Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [Musik] 0:09 Brasil 0:10 [Musik] 0:16 TV sebagaimana yang kita ketahui bahwa 0:19 di tahun 2023 ini adalah tahun di mana 0:22 kontestasi politik ee dalam rangka untuk 0:26 ee menyambut ee pemilu legislatif dan 0:30 juga Pilpres 2024 dimulai ya 0:33 rangkaiannya dan EE kita ingin membahas 0:36 ee seperti apa yang bakal terjadi di 0:40 2023 nantinya kemudian juga kita juga 0:44 mengetahui bahwa e kondisi ekonomi 0:46 global juga memiliki ancaman Resesi 0:49 ekonomi ya Dan apabila faktor ekonomi 0:54 dan politik ini berpadu ya dua-duanya 0:58 Keti mengalami permasalah ahan apakah EE 1:01 kondisi Indonesia akan baik-baik saja di 1:04 2023 ketika adanya ancapan Resesi 1:06 ekonomi dan kemudian yang kedua secara 1:09 politik juga akan memasuki tahun pemilu 1:12 di mana kita mengetahui dalam dua 1:15 periode Pemilu sebelumnya di Pilpres 1:18 keterbelahan bangsa kita semakin 1:21 meruncing gitu ya dengan adanya dua 1:24 polarisasi dua e kandidat calon presiden 1:28 antar pendukungnya dan ini sampai 1:30 sekarang masih menimbulkan eh 1:33 bekas-bekas eh potensi adanya polarisasi 1:37 dan juga gesekan perpecahan ee dan 1:41 konflik sosial di masyarakat nah ini 1:44 semua sudah pasti hal yang 1:46 mengkhawatirkan tapi di sisi lain ee 1:49 mungkin ada juga beberapa peluang yang 1:51 bisa 1:52 dimaksimalkan oleh bangsa Indonesia 1:55 Apalagi setelah kemarin kita sudah 1:57 menjadi tua rumah presidensi ee ee g20 2:00 ya Beberapa peluang-peluang kerjaasama 2:03 pembangunan di masa depan terbuka lebar 2:05 ee bagi Indonesia tapi pada malam ini 2:09 kita langsung mengundang para pakarnya 2:11 untuk bisa membedah apa yang bakal 2:13 terjadi ee di 2023 nantinya untuk itu 2:18 sudah hadir pada malam ini 2:21 ee pembicara kita narasumber kita yang 2:24 juga sudah beberapa kali hadir di unival 2:26 St yang pertama Bang Faisal Basri 2:30 ekonom dan politikus kita Asalamualaikum 2:32 Bang Faisal Waalaikumsalam 2:34 Warahmatullahi Wabarakatuh I Terima 2:36 kasih sudah hadir 2:38 bangal ya dan juga 2:41 eh sudah hadir juga bersama kita bang 2:44 kened Muslim peneliti utama indikator 2:47 politik Indonesia Asalamualaikum Bang k 2:50 Terima kasih sudah hadir malam selamat 2:53 [Musik] 2:56 malam at sudah diundang malam hari ini 3:00 Baik terima kasih Bang Kennedy Nanti 3:03 Mungkin Bang Kennedy bisa memaparkan ke 3:04 kita mungkin dari hasil penelitian dan 3:06 survei-survei yang indikator dilakukan 3:09 dalam beberapa bulan terakhir ya Yang 3:11 bisa memproyeksikan Bagaimana kira-kira 3:15 gambaran kondisi sosial politik dan 3:18 ekonomi Indonesia di tahun 3:20 2023 dan juga sudah hadir bersama kita 3:23 tuan 3:28 rumah 3:30 makasih 3:32 bang 3:36 Halo yang nantinya yang biasanya berd 3:40 dengan info terakir juga sedang 3:43 penerbangan balik ya dari 3:46 nepalaysia Indonesia beliau biasa naik 3:50 gunung neal setiap tahun 3:58 Minah mulai Kami ingin mengucapkan 4:01 terima kasih yang sebesar-besarnya 4:02 kepada seluruh pemirsa Setia indonesiaok 4:05 di dalam negeri dan luar negeri dan juga 4:08 kepada rekan-rekan media Dan wartawan 4:10 yang senantiasa membersamai menyaksikan 4:12 dan memberitakan acara ini eh terima 4:15 kasih atas kontribusinya dan 4:17 partisipasinya sahabat-sahabat sekalian 4:19 acara Indal ST ini disiarkan setiap 4:22 Jumat malam pukul 20 dan bisa disaksikan 4:25 secara langsung melalui channel YouTube 4:27 dan 4:28 Facebook elisera PKS TV dan juga rasil 4:31 TV dan juga disarkan melalui siaran 4:34 radio channel radio rasil 720 AMM bagi 4:37 sahabat-sahabat yang sedang di jalan 4:39 bisa membuka channel radio ee mobilnya 4:42 masing-masing ataupun yang berada di 4:45 rumah yang ingin mendengarkan melalui 4:46 radio silakan dibuka channel radio Rasel 4:49 720 am dan juga disiarkan e di direlay 4:54 oleh beberapa jaringan radio Rasel di 4:57 beberapa kota di seluruh Indonesia baik 4:59 baik sahabat-sahabat sekalian kita mulai 5:01 acara indiv stok pada malam ini dengan 5:04 tema Ada apa di 2023 kepada Pak marani 5:07 dipersilakan memberikan pengantar dan 5:10 paparannya kasih Bang Aldi izin Bang 5:12 Faisal Basri dan Mas 5:14 kennedi Bismillahirrahmanirrahim 5:17 asalamualaikum warahmatullahi 5:20 wabarakatuh 5:22 waalaikumsalamuh allahum Shi ala 5:24 sayidina Muhammad Amma 5:27 ba selamat malam dan salam sejahtera 5:30 untuk kita 5:32 semua ada apa di 5:39 2023 saya izin Bang haldi dan Leaders 5:43 calon Leaders narsum kita yang luar 5:46 biasa 5:47 ini Memulai Dengan 5:49 ee Sebuah ayat Quran ketika Allah 5:56 mengingatkanendaklah setiap kita 5:58 memikirkan apa yang akan dilakukan ya 6:03 Masa depan ditentukan oleh kita sendiri 6:07 ya tentu ada faktor Allah subhanahu wa 6:11 taala menolong kita tetapi ikhtiarul 6:15 Insan 6:16 ya usaha manusiawi kita dituntut untuk 6:21 melakukan yang terbaik ya do the best 6:24 and God do the rest ya kita lakukan yang 6:27 terbaik dan Allah 6:29 taala Tuhan akan melakukan sisanya 6:33 ya Indonesia negara besar ya Pak Habibi 6:37 mengatakan we are not a country Ya we 6:39 are a continent ya kita bukan satu 6:43 negara tapi kita satu benua Ya saking 6:46 demikian 5,5 juta km per ya dan 65%nya 6:53 lautan ya dan Bung Karno mengatakan kita 6:56 bukan daratan yang dipisahkan oleh 6:59 lautan tapi kita lautan yang ada daratan 7:02 ya jadi paradigma tentang maritim ini 7:06 sebetulnya mesti e kokoh gitu loh karena 7:10 memang kita negara archipleagic ya 7:13 negara 7:14 kepulauan dengan unclose ya kita luar 7:18 biasa mampu mendapatkan hak walaupun 7:21 tetap kita punya Alki Arul laut 7:23 kepulauan internasional laut alq 123 7:26 kita tetap punya ee untuk kapal 7:30 internasional lewat walaupun tetap harus 7:32 memberikan 7:36 pemberitahuan 35% daratan yang ada di 7:39 Katulistiwa Eh kalau ikut teori 7:43 perputaran Mang haldi maka mineral itu 7:46 akan kumpul di tengah gu sama juga 7:48 dengan Ring of Fire juga ya kemarin kita 7:51 bahas tentang kebencanaan Bang Faisal 7:54 Mas kennedi Pak dariono menyatakan ya 7:58 kita 8:00 dapat berkahnya saat yang sama juga siap 8:02 dengan musibahnya ya demikian banyak 8:05 Allah anugerahkan kepada Indonesia bahan 8:09 tambang ya karena kalau teori fisika 8:12 kalau kita muar maka semua akan kumpul 8:14 di tengah 8:15 gitu di saat yang sama itu juga Ring of 8:19 Fire ya sehingga memang 8:22 eh luar biasa ya Nah karena itu baik 8:27 buat kita memetakan 8:30 eh novaliri mengatakan kita belajar 8:34 sejarah itu bukan ingin mengetahui masa 8:37 lalu tapi untuk memprediksi masa depan 8:40 dan menyiapkan diri ya untuk mengokohkan 8:43 masa depan Indonesia leader basisnya 8:46 etika dan logika kita harus punya etika 8:50 karena Allah subhanahu wa taala selalu 8:51 melihat kita kita orang berimania kita 8:55 ben-ben 8:58 harusaraik bagia sekali Bang Faisal sama 9:00 Mas Kennedy menemani bincang kita Bung 9:04 Roki mudah-mudahan bisa nyambung di ya 9:06 kalau enggak kita relakan karena memang 9:09 dia punya jadwal naik gunungnya ya 9:13 tiga hal yang ingin saya sampaikan yang 9:14 pertama tentu determinan faktor kita di 9:19 2023 adalah Pilpres 9:22 ya konstitusi kita menegaskan Presiden 9:26 adalah kepala pemerintahan Tapi saat 9:29 yang sama juga kepala negara ya bahkan 9:32 kalau kita lihat konstitusi tupoksi 9:36 Presiden itu luar biasa 9:38 ya Panglima tertinggi Angkatan 9:41 Bersenjata kita ya saat yang sama dia 9:45 juga yang e mengangkat para menteri 9:48 dengan 9:49 segala hak prerogatifnya gitu sehingga 9:53 eh presiden presidenpresiden Pilpres 9:57 Pilpres Pilpres akan jadi salah satu 10:00 poros Nah untuk itulah Leaders dan calon 10:04 Leaders betul-betul kita harus 10:06 petakan 10:08 Siapa yang memiliki integritas Siapa 10:12 yang memiliki intelektualitas ya saya 10:15 berapa kali Lihat Bang Faisal Basri di 10:18 tiktok justru Bang itu luar biasa itu 10:21 saya siap Waduh dan tajam sekali maturun 10:24 itu satu bentuk edukasi politik yang 10:27 buat saya lugas tapi jelas dan tegas ya 10:31 kita perlu tidak terlalu lama hidup 10:35 dalam eimisme apalagi di feodalisme gitu 10:39 Kita harus belajar untuk melihat realita 10:42 dan menyampaikan solusi secara lugas 10:45 gamblang dari realita karena 10:48 itu salah satu yang akan banyak menjadi 10:52 determinan faktor adalah konfigurasi 10:54 capres cawapres kita 10:58 bersyukur muslim sudah hadir mencoba 11:00 untuk membantu kita memetakan ya saya 11:04 pribadi melihat Mas Anis 11:06 Baswedan dengan segala track recordnya 11:10 mudah-mudahan masuk dalam kontestasi ya 11:12 PKS dengan segala dinamika yang ada 11:16 komitmen membangun musyawarah bersama 11:19 dengan Nasdem dan Demokrat mudah-mudahan 11:22 dalam waktu dekat akan tercapai 11:24 kesepakatan untuk berjuang bersama ee 11:28 karena bagaimana pun saya pribadi Mas 11:30 Kennedy 11:32 mendukung KB Saya dukung segera 11:35 mengusulkan capres cpresnya Pak Prabowo 11:38 dengan PKB segera 11:40 ajukan teman-teman di kami ya 11:44 mudah-mudahan Mas segera mendapat 11:46 pasangannya segera diajukan termasuk 11:48 teman-teman PDIP ya Jangan Lagi Ada 11:51 interlocking nunggu PDIP ngajuin Ganjar 11:54 atauak Puan mestinya ada yang berani ya 11:58 walaupun nanti kita majukan bukan buat 12:01 menang tetapi menang itu bisa kita 12:03 petakan dengan sederhana dari snow 12:06 Rocket science in Winning election Saya 12:08 yakin Nah kalau karena yang tidak bisa 12:10 dihentikan waktu makanya saya apresiasi 12:13 masis yang terus muter walaupun lucu ini 12:17 banyak sekali hambatan yang receh-receh 12:20 mestinya kebebasan berkumpul bersyerikat 12:22 itu diberikan nah poin du tentu 12:26 ekonomiekonomi ekonomi Bang Faisal Basri 12:29 sudah hadir 12:32 ekonomi kerja tanpa 12:35 ee eh planning ya kerja pindah IKN tanpa 12:41 persiapan buat saya bisa jadi ini 12:45 merupakan 12:46 eh bleeding ya sebagaimana kereta api 12:50 cepat Jakarta Bandung yang katanya mau 12:54 dipanjangkan disambungin sampai ke 12:56 Surabaya luar biasa eh Dep trapnya gitu 13:01 l yang harus benar-benar masyarakat dan 13:03 publik 13:04 awasi tentu formula ekonomi baru agak 13:09 susah diharapkan dari rezim yang 13:12 sekarang tapi kita bisa mulai 13:15 diskursus setiap capres memaparkan visi 13:19 ekonomi mereka Ya karena memang terlalu 13:23 lama Indonesia berkubang dalam middle 13:26 income Trap country gitu loh 4.000-an 13:29 kita masih mentok di 4.000 Padahal saya 13:32 izin Bang Faisal Basri Kemarin bareng 13:35 dengan teman-teman DPD dan 13:38 eh teman-teman dari akademisi itu bahas 13:43 tentang blue eekonomy ya peluang luar 13:46 biasa ekonomi kita dari maritim dan 13:49 kelautan yang walaupun Pak Jokowi sudah 13:53 punya visi poros maritim tetapi 13:55 anggaran-anggaran tidak mengarah ke sana 13:57 sesuatu yang sangat 14:00 eh paradoks ya yang akhirnya justru 14:03 menunjukkan bahwa mensana inorpor ke 14:06 sana gua ke sono ya enggak nyambung Nah 14:09 ini yang saya kita coba harus petakan 14:12 dan kita bersyukur Bang Faisal Basri ada 14:14 di sini pandangan saya untuk ekonomi 14:17 bagaimanapun rakyat rakyat dan rakyat 14:19 pertumbuhan yang 14:21 berkualitas fokus kepada pembangunan 14:24 sumber daya manusia dengan diikuti 14:27 riset diikut 14:29 industrialisasi saat yang sama basis 14:32 pertanian kita betul-betul kita benahi 14:35 ini kisru tentang pupuk luar biasa 14:38 bodohnya ku tentang jumlah cadangan 14:42 beras kita menunjukkan ada sesuatu yang 14:45 salah yang sesat dalam perhitungan 14:47 antara bulok dengan Kementan dan itu 14:50 diperparah dengan ide food Estate yang 14:54 Justru malah merusak lingkungan dan pada 14:56 saat yang sama tidak ada bukti Dia 14:59 memberikan nilai tambah ekonomi bagi 15:01 masyarakat karena 15:03 itu poin dua ekonomi akan menjadi 15:07 determinan faktor saya kritik keras Pak 15:10 Jokowi maupun Bu Sri Mulyani yang 15:12 seperti menakut-nakuti rakyat pemimpin 15:15 itu mestinya 15:16 menginspirasi pemimpin itu mestinya 15:18 memberikan semangat pemimpin itu 15:20 mestinya memberikan jalan keluar bukan 15:23 justru menakut-nakuti 2023 Awan Gelap 15:26 2023 Resesi 15:29 berat semua negara ya mungkin niatnya 15:31 kalaupun pertumbuhan ekonomi dikit minta 15:33 dimaklumi mestinya Jujur saja Mes Jujur 15:37 saja terakhir yang ketiga tentuang haldi 15:40 saya n Bang Faisal Basri eh Mas muslim 15:46 Kennedy masih tetap melihat ada secerca 15:50 harapan dari reformasi di bidang 15:52 pendidikan 15:54 pendidikanpendidikan Nadim dengan segala 15:56 kontroversinya baik itu belajar maupun 15:59 kampus merdeka sampai sekarang Dia 16:01 memberikan kebebasan bagi anak-anak 16:04 kelas 3 SMA untuk memilih jurusan manaun 16:07 buat saya satu angin segar ketika 16:10 beliau menyederhanakan 16:13 mensimplifikasi cuma dengan literasi 16:16 numerasi dan karakter buat saya itu 16:18 sesuatu kemajuan yang besar tapi memang 16:21 tidak mudah ya membangun sistem 16:24 pendidikan yang baik di tengah beragam 16:27 kondisi beda ee kesenjangan Jawa luar 16:31 Jawa kualitas guru kita dan seterusnya 16:34 jumlah total siswa kita 50 juta itu 16:37 lebih besar dari ee negara Malaysia satu 16:40 negara sekalipun itu itu menunjukkan 16:43 beban berat jadi tetap 16:46 2023 isu pendidikan berkualitas isu 16:50 pendidikan yang affordable tapi juga 16:53 aksesibel isu pendidikan yang merakyat 16:56 isu pendidikan yang belakangan ini ada 16:59 catatan nih Bang Faisal Basri ya Eh lpdp 17:02 kita banyak memberikan beasiswa kepada 17:05 mereka yang pandai dan kaya gitu loh 17:07 tidak memberikan kepada yang mereka 17:09 membutuhkan ini satu reformasi yang 17:11 harus dilakukan untuk karena tidak 17:14 mungkin negara maju dengan kualitas 17:16 pendidikan tinggi yang tidak maju dengan 17:18 jumlah profesional dari masyarakat yang 17:22 tidak sesuai dengan berapa jumlah dokter 17:25 per 1000 orang jumlah Insinyur per 1000 17:28 orang jumlah apoteker per 1000 orang 17:30 jumlah perawat per 1000 orang jumlah ee 17:34 Penyuluh Pertanian jumlah dan lain-lain 17:37 itu akan menjadi catatan besar kita 17:39 untuk menjadi negara yang bangkit maju 17:42 dan merebut masa depan tentu ketika 17:45 Indonesia maju maka umat Islam sebagai 17:48 mayoritas yang akan mendapatkan 17:50 keuntungan karena itu 2023 betul-betul 17:53 harus menjadi perhatian kita bersama itu 17:55 bangdi sebagai pengantarnya mohon maaf 17:59 kurang lebihnya Monggo 18:01 dilanjutkan Terima kasih Pak marani atas 18:04 pengantarnya dan sekarang kita dengar 18:07 paparan dari Bang Faisal Basri 18:11 eh tentang eh apa eh apa Ada apa di 2023 18:17 terkait aspek ekonomi dan juga mungkin 18:20 kalau melihat Sisi politiknya juga Bang 18:25 dipersilakan bebasin 18:27 aja 18:28 Oke asalamualaikum warahmatullahi 18:30 wabarakatuh Waalaikumsalam 18:34 eh Bang makasih Eh Bang Bang Ken dan 18:39 teman-teman semua yang di zoom maupun 18:42 yang di kanal-kanal lainnya 18:45 eh mungkin e 18:49 kita lihat dulu dunia ya dunia memang eh 18:55 sudah lama sebetulnya bukan sekarang 18:57 saja menghadapi cabaran dari berbagai 19:00 arah pada waktu yang bersamaan gitu Jadi 19:03 ada krisis kesehatan ada krisis 19:07 lingkungan ada perang 19:10 ada ketidakpastian Ya uncertainty 19:15 volatility complexity 19:18 ambiguity itu sudah term yang 19:22 EE lama sebetulnya terjadi ada fuka kan 19:26 ee ada Oh sekarang ada itu lagi Eh 5C 19:32 itu eh 19:34 eh apa 19:37 namanya dan sebagainya dan 19:39 sebagainya jadi apa sih yang membedakan 19:43 yang membedakan adalah eh respons setiap 19:47 negara itu yang membedakan eh Anwar 19:51 Ibrahim misalnya baru saja beberapa 19:54 menit yang lalu eh mengumumkan kabinet 19:57 Barun nya ya 20:00 Ee dia rampingkan jadi ee Pokoknya dia 20:05 fokus untuk menggerakkan ekonomi dan 20:09 menolong yang rentan walaupun yang 20:12 rentan di Malaysia sedikit ya 20:15 Eh apa yang dia lakukan simbolik aja 20:20 tidak menerima gaji sebagai Perdana 20:22 Menteri merampingkan kabinet dan meminta 20:26 karena ini partai koalisi minta 20:28 keikhlasan menteri-menteri yang akan 20:31 dilantik besok oleh yang di-pertuan 20:32 agung untuk juga dipotong 20:35 gajinya kemudian sudah disiapkan eh 20:38 mobil baru S Mercedes s600 20:43 eh untuk eh perdana menteri baru eh eh 20:49 Datuk serri amral Ibrahim bertanya 20:51 kepada pengurus ee pengurusi ya di sana 20:55 di di ee kantor perdana menteri bisa 20:58 dibatalkan gak Oh bisa sudah dibatalkan 21:02 sama Anwar dia pakai mobil yang bekas 21:04 gitu yang sudah dipakai gitu Jadi apa 21:07 sejuk gitu ya sejuk jumlah kabinetnya 21:10 juga ramping kalau zaman ee mahyidin 21:14 Yasin dan 21:16 eh penggantinya itu ada 21:19 74 menteri dan timbalan menteri Tadi 21:23 diumumkan gak sampai 30 ya akan ditambah 21:26 di apa namanya nya timbalan apa timbalan 21:30 menteri itu diperkirakan cuma 40-an jadi 21:34 signalnya jelas 21:37 disiapkan cadangan untuk rakyat gitu Nah 21:41 kalau di 21:43 Indonesia eh menghadapi cobaan-cobaan 21:45 ini kan Ya seperti pernah Berulang kali 21:48 saya katakan kan udah ada rumusnya di 21:50 dalam al-qur'an surat 21:52 Yusuf Jadi kalau keadaan baik menabung 21:57 karena 7 tahun ke depan akan terjadi 22:00 siklus paceklik gitu Dan kalau 22:04 teman-teman Tengok ya Ee di e Amerika 22:08 Serikat persis siklusnya 7 tahunan loh 22:12 karena Amerika kan pasar bebas ya jadi 22:14 eh eh gak ada intervensi gak sedikit 22:19 intervensi gitu Jadi siklusnya itu eh 22:23 serupalah dengan yang eh disampaikan 22:27 dalam al-qur'an nah Amerika juga punya 22:28 tabungan walaupun tabungannya di 22:31 negara-negara bagian ya Malaysia punya 22:33 namanya employment provident funds eh 22:36 Singapura punya 22:38 eh Central provident fund eh eh eh 22:44 Central poident fund eh kemudian eh eh 22:49 Timur Leste punya oil fund Norwegia 22:53 punya Sovereign well funds itu paling 22:55 kaya 1,4 triliun dolar ya yang gunanya 22:59 untuk jaga-jaga satu kemudian kedua 23:03 kalau dia memproduksi R non renewable 23:07 resources yang tidak bisa diperbarui nah 23:11 dia jual hasilnya itu dia gunakan untuk 23:14 mengembangkan yang renewable gitu jadi 23:17 di Norway sekarang hampir 100% renewable 23:21 dari minyak yang non renewable kita gak 23:23 ada bekasnya tuh minyak 23:25 e selama ini gitu nah jadi itulah yang 23:30 disiapkan itu ee ee sedemikian rupa 23:34 membuat kelompok yang rentan itu e 23:38 terlindungi eh Singapura bahkan di 23:41 Singapura kan Engak ada orang miskin ya 23:42 Eh tapi pemerintah Singapura 23:45 mencadangkan anggaran untuk BLT ya BLT 23:49 inih di Singapura ada BLT Bagi EE 23:52 keluarga yang pendapatannya di bawah 23:54 100.000 100.000 do Singapura di mana 23:57 Malaysia itu yang di bawah 100.000 per 24:00 tahun ya kalau di Malaysia itu yang di 24:02 bawah r3.000 per bulan Nah kalau kita 24:06 kan yang betul-betul miskin aja gitu nah 24:08 padahal ancaman yang EE disampaikan Pak 24:12 Jokowi itu itu 24:17 bisa menyebabkan orang yang tidak miskin 24:21 jadi miskin kan orang yang nyaris miskin 24:23 nah orang-orang yang rentan ini di 24:25 Indonesia Jumlahnya ada 60,6 persen Tapi 24:29 sebelumnya saya perkenankan untuk ee 24:32 Resesi ya di dunia ini Resesi nah eh 24:37 eh kemungkinan resesinya kecil kok gitu 24:41 dunia itu jadi 24:43 ee saya sulit untuk menyebutkan jumlah 24:47 negara yang terancam Resesi dengan 10 24:51 jari saya yang saya ingat cuma Jerman ya 24:55 Jerman ee Jepang eh beberapa negara 24:59 lagilah tapi Amerika tidak Resesi Cina 25:04 tidak e India tidak Jadi kemungkinannya 25:08 relatif kecil walaupun meningkat tapi 25:10 relatif kecil gitu nah 25:13 jadi Indonesia itu kalaupun dunia Resesi 25:17 Indonesia tidak akan 25:19 Resesi Kenapa karena hubungan ekonomi 25:22 Indonesia dengan dunia itu 25:25 renggang jadi grasi eh secara mendalam 25:30 jadi contohnya kalau Singapura itu dunia 25:34 Resesi Singapura jeblok karena apa 25:37 ekspornya 170% dari pdb-nya Indonesia 25:41 cuman 20% jadi Katakanlah Resesi gak ada 25:44 yang mau beli barang Indonesia cuman 20% 25:47 enggak akan colaps ekonomi Indonesia 25:49 penanaman modal asing modal asing yang 25:52 datang ke Indonesia ini tidak sampai ya 25:54 sekitarlah sekitar 15% dari total 25:57 investasi ih di Indonesia Kalau Vietnam 26:00 40% Singapura 26:03 60% Indonesia gak sampai 15% jadi Resesi 26:08 Dunia Resesi aja sana Indonesia tidak 26:11 jadi ibaratnya kita mainnya di Parit kan 26:14 enggak mungkin tenggelam kalau kita main 26:16 di Samudra Baru tenggelam gitu 26:18 kemungkinannya Nah jadi eh 26:22 oke Indonesia bukan karena hebat tapi 26:25 karena itu dia less integrate 26:28 gituing in disgise ya bang eh kita eh 26:34 banyak hikmahnya Tapi waktu ekonomi 26:37 dunia nanti recover lagi kita belakangan 26:40 I belakangan makanya negara-negara lain 26:43 kan sudah recover tahun lalu Indonesia 26:46 baru tahun ini jadi eh selisihnya 26:48 setahun nah jadi ada tidak ada 26:53 Resesi risiko terbesar ekonomi Indonesia 26:56 datang dari dalam 26:59 jadi misalnya nih Tahun depan kan Ekspor 27:03 kita tidak akan sebagus tahun ini ini 27:06 udah mentok tahun ini mentok tinggi gitu 27:08 ya jadi gak bisa sebagus tahun ini nah 27:11 kemudian 27:12 ee hutang kita sudah terlalu banyak 27:15 sudah apa istilahnya jenuh gitu asing 27:19 itu sudah menjual banyak sekali ya yang 27:22 menjual lebih banyak dari yang membeli 27:24 surat utang pemerintah netonya tuh 27:27 kira-kira Rp10 triliun ya Ee nah 27:32 ee pemerintah enggak bisa berhutang 27:34 seperti saya katakan tadi ee harusnya 27:37 Indonesia itu jaga-jaga kemungkinan 27:40 terburuk dengan cara apa dengan cara ee 27:45 menunda dulu perbelanjaan yang tidak 27:51 prioritas gitu Jadi apa tuh yang tidak 27:53 prioritas IKN Oke sudah ada 27:57 undang-undang undangnya udah deh saya 27:58 gak mau nolak-nolak lagi tapi jangan 28:01 sekarang gitu kemudian Pak Jokowi 28:04 mengatakan 28:06 pokoknya 28:08 infrastruktur yang sudah direncanakan 28:10 harus selesai Sebelum saya selesai nah 28:15 artinya kan tidak ada pemikiran untuk 28:18 menunda kemudian pembelian senjata 28:21 f15 itu banyak banget itu billion of US 28:25 Dollar itu nah Insyaallah kan enggak ada 28:27 ancaman perang gitu-gitu ya bisa ditunda 28:30 itu nanti dan dengan ditunda itu 28:32 persiapannya menjadi lebih baik gitu 28:35 perancangannya bisa lebih 28:37 ee baik gitu Nah kalau tidak Ma Tidak 28:41 bisa dihambat belanja tidak bisa 28:44 dihambat sementara penerimaan negara 28:48 akan 28:49 turun terus biasanya ee berhutang 28:53 berutangnya sudah gak boleh lagi ee ee 28:56 banyak banyak kan defisitnya harus 28:59 maksimum 3% dari PDB nah mulai ada 29:03 masalah di situ nah muncullah tuh sumber 29:06 krisis jadi krisis di Indonesia hampir 29:09 selalu 29:10 dipicu oleh faktor domestik 29:13 ketidakdisiplinan nah ini yang saya saya 29:16 lebih takut itu daripada Resesi Global 29:19 yang juga tidak akan kemungkinan 29:21 terjadinya kecil gitu jadi tunjukkanlah 29:24 Pak Jokowi kasih warning oke silakan 29:28 nunjukkan kita hati-hati tapi seperti 29:31 yang saya sampaikan di Kompas tadi jam 29:33 pukul .30 itu antara yang diucapkan 29:37 dengan tindakan itu bertolak belakang 29:40 UD tahu situasinya seperti itu kok 29:43 perilaku pemerintahnya tidak berubah ini 29:46 loh konsen kita jadi saya gak mau 29:50 lama-lama ee untuk sementara itu dulu 29:54 jadi Resesi Dunia kemungkinannya kecil 29:57 apatah lagi Indonesia tapi Indonesia 30:02 mungkin saja terjadi krisis lebih parah 30:05 dari dunia tapi bukan karena dunia tapi 30:09 karena faktor-faktor eh domestik itu ya 30:13 tadi misalnya ditambah lagi kereta cepat 30:16 ya kereta cepat kalau beroperasi 30:18 perahyangan 30:20 dibunuh 30:21 gitu orang dipaksa untuk pakai yang 30:24 mewah tapi kan rakyat banyak pilihan ah 30:27 Naik travel aja gitu karena point to 30:30 POnya lebih lama naik kereta cepat itu 30:33 Anda turunnya di pada larang atau di 30:36 Gede Bage Iya dari Gede Bage ke kota 30:38 Bandungnya Butuh waktu lagi ke 30:41 stasiunnya di Halim macet lagi gitu kan 30:45 jadi lebih cepat poin to pen poin pakai 30:48 travel kan ini gak rasional gitu Nah 30:51 inilah yang Oleh karena itu tadi Eh Bang 30:55 mani Eh 30:57 teruskan bicara tentang maritim ini 31:00 Indonesia ini unik di seluruh dunia gak 31:03 ada yang seperti Indonesia negara 31:05 kepulauan terbesar di dunia 31:07 eh tadi sudah disitir juga Bung Karno 31:11 mengatakan kita bukan 31:14 eh negara 31:16 kepulauan yang apa ya bukan daratan yang 31:20 dipisahkan laut oleh laut tapi lautlah 31:25 yang mempersatukan 31:28 2 Pulau itu Sambung menyambung menjadi 31:31 satu itulah Indonesia zamrud katistiwa 31:34 yang merangkainya adalah laut Nah kalau 31:38 roh kita itu maka basis kegiatan 31:41 ekonominya termasuk transportasi yang 31:44 kita utamakan ad transportasi laut saya 31:46 baru berjumpa dengan e teman-teman ya 31:50 mengeluh gitu pengusaha ini mengangkut 31:53 barang dari Medan ke Jakarta kok lebih 31:56 mahal daripada guangcoo Jakarta gitu 32:01 sehingga ini botol-botol kaca ini botol 32:04 kaca ini sesederhana ini semua tanpa 32:09 kecuali yang buat obat dan buat apa 32:13 minyak-minyak ini Itu semuanya diimpor 32:15 dari China wow tinggal yang diproduksi 32:18 oleh Kedaung itu yang besar-besar yang 32:21 ongkos transportnya lebih mahal Nah jadi 32:23 ee ee ee sayang gitu Har usnya ini 32:27 diproduksi oleh 32:29 industri-industri kita ya menimbulkan 32:32 efek multiplliayer yang besar tapi 32:34 karena kita memunggungi laut kita masih 32:37 ingat Pak Jokowi pidato kemenangan 32:39 pertama itu di atas kapal dengan Pak JK 32:42 kita tidak boleh memunggungi laut gitu 32:45 tapi kita enggak pernah dengar lagi nah 32:48 ayo kita 32:50 menemukan bukan menemukan sebetul sudah 32:53 kita temukan tapi menyadari jati diri 32:56 kita untuk berpijak pada realitas dan 33:00 model pembangunannya tentu saja harus 33:01 berbeda tidak bisa memakai model 33:03 pembangunan Amerika Malaysia atau Cina 33:06 yang kontinental kita kepulauan kan 33:08 bagus Nah jadi eh itulah yang sebetulnya 33:12 saya sudah masukkan gagasan itu ke dalam 33:15 naskah transformasi ekonomi pasca covid 33:18 yang disusun oleh benas tapi saya enggak 33:21 tahu saya sudah sampai mana itu karena 33:23 saya enggak pernah dikomunikasikan lagi 33:25 jadi mengintegrasi kan perekonomian 33:27 Indonesia lewat laut itu ekonomi 33:30 Indonesia itu terpecah belah terpecah 33:32 belah jadi ee misalnya ya nih terakhir 33:36 Nih misalnya duku duku di Jakarta itu 33:39 harganya bisa 30 r0.000 sekilo tapi di 33:43 Pontianak r.000 3 kilo kok di satu 33:47 negara Jawa dengan Kalimantan yang 33:49 relatif dekat aja perbedaan harganya 33:51 sedemikian sangat tinggi karena kita itu 33:54 dia 33:55 tadi Pos transportnya nya mahal karena 33:58 disconnected karena memunggungi laut itu 34:01 dulu deh Terima 34:05 kasih baik terima kasih Bang Faisal 34:08 sangat menarik ya dan sekarang kita 34:12 dengar dulu dari Bang kenedy Muslim nih 34:14 Bagaimana nih terawangannya nih 34:16 [Tertawa] 34:18 bang bang haldi bang mard apa pasti 34:23 Mungkin juga sudah lihat ya laporan 34:25 hasil survei yang dirilis oleh direktur 34:28 lembaga kami kemarin Mas Burhan keren 34:30 keren memang yang kita ingin potret ini 34:33 kan eh kondisi host Ris terakhir ya 34:38 dinamika terakhir ya memang belakangan 34:41 kan dinamika politik kita banyak 34:44 cenderung dipekat dengan situasi W NC Ya 34:48 seperti tadi Bang Mardani katakan di 34:50 pengantar itu memang para elit masih 34:53 melihat Bagaimana posisi Bu Mea gitu 34:55 yang masih bertanya-tanya apakah akan 34:57 mengusung bakuan atau Ganjar dengan 34:59 konflik internalnya sehingga itu eh 35:02 semacam mematikan langkah elit politik 35:05 lain dalam ragu-ragu 35:07 untuk melangkah gitu loh dalam 35:09 menentukan cpres yang ingin diusung dari 35:12 masing-masing internal partai tapi ya 35:15 memang ada breakthrough ya di bulan 35:17 Oktober kemarin tanggal 3 Oktober Partai 35:20 Nasdem Eh pak ketua umumnya Pak sury Pal 35:24 melakukan manuver meskipun ya ada gosip 35:27 yang beredar ini pun juga di luar 35:30 pengetahuan Pak Jokowi gitu loh 35:32 maksudnya sampai last Minut pun juga Eh 35:34 Pak Jokowi juga tidak diinfokan kalau 35:37 memang nastem karena kan tadinya ada 35:40 wacana tanggal 10 November ya mungkin 35:42 Bang m juga tahu sebagai partner yang 35:45 diajak diskusi oleh nastem gitu tapi eh 35:49 deklarasi Pak Anis oleh nasem ini memang 35:53 semacam memecah kebuntuan Ya maksudnya 35:55 Eh dari yang tadinya eh weight andc 35:58 sekarang kita sudah mulai melihat ada 36:00 dinamika ya di kalangan elit gitu 36:03 Setidaknya di kalangan elit gitu eh di 36:06 di kalangan pemilih umum juga semakin 36:09 memberikan semacam kepastian ya dan juga 36:12 kepastian bahwa eh Anis sudah 36:15 dideklarasikan sebagai salah satu capres 36:18 meskipun memang mungkin partai eh 36:21 koalisinya belum terbentuk namun 36:22 setidaknya sudah ada momentum gitu di 36:24 situ dan dari survei yang kita potret eh 36:29 secara rutin memang 36:32 tiga nama itu tidak banyak berubah ya 36:34 tiga nama teratas Pak Prabowo Pak Anis 36:37 Pak Ganjar gitu eh tapi memang e dengan 36:41 deklarasi masanis ini kita jika 36:43 dibandingkan dengan eh pr deklarasi 36:47 dengan pas deklarasi memang ada dinamika 36:50 gitu di tiga nama teratas ini gitu 36:53 terutama di tren simulasi tiga nama itu 36:56 kita menemukan 36:57 bahwa tren Pak Ganjar agak sedikit 37:00 melemah ee dari 36 menjadi 37:04 33% kemudian Pak Prabowo juga melemah 37:08 dari 29 ke 23% ini cukup signifikan ya 37:12 turunnya dan Pak Anis eh eh ada momentum 37:17 naik yang cukup kencang gitu loh dari 25 37:20 ke 32% gitu jadi secara tidak langsung 37:24 ini memang kalau kita lihat pola datanya 37:26 ini 37:27 ee suara dari Pak Prabowo ini yang di 37:31 dimakan oleh suara ee Pak Anis gitu loh 37:34 sehingga semakin semakin Solid di suara 37:39 Pak Prabowo di 2019 kemarin memang 37:42 sebagian semakin beberapa 37:45 terkonsolidasi suaranya beralih ke Pak 37:48 Anis sehingga ada penurunan dan juga 37:51 kenaikan yang secara persentase hampir 37:54 sama gitu jadi karena memang dari dari 37:58 awal kita sudah melihat pola bahwa 38:01 eh basis masa Pak amis dan Pak prab ini 38:05 memang sangat beririsan gitu ya terutama 38:07 di pulau Jawa Barat Banten DKI eh untuk 38:12 masanis di DKI dan juga di pulau 38:14 Sumatera seperti Sumatera eh barat dan 38:17 Aceh gitu ya 38:19 Eh jadi itu situasi terakhir terkait 38:22 dengan dinamikanya kemudian sedikit 38:26 terkait dengan persepsi ekonomi di di 38:30 survei Kami memang terekam untuk trend 38:33 kondisi ekonomi kita ini masih berada di 38:36 fase post covid recovery ya post covid 38:40 recovery period karena kita merekam kita 38:43 kan melakukan survei secara rutin itu 38:46 jadi memang sewaktu awal covid itu 38:50 ada adaismic shift ya dari persepsi 38:54 ekonomi yang tadinya eh mengatakan bahwa 38:58 tren eh keadaan ekonomi nasional kita 39:00 baik ini di bulan Februari 2020 itu 39:03 masih di angka 39:05 31% kemudian drop sampai ke tinggal 6,7% 39:10 dan yang mengatakan ekonomi buruk itu di 39:12 28% pernah mencapai 81% bahkan di bulan 39:16 April atau Mei 2020 itu itu awal-awal 39:19 covid itu nah semenjak Mei 2020 hingga 39:23 sekarang memang kita melihat TR rec itu 39:26 gitu terkait dengan persepsi kondisi 39:29 ekonomi nasional dari 81% sekarang ee 39:33 sempat menyentuh kembali di angka 39:36 30,5% yang menyatakan kondisi ekonomi 39:39 nasional kita buruk itu di bulan Juni 39:41 kemarin dan ini eh angka ini yang sudah 39:45 mulai hampir Cross lagi antara yang 39:47 mengatakan baik dan buruk kondisi 39:49 ekonomi nasional ini kembali Eh berpisah 39:52 jalan ya Eh terutama setelah pengumuman 39:55 kenaikan BBM kemarin gitu jadi di bulan 39:58 Agustus September dan Oktober ini 40:01 kembali naik e karena kenaikan BBM dan 40:05 juga eh penghapusan subsidi itu tentu 40:08 berdampak kepada tingkat inflasi ya dan 40:11 begitu juga kita temukan pola umum di 40:14 survei itu tingkat inflasi itu selalu Eh 40:17 punya korelasi positif dengan approval 40:20 rating presiden gitu dan di data 40:22 terakhir approv rating memang masih di 40:25 cukup ambang batas psikologis yang aman 40:27 ya masih di 67% gitu kemarin Nah ini ya 40:33 kira sedikit overview terkait dengan 40:35 data data terakhir dari lembaga kami 40:39 jadi eh Memang terkait dengan kita 40:42 bertanya kepada masyarakat Isu apa yang 40:44 paling mendesak memang ee pengendalian 40:48 harga kebutuhan pokok itu masih menjadi 40:49 yang teratas gitu di saat ini gitu 40:52 kemudian juga isu lapangan kerja juga 40:55 masih menjadi fokus ketiga juga isu soal 40:59 terkait dengan isu ee pemberantasan 41:01 korupsi Nah itu sebagai pengantar 41:06 situasi terakhir dan juga di survei 41:08 rilis survei kita kemarin kita juga 41:11 menanyakan terkait 41:13 dengan siapa cawapres yang paling yang 41:17 paling pantas dipilih di pemilu jika 41:22 pemilihan presiden diadakan sekarang gu 41:24 kita temukan memang an Kamil masih 41:28 paling unggul ya dari daftar nama-nama 41:31 yang ada 41:33 ee trennya juga kemudian ada nama ahy di 41:36 situ yang menjadi salah satu nama yang 41:38 dipertimbangkan sebagai pasangan Pak 41:40 Anis ya sebagai eh partai koalisi di 41:44 Nasdem Demokrat dan PKS dan juga ada 41:47 sandiaga Uno Erik Tohir dan kovifa gitu 41:50 itu lima nama teratas terkait dengan 41:51 cawapres tentu saja nanti Seiring dengan 41:55 berjalannya negosiasi di masing-masing 41:58 koalisi nama-nama ini tentu ee akan 42:01 semakin dipertimbangkan Apakah bisa 42:03 menjadi 42:05 eh nama yang menjadi komplementer bagi 42:08 capres-capres yang diusung masing-masing 42:10 koalisi 42:11 eh itu nanti tentu akan menjadi semakin 42:14 menarik dalam eh host risk di Pilpres 42:18 nanti ya kemudian terkait dengan pilihan 42:21 partai angka terakhir PDIP memang masih 42:24 memuncaki ee 42:27 lembaga jajak pendapat di angka 42:31 23,5% disusul dengan Gerindra di 42:34 11% kemudian gokar di 10% Demokrat di 42:39 9,8% PKB 8,2% PKS di 5,1% Nasdem di 42:46 4,8% dan memang kita melihat dengan efek 42:49 deklarasi terhadap Nasdem ada sedikit 42:52 peningkatan dari sebelumnya diangka 42:54 sekitar 3,3% ke 4 kom8% 42:57 eh 42:59 eh saat ini kita belum melihat kalau 43:03 dari efek deklarasi Anis kemarin ke 43:06 suara PKS meskipun kita bisa melihat eh 43:10 untuk PKS sendiri suara pendukung dari 43:14 PKS itu sudah mencapai 80% yang ke salah 43:18 satu calon yakni Pak Anis Baswedan gitu 43:20 jadi suara di akar rumput ini sudah 43:22 sangat Solid gitu terkait dengan PKS eh 43:25 untuk mendukung Pak Anis Bedan gitu eh 43:28 Sedangkan untuk dinasdem sendiri suara 43:31 masih cukup terbelah antara Pak Anis dan 43:33 Pak Ganjar meskipun sedikit mayoritas ke 43:35 Pak Anis sekarang Dan juga di 43:38 partai-partai lainnya tentu saja PDIP 43:41 sudah ngeblok juga ke Pak Ganjar jadi 43:45 kira-kira itu peta terakhir dengan 43:48 Pilpres yang bisa saya sampaikan mungkin 43:52 nanti ada Seiring dengan berjalannya 43:54 waktu kita bisa berdiskusi mungkin eh 43:56 apa yang menarik untuk di 43:59 dilihat saya boleh tanya enggak ya boleh 44:03 Mas nah eh Bang Kennedy he eh ini 44:07 belajar dari Pemilu Malaysia yang saya 44:09 rasa struktur pemilihnya hampir sama 44:12 usia muda Yes yang memungkinkan itu 44:15 menariknya di Malaysia itu usia muda itu 44:18 terpecah dua ya ke pas ya Pas itu dapat 44:23 banyak Kursi 44:24 ee banyak sekali kursinya 44:27 ee yang bekerja sama dengan PN itu ee 44:32 sebagian lagi ke eh eh eh Anwar Ibrahim 44:37 ya makanya Anwar Ibrahim pakatan 44:40 nasionalnya dapat paling besar 82 kursi 44:44 Nah mahatir surprisingly itu 44:49 eh dia maju 44:51 eh lewat pemilihan di Langkawi ya di 44:56 Langkawi dia itu 44:59 kalah Bahkan bukan nomor sat bukan nomor 45:02 dua tapi nomor EMP bukan orang tidak 45:04 hormat kepada mahatir tapi karena anak 45:08 muda ini kalian masa laluah belakang 45:11 udah di belakang ajaal gitu nah saya 45:14 pengin tahu struktur 45:16 eh 45:18 responden karena kalau menurut saya 45:20 kalau makin banyak usia mudanya itu 45:24 tidak akan cenderung keab karena 45:26 dianggap sudahudah Masa lalulah Gitu ya 45:29 bukan hormat atau tidak hormat bukan 45:31 urusan itu tapi aspirasi mereka itu 45:35 lebih dekat kepada tokoh eh eh yang 45:40 lebih muda gitu ya benar eh Bang Faisal 45:44 benar sekali ya memang kita melihat ada 45:47 tren yang menarik eh pemilih muda ini 45:50 sudah mulai ngeblok ya Eh untuk pem muda 45:55 per kotaan itu memang ada kecenderungan 45:58 ke Pak Anis kemudian tapi juga Pak 46:02 Ganjar juga ngeblok pemilih mudanya dan 46:05 Pak Prabowo sekarang justru terjadi 46:07 pergeseran pemilih Pak Prabowo ini 46:09 menjadi semakin 46:11 eh AG bracketnya semakin tua dan juga ke 46:16 ke daerah pedesaan gitu saat iniu jadi 46:19 trennya seperti itu terkait dengan 46:21 pemilih pemilih muda itu sendiri ya 46:27 tapi ya itu tentu saja sesuai ya dengan 46:31 tiap Pemilu itu kan pemilih muda identik 46:35 dengan pemilih yang in ininigur yang 46:38 baruuakabedangkan 46:41 sudahutingga itu dianggap bagian dari 46:44 masa lalu itu 46:47 konsisten kemudian terkait dengank 46:50 pendikendi kalau kitaat 46:54 ini semakin tinggi tingkat pendidikan 46:57 semakin tinggi dukungan kepada Pakis 46:59 jadi jadi 47:00 eh Kay dengan latar belakang tingkat 47:04 pendidikan orang yang semakin terdidik 47:07 condong semakin ke Pak Anis kemudian Pak 47:10 Ganjar cukup merata meskipun juga ada 47:12 tren semakin tinggi tingkat pendidikan 47:15 semakin tinggi juga condong ke Pak 47:17 Ganjar sedangkan Pak Prabowo ini sangat 47:19 Terbalik ya polanya semakin rendah 47:22 tingkat pendidikan Ya seperti tadi saya 47:24 jelasin sebelumnya Eh Pak 47:27 Prabowo terjadi shifting ya dari 47:30 pendukungnya kalau di pemilu lalu itu 47:32 pemilih di perkotaan dan juga dengan 47:35 tingkat pendidikan semakin tinggi akan 47:37 cenderung ke 47:40 Prabowo data Sur terakhir kami semakin 47:44 rendah tingkat pendidikan dan juga 47:46 tinggal di pedesaan dan juga tingkat 47:48 pendapatan lebih rendah itu 47:54 tingkatanaktinggang bisa dibaca ya basis 47:58 pendukung Pak Prabowo yang di perkotaan 48:00 dan juga eh educated one itu mulai 48:03 beralih ke pakisedan gitu di 48:10 sini Bang eh 48:13 Kennedy baik Bang Faisal eh cukup 48:16 kira-kira 48:17 eh lebih dari cukup udah jadi keren itu 48:21 keren Kita lihat siapa yang E faktor 48:25 penentu di pemilu nanti makanya PKS juga 48:29 kan eh rebranding kan sekarang orangan 48:32 kan benderanya di mana-mana tuh kalau 48:35 orange betul 48:36 orange seperti 48:40 partai kesannya Patai orang tua jadi eh 48:43 ya itu PKS sudah sadar lama 48:47 tuh jadiratulation lah kasih Bang 48:52 Faisal Baik Pak Mardani eh eh di sisi 48:58 lain ada tren baru ya memang tadi sudah 49:00 dibahas terkait dengan tren E milenials 49:03 dan eh ada apa namanya 49:07 tren adanya antitesis atau Angin 49:10 perubahan yang diinginkan dari eh 49:13 pemerintahan sebelumnya tetapi sempat 49:15 ada isu bahwa eh di tahun 2023 nanti dan 49:20 2024 ada isu ya ini mungkin pak mohon 49:24 klarifikasinya adanya rencana untuk 49:26 perpanjangan masa jabatan presiden 49:29 sehingga Pemilu 49:30 diundur nah sehingga di tahun 2024 Ada 49:34 kemungkinan tidak akan ada Pemilu nah 49:37 bagaimana Pak terkait dengan isu ini Pak 49:40 ya namanya isu bisa aja Bang haldi 49:43 jangan-jangan isu itu memang dicreate ya 49:46 di ada yang bilang pokoknya ekonomi 49:49 berat Indonesia akan susah Nah karena 49:52 itu ada postulat selanjutnya tapi 49:56 eh saya pribadi dan beberapa e PKS PDIP 50:02 juga seingat saya tegas menolak isu tiga 50:05 periode Nah kalau PKS tiga periode tolak 50:08 penundaan tolak ya Karena 50:10 bagaimanapun konstitusi kita tegas 50:13 menyatakan pemilu dilaksanakan 5 tahun 50:16 sekali ya dan hak rakyat wajib kita 50:19 hormati saat 2020 di puncak pandemi saja 50:25 kita tetap menyelenggarakan pilkade 50:27 serentak ya yang hampir 200 titik itu 50:31 karena kita menyatakan eh pandemi eh 50:35 benar menjadi obstakle tetapi hak rakyat 50:39 wajib kita tunaikan dan karena itu 50:42 ketika e 2020 itu yang biasanya 1 TPS 50:46 bisa 500 sampai 800 orang di 2020 waktu 50:51 Pilkada kita batasi cuma 300 Orang dan 50:55 kita perpanjang waktunya sehingga tidak 50:57 ada penumpukan ya betul-betul diatur 51:00 artinya 51:01 ide penundaan ide perpanjangan ide sesat 51:05 yang harus ditolak dan kadang-kadang eh 51:08 mereka suka testing the water Bang 51:10 Faisal eh Pokoknya kalau kita tidak 51:14 menolak ya Saya pernah bincang nih 51:16 dengan Bang kenedi punya tim 51:18 eh di sini juga tuh Bang burh mtadi 51:21 pernah bilang diajak tuh untuk masuk 51:24 dalam barisan veor yang menyuarakan tiga 51:28 periode atau penundaan Ingat 51:30 saya dan ditolak dengan sangat tegas dan 51:33 elegan oleh Pak Burhanudin Mas 51:35 Burhanudin Muhtadi kita 51:38 eh jangan mengingkari eh jangan juga 51:42 mengkhianati hak rakyat jadi 51:44 eh jalan terus kami di komisi 2 sepakat 51:48 ini harus dikawal memang ada isu sedikit 51:51 tentang anggaran ya memang anggaran kita 51:53 terlalu besar nih Bang Faisal Basri eh 51:56 KPU minta R6 triliun untuk pilkade 52:00 serentak dan e Bawaslu 33 triliun lebih 52:04 jadi total berdua itu 110 triliun ya 52:07 Tapi ketika kita zooming memang poin 52:09 terbesarnya itu naikkan honor ya yang 52:12 tadinya r00.000 bagi para eh petugas 52:16 adhw KPPS dinaikkan ada yang niatnya 52:19 diumrkan tetapi belakangan distandarkan 52:23 antara 1,5 sampai 2,2 atau 2,5 juta ee 1 52:28 bulan itu lebih manusiawi ya termasuk 52:30 kita juga anggarkan asuransi kesehatan 52:32 ya walaupun ee sudah mulai karena tidak 52:36 ada ee perubahan revisi undang-undang 52:39 kita tidak bisa membatasi tapi 52:40 diutamakan petugas KPPS di usia 55 tahun 52:44 ke bawah ya karena yang di 50 tahun ke 52:46 atas memang berat ini ada isu lain Bang 52:49 Fais BRI negara-negara lain biasanya 52:53 Pemilu itu ee Mas Kennedy itu hari libur 52:57 Kalau enggak Sabtu Ahad ya kalau di 52:59 Malaysia Saya kemarin ke sana juga Bang 53:01 Faisal Basri gitu loh itu selalu 53:04 dilaksanakan Singapura Malaysia hari 53:06 libur dan dilaksanakan di sekolah dan 53:09 dia ada lajur-lajurnya tuh Karena 53:11 sekolah tuh rata-rata tingkat kalau umur 53:13 55 tahun ke atas dia pasti di tingkat 53:16 satu di lantai bawah tapi makin muda 53:19 makin ke lantai atas bang haldi ya kan 53:21 makin sehat gitu kan mereka gu Nah itu 53:24 bisa cuting the cost itu loh Ee tidak 53:27 harus hari Rabu kita selalu hari Rabu 53:29 karena katanya BPS itu hari paling 53:31 stasioner tetapi dengan rata-rata KPPS 53:35 itu ee nanti kan kita 14 Februari 53:38 2022 dia dari 13 Februari sudah mulai 53:42 kerja masang ee bikin TPS itu loh dan 53:46 nanti pas 53:48 perhitungan itu bisa sampai malam 53:50 ee ee ngisi ee C1 planonya nah habis itu 53:57 nyalinnya walaupun Sekarang kita lagi 53:58 mengintroduksi si rekap gitu loh Ya 54:01 rekapnya rekap elektronik gitu tidak 54:03 seperti kemarin 54:04 72 lembar masing-masing sangat kecil 54:07 partainya beda e aleknya beda Eh 54:10 dapilnya beda woh itu rumit sekali ya 54:12 Sehingga Nah jadi bang haldi teman-teman 54:15 KPU sudah eh bekerja keras walaupun 54:18 problem besar KPU sekarang memang 75 54:21 hari masa kampanye itu 54:24 sangat dengan eh penyiapan logistik kita 54:28 ini kan tidak cuma Jakarta dan Jawa tapi 54:31 ada banyak pleloksok dan kita in a 54:33 single day Kalau Bang Faisal pernah di 54:36 Amerika itu kan 1 bulan kan gitu loh eh 54:38 pemilunya gitu loh bahkan di 2014 kita 54:41 terbesar sedunia eh India juga walaupun 54:45 yang ikut pemilu banyak tapi tidak 54:46 single day cuma Indonesia yang one 54:48 single day Yang single day gitu l 54:50 sehingga 2014 itu 134 juta orang hadir 54:54 itu ngalahin Amerika dalam single day ya 54:57 walaupun kalau jumlahnya lebih banyak 54:58 Amerika lebih banyak lagi India tetapi 55:00 in single day kita menang Nah jadi ada 55:03 perkara teknis ada perkara taktis ada 55:06 perkara strategis dan eh saya kritik 55:10 keras genit saya bilang di Kompas juga 55:13 Bang Faisal Kalau Pak Joko bilang rambut 55:15 putihlah apa 55:17 Eh sayang gitu loh kalau Pak Mukhtar 55:20 buhi waktu bareng saya itu tidak ada 55:22 pesan yang transenden gu itu pas semua 55:25 saripatinya enggak ada semua tidak ada 55:28 unsur mendidiknya semua gitu nah kita 55:30 jangan sampai teralihkan makanya kita 55:32 tidak bahas rambut putih di sini Bang 55:34 haldi karena itu dekoy 55:36 itu lanjutang sebetulnya Bang Mardani ya 55:41 orang yang berpikir keras itu kepalanya 55:44 jadi ee 55:47 botak jadi panasan botak jadi yang 55:51 botak lebih cocok yang botak itu saya 55:54 setuju itu 55:55 [Tertawa] 55:57 tapi sedikit nambahin ya bang bang 56:00 mardanial isu penundaan Pemilu kan 56:04 memang ya tadi Bang bilang testing the 56:07 water gitu memang orang-orang di sekitar 56:09 presiden masih l 56:12 bisik-bisik gitu tapi ya semakin lama 56:15 jangan-jangan testing the water menjadi 56:17 playing with fire gitu l 56:20 karenaara empiris kita juga terakhir 56:24 saya Pak mungkin sekitar t 3 bulan lalu 56:28 pun sudah datanya itu sudah sangat clear 56:30 gitu memang tingkat dukungan Terhadap 56:33 isu penundaan itu paling tinggi itu 56:36 seketika di puncak-puncaknya covid ya 56:38 jadi memang ada ada suasana krisis di 56:40 situ tapi begitu kita sudah memasuki 56:43 masa recovery Economic recovery itu juga 56:46 kita bisa melihat tren dukungan Terhadap 56:49 isu itu tuh semakin menurun dan the 56:51 train has left the station sekarang gitu 56:53 jadi menurut saya itu juga menurut saya 56:56 akan jadi Boomerang Apabila pak Jokowi 56:59 masih mengentertain ide itu ya apalagi 57:02 eh ya ini bukan saya membela membela 57:05 pemerintah atau membela Pak Jokowi gitu 57:07 Eh sekarang kan kemarin Pak Jokowi ini 57:10 kan sedikit backing the trend ya Eh 57:13 kalau kita lihat setidaknya sampai 57:15 posisi hari ini dia belum mengalami masa 57:18 limd presideny itu justru mungkin Mak 57:21 makin kuat gitu kita engak tahu nanti di 57:23 tahun depan Apakah 57:25 posisi e sebagai kingmerer untuk eh 57:31 Pilpres 2024 akan semakin menguat atau 57:34 atau ya dia engak e Pak Jokowi engak 57:37 Presiden Jokowi tidak imun terhadap 57:39 fenomena lemdak presidensi tersebut 57:41 karena semakin mendekati masa jabatan 57:45 akhir masa jabatan periode kedua 57:47 biasanya kan eh semakin sedikit leverage 57:50 yang dipunyai oleh Presiden di akhir 57:52 masa jabatan kedua tersebut terhadap 57:54 untuk meng ol partai-partai yang di 57:56 berada di koalisi namun That Remains to 57:58 be seen gitu l tapi setidaknya di posisi 58:01 saat ini kita belum lihat Pak Jokowi 58:03 sebagai limdak presiden gitu e 58:07 dibandingkan dengan presiden-presiden 58:08 sebelumnya mungkin di akhir masa 58:10 jabatannya 58:11 ini tapi ini juga saya mengutip dan eh 58:15 salah satu profesor yang pernah 58:17 berkunjung ke kantor itu dan later dia 58:21 mengatakan Jokowi belajar dari 58:23 pengalaman di periode pertama gitu ya 58:26 maksudnya di mana di periode pertama dia 58:29 belajar bagaimana 58:31 dia sewaktu sehabis menang Pemilu itu he 58:35 only secure minority government gitu di 58:38 di parlemen dia tidak mayoritas kan dan 58:40 dia belajar betapa susahnya mengontrol 58:43 ketika tidak mendapatkan mayoritas apa 58:47 dukungan di parlemen gitu Oleh karena 58:49 itu dari pengalaman itu eh dia mengajak 58:53 masuk Go dan terutama yang paling jenius 58:56 tentu saja mengajak masuk Gerindra 58:58 dengan menjadikan Pak Prabowo sebagai 59:00 menhan 59:02 itu secara teori politik umum kan 59:05 semakin besar 59:07 eh koalisi gemuk yang dibangun itu kan 59:10 semakin 59:11 tinggi juga ongkosnya tapi ternyata 59:14 dinamika yang terjadi itu semakin murah 59:17 gitu loh bagi Jokowi gitu karena setiap 59:19 partai justru posisi tawarnya semakin 59:22 lemah gitu ketika satu partai ingin 59:24 mengancam keluar dari Koalisi Pak Jokowi 59:27 masih banyak Space gitu lohjadi 59:29 mayoritas 59:30 jadi biger 59:36 thealer Jokowi 59:38 gitu itu keren 59:42 itu 59:44 baikasih bang kenedy Sekarang kita ke 59:47 Bang Faisal Bangis memasuki tahun 2023 59:51 fundamental ekonomi Indonesia bagaimana 59:53 ya Bang ya soalnya kan dolar ini sudah 59:57 sekian pekan itu tembus 15.000 ya Bang 1:00:00 ya dan sekarang sudah 15.400 S 1:00:04 15.700 di mana dulu kan sempat Ada 1:00:06 kajian bahwa 15 ini salah satu angka 1:00:08 psikologi ya dan batas psikologis e apa 1:00:12 nilai rupiah terhadap dolar gitu dan 1:00:15 ternyata ini sekarang makin e melemah 1:00:18 dan apakah secara fundamental ekonomi 1:00:20 Mon dan stabilitas sistem keuangan ini 1:00:23 Indonesia bakal bakal kuat ee menghadapi 1:00:26 ancaman Resesi ekonomi di tahun 2023 1:00:30 ee seperti saya katakan secara umum ee 1:00:34 Resesi jauh dari Indonesia 1:00:36 ee probabilitasnya cuma 3% menurut 1:00:39 Bloomberg ya 3% aja ee jadi kecil lah 1:00:44 dan seperti saya katakan Resesi Dunia 1:00:47 tidak akan membuat Indonesia Resesi 1:00:49 karena kita delinking dengan dicoupling 1:00:52 dengan ekonomi dunia nah nah yang bangal 1:00:56 dikatakan itu tadi kan faktor 1:00:59 domestiknya 1:01:00 seberapa mendukung gitu ya Ini bukan 1:01:04 istilahnya Kuat atau tidak fundamen 1:01:07 ekonomi Indonesia secara mendasar itu 1:01:09 lemah Kenapa saya katakan 1:01:12 lemah lebih dari Separuh ekspor 1:01:16 komoditas dan komoditas itu harganya 1:01:19 tidak akan sebaik tahun ini tahun untuk 1:01:21 tahun depan jadi sumbangan ekspor itu ee 1:01:26 turun 1:01:27 ee buat ee pertumbuhan ekonomi Kemudian 1:01:31 yang kedua ekspor itu semu jadi ekspor 1:01:34 meningkat luar biasa ya Eh surplusnya 1:01:38 ekspor dikurangi impor surplusnya 40 1:01:41 miliar us dolar tapi kok rupiah 1:01:45 melemah gampang jawabannya karena yang 1:01:49 ngeksport itu sebagian smelter-smelter 1:01:52 Cina yang memang 100 % hasil ekspornya 1:01:56 mereka bawa pulang gitu satu kedua ee 1:02:00 CPO dan batubara sebagian uangnya mereka 1:02:04 taruh di luar karena suku bunga dolar di 1:02:08 Indonesia 0,2 0,3 di Singapura 3% 2 1:02:13 sampai 3% ya uangnya lari ke bunga yang 1:02:16 lebih tinggi gitu karena ini seolah-olah 1:02:19 Indonesia Hebat Bi ee ee e ee 1:02:26 ee mencoba menahan tidak naik suku 1:02:29 bunga ya itu bahasa ribawinya kan gitu 1:02:34 kan naik apa akan lari ke luar gitu jadi 1:02:39 ee neraca pembayaran kita 1:02:43 defisit H nah kemudian 1:02:47 Biasanya kita tuh ekspor impor barang 1:02:51 dan jasa itu 1:02:53 minus 1:02:55 current account namanya transaksi 1:02:58 berjalan minus nah belakangan ini memang 1:03:00 surplus tapi tidak ngefect rupiahnya 1:03:04 nah yang 1:03:06 menarik mungkin teman-teman ekonom juga 1:03:10 enggak tahu ya mungkin sungkan 1:03:14 gitu menyampaikannya tapi ada yang unik 1:03:18 kita sudah punya Menko 1:03:21 investasi marest itu kan mari dan 1:03:24 investasi kita punya menteri investasi 1:03:27 Pak bahlil kita punya Satgas percepatan 1:03:31 investasi tapi pertumbuhan investasi 1:03:35 melambat di era luhud Panjaitan dan 1:03:39 bahlil pertumbuhan investasi melambat 1:03:42 investasi asing drop dari 29 miliar us 1:03:46 dolar tinggal 20 miliar us 1:03:49 Doll Nah itu investasi fisik ya 1:03:53 investasi fisik investasi portfolio kita 1:03:57 minus r10 triliun itu nah yang saya 1:04:03 sebut investasi portfolio itu sangat 1:04:05 sensitif terhadap 1:04:08 isu-isu yang kita bicarakan 1:04:11 ini karena mereka gampang masuk mudah 1:04:16 keluar gitu kalau fdi kan lebih 1:04:19 berkualitasnya mereka bawa uang bangun 1:04:21 pabrik gitu nah namun dan hari ini saya 1:04:25 baca Pokoknya saya mati-matian pabrik 1:04:28 baterai harus ada di Indonesia 1:04:32 gitu menurut analisis saya tidak akan 1:04:36 Tesla itu membangun pabrik baterai di 1:04:40 Indonesia karena apa Tesla sudah 1:04:43 menemukan baterai berbasis bukan 1:04:47 nikel karena nikel itu mahal banget 1:04:50 karena Indonesia melarang 1:04:52 ekspor itu pun sudah di diakui oleh Pak 1:04:54 luhud waktu saya jumpa dia kita enggak 1:04:58 mau lagi larang-larang 1:05:00 Eh malah bertambah yang mau dilarang 1:05:03 timah pun mau dilarang gitu Jadi kalau 1:05:06 dilarang akan muncul alternatif yang 1:05:09 lebih 1:05:10 murah ya itu e eh eh rule-nya Nah si 1:05:16 Tesla ini sudah menemukan yang berbasis 1:05:19 Iron apalah saya enggak begitu ngerti 1:05:22 teknisnya ya itu disampaikan sendiri 1:05:24 oleh petinggi Tesla kepada adik-adik di 1:05:28 indef ya Eh meeting mereka Zoom meeting 1:05:30 gitu jadi eh model seperti Elon Mask itu 1:05:35 tidak lantas percaya begitu saja yang 1:05:37 diucapkan oleh presiden atau paluhud 1:05:40 mereka punya intelijen kelas dunia 1:05:43 kan mereka dengar dari semua bahkan 1:05:46 disupport oleh intelijen dari pemerintah 1:05:49 Amerika Serikat sendiri nah jadi yang 1:05:53 ingin saya sampaikan sebetulnya 1:05:56 adalah cara kita melihat ya cara kita 1:06:00 melihat persoalan itu eh eh bertolak 1:06:04 belakang gitu bertolak belakang 1:06:08 eh Indonesia tidak 1:06:11 pernah heavily rely on pada investasi 1:06:15 asing rata-rata 15% Which is good jadi 1:06:19 masalahnya sekarang bagaimana 1:06:21 menumbuhkan investasi di dalam negeri 1:06:24 karena kalau investasi di dalam negeri 1:06:26 kan uang-uang kita banyak menyertakan 1:06:29 diri kita banyak menyertakan perusahaan 1:06:31 Indonesia jadi multifilnya lebih banyak 1:06:33 Nah masalahnya investasi di dalam ini 1:06:37 melambat karena apa 1:06:40 Karena bank-bank itu lebih rajin membeli 1:06:45 surat utang pemerintah daripada kredit 1:06:48 ke dunia usaha sekarang pembeli surat 1:06:52 utang pemerintah terbanyak adalah bank 1:06:54 kira-kira 1:06:56 30% nah surat-surat utang yang dijual 1:06:59 oleh asing ditampung oleh Bi sehingga Bi 1:07:03 sekarang menyedot 20% dari surat utang 1:07:05 pemerintah jadi bank dan Bank Indonesia 1:07:09 menyedot separuh dari utang pemerintah 1:07:11 karena artinya utang pemerintah makin 1:07:13 enggak laku gitu loh Nah jadi kan kita 1:07:17 sudah sering ya bahas tentang hutang Ini 1:07:19 woh masih manageable segala macam tidak 1:07:22 kalau masih Man 1:07:26 kita juga turun beban utang juga turun 1:07:29 kita dapat yang murah ya contohnya 1:07:31 Singapura utangnya itu 2 Seteng kali 1:07:34 lipat dari 1:07:35 Indonesia Kalau per PDB ya De to GDP 1:07:39 Raya Indonesia di bawah 40 Singapura 1:07:44 100% tapi Indonesia bebannya kepada 1:07:48 anggarann pengeluaran pemerintah pusat 1:07:51 itu mencapai 1:07:52 20% % pun 1:07:56 tidak Nah itu dia jadi bebannya Sudah 1:08:00 berat sehingga kita tidak mampu lagi 1:08:02 membayar bunga utang tanpa harus 1:08:06 meminjam yang baru jadi sekali lagi 1:08:09 Bayar bunga utang itu dengan uang 1:08:13 pinjamanitu nah ini yang gak disadari 1:08:15 karena apa kita terlalu agresif spending 1:08:20 spending spending 1:08:22 tanpaerhatikan kita 1:08:25 membiayainya maka muncullah masalah di 1:08:27 mana-mana nah kemarin ini Garuda 1:08:29 disuntik lagi 7,5 1:08:31 triliun itu terus dari dulu disuntik 1:08:34 udah berapa ratus TR itu Garuda gitu 1:08:37 karena mis manajemen komisarisnya e ya 1:08:42 teman-teman tahu sendirilah ya hampir 1:08:44 semua relawan kan dapat gitu-gitu jadi 1:08:47 yang dibutuhkan Kompetensi ini tidak 1:08:49 kompet tidak kompeten gituitu Nah jadi 1:08:53 kembali agenda-agenda dalam itu 1:08:55 sebetulnya kita punya kekuatan kan pasar 1:08:57 ya Pasar Kita Kuat Kita tidak terlalu 1:09:01 bergantung pada pasar luar 1:09:04 negeri cuman 20% investasi juga kita 1:09:08 tidak bergantung pada luar negeri nah 1:09:11 Tinggal bagaimana kita mensinergikan itu 1:09:15 jadi beli botol ini dari pabrik di Medan 1:09:19 beli botol ini dari pabrik di Surabaya 1:09:22 gitu bukan dari eh guangcoo atau dari eh 1:09:26 mana-mana gitu ya Nah kemudian eh yang 1:09:30 terpenting juga harus disadari investasi 1:09:34 di Indonesia itu sudah gede jadi 1:09:36 masalahnya Pak Jokowi kan 1:09:37 investasi-investasi Terus di KPU juga 1:09:40 bicaranya investasi di pertemuan tahunan 1:09:43 Bi investasi investasi dan 1:09:46 nakut-nakutinnya bilang gini harus 1:09:49 hati-hati sampai 19 kali itu ngomongnya 1:09:52 diulang-ulang 19 kali makanya orang curi 1:09:56 nih perpanjangan nih jangan-jangan kan 1:09:58 nanti darurat gitu adastulan ber lagiit 1:10:02 darurat kan Nah jadi eh menurut saya sih 1:10:07 Eh persoalannya adalah kualitas dari 1:10:10 investasi bukan jumlah investasi 75% 1:10:14 investasi kita dalam bentuk 1:10:16 bangunan sementara dalam bentuk mesin 1:10:19 dan peralatan cuma 1:10:21 10% mesin dan peralatan itu kan yang 1:10:24 menghasilkan ini Iya bangunan yang ada 1:10:27 mesin dan peralatannya yakni pabrik 1:10:30 pabrik nah tapi kalau bangunan 1:10:33 ansih ya ya dia oke gitu tapi harus 1:10:37 proporsional dengan produksi yang dia 1:10:41 lakukan gitu jangan dibangun 1:10:44 gedung perkantoran pemerintah aja eh IKN 1:10:48 juga kan gedung kan bukan pabrik kan IKN 1:10:51 kan yang dibangun bukan e pabrik Cum 1:10:54 gedung gitu dan gedungnya enggak 1:10:56 menambah enggak menambah nilai bagi 1:10:58 Indonesia karena pabrik yang ada di apa 1:11:01 gedung yang di sini akan Ditinggalkan 1:11:02 gitu Jadi kan enggak nambah buat ekonomi 1:11:05 Iya karena orientasinya gedung itu 1:11:08 infrastruktur yang penting selesai semua 1:11:11 gitu nah jadi quality kalau qualitynya 1:11:15 ditingkatkan dengan investasi yang e ada 1:11:18 sekarang kita bisa tumbuh 1:11:21 7% 7% dalam aman gitu tapi nah ini di 1:11:26 era Pak Jokowi ini untuk membangun satu 1:11:28 jembatan dibutuhkan 50% tambahan modal 1:11:32 dibandingkan dengan 1:11:33 pemerintahan-pemerintahan sebelumnya 1:11:35 boros dan yang Anwar Ibrahim katakan 1:11:38 lagi Pokoknya saya enggak mau tahu semua 1:11:42 proyek pemerintah harus tender nah 1:11:45 teman-teman tahu kan Eh ada proyek 15 1:11:48 miliar us dolar menyulap batu bara jadi 1:11:52 gas yang bersih 1:11:54 proyeknya diberi tahunya udah diberikan 1:11:57 saja ke Bukit Asam Oke BUMN tapi yang 1:12:00 satu ke Indika 5 miliar us Doll 5 miliar 1:12:05 us Doll lagi ke Maming yang ditangkap di 1:12:07 KPK itu kayak begini gitu nah 1:12:12 jadi kita harus secara totalitas lah ya 1:12:16 dan oleh karena itu saya rasa yang 1:12:19 yang lingkungan kembali ke anak muda Nih 1:12:23 Mumpung ada pakarnya dan berbasis riset 1:12:27 gitu kan 1:12:28 Eh anak muda penting nah setiap 1:12:33 politisi dan atau calon presiden itu kan 1:12:38 harusnya nanya ya apa isu yang ada di 1:12:41 Bena anak muda sekarang Nah itu kalau di 1:12:44 Amerika dan di Korea dan di Jepang ituim 1:12:49 nomor 1:12:50 S nomor 1:12:52 dua 1:12:54 Jadi mereka benci sekali banyak sampah 1:12:57 plastik di 1:13:00 laut Nah jadi mereka sebagai investor 1:13:03 kan di Indonesia banyak investor 1:13:05 milenial juga di pasar saham mereka akan 1:13:08 pilih perusahaan-perusahaan 1:13:11 yang scor environmentnya tinggi gitu nah 1:13:16 mulai sekarang makanya diajak mereka 1:13:19 paling benci isu-isu yang ujaran kebenci 1:13:23 mereka paling benci anak-anak muda itu 1:13:25 enggak suka mereka itu ya Dan mereka 1:13:29 ingin suasana di satu negara itu 1:13:33 persaingannya sehat betul ya dia udah 1:13:36 sekolah dia sudah profesional dia udah 1:13:40 teruji gitu eh tapi karena hubungan 1:13:44 perkauman hubungan Suka tidak suka dia 1:13:47 tidak dipromote yang dipromote yang suka 1:13:50 ya siapa siapa gitu mereka benci 1:13:54 dan korbannya adalah 1:13:56 saya ya Anak saya enggak mau lagi kerja 1:13:58 di Indonesia itu karena dia ngelihat 1:14:01 unfair unfair Saya sudah kerja keras 1:14:04 saya sudah sekolah keras tapi yang 1:14:06 dipilih orang yang enggak kompeten gitu 1:14:10 loh Ya udah saya tinggal sama istri aja 1:14:13 sekarang di rumah 1:14:16 berdua bukan hanya anak saya banyak 1:14:19 sekali anak saya juga begitu karena 1:14:22 dihargai profesional 1:14:24 itu nah jadi Eh ini terutama buat 1:14:28 teman-teman PKS nih ya yang sudah 1:14:31 posioning di sana selamilah Eh eh 1:14:36 keinginan-keinginan itu anakud anak muda 1:14:40 Makasih Terima kasih Bang faal nih luar 1:14:43 biasa nih lengkap 1:14:45 e untuk acara pada malam ini yang paling 1:14:48 semangat Ses ilt banges paling semangat 1:14:52 nihih 1:14:54 tapi paling cool di paling cool tenang 1:14:56 jadi Wah luar biasa dalam 1:15:00 ini baik sekarang saya ke Bang kenedi 1:15:05 bang kenedi ada satu fenomena ya di 1:15:07 tengah situasi negara dan banyak 1:15:10 eh apa ya yang bagi kita ya yang 1:15:14 mengikuti berita dan dunia politik 1:15:16 ekonomik banyak kebijakan Pak Jokowi 1:15:18 yang menurut kita ee kurang baik tetapi 1:15:22 menurut surve survei kepuasan publik ee 1:15:25 ee masih mayoritas masyarakat Indonesia 1:15:28 itu merasa puas dengan kinerja Presiden 1:15:31 Jokowi ya Nah Bagaimana eh Bang kenedi 1:15:36 melihat ini itu Apakah benar gitu 1:15:38 masyarakat puas gitu ya di tengah 1:15:40 situasi bangsa yang rumit dan Kalau 1:15:43 memang begitu ya mungkin seperti inilah 1:15:45 wajah bangsa kita gitu ya Dan untuk 1:15:48 mengharapkan perubahan jadi menjadi 1:15:50 semakin sulit bagaimana Bang k melihat 1:15:52 ya memang memang kan tingkat kepuasan 1:15:55 approval itu faktor terbesarnya selalu 1:15:59 tentu saja penilaian mereka atas kondisi 1:16:02 ekonomi gitu ya itu itu sudah mazhab 1:16:06 mazhab umumnya dalam setiap jajak 1:16:09 pendapat itu rating selalu berbanding 1:16:11 lurus dengan eh perception perception 1:16:14 mereka atas kondisi rumah tangga kondisi 1:16:17 ekonomi secara umum gitu dan memang kita 1:16:21 temukan ya sampai saat ini approv rating 1:16:25 Pak Jokowi yang masih hering di atas 60% 1:16:29 lah ya batasan Lembang psikologis 1:16:30 tersebut 1:16:32 eh itu memang korelasinya dengan 1:16:36 penilaian akan kondisi ekonomi rumah 1:16:39 tangga mereka masih masih eh lumayan 1:16:42 cukup baik gitu loh maksudnya jadi eh 1:16:46 secara empiris data kita mengatakan ya 1:16:49 memang persepsi ekonomi yang cukup baik 1:16:51 itu memang yang masih 1:16:53 menahan approv rating Pak Jokowi saat 1:16:56 ini 1:16:58 gitu 1:17:00 lanjut dan apa namanya eh berarti 1:17:04 masyarakat melihatnya benar-benar lebih 1:17:07 ke masalah ekonomi ya ya karena kan 1:17:10 setiap kita bertanya dalam setiap survei 1:17:13 kan masalah mendesak Apa memang 1:17:15 masalah-masalah ekonomi itu yang 1:17:18 lapangan pekerjaan dan juga 1:17:21 eh harga kebutuhan pokok yang terjangkau 1:17:23 itu selalu menjadi eh top isu gitu ya 1:17:27 bagi masyarakat gitu tapi saya sedikit 1:17:29 mau komen ke Pak Faisal ya kita memang 1:17:32 pernah nanya ke tahun lalu kita 1:17:35 melakukan survei ke khusus anak muda ya 1:17:38 Pak Bang Faisal ya Eh kan Bang Faisal 1:17:40 tadi menanyakan pemimpin kita ini harus 1:17:43 nanya ke kalangan pemilih muda gitu loh 1:17:45 masalah apa gitu yang menjadi kern 1:17:48 mereka itu dan ini data tahun lalu ya Eh 1:17:51 Bang Faisal itu itu kita bertanya ke 1:17:55 responden khusus usia 17 sampai 35 tahun 1:17:58 gitu itu surprisingly isu pemberantasan 1:18:03 korupsi itu sangat tinggi gitu menjadi 1:18:05 masalah mendesak gitu loh dan kita pikir 1:18:08 itu akan eh masalah isu-isu ekonomi ya 1:18:11 sama seperti responden umum gitu tapi 1:18:13 enggak itu pemberatasan korupsi itu yang 1:18:15 paling tinggi gitu hampir 50 52% 1:18:19 responden mengatakan isu Pemberantasan 1:18:21 Korupsi adalah isu paling mendesak 1:18:23 gituat untuk diselesaikan kedua baru 1:18:26 menciptakan lapangan pekerjaan di angka 1:18:28 sekitar 22% kemudian kondisi eh 1:18:32 peningkatan kualitas pendidikan 1:18:34 eh di posisi ketiga dan isu lingkungan 1:18:39 juga masih kecil Meskipun mereka sudah 1:18:42 jauh lebih aware ya daripada masyarakat 1:18:44 umum bahwa memang isu perubahan iklim 1:18:47 ini isu yang memang krusial gitu saat 1:18:50 ini mereka sudah merasakan sendiri 1:18:53 dampak dari berbagai ee isu perubahan 1:18:57 iklim ini gitu loh dalam kehidupan 1:18:58 sehari-hari mereka tapi Apakah isu itu 1:19:02 mendesak itu perubahan iklim masih di e 1:19:05 peringkat 1:19:10 ke nah saya duga 1:19:14 eh isu lapangan kerja ini makin 1:19:18 eh mendapat perhatian dari anak muda 1:19:22 karena 1:19:24 usiaudanya 1:19:26 naik jadi makin susah dapat pekerjaan 1:19:30 sekarang itu sudah 1:19:31 19% eh eh angkatan muda yang berusia 15 1:19:38 sampai 24 itu yang 1:19:40 dikategorikan Youth unemployment itu nah 1:19:44 jadi getting worse gitu 1:19:46 eh pengangguran usia muda itu dan itu e 1:19:51 mudah sekali memicu Ensi sosial karena 1:19:54 yang demo di China itu yang sudah merata 1:19:56 itu anak muda semua I memang ini 1:20:00 sepertinya Fenomena global ya Bang 1:20:02 Faisal karena kan e kita lihat banyak 1:20:05 laporan di media-media dan juga memang 1:20:08 ini merekam kayak anekdot-anekdot bahwa 1:20:12 semakin susah untuk eh kelompok milenial 1:20:15 ini untuk to buy a house gitu loh 1:20:18 dibanding sama generasi orang tua mereka 1:20:20 gitu Apakah ini dari perubahan 1:20:23 struktural dari ee struktur eh 1:20:27 stabilitas pekerjaan itu sendiri gitu 1:20:29 yang sekarang jauh lebih Vulnerable Ya 1:20:32 maksudnya orang bekerja itu anak muda 1:20:35 ini sehingga semakin sulit untuk 1:20:37 menabung dan bisa punya Stable income to 1:20:40 afford a house gitu loh betul Nah iniung 1:20:44 betul mereka enggak mau lagi lama-lama 1:20:47 tinggal di rumah 1:20:50 mertua Baik terima kasih Bang 1:20:53 Faisal eh diskusi yang sangat menarik 1:20:56 dan tiba kita di akhir acara sudah pukul 1:20:59 2131 ini dan seperti biasa Sebelum kita 1:21:03 akhiri para narasumber memberikan 1:21:05 closing ideas atau closing statement 1:21:09 istilah Bung Dit ini closing ideas 1:21:12 beliau lagi tidak bisa hadir lagi di 1:21:14 pesawat 1:21:17 baiking 1:21:19 keangil ya ini kan tahun t ini akan 1:21:23 semakin memanas ya dinamika politik dan 1:21:26 kalau berdasarkan hasil survei terakhir 1:21:29 masih belum ada capres yang dominan ya 1:21:31 jadi dinamikanya akan semakin tinggi eh 1:21:34 kemarin sudah ada breakth dengan 1:21:35 deklarasi Pak Anis oleh Nasdem itu juga 1:21:39 pasti akan seperti burning a fire under 1:21:43 the fit of the political elit gitu loh 1:21:45 sekarang yang akan pasti mengambil 1:21:47 posisi juga gitu dengan dengan manuver 1:21:50 terakhirnya Eh Pak dengan 1:21:53 mendeklarasikan Anis Gitu Ee tapi 1:21:56 terkait dengan pemerintahan sekarang 1:21:59 memang tahun depan di tengah ancaman 1:22:02 Resesi Global tentu saja stabilitas 1:22:04 politik itu sangat diperlukan ya untuk 1:22:07 menghadapi berbagai krisis multidimensi 1:22:09 ya dari krisis pangan krisis energi dan 1:22:13 juga eh mungkin perlambatan ekonomi gitu 1:22:17 ya tapi Eh 1:22:19 bagaimana Pak Jokowi bisa maintain the 1:22:23 the temperature of Politics ini within a 1:22:26 reasonable temperature gitu lohnya Tahun 1:22:29 depan meskipun eh di tengah 1:22:32 sengitnya persaingan politik dan juga 1:22:35 sudah memasuki tahun politik kita 1:22:37 harapkan situasi akan semakin eh tetap 1:22:40 kondusif namun pada saat bersamaan juga 1:22:43 menurut saya 1:22:45 eh cukuplah jangan bermain-main dengan 1:22:48 isu yang yang liar seperti perpanjangan 1:22:52 masa Pemilu karena kita sudah membangun 1:22:54 demokrasi ini sudah hampir 20 tahun 1:22:58 lebih itu jangan sampai kita kita 1:23:02 membongkar lagi gitu loh apa yang sudah 1:23:04 kita bangun sama-sama eh selama 20 tahun 1:23:06 ini gitu It's better If a leader Living 1:23:10 on a high note gitu loh karena karena 1:23:13 kita tadi sudah saya singgung sedikit 1:23:15 saat ini kita enggak melihat fenomena 1:23:18 lmd presidensi itu kalau misalnya Pak 1:23:20 Jokowi bisa maintainate dia seperti saat 1:23:23 ini He is going to live a Legacy k 1:23:26 maksudnya He is going to live on a high 1:23:28 note gitu loh di sini gitu jadi menurut 1:23:30 saya menurut saya Eh ya bagaimana kita 1:23:35 bisa menjaga kondusivitas dan juga ini 1:23:38 tentu memerlukan peran elit juga dan eh 1:23:41 selain juga bagaimana isu polarisasi 1:23:44 kita tekan seminim mungkin meskipun ini 1:23:48 era sosial media tapi berkaca dari 1:23:51 pengalaman sebelumnya 1:23:53 sebaiknya ke depannya Mari kita beradu 1:23:57 gagasan gitu ya Oleh karena itu 1:23:59 capres-capres yang diusung ini mungkin 1:24:01 juga tugas Bang Mardani sudahud sudah 1:24:03 berkontribusi melalui channel ini 1:24:05 bagaimana kita Elevate more enlighten 1:24:09 discussion gitu loh maksudnya more 1:24:11 intellectual discussion gitu ketimbang 1:24:13 kita berkutat di isu apa mengeksploitasi 1:24:18 politik identitas politik Sara seperti 1:24:20 itu ya itu sa dari saya terima kasih 1:24:24 Bang kened luar biasa nih saran-saran 1:24:27 masukannya di closing statement dan Bang 1:24:29 Faisal Basri persilakan berikan closing 1:24:32 statement atau closing ideas oke eh eh 1:24:35 kunci perubahan di Indonesia pada anak 1:24:38 muda anak muda tadi ee ditunjukkan 1:24:43 konsen sekali dengan korupsi 1:24:46 ya Artinya mereka itu 1:24:51 eh 1:24:52 kecewa kan dengan pemberasan korupsi 1:24:56 yang sekarang itu 1:24:58 Eh ya dulu juga anak-anak muda yang 1:25:01 banyak kampanye anti korupsi itu efek 1:25:04 rumah kaca ya band efek rumah kaca dan 1:25:07 banyak lagi duta-duta anak muda yang e 1:25:10 terlibat Nah jadi mungkin 1:25:13 eh makin banyak diberikan kesempatan 1:25:17 juga di forum ini untuk calon leader itu 1:25:20 e bicara Kita gali Keinginan mereka 1:25:25 tapi dari perspektif saya yang 1:25:28 mereka-reka sebetulnya kalau if them G 1:25:33 Kalau saya masih di kalangan kelompokuda 1:25:36 itu k saya adalah kerusakan lingkungan 1:25:39 karena apa mereka tidak rela kalau 1:25:44 diwariskan dengan lingkungan yang makin 1:25:46 rusak ofnya hancur mereka tidak suka 1:25:50 denganutang makin banyak karena mereka 1:25:52 yang bayar rata-rata itu ee ee apa 1:25:56 namanya rata-rata jatuh tempo hutang itu 1:25:59 8 tahun 1:26:00 loh jadi next Presiden itu bebannya 1:26:04 berat untuk bayar hutang yang dilakukan 1:26:07 oleh rezim sekarang gitu dan ada utang 1:26:11 yang 20 tahun 30 tahun gitu ya yang 1:26:14 dibayar oleh anak muda itu nah Apa yang 1:26:16 akan terjadi maka mereka terpaksa 1:26:19 dinaikkan 1:26:21 pajaknya for the sake 1:26:24 of current Generation yang sangat egois 1:26:27 itu semakin banyak dieksploitasi sumber 1:26:30 daya alam yang tidak terbarukan semakin 1:26:34 kebagian 1:26:35 mereka kan daya 1:26:38 rusak apa eksploitasi ini 1:26:42 Nah kita dengar suara mereka apa yang 1:26:46 mereka inginkan itu ini kan rekaan saya 1:26:49 ya tapi mereka dibuka juga perspektifnya 1:26:52 nya kan bagusang mereka yang bayar 1:26:54 lingkungan rusak mereka yang nanggung 1:26:56 segala macam ini sehingga The Voice of 1:26:59 Youth ini ya saya kebetulan dari Uni 1:27:02 Eropa ke markas Uni Eropa itu kan ee ee 1:27:08 ee gedungnya separuh lingkaran di 1:27:12 atapnya itu bukan di atap atasnya tapi 1:27:15 atap sampingnya itu saatnya anak muda 1:27:18 bicara saatnya anak muda menentukan masa 1:27:21 depan gitu-gitu 1:27:22 jadi eh suara anak muda ini luar biasa 1:27:25 dan 1:27:29 eh saya disalah artikan waktu saya 1:27:33 diundang sama partai masumi saya bilang 1:27:36 saya BTS 1:27:40 Army PS Army armyya kan bukan Army 1:27:45 tentara 1:27:46 ya itu adorable representa MC for you 1:27:52 Iya jadi mereka yang kampanye ke seluruh 1:27:55 dunia mereka pidato di UN betul untuk 1:27:59 memerangi climate change dan mereka 1:28:02 diundang Joe biden untuk membantu Joe 1:28:04 biden kampanye hate speech gitu dan 1:28:08 mereka didengar oleh semua orang anak 1:28:11 muda anak muda itu dahsyat sekali 1:28:14 kekuatan itu nah kata ibu itu itu 1:28:17 promosi lgbt Oke saya ajak ngobrol tapi 1:28:20 yang membela Saya justru anak seorang 1:28:24 peserta yang anak masih remaja dari Bali 1:28:27 pakai kerudung gitu enggak gitu Ibu 1:28:29 katanya gitu-gituah oke Ada dispute 1:28:32 enggak apa-apa tapi yang saya yang saya 1:28:35 lihat bukannya musiknya semata tapi 1:28:38 metode dia untuk melakukan perubahan 1:28:40 sosial gitu betul jadi Dahsyat sekali 1:28:44 itu teman-teman sekalian Dahsyat luar 1:28:46 biasa waktu saya dingenyin sama Rosi 1:28:50 Rosi Silalahi ya Bang Faisal nyenyy gitu 1:28:53 kan agak ngenyek gitu Walaupun dia bukan 1:28:55 ngenyein saya dia kaget aja gitu Saya 1:28:58 BTS Army dia taruh di 1:29:01 Instagramnya ratusan kalau enggak Ribuan 1:29:04 Orang membela saya dan men mencaci maki 1:29:07 Rossi gitu Power of the Youth itu di 1:29:11 Indonesia gak ada 1:29:14 yang merajutnya gitu Jadi mereka masih 1:29:18 sendiri-sendiri gitu Kami juga saya 1:29:21 kebetulan di as pengendalian tembakau 1:29:23 duta-duta kami di Indonesia maupun di 1:29:26 luar negeri itu anak-anak muda 1:29:30 semua ya karena kalau mereka selamat eh 1:29:33 smoking rate di Indonesia ya turun kan 1:29:36 yang diburu oleh si si industri rokok 1:29:40 ini kan perokok pemula dan Kemarin saya 1:29:45 di Lombok Barat ya Ada festival Jazz 1:29:48 dihadiri oleh eh 10.000 orang gitu itu 1:29:52 eh 1:29:54 eh organizernya tidak menerima ee iklan 1:29:58 rokok iklan wow dahsyat yang gitu-gitu 1:30:02 jadi udah mulai tumbuh gak ada tuh yang 1:30:04 ngerokok ya e apa e ikan-ikan rokok 1:30:08 bagi-bagi rokok gitu ke anak-anak muda 1:30:10 yang sebagian besar penontonnya itu gitu 1:30:13 jadi The Power of the Youth ini luar 1:30:16 biasa Nah dari situlah saya berharap ada 1:30:19 perubahan sehingga siapun yang Ang 1:30:22 mereka 1:30:24 itu mendesakkan Keinginan mereka yang 1:30:28 harus didengar karena mereka pemilih 1:30:31 terbesar jadi Faisal enggak didengarin 1:30:34 tapi mereka pasti didengarin oleh partai 1:30:37 politik dan capres karena yang 1:30:39 menentukan hidup matinya mereka adalah 1:30:41 anak muda ini oleh karena itu optimis 1:30:44 saya di tangan merekalah masa depan 1:30:46 Indonesia amin 1:30:49 mantap didengar para elit politik inh 1:30:52 Bang 1:30:55 Faisal didengar didengar 1:30:59 di baik terakhir terima kasih Bang 1:31:02 Faisal dan terakhir closing ideas dari 1:31:04 Pak mani dipersilakan 1:31:06 Pak kasih Bang haldi Mas Bang Faisal 1:31:11 bahagia sekali malam ini kita bisa 1:31:14 mengelaborasi Banyak isu saya cuma 1:31:17 menghighlight beberapa hal yang 1:31:19 pertama kalau para ulama mengatakan 1:31:22 begini adunia maidanul fitan ya dunia 1:31:25 itu Medan ujian bukan ujian yang kita 1:31:28 takuti tapi respon kita kepada ujian itu 1:31:31 karena itu bagi kita semua ayo terus ee 1:31:35 berbekal Har ayo terus menambah 1:31:37 kapasitas ayo terus diskusi dan 1:31:41 kontestasi karya dan gagasan saya setuju 1:31:45 Salah satu tujuan channel ini Bang 1:31:47 Faisal Mas Kennedy tadi civic education 1:31:50 ya karena eh 1:31:52 dari rahim masyarakat yang sehat dari 1:31:55 rahim masyarakat yang cerdas lahir 1:31:57 pemimpin yang sehat dan cerdas ya karena 1:31:59 itu eh voters eh civic education itu 1:32:04 yang jadi dasar eh dua eh kita punya 1:32:08 moto eh membangun Negeri bersama etika 1:32:12 dan logika ya makanya etis dan logis 1:32:15 yang selalu dikuatkan dan karena itu Eh 1:32:18 kita terus menyuarakan 1:32:20 eh tiga periode itu 1:32:23 ee jadikan ee presiden yang EE Adil yang 1:32:27 Ee tidak perlulah dukung salah satu 1:32:30 calon Bang Kennedy ya eh 1:32:34 dia saya setuju Pak Jokowi tidak lemdak 1:32:37 nih luar biasa beda dengan paksby ketika 1:32:40 itu ya dan EE mestinya modal sosial ini 1:32:43 digunakan jadi bagian eh kontribusi 1:32:47 untuk khusul Khotimah dengan menciptakan 1:32:50 pemiluh 2000 1:32:52 yang lebih fair yang lebih kontestasi 1:32:54 karya gagasan Saya bahkan eh mengusulkan 1:32:58 Kalau Pak Joko Husnul ktimah buat Perpu 1:33:02 yang membatalkan eh presidensial th Bang 1:33:06 Faisal Basri gitu l dah enggak ada 1:33:08 presiden biar ada kontestasi karya dan 1:33:11 gagasan biar ada anak muda yang maju 1:33:14 biar politik tidak menyeramkan tidak 1:33:16 pembelahan eh masyarakat cerdas kok tapi 1:33:19 menjadi tidak cerdas ketika sistemnya 1:33:22 memaksa cuma riding of the two horses ya 1:33:25 Eh cuma dua pasang calon Nah karena itu 1:33:28 kita akan terus berjuang bersama Civil 1:33:30 Society menyehatkan demokrasi kita yang 1:33:33 kedua saya setuju ya ekonomi kita harus 1:33:37 lebih berbasis kepada riset kepada 1:33:40 industri kepada maritim kepada agraris 1:33:44 memperkuat ee permodalan dalam negeri 1:33:47 dan tadi Eh spendingnya harus 1:33:50 berkualitas sampai grow-nya juga akan 1:33:52 berkualitas Buang semua ide-ide yang 1:33:56 gigantik ya tidak ada ee e formula ajaib 1:34:00 ya dalam membangun ekonomi semuanya 1:34:03 harus kerja keras semuanya harus hemat 1:34:06 semuanya harus tidak besar pasak 1:34:08 daripada tiang eh saat yang sama saya 1:34:11 ingatkan diri saya dan kita semua 1:34:13 Leaders calon Leaders berdaganglah 1:34:14 kalian karena nabimu pun seorang 1:34:17 pedagang ya tapi ada hadis nabi yang 1:34:19 bagus juga alkasibu Habiballah ya 1:34:22 pencari nafkah itu kekasih Allah kerja 1:34:25 keras Pagi siang sore gu untuk mencari 1:34:28 nafkah buat keluarga satu Dinar yang kau 1:34:31 infakkan untuk fakir miskin satu Dinar 1:34:33 yang kau infakkan untuk anak yatim satu 1:34:35 Dinar kau infakkan untuk jihad 1:34:36 fisabilillah dan satu Dinar yang engkau 1:34:38 infakkan untuk keluargamu yang terbaik 1:34:41 di sisi Allah yang untuk keluarga ya 1:34:43 karena itu ayo tangan kita di atas E dan 1:34:46 menjadi penolong terakhir setuju anak 1:34:48 muda anak muda anak muda kita berapa 1:34:50 kali bikin sesi anak muda termasuk BTS 1:34:53 ya Eh kita undang ke sini Jungkook 1:34:56 Kemarin luar biasa the dreamers-nya tuh 1:34:58 Ee viral sekali dan syairnya bagus 1:35:02 sekali jadi ayo eh positive thinking 1:35:06 anak muda punya eh ruang yang besar saya 1:35:09 tadi setuju anak muda fokus ke 1:35:11 pemberantasan korupsi anak muda fokus 1:35:14 kepada environment isu lingkungan dan 1:35:17 anak muda tadi quality of life dia tidak 1:35:20 lagi sibuk dengan 1:35:21 brand-brand yang ternama dia brand lokal 1:35:24 dia bahagia dengan diri sendiri ya 1:35:27 tetapi saat yang sama setuju biaya 1:35:30 kuliah makin tidak rasional biaya punya 1:35:32 rumah makin tidak rasional nah ini 1:35:34 menjadi pekerjaan besar bagi pemimpin 1:35:37 siapapun yang terpilih di 2024 1:35:39 mudah-mudahan 2024 kita mendapat 1:35:41 presiden yang e fokus menjaga Negeri Ini 1:35:46 meningkatkan demokrasi kita meningkatkan 1:35:49 kualitas ekonomi kita dan menyediakan 1:35:50 tempat bagi tumbuh kembang anak-anak 1:35:53 muda kita terima kasih Bang semua terima 1:35:59 kasihun 1:36:02 semuanya denganikian berakh acara kita 1:36:06 pada malam ini dengan tema ada di 2023 1:36:10 sangat menarik semua ilmu dan pandangan 1:36:12 paparan dari para narasumber 1:36:14 mudah-mudahan 1:36:16 bisa 1:36:18 2023 mend opis dan bekerja keras ee 1:36:23 mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi 1:36:25 Indonesia Terima kasih sampai ketemu 1:36:28 pada acara indival Talk pekan depan pada 1:36:30 channel dan waktu yang sama 1:36:31 asalamualaikum warahmatullahi 1:36:32 wabarakatuh Waalikumsalam warahmatullah 1:36:34 wabarakatuh pamit 1:36:48 Masad