Cibubur, Rasilnews – Pembukaan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat Hercules di Bandar Udara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, memunculkan beragam tanggapan dari sejumlah kalangan, termasuk kekhawatiran terkait aspek kedaulatan nasional dan pengaruh asing di sektor strategis.
Kekhawatiran tersebut disampaikan Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua, dalam dialog Topik Berita Radio Silaturahim, Jumat (29/5/2026).
Dalam dialog tersebut, Abdullah menilai pengembangan fasilitas strategis di bidang penerbangan dan pertahanan perlu diawasi secara ketat agar tidak berkembang menjadi bentuk ketergantungan terhadap pihak asing.
Ia mengaitkan pandangannya dengan sejarah kolonialisme di Indonesia. Menurut Abdullah, penguasaan asing pada masa lalu juga bermula dari aktivitas perdagangan sebelum berkembang menjadi pengaruh politik dan militer, “Belanda datang ke Indonesia awalnya untuk berdagang rempah-rempah, tetapi kemudian berkembang menjadi penjajahan,” ujarnya.
Menurut Abdullah, pengembangan fasilitas MRO pesawat Hercules di Bandara Kertajati memiliki dimensi strategis karena berkaitan dengan pengelolaan ruang udara dan infrastruktur penerbangan nasional.
Dirinya mengusulkan agar konsep penguasaan Sumber Daya Alam (SDA) negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 diperluas hingga mencakup ruang udara.
Ia beralasan bahwa selama ini Pasal 33 hanya menyebut “bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya”, sementara ruang udara belum diatur secara eksplisit sebagai bagian dari sumber daya strategis yang harus dikuasai negara.
Abdullah menyatakan pengaturan tersebut penting untuk menjaga kedaulatan nasional di tengah meningkatnya kerja sama ekonomi dan teknis dengan pihak luar negeri, khususnya di sektor strategis.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam menjalin kerja sama internasional di bidang ekonomi dan pertahanan agar tidak menimbulkan ketergantungan jangka panjang.
Fasilitas MRO Hercules di Bandara Kertajati sendiri direncanakan menjadi pusat perawatan dan perbaikan pesawat angkut berat guna mendukung kebutuhan operasional penerbangan sipil maupun pertahanan. Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat industri dirgantara nasional dan meningkatkan peran Kertajati sebagai kawasan strategis penerbangan di Indonesia.
Meski demikian, pengembangan fasilitas MRO Hercules di Bandara Kertajati diharapkan tetap dapat memberikan manfaat bagi kemajuan industri dirgantara nasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan posisi Indonesia dalam sektor penerbangan dan pertahanan, dengan tetap mengedepankan prinsip kedaulatan dan kepentingan nasional.