Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 Brasil 0:05 [Musik] 0:13 tvor di mana mayoritas masyarakat 0:16 Indonesia ini bergerak di bidang 0:18 pertanian Nah untuk itu pada malam ini 0:21 ee kita akan membahas tentang tema 0:25 sektor pertanian ini ya Kapankah 0:27 kira-kira Indonesia akan menjadi negara 0:31 yang agraris oriented dari segi 0:33 kebijakan publiknya yang pertama sudah 0:36 hadir bersama kita 0:38 eh Bapak Bustanul Arifin ya 0:42 Asalamualaikum Pak Bustanul Pak Bustanul 0:44 adalah ekonom senior indef ketua umum 0:47 perhy ya kemudian juga sudah hadir 0:50 bersama kita juga Pak Mukmin Zaki dosen 0:54 FH UII direktur pusat studi hukum 0:57 agraria nah ini sangat menarik memang ee 1:00 ee dua narasumber kita yang kita 1:02 harapkan bisa memberikan Insight yang 1:04 cukup dan mungkin juga sekaligus 1:06 rekomendasirekomendasi kebijakan publik 1:08 bapak-bapak sekalian kepada para 1:10 pengambil kebijakan di negeri kita eh 1:13 karena kita ingin dalam setiap kali 1:15 pemilu ini 1:16 eh membawa dampak perubahan eh Kemarin 1:20 saya mencoba meneliti kembali data-data 1:22 survei di pemilu-pemilu sebelumnya bahwa 1:25 masyarakat kita saat ini dari 1:27 hasil-hasil survei sebelumnya 1:29 bapak-bapak ini menyatakan bahwa Pemilu 1:31 tidak memberikan dampak perubahan bagi 1:33 kehidupan mereka dan juga kehidupan 1:36 berbangsa dan ini kita sangat miris 1:39 eh dan kita harapkan di 2024 1:44 eh perubahan benarbenar bisa 1:46 diperjuangkan oleh kandidat siapapun itu 1:48 ya tidak ee karena kita melihat bahwa ee 1:52 permasalahan ekonomi kedepannya ini akan 1:54 sangat eh berat ya adanya ancaman Resesi 1:58 ekonomi global walaupun menurut beberapa 2:01 pakar ekonomi Indonesia tidak akan 2:03 begitu terkena dampak pasti 2:05 tapi yang akan sangat merasakan adalah 2:08 raket kecil yang sebagian besar besar 2:11 bergerak di sektor pertanian dan juga 2:13 nanti akan bergabung bersama kita Bung 2:15 Roki Gerung Eh tandemnya Pak Mardani 2:19 alera dalam setiap 2:21 kali dan juga Pak mani Eh menitip di 2:26 sini nanti akan memberikan pengantar 2:28 sambutan dan juga closing ya melalui 2:30 video karena beliau mungkin sedang dalam 2:33 perjalanan baik sahabat-sahabat sekalian 2:36 Sebelum kita mulai eh acara kita pada 2:39 malam ini saya ingin mengucapkan terima 2:42 kasih yangesar-besarnya kepada pemirsa 2:44 Setia di dalam negeri dan luar negeri 2:47 dan juga kepada rekan-rekan media Dan 2:49 wartawan yang senantiasa e menyaksikan 2:52 memperbincangkan acara dan memberitakan 2:54 acara ini acara ini bisa disaksikan 2:57 secara langsung melalui channel YouTube 2:59 dan Facebook Facebook eh Mardani alisera 3:02 PKS TV dan juga rasil TV dan juga 3:05 disiarkan melalui siaran radio rasil 720 3:10 am di 3:12 eh dan jug di daerah di beberapa kota di 3:16 seluruh Indonesia yang terhubung dan 3:17 bekerja sama dengan radio rasil baik 3:20 sahabat-sahabat sekalian kita mulai 3:21 acara ini untuk pengantar dari Pak 3:24 Mar izin saya tayangkan eh pengantar 3:27 beliau untuk industrial pada malam ini 3:31 ya melalui tayangan 3:58 video 4:00 enggak ada 4:02 suaranya 4:06 oh suaranya belum 4:13 terdengar atau biar saya saja 4:28 yaentar 4:31 Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah 4:33 Allahi ala sayidina 4:36 Muhammad bahagia sekali membersamai para 4:40 Leaders dan calon Leaders dalam 4:43 Indonesian Leaders talk dengan 4:46 tema Kapankah Indonesia berorientasi 4:49 menjadi negara 4:51 agraris ini tema 4:54 mendasar fundal 4:58 Kara benar dapat 5:01 Anugerah alam yang Fit suitable dan 5:05 betul-betul cocok untuk menjadi negara 5:09 agraris 5:11 raksaka bukan cuma di tulistiwa tetapi 5:16 kita punya demikian banyak jajaran 5:18 gunung berapi yang menjadi pupuk alami 5:21 yang 5:22 betul-betul 5:24 sangat uncomparable tidak terbandingkan 5:28 dibandingkan dengan pupuk-pupuk buatan 5:31 ataupun pupuk organik yang kita buat 5:36 jadi 5:37 malu jika 5:41 negara sepotensial Indonesia ini tidak 5:45 mampu membangun kekuatan 5:48 agraris 5:52 sendiri matur nuwun kepada para 5:56 narasumber 5:57 ee Pak Bu Arifin luar biasa Bung Roki 6:03 Gerung dan tentu teman-teman yang lain 6:06 yang 6:07 hadir juga Mas Mukmin Zaki eh 6:12 yang pakar 6:14 dalam ee hukum agraris karena memang ada 6:19 banyak Sisi yang harus kita bangun dalam 6:22 menjadikan Indonesia rakraksa agraris di 6:26 dunia Izinkan saya menyampaikan tiga hal 6:30 yang Insyaallah 6:34 ee bagian dari syukur nikmat bahwa kita 6:39 menjadi warga negara Indonesia yang 6:42 mendapat karunia demikian luar biasa 6:45 alam sangat sesuai untuk menjadi negara 6:48 agraris terbesar terhormat dan paling 6:52 produktif dengan minimal diskusi kita 6:57 malam 6:58 ini 7:15 baik Oh itu video penghantar dari beliau 7:19 mungkin agak sedikit terpotong mungkin 7:22 karena ada masalah teknis ketika 7:23 mengirimnya baik sahabat-sahabat 7:25 sekalian ee langsung kita masuk kepada 7:29 narasumber pertama Pak buul Arifin eh 7:32 dipersilakan Pak sebagai ekonomi senior 7:35 Bagaimana melihat dari sisi ekonomi ini 7:37 e kebijakan yang eh berorientasi kepada 7:41 sektor pertanian ya agraria Dan juga 7:43 mungkin sekaligus juga maritim Eh 7:46 bagaimana Pak buanul melihat 7:48 eh kita arah kebijakan pemerintah saat 7:51 ini dan juga rekomendasi kedepan 7:54 Pak Baik Makasih Bu Bapak sekalian 7:58 Asalamualaikum warahmatullah 8:00 [Musik] 8:04 ikumid 8:06 muhamm 8:08 allahidina 8:10 muhammadidina 8:12 Muhammad 8:15 [Musik] 8:18 ibrahidbrah 8:22 am Baik terima 8:24 kasih 8:27 kesempatannya kita bahas tema yang 8:30 sangat luas kalau saya mengajar satu 8:32 semester sebetulnya tapi bagaimana 8:35 caranya menyampaikan dalam waktu 10 15 8:38 menit ee untuk memberikan gambar saya 8:42 juga sedang mencoba menangkap 8:44 kira-kira Apa yang dimaksudkan dengan 8:47 Kapan negara agraris itu masih AG 8:49 abstraksi bagi saya ee tapi 8:52 logikanyaanya mungkin Bagaimana 8:57 ee kebijakan pertanian mampu 9:00 meningkatkan kesejahteraan masyarakat 9:02 mungkin begitu arahnya ya kalau kita 9:05 ditanya ee Apakah agraris sudah agraris 9:08 gitu Bapak Ibu sekalian ee di mana pun 9:11 anda berada ee kalau saya diizinkan 9:16 melakukan share screen mungkin dapat ee 9:20 sampaikan beberapa hal mohon saya 9:22 dikasih akses untuk share screen sebagai 9:25 host gitu supaya saya dapat menunjuk kan 9:29 beberapa angka ee untuk sampai pada ee 9:34 apa makna utama ee mudah-mudahan ter 9:38 dapat ya Oke 9:40 saya sudah mencoba untuk ee melakukan 9:44 itu Bapak Ibu sekalian 9:46 em 9:47 ee mudah-mudahan sudah mulai terlihat Ya 9:53 saya akan kasih full screen baik ee 9:56 Bapak Ibu sekalian ee saya kasih judul 10:00 ee untuk membahas ee tema besar ini 10:05 strategi pembangunan pertanian untuk 10:09 meningkatkan kesejahteraan bangsa 10:11 mungkin mungkin cukup cukup relevan ee 10:15 ada beberapa hal tidak akan lama 10:17 saya apa Saya membicarakan ini ee saya 10:21 akan 10:22 update pertumbuhan pertanian rendah dan 10:26 akses pangan bergizi karena kalau 10:30 berbicara pertanian bicara 10:33 pangan bahwa akses menjadi lebih penting 10:37 dibandingkan dengan urusan Swasembada 10:40 enggak ada gunanya sebuah negara sebuah 10:43 daerah Swasembada jika orang enggak bisa 10:46 makan itu justru pelanggaran e 10:49 konstitusi nomor sat itu kemudian yang 10:52 kedua saya jelaskan fenomena ruralisasi 10:56 baku sekalian ya ruralisasi ini ini saya 10:59 sengaja kebalikan dari urbanisasi nah 11:04 ruralisasi ini sempat terjadi ketika 11:07 pandemi dan menjadi menarik Apakah 11:10 permanen atau dia 11:13 e 11:15 temporer karena kalau anda Seorang 11:18 ekonom seorang atau pernah belajar teori 11:21 ekonomi sedikit itu mengarah kepada 11:25 transformasi struktural Apa itu 11:27 transformasi STR ural pembangunan 11:30 pertanian atau agraris yang anda 11:32 sebutkan itu dikatakan berhasil 11:35 dikatakan membawa kesejahteraan bagi 11:38 rakyat jika masyarakat menjadi 11:43 ee meningkat pendapatannya dan EE 11:47 berkurang kemiskinannya ya itu 11:49 transformasi struktural itu ee jadi 11:52 bertransform dari tradisional menjadi 11:56 industri dengan basis pertanian yang 11:58 kuat menjadi jasa kira-kira gitu ya 12:02 kemudian yang ketiga ini penting jarang 12:04 orang membahas saya akan Tunjukkan juga 12:07 mengenai demographic change perubahan 12:11 demografi perubahan demografi yang 12:15 terjadi amat sangat fenomenal jarang 12:18 orang membahas mungkin Bapak Ibu 12:20 sekalian pernah mendengar mengenai bonus 12:22 demografi ini lebih dari itu ya Ee 12:26 karena konsekuensinya 12:29 kita 12:31 Indonesia perlu menyediakan pangan 12:34 fungsional karena demand terhadap pangan 12:37 fungsional meningkat akan meningkat 12:41 bahkan kita lewat sudah kalau cuman 12:44 bicara paj P jagung kedele itu paradigma 12:48 saya kuliahlah itu sekarang sudah 12:51 Bagaimana menghasilkan pangan 12:54 fsional Apa itu pangan 12:57 Fal Kemudian ada beberapa kasus ya beras 13:00 stabilisasi dan lain-lain dan 13:01 hortikultura ya Baik saya mulai dari 13:04 yang ini nah 13:06 ee data terakhir sampai eh Kuartal 3 13:13 2022 pertumbuhan ekonomi kita Kuartal 3 13:18 5,72% tapi pertanian tumbuh rendah cuma 13:24 165 This is very unusual 13:27 anomali ada sesuatu pasti kita harus 13:30 pecahkan itu ya Ee sementara ee kalau 13:35 lihat tahun data tahun 2020 ketika 13:39 Puncak pandemi Mohon lihat itu ketika 13:42 ekonomi minus ketika terjadi Resesi 13:45 ekonomi pertanyaan tumbuh di atas dua 13:48 bahkan pernah di atas tigaah sekarang 13:51 bisa sebaliknya di something wrong gitu 13:53 ada sesuatu yang salah dari desain 13:56 kebijakan dan implementasi kebijakan 13:59 kalau cuma segitu Bapak Ibu sekalian 14:02 enggak akan dapat mampu mengurangi 14:04 kemiskinan enggak akan membawa 14:06 kesejahteraan Oke bahkan bisa sebaliknya 14:10 lihat kemiskinan di Jawa masih 3 14:15 3,85% more than 14:18 half dari total orang miskin ada di 14:21 Jawa lumbung dari 14:24 suara suara politik kan gila itu 14:27 sebetulnya jadi J orang miskin cuma 14:29 diambil suaranya saja toh nah ini 14:33 sekaligus pembelajaran bagi sistem 14:35 politik kita atau atau informasi bagi 14:37 para Leaders para polisi kita yang 14:40 benarlah kalau mengelola bangsa ini gitu 14:43 Sumatera 22% dari orang miskin ada di 14:46 Sumatera Bali Nusa Tenggara 7,9 dan 14:50 jarang yang menampilkan data seperti itu 14:52 mungkin sehingga orang enggak peduli 14:54 coba betapa kemiskinan di Jawa paling 14:57 banyak lah Yang kaya juga banyak di Jawa 14:59 gitu masalahnya itu kan ada ada sesuatu 15:02 yang salah desain baik 15:04 ee 15:06 konteksnya untuk produk pertanian yang 15:09 memang ee menjadi produk 15:12 pangan jadi belum ada sektor lain yang 15:17 mampu menghasilkan pangan kecuali sektor 15:19 pertanian kecali sektor agraris itu ada 15:23 sektor tambang menghasilkan obat 15:25 menghasilkan pangan parasetamol itu 15:28 sektor tambang itu kita makanya kita 15:30 jangan sering-sering minum Panadol minum 15:31 apa itu yang kita makan itu e produk 15:34 tambang 15:35 Gu Jadi eh pangan itu hanya di pertanian 15:39 dan peternakan dan teman-temannya 15:41 Perikanan segala oke nah Mohon lihat 15:44 data itu 15:45 baik-baik jadi bahwa eh pemeratan akses 15:49 ini menjadi demikian krusial menjadi 15:51 demikian Dahsyat dampaknya ya 15:54 Eh sejak pandemi tahun 2020 ke 22 15:59 prevalensi rawan pangan kita naik dari 16:03 11,7 ke 3,8% This is the fact ini data 16:08 Why 16:09 mengapa karena Coba lihat cost of 16:12 healthy 16:14 diet harga pangan sehat kita paling 16:19 mahal di Asia 16:20 Tenggara kalau di rata-rata 16:24 4,47 US Dollar paling mahal lebih mahal 16:27 dari Thailand lebih mahal dari fipin le 16:28 mahal dari 16:29 Malaysia dan diet 16:33 diversification atau diversifikasi 16:35 pangan kita paling beragam adalah 16:39 Malaysia kalau dari skor 0 sampai 100 16:42 Malaysia 55 kita cuma 16 Kita cuman 16:46 makan nasi doang sama lauk paling atau 16:48 nasi sama Indomie mungkin gimana dong 16:50 serusnya Bagaimana mengejar Dayah saing 16:54 bangsa jadi ee Bapak Ibu sekalian Saya 16:57 ingin mengajak bapak dan ibu sekalian 16:59 berpikir ketahanan pangan atau 17:01 pembangunan pertanian yang anda sebut 17:03 sebagai ee Apa tadi namanya itu sebagai 17:05 Agris itu bukan sekedar suplly dan 17:09 demand bukan sekedar ekspor dan impor 17:12 beras atau petrol kecil kalau cuma 17:14 ngurusin itu ketahanan pangan adalah 17:17 urusan otak urusan daya saing 17:22 bangsa This is very important ingat Pak 17:26 Wijoyo dulu almarhum perancang zaman 17:28 norde baru ee arsitek pembangunan Pak 17:31 Harto zaman norde baru ketika waktu itu 17:34 masih banyak orang gizi buruk Pak Wijay 17:37 tenang begini 17:38 e eh nutrition problem is not a health 17:44 problem katanya kata beliau masalah gizi 17:47 masalah gizi buruk bukan masalah 17:49 kesehatan it is a development problem 17:52 itu masalah 17:55 pembangunan karena akses pangan nah anda 17:59 mungkin masih ingat berita ini Desember 18:01 ini kalau gak salah ya yang benar aja 18:04 dong separuh lebih penduduk tak mampu 18:07 makan bergizi ya minta daya saing bangsa 18:10 minta e menang minta e apa minta lepas 18:14 dari income income TR yang paling dasar 18:18 aja enggak 18:19 diurus jadi eh perlu komprehensif 18:24 eh kita sudah punya para eh ekonom 18:28 pertanian saya sebagai ketua umum 18:30 perhapi sudah punya ukuran dengan skor 18:33 pola pangan harapan dari terjemahan 18:36 desirable dietary pattern PPH tahun 2021 18:41 di target eh 91 kita tercapai 87,2 18:46 nobody no politician care about 18:50 that tahun 2002 belum keluar datanya 18:53 enggak tahu berapa lihat e di gambar di 18:56 kanan itu berap apa ee Bagaimana 19:00 komposisi pangan kita banyak makan 19:01 padi-padian 19:03 60% dan makanya banyak sakit gula 19:06 kan sakit e apa namanya diabetes itu e 19:11 bpjsnya bangkrut nyambung situ mana-mana 19:14 kita kurang beragam konsumsinya itu 19:16 kenapa pangan bergizi mahal itu adalah 19:20 tugas dari pembangunan pertanian Sekali 19:23 lagi Tidak cukup argumennya sekedar 19:26 ngurusin eksporor terlalu kecil itu yang 19:30 terlalu besar e kita harus memikirkan 19:32 masa depan bangsa yang ideal adalah 19:34 seperti ini sampai 100% Oke saya sang 19:38 cepat What happen 19:41 e transformasi struktural itu mandat eh 19:46 saya perhatikan data saya anda cari di 19:48 buku saya terbaru tu 19:51 e negara yang benar kalau ee 19:56 bertransform dari pertani n menuju 19:58 industri dan jasa ya Ee berapa PDB 20:03 sektor industri cuma 26% sebelum krisis 20:06 ekonomi 98 Kita pernah 20:10 41% itu sudah hampir benar tracknya tapi 20:16 caps kita langsung mikir Jasa No you 20:21 cannot do that kalau kita lompat dari 20:24 pertanian tanpa melalui manufaktur tanpa 20:27 melalui 20:28 e lalu lompat ke Jasa Apa artinya kita 20:32 menjual produk-produk 20:36 asing menurut saya 20:39 Ya kita perlu saya Tuliskan tadi sebagai 20:42 fenomena ruralisasi itu karena karena 20:45 covid 20:47 jadi nan tinggal perhatikan saya akan 20:50 bagikanbahan ini anda tinggal perhatikan 20:53 pelajari datanya denganik 20:57 ya empat naik jadi ketika covid banyak 21:01 Lockdown orang ke desa banyak sehingga 21:04 tenaga kerja pertanian tambah 2020 2022 21:09 terakhir itu masih nambah juga ee kalau 21:13 sekali lagi kalau di desa ada pekerjaan 21:16 dan mampu menggarap lahan menghasilkan 21:18 produktivitas Oke tapi kalau di desa 21:22 juga enggak mampu mengolah pertanian 21:24 justru jadi beban baru di pada 21:27 saat 21:29 Bapak Ibu sekalian eh Memang eh 21:32 pertumbuhan subsektornya tidak merata 21:36 Anda lihat yang merah Eh sampai Kuartal 21:39 eh Kuartal 4 belum keluar tentu saja 21:42 Kuartal 3 itu yang merah justru tanaman 21:44 Panang minus dia 21:46 7,97% jadi teman-teman teman-teman 21:49 politisi jarang yang memperhatikan 21:51 detail seperti memang mungkin bukan 21:53 tugas politisi Tapi perlulah paham itu 21:57 kehutanan minus 3,8 90% justru kalau 22:01 enggak ada perikanan sama perkebunan 22:02 sama horti sama peternakan mungkin sudah 22:05 payah kita untung masih ada 22:07 sektor-sektor yang mampu menyelamatkan 22:08 itu walaupun kinerjanya baru Cuma 165% 22:13 itu Bapak Ibu sekalian eh 22:16 nantiak boleh perhatikan eh apa sebagai 22:19 orang yang mendalami agraria 22:23 Why rata-rata penguasaan lahan kita 22:28 [Musik] 22:29 sempit lihat rumah tangga dengan 22:33 penguasaan yang sempit itu Seteng eh 22:37 yang EE menguasai lahan setengah hektar 22:40 16,3 juta rumah 22:44 tangga yang setengah sampai satu hampir 22:48 5 juta rumah tangga yang satu sampai du 22:51 ee 3,9 yang orang kaya-kaya gede-gede 22:54 lah hanya 5 hektar atau lebih 22:56 87 000 rumah 23:00 tangga enggak kurang timpang 23:05 tuh ini data terbaru data sutas 2018 23:10 sutas adalah survei pertahanan antar 23:12 sensus nanti tahun ini 1 Mei sampai 31 23:17 Mei ada e apa ST 2023 survei pertanian 23:22 baru selama 23:23 sebulan sampai 2 akhir tahun masih ketua 23:26 forum masyarakat sttistik akan ada 23:29 pendataan baru ya apakah akan ada 23:32 perubahan mungkin ada perubahan eh 23:34 petani mana yang paling banyak jumlahnya 23:37 peternak 13,5 juta petani kita peternak 23:43 Oke petani padi 23:46 13,1 petani horti 10 juta petani 23:50 palawija 7 perekbun termasuk e sawit 23:54 rakyat ya kopi dan lain-lain e tanaman 23:58 kehutanan 5,4 tapi begitu Ee 24:01 dipilah dengan penguasaan lahan 24:04 ee This is very seriious karena terjadi 24:09 guremisasi kalau orang Jawa gurem tahu 24:11 ya itu adalah kutu kecil di Ayam itu Eh 24:14 kalau gurumisasi itu artinya 24:17 pengurangan ee atau pemiskinan bet atau 24:21 yang menguasai lahan ee kecil makin 24:25 banyak karena basisnya 2013 sensus 2018 24:30 sutas 2023 Nanti belum ada data 24:33 jadi rumah tangga petani yang menguasai 24:36 1 hektar atau kurang tadi naik dari 14,3 24:41 juta menjadi 24:43 15,8 24:45 juta lahannya diambil orang simpel 24:53 analisisnya baik eh satu lagi fenomena 24:57 yang perlu kita kita masukkan ke sini 24:59 karena saya sampaikan tadi di awal di 25:01 pengantar mengenai pangan fungsional 25:04 Bapak Ibu sekalian ee ini data dari UN 25:09 UN fpa menganalisis data kita ee ada 25:15 perubahan demografi namanya perubahan 25:18 demografi itu gini ee lihat gambar yang 25:21 kiri dengan grafik mungkin lebih lebih 25:23 leh mudah ya Ee penduduk Indonesia ee e 25:28 usia tua 25:31 meningkat usia lansia 15 sampai 64% eh 25:36 makin lama makin meningkat Why karena 25:40 apa perbaikan gizi toh perbaikan harapan 25:43 hidup kan eh bahkan bisa mencapai 25:46 20% usia muda ee artinya 0 sampai 14 25:51 tahun yang sebelumnya 43% menurun 25:54 menurun menurun bahkan mungkin kelak 25:56 bisa menjadi di bawah 20% Kenapa karena 26:01 anak-anak muda sekarang memutuskan 26:04 mungkin punya anak satu atau tidak punya 26:06 anak gitu sehingga piramidnya bergeser 26:09 piramid yang sebelumnya seperti ini 26:11 piramid penduduknya menjadi ee agak 26:14 lonjong bahkan nanti 2070 lip di bawah 26:18 karena pertambahan usia muda Enggak 26:20 banyak lagi orang gak ada yang 26:21 dilahirkan kok dan ini sudah hampir 26:23 terjadi beberapa tempat apalagi kalau 26:25 sampai mengendor lgbt yang bener aja L 26:28 ya enggak punyaak nambah jumlah 26:29 penduduknya gimana ee Jadi Bapak Ibu 26:33 sekalian ee sementara kita sudah sering 26:35 membahas bonus demografi bonus demografi 26:37 itu rasio yang produktif dibadi tidak 26:39 produktif ya 26:43 persoalannya persoalannya Ee jika 26:47 jaminan sosial kemudian pekerjaan ee 26:52 lain tidak ada dia justru menjadi beban 26:55 bonus demografi bahkan menjadi rencana 26:58 oke Ya itu PR besar nah dalam bidang 27:02 pangan dalam bidang pangan ee bonus apa 27:07 namanya dengan pertambahan jumlah lansia 27:10 itu mereka mendiman meminta pangan bukan 27:16 pangan simpel seperti kita mereka enggak 27:19 perlu ee makan nasi to orang mereka 27:23 perlu pangan fungsional Apa itu pangan 27:25 fungsional Oh pangan yang mampu 27:28 menghasilkan ee dampak langsung pada 27:31 kesehatan pemanfaatan rumput laut 27:34 pemanfaatan karagenan pemanfaatan minyak 27:37 ikan pemanfaatan 27:39 ee dedak bekatul dan seterusnya justru 27:43 yang membuat antioksidan yang gitu-gitu 27:46 itu tren ke depan akan ke sana Jika 27:49 sekali lagi 27:51 ee agaris yang oriented yang anda 27:53 inginkan tidak membangun industrin yang 27:56 menghasilkan ini kita akan kebanjiran 27:59 produk impor 28:00 terus think about 28:03 that B sekalian eh kita selalu terlenak 28:08 membahas impor beras yang kemarin heboh 28:11 ituang memang ada mungkin ada ada 28:14 persoalan lain e saya engak akan spend 28:17 waktu di sini sudah sudah pernah saya 28:18 sampaikan beberapa kesempatan yang 28:21 masalahnya lihat Anda kolom paling kanan 28:24 kolom paling kanan itu kalau neraca Anan 28:28 yang positif yang warna hitam cuma 3 28:31 bulan Maret April Juli yang lain negatif 28:35 ya kalau ada orang mau impor orang 28:38 memang perbulanannya negatif karena apa 28:40 karena walaupun surplus surplusnya kan 28:43 dipegang rumah tangga 68% scbn ini 28:46 survei cadangan e apa ee beras nasional 28:50 ya dipegang bulok 11% ya enggak akan 28:52 bisa dimobilisasi ya kalau harganya naik 28:55 ya ya hebohlah di situ 28:58 bak I will not spend too much time in 29:01 here karena ini sangat ekonomi mungkin 29:03 anda tidak tidak terlalu tertarik Eh 29:06 harga naik lonjakan harga coba berasas 29:09 sejak akhir tahun itu eh sejak 29:11 pertengahan tahun lompat sampai tegak 29:13 lurus seperti itu ya 29:17 E kalau membahas ini pasti masih masih 29:21 sangat lama yang cara membaca data ini 29:24 gini cara membacanya bahwa ee 29:28 apa 29:29 ee aktivitas atau budiaya pertanian kita 29:32 ini belum banyak memanfaatkan teknologi 29:36 sehingga di kolom paling kanan kalaupun 29:39 ada peningkatan perubahan sekecil sekali 29:41 di bawah 1% produktivitasnya 29:44 ee terakhir produk itu anda e cek lima 29:48 saya mengumpulkan S ekstrak sendiri 29:50 mengolah sendiri data ini sampai 29:53 menghasilkan ee angka seperti ini 29:55 Sehingga dengan satu satu lembar Anda 29:57 bisa mengunus arkiter berlembar-lembar 30:00 kemudian yang dianggap yang diharapkan 30:03 menjadi salah satu andalan dalam Hali 30:07 hortikultura Harganya terlalu fluktuatif 30:09 yang seperti ini luar biasa itu terakhir 30:11 cabai merah per hari kemarin tuh cabai 30:14 rawit 57.000 average jangan-jangan di 30:17 lapangan sudah r0.000 ya kemudian cabai 30:19 merah r0.000 kalau bawang putih bawang 30:22 merah agak stabil ee yang yang 30:25 berdasarkan impor malah stabil Gitu Ee 30:28 saya cerita yang anak muda ini anak muda 30:30 ini namanya ee 30:33 kangujang karena ini ee kalau di kampus 30:36 saya sering menjelaskan hal ini 30:38 ee anak muda sekarang lulusan pertanian 30:42 sekalipun kadang malas jadi petani tapi 30:45 kalau ee diintroduksi dengan teknologi 30:49 modern ada namanya pertanian 30:52 presisi menggunakan iPad menggunakan 30:56 teknologi digital eh diinstall apa 31:00 namanya 31:03 solar cell solar cell untuk nyedot air 31:07 air dialirkan ke tanah kemudian ada apps 31:09 apps-nya bisa memonitor berapa kecukupan 31:12 air gini berapa gizi di sini jadi dia 31:15 mudah bisa dikontrol pakai HP Nah itu 31:17 anak muda baru mau nah Kang Ujang ini 31:20 dapat penghargaan dari terubus dia apa 31:23 dijuluki bertani dengan ujung jari Nah 31:26 itu mungkin 31:27 menarik bagi anak-anak dan dia ee sudah 31:30 rela ready dipanggil di mana-mana untuk 31:34 ee bahkan termasuk jualan install eh 31:37 software-nya dan hardware sekaligus 31:40 kalau seperti ini eh modernisasi 31:42 teknologi mungkin akan lebih bagus satu 31:44 lagi kami membina beberapa anak muda 31:49 petani untuk melakukan model yang 31:53 disebut inclusive close Loop Apa itu 31:57 inclusif close 31:58 e adalah dari petani oleh petani 32:01 kira-kira 32:02 e sekian 32:05 macam big companies ya Bri ewest 32:10 singentaupuk eh tumplak ke situ membina 32:14 e di situ horti Lalu ada Koperasi anak 32:18 muda 32:19 bernamatilutilu ini kalau anda mau 32:22 namanya 32:24 Rizal dia bikin koperasi F tilu karena 32:27 di Garut na Ay tilu fresh from F sebnya 32:30 kalau orang Sunda bilang F jadi F ya 32:33 Hanya Jadi F tilu e di situ dia 32:37 mengkoordinir 32:39 oke mengkoordinir petani Enggak banyak 32:41 Eh anak muda 35 tapi ada kontrak farming 32:47 berkontrak dengan pasknas dan dengan 32:50 Indofood dijamin harganya memang menjadi 32:54 E harganya yang untuk Indofood kalau 32:57 sudah tinggi sampai ee R r.000 33:01 tapi kalau harga turun r9.000 ahah yang 33:03 untung petaninya itulah kontrak farming 33:06 nah kemudian Rizal ini karena dia enggak 33:09 bisa diam orangnya kalau di Garut Rizal 33:11 di sukwi namanya Iqbal itu anak-anak 33:13 Sarjana Muda semua e IPB sama UNP terjun 33:17 langsung di situ 33:18 e dia deal dengan kereta api kereta api 33:24 mau untuk mengangkut jadi dari Garut 33:27 peng langsung tunggu Manggarai Manggarai 33:30 masuk Grand Indonesia masuk e apa Hay 33:33 dan lain-lain masih fresh tidak diganggu 33:36 di tengah jalan oleh EE yang tukang 33:39 pungut itu sehingga harga bagi petani 33:43 malah amat sangat menguntungkan dan 33:45 stabil tidak berkontribusi pada inflasi 33:47 jadi ee ke depan kalau anda tadi tanya 33:51 kebijakannya Seperti apa 33:53 ee tingkatkan produktivitas ya melalui 33:57 teknologi Eh syukur-syukur ada 34:00 ee pemberdayaan sektor swasta BW holding 34:03 sampai kepada ee perluasan cbp cbp 34:07 adalah cadangan beras menjadi cadangan 34:09 pangan sampai kepada penguatan pangan 34:13 lokal sebagai dengan sumber karbohidrat 34:15 lain sampai mengarah kepada 34:18 e diversifikasi alop H terima kasih 34:22 Nanti kita diskusi ee Bapak Ibu sekalian 34:24 e karena ee yang lain masih banyak 34:27 akhirul kalam asalamualaikum 34:29 warahmatullahi 34:30 wabarakatuh Waalaikumsalam 34:32 warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih 34:34 Pak ustanul Arifin eh menarik sekali 34:38 data-datanya nanti kita dalami pak ya 34:40 Karena bagaimanapun Indonesia dengan 34:42 luas lahan sebesar ini eh perlu segera 34:45 menjadi negara agraris nomor satu di 34:47 dunia ya kalau seanya kita itu tanda 34:50 kita bersyukur dengan limpahan kekayaan 34:52 alam kita dan mudah-mudahan pemerintah 34:54 ee memberikan prioritas kebijakan ee 34:58 baik anggaran dan program-program 35:00 prioritas untuk ee pengembangan sektor 35:02 pertanian di Indonesia baik sekarang 35:05 kita ke Pak Mukmin Zaki sebagai pakar 35:08 hukum agraris Pak ya bagaimana Agia Pak 35:11 agraria Bagaimana pak Mukmin melihat e 35:15 kebijakan publik dan juga hukum agraria 35:18 di negara kita dan apa kira-kira yang 35:21 Perlu 35:22 diperbaiki direkomendasikan Pak untuk 35:24 mengambil kebijakan Pak Baik terima 35:27 kasih eh asalamualaikum warahmatullahi 35:31 wabarakatuh 35:32 Eh terima kasih 35:35 kepada kawan-kawan dari ilt ya yang 35:39 mengundang saya saya tadi dihubungi 35:42 kira-kira jam . baru mau pulang gitu 35:47 dari Junior saya di fakultas hukum UII 35:51 advokat kayaknya Dar di Jakarta itu 35:54 eh sanggup Enggak saya saya bilang kalau 35:57 saya agraria mah sanggup aja akhirnya 36:00 dihubungkan tadi dengan mas Yahya Kalau 36:03 enggak salah terus jadilah ini dengan 36:05 penuh kenekatan kan gitu ya Eh terima 36:08 kasih Pak buanin Salam kenal dari 36:13 Jogja ya tadi luar biasa datanya 36:18 itu sangat apa ya karena mungkin 36:21 peneliti tapi kalau saya karena ya 36:25 alasan klasiknya karena begitu mendadak 36:27 gitu ya saya enggak bisa membuka 36:29 sehingga saya tidak bisa membuat 36:31 PowerPoint seperti 36:34 pakin baik eh pertama 36:38 begini kalau kalau judulnya 36:42 adalah Indonesia kapan agraris oriented 36:46 ya orientasi sudah seperti kata Pak kita 36:49 itu secara klasik Katakanlah memang 36:52 negara 36:53 agraris pertama karena lahannyaas dan 36:58 EE mungkin datanya masih Ya seperti 37:00 kira-kira 60% dari e penduduk kita itu 37:04 berpenghasilan atau menggantungkan diri 37:06 dari 37:08 pertanian meskipun nanti akan kita lihat 37:11 pertani yang bagaimana mereka 37:13 ini nah 37:16 eh agraria ini kan asalnya dari kata 37:19 bahasa Latin ager berarti tanah atau 37:22 lahan pertanian sehingga kalau agraria 37:25 itu ya sudah 37:27 satu saja pengertiannya adalah lahan 37:30 yang digunakan untuk pertanian Nah nanti 37:35 pertanian itu akan ada Jadi dua jadi 37:37 pertanian 37:39 ee sawah dan pertanian tanah kering 37:42 kalau di dalam undang-undang itu seper 37:44 itu kalau sawah itu menghasilkan padi 37:48 kalau Tanah Kering itu bisa perkebunan 37:50 dan mengasukkan yang lain nah 37:54 eh menyoroti 37:57 dari negara ya karena ini semuanya 38:00 bertanggung jawab negara 38:01 ini dari awal saya melihat gitu ya Atau 38:04 saya ee 38:06 memperhatikan saya enggak tahu waktu 38:08 kampanye atau waktu apa Pak Jokowi itu 38:11 mengatakan bahwa kita akan 38:13 ee me apa me 38:19 melancarkan sebentar Kenapa kok 38:25 l 38:27 sebentar baterai saya kok enggak masuk 38:30 ya 38:55 sebentar 39:03 Oke Maaf saya saya 39:06 lanjutkanah Ee tidak Disinggung bahwa 39:09 akan 39:10 meningkatkan pertanian atau 39:15 ingin mengeksiskan negara kita sebagai 39:18 negara agraris yang penghidupan dari 39:22 pertanian tapi justru 39:23 malah menyinggung bahwa kita membuat tol 39:27 laut sehingga waktu itu kita jadi 39:29 bertanya-tanya kita itu negara agraris 39:32 atau mau 39:33 diorientasikan ke negara 39:35 maritim dan dan eh ada yang mengatakan 39:39 kita itu maritim karena Coba dari dulu 39:42 nenek moyangku orang pelaut kan gitu ya 39:46 ini ada Bung Roki 39:48 grung ya jadi pelaut sehingga waktu itu 39:52 kita sudah mau ke mana sih 39:54 sebetulnya mau arah nya karena 39:57 kebijakannya kebijakan 39:59 yang tidak bisa istilahnya apa ee 40:03 seperti apa yang digagas sebagai tol 40:05 laut itu supaya 40:07 eh lancar katanya ee transportasi lancar 40:11 ekonomi dan sebagainya tapi dalam dalam 40:14 perjalanan justru membangun tol di 40:18 mana-mana dan Apa akibat dari 40:20 pembangunan tol itu yang jelas lahan 40:23 pertanian itu berkurang 40:27 belum lagi K Kan sebelum-sebelumnya kita 40:30 itu juga 40:32 gamang sebelum adanya agraris atau 40:34 maritim kita mau ke agraris mau ke apa 40:37 ke industri setelah katakan eranya Pak 40:40 Harto 40:42 tumbang karena waktu itu Pak Harto 40:44 memang akan mencanangkan 40:46 eh tetap saja pada agraris tapi juga 40:49 teknologi tinggi dengan menciptakan 40:52 pesawat terbang itu kita dulu itu sudah 40:54 gamang Apakah kita mau ke 40:57 industri atau mau ke ee pertanian tetapi 41:01 ee di dalam kenyataannya 41:04 bahwa sebagian besar masih penduduk ee 41:08 mengandalkan pertanian Tetapi bagaimana 41:11 Ee Kita mau ekspor gitu kan Ya kalau 41:16 tadi mau ekspor 41:18 beras kalau lahan-lahan pertaniannya 41:21 seperti Disinggung Pak Arifin kita kan 41:24 ada ada dua ada ada tiga gitu ya pertama 41:29 petani tapi tunakisma petani tapi enggak 41:32 punya tanah itu disebut dengan Mungkin 41:34 dia buruh tanah buruh tani kedua petani 41:38 gurem petani gurem itu seperti kata Pak 41:41 besar gurem itu adalah ku 41:44 hamanya ayam yang membantu ayam kalau 41:47 menetas Biasanya kalau di 41:49 kampung-kampung itu kandang ayam itu kan 41:51 dekat dengan ee kamar-kamar Biasanya 41:54 kalau saya pernah saya orang orang 41:57 kampung itu pernah tinggal di itu gatal 42:00 gitu ya Nah gurem ini dia 42:03 kecilkecilapiis kata orang Jawa Kalau 42:06 sudah beri saking banyaknya Nah tadi 42:09 data yang ditampilkan hanya sekian 42:12 persen atau hanya berapa berapa e Berapa 42:16 luasnya tidak sekian yang yang tidak 42:19 mencapai 1 hektar itu yang dominan lah 42:24 bagaimana akanj men 42:27 sejahterakan petani itu ee untuk 42:30 hidupnya saja Misalnya maksudnya untuk 42:33 saving untuk membeli yang lain-lainnya 42:34 dari mana ketika lahan yang seluas itu 42:38 hanya cukup ya mudah-mudahan cukup Gitu 42:41 sampai panen yang akan datang untuk 42:43 konsumsi untuk konsumsi saja mungkin 42:46 akan akan apa akan kurang Nah justru itu 42:51 makanya eh kita kita berharap sebetulnya 42:55 eh reforma agraria itu 42:59 dijalankan reforma agraria itu dalam 43:01 kata lain kan eh pelaksanaan dari land 43:05 reform ya land reform pada zaman Pak 43:08 Harto itu memang sengaja dimatikan 43:10 bahkan di dibuat-buat bahwa agraria itu 43:14 adalah produk PKI land reform itu adalah 43:18 ajaran dari Lenin at Stalin ketika 43:22 mereka 43:23 menerapkan land reform di Rusia ya 43:26 padahal tidak landenderpom itu anjuran 43:29 dari PBB untuk untuk ee Masyarakat 43:32 agraris yang pemerataan lahan Nah kita 43:36 sudah membuat itu 43:37 undang-undangnya di dalam undang-undang 43:39 itu dikatakan bahwa petani satu keluarga 43:42 atau atau lajang memiliki minimal 2 43:47 hektar minimal itu sekarang di manana 43:50 dari data Pak gustanil Arifin di 43:53 Jawa luar biasa kalau petani itu 43:55 mempunyai nya 2 43:57 hektar 43:59 ya yang ada di Jawa itu adalah petak bau 44:03 katanya gitu Berapa satu petak 44:06 itu dan itu karena sudah mekanik 44:09 nampaknya mereka itu ya Ya sudah 44:11 Kebiasaan apa sih hasilnya sehingga apa 44:14 yang terjadi ketika mereka mempunyai 44:15 generasi 44:16 ee anak-anaknya yang tidak lagi pengin 44:20 menjadi petani kebutuhan-kebutuhan yang 44:22 ada ya sangat mendesak akhirnya apa ya 44:26 itu tadi ahli fungsi kalaupun ahli 44:30 fungsi pribadi itu biasanya sawah-sawah 44:32 mereka mereka uruk timbun dijadikan 44:36 Perumahan rumah untuk pribadi kalau yang 44:40 lebih besar lagi apalagi di situ ada 44:42 Perumahan dan di apa minta oleh Para 44:45 pengembang itu 44:47 dijual habis sehingga ee saya tadi 44:52 sekian persen gitu ya Sekian persen 44:54 setiap tahun itu lahan pertanian itu 44:56 berubah menjadi entah itu lahan Industri 44:59 atau lahan pertanian itu yang 45:01 membahayakan kalau tidak segera misalnya 45:04 ee pemerintah ini mempunyai kebijakan 45:07 mengangkat para 45:09 petani karena undang-undang pokok 45:12 agraria itu ya Eh tujuannya adalah 45:16 meningkatkan kesejahteraan kaum petani 45:19 dengan salah satu caranya adalah 45:23 membatasi apa penguasaan lahan 45:26 oleh landlord landlord itu tuan-tuan 45:28 tanah di 45:30 pedesaan Ya itu dia membatasi atas 45:35 paling atas berapa gitu ya untuk satu 45:37 daerah dan paling bawah nah kalau paling 45:40 bawah 2 hektar itu dia tidak melihat 45:42 Apakah itu daerah padat atau tidak padat 45:45 setiap orang setiap satu keluarga petani 45:47 diberi 2 hektar 2 hektar itu 45:49 perhitungannya waktu itu sudah cukup 45:52 untuk kesejahteraan mereka dengan l 45:55 orang anak lima orang masuh dan dua 45:58 orang jadi satu keluarga itu tuuh orang 46:00 keluarga inti tapi dalam perjalanan 46:03 karena kita tidak tidak tahu arahnya ya 46:06 tidak tahu arah ke mana sih kita itu mau 46:08 dibawa masih mending ya zamannya saya 46:11 mengalami kehidupan zaman Pak Harto dan 46:13 dikejar-kejar juga ketika kita 46:15 bersembayan tanah untuk petani gitu ya 46:18 dikira pki-pki kecil tapi ada arahnya 46:21 untuk pertanian misalnya dalam trilogi 46:23 pembangunan dan tujuan 46:26 e pertanian itu ya 46:29 Eh ada trilogi pembangunan dan ada 46:32 prioritas untuk pertanian ada GBHN yang 46:35 ke mana kita arahnya akan kita lihat ke 46:37 mana sih kita itu mau dibawa ke mana 46:40 ternyata selama itu Pak Harto tetap aja 46:43 agraris kalaupun ada bahan baku 46:45 menjadikan bahan baku Itu bahan baku 46:47 dari 46:49 pertanian itu nah bagaimana kita ke 46:52 depannya ya harus betul-betul betul 46:56 mampu ya pertama kita misalnya batasi 47:00 itu 47:01 ee luas pertanian itu luas lahan 47:04 pertanian yang di dalam eh undang-undang 47:07 56 PRP tahun 60 itu yang kita sebut 47:09 dengan undang-undang land reform itu itu 47:12 hanya untuk tanah pertanian yang 47:14 dimiliki oleh 47:16 privat 47:18 nah tidak tahu tiba-tiba di dalam uupa 47:22 itu katanya si konversi meniru hrpah ada 47:24 hgu nah gu Ini yang luar biasa mungkin 47:27 tadi yang di ee data ditampilkan Pak 47:30 Bustanul itu adalah 47:33 sekian ratus ribu orang menguasai begitu 47:36 besarnya lahan lahan pertanian tapi 47:39 untuk apa untuk perkebunan yang mereka 47:42 memiliki tanah sebagai apa hgu kalau hgu 47:45 itu minimalnya 5 hektar maksimalnya 47:49 Kalau untuk pribadi 25 hektar tapi kalau 47:52 untuk badan usaha badan hukum ya 47:56 kalau k bahasa Jawanya sak kemenge 47:59 sebanyak dia punya ee titipan uang untuk 48:03 sebagai 48:05 investasi ya Sehingga Pulau Sumatera itu 48:08 bang Roki ini pernah bicara hanya 48:11 dimiliki oleh 48:12 sekian 48:14 konglomerat yang lainnya adalah petani 48:16 gurem dan lainnya adalah petani 48:19 tradisional atau yang menguasai hak adat 48:22 itu yang sekarang ini hak adat itu pun 48:24 ngeri-eri sedap akan dicaplok oleh EE 48:27 hgu banyak sudah konflik yang terjadi 48:31 nah ee Intinya saya ingin katakan bahwa 48:34 kalau pemerintahan ee depan itu harus 48:38 benar-benar mau ke mana kita arahnya 48:40 sehingga kita tahu bahwa kalau mau 48:42 industri ya sekalian industri kalau mau 48:46 agraris ya tingkatkan agraris 48:48 sejahterakan petani dan berikan gairah 48:51 kan gitu untuk para petani itu supaya 48:53 tetap bertani dan bisa menghasilkan tapi 48:56 sekarang ini kenyataannya sekarang dulu 48:58 Karawang gitu ya Karawang itu sebagai 49:01 lumbung padi tapi sekarang ini Saya 49:02 mendengar bahwa Karawang itu adalah 49:05 eh UMR yang tertinggi gitu ya UMP yang 49:09 tertinggi se-indonesia karena di situ 49:11 adalah sekarang jadi daerah 49:13 industri habis kan gitu gimana kita mau 49:17 melibabkan itu nah sehingga betul-betul 49:20 eh kalau solusinya saya ini pekerjaan 49:24 panjang gu tetapi ada kemauan dulu dari 49:27 pemerintah atau yang pemegang kekuasaan 49:30 nantinya bahwa kita tentukan dulu 49:33 orientasi kita ke mana Mau ke agraria 49:35 atau mau ke industri itu dulu mungkin 49:39 pemantiknya yang bisa saya berikan eh 49:43 kurang lebihnya mohon maaf 49:45 Asalamualaikum warahmatullah 49:47 wabarakatuhikumsalam warahmatullah 49:49 wabarak walaupun ini Pak tadi Pak sudah 49:53 menyatakan untuk transformasi ekonomi 49:55 Bagaimana Transformasi dari pertanian 49:57 industri sampai ke Jasa ya ini gimana 50:00 nih titik tengahnya nih kira-kira 50:02 sebelum kita Bung Roki Gerung nih pak 50:04 Bustanul eh secara kebijakan ini 50:06 bagaimana Apakah pemerintah benar-benar 50:09 fokus pertanian saja atau secara 50:10 roadmap-nya perlu diarahkan ke industri 50:13 dan jasa juga kalau anda baca RPJM itu 50:18 lengkap judulnya transformasi ekonomi 50:20 makanya saya menggunakan RPJM yang resmi 50:23 He sampai 2024 Nah sekarang teman-teman 50:27 di pemerintahan sedang menyusun untuk 50:30 RPJM 50:31 [Musik] 50:33 2025229 plus 50:36 rpjp ke arah 50:38 [Musik] 50:40 2025245 20 tahun kedua Ya setelah yang 50:43 pertama yang kemarin Tahun pertama ee 50:46 mirip seperti yang saya sampaikan tadi 50:49 bahwa memang akan e satu manufaktur juga 50:54 akan digenjot ya Ee pasti pertanian juga 50:58 digenjot pertanian untuk menghasilkan 50:59 ketahanan pangan kemudian jasa juga 51:02 digenjot yang saya ingatkan pada 51:03 teman-teman di pemerintahan jangan 51:06 melompat kalau melompat justru ee 51:09 industrialisasinya belum matang dan itu 51:12 yang sudah terjadi kalau industrialisasi 51:14 belum matang Yang Terjadi bukan 51:17 penciptaan lapangan kerja tapi ee bahkan 51:21 mungkin ada ada penyerapan yang makin 51:24 sedikit dan lain-lain ya ee jadi 51:27 konteksnya memang menggunakan trk 51:31 seperti yang normal ee ekonominya 51:34 ditransformasi khusus untuk pertanian 51:37 dan 51:37 agromaritim dimaksudkan untuk 51:39 meningkatkan ketahanan pangan kira-kira 51:41 gitu Mas yang yang yang singkatasih baik 51:45 terima kasih Pak buan atas 51:46 penyelasaiannya Sekarang kita ke Bung 51:48 Roki Bu Roki i ya saya sambil 51:53 nukir Saya habis ketemu eh para petani 51:57 di 51:59 pandenglang Bagaimana Bui pandangan coba 52:04 coba kita bongkar sedikit 52:06 ya kalau kita anggap bahwa kita ingin 52:10 ada semacam eh kehidupan agraris yang 52:15 mengasuh bangsa ini itu artinya dari 52:19 segi politik melakukan 52:22 deprivatisasi Jadi bukan justru 52:24 privatisasi itu masuk F itu ad 52:26 privatisasi Seul di dalam skala yang 52:28 lebih besar kan jadi balik lagi pada 52:31 ide tadi 52:32 Eh kita menganggap seolah-olah menjadi 52:35 petani itu semacam Hadah dari negara 52:38 sekarang yang disebut petani itu adalah 52:40 Hadah dari negara padahal sebetulnya 52:43 petani itu ad Local Wisdom yang 52:46 dimodernisasi yang terjadi sekarang 52:48 adalah bukan bukan lokalsemnya 52:51 dimodernisasi tetapi modernisasinya 52:54 menghambat lal em petani itu cuma 52:57 disebut petani kalau dia Tun in dengan 53:00 environment dan justru keadaan sekarang 53:03 membatalkan semua ide tentang 53:05 kemungkinan Kita pindah pada Masyarakat 53:07 agraris Nah kalau saya mau konsisten 53:09 dengan ide bahwa agraria itu selalu 53:13 lengket dengan ide localem maka 53:16 kehidupan yang sifatnya NKRI harga mati 53:18 itu justru membatalkan ide agraria kalau 53:21 kita sebut NKRI itu artinya pilihannya 53:24 adalah industri 53:26 jadi kalau mau 53:29 reg kepetanian maka kita mestiubah Semar 53:34 ini hanya 53:35 dengan mengakui beberapa wilayah sebagai 53:39 pusat produksi yang di dalamnyaidupan 53:41 yang lengkap bukan sekedar modernisasi 53:44 pertanian tapi sifat dari pertanian itu 53:47 sendiri yang harus dihgai itu artinya 53:49 negara sebesar ini sebnya dipecah jadi 53:52 kalau kita mau konsisten negararar itu 53:55 hanya mungkin kalau 53:56 ee ada desentralisasi kira-kira itu 54:00 intinya nah desentralisasi yang paling 54:02 yang paling Absolut adalah bikin 54:04 negara-negara bagian Indonesia harus 54:06 terlalu besar untuk menjadi negara 54:08 agraris karena bagi pemerintah intinya 54:10 adalah Agregat makronya Dan dalam 54:13 hitungan ekonomi ya petani itu eh skala 54:16 ekonominya terlalu kecil tetapi kalau 54:18 negara ini jadi negara-negara bagian 54:20 justru skala itu yang diunggulkan Nah 54:23 kalau kita belajar misalnya e Amerika 54:25 negara bagian petaninya hidup tuh karena 54:28 ada prinsip penghargaan terhadap local 54:31 wisem itu petani itu bukan dihargai 54:34 karena produknya tapi kehidupan dia yang 54:36 utuh di dalam lokalitasnya tuh Jadi 54:39 sebetulnya 54:41 ide ide mengagrariskan negeri ini harus 54:45 paralel dengan ide untuk 54:48 memprivatisasi tah yang sekarang disebut 54:50 oleh Pak Jokowi ya kami sudah bagi-bagi 54:52 sertifikat bukan itu maksudnya yang 54:54 dimaksud dengan dan eh oleh 54:56 undang-undang agraria adalah tanah-tanah 54:58 yang dikuasai oleh oligarki itu yang 55:00 dibagikan ke rakyat jadi negara agraris 55:03 memerlukan revolusi agrarian itu intinya 55:05 kan Nah ide tentang revolusi agrarian 55:08 itu selalu dianggap sebagai ya itu satu 55:10 versi dari komunisme itu jadi selama 55:12 negara mencurigai bahwa petani itu bisa 55:14 eh dialihkan energinya menjadi energi 55:17 revolusioner enggak mungkin terjadi 55:19 negara agraris kita mesti konsisten 55:21 dalam berpikir bahwa negara agraris 55:23 artinya d 55:25 privatisasi dan itu artinya ada satu 55:28 kekuasaan yang mampu untuk 55:29 mendistribusikan kembali tanah-tanah 55:32 yang dikuasai oleh oligarki dan itu yang 55:34 saya kira penting supaya kita enggak 55:36 terpikat atau Terpukau dengan ide nanti 55:39 akan ada surplus pangan itu karena ada 55:41 food industry tapi itu Food Industri itu 55:44 itu menghilangkan hak rakyat untuk 55:46 menghargai E atau melihat dari dekat 55:50 Bagaimana padi itu berubah dari hijau 55:52 menjadi kuning kitaak pernah tahu proses 55:54 Agraria yang kita tahu cuman ada beras 55:56 yang sudah ada di di Ind di supermarket 55:59 jadi negara agras itu satu paket dengan 56:02 kultur agarian itu intinya tuh ya Enggak 56:04 mungkin kita bilang negara agraris kalau 56:06 kita cuma jadi produser beras tapi kita 56:08 enggak tahu prosesnya Nah justru dalam 56:10 keadaan Global sekarang ini yang 56:13 menginginkan ada environmental eics itu 56:16 satu pakaian menjadi negara agraris Arya 56:18 bring environment eics dalam prinsip 56:20 kebijakan yang sekarang engak mungkin 56:22 karena ada omnibus la jadi sekali lagi 56:24 kalau saya bilang negara agraris itu 56:26 artinya ada ada hijau yang hijaunya itu 56:29 hijau lokal bukan hijau yang disebabkan 56:31 oleh meluasnya eh jumlah sawah dan hijau 56:34 sawah itu kan bukan hijau yang ekologis 56:37 jadi satu paket pikiran agrarian state 56:40 itu artinya ada Local Wisdom yang diasuh 56:43 oleh masyarakat lokal bukan diasuh oleh 56:45 eh negara yang bersekutu dengan oligarki 56:49 untuk menguasai tanah Nah itu sebetulnya 56:51 revolusi paradigma itu yang lebih lebih 56:53 harus kita pikirkan kirakir m itu 56:55 pengantarnya sambil Saya 56:57 nyukir baik terima kasih Bung Roki nah 57:01 eh saya kembali ke Pak Bustanul Pak 57:05 Bustanul eh terkait saya nyambung 57:08 terkait revolusi paradigma ini ya 57:10 bagaimana Secara paradigmatik kebijakan 57:12 eh strategis negara kita ini sebenarnya 57:17 bakal mengarah ke mana kita Oke 57:21 rpjmn salah satu ini ya dokumen gitu 57:24 tapi Pak buanul melihat arahnya ini mau 57:27 ke mana nih kira-kira dengan kondisi 57:29 saat 57:30 ini yang dikhawatirkan teman-teman ya 57:34 para ekonom yang mereka khawatirkan ee 57:37 satu Ee tidak ingin terjebak di eh 57:42 middle income Trap ya atau di jebakan 57:45 kelas menengah itu ya itu eh sehingga 57:49 perlu mengarah kepada yang 57:53 EE setidaknya mengikuti trk bahwa 57:57 minimal mengarah ke eh middle income 58:01 atau upper level income countries yang 58:04 di situ yang 58:05 eh di di eh bekerja keras mengarah ke 58:11 sana tadi saya sampaikan melalu 58:13 transformasi Kalau anda berpikir 58:16 kalau kita tanya kepada orang awam kalau 58:20 memang trk eh pembangunan mau ke sana I 58:23 think it's fine menurut saya ya 58:25 Nah sekarang apa yang perlu dilakukan 58:27 terhadap ee 58:29 pertaniannya pernah ada 58:32 dokumen tahun 58:34 2004 awal-awal paksb berkuasa di situ 58:39 kita disibukkan dengan konsep besar Apa 58:42 yang disebut sebagai 58:44 revitalisasi pertanian zaman itu ya 58:47 revitalisasi pertanian itu ada sekian 15 58:51 eh strategi Kalau tidak salah salah satu 58:55 strategi itu mengurangi jumlah petani 58:59 kira-kira gitu ya Tapi tentu saja tidak 59:01 di dibelatan ee diekspresikan seperti 59:04 itu ee logikanya 59:07 ee petani pada waktu itu akan dikurangi 59:11 sebesar 15 juta rumah tangga ya karena 59:15 total waktu itu masih di atas 30 Ee Kita 59:19 cerita 20 tahun yang lalu ee masih di 59:22 atas 30-an juta kalau enggak salah lah 59:24 ya Ee kalau dikurangi setengahnya saja 59:29 mau Dik manakan Nah di situ Di mereka 59:32 masuk ke sektor industri dan jasa Oke 59:35 sehingga pertaniannya menjadi 59:40 ee apa 59:42 ee modern komersial kira-kira begitu ya 59:46 Ee dan petaninya kaya-kaya Nah wtu 59:51 apakah berhasil tidak 59:53 berhasil e sekarang 59:55 e tidak ada 59:58 eksplisit seperti itu tidak dijelaskan 1:00:02 eksplisit akan mengurangi jumlah karena 1:00:03 mungkin terlalu vulgar kalau disampaikan 1:00:07 tapi kira-kira arahnya dengan proses 1:00:09 transformasi arahnya ke sana mereka yang 1:00:13 tidak mohon maaf yang berpendidikan 1:00:15 [Musik] 1:00:18 apa ee kurang tidak tidak berkemampuan 1:00:21 dan tidak 1:00:22 berpendidikan yang sekarang juga masih 1:00:25 mendominasi ya Ee mereka yang harus 1:00:28 dijadikan ee target utama untuk ee 1:00:33 ditingkatkan kapasitasnya jadi 1:00:36 konteksnya 1:00:37 ee dukungan reformasi pendidikan menjadi 1:00:42 amat sangat mutlak ya Ee karena ee di 1:00:47 petani kita average itu kan ee 7 tahun 1:00:50 ya pendidikannya yang masih SMP gu kalau 1:00:54 China n kan sudah Anya SMA sehingga ee 1:00:58 adopsi teknologi kemudian Local Wisdom 1:01:01 kemudian 1:01:03 eh yang apa yang mengarah kepada tadi 1:01:08 peningkatan 1:01:10 efisiensi kemudian Aplikasi apagi apa 1:01:13 yang saya sebut sebagai 1:01:15 eh precision farming itu enggak nyandak 1:01:20 tidak tidak mampu tergapai seperti itu 1:01:22 ee bahkan dengan con at ee sedikit 1:01:25 sekalipun akhirnya nanti dikhawatirkan 1:01:27 menjadi elitis itu yang tidak tidak 1:01:28 ingin nah dari situ 1:01:31 ee dukungan dari peningkatan sumber daya 1:01:34 manusia menjadi menjadi amat sangat 1:01:37 penting sebetulnya masih masih 1:01:38 menggunakan paradigma lama ee kira-kira 1:01:42 ee paradigmanya ee peningkatan daya 1:01:46 saing dengan ee apa berbasis sumber daya 1:01:50 manusia modern kira-kira seperti itu dan 1:01:53 itu yang sekarang yang saya baca 1:01:55 bocorannya menjadi menjadi acuan untuk 1:02:00 20 tahun ke depan kemudian di pangan 1:02:03 sendiri di pertanian kemudian ada eh 1:02:06 sistem pangannya 1:02:08 ditransformasi Nah kalau sudah pangan 1:02:11 sektornya bisa mulai dari pertanian 1:02:13 perikanan peternakan dan lain-lain ya 1:02:15 jadi satuannya 1:02:17 pangan apakah e yang kita sedang 1:02:21 perjuangkan lagi kira-kira Apakah 1:02:24 [Musik] 1:02:26 eh cosistem base agricultur development 1:02:31 juga dapat 1:02:32 dimasukkan bukan production oriented Nah 1:02:36 kalau sudah seperti itu sustainability 1:02:39 Eh di mana enggak harus karena latah 1:02:41 karena sdgis tapi sustainability menjadi 1:02:45 e acuan baru apalagi perubahan iklim 1:02:48 sudah demikian contohnya gini konkretnya 1:02:51 yang saya sampaikan para peneliti sudah 1:02:54 berbusa-busa menghasilkan 1:02:56 varietas baru sudah mahal yang mampu 1:03:01 adaptif terhadap kekeringan dan terhadap 1:03:04 eh genangan air banjir atau apaapa gitu 1:03:08 Bagaimana tingkat adoption levelnya less 1:03:11 1% ya jadi eh kalau ada Elnino ada apa 1:03:16 wah salam lah kira-kira gitu Mengapa 1:03:18 demikian nah salah satunya salah satunya 1:03:22 memang mengarah capacity building jadi 1:03:24 yang dihasilkan capek-capek oleh Pan 1:03:26 peliti nyaris enggak ada gunanya apa-apa 1:03:28 dan itu yang dicoba dijembatani dengan e 1:03:33 ekosistem base tadi karena apa karena 1:03:35 selama ini eh paradigma kita terlalu 1:03:37 production oriented kan dan itu yang 1:03:40 mengganggu menurut saya akhirnya tidak 1:03:43 ke mana-mana kira-kira gitu bahasa 1:03:46 kasarnya Baik terima kasih penjelasannya 1:03:49 Pak Bustanul Sekarang saya mau ke 1:03:51 burokid Dur kira-kira gimana tangoki 1:03:53 tadi pak Bustanul menjelaskan kan itu e 1:03:55 rencana yang pernah dibuat oleh 1:03:57 pemerintah terkait transformasi 1:03:59 pertanian Bagaimana 1:04:01 menilainya ya 1:04:05 sayaikiran saya baca banyak buku 1:04:07 tebalnya soal beras segala macam itu 1:04:10 tapi IPB kemudian mengubah Fakultas 1:04:13 Pertanian menjadi fakultas 1:04:15 bisnis ekonomi dan bisnis kan jadi dari 1:04:18 segi orientasi 1:04:20 is itu sudah berubah sama sekali seah- 1:04:23 Diang bahwa an itu diukur berdasarkan 1:04:26 jumlah kalori yang masuk ke tubuh 1:04:28 penduduk Indonesia itu tidak dilihat 1:04:30 bahwa pertanian itu adalah kesatuan 1:04:33 ekologis bahwa ada habitus yang di situ 1:04:35 yang yang dilatih sekaligus orang yang 1:04:38 bertani juga ada pelajaran Eti tentang 1:04:41 penghargaan terhadap hidup orang yang 1:04:43 Bert itu ada pen e terhadap waktu ada 1:04:46 penghargaan etis terhadap kesabaran jadi 1:04:49 bertani itu itu satu paket Hidup bukan 1:04:52 sekedar untuk Nopang 1:04:55 ee makroekonomi kan jadi itu yang saya 1:04:58 maksud menjadi negara agraris adalah 1:05:00 perubahan paradigma itu bukan Segala 1:05:02 perubahan kebijakan jadi saya anggap 1:05:04 bahwa ada ide dan sekarang orang ngomong 1:05:07 tentang food estate di di Papua di 1:05:10 Kalimantan itu ya Papua itu ada 37 juta 1:05:13 hektar hutan dan dari 37 juta hektar itu 1:05:18 80% hutan tropis di dalamnya ada tig ada 1:05:21 du 1200 ee jenis unggas ada 2000 jenis e 1:05:27 e tanaman pangan ada 600 jenis mamalia 1:05:31 ada 500 jenis ada 500 masyarakat adat 1:05:34 Kenapa kita enggak bertanya pada mereka 1:05:36 apa mereka perlu di situ kan jadi itu 1:05:38 yang saya anggap bahwa lem itu yang ma 1:05:41 dimodernisasi adalah cara bertani bukan 1:05:44 loalsemnya jadi Sekali lagi saya ngerti 1:05:46 bahwa ada kebutuhan untuk men perut dari 1:05:50 rakyat Indonesia dan sekarang kita 1:05:52 kesulitan untuk membuktikan bahwa 1:05:55 Indonesia bisa memproduksi atau 1:05:56 mengekspor pangan misalnya tuh yang kita 1:05:58 ekspor sekarang adalah batu bara yang 1:06:01 kita ekspor adalah 1:06:02 eh apa namanya nikel mulai lagi yang 1:06:05 kita ekspor adalah sawit yang itu enggak 1:06:07 ada itu kan bukan hasil dari kemampuan 1:06:10 berpikir kan kita cuman gali-gali fosil 1:06:12 nenek moyang kita Ekspor kita 1:06:13 manjat-manjat pohon pohon e sawit Kita 1:06:18 Ekspor kita kirim dua t orang eksper 1:06:20 dari Cina maka kita dapat ikel enggak 1:06:22 ada yang kita kita disbut sebagai 1:06:24 paradigma di situ Apalagi pengetahuan 1:06:27 tentang batuara itu standar doang 1:06:29 gali-gali doang itu jadi dia enggak 1:06:32 menimbulkan rasa pemilikan karena itu 1:06:34 ditinggalkan dalam bentuk lubang-lubang 1:06:36 tambang kalau pertanian itu diasuh dari 1:06:38 pagi sampai sore petani itu e 1:06:42 bercengkerama dengan alam sambil melihat 1:06:44 potensi untuk memperoleh kehidupan jadi 1:06:47 negara agraris adalah negara yang di 1:06:49 dalamnya ada value itu itu intinya tu 1:06:52 jadi jangan kita anggap negara AG itu 1:06:54 bagian dari sistem industri pertanian 1:06:56 aja itu ngacau tu dan orang di mana-mana 1:06:58 mulai balik pada semacam kearifan lokal 1:07:01 yang kita sebut sebagai kearifan lokal 1:07:03 kan di dalamnya ada kemampuan kita untuk 1:07:06 beradaptasi dengan lingkungan Justru itu 1:07:09 yang diinginkan Jadi seluruh cerita 1:07:11 tentang negara agraris batal kalau kita 1:07:14 lihat bahwa investasi Justru pada 1:07:15 infrastruktur enggak mungkin kita bicara 1:07:18 negara agraris kalau IKN itu masih 1:07:20 menunggu dana 400 triliun untuk bangun 1:07:24 di situ tuh dan EE semua hal yang ada di 1:07:27 dalam dalam otak pemerintah adalah 1:07:29 menimbulkan e sensasi bahwa negara ini 1:07:32 negara besar tuh ya besarnya di mana 1:07:34 Kalau kita enggak mampu menghasilkan 1:07:37 pertanian yang sudah direkayasa lalu 1:07:39 kita kita suplly misalnya ke sebuah LSM 1:07:42 di Jepang dan Jepang merasa bahwa Oke 1:07:44 kita beli rumus rekayasa itu tuh Dan 1:07:46 akhirnya kita tergantung pada Jepang kan 1:07:48 padahal sebetulnya bagi masyarakat 1:07:50 Jepang Indonesia itu adalah tempat untuk 1:07:52 memelihara e plasma-plasma nufta-nufta 1:07:56 asli dan tinggal mereka kembangkan di di 1:07:58 di di Tokyo di Yokohama segala macam 1:08:01 jadi sekali lagi ini soal paradigma Pak 1:08:03 Bustanul tadi betul menerangkan bahwa 1:08:05 Iya ini soal RPJM tetapi RPJM itu adalah 1:08:08 bagian makro aja tu bukan bagian mikro 1:08:11 dan itu yang saya kira mesti diasuh 1:08:13 ulang jadi menyebut negara agraris 1:08:16 artinya satu paket dengan menyatakan 1:08:18 kebudayaan kita juga harusnya agraris 1:08:20 politik Kita juga harus agraris cara 1:08:22 berpikir Kita juga harus agraris itu 1:08:24 baru lengkap sebagai negara agraris jadi 1:08:27 philosophical point of view-nya di situ 1:08:29 tuh eh paradig shift siap keren Terima 1:08:33 kasih Bung Roki sekarang ke Pak Mukmin 1:08:36 Pak Mukmin tadi bung Roki ada sedikit 1:08:39 minjung juga soal food Estate dari segi 1:08:41 hukum agraria Bagaimana pak Mukmin 1:08:44 memandang kebijakan food Estate yang 1:08:46 digulirkan oleh pemerintah saat 1:08:48 ini 1:08:51 Eh 1:08:52 gini saya saya melihat dari saya masih 1:08:55 eh pertama saya bilang konsisten bahwa 1:08:59 setiap tahun itu eh meningkat ahli 1:09:04 fungsi 1:09:05 lahan dan itu Kompleks ya penyebabnya 1:09:12 eh pertama itu tadi yang kalau Bung Roki 1:09:15 minta diprivat itu adalah hak privat 1:09:18 orang untuk memiliki tanah dan untuk 1:09:21 melakukan apa saja terhadap tanah itu 1:09:23 kan bukan saya minta diprivat Saya 1:09:26 justru minta di deprivatisasi itu lain 1:09:29 beda justru Enggak maksudnya Eh di dalam 1:09:34 apa di dalam kepemilikan tanah itu ada 1:09:37 di situ adalah hak kita untuk 1:09:38 menggunakan tanah itu untuk Apun seperti 1:09:43 itu betul itu intinya yang dilakukan Pak 1:09:45 Jokowi membagi-bagi sertifikat yang 1:09:48 sebetulnya sudah merupakan hak privat 1:09:49 kan yang mesti diprivatisasi itu adalah 1:09:52 pemilikan yang berlebih iya 1:09:58 ee sehingga apa kita kita dengan 1:10:02 undang-undang tata ruang itu kan ee 1:10:06 mengyaratkan tata ruang daerah itu untuk 1:10:08 menjaga ya menjaga ee beberapa daerah 1:10:12 yang dikatakan zona hijau itu dilarang 1:10:14 untuk ahli fungsi Iya tapi apa yang 1:10:18 diberikan oleh negara atau oleh 1:10:20 pemerintah terhadap petani yang dipaksa 1:10:22 untuk tidak boleh i mengalihkan 1:10:24 itu apa jaminannya Padahal mereka itu 1:10:28 memiliki tanah yang setiap hari diincer 1:10:31 kat diincer oleh Para pengembang ini 1:10:34 untuk diambil dicaplok unuk 1:10:36 diirikan apalagi begitu sudah ada 1:10:38 beberapa orang yang menjual itu sudah 1:10:40 tidak lagi bisa di di di apa 1:10:43 dipertahankan apa yang diberikan pernah 1:10:46 saya melakukan mahasiswa penelitian gitu 1:10:49 apa yang diberikan oleh mereka 1:10:50 kompensasinya hanya dibayarkan PBB 1:10:54 berapa Siak BB untuk apa namanya untuk 1:10:58 untuk 1:10:59 sawah akhirnya ketika mereka tidak bisa 1:11:03 mengalih fungsikan konversi itu secara e 1:11:06 secara hukum artinya minta izin ya 1:11:09 mereka uruk sendiri mereka timbun 1:11:12 sendiri berdirilah rumah Padahal kalau 1:11:14 dalam kumagaria kan mereka mendirikan 1:11:17 rumah di atas tanah pertanian itu kan 1:11:18 dilarang tapi apa antara keinginan 1:11:22 mengah tapi tidak mempunyai apa 1:11:25 ee prestasi yang akan diberikan kepada 1:11:28 mereka Dilema sendiri akhirnya kebijakan 1:11:31 itu kan dilawan oleh mereka di Jogja ini 1:11:35 bilang oh lemah-lemahku duit-duitku tak 1:11:38 uruk Dew katanya Kenapa 1:11:40 susah dan tidak ada sanksi yang 1:11:44 berat gitu loh karena memang sanksi itu 1:11:48 akan dibuat untuk apa dan tidak akan 1:11:50 makan hanya anjuran pada akhirnya untuk 1:11:54 tidak tidak apa tidak mengalihkan fungsi 1:11:58 itu kedua adalah saya kalau saya melihat 1:12:02 gini Pak buanil eh generasi-generasi 1:12:05 anak-anaknya para petani ini yang sudah 1:12:07 berpendidikan enggan untuk ke sana kalau 1:12:11 misalnya dikatakan tadi ada semacam apa 1:12:14 terobosan dari bertani dari satu jari 1:12:16 itu itu mungkin tidak satu tidak terlalu 1:12:19 luas untuk semacam percontohan kan tidak 1:12:23 berhektar-hektar untuk dilakukan itu 1:12:25 mungkin ya karena saya e baru mengetahui 1:12:28 tadi tapi bahwa anak-anak petani itu 1:12:31 sudah tidak mau Justru malah mereka 1:12:35 meminta untuk dijual saja Ath bapak 1:12:37 enggak bisa menghidupi lagi beralihlah 1:12:41 ke coba-coba untuk berdagang padahal 1:12:43 namanya seperti kata bung RI orang 1:12:45 agraris itu kalau saya 1:12:47 mengatakan beda cara berpikirnya tidak 1:12:50 tidak bisa berspekulasi 1:12:52 bu 1:12:55 karena apa Karena mereka menanam 3 bulan 1:13:00 atau 6 bulan itu Itulah yang akan 1:13:02 dihasilkan dipupuk semakin besar pun 1:13:05 malah menjadi mati didoakan misalnya 1:13:08 satu kampung juga enggak bakalan cepat 1:13:11 sehingga pada zaman Pak Harto dibuatlah 1:13:14 semacam riset-riset makanya ada ir5 1:13:17 ir4 ternyata dari Filipina juga itu apa 1:13:21 namanya ada varitas unggul tahan wereng 1:13:24 berusaha untuk meningkatkan itu 1:13:26 Al meskipun gagal tapi sekarang ini kan 1:13:28 enggak ada untuk meningkatkan itu 1:13:31 misalnya kalau sekarang seperti kata Pak 1:13:33 gustanil ada sekarang akan varitas yang 1:13:37 baik musim hujan maupun musim panas 1:13:39 katanya gitu e ininya ya singkatnya bisa 1:13:42 hidup tapi sekarang kan susah kita untuk 1:13:45 mengadakan riset-riset yang 1:13:47 EE tujuannya meningkatkan petani 1:13:51 walaupun akhirnya kembali tradisional 1:13:54 bahwa 6 bulan itu memang usianya harus 1:13:56 padi itu memang Ee tidak prematur gitu 1:14:00 apa panennya ketika 3 bulan enggak enak 1:14:03 ada hibrida segala ternyata seperti Bung 1:14:06 Roki katakan itu adalah kultur dan sawah 1:14:09 itu tidak bisa dicitakan ya kayaknya 1:14:12 sawah itu memang anugerah Tuhan Memang 1:14:14 berupa sawah kalau dia nanam padi bukan 1:14:17 pada sawah namanya di tanah ee di 1:14:19 pertanian tanah Tad hujan zamanng zaman 1:14:23 Pak Harto ada dulu untuk mengganti sawah 1:14:27 yang kena industri dengan 1 juta ya 1 1:14:31 juta pencetak sawah dari tanah gambut 1:14:34 ternyata gagal kan Dilihat di film 1:14:37 asimetris itu itu 10001 juta itu enggak 1:14:40 jadi apa-apa padahal berapa 1:14:42 ee biaya yang sudah dikeluarkan sehingga 1:14:45 dikatakan bahwa sawah itu enggak bisa 1:14:48 dicetak enggak bisa diciptakan ketika 1:14:50 sudah diuruk Gitu Ee apa apa unsur-unsur 1:14:54 dari tanah pertaniannya sudah tidak lagi 1:14:57 ee murni akan susah menciptakan itu 1:15:01 misalnya sudah diuruk untuk ditimbun 1:15:03 untuk pembangunan kemudian enggak jadi 1:15:05 mau diciptakan jadi sawah lagi saya kok 1:15:08 belum pernah bisa belum pernah melihat 1:15:10 itu berhasil sekali dia dikeringkan 1:15:12 dengan adanya timbunan dari luar tanah 1:15:16 itu sendiri dia akan gagal untuk 1:15:18 menciptakan sawah Nah dengan reformasi 1:15:21 yang ada yang tadi reforma itu searusnya 1:15:24 begitu ya memprivatisasi hgu hgu yang 1:15:28 sudah selesai kayak gitu untuk dibagikan 1:15:30 bukan kemudian hgu yang terlantar HG 1:15:33 masuk ke bank tanah itu kan lagi lucu 1:15:37 negara mengumpulkan tanah-tanah di bawah 1:15:41 satu apa badan hukum nanti akan 1:15:44 dijual negara menjual dan itu jelas 1:15:48 sasarannya adalah para konglomerat yang 1:15:51 akan membeli tanah-tanah karena mahal 1:15:52 itu 1:15:54 itu mungkin ada beberapa hal yang 1:15:56 eh kemarin ya pak menteri at agraria itu 1:16:06 pakalerti tentang 1:16:08 agraria sehingga ketika percepatan IKN 1:16:11 itu dibebaskan nampaknya dia ragu Kara 1:16:15 dia tahu 1:16:16 paham 1:16:22 diangang cepat G ternyata sekarang 1:16:26 perlawanannya dari penduduk asli dari 1:16:28 camat-camat dari buati Bupati di sana 1:16:30 sendiri 1:16:32 KM itu ya jadi 1:16:35 eh tujuan Bung Karno pada saat 1:16:39 menciptakan mengeluarkan upupa itu untuk 1:16:42 kesan para petani jauh panggang dari api 1:16:45 untuk sekarang ini karena pemerintah 1:16:48 tidak punya political will untuk memang 1:16:51 meningkatkan harkat hidup hidup para 1:16:54 petani 1:16:56 itu I Baik terima kasih Pak Mukmin atas 1:17:00 penjelasannya ya mudah-mudahan bisa 1:17:02 didengar nih oleh pemerintah nih eh agar 1:17:06 pemerintah Eh bisa menegakkan keadilan 1:17:09 dalam aspek eh agraria ya di Republik 1:17:13 ini Baik eh sangat menarikemb pembicaran 1:17:17 kita pada malam ini sahabat-sahabat 1:17:18 sekalian Tapi tiba kita di akhir acara 1:17:20 karena waktu yang sangat terbatas 1:17:23 eh untuk seperti biasa para narasumber 1:17:27 dipersilakan memberikan closing 1:17:28 statement atau closing ideas istilah 1:17:30 Indal Ind untuk closing ideas Pertama eh 1:17:34 pak Mardani Nitip juga eh karena bel 1:17:37 tidak bisa hadir videonya teman-teman 1:17:39 tim crew bisa 1:17:41 ee menayangkan 1:17:52 videonya 1:18:04 baik ini izin kedengaran di YouTube saja 1:18:07 Pak kena di kita gak 1:18:09 [Tertawa] 1:18:14 kedengaranak di mana Pak 1:18:21 Madani 1:18:27 Bu Dinas Pertanian ee Menteri Pertanian 1:18:31 dan yang paling utama memang visi besar 1:18:34 Presiden Republik Indonesia untuk 1:18:37 menjadi negara besar di bidang 1:18:41 pertanian sederhana kok kalau punya 1:18:51 visi 1:19:28 kira Rum enggak 1:19:31 kedengaran ada suara 1:19:51 oke 1:20:13 baik sudah selesai kedengarannya di 1:20:15 YouTube saja Pak karena Oh heeh baik 1:20:19 sekarang kita ke Pak silakan closing 1:20:23 statement atau closing ids baik Bapak 1:20:26 Ibu sekalian terima kasih terima kasih 1:20:28 eh bungdi 1:20:31 Bung Roki Mukmin begini 1:20:35 Apa yang dibutuhkan Indonesia dalam ke 1:20:38 depan ini ada yang imediate eh jangka 1:20:41 pendek jangka pendek tadi saya mengutip 1:20:45 bahwa separuh lebih dari penduduk kita 1:20:48 tidak memiliki akses terhadap pangan 1:20:51 bergizi ya 1:20:53 Sehingga dalam jangka pendek kita 1:20:56 selamatkan orang-orang ini ee setidaknya 1:21:01 e apa akses terhadap pangan bahkan 1:21:05 menjadi lebih penting dari dari 1:21:08 paradigma produksi itu sendiri Eh jadi 1:21:12 saya ingin memulainya dari demand side 1:21:15 eh dari dem memang kadang bukan tugas 1:21:19 Kementerian Pertanian sekarang ada 1:21:21 lembaga baru yang disebut 1:21:23 badan pangan nasional dan badan pangan 1:21:25 nasional yang perlu melakukan reform e 1:21:28 memperbaiki itu 1:21:29 e jadi dari demand side ini 1:21:33 e tidak mengatakan Apakah supply lebih 1:21:36 penting dibanding dengan demand tapi 1:21:37 tidak menurut saya dua-duanya harus 1:21:39 harus dilakukan kita eh no point ya 1:21:44 Impossible mengatakan negara kejar 1:21:47 Swasembada daerah kejar Swasembada tapi 1:21:50 ee masyarakatnya tidak punya akses itu 1:21:53 itu hegemoni yang yang EE keterlaluan 1:21:56 Menurut saya itu bukan itu justru ee 1:22:00 polisi makers menari atas penderitaan 1:22:03 orangor seperti itu jadi di harus 1:22:06 ditangani nah jeleknya atau sayangnya 1:22:09 e pembangunan diand ini amat sangat 1:22:14 tergantung pada income pada perbaikan 1:22:17 daya beli dari 1:22:20 masyarakat daya beli tentu saja mengarah 1:22:23 ke bagaimana mereka memiliki ketahanan 1:22:25 ekonomi memiliki sumber income yang EE 1:22:29 nyaman dan aman sehingga e setidaknya 1:22:33 daya belinya tetap terjaga Dan dari situ 1:22:37 perlu diimbangi dengan perbaikan di 1:22:39 supply side sehingga paradigma ke depan 1:22:43 eh paradigma agraris itu tetap perlu 1:22:47 dikaitkan dengan ee penyediaan pangan 1:22:51 pangan yang apa yang tadi yang mampu ee 1:22:54 secara aman bergizi baik mutu maupun 1:22:59 tersedia secara jumlah dan dapat diakses 1:23:01 oleh banyak orang jadi e kita tidak 1:23:04 mungkin hanya membahas satu sisi tapi 1:23:06 perlu kombinasi antara suly side dan 1:23:09 demand saya pikir eh seperti itu cling 1:23:12 statement saya karena 1:23:14 e apa eh ee tidak sekali lagi urusan ini 1:23:18 tidak satu ditangani oleh Kementerian 1:23:21 satu Kementerian tapi mungkin oleh oleh 1:23:23 EE banyak Kementerian bahkan menjadi 1:23:25 tanggung jawab pertama dari seorang 1:23:27 presiden siapapun itu demikian e bng hal 1:23:30 terima 1:23:31 kasih terima kasih Pak Bustanul 1:23:34 berikutnya Pak Mukmin dipersilakan Pak 1:23:36 Baik eh pertama itu Eh sama harus punya 1:23:42 presiden yang kuat atau pimpinan yang 1:23:45 kuat untuk mengambil kembali atau 1:23:49 menguasai kembali tanah-tanah yang 1:23:51 dikuasai oleh para oligarki itu dan 1:23:54 proporsi dibagikan kepada secara 1:23:57 proporsional dibagikan kepada para 1:24:00 petani yang tidakempunyai tanah itu 1:24:02 sebetulnya bukan kata bukan ptsl yang 1:24:05 sebetulnya sudah ditempati kemudian 1:24:08 dikasih 1:24:10 sertifikat tetapi memang betul-betul 1:24:12 orang yang belum punya dibagi dan itu 1:24:15 harus punya kekuatan seperti ketika 1:24:19 meivatisasi hakhak rpah pada zaman awal 1:24:22 kemerdekaan dulu kemudian mencegah 1:24:26 fungsi fungsi alih fungsi lahan itu ya 1:24:29 karena akan dampaknya pada 1:24:31 eh kesuburan tanah Kemudian dari 1:24:35 landsape eh 1:24:38 lingkunganup tanah yang natural kemudian 1:24:41 pengaruh pada lingkungan juga jadi bukan 1:24:43 hanya 1:24:44 semata-mata nampaknya hanya ekonomis 1:24:47 saja tetapi pada lingkungan pada 1:24:50 sosiologis masyarakat di situ ketika 1:24:52 misalnya didirikan sebuah mall di 1:24:55 perumahan dan sebagainya itu akan 1:24:56 berdampak pada tidak hanya pada 1:24:59 ekonomiapi sosial dan budaya sehingga 1:25:02 kalau saya katakan dengan satu kata 1:25:04 cegah itu tetapi harus konsisten dengan 1:25:08 pemberian 1:25:09 eh apa namanya kompensasi yang memadai 1:25:13 gitu terima kasih kurang lebihnya mohon 1:25:15 maaf dari saya terima kasih pak dan 1:25:20 terakhir 1:25:21 builakan 1:25:23 I kita tahu problem di Republik ini 1:25:27 yaitu soal perencanaan yang tidak 1:25:29 diikuti dengan perencanaan mitigasi 1:25:33 beberapa waktu lalu saya ada di Bima di 1:25:36 Bima itu 1:25:37 eh di lembah gunung 1:25:41 eh namanya Gunung dibima itu 1:25:45 gunung Gung diim habis sayaupa Gung itu 1:25:51 eh 1:25:53 Lembah itu di bawahnya ada teluk Bima 1:25:57 dan pegunungan di situ dikasih insentif 1:26:00 pada petani untuk tanam jagung lalu 1:26:05 berbutlah petani memb bat hutan nanam 1:26:07 jagung karena dapat insentif pupuk dan 1:26:09 jaminan bwa produknya akan dibeli satu 1:26:11 waktu setelah 3 bulan panan kedua panan 1:26:15 ketiga tiba-tiba di peluk Bima itu saya 1:26:17 ngomong dengan 1:26:18 nelayan ikan mengambang di situ lalu 1:26:21 diriset 1:26:23 itu ikannya mati karena pestisida yang 1:26:26 turun dari Lembah itu masuk ke teluk 1:26:27 Bima itu jadi petani diuntungkan nelayan 1:26:30 dirugikan kan itu dasarnya kan dan 1:26:34 begitu diubah lagi lakannya itu untuk 1:26:36 dikembalikan tanam yang lain enggak bisa 1:26:39 karena pupuk yang dipakai untuk jagung 1:26:41 memang merusak tanah enggak bisa dipakai 1:26:43 lagi tanah itu untuk mupuk yang lain 1:26:45 jadi kelihatan bahwa mitigasi pun enggak 1:26:48 dipikirkan mau melakukan agrarisasi 1:26:51 petahanan dengan dengan modernisasi 1:26:52 pupukin dan segala macam tapi impact 1:26:55 lingkungannya enggak dihitung petani di 1:26:57 di di atas gunung itu diuntungkan karena 1:27:00 subsidi pupuk tetapi nelayan yang ada di 1:27:03 bawah itu dapat limbah dari racun 1:27:05 pestisida itu kan jadi ini yang saya 1:27:07 sebut sebagai kalau kita paham tentang 1:27:09 environmental etic mestinya Menteri 1:27:12 Pertanian itu melihat dulu tuh daerah 1:27:14 mana yang mau dikasih insentif jangan di 1:27:16 atas bukit itu dikasih insentif 1:27:18 sementara nelayan yang nunggu E racunnya 1:27:21 itu menyebabkan ikan enggak bisa 1:27:22 ditangkap itu karena mati semua itu jadi 1:27:25 itu sebetulnya intinya tu dan mungkin 1:27:28 kalau Menteri Pertanian yang sekarang 1:27:30 nanti dipecat 1:27:33 karena dianggap bahwa bukan karena dia 1:27:36 tidak mampu melakukan mitigasi tapi 1:27:37 karena dia proanis misalnya itu jadi 1:27:39 Kelihatannya nanti ada soal-soal lain 1:27:42 yang tidak ada hubungannya dengan 1:27:43 keahlian seorang menteri sebetulnya Jadi 1:27:45 itulah nasib kita kalau pemerintah atau 1:27:47 penguasa itu sekedar ingin dapat pujian 1:27:50 bahwa secara makro ekonomi Pak Jokowi 1:27:53 sering katakan makro Pemimpin harus 1:27:55 mengerti makro-mikro bukan makr-mikronya 1:27:57 yang di mengerti hubungan antara makro 1:27:59 dan mikro itu yang dimerti jadi itu 1:28:02 basisnya jadi saya kira ini pembicaraan 1:28:04 semacam 1:28:05 ini mengeksplisitkan bahwa kemampuan 1:28:08 pemerintah untuk memahami the eics of eh 1:28:11 menjadi petani itu enggak ada petani 1:28:13 dianggap sama seperti eh peralatan untuk 1:28:16 menyumbang ginp aja padahal petani itu 1:28:20 hidup di dalam habitus dan di dalamnya 1:28:22 ada Etika itu kesabaran waktu e jenis 1:28:26 narasi yang ada di situ beda dengan 1:28:28 pengusaha tuh J sekali lagi kalau kita 1:28:30 mau negeri ini menjadi negara agaris 1:28:32 maka pecahlah negeri ini menjadi 1:28:34 negara-negara bagian ada pulau-pulau 1:28:36 yang memang hanya bisa hidup secara 1:28:38 agraris kalau Jawa itu pasti hidup 1:28:40 secara industri jadi enggak ada soal 1:28:41 kalau NKRI Itu demi negara agraris di di 1:28:45 dibikin lebih simpel karena ini Negeri 1:28:47 terlalu besar untuk diurus oleh satu ide 1:28:49 bahwa makroekonomi harus diutamakan 1:28:52 karena itu seluruh agregat akan 1:28:53 difungsikan untuk menunjukkan bahwa kita 1:28:56 bertumbuh 5% sementara petani itu 1:28:58 bertumbuh minus 5% jadi semua itu yang 1:29:01 kita sebut sebagai aspek keadilan yang 1:29:02 penting leader next leader itu paham 1:29:04 bahwa pembicaraan kita hari ini 1:29:05 dimaksudkan untuk menghasilkan kembali 1:29:07 keadilan khususnya bagi petani Terima 1:29:10 kasih baik terima kasih Bung Roki atas 1:29:13 closing ids-nya sahabat-sahabat sekalian 1:29:16 dengan demikian berakhirlah acara 1:29:17 industrial talk kita pada malam ini 1:29:20 pesan yang ingin kita berikan kepada 1:29:23 pemerintah dan juga seluruh masyarakat 1:29:25 bahwa identitas secara sosiologis dan 1:29:27 historis negara kita adalah negara 1:29:30 agraris dan juga maritim ini yang harus 1:29:33 bisa di menjadi pondasi dan model utama 1:29:36 untuk bisa mensejahterakan dan memajukan 1:29:38 bangsa kita dan mudah-mudahan pemerintah 1:29:41 eh segala kebijakannya senantiasa 1:29:43 berpihak kepada rakyat yang mayoritas 1:29:46 juga bergerak di bidang agraris dan 1:29:48 maritim ini Terima kasih sampai ketemu 1:29:50 pada acara indival stok ee pekan depan 1:29:52 pada waktu dan channel yang sama 1:29:54 asalamualaikum warahmatullahi 1:29:55 wabarakatuh Waalaikumsalam 1:29:59 okeasih Bang Raki Bang Raki 1:30:13 nanti