Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. 0:14 Bismillahirrahmanirrahim. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 0:19 sayyidina Muhammad wa sayidina Muhammad. 0:21 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:23 ini hari Rabu. Hari Rabu tanggal 23 0:28 Zulhijah 1447 Hijriah atau tanggal 10 0:31 Juni 0:33 2026 kita jumpa dalam acara Bincang 0:37 Inspiratif. Harusnya acara ini apa? Mm 0:40 Hera Talk ya. Tapi 0:42 kita sling-seling dulu ya dengan Bincang 0:45 Inspiratif ini. Orang-orang yang luar 0:47 biasa. Siapkan pulpen samang kertas. 0:49 kami akan bacakan nomor teleponnya. Kami 0:52 mengundang teman-teman dari relawan 0:54 peduli Quran RPQ RPQ 0:59 Relawan Peduli Al-Qur'an. 1:02 Ee mereka terdiri dari ada bosnya nih, 1:06 ketuanya Ana 1:09 Armina. Kemudian ada Teh Asma dari Riau 1:13 ya. Kemudian ada Mary, ada Adul, Kang 1:17 Adul, ada Kang Jej, ada Bima. Mereka ini 1:21 luar biasa menyebar ke seluruh 1:23 pelosok-pelosok Indonesia untuk 1:24 menyebarkan Al-Qur'an. Luar biasa. 1:28 Kadang-kadang naik motor, kadang naik 1:29 mobil, kadang-kadang naik naik gunung. 1:34 Asalamualaikum, Teh Ana. 1:36 Waalaikumsalam warahmatullah, 1:37 Teh Meri dan Kang Bima. 1:40 Waalaikumsalam warahmatullah 1:41 wabarakatuh. 1:41 Wilujeng sumping dihasil ya. [tertawa] 1:45 Senang sekali nih ke ketemu sama Tehana 1:49 nih. Teh Ana juga sudah seperti saudara 1:52 sendiri dengan Bapak Roslan Buton ya, 1:55 mantan perwira TNI yang kritis terhadap 1:58 negara 1:59 sehingga sampai dia dipecat sampai dia 2:01 dipenjara. Tapi sekarang sudah di luar 2:03 ya. 2:03 Luar biasa ya. Terutama kontra terhadap 2:06 pegawai 2:07 asing yang semena-mena. 2:09 Dia lawan sangat berani. 2:11 Berani 2:11 berani. Seperti Teh Ana juga berani 2:14 masuk ke pelosok-plosok untuk 2:15 mengantarkan Al-Qur'an. 2:18 Teh Ana ini gimana ceritanya sampai 2:21 berdirinya relawan peduli Quran seper 2:24 ceritanya seperti apa mula-mula Ana? 2:27 Iya. Asalamualaikum warahmatullahi 2:29 wabarakatuh. Saya anak 2:31 suaranya yang keras dong tadi. Kalau di 2:32 luar suaranya keras. 2:33 Alhamdulillah. Asalamualaikum 2:35 warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ana 2:37 dari Relawan Peduli Quran. 2:39 Seperti yang Pak Haji tanyakan, awal 2:41 dari adanya RPQ mungkin, Pak. 2:43 Iya. 2:44 Awal dari adanya RPQ sebenarnya itu 2:47 hanya niat saya sendiri awalnya. Karena 2:49 saya pengin sehat, 2:51 saya pengin sembuh dari sakit-sakit yang 2:53 saya ee apa yang terjadi sama saya gitu. 2:57 dari kanker saya itu udah bukan cuman 2:59 satu nih Pak Haji nih ada kanker 3:01 rahimnya ada maningitis ada tumur juga 3:04 di kepala ya alhamdulillah dengan wakaf 3:08 Quran 3:10 sampai saat ini sakit-sakit itu sudah 3:13 hilang Pak Haji. [berdehem] 3:14 Sudah dinyatakan sembuh lah. 3:17 Dan dengan wakapuran ini saya yakin 3:19 bahwa itulah yang membawa kesembuhan 3:21 buat saya. Makanya dari situ awalnya 3:25 adanya relawan peduli Quran gitu. 3:28 Masyaallah. Iwan Awan dengar kan tadi? 3:32 Jadi Teh Ana ini punya penyakit yang 3:35 luar biasa gawat. 3:37 Ada kanser, ada kanser rahim ada tiroid 3:39 juga ada menginitis. 3:41 Obat yang diperuntukkan uangnya itu 3:44 untuk membeli obat malah dibelikan 3:46 Al-Qur'an lalu disebarkan ke berbagai 3:49 tempat di Indonesia. Akhirnya 3:52 alhamdulillah kasih sembuh. Sekarang 3:53 sudah sembuh tuh ya. 3:54 Alhamdulillah sembuh. 3:55 Sehingga banyak teman-teman juga di 3:57 Makassar pada ngikutin. 3:58 Pada ngikutin. 3:59 Pada ngikutin ya. Mudah-mudahan 4:01 kesembuhan. Banyak yang terinspirasi 4:03 banyak yang 4:04 dia bilang dia menginginkan bahwa dia 4:06 juga sembuh keping seperti saya. 4:09 E bukan cuma satu dua orang Pak Haji. 4:11 Banyak yang sudah kena 4:12 mereka juga lalu sembuh. 4:13 Iya sembuh. Alhamdulillah. Ee yang 4:15 dinyatakan tumurnya sudah parah ya. 4:17 Kalau ibu-ibu biasa dari Kanger 4:19 Payudarap. Sekarang alhamdulillah sehat 4:21 karena dia rutin rutin ngikutin teh saya 4:23 mau sedekah lagi sama kayak teteh buat 4:26 obat buat saya seperti itu. 4:28 Seperti 4:29 jadi kunci mendekatkan diri kepada 4:30 Allah. Ustaz Heri Nurdi juga dia sakit 4:32 jantung ada apa-apa 4:34 dia zikir zikir zikir tiap malam 4:36 sampai pingsan-pinsan kalau banyakan 4:38 zikir Allah kasih sembuh sekarang. 4:40 Alhamdulillah. 4:42 Nah, di sini ada Teh Meri [tertawa] 4:46 yang katanya grogi. 4:47 Iya, 4:50 tanyanya yang gampang aja deh. [tertawa] 4:53 Senang enggak ikut acara eh ikut acara 4:55 ikut ee menjadi relawan peduli Quran? 4:59 Alhamdulillah. Saya senang sekali ikut 5:01 Teh 5:02 apa yang bikin senang? 5:03 Ee yang bikin saya senang itu ee apa 5:07 namanya ya? Perjalanannya ya kita ke 5:09 pelosok-pelosok berbagi Quran. 5:13 ee terus perjuangannya juga gitu kita. 5:15 Jadi ya senangnya 5:17 bareng-bareng Teh Ana [tertawa] 5:20 tadi. Aduh saya kalau ditanya suka gugup 5:22 katanya. Enggak gugup tuh. Itu lancar 5:25 kok. Oke serang ke Kang Bima. Kang Bima 5:28 apa yang membuat Kang Bima ikut 5:29 bergabung di relawan peduli Quran 5:32 membagi-bagian keluar pelosok-plelosok 5:34 seluruh Indonesia Kalimantan ke Papua. 5:36 Apa yang membuat Kang Bima ikut tertarik 5:40 dia program ini? warahmatullahi 5:42 wabarakatuh. 5:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 5:43 wabarakatuh. 5:44 Yang bikin saya ingin semangat berbagi 5:47 ke pelosok itu karena di pelosok udah 5:49 yakin perlu 5:51 H 5:51 dan butuh Al-Qur'an atau iqra atau 5:54 apapun karena di pelosok itu mudah apa 5:58 jarang terjangkau he 5:59 oleh masyarakat-masyarakat 6:02 terutama di seluruh-seluruh pelosok. 6:04 Kalau di kota jangan harap 6:07 karena di kota sudah pada bagus ya 6:09 Al-Qur'annya. Kalau di pelosok yakin 6:12 Al-Qur'an itu perlu banget gitu. He. 6:14 Terus di samping itu karena apa? 6:18 Guru-guru ngaji di pelosok itu 6:20 kebanyakan ada yang ngaji di rumahnya 6:22 sendiri bahkan tidak 6:25 digaji juga. Itu yang membuat saya 6:27 semangat untuk berbagi ke 6:28 pelosok-pelosok. Nah, itu dia. 6:30 Nah, Kang Bima kan berapa usia sekarang? 6:33 Ah, baru 39. 39 kan perlu tentu untuk 6:37 Maisa ya mencari pekerjaan untuk 6:39 kehidupan sehari-hari 6:41 itu dikesampingkan atau e atau bagaimana 6:43 itu 6:44 cara memenuhinya? Sudah punya 20 6:45 keluarga belum? 6:46 Udah. 6:46 Nah, itu gimana itu caranya? 6:48 Itu diatur. 6:49 Hm. 6:50 Misalkan ee saya kan sehari-harinya itu 6:53 suka ojek online, mobil online. Nah, 6:56 kegiatan saya itu h 6:59 lihat buat berbagi kepelosok itu jadi 7:02 enggak bisa langsung. Makanya 7:04 diatur-atur dulu tuh 7:05 waktunya ya. 7:06 Iya. Diatur waktu sama diatur buat 7:08 operasional juga. 7:10 He. 7:10 Kalau misalkan hari ini dapat besar ya 7:13 insyaallah kalau buat berikutnya bisa 7:15 ketutup. Itu dia. 7:16 Insyaallah. Hikmah apa yang e Kang Bima 7:18 rasakan ngikut kegiatan relawan peduli 7:22 Quran membagi-bagi keluarga perosok 7:24 negeri? Apa hikmah apa yang Kang Bima 7:26 rasakan? Hikmah yang saya rasakan itu 7:29 ketemu sama orang-orang baru. 7:32 He. 7:32 Para tahfiz Quran baru kan kalau 7:35 dipelosok kita ketemu orang yang baru 7:37 selalu mendoakan kita. Kita kan enggak 7:39 tahu yang diijabah yang mana. Nah, 7:42 di sisi lain kita selalu terharu itu 7:45 kalau di pelosok-pelosok madrasah kan 7:49 banyak yang belum pernah mendapatkan 7:51 Al-Qur'an. Nah, itu yang sangat 7:53 terharunya. Qurannya sudah pada butut 7:55 ya. 7:56 Potong-potong udah udah 7:57 betul sudahudah sobek-sobek. 7:58 Sudah sobek-sobek. H jadi senang ya 8:00 kalau kita bagian yang baru ya. Betul. 8:02 Hmm. 8:03 Quran ini dapat dari mana nih ya, Teh 8:05 Hana? 8:06 Kalau Al-Qur'an sendiri alhamdulillah 8:08 sampai saat itu banyak yang sudah nitip. 8:11 Ada dari Rasil sudah jelas dari Rasil, 8:14 dari Sejuk, dari ANP Amal dari Takrimul 8:17 Quran, Samil Quran, dari perorangan 8:21 juga. Huda Cendekia. 8:22 Iya. dari Huda Cendikia, dari Yamusa. 8:25 Nah, jadi [berdehem] beliau itu mungkin 8:27 ee menitipkan ke saya karena mungkin 8:29 mereka itu melihat pergerakan saya, 8:31 melihat pergerakan saya sampai kalaupun 8:34 habis berbagi mereka suka tanya lagi, 8:36 "Thana, program berikutnya mau ke mana 8:38 nih? Berapa Quran yang dibutuhkan?" 8:41 gitu. 8:42 Nah, jadi ee sama seperti Abi Agus juga 8:45 suka nanya kayak gitu ya. Kalau saya 8:47 ditanya berapa Quran yang dibutuhkan? 8:50 Saya tidak bisa jawab, Pak Haji. Karena 8:52 Al-Qur'an itu banyak banget yang butuh 8:54 ke sayanya. Jadi kalau misalkan hari ini 8:56 datang Al-Qur'an dari Yamusa misalkan, 8:59 kita antarkan nih, ayo kita antarkan Yam 9:01 Musa ke daerah Majalengka. 9:03 Kalau dari Huda Cekia kita antar ke 9:05 daerah Garut. Jadi untuk memilah-milah 9:09 tempat itu supaya bagus penyalurannya ya 9:11 itu ee mana yang harus dibawa dulu ee 9:14 Al-Qur'an yang dari mana dulu. Jadi 9:16 seperti itu. Alhamdulillah ee yang 9:18 nitipkan amanah Al-Qur'an ke saya, ke 9:21 RPQ sudah banyak, Pak Haji. He. 9:23 Tapi ada juga orang kecewa dia ngasih 9:25 Al-Qur'an masjid di kota nih di Jakarta. 9:28 Tahunya Quran itu tersusun rapi di 9:31 enggak pernah dibaca. Dia dia inginnya 9:33 tuh Quran yang dia kasih tuh dibaca jadi 9:35 kan dapat pahala gitu. Itu bagaimana 9:37 tanggapan 9:39 ee Teh Ana? Ee begini, Pak Haji. Kalau 9:43 saya sih suka melihat dulu ini 9:45 permintaan ini dari daerah mana gitu 9:47 kan. 9:47 Kalau saya lihat itu di kota kadang saya 9:49 minta survei dulu nih apakah sama Bima 9:52 atau sama Jejis 9:54 itu ada enggak anak-anak ngajinya? 9:57 Soalnya dia bilang kalau masjid sebesar 9:58 itu biasanya tidak ada. 10:00 Karena kita sudah pengalaman nih Pak 10:01 Haji. Kalau kita ngantar ke kota, ke 10:03 masjid-masjid yang bagus sampai di sana 10:05 itu ada permintaan Quran. Tapi pas saya 10:08 lihat di lemari Qurannya masih tersusun 10:10 rapi iqranya ya. Iqra itu masih di dalam 10:12 plastik Pak Haji. Nah, itu yang membuat 10:15 kita lebih suka saya berbagi ke pelosok 10:17 daerah ya ke daerah. 10:18 Kalau di daerah bagaimana sambutannya? 10:19 Kalau di daerah alhamdulillah ee banyak 10:23 permintaan dari daerah itu sebelum kita 10:25 datang mereka sudah teleponan terus. Teh 10:27 kapan dong nyampai ke sininya? Teh 10:29 nyampai ke sininya kapan? Nah, jadi pas 10:32 kita mau ke sana dia sudah kondisikan 10:34 tempatnya, Pak Haji, anak-anaknya bukan 10:36 cuma tempat anak warganya pun disiapkan. 10:39 Jadi kita kalau ke sana itu subhanallah 10:42 itu warga kampung itu sudah 10:43 bersusyambung 10:45 menyambut kedatangan kita. Bahkan ada 10:47 juga yang pakai apa tuh rebana apa gitu. 10:49 Jadi kita juga terharu gitu, Pak Haji. 10:51 Subhanallah. Ya, seperti itulah. Dan 10:54 kalau nikmatnya berbagi di kampung itu, 10:56 Pak Haji, kalau kita sudah berbagi, 10:59 warga kampung itu selalu antrian 11:01 menyiapkan kita makanan. 11:02 Hm. 11:03 Ayo makan di sini, ayo makan di sini. 11:06 Bahkan ya oleh-olehnya apapun juga 11:08 kadang dari hasil kebunnya sendiri dia 11:10 bawakan ke kita gitu ya. Itu ee 11:13 nikmatnya berbagi di kampung. Karena 11:15 saya lihat di kampung itu banyak ee 11:17 bibit-bibit yang unggul untuk jadi 11:19 penghafal Quran itu dari dari 11:22 kampung-kampung, Pak. 11:24 Masyaallah. Iwan Anawat, kami akan 11:25 bacakan nanti nomor telepon yang Anda 11:27 bisa hubungi kepada 11:30 relawan peduli Quran atau RPQ. Dimulai 11:34 dari Teh Ana ini tadinya dia kena 11:38 penyakit e kanser rahim tiroid kemudian 11:41 mengini mengenitis uang untuk membeli 11:44 obat-obat ini tidak dibelikan obat tapi 11:47 dibeliin Quran 11:49 dibagi-bagian kalau pelosok-pelosok 11:51 daerah malah itu memberi kesembuhan 11:53 sekarang sudah sembuh sama sekali ya kan 11:55 sembuh masyaallah bahkan banyak 11:57 pengikutnya dengan pola seperti ini ya 11:59 pengikutnya dokter saja sekarang dokter 12:01 yang menangani saya beliau ikut memberi 12:04 donasi ke kita ke saya karena dia juga 12:06 merasa teh Ana alhamdulillah ya katanya 12:09 ibu sehat sekarang gini-gini ya saya 12:10 jelaskan bahwa saya sekarang ikut 12:12 berbagi wakaf Quran jadi dokter itu 12:14 alhamdulillah tertarik dengan kegiatan 12:16 saya 12:17 ee katanya Teh Anah sampai pernah ee 12:20 naik motor ya keluar kota ke Bandung 12:23 mana 12:23 naik motor ee 12:24 motornya mogok lagi 12:25 motornya itu udah pengalaman paling 12:27 sering 12:29 awal juga awalnya waktu saya mulai mulai 12:33 apa namanya melakukan kegiatan ini 12:34 melakukan ini saya pakai motor sendiri 12:37 awalnya Pak Haji untuk sampai ke pelosok 12:40 juga ke daerah ee KBB ke Garut itu 12:43 sendiri awalnya 12:44 dari Bandung. 12:45 Iya dari Bandung awalnya sendiri. Nah, 12:48 sejak habis itu saya ajaklah teman-teman 12:50 dari Bima, dari beliau alhamdulillah 12:53 tertarik banyak sih yang sudah ikut ke 12:55 ke saya dan perlu mungkin kita ee apa 13:00 jadikan sebagai inspirasi 13:04 banyak keajaiban kita untuk menebar 13:06 wakaf Quran ini, Pak Haji. 13:08 Hm. 13:09 Kita udah berapa kali jatuh dari motor 13:11 ya? He 13:12 ee Teri saya juga sudah berapa kali 13:15 terjungkir tapi alhamdulillah sih 13:17 sehat-sehat saja si Pak Haji. Ya mungkin 13:19 saya yakin bahwa itu semua itu 13:21 pertolongan dari Allah 13:22 buat kita. Banyak keajaiban yang kita 13:25 dapatkan di jalanan itu. 13:27 Dari mana Teh Ana mengetahui titik-titik 13:29 atau spot-spot yang perlu ukuran? Dari 13:31 mana info itu? 13:33 Ee spot yang untuk 13:36 daerah ini perlu nih. Iya. Saya kadang 13:39 menghubungi pihak aparat dari Koramil. 13:43 Nah, dari Koramil itu beliau kan punya 13:45 data tersendiri tuh dari Babinsanya itu 13:47 Pak Haji. Nah, jadi beliau yang ee cari 13:50 tempat, "Teh, ini di wilayah saya ada ee 13:54 tempatnya ini, ini ada berapa tempat 13:56 gitu. Teteh bisa kondisikan di sini 13:58 nanti saya yang kawal." Nah, jadi kita 14:01 begitu sudah terkoordinasi dengan baik 14:04 baru kita datang ke situ. Alhamdulillah 14:06 dari pihak koramilnya sendiri ikut 14:08 gabung dengan kita untuk membagi ke 14:09 pelosok-pelosok itu. 14:11 Bukan sekarang sudah banyak bangetlah 14:12 dari pihak ee TNI sudah ikut gabung 14:15 dengan kita juga. 14:17 Itu kemarin pembagian di Sulawesi 14:20 Tengah itu di mualaf itu dari Brimo ikut 14:23 gabung juga di 14:24 ke Sulawesi juga ya. Lu pakai pesawat 14:26 kan biay pakai pesawat. Kalau di sananya 14:29 ya alhamdulillah kita bisa berusaha 14:31 semaksimal mungkin. Bagaimana caranya 14:33 supaya aja kasih jalan ya. 14:35 Masyaallah. 14:37 Oke Iwan Ahwat. kami masih 14:40 berbincang-bincang dengan relawan peduli 14:44 Quran atau RPQ di mana dia membagikan 14:48 Quran ke berbagai daerah di Indonesia ke 14:50 plelosok-plelosoknya atau ke 14:52 gunung-gunung 14:54 itu dimulai dari 2013 jumlahnya ada 14:58 delan orang petugasnya nih ada Asma, ada 15:01 Mary, ada Kang Adul, ada Kang Jeje, Kang 15:06 Bima ee Ee 15:10 Kang eh Kang [tertawa] 15:11 Teh Meri, apa yang paling berkesan 15:14 selama ee Teh Meri ikut kegiatan ini? 15:18 Setiap kegiatan 15:19 kurang dekat mic-nya. 15:20 Iya, [tertawa] 15:22 setiap kegiatan yang saya jalani bersama 15:25 RPQ ya semuanya berkesan. 15:27 He. 15:28 Termasuk dia ke Gunung Jampang, ke 15:32 seluruh tempat yang kita datang itu 15:34 benar-benar berkesan. 15:36 Heeh. dari mulai proses perjalanannya, 15:39 pembagiannya semuanya masyaallah lah 15:42 sangat berkesan sekali. 15:43 Apa teh juga ada berefek ke kesehatan 15:47 enggak? 15:48 Kalau kesehatan alhamdulillah Allah 15:50 memberi kesehatan yang baik pada saya 15:52 gitu, cuman lebih ke hati yang lebih 15:54 tenang gitu ya. 15:56 Jadi ee 15:58 nikmatlah menjalani 16:01 prosesnya gitu. 16:02 He. Oke. Kalau Kang Bima apa yang 16:04 mengharukan dalam kegiatan ini? Waktu 16:06 kunjungan ke mana tuh 16:09 yang berkesan tuh? Kunjungan waktu ke 16:11 daerah Cisewu. 16:14 Cisewu. Di mana? 16:15 Hah? 16:16 Garut Selatan. 16:17 Oh, Garut Selatan. 16:17 Dari Garut Selatan itu ada juga 16:19 Karangsewu. 16:20 Karang Sewu. 16:20 Jaraknya cuman 20 kilo cuman jalannya 16:23 bebatuan. H. 16:24 Nah, itu dia. 16:24 Itu naik apa ke sananya? 16:26 Kita didampingi sama kepala desa di 16:27 sana. 16:28 Jadi pakai mobil doble kabin. 16:30 Hm. He. 16:30 Kalau pakai motor kan kita kan orang 16:33 kota nih, mau ke pelosok 16:35 kayaknya enggak sanggup. 16:36 He. 16:36 Makanya dibantu [berdehem] sama kepala 16:37 desa di sana. Kadang sama babin sana di 16:40 sana dibantu. 16:41 Nah, berkesannya itu, Pak. Jalan jelek 16:44 kita di belakang ditambah hujan dadakan 16:46 jadi basah. Itu dia. 16:48 Tapi gurannya selamat kan? 16:49 Aman. [tertawa] 16:50 Diplastikin ya. 16:51 Jnya ekstrem. 16:52 Jarangnya ekstrem. Pas kita pas nyampai 16:54 pulang 16:56 ke rumah ya sakit badan ya. Ya, salah 16:57 perjuangan [tertawa] 16:58 itu perjuangan itu ekstrem pokoknya. 17:01 Lagu lu, bagaimana penerimaan mereka 17:03 anak-anak itu setelah menerima Quran? 17:04 Bagaimana ekspresi mereka itu? 17:06 Ekspresi sangat bahagia sekali karena 17:09 itu benar-benar kita kan Garut Selatan 17:11 itu kan di pelosok ya, Pak ya. 17:13 Udah jelas 17:14 di pelosok ya, di pelosok Garut masih 17:17 ada lagi pelosok masuk ke dalamnya lagi 17:20 gitu. 17:21 Itu kurang terjangkau. Jadi yang bikin 17:23 saya salut 17:24 listrik sudah ada. ada listrik. Cuman 17:26 perjalanannya itu, Pak, 17:28 agak jauh. Kalau menurut saya jauh 17:30 karena kan yang dipikirkan itu buat 17:32 kesehatan, buat kalau pendidikan mungkin 17:35 sudah terbiasa ya. Itu kalau ada ibu-ibu 17:37 hamil saya mah bayangin aduh gimana kata 17:39 saya tuh kalau ada yang sakit itu yang 17:41 dibayangkan. 17:42 Oh, sampai bopong-bopong Quran itu ya. 17:44 Ya enggak, maksudnya kalau buat karena 17:46 kan di sana mungkin udah betah ya. Kalau 17:48 saya sendiri mikir aduh salut sekali. 17:51 Soalnya enggak ada kendaraan Pak Haji 17:53 untuk ke sana. Eng ada kendaraan sana. 17:55 Jadi disapainya dengan jalan 17:56 kendaraannya itu hanya disiapkan oleh 17:58 desa yang double kabin atau tidak truk 18:00 yang sekalian besar. He. 18:02 Jadi kayak Babinsa itu sendiri kalau 18:04 bawa motor katanya sampai motornya 18:06 dilemparin ke jurang ya karena enggak 18:08 bisa bawa lagi saking [tertawa] 18:09 susahnya. Baba 18:12 itu dia ke sat ke dia bina daerah situ 18:15 terus dia itu 18:17 pas di tengah perjalanan hujan ya. 18:19 hujan di depan longsor, di belakang 18:21 longsor. 18:23 Dia terjebak Heeh. putus asa. Akhirnya 18:25 putus asa 18:26 ee motornya dijatuhkan ke [tertawa] 18:29 jurang dan dia jalan kaki. 18:31 Ini ada pertanyaan dari 18:34 Andri di Cianjur. Asalamualaikum 18:37 teman-teman di RPQ. 18:41 Kalau seseorang tidak pandai mengajar 18:43 Al-Qur'an dan tidak punya banyak harta 18:45 untuk disumbangkan, apakah masih bisa 18:47 disebut ikut berjuang untuk Al-Qur'an? 18:50 Bentuk kontribusinya seperti apa yang 18:51 bisa dilakukan? 18:54 Kalau ikut berjuang, saya rasa kalaupun 18:58 Bang Andri mau ikut sedekah kepada apa? 19:01 Sedekah Quran itu sudah merupakan satu 19:03 perjuangan juga. 19:04 Bisa melalui ee donasi Quran atau alat 19:08 salat atau apa saja bisa. Karena dari 19:11 kami sendiri itu bukan cuma Alquran. 19:13 Kalau kita masuk ke wilayah Kampung 19:15 Mualf itu harus disiapkan juga segala 19:18 sesuatunya, Pak Haji. Seperti ada 19:20 apalagi kampung mualaf nih. Kampung 19:21 mualab itu kan mereka awal untuk bisa 19:24 mengaji itu harus disiapkan sama kita 19:26 segala sesuatu segala sesuatunya. 19:29 Mereka belum bisa baca Quran loh. Jadi 19:31 kita harus siapkan iqranya. 19:33 Iqranya terus buku doa-doa. Buku tata 19:36 cara salat. E habis itu kita harus 19:38 siapkan alat salatnya. E habis alat 19:42 salatnya tersedia, kita datangkan lagi 19:44 ustaznya untuk membina di sana. Itu 19:47 alhamdulillah dari kami sih sudah ada 19:50 lima kampung mualap yang sudah kita 19:51 datangi di wilayah di mana saja itu apa? 19:53 Di Sulawesi Tengah umumnya. 19:54 Di Sulawesi Tengah ya. 19:57 Oke. Ini nomor teleponnya. Silakan yang 19:59 mau kontak ee Teh Ana nomornya 0877. 20:05 Sudah. Kemudian 52 20:07 53. 20:09 Oh, maaf salah saya tadi. 20:11 087. 20:14 Kami ulang lagi ya. 087 20:17 53 20:18 53 20:19 71 20:19 71 20:21 kemudian 27 76 20:24 0877 20:26 53 71 276. 20:31 Tani ini awal mulanya menderita penyakit 20:34 kanser. Ada senser rahim, ada tiroid, 20:36 ada menginitis. Uang untuk membeli 20:39 obat-obat untuk penyakitnya malah 20:41 dibelikan Al-Quran dan Quran itu 20:43 dibagikan ke berbagai pelosok. Lalu 20:45 Allah kasih sembuh. Masyaallah. Memang 20:47 Quran itu sebagai penyembuh yaat. 20:50 Hm. Oke, silakan yang mau bertanya kami 20:53 tunggu di 0811999 20:57 720. 20:59 di sini ada Teh Ana, ada Kang Bima, ada 21:03 ee Teh Meri. Ee 21:08 salut buat Teh Ana dan kawan-kawan. 21:11 Semoga 21:12 terus 21:14 berkiprah di dalam ini. Selamat 21:16 berjuang. Waduh, itu dari Bapak Didi. H. 21:22 Oke. Ee 21:25 ee ee mereka 21:27 yang dari komunitas ee 21:32 ee mualaf itu bagaimana ee tentu tidak 21:37 tinggal pergi kan mesti diajarin dulu 21:39 ya. 21:40 Iya. 21:40 Ee bagaimana itunya itu prosesnya 21:42 sehingga dia bisa menikmati Quran. Nah, 21:45 ada ustaz yang seperti yang saya bilang 21:47 tadi, kita selain membawa Quran, membawa 21:50 alat salat, kita bawa juga ustaz yang 21:51 akan membina di sana 21:53 gitu. Kalau tidak ada pembinanya, 21:55 percuma dong kita bawa bawa alat salat 21:57 bawa. 21:58 Tapi ustaz juga punya harus punya 21:59 keikhlasan yang sama ya. 22:01 Iya. Frekuensi untuk frekuensi. 22:05 Bahkan kita 22:07 pernah kita dirikan tempat mengaji yang 22:11 hanya dari gubuk-gubuk biasalah. Yang 22:14 penting anak-anak bisa kumpul di situ 22:15 gitu. Jadi alhamdulillah nih, Pak Haji 22:18 untuk Kampung Mualaf itu sendiri banyak 22:20 sih video-video saya tentang kampung 22:21 mualaf di situ ada ya. Alhamdulillah 22:24 beliau makanya dari satu kampung alap 22:27 bertambah lagi dan itu atas bantuan dari 22:30 ee pihak terkait yang ada di sana juga 22:33 sih. 22:34 Oke. Asalamuala. Teana apakah juga 22:37 menyediakan Quran untuk Brail? 22:39 Alhamdulillah ada ee ada donaturnya 22:43 gitu. Jadi kita kalau mau butuh 22:44 Al-Qur'an Braile, kita hubungin nih 22:46 donatur yang ini bahwa ada lagi orang 22:48 yang membutuhkan Al-Qur'an Braile gitu. 22:51 Nah, nanti dari beliau minta datanya ke 22:54 saya, di mana Teh itu tempatnya bisa 22:56 enggak minta fotonya? Baru kita kirimin 22:58 ke beliau. Habis itu kalau sudah ee 23:01 dilihat itu pengajuannya baru dia 23:03 kirimkan. Nah, nanti kita yang antarkan 23:05 seperti itu. 23:06 Hm. 23:07 H. Untuk Al-Qur'an Braile sendiri sudah 23:09 sampai ke Sulawesi juga sudah ada. Oke, 23:11 kita terima telepon dulu dari siapa nih? 23:13 Halo. Asalamualaikum. Kang Algi, tolong 23:15 diangkat telepon dari Ada telepon nih. 23:18 Dari siapa nih? Insita apa? 23:23 Dari sini aja angkatnya. 23:26 Halo. Asalamualaikum. 23:28 Waalaikumsalam warahmatullahi 23:30 wabarakatuh. 23:32 Iya, silakan. ee Mas Krishna dan 23:36 Mbak-mbak luar biasa ini ee mengenai 23:41 pembelajaran Al-Qur'an. 23:43 Iya. 23:45 Kebetulan di tempat saya di Bekasi sini 23:49 ada metode belajar Al-Qur'an namanya 23:53 metode alif lam mim. 23:54 Hm. 23:55 ee pengarangnya kebetulan juga tinggal 23:58 di Bekasi dan kita sudah berkolaborasi 24:01 dengan Masjid Assalam yang di Jati Luhur 24:04 itu metodenya cepat ee 24:08 apa belajarnya lebih mudah bukan berarti 24:12 apa iqra enggak bagus ya tapi kalau mau 24:15 dicoba 24:17 emm tidak ada salahnya gitu 24:21 berapa nomor telepon yang yang bisa 24:23 dihubungin 24:26 Emm saya kasih alamatnya di YouTube. Ada 24:31 ustaznya juga. Ada 24:32 Ustaz siapa? 24:34 Ustaznya namanya Haji Muhammad 24:39 Najib Zaini. 24:41 Najib Zaini. Oh. 24:43 Yayasan Bait Ahlil Quran. 24:45 H. Oh. ini kira-kira Quran 24:48 bisa dikerjasamakan enggak dengan 24:52 ee relawan peduli Quran kira-kira bisa 24:54 enggak dikerjamakan nanti? 24:56 Insyaallah bisa. 24:59 Bahkan kalau ada ee sebenarnya syarat 25:01 mengajar itu nanti di PT di ee Bait 25:05 Al-Qur'an itu ada pelatihan 25:08 untuk yang ngajar di kayak di 25:10 pesantren-pesantren atau di 25:12 musala-musala gitu. Nanti dia 25:14 bersertifikasi. 25:16 Tujuannya supaya pada saat dari jadi 25:18 satu kali belajar tiga jilid, Pak. 25:22 Ada jilid 1, 2, dan 3. Oke. Baik. 25:25 Untuk pindah ke jilid dua dia ada tesnya 25:28 di halaman 56 namanya gitu. 25:30 Nah, kalau pengadaannya nanti bisa kita 25:34 bantu. 25:35 Oke. Pengadaan apa maksudnya? Pengadaan 25:37 Al-Qur'an. 25:38 Pengadaannya bukunya, 25:41 kitabnya. 25:41 Oke. 25:42 Iya. ini dengan Mbak siapa? Maaf, 25:45 saya dengan Indri. 25:47 Dengan Indri. Oke. Baik, terima kasih 25:49 Mbak Indri atas infonya ya. Kami sudah 25:52 catat ya 25:53 di 25:54 nanti ada pelatihan ini ee tanggal 12 25:57 saya akan share ke sini aja pelatihannya 26:00 gratis. 26:00 Baik. Iya, itu masalah teknis ya. Nanti 26:02 bisa hubungin langsung ke T anak. 26:05 Terima kasih Mbak Hendri atas infonya. 26:07 Asalamualaikum. 26:09 Ya, silakan yang lain yang memberi 26:11 masukan atau ingin bertanya tentang 26:14 relawan peduli Quran kami tunggu di 26:18 0811999 26:21 720. 26:23 Ini ada yang tanya di mana alamat ee 26:27 relawan Peduli Al-Qur'an. Di mana 26:29 alamatnya? 26:30 Di Bandung, Jalan Gagak nomor 18. 26:33 Jalan Gagak itu buah batu apa mana? 26:35 Bukan di dekat Jalan Gagak. Jalan Gagak. 26:38 Gagak nomor 26:39 nomor 18. 26:40 Nomor 18. Oke. 26:43 Hm. 26:46 Apakah Teana juga pernah ketemu dengan 26:48 orang yang punya ide yang sama? 26:51 Ee pernah. 26:51 Pernah. 26:52 Dia bagi-bagi orang juga gitu. 26:54 Ee lalu 26:56 lalu mereka ingin ikut gabung dengan 26:58 kita, ikut bersinergi dengan kita untuk 27:00 berbagi. Ya, kalau dari kita sih selagi 27:04 ini membawa amal kebaikan buat semua, 27:06 kenapa tidak? Oke, 27:07 saya bilang seperti itu. 27:09 Baik, ini ada pertanyaan dari Bapak 27:10 Fauzan di Bandung. Apa saja tantangan 27:13 yang dihadapi relawan ketika harus 27:15 menjangkau wilayah terpencil atau daerah 27:17 yang sulit diakses? 27:20 Subhanallah. Kalau dibilang tantangannya 27:22 luar biasa ya, Bim ya. 27:24 Kita sampai berapa kali terjatuh dari 27:27 motor ee Qurannya itu Pak Haji terhambur 27:32 di jalan ya, Teh? Iya. Ya Allah. 27:34 Jadi mobil itu tiba-tiba 27:37 ee apa kayak longser gitu. 27:40 Heeh. [tertawa] 27:41 Jadi kalau kita kalau enggak ada 27:42 kendaraan nih, enggak ada mobil, kita 27:44 bawa motor. Jadi si Quran itu di depan 27:48 pegang, di tengah juga pegang, di 27:51 apalagi kalau pakai motor matic, di 27:53 depan juga ada. Mungkin karena keberatan 27:55 dengan Al-Qur'an yang kita bawa ee itu 27:59 apa namanya? jatuhlah itu 28:01 pernah satu hari satu kali nih Pak Haji. 28:04 Ini bagi saya merupakan satu keajaiban 28:06 dan benar-benar satu keajaiban dan itu 28:08 tidak akan pernah bisa saya lupakan. 28:11 Saat itu saya bersama teman saya berdua 28:14 berangkat ke wilayah Bandung Barat. 28:17 Hm. 28:17 Nah, [berdehem] 28:18 saya bawa Quran itu pada saat itu 28:21 sekitar 120 28:23 H 28:23 eksemplar. Saya mau bawa ke wilayah 28:26 pelosok di KBB. 28:28 Dari rumah itu perasaan motor itu sudah 28:30 bagus gitu kan. Sudah saya ini kan. Tapi 28:32 pas di tengah perjalanan motor itu bocor 28:35 lagi. 28:36 Bocor 28:36 apa? Jamnya apanya? 28:37 Bannya. 28:38 Bannya bannya itu bocor. Saya bilang, 28:39 "Duh, berat nih. Ee apalagi nih bawa 28:42 bawa 28:43 enggak ada tukang tambal ban lagi. 28:44 Ada ada." Jadi maksudnya gini, kita 28:46 tambal dulu nih di sini di di tempat itu 28:48 kita tambah. 28:50 Tidak lama kemudian bocor lagi gitu kan. 28:53 bocor lagi. Saya tambah lagi sampai 28:55 didorong itu dorong jari ke tempat 28:56 tambal ban itu agak jauh nih Pak Haji. 28:58 Saya dorong lagi tidak lama sudah di 29:01 ditambal eh bocor lagi. 29:02 He. 29:03 Saya bilang, "Ya Allah, saya bilang 29:04 mudahkan semua urusan saya." Jadi saya 29:06 itu yang mau datangin ke tempat 29:08 pesantrennya akhirnya terlambat. Pas di 29:10 yang bocor ketiga, tiba-tiba begitu saya 29:13 bilang, "Ya Allah, bantu saya. Eh, di 29:15 samping saya ada bengkel." Tapi 29:16 bengkelnya itu bengkel kecil loh, Pak 29:17 Haji. Bengkel yang menurut saya 29:20 jauh dari kata layak lah, ya. Dia tanya 29:22 begini, "Teteh, kenapa itu motornya?" 29:24 Saya bilang, "Enggak tahu nih, Mas. 29:25 Motor saya udah dua kali bocor." Dia 29:27 bilang, "Ya udah coba sini saya periksa. 29:29 Itu hari belum ada Bima baru saya berdua 29:31 sama teman." 29:33 Nah, begitu dia periksa, ternyata begitu 29:35 dia dorong, dia bilang, "Ya Allah, 29:36 kenapa ini motornya berat sekali? Teteh 29:38 bawa apa?" Saya bilang, "Gini, ini 29:40 isinya Al-Qur'an. Saya mau bawa ke 29:42 pesantren." Saya bilang, "Oh, Teteh bawa 29:44 Quran ini mau dijual atau enggak? Seb 29:46 saya mau dibagi-bagi." Saya bilang gitu. 29:48 Masyaallah, katanya. Udah, Tehong dulu. 29:50 Akhirnya didorong. eh motornya terus 29:53 diperiksalah sama dia. Itu bannya tadi 29:55 tuh bukan bukan lagi bocor, Pak Haji. 29:57 Ternyata sudah terbelah dua si bannya 29:59 itu sudah terbelah dua. Nah, di situ 30:01 saya bingung kalau diganti diganti ban 30:04 itu berapa uang yang harus saya siapkan 30:06 karena ban itu kan mahal. 30:08 Jadi saya bilang begini, "Pak, kalau 30:10 bisa ee di apa namanya? Disesuaikan aja, 30:14 Pak. Soalnya saya belum punya uang untuk 30:16 tambal bannya." Saya bilang, "Beli ban 30:17 baru." Dia bilang, "Tenang, Teh. Teteh 30:19 duduk aja dulu di situ," katanya. 30:21 Begitu selesai, 30:23 ternyata bannya diganti sama yang baru. 30:25 Rem cakramnya juga diganti sama yang 30:27 baru. Nah, saya saya bilang begini, "Eh, 30:30 Pak, berapa sudah yang harus saya 30:32 bayar?" "Tidak, Teh. Ini saya ikhlas 30:34 lillahi taala." Dia bilang, "Ini ee saya 30:36 bantu teteh. Teteh bisa menyebar Quran 30:38 ke pelosok. Kenapa saya tidak bisa bantu 30:39 teteh? Menjaga keselamatan teteh, 30:42 katanya gitu." Jadi dari bannya, dari 30:44 bannya ban luar ban dalam termasuk 30:46 remnya itu tidak dibayar Pak Haji. 30:49 Alhamdulillah. Jadi saya agak lambat nih 30:51 sampai di pesantren. Di pesantren saya 30:54 ditanya sama Pak Kiainya, "Kenapa 30:55 lambat? Ada apa?" Saya saya ceritakanlah 30:57 masalah tadi itu. 30:59 Saya bilang begini-begini, "Di mana itu 31:00 bengkel?" Dia bilang, "Ada." Saya 31:01 bilang, "Bah, di sana itu bengkelnya. Ya 31:03 udah, nanti kita ke sana kita apa 31:06 namanya? Kita bayar." 31:07 Gitu. Dia bilang. Jadi selesai selesai 31:09 pembagian itu akhirnya saya mau pergi 31:11 pergi dengan Pak Kiainya itu tidak ada 31:13 itu bengkel tadi Pak Haji. [tertawa] 31:16 Di situ saya menangis Pak Haji putus 31:18 bilang 31:19 bah saya panggilnya Abah ke panggil bah 31:22 ternyata di sini tadi ituah bengkel itu 31:24 memang di sini tidak ada bengkel di sini 31:26 jadi si bah apa Pak Kiai tadi itu nanya 31:29 ke ke warung yang sebelah katanya dulu 31:31 dia emang bengkel di situ tapi udah 31:33 enggak ada 31:35 seperti itu. He 31:36 sampai sekarang saya masih ingat 31:38 bahwa 31:39 sampai sekarang Pak Haji tahu itu bannya 31:41 belum pernah saya ganti lagi. Dari tahun 31:42 berapa coba? Sudah lama banget itu 31:44 keajaiban Al-Qur'an ya. 31:46 Itu salah satu keajaiban yang saya 31:48 yang pernah terjadi sama saya. Bahkan 31:50 Pak Haji sendiri begitu sorenya ada yang 31:52 transfer uang ke saya katanya untuk 31:54 perbaiki ee ban. 31:56 Tapi saya tidak tahu itu siapa. 31:58 [tertawa] 31:59 Kok tahu dari mana lagi ya? 32:00 Iya tahu dari mana gitu kan. Nah 32:01 situlah. Oke. Masyaallah. 32:06 Oke. Asalamualaikum, Teh Ana. Apa target 32:09 utama dari kegiatan ini? Dari Bu Fani. 32:13 Target utama 32:16 kita relawan peduli Quran yaitu hanya 32:18 ingin mencari 32:20 santri-santri penghafal Quran yang ada 32:23 di pelosok. Dan mencari itu dalam artian 32:27 kita datangi ke pelosok. Di sana itu 32:29 banyak santri yang ee apa namanya? 32:33 kepengin maju, kepengin menjadi 32:35 penghafal Quran, tetapi Qurannya tidak 32:37 ada. Nah, di situlah misi kita untuk 32:39 membagi apa? Memberikan Quran kita. 32:41 Qurannya menggantikan Quran dia yang 32:43 jelek atau yang belum punya diganti 32:44 dengan yang baru atau yang belum punya 32:46 kita kasihkan yang baru. Alhamdulillah 32:48 di situ sudah banyak nih 32:50 penghafal-penghafal Quran ya sekarang 32:51 yang sudah 32:52 ee apa ikut kompetisi juga ada seperti 32:55 ikut di STQ juga ada. itu dari 32:58 kampung-kampung, dari pelosok-pelosok. 33:00 Bahkan udah sering apa ada permintaan 33:03 untuk dimasukkan di Rumah Tahfiz Quran 33:06 ya, Teh. 33:08 Pesantren-pesantren gratis. 33:11 Oke, dari Susilo. 33:14 Asalamualaikum, Teh Ana. Oh, dari 33:16 Abdullah di Purwakarta. Apa syarat dan 33:18 ketentuan bagi masyarakat yang ingin 33:21 bergabung menjadi relawan dalam program 33:24 RPQ? ee relawan 33:28 peduli Quran 33:30 syaratnya cuman ikhlas lillahi taala. 33:33 Iya benar 33:34 dengan apa semangat itu saja kayaknya 33:37 tidak ada syarat yang lebih dari itu. 33:40 Yang penting keikhlasan hati untuk 33:41 membantu orang lain itu yang paling 33:43 penting. 33:45 Oke. 33:47 Dari 33:50 e Aminah Citra Indah. Asalamualaikum 33:53 Tehana terharu. Allah memudahkan urusan 33:57 untuk orang yang ikhlas. Semoga 34:00 terima kasih, Teh Aminah. 34:05 Ee Teh Ana kalau bawa Quran itu berapa 34:09 banyak? 34:12 Mungkin bisa dijelasin sama Kang Bima. 34:14 Bima silakan. Berapa banyak nih, Mbak? 34:16 Satu titik itu 34:17 satu titik biasanya kita bawa kan 34:20 Al-Qur'an itu dibagi-bagi. Minimal ada 34:22 yang 30 34:24 Al-Qur'an. He. 34:25 Kalau misalkan di pesantren itu banyak 34:28 murid-muridnya paling besar 50 karena 34:31 dibagi-bagi. He. 34:32 Karena kan Al-Qur'an itu disimpan jadi 34:34 tidak 34:35 dibawa sama santri-santrinya itu. Jadi 34:38 bisa bergilir 34:39 seperti itu. 34:40 Kalau Al-Qur'annya terbatas. Tapi kalau 34:42 Qurannya banyak satu santri satu orang. 34:45 Jadi untuk pembagian itu sendiri kita 34:48 tidak setiap permintaan diantar sih, Pak 34:51 Haji. 34:52 Gitu. Oke. 34:53 Jadi ee satu wilayah dulu misalkan nih 34:55 ada permintaan di wilayah Garut, kita 34:57 kumpulin dulu ada berapa tempat yang 34:59 minta baru kita antar. 35:01 Baik, ada telepon dari Teh Fani. Silakan 35:04 Teh Fani telepon lagi kalau mau bertanya 35:07 silakan Teh. Kami tunggu teleponnya. 35:10 Silakan telepon lagi, Ti. 35:19 Oke, nanti 35:21 ee Asalamualaikum, Teh anak A. Itu Quran 35:24 yang diberikan ee ada terjemahannya atau 35:27 Quran saja tanpa terjemahan? 35:31 Ada yang ada terjemahannya, ada yang 35:33 Al-Qur'an saja. 35:34 Hm. 35:35 Tergantung permintaan juga. Jadi kalau 35:38 yang kita datangin itu rumah tahfiz 35:40 Quran yang membutuhkan buku hafalan 35:42 Quran, kita bawakan yang buku yang apa? 35:45 Al-Qur'an hafalan. 35:46 Hafalan 35:46 gitu. Kalau untuk lansia, untuk lansia 35:48 untuk lansia 35:49 gitu. Iqra untuk jadi kalau untuk yang 35:52 remaja-remaja yang biasa sih ngaji biasa 35:54 kita bawa kan Quran biasa ya. 35:56 Jadi kalau rumah Quran Qurannya beda. 35:59 Hm. 36:01 Salam Tana biasanya usia berapa ya 36:03 mereka yang menerima Al-Qur'an itu 36:06 anak-anak yatim kah masih anak-anak atau 36:08 sudah remaja atau bagaimana? 36:10 Tidak tentu sih ee Pak Haji karena ya 36:13 pokoknya semua membutuhkan. Kadang di 36:15 kampung nih Pak Haji. Jangan salah ya 36:17 Teh anak ee umur-umur 7 tahun itu sudah 36:20 ngaji Quran yang 6 tahun itu hari sudah 36:23 ngaji Quran. 36:23 Di mana itu? 36:24 Di wilayah Garut. Ee Garut Cisewu itu 36:27 anak kecil. Jadi saya tanya, "Adik, adik 36:29 sudah ngaji Quran?" Dia bilang, "Iya 36:31 udah." Dan saya tes. Emang benar 36:33 emang dia sudah ngaji Quran. Jadi itu 36:35 saya bilang kalau di kampung itu mereka 36:36 fokus karena mereka tidak ada yang tidak 36:39 membiasakan pegang HP ya, Pak Haji. 36:41 Pertama mungkin keterbatasan enggak 36:43 punya HP. Kedua jaringan juga enggak 36:44 ada. Nah, jadi dia fokusnya di 36:46 Al-Qur'an. Nah, itulah kenapa saya 36:48 semangat untuk berbagi di pelosok itu ya 36:50 seperti itu. Karena lebih semangat 36:52 mereka untuk dibagikan Quran. 36:53 H. 36:56 Teh Ana, apakah ada orang seperti Ana 36:58 dia berbuat baik lalu jadi semuh karena 37:00 ikut pola teh Ana dalam menyembuhkan 37:04 penyakit? Ada enggak yang 37:07 lah pasti banyak. Heeh. 37:10 Dan 37:10 jadi dia punya punya penyakit gitu 37:12 lalu dia ikhtiar gitu 37:13 dari ikhtiarnya saya kan beliau bertanya 37:16 dia tahu saya sakit. Teh Ana kok teh Ana 37:19 bisa sembuh katanya. Saya bilang kenapa 37:21 bertanya seperti itu? Saya balik nanya 37:23 dulu ke beliau. Ada teman nih tidak? 37:26 Masalahnya begini, Teh. Ana itu katanya 37:28 udah kanker stadium 3. Biasanya orang 37:30 yang sudah kanker stadium 3 gitu tidak 37:33 lamaah. Seperti itulah jawab mereka. 37:35 Terus dia bilang, "Apa yang Teh Ana 37:36 lakukan selama ini?" Saya bilang, "Ya, 37:38 saya ikut di ini saya menggerakkan 37:40 Quran, saya membagikan Quran." Akhirnya 37:42 beliau tertarik tertarik. Jadi selalu 37:44 nitipin Quran, selalu nitipin sedekahnya 37:47 ke saya intinya untuk itu Quran. 37:48 Alhamdulillah sembuh juga sekarang. 37:50 Hm. 37:51 Itu. 37:51 H. Oke. 37:53 Bukan satu dua sih, sudah banyak. 37:55 Ada perante Temeri. Ee bagaimana dukun 38:00 keluarga dalam hal ini? Sering ninggalin 38:02 rumah untuk bagi-bagi keluarga daerah. 38:05 Alhamdulillah keluarga semua mendukung. 38:08 Ee enggak ada yang ini ya. Selama itu 38:12 positif 38:14 keluarga semua mendukung. 38:15 Hm. 38:17 Jadi 38:18 alhamdulillah tidak ada permasalahan. 38:20 Oke. [tertawa] 38:22 Baik. Ini masih banyak pertanyaan yang 38:24 masuk. Kita jeda dulu. Nanti setelah ini 38:26 kita akan kembali lagi 38:35 [musik] 38:37 Brasil TVAim 38:45 yang dipancarkan dari Jalan Masjid 38:46 Silaturahim 36 Kalimanggis Cibur Cibubur 38:50 masih di acara bincang inspiratif di 38:53 mana kami mengulang 38:55 Teman-teman dari relawan peduli Quran 39:00 ee di mana dia nih sudah menyumkan 39:02 kurang ke berbagai pelosok di Indonesia 39:04 termasuk ke Irian ke Papua maksudnya ke 39:08 Garut pokoknya ke pelosok-pelosok yang 39:10 susah dicangkau dengan kendaraan. 39:13 Tadi ada Mari sekarang kita ada 39:17 Ibu Asma usianya sudah 65 tahun tapi 39:20 tetap semangat. Asalamualaikum. 39:23 Waalaikumsalam. Ibu Asma wabarakatuh. 39:26 Ibu Asma ee usianya masih muda ya, 65 39:29 tahun. Anak berapa? 39:32 Tiga. 39:33 Apa yang buat ee Ibu Asma ikut dalam 39:37 RPA? 39:38 E relawan. 39:39 Alhamdulillah 39:41 saya diberi kesempatan berkenalan waktu 39:43 itu dengan Pak Ana dan diajak gitu ya 39:46 untuk ber 39:49 apa? 39:51 bergerak untuk membawa 39:54 kebaikan gitu dalam membawa Quran ke 39:57 mana-mana gitu, berbagi gitu. Dan 40:01 alhamdulillah saya merasa tertarik. 40:04 Mungkin saya hanya berharap ini yang 40:07 bisa saya lakukan itu aja. 40:10 Hmm. Hikmah apa yang Ibu Asma rasakan? 40:14 Hikmah apa? 40:16 Eh, 40:19 alhamdulillah ada satu yang begitu saya 40:22 bangga sekali waktu itu kita bertemu 40:26 dengan Pak Ustaz yang membutuhkan 40:29 ee air ya, air di mana mereka itu di 40:33 pedalaman Garut atau di 40:35 Iya, 40:35 Garut. mereka tuh membutuhkan air ee 40:39 karena mereka untuk mandi dan cebok atau 40:42 apapun harus ke sungai. Jauh 40:45 jauh gitu jalannya. Akhirnya 40:49 kebetulan di grup saya sebagai grup 40:51 Kalimantan ya. He. 40:53 Saya aslinya Kalimantan. 40:54 He. 40:55 Tapi lahir di Riau. 40:57 Oh. 40:58 Dan kebetulan di GRB itu ada pengusaha 41:00 nasional. 41:02 Hm. ya yang [berdehem] kontraktor lah 41:04 gitu yang bergerak dalam bidang air. 41:07 Jadi saya minta tolong sama Bapak itu 41:09 bisa enggak ini nih ada orang pesantren 41:12 yang membutuhkan air gitu ya. 41:16 Oh ya boleh katanya gitu ya. Ee tolong 41:19 minta alamatin mana? Ya sudah saya kasih 41:22 aja alamatnya dan alhamdulillah itu 41:25 berjalan dengan baik sampai pesantrennya 41:28 itu dibikin lagi bangunan ya 41:30 bangunan gitu dan masyarakat sekitarnya 41:32 juga mendapat 41:33 ee 41:35 kebutuhan air itu dan alhamdulillah 41:37 sampai sekarang berjalan dengan baik 41:39 gitu. 41:40 Oke. 41:41 Tapi itu kok ketak putus gitu. Kita 41:43 hanya sebagai mediasi aja gitu. 41:46 Masyaallah. 41:48 Ibu Asma usianya sudah 65 tahun tapi 41:50 tetap semangat untuk berbagi 41:51 sebagai ee orang Kalimantan. Kebetulan 41:54 Bapak pengusaha itu orang Kalimantan. 41:57 Jadi dia 41:58 ee bekerja juga di sudah nasional gitu 42:01 ya Jakarta di mana-mana gitu. 42:03 Kalimantan. 42:03 Kalimantannya di mana? Kalimantan 42:05 Tengah, selatan 42:07 Kalimantan mana? 42:08 Banjarmasin. 42:09 Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Oke. 42:12 Baik. Kita ke pertanyaan berikut dari 42:15 Bapak Hanif. 42:17 ee Teana, daerah pengabdian Quran Teana 42:20 di mana saja? Sat du hikmah yang paling 42:22 terasa bagaimana? Sudah berapa lama 42:24 pengabdian ini? 42:26 Dari Bapak Hanif. 42:27 Ee asalamualaikum Bapak Hanif. 42:29 Alhamdulillah untuk pengantaran wakaf 42:32 Quran sendiri saya gak bisa hitung lagi 42:35 karena dari pelosok Indonesia sudah 42:38 hampir ee dibagiin sama kita. maksudnya 42:42 sudah banyak dibagiin sama kita mulai 42:44 dari Bandung, Jawa apa is Jawa Barat, 42:47 Jawa Tengah 42:48 ee Sumatera, terus Kalimantan. Nah, itu 42:50 sudah kita bagikan semua 42:53 hikmahnya ya. Alhamdulillah ee luar 42:56 biasalah. 42:59 Oke. Ee cerita dan katanya ke pernah ke 43:04 Wakai. Wakai wakai kampung. 43:06 Ee Wakai baru mau dijalankan 43:09 Wakai di Papua ya. Bukan Wak itu di 43:12 perbatasan Sulawesi Tengah dengan 43:14 Sulawesi Utara. H bagaimana kondisi di 43:16 sana? 43:17 Kondisi di sana sama dengan Kampung Bajo 43:20 Torasiaje. 43:21 Ee tempat itu dia ada di atas air, desa 43:24 di atas air. He. 43:26 Nah, jadi penduduknya itu emang dia 43:29 bikin rumah di atas air. Bahkan ada 43:33 sampai dua dusun. 43:34 Landasannya apa? 43:37 Meng ada kayu-kayunya gitu. Iya. Bahkan 43:40 di laut itu ada ada lapangan bola, Pak 43:43 Haji. Itu yang membab saya takjub sampai 43:44 di situ. 43:45 Dan waktu saya mengantarkan itu wakaf 43:48 Quran di kampung Kampung Bajo Torasia, 43:52 masyaallah dia punya warganya itu 43:55 menyambutnya luar biasa sampai kita itu 43:57 harus makan di tiap rumah, Pak Haji. 43:59 Sudah disiapkan pokoknya harus makan di 44:01 sini. 44:01 Kirim berapa Quran ke sana? 44:03 Ee udah dua kali pengantaran. Kalau 44:06 kurang lebih 700 mah sudah ada. 700 44:09 Quran. 44:09 700 Quran. Karena saya bagikan itu bukan 44:12 untuk santri, tapi untuk penduduk. 44:14 Hm. 44:14 Penduduk Qurannya saya bawa yang dari 44:16 Rasil waktu saat itu saya bagikannya 44:19 perorangan malah. 44:20 Hm. 44:21 Karena beliau di kampung itu memang 44:24 ngajinya agamanya kuat gitu, Pak Haji. 44:26 Walaupun itu di pelosok apa di kampung 44:28 yang di atas laut. Nah, ini begitu juga 44:31 dan Wak yang akan saja yang akan kita 44:33 antarkan itu sama persis dengan yang 44:35 Torasiaji, Kampung Mualaf Torasiaj. Eh, 44:38 bukan kampung mualap, Kampung Bajo. 44:40 Kampung Bajo itu kan suku laut. 44:42 Hm. 44:43 Nah, suku laut itu ya sama dengan nanti 44:45 yang diwakai. Insyaallah seperti itu. 44:48 Oke. Ini ada Bapak Alfitra Ginting 44:51 berminat untuk menyumbangkan Quran 500. 44:54 Subhanallah. 44:56 Oke, sekarang lagi di luar kota nanti 44:58 pulang dia ke Jakarta akan mungkin akan 45:02 dibayar gitu ya. Ee 45:06 jika melihat kondisi Mas Oh, Ibu Fan 45:08 sudah masuk nih. Halo. 45:10 Halo. Asalamualaikum. 45:11 Waalaikumsalam Bu Fani. 45:14 Aku mau tanya sama Mbak-mbak 45:17 ee gimana ya komunikasinya dengan 45:21 daerah-daerah yang berbeda? 45:23 Sudah itu aja. Makasih. Asalamualaikum. 45:26 Waalaikumsalam. 45:28 Gimana komunikasinya bahasa Indonesia? 45:30 Ya. 45:30 Iya. Untuk komunikasinya begini, Bunda. 45:33 Jadi misalkan nih saya diberi petunjuk 45:36 ada kampung ee di sana yang butuh Quran 45:39 seperti itu. Kampung mana? Saya tanya 45:41 misalkan nih Wakai. He. 45:42 Nah, jadi begitu dia bilang Wakahi, saya 45:45 langsung telepon ee ke ini menghubungi 45:48 teman-teman dari TNI minta nomor dan 45:50 Ramil dari ee apa di tempat itu. Jadi 45:55 seperti di dan di Koramil Wak saya minta 45:58 nomor teleponnya. Nah, nanti nyambung 46:00 dari yang satu ke yang satu akhirnya 46:01 nyambung ke pihak ee Dan Ramil di desa 46:05 tersebut. Nah, dari koramil itulah dari 46:08 Darramil itu. Jadi, saya minta data 46:10 ee benar enggak ada 46:13 kampung yang katanya butuh Quran yang 46:16 begini-begini. Dia bilang, "Oh, iya 46:17 benar, Mbak. Ada di sini katanya gitu." 46:20 Nah, jadi dari Koramil itu dia 46:22 Babinsanya suruh terjun dulu, disurvei 46:25 dulu ke tempat yang akan dituju itu. 46:27 Nanti Babinsa bikin laporan ke Dan 46:29 Ramil. Dari Dan Ramil baru laporan ke 46:31 saya. Nah, dari saya baru saya proses 46:33 gitu. Nah, alhamdulillah untuk 46:35 pengantarannya. Jadi saya nanti 46:37 menghubungi lagi datangi ke tempat ee 46:39 dan Ramil tersebut baru Dan Ramil ikut 46:42 dalam pengantarannya. 46:44 Jadi di samping kita ikut apa RPQ 46:47 berbagi dari koramil setempat juga ikut 46:50 berbagi dengan kita. 46:52 Dari Haikel. Asalamualaikum Teh Ana. Teh 46:54 Ana, bagaimana pendapat teh Ana? Apa 46:56 benar masih terlalu banyak umat Islam 46:59 yang tidak bisa membaca Quran? apa buat 47:02 pemula ee pakai IQRO juga? 47:06 Ee benar, seperti yang pernah yang 47:09 sering bukan lagi pernah sering kita 47:11 datangin ke pelosok-pelosok bukan cuma 47:14 di Sulawesi, masih di Jawa Barat, di di 47:18 Garut pernah kita datangin ke sana 47:21 itu daerah Sanding ee Cekelet. kita itu 47:26 sudah semangat bawa Quran ke sana, bawa 47:28 iqra ke sana. Sudah diberitahu kalau dia 47:31 bilang di sana itu ada satu kampung, ada 47:34 satu madrasah yang katanya tidak bisa 47:36 ngaji dan kita datangin ke sana, kita 47:39 datangin ustaznya. Diumumkan berapa 47:41 kalip pun enggak ada yang datang, Pak. 47:43 H 47:43 enggak ada yang datang. Akhirnya kita 47:45 datangin ke e Ibu RW-nya, "Bu, tolong 47:48 ada anak-anak ngaji enggak di sini?" 47:50 Gituin sama kita. Akhirnya pada datang, 47:52 pada datang ke masjid. Tapi anak itu 47:55 tidak ada yang bisa ya, Bim? Ya, 47:56 enggak bisa. 47:57 Gak ada yang bisa. Saya sama Bima sampai 48:00 ditanya rukun iman, rukun Islam itu 48:02 enggak ada yang tahu, Pak Haji. 48:03 H 48:03 katanya saya tanya, "Mana ustaznya?" 48:05 Ustaznya itu apa ya? Jarang jarang 48:07 datang ya, Bim ya? Jadi ditawari Quran 48:10 juga enggak ada yang mau, Pak Haji. 48:11 Hm. 48:12 Gitu. Jadi itulah nah itu yang harus 48:14 kita bina sebenarnya. Jadi kita 48:16 datangilah salah satu pembina ee apa 48:20 namanya? Ustaz yang ada di wilayah 48:22 Setepu kita ceritakan. Saya bilang 48:24 ternyata di di Garut itu ada yang 48:25 gini-gini. Akhirnya dia beliau masuk ke 48:28 wilayah itu. Nah, jadi dibinalah sama 48:30 ustaz itu nanti gitu. 48:32 Oke, saya akan baca lagi nomor telepon 48:34 dari Teh Ana, pimpinan dari relawan 48:38 Peduli Quran atau RpQ 48:43 yang sudah membagi bagian Quran ke 48:45 berbagai tempat, ke pelosok-pelosok 48:48 di Indonesia sampai ke Papua segala ya. 48:52 Silakan ini dicatat nomornya 0877 48:55 sudah. 48:57 Kemudian 53, 48:59 kemudian 71 49:02 276 49:05 0877 49:07 53 49:09 71 2776. 49:13 Teh ana apakah bukan cuma ukuran saja 49:16 artinya kondisi masjid atau tempat air 49:19 wudu tidak ada. Apakah 49:21 sampai ke yang di luar Quran gitu juga 49:24 menjadi perhatian Teh Ana? 49:26 Alhamdulillah. Pakaji untuk bantuan. 49:30 Jadi begini, dikala kita ee pergi 49:33 mengantarkan wakaf Quran ke pelosok itu 49:36 dari madrasah-madrasah suka meminta hal 49:38 lain. Hal lain contohnya, Teh Quran di 49:41 sini keadaan kami seperti gini. Terus di 49:44 sini itu tempatnya katanya ya tidak 49:48 layak. Emang tidak layak, Pak Haji yang 49:49 saya perhatikan. Terus ada juga yang 49:51 tidak ada airnya, tidak tempat ada 49:54 tempat wudu. Emang benar sudah saya 49:56 survei seperti begitu tidak ada memang 49:58 airnya itu jauh. Jadi ee apa ya banyak 50:01 permintaan. Nah, dari kita itu akhirnya 50:04 tertarik untuk ee mengadakan hal lain 50:07 seperti karena kita dari donatul Quran 50:10 tuh kadang ada melihat, "Theh, itu teteh 50:11 lagi berbagi di mana?" Saya bilang, "Ini 50:13 saya lagi berbagi di perosok Garut." Dia 50:15 bilang, "Terus apa lagi yang dia 50:16 butuhkan?" Ee oh alhamdulillah saya 50:18 bilang di sana itu butuh untuk pengadaan 50:21 tempat wudu atau air gitu. 50:24 Oh iya dari saya nanti saya inikan. Jadi 50:27 sekarang ini dari RPQ sendiri itu untuk 50:32 air itu sudah ada lima apa enam sumber 50:35 pesantren yang sudah kita inikan sumber 50:37 suntiknya yaitu dari donaturnya Bunda 50:39 Asma itu 50:40 dari kalau ee 50:42 listrik itu sudah ada berapa puluh ya 50:44 Bim ya? 25 pesantren tiap 50:46 Nah, jadi ada juga donatur kita yang 50:48 beliau 50:50 apa memberikan bantuannya lewat token 50:52 listrik. Jadi pesantren itu token 50:54 listriknya dari beliau tiap tanggal 1 50:55 tinggal di-share 50:57 gitu. Jadi masjid pun masjid 50:59 alhamdulillah sudah ada beberapa masjid 51:02 ada pembebasan tanah wakaf juga untuk ee 51:05 tempat Quran dan untuk masjid ini 51:08 insyaallah tanggal 3 juga mau ada 51:10 peresmiannya nih Pak Haji di wilayah 51:13 Rancabuaya Pamengpeg 51:16 ee yang memberikan donaturnya dari teman 51:19 kita ee dokter-dokter seperti Bunda Iis 51:24 itu Bunda Iis dari MT Siti Khadijah. 51:27 Alhamdulillah beliau bantuannya kepada 51:28 RPQ luar biasa, bantuan pembangunan 51:31 jembatan masjid. Nah, itu bersinerginya 51:34 dengan RPQ. 51:36 Begitu juga dengan dokter Tesa. 51:37 Alhamdulillah itu donaturnya kita ya 51:40 untuk bergerak. Beliau yang sering bantu 51:42 kita ke pelosok-pelosok karena dokter 51:43 itu punya mobil high look yang double 51:46 kabin. Jadi itu yang sering kita pakai. 51:48 [tertawa] 51:48 Itu dia. 51:50 Oke, dari Teh Rina di Bogor. Semangat 51:53 terus untuk Ana dan seluruh tim RPQ. 51:56 Mengelola sebuah organisasi sosial tentu 51:59 bukan perkara mudah apalagi melibatkan 52:01 banyak relawan dengan latar belakang 52:03 yang berbagam. Apakah pernah menghadapi 52:05 tantangan atau perbedaan pandangan di 52:08 internal? nilai-nilai apa yang selama 52:10 ini dijaga sehingga RpQ tetap solid dan 52:14 istikamah dalam menjalankan misi 52:16 penyebaran Al-Qur'an ke berbagai daerah. 52:21 Kalau problem di 52:23 bentar 52:24 lingkungan RPQ mah. Ada saja tapi kita 52:27 tidak sampai seperti 52:30 apa ya gondok-gondokan. Enggak sih cuman 52:32 saat itu aja. Karena mungkin perbedaan 52:34 pendapatnya masalah waktu, masalah 52:37 kendaraan ya paling itu-itu saja sih 52:39 masalah kecil tapi tetap kita saling 52:42 kompak. Buktinya sampai saat ini pun tak 52:45 ada kendaraan kita naik motor dari 52:46 Bandung kita gas terus. [tertawa] Nah, 52:48 gitu, Pak. 52:50 Masyaallah. 52:51 Intinya 52:52 ee asalamualaikum, Teh Ana. Teh Ana, 52:53 dalam sebulan berapa kali kunjungan ke 52:56 titik-titik yang perlu Quran? 52:59 Kalau kunjungan kita tidak bisa hitung, 53:00 Pak Haji. Ya, Bim ya. 53:02 Ada aja. Jadi kadang seminggu tiga kali 53:05 tergantung bagaimana ada Qurannya, ada 53:07 permintaannya dan tergantung dananya 53:09 yang kita punya. 53:10 Itu operasionalnya. Intinya 53:11 operasional. Oh, gitu ya. Kalau masih 53:14 ada operasionalnya ya itu tadi. Kalau 53:16 tidak ada kendaraan mobil ayo kita antar 53:19 pakai motor. Kalau motor itu kan cuma 53:21 beli bensin buat motor aja ya. Paling 53:23 seperti itu. 53:24 Bagaimana mengatur ee apa nih kebutuhan 53:27 keluarga dengan program ini? Misalnya 53:31 keluarga juga zang sakit, keluarga perlu 53:33 diantar ini, istri diperlukan untuk 53:36 mengantar. itu bagaimana me 53:39 membagi antar kebutuhan keluarga 53:42 dengan program ini mengantar Quran ke 53:45 berbagai daerah. untuk program yang ini 53:48 ee apa dikalahkan 53:50 keluarga yang utama itu sudah jelas 53:53 keluarga, suami itu yang utama. Cuman 53:56 kadang kita minta izin juga sama suami, 53:59 boleh enggak hari ini kita ngantar lagi? 54:00 Kalau diizinkan kita pergi. Kalau 54:02 misalkan ee kita kan tim ini ada enam 54:06 nih. Misalkan Bunda Asma tidak bisa 54:08 antar ee ya enggak apa-apa kan Bunda 54:11 Asma ada urusan biar kita yang antarkan 54:13 lagi yang kita 54:14 1 tahun ya 1 tahun absen. 54:17 Oh buasmar 1 tahun absenus 54:21 mamahnya. 54:22 Jadi kita tidak tidak tentu sih Pak 54:24 1 tahun absen saya jaga mamah sih. Jadi 54:27 mereka aja yang berangkat. Masyaallah. 54:29 Sedih juga sih. 54:31 Masyaallah. 54:33 Ini kan lain-lain alamat nih bisa ketemu 54:35 dari gimana caranya kok bisnir lain-lain 54:38 daerah, lain-lain background bisa 54:41 media sosial di HP di grup. 54:44 Oh 54:45 kalau untuk tim ini Knya ya mungkin 54:48 Allah sudah tunjukkan orang-orang 54:49 terbaik yang harus gabung di RPQ. Ya, 54:53 inilah orang-orang terbaiknya [tertawa] 54:56 dari komunitas, Pak. Kita akan bergerak 54:58 di bidang aksi sosial misalnya bela 55:00 Palestina. Jadi kenal di lapangan, Pak. 55:02 Oh, 55:03 jadi akrab ya. 55:05 Iya. 55:06 Oke. E kalau mau lihat di YouTube ada di 55:09 mana? Katanya 55:10 ada di ee relawan Peduli Quran aja. Ada 55:13 relawan Peduli Quran ya? Ada ya? 55:15 YouTube. Ada IG-nya juga ada juga. 55:17 Ada relawan peduli Quran. 55:19 Masyaallah. 55:22 Cuman kadang kita tidak terlalu ini di 55:24 medsos karena lebih banyak bergerak ya 55:26 di 55:27 kita lebih aktif di lapangan. 55:28 Aktif di lapangan. 55:31 Kang Bis Kang Bis Kang Bima kan Ibu ee 55:37 apa yang membuat Anda tertarik bergabung 55:40 bersama Te Ana dan relawan Pul Quran 55:43 mengingat kegiatan relawan seperti ini 55:45 banyak mengandalkan keikhlasan dan 55:47 pengabdian. Motivasi apa yang membuat 55:50 Anda tetap semangat dan bertahan 55:52 menjalankan amanah, Kang Bima? 55:56 Jadi, motivasi yang saya inginkan se 56:00 sebetulnya yaitu membahagiakan orang 56:02 lain yang ada di pelosok. Intinya 56:05 belajar untuk memanusiakan manusia. 56:07 Nah, itu sedikit-sedikit. Jadi, kan 56:10 diatur nih, Pak, kita teh misalkan saya 56:13 harus maisah dulu diatur waktunya. Jadi 56:15 enggak bisa langsung itu dia diatur 56:17 waktu ini belum ketutup nih. 56:19 Nah itu dia. Kalau udah aman mah 56:20 berangkat terus, Pak. Istilahnya gitu. 56:23 Kalau ada usaha mah usaha jalan ini 56:25 jalan. 56:26 Kalau kepengin besarnya itu. 56:27 Oke. 56:28 Bosma apa yang bikin semangat terus? Apa 56:30 yang mau buat semangat terus? 56:33 Kalau ya kurang lebih ya sama Bima juga 56:39 kadang-kadang waktu 56:42 dan dukungan keluarga 56:45 juga mungkin kondisi ya kondisi 56:49 kesehatan gitu Teh. Tapi alhamdulillah 56:51 selama saya bergabung saya kok merasa 56:56 agresif ya apa gimana gitu. merasa 56:59 [tertawa] 57:00 ter ter ini tertantang gitu ya. 57:03 Karena saya waktu itu waktu SMP rajin 57:06 pramuka. 57:07 Oh 57:08 ya. Saya pemegang smaport gitu ya baca 57:11 sandi gitu dan ketuanya. 57:14 Jadi saya suka jalan-jalan gitu. Wah ini 57:16 kesempatan jadi dari iseng ya dari iseng 57:19 kenal dengan Pak Anak dengan Quran. 57:22 Akhirnya saya pikir ah sekalian aja 57:24 jalan-jalan gitu ya sambil beribadah 57:26 gitu aja. 57:29 Awalnya ini cuma orang rumahan nih, Pak 57:30 Haji. Sering sakit, tapi setelah 57:33 ikut-ikut dengan kita, alhamdulillah 57:34 semangatnya meningkat. 57:36 Jadi 57:38 kelihatan berjiwa muda lagi nih. 57:39 Ikut-ikutan naik motor biar tuh naik 57:42 motor kuat sekarang. 57:44 Ya kayak kemarin mau berangkat aja, 57:45 cucunya nangis-nangis pengin ikut. 57:47 Nah, terus 57:48 ya cucunya pengin lihat neneknya pengin 57:50 ikut. 57:50 Ikut harinya ikut apa gimana? 57:51 Enggak ikut. 57:52 Enggak ikut. 57:52 Pengin ikut gitu. 57:54 Berat juga ya. 57:55 Iya lumayan. Asalamung Teh Ana. Kalau 57:57 mau donasi bisakah dalam bentuk dan 57:59 berapa nomor rekeningnya bisa? Ada hafal 58:01 enggak? 58:02 Ada 58:04 nomor Teri Teri sebutin itu. 58:06 Nomor rekeningnya berapa? 58:07 Nomor rekeningnya 58:08 ini dari Pak Mokhtar TNI Angkatan Udara 58:12 nih. Ingin ikut sharing juga nih. Kalau 58:14 mau donasi bisakah dalam bentuk dana 58:16 katanya? Mohon berapa nomor rekeningnya? 58:19 Alhamdulillah bisa saja sih, Pak. 58:21 Berapa nomornya? 58:22 Ada di Teri 58:23 Oh, enggak hafal ya? Meri lagi lihatnya 58:25 enggak hafal cari dulu nomor 58:27 rekeningnya. Biasanya kalau nomor 58:28 rekening hafal ya 58:29 nanti dicatat [tertawa] 58:31 bentar ya. 58:32 Lanjut. Oke. 58:36 Ee Teana dan teman-teman di RPQ 58:39 mudah-mudahan sehat terus. 58:41 Alhamdulillah. 58:42 Hmm. Jangan sampai kendor katanya. 58:46 Oke. 58:48 Kalau bisa 58:50 ke pejabat-pejabat juga tuh datangin Teh 58:54 Ana katanya. 58:55 Ya itu dia harus ada linknya, Pak. 58:57 Heeh. 58:58 Siapa tahu dia enggak ada Quran atau ada 59:00 Quran enggak bisa dibacanya. [tertawa] 59:02 Iya. 59:03 Ada nomor temannya sudah. 59:04 Iya. Ada nomor rekeningnya di 59:07 BCA. 59:08 BCA 59:09 BCA 59:10 atas nama Meri Erpinasari. 59:12 At Meri. Mari siapa? Mary Ervinasari. 59:16 Ervinasari. 59:18 Iya. 59:19 Berapa nomornya? 59:19 832. 59:20 Oke. Lagela. 832 59:23 064 59:24 064 59:25 7399. 59:26 7399. 59:28 Ya, itu BCA atas nama Mary Ervina Sari 59:33 dengan nomor rekening 832 59:36 kemudian 06 59:39 47 399. 59:43 Iya. 0 832 064 59:47 733 99 59:50 99 atas nama Mary Ervina Sari BCA 59:56 Hel 1:00:00 enggak pakai yel-yel kaliya 1:00:02 emang ada 1:00:02 hah kita ma 1:00:03 enggak pakai langsung praktik 1:00:05 langsung praktik 1:00:06 langsung praktik ya 1:00:08 oke terima kasih Teh Hana kita sudah 1:00:10 dibatasi oleh waktu ada terakhir yang 1:00:12 ingin disampaikan Te Ana, 1:00:14 terakhir yang ingin disampaikan saya 1:00:17 berharap mudah-mudahan 1:00:19 setelah saya ada di R di Rasil maksudnya 1:00:23 ada di Rasil mungkin ada dari salah satu 1:00:27 donatur yang 1:00:30 melihat 1:00:31 live-nya kita kali ini bersedia menjadi 1:00:35 donatur kami. 1:00:36 Tadi Pak MAR ada tuh. 1:00:37 Iya. Alhamdulillah. Keinginan kami sih 1:00:39 cuman satu, Pak Haji. Saya itu ingin 1:00:41 dipermudah dalam segala urusan. ke 1:00:43 mana-mana bisa berbagi, 1:00:45 tidak melihat waktu. Kadang kal yang 1:00:48 penting ada yang siap kita salurkan, 1:00:50 kita salurkan. Kalau ada ya mungkin 1:00:53 suatu saat nanti kita punya kendaraan 1:00:55 pribadi untuk mempermudah kita dalam 1:00:58 menjalankan tugas-tugas ini. Qurannya 1:01:00 ada. Karena cita-cita saya cuma itu, 1:01:01 Paki. Saya cita-cita saya kepengin punya 1:01:04 mobil khusus untuk penebar wakaf Quran 1:01:07 di mana mungkin saya bisa jalan dari 1:01:09 pelosok ke pelosok. itu jalan aja terus 1:01:12 di mana ada yang butuh Quran kita 1:01:14 singgahi. Kan itu memang yang menjadi 1:01:16 kegiatan kita sama Bima sama tim itu. 1:01:19 Kita berangkat dari sini misalkan ayo 1:01:20 kita jalan ke mana? Udah ke mana aja. 1:01:23 Nah nanti pas di jalan itu kita lihat 1:01:25 nih ada madrasah yang lagi ngaji 1:01:26 anak-anaknya kita datangin. 1:01:29 Kita datangin kita bagikan, habis itu 1:01:31 habis dibagikan 1:01:32 berangkat lagi 1:01:32 berangkat lagi seperti itu loh. Jadi di 1:01:34 mobil itu ada terus Qurannya Pak Haji 1:01:37 sekali. 1:01:37 Nah itulah cita-cita saya. He. 1:01:39 Saya ingin punya kendaraan khusus, punya 1:01:42 juga donatur khusus Alqurannya, alat 1:01:44 salatnya supaya saya bisa terus bergerak 1:01:46 di pelosok negeri. 1:01:47 Ya, semangat itulah yang menjadikan 1:01:49 Teana sembuh dari penyakit kansernya. 1:01:53 Luar biasa. Ya, ini nomor teleponnya. 1:01:55 Saya akan bacakan lagi terakhir ini Teh 1:01:57 Ana nomornya 0877 1:02:01 kemudian 53 1:02:04 kemudian 71 1:02:07 kemudian 27 1:02:09 76 1:02:11 0877 1:02:13 53 1:02:15 71 1:02:17 276 1:02:19 dan jangan lupa nanti ini ada pengumuman 1:02:22 dari Rasil ada tahsin arqu Karan pada 1:02:25 kumpul tanggal 14 1:02:28 Juni hari Ahad di Masjid Silaturahim. 1:02:30 Silakan hadir. Ee yang akan menjadi mana 1:02:35 tadi tuh 1:02:37 ininya? Ee 1:02:40 ya pokoknya nih tahsin rasil akan 1:02:42 kembali diadakan 1:02:45 ee 1:02:48 pada hari Ahad tanggal 6 tanggal 14 Juni 1:02:52 ee temu jemah tahsin tilawah Al-Qur'an 1:02:55 pendengar hasil hari Ahad tanggal 14 1:02:57 Juni 2026 pukul 0.30 hingga pukul 11.00 1:03:01 Ustazahnya adalah Ustazah Dara M. Anisa 1:03:05 STI 1:03:07 narasumbernya silakan hadir hari Ahad 1:03:10 tanggal 14 Juni dan nomornya apa namanya 1:03:14 teh an77 1:03:16 53712776 1:03:20 dari Relawan Peduli Quran RPA. Terima 1:03:25 kasih sudah hadir di Rasil. Terima kasih 1:03:27 juga yang untuk yang lain. Asma Meri 1:03:30 Kang Adul Kang Jej Kang Bima sudah hadir 1:03:32 di Rasil. Terima kasih. Mudah-mudahan 1:03:34 programnya terus mendapat keikhlasan. 1:03:37 Amin. Amin. 1:03:37 Dan dapat apa namanya? 1:03:40 Kekuatan dari Allah Subhanahu wa taala. 1:03:42 Baik, saya Muhammad Krishna ee Ondi 1:03:45 Saputra, Abi Agus nih producer kita. 1:03:48 Ondi Saputra dan Algi mohon eh Neja. 1:03:52 Nah, Neja 1:03:54 eh Neja. Terus juga Algi mohon pamit. 1:03:56 Wabillahi taufik walhidayah. 1:03:58 Asalamualaikum warahmatullahi 1:03:59 wabarakatuh.