Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [Musik] 0:07 [Tepuk tangan] 0:11 [Musik] 0:12 [Tepuk tangan] 0:23 [Musik] 1:03 Muhammad Muhammad. Asalamualaikum 1:05 warahmatullahi wabarakatuh. Ibu dan 1:08 akhwat pendengar dan dirahmati Allah. 1:11 Kabar Anda sehat di sore hari ini hari 1:14 Rabu hari yang ketiga di bulan 1:18 Syakban atau bertepatan dengan hari yang 1:20 ke-17 di bulan Maret 2021. 1:24 Alhamdulillah kita kembali berjumpa di 1:25 acara tausiah sore bersama Ustaz Kholil 1:30 yang kajian tempatnya dan alhamdulillah 1:33 kita 1:35 telah 1:44 ee Waalaikumsalam warahmatullahi 1:47 wabarakatuh. 2:08 Asalamualaikum warahmatullahi 2:12 wabarakatuh. Alfatih had sayidina wa 2:15 habibina rasulillah Muhammad ibn 2:17 Abdillah sallallahu alaihi wasallam. 2:24 [Musik] 2:26 aliwaji 2:38 ahli 2:39 muhain 2:42 ulama arwahi aba wa 2:46 umatina wa 2:48 amwati muslimin 3:11 maqidanafiarhamu 3:12 [Musik] 3:15 mautana umumana 3:38 wa Nabi Muhammadinallahu alaihi 3:42 wasallamillahir 3:49 Bismillahirrahmanirrahim. 3:50 Alhamdulillahiabbil alamin 3:52 arrahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka 3:56 na'budu wa iyaka nasta ihdinasirathal 4:00 mustaqimathalladzina anamta alaihim 4:03 giril magdubi alaihim 4:06 waladin. 4:07 Amin. Bismillahirrahmanirrahim. 4:10 Alhamdulillahi rabbil alamin wasalatu 4:13 wasalamu ala asrofil mursalin habibiabil 4:17 alamin sayyidina wa maulana Muhammadin 4:21 waa alihi wasohbihi ajma amma ba fna 4:25 asqal hadis kitabullah taala wir had 4:29 muhammadin shallallahu alaihi 4:31 wasallam 4:34 umur bidah 4:41 Para pendengar radia 4:44 silaturahim yang dirahmati Allah. 4:46 Alhamdulillah kembali kita panjatkan 4:49 puji serta syukur ke hadirat Allah 4:52 Subhanahu wa taala yang senantiasa 4:55 melimpah curahkan nikmat karunianya 4:57 kepada kita, terutama nikmat iman dan 5:00 Islam, nikmat sehat walafiat, nikmat 5:04 panjang usia dalam taat, termasuk nikmat 5:09 dipertemukannya kita sore ini dalam 5:12 rangka menjalankan perintahnya yang 5:16 diwajibkan atas kita semua yaitu 5:18 menuntut ilmu yang insyaallah pada sore 5:22 ini dalam kajian akidah akhlak ee yang 5:26 selalu 5:27 kita bahas di setiap 5:31 ee Rabu sore kita akan membahas tentang 5:37 mahabbah artinya cinta. 5:40 Tentu 5:41 saja 5:43 ee bicara tentang cinta ini secara ee 5:48 khusus kita akan menitik beratkan kepada 5:52 mahabbah fillah ya. Mahabbah ee kepada 5:57 Allah dan mahabbah karena 5:59 Allah. Ee di samping juga adalah 6:03 mahabbah kepada rasul tentunya. Selawat 6:07 dan salam semoga selalu tercurah atas 6:10 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 6:12 wasallam beserta keluarganya, para 6:15 sahabatnya, para pengikut dan pengamal 6:18 sunahnya. Para pendengar radia 6:20 silaturahim yang dirahmati 6:23 Allah. Mahabbah itu, ini dalam bahasa 6:27 Indonesia 6:29 ya, kata ee kata cinta. 6:34 Cinta itu kalau dalam bahasa Arab ini 6:37 bisa jadi 6:39 mahabbah, bisa jadi juga adalah 6:42 mawaddah, bisa jadi juga adalah 6:45 ragbah. Jadi tiga kata bahasa Arab ini 6:49 kalau diterjemahkan ke dalam bahasa 6:51 Indonesia itu artinya cinta atau suka. 6:56 Nah, ee maka kalau kita melihat tiga 7:02 kata ini terjemahnya, maka pengertiannya 7:06 nanti akan akan apa namanya? Akan 7:10 kabur ya. Sebab kata mahabbah dan 7:14 mawaddah misalnya walaupun dalam bahasa 7:17 Indonesianya adalah suka atau cinta tapi 7:21 mempunyai makna 7:23 berbeda ya. Kalau 7:26 mahabbah itu adalah cinta yang tidak 7:29 disertai dengan nafsu, yang tidak 7:31 disertai dengan syahwat. Itu namanya 7:34 mahabbah. 7:36 Kita wajib mencintai Allah, mencintai 7:39 Rasulullah, mencintai keluarga 7:42 Rasulullah, mencintai umatnya 7:45 Rasulullah. Saya Fahri harus mencintai 7:49 ente. Ente pun harus mencintai saya. 7:52 Kenapa? Karena kita sama-sama umatnya 7:56 Nabi 7:57 Muhammad. 7:59 Iya. Orang FPI harus mencintai si Abu eh 8:03 itu apa namanya? Abu janda. Abu janda 8:05 pun sama ya. Harus mencintai orang FI, 8:10 mencintai Pak Anis gitu tuh. Kenapa? 8:13 Sama-sama umatnya Nabi Muhammad 8:16 sallallahu alaihi 8:18 wasallam. Nah, ini ini mahabbah. Bukan 8:21 berarti kalau saya mencintai Pak Anis 8:25 lalu saya jadi 8:26 homo. Ya, enggak begitu. Karena apa? 8:30 Mahabbah itu cinta yang tidak disertai 8:33 dengan 8:35 syahwat. Paham Fahri ya? Ah. Nah, kalau 8:40 mawaddah cinta yang disertai dengan 8:44 syahwat ya. Seorang lelaki mencintai apa 8:48 namanya? 8:50 Wanita karena pengin menjadi istrinya. 8:53 Nah, itu namanya 8:55 mawaddah. Tapi saya mencintai istri ente 8:59 Fahri. Ente pun harus mencintai istri 9:02 saya. Cintanya saya kepada istri entre 9:07 cintanya ente pada istri saya itu 9:09 namanya mahabbah. Kenapa? Sama-sama 9:12 umatnya Nabi bukan 9:14 mawaddah gitu ya. Jadi kalau ditanya Pak 9:19 Ustaz saya sangat mencintai istri Pak 9:22 Ustaz ya saya jangan marah. 9:25 Bagus, Pak Hri. Saya sangat mencintai 9:29 istri ente, Pak Hari. Ya, nanti kalau 9:32 pulang sampaikan salam saya sama istri 9:34 ente lah. Ente jangan walah Ustaz demen 9:37 sama bini saya ya. Ini demennya itu 9:41 mahabah Paki. Bukan pengin e istri ente 9:44 jadi istri jadi menantinya jadi istri 9:47 saya ya. 9:50 Nah, makanya suka ada titip salam. 9:54 Ya, sampaikan salam saya kepada ustazah 9:57 anu ya. Ustazahnya titip salam lagi. 10:01 Jangan lantas kayak anak muda dititipin 10:04 salam 10:05 marah ya. Ah ini mahabbah dengan 10:10 mawadah. Karena itu kalau di ayat yang 10:12 menerangkan 10:14 pernikahan di sana Allah mengatakan 10:17 waja'ala bainakum mawaddatan warahmah. 10:22 innaikaatan ya. Nah, ee dan seterusnya. 10:27 Jadi di sana menggunakannya kata mawadah 10:30 bukan 10:32 mahabbah. Allah jadikan Allah tanamkan 10:35 rasa cinta di antara si suami dan istri, 10:38 si laki-laki dan 10:40 perempuan. Ya. 10:42 Warahmah. Inna fialika laayata liqomi 10:47 yatafakarun. Gitu. Nah, ini semua adalah 10:50 merupakan ayat bagi orang yang mau 10:53 berpikir menggunakan akal sehatnya, 10:56 gitu. Nah, bukan pakai mahabbah. Sebab 11:00 kalau pakai mahabah nantinya enggak 11:02 punya 11:03 anak gitu ya. Nah, nah ini jadi kita 11:08 bicara tentang cinta bukan mawadah tapi 11:11 cinta yang bahasa Arabnya adalah 11:14 mahabbah ya. 11:17 Cinta itu, mahabbah itu dalam Islam pari 11:22 adalah 11:24 gayatul qoswa minal maqamat 11:28 warwatulya minad 11:30 darajat. Itu merupakan puncak ajaran 11:35 Islam. Derajat tertinggi dalam ajaran 11:39 Islam itu adalah mahabbah. Tidak ada 11:43 ajaran dalam Islam makam yang lebih 11:46 tinggi dalam Islam dibandingkan dengan 11:50 mahabbah. Ya, cinta kepada Allah, cinta 11:54 kepada Rasul, cinta kepada keluarga 11:57 Rasul, cinta kepada umat Rasul, itu tuh 12:01 ya. Cinta kepada apa namanya ee 12:06 lingkungan, cinta kepada makhluk Allah 12:10 dan lain sebagainya. 12:12 itu ajaran tertinggi 12:14 Islam. Mahabbah, cinta, kasih sayang. 12:18 Bagaimana mungkin ajaran tertingginya 12:21 mahabbah orang Islam kok kemudian jadi 12:24 teroris? Ya. Nah, dan lucunya lagi orang 12:29 Islam itu percaya lagi ya kalau Islam 12:33 itu 12:35 teroris. Kenapa? Karena dia tidak 12:38 mengenal Islam. Tapi faktanya kan ada 12:41 Pak yang jahat begitu ya. Itu bukan 12:44 ajaran 12:46 Islam. Giliran apa namanya ada polisi 12:49 yang berbuat jahat itu 12:52 oknum ya kan. Giliran ada ini pemerintah 12:56 yang berbuat enggak beres disebutnya 12:59 oknum. Orang Nasrani yang berbuat begini 13:02 itu oknum. giliran Islam enggak 13:05 menggunakan 13:06 oknum ya. Yang ngomongnya sendiri 13:10 agamanya Islam. Apa enggak lucu Fahri? 13:14 Ya. Nah, ini coba sekarang perhatikan 13:18 oleh ente bagaimana perkembangan Islam 13:21 di dunia ya, di Amerika, di Eropa, Rusia 13:26 yang tempatnya komunis bahkan diprediksi 13:30 itu akan menjadi negara Islam terkuat. 13:33 di dunia nantinya ya. Oh, perkembangan 13:37 Islam di sana luar biasa. Kenapa? 13:40 Kejenuhan mereka tentang apa namanya 13:43 kehidupan ini? Mereka tidak tahu apa 13:46 arti hidup 13:48 ini. Eah, dan mereka temukan jawabannya 13:51 itu adalah di dalam 13:53 Islam. Nah, itulah ketika orang mau 13:56 berpikir, mau menggunakan akal sehatnya. 13:59 Jadi sekali lagi, mahabbah atau cinta 14:02 adalah ajaran tertinggi dalam Islam, 14:06 derajat tertinggi dalam Islam, makam 14:09 tertinggi dalam Islam, maka tidak ada 14:14 makam ya yang lebih tinggi di atas 14:18 mahabbah itu. Tidak ada. Tidak ada 14:20 ajaran yang lebih tinggi dari mahabbah. 14:24 Kalaupun ada itu bukan bukan makam. 14:29 Ah, saya sudah mungkin ini bingung ada 14:32 pendengar yang barangkali masih belum 14:36 paham ya kalau disebut makam. Saya sudah 14:39 katakan dalam istilah akhlak itu ada ee 14:45 hal dan ada makam ni Fahri ya. Kalau hal 14:51 itu adalah sifat 14:54 baik, akhlak yang baik ya. 14:58 tetapi belum mendarah 15:00 daging. Sewaktu-waktu saja. 15:03 Kadang-kadang ada kadang-kadang tidak. 15:06 Ya boleh jadi adanya itu lebih sering 15:09 daripada tidak adanya. Yang jelas tidak 15:13 selamanya. Begitu. 15:16 Misalnya, misalnya nih sifat dermawan 15:19 ya. Dermawan. Nah, ente misalnya nih 15:23 Fahri ya, kedermawanan ente itu bisa 15:28 dikatakan 15:29 hal kedermawanan saya itu baru sampai 15:34 tingkatan 15:36 hal 15:37 apabila ya ini belum menyatu dengan 15:42 jiwa. Artinya masih palah pilih. 15:46 Kadang-kadang kita dermawan, 15:48 kadang-kadang enggak. Walaupun bisa 15:50 dermawan atau kita mau memberi kalau 15:54 yang kita beri orangnya enggak 15:57 nyebelin. Itu tuh. Tapi kalau nyebelin 16:01 malas kita ngasihnya. Nah, itu 16:03 dermawannya kita itu namanya adalah 16:08 hal. Paham ya, Pak Ri ya? Nah, itu baru 16:12 tingkatan hal 16:14 namanya. Nah, coba lihat matahari. Apa 16:17 matahari itu menyinari orang yang 16:20 beriman saja? Tidak. Yang beriman 16:23 disinari, yang kafir disinari semuanya. 16:29 Semuanya. Nah, sekarang kalau makam, 16:32 nah, itu kayak matahari begitu. Jadi dia 16:35 dermawan itu ya enggak melihat apakah 16:40 orang itu nyebelin apa 16:43 enggak. Ketika dia menolong ya ditolong 16:45 aja. Karena yang dilihat oleh dia adalah 16:48 ini ada makhluk Allah yang butuh 16:51 pertolongan dan tidak melihat agamanya 16:54 apa. Apa agamanya Islam? Apa agamanya 16:58 Nasrani, Yahudi, Buddha, Hindu? Karena 17:01 dia butuh pertolongan. ya dibantu, 17:06 ditolong. Apakah kemudian sesudah 17:09 ditolong dia mau mengucapkan terima 17:11 kasih atau tidak, enggak ada urusan. 17:14 Sebab dia ini ketika menolong bukan 17:17 mengharapkan balasan walaupun sekedar 17:21 ucapan terima kasih. Tapi apa? Ini 17:24 perintah Allah. 17:26 Namanya orang mahabbah itu cinta ya, 17:31 bukan menuntut. Mahabbah itu adalah 17:36 memberi. Itu sekali lagi mahabbah itu 17:39 bukan menuntut Fahri. Cinta itu bukan 17:43 menuntut tetapi memberi. Bukan apa yang 17:47 akan orang berikan kepada kita, tapi apa 17:51 yang bisa kita berikan kepada mereka. 17:55 masalah mereka nanti akan membalas atau 17:58 tidak itu enggak ada 18:00 urusan. Ah, saya buatkan contoh 18:04 pari 18:05 ya. 18:07 Ah, Imam Ahmad bin Hambal itu beliau 18:12 pernah diminta tolong sama 18:15 tetangganya ya. Dimintai tolong sama 18:18 tetangganya. 18:20 Maka datanglah ke rumah si tetangga itu. 18:24 Begitu sampai di rumah si tetangga, 18:27 masih muda orangnya, ya. Lalu apa kata 18:30 si tetangga? Syekh, enggak jadi, 18:32 katanya. Syekh, sudah pulang aja. Ya 18:34 sudah, pulang Imam Ahmad. Karena emang 18:37 enggak jadi kita hanya meminta tolong 18:38 enggak jadi. Begitu sudah nyampai rumah 18:42 disusulin lagi, disuruh ke rumahnya lagi 18:45 mau minta tolong lagi. Datang lagi Imam 18:48 Ahmad nyampai di rumahnya suruh balik 18:51 lagi sampai tiga kali begitu 18:54 pari sampai tiga 18:57 kali. Ya, pulanglah Imam Ahmad sambil 19:00 tersenyum. Ya, nih orang ini heran ini 19:04 orang katanya enggak ada marahnya, 19:06 enggak ada tersinggung. Maka ditanya, 19:09 "Syekh, kenapa engkau tertawa 19:12 tersenyum-senyum?" Loh, memang kenapa? 19:15 Ya, saya tersenyum ya senang. Syukurlah 19:18 kepada Allah ya, karena saya sudah 19:22 menjalankan perintah Allah untuk berbuat 19:24 baik kepada tetangga. 19:27 Tapi kan tetangga ente tanpa sampean itu 19:31 syekh itu mempermainkan ente gitu yaitu 19:35 dirinya itu apa kita kata Imam Ahmad lah 19:39 itu urusan urusan kamu enggak ada 19:42 urusannya dengan saya itu urusanmu nanti 19:45 dengan Allah masalah kamu itu 19:48 mempermainkan saya atau tidak itu 19:50 urusanmu. Kewajiban aku adalah berbuat 19:54 baik kepada 19:56 tetangga. Nah, dan saya berbuat baik 19:59 kepada kamu itu atau kepada tetangga 20:02 yaitu rupa kamu bukan karena 20:04 kamu. Kenapa? Karena Allah yang nyuruh. 20:09 Coba tuh lihat Pak Hari ya. Karena dia 20:12 niatnya menjalankan perintah Allah ya. 20:16 Jadi yang diharapkan oleh Imam Ahmad 20:19 bukan balasan dari setetangga itu, 20:22 tetapi yang diharapkan adalah balasan 20:25 dari Allah Subhanahu wa taala. Kalaupun 20:28 mengharapkan 20:30 balasan, karena itu dia enggak 20:33 kecewa, enggak ya. 20:37 Nah, jika kita berharap balasan dari 20:41 orang atas kebaikan yang kita 20:44 lakukan, mungkin orang itu akan 20:47 membalasnya, mungkin juga 20:51 tidak. Membalas itu mungkin balasannya 20:54 baik, mungkin juga balasannya buruk. 20:58 Namanya juga dari manusia. Tapi kalau 21:01 Allah Subhanahu wa taala pasti membalas. 21:06 Dan balasan Allah itu pasti baik dan 21:09 adalah 21:11 lebih. 21:13 Nah, menuntut balasan dari manusia itu 21:17 menuntut balasan duniawi. Saya sudah 21:20 katakan kalau kita mencari dunia, 21:24 balasan dunia nih 21:26 pari ya enggak bakalan 21:30 dapat. Kalaupun dapat enggak akan 21:34 banyak. 21:36 Ya, enggak akan banyak. Berapa tahun 21:39 ente nyari 21:40 duit, udah berapa gudang yang ente 21:43 miliki itu duit? Kalau kita nyari duit 21:46 ini dunia juga. Jadi enggak akan banyak. 21:50 Kalaupun banyak pari ya tidak akan puas. 21:56 Enggak ada orang yang puas. 21:59 Makanya kata Nabi sallallahu alaihi 22:00 wasallam, "Seandainya 22:02 manusia menemukan satu lembah emas, dia 22:06 akan cari lembah kedua. Kalau dia sudah 22:09 dapat lembah kedua, dia akan cari juga 22:12 lembah ketiga." Dan begitulah seterusnya 22:15 selama mulutnya belum tersumbat oleh 22:18 tanah. Jadi, tidak akan banyak. Kalaupun 22:22 banyak tidak akan puas. Katakanlah puas 22:25 karena saking banyaknya dia puas. Enggak 22:29 lama. Enggak lama ya. Cuma berapa tahun 22:34 kita di dunia ini umatnya Nabi Muhammad 22:38 antara 60 sampai 70 22:41 tahun ya. Nah, kemudian sekarang beda. 22:46 Kalau kita nyari akhirat pasti dapat. 22:50 Enggak mungkin enggak dapat. 22:52 dan sudah dapat banyak lagi. Bagaimana 22:56 tidak banyak? Satu kali kebaikan yang 22:59 kita lakukan minimal Allah akan 23:01 membalasnya 10. Itu 23:04 minimal ya, Pak ya. Nah, jadi pasti 23:09 banyak. Sudah banyak puas lagi. Udah 23:14 puas tidak terbatas waktunya bahari. 23:18 Kholidina fiha abada. 23:23 Kan luar biasa itu ya. Luar biasa. Apa 23:28 kita? Ya 23:30 Allah. 23:31 Ah lihat sekarang Fahli. 23:35 Fahri ketika seorang suami 23:38 meninggal ya. Ketika seorang suami 23:42 meninggal apa istrinya kemudian enggak 23:46 makan? Makan ya tetap. Jadi berarti yang 23:50 ngasih makan bukan suami, yang ngasih 23:53 makan adalah Allah Subhanahu wa taala. 23:58 Nah, ma indakum yanfad wallahi 24:03 baq. Apa yang ada di sisimu itu akan 24:08 musnah. Tetapi yang di sisi Allah itulah 24:11 yang kekal. Masa kita mau nguber-nguber 24:15 yang apa namanya? Yang musnah. lalu kita 24:19 meninggalkan yang kekal. Ini kan sebuah 24:21 kebodohan namanya Fahri ya. Maka kita 24:26 memohon kepada Allah Subhanahu wa taala 24:28 agar Allah selalu memberikan taufik 24:31 kepada kita ya ee untuk melakukan apa 24:36 yang disukai oleh Allah Subhanahu wa 24:38 taala dan yang membuatnya rida. 24:41 Amin. Ah jadi itulah mahabbah. Jadi 24:45 kalaupun ada di atas mahabah itu ah itu 24:49 pengertian hal ya. Pengertian hal lah. 24:52 Kalau 24:53 makam, nah makam itu perilaku baik, 24:57 akhlak yang baik yang sudah mendarah 25:00 daging. Yang namanya darah daging enggak 25:02 bisa 25:03 dipisahkan. Jadi ente mauembantu orang 25:07 enggak ngelihat agamanya apa, nyenengin 25:11 apa enggak. Nah, itu namanya makom yang 25:14 begitu. 25:15 Nah, mahabbah ini adalah sebuah makam 25:19 tertinggi dalam Islam. Enggak ada makam 25:23 lain yang lebih tinggi 25:25 dari Nah, kalaupun ada yang lebih tinggi 25:28 itu bukan makam, tapi itu adalah buah 25:33 dari mahabbah. Misalnya apa? 25:37 Sauk, 25:39 rindu. Ya, rindu itu kan karena cinta. 25:44 Ente merindukan anak, merindukan istri 25:47 karena sudah 1 tahun enggak ketemu. 25:50 Kenapa rindu? Karena mahabbah, karena 25:53 cinta. Kalau enggak ada cinta, enggak 25:56 ada rindu. Jadi rindu itu bukan makam, 25:59 tapi rindu itu adalah buah dari 26:03 mahabbah. Kemudian apalagi? Uns mesra 26:07 gitu ya. Mesra. 26:10 Nah, ini mesra juga sama buah dari 26:13 cinta. Kenapa ente begitu mesra kepada 26:16 istri? Karena 26:18 cinta. Kalau umpamanya ente apa namanya? 26:22 Gedek banget sama sama istri, enggak 26:24 mungkin bersikap 26:26 mesra. Lihat Rasulullah sallallahu 26:29 alaihi wasallam sudah sepuh ya, tiduran 26:33 di atas pangkuan Bunda Khadijah. 26:37 Ya Allah, sudah sepuh Rasulullah tapi 26:41 tetap masih 26:43 mesra. Begitu juga adalah Siti 26:45 Khadijahnya. Nah, ini kenapa? Karena 26:49 adanya mahab ada mawadah dan mahabbah di 26:54 sini. Lalu apalagi? Rida. Nah, rida juga 26:58 sama ya. Rida itu adalah buah dari 27:02 mahabbah. 27:04 Nah, karena tadi itu saya katakan yang 27:06 namanya mahabbah 27:08 itu adalah memberi bukan 27:12 menuntut. Jadi kalau ente pahar cinta 27:16 kepada Nabi bukan menuntut apa yang akan 27:20 Nabi 27:21 berikan, tapi apa yang bisa kita perbuat 27:26 yang bisa membuat Nabi bangga, membuat 27:29 Nabi senang. Ah, itu 27:32 mahabbah ya. 27:35 kita beribadah kepada Allah. Kalau orang 27:37 yang muhibbin itu bukan minta surga, 27:41 minta ini. Kalau sudah kepada mahabbah, 27:45 maka 27:46 dia yang diinginkan apa? Ridanya 27:51 Allah. Ini orang banyak bicara tentang 27:54 ya semua ini kita lakukan demi 27:57 mengharapkan rida Allah. Kadang-kadang 27:59 yang ngomong begitu juga enggak ngerti 28:01 rida Allah tuh 28:03 apa. Ya. Ee mengharapkan rida Allah tapi 28:09 kena musibah mengeluh. Lah kok orang 28:12 mengharap rida kok mengeluh. Ini 28:13 bagaimana ya? Itu artinya ini dia bisa 28:18 berbicara tapi enggak ngerti apa yang 28:21 diucapkan. 28:23 ya. Nah, maka saya kita bahas mahaba 28:27 ini. Kita jangan sampai kayak burung beo 28:30 ya bisa ngomong tapi kita tidak mengerti 28:34 apa yang kita omongkan. Pari. Nah, ini 28:38 maka mahabbah ini ajaran yang luar 28:40 biasa. 28:45 Ee nah 28:48 selanjutnya dan makam makam 28:52 sebelumnya. Makam-makam sebelumnya 28:55 seperti apa? Raja, sabar, zuhud, 28:59 tawakal, ya, khauf, dan lain sebagainya 29:02 itu 29:04 mukadimahnya. Itu penghantar yang bisa 29:07 menyampaikan kita kepada makam mahabbah. 29:11 Artinya seorang tidak mungkin ya menjadi 29:16 kelompok 29:18 muhibbin kalau dia bukan orang sabar, 29:21 bukan orang yang syukur, bukan orang 29:25 zahid, zuhud, bukan orang yang apa 29:29 namanya tawakal gitu. 29:32 Orang enggak ngerti tawakal, enggak bisa 29:35 tawakal, orang enggak sabar. Lalu ngajak 29:37 orang, "Ya, jadilah kalian muhibbin, 29:41 orang-orang yang cinta kepada Allah." 29:44 Lah, 29:44 ini namanya nyuruh orang melakukan 29:48 sesuatu yang dia sendiri enggak 29:50 ngerti, ya. Dia sendiri enggak ngerti. 29:54 Ee jadi sama dengan menyuruh orang lain 29:59 melakukan sesuatu yang dia sendiri tidak 30:01 melakukannya. 30:03 Waduh. Oh itu bahaya. Itu berat itu Pak 30:08 Hari 30:09 ya. Berat itu Pak Hari. 30:13 Saya sering katakan 30:19 begini ya. 30:24 Ee dulu itu ada alaihi wasallam 30:28 menjelaskan bahaya orang yang menyuruh 30:31 melakukan kebaikan sementara dia sendiri 30:34 tidak melakukan kebaikan itu. Ya itu 30:38 istilah orang Jawa nyebutnya itu 30:41 zarqoni. Iso ngajar ora iso ngelakon ya. 30:45 Jadi nyuruh orang melakukan kebaikan 30:48 yang tidak dia lakukan. 30:50 melarang orang melakukan kejahatan tapi 30:53 dia sendiri melakukannya. Lah ini 30:56 ancamannya ini luar biasa. 30:59 Atmurunanasa bil birriansauna anfusakum 31:03 waumumunal 31:05 kitabala oleh Allah itu disebutnya apa 31:08 kamu enggak berakal. Jadi itu orang yang 31:12 ee kayak orang enggak ada akalnya yang 31:14 begitu kata Allah pari ya. 31:18 Nah, akhirnya sahabat itu ngomong 31:21 begini, "Rasulullah, kalau gitu saya 31:23 enggak mau katanya amar makruf nahi 31:25 mungkar sampai saya bisa melakukan semua 31:29 perintah Allah dan meninggalkan semua 31:32 larangannya." Lalu apa kata Rasulullah? 31:35 Yang enggak begitu, Saudara ya, ya 31:39 enggak benar jugalah 31:41 begitu. Lalu apa kata Rasulullah? Suruh 31:44 oleh kamu orang lain melakukan kebaikan 31:49 yang kamu sudah bisa 31:51 melakukannya. Larang orang lain 31:54 melakukan larangan yang kamu sudah bisa 31:59 meninggalkannya. Begitu. Jangan nyuruh 32:02 istrinya tahajud, dianya sendiri enggak 32:05 tahajud. Nah, ini nih namanya menyuruh 32:08 orang lain melakukan kebaikan yang dia 32:11 sendiri enggak lakukan. Lah emangnya 32:13 enggak ada hisabnya? Itu ada pari ya. 32:18 Nah, melarang anaknya ngerokok, dianya 32:21 sendiri ngerokok. Ah, itu bahaya. Enggak 32:26 boleh begitu ya. Jadi kalau kalau ente 32:30 enggak enggak biasa tahajud, jangan 32:32 nyuruh istri ente tahajud. Enggak ada 32:34 gunanya, Fahri gitu. Nah, jadi ente 32:39 tahajud dulu. Kalau sudah rutin ente 32:42 tahajud yakin akan akan rutin baru ajak 32:46 istri kita ini baru satu kali aja 32:49 tahajud baru tumben-tumbenan tadi malam 32:52 tahajud pagi ke pagi istrinya mengeluh 32:55 lalu ngomong makanya katanya jadi orang 32:58 coba tahajud ya jangan molor melulu baru 33:02 satu kali udah begitu akhirnya istrinya 33:05 ikut tahajud dianya per akhirnya nah ini 33:08 kagak beres pari 33:10 Ya. Baik. Dilanjutkan 33:13 Fahri itu apa namanya? Semua itu 33:16 makam-makam yang sebelumnya itu menjadi 33:19 mukadimah bagi apa namanya ini bagi 33:23 mahabbah. Nah, sekarang di dalam 33:25 pembahasan mahabbah ini ada beberapa 33:29 subbahasan yang akan kita kaji. Sub 33:33 pertamanya adalah dalil ya, dalil syarak 33:39 Al-Qur'an maupun hadis dan 33:42 maqalah-maqalah ulama salafus saleh 33:46 tentang mahabbah nih. Jadi pagi ini eh 33:50 maaf sore ini kita akan membahas sub 33:53 pertama 33:54 ya. 33:56 Heeh. Nah, para pendengar hadia 33:59 silaturahim yang dirahmati Allah. Semua 34:02 ulama Islam ya itu sudah sepakat 34:06 bahwasanya cinta kepada Allah dan 34:09 rasulnya adalah kewajiban. 34:12 Dan mencintai Allah dan Rasul-Nya itu 34:17 wajib ditempatkan oleh kita di atas 34:21 kecintaan kita kepada yang 34:24 lainnya. Artinya kecintaan kepada Allah 34:27 dan Rasul ini tidak menafikan kecintaan 34:31 kepada 34:32 selainnya. Enggak ada larangan. Boleh 34:35 kita 34:36 mencintai apa nam yang lain dan itu 34:39 tidak 34:40 dipungkiri ya. bahwa seorang suami akan 34:44 mencintai istrinya, mencintai anaknya, 34:47 mencintai hartanya, mencintai 34:50 kendaraannya, mencintai usahanya. Itu 34:53 sudah apa namanya? Sebuah 34:56 keniscayaan. Enggak bisa dipungkiri dan 34:58 itu tidak salah. Tapi kecintaan kepada 35:02 semuanya itu tidak boleh melebihi 35:04 kecintaannya kepada Allah dan 35:07 Rasul-Nya. Nah, ini nih nih gitu ya. 35:11 Dan itu wajib menempatkan Allah dan 35:14 suruh Rasul di atasnya. Kenapa bisa 35:16 begitu? Saya tidak apa namanya nanti 35:19 akan kita ee buka 35:22 ya. Allah Subhanahu wa taala berfirman, 35:26 "Yuhibbuhum wa 35:27 yuhibbunah." Allah mencintai mereka. 35:30 Mereka pun mencintai Allah. Walladzina 35:33 amanu asyaddu hubban lillah. Dan 35:37 orang-orang beriman itu sangat mencintai 35:40 Allah. Kata Allah begitu. Orang-orang 35:42 beriman itu sangat mencintai. Asyaddu 35:45 khubban 35:47 lillah. Ya. Dan masih banyak lagi 35:51 ayat-ayat lainnya yang menerangkan 35:53 tentang mahabbah. 35:56 Dan itu kata-kata walladzina amanu 35:59 asyadu hubban lillah menunjukkan 36:03 bahwasanya tingkat mahabbah orang itu 36:07 berbeda-beda. Nah, tingkat mahabat itu 36:11 berbeda-beda. Nah, kalau ada pertanyaan 36:13 apakah maksiat itu akan menghalangi 36:16 mahabbah atau tidak? Tidak. Ya, orang 36:20 maksiat 36:22 maksiat enggak menutup ke enggak menutup 36:26 kemungkinan dia itu mahabbah kepada 36:28 Allah. Artinya kepada Rasulullah dia 36:30 maksiat tapi tetap cinta kepada Allah. 36:33 Cinta kepada Rasulullah ya enggak 36:36 menutup yang demikian. 36:42 Ee kemudian Allah ee di dalam ee di 36:47 dalam beberapa hadis ya itu banyak 36:51 sekali menerangkan masalah ini. Abu 36:54 Razin itu pernah berkata, "Ya 36:57 Rasulullah, mal iman." Wahai Rasulullah, 37:00 iman itu 37:01 apa? 37:04 Qyakunallahuluhu ahabika mimma siwahuma. 37:09 Kata 37:10 Rasulullah, "Iman itu bahwa Allah dan 37:14 Rasul-Nya lebih kamu 37:17 cintai ya daripada selain 37:22 keduanya. Allah dan Rasul-Nya lebih kamu 37:25 cintai daripada yang 37:27 lainnya." Nah, itulah kata Rasulullah 37:33 iman. Hmm. 37:36 Dalam hadis lain, la yminu ahadukum 37:39 hatta yakunallahu waasuluhu ahabba 37:42 ilaihi mimma siwahuma. Tidak beriman 37:46 seseorang ya tidak beriman katanya 37:50 seseorang dari kamu sehingga Allah dan 37:53 rasulnya lebih ia cintai daripada yang 37:57 lainnya. Kata la yukminu ahadukum. 38:01 tidak beriman ini bukan berarti kafir. 38:06 Awas ya. Maksudnya adalah tidak sempurna 38:11 imannya ya. Tidak sempurna. Sebab di 38:13 sini kalau kalau la yukminu ahadukum 38:17 hatta yakunallahu waasulu 38:20 ahabawaum. Tidak beriman seorang dari 38:22 kamu sehingga Allah lebih dia dan 38:24 rasulnya lebih cintai daripada yang 38:26 lainnya. Berarti kalau ada orang yang 38:28 lebih mencintai e rasulnya maka dia 38:31 kufur. Ya enggak 38:33 begitu ya. Enggak begitu. Tetap iman 38:37 cuma lemah imannya yang begitu ya. 38:41 Karena ee enggak ngerti iman itu 38:44 sebenarnya 38:45 apa. Jadi jangan terlalu gegabah juga 38:49 kita ini ketika ee menafsirkan hadis ya. 38:55 Ada orang berkata begini, "La shataril 38:58 masjid illa fil masjid." Tidak ada salat 39:02 bagi orang yang bertetangga di masjid 39:05 kecuali di masjid. Berarti kalau orang 39:07 bertetangga dengan masjid, salatnya di 39:10 rumah itu berarti sama dengan dia tidak 39:13 salat lah. Kalau tidak salat berarti 39:15 kafir. Gimana itu ngartiin hadis begitu 39:18 ya? Ya, enggak seperti itu. Bukan 39:21 layukmin tidak beriman itu berarti 39:25 kafir. Tidak sempurna iman seseorang. 39:28 Imannya ada cuma enggak 39:31 sempurna. Ya, enggak sempurna. 39:34 Nah, dulu ada seorang ee dai ustaz ya, 39:39 itu di televisi terang-terangan dia 39:42 mengatakan begini, orang-orang mukmin 39:46 apakah itu mau ustaz mau kiai apabila 39:49 dia merokok ya maka ee 39:54 keimanannya imannya belum sempurna. Nah, 39:58 kata saya lah orang ngukur iman kok 40:01 dengan rokok ini dari mana gitu ya. 40:05 Nah, ini apa 40:08 namanya? Enggak seperti itulah ya. 40:11 Mualim Syafi'i itu ulama besar 40:14 Jakarta ya, Alim luar biasa alamah dia 40:18 ini. Mbah Mahrus Ali 40:22 ya, pengurus apa nam ee pengasuh Pondok 40:25 Pesantren Lirboyo dan sebagainya. Wow. 40:28 Rama alim-alim semuanya. jauh lebih alim 40:31 daripada ustaz yang ngomong begitu ya. 40:34 Enggak. Mereka itu ngerokok ya. 40:37 Ngerokok. Saya bukan mendukung orang 40:39 yang ngerokok Fahri ya. Ya. Saya sangat 40:44 setuju orang-orang itu enggak ngerokok 40:47 gitu. Saya juga enggak ngerokok Pari ya. 40:51 Eah lihat saya ngerokok. Nah gitu pari 40:56 ya. Nah cuma gitu ya. Jangan karena 41:00 sampean enggak ngerokok, lalu 41:03 merendahkan yang 41:04 ngerokok. Jangan karena Anda merokok 41:07 enggak cocok dengan ustaz yang enggak 41:10 ngerokok. Ya enggak begitulah jadi orang 41:13 ya. Nah, 41:16 gitu nih. 41:18 Fahri. Saya ini di 41:21 Jakarta ngajar dari 41:24 tahun 41:25 5 sudah berapa tahun ya? 41:30 Selama saya ngajar di Jakarta belum 41:33 pernah waktu ngajar ada orang ngerokok. 41:36 Belum 41:38 pernah Jakarta itu memang paling rapih 41:40 lah kalau dalam masalah 41:42 taklim. Begitu di kampung kelahiran saya 41:46 ya, kampung kelahiran saya itu di Subang 41:49 Pari. Walaupun nenek ee kakek nenek saya 41:52 dari Cirebon, tapi saya lahirnya di 41:54 Subang di Pegaden Baru namanya. 41:58 lah itu kalau kalau ngaji di musala itu 42:02 asbak berjejr pari yang ngajar di sana 42:05 abang saya rutin abang saya itu ee 4 42:09 hari di Jakarta 3 hari di sana di Subang 42:12 jadi dia pengin membangun kampungnya 42:14 sendiri rela setiap minggu dia 42:16 pulang ya untuk membangun kampung lah 42:20 itu ketika ngaji Pak Hari ya pada ngebul 42:24 pada ngerokok nah lah Saya kan protes 42:28 sama abang saya gitu ya, Bang. Kata saya 42:33 ini apa-apaan ini ngaji begini gitu kan. 42:36 Ngaji pada 42:38 ngebul. Lalu abang saya nanya begini. 42:41 Baiklah, katanya Jazuli katanya nih 42:44 kalau katanya mereka dibiarkan ngerokok, 42:49 mereka diam di musala ini ya ngaji. Jadi 42:54 sambil ngaji ngerokok atau sambil 42:58 ngerokok 43:00 ngaji. Tapi kalau kita larang mereka 43:03 ngerokok, Jazuli mereka 43:06 pulang enggak ngaji, ngerokoknya tetap 43:09 jalan ya. Ngerokoknya jalan, ngajinya 43:13 enggak. Mana yang kamu pilih, 43:16 Jazuli? Merok enggak ngaji atau merokok 43:20 sambil ngaji? Oh, iya ya, ya, ya. 43:22 Katanya, terusinlah, terusin ngerokok 43:24 dah. Nah, ya kan lebih baik ngerokok 43:27 tapi juga ngaji daripada ngerokok. 43:30 Enggak ngaji nih ulama tuh ulama salaf 43:33 Wali Songo dulu dakwahnya begini. 43:37 Fahri enggak galak 43:40 ya. Wah neraka udah begitu. W bencinya 43:44 sama orang ngerokok. Padahal dia juga 43:46 dulunya ngerokok. Kadang-kadang begitu 43:49 ya. Cobalah ikuti para ulama nih. Jadi 43:54 kembali ini bukan masalah karena kita 43:57 doyan atau enggak doyan ngerokok. Dakwah 44:00 ini 44:02 masalahnya dakwah 44:06 ya. Nah, ternyata Fakari itu yang 44:09 tadinya asbab 44:11 20 kemudian 44:13 berkurang jadi 44:16 19 minggu atau 2 minggu atau sebulan 44:19 bulan 44:20 berikutnya kurang lagi jadi 44:23 18. Yang tadinya begitu masuk langsung 44:27 bakar rokok ya. 44:30 Lama-lama mau ngerokok tengok-tengok 44:33 dulu nunggu ada orang bakar ya. Kalau 44:37 sudah ada satu aja cres bakar. Wah udah 44:40 pada ngerogok kantong padang. Itu 44:42 artinya sudah berubah 44:45 pari ya. Itu namanya sudah berubah. 44:50 Nah, di sinilah ada 44:53 mahabbah, ada kecintaan untuk selamat 44:57 orang ini. Bagaimana? 45:00 Hm. Ini jadi jangan ngikutin karena 45:05 dirinya enggak ngerokok. Ya, ini kalau 45:08 bicara bab masalah rokok. Begitu juga 45:11 yang lainnya ya. Ini salah satu contoh 45:16 saja. Baik. 45:19 Jadi demikian lainul abdu 45:22 yuldu akuna ahli aj. Jadi kata 45:28 Rasulullah tidak sempurna iman seorang 45:31 hamba akuna ahabai ahli. Sehingga aku 45:35 lebih dia cintai daripada 45:38 keluarganya, hartanya dan semua manusia. 45:43 Ketika sahabat Umar sudah memeluk agama 45:46 Islam, 45:47 Fahri, Rasulullah bertanya kepada 45:50 sahabat 45:51 Umar, "Ya Umar, apakah ee kau cinta 45:56 kepadaku?" "Tentu saja Rasulullah, saya 46:00 mencintaimu ya ee melebihi kecintaan e 46:05 kecintaan saya kepada siapapun dan 46:08 kepada apapun selain diri saya. 46:12 gitu kata sahabat. Artinya sahabat Umar 46:16 itu lebih mencintai dirinya daripada 46:21 Rasulullah. Kenapa sahabat Umar berkata 46:24 begitu? Karena menurut sahabat Umar 46:28 enggak ada orang mencintai orang lain 46:31 melebihi kecintaannya pada dirinya 46:33 sendiri. Enggak ada 46:35 itu. 46:38 Nah, ini wajar kalau sahabat Umar ini 46:42 mengatakan demikian. Umumnya manusia 46:45 juga adalah ya seperti 46:48 itu ya jika tidak ada hubungannya dengan 46:52 Rasulullah atau Allah. 46:55 Nah, tapi karena ini hubungannya dengan 46:57 Rasulullah, maka kata Rasulullah, Rasul 47:00 enggak salahkan 47:01 dia. Ya, ketika ada orang bertanya, 47:04 "Rasulullah, saya punya uang 47:06 banyak. Apa yang harus saya lakukan 47:09 dengan uang saya itu?" Kata 47:10 Rasulullah, "Infakkan buat dirimu." "Oh, 47:14 buat diri saya sudah ada 47:16 Rasulullah. Untuk anak istrimu, untuk 47:20 anak, untuk istri sudah ada." Ya. Ya. 47:23 Selanjutnya kata Rasulullah ya, kamu 47:26 lebih tahu kenapa Rasulullah 47:29 menyebutkan dirimu? Ya, karena semua 47:34 orang mencintai dirinya melebihi 47:37 kecintaan kepada yang 47:40 lain. Nah, kan seperti itu. Jadi 47:45 maklum. Nah, begitulah sahabat Umar. 47:48 Lalu Rasulullah bersabda begini. 47:51 Ya la yminu ahadukum hatta akuna ahabba 47:57 ilaihi min 48:00 ahli 48:03 aj ya min waladihi waidihi gitu tuh ya 48:09 belum sempurna iman 48:12 seseorang sehingga aku lebih ia cintai 48:16 daripada dirinya daripada anaknya 48:20 daripada bapaknya, daripada hartanya, 48:24 dari semua 48:26 manusia. Sahabat Umar itu Fahri yakin 48:29 betul kalau Rasulullah itu 48:32 benar. Walaupun dia enggak sependapat, 48:35 enggak paham di mana letak kebenarannya 48:39 Rasul, tapi keyakinan dulu yang penting. 48:41 Nah, ini 48:42 iman. Ini iman 48:45 ya. Nah, karena pendapat dia beda dengan 48:49 rasul. Maka menurut sahabat Umar dirinya 48:53 salah, cuma dirinya juga tidak tahu di 48:56 mana letak salahnya. 48:59 Jadi, letak benarnya Rasulullah dia 49:02 enggak tahu, letak salahnya dirinya juga 49:05 tahu, tapi dia yakin. Ini 49:08 penting. Nah, ini adalah sebuah 49:11 pelajaran yang berharga bagi kita 49:14 bahwasanya apapun yang datang dari 49:18 Allah, yang datang dari Rasul, kalau itu 49:21 adalah sahih, maka harus kita letakkan 49:24 di atas kepala kita. Walaupun isi kepala 49:27 kita tidak memahaminya. 49:30 Fahri sahabat Umar kan enggak paham di 49:33 mana letak benarnya Rasul dan di mana 49:36 letak salah dirinya. Enggak paham, 49:38 enggak ngerti. Menurut dia enggak masuk 49:40 akal. Tapi iman dia luar biasa. Dia 49:44 yakin Rasulullah benar dan itu dia harus 49:48 tahu. Ini yang akan membawa kepada 49:52 tumakninahnya 49:53 hati gitu ya. Maka sahabat Umar kemudian 49:58 merenung 49:59 dia, tafakur 50:02 ya, dia pikirkan. Nah, inilah yang kata 50:06 Nabi, tafakur saah kirun min ibadati 50:08 sanah. Berpikir 1 jam itu lebih baik 50:12 daripada ibadah 1 tahun. Ya, ketika kita 50:16 mendayagunakan pikiran kita. 50:20 ijtihad. Dalam renungan itu, Fahri, 50:25 sahabat 50:26 Umar mengingat perjalanan hidupnya. 50:30 Selama ini aku berada di tepi jurang 50:33 neraka. Wauntum ala syafa khufratim 50:37 minanar. Dulu kalian semua kata Allah 50:39 berada di tepi jurang 50:42 neraka. Jadi kata sahabat Umar, selama 50:44 ini aku berada di tepi jurang. Tinggal 50:46 nyemplung doang nunggu mati. 50:50 Tapi anakku, istriku ya dan semua 50:54 orang-orang yang aku cintai, aku bela, 50:57 aku lindungi, satu pun tidak ada yang 51:01 coba menyelamatkan aku dari tepi jurang 51:04 itu. Anak istrinya. Malah gilanya lagi 51:08 anak istrinya itu 51:10 mendukung berdiri berjejer di tepi 51:12 jurang bersama-sama didukung kesesatan 51:16 dia. Nah, akhirnya dan ternyata yang 51:22 menyelamatkan aku dari tepi jurang itu 51:25 adalah Rasulullah. 51:27 Dialah yang menuntun aku dari tepi 51:30 jurang itu dan dibawanya aku ke taman 51:33 yang sangat indah yaitu taman 51:37 Islam. Nah, jadi kata sahabat, "Wah, 51:40 langsung sahabat Umar girang sekali 51:42 ditemukan jawaban." Hm. Ini 51:46 jawaban ya. Selama ini aku tidak 51:50 mencintai diriku. Anak istriku juga 51:53 tidak ada yang mahabbah kepadaku, yang 51:55 mencintaiku. yang mencintai aku cuma 51:58 Rasulullah. Cuma 52:00 Rasulullah. Karena itulah Rasulullah 52:02 yang menyelamatkan aku dari tepi jurang. 52:05 Kalau Rasul lebih mencintai aku daripada 52:08 aku sendiri, ya aku harus mencintai 52:10 Rasul melebihi kecintaanku pada diriku 52:13 sendiri. Ditemukan tuh jawabannya berkat 52:16 tafakur. Pak 52:18 Hari bisa ngerti sekarang ya? Kenapa 52:21 kita wajib mencintai Rasul melebihi 52:22 kecintaan dirinya sendiri? Itu jawaban 52:25 sahabat Umar ketemu begitu. Maka 52:27 besoknya sahabat Umar, "Demi Rasulullah, 52:29 Rasulullah, demi Allah ya engkau lebih 52:33 aku cintai daripada diriku sendiri." 52:36 Coba Rasulullah sallallahu alaihi 52:39 wasallam 52:41 senang. Ah, senangnya Rasul itu 52:43 sebenarnya bukan ucapan sahabat 52:46 Umar karena dirinya lebih dicintai. Tapi 52:49 apa? Yang lebih membahagiakan Rasul itu 52:53 adalah 52:55 terbukanya akal iman sahabat 52:59 Umar. Gitu 53:01 tuh. Sebab ketika akal iman seseorang 53:04 sudah terbuka, jawaban Umar akan 53:07 ditemukan oleh 53:09 siapapun. Oleh siapapun akan ditemukan. 53:12 Dan kalau orang sudah seperti ini ya, 53:17 ini orang enggak mungkin dia akan 53:19 meninggalkan Islam. Enggak mungkin dia 53:22 itu akan membenci Nabi Muhammad ya, 53:25 meninggalkan Islam. Kenapa? Karena akal 53:28 imannya sudah 53:32 terbuka gitu ya, Fahri. 53:36 Nah, kalau Rasul saja harus kita cintai 53:39 lebih dari dari diri sendiri, apalagi 53:42 Allah Subhanahu wa 53:44 taala. Tentunya 53:46 begitu ya. Kalau Nabi sayang kepada kita 53:51 luar 53:52 biasa, ternyata Allah lebih sayang 53:56 lagi. Allah tuh lebih sayang lagi. 54:00 Fahri ya. Allah mengatakan kepada Nabi 54:03 Muhammad, "Ya 54:05 Muhammad, a umatmu kamu sendiri yang 54:10 menghisab, ya Allah." Apa kata 54:13 Rasulullah? "Tidak, Ya 54:15 Allah. Engkau lebih mencintai 54:19 umatku daripada 54:23 aku." Iya. Jadi Allah lebih cinta kepada 54:26 umatnya Nabi Muhammad dari kecintaannya 54:29 Nabi Muhammad kepada umatnya. Dan ente 54:33 harus yakin itu Pak Hari. 54:35 Kenapa? Ya kalau Nabi Muhammad lebih 54:38 cinta kepada umatnya daripada Allah, 54:40 berarti Allah enggak arhamurrahimin 54:43 lagi. Ada yang lebih arham di situ, 54:46 yaitu Nabi Muhammad. Dan itu enggak 54:49 mungkin. Yai, pihai. Paham itu ya? Nah, 54:53 ini jadi kalau Nabi Muhammad sayangnya 54:56 kepada umatnya kayak begitu, apalagi 54:59 Allah Fahri. Ya lah ini lah kok ada 55:03 orang Islam kemudian putus asa, takut 55:07 ini nantinya gimana ya masuk neraka 55:11 kalau saya mati ya berjihad nanti 55:13 bagaimana dengan anak istri saya mana 55:16 masih kecil-kecil. Bahkan Allah lebih 55:18 sayang kepada umatnya daripada kita. 55:22 Daripada nabi apalagi daripada 55:25 kita. Sudah kita titipkan kepada Allah 55:28 Fahri 55:29 ya. Nih ini mahabbah nih Pak Hari ni 55:35 mahabbah ya. Nah itulah ee selanjut ee 55:40 coba nanti dilihat di dalam surah Taubat 55:43 ayat 24.l 55:45 in abukum wa abnaukum wa ikwanukum wa 55:50 azwajukum wa 55:52 asiratukum wa 55:58 [Tepuk tangan] 56:00 amwarak aakum 56:08 minallahulihinallahu wallahu 56:12 yahdilal katakanlah jika 56:15 ayah-ayahmu, 56:17 anak-anakmu 56:19 ya, kemudian 56:21 saudara-saudaramu, pasangan hidupmu, 56:25 istri-istrimu, kerabatmu, keluargamu, 56:28 harta 56:29 perniagaanmu, ya itu usahamu, dan juga 56:34 adalah ee perniagaan yang kamu takutkan 56:37 ruginya tempat tinggal yang kamu sukai 56:40 lebih kamu cintai daripada Allah dan 56:43 rasulnya. dan dia di jalan Allah, maka 56:45 tunggu sampai Allah mendatangkan 56:49 keputusannya, mendatangkan amrnya. Amr 56:52 itu enggak bisa diterjemahkan ke dalam 56:55 bahasa 56:58 Indonesia ya. Karena sesuatu yang luar 57:02 biasa yang hanya Allah yang tahu itu amr 57:05 itu amr itu untuk hal yang seperti 57:09 itu. 57:12 Amri ya. Mereka akan bertanya kepadamu, 57:16 katanya Muhammad tentang ruh. Jawab oleh 57:18 kamu Muhammad, ruh itu adalah amr 57:22 Allah. Hm. Ini enggak ada yang tahu. 57:24 Sudah kalau sudah bicara masa amplas itu 57:26 sesuatu yang luar biasa dijelaskan juga 57:31 enggak bakal 57:32 ngerti. Dan Allah tidak akan memberikan 57:36 hidayah kepada orang fasik. Artinya 57:39 kalau kita mencintai ya selain Allah dan 57:43 Rasul-Nya lebih daripada Allah dan 57:45 Rasul-Nya maka kita masuk ke dalam 57:48 kelompok 57:49 fasikin. Wallahu la yahdilal fasikin. 57:53 Kata Allah 57:56 begitu lah. Ada orang kok nabinya 57:59 dihina 58:01 malah cicing wae ya. 58:04 Nah, ini awas 58:07 hati-hati. Inilah mengenai sub pertama 58:11 masih ini baru ayat ya nanti dengan 58:13 dengan ee dengan akhbar yang lainnya 58:16 akan kita bahas lagi pada pertemuan yang 58:18 akan datang. Ini sudah jam 5. Fahi ya. 58:22 Jadi ini dulu yang bisa saya sampaikan. 58:25 Mudah-mudahan kita semua walaupun bukan 58:28 muhibbin tapi oleh Allah dijadikan 58:31 dimasukkan ke dalam kelompok muhibbin. 58:34 Amin ya rabbal alamin. Amin ya rabbal 58:35 alamin. Wallahuam. 58:37 Baik, demikian Iwan Nawat tausiah sore 58:39 bersama Ustaz Ahmad Zazuri Kholil dengan 58:42 tema mahabbah atau cinta. Mahabah sebuah 58:46 makam tertinggi dalam Islam ya. Dan yang 58:48 ingin bergabung silakan Iwan Ahwat yang 58:50 ingin bertanya silakan kirim 58:52 pertanyaannya melalui WhatsApp kami di 58:58 0811999720. Kami segera kembali. 59:01 [Musik] 59:03 [Tepuk tangan] 59:04 [Musik] 59:06 [Tepuk tangan] 59:10 [Musik] 59:12 [Tepuk tangan] 1:00:09 Oh. 1:00:18 [Tepuk tangan] 1:00:23 [Musik] 1:01:11 [Musik] 1:01:12 [Tepuk tangan] 1:01:15 [Musik] 1:01:20 [Tepuk tangan] 1:01:22 [Musik] 1:01:24 [Tepuk tangan] 1:01:26 [Musik] 1:01:27 [Tepuk tangan] 1:01:29 [Musik] 1:01:33 [Tepuk tangan] 1:01:36 H 1:01:45 Hasil untuk Islam yang satu masih 1:01:47 bersama kami ikhwan akhwat di acara 1:01:49 tausiah sore kaji kajian akidah akhlak 1:01:52 bersama Ustaz Ahmad Zuri Kholil mengenai 1:01:54 mahabbah tema kita di sore hari ini. 1:01:57 Sudah banyak WhatsApp yang masuk ustaz. 1:01:59 Saya bacakan saja. Ini WhatsApp yang 1:02:01 pertama saya akan bacakan datangnya dari 1:02:04 Ibu Hesti di Bogor. Pak Ustaz, 1:02:07 asalamualaikum warahmatullahi 1:02:08 wabarakatuh, Ustaz Ahmad Zuriri Kholil. 1:02:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:12 wabarakatuh. Ustaz, bagaimana caranya 1:02:14 seorang hamba bisa mengetahui bahwa 1:02:17 sesuatu itu dicintai dan diridai Allah? 1:02:20 Dan ee apa tandanya cinta seorang hamba 1:02:24 kepada Rabbnya? 1:02:27 Baik. 1:02:32 Bismillahirrahmanirrahim. Bagaimana kita 1:02:34 tahu bahwa sesuatu itu dicintai oleh apa 1:02:39 namanya? Rabb, oleh Allah 1:02:43 ya. Dan bagaimana ee ciri-ciri orang apa 1:02:48 ciri-ciri orang yang mahabbah kepada 1:02:51 Allah gitu ya. H. Nah, kalau mengenai 1:02:54 ciri-ciri orang yang dicintai oleh Allah 1:02:57 Subhanahu wa taala ya enggak jauhlah 1:03:00 dengan ee ciri-ciri orang yang cinta 1:03:03 kepada 1:03:05 Allah. 1:03:07 Ee tanda orang 1:03:12 cinta 1:03:14 begini. Kalau kita nih ini apa namanya? 1:03:19 Saya bikin ini aja ya ee kias dulu. 1:03:23 Kalau kita sedang jatuh cinta kepada 1:03:26 seseorang, apa yang kita 1:03:28 inginkan? Tentu adalah bertemu dengan 1:03:31 yang dicintainya. Iya, Pari. Iya. Ah, 1:03:36 anak muda yang lagi ke semsem ya itu 1:03:39 seminggu sekali paling tidak wajib apel. 1:03:42 Kenapa? Karena pengin ketemu dengan yang 1:03:46 dicintainya. Itu cirinya orang yang 1:03:48 cinta. 1:03:49 Jadi kalau orang yang cinta kepada 1:03:52 Nabi, maka keinginannya dia setiap saat 1:03:56 bersama 1:03:58 Nabi. Ya, rindu kepada 1:04:01 Nabi. Kalau orang cinta kepada Allah, 1:04:04 maka dia pengin segera bertemu dengan 1:04:08 Allah. Betul ya, Pari? Bisa dipahami? 1:04:12 Bisa. Sekarang pertanyaannya begini. 1:04:17 Apakah kita di dunia ini bisa bertemu 1:04:19 dengan Allah? 1:04:21 Enggak 1:04:22 mungkin. Orang baru bisa ketemu dengan 1:04:25 Allah itu kalau sudah mati. Artinya ciri 1:04:30 orang yang mahabbah, benar-benar 1:04:32 mahabbah kepada Allah, dia sangat 1:04:34 mendambahkan, merindukan 1:04:38 kematian gitu. Nah, sekarang kita tanya 1:04:42 pada diri 1:04:43 sendiri ya. kita ini ingin sekali mati 1:04:47 atau takut banget sama 1:04:50 mati? Ya, kita jaga 1:04:55 jarak dalam 1:04:57 salat. Apa itu ciri mahabah? Apa ciri 1:05:00 orang? Ciri orang yang pengin ketemu 1:05:02 Allah apa ciri orang yang pengin enggak 1:05:05 ketemu 1:05:06 Allah? Apa kalau kita salaman? 1:05:10 Ya, enggak mau sekarang salaman ini 1:05:13 karena takut kena 1:05:16 apa? Ah, sampai sikunya 1:05:19 doang. Renungkan, tanya pada diri 1:05:22 sendiri. Ini ciri orang yang cinta 1:05:25 kepada Allah apa takut mati? Artinya 1:05:28 enggak pengin segera ketemu dengan 1:05:30 Allah. Jawabannya ada pada diri kita 1:05:33 masing-masing. H. 1:05:36 Itu cirinya. 1:05:38 Makanya Syekh Junaidi 1:05:41 Albaghdadi mengatakan begini, eh Syekh 1:05:44 Ibrahim bin Adham, seandainya di Basrah 1:05:49 di Baghdad 1:05:51 ini sungai-sungai di Baghdad 1:05:54 mengalirkan cairan 1:05:56 emas, sedikit pun hati saya tidak 1:05:59 tergerak untuk pergi ke sana. 1:06:02 Tapi kalau ada orang 1:06:04 mengatakan ada sebuah tiang atau pohon, 1:06:08 siapapun yang menyentuhnya dia akan 1:06:10 mati. Sayalah orang pertama yang akan 1:06:14 menyentuhnya karena kerinduanku untuk 1:06:17 bertemu dengan Allah. Itulah 1:06:20 muhibbin. Itulah muhibb. Ya, itu 1:06:25 cirinya. Nah, kita ini belum masuk ke 1:06:28 situ. Yang kedua, paling tidak begini. 1:06:32 Mungkin kalau kita 1:06:34 ya seandainya kekasih kita, orang yang 1:06:37 sangat kita rindukan, Ibu sangat kita 1:06:41 dambakan 1:06:43 pertemuannya ada di sebuah 1:06:45 terminal yang dekat dengan rumah kita. 1:06:49 Tiba-tiba dia apa namanya? Nelepon kita, 1:06:54 "Ya, Mas atau Dek, saya ada di terminal 1:06:59 anu ya." Insyaallah dalam 15 menit atau 1:07:03 30 menit saya akan sampai di rumah. Ya 1:07:07 Allah, kayak apa sebenarnya girangnya 1:07:10 kita mau bertemu dengan kekasih kita? 1:07:12 Tapi sayang rumah kita masih berantakan. 1:07:15 He. Karena itu kemudian berkata begini, 1:07:19 "Ya Allah, kenapa sekarang datangnya? 1:07:22 Coba kalau nanti besok ya biar saya 1:07:26 rapikan dulu ini rumah biar pertemuan 1:07:29 itu tidak terganggu oleh apa namanya 1:07:31 berantakannya 1:07:32 rumah. Mungkin kita begitu barangkali 1:07:35 Pak Hari. Iya betul. Ya Allah bukan 1:07:37 enggak pengin mati sekarang tapi ini 1:07:40 hati saya masih berantakan. Biarkan saya 1:07:43 menata hati saya memperbanyak amal saleh 1:07:47 dan Allah memberikan kesempatan itu 1:07:50 kepada kita. Ayo, mau benain enggak tuh 1:07:52 rumah kita yang 1:07:55 berantakan? Nah, itu ciri ciri kedu per 1:07:59 kedua. Nanti ciri-cirinya akan saya saya 1:08:01 sampaikan semua itu dua aja dulu ya 1:08:05 kepada Ibu penanya tadi dari Bogor ya. 1:08:07 Iya. Nah, sekarang cirinya orang yang 1:08:10 cinta kepada Allah itu di antara lain 1:08:13 begitu cirinya Allah itu bahwa Allah 1:08:17 mencintai orang itu bagaimana? Ya, itu 1:08:19 tadi itu sama tinggal dibalik aja. 1:08:21 Insyaallah kalau orang benar begini 1:08:24 dicintai oleh 1:08:26 Allah gitu. Makanya orang-orang ulama 1:08:30 enggak ada yang takut mati. Justru 1:08:33 mereka itu pengin apa namanya? Segera 1:08:36 mati. Kalau muhibbin. Muhibin. Kalau 1:08:38 enggak muhibbin juga enggak ada ulama 1:08:41 yang takut mati. Kenapa? Wong takut 1:08:43 enggak? Enggak takut juga pasti mati 1:08:45 kok. Betul. 1:08:47 Ya. 1:08:49 Innina 1:08:53 inina 1:08:57 inalutuum. Sesungguhnya kematian yang 1:09:00 kamu semua pada lari darinya, kematian 1:09:02 itu akan mendatangi kamu. Kata Allah. 1:09:06 Ya. Ada corona enggak ada corona, kamu 1:09:09 bakal 1:09:11 mati. Hmm. Karena itu enggak perlu takut 1:09:14 mati. 1:09:16 Emangnya kalau takut mati enggak mati? 1:09:19 Bakal mati juga. Mati juga sama ya. Nah, 1:09:22 jadi kita jangan jangan apa namanya? 1:09:25 Bingung mati kena corona atau enggak 1:09:28 kena corona. Yang harus kita pikirkan 1:09:32 bagaimana kematian kita itu husnul 1:09:34 khatimah. Ya. Nah, biar sekarang Fahri 1:09:39 ente kena 1:09:40 corona. Kalau ajalnya belum datang 1:09:43 enggak bakal mati. 1:09:46 Ya, ente pasti sembuh karena ajalnya 1:09:49 belum datang. Tapi kalau ajalnya sudah 1:09:52 datang, enggak ada enggak kena corona 1:09:54 juga mati 1:09:56 ya. Oh iya. Begitu satu kena corona. 1:10:00 Walah udah 1:10:02 semuanya. Hm. Pek semuanya ya. Nah itu 1:10:07 sekarang sudah saya ngikut aja sudah 1:10:10 pari 1:10:11 ya. Iya. Nah. 1:10:15 Baik, begitu ya. Iya. Baik, 1:10:18 Ustaz. Selanjutnya pertanyaan dari Bapak 1:10:21 Ari, Ustaz di Bekasi. Asalamualaikum 1:10:23 warahmatullahi wabarakatuh. 1:10:25 Waalaikumsalam warahmatullah. Syukron 1:10:27 atas pencerahannya, Ustaz, di sore hari 1:10:29 ini katanya. Terus ee Ustaz mohon 1:10:33 nasihatnya bagaimana agar kita ini 1:10:36 selalu mendahulukan rasa mahabah kita 1:10:39 kepada sesama umat muslim daripada ego 1:10:43 diri sendiri dalam saling mengingatkan 1:10:45 dan saling menasehati hingga tidak 1:10:47 terjadi saling menyalahkan. Mohon 1:10:49 nasihatnya, Pak Ustaz. 1:10:53 Bismillahirrahmanirrahim. Enggak ada 1:10:55 perintah ya harus mendahulukan mahabah 1:10:58 kepada sesama. Enggak, enggak 1:11:01 begitu. Tapi kita itu harus 1:11:05 mahabah. Itu harus mahabah kepada apa 1:11:09 namanya? Pertama adalah Allah dan 1:11:13 Rasul-Nya. Nah, baru kemudian mahabbah 1:11:16 kepada lainnya, lain Allah dan Rasul, 1:11:20 ya. Nah, yang lainnya itu apa? 1:11:23 Ya, mahabah kepada umatnya Nabi, kepada 1:11:27 keluarganya Nabi. Kita tidak disuruh 1:11:30 mendahulukan mahabah kepada umatnya. 1:11:33 Enggak. Dalam hidup ini ada skala 1:11:37 prioritas ya. ada mana yang harus 1:11:41 diutamakan dan itu tidak mesti ee A dan 1:11:44 B itu enggak seperti itu. Bisa jadi kita 1:11:48 harus mendahulukan diri sendiri, bisa 1:11:50 jadi juga kita harus mendahulukan orang 1:11:53 lain. Tergantung nanti 1:11:55 situasinya gitu loh. Tergantung ya. 1:11:58 Apakah kita harus mendahulukan 1:12:00 kepentingan orang banyak daripada 1:12:03 kepentingan diri sendiri secara umum? 1:12:05 Iya. Tapi tidak selamanya seperti itu. 1:12:09 Kadang-kadang ya kita harus mendahulukan 1:12:11 kepentingan diri sendiri daripada 1:12:13 kepentingan orang lain. Ya, itu seperti 1:12:17 itu. Jadi yang penting adalah kita harus 1:12:22 mencintai orang lain seperti nah 1:12:26 mencintai diri sendiri 1:12:28 artinya kalau seperti mencintai diri 1:12:31 sendiri ya itu kecintaan kita kepada 1:12:35 orang lain tidak harus melebihi 1:12:37 kecintaan diri sendiri tetap kecintaan 1:12:39 pada diri sendiri itu utama. Hm. 1:12:42 baru kepada orang 1:12:44 lain punya duit ya, punya duit 1:12:48 Rp10.000 dalam keadaan 1:12:51 lapar. Nah, 1:12:53 kemudian lalu kita pengin sedekah apa 1:12:57 sudah dituntut kita sedekah sementara 1:13:00 itu sangat dibutuhkan oleh sendiri. Kata 1:13:03 Allah, 1:13:04 "Waasalunaka yunfiquunil afwa." 1:13:08 Mereka akan bertanya kepadamu, Muhammad, 1:13:10 apa yang yang harus kami infakkan? Kata 1:13:13 Allah, "Katakan olehmu yang lebih dari 1:13:17 yang kamu 1:13:19 butuhkan." 1:13:20 Artinya itu kita mendahulukan diri 1:13:23 sendiri. Ya, ada lebihnya bantu orang 1:13:28 lain, bukan membantu dulu orang lain, 1:13:31 baru kemudian diri sendiri enggak 1:13:33 seperti 1:13:34 itu, ya. Tapi kita mencintai orang lain 1:13:39 ya seperti kita mencintai diri sendiri. 1:13:42 Tuh kalimat itu tuh ya. Jelas berarti 1:13:45 kalau seperti mencintai diri sendiri 1:13:47 artinya kecintaan pada diri sendiri 1:13:50 lebih kepada yang lainnya. Tapi 1:13:53 kecintaan pada diri sendiri tidak boleh 1:13:56 lebih dari cinta kepada Allah dan 1:13:59 Rasul-Nya. Gitu ya. Kalau yang lainnya 1:14:02 boleh, tapi kepada Allah dan Rasul tidak 1:14:04 boleh. Wallahualam. 1:14:06 Baik. Dari Ibu Nia, Pak Ustaz di 1:14:08 Sukabumi. Asalamualaikum warahmatullahi 1:14:09 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:14:12 warahmatullahi wabarakatuh. Tadi Ustaz 1:14:14 katakan mahabbah itu memberi bukan 1:14:16 menerima. Berarti kalau kita memiliki 1:14:19 sifat mahabbah, hilangkan keinginan 1:14:21 berharap kepada orang lain. Bukankah 1:14:24 sikap ingin dicintai dan dihargai juga 1:14:27 ee sikap ingin dihargai orang lain 1:14:29 adalah sifat dasar manusia, Pak Ustaz. 1:14:31 Mohon pencerahannya. Baik. 1:14:38 Bismillahirrahmanirrahim. Manusia memang 1:14:41 senang ya mempunyai sifat pengin 1:14:44 dihargai, pengin dihormati, pengin 1:14:48 dicintai, tapi juga menjadi tabiat 1:14:51 manusia mempunyai sifat apa nam 1:14:55 kekecewaan ya, sakit hati itu sifat 1:14:59 juga. Nah, sekarang Allah ee kecewa dan 1:15:04 sakit hati itu kan satu sifat yang 1:15:07 enggak enak sekali kita rasakan. Siapa 1:15:09 yang pengin sakit hati? Siapa yang 1:15:11 pengin kecewa? Enggak 1:15:13 ada. Enggak ada. Nah, jadi ini kecewa 1:15:17 dan sakit itu adalah merupakan bahaya 1:15:21 yang selalu dihindari oleh manusia. Ya 1:15:24 kan? Iya. Sementara pujian atau tadi 1:15:29 penghargaan itu adalah sesuatu yang 1:15:34 manfaat buat kita. Senang kan kita kalau 1:15:37 dipuji. Nah, jadi ada manfaat, ada 1:15:41 madarat. Nah, sekarang kalau ada 1:15:44 dua manfaat dengan 1:15:47 madarat, apakah 1:15:50 madarat dulu yang ditolak? 1:15:56 Ya, menolak madarat itu lebih diutamakan 1:16:00 dari mengambil maslahat atau mengambil 1:16:04 maslahat itu lebih diutamakan dari 1:16:06 menolak madarat. 1:16:08 Coba perhatikan sekarang 1:16:10 baik-baik ya. Ah, Ibu siapa tadi? Ibu 1:16:16 Nia di Sukabumi. Ibu Nia ya. Ibu Nia ya. 1:16:21 Seandainya ibu melihat ah ibu lagi 1:16:25 salat kemudian melihat ada orang buta 1:16:29 berjalan mengarah ke sumur 1:16:32 tua. Bimbang dalam hati apa yang harus 1:16:35 saya lakukan. Ibu kemudian meneruskannya 1:16:37 salat sampai 1:16:39 selesai. Dan ternyata orang buta itu 1:16:42 nyemplung ke sumur 1:16:44 sampai airnya mati. 1:16:47 Apakah penyes ya menolong dulu ya? 1:16:50 Menolong dulu gitu. Tapi karena mungkin 1:16:53 Ibu enggak ngerti akhirnya ibu teruskan 1:16:55 salat. Padahal 1:16:57 Ibu untuk menghilangkan penyesalan yang 1:17:02 berkepanjangan, maka 1:17:04 Allah ya wajibkan ibu itu membatalkan 1:17:08 salat. wajib membatalkan 1:17:12 salatnya agar bisa menyelamatkan orang 1:17:16 buta tadi sehingga 1:17:19 ibu tidak akan mengalami penyesalan. 1:17:23 Yang ada kebahagiaan telah 1:17:26 menyelamatkan satu nyawa manusia. H ya 1:17:30 kan? Tapi kalau ibu teruskan salat, 1:17:34 orang buta itu nyemplung umpamanya mati, 1:17:38 maka ibu akan 1:17:40 terus 1:17:41 dihantui perasaan 1:17:44 bersalah. Ini Allah tidak ingin ini 1:17:47 terjadi pada kita 1:17:51 hamba-Nya. 1:17:53 Makanya itu yang akan menyesal 1:17:55 berkepanjangan ini didahulukan oleh 1:17:58 Allah dihilangkan. 1:18:01 Ibu berharap orang dapat pujian, 1:18:04 ternyata enggak dapat pujian dari orang. 1:18:07 Kesal jadinya ibu nyesal ya, 1:18:11 kecewa. Setiap ngelihat dia begitu lagi. 1:18:14 Setiap ngeliwat lama itu berkepanjangan. 1:18:17 Ah, karena itulah untuk menghilangkan 1:18:19 nih perasaan-perasaan yang bisa merusak 1:18:22 batin ibu, jangan 1:18:25 berharap kepada manusia. Sebab manusia 1:18:29 mungkin akan membalas, memberikan apa 1:18:33 yang kita inginkan, mungkin juga tidak. 1:18:36 Tapi kalau kita mengharapnya kepada 1:18:38 Allah, Allah pasti memberikan apa yang 1:18:41 ingin yang yang kita inginkan. Lalu 1:18:44 kenapa kita mengharapkan sesuatu yang 1:18:47 tidak pasti dan mengabaikan sesuatu yang 1:18:50 sudah pasti akan kita terima? 1:18:53 Wallahualam. 1:18:55 Ya, selanjutnya pertanyaan dari hamba 1:18:57 Allah, Pak Ustaz. Asalamualaikum 1:18:58 warahmatullahi wabarakatuh. 1:19:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:19:01 wabarakatuh. Ustaz, banyaknya 1:19:04 perselisihan di antara sesama manusia 1:19:06 bahkan seagama. Apakah ini tanda bahwa 1:19:09 dalam diri manusia zaman sekarang tidak 1:19:11 ada sifat mahabbah walaupun dia 1:19:14 beragama? Dan kenapa ada negara yang 1:19:16 mayoritas penduduknya bukan Islam tapi 1:19:19 perilaku masyarakatnya sangat islami, 1:19:21 mencintai dan menyayangi sesama dan 1:19:23 mengharga 1:19:26 Bismillahirrahmanirrahim. Kalau yang 1:19:27 dimaksud dengan perselisihan itu adalah 1:19:30 perselisihan di kalangan 1:19:33 ulama. Artinya perselisihan ini 1:19:35 perbedaan pandangan atau pendapat. 1:19:39 Kalau itu masalah adalah masalah 1:19:42 fikhiah, itu adalah masalah yang biasa, 1:19:45 bukan hal yang buruk, justru itu baik. 1:19:49 Tapi kalau perselisihan, perbedaan 1:19:52 pendapat, pandangan itu dalam masalah 1:19:55 usul, dalam masalah apa namanya akidah, 1:19:58 nah ini yang apa namanya yang enggak 1:20:01 beres, yang enggak benar ya. Itu seperti 1:20:05 ini buruk. 1:20:06 Nah, tetapi kalau perselisihan ini 1:20:09 dimaksudkan antara sesama umat Islam ya, 1:20:14 sering bertengkar gitu kan, 1:20:17 dukung-dukungan kayak sekarang ini di 1:20:20 sini 1:20:21 yaitu ada kalanya itu adalah namanya 1:20:24 politik ya. Kalau politik kan ee ada 1:20:29 dikataan begini, politik itu enggak 1:20:33 mengenal apa namanya ee teman atau 1:20:37 sahabat abadi. Yang ada adalah 1:20:39 kepentingan abadi. Kepentingan abadi. 1:20:42 Jadi sekarang berantem tapi kalau 1:20:45 kepentingannya sama ya udah enggak 1:20:47 berantem lagi 1:20:49 rangkul-rangkul. Tapi seminggu kemudian 1:20:52 karena kepentingannya beda, 1:20:53 jotos-jotosan. dalam politik itu ya 1:20:56 biasa seperti itu ya. Kalau kalau 1:20:59 politik ya begitu. Tapi kalau dalam 1:21:02 kehidupan yang 1:21:03 nyata nah kita ini untuk apa kita 1:21:07 ribut? Untuk apa kita 1:21:10 berselisih? Coba renungkan baik-baik 1:21:13 oleh kita ya. Maka pasti kita akan 1:21:16 menemukan jawaban bahwa semuanya ini 1:21:18 adalah omong kosong. Semua ini akan 1:21:21 merugikan diri kita sendiri. 1:21:23 Nah, kenapa di negara-negara yang bukan 1:21:27 agama Islam mereka mengerti tentang hak 1:21:29 asasi manusia, prinsip-prinsip atau 1:21:33 konsep-konsep Islam justru mereka 1:21:36 laksanakan? Di kita sendiri yang 1:21:38 mayoritas Islam tidak. Ini masalahnya 1:21:42 bukan masalah Islam atau tidak 1:21:45 Islam. Ini masalahnya adalah 1:21:50 pengetahuan. Ya. Iya. masalahnya 1:21:53 kesadaran gitu tuh. Masalahnya 1:21:57 kesadaran. Kesadaran dari mana? 1:22:00 Kesadaran menggunakan akal sehatnya 1:22:03 dengan baik tadi. Makanya kata Allah, 1:22:06 afala 1:22:07 takqilun. Begitu banyak ya, Saudara 1:22:11 dalam Al-Qur'an ayat yang memerintahkan 1:22:14 kita menggunakan akal sehat. 1:22:17 Sebab kalau orang menggunakan akal 1:22:19 sehatnya, enggak bakalan dia melakukan 1:22:22 perbuatan yang merugikan dirinya, 1:22:25 apalagi merugikan orang lain. Enggak 1:22:27 bakalan kalau menggunakan akal sehat. 1:22:29 Nah, itu mereka yang bukan 1:22:32 Islam juga orang Islam bisa melakukan 1:22:36 itu. Nah, tinggal sekarang siapa yang 1:22:39 melakukan kalau ternyata yang 1:22:41 menggunakan akal sehat itu adalah non 1:22:44 Islam, ya maka mereka ngerti apa itu 1:22:47 adalah hak asasi manusia. 1:22:50 Tapi kalau orang Islam enggak 1:22:52 menggunakan mau menggunakan akal 1:22:54 sehatnya, ya bukan karena Islamnya, 1:22:58 tetapi karena tidak mau menggunakan 1:23:00 perintah 1:23:02 Islam. Ini masalahnya. 1:23:04 Jadi jangan disalahkan 1:23:07 Islamnya, tapi orangnya itu tadi itu 1:23:10 kita kalau 1:23:12 umpamanya ya si ee kelompok anu kelompok 1:23:16 anu melakukan kesalahan disebutnya 1:23:19 adalah oknum. Tapi giliran orang Islam 1:23:23 disebutnya adalah Islamnya. Awas ini ada 1:23:27 orang yang menggiring opini ke sini gitu 1:23:29 ya. mau membuat citra Islam buruk itu 1:23:34 sudah dari dulu ini sudah di di apa 1:23:36 namanya diprogram seperti itu. Dan 1:23:39 agen-agnya itu adalah justru orang Islam 1:23:42 sendiri ya. Orang Islam sendiri. Maaf 1:23:45 ya, coba Ibu atau Saudara perhatikan. 1:23:49 setiap menjelang tanggal 25 Desember 1:23:53 pasti ribut tentang halal boleh dan 1:23:56 tidaknya atau haramnya mengucapkan 1:23:59 selamat apa namanya Natal dari dulu ini 1:24:03 dari dulu dari dulu ya kita ini mau aja 1:24:08 itu di diadu supaya kita jangan bersatu 1:24:11 gitu tuh para kiai ya kaum muslimin 1:24:15 bertengkar akhirnya kita sesama yang 1:24:18 mengatakan boleh, yang tidak boleh. 1:24:21 Padahal yang mengatakan boleh dalilnya 1:24:23 dari dulu sudah 1:24:25 jelas. Yang mengatakan haram dari dulu 1:24:28 sudah jelas. Gitu ya. Nah, makanya saya 1:24:32 ketika ditanya, "Pak Ustaz, apa hukumnya 1:24:35 Natal mengucapkan selamat Natal dan 1:24:38 baru?" Dari dulu ulama sudah mengatakan 1:24:41 ada yang mengatakan boleh, ada yang 1:24:43 mengatakan tidak boleh. Ada yang 1:24:45 mengatakan haram, ada yang mengatakan 1:24:46 tidak haram. dari dulu ini sudah ada ya. 1:24:49 Jadi enggak perlu lagi ini ditanyakan 1:24:50 lagi. Terserah sampean mau ke mana. 1:24:52 Punya tanggung jawab masing-masing 1:24:54 kepada 1:24:55 Allah. Akhirnya karena saya menyampaikan 1:24:58 hukumnya haram. Yang nerima, yang 1:25:00 mengatakan tidak haram balas lagi. 1:25:02 Padahal teman akhirnya berantem kita. 1:25:05 Jadi kita ini sudah ada yang 1:25:07 memancing ini. Masalah ini akan 1:25:09 ditimbulkan terus. Yang menimbulkan 1:25:11 masalah ini 1:25:12 siapa? Nah, ini pertanyaannya. kita ini 1:25:16 senang kok rupanya di diadu-adu begitu 1:25:19 dan itu kiai-kiai pada menyampaikan ya 1:25:22 di apa namanya entah YouTube-nya lain 1:25:25 sebagainya ya kata saya ee dalam hati 1:25:30 emang kita ini gampang banget diadu 1:25:32 enggak sadar yang bertanya ini siapa ya 1:25:36 awalnya dari man dulu masalahnya itu 1:25:39 sudah ada, sudah clear tinggal kita 1:25:41 pilih ya tuh tinggal kita pilih terserah 1:25:45 serah masing-masing kita punya tanggung 1:25:47 jawab gitu. Jadi enggak usah ribut lagi 1:25:50 masalah 1:25:51 itu ya. 1:25:54 Begitu. Nah, jadi persatuan ini adalah 1:25:57 yang penting kita ini bersatunya. Jangan 1:26:00 karena kita beda pendapat lalu kita 1:26:02 berbeda sikap. Abu Hanifah, Maliki, 1:26:05 Syafi'i, Hambali emang sama pendapatnya? 1:26:08 Tidak beda-beda. Beda. Mereka itu 1:26:11 berbeda pendapat apa mereka berantem? 1:26:14 Tidak. Tidak tidak pernah berantem. 1:26:16 Saling menghormati, saling memuliakan. 1:26:18 Kenapa? Karena ininya yang dipakai. Akal 1:26:21 sehat mereka yang 1:26:23 dipakai. Akalnya yang dipakai, bukan 1:26:26 okolnya. Kata orang Jawa. Nah, kita ini 1:26:29 lagi lebih banyak menggunakan okol 1:26:32 daripada akal. Akhirnya begini kita 1:26:35 berantem. Makanya Allah begitu banyak 1:26:38 dalam Al-Qur'an mengatakan, "Afala 1:26:40 takqilun?" Apa kalian tidak berakal? 1:26:42 Afala tatafakarun. Apa kalian tidak 1:26:45 berpikir tazkiratanil albab? Kurang 1:26:48 apalagi itu ayat menjelaskan kepada 1:26:50 kita. Lalu kapan sadarnya kita? Dan yang 1:26:54 justru yang apa namanya mengungkapkannya 1:26:58 begini adalah yang disebut dengan ulama. 1:27:01 Maka benar kata Nabi, di akhir zaman 1:27:03 nanti fitnah itu akan keluar dari ulama 1:27:07 dan kembali akan menyerang kepada ulama. 1:27:10 kelakuan mereka sendiri 1:27:12 masalahnya ya. Bagaimana Pak Hari? Jelas 1:27:16 ya? Jelas. Udahlah. Jadi kita enggak 1:27:19 usah ribut lagi ya. Masalah cadar 1:27:23 diributin. Masalah celana cingkrang 1:27:25 diributin. Jidadin 1:27:28 diributin. Ahah. Jidat-jidat dia mau 1:27:30 dihitin mau apa? Celana cingkrang. Wong 1:27:33 celana-celana dia pakai badan-badan dia. 1:27:37 Kenapa kita yang ribut? Kita enggak suka 1:27:39 tinggalin selesai. Yang suka maulid 1:27:42 jalankan, yang enggak suka maulid 1:27:44 tinggalin selesai. Sudah enggak usah 1:27:45 ribut ya. Kalau Imam Syafi'i, Imam Abu 1:27:48 Hanifah berbeda enggak ribut. Kita yang 1:27:51 begitu aja ribut. Ya udah pepesan kosong 1:27:54 direbutin kita ini. Akhirnya kita enggak 1:27:57 pernah bersatu. Karena enggak bersatu 1:27:59 enggak bisa kuat kita ini. Karena kita 1:28:02 senang 1:28:04 gontok-gontokan, mereb-rebutkan pepesan 1:28:06 kosong. 1:28:08 Ya, mudah-mudahan dengan demikian kita 1:28:10 ini menyadari sudahlah enggak ada lagi 1:28:14 tuh yang meributkan masalah tarawih 1:28:16 nanti nih. Mau 20 mau 8 ya. Oh, enggak 1:28:20 tarawih juga enggak apa-apa. H lah. Iya, 1:28:24 enggak tarawih juga enggak apa-apa. Nah, 1:28:26 ini malah diributin terus. Ini tiap 1:28:30 tahun akan datang lagi nanti ribut lagi 1:28:32 masalah itu. 8 20 8 20. Alah ya. Saya 1:28:37 sudah udah bosan ngomongin yang begitu 1:28:40 ya. Baik Pak, barangkali inilah yang 1:28:43 bisa saya sampaikan pada sore ini. 1:28:45 Harapan saya mudah-mudahan Allah 1:28:46 Subhanahu wa taala panjangkan umur kita 1:28:48 dalam taat kepadanya. Allah bimbing hati 1:28:50 kita ke jalan yang diridai dan 1:28:52 dicintainya. Allah hiasi hati kita 1:28:55 dengan akhlak yang mulia. Allah 1:28:57 bersihkan hati kita dari akhlak yang 1:28:58 hina. Allah limpahkan rahmat, taufik, 1:29:01 dan hidayah kepada kita anak cucu kita 1:29:03 sehingga dapat istikamah dalam 1:29:04 menjalankan perintahnya menelarangan. 1:29:12 minhabanaunah 1:29:15 waallahuidina Muhammadin wasallam 1:29:18 alhamdulillahiabbil alamin dan saya 1:29:20 mohon doanya insyaallah ya hari hari 1:29:23 Minggu besok pari ya saya akan ngecor 1:29:27 dan terima kasih kepada pendengar yang 1:29:30 telah 1:29:32 turut 1:29:34 berpartisipasi berinvestasi ukhrawi ba 1:29:38 dengan dana maupun dengan doa ya. Jadi 1:29:43 walaupun doa jangan merendahkan kekuatan 1:29:46 doa sebab nilai dan kekuatan doa tidak 1:29:49 bisa diukur dengan kekuatan dana sebesar 1:29:52 apapun juga. Karena itu bagi Anda ya 1:29:56 pendengar yang tidak turut membantu 1:29:58 dengan dana jangan merasa kecil ketika 1:30:02 hanya bisa berinvestasi dengan doa. Itu 1:30:06 kekuatannya luar biasa. Saya harapkan ya 1:30:09 doa dari Bapak dan Ibu, Saudara semua 1:30:12 mudah-mudahan ini semua menjadi wasilah 1:30:14 ya, diampuni kita oleh Allah Subhanahu 1:30:17 wa taala dan dikaruniakan kepada kita 1:30:20 ajrun ghairu mamnun. Wallahuam. 1:30:23 Asalamualaikum warahmatullahi 1:30:24 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:30:26 warahmatullahi wabarakatuh. Demikian 1:30:28 ikhwan akhwat kebersamaan kita di acara 1:30:30 tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Zuli 1:30:32 Kholil. Terima kasih Ustaz atas 1:30:34 pencerahannya dan tausiahnya sore hari 1:30:35 ini dengan tema mahabbah. Semoga kita 1:30:38 digolongkan ke dalam orang-orang yang 1:30:40 muhibbin. Amin ya Allah ya rabbal 1:30:42 alamin. Yang sudah bergabung terima 1:30:43 kasih banyak. Yang belum sempat 1:30:44 terbacakan mohon maaf karena waktu yang 1:30:46 terbatas. Saya Fahri temani Neza dan 1:30:49 juga Hafiz ulir pamit. Subhanakallahumma 1:30:52 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 1:30:53 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:30:55 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:30:56 wabarakatuh.