Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
2:26 [mendengus] 2:30 [musik] 2:41 Bismillahirrahmanirrahim. 2:42 Assalamualaikum warahmatullahi 2:43 wabarakatuh. 2:45 Allahuma [mendengus] sholli ala 2:46 sayyidina Muhammad ala sayyidina 2:47 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 2:49 lagi hari ini hari Senin 2:51 tanggal 28 Muharram 1443 Hijriah atau 2:56 6 September 2:58 2021 seperti biasa Radio Silaturahim 3:01 kembali menampilkan acara Jendela 3:03 Sekolah. Kali ini kita 3:06 hadirkan siswa-siswa dari sekolah 3:10 eee 3:12 apa namanya Insan Mandiri 3:14 alumni ah juga ada alumni juga nanti ya 3:16 SMA IMC Insan Mandiri Cibubur. 3:21 Dan mereka-mereka yang sudah lama di 3:24 asrama. Di sini ada Gamiel 3:28 yang hobinya futsal 3:30 asalnya Padang juga Rangga Giri Prabowo 3:34 kelas 11 ketua OSIS SMA. 3:38 [mendengus] 3:38 Oke eh assalamualaikum da Gamiel. 3:41 Waalaikumsalam. 3:42 Juga Rangga selamat datang di Radio 3:44 Silaturahim. 3:45 Iya. 3:46 Oke sekarang saya mau tanya ke Gamiel 3:49 dulu ya. Eh Gamiel eh Gamiel sudah 3:51 berapa lama di asrama? 3:53 Sudah 2 tahun dari kelas 7. 3:55 Dan 2 3:56 Sekarang kelas 8. 3:57 Jadi di asrama ini ada 2 gedung ya? 3:59 Iya. 4:00 Satu gedung isinya ada berapa kamar itu 4:02 satu gedung? 4:03 Satu gedung ada 4:04 6 kamar enam ya? 4:06 Satu satu kamar berapa orang? 4:08 Satu kamar 8 orang. 4:09 Gimana nyaman enggak di asrama? 4:11 Nyaman. 4:13 Kamar mandi rebutan enggak kalau ini? 4:15 Enggak soalnya ada dibagi-bagi gitu. 4:17 Oh gitu. 4:18 Terus untuk menempatkan barang-barang 4:21 buku dan lain-lain gimana? 4:24 Itu sudah diatur jadi taruh di kolong 4:26 kasur bisa terus di tempat yang sudah 4:28 ditentuin juga bisa. 4:29 Suka ada pengawasan enggak kerapian gitu 4:32 di sekolah? 4:33 ada 5 R. 4:35 Apa? 4:36 5 R. 4:36 5 R itu apa saja? 4:38 Ringkas, rapih, rawat, rajin, resik. 4:41 [tertawa] 4:42 Agamiel terma termasuk yang 5 R ya? 4:45 Iya. 4:45 Masyaallah. 4:47 Sudah 4:49 hafal berapa juz nih ngomong-ngomong? 4:52 2 juz. 4:52 2 juz, alhamdulillah. 4:56 Apa namanya kegiatannya apa saja di 4:59 asrama itu? 5:00 Di asrama kegiatannya dibagi 2. 5:03 He em. 5:03 Dari jam 15.00 sampai jam 7.00 itu 5:08 salat asar 5:09 He em. 5:09 sesudah salat asar ada kegiatan 5:11 al-ma'tsurat 5:12 sesudah itu 5:14 sesudah al-ma'tsurat ada choice activity 5:16 atau 5:18 kegiatan yang kita mau seperti 5:20 berolahraga atau misalkan istirahat, 5:23 makan dan lain-lain. 5:24 He em. 5:25 Cita-citanya apa nih ya Agamiel? 5:27 Cita-citanya pengin jadi dokter. 5:30 Dokter? Masyaallah. 5:32 Untuk 5:34 mencapai 5:36 cita-citanya itu apa yang sudah 5:37 dilakukan oleh Agamiel? 5:39 Belajar dengan giat. 5:41 Belajar dengan giat. 5:43 Dokternya dokter spesialis apa dokter 5:45 apa? 5:45 Dokter yang umum. 5:46 Umum ya? 5:47 Oke, ini mohon nanti rencana mau di 5:49 mana? Mau di UI apa di mana? 5:51 Eee penginnya sih di UI. 5:53 Di UI ya? 5:54 Oke, pemirsa Nawaksara kami baru saja 5:57 berbincang-bincang dengan Kamil. Ini eee 6:00 kelas 8 6:02 B. 6:03 Iya. 6:03 Iya. 6:04 Yang punya cita-cita ingin menjadi 6:07 dokter. Kenapa kenapa pilih dokter? 6:09 Terinspirasi dari ayah. 6:11 Oh iya dokter juga. 6:13 Inspirasi yang bagaimana yang yang 6:16 yang berkesan itu? 6:18 Kayak banyak nolong banyak orang gitu. 6:20 Oh [tertawa] 6:21 masya Allah. 6:23 Kalau bisa gratis ya. 6:24 Iya. 6:25 Luar biasa mulia sekali ya cita-cita 6:27 Kamil 6:28 untuk menjadi dokter 6:31 eee karena banyak menolong orang. Oke, 6:34 di sini juga ada Rangga. Rangga ini 6:36 hobinya masak loh. Assalamualaikum 6:37 Rangga. 6:38 Waalaikumsalam. 6:39 Rangga Giri Prabowo kelas 11 ketua OSIS 6:43 SMA. 6:44 Iya. 6:44 Bagaimana bisa terpilih menjadi ketua 6:46 OSIS? Ada ada ininya enggak? Ada 6:48 kampanyenya enggak? 6:49 Ada ada kampanyenya. Jadi eee sekitar 6:52 bulan Februari atau enggak Maret 6:54 He em. 6:55 itu eee kita sudah menyiapkan eee visi 6:57 misi kita, terus motto kita, terus 7:00 program apa sih yang ingin kita buat 7:02 nanti ke depannya ketika kita sudah 7:04 menjadi ketua OSIS dan 7:06 eee setelah semua sudah jadi visi misi, 7:10 motto dan juga program kerja barulah 7:12 kita kampanyekan kepada siswa-siswa dan 7:14 juga guru-guru yang ada di sekolah gitu. 7:16 Itu untuk menyusun programnya berapa 7:19 lama itu? 7:20 Kalau eee saya pribadi sebenarnya untuk 7:23 menyusun program itu berjalan. Karena 7:25 kan waktu itu sempat masih eee online. 7:30 Lalu eee sekarang offline gitu. Jadi 7:32 untuk program kerja itu berjalan karena 7:35 eee mood-nya anak-anak di sekolah itu 7:37 kan berbeda-beda gitu. Jadi kalau untuk 7:39 secara online kan kita enggak bisa 7:41 ngelihat oh anak ini mood-nya lagi kayak 7:43 gimana kan kita enggak bisa ngelihat. 7:44 Nah, ketika offline 7:46 barulah saya mulai menelaah 7:48 anak-anak nih mood-nya kayak gimana dan 7:50 maunya tuh seperti apa gitu. Jadi untuk 7:52 program kerja juga sampai sekarang masih 7:54 berjalan, iya disesuaikan. 7:57 Jadi apa yang paling ditekankan di 7:58 program itu? 8:00 Kalau untuk saya pribadi, eh pertama itu 8:03 mengembangkan kreativitas anak-anak 8:05 dengan adanya program kerja yaitu mural. 8:08 Jadi eh di sekolah kita ini kan eh 8:12 banyak banyak tembok yang kosong gitu. 8:15 Jadi eh untuk memperindah tembok juga 8:18 kan kita harus berkreasi, berkreativitas 8:20 gitu. Nah 8:21 dengan adanya program mural ini 8:23 insyaallah 8:24 eh OSIS akan membantu se 8:27 kuat tenaga 8:29 untuk anak-anak mengembangkan 8:30 kreativitasnya. 8:32 Mural yang eh tembok yang di mana? Di 8:35 lapangan futsal atau di mana? 8:36 Eh untuk sementara ini mungkin kita 8:38 berjalan di daerah asrama dulu gitu. 8:41 Entar ada tembok yang di samping asrama 8:43 kayu, terus ada tembok di lantai 4 8:46 asrama baru gitu. 8:48 Terus perizinannya gimana untuk boleh 8:50 dicoret-coret gitu? 8:51 Eh untuk kalau untuk perizinan 8:52 perizinannya, eh alhamdulillah sudah 8:55 disetujui oleh asrama dan juga sekolah 8:57 gitu. 8:58 Karena 8:59 eh mau bagaimanapun kan anak-anak pasti 9:01 bosan gitu ngelihat, ah apaan sih masa 9:03 sekolah gini-gini aja gitu. Nah, makanya 9:06 kami dari OSIS membantu untuk biar 9:08 anak-anak enggak bosan gitu dengan cara 9:10 program mural tersebut dan izinnya juga 9:12 sudah di perizinkan oleh sekolah dan 9:14 juga asrama tentunya. 9:16 Akhirnya bisa terlaksana berapa mural? 9:19 Untuk sekarang sebenarnya belum 9:21 terlaksana karena itu juga saya baru 9:24 memikirkannya sekitar 1 bulan yang lalu 9:27 karena melihat anak-anak yang sepertinya 9:29 udah mulai bosan gitu di asrama apalagi 9:32 eh kelas dari kelas 7 sampai 9:34 kelas eh 8 itu 9:37 masuk duluan kan, jadi udah kelihatan 9:39 kayak, wah kayaknya anak-anak udah mulai 9:41 bosen nih gitu. 9:42 Langsunglah saya ee, menghubungi Ustaz 9:45 Arif dan juga kepala sekolah untuk 9:46 membuat program mural tersebut gitu. 9:48 Arif itu adalah kepala asrama ya? 9:50 Iya. 9:51 Hmm, kemudian cita-citanya apa nih 9:53 Rangga Giri Prabowo? 9:55 Untuk cita-cita, sebenarnya awalnya saya 9:57 ingin jadi ahli sejarah. 9:59 Hmm. 9:59 Jadi karena saya memang suka sejarah 10:02 apalagi sejarah Indonesia gitu, cuman 10:05 untuk ayah sendiri itu kurang mendukung 10:07 untuk sejarah, karena kalau menurut ayah 10:10 sejarah itu lebih rumit karena harus 10:12 sering membaca gitu, kebetulan saya 10:15 orangnya kurang suka membaca gitu. 10:17 Nah, terus ayah mengarahkan untuk gimana 10:20 kalau misalkan jadi pengacara, awalnya 10:22 saya enggak mau karena saya maunya tata 10:24 boga, jurusan perhotelan, terus makin ke 10:27 sini 10:28 kok asik juga gitu, ee, jadi pengacara, 10:31 jadi 10:32 ahli hukum gitu, akhirnya saya 10:33 memutuskan 10:35 ya udah deh, saya bergerak di ee, 10:37 pengacara aja gitu. 10:38 Hmm, oke. Ini ee, Rangga Giri Prabowo 10:42 juga punya masak, sudah masakan apa aja 10:44 yang 10:45 dikuasain? 10:46 Ee, 10:48 kayak opor ayam, terus habis itu sayur 10:51 asem, makan-makanan kampung sih 10:53 sebenarnya, bukan ke makanan kota kayak 10:56 ee, rawon gitu-gitu. 10:58 Belajar dari siapa? 10:59 Ee, kalau untuk belajar iya langsung 11:01 dari ibu karena ee, kebetulan ibu juga 11:04 dulu orang tuanya punya catering dan 11:07 pintar masak juga gitu. 11:08 Hmm. Sudah pernah didemo di depan 11:11 teman-teman belum ya? Sudah merasakan 11:13 belum teman-teman masakan dari 11:15 Rangga Giri Prabowo ini? 11:17 Kalau untuk ee, demo ke teman-teman 11:20 sebenarnya belum karena waktunya juga 11:22 susah tapi kalau untuk makanan dari ibu 11:25 udah pernah teman-teman ngerasain. 11:27 [tertawa] 11:28 [terkesiap] 11:28 Oke, baik gimana nawak? Itu tadi 11:32 bincang-bincang kita dengan Gamil Rifat 11:35 Attari dan juga Rangga Giri Prabowo, 11:38 karena kita ngambil tema santri mengabdi 11:41 untuk negeri. Tadi eh Gamil cita-cita 11:45 menjadi dokter. 11:47 Dokter ya? 11:48 Iya. 11:48 Nah, Rangga ingin menjadi pengacara. 11:51 Pengacara yang jago masak. 11:53 Oke, kami akan kembali setelah yang 11:55 berikut ini. 11:57 [mendengus] 12:05 [musik] 12:05 Rasil TV 12:49 [musik] 12:58 [musik] 12:59 Sungguh 13:00 nikmat orang yang sudah mendapat 13:02 perhatian Allah dan Rasul-Nya. 13:05 Jika perhatian dari atasan, pejabat, 13:07 [musik] 13:08 dan orang-orang yang berkuasa saja sudah 13:11 bisa membuat kita kegirangan. 13:14 Bagaimana jika perhatian itu datang dari 13:16 pencipta alam semesta beserta ciptaannya 13:20 yang paling indah, yaitu Baginda Nabi? 13:24 Apa lagi yang kita cari di dunia selain 13:27 dua hal tersebut? 13:34 Perhatian tadi bisa didapat hanya jika 13:36 kita beramal saleh. Apapun bentuknya. 13:40 [musik] 13:40 Bisa dengan tenaga, harta, pemikiran, 13:44 dan lain sebagainya. 13:46 Namun amalan yang paling menyenangkan 13:49 Baginda Nabi adalah memperjuangkan 13:52 ajarannya, meneruskan perjuangan beliau, 13:56 berdakwah di jalannya. 13:59 [musik] 14:02 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 14:04 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasya TV 14:08 bersama-sama berjuang bersama Radio 14:10 Silaturahim dengan berdonasi ke nomor 14:14 rekening berikut. 14:18 [musik] 15:06 [musik] 15:10 Rasya TV 15:16 Radio Silaturahim yang dipancarkan dari 15:18 Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalibanggis, 15:21 Cibubur. Masih di acara Jendela Sekolah 15:23 di mana kami menghadirkan siswa-siswa 15:26 dari Insan Mandiri Cibubur. 15:30 Eh, mereka adalah orang-orang 15:32 berasrama ya. 15:34 Eh, yang mereka punya cita-cita, 15:36 pokoknya santri mengabdi untuk negeri. 15:39 Baik, di sini juga ada kepala asrama, 15:41 yaitu Ustaz Arif. Assalamualaikum, Ustaz 15:43 Arif. 15:43 Waalaikumsalam warahmatullah 15:45 wabarakatuh. 15:45 Kita, temanya kan santri mengabdi untuk 15:48 negeri. Bisa dijelaskan? 15:50 Baik, eh terima kasih, Pak Krisna. Para 15:53 pendengar yang berbahagia bahwa 15:55 sebenarnya peran santri dan para ulama 15:57 untuk negara ini begitu luar biasa. 15:59 Betul. 16:00 Mulai dari para tokoh-tokoh dulu 16:02 memperjuangkan proklamasi, dari K.H. 16:04 Hasyim Asy'ari, kemudian putra beliau 16:06 K.H. Abdul Wahid, dan beberapa 16:10 tokoh-tokoh yang lainnya. 16:12 Nah, ini 16:13 kenapa kita angkat tema santri mengabdi 16:15 untuk negeri, 16:17 kami ingin me-refresh santri-santri 16:18 sekarang 16:20 bahwa peran santri untuk negeri ini 16:22 memang benar-benar berarti gitu, Pak 16:24 Kris. 16:25 Nah, maka sekolah kita ini kan sekolah 16:27 yang 16:27 eh menghargai potensi setiap anak, 16:30 setiap manusia yang kreatif, inovatif, 16:33 dan produktif. Melihat kata produktif, 16:36 jadi Pak Munif sering menyampaikan ke 16:37 kita bahwa kita harus punya produk gitu. 16:40 Nah, maka 16:42 se- salah satu misi dari sekolah kita 16:44 adalah ada namanya desain cita-cita. 16:46 Jadi, kami kumpulkan di tes minat itu 16:49 cita-cita anak itu apa, kami catat, kami 16:52 rangkum sebagai student file anak-anak 16:55 itu. Nah, nanti kami bisa pendekatan 16:57 lewat eh 16:59 file tersebut. Lewat kayak sekarang, 17:01 kayak tadi dijelaskan beberapa teman 17:03 anak-anak kita cita-citanya jadi dokter, 17:05 kemudian pengacara. Yang dulu ketika 17:08 saya nyantri paling ustaz, 17:10 enggak jauh-jauh guru ngaji gitu. 17:12 [tertawa] 17:12 Tapi sekarang anak-anak cita-citanya 17:14 luar biasa. Bahkan ada yang menjadi ahli 17:17 teknis kereta, kayak Nabih kemarin 17:19 cerita dia ingin jadi teknis ahli 17:22 kereta. Kan di santri sepertinya aneh 17:24 gitu loh. Eee sekolah kita kebetulan 17:27 adalah sekolah yang 17:28 membantu, memantik eee potensi anak-anak 17:31 dalam rangka sebenarnya untuk mengabdi 17:33 kepada negeri. Nah. 17:35 Nah, di desain cita-cita ini 17:37 eee apalagi kemarin baru momen hari 17:40 ulang tahun eee Indonesia, Republik 17:42 Indonesia. Jadi, saya mendidik anak-anak 17:45 bahwa dakwah Islam itu bisa dari lewat 17:48 mana saja gitu loh. 17:49 Cita-citanya dia harus dikejar dengan 17:52 sungguh-sungguh. Nanti setelah tercapai, 17:54 posisi apapun yang dia dapat, dia harus 17:57 dakwah untuk Islam gitu. 17:58 Nah, saya kasih tahu ke teman-teman yang 18:00 eee SMA gitu. Cita-cita kamu jangan 18:03 takut menjadi apa di lingkungan santri, 18:05 jangan takut gitu. 18:06 Saya sering ngobrol sama Abu karena ini 18:08 kan saya sebagai pengasuhnya sekalian 18:10 gitu. Di kelas 12 saya juga ikut terjun 18:12 mengasuh anak-anak kelas 12. 18:14 Saya list beberapa cita-citanya aneh, 18:16 jadi polisi gitu loh. 18:18 Kalau kalau sebenarnya kan santri polisi 18:20 kan kayak enggak nyambung gitu loh, Pak 18:21 Kris. 18:22 Santri ya ustaz, santri ya mubaligh apa 18:25 itu. Tapi ini jadi polisi. Kemudian saya 18:27 tanya ke Abu, gimana kenapa harus jadi 18:29 polisi gitu. 18:30 "Karena saya ingin menjadi udara segar 18:32 di kepolisian, Ustaz." 18:33 Masya Allah. 18:34 [tertawa] 18:34 Jadi 18:34 Nah, itu dia tuh caranya. 18:35 menaikkan eee nama polisi yang mungkin 18:39 ada sebagian eee beranggapan tidak baik 18:42 polisi itu, negatif gitu. Nah, eee Abu 18:45 saya 18:47 kasih masukan, Bu, polisi itu harus 18:49 dekat dengan Allah. Jadi, berbuat 18:51 seadil-adilnya, melindungi rakyat. 18:54 Kemudian di asrama polisi itu harus 18:57 dibangun suasana religi keislaman. 19:00 Nah, mulailah saat itu 19:02 belajar sedikit-sedikit ilmu yang 19:04 didapat dari asrama itu. 19:06 Ehem, ya contoh kecil seperti 5R tadi 19:08 yang disebutkan oleh Ari tadi, mulai 19:10 dari merapikan tempat tidur, kemudian 19:13 kedisiplinan makan, kedisiplinan mandi. 19:15 Kan di asrama itu Pak Kris harus serba 19:17 disiplin. 19:19 Karena kan mandi harus disiplin, kalau 19:20 enggak disiplin dia ketinggalan nanti 19:22 kegiatan berikutnya. Makan juga sama, 19:24 kalau enggak disiplin ya lauknya kesikat 19:26 sama yang lainnya. 19:27 [tertawa] 19:28 Jadi 19:29 memang sederhana, kehidupannya 19:31 sederhana, hanya ngantri makan, ngantri 19:33 mandi, membersihkan kamar 19:36 tidur, kamar mandi. Itu yang 19:38 kegiatan-kegiatan kehidupan sehari-hari. 19:40 Tapi nanti insyaallah ketika dia hidup 19:42 bermasyarakat, ilmu-ilmu yang sederhana 19:45 itu akan dipakai seumur hidup dia itu. 19:47 Selain dia mendalami tentang 19:49 keagamaannya gitu. 19:51 Mungkin saya sedikit prolog itu nanti 19:53 biar anak-anak yang menjelaskan 19:55 bagaimana sih cita-cita mereka. 19:56 Baik, alhamdulillah. Terima kasih Ustaz 19:58 Arif. Beliau adalah kepala asrama 20:02 eee 20:04 Insan Mandiri Cibubur. Baik, sekarang 20:05 saya ada Lukman Hakim kelas 12 IPS yang 20:09 hobinya futsal. 20:12 Assalamualaikum, Lukman. 20:13 Waalaikumsalam, Pak. 20:14 Masyaallah. Jadi cita-citanya apa nih, 20:17 Lukman Hakim? 20:19 Eee cita-citanya insyaallah jadi 20:22 prajurit TNI, Pak. 20:23 TNI, ya? 20:24 Iya. 20:24 Dari IPS bisa itu, ya? Enggak 20:26 bisa, ya? 20:27 Eee alhamdulillah bisa, Pak. 20:28 Eee kenapa 20:30 pengin menjadi TNI? 20:32 Karena 20:34 cita-cita dari kecil dan juga 20:36 eee terinspirasi dari Pak Prabowo. 20:39 Masyaallah, 20:41 gitu. 20:42 Iya. 20:42 Inspirasi apanya? Gagahnya atau apa? 20:44 Eee iya, semangat perjuangannya untuk 20:47 mempertahankan NKRI. Salah satunya jadi 20:51 operasi 20:53 Komando Operasi Militer termuda. 20:55 Eee. 20:55 Di mana? Di Timur Timur-Timur waktu itu. 20:59 Eee. 21:00 Dan juga 21:01 eee beliau menjadi Komando Pasukan 21:04 Khusus atau disingkat Kopassus. 21:07 Mungkin 21:09 dari itu saya juga terinspirasi untuk 21:12 pengin jadi prajurit TNI. 21:13 Oke, jadi jalurnya melalui Akmil atau 21:16 apa? 21:17 Eh, casis Bintara. 21:18 Di Bintara di Sukabumi atau di mana? 21:21 Eh, di Surabaya. 21:22 Di Surabaya, masyaallah. 21:26 Terus eh, 21:27 nanti kalau sudah jadi polisi lalu apa 21:30 yang kira-kira yang akan dilakukan? 21:32 Eh, mungkin 21:34 sekalian menanamkan apa yang diberikan 21:38 di asrama seperti eh, 21:40 kan di asrama IMC kita juga menghafal 21:43 Alquran. 21:44 Jadi kita ingin eh, 21:47 terutama saya ingin 21:50 membawa udara segar seperti yang 21:52 dibilang Ustaz Arif 21:54 TNI dijadikan eh, 21:56 institusi negara yang lebih Islami lagi. 22:00 Seperti eh, 22:02 dan juga bisa menyebarkan agama Islam 22:05 tentunya. 22:06 Masyaallah. 22:08 Sekarang sudah berapa juz yang sudah 22:10 dihafal? 22:10 Alhamdulillah 12. 22:12 12 juz, wow. 22:15 Lukman Hakim sudah 12 juz, cita-citanya 22:18 ingin menjadi polisi ya? 22:20 TNI. 22:21 TNI. 22:21 Iya. 22:22 TNI, oke. 22:24 Eh, terus apa yang 22:27 sudah dilakukan untuk mencapai cita-cita 22:29 itu? 22:30 Eh, setiap sore 22:34 binsik yang 22:36 bisa dikenal bina fisik seperti lari 22:40 eh, putar mutar lapangan gitu. Terus 22:43 push up, pull up seperti 22:47 latihan-latihan fisik lainnya itu 22:49 biasanya dilakukan di sore hari karena 22:51 seperti yang jelasin di sama Amil eh, 22:55 Gamil tadi eh, kalau sore kan ada waktu 22:57 bebas. Nah, itu saya milihnya buat 22:59 latihan untuk TNI ke depannya. 23:02 Masya Allah. 23:04 Lukman Hakim punya famili yang sudah di 23:06 TNI? 23:07 Eee belum, Pak. 23:08 Belum ada, ya? 23:09 Belum. 23:09 [tertawa] 23:11 Jadi kalau Lukman nanti jadi TNI jadi 23:13 salah satunya dari keluarga, ya. 23:15 Iya. 23:16 Oke, baik. Sekarang saya ke Abu Thalhah 23:18 nih. 23:19 Abu Thalhah, 23:20 Asalamualaikum, Abu Thalhah. 23:21 Waalaikumsalam, Pak. 23:22 Abu Thalhah, cita-citanya apa? 23:24 Insya Allah jadi polisi. 23:26 Nah, kenapa jadi polisi? 23:28 Insya Allah sih mau yang membawa udara 23:31 segar ya ke kepolisian. 23:33 Yang kita lihat sekarang kan kayak 23:35 polisi itu kayak masyarakat kayak kurang 23:37 gimana gitu sama polisi kan. 23:40 Nah, insya Allah kita insya Allah saya 23:41 tuh akan membawa polisi 23:44 diangkat lagi lah namanya untuk 23:47 mengayomi masyarakat agar masyarakat 23:49 lebih percaya kepada kepolisian. 23:51 Polisi juga banyak yang bagus-bagus loh, 23:53 yang pintar ngaji juga banyak kan. 23:55 Iya. 23:56 Tapi sekarang kayak masyarakat tuh kayak 23:59 dikit-dikit dikit polisi direkam, 24:01 diviralkan [tertawa] 24:02 kayak 24:03 kasihan saja gitu. 24:04 Oke. Jadi terus apa yang sudah dilakukan 24:07 untuk mencapai cita-cita itu? 24:10 Baru mulai dari hal-hal kecil sih, Pak. 24:12 Kayak tadi jogging, 24:14 rapih dari diri sendiri, terus perawatan 24:17 tubuh, terus membentuk tubuh, 24:21 lebih rajin lagi lah. Makanya saya masuk 24:23 ke Insan Mandiri. 24:25 Oke. Eee sudah hafalannya? 24:27 Alhamdulillah sudah 5 juz. 24:29 5 juz, masya Allah. Ngafalin tiap kapan 24:32 itu? 24:32 Setiap subuh. 24:33 Setiap subuh? 24:34 Iya. 24:35 Tambah-tambah terus. Ada setoran enggak? 24:37 Ada. Setiap maghrib dan subuh setoran. 24:39 siapa? 24:40 Kepada Ustaz Arif. 24:41 Ustaz Arif yang setoran enggak, ya? 24:43 Ustaz Arif. 24:44 [tertawa] 24:45 Karena tadi ingin membawa udara segar ke 24:49 dunia kepolisian, jadi anak-anak yang 24:51 polisi-polisi ini saya pegang hafalannya 24:53 gitu. Jadi kalau misalnya saya tegaskan 24:55 kan kamu polisi enggak mau ditegaskan 24:56 gimana? Kamu menegaskan orang gitu. 24:58 Oke. 24:59 Ada enggak tokoh polisi yang diidolakan? 25:03 Bukan tokoh polisi sih, tokoh TNI. 25:05 TNI? 25:06 Jenderal Sudirman. 25:07 Ya, Sudirman. 25:07 Iya. 25:08 [tertawa] 25:10 Apa yang terkesan dari Jenderal 25:11 Sudirman? 25:12 Dari kepemimpinannya, 25:14 dari ketakwaan dan keimanannya, sedang 25:17 berperang tetap melakukan sunah-sunah 25:19 seperti puasa Senin-Kamis, tidak 25:22 meninggalkan salat duha-nya, 25:24 dan tetap salat tahajud. 25:26 Masyaallah, 25:28 luar biasa nih. 25:29 Keren [berdehem] ya. 25:30 Anak-anak kita nih luar biasa ya. 25:33 Oke ya. 25:34 Eee 25:35 Ustaz sendiri sebagai kepala asrama apa 25:39 yang 25:40 dilakukan? 25:42 Saya 25:42 pasti akan mendukung semua cita 25:44 anak-anak gitu loh. Karena pada muara 25:47 terakhirnya adalah untuk dakwah Islam 25:49 Pak Kris gitu. 25:51 Jadi sekali lagi kebetulan sekolah kita 25:53 memang didesain untuk memba- memantik 25:55 bakat anak-anak dan potensi mereka gitu. 25:58 Mau pemain basket pun, mau seperti eee 26:02 apa ya? Di lingkungan-lingkungan yang 26:04 musik, misalkan musik nih. Sebagian 26:07 mengatakan, masa santri main musik? 26:08 Kalau saya 26:10 selama itu tidak melanggar eee 26:12 kegiatan-kegiatan yang 26:14 menjauhkan diri dari Allah ya enggak 26:16 masalah gitu. 26:17 Jadi salat tetap salat berjamaah, kalau 26:19 waktu-waktu luang dia bermain atau mem- 26:21 membekali diri mereka lah, membangun SDM 26:23 mereka sama kualitas untuk mencapai 26:25 cita-citanya gitu loh. 26:27 Ada yang cita-cita menjadi YouTuber 26:28 enggak? 26:29 Banyak, banyak. 26:30 [tertawa] 26:31 Ada namanya Atilah itu malah sekarang 26:33 dia sudah mulai ngonten di TikTok Pak. 26:36 Heeh. 26:36 Ya, jadi cuman enggak sempat enggak muat 26:38 kursinya gitu. 26:39 [tertawa] 26:40 Komplit di sini. 26:41 Jadi memang sekolah yang dibuat Pak 26:42 Munif itu ya tadi, memanusiakan manusia. 26:45 Jadi semua manusia 26:47 Terus 26:48 cita-cita apa lagi yang banyak diminati 26:50 oleh adik-adik ini? 26:53 Variatif sih, Pak Kris. Variatif. Ya, 26:55 karena kan yang jelas yang saya beda 26:58 dengan beberapa pesantren lain, 27:00 cita-cita anak-anak sekarang ini 27:02 tidak hanya fokus kepada cita-cita dunia 27:05 itu, Pak. 27:07 Jadi, cita-cita yang 27:08 teknik sipil, kemudian ingin menjadi 27:12 interior room, 27:13 Mmm. 27:13 ahli ada ahli gizi, ada ingin menjadi 27:16 khusus eh apa desainer green house. 27:20 Jadi, dia hanya fokus hanya untuk 27:22 meneliti tanaman-tanaman yang ini 27:25 tanaman dalam apa luar? Maksudnya di di 27:28 rumah apa di dalam luar itu anak-anak 27:31 sampai ke arah sana. 27:32 Saya senang-senang saja karena 27:34 [tertawa] 27:34 ternyata 27:36 apa ya? Umat Islam kalau misalkan eh 27:39 menghargai setiap potensi anak-anak yang 27:41 tadi bervariatif itu akan Islam bisa 27:43 masuk ke mana saja gitu loh. Bisa 27:45 dakwahnya ke mana saja. 27:46 Cara kita bisa mengetahui potensi 27:48 anak-anak, apakah dari pengamatan mereka 27:50 sendiri atau ada indikasi lain? 27:52 Ada tes minat. 27:53 Tes minat. 27:53 Multiple Intelligence Research. Jadi, 27:55 sebelum masuk itu kita ada observasi. 27:58 Nah, di situlah kita interview orang 28:00 tua, anak, eh supaya nanti pengawalan 28:04 kita dan pengasuhan kita sesuai dengan 28:06 cita-cita mereka gitu. 28:08 Oke, baik kembali ke Lukman atau Abu 28:11 Thalhah. 28:12 Buku-buku apa yang sudah dibaca 28:14 sehubungan dengan cita-cita kalian ini? 28:18 Buku Nusantara Berkisah dari Ustaz Heri 28:21 Nurdin. 28:23 [tertawa] 28:25 Eh, sudah sudah khatam ya? 28:27 Belum. 28:28 [tertawa] 28:29 Kalau ini, Lukman apa? 28:32 Buku Prabowo. 28:33 Prabowo. 28:34 [tertawa] 28:35 Buku luar Prabowo ini luar biasa nih. 28:37 Oke. 28:39 Mmm, [mendengus] tinggi berapa sekarang 28:40 tinggi? 28:41 Tinggi kurang lebih 170-an. 28:44 Oh, jadi sudah inilah memadai ya 28:47 masuknya. 28:49 Terus eh 28:51 olahraga yang disukai? 28:53 Futsal tadi salah satunya terus voli. 28:56 He em. 28:56 Berenang lagi mencoba untuk menyukai 28:59 soalnya kan salah satu 29:01 tes yang dilakukan di Bintara nantinya 29:05 termasuk renang. 29:08 Terus mungkin itu. 29:09 Kecintaan kepada negeri ini bagaimana? 29:13 Sangat. 29:13 Sangat. 29:14 [tertawa] 29:15 Bela negara ini mati enggak ini? 29:18 Di rumah bendera masih terpasang apa 29:20 sudah dicopot ini sudah pulang September 29:22 ini? 29:23 Wah saya ke sini 29:25 bertepatan dengan 17 Agustus. 29:28 Oh gitu berarti belum-belum tahu lagi 29:30 ya. Ini ini di asrama lagi ya? 29:32 Di asrama. 29:33 Ini sudah tatap muka ya? 29:34 Sudah tatap muka tapi sangat dijaga 29:36 prokesnya Pak, protokol kesehatannya 29:38 ketat. 29:39 He em. 29:39 Karena memang situasi saat ini ya 29:42 perkembangan info Covid kan masih belum 29:45 He em. 29:45 selesai gitu. 29:47 Kalau film-film perang suka enggak? 29:50 Suka. 29:51 Seperti 17 Agustus 29:54 terus kemudian 29:56 filmnya Jenderal Sudirman juga nonton. 30:00 Sama 30:02 yang 30:03 kemerdekaan 17 Agustus itu alhamdulillah 30:06 hampir semua pernah nonton. 30:09 Oke gimana Anawat kita ngambil tema 30:11 santri mengabdi untuk negeri. Oke kami 30:15 akan kembali setelah yang berikut ini. 30:25 Wasior TV. 30:32 [musik] 31:24 [musik] 31:30 Radio silaturahmi yang dipancarkan dari 31:32 jalan Masjid Silaturahmi 36 Kalimanggis 31:35 Cibubur, masih di acara Jendela Sekolah. 31:38 Kami menghadirkan adik-adik 31:41 SMA dari 31:43 Insan Mandiri Cibubur. 31:46 Kita mengambil tema santri mengabdi 31:48 untuk negeri. Mereka adalah orang-orang 31:51 yang sekolahnya secara boarding school 31:54 dan cita-citanya tidak ada yang polisi, 31:56 ada yang TNI. 31:57 Sekarang kami menghadirkan di sini ada 32:01 Ahmad Zidan. 32:03 Kemudian ada Iqbal Basing. 32:06 Assalamualaikum Ahmad Zidan. 32:07 Waalaikumsalam Ustaz. 32:08 Ahmad Zaidan ya? 32:09 Muhammad. 32:10 Ah? 32:11 Muhammad. 32:11 Oh, Muhammad Zaidan maaf salah salah 32:13 nyatet saya. Muhammad Zaidan. 32:16 Cita-citanya apa? 32:17 TNI. 32:18 TNI? Kenapa? 32:19 Eee 32:21 dari Om sih, jadi Om saya tuh ada yang 32:23 TNI gitu. 32:24 Apa yang paling dari apa yang berkesan 32:26 dari TNI? 32:27 Eee 32:28 kata dia tuh pengalamannya banyak, jadi 32:30 kayak 32:31 eee kayak saya saya mau ngajar gitu 32:33 kayak pengalaman ngambil-ngambil 32:35 pengalaman dari dia, 32:37 terus dia tuh suka eee ngasih tahu kalau 32:41 dia tuh sering eee apa pergi-pergi ke 32:43 mana-mana, jaga-jaga di perbatasan ini, 32:46 eee tapi seru ketemu orang banyak. 32:48 menarik ya. 32:49 Iya, menarik itu menurut saya. 32:51 Terus apa yang sudah dilakukan untuk 32:53 mencapai cita-cita itu? 32:54 eee saya sudah 32:58 berusaha latihan fisik, walaupun menurut 33:01 saya melihat-melihat teman-teman yang 33:03 lain juga belum seberapa 33:05 He eh. 33:06 saya latihan saya sama mereka gitu. 33:08 eee 33:10 seperti jogging, 33:12 push up, sit up, 33:15 eee terus kayak 33:17 eee pull up gitu, Ustaz. 33:19 Kalau tokoh TNI yang di ini? 33:21 Tokoh TNI saya eee Ahmad Yani. 33:24 Ahmad Yani? 33:24 Iya, Ahmad Yani. 33:26 Kenapa? 33:27 Karena dia pemberani. 33:29 Oh. 33:30 eee karena dia eee apa ya? 33:32 Dia selalu menolak eee 33:35 apa ya? 33:36 eee 33:37 perintah PKI walaupun dia seorang 33:40 Panglima Angkatan Darat seperti itu. 33:42 [berdehem] 33:43 Oke, baik itu tadi Muhammad Zaidan yang 33:46 cita-citanya menjadi TNI. 33:49 Sudah berapa ini? 33:51 Juz hafalnya sudah berapa? 33:52 eee baru satu juz setengah. 33:53 Satu juz setengah. 33:55 Oke. Baik, sekarang kembali kepada Iqbal 33:58 Basyin ya, ini alumni ya asal dari 34:01 Maluku Utara. 34:02 Iya. 34:02 Rumah dari jarak dari rumah ke laut 34:05 berapa lama? 34:06 Se- sekitar 5 menit sampai. 34:09 Oh, 34:10 dekat. 34:11 Ke hutan dekat, ke laut dekat. Jadi saya 34:13 tinggalnya di tengah-tengah. 34:14 Oh, ke hutan dekat. 34:15 Iya, ke hutan dekat, ke laut dekat. 34:17 [tertawa] 34:18 Di hutan masih ada hewan-hewan ini yang 34:19 buas enggak? 34:21 eee alhamdulillah masih ada. 34:22 Masih ada? 34:23 Iya, masih ada. 34:23 Seperti apa? 34:24 Ya, kayak 34:26 kayak babi hutan gitu-gitu masih ada 34:27 sampai sekarang. 34:28 Ular gitu masih ada? 34:29 Ular masih ada. 34:30 Suka masuk hutan enggak? 34:31 Pernah, iya sering malahan. 34:33 Sering? 34:33 Sering masuk hutan. 34:34 Ngapain? 34:35 Ya, kayak ambil pala, cengkeh buat 34:37 dijual nanti. 34:38 Oh. 34:39 Ya, dulu dulu kebiasaan pas waktu kecil 34:40 kayak gitu. 34:41 Emang itu boleh diambil umum gitu? 34:43 Eh, gimana ya? Belum, soalnya itu 34:46 tanahnya belum belum yang punya belum 34:48 ini. 34:49 Belum di belum ada yang punya 34:51 sertifikatnya, jadi bebas saja untuk 34:53 umum. 34:54 Kalau ke laut enggak ada suka nangkap 34:55 ikan di laut? 34:56 Suka, alhamdulillah. 34:57 Mmm, tiap hari selalu makan ikan? 34:59 Hampir tiap hari. 35:00 Tiap hari? 35:01 Iya. 35:01 Kalau makan ikan di sini berarti enggak 35:02 akan cocok dengan ikan segar kali ya? 35:04 Iya. [tertawa] 35:05 Eh, oke. 35:06 Cita-citanya Iqbal bayar asing? 35:10 Eh, alhamdulillah eh insya Allah jadi 35:12 polisi. 35:12 Polisi? 35:13 Iya. 35:13 Sekarang sudah ada alumni ya? 35:15 Iya, alhamdulillah alumni angkatan 7. 35:17 Angkatan 7, sekarang apa? Kuliah apa? 35:19 Eh, belum. Sekarang sekarang saya 35:21 mengabdi di Saman diri jadi walas Rama. 35:24 Oh. 35:24 Kelas 8. 35:25 Masya Allah. 35:27 Terus apa saja yang sudah dilakukan 35:29 untuk mencapai cita-cita cita-citanya 35:30 itu? 35:30 Eh, alham alhamdulillah tiap pagi 35:34 kita olahraga, kayak pull up, 35:36 push up. Tadi saya saya sama sering sama 35:39 si Abu. 35:40 Mmm. 35:40 Tiap pagi tiap pagi sore 35:43 yang kata kata Ananda Ari tadi, kan 35:45 waktu sore kosong tuh. 35:46 Heeh. 35:46 Ya, kita manfaatin untuk olahraga, pull 35:48 up, sit up, jogging. 35:51 Tinggi 100 78. 35:55 Woi, masya Allah. 35:57 [tertawa] 35:58 [terkesiap] 35:58 Eh, oke. Terus tokoh TNI yang disukai 36:02 siapa? 36:02 Eh, alhamdulillah bapak saya sih, 36:04 soalnya bapak saya 36:05 eh polisi juga, alhamdulillah bagian 36:07 Kasat Narkoba. 36:08 Oh, Kasat Narkoba di Maluku Utara? 36:10 Utara bagian provinsi eh kabupaten. 36:13 Ada pengalaman apa selama menjadi Kasat 36:15 di sana? 36:16 Eh, alhamdulillah sering ini, dulu 36:18 pernah kasus 36:20 eh dulu pas Natal. 36:22 Heeh. 36:22 Jadi, ada kasus satu saat ada pemuda ini 36:25 miras. 36:26 Heeh. 36:27 Yang miras-miras gitu, dia sempat 36:28 membunuh ini, mau bunuh kecam, apa pak 36:31 camatnya di situ. Nah, terus bapak saya 36:33 datang. 36:33 Heeh. 36:34 Bapak saya datang. 36:35 Eee pas itu juga ini ada pas apa 36:38 namanya? 36:39 Lagi ibadah di gereja. 36:41 Heeh, heeh. 36:42 Pas ibadah di gereja, bapak saya tunggu 36:44 selesai ibadah, bapak saya masuk, 36:46 ngumumin. Kata bapak saya gini, 36:48 "Stop miras, soalnya di setiap agama itu 36:50 miras itu diharamkan, enggak dibolehkan 36:53 untuk miras." 36:54 Itu sih. 36:55 Oh, iya terkesan. Akhirnya ketangkap 36:57 enggak itu? 36:58 Eee ketangkap tiga orang. 37:00 Heeh. 37:01 Tiga orang. 37:02 Iya. 37:03 Ngomong-ngomong Maluku Utara gimana 37:04 kabarnya sekarang? 37:05 Alhamdulillah baik. 37:07 Kondusif suasananya ya? 37:08 Iya, zona hijau juga. 37:09 Oh, zona hijau juga. 37:11 hijau. Jadi, ya di sana aman-aman saja, 37:13 alhamdulillah. 37:14 Sudah ada konflik-konflik sudah-sudah 37:15 tidak ada lagi ya? 37:16 Konflik antara agama, 37:18 alhamdulillah enggak. 37:19 Heeh, oke. Terakhir kapan ke Maluku 37:21 Utara? 37:23 Eee terakhir 37:25 tahun kemarin. Iya, tahun kemarin. 37:27 Tahu dari Maluku Utara tahu informasi 37:30 mengenai Insan Mandiri Cibubur dari 37:32 mana? 37:32 Saya itu pas dulu saya tahunya dari 37:35 bupati. Soalnya di program di kampung 37:38 saya itu ada tiga tahun sekali ngirim 37:40 santri 20 orang. 37:42 Jadi, tiap-tiap 37:43 angkatan pertama tuh dikirimnya ke 37:45 Thailand. 37:46 Heeh. 37:47 Alhamdulillah saya kedapatannya di sini. 37:48 [tertawa] 37:50 [terkesiap] 37:51 Oke, gimana kesan-kesannya mengenai 37:53 Insan Mandiri Cibubur? 37:55 Alhamdulillah, sekolahnya guru-gurunya 37:57 ramah, baik, ya dapat pengalaman juga 38:00 banyak. 38:01 Eee sering pengalaman sama teman-teman, 38:04 soalnya dari ada yang dari Sabang sampai 38:05 Merauke, ada dari Makassar, Aceh. Ya, 38:08 dapat pengalaman banyaklah sekolah di 38:09 Insan Mandiri. 38:10 Oke, baik. Gimana Nawaf, kami perlu 38:13 informasikan nomor HP yang bisa 38:15 dihubungi untuk menanya-nanya lebih 38:17 lanjut mengenai IMC Insan Mandiri 38:19 Cibubur? 38:20 Mulai dari SMP dan SMA-nya. Ini hanya 38:22 untuk siswa saja ya. 38:25 Nomornya hubungi Pak Jo di 0812 38:30 27 [mendengus] 38:32 09 38:34 2907. 38:36 0812 38:38 27 38:40 092907 38:44 08122709 38:49 2907 38:51 Bapak Jo 38:54 Oke [mendengus] ya 38:55 Ustaz Arif 38:57 Luar biasa ini murid-muridnya. 38:59 [tertawa] 39:00 Cita-citanya macam-macam. Ternyata cukup 39:04 banyak juga yang cita-cita menjadi 39:05 polisi atau TNI ya. 39:06 Banyak Pak Kris, cuma saya ambil 39:08 beberapa saja. 39:09 Heeh. 39:10 Eee ya tadi bahwa Yuk bantu Islam dari 39:14 sekarang ini. 39:15 Heeh. 39:15 Islam sekarang harus diangkat. Eee dulu 39:18 pernah jaya di 39:19 sekitar 600-700 tahun. Nah ini 39:23 saya didik anak-anak 39:25 kembalikan sejarah bahwa Islam adalah 39:27 penguasa dunia gitu. 39:29 Dengan modal teladan akhlak Rasulullah 39:32 yang sebagai media dakwah yang menurut 39:34 saya sangat luar biasa Pak Kris. Jadi 39:36 kita misalkan hanya modal karakteristik 39:39 eee akhlak yang mulia itu kita bisa 39:41 dakwah di manapun enggak perlu ngomong 39:42 banyak. 39:43 Heeh. 39:44 Misal ke masjid kita ambil sendal kita 39:46 rapikan itu hanya-hanya sekedar itu 39:48 orang akan melihat itu 39:50 eee orang itu tekun banget ya misalkan 39:52 rapi banget ya peduli banget ya hanya 39:54 dengan merapikan sendal itu contoh kecil 39:56 itu. Makan baca bismillah, setelah makan 39:58 cuci tangan, sebelum makan cuci tangan. 40:01 Hal-hal yang sederhana hanya secara eee 40:03 pembangunan karakteristik insya Allah 40:05 itu bisa menjadi media dakwah buat kita. 40:08 Masalah ya. 40:10 Oke ada lagi mau disampaikan? 40:12 Kesan-kesannya? 40:14 [tertawa] 40:16 Oke kelihatannya kita sudah dibatasi 40:19 oleh waktu. Ustaz Harim ada lagi mau 40:20 disampaikan? 40:21 Eee saya ingin menyampaikan dan mohon 40:24 doa kepada para pendengar semua bahwa 40:27 sekolah ini adalah sebagai wadah untuk 40:30 membantu mencerdaskan anak bangsa. 40:33 Dan memang sekolah kami, kami tidak 40:35 perketat dalam eee proses masuknya, Pak 40:38 Kris. 40:39 Kita the best proses, bukan the best 40:41 input, sekali lagi. Karena sekali lagi, 40:44 Allah menciptakan manusia itu dengan 40:46 penuh kesempurnaan dan keistimewaan. 40:49 Tidak ada manusia yang tidak sempurna. 40:52 Jadi, si penciptaan Allah itu memang 40:55 benar-benar sempurna. Kalau bahasa kita 40:58 adalah tidak ada produk yang gagal dari 41:01 Allah. Semua orang punya potensi 41:03 masing-masing. Nah, sekolah kita mencoba 41:06 untuk membantu mungkin para pendengar, 41:09 Ayah Bunda di manapun berada yang 41:12 kesulitan eee mendidik anaknya di rumah 41:15 dengan berbeda pandangan dan paradigma 41:17 cita-cita dengan orang tuanya, eee 41:19 silakan gabung sama kami. 41:21 Eee kami akan coba bantu 41:23 berikan solusi bahwa ini loh anak-anak 41:26 yang menurut Bapak Ibu pendengar di 41:28 manapun berada eee tidak nyambung dengan 41:31 saya, 41:32 mari kita bareng-bareng didik anak kita 41:33 biar menjadi manusia yang manfaat untuk 41:36 agama terutama. Karena iya, 41:39 kita sederhana dengan dalil khairunnas 41:41 anfa'uhum linnas. 41:43 Eee sebaik-baiknya manusia adalah yang 41:44 bisa menebar manfaat untuk yang lain. 41:46 Mungkin itu, Pak Kris. 41:47 Masya Allah, ya mudah-mudahan cita-cita 41:50 adik-adik kita bisa berhasil, ya. 41:53 Menjadi TNI yang takwa, yang hafal Quran 41:55 dan mempraktekannya, ya. 41:57 Amin. 41:57 Oke, sekali lagi kita saya umumkan nomor 41:59 HP yang Anda bisa hubungi untuk Anda 42:01 bertanya lebih lanjut mengenai IMC, 42:03 Insan Mandiri Cibubur. Ini nomornya 0812 42:08 27 42:11 09 42:12 29070812 42:16 2709 42:18 2907 42:20 Bapak Jo 42:22 Baik terima kasih Muhammad Zaidan Iqbal 42:27 Basing 42:28 Satu hari tentu saja kemudian juga yang 42:30 lain-lainnya Gagal Gamil kemudian Rangga 42:35 Giri Prabowo 42:37 Lukman Hakim Abdul Thala 42:39 dan lain-lain terima kasih terima kasih 42:41 mudah-mudahan tercapai cita-citanya 42:44 Saya Muhammad Krisna Anis Muallim 42:46 kemudian Niza mohon pamit wabillahi 42:48 taufik walhidayah wassalamualaikum 42:49 warahmatullahi wabarakatuh