Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [Musik] 0:05 Brasil 0:06 [Musik] 0:10 TV asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh 0:20 [Musik] 0:26 auzubillahiminasyaitanirim 0:28 bismillahirah 0:35 walladina amanu wailus 0:40 [Musik] 0:41 shihatiudhiluhum 0:43 jannatin tajri Min tahtihal 0:49 Anhar Min tahtihal Anhar 0:56 khha 0:58 AB 1:01 [Musik] 1:14 inallahurukumul 1:17 amti 1:19 ahha wa 1:22 [Musik] 1:28 hakamtum 1:33 inukum Bi 1:35 [Musik] 1:37 Innallaha samiam 1:41 bir ya 1:45 ayyuhalladzina 1:46 amanu 1:48 ati'ullaha wa ati'ur 1:51 [Musik] 1:53 Rasul 1:54 aah 1:57 waurasula waulil Amri 2:03 [Musik] 2:08 ilallahi warasuli in 2:12 kuntum tuna Billahi walumil 2:20 akhirikair wa 2:23 [Musik] 2:26 ahsanuwiallahulim wasalamualaikum 2:28 warahmatullahi wabarakat 2:32 Waalaikumsalam dear Leaders dan calon 2:34 Leaders di seluruh Indonesia dan luar 2:37 negeri kembali lagi kita pada acara 2:38 Indonesia Leaders talk setiap Jumat 2:41 malam yang malam ini Eh sudah seri ke-64 2:47 ya sejak awal tahun lalu dan EE pada 2:51 malam ini kita mengambil tema tentang 2:54 proposal ekonomi dan politik untuk NKRI 2:57 lebih baik ee sahabat s-sahabat ee 3:00 sekalian 3:02 ee Indonesia di hari ini 3:06 ee sehari setelah hari sumpah pemuda dan 3:10 juga 3:11 ee e setelah kemarin juga kita melewati 3:14 beberapa peristiwa ya Ee baik peristiwa 3:19 eh besar seperti halnya pandemi covid 3:23 yang terus memberikan dampak signifikan 3:25 bagi bangsa kita ataupun beberapa 3:28 peristiwa nya yang 3:31 EE membuat ee publik ee suka 3:34 bertanya-tanya ya terkait dengan 3:36 kebijakan pemerintah yang EE diambil 3:40 yang terkesan tidak ee 3:43 memperhatikan ujungnya untuk e kebaikan 3:46 dan kemaslahatan rakyat dan juga 3:48 kemakmuran rakyat seperti kebijakan 3:50 pindah ibuota kemudian kebijakan e 3:53 kereta cepat infrastruktur ya Dan juga 3:57 bagaimana penegakan hukum dan pember an 4:00 korupsi yang saat ini menurut 4:01 survei-survei yang ada ee menurut 4:04 masyarakat berada pada titik ee terendah 4:06 ketidakpercayaan publik terkait dengan 4:08 ee penegakan korupsi ee pemberantasan 4:12 korupsi dan penegakan hukum 4:14 sahabat-sahabat 4:15 sekalian Indonesia adalah salah satu 4:18 negara besar di dunia dan juga negara 4:21 ee muslim terbesar di dunia tetapi 4:24 Sampai saat ini seakan-akan negara kita 4:26 ee terus berada di ee dalam level negara 4:30 menengah padahal ee sebenarnya tidak 4:33 sedikit ee para intelektual para pemikir 4:36 dan para pejuang yang dilahirkan dari 4:37 rahim ibu pertiwi negeri ini Tetapi 4:40 entah kenapa sampai sekarang 4:42 Eh negara kita belum bisa mampu untuk 4:45 menghasilkan solusi-solusi 4:47 pemikiran-pemikiran terobosan-terobosan 4:49 untuk kebaikan e peradaban umat manusia 4:53 dan eh Bagaimana nasib bangsa kita ini 4:57 ke depan di tengah situasi saat ini 5:00 untuk itu sudah hadir e pembacara kita 5:03 pada malam ini Dr Antoni budwan eh 5:09 managing director political economy and 5:11 policy studies ya PS Eh beliau adalah 5:15 salah satu pakar ekonomi yang sangat 5:17 kritis melihat segala permasalahan yang 5:19 ada di bangsa kita dan 5:20 mengdebankan nilai-nilai kebenaran 5:23 ilmiah dan akademis dan hati nurani yang 5:25 luhur Selamat malam 5:28 Dr 5:30 senang sekali bisa hadir kembali ya 5:33 selamat malam Dr Antoni eh ditunggu 5:37 pemikirannya Bagaimana dengan kondisi 5:39 bangsa kita saat ini apakah masih ada 5:41 harapan untuk NKRI lebih baik ya terkait 5:43 dengan kebijakan-kebijakan ekonomi dan 5:46 juga politik yang harus e diambil oleh 5:48 pemerintah dan juga tuan rumah kita yang 5:51 setiap saat membersamai kita pak Mardani 5:54 Al Asalamualaikum Pak 5:58 maniam warahmatullah wabarakatuh Bang 6:02 Mas matur nuhun matur nuhun Terima kasih 6:06 Pak eh ditunggu pemikiran-pemikiran 6:09 cerdasnya setelah kemarin memberikan 6:12 statement yang cukup e bisa menyenta 6:15 kita semua Bah Sudah saatnya kita 6:17 bersatu Ya bahwa PKS ada masih mungkin 6:21 untuk mendukung 6:26 Ganjar ya danaan sama kita 6:31 eh yang terus bersama selalu membersam 6:34 Ind ST mudah-mudahan Insyaallah akan 6:36 menyusul Bung Roki Gerung ya Eh Mitra 6:38 setia pak Mardani alisera dalam setiap 6:41 seri industaler ST sebelum kita masuk eh 6:44 ke Pak Mardani Saya mengucapkan terima 6:46 kasih kepada seluruh sahabat setia 6:49 pemirsa inial ST dan juga para 6:51 rekan-rekan media eh Dan wartawan yang 6:54 terus membersamai dan Meliput acara ini 6:56 mudah-mudahan ee bisa memberi sumbangs 7:00 konten positif dan pencerdasan EE bagi 7:03 kita semua dan masukan bagi para 7:05 pengambil kebijakan di negara kita dan 7:08 juga acara ini bisa disaksikan secara 7:11 langsung melalui channel YouTube eh dan 7:14 Facebook Mardani alisera channel YouTube 7:17 PKS TV dan rasil TV dan juga secara 7:20 langsung melalui siaran radio eh rasil 7:23 720 am jadi sahabat-sahabat bisa 7:26 mendengar selain dari YouTube juga bisa 7:28 melalui radio hasil 720 am baik langsung 7:32 saja kita sekarang ke Pak Mar Al untuk 7:36 mendapatkan paparannya Bagaimana 7:37 proposal beliau nih terkait dengan e 7:40 masa depan Indonesia ya di bidang 7:43 ekonomi dan politik kepada Pak Mar 7:44 dipersilakan Pak kasih Bang Aldi izin 7:48 Mas Antoni dan teman-teman semua 7:52 Bismillahirrahmanirrahim salamualaikum 7:54 warahmatullahi wabarakatuh 7:57 Waalaikumsalam alhamdulillah id 8:02 Muhammad Selamat malam dan salam 8:04 sejahtera untuk kita semua bahagia 8:07 sekali eh malam ini Eh Topik kita 8:11 eh mencoba untuk melihat Indonesia dalam 8:15 perspektif yang lebih eh argumentatif eh 8:20 proposal 8:22 ekonomi politik Indonesia maju 8:25 teman-teman sekalian tentu eh sudah 8:29 tahun lebih ya Indonesia Leaders talk eh 8:32 menyapa dengan membedah e berbagai sisi 8:35 tetapi eh kita perlu juga untuk mencoba 8:40 membangun 8:41 eh apa sih ya Eh big pictures Indonesia 8:46 maju reformasi 98 sudah mengajarkan 8:50 kepada kita bahwa 8:52 eh eh kurva J ya kurva Jakarta ya jnya 8:57 Ian branon ya bahwa dari satu negara 9:01 totaliter ingin menjadi negara demokrasi 9:04 itu dia tidak linear ya tapi biasanya 9:07 mengikuti kurva J ya E huruf j ekornya 9:10 ke bawah dulu ini masa-masa berat 9:13 sebelum kita mampu menyelesaikan masalah 9:16 kemudian bisa naik ke atas walaupun Eh 9:20 jurve ini dalam konteks Indonesia bisa 9:23 jadi juga mengalami beberapa revisi dan 9:26 eh eh adaptasi ya karena kita melihat 9:31 bagaimana pertumbuhan institusi yang 9:33 namanya Komisi Pemberantasan Korupsi ya 9:36 tahun ee 2002 nomor undang-undang 30-nya 9:40 di 9:41 eehasilkan mungkin 2000 perlu waktu 10 9:44 tahun untuk membangun institusi 2012 9:48 kita baru mulai melihat bagaimana dia 9:50 mulai e Growing Up dicintai tetapi di 9:54 hampir 9:55 2021 kita punya cerita sedih ya 9:58 bagaimana mana pemecatan 57 ee para 10:02 pejuangnya E dan sehingga sekarang 10:05 banyak sekali catatan menjadi sebuah 10:08 noktah yang tidak boleh kita lupakan 10:10 betapa eh selalu ada fightback ya selalu 10:14 ada perlawanan barik dari para mafia 10:19 para oligark e mereka-mereka yang tetap 10:22 ingin mengangkangi Indonesia untuk tidak 10:26 terwujud Keadilan Sosial untuk tidak 10:29 terwujud ekonomi konstitusional nanti 10:31 Prof Antoni akan lebih detail untuk 10:34 tidak terwujud politik yang 10:37 eh for the sake of the people ya yang 10:40 untuk kelompok masyarakat Nah karena itu 10:43 eh secara umum eh 10:47 Tentu saya melihatnya eh 10:51 tiga perkara besar ya bagaimana 10:54 eh Indonesia memiliki pondasi 10:58 eh nilai yang demokratis ya Demokrasi 11:03 adalah jalan yang sudah kita pilih 11:05 kekuasaan ada di tangan rakyat tidak ada 11:08 cerita tiga periode ya tidak ada cerita 11:11 perpanjangan tangan perpanjangan masa 11:13 jabatan tapi rakyat rakyat rakyat tentu 11:17 demokrasi yang kita harapkan demokrasi 11:19 yang membawa kestabilan membawa merit 11:22 system membawa peningkatan eh 11:25 kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia 11:30 sesudah kita memiliki kerangka demokrasi 11:32 yang kuat ya Yang ini ee Mestinya Bisa 11:35 diwujudkan dalam bentuk eh pendidikan 11:38 yang partisipatif dan 11:41 egaliter media yang eh eh bebas Ditambah 11:46 lagi dengan 11:48 eh saya 11:50 menyebutnya masyarakat yang berani maka 11:53 ini adalah lahan yang sangat subur bagi 11:56 terwujudnya eh good governance ya govern 12:00 governing quality ya akan ada teknokrasi 12:03 e dari orang-orang terbaik Kalau bahasa 12:06 masudman Said presiden yang baik ini 12:09 memilih 50 pembantunya menteri dan 12:12 kepala lembaga 50 menteri dan kepala 12:15 Lembaga ini memilih 500 Selon 1 500 12:19 Selon 1 ini memilih 5000 para direktur 12:21 Dirjen direktur orkestrasi jalan dengan 12:24 baik ini dilakukan dengan teknokrasi 12:26 yang baik ya Sehingga ee bagaimana 12:29 pendidikan berkualitas inklusif yang 12:32 terjangkau bisa dicapai Bagaimana 12:34 kesehatan dengan kualitas pelayanan 12:39 terbaik tetapi efisien dan tidak ada 12:41 korupsinya ya dan betul-betul mampu 12:44 menjangkau masyarakat ya bagaimana UMKM 12:47 kita bagaimana divabel kita bagaimana e 12:52 para pekerja seni dan budaya kita 12:53 betul-betul merasakan kehadiran negara 12:56 ya 12:57 nah demokrasi yang baik ini tentu 13:01 ditutup dengan kerangka yang ketiga Bang 13:04 bagaimana kita memiliki ee Indonesia 13:07 yang tumbuh 13:08 e GNP per kapita kita mungkin bisa di 13:12 15.000 sampai 20.000 us dolar dengan 13:16 rasio gini yang kecil sehingga 13:18 betul-betul ada ekonomi bernilai tambah 13:21 tinggi dan berkeadilan eh suable 13:24 develment goal kita yang ramah nilai 13:27 ramah lingkungan tetap terwujud 13:29 dan ujung akhirnya kita memiliki 13:32 kualitas sumber daya manusia terbaik 13:35 yang siap untuk mewujudkan W arsalnaka 13:39 rahmatanilamin Indonesia itu adalah 13:42 negara besar yang membawa kebaikan 13:44 kontribusi positif bagi masyarakat tiga 13:48 kerangka besar ini 13:49 eh basis demokrasi yang sehat teknokrasi 13:54 yang merit dan pilar eh terwujudnya lu 13:58 lu nyantai aja ya I gua di sini di bawah 14:01 sini kalau 14:03 perlu eh dan eh adanya eh eh SDM yang 14:09 berkualitas dan memiliki value eh etik 14:14 dan logik yang kuat itu proposal yang 14:17 harus kita jalankan karena itu 14:19 diperlukan kepemimpinan yang memiliki 14:23 etiks tapi juga kepemimpinan yang punya 14:26 kemampuan teknokrasi ya yang itu 14:29 dikontrol oleh sistem politik yang sehat 14:32 yang merit System yang itu bisa kita 14:34 wujudkan dengan pemilu bukan cuma luber 14:37 tapi 14:38 betul-betul bar to entry-nya tidak ada 14:41 ya Sehingga ada kontestasi karya dan 14:44 gagasan ini pekerjaan besar tapi bisa 14:47 kita mulai dengan melangkah untuk 14:49 menjadi 14:52 eh nezen ataupun cizen pemberani yang 14:57 berkolaborasi untuk mewujudkan Indonesia 15:00 yang tidak takut kepada oligark begitu 15:03 mangdi sebagai 15:05 pengantar Baik terima kasih Pak Mardani 15:09 atas pengantar gagasan tiga gagasan tadi 15:12 ya untuk proposal kebangkitan dan 15:15 kemajuan Indonesia selamat malam 15:18 B malam semuanya Pak 15:27 an 15:29 siap Terima kasih sudah hadir Sekarang 15:31 kita ke Pak Dr Antoni eh ekonom kita 15:35 bagaimana Pak Antoni dengan kondisi 15:38 ekonomi Indonesia sekarang ini kita 15:41 katanya sih prediksinya ekonomi 15:43 Indonesia suatu saat bakal masuk ekonomi 15:45 5 besar dunia gitu ya E itu hanya 15:48 sekedar mimpi cuma jualan politisi atau 15:51 memang realistis untuk dijalankan dengan 15:54 syarat-syarat tertentu kepada Dr 15:57 dipersilakan Iya Selamat malam terima 16:01 kasih malam 16:04 malam 16:10 bungani sebetulnya kalau kita bicara 16:13 ekonomi dan politik bermuaranya tentu 16:16 saja berawalnya tentu saja dari 16:19 politik kalau politiknya beres dan 16:23 semuanya 16:26 mengikutiyaratan-persyaratan dan 16:28 peraturan 16:30 perundang-undangan ya harusnya adalah 16:33 tidak begitu 16:34 Ee masalah dengan ekonomi artinya secara 16:38 teknis ekonomi bisa 16:40 dilakukan masalahnya adalah ekonomi 16:43 sulit dilakukan secara teknis karena ada 16:46 faktor-faktor politik sehingga di situ 16:49 terjadi 16:51 ketidakadilan termasuk juga 16:54 eh kedadilan dengan 16:57 daerah dengan 16:59 ee antar masyarakat nah di mana bahwa 17:03 oligarki mencengkeram di situ 17:08 ah 17:10 jadi dengan ya sebetulnya kalau ini 17:14 kabinet sudah dipimpin meroki Gerung 17:17 dengan falsafahnya Ya sudah 17:21 selesai tapi Oke saya sedikit inilah 17:24 dari apa dari dari perspektif ini 17:28 ekonomi ya sekarang permasalahannya itu 17:30 apa sih saya bisa share Ya siap 17:34 oke saya share dulu 17:38 ee masih belum bisa nih host bisa 17:42 teman-teman 17:47 tolong 17:50 ee si dok 17:54 Iya 17:57 MM 18:04 Oke sudah terlihat 18:07 Ya tapi saya yang paling 18:12 tepat namanya proposal ya saya ikuti aja 18:15 L proposal ya bang marani ya B di sini 18:19 proposal untuk pembangunan ekonomi lalu 18:22 saya katakan bahwa di sini adalah kita 18:26 harus bertumbuh dari dalam artinya 18:28 menguatkan kita punya pengusaha dalam 18:31 negeri 18:33 ee 18:35 karena kalau kita lihat ekonomi kita 18:38 sudah dalam cengkeraman asing ekonomi 18:41 kita dikuasai asing kalau kita semakin 18:45 mengandalkan asing maka ke depannya 18:49 ekonomi kita semakin sulit Nah di sini 18:52 harus ada juga berkeadilan 18:55 ekonomi ini pembangun ekonomi 18:57 berkeadilan jadi berkeadilan ekonomi dan 19:00 berkeadilan hukum baru itu sebagai 19:03 prasyarat Bagaimana ekonomi bisa 19:08 maju jadi kita lihat permasalahan 19:11 ekonomi Indonesia saat ini adalah 19:12 permasalahannya sudah sangat 19:15 struktural struktural dalam arti bahwa 19:18 di sini kita ada defisit transaksi 19:20 berjalan Kalau kita lihat kita punya 19:22 tetangga 19:25 Malaysia 19:27 Singapura 19:28 Vietnam bahkan Filipin 19:31 Thailand semuanya transaksi berjalannya 19:34 adalah 19:38 positif transaksi berjalan ini ini 19:41 artinya kalau kita defisit terus artinya 19:44 Indonesia dengan luar negeri kita ini 19:47 sudah 19:48 kalah dan kemudian aset-aset kita 19:52 semakin dikuasai asing karena Artinya 19:55 kita sebenarnya hutang luar negeri kalau 19:57 kita defisit transaksi berjalan Artinya 19:59 kita 20:00 hutang untuk mengkompensasikan itu maka 20:03 kita harus menyiapkan surat-surat hutang 20:06 atau investasi asing 20:08 tambahan nah ini akan menjadi masalah 20:12 terus akan menjadi lingkaran setan di 20:15 mana bahwa kita punya ekonomi akan 20:18 semakin terpuruk kalau kita mengikuti 20:21 ini dan kalau kita lihat saat ini adalah 20:25 yang sangat digalakkan adalah untuk 20:28 investasi asing investasi asing 20:30 investasi asing kita punya pengusaha 20:33 kalau bisa juga mengget 20:36 asing sektor-sektor yang sangat 20:41 eh lagi menanjak sektor teknologi atau 20:45 apapun tidak ada yang dari Indonesia dan 20:48 sebentar lagi itu akan dikuasai dikuasai 20:51 asing dan sudah dikuasai asing kalau 20:54 kita lihat gojek grab itu kan 20:57 asing terus Tokopedia kalau kita bilang 21:00 e-commerce Tokopedia dan sebagainya Itu 21:02 semuanya 21:04 asing ya Jadi teknologi-teknologi yang 21:07 itu fintechfintech semuanya asing semua 21:11 jadi kita ke depannya akan semakin kalau 21:15 sektor ini berkembang maka akan semakin 21:19 tersedot ke luar negeri nah ini 21:21 permasalahannya satu Terus yang kedua 21:24 adalah ekonomi Indonesia ini tergantung 21:27 dari sektor 21:29 komoditas artinya sekarang kita harga 21:32 komoditas naik makanya kita bisa 21:34 menikmati tapi begitu harga komoditas 21:38 harga komoditas tidak bisa naik terus 21:40 harga komoditas itu sangat bahaya sekali 21:43 fluktuasinya sangat tinggi turun tinggi 21:46 turun naik turun naik turun naik turun 21:49 dengan fluktuasi yang sangat tinggi 21:51 sekali Nah sekarang kita 21:55 mendapatkan bagus ee eh harga yang naik 22:00 yang yang yang EE meningkat tinggi dan 22:03 kita punya APBN 22:05 terisi kas negara devisa itu kita 22:09 mendapatkan lumayan dari kenaikan harga 22:13 komoditas tapi kita harus hati-hati 22:16 bahwa harga komoditas 22:18 ini perkiraan Saya tahun depan atau 22:22 maksimum tahun depannya lagi tahun 23 22:25 2023 itu akan turun begitu akan turun 22:29 maka ekonomi ini akan ruk lagi seperti 22:32 juga waktu ekonomi eh harga komoditas 22:35 turun pada 2014 Saya mempunyai catatan 22:39 bahwa kejatuhan Presiden Soekarno 22:41 kejatuhan Presiden Suharto itu adalah 22:45 akibat harga komoditas yang turun 22:50 drastis dan akan selalu begitu akan 22:52 selalu 22:54 terjadi 22:55 Nah yang kedua adalah defisit APBN jadi 23:00 keuangan negara semakin merapu ya kita 23:03 punya defisit semakin besar apbn-nya eh 23:06 apalagi dengan pandemi ya kita tahu 23:09 bahwa sudah mencapai 6% lebih eh tahun 23:13 2020 dari PDB 23:16 eh defisitnya sampai 1.000 triliun dan 23:20 rencananya tahun ini juga defisit 1000 23:22 Triliun sekitar 5,7% dari PDB tetapi 23:26 kita ada eh sesuatu yang yang wif profit 23:32 bahwa harga komoditas naik defisit kita 23:35 dapat sedikit 23:36 mengecil 23:38 nah masalahnya adalah pertumbuhan 23:41 penerimaan perpacakan itu rendah 23:43 Meskipun demikian gitu ya ekonomiumbuh 23:45 tapi penerimaan perpacakan kita rendah 23:48 rasionya semakin turun rakyat miskin 23:52 menanggung relatif pajak lebih besar 23:54 artinya relatif dalam persentase mereka 23:57 itu menanggung lebih besar dengan 23:58 pembayaran PPN dan sebagainya apalagi 24:01 sekarang kalau PPN itu ee diberlakukan 24:04 sekarang sudah diberlakukan yaitu 24:06 mengenai PPN sembako dan pendidikan dan 24:10 sebagainya tapi yang paling masalah buat 24:13 masyarakat kecil adalah eh PPN sembako 24:17 jadi kenaikan PPN dan perluasan barang 24:19 kena pajak itu akan membebani masyarakat 24:22 berpendapatan 24:24 rendah hutang luar negeri juga semakin 24:27 kritis semakin meningkat tadi ada 24:29 korelasinya dengan kita punya defisit 24:32 transaksi berjalan Kalau ini defisitnya 24:35 semakin besar dan defisit terus maka 24:38 utang luar negeri akan naik terus karena 24:40 ini harus dikompensasikan dengan utang 24:43 luar negeri Karena kompensasinya ada dua 24:46 yaitu Bahwa PMA dan utang luar negeri 24:50 PMA tidak akan bisa terlalu banyak Eh 24:53 sekarang ini lumayan banyak karena di 24:55 fintech tapi fintech juga apa di di 24:57 teknologi itu ee modalnya tidak begitu 25:00 terlalu besar sehingga itu tidak bisa 25:03 ikut dan kalau kita lihat adalah dan 25:07 akhirnya adalah kemiskinan dan 25:09 ketimbangan sosial itu 25:11 meningkat ini kita lihat ini kita lihat 25:14 data dulu defisit transaksi berjalan itu 25:17 sudah sudah sejak 2012 dan 24 miliar 29 25:22 miliar terus sampai 30 miliar 25:25 lebih dan transaksi berjalan ini ini 25:30 adalah masalah utamanya adal atau 25:33 penyebab utamanya adalah defisit dari 25:36 pendapatan 25:38 primer yang kalau kita lihat pada 25:40 awal-awal 2004 itu tidak masalah Tidak 25:44 masalah karena kita mempunyai 25:47 perdagangan defisit perdagangan barang 25:49 itu sangat tinggi ya karena kenaik 25:53 karena pada saat itu harga komoditas 25:54 kita tinggi 25:56 sekali 25:58 tapi setelah tahun 2004 Migas kita itu 26:01 sudah mulai defisit kita sudah mulai net 26:04 importir Nah di sini kita lihat di 26:08 2012 kita punya pendapatan primer ini 26:11 adalah aliran uang ke luar negeri 26:15 investasi asing sudah menjadi beban 26:18 aliran utang uang ke luar negeri kita 26:22 harus bayar ini pendapatan primer adalah 26:25 kita bayar dividen kita bayar bunga 26:28 dan ini semakin besar dari minus dari 26:31 defisit 10 miliar 11 miliar sampai ke 33 26:36 miliar Jadi ini akan semakin besar terus 26:39 ini ini sudah sudah neraca Ya tapi kalau 26:41 kita bilang pengeluarannya sudah sampai 26:44 40 miliar lebih nah ini semakin besar 26:47 jadi kalau kita lihat kenaikannya 26:48 fantastis dari 11 miliar sampai ke 33 26:51 miliar nah ini yang membuat komponen 26:54 kita transaksi berjalan kita negatif dan 26:58 saya tidak melihat bahwa ini akan bisa 27:01 positif melalui transaksi barang karena 27:04 ini pasti akan negatif terus kita punya 27:06 pengeluaran uang aliran uang ke luar 27:09 negeri ini akan negatif terus tidak bisa 27:12 di kompensasikan lagi dengan barang 27:16 dengan neraca perdagangan itu tidak akan 27:19 bisa kalau tidak ada sesuatu yang harus 27:23 dikerjakan yang sangat besar yaitu 27:26 melalui saya sebutnya adalah reformasi 27:29 ekonomi Economic reform kalau tanpa itu 27:32 seperti sekarang berjalan biasa ini akan 27:34 e akan tergerus kita punya perdagaman 27:38 dan kita hanya mengharapkan bahwa harga 27:41 komoditas naik terus dan 27:44 which Nah kita lihat bahwa eh S ini 27:48 atasnya kita ini bahwa defisit ini 27:52 eh akibatnya adalah bahwa pertumbuhan 27:56 pendapatan akibatnya adalah utang akan 27:59 meningkat tajam Nah kita lihat utang 28:02 2015-2019 itu adalah 28:05 276 triliun Nah di sini kenaikannya jauh 28:09 lebih tinggi dari 5 periode 5 tahun 28:12 sebelumnya dan sebelumnya dan bahkan di 28:15 tahun 20 eh 20 ya sampai 21 Agustus 28:22 sudah 28:23 r840 triliun ini luar biasa dan ini akan 28:27 meningkat terus dan kalau kita lihat 28:30 yang tadi pertumbuhan pendapatan itu 28:33 turun terus kita pertumbuhan pendapatan 28:36 kita sempat di sini 38% di sini hampir 28:39 30% dan pada tahun 2015 bahkan minus ini 28:44 bukan Resesi kalau di sini Resesi ya 28:46 engak itu tapi di sini hanya 3,2 di 28:50 dalam kita punya t amnesti pertumbuhan 28:52 pacak itu hanya 28:55 3,2%. ini di bawah ini 7% aja gitu dan 28:59 bahkan di 2019 29:02 0,9% Jadi sebelum krisis ini sudah 29:04 sangat ini sudah sudah sangat rapuh 2018 29:09 bisa tinggi sekali lagi karena harga 29:14 komoditas pada tahun 20158 itu naik jadi 29:17 kita punya pendapatan negara tergantung 29:20 dari harga 29:24 komoditas 29:26 nah 29:28 jadi kalau kita lihat neraca APBN itu 29:30 ini di sini neraca APBN ya neraca e 29:34 defisit defisit apbnnya terus dari 2005 29:37 terus membesar ya sampai saja 2020 29:40 karena pandemi tapi kalau kita lihat di 29:43 sini pun sudah besar Nah 29:46 kita dampaknya adalah di sini sudah 29:49 sangat tidak sehat karena defisit 29:53 keseimbangan primer juga sudah 29:55 keseimbangan primer sudah defisit 29:57 artinya apa sebelum kita bayar bunga itu 30:01 sudah defisit kita sudah harus 30:04 mendapatkan utang dan kita membayar 30:08 bunga pinjaman itu juga dari utang Nah 30:11 jadi ini sudah mencapai kepada ponszi 30:13 ponsi games saya sebutnya Nah di sini 30:18 permasalahan-permasalahannya Kenapa bisa 30:19 begitu karena kita punya struktur 30:22 perpajakan kita punya struktur pajak 30:25 juga kurang eh kurang bisa mendapatkan 30:32 peningkatan karena berlakunya adalah 30:35 degresif semacam degresif nanti saya 30:38 akan akan apa Uraikan sedikit Nah di 30:42 sini kalau kita lihat adalah bahwa 30:44 penerimaan pajak ini sudah kita semakin 30:47 rapu bahwa sekarang ini sudah Del 30:51 sekitar 30:52 8% dari 30:54 PDB di sini Kita sudah mulai di bawah 30:57 10% dan di sini tahun 2020 kita sudah Ee 31:01 8,2% dan sekarang pun sekitar 31:05 8,2% jadi dengan 31:08 kenaikan harga komoditas yang begitu 31:10 hebat kita punya pajak tidak 31:14 bertumbuh besar itu masih sekitar 31:18 8,2% di lain pihak kita harus bayar 31:21 bunga terhadap penerimaan kita terhadap 31:25 pajak yang kita terima itu dari tahun 31:28 2014 ya 2013 adalah E bottomnya itu 31:32 meningkat terus gitu jadi di sini adalah 31:34 dari sebelum krisis saya sudah meningkat 31:37 dari 11% menjadi 17% 31:40 17,8% jadi memang di dalam 31:46 pemerintahpemerintahan Pak Jokowi ini 31:49 harus lebih kreatif karena di sini tidak 31:52 bisa kita punya ekonomi ditopang 31:55 pertumbuhan 5% itu ditopang oleh 31:58 kebanyakan dari ee APBN belanja APBN 32:03 yang mengandalkan 32:06 hutang ini harus ada 32:10 perubahan hutang luar negeri dari 135 32:14 miliar pada tahun 2005 menjadi r05 32:17 miliar tadi yang saya katakan bahwa kita 32:21 semua di sini 32:23 ee terjadinya defisit dari transaksi 32:27 berjalan sehingga harus disiapkan utang 32:31 terus dan kalau kita lihat bahwa 32:33 sekarang utang pada awalnya waktu 32:36 pertengahan awal-awal memang hutang 32:38 negara ini masih besar dibandingkan 32:41 swasta swasta masih belum berjalan 32:44 dengan baik ini juga akibat dari ee pada 32:49 saat itu adalah krisis ekonomi krisis 32:52 ekonomi tapi kemudian swasta bangkit ya 32:56 swasta bangkit besar sekali tinggi dia 32:59 punya hutang luar negerinya ee untuk 33:01 membiayai swasta Tetapi kalau kita lihat 33:04 setelah 33:07 2014-25 swasta itu sudah melemah jadi 33:10 pinjaman sudah tidak begitu dipercaya 33:12 dari luar 33:14 negeri artinya luar negeri lebih senang 33:18 dengan masuk ke obligasi pemerintah jadi 33:22 pemerintah harus menyediakan obligasi 33:24 terus sampai sekarang di sini adalah 33:27 sampai 200 miliar lebih ini pada tahun 33:31 2019 hutang luar negeri ini bahaya 33:35 karena rasio-rasionya itu sudah cukup 33:39 mengkhawatirkan kalau ada sedikit syok 33:42 dan asing tidak membeli lagi 33:47 Eh surat utang negara karena dilihat 33:51 dari faktor risiko yang meningkat maka 33:54 rupiah berpotensi akan kolaps 33:58 rupiah saat ini masih bisa bertahan 34:00 orang-orang bertanya ini hebat karena 34:03 masyarakat kita tidak mengerti 34:05 masyarakat kita hanya melihatnya kalau 34:09 rupiah kuat berarti ekonomi baik Nah 34:13 untuk itu karena persepsinya begitu 34:16 rupiah diperkuat terus dengan cara 34:19 dioping istilah saya diping dalam arti 34:22 bahwa mendapatkan pinjaman-pinjaman luar 34:25 negeri untuk dijadikan cadangan devisa 34:28 sehingga rupiahnya menguat tapi menguat 34:31 adalah bukan dari ekspor bukan dari kita 34:35 punya kekuatan produksi tetapi dari 34:38 hutang nah ini yang bahaya dan bahkan 34:41 kalau kita 34:43 tahu yang namanya silpa ya silpa itu 34:46 adalah kelebihan utang utang yang kita 34:48 tidak pakai itu sampai 500 triliun lebih 34:52 500 triliun itu 34:55 diapakanu kita bayar semua gitu nah 34:58 sekarang tidak bisa dipakai terus ini 35:01 pun sebetulnya harusnya adalah sudah 35:04 melanggar dari dari apa 35:07 eh dari peraturan dan undang-undang 35:10 keuangan negara karena tidak ada prudens 35:13 prudensialnya di sini dan kalau kita 35:16 lihat Kenapa DPR juga bisa memberikan 35:18 terus nah ini Bang mani ya harus 35:23 pertanyakan di situ Di DPR Kenapa sila 35:26 itu bisa menjadi 500 triliun lebih 35:29 Berapa biayanya di situ yang harus 35:33 dikeluarkan dan di ke manakan itu uang 35:36 itu apakah disimpan menjadi cadangan 35:39 devisa kalau dia disimpan jadi cadangan 35:41 devisa 500 triliun itu berapa artinya 35:45 kalau itu tersedot kalau itu harus 35:46 dipakai berarti kan cadangan Devis akan 35:49 drop segitu Nah itu kita tidak tahu 35:52 detailnya itu ke mana Nah itu artinya 35:55 adalah bahwa DPR harus menjaga bagaimana 36:01 hal ini tidak menjadi bom 36:06 waktu yang akan ya waktu yang akan Mel 36:10 pada saat itu ya semuanya 36:12 akanaps Nah sekarang mengenai 36:16 ketimpangan 36:18 kemiskinan kemiskinan di Indonesia ini 36:20 luar biasa kalau kita pakai garis yang 36:24 5,5 per dengan 2011 36:29 eh purchasing power parity ya purchasing 36:32 power parity ini sekitar 67.000 kursnya 36:36 bukan 36:37 kurs.300 gitu ini hanya 7.000 saja dan 36:42 ini kita lihat rakyat miskin kita 36:44 menurut Bank Dunia ini 36:47 52,8% ada 36:49 142 juta rakyat miskin 36:53 kita Vietnam hanya 22,4% per secara 36:57 persentasi sudah jauh lebih rendah dari 36:59 kita ya Vietnam cuma 90 juta ya Berarti 37:02 cuma 18 juta cuma R juta kita 120 140 37:07 juta rakyat miskin kita menurut Thailand 37:10 itu sangat sedikit kalau kita bicara 37:13 berdasarkan 3,2 dolar maka rakyat miskin 37:17 kita itu 20% masih 20% itu kurang lebih 37:22 Masih sekitar itu kali 270 juta lah 37:27 kurang lebih ya 54 juta 57 juta orang 37:31 yang yang 37:32 3,2 bayangkan fatam itu hanya tinggal 37:35 6,6% aja untuk hal yang sama gitu Jadi 37:39 kita 37:40 ini kemiskinan di sini adalah sudah 37:45 struktural dan permasalahannya adalah 37:48 bahwa kita punya pendapatan perkapita 37:50 lebih tinggi dari Vietnam tapi Vietnam 37:53 mempunyai persentase kemiskinan yang ja 37:56 jauh lebih rendah dari kita artinya 37:58 ketimpangan sosial di Vietnam jauh lebih 38:01 baik daripada di Indonesia pembagiannya 38:04 lebih merata di Indonesia jauh lebih 38:08 jomplang pembagiannya bahkan Thailand 38:11 itu sudah tidak ada dan kalau kita 38:13 Malaysia China pun sebetulnya dengan 38:15 yang 3,2 sudah tidak ada yang dulunya 38:18 pada itu masih 57% tahun 2002 China 38:22 dengan Indonesia hampir sama gitu dan di 38:24 sini Vietnam 70 38:27 dia 38:28 punya pembangunan ekonominya sedemikian 38:31 rupa bahwa bisa 38:36 mengurangi ketingkat kemiskinan itu 38:39 bayangkan kita dari 61 itu masih 38:42 20,5% Vietnam dari 7,1 menjadi 38:46 6,6% dan di sini China sudah tidak ada 38:49 sudah di semua semua dan kalau kita 38:53 lihat di sini juga kita 8 52 38:57 lihat Vietnam 38:58 89 masuk ke 39:01 22,4 jadi kita gagal jadi di sini adalah 39:04 gagal bukannya karena kita bilang bahwa 39:08 ini rezim pemerintahan sekarang saja 39:10 tapi kalau di sini adalah perspektifnya 39:13 saya memberikan dari 2002 memang kita 39:16 ini sangat lambat dan di dalam 5 tahun 7 39:19 tahun terakhir ini lebih lambat lagi 39:23 jadi perlambatan-perlambatan ini terjadi 39:25 terus dan kalau 5 tahun yang ke depan 39:28 lagi akan terjadi pelambatan lagi bahkan 39:31 mungkin bisa meningkat jangan heran 39:33 kalau Penduduk miskin kita akan 39:35 meningkat dan kita mempunyai bom waktu 39:38 di mana bahwa kita punya ekonomi 39:41 berpotensi akan masuk krisis kalau kita 39:45 punya nilai tukar itu tidak terjaga 39:48 karena struktur ekonomi kita masih 39:49 defisit di transaksi berjalan Jadi itu 39:53 berpotensi kita punya kemiskinan akan 39:55 naik lagi nah lalu apa yang harus 39:59 dilakukan nah di dalam itu saya saya 40:04 cuma memberikan satu gambar Ini aja ini 40:06 sudah untuk 40:08 semuanya jadi di dalam pembangunan 40:10 ekonomi ini adalah ekonomi ini yang 40:13 terdiri dari produk domestik bruto Nah 40:16 di sinilah itu jadi pembangunan ekonomi 40:19 adalah sama dengan pembangunan 40:22 industri nah pembangunan industri ini 40:25 tentu saja kelilingnya di sini Saya 40:27 tidak Gambarkan akan ada kebijakan 40:29 moneter kebijakan fiskal dan kebijakan 40:33 publik ini adalah yang membatasi kita 40:36 punya pembangunan ekonomi agar lebih 40:38 efektif jadi ada kebijakan moneter 40:41 kebijakan fiskal dan kebijakan publik 40:44 public Poy nah Untuk itu bagaimana 40:48 public poly ini kebijakan moneter dan 40:50 kebijakan fiskal untuk mendorong 40:52 keterkaitan struktur industri jadi 40:55 struktur industri ini harus lebih 40:58 diperketat untuk 41:00 mendapatkan bahwa di sini multiplier 41:03 effect yang lebih tinggi produktivitas 41:05 meningkat multiplier effect 41:07 meningkat Apa maksudnya keterkaitan apa 41:11 antar industri ini yaitu kita harus bisa 41:15 mempunyai produk development dan kita 41:18 harus bisa 41:20 selficienc kita tidak boleh impor lagi 41:23 kalau ada yang impor kita harus 41:27 produksi sendiri 41:29 kasarnya impor 41:32 substitusi Nah di sini semuanya akan 41:36 bermain produktivitasnya akan lebih 41:37 tinggi tentu saja menggunakan onom dan 41:40 sebagainya jadi dari sini kita untuk 41:43 memperkuat Bagaimana memperkuat ini kita 41:46 keterkaitan antar industri yaitu dengan 41:49 produk development dengan industrial 41:52 development mau melalui back atau melu 41:56 linkages ini untuk meningkatkan 41:58 multiplier 42:00 effect contohnya adalah misalkan kalau 42:03 kita bicara industri 42:06 beras kan kelihatannya sederhana tapi 42:10 industri beras itu kan banyak 42:12 sekali sebelum panen ya sebelum apa 42:15 waktu masa tanam itu apa yang diperlukan 42:17 traktor traktor kita dari mana ya 42:20 kultivator kultivator kita dari mana dan 42:23 semuanya itu banyak sekali komponennya 42:25 kalau kita bicara traktor kultivator 42:28 kita ada besi ada ada bajak dan 42:30 sebagainya dari mana itu semua Nah ini 42:33 kan tidak terserap kita punya industri 42:35 kerak atau Steel itu mati karena kita 42:38 tidak ada produk-produk dari Steel yang 42:40 kita bisa kembangkan semuanya adalah 42:43 kita impor nah ini yang dimaksud dengan 42:46 ini lalu dengan pasca pangenan Bagaimana 42:49 bagaimana kita itu eh oven kita untuk 42:51 pengeringan beras dari mana Wah dari 42:55 dari apa dari Taiwan dari China dari 42:57 mana gitu kan tidak ada produk sendiri 42:59 Kita nah hal-hal ini yang harus dibangun 43:02 gitu dan dengan 43:05 memberdayakan pengusaha dalam negeri 43:07 jangan kita suruh invest lagi untuk 43:09 hal-hal seperti itu gitu 43:12 nah China membangun kereta cepat itu 43:16 China pada awalnya tidak mempunyai 43:18 teknologi kereta cepat dia itu membeli 43:21 teknologi yaitu Dia meminta kontraktor 43:25 untuk 43:26 bangun dari a ke b kereta cepat dengan 43:30 syarat bahwa teknologinya diopen setelah 43:33 itu dia mempelajari dan dia membangun 43:37 sendiri Indonesia tidak ada yang begitu 43:40 tidak ada transfer teknologi sama sekali 43:44 Nah industrial development ini kita 43:47 tidak ada jadi juga saya heran kalau di 43:50 Indonesia kenapa bahwa Menteri Keuangan 43:53 dianggap sebagai nomor sat 43:57 Menteri Keuangan itu kan sebetulnya 43:58 hanya kasir aja kalau kita defisit dia 44:02 cari duit kalau kita Sur dia 44:05 bayarir gak bisa apa-apa dia Tapi kenapa 44:09 di sini menjadi satu satu apa sesuatu 44:12 yang dianggapnya bahwa ini adalah sangat 44:15 hebat sekali Jepang adalah yang pertama 44:18 kali Jepang adalah yang berkuasa pada 44:21 saat ituak 44:25 pembangunan 44:27 Ind itu dijadikan satu karena industri 44:31 dia untuk International trade artinya 44:34 untuk ekspor dan menghambat impor itu 44:37 adalah departemen yang paling berkuasa 44:40 kasir cuman bilang eh untuk ini anda 44:44 memberikan 44:46 insentif untuk ini anda blok dan 44:50 sebagainya begitu dia cuman di itu aja 44:52 kasirja dan 44:54 menjadi 44:56 untuk Ministry of industri apa industri 45:00 dan International TR tadi yang kedua 45:03 adalah kita harus bisa memberdayakan 45:05 pengusaha daerah untuk investasi di 45:08 daerah harus ada pengusaha daerah yang 45:11 berkuasa jangan sekarang siapa 45:14 perusahaan pengusaha daerah yang 45:18 memanfaatkan ee kekayaan sumber daya 45:22 alam ya mungkin ada di Kalimantan ya 45:26 yang namanya siapa jadi pengusaha daerah 45:29 yang paling hebat itu 45:31 eh hajiam Wah ada ada pengusaha daerah 45:36 hebat hebat ya tapi ya gitu 45:42 Jadi tidak ini kan ke 45:46 masyarakat ya pengusaha daerah pengusaha 45:49 masyarakat itu tidak Dan kita punya 45:52 pengusaha Ini kebanyakan adalah 45:54 memanfaatkan kita punya kek daerah e 45:57 cuman komoditas saja yang gampang saja 46:01 yang dibutuhkan dunia dia tidak perlu 46:04 cari market lagi ya Otomatis tinggal 46:07 bisa jual aja gitu kalau kita ada 46:10 konsesi tambang ya kita knowled apa sih 46:15 si pengusaha kalau kita dapat itu 46:18 konsesi kita tinggal suruh kontraktor 46:21 kontraktor mau mengerjakan dengan modal 46:24 dia lalu dia di bayar dengan bagi hasil 46:27 sebetulnya sama juga dengan di minyak 46:29 minyak kita mendapatkan kontraktor bagi 46:31 hasil juga jadi enggak ada hebatnya gitu 46:35 di dalam eh bisnis 46:37 eh bisnis 46:39 eh natural resources ini Nah di sini 46:43 yang maksudnya Pan daerah adalah 46:44 pembangunan industri-industri lainnya di 46:47 mana daerah itu sama seperti kita 46:50 posisikan kalau kalau negara di mana 46:53 Indonesia daerah itu juga ada impor 46:56 ekspor terhadap daerahdaerah lain di 47:00 Indonesia nah bagaimana daerah itu 47:03 supaya dia tidak defisit Nah itu 47:07 sebetulnya Pembangunan Daerah yang tidak 47:09 pernah dilakukan dan tidak pernah 47:11 dilihat karena daerah itu tidak ada 47:13 pembangunan industrinya karena daerah 47:15 juga hanya melihat saja Eh kalau 47:18 seandainya kurang duit pun ya kita Dia 47:20 ada dapat dana dana bagi apa transfer ya 47:22 Eh transfer ke daerah dan dari situ dia 47:25 coba untuk mencukupiu Nah di sini 47:28 industrial development dari daerah tidak 47:31 berjalan dan ini harus diperkuat untuk 47:34 kepentingan daerah sendiri nah lalu 47:38 mengenai kemiskinan kemiskinan kalau 47:41 ekonomi 47:42 bertumbuh dengan bagus secara efisien 47:47 Maka kesenjangan sosial akan meningkat 47:51 di sini gen coeefisient Before taxes and 47:54 transfer di sini dia akan tinggi 47:58 sekali bagaimana dia bisa jadi kita ada 48:02 yang mencoba mengatakan 48:04 bahwa pembangunan ekonomi yang berpihak 48:08 kepada masyarakat kecil tidak 48:12 ada tidak akan 48:15 jalan jadi di sini pasti akan 48:17 meningkatkan kesenjangan sosial caranya 48:20 satu-satunya adalah untuk genisi after 48:25 tax and transfer jadi artinya setelah 48:27 perpacakan dan 48:30 eh dan transfer subsidi dan sebagainya 48:34 maka di sini akan dikurangi artinya 48:37 adalah di 48:39 siniistribusi pendapatan untuk 48:41 mengurangi kesenjangan sosial ini adalah 48:44 contohnya bahwa Before taxes and 48:48 transfer after taxes and transfer ini 48:50 saving-nya dan kalau kita lihat 48:53 negara-negara 48:54 eh eh Skandinavia ini dia punya saving 48:59 dan dia punya ini yang paling tinggi 49:00 adalah irland meskipun irland di sini 49:03 gen koefisiennya hampir 49:06 0,6 bayangkan di sini gen koefisien dia 49:09 Hampir 0,6 Tetapi dia transfer itunya 49:13 menjadi 0,25 irlan itu menjadi 49:17 0,35 saja Nah di sini adalah peran 49:22 fiskal sangat penting sekali peran 49:25 fiskal untuk mengurangi kesenjangan 49:27 sosial nah di Indonesia terbalik jadi 49:31 harusnya adal dari pendapatan tinggi 49:33 kita masuk ke redistribusi pendapatan 49:36 transfer of payment di sini adal 49:39 subsidi-ubsidi Di mana sekolah dibayari 49:42 Rumah Sakit dibayarin untuk mereka yang 49:45 eh miskin yang yang berkekurangan atau 49:49 yang berpendapatan rendah sehingga 49:52 mereka punya taraf hidupnya bisa angkat 49:56 dan dia punya gen koeeficiiennya before 49:59 tax dan after tax itu turun di sini dari 50:03 0,51 menjadi 50:05 0,35 ini sangat signifikan sekali dan 50:08 ini dijaga menjadi misalkan 50:11 0,3 sebelum pajak pembagian apa 50:16 redistribusi pendapatan maka bisa 0,5 50:18 lebih ini di negara-negara OECD jadi 50:22 jangan dilihat bahwa negara OECD itu 50:24 adalah ee negar-negara industri Barat 50:26 itu kesejangan sosialnya sedikit gitu 50:30 Sebetulnya kalau belum dilakukan ini 50:32 sangat tinggi sekali tapi setelah 50:34 dilakukan eh redistribusi pendapatan 50:38 maka dia menjadi lebih rendah Nah kalau 50:42 di Indonesia ini kan adalah terbalik 50:44 dengan pajak PPN PPN ini bersifat pajak 50:48 degresif jadi terjadi pengurangan 50:51 transfer of payment di sini Jadi bukan 50:54 ditambah kita dikurangin gitu kan dan 50:57 benefitnya malah mendapatkan kepada 51:00 perusahaan-perusahaan atau mereka yang 51:03 berpendapatannya tinggi contohnya adalah 51:05 subsidi BBM dihapus subsidi kereta 51:08 ekonomi dihapus subsidi listrik untuk 51:10 konsumen di bawah 2.200 kVA dan sekarang 51:13 di bawah 900 pun atau 1200 itu juga 51:17 dihapus jadi banyak sekali yang dihapus 51:20 gitu dan sekarang ditambahkan PPN ya PPN 51:22 eh untuk sembako gitu dan di lain pihak 51:26 ini pembangunan infrastruktur ini untuk 51:29 siapa pembangunan infrastruktur ini kan 51:32 untuk mereka yang bisa mendapatkan 51:34 manfaatnya pertama adalah mereka 51:37 korporasi-korporasi yang yang 51:39 mendapatkan manfaat jadi terjadi di sini 51:41 pengurangan transfer untuk masuk ke 51:44 pendapatan 51:45 tinggi subsidi bahan bakar nabati jadi 51:48 bio bios 30 ya B30 b20 B30 itu kan 51:53 subsidi semua bahwa kita dengan alasan 51:56 Ada apa namanya eh environment benar 52:00 gitu tapi kenapa yang ini dihapus yang 52:02 ini ke sana Nah pajak korporasi turun ya 52:06 pajak dividen juga rendah pajak dividen 52:09 bayangkan cuma 10% lalu diberikan teks 52:11 amnesti ini semuanya Adah meningkatkan 52:14 kesenjangan sosial jadi membuat 52:17 kesenjangan sosial lebih 52:19 tinggi untuk itu semua dilakukan cuman 52:23 satu adalah prasyarat nya penegakan 52:26 hukum jadi harus ada supremasi 52:29 hukum apa Jadi harus patu terhadap semua 52:35 perundang-undangan termasuk patu 52:38 terhadap undang-undang dasar jangan 52:42 dibuat Perpu Pak marardani Perpu nomor 1 52:46 tahun 2020 disahkan dan 52:50 sekarang 52:52 dibatalkan ayat ee apa apa pasal 52:56 imunitas artinya apa ini kan memalukan 52:59 artinya DPR itu ini kan menampar muka 53:03 DPR perku disahkan lalu dibatalkan oleh 53:06 MK ini gimana gitu berarti fungsi DPR 53:12 tidak optimal 53:15 atau ya tidak 53:18 optimal nah terus sudah gitu tentu saja 53:22 bahwa di sini harus melindungi usaha 53:24 kecil jadi melindungi usaha kecil dari 53:27 persaingan-persaingan predator ya maaf 53:30 saya bilangnya di sini persaingan biadab 53:33 karena dia mau mematikan gitu nah 53:35 contohnya adalah undang-undang penegakan 53:37 undang-undang monopoli harus 53:40 diketatkan jangan seperti sekarang ini 53:43 yaitu dengan bisnis PCR bisnis PCR ini 53:46 kan mencekik 53:48 rakyat kemudian Siapa yang diuntungkan 53:50 dari bisnis PCR ini ya diwajibkan di 53:53 keta apa di di pesawat harganya dari 53:57 r900.000 R juta lalu kemudian diturunkan 54:01 ke r500.000 dalam 2 bulan diturunkan 54:04 lagi ke 54:05 275 tapi Siapa yang menangkung ini 54:08 semuanya rakyat plus 54:11 negara negara itu harus melakukan apa 3t 54:14 itu kan membiayai semua saya hitung tadi 54:18 ada seminar itu kurang lebih 10 triliun 54:21 hanya untuk tes PCR sampai sebelum harga 54:25 turun ada beberapa 54:28 asumsinya melindungi eksploitasi 54:30 kekayaan daerah jangan sekarang semua 54:33 kekayaan daerah Saya menghitung eh 54:38 ekspor batu bara dalam 15 tahun dari 54:41 2004 ke 2019 54:45 295 miliar 54:48 dolar berarti berapa itu berarti 2000 e 54:53 3000 triliun lebih R triliun lebih dan 54:58 kita tahu bahwa batubara di di apa 55:01 dikuasai oleh segelintir 55:06 orang nah ini bagaimana kita melindungi 55:09 daerah begitu karena apa setelah batuara 55:13 dieksploitasi setelah kekayaan alam 55:15 dieksploitasi yang mereka dapat apa yang 55:18 mereka dapat adalah bencana alam seperti 55:20 di Kalimantan Selatan pada awal-awal 55:22 tahun kemarin ya banjir di beberapa kota 55:26 Nah itu yang semuanya 55:28 ee harus dihadapi oleh daerah ini 55:31 eksploitasi dari kekayaan daerah dan 55:34 harus dijaga juga mengenai lingkungan 55:36 untuk itu dan membangun ekonomi daerah 55:39 dan ini yang terakhir adalah bahwa 55:42 pembatasan korupsi ini menjadi sesuatu 55:45 yang 55:47 EE sangat 55:50 mengkhawatirkan di mana kita lihat bahwa 55:54 di sini 55:58 op kita 56:00 lihat kita punya di sini turun dari 40 56:04 sampai ke 37 penurunan yang sangat tajam 56:09 ini apa apakah krisis pandemi atau 56:11 revisi undang-undang KPK ada ada ada 56:14 hubungannya dengan penurunan dari 56:16 corupset indeks nah ini masassa Jaya KPK 56:22 kita lihat coruption indeksnya meningkat 56:25 Wah bagus kemudian 56:28 datar dan di sini anjlok lagi jangan 56:32 sampai di sini menjadi anj Nah kalau ini 56:35 anjokus maka 56:38 investasi 56:40 akan berkurang jauh dan ekonomi kita 56:43 juga akan sem bahaya Saya rasa 56:47 begitu 56:49 Bung ya terima kasih luar biasa lengkap 56:52 e nanti izin di mohon diare ya bahannya 56:56 sebelum kita ke ini satu pertanyaan e 56:59 Dok tadi ada slide yang menarik ya 57:01 bagaimana kerangka pembangunan ekonomi 57:04 di mana Dr Antoni menyatakan perlunya 57:07 pemberdayaan pengusaha lokal dan juga di 57:11 Indonesia dan juga lokal daerah ya nah 57:14 eh banyak yang kita ini orang awam 57:18 ekonomi dok eh sekarang yang sedang 57:20 berkembang di masyarakat ini 57:22 seakan-akan pengusaha itu hanya 57:25 memikirkan dirinya sendiri gitu dan 57:27 rakyat merasa Hanya Jadi objek ya 57:30 Sehingga ee berkembang pemikiran yang 57:33 ber e warna sosialis lah begitu ya yang 57:38 seakan-akan memusuhi pengusaha apalagi 57:41 khususnya di Indonesia gara-gara omnibus 57:43 Law kemarin itu seakan-akan ini 57:45 pengusaha ingin ee makan maju sendirilah 57:50 gitu tapi mengorbankan rakyat secara 57:53 umum yang cara penghasilan dan kemampuan 57:56 ekonominya tidak semampu seperti 57:59 pengusaha nah bagaimana ini menarik 58:02 karena di sisi lain memang saya eh yang 58:04 saya pahami juga ketika kita mau 58:06 meningkatkan ekonomi memang butuh eh 58:09 pengusaha untuk meningkatkan PDB ya 58:12 produksi domestik bruto karena intinya 58:15 pertumbuhan ekonomi inalah pertumbuhan 58:17 produksi dari seluruh komponen rakyat ya 58:20 dalam hal ini salah satunya dipelopori 58:22 oleh pengusaha yang punya kemampuan 58:24 prods yang tinggi nah bagaimana Dr Anton 58:28 melihat ini 58:29 antara pengusaha harus diberdayakan 58:32 dengan baik tapi di sisi lain rakyatnya 58:35 juga bisa ikut maju ini di Indonesia 58:37 kayaknya link and matnya agak kurang 58:39 antara pengusaha tumbuh dengan rakatnya 58:41 juga 58:42 tumbuh sebetulnya itu tidak tidak sulit 58:45 bahwa kalau kita lihat 58:47 bahwa pertama adalah kita tidak ada 58:51 perlindungan kita ada undang-undangapi 58:52 undang-undang itu ditabrak semua yaitu 58:55 misalkan undang-undang antim monopoli 58:57 undang-undang antimonopoli sudah 58:58 mengatur bahwa perusahaan besar tidak 59:01 boleh menguasai terus dan kalau kita 59:04 lihat ada beberapa kita lihat aja di 59:06 perbankan di perbankan itu yang namanya 59:09 buku EMP yang namanya perusahaan bank 59:11 besar itu menguasai berapa persen dari 59:15 market kredit itu sangat besar kalau dia 59:17 tidak turunin bunga itu tidak akan 59:20 terjadi bunga turun dan kita punya OJK e 59:23 danank 59:25 tidak bisa memonitor dan menurunkan suku 59:28 bunga itu itu contohnya di dalam 59:30 keuangan gitu bagaimana kita mau bahwa 59:33 eh kredit-kredit kepada UMKM itu terjadi 59:38 gitu ini tidak ada ini adalah UMKM yang 59:42 harusnya dibantu malah mendapatkan bunga 59:44 yang lebih besar 59:46 tapi dengan Pak Joko ini beberapa t ini 59:50 memang ada subsidi untuk kur ya Kur itu 59:53 diberikan subsidi tapi Terus yang kedua 59:56 adalah mengenai kalau di industri gitu 59:58 bahwa perusahaan itu bisa perusahaan 1:00:02 kalau kita lihat di Eropa Barat itu 1:00:04 kebanyakan yang maju adalah perusahaan 1:00:06 menengah bukan perusahaan besar yang 1:00:09 maju Nah di sini perusahaan menengah 1:00:11 kita tidak bisa maju karena 1:00:14 saingannya artinya adalah mendapatkan 1:00:17 persaingan yang tidak fair tidak fair 1:00:21 dalam arti yang tadi undang-undang antim 1:00:22 monopoli yang EE mereka ini kan mereka 1:00:25 price fixing mereka kartel tadi saya 1:00:27 barusan waktu ada webinar yang barusan 1:00:29 ini PCR ini kan sebenarnya kartel PC ini 1:00:33 kan 1:00:33 sebenarnya monopoli monopoli dengan 1:00:37 beberapa perusahaan yaitu kartel dan 1:00:40 saya katakan bahwa ini kok difasilitasi 1:00:44 bahkan Pak Jokowi diminta untuk turunin 1:00:49 harga dan presiden menurunkan harga lagi 1:00:52 ini kan kacau gitu kan presiden tidak 1:00:55 boleh menurunkan harga Harusnya kan dia 1:00:57 bilang itu di belakang layar aja di 1:01:00 dikabinetkan apa rapat kabinet eh ini 1:01:03 kita turunkan gitu nah sekarang 1:01:05 masalahnya adalah Saya tidak tahu apakah 1:01:07 presidennya mau mendapatkan suatu kredit 1:01:10 menjadi Hero menjadi pahlawan saya yang 1:01:12 menurunkan ini harga tapi kenyataannya 1:01:15 harga Rp500.000 pada Agustus yang lalu 1:01:18 masih kemahalan dan saya hitung bahwa di 1:01:21 situ ya sangat mahal sekali bahwa 1:01:25 India bisa 96.000 1:01:28 97.000 dan Indonesia masih 300.000 dan 1:01:31 presiden yang minta gitu Nah inilah 1:01:34 sesuatu kartel-kartel yang ini yang 1:01:36 tidak apa yang yang yang liar di 1:01:38 Indonesia yang tidak diatur karena 1:01:41 eh kita 1:01:44 punya Taat Hukum ini tidak ada kita 1:01:47 punya undang-undang semuanya ditabrak 1:01:50 ini yang pertama Terus yang kedua 1:01:53 adalahak bahwa perusahaan kalau 1:01:55 perusahaan menengah membesar itu urusan 1:01:58 perpajakannya Jadi yang tadi saya 1:02:00 katakan transfer of payment itu yang 1:02:02 membantu untuk mereka yang rakyat miskin 1:02:05 jadi kalau kita lihat di 1:02:07 Skandinavia tanpa pajak dan dibantu 1:02:11 misalkan di Finlandia semua sekolah 1:02:13 gratis semua ngapa-ngapain gratis jadi 1:02:16 orang yang tidak pendapatannya rendah 1:02:19 pun mereka tidak ada lagi biaya-biaya 1:02:21 untuk mengeluarkan itu di Indonesia 1:02:24 berapa kita anak SD aja ada yang bisa 1:02:27 uang sekolah R 1:02:29 juta ya kalau kita di swasta gitu Nah 1:02:33 inilah yang tidak diatur di mana 1:02:35 biaya-biaya itu akan semakin besar jadi 1:02:38 menurut saya yang tadi saya katakan ada 1:02:40 kebijakan fiskal kebijakan moneter dan 1:02:43 kebijakan publik dan kebijakan publik 1:02:45 ini harus bisa mendukung ke sana dan 1:02:48 banyak negara sudah melakukan itu dan 1:02:50 itu harusnya adalah teori-teori yang 1:02:54 sudah sudah tahun 40-an tahun 1:02:56 -an itu enggak perlu diinikan lagi 1:02:59 artinya bukan sesuatu 1:03:01 ee eh teori yang sangat hebat sekali 1:03:09 gitu Baik terima kasih Pak Dr an nanti 1:03:13 kita lanjutkan diskusinya Sekarang kita 1:03:15 ke Bung Roki guru Bung Roki 1:03:18 gurung proposal akal sehat apa yang 1:03:20 harus di diberikan nih untuk Indonesia 1:03:23 agar bisa maju dan Bangkit dari 1:03:26 keterpurukan semua proposal sudah 1:03:29 diajukan Anton setiap hari bicara 1:03:33 itu masalahnyaal semua proposal itu kan 1:03:38 kita melalui proposal itu mewajibkan 1:03:40 orang yang tidak tahu apa kewajibannya 1:03:42 kan di situ ngacya kan 1:03:46 Jadi bagaimana mungk kita ajukan 1:03:49 proposal Padahal kita tahu ini orang 1:03:52 bahkana Kalimat pertama dari enggak bisa 1:03:55 ini soalnya tadi contoh anthoni tadi 1:03:58 soal PCR di mana di negeri yang beradab 1:04:03 yang ekonominya itu sehat presiden bisa 1:04:05 ngatur-ngatur harga itu ilmu apa itu 1:04:09 cuman ada di negara komunis negara 1:04:12 totaliter yang presidennya ikut 1:04:14 menentukan pasar itu artinya pasarnya 1:04:17 memang dikendalikan oleh negara jadi di 1:04:21 dalam soal PCR misalnya ya sebetulnya 1:04:24 kita bisa gugat presiden bahwa dari awal 1:04:27 dia tahu harga keekonomiannya bukan r,5 1:04:30 juta r00.000 500.000 atau bahkan 1:04:33 3300.000 tapi 120.000 atau bahkan 1:04:37 r0.000 jadi 1:04:40 presiden dia bisa diseret ke ke 1:04:43 pengadilan karena dia mengambil 1:04:45 keuntungan dalam keadaan darurat 1:04:49 kesehatan kalau orang bilang ambil 1:04:52 keuntungan di mana ya pres presiden 1:04:54 melakukan pidana karena melanggar 1:04:56 prinsip ee kehati-hatian di dalam e 1:05:00 membuat rumusan 1:05:02 ee undang-undang kesehatan itu atau 1:05:04 undang-undang covid yang kemarin itu kan 1:05:07 itu intinya kan Nah sekarang presiden 1:05:10 lakukan Act of omission membiarkan dari 1:05:14 1 Seteng tahun lalu presiden membiarkan 1:05:16 harga itu Harga PCR itu selangit 1:05:19 sekarang seolah-olah dia sadar enggak 1:05:21 bisa dia sadar dari awal dia harus tahu 1:05:23 bahwa harga keekonomiannya itu Jomblang 1:05:26 sekali itu ini soal sederhana yang 1:05:28 menunjukkan bahwa ya memang yang 1:05:30 bersangkutan enggak bisa dibilangin 1:05:33 entah bagaimana caranya kan seluruh hal 1:05:35 yang diterangkan tadi oleh Antoni oleh 1:05:37 segala macam ekonomi itu menunjukkan 1:05:39 bahwa memang kita udah di ujung lidah 1:05:42 api tinggal dijilat oleh lidah api 1:05:44 Global lalu berantakan 1:05:46 eh pertahanan ekonomi kita kita baca 1:05:51 warning dari World Bank Ekonomi dunia 1:05:54 bahwa akibat dari terganggunya suai 1:05:58 chain Global ini inflasi itu ada di 1:06:01 depan mata seluruh dunia bahkan dan yang 1:06:04 paling parah Kena efeknya pertama-tama 1:06:06 adalah Indonesia Nah kalau itu terjadi 1:06:09 keresan sosial Ah ada di depan mata juga 1:06:12 karena ketegangan etnis bercampur dengan 1:06:16 disparitas kalau presidenih menyebkan 1:06:23 yaah orang bertambah kekayaannya Iya 1:06:26 kalau orang kayanya yang bertambah itu 1:06:28 bagus artinya ada orang miskin yang naik 1:06:30 kelas tapi kalau orang Kayanya tetap dan 1:06:33 kekayanya bertambah itu artinya 1:06:35 disparitasnya yang naik ada kelas 1:06:37 menengah yang jatuh ke kelas miskin hal 1:06:40 yang simpel yang bisa dipahami oleh ya 1:06:43 orang yang akalnya sehat Jadi sekali 1:06:47 lagi kita enggak tahu apa apa masih 1:06:50 penting itu ee mengajukan proposal 1:06:52 penyelesaian saya menganggap bahwa 1:06:54 sebenarnya jangan di di dibantu lagi 1:06:57 ee Presiden Jokowi supaya kekacauan itu 1:07:02 betul-betul berlangsung lebih cepat dan 1:07:04 dengan cara itu perubahan bisa juga 1:07:06 lebih bagus kan kalau kita enggak pernah 1:07:08 sampai di bottom kita enggak mungkin 1:07:10 roda itu diputar ke atas jadi biar aja 1:07:12 dia turun ke bawah karena itu juga 1:07:14 adalah siklus politik kita enggak 1:07:16 mungkin menahan sesuatu yang memang dari 1:07:18 awal terlihat tidak tidak bisa 1:07:20 diaktifkan ee atau diubah kebijak kan 1:07:24 yang memang diinginkan oleh Presiden kan 1:07:26 kita enggak tahu Sri Mulyani e baenna 1:07:30 segala macam itu kan pasti punya 1:07:32 kalkulasi yang rasional tapi Begitu tiba 1:07:35 di dalam sidang kabinet langsung jadi 1:07:37 patung di depan presiden yang 1:07:39 menghendaki agar supaya ibu kota tetap 1:07:41 dijalankan e kereta cepat bisa jadi 1:07:44 enggak ada semacam perdebatan akademis 1:07:47 di dalam Kabinet itu masalah kita hari 1:07:49 ini kita enggak tahu apa betul buat 1:07:51 pindahan ibu kota cuman 400 triliun 1:07:53 bukan ah itu data yang dulu diajukan 1:07:56 sekedar dalam bentuk PowerPoint l orang 1:07:58 Oh I cuma pos triliun jangan-jangan tiga 1:08:01 kali lipat 1200 riliun yang diperlukan 1:08:03 tuh Coba aja tanya sama B pernas di 1:08:05 bikin hitungan ulang demikian juga soal 1:08:08 kerita cepat kan 1:08:10 ya point to point bisa dicapai dengan 1:08:13 kecepatan Sekian dan anggarannya ini 1:08:16 bukan bisnis ini bisnis bisnis Jadi 1:08:19 enggak usah takut dengan bolongnya 1:08:21 anggaran berakhir juga dengan berantakan 1:08:23 itu kenapa karena yang mengusulkan keta 1:08:26 cepat itu cara berpikirnya lambat kan 1:08:28 itu paradoksnya kan J soalsal semacam 1:08:32 ini yang disaksikan oleh masyarakat luas 1:08:34 tanpa harus baca statistik yang rumet 1:08:39 dan terpaksa kita ucapkan dengan 1:08:42 sederhana bahwa di depan mata ada krisis 1:08:45 besar dan terhubung dengan krisis 1:08:49 keuangan Global 1:08:51 Karena produksi yang buruk dan eh su 1:08:55 c-nya eh terhambat dan itu efek 1:08:58 inflatuarnya tinggi sekali tapi kita 1:09:00 hanya bisa ucapkan itu di ruang seminar 1:09:02 padahal setiap kali rapat kabinet 1:09:04 diperlukan satu keterangan yang jujur 1:09:07 dari pemerintah kejujuran itu yang 1:09:09 ditemgu rakyat dan itu enggak muncul 1:09:11 dari ee ucapan juru Kan setiap kali 1:09:16 sidang kabinet selesai kita enggak tahu 1:09:18 Apa kesimpulannya tu para menteri juga 1:09:20 saling bingung ini kesimpulannya Apa itu 1:09:22 dan itu terlihat bahwa menteri juga 1:09:24 sudah enggak ngurusin apa yang 1:09:26 dipersoalkan Antoni tadi menteri-menteri 1:09:28 menganggap Ya sudahlah lebih lebih cepat 1:09:30 bangut lebih baik karena setiap menteri 1:09:33 kan bersiap sekarang untuk pasang Balo 1:09:34 kan di mana-mana tuh dan Bahkan mereka 1:09:37 yang terancam untuk diesuffel itu 1:09:41 tiba-tiba semuanya berkumpul di Solo 1:09:43 untuk ee minta dilindungi oleh seorang 1:09:46 pemuda yang adalah anak presiden gitu 1:09:48 Jadi rasionalitas kita dalam upaya untuk 1:09:51 menghasilkan ulang Indonesia yang 1:09:53 harapan hilang nah hilangnya itu enggak 1:09:56 usah kita tangisi karena memang itu ya 1:09:58 hukum besi dari kedungguan kekuasaannya 1:10:01 begitu sunatullahnya begitu jadi kalau 1:10:04 ditanyakan apa Proposalnya ya saya 1:10:06 enggak perlu kasih proposal sebaiknya 1:10:08 jalankan terus proyek-proyek mercuswar 1:10:11 itu karena dia akan berakhir seperti 1:10:13 menara Babel dan itu yang tadi 1:10:16 diterangkan oleh Antoni bahwa di dalam 1:10:18 statistik dunia perubahan politik itu 1:10:20 terjadi mulai dengan kekacauan kebijakan 1:10:23 kan setiap Menteri sekarang menyelahkan 1:10:25 menteri yang lain kan oligarki juga 1:10:27 saling ngintip saling buka-bukaan nanti 1:10:30 kesalahannya karena ketika MK bilang 1:10:33 bahwa itu undang-undang covid itu 1:10:35 undang-undang Corona itu itu 1:10:37 bertentangan dengan konstitusi maka 1:10:39 keributan mulai terjadi di kabinet ter 1:10:42 sudah dibilang sih urus ini dulu kenapa 1:10:45 ini yang diutamakan jadi kekacauan itu 1:10:47 adalah produk dari ketidakseimbangan 1:10:49 antara Ambisi untuk ee membuat 1:10:53 proyek-proyek menara Gading dengan 1:10:56 kemampuan untuk 1:10:58 membaca jumlah uang yang memungkinkan 1:11:01 proyek itu dihitung secara ekonomis kan 1:11:04 dengan kata lain semua Ambisi politik 1:11:06 Presiden itu pasti dibatalkan oleh APBN 1:11:09 Nah kalau dia bolong Ya gampang aja cari 1:11:12 cari utang yang mungkin sudah enggak 1:11:14 bisa tadi jual surat Ang negara dan 1:11:17 pasti 1:11:19 eh apa namanyanya itu makin tinggi 1:11:22 ataujam bunganya makin Tinggi karena ya 1:11:25 semua orang tahu Indonesia butuh Nah 1:11:27 karena itu ya bunganya ditinggikan tapi 1:11:29 sekali lagi kalau kita mau lihat prospek 1:11:32 negeri ini sebaiknya kita 1:11:35 berpikir apa namanya realistik aja 1:11:38 sekarang Bahwa udah tidak mungkin lagi 1:11:41 atau tidak dimungkinkan lagi oleh 1:11:43 analisis ekonomi Apun untuk menghasilkan 1:11:47 Harapan itu sering dikatakan bahwa ilmu 1:11:50 ekonomi itu engak pernah berbohong 1:11:52 ekonom juga enggak pernah berbohong yang 1:11:55 berbohong itu menteri ekonomi itu karena 1:11:57 di belakangnya ada ada 1:11:58 keputusan-keputusan yang diditkan oleh 1:12:01 VIP person itu yang kita sebut sebagai 1:12:04 oligarki segala macam Nah kita seringki 1:12:07 bahas oligarki dan mesti Terangkan siapa 1:12:09 tuh oligarki perselisihan 1:12:12 akademisnya 1:12:13 ribut apa namanya 1:12:16 tuh oligarkinya tetap sama keterangannya 1:12:20 yang berbeda yang menerangkan secara 1:12:21 weberian yang menerangkan secara marksan 1:12:24 tapi oligarkinya itu itu juga oligarki 1:12:27 yang terbawa dari sistem yang lama dan 1:12:29 itu yang akan juga dikeri over ke dalam 1:12:32 sistem yang baru melalui e pemilu yang 1:12:34 ke depan kan jadi itu yang kita ingin 1:12:36 kita halangi oligarki itu beroperasi 1:12:39 supaya satu waktu ya sudah Indonesia 1:12:41 memang harus berantakan dulu baru bisa 1:12:43 ditumbuhkan bibit baru jadi selalu saya 1:12:46 menganggap bahwa saya 1:12:48 ee saya saya pesimis dengan kemampuan 1:12:52 kita untuk menghasilkan ulang Harapan 1:12:55 itu dan orang bilang Kenapa pesimis 1:12:57 seharusnya optimis Bagaimana mungkin 1:12:59 optimis dengan semua data yang 1:13:01 diterangkan oleh Anthony tadi bahwa kita 1:13:02 bisa optimis kan itu agak konyol kan 1:13:06 masih harus optimis sama seperti 1:13:08 eh kan kita bisa lihat Bagaimana 1:13:11 demoralisasi terjadi di kabinet 1:13:13 eh hasto sebagai sejen PDIP kemarin 1:13:17 sudah enggak punya peralatan untuk 1:13:19 membuktikan bahwa Indonesia masih bisa 1:13:22 berharap maju lalu dia frustrasi dia 1:13:24 bikin sayembara e memberi beasiswa pada 1:13:28 siapun anak S1 S2 S3 untuk bikin 1:13:31 perbandingan studi perbandingan antara 1:13:33 sukses presiden SB dengan sukses 1:13:35 Presiden Jokowi dan itu disponsori oleh 1:13:38 partai bayangkan yang pasti akan 1:13:40 mengatakan Bah Oh ya itu 1:13:42 partai sukses Jokowi itu lebih baik 1:13:45 daripada sukses SBY itu jadi dia 1:13:47 mengubah semua data supaya terlihat 1:13:50 Presiden Jokowi bagus bisa diubah data 1:13:52 itu tapi fakta real kita itu ketegangan 1:13:56 sosial itu naik terus 1:13:58 eh perselisihan yang basisnya adalah 1:14:01 ekonomi meningkat terus frustrasi di 1:14:04 rakyat itu semua kriminalitas di rakyat 1:14:06 sekarang itu berlangsung karena krisis 1:14:08 ekonomi jadi impetus untuk maju ke depan 1:14:12 itu terhalang justru oleh e Ambisi yang 1:14:15 masih berapi-api di belakang kepala 1:14:17 presiden dengan kata lain kalau kita mau 1:14:20 coba Bikin analisis yang agak rasional 1:14:22 Saya seorang yang pesimis tapi saya 1:14:23 pesimis yang rasional banyak yang 1:14:26 optimis tapi optimis irasional kan 1:14:28 begitu keadaan kita tuh Jadi sebetulnya 1:14:31 kalau kita mau mengerti apa sebetulnya 1:14:34 Siapa yang memberi nasihat kepada 1:14:35 Presiden itu kalau seluruh keterangan 1:14:37 yang diterangkan oleh Antoni pasti 1:14:39 dipahami dengan baik oleh Sri Mulyani 1:14:41 dipahami dengan baik oleh menteri 1:14:44 Bapenas tetapi kenapa itu enggak bisa 1:14:46 sampai di kepala presiden kan itu 1:14:48 poinnya kan artinya ada pembisik lain P 1:14:50 presiden yang lebih kuat dari para 1:14:52 ekonomi yang ada di kabinet tuh yang 1:14:54 saya tahu ilmunya bagus-bagus tapi 1:14:56 enggak mampu untuk menyaingi pembisik 1:14:58 yang lain itu siapa pembisiknya mungkin 1:15:00 manusia mungkin jin itu itu 1:15:03 pertanyaannya atau dukun itu jadi sekali 1:15:06 lagi kemasuk akalan satu kebijakan itu 1:15:08 kalau diuji dengan data dan terlihat 1:15:10 bahwa itu tidak masuk akal itu berarti 1:15:12 ada masuk akal lain yaitu masuk akal 1:15:14 yang diselundupkan melalui 1:15:17 kepentingan-kepentingan yang langsung ee 1:15:20 berkaitan dengan kepentingan presiden 1:15:22 Nah itu sebetulnya intinya tuh dan kita 1:15:26 dulu berharap betulbetul B Presiden 1:15:27 Jokowi di di periode kedua itu bisa 1:15:31 meneruskan cover Story dari majalah Time 1:15:33 eh A New Hope gitu tapi ternyata majalah 1:15:37 Time juga bilang enggak sekarang dia e 1:15:39 hopeless atau no hope gitu kan itu 1:15:41 intinya kan jadi fasilno di 1:15:44 daerah-daerah itu perintah ibu Mega tuh 1:15:46 di semua daerah harus e buat patung Bung 1:15:48 Karno seolah-olah kita mau minintta 1:15:50 bantuan dari Arwa Bung Karno untuk 1:15:51 melihat kembali Indonesia gitu kan nanti 1:15:53 Bung Karno bilang saya bung Karno dulu 1:15:56 mengajarkan marhainisme sekarang PDIP 1:15:59 itu enggak paham apa itu marhainisme 1:16:01 Yang dia paham adalah transaksi yang dia 1:16:04 paham adalah neoliberalisme itu kan 1:16:06 enggak ada 1:16:07 satuun kritik PDIP terhadap omnibas Law 1:16:11 terhadap undang-undang e eh apa namanya 1:16:14 tu 1:16:15 Migas segala hal yang sebetulnya 1:16:17 berbasis pada marhenisme PDIP enggak 1:16:20 paham kan ajaib kan menyebutkan partai 1:16:24 wong cilik tapi seluruh kebijakannya itu 1:16:26 menyelengsarakan wong cilik tapi nanti 1:16:29 juga ada survei bilang tetap 1:16:32 PDIP Iya karena itu surveinya didasarkan 1:16:35 pada siraman ideologi bukan pada 1:16:38 metodologi kan partai mesti diasuh 1:16:41 dengan 1:16:43 metodologi partai boleh hidup secara 1:16:45 ideologis tapi kalau ideologinya tidak 1:16:47 bisa ditransfer menjadi metodologi maka 1:16:50 kacau secara pembuatan public pol nya 1:16:53 tuh jadi sekali lagi poin saya selalu 1:16:56 adalah kita memang ingin menuntun 1:16:58 kembali Indonesia dan memberi harapan 1:17:00 pada milenials tapi saya bicara dengan 1:17:03 milenial Eng ada lagi yang percaya apa 1:17:05 yang diucapkan dari dalam eh hasil 1:17:07 sidang kabinet itu Nah karena itu 1:17:10 biarkan gotok-gontokan terjadi di eh 1:17:13 eh negeri ini 1:17:15 dan semua 1:17:17 pemimpin Kementerian enggak peduli lagi 1:17:20 dengan masa depan Indonesia dia cuman ul 1:17:24 memperpanjang sisa jabatannya supaya 1:17:26 engak Dir Presiden Jokowi agar supaya 1:17:29 dia bisa tetap masih cari rente dari 1:17:33 setiap macam proyek pemerintah walaupun 1:17:36 sudah ggak adanya rente itu jadi itu 1:17:39 sebetulnya intinya dan karena itu selalu 1:17:41 kita butuh analisis bukan sekedar 1:17:43 analisis e eh makroekonomi tapi kita mau 1:17:47 analisis yang bersifat an selaluakukan 1:17:52 ituon karena basis dari kebijakan publik 1:17:55 itu adalah tuker tambah politik yang di 1:17:58 belakang layar itu yang mestinya kita ke 1:18:00 depankan itu saya kira itu 1:18:02 e komentar saya terima kasih terima 1:18:06 kasihi Bui dengan sistem politik saat 1:18:10 ini sepertinya agak berat ketika e 1:18:14 gagasan yang terbaiklah yang dipilih 1:18:17 oleh rakyat karena eh dengan strategi 1:18:20 pencitraan yang luar biasa membuat 1:18:24 seakan-akan e pemimpin idama raket itu 1:18:28 adalah ya yang sosok yang terpilih saat 1:18:31 ini dan dan itu sangat bertolak belakang 1:18:34 dengan kemampuan memberikan gagasan bagi 1:18:37 Indonesia ya untuk kemajuan Indonesia 1:18:40 nah bagaimana caranya agar ke depannya 1:18:44 pemimpin atau presiden yang terpilih ini 1:18:46 benar-benar yang punya proposal solusi 1:18:49 dan gagasan yang terbaik untuk 1:18:51 mengeluarkan Indonesia dari masalah dan 1:18:52 EE EE bisa mendatangkan kemajuan itu 1:18:57 pentingnya kita tinggalkan teori 1:19:00 elektabilitas kita masuk pada satu 1:19:02 proposal ini saya bicara proposal setiap 1:19:05 presiden yang mesti diperiksa lebih 1:19:07 dahulu Bukan elektabilitasnya tapi 1:19:10 intelektualitasnya itu lebih penting 1:19:12 nanti intelektualitas itulah yang akan 1:19:15 dielektabilitaskan kan itu intinya tuh 1:19:18 supaya betul-betul kita tapis dari awal 1:19:20 bahwa orang yang berpikir dia kita kita 1:19:23 minta untuk memikirkan bangsa ini bukan 1:19:25 dia yang bikin kerusakan kita B pikirkan 1:19:27 jalan keluarnya kan itu ngacau kan kan 1:19:30 Presiden Jokowi nanti akan diingat 1:19:32 sekarang mungkin sebagai presiden yang 1:19:34 membuat Garuda itu jatuh jatuh dari 1:19:37 langit 1:19:38 itu kan itu yang akan terjadi garudaudah 1:19:41 betul mungkin dalam 2 t hari ini udah 1:19:43 sudahah dianggap sudah colaps saja kan 1:19:45 Tapi nanti kemudian ada aja tokoh-tokoh 1:19:48 ekonom kabinet yang menganggap Gampang 1:19:50 sih nyelamatin Indonesia ya cetak uang 1:19:52 aja tuh berapa Diperlukan ya mungkin 1:19:54 2000 triliun selesai problem tuh 1000 1:19:57 buat supply 1000 buat demand selesai itu 1:20:00 soal inflasi segala macam belakangan 1:20:03 walau itu melanggar undang-undang nanti 1:20:05 akan di dicarikan lawyer oleh kabinet 1:20:09 untuk menjelaskan bahwa pelanggaran 1:20:11 undang-undang itu eh boleh dilakukan 1:20:14 sebagai diskresi kekuasaan demi NKRI 1:20:17 harga mati demi ee kemaslahatan rakyat 1:20:21 demi segala macam itu lalu udah Bi 1:20:24 disuruh jadi tukang cetak duit H karena 1:20:27 memang mungkin diperlukan uang beredar 1:20:29 lebih banyak gitu M2 kita mungkin berapa 1:20:32 20% 1:20:33 30% atau yang seharusnya 120% itu 1:20:38 gampang betul mencari solusi di atas 1:20:40 kertas gampang tapi pembenarannya itu 1:20:43 yang akan mengakibat kerusakan di semua 1:20:46 ekonom tahu soal itu 1:20:48 bahwa kehidupan kita betul-betul engak 1:20:51 bisa lagi kita membayangkan bahwa besok 1:20:55 ada sesuatu yang lebih baik besok tuh 1:20:57 jadi kita sebaiknya berpikir bahwa besok 1:21:00 akan lebih buruk itu lebih membahagiakan 1:21:02 saya karena semakin buruk semakin cepat 1:21:05 penyelesaian 1:21:07 politik atau penyelesaian politik bisa 1:21:09 dipercepat kalau ekonominya terus 1:21:11 memburuk GU dan itu membuat kita paham 1:21:14 bahwa memang negeri ini dikutuk untuk 1:21:16 jatuh ke dalam gorong-gorong dulu supaya 1:21:19 kita bisa bangkit dan berlari di e di 1:21:23 jalan mulus akal pikiran jadi saya kira 1:21:25 itu 1:21:26 e sinisme Saya hanya sampai di situ dulu 1:21:29 tuh Siap terim saya Min sikit silakan 1:21:34 Pak pertama saya pikir adalah memang ini 1:21:38 Proposalnya buat Pak 1:21:45 maniat jadi ini proposal itu karena yang 1:21:48 di sini udahududah sulit gitu seperti 1:21:52 dikatakan gitu udah enggak bisa gitu 1:21:55 Jadi udah banyak sekali yang kita inikan 1:21:57 Tapi ini jadi itu proposal itu memang 1:22:00 buat yang lagi oposisi 1:22:03 ini Nah itu 1:22:07 pertama itu benar itu kita kita bikin 1:22:11 proposal buat diri kita sendiri 1:22:13 aja nah terus yang kedua adalah ini 1:22:17 adalah sesuatu kalau kita lihat ini 1:22:20 terjadi Saya melihat terjadi di 1:22:23 Indonesia di mana bahwa ada satu 1:22:27 pemerintahan yang saat ini rezim 1:22:29 sekarang kalauu menjelekkan rezim yang 1:22:33 sebelumnya itu saya tidak pernah dapat 1:22:36 dari yang manaun rezim kalau pemerintah 1:22:40 naik itu memang harapannya lebih bagus 1:22:43 dan kalau dia lebih bagus adalah bukan 1:22:44 sesuatu yang prestasi kalau memang 1:22:47 harapan rakyat gitu kan Gimana bahwa dia 1:22:50 lebih bagus itu harus dibangga-banggakan 1:22:52 kan gitu Jadi kalau kita lihat sewaktu 1:22:56 colaps 2007 1:22:58 eh bus ya Bush Junior Obama naik Obama 1:23:04 enggak pernah membandingkan bahwa Oh ya 1:23:06 si bus dulu hutangnya sekian ini sekian 1:23:09 sekian enggak pernah gitu nah ini kok 1:23:11 bisa Menteri Keuangan mengatakan bahwa 1:23:14 ini War hutang warisan ini gimana gitu 1:23:17 semua utang juga warisan gitu kan tapi 1:23:19 enggak perlu dikatakan bahwa utang 1:23:21 negara ituak yang dibayar dibayarnya 1:23:24 lagi dengan utang lagi gitu kecuali dia 1:23:26 mendapatkan surplus dan nyata-nyata 1:23:29 bahwa 1:23:30 utang apa periode 5 tahun pertama itu 1:23:33 jauh lebih besar dari itu kok bisa 1:23:35 mengatakan seperti begitu gitu Itu yang 1:23:37 saya tidak mengerti jadi etika di dalam 1:23:40 ini sudah tidak ada lagi lalu untuk apa 1:23:43 Hok mengatakan bahwa coba eh sayembara 1:23:49 pemerintah ini lebih bagus daripada SBY 1:23:53 pertama bahwa itu secara moral secara 1:23:56 etika secara kebangsaan itu adalah sudah 1:23:59 memecah belah itu sudah tidak boleh 1:24:02 dilakukan itu 1:24:04 pertama terus 1:24:06 kedua angka-angkanya sudah jelas obvw 1:24:09 sekali tadi data yang tadi 5 tahun itu 1:24:12 yang 15 tahun makanya saya Tampilkan 1:24:14 dari 2005 2004 gitu Mau dikatakan apa 1:24:18 lagi jadi ini hastonya sendiri yang 1:24:21 berkhayal dia dia berkhayal berimajinasi 1:24:25 bahwa saya ini baik gitu kan kita ini 1:24:27 pendukung ini adalah baik gitu karena 1:24:29 pada saat itu mungkin setelah itu adalah 1:24:32 dianggapnya Jokowi Adalah 1:24:35 eh PDIP kan padahal Jokowi merapatnya ke 1:24:40 celeng kan gitu kan Bu banteng kan gitu 1:24:42 nah itu yang harus Dian ya as ba Baik 1:24:48 terima kasih sahabat-sahabat sekalian eh 1:24:51 diskusi sangat menarik dan mendalam Tapi 1:24:54 waktu yang membatasi kita ee tibalah 1:24:57 kita di akhir acara ee dan saatnya 1:25:01 closing ideas closing statement 1:25:02 sekaligus dari para narasumber yang 1:25:05 ingin memberikan e apa tambahan dan juga 1:25:09 closing opini dan pandangannya terkait 1:25:11 proposal ekonomi dan politik kita 1:25:13 dipersilakan di closing ideas P Pak 1:25:16 dipersilakan 1:25:19 Pak kasih Bang eh 1:25:23 Mas Antoni Bung Roki 1:25:26 eh selalu ada harapan dan kita bisa 1:25:31 memandang Harapan itu dengan berbagai 1:25:34 perspektif dan EE Saya yakin eh dengan 1:25:41 eh hadirnya kelas menengah yang 1:25:45 lebih open mind eh terbuka eh dan kita 1:25:50 mampu untuk eh wujudkan demokrasi yang 1:25:53 lebih substansial 1:25:55 ee saat yang sama media yang bebas ee 1:25:59 kemudian eh kita terus eh bekerja keras 1:26:03 untuk membangun kolaborasi dan Sinergi 1:26:06 eh datanya jelas tetapi memang saya 1:26:09 setuju 100% dengan mas Antoni eh 1:26:13 reformasi di bidang politik politik 1:26:15 politik adalah kata kuncinya karena itu 1:26:20 politisi partai politik termasuk saya 1:26:23 harus betul-betul sadar diri menjadi 1:26:27 sebab kehancuran negeri atau menjadi 1:26:29 sebab kemajuan dan kegemilangan negeri 1:26:33 dan politisi itu pragmatis kok hukum 1:26:36 saja eh oleh pemilih para politisi yang 1:26:42 tidak memiliki 1:26:44 eh etik dan logik dan dukung politisi 1:26:49 yang memiliki Eti dan logik begitu 1:26:53 Baik terima kasih eh Pak Eh tadi ada 1:26:58 sedikit ditayangkan teman-teman Apa itu 1:27:03 pak itu 1:27:09 proposalama mas sudah kita ringkas 1:27:12 t mungkin di sesi berikutnya itu bisa 1:27:15 didalami 1:27:18 nantiikik 1:27:21 sekarang n 1:27:23 ya Iya 1:27:26 Jadi kalau kita lihat adalah 1:27:31 justru kehancuran ini ada 1:27:34 di awalnya adalah ada di 1:27:38 parpol parpol ini yang membuat semua 1:27:41 kehancuran ini jadi apa yang saya maksud 1:27:44 adalah bahwa parpol ini mereka menguasai 1:27:48 legislatif lalu beramai-ramai ya dengan 1:27:52 dikatakan apa namanya koalisi tetapi 1:27:55 saya menyebutnya kartel karena dengan 1:27:59 pressurepressure kalau anda tidak mau 1:28:01 gabung ya diganti ketua umum ketua 1:28:05 umumnya yang pro 1:28:08 sana kemudian 1:28:11 eh ya terjadilah begitu beberapa sudah 1:28:14 eh 1:28:19 apa Legislatif itu apa terjadi 1:28:25 kolaborasi dan kartel Terus yang kedua 1:28:29 adalah partai 1:28:32 politik 1:28:33 beramai-ramai dengan thres 20% 1:28:37 mencalonkan Presiden dan Presiden cuman 1:28:39 ada dua maksimum Kalau mungkin kalau 1:28:42 mereka itu akan satu gitu kan Ya tapi 1:28:45 tidak terjadi kemudian ada ada maksimum 1:28:48 adalah dua karena yang lain semuanya 1:28:50 disuruh gabung nah Nah dari dua itu apa 1:28:53 yang mau diharapkan lagi kita rakyat 1:28:56 tidak ada pilihan Jadi yang tadi Kalau 1:28:58 dikatakan Apakah ini rakyat masih ada 1:29:01 pilihan melihat pencitraan dan 1:29:02 sebagainya ya tinggal dua itu salah satu 1:29:04 yang akan menang gitu dan siapapun yang 1:29:06 akan menang juga kita akan menjadi 1:29:08 Indonesia tidak akan maju kan gitu 1:29:11 masalahnya Nah 1:29:14 jadi partai 1:29:16 politik yang menguasai eksekutif 1:29:20 menguasai legislatif di situlah terjadi 1:29:25 kolaborasi dan di situlah 1:29:27 terjadias politika itu tidak ada lagi 1:29:31 dan di sini Terjadi pemerintahan 1:29:35 tirani jadi Perpu yang tadi melanggar 1:29:38 undang-undang semuanya itu 1:29:41 disetujukan ya semuanya disahkan 1:29:44 undang-undang Minerba undang-undang yang 1:29:48 lainnya 1:29:49 [Musik] 1:29:50 undang bus undang-undang ee KPK semuanya 1:29:55 adalah disahkan karena jadi satu yang 1:29:59 tadi itu jadi check and balances sudah 1:30:01 tidak ada lagi negara sudah ada tidak 1:30:03 ada check and balances ya kita akan 1:30:05 menuju kehancuran dan akan menjadi 1:30:06 negara gagal 1:30:08 Begitu baik terima kasih Dr Antoni 1:30:12 sangat diingat tadi Pesannya Eh kalau 1:30:15 mau berubah harus mulai dari parpol ya 1:30:17 Dok Ya karena itu sumber masalah yang 1:30:21 pertama eh salah satu Akar masalah 1:30:23 bangsa kita 1:30:25 eh kebusukan dan kerusakan dari 1:30:27 parpolnya sendiri yang menjadi k 1:30:30 kontestan 1:30:31 politik 1:30:36 sekarang I saya setuju Anton seorang 1:30:40 yang pesimis yang rasional banyak yang 1:30:43 optimis 1:30:46 tapiang itu sebetulnya 1:30:49 Inya kita lihat keakang Bagaimana proses 1:30:52 pembentukan bangsa ini itu di orang baru 1:30:56 dulu kita kritik habis-habisan itu 1:30:58 karena e dalam rangka industrial deening 1:31:01 pendalaman industri lalu 1:31:05 eh cara memerintahnya itu menggunakan 1:31:09 kekerasan tapi itu yang masuk akal 1:31:11 karena dalam setiap deepening ekonomi 1:31:15 industrialisasi diperlukan Apa yang 1:31:17 disebut Eh substitusi impor tapi kita 1:31:20 tahu hasil dari subsusi impor itu tidak 1:31:23 menimbulkan kompetisi di di dalam negeri 1:31:26 e pada para pengusaha substitusi impor 1:31:29 itu Zaman order baru justru menghasilkan 1:31:32 kartel itu yang diterangkan tadi Pak 1:31:34 Antoni dan hal yang sama berlaku 1:31:36 sekarang dulu kartel itu hidup dan 1:31:38 masyarakat menganggap Okelah kartel 1:31:40 korupsi segala macam karena kita masih 1:31:43 dimanjakan oleh komoditas terutama oleh 1:31:45 minyak bumi pada zaman baru yang 1:31:48 kemudian memang tanpa disadari dipening 1:31:50 itu justru 1:31:53 eh tidak menghasilkan trickle down dan 1:31:57 karena kecepatan kelas menengah untuk 1:32:00 menuntut demokrasi maka Presiden 1:32:02 Soeharto jadi otoriter tuh jadi itu 1:32:06 logikanya memang begitu nah sekarang 1:32:08 kita justru dalam keadaan sudah 1:32:11 demokratis kartel itu masih hidup enggak 1:32:14 ada soal juga sebetulnya kalau kartel 1:32:16 itu menghasilkan growth yang kemudian 1:32:19 didistribusikan oleh negara semua kartel 1:32:22 atau semua korporasi berupaya untuk 1:32:25 mengakumulasi itu normal tetapi 1:32:28 akumulasi itu yang harusnya 1:32:31 didistribusikan melalui kebijakan negara 1:32:34 sialnya kebijakan negara justru berpihak 1:32:36 pada akumulasi negara gak boleh berp P 1:32:39 akumulator negara mendorong akumulator 1:32:42 supaya bisa didistribusikan jadi 1:32:44 kekacauannya ada di saya B kita berhap 1:32:50 bahanyaunya Jovi I wan lay you down in 1:32:53 the bath of Roses kan begitu kan eh 1:32:57 ternyata bukan bukan mawarnya yang ada 1:32:59 di eh tempat tidur tapi duri-durinya tuh 1:33:02 jadi kita tidur di Duri 1:33:05 sebetulnya bayangkan aja bahwa ini kita 1:33:09 punya impian Bad of Roses tapi 1:33:12 Eh kalau lagunya Poison itu every Rose 1:33:18 hasorm setiap mawar ada durinnya kita 1:33:21 kebanyakan Duri mawarnya itu udah layu 1:33:24 sebetulnya jadi mari kita bersiap-siap 1:33:27 untuk meyakinkan bahwa kita bisa 1:33:30 menggantikan pemerintahan hari ini 1:33:33 dengan cara yang 1:33:37 diperat 1:33:40 anakud siapenasi kepemimpinan ni anak 1:33:42 muda 1:33:45 Nih kepinan 1:33:48 nasang 1:33:50 kepusend oleh mereka yang muda yang 1:33:53 paham tentang global global 1:33:55 environmental Economic Global Politics 1:33:58 yang tahu bahwa beda sekali antara 1:34:01 e berpikir tentang keadilan dan 1:34:04 menghasilkan keadilan Jadi sebetulnya 1:34:06 itu yang ada di dalam kepala anak muda 1:34:09 hari ini dan mudah-mudahan ada anak muda 1:34:12 lain yang memimpin e istana di 2024 1:34:18 Karena anak muda terakhir yang kita 1:34:20 ketahui ada anak muda yang dikunjungih 1:34:23 orang tua yang minta dilindungi supaya 1:34:24 dia tidak anak muda itu berlokasi 1:34:30 diok Baik terima kasih Bung 1:34:33 sahabat-sahabat sekalian tema malam ini 1:34:36 mudah-mudahan menjadi inspirasi oleh 1:34:38 para generasi mudha calon-calon pemimpin 1:34:40 masa depan bahwa ketika kita ingin 1:34:43 memimpin bangsa kita harus punya 1:34:45 proposal ekonomitik dan sosial budaya 1:34:49 yangat AG kepan kita menjadi solusi 1:34:52 bukannya menjadi masalah dan juga tadi 1:34:55 saya ingin sangat terinspirasi dan 1:34:57 menhighlight ya salah satu konsep 1:34:59 proposal dari Dr Antoni inti dari e 1:35:03 kemajuan bangsa kita adalah keadilan ya 1:35:05 keadilan dalam ekonomi keadilan dalam 1:35:07 hukum keadilan dalam sosial politik dan 1:35:10 budaya kita ketika keadilan benar-benar 1:35:14 tegak maka Insyaallah e rahmat dan 1:35:16 berkah dari Allah subhanahu wa taala 1:35:18 Tuhan yang maha kuasa akan turun ke 1:35:21 bangsa kita dan mudah-mudahan eh dalam 1:35:24 waktu dekat bangsa kita dianugerahkan 1:35:27 oleh Allah subhanahu wa taala pemimpin 1:35:29 yang adil Terima kasih sampai ketemu 1:35:33 Padaan depan pada channel dan jam yang 1:35:36 sama asamualaikum warahmatullah 1:35:38 wabarakatuh bagus sekali itu optimisme 1:35:40 yang 1:35:42 religiusak muda optimis 1:35:45 Prof okeam sampai jumpa lagi 1:35:50 ya