Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:20 [musik] 0:31 Brail [musik] 0:32 TV 0:47 [musik] 0:54 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:56 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:58 sayyidina Muhammad. Assalamualaikum 1:00 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 1:02 akhwat pendengar Radio Silaturahim dan 1:04 juga pemirsa Rasil Visual yang dirahmati 1:06 [berdehem] Allah. Alhamdulillah kita 1:08 kembali berjumpa di sore hari ini, hari 1:10 Rabu, hari yang ke-8 di bulan Safar 1443 1:13 Hijriah atau hari yang ke-15 di bulan 1:16 September 2021. 1:18 Kita berjumpa kembali di acara tausiah 1:20 sore bersama Ustaz Ahmad Zazuli Kholil 1:23 yang alhamdulillah telah bergabung 1:25 bersama kita. Seperti biasa kita live 1:27 via aplikasi Zoom yaad. Kita sapa ustaz 1:29 terlebih dahulu. Asalamualaikum 1:31 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 1:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:34 wabarakatuh. 1:35 Kabar sehat Ustaz? Ya, 1:37 alhamdulillah. 1:38 Alhamdulillah. Sore hari ini membahas 1:40 tema mengenai zikrul maut atau mengingat 1:44 kematian. Dan nanti Iwan Nawat yang 1:46 ingin bergabung silakan bergabung 1:47 bersama kami di WhatsApp kami Iwan di 1:49 0811999720. 1:53 Tap ustaz. 1:57 Asalamualaikum warahmatullahi 1:58 wabarakatuh. 2:01 Alfatih hadrati sayidina wa habibina 2:03 rasulillah Muhammad ibni Abdillah 2:06 sallallahu alaihi wasallam waa alihi wa 2:09 ashabihi wawajihiri 2:11 waitihi walihwani minal mursalin 2:16 walfaidinabi 2:19 wailahidin 2:23 auliya washaihin 2:25 muuhin ulamilin 2:55 maana 3:19 wa had Nabi Muhammadin sallallahu alaihi 3:22 wasallam. Alfatihah. 3:25 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 3:28 Bismillahirrahmanirrahim. 3:31 Alhamdulillahi rabbil alamin. 3:33 Arrahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka 3:36 na'budu wa iyyaka nasta'dinasiratal 3:39 mustaqimathalladzina 3:42 anamta alaihim ghairil magdubi alaihim 3:44 waladin. 3:46 Amin. Bismillahirrahmanirrahim. 3:49 Alhamdulillahiabbil alamin wasatu 3:52 wasalamu ala asrofil mursalin 3:55 sayyidina wa maulana Muhammadin waa 3:59 alihi wasohbihi ajmain amma ba fa asqal 4:03 hadis kitabullah taala wiriral hadi 4:07 muhammadin shallallahu alaihi wasallam 4:10 umur mukha wa bidah wainalah 4:20 [berdehem] 4:20 Para pendengar radia silaturahim dan 4:23 pemirsa Rasil TV 4:26 yang dirahmati Allah. Alhamdulillah 4:30 kembali kita panjatkan puji serta syukur 4:34 ke hadirat Allah Subhanahu wa taala yang 4:36 senantiasa melimpah curahkan nikmat 4:39 karunia-Nya kepada kita terutama nikmat 4:42 iman dan Islam, nikmat sehat walafiat, 4:46 nikmat panjang usia dalam taat, termasuk 4:49 nikmat dipertemukannya kita sore ini 4:53 walaupun cuma lewat udara 4:56 ya, dalam keadaan sehat. sehat walafiat 4:58 guna menjalankan salah satu perintahnya 5:03 yang diwajibkan atas kita semua yaitu 5:05 menuntut ilmu yang insyaallah 5:09 dalam 5:11 pertemuan sore ini kita akan melanjutkan 5:15 kaji kita 5:17 minggu yang lalu [berdehem] 5:20 dalam kajian akidah akhlak ini dengan 5:23 tema zikrul maut w baah 5:28 yakni mengingat kematian. 5:33 Kita memohon kepada Allah semoga apa 5:35 yang kita tuntut, yang kita pelajari ini 5:39 Allah berikan pemahaman kepada kita dan 5:43 Allah jadikan ilmu yang kita [berdehem] 5:47 dapati ini ilmu yang manfaat bagi kita 5:50 fid akhirah. Amin ya rabbal alamin. 5:55 Selawat dan salam semoga selalu tercurah 5:57 atas Nabi kita Muhammad sallallahu 6:01 alaihi wa alihi wasallam beserta 6:03 keluarganya, para sahabatnya, para 6:06 pengikut dan pengamal sunahnya, 6:09 para pendengar radio silaturahim. 6:13 Kalau kita bicara masalah zikrul maut, 6:16 mengingat kematian, 6:19 ini adalah satu tema 6:22 yang sudah 6:24 langka, yang sudah jarang sekarang ini 6:29 orang yang mengingat seperti ini. 6:32 [berdehem] 6:33 Dan ini sangat dimaklumi. 6:36 Jangankan sekarang al Imamul Al Ghazali 6:39 rahimahullah 6:41 taala anh, beliau menjelaskan di masa 6:45 kita ini kata beliau sudah sedikit 6:48 sekali orang yang mengingat kematian. 6:51 Kalau di masa Imam Ghazali aja sudah 6:53 seperti itu, apalagi di masa sekarang 6:56 tentu ada sebabnya. 7:00 Nah, para pendengar radius silaturahim 7:01 rahimakumullah. 7:03 Di dalam bab zikrul maut ini nanti ada 7:06 beberapa subbahasan yang akan kita 7:10 bahas, yang kita kaji. 7:12 Yang pertama adalah tentang 7:16 ee keutamaan zikrul maut 7:21 juga 7:23 ee bagaimana upaya 7:27 menggemarkan, menumbuhkan 7:30 kebiasaan kita untuk selalu mengingat 7:34 kematian. 7:36 Yang keduanya nanti kita akan bahas 7:39 tentang tulul amal, 7:42 yakni tulul amal itu banyak mengkhayal. 7:46 Nanti yang kemudian yang ketiganya 7:49 adalah tentang sakaratul maut. 7:52 Begitu juga wasiddatihi 7:55 bagaimana 7:56 sakitnya ya itu sakarul maut. [berdehem] 8:04 Yang keempatnya adalah tentang wafatnya 8:07 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 8:09 dan alkulafaur rasyidin. 8:12 Dan yang kelimanya bagaimana 8:16 ee kalamul muhtadirin 8:20 ya, perkataan orang-orang yang menjelang 8:24 kematian dari kalangan khulafa rasyidin 8:28 dan orang-orang salihin 8:31 yang kemudian nanti untuk kita jadikan 8:34 sebagai iktibar, sebagai pelajaran. 8:37 Lalu nanti yang keenamnya 8:40 kita akan bicarakan tentang akan kita 8:44 bahas bagaimana makalah ucapan 8:49 ucapan orang arif billah 8:53 tentang jenazah 8:55 dan juga hukum ziarah kubur dan 8:59 sebagainya. Lalu yang berikutnya adalah 9:02 apa sebenarnya mati itu? Jadi hakikatul 9:06 maut. 9:08 Dan yang terakhir adalah 9:11 akan dibahas yakni yang kedelapan 9:15 apa yang diketahui ya memahami ee apa 9:19 namanya kematian 9:22 dengan lewat mukasyafah dalam tidur. 9:26 Nah, [berdehem] para pendengar radi 9:28 silaturahim yang dirahmati Allah. Yang 9:30 pertama tentang 9:33 eh zikrul maut wat tarib filsar 9:36 minikrih, yakni mengingat kematian 9:41 dan juga bagaimana menggemarkan 9:45 ya ee gemar memperbanyak ingat akan 9:49 kematian. 9:53 bahwa manusia ini dalam kaitannya dengan 9:55 kematian itu ada tiga, ada tingkatan ada 10:00 tiga tingkatan manusia. 10:03 Yang pertama adalah 10:06 yaitu orang yang hidupnya 10:10 dia sibuk, 10:12 dia juga 10:14 tekun ya, getol 10:17 mencari kesenangan dunia. 10:21 menetapi, mengikuti terus tipu dayanya 10:24 dunia 10:26 dan juga memperturutkan syahwat 10:30 duniawi, 10:32 maka orang seperti ini sudah bisa 10:35 dipastikan 10:37 bahwa hatinya akan lalai dari zikrul 10:41 maut 10:43 karena enggak ada waktu untuk ke sana. 10:47 Jadi dirinya hanya disibukkan dengan 10:49 masalah masalah-masalah duniawi 10:53 sehingga dia lupa, tidak sadar kalau 10:56 sebenarnya dia itu akan mati. 10:59 Nah, kemudian apabila ada yang 11:02 mengingatkan kepada orang ini tentang 11:04 kematian, dia enggak suka 11:08 ya. Enggak suka lari dari itu. 11:13 Itulah orang-orang yang oleh Allah 11:15 disebutkan, 11:17 dijelaskan di dalam Al-Qur'an surah 11:20 Aljumuah kalau enggak salah ayat 8. 11:24 Qul innal mautalladzi tafirruna minhu 11:27 finnahu mulaikumbium. 11:36 Katakan oleh kamu Muhammad, innal maut. 11:41 Sesungguhnya kematian alladzi tafirruna 11:44 minhu yang kalian semua lari darinya. 11:48 Fainnahu mulaqikum. 11:51 Sesungguhnya iya kematian itu akan 11:54 mendatangi kamu. 11:57 Ya. Jadi siapapun orang 12:02 mau tidak mau, lari tidak lari, suka 12:07 enggak suka 12:09 itu pasti mati. 12:13 Yang pengin mati ya mati. Yang takut 12:16 mati juga bakal mati. 12:19 Yang sehat mati, yang sakit juga mati. 12:24 Ya, yang mukmin mati, yang kafir mati. 12:27 Yang pintar mati, yang bodoh juga mati. 12:32 Nah, oleh sebab itu maka kita jangan 12:35 enggak usah minta mati. 12:38 Wonggo minta juga kita bakal mati 12:42 ya. Dan enggak perlu kita ini harus lari 12:46 dari kematian. Mau lari ke mana? Wong 12:49 kullun nafsinqatul maut. Semua yang 12:52 bernyawa itu pasti mati. 12:56 Ada corona ya mati, enggak ada corona 12:58 juga mati. 13:01 Ya, kena corona mati enggak kena corona 13:03 juga mati. Bahkan ada yang kena corona 13:06 hidup, yang enggak kena corona malah 13:09 mati. 13:11 Nah, jadi sekarang ini banyak orang yang 13:14 takutnya luar biasa kepada 13:17 Nah, bukan takut corona sebenarnya bukan 13:21 ya. Takut mati masalahnya. 13:25 Iya. 13:28 Jadi ada guru dulu begini, [berdehem] 13:32 "Kenapa katanya ada orang takut kepada 13:35 ular bebisa, apa sih yang 13:37 ditakutkannya?" Ya. Iya. Dijawab ya 13:41 karena 13:43 apa namanya? Karena ada bisanya. Benar. 13:46 Eh, karena takut gigitannya. 13:48 Apa benar orang ini katanya takut 13:51 digigit ular? 13:53 Saya yakin 13:55 bukan karena takutnya, 13:58 tapi karena 14:00 apa namanya? Berbisanya. 14:03 Apa benar karena takut bisanya? 14:07 Yakinlah bukan karena takut bisanya, 14:10 tapi karena takut sakitnya. 14:13 Biar kena bisa juga kalau enggak sakit 14:15 ya ya enggak ada enggak takut. 14:19 Benar. Betulkah orang ini takut ee 14:21 sakitnya? Tidak. Sebenarnya bukan 14:24 sakitnya yang dia takutkan. 14:26 Yang dia takutkan itu adalah mati. 14:31 Apakah benar orang ini sebenarnya takut 14:33 mati? Ada yang mengatakan tidak, 14:35 sebenarnya bukan takut mati. Dia ini 14:38 cinta hidup katanya gitu 14:41 ya. Makanya kan ada upaya bagaimana di 14:44 Cina, di Amerika dulu ya itu ada satu 14:48 komunitas di mana mereka ini sedang 14:51 berusaha bagaimana untuk bisa 14:54 menghidupkan orang yang sudah mati. 14:58 Nah, itu karena memang semua takut mati 15:02 ya atau cinta hidup 15:05 ya sekarang ini lagi merambah bukan cuma 15:08 di kalangan orang awam di kalangan 15:11 guru-guru agamanya juga kiainya juga ya. 15:16 Nah, ini nanti kita nih, 15:19 wah Ustaz Jazuli katanya ini berarti 15:22 ngelawan. Bukan masalah ngelawan. 15:26 Ini memang faktanya kita ini semua pada 15:29 takut mati. 15:31 Dan ini yang begini kata Allah ya dalam 15:35 Al-Qur'an sudah dijelaskan 15:37 innal mautalladzi tafiruna minuahum. 15:41 Alghazali mengatakan yang begini itu 15:43 disebut almunhamiq katanya. 15:46 [batuk][berdehem] 15:50 Nah, 15:52 maka orang yang semacam ini 15:56 itu yang apa namanya? 15:59 Yang masuk dalam sabda Nabi sallallahu 16:02 alaihi wasallam. Man kari liqo Allah 16:07 karihallahu liqaah. Siapa yang benci? 16:12 Siapa yang enggak suka bertemu dengan 16:14 Allah? Allah juga enggak suka. Allah 16:17 benci bertemu dengannya. 16:20 Nah, 16:22 ya ini yang pertama. Sekarang kalau 16:24 Allah enggak mau bertemu, ya aduh rugi 16:29 sekali kita ini. 16:31 Yang keduanya adalah orang yang 16:34 bertobat. 16:36 Ya, orang yang bertobat dari itu. Nah, 16:40 [berdehem] maka orang kalau bertobat 16:43 fainnahu yaksuru minikril maut. Dia akan 16:46 sering. 16:48 Dia banyak mengingat kematian, sadar 16:51 kalau dia itu akan mati. 16:53 Dan dia sadar bahwa apa yang selama ini 16:57 dia pupuk, yang selama ini dia cari, 17:02 sedikit pun tidak ada yang dibawa. 17:06 Raja Iskandar Zulkarnain 17:09 itu adalah raja yang sangat disegani 17:12 oleh lawan, oleh kawan, ditakuti oleh 17:15 lawan. 17:16 Udah raja sakti kaya. Ketika dia mau 17:21 mati, pesan sama keluarganya, "Nanti 17:25 kalau aku mati 17:27 ya tolong tanganku jangan dibungkus." 17:32 Ketika dipikul katanya dimasukkan ke 17:34 dalam keranda. Keluarkan tanganku dari 17:37 keranda. 17:39 Maka dilakukanlah itu. 17:42 Apa maksudnya Raja Iskandar Zulkarnen 17:45 ini dia berbuat seperti itu? Ya, dia ini 17:49 ingin memberikan nasihat kepada 17:51 rakyatnya. 17:53 Lihat oleh kamu, 17:56 oleh kalian semua raja kalian yang gagah 17:59 perkasa, 18:01 yang ditakuti oleh lawan, disegani oleh 18:05 kawan yang kaya raya. 18:09 dia tidak berdaya menghadapi maut. 18:13 Ya. Kemudian lihat kedua tangannya. 18:17 Tak secuil pun dia membawa hartanya 18:20 karena sudah tidak lagi dia butuh itu 18:24 dan juga tidak punya kemampuan untuk 18:26 itu. 18:28 Ini yang yang merupakan nasihati mereka. 18:32 Dan kemudian sekarang lihat 18:35 bagaimana di kita mulai dari Presiden 18:38 Soekarno, Presiden Soeharto, terus 18:41 semuanya 18:43 meninggal, para pahlawan-pahlawan, 18:47 para bajingan-bajingan, 18:49 semuanya adalah ee mati. 18:52 Namun ya lihat oleh kita 18:56 sekian ratus sekian ribu tahun 19:01 ada yang namanya terus 19:04 dikenang. 19:06 Dikenang karena kebaikannya, 19:08 karena jasa-jasanya. 19:11 Tapi ada juga yang ribuan tahun masih 19:13 dikenang dengan kejahatannya. 19:17 Ya Allah, kenapa kita ini tidak mau 19:20 ambil pelajaran? 19:22 Kita ini Fahri sed adalah pelaku sejarah 19:27 ya. Kita semua ini pelaku sejarah. 19:31 Apakah catatan hidup kita ini ditulis 19:33 dengan tinta emas atau dengan tinta 19:37 merah? Itu kita sendiri yang 19:39 mencatatnya. 19:42 10, 20, 30 atau 50, 100 tahun yang akan 19:47 datang. 19:49 Sejarah hidup kita ini akan dibaca oleh 19:53 anak cucu kita, oleh generasi-generasi 19:56 kita. 19:58 Ya, betapa bangganya anak cucu buyut 20:01 kita 20:03 kalau dia mengetahui bahwa catatan 20:06 sejarah hidup kita ini ditulis dengan 20:09 tinta emas. 20:11 Dan alangkah malunya mereka ketika 20:14 sebaliknya. 20:16 Sepandai apapun kita menyembunyikan 20:19 bangkai 20:21 pasti akan tercium. 20:24 Sehebat apapun kita ini berbuat 20:28 ee menipu, berbuat makar dan lain 20:31 sebagainya 20:32 dengan kemasan yang luar biasa lewat 20:36 pencitraan misalnya ya semuanya itu akan 20:40 dibongkar. 20:42 Karena Allah tidak suka jika orang 20:45 memuji-muji orang munafik 20:48 juga sebagaimana Allah juga tidak suka, 20:51 tidak rida. Kalau orang baik itu 20:55 direndahkan, dihinakan oleh Allah, nanti 20:58 akan dibongkar. 21:00 Ya, siapa sebenarnya yang munafik dan 21:03 siapa sebenarnya adalah si pejuang. 21:07 Kalau kita waktu lahir menangis, 21:10 sekeliling kita semuanya tertawa, 21:14 ayah kita, kakek, nenek, paman, bibi 21:17 semuanya tertawa girang, 21:20 maka 21:22 bertekadlah dalam diri kita 21:26 bahwa suatu saat nanti saat kita kembali 21:29 menghadap Allah dengan tertawa, kalian 21:33 semua harus menangis. Kalau perlu 21:37 mengibarkan bendera setengah tiang. 21:40 Kenapa? Ya, karena merasa ditinggalkan 21:45 oleh orang yang mempunyai jasa kebaikan 21:50 yang luar biasa. Dan betapa hinanya kita 21:55 [berdehem] 21:56 kalau kita mati disyukuri orang, 22:00 kalau kita sakit banyak yang mendoakan 22:03 biar cepat mati. Ya Allah ya. 22:06 Betapa buruknya kita ini kalau banyak 22:10 orang yang mendoakan ya ee tidak baik 22:14 ketika kita sakit. Nah, ini ambil 22:17 pelajaran yang semacam ini 22:20 ya. Lalu kita kemudian menata bagaimana 22:24 supaya 22:26 saat nanti menghadap Allah itu kembali 22:29 itu kita tersenyum. 22:33 Karena Allah sudah memberikan kabar 22:35 gembira kepada kita. 22:38 Ya, wahina idin tamurun. Ketika roh itu 22:43 sampai ke tenggorokan, kalian semua akan 22:47 melihat. Melihat apa? Melihat tempat 22:50 mana yang akan menjadi tempat terakhir 22:54 kalian di alam bahkan nanti. Surgakah 22:58 atau neraka? Ya. 23:02 Jadi demikian ya mengenai Thab. Nah, 23:05 kemudian orang yang bertobat ini 23:09 kadang-kadang juga dia benci kepada 23:11 kematian. Artinya tidak suka mati. 23:15 Namun ya jadi tidak suka mati tidak 23:19 berarti tidak mau bertemu dengan Allah. 23:23 Namun ketakutannya ini sebenarnya bukan 23:26 takut matinya, tapi dia takut karena 23:31 terlepasnya, hilangnya 23:34 ya kebaikan-kebaik, kurangnya 23:36 kebaikan-kebaikan 23:39 yang merupakan persyaratan untuk bisa 23:42 bertemu dengan Allah Subhanahu wa taala. 23:45 Maka orang yang semacam ini insyaallah 23:48 enggak masuk ke dalam hadis yang tadi. 23:52 Yakni siapa yang tidak suka bertemu 23:55 dengan Allah, Allah pun tidak suka. 23:57 Enggak masuk ke situ. Maka saya akan 24:00 gambarkan begini. [mendengus] 24:03 Orang yang cinta 24:05 seorang kekasih itu pasti ya seorang 24:10 kekasih itu pasti dia tahu tempat 24:15 waktu bertemu dengan kekasih-Nya. 24:20 Nah, 24:21 itu mesti begitu. Demikianlah orang yang 24:25 cinta kepada Allah, maka dia tahu kapan 24:28 waktu bertemu dengan Allah. Dan dia 24:31 tidak mungkin lupa itu. Dia pasti tahu 24:35 kapan saatnya bertemu dengan Allah. 24:39 Nah, [berdehem] 24:41 kalau orang yang tadi itu dia enggak 24:44 suka mati, 24:46 ya. Kalau orang yang cinta kepada Allah 24:49 sudah pasti dia pengin sekali bertemu 24:52 dengan Allah. Makanya dia pengin sekali 24:54 mati 24:56 ya. Karena apa? Orang yang cinta itu 24:59 pasti rindu. Orang rindu obatnya cuma 25:03 satu, bertemu. Selama belum bertemu maka 25:06 tidak akan hilang itu apa kerinduan itu. 25:11 Maka orang yang cinta kepada Allah pasti 25:14 dia rindu dan kita tidak mungkin bertemu 25:17 dengan Allah kalau kita masih hidup. 25:21 Makanya nanti ini orang arif namanya 25:23 yang ketiga ini. Nah, kalau yang kedua 25:26 yang saya sebutkan attahanya 25:30 dia itu juga tidak suka mati. Artinya 25:34 tidak suka bertemu dengan Allah tapi 25:36 bukan benci dia bertemu dengan Allah. 25:40 Namun karena dia menyadari kalau dirinya 25:42 ini 25:44 belum banyak amal. 25:46 Ya. Maka kalau saya buatkan analogi ya 25:51 beginilah 25:53 misalnya ada seorang ee 25:57 ee kita misalnya mencintai seseorang 26:01 ya yang kita rindukan pengin sekali kita 26:05 bertemu. 26:07 Nah, eh dia rupanya sudah ada tidak jauh 26:11 dari kita. 26:13 katakanlah ada di sebuah terminal di 26:16 Jakarta ini. Lalu dia mengatakan, "Mas, 26:19 saya sudah ada di terminal Rambutan 26:24 ya, insyaallah atau di stasiun anu atau 26:29 di Cengkareng ya, di Halim insyaallah 3 26:33 menit eh 30 menit lagi saya tiba di 26:37 tempat." Sebenarnya kita ini bahagianya 26:40 luar biasa tuh mau bertemu 30 menit 26:43 lagi. Cuma sayang rumah kita berantakan 26:50 ya, berantakan. Enggak mungkin bisa rapi 26:53 dalam 30 menit. 26:55 Maka saat itu kita akan mengatakan, "Ya 26:58 Allah, kenapa dia datangnya sekarang? 27:01 Coba kalau besok atau lusa tentu saya 27:05 akan bereskan, rapikan dulu sehingga 27:09 saat pertemuan itu tidak terganggu oleh 27:13 apa namanya berantakannya ini tempat ini 27:16 tuh akan terasa sahdu akan luar biasa 27:21 lah sempurna 27:23 tapi kesempurnaan itu akan terganggu 27:25 oleh berantakannya itu rumah. Nah, jadi 27:28 bukan enggak pengin bertemunya. 27:31 Nah, begitulah nanti si si Taib ini 27:33 kadang-kadang dia tidak suka mati, tapi 27:36 sebenarnya bukan suka mati karena dia 27:39 merasa belum membenahi amalnya, belum 27:44 membenahi hatinya sehingga dia yakin ini 27:47 akan menjadi 27:50 pengganggu buat ee pertemuannya dengan 27:53 Allah Subhanahu wa taala. Ini namanya 27:56 orang semacam ini. Makanya enggak masuk 27:58 ke dalam golongan 28:00 ee yang disebutkan oleh Nabi sallallahu 28:02 alaihi wasallam dalam hadisnya. Man 28:04 kariha liqo Allah karihallahu liqaah. 28:08 Yang ketiganya, nah yang ketiganya 28:11 adalah orang arif, orang muhib, orang 28:15 yang cinta kepada Allah. Maka kalau 28:18 orang begini pasti dia itu selalu ingat 28:21 kepada Allah Subhanahu wa taala. 28:24 [berdehem] 28:24 terus-menerus. 28:26 Dan bukan cuma ingat ya itu bukan cuma 28:30 ingat dia justru dia pengin sekali mati. 28:35 Kenapa? Kerinduan masalahnya tadi ya 28:38 saya sebutkan. Karena orang yang cinta 28:41 pasti merindukan yang dicintainya. 28:44 Dan rindu ini tidak akan hilang, tidak 28:48 akan terobati kalau belum bertemu. 28:52 Ya, makanya jangan heran banyak para 28:55 aulia itu menginginkan kematian. 29:00 Ya, tempo hari di dalam bab mahabbah 29:03 saya sudah sampaikan masalah ini 29:05 [mendengus] 29:06 ya. 29:07 Loh, kan bukannya ada dalam hadis 29:11 ya, Nabi melarang kita ini mengharapkan 29:14 kematian. Oh, iya betul. Tapi ingat 29:18 hadis itu bunyinya adalah 29:21 [berdehem] laatamanna 29:23 ahadukumul mauta lidurin asobah. Jangan 29:27 sekali-kali seseorang dari kamu 29:30 mengharap-harapkan kematian, 29:32 mengharapkan mati lidurin asobah karena 29:36 madarat, karena penyakit, karena musibah 29:39 yang menimpanya. 29:42 Itu yang enggak boleh 29:44 ya. Karena hidup miskin terus, susah 29:47 terus, ya Allah daripada susah begini 29:49 terus, mendingan mati aja deh saya. Ini 29:51 yang enggak boleh. 29:53 Itu namanya putus asa. Karena sakit 29:56 enggak sembuh-sembuh jadi minta mati. 29:58 itu yang enggak benar lah. Ini enggak 30:01 sakit, enggak susah, enggak apa. Tapi 30:03 karena kerinduannya ya pengin bertemu 30:06 dengan Allah, maka ini perbuatan yang 30:08 sangat terpuji. 30:11 Maka ini jelas itu ciri orang-orang yang 30:13 cinta adalah ya seperti itu. 30:18 Ya. 30:21 Maka kalau tadi ya ee orang yang kedua 30:26 si TB ini maka alasannya dibenarkan. 30:30 Kalau dia tidak suka mati itu alasannya 30:34 diterima oleh Allah. Nah, yang ketiga 30:37 ini ya ee keinginan matinya juga alasan 30:42 ee ee diterima juga oleh Allah. Padahal 30:45 Allah, Padahal Rasulullah mengatakan, 30:48 "Jangan minta mati, ya. Tapi karena 30:52 alasannya minta mati ini karena rindu, 30:54 maka keinginan matinya itu bagus." 31:01 Ah, ini yang pertama. Yang kedua adalah 31:05 apa? Keutamaannya zikrul maut. 31:08 Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi 31:11 wasallam bersabda, "Aksiru minikri had 31:14 mill." 31:16 Ya, perbanyak oleh kamu mengingat si 31:19 penghancur segala kejahatan. 31:21 Karena apa? ya ee terlepas bagaimanapun 31:27 tiga macam, 31:30 tiga tingkatan orang ini, yakni zikrul 31:34 maut bagi tiga orang ini ya, itu tetap 31:38 namanya ingat kematian itu baik. 31:42 Walaupun bagi munhaik tadi yang pertama 31:45 sebab apa? ada pengaruhnya 31:48 orang yang lalai gitu ya karena 31:51 kesibukan dunia enggak ingat-ingat mati. 31:55 Nah, nah kalau dia umpamanya ingat tetap 31:59 itu akan baik buat dia walaupun cuma 32:01 sejenak ada pengaruhnya dan ada nilainya 32:06 gitu ya. Walaupun jelas kalau yang ke 32:10 yang pertama ini tadi seperti kata Allah 32:14 dalam Al-Qur'an dikatakan ya ee fainnahu 32:17 mulaqikum kematian bakal datang. Nah, 32:21 kalau yang kedua ciri-cirinya yang kedua 32:24 itu dia akan terus-menerus mempersiapkan 32:27 diri, menyibukkan dirinya untuk 32:31 menghadapi 32:33 kematian dengan apa? memperbanyak amal 32:35 saleh. 32:37 H tadi malam 32:40 saya ngajar di ee mus di Masjid 32:46 Al-Magfirah di Cilangkap 32:49 ya. 32:50 Nah, kebetulan kaitannya dengan masalah 32:54 mualim dengan mutaalim, 32:57 masalah ilmu. 32:59 Yakni 33:01 ada pandangan ulama yang berbeda tentang 33:04 apakah 33:06 ee siapakah yang lebih utama, apakah 33:08 orang alim atau mutaalim, yang ngajar 33:11 atau yang belajar. 33:14 Memang ada yang mengatakan bahwa yang 33:17 alim itu yang ngajar itu lebih utama 33:20 daripada yang belajar. Tapi ada juga 33:23 yang mengatakan yang belajar lebih utama 33:26 daripada yang mengajar. Ya. Namun yang 33:31 saya saya apa namanya? saya katakan 33:35 bisa jadi dalam keadaan tertentu 33:39 ya mualim itu adalah atau yang ngajar 33:42 lebih utama bisa jadi juga dalam keadaan 33:45 [berdehem] 33:47 ee tertentu lainnya mutaalim akan lebih 33:50 utama. 33:52 Namun secara umum ya mualim itu 33:57 ya apa namanya lebih utama karena apa? 34:01 Nabi sallallahu alaihi wasallam kan 34:02 [berdehem] bersabda begini, "Kun 34:05 aliman." Jadilah kamu orang alim. 34:08 Artinya orang yang mengajarkan ilmu 34:10 kepada orang lain. 34:13 Ah au mutaaliman. 34:16 Atau kalau enggak jadi mualim, enggak 34:19 alim jadi mutaalim. 34:23 Jadi orang yang belajar. 34:26 Nah, yang dimaksud belajar di sini itu 34:29 bukan mendengar. 34:31 Ya. Tapi mutaalim itu adalah orang yang 34:35 menuntut ilmu dengan kupingnya, 34:38 dengan matanya juga dengan tangannya. 34:42 Nah, kalau enggak mutaalim 34:45 au mustami'an atau orang yang mendengar. 34:50 Jadi berarti ngajinya kupingnya saja. 34:53 Sehingga ada orang menyebut dengan 34:56 jiping katanya ngaji kuping. 35:00 Ya, itu yang ketiga. Yang keempatnya au 35:04 muhibbah. 35:06 Kalau enggak bisa jadi orang alim, 35:08 enggak bisa mutaalim, enggak juga bisa 35:11 mendengarkan, jadilah kamu orang yang 35:14 mendukung. 35:17 Ya, mendukung. Orang yang suka kepada 35:20 ilmu, kepada agama. 35:23 Wala takun khamisan. 35:26 Wala takun khamisan. Kata Nabi, jangan 35:29 jadi orang kelima. 35:31 Sudah enggak ngajar, 35:33 enggak mau belajar, 35:36 enggak mau mendengar, 35:39 enggak suka, malah orang ngaji 35:43 dibubarin. 35:46 Ya. Kemudian majelisnya juga 35:49 di apa namanya? 35:52 Ah. Nah, digembok. 35:55 Nah, ini nih. Maka apa kata Nabi? 35:58 Fatahlik. Kau akan binasa kalau begitu. 36:03 Hmm. Lah ini orang yang kedua ini 36:09 dia akan terus gitu tuh mencari-mencari 36:13 bekal. 36:14 Ya tadi itu kenapa datang sekarang? Coba 36:18 kalau besok beri kesempatan pada saya 36:22 untuk membenahi dulu. Ya Allah, bukan 36:25 saya enggak mau mati sekarang, 36:28 tapi dosa saya masih banyak, amal saya 36:31 sedikit. Berikan kesempatan, berikan 36:35 waktu kepada saya untuk membenahi diri, 36:38 meningkatkan amal saleh, ya, bertauat. 36:42 Nah, itu yang kedua. Begitu baru. 36:46 Nah, lanjut. Kemudian waqalat Aisyatu 36:51 radhiallahu anha. 36:55 Bunda Aisyah radhiallahu anha bertanya 36:57 kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, 37:00 hal yusyaru maas syuhada ahad?" Apa 37:05 ada seorang seseorang yang nanti 37:09 di hari kiamat akan digiring bersama 37:12 para syuhada orang-orang yang mati 37:14 syahid? 37:16 Padahal dia tidak mati syahid tapi 37:19 digiringnya bersama-sama orang yang mati 37:21 syahid. Ada enggak? Katanya Rasulullah. 37:24 Kata Rasulullah qala naam. Iya ada. 37:28 Man yadkurul maut fil yaum walilah 37:32 isrina marroh. 37:34 Itu orang yang mengingat kematian 37:38 sehari semalam 20 kali. 37:41 Apakah ini 20 ini memang bilangan yang 37:45 sudah ditetapkan oleh Rasul? Harus 37:49 sejumlah itu atau ini menunjukkan 37:52 bilangan taksir? Artinya banyak ya. 37:57 banyak saja pokoknya sering mengingat 37:59 kematian. 38:01 Nah, 38:08 karena apa jemaah rahimullah ya? 38:11 Nih kalau kita 38:15 ini ini saya waktu di rambutan punya 38:19 tetangga dia ini sedang apa namanya dia 38:22 sedang sakit 38:25 kemudian istrinya mengatakan pak coba 38:29 itu berisin apa katanya genteng tuh 38:31 bocor kalau hujan 38:33 marah bukan main dia. 38:36 Lu enggak lihat apa gua lagi sakit gitu 38:38 ya marah. Nah, ini orang punya hobi 38:43 banget main gapleh, Pak Fahi. 38:46 Jadi kalau gapleh, wah udah luar biasa. 38:49 Enggak lama datang kemudian temannya ke 38:51 situ bawa gapleh, ngajak gapleh. Lagi 38:54 sakit keridongan sarung main gaplek. 38:58 Luar biasa ya. Orang kalau sudah punya 39:01 rasa suka tuh itu seperti itu. 39:05 Nah, sekarang seandainya orang ini tahu 39:11 besok pagi mau mati, 39:15 kira-kira diajak begitu mau enggak? 39:19 Ya, diajak gapleh. Saya yakin dia tidak 39:23 akan tidak akan mau. 39:26 Karena tahu besok pagi mau mati, maka 39:29 dia akan pergunakan malam itu 39:33 dengan sebanyak-banyaknya ibadah. 39:36 sudah enggak pakai tidur lagi. Itulah 39:38 makanya Allah Subhanahu wa taala itu 39:41 Fahri 39:43 banyak merahasiakan ya sesuatu kepada 39:48 kita. 39:50 Allah rahasiakan 39:53 kapan orang itu ee apa itu lailatul 39:57 qadar. Ya Allah rahasiakan. 40:00 Kenapa dirahasiakan? itu lailatul qadar 40:03 yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan 40:06 ya. Supaya kita 40:10 mau mengisi seluruh malam Ramadan itu 40:14 dengan ibadah. 40:16 Kalau kita tahu 40:19 ya lailatul qadar itu jatuhnya tanggal 40:22 sekian dan itu sudah ditetapkan, 40:25 ya mungkin kita ini ibadahnya cuma malam 40:29 itu aja semalam suntuk. toh nilainya 40:31 lebih baik dari 1000 bulan karena kita 40:34 tidak tahu. Boleh jadi tanggal 1, 40:37 tanggal 11, tanggal 21 atau tanggal yang 40:40 lainnya. Maka akhirnya kita tingkat ee 40:44 kita isi [berdehem] dengan ibadah semua. 40:48 Sebab kalau kita isi ibadah dari tanggal 40:51 1 sampai terakhir, pasti kita mengisi 40:54 lailatul qadar itu dengan ibadah. 40:57 Walaupun kita tidak tahu tanggal berapa 41:00 itu lailatul qadar, 41:03 Allah juga meng apa namanya merahasiakan 41:08 ya pada dosa yang bagaimana kemurkaan 41:11 Allah itu ada atau terjadiakan. 41:16 Apakah dosa besar atau dosa kecil ya 41:20 enggak ada penjelasannya. 41:23 Nah, supaya ini agar kita apa? Agar kita 41:28 meninggalkan semua maksiat, baik maksiat 41:31 yang merupakan dosa besar maupun dosa 41:34 kecil. Karena boleh jadi kemurkaan Allah 41:37 itu ada pada dosa kecil. 41:41 Makanya Nabi mengingatkan begini. 41:52 Ai, kalau kamu berbuat dosa kecil, 41:55 jangan kamu lihat kecilnya itu dosa, 41:59 tapi kepada siapa kamu itu berbuat dosa. 42:03 Sebab boleh jadi justru pada perbuatan 42:06 dosa kecil itulah murkanya Allah. kita 42:09 enggak tahu. 42:11 Nah, demikian juga Allah rahasiakan di 42:13 mana letak ridanya Allah. Apakah pada 42:17 amaliah kebaikan besar atau kebaikan 42:19 kecil, kita tidak tahu. Kenapa 42:21 dirahasiakan? Supaya kita melakukan 42:24 semua kebaikan. Enggak cuma yang gede 42:27 saja, yang kecil pun kita lakukan. 42:30 Karena boleh jadi justru keridaan Allah 42:33 itu Allah ada pada perbuatan baik yang 42:38 kecil. Bagaimana kita dengar ya 42:42 Imam Al-Ghazali ketika wafat beliau ini 42:47 ditanya kemudian ada yang mimpi berkem 42:49 beliau, "Bagaimana keadaanmu?" 42:52 Alhamdulillah Allah rida kepadaku. 42:55 Apa yang amalan apa yang membuat engkau 42:57 rida? Apakah karena puasamu, 43:00 kejuhudanmu, ya, kewarauan kamu, 43:04 ketakwaan kamu, atau karena engkau 43:07 nyusun kitab ihya semuanya tidak. 43:11 Cuma ada hubungannya dengan penyusunan 43:14 kitab Ihya. Itu ketika katanya saya 43:19 ee menulis kitab Ihya dulu kan pulpen 43:23 itu pakai tinta Fahri ya. Heeh. Begitu 43:27 menulis ada lalat hinggap di ee penaknya 43:31 beliau ngisap tintanya. Nah itu sahabat 43:36 Imam Ghazali ini melihat itu si lalat 43:40 ini rupanya kehausan. Maka beliau mau 43:43 menulis itu enggak jadi. Dibiarkan dulu 43:46 itu lalat menghisap ee tinta itu. Begitu 43:50 sudah kenyang rupanya lalat itu lalu 43:53 terbang baru beliau melanjutkan menulis. 43:55 Jadi beliau ini merasa terenyuh, kasihan 43:58 kepada seekor lalat. Dan itu rupanya 44:01 yang membuat Allah rida kepada kepada 44:04 Imam Ghazali. Coba Syekh Junaidi 44:07 Albaghdadi ketika wafat juga begitu. 44:10 Ketika ditanya orang-orang, "Apa karena 44:12 kewaroanmu? Karena ee apa nam tasawufmu 44:17 ya, kesufianmu itu dan lain 44:21 sebagainyalah yang membuat Allah rida?" 44:23 Tidak. Tapi yang membuat Allah rida 44:26 kepada saya adalah pada suatu hari saya 44:29 lagi jalan-jalan di pasar Basrah. Saya 44:32 jumpai ada anak seekor kucing yang dia 44:35 ini kedinginan menggigil ya karena basah 44:38 semuanya. Saya melihat itu terenyuh 44:41 katanya kasihan sekali. Maka saya ambil 44:44 dengan penuh kasih itu anak kucing 44:47 dilapin dengan jubahnya yang dia pakai. 44:49 Dilap lalu dibuntel pakai jubah dia biar 44:53 hangat. Nah, sampai kering. Begitu sudah 44:57 kering dilepas lagi. Subhanallah. 44:59 Rupanya itulah yang membuat ridanya 45:02 Allah. Coba amal seperti itu. Itu 45:05 amalnya kecil dalam pandangan kita 45:08 mungkin, tapi di sisi Allah Subhanahu wa 45:11 taala justru luar biasa. Dan itu yang 45:14 membuat ridanya Allah. Makanya 45:17 dirahasiakan oleh Allah. Biar semua amal 45:20 baik kayak ya, amal baik sekecil apapun 45:24 kita lakukan. Sebab boleh jadi di sini 45:26 letak keridaan Allah. 45:29 Tuh. Begitu juga Allah rahasiakan 45:32 tentang wali-wali Allah. Enggak ada yang 45:35 tahu dia ini wali atau bukan. Ya. E 45:40 untuk apa lu kemudian dirahasiakan? 45:42 Supaya kita menghormati semua manusia, 45:46 tidak merendahkannya. Sebab boleh jadi 45:49 orang yang selama ini kita pandang 45:51 rendah, justru dia itu adalah kekasih 45:54 Allah Subhanahu wa taala. Dan ketika 45:56 kita memuliakan kekasih Allah, ya Allah, 45:59 Allah tentu adalah sangat senang sekali. 46:04 Nah, termasuk [berdehem] 46:05 juga adalah ini masalah kematian 46:08 ya. Allah rahasiakan kapan kita mati ya. 46:12 Kapan kita mati 46:14 Allah rahasiakan. 46:16 Untuk apa? supaya kita selalu 46:19 mempersiapkan diri kita 46:22 ya. Kalau sewaktu-waktu kematian itu 46:24 datang, kita sudah siap. Makanya 46:27 dirahasiakan. Kalau Allah tentukan, wah 46:31 matinya seseorang umur sekian, nanti 46:34 hidup ini sudah enggak karu-karuan. 46:37 Ente fakri kalau ditentukan umurnya 65 46:41 tahun, berarti tinggal beberapa puluh 46:43 tahun lagi. Ah, masih lama ya akirnya. 46:46 sudah sewenang-wenang berbuat maksiat 46:49 apa saja ya kacaulah negara ini, dunia 46:52 ini rusak ya. Tapi dengan dirahasiakan 46:56 boleh jadi besok aku mati. Ketika mau 46:59 bermuat maksiat jangan-jangan nih kalau 47:01 aku bermaksiat mati waduh mati lagi 47:03 maksiat tuh ya. 47:07 Makanya kita suruh ingat terus. 47:10 Dan kemudian al-istid 47:13 mempersiapkan. 47:17 Nah, [berdehem] 47:20 waqala Rasulullah sallallahu alaihi 47:22 wasallam, 47:25 aksiru minikril maut fainnahu 47:26 yamusudunub wuzhidu fid dunya. Perbanyak 47:30 oleh kamu mengingat kematian. 47:33 Karena mengingat kematian itu bisa ee 47:38 yang musuh itu melepehkan. Kalau makanan 47:41 dilepehkan artinya bisa mengeluarkan 47:43 dosa 47:44 ya dan juga bisa menyebabkan zuhud pada 47:48 dunia. 47:50 Nah, 47:52 ini makanya nanti ada dalam ee 47:55 ya kafa bil mauti waid. Cukuplah katanya 48:01 kematian itu sebagai penasehat. 48:05 Iya, sebagai penasehat. 48:08 Di sinilah makanya Fahri, kenapa ya kita 48:12 orang ahli sunah yakin bahwa ziarah 48:14 kubur itu adalah perbuatan yang baik, 48:18 merupakan sunah dari sunah para-para 48:21 anbiya. 48:23 Karena apa? Karena berziarah kubur itu 48:27 maka kita ingat orang ngelihat 48:29 orang-orang mati. Enggak cuma ingat 48:31 ngelihat orang yang mati di kubur. Dan 48:34 itu dengan sendirinya kita akan 48:36 menyadari kalau kita pun akan seperti 48:38 mereka. 48:40 Ketika ada orang sakit kita disuruh 48:42 bertakz apa namanya menjenguk orang 48:45 sakit. Ketika ada orang mati kita suruh 48:48 bertakziah. Orang sudah dikubur kita 48:50 suruh berziarah. Kenapa? Ketika melihat 48:53 orang sakit, aku pun nanti sama akan 48:56 sakit seperti dia. 48:58 Kalau dia banyak orang yang menjenguk 49:01 ketika sakit, 49:03 itu karena dia orang baik. 49:07 Coba kalau dia orang jahat ya, siapa 49:11 yang ngunjeng orang yang jahat? Nah, itu 49:13 nanti terpikir oleh kita. 49:16 Walaupun ketika itu jangan kita berharap 49:20 supaya berbuat baik ini supaya nanti 49:22 kalau sakit jengukin orang yang enggak 49:24 ke sana tentunya ya. Tapi kita ngambil 49:27 pelajaran dia ini banyak dijenguk orang 49:30 karena Allah suka kepadanya. Kenapa 49:33 orang suka? Karena dia baik. 49:36 Udah mati kita bertaziah supaya kita 49:38 juga sadar kalau kita itu akan mati. 49:42 Kemudian disunahkan kita ngantar ke 49:44 kuburan sambil ngelihat, "Ya Allah ya." 49:48 Makanya sunahnya kita ini tadabur ya. 49:52 Kalau sekarang kau yang digotong, boleh 49:55 jadi besok atau lusa giliran aku yang 49:58 digotong. 49:59 Kalau sekarang begitu banyak orang yang 50:02 mengantarkan kamu ke apa namanya? ee 50:05 kuburan. 50:07 Adakah nanti orang yang mengantarkan aku 50:10 ke sana kalau aku mati? 50:13 Ya, ya Allah. Ketika kita berziarah, 50:17 banyak orangnya ada yang orang yang 50:19 mendoakan. 50:20 Nanti kalau aku mati ada enggak yang 50:22 doain? 50:24 Bukan berarti kita ke kuburan tuh mau 50:26 minta-minta ke orang dalam kuburan. 50:29 Tujuannya kan adalah untuk apa? 50:31 mengingatkan kita kepada kehidupan 50:33 akhirat dan juga menumbuhkan kezuhudan 50:36 terhadap dunia. Artinya zuhud itu tidak 50:39 mencintai dunia. Kalau masalah kaya 50:42 enggak jadi soal. Wong Nabi Sulaiman aja 50:44 kaya boleh jadi orang kaya tapi enggak 50:48 cinta kepada kekayaan 50:51 gitu ya. Nah, ini 50:55 [berdehem] 50:56 seorang ulama namanya Rabbi bin Husain. 51:01 Beliau ini saking penginnya supaya ingat 51:03 kepada kematian setiap hari. Karena dia 51:07 itu bikin lubang di tengah rumahnya. 51:10 Setiap hari dia ikat lehernya pari lalu 51:14 masuk ke dalam lubang kuburan yang dia 51:17 bangun. Lalu dia mengatakan, 51:20 "Wahai katanya Rabbi." Eh, Rabbi itu 51:23 berkata, "Ya Allah, yaqin." 51:31 Ya Allah, jika kau kembalikan lagi saya 51:33 ke dunia, saya akan menjadi orang benar, 51:36 saya menjadi orang jujur, ya. Saya akan 51:39 rajin ibadah dan seterusnya. Lalu 51:42 kemudian dia bangun. 51:44 Lalu sudah bangun, "Eh, Rabbi, ya 51:47 buktikan, wujudkan sekarang apa yang kau 51:50 janjikan kepada Allah itu sebelum 51:53 datangnya hari di mana pada hari itu 51:56 kalau engkau mengajukan lagi permintaan 51:59 seperti tadi tidak akan dikabulkan." 52:02 Tingkatkan dia ibadah. 52:05 Di Tanah Abang itu dulu ada Pak Hari ya. 52:08 Ini saya dapat cerita ini dari 52:11 Almagfurlah, guru yaitu Mualim Syafi'i 52:14 Alhazami. 52:16 Di Tanah Abang itu ada orang katanya. 52:19 Jadi dia ini di kamarnya itu ditaruhin 52:23 batu nisan. 52:25 Nisannya itu ditulis ya nama nama dia 52:30 ditulis tuh. 52:32 lahir tanggal sekian, Jakarta tanggal 52:34 sekian, wafat belum ada isinya. 52:39 Ah, kosong karena belum mati sih. Nah, 52:41 itu batu nisan itu ditaruh di kamar 52:44 tidur dia. Setiap dia buka pintu, 52:48 pertama yang dilihat itu batu nisan itu. 52:53 Begitulah yang dia lakukan. Dan batu 52:55 nisan itu baru kemudian dipakai 30 tahun 53:00 kemudian. 53:02 Berarti batu nisan itu ada di kamar 53:03 tidurnya itu selama 30 tahun. Nah, itu 53:07 dia lakukan supaya apa? Setiap dia 53:10 melihat nisan, dia ingat kalau aku ini 53:12 mau mati. Dan ini nanti yang akan 53:15 ditanya. Saya ceritakan kisah ini kepada 53:18 murid-murid saya. Subhanallah. 53:22 Ada murid saya 53:24 ya 10 tahun mungkin jemaah saya ini 53:26 lebih tua dari saya. 53:29 Nah, namanya Pak Tabrani itu di Kampung 53:33 Rambutan 53:35 [mendengus] ya. 53:37 Dia kerja di W Cukai dulunya 53:40 ya. Itu kalau 53:43 tamu saya salaman cium tangan nangis ya. 53:48 Dan kemudian dia cerita, "Ustadz, 53:51 saya sudah beli kain kafan, 53:54 saya beli kapas 53:56 ya." Lalu saya panggil katanya anak 53:58 istri saya dia Betawi asli kata dia 54:01 begini, "Eh, entar kalau gua mati nih 54:05 nulisnya begini nih ya, namanya dia, 54:09 tanggal lahirnya nanti wafat lu tinggal 54:12 isi katanya, nih lahir gua tanggal 54:15 sekian gitu ya kain kafannya lu enggak 54:18 enggak perlu nanti beli lagi kapasnya 54:20 sudah gua siapin." 54:22 Itu dia seperti itu. Setiap ketemu saya 54:25 salaman cium tangan kata saya pata 54:28 berani bukan pata berani yang cium 54:30 tangan sama saya 54:33 yang yang cium tangan saya kan muda ah 54:36 tidak Pak Ustaz katanya ustaz adalah 54:39 guru saya 54:41 nangis selalu ingat kok subhanallah malu 54:44 saya iya lah jamaah saya bisa begitu ya 54:48 sayanya aja yang ngajarin enggak ya nah 54:51 ini itu luar biasa biasa khusyukul. 54:54 Padahal dia ini mengatakan, "Ya Allah, 54:57 Pak Ustaz, dosa saya udah gitu ya." 55:01 Heeh. Nangis itu karena merasa dosanya 55:04 banyak. Makanya saya tanya, "Pat 55:07 berani," kata saya, "Dosa patani itu 55:11 kalau dengan gunung kira-kira gedean 55:13 mana?" "Gedean dosa saya, Pak Ustaz." 55:16 Dengan bumi? Gedean dosa saya. Dengan 55:20 langit dosa gedean dosa saya. Ya, saya 55:23 juga enggak tahu perbandingannya langit 55:25 dengan dosa itu kayak apa. Asal bunyi 55:28 aja saya ya. Lalu dengan arasnya Allah, 55:32 besaran dosa saya mau usaha. 55:36 Lalu kata saya begini, kalau dengan 55:38 rahmatnya Allah, nah dia diam aja tuh. 55:42 Dengan kasih sayangnya Allah, besaran 55:44 mana? Dia diam aja. 55:46 Pak Tabrani. Seandainya kata saya 55:51 malaikat semuanya manusia, jinnya, 55:55 hewannya kalau berbuat salah itu dicatat 55:58 sebagai dosa. Itu dosa-dosa semuanya 56:02 berbuat dosa dikumpulkan jadi satu. 56:06 Dibandingkan dengan rahmatnya Allah, 56:08 tetap rahmatnya Allah jauh lebih besar 56:12 daripada dosa semua makhluk. Apalagi 56:14 cuma dosa patah berani kecil dibanding 56:17 dengan rahmat Allah. Karena rahmat Allah 56:20 itu inna rahmati wasiat. 56:24 Rahmat Allah itu meliputi segala sesuatu 56:27 dan kita itu bagian kecil dari sesuatu 56:30 itu. Jangan putus asa. Jangan putus asa 56:34 kepada rahmatnya Allah. Saya katakan 56:36 begitu. Makanya dia itu nerima banget 56:39 sudah ya. Ya, saya yakin husnul khatimah 56:42 dan semoga Allah jadikan kuburnya R min 56:45 ratil jannah. Ya. Nah, demikian ee Fahri 56:50 mengenai ee yang kedua nanti yang 56:53 berikutnya kita akan ee yang ketiga 56:57 yaitu mengenai ul amal ya. Kita akan 57:00 bahas pada pertemuan yang akan datang 57:02 dengan harapan ya mudah-mudahan 57:05 Allah subhanahu wa taala panjangkan umur 57:07 kita dalam ibadat. Allahu Akbar. 57:09 Amin ya rabbalin. Baik, terima kasih 57:11 Ustaz Ahmadzuli Khul atas pencerahannya 57:14 di sore hari ini. Tema zikrul maut, 57:18 mengingat kematian. Semoga kita menjadi 57:22 orang-orang yang selalu ingat kematian, 57:23 Ikhwanat. Karena ee menurut hadis Rasul, 57:27 orang yang cerdas dan mulia itu adalah 57:29 orang yang selalu mengingat kematian. 57:31 Baik, Ustaz. Ee kita langsung saja ya, 57:33 Ustaz, ya ke pertanyaan yang sudah 57:35 masuk. Ini banyak yang sudah bertanya 57:37 via WhatsApp yang sudah masuk di 57:38 0811999720. 57:43 Langsung yang pertama saya bacakan Ustaz 57:45 datang dari Bapak Khairul di Jakarta 57:48 Timur. Asalamualaikum warahmatullahi 57:50 wabarakatuh, Pak Ustaz. 57:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:53 wabarakatuh, 57:54 Pak Ustaz. ketika ada orang yang menjadi 57:57 malas dan pesimis mengenai urusan 58:00 duniawi karena seringnya mengingat 58:03 kematian. Apakah ada yang salah dalam 58:06 memaknai zikrul maut ini, Pak Ustaz? 58:08 Bagaimana memposisikan pemahaman zikrul 58:12 maut ini, Pak Ustaz? Demikian, 58:14 [berdehem] 58:15 ya. 58:17 Bismillahirrahmanirrahim. 58:22 mengingat kematian itu perbuatan yang 58:25 sangat baik, sangat dianjurkan oleh 58:27 Rasul. Karena dengan mengingat kematian 58:31 itu kan kata Rasul sallallahu alaihi 58:33 wasallam dapat menumbuhkan sifat zuhud, 58:38 benci ya artinya tidak tidak apa namanya 58:42 tidak cinta kepada apa namanya kepada 58:45 dunia [berdehem] 58:47 juga. Di samping itu sifat ee yang 58:50 demikian itu dapat menghapuskan dosa. 58:54 Sebab orang kalau ingat mati ya mikir 58:58 1000 kali kalau dia mau melakukan 59:00 perbuatan dosa. 59:03 Tapi bukan berarti kita ingat mati ini 59:06 kemudian menafikan atau menghilangkan, 59:10 menghapuskan semangat kita 59:13 untuk memperoleh bagian kita di dunia. 59:16 Sebab Allah sendiri mengatakan 59:19 yaansaka 59:23 minad dunya. Jangan kau lupakan bagianmu 59:27 di dunia 59:29 itu jangan kamu lupakan bagianmu di 59:32 dunia. 59:34 Nah, tetap semangat kita ya. Cuma 59:37 mencari dunia ini adalah sebatas untuk 59:42 apa namanya? Memenuhi kebutuhan hidup di 59:45 dunia. berapa sih yang kita butuhkan. 59:49 Nah, ya itu seperti itu. 59:53 Jadi keliru kalau kemudian karena zikrul 59:56 maut lalu kita enggak mau kerja, enggak 59:59 mau ya ya itu ya ya. 1:00:01 Heeh. Nah, jadi zikrul mautnya bagus, 1:00:05 tapi ee meninggalkan ya kewajibannya 1:00:10 mencari nafkah itu yang keliru. He. 1:00:13 Enggak bisa disalahkan secara 1:00:15 keseluruhan. Tidak. Ya, tetap zikrul 1:00:18 maut. Zikrul mautnya bagus. Cuma ya 1:00:22 salah dia ini melalaikan bagiannya di 1:00:26 dunia. Jadi tetap ini sejalan ya, tetap 1:00:30 sejalan. Kewajibannya kita mencari 1:00:33 nafkah dijalankan. 1:00:35 Cuma kalau orang ingat akan mati ketika 1:00:39 cari nafkah itu enggak mungkin dia ini 1:00:42 akan berbuat curang. 1:00:45 Apalagi yang namanya mencuri, ya enggak 1:00:47 bakalan. Kenapa? Sebab ingat. Nah, ini 1:00:49 maksudnya gitu. ke mana saja. Sampai 1:00:52 Nabi mengatakan akan digiring bersama 1:00:55 syuhada seseorang yang sehari sehari 1:00:58 semalam dia ingat mati 20 kali. 1:01:00 H 1:01:01 gitu 20 kali. 1:01:03 Namanya orang dagang apa ada sampai 20 1:01:06 jam ya. Artinya setiap saat kita ini 1:01:09 selalu ingat. Setiap kita mau melakukan 1:01:11 segala sesuatu ya, maka kita ingat tuh 1:01:15 awas kita akan mati akan ada balasan 1:01:18 dari Allah atas semua ucap dan perbuatan 1:01:22 kita gitu. Jadi bukan berarti ingat 1:01:25 ngingat-ngingat mikirin bukan, bukan itu 1:01:27 maksudnya bukan mikirin mati tapi ingat 1:01:30 kalau kita itu bakal mati dan semua 1:01:33 perbuatan yang kita lakukan itu akan 1:01:35 akan ada pertanggungjawabannya. 1:01:36 Wallahualam. Baik, pertanyaan 1:01:39 selanjutnya datang dari Bapak Abdullah 1:01:41 di Depok. Pak Ustaz, asalamualaikum 1:01:42 warahmatullahi wabarakatuh. 1:01:44 Waalaikumsalam [mendengus] 1:01:45 warahmatullahi wabarakatuh. 1:01:46 Beberapa tahun yang lalu ketika ibu saya 1:01:48 dalam keadaan sakaratul maut, pada saat 1:01:51 itu saya sangat kalut sehingga yang saya 1:01:54 ucapkan pada ibu saya hanya istigfar, 1:01:57 bukan kalimat tahlil. Setelah itu ada 1:01:59 rasa penyesalan dalam diri saya. Kenapa 1:02:02 pada saat itu saya tidak mengucapkan 1:02:04 tahlil? Mohon pencerahannya, Pak Ustaz 1:02:06 dengan hal ini. 1:02:07 Baiklah. Bismillahirrahmanirrahim. 1:02:11 [mendengus] 1:02:13 Orang yang tahu itu disebutnya alim ya. 1:02:18 Orang yang tidak tahu disebut jahil. 1:02:21 Jahil itu bodoh. 1:02:24 Ketika ibu meninggal atau mau meninggal, 1:02:27 Bapak enggak mengucapkan 1:02:30 kalimat tahlil lailahaillallah 1:02:32 membimbing. Padahal itu kan sunahnya 1:02:35 begitu ya, ental kini. 1:02:37 Tapi Bapak enggak membacakannya itu 1:02:39 kenapa? Karena enggak tahu. 1:02:43 Ya, enggak tahu itu bahasa lainnya 1:02:46 adalah bodoh. Cuma kita itu kalau 1:02:50 disebut bodoh marah, kalau disebut 1:02:53 enggak tahu enggak. Sebab kalau enggak 1:02:56 tahu itu adalah bukan bodoh. Padahal 1:03:00 sebenarnya ya sinonimnya itu. He. 1:03:03 Nah, apa salah pada saat itu? Allah 1:03:06 tidak menghukum menyalahkan orang yang 1:03:08 tidak tahu. 1:03:11 Nah, cuma Bapak saat itu pengin 1:03:14 melakukan atau mengucapkan yang baik 1:03:19 ya. Nah, yang baik itu menurut Bapak 1:03:22 saat itu adalah istigfar. 1:03:25 Apa salah? Ya tidak. Saat itu Bapak 1:03:28 tidak salah dan tidak akan dicatat 1:03:30 sebagai suatu kesalahan 1:03:33 gitu. Walaupun mestinya saat itu Bapak 1:03:36 adalah mental gini ya. 1:03:38 He. 1:03:39 Dan saya yakin kalau sekarang ada yang 1:03:41 meninggal, Bapak enggak akan bacanya 1:03:43 istigfar tapi akan talkin karena sudah 1:03:46 tahu gitu kan. 1:03:48 Nah, iniah. Nah, menyesal atas kebodohan 1:03:52 enggak apa-apa. Bagus ya. 1:03:55 He. 1:03:55 Nah, bagus. Sebab itu nanti akan menjadi 1:03:59 kita bahan menasehati kepada anak kita. 1:04:03 Jangan sampai, Nan, nanti kamu menyesal 1:04:06 kayak Bapak nantinya begitu ya. Udah, 1:04:09 udah lumayan bagus, udah bagus gitu. 1:04:13 Jadi tidak perlu Bapak apa namanya ee ee 1:04:18 takut berdosa dan sebagainya karena itu 1:04:22 bukan perbuatan dosa. Itu sudah bagus 1:04:25 yang seperti itu dengan kondisi Bapak 1:04:29 saat itu. 1:04:31 Tapi kalau sekarang maunya Bapak 1:04:33 melakukan begitu, nah itu enggak bagus 1:04:35 gitu ya. Yang paling bagus adalah ya 1:04:38 tahlil. 1:04:40 Tapi punya perasaan bersalah 1:04:44 itu adalah lebih Allah sukai. Allah 1:04:48 senang ketika orang itu merasa bersalah. 1:04:51 H 1:04:52 merasa bersalah. Dan Allah tidak senang 1:04:55 ketika orang itu merasa ini benar terus 1:04:59 kemudian apalagi berjasa. Ya, itu 1:05:05 perasaan seperti itu adalah sesuatu yang 1:05:07 cukup baik. Insyaallah ya. Wallahuam. 1:05:11 Iya. Baik, selanjutnya pertanyaan dari 1:05:13 Bapak Musawir. Ustaz, asalamualaikum 1:05:14 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:18 wabarakatuh. 1:05:18 Ustaz, pada saat sakaratul maut nanti, 1:05:21 bagaimana wujud malaikat pencabut nyawa 1:05:23 di hadapan kita? Mohon pcanya, Ustaz. 1:05:27 Bismillahirrahmanirrahim. 1:05:30 Saat orang dicabut nyawa itu ada empat 1:05:34 fitnah yang besar bagi kita 1:05:37 ya. 1:05:39 Satu adalah sakitnya 1:05:42 dicabut nyawa. Yang kedua adalah 1:05:47 mengerikannya melihat malaikat maut. 1:05:50 Hm. 1:05:51 Itu malaikat eh Nabi Ibrahim alaihialatu 1:05:55 wasalam ketika didatangi oleh malaikat 1:05:57 maut ditanya oleh para Nabi, malaikat 1:05:59 Jibril, "Malaikat maut, engkau ini 1:06:02 datang mau berkunjung kepadaku, 1:06:04 berziarah atau mau mencabut nyawa?" 1:06:07 Kata beliau, "Enggak cuma ziarah saja." 1:06:10 Ah, akhirnya kata malaikat Nabi Ibrahim 1:06:13 begini, 1:06:15 "Ee malaikat maut, maukah katanya kau 1:06:18 perlihatkan kepadaku rupamu yang asli? 1:06:22 Engkau tidak akan sanggup," katanya 1:06:24 Ibrahim. 1:06:26 Ya toh, udahlah perlihatkan aja, 1:06:28 katanya. Perlihatkan. Baiklah, kata 1:06:31 malaikat maut, "Sekarang berpalinglah." 1:06:34 katanya kamu membelakangi aku. 1:06:36 Berpalinglah malaikat. 1:06:39 Ya, begitu sudah sekarang tengok. Begitu 1:06:43 nengok melihat wujud aslinya langsung 1:06:46 Nabi Ibrahim itu jatuh pingsan. 1:06:51 Begitu sudah ciuman, malaikat maut sudah 1:06:54 seperti manusia lagi. 1:06:56 Apa kata Nabi Ibrahim? Malaikat maut. 1:06:59 Seandainya Allah tidak memberikan 1:07:02 siksaan 1:07:04 ya, kecuali melihat rupamu ini sudah 1:07:08 merupakan azab yang benar-benar 1:07:10 mengerikan sekali. 1:07:12 Nah, cuma yang demikian ini adalah bagi 1:07:16 orang-orang yang apa namanya? Bagi 1:07:19 orang-orang yang kafir, orang yang 1:07:22 durhaka. 1:07:24 Ya. Tapi kalau bagi orang yang mukmin, 1:07:28 orang yang saleh, tentu tidak seperti 1:07:31 itu. Ya, tidak seperti itu. 1:07:35 Sebab [berdehem] ketika dicabut nyawa 1:07:38 itu orang 1:07:40 ee 1:07:42 ada yang ya seperti dalam Al-Qur'an 1:07:44 wahina idin tanzurun. Dan Rasulullah 1:07:47 sallallahu alaihi wasallam juga 1:07:48 menjelaskan seseorang tidak akan 1:07:51 meninggalkan dunia. 1:07:53 Ya, tidak akan lanjum 1:07:57 ya tidak akan keluar katanya manusia 1:08:00 iniuk 1:08:02 minunta. 1:08:09 Seseorang tidak akan meninggalkan dunia 1:08:12 ini sehingga dia mengetahui 1:08:15 tempat kembalinya dia dan sehingga dia 1:08:18 mengetahui pula tempat tinggalnya 1:08:21 apakah surga atau neraka. Itu akan 1:08:23 diperlihatkan dulu oleh Allah. 1:08:26 Itu makna wahinaidin tanzurun. Ya, dalam 1:08:29 surah apa? Alqi'ah. 1:08:32 Makanya ada orang yang meninggal itu 1:08:34 dengan penuh kerinduan ya, senyum, 1:08:38 kepuasan. Ada juga yang matanya mendelik 1:08:40 mengerikan. Kenapa? Yang diperlihatkan 1:08:43 oleh Allah. 1:08:45 Ya 1:08:48 ee apa itu 1:08:51 ee 1:08:53 ya 1:08:55 bimfari 1:08:57 wani minal muk. Itu Habib Annajar ketika 1:09:01 dia diseret-seret, 1:09:03 digebugin oleh kaumnya 1:09:06 ya sakitnya kayak apa itu? Maka oleh 1:09:09 Allah diperlihatkan kemudian surga 1:09:12 kepadanya. 1:09:14 Dengan melihat surga itu rasa sakit yang 1:09:17 diderita ila 1:09:19 Allah pengin menolong tuh. Begitu. 1:09:22 Makanya belia mengatakan, "Yaamun 1:09:25 bimfarbi win." Coba kalau kalau kaumku 1:09:30 tahu katanya kemuliaan yang sudah Allah 1:09:33 berikan kepadaku ya dengan 1:09:37 diperlihatkannya apa namanya itu 1:09:39 diampuninya dosa-dosaku dan 1:09:42 diperlihatkannya itu surga 1:09:45 ingin segala. Jadi begitulah tuh. Maka 1:09:48 sakitnya sakatul maut itu luar biasa. 1:09:51 Tapi nanti buat orang mukmin insyaallah 1:09:54 ya nanti dalam dalam babnya nanti kan 1:09:56 akan ada ya. Jadi yang jelas ee malaikat 1:10:00 maut ini ketika datang ini bisa jadi 1:10:03 mengerikan, 1:10:05 bisa jadi juga adalah tidak. 1:10:08 Iya. 1:10:09 Ya. Nah, tergantunglah sekarang 1:10:12 bagaimana amal kita. 1:10:14 Iya. anak-anak anak-anak kecil itu yang 1:10:18 mau dicabut giginya. Ada yang oleh 1:10:21 dokter ya sudah nangis mungkin karena 1:10:24 melihat ee caranya dokter. 1:10:28 Tapi ada itu anak kecil sudah lepas 1:10:31 giginya tapi dia masih diam-diam aja. 1:10:33 Kenapa? 1:10:34 Pintarnya itu dokter gigi ya. Anak-anak 1:10:37 luar biasa 1:10:39 ya. Sebenarnya ini sudah gambaran lah di 1:10:41 akhirat apalagi malaikat nantiu. 1:10:44 Maka kalau Bapak tidak ingin mengeri, 1:10:46 tidak pengin melihat malaikat maut itu 1:10:48 mengerikan, ya jawabannya ada pada Pak 1:10:52 Musawir sendiri. Iya. Pada kita sendiri 1:10:56 gitu 1:10:56 ya. 1:10:58 Baik. Wallahuam. 1:11:00 Iya. Selanjutnya dari hamba Allah Ustaz 1:11:03 di Tangerang. Asalamualaikum 1:11:05 warahmatullahi wabarakatuh Pak Ustaz. 1:11:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11:08 wabarakatuh. Ee 1:11:11 doa yang terbaik untuk saya sebelum 1:11:13 datangnya kematian sebaiknya seperti 1:11:16 apa, Pak Ustaz? Dan apa boleh kita 1:11:18 berdoa meminta wafat dalam keadaan 1:11:20 husnul khatimah, rezeki banyak, tobat 1:11:22 nasuha sebelumnya. Demikian, Pak Ustaz. 1:11:25 Iya. Ya, memang apa namanya 1:11:29 ee doa itu ya bagus. 1:11:33 Nabi pernah menegar sahabat, "Jangan, 1:11:38 janganlah seseorang di antara kalian 1:11:40 mengharapkan kematian karena penyakit 1:11:43 yang diderita." 1:11:46 Nah, kalau harus juga minta mati begini 1:11:50 kata Nabi, "Allahumma ahyina makanilah 1:11:54 kirana 1:11:56 waitna 1:11:59 makan wafani 1:12:02 wafair 1:12:05 ya. Ya Allah hidupkan saya selama 1:12:09 kehidupan itu lebih baik buat saya dan 1:12:13 wafatkan saya kalau kematian itu lebih 1:12:16 baik buat saya. Sudah Nabi ngajarin 1:12:19 begitu. Kalau kita mau minta mati 1:12:22 jangan minta ya Allah daripada saya 1:12:24 begini matikan saja. Jangan begitu. 1:12:27 Kalaupun harus kata Nabi kamu minta mati 1:12:30 begini caranya ya tadi itu. Ya Allah 1:12:33 hidupkan saya jika kem hidup itu lebih 1:12:37 baik buat saya dan wafatkan saya jika 1:12:42 wafat itu lebih baik buat saya. Jadi 1:12:45 akhirnya hidupnya ya hidup baik. 1:12:47 Kalaupun wafat wafat baik. Lah tadi Ibu 1:12:50 mengatakan [berdehem] 1:12:51 minta supaya wafatnya khusnul khatimah. 1:12:54 Ya itu yang bagus ya. Makanya perbanyak 1:12:57 itu kalau Habib itu ee Abdurrahman ya ee 1:13:03 di dalam ratibnya kan ada ya e yaallah 1:13:06 biha ya Allah biha ya Allah bihusnil 1:13:09 khatimah ya itu membaca itu ya tentu 1:13:12 bagus itu karena permohonan kita kepada 1:13:14 Allah agar Allah mewafatkan kita dalam 1:13:16 husnul khatimah sebab khususnul khatimah 1:13:19 itulah yang menentukan beruntung 1:13:21 tidaknya kita ya bukan sekarang, tapi di 1:13:24 akhir hayat kita nanti. 1:13:26 Apakah kita orang celaka atau orang yang 1:13:28 beruntung itu di akhir hayat ya. 1:13:30 Wallahuam. 1:13:32 Dari Bapak Johar di Kalideres. Ustaz, 1:13:34 asalamualaikum warahmatullahi 1:13:36 wabarakatuh. 1:13:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:13:38 wabarakatuh. 1:13:39 Ketika kita sedang sakit, Pak Ustaz, 1:13:41 selain berobat, doa apa yang harus 1:13:43 dipanjatkan dan amalan apa yang harus 1:13:47 dikerjakan? Demikian. 1:13:48 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 1:13:51 Ada beberapa hadis yang menerangkan ya 1:13:55 ee yaitu kalau kita lagi sakit 1:14:00 baca surah Al-Ikhlas 40 kali. Siapa yang 1:14:04 lagi sakit membaca surah Al-Ikhlas 40 1:14:07 kali ya ee maka kalau dia sembuh 1:14:13 ya kalau wafat terampuni semuanya dosa. 1:14:17 Kalau sembuh juga dia tergantikan semua 1:14:21 darahnya yang jelek yang apa 1:14:24 dan juga dalam 1:14:25 ee ampunan Allah Subhanahu wa taala. 40 1:14:28 kalilah surah Al-Ikhlas. 1:14:30 Iya. Nah, kalau kemudian dalam hadis 1:14:33 lain yaitu membaca doanya Nabi Yunus. 1:14:36 Nabi Yunus. 1:14:38 La ilahailla anta subhanaka inni kuntu 1:14:40 minimin. Ya. 1:14:42 Nah, kalau saya menganjurkan kepada 1:14:45 mertua saya, kata saya gini, "Nah, 1:14:48 [berdehem] 1:14:49 ya nih kalau dalam sakit ini ama 1:14:53 banyakin aja baca Al-Ikhlas. Baca 40 1:14:57 kali. Nanti kalau sudah 40 kali baca 1:15:01 doanya Nabi Yunus. Lailahailla antahan 1:15:05 minim. Nanti kalau Allah bermaksud 1:15:08 menyembuhkan Allah sembuhkan cepat. 1:15:11 Kalau umpamanya kesakitnya itu membawa 1:15:13 kematian, maka Allah hapuskan semua ee 1:15:16 dosa-dosanya. 1:15:18 itu dibaca itu. Begitu juga ketika ibu 1:15:21 saya sakit, maka ibu saya itu selalu 1:15:23 baca itu. Di samping ayat-ayat yang 1:15:26 sudah beliau hafal seperti Yasinnya ya, 1:15:29 Arrahmannya, Waqiahnya, Tabarok. Nah, 1:15:33 kata saya begini, "Ibu banyakin ini ya, 1:15:36 Al-Ikhlas 40 kali. Nanti kalau sudah 1:15:39 ganti doa Nabi ee Nabi Yunus 40 kali." 1:15:43 Iya. 1:15:44 Ya, itu amalan ya, doa 1:15:46 amalan yang dibaca ya. Heeh. Ya, 1:15:48 wallahuam. Selanjutnya pertanyaan dari 1:15:51 Bapak Yusril, Ustaz. Asalamualaikum 1:15:53 warahmatullahi wabarakatuh. 1:15:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:15:55 wabarakatuh. 1:15:56 Eh, Ustaz, tolong dijelaskan mengenai 1:15:58 penyakit wahan itu bagaimana bisa 1:16:01 menjangkiti umat akhir zaman ini, Pak 1:16:03 Ustaz? Demikian. 1:16:05 Iya. [batuk][berdehem] 1:16:08 Ya, penyakit wahan [mendengus] itu kan 1:16:10 dua. Satu hubud dunya dan ini terkait 1:16:14 dengan yang keduanya waqaratul maut. 1:16:18 dia takut mati. 1:16:20 Dan orang kalau udah udah hubud dunya 1:16:23 itu udah udah boleh dikatakan pasti ya 1:16:26 boleh dikasihkan pati mati. Ini sudah 1:16:30 penyakit. H yang sekarang ini sekarang 1:16:34 ini sudah merambah ke mana-mana semacam 1:16:38 ini. Di semua lapisan 1:16:41 ya. di semua lapisan 1:16:44 yang namanya hubbud dunya waqarahatul 1:16:47 maut ya. Nah, karena itu maka ya ee 1:16:52 dengan kita banyak tafakur tadi itulah 1:16:56 melihat 1:16:57 tafakur 1:16:58 ya ee apa namanya ingat mati. Insyaallah 1:17:02 kalau orang ikat mati nantinya ee karena 1:17:07 Nabi sendiri tadi kan yang sudah dawuh 1:17:09 ya. 1:17:09 Iya. 1:17:10 Bahwasanya 1:17:12 ingat mati itu akan menyebabkan orang 1:17:15 itu nanti ingat kepada akhirat dan juga 1:17:19 akan zuhud pada dunia. 1:17:21 Karena kalau kita ingat mati 1:17:24 ya tadilah saya saya katakan nih nih 1:17:27 kalau kita tahu besok mati malam ini 1:17:31 kita enggak akan tidur diajak maksiat 1:17:33 enggak mau itu pengaruhnya 1:17:37 kematian begitu. 1:17:38 Iya. 1:17:39 Nah jadi jadi bisanya orang ini kena 1:17:43 penyakit wahan ya itu tadi karena ngikat 1:17:46 matinya. 1:17:47 Nah, dan benar sekali Rasulullah 1:17:51 bersabda, "Aksiru minikri hadillat." 1:17:54 Perbanyak oleh kamu mengingat kematian. 1:17:58 Ya, tapi ya jangan karena ingat kematian 1:18:03 kemudian kita meninggalkan tugas-tugas 1:18:07 kita lainnya. Enggak, enggak seperti itu 1:18:09 ya yang tadi sudah saya jelaskan 1:18:11 ya. Mungkin barangkali itu dulu ya, Pak 1:18:13 Ru ya. 1:18:14 Baik, Ustaz. tadi ada ada terakhir nih 1:18:16 pertanyaan titipan terakhir dari 1:18:18 pendengar katanya ini mohon ditanyakan 1:18:20 kepada ustaz 1:18:22 ustaz mohon amalan apa untuk pembersihan 1:18:25 hati itu ustaz 1:18:27 iya 1:18:27 terakhir 1:18:28 baik bismillahirrahmanirrahim 1:18:31 pembersihan hati itu 1:18:34 itu ada beberapa langkah ya langkahnya 1:18:39 itu yang pertama adalah riyadah yang 1:18:42 keduanya mujahadah 1:18:43 mujahadah Apa riyadah itu? Gini ya. Nih 1:18:48 bersih itu biar sehat kan maksudnya 1:18:50 hatinya kan Pak Ria. 1:18:52 Iya. 1:18:53 Fisik kita kalau ee fisik kita kalau 1:18:56 pengin sehat harus dikasih makan. 1:18:59 He. 1:19:00 Nah, begitu juga hati. 1:19:01 Iya. 1:19:02 Bagaimana makanannya fisik? Ya, harus 1:19:06 yang thayib. 1:19:08 Makan yang thayib, yang bergiji. 1:19:11 Lah kalau hati bagaimana? Kalau hati 1:19:14 bukan yang bergiji, tapi yang halal 1:19:19 itu hati. Baik bergizi tapi enggak 1:19:22 halal, fisiknya bagus tapi hatinya 1:19:25 rusak. 1:19:27 Halal tapi enggak thayib, hatinya baik 1:19:30 tapi fisiknya akan rusak. Makanya 1:19:32 bagaimana supaya hatinya baik, sehat, 1:19:35 fisiknya juga sehat. 1:19:44 Suruh makan yang halal dan thib. Halal 1:19:46 kembalinya kepada hati. Kemudian apa? 1:19:51 Kembalinya kepada fisik. [mendengus] 1:19:54 Kemudian apa cukup supaya fisik sehat 1:19:56 itu makan saja? Tidak. 1:19:59 Enggak cukup. Butuh juga olahraga. 1:20:03 Ah olahraga itu namanya riyadah. 1:20:06 Lari apa mau bad. atau mau berenang ya, 1:20:11 kemudian naik sepeda itu olahraganya. 1:20:15 Nih hati kita juga sama butuh olah olah 1:20:18 hati 1:20:18 olah hati 1:20:19 gitu ya. Nah, apa yang paling berat 1:20:23 kebaikan yang kita lakukan gitu. Oh, 1:20:26 misalkan kita paling berat sodqah, ayo 1:20:29 paksakan setiap hari ya walaupun sedikit 1:20:33 sedikit terus. itu Imam Ghazali 1:20:35 mengatakan obatnya hanya melakukan yang 1:20:38 berlawanannya. 1:20:39 Berlawanan 1:20:40 ini melatih diri. Melatih diri kemudian 1:20:44 meningkatkan ibadah. Nah, ini semua 1:20:48 langkah-langkah untuk membersihkan apa 1:20:50 namanya hati sehingga nanti apa ee 1:20:55 sifat-sifat buruk suka bohongnya, nipu 1:20:59 orang, hasudnya, dengkinya, ya. Kemudian 1:21:03 apalagi? Nah, itu ee dengan sendirinya 1:21:06 nanti akan ee akan berkurang berkurang. 1:21:10 Dengan hilangnya sifat-sifat buruk, 1:21:13 jadilah kemudian hati kita itu akan 1:21:16 menjadi jernih, menjadi bersih, gitu. 1:21:19 Yaitu dengan tadi itu riyadah dan 1:21:22 mujahadah. Mujahadah itu berjuang. 1:21:25 He 1:21:25 ya. Mujahadah itu berjuang dan itu 1:21:28 adalah harus kita lakukan selama hidup 1:21:31 kita. Mujahadah itu selama hidup kita 1:21:35 enggak apa namanya ee cukup sebulan, 2 1:21:38 bulan enggak terus-menerus selalu 1:21:39 hidupnya. 1:21:41 Nah, iya ya. Wudbaka hatta atakal yaakin 1:21:46 ya. 1:21:48 Ee jadi beribadahlah kamu kepada Allah 1:21:50 sampai datang kepadamu yakin. Yakin di 1:21:54 sini apa maksudnya? Kematian 1:21:57 gitu. Jadi selama kita belum mati terus 1:22:00 kita menghambakan diri kepada Allah. 1:22:03 Nah, upayanya adalah bagaimana supaya 1:22:07 diri kita, jiwa kita ini menjadi bersih 1:22:10 ya. Agar nanti bisa bersatu e berkumpul 1:22:14 dengan yang maha suci. Karena tidak 1:22:17 mungkin yang maha suci itu menerima yang 1:22:20 kotor, harus yang suci. Itulah caranya 1:22:23 riyadah dan mujahadah. Ya, nanti itu 1:22:26 akan ada apa namanya bahasannya ya. Coba 1:22:30 ada bahasannya. Mudah-mudahan Allah 1:22:32 Subhanahu wa taala 1:22:33 memanjangkan umur kita dalam taat 1:22:35 kepadanya. 1:22:36 Amin. 1:22:36 Allah bimbing hati kita ke jalan yang 1:22:39 diridai dan dicintainya. 1:22:41 Dan Allah hiasi hati kita dengan akhlak 1:22:44 yang mulia. Allah bersihkan hati kita 1:22:46 dari akhlak yang hina. Dan semoga Allah 1:22:49 melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah 1:22:51 kepada kita anak cucu kita sehingga 1:22:53 dapat istikamah dalam menjalankan 1:22:55 perintahnya menj larangannya. 1:22:57 Rabbanaqbal minana 1:23:01 yaun 1:23:03 hasanah akarallahu 1:23:08 sayidina Muhammadin wasallam. 1:23:11 Alhamdulillahiabbil alamin. 1:23:12 Asalamualaikum warahmatullahi 1:23:13 wabarakatuh. 1:23:15 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:23:16 wabarakatuh. Demikian Iwan Akwat tausiah 1:23:19 sore bersama Ustaz Ahmad Zazuli Kholil 1:23:22 mengenai zikrul maut mengingat kematian 1:23:24 telah kita bersama simak. Semoga apa 1:23:26 yang ustaz sampaikan dapat menambah ilmu 1:23:28 gambar kita juga menambah iman kita 1:23:30 kepada Allah subhanahu wa taala. Yang 1:23:32 sudah bergabung terima kasih banyak Iwan 1:23:33 Ahmad yang telah mengirimkan WhatsApp ke 1:23:36 0811999720. 1:23:40 Maaf tidak sempat dibacakan semuanya 1:23:42 karena keterbatasan waktu juga. Anda 1:23:44 yang telah bergabung di YouTube Rasi TV. 1:23:46 Terima kasih banyak sudah berkomentar. 1:23:49 Saya yang bertugas pahli temani Neza dan 1:23:51 juga Yusuf Subangitur pamit. 1:23:53 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:23:54 alla ilaha illa anta astagfiruka wa 1:23:56 atubu ilaik. Wasalamualaikum 1:23:57 warahmatullahi wabarakatuh. 1:24:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:24:02 wabarakatuh.