Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:06 [musik] 0:13 Bismillahirrahmanirrahim. 0:15 Asalamualaikum warahmatullahi 0:16 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin 0:19 wasalatu wasalamu ala sayyidina Muhammad 0:22 waa alihi wasohbihi ajmain. Rbiidni ilma 0:26 Allahum bimaamani waimni mafani warzuqni 0:30 ilman. Dipancarkan dari Jalan Masjid 0:33 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:36 Bekasi, Radio Silaturahim dan Rasil TV 0:39 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:41 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, 0:44 apa kabar Anda di malam hari ini? Semoga 0:46 selalu dalam keadaan sehat walafiat di 0:49 mana saja Anda berada yang dapat 0:51 menyimak siaran kami melalui radio radio 0:55 silaturahim maupun melalui siaran 0:57 streaming kami ataupun live streaming 1:00 Rasil TV. Senang sekali saya Angga 1:02 Aminudin ditemani oleh Ondi dan juga 1:05 Fahri di meja operator dapat kembali 1:08 hadir menyapa Anda dalam acara buka mata 1:11 buka telinga edisi hari Ahad. 23 1:16 November 2025 bersama narasumber kita 1:20 Dr. Sarbini Abdul Murod. Asalamualaikum, 1:24 Dr. Ben. 1:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:27 wabarakatuh, Mas Angga. 1:28 Bagaimana? Sehat kabarnya, Dok? 1:30 Alhamdulillah selalu sehat. 1:31 Alhamdulillah selalu sehat. Ini saya 1:34 baru turun gunung, Dok. Langsung siaran 1:35 nih kita nih malam ini. 1:37 Pantes 1:39 patak kelihatan gelamnya. 1:42 Makanya iya. 1:44 Iya. Ya, kita jadi online aja nih, Dok, 1:46 ya. 1:47 Iya. I, 1:48 dokter. Edisi malam hari ini buka mata, 1:51 buka telinga, siapa yang kita hadirkan, 1:54 Dok? Tamu siapa nih di malam hari ini? 1:56 Masyaallah. Malam ini para pendengar 1:59 kita undang spesial karena kita tema 2:01 kita adalah tema konflik antara 2:03 Afghanistan dengan Pakistan dan ini 2:06 memang kita panggil orangor genuin, 2:09 orang asli dari sono nih yang sekarang 2:11 tinggal di 2:11 asli dari Afghan. 2:12 Dari Afghanistan. Nah, kita panggil 2:14 khusus nih biar biar pendengar dan 2:16 penonton asil ee bisa langsung dari 2:19 sumbernya. 2:20 Beliau adalah Dr. Muhammad Ayub Mirdad. 2:22 Beliau ada salah satu orang dosen di HI 2:25 di Arlangga. Pada kesempatan ini kita 2:27 undang beliau untuk menjadi salah satu 2:30 narasumber kita. Ya, dengan kehadiran 2:32 beliau ini maka kita bisa tahu secara 2:34 detail persoalan yang terjadi antara 2:36 konflik antara Pakistan dan Afghanistan 2:39 karena beliau memang ahli geostrategi 2:40 ini beliau 2:43 semikir sangat tepat ini Mas Angangga 2:44 kita kita undang beliau untuk bisa 2:46 bersama kita 2:48 sudah bergabung bersama kita melalui 2:51 live Zoom ya Dr. Muhammad Ayub Mirdan. 2:56 Asalamualaikum warahmatullahi 2:57 wabarakatuh Pak Ayub. 2:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:01 wabarakatuh, Pak. 3:03 Apa kabarnya, Pak? 3:06 Alhamdulillah. Alhamdulillah sehat, Pak. 3:08 Sehat, ya. Terima kasih berkesempatan 3:11 untuk hadir di acaranya Dr. Band nih di 3:13 malam hari ini, acara buka mata buka 3:16 telinga. [tertawa] 3:18 Jadi, kita mau bahas ini mengenai 3:21 konflik ee Pakistan dan Afghanistan. 3:25 Kalau kita lihat sebenarnya konflik 3:26 antara Pakistan dan Afghanistan ini ee 3:30 ada yang mengatakan sebenarnya ee 3:32 konflik atau ketegangan geopolitik yang 3:36 paling lama katanya di Asia Selatan ini 3:38 gitu. Jadi naik turun gitu ya, Dok ya. 3:41 Iya. 3:42 Sebagai pembuka, Dokter Ben dari topik 3:45 kita di malam hari ini mengenai 3:47 bagaimana mengulas konflik Pakistan dan 3:50 Afghanistan. Bagaimana, Dok, sebagai 3:52 opening, 3:53 ya? 3:55 ee 3:56 ee terjadi satu apa ya ee konflik ya 4:00 peperangan serang menyerang antara 4:01 Pakistan dengan Afghanistan yang 4:03 sebenarnya kita sangat sayangkan ya 4:05 peristiwa kalau salah saya bulan berapa 4:06 tuh Pak eh Pak bulan Juni ya atau 4:09 Agustus ya? 4:11 Iya saya juga lupa cepatnya bulan apa 4:14 tapi kurang lebih dua 2 bulan yang lalu. 4:17 2 bulan yang lalu Pak Y. Dan memang ini 4:19 kan kita sangat menyayangkan karena 4:21 memang ini dua-dua negara yang saya 4:24 pikir negara Islam yang sangat kuat dan 4:26 dan awalnya memang kita lihat bahwa 4:29 mereka bersekutu ya antara antara 4:31 Taliban sama Pakistan ini sekutu 4:33 sebenarnya pada awalnya yang sama-sama 4:35 menjatuhkan ee apa ee apakah itu Rusia 4:40 atau Uni Soviet dan kemudian banyak juga 4:43 Taliban-Taliban yang memang mereka itu 4:46 berpendidikan di di Pakistan. Maka saya 4:49 terusang Pak Ayub saya kaget loh kenapa 4:51 terjadi seperti ini? Karena ini kan 4:53 Taliban sama Afghan Taliban sama 4:56 Pakistan ini kan sahabat lama ni artinya 4:58 bukan bukan orang baru dalam percaturan 5:00 politik di Asia Tengah dan A Selatan 5:02 ini. Nah, maka pas kejadian seperti itu, 5:05 wah ini saya pikir apakah ada 5:07 faktor-faktor eksternal misalnya ya, 5:09 misalnya kedekatan antara Afghanistan 5:11 dengan India misalnya atau memang ketika 5:14 Trump mengatakan bahwa mereka akan 5:16 merebut bagram misalnya, apakah ada 5:18 kaitan-kaitan seperti itu yang yang kita 5:20 dengar bahwa memang ee 5:23 Afghanistan dia enggak mau di bawah 5:25 Pakistan ya. Artinya mereka ingin 5:26 mandiri dalam memutuskan semua 5:28 keputusan-keputusan nasional mereka atau 5:30 lepat dari ideologi mereka. Ya, saya 5:32 lihat saya ini yang yang menjadi ee satu 5:34 pertanyaan kita nih, Pak Ayu, bahwa ee 5:37 di samping konflik-konflik antara 5:39 Palestina dengan Israel yang sudah kita 5:41 diskusikan sejak lama, nah maka kita 5:44 mencoba untuk mengajak pendengar Rasil 5:46 dan penentuhan Rasil untuk tahu ini apa 5:50 sih persoalan yang terjadi di anak benua 5:53 ini di Asia Tengah dan Asia Selatan yang 5:56 memang ini dua-duanya anak adalah negara 5:58 yang terkemukalah dalam konteks Islam 6:00 ini yang saya [mendengus] pikir eh ini 6:03 perlu kita diskusi lebih dalam lagi. 6:05 Nah, makanya kita undang nih Pak Pak 6:07 Ayub untuk bisa menjelasin karena beliau 6:10 adalah ee secara apa secara pengalaman 6:14 pasti sudah merasakan lebih lebih detail 6:16 tahu dari kita sebagai ee orang luar. 6:19 Kakak itu awalnya ini ya ee Mas Angangga 6:21 ya. Mudah-mudahan nanti kita kita bisa 6:23 diskusi lebih dalam lagi. Kita ajak para 6:24 pendengar untuk bisa berpartisipasi 6:26 untuk 6:27 kira-kira ee gambaran apa yang bisa kita 6:30 ambil dari konflik ini. Bahwa ee kita 6:32 enggak mau dua saudara ini berkelai sama 6:35 seperti di Sudan ya. Kita mengharapkan 6:37 ada kedamaian. Tapi 6:39 kedamaian mana yang kita bisa harapkan? 6:41 Apa yang bisa kita kita harapkan agar 6:43 dua negara ini bisa bersatu? 6:46 Kadang-kadang kita bertanya-tanya kenapa 6:47 Afghanistan dengan India kok bisa akur 6:50 gitu loh? Kok sama-sama Islam kok enggak 6:52 gitu loh. 6:53 Nah, ini ini satu pertanyaan. Oke, gitu. 6:55 Kak gitu Masangga sebagai prolog nanti 6:57 bisa kita diskusi lebih dalam lagi. 6:59 Oke, Dr. Ben. Ikhwan akhwat, Anda bisa 7:03 bergabung di acara ini. Silakan nanti 7:06 Anda bisa menyampaikan pertanyaan 7:08 ataupun komentarnya ke nomor WhatsApp di 7:12 0811999720. 7:18 Selanjutnya kita akan ke Pak Dr. 7:21 Muhammad Ayub Mirdad. Beliau eh pernah 7:25 mengenyam pendidikan political science 7:28 di KTEBI University Afghanistan dan juga 7:31 melanjutkan masternya di International 7:34 Relation Universitas Erlangga Indonesia 7:37 dan juga doktornya diselesaikan di 7:40 Social Science Mayoring in International 7:43 Relation Universitas Airlangga 7:46 Indonesia. Dan sekarang kesibukan beliau 7:48 itu selain ee mengajar, kesibukan 7:52 lainnya sebagai dosen apa saja nih, Pak 7:54 Ayub? 7:56 Ee baik, Pak. Itu saya ya selain ee 8:02 dosen juga sibuk dengan penelitian 8:05 insyaallah dan 8:07 CSBS eh Pusat SP 8:11 baik. Fakultas Ilmu Sosial Pis. 8:15 Baik. 8:17 mengenai konflik Afghanistan dan 8:19 Pakistan. Sebenarnya pertanyaan itu kan 8:21 banyak muncul. Ada pertanyaan umum, ada 8:23 pertanyaan kita kaitkan dengan politik 8:27 apalagi dengan geopolitik gitu ya. Juga 8:30 kaitan dengan sosial kemanusiaan. Ada 8:32 juga pertanyaan dengan ini bagaimana ni 8:35 sesama negara muslim tadi sempat yang 8:37 diucapkan oleh dr. Ben juga. Namun kita 8:40 ingin lebih tahu akar sejarahnya dulu 8:43 nih, lalu perkembangannya sampai 8:46 sekarang sebenarnya dinamika politik 8:48 Asia Selatan itu ketika Afghanistan dan 8:52 Pakistan tidak stabil itu bagaimana? 8:55 Ketika stabil nanti seperti apa gitu ya. 8:58 Kita memulai dari mana nih Pak Ayub? 9:00 Monggo silakan Pak Ayub. 9:02 Ee baik Pak terima kasih atas 9:06 undangannya. 9:08 Ee sebenarnya konflik antara 9:10 Afghanistan, Pakistan ini bukan ini 9:13 pertama kali yang terjadi, tapi 9:16 sebelumnya juga ee 9:19 sering terjadi khususnya di era Dr. 9:22 Najibullah yang waktu itu Pipon belum 9:25 muncul atau belum ada. Karena ini 9:28 mulainya dari ee pembagian perbatasan 9:32 antara dua negara ee dan waktu 9:37 Afghanistan di bawah penjajahan Inggris 9:39 dan Pakistan ini belum ada yaitu Greek 9:43 Brita atau yang ada India. Jadi 9:45 perbatasan Afghanistan dengan India pada 9:48 waktu itu. Nah, intinya sejarahnya ini 9:51 memang [berdehem] sampai sekarang ee ee 9:55 masalah persama antara dua negara ini 9:57 perbatasan 9:59 dan pihak Afghanistan yang pada waktu 10:03 itu namanya Raja Abdur Rahman yang sudah 10:07 menandatangani 10:08 ee ee apa garis diuran atau perbatasan 10:13 antara Afghanistan, Pakistan dengan 10:15 Inggris pada waktu itu. Tetapi 10:18 [berdehem] saya dari pihak Pakistan 10:20 selalu ee memberikan bukti bahwa ini 10:25 bukti nyata, ini bukti berdasarkan 10:28 sejarah bahwa ini perbatasan antara dua 10:30 negara. Tapi pihak Afghanistan selalu 10:33 menolak. ini bukan ee Afghanistan ini 10:38 selalu klaim bahwa ee provinsi Khaibar 10:42 Fastul atau Kart Faktuna itu eh 10:46 teritorial 10:48 inimia ini dan sampai sekarang ini 10:51 berlangsung. Itu satu. 10:54 Dan yang kedua ee tadi Pak Ben juga 10:58 bilang bahwa banyak orang atau awam 11:02 melihat Pakistan dan Taliban ini sebagai 11:05 sekutu ideologis. 11:08 Ee kalau kita lihat sejarah Mulia 11:12 Taliban, Pakistan punya peran yang 11:15 sangat sangat besar ya sejak tahun 90-an 11:20 ketika ee eh Soviet keluar dari 11:23 Afghanistan, perang sipil terjadi di 11:25 Afghanistan dan sampai muncat Taliban. 11:29 Ee memang Pakistan ee 11:32 punya peran yang sangat besar dan 11:35 membantu Paleb sampai melawan pemerintah 11:38 sah Afghanistan yang akhirnya 2021 jatuh 11:42 dan presiden Myanmar. Tetapi pada waktu 11:46 itu Taliban ini proksi dari Pakistan, 11:50 kelompok yang melakukan ee apa ya ee 11:55 perintah dari atasan, yaitu salah 11:57 satunya Pakistan. Nah, sekarang beda 12:00 lagi bukan kelompok yang masih proia 12:05 Pakistan, tapi Taliban ini sekarang ee 12:10 menjadi pemerintah. Walaupun tidak ada 12:12 dasar legisl 12:14 tapi mereka punik kepentingan 12:17 kepentingan di Afghanistan. Jadi, 12:21 bagaimana bisa teman yang lama menjadi 12:23 tiba-tiba musuh? musuhnya. Karena 12:26 Taliman sekarang punya kepentingan 12:28 sendiri dan Pakistan juga kepentingan 12:31 sendiri. Akhirnya yang muncul karena 12:33 kepentingan tersebut itu kompleks antara 12:36 dua negara ini. Dan yang kedua ya memang 12:39 keberadaan 12:41 Pakistani Taliban atau tarian Pakistan 12:44 yang punya ee hubungan yang cukup erat 12:49 dengan Taliban, Afghanistan. Dan itu 12:52 juga salah satu faktor yang ee 12:56 pemerintah Pakistan selalu menuju 12:59 Taliban bahwa memberikan tempat aman 13:01 bagi PPP atau Pakistani Taliban di 13:04 Afghanistan. Ya, dari situ Taliban 13:07 Afghanistan ini selalu menolak ee 13:11 tuduhan tersebut dari pemerintahannya 13:14 Pakistan akhirnya mulai conf. Jadi 13:17 menurut saya ini ee ee bukan karena 13:21 sesama agama tapi lebih ke kepentingan 13:24 dan kepentingan itu bahwa kepentingan 13:27 nasional dari dua negara tersebut. 13:32 Kalau mengenai 13:33 perbatasan 13:36 Duran lain ya, 13:37 Pak Yum ya, 13:38 itu sebenarnya apa sih yang menjadi 13:40 alasan memicu ketegangan itu dari 13:42 perbatasannya? Apakah memang ada sejarah 13:45 dari para penjajah atau memang ada di 13:47 situ wilayah yang memiliki sumber daya 13:50 alam atau bagaimana itu? 13:52 Ah ee ini pertanyaan yang sangat 13:54 menarik, Pak. 13:55 Kok akar konflik Afghanistan itu 13:58 sebenarnya konflik antar suku atau 14:01 witnis. 14:02 Hm. 14:03 Ee konflik bukan antar mereka. konflik 14:06 bersenjata yang terjadi misalnya di 14:08 Rwanda atau di Sudan atau tapi political 14:13 conflict. Nah, ini selalu menjadi alat 14:16 politisasi 14:17 selama 20 tahun sebelumnya juga begitu. 14:20 Nah, kenapa perbatasan ini penting? 14:23 penting bagi suku atau ibnis past 14:26 karena perbatasan tersebut itu hampir 14:31 100% yang tinggal di sana itu dari suku 14:34 pasti dan Pak Afghanistan ini selama 14:37 Ahmad Shah Afdali yang sejarahnya ee 14:40 kembali ke 34 abad yang lalu sejak dia 14:43 berubah nama Afghanistan sampai sekarang 14:46 presiden Afghanistan itu dari satu etnis 14:49 adalah etnis Paksi 14:51 dan mereka ini tidak mau ee apa ya gevit 14:56 tersebut. Yang kedua, Afghanistan ini 14:59 kan salah satu negara landlord artinya 15:02 tidak ada laut di sana. 15:03 Iya. I 15:04 jadi kalau Afghanistan punya akses di 15:06 teritori tersebut, Kyberpak provinsi 15:10 tersebut, Afghanistan otomatis akan 15:12 dapat akses ee se melalui ee provinsi 15:17 Balu Cestan. Dan yang kedua ee penduduk 15:22 Tashkin di Afghanistan itu langsung 15:24 meningkat yang sekarang mereka klaim 15:27 bahwa kami mayoritas ee tetapi tidak ada 15:30 data atau evidence siapa yang mayoritas 15:33 di Afghanistan. Tapi itu bisa menjadi ee 15:38 mereka ee apa namanya? Jumlah Palestin 15:40 di Afghanistan otomatis meningkat karena 15:43 suku Palestin di Pakistan itu lebih 15:45 banyak dibandingkan di Afghanistan. Jadi 15:48 itu eh salah satu akar masalah atau the 15:52 root cause di eh kenapa Afghanistan ini 15:55 selalu klaim ee perbatasan tersebut. 15:58 Tapi selain itu juga perbatasan ini ee 16:02 sudah 30 tahun lebih menjadi tempat 16:05 paling aman bagi kelompok-kelompok 16:07 ekstremisme, kelompok-kelompok 16:09 terorisme. Karena itu pemerintah pusat 16:13 Pakistan juga tidak punya otoritas yang 16:16 ketat di perbatasan tersebut. Jadi dari 16:19 kelompok-kelompok tersebut itu dengan 16:22 gampang bisa masuk dan keluar ee dan ke 16:26 Afghanistan maupun ke Pakistan. Jadi itu 16:29 menjadi ee masalah dan sampai sekarang 16:34 belum belum belum beres antara dua 16:36 negeri ini. 16:38 Baik, Pak Ayub. Tadi disinggung 16:42 bagaimana kesukuan begitu kuat gitu ya 16:45 di e Afghanistan dan juga di Pakistan 16:48 sendiri. Kalau dilihat dari ikatan 16:50 budaya sama etnis dan juga ikatan ee 16:56 agama lah gitu ya, sesama muslim gitu 16:58 ya. Sebenarnya kehidupan kehidupan di 17:00 sana tuh bagaimana sih masyarakat 17:01 Afghanistan dan Pakistan itu 17:04 ee sebenarnya sangat mirip 17:07 sangat mirip ya. 111. 17:10 Tapi ya memang ee 17:13 kalau tapi di Afghanistan ini tadi Pak 17:17 Pak Ben dr. juga bilang ada beberapa ada 17:21 beberapa etnis saya etnis tajib 17:25 walaupun bahasa saya berbeda tapi dari 17:28 sisi budaya kami ada banyak kemimpan 17:31 dengan suku pasti dan begitu ee orang 17:34 Afghanistan dan Pakistan ini punya 17:37 banyak ee kemiripan dalam budaya agama 17:41 juga sama agama Islam tapi ee agama ini 17:46 selalu menjadi alat politik untuk 17:50 mencapai tujuannya mereka 17:53 selalu mengatasnamakan agama di 17:56 Afghanistan maupun di Pakistan. Jadi 17:58 agama tidak ee ah itu alat politiknya 18:02 mereka. Kalau kita lihat dari tahun 2001 18:06 sampai 2021 itu banyak korban dari aksi 18:11 aksi Taliban yang terjadi di Afghanistan 18:13 itu 90%nya itu orang Afgan sendiri dan 18:17 semuanya orang Mesir dan pohonnya 18:21 terjadi di masjid di tempat ibadah itu 18:23 yang yang tewas itu semuanya dari satu 18:26 dari agama yang mereka sama-sama percaya 18:29 pada 18:30 ee Tuhan yang sama walaupun Ya, intinya 18:33 agama itu selalu jadi alat politik yang 18:37 di awal tadi saya bilang kepentingan 18:39 mereka itu lebih mengahit. 18:43 Hm. 18:44 Lalu kalau mau masuk kita ke 18:48 pembicaraan tentang Taliban ya, Pak Ayub 18:50 ya. Sebenarnya bagaimana sih pengaruh 18:53 Taliban Afghanistan terhadap hubungan 18:56 diplomatik kedua negara ini Pak Ayu? 19:00 Pakistan ini salah satu negara Pak Ed 19:05 periode pertama Taliban kita 96 sampai 19:08 2001 19:10 ee yang akui ee apa pemerintahan Taliban 19:15 secara resmi dan punya hubungan 19:18 diplomatik tahun 96 sampai 2001 ada tiga 19:22 negara waktu itu Pakistan, Arab Saudi 19:25 dan Uni Arab emat. Nah, 2021 bulan 19:30 Agustus ketika pemerintah Afghanistan 19:33 jatuh, Presiden Nasional Penelar 19:36 Uzbekistan. besoknya yang kunjungi 19:39 Afghanistan itu kepala ee intelijen atau 19:43 Iai dari Pakistan langsung ketemu dengan 19:46 pemimpin-pemimpin Taliban di ibu kota 19:49 Afghanistan di Kapu. 19:50 Itu menunjukkan bahwa mereka punya 19:52 hubungan yang sangat-sangat dekat yang 19:56 dan Piman ini sangat-sangat tergantung 19:58 pada Taliban daripada Pakistan ini. 20:02 Tetapi sekarang berubah lagi karena itu 20:04 tadi Taliban ini sekarang tidak ee apa 20:09 ya menunjukkan dirinya bahwa kami 20:11 kelompok seperti 2020 atau sebelumnya 20:15 sekarang ini pemerintah 20:17 kami mewakili Afghanistan walaupun itu 20:20 tadi tidak ada dasar legitimasinya dari 20:23 internal maupun eksternal tidak ada 20:25 negara yang mengakui Taliban kecuali 20:28 Rusia 20:29 tapi Taliban ini sekarang punya 20:31 kepentingan 20:32 Jadi hubungan antara dua negara ini 20:35 berdasarkan kepentingan nasionalnya 20:37 mereka sama masing-masing. Makanya 20:40 Paliman yang dulu musuh sama Iram 20:43 sekarang sangat dekat, sangat teman sama 20:46 Iram. Karena ada kepentingan dengan 20:48 mereka walaupun dari sisi sektorian 20:50 sangat baik satunya Asia, satunya sini 20:53 tapi ada kepentingan sekarang Tibat 20:57 dengan Iran dibandingkan dengan Pakistan 20:59 dan begitu dengan India. begitu dengan 21:02 Cina, dengan Uzbekistan. Jadi setiap 21:05 negara di situ punya kepentingan 21:08 termasuk kepentingan geopolitik dan juga 21:12 kepentingan ekonomi dan keamanannya. 21:15 Jadi itu yang yang sekarang lebih 21:17 berpengaruh ee hubungan antara Taliban 21:21 dengan negara-negara tetangga di situ. 21:24 Oke, sebelum saya ke dokter Band, satu 21:26 lagi pertanyaan untuk Pak Ayub. Kalau 21:30 negara-negara ya internasional gitu ya, 21:33 peran mereka kira-kira nih yang terlihat 21:35 gitu ya ee dari mulai Amerika Serikat, 21:38 Cina, bahkan India gitu ya, peran aktor 21:41 internasional mereka itu bagaimana? 21:43 Memperburuk atau meredakan konflik nih 21:46 Afghanistan, Pakistan? ee sebenarnya ee 21:49 tidak terlalu ee ee kalau negara-negara 21:53 bareng mulai dari Amerika, Serikat dan 21:56 Sikopilia tidak terlalu ambil isu itu 21:59 seperti isu yang serius. 22:01 Hm. ee tidak ada tidak ada keterlibatan 22:04 di situ. Karena Taliban ini masih ada 22:06 sanksi besar dari Amerika Serikat dan 22:09 karena pelanggaran hak asasi manusia, 22:12 pelanggaran hakasi perempuan, pendidikan 22:14 dan lain-lain yaitu mereka paling ini 22:17 masih ee tidak ee mencapai standar atau 22:23 persyaratan dari negara-negara. Nah, 22:25 kalau Cina juga tidak sampai sekarang 22:28 tidak ada statement apapun dari 22:29 pemerintah Cina. Kalau ada kita tidak ee 22:33 terlalu serius untuk ee menunjukkan 22:36 bahwa kami akan menjadi mediator untuk 22:40 negosiasikan perang konflik antara 22:43 Afghanistan Pakistan. karena Cina tidak 22:46 peduli ee sistem pemerintah negaranya 22:50 seperti apa. Yang paling penting 22:52 keuntungan ekonominya bisa masuk apa 22:54 namanya dapat dari Afghanistik. 22:57 Ekonomi termasuk ee keamanan karena 23:01 Afghanistan ini ada perbatasan dengan 23:03 Provinsi SC kalau saya tidak salah. itu 23:08 yang ada minoritas wigur di sana dan di 23:12 China itu lebih lebih fokus di situ 23:14 termasuk untuk dapat sumber alam 23:17 minerals ee litium yang ada di 23:21 Afghanistan itu. Jadi tidak tidak 23:24 terlalu peduli apa yang terjadi antara 23:26 Afghanistan dan Pakistan. Dan itu memang 23:28 sampai sekarang tidak ada ee inisiasi 23:32 apapun dari negara-negara tetangga. 23:34 kecuali Iran pernah bilang kami siap 23:37 untuk ee menjadi mediator antara dewa 23:40 negara Persu ee selama ini masih ee 23:45 belum ada dari dari negara-negara bisa. 23:51 Oke, Pak Muhad Ayub. Saya akan ke dokter 23:54 Band terlebih dahulu. Baik, Dok. 23:56 Kedua negara sering berselisih, ya. Ada 23:59 tadi soal wilayah perbatasan. Namun 24:01 menarik tadi Pak Ayu menyampaikan ee 24:03 populasi pasun ini gitu ya memang jadi 24:06 ee mayoritas di Afghanistan justru 24:09 sebenarnya ada juga terbelah di dua 24:11 negara itu masing-masing gitu ya. 24:13 Makanya tadi ada perdebatan mengenai 24:14 identitas nasionalisme gitu ya. 24:17 Bentrokan juga ee kerap ee terjadi. Nah, 24:20 Dok, bagaimana, Dok, melihat dari segi 24:23 ee faktor etnis dan politik dari 24:30 ee Afghanistan, Pakistan ini, Dok? Jadi 24:31 seperti ada politik etnik gitu ya, 24:34 gimana, Dok? 24:35 Ya. Ee saya punya pengalaman ini ee Mas 24:38 Sangga ketika tahun 2001 24:41 saya kan ee ke Afghanistan sebagai tim 24:43 medis. Nah, itu kita melalui Kueta dari 24:46 Kueta terus kita ke Zabul ya. Nah, saya 24:51 bahwa di Kueta itu mayority itu adalah 24:52 orang-orang orang-orang Pastun 24:54 ke Pastun dan sopir kami pun orang 24:56 Pastun. 24:58 Jadi antara pastun kueta atau pastunnya 25:01 Pakistan sama pasunnya Afghanistan 25:02 mereka itu memang sangat memang sudah 25:05 memang satu etnis ini satu semua 25:07 pokoknya memang sudah sudah kayak sama 25:09 gitu loh. Terus kalau enggak salah saya 25:10 mungkin Pak Ayu bisa bisa luruskan ee 25:13 Kueta itu sebenarnya tu bahagian dari 25:15 dari Afghanistan. 25:17 Jadi gini ee Mas Angga dulu Inggris ini 25:19 selalu meninggalkan sisa masalah 25:22 itu garis dururan lain itu ya ee saya 25:25 dengar kueta itu masuk ke ke apa 25:27 sebenarnya punya Afghanistan terus 25:29 Inggris kasih ke Pakistan kemudian 25:31 Kashmir Kashmir itu plebisit menang e ke 25:35 Pakistan atau dikasih ke India jadi 25:38 memang Inggris ini adalah negara selalu 25:40 menyesalkan masalah setelah konflik 25:42 selalu itu Inggris itu. Nah, jadi yang 25:44 terjadi hari ini adalah sisa sebagian 25:47 dari sisa-sisa yang yang ditinggalkan 25:48 oleh penjajah Inggris. Jadi, jadi ini 25:50 ini jeleknya Inggrisnya ini sama seperti 25:54 Malaysia. Johor. Johor itu kan punya apa 25:57 namanya? Singapore itu kan punyanya 25:58 Malaysia. Ah itu jadi kayak diina 26:01 sekarang. Jadi, jadi ini jangan jangan 26:03 dibuat persoalan. Nah, makanya seperti 26:05 kata kata Pak Ayub tadi itu bahwa 26:08 negara-negara luar saya pikir mereka itu 26:10 tidak mengingat Afghanistan itu stabil. 26:13 Karena Afghanistan ini kan karena lama 26:15 mereka berperang jadi alam mereka itu 26:18 masih alamiah. Sumber tambang segala 26:20 macam itu, itu luar biasa itu ee di 26:23 Afghanistan. Jadi kalau mereka stabil 26:25 itu saya pikir kalau mereka stabil itu 26:26 kan ini ee apa pemerintah Afghanistan 26:29 bisa menentukan sikap sendiri. Dia kan 26:31 sikap sendiri. Tapi dengan tidak stabil 26:33 ini kan maka pihak-pihak asing juga 26:35 beromain di situ. Nah, makanya ketika 26:37 tadi konflik India Pakistan ini kan eh 26:41 Pakistan, Afghanistan, Pakistan kan 26:43 Saudi Arabia yang yang turun sama Qatar. 26:46 Karena Qatar ini kan lama menjadi 26:48 base-nya Taliban dan Saudi Arabia adalah 26:52 eh negara yang sangat dekat sama 26:54 Pakistan. Jadi dua negara ini yang yang 26:56 menampaikan yang lain ee tutup mata lah. 27:00 Nah, makanya ee Afghanistan saya pikir 27:03 ini negara yang menurut saya ini luar 27:05 biasa ya da tahan mereka luar biasa 27:06 tahan mereka itu 27:08 artinya ee mereka itu bisa nyebar ke 27:11 mana-mana tapi mereka punya mereka tough 27:13 itu. Jadi negara yang tidak bisa 27:15 ditaklukkan oleh bangsa asing itu 27:16 Afghanistan itu walaupun secara internal 27:18 mereka punya perusahan-perusahaan secara 27:21 tapi ketika nasionalisme mereka diganggu 27:23 mereka bangkit secara bersama untuk ini. 27:25 Nah, makanya seperti kata Pak A tadi itu 27:27 dulu proksi Pakistan karena dibantu oleh 27:29 ISIS itu membantu segala macam intelijen 27:33 termasuk Indonesia nih Pak ee Mas Sangga 27:35 Indonesia pernah bantu juga pada 27:36 periodenya Mimani itu namanya operasi 27:39 karpet terbang itu 27:41 eh apa bahasa lupa bahasa Afghanistan 27:44 itu menyediakan senjata sampai satu satu 27:48 batalionun satu truk itu. 27:50 Iya. Nah, itu Indonesia yang kirim izin 27:52 Amerika tapi ke Pakistan kemudian ke 27:55 Afghanistan. Nah, jadi 27:58 saya pikir ini ee harus didamaikan. 28:01 Tapiak enggak mungkin ini berkepanjangan 28:04 karena mereka bukan damai nih bukan 28:06 bukan damai permanen tapi masih 28:09 menyisakan masalah-masalah nih. Nah, na 28:11 oleh sebab itu ee harus ada pihak yang 28:14 bisa mencoba untuk mengupas permasalahan 28:17 ini sehingga ee Afghanistan dengan 28:19 Pakistan ini bisa lebih apa ya lebih 28:22 toleran lah. 28:23 I 28:23 artinya kenapa dengan India masih bisa 28:25 toleran ya? Kenapa dengan India apa Cina 28:29 bisa ber cincau-cincaulah 28:32 istongko-kongko lah. 28:34 H. 28:34 Nah, saya pikir ee di Pakistan pun ee 28:38 kalau misalnya menang partai apa ya PTA 28:41 Jamiyati Islami itu mungkin akan-akan 28:44 lebih dekat ya. Ini partai politik pun 28:46 di Pakistan menentukan juga ini 28:47 masangga. 28:48 Iya. 28:48 Nah, karena di Pakistan ini kan militer 28:50 dominan ya. 28:52 Sehingga ee apa ya? Jadi 28:55 pendekatan-pendekaan mereka tuh lebih 28:56 pendekatan militer gitu loh. Nah, ini 28:59 yang saya pikir ee dalam konteks ini 29:01 memang Pakistan merasa gua abang gitu 29:04 loh, gua abang gua lebih senior dari 29:06 Afghanistan gitu kan. Nah, sikap ini 29:08 juga saya pikir ini 29:10 yang yang bisa memunculkan ee apa? semua 29:13 sektoral sehingga susah untuk bisa 29:15 menerima hari ini bahwa kay hari ini 29:17 adalah Taliban dulu Taliban bagian dari 29:20 salah satu fakir sekarang enggak ada Tib 29:22 lagi negara gua pemerintahan sekarang 29:24 kagak gitulah artinya Anda harus 29:26 bersifat equil enggak bisa anak lebih 29:28 kan apalagi dengan 29:30 persenjataan-persenjataan Pakistan lebih 29:32 lebih unggul gitu kan jadi 29:34 pendingatan-pendekatan militer saya 29:35 pikir ini enggak tepat jadi pendingkatan 29:38 kemitraan ini kan penting jadi 29:40 bagaimana investasi-investasi ee ee apa 29:42 tuh ekonomi yang ini ini lebih penting. 29:44 Tapi persoalannya adalah ee Eropah dan 29:47 Amerika ini kan tidak memberikan akses 29:50 ee ekonomi kan ke sana kan. Contoh duta 29:53 besar Afghanistan di di Jakarta ini 29:56 kerepotan untuk biaya operasional gimana 29:58 segam gimana kan cuma Cina yang baru 30:01 seperti kata Pak tadi Cina enggak ada 30:03 urusan yang penting dia 30:04 ee ekonomi bisa bisa dia apa 30:06 investasinya bisa bisa berjalan di di 30:08 Afghanistan 30:09 dan saya pikir itu Masangga bahwa 30:11 intensitas itu enggak bisa kita 30:12 lepaskan. Jadi ee Afghanistani kalau 30:15 kata Pak tadi itu sekitar 16 ya Pak Ibu 30:17 ya ee suku tapi mereka kan walaupun 30:19 sedikit tapi kan konflik internal punya 30:22 tajam ya Indonesia 30:24 yang yang ratusan kita lebih relatif 30:26 lebih bisa lebih lebih damai kan dan 30:28 memang ee itu sisi lain yang yang kita 30:31 lihat di Afghanistan bahwa secara 30:33 inisitas pun di situ pun ada pertarungan 30:36 dan di Pakistan juga enggak enggak kalah 30:38 juga kan pertarungan-pertarungan itu. 30:40 Jadi, jadi ada kelompok-kelompok yang di 30:43 di apa dilindungi oleh Afghanistan untuk 30:45 kepeng proksi Afghanistan untuk 30:47 menghantam Pakistan. Begitu sebaliknya 30:49 masangga sama kayak Iran dengan Pakistan 30:51 juga kan 30:52 ada kelompok-kelompok yang mereka 30:54 dilindungi oleh Iran, ada 30:55 kelompok-kelompok yang dilindungi oleh 30:56 Pakistan untuk saling menghajar gitu 30:58 loh. 30:59 Jadi memang ada perosan-perosan yang 31:01 secara militer dan politik ini memang 31:03 agak panjang ceritanya untuk bisa ini 31:06 untuk bisa selesai masalah ini. Tapi 31:07 tapi saya yakin bahwa sebenarnya ee 31:10 kedekatan etnis ini sangat membantu 31:12 sebenarnya untuk bisa untuk bisa ini dan 31:15 pendekatan-pendekatan politik. Maka saya 31:17 bilang kata saya Pak ada jamiat Islami 31:20 ya kelompok islami yang sama ideologi 31:22 dia ada satu partai kalau enggak salah 31:23 saya itu jamiat islami itu yang sama 31:26 partai dengan yang ada di di Afghanistan 31:27 ya kan ee peran-peran ulama saya pikir 31:30 harus di di dicoba di ditingkatkan sama 31:33 seperti Indonesia mengambil peran untuk 31:35 perdamaian di Afghanistan kan yang 31:37 pertama didekati adalah ulama kan ulama 31:39 segala kelompok ulama baik sii maupun 31:41 Sunni jadi ulama-ulama ini yang punya 31:43 peran saya pikir Indonesia pun adalah 31:45 konten ini bisa bermainan peran nih ee 31:46 masangga Enggak. Jadi, 31:47 iya 31:48 cara apa? Cara ya cara ulama aja di 31:50 ulama tokoh-tokoh ulama-ulama Pakistan 31:52 dan Afghanistan. Kemudian dibawa ke 31:54 Jakarta didiskusikan. Saya pikir kalau 31:56 ulama ini bisa bisa punya visi yang sama 31:59 dalam melihat konteks konflik antara 32:02 Afghanistan dengan Pakistan kan berarti 32:04 kan akan lebih mengerucut sebenarnya 32:05 untuk untuk ada perdamaian ini. Apalagi 32:07 kan di Taliban ini kan ulama-ulama ya, 32:09 ulama-ulama yang didengar ya, didengar 32:11 yang setelah itu mereka enggak populer 32:13 tapi didengar. Ini ini saya pikir lebih 32:16 efektif kalau ada peningkatan seperti 32:18 itu. 32:19 Hmm. 32:21 Pada 90-an Pakistan dukung Taliban gitu 32:25 ya untuk mendapatkan pengaruh 32:26 Afghanistan. Tapi setelah Taliban 32:28 berkuasa hubungannya malah tidak 32:31 serta-merta membaik. Nah, kalau Dok 32:34 kalau dokter melihat tadi hubungan dekat 32:37 Afghanistan sama India ini betul-betul 32:40 membuat Pakistan itu terancam ya, Dok 32:42 ya? Kelihatan ya. 32:45 Ya. Eh, 32:48 kan India, Pakistan ini kan musuh abadi, 32:50 Kak. Abadi masa Kasmir ini memang abadi 32:54 mereka. Makanya ee kalau kita ke ke 32:57 Islam Abad itu kita lihat tuh 32:59 pamampai-pampai pembantaian eh 33:01 masyarakat Kasmirol Indah itu masih ada 33:03 kemudian ada masih ada yang namanya 33:05 ee apa pertahanan-pertahanan masih ada 33:08 di sana tuh. Dan saya pas sampai ke 33:10 Kasmir itu eh masangga Kashmirnya 33:12 Pakistan ya dan di sana tuh masih ada 33:15 juga ee kaiba 33:17 itu kan itu kan masih masih berkiran di 33:19 di Afghanistan ee di di Pakistan. Jadi 33:22 sebenarnya konflik Pakistan India ini 33:24 itu merembes ke Afghanistan maka maka 33:26 sudah hukumhum normal itu bahasa Angga 33:28 kalau misalnya ketika 33:30 satu pihak itu enggak enggak akurnya 33:32 akan mendekati pihak yang lain kan 33:34 iya untuk menopang ee apa namanya ee 33:38 hubungan-hubungan apa apakah politik 33:40 atau militer gitu kan. Makanya saya 33:42 lihat sekarang kesannya tuh agak lebih 33:44 lebih happy antara Afghanistan sama 33:46 India gitu kan walaupun ya happy tanda 33:48 petik ya ini kan konteks-kontek konteks 33:50 politik ya. Nah, makanya ee menurut saya 33:53 masangka itu memang Saudi sama Qatar ini 33:55 belum enggak maksimal ya turun tuh 33:58 enggak maksimal untuk bisa menyelesaikan 33:59 masalah. Saya pikir enggak ada masalah 34:01 sebesar apapun memang setelah virus bisa 34:04 mencari akar memverifikasi masalah dan 34:07 kemudian ee sama-sama duduk untuk 34:10 [mendengus] diskusikan 34:12 nama kata Pak Ayub tadi itu duren itu 34:14 memang sangat sangat berat itu kan 34:17 karena memang sisa-sisa peninggalan 34:19 Inggris yang memang memang luar biasa 34:21 ini di Palestina sampai hari ini kan itu 34:24 kan sisa peninggalan Inggris juga ya 34:25 memang ini yang 34:27 yang saya pikir ini enggak enggak agak 34:28 sulit untuk diselesaikan ini. ini 34:30 penjajah. 34:30 Tapi tapi kalau misalnya ee ekonomi 34:33 Afghanistan ini ee bisa berjala lebih 34:35 baik, Masangga lebih baik berjala, 34:37 saya pikir ee konflik-konflik apa 34:40 bersenjata ini bisa ditekan kan. Tapi 34:42 ketika ekonomi ini ee masih moral marit 34:46 maka solusi ya yang militer 34:48 ujung-ujungnya. 34:49 Iya. 34:51 Baik, saya kembali ke Pak Ayub. Tadi 34:54 disinggung ee mengenai tentang ekonomi 34:58 gitu ya. begitu memukul ekonomi 35:02 masyarakat sebenarnya dari setiap ee 35:04 konflik ini. Apalagi kalau kita lihat ee 35:07 peran kelompok e militan lah yang ada di 35:10 ee Afghanistan gitu ya ataupun yang ada 35:13 di Pakistan ee sendiri gitu ya yang ee 35:17 kita 35:19 ee baca juga gitu ya ee tehnik Taliban 35:23 Pakistan gitu ya ataupun ee ee kelompok 35:26 pemilitan e yang lain. Bagaimana dari 35:28 sisi ee ketegangan ekonomi ini 35:31 pengaruhnya dari konflik perbatasan? 35:33 Menurut Pak Ayub? 35:35 ee pengaruhnya sangat besar, sangat 35:39 besar dan memang di dalam setiap konflik 35:42 korban utamanya masyarakat dan ini 35:46 karena perbatasan Torhan ee antara 35:51 Afghanistan, Pakistan ini sudah cukup 35:53 lama tutup karena konflik tadi dan juga 35:57 perbatasan eh spinb ada beberapa border 36:02 itu sudah semuanya putih 36:04 Jadi di ee ee apa namanya di ee 36:11 wilayah Pakistan ini ada banyak barang 36:14 dari ee ee ee pihak Afghanistan sampai 36:19 busuk. Misalnya mereka bawa ee 36:22 sayur-sayuran, 36:24 buah-buahan, itu semuanya 36:26 rusak dalam mobil, dalam truk-truk yang 36:29 cukup lama berada di sana karena konflik 36:32 tersebut dan perbatasan karena tutup dan 36:35 tidak pihak apa dua negara ini tidak mau 36:38 buka untuk ee truk-truk ini bisa lewat, 36:41 bisa masuk ke wilayah negara 36:44 masing-masing. Intinya pengaruhnya 36:47 sangat besar, sangat besar. ee harga 36:50 barang naik di Afghanistan. Karena 36:52 Afghanistan ini sangat bergantung pada 36:55 ee Pakistan karena banyak Afghanistan 36:59 impor dari sana mulai dari obat-obatan, 37:02 sayur, buah, ee beras banyak yang 37:06 Afghanistan impor dari Jadi semuanya ini 37:09 harganya otomatis naik. Apalagi 37:11 Afghanistan yang saat ini ekonominya 37:13 sudah hancur, masyarakatnya di atas 20 37:17 juta lebih, tidak mampu makan tiga kali 37:20 sehari, itu hidup tambah sulit bagi 37:23 mereka di Afghanistan. Jadi pengaruh 37:26 konflik antara dua negara ini sangat 37:28 besar terhadap masyarakat dua negara 37:31 khususnya Afghanistan. 37:34 Pak Ayub, kalau isu mengenai Pasunistan 37:37 itu seberapa kuat sebenarnya di 37:38 Afghanistan? ya. 37:40 Ee 37:41 nah itu karena 37:43 h 37:43 tadi saya bilang di Afghanistan ini 37:46 masalah akar konflik dan masalah dunia 37:50 itu selalu etnis. Jadi setiap kali 37:54 setiap pihak pemerintah atau presiden 37:56 itu pasti bagi mereka sangat-sangat 37:59 pimpin Punistan ini. Ee dan suku pasun 38:03 yang ada di Afghanistan mayoritas juga 38:05 dukung dan selalu mereka menggunakan 38:08 istilah ee dalam bahasa Pastor Larobar 38:12 Yahudi ya. Artinya ee eh apa ya kalau 38:16 saya bisa translate kalau semoga saya 38:18 tidak salah ya. Eh, jadi eh apa that 38:23 side of border atau the side of border 38:25 tua-tu sama. H 38:27 dan menurut menurut phtun di Afghanistan 38:31 jadi penting sekali dan mereka selalu 38:34 siap selalu siap untuk ee ber apa masuk 38:39 perang dengan dengan Pakistan demi ee 38:43 wilayah tersebut. Jadi hubungan ee tadi 38:47 saya bilang Afghanistan, Pakistan ini 38:49 sejarahnya sangat eh 38:52 panjang tomiri kadang baik dan sering 38:57 sangat tidak baik 38:59 karena ee Pakistan ini sangat terlibat 39:02 dalam ee 39:04 apa namanya internal affairs di 39:06 Afghanistan ini selama 50 tahun terakhir 39:10 sejak e keluarnya Soviet, munculnya 39:13 kelompok-kelompok 39:16 pemberontak seperti Taliban dan tadi Pak 39:19 Eben bilanglah TB ada banyak kelompok di 39:22 sana aktif termasuk organized crime yang 39:25 melakukan drug trafficing ini semuanya 39:28 terlibat jadi ee ee apa namanya ee 39:33 hubung hubungan antara dua negara ini 39:36 tambah masalah perbatasan semakin buruk 39:40 dan ee 39:43 sepertinya perlu itu ee mediasi, 39:46 negosiasi dan saya kalau saya lihat 39:49 pihak Afghanistan tidak siap untuk 39:51 menerima garis yuran sebagai garis resmi 39:55 antara dua negara. 39:57 Oh, gitu ya. 39:58 Tidak terima. kecuali kalau 40:00 pemerintahnya 40:01 ganti dan bukan dari suku pasti dan itu 40:05 baru mereka akan akui bahwa garis diuran 40:08 ini bahwa garis resmi antara Afghanistan 40:10 dan Pakistan dan akan konflik antara dua 40:14 negara ini akan sangat-sangat ee ee saya 40:18 bisa katakan hilang juga karena Pakistan 40:21 ini selalu menuduh India bahwa India ini 40:25 dukung ee 40:27 Balucis dan gerakan 40:29 ini untuk merdeka dan visa dari Pakistan 40:33 ini semuanya terletak di di di dengan 40:38 Palucistan dengan Pakunistan dan ada 40:42 keterlibatan negara-negara tertentu di 40:44 kawasan tersebut. Jadi itu member-but 40:47 hubungan antara Afghanistan, Pakistan 40:49 termasuk peran India juga sangat besar. 40:52 Iya. 40:54 Tapi apakah ada kemungkinan ini bisa 40:57 kalau sudah ada misalkan ee mediasi gitu 41:01 ya tercapai gitu kesepakatan permanen 41:04 mengenai perbatasan line tadi? 41:08 ee ee kalau saya katakan ee 41:13 susah juga ya. Tapi 41:14 susah juga, sulit juga. Saya lihat 41:16 kondisi politik 41:18 sejarahnya, sejarah politiknya dan 41:22 hubungan antara Afghanistan, Pakistan 41:25 selama ada pemerintah dan pemimpin dari 41:28 suku Pas dia tidak siap dan tidak mau 41:32 garis diuran jadi garis resmi antara dua 41:35 negara ini. 41:37 Hm. 41:37 Tidak, mereka tidak sangat-sangat sulit. 41:41 Tapi ya kalau mau juga terjadi saya 41:43 enggak bisa enggak tahu. Tapi selain itu 41:46 ee tidak mereka tidak mau untuk ee akui 41:50 bahwa Iran ini garis resmi antara tuan 41:53 negara. He. 41:56 Berarti kira-kira langkah diplomatik apa 41:58 ini yang perlu diambil ya nyata gitulah 42:01 oleh kedua negara ini supaya 42:02 ketegangannya itu ya selesai gitu. 42:05 Bagaimana Pak Ayub? Kalau sekarang kan 42:07 ee tuduhan Pakistan terhadap Afghanistan 42:11 itu bukan karena garis diuran, tapi 42:14 karena TTP ini ee masuk ke Afghanistan 42:18 dan Paleb tidak mau menekan TTP. Jadi ee 42:22 aksi-aksi terorisme beberapa terakhir 42:25 ini terjadi di Pakistan itu ee pihak 42:28 pihak Pakistan selalu klaim bahwa itu 42:31 datang dari Afghanistan 42:33 dan Afghanistan ini tidak mau ambil 42:37 langkah yang konkret dan tidak mau 42:40 berhenti ee pergerakan terorisme dari 42:42 Afghanistan masuk ke Pakistan. Nah, ini 42:45 sebenarnya ee apa? History repeat 42:48 itself. Kenapa du dari 2001 sampai 2021 42:53 pemerintah sebelum Taliban ini selalu 42:56 menuduh Pakistan? Bahwa terorisme masuk 42:59 dari Pakistan ke Afghanistan dan 43:02 melakukan aksi bom bunuh diri dan 43:04 lain-lainnya. Sekarang sebaliknya 43:06 Pakistan klaim bahwa ini Afghan 43:09 dan itu 43:11 Iya. Iya. ee 43:13 apa eh ada ada istilah dalam bahasa 43:16 Inggris what you plan you ya 43:20 apa yang eh Pakistan sendiri ee tadi 43:23 saya bilang bantu Taliban ini muncul 43:25 dengan bantuannya mereka sekarang 43:27 menjadi ancaman besar bagi 43:31 kestabilan dan keamanan ya Pakistan 43:33 sendiri juga. 43:35 Hm. 43:36 Baik, sebelum ee kita ke beberapa 43:40 pertanyaan pendengar, Dok. Ben, 43:42 sebenarnya bagaimana dinamika politik ee 43:46 Asia khususnya Asia Selatan daerah ini 43:48 ya gitu ya. Akibat hubungan yang tidak 43:51 stabil nih antara Afghanistan dan 43:53 Pakistan gitu ya. 43:56 Enggak. Sebenarnya di Asia Selatan, Asia 43:58 Tengah dari dulu di pasah selalu konflik 44:01 enggak selesai selesai. Apagi 44:03 Afghanistan sudah hampir 40 tahun ni itu 44:05 kan konflik sehingga ee agak agak 44:08 agak dalam konfliknya untuk 44:10 menyelesaikan masalah ini memang butuh 44:12 ekstra de ekstra dan Afganistan kan 44:15 sudah beberapa kali eksperimen kan ada 44:17 dulu ada siapa setelah jatuhjatuh ee 44:21 Taliban dipimpin oleh siapa itu yang 44:23 kemudian terakhir Astraf Ghani kan 44:26 mereka mengadakan sistem pemilu bebas 44:27 tapi kan enggak stabil kan kemudian 44:30 muncul Taliban juga jadi jadi konflik 44:33 dengan dengan Pakistan. Jadi memang 44:36 memang konflik ini memang agak agak 44:37 sulit diselesaikan ee 44:40 apalagi pihak-pihak luar ee terus saya 44:42 pikir enggak enggak mau mereka itu ee 44:44 apa aman apa bisa damai gitu [mendengus] 44:48 dan dan ini agak agak jauh jauh di 44:51 masangga contoh [berdehem] ee Asia 44:52 Selatan, India Pakistan kan pecah dari 44:55 India, India Barat, India Timur kan 44:57 pecah dua Bangladesh sama Pakistan dan 44:59 ini kan dari konflik juga enggak konflik 45:01 juga yang pecah dan sampai hari ini itu 45:04 kan Kasmir juga belum selesai. Jadi 45:05 memang Aceh Asia Selatan sama sama Asia 45:08 Tengah ini memang masih masih banyak ee 45:10 sisa-sisa ee masalah yang yang sangat 45:13 sulit di di diselesaikan. Ditambah lagi. 45:22 Halo, Dok. Suaranya hilang ini, Dok. 45:32 Halo, Dokter Man. 45:40 Dr. Band suaranya hilang ya, 45:43 Pak Ayub. Apakah suaranya masih ada, Pak 45:45 Ayub dari saya? 45:45 Eh, iya ada saya. 45:47 Oh, berarti ini sepertinya internetnya 45:50 dokter Band ini terganggu gitu ya. 45:52 Iya. Iya. 45:54 Baik, sambil menunggu Dr. Ben terhubung 45:56 kembali gitu ya, saya akan menyapa 45:59 pendengar-pendengar yang sudah hadir 46:02 menyimak siaran di malam hari ini. Ada 46:05 Ibu Ani Cani Hudaifah di Jakarta. 46:08 Bismillah, insyaallah hadir menyimak 46:10 BMBT di Rasil malam ini. Semoga 46:13 narasumber dan pejuang dakwah Rasil 46:16 sehat-sehat. Begituun Ibu Fani. 46:18 Asalamualaikum. Saya sedang mengitu 46:20 acara ini. Selamat bertugas. 46:23 dari Sukabu ada Ibu Mariati juga 46:27 menyimak siaran di malam hari ini. 46:30 Begituun pendengar-pendengar lain 46:31 menyampaikan atensinya. Ee kita di malam 46:34 hari ini, Ikhwan Akhwat, siaran live 46:38 buka mata, buka telinga, konflik antar 46:41 Afghanistan dan Pakistan. Bagaimana kita 46:44 mengulasnya bersama 46:47 Dr. Sarbini Abdul Murad dan juga Dr. 46:52 Muhammad Ayub Mirdad. Dan ikhwan akhwat, 46:56 kita akan cek lagi ini Dr. Band apakah 47:00 sudah kembali terhubung. Oh, ternyata 47:01 malah keluar ini drter Band. Pak Ayub, 47:04 saya akan ke pertanyaan pendengar yang 47:06 pertama ya, Pak Ayub ya. 47:08 Ada pendengar ini yang bertanya, 47:10 "Aalamualaikum warahmatullahi 47:12 wabarakatuh, Mas Angga dan juga para 47:15 narasumber. 47:16 Sebenarnya hubungan Afghanistan dan 47:20 Pakistan itu pasti ada dalangnya di 47:24 belakang itu. Bagaimana peran negara 47:27 Amerika dan juga Cina sejauh mana? 47:31 Terima kasih. 47:33 Baik, Pak Ayub bisa langsung kita jawab 47:35 pertanyaan ini. 47:36 Oke. Baik. ini. 47:37 Oh, dokter sudah nyambung ya? 47:39 Iya, sudah. 47:40 Silakan, Pak. 47:42 Baik. Saya tadi bilang juga kalau dalam 47:46 konflik ini saat ini antara Afghanistan 47:48 Pakistan ee peran China ini atau 47:53 Tiongkok ini tidak terlalu kelihatan 47:56 karena lebih utamakan kepentingan negara 48:01 khususnya untuk ekonomi dan keamanan ee 48:05 Tiongkok sendiri dan juga Pakistan punya 48:08 banyak hutang ee dari China dan apun ee 48:14 Tiongkok bilang Pakistan ini siap harus 48:17 lakukan karena ee besar hutang tersebut 48:20 dan tidak bisa gampang kembalikan ke 48:24 Tiongkok. Kalau Amerika Serikat punya eh 48:28 prasyarat atau requirement untuk eh 48:32 Afghanistan atau pemerintahan, 48:35 pemerintah yang inklusif harus ada dari 48:38 etnis lain di pemerintahan yang bebas 48:41 sekolah, universitas, 48:45 pekerja bagi perempuan, semua harus 48:48 punya dan hormati atau respek hak asasi 48:51 manusia di sana dan baru akan mulai 48:54 terlibat dalam ee 48:57 mulai itu syarat-syarat untuk bisa akui 49:00 pemerintahan Paliman. Jadi kalau dalam 49:03 konflik yang terakhir ini terjadi ee ya 49:06 bisa jadi di belakang ada. Tapi kalau di 49:11 e yang yang saya saya selalu follow up 49:14 ee media di Afghanistan dan kontak yang 49:18 ada teman-teman di sana tidak ada ini 49:22 apa namanya belum ada peran dari Amerika 49:26 Serikat dalam konfliksi. 49:28 Tapi Donald Trump pernah bilang e untuk 49:31 malelesaikan konflik dengan Afghanistan, 49:34 Pakistan itu konflik yang sangat gampang 49:36 bagi saya bisa cepat selesai dalam 49:39 mungkin berapa jamlah antara Pakistan 49:42 dengan Afghanistan. Tapi sekarang masih 49:45 diam. 49:47 Oh, Trump baru bilang aja gitu ya. Belum 49:49 itu beberapa tidak cukup beberapa minggu 49:53 yang lalu pernah tu. 49:55 Hm. 49:57 Tapi belum dikasih tahu ya apa itunya 49:59 ya. 50:00 Ah iya 50:02 belum 50:02 belum. Itu biasanya jadi sinyal-sinyal 50:06 ee politis seperti dokter Ben ya yang 50:08 begitu-begitu tuh ya. 50:10 Iya. Iya. Benar. 50:11 Apakah benar-benar nih Cina ee Amerika 50:14 bahkan mungkin bisa jadi ee Rusia ya 50:17 yang memang punya punya catatan 50:19 sejarahlah sama Afghanistan. Ee menurut 50:22 Dr. Band gimana itu negara-negara itu, 50:24 Dok? 50:25 melihat konflik kedua negara ini 50:29 karena saya menganggap bahwa ee mereka 50:32 tidak punya keinginan untuk untuk 50:34 menjadikan apa Afghanistan itu stabil 50:37 gitu ya. Karena dengan naiknya Taliban 50:39 ini kan menjadi apa ya kama indomilah 50:42 bagi sebagian orang ya. Sama kayak 50:45 Rusia. Rusia sebenarnya mendekati 50:47 Afghanistan karena dia sebel sama 50:49 Amerika aja sebenarnya itu. 50:51 So dia kan cuma apa ya opposet lah 50:54 dengan dengan apa yang dilakukan oleh 50:56 Amerika kan. Maka saya saya lebih 50:58 sebenarnya lebih cenderung melihat 51:00 antara Qatar sama Saudi Arabia 51:02 sebenarnya itu kalau kan serius sebenar 51:04 bisa turun kan 51:05 karena karena dua negara ini punya 51:07 hubungan historis dengan kedua negara di 51:08 Asia Selatan ini. Jadi J sebenarnya 51:10 kalau kalau Saudi Arabia ee turun 51:14 kemudian ee Qatar turun ya bisalah. Tapi 51:17 kalau Cina saya enggak yakin seperti 51:18 kata-kata pay tadi itu Cina lebih ke 51:20 bisnis dia itu kan 51:21 i 51:21 bisnis bisnis. Nah, kalau dia kuliah 51:23 bisnis yang penting adalah terserah 51:25 siapa siapa pemimpin kan. 51:27 Nah, bagi dia dia lebih menguntungkan 51:29 Afghanistan daripada e Hamarzai atau 51:32 daripada eh Asrafani kan. Ketika dua 51:35 pemerintahan ini kan enggak stabil 51:37 ganggu sama Taliban kan dengan jadi 51:39 bisya agak agak agak terganggu tapi 51:41 dengan Taliban naik kemudian dia bisa 51:43 menjamin keamanan yaitu ada persoalan 51:47 kara dianggap bahwa Afghanistan ini 51:49 mengandung tambangnya luar biasa gitu. 51:51 artinya belum terjamah. Nah, jadi jadiak 51:54 enggak penting bagi Cina nih. Yang 51:56 penting Taliban ini bisa menjamin 51:57 keamanan investor mereka. 52:00 Apalagi ee Pakistan ya, Pakistan sama 52:03 Cina ini kan hubungan sangat dekat 52:04 sekali kan sangat dekat sekali. Artinya 52:07 mereka itu menganggap bahwa eh Pakistan 52:09 head to head sama India ini kan mungkin 52:11 enggak enggak enggak apa ya enggak 52:13 enggak enggak selevel kali mungkin ya. 52:15 Maka maka India Pakistan kan merangkul 52:17 Cina kan untuk menghadapi India ini. 52:20 Jadi jadi semua punya kepentingan nih 52:23 masangga kepentingan yang 52:25 yang sangat rumit sebenarnya itu serumit 52:28 serumit konflik di di Palestina itu di 52:31 selatan rumit juga konflik itu. Rumit 52:33 dari situ ya. 52:36 Baik saya akan ke Pak Ahmad ini di 52:39 Bogor. Asalamualaikum warahmatullahi 52:41 wabarakatuh. 52:43 siaran di malam hari ini. Dr. Ben 52:45 selamat malam. Semoga selalu sehat. 52:48 Mendengar Afghanistan, saya tuh teringat 52:51 dulu waktu sekolah di tahun 90-an itu 52:55 ada nama tokohnya bernama Jamaluddin 52:58 Al-Afghanii. 53:00 Saya baca bagaimana perjalanan dia dan 53:03 merubah Afghanistan. Bagaimana menurut 53:05 para narasumber tokoh tersebut? Oke, 53:09 saya akan ke Pak Ayub dulu disebut tadi 53:11 Pak Ahmad ya, ada Jamaluddin Alafghani 53:14 ya. Dulu saya sekolah juga sering dengar 53:16 nama ini. Bagaimana, Pak? Bisa 53:18 diciptakan nih sosok Jamal Afgan ini? 53:21 Eh, iya Pak. ee Sayid Sayid Jamaluddin 53:26 Awani ya, salah satu tokoh yang yang 53:31 ternama dari Afghanistan yang ee lahir 53:35 pada abad ee kalau tidak salah 17 atau 53:40 ya cukup lama di Afghanistan. Tapi eh 53:44 sama seperti Rumi. Rumi juga tokoh 53:47 terkenal dari Afghanistan yang klaim 53:50 Iran dan Turki selalu itu. Tapi lahir di 53:54 Afghanistan. 53:55 Oh gitu ya. 53:56 Iya. Dia eh Rumi asli. Eh namanya eh 54:01 Maulana Maulana Jalaluddin Balkhi Rumi. 54:05 Balhi itu salah satu provinsi di 54:08 Afghanistan. Namanya Bal atau Mazhar 54:10 Syari. Tapi masyarakat tahunya Iran gitu 54:13 ya. 54:13 Tempat kelahirannya Rumi di sana 54:16 dan juga termasuk tokoh eh Syid 54:19 Jamaluddin Alabani 54:22 Iran sering klaim bahwa itu 54:25 seperti terjadi antara negara kita 54:27 Indonesia dengan Malaysia. Jadi ada ada 54:33 itu ya. Sayang ya Afghanistan sebenarnya 54:36 ada banyak tokoh tokoh yang cukup ee 54:40 berpengaruh besar dalam ilmu pengetahuan 54:44 tapi ee sejarah tapi Afghanistan ini 54:47 terkenal dalam konflik. Kalau nama-nama 54:50 itu banyak orang sudah lupakan. Tapi 54:53 kalau 54:54 Afghanistan pasti akan responsnya oh 54:57 Taliban, oh Asama, oh ini ini. Tapi 55:01 orang-orang tapi memang ada banyak 55:03 tokoh-tokoh terkenal, tokoh-tokoh 55:06 ternama termasuk Imam Abu Hanifah dari 55:10 Afghanistan, lahir di sana tapi sampai 55:13 ee meninggal dan pindah ke Irak. Ada 55:17 banyak tokoh dari tokoh tokoh ilmiah 55:20 maupun dari tokoh agama dan salah 55:23 satunya saya dikenal 55:27 ini kalau buat para aktivis Islam ya 55:30 khususnya di Indonesia kayaknya nama 55:33 Jamaluddin Alfhan ini cukup eh tenar ya 55:36 Dok ya apalagi ada misi-misi pan 55:38 islamisme dulu gitu ya. Drkter B, 55:40 bagaimana ini melihat ee apa pemikiran 55:43 ataupun pengaruh termasuk gitu ya kepada 55:46 ee orang-orang Islam di Indonesia tuh 55:47 dari sosok Jamul Alfgani gimana, Dok? 55:50 Nok [berdehem] 55:51 reformis ya itu guru katanya gurunya apa 55:54 Abduh ya dari dari Mesir kan. 55:57 Dan tapi e masalah enggak ee walaupun 56:00 beliau dianggap reformis dan itu menjadi 56:02 inspirasi banyak orang ya untuk ee apa 56:06 ya untuk bangkitlah ya untuk bangkit 56:08 melawan kejemudahan dan kebodohan umat 56:11 Islam ketika itu ya e negara-negara 56:12 Islam ketika itu di bawah penjajahan 56:14 penjahatan asing. Tapi kalau saya saya 56:16 baca eh catatannya buku Abdul Hamid, 56:20 Sultan Abdul Hamid, Sultan eh Otoman 56:22 yang terakhir itu, itu beliau beliau 56:25 agak sinis dengan Jamal Arumi ini. 56:29 Jamudan 56:30 dia agak sinis. 56:31 Iya. I 56:32 karena menurut dia ini saya catatan dia 56:33 ya maksudnya menurut menurut ee Sultan 56:36 Abdul Hamid bahwa beliau itu adalah 56:40 orang yang dibesarkan oleh Inggris gitu 56:42 untuk mengacak-acak Dina Otoman. Nah, 56:45 Kakak itulah inti inti cerita dari 56:47 Iya. Iya. Iya. 56:47 dari memang ee jadi ada dua ada ada dua 56:50 kutub untuk melihat sosok seorang ee 56:53 Yamud Al-Afghani. Tapi selepas saya 56:56 bagaimanapun beliau banyak ide-ide besar 56:58 ya untuk membangkitkan umat Islam kan 57:00 untuk kembali ke apa ya ke mod ke 57:03 modernitaslah agaragar jangan jangan 57:06 jangan di bawah ee pendudukan penjajahan 57:10 gitu Mas. Jadi memang Afghanistan banyak 57:12 melahirkan tokoh-tokoh besar seperti 57:14 kata ee Pak Ayub tadi itu ya ee mungkin 57:18 Ibnu Sina kali mungkin bisa jadi dari 57:20 dari Afghanistan ya banyak tokoh-tokoh 57:22 besar yang dari Afghanistan tapi karena 57:24 kehebatan mereka itulah maka agak susah 57:28 untuk bersatu kan orang-orang hebat 57:29 semua kan susah bersatu jadi itu adalah 57:32 konsekuensi dari 57:34 dari kelemahan dari sebuah kebesaran itu 57:37 saya 57:38 Iya iya iya 57:41 Baik, ada satu berita nih, Dok. Ya, saya 57:44 ini update tentara Pakistan membunuh 30 57:48 militan di dekat perbatasan Afghanistan. 57:53 Jadi, konfliknya ini bahkan ee kalau 57:56 kita ee lihat korban kan cukup ee banyak 58:00 gitu ya. dibahasakan memang media ini 58:04 macam-macam dari mulai eeemitan, ada 58:06 juga ee pemberontak gitu ya. Ini kabar 58:10 mengenai terus ee ketegangan ini terjadi 58:14 apalagi di sekitar ee provinsi apa nih 58:18 kalau kita kalau saya bacanya ini hebua 58:22 ini bahasanya bacanya gimana nanti ee 58:24 Pak Ayub tahu gitu ya. 58:27 Nah, lalu juga disinggung mengenai 58:30 ee para pengungsi, bukankah pengungsi 58:33 juga masih ada di Pakistan gitu ya. Ini 58:35 bagaimana nih ee Pak Ayub nih tadi 58:38 update berita mengenai tentara yang 58:40 masih terus ee terjadi perang ya. 58:43 Ee ya memang Pakistan ini sedang 58:46 melakukan operasi ya operasi militer di 58:50 perbatasannya dengan Afghanistan. Jadi 58:53 tadi 58:55 kita bahas juga di Pakistan juga ada 58:58 banyak kelompok-kelompok 59:00 ekstremisme ya selalu ee namanya militan 59:05 e pemberontak atau teroris tapi 59:08 kurang jelas dari pihak dua pemerintah 59:11 ini atau khususnya dari Pakistan siapa 59:13 30 orang ini apakah itu karena kelompok 59:18 atau etnis pas India di di Pakistan ini 59:20 juga sangat ee 59:23 marginalized dan juga sangat ee apa 59:27 namanya menghadapi diskriminasi dari 59:29 pemerintahannya Pakistan dan pemimpin 59:32 PAS ee di Pakistan ini beberapa kali 59:35 juga masuk penjara. Jadi itu bisa juga 59:38 dari suku tersebut atau juga bisa jadi 59:42 dari PTP. Karena beberapa minggu yang 59:45 lalu ada be banyak polisi dan tentara 59:48 Pakistan juga tewas ketika mulai konselk 59:52 atau terjadi ee apa konselek dengan TPP. 59:57 Jadi saya juga kurang tahu 30 orang ini 1:00:00 apakah itu dari pihak Afghanistan atau 1:00:03 Pakistan ya. Tapi tentu saja tadi juga 1:00:07 Pak Bentat tentang pengaruh ini ya ini 1:00:10 pengaruh terhadap pengungsi yang ada di 1:00:13 Pakistan ini juga pengungsi Afghanistan 1:00:15 di Pakistan juga sangat negatif dan 1:00:18 sangat besar. Setiap hari ada deportasi 1:00:21 paksa dari Pakistan. Ee ribuan orang 1:00:25 Afghanistan dideportasikan 1:00:27 ke Afghanistan. Dan mereka ketika 1:00:29 kembali ke sana ya memang Afghanistan 1:00:32 saat ini menghadapi kemanusiaan yang 1:00:34 sangat besar apalagi ini kita baru masuk 1:00:38 di sana mulai musim dingin dan cuaca 1:00:42 mulai sangat dingin dan orang-orang ini 1:00:44 ketika kembali ke Afghanistan tidak ada 1:00:46 tempat tinggi belum ada tidak ada 1:00:49 pekerjaan tidak ada pendapatan dan 1:00:52 sangat-sangat sulit bagi mereka untuk 1:00:55 mulai hidupnya dari nol karena 1:00:57 kebanyakan pengusi di sana itu sudah 1:01:00 belasan bahkan puluhan tahun lahir di di 1:01:03 Pakistan tapi sekarang deportasi dan 1:01:06 mereka ini menjadi korban dari 1:01:09 ee apa permainan politik antara dua 1:01:11 pemerintah tersebut. 1:01:16 Deportasi besar-besaran ee berarti 1:01:18 pengungsi cukup banyak ya, apalagi 1:01:20 sampai puluhan tahun gitu ee ee Pakistan 1:01:24 selama itu gitu ya masih mau gitu ya 1:01:26 menampung. Namun sekarang konflik 1:01:28 meningkat ya mereka pun harus 1:01:30 mendeportasi dengan paksa gitu ya. 1:01:32 Betul Pak. Afghanistan kan kalau bukan 1:01:35 baru terjadi konflik di sana mulai dari 1:01:38 tahun 1975 1:01:42 sem mulai dari invasi USS atau Soviet 1:01:46 sampai 89 dan begitu mulai perang sipil 1:01:50 muncul near Taliban ini sudah hampir 1:01:53 setengah abad konflik di Afghanistan 1:01:55 dan salah satu faktor pendorong 1:01:58 terjadinya pengungsi itu adalah konflik 1:02:02 banyak orang Afghanistan Saya 1:02:03 meninggalkan negaranya untuk cari tempat 1:02:05 lebih aman ke negara lain dan salah 1:02:08 satunya itu Pakistan dan Iran. Dan 1:02:12 sekarang dua negara ini sudah hampir 1:02:17 hampir setahun sudah mulai deportasi 1:02:20 besar-besaran dan sudah bahkan kalau 1:02:22 dari Iran sudah hampir jutaan sejuta 1:02:25 dari Iran dideportasikan ke Afghanistan. 1:02:29 Dan masalah yang keduanya itu dalam 1:02:32 deportasi ini ada banyak eks militer 1:02:35 atau tentara 1:02:37 yang dulu mereka bekerja sebagai tentara 1:02:40 di militer di pemerintah sebelum Taliban 1:02:44 ini itu juga termasuk dan deportasi ke 1:02:47 Afghanistan. Tapi ketika mereka kembali 1:02:49 ke Afghanistan, bani yang jadi korban 1:02:52 dibunuh dan tidak sampai Rumania dan 1:02:56 karenaanya ya itu balas dendam dari 1:02:59 Taliban. Jadi ya masyarakat awam selalu 1:03:03 menjadi korban di ee konflik dan 1:03:06 khususnya juga dalam kasus Afghanistan, 1:03:09 Pakistan ini. 1:03:11 Hmm. Oke, selanjutnya. Oha, ini dokter 1:03:15 band belum bersambung tersambung lagi 1:03:17 gitu ya. 1:03:18 Selanjutnya kita ke ee pertanyaan dari 1:03:22 hamba Allah ini di Jakarta ya, tidak 1:03:24 menyebutkan nama. Asalamualaikum 1:03:26 warahmatullahi wabarakatuh. Saya tahu 1:03:28 Afghanistan nonton film Rambo dulu. Wah, 1:03:32 film Rambo. 1:03:34 Afghanistkan Pakistan, dua negara yang 1:03:36 begitu indah. Nah, sebenarnya cerita 1:03:39 sejarahnya apakah seperti yang 1:03:40 digambarkan dalam film? 1:03:42 Oke, bagaimana nih Pak Ayu? Pasti pernah 1:03:46 nonton kan yang ramb yang di Afghanistan 1:03:48 itu gitu ya? Eh pernah, Pak. Tapi sayang 1:03:51 dia lupa. Saya juga filmnya cukup lama, 1:03:55 Pak. Saya lupa skenarion-skenarionnya 1:03:58 di film itu seperti apa. Tapi ya 1:04:02 kurang lebih seperti itu yang ya yang 1:04:05 kalau negara di dikenal sebagai negara 1:04:07 yang indah. Ini Pakistan nama 1:04:09 Afghanistan memang indah ya. 1:04:11 Kalau ee bukan karena saya berasal dari 1:04:15 sana, tapi ini sekarang saya sudah warga 1:04:17 negara Indonesia. Tapi Afghanistan ini 1:04:21 tadi saya bilang waktu Pak Edo tanya 1:04:24 tentang Jamaluddin Afgan. Saya bilang 1:04:27 ada banyak tokoh dari sana tapi semua 1:04:30 orang hanya kenal dan tahu tentang 1:04:32 konflik. Begitu kalau dilihat dari 1:04:35 keindahan alam yang ada di Afghanistan, 1:04:38 banyak orang tidak tahu karena konflik 1:04:42 itu yang tadi Afghanistan ini sebenarnya 1:04:45 sangat-sangat indah alamnya ee belum 1:04:49 sebenarnya tersentuh seperti 1:04:51 negara-negara lain. Jadi sangat alami 1:04:54 dan belum ada perubahan apapun di sana. 1:04:57 Ee indah sekali ya. Banyak orang bilang 1:05:01 juga ini the Switzerland of EA dan 1:05:05 Kirgistan juga yang salah satu 1:05:07 tetanggania. Tapi indah indah Pakistan 1:05:10 juga begitu indah sekali tapi karena 1:05:14 konflik dan ee itu pengaruhnya sangat 1:05:17 besar terhadap ee ee negara-negara 1:05:21 nama-nama atau ee image negara-negara 1:05:25 tersebut. Jadi tidak ya kalau 1:05:27 orang-orang ingin tahu Afghanistan itu 1:05:29 seperti apa? Coba lihat tahun-an 1:05:33 60-an itu Afghanistan lebih maju 1:05:36 daripada India daripada Pakistan, 1:05:38 daripada banyak negara bukan hanya di 1:05:41 kawasan Asia Selatan, tapi di Eropa dan 1:05:44 juga bahkan sampai Asia Tenggara. Karena 1:05:47 perempuan laki-laki semuanya haknya sama 1:05:51 dan sangat aman. banyak turis 1:05:54 pendidikannya sangat maju, tapi konflik 1:05:57 ketika mulai semuanya hancur dan ee 1:06:01 berubah wajah Afghanistan sampai 1:06:03 sekarang. 1:06:05 Oke, Doter. Ben sudah terhubung lagi. 1:06:07 Kenapa putus-putus, Dok? Ada gangguan, 1:06:09 ya? 1:06:11 Gangguan, Om. 1:06:12 Gangguan, ya? 1:06:12 Gangguan. 1:06:13 Heeh. 1:06:14 beberapa pertanyaan tadi kalau komentar 1:06:16 dari dr. Band kan tadi disinggung 1:06:18 mengenai pengungsi juga ya, pengungsi 1:06:20 Afghanistan yang cukup banyak di 1:06:22 Pakistan mengalami deportase. 1:06:24 Lalu juga gambaran ee sejarahnya e 1:06:27 Afghanistan ini negara-negara yang ee 1:06:30 indah gitu ya. Tapi karena konflik ya 1:06:33 keindahan jadi orang enggak tahu gitu. 1:06:35 Tahunya cuman konflik aja. Belum lagi 1:06:37 sumber daya alam juga pasti cukup ee 1:06:39 besar gitu ya. Bagaimana, Dok? Tadi 1:06:41 beberapa pertanyaan masuk. 1:06:43 Ya kan ada ada nama Lembah SWAT itu 1:06:46 lembah SWAT itu kan diitaan tuh ada 1:06:48 orang bilang begini jangan mati dulu 1:06:50 sebelum Anda pergi ke Lembah SWAT 1:06:51 katanya tu 1:06:52 gitu ya 1:06:53 saking-saking indahnya kata tuh memang 1:06:56 memang karena tinggi itu dia Hinduus 1:06:58 tinggi-tinggi masangga tuh 1:06:59 kita ke Kasemir itu pas Kasemir itu kan 1:07:02 itu tinggi-tinggi tinggi banget tuh 1:07:03 indah banget beda aura sama Indonesia 1:07:05 beda gitu kita ke hidupnya beda aura itu 1:07:08 beda saya lebih ke aura gitu ya 1:07:10 h 1:07:10 saya lebih ke Hinduus itu punung Hinduus 1:07:12 itu indah indah sekali sungai 1:07:14 lebar-lebar bersih banget itu. 1:07:16 Hm. 1:07:17 Dan masyaallah pokoknya di Afghanistan 1:07:19 itu saya saya enggak sampai ke lembah 1:07:21 Suat ya desa cuma di perbatasan di apa 1:07:23 di Kashmir itu itu memang luar biasa 1:07:25 indah itu. Nah, makanya ee untuk turis 1:07:28 sangat kalau untuk keamanan turis sangat 1:07:30 sangat mendukung untuk untuk 1:07:32 perkembangan pariwisata ini kan bisa 1:07:34 menghidupkan segala banyak aspek 1:07:35 multiplier lah untuk ee ini untuk 1:07:38 ekonomi keumatan. Jadi memang harus ada 1:07:42 stabil dulu. Kalau stabil ya memang baru 1:07:44 ee seperti kata Pak tadi itu seperti 1:07:46 Afghanistan tahun '0-an ya 70 di mana ee 1:07:51 mengalami ekonomi yang luar biasa dan 1:07:54 kita lihat ya ee masangga ya itu di di 1:07:58 mana ya di Amerika itu banyak 1:07:59 tokoh-tokoh Afghanistan yang muncul tah 1:08:01 di Australia itu banyak Amerika yang 1:08:03 muncul. Jadi memang ee ini bangsa bangsa 1:08:07 yang kuat, bangsa yang besar sebenarnya 1:08:08 dan dia punya sejarah panjang 1:08:10 sebenarnya. Jadi karena memang karena 1:08:11 konflik seperti kata pib tadi itu yang 1:08:13 bikin mereka ni agak agak kelimpungan 1:08:16 kan apalagi dengan Iran kan. Jadi kan 1:08:18 beberapa mata-mata yang menjadi agen 1:08:21 Israel kan agen Mossat ini kan 1:08:23 pengungsi-pengungsi Afghanistan kan juga 1:08:25 sebagian diusir dari Iran. 1:08:27 Oh 1:08:28 dari dari Afghanistan dengan ekonomi 1:08:30 morat mari itu kau tambah pengungsi 1:08:32 banyak menjadi 1:08:33 ee faktor keamanan juga ee Masangga. 1:08:36 Jadi ini yang saya pikir memang ee 1:08:40 masih panjang cerita Afghanistan ini dan 1:08:43 dan kita lihat bagaimana Indonesia ya 1:08:45 ketika masa Bu Reno itu memberi bantuan 1:08:48 bantuan kemanusiaan sehingga ee ee apa 1:08:51 sehingga musim dingin ini bisa terhandle 1:08:54 ya. Kemudian gempa gempa bumi yang di 1:08:57 Herat itu kan banyak juga 1:08:58 bantuan-bantuan dari Indonesia yang 1:08:59 datang ke sana. Jadi tapi memang 1:09:01 Indonesia lebih kepada konteks 1:09:02 kemanusiaan ya. Jadi enggak ada 1:09:04 negara-negara oki ya, saya pikir negara 1:09:06 oki yang sungguh-sungguh untuk bicara 1:09:09 untuk ee apa ya untuk mengeluarkan afkan 1:09:12 ee Taliban ni dari dari apa teroris in 1:09:17 gini W sudahlah itu masa lalu sekarang 1:09:19 sudahlah ee apa e diakui dan sebagai 1:09:23 karena kayak korban itu kan bukan cuma 1:09:24 Taliban kayak korban itu kan 1:09:25 masyarakat-masyarakat kecil kan 1:09:27 kan karena kalau gajah berkelay kan 1:09:29 korban selalu pelanduk memang ini yang 1:09:31 terjadi hari ini seperti itu. Tapi kalau 1:09:33 oki misalnya secara sungguh-sungguh 1:09:35 untuk minta Dewan Keamanan PBB ya untuk 1:09:37 bisa ee apa ya mengakui Taliban sebagai 1:09:41 entitas sebuah negara dengan persyaratan 1:09:44 dan persesyaratan ini pun memang harus 1:09:45 ada pendekatan juga untuk Taliban untuk 1:09:47 bisa memahami keinginan internasional 1:09:48 kan. Misalnya contoh ee sekolah masalah 1:09:51 perempuan ya perempuan apa masalahnya. 1:09:54 Kemudian kalaupun misalnya ada ada sudut 1:09:56 pandang yang berbeda, contoh begini ya, 1:09:58 misalnya internasional mengatakan bahwa 1:09:59 perempuan dikungkung di sana dikungkung, 1:10:01 tapi banyak kelompok yang mengatakan 1:10:03 bahwa enggak seperti itu. Nah, oleh 1:10:05 sebab itu harus ada tim internasional 1:10:07 dari PBB yang diungkapkan Islam untuk 1:10:09 melihat secara real dengan langsung 1:10:11 dengan melihat dengan di insight lah 1:10:14 melihat setempat untuk melihat bahwa 1:10:17 apakah benar Taliban memperlakukan 1:10:18 perempuan itu diskriminatif soal 1:10:21 pendidikan misalnya soalnya ekonomi dan 1:10:22 sebagainya. ini ini perlu ada tim 1:10:24 sehingga tim ini yang melaporkan kepada 1:10:26 dewan keamanan atau BBB untuk mengatakan 1:10:29 bahwa tujuan selama ini enggak benar 1:10:30 atau benar atau bagaimana. Jadi ini 1:10:32 harus diselesaikan korban selalu raya 1:10:34 kecil masangga 1:10:35 kalau masyarakat yang korban gitu. Kalau 1:10:37 misalnya petinggi-petinggi Taliban 1:10:39 mereka itu kan angkatan tengah-tengah 1:10:41 aja kan enggak ada enggak ada rusa 1:10:43 mereka mau dibaikot mau diapain mereka 1:10:45 tetap eksis kan tapi masyarakat bawah. 1:10:47 Nah, tapi ini ini kesirusan oki ya 1:10:49 sebagai sebagai negara Islam yang punya 1:10:51 hubungan-hubungan ee ideologis ya yang 1:10:53 harus running untuk mencari terobosan 1:10:56 ya. Terobosan memang tidak tidak 1:10:57 menggembirakan tapi harus dilakukan 1:10:59 sehingga ee masyarakat ee Afghanistan 1:11:01 bisa hidup lebih damai. Seperti itu, 1:11:03 Mas. 1:11:04 Baik. 1:11:06 Ee menyebut oki, PBB juga negara-negara 1:11:09 yang harusnya berperan gitu ya dalam 1:11:11 proses perdamaian ee Afghanistan versus 1:11:14 ee Pakistan. 1:11:16 Saya ini jadi googling ternyata ada info 1:11:19 di tahun 2018 Indonesia bertempat di 1:11:23 Bogor. Ini jadi tuan rumah pertemuan 1:11:26 ulama trilateral Indonesia, Pakistan, ee 1:11:30 Afghanistan. Banyak yang dibahas yang 1:11:32 pasti tujuan utamanya meredakan konflik 1:11:35 antara Afghanistan dan ee Pakistan. 1:11:37 Kalau dari sisi ee strategi 1:11:39 internasional, Pak Ayub, peran-peran 1:11:42 negara tetangga 1:11:45 ataupun negara ee negara-negara yang 1:11:47 dalam satu wadah oki misalkan gitu ya, 1:11:50 terhadap konflik ini apakah memang ada 1:11:53 langkah-langkah nyata gitu? Apakah 1:11:55 memang tidak ada ee bantuan real sama 1:11:58 sekali? 1:12:01 ee kalau 2018 ee 1:12:07 seingat saya itu ada ee dari Taliban 1:12:11 juga yang datang ke Indonesia untuk 1:12:14 bertemu dengan Pak Yusuf Kala kalau saya 1:12:17 tidak salah 1:12:18 tapi seingat waktu itu 1:12:20 tapi ya itu tadi ee Pak Pak Ben juga 1:12:25 sampaikan ya peran Oki ini sebenarnya 1:12:29 besar 1:12:30 Tapi siapa anggotanya ya mereka bisa 1:12:32 advokasi. 1:12:34 Misalnya Indonesia salah satu negara 1:12:36 yang terkenal dalam bantuan 1:12:38 kemanusiaannya di dunia dan kita punya 1:12:41 budaya gotong-royong. 1:12:44 Ini bisa ee apa sebenarnya Indonesia 1:12:47 tidak ada kepentingan keamanan atau 1:12:50 kepentingan khususnya kepentingan di 1:12:52 bawah itu dengan ada tapi bisa 1:12:55 menggunakan soft power-nya. soft 1:12:58 powernya apa? bantuan kemanusiaan 1:13:01 juga bisa dari sisi pendidikan misalnya 1:13:05 bawa dari sana ee ontopil kuliah di 1:13:10 Indonesia atau mung Indonesia kan 1:13:13 terkenal salah satu negara demokrasi 1:13:16 nomor tig nomor tiga atau empat di dunia 1:13:20 ee Islam moderatnya melalui organisasi 1:13:24 besar yang ada di sini NU dan 1:13:27 Muhammadiyah bagaimana bisa masuk dalam 1:13:30 negosiasi langsung dengan Taliban. Kalau 1:13:33 kita tinggalkan konflik antara Pakistan, 1:13:36 Indo Pakistan dan Afghanistan yang 1:13:38 diistik 1:13:41 Taliban ini Indonesia ini termasuk oki 1:13:44 organisasi ee Islam ini juga punya peran 1:13:48 tapi belum ada secara niatan. pernah ada 1:13:51 beberapa anggota yang bertemu dengan 1:13:53 pemimpin Taliban di Kaun, tapi pertemuan 1:13:57 itu juga mereka tidak terlalu peduli 1:14:00 atau mengambil isu-isu yang tadi Pak Ben 1:14:03 bilang, apakah ee yang kita dengar di 1:14:05 media itu benar terjadi terhadap 1:14:08 perempuan? Lebih parah dari itu. Lebih 1:14:11 parah karena barusan ini du hari satu 1:14:13 hari yang lalu saya baca di BBC walaupun 1:14:16 keluarga saya tidak ada di sana, tinggal 1:14:19 di sana semua. di negara lain. Tapi 1:14:22 sekarang kalau perempuan mau keluar ee 1:14:26 atau mau ke dokter kalau sakit. 1:14:31 Satu lagi yang saya baru ingat ee gempa 1:14:34 yang terjadi di Provinsi Konar yang 1:14:37 perbatasan dengan dekat dengan Pakistan. 1:14:40 Bantuan yang kering ke orang-orang yang 1:14:43 terdampak dari gempa tersebut. 1:14:46 Ini yang halal yang sangat lucu dan 1:14:49 sangat sibuk. Mereka utamakan dua. Yang 1:14:52 pertama laki-laki, yang kedua 1:14:55 hewan-hewan yang ada di sana dan 1:14:59 lupakan perempuan di ekonomi. Itu saya 1:15:01 bukan katakan ini, tapi saya baca salah 1:15:04 satu ee politisi dari Pakistan namanya 1:15:08 Muhammad Husain. Saya lupa nama 1:15:10 lengkapnya. Perempuan di sana 1:15:12 benar-benar korban utama dari konflik 1:15:16 dan khususnya dari pemerintah 1:15:19 sangat baik. Tidak ada peranian 1:15:21 pendidikan itu bukan sampai kelas 6. 1:15:24 Setelah itu perempuan harus di rumah 1:15:26 kerja tidak boleh apalagi 50 tahun 1:15:28 kurang lagi 50 tahun ini konflik banyak 1:15:31 perempuan di sana kehilangan suaminya 1:15:34 yang menafkahi keluarganya itu pasti 1:15:37 perempuan tersebut atau anak-anak 1:15:39 kecilnya mereka. Jadi bagaimana dengan 1:15:42 mereka ya? Ee dan ada raporter special 1:15:47 info atau rapor dari PBB di Afghanistan 1:15:51 namanya Richard Pen yang setiap 6 bulan 1:15:54 mengeluarkan 1:15:56 temuan-temuan ee pelanggaran asasi 1:15:59 manusia yang terjadi di sana. Tapi belum 1:16:01 sayangnya enggak atau belum ada langkah 1:16:04 dari PBB maupun organisasi atau 1:16:07 negara-negara lain yang ada di ee 1:16:11 negara-negara tetangga atau 1:16:12 negara-negara lain 1:16:15 itu ya termasuk Indonesia Pak Ayub ya. 1:16:19 ee Indonesia itu lebih ee kalau kalau 1:16:23 menurut saya ya lebih fokusnya pada 1:16:25 bantuan kemanusiaan 1:16:27 daripada rekognisi pemerintahan Taliban. 1:16:31 Karena untuk mengakui pemerintah Taliban 1:16:34 ada banyak konsekuensinya. Jadi negara 1:16:36 harus sangat berhati-hati untuk mengakui 1:16:39 pemerintah Taliban tapi bisa memberikan 1:16:42 bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di 1:16:45 sana. bukan melalui pemerintahannya tapi 1:16:48 melalui organisasi dan pemerintahan yang 1:16:50 masih aktif di sana. 1:16:52 Hm. 1:16:53 Kalau dari pengalaman dokter band misi 1:16:57 misi kemanusiaan gitu ya ke Afghanistan. 1:17:00 Kalau sekarang itu paling membedakan 1:17:03 apa, Dok, dengan kondisi sekarang nih 1:17:05 gitu ya. 1:17:06 Enggak. Sebenarnya gini, Mas. Saya, 1:17:08 Kakak. 1:17:08 Ee pengalaman pengalaman ee kami waktu 1:17:10 di Afghanistan ini bahwa ada seperti 1:17:13 kata Pak Ayub, ada kekhawatiran dari 1:17:15 pihak ee apa ya KBRI kita ee kita ini 1:17:20 berkomunikasi ataupun berhubungan 1:17:23 ataupun keamanan dengan pihak Taliban 1:17:25 takut ya. Jadi mereka tu sangat sangat 1:17:27 sangat khawatir kalau misalnya ada ada 1:17:30 apa ya ada kontak dengan pihak-pi 1:17:31 Taliban. Maka seperti awal saya katakan 1:17:33 tadi itu e Masga memang memang ada 1:17:35 persoalan persoalan itu memang ada 1:17:37 persoalan enggak mungkin enggak enggak 1:17:39 ada persoalan kan. Jadi sebenarnya 1:17:40 persoalan ini kan ee 1:17:43 saya saya agak mungkin saya agak berbeda 1:17:45 dengan Pak Ayub ya. Jadi ada persoalan 1:17:48 persoalan kan harus harus di di 1:17:50 diselesaikan ya. Maka memang tim yang 1:17:53 harus dikirim ini memang harus dari dari 1:17:57 negara-negara oki ya. Kalau Barat ini 1:17:58 kan dari awalnya kan bisa jadi mereka 1:18:00 sudah antipati antipati dengan dengan 1:18:02 betaalban. Tapi kalau oki ini kan ee 1:18:06 agak relatif ada ada diskusilah di situ 1:18:09 ya. Apakah ini Indonesia yang turun 1:18:11 kemudian ee apa ya kata Saudi Arabia 1:18:15 atau Malaysia yang turun ya meil Asia 1:18:17 Tenggara mungkin kalau negara-negara 1:18:19 yang moderat turun ee kemudian bisa 1:18:22 melihat langsung kemudian bisa 1:18:24 melaporkan misalnya ke PBB itu relatif 1:18:28 lebih bisa diterima ya. Tapi kalau 1:18:30 misalnya Barat ini kan dari awal ini 1:18:33 yang satu tidak respek, yang satu juga 1:18:36 tidak respek gitu. Jadi memang ada bias 1:18:38 ya, bisa jadi ada bias walaupun ada 1:18:40 benar juga bisa jadi ada bias. Jadi jadi 1:18:43 ini menurut saya ee masangga ee memang 1:18:46 Indonesia dalam konteks ini harus bisa 1:18:48 memainkan peran yang lebih apa ya lebih 1:18:51 signifikan lah ya lebih signifikan untuk 1:18:53 bisa ee menyelesaikan masalah konflik di 1:18:56 Afghanistan dengan di Pakistan. Kalau 1:18:57 dulu memang ulama yang diturunkan karena 1:18:59 ulama punya pengaruh, sekarang juga 1:19:01 ulama juga dari kedua belah pihak ee 1:19:03 untuk bisa menyisakan konflik ini. Jadi, 1:19:07 jadi kita kasihan ya, kasihan melihat ee 1:19:10 Afghanistan ini sehingga mereka tidak 1:19:13 mampu ya untuk bisa ee memerintah ya 1:19:16 secara mandiri karena 1:19:17 persoalan-persoalan internal yang sangat 1:19:19 rumit sekali ya yang terjadi di sono. 1:19:26 Baik, Dr. dan juga Pak Ayub. Ini kita 1:19:29 sudah dibatasi oleh waktu ya, sudah 1:19:30 21.30 ini nih menunjukkan waktu. Kita 1:19:34 sudah di sesi terakhir. Ee saya akan ke 1:19:38 eh closing statement ya untuk sesi 1:19:41 penutup kita. Saya akan ke Pak Ayub 1:19:44 terlebih dahulu. Closing statement 1:19:47 penutup apa yang ingin disampaikan oleh 1:19:49 Pak Aub dari topik yang kita bahas di 1:19:51 malam hari ini 1:19:52 ya. Baik terima kasih Pak Angga. ee 1:19:55 topik kita konflik Taliban Pakistan. Teg 1:19:59 ketegangan ini akan terus ada selama 1:20:02 Taliban tidak menindah TTP dan Pakistan 1:20:06 terus menekan isu keaman itu pasti akan 1:20:10 tapi mereka juga saling bergantung 1:20:13 seperti yang tadi saya bilang secara 1:20:15 ekonomi, etnis dan geograf atau geograf 1:20:19 sehingga hubungan 1:20:22 putus total sangat kecil kemungkinannya. 1:20:27 Jadi hubungan antara dua negara ini akan 1:20:31 tetap berlangsung. Ee 1:20:34 konfliknya juga ee bisa selesai dengan 1:20:39 ee kalau ada ee Taliban tetap melakukan 1:20:43 apa yang Pakistan sekarang ingin dari 1:20:45 mereka. Itu dari saya, Pak ee untuk 1:20:48 sebagai clos. 1:20:53 Baik. Dari Dr. Bendok. bagaimana 1:20:56 penutupnya. 1:20:57 Ya, ini kan ee menarik menarik yang 1:20:59 diskusi kita malam hari ini kan menjadi 1:21:01 pendengar bisa paham akan masalah yang 1:21:04 terjadi di dua negara ini dan ee kita 1:21:07 yakin bahwa ee proses ini harus berjalan 1:21:11 walaupun agak lambat ya, agak lambat 1:21:13 proses untuk perdamaian tapi saya yakin 1:21:15 bahwa ee enggak ada hujan yang enggak 1:21:18 berhenti gitu loh. Ini saya saya yakin 1:21:20 bahwa satu ketika ini semua akan ee akan 1:21:23 selesai dengan baik. tinggal waktu yang 1:21:25 yang akan menentukan itu karena semakin 1:21:28 lama orang semakin matang ya semakin 1:21:30 matang dan dan orang akan melihat bahwa 1:21:32 konflik berkepanjangan ini tidak akan 1:21:34 ada yang diuntungkan gitu kedua belah 1:21:36 pihak. Jadi ee saya pikir kedua belah 1:21:40 pihak ini harus harus merasakan bahwa 1:21:42 Pakistan merasakan dia sebagai abang ya 1:21:44 abang senior gitu kan menganggap ee 1:21:46 Taliban dianggap junior yang mungkin 1:21:48 dengan perjalanan waktu perjana waktu 1:21:50 mungkin ee akan Pakistan akan 1:21:52 mendudukkan Afghanistan equal eh ini dua 1:21:56 entitas negara yang harus saling 1:21:57 menghormati kedaulatan nasional 1:21:59 masing-masing. Saya pikir itu, Mas 1:22:00 Angga. 1:22:04 Baik, Dr. Ben dan juga Dr. Muhammad Ayub 1:22:09 Mirdad, narasumber tamu kita di malam 1:22:11 hari ini. Terima kasih banyak sudah 1:22:13 bergabung bersama kami dalam acara buka 1:22:15 mata, buka telinga. Dan juga dr. Ben 1:22:18 terima kasih banyak dari semua urusannya 1:22:20 dan juga Ikhwan Ahot terima kasih banyak 1:22:22 atas kebersamaan Anda. Semoga apa yang 1:22:25 kami bahas di malam hari ini bermanfaat. 1:22:27 Kami undur diri. Billahi taufik wal 1:22:30 hidayah. Subhanakallahumma wabihamdika 1:22:32 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 1:22:34 wa atubu ilaik. Asalamualaikum 1:22:36 warahmatullahi wabarakatuh.