Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:26 [musik] 0:28 Brazil 0:39 [musik] 0:47 [musik] 0:53 Bismillahirrahmanirrahim. 0:54 Alhamdulillahiabbil alamin hamdan 0:56 kirsiran thayiban barokan fih kama 0:57 yuhiburbuna waard allahum shalli 1:00 wasallim wabarik ala sayyidina 1:01 Muhammadin wa ala ali sayyidina Muhammad 1:02 masih dipanjarkan dari jalan masjid 1:04 silaturahim nomor 36 Kalimagis Cibubur 1:07 Bekasi radio silaturahim dan juga resil 1:09 TV untuk Islam yang satu. Asalamualaikum 1:12 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 1:13 akhwat yang dirahmati Allah. Senang 1:15 sekali di Senin pagi hari ini kami bisa 1:18 kembali menjumpai ikhwan akhwat dalam 1:20 program acara renungan di bawah naungan 1:23 Al-Qur'an spesial live di pagi hari ini, 1:26 tepatnya di tanggal 1 Juni 2026. 1:31 Berdebatan juga dengan hari lahir 1:34 Pancasila ya, hari libur nasional hari 1:36 ini, Ikhwan. Dan alhamdulillah guru kita 1:40 Ustaz Husein Alatas kembali hadir yang 1:42 akan memberikan kajiannya renungan di 1:44 bawah naungan Al-Qur'an untuk edisi pagi 1:47 hari ini. Asalamualaikum warahmatullahi 1:48 wabarakatuh. 1:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:51 wabarakatuh. 1:51 Kabar baik dan sehat, Ustaz? Ya, 1:53 alhamdulillah. 1:53 Alhamdulillah wasyukrulillah. 1:55 Baik, ikhwan akhwat. Di kesempatan ini 1:57 kita akan mendengarkan kajian dari Ustaz 2:00 Husein Alatas mengenai tema Minarifil 2:04 Quran. Untuk itu mari kita simak bersama 2:08 dan kita awali dengan pembacaan Quran 2:09 surah Al-Fatihah yang akan dibimbing 2:12 langsung oleh Ustaz. Kami silakan. 2:16 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:23 Bismillahirrahmanirrahim. 2:30 Alhamdulillahiabbil 2:32 alamin 2:36 arrahmanirrahim 2:40 maiki yaumiddin 2:45 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta' 2:51 ihdinasirathal 2:53 mustaqimathalladina 3:03 alaiimin. 3:15 [berdehem] 3:16 Bismillahirrahmanirrahim. 3:18 Alhamdulillahi rabbil alamin 3:23 waqulil hamdulillah 3:25 wasalamun ala ibadihilladintofa 3:30 Allahu khairun amma yusyrikun. 3:36 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 3:39 abdika wa rasulika 3:41 sayyidina wa nabina Muhammadin wa alihi 3:46 wasohbihi. 3:48 Wabarik wasallim. 3:52 Allahumma atina minika rahmah waimna min 3:55 ladunka ilman nafi' wf'na bima alamtana. 3:59 Rbana zidna ilman wa alhikna bisolihin. 4:03 Amma ba'du. 4:05 Ikhwan akhwat 4:08 pendengar pemirsa 4:10 radio TV silaturahmi yang dirahmati 4:13 Allah subhanahu wa taala. Alhamdulillah 4:17 setelah bersama-sama kita memperingati 4:20 Idul Adha 4:22 melalui 4:25 hari-hari tasyrik, 4:27 kita 4:29 bersama hari-hari tasyrik mentakdirkan 4:32 Allah Subhanahu wa taala, 4:36 memujinya, mensucikannya. 4:39 Begitu pula 4:41 menegaskan 4:43 tentang wahdaniyatullahi tabaraka wa 4:46 taala. 4:49 Semoga 4:50 [berdehem] 4:51 apa yang kita 4:53 lakukan pada yauman nahar, hari kurban, 4:58 begitu pula hari tasyrik bisa 5:01 betul-betul meninggalkan bekas dalam 5:04 diri kita, 5:06 mengubah arah hidup kita. 5:09 yang [berdehem] tadinya 5:12 kita jalani kehidupan jauh dari Allah 5:15 atau bercampur 5:17 antara tujuan karena Allah dengan 5:20 tujuan-tujuan duniawi atau kita mencari 5:23 kenyamanan hidup. Kita mohon kepada 5:26 Allah Subhanahu wa taala agar Allah 5:29 Subhanahu wa taala betul-betul 5:31 menyatukan hati kita semua sepenuhnya 5:34 menghadap ke hadapan Allah. 5:37 menyadari bahwa tujuan hidup kita 5:39 bukanlah kehidupan dunia, tapi dunia 5:42 merupakan ladang ujian bagi kita semua. 5:47 Orang yang [berdehem] 5:49 hidupnya 5:53 menjadikan dunia sebagai tujuannya, 5:56 maka dia tidak akan lepas 5:59 dari keresahan, kegelisahan, ketakutan 6:02 yang akan menyelimuti jiwanya. 6:05 Tapi siapa-siapa yang menjadikan Allah 6:08 dan hari akhirat sebagai tujuannya 6:11 mengikuti bimbingan Allah dalam kitabnya 6:13 dan tuntunan Nabinya Muhammad sallallahu 6:16 alaihi wa alihi wasallam dalam sunahnya, 6:18 dia akan dibimbing menuju kehidupan yang 6:21 lebih indah, lebih mulia, yang akan 6:25 membuat dirinya tenteram dan damai. Pada 6:28 saat dia menerima nikmat, dia bersyukur. 6:30 Pada saat dia menghadapi cobaan, dia 6:32 bersabar. Kedua-duanya akan membawa 6:35 betul-betul keuntungan 6:38 dan juga kebahagiaan yang tak terhingga. 6:42 Karena hidupnya betul-betul 6:45 sepenuhnya bergantung kepada Allah, 6:48 bukan kepada dunia yang 6:49 mengombang-ambingkan hidupnya dalam 6:52 keadaan tidak menentu. [berdehem] 6:56 Ikhwan Akhwat yang dirahmati Allah, 7:00 pada renungan kita pagi hari ini, 7:04 kita akan 7:06 memasuki maariful Quran, 7:09 yaitu 7:11 pengetahuan 7:13 pemahaman 7:16 yang 7:19 berasal dari Al-Qur'an Alkarim yang 7:21 Allah jadikan sebagai pedoman hidup bagi 7:24 kita semua. Bukan hanya untuk kita baca, 7:27 tapi Allah perintahkan kita 7:29 merenungkannya, 7:31 perintahkan kita menyatu dengan 7:33 Al-Qur'an, 7:35 mengikuti bimbingan dan tuntunannya 7:38 dengan penuh kekhusyukan dan rasa hormat 7:42 seorang hamba di hadapan Tuhannya. 7:45 Karena Al-Qur'an bukan sembarang kitab, 7:48 tapi kitab yang berisikan ayat-ayat 7:51 Allah Subhanahu wa taala yang diturunkan 7:55 dalam rangka mengeluarkan manusia dari 7:58 kegelapan yang bermacam-macam menuju 8:01 kehidupan yang terang-berang di bawah 8:03 cahaya penerangan dari Allah. 8:07 Dan kitab ini merupakan ajaran langsung 8:12 yang diajarkan dan diturunkan Allah. 8:15 Disampaikan kepada nabinya dan nabinya 8:18 menyampaikan apa adanya. Tidak 8:20 menambahkan sesuatu begitu pula tidak 8:22 menguranginya. 8:24 Apa yang terdapat dalam kitab suci kita 8:26 saat ini itulah merupakan seluruh wahyu 8:29 yang Allah turunkan kepada nabiinya 8:34 Allah Subhanahu wa taala. mengingatkan 8:37 hal ini kepada kita semua bahwa kitab 8:40 suci ini merupakan manifestasi 8:43 dari 8:45 Allah Subhanahu wa taala arrahman yang 8:48 maha pengasih yang maha pemurah 8:51 merupakan karunia Allah yang tak 8:52 terhingga Allah berfirman, 8:55 "Bismillahirrahmanirrahim 8:58 arrahman alamal Quran 9:03 arrahman Allah yang maha Maha Pemurah 9:07 ya 9:09 yang kepunyaannya seluruh kerajaan 9:12 langit dan bumi dan apa yang terdapat di 9:14 antara keduanya? La syarikalah tiada 9:17 sekutu baginya. 9:19 Alamal Quran dialah yang langsung 9:22 mengajarkan Al-Qur'an. 9:26 Allah ingatkan bahwa ayat-ayat Alkitab 9:29 ini bukan merupakan hasil karya Nabi 9:33 kita. Nabi hanya sekedar menyampaikannya 9:36 kepada kita dengan penuh amanat apa 9:39 adanya. [berdehem] 9:41 Jadi Arrahman yang langsung mengajarkan 9:44 Al-Qur'an. 9:46 Bila kita pahami hal ini, maka kita 9:48 betul-betul 9:50 memahami bahwasanya kitab suci ini 9:53 merupakan apa? Limpahan rahmat dan 9:56 karunia dari Allah yang diturunkan bukan 9:59 untuk memberatkan dan menyempitkan 10:01 kehidupan manusia. Sebaliknya untuk 10:04 mengeluarkan mereka dari kegelapan yang 10:06 bermacam-macam 10:08 menuju kehidupan yang terang-berang 10:10 sebagaimana yang Allah terangkan dalam 10:12 surah Ibrahim. 10:15 Bismillahirrahmanirrahim. 10:17 [berdehem] 10:20 Alif lam ra. 10:22 Kitabun anzalnahu ilaika 10:26 litukhrijanasa minadzulumati ilan nur. 10:32 kitabun 10:34 anzalnahu ilaika litukhrijanasa 10:37 minadulumati ilan nur. 10:42 Ini adalah [berdehem] 10:45 kitab yang amat agung dan mulia. 10:50 Kami turunkan kepada-Mu agar Engkau 10:52 dengan bantuan kitab ini dan petunjuknya 10:55 mengeluarkan manusia dari kegelapan yang 10:58 bermacam-macam. 11:01 ilan nur 11:04 menuju kehidupan yang terang benerang 11:07 diterangi oleh cahaya Allah. 11:10 Kita lihat di sini Kang Rizal 11:15 berasal dari kata zulmah. Dulmah 11:18 mufradnya, kata tunggalnya. Sedangkan 11:20 zulumat kata jamaknya. 11:24 Allah menjamak kegelapan di sini. 11:26 Sedangkan nur datang dalam bentuk 11:29 mufrad. He. 11:32 Karena kegelapan yang dihadapi manusia 11:34 bermacam-macam. 11:35 Di antaranya 11:38 kegelapan yang berasal dari 11:39 kebodohannya. 11:42 Orang kalau hidup di dunia dalam keadaan 11:44 bodoh, pasti dia akan meraba-raba. 11:49 Bagaikan seorang yang buta dalam keadaan 11:51 membabi buta, tidak mengenal apa tujuan 11:53 hidupnya. Dia akan hidup dalam keadaan 11:56 hina, bahkan lebih hina daripada seekor 11:58 binatang. Karena binatang diciptakan 12:01 untuk dirinya. 12:02 Nah, bagaimana kalau manusia yang 12:04 diberikan akal dan Allah jadikan dia 12:07 sebagai khalifahnya hidup tanpa ilmu, 12:10 tanpa ada penerangan. 12:13 Tapi 12:15 kebodohan ini bukan berarti seluruh 12:17 kegelapan. Banyak kegelapan yang lain. 12:20 Kalau kegelapan bisa ditangani oleh para 12:23 filosuf, para ilmuwan. 12:26 Tapi ada kegelapan lain yang tidak bisa 12:29 dihapuskan oleh para ilmuwan maupun para 12:31 filosuf. 12:33 Yaitu kegelapan yang berasal dari 12:36 ittibaul hawa mengikuti hawa nafsu. 12:42 Begitu juga 12:46 mempertuhan dirinya, 12:51 mengedepankan egonya juga merupakan 12:53 bahagian dari kegelapan. 12:56 Kemudian kezaliman 12:59 ini merupakan 13:04 kegelapan yang amat mengerikan. Bukan 13:06 hanya kegelapan sebatas individual atau 13:10 fardi, tapi bisa menimbulkan kegelapan 13:12 pada satu bangsa di saat kezaliman 13:14 meraja lela. 13:16 Dan manusia menganggap bahwa ini 13:17 merupakan perbuatan yang biasa seperti 13:20 di negeri kita. Kalau kita lihat 13:23 kezaliman, ketidakadilan itu sudah 13:26 merupakan budaya 13:31 dan mereka merasa nyaman dengan semua 13:33 ini. Ini merupakan kegelapan yang amat 13:36 mengerikan. 13:38 Dan di Indonesia sebagaimana kita tahu, 13:40 Kang Rizal, orang yang berilmu tidak 13:43 sedikit jumlahnya. He 13:44 yang berilmu ya, yang setiap tahunnya 13:47 meraih gelar jumlahnya cukup banyak. 13:51 Bahkan mereka-mereka juga dari kalangan 13:54 yang mendalami agama yang hafiz Quran 13:56 begitu banyak, yang menguasai ulumul 13:59 hadis begitu banyak. Tapi ternyata 14:03 bukan hanya masyarakat awamnya, bahkan 14:06 kalangan ulamanya pun diselimuti oleh 14:08 kegelapan. 14:09 H 14:10 karena apa? 14:12 Karena mereka dikuasai oleh ashabiah 14:14 kefanatikan 14:16 mengikuti hawa nafsu. Akhirnya mereka 14:19 menjerumuskan diri mereka dan pengikut 14:21 mereka dalam kegelapan. 14:25 Kalau kita membuka YouTube 14:29 atau kita membuka Instagram, 14:32 kita akan temukan 14:34 dakwah-dakwah yang disampaikan oleh para 14:37 ustaz kita kebanyakannya bukan 14:39 mengarahkan umat. 14:41 kepada kebajikan, kemuliaan 14:45 dan bersatu dalam agama Allah. Tapi 14:47 ternyata para ustaz kebanyakannya 14:49 mengajak orang untuk 14:52 mengikuti mereka secara membuta. Bukan 14:55 lagi menyampaikan ayat-ayat Allah untuk 14:57 menerangi kehidupan mereka, tapi justru 15:00 mengajak pengikut mereka untuk 15:02 betul-betul manut, berfanatik kepada 15:05 mereka secara membuta dan melarang 15:07 mereka untuk mendengarkan 15:09 i 15:10 ajaran agama dari versi yang lain dengan 15:13 alasan agar mereka tidak apa? tidak 15:17 mengalami kebingungan bercampur di 15:19 antara yang hak dan batil. Masing-masing 15:22 mengatakan apa yang mereka sampaikan 15:23 itulah yang hak. Lalu kita bertanya, 15:26 standar dan tolok ukurnya apa? Kalau 15:29 kebenaran diukur dengan manusia 15:33 atau dengan seorang tokoh, maka 15:35 kebenaran ini berubah menjadi sesuatu 15:36 yang bersifat relatif. 15:39 Betul gak? 15:40 Seharusnya kita kembalikan kepada kitab 15:43 suci Al-Qur'an yang Allah turunkan 15:46 dengan membawa kebenaran yang tidak 15:48 meragukan dan Allah jadikan juga sebagai 15:50 mizan. Allah anzalal kitaba bilhaqqi wal 15:53 mizan. Allah yang menurunkan kitab 15:56 bilhaq. Alhaq arti kebenaran yang pasti. 15:59 Wal mizan. Dan Allah juga jadikan Quran 16:02 sebagai standar. Jadi baik saya, 16:07 baik ustaz fulan, 16:09 guru fulan, kiai fulan, habib fulan 16:13 bukan menjadi rujukan dan timbangan, 16:17 tapi kita semuanya kembali kepada kitab 16:20 Allah. 16:21 Apa yang dibenarkan oleh Allah dalam 16:24 kitabnya itu benar walaupun berlawanan 16:27 dengan tradisi kita, budaya kita, hawa 16:29 nafsu kita. apa yang disalahkan oleh 16:32 Al-Qur'an maka itulah yang salah. 16:35 Nah, saya teringat ucapan Imam Ali, Kang 16:37 Rizal, 16:39 ketika umat pada masa itu dihauiran, 16:44 dibingungkan oleh berbagai macam seruan, 16:48 beliau mengatakan, "Innal haqqo wal 16:52 batila la y'rafani biqdarir rijal." 16:57 Sesungguhnya kebenaran maupun kebatilan 17:00 tidak diukur dengan 17:04 kedudukan manusia. Bagaimanapun 17:06 tingginya, bagaimanapun mulianya. 17:10 Baik itu sahabat Nabi, baik itu para 17:12 tabiin, begitu juga para imah 17:15 mujtahidin. Demikian pula kita semuanya. 17:17 Kebenaran tidak dapat diukur dengan 17:20 sosok tokoh kedudukan manusia 17:22 bagaimanapun mulianya. 17:26 Tapi hak, kamu harus pelajari yang hak 17:29 dulu. Takrif ahlahu. Kamu akan tahu 17:32 siapa orang yang berada dalam kebenaran. 17:35 Wifil batil. Pelajari apa itu kebatilan. 17:38 Kamu akan tahu siapa orang yang menjadi 17:40 pelaku kebatilan. Nah, al-Haq ini 17:43 menunjuk kepada siapa? Al-Qur'an. Allah 17:46 berfirman, "Alhaqqu mirbik." Kebenaran 17:48 yang pasti yang tidak meragukan yang 17:51 datang dari Tuhanmu. Tapi kalau datang 17:54 dari kita, bisa saja kita anggap benar. 17:57 Ternyata dia tidak sesuai dengan 17:59 kebenaran. Bisa saja orang lain 18:01 menganggap pendapatnya benar, tapi belum 18:03 tentu sesuai dengan kebenaran. Maka mari 18:06 bersama-sama kita kembali kepada 18:08 Al-Qur'an. 18:10 Jadi, Kang Rizal, ilmu 18:14 begitu juga para filosuf pada zaman 18:16 dahulu kala berusaha untuk mencari 18:20 kebenaran. Sebagian dari mereka telah 18:23 menemukan kebenaran. 18:26 Walaupun yang berkaitan dengan yang 18:28 gaib, ya mereka tidak dapat pahami 18:31 kecuali dengan pemberitahuan langsung 18:33 dari Allah Subhanahu wa taala. Tapi kita 18:36 saksikan pada zaman dahulu kala. Baik 18:39 itu para filosuf, para ilmuwan, mereka 18:42 telah menemukan banyak kebenaran. 18:45 Tapi apakah cukup dengan pengetahuan 18:49 mereka dapat mengubah manusia? 18:54 Allah Subhanahu wa taala yang 18:55 menciptakan kita lebih mengetahui 18:58 tentang kita, kelemahan kita, potensi 19:01 kita, apa yang akan dapat meluruskan 19:04 hidup kita dan apa yang dapat membuat 19:07 diri kita terjelembap dalam kehinaan. 19:10 Oleh karena itu, Allah turunkan kitab 19:12 sucinya, utus rasulnya 19:15 dalam rangka membimbing manusia keluar 19:18 dari kegelapan menuju kehidupan yang 19:20 terang berurat. bukan hanya membawa 19:23 pencerahan pemikiran, 19:25 bukan hanya mengajarkan ilmu, tapi 19:28 membantu mensucikan jiwa mereka. Contoh 19:31 dengan zikrullah, 19:32 dengan kita salat, dengan kita berpuasa, 19:36 dengan merenungkan ayat-ayat Allah, 19:38 dengan mengingat hari akhirat dan banyak 19:41 sekali apa bimbingan-bimbingan, tuntunan 19:44 ya bukan hanya mencerahkan 19:47 pikiran kita, tapi mensucikan jiwa kita, 19:49 memperbaiki amal kita. Nah, ini misi 19:52 Rasul sebagaimana firman Allah dalam 19:54 suratul Jumah, dalam surah Albaqarah 19:57 dalam surah Alimran, Allah berfirman, 20:00 "Hualladzi 20:02 baata fil umiyina rasulan minhum." 20:06 Dialah yang telah mengutus di 20:07 tengah-tengah masyarakat umiyin 20:10 yang tidak mengecap pendidikan. 20:13 Tertinggal, terkebelakang. 20:16 Seorang rasul yang berasal dari kalangan 20:18 mereka yang langsung dididik oleh Allah. 20:22 Bahkan masa pertumbuhannya pun diawasi 20:24 oleh Allah. Tidak pernah sekejap pun dia 20:26 sujud di hadapan berhala. 20:28 Apa misinya? Misi Rasul ini seharusnya 20:31 misi para ulama. Yatlu alaihim ayatih. 20:35 Membacakan bagi mereka ayat-ayat Allah. 20:40 Ayat yang langsung turun dari Allah yang 20:43 menciptakan manusia yang paling 20:45 mengetahui tentang manusia. 20:48 Membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah 20:53 dan beliau yang terdepan dalam 20:55 mengamalkan ayat-ayat Allah. Di saat 20:58 membaca Al-Qur'an, beliau bukan hanya 21:00 membaca menyebutkan lafaznya, tapi 21:04 yatafa'al maal Quran. Betul-betul 21:07 berinteraksi dan menyatu dengan Quran. 21:11 Pada saat Allah Subhanahu wa taala 21:14 memerintah dalam Al-Qur'an, beliau yang 21:17 terdepan dalam menjalankan. Pada saat 21:19 melarang beliau orang yang paling jauh 21:21 dari larangan tersebut. Pada saat 21:23 menyampaikan kabar gembira terlihat air 21:26 mukanya berubah berseri-seri. Pada saat 21:29 mendengarkan ancaman dan peringatan 21:31 mengenai azab Allah, kelihatan muka 21:33 beliau berubah penuh rasa khawatir dan 21:35 takut berlindung kepada Allah Subhanahu 21:38 wa taala. Jadi betul-betul beliau ini 21:40 yatafa'al ma Al-Qur'an. 21:43 Ini yang seharusnya kita lakukan. 21:46 Membacakan ayat-ayat Allah dan beliau 21:49 bukan hanya membacakan tapi mengamalkan 21:52 dan menjadikan dirinya sebagai contoh. 21:55 Kemudian wauzakihim. 21:57 Lalu setelah membacakan ayat Allah yang 22:01 memberikan pencerahan dan penerangan, 22:04 beralih pada tahap berikutnya. Bagaimana 22:07 Allah Subhanahu wa taala mensucikan jiwa 22:11 mereka. Hal ini yang tidak dapat 22:13 dilakukan oleh para filosuf maupun para 22:15 ilmuwan. mensucikan jiwa mereka dari 22:18 syirik, dari kesombongan, 22:21 dari sifat ego, 22:24 kezaliman, mengikuti hawa nafsu, 22:28 kemudian mendorong mereka untuk 22:31 betul-betul menjadikan Allah Subhanahu 22:33 wa taala sebagai satu-satunya sembahan, 22:36 harapan, tempat dia berpegang, tempat 22:39 dia berlabuh, dan daripadanya dia 22:41 mengambil ajaran dan pedoman hidupnya 22:45 yang akan menyatu 22:46 semua mereka-mereka 22:48 yang beriman di jalan yang sama, tujuan 22:50 yang sama hingga tidak terjadi apa? 22:53 pertentangan, perselisihan karena 22:55 arahnya sama. 22:56 Betul gak? Kalau dari arah berlawanan 22:59 atau simpang siur pasti akan terjadi 23:01 kekacauan. Tapi menuju Tuhan yang sama. 23:05 Jalan hidup yang sama walaupun berasal 23:08 dari latar belakang yang berbeda. Mereka 23:10 bukan orang-orang yang menjadikan 23:13 manusia sebagai pegangannya, tapi mereka 23:16 menjadikan Allah sebagai pegangan hidup 23:19 mereka. Adapun manusia sebagai 23:21 pembimbing yang menyampaikan amanat 23:23 Allah, yang mengajak manusia semua 23:25 kembali pada Allah. Oleh karena itu 23:28 Allah perintahkan nabinya udu ila 23:31 sabiliik 23:33 bil hikmati wal maidil hasanah. Ajak ke 23:36 jalan Tuhanmu. 23:39 Rasulullah enggak pernah mengajak orang 23:40 kepada dirinya tapi mengajak manusia 23:42 kepada 23:44 Allah juga berfirman, "Waman ahsanu 23:47 mimman daallah." Siapakah yang lebih 23:49 baik ucapannya dari orang yang mengajak 23:51 kepada Allah? 23:53 Begitu juga Allah perintahkan nabinya 23:55 mengumumkan, "Qul hadihi sabili adu 23:59 ilallah." Katakan ini jalanku. Aku 24:01 mengajak kepada Allah. Ala basirah bukan 24:05 ala basr. Kalau basr membuka mata akhir. 24:07 Kalau basirah artinya dengan kesadaran 24:11 akalnya terbuka 24:13 memilih kebenaran dengan dasar 24:15 pemahaman. 24:17 Ana wamani. Inilah jalanku dan jalan 24:19 orang yang mengikuti aku. Wubhanallah w 24:23 minal musyrikin. Maha suci Allah. Aku 24:25 bukan sekali-kali tergolong dari 24:27 orang-orang yang mempersekutukan Allah. 24:30 Jadi Kang Rizal, 24:32 Nabi berhasil dalam dakwahnya karena 24:34 mengajak umat untuk menuju Allah hingga 24:39 [mendengus] mereka disatukan baik lahir 24:41 maupun batin ya berjalan menuju Allah 24:45 Subhanahu wa taala. 24:47 Kita gagal 24:49 dalam perjuangan kita dan berpecah 24:51 belah. Karena para dai bukan berdakwah 24:55 mengajak kepada Allah, tapi 24:56 masing-masing mengajak kepada 24:58 kelompoknya, kepada golongan, bahkan 25:00 menanamkan kefatikan kefaratikan di hati 25:02 mereka hingga umatnya tidak dapat 25:04 bersatu. 25:06 Nah, selanjutnya Kang Rizal 25:08 yatlu alaihim ayatihi wauzakihim. Lalu 25:12 untuk menjadi pegangan pedoman yang 25:13 mereka tidak lupakan. Wimuhumul kitab 25:16 wal hikmah mengajarkan mereka alkitab 25:19 wal hikmah yang tadinya hidup dalam 25:21 kegelapan tahu-tahu menjadi 25:23 manusia-manusia yang bijak yang mengajak 25:26 manusia kembali pada Allah 25:28 hanya dalam waktu singkat. Wau minqblu 25:31 lafi mubin. Padahal kalau mereka 25:33 menengok ke belakang sebelumnya mereka 25:35 berada dalam kesesatan yang nyata 25:37 menyembah berhala. 25:41 masyarakat yang terbagi-bagi pada 25:43 kasta-kasta 25:45 ya. Mereka yang menentukan semua itu dan 25:47 kezaliman yang kuat terhadap yang lemah 25:50 meraja lela. Hak-hak wanita yang 25:51 diinjak-injak tanpa sama sekali 25:53 dihargai, dihormati kecuali hanya 25:55 sebagai pemuas hawa nafsu atau 25:58 melahirkan anak-anak yang mereka 25:59 banggakan. Kalau lahir anak laki-laki 26:01 mereka banggakan, lahir wanita mereka 26:04 kubur hidup-hidup. 26:06 Ini yang terjadi di tengah-tengah 26:08 masyarakat jahiliah. Walaupun tidak 26:10 semua melakukan, tapi ini merupakan 26:14 kegelapan yang menyelimuti bangsa Arab 26:16 pada saat tersebut. 26:19 Kemudian, Kang Rizal, kalau kita kembali 26:21 ke dalam suraturahman tadi, Arrahman 26:25 yang mengajarkan Al-Qur'an. Khalaqal 26:27 insan, dia juga yang menciptakan 26:30 manusia. 26:31 Alamahul bayan dan kemampuan kecerdasan. 26:36 Kecerdasan yang dimiliki, mampu untuk 26:39 menyerap ilmu dan juga menyampaikannya 26:42 serta mengembangkannya. Siapa yang 26:43 mengajarkan? 26:45 Allah. 26:48 Jadi kalau Al-Qur'annya dari Allah, 26:49 manusianya dari Allah, 26:52 begitu juga kecerdasan 26:54 akal yang dimiliki dari Allah Subhanahu 26:56 wa taala, mungkin enggak terjadi 26:59 benturan 27:01 ketidakselarasan antara Quran dan 27:03 manusia? 27:04 Mustahil. Tapi kalau kita mengambil 27:07 jalan hidup dari selain Allah yang 27:10 menciptakan kita sama ya seorang yang 27:14 membeli katakan mobil Mercy. H 27:17 tapi buku panduannya diambil dari Honda 27:21 atau mobil Honda ya yang sama-sama dari 27:24 Jepang ya. Ternyata dia mengambil buku 27:27 panduannya dari Mazda. Ketemu gak? 27:29 Enggak. tidak mengik begitu juga 27:32 kerusakan manusia terjadi pada saat 27:34 mereka meninggalkan pedoman atau 27:37 petunjuk kehidupan bukan datang dari 27:40 penciptanya. 27:42 Tapi manusia walaupun bahkan kaum 27:45 muslimin yang memahami hal ini ternyata 27:48 kebanyakan mereka tetap menolak untuk 27:50 menerima ajaran Allah. Bahkan mereka 27:52 menganggap orang-orang yang mengajak 27:54 kepada Allah mengikuti petunjuk kitabnya 27:56 adalah kalangan ekstremis, kalangan 27:59 radikal, kalangan garis keras. 28:02 Sebetulnya yang garis keras itu yang 28:04 ekstrem yang keluar dari kebenaran, yang 28:06 mudah mengkafirkan sana, senjasakan 28:08 sini, menumpahkan darah manusia. Kita 28:10 walaupun berhadapan dengan orang yang 28:12 menolak, tidak pernah kita mengajak 28:14 orang untuk menyakitinya. 28:17 Silakan pilih keyakinan kamu. Tugas kami 28:19 hanya menyampaikan berdialog dengan cara 28:21 baik-baik. 28:22 Kecuali kalau mereka menggunakan 28:24 kekerasan, melakukan teror atau katakan 28:27 melakukan serangan, baru kita diizinkan 28:30 untuk menghadapi mereka sesuai dengan 28:32 apa yang mereka lakukan. Jadi, Kang 28:35 Rizal, 28:36 kewajiban kita para ulama, para ustaz 28:40 adalah menyampaikan pesan Allah dan 28:43 ayat-ayatnya. Ini merupakan bahagian 28:45 dari maariful Quran. Dan insyaallah 28:47 sesuai dengan unwan dan nama ini kita 28:50 akan melanjutkan kajian-kajian kita 28:52 membedah Maariful Quran. Kita akan 28:55 sampaikan apa adanya tanpa melakukan 28:58 tambahan-tambahan agar orang menyadari 29:00 bahwa yang datang dari Allah itu jelas 29:02 terang benerang. Bukan seperti pendapat 29:05 ulama yang satu mengatakan A, satu lagi 29:08 mengatakan B. tarik-menarik di antara 29:10 mereka bahkan sampai keluar 29:13 pernyataan-pernyataan yang tidak baik. 29:15 Ini sebagai pengantar. Insyaallah kita 29:17 akan lanjutkan kembali di seputar 29:20 Maariful Quran. 29:22 Baik, terima kasih Ustaz atas ee 29:24 kajiannya, renungan mengenai Maariful 29:26 Quran dan Ikhwan akhwat, selanjutnya 29:28 kita membuka sesi tanya jawab. Kami 29:30 persilakan bagi ikhwan akhwat yang ingin 29:32 menyampaikan pertanyaan, komentar 29:34 ataupun tanggapannya dari renungan yang 29:36 disampaikan oleh guru kita Ustaz Husain 29:38 Atas. Ustaz, jadi kalau kita sebagai 29:41 umat Islam, Ustaz, yang hidup di akhir 29:44 zaman, ee mungkin ada pesan khusus dari 29:47 Al-Qur'an yang paling apa ya, yang 29:49 paling mendesak, Ustaz, untuk [berdehem] 29:51 kita pahami dan kita amalkan, Ustaz. 29:54 Agar kita selamat gitu menghadapi 29:57 berbagai fitnah di akhir zaman ini, 29:59 Ustaz. 30:01 Allah Subhanahu wa taala 30:04 menurunkan Al-Qur'an. 30:06 Di dalamnya terdapat petunjuk 30:10 pelajaran 30:12 yang terang-menerang. 30:14 Bahkan Allah menceritakan juga 30:16 kisah-kisah umat terdahulu 30:18 agar menjadi ibrah dan pelajaran bagi 30:21 kita semuanya. 30:25 Agar manusia tidak beralasan di hari 30:27 kemudian nanti bahwa mereka tidak 30:29 memahami agama dengan jelas. Maka Allah 30:32 jadikan kitab sucinya ini sebagaimana 30:35 yang Allah terangkan, nurun ala nur. 30:39 Lalu kalau orang bertanya, kenapa justru 30:41 sebagian besar manusia termasuk kaum 30:44 muslimin menolak untuk mengikutinya? 30:47 Mereka menolak, mereka bercerai-berai 30:50 bukan karena agamanya yang tidak jelas, 30:53 bukan karena kitabnya yang tidak jelas, 30:55 tapi mereka justru hanyut mengikuti hawa 30:58 nafsu mereka. 31:00 Mereka menolak kebenaran bukan karena 31:02 tidak tahu, tapi mereka menolaknya 31:06 karena kebiasaan hidup mereka yang 31:08 zalim, tidak benar dan juga dipengaruhi 31:11 kesombongan. 31:12 Allah berfirman, "Wahadu biha 31:14 wastaiqonatha anfusuhum dululman waulu." 31:18 Mereka ingkar pada ayat-ayat Allah pada 31:20 hati mereka betul-betul yakin. 31:23 Penyebabnya zulman wauwan karena 31:26 terbiasa berbuat zalim dan juga sifat 31:29 angkuh. 31:30 Allah terangkan juga dalam surah 31:32 Alimran, innaddina indallahil islam. 31:34 Tidak ragu bahwa agama yang diakui oleh 31:37 Allah, diterima oleh Allah hanyalah 31:39 Islam. Nabi Nuh mengajak manusia untuk 31:42 berserah diri pada Allah. Begitu juga 31:44 Nabi Allah Hud, begitu juga Nabi Allah 31:46 Saleh, begitu juga Nabi Allah Ibrahim. 31:48 Begitu juga nabi-nabi dari Bani Israil 31:51 termasuk Nabi Allah Musa, Isa. Begitu 31:54 juga nabi kita semuanya mengajak agar 31:57 kita kembali kepada Allah, berserah diri 31:59 kepadanya. 32:01 Ini hal yang jelas. Tapi sebagian 32:04 manusia menolak bukan karena tidak 32:07 jelas. 32:08 Wtalafalladina utul kitab illa min ba'di 32:11 ma jaahumul ilmu bagiyan bainahum. Dan 32:14 tidak terjadi perselisihan di antara 32:16 para ahli kitab melainkan disebabkan 32:18 apa? 32:20 Ee kecuali setelah datang pengetahuan 32:25 kepada mereka setelah mendapatkan 32:27 penjelasan 32:28 yang menyebabkan mereka 32:30 berselisih bukan karena tidak jelasnya 32:33 kebenaran tapi bagian bainahum. Karena 32:36 masing-masing dikuasai oleh hawa nafsu 32:38 yang mendorong mereka kepada kezaliman. 32:41 Oleh karena itu, 32:43 jalan yang terbaik bagi kita Kang Rizal 32:46 sebagaimana ketika satu hari 32:50 ya Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi 32:53 wasallam berkata kepada para sahabatnya. 32:58 Kebetulan di antara yang meriwayatkan 33:00 hadis ini Amirul Mukminin Ali Ibnu Abi 33:02 Thalib alaihialatu wasalam. 33:05 Nabi berkata, "Satakunu fitan." 33:08 Akan terjadi huru-hara, fitnah, 33:12 kekacauan 33:14 yang membuat orang betul-betul mengalami 33:16 kebingungan yang luar biasa. [mendengus] 33:19 Bahkan dalam riwayat yang lain, yusbihu 33:22 kaq lail mudrim bagaikan gelap gulitanya 33:25 malam yang berlapis-lapis. 33:28 Yusbihulu mukminan wumsi kafir. Paginya 33:31 masih beriman 33:33 t sore sudah beralih ke dalam kekafiran. 33:40 Sore masih dalam keadaan beriman 33:42 ternyata paginya sudah kafir. Yabiu biar 33:46 minad dunya. Dia jual agamanya hanya 33:48 dengan sebab kepigan-kepigan dunia. 33:52 Jadi Rasulullah mengatakan satakunu 33:54 fitan. 33:57 Pada saat itu sahabat bertanya famal 33:59 makhraju minha ya Rasulullah? Apa jalan 34:02 keluarnya? Dijawab oleh Rasul alaikum 34:05 biitabillah. 34:07 Pada saat itu kembalilah kepada 34:08 kitabullah. Karena yang tidak pernah 34:10 mengalami perubahan, yang terjaga 34:12 kesuciannya, yang tidak ternoda dan 34:16 mengalami kerusakan oleh tangan-tangan 34:18 manusia adalah kitab Allah. Alaikum. 34:21 Bitabillah. Lalu Allah terangkan, 34:23 Rasulullah terangkan bahwa dalam kitab 34:25 Allah terdapat pelajaran dari 34:27 orang-orang terdahulu juga berita kabar 34:30 mengenai apa yang akan datang. 34:31 He 34:33 mengenai apa yang kita akan hadapi di 34:35 hari akhir nanti 34:37 dari hari kebangkitan, hisab juga 34:40 mengenai surga nerakanya di mana manusia 34:43 akan ditentukan nasibnya di hari 34:44 tersebut baik kebahagiaan maupun 34:47 deritanya untuk selama-lamanya. 34:50 Kemudian Rasul juga menjelaskan bahwa 34:53 kitab suci Al-Qur'an ini merupakan apa? 34:57 Alfaslu waisa bil hazan. Dia merupakan 35:01 fasil pemisah di antara hak 35:05 dan batil dan juga merupakan bimbingan 35:07 petunjuk yang serius bukan permainan. 35:10 Seperti yang disampaikan oleh para ustaz 35:12 kita dalam ceramah senda gurau tawa dan 35:14 lain sebagainya. 35:16 Orang yang berbicara dengan Quran 35:19 dipastikan kebenarannya. 35:22 Manquala bihiq waman hakama bihi adal. 35:25 Yang memutuskan dengan Al-Qur'an 35:27 keputusannya adil. 35:29 Kemudian waman amila bihi ujir. Siapa 35:32 yang beramal mengikuti petunjuk 35:34 Al-Qur'an dia akan menerima ganjarannya. 35:37 Tapi wama 35:39 tarokahu min jabbarin illa 35:43 adallahullah 35:45 illa qasamahumullah. Tidak ada seorang 35:47 pun yang sombong congkak meninggalkan 35:49 Al-Qur'an karena kesombongan 35:51 kebanggaannya melainkan Allah akan apa? 35:54 Akan hinakan dan hancurkan dirinya. 36:01 Dan tambahan-tambahan gambaran mengenai 36:03 Al-Qur'an yang begitu indah. Ini selaras 36:05 dengan apa yang terdapat kit dalam kitab 36:07 suci Al-Qur'an. Oleh karena itu, kita 36:10 wajib dari mulai dini mengajarkan maarif 36:13 Al-Qur'an. Bukan hanya baca Quran, bukan 36:15 hanya tahsin, bukan hanya menghafal, 36:17 mengajarkan maariful Quran kepada kaum 36:21 muslimin. Karena ini merupakan rukun 36:23 iman kita. Dia merupakan timbangan bagi 36:25 nilai yang benar dan salah. Dan dia juga 36:28 merupakan apa? 36:30 penimbang amal kita di hari kemudian 36:32 nanti yang sesuai dengan Quran berarti 36:36 lulus, yang tidak sesuai berarti gagal. 36:39 Kenapa justru kita beralih kepada 36:41 kitab-kitab yang lain hingga kita 36:43 terpecah belah? Si fulan mengaku sebagai 36:46 Asy'ari, fulan mengaku sebagai 36:48 Muktazili, fulan mengaku sebagai Syiah, 36:51 sebagai sunah, padahal Tuhannya sama, 36:53 nabinya sama, kitabnya sama. Kok jadi 36:56 begini? 36:58 karena mereka mengikuti hawa nafsu. Oleh 37:00 karena itu Allah perintahkan waimu 37:02 bihablillahi jamian. Berpegang teguhlah 37:05 kalian kepada tali Allah. Jadi kita 37:08 bersatu semua dalam tali Allah, dalam 37:11 iman, dalam Islam, kemudian dalam juga 37:15 mengikuti rasul-Nya dan kitab sucinya. 37:18 Jadi, Kang Rizal secara 37:22 e garis besar kembali kepada Allah, 37:24 berpegang kepada Allah, kepada kitab 37:27 sucinya, kepada rasul-Nya, ini merupakan 37:29 jalan keselamatan bagi kita. Dan jangan 37:32 mau kita diaru domba, dipecah belah, 37:35 dihasut untuk bermusuh-musuhan. Padahal 37:37 dalam haji perpisahan Allah dengan tegas 37:39 mengatakan, 37:41 "Ketahuilah sesungguhnya Tuhan Tuhan 37:44 kalian satu, ayah kalian sama. Tidak ada 37:49 keutamaan bagi bangsa Arab atas bangsa 37:52 yang lain. Dan demikian pula sebaliknya 37:54 kecuali dengan takwa." 37:57 Allah tidak lihat suku, bangsa, warna 38:00 kulit, perbedaan bahasa atau status dan 38:04 gelar atau kekayaan yang dimiliki 38:06 seseorang. Allah tidak tergiur pada 38:08 semua ini. Tapi Allah akan menilai 38:10 manusia dengan ketakwaannya kepada 38:12 Allah. 38:13 Jadi kita berharap betul-betul melalui 38:15 radio silaturahmi 38:17 yang mengajak kepada Islam yang satu. 38:19 Kita ingin para pendengar kita menjadi 38:22 dewasa, cerdas, tidak menerima sama 38:26 sekali apa hasutan-hasutan 38:28 dan mudah [berdehem] diu domba. Jadi 38:30 bukan hanya slogan Islam yang satu, tapi 38:33 betul-betul kita muslimin. Kalau ada 38:36 yang mengajak kita berpecah belah atau 38:37 bermusuh-musuhan, katakan ini 38:40 bertentangan dengan sunah Rasul. 38:42 bertentangan dengan perintah Al-Qur'an. 38:45 Maaf saya tidak dapat mengikuti ajakan 38:47 Anda, tapi mari Anda bersama kita menuju 38:50 Allah Subhanahu wa taala. Karena Allah 38:52 akan bertanya pada apa yang kita 38:54 lakukan, 38:55 apa yang kita pilih, bukan apa yang 38:57 orang lakukan. 38:58 Iya. 38:59 Betul gak? Kenapa kita harus menyibukkan 39:01 diri dengan berbagai macam pertentangan? 39:04 Ajak orang kembali kepada Allah. 39:07 Kemudian ajak orang bersatu di jalan 39:09 Allah Subhanahu wa taala. Wallahuam. 39:12 Baik, Ustaz, kita lanjutkan, Ustaz. Saat 39:13 ini kan kita di [berdehem] era teknologi 39:17 gitu ya. Banyak dari kita itu belajar 39:20 baik itu Al-Qur'an, ilmu-ilmu agama, ee 39:24 ngaji gitu, Ustaz, melalui media sosial, 39:27 ya, melalui teknologi itu lewat YouTube, 39:30 Instagram, TikTok seperti ini juga radio 39:34 gitu, Ustaz. Nah, untuk di Meds sendiri, 39:36 Ustaz, ee akhirnya kan banyak apa 39:39 istilahnya ee kalau ada kesalahan satu 39:43 ustaz menyalahkan ustaz yang lain. Nah, 39:45 ini ada pertanyaan dari Pak Hasan, 39:46 Ustaz. Di media sosial katanya, saya 39:49 sering melihat seseorang muslim itu 39:51 saling menyalahkan, Ustaz. Hanya karena 39:53 perbedaan organisasi, mazhab atau 39:55 pilihan ustaz yang diikuti. Salah 39:57 satunya di media sosial gitu, Ustaz. 39:59 Bagaimana sikap yang benar agar kita 40:02 tetap bisa menjaga ukhuwah, Ustaz, tanpa 40:05 mengorbankan prinsip-prinsip agama yang 40:08 jelas tertulis dalam Al-Qur'an. Ustaz, 40:10 demikian. 40:12 Bismillahirrahmanirrahim. 40:16 Dalam menghadapi perbedaan pendapat, 40:20 kita bedakan di sini antara pendapat 40:23 syariat yang datang dari Allah yang 40:26 disampaikan Rasulnya. 40:28 Dalam syariat Allah Subhanahu wa taala 40:31 yang datang pasti dari Allah dan 40:34 Rasul-Nya. 40:36 Kita tidak dibenarkan sama sekali untuk 40:39 apa? Untuk mengajukan pilihan atau 40:43 mengubah dengan pendapat kita. Kewajiban 40:45 kita mengatakan samina wa atana wama 40:49 kanana limukminin wala mukminatin. 40:52 Qallahu amron. 40:55 Qallahu waasuluhu amrakuna lahumulatu 40:59 min amri. Tidak dibenarkan atau sekali 41:02 kali tidak dapat diterima dan dibenarkan 41:04 kalau Allah dan rasulnya menetapkan 41:07 sesuatu bagi orang yang beriman baik 41:10 pria maupun wanita. Mereka mengajukan 41:12 pilihan yang lain 41:15 atau mengajukan penawaran 41:18 selagi datang dari Allah dan pasti dari 41:21 Rasul-Nya. Artinya riwayatnya bukan 41:24 riwayat yang diperselisihkan, 41:26 maka kita wajib mengatakan samna wadna. 41:30 Tapi selagi datang dari manusia atau 41:34 dari para ulama terhadap terjadi 41:36 perbedaan dalam pemahaman dan istimbat, 41:40 masing-masing merujuk kepada dalil yang 41:42 menjadi pegangannya. 41:45 Kita di sini tidak boleh sama sekali 41:47 menyalahkan orang yang tidak sependapat 41:49 dengan kita. 41:51 Dan awam hendaknya tidak terlibat dalam 41:54 apa? Pertentangan mempertentangkan 41:56 masalah ini tanpa ilmu. Biar para ulama 41:59 di atas yang duduk berdiskusi 42:02 untuk mencari kesepakatan. Kalau memang 42:05 tidak sepakat karena latar belakang 42:08 pendidikan pemahaman manusia kan 42:10 berbeda-beda kan. 42:12 Sudut pandangnya juga bisa berbeda-beda. 42:14 Hendaknya ini menjadi apa? pelajaran 42:17 buat kita bahwa kebenaran yang pasti itu 42:20 datang hanya dari Allah. Kalau manusia 42:23 sifatnya dugaan. Oleh karena itu, jangan 42:26 berasaskan dugaan kita menyesatkan yang 42:29 lain. Karena bisa saja dia yang benar. 42:32 Seperti ucapan Imam Syafi'i. 42:34 Ini pendapatku 42:37 hadi shawabun indi. Menurut saya tepat. 42:41 Kata sawab itu artinya sesuai dengan ee 42:45 mengenai sasaran. Kata asoba yusibu 42:49 sabun indi. Ya 42:52 menurut pendapat saya ini merupakan 42:55 pendapat yang tepat 43:01 tapi apa? 43:05 Belum tentu kata Imam Syafi'i, pendapat 43:07 saya yang tepat ini ya mengenai 43:10 kebenaran secara pasti itu menurut 43:11 dugaan dia. 43:14 Sawabun indi waun inhairi. Menurut 43:17 pendapat yang lain tidak tepat meleset. 43:21 Tapi Imam Syafi kata apa? 43:24 Waqad yakunu giri hal musib. bisa saja 43:29 orang lain yang benar yang mengenai 43:31 sasaran 43:33 karena dia memahami betul-betul ini 43:35 merupakan interpretasi, 43:38 merupakan hasil ijtihad dan penelitian. 43:41 Hasil penelitian 43:43 belum tentu ya dia bersifat mutlak 43:47 kebenarannya. Karena berdasarkan sudut 43:50 pandang ya orang lain punya sudut 43:53 pandang yang berbeda. Itu wajar dalam 43:55 jangankan dalam ilmu agama, dalam 43:57 berbagai macam penelitian pun kita 43:59 jumpai bagaimana para ilmuwan berbeda 44:01 pendapat dalam masalah ini. Ini ujian. 44:04 Kita harus membedakan mana yang datang 44:06 dari Allah, mana yang datang dari apa 44:09 persepsi kita. pendapat kita. Jangan 44:12 kita mempertuhan atau menyamakan 44:14 pendapat kita dengan apa yang datang 44:15 dari Allah. 44:18 Al-Qur'an ilmu yang Allah ajarkan kepada 44:20 kita. Sedangkan pendapat kita kan buah 44:23 dari kajian penelitian yang dangkal. 44:26 Oleh karena itu disepakati oleh para 44:28 ulama selagi perbedaan pendapat berkisar 44:33 ya di apa? di pemahaman dan interpretasi 44:37 manusia. 44:39 Maka dalam hal ini kita harus saling 44:41 menghargai satu dengan lainnya. 44:43 Sebagaimana contohnya umpamanya orang 44:46 dalam salat subuh Syafi'i qunut, Maliki 44:49 juga qunut, Maliki sebelum ruku, Imam 44:51 Syafi'i setelah rukuk, yang lain tidak 44:54 qunut. Ini merupakan perbedaan pendapat. 44:57 Kenapa yang berbeda yang sedikit kita 44:59 besarkan? Lalu kita memberikan stigma 45:02 negatif pada teman kita yang berbeda 45:04 dengan kita. Sedangkan yang disepakati 45:06 yang begitu banyak dari sunah amaliah 45:10 kita abaikan. Ini menunjukkan bahwa hati 45:12 kita sakit. 45:14 Hati kita ini dikuasai kesombongan, 45:17 kebanggaan hingga kita mengucapkan 45:19 kata-kata yang tidak patut. Jadi selagi 45:23 ya kita berbeda pendapat dalam 45:26 urusan-urusan yang tidak pasti sama 45:29 sekali, kita harus saling menghargai. 45:32 Tapi selagi perbedaan atau perselisihan 45:35 menyangkut hal yang pasti dari Allah 45:37 Taala, kita tidak dibenarkan untuk 45:40 berdiam, 45:41 tidak dibenarkan untuk bertoleransi 45:43 menerima, tapi kita wajib katakan yang 45:45 hak itu hak, yang batil itu batil. Jadi 45:47 kalau seandainya ada sebagian orang 45:49 mengatakan orang Islam bahwa khamar itu 45:51 tidak haram atau bil tidak haram 45:54 karena kadar alkoholnya sedikit ya atau 45:57 katakan berzina itu satu hal yang boleh 46:00 ya karena situasi saat ini sulitnya 46:03 pernikahan LGBT juga merupakan hak asasi 46:06 manusia kita enggak bisa terima tidak 46:09 bisa terat 46:11 bukan merupakan kewajiban 46:14 apalagi kalau seandainya orang sedang 46:16 bekerja 46:17 kerjaan harus lebih diutamakan daripada 46:19 salat yang wajib. Itu tidak mungkin 46:21 diterima. Nah, cuma sayangnya masyarakat 46:24 sudah diracuni oleh ustaz-pustaz dan 46:27 ulama-ulama mereka untuk 46:30 menganggap bahwa pendapat ulamanya 46:33 merupakan pendapat yang sakral. 46:37 Sedangkan pendapat ulama yang lain 46:40 batil. 46:42 Tapi kalau seandainya 46:44 Kang Rizal ada orang menyebarkan 46:46 kebohongan dan fitnah yang bisa 46:49 menimbulkan kesalahpahaman di 46:51 tengah-tengah umat. Ini jelas-jelasan 46:53 fitnah kebohongan dan bukan merupakan 46:56 hal yang sifatnya perbedaan pendapat. 46:58 Kita wajib untuk menjelaskan kepada umat 47:01 supaya umat tidak terjerumus dalam 47:03 perbedaan pendapat. Kalau seandainya 47:06 apa? Ee dalam penyesatan atau 47:08 perselisihan atau dalam kebohongan. 47:10 Kalau memang hal tersebut diumumkan di 47:12 tengah-tengah manusia. Jadi kalau ada 47:15 orang katakan contoh Abu Janda 47:17 ya dia ee berbicara mengenai Al-Qur'an 47:21 secara tidak patut 47:22 dan dia mengatakan bahwasanya umat Islam 47:25 ini tidak adil. Kalau ada orang ya 47:29 menista agama Kristen ya tidak dituduh 47:32 sebagai penista agama. Tapi kalau orang 47:35 berbicara tentang Islam mereka 47:37 mengatakan bahwa itu menista agama. Ini 47:39 tidak benar. 47:40 Islam melarang kita untuk menista agama 47:43 manaun. Bahkan melarang kita untuk 47:46 menista 47:47 tuhan Tuhan yang disembah oleh para 47:49 penyembah berhala. 47:51 Tapi harus dibedakan antara menista dan 47:53 mengkritisi. 47:54 H 47:55 kalau kita mengkritisi yang salah 47:58 tujuannya meluruskan itu bukan menista. 48:01 Nah, apa yang dilakukan oleh sebagian 48:02 pendeta ya yang disebutkan oleh Abu 48:05 Janda itu penghinaan bukan hanya 48:08 terhadap Islam bahkan terhadap agama 48:09 mereka. 48:12 Mereka mengatakan bahwa Rasul menggauli 48:14 Zainab tanpa ada pernikahan, tanpa ada 48:16 apa-apa dengan bahasa yang vulgar dan 48:18 kotor. 48:20 Begitu juga ada seorang pendeta juga 48:24 berbicara tentang agamanya dengan cara 48:27 yang tidak benar hingga diadukan oleh 48:30 pemeluk agamanya. Tapi Abu Jaha ini 48:33 orang yang meanjeng kelihatannya 48:36 dibayar untuk menyebarkan 48:39 perpecahan dan menghasut antara pemeluk 48:42 agama Kristen dan agama Islam. Nanti 48:45 akhirnya orang-orang yang awam ya, 48:47 orang-orang yang mudah terbawa oleh 48:50 hasutan bisa terjadi pertikaian di 48:52 antara mereka hingga akhirnya bisa 48:55 timbul perang agama disebabkan ulah 48:58 hasutan Abu Jannal. 49:01 dulu dia mengaku sebagai orang Islam 49:04 belakangan ya dengan sikap-sikap yang 49:07 menghina, merendahkan juga Al-Qur'an, 49:09 menista juga agama Allah Taala ya dengan 49:12 tegas mengatakan bahwa Al-Qur'an 49:15 mengajarkan orang untuk menumpahkan 49:17 darah dan lain sebagainya kemudian 49:18 menyebarkan isu-isu negatif di tengah 49:21 masyarakat. Ini jelas-jelasan Abu Janda 49:24 ini seorang penjahat, seorang yang 49:26 berbahaya untuk 49:28 kehidupan 49:30 berbangsa di tanah air kita yang ingin 49:32 betul-betul merajut persatuan, saling 49:34 menghargai, saling menghormati. Kita 49:36 berbeda agama. Allah yang memberikan hak 49:40 pada mereka yang memilih keyakinan 49:42 mereka untuk tidak kita ganggu. 49:44 Lakum dinukum 49:45 lana a'maluna wakum a'malukum. 49:49 Jadi kalau seandainya ada orang seperti 49:51 Abu Janda yang menyebarkan isu, 49:53 menyebarkan fitnah, menghasut, wajib 49:56 untuk kita berikan peringatan kepada 49:59 umat. 49:59 Dan kita harap bukan hanya umat Islam, 50:01 umat Kristian juga sadar. Ini berbahaya 50:04 sekali. Mereka harus tampil menjelaskan 50:06 bahwa apa yang dilakukan Abu Janda ini 50:08 merupakan propaganda yang amat 50:10 berbahaya. Jangan sampai umat Kristian 50:12 terbawa, merasa senang seolah karena Abu 50:15 Janda berpihak pada mereka. Ini bukan 50:17 berpihak pada mereka. ini ingin 50:19 menjerumuskan bangsa ke dalam pertikaian 50:21 dan perselisihan. 50:23 Jadi, ingat pada prinsip-prinsip Islam 50:27 tidak dibenarkan sama sekali ulama untuk 50:29 menyampaikan yang berbeda dari apa yang 50:32 ditetapkan Allah dalam kitab sucinya 50:34 maupun sunah nabinya. Tapi pada 50:36 perbedaan pendapat dalam ranah yang 50:40 tidak terdapat nas yang tegas 50:42 dikembalikan kepada ijtihad para ulama, 50:45 kita harus saling menghargai, 50:47 menghormati. satu sama lain jauh dari 50:50 kefanatikan yang membutakan kita. 50:52 Wallahuam. 50:53 Baik, Ustaz. Ini ada dua pertanyaan, 50:55 Ustaz. Saya gabungkan, Ustaz, dari Ibu 50:57 Vivi dan Bu Fahni. Ustaz, mohon maaf 50:59 kalau Wiwi di luar tema katanya, Ustaz. 51:02 Ustaz, ada ee adakah hukum untuk mayit 51:05 yang satu liang lahad dengan yang bukan 51:08 mahram? Mohon penjelasannya, Ustaz 51:10 Syukron. Kemudian dari Ibu Fani. Ini 51:13 mengenai Al-Qur'an. Bagaimana agar kita 51:16 membaca Al-Qur'an mendapatkan rasa 51:18 kebahagiaan dan ketenangan juga 51:20 kedamaian? Ustaz Syukran, 51:23 pertama kita bicara mengenai Al-Qur'an. 51:26 Pada saat kita membaca Al-Qur'an, 51:28 pertama-tama kita harus mengikhlaskan 51:31 niat kita 51:33 untuk betul-betul 51:36 meresapi ayat-ayat Allah. 51:39 Membebaskan diri kita dari persepsi 51:42 sebelumnya. kita mengikhlaskan hati kita 51:45 untuk menyimak mendengarkan 51:46 firman-firman Allah. 51:50 Kemudian kita juga harus merasakan 51:53 betul-betul Kang Rizal pada saat membaca 51:56 Al-Qur'an Allah sedang berbicara kepada 51:58 kita langsung 51:59 bukan berbicara kepada rasulnya dan 52:02 sahabat yang hidup pada masa Rasul tapi 52:04 Al-Qur'an kitab yang selalu hidup. 52:07 Firman Allah yang berbicara kepada 52:11 pembacanya. Nah, pada saat kita membaca 52:13 Al-Qur'an merasakan 52:16 dan meresapi dengan penuh kesadaran 52:18 bahwa Allah berbicara kepada kita, 52:20 bagaimana perasaan kita, Kak Rizal? 52:25 Kita merasakan Allah berbicara kepada 52:28 kita. Kita betul-betul mendapatkan 52:31 kemuliaan, mendengarkan bimbingan, 52:33 tuntunan langsung dari Allah. 52:37 Oleh karena itu, 52:39 orang yang beda sekali orang yang 52:42 merasakan bahwa Allah berbicara 52:43 kepadanya melalui kitab sucinya 52:46 dan dia berbicara kepada Allah, mengadu 52:48 dalam doanya maupun dalam salatnya 52:50 dengan orang yang tidak merasakan hal 52:52 ini. Dia merasa seolah-olah membaca 52:54 Al-Qur'an sebagai wirid yang rutin 52:57 dilakukan mengkhatamkan satu juz tiap 52:59 harinya ya 53:02 tanpa diresapi sama sekali. Padahal 53:04 kitab Al-Qur'an dimudahkan. 53:07 Baik orang yang berbahasa Arab maupun 53:09 yang tidak dengan terjemahan-terjemahan 53:10 yang begitu banyak, dia bisa membaca 53:12 beberapa ayat sambil diresapi dan mohon 53:15 pada Allah agar Allah memberikan hidayah 53:17 kepadanya dan menerangi jiwanya. 53:21 Kalau dia mohon pada Allah, Allah akan 53:23 mengatakan waqukum astajibakum waakni 53:29 ujibu 53:32 Allah berjanji untuk mengabulkan doa 53:34 hambanya yang memohon padanya. Tapi 53:35 dengan syarat kisal falyastajibu 53:38 lialminui. 53:40 Sebagaimana dia ingin dikabulkan oleh 53:42 Allah pada saat Allah berbicara 53:43 kepadanya melalui Al-Qur'an, melalui 53:45 bimbingan petunjuknya, dia juga harus 53:47 menyambut. Istijabah itu dalam bahasa 53:49 Arab artinya apa? 53:52 Dia bersungguh-sungguh menyambut. Jadi 53:53 kalau ada panggilan, 53:55 ada seruan yang memanggil kita, kita 53:57 bergegas-gegas menyambut, itu namanya 53:59 istijabah. 54:01 Kalau ajaba menjawab, kalau istajaba 54:03 yastajibu menggambarkan kesungguhan kita 54:06 apa? Menyambut seruan Allah kita. Pada 54:10 saat mendengarkan perintahnya, kita 54:12 menyambut dan mengikutinya. Pada saat 54:13 mendengarkan larangannya, kita menyambut 54:16 dengan menjauhinya. Pada saat kita 54:18 mendengarkan kabar gembira mengenai 54:19 surga, hati, kita mohon pada Allah untuk 54:21 dijadikan sebagai ahlinya. Kita ketika 54:24 mendengarkan peringatan mengenai neraka, 54:26 kita mohon kepada Allah untuk 54:28 melindunginya. Jadi kita merasa 54:29 betul-betul apa? Terdapat interaksi 54:32 bukan hanya sekedar secara lisan, tapi 54:34 jiwa kita berinteraksi bersama ayat 54:37 Allah merasakan Allah sedang berbicara 54:40 kepadanya. 54:41 Kira-kira kita merasa terhormat tidak? 54:43 Iya. Orang merasa terhormat di saat 54:45 mendengarkan nasihat dari Bapak 54:47 Presiden. 54:48 Saya berjumpa dengan seorang ustaz ee 54:51 dia mengatakan saya selama ini atau kita 54:54 selama ini selalu mendengarkan arahan 54:56 dan nasihat yang disampaikan oleh Bapak 54:58 Wakil Presiden. 55:01 Padahal dia ini seorang alim, seorang 55:04 yang berilmu. Sedangkan Bapak Wakil 55:06 Presidennya bukan orang yang berilmu. 55:09 Seharusnya yang membutuhkan pengarahan 55:10 siapa? Oke, Pres. 55:11 Tapi karena kagum silau pada jabatan 55:14 ya, 55:15 dia membalik keadaannya. Begitu juga 55:18 kita sekarang mendapatkan kehormatan 55:21 Allah yang memberikan pengarahan, 55:22 bimbingan langsung kepada kita. Coba 55:25 Anda buktikan dengan ikhlas untuk 55:27 betul-betul mendengarkan firman Allah, 55:30 merasakan Allah, berbicara kepadanya, 55:32 mohon agar Allah memberikan petunjuk 55:34 kepadanya dan bersihkan diri kita dari 55:37 persepsi sebelumnya 55:38 agar kita betul-betul sebagai seorang 55:40 hamba beradab di hadapan Tuhan kita 55:43 menempatkan Allah dan kitab sucinya di 55:45 depan bukan di belakang. Lalu kita 55:48 menempatkan diri kita di depan, mengatur 55:50 dan mengiring Al-Qur'an semau kita. Jadi 55:53 enggak sulit. Bisa dibuktikan begitu 55:55 Anda meresapi, menyadari Tuhan Anda 55:59 berbicara langsung kepada Anda. Ini 56:01 kehormatan yang luar biasa. Nah, ini 56:03 salah satu pesona daya tarik dan 56:05 kekuatan Islam dan Al-Qur'an bahwa 56:08 setiap muslim bisa mendengarkan arahan 56:12 bimbingan petunjuk Allah secara 56:14 langsung. Bukan dari ustaz, bukan dari 56:16 ulama. Karena kita hanya mengarahkan ke 56:17 sana. 56:18 Iya. 56:19 Jadi jangan hanya sekedar mendengarkan 56:21 ceramah, coba baca Al-Qur'an, resapi dan 56:23 dengarkan Allah memberikan bimbingan 56:25 pengarahan kepada Anda. Wallahuam. 56:28 Yang mayit tadi gimana? 56:30 Satu liang lahad dengan yang bukan 56:31 mahram 56:31 tidak dibolehkan. 56:34 Kita menyatukan jenazah seorang muslim 56:36 bersama nonmuslim dalam lahad yang sama. 56:39 Tidak dibolehkan sama sekali. 56:40 Kalau sesama muslim bukan mahram gimana? 56:43 Begitu juga antara seorang muslim ya 56:47 katakan dengan muslimah tapi bukan 56:50 mahramnya juga tidak dibolehkan. 56:52 Sebagaimana As Sayidah Aisyah Ummul 56:54 Mukminin radhiallahu anha ketika Nabi 56:57 dikuburkan sendiri beliau tidak menutupi 57:01 auratnya. 57:03 Tapi begitu 57:04 waktu Abu Bakar juga dikuburkan, dia 57:06 tidak menutupi auratnya karena ayahnya 57:08 kan. 57:08 Iya. Begitu Umar bin Khattab radhiallahu 57:11 anhu dikuburkan, langsung mulai saat itu 57:13 ketika dia menziarahi Rasul, dia menutup 57:16 auratnya secara sempurna sebagaimana di 57:18 hadapan yang bukan muharimnya. Jadi 57:20 apalagi disatukan 57:22 antara seorang laki-laki ya muslim 57:25 dengan wanita yang bukan muslimah eh 57:28 dengan wanita yang bukan menjadi 57:29 mahramnya walaupun sesama-sama muslim 57:31 kecuali kalau darurat. 57:33 H 57:34 darurat tidak ada jalan lain sama sekali 57:36 itulah yang persoalan. Tapi kalau dalam 57:38 keadaan mudah tidak dibolehkan. 57:40 Karena kita menghormati jenazah seorang 57:43 muslim dan muslimah itu sama kita 57:46 menghormati pada saat hidupnya. 57:49 Jadi Islam itu betul-betul apa? 57:51 memerintahkan kita untuk menjaga, 57:53 menghormati kehormatan 57:55 sesama muslim. Jangan kita satukan 57:58 jenazah muslim ya dengan muslimah dalam 58:02 lahad yang sama. Ini tidak dibolehkan 58:04 sama [berdehem] sekali. ini merusak 58:06 mencederai kehormatan 58:09 saudara-saudari kita sesama kaum 58:10 muslimin. 58:11 Artinya kalau sesama mahram tidak apa, 58:12 Pak Ustaz? Ya, 58:13 kalau mahram enggak ada masalah ayah 58:14 sama anak ya 58:16 suami istri atau suami istri itu enggak 58:18 ada masalah apa-apa sama sekali. 58:19 Demikianlah subhanakallahumma 58:21 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 58:23 astagfiruka wa atubu ilaik walu minkum. 58:26 Wasalamualaikum warahmatullahi 58:28 wabarakatuh. 58:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:30 wabarakatuh. Terima kasih jazakallah kir 58:32 guru kita Ustaz Husein yang telah 58:34 menyampaikan kajiannya, renungannya 58:36 mengenai Minarifil Quran. Ustaz ya, 58:39 ikhwan akhwat, semoga hubungan kita 58:41 dengan Al-Qur'an tidak hanya sebatas 58:43 tilawah saja, Ustaz, ya seperti yang 58:45 tadi Ustaz sampaikan, tetapi juga dengan 58:47 tadabur, memaknai maknanya dan juga 58:50 menjadikan pedoman untuk hidup kita 58:52 semuanya. Yanawat, saya Rizal Alhak 58:54 bersama teman-teman yang bertugas ada 58:56 Kang Ondi dan Kang Algi undur diri. 58:58 Billahi taufik walhidayah. 59:00 Wasalamualaikum warahmatullahi 59:01 wabarakatuh. 59:01 Waalaikumsalam.