Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. Apa kabar Bang Ihsanuddin 0:20 Nursi? 0:21 Waalaikumsalam warahmatullah 0:24 wabarakatuh. 0:28 [terkesiap] 0:28 Masyaallah. ee hari ini memang panas ya. 0:31 Kalau panas itu banyak bayangan. Nah, 0:34 ini ada kabinet bayangan. Sekarang ada 0:37 parlemen bayangan. Apa, Bang Iksanuddin 0:39 Rusi masuk jadi menteri bayangan atau 0:42 macam manam mana, Bang? Adakah di sana 0:44 bincang ini dari teman-teman yang 0:46 nampaknya sudah garuk-garuk kepala lihat 0:49 konstitusi yang luar biasa. Belum lagi 0:53 ada haluan negara. Agak halu nih karena 0:56 selama ini apa apa enggak ada itu haluan 0:58 negara macam mana gitu Bang Hanuddin 1:01 Nursi tentang cerita tentang haluan 1:04 negara ini kok baru sekarang setelah 1:06 bertahun-tahun ditunggu apa pula ini 1:09 tentang yang satu ini mungkin juga 1:11 menjadi sebuah cerita yang dapat secara 1:14 apa ee secara konstitusional ini kok MPR 1:19 pergi ke presiden menyampaikan nah 1:21 mungkin Bangusi bisalah terangkan itu ya 1:24 belum Belum lagi masalah global yang 1:26 nampaknya luar biasa, perkembangan di 1:29 Timur Tengah juga di Amerika ee menjadi 1:32 sebuah godaan kita untuk tidak bisa 1:34 meninggalkannya berita-berita dari 1:37 mancanegara itu. Apa yang terjadi dengan 1:40 Saudi yang cinta dengan nuklir? Kan Iran 1:43 sudah menawarkan Rusia juga, Pakistan 1:45 juga. Kenapa kok Trump memberikan syarat 1:48 untuk e apa tuh Abraham nomik-nya masuk 1:51 kalau mau dapat nuklir dan kartu trop 1:54 Israel menjadi cerita? Sementara Trump 1:57 Iran membantah klaim Trump yang 1:59 mohon-mohon nego ya. Salam. Woh sudah 2:02 kehabisan tenagakah Amerika? Nampaknya 2:04 anggaran besar luar biasa di Amerika. 2:07 Para pendengar juga ingin mendengar 2:09 kisah dari apa ya? Mm sistem audit AI. 2:14 Bang Isaudin sering mengingatkan jangan 2:17 tinggalkan artificial intelligen. Apakah 2:20 ini akan membantu atau masih bisa 2:22 dikutak-katik lagi? Tafadal Bang, 2:24 mungkin ada cerita lain yang ingin 2:26 disampaikan juga tidak menutup 2:28 kesempatan untuk bincang. Kita 2:30 pencerahan untuk ee pendengar dari Aceh 2:33 hingga Banyuwangi dan setidaknya di 34 2:36 negara. Walaupun ada satu dua pendengar 2:39 dan puluhan pendengar atau ratusan 2:42 pendengar di Amerika Serikat. Silakan, 2:44 Bang Is. 2:46 [berdehem][mendengus] 2:48 Saya mulai dengan suasana Timur Tengah 2:51 ya. 2:52 Karena kemarin ada diskusi ramai 2:56 he 2:57 di Wiin Sarif Budaya. 2:59 Oh iya. Iya. 3:00 Tentang [tertawa] republik Islam Iran. 3:04 Apakah bukunya diluncurkan di sana 3:07 dan ramai dibahas? 3:09 Mereka menyebut itu bukti bahwa negara 3:13 Islam, Republik Islam Iran itu adalah 3:16 bukti ketangguhan. 3:17 H 3:18 ketangguhan sebuah negara berbasis Islam 3:21 itu poin bukunya itu. Itulah kurang 3:23 lebih. 3:25 [berdehem] 3:25 Ee dari sana saya 3:29 ingin melihat 3:31 betapa yang namanya Iran 3:34 adalah satu-satunya negara Islam yang 3:39 menghambat 3:41 gerakan Israel 3:43 ee mensekularisasi 3:46 Timur Tengah. 3:48 Hm. 3:48 Ee tinggal satu memang cuma tinggal 3:51 Iran. H 3:54 karena semua negara Timur Tengah sudah 3:56 berhasil di sekulerkan. 3:58 H 3:58 walaupun Anda menggunakan kemasan 4:01 bergamis, 4:02 ada tanah haram, dua tanah haram di 4:05 sana. 4:06 Tapi silakan Anda beribadah dan berbuat 4:09 baik saja. Tapi jangan pernah bicara 4:11 sistem politik, jangan pernah bicara 4:14 sistem ekonomi, 4:15 jangan pernah bicara sistem hukum, 4:17 jangan pernah bicara sistem peradaban. 4:20 He. 4:21 Itu karenanya Rasil dengan tegas 4:23 menyatakan perang Iran. Rasil dengan 4:26 dengan narasumber Iandudin Mursi. 4:28 H 4:28 ulang berhasil dengan narasumber 4:30 Iandudin Mursi menyebut perang Iran 4:32 adalah perang peradaban. 4:34 Perang Iran adalah perang agama. Itu itu 4:38 [tertawa] kita sejak awal sudah bicara 4:39 kayak gitu. Walaupun orang baru ngomong 4:41 sekarang, orang baru ngomong belakangan, 4:43 enggak apa-apa. Bagus juga. Artinya 4:44 [tertawa] ada kesadaranlah kalangan 4:46 orang ngomong. He. 4:48 Nah, dari sana 4:51 semua proksi Amerika tentu akan 4:53 diperkuat untuk melawan Iran. Semua 4:56 proksi Amerika. 4:57 Hm. 4:57 Jadi proksi Amerika yang diindikasikan 5:00 dengan adanya basis militer di 5:02 negara-negara yang bersangkutan itu akan 5:05 diperkuat. Maka Trump menjanjikan nuklir 5:07 gitu. 5:09 Trump menjanjikan nuklir yang tujuannya 5:11 dalam rangka memperkuat negara-negara 5:13 proksi, 5:14 negara sekuler. Itu kita ngomong terbuka 5:16 aja ya, enggak apa-apa ya. Enggak, 5:17 enggak apa-apa. [tertawa] 5:19 Zamannya begini, Bang. He he. Ah, gitu 5:22 ya, kita ngomong terbuka aja. Jadi, kita 5:24 enggak ngomong di belakang-belakang deh. 5:25 Ngomong di depannya langsung terbuka, 5:26 gitu, ya. 5:28 Negara-negara ee proksi sebagai ee 5:31 representasi dari sistem sekuler itu 5:34 diperkuat dengan nuklir. 5:37 Saat yang sama, negara pemilik hulu dak 5:40 nuklir paling banyak itu sudah kehabisan 5:43 rudal. 5:44 Heeh. sudah tipis cadangannya paling 5:46 tidak gitu. Betul. Betul. Belanja lagi 5:48 dia. 5:49 Maka keluar kebijakan keluar kebijakan 5:51 Trump 5:52 keluar kebijakan PB Hexet 5:54 10 miliar US dolar 5:56 untuk mempercepat pengadaan. Ah ini 5:59 kalimat ya. untuk mempercepat pengadaan 6:01 ruda 6:03 untuk mengadakan itu dan itu di tender 6:05 dan itu kalau kita baca baca di 6:07 he 6:08 di situsnya Departement of War 6:10 lalu kemudian kita baca di situs White 6:12 House gitu ya 6:14 itu kelihatan gitu 6:15 walaupun kemudian dia mengakui soal 6:18 soal keberhasilan macam-macam gitu ya 6:20 nah ya biasalah kampanye kampanye 6:22 eksekutif memang begitu kanar 6:25 tapi paling tidak dengan 6:28 tender 6:29 pengadaan ruda dipercepat itu 6:32 membuktikan bahwa ee 6:36 cadangan dia ini terkuras habis. Jadi 6:40 bukan bukannya memang dipersiapkan untuk 6:42 perang, cadangannya saja terpak 6:44 terkurang. 6:45 Itulah strategi Iran yang berhasil 6:47 nampaknya ya. [berdehem] 6:49 Dan di situ muncul problematik besar di 6:52 mata NATO, anggota NATO sendiri gitu ya. 6:54 Gimana mau bela gitu [tertawa] 6:57 gitu. 7:00 Maka keluarlah kebijakan yang kemarin 7:02 saya bilang di 78 Juli itu. 7:03 H 7:05 kebijakan yang menyatakan semua anggota 7:07 NATO harus belanja 5% yang juga pernah 7:10 kita bicarakan sebelumnya jauh sebelum 7:12 sebelum orang lain bicara gitu ya. 7:14 Dan NATO kemarin 78 Juli membicarakan 7:16 itu di 7:17 di angkara Turki. [berdehem] 7:18 Nah, 7:19 dari sana bisa kita lihat bahwa dia 7:23 harus juga ngebangun persepsi. dia juga 7:26 harus membangun satu satu persepsi 7:29 berbasis narasi tentunya 7:31 bahwa musuhnya juga dalam keteteran 7:33 karena dia sendiri keteteran gitu. Luar 7:36 biasa. [tertawa] 7:37 Ada berita hoak-hak kan harus dijungkir. 7:39 Heeh. 7:40 Iya kan biasa dia melakukan pola desepsi 7:43 kan 7:43 bola penjungkir balikan kan. Biasa tuh 7:46 Yahudi melakukan penjungkir balikan 7:48 kayak gitu. Maka dia jungkir balikkan 7:50 bahwa dia yang keteteran dia yang makin 7:53 habis apa makin tertekan gitu ya. Maka 7:55 dia bilang 7:56 ya ngemis nih sama kita nih supaya 7:58 berdamai lagi. [tertawa] 8:01 Itu itu namanya pola desepsi namanya. 8:04 He. Itu harus dibacanya begitu gitu cara 8:06 ngelihatnya, cara pandangnya. [berdehem] 8:08 Iya. 8:08 Nah, yang menarik adalah gitu ya, dia 8:12 juga ngebantuin 8:13 Jepang. 8:15 Hm. 8:15 Si si Washington ini ngebantuin Tokyo. 8:18 He. 8:19 Karena nilainya jatuh habis-habisan 8:21 sampai miliaran dolar juga dia 8:23 ngebantuin dalam rangka mencegah 8:25 nilainya jatuh. Wah, siap kan? He. 8:27 Jadi artinya tekanan wasing, tapi tentu 8:30 aja karena dia bebas cetak uang, dia 8:31 suka-suka aja kan jadinya. 8:35 [tertawa] 8:37 Makanya kalau kita ngelihat kalau kita 8:40 ngelihat perang kali ini selain ini 8:43 perang peradaban perang agama gitu ya. H 8:45 ini yang dalam bahasa bahasa bahasa saya 8:50 bahasa Indi 8:51 he 8:52 financial digital military industrial 8:56 complex. Jadi kalau akhian tanya ke AI 9:00 eh ini istilah asing kata AI [tertawa] 9:04 tapi ketang ini istilah ini ini 9:07 istilahnya Iksanuddin Nursi baru dia 9:09 jelasin lebih dalam. Jadi kalau 9:11 menggunakan chat GPT 9:12 ada tanya apa itu FBMIC gitu ya. 9:15 Heeh. 9:16 Dia bilang ini istilah asing, istilah 9:19 yang belum dikenal publik katanya. H 9:21 ya tapi induksi menggunakan FDMIC 9:24 eh financial digital military industrial 9:27 complex. He. 9:28 Karena baik finansialnya maupun 9:30 militerya dalam bentuk kompleks sebagai 9:32 industri industri industri keuangan, 9:35 industri militer dan industri digitalnya 9:38 itu dikunci memang dengan persoalan 9:40 digital. 9:42 Di situ di situ kayak yang selalu kita 9:45 bilang memang dunia sekarang tidak bisa 9:48 mengedap AI, tapi AI itu cuma 9:51 instrumentasi 9:53 untuk kecepatan, ketepatan, kebaikan, 9:56 dan produktivitas kerja. gitu bahasanya. 9:59 Jadi kalau pakai bahasa mereka, 10:01 AI itu dalam rangka faster, cheaper, 10:05 better, 10:06 heer 10:08 dalam rangka lebih cepat, dalam rangka 10:10 lebih murah, dalam rangka lebih baik, 10:12 dalam rangka lebih luas cakupannya gitu. 10:15 Itulah BPK pakai itu. Kalau Cina sudah 10:18 duluan 10:18 dan kemudian ter 10:20 dan terbukti hari ini baru ada 10:23 pemberitaan 10:24 kapabilitas kapabilitas Cina makin 10:26 meningkat dalam rangka membantu Irah 10:28 [tertawa] 10:29 itu ini sebenarnya ya ya di balik semua 10:34 ini ada cerita di balik cerita bukan 10:36 begitu Bang setelah Pakistan sebelumnya 10:39 setelah Pakistan sekarang ini barang 10:42 barang-barang Cina yang main di di 10:45 di Iran beserta 10:47 persiapan Iran yang memang sudah 10:48 menyiapkan dari jauh-jauh hari begitu, 10:50 Bang. 10:52 Itu. Nah, ini tidak ini tidak lepas dari 10:54 pertarungan ya 10:55 pertarungan Republik dan Demokrat bukan 10:57 pertarungan tepatnya 10:59 h 10:59 ee persandingan Republik dengan Demokrat 11:02 dalam rangka memainkan fosil dengan EBT. 11:04 Saya baru menyampaikannya kemarin 11:07 minggu lalu di di Purwokerto gitu ya. 11:10 Iya. 11:12 Jadi dalam rangka itu tetap pertandingan 11:14 fosil sama EBT. Karena begitu mereka 11:16 memainkan fosil dan EBT dan ee kekuasaan 11:20 fosil serta 11:22 pendengar minta diperjelas apa itu 11:24 fosil, apa itu EBT. Enggak semuanya 11:26 pendengar, Bang. 11:27 Oke oke lupa, lupa saya. Fosil itu 11:31 [berdehem] adalah 11:32 bahan bakar energi berbasis fosil dari 11:37 sumber daya alam. misalnya 11:39 minyak batuara gitu misalnya gitu ya. 11:42 Gas alam itu itu contoh-contohnya 11:45 ee itu diambil dari namanya alam dari 11:49 penggalian ee bumi. 11:51 Sementara energi baru terbarukan 11:54 itu misalnya sampah 11:56 matahari. 11:58 Ee itu misalnya contohnya sampah, 12:00 matahari, angin, gelombang laut. 12:02 Sawit termasuk enggak sawit, Bang? 12:05 Oh, sawit termasuk sawit. Tapi termasuk 12:09 [berdehem] makanya kemudian mereka 12:10 menentukan gitu ya. Iya. 12:12 Di singkatnya EBT energi baru terbarukan 12:15 pakai bahasa 12:16 bahasa kafirnya renewable energy gitu. 12:18 Nah gitu. [tertawa] 12:20 Nah. Nah. Tapi kalau kita lihat di 12:22 belakang fosil dan EBT itu tetap ada 12:25 persoalan teknologi. 12:26 Hmm. 12:27 Nah ketemu di sini. He. 12:30 Jadi kalau hari ini 12:33 menyatakan pembangkit listrik tenaga 12:35 surya atau mereka singkat ya sampah atau 12:38 surya saya tidak tahu pokoknya di situ 12:40 disebutnya PLTS 100 GW gitu ya 12:43 bukan lagi 70 gig nih 100 GW sudah 12:47 100 [tertawa] 12:48 kan dahsyat kan dalam perangkat transisi 12:51 energi 12:51 proyek proyek ini proyek [tertawa] 12:55 benar 12:56 sudah sampai itu di situ. Nah, tapi 12:58 jangan salah. He. 13:00 Ada tiga masalah di dalamnya. 13:03 Satu, 13:04 itu berarti Anda akan melakukan 13:07 investasi asing atau Anda akan melakukan 13:10 utang luar negeri. 13:11 Satu, ya. Satu. 13:14 What's the point? Nilai tukar. What's 13:17 the point? Nah, di situ artinya kita 13:20 butuh mata uang asing untuk kalau kayak 13:24 gitu. 13:25 Apa artinya? Terjadi penghisapan. Kalau 13:28 ah buktinya kemarin bulan Juni kita 13:30 mesti ee melempar semua keuntungan 13:33 perusahaan-perusahaan asing itu keluar 13:35 sehingga kita butuh dolar lebih banyak 13:36 maka jatuh rupiah gitu ya. Itu satu 13:39 satu masalah. Masalah kedua 13:42 saya menyebutnya sebagai ketergantungan 13:44 teknologi. [tertawa] 13:47 Ketergantung. Jadi pertama tadi nilai 13:51 tukar, yang kedua tadi posisinya 13:54 ketergantungan teknologi, yang ketiga 13:55 yang paling menarik 13:57 itu berarti Anda harus tetap belanjaah 14:00 gitu kan belanja sejembah 14:03 ee bahan mentah dan bahan bahan bahan 14:06 baku dan bahan penolong 14:07 h 14:08 untuk memproduksi itu gitu. Artinya 14:10 tetap saja kita masih memerlukan impor 14:12 berbagai hal. Nah, salah satunya kalau 14:14 pembangkit listrik tenaga ya misalnya 14:16 kita mesti beli fotovoltek dari yang 14:19 sementara ini ee penguasanya antara lain 14:21 Cina walaupun Jerman juga bikin gitu ya. 14:23 Karena Jerman yang memulai pertama untuk 14:25 pemakit basik tenaga surya itu Jerman 14:26 yang memulai 14:27 tapi sekarang penguasa pemakai tenaga 14:29 surya itu Cina gitu. 14:33 Artinya ketika kita lihat pertarungan 14:36 itu berjalan, 14:37 lagi-lagi Indonesia masuk dalam yang 14:40 saya sebut sebagai terjerat di jalan 14:43 sesat gitu ya. Ulang [tertawa] terjerat 14:45 di jalan sesat gitu. 14:47 Cinanya nikelnya dari Indonesia kan ini 14:50 kan luar biasa gitu. [tertawa] 14:52 Sebenarnya bukan sekedar nikelnya 14:54 tapi bagaimana bahan baku fotovoltage 14:57 tadi gitu ya diambil dari bahan baku di 14:59 Indonesia. 15:00 Mantap. [tertawa] 15:01 Hm. He 15:03 salah satunya begitu. 15:04 Luar biasa 15:05 Jepang juga begitu. [berdehem] 15:06 Iya. Luar biasa mereka. Nah, dari situ 15:09 gitu ya 15:10 ketika kita masuk ke dalam kanca kan 15:14 siapapun manusia di dunia siapapun 15:16 manusia dia butuh energi kan 15:18 dia butuh listrik gitu minimal itu dia 15:20 butuh listrik. 15:21 Apalagi sekarang kalau ceramah saya 15:23 kemarin 15:24 ee mobil berbasis bensin itu akan 15:27 berkurang habis-habisan di tahun 205 15:30 2040. Hm. 15:31 Bahkan motor di tahun 2040 sepenuhnya 15:34 akan menjadi motor listrik gitu. 15:38 Akan kayak gitu dalam di Cina sudah 15:40 mengalami sekarang cari cari kendaraan 15:42 hampir semuanya listrik ya di kita masih 15:45 proses. He. [berdehem] 15:47 Karena memang Pak Cina adalah produsen 15:49 mobil listrik terbesar di dunia 15:51 mengalahkan Tesla gitu. Maka di dalam 15:53 pekinnya sudah habis-habisan pakai 15:55 listrik gitu. 15:56 Itu pun sebenarnya dalam rangka 15:58 mengurangi ketergantungan dia pada 16:00 Hm. energi fosil. Maka ketika dia bantu 16:03 Iran sebenarnya dia juga tetap dalam 16:06 rangka menjamin sejumlah pembangkit 16:08 listriknya itu hidup berbasis energi 16:11 fosil gitu. 16:12 Nah, tapi Jepang enggak mau kalau ambil 16:14 di situ. 16:15 Jepang maka tidak bikin electric 16:17 vehicle, 16:18 tidak bikin mobil listrik. 16:19 Iya. 16:20 Jepang tidak bikin Jepang. Ee ini juga 16:23 apa ya sebabnya kan dia bikin mobil 16:26 macam ee e ya berpadu antara listrik 16:29 sama engine ya. Apa sebabnya Bang? 16:32 [berdehem] 16:33 Eh Jepang bikinnya ee e hybrid. 16:36 Hybrid 16:36 mobil listrik campur mobil itu hybrid 16:38 dia bikin tapi sepenuhnya vehikle enggak 16:40 mau. Nah kenapa dia tidak mau? Karena 16:43 dia tahu 16:44 market leadernya adalah Cina. 16:47 Oh. Sementara Cina dengan mobil 16:50 dengan mobil fosilnya saja ulang 16:53 sementara Cina dengan mobil fosilnya 16:55 saja saya enggak usah sebut namanya 16:57 nanti jadi jadi iklan jadi iklan soal 17:00 [tertawa] 17:01 mobil fosilnya saja sudah mengalahkan 17:04 mengalahkan mobil Jepang. 17:05 H betul. 17:07 Feature featurnya di dalam kualitas 17:09 engine-nya kualitas suspensinya. Kalau 17:11 kita naik mobil Jepang kan kualitas 17:13 suspensinya kayak naik gerobak tuh. 17:14 Gbakbukbakuk gitu gitu ya. 17:18 Iya. [tertawa] Belum. 17:18 Tapi kalau naik mobil Cina 17:20 h iya 17:20 kalau naik mobil Cina gitu ya 17:22 suspensinya suspensi standar Amerika 17:24 atau standar Eropa ya 17:26 ee e diadopsi teknologinya maksudnya 17:29 sehingga akhirnya begitu gitu. Nah itu 17:31 pertarungannya sampai kayak gitu. Nah 17:34 kalau sudah begitu peperangan ini 17:36 sebenarnya sudah saya sebut sebagai 17:39 bukan lagi perang militer. 17:42 Hm 17:42 gitu. bukan lagi perang senjata, tapi 17:47 peperangan penyeruhnya yang dalam 17:49 ceramah saya Rasil sebagai totality war 17:52 gitu ya. Ingat ya ketika saya sampaikan 17:54 this is a totality warang totalitas ya. 17:57 Betul betul-betul komprehensif ya 17:59 termasuk ya 18:00 betul 18:01 melalui narkoba, melalui LGBT, melalui 18:05 apa korupsi, melalui macam-macamlah 18:07 begitu kan. [berdehem] Itu sebenarnya 18:09 bagian dari peperangan. He. 18:11 Betul. Bagian dari peperangan. H 18:13 ngambilnya. Nah, itu yang saya sampaikan 18:15 di Rasil di di berbagai tempat, di 18:17 puluhan tempat, belasan tempat lain. 18:19 He. 18:19 Dari seluruh peperangan itu tentu 18:22 menimbulkan ketidakpastian. 18:25 Itu yang disebut dengan zulumat, 18:27 kegelapan, 18:29 ketidakpastian. Jadi kalau pemahaman 18:31 zulumat cuma sekedar kegelapan 18:33 sebenarnya dalam bahasa hari-harinya 18:34 adalah ketidakpastian. 18:36 H. Nah, kalau kita menggunakan 18:38 terminologi diksinya gitu, menggunakan 18:41 terminologi menggunakan diksi kegelapan, 18:45 ketidakpastian gitu ya, itu sebenarnya 18:47 sudah terjadi ketika 18:50 Ronald Regan bersama Margaret Techer 18:54 menembuahkan neoliberal system yang 18:56 disebut dengan Washington konsensus. 18:58 sehingga di era Soeharto sendiri sudah 19:00 lahir istilah awan ketidakpasien masih 19:04 menggantung 19:06 istilah kerennya. 19:08 Iya. I itu sudah bertahun-tahun sehingga 19:10 kita sehingga kita memerlukan 19:12 pokok-pokok haluan buat mengetahui halu 19:15 ke mana nih haluan kita. Jadi kita 19:17 bingung haluan ke mana. [tertawa] 19:19 Nah, padahal pada era suarto ada GBHN. 19:22 Iya, itu kan 5 tahun sekali ada pelita, 19:25 ada ini, ada itu ya targetnya. 19:27 Iya, padahal di era Soeharto ada GBHN. 19:30 H 19:30 GBH diterjemahkan dengan repelita. 19:32 Repelita diterjemahkan dengan pelita. 19:35 Pelita diterjemahkan dengan APBN, 19:38 gitu. Jadi runtutannya begitu. 19:41 Ada GBHN, ada Repelita, 19:44 ada Pelita, ada APBN. 19:47 Pelita itu pembangunan 5 tahun 19:48 maksudnya. 19:49 Hm. Betul. Ngapa pada hilang tuh? Kok 19:52 balik lagi gini ini. H lanjut. 19:54 Ketika yang namanya muncul 19:56 Hm. 19:57 Pemerintah bayangan, 19:59 hm. 19:59 parlemen bayangan, 20:01 H 20:01 PPHN, 20:02 H 20:03 sebenarnya pengakuan 20:06 sebenarnya hal itu adalah 20:07 pengakuan atas kegagalan 20:11 Undang-Undang Dasar 45 yang diamandemen 20:16 sebanyak empat kali. Gitu kata kuncinya. 20:19 Iya. 20:20 Artinya artinya mereka gagal. 20:22 Hm. 20:23 Karena RPJMN 20:26 yang dibuat sejak era 20:31 you know 20:32 sampai dengan sekarang 20:33 pada hakikatnya adalah keinginan 20:36 subjektif penguasa yang belum tentu 20:40 merupakan kebutuhan objektif masyarakat 20:43 banyak. 20:45 Ulang ulang ulang kalimatnya ya. Ulang 20:47 kalimatnya. 20:49 RPJMN itu pada hakikatnya adalah 20:52 keinginan subjektif penguasa yang belum 20:56 tentu menjadi kebutuhan objektif 20:58 masyarakat Indonesia. 21:00 Penguasa ini, penguasa ini ketua partai 21:03 dan beberapa gelintir eksekutifnya 21:05 begitu. 21:06 29 manusia 21:08 Tursi menyampainya 29 manusia. [tertawa] 21:13 29 manusia. Siapa itu manusia? He. 21:16 9 sampai 10 yang namanya partai politik 21:19 se hakim agung gitu kan. 21:21 Kanu 99 9 + 18 gitu kan. 21:24 Iya. 21:25 Iya dong. Jadi semilan partai politik 21:28 hakim agung sampai dengan kalangan ee 21:33 oligar 21:34 27 kan 27 28 ya kan? Sudah tambah satu 21:38 tambah satu lagi 21:39 presiden 21:40 gitu presiden 21:43 ketemu 29 gitu. Nah. Nah, sekarang kalau 21:46 kita melihat kayak gitu ceritanya bahwa 21:49 parlemen bayangan, pemerintah bayangan, 21:53 lalu kemudian muncul istilah tadi PPH, 21:56 PPHN, 21:57 maka pada hakikatnya selain dia 21:59 menggambarkan kegagalan konstitusi itu 22:02 bukti bahwa ada yang sedang 22:04 mempertahankan 22:06 ketersesatan. 22:08 [tertawa] 22:12 Kenapa? Karena kalimat kami ingin 22:15 merebut kembali kedaulatan. Loh, kalau 22:17 Anda ingin merebut lagi kedaulatan, 22:20 Konstitusi Undang-Undang Dasar 2002 itu 22:23 menyerahkan kedulatan ke partai politik. 22:26 Hanya partai politik yang melaksanakan 22:27 kedaulatan rakyat. Rakyatnya tidak punya 22:29 hak lagi kedaulatan. Gimana? 22:32 Gimana? Gimana logika pikirnya coba? 22:35 Heeh. 22:36 Itu artinya mereka tidak bicara sistem. 22:39 Kami ingin menegakkan kudatan 22:41 berdasarkan konstitusi. Berdasarkan 22:43 konstitusi adalah keudusan rakyat 22:44 diserahkan ke partai politik. So what? 22:46 Anda mau ngomong apa? 22:47 Bukannya mungkin menegak 22:49 bukannya Partai Gerinda sudah menulis 22:52 dalam apa ya cetak birunya mereka untuk 22:56 melakukan perubahan ini. Tapi macam 22:58 mana, Bang? Jadi kalau balik lagi ke 23:01 Geritra, 23:02 Gerra menyatakan di anggaran dasarnya 23:04 pasal 11 he 23:06 ingin mengenegakkan Undang-Undang Dasar 23:08 45 dan Pancasila. Enggak tahu kenapa 23:11 sekarang marah bicara cuma PPHN. 23:14 Hm. [tertawa] 23:16 Padahal PPHN itu 23:17 mungkin lagi makan bubur dari pinggir 23:19 kali, Bang. Husnuzonnya. 23:21 Eh, kalau kita bicara PPHN itu gitu ya. 23:24 Heeh. 23:25 dia harus mengubah undang-undang tata 23:27 urutan perundang-undangan. 23:29 Kenapa? Karena MPR tidak punya hak lagi 23:32 menerbitkan TA. 23:33 Oh, pantesan ngadap ya mereka ke 23:35 presiden gitu. 23:37 Nah, mereka menyerahkan ke Presiden 23:39 untuk disesuaikan sama keinginan 23:41 objektif 23:42 dari keinginan subjektif ee eksekutif. 23:46 Lalu nanti harus kalau mereka menetapkan 23:48 pedoman pokok-pokok ahlu negara gitu ya, 23:51 mereka menetapkan sebagai produk MPR, 23:53 maka mereka harus mengubah undang-undang 23:55 tata urutan perundang-undangan sehingga 23:57 MPR kembali lagi punya hak untuk 23:59 menerbitkan TAP. 24:01 Hm. 24:02 Kalau mereka tetap menyatakan PPHN itu 24:04 sebagai RPJP, maka mereka harus melihat 24:06 sampai berapa jauh rencana pembangunan 24:09 jangka panjang itu cocok dengan PPHN. 24:12 Hm. 24:14 Artinya sesungguhnya subjektivitas 24:15 presiden tetap tinggi. 24:17 Iya. 24:17 Subjektivitas penguasa tetap tinggi gitu 24:19 ngelihatnya. Jadi artinya dalam kenapa 24:23 kita kaitkan dengan dunia internasional? 24:25 Karena pada hakikatnya 24:29 Undang-Undang Dasar 45 adalah deklarasi 24:31 perlawanan terhadap sistem sekuler. 24:33 Hm. 24:35 Kan ada Pancas ada Pancasilanya tapi 24:39 sono ngalor sini ngetan gitu Bang. 24:41 itu begitu bilang sono ngalor sini 24:43 ngetan itu sekuler [tertawa] 24:48 itu pengkhianatan [tertawa] 24:51 padahal umat Islamnya sudah toleran 24:53 dengan menghilangkan kata kata kunci 24:56 tujuh kata kunci 24:57 dengan menghilangkan ee presiden adalah 25:00 orang Indonesia asli beragama Islam 25:02 beragama Islamnya dibuang 25:04 dengan kewajiban menjalankan syariatnya 25:05 bagi pemeluknya dibuang 25:07 gitu itu sudah toleran kita tuh 25:10 artinya betul Betul-betul kita sudah 25:11 mengakui bahwa sesungguhnya negara 25:15 Indonesia adalah negara bukan negara 25:17 agama tapi negara beragama gitu kalimat 25:20 pentingnya. Nah, ketika dinyatakan 25:21 beragama maka seluruh keputusan tidak 25:24 boleh bermuatan sekuler. Di situlah 25:26 pentingnya 25:28 kepentingan Barat. Ulang. 25:30 Iya. 25:30 Kepentingan Barat tepatnya kepentingan 25:32 Washington 25:34 mengubah Undang-Undang Dasar 45. 25:37 Maka kalau ada ulama yang tidak mengerti 25:40 itu, jangan ngocah sembarangan. H 25:44 lah loh ini saya ngomong real nih. Saya 25:47 saya kemarin misalnya kemarin ada 25:49 kongres umat Islam Indonesia gitu ya, 25:51 gegempita dilakukan di sebuah tempat 25:53 mewah gitu ya. 25:54 Coba kita dengar ada gemanya enggak? 25:57 Ya ada sih masalah pajak gitu 25:59 dikit-dikit tapi kan [tertawa] e 26:01 bagaikan ditelan angin aja. Orang pajak 26:03 bilang kita kita belum mikirin yang 26:05 begituan katanya begitu. 26:08 [tertawa] 26:09 Artinya sesungguhnya kita sedang 26:11 menikmati ketersesatan sistem. 26:13 Hm. 26:14 Ulang ya, Aan Talif ya. Ulang ya. 26:16 Kita sedang menikmati 26:18 he 26:18 mayoritas bangsa ini termasuk para elit 26:21 agamanya, elit politiknya, elit 26:23 oligarkinya, terutama elit oligarki 26:25 bisnis ya. 26:26 Sedang menikmati ketersesatan. 26:28 H 26:29 loh. Sudah satu generasi dan pernyataan 26:31 sudah satu generasi itu sudah nyatakan 26:34 pada periode krisis. He. 26:36 Bahwa krisis moneter 26:38 yang berubah menjadi krisis multidimensi 26:41 itu sedang terulang terjadi. Apa itu 26:43 krisis multidimensi? Lagi-lagi saya juga 26:46 pernah menyampaikan kerasil 26:48 krisis multidimensi ditandai dengan tiga 26:51 hal. 26:53 Social distust, 26:55 social disorder, social disobedience. 26:58 sosialnya ganti dengan politik, 27:00 political distal 27:03 disorder, political disobedience. 27:05 Politikalnya ganti dengan ekonomi. 27:07 Muncul economic distrust, 27:10 economic disorder, economic 27:13 [tertawa] disobedient. 27:15 Akhirnya sudah ngomong. Iya, akhirnya 27:18 benar mall-mall pada pakai pagar 27:20 sekarang kan enggak ada asap tanpa api. 27:22 Ini kan jadi kita jadi curiga juga ada 27:25 apa di balik ee apa ya apa ya gejolak di 27:28 balik ee api dalam sekam gitu kan Bang. 27:31 [berdehem] 27:32 Oke saya buktikan dengan angka sekarang. 27:34 H 27:35 saya tidak menggunakan riset orang-orang 27:37 itu ya. Saya tidak menggunakan survei 27:38 karena kalimatnya survei. 27:40 Saya tidak menggunakan data mereka yang 27:42 riset-riset itu. 27:43 Saya menggunakan data pemerintah aja. H 27:45 nah asik kan? 27:46 Iya. 27:47 kita pakai 27:48 apa adanya. [tertawa] Ini kan Bang 27:51 gitu kan, bukan sekedar RC yang 2000 27:55 3.000 orang gitu bukan. Lanjut Bang. 27:56 Iya. Ini datanya konkret. [berdehem] 27:59 Datanya konkret. Apa itu datanya? 28:01 SBN naik menjadi 7,29. 28:05 [tertawa] 28:07 Ngeri kan? 28:08 Iya. 28:11 Itu besar kali. Terbesar di Asia 28:12 [berdehem] kali ya. 28:14 7,29 SBN. Masyaallah, kaget saya. 28:18 Kaget. 7,29 28:20 saya crossek dengan 28:21 wah itu pasti riba dong. 28:23 Oh, gitu. 28:24 Udah pasti orang kecil membayar mahal 28:26 bagi orang kecil pasti membiayai orang 28:28 kaya dong. 28:29 Nah, nanti kita terusin dengar dulu ya. 28:32 Baik 28:34 supaya kita tahu bahwa 28:35 betapa yang namanya ketersesatan itu 28:37 sedang dilanjutkan gitu ya. 28:40 SBN suku bunga 28:42 bendahara negara atau disebut dengan 28:44 obligasi negara. Surat berharga, surat 28:46 berharga negara itu gitu ya 28:48 7,29. 28:50 Saya iseng dong saya adu dengan yang 28:53 namanya SRBI 28:56 gitu kan. 28:57 SRBI itu bunga yang ditetapkan oleh BI. 28:59 Wih dahsyat. 29:02 H 29:02 yang 6 bulan itu 7,3. 29:05 Oke. Yang 6 bulan. 29:07 Yang 6 bulan 7,3. 29:09 Yang 12 bulan itu 7,7. Wih. 29:12 Heeh. bersaing dia. 29:16 [tertawa] 29:17 Bersaing dia. Sudah 29:18 itu kita monetor kita ngelihatnya. 29:21 Monetor kita ngelihat kita geser ke 29:22 fiskal. 29:24 Di fiskal diakui 490 pemda kesulitan 29:29 membayar gaji. [tertawa] 29:31 Itu disebabkan oleh 29:33 alokasi transfer ke daerah 29:37 berkurang. Nah, ketahuan misal 29:40 allocation dan disallocation. daerah 29:42 pada kreatif, KPK bertindak ini kan jadi 29:45 simalakama begitu kan. 29:47 [tertawa] 29:48 itu. Makanya jadi itu yang saya buktikan 29:50 bahwa ketika orang kecil dipaksa 29:53 membiayai orang kaya melalui SBN. 29:57 Hm. 29:58 Kan dipaksa Anda harus bayar pajak kan 30:00 pajak dari itu kan bayarannya pajak 30:01 gitu. 30:01 Karena ketika karena ketika ketika MUI 30:05 bicara tentang pajak 30:07 saya enggak ngerti 30:09 engak saya enggak ngerti cara berpikir 30:10 pajaknya gimana gitu. Oh ternyata 30:13 basisnya fikih gitu. [tertawa] 30:17 Soal soal maaf ya maaf maaf teman-teman 30:20 ya walaupun Anda beberapa suka dialog 30:22 dengan saya tapi ya 30:23 beginilahsi jadi wajar juga kalau Anda 30:26 tidak ngundang saya saya bisa ngerti kok 30:28 [tertawa] 30:29 nois 30:29 dan tidak minta juga diundang tidak juga 30:31 minta diundang 30:32 iya betul [tertawa] 30:33 nanti menjadi nanti jadi trouble maker 30:36 katanya gitu kan 30:38 sudah 30:39 jadi itu tadi data data SBN data SRBI 30:43 data pemda kesulitan akan membayar gaji 30:46 490. 30:48 Hm. 30:48 Coba kebayang enggak 490 dibanding 30:52 dengan 524. 30:53 Jadi hanya beberapa puluh saja yang 30:56 mampu tetap bayar gaji dan kemudian 490 30:59 tidak. Lalu kemudian Titok Karnavian 31:01 H 31:02 sebagai mendagri minta kepada Menteri 31:04 Keuangan 31:05 agar dana bagi hasil dicairkan. 31:08 Kelihatan lagi-lagi ada diselokasi dan 31:12 ada misalokasi. 31:15 dis alokasinya tadi karena dipindahkan 31:17 ke MBG sebagaimana KP ee sebagaimana MK 31:20 membuktikan 31:20 h 31:21 disalokasinya salah alokasinya 31:24 tadi salah alokasi ya 31:26 salah alokasi atau gagal alokasi itu 31:28 dibuktikan oleh keputusan MK 31:30 MK 31:31 gitu ya 31:31 oke ya sudah bukti nih kita pakai data 31:33 lagi-lagi ini pakai data nih [tertawa] 31:37 misalokasinya dibuktikan dengan BGN di 31:40 korup 31:41 H nyata lagi. Jelas tuh 31:43 nyata [tertawa] lagi. H. 31:45 Jadi artinya artinya 31:48 wajar kalau yang sekarang muncul itu 31:50 adalah political, social dan economical 31:54 distressust. 31:55 H 31:56 wajar itu. Jadi mata rantai itu tadi ini 32:00 akan saya sampaikan juga nanti di sebuah 32:02 stasiun TV nih. [tertawa] 32:04 Tapi karena saya sudah 8 tahun dihasil 32:07 maka saya ngomong duluan diasil gitu. 32:09 Lanjut. Jadi, jadi artinya bata rantai 32:13 peristiwa itu membuktikan bahwa memang 32:16 wajar ada social, political, and 32:19 economical distrust. Kalau hukum sudah 32:20 ngomong, saya ngomong duluan di sebuah 32:22 swasta 32:23 gitu. Sudah saya ngomong duluan dan 32:24 berkali-kali juga ngomong di rasil gitu 32:26 ya. 32:27 Kalau [berdehem] social economical 32:29 political distance muncul maka wajar 32:31 kalau kemudian popularitasnya, tingkat 32:33 kepercayaan publiknya terhadap Prabowo 32:36 Subiarto menorong. 32:39 Hm. gitu. 32:41 Jadi, tapi persoalan pokoknya menjadi 32:43 mereka gitu ya 32:45 h 32:46 benar mendiagnosa. 32:48 H 32:49 walaupun dengan cara kayak gitu tapi 32:51 salah dalam menterapi 32:53 gitu. 32:55 Salah dalam upaya menyembuhkan, salah 32:57 dalam upaya mengobati. 33:00 Loh, kan mereka cuma bikin kabinet 33:01 bayangan, mereka cuma bikin parlemen 33:03 bayangan. 33:06 Mereka cuma bikin PPHN. Akar masalahnya 33:08 bukan di soal PPHN. Akar masalahnya 33:10 bukan sekedar parlemen bayangan atau 33:12 kabinet bayangan sebagai kelihatan 33:14 kesannya ada tandingan supaya terjadi 33:16 yang namanya aspirasi bergelor. Bukan 33:18 itu. 33:19 Bukan itu. Ini adalah bukan kalau pakai 33:22 pendekatan kalau pakai pendekatan saya 33:24 itu namanya 33:26 pendekatan funsional. 33:29 Padahal problem kita bukan sekedar di 33:31 fungsi problem kita istilah saya di 33:33 sebuah podcast bersama seorang duan. 33:36 Iya. 33:37 kita bukan sekedar di fungsi pendekatan 33:39 problem kita ada di struktural dan 33:40 fundamental dan fundamental itu ada pada 33:44 aktornya ada pada konstitusinya 33:47 nah siklus itu terus-menerus berjalan 33:50 secara ekonomi terus-menerus berjal 33:53 secara politik terus-menerus berjalan 33:54 selama satu generasi gitu secara sosial 33:57 terus-menerus berjalan sama satu 33:58 generasi maka seperti saya bilang pada 34:00 tahun 98 34:03 h 34:03 Indonesia akan kehilangan satu generasi 34:06 terbukti. [tertawa] 34:09 Masyaallah la w quata ill 34:11 81 tahun merdeka gini-gini aja gitu kan 34:14 bikin pusing ni negeri kan [terkesiap] 34:17 itu yang 34:17 nah ketika kita sadar 34:19 h 34:19 81 tahun kita merdeka begini aja gitu ya 34:23 [tertawa] 34:24 problemnya begini-gini aja kita artinya 34:26 sesungguhnya kita tidak punya kemajuan 34:29 jangan bilang infrastruktur itu kemajuan 34:33 itu statusnya fisik 34:35 tapi pembangunan manusianya gagal 34:38 Kita bicara pembangunan fisik tanpa 34:40 bicara pembangunan manusia. Nah, ketika 34:42 kita bicara pembangunan manusia, jelas 34:44 terbukti Anda tidak bisa menggunakan 34:47 konsep Barat karena Barat gagal seabad. 34:51 Itu ceramah saya di mana-mana. Barat 34:54 gagal, Saabat. Gitu. 34:57 Dan Barat sedang berubah pula sekarang 34:59 ini kan, Bang. Ini kan ee ya kita pindah 35:01 ke luar negeri sedikit, Bang. 35:03 Ee karena tinggal 5 menit lagi juga. Dan 35:06 perubahan ini terjadi selain 35:08 perekonomian Amerika yang carut-marut 35:11 sepertinya begitu juga perubahan 35:13 politik. Ini di Michigan ada lagi satu 35:16 ee anggota parlemen yang akan terbang 35:19 seperti Zohran. Apa yang terjadi di 35:22 negeri angkelam sana sebenarnya dan 35:24 pengaruhnya ke kita? 35:26 Sebelum sampai bicara Zhran dan Michiken 35:28 itu gitu ya, 35:29 kita ngelihat dulu cerita 35:31 bagaimana protes ee warga Amerika. He. 35:35 Ternyata kita telah membantu Israel dan 35:38 telah melakukan genosida dan pembunuhan 35:40 kemanusiaan. [tertawa] 35:44 Protes itu muncul. Lalu disahuti oleh 35:46 penguasa, oleh rezim. 35:48 Itulah kaum kiri katanya. 35:51 [tertawa] 35:53 Itulah yang saya bilang. yang saya 35:55 bilang ya bagian dari social conflict, 36:01 bagian dari runtuhnya hubungan sosial 36:05 yang sekarang juga terjadi di Indonesia. 36:07 Nah, situasi untuk menjawab untuk 36:10 menjawab ee rentannya hubungan sosial, 36:13 leluruhnya kehidupan keluarga, 36:15 berantakannya kehidupan masyarakat 36:18 dengan saya tambahin maksud dengan 36:20 bencana alam baik kepanasan maupun 36:23 kebanjiran di mana-mana. 36:25 Alib tidak menyebut tentang ee tentang 36:28 bagaimana hewa wave gelombang panas. 36:31 Nah, tidak menyebut lagi tentang banjir 36:33 yang dahsyat itu gitu ya. 36:35 Itu 36:35 sebenarnya kalau kita ngelihat kayak 36:37 gitu gitu ceritanya 36:39 maka mereka juga mencari jawaban. Jadi 36:43 kasus Johran yang mengatasi berbagai 36:46 keterbatasan anggaran tapi berhasil 36:48 menyejahterakan 36:50 warga New York gitu ya. Oh kan gitu 36:52 kalimatnya. Johan berhasil mengatasi 36:54 pembayaran gaji. Johan mengatasi 36:56 berhasil mengatasi soal asuransi 36:59 kesehatan. Bagaimana menurunkan 37:01 kejahatan itu kan kalimat itu muncul 37:03 gitu. 37:03 Artinya dalam bahasa lain 37:06 ada kalangan masyarakat Amerika yang 37:09 juga mencari alternatif 37:11 jawaban dari petunjuk kehidupan. 37:15 Nah, mereka menjawabnya dengan sebagian 37:17 dengan Islam. 37:18 Di Eropa juga terjadi sama. Tapi pada 37:21 saat yang sama di Eropa hal-hal begitu 37:24 juga dimusuhi. Seperti juga di Amerika 37:26 dimusuhi. What's the point? Betul betul 37:29 perang peradaban, betul-betul perang 37:31 agama 37:32 gitu ceritanya. 37:34 Masyaallah. Nah, tetapi tetap saja tetap 37:38 saja yang namanya rbana mahal subhanaka 37:44 faqinnaabana itu menunjukkan 37:47 bahwa yang hak itu tidak pernah bisa 37:50 dikalahkan. Dia bisa disingkirkan tapi 37:53 suatu saat karena dia tidak bisa 37:55 dikalahkan gitu ya, 37:56 dia akan tetap kembali muncul ke 37:58 permukaan. Itulah keseimbangan, itulah 38:01 mizan. H 38:02 gitu. Jadi itulah hukum Archimides, 38:05 itulah hukum mizan, itulah hukum 38:07 substitusi, itulah aku jadikan segala 38:09 sesuatu serta seimbang gitu ngelihatnya. 38:12 Itulah yang dunia sedang berubah 38:14 sekarang ini. Bukan begitu, Bang? Ini e 38:17 apa tah? 38:18 Kalau kita ingin kita kita ingin 38:20 mengkaji lagi perubahan gitu ya. 38:22 Ee perubahan itu sudah jelas bahwa 38:25 ketika yang namanya masyarakat nanti 38:27 akan dikunci oleh permainan digital, 38:31 garis bawahi omongan sederhana saya. H 38:33 ketika masyarakat dikunci oleh namanya 38:36 penggunaan digital pada saat itu 38:38 sebenarnya titik puncak kerawanan 38:42 peradaban itu sudah sampai pada masanya. 38:46 Jadi masa peradaban demikian rentan, 38:49 peradaban manusia demikian rentan itu 38:50 ketika manusia diarahkan total oleh 38:53 permainan otomatisasi, robotisasi dan 38:56 AI. 38:57 Anak muda sekarang nanya fikih, nanya 38:59 apa? CGPT. Ustaz kurang lagu. 39:02 Iya. Ini yang jadi masalah. Heeh. 39:05 [tertawa] 39:06 Artinya lagi-lagi pertanyaan besarnya 39:10 mana hudalinasnya? Mana hudal lil 39:12 muttaqinnya? 39:14 Bahwa kitab Al-Qur'an itu tidak pernah 39:15 tergantikan oleh apapun. Tidak 39:18 tergantikan. 39:19 Ruhnya 39:20 tidak tergantikan. Bagaimana bukti 39:21 ketidak tergantikannya? 39:23 Gampang. Saya sudah membuktikannya bukan 39:28 dengan jari tangan saya, dengan jumlah 39:29 jari tangan saya. Saya buktikan bahwa CJ 39:31 JPT itu kalah dan salah gitu. 39:35 Bahkan saya terkadang, bahkan saya bisa 39:37 menyebut ngacao. Saya bilang baru 39:39 mereka, "Oh iya maaf Anda benar sekali 39:41 kami ngacau." "Oh betul ngakuin 39:42 [tertawa] mereka 39:44 biasanya diadu sama dipsik lagi ya sama 39:46 yang lain baru dia." "Tapi fair lah 39:48 mereka tuh juga terbuka tapi kan di 39:50 balik itu ada yang men-setting bukan 39:51 begitu Bang?" 39:53 Nah, ketika pertanyaannya begitu maka 39:55 dia tergantung pada dua hal. 39:58 Hm. 39:59 Pertama, siapa yang menjadi feeder 40:00 algoritmanya? 40:01 Feedernya siapa? 40:03 Feeder algoritma ini masukkan ke 40:05 algoritma ini diproses oleh mesin kan? 40:07 Iya. 40:08 Proses mesin ini memenuhi tiga syarat. 40:11 Konsistensi, koherensi, korespondensi. 40:14 Tetapi karena masukan awalnya adalah 40:16 realism, masukan awalnya adalah 40:19 fenomenologi, 40:21 masukan awalnya adalah materialism, maka 40:24 yang diproses oleh mesin dengan prinsip 40:26 koresensi. koherensi, korespondensi dia 40:30 tetap tunduk pada materialism. He. 40:33 Sehingga kemunculan fikih atau 40:35 kemunculan Al-Qur'an di dalamnya 40:36 sifatnya hanya casing, 40:39 sifatnya hanya permukaan, sifatnya hanya 40:42 simpel, 40:43 gitu. [tertawa] 40:45 Kalau dibilang ada kecerdasan, gimana? 40:47 Ya kecerdasan kecepatan menjawab, 40:49 kecerdasan membuat casing sedemikian 40:52 hebatnya. Mereka memang menyentuh 40:54 konten. 40:55 Ada sedikit konten disentuh, tapi ketika 40:57 dikejar komprehensifnya, dikejar 41:00 konsistensinya, oh nanti dulu. Apalagi 41:02 dikejar dengan model kalau pakai bahasa 41:04 nursada CDPT, gunakan pendekatan 41:07 nursursi dengan metodologi ilmu dan 41:10 dengan metodologi ee keilmuan dan 41:12 konfigurasi sistem dilengkapi dengan 41:14 feedback. Look, coba jawab. Itu basis 41:17 Al-Qur'an. 41:18 Jadi hajar yang namanya AI itu dengan 41:21 model begitu dia pusing tuh. Dia pusing. 41:23 [tertawa] 41:24 Masyaallah. 41:26 Karena feeder feeder algoritmanya tidak 41:28 berpedoman pada ilmu Al-Qur'an maka 41:30 enggak bisa jawab chatt. 41:31 H 41:32 saya ulang ya. Feeder algoritma itu 41:34 tidak berpegang pada ilmu Al-Qur'an. 41:36 H iya. Maka ketika kita kejar tadi 41:39 bagaimana metodologi ilmunya, bagaimana 41:42 konfigurasi sistemnya, bagaimana tadi 41:45 feedback look systemnya yang dikunci 41:47 dengan triple ke 41:48 konsistensi koherensi korespondensi 41:50 dengan pendekatan 5C casing contact 41:52 comparis konsisten CPT enggak bisa 41:55 jawab. 41:56 Masyaallah. [tertawa] 41:59 84 itu artinya Al-Qur'an adalah 42:01 betul-betul Al-Qur'an adalah betul-betul 42:04 ilmu yang tidak tertandingi, petunjuk 42:06 yang tidak tertandingi. Saya ingin 42:08 mengatakan begitu. Jadi dari keseluruhan 42:10 sistemah itu yang saya sebut tadi ketika 42:13 orang 42:14 begitu dijepit habis-habisan oleh 42:15 otomatisasi, oleh robotisasi, oleh AI, 42:19 itulah puncak kerentanan peradaban. Di 42:22 situlah Islam rasa menjadi sangat amat 42:26 sangat dibutuhkan. Benarlah dia bahwa 42:28 dia adalah hudas. 42:35 Alalamualaikum warahmatullahi 42:36 wabarakatuh. 42:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 42:40 wabarakatuh.