Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Assalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. 0:21 Allahuma sholi ala Sayyidina Muhammad wa 0:22 ala alihi Sayyidina Muhammad. 0:24 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:26 ini di pagi yang cerah dalam acara 0:28 renungan di bawah naungan Alquran 0:30 bersama Ustaz Husin Anatas dan Ustaz 0:33 Ustaz Hamzah Anatas. Di sini ada Kang 0:35 Atep pada switcher dan juga Ismi ya. 0:39 Dinda. Oh, Dinda. Dinda. 0:41 Dinda yang sedang PKL kita nih. 0:43 Alhamdulillah. 0:44 Kita sedang berada di studio 2 di gedung 0:47 Rasil Jalan Masjid Silaturahim 36 0:50 Kalimanggis Cibubur 0:52 eh Bekasi. 0:55 Pada hari Kamis tanggal 30 Juni 2022 itu 0:59 sudah masuk 1 Dzulhijjah. Nah, kita akan 1:01 membahas masalah hikmah haji akan 1:03 dibahas oleh Ustaz Husin dan Ustaz 1:05 Hamzah. Assalamualaikum Ustaz Husin, 1:06 Ustaz Hamzah. Waalaikumsalam 1:08 warahmatullahi 1:09 mulai acara ini dengan membaca Al 1:10 Fatihah. 1:13 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:19 Bismillahirrahmanirrahim. 1:26 Alhamdulillahirabbil 1:30 alamin. 1:34 Arrahmanirrahim. 1:39 Maliki yaumiddin. 1:44 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 1:50 Ihdinash shiratol mustaqim. 1:55 Shirotol ladzina an'amta 2:11 Amin, amin. Amin. Kita sudah baca 2:14 Al-Fatihah, mudah-mudahan Allah mudahkan 2:15 kita dalam memahami apa-apa yang 2:18 dijelaskan oleh guru-guru kita. Ya, kita 2:20 tahu pada tanggal 30 Juni, hari Kamis, 2:22 2022, itu masuk 1 Dzulhijjah. Sekarang 2:26 kita akan mengangkat tema hikmah haji. 2:28 Kepada Ustaz Husein kami persilakan. 2:30 Audzubillahiminasyaitanirrajim. 2:33 Bismillahirrahmanirrahim. 2:35 Alhamdulillahirabbil 2:37 alamin. 2:40 Was-sholatu was-salam 2:43 ala Sayyidina 2:45 wa Nabiyyina Muhammadin 2:47 wa alihi thoyyibin 2:50 wa shohabatihil ghurril mayamin. 2:54 Wat-tabi'ina lahum bi ihsanin ila 2:58 yaumiddin. 3:01 Subhanaka la ilmalana illa ma allamtana 3:06 innaka antal alimul hakim. 3:10 Wala haula wala quwwata illabillahil 3:14 aliyil adzim. 3:17 Allahumma atina min indika rohmah 3:22 wa allimna min ladunka ilman nafi'a 3:25 wanfa'na bima allamtana. 3:30 Rabbana zidna ilman wa alhiqna 3:32 bis-sholihin. 3:34 Allahumma akhlis niyatina 3:37 wa saddid 3:39 alsinatana 3:42 wa ati nufusana hudaha wa taqwaha wa 3:46 alhimha rusydaha. 3:49 Wa nas aluka ya rabbana 3:53 al-afwa wal-afiyah wal-ghina muafatan 3:55 daima fiddin wadunya wal akhirat. 4:00 Amma ba'du ikhwan akhwat. 4:04 Pendengar pemirsa yang dirahmati Allah. 4:08 Kaum muslimin dan muslimat. 4:11 Seluruh keluarga besar radio 4:13 silaturahim. 4:16 Ustad Hamzah bin Attas Al Attas yang 4:19 menemani kita pada dialog pagi kali ini. 4:22 Begitu pula Ustad Muhammad Krisna bin 4:24 Muhammad Ishaq. 4:26 Atif. 4:29 Demikian pula ikhwan yang. 4:32 Sedang membantu kita di studio. 4:36 Dinda bersama seluruh akhwat yang 4:39 sedang melaksanakan pelatihan. 4:42 Kepada seluruh saudara-saudari kita yang 4:45 berasal dari ayah ibu yang sama 4:47 salamullahi alaikum warahmatullah 4:50 wabarakatuh. 4:55 Pada hari ini merupakan hari Kamis. 4:59 Yang merupakan. 5:01 Awal dari bulan suci Dzulhijjah. 5:07 Berdasarkan. 5:13 Mereka-mereka. 5:15 Yang berpendapat dari hasil hisab maupun 5:18 yang. 5:19 Berpegang kepada hasil ru'yah. 5:22 Yang disaksikan. 5:24 Di Saudi Arabia. 5:27 Bahwasanya. 5:29 Mereka-mereka yang berpegang pada hisab 5:31 bulan telah lahir setinggi 2 derajat ini 5:34 merupakan. 5:36 Hal yang merupakan. 5:38 Cukup kuat untuk menjadi bukti lahirnya 5:41 bulan baru didukung dengan kesaksian 5:44 ru'yah juga yang berlangsung di Saudi 5:46 Arabia. 5:47 Sedangkan pemerintah Indonesia 5:50 condong untuk menetapkan 5:54 awal Zulhijah pada esok hari. 5:57 Maka sebagai konsekuensinya terjadi 5:59 perbedaan 6:02 pada hari raya Idul Adha. 6:05 Yang 6:07 meyakini bahwasanya hari ini merupakan 6:10 awal Zulhijah, maka Idul Adha akan jatuh 6:13 pada hari Sabtu. 6:14 Sedangkan pemerintah Indonesia 6:17 yang condong untuk menetapkan awal 6:19 Zulhijah pada esok hari, maka hari Ahad 6:22 merupakan hari raya Idul Adha. 6:30 Di saat pemerintah menetapkan hari raya 6:32 Idul Adha jatuh pada hari Ahad, berarti 6:34 terdapat jeda. 6:36 Jeda bukan satu hari, tapi dua hari. 6:39 Dari hari wukuf, hari wukuf tanggal 9 6:43 jatuh pada hari 6:46 Jumat. 6:48 Sedangkan 6:50 di Indonesia 6:53 menetapkan hari Idul Adha pada hari 6:55 Ahad, berarti terdapat jeda. Bukan hanya 6:58 satu hari, tapi dua 7:00 Padahal seharusnya hari raya kurban itu 7:02 langsung setelah hari wukuf di Arafah. 7:08 Nah, kita berharap mudah-mudahan 7:10 umat Islam 7:14 dari sini bisa memiliki betul-betul 7:16 kelapangan dada 7:19 untuk dapat bersatu, 7:22 membiasakan dalam kebersamaan. Karena 7:24 kita tahu bahwasanya 7:26 wukuf di Arafat hanya berlangsung di 7:28 tanah suci. 7:30 Oleh karena itu, alangkah baiknya 7:31 apabila kita bersama-sama 7:34 berhari raya. Apalagi tidak kayak ada 7:37 kaitannya dengan kita memulai puasa atau 7:39 mengakhiri puasa kita yang berkaitan 7:41 dengan hal 7:42 yang sifatnya wajib dan bisa menimbulkan 7:45 keraguan. 7:47 Apalagi jemaah haji Indonesia dalam 7:49 jumlah yang besar berhaji ke tanah suci. 7:53 Mereka juga berhari raya pada hari raya 7:56 Idul Adha di hari Sabtu 7:58 sesuai dengan Arafah mereka pada hari 8:00 sebelumnya. Alangkah indahnya kalau kita 8:03 bisa bersama-sama untuk 8:05 eee 8:07 memperingati hari raya Idul Adha setelah 8:10 hari wukuf di Arafah. 8:14 Kalau seandainya ada perbedaan pendapat, 8:16 mengapa kita tidak mengalah untuk 8:18 kebersamaan persatuan? Karena Islam 8:21 satu, enggak ada yang namanya Islam 8:23 Saudi atau Islam Nusantara. 8:26 Kita harapkan mudah-mudahan para 8:30 tokoh kita termasuk ulama-ulama kita 8:34 bisa betul-betul memiliki kelapangan 8:36 dada untuk bisa menggiring umat, membawa 8:39 mereka ke dalam persatuan 8:41 yang bersama-sama dalam keridhoan Allah 8:44 dan di jalannya. 8:46 Nah, saya ucapkan selamat dalam 8:48 menyambut 8:49 hadirnya bulan suci Dzulhijjah. 8:51 Mudah-mudahan sebagaimana kedatangan 8:53 bulan suci ini Allah sucikan jiwa kita, 8:56 Allah sucikan juga amal dan perilaku 8:59 kita agar sejalan dengan keridhoan Allah 9:03 dan tuntunan Nabi kita Muhammad 9:06 Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam 9:08 bukan hanya sekedar menganggap aku 9:10 sebagai seorang Sunni tapi betul-betul 9:12 mengamalkan sunnah Nabi kita agar mereka 9:16 menyaksikan keindahan dari sunnah Nabi. 9:19 Begitu juga yang mengaku sebagai 9:21 pengikut keluarga Nabinya 9:23 mereka betul-betul mencontoh bagaimana 9:25 perilaku keluarga Nabi yang berusaha 9:28 untuk betul-betul menyesuaikan diri 9:30 mereka dengan akhlak Nabi kita Muhammad 9:33 Shallallahu Alaihi Wasallam menjaga 9:35 lisan mereka, menjaga perilaku mereka 9:39 hingga kita dapat menyaksikan 9:40 betul-betul 9:41 janji Allah 9:43 menjelma dalam kehidupan kita. 9:46 Kuntum khairu ummatin ukhrijat linnas 9:50 ta'muruna bil ma'ruf wa tan hauna anil 9:54 munkari wa tu'minuna billah. 9:57 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah. 10:02 Kalau kita 10:04 berbicara mengenai hikmah haji 10:08 yang penuh dengan pelajaran-pelajaran 10:10 yang membina dan mendidik kita semua. 10:14 Ayat-ayat Alquran yang Allah subhanahu 10:17 wa taala turunkan dalam surat Al Hajj 10:21 dimulai dengan mengingatkan kita akan 10:23 hari hari di mana kehidupan dunia yang 10:28 tadinya tenang, damai, sentosa 10:31 indah dan permai mengalami kehancuran 10:34 dan keruntuhan. 10:36 Sebagai peringatan buat kita 10:39 bahwa kehidupan dunia ini kehidupan yang 10:41 sifatnya fana atau menuju kefanaan. 10:44 Allah tidak ciptakan kehidupan dunia 10:46 untuk kekekalan. 10:48 Oleh karena itu seharusnya kita bukan 10:51 hanya beramal untuk kehidupan dunia kita 10:53 yang singkat tapi lebih banyak beramal 10:56 untuk kehidupan akhirat kita. 11:00 Bukan berarti kita diperintahkan 11:02 meninggalkan dunia dan usaha, tidak. 11:06 Kita berusaha sebagaimana orang lain 11:08 berusaha 11:10 tapi niat, tujuan dari usaha kita bukan 11:13 sebatas kehidupan dunia ini tapi niat 11:16 tujuan kita dari pekerjaan yang kita 11:19 kerjakan, dari perdagangan yang kita 11:22 lakukan dari jabatan yang kita 11:25 dari kedudukan yang kita duduki, dari 11:27 harta yang kita miliki, dari kemuliaan 11:30 yang Allah berikan kita dalam kehidupan 11:33 dunia ini, kita gunakan untuk bekal hari 11:36 akhirat kita. 11:37 Ini yang membedakan antara seorang 11:40 mukmin 11:41 dan seorang yang tidak beriman. 11:44 Perbedaan bukan terletak pada 11:45 penampilan, jidat yang hitam, 11:48 jenggot yang lebat, ya. 11:51 Atau jubah yang dikenakan seperti saya, 11:53 tapi perbedaan antara orang yang beriman 11:55 dan tidak beriman, yang beriman kepada 11:58 Allah dan hari akhirat, dia beramal 12:00 untuk Allah sebagai tujuan. 12:02 Dia beramal untuk bekal hari akhiratnya, 12:05 sedangkan dunia hanya merupakan lintasan 12:08 yang akan dilalui, bukan sebagai tujuan. 12:11 Sebagaimana firman Allah, 12:13 Wabtaghi 12:15 fima ataka Allahu darol akhirah. 12:20 Tuntutlah, pergunakanlah 12:22 apa saja yang Allah berikan kepada kamu 12:25 untuk kehidupan akhirat. 12:31 Walatansa nasibaka minadunya, tapi 12:33 jangan lupakan, abaikan kebutuhan 12:36 duniamu. Pakaian yang layak, makanan 12:39 yang layak, rumah yang layak, ya. Tapi 12:42 jangan sampai semua ini memalingkan dan 12:44 menyibukkan kamu dari tujuan yang utama. 12:47 Kemudian wahsin kama ahsanallahu ilaik, 12:50 berbuat baiklah engkau dengan apa yang 12:52 Allah berikan kepadamu, 12:54 sebagaimana Allah telah berbuat baik 12:57 terhadap dirimu. 12:59 Walatabghil fasada fil ard, dan kamu 13:02 jangan melakukan kerusakan di muka bumi. 13:05 Innallaha la yuhibbul mufsidin, sungguh 13:07 Allah tidak menyukai orang-orang yang 13:09 melakukan kerusakan. 13:11 Oleh karena itu, 13:14 Allah subhanahu wa taala selalu 13:16 mengingatkan kita akan hari akhirat. 13:21 Bahwa hidup di dunia ini 13:23 hanya sesaat. 13:25 Kesenangan yang kamu rasakan di dunia 13:27 hanya kesenangan yang penuh dengan 13:29 kepalsuan laksana orang yang mengejar 13:32 bayang-bayang fatamorgana wama 13:34 hayatuddunya illa matau 13:37 dan untuk meluruskan hidup kita untuk 13:40 menjaga diri kita agar tetap dalam 13:42 kebenaran 13:43 hendaklah kamu selalu melihat Allah 13:46 dalam gerak-gerik dan perbuatanmu 13:51 baik itu ucapan sepak terjang hendaklah 13:54 kamu selalu melihat Allah menjadikan 13:56 Allah sebagai tujuan kamu 13:58 ini yang selalu ditekankan Allah 14:01 Subhanahu Wa Ta'ala 14:03 dalam ayat-ayat kitabnya 14:05 terutama sekali dalam surat Al Hajj 14:08 yang mengingatkan 14:11 umat yang beriman untuk datang 14:13 berkunjung ke rumah Allah bukan berarti 14:15 Allah berdiam di Mekah atau di Ka'bah 14:18 tapi sebagai ibadah simbolik 14:21 Allah ingin menjamu hamba-hambanya 14:23 dengan rahmat dan ampunan yang datang ke 14:25 sana memenuhi undangan Allah Allah akan 14:28 jamu dengan rahmat dan ampunannya sama 14:30 dengan berkunjung ke hadapan Allah 14:33 yang bertawaf mengelilingi rumah 14:35 tersebut sama dengan bertawaf 14:37 mengelilingi Allah 14:39 begitu pula dalam salat kita 14:40 diperintahkan untuk menghadapkan wajah 14:42 kita ke sana 14:44 dari berbagai penjuru dunia dari 14:46 berbagai macam mata angin semua 14:47 menghadap ke arah yang sama 14:51 ini merupakan pendidikan yang amat indah 14:53 untuk mengajak kita umat manusia apapun 14:56 latar belakang suku bangsa golongan 15:00 warna kulit untuk menghadapkan wajah 15:02 kita ke hadapan Allah Subhanahu Wa 15:05 Ta'ala 15:07 nah kalau kita membaca awal dari surat 15:09 Al Hajj Allah berfirman 15:11 Bismillahirrahmanirrahim 15:14 ya ayyuhannas 15:16 wahai umat manusia 15:19 Allah tidak hanya memanggil orang yang 15:21 beriman 15:23 Karena baik yang beriman, yang tidak 15:25 beriman, 15:26 semua kelak akan menghadapi 15:30 kenyataan yang sama. 15:32 Dan juga sedang menjalani ujian yang 15:34 sama. Wahai manusia, 15:37 ittaqū rabbakum, bertakwalah kalian. 15:41 Jaga, 15:44 perhatikan rabbakum. 15:47 Rabb kalian yang telah menciptakan 15:50 kalian, yang telah mengasuh kalian, 15:52 merawat kalian, membesarkan kalian, 15:55 melimpahkan nikmat karunianya atas 15:57 kalian. Apakah tidak patut seorang hamba 16:00 yang dirawat, diasuh, diciptakan oleh 16:02 Allah untuk mengabdi kepada Tuhannya? 16:05 Dan juga untuk menjaga betul-betul 16:08 wanti-wanti, pesan-pesan dari Tuhan yang 16:11 merawat dan menciptakan dirinya. 16:15 Lalu Allah ingatkan akan satu kenyataan 16:18 yang akan terjadi, inna zalzalatas 16:21 sā'ati syai'un 'azīm. 16:23 Sesungguhnya gempa 16:25 yang akan terjadi di hari kiamat, di 16:28 hari kehancuran merupakan sesuatu yang 16:31 amat besar dan dahsyat. 16:36 Yauma tarhalu kullu murdi'atin 'amma 16:40 arda'at wa tada'u kullu zāti hamlin 16:42 hamlah. 16:44 Pada hari tersebut yang amat mengerikan 16:47 dan menakutkan, gempa yang akan 16:49 mengguncang bumi. 16:51 Gempa yang akan 16:53 meluluhlantakkan gunung, bahkan gunung 16:56 terangkat dan diterbangkan. 16:59 Karena bumi kehilangan gravitasinya, 17:01 begitu pula planet-planet dan 17:02 bintang-bintang berjatuhan, berserakan. 17:07 Manusia terapung-apung, 17:09 tak memiliki kendali. 17:11 Seluruh yang tadinya menarik 17:14 perhatiannya dari keindahan, kekayaan 17:16 dunia, ternyata semua diabaikan. 17:19 Dan Allah gambarkan saat tersebut ketika 17:21 seorang ibu 17:23 lengah 17:25 tidak lagi peduli terhadap bayi yang 17:27 disusui. 17:29 Bagaimana kecintaan seorang ibu pada 17:32 anaknya? 17:34 Yang tadinya sibuk dengan cita-cita, 17:36 pendidikan, dan lain sebagainya 17:39 sebagai wanita karir, begitu dia 17:42 memiliki anak, perhatian terbesar yang 17:44 tertuju pada bayinya. 17:46 Tapi hari tersebut 17:48 membuat dia lengah, tidak lagi peduli 17:51 terhadap bayi yang disusui. 17:53 Wa ta ba ru kullu dzati hamlin hamlaha, 17:56 setiap wanita yang mengandung pada hari 17:58 tersebut kandungannya akan mengalami 18:01 keguguran. 18:02 Wa ta ran na sa sukara. 18:05 Dan engkau akan menyaksikan manusia pada 18:07 hari tersebut dalam keadaan mabuk. 18:10 Wa ma hum bi sukara, dan sekali-kali 18:13 mereka sebetulnya bukan dalam keadaan 18:14 mabuk karena minuman atau makanan yang 18:16 memabukkan. Wa la kinna adza ballahi 18:19 syadid, tapi yang membuat mereka mabuk 18:22 adalah adzab Allah subhanahu wa ta'ala 18:24 yang amat pedih. 18:28 Ini kenyataan yang akan dihadapi manusia 18:31 pada saat berakhirnya kehidupan dunia. 18:36 Lalu Allah subhanahu wa ta'ala mengajak 18:38 kita 18:39 untuk memperhatikan perilaku sebagian 18:41 manusia. 18:44 Yang mengingkari kebenaran, kemudian 18:46 berdebat secara kusir tanpa dasar ilmu. 18:50 Lupa akan kebesaran, keagungan Tuhannya. 18:54 Lupa bahwa semua yang dimiliki adalah 18:56 pemberian dari Tuhannya. 18:59 Wa minan nasi may yujadilu fillahi bi 19:02 ghairi ilmin wa yattabi'u 19:04 kullasyaitonimmarid. 19:08 Dan sebagian manusia ternyata bukan 19:10 sedikit, sebagian besar manusia. 19:14 Ada yang menentang Allah, mendebat Allah 19:17 tanpa dasar ilmu. 19:20 Tanpa dasar ilmu. Wayattabi'u kullu 19:23 syaitonim marid. Dan dia mengikuti 19:25 ajakan setiap ajakan yang diajukan oleh 19:28 syaitan yang terkutuk dan terusir. 19:33 Kutiba alaihi annahu man tawallahu fa 19:36 annahu yudilluhu wayahdihi ila adzabis 19:39 sa'ir. 19:40 Telah Allah tetapkan, siapa-siapa 19:43 yang mengikuti syaitan, yang menjadikan 19:45 syaitan sebagai walinya, baik syaitan 19:48 yang berasal dari kalangan jin maupun 19:50 manusia, bukan mengikuti Allah, 19:52 menghargai 19:53 bimbingan petunjuk Allah yang berupaya 19:55 untuk menyelamatkan dirinya. 19:57 Allah telah tuliskan, tetapkan, siapa 20:00 yang menjadikan syaitan sebagai walinya, 20:03 maka syaitan akan menyesatkan dirinya 20:06 dan membimbing, mengantarkan dirinya 20:07 menuju adzab yang amat menakutkan, yaitu 20:11 adzab as sa'ir. 20:14 Lalu untuk membuktikan kepada kita, 20:17 setelah kematian manusia ini akan ada 20:19 kehidupan yang baru. 20:21 Allah subhanahu wa ta'ala 20:24 memberikan contoh yang amat indah. 20:28 Ya ayyuhannas, 20:30 wahai manusia, 20:32 inkuntum fi raibim minal ba'si. 20:36 Apabila kalian bimbang, ragu 20:39 tentang hari kebangkitan, fainna 20:41 kholaqnakum min turab. 20:44 Sesungguhnya kami telah menciptakan 20:46 kalian, awal dan asal mula kalian dari 20:50 tanah. 20:52 Summa min nutfah, kemudian dari sperma. 20:57 Yang kemudian dalam rahim bertemu dan 20:59 disatukan dengan ovum atau telur. 21:02 Summa min alaqoh, setelah terjadi 21:04 pembuahan, lahirlah yang namanya alaqoh. 21:07 gumpalan yang begitu kecil dari hasil 21:10 pembuahan yang melekat pada dinding 21:11 rahim. 21:20 Kemudian setelah itu berkembang, 21:23 sel membelah dirinya mulai membentuk 21:27 embrio dirinya. 21:31 Berubah menjadi mudghah. 21:33 Bukan lagi tetesan, tapi sebuah gumpalan 21:35 yang lebih besar 21:38 yang merupakan embrio manusia, mulai 21:41 pada saat itu akan merajut 21:44 tulang-tulangnya, ototnya, jaringan 21:46 syarafnya, organ-organ tubuhnya. 21:54 Perjalanan ini, ya, 21:56 Allah tunjukkan pada kita. 21:59 Allah tetapkan sebagai perjalanan takdir 22:01 manusia dalam ciptaan Allah, tujuannya 22:04 untuk memberikan penjelasan pendidikan 22:06 bagi kalian. 22:07 Karena kalau manusia diciptakan 22:09 sekaligus kun fayakun tanpa melalui 22:11 proses tersebut, manusia tidak akan 22:12 belajar tentang kebesaran, keagungan 22:14 Allah. 22:19 Eee, ma nasya'u ila 22:24 ibu-ibu kalian 22:26 sesuai dengan waktu yang kami kehendaki. 22:30 Ila ajalim musamma, sampai batas waktu 22:32 yang ditetapkan. Summa nukhrijukum tifl, 22:36 kemudian keluarkan kalian, pada saat 22:38 keluar belum seperti kalian yang telah 22:41 matang, dewasa, dan berilmu. 22:43 Tapi sebagai bayi yang lemah, summa 22:45 litablughu asyuddakum, kemudian kalian 22:48 menempuh perjalanan hingga tiba pada 22:50 usia dewasa dan matang. 23:00 ilmin syai'an. 23:01 Di antara kalian sebelum usia tersebut 23:04 telah diwafatkan sebelumnya. 23:06 Ada lagi yang dipanjangkan usianya 23:08 hingga lanjut usia, 23:11 hingga kembali kepada 23:13 keadaan yang lemah seperti kalian 23:15 pertama kali lahir ke dunia. Tua renta 23:18 bahkan mulai pikun, mulai tidak 23:20 mengenali orang-orang yang di 23:22 sekelilingnya. Itu dinamakan ardzal 23:24 al-umur, merupakan saat-saat usia yang 23:27 begitu rendah di mana manusia dari 23:29 sempurna menuju 23:32 kelemahan dan kekurangan. 23:36 Likaila ya'lama min ba'dihi ilmin 23:39 syai'an, hingga dia tidak lagi 23:41 mengetahui apa yang sebelumnya 23:42 diketahui. Artinya dia lupa, pikun, 23:45 tua renta. 23:48 Wataral ardha hamidatan fa'idza anzalna 23:51 alaihal ma'a tazzat 23:54 ambatat min kulli syai'in, min kulli 23:56 zaujin bahij. 23:57 Kamu saksikan bagaimana tanah dalam 24:00 keadaan 24:01 eee tidak memiliki denyut kehidupan, 24:03 kering kerontang. 24:06 Tapi begitu kami turunkan hujan, kembali 24:08 dia bergetar, kemudian tumbuh dan 24:10 menumbuhkan berbagai macam pohon-pohon 24:13 yang melahirkan buah-buah yang 24:15 berpasang-pasangan. 24:17 Pohon-pohon yang berpasang-pasangan. 24:21 Ini merupakan gambaran yang Allah 24:23 gambarkan kepada kita dengan tujuan 24:25 untuk menjelaskan dzalika bi annallaha 24:28 huwal haq. 24:29 Semua ini menunjukkan bahwa Allah 24:31 satu-satunya kebenaran. 24:34 Di balik semua ini, 24:36 satu-satunya kebenaran yang tidak 24:37 meragukan adalah Allah. Wa annahu yuhyil 24:40 mauta, dan Dia 24:43 melalui bukti tersebut kuasa untuk 24:45 menghidupkan yang telah mati sebagaimana 24:47 tanah-tanah yang kering kerontang, 24:49 Allah subhanahu wa ta'ala hidupkan 24:51 sebagaimana manusia dari ketiadaan, 24:54 Allah adakan dari keadaan yang lemah 24:56 menuju kesempurnaan. Wa annahu ala kulli 24:59 syai'in qadir, dan Dia Maha Kuasa atas 25:02 segala sesuatu. 25:04 Wa annas sa'ata atiyatun la raiba fiha, 25:07 dan semua ini menunjukkan bahwa saat 25:09 hari kebangkitan tak ada keraguan 25:12 padanya sedikitpun. Wa annallaha 25:14 yab'atsu man fil qubur, dan Allah kelak 25:17 akan membangkitkan mereka-mereka yang 25:19 terdapat dalam kubur. 25:23 Nah, dari sini 25:25 kita melihat bagaimana Allah 25:28 memulai surah Al-Hajj 25:31 dengan peringatan kepada kita mengenai 25:33 hari kiamat, hari kebangkitan, dan 25:35 bukti-bukti 25:37 yang membuktikan kebenaran dari janji 25:39 Allah subhanahu wa ta'ala. 25:42 Lalu setelah itu pada ayat 18 dari 25:43 suratul hajj, Allah menerangkan kepada 25:45 kita 25:46 bagaimana seluruh makhluk di alam raya 25:49 ini sujud dan tunduk kepada Allah. 25:53 Lalu apa yang menyebabkan kita menolak 25:55 untuk sujud? 25:57 Tunduk kepada Allah padahal yang lebih 25:58 besar dari kita. 26:00 Alam raya dan seluruh isinya 26:03 dibandingkan dengan kita dan bumi kita 26:05 yang tidak berarti 26:07 semuanya sujud kepada Allah, lalu apa 26:10 yang membuat kita menolak untuk sujud 26:12 kepada Allah dan menyombongkan diri? 26:14 Allah menerangkan alam tara annallaha 26:17 yasjudu lahu man fis samawati wa man fil 26:20 ard. 26:21 Apakah engkau tidak melihat 26:23 bahwasanya Allah sujud kepadanya semua 26:26 yang terdapat di langit maupun di bumi. 26:29 Wasy syamsu wal qamar, 26:31 matahari dan bulan. Wan nujumu wal 26:34 jibal, bintang-bintang dan 26:35 gunung-gunung. Wasy syajaru wad dawwab, 26:39 pohon-pohon demikian pula seluruh 26:40 binatang yang melata. Wa katsirum minan 26:43 nas, dan banyak dari manusia 26:46 yang siap untuk tunduk sujud pada Allah 26:48 dengan akal dan pilihan mereka. 26:50 Wa katsirun haqqo alaihil adzab. Tapi 26:53 banyak dari mereka yang layak untuk 26:56 terkena adzab Allah. 26:58 Wa man yuhinillah fa ma lahu min mukrim. 27:00 Siapa yang diperhinakan Allah karena 27:03 sombongnya, 27:05 tak ada seorang pun yang kuasa untuk 27:06 memuliakan dirinya. Innallaha yaf'alu ma 27:10 yasya. Sungguh Allah akan melakukan apa 27:13 yang dikehendaki. Yang taat, yang tunduk 27:15 dimuliakan. Yang sombong, 27:18 yang menolak untuk tunduk pada Allah, 27:21 Allah akan perhinakan dirinya. 27:23 Seharusnya dia merasa malu pada 27:25 matahari, pada bintang, 27:27 pada bulan, yang tunduk pada Allah, 27:30 berjalan sesuai dengan aturan yang 27:32 ditetapkan Allah subhanahu wa taala. 27:34 Tidak pernah satupun dari makhluk Allah 27:36 ini yang melanggar perintah Allah. 27:39 Lalu kita manusia yang lemah, yang bodoh 27:42 ternyata bersikap angkuh kepada Allah 27:45 subhanahu wa taala. 27:48 Nah, dari sini ikhwan akhwat yang 27:49 dirahmati Allah, 27:51 yang merupakan sebagian dari kandungan 27:53 surat Al Hajj. 27:55 Dan kalau kita telusuri semuanya untuk 27:57 menjelaskan kebenaran Allah subhanahu wa 28:01 taala, kebenaran juga janjinya untuk 28:04 menghidupkan manusia setelah kematiannya 28:06 dan menghisab mereka. 28:08 Nah, kalau kita perhatikan Ustadz 28:10 Muhammad Qisna, 28:13 haji ya, 28:14 yang Allah perintahkan kepada Ibrahim 28:16 untuk diumumkan. 28:19 Hingga berdatangan dari berbagai macam 28:21 penjuru ya, 28:23 yang pada saat itu menggunakan unta dan 28:25 kuda-kuda. Mereka berangkat dalam 28:27 keadaan gemuk, tapi karena perjalanan 28:28 yang jauh membuat tubuh mereka menjadi 28:31 kecil. 28:33 Karena menempuh perjalanan yang jauh. 28:36 Undangan dikumandangkan Ibrahim dari 28:38 tempat yang kecil, terasing di dunia. 28:41 Tapi subhanallah undangan tersebut 28:43 menyebar ke seluruh penjuru dunia. 28:46 Setelah undangan Ibrahim, maka orang 28:49 yang datang setelah itu mereka juga 28:50 melaksanakan apa yang Allah perintahkan 28:52 untuk datang ber ke rumah Allah 28:54 Subhanahu wa ta'ala. 28:57 Di mana Allah berfirman walillahi 28:59 alannasi hijjul baiti manistatoa 29:02 ilaihi sabila. 29:05 Sesungguhnya Allah memiliki hak atas 29:07 setiap orang yang beriman untuk 29:09 membuktikan ketulusan iman mereka dan 29:12 kesungguhan mereka 29:13 untuk datang memenuhi undangan Allah 29:15 datang ke rumah-Nya. 29:18 Yang mampu. 29:20 Tapi yang menolak 29:22 maka Allah Subhanahu wa ta'ala juga Maha 29:24 Kaya. 29:25 Allah Subhanahu wa ta'ala tak butuh pada 29:27 hamba-Nya, tapi Allah justru yang ingin 29:29 memuliakan mereka. 29:32 Lalu kita perhatikan dalam manasik haji 29:35 kita temukan ternyata seluruh manasik 29:36 haji ini menggambarkan 29:39 apa yang Ibrahim lakukan. 29:41 Apa yang Ibrahim lakukan ya sebagai mana 29:45 yang Ibrahim minta pada Allah 29:47 wa arina manasikana wa tub alaina innaka 29:51 antat tawwabur rahim. 29:53 Doanya dimulai rabbana waj'alna 29:55 muslimaini laka wa min dzurriyatina 29:58 ummatan muslimatan lak wa arina 30:01 manasikana wa tub alaina innaka antat 30:03 tawwabur rahim. 30:05 Wahai Tuhan kami jadikan kami ayah dan 30:07 anak Ibrahim dan Ismail 30:11 sebagai dua orang yang berserah diri 30:13 kepada-Mu ya Allah. 30:15 Kemudian minta kepada Allah untuk 30:17 ditunjukkan manasik yang harus dilakukan 30:20 dalam menjalankan ibadah haji berkunjung 30:22 ke rumah Allah. Wa tub alaina terimalah 30:25 tobat kami ya Allah. Innaka antat 30:27 tawwabur rahim sungguh Engkau penerima 30:29 tobat lagi paham ya ini. 30:31 Jadi ibadah haji yang kita lakukan pada 30:33 saat ini sebetulnya kita mengulangi apa 30:36 yang dilakukan Ibrahim dalam perjalanan 30:39 hidupnya. Mengapa Allah Subhanahu wa 30:41 ta'ala memilih kehidupan Ibrahim sebagai 30:43 contoh? 30:44 Karena Ibrahim adalah contoh dari orang 30:47 yang mempersembahkan seluruh jiwa 30:49 raganya, hidupnya teruntuk Allah. 30:53 Ketika Allah berkata padanya 30:55 aslim, qala aslamtu li rabbil alamin. 30:58 Aku pasrahkan jiwa ragaku teruntuk Allah 31:00 Tuhan semesta alam. 31:02 Oleh karena itu kata Islam sebetulnya 31:04 dikenal ya 31:06 dari mulai masa Ibrahim. Allah yang 31:08 memberikan nama untuk para pengikutnya, 31:10 justru Ibrahim juga memberikan nama bagi 31:13 para pengikutnya. 31:14 Demikian pula Yakub. Sebagaimana ketika 31:17 Yakub bertanya 31:19 kepada putra-putranya sebelum ajal am 31:21 kuntum syuhada hadara Yakub al mautu 31:24 qala li banihi ma ta'buduna min ba'di. 31:28 Qalu na'budu ilahaka wa ilaha abaika 31:30 Ibrahim wa Ismail wa Ishaqa 31:34 ilahan wahida wa nahnu lahu muslimun. 31:37 Apa kalian tidak ikut menyaksikan ketika 31:40 Yakub berada dalam detik-detik sakaratul 31:43 maut? Ketika dia mengumpulkan 31:44 putra-putra dan keturunannya 31:47 bertanya pada mereka, apa yang kalian 31:48 sembah setelah aku kembali kepada Allah? 31:51 Dijawab oleh anak-anaknya, kami akan 31:53 menyembah Tuhanmu, Tuhan nenek moyangmu 31:56 Ibrahim, Ismail, Ishaq. Hanya satu Tuhan 32:00 yang kami sembah dan kepadanya kami 32:02 berserah diri. 32:03 Jadi Islam ini bukan merupakan nama yang 32:05 asing. 32:07 Nabi Allah Isa 32:10 juga mengajak orang untuk berserah diri 32:12 pada Allah. Begitu pula Yahya, Zakaria, 32:16 begitu juga Sulaiman, Daud, begitu juga 32:18 Harun dan Musa, begitu juga Yusuf dan 32:22 Yakub, begitu pula kakek mereka Ishaq, 32:25 Ismail dan Ibrahim alaihimus salatu 32:27 wassalam. 32:29 Jadi dulu ajaran Allah tidak diisbatkan 32:32 kepada seseorang. 32:34 Seperti Muhammadi 32:36 atau katakan Masihi, atau katakan 32:39 Yahudi, ini nama-nama sebetulnya tidak 32:42 dikenal sebelumnya. Tapi yang 32:44 dikumandangkan oleh para nabi mengajak 32:46 seluruh umat manusia untuk tunduk 32:48 berserah diri kepada Tuhan mereka. 32:51 Ini merupakan seruan yang datang dari 32:55 Allah langsung dan ini juga merupakan 32:57 nama yang Allah ridai bagi kita semua. 33:01 Nah, kalau kita datang dengan identitas 33:03 ini ke hadapan Allah, insyaallah Allah 33:05 akan sambut kita. 33:07 Apabila kita 33:09 membawa identitas dengan bukti 33:11 kepasrahan dan berserah diri kepada 33:13 Allah subhanahu wa taala. 33:15 Oleh karena itu 33:17 sebagai 33:19 eee 33:21 penutup dari surat Al Hajj, Allah 33:22 subhanahu wa taala menyeru pada ayat 33:25 77-78 33:27 Ya ayyuhalladzina amanurka'u wasjudu 33:30 wa'budu rabbakum waf'alul khaira 33:33 la'allakum tuflihun. 33:35 Wahai orang-orang yang beriman 33:37 rukuklah dan sujudlah kalian kepada 33:40 Allah. 33:41 Sembahlah Tuhan kalian dan berbuat 33:43 kebaikanlah. 33:45 Isi hidup kalian dengan kebaikan demi 33:47 keberuntungan kalian. 33:49 Allah subhanahu wa taala 33:52 memerintahkan kita untuk rukuk dan 33:55 sujud. 33:56 Kita tahu bahwasanya rukuk dan sujud ini 33:58 merupakan ibadah simbolik ya. 34:03 Yang menunjukkan arti kepatuhan, 34:05 ketundukan dan berserah diri kepada 34:07 Allah. Kita percayakan seluruh hidup 34:09 kita kepada Allah. Apa yang datang dari 34:11 Allah kita terima dengan sami'na wa 34:13 ato'na tanpa membantah sedikitpun. 34:16 Bukan kita mengedepankan logika kita, 34:18 rasio kita yang masih dipertanyakan 34:21 kebenarannya. Tapi yang datang dari 34:22 Allah itulah merupakan kebenaran yang 34:24 tidak meragukan. 34:26 Setelah itu Allah perintahkan kita untuk 34:28 menjadikan Allah tujuan hidup kita 34:31 wa'budu rabbakum. 34:34 Kemudian Allah ingatkan kita waf'alul 34:36 khair, kerjakan amal kebaikan demi 34:39 keberuntungan kita. 34:40 Kemudian Allah perintahkan kita dalam 34:42 hidup ini untuk tidak berpangku tangan, 34:44 tidak bermalas-malasan, 34:46 tidak berleha-leha, tidak menyaksikan 34:49 yang mungkar lalu kita berdiam, 34:51 tidak menyaksikan yang ma'ruf tanpa kita 34:53 memberikan dukungan. Tapi hendaknya 34:55 hidup kita ini merupakan perjuangan, 34:57 wajahi fillahi haqqo jihadi. 35:00 Berjuanglah di jalan Allah, bukan untuk 35:03 kedudukan, bukan untuk jabatan, bukan 35:05 untuk harta, bukan untuk kepentingan 35:07 duniawi. 35:09 Tapi berjuanglah di jalan Allah haqqo 35:11 jihadi dengan sebenar-benarnya jihad. 35:13 Wajtabakum, Allah telah menjadikan 35:15 kalian pilihannya, Dia memilih kalian 35:18 dari sekian umat manusia. 35:22 Wama ja'ala alaikum fiddini min haraj, 35:25 Allah tidak jadikan bagi kalian agama 35:27 ini terdapat kesempitan sedikit pun. 35:31 Dia Allah tidak jadikan kesempitan dalam 35:33 agama kalian, millata abikum Ibrahim 35:35 sesuai dengan millah, 35:37 sunnah dan jejak langkah ayah kalian 35:40 Ibrahim. 35:41 Huwa sammakumul muslimin, Dia memberikan 35:44 nama kalian muslimin, 35:46 min qoblu, 35:48 sebelum nabi-nabi, ya, 35:50 yang kita kenal seperti Yaqub, seperti 35:53 ee Yusuf, demikian pula Musa, Harun 35:55 sampai kepada Isa, sebelum semuanya 35:58 Allah telah memberikan para pengikut 36:01 Ibrahim nama muslimin, begitu pula 36:03 Ibrahim untuk para pengikutnya. 36:07 Wafiha dalil yakuna rasulu syahidan 36:09 alaikum, dalam hal ini untuk kelurusan 36:11 hidup kita, 36:13 Allah jadikan rasul sebagai saksi, suri 36:15 tauladan, contoh bagi kalian. 36:19 Watakunu syuhada annas, nah kalian yang 36:22 telah mencontoh rasul, 36:23 jadikan diri kalian sebagai saksi dan 36:26 contoh bagi umat manusia. Jangan orang 36:29 merasa ragu karena perilaku kita. Jangan 36:31 orang bimbang tentang kebenaran Islam 36:33 karena melihat perilaku kita, apalagi 36:35 ulama-ulama yang seharusnya menjadi 36:37 contoh malah menimbulkan kebimbangan, 36:40 keraguan, dan tanda tanya karena mereka 36:43 tidak mengikuti ajaran Allah secara 36:45 murni, tapi mereka bungkus ajaran Allah 36:48 Subhanahu wa ta'ala atau mereka bungkus 36:51 hawa nafsu mereka dengan nama ajaran 36:54 Allah Subhanahu wa ta'ala. 36:56 Jadi, kalian menjadikan Rasul sebagai 36:59 contoh dan saksi, sedangkan kalian 37:01 menjadi saksi kebenaran, contoh yang 37:04 indah bagi umat manusia. 37:06 Faaqimus shalaata wa aatuz zakaah. 37:09 Tegakkanlah shalat. 37:11 Hendaklah hubungan kalian dengan Allah 37:13 hubungan yang terjalin mesra. 37:16 Wa aatuz zakaah. Keluarkan zakat 37:19 dari harta yang Allah berikan kepada 37:21 kalian. Wa'tashimu billaah. Dan 37:24 hendaklah kalian berpegang kepada Allah. 37:27 Huwa maulaakum. Dialah pelindung kalian 37:29 yang sebenarnya. Fani'mal maula wa 37:32 ni'man nashiir. Maka Allah 37:34 sebaik-baiknya pelindung dan 37:35 sebaik-baiknya penolong yang telah 37:37 terbukti kebenarannya. 37:39 Yang telah menolong, membela 37:42 orang-orang yang beriman. Yang membela 37:44 para nabi dan para rasul 37:46 dan mengantarkan mereka menuju 37:50 kehidupan yang penuh dengan kedamaian 37:52 dan keindahan. 37:54 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah. 37:56 Dari sini kita bisa melihat 37:59 bahwa ibadah haji yang artinya 38:01 berkunjung 38:03 ke rumah Allah, 38:05 tujuan utamanya untuk mengundang kalian, 38:08 mengundang kita semua untuk belajar 38:12 berserah diri kepada Allah dari 38:14 pelajaran-pelajaran yang ditinggalkan 38:17 oleh Ibrahim, 38:19 demikian pula yang ditinggalkan oleh 38:21 para nabi dan para rasul yang ikut di 38:24 belakang Ibrahim. 38:25 Tsumma auhaina ilaika an ittabi' millata 38:29 Ibrahima hanifa. 38:31 Lalu Allah berkata pada nabi kita 38:32 Muhammad sallallahu alaihi wasallam, 38:35 "Kemudian kami wahyukan kepadamu wahai 38:37 Rasulullah, ikutilah 38:41 apa-apa yang telah kami 38:44 ee tsumma 38:46 ee apa-apa yang apa ee apa-apa yang 38:49 menjadi millah dari Ibrahim. Tsumma 38:52 auhaina ilaika an ittabi' millata 38:55 Ibrahima hanifa. 38:57 Ikuti jejak langkah Ibrahim yang lurus. 38:59 Maka siapa-siapa yang mengikuti Rasul 39:02 mengikuti Ibrahim mereka betul-betul 39:04 akan meluruskan 39:06 wajah mereka, pandangan mereka, jiwa 39:09 mereka dengan menatap, mengharap, 39:11 berpegang, dan bersandar kepada Allah 39:13 subhanahu wa taala. 39:15 Jadi ibadah haji bukan hanya ibadah 39:16 pesiar, wisata, bersenang-senang 39:20 bermewah-mewahan 39:22 untuk menempati hotel berbintang, 39:24 menikmati buffet yang disajikan, 39:26 fasilitas yang begitu mewah, semua ini 39:28 tidak akan sampai pada Allah. Yang akan 39:30 sampai 39:31 iman, ketakwaan kita kepada Allah. Hati 39:35 kita yang tulus, berserah diri, itulah 39:38 yang akan disambut oleh Allah subhanahu 39:40 wa taala. 39:41 Mudah-mudahan Ustaz Hamzah bisa 39:42 menambahkan 39:44 ee hal ini 39:46 dengan tambahan-tambahan yang bermanfaat 39:48 bagi kita semuanya. Wallahualam. Baik 39:50 Ustaz Hamzah, silakan. 39:53 Bismillahirrahmanirrahim. 39:54 Alhamdulillahirabbil alamin. 39:57 Allahumma shalli wa sallim ala sayyidina 39:58 Muhammadin wa ala ali sayyidina 40:00 Muhammad. 40:01 Alhamdulillah wa syukurillah. 40:04 Kita panjatkan puji syukur kita ke 40:06 hadirat Allah subhanahu wa taala 40:09 atas segala karunia-Nya, rahmat-Nya 40:12 taufik serta hidayah-Nya 40:15 terutama sekali nikmatul iman wal Islam 40:18 dan juga nikmat bagaimana kita dapat 40:21 hari ini 40:22 mendapatkan ilmu tentang masalah haji 40:25 yang tadi dibacakan 40:27 dari surat Al-Hajj. 40:30 Yang di mana awal dari surat Al-Hajj ini 40:33 Allah gambarkan tentang bagaimana 40:37 terjadinya kiamat. 40:39 Kemudian di ayat 27-nya Allah subhanahu 40:41 wa taala 40:44 ee 40:45 terangkan bagaimana ketika Allah 40:48 subhanahu wa taala memerintahkan kepada 40:50 Nabi Allah Ibrahim 40:52 untuk mengumandang kepada manusia ya 40:55 untuk melaksanakan ibadah haji. 40:58 Yang mana kalau kita lihat ibadah haji 41:01 ini 41:02 ini adalah ya merupakan sama seperti 41:06 seorang ya 41:10 yang akan kembali kepada Allah subhanahu 41:12 wa taala. Oleh karena itu di awal 41:14 surahnya tadi diingatkan 41:16 tentang hari kiamat, hari di mana kita 41:19 akan kembali kepada Allah subhanahu wa 41:21 taala. 41:22 Dimulai ketika kita ihram, kita hanya 41:24 menggunakan dua helai kain. 41:27 Yang satu untuk apa ee kain kita yang 41:30 satu diselendangkan. 41:32 Ini menggambarkan bagaimana kita ketika 41:34 mau nanti kita meninggal pun ya kita 41:37 akan di kubur dengan hanya kain kafan. 41:41 Apalagi di padang Arafah itu 41:44 menggambarkan bagaimana nanti kita di 41:46 padang mahsyar. 41:48 Pada saat kita semuanya 41:51 mengharapkan pertolongan Allah subhanahu 41:54 wa taala. 41:56 Di padang Arafah ya itu adalah merupakan 41:59 miniatur dari padang mahsyar nanti. 42:02 Bedanya kalau di padang Arafah kita 42:04 masih diberikan kesempatan untuk 42:06 bertobat kepada Allah subhanahu wa taala 42:08 memperbaiki diri. 42:10 Tapi di akhirat ya di padang kita bukan 42:13 waktunya lagi untuk bertobat pada waktu 42:15 itu. Karena di sana kita akan dihisab 42:18 oleh Allah subhanahu wa taala. 42:20 Jadi, pelajaran haji ini adalah 42:22 merupakan ibadah yang sangat-sangat 42:25 penting untuk kita renungkan. 42:28 Tadi sudah 42:29 sudah diterangkan panjang lebar oleh 42:32 guru kita Ustaz Husein bin Hamid Alatas. 42:34 Pada kesempatan kali ini saya ingin 42:36 hanya 42:37 ingin menekankan tentang 42:41 apa yang sering 42:44 kita alami di Indonesia ini, yaitu 42:47 masalah penentuan waktu 42:50 awal 42:52 bulan. 42:53 Ya. 42:55 Setiap 42:56 tahun selalu terjadi ya, perbedaan 43:00 pendapat. 43:02 Ini sudah bertahun-tahun seperti itu. 43:05 Ya, sudah sejak zaman dahulu terjadi 43:09 seperti itu. 43:10 Kenapa kok, apakah hal ini tidak bisa 43:13 ya, diselesaikan dengan ilmu? 43:16 Bukankah kita ya, diperintahkan oleh 43:20 Allah subhanahu wa taala 43:23 ya, untuk mengikuti 43:25 mengikuti ya, sesuatu dengan ilmu. 43:29 Wala takfu ma laisa laka bihi ilm. 43:33 Jangan kamu mengikuti sesuatu yang kamu 43:36 tidak ada pengetahuan dengannya. 43:39 Dan ini perbedaan ini selalu terjadi ya, 43:43 ya. 43:46 Ada yang dengan rukyat, ada yang dengan 43:48 hisab. Ya, seperti itu. 43:50 Nah, untuk me 43:53 mengetahui perbedaan ini seperti apa 43:55 yang Allah subhanahu wa taala 43:57 perintahkan, fain tanaza'tum fi syaiin 44:00 farudduhu ilallahi wa rasulihi. 44:02 Farudduhu ilallahi wa rasul. 44:05 In kuntum tu'minuna billahi wal yaumil 44:08 Jika kalian berselisih dalam satu 44:10 masalah, kembalikan kepada Allah dan 44:11 Rasul. 44:14 Kita harus kembalikan kepada Allah dan 44:15 Rasul-Nya. 44:17 Nah, pada saat ini ya, Rasulullah 44:19 sallallahu alaihi wasallam sudah tidak 44:21 bersama kita. 44:22 Tapi 44:24 Alquran masih tetap ada bersama kita. 44:27 Kenapa tidak dikembalikan kepada 44:29 Alquranul Karim? 44:32 Tentang masalah ini. Ini mungkin ini 44:34 adalah kita bukan 44:36 ingin 44:38 ribut atau apa, tapi 44:40 ini adalah sebagai 44:42 pelajaran 44:44 bagaimana kita harus menyelesaikan 44:47 sesuatu berdasarkan ilmu 44:50 dan ilmu yang paling pasti adalah yang 44:52 tentunya kembali kepada Alquranul Karim. 44:56 Begitu juga nanti mengenai 44:58 riwayat-riwayat hadis, kita kembalikan 45:00 kepada Alquranul Karim. Ya, kita lihat 45:03 konteksnya seperti apa. 45:06 Nah, karena hal ini, kenapa yang bisa 45:09 terjadi perselisihan terus? Ini karena 45:12 ya, yang satu mengandalkan riwayat 45:16 hadis, yaitu ya kalau dengar rukyat 45:19 ya, memang ada hadis Nabi kita Muhammad 45:21 sallallahu alaihi alaihi wasallam ya, 45:23 yang mengatakan ya, tentang puasa awal 45:26 puasa Ramadan, Rasulullah katakan sumu 45:29 li rukyatihi 45:31 wa aftiru li rukyatih. 45:33 Puasalah kalian karena melihat bulan dan 45:38 berbukalah kalian ketika Idul Fitri juga 45:41 karena melihat bulan. 45:43 Oleh karena itu ini karena oleh karena 45:45 itu inilah yang jadi patokan bagi yang 45:48 me 45:50 memakai metode rukyat, harus melihat 45:52 seperti itu. 45:54 Walaupun mereka pun mengerti tentang 45:56 hisab perhitungan, tapi tetap mesti 45:58 rukyat. 46:00 Nah. 46:01 Ya, kalau yang dengan hisab hanya dengan 46:03 perhitungan. 46:04 Ya, karena itu perhitungan juga bukan 46:06 main-main, itu juga berdasarkan ilmu. 46:09 Kita kembali kepada Alquranul Karim 46:12 ya, tentang masalah ee penentuan waktu 46:17 ini. 46:19 Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebutkan ya, 46:22 tentang puasa Ramadan. 46:24 Syahru Ramadhanalladzi unzila fihil 46:27 Quran. 46:28 Hudalinnasi wa nuh hudalinnas wa 46:31 bayyinatin minal huda wal furqan. 46:33 Faman syahida minkum syahra falyasumhu. 46:38 Ya. 46:39 Allah terangkan faman syahida minkum 46:42 syahra. 46:43 Barangsiapa yang menyaksikan di antara 46:47 kalian asy-syahra bulan. 46:50 Sebenarnya kalau menyaksikan bulan di 46:52 sini syahra maksudnya bulan bulan 46:55 Ramadan ya, atau bulan Syawal atau bulan 46:58 haji atau bulan apa-apa ya, bulan yang 47:01 lain-lainnya. Sebenarnya bulan itu 47:03 enggak bisa disaksikan. Kita enggak bisa 47:05 lihat seperti misalnya juga bulan 47:07 Masehi, bulan Januari, Februari enggak 47:09 bisa kita lihat. Ya. 47:12 Yang di sini yang dimaksudkan bukan 47:14 melihat apa menyaksikan 47:17 bulan itunya. Tapi maksudnya adalah 47:20 hilalasyahri. 47:21 Di sini ada kalimat yang yang mahdub. 47:24 Ini adalah uslubul hazfi fil Quran. 47:27 Sama seperti Allah Subhanahu Wa Ta'ala 47:30 berfirman was'alilqaryata. 47:33 Tanyalah ya, 47:35 ke 47:36 ke kota tersebut ya, kota Mesir waktu 47:39 itu. Ya, saudara-saudaranya Nabi Yusuf 47:42 berbicara ketika berargumen kepada 47:44 ayahnya. 47:45 Was'alilqaryata, tanya kepada qarya 47:47 kepada kota tersebut. 47:49 Ya, atau kampung biasa diartikan. Ya, 47:52 di sini maksudnya adalah qarya adalah 47:53 kota Mesir. 47:55 Maksudnya bukan tanya ke kotanya, enggak 47:57 bisa kita nanya kepada ke kota, tapi 48:00 maksudnya adalah was al ahlal qoryah dan 48:03 tanyalah penduduk ya kampung tersebut 48:06 atau penduduk kota tersebut. 48:08 Ya, ini juga ya ketika Allah subhanahu 48:12 wa taala perintahkan ya atau sebutkan 48:15 faman syahida minkum syahro, barang 48:18 siapa yang menyaksikan di antara kalian 48:21 hilalasyahri ya kalau syahro ya bulan 48:24 enggak bisa dilihat ya bulan bukan bulan 48:27 sabit bukan bulan itu maksudnya arti 48:29 bulan Muharram, Safar, Rabiul Awal, 48:31 Rabiul Tsani itu enggak bisa dilihat. 48:33 Tapi hilalnya yang bisa dilihat fa bi 48:35 bisa disaksikan ya faman syahida 48:39 minkum hilalasyahri falyasum. 48:43 Ini yang pertama ya jadi yang harus 48:47 disaksikan adalah 48:49 eee bulan ya masuknya bulan atau 48:52 datangnya bulan bulan sabit 48:55 hilal ya 48:57 karena bulan ini bulan sabit ini adalah 49:01 merupakan Allah katakan ini adalah 49:03 merupakan petunjuk menentukan waktu 49:06 untuk menentukan menghitung waktu itu 49:08 dengan bulan peredaran bulan ini. 49:11 Ya ketika terlihat bulan sabit seperti 49:13 di dalam surah Al Baqarah yas aluna ka 49:16 anil ahillah, ahillah ini jamak dari 49:18 hilal. Mereka bertanya kepada engkau 49:21 tentang ya hilal perubahan-perubahan 49:24 hilal itu. 49:25 Ya. 49:28 Qul katakanlah ya Rasulullah hiya 49:30 mawaqitu linnasi wal hajj bahwasanya 49:32 hilal itu adalah 49:34 ya tanda-tanda untuk menentukan waktu 49:37 dan juga untuk menentukan melaksanakan 49:39 pelaksanaan ibadah haji. 49:41 Jadi dengan 49:43 menyaksikan hilal. 49:46 Ya kita kalau sudah masuk hilal sudah 49:50 bisa disaksikan maka itu sudah masuk 49:53 waktu 49:54 waktu artinya bulan bulan Zulhijah kah 49:59 Ramadan kah 50:00 nah sekarang kita kembali lagi ke makna 50:02 syahidah 50:04 nah 50:05 apa arti syahidah 50:07 ya syahidah ini artinya menyaksikan nah 50:10 makna syahidah ini bukan berarti ya 50:13 harus selalu menyaksikan dengan mata 50:17 telanjang 50:19 ya 50:20 karena makna syahidah itu bisa berarti 50:23 menyaksikan ya menyaksikan dengan mata 50:26 langsung bisa juga artinya menyaksikan 50:29 berdasarkan ilmu dengan landasan ilmu 50:32 pengetahuan 50:34 sama ketika kita bilang asyhadu an la 50:37 ilaha illallah wa anna Muhammadar 50:40 Rasulullah aku bersaksi bahwasanya tidak 50:42 ada Tuhan melainkan Allah dan bahwasanya 50:44 Nabi Muhammad utusan Allah bersaksi ini 50:48 ya 50:49 bukan berarti kita melihat Allah 50:52 Allah 50:53 ya mengatakan la tudrikuhul abshar wa 50:57 huwa yudrikul abshar wa huwa latiful 50:59 khabir Allah tidak bisa dilihat oleh 51:01 pandangan mata 51:03 ya tapi kita bilang kok bilang kita 51:05 bilang menyaksikan ini menyaksikan 51:07 berdasarkan ilmu 51:10 ya berdasarkan keyakinan yang didasari 51:12 oleh ilmu atau ilmul yakin 51:16 nah inilah ya dasar dari faman syahida 51:19 minkum syahra jadi enggak mesti harus ya 51:23 dilihat oleh mata kan dulu Rasulullah 51:25 Shallallahu Alaihi Wasallam perintahkan 51:27 suruh 51:28 kalau puasa awalnya harus lihat melihat 51:30 dengan melihat bulan iya pada masa itu 51:33 karena belum ada ya ilmu pengetahuan dan 51:35 teknologi yang untuk mengetahui apakah 51:38 bulan sudah ada atau belum 51:41 ya Rasulullah ya gunakan dengan cara 51:43 yang ada pada itu ini juga ada kaitannya 51:46 dengan apa yang kita bahas tentang as 51:48 sawabit wal mutahawwilat. Ini hal-hal 51:51 yang berubah. 51:53 Dulu juga Rasulullah ketika pergi haji 51:55 pakai naik unta. 51:57 Karena dulu belum ada pesawat, belum ada 51:59 kendaraan. Andai kata ada kendaraan 52:01 pasti Rasulullah pakai gunakan kendaraan 52:03 karena itu lebih lebih cepat, lebih 52:06 menghemat waktu seperti itu. 52:08 Karena Rasulullah prinsipnya seperti 52:10 yang dalam surah Al Hajj juga, "Ma 52:12 ja'ala alaikum fiddini min haraj." Allah 52:14 tidak menjadikan di dalam agama ini 52:17 suatu kesempitan. 52:19 Ketika pergi haji pun Rasulullah 52:21 sallallahu alaihi wasallam ketika ada 52:22 sahabat yang nanya, "Bagaimana ya 52:24 Rasulullah, apakah kami dulukan tawaf 52:26 ataukan lempar jumrah?" 52:29 Rasulullah katakan, "If'alu." Ya, ya, 52:32 "Wala haraj." Kerjain mana yang gampang, 52:34 ya, yang lebih dahulu dikerjakan tidak 52:36 ada kesulitan. Ini adalah memang 52:38 prinsip-prinsip dalam Islam seperti itu. 52:42 Oleh karena itu, ya, dengan berdasarkan 52:45 bagi arti dari syahida ini adalah 52:47 artinya berdasarkan ilmu pengetahuan 52:50 yang menimbulkan keyakinan, 52:52 oleh karena itu kita bisa lihat ketika 52:55 menentukan waktu salat pun sekarang 52:57 sudah enggak pakai ngelihat 52:59 matahari lagi. Kan waktu zuhur itu baru 53:02 masuk ketika tergelincir matahari. 53:04 Apakah sekarang kita ini umat Islam 53:06 kalau menentukan waktu zuhur harus 53:08 ngelihat dulu matahari? 53:10 Apalagi juga subuh. Kapan masuknya waktu 53:13 subuh? Ketika terbitnya fajar shadiq. 53:17 Ya, apakah ketika subuh sekarang kita 53:19 ngelihat dulu apakah sudah tampak atau 53:22 fajar shadiq di di ufuk sudah kelihatan 53:24 atau belum waktu baru masuk subuh? 53:27 Enggak seperti itu, tapi sekarang sudah 53:28 dengan perhitungan. 53:30 Ya, artinya perhitungan berdasarkan 53:32 bukti-bukti, 53:34 berdasarkan 53:35 apa landasan ilmu pengetahuan dan 53:38 teknologi itu bisa ditentukan semuanya. 53:40 Sehingga penentuan waktu itu bisa 53:43 ditentukan waktu salat, ya enggak perlu 53:45 melihat kepada eh matahari terbitnya 53:48 atau terbenamnya, ya 53:50 seperti itu. Itu bisa ditentukan. 53:53 Ya, sebenarnya hal ini pun bisa 53:56 ditentukan ya tentang penentuan bulan. 53:59 Kalau di sudah dengan perhitungan, 54:01 bahkan sudah bisa diprediksi waktu dalam 54:04 Ramadan kemarin saat ini bakal terjadi 54:06 perbedaan ya, emang terjadi perbedaan. 54:10 Yaitu karena 54:12 eh bulan diperkirakan pada 54:14 hari kemarin itu sudah 2 derajat. 54:18 Ya, 2 derajat artinya sudah masuk bulan 54:20 sebenarnya. 54:21 Tapi karena eh pemerintah Indonesia dan 54:25 juga di ASEAN menentukan kriteria baru. 54:29 Ya, katanya kesepakatan enggak mesti 3 54:31 derajat. Akhirnya ya 2 derajat dianggap 54:33 tidak tidak memungkinkan untuk dilihat 54:36 bulan. Bukankah itu secara ilmu 54:38 pengetahuan bulan sudah ada. 54:41 Ya, kenapa kita tidak 54:43 mengacu kepada ilmu pengetahuan karena 54:46 ilmu Allah perintahkan. 54:48 Dan di dalam Alquran pun 54:50 Allah sebutkan faman syahida enggak 54:52 bilang faman ra'a minkumusy syahra. 54:55 Ya, ini menunjukkan bagaimana 54:57 eh 54:58 perhitungan itu ya sangat-sangat di 55:02 sangat-sangat diperlukan. 55:04 Begitu juga ketika Allah Subhanahu wa 55:05 Ta'ala berfirman dalam surat Yunus 55:07 huwalladzi ja'alasy syamsa dhiya'an wal 55:10 qamara nura. 55:11 Waqaddarahu manazila lita'lamu 'adadas 55:13 sinina wal hisab. Dialah yang telah 55:16 menjadikan untuk kalian matahari 55:19 bersinar dan bulan ya bercahaya. 55:23 Waqaddarahu manazila Allah sudah 55:25 tentukan kadar-kadarnya, ya 55:27 tempat-tempat eh apanya 55:32 terbitnya bagaimana bentuknya dari mulai 55:35 sabit, kemudian setengah bulan, 55:37 seperempat bulan, setengah bulan sampai 55:39 purnama, kemudian mengecil lagi, itu 55:42 ketentuan Allah, arti takdir, sesuatu 55:44 yang sudah ditentukan secara teliti oleh 55:47 Allah Subhanahu wa Ta'ala. 55:50 Ya, ma khalaqallahu dzalika illa bil 55:52 haq, Allah tidak ciptakan itu melainkan 55:54 dengan haq, arti dengan suatu kebenaran. 55:57 Ini pasti, lebih pasti dari ilmu pasti. 55:59 Oleh karena itu hal ini bisa ditentukan 56:02 dengan ilmu pengetahuan, bahkan bisa 56:04 diprediksi. 56:06 Nah, ini jadi penentuan waktu ini, ya, 56:09 sebenarnya kalau 56:11 ya, 56:12 kita mau kembali kepada kepada Alquran 56:15 dan juga kita lihat sunah Nabi, 56:17 bagaimana konteksnya ketika Rasulullah 56:19 Shallallahu alaihi wasallam 56:21 ber- bersabda tentang sumu liruyatihi wa 56:23 afthiru liruyatihi, itu adalah karena 56:26 memang pada saat itu belum ada 56:28 pe- pe- cara, metode yang yang teknologi 56:31 canggih untuk menghitung waktu bulan. 56:33 Akhirnya dengan menggunakan mata, iya, 56:34 benar pada waktu itu. 56:36 Tapi pada saat sekarang, ya, ini bisa 56:39 ditentukan. 56:40 Nah, yang miris, ya, 56:43 umat Islam saat ini enggak punya 56:45 kalender yang pasti. 56:47 Selalu berubah-ubah seperti itu. Berbeda 56:49 dengan kalender Masehi seperti itu, bisa 56:52 ditentukan. 56:54 Ya, setahun ini, tahun depan sudah bisa 56:56 ditentukan, bahkan bisa dihitung. 56:58 Ya. 56:59 Kalau itu enggak, mesti lihat bulan 57:00 dulu, nanti berubah-ubah. Padahal ini 57:02 juga sudah bisa ditentukan karena 57:04 sama-sama sebenarnya perhitungannya 57:06 berdasarkan perhitungan matahari dan 57:09 bulan tadi yang seperti yang Allah 57:10 Subhanahu wa Ta'ala sebutkan. Tapi 57:13 karena masing-masing menggunakan egonya 57:16 masing-masing, ya, akhirnya tidak mau ee 57:20 kembalikan kepada Alquran. Kalau tidak, 57:22 ya, kita bisa, ya, setiap tahun sudah 57:24 enggak perlu lagi, ya, di ee kita apa ee 57:29 melihat lagi bulan, tapi kita bisa sudah 57:32 bisa tentukan waktunya kapan masuk bulan 57:34 itu. Ya, termasuk ya ketika kita 57:38 menentukan sama seperti kita menentukan 57:41 waktu salat. Kita dengan 57:43 melihat jam kita bisa tahu oh sudah 57:46 diberitahu ini sudah masuk waktu salat. 57:48 Enggak perlu kita melihat lagi 57:49 tergelincirnya matahari. 57:51 Inilah yang seharusnya ya kita pahami 57:54 waktu salat bukan 57:56 ini juga penting kan? 57:58 Apakah tidak penting? Ini adalah ibadah 58:01 yang sangat penting ya tapi kok 58:04 penentuan waktunya kok kita percaya 58:06 dengan dengan kemajuan teknologi itu. 58:09 Ya, begitu juga harusnya ketika 58:11 menentukan waktu masuknya bulan apakah 58:15 itu bulan Ramadan, bulan Syawal dan 58:17 termasuk bulan haji ini ya 58:20 ya itu bisa ditentukan dengan teknologi. 58:23 Apalagi kalau di Mekah misalnya kalau 58:25 apa di di sana itu di Saudi Arabia tidak 58:28 bisa ditentukan diprediksi dengan dari 58:30 jauh-jauh hari repot nanti karena ini 58:32 menyangkut jutaan orang. Ya, kalau tidak 58:35 ada suatu penetapan ya schedule yang 58:38 pasti ya mereka 58:41 akan kebingung nunggu dulu misalnya 58:43 akhir bulan 58:44 ya bulan apa 58:47 apa Zulqaidah ya baru bisa ketahuan 58:51 kapan harus wukuf di Arafah. Enggak 58:53 seperti itu harusnya 58:55 semuanya ini bisa ditentukan ya dengan 58:58 kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 59:01 Ya, apakah ini suatu bidah? Tidak ini 59:03 berdasarkan Alquranul Karim faman 59:06 syahida minkum syahra ya di mana makna 59:08 syahadah tidak selalu berarti harus 59:11 melihat tapi itu juga bisa berarti 59:14 dengan 59:15 keyakinan yang berdasarkan ilmu 59:17 pengetahuan. Wallahu Subhanahu Wa Ta'ala 59:20 A'lam. Ya, demikian Iwan Awan 59:23 hikmah 59:24 haji telah diuraikan oleh Ustaz Husein 59:26 dan Ustaz Hamzah, mudah-mudahan akan 59:29 menjadi pemahaman kita dan menambah 59:31 keimanan kita. Terima kasih Ustaz 59:33 Husein, Ustaz Hamzah. Kita akan jumpa 59:35 lagi dalam waktu. Saya Muhammad Krisna, 59:37 Asep, kemudian juga Yusuf Bangkit dan 59:40 Anis Mu'alim mohon pamit. Wabillahi 59:42 taufik walhidayah. Assalamualaikum 59:43 warahmatullahi wabarakatuh. 59:44 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:45 wabarakatuh.