Cibubur, Rasilnews — Masjid Jogokariyan, Kota Yogyakarta, mendistribusikan daging kurban dari 160 hewan kurban pada pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Distribusi dilakukan kepada masyarakat sekitar serta puluhan masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah yang mengajukan permohonan bantuan daging kurban.
Panitia kurban Masjid Jogokariyan, Ratno, mengatakan total hewan kurban tahun ini terdiri atas 80 ekor sapi dan 80 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 ekor sapi disembelih di kompleks Masjid Jogokariyan, sedangkan dua ekor lainnya disalurkan ke desa-desa binaan untuk penyembelihan pada hari tasyrik.
“Tahun ini ada sekitar 300 surat permohonan bantuan daging kurban yang masuk ke Masjid Jogokariyan. Namun, berdasarkan kemampuan distribusi, kami hanya dapat menyetujui sekitar 70 permohonan. Dalam pelaksanaannya, distribusi akhirnya dapat menjangkau sekitar 90 masjid,” ujarnya dalam Dialog Topik Berita Radio Silaturahim, Jumat (29/05/26).
Selain sapi, panitia juga menyembelih 68 ekor kambing di lingkungan Masjid Jogokariyan. Sisa kambing lainnya disalurkan ke masjid-masjid binaan dalam kegiatan dakwah pedesaan.
Menurut Ratno, seluruh hewan kurban berasal dari dana pribadi para sohibul kurban tanpa bantuan pemerintah. Salah satu hewan kurban yang menarik perhatian publik adalah sapi berbobot sekitar 1,1 ton yang berasal dari seorang pekurban asal Bandung, Jawa Barat.
“Sudah beberapa tahun terakhir beliau rutin menitipkan dua ekor sapi berukuran besar di Masjid Jogokariyan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sapi-sapi jumbo lainnya diperoleh dari wilayah Magelang, Jawa Tengah, dan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam pelaksanaan kurban, panitia menerapkan sistem pengelolaan terstruktur dengan melibatkan relawan dan jamaah masjid. Kepanitiaan dibagi ke dalam sekitar 50 divisi, mulai dari penyembelihan, pencacahan daging, pengemasan, hingga distribusi.
“Setiap relawan ditempatkan sesuai kemampuan dan bidang masing-masing agar proses berjalan efektif,” kata Ratno.
Sebelum penyembelihan dilakukan, panitia terlebih dahulu menimbang berat hidup sapi untuk memperkirakan jumlah karkas atau daging bersih yang dihasilkan. Perhitungan tersebut digunakan sebagai dasar menentukan jumlah distribusi bagi warga sekitar dan masjid penerima bantuan.
Selain pengelolaan kurban, Masjid Jogokariyan juga menjalankan program tabungan kurban bagi jamaah. Program tersebut memungkinkan masyarakat menabung secara bertahap setiap pekan guna mempersiapkan pembelian hewan kurban pada Iduladha berikutnya.
Menurut Ratno, mayoritas peserta program berasal dari kalangan pedagang kecil, pelaku usaha mikro, dan masyarakat umum.
“Jangan terburu-buru merasa tidak mampu sebelum berusaha. Banyak jamaah kami berasal dari kalangan sederhana, tetapi mereka dapat berkurban karena disiplin menabung sejak jauh hari,” ujarnya.
Masjid Jogokariyan selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam pengelolaan ibadah kurban berbasis pemberdayaan jamaah dan distribusi lintas daerah.