Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:10 Brazil [musik] 0:22 [musik] 0:29 [musik] 0:36 [musik] 0:43 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:45 warahmatullahi wabarakatuh. 0:47 Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu 0:49 wasalamu ala sayyidina Muhammad waa 0:51 alihi wasbihi ajmain. Rbi zidni ilma 0:54 allahumfani bima alamtani waimni mafuni 0:57 warzuqni ilman yangfoni. Dipancarkan 1:00 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 1:02 Kalimanggis Cibubur Bekasi. Radio 1:04 Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam 1:07 yang satu. Ikhwan akhwat yang dirahmati 1:09 Allah Subhanahu wa taala. Apa kabar Anda 1:11 di pagi menuju siang hari ini? Senang 1:13 sekali saya Angga Aminudin ditemani oleh 1:16 Algi di meja operator. Ondi di kameramen 1:18 dapat kembali menyapa Anda di mana saja 1:21 Anda berada. Yang dapat menyamak siaran 1:23 kami di Sukabumi melalui Radio Latanza, 1:26 di Batam melalui Radio Sela FM atau di 1:30 Banyuwangi melalui radio Suara 1:33 Habibullah dan juga di Temanggung ya 1:36 melalui Radio Angkasa 7 atau Anda yang 1:38 dapat menyimak kami melalui siaran 1:40 streaming di aplikasi Rasil Network. 1:44 Anda bisa download saja ya di Play Store 1:46 sudah bisa Anda download dan Anda bisa 1:48 menyimak siaran-siaran Rasil ee melalui 1:51 streaming juga. Di situ ada menu-menu 1:54 Al-Qur'an, hadis gitu ya. Jadi Anda bisa 1:56 coba. Dan alhamdulillah ikhwan akhwat, 1:59 kami hadir dalam acara kajian ekonomi 2:03 Islam siaran live bersama narasumber 2:05 kita yang alhamdulillah beliau telah 2:08 hadir di studio Ustaz Ihwan Basri. 2:11 Asalamualaikum warahmatullahi 2:12 wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam 2:14 warahmatullahi wabarakatuh. 2:16 Bagaimana Pak Ustaz? Sehat ya? 2:17 Alhamdulillah sehat walafiat. 2:19 Sehat walafiat 2:20 insyaallah. 2:21 Jadi kalau di ee hari-harinya itu, Ustaz 2:25 kesibukannya apa nih sekarang, Pak 2:26 Ustaz? 2:27 Ee sekarang lagi libur ya karena he 2:30 kita 2:31 selesai UAS 2:33 H 2:33 ujian akhir semester untuk pasca 2:35 sarjana. 2:35 Iya. Nah, jadi sampai hari ini kita 2:38 masih 2:40 mengoreksi 2:41 mengoreksi nilai 2:42 nilai mahasiswa 2:44 sudah selesai sebetulnya sudah kita 2:45 serahkan jadi kita rehat hari-hari ini. 2:48 Iya. Jadi kesibukan kampusnya rehat 2:50 dulu. 2:52 Tapi tentu saja di tengah-tengah 2:53 kesibukan itu juga terus memantau nih 2:56 Pak Ustaz ya perkembangan isu-isu 2:58 ekonomi. 2:59 Benar sekali. Tiap hari saya memantau 3:01 karena pekerjaan saya di antaranya yang 3:04 di luar kampus itu 3:05 ee mendatangi orang-orang fuqara wal 3:08 masakin. 3:08 Oh 3:09 yang kita data bagaimana perkembangannya 3:11 sesudah mereka 3:13 kita berikan pelatihan untuk pembiayaan. 3:15 Hm. 3:16 Mulai dari paling dasar itu lantainya 3:20 belum 3:22 tegel ya. Jangan keramik tegel ya. 3:24 Iya. 3:25 Lantainya dari tanah. 3:27 Hm. 3:27 Iya. tempat masuknya dari pawon yang 3:30 dari tanah itu bukan dari gas ya. 3:32 Itu kita pantau dari yang paling rendah 3:35 sampai mereka ee kemakmurannya meningkat 3:39 sehingga mampu membuat lantai dari tegel 3:43 gitu ya. 3:44 Kemudian bisa gas sekarang ya. Berarti 3:47 sampai Pak Ustaz tahu dong ya data-data 3:49 e sebenarnya kondisi masyarakat ini ee 3:51 dari mulai ee 3:54 kesejahteraannya. 3:55 Iya. 3:56 Masyarakat miskin 3:56 itu hari-hari makanan saya sebetulnya. 3:58 Masyarakat kayanya. 3:59 Heeh. Dan di seluruh Indonesia 4:00 ini bertambah apa bagian apa, Ustaz? 4:02 Ee kalau yang kita tangani itu 4:04 meningkat. 4:04 Meningkat ya. 4:05 Meningkat. 4:05 Hm. Jadi pelebaran jurang ee ketimpangan 4:09 ini sekarang makin besar. 4:10 Iya. ee itu yang tinggi di atas medal 4:14 income itu tinggi dan mereka kayaknya 4:17 eksponensial kecepatannya. 4:20 Kalau yang kita tangani ini 4:22 aritmetika kecamatannya ya. Pelan 4:24 banget. Setahun baru bisa inilah baru 4:29 bisa membuat lantai dari tegel ya. Tapi 4:34 paulnya masih kayu bakar. Iya kan? Cuma 4:37 setelah 3 tahun empat kali cycle itu 4:39 sudah sudah berubah itu dari gas gitu 4:42 ya. 4:44 Kita langsung ke tempat-tempat yang jauh 4:46 banget ya yang di perosok sekali. 4:48 Iya. Apakah ada perbedaan besar Pak 4:50 Ustaz antara di desa di kota? 4:52 Oh sangat sangat. Kalau di desa itu kan 4:55 sumber daya kan sebetulnya lebih bisa 4:57 kita pakai ya. Misalkan orang itu enggak 5:00 beli kompor atau enggak beli kompor gas 5:04 gitu, dia bisa menggunakan kayu bakar. 5:06 He. 5:07 Tinggal dia cari aja di ladang-ladang 5:10 itu kan. I 5:11 tapi kalau di kota kan enggak mungkin. 5:13 Bagaimana dia akan cari kaki bakar. 5:15 Iya. Ada apa namanya nuansa yang beda 5:19 emang kalau di kota ya 5:20 masyarakat-masyarakat yang 5:22 tetap tapi dari sisi ketimpangan sama. 5:24 Ketimpangannya sama. Hm. Karena ya hasil 5:29 dari sistem yang sama gitu ya, hasil 5:31 dari sistem yang sama. Dan Iwan akhwat, 5:33 kenapa pembuka saya tadi ee menanyakan 5:36 data mengenai ee ketimpangan yang makin 5:38 tinggi di negeri ini? Karena topik yang 5:40 kita akan bahas di ekonomi Islam kali 5:43 ini masih ada hubungannya dengan topik 5:47 di pekan lalu ya. Kita akan bahas 5:49 mengenai ketimbangan ekonomi versus 5:51 ekonomi Islam. Nanti ada data-data 5:53 sebenarnya ee apakah ketimpangan ini 5:57 memang 5:58 istilahnya sudah menjadi hukum alam ya. 6:01 Ketimbangan itu akan ada kalau 6:04 kapitalismenya 6:05 dipakai atau kalau kapitalismenya meraja 6:08 lela gitu ya. Atau bisa saya tanda 6:11 kurung berarti Pak Useda ketimpangan 6:12 ekonomi dalam kurung kapitalis versus 6:14 ekonomi Islam bisa jadi begitu. Nah, ini 6:17 akan kita bahas ikhwan akhwat ya, juga 6:19 melihat bagaimana kondisi di ee 6:22 Indonesia ya ketimpangan itu makin ee 6:24 lebar, di mana penguasa dan juga di mana 6:28 ee perbaikan sistem yang harus kita 6:30 sorot. Anda juga bisa bergabung bersama 6:33 Kemi Ikhwan Ahwat. Silakan sampaikan 6:34 pertanyaan ataupun komentarnya mengenai 6:36 topik yang kita bahas ke nomor WhatsApp 6:37 Rasil di 0811999720. 6:43 Baik, Pak Ustaz. Mulai ee kajian kita 6:45 mengenai ketimpangan ekonomi versus 6:48 ekonomi Islam. Bagaimana, Pak Ustaz 6:50 memulai dari diskusi ini? 6:52 Terima kasih, Mas Angga. Asalamualaikum 6:55 warahmatullahi wabarakatuh. 6:57 Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu 6:59 wasalamu ala asrofil iya wal mursalin. 7:03 Sayyidina wa maulana wa Nabi Muhammadin 7:06 wa ala alihi wa ashabihi ajmain. Amma 7:08 ba'du. Para pemirsa Rasil TV dan para 7:12 pendengar Radio Silaturahim yang 7:14 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 7:16 Alhamdulillah kita bersyukur ke hadirat 7:18 Allah Subhanahu wa taala atas segala 7:21 curahan rahmatnya kepada kita sehingga 7:24 pada hari ini kita saya dan Mas Angga 7:27 dan teman-teman ee di studio Rasil TV 7:32 dan Radio Silaturahim ini ee bisa 7:36 melaksanakan siaran live ya 3 minggu 7:40 berturut-turut. Alhamdulillah ya. Dan 7:43 itu suatu hal yang pertut kita syukuri 7:45 karena seringkiali kita ini tiba-tiba 7:49 ada hal yang membuat kita melaksanakan 7:52 siaran ulang atau siaran tunda. Dan 7:55 alhamdulillah pada pagi hari ini kita 7:58 masih memberikan siaran yang terkait 8:01 dengan yang kita siarkan pada minggu 8:04 yang lalu ya, terkait dengan ee apa 8:07 namanya ketimpangan atau inequality di 8:11 dalam ekonomi. Dalam ekonomi sebetulnya 8:14 apa namanya? 8:16 inequality atau ketimpangan ekonomi ini 8:20 tidak harus nah tidak selalu atau tidak 8:24 melulu dihubungkan dengan ekonomi yang 8:27 sedang kita miliki atau yang sedang 8:28 berjalan di negeri kita. Tapi sebetulnya 8:33 lebih kepada kelemahan utama sistem 8:36 kapitalisme itu sehingga pada saat ini 8:41 kapitalisme ini boleh dikatakan 8:44 nyaris ya. 8:46 mengelilingi bukan mengelilingi ya sudah 8:49 mengangkangi dunia ya dari ee apa 8:54 namanya perusahaan-perusan teknologi 8:57 pendapatannya revenue-nya itu jauh lebih 9:00 tinggi daripada sebuah negara dan kalau 9:03 ada sebuah negara yang memiliki beberapa 9:06 industri teknologi terutama di 9:09 semikonduktor atau kemudian IT 9:13 dan yang terkait Dengan itu maka bisa 9:17 kita pastikan bahwa 9:20 ee ketimpangan ekonomi itu sangat luar 9:22 biasa. Sedemikian luar biasanya sehingga 9:27 nyaris tidak ada yang bisa intervensi 9:31 ya. Kayak di Amerika itu ada Google, ada 9:34 Amazon, ada Apple, ada 9:37 Nvidia, ada macam-macam ya. itu kalau 9:41 dikumpulkan jadi satu Microsoft misalnya 9:45 ditambah Microsoft dengan macam-macam 9:47 itu sudah lebih dari separuh 9:52 pendapatan dunia ya dan 9:56 hampir-hampir tidak ada yang bisa 9:58 mengalahkan bahkan negara se setingkat 10:02 Amerika saja itu harus didikti 10:05 harus mengikuti kehendaknya. 10:08 Kalau Amerika saja harus mengikuti 10:09 kehendaknya, apalagi negara Indonesia 10:12 ya, negara-negara yang lain itu tidak 10:15 berdaya ya. 10:19 Nah, kalau di 10:22 apa namanya dalam konteks Indonesia yang 10:24 kita bicarakan biasanya kalau ada ee 10:28 sesi katakanlah inequality atau 10:32 ketimbangan sosial itu ya di mukadimah 10:34 tadi berapa banyak kemiskinan yang sudah 10:38 dientaskan 10:40 oleh program pemerintah dan sisanya 10:42 berapa persen dan berapa persen dari 10:47 warga Indonesia yang menguasai di atas 10:49 50% kekayaan nasional. Ya gitu ya. Itu 10:53 juga suatu masalah yang konsern bagi 10:56 kita semuanya. Karena 10:59 ee kapitalis yang begitu besar 11:03 modalnya itu bisa saja mendikti negara 11:08 ya dalam banyak kasus. Bukan hanya 11:10 mendikti negara bahkan menjadikan proyek 11:13 dia itu menjadi proyek negara. H 11:16 negara itu disendera seolah-olah harus 11:18 tunduk dengan kemauannya. Banyak contoh 11:21 di Indonesia enggak usah sebutkan satu 11:23 persatu yang awalnya itu didemo 11:27 diberontak oleh banyak warga eh 11:30 tiba-tiba kompromi ya 11:33 negara itu jadi kompromi. Karena ini 11:35 terlalu blas too big to fail. Artinya 11:39 kalau digagalkan proyek ini 11:42 negara rugi, semuanya rugi 11:45 karena skalanya besar sekali. [berdehem] 11:48 Nah, akhirnya negara kompromi. 11:50 Mereka kompromi dan apa nam pengusiran 11:55 orang yang tinggal di situ jadi legal. 11:58 Tidak lagi dianggap suatu pelanggaran 11:59 HAM, tidak lagi dilanggap suatu 12:02 pelanggaran ee kriminal atau apa, 12:04 enggak. semua sudah kompromi dan terlalu 12:07 banyak di negara kita ini contoh seperti 12:09 itu. Nah, jadi kalau kita ee apa 12:13 namanya? Kita ambil pelajaran secara 12:16 umum, apakah kapitalisme itu seperti ini 12:19 beringasnya begitu ya. Ya, memang begitu 12:22 ya. 12:24 Kalau melihat yang kasus di Indonesia, 12:27 proyek perusahaan pribadi seseorang yang 12:30 kaya, akhirnya dianggap sebagai proyek 12:32 rasional dan akhirnya orang-orang yang 12:35 tadinya itu penduduk setempat terpaksa 12:37 diusir entah ke mana tidak mendapatkan 12:39 hak-hak mereka sebagai warga negara. 12:43 Nah, kalau di Amerika sudah kayak gini 12:45 ya, bagaimana 12:47 Google itu bisa dilawan? bagaimana 12:49 misalkan ee Microsoft hampir semua orang 12:53 di dunia ini butuh ya yang namanya 12:56 software Microsoft ya. Sehingga kalau 12:59 umpamanya satu kopi daripada soft apa 13:03 itu software Microsoft satu 13:05 dan dijual 300 atau Rp5.000 saja di 13:10 Indonesia itu maka penduduk Indonesia 13:12 yang beli itu ya sejumlah penduduk 13:14 Indonesia ini yang beli. 13:15 Iya. 13:15 Iya kan? karena perlu untuk pendidikan 13:18 segala macam. Kemudian seluruh dunia 13:20 beli kalau penduduknya ini sekitar 5 13:22 miliar misalnya 5 miliar itu beli. He. 13:24 Nah, bisa kita bayangkan bagaimana 13:27 kekayaan yang muncul dari Microsoft 13:30 karena ada aplikasi seperti itu ya. Ya, 13:33 bisa kita bayangkan. Karena itu tidak 13:34 heran apabila Bill Kat menjadi orang 13:37 yang ee terkaya di dunia sudah 13:39 berpuluh-puluh tahun sejak usia masih 13:42 sebelum 30 tahun. Iya. 13:45 Iya. Dan yang contoh itu akhirnya banyak 13:48 seperti misalkan perusahaan-perusahaan 13:50 apa namanya kayak Amazon gitu kan, 13:53 kemudian Google, kemudian yang apa 13:57 namanya yang semi konduktornya kayak 13:59 misalkan Nvidia, ee apel dan lain 14:02 sebagainya. Wallahualam. Banyak banget 14:04 ini. Nah, yang kita yang kita apa 14:08 namanya? yang kita 14:10 ee lihat itu bukan kesuksesan mereka ya. 14:14 Mereka ini sukses berhasil untuk ee 14:17 menjadi orang yang paling kaya di dunia. 14:19 1 2 3 4 rankingnya misalnya. Jelas itu 14:22 dari aspek itu iya mereka sukses. Tapi 14:26 yang kita lihat adalah apakah dengan 14:29 ke kekayaan yang begitu melimpah tak 14:32 terbayangkan dalam pikiran kita lantas 14:35 penduduk dunia ini menjadi lebih secara 14:37 sejahtera yang dipikirkan oleh ekonomi 14:40 itu itu 14:40 ya 14:41 karena ekonomi itu berpikir tentang 14:43 bagaimana 14:44 memanfaatkan sumber daya yang tersedia 14:46 di bumi ini untuk kesejahteraan bersama 14:49 bukan untuk sebagian orang ya kalau 14:52 untuk sebagian orang itu itu bukan 14:55 ekonomi. 14:56 Ya, mungkin ekonomi kapitalis begitu 14:58 karena mereka berpikiran bahwa apabila 15:00 ada orang kaya maka orang lain juga 15:02 turut kaya. Turut kaya tapi segelintir 15:04 saja enggak semua orang. Iya. 15:07 Karena itu pada 15:09 pada kenyataannya adalah bahwa semua 15:12 negara-negara yang ikut kapitalis dari 15:14 abad ke-18 sampai sekarang ini itu 15:18 kekayaan mereka sendiri sudah habis. 15:21 Eropa itu sudah habis, sudah dibeblit ee 15:24 sudah dikeruk sedemikian rupa untuk 15:28 kesejahteraan mereka. Kemudian setelah 15:31 mereka sudah tidak punya sumber daya 15:33 alam, mereka lari ke Asia, mereka lari 15:36 ke Afrika, mereka lari ke Asia ke 15:40 Amerika Latin ya untuk menguruk sumber 15:42 daya mereka. itu 15:44 sama dengan praktik kolonialisme 15:46 sebetulnya karena kolonialisme itu 15:47 bagian daripada kapitalisme. Ya, itu. 15:50 Jadi 15:52 dalam sejarahnya tidak ada contoh 15:55 bagaimana sebuah sistem ekonomi 15:58 kapitalis itu bisa membuat pemerataan 16:03 atau distribusi pendapatan dari negara 16:06 yang mempraktikkan kapitalisme itu 16:08 merata ya. Sangat jomplang ya. Apalagi 16:11 sekarang ini kalau di Amerika sudah 16:13 jomplang banget ya. 16:15 Jadi kita tidak bisa contoh atau tidak 16:17 bisa kita buat contoh Amerika Serikat 16:20 yang merupakan komandan daripada 16:22 kapitalisme itu dalam bidang ee yang 16:25 baik kalau misalkan distribusi 16:27 pendapatan enggak bisa ya 16:30 karena itu sangat timpang sekali. Bahkan 16:33 walaupun 16:34 pendapatan orang Amerika itu naik, 16:37 setiap tahun itu naik ya, maka sekarang 16:39 itu pendapatan per kapita orang Amerika 16:42 rata-rata per kapitanya itu sekitar 80 16:45 sampai 90.000 dolar ya. Tapi uang itu 16:49 saja tidak cukup untuk 16:53 membiayai cost ya. 16:56 H 16:57 sebagian ya. Cos bukan kos maksudnya apa 17:01 ya? Nah, kos-kosan gitu loh. Sewa rumah. 17:03 Sewa rumah. 17:03 Sewa rumah. 17:04 Sewa rumah. 17:04 Maka banyak sekali orang Amerika itu 17:07 yang sebetulnya bukan pengangguran. 17:10 Status mereka bukan pengangguran, tetap 17:12 pekerja di sektor formal. Namun 17:16 pendapatan mereka yang tinggi itu 17:18 ternyata tidak bisa dipakai untuk sewa 17:20 rumah bulanan. Jangankan sewa rumah, 17:23 sewa portion ya kamar saja itu ada yang 17:27 tidak cukup. Dan itu sebabnya maka 17:29 sekarang-sekarang ini orang-orang 17:31 Amerika tuh banyak yang sekali ee 17:34 tunawisma. Bukan karena mereka itu 17:36 pengangguran, tetapi karena mereka itu 17:39 pendapatannya tidak mencukupi untuk 17:42 menyewa rumah. Mereka masih punya mobil, 17:44 mereka bisa hidup di atas mobil itu 17:47 siang malam. Ya, kalau memang mereka mau 17:50 buang hajat, ya mereka cari toilet yang 17:52 umum gitu ya. 17:54 seperti itu. Jadi kalau dibilang 17:56 pendapatan warga negara Amerika itu 17:58 enggak tinggi, tinggi salah ya, karena 18:00 mereka itu gajinya tinggi ya. Tapi 18:03 ongkos hidup ya, cost of living di sana 18:06 itu jauh lebih tinggi. Sembako mahal, 18:09 ongkos untuk sewa rumah mahal, ongkos 18:12 untuk sewa apartemen mahal sehingga 18:15 mereka itu terpaksa hidup di atas mobil, 18:17 di atas parkir ya mungkin di jalan-jalan 18:20 ya. Dan itu banyak sekali bagi yang 18:21 enggak punya mobil ya tidurnya di jalan 18:24 ya. Sudah kita lihat itu foto-fotonya 18:26 ya. Nah, ini menunjukkan betapa mirisnya 18:31 aspek apa namanya ketimpangan atau 18:35 inequality dalam sistem ekonomi kapalis. 18:38 Nah, yang saya tidak mengerti adalah 18:42 kita itu 18:44 menuju ke arah sana. 18:46 Karena apa? Karena [berdehem] kita masih 18:48 percaya bahwa untuk membuat pembangunan 18:52 untuk meneruskan pembangunan di 18:53 negara-negara yang berkembang, resepnya 18:56 tetap dipakai dari resep yang diberikan 18:59 oleh kapitalisme. 19:00 Kapitalisme. 19:01 Karena apa? Karena yang tersedia 19:03 sekarang di apotek itu ya harus cuman 19:05 itu ya 19:06 resep sosialisme enggak ada. 19:08 Karena negara-negara sosialisme itu 19:10 runtuh bersama-sama dengan runtuhnya ee 19:13 Uni Soviet tahun 19:16 9 eh 1990 ya. I 19:19 sedangkan negara-negara yang 19:22 mempraktikkan negara sejahtera 19:24 itu tidak bisa kita turu sekarang karena 19:27 mereka itu apa namanya? sistem 19:29 ekonominya tidak bisa kita kejar ketika 19:32 kita sekarang berada dalam sistem 19:34 developing countries tiba-tiba mengikut 19:36 negara kesejahteraan itu kamusnya enggak 19:39 ada 19:39 ya. Lalu kemudian apa namanya ee ada 19:45 fenomena yang akhirnya membuat kita itu 19:48 terbelalak. Sebagaimana apa beberapa ee 19:52 ekonom sosialis yang mengatakan bahwa 19:54 seolah-olah 19:56 ya apa namanya kapitalisme ini mentok di 19:59 tembok dan sekarang orang ee sistem 20:02 kapitalisme kapitalisme sendiri mencari 20:06 sebagian daripada ajaran sosialisme. Di 20:09 mana itu terjadi itu di New York. 20:12 Sekarang walikota itu kan 20:14 memperkenalkan 20:15 mekanisme 20:17 mekanisme harga yang tidak mengikuti 20:19 100% kapitalisme. H 20:22 ya. Karena apa? Karena harga-harga 20:24 sembakau, harga-harga bahan pokok di New 20:26 York itu tinggi sekali. Sehingga 20:28 sebagian orang itu tidak mampu membeli 20:31 dengan at existing wid ya, 20:34 dengan tingkat gaji yang sekarang ada. 20:36 Itu enggak cukup. Maka e wali walikota 20:40 yang seorang muslim dia bikin semacam 20:43 koperasi. 20:45 Kan koperasi ini dalam kapitalisme itu 20:47 enggak ada sebetulnya. 20:48 Iya. 20:49 Enggak ada kamusnya. Koperasi itu 20:51 sebetulnya ya bagian daripada sosialis 20:53 dengan mematok harga yang 30% lebih 20:58 rendah daripada yang sekarang ada ya 21:02 daripada 21:03 marketplace gitu ya. Nah, ini semua kan 21:05 sebetulnya kalau dicari-cari ujungnya 21:07 adalah ajaran sosialisme. Makanya di 21:11 dalam 21:12 apa namanya? Di dalam perspektif partai 21:15 [mendengus] politik ya walaupun dia 21:17 demokrat tetapi Demokrat dalam kiri 21:20 sosialis ya. Kalau yang kanan itu Trump 21:23 dan kawan kanan jauh itu mah ya sudah 21:27 Jenis sudah sangat rasis itu kanan jauh. 21:30 Nah, yang ini Demokrat 21:33 kiri sosialis 21:35 sosialis 21:36 dan itu mendapat sambutan oleh warga 21:38 [berdehem] New York. Pertanyaan kita 21:39 adalah 21:42 kita bahwa melihat kasus seperti itu 21:45 perjalanan kapitalisme yang paling 21:47 kapitalis di dunia sebagai simbolnya itu 21:50 New York sudah mentok 21:52 sedemikian mentoknya sehingga tidak ada 21:55 harapan lagi bahwa dengan sistem seperti 21:57 itu orang yang penghasilan min apa medal 22:01 ke bawah bisa bisa hidup bahkan bisa 22:04 melanjutkan kehidupan dengan bisa 22:06 membayar barang-barang yang harganya 22:07 tinggi. 22:08 tidak ada jalan lain kecuali harus ada 22:10 sebuah lembaga atau entitas yang menjual 22:13 barang-barang sembakau itu 30% di bawah 22:16 mekanisme pasar yang sekarang ada. Nah, 22:19 jadi diper seperti diintroduksi seperti 22:23 diperkenalkan lagi ajaran-ajaran 22:25 sosialis yang lebih manusiawi, yang 22:28 lebih dekat kepada orang-orang yang 22:31 middle income ke bawah ya, yang merasa 22:33 ditinggal oleh kapitalisme. 22:36 Dan yang paling mencolok ya ini adalah 22:39 kalau dilihat dari sisi simbol New York 22:42 itu simbol kapitalisme. 22:44 Iya. Ya, tidak orang yang tidak ada 22:46 orang yang bisa menyangkal tokoh-tokoh 22:48 dunia politik, orang-orang kaya dunia 22:50 mau Yahudi mau bukan tinggalnya di sana 22:53 ya. 22:54 Dan kemudian 22:55 ee walikotanya memperkenalkan sebuah 22:58 sistem yang diambil 23:01 secara tidak langsung atau langsung dari 23:03 ajaran sosialis yang hal itu sebetulnya 23:06 tidak ditemukan di dalam ajaran 23:08 kapitalis. 23:09 Karena apa? karena kesenjangan 23:10 sedemikian rupa sehingga sebagian rakyat 23:13 tidak bisa lagi hidup dengan harga yang 23:15 sekarang. 23:16 Iya. 23:17 Kalau dipaksakan ya mungkin banyak yang 23:20 tidak bisa makan ya itu ya masang. 23:23 Jadi apa namanya inequality atau 23:27 ketimpangan itu itu di gudangnya atau di 23:31 apa ya pangkalan utamanya kapitalisme 23:34 sekarang 23:35 semua orang yang hidup di sana sudah 23:37 menjerit. Karena itu maka orang politisi 23:41 yang yang alirannya itu ee kiri sosialis 23:46 di di Amerika Serikat itu sekarang 23:49 menang ya. 23:50 Ya, kebetulan itu pro Palestina, 23:52 kebetulan itu muslim semua. 23:54 Iya. Jadi 23:56 ee media belum berani mengatakan itu 23:58 ekonomi Islam ya belum berani ya, tapi 24:02 masih menggunakan 24:04 kiri sosialis gitu loh ya. sehingga 24:06 orang-orang demokrat yang memang sekuler 24:09 semua mereka itu mungkin ateis dan lain 24:11 sebagainya bisa menerima ya. 24:13 Iya ya. Nah, Pak Ustaz, tapi dari 24:17 kapitalismenya sendiri apakah ada ee 24:20 mekanisme untuk mengoreksi ee 24:23 ketimpangan atau ada 24:24 pendekatan-pendekatan yang dilakukan 24:25 untuk ee koreksi ketimpangan ini, Pak 24:27 Ustaz? 24:27 Ya, ada sebetulnya ya kalau dilihat dari 24:30 sejarahnya ya. Tetapi koreksi-korupsi 24:32 itu istilahnya kehilangan langkah. 24:36 Hm. 24:36 Ya, misalnya ada ketimbangan seperti ini 24:40 ya, terus dikoreksi. 24:42 He. 24:43 Tapi ketika koreksi itu 24:45 diimplementasikan dalam sistem atau 24:47 diinjeksikan ke dalam sistem, kerusakan 24:49 daripada inequality sudah lebih jauh. 24:52 Iya. 24:52 Ya, kayak kalau di Jakarta kayak gini 24:54 ya. ee orang bikin jalan tol tujuannya 24:58 supaya tidak ada kemacetan, 25:00 supaya lancar. 25:01 Iya. Begitu jalan tol dibuat itu yang 25:04 masuk tol tetap 25:05 banyak sekali. Seman enggak 25:07 enggak apa namanya enggak berkurang sama 25:09 sekali gitu walaupun dibangun jalan tol. 25:11 Iya. 25:12 Nah, mirip seperti itu kondisinya. 25:14 Jadi koreksi internal dibuat 25:18 buat bukan bukan natural ya. Koreksinya 25:21 itu akibat tekanan dari luar ya. Heeh. 25:24 tekanan dari luar yang menuntut agar 25:25 supaya kondisi ini diperbaiki ya kan. 25:28 Tapi ketika ada undang-undang yang 25:30 mendukung ke arah reformasi, ke arah 25:33 koreksi terhadap ee kepertimbangan yang 25:37 sudah begitu jelek ya, itu 25:42 tidak bisa match, tidak bisa mematching 25:45 dengan keadaan 25:46 h 25:47 sudah terlalu jauh sehingga perlu 25:49 koreksi berikutnya dan ketika koreksi 25:51 berikutnya diperlakukan ya sudah lebih 25:53 jauh lagi ya jadnya kalah langkah 25:55 istilahnya ya 25:57 si apa namanya namanya inequality itu 25:59 lari koreksinya itu jalan kaki. 26:02 Hm. Kalau krisis apakah bagian dari 26:04 koreksi, Pak Ustaz? 26:05 Ee krisis itu ee eksternal biasanya 26:09 terjadi karena 26:10 ee macam-macam sebab ya, karena perang, 26:12 karena macam-macam. Tapi itu bukan 26:14 dikatakan sebagai koreksi karena itu 26:17 adalah 26:17 harga apa namanya? Suatu hal yang 26:20 diintroduksi 26:21 secara terpaksa ya. Kalau kalau koreksi 26:24 ini undang-undang ya. Kayak misalkan 26:26 gini ya. He. 26:27 Ketika pendapatan yang diterima oleh 26:29 buruh itu enggak cukup, hanya cukup 26:32 untuk makan, minum, beli pakaian, dan 26:35 apa namanya ee sewa tempat tinggal ini. 26:40 Ini kan cuman bisa nyambung nyambung 26:42 napas. 26:43 Hm. 26:44 Dia enggak bisa saving, enggak bisa 26:45 menabung. Ya. Lalu kemudian ada apa? 26:49 Undang-undang baru dalam negara 26:51 kapitalis agar supaya ada tunjangan 26:53 kesehatan. 26:55 Nah, ketika buru itu sakit, dia ada 26:57 tunjangan kesehatan, ya kan? 26:59 Meskipun sebetulnya tunjangan kesehatan 27:01 itu juga bagian daripada gaji dia gitu 27:03 loh, pensiun dan lain sebagainya. Ini 27:05 terjadi ber 27:08 apa namanya? Tidak serentak ya. 27:10 Iya. 27:11 bertahun-tahun terjadi itu. Nah, apalagi 27:14 kita lihat ya apa namanya banyak apa 27:18 namanya Charles Dicken itu ahli 27:21 ee sastra ya pengarang tapi bidang ee 27:25 pengarang bukan ekonomi bukan apa, 27:28 tetapi buku-bukunya itu novel kayak 27:30 roman, kayak novel sastral gitu ya. 27:32 Sastral. Tapi yang jadi subjek, jadi 27:36 bahan dia cerita itu tentang dirinya 27:38 sendiri, tentang orang miskin yang 27:41 justru dipenjara. Makanya di penjara. H. 27:44 Makanya dikatakan pada di zaman dia itu 27:47 orangorang miskin itu dilaring hidup di 27:49 dalam kapitalis. Sampai segitu. Kalau 27:52 Anda tidak bisa menghasilkan apa-apa, 27:55 Anda tidak bisa hidup dan tidak ada 27:57 seorang pun yang aware yang akan peduli 28:00 kepada Anda. 28:01 Nah, itu ditulis tahun 1800 awal dan 28:04 hampir semua bukunya Charles Dicken itu 28:06 cerita tentang kudius di Inggris. Dan 28:09 dari buku-buku itu akhirnya pemerintah 28:11 Inggris itu mengkoreksi 28:13 hmm 28:13 mengkoreksi kapitalisme yang begitu 28:16 mengerikan ya. Tapi perjalanan waktunya 28:19 40 tahunan. 28:20 Iya. dari semenjak buku itu diterbitkan 28:22 sampai kepada ee diadakan perubahan 28:25 undang-undang. 28:26 H 28:27 ya 28:29 bukunya banyak tapi mirip-mirip bukunya 28:31 itu 28:32 tentang bagaimana pilunya 28:34 menggambarkan 28:34 iya menggambarkan kondisi sosial yang 28:37 tidak terperikan di awal-awal kapitalis 28:40 dan pusat kapitalis di London ada di 28:42 Inggris. Iya. 28:43 Kalau sekarang perusahaan-perusahaan 28:44 besar ya contoh misalkan Bill Gates saya 28:46 kan bikin yayasan amal, Yayasan Sosial. 28:49 Apakah CSR salah satu bentuk koreksi 28:51 untuk ketimpangan yang dimunculkan oleh 28:54 kapitalisme? 28:55 Enggak. Itu itu CSR itu kan 28:57 undang-undang lah. Itu termasuk koreksi 28:58 juga. CSR itu kan sebetulnya tanggung 29:01 jawab dari suatu perusahaan kepada 29:02 lingkungannya ya. 29:03 Kan bikin yayasan sosial, yayasan apa? 29:05 Yayasan apa? Pendidikan. 29:06 Iya seperti itu. Jadi 29:09 apa namanya menyimpan sedikit dari 29:11 keuntungannya untuk tujuan yang 29:12 jumlahnya kalau kita kita lihat juga 29:14 besar kalau untuk ukuran kita. Heeh. 29:16 1 bilun dolar misalnya, tapi dia punya 29:18 3.000 bilun 29:19 hanya [tertawa] berapa persen saja. 29:21 Ya, sebagian pengamat mengatakan bahwa 29:24 itu untuk pencitraan ya pencitraan. Tapi 29:29 sebagian mengatakan bahwa dia 29:30 benar-benar filantropis ya. Ya, itu 29:35 semuanya tidak tidak salah dan semuanya 29:37 tidak benar. Artinya tidak 100% salah 29:40 juga tidak 100% benar gitu loh. Bahwa 29:43 dia itu filantropis itu kategorinya iya 29:46 karena dia telah menginfakkan 29:48 membelanjakan sekian mungkin 1% dari 29:50 kekayaannya enggak tahu 1% atau kurang 29:53 dari 1% untuk kemanusiaan ya. Ee dan itu 29:58 undang-undangnya ada, CSR itu ada ya. 30:01 Kalau hanya menggunakan undang-undang 30:02 CSR itu ya itu bukan filantropis, itu 30:04 meang hal yang sewajarnya ya. Ya, jadi 30:09 tidak ada dalam kapitalisme mekanisme ee 30:12 yang bisa mengoreksi dirinya ee menuju 30:15 kebaikan itu tidak ada. Karena step 30:18 koreksi itu terlambat, terlalu 30:21 terlambat. 30:22 Sekarang sekarang, sekarang lihat aja 30:24 sekarang ee Microsoft, Amazon, apalagi 30:28 semua yang besar-besar mau dikoreksi 30:30 bagaimana? 30:32 Seandainya mau pulau Kalimantan dibeli 30:34 bisa. 30:35 Iya. Bukan hanya Kalimantan, Pulau 30:37 Sumatera kalau dibeli bisa. 30:39 Heeh. 30:39 Ya, seperti itu. Jadi, sudah begitu 30:42 besar kekuatannya sehingga sampai negara 30:45 mungkin PBB sekalipun ya 30:47 tidak bisa menghalang-halangi mereka. 30:49 Yang mereka sebenarnya persaingan aja 30:51 sih. 30:53 Dulu ada Nokia kan salah bersaing. 30:54 Sekarang sama Apple Nokia jatuh. 30:56 Saling membunuh di antara mereka. 30:57 Saling membunuh kompetisi. 30:58 Kompetisi yaitu hukum yang berlaku ya. 31:01 Heeh. ya, saling membunuh antara mereka. 31:04 Siapa yang kuat itulah yang menang 31:05 begitu saja ya. 31:07 Tetapi apakah itu ada hubungannya dengan 31:09 ee bagaimana proses menyejahterakan atau 31:12 meningkatkan kesejahteraan masyarakat 31:14 itu tidak ada ya tidak ada. Mereka itu 31:17 hanya percaya pada trickle down ya 31:19 ee hukum menetes ke bawah ya. Jadi 31:22 apabila suatu negara itu membangun pakai 31:24 kapitalis murni 100% maka negara itu 31:28 akan meningkat kekayaannya dan kalau 31:30 meningkat kekayaannya maka rakyatnya 31:31 akan sejahtera. Itu aja. He. 31:33 Mau enggak pernah mereka lihat siapa 31:35 yang kaya, siapa yang naik apa namanya 31:37 pendapatannya mereka enggak lihat situ. 31:39 He. 31:39 Karena contoh yang telah terjadi 31:43 sekarang ini ya kayak model Amerika yang 31:45 kayak orang Amerika ya. Bill Gates kaya 31:47 I 31:47 I kan Sanyeng apa itu yang dari Nvidia 31:50 itu kemudian apa ee Amazon dan lain 31:53 sebagainya kaya 31:54 iya memiliki 31:56 kekayaan yang luar biasa sehingga 31:58 ekonomi mereka tubuh tapi fenomena orang 32:02 enggak bisa punya rumah itu di mana-mana 32:06 di setiap kota di Amerika Serikat 32:08 ada 32:08 sementara itu, Pak Ustaz, bagaimana 32:10 sistem ekonomi Islam yang berbeda itu 32:12 gitu ya bisa menghilangkan ketimpangan 32:15 He. 32:16 Nah, ketimpangan itu ee mungkin tidak 32:21 bisa dihilangkan 100%. Jadi, kalau 32:24 gagasan atau visi daripada sosialisme 32:28 ee sosialisme 32:30 yang paling ideal bahwa setiap orang itu 32:34 nanti akan memiliki pendapatan yang 32:37 sama. Ya, jadi kalau dihitung dari gini 32:41 coefisien itu nanti jadi satu. angkanya 32:46 satu itu maksudnya semuanya sama ya. 32:49 Kalau nol itu kan berarti enggak ada 32:51 enggak ada keadilan satu orang menguasai 32:54 seluruh apa namanya kekayaan negara ya 32:57 itu enggak ada juga. Tapi 33:00 komunisme atau sosialisme yang ekstrem 33:03 itu memvisikan bahwa dengan prinsip 33:07 sosialisme yang mereka ikuti akan 33:09 menciptakan suatu masyarakat di mana 33:12 seluruh penduduk atau warga negara itu 33:15 akan memiliki pendapatan yang sama. 33:17 Equity itu sama. Jadi tidak ada Nality. 33:21 Ini gagasan utopia. artinya tidak 33:23 mungkin terjadi. 33:24 Oleh karena itu, maka di dalam Islam 33:27 juga tidak berkeinginan, tidak 33:29 berkehendak agar supaya itu 33:31 masyarakatnya pendapatannya sama. Dan 33:33 kita bisa lihat pada zaman Nabi Muhammad 33:34 sallallahu alaihi wasallam, pada zaman 33:36 beliau ada orang yang super kaya, ada 33:39 orang yang kaya, ada orang yang miskin. 33:43 Miskin, sangat miskin, 33:44 sangat miskin ya. Tetapi Rasulullah 33:47 sallallahu alaihi wasallam tidak 33:48 memaksakan kepada yang kaya agar supaya 33:52 membayar kepada orang yang paling miskin 33:53 di antara mereka. Sepanjang orang yang 33:56 kaya ini telah mengeluarkan zakat ya 34:00 mereka tetap dianjurkan untuk 34:01 bersedekah. Maka kalau kita lihat ya 34:04 sahabat-sahabat yang kaya itu seperti 34:06 Utsman bin Affan, kemudian Abu Bakar 34:09 Assiddiq termasuk kaya beliau itu, 34:11 kemudian ee Abdurrahman bin Auf itu 34:14 kalau dihitung zakatnya sudah lewat ya. 34:16 Ya apa saja zakatnya sudah lewat tapi 34:19 mereka tetap bersedekah dan sedekahnya 34:21 itu jauh lebih banyak daripada zakat itu 34:24 sendiri. Kayak misalkan kita lihat pada 34:26 perang perang Tabuk misalnya Abu Bakar 34:30 radhiallahu anhu ya itu mengeluarkan 34:33 semua hartanya 34:35 tidak ada tidak ada tersisa sampai Nabi 34:37 Muhammad bertanya wahai Abu Bakar 34:40 apa yang tersisa di rumah kamu? Kata 34:43 beliau, "Ya Rasulullah, yang tersisa di 34:46 rumah saya Allah dan Rasulnya." 34:48 Masyaallah. 34:49 He. 34:49 Jadi artinya apa? Ini bukan zakat. Ini 34:52 adalah apa namanya? Infak fisabilillah. 34:55 itu seluruh hartanya dipakai untuk 34:59 dikerahkan atau dipakai untuk belanja 35:02 fisabilillah sampai habis tanpa sisa 35:05 sekalipun Abu Bakar, Umar bin Khattab 35:09 separuh hartanya ya untuk nafaqah 35:13 fisabilillah pada perang Tabu itu ya. 35:16 Kemudian yang lain kalau enggak Utsman 35:18 menyiapkan berapa kendaraan 1000 atau 35:21 berapa kuda gitu ya atau unta ya itu 35:24 juga kalau dilihat dari zakatnya sudah 35:26 lewat ya. H. 35:28 Jadi apa namanya intinya adalah begini 35:30 pada zaman Nabi Muhammad sallallahu 35:31 alaihi wasallam itu kekayaan sahabat 35:33 tidak sama. Ada yang super kaya, ada 35:37 yang kaya, ada yang kaya raya, ada yang 35:39 miskin, ada yang super miskin, ada 35:41 semua. Tetapi 35:44 ee sistem ekonomi Islam itu memiliki 35:47 apa namanya? mekanisme di mana orang 35:49 kaya membayar kepada yang miskin lewat 35:52 zakat. Itu satu itu kewajiban ya. 35:56 Kemudian kalau sudah selesai zakatnya ee 35:59 mereka-mereka dianjurkan tetap 36:01 bersedekah. 36:02 Bersedekah sesuai dengan kemampuannya. 36:05 Kalau kemampuannya itu imannya tinggi 36:08 sekali, tawakalnya tinggi sekali seperti 36:10 Abu Bakar, selu hartanya dipakai untuk 36:12 bersedekah. Ya, ini tapi tidak mubah dia 36:15 itu kemudian miskin. Tidak, ya. Abu 36:17 Bakar termasuk orang yang kaya di 36:19 kalangan sahabat meskipun kekayaannya 36:21 tidak sekelas Abdurrahman atau ee Utsman 36:24 bin Affan. Iya kan? Jadi karena itu maka 36:27 dapat kita pastikan bahwa kesenjangan 36:29 itu ada. 36:30 Tetapi kesenjangan itu sebetulnya kan 36:33 ada yang disebabkan karena orang itu 36:36 membatasi kemampuannya untuk sampai pada 36:39 level ini atau orang itu memang memilih 36:43 jalan hidup seperti itu. 36:44 Abu Dzar al-Ghifari ya. 36:47 Siapa yang tidak kenal dengan seorang 36:50 tokoh Abu Dzar al-Ghifari? Kata Nabi 36:52 Muhammad sallallahu alaihi wasallam, 36:53 "Tidak ada orang yang hidup di bawah 36:56 kolong langit atau di atas bumi itu yang 36:59 lebih sabar, lebih baik amalnya itu 37:02 daripada Abu Dzar al-Gfari." Ya. 37:04 Tapi meskipun begitu, beliau dianggap 37:06 oleh Nabi Muhammad sebagai orang yang 37:07 diif 37:09 ketika meminta untuk jadi pimpinan atau 37:12 e apa namanya? Pemimpin sipil atau apa 37:15 itu Nabi Muhammad melarang. Bahkan dalam 37:17 riwayat ada katakan bahwa untuk memimpin 37:19 dua orang saja benar enggak boleh. Heeh. 37:22 Menjadi wali orang yatim untuk menerima 37:24 harta orang yatim dan mengelolanya 37:26 enggak boleh. 37:26 Iya. 37:27 Ya. Jadi kalau sudah seperti ini kan 37:29 memang jalan seperti itu ya. Ee begitu 37:32 juga tokoh-tokoh yang seperti Abu Huroro 37:34 dan lain sebagainya. Banyak di kalangan 37:36 sahabat yang miskin yang kemudian dalam 37:39 ee istilah itu namanya ee Ashabus Sufa 37:42 ya. orang yang tinggal di emperadan 37:44 masjid Madinah ya, yang enggak punya 37:46 rumah ya itu. Tetapi ini tidak membuat 37:50 sistem ekonomi Islam itu membenarkan 37:52 kemiskinan. Enggak ya, karena kemiskinan 37:55 itu apa namanya? lebih dekat kepada 37:59 kekufuran dan harus diperangi. Ya, maka 38:02 ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi 38:04 wasallam hidup sebelum Khaibar, ya kata 38:07 Umar bin Khattab, 38:09 sebelum Khaibar jatuh ke tangan kaum 38:11 muslimin, kami tidak pernah makan 38:14 kenyang. 38:16 Ya, jadi ada yang sehari makan, ada yang 38:19 sehari tidak makan. 38:20 Iya. 38:20 Termasuk beliau Nabi Muhammad sallallahu 38:22 alaihi wasallam begitu ya. Tetapi begitu 38:24 Khaibar ditaklukkan pada tahun ke-et7 38:28 Hijriah, maka suplai makanan itu lebih 38:32 dari cukup. 38:33 Iya. 38:34 Nah, jadi kata Umar sebelum Khaibar 38:36 terbuka ter apa namanya? Ee ditalukan, 38:39 kami gak pernah kenyang dalam makan. 38:41 Sesudah Khaibar kami kenyang makan. 38:44 Sabi'na ya itu dikatakan demikian 38:46 menunjukkan bahwa ee apa namanya? futuh 38:50 atau kejatuhan daripada Khaibar itu 38:52 secara ekonomi dampaknya luar biasa 38:55 meningkatkan kesejahteraan 38:57 ya 38:58 gitu ya. Ya. Jadi ee apa namanya? Di 39:03 dalam sistem ekonomis ada ee inherent 39:06 mekanisme eh mekanisme inheren yang 39:09 membuat apa namanya? Transfer kekayaan 39:12 dari kaya kepada miskin dalam bentuk 39:15 yang wajib ada, dalam bentuk anjuran, 39:17 ada dalam bentuk ya sedekah seperti 39:19 wakaf dan lain sebagainya. Itu ada ada 39:21 mekanismenya ya. 39:23 Tinggal kita pakai yang mana ya. 39:25 Sebetulnya kebijakan pemerintah bisa ya 39:27 apa namanya ee wakaf. Ee 39:29 kalau dimasukkan ke sistem, Pak Ustaz, 39:31 dielaborasi sama akad-akad syariah itu 39:34 kan. Masalahnya kalau yang punya tanah 39:35 di sini bukan orang Islam. 39:37 Nah, itu 39:37 bagaimana kita akan wakaf gitu 39:39 ya. Mungkin ada cara yang lain seperti 39:41 hibah ya. 39:42 Jadi orang Islam mendapat hibah dari 39:45 orang nonmuslim itu pernah terjadi kayak 39:47 beberapa waktu yang lalu. 39:48 Iya. Iya. 39:48 Ee BCA kalau enggak salah ya. 39:50 H 39:51 itu memberikan hibah kantornya untuk 39:53 Muhammadiyah di Jakarta. Iya. 39:56 Ya. Coba dicek di ini ya. Nah, model 39:59 begitu. Jadi orang kaya nonmuslim tapi 40:02 kalau mau beramal kepada kaum muslimin 40:04 masih bisa h 40:06 menggunakan hibah. 40:07 Hibah itu 40:07 iya karena wakaf itu kan syaratnya 40:09 muslim. He. 40:10 Tapi kalau hibah enggak ya untuk apa 40:13 namanya menyeimbangkan ya menyeimbangkan 40:17 ee kenjumplangan daripada ee ketimbangan 40:21 ekonomi. Sebab ketimbangan ekonomi ini 40:24 apabila tidak terkendali akan terjadi 40:26 revolusi. 40:27 Iya. 40:27 I ya. Seperti terjadi banyak di 40:29 negara-negara lain 40:31 ya kasus bolsevik dan lain sebagainya 40:33 itu sebenarnya 40:34 iya 40:35 antara lain adalah penyebabnya karena ee 40:37 ketimpangan ya. Kalau ada kebijakan fan 40:41 negara-negara 40:43 Islam, Pak Ustaz, contoh kayak Saudi kan 40:44 hampir sudah puluhan tahun ya di 40:47 Indonesia itu memberikan bantuan-bantuan 40:49 pendidikan, kesehatan, tempat ibadah itu 40:52 gimana, Ustaz? 40:53 Ee kalau saya lihat ya itu 40:56 miger yaar 40:57 miger itu jumlahnya kecil banget tidak 40:59 ada pengaruhnya. 41:00 Justru kecil itu ya. Iya. Karena apa 41:03 namanya ee benan bantuan itu tidak tidak 41:08 secara langsung memberikan kinerja di 41:10 dalam bidang ekonomi. I 41:12 betul dalam pendidikan tapi pendidikan 41:15 ini tidak tidak secara langsung akan 41:17 memberikan dampak dalam ekonomi mereka 41:19 ya. pembangunan p pesantren, pembangunan 41:23 ini dan itu. Ya, itu 41:25 itu saya juga dulu terlibat di situ. 41:27 Saya berapa tahun dari tahun 41:28 he 41:29 94 sampai 97 di PP Muhammadiyah 41:32 ee di Darul Bir di pusatnya di Dubai. 41:36 Ya, 41:36 saya tahu berapa yang masuk ke sini. 41:39 Tetapi semuanya itu kan tidak langsung 41:41 kepada ekonomi. 41:42 H 41:43 karena orang sono itu orang Timur Tengah 41:46 maunya yang sifatnya itu dekat dengan 41:49 surga lah gitu. 41:49 [tertawa] 41:50 kayak masjid, kayak misalkan madrasah 41:53 gitu. Nah, kalau untuk apa beli sawah 41:57 kemudian bagaimana mencetak sawah supaya 41:58 nanti dikerjakan orang ini? Belum 42:00 kok itu enggak ya? 42:01 Itu [tertawa] belum. Itu agak jauh. Itu 42:03 agak jauh. 42:05 Hmm. Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 42:07 Subhanahu wa taala, saat ini ana sedang 42:09 menyimak siaran live kajian ekonomi 42:12 Islam, ketimpangan ekonomi versus 42:15 ekonomi Islam. Kami mengundang Anda 42:17 untuk bergabung. Silakan sampaikan 42:19 pertanyaan ataupun komentar ke nomor 42:20 WhatsApp hasil di 0811999720. 42:25 Tetaplah bersama kami. Kami akan kembali 42:28 di sesi kedua 42:30 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 42:32 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 42:34 dirahmati Allah Subhanahu wa taala. 42:35 Terima kasih masih bersama kami dalam 42:38 kajian ekonomi Islam. Kita mengangkat 42:41 topik ketimpangan ekonomi versus ekonomi 42:45 Islam. Ada Ibu Ani Cani Hudaifah yang 42:48 menyampaikan WhatsApp-nya. 42:49 Asalamualaikum warahmatullahi 42:50 wabarakatuh. 42:51 Alhamdulillah, Pak Ustaz menyimak kajian 42:53 ekonomi Islam. Insyaallah Ustaz Ih Basri 42:55 dan keluarga besar asil selalu sehat 42:58 walafiat. 42:59 Doa yang sama juga atensi ini ada dari 43:02 Ibu Retno gitu ya. Ada juga ini dari 43:05 hamba Allah di Jakarta. Pak Kasta juga 43:07 ini menyampaikan atensinya. Terima kasih 43:09 Pak Ustaz atas kajiannya. Sementara itu 43:12 Pak Abdullah ya ini di Bogor. 43:14 Asalamualaikum warahmatullahi 43:16 wabarakatuh. 43:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:18 wabarakatuh. 43:19 Pak Ustaz mengenai ketimpangan ekonomi 43:22 sekarang ini orang kaya itu menghasilkan 43:27 uang melahirkan uang. Mereka parkir uang 43:30 di deposit atau saham dapat passif 43:33 income. Sementara orang miskin pinjam 43:36 uang bayar bunga. Jadi yang punya makin 43:40 punya. 43:41 Bagaimana, Pak Ustaz? 43:42 Ya, makasih Pak Abdullah. Ee salah satu 43:46 cara Islam untuk menghilangkan 43:50 atau mengurangi inequality ketimpangan 43:53 ekonomi ialah dengan melarang riba. 43:58 Ya, melarang riba. Riba dalam hal ini 44:00 adalah bunga. Baik itu bunga bank, 44:03 bunga koperasi, 44:05 bunga pinjaman apapun individu atau 44:08 korporasi sama saja ya. Ya, itu. Nah, 44:11 dengan cara Islam melarang riba itu maka 44:15 tidak dengan mudah orang yang punya 44:17 modal akan mendapatkan kembalian 44:20 modalnya. Sebab di dalam kapitalisme itu 44:24 modal atau uang itu bisa melahirkan 44:27 seperti yang dikatakan Pak Abdullah tadi 44:29 itu. Mau orang itu tidur, mau orang itu 44:34 apa namanya? ee selonjoran di rumah tiap 44:37 hari asalkan dia itu punya uang kemudian 44:40 ditabung di bank atau di mana saja ya 44:43 menghasilkan bunga ya akhirnya dapat 44:46 passif income seperti itu. Nah, Islam 44:48 tidak seperti itu. Islam ee 44:52 menjustifikasi keuntungan dengan adanya 44:55 risiko. 44:56 Jadi, hanya modal saja enggak cukup. 44:58 Harus ada usaha. Sedangkan usaha itu ada 45:01 risiko. Nah, risiko itu harus ditanggung 45:04 bersama. oleh pemilik modal juga oleh 45:07 yang membelanjakan modal, oleh yang 45:09 menggunakan modal itu sendiri. Karena 45:11 itu maka ee dengan cara menghilangkan 45:14 riba dari ekonomi, salah satu pusat 45:17 daripada konsentrasi kekayaan itu sudah 45:20 sudah berkurang mestinya ya. Karena 45:23 terbukti bahwa sekarang ini kapitalisme 45:25 itu ee menjadikan uang beranak e 45:29 sehingga orang yang punya modal setelah 45:31 dia punya modal dipinjamkan modalnya 45:33 pada orang lain kemudian dia tidur. 45:35 Tidurnya Ashabul Kahfi setelah bangun 45:38 uangnya begitu bertumpuk. Ya, 45:41 itu dalam Islam enggak bisa begitu. Uang 45:44 di apa namanya? Dipasangkan dengan 45:46 usaha. 45:47 Enggak. Uang sendiri enggak bisa 45:48 menghasilkan apa-apa ya. Uang 45:50 dipasangkan dengan usaha dan usaha itu 45:53 menuai atau berhadapan dengan risiko 45:56 yang tidak sedikit ya. Kadang untung 45:59 kadang buntung ya. Karena itu 46:01 konsentrasi atau mekanisme konsentrasi 46:04 kekayaan salah satunya dengan cara 46:07 diharamkan bunga atau riba itu merupakan 46:10 cara Islam untuk menghancurkan 46:13 pusat-pusat konsentrasi kekayaan. He. 46:16 Nah, yang kedua ya misalkan dengan 46:18 melarang judi ya, melarang spekulasi. 46:21 Sebetulnya kalau spekulasi ini mungkin 46:25 dengan riba itu hampir sama ke besarnya 46:28 gitu loh. Karena semua investasi ini 46:30 pada prinsipnya di negara-negara atau di 46:33 ekonomi kapitalis hampir enggak berbeda 46:36 dengan judi, 46:37 dengan spekulasi, dengan investasi. 46:40 Sampur aduk di situ. 46:42 Iya. gambler. 46:44 Makanya kalau kita ngikuti Hedge Fund 46:48 dana lindung nilai apa namanya ya 46:50 namanya HF itu yang terkumpul di negara 46:54 namanya Cayman Island. 46:56 Cayen Island. 46:57 Iya. Itu kan negara yang berkumpulnya 47:00 semua dan di dunia karena tidak ada teks 47:03 ya. Punya Amerika, punya Indonesia juga 47:06 ada orang ada situ. Iya. 47:08 Nah. Nah, itu apa namanya? ee 47:13 orang itu tinggal punya duit ya taruh 47:15 aja di situ nanti ada fan managernya dan 47:18 fund manager akan menginvestasikan di 47:20 bank mana, di mana-mana seluruh dunia 47:22 orang tinggal tidur aja 47:23 besoknya uangnya sudah numpuk ya seperti 47:26 itu dan itu merupakan pusat daripada 47:30 konsentrasi kekayaan ya 47:32 maka dengan cara melarang melarang riba, 47:35 melarang gor, melarang mesir cukup 47:38 banyak usaha yang secara internal dari 47:41 ekonomi Islam untuk mematahkan 47:44 pusat-pusat kekayaan, konsentrasi 47:46 kekayaan yang tidak benar. 47:48 Iya. 47:48 Yang mau enggak mau dana ini harus 47:50 diputar, harus diinvestasikan ke dalam 47:54 ekonomi sehingga berkah kepada orang 47:57 yang ada di dalamnya gitu loh. Tidak 48:01 berkonsentrasi pada segelintir orang. 48:03 Sebagaimana Al-Qur'an mengatakan, "Kai 48:05 yakuna dululat bainal 48:08 minkum." agar supaya harta itu tidak 48:10 beredar di kalangan orang-orang kaya di 48:12 antara kamu. Nah, sekarang apa yang 48:14 dinyatakan Al-Qur'an ini 100% 48:16 benar-benar 48:18 harta itu hanya berkisar berputar di 48:22 antara orang-orang kaya 48:23 h 48:23 di antara kamu, di antara ya mereka gitu 48:26 loh. Itu lasyaka fihi ya Al-Qur'an ini 48:30 mukjizat. Makanya apa yang dikatakan 48:32 dalam hal ini terutama dalam inequality, 48:35 terutama dalam ketimpangan ekonomi 48:38 sosial, Al-Qur'an tadi ayat tadi 48:40 mengatakan agar supaya harta itu tidak 48:43 beredar di kalangan orang kaya di antara 48:45 kamu. 48:45 Nah, dengan sistem zakat, dengan 48:47 larangan riba, dengan larangan gorot ini 48:50 akan memecah konsentrasi itu di kalangan 48:51 mereka. Ya, itu belum belum akad-akad 48:56 yang kita pakai. Misalnya mudaroba ya, 48:58 misalnya orang yang punya modal tapi 49:01 enggak punya keahlian mengelola modal 49:03 bisa ketemu orang yang punya keahlian 49:06 mengelola modal 49:07 tapi enggak punya modal. 49:09 Nah, akhirnya ada bagi hasil. Bagi hasil 49:11 ini semuanya bagi risiko. Bukan berarti 49:13 bahwa 49:14 hasilnya 49:15 hasilnya itu bagi yang pemodal aja. 49:18 Enggak. Kalau risikonya misalnya kalau 49:20 rugi ya kedua-duanya mendapatkan risiko 49:23 ya. 49:23 Jadi tidak di apa ditanggung oleh 49:25 seorang. Beda kalau dengan utang kita 49:28 berutang dalam kapitalisme kita kreditur 49:31 memberikan uang pinjaman kepada debitur. 49:34 Kreditur itu 100% ditanggung uangnya 49:37 balik modalnya kepada mereka itu 100% 49:40 ditanggung plus bunga yang muncul. 49:43 Sedangkan orang yang berusaha 49:45 menggunakan modal tadi bisa buntung bisa 49:47 untung. 49:48 Tapi kreditur dijamin aman. Ini adalah 49:52 ketidakseimbangan. 49:54 I 49:54 karena salah satu pihak dengan tidur 49:56 saja dia bisa untung. Dipastikan untung 49:59 ya. Tetapi orang yang berusaha untuk 50:02 berdagang mengelola usahanya sendiri 50:05 belum tentu untung meskipun modalnya itu 50:08 pinjaman. Ya, jadi ini ketidakadilan. 50:11 Jadi sumber ketidakadilan itu ada di 50:13 dalam riba sebetulnya 50:15 sangat nyata kelihatannya ya. Jadi 50:17 setuju Pak Abdullah ya. 50:21 Sementara itu ada hamba Allah di Jakarta 50:23 Timur. Asalamualaikum warahmatullahi 50:24 wabarakatuh. 50:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:26 wabarakatuh. 50:28 Ada yang pernah mengatakan penguasa 50:30 negeri ini ketimpangan bisa ditekan jika 50:33 pajak progresif plus bansos. Jadi negara 50:36 akan ambil dari orang-orang kaya 50:39 dibagikan ke orang-orang miskin. Tapi 50:41 kenyataannya orang-orang kaya itu malah 50:43 menguasai negara. Bagaimana Pak Ustaz? 50:45 Iya. 50:46 Hm. di mana-mana begitu ada di Prancis 50:49 juga begitu pajaknya sudah tinggi, Pak, 50:51 di atas 50%. Iya. 50:53 Di Amerika juga tinggi, di atas 40 kalau 50:56 enggak salah itu di sana. Dan 50:57 negara-negara tinggi sekali pajak 50:59 progresnya 51:00 progresnya. 51:01 Tapi apakah hasilnya sesuai dengan 51:03 prediksi bahwa ketika pajak progresif 51:06 itu diterapkan lantas dengan sendirinya 51:10 ee distribusi pendapatan akan merata? 51:12 Oh, itu bainasama wasur [tertawa] 51:15 itu tidak terjadi ya. 51:16 Tidak terjadi gak ada contohnya sama 51:19 sekali ya. 51:20 Karena apa? Karena orang itu dalam hal 51:24 pajak dia tidak ee transparan. 51:28 Hm. 51:28 Ya. Sehingga ini salah satunya sehingga 51:31 apa nam perolehan yang apa namanya yang 51:35 dikumpulkan dari pajak progresif itu 51:37 tidak mencerminkan pendapatan dari 51:40 pajak. Contohnya kita lihat sendiri 51:42 misalnya kita kan juga menggunakan 51:44 pajak progresif. 51:46 Kita ini progresif sebetulnya. Jadi 51:48 kalau misalkan pendapatan kita itu ee R0 51:51 juta per tahun itu pajaknya cuman berapa 51:53 persen? 25% 51:55 Islam. Islam progresif ya. 51:56 Nah di negara kita 51:58 bukan Islam ini enggak ada hubungannya 51:59 dengan Islam. 51:59 Enggak ada hubungannya dengan Islam. 52:00 Lalu kemudian kalau ee pendapatan per 52:02 tahun itu 300 saya juga lupa itu 52:05 trasurnya berapa itu nanti 30% terus 52:09 naik terus naik gitu loh. Sti misalnya 52:11 pajaknya ee pendapatannya R miliar 52:14 setahun itu makin tinggi. Tapi itu bisa 52:17 diakalin ya kan bisa diakalin ya agar 52:21 supaya itu tidak bisa dilaporkan dengan 52:23 benar ya. Kalau itu bisa dilaksanakan 52:26 dan transparan umpamanya 52:28 misalnya ee kita lihat bahwa pendapatan 52:31 mestinya dari pajak itu cukup ya artinya 52:34 sesuai dengan prediksi pemerintah gitu 52:37 tapi masih defisit kita ini sebetulnya 52:40 untuk perolehan pajak. 52:41 Iya. 52:41 Iya. Dan ketika sudah dikumpulkan 52:44 bukannya pajak itu dibayarkan kepada 52:46 pemerintah untuk dibikin 52:49 apa tadi? BLT gitu. Bansos 52:51 malah bansos malah dikorupsi. Iya 52:54 dikorupsi ketika masuk ke kas 52:56 pemerintah. Jadi maksudnya sebelum masuk 52:58 ke kas pemerintah sudah bocor dulu. Nah 53:01 sesudah masuk pemerintahan apaan itu 53:03 juga bocor juga ya. Jadi seperti itu 53:06 kondisinya. Hatta walaupun kita 53:08 percayakan bahwa mekanisme pajak 100% 53:11 aman, transparan, akuntable, oke, tapi 53:15 itu tetap semuanya tidak akan bisa apa 53:18 namanya memberikan jaminan bahwa ee 53:22 dengan pajak progresif itu kita akan apa 53:25 meningkatkan kesejahteraan atau paling 53:27 memperbaiki kesenjangan sosial, 53:30 kesenjangan ekonomi. Ya, ini belum ada 53:33 apa namanya belum ada kelihatan. Sebab 53:35 seandainya itu terjadi, Amerika itu 53:38 sudah tidak seperti itu. Ya, Prancis 53:40 juga tidak seperti itu. Dan akhirnya 53:42 orang-orang Eropa karena ketinggian 53:44 pajak, mereka lari dari negaranya supaya 53:47 tidak ini larinya entah mungkin kembali, 53:51 ke Lombok, enggak tahu kita [berdehem] 53:53 ya. 53:54 Soalnya kita enggak ada data seperti itu 53:56 sehingga mereka bisa hidup berfoya-foya 53:58 di Bali karena harganya sangat murah. 54:01 apa namanya ee enam kali lebih murah 54:04 daripada di negara mereka sendiri. 54:06 Di Lombok juga ya? 54:06 Iya. Di Lombok juga begitu. Bukannya di 54:08 asal di Indonesia, di Jakarta pun mereka 54:10 bisa ya. 54:11 Iya seperti itu. 54:13 Jadi membuat apa namanya mereka itu cari 54:16 tempat yang tidak ada pajaknya atau ada 54:19 pasien tapi cost of living-nya itu 54:21 rendah. Rendah. 54:23 Hm. Baik, Pak Ustaz. Itu 54:25 pertanyaan-pertanyaan yang datang dari 54:27 pendengar yang bisa kita jawab di 54:28 kesempatan kali ini. Dari seluruh 54:30 pembahasan kita, Pak Ustaz, apa penutup 54:32 dari Pak Ustaz yang ingin diingatkan 54:33 kembali kepada pendengar. 54:35 Iya, terima kasih Masang Angga para 54:37 pemirsa Rasil TV dan para pendengar 54:39 silaturahim. 54:41 Jadi pada hari ini kita sebetulnya 54:43 mengulang atau melanjutkan dari tema 54:45 yang kita sampaikan minggu yang lalu 54:48 karena urgensinya ini penting sekali ya 54:51 untuk kita sampaikan agar supaya kita 54:54 bisa memperbaiki ee apa namanya 54:56 penyelenggaraan ekonomi di negara kita 54:59 atau paling tidak untuk pengetahuan kita 55:01 bahwa ekonomi Islam itu sebetulnya angat 55:05 sangat memperhatikan kesejahteraan warga 55:08 dan bertentangan sama sekali dengan ee 55:12 inequality atau ketimpangan ekonomi ya. 55:16 Dan dalam hal ini untuk bisa 55:19 menghilangkan atau paling meminimalkan 55:23 dampak daripada 55:25 ee apa namanya inequality atau 55:27 ketimbangan ekonomi ini, Islam pertama 55:29 kali melarang ribah. 55:32 Sangat jelas apabila kita perhatikan 55:34 bahwa dengan larangan riba itu paling 55:37 tidak kekuatan kapitalis yang ingin 55:39 mengeksploitasi 55:41 orang lain itu bisa dikurangi. Karena 55:44 apa? Karena dalam hal ini kreditur ya 55:47 itu dijamin pasti dapat modal kembali 55:52 dan pasti dapat untung dalam kapitalis. 55:54 Tapi dengan larangan riba maka itu tidak 55:57 terjadi karena haram hukumnya kita 55:59 memberikan 56:01 pinjaman kemudian minta kembali pokok 56:03 dan keuntungan dan kita harus 56:06 menggunakan akad-akad yang lain. Nah, 56:08 yang kedua adalah dilarangnya kita ee 56:11 maisir apa namanya spekulasi judi dan 56:13 lain sebagainya. Judi sudah dilarang, di 56:16 negara kita juga dilarang. sekalipun hal 56:18 itu tidak berarti di sini tidak ada judi 56:20 ya di sekeliling kita ini masih 56:22 ramai-ramai orang judi karena tidak 56:24 ditangkap ya 56:25 kalau yang ditangkap itu yang kebetulan 56:27 nasibnya sial gitu ya yang tidak 56:29 ditangkap itu jauh lebih banyak ya 56:31 walaupun undang-undang melarang ya 56:33 h 56:33 nah dengan larangan judi, larangan 56:36 gambling, larangan segala macam itu juga 56:38 cara bagaimana sistem ekonomi Islam ini 56:40 memecah konsentrasi kekayaan di sekitar 56:43 orang tertentu ya. Kemudian ee apa 56:47 namanya? Islam memberikan ini misalkan 56:50 beberapa akad ya bukan beberapa akad ya. 56:53 Di situ kita bisa lihat ya ada ada 56:55 mudarabah, ada musyarakah. Akad-akad 56:58 yang sebetulnya itu dipakai untuk 57:00 melahirkan keuntungan. Semuanya itu 57:03 kalau kita lihat mengandung risiko ya. 57:07 Jadi risiko risiko usaha itu tetap 57:10 di-share, dinikmati bersama apa di apa 57:15 namanya? Bukan dinikmati ya. Itu kan 57:17 risiko itu jelek ya. Tapi itu ee 57:20 dibebankan kepada masing-masing ya. 57:23 Yang punya modal kreditur atau saibul 57:26 mal tidak dengan sendirinya dia bisa 57:28 menerima keuntungan. tidak bisa dengan 57:31 seninya dia dapat kembalian modal tanpa 57:34 sharing risiko. Semua ada risikonya. 57:36 Karena itu maka tidak ada istilah bahwa 57:40 uang itu bisa melahirkan dalam ekonomi 57:42 Islam. Enggak ada. Uang itu bisa 57:44 menghasilkan kalau disandingkan 57:47 dengan usaha manusia. Ya, seperti 57:50 mudarabah itu uang atau modal ada 57:52 ditambah orang yang mengelola modal itu 57:54 baru kemungkinan ada keuntungan, 57:56 kemungkinan ada kerugian. He. 57:57 Tapi kalau dalam kapitalis dijamin pasti 58:00 bahwa orang yang melakukan, orang yang 58:03 memiliki modal atau kreditur dijamin 58:05 pasti modalnya balik dan keuntungannya 58:08 sesuai dengan kesepakatan 10% kah, 20% 58:11 kah dan lain sebagainya dalam bentuk 58:13 bunga. Nah, dengan dilarangnya semua ini 58:17 maka kemudian hal-hal atau mekanisme 58:20 yang membuat konsentrasi kekuasaan pada 58:23 segelintir orang itu dapat dipecahkan. 58:26 Kemudian yang kedua adalah dengan 58:27 memberikan akad-akad syariah, akad-akad 58:30 komersial yang semuanya itu mengacu 58:33 kepada ee persamaan atau kesamaan untuk 58:35 mendapatkan keuntungan, tapi kesamaan 58:38 untuk mendapatkan beban daripada risiko 58:40 usaha. He. 58:41 Jadi risiko saya tidak pernah nol, ada 58:44 dan itu harus di-share kepada oleh kedua 58:47 belah pihak yang melakukan kerja sama 58:49 itu. Maka dengan cara seperti ini, 58:52 konsentrasi itu akan berkurang dalam 58:54 praktik transaksi. Selanjutnya diberikan 58:57 nama apa namanya? zakat yaitu yang satu 59:00 yang wajib dikeluarkan oleh kaum 59:02 muslimin yang punya kekayaan melebih 59:05 nisab dan akan disalurkan kepada delapan 59:08 asnaf. Kalau zakat ini sudah di apa 59:11 diimplementasikan dengan baik secara 59:13 undang-undang, ada lagi yaitu infak, ada 59:18 lagi sedekah, ada lagi hibah, ada lagi 59:20 wakaf. Yang kesemuanya ini bentuk 59:24 daripada transport dari kekayaan mereka 59:26 orang yang kaya kepada mereka yang 59:28 membutuhkan. Ya, dengan cara seperti 59:30 maka eh 59:33 inequality menjadi kecil. Harusnya kecil 59:36 meskipun tidak bisa kita hilangkan 100%. 59:38 Iya, itu masalah. Baik, demikianlah Iwan 59:43 akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu wa 59:44 taala, kajian ekonomi Islam edisi hari 59:46 ini bersama guru kita Ustaz Ikhwan 59:49 Basri. Semoga apa yang beliau sampaikan 59:51 bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih 59:53 banyak atas kebersamaan Anda. Kami undur 59:55 diri. Mohon maaf atas segala kesalahan 59:57 kata. Billahi taufik wal hidayah. 59:59 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:00:01 alla ilaha illa anta astagfiruka wa 1:00:03 atubu ilaik. Asalamualaikum 1:00:05 warahmatullahi wabarakatuh.