Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:18 Alhamdulillah washolatu wassalam ala 1:20 rosulillah wa ala alihi wa shohbihi wa 1:22 mawalah. Assalamualaikum warahmatullahi 1:24 wabarakatuh ikhwan akhwat yang dirahmati 1:25 Allah subhanahu wa taala. Apa kabar? 1:27 Selamat pagi, selamat berakhir pekan. 1:30 Semoga pagi hari anda senantiasa dalam 1:33 lindungan dan rahmat dari Allah 1:35 subhanahu wa taala. Amin amin ya rabbal 1:37 alamin. Ikhwan akhwat kembali lagi di 1:39 acara kajian tasawuf bersama alfaqir Isa 1:42 al kaf. Ada on di kameramen dan juga 1:45 kali ini operator ditemani oleh mas 1:47 Fajar. Alhamdulillah Habib Mushtafa bin 1:51 Syahab juga sudah membersamai kita di 1:54 studio. Assalamualaikum Habib. Ahlan, 1:56 waalaikumsalam warahmatullah 1:57 wabarakatuh. Ahlan wa sahlan Habib. 1:59 Alhamdulillah ini pendengar rindu sama 2:01 suara Habib ya, masyaallah. 2:03 Masyaallah. 2:04 Kemarin sebulan penuh rangkaian acara 2:07 haul Syekh Abu Bakar bin Salim Habib ya? 2:09 Iya betul Habib. Masyaallah menemani 2:11 anaknya guru kita Habib Umar bin 2:14 Muhammad bin Salim bin Hafidz. Yang 2:16 datang siapa saja Habib? Waktu itu 2:18 kemarin tuh. Kemarin yang datang ada ini 2:20 Habib, apa? Ulama Yaman. 2:22 Diantaranya Sayyidil Habib Ali Al-Jufri. 2:25 Habib Ali Al-Jufri yang dari Mesir ya? 2:27 Iya, Habib Qasim Assegaf juga datang. 2:29 Hmm. Juga anaknya Sayyidil Habib Umar. 2:32 Sayyid Salim sama Sayyid Hamid. 2:34 Masyaallah masyaallah masyaallah. Beliau 2:37 itu umur berapa Habib ya? Sayyid Salim 2:39 itu sama Sayyid Hamid. 2:40 Sayyid Salim 2:41 Oke, kalau Sayyid Salim 33. 2:44 Ah. Seumuran Habib Musa Habib 2:46 Iya. Ah. Seumuran. Kalau Sayyid Hamid 2:48 23. 2:50 23? Iya, 10 tahun lebihnya. Allah, 23 2:54 ilmunya luas banget. Masyaallah 2:55 tabarakallah. 2:56 Masyaallah masyaallah. Sempat kita 2:57 putarin yang Fahri ya di sini. Oh iya 2:59 masyaallah tuh. Banyak acara Syekh haul 3:02 Syekh Abu Bakar bin Salim. Kemarin Sabtu 3:05 malam masyaallah masyaallah. 3:06 Allahu Akbar Allahu Akbar. Banyak sekali 3:07 ilmu yang didapat masyaallah. Habib 3:10 ngelil nemenin mereka keliling Indonesia 3:12 Habib. 3:13 Iya Habib, di sebagian acara Habib 3:15 ditemenin. Kemana saja? 3:16 Surabaya ke 3:18 Madura 3:20 juga habis itu nerusin ke sebagian 3:24 daerah di Jawa Timur Habib. Bondowoso, 3:26 Malang 3:28 Hmm, apa itu Pasuruan. Kelompok ikut? 3:31 Enggak ikut Habib. Enggak ikut? Enggak. 3:34 Ada berapa teman-teman yang ikut 3:35 kelompok. 3:36 Masyaallah masyaallah. Ada satu sahabat 3:40 kita namanya Muhammad Hafidz ikut 3:41 nemenin Habib. 3:42 itu masyaallah itu sekretaris khusus. 3:44 Sekretaris khusus Sayyid Habib. 3:46 Aduh kata anak, "Mat ente ya bakhtak 3:49 antum masyaallah." Jalan sama guru-guru 3:52 masyaallah duduk sama orang saleh, 3:53 Habib, ya. 3:54 Itu subhanallah, itu subhanallah, 3:55 walaupun beliau itu sangat muda, tapi 3:57 luar biasa ilmunya sangat dewasa. Wajib 4:00 juga 4:02 wajib. Jadi, waktu di mobil baca kitab 4:04 bareng-bareng 4:06 mubahatsah bareng-bareng, mudzakarah 4:08 bareng-bareng gitu. 4:09 Manfaat, wah, memang berkah waktu dengan 4:11 beliau itu. 4:12 Mungkin ya, apa, 4:13 beliau ceritakan juga eh datuk beliau, 4:16 Al Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz. 4:18 Itu waktunya berkah banget. 4:22 Kemarin dia cerita, Bib, Habib. Dulu 4:24 katanya Njid, katanya Habib Muhammad bin 4:26 Salim bin Hafidz. 4:28 Itu sehari itu paling sedikit majelisnya 4:31 16 majelis. 4:32 Uh. 4:33 Sehari. 4:34 Satu majelis itu lama loh, Bib. Di zaman 4:36 itu ya, di zaman itu. 4:37 Belum ada sosial media, belum ada 4:39 apa-apa. 4:40 Itu kan majelis yang di luar tuh. Dan 4:42 ramai semua, Bib. Iya. 4:44 Itu kan majelis yang di luar tuh. Belum 4:45 lagi majelisnya untuk keluarga. Nah, ini 4:47 penting juga, Bib. Kemarin dibahas oleh 4:49 beliau eh jadi banyak nih eh dari dari 4:51 eh eh fakir ini 4:54 bil khusus Al fakir ini sangat merasakan 4:56 sangat muqassir gitu, sangat lalai dalam 4:59 hak-hak keluarga. Kadang-kadang seorang 5:01 da'i seorang yang berkesibukan dengan 5:03 dakwah itu 5:04 eh sibuk di luar, tapi keluarganya 5:08 Lupa ya. Lupa. Lupa. 5:11 Dulu apa namanya katanya Habib eh kata 5:14 beliau, Sayyid Al Habib Muhammad bin 5:15 Salim bin Hafidz, sesibuk-sibuknya di 5:17 luar, 5:18 itu tetap apa, ada kajian khusus sama 5:21 keluarganya. Bahkan dia yang ngajarin 5:23 keluarganya dari awal sampai akhir, 5:24 ngasih PR, 5:26 habis itu beliau sendiri yang ngoreksi 5:27 PR-nya untuk keluarganya itu. Gitu, 5:30 setiap hari kayak gitu. 5:32 Dan ini juga sampai sekarang Sayyid Al 5:33 Habib Umar begitu kan. 5:35 Jadi, Sayyid Umar sesibuk-sibuknya, tapi 5:37 tetap kalau makan pagi itu sama 5:39 keluarganya. Nah, di momen makan pagi 5:41 itu, breakfast itu, futur, 5:44 taklimnya. 5:46 Jadi, semua keluarganya itu belajar alif 5:47 ba ta sama beliau, Bib. 5:49 Anjing. Sampai belajar Ihya Ulumuddin, 5:51 sampai belajar Muhazzab, sampai belajar 5:54 kitab yang tinggi-tinggi Bukhari, 5:55 Muslim, semuanya dengan Habib Umar. 5:57 Ana bilang gimana waktunya dapat? Nah, 5:59 itu dia berkah tuh waktunya tuh. 6:02 Jadi yang paling kecil, yang masih alif 6:03 ba ta 6:04 ditulisin sendiri. 6:06 Pas banget dulu alfaqir eh jadi 6:08 yang diminta untuk murojaahin. Jadi 6:10 pagi-pagi itu ada satu ada satu cucunya 6:12 Habib Umar 6:13 Sayyidil Habib ini ngajarin hijaiyah 6:16 alfaqir yang murojaahin sore-sorenya. 6:17 Anjing. Anjing, luar biasa. 6:20 Jadi 6:21 alif ba ta nya kan kalau kita pakai iqra 6:22 ya waktu itu kan. Heeh. Kalau di situ 6:24 Habib Umar sendiri yang tuliskan. Oh. 6:26 Mmm, PR-PR nya juga anak awam terus 6:29 sampai ke atas. 6:30 Eh, berkata beberapa anak beliau, "Oh, 6:32 alfaqir sudah khatamin dalam eh jalsah 6:35 futur itu puluhan kitab yang gede-gede. 6:38 Ihya sudah dua kali khatam, Bukhari 6:40 sudah berapa kali khatam. Zubad yang 6:41 hafal di situ." 6:43 Ana bilang, "Iya juga ya." Artinya 6:45 kewajiban keluarga itu 6:47 eh 6:48 Kewajiban. Iya iya. Kewajiban. Bahkan 6:51 pernah dikatakan oleh guru kita Habib 6:52 Ali Jufri 6:54 katanya, "Dulu aku sibuk dengan dakwah, 6:57 ya kan. Sampai-sampai keluargaku ya aku 6:59 tinggalkan. Mmm. Aku rasa itu eh itu 7:01 suatu pengorbanan, mengorbankan keluarga 7:04 demi dakwah fisabilillah. 7:06 Heeh. Tahu-tahu bukan pengorbanan. Aku 7:08 sadar bahwasanya diriku adalah maling." 7:11 Nah. Ana ini maling. 7:13 Kok maling? Kayak apa? Heeh. Iya maling. 7:15 Kenapa? Maling hak keluargaku. 7:18 Ya Allah. "Ketika aku menikah," katanya, 7:20 "itu otomatis setengah waktuku milik 7:21 keluargaku, bukan milikku lagi. Mmm. 7:23 Ketika aku mengambil hak mereka, aku 7:25 maling hak mereka. Mmm. Begitu. 7:28 Nah, kalau mau full di luar ya jangan 7:30 nikah. 7:33 Kalau nikah ya berarti setengah waktu 7:34 ente sudah eh apa namanya alihkan, bukan 7:36 punya ente setengah waktu ini. Iya iya 7:38 iya. Berikan waktu kepada hak apa kepada 7:39 keluarganya, hak mereka sudah. Enggak 7:41 bisa enggak bisa dinego itu, enggak bisa 7:43 diikhlaskan. Betul, betul. Ini penting. 7:45 Betul. 7:46 Nah, begitulah Al Habib Muhammad bin 7:47 Salim bin Hafidz. Ya, sebanyak-banyaknya 7:49 majelis di luar, 16 majelis di luar, 7:51 tapi tetap sama keluarganya itu 7:53 Gitu, ya. Nah, taklimnya. Memang 7:55 perintah Allah juga, "Ku anfusakum wa 7:57 ahlikum." 7:58 Allahu Akbar, wa ahlikum. Naam, perintah 8:00 utamanya yang diperintahkan kepada kita, 8:02 jaga diri kita dan keluarga kita dari 8:04 api neraka. Itu yang sering 8:07 kadang-kadang kita sebagai dai lupakan, 8:08 ya, gitu. 8:10 Ya, jadi luar biasa, kita melihat 8:11 cerminan apa namanya pendidikan ee 8:14 guru-guru kita di anak-anak mereka. 8:16 Heeh. Luar biasa, oh, begini, ya, Masya 8:18 Allah. 8:19 Yang masih muda sudah begini, gitu. 8:21 Heeh. 8:21 Ee, kalau tausiah datar, tapi pas 8:24 ditanya, Bib, musaalah ada sesi tanya 8:26 jawab, itu luar biasa, hatta yang nanya 8:30 takjub dengan ini, luar biasa, masa bisa 8:32 apa namanya, ilmunya semuda ini, ilmunya 8:35 luar biasa luasnya, ittilaknya. 8:37 Ya, Masya Allah, lah. Ya. 8:39 Naam. Kayak kemarin jalsah, jalsah itu, 8:42 ada yang nanya, barangkali hal sepele 8:45 begitu. Heeh. Tapi jawabannya begitu 8:47 dalam itu, begitu luasnya, Masya Allah. 8:49 Waktu itu. Ada kan, ya, qaul Abu Tamam 8:51 dalam 8:52 abyat jahiliyah. 8:53 Heeh. Wa idza ra'aita al hilala bada 8:56 numuwahu, ayiqanta an sayakunu badran 8:59 kamila. Heeh. 9:01 Bilamana engkau melihat hilal 9:02 sedikit demi sedikit dia tumbuh maka 9:05 engkau akan yakin suatu hari nanti dia 9:07 akan menjadi bulan purnama yang 9:08 sempurna. Iya, sih. Nah, makanya 9:11 perhatikanlah si hilal itu, bagaimana 9:13 prosesnya yang dari kecil sampai 9:15 sempurna. Perhatikanlah anak-anak para 9:17 ulama, para aulia, bagaimana mereka 9:20 mendidik anak mereka. 9:22 Akan datang suatu suatu hari nanti 9:23 mereka akan menjadi rembulan yang 9:25 purnama yang sempurna. Naam. Nah, sayang 9:27 kalau seandainya kita enggak mengikuti 9:29 proses itu. Betul, betul. Pelajaran yang 9:30 besar, lebih bagaimana cara mendidik 9:32 anaknya. 9:33 Wah, keren deh, pokoknya. 9:35 Masya Allah, Masya Allah, 9:36 ya Allah, Masya Allah, Masya Allah. 9:37 Kalau di Rasel ada, Bib, ee insyaallah, 9:39 insyaallah. Kalau di Rasel ada Habib eh 9:42 tentang mendidik anak dan 9:44 Ustaz Husein bin Hamid Alatas itu 9:46 bersama Ustaz Abu Bakar Baraja. Azim, 9:49 azim. 9:49 Hari Rabu pagi jam 06.00. Ajib. 9:52 Masyaallah. Oh, itu penting, penting, 9:54 penting banget. 9:55 ya. 9:56 Kadang-kadang pertanyaannya suka 9:57 unik-unik. 9:59 Ada yang bilang, "Ustaz, bagaimana 10:01 menghadapi suami yang minta izin kawin 10:04 mulu?" 10:04 Lailahaillallah. 10:07 Dan lain sebagainya, dan lain 10:08 sebagainya. Masyaallah, masyaallah. 10:10 Itu kemarin itu rangkaian apa namanya 10:13 daripada haul Syekh Abu Bakar bin Salim, 10:15 ya. Nah. Syekh Abu Bakar bin Salim ini 10:17 siapa sih? 10:18 Oke. 10:18 Boleh barangkali dikenalkan sedikit. 10:20 Ada aja, Bib. Ini salah satu eh najm min 10:24 nujum al a'lam al hadhramiyah. Salah 10:27 satu eh apa namanya? Bintang daripada 10:30 bintang-bintangnya 10:31 tokoh ulama Hadramaut, ya. 10:34 Di abad ke-10, Bib, beliau. Beliau lahir 10:36 tahun 916, 10:38 wafat tahun 992. 10:40 Tokoh ulama abad ke-10. Eh beliau lahir 10:43 di 10:45 kota di desa namanya Desa Lisk, dekat 10:48 Hadramaut, dekat Tarim, di Hadramaut 10:49 juga. 10:51 Abu Bakar bin Salim bin Abdullah bin 10:53 Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman 10:55 Segaf, sampai ke atas nasabnya yang 10:56 ma'ruf itu. 10:58 Nah, ini beliau ini masyaallah, Bib, 10:59 masyaallah, masyaallah banget. 11:02 Ini kalau kita ngebahas sosok eh 11:04 seseorang, biografi, 11:06 bisa sih kita membahas tentang wah, 11:08 setelah dia menjadi ulama tenar gitu 11:11 keramatnya, ilmunya. Tapi entar dulu, 11:13 coba bahas bagaimana prosesnya dia 11:15 menjadi seperti itu. Itu lebih manfaat. 11:17 Iya, kan, ya. 11:18 Beliau ini masyaallah memang dari 11:20 kecilnya eh apa namanya? Ada alamat 11:24 khusus ini, tanda-tanda khusus ini bukan 11:26 orang sembarangan ini. 11:28 Orang di kalangan para aulia salihin dan 11:30 juga di kalangan para ulama sudah 11:32 menebak ini anak ini anak nih na'am. 11:35 Wa apa namanya? Eee mulailah beliau 11:38 menuntut ilmu eee dari guru-gurunya di 11:41 antara gurunya Sayyidi Ahmad 11:42 Syihabuddin, Sayyidi Ahmad Bajahdab 11:44 Bajahdab dan juga Syekh Ma'ruf Bajamal. 11:47 Wa dan dari kecilnya emang mujahadah. 11:51 Mujahadah itu apa namanya? 11:53 Bersungguh-sungguh Bib, 11:53 bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu 11:55 dan terus begitu. 11:57 Beliau berkata Man lam yujahid fil 12:00 bidayah lam yusyahid fin nihayah. 12:02 Barangsiapa yang tidak bermujahadah 12:04 dalam permulaan perjalanannya kepada 12:06 Allah maka dia tidak akan eee 12:10 mendapatkan musyahadah di akhir 12:12 jalannya. Enggak bakal dapat derajat 12:14 tinggi. Maka man lam takun lahu bidayah 12:17 muhriqah lam takun lahu nihayah 12:19 musyriqah. Barangsiapa yang tidak 12:22 mempunyai permulaan yang sangat 12:25 menderita 12:27 dalam permulaannya itu maka dia tidak 12:28 akan mempunyai eee ujung yang cemerlang. 12:34 Kalau mau ujung yang cemerlang maka 12:36 harus di awalnya menderita. Itu di 12:39 antara perkataan-perkataan beliau. 12:40 Ini Bib, sosok Syekh Abu Bakar bin Salim 12:42 ini sosok yang luar biasa. 12:44 Eee beliau mengarang kitab namanya 12:47 Miftahus Sara'ir wa Kanzuz Zakhair. 12:51 Miftahus Sara'ir itu eee kitab eee ter 12:55 eee kitab dalam dalam ilmu tasawuf. 12:58 Eee apa namanya? Walaupun kitab itu 13:01 kecil mungkin seperti ini Ikhwan, 13:02 seperti ini kitabnya. Eee tapi dalam 13:06 sangat. Pembahasan yang luar biasa dalam 13:08 ilmu tasawuf itu beliau karang umur 13:10 beliau itu berapa Bib? 17 tahun. 13:14 Antum bayangin 17 tahun sudah mengarang 13:15 kitab yang dalam dalam ilmu tasawuf. 13:19 Wa apa namanya? 13:20 Eee dan beliau ini menjadi ulama besar. 13:23 Akhirnya beliau pindah ke Kota Inat. 13:26 Yang tadinya Inat itu desa yang tandus, 13:28 yang enggak terkenal sampai akhirnya 13:30 terkenal desa Inat itu. Dan menjadi 13:32 rujukan para penuntut ilmu, bahkan 13:34 rujukan ulama-ulama zamannya. 13:37 Sampai-sampai ada eh kan di abad ke-10 13:40 itu kan susah transportasi. 13:42 Sampai-sampai beliau ini didatangi oleh 13:44 tokoh-tokoh ulama Maroko. 13:47 Bahkan beberapa kafilah dari Romawi pun 13:50 eh datang ke desa Inat demi bertemu 13:53 dengan 13:54 Syekh Abu Bakar bin Salim. Maha gitu. 13:55 Ini kalau sekarang ini ada sosok ulama 13:57 tenar di negeri mana gitu. Orang 13:59 jauh-jauh datang ke sana. Oh, masyaallah 14:01 berarti fulan itu kan. 14:02 Contohnya. 14:03 Sekarang gampang pakai pesawat, pakai 14:05 apa. Dulu 14:06 bayangin antum dari Romawi 14:08 atau dari Maroko 14:09 jauh-jauh ke Hadramaut, ke desa Inat 14:12 demi bertemu dengan Asy-Syekh Abu Bakar 14:14 bin Salim. 14:15 Maha gitu. 14:16 Eh 14:17 di akhir umur beliau mempunyai kemegahan 14:19 dalam harta 14:21 dan juga kedermawanan. 14:24 Harta itu ya di tangan. Maha gitu. Sama 14:27 sekali enggak di hati. 14:29 Dermawan luar biasa. 14:30 Itu katanya Habib beliau itu setiap 14:32 harinya eh 14:34 keluar dari 14:36 dari apa namanya itu? Keluar dari 14:38 dapurnya 1.000 roti 14:40 untuk tamu. 14:42 Menjamu paling sedikitnya 1.000 roti 14:44 untuk tamu. 14:45 Dan enggak makan kecuali dengan tamu 14:46 katanya. 14:47 Maha gitu. 14:48 Ayo, tapi eh dapur keluarganya sering 14:51 kosong. 14:52 Aneh ya. Maksudnya orang Arab gitu dua 14:54 dapur. Dapur tamu sama dapur keluarga. 14:57 Dapur keluarganya sering kosong. Tapi 14:58 dapur tamu 1.000 roti 1.000 roti terus 15:00 keluar dari situ. 15:02 Wah, masyaallah. Wah, tapi dengan itu 15:04 Habib beliau tawaduk banget. Tawaduk, 15:06 tawaduk luar biasa. 15:08 Ketika beliau masa mudanya 15:10 beliau itu kan tinggal di kota Inat nih. 15:12 Di kota 15:13 sebelumnya di Lis, kemudian di Inat. 15:15 Itu beliau Habib malam-malam tuh jalan 15:17 kaki ke kota Tarim. 15:19 Ngapain? Nah. 15:21 Eh 15:23 Eee, beliau ini nyuciin 15:26 dan bersihin 15:27 kolam-kolam di masjid. Kalau bahasa 15:29 Arabnya jabiyah. Jabiyah oh. Jabiyah. 15:32 Itu kolam buat mandi ya? Kolam buat 15:34 mandi. Karena memang kan sunnah dari 15:36 sebelum sholat adalah mandi. Heeh. 15:38 Masjid-masjid di Tarim itu biasanya ada 15:40 jabiyah. 15:40 Ada jabiyahnya. Buat mandi ya? Betul. 15:42 Masya Allah. 15:43 Itu kebiasaan beliau ya? Kebiasaan 15:44 beliau. Datang datang datang, tapi 15:46 malam-malam datang ke Tarim. Heeh. 15:48 Dibersihin dari masjid ke masjid 15:50 kolam-kolamnya. Jadi orang pagi-pagi 15:52 sudah lihat kolam itu wah bersih enak. 15:54 Heeh. Iya, setiap setiap malam gitu. 15:55 Bahkan bukan cuma itu. Eee, ahai, haudul 15:59 miyah, apa namanya? 16:00 Eee, genangan air 16:02 kosong beliau isi lagi. Di 16:04 pinggir-pinggir jalan. Buat apa ya? Buat 16:05 eee, orang-orang musafir pada pada pada 16:07 minum di situ. Bahkan sebagian tempat 16:09 itu di tengah pinggir jalan buat hewan. 16:12 Kadang-kadang anjing yang lewat minum 16:13 situ, kadang apalah yang lewat minum 16:14 situ. Itu beliau isiin tempat-tempat air 16:17 itu semua. 16:18 Jalan kaki. 16:19 Itu enggak ada yang tahu Bib. Selama 20 16:20 tahun beliau berkayak gitu enggak ada 16:21 yang tahu. 16:22 Orang tahunya sudah 16:23 sudah ada saja begitu. Orang enggak 16:25 peduli kayak gitu kan. Siapa yang buat 16:26 enggak tahu yang penting ada. Heeh. 16:28 20 tahun beliau kayak gitu. Sampai 16:29 akhirnya di akhir cerita 16:31 pernah suatu hari beliau luka kakinya 16:33 tuh. 16:34 Heeh. 16:35 Beliau enggak ngerasa. 16:37 Ngerasa tuh ada darah ber cucuran dari 16:40 pagi-paginya orang ada petani ibu-ibu 16:43 petani. Di sana kalau petani perempuan 16:45 Bib. Heeh. Iya kan ya? Petani iya petani 16:47 perempuan. Pakai cadar. Pakai cadar. 16:48 Hitam kan 16:49 apa enggak panas ini. 16:51 Masya Allah enggak pakai cadar, pakai 16:53 topi gitu untuk ngumpul. Pertanian. 16:55 Heeh. Nah, akhirnya 16:57 itu ibu-ibu petani itu yang lihat 16:59 eee, kan tiap hari penuh terus air 17:01 mereka. Ini 17:03 perihal memenuhin air itu kalau di 17:05 kalangan kita mungkin biasa ya. Iya. Di 17:06 sono wah setengah mati Bib. Wah iya 17:08 benar capek betul. 17:10 Wah capek betul. Ngambil dari sumurnya. 17:12 Eee. Itu satu gentong tuh kalau penuh 17:15 itu sudah luar biasa. Heeh. Capek. 17:18 Capek. Wah iya benar. Heeh. 17:20 Akhirnya si ibu-ibu petani itu 17:22 pas lihat darah, darah ditelusuri sama 17:24 dia, mana ini? Oh ini ketahuan katanya. 17:27 Walad Salim bin Abdullah walad Salim bin 17:29 Abdullah berarti ini nih anaknya Salim 17:31 bin Abdullah yang yang tiap hari menuhin 17:33 apa namanya gentong-gentong gitu ya. 17:35 Wah gitu dan terus seperti itu Habib. 17:38 Jadi ghoyah fil ilmi, ilmunya luas 17:41 bahkan beliau itu kalau dalam ilmu fiqih 17:43 enggak mau mengajar fiqih kecuali kitab 17:45 Minhajut Tholibin, Minhajut Tholibin 17:47 kitab yang tinggi Imam Nawawi. Gitu 17:49 enggak la yughoyyir fil fiqih illa 17:50 Minhaj. 17:52 Wah gitu beliau. 17:54 Ya banyaklah Habib apa namanya Di situ 17:56 Habib ya kedermawanan beliau ya mungkin 17:59 sekarang orang banyak saya gimana mau 18:01 dermawan, saya hartanya aja belum banyak 18:04 dan lain sebagainya. Syekh Abu Bakar bin 18:06 Salim hartanya udah banyak bisa dermawan 18:08 dengan perilakunya dengan perbuatannya. 18:10 Berkhidmat ya. Berkhidmat yang luar 18:12 biasa satu kota dipenuhi air penuh ya. 18:16 Di Tarim kan banyak masjidnya Habib. 18:17 Masya Allah Habib buat yang belum tahu 18:19 aja Tarim ini masjidnya udah kayak 18:20 Indomaret di Indonesia. 18:22 Masjidnya di mana-mana bahkan kadang 18:24 sebelahan. Ya ada berapa 100 masjid 18:28 barangkali di Tarim sekarang. Lebih 18:29 banyak lagi Habib 313 kayaknya dulu. 313 18:32 masjid. Waduh masya Allah 313 beberapa 18:34 dijadiin satu jadi masjid jami ya. Betul 18:37 betul betul betul. 18:37 Masya Allah bahkan bisa sebelahan itu 18:39 313 18:40 dibersihin jambiyahnya oleh Syekh Abu 18:43 Bakar bin Salim dan diisi airnya. Dan 18:45 bukan kayak di kita ada sanyo enggak ada 18:47 sanyo di sana. 18:48 Di kita mah tinggal buka keran isi Allah 18:51 Akbar. 18:52 Di sana ngisi air 18:53 harus nimba dulu 18:54 dulu. 18:55 ya Allah masya Allah. Itu memang luar 18:57 biasa memang orang dermawan itu Habib 19:00 enggak bisa kita bilang apa namanya 19:02 punya harta dulu baru dermawan enggak 19:04 kedermawanan itu adalah suatu ini ya 19:06 yang yang sudah di hati walaupun 19:08 seandainya dia punya harta sedikit kalau 19:10 dermawan tetap aja dermawan iya kan ya? 19:13 Makanya Imam Imam Haddad bilang itu luar 19:15 biasa. Imam Haddad bilang di Al Hikam. 19:19 Man lam yadfa' anhu faqra galilul mal. 19:23 Lam yadfa' anhu kasiruhu. 19:27 Barang siapa yang dia merasa fakir 19:29 karena dia 19:30 punya harta sedikit. 19:32 Maka tetap dia akan merasa fakir 19:34 walaupun dia punya harta banyak. 19:37 Orang kalau enggak dermawan ketika 19:40 apa yang dia punya sedikit enggak akan 19:42 dermawan 19:43 ketika apa yang dia punya banyak. Gitu. 19:47 Jadi mumpung harta kita masih sedikit 19:50 Mulai. 19:50 latihan ya Mulai walaupun apa yang ada. 19:53 Paling enggak kalau enggak punya harta 19:54 ya dermawan dengan senyum. 19:56 Kan sedekah Bib maksudnya. 19:58 Iya kan. 19:59 Orang minta-minta jangan ditolak. Enggak 20:01 punya apa-apa. Enggak kok ente bisa 20:02 kasih. Ente bisa kasih doa paling 20:04 enggak, bisa kasih senyum, bisa kasih 20:06 kata-kata yang enak yang indah. Jangan 20:08 dilepehin begitu saja. Iya betul. 20:12 Fala tanhar. Allahu Akbar. Masya Allah. 20:14 Ya Allah benar-benar masya Allah. Ana 20:15 jadi ingat cerita satu ustaz Habib. 20:18 Ustaz ini merupakan guru di Indonesia. 20:21 Allahu Akbar. Dan kita tahu sendiri gaji 20:23 guru enggak begitu besar di Indonesia 20:25 guru di sekolah. 20:26 Beliau pada zaman itu gajinya adalah 20:29 100.000. Oh masya Allah barakallah. 1 20:32 bulan. Aduh masya Allah. Seperlimanya 20:34 masih beliau sedekahkan. Kalam kabir 20:36 Haji. 20:39 Tapi alhamdulillah berkat dari situ 20:41 Allah bukakan bukakan bukakan bukakan 20:43 akhirnya sekarang 20:44 lumayan 20:46 ustaz besar masya Allah. 20:47 Azim. 20:49 Pasti kalau ana sebutkan namanya tidak 20:50 akan ridho orang. 20:53 Mulai sholat Nabi insya Allah. Jadi 20:55 kedermawanan itu ya mulai dari kita. 20:57 Dari betul. Karena memang kedermawanan 20:59 atau sedekah itu adalah burhan ya Bib. 21:01 Allahu Akbar. Bukti kecintaan kita 21:04 kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan 21:06 itulah tema kita pada hari ini. 21:08 Na'am, cinta sama Allah Subhanahu Wa 21:09 Ta'ala. 21:10 Dari kitab Mahiyatut Tasawuf. Nanti 21:12 Ikhwan wal Akhwat yang ingin bertanya, 21:14 silakan kirimkan pesan WhatsApp Anda di 21:16 08111999720 21:20 atau bisa telepon di 0218451512. 21:25 Al Mahabbah wa Isarul Haq Ta'ala 21:28 Ta'ala 21:29 Ala Masyiwa atau kecintaan 21:33 dan mendahulukan haknya Allah Subhanahu 21:35 Wa Ta'ala 21:37 eee daripada selain itu. Masya Allah, 21:41 ini salah satu ciri ahli tasawuf yang 21:44 ke-10 Ikhwan wal Akhwat adalah mencintai 21:47 dan mendahulukan Allah dibandingkan yang 21:50 lainnya. Barangkali Habib bisa 21:53 apa Al Faqir bacakan dulu apa bagaimana 21:55 ini Habib? 21:55 Emm, terserah Habib. Bismillah. 21:57 Bismillahirrahmanirrahim. 21:58 Di halaman 29 Ikhwan wal Akhwat, waktu 22:01 itu beberapa Ikhwan wal Akhwat sudah 22:02 anak kirimkan melalui pesan WhatsApp 22:04 yang mau, silakan. Kitabnya bahasa Arab. 22:07 Sambil dibaca, sambil dipahami. 22:09 Bismillahirrahmanirrahim. Al Mahabbah wa 22:11 Isarul Haq Ta'ala Ala Masyiwa. 22:14 Qalallahu Ta'ala Fasaufayati Allahu 22:17 biqaumin yuhibbuhum wa yuhibbuna 22:20 adzillatin alal mukminin a'izzatin alal 22:23 kafirin yujahiduna fi sabilillahi 22:27 wala yakhafuna laumata laim. Dzalika 22:30 fadlullahi yutihi man yasya wallahu 22:33 wasi'un alim. Al Maidah 22:36 ayat 54. 22:39 Wa qala Ta'ala walladzina amanu asyaddu 22:42 hubban lillah. Dari surat Al Baqarah 22:45 ayat 165. Wa qala Ta'ala qul in kana 22:50 aba'ukum 22:52 wa abna'ukum wa ikhwanukum wa azwajukum 22:57 wa asyiratukum wa amwalun iqtarraftumuha 23:01 wa tijaratun takhshauna kasadaha wa 23:04 masakin 23:05 wa masakin tardawna 23:08 ahabb ilaykum minallahi wa rasulihi 23:12 wa jihad fi sabilihi fatarabbas hatta 23:16 ya'tiyallahu biamrih wallahu la yahdil 23:19 qaumal fasikin. Tawadhu afwan. Baik 23:23 masya Allah Habib, masya Allah 23:24 jazakallah khair. 23:26 Bismillahirrahmanirrahim 23:27 alhamdulillahirabbil alamin Allahumma 23:28 sholli wasallim ala sayyidina Muhammadin 23:29 wa ala alihi wasahbihi ajmain. Subhanaka 23:32 la ilmalana illa ma allamtana innaka 23:34 antal alimul hakim watub alaina innaka 23:36 anta tawwabur rahim. 23:38 Nah ini Habib sudah kita masuk ke alamat 23:40 yang ke-10, alamat terakhir ini 23:43 daripada alamat-alamatnya 23:45 orang yang bertasawwuf as simal asyirah 23:48 tanda yang ke-10 al mahabbah wa izarul 23:50 haqq ala ma siwa sifat mahabbah cinta 23:53 kepada Allah 23:54 dan juga izarul haqq mendahulukan Allah 23:57 daripada yang lain. Di sini seperti 23:59 biasa Sayyidil Habib memulai dengan ayat 24:01 Alquran kemudian dengan hadis dan baru 24:04 kalam auliya dan salihin dan beliau 24:06 menutup dengan perkataan beliau. 24:08 Eee ayat yang pertama sudah kita bahas 24:10 pada beberapa pekan lalu. Qala Ta'ala 24:13 fasawfa ya'tiyallahu biqaumin yuhibbuhum 24:15 wa yuhibbunah ini intinya. 24:17 Allah Ta'ala akan mendatangkan suatu 24:20 kaum yang mana Ia mencintai mereka dan 24:22 mereka pun mencintainya. 24:24 Dan makanya ini kalimat yuhibbuhum wa 24:26 yuhibbunah itu ditafsirkan dengan indah 24:28 oleh beberapa ulama kita. Allah 24:30 mendahulukan yuhibbuhum jadi Allah 24:32 dahulu yang sudah cinta mereka. 24:34 Ah karena Allah cinta mereka akhirnya 24:36 bisa mereka cinta kepada Allah Ta'ala. 24:38 Gitu. 24:39 Kalau Allah enggak cinta kepada mereka 24:41 enggak bisa mereka cinta kepada Allah 24:42 Ta'ala. 24:43 Ini beruntung Habib, beruntung orang 24:45 yang mempunyai cinta kepada Allah, 24:47 beruntung orang yang berzikir kepada 24:49 Allah itu tanda bahwasanya Allah dahulu 24:51 loh yang menyebutmu sehingga engkau bisa 24:54 menyebutnya. 24:55 Allah dulu loh yang mengingatmu 24:58 Allah dahulu loh, yang mencintaimu, 25:00 sehingga engkau bisa mencintainya. Jadi, 25:03 cinta seorang hamba kepada Allah adalah 25:04 cerminan daripada cinta Allah kepada 25:06 hamba itu. 25:07 Mmm. 25:10 Lailahaillallah. Seorang dan juga ibadah 25:12 juga, ibadah seorang hamba kepada Allah 25:14 adalah karunia dari Allah Ta'ala, iya 25:16 kan ya? Fala amal as-sholihatu hadiyatun 25:18 minallahi lil abd, dikatakan oleh 25:21 Abdurrahman Al-Faqih. 25:23 Jadi, semua orang kalau bisa memandang 25:25 seperti ini, dia akan pandang semua 25:27 makhluk itu adalah cerminan daripada 25:30 perbuatan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 25:31 Af'alihi Ta'ala, pantulan. 25:34 Nah, inilah di antara perkataannya 25:36 Sayyid Syekh Abu Bakar bin Salim, yang 25:37 tadi kita bahas. 25:39 Tidaklah aku melihat suatu perkara, 25:40 melainkan aku melihat Allah, maksudnya 25:42 aku melihat tanda kekuasaan Allah. 25:45 Sebelum atau setelah atau saat aku 25:48 melihat perkara itu. 25:50 Ya, walaupun dia berinteraksi dengan 25:52 ini, tapi hakikatnya dia senantiasa 25:54 berinteraksi dengan Allah Ta'ala. 25:56 Begitu, muamalahnya sama Allah Ta'ala, 25:58 walaupun dia lagi jual beli, seakan-akan 26:00 dia lagi berinteraksi sama orang nih, 26:03 tapi sebenarnya dia berinteraksi sama 26:04 Allah Ta'ala. 26:05 Gitu, karena dia menyaksikan semua 26:07 af'alul ibad 26:09 adalah af'aluhu Ta'ala, cerminan 26:11 daripada tajalli, daripada fi'lullahi 26:13 Ta'ala, begitu Habib. 26:15 Eee, terutama masalah cinta tadi, 26:16 seorang hamba enggak bisa cinta kepada 26:18 Allah, kecuali Allah dahulu yang sudah 26:19 cinta sama dia, kan yuhibbuhum Iya. baru 26:22 wa yuhibbuna, didahulukan yuhibbuhum 26:24 dulu, ini soalnya asas. 26:26 Baru timbul buahnya wa yuhibbuna, 26:29 walaupun pakai wawu ya. 26:31 Wawu itu kan enggak ada tartibnya dalam 26:33 ilmu nahwu. 26:34 La yakti tartib, innama mutlaqul jama', 26:36 tapi kata ulama kita, tartibul Qur'an 26:39 itu dianggap. Nah, Allah mendahulukan 26:41 yuhibbuhum dulu loh, baru yuhibbuna, 26:43 karena ini adalah bibit dan ini buahnya, 26:46 begitu. 26:47 Baik. 26:48 Ayat pertama sudah kita bahas, nah ayat 26:50 yang kedua sekarang, wa qala Ta'ala, 26:51 walladzina amanu asyaddu hubban lillah. 26:54 Dan mereka orang yang beriman 26:56 eh cinta mereka kepada Allah melebihi 26:58 daripada yang lain. 26:59 Lebih cinta kepada Allah daripada yang 27:01 lainnya. 27:02 Nah, ini alamat seorang mukmin yang 27:04 sejati. 27:05 Kalaupun dia punya cinta ya 27:08 pasti cinta kepada Allah melebihi 27:10 daripada yang lainnya. 27:11 Berani mengorbankan cinta 27:14 kepada yang lain demi mendapatkan cinta 27:16 kepada Allah ta'ala. Begitu kalau 27:18 seandainya bertabrakan, ayo gimana? 27:21 Kalau mukmin sejati, dia berani walaupun 27:23 dibenci orang begitu. Walaupun enggak 27:26 disenangi orang demi mendapatkan cinta 27:28 Allah ta'ala. Begitu. 27:30 Walaupun apa yang terjadi di dunianya 27:32 demi mendapatkan cinta Allah, itu yang 27:34 dicari begitu. Asyaddu hubban lillah. 27:38 Lailaha illallah. Nah, juga waqaala 27:39 ta'ala 27:41 Nah, makanya Bib 27:42 kalau seandainya ada di ada yang bilang 27:45 cinta kepada Allah ada enggak 27:46 batasannya? Enggak ada batasannya. 27:47 Terserah ente mau cinta, mau ngapain 27:49 muter-muter masih musykil ya? 27:51 Tafadhol, enggak ada batasannya. Makin 27:53 cinta makin tinggi silakan. 27:56 Dan juga sama cinta kepada Rasulullah 27:57 sallallahu alaihi wasallam. Allahumma 27:58 shalli alaihi wasallam. Intinya satu. 28:01 Apakah bertabrakan cinta kepada Allah 28:03 sama cinta kepada Rasulullah dan cinta 28:04 kepada auliya sholihin? Enggak 28:05 bertabrakan sama sekali. Intinya satu 28:07 itu. Bukti 28:08 daripada cintamu kepada Allah cintamu 28:10 kepada Rasulullah sallallahu alaihi 28:11 wasallam. 28:12 Nah, wa ahibbuni li hubbillah. Cintailah 28:14 aku karena cinta kalian kepada Allah 28:16 ta'ala. 28:17 Dan bukti cinta kepada Allah dan cinta 28:18 kepada Rasulullah cinta dengan ulama dan 28:20 sholihin. Itu juga bukti. 28:22 Nah, dalam kaidah mereka kayaknya akan 28:24 dibahas di sini. Eh, apa namanya? 28:27 Eh 28:29 hubb ma yuhibbuhul mahbub itu mahbub. 28:32 Eh, aku mencintai seseorang. 28:35 Bukti aku mencintai kepada seseorang itu 28:36 kepada seseorang itu, aku juga cinta apa 28:38 yang ia cintai. 28:40 Iye. 28:41 Na'am. 28:43 Berarti benar nih cinta sama Anas sama 28:45 dia ya? 28:46 Tapi kalau Anas fanatik, wah cinta mati 28:48 sama dia. Dia itu mengidolakan ini, ini 28:51 yang ane enggak demen. 28:52 Nah, berarti itu masih mencoreng cintamu 28:55 kepadanya, berarti belum sah cintamu 28:56 kepadanya. Engkau belum mencintai apa 28:58 yang ia cintai. 29:00 Iya kan ya. Makanya mahabbatan nabi 29:02 sallallahu alaihi wasallam, 29:03 cinta nabi sallallahu alaihi wasallam 29:05 itu juga sama enggak ada batasnya. 29:06 Silakan mau cinta nabi, enggak ada 29:08 namanya kalau bahasa kita al-ghulu. 29:10 Banyak orang bilang, "Wah, jangan 29:11 mengghulu, jangan lebay deh kalau cinta 29:13 nabi." Nih. 29:14 Masa iya lebay? Enggak ada kata lebay 29:16 kok dalam cinta nabi sallallahu alaihi 29:17 wasallam. Bahkan kita dianjurkan cinta, 29:20 silakan cinta secinta-cintanya. Enggak 29:22 ada perihal lebay. 29:24 Dalam memuji nabi, silakan puji nabi, 29:26 enggak ada lebay. Semat-semat yang 29:28 enggak boleh. Jangan puji nabi 29:29 sebagaimana orang nasoro memuji nabi 29:31 Isa. 29:32 Tuhan, menuhankan, nah itu jangan tuh. 29:35 Itu yang enggak boleh. Selain itu 29:36 silakan. 29:37 Apa kata Imam Busiri? 29:39 Da' ma da'at an-nasoro fi nabiyihimi. 29:42 Ah. 29:43 Wahkum bima syi'ta manhan fihi 29:45 wahtakimi. 29:47 Wansub ila dzatihi ma syi'ta min 29:49 syarafin, wansub ila qadrihi ma syi'ta 29:51 min izami. Fa inna fadla rasulillahi 29:54 laisa lahu haddun fa yu'riba anhu 29:56 natiqun bifami. Oh, luar biasa ini. Yang 29:58 artinya. 29:59 Yang artinya. 30:01 Oh, itu kata-kata yang indah, hebat 30:03 Burdah itu. Oh, hebat Burdah itu. 30:04 Enggak, da', tinggalkanlah. 30:06 Apa-apa yang disandarkan orang-orang 30:09 nasrani kepada nabi mereka, ketuhanan. 30:13 Itu diingatkan tuh, itu yang enggak 30:14 boleh. 30:15 Selain itu wahkum bima syi'ta, selain 30:17 itu terserah engkau hak, berikan hukum 30:20 kepada nabi sallallahu alaihi wasallam 30:21 dengan apa yang engkau mau. 30:23 Wansub ila dzatihi, eh nisbatkan kepada 30:25 diri nabi nabi sallallahu alaihi 30:26 wasallam apa yang engkau mau daripada 30:28 kemuliaan. 30:29 Nah. 30:30 Nisbatkan kepada baginda apa yang engkau 30:32 mau daripada ketinggian atau keluhuran. 30:36 Keagungan. 30:37 Fa inna fadla rasulillahi laisa lahu 30:38 haddun, karena keutamaan baginda itu 30:40 tiada batasannya. 30:43 Sehingga bisa diutarakan, wah 30:45 sebanyak-banyaknya orang ngomong tentang 30:46 Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam itu 30:48 belum belum mencerminkan secuil daripada 30:51 hakikatnya. Tapi Sayyidina Uwais Al 30:53 Qarni bilang, Sayyidina Uwais Al Qarni 30:55 ini dalam sanad yang hasan ini ya Pak. 30:57 Ketika Sayyidina Uwais ketemu sama 30:59 Sayyidina Umar kan sama Sayyidina Ali. 31:00 Sayyidina Uwais bilang 31:02 eh ini Sayyidina Uwais ini enggak pernah 31:03 lihat Nabi padahal kan ya. Heeh. 31:04 Tabi'in. Dia ngomong ke Sayyidina Umar 31:07 yang tiap harinya sama Rasulullah sama 31:08 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, 31:08 sama Sayyidina Ali. Mantunya Nabi 31:10 Shallallahu Alaihi Wasallam. 31:11 Dan ya Umar wa ya Ali, wahai Umar wahai 31:13 Ali sungguh kalian tidak mengenal 31:15 Baginda Rasulullah melainkan hanya 31:16 bayangannya saja. Heeh. 31:19 Itu Sayyidina Umar pas dengar itu nyes 31:20 kalau bahasa kita. 31:22 Apa? Marah? Enggak. Menepi dan duduk dan 31:25 langsung nangis. 31:27 Katanya betul engkau wahai Uwais, 31:28 sungguh kami sekian lama kami duduk 31:30 dengan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam 31:31 itu kami tidak mengenal, mungkin cuma 31:33 kenal bayangannya. Heeh. 31:35 Begitu. Jadi enggak ada cerita eh lebay. 31:40 Betul-betul ini engkau dan 31:42 pujian-pujianmu 31:43 dan engkau dan bayangan-bayanganmu 31:45 kepada Rasulullah itu belum sampai 31:47 secuil daripada hakikatnya Nabi 31:48 Shallallahu Alaihi Wasallam. Makanya 31:49 tidak ada yang mengetahui kadar 31:51 Rasulullah kecuali ya Allah Ta'ala itu 31:53 yang tahu. 31:54 Yang lainnya ya cuma tahu bayangannya 31:55 paling-paling full ya cuma tahu 31:57 bayangan. 31:59 Sehingga Sayyidina Umar dan Sayyidina 32:02 Sayyidina Ali. Sayyidina Ali saja yang 32:03 hidup dari kecil dalam didikan Nabi 32:06 masih bayangan. 32:07 Masih bayangannya itu Pak. Apalagi kita 32:09 ini. Lailahaillallah. Ya Allah. 32:11 Nah kan kata Shahibul Burdah tadi fa 32:13 inna fadlallah Rasulullah laisa lahu 32:14 ahadun fa inna ribana anhu natikun bi 32:16 fahamihi, karena keutamaan Rasulullah 32:17 itu enggak ada batasannya. Heeh. Ini 32:20 dalilnya apa? Nah ini nih ayatnya 32:21 dalilnya. Makanya pernah Sayyidina Umar 32:23 ditanya 32:24 apakah ada batasan ataupun kalimat lebay 32:28 dalam cinta Nabi? Heeh. 32:30 Katanya ayo kita bareng-bareng baca 32:32 Alquran. 32:32 Kita akan melihat apakah ada batasannya 32:35 dalam cinta Nabi? Heeh. 32:36 Karena Allah Ta'ala di sini mengiringi, 32:38 cinta Allah dan cinta Rasulullah 32:39 Shallallahu Alaihi Wasallam. Nah, inilah 32:40 ayatnya. 32:41 Qul in kana aba'ukum, katakan wahai Nabi 32:43 Muhammad, bilamana ayah kalian, satu. Wa 32:46 abna'ukum dan anak kalian. 32:49 Wa ikhwanukum dan saudara-saudara 32:51 kalian, wa azwajukum dan pasangan 32:52 kalian, istri atau suami kalian. 32:54 Wa asyiratukum dan keluarga kalian. 32:57 Wa amwalun iqtarraftumuha dan harta yang 33:00 kalian cari, yang kalian dapatkan. 33:02 Wa tijaratun takhsyawna kasadaha dan 33:05 perniagaan yang kalian takut 33:07 kerugiannya. 33:08 Wa masakin tardawnaha dan tempat-tempat 33:11 tinggal yang kalian eh dambakan, yang 33:13 kalian ridai. 33:14 Bilamana itu semua ahabb ilaikum lebih 33:17 kalian cintai minallahi wa rasulihi 33:20 daripada Allah dan Rasul-Nya wa jihadun 33:22 fi sabilihi dan daripada berjihad di 33:24 jalannya fatarabbasu. Maka sudah, 33:27 tunggulah dan duduklah. 33:29 Hatta ya'tiyallah, hatta ya'tiyallahu bi 33:32 amrih, sehingga Allah Ta'ala datang 33:34 dengan perihalnya, dengan perkaranya, 33:36 dengan perintahnya. Wallahu la yahdil 33:38 qaumal fasikin, Allah Ta'ala tidak 33:40 memberikan hidayah kepada orang-orang 33:41 yang fasik. Maksudnya apa begini? 33:43 Disebutkan anak, ayah. 33:47 Coba, manusia di di dunia ini cinta sama 33:49 apa sih? 33:52 Wah, nomor satu keluarga. Oke, tamam. 33:55 Eh, anak, iya mumtaz, disebutin wa 33:57 abna'ukum. 33:59 Yang paling dia cintai istrinya, ada wa 34:01 azwajukum. Itu karir. 34:04 Atau karirnya, masya Allah antum 34:05 sahabat, betul. 34:07 Karir bisa jadi. 34:08 Karir mati-matian dibela-belain sama 34:10 dia, ada. 34:12 Atau harta yang dia muter-muter, amwalun 34:15 iqtarraftumuha, 34:17 atau perniagaan yang bisnis yang dia 34:20 wah, itu semua di situ. Bilamana ini 34:23 kalian lebih dahulukan daripada cinta 34:25 Allah dan Rasul-Nya, maka ini suatu 34:28 kefasikan. Nah. Nah. Maka kalau 34:31 seandainya begitu, ya sudah, kalian 34:32 duduklah. Maksudnya apa? Duduklah. 34:34 Tenang saja, Allah bakal mendatangkan 34:36 kaum yang mereka lebih cinta kepada 34:38 Allah daripada yang lain-lain itu. 34:39 Mereka yang akan berjalan di jalannya 34:41 Allah Ta'ala. 34:42 Maka begini Habib dikatakan, 34:44 Al Islam, agama Islam pasti akan 34:46 tertolong, pasti akan berjaya. Baikpun 34:49 ente ikut andil atau ente enggak ikut 34:51 andil. 34:52 Eh, enggak apa-apa, ente tidur saja di 34:53 rumah enggak apa-apa. Kalau enggak mau 34:54 andil, ya sudah, tidur di rumah. Kalau 34:55 seandainya masih mendahulukan cinta 34:57 kepada eh cinta kepada dunia daripada 34:59 cinta Padahal ya sudah enggak apa-apa, 35:01 enggak usah ikut andil dalam untuk 35:02 menjayakan Islam ini. Islam bakal 35:04 berjaya sendiri. 35:05 Justru engkau memuliakan dirimu untuk 35:08 bisa andil dalam kejayaan Islam. 35:10 Jangan merasa engkau berjasa, ini 35:12 artinya. 35:14 Oh, ini berkat ane loh, ah. Ente ada 35:16 enggak ada sama saja. 35:18 Justru engkau memuliakan dirimu untuk 35:20 bisa andil dalam kejayaan Islam. Itu 35:22 artinya di sini. Wa ha ka za. Fa 35:24 tarabbasu hatta ya'tiyallahu bi amrih. 35:26 Ya sudah tunggu. 35:27 Enggak mau ikut andil dalam jihad fi 35:29 sabilillah, dalam mahabbatullah wa 35:30 rasulih. Enggak mau ikut andil dalam 35:32 cinta Allah sama rasulnya, ya sudah, 35:34 tunggu di sini. Allah enggak butuh sama 35:35 ente. Ya Allah. Itu artinya, itu teguran 35:38 keras Habib. 35:39 Fa tarabbasu. Ya sudah tunggu, ane 35:41 enggak butuh ente kok. 35:42 Fa sa ya'tiyallahu bi qaumin. Allah 35:44 bakal datengin orang lain kok yang bakal 35:46 membela. Yang mana mereka itu apa 35:47 alamatnya? Asyaddul hubban lillah. Wa ha 35:50 ka za. Nah, ini kan mafhumul ayat, 35:52 ayatnya begini. Tapi di sini Allah 35:54 Ta'ala buktikan bahwasanya ini cinta 35:55 kepada Allah dan rasulnya, digandengin 35:58 kan. Ini harus lebih utama daripada 36:00 cinta kita kepada selainnya, di 36:01 antaranya kepada anak, kepada istri, 36:05 eh kepada keluarga, apalagi kepada 36:07 harta, kepada apa tadi? Yang 36:10 Karir. 36:11 Karir, kepada karir. Wa ha ka za. 36:14 Jangan sampai itu semua melebihi 36:15 daripada cinta kita kepada kepada Allah 36:17 Ta'ala. Buktinya apa? Artinya artinya 36:19 apa? Artinya cinta kepada Allah dan 36:21 rasulnya tiada batasnya. 36:23 Bahkan kita dianjurkan, bukan hanya di 36:25 diperintahkan, cinta kita kepada Allah 36:27 dan Rasulnya harus melebihi cinta kita 36:28 daripada yang perihal-perihal ini. 36:30 Begitu, jadi silakan. Bahkan artinya 36:33 berarti enggak boleh dibatasi Bib ya. 36:35 Enggak boleh dibatasi. Harus lebay kalau 36:37 bisa. Harus lebay. 36:38 Enggak boleh bahkan sama aja enggak 36:40 boleh. 36:40 Enggak boleh sama, harus lebih. 36:44 Gitu Habib, lailahaillallah. 36:46 Apa gimana Bib hadisnya ana lupa, lau 36:49 kana dunia yang misla ba'udatin. Allahu 36:51 Akbar, ma sagha kafiran min syurbatin, 36:53 lau kana dunia indallah. Ta'dilu janaha 36:56 ba'udah. Ba'udah, ma sagha kafiran min 36:58 syurbatin ma, betul? Kalau seandainya 37:01 dunia itu mempunyai kadar yang lebih 37:03 daripada 37:04 eh satu sayap eh nyamuk di sisi Allah, 37:08 maka Allah bakal pelit dengan dunia, 37:10 enggak bakal Allah Ta'ala kasih dunia 37:12 kepada orang yang kafir. 37:14 Tapi tetap aja Allah kasih dunia kepada 37:15 orang-orang kafir karena memang enggak 37:16 ada artinya kok, lebih eh muliaan satu 37:19 helai apa eh sayap nyamuk daripada 37:21 dunia. 37:22 Daripada dunia, makanya kalau kita 37:24 searching orang terkaya di Indonesia di 37:27 Google 37:28 atau di dunia deh, barangkali satu 37:31 sampai tiga enggak ada orang Islam di 37:32 situ. 37:34 Karena mereka ya udah emang jatahnya di 37:37 dunia dia ya Bib ya. Betul, tapi kalau 37:39 ada hadisnya itu, lahumud dunia walanal 37:42 akhirah, udah dunia punya mereka deh, 37:44 akhirat punya kita ya. 37:46 Aduh, 37:47 astagfirullahalazim ya Allah ya Allah ya 37:48 Allah. Nah begitu, nah ini kan 37:50 disebutkan beberapa ini. Ada juga nanti 37:53 nah entar pas bahas hadisnya. Di sini 37:55 Sayyidul Umar nyebut-nyebutin, bahkan 37:57 bukan cuma itu, cinta kepada Allah dan 37:59 Rasulullah itu harus melebihi cinta kita 38:01 kepada diri kita sendiri. 38:04 Kalau kan kalau di ayat enggak boleh 38:06 melebihi daripada cinta cinta kepada 38:08 Allah dan Rasulnya harus lebih, harus 38:09 lebih daripada cinta kita kepada anak, 38:11 istri, ayah, karir, harta. 38:14 Bahkan ditegaskan di hadis pun daripada 38:16 diri kita sendiri kita harus 38:17 mendahulukan cinta kepada Allah dan 38:18 Rasulnya. 38:20 Ah, nah di sini dijelaskan 38:24 wa an utba 38:35 Berkata sahabat Uthbah bayat Rasulullah 38:39 aku bayat, apa kalau bayat ini? Membuat 38:41 perjanjian. 38:42 Iya. 38:43 Dengan Baginda selama sebanyak tujuh 38:46 kali. Tujuh kali aku membayat Nabi. 38:52 Untuk senantiasa taat kepada Baginda. 38:55 Dan dua kali aku membayat Nabi, berjanji 38:59 Nabi 39:00 atas landasan cinta. 39:03 Bayat untuk cinta kepada Nabi Muhammad. 39:05 Jadi gitu. 39:07 Cinta pun dibayat. 39:09 Bayat ya, jangan cinta kepada selain 39:11 Allah dan Rasulnya bayat. 39:13 Wah, itu berat itu. 39:15 Bayat itu 39:16 ibaratnya apa sih makna dari 39:18 Perjanjian. 39:19 Perjanjian. Janji ya. 39:21 Iya. MOU ya, MOU janji. Sepakat ya, 39:25 sepakat jangan sampai cinta sama Allah 39:26 dan Rasulnya. Sepakat sepakat. 39:29 Itu luar biasa. Nah, Nabi Muhammad 39:31 Nih, kalau dalam istilah ilmu tasawuf 39:32 ada namanya bayat ya. Bayat atau yang 39:34 lainnya segala macam. 39:36 Dalam 39:37 sirah itu Nabi berapa kali membayat 39:38 sahabat? Diantaranya contoh-contohnya 39:40 ini. 39:41 Bayat untuk taat. Bayat untuk cinta. 39:44 Bahkan ada seorang 39:46 Sahabat ini aneh Bib, tapi luar biasa 39:49 luar biasa ini. Tapi saya lupa siapa 39:50 namanya itu. 39:52 Sahabat ini minta ya Rasulullah 39:55 Doakan aku masuk surga. 39:59 Nabi menjamin engkau masuk surga. 40:02 Dengan bayat, apa bayatnya? Begini 40:03 bunyinya. 40:05 Tidak meminta kepada selain Allah. 40:10 Enggak minta kepada selain selain Allah. 40:14 Itu luar biasa, setelah dibayat kayak 40:15 gitu sahabat itu enggak pernah minta 40:17 apapun 40:18 sama manusia. 40:20 Sampai-sampai sebagian para tabiin 40:21 ketika mensifatkan beliau itu, kadang 40:23 kala beliau sudah tua 40:26 pakai imamah gitu, di kuda 40:29 jatuh imamahnya 40:31 dengan mudah dia nyuruh orang untuk 40:33 ngambilin, enggak mau. 40:35 Turun mati-matian dari kudanya itu, 40:37 ngambil imamahnya, pakai sendiri, naik 40:39 lagi ke kuda. 40:40 Kenapa ente enggak minta ambilin? 40:42 Enggak, aku punya janji sama nabi. 40:44 Enggak boleh minta 40:46 sama orang selain kepada Allah taala. 40:48 Ane enggak mau minta orang, padahal 40:49 minta orang bantu, minta orang, minta 40:52 orang ambilin peci, tapi nama permintaan 40:54 itu, enggak boleh. 40:56 Sampai tuanya kayak gitu, dijaga 40:57 perjanjian itu. Nah, itu baiat tuh 40:59 namanya, Bib. 41:02 Lailahaillallah, ada yang kayak gitu, 41:04 macam-macam baiatnya sahabat, 41:05 macam-macam. Kalau kayak gini, eh di 41:07 sini tujuh kali baiat. Eh lima kali 41:09 baiat untuk taat dan dua kali baiat 41:11 untuk mahabbah. Jangan cinta kecuali 41:12 sama Allah dan rasulnya. 41:14 Gitu. 41:18 Lailahaillallah, Bib, lailahaillallah. 41:21 Tayib. Ada beberapa pertanyaan Habib 41:24 dari pendengar, barangkali mau kita 41:27 bacakan. Boleh, bismillah. Beberapa, 41:29 mungkin setelah jeda berikut ini. Bagi 41:32 bagi ikhwan akhwat yang ingin bertanya 41:34 silakan kirimkan pertanyaan Anda di 41:36 08111999720 41:39 atau bisa telepon berbicara langsung 41:41 dengan Habib Ahmad Musyabba 41:43 eh di 021 8451512 41:49 atau kalau mau bertanya melalui YouTube 41:51 juga boleh. Komen aja di live 41:53 streaming-nya, silakan tafadhol. Insya 41:56 Allah eh beberapa pertanyaan akan kami 41:59 bacakan dan kami sampaikan. Kami akan 42:01 kembali setelah jeda berikut ini. 45:03 Hadirin dirahmati Allah Subhanahu wa 45:04 taala. Insyaallah kembali lagi bersama 45:06 kami di kajian tasawuf masih ada Al 45:10 fakir Isa Al Kaff dan ada Kang Ondik 45:13 Saputra kameramen dan juga Mas Fajar di 45:16 meja operator membersamai kami ada 45:19 guru kita semua Habib Ahmad Mushtafa bin 45:22 Syahab alhamdulillah hari ini kita 45:23 membahas cinta kepada Allah Subhanahu wa 45:26 taala dan mendahulukan Allah Subhanahu 45:28 wa taala dibanding selain daripada Allah 45:31 Subhanahu wa taala salah satu 45:33 implementasi 45:35 cinta kita kepada Allah Subhanahu wa 45:36 taala yaitu mencintai zat yang dicintai 45:39 oleh Allah Subhanahu wa taala yaitu 45:41 Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi 45:44 wa alihi wasallam. Oleh karena itu tadi 45:46 sempat kita bahas tentang kecintaan 45:48 kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi 45:50 wasallam enggak ada istilah lebay ya Bib 45:52 ya enggak ada istilah berlebihan 45:54 ya enggak ada istilah berlebihan kecuali 45:56 jangan sampai kita menuhankan 45:58 sebagaimana orang Nasrani menuhankan 46:01 ee Isa alaihissalam. 46:03 Selama belum di tahap menuhankan, enggak 46:06 ada istilah lebay dalam rangka 46:08 mengungkapkan cinta kita kepada Nabi 46:11 Muhammad sallallahu alaihi wa alihi 46:12 wasallam. Dan disebutkan juga ee 46:15 beberapa implementasi bagaimana gambaran 46:19 tadi para sahabat mencintai Nabi 46:21 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ada 46:22 yang dibaiat, ada yang janji sama Nabi 46:25 Muhammad sallallahu alaihi wasallam di 46:27 ee karya wasiat enggak boleh minta 46:30 kepada selain Allah. Sampai dia pegang 46:32 teguh sampai dia tua 46:35 di akhir sampai akhir hayatnya dia 46:37 pegang teguh itu. Bahkan ketika 46:39 imamahnya jatuh, dia enggak minta tolong 46:41 orang. Dia ambil sendiri. Tadi siapa 46:43 namanya sahabatnya itu? Wallahualam sih 46:45 namanya. Lupa. 46:46 Lupa 46:47 harusnya gua lupa. Ada satu sahabat, 46:49 masyaallah masyaallah. Karena cintanya 46:51 sama Nabi Muhammad sallallahu alaihi 46:52 wasallam. Kalau enggak diingat ada 46:55 satu kisah tentang Ammar bin Yasir 46:57 Habib. Allah. 46:59 Karena kecintaan beliau sama Nabi 47:00 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 47:01 Semalam baru sharing-sharing sama Ustaz 47:04 Heri. Ee beliau itu kalau melakukan amal 47:09 itu melakukan amal dua kali. Jadi satu 47:12 untuk dia, satu untuk Nabi. Allah. 47:15 Satu misalnya dia ngambilin ee ngasih 47:18 makan orang dia ngasih dua kali. Satu 47:20 untuk dia, satu untuk Nabi. Allah. Dia 47:23 beramal segala sesuatu dua kali. Satu 47:25 untuk dia. Nah 47:27 ee 47:28 lagi bangun ini Masjid Masjid Nabawi. 47:30 Boleh dikoreksi Habib kalau salah. 47:32 Beliau 47:33 keruntuhan. 47:34 Sopo? 47:35 Ini Ammar Sayyidina 47:36 Ammar bin Yasir. Eh naam. Keruntuhan. 47:38 Orang-orang sudah sangka nyangkain 47:40 beliau ini meninggal. 47:41 Lailahaillallah. Mana yang Ammar bin 47:43 Yasir kena runtuhan? 47:45 Kata Nabi Baginda Nabi Muhammad 47:46 sallallahu alaihi wasallam dalam satu 47:47 riwayat enggak. Lihat saja Ammar Yasir 47:49 berdiri tegak. 47:51 Begitu dilihat Ammar bin Yasir debunya 47:53 begitu debunya hilang Iya. 47:56 Ammar bin Yasir lagi 47:57 menggendong apa batu begitu dua, satu 48:00 untukku, satu untuk Nabi satu untukku 48:02 satu untuk Nabi. 48:03 alaihi wasallam. Karena kecintaan beliau 48:05 sama Nabi Muhammad sholli alaihi 48:07 wasallam, beliau mengamalkan segala 48:10 sesuatu diniatkan sama Nabi. Emang bisa 48:13 begitu ya Bib, kita mengamalkan hadiah 48:14 buat orang yang kita cintai. Barangkali 48:17 buat orang tua kita atau buat guru kita 48:19 bisa begitu Bib. Tepat banget Bang. Ya 48:21 Allah masya Allah masya Allah enggak 48:22 bisa begitu Bib. 48:25 Ehda us sawab menghadiakan pahala. 48:27 Bisa ya Bib ya. Bisa banget. Ya Allah ya 48:29 Allah masya Allah. Ini berapa masuk dari 48:33 YouTube ini ada Dalminah masya Allah 48:36 ada. 48:37 Masya Allah syukron siap pagi ini jadi 48:39 mengingatkan saya pada almarhum bapak 48:42 saya kata Dalminah. Ada Liza Emilda 48:45 alhamdulillah Bekasi Barat ikut nyimak 48:46 masya Allah barakallah fikum rasul. Ada 48:49 Muhammad Safrani nyimak senang sekali 48:52 bisa memandang 48:53 zuriah Nabi Muhammad sholli alaihi 48:55 wasallam. Ada Ami Ihsan wah Ami Ihsan 48:58 nonton nih Kang Handi Ami Ihsan nonton 49:00 masya Allah kata Ami Ihsan. 49:02 Ada Emi Amalia alhamdulillah Pamulang 49:05 bisa menyimak salam takzim Habib 49:07 Mushtafa. 49:08 Masya Allah barakallah fikum ada Mija 78 49:12 ada 49:14 ada di tablet ini 49:16 masuk Bapak Ramli, Bunda Fajar, Ulfah 49:19 Diba 49:21 Ahmad Sugiarto masya Allah masya Allah. 49:23 Nah ini ada pertanyaan dari Ulfah Diba. 49:26 Assalamualaikum warahmatullahi 49:27 wabarakatuh. 49:29 Pak Ustad bagaimana cara memupuk rasa 49:32 cinta di hati anak-anak kita untuk 49:35 mencintai Allah dengan benar. Mohon 49:37 petunjuk terima kasih hamba Allah di 49:39 Bekasi. Masya Allah. 49:41 Bagus sekali pertanyaannya Habib. Gimana 49:43 nih kita 49:44 kasih pendidikan supaya anak cinta sama 49:46 Allah. 49:47 Emm masya Allah Habib. 49:52 Hada ajib. Pertanyaan yang penting ini, 49:54 penting penting banget perihal 49:56 ee mendidik anak 49:59 untuk cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. 50:01 Sampai-sampai 50:02 ee ada kitab hada 50:05 ee 50:05 Muhammad Abduh Yamani hada, "Alimu 50:07 auladakum mahabbatan nabiyikum." Gitu. 50:10 Di situ di ceritain. Katanya, 50:12 "Ajarkanlah kepada anak-anak kalian 50:14 cinta kepada nabi kalian." Ah, di situ. 50:17 Di situ juga ada dijelaskan, "Ajarin 50:18 kepada anak kita cinta kepada Allah dan 50:20 Rasulullah dan keluarga Rasulullah dan 50:22 para ulama." 50:24 Dan memang begitu, ya. 50:26 Sebenarnya begini, cinta itu suatu 50:27 karunia. 50:28 Yang benar-benar artinya murni karunia, 50:31 enggak bisa dipaksain sih sebenarnya. 50:33 Enggak bisa dipaksain. 50:35 Ada orang yang yang melihat suatu 50:38 keindahan, tapi dia enggak cinta. 50:40 Biasa-biasa saja. 50:41 Ada walaupun dia enggak melihat suatu 50:43 keindahan, tapi dia jatuh cinta. 50:46 Begitu. Memang benar-benar karunia itu. 50:49 Tapi itu karunia bisa dirangsang atau 50:51 dipancing dengan beberapa perihal. 50:55 Ah, untuk cinta Allah di antaranya 50:57 yang paling efektif adalah dengan 50:59 bertafakur, ya, kan? 51:00 Ingat 51:01 berapa banyak nikmat yang Allah Ta'ala 51:03 berikan kepada kita. 51:04 Dan ee berapa banyak ee kesalahan kita 51:08 yang ditutupi sama Allah Ta'ala. Kalau 51:11 Allah Ta'ala buka satu kesalahan kita, 51:12 wah, bakal enggak punya teman kali kita, 51:14 ya. 51:15 Tapi Allah Ta'ala tutupi ini kesalahan 51:16 kita. 51:17 Ee tetap dengan kesalahan yang banyak, 51:19 tetap saja Allah Ta'ala kasih nikmat 51:20 sama kita. 51:22 Itu menimbulkan rasa cinta kepada Allah 51:24 Ta'ala. Dan juga melihat keindahan 51:27 keindahan alam semesta 51:29 keindahan apa yang diciptakan oleh Sang 51:31 Pencipta. Juga 51:33 ee menambah rasa cinta kepada Allah 51:34 Ta'ala. 51:35 Ah, di antara ee apa yang bisa 51:37 menguatkan rasa cinta kepada Allah 51:39 Ta'ala 51:40 ah, dibahas ini oleh Imam Haddad dalam 51:42 Risalah Mu'awanah 51:43 ee baca Alquran. 51:46 Ehm. 51:46 Eh, masa iya sih? Ah, 51:48 Walaupun walaupun enggak paham. Ehm. 51:50 Itu luar biasa. Alquran itu dampaknya 51:52 luar biasa, Bib. Luar biasa. 51:54 Eh, ngilangin eh banyak waswas, 51:57 ngilangin keraguan bagi mereka yang 51:59 masih ada waswas atau keraguan tentang 52:01 perihal Allah Ta'ala atau 52:03 sifat-sifatnya, dianjurkan banyak-banyak 52:05 baca Alquran walaupun enggak paham. 52:06 Begitu. 52:07 Juga menyuburkan cinta kepada Allah 52:09 Ta'ala, eh baca Alquran. Apalagi dengan 52:11 pemahaman. 52:13 Mengamalkan apa yang dia tahu dari pada 52:15 ilmu juga itu menumbuhkan rasa cinta 52:17 kepada Allah Ta'ala. 52:18 Ini secara globalnya. 52:20 Nah, kalau kita mendidik anak kita untuk 52:22 bisa cinta kepada Allah Ta'ala, nomor 52:24 satu dibilang eh kau faqidusyailayukti 52:28 kalau dalam ilmu qawaid 52:30 orang yang tidak mempunyai sesuatu maka 52:31 dia tidak bisa memberikan sesuatu itu. 52:33 Ente harus punya dulu berarti. Betul. 52:34 Engkau dulu harus memodali dirimu untuk 52:37 perihal itu. 52:38 Kalau engkau sudah cinta sama Allah maka 52:41 otomatis dengan takdir dengan cara 52:43 apapun engkau bisa menyampaikan nya 52:45 kepada anak itu. Waha kaza. 52:47 Nah, sebenarnya 52:49 penanaman cinta kepada Allah Ta'ala di 52:51 anak kita 52:52 bukan dari semenjak mereka tamyiz atau 52:54 berakal, enggak enggak kok. 52:56 Dari semenjak mereka kecil. Waha kaza, 52:58 bahkan dianjurkan dan memang sunah. 53:01 Pas kita punya anak masih nyusu 53:03 contohnya, nyusu sama ibunya. Itu kalau 53:06 bisa sambil berzikir, Bib. Iya. 53:08 Ini Alfaqir lihat di Hadramaut sana, 53:09 Bib. Masya Allah. 53:13 Dan ini kebiasaan beberapa 53:14 perempuan Hadramaut. 53:17 Harim kan istri Alfaqir memang lahir di 53:20 sana. Jadi membawa kebiasaan beberapa 53:22 ulama perempuan Hadramaut, mereka kalau 53:25 nyusuin anak antum bayangin, Syekh. 53:27 Pas nyusuin anak itu harus kerudungan. 53:32 Iya, sambil berzikir. 53:35 Begitu. Jadi itu 53:37 asarnya, dampaknya ke anak. Luar biasa. 53:40 Ehm. 53:41 Nyusu sambil jadi menyusu itu dianggap 53:44 kayak ibadah gitu. Ehm. 53:46 Nah gitu, sambil berzikir, sambil 53:48 kerudungan. 53:49 Masya Allah. 53:50 Kemudian apa salahnya sih 53:52 enggak enggak apa-apa atau enggak 53:53 kerudungan atau main HP juga enggak 53:54 apa-apa. 53:55 Betul. 53:56 Ini kan kadang kadang ibu-ibu begitu. 53:57 Maknanya beda ya. Maknanya beda jauh. 54:00 Kalau sekarang ibu-ibu sekarang gimana? 54:02 Menyusu ya main HP. Iya kan. Eh dampak 54:05 apa yang kau lihat di HP itu itu ada ke 54:07 susu dan masuk ke anak. Ehm. Nah gitu. 54:10 Begitu pula 54:11 kalau seandainya lagi hamil 54:14 ehm 54:14 kan lagi menyusu itu, menyusui pakai 54:16 kerudung, selawatan ataupun zikiran 54:18 dapat ke anak. Juga lagi hamil Bib, lagi 54:20 hamil. 54:22 Diantara adatnya sana juga 54:26 setiap anak yang lagi dikandung ibunya 54:28 itu 54:29 si ibu paling-paling tidak mengkhatamkan 54:31 Alquran. Ehm. Demi ehm apa ya untuk si 54:34 anak ini. Ehm. 54:36 Jadi pas dia lagi kecil 54:38 di perut ibunya, si ibunya itu baca-baca 54:40 Alquran terus sambil memegang-megang 54:41 perutnya gitu. 54:43 Dampaknya juga luar biasa ke anak loh. 54:45 Wah luar biasa. Ada teman kita 54:48 di Tarim sana. 54:49 Apa ya orang-orang Britain ini, 54:51 orang-orang orang Inggris. Orang Inggris 54:53 ya. 54:55 Tapi aslinya mana? Aslinya enggak tahu 54:56 ana, asli Pakistan aslinya tapi sudah 54:58 lama dia di Inggris. 54:59 Dia punya anak 8 tahun hafal Quran. Ehm. 55:03 Duh masya Allah kok 8 tahun hafal Quran 55:04 rapi gitu, anak anaknya bagus. Ya ana 55:06 ini ana ana tinggalin kerjaan ana di 55:09 London di di di di daerah dia sana. 55:12 Tinggi pangkatnya. Ana tinggalin kerja 55:14 apa pekerjaan ana yang di sana, ana 55:16 datang jauh-jauh ke desa ini ya dianggap 55:18 mereka desa Tarim itu. 55:21 Demi apa? Demi menyelamatkan anak-anak 55:23 ana ini. 55:24 Rela tinggalkan, rela hijrah. 55:27 Dari kemegahan yang luar biasa dan 55:29 fasilitas yang top itu hijrah ke tempat 55:31 yang susah, mati lampu 55:33 Betul. 55:34 Panas. Panas, demi anak dia bilang. 55:37 Oh, gitu. 55:39 Kita bilang, gimana sih kok masya Allah 55:40 anaknya 55:41 8 tahun sudah hafal Quran, yang kecil 55:43 juga, oh iya. Jadi, semenjak istrinya 55:45 hamil itu 55:47 iya kan 55:47 eee sering-sering didengerin Alquran, 55:49 kadang-kadang Alquran ditempelin kemana 55:51 ke 55:52 suara Alquran di perutnya gitu, dari HP 55:54 kayak dari radio, dari HP gitu. 55:56 Itu, pas sudah lahir juga setiap mau 55:58 nyusu eee sambil dengar Alquran, si 56:01 ibunya enggak hafal Quran tapi ya sambil 56:02 dengerin deh. 56:04 Anaknya bayi itu loh, dengerin suara 56:06 Alquran, itu dampaknya luar biasa Bib 56:08 katanya. 56:09 Jadi, pas anak itu sudah mulai melek, 56:11 sadar mudah untuk hafal Quran, karena 56:14 memang dari kecil sama Quran kok. 56:17 Begitu, begitu pula mahabbatullah sama 56:20 mahabbatur rasulillah. 56:22 Kita didik anak kita bukan semenjak 56:24 mereka 7 tahun, 8 tahun, enggak, 56:25 semenjak mereka 56:27 di perut. Nah, 56:28 dalam perut ibunya, sudah mulai 56:30 pendidikan untuk cinta Allah sama cinta 56:31 rasulillah. 56:32 Ketika mereka keluar disusuin juga di 56:34 situ. Itu yang berdampak besar. Ya 56:36 Allah. Begitu Habib. Masya Allah. 56:39 Ya memang Habib kalau Anda cinta, 56:41 jangankan anak, kita duduk sama orang 56:43 yang cinta sama Allah saja beda rasanya, 56:46 hati beda ya Habib ya. Sama, sama. 56:48 Apalagi anak sendiri ya Habib ya. Benar 56:49 kata Habib. 56:50 Masya Allah. Faqidus syai' La yu'thi. 56:52 La yu'ti, orang yang enggak 56:54 enggak punya enggak bisa memberi. Iya. 56:56 Gimana cara ngajarin anak buat cinta, ya 56:58 kita dulu cinta ya. 56:59 Kita dulu cinta. 57:00 Dan cinta butuh pembuktian. Allahu 57:03 Akbar. 57:03 Baru cinta itu ada rumah apa apa Habib. 57:05 Mungkin ini. Nah, alarm. 57:07 Cinta itu butuh pembuktian. Allahu 57:10 Akbar. 57:10 cerita Habib, ada yang membuktikannya 57:12 dengan baca Quran untuk anaknya, ada 57:15 yang membuktikannya dengan saat menyusui 57:17 dia berzikir dan pakai kerudung He em. 57:21 dan lain sebagainya, masya Allah. 57:22 Masya Allah Habib. Tanpa pembuktian, 57:24 cinta hanya hanyalah bualan belaka. La 57:27 ilaha illallah. Buat yang muda-muda nih, 57:29 kalau Kalau yang ngaku cinta sama antum, 57:32 suruh dia membuktikan. Betul, betul, 57:34 masya Allah. Ini ada Iut ini. 57:36 Assalamualaikum warahmatullahi 57:37 wabarakatuh, Habib. Berbicara soal 57:40 cinta, memupuk cinta kepada Allah bisa 57:42 dilakukan dengan 57:43 selalu melihat melalui 57:45 ciptaan-ciptaannya seperti yang selalu 57:47 disampaikan atau diajarkan Ustaz Zein Al 57:50 Hadi. Namun untuk mencintai Rasulullah 57:52 sallallahu alaihi wasallam, 57:54 bagaimana cara mengajarkannya, Habib? 57:56 Mohon nasihat. Syukron. 57:59 Oh, ini luar biasa 58:00 luar biasa soalnya, Habib. Betul, betul 58:02 banget. 58:03 Cinta kepada Allah taala bisa 58:05 kita 58:07 apa namanya pancing dengan apa? Dengan 58:09 melihat alam semesta, iya kan? 58:12 Melihat ee ashar daripada af'alillah 58:16 taala. Oke. 58:17 Kalau melihat kalau cinta kepada Nabi 58:19 alaihisalam, justru sebenarnya lebih 58:20 mudah, Habib. Lebih mudah dan lebih 58:22 gampang. 58:23 Allah taala jadikan Baginda itu dari 58:25 golongan kita manusia. Heeh. Iya kan? 58:27 Min anfusikum, dari golongan kalian. Di 58:30 antara hikmahnya 58:31 agar kita lebih mudah untuk meneladani, 58:33 pastilah. Dan juga lebih mudah untuk 58:35 mencintai. 58:36 Heeh, betul. Betul. Karena satu jenis. 58:39 Cinta kepada Allah 58:41 dari apa namanya ashar daripada 58:44 dampak-dampak atau bekas-bekas daripada 58:47 perbuatannya af'aluhu taala. Tapi kita 58:48 enggak bisa melihat zat Allah taala. 58:50 Tapi kalau Baginda sallallahu alaihi 58:51 wasallam, 58:52 Nabi sallallahu alaihi wasallam, itu 58:53 manusia yang kau bisa lihat. 58:56 Heeh, yang kau bisa tiru. 58:58 Cinta kepada 58:59 yang sama jenis itu lebih mudah loh. 59:02 Iya, sama-sama manusia. 59:04 Makanya tapi gimana caranya? Wah, masya 59:06 Allah tabarakallah, masya Allah. 59:09 Kalau tak kenal maka tak cinta, iya kan? 59:11 Makanya kenalan dulu. 59:13 Tak kenal maka tak sayang. Tak kenal 59:15 maka tak sayang. Betul. 59:17 Makanya kenalan dulu. Kenalan dulu. 59:18 Heeh. Dengan apa di antaranya? Ah, di 59:20 antaranya gini, 59:22 banyak-banyak baca 59:24 sirah. Ah, jamil. Sering kita dengar 59:26 banyak-banyak baca sirah. 59:28 Sebenarnya Habib, sirah bagus-bagus 59:29 pastilah. Tapi ada lagi yang lebih hebat 59:31 dari sirah. Banyak-banyak baca baca 59:33 syama'il. 59:35 Oh. Kalau sirah kan 59:37 sejarah ya. 59:38 He eh. Apa syama'il itu apa? 59:39 Nah, itu dia. Sebenarnya syama'il ini 59:41 cabang dari sirah. Dulunya sih gitu, 59:42 tapi sekarang sudah jadi ilmu yang 59:43 sendiri. Kalau sirah itu dibahas sejarah 59:47 eh peristiwa-peristiwa. Tahun sekian 59:49 peristiwanya apa, tahun sekian 59:50 peristiwanya apa. Tapi yang kita maunya 59:52 enggak. Kita mau sosok Nabi. 59:55 Itu ada ilmu lain namanya syama'il. Itu 59:57 kepribadian Nabi Muhammad Shallallahu 59:58 Alaihi Wasallam. Waha kaza. Dari bentuk 1:00:00 postur tubuhnya. 1:00:02 Waha kaza. Dari makanannya, pakaiannya, 1:00:06 dan juga akhlak-akhlaknya. Bagaimana 1:00:08 Nabi dengan keluarganya. Bagaimana Nabi 1:00:10 dengan para pembantunya. Bagaimana Nabi 1:00:12 dengan para sahabatnya. Ke apa namanya? 1:00:15 Syaja'ah, keberanian Baginda, kelembutan 1:00:18 Baginda, tawadhu Nabi Shallallahu Alaihi 1:00:19 Wasallam. Itu dibahas ada ilmu khusus 1:00:21 namanya syama'il. 1:00:23 Nah, memang dianjurkan banget baca kitab 1:00:25 itu. Di antara yang mengarangnya banyak 1:00:27 itu di antaranya syama'il Muhammadiyah 1:00:29 lil Imam At-Tirmidzi. 1:00:30 Atau yang kitab yang 1:00:32 yang luar biasa Habib. Eh, wasa'ilul 1:00:35 wusul ila syama'ilur rasul lil Imam 1:00:37 Yusuf bin Ismail An-Nabhani. 1:00:39 Lebih rapi, lebih lengkap, dan lebih 1:00:42 padat. Waha kaza. Anjir, anjir. 1:00:44 Lebih ringkas. 1:00:45 Itu luar biasa. Nah, dengan Iya, lanjut 1:00:48 Habib. Dengan syama'il itu kita bisa 1:00:49 mengenal sosok Nabi Shallallahu Alaihi 1:00:50 Wasallam. Nabi ini yang kayak gimana 1:00:51 sih? Paling enggak bisa membayangkan eh 1:00:54 keindahan Nabi Shallallahu Alaihi 1:00:55 Artinya begini. 1:00:57 Eh, setiap orang yang ketemu Rasulullah 1:00:58 dan dan dan apa namanya? Dan beriman 1:01:01 kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi 1:01:02 Wasallam enggak mungkin enggak cinta. 1:01:05 Dan setiap orang yang membaca biografi 1:01:07 Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan dia 1:01:08 mukmin enggak mungkin enggak cinta. 1:01:10 Pasti otomatis akan cinta. 1:01:12 Waha kaza. Hanya saja kita kurang 1:01:14 membaca. Hanya saja hanya saja kita 1:01:16 kurang mengenal. Kalau engkau kenal Nabi 1:01:18 pasti tertarik langsung. 1:01:21 Memang 1:01:21 luar biasa. 1:01:23 Bahas dari segi apa ya? Kemuliaan Nabi 1:01:25 Oh semua akhlak yang mulia adalah cabang 1:01:27 daripada akhlaknya Nabi sallallahu 1:01:28 alaihi wasallam. Allahumma Kama min 1:01:29 khuluqin fil bariyyati mahmudin illa wa 1:01:30 mutalaqqan an zainil wujud. 1:01:33 Wujud. Nah gitu. 1:01:34 Eh mau apa lagi? Keindahan wajah. Allah 1:01:37 ta'ala dibilang ini Allah ta'ala 1:01:38 menurunkan keindahan 1:01:39 ganteng gitu ya. Keindahan wajah itu 1:01:42 100. 1:01:44 Nah 100 kan. Yang satunya satu dari 100 1:01:46 itu 1:01:47 dibagi. Heem. Sepertiganya buat Nabi 1:01:49 Yusuf. Makanya ganteng Nabi Yusuf. Heem. 1:01:52 Dapat sepertiga dari satu dari 100. Iya. 1:01:55 Dua per tiga dari satu itu baru 1:01:56 dibagi-bagiin ke yang lain. 1:02:00 99 dari 100 itu punya Nabi Muhammad 1:02:02 sallallahu alaihi wasallam. Masya Allah. 1:02:04 Jauh banget kan. Nabi Yusuf sepertiga 1:02:06 bukan dari sepertiga dari Rasul, 1:02:07 sepertiga dari satu. 1:02:09 Heem. 0,3. 1:02:12 Iya sih. Tapi Nabi Muhammad sallallahu 1:02:13 alaihi wasallam 1:02:14 99. Nabi Yusuf dapat berapa ketampanan 1:02:16 betul? Hah? Nabi Yusuf dapat berapa? 1:02:18 Wah. 1:02:20 Gantengnya masya Allah. 1:02:25 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad. 1:02:26 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad. 1:02:26 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 1:02:27 kalau kita lihat dari segi 1:02:29 eh keindahan wajah, wah. 1:02:31 Heem. 99. Iya kan. Hanya saja Baginda 1:02:34 sallallahu alaihi wasallam 1:02:35 keindahannya tertutupi dengan 1:02:37 kewibawaannya. Haibah. Jadi orang enggak 1:02:39 fokus ke fisik beliau jadinya. 1:02:41 Allahumma sholli. Walaupun memang tampan 1:02:43 tapi orang lebih melihat haibahnya 1:02:45 beliau. 1:02:45 Haibahnya. 1:02:46 Makanya dalam syamail dalam syamail itu 1:02:49 kebanyakan yang meriwayatkan syamail 1:02:50 Nabi sallallahu alaihi wasallam 1:02:51 sahabat-sahabat yang kecil. Heem. Ibnu 1:02:52 Abbas, Ibnu Umar. Kalau sahabat yang 1:02:54 besar Sayyidina Umar, Sayyidina Abu 1:02:55 Bakar Siddiq, 1:02:56 Sayyidina Utsman atau yang lainnya 1:02:58 mereka kalau duduk dengan duduk dengan 1:02:59 duduk dengan Nabi sallallahu alaihi 1:03:00 wasallam nunduk nunduk mereka duduk. 1:03:02 Jadi enggak pandai untuk mensifati kan 1:03:04 bagaimana mata Baginda, fisiknya. 1:03:06 Tapi yang mensifati kan anak kecil, Ibnu 1:03:08 Abbas, Ibnu Umar yang memang 1:03:10 melongo pas lihat Nabi sallallahu alaihi 1:03:11 wasallam. Jadi 1:03:12 sifatnya detail. 1:03:14 Gimana alisnya Nabi sallallahu alaihi 1:03:15 wasallam bentuknya gimana. Itu kalau 1:03:16 kita baca apa namanya pembahasan 1:03:19 fisiknya Nabi 1:03:20 pasti jatuh cinta. 1:03:22 Belum lagi kalau kita baca perihal 1:03:24 akhlaknya Nabi alaihi wasallam. 1:03:26 Wah, Habib luar biasa Habib 1:03:27 ketawadhuannya Nabi. Baginda alaihi 1:03:28 wasallam tawadhu. Wah, ente mau bilang 1:03:31 pemimpin ya pemimpin. 1:03:33 Eee ente mau bilang panglima panglima. 1:03:35 Ente mau bilang semuanya, tapi nyapu 1:03:37 sendiri di rumah. Masyaallah. Menjahit 1:03:39 sendiri sepatu bukan karena itu 1:03:41 kelalaian istri, enggak karena Baginda 1:03:43 enggak mau ini tugas aneh. 1:03:44 Di rumah kayak begitu. 1:03:46 Wah, kita 1:03:47 eee apa namanya? Dan kalau keluar itu 1:03:50 wah, ada satu anak kecil jariyah minta 1:03:53 tolong ya sudah Nabi alaihi wasallam 1:03:54 tolongin. Sahabat bingung semua. Wa 1:03:56 innal jariyah la takhuzu bi yadihi. 1:03:58 Fadzahabat ila haitsu masyaat. Eee anak 1:04:01 kecil minta tolong Nabi alaihi wasallam 1:04:02 minta temenin belanja ke pasar karena 1:04:03 dia enggak enggak ada lagi yang nemenin. 1:04:05 Padahal ini kalau bahasa Arab jariyah 1:04:07 itu budak perempuan. 1:04:08 Yang di yang dikenal Nabi alaihi 1:04:09 wasallam tahu ini orang masyaallah ya 1:04:11 sudah 1:04:12 dituntun Nabi alaihi wasallam nemenin 1:04:13 dia. 1:04:14 Nemenin dia belanja. 1:04:16 Ke pasar dari ini ke ini ke ini ke ini. 1:04:19 Wah. Nah, perihal kayak gini kita bakal 1:04:21 baca di mana? Di Syamail. 1:04:24 Di Syamail. 1:04:25 Oh, juga bagaimana Nabi alaihi wasallam 1:04:27 dengan keluarganya. 1:04:29 Bagaimana menyikapi kecemburuan 1:04:31 istri-istrinya. Wah, keren tuh Bib. 1:04:34 Wah, keren banget pokoknya. 1:04:36 Gimana antum bayangin ketika Sayyidah 1:04:37 Aisyah 1:04:39 istri-istri Nabi kan eee kan namanya 1:04:41 perempuan kan eee cemburu ya pastilah ya 1:04:44 jangan jangan heran sih cemburu itu kan 1:04:46 tanda cinta. Betul. Kalau enggak cemburu 1:04:47 berarti enggak cinta. Betul betul betul. 1:04:50 Iya kan. Itu bahasa cintanya istri Bib. 1:04:52 Heeh heeh. Jika antum Cemburu. Cemburu 1:04:54 ada cemburu nanti ya antum harus senang 1:04:55 dengan cemburu itu. Jangan enggak senang 1:04:57 ya. 1:04:58 Siap Habib. 1:05:01 Tamam. 1:05:02 Tapi pernah ada istri-istri Nabi alaihi 1:05:04 wasallam. Nabi alaihi wasallam lagi di 1:05:05 salah satu istrinya. 1:05:07 Akhirnya istri yang lain ngasih makanan. 1:05:11 Marah yang punya rumah itu. He eh. 1:05:13 Enggak enggak boleh masuk makanan rumah 1:05:15 makan di enggak boleh masuk sini. 1:05:16 Akhirnya suatu hari ketemu dua istri 1:05:17 ini. He eh. 1:05:19 Eh apa namanya saking kesalnya istri ini 1:05:21 sama istri ini gara-gara dia ngasih 1:05:23 makanan ke rumah eh di akhirnya 1:05:25 makanannya itu diambil dilempar ke 1:05:27 mukanya. 1:05:29 Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam 1:05:30 berada di antara mereka. Ya Allah. 1:05:33 Nabi marah? Enggak Nabi senyum lihatin 1:05:34 aja. 1:05:36 Banyak ditimpuk sama makanan mukanya. He 1:05:38 eh he eh. Nabi bilang apa? Bagus. Kata 1:05:40 Nabi sallallahu alaihi 1:05:41 Oh masya Allah ya akhir diambil ditimpuk 1:05:45 juga. 1:05:46 Mukanya. Nabi duduk di antara kedua 1:05:48 mereka sambil senyum. 1:05:51 Wah luar biasa Bib. 1:05:54 Jika ada dalam cerita yang lain apa 1:05:55 namanya yang perempuan yang tadi yang 1:05:57 ngasih makanannya dipecahin tuh piring. 1:06:00 Nabi senyum. Igharat ummukumm kata Nabi 1:06:02 sallallahu alaihi kepada sahabat yang 1:06:03 lain. Umi kalian lagi cemburu tuh. 1:06:08 Nah sifat seperti kayak gini kita bakal 1:06:09 baca di 1:06:10 Syamail. He eh. Oh luar biasa jadi 1:06:11 kepribadi kepribadian Baginda sallallahu 1:06:13 alaihi wasallam fisiknya dan 1:06:15 sifat-sifatnya kesabarannya, 1:06:17 ketawadhuannya, keberaniannya 1:06:19 itu di kitab Syamail. Masya Allah. Jadi 1:06:21 intinya apa? Ya kenalan dulu berarti. He 1:06:24 eh betul. Tak kenal maka tak sayang gitu 1:06:25 ya. Tak kenal. 1:06:28 Juga lihat bagaimana eh 1:06:30 pewaris-pewarisnya urghubu Muhammadan fi 1:06:32 ahli baitih ya kan lihat bagaimana 1:06:34 perilaku eh pewaris-pewarisnya, ahli 1:06:37 baitnya, ulama-ulama itu cerminan kok 1:06:39 dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. 1:06:40 Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan apa 1:06:42 kata Sayyidina Abu Bakar Siddiq? Eh 1:06:44 lihatlah Baginda dalam keluarganya. 1:06:47 Gitu itu kata Sayyidina Abu Bakar 1:06:48 Siddiq. 1:06:49 Wah juga banyak-banyak selawat. 1:06:52 Masya Allah. 1:06:52 Yang banyak-banyak baca selawat itu 1:06:54 eh bukti cinta dan juga 1:06:57 resep untuk menambahkan cinta. He eh. 1:06:59 Selawat itu banyak-banyak 1:07:02 baca Syamail tuh ya. Naam. Untuk Ibu 1:07:05 Tini tadi ya. 1:07:06 Eh 1:07:08 Ada terjemahannya Bib ya? Ada 1:07:10 Oh banyak Bib, ada. Banyak 1:07:11 terjemahannya. Syamail Tirmidzi banyak 1:07:12 kok terjemahannya. Syamail Tirmidzi ya. 1:07:14 Sama tadi satu lagi? E Wasail dulu, 1:07:16 belum ada terjemahannya. Wasail belum 1:07:17 ada Syamail belum Ada bahasa Arabnya. 1:07:19 Masya Allah, masya Allah, masya Allah. 1:07:21 Memang kalau kita cinta sama seseorang 1:07:24 pasti kita ngikutin gerak-gerik 1:07:26 bahkan dari sesuatu yang detail ya Bib 1:07:28 ya. Betul banget. Bahkan tanpa kesadaran 1:07:30 Syuk. Tanpa kesadaran ya. Bukan 1:07:31 pengen-pengen niru, enggak. Kalau memang 1:07:33 sudah cinta beneran ente enggak sadar 1:07:34 ente niru. Betul-betul. 1:07:36 Iya juga ya. Betul. 1:07:38 Cara senyumnya, cara jalannya. Heeh. 1:07:40 Ya beberapa fenomena anak muda zaman 1:07:42 sekarang mungkin 1:07:44 suka sama artis Korea siapa apa aja 1:07:46 diikutin. Rambutnya, kulitnya bahkan 1:07:49 suntik putih katakanlah ya Allah. 1:07:53 Bajunya, waktu itu kerja sama sama salah 1:07:56 satu grup musik ada rumah makan Heeh. 1:08:00 siap saji kerja sama sama salah satu 1:08:03 grup musik yang cukup terkenal. 1:08:05 Kalau enggak salah BTS apa-apa. Heeh. 1:08:07 Itu penuh sama Gojek, Gojek-Gojek penuh 1:08:12 gara-gara untuk menyerbu 1:08:14 paket makanan Oh iya. yang bungkusnya 1:08:16 ada gambar ee fans mereka. Oh gitu ya 1:08:19 Habib. 1:08:21 Segitu nya cinta sama grup musik. Nah, 1:08:23 apalagi cinta sama Nabi Muhammad 1:08:25 sallallahu alaihi wasallam. 1:08:26 Allahumma sholli wasallim alaihi. 1:08:28 cinta butuh pembuktian ya Habib. 1:08:29 Allahu Akbar. Cinta tanpa pembuktian 1:08:31 adalah bualan belaka. Masya Allah. 1:08:34 Quotes tuh dari Al Bagir. 1:08:37 Ada Bapak Muhammad, ada Ibu Tini, ada 1:08:40 Fatma Dewi, ada Agus Hakim, ada Ibu Risa 1:08:43 di Depok, ada Abu Abdillah, ada Siti 1:08:46 Anisa, masya Allah. Terima kasih banyak 1:08:48 Ikhwan Akhwat yang sudah 1:08:50 menunjukkan antusiasnya dengan 1:08:53 pertanyaan-pertanyaan dan juga 1:08:54 sapaan-sapaan. Mohon maaf sekali belum 1:08:56 terbaca satu persatu kami sapa Ikhwan 1:08:58 Akhwat. Bagi yang mendengarkan melalui 1:09:01 Radio 1:09:02 Sela FM Batam, masyaallah jazakumullah 1:09:05 khair. Kemudian radio Lusiana number one 1:09:08 di Semarang dan radio Rasal di Palembang 1:09:11 radio 1:09:12 Latansa Sukabumi, Madinah Pontianak, 1:09:15 Almas Magelang, radio Habibullah di 1:09:17 Banyuwangi Silaturahim Bondowoso dan 1:09:20 juga radio Silaturahim Yogyakarta. Tidak 1:09:23 lupa kami sapa juga buat eh para 1:09:25 pendengar dari radio Alkhairat di Palu. 1:09:28 Mudah-mudahan bisa mendatangkan manfaat 1:09:30 dan mudah-mudahan menjadi wasilah 1:09:31 hidayah buat kita semua. Terima kasih 1:09:33 banyak sekali lagi Habib atas 1:09:35 penjabarannya dan juga jawaban dari 1:09:36 pertanyaan-pertanyaan ini, masyaallah. 1:09:38 Mudah-mudahan membawa keberkahan buat 1:09:40 Habib. Mudah-mudahan Habib sehat-sehat 1:09:41 selalu senantiasa dalam lindungan dari 1:09:44 Allah subhanahu wa taala. Amin amin ya 1:09:45 rab. Semoga Allah selalu menemani 1:09:48 langkah Habib Ahmad Mushtafa, 1:09:49 insyaallah. Amin amin ya rabbal alamin. 1:09:51 Amin amin ya rabbal alamin. Terima kasih 1:09:52 banyak Habib. Juga terima kasih banyak 1:09:54 Kang Ondy, kameramen yang sudah standby, 1:09:56 masyaallah dari jam 05.30 Kang Ondy. 1:09:59 Habis salat subuh langsung datang ke 1:10:01 studio, masyaallah. 1:10:04 Kang Sandi juga Kang Ajai 1:10:06 eh di meja operator, terima kasih banyak 1:10:09 atas bantuannya dan ikhwan akhwat yang 1:10:11 sudah mendengarkan, mudah-mudahan bisa 1:10:13 menjadi wasilah hidayah buat kita semua. 1:10:16 Baik ikhwan akhwat, Al Baqir Isa Al Kaff 1:10:18 beserta kru yang bertugas mohon undur 1:10:21 diri. Wassalamualaikum warahmatullahi 1:10:23 wabarakatuh.