Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:28 [musik] Uh 0:31 Brazil 0:44 [musik] 0:49 [musik] 1:00 [musik] 1:06 Bismillahirrahmanirrahim. 1:07 Asalamualaikum warahmatullahi 1:08 wabarakatuh. 1:10 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 1:12 wa ala ali sayyidina Muhammad. 1:14 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 1:15 ini hari Rabu tanggal 17 Zulhijah 1457 1:19 Hijriah atau tanggal 3 Juni 2026. Kita 1:23 jumpa lagi dalam acara tamu kita. 1:28 E siapkan fullpen sama kertas nanti akan 1:31 bacakan nomor HP narasumber kita. Anda 1:34 boleh tes anda termasuk karakter yang 1:36 mana. Ini ada teknologi namanya Fokaru. 1:40 Fokkaro adalah solusi mengenali diri 1:43 lebih dalam berbasis suara untuk 1:46 kehidupan yang lebih manfaat. 1:49 Jadi Anda bakatnya apa, karakter Anda 1:52 gimana, itu bisa dilihat suara dari 1:54 suara. Tapi direkam dulu suaranya di 1:58 misalnya kirim hasil suara kira-kira 2:00 berapa detik gitu nanti bisa dilihat 2:03 Anda nih bakatnya ke mana. Jadi Poaru 2:06 adalah platform inovatif berbasis AI 2:11 yang menganalisis potensi minat dan 2:14 bakat Anda melalui suara dikembangkan 2:16 oleh data science center Universitas 2:20 Indonesia. 2:22 Pokokari solusi cerdas ee menentukan 2:25 jurusan dan karakter [berdehem] sejak 2:27 SMA 2:29 ini harusnya ada tiga narasumber kami 2:31 tadinya rencananya menghadirkan Prof. 2:34 Alhadi Bustaman [berdehem] 2:36 FM IPA UI ketua data science center guru 2:41 besar matematika Universitas Indonesia. 2:43 Tapi beliau berhalangan karena ada 2:45 saudaranya meninggal ya, Pak ya. 2:47 Iya. Betul. Kemudian ee yang hadir di 2:50 studio adalah Dranda Rahmiati 2:53 eh masa psikologi, dosen psikologi 2:56 pendidikan eh V Hamka. Kemudian ada 3:01 Bapak Bahri Devi, ST, founder kokaru 3:05 peneliti dan pengembang AI keumatan. 3:09 Nanti kami akan bacakan nomor e HP 3:12 beliau. Asalamualaikum, Pak Bari. E 3:16 Rahmi. 3:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:20 wabarakatuh. 3:21 Bari ini. Masyaallah antum anaknya tiga, 3:24 perempuan semua hafal Quran 30 juz ya. 3:26 Alhamdulillah. 3:27 Masyaallah. Itu gimana itu bisa punya 3:30 tiga. Tiga-tiganya hawal 30 juz gimana 3:34 itu Pak Bari? 3:35 Izin Allah semua, Ustaz. [tertawa] 3:39 Masyaallah. 3:40 Ini dari Padang juga. Kalau Ibu dari 3:42 Payukumbu ya? 3:43 Dari Batu Sangkar. 3:44 Oh, dari Batu Sangkar. Kalau 3:46 Bukittinggi. 3:46 Bukittinggi. Yang Payukumbu siapa tadi 3:48 ya? 3:49 Saya sekolahnya di Payakumbu. 3:50 Oh, sekolahnya di Pay Kumbu. [terkesiap] 3:53 Sekolahnya di Payakumbu. 3:55 Oke, kita mulai dari vokaru nih. Apa 3:56 punya voice karakter you gitu. 3:58 Iya, Pak Ustaz. Voice karakter you. 4:01 Oke. Bisa dijelaskan vokari itu eh 4:03 vokari deh. Vokaru. Vokaru itu apa, Pak? 4:06 Pak Bahri. 4:07 Iya. 4:08 Vokaru itu singkatan sebetulnya Pak 4:10 Ustaz. Jadi dari singkatan voice 4:12 karakter you dari suara kita bisa kenali 4:16 diri kita. 4:17 H 4:17 jadi makanya disebut kita sebut dengan 4:19 vo kar you ya vokaru 4:22 nah itu karakter 4:24 pantas saya tanya dia enggak tahu ya 4:26 [tertawa] aku mau tanya kar tuh 4:28 iya 4:29 apa maksud anda voucher voucher 4:31 [tertawa] 4:33 iya iya 4:33 belum dikenal di ea itu rupanya kalau 4:36 belum dikenal berarti itu yang terbaru 4:38 hari ini, Pak Ustaz. Oh, berarti ya 4:39 memang penemunya ini bertiga ya? 4:41 Iya. Kita ee saya dari ee apa ee dari 4:45 komputer sain-nya 4:46 ee kemudian Ibu Rahmi dari ee 4:48 psikolognya kemudian dari Profesor Alhad 4:51 itu dari matematikanya karena memang 4:54 ee EA itu sebetulnya tidak lepas 4:55 daripada tiga komponen. 4:57 Apa saja? Ada yang pertamanya ahli yang 4:59 mengimplementasikannya 5:01 itu e orang komputer sains, 5:03 orang teknik informatika. 5:05 Kemudian domain ekspertis 5:06 itu kalau hal yang kita bahas hari ini 5:08 objeknya adalah psikolog berarti kita 5:10 bicara dengan psikolog. H. 5:11 Kalau kita bicara tentang kesehatan 5:13 misalnya berarti kita bicara tentang 5:14 dokter. Nah, berarti domain ekertisnya 5:16 dokter. 5:17 Tetapi yang matematiknya tetap ahli 5:19 matematik seperti ee Profaldi itu hadi. 5:23 Jadi seperti itu kira-kira. 5:24 Oh, gitu. Jadi kalau ada orang ingin 5:26 tahu karakternya melalui suara, apa yang 5:28 dilakukan? Bagaimana cara bekerjanya? 5:31 Kalau di kita hari ini cukup dengan 5:34 rekam suara melalui voice notw 5:36 berapa menit? 5:36 45 detik saja. 5:37 45 detik. 5:38 45 detik saja. Ee ee kemudian dalam 5:41 rekam itu cukup ceritakan siapa dia diri 5:43 dia dengan sesantai-santainya 5:46 ya. Tapi suaranya sendiri, jangan gabung 5:48 dengan suara yang lain. 5:50 Oke, silakan pendengar. Kalau mau coba 5:52 silakan kirim ke 0811999720. 5:57 Silakan rekam suara Anda setelah 5:59 kira-kira 45 detik. 6:00 Iya. 6:00 Biar ya cerita suasana pagi boleh 6:03 pokoknya yang penting suara Anda. Mau 6:05 kenalan boleh mau cerita Anda tinggal di 6:08 mana, mau cerita 6:10 apa? 6:11 Hobi. 6:12 Lagu lagunya nyanyi. Lagunya Mbak Halil. 6:14 Boleh nyanyi enggak? 6:14 Ee nyanyi enggak boleh. 6:15 Oh enggak boleh. 6:16 Enggak boleh. mesti ngomong ya. 6:17 Jadi, jadi mesti ngomong karena kita 6:18 ingin mengenali dirinya. Kalau nyanyi 6:20 itu kan accidented ad ya, 6:22 bukan diri mencerminkan dirinya bukan. 6:25 Jadi ini cerita seperti kita seperti 6:27 hari ini 6:28 gitu tapi cerita diri sendiri gitu ya. 6:30 Nah, nanti dari cukup 45 detik 6:32 tidak habis tuh segelas kopi Pak Ustaz. 6:35 Masyaallah. 6:37 Sekarang 6:38 ke Ibu Rahmi ya. Beliau ini seorang 6:40 psikolog kayak Ibu Rahmi apa perbedaan 6:46 melihat karakter dari suara dengan kalau 6:49 misalnya kita datang ke psikolog lalu 6:52 disuruh gambar diberi 6:53 pertanyaan-pertanyaan yang 6:54 mengulang-ulang gitu 6:56 beri pilihan lalu ada suruh gambar apa 6:59 bedanya 7:00 iya 7:00 kegiatan itu dengan dengan ee voice 7:04 character you atau fokaru apa bedanya 7:06 dengan vokaru betul Pak selama ini kita 7:10 sering untuk mengenali kemampuan 7:13 seseorang itu melakukan tes menggunakan 7:17 pulpen dan kertas. Kadang berbagai 7:20 pertanyaan 7:21 yang kita lakukan. Nah, kalau kita lihat 7:25 dari segi waktu masing-masing aspek yang 7:29 mau kita uji misalnya kepribadiannya, 7:32 bakatnya, minatnya itu butuh waktu 7:34 tersendiri paling tidak 2 jam. H kita 7:37 mendatangi alamat itu ya. 7:39 Dan juga untuk ee bisa tes itu ya kadang 7:44 orang tidak mudah juga mencari di mana 7:46 ada ya gitu akhirnya ya gak pernah 7:49 melakukan gitu. Kemudian 7:52 setiap orang dites 7:55 pasti ada groginya. 7:56 Hm. 7:57 Maka enggak keluar sendiri tes ya. Dan 8:01 apalagi sekarang banyak juga tes-tes 8:03 yang dia perlu latihan-latihan aja dulu 8:06 gitu. Nah, 8:08 jadi semakin banyak dia bisa menghafal 8:11 kunci jawabannya ya akan semakin lebih 8:13 bagus hasilnya. Tapi itu kan belum tentu 8:15 juga menggambarkan dirinya sendiri. 8:18 [mendengus] 8:18 Kemudian kalau kita hitung dari harga 8:22 karena banyak item yang harus dites 8:26 tentu harganya lebih mahal ya, Pak ya. 8:28 Karena item A satu, item B satu, item C 8:32 satu. 8:33 Kemudian orang ee yang ikut tes itu 8:38 hasil tesnya juga kadang terpengaruh 8:40 oleh situasi lagi tes itu. 8:44 Heeh. Lagi macet mau mau ke tempat tes 8:47 macet. 8:48 Ee misalnya nih kalau masih kecil dia 8:52 tidak ee bersahabat wajah saya dengan 8:56 dia sebagai pentesnya. sudah grogi 8:58 duluan ya, Pak ya atau kadang tidak? 9:01 Iya. Nah, kalau ini dengan Poaru 9:06 [mendengus] 9:06 ee alhamdulillah 9:08 dia tidak perlu merasa dites karena dia 9:11 cukup bercerita aja. Misalnya cerita, 9:14 "Wah, saya sekarang bersama Pak Krishna 9:16 bajunya putih, topinya hitam, 9:19 terus kita berada di radio Rasil ya 9:22 paling waktunya cuman 40 9:24 detik 9:25 detik. Dan itu apapun boleh diucapkan, 9:29 tidak harus 9:30 yang penting suara ya. 9:31 Iya, yang penting suara dan tidak 9:33 bergabung dengan orang lain. Dan dalam 2 9:35 sampai 5 menit hasil keluar dan dari 9:39 hasilnya dia sudah tahu siapa dia, 9:42 bagaimana sifatnya, kemampuannya. Kalau 9:45 kayak anak sekolah bagaimana IQ-nya, 9:48 EQ-nya, gaya belajarnya, cara 9:51 berkomunikasinya, dan sebagainya. Tapi 9:54 vocaru memang tidak terlalu menonjolkan 9:57 kekurangannya apa, tapi kita akan 10:00 menyampaikan dalam bentuk saran. 10:03 Misalnya 10:04 ee dia kurang 10:08 ee apa ya kalau dengan ketemu orang itu 10:11 kurang Heeh. kurang PD, kurang apa. Maka 10:15 nanti kita sarankan mulai bagaimana 10:17 menegur orang, bertemu orang dengan 10:19 senyum gitu ya. Jadi tidak diam aja 10:23 terus dengan sapaan yang ini. Ah, kita 10:26 cuman saran yang kita berikan sehingga 10:29 dia tidak kita kupas betul yang 10:31 negatifnya. Karena hampir semua orang 10:33 susah kalau dikasih tahu ini gitu ya. ee 10:37 yang tidak menyenangkan dia. Terus kita 10:40 akan kasih tahu kelebihannya apa. 10:43 Ya, di sini ini bisa dia manfaatkan 10:46 sehingga dengan waktu yang pendek 10:50 hasilnya yang banyak bisa bakat, minat, 10:53 kepribadian, 10:55 gaya belajar dan sebagainya itu bisa 10:58 digunakan untuk pedoman bagi setiap 11:01 orang bagaimana dia mengembangkan diri. 11:04 Pun juga kalau Bapak sebagai gurunya, 11:07 Bapak tahu bagaimana mengarahkan murid. 11:10 He. 11:10 Kalau jadi orang tua 11:13 biar bisa bagaimana berkomunikasi dengan 11:17 anaknya biar paham sehingga tidak anak 11:21 bukan lagi titipan 11:24 ee cita-cita orang tua yang tak 11:26 kesampaian. Nah, misalnya saya dulu 11:29 cita-cita jadi dokter ya sudah ekonomi 11:31 gak memungkinkan. Akhirnya sekarang 11:34 ekonomi sudah bagus ya sudah anak saya 11:36 paksa untuk jadi dokter. Itu kan banyak 11:37 itu, Pak. I. Nah, itu ee akhirnya 11:42 ya 11:43 anak tidak berkembang sesuai dengan 11:46 potensi karakternya. Dan saat ini 11:50 dalam perkembangan kehidupan ke depan ee 11:54 kalau dulu betul kita yakin orang kalau 11:58 IQ-nya tinggi pasti sukses 12:01 ya. Tapi setelah dilakukan berkali-kali 12:04 penelitian 12:06 ternyata bukan, Pak. 12:07 Bukan lagi 12:08 itu cuman pembuka jalan di awal mungkin 12:12 SD, SMP masih terpakai ya, Pak. 12:15 Ke depan 12:16 yang diperlukan karakternya. 12:18 Bagaimana dia bisa 12:21 ramah dengan orang, bagaimana dia gigih. 12:26 [mendengus] 12:26 Ya, kalau kita amati orang-orang yang 12:28 sukses itu kan bukan yang pintar saja. 12:31 Tapi gigih 12:33 jatuh bangun, jatuh bangun ya itu kan 12:36 karakter tidak cepat [berdehem] putus 12:38 asa 12:40 ya. 12:40 Nah. Heeh. Nah, jadi maka ee kita ke 12:44 depan ya karakter ini yang yang akan 12:47 kita beri 12:51 apa ya informasi kepada dia. Jadi dia 12:54 mengenali dirinya sebagai langkah awal 12:56 untuk pengembangan. 12:57 Oke. 12:58 Ya. 12:59 Baik. Ya, penengar Radio Silaturahim, 13:02 kami masih membicarakan soal Pak Karu, 13:05 yaitu 13:07 ee platform dari yang inovatif ya, 13:10 berbasis AI yang menganalisis potensi, 13:14 minat dan bakat Anda melalui suara 13:17 dikembangkan oleh Data Sainen Center 13:20 Universitas Indonesia. Di sini ada Bapak 13:23 Bahri Devi, founder dari Fokaru. Fokaru 13:27 itu singkatan dari Voice Karakter. 13:30 Kemudian di sini ada juga Dranda 13:32 Rahmiati, 13:34 dosen psikologi pendidikan di UHAMK. Ini 13:38 sudah ada yang masuk nih. Kasih suara 13:39 nih. 13:40 Bentar ya. Siapa namanya nih? 13:42 Tapi laptopnya nyalain dulu. 13:44 Bisa enggak? Enggak apa-apa langsung 13:45 aja. Ini lebih prepare di sana 13:48 nih. Siap. Suaranya apa nih? Suara 13:51 dengar. kita dengar ya. Heeh. 13:55 Bisa langsung suara 13:55 enggak? Engak suara enggak keluar 13:57 suaranya. Bang Krisna dan semua yang 14:01 sekarang hadir di antaranya tamu. Hari 14:04 ini saya nyimak Jana Arifin dari 14:07 Sukabumi. 14:08 Oh dia 14:10 gimana tuh? 14:10 Coba dikirim Ustaz suaranya 14:12 berapa menit? 14:12 Oh dikirimkan nomor itu. 14:14 Oke. E Jan Arifin tolong dikirim dicatat 14:17 nomor teleponnya ya. 0877 14:20 ini langsung saja. 14:21 Hah? 14:22 Langsung ke sini aja. 14:24 Oh, tunggu ke ke nomor Bapak di 14:25 dibacakan aja. 14:26 Iya, langsung aja. 14:28 08178 14:35 73 14:37 794. 14:39 Oke, silakan kirim suara Anda. 14:41 Nama dan usia. 14:43 Nama dan usia ya. Juga di dicantumkan 14:45 juga disebutkan juga. 0817 14:49 708 14:52 73 14:53 794 14:57 0817 kemudian 708 15:01 73 794. Nah, jadi kirim suaranya ke 15:06 nomor tadi, nanti akan [berdehem] 15:09 dilihat Anda karakternya seperti apa. 15:12 Oke, silak sambil nunggu saya mau 15:14 nanya-nanya lagi ke Pak Bahri Devi nih 15:18 sebagai penemu ya, peneliti dan 15:20 pengembang AAE keumatan ini. Bagaimana 15:23 ceritanya bisa menemu metode ini? 15:26 Oh, siapa 15:28 itu? 15:30 Eh, 15:30 pokaru voaru voice 15:32 voice karakter 15:33 karakter you 15:35 ya. Voice karakter you. 15:37 Eh, ini sebetulnya agak unik juga ee Pak 15:41 Ustaz. Jadi 15:42 saya bukan Ustaz, 15:44 Pak Kresna. 15:46 Pak Haji ya. [tertawa] 15:49 Ya. Baik-baik, Pak. 15:51 [berdehem] 15:51 Jadi di ada di suatu ee apa di bulan 15:54 Ramadan ee ada biasanya imam itu hadir 15:59 hanya dengan di apa dia sendiri ya ee 16:02 memberi ceramah gitu. 16:03 Kemudian biasanya ceramah itu kan satu 16:05 paket ya Pak Ustaz dengan imam gitu ya. 16:07 Nah tetapi saat itu 16:09 ee ternyata yang ceramah beda dengan 16:13 yang jadi imam. 16:14 He. 16:15 Tapi suaranya nih mirip-mirip 16:16 mirip-mirip gitu. He. 16:18 Nah, setelah akhir salat tarawih itu 16:21 kemudian mereka kenalkan ini anak saya 16:24 katanya seperti itu oleh ustaz yang ee 16:27 yang biasa ngisi itu, gitu ya. 16:29 Nah, dari situ saya timbul, oh ada ya 16:33 kemiripan antara suara bapak dengan 16:35 anak. He. 16:36 Kemudian oh ada ya bisa dikendali ya. 16:39 Saya sebetulnya tadi enggak tahu nih 16:40 anaknya 16:41 gitu si bapak ini. Tetapi saya kok 16:43 mendengar suaranya nih mirip Bapak Ustaz 16:46 ini. 16:47 Tetapi dikatakan mirip enggak 100% 16:49 gitu kan. Mungkin hanya sekitar 10 atau 16:51 20% lah gitu. 16:53 Nah, dari situ akhirnya saya penasaran 16:56 ee Pak Ustaz saya ee biasa orang yang 16:59 ngulik-ngulik gitu ya Ustaz ya 17:01 gitu kan. Sesuatu itu ingin saja ditahu 17:02 secara ilmiahnya bagaimana gitu kan ya. 17:04 Kita cari jurnal, kita cari apa segala 17:06 macam. Betul enggak sih suara orang ini 17:08 membedakan orang dengan orang lain gitu? 17:11 Secara apa? Secara biasa hari ini kan 17:13 iya suara Pak Ustaz Krishna saya enggak 17:15 bisa tiru 17:16 ya kan? Pendengaran kita memang bisa 17:18 langsung membedakannya. 17:20 Iya betul tapi secara objektifnya secara 17:22 kuantitatifnya gimana? Kan saya perlu 17:25 uji gitu Pak Ustaz 17:26 ya kan? Akhirnya saya coba mencari suara 17:30 orang di YouTube. Kemudian saya 17:32 kumpulkan suaranya mulai dari dia usia 6 17:35 tahun sampai 35 tahun ada puluhan suara. 17:39 Tidak hanya satu orang gitu. Kemudian 17:42 ada sekitar 25 orang sampel yang saya 17:43 ambil dari suara itu. Dari suara si A 17:47 misalnya, ternyata suara si A itu 17:49 walaupun dia dari kecil kemudian sudah 17:51 berakil baligh, kemudian sudah 17:52 bermacam-macam kegiatan dia lakukan 17:54 sampai usia 35 tahun gitu misalnya kan. 17:57 dari 6.600 warna suara yang bisa kita 18:00 identifikasi itu 33 di antaranya tuh 18:03 statis tidak berubah. 18:05 He. 18:05 Nah, ternyata yang tidak berubah inilah 18:07 yang menyatakan bahwasanya 18:08 yang betul-betul karakternya itu 18:10 yang betul-betul karakternya itu yang 18:11 mencirikan 18:13 dia 18:13 dia sendiri gitu. Yang disebut dengan 18:16 bio voice-nya dia. H 18:18 kembar tapi bisa lain ya. kembar bisa e 18:20 ada 33 e dia beda suaranya beda 18:23 gitu suaranya beda. Makanya ini agak 18:25 menarik juga nanti ini Pak Ustaz kalau 18:27 orang ada tes DNA nanti untuk mencari 18:29 keturunannya kita sebetulnya insyaallah 18:32 [tertawa] dari voice juga yang pandai 18:33 ber ee apa namanya impersonate gimana 18:36 dia orang pandai meniru-nirukan suara 18:39 itu 18:40 kayak siapa namanya yang suka di TV 18:44 yang 18:44 suka misalnya 18:46 yang jago gila galang gilang gilang dia 18:49 kan pintar meniru-nirukan suara 18:51 presiden, suara penyanyi lain itu gimana 18:54 tuh 18:54 iya Nah, ee sebetulnya kan ee di sini 18:57 lagi-lagi kejujuran ya yang kita 18:58 identifikasi adalah diri kita sendiri 19:00 gitu ya. 19:01 Harus pakai suara aslinya di 19:02 harus suara asli kita sebetulnya gitu 19:04 kan ya. Karena bagaimanapun teknologi 19:05 juga ada batasnya 19:07 gitu kan. Tidak sempurna juga gitu kan 19:09 ya. Nah, tetapi walaupun demikian kami 19:11 sudah menguji juga secara matematik. 19:14 Jadi kalau secara matematik itu ada min, 19:16 ada median namanya. Jadi dalam hal ini 19:18 kita ngambil median tuh gitu kan. 19:19 Artinya kalau suara pun dia rubah-rubah 19:21 makanya kita ambil 45 detik. H 19:23 45 detik itu dia akan sulit tuh untuk 19:26 merekayasa suaranya gitu kan. 19:29 Ah dari situ nanti itu akan dapat ciri 19:31 suaranya dia yang sebenarnya itu 19:32 bagaimana gitu. Nah itu yang menjadikan 19:35 inilah karakternya dia. 19:36 Nah dari situ nanti kita ketahuan berapa 19:38 tinggi sih frekuensi suaranya untuk 19:40 giternya misalnya untuk simmernya kalau 19:42 di fitur-fitur suara gitu ya Pak Ustaz. 19:43 Nah itulah yang kita jadikan 19:45 menginterpretasikan kayak ini. 19:46 Baik. Sudah ada belum yang masuk? 19:48 Silakan kirim suaranya ke 0817. 19:53 Kemudian 708. 19:56 Oke. Heeh. Ini banyak sekali yang masuk, 19:57 Pak Ustaz. Cuman ee kita agak terbatas 20:00 juga ya. Kita mungkin 20:01 satu aja dulu deh. 20:02 Satu aja kita ambil ya, Ustaz ya. Ee 20:05 siapa namanya? Ada sebut nama usia usia 20:08 ya. 20:10 Oke, 20:11 satu saja dulu diproses 20:14 0817 20:17 708 20:19 73 794 0817 20:23 70873 20:26 79 20:28 4aru 20:32 solusi mengenali diri lebih dalam 20:36 berbasis 20:38 suara apa untuk kehidupan yang 20:41 lebih 20:43 manfaat. 20:45 Oke, sekarang sedang diolah. Oke. 20:50 Kalau Ibu Rahmi sudah mencoba kepada 20:52 siapa? Kepada anak-anak. 20:55 Eh, 20:57 dari awal-awal kami cobanya ke anak-anak 21:00 dulu dengan ini, tapi waktu itu kan 21:03 masih dalam tahap proses-proses. 21:05 Terus kita juga ee waktu liburan 21:09 semester 21:11 tahun kemarin 21:13 itu ee kami road show, Pak, di Kabupaten 21:18 ee di Sumatera Barat. H 21:20 kami menguji cobakannya mulai dari 21:23 gubernur ee wakil ee bupati, walikota, 21:28 di Tanah Datar, di Bukit Tinggi, di apa 21:32 kita sudah coba. 21:33 Iya. 21:34 Ee alhamdulillah ya dari mereka ya 21:40 hasilnya kok saya banget gitu. 21:43 Oh gitu ya. 21:45 Heeh. Kok saya banget? baru di waktu 21:48 road show itu kami ee dapat informasi 21:51 ternyata 21:53 ada salah satu wakil bupati di Tanah 21:56 Datar itu yang kuliahnya awalnya di ITB. 21:59 Hm. 22:00 Tapi dia gak tahu ee kondisi badannya. 22:04 Akhirnya ada satu mata kuliah yang dia 22:06 gak bakal bisa lulus. 22:08 Oh. 22:09 Sampai 5 tahun dia di situ ya gak jadi 22:11 lulus. Akhirnya pindah. maka dia baru 22:14 bisa menyelesaikan S1-nya setelah 7 22:16 tahun. 22:17 Hm. Oke. 22:18 Nah, tapi pindah [berdehem] jurusan. 22:19 Nah, itu yang banyak kalau orang tidak 22:22 mengenali dirinya 22:25 cerdas. Mungkin cerdas dia, tapi kan 22:27 masing-masing kita Allah berikan 22:29 kelebihan dan kekurangan. Nah, andaikan 22:32 kita mengenali di mana kelebihan kita 22:35 dan kita pacu di situ, tidak kita 22:37 dibentur terus dengan kekurangan 22:39 kekurangan kita, saya yakin semua orang 22:43 itu sudah dibekali 22:45 oke 22:46 dengan baik oleh sang pencipta gitu. 22:48 Sudah ini 22:49 sudah sedang diproses, Ustaz. 22:51 Sudah sedang diproses ya. 22:52 Karena ini agak banyak yang masuk jadi 22:54 itu 22:54 nyata satu aja dulu. Ya, ini sedang di 22:57 entar nanti di [tertawa] 23:00 yang banyak yang masuk ya ke 0817 23:04 708 23:05 73794. 23:08 Ya, kami sedang bincang-bincang tentang 23:10 teknologi VOARU yang singkatannya adalah 23:13 Voice Character U adalah flat POM 23:18 inovatif berbasis AI yang menganalisis 23:22 potensi, minat, dan bakat Anda melalui 23:25 suara dikembangkan oleh Data Science 23:29 Center Universitas Indonesia. 23:33 Vokaru Solusi Cerdas menentukan jurusan 23:36 dan karakter sejak SMA. 23:41 sudah 23:44 bisa dibacakan belum? 23:45 Oh, belum. Ee mungkin masih proses ini, 23:48 Ustaz. 23:48 Masih proses ya? 23:49 Masih proses. 23:50 Memang karena banyak yang masuk 23:52 jadi ee rata-rata setiap satu suara itu 23:55 diperlukan 2 menit 23:57 gitu kan. Jadi 23:58 ini enggak bahasa boleh apa aja kan? 23:59 Bahasa boleh apa saja 24:00 boleh bahasa Inggris, bahasa Sunda, 24:02 bahasa Tegal, bahasa apa boleh ya? 24:04 Karena yang dilihat karena yang 24:06 karena yang dilihat itu akustiknya ya 24:07 suaranya itu gitu. Jadi bukan bukan apa 24:10 yang dia bicarakan. 24:11 Oke. 24:12 Tapi ee pergerakan dari ee alat ee 24:15 komunikasinya itu 24:16 gelombang suaranya 24:18 itu. Jadi memakan waktu berapa menit 24:21 semua nih? 24:22 Kalau di ee apa 45 sampai hasilnya itu 24:25 kalau per orang itu rata-rata di 3 menit 24:28 selesai. 24:28 3 men. 24:29 Nah, 3 menit selesai gitu ya. Perbedaan 24:31 yang seperti yang tadi Bu Rahmi bilang, 24:33 kalau kita tes psikologi kan mesti 24:35 datang alamat. Terus kadang-kadang 24:38 ketika tes itu keadaan kita sedang 24:40 sakit, sedang enggak ceria, itu juga 24:42 berpengaruh terhadap objektivitas ya. 24:45 Jadi kurang presisi hasilnya. 24:47 Kalau ini insyaallah presisi Ustaz ya. 24:49 Insyaallah persisi. 24:51 Insyaallah persisi. Karena yang ee 24:54 diambil itu walaupun dia mainkan 24:56 suaranya segala macam itu, tetapi yang 24:58 pergerakan dari ee alat komunikasinya 25:01 itu tidak akan pernah bisa direkayasa. 25:03 H 25:04 gitu kan. Seperti misalnya lidah kita 25:06 itu bergeraknya itu pasti alaminya kiri 25:08 kanan gitu kan ya. Kemudian ee 25:11 suara kita tuh besar atau tidaknya itu 25:12 memang dipengaruhi juga oleh 25:13 dinding-dinding ee apa pipi kita ini 25:16 gitu. Oke. Dengan dia berbisik, 25:18 berteriak, dengan tenang, beda enggak 25:20 tuh hasilnya? 25:21 Ah, yang yang akan membedakan dia nanti 25:24 adalah seberapa tinggi frekuensi yang 25:25 bisa ditangkap oleh ee device kita ini. 25:28 Makanya ee device kita ini kan ee sudah 25:31 standar ya. Kemudian kita menterjemahkan 25:34 bahasa apa? Bahasanya dia itu ke bahasa 25:37 yang kita frekuensi itu. Itu juga kita 25:39 menggunakan standar dunia ee Pak ee ee 25:41 Pak Haji 25:42 gitu kan. Nah, sehingga suara yang 25:44 berbisik kalau dia ada suaranya itu 25:47 ketangkap sebetulnya tetapi dia akan 25:49 menjadi low. 25:50 Oke, gitu. Tapi di kalau di istilahnya 25:53 kita di komputer itu overfitting dia 25:54 gitu [tertawa] kan atau low fitting gitu 25:56 kan. Itu nah kan sekarang seharusnya ada 25:58 Profesor Alhad Bustaman ya. 26:00 Iya. Bustaman. 26:01 Beliau ke guru besar matematika 26:03 Universitas Indonesia. Nah, kalau beliau 26:05 hadir kira-kira apa yang akan tinjauan 26:07 dia apa? ee tinjauan dari sisi matematis 26:10 ee bagaimana bisa membuktikan ini secara 26:13 matematik. 26:14 Oh, begitu. 26:16 Iya. Karena ee kita untuk mendapatkan 26:19 seperti ini kita membutuhkan ribuan 26:20 suara untuk jadi machine learning atau 26:24 ini sebetulnya di ranahnya Prof. Hadi 26:26 itu bisa menjelaskan gitu kan ya. Jadi 26:28 suara kita ini kita kumpulkan sebanyak 26:31 1000 atau 2000 suara. Nah, 2000 suara 26:33 itu nanti mesin kita akan ajari hanya 26:36 satu saja. Kalau yang begini ini loh 26:38 tipis suaranya. Kalau ini yang begini 26:39 loh tipis suaranya gitu. Nah, kemudian 26:41 nanti mesin akan mengkaji dari yang 26:44 begini 6600 suara tadi itu mana sih yang 26:48 paling mempengaruhi si A ini 26:50 gitu kan sehingga timbul istilahnya 26:52 blackbx nanti kalau di AI itu kayak 26:53 gitu. 26:54 Ngomong-ngomong kan sudah ada 26:56 dicopyright belum di hak cipta apa 26:59 segala apa? 27:00 Alhamdulillah hak ciptanya sudah 27:02 dicopyright. 27:03 Sudah copyright-nya sudah ya. 27:04 Sudah alhamdulillah. 27:05 Patennya juga sudah ya 27:06 sudah. Masyaallah. 27:08 Oke. Sudah bisa dilihat belum hasilnya? 27:12 Ini 27:14 belum ada kiriman nih, Pak Ustaz. 27:17 Di di apa? Di server kita di ini di 27:20 Oh, 27:20 di SC 27:21 di UI [tertawa] 27:24 belum datang ke sini ya? 27:26 Jadi suaranya nanti tadi dikirim 27:27 langsung ke server di UI SC. Nanti dia 27:30 sedang proses si itu 27:33 Kuntur 27:33 Kuntur. 27:34 Oke. Oke. 27:38 Ini untuk usia berapa sampai berapa? 27:42 Ee kalau untuk usia yang sekarang produk 27:45 Vokaro itu dibagi dua. Yang untuk usia 27:48 umum. Jadi kalau umum tujuannya umum 27:50 bebas usianya dari berapa saja. Tetapi 27:52 minimal itu dari usia 15 sampai ke ee 27:55 kalau dari TK SD enggak bisa. ee 27:58 kebutuhan fasetnya faset ya Bu Aj. 28:00 Iya. [tertawa] Fasetnya sedang kita 28:02 proses, Pak. 28:03 Oh, gitu. 28:04 Iya. 28:04 Bisanya SMP mungkin bisa ya? 28:06 E SMP ee bisa itu sebetulnya kita 28:09 lakukan karena yang penting kan kita dia 28:11 bersuara 28:12 gitu kan. E cuman memang kebutuhannya 28:14 itu fasetnya itu apa saja yang 28:15 dibutuhkan oleh seorang anak SMP gitu. 28:17 Nah, itu yang sedang dikaji secara ee 28:19 riset gitu. 28:21 Kalau usia sudah 50 60 tahun begini 28:23 untuk manfaatnya apa? Kan dia sudah 28:25 selesai udah ada di jurusannya gitu. 28:28 Iya. [tertawa] 28:30 Kalau udah lansia ya, Pak ya mendekati. 28:32 Heeh. 28:33 Manfaatnya apa? 28:34 Bapak kita ya mungkin Bapak dan saya 28:37 hampir sama lah ya. 28:39 Kalau Bapak pensiun enggak ada kerja 28:42 kita banyak dengar orang sebentar 28:44 pensiun sudah sakit ya, Pak. 28:46 Kenapa? 28:47 Karena aktivitas sehari-harinya biasanya 28:50 sibuk. 28:51 Hm. 28:52 Pagi menyiapkan diri terus berangkat. 28:54 Iya. 28:55 Terus begitu pensiun di rumah saja. He. 28:58 [berdehem] 28:58 Maka yang banyak tuh sering laki-laki 29:01 yang kita sebut dengan post power 29:03 syndrome. 29:04 Ya. Jadi dia bingung mau ngapain lagi. 29:07 Nah, apa gunanya ada Poaru sebelum itu 29:11 dia mengenali dirinya, dia paham ke arah 29:14 mana. Misalnya kayak saya nih, saya 29:17 lebih ke orang sosial. He. 29:19 Maka saya dari sekarang sudah mulai 29:21 menyiapkan diri saya 29:22 H 29:23 di kampus sebentar lagi pensiun. 29:25 Hm. 29:25 Maka saya harus bentuk cari lingkungan 29:28 mana yang memungkinkan saya ada di situ. 29:32 Misal masuk ke sekolah lansia kita nanti 29:35 akan ketemu teman-teman itu. Kita lebih 29:39 ke agama misalnya ikut kita tahsin 29:43 bikin jadi apa atau kalau di rumah 29:46 ngapain kita suka tanaman. He. 29:48 Jadi sebelumnya kita sudah ada persiapan 29:52 kalau suka tanaman bukan otomatis. 29:54 [berdehem] Tanpa ini kan dia pasti akan 29:56 kalau memang di hobi tanaman kan tanpa 29:58 ini pun dia sudah otomatis ke sana 30:00 ya. Kan selama ini dia sudah sibuk Pak, 30:02 enggak sempat kan Pak jam 30:05 ya kalau di Jakarta dia kerja misalnya 30:07 ya pagi sudah berangkat kerja terus 30:12 pulang sudah sore enggak sempat. Jadi 30:13 dia sudah lupa dengan sudah sekian tahun 30:17 sudah lupa dengan apa dia itu gitu. 30:19 Oke, Pak Bari sudah ada yang masuk. 30:21 Sudah ada masuknya. 30:22 Oke, maaf Ibu kita potong Bu. 30:23 Iya, 30:24 iya. 30:24 Sudah ada yang masuk. Ini yang di kita 30:26 berhasil proses itu Ibu Titi Indrawati 30:29 nih. 30:29 Bu Titi Indrawati. 30:30 Bu Titi Indrawati. 30:32 Hm. 30:33 Iya. 30:33 Suaranya bisa dikeluarin dulu apa 30:34 gimana? 30:35 Ee sudah langsung hasil. 30:37 Sudah hasil. Oh, 30:37 sudah langsung hasil ya. 30:38 Heeh. 30:39 Heeh. 30:40 Hasilnya seperti apa? Hasilnya Ibu 30:42 titik. Ini dari analisa kita kalau 30:44 dilihat dari sifat ee dasarnya itu ee 30:49 Ibu suka ekstra version sebetulnya 30:51 orangnya sosial 30:53 sosial 30:53 energik 30:54 energik 30:54 suka berinteraksi dengan orang lain. 30:56 Hm. 30:57 Mungkin bisa dikomentar langsung. 30:58 [tertawa] 31:00 Nah, kalau berperilaku apa dalam 31:03 kelompok ini ee Ibu Titi ini lebih 31:07 kepada orangnya visioner nih, tegas, 31:09 ambisius, berani mengambil risiko, 31:11 berorientasi pada hasil, result oriented 31:14 ini kelihatannya seperti itu. Kemudian 31:16 kalau lihat gaya berpikir, Ibu ini lebih 31:19 cenderung kepada orangnya emosional, 31:22 ekspresif, empatik nih, menghargai 31:24 hubungan sosial. Terus kalau kemampuan 31:26 ee untuk cara berpikirnya Ibu ini 31:28 kemampuan berpikirnya analitis dalam 31:31 memecahkan masalah. Nah, itu itu kalau 31:33 dilihat dari empat utamanya saja, Pak. 31:36 Ee ee Pak Haji. Tapi kalau kita lihat 31:40 lagi nanti misalnya bagaimana ket apa 31:43 ketertarikan pada ide-ide abstrak oleh 31:45 ibu ini misalnya kan ee ide intelektual 31:47 dan konsep misalnya gitu kan. ini ibu ee 31:51 Ibu Titi ini tinggi tinggi yang 31:53 bersangkutan sangat tertarik pada 31:55 ide-ide abstrak intelektual terang apa 31:57 misalnya 31:58 ide-ide ee yang 32:00 sulit barangkali orang lain 32:02 menterjemahkannya gitu ya tetapi ee 32:06 dia dengan mudahnya mungkin seperti 32:10 bahasa matematik barangkali Pak Ustaz ya 32:12 senang tray and error. 32:13 Iya senang tral and error gitu kan ya. 32:15 ee yang kalau kasat mata bisa 32:19 memindahkan misalnya kunci ke sebelah 32:20 kiri ke sebelah kanan itu kan kasat 32:21 mata. 32:22 Tetapi kalau ide abstrak misalnya 32:24 bagaimana ya kalau seandainya saya bikin 32:27 sesuatu menghasilkan sesuatu seperti ini 32:29 gitu mungkin imagine ya. Ah itu kan 32:32 abstrak di itu lebih suka kelihatannya 32:34 seperti itu gitu. 32:35 Ee 32:37 kayaknya perenungannya lebih lebih 32:39 tinggi juga nih. 32:40 E kalau bisa Bu titiknya telepon 32:42 konfirmasi betul enggak seperti itu ya? 32:44 Ah. Iya. 32:45 Bu Titi bisa telepon enggak ke Rasil? 32:48 Kasil ke 0218451512 32:51 atau ke 0811199720? 32:55 Iya. 32:55 Untuk betul enggak? Seperti yang 32:57 dikatakan Pak Bahari [tertawa] itu. 32:59 Heeh. 33:02 Ini ada 40 lagi ciri-cirinya Ibu nih 33:04 yang bisa apa kita sampaikan 33:06 apa misalnya lagi 33:06 termasuk bagaimana nih cara kita 33:08 komunikasi. Kalau saya ketemu dengan Ibu 33:10 Titi dan saya ingin berkomunikasi dengan 33:12 Ibu, saya mungkin ee misalnya cara apa? 33:16 memberi apresiasi ya, ee Ustaz. Nah, di 33:20 situ saya akan berikan penghargaan 33:22 spesifik dan personal. H. Jadi kalau 33:24 saya ketemu Ibu, saya beri apresiasi 33:25 bahwa Ibu memang ee apa ee 33:30 pengetahuannya tentang ee masak-memasak 33:33 ini 33:33 ya membuat ini spesifik ya membuat ini 33:36 ini memang sangat luar biasa dan hanya 33:39 Ibu yang yang punya Ibu sendiri yang 33:41 bisa ini gitu jadi personal betul kita 33:43 melayaninya gitu kan. Nah itu salah 33:45 satunya gitu. 33:46 Jadi kalau kita sampaikan secara umum 33:47 gitu ibu ini kurang tertarik 33:49 kelihatannya walaupun dia berhasil gitu 33:51 tapi kita ungkapkan secara umum. H 33:53 yang bagus itu ibu ini gitu misalnya itu 33:55 kurang tertarik. Tetapi kalau langsung 33:57 kita sampaikan ibu ibu memang luar 33:59 biasa. Ibu memang ee apa kreasinya ini 34:03 tidak ada orang lain hanya kecuali ibu 34:04 nih meang ibu hebat gitu misalnya 34:06 dalam hal masak apa dalam hal apa 34:07 e misalnya seperti itu salah satu contoh 34:09 kita cara kita memberi apresiasi. 34:11 Oh 34:12 nah gitu kan kalau kita cara menolak 34:15 permintaan. Ah, ini ada juga nih kalau 34:18 kita ingin menolak permintaan dari Bu E, 34:20 Bu Titi tadi misalnya kan di sini kita 34:22 ditunjukkan caranya menolak permintaan 34:24 dengan sopan dan memberikan alternatif 34:26 solusi. 34:27 Kan ada juga orang yang menolak, 34:28 "Ah, lu gitu aja." 34:30 Nah, gitu kan sampai di situ. Tetapi Bu 34:32 Titi akan lebih senang kita tolak. Iya, 34:35 gitu kan. Tetapi Bu mungkin lebih baik 34:37 Ibu nemuin Pak Ustaz untuk meminta 34:39 arahan misalnya. Ah, itu lebih senang 34:41 tuh seperti itu gitu. Nah, ada 34:44 itu kan itu kan sik sikap-sikap dari 34:46 eksternalnya 34:47 bukan 34:49 ya. 34:49 Bagaimana dia memperlakukan Bu Titi itu. 34:52 Kalau yang dari Bu Titi sendiri apa yang 34:53 harus dilakukan? 34:54 Dari Bu Siti dari Bu Titi sendiri 34:56 misalnya cara menunjukkan kepedulian. 34:58 Nah, misalnya kan kalau Ibu Titik ingin 35:00 menunjukkan kepedulian kepada orang lain 35:01 maka tunjukkan empati dan perhatian 35:05 melalui tindakan nyata dan dukungan 35:06 emosional. H 35:07 jadi tidak hanya sekedar dukung 35:09 emosional, tapi juga tindakan nyata nih 35:10 kalau Ibu memberikan ini kepada orang 35:12 lain gitu misalnya ya. 35:13 Kemudian cara mendengarkan orang lain 35:15 ini kan orangnya lebih estrovert tadi ya 35:17 ee lebih suka sosial energic tadi. 35:20 Praktikkan mendengarkan aktif dan respon 35:22 yang empati gitu kan. Karena kalau orang 35:26 suka bicara kan [tertawa] 35:27 harus didengar. 35:29 Jadi ini belajar jugalah mendengar gitu 35:32 kan [tertawa] seperti e gambarannya 35:33 seperti itu. 35:35 Ini ada arahan juga ada gambaran juga 20 35:38 arahan ee bagaimana seorang ibu titik 35:41 berkomunikasi dengan orang lain. 35:43 Kemudian ada juga hasilnya di sini 20 35:46 juga kita buatkan di sini bagaimana 35:48 orang lain bisa ee berkomunikasi dengan 35:51 lebih harmonis dengan Ibu gitu. 35:53 Itu kira-kira gitu. 35:54 Masyaallah. Jadi ada berapa item tuh 35:56 itunya analisisanya? Ada 35:59 ada 70-an. 36:00 70. 36:01 Waduh. Ini kalau kita tes secara 36:04 konvensional ini ee 36:07 sekitar 1.000 soal yang harus dijawab. 36:10 1000 soalan 36:11 soal konvensional. 36:12 Konvensional. Dan kemudian mungkin 36:14 waktu-waktu kalau 1000 itu sekitar ee 36:16 100 anggap 100 lembar per halaman 36:19 [tertawa] 36:20 ya dengan catatan 10 soal per halaman 36:23 dengan catatan kita enggak stres duluan. 36:26 Aduh, ini lembaga psikologi gimana? 36:29 Oh, justru semakin kuat dengan adanya 36:31 ini, Pak Ustaz, ya kan? Semakin terbantu 36:35 heeh semakin terbantu. Ibarat dokter 36:37 gitu kan selama ini susah untuk 36:39 mengetahui darahnya, tapi dengan adanya 36:41 cek lab darah 36:42 dokter lebih senang kan? Wah, ini 36:44 tinggi, ini sedang, ini tinggi, ini 36:45 sedang gitu. 36:46 Pas memberikan obatnya. 36:47 Ah, lebih pas memberikan obatnya. Justru 36:49 masa terbentuk. Makanya lembaga apa? 36:51 Psikologi UI sekarang kerja sama dengan 36:53 kita. 36:54 Oh, gitu. senang sekali. 36:56 Nah, kan di TV apa di media sosial kan 37:00 banyak pejabat juga ngomong itu bisa 37:02 deteksi dong suaranya Pak Balil, Pak 37:04 Prabowo. Bisa dong ya. 37:06 Sangat bisa sekali. 37:07 Sangat bisa. Sudah pernah di dicek 37:09 belum? 37:09 Suara siapa? Pak [tertawa] 37:10 Prabowo misalnya 37:11 sudah 37:12 sudah 37:12 sudah 37:13 gimana dia orangnya? [tertawa] 37:16 Ini kredensial kayaknya, Pak Ustaz. 37:18 Enggak berani kita ngungkap. 37:20 Iya. [tertawa] Tapi saya lihatkan aja 37:21 grafiknya nih, Pak Ustaz hasil 37:24 penelitian nih. Gitu kanimbangnya 37:28 [tertawa] 37:29 apa gitu. 37:29 Tapi tapi yang jelas e seperti Pak 37:32 Probow itu orangnya tangguh 37:34 tangguh 37:34 tangguh gitu kan ya. 37:35 Sabar 37:36 ee kesabarannya tinggi 37:38 tiga kali ngikut ya Bro. Tiga kali apa 37:40 empat kali itu 37:41 ketangguhannya tinggi. 37:43 Nah, izin kalau sedikit boleh 37:45 menyebutkan orang lain lagi. 37:46 Kalau Pak Limbong, 37:48 Pak Limbong 37:49 ah itu orangnya suka menghindari konflik 37:51 itu. 37:51 Oh, gitu. 37:52 Heeh. Itu dari dia dia kolosannya itu 37:55 dia agribess jatuhnya 37:57 itu yang kalau ee Pak e Pak Limbong yang 38:00 pernah 38:00 kalau Pak Purbaya he 38:02 ana ini orangnya open nih. H 38:04 gitu kan ee suka berpikir di luar 38:07 konteks gitu kan. H 38:08 ee kayak out of the B gitu. 38:11 Oh, gitu. 38:11 Gitu kan. Orang yang enggak biasa 38:12 memikirkan ini dia terpikirkan itu. 38:14 Oke. 38:14 E itu tuh kalau Pak Purbaya 38:16 kalau Rocky Gurung. 38:17 Kalau ah Rocky Gorong belum ada saya ini 38:19 tuh [tertawa] 38:21 belum belum ada. 38:21 Berbaya sudah ya. Siapa lagi yang sudah? 38:23 Ee 38:24 Gibran sudah belum? 38:25 Siapa? 38:25 Gibran. 38:26 Gibran belum. Belum. Gibran belum. 38:28 [tertawa] 38:30 Pernah diminta tapi kita enggak pernah 38:32 lakukan. Oke, Anda juga boleh ya tes 38:35 suara 38:37 eh melalui Vokaru yaitu Voice eh 38:40 karakter you adalah [mendengus] 38:42 platform inovatif berbasis AI yang 38:46 menganalisis potensi minat dan bakat 38:49 [berdehem] Anda melalui suara 38:51 dikembangkan oleh data saci center 38:55 Universitas Indonesia. 38:57 Ada lagi yang masuk enggak? Silakan yang 38:59 mau suaranya di 39:03 Silikidi. Iya. [tertawa] 39:06 Dites [terkesiap] 39:06 nomornya 08170. 39:10 Kemudian 87 39:12 37 940817. 39:15 Iya. Tadi suara yang masuk itu kurang 39:17 dari 45 detik, Ustaz. Jadi itu yang 39:19 enggak bisa. Oh, tadi kurang. Kalau Ibu 39:21 titi itu kurang. 39:22 Kurang Ibu titi bisa berarti ada 45 39:25 detik. 39:26 Oh, harus 45 detik ya. minimal 45 detik 39:28 gitu. 39:29 45 detik. H 39:33 kalau 45 detik ngomongnya semua uh gitu 39:37 bisa enggak? 39:38 Ee dia tidak ada irama dia polos saja 39:40 itu. 39:40 Oh error juga dia 39:42 kata-kata ya. 39:43 Iya ee dia akan frekuensinya itu timbul 39:46 ee apa turun naik nanti kan. 39:47 Ibacain aja naskah proklamasi atau 39:50 Pancasila bisa ya 39:52 dari ee bisa. Tapi dari hasil penelitian 39:54 kita ini kan semua ee guidance ini kita 39:56 ambil dari riset-riset ee apa jurnal ya 39:59 Pak Ustaz ya. Jadi kalau kita ingin 40:01 merekam itu yang paling pas, yang paling 40:03 menunjukkan dirinya adalah dia bercerita 40:06 apa adanya. 40:07 Wajar aja gitu ya. 40:07 Iya wajar aja. Tidak membaca teks. 40:09 Oh enggak enggak baca teks. 40:11 Enggak baca teks gitu. [berdehem] Jadi 40:13 kalau baca teks itu di levelnya level 40:15 kedua ee ke iniannya ke ee hasil 40:18 akurasinya 40:19 gitu kan. Jadi yang lebih menunjukkan 40:21 siapa dirinya itu adalah ee dia 40:23 bercerita apa adanya seperti kita ini. H 40:24 narasinya apa saja boleh ya. He. Dan itu 40:28 ee apa dia akan yang dituntut sebetulnya 40:31 kenyamanan di situ 40:32 gitu. Kalau dia membaca teks berarti 40:34 otaknya itu sudah menuju kepada kertas 40:37 gitu. Dia sudah dikendalikan oleh 40:38 kertas. 40:39 Oh gitu. 40:40 Jadi bukan lagi otaknya yang bekerja 40:42 kan. Ini sebetulnya juga gabungan dari 40:43 teori neuro sebetulnya ya kan. Jadi 40:46 teori Noro itu adalah ee apa yang kita 40:49 ucapkan ini hasil akumulasi daripada 40:52 otak 40:53 apa yang kita pikirkan tadi itu gitu 40:55 kan. Jadi mulut kita ini kan sebetulnya 40:56 kalau di mobil ini knalpot nih 40:58 sebetulnya Bu. [tertawa] 41:01 Iya kan? Bagaimana iramanya itu 41:02 tergantung ee apa rongga-rongga knalpot 41:04 kan gitu ya. Ada suaranya yang bagus ya. 41:07 Berarti rongga di knalpot itu bagus 41:08 diatur sedemikian rupa kan gitu ya. Nah, 41:10 tapi kalau di kita apa yang dihasilkan 41:13 oleh kerja otak kita e itulah yang 41:15 dikalau dia ngasih 45 detik itu dipakai 41:18 untuk ngaji majian bisa enggak itu? 41:20 Ee iya karena kalau dia tidak 41:23 menceritakan diri dia sendiri sebetulnya 41:25 gitu kan. Jadi kalau mengaji itu kan 41:27 sifatnya dia ad hog ya ee sementara 41:30 ataupun juga sama dengan nyanyi itu 41:32 Ustaz. Jadi yang memang kita harapkan 41:33 jadi bukan nyanyi bukan ngaji tapi 41:35 ngomong gitu ya. 41:35 Iya cerita 41:37 gitu. Cerita 41:37 cerita. Jadi ceritalah tentang diri gitu 41:40 kan. Ee cerita tentang apa saja gitu. 41:42 Yang paling yang penting nyaman. 41:43 Ini Bu Fani mau tanya nih ya. Wah mana 41:45 nih Bu? Kok terfoto? Silakan Bu Fani. 41:47 Telepon lagi. Telepon lagi Bu Fani. 41:50 Kalau mau tanya 41:51 ini ada Pak Suroso. Ada Pak Sume Depo 41:54 I 41:54 wiraswasta juga nih. Beliau ada nih. 41:57 Sudah ada hasilnya? 41:58 Ada. 41:58 Heeh. 41:59 Jadi nanti bisa di WA aja dibalas 42:01 gimana? Gimana 42:03 Pakon baru 42:04 Pak Suroso suruh telepon. 42:10 Iya. Mungkin Pak Suroso coba ini 42:13 telepon ke sini. 42:14 Coba telepon ya. Heeh. 42:15 Oke, silakan Pak Suroso telepon ke 0811 42:20 999720 42:22 atau ke 0218451512. 42:25 He, 42:25 silakan. [berdehem] 42:27 Mungkin juga kita ini juga ee kayak anak 42:30 pelajar. Kalau ini kan umum ya, Pak 42:31 Ustaz. Mungkin kayak pelajar SMA 42:33 barangkali yang kelas 1 SMA atau e kelas 42:36 e kelas 10 ya. 10 lagi libur enggak di 42:39 rumah kali ini. Ya enggak apa-apa kan 42:41 bisa di mana saja yang penting kirim 42:43 suaranya melalui handphone gitu kan tadi 42:45 itu 42:46 itu ini kelebihan kita kan itu juga 42:47 seperti yang dikatakan Bu Rahmi tadi 42:48 kalau kita mencari psikolog yang apa 42:50 profesional itu kita enggak tahu 42:52 tempatnya juga segala macam tapi kalau 42:54 hari ini hadir dari mana saja kita bisa 42:56 salah satunya bisa ee menghindari 42:59 orang-orang yang beda ee kantor tidak 43:02 sesuai dengan fakultasnya 43:03 iya 43:04 atau dia sudah mau saja enggak maksimal 43:07 gitu ya karena 43:08 dia ada di posisi tidak sesuai dengan 43:10 jurusannya, dengan apa karakternya dia. 43:13 Iya, betul. 43:14 Kemarin ada testimoni 43:16 dari apa? Dari Sukabumi. 43:18 Heeh. 43:18 Ee waktu kita analisis anaknya ini 43:21 sebaiknya masuk ke ee salah satu jurusan 43:25 itu ke teknik mesin. 43:26 Baikbaik, kita terima telepon dulu. 43:28 Halo, dari RKW. Siapa nih RKW? Halo. 43:30 Asalamualaikum. 43:32 Halo. Halo. Waalaikumsalam. Dengan siapa 43:35 ini? Maaf. 43:36 Alhamdulillah. Ini dari Pak Agus. Saya 43:39 di Jawa Tengah. 43:41 Oh, Jawa Tengah, Pak Agus. 43:42 Berhasil jadi langsung tertarik telepon 43:45 masuk nih. 43:45 Oke. 43:47 Belum yang ada Pak Su. 43:49 Oh, Pak Agus belum masuk sana ya? 43:51 Belum ada 43:51 Pak Agus tadi belum belum masukin suara 43:53 ke 0817 ya? 43:56 Belum. Saya mau langsung aja rencananya 43:58 enggak bisa karena ini komputer yang 44:01 akan 44:02 tolong dijelaskan disangkanya bisa gini 44:04 ya. Eh, ini kita memang ada jeda, Pak 44:07 Agus. Ee kita pasti rekamkan dulu 45 44:12 detik itu. Nah, kemudian kita harus 44:14 sesuai standarnya ee apa sistem kita 44:17 baru kita proses gitu, Pak Agus. Jadi 44:19 enggak langsung 44:20 Oh, 44:20 enggak langsung live. 44:21 Iya. Iya. I 44:22 gitu. Karena yang ee apa selama ini yang 44:26 jadi targetnya adalah ee karena orang 44:29 yang ingin mencoba tuh banyak langsung 44:31 suara ee jadi bukan satu persatu tapi 44:33 bisa 10 orang sekaligus kita proses gitu 44:36 seperti itu Pak Gus. Jadi makanya tidak 44:37 live dia. 44:38 Heeh. Pak Agus tinggal di mana, Pak? 44:40 Mohon maaf. 44:42 Jawa Tengah Pak Krishna. 44:43 Jawa Tengahnya di mana? 44:45 Jawa Tengahnya di kota militer. 44:49 Kota militer Magelang. 44:50 Magelang. 44:52 Betul. Mendengarkan Rasi melui melalui 44:54 apa? Mendengarkan melalui apa? 44:57 Ini pakai streaming, Pak Agus. 44:58 Oh, pakai streaming. Oke, [tertawa] 45:00 baik-baik Pak Agus. 45:03 Pak Krisna tahu nomornya, Pak Krisna? 45:05 Nanti saya coba kirim. 45:07 Oke. Di 0817 45:10 iya 45:11 70 45:13 70 45:13 87 45:15 87 45:16 37 45:18 37 45:19 94. 45:21 94 081770873794. 45:26 Oke, kirim ke sana suaranya ya. Nanti 45:29 akan dibaca 45:30 suara 45 detik. 45:31 45 detik saja. Baik, terima kasih Pak 45:34 Agus. 45:35 Jangan kurang. 45:36 Asalamualaikum. 45:36 Waalaikumsalam Pak Agus di Magelang. 45:39 Iya. 45:40 Oke. 45:41 Jadi jangan kurang 45 detik tidak bisa 45:44 kita proses. Iya, betul. Ini tiga yang 45:46 baru memenuhi kriteria tadi. 45:48 He. 45:48 Yang lainnya enggak memenuhi rek. Kenapa 45:50 kurang? 45:50 Karena kurang. 45:51 Kurang. 45:52 Kurang. 45:52 Iya. Hasilnya tidak 45:54 pada 45 detik ngomong berapa kalimat 45:57 sih? 45:57 Engak 45:58 10 kalimat. 45:59 10 kalimat paling banyak. 46:00 Paling banyak itu. Iya. 46:02 Tergantung juga ee jeda mereka bicara. 46:05 Iya. 46:05 Jeda. Dan sebetulnya jeda itu mencirikan 46:07 seseorang juga Pak Ustaz. 46:09 Oh. 46:09 Heeh. Gitu. Jadi memang suara kita ini 46:12 sekali kita lontarkan ini kalau kita 46:14 analisis dengan ee alat kita itu ada 46:16 6.600 warna suara sebetulnya Pak Ustaz. 46:18 H 46:19 gitu kan. Nah 66.600 suara itu 30 di 46:22 antaranya ini yang kita ambil ee untuk 46:25 kita analisis dari 6.000 itu 30 kita 46:27 ambil 46:28 suaranya suara ngomong ya bukan nyanyi 46:30 bukan ngaji Quran 46:31 bukan gitu kan jadi suara apa suara 46:33 alami seperti ini 46:34 bukan apa namanya itu ngap ngrap ya 46:36 bukan ya 46:37 bukan bukan 46:38 jadi suara memang suara seperti 46:40 suara lajar seperti ngobrol begitu nanti 46:42 bisa diketahui tuh karakternya seperti 46:44 apa. Ada berapa 46:45 item tadi 70 46:47 70 kalau untuk ee untuk umum 46:49 he 46:50 kalau untuk pelajar ee lebih banyak lagi 46:52 dan lebih rumit lagi. 46:53 Lebih lam Heeh. Kalau pelajar itu 46:55 misalnya ee Pak Ustaz, kita bisa 46:57 mengenali gaya belajarnya. 46:59 Oh, 47:00 gaya belajar itu apakah dia ee video, 47:02 audio gitu kan ya atau reading atau 47:05 visual gitu 47:06 atau kecerdasannya, kerja dalam jumnya 47:09 apa kinestetik atau apa gitu ya. Oke. 47:11 Dan lebih lagi, Pak Ustaz, di untuk 47:13 pelajar itu kita tambahkan teori Clif 47:15 Strength. Itu orang bank biasanya tahu 47:18 itu 47:18 apa itu 47:18 ee teori Clifford Streng itu ee teori 47:21 yang dipakai oleh orang bank untuk apa 47:23 untuk menempatkan seseorang sesuai 47:25 dengan posisinya 47:26 untuk pejabat-pejabat. Nah, kita sebut 47:28 teori kepemimpinan gitu ya, Ustaz ya. 47:30 Nah, kita di SMA untuk pelajar itu kita 47:33 sudah langsung arahkan ini kamu tipe 47:36 tipe kepemimpinan kamu nanti kalau kamu 47:38 seorang pemimpin adalah tipe manajerial 47:41 misalnya gitu kan ya atau tipe executing 47:44 atau tipe eh big thinking misalnya gitu 47:46 kan ya. Hanya ada empat kalau clif 47:48 string itu membagi apa membagi orang itu 47:50 tipe kepemimpinan gitu kan. Jadi kalau 47:52 seandainya dia tipenya adalah tipe 47:54 relasional, maka orang ini sebetulnya 47:56 tidak cocok dia di tipe eksekutor gitu 47:58 misalnya kan. Ahah. Itu dari sekarang 48:00 tuh sudah bisa tuh dierangan. Kalau 48:01 seandainya dia tipe eksekutor, nah ada 48:04 sarannya nanti kamu nanti lebih banyak 48:06 ya diskusi memimpin diskusi gitu. Ah itu 48:09 kalau untuk pelajar tuh gitu. Jadi lebih 48:11 rumit lagi untuk pelajar tuh Pak Ustaz. 48:13 Setiap orang pasti punya bakat. 48:15 Setiap orang pasti punya. Setiap orang 48:17 pasti berbeda-beda itunya. 48:18 Pasti orang pasti berbeda-beda 48:19 dan setiap orang pasti pintar, pasti 48:21 punya potensi yang umum. 48:23 Pasti punya potensi semua. 48:24 Permasalahannya kan tidak mengenali 48:26 diri. 48:26 Hm. 48:27 Arah punya tadi barangkali 48:29 ada orang enggak tahu diri sendiri. 48:30 Kalau [tertawa] 48:31 dan itu yang banyak tidak mengenal diri. 48:35 Contoh kalau ustaz eh Pak Haji ditanya 48:38 nama siapa? Cepat kan jawabnya. 48:40 Iya. 48:40 Tapi siapa yang ngasih nama? Orang tua 48:43 bukan diri. Iya. Agama apa? Islam 48:46 ya itu Muhammad yang bawa, Pak. 48:48 Bukan Bapak yang bawa, bukan diri Bapak. 48:51 Tapi nanti kalau ditanya ee kelebihan 48:54 kamu apa? Ah, itu mulai bingung tuh 48:56 nulis. Kekurangannya apa, harapan kamu 48:59 apa, 49:00 kamu ingin seperti apa ke depan. Nah, 49:02 itu agak sulit tuh. Coba diberikan data 49:05 ke orang itu susah mengisinya. Tapi 49:07 kalau alamat, nama, umur, tempat, dan 49:10 tanggal lahir, wah itu berlari aja bisa 49:12 selesai. Tapi semua itu kan pemberian 49:15 orang bukan dirinya. 49:17 Oh, gitu. 49:17 Jadi dia tidak mengenal dirinya. Kalau 49:19 dia tidak mengenal dirinya, dia susah 49:21 untuk mengarahkan dirinya. Ke mana 49:23 tujuannya akan itulah banyak anak-anak 49:25 itu kadang yang mereka sebut BT, Pak. 49:29 Hm. 49:29 Ya, boring-boring gitu, bingung mau ke 49:32 mana. Gak tahu arah yang mau dia tempuh. 49:36 Nah, maka banyak sekali yang saat ini 49:38 orang stres, depresi dan sebagainya. 49:41 Kalau orang gila gimana? orang gangguan 49:43 jiwa ini dia kan juga bisa bersuara bisa 49:45 di enggak ya ada enggak manfaatnya 49:49 ee ini memang out of the book nih 49:52 pertanyaannya Pak Ustaz 49:53 iya [tertawa] 49:55 belum dicoba it 49:56 belum kita belum kita coba itu 49:57 orang mabok it 49:59 belum belum kita coba it [berdehem] 50:01 heeh belum kita coba 50:02 baru kepada orang yang biasa-biasa tapi 50:06 kalau dia lagi ada masalah apa semua 50:09 orang pasti ada bermasalah 50:11 itu biasa saja aja. 50:13 Cuman kalau yang gila belum di pernah 50:15 dicoba 50:16 karena yang mau dites mau ditanya itu 50:17 kan orang yang normal juga itu 50:19 masalahnya. [tertawa] 50:22 Jadi ee metode ini pola ini tidak 50:25 mengganggu klinik-klinik psikologi ya 50:28 untuk 50:28 Oh tidak 50:28 tidak karena ini baru awal 50:30 untuk berikutnya dia kan bisa 50:32 konsultasi. Jadi kalau anak sekolah di 50:35 sekolahnya kan ada guru BK. Jadi guru BK 50:38 ini akan lebih mudah mengarahkan 50:40 anaknya. nih ke mana? Kan banyak yang 50:43 salah-salah jurusan. ee biasanya untuk 50:46 dia mau selesai itu kan nanya dulu nih 50:49 ke mana nih mau masuk ke mana. Karena 50:51 selama ini ke mana masuk ya tergantung 50:53 orang tua, 50:54 tergantung saudara, tergantung teman, 50:56 tergantung apa. Nah, kalau sudah data 50:58 ini kan guru BK sudah bisa memberitahu, 51:01 "Nak, kalau potensimu ke sini 51:04 h 51:05 lebih baik kamu memilih jurusan ini." 51:07 Jadi, karena ee Tuhan menitipkan 51:11 kepadamu yang begini. H. 51:13 Jadi bukan karena temanmu, tapi karena 51:15 dirimu sendiri. 51:16 Kan orang macam-macam. Ada introvert, 51:18 ada stroveret, ada mudah tersinggung, 51:20 ada selalu ceria. 51:22 Iya. 51:23 Ada yang pemurung. [berdehem] 51:24 Ya, kalau dia introver kerja sosial kan 51:26 susah, Pak. 51:27 Oke. Ee jadi dengan adanya vokari ini, 51:31 apa manfaat apa yang akan dia bisa 51:33 dapatkan? 51:35 dia lebih mengenal dirinya, lebih paham 51:37 dirinya, bisa menempatkan dirinya, bisa 51:40 berperilaku dan bisa 51:42 ee juga memperbaiki dirinya. Reminder 51:46 ya. 51:46 Iya. Bisa menempatkan ke mana saya lebih 51:49 pas ini gitu. 51:51 Ini ada juga Ibu Liza Emida 51:53 ini kita bisa 51:54 dari Palembang tuh dari Palembang dia. 51:55 Dari Palembang ya mau 51:58 sudah sudah masukin suaranya 52:00 ya. Sudah ada istilahnya. Ini tadi Pak 52:02 yang barusan Pak Agus yang dari Magelang 52:04 sudah masukin suaranya katanya. 52:05 Ee sudah ee ditunggu sebentar ya, Pak. E 52:09 kita lihat 52:10 ini yang terus 52:11 Ibu Rami mau tanya kalau orang yang 52:13 kerja jadi menara su mensusuar tuh 52:16 yanguar 52:18 tersendirian ituar 52:19 bagaimana? Karakter apa yang cocok orang 52:21 yang [tertawa] 52:24 benar masuar enggak ngobrol sendirian 52:27 itu gimana? 52:27 Iya. Jadi ya orangnya ya jangan yang 52:30 berjiwa sosial banget, Pak. Karena kalau 52:32 orang sosial kan harus berkomunikasi 52:34 dengan orang, kebahagia ngobrol ya. 52:37 Iya. Jadi kalau dia mengenal dirinya 52:40 maka dia harus e berada di lingkungan 52:44 mana yang sesuai dengan dirinya. Kalau 52:46 orang gak bisa bersosialisasi 52:49 ya jangan berada di lingkungan sosial. 52:52 itu bisa cocok di situ karena itu bisa 52:55 menjadi apa ya orang yang introver Bapak 52:59 bilang itu memungkinkan itu berada di 53:02 situ lebih produktif dia di situ karena 53:04 dia pengin punya gua tersendiri. 53:06 Oke. 53:07 Heeh. 53:08 Salam Pak Bahari dan Ibu Rahmi. Saya 53:11 ingin tanya sejauh mana presisi dari 53:13 penelitian ini? Apakah 53:16 apakah presisinya bagus 100% atau 53:19 bagaimana? Apa ada meleset-melesetnya? 53:21 Oh iya 53:22 iya 53:23 ya. Ee baik Ibu. Ibu siapa tadi Bu? 53:26 Ibu Retno. 53:26 Ibu Retno. Baik Bu Retno. Ee memang ee 53:30 kita ee setelah lakukan ee pekerjaan ini 53:35 kemudian kita validasi ya. Jadi ada 53:36 validasi namanya validasi kuantitas dan 53:39 kualitas. 53:40 Iya. 53:40 Ya. Nah validasi kualitas itu hampir 53:43 waktu kita seluruh road show itu 53:46 menyatakan ini kok ini saya banget gitu 53:49 ya. Jadi kalau kita presentasi dari 53:51 hasil yang masuk Iya itu 53:54 ya 80 sampai 90% lah gitu kan. Kita juga 53:57 enggak mau jumawah gitu Pak Ustaz ya. 53:59 Tetapi dengan suara belakang yang pernah 54:01 tes di tempat tertentu. 54:04 Iya 54:05 terus tolak belakang dengan 54:07 to belakang itu dengan lembaga 54:08 profesional 54:10 gitu kan. Tapi hasilnya yang dia terima 54:12 itu tidak gua banget katanya. Nah, dia 54:15 lebih percaya mana 54:16 yang kita punya sampai dia bukakan 54:19 I 54:20 sampai dia bukakan hasil dari lembaga 54:23 itu. 54:24 Ini loh, Pak. 54:24 Iya. Karena pejabat, Pak. Jadi kan 54:26 setiap pejabat harus dites dulu berat. 54:30 Terus dia sudah memimpin sekian em apa 54:34 unit ya pindah-pindah gitu. Terus hasil 54:38 tes dari lembaga itu 54:40 menunjukkan dia tidak memiliki jiwa 54:43 kepemimpinan. Hm. 54:45 Kepemimpinannya rendah. Ada ada yang 54:48 kita temukan begitu. 54:50 Baik. I [berdehem] 54:51 kita sapa orang-orang yang sudah 54:52 memasukkan suara. Siapa saja, Pak? Ee 54:54 Bahri, siapa saja yang sudah memasukkan 54:56 suaranya? 54:57 Ini ada Nafisah. Ini Nafisah ini pelajar 55:02 16 tahun ini. 55:03 Oh, 16 tahun. Terus siapa lagi? 55:08 Ini Nafisah. ee yang bisa di ini Bu Liza 55:13 Emilda ya. Kemudian Side Semap ee Pak 55:17 Suroso, Bu Titi itu yang baru bisa kita 55:20 proses. Ee cuman Navisa ini coba ee 55:24 kalau misalnya sudah di luar siaran ini 55:26 berarti nanti akan dikirim melalui voice 55:28 mail atau gimana? 55:29 Ee nanti e berarti kan ee nomor 55:32 handphone-nya langsung ke masuk ke 55:33 sistem kita tadi ya. 55:35 Handphone aja. Mantap. 55:38 dia bisa mengetahui karakternya dulu 55:41 gitu. 55:41 Semoga keberadaan kita bermanfaat ini 55:43 Pak Ustaz hanya itu. [tertawa] 55:45 Kita enggak bisa dakwah masalahnya, Pak 55:46 Ustaz. 55:47 Nah, bagaimana orang yang 55:49 anaknya enggak mau di jurusan kedokter, 55:50 tapi orang tuanya penginnya dia jurusan 55:52 kedokteran, tapi dianya enggak minat 55:54 sana. Ada yang dia menyelesaikan lalu 55:57 dia pilih ke musik. Itu gimana, Bu? Jadi 55:59 iya 56:00 antara kemauan orang tua dengan si anak 56:02 beda. Si anak akhirnya tetap sekolah 56:05 ya. Sama dengan gini yang saya cerita 56:08 tadi itu, Pak. Anaknya tuh 56:11 kalau ikan harusnya diarahkan 56:15 untuk berenang. 56:16 Berenang. Kalau burung ya diarahkan 56:19 terbang. Sekarang orang tua dia punya 56:21 anak seperti burung. Orang tuanya maunya 56:24 berenang. Ya, dilatihlah untuk berenang. 56:27 Tapi tentu anaknya akan menemui banyak 56:30 kesulitan, banyak kesal, dan hasilnya 56:33 tentu tidak akan optimal. He. 56:35 Dan kadang akhirnya ya lari 56:37 saat sekolah. Kenapa dia masih tetap? 56:40 Karena masih membutuhkan orang tua. 56:43 He. 56:44 Dan harus patuh. Nah, terus berikutnya 56:47 [berdehem] 56:49 dia [mendengus] makanya kita temukan 56:51 banyak orang yang sekolahnya di sini 56:54 nanti bekerjanya di bidang lain karena 56:56 gak sesuai dengan dia. Nah, tentu 56:58 hasilnya tidak akan seoptimal kalau dari 57:01 awal sudah searah gitu loh, Pak. 57:05 Tidak akan habis umur, tidak habis 57:08 perasaan, tidak habis pikiran, uang, 57:11 kesempatan Darusman. Dulu dia Fakultas 57:14 Ekonomi, 57:15 sekarang dia di musik. 57:16 Iya. 57:17 Lalu Faris RM dulu dia seni rupa di ITB. 57:22 Iya. 57:22 Tapi di musik, 57:23 Mbah. 57:24 Iya. 57:24 Siapa? Mbah Bejo siapa? 57:26 Eh, mic mic-nya. 57:28 Oh, iya. Ee yang Mbah Tejo ya. 57:31 Heh. 57:31 Oh, dia TB juga tuh. ITB juga itu ITB 57:34 keren itu ya kan sekarang lebih seni 57:36 dia. 57:37 Lebih ke seni ya. 57:38 Iya. Coba kalau dari awal seninya 57:40 dibentuk 57:41 mungkin lebih ini maksimal lagi hasilnya 57:43 maksimal lagi gitu ya. Ya itu yang salah 57:46 jalur itu yang banyak Pak. 57:48 Kenapa dia salah jalur? Dia tidak 57:50 mengenal dirinya. Jadi orang berusaha 57:53 dari luar untuk memaksakan 57:56 kehendak ya ujungnya nanti lama-lama ya 57:59 dia akan ee kembali. Kalau pengin 58:02 bahagia kan kita harus melakukan apa 58:04 yang sesuai dengan diri kita, Pak. 58:06 Oke. 58:08 Kalau tidak, maka berlawanan terus 58:10 dengan batin. Maka itulah banyak orang 58:13 yang stres, yang depresi. Kadang SMA 58:17 saja sudah banyak masalah dia kan, Pak. 58:21 Heeh. 58:22 Hasil belajarnya tidak sesuai dengan apa 58:24 bisnis dagang itu bekat juga [terkesiap] 58:26 ya. Itu bisa dilihat ini orang bakatnya 58:29 bisnis. 58:31 dagang itu bisa dilihat dari sini 58:33 secara garis besar bisa, Pak. Dari 58:36 kalau di pelajar SMA ini menarik 58:38 pelajar itu di SMA. Jadi SMA itu ee 58:41 dengan kurikulum baru itu sudah 58:43 diarahkan orang ini apakah dia tipe 58:45 pebisnis nantinya, apakah dia tipe 58:47 kesehatan, bekerja di bidang kesehatan 58:49 atau wiraswasta atau di bidang sains 58:51 nanti gitu. Nah, dari situ nanti 58:55 termasuk juga mata pelajarannya nanti 58:56 itu, Pak Ustaz, 58:57 dia itu sudah ee 59:00 menyatu itu ee dengan ininya. Nah, ini 59:03 kalau ini ada grafiknya juga nih, Pak 59:04 Ustaz. Kalau seandainya ini nih seperti 59:07 ini. Jadi, kita sudah bisa identifikasi 59:09 dari dari sekarang 59:11 ee anak ini kecenderungannya ke mana sih 59:13 bekerjaannya nanti? ke bidang 59:14 kesehatanah, ke sains kah, ke bisnis 59:17 kah, ke kewirausahaanah atau ke ee jadi 59:21 guru ke diniah 59:22 gitu. Ada lima itu sekarang yang jadi 59:24 acuan oleh pemerintah dan itu sudah 59:25 mengacu ke sana. Jadi nanti kalau 59:27 sebagai sound sampel sekarang itu 59:29 ee mungkin Pak Ustaz bisa lihat izin ah 59:32 ini merah ya berarti anak ini lebih 59:34 condong kepada bidang kesehatan nih. 59:36 Nah, kalau sudah kayak gitu artinya apa? 59:38 lebih enak ya 59:39 pembelajaran-pembelajarannya itu. Nah, 59:41 di sini juga ada nih, Pak Ustaz, 59:42 pelajaran apa kira-kira yang sesuai 59:44 dengan dia? Yang pertama, yang kedua ini 59:47 sudah ada ni mata pelajarannya juga, 59:48 Ustaz. Jadi dari 17 itu pelajaran di SMA 59:51 dia sudah bisa tuh pelajaran utamanya 59:52 misalnya matematika, apakah IPA atau 59:55 kimia sudah langsung ketahuan tuh 59:56 itu sebetulnya preferensi untuk dia 59:59 belajar gitu. 1:00:00 Dan kemudian juga ee dari situ nanti 1:00:03 kita akan dapatkan juga apa 1:00:05 langkah-langkahnya dia nanti gitu, Pak 1:00:07 Ustaz. 1:00:08 H 1:00:09 misalnya kalau kalau di sini nanti ada 1:00:12 ee 1:00:15 misalnya 1:00:19 ee ekstra ee apa karena dia kesehatan 1:00:22 tadi misalnya kan aktivitas 1:00:23 ekstrakurikulernya apa? Aktivitas 1:00:25 ekstrakulernya yang cocok adalah seni 1:00:27 dan logika misalnya. Nah, kemudian di 1:00:29 sini ada arahannya juga didorong anak 1:00:31 mengikuti klub seni seperti drama atau 1:00:33 musik dan klub sains atau matematika 1:00:36 untuk mengasah logika. 1:00:37 ada gambar apa arahan seperti itu gitu. 1:00:41 Oke. Aduh, sayang sekali kita. 1:00:42 Jadi lebih mudah, lebih mudah 1:00:45 guru dan orang tua mengarahkan anak. 1:00:47 Jadi tidak perlu meraba-raba di tempat 1:00:49 yang gelap lagi kita. 1:00:50 Oke ya. Sayang sekali ya, Ustaz. Kita 1:00:53 sudah dibatasi oleh waktu. Jadi orang 1:00:56 yang apa dengar yang sudah memasukkan 1:00:58 suaranya gimana? 1:00:59 Ee 1:01:00 akan di akan dibalas ya. 1:01:01 Iya. ee sepanjang yang tadi terpenuhi 1:01:04 kriterianya 45 detik tadi itu. Nah, 1:01:06 nanti ee tidak nyanyi, tidak mengaji, 1:01:09 tidak 1:01:10 dehem, [tertawa] 1:01:11 tidak kurang, 1:01:12 tidak kurang dari 45 detik tadi itu 45 1:01:14 detik. 1:01:14 Nanti nanti akan dibalas ya. Ya, 1:01:16 silakan yang mau juga suaranya akan 1:01:19 dilihat karakternya seperti apa, silakan 1:01:21 kirim suara Anda ke 0817, 1:01:25 kemudian 70, kemudian 87, 1:01:29 kemudian 37 1:01:32 kemudian 94 0817 1:01:36 7087 1:01:39 3794 1:01:41 dengan nama programnya 1:01:44 Foaru. 1:01:46 voice karakter you. Masyaallah. 1:01:51 Baik, 1:01:52 ada lagi terakhir mau disampaikan? 1:01:54 Iya, sedikit, Pak Ustaz. 1:01:56 Ee 1:01:59 orang mungkin meramal apa ee 1:02:01 memperkirakan ini adalah ramalan, 1:02:03 tetapi sebetulnya kita di sini adalah 1:02:06 bekerja secara ilmiah berdasarkan 1:02:08 jurnal-jurnal ee penelitian-penelitian 1:02:10 sebelumnya. sehingga di kita tim ini 1:02:13 bekerja ada profesor matematiknya, 1:02:17 ada ahli psikologinya, 1:02:20 ada orang komputer. Jadi ee yang kita 1:02:23 kerjakan ini ee tidak ee semerta-merta 1:02:27 ada begitu saja, Pak Ustaz. Jadi 1:02:29 benar-benar ini dilatar belakangi oleh 1:02:32 ilmiah yang tinggi 1:02:33 dan latar belakangnya Universitas 1:02:35 Indonesia waktu yang panjang. 1:02:37 Alhamdulillah dalam waktu yang panjang 1:02:39 juga [tertawa] kita sampai ke sini. 1:02:40 Indonesia dan UHAMK. 1:02:42 Iya. Ee kita sampai ke sini saya 1:02:44 pengalaman komputernya hampir 35 tahun. 1:02:47 Masyaallah. 1:02:48 Jadi salah satu misalnya yang kami 1:02:50 kerjakan itu prediksi gelombang laut. 1:02:52 Jadi saya nama saya Bahri, kebetulan 1:02:54 saya juga bermain di 1:02:55 laut 1:02:55 memperkirakan cuaca laut itu 1:02:57 itu di BMKG. Alhamdulillah sampai 1:02:59 sekarang tu terpakai 1:02:59 laut Jakarta aman sekarang. 1:03:01 Ee alhamdulillah kalau tinggi gelombang 1:03:03 saya kelihatannya tapi saya belum lihat 1:03:04 data hari ini. [tertawa] Tapi itu salah 1:03:06 satu gitu menjelang sampai ke sini. Ini 1:03:08 kan tadi nomor telepon 0817 nomor yang 1:03:11 mengisi suara. Kalau nomor telepon Pak 1:03:13 Bari sendiri 1:03:13 0817 1:03:15 98 eh 08178 1:03:19 ee enggak hafal sendiri ya nomor nomor 1:03:21 [tertawa] teleponnya 1:03:22 bukan 0877 itu 084558 1:03:25 itu 1:03:26 9393 1:03:27 i jadi kalau nomor telepon Pak Bari 1:03:30 sendiri ada 0877 1:03:32 84 589393 1:03:36 ya gitu kan 1:03:37 I 1:03:38 0877 1:03:40 8458 89393. 1:03:43 Kalau yang mau ngisi suara di 0817 1:03:45 108 1:03:47 73 794. 1:03:51 Terima kasih Pak Bari, Ibu Rahmi. 1:03:54 Mudah-mudahan ini bermanfaat ya. Amin. I 1:03:58 terima kasih. Mudah-mudahan kita bisa 1:04:00 jumpa lagi. Nanti tolong hasilnya 1:04:02 kabarin juga ke Rasil ya. 1:04:03 Iya. [tertawa] 1:04:05 Terima kasih. Rasil 1:04:05 enggak ada nih. 1:04:06 Hah? Apa? 1:04:07 Orang Rasil. 1:04:08 Entar dong entar kan lagi pada sibuk 1:04:10 semua. 1:04:11 Oke, terima kasih Kang Fahri Fahrozi, 1:04:14 ustaz kita nih. E saya Muhammad Krishna 1:04:17 mohon pamit. Wabillahi taufik walidah. 1:04:19 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:04:19 wabarakatuh.