perlu hijulah di 7:56 DPR enggak sedikit. Nah kemudian apalagi 7:58 misalnya Azerbaizan menarik diri 8:01 kemudian Mesir juga menarik diri 8:03 kemudian Turki enggak dikasih izin sama 8:05 Israel. Jadi ini persoalan persoalan. 8:07 Nah, kita mengharapkan bahwa pemerintah 8:10 dalam hal ini bisa mengajak ee apa atau 8:13 mendengar tokoh-tokoh yang memang ee 8:15 punya pandangan yang yang khusus ya 8:18 terhadap persoalan ini sehingga 8:19 pemerintah tidak salah memutuskan sebuah 8:22 keputusan sehingga ee tidak tidak 8:25 konyollah pasukan-pasukan kita karena ee 8:28 Gaza beda sama Libanon ya. B ini ini 8:32 mungkin ee prolog dari saya nih ee 8:34 mungkin nanti ke depan pandangan Prof. 8:37 sehingga ee Prabowo atau orang-orangnya 8:40 orang-orang lingkaran Prabowo bisa 8:42 menjadi masukanlah second opinion dari 8:44 pandangan-pandangan ee diskusi kita pada 8:46 malam hari ini. 8:47 Iya. Baik, kami menginginkan pandangan 8:51 yang ee cukup komprehensif ya dari ee 8:54 tamu narasumber kita di malam hari ini. 8:56 Dan saya akan memulai dengan pertanyaan 8:58 kepada Prof. Fre jasa itu dari topik 9:01 yang kita angkat, apakah mandat PBB ini 9:03 sudah benar-benar jelas, imparsial, dan 9:07 komprehensif sebelum pasukan dikirim 9:09 gitu ya. Bagaimana Prof memulai 9:11 analisanya? Kami persilakan. 9:14 Ee tepat sekali, Kang ini. Hm. 9:17 Bukan hanya Dr. Band dan juga Radio 9:20 Rasil yang bertanya-tanya, ya. Saya 9:24 sendiri juga bertanya-tanya, Bang. 9:26 Karena sampai sekarang Donald Trump itu 9:28 masih belum memberikan kepastian siapa 9:31 saja nanti anggota di board of peace, 9:34 kemudian juga bagaimana struktur 9:36 kepemimpinan dari international 9:37 stabilization force. Ini dua-dua items 9:41 ini belum jelas. Kemudian juga nanti 9:43 begitu eh okelah PBB sudah mengeluarkan 9:47 eh United Nations Security Council 9:50 Resolusi Resolution nomor 2083 9:54 dikeluarkannya tanggal 16 November 2025. 9:58 Eh PBB ini menyetujui suatu istilah 10:01 namanya international stabilization 10:03 force tapi bukan peceekeping operation 10:05 versi PBB. Jadi kalau sudah begini 10:09 PBB-nya juga banci begitu. PB-nya enggak 10:11 tegas. Jadi, seolah-olah mengatakan 10:13 situasi serius, perlu penanganan 10:16 internasional, tapi untuk di lapangan 10:17 nanti dikendalikan, dilaksanakan oleh 10:20 Amerika Serikat. Nah, ini yang saya 10:23 belum mengerti begitu. 10:24 Jadi, saya pikir ini masih PPSN kosong 10:28 ini. Mumpung masih ada waktu sampai 10:30 tanggal sekitar konon 1 bulan sejak di 10:33 ee 2 bulan saya dikeluarkannya resolusi 10:35 tersebut. Jadi, tanggal 16 November eh 10:37 16 ee Januari. ya kita harusnya 10:41 berkoordinasi terus pertama dengan PBB 10:44 sehingga kita tahu apa yang dimaksud e 10:46 apa ya way atau jalur-jalur yang 10:49 memungkinkan kita dan jalur-jalur yang 10:51 tidak memungkinkan kita untuk berkinerja 10:53 bersama Amerika Serikat. Kita juga 10:56 hendaknya berkomunikasi dengan 10:57 teman-teman di ee Majelis Umum PBB 11:00 karena di situ ada sekitar lebih dari 11:03 150-an negara yang posisinya sama dengan 11:06 Indonesia. Kemudian juga kita harus 11:08 berkoordinasi dengan organisasi 11:11 konferensi Islam dan Liga Arab. Karena 11:14 ee tahun 2023 silam bulan November itu 11:17 Indonesia mendapat mandat itu oleh ee 11:19 KTT Istimewa Liga Arab dan Oki itu untuk 11:23 mengupayakan segala daya upaya agar 11:25 terwujud perdamaian. Tapi ee kemudian 11:28 untuk itu ee Indonesia dan Mesir dan 11:31 Arab Saudi 11:33 ee dan Syria waktu itu dimintakan 11:37 untuk ee berkoordinasi segitiga. 11:41 Pertama Sekjen PBB, kedua Sekjen Oki, 11:44 ketiga, Sekjen dari Liga Arab. Jadi ini 11:46 yang yang saya pikir perlu kita dalami 11:49 ya. Karena jangan sampai nanti ee kita 11:54 datang dengan asumsi yang yang tidak 11:56 tepat gitu. 11:57 Pertama harus jelas dulu struktur 11:59 organisasi yang Amerika Serikat bangun 12:01 tersebut karena strukturnya rapuh. 12:04 Karena konon Tony Blair eh enggak yang 12:07 dicalonkan Amerika Serikat tidak berada 12:09 di situ. 12:10 Kemudian untuk international 12:12 stabilization eh force itu juga sampai 12:15 sekarang belum ada bayangannya 12:17 siapa yang akan berada di situ. Karena 12:18 kalau saya pikir kalau Israel dan Mesir 12:21 berada di situ kemungkinan besar belum 12:24 tentu mereka akur begitu. Karena ee dari 12:26 Mesir sendiri ee sentimennya besar. 12:29 Kemudian dari Israel juga dia maunya 12:31 Mesir saja karena Mesir yang letaknya 12:33 sangat berbatasan dengan Palestina 12:35 tersebut. Ya, ini 12:38 kerjaan sebulan ke depan ini kerjaan 12:40 yang kerja keras dari pemerintah 12:41 Indonesia. 12:42 H 12:42 tapi tidak berarti ee pelatihan yang 12:45 kita punya di Sentul itu ee tidak 12:47 berkinerja ya. Ee pusat pelatihan 12:50 perdamaian dunia itu yang ada di Sentul 12:53 itu termasuk yang terbaik di dunia ya. 12:56 mereka bukan hanya mengajarkan materi, 12:58 tapi juga mengajarkan aspek-aspek teknis 13:00 juga aspek-aspek keorganisasian, 13:02 aspek-aspek ee menyangkut ee 13:05 penanggulangan eh urusan-urusan yang ee 13:08 nah istilahnya itu MOOTW, military 13:10 operation other than war. 13:12 Kemudian juga mereka melakukan 13:13 kegiatan-kegiatan penyuluhan psikologi, 13:16 kemudian menangani hal-hal yang 13:17 menyangkut kemanusiaan 13:19 disentuh. Saya pikir itu jalan terus 13:21 karena ya itu jalan terus pada saat yang 13:24 sama kita juga berunding dong dengan PBB 13:26 dengan yang kita sebut tadi itu. 13:27 Karena jangan sampai nanti ee ya kita 13:30 sama-sama tahulah kalau untuk urusan 13:32 Timur Tengah Amerika Serikat itu punya 13:34 nama khusus itu di kalangan 13:36 negara-negara Timur Tengah namanya 13:37 setanul akbar. Itu [tertawa] Pak Dr. 13:40 Ben. Setanul akbar itu setan besar. 13:43 Sedangkan Israel di Timur Tengah dikenal 13:45 dengan nama setanul asgor, setan kecil. 13:48 Nah, jadi yang namanya ini ini kata 13:51 masyarakat Timur Tengah ya. Betul Pak 13:53 Ben ya. Kira-kira gitu ya. Dan kalau 13:56 masyarakat Timur Tengah disuruh menilai 13:58 Amerika Serikat dan Israel maka jawaban 14:00 mereka itu kalau berbicara itu bohong 14:03 mereka tuh. 14:03 H 14:04 kalau berjanji ingkar kemudian kalau 14:07 nanti terlibat dalam kerja sama mereka 14:08 itu akan menggunting dalam lipatan. 14:11 Hm. 14:11 Ah. Nah, jadi saya khawatir saya 14:13 khawatir tanpa aturan yang sangat rinci 14:17 ee itu dalam dalam bahasa manajemennya 14:20 tuh ee ini ee apa namanya? job 14:23 description dan job specification. H 14:25 itu harus jelas-jelas ee rinci, tegas, 14:29 dan tidak membingungkan. Karena kalau 14:31 kita tidak hati-hati ini kita ini Pak 14:34 Prabowo ini menyebutnya bukan tentara 14:36 loh. Indonesian sons and daughters. 14:39 anak-anak kami yang laki-laki dan 14:41 perempuan ini statement beliau di PBB 14:43 menyebutnya kita akan mengirimkan 20.000 14:45 sons and daughters. Jadi ini enggak 14:48 main-main. Ini kita berbicara bukan 14:50 hanya ee tentara yang ee secara 14:53 struktural tentara, barangkali juga ada 14:56 pasukan-pasukan dari kepolisian, 14:58 kemudian juga ada namanya ee orang-orang 15:00 sipil. Tapi secara psikologis ini 15:04 anak-anak Indonesia begitu. Jadi kita 15:07 mohon sangat rinci jangan sampai ee 15:11 keberangkatan kita ini tidak jelas 15:13 secara hukum internasional, kemudian 15:15 juga bertentangan dengan aturan-aturan 15:17 PBB, kemudian juga tanpa persetujuan 15:21 dari Sekjen PBB. Ya, ini kan ini United 15:24 Nations Security Council. 15:29 Hm. 15:34 itu kan ee ada lima negara besar. Karena 15:38 Rusia dan China ini adalah kekuatan yang 15:41 otonom di dalam ee Dewan Keamanan PBB 15:44 dan mereka cenderung bersih tegang 15:46 dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutu 15:48 Amerika Serikat di ee Dewan Keamanan 15:50 tersebut. Jadi pekerjaan besar bagi kita 15:53 sehingga kalau nanti kita kirim 15:55 anak-anak kita ke sana itu aman. Aman 15:57 dan berhasil dan sesuai dengan cita-cita 15:59 ee kita mendirikan negara ini kan. turut 16:02 e memelihara perdamaian dunia dan juga 16:04 jangan sampai nanti kita jadi korban 16:06 dari kebijakan pihak lain. Jadi itu ya 16:09 kita harus berpikirkan skenario lah ya. 16:11 Dari sekarang diplomasi jalan terus 16:13 kemudian diplomasi pun terpecah nanti 16:18 e 16:21 kemudian mana yang dengan anggota tidak 16:22 tetap PBB. Kemudian juga nanti dialog 16:26 dengan dengan negara-negara kunci di 16:29 majelis umum PB yang suaranya sama 16:31 dengan Indonesia. 16:33 Kemudian juga dialog dengan Oki dengan 16:35 GNB eh Oki dan Liga Arab. 16:39 Kita harus harus harus dapat support 16:40 mereka dong. Karena nanti jangan sampai 16:42 nanti tahu-tahu Amerika Serikat bilang 16:44 talangin dululah Indonesia nanti kami 16:46 bayar cash-nya belakangan gak bisa. 16:48 20.000 orang ini berarti 20.000 paspor 16:52 20.000 R 16:54 clearance kesehatan ya enggak 16:56 20.000 16:58 security checking. 16:59 He. 17:00 Jadi enggak main-main ini 20.000 ya 17:02 walaupun kita kirim ya pelan-pelanlah 17:04 jangan langsung 20.000 kirimnya 100 17:06 dulu. Tapi itu pun benar-benar untuk ee 17:09 ini untuk berada ee apa ya saya juga 17:13 belum tahu nantianya apakah nanti di 17:16 dalam operasional tuh ada lambang PBB 17:18 atau enggak gitu. Nah, 17:19 mereka seket mengatakan tidak ada urusan 17:21 sama PBB ya kerjam juga kawan itu. 17:24 Heeh. 17:24 Nah, jadi untuk itu saya pikir ee 17:27 tibalah saatnya kita berunding dengan 17:29 sangat mendalam dengan berbagai kalangan 17:31 sekaligus. 17:33 Nah, untuk urusan tadi kemanusiaan gitu 17:36 ya ee Pak Prof. Mengapa Indonesia harus 17:38 nunggu mandat resmi PBB? Terus kira-kira 17:41 apa resikonya kalau mandat itu tidak 17:45 disetuju oleh semua pihak termasuk ee 17:48 Palestina Hamas gitu ya? Bagaimana Prof? 17:53 Ya, Hamas juga sudah mengatakan 17:55 ee kalau itu tujuannya adalah melucuti 17:59 senjata kami, ya kami akan hadapi gitu 18:01 kan. Tapi kan 18:03 ini menjadi peringatan bagi kita dong 18:05 kalau kita kirim anak-anak kita ke sana 18:07 dengan tujuan ee terlibat aksi 18:09 bersenjata. Ya, saya pikir sebelum 18:11 berangkat pun DPR sudah melarang, 18:14 masyarakat juga sudah melarang, kemudian 18:16 orang-orang tua juga sudah melarang 18:18 anak-anak mereka berangkat ke sana. 18:19 He 18:20 ya. Karena ini kan kalau sampai terlibat 18:22 persengketaan dengan Hamas ee kalau 18:25 dalam pandangan Barat Hamas itu teroris 18:27 kan. Tapi dalam secara teori ya kalau 18:30 Anda mengatakan ini teroris ya ee 18:32 kalangan Hamas menyebut dirinya freedom 18:34 fighters. 18:35 Heeh. 18:35 Eah. Jadi untuk itu harus jelas dulu ee 18:39 harus jelas dulu ee peranan kita apa 18:42 gitu. Tadi kan Pak 18:44 em sudah dijelaskan peranan kita ini 18:47 adalah dalam kerangka ee 18:51 rekonstruksi dalam kemudian dalam 18:53 kerangka ee urusan-urusan medis 18:56 ya. Jadi ini adalah urusan konstruksi, 18:59 rekonstruksi dan medis. Ini ini adalah 19:01 harapan dari Menhan Syafri Samsudin 19:04 ya. Dan untuk itu ee 19:07 ya untuk itu ya ya 19:10 mohon kita benar-benar serius di sini 19:13 harus-harus beres dulu urusannya. Kami 19:15 di Jawa Barat tuh punya istilah kumaha 19:17 engke dan engke kumaha. [tertawa] Kalau 19:19 kumaha engke itu gimana nanti? Tapi 19:21 kalau e engke kuma nanti itu bagaimana? 19:23 Nah kita harus berpikir nanti itu 19:25 bagaimana. Nanti itu skenarionya seperti 19:27 apa? Apakah anak-anak kita ini akan 19:28 terlibat dalam berbagai kontak senjata 19:31 atau anak-anak kita hanya akan berwujud 19:33 akan berada di urusan medis dan 19:36 rekonstruksi atau anak-anak kita hanya 19:38 sebatas guardance and conseling dengan 19:41 masyarakat di Palestina. Ini yang harus 19:42 jelas dulu begitu. 19:43 I 19:44 dan dalam hal dalam hal terjadinya 19:45 konflik antara pasukan Amerika Serikat 19:47 dengan Hamas, Amerika Serikat dengan 19:49 Israel melawan Hamas, ya kita posisi 19:52 harus jelas. Heeh. 19:53 Ya, jangan sampai nanti kita malah 19:55 dianggap ee kita yang taat prosedur 19:57 dianggap memihak oleh mereka. Jadi 19:59 sebelum hal ini terjadi, ya kita harus 20:01 menggambarkan semua skenario terburuk 20:03 yang mungkin terjadi. 20:04 Iya. Iya. 20:05 Nah, kita ini dalam bahasa wayangnya itu 20:07 disebut ngerti sak durunge winarah. Ah, 20:10 mengerti [tertawa] sebelum kejadian. 20:12 Kira-kira begitulah, Bang. Jadi, mohon 20:14 kita sangat hati-hati sekali 20:16 ee Presiden ee membuka keran-keran 20:19 diplomatik seluas mungkin. Kemudian 20:22 Menhan juga berkonsultasi dengan 20:24 mitra-mitranya di luar negeri. Kita 20:26 sudah punya cukup pengalaman dalam 20:28 berbagai operasi eh peacekeeping 20:30 operation kan udah enggak kehitung deh. 20:32 Dan memang Amerika Serikat dan Israel 20:34 tuh minta Indonesia 20:36 karena kalau ada Indonesia itu kan 20:38 berasilnya gede gitu. 20:39 I 20:39 ee jadi ee gimana ya ee K kan berasilnya 20:45 gede kalau Indonesia ada di situ. Nah, 20:47 kita sudah punya nama internasional. 20:49 Iya. Indonesia itu kalau terlibat dalam 20:51 berbagai aksi kegiatan-kegiatan visiting 20:54 operation 20:55 itu bukan hanya berhasil secara standar 20:57 PBB, tapi juga berhasil secara standar 21:00 kemanusiaan internasional dan juga 21:02 berhasil secara standar lokal di situ. 21:06 Hm. He, 21:07 karena mereka masyarakat yang kita bantu 21:09 itu jatuh sayang sama pasukan Indonesia. 21:12 Itu 21:12 ini yang membedakan kita dengan dengan 21:15 pasukan-pasukan asing lain. Pasukan 21:17 asing lain selalu berbicara soal peluru, 21:19 soal senjata, soal seragam kan. 21:21 Nah, kita enggak 21:22 kita berbicara hal-hal menyangkut 21:24 kemanusiaan. 21:26 Datang turun pasukan kita, okeB 21:28 perintahkan apa anu, oke pada saat yang 21:30 sama ee soft power Indonesia keluar. 21:32 Misalnya kita terlibat dalam 21:33 program-program misalnya, maaf ya. H 21:36 sunatan gitu kan? Sunatan. 21:46 Halo, Pak Prof. Ini suaranya terputus 21:48 sepertinya ada gangguan ya. 21:54 Dr. Ben. Dr. Ben masih standby ya? 21:57 Ya. 21:58 Iya, Pak Prof terputus ini sepertinya 22:01 ya. nya olehwa itu ya kanwa 22:04 pikir e 22:05 tadi terputus 22:06 Pak Prof. 22:07 Oh sor sori sor 22:08 iya 22:09 maklumlah ini angin ini. 22:10 Oh iya angin jaringan kurang stabil ya. 22:13 Iya tapi semoga semoga oke deh sekarang. 22:16 Oke. Oke. 22:17 Jadi Amerika Serikat dan Israel itu 22:19 sangat berharap Indonesia masuk. 22:20 Indonesia terlibat tapi ujung-ujungnya 22:22 kita nanti berada di bawah koordinasi 22:23 mereka. Ini jadi tantangan tersendiri. 22:26 Masa pasukan kita hormat pada pasukan 22:28 Israel ya. Enggak. Pasukan kita hormat 22:29 pada Amerika Serikat. 22:31 Iya. Ini kan enggak lucu ini. Nanti 22:33 pasukan [tertawa] kita disuku push up 22:34 pula oleh Israel. Ini akan gejolaknya 22:36 besar dalam negeri ini. 22:38 Tapi kira-kira potensi untuk berpihak 22:40 pada Israel dengan ini kaitannya kan 22:43 juga resolusi Dewan Keamanan PBB gitu 22:45 ya. Ada potensi itu gimana, Prof? 22:49 Ya, kita kan sebagai 22:52 apa ya? Saya sebagai pengamat kan 22:53 he 22:53 harus berpikir secara di luar kotak juga 22:57 dong. 22:58 Heeh. Jangan sampai ee kita ini dalam 23:01 keadaan lagi susah. Sekarang kan ekonomi 23:03 kita sedang berjuang keras ini mencapai 23:06 target-target asta cita. Kemudian ada 23:08 standar internasional lagi namanya 23:11 sustainable development goals. Saat yang 23:13 sama lagi cita itu sedang kita 23:15 perjuangkan. Terjadilah musibah ee 23:17 bencana nasional di ee Sumatera ini kan. 23:21 Heeh. I 23:21 ini mungkin namanya bukan kalau 23:23 pemerintah enggak nyebutnya bencana 23:25 nasional tapi skalanya sudah nasional 23:26 saya pikir. 23:27 Iya. Jadi dalam kondisi seperti ini 23:30 jangan sampai kita ini enggak fokus. Apa 23:32 yang dilakukan oleh PBB ini kali belum 23:35 tentu 23:36 ideal. Karena PBB sendiri lepas tangan 23:38 kan. 23:39 Iya. I 23:40 mereka lepas tangan ini. 23:41 Iya. 23:42 Tidak tidak mengatakan sedikit pun 23:44 namanya blue helmet. 23:45 Hm. 23:46 Padahal blue helmet itu adalah yang 23:47 menjam pasukan PBB. Itu yang harus 23:49 dilindungi dan dihargai oleh semua pihak 23:53 yang berada di lokasi kejadian tersebut. 23:55 Iya. Kalau ini blue helmet, kita datang 23:58 dengan blue helmet. Helm yang biru itu. 24:00 Heeh. Heeh. 24:01 Amerika Serikat, Israel, masyarakat 24:03 Palestina itu harus hormat. 24:05 Iya. 24:05 Tapi kalau yang datangnya adalah pasukan 24:07 Amerika Serikat nanti dengan komando 24:09 Amerika Serikat dengan embel-embel 24:10 Amerika Serikat, Nah, kita ini gimana 24:12 gitu. 24:13 Hm. 24:14 Apakah apakah perlu seragam khusus? Kita 24:17 sudah punya seragam sendiri. Nah, 24:19 tentunya Amerika Serikat menganggap Anda 24:21 ini kan semua di bawah koordinasi saya 24:23 international stabilization force 24:25 dibawahkan dari Amerika kan ini jenderal 24:27 kami bintang empat kan 24:28 ya kita itu di mana posisinya gitu. Jadi 24:31 sebelum hal ini terjadi, mohonlah 24:34 namanya koordinasi itu terbuka luas. 24:37 Mohon juga DPR aktif dong. Masa DPR 24:40 enggak pernah nanya-nanya soal ini nanti 24:42 tahu begitu melihat ada masalah baru 24:44 pemerintahnya dikritik oleh oleh DPR. 24:47 Ya, DPR ini kan punya mekanisme kan 24:49 ee 24:51 namanya itu parlemen internasional, 24:52 international parlamentary union. I 24:55 ya. Kenapa enggak bergerak juga DPR kita 24:57 gitu. 24:57 Heeh. He 24:58 ya. Jadi ini urusan ee apa ya, urusannya 25:02 belum jelas dan dan sudah menjadi 25:05 perdebatan publik di Indonesia dan 25:07 perdebatan publik ini akan perdebatan 25:09 publik ini akan semakin kencang 25:11 eeang ee minggu ketiga Januari 25:15 dan saya pikir 25:18 ya kita harus detail kalau kalau 25:21 benar-benar ini serius ya kita harus 25:23 menciptakan e countdown itu jadi jam-jam 25:26 mundur gitu misalnya ha sekarang 25:28 Sekarang sekarang tanggal berapa nih? 25:30 Sekarang tanggal 14 ee Desember kan 25:34 berarti ya sudah minus 40 hari nih 25:38 kira-kira. 25:39 Iya. 25:39 H-40, H-39 harus terbuka. Apa yang sudah 25:43 dilakukan oleh Kementerian Teknis, apa 25:45 sudah dilakukan oleh Kementerian Luar 25:46 Negeri, bagaimana koordinasi kita dengan 25:48 PBB, dengan semua itu harus tergambar 25:50 jelas. 25:51 Heeh. Heeh. 25:51 Jadi, sehingga pada saat nanti anak-anak 25:53 kita berangkat ke sana mandatnya oke 25:55 jelas. Tapi bagaimanapun juga FB harus 25:57 kasih ini dong endorse. 25:59 Jangan nanti kita bergerak sesuai dengan 26:01 perintah dari Pentagon. Ini lucu ini. 26:04 Kita tidak punya perjanjian pertahanan 26:05 dengan Amerika Serikat. Nanti kalau 26:07 misalnya ada masalah konsultasi dengan 26:08 Amerika Serikat, dia bilang, "Sebentar 26:10 ya, kami belum bisa ambil keputusan. 26:11 Kami konsultasi dulu sama Israel." Apaan 26:13 lagi ini? 26:15 Anda komandan kok. Tapi ya sebelum hal 26:17 ini terjadi, sebelum sebelum 26:20 jenderal-jenderal kita dan 26:21 prajurit-prajurit kita terlibat dalam 26:23 berbagai dilema di lapangan. Iya. Iya. 26:25 Mohon mohon mohon ini aturan main harus 26:28 diterapkan secara sangat tegas, sangat 26:30 jelas, sangat rinci, sangat terstruktur 26:33 dan dalam bahasa yang kita mengerti 26:34 sama-sama. Kira-kira gitu deh, Bang, 26:36 sementara. 26:38 Iya. Baik, selanjutnya saya akan ke 26:41 dokter Band. Ee bagaimana, Dok, 26:44 kira-kira kalau kita lihat resiko 26:46 keamanan dan juga keselamatan ee 26:49 personel gitu ya, ketika tim itu 26:51 misalkan sudah disetujui untuk datang 26:54 analisanya, Dok, bagaimana resiko 26:56 nyatalah bagi prajurit TNI di Gaza gitu 26:59 ya yang masih tidak stabil sekarang gitu 27:02 ya, termasuk e potensi bentrokan dengan 27:04 berbagai kelompok senjata di sana gitu 27:07 ya. tadi kalau job description dan job 27:10 specification-nya belum jelas ini 27:12 bagaimana, Dok? 27:14 Ya, tapi saya bisa memberi sisi lain ya, 27:16 Mas Sangga ya. Bahwa 27:18 eh sebenarnya kan ketika Pak Presiden 27:20 ngomong seperti a gitu ya, 27:23 bahwa mengikut pasukan 27:25 kita enggak ada nama sec opinion itu 27:27 artinya Kemlu mengikuti ahur presiden. 27:29 Tapi menurut saya Keml tidak memberikan 27:32 arahan-arahan yang benar, masukan yang 27:34 benar yaitu kepada Pak Presiden. 27:36 Kenapa saya katakan demikian? Karena ee 27:39 saya melihat bahwa ketika resolusi yang 27:41 disampaikan oleh Prof. tadi itu lupa pas 27:43 saya terakhir itu masalah ee yang apa ee 27:46 proposal trump dan keamanan sepakat di 27:50 mata Kemlu itu di mata Kemlu itu adalah 27:54 bahwa pasukan pasukan itu akan dibawa 27:56 PBB maka 27:57 mereka mengapresiasi gitu seperti yang 28:02 oleh jadi ee apa yang diinginkan oleh 28:04 Bapak Prabowo dengan apa yang ee masukan 28:08 dari K iniya kok enggak enggak ada 28:10 enggak matching gitu Ya, artinya 28:13 ee enggak ada e pikiran yang memang ini 28:17 sampai ke Pak Presiden sehingga Pak 28:19 Presiden tidak salah dalam mengambil 28:21 keputusan. Yang kedua adalah ee Komisi 28:24 satu khususnya 28:26 bahwa belum memberikan arah yang tegas. 28:29 Memang Pak saya baca Pak TB Hasanuddin 28:32 beliau ee meminta untuk mengaji ulang 28:35 banyak hal lah. Misalnya contoh seperti 28:36 misalnya ini kan bukan di bawah PBB ber 28:38 dana dari mana kita lebih teknis ke apa 28:42 ke anggaran ya anggaran karena ini akan 28:44 ditanggung oleh Indonesia jumlah pasukan 28:46 sekitar 20.000 orang ini kan bukan 28:48 jumlah yang se gitu ya. Nah, itu itu 28:50 yang saya pikir ini eh masukan ini yang 28:53 yang tidak disampaikan ke Bapak 28:55 Presiden. Maka sampai dengan hari ini 28:57 Indonesia belum belum memutuskan apakah 29:00 go atau tidak gitu. Ini belum ada 29:01 keputusan. Nah, seperti kata Prof. tadi 29:03 itu memang pasal diplomasi jalan terus 29:06 kemudian mungkin latihan-latihan dan 29:07 senten terus berjalan segala macam 29:09 berjalan ya 29:10 itu oke tetap berjalan tapi kita harus 29:13 harus berani kayak Azer Breza. 29:14 mengatakan jelas saya katakan bahwa kami 29:17 tidak akan mengirikan pasukan ke sana. 29:18 kami karena pertama fase pertama aja 29:21 masih ada tembak-menembak pembunuhan 29:23 genosida masih berlangsung terus 29:25 misalnya ini kan sangat berisiko bagi 29:27 pasukan pasukan pertama yang kalau 29:29 ditempukan di situ gitu misalnya ini 29:31 kita anggap ya kita anggap ya ya 29:32 misalnya ada pasukan Indonesia apakah 29:33 mereka tega melihat ketika anak-anak 29:35 orang si diban Israel sampik itu pasti 29:38 ada pergelokan batin mereka juga melihat 29:41 seperti itu. Nah, ini yang saya pikir 29:43 yang memang menurut saya Masangga ini 29:45 memang e hanya harus harus di di 29:46 didiskusikan ulang. Yang kedua bahwa 29:48 Hamas tegas mengatakan bahwa pasukan 29:52 perdamaian dengan dengan plafon seperti 29:54 ini mereka adalah penjajah. Kami akan 29:56 berhadapan gitu. Jadi, jadi ini ancaman 29:58 Hamas keras juga. Kita bisa bayangkan 30:01 kalau bisa Indonesia datang melucuti 30:03 senjata Hamas kayak melucuti senjata gam 30:05 di Aceh ini kan saya bayangkan 30:08 bagaimana pergolongan dalam negeri pasti 30:10 dia akan berjelit-jelit nih pada perobo 30:13 dan ini ini yang yang saya pikir ini ada 30:15 ada apa ya ada diplomasi saya pikir ada 30:18 diplomasi yang miss dalam hal ini. Jadi 30:20 ketika Trump memuji-muji Prabowo ya siap 30:24 mti pasukan ya di situ kayak kayaknya 30:26 ada 30:27 istilahnya kalau istilah kita nih agak 30:29 agak terlena beliau terlena Indonesia ya 30:31 tanpa tanpa menyelami lagi makna-makna 30:34 yang tersirat seperti kata Prof tadi itu 30:36 kan bahwa mereka ingkar janji itu kan 30:39 sudah sering gitu kan 30:40 dan ini ini saya pikir ee masalnya bahwa 30:43 ee mudah-mudahan diskusi kita didengar 30:45 oleh oleh orang-orang yang Prabowo untuk 30:47 menyampaikan ee ini apalagi yang ngomong 30:50 profesor yang memang ahli internasional, 30:51 hubungan internasional yang memang 30:53 kita bicara sinilah bukan ee tidak 30:55 senang ya tentera Indonesia K. Nah, 30:57 kalau memang untuk perdamaian dan mereka 30:59 itu bekerja untuk e menolong itu ya 31:02 sebagai bu untuk buffer zone ya sehingga 31:04 tidak ada tembak-penembak kayak di 31:06 Libanol dan minimal kayak di Libanon. 31:08 Saya pikir siapa yang enggak setuju ya? 31:09 K enggak setuju. Tapi kalau mereka 31:11 dikirim dan menjadi sasaran tembak, saya 31:13 pikir dari Israel sasaran tembak, dari 31:15 Ham juga sasaran tembak. 31:17 Ini kan sangat konyol ini masak pas. 31:21 Nah, Dok, sebagai relawan kemanusiaan 31:24 gitu ya, lalu juga sebagai pengamat. 31:28 Kira-kira 31:29 demitorisasi 31:31 Hamas salah satu dengan pelucutan ee 31:33 senjata 31:35 dari mulai Presiden, kementerian, bahkan 31:39 sampai ke legislatifnya DPR apakah 31:41 memahami tentang ini menurut drter band 31:45 rencana Amerika dan Israel ini? 31:47 Tapi saya mulihat indikasi gelagat ya. 31:51 Gelagat ini kalau misalnya dulu Reno dia 31:54 bisa baca itu. 31:55 Iya. Tapi hari ini hari ini di bawah Pak 31:57 Sugeno ini kan agak lemah diasi agak 32:00 lemah ya walaupun ada tiga wakil mendu 32:02 tapi menurut saya lemah ya he 32:04 karena maju memang lebih lebih maju Pak 32:06 Prabowo tapi kan selama-selah teknisi 32:09 bawah itu kan harus difollow up oleh 32:10 para orang eh Kemblu kan nah kemudian 32:13 masangga bahwa Hamas kan telah 32:15 memberikan solusi ya kan solusi kami 32:16 tidak meliputi kami menyimpan senjata 32:19 oke karena apa karena memang mereka 32:21 pelajaran dari Sabra Satila kan tahun 2 32:24 di Libanon 32:25 3000 sampai 5000 orang dibantai sama ee 32:28 pasukan-pasukan ee palangisa istilahnya 32:30 dibk Israel untuk pengalaman seberenika 32:33 misal kan di Bosnia tahun '95 8.000 32:36 orang muslim yang bantai. Jadi kalau 32:38 senjata enggak ada itu kan bagaim 32:40 mengatakan bahwa kami senjata ada 32:41 senjata kan diserang apalagi enggak ada 32:43 senjata kan logika sederhana gitu Mas 32:44 Angangga. Iya. 32:45 Jadi, jadi saya lihat kembali ke 32:47 Indonesia Masangga bahwa ee kelemahan di 32:50 sini adalah bahwa enggak ada orang yang 32:52 bisa mengdrive ya informasi yang lengkap 32:55 ke Pak Pak Prab Bowo sehingga beliau 32:58 bisa mengambil keputusan yang tepat. Ini 32:59 saya lihat ada di situ masang enggak 33:02 karena sekarang bayangkan ya menus Pak 33:04 Sujono dia sejen gerindra artinya dengan 33:07 personal internal gerindra ini kan 33:09 menyita pikiran dia kan belum kita 33:10 ngomong masal luar negeri yang namanya 33:12 menteri luar negeri kan harus banyak di 33:13 luar negeri de logika sederhananya gitu 33:15 ya kan 33:15 dan ini saya pikir ini yang menang 33:17 enggak ada orang yang bisa memberikan 33:19 informasi detail ya 33:20 ee yang lengkap kepada Pak 33:22 ya kepada Pak Prabowo ya jadi beliau 33:25 belum apa belum belum mengatakan yes 33:28 atau no ke sekerangan kan. Makanya, maka 33:30 saya lihat apakah ini ee 33:33 kandung malu atau apa gitu kan. Kalau 33:38 jelas kami mundur kami enggak kemudian 33:41 ee Qatar mundur enggak mau negara Arab 33:43 enggak mau tapi Indonesia 33:45 enggak diam aja kita apa enggak tahu 33:49 maksudnya apa ini. 33:50 Heeh. Heeh. 33:51 Gitu Mas Angga. Baikbaik 33:53 saya berlanjut ke Pak Prof. Rijasah lagi 33:56 ya Pak Prof. kira-kira dari permasalahan 33:58 ini tuh apakah perlu persetujuan DPR 34:02 sebelum pengiriman personel? Terus juga 34:04 kalau dari hubungan internasional gitu 34:06 ya, kira-kira pemerintah Indonesia itu 34:08 melakukan koordinasi terkait itu emang 34:10 harus dengan Israel, Mesir, Yordania 34:14 ataupun negara-negara yang ada di 34:15 sekitar Palestina. Bagaimana, Prof? 34:18 Ee ini kan urusannya luar biasa loh ini. 34:21 Hm. Kalau kalau kalau pemilihan seorang 34:25 duta besar saja 34:27 melibatkan DPR 34:30 ini apalagi pengiriman pasukan 34:33 perdamaian. 34:33 Iya. 34:34 Ee 34:36 DPR itu punya kewenangan itu. 34:38 Heeh. 34:38 Ee untuk ee apa ya? Ada istilah itu 34:42 supervise gitu. Supervise and then to to 34:45 monitor. 34:46 Heeh. kinerja pemerintah Indonesia meang 34:49 tugas dia. Dan untuk itu ini tugas 34:52 Komisi 1 34:53 dan juga sayangnya kan komisi Komisi SAT 34:56 belum menjadikan ini sebagai ee dialog 34:58 publik 34:59 belum ada. 35:01 Kemudian di tingkat pemerintah sendiri 35:02 belum juga ada rapat kerja tingkat 35:04 kementerian atau lembaga. Maaf ya kalau 35:06 saya enggak pas ya karena saya adalah 35:07 rakyat biasa gitu. Saya enggak ee bukan 35:10 bukan bukan pengambil keputusan, bukan 35:12 penasihat di kalangan pepertain 35:14 Indonesia. sebagai pengamat ya saya 35:16 mengandalkan informasi dari berbagai 35:18 sumber terbuka. Mungkin ada ada 35:20 rapat-rapat ee yang sangat spesifik 35:24 melibatkan elit-elit di elit di 35:26 kementerian dan lembaga dan DPR mungkin 35:29 ya. Tapi 35:29 iya 35:30 saya sangat berharap ini diskusi ini 35:32 adalah diskusi publik begitu. Heeh. 35:34 Jadi, karena ini kan akan melibatkan 35:38 orang tua dalam jumlah sangat besar, 35:40 akan melibatkan sentimen keagamaan, akan 35:43 melibatkan sentimen keorganisasian, 35:46 akan melibatkan juga hubungan antar 35:48 manusia, melibatkan juga hubungan antar 35:50 agama di Indonesia. 35:51 Hm. 35:52 Ini urusannya enggak main-main begitu. 35:54 Jadi, he 35:55 ee mulai dari pemilihan personil saja 35:57 kan harus benar-benar mewakili Indonesia 35:59 yang bineka tunggal ika kan. Kemudian 36:01 juga nanti dari segi personil yang 36:02 dikirim juga harus ee sangat spesifik. 36:05 Jangan sampai nanti ee pihak luar 36:07 mengatakan, "Anda kok tidak 36:09 terakreditasi misalnya kan." Ini hal-hal 36:12 yang kita harus bereskan di tingkat ee 36:16 personil yang akan ke sana. H 36:18 kemudian di tingkat DPR juga perlu dong. 36:20 Jangan sampai nanti menjadi isu besar 36:23 tahu-tahu nanti DPR berbeda pendapat 36:25 pula. Ini kan jadi masalah. 36:26 Heeh. Padahal idealnya untuk urusan yang 36:29 besar seperti ini, pemerintah sudah 36:31 memberikan pertanggungjawabannya kepada 36:34 DPR dalam suatu mekanisme namanya rapat 36:37 dengar pendapat umum. Ini belum ada 36:39 dalam rapat RDPU itu ya 36:41 entahlah nanti apakah akan terbuka 36:44 ataupun tertutup tapi yang jelas DPR 36:46 harus sudah melihat bahwa ini ini sangat 36:49 serius mulai dari kalau dalam bahasa 36:52 manajemen itu planning, organizing, 36:55 actuating, controlling. 36:56 Iya. Kemudian nanti ada namanya eh 36:59 namanya planning, organizing, staffing, 37:01 directing, controlling, reporting, 37:04 budgetting itu harus sangat jelas. 37:06 Saya saya sebagai pengamat enggak tahu 37:08 persis nih 37:09 he 37:09 kesiapan kita sudah sampai mana gitu. 37:11 Tapi kalau saya perhatikan ee lembaga 37:13 yang kita punya, Pusat Perdamaian PBB 37:15 itu ya itu ee sudah teruji, sudah 37:19 terpuji. Tapi bagaimanapun kan ini 37:22 adalah perkembangan terkini yang belum 37:23 jelas. Nanti kepada siapa? Nanti mereka 37:25 akan lapor bagaimana nanti bentuk 37:27 korespondensi surat-menyuratnya. 37:29 Kemudian nanti di sana nanti ee apakah 37:32 akan ada biaya-biaya yang kita tanggung. 37:35 Ini kan belum jelas. 37:37 Kalau PBB kan enak. Kalau pakukan blue 37:39 helmet jelas aturan aturan biayanya, 37:42 aturan operasionalnya pakai senjata apa. 37:45 Ini ini ini sangat sensitif loh. 37:47 Iya. Karena karena tentunya anak-anak 37:50 kita kan tidak terbiasa memakai 37:51 senjata-senjata ee yang kita enggak 37:53 biasa begitu. 37:55 Ya, nanti bisa-bisa saja nanti Amerika 37:57 Serikat ee memberikan ee seragam khusus, 38:00 Amerika Serikat memberikan senjata 38:02 khusus yang yang tidak kita kenal tapi 38:04 kita harus pelajari di sana gitu kan. 38:06 Nah, ini kan ada risiko juga menggunakan 38:08 senjata ee yang kita enggak biasa. 38:11 Kemudian nanti jangan-jangan pula 38:12 senjata itu dijamming pula oleh dia. Ya, 38:14 serba mungkinlah di situ. Kemudian juga 38:17 bagaimana nanti komunikasinya Indonesia 38:19 dengan Mesir karena nanti konon nanti 38:20 begitu masuk eh mekanisme 38:24 eh board of eh apa namanya itu 38:27 international stab 38:29 stabilization force nanti konon ketuanya 38:33 itu Israel sama Mesir ya kan 38:36 ya kemudian nanti Israel sama Mesir bisa 38:38 koordinasi tapi kalau negara-negara lain 38:40 yang punya hubungan diplomatik sama 38:41 Israel ya kontaknya ke Israel kemudian 38:44 kalau kita kontaknya dengan Mesir. 38:46 Mesir. Tapi nanti begitu sampai kepada 38:48 pengambilan keputusan yang di mana di 38:51 mana rencana Israel belum tentu cocok 38:53 dengan Mesir, di mana rencana Mesir 38:55 mungkin akan ditentang oleh Israel, ya 38:57 akan terbuka kemungkinan kita berdialog 38:58 dengan ee dengan Israel juga gitu. Nah, 39:01 nanti kalau dalam dialog dan Israel itu 39:02 nanti akan jadi bulan-bulanan dunia. 39:05 Iya. 39:05 Bahwa bahwa di level diplomatik enggak 39:07 ada, tapi di level perdamaian ada, gitu 39:09 kan. 39:10 Dan ini bisa jadi masalah pula di dalam 39:12 negeri Indonesia. 39:13 Iya. dan dan Israel itu sangat jago 39:15 dalam urusan ini, dalam urusan diplomasi 39:17 publik, dalam urusan ee membikin 39:19 framework, membikin ee kerangka-kerangka 39:22 informasi 39:24 itu sangat jago. Jadi sebelum hal ini 39:25 terjadi, mohon Indonesia the do and the 39:29 don't-nya harus jelas dulu. 39:31 Dan untuk itu kan Presiden juga harus 39:33 didukung oleh 39:34 ee semua kementerian. Walaupun kita 39:37 sama-sama tahulah kedudukan presiden itu 39:39 sangat sangat penting, sangat istimewa, 39:41 orang nomor satu Indonesia. Tapi kan 39:43 belum tentu ee beliau sudah mengeluarkan 39:45 semua unek-unek beliau kan. Ide-ide 39:47 terbaik dari beliau belum belum ee belum 39:49 keluar. 39:50 Bagaimana instruksi kepada kementerian 39:52 dan lembaga di Indonesia. Kemudian 39:54 bagaimana ee bagaimana assessment, 39:56 bagaimana evaluasi ee perkembangan ide 39:59 ini sejak beliau mengatakannya pada 40:01 bulan 3 ee pada minggu ketiga bulan 40:04 November. Sekarang ini sudah ee hampir 3 40:07 minggu. 40:09 Nah, ini ini 40:10 iya iya 40:11 ini belum ada ini ee evaluasi dari ee 40:14 pandangan Presiden tersebut. 40:15 Heeh. 40:16 Kita kan hanya tahunya Presiden ee 40:18 gebrak meja untuk menunjukkan 40:19 keseriusan. Kudan Presiden bertemu 40:21 dengan Donald Trump karena Donald Trump 40:23 mengatakan, "Anda, ide Anda tuh luar 40:24 biasa. Karena itu kita bertemu secara 40:27 khusus." Ya, tapi kan 40:30 yang kita belum tahu adalah ee kalau 40:33 secara administrasi namanya 40:35 intelligence. Intelligence information. 40:37 Heeh. 40:38 Informasi intelnya kita belum punya 40:39 gitu. Informasi 40:44 ya tentunya kan ee harap adanya rapat 40:48 dengan pendapat umum di DPR, di PR DPR 40:50 RI di Komisi 1 seingga sehingga dengan 40:53 dengan demikian pemerintah merasa 40:56 mendapat pemerintah mendapatkan RU dari 40:58 DPR. He 40:58 DPR melihat bahwa pemerintah bekerja 41:01 sesuai koridor hukum, sesuai dengan 41:02 cita-cita dari ee pendirian negara ini. 41:06 Kemudian masyarakat juga melihat bahwa 41:08 ee niat baik mereka untuk suatu 41:09 perdamaian itu diterapkan, dilaksanakan 41:12 oleh negara secara bertanggung jawab. 41:14 Nah, ini kalau kalau semua ituy 41:18 ya, cuman tetap kita jangan ee jangan 41:21 jangan lupa begitu. Banyak hal-hal 41:23 teknis. Keluarga besar saya di Jawa 41:25 Barat mengatakan, "Jangan, jangan 41:27 berpikir kumaha engke gimana nanti." 41:29 Tidak engke kumaha nanti itu bagaimana? 41:32 Nanti itu bagaimana? Ini yang harus 41:33 dibahas 41:34 dari sekarang. 41:36 Karena nanti kitaak kita enggak punya 41:38 ide, kita dikendalikan pula oleh ee oleh 41:41 setanul akbar dan setanul asdar itu. 41:43 Maaf, Pak Dok, ini kan suasana Timur 41:46 Tengah di sana ngomongnya begitu begitu. 41:48 Jangan sampai nanti Indonesia dianggap 41:50 sebagai ee shahibul dari setanul akbar. 41:54 dari setanul as 41:56 ya. Jadi janganlah sampai ee niat baik 42:00 kita, niat mulia kita bagi perdamaian 42:02 dunia 42:04 itu nanti ee dipermainkan oleh 42:06 orang-orang lain yang terbiasa 42:07 mengunting dalam lipatan. Kalau kita 42:09 bicara ini kita dunia sudah lupa kan 42:11 akan to state solution kan solusi dua 42:13 negara. Padahal sesuai dengan harapan 42:17 dari Majelis Umum PBB dan juga Dewan 42:19 Keamanan PBB tahun 1967 itu solusi dua 42:22 negaranya terbaik. Bahkan Donald Trump 42:24 sendiri juga percaya solusi dua negara, 42:26 tapi ee ya bagaimana implementasinya kan 42:31 makin jauh panggang dari api ini si 42:34 solusi dua negara ini. Karena secara 42:35 hukum internasional 42:37 itu ada Monte Video Convention kan 42:41 mengatakan bahwa persyaratan negara itu 42:43 pertama adalah batas-batas wilayah yang 42:44 jelas. Kita enggak pernah bicara batas 42:46 wilayah yang jelas. Malah malah selama 42:48 ini kita terjebak oleh desain Israel ada 42:50 grey, 42:51 ada red line, ada eh yellow line. Kita 42:54 ini enggak tahu persis batasnya di mana. 42:56 Kemudian penduduk. Penduduknya yang 42:57 mana? Palestina. Konon ee konon sedang 43:00 numpuk di ee di suatu wilayah yang konon 43:04 akan menjadi koridor bisnisnya Amerika. 43:06 Iya. kemudian kemampuan memerintah. Ya, 43:09 saya belum belum melihat bahwa selain 43:12 Hamas itu ada organisasi lokal yang 43:15 punya kemampuan mengelola begitu. Dan 43:17 terakhir yang dimiliki oleh Palestina 43:19 ini hanyalah 43:20 pengakuan dari masyarakat internasional. 43:22 Ya, pengakuan itu kan ibaratnya juga e 43:25 PPSAN kosong. Hanya mengakui, mengakui 43:27 saja tidak pernah berpikir bagaimana 43:29 secara sistematis menggerakkan 43:30 organisasi untuk sebuah kemerdekaan 43:32 Palestina. Karena harapan kita semua 43:34 kalau urusan Palestina, Israel ini 43:36 beres, masing-masing hidup secara damai, 43:38 saling saling menghargai, ya Timur 43:42 Tengah itu akan aman dan otomatis ee 43:44 dunia ikut aman gitu. 43:46 Iya. 43:46 Ya, karena jangan sampai ini kesannya 43:49 ini krisis, krisis ini dipelihara ini 43:51 dipelihara oleh negara-negara besar 43:53 untuk tetap menjadi ee penentu 43:56 perdamaian di situ kan. Ya kita tahu kan 43:59 ujung awalnya kan dari Inggris ini kan 44:01 kekacauannya dari Inggris. Iya. 44:03 Kemuda. Kekacauannya juga dari 44:04 negara-negara Eropa yang ee bersama 44:06 Israel. 44:07 He. 44:08 Ya, begitulah. Ibaratnya tuh e kawasan 44:11 Palestina ini adalah kawasan 44:13 ya kita lihat sajalah tahun 45 itu 44:17 antara 458 kan yang berbondong-bondong 44:20 itu kan adalah pengungsi kan pengungsi 44:23 Israel kan dari Uni dari Eropa mereka 44:26 naik kapal mereka menghibah-hibaah. 44:27 Terimalah kami. Kami sedang dibinasakan 44:30 oleh e Jerman, Nazi. Sekarang Jerman 44:33 runtuh. Kami enggak tahu mau ke mana 44:35 lagi. Kami kami bisa ke sini. Terimalah 44:37 kami. Gitu kan. Ibaratnya kan orang 44:40 pendatang semua itu kan. 44:42 He. 44:42 Dan kemudian mereka bertahap ya dengan 44:44 restunya dari Inggris, Prancis, Amerika 44:46 Serikat. 44:47 Iya. 44:49 Ya menguasailah lahan-lahan tersebut 44:51 gitu kan. Akibatnya ya melu. Berdirilah 44:53 negara Israel tahun 1948. 44:56 Iya. Iya. Dan ya kalau kita cek ya 45:00 apa yang dilakukan oleh Israel itu ya 45:04 sebenarnya bertentangan dengan hukum 45:05 internasional kan. 45:06 Betul. 45:07 Melakukan misalnya pembasmian kalau 45:10 bahasa hukumnya itu ee etnic cleansing 45:13 lah. Ada yang menyebutnya genocide lah. 45:16 Ada yang nyebutnya displacement lah. 45:19 Pemisahan orang 45:20 dari tempat asalnya. Kud pemisahan orang 45:22 tua dengan anak-anak mereka. Ee ini kan 45:26 sebenarnya perbuatan yang bertentangan 45:29 dan hukum internasional kan. Nah, jadi 45:30 kalau misalnya TNI datang ke sana, kalau 45:32 kalau pasukan kita datang ke sana itu 45:34 kan secara enggak langsung 45:36 ya iya dianggap mendiamkan terjadinya 45:40 praktik-praktik 45:42 yang dilakukan oleh Israel dan Amerika 45:44 Serikat selama ini gitu. 45:45 Iya. Jadi, 45:47 jadi mohonlah pemerintah ini melakukan 45:50 rapat koordinasi 45:52 sesama kementerian dan lembaga sehing. 45:55 Kalaupun kami kirim, yang kami kirim itu 45:58 siapa? Begitu. 45:59 Iya. 45:59 Kalaupun nanti masuk ke dalam board of 46:01 peace itu seperti apa pengambilan 46:03 keputusannya? 46:05 Oh, nanti nanti pimpinan kami bintang 46:07 tiga tertentu masuk dalam international 46:09 stabilization force tugasnya apa di 46:12 situ? Begitu. 46:13 Jadi ini ini adalah hal-hal yang harus 46:16 kita pahami sejak dini secara 46:18 keorganisasian, 46:20 secara filsafat, secara strategi dan 46:23 sudah tiba saatnya countdown ya. 46:25 Countown ini kan seperti peluncuran 46:27 pesawat ee ruang angkasa tuh 9 46:30 h 46:30 10 9 8 sampai nanti begitu masuk 46:34 satu zero terbanglah itu pesawat kan. 46:37 Tapi kita juga harus berpikir seperti 46:39 itu dong. Jadi jangan sampai ee 46:43 anak-anak kita tuh jadi ee apa ya? 46:46 Sasaran tembak barangkali. 46:47 Iya. Iya. 46:48 Nanti oleh pasukan tertentu tapi 46:50 ngakunya berasal dari ee Palestina, dari 46:52 Hamas. Ini kan hal-hal yang sangat 46:54 mungkin terjadi kan? 46:55 Heeh. Heeh. 46:56 Sangat mungkin terjadi. 46:58 Sangat mungkin terjadi. Sebelum hal itu 47:00 terjadi ya kami dari Jawa Barat 47:02 nyebutnya engke kumaha. 47:04 Engke kumaha. 47:04 Bukan kumaha-engke. Kalau kumaha engke 47:05 kirimnya sekarang dalam jumlah besar. 47:08 Tapi nanti enggak tahu bagaimana 47:09 kondisinya. Kalau engke kumaha kita 47:11 sudah punya skenario. Skenario terburuk 47:13 kita punya. H. 47:15 Nah, ini 47:16 strategi yang 47:17 ini kita kita sebagai masyarakat belum 47:18 tahu kok. 47:22 Termasuk juga dampak biayanya gitu ya. 47:24 Ini juga harus betul-betul 47:25 diperhitungkan nih. 47:27 Iya. 47:28 Iya. Betul betul 47:29 betul. 47:30 Nanti terbangnya dari mana? Apakah 47:33 terbang dari pangkalan militer? Terbang 47:34 dari pangkalan sipil, nanti transitnya 47:37 di mana? Nanti ada ada enggak otoritas 47:39 dari PBB 47:40 biaya APBN? 47:41 Nah, itu harus harus harus jelas. Jangan 47:43 nanti salah-salah harus transit di 47:45 Israel dulu. Waduh, masyaallah. harus 47:47 transit di Mesir ataupun Yordania tapi 47:51 dengan misalnya ACC ee bandara Israel ya 47:55 mungkin aja mereka akan berpikir seperti 47:57 itu. 47:57 He he he. 47:58 Atau mungkin nanti sebelum berangkat 48:00 secara bertahap pasukan kita itu ee di 48:04 distandby kan dulu di pangkalan Amerika 48:05 Serikat yang ada di Bahrain misalnya 48:07 kan. 48:08 Salah salah sebagian anggota masyarakat 48:10 pasukan kita nanti begitu pulang nanti 48:13 ee bisa ikut haji misalnya kan. Ini hal 48:16 yang yang harus kita harus kita pikirkan 48:18 sejak awal. 48:20 Jadi jangan sampai nanti niat kita yang 48:23 baik, yang mulia, yang sesuai dengan 48:25 konstitusi negara ya toh 48:28 itu jangan sampai dinodai oleh akal 48:33 bulus berbagai pihak yang hanya 48:36 menggunakan Indonesia itu untuk stempel 48:37 saja. Begitu. 48:38 Nah, itu 48:40 ya. Ini 48:40 baik 48:41 ya. Ini 48:42 baik Pak Prof. Sebelum jeda, saya akan 48:45 ke Dr. Band dulu. Dr. Ben, kira-kira 48:49 ini kan pasti berdampak terhadap citra 48:52 Indonesia nih. Selama ini negara pro 48:54 Palestina, sekarang ada hal yang 48:58 dianggap eh kontroversial. Dr. Ben 49:01 melihat dari sisi perjuangan orang-orang 49:04 Palesin sendiri dengan langkah-laki ini 49:06 bagaimana menurut Dr. Ben? 49:13 Eh saya melihat gini Mas Angga bahwa 49:16 kita kan secara konstitusi jelas ya kita 49:18 gantihan ya. Kemudian dalam forum forum 49:21 internasional Indonesia selalu make up 49:23 eh Palestina dan kita ee istilahnya 49:26 Palestina itu menjadi hal yang sangat eh 49:29 luar biasalah bagi Indonesia. Tapi sisi 49:31 lain sisi bahwa Indonesia juga tidak 49:34 tidak konsisten. Saya saya contoh gini 49:36 secara diplomatik kita oke mendukung e 49:38 Palestina tidak membuka hubungan 49:40 diplomatik M Israel tapi masalah 49:42 perdagangan kita Myra masih berlanjur 49:44 kemudian transaksi perdagangan juga 49:47 jalan terus kemudian banyak hal yang 49:49 masih ada komunikasi di belakang layar 49:52 itu masih ada yang jauhlah masang enggak 49:54 masalah 49:55 yang kemarin itu e senam ya senam kan 49:58 diteriak-teriakin baru mundur ya artinya 50:00 apa artinya awal kan dikasih lampu hijau 50:02 sama sama kesatuan senam Indonesia kan. 50:05 Jadi jadi tidak semua aspek ee aspek ee 50:09 elemen bangsa ini sama Masangga. 50:12 Apalagi ada juga perkembangan 50:14 orang-orang yang memang pro Israel yang 50:16 telah mencoba untuk melakukan ee PR lah 50:20 artinya untuk menciptakan satu eh 50:23 positif image terhadap Israel kan. Ini 50:26 kan berjalan terus kan. Dan kemudian 50:28 kita lihat Pak Prabowo pun ee 50:31 walaupun beliau beliau membela 50:34 Palestina, tapi beliau masih mengatakan 50:36 bahwa kita akan menjambi keamanan 50:38 Israel. 50:40 Heeh. Heeh. 50:45 Putus-putus nih. Dokter Ben. 50:48 Halo. Dr. Bet. 50:49 Menjamin Israel yang sampai itu kan 50:52 bahwa 50:52 he 50:54 plasima agres. Yuk. 50:59 Pa. Dengar. 51:02 Iya, Dok. Terputus tadi sedikit-sedikit. 51:04 [tertawa] 51:05 Halo. 51:06 Iya. 51:07 Halo. 51:07 Sekarang terdengar, Dok. tadi 51:09 terputus-putus 51:12 ya karena kan tema itu masang enggak 51:13 bahwa Pak Prabo mengatakan bahwa kita 51:15 harus menjamin keamanan Israel jangan 51:17 sampai Israel ee apa ee bisa mengalami 51:20 gangguan keamanan segala macamlah. Jadi 51:22 statement terakhir itu itu seakan-akan 51:27 agresor Israel korban gitu loh. Jadi 51:29 Heeh. 51:31 Kata ini juga tidak tidak tepat ya. Jadi 51:33 saya lihat bahwa Pak secara ee 51:37 komprehensif itu ee memahami ya 51:40 persoalan-persoalan yang terjadi di jadi 51:44 beliau sering mengatakan bahwa kita akan 51:46 memberi ee mengakui Israel kalau 51:48 misalnya ee apa kisi dua negara. Oke, 51:52 kita sepakat di situ. Tapi ada hal-hal 51:53 yang enggak perlu diungkapkan di di 51:55 permukaan ya. 51:56 Karena seakan ungkapan-ungkapan ini kan 51:58 bisa melukai ya melukai sejarah 52:01 iya. Iya. yang terjadi di Palestina dan 52:04 ketahui juga bahwa eh 52:07 itu membangun misalnya pabrik kaca itu 52:09 ya di daerah Batamak enggak salah saya 52:13 itu sama sama 52:15 Hasyim misalnya kan J memang secara 52:17 bisnis pun secara bisnis pun memang ini 52:19 masih berjalan maka saya saya katakan 52:21 bahwa saya masih meragukan 52:24 terpas ya ini opini saya saya masih 52:26 meragukan ee pembelaan pembelaan 1% 52:29 terhadap Palestina saya melakukan itu. 52:31 Hm. 52:33 Baik. 52:33 Misalnya ee ketika misalnya pertemuan di 52:37 pertemuan di samsek di Masangga Samsek 52:41 ee Indonesia belum belum pernah mengutuk 52:44 ya mengutuk serangan-serangan Israel 52:46 yang dilakukan terhadap ee Palestina. 52:49 Padahal kita hadir di Samsek gitu ya. 52:51 Artinya lebih ke lebih ke apa ya ke 52:54 ramai-ramai gitu ya. Artinya kita enggak 52:56 punya enggak enggak enggak tegas 52:57 mengatakan bahwa mutuk setiap serangan 52:59 yang dilakukan Israel terhadap orang ini 53:01 saya lihat itu Mas Angga bahwa 53:03 bahwa ini harus harus ya sama-sama kita 53:05 kawal seperti kata Prof tadi ya harus 53:06 sama-sama kita kawal ya kita anggap 53:08 bahwa Bapak Presiden informasi beliau 53:10 masih enggak butuh ya tugas kita warga 53:12 negaralah untuk memberikan informasi 53:14 yang lebih detail kepada beliau sehingga 53:16 kebudukan keputusan nanti tidak tidak 53:18 memalukanlah 53:19 apalagi ditambah dengan Kemlu ya 53:22 kadang-kadang saya dengar teman- Kem itu 53:23 pidato Pak Presiden di sidang umum itu 53:26 enggak ada kok enggak ada 53:30 enggak ada K beliau enggak enggak enggak 53:31 itu 53:34 rata aja ya beliau 53:37 sampaikan kakak itu masangga 53:39 baik 53:41 dokter dan juga Pak Prof kita akan jeda 53:44 dulu ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 53:45 subhanahu wa taala kami mengundang ana 53:47 untuk ee bergabung di acara buka mata 53:49 buka telinga kita di malam hari ini. 53:51 kesiapan pasukan perdamaian Indonesia di 53:54 Gaza. Silakan sampaikan komentar ataupun 53:57 pertanyaannya ke nomor WhatsApp berhasil 54:00 di 0811999720. 54:06 Kami akan segera kembali. Tetaplah 54:07 bersama kami. 54:10 [musik] 54:15 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 54:18 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 54:19 dirahmati Allah subhanahu wa taala, 54:21 pendengar di mana pun saja Anda berada, 54:23 terima kasih masih bersama kami dalam 54:25 acara buka mata buka telinga siaran 54:28 langsung kita bersama Dr. Sarbini Abdul 54:32 Murad, Direktur Indonesia for Peace and 54:36 Humanity dan juga tamu narasumber kita 54:39 di malam hari ini Bapak Prof. Tengku 54:42 Reza Syah, pengamat Hubungan 54:44 Internasional Universitas Pajajaran 54:46 Bandung. 54:48 kesiapan Indonesia dalam pengiriman 54:50 pasukan perdamaian di Gaza. Saya akan 54:52 menyapa pertama ini ada pendengar kita 54:54 nih dari 54:57 Sukabumi, ada Pak Anjang. Asalamualaikum 54:59 warahmatullahi wabarakatuh. Menyimak 55:00 siaran di malam hari ini. Kami juga 55:02 ingin menyapa Pak Rois di Tangerang. 55:05 Begituun ada Ibu Mani di Bekasi ya yang 55:08 menyimak siarannya. Lalu juga ada Pak 55:11 Budi, Pak Kundarto juga ini menyampaikan 55:15 e atensinya di malam hari ini. Sementara 55:17 itu ada Asma di Jakarta Selatan. 55:22 Asalamualaikum warahmatullahi 55:23 wabarakatuh. 55:25 Indonesia perlu berhati-hati jangan 55:27 sampai tertipu dimanfaatkan kelicikan 55:30 Amerika Serikat. Sudah jelas Amerika 55:33 selalu melindungi Zionis. Jangan sampai 55:36 kita terjebak justru ikut membantu 55:41 genosida bersama Zionis dan Amerika. 55:44 Begituun ini ada Eyang Sri. 55:47 Asalamualaikum warahmatullahi 55:48 wabarakatuh. Para narasumber Dr. Ben dan 55:51 juga Pak Prof. Saya dengar dengan 55:55 rencana pasukan perdamaian ke Gaza itu 56:00 sudah ditolak oleh Hamas untuk pelucutan 56:04 senjata. 56:05 Paling-paling setelah melucuti senjata 56:08 pasti itu akan menjadi agenda si buas 56:13 zonis yang selalu ingkar licik. Mohon 56:16 pencerahannya. Bagaimana juga dengan 56:18 nasib pasukan perdamaian PBW dari 56:21 Indonesia yang ada di Libanon saat ini? 56:26 Dan kita lihat bagaimana Oki ini selalu 56:30 ompong apapun jaminannya. tidak bisa 56:33 berbuat apa-apa di depan Amerika Zionis. 56:36 Baik, itu beberapa ee komentar ya tadi 56:40 kalau ada pertanyaan dari Jakarta itu 56:42 bagaimana Indonesia bisa memastikan gitu 56:46 tidak dimanfaatkan oleh kelicikan 56:48 Amerika Serikat dan juga Zionis eh 56:52 Israel. Saya akan ke eh Prof. Rejasah 56:55 dulu. Bagaimana ee Pak Prof menjawab 56:57 pertanyaan dari beberapa pendengar ini. 57:00 Ini setuju Pak. Ini pendengar Radio 57:02 Rasil ini kritis ini. 57:04 He. 57:04 Kritis konstruktif dan cinta tanah air 57:08 ini. Ini dan juga cinta perdamaian dunia 57:10 ya. RI perlu berhati-hati. Betul. Memang 57:13 harus hati-hati. 57:14 Hm. 57:15 Karena kalau kita tidak hati-hati kita 57:17 akan terperosok. Ya, kira-kira 57:19 begitulah. Hati-hati. Jadi ee hati-hati 57:23 itu gimana ya? Kalau pepatah kita 57:27 mengatakan sedia payung sebelum hujan. 57:29 Nah, ini sedia payung. Jadi sebelum 57:31 hujan itu datang, kita standby dulu dan 57:33 hati-hati itu ee kalau kita di lalu 57:36 lintas 57:37 hati-hati itu artinya kan kita berangkat 57:40 kendaraan sudah siap, kemudian identitas 57:44 ee kita sebagai warga negara jelas ada 57:46 SIMD STNK kan ada misalnya ee segitiga 57:50 pengaman. Kemudian kita sudah tahu ee 57:52 rute kita sesuai Google Map. Kemudian 57:54 juga sudah tahu di mana nanti ada ada 57:57 apa ya kalau kita lihat di Google Map 57:59 itu nanti ada jalur-jalur nanti yang 58:01 warnanya merah, kuning atau hijau itu 58:05 kita harus ketahui. 58:06 Dengan itu baru kita PD melangkah. 58:08 Setuju RI perlu hati-hati jangan 58:10 terjebak mendukung zionism. Itu bertepat 58:12 sekali. Karena itu ee kita harus tahu 58:15 persis semua prosedur yang akan kita 58:18 lewati nanti. Ini bukan bukan main-main. 58:20 Ini menyangkut nyawa anak-anak kita, 58:22 menyangkut nama baik negara kita. Jangan 58:24 nanti kalau [tertawa] kita berhasil 58:26 dianggap ini akibat koordinasi dengan 58:28 mereka, akibat restu mereka, akibat 58:30 mereka yang ee yang yang beres-beres. 58:33 Tapi begitu nanti ee gagal, kita pula 58:36 nanti yang dituduh. H. 58:38 Jadi ya benar itu ee kearifan lokal di 58:41 Jawa Barat itu 58:43 jangan kumaha engke tapi engke kumaha. 58:45 Nah, kemudian juga 58:47 ee sudah ditolak oleh Hamas ya kita 58:49 tentunya juga harus ber harus bikin 58:51 harus melakukan ee negos ee apa ya 58:54 perundingan juga pertemuanlah dengan 58:56 Hamas. Pertemuan aja dulu karena ee 59:00 mereka juga harus tahu hati kita kan. 59:02 Mereka juga harus tahu itikad kita bahwa 59:04 walaupun kita nanti datang ke sana ee 59:06 rencananya bersama pasukan Amerika 59:08 Serikat, tapi ee kita ingin izinkanlah 59:11 kami mengetahui hati suara hati nuranimu 59:13 ya Ikhwanul Hamas. Kira-kira begitulah 59:15 ya. 59:16 Kemudian bagaimana bagaimana pendanaan 59:19 ya? Pendanaan juga harus jelas. He. 59:21 Assuransinya juga harus jelas karena 59:24 belum tentu nanti asuransinya nanggung 59:26 loh ini. Apalagi kalau nanti Israel 59:30 mengatakan ini one way tiket katanya 59:31 tiket satu dan tidak ada jaminan Anda 59:33 pulang selamat. Udah-udah begini 59:36 harus persiapan kita harus fantastis, 59:38 harus luar biasa. dari sekarang sudah 59:41 ada kontak-kontak dengan masyarakat 59:42 Palestina di dalam negeri dan di luar 59:44 negeri. He. 59:45 Sehingga dengan demikian ee kedatangan 59:48 kita itu ee dalam kerangka yang 59:51 diharapkan oleh Pak Syafri Samsudin itu 59:53 kan 59:54 ee 59:55 istilahnya tujuan-tujuan kemanusiaan. 59:59 Jadi tujuannya medis dan konstruksi. Ya, 1:00:01 itu aja yang jelas. 1:00:02 Iya. ya. Cuman ee mereka ngerti atau 1:00:05 enggak karena pasukan medis kita itu ya 1:00:08 tentunya bukan medis yang standar 1:00:11 main-main. Ini medis medis yang sudah 1:00:13 terlatih secara sangat khusus 1:00:15 seperti dokter Band itu mereka sudah 1:00:17 siap dengan berbagai skenario operasi 1:00:19 Pak Ben ya. 1:00:20 Ketemu orang flu bisa orang sakit orang 1:00:24 tidak waras juga bisa, orang sedang 1:00:26 frustrasi bisa, Pak Ben kan. Ya, semua 1:00:28 itu ada terapinya masing-masing. 1:00:31 Nah, jadi untuk itu ya 1:00:34 ya kita harus fokus bilang kepada Hamas, 1:00:37 kepada dunia, "Kami akan datang kalau 1:00:39 urusannya medis dan konstruksi. 1:00:41 Janganlah Anda 1:00:43 mengadu domba kami dengan Hamas." Saya 1:00:45 kira-kira begitu kan. Karena Hamas itu 1:00:48 adalah organisasi yang paling 1:00:50 terorganisir di kawasan Palestina 1:00:52 tersebut. I 1:00:53 dan mereka diterima oleh masyarakatnya 1:00:56 sendiri. Kalau pihak anti Hamas 1:00:58 menyebutnya mereka itu adalah teroris, 1:01:01 ya kalangan masyarakat sipil menganggap 1:01:03 Hamas itu adalah kalangan yang ee ini 1:01:06 kalangan reformis. 1:01:07 Heeh. 1:01:08 Dan untuk itu ya benar juga nanti oki 1:01:11 selalu ompong di depan. Iya. 1:01:13 Karena di negara-negara oki tersebut 1:01:15 ternyata banyak pangkalan militer 1:01:17 Amerika Serikat kan. 1:01:18 Hm. He. 1:01:19 Dan biasanya negara-negara oki itu 1:01:21 terutama sekali negara-negara eh Gulf 1:01:23 Cooperation Council 1:01:25 H 1:01:26 ya mereka punya senjata super canggih 1:01:27 tapi apakah operatornya dari mereka 1:01:29 begitu kan. 1:01:30 Iya. 1:01:30 Enggak jelas apa operatornya itu 1:01:32 operator sipil dari Amerika Serikat atau 1:01:34 operator warga negara X tapi sebenarnya 1:01:37 memiliki kewarganegaraan ganda dengan 1:01:38 Israel. Nah, kita enggak tahu kan. 1:01:40 Heeh. Dan untuk itu kita perhatikan 1:01:42 selama ini kalau ada serangan dari Iran 1:01:44 ke Israel itu di dijatuhkan oleh 1:01:47 negara-negara Okida atau negara-negara 1:01:49 golf cooperation cooperation councel. 1:01:52 Tapi begitu ada serangan dari Israel ke 1:01:54 Iran itu mereka semua monggol dalam hati 1:01:57 mereka kan. Monggol lebih banyak lebih 1:01:59 bagus itu kan 1:02:01 ini menunjukkan Oki itu ee di apa ya? 1:02:05 Lebih takut kepada Iran daripada kepada 1:02:07 Israel begitu. eh lebih iya betul lebih 1:02:09 takut kepada Iran daripada kepada 1:02:11 Israel. Karena Iran itu ee selalu 1:02:14 distigmakan sebagai ee ini Syiah Imamiah 1:02:17 itu ee 1:02:19 bukan Islam begitu. Bahwa bahwa ini yang 1:02:21 ngerusak Islam itu adalah asrama ee 1:02:23 agama Syiah. Dan untuk itu ya 1:02:26 tanggung jawab besar dari Iran juga 1:02:27 untuk membuktikan bahwa Islam yang saya 1:02:29 sama dengan Anda. Rahmatan lil alamin. 1:02:32 Lailahaillallah Muhammad Rasulullah. 1:02:34 kami sama cuman ee apa ya idealisme 1:02:38 politik kami berbeda dengan Anda. Tapi 1:02:40 bagaimanapun kita ini umatan wasaton, 1:02:42 umatan wahidah. Kira-kira gitu Pak Ben 1:02:44 ya. 1:02:45 Jadi ee harapan saya ya 1:02:48 negara-negara oki itu harus ini harus 1:02:51 harus mawas diri begitu. Harus mawas 1:02:54 diri. Ini kan persis seperti 1:02:57 kekhuatiran Nabi Nabi ee di di 1:03:01 penghujung hidupnya kan. Beliau 1:03:03 mengatakan bahwa janganlah sampai nanti 1:03:06 masyarakat kami ini ibarat seperti buih 1:03:10 di lautan gitu kan. Terpakol oleh angin 1:03:12 ke sini dan ke sana. 1:03:14 Tapi tidak tidak terhimpun menjadi suatu 1:03:16 kekuatan kolektif yang baik untuk sebuah 1:03:19 ee rahmatan lil alamin. Kira begitu kan. 1:03:22 Jadi, bagaimana caranya agar Indonesia 1:03:24 tidak dimanfaatkan? Ya, untuk itu ya ini 1:03:27 perlu negosiasi yang berkesinambungan. 1:03:29 Ini enggak enggak enggak selesai-selesai 1:03:31 dari sekarang. 1:03:32 Iya. 1:03:32 Kementerian Luar Negeri berkoordinasi 1:03:34 dengan negara-negara Oki, negara-negara 1:03:36 GNB, negara-negara Liga Arab, dan juga 1:03:39 terutama sekali negara-negara yang 1:03:40 mendapat mandat dari hasil KT terakhir, 1:03:44 KT luar biasa, oki, dan Liga Arab ya. 1:03:48 dengan dengan tujuh negara lain itu. 1:03:51 Indonesialah, Mesirlah, Syria lah, 1:03:54 Lebanon, 1:03:56 Turki ada delapan sematu Saudi Arabia 1:03:59 juga di situ, Qatar di situ. 1:04:01 Kita harus konsultasi. 1:04:03 He. 1:04:03 Jangan nanti ee awalnya sekarang semua 1:04:06 setuju tu nanti belakangan kita semua 1:04:08 ditinggal. Ini kan yang harus jelas. 1:04:10 I 1:04:11 harus banyak 1:04:12 persetujuan-persetujuan 1:04:14 teknis yang memiliki kekuatan 1:04:16 diplomatik. Nah, harus ada itu Indonesia 1:04:20 dengan Mesir, Indonesia dengan Turki, 1:04:23 Indonesia dengan Saudi, Indonesia dengan 1:04:25 Qatar dan sebagainya. Itu harus ada itu. 1:04:27 Jangan sampai nanti begitu kita datang 1:04:30 salah mereka pula yang lepas 1:04:32 waktu mereka undurkan diri 1:04:34 Indonesia di situ dan nanti tugas-tugas 1:04:36 yang kami lakukan kami enggak sanggup 1:04:38 digantikan oleh Indonesia. Ini adalah 1:04:40 hal-hal yang harus kita waspadai dari 1:04:42 awal ini. Jangan sampai kita ini niat 1:04:44 baik kita yang suci, yang mulia, yang 1:04:46 konstitusional. 1:04:48 ini di apa ya diselewengkan oleh 1:04:51 negara-negara yang tidak mengharapkan ee 1:04:55 perdamaian di Timur Tengah 1:04:56 ya itu waspodo purbo waseso Indonesia 1:04:59 ini 1:05:00 ngerti sak turunge winarah ini Indonesia 1:05:02 ini. Kira-kira begitulah 1:05:04 ngerti sebelum kejadian. 1:05:06 Baik-baik. Ada Ibu Nurjana di Singapura. 1:05:10 Alhamdulillah menyimak siaran di malam 1:05:13 hari ini. Sementara ee juga ada Bu 1:05:15 Maryati ya, Sukabumi ee menyimak. 1:05:18 Begituun Bu Dian yang menyimak siaran di 1:05:21 malam hari ini. Sementara itu pertanyaan 1:05:23 dari Pak Ahmad di Depok. Asalamualaikum 1:05:26 warahmatullahi wabarakatuh. Kalau 1:05:29 melihat langkah-langkah yang dilakukan 1:05:31 ee Indonesia, saya sih ini untuk 1:05:35 mendukung solusi dua negara supaya di 1:05:38 sana itu kan terjadi perdamaian. 1:05:40 Tapi yang dikhawatirkan 1:05:42 justru nanti dimanfaatkan oleh Amerika 1:05:47 dan juga Zionis untuk memperpanjang 1:05:49 ketidakadilan. 1:05:51 Harus menunjukkan sikap sebenarnya 1:05:53 Indonesia. Sikap tegas dan juga sikap ke 1:05:55 mana dia akan melangkah dan juga 1:05:57 berjalan. Oke, saya akan ke Dr. Band. 1:06:00 Dr. Ben, bagaimana ee menjawab 1:06:02 pertanyaan ini, Dok? 1:06:04 Memang memang ee solusi dua negara ini 1:06:06 walaupun ee saya sendiri pun menganggap 1:06:09 ini adalah solusi yang utopis. 1:06:11 Hm. 1:06:14 ee ini di kalangan kalangan Israel 1:06:17 menolak solusi ini dan di kalangan 1:06:18 Palestina juga ee menolak solusi ini. 1:06:20 Tapi memang ee itu yang paling 1:06:22 memungkinkan sebenarnya di antara 1:06:24 solusi-solusi yang lain. Walaupun solusi 1:06:25 itu memang ee 1:06:27 tidak tidak akan mendapatkan 1:06:31 satu berita yang menggembirakanlah. 1:06:34 Benyamin yang sudah jelas mengatakan 1:06:35 bahwa kami tidak menerima solusi ee dua 1:06:38 negara ini. Karena kalau enggak salah 1:06:39 saya itu yang usulkan itu ada Raja Far. 1:06:41 Kalau enggak salah saya itu tahun ee KTI 1:06:43 Arab tahun 2000 apa 1997 gitulah intinya 1:06:47 itu bukan bukan dari Palestina tapi itu 1:06:49 adal solusi dari raja raja Arab yang 1:06:52 menganggap bahwa ya kita enggak sanggup 1:06:54 lagi lawan Israel. Realita hari ini 1:06:55 bahwa berapa kali perang gagal terus 1:06:57 kalah terus. Hm. 1:06:58 Maka kita sepakatilah untuk solusi ee 1:07:02 luar negara dan dan perjanjian di OSO 1:07:05 misal itu kan antara antara Rafal 1:07:08 mewakili BLO dengan Israel misalnya itu 1:07:10 kan semua itu kan tidak diingindahkan 1:07:13 oleh Israel. Jadi ee daerah-daerah 1:07:16 Palestina semakin mengecil 1:07:19 kemudian banyak pemukiman-pemukiman 1:07:20 Palestina dirampas gitu. Jadi ini utopis 1:07:24 juga. Makanya, maka saya menganggap 1:07:26 bahwa ee solusi ini sebagai slogan ya 1:07:28 slogan yang indah disampaikan tapi 1:07:31 sangat sulit untuk diwujudkan karena 1:07:33 kelompok ekstrem Israel pun menganggap 1:07:35 enggak ada solusi dua negara itu 1:07:36 tanah-tanah nenek moyang kami dari 1:07:38 kalangan Palestina juga demikian juga. 1:07:40 Ini kan bagaimana kita hidup 1:07:42 berdampingan dengan orang yang merampas 1:07:43 tanah leluhur kami misalnya gitu kan. 1:07:45 Jadi, 1:07:45 iya. 1:07:46 Jadi, Pak mungkin ini Pak yang yang bisa 1:07:49 disampaikan oleh pemerintah dan dunia 1:07:50 internasional ya ini seperti ini ya 1:07:52 walaupun walaupun realitanya itu tidak 1:07:54 seperti yang yang diharapkan. 1:07:57 Hm. 1:07:58 Itu Mas. 1:07:59 Baik, saya ingin membacakan juga ini ada 1:08:02 Pak Komarudin di Karawang. 1:08:04 Asalamualaikum warahmatullahi 1:08:05 wabarakatuh. Menyimak siaran di malam 1:08:06 hari ini sangat bermanfaat. Ada juga 1:08:09 dari Pak Arwin di Lenteng Agung, Jakarta 1:08:12 Selatan. Asalamualaikum warahmatullahi 1:08:13 wabarakatuh. Saya ucapkan terima kasih 1:08:15 banyak atas informasinya. Semoga 1:08:17 narasumber di malam hari ini selalu 1:08:19 dalam keadaan sehat walafiat dalam 1:08:21 perlindungan Allah Subhanahu wa taala. 1:08:24 Pertanyaan saya menurut saya tidak usah 1:08:28 dikirim pasukan perdamaian yang cukup 1:08:31 besar jumlahnya tadi ke Palestina 1:08:34 apalagi tidak jelas tugas dan tanggung 1:08:37 jawabnya dan yang mengontrol itu 1:08:39 Amerika. resiko besar. Lebih baik 1:08:43 sekarang fokus siapkan personel ke 1:08:46 Sumatera untuk membangun kembali daerah 1:08:48 yang luluh lantak akibat bencana alam. 1:08:51 Mohon tanggapan dari narasumber ini dari 1:08:53 Pak Arwin ya. 1:08:55 Baik, bagaimana Pak Prof? 1:08:59 N terima kasih kepada keluarga besar 1:09:01 kami. Ini statementnya sangat 1:09:04 menyejukkan ini. Benar. 1:09:06 Hm. Ee pertama 1:09:09 tak usah dikirim ke Palestina kalau 1:09:11 enggak jelas tugas dan tanggung jawab 1:09:13 itu benar sekali. Kemudian kirim ke 1:09:16 Sumatera ini juga wajar karena secara 1:09:19 peribahasa kan ada ada pepatah 1:09:22 mengatakan ini patah kami dari Sumatera 1:09:24 mengatakan gajah di depan mata enggak 1:09:28 kelihatan tapi kuman di seberang lautan 1:09:30 kelihatan. Ini kayak ini pepatah ini ya. 1:09:32 Enggak ada hubungan sama mana kuman mana 1:09:34 gajah. Tapi intinya janganlah sampai 1:09:37 kita ini melenakkan bahwa kita punya 1:09:38 masalah yang sangat besar di dalam 1:09:40 negeri dan untuk itu ee hendaknya 1:09:42 ditangani dengan bersungguh-sungguh. He. 1:09:44 Karena keadaan di Sumatera ini kalau 1:09:46 kita lihat dari pandangan berbagai 1:09:48 ilmuwan juga kalangan dalam negeri ini 1:09:51 sudah sampai levelnya darurat bencana 1:09:53 level nasional ini. Bahkan ee ini untuk 1:09:57 itu ya saya harapkan ya pemerintah 1:09:58 benar-benar serius jangan sampai nanti 1:10:02 ke dengan berjalanannya waktu informasi 1:10:05 yang diberikan oleh pemerintah itu kalah 1:10:07 oleh informasi e pihak internasional. 1:10:10 Nanti kita pula nanti yang yang malu 1:10:13 sendiri. Dan untuk itu 1:10:15 ada idenya bagus kirim ke Sumatera untuk 1:10:17 melakukan berbagai kegiatan-kegiatan 1:10:19 rehabilitasi, kegiatan rekonstruksi, 1:10:22 kemudian kegiatan-kegiatan ee 1:10:24 penyembuhan luka batin masyarakat, 1:10:27 kemudian penanaman kembali pohon-pohon 1:10:29 yang selama ini ee tumbang. Entah 1:10:33 tumbang karena ee hujan atau karena 1:10:37 erosi atau karena gergaji kita enggak 1:10:39 tahulah. 1:10:40 Jadi ini adalah hal-hal yang yang harus 1:10:44 kita waspadai. Jadi mohon ee 1:10:49 ini serentak ini. Okelah kita jalan 1:10:51 terus pelatihan untuk Palestina. J pada 1:10:53 saat yang sama upaya-upaya ee 1:10:56 penyelesaian masalah di Sumatera ini ee 1:10:59 terselenggara dengan sangat baik. Dan 1:11:02 untuk itu ya mohon kementerian dan 1:11:04 lembaga terus melakukan koordinasi 1:11:06 dengan baik sehingga ee sehingga akar 1:11:09 masalahnya itu kan terjawab ya kan untuk 1:11:11 itu karena hari ini kita dialognya 1:11:13 masalah Palestina, masalah PBB ya saya 1:11:15 enggak akan bicara deh 1:11:16 ee masalah kejadian di Sumatera karena 1:11:18 itu banyak ahli lainnya. Tapi ee kembali 1:11:22 kepada pasukan kita yang akan ke sana ya 1:11:24 tentunya tepat sekali kalau sangat jelas 1:11:27 tugas dan tanggung jawab mereka. 1:11:30 Kemudian ee jangan sampai disetir oleh 1:11:32 Amerika Serikat. Ini penting sekali. 1:11:34 Heeh. 1:11:35 Karena anak-anak kami itu sumpahnya 1:11:37 kepada tanah air. Mereka punya Sapta 1:11:39 Marga, punya sumpah prajurit. Ee jangan 1:11:41 sampai nanti dianggap ee sumpah kepada 1:11:44 Amerika itu lebih tinggi daripada sumpah 1:11:46 kepada tanah air. Ya, kira-kira 1:11:47 begitulah. Ini yang harus kita jaga 1:11:50 juga. Peranan peranan insan media itu 1:11:52 penting loh untuk menyadarkan kepada 1:11:54 masyarakat bahwa kita ini di kita ini 1:11:57 bertindak kritis tapi konstruktif. 1:11:59 sesuai dengan koridor ee pers yang yang 1:12:02 bebas dan bertanggung jawab. Kita tidak 1:12:04 ada niatan untuk mempermalukan 1:12:07 pemerintah dalam negeri. Tidak. Kita 1:12:09 ingin pemerintah itu berwibawa, stabil, 1:12:12 tapi juga langkahnya itu terukur. 1:12:13 Begitu. Terukur oleh aturan-aturan hukum 1:12:15 internasional, terukur oleh 1:12:17 aturan-aturan hukum nasional, dan 1:12:19 terukur oleh aturan-aturan hukum-hukum 1:12:21 kemanusiaan. 1:12:23 Dan untuk itu ya saya sangat berharap ee 1:12:26 apa ya dialog kita hari ini menjadi 1:12:28 perhatian pemerintah Indonesia deh bahwa 1:12:30 ini adalah wujud tanggung jawab kita 1:12:31 sebagai warga negara Indonesia yang ikut 1:12:33 bertanggung jawab atas kelangsungan ee 1:12:35 masa depan negeri kita ini. 1:12:37 Hm. Baik, selanjutnya saya akan ke Ibu 1:12:40 Tini. Asalamualaikum warahmatullahi 1:12:43 wabarakatuh. Para narasumber komentar 1:12:46 saya Indonesia memang harus berhati-hati 1:12:50 banget tentang masalah ini. Kalau tadi, 1:12:52 kalau tidak nanti kita akan sakit hati. 1:12:55 Dan saya yakin dengan kedua setan itu 1:12:58 pasti mereka akan ingkar janji dan 1:13:00 mereka akan melakukan pembunuhan lagi 1:13:03 dan semua orang akan ditipu oleh mereka. 1:13:06 Dr. Ben, bagaimana menanggapi ini, Dok? 1:13:10 Ya, betul. Tapi saya ee senang dan apa 1:13:13 ya bersyukur dengan pendengar Rador 1:13:16 Rasil yang luar biasa. Prof memang 1:13:19 kritis dan loyal ya dan begitu mencinta 1:13:22 mencintai tanah air. Sehingga apa yang 1:13:25 disampaikan tadi oleh para pendengar itu 1:13:29 bentuk daripada cinta terhadap ee 1:13:31 Indonesia. Jadi pengiriman ee pasukan ke 1:13:35 sana itu dalam kondisi yang tidak jelas 1:13:36 maka tidak tepat. Saya pikir saya sangat 1:13:39 sangat ee mengapresiasi dan saya sangat 1:13:41 senang dengan 1:13:42 ee para pendengar asil yang punya yang 1:13:44 kritis dalam 1:13:48 baik. Lalu juga ada 1:13:50 Anggit 1:13:52 gajah di pelupuk mata tak nampak kuman 1:13:55 di seberang lautan nampak nyata. Mantap 1:13:57 kali Pak Prof Rizah ini narasumber kita 1:13:59 di malam hari ini. Baik itu dari Bu 1:14:03 Anggit ya. Lalu juga ada Pak Amin. 1:14:05 Asalamualaikum warahmatullahi 1:14:07 wabarakatuh. Kalau misalkan nanti betul 1:14:11 dikirim dengan jobd yang jelas, saya 1:14:14 hanya bisa mendoakan semoga pasukan 1:14:17 perdamaian di Indonesia di Gaza nanti 1:14:19 memiliki peran yang betul-betul nyata 1:14:22 bagi masyarakat Palestina. Oh, ada 1:14:25 harapan juga ini. Ee Pak Prof bisa 1:14:28 dikomentari dari Pak Amin tadi. 1:14:32 Mohon maaf, Pak. Barusan sinyalnya 1:14:34 putus. Mohon dibikin summary-nya, Pak. 1:14:37 Singkat aja, Pak. 1:14:38 Oh, iya, Pak. Amin. Ee semoga baik-baik 1:14:42 saja pasukan perdamaian Indonesia jika 1:14:44 nanti dikirim ke Gaza dan juga 1:14:47 bermanfaat bagi rakyat Palestina di 1:14:48 sana. Ada harapan gitu ya. 1:14:55 Halo, Pak Prof. 1:15:00 Halo, Pak Prof. Apakah bisa didengar 1:15:03 suara saya? 1:15:06 Ya, sinyal sinyal dari Pak Profesor juga 1:15:08 ini kurang stabil ya. Dr. Ben masih 1:15:11 standby ya? Masih bagus ya. 1:15:13 Saya masih standby, Pak. Siap, Pak. 1:15:15 Oh, iya. Pak Prof sudah terhubung lagi. 1:15:18 Mohon disamarikan Pak statement yang 1:15:19 terakhir Pak. 1:15:20 Iya. Kalau Iya. Kalau misalkan pasukan 1:15:23 perdamaian betul dikirim semoga 1:15:26 baik-baik saja dan betul-betul 1:15:27 bermanfaat untuk ee rakyat Gaza 1:15:29 Palestina. 1:15:31 Oh, ini harapan yang mulia ini. 1:15:34 Karena bagaimanapun anak-anak kita yang 1:15:36 berangkat ke 1:15:38 operation itu biasanya 1:15:40 ee 1:15:49 ya terputus lagi ya. 1:15:52 Kok 1:15:57 jadi kalau begini dokter Ben ya antara 1:16:00 lemah sinyal gangguan atau sabotase ya? 1:16:04 Ya [tertawa] itu harus 1:16:04 baru baru baru gabung lagi nih Prof. 1:16:06 Sabotase. Betul 1:16:07 baru gabung lagi. 1:16:08 Siap. Jadi biasanya pasukan kita pulang 1:16:11 itu orang sana nangis itu. 1:16:13 Hm. Malah seringkiali mereka pada saat 1:16:16 terakhir ada enggak yang bujangan ini 1:16:18 anak kami ini kalau bisa cocok dengan 1:16:20 anak Anda dengan pasukan TNI gitu. Jadi 1:16:24 ee kita bisa merebut hati mereka itu ee 1:16:28 tidak dengan dibuat-buat 1:16:31 peceeping operation kita itu sangat 1:16:32 profesional, sangat terlatih, dan sudah 1:16:36 sudah terbiasa berinteraksi dengan 1:16:38 lintas budaya dan menghargai hukum 1:16:42 internasional. hukum inter hukum 1:16:43 nasional dan juga kearifan lokal. Jadi 1:16:46 ini yang membikin Amerika Serikat sama 1:16:48 Israel tuh pengin ada Indonesia di situ 1:16:50 gitu. Karena dengan demikian mereka bisa 1:16:52 nimbrung, bisa nimbrung nama baik 1:16:54 Indonesia gitu ya. Dan kemudian nanti di 1:16:56 dalam hal tidak mustahil kalau ada nanti 1:16:58 yang mereka ee 1:17:01 ya ini kan harapan para ini para 1:17:04 pemeriksa kan jangan sampai niat baik 1:17:06 kita itu ee dipermainkan oleh e 1:17:10 kekuatan-kekuatan tersebut yang 1:17:12 sebenarnya tidak sayang pada Palestina 1:17:14 tapi ingin agar penjajahan mereka 1:17:16 langgeng di situ. 1:17:17 Ya mohonlah. Karena itu kita di Jawa 1:17:20 Barat itu mengatakan jangan kumaha 1:17:22 engkek, tapi engke kumaha nanti itu 1:17:24 bagaimana begitu. 1:17:25 Hm. 1:17:26 Dan semoga pemerintah kita itu mendengar 1:17:28 engkek itu engkek kumaha nanti itu 1:17:30 bagaimanaah itu tolonglah kita siapkan 1:17:33 berbagai skenario. Skenario positif, 1:17:36 skenario negatif, skenario netral. 1:17:39 Kemudian bagaimana peranan ee peranan 1:17:41 Indonesia sebagai satu kesatuan. DPR 1:17:44 harus monitor terus, media massa juga 1:17:46 harus ee menyampaikan pada masyarakat 1:17:49 bahwa anak-anak kita itu bertindak 1:17:50 dengan benar dan jangan sampai nanti 1:17:52 kita berkinerja baik atau nanti media 1:17:55 massa internasional mengkritik kita dan 1:17:57 masyarakat kita sendiri nanti terjebak 1:17:59 dalam 1:18:00 berbagai aksi yang ee yang menuduh bahwa 1:18:03 kita ini tidak profesional dan 1:18:04 sebagainya. Untuk itu mohon kita sangat 1:18:06 hati-hati sekali. 1:18:08 Iya. 1:18:09 Demikian. 1:18:10 Baik. Ada Dian ini saya sudah 1:18:13 pindah-pindah tempat ini siarannya 1:18:16 terputus-putus. Baik, bukan salah 1:18:18 radionya, Mbak Dian. Jadi memang ini 1:18:20 tadi ada gangguan ee internet ya di eh 1:18:24 Zoom meeting kita di malam hari ini. 1:18:27 Baik, itu ee pendengar yang menyampaikan 1:18:30 pertanyaan dan juga ee 1:18:31 komentar-komentarnya 1:18:33 dari acara kita di malam ee hari ini. Ee 1:18:36 Dr. Ben 1:18:38 tadi ada juga tuh satu mungkin yang 1:18:40 belum ee terjawab ya. 1:18:43 E ketika pemerintah Indonesia ingin 1:18:46 mengirimkan personelnya, bagaimana 1:18:49 dengan negara-negara lain? Contohnya 1:18:51 Malaysia ataupun negara-negara Islam 1:18:54 lainnya. Oh, 1:18:58 terakhir 1:18:58 ya memang yang sudah 1:19:00 yang sudah memberi lampu hijau kan ee 1:19:02 Mesir ya kan Mesir engak asing karena 1:19:04 dia kan perbatasan. Tapi Malaysia memang 1:19:06 tidak dilibatkan di sini. Memang ee 1:19:09 Indonesia lebih tegas dari Indonesia 1:19:10 masalah ini. Karena proposal 20 butir 1:19:13 itu ee palesia menolak. Ini sangat 1:19:15 merpik Palestina. Jadi 1:19:17 Malaysia tidak dilibatkan dalam dalam 1:19:18 hal ini. 1:19:19 Nah, maka negara-negara Arab pun ee juga 1:19:23 pada mundur semua karena sudah tahu ee 1:19:26 resiko yang akan terjadi kalau mereka 1:19:27 terlibat. Maka tadi kita diskusi pada 1:19:30 kesempatan hari ini adalah menjadi 1:19:32 masukanlah ini artinya kepedulian publik 1:19:35 ya publik di jalur publik dan ini 1:19:37 mudah-mudahanlah ee bisa didengar oleh 1:19:40 Pak Sapri eh Pakri Samsudin atau 1:19:43 orang-orangnya presiden bisa 1:19:44 menyampaikan kepada Bapak Presiden bahwa 1:19:47 pengiriman ee tentara Indonesia ke Gaza 1:19:49 ini ee tidak tidak tepat kecuali memang 1:19:52 di bawah Dewan Kawan PBB tapi kalau 1:19:55 masih di bawah Amerika kemudian masih 1:19:57 ada skenario Amerika dan Israel maka 1:19:59 pengiriman terus akan menjadi bumoram 1:20:01 buat kita. 1:20:02 Hm. 1:20:03 Itu e. 1:20:04 Baik, kita sudah dibatasi oleh waktu. 1:20:06 Saya ke Pak Prof. Rejasa sebagai penutup 1:20:09 dari seluruh bahasan kita dari Pak 1:20:12 Profesor apa? 1:20:15 Ee harapan saya adalah niat kita yang 1:20:17 mulia untuk suatu perdamaian dunia itu 1:20:21 hendaknya kita bukakan kepada publik, 1:20:25 hendaknya didukung oleh masyarakat 1:20:27 Indonesia. didukung oleh kementerian dan 1:20:29 lembaga di Indonesia dan didukung oleh 1:20:32 ee parlemen Indonesia. Setelah semua 1:20:35 aturan main di dalam dan luar negeri 1:20:37 jelas dan kita datang ke sana dengan ee 1:20:41 dengan apa ya dengan tingkat penerimaan 1:20:43 yang tinggi dan tidak terjebak dalam 1:20:45 berbagai skenario buruk pihak ee manapun 1:20:47 ya monggo dikirim. Tapi mohon dikirimnya 1:20:50 terbatas deh. Jangan langsung Rp2.000. 1:20:52 Iya. mungkin ee dan juga kita harus 1:20:54 harus waspadai ee karena belum tentu 1:20:57 media massa internasional itu 1:20:58 menafsirkan kedatangan kita dengan baik. 1:21:00 Karena bagi media massa asing itu bad 1:21:03 news are good news gitu ya. Jadi 1:21:05 selalulah dicari sisi-sisi yang tidak 1:21:07 sempurna dari kita dan tentuknya menjadi 1:21:10 ee bulan-bulanan mereka di luar negeri. 1:21:12 Dan untuk itu ee kami di Jawa Barat 1:21:14 punya istilah engkek kumaha. Nah nanti 1:21:17 itu bagaimana bukannya kumah engkek? H 1:21:19 siap Kang Hatur nuhun. Baik, Pak Prof. 1:21:23 Dr. Ben sebagai penutup dari Dr. Band 1:21:27 ya. Eh, kita dibuka patah buka telinga 1:21:30 ini selalu ee menyampaikan hal yang 1:21:33 sangat ee hal yang penting yang bisa 1:21:37 ditemukan kepada publik sehingga publik 1:21:39 bisa mencerna dengan baik 1:21:41 bahwa ee personal Palestina belum belum 1:21:44 begitu apa ya, belum begitu baik ya. 1:21:46 sehingga ee kita harapkan kalau bisa 1:21:49 nanti diskusi ke depan masangka kita 1:21:51 undang ketua komisi satu ee DPR lah Pak. 1:21:54 Betul. 1:21:54 Kalau beliau bersedia untuk kita tanya 1:21:57 pendapat beliau sebagai ketua komisi 1 1:21:59 ee tentang pengkimat pasukan ini. Saya 1:22:02 pikir mudah-mudahan nanti kita coba ya 1:22:04 Mas Tangga ya. Mudah-mudahan beliau bisa 1:22:05 ada waktu dan maakt. 1:22:09 Baik. Demikianlah ikhwan akhwat yang 1:22:12 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:22:13 acara buka mata buka telingga kita di 1:22:15 malam hari ini. Saya sampaikan terima 1:22:17 kasih dan apresiasi sebesar-besarnya 1:22:19 kepada Bapak Prof. Riza sudah berkenan 1:22:23 untuk hadir di siaran kita di malam hari 1:22:25 ini. Dan tentu saja narasumber utama 1:22:27 kita Dr. Sarbini Abdul Murod. Ikhwan 1:22:31 akhwat kami unduri. Mohon maaf atas 1:22:33 segala kesalahan kata. Billahi taufik 1:22:35 wal hidayah. Subhanakallahumma 1:22:37 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta 1:22:39 astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum 1:22:42 warahmatullahi wabarakatuh.