Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:44 auzubillahi 1:55 minasyaitanirjim 1:58 bismillahirahman 2:03 [Musik] 2:12 ini 2:16 khqisti Wal ardhi 2:20 wtilafil Laili 2:23 [Musik] 2:27 waharulil Albab 2:34 alladina 2:38 ykurunallaha 2:39 qiam wa 2:42 quud waa 2:47 junubihim 2:50 waatafakkaruna Fi 2:58 khqisama 3:06 subhanaka 3:09 [Musik] 3:13 faqinazabanar 3:16 Rabbana 3:18 innana 3:20 samna 3:22 Munadi 3:24 [Musik] 3:28 yunaniinu 3:32 [Musik] 3:36 Rabbana fagfir Lana 3:41 dunubana wa 3:44 kafirna 3:45 [Musik] 3:47 sayiatina 3:49 waawaana maal 3:52 [Musik] 3:54 Abrar 3:55 Rabbana 3:58 waa Ma 4:00 [Tertawa] 4:09 wqiamah 4:11 innaka la 4:14 tukhliful 4:18 miad 4:23 shqallahulim asalamualaikum 4:25 warahmatullahi 4:27 wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullah 4:30 Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum 4:31 warahmatullahi wabarakatuh dear Leaders 4:33 dan calon Leaders seluruh Indonesia 4:35 kembali lagi kita pada malam ini bersama 4:39 acara pada acara 4:40 Indonesia dengan tema eh hutang RI 4:44 antara kebutuhan dan kecerdasan 4:47 sahabat-sahabat sekalian sebagaimana 4:49 yang kita ketahui e per akhir tahun ee 4:52 2020 ee hutang luar negeri Indonesia 4:56 sudah tembus rp.000 triliun tepatnya 5:00 rp.074 5:02 triliun menurut bank dunia eh rasio 5:05 utang pemerintah terhadap PDB ini sudah 5:07 eh mencapai 5:10 38,68% semakin tipis dengan batas 5:12 maksimal rasio utang dengan PDB atau GDP 5:16 sebuah negara eh sesuai dengan 5:19 undang-undang keuangan juga 5:21 ee 5:22 60% dan 5:24 eh selama tahun 2019 kemarin eh dalam S 5:29 tahun utang Indonesia bertambah 5:31 12296 triliun hanya dalam 1 tahun ee 5:36 pemerintahan Pak Jokowi selama tahun 5:38 2019 Nah dengan tren semakin 5:40 meningkatnya jumlah utang luar negeri 5:43 ini dan semakin tipisnya batas rasio 5:46 antara utang dengan PDB yang semakin 5:49 mendekati 60% Bagaimana kira-kira eh 5:53 potensi dan risiko yang akan terjadi di 5:56 negara kita Nah untuk itu sudah hadir 5:58 pada malam ini beberapa narasumber kita 6:01 yang akan mengulas terkait tema hutang 6:04 ee Republik Indonesia kali ini yang 6:07 pertama adalah eh ekonom kita ekonom 6:10 muda kita yang sangat e Brilian Mas 6:12 bimra Asalamualaikum mas 6:15 Bim 6:17 Waalaikumsalam mudah-mudahan nanti bisa 6:19 memberikan 6:20 sedikit I pakardani nanti Iya pak nanti 6:25 bergabung mudah-mudahan nanti bisa 6:27 memberikan ke kita ee pencerahan 6:29 Bagaimana ee kondisi utang luar negeri 6:31 dan apa dampaknya dan mungkin 6:33 rekomendasi ee terhadap pemerintah 6:36 terkait penanganan hutang Ini yang 6:38 kemudian yang kedua sudah hadir bersama 6:40 kita juga Bu Dr 6:42 anisarwati anggota dprri PKS komisi 9 6:46 yang membidangi keuangan mas oh komisi 6:49 11 mohon maaf l Pak kembali kesehatan 6:52 Iya bu kemarin saya baru dengan 6:55 Bu nah eh eh apa Sudah Bu Anis 7:01 mudah-mudahan nanti bisa memaparkan 7:02 mungkin dalam beberapa rdp antara komisi 7:05 9 dengan kementerian keuangan komisi 11 7:08 dengan kementerian keuangan sudah 7:11 membahas tentang e tema hutang luar 7:14 negeri ini nanti mungkin bisa diaring 7:16 dan bagaimana mungkin kebijakan PKS 7:18 terkait penyikapan hutang luar negeri 7:20 ini dan juga seperti biasa narasumber 7:23 tetap Indonesia 7:24 leader Bu selamat 7:28 malam nah kemudian dan juga nanti pak 7:31 marani alisera yang mohon izin bergabung 7:33 Eh sekitar pukul .00 karena beliau 7:36 sekarang sedang dalam perjalanan di 7:37 pesawat baik Eh sahabat-sahabat sekalian 7:40 sebelum masuk ke Mas Bima untuk 7:43 ulasannya ee Saya ingin mengucapkan 7:45 terima kasih kepada seluruh teman-teman 7:47 ee media reporte yang senantiasa ee 7:50 Meliput acara ini dan memberitakan di 7:52 media mudah-mudahan menjadi ee Sumbang 7:54 si konten positif dan pencerdasan EE 7:57 politik ee dan kebangsaan bagi bagi 7:59 seluruh masyarakat Indonesia dan 8:01 kemudian acara ini juga disiarkan secara 8:04 langsung ee di channel YouTube dan 8:06 Facebook bapak Mardani alisera kemudian 8:09 channel YouTube dan Facebook PKS TV dan 8:12 Facebook partai kalian Sejahtera juga 8:15 channel YouTube eh rasil TV dan juga 8:18 secara langsung ditayangkan secara live 8:20 di channel radio rasil AM 720 am Jadi 8:24 bagi sahabat-sahabat yang EE ingin 8:26 menyaksikan acara ini bisa memilih salah 8:28 satu channel tadi dan bila menyaksikan 8:30 di YouTube jangan lupa subscribe channel 8:33 YouTube Bapak mani elar dan juga e PKS 8:35 TV dan juga rasil TV baik eh untuk 8:38 kesempatan pertama saya berikan 8:40 kesempatan ke Mas Bima untuk memberikan 8:42 pandangannya terkait Tema kita malam ini 8:44 utang RI P Mas Bima dipersilakan 8:48 Oke Baik asalamualaikum warahmatullahi 8:50 wabarakatuh Selamat malam 8:52 semuanya jadi Terima kasih ini ee PKS 8:56 salah satu yang tetap konsisten ya Bu 8:59 khususnya terkait dengan isu hutang nih 9:01 karena ini salah satu isu yang memang 9:04 langsung kena kepada 9:06 masyarakat ada tiga poin secara singkat 9:09 yang ingin saya sampaikan terkait dengan 9:11 kondisi kemudian resiko utang yang akan 9:14 kita 9:14 hadapi jadi terkait pertama adalah 9:18 pertanyaan sebenarnya ini apa yang salah 9:21 dengan 9:23 utang Kenapa Indonesia salah satu 9:26 pembayar bunga utang yang paling tinggi 9:29 kalau dibandingkan dengan negara-negara 9:31 di Asia Pasifik bahkan Indonesia jadi 9:34 salah satu pembayar bunga utang yang 9:36 paling tinggi atau paling mahal poin 9:39 kedua ini berkaitan dengan benar enggak 9:42 sih 9:43 sebenarnya pemerintah itu selalu 9:46 narasinya adalah ini kan situasi 9:48 covid-19 membutuhkan anggaran yang cukup 9:51 besar pendapatan negara sedang turun 9:54 sehingga opsinya untuk mengatasi defisit 9:57 anggaran adalah dengan hutang Nah kita 10:00 harus coba melihat di poin kedua ini 10:02 apakah betul pinjaman yang diterbitkan 10:06 pemerintah termasuk Global Bond pinjaman 10:09 kepada negara-negara lain itu 10:11 semata-mata untuk Penanganan covid-19 10:14 dan pemulihan ekonomi dan poin terakhir 10:17 saya kira terkait dengan apa yang harus 10:20 dilakukan ya sebagai 10:24 bentukem 10:28 kaisailak masuk dalam kondisi overhang 10:30 utang atau utang justru menjadi beban ke 10:34 depannya Nah untuk poin pertama ini 10:37 berkaitan dengan Indonesia sebagai 10:39 negara yang paling mahal membayar bunga 10:42 utangnya Memang secara data kan 10:44 menunjukan Indonesia itu untuk 10:47 penerbitan surat utang yang termnya 10:51 adalah 10 tahun itu per tahunnya 10:55 membayar imbal hasil 10:58 6,2% kepada Para investor jadi memang 11:01 ada tren di mana dulu zamannya Pak SB 11:06 zamannya Pak Harto bu Megawati itu 11:10 pinjaman paling besar proporsionalnya 11:12 adalah pinjaman yang sifatnya bilateral 11:15 ke banyak negara ke beberapa negara 11:18 kemudian sifatnya multilateral dengan 11:20 lembaga-lembaga seperti Bank Dunia 11:22 misalnya tapi di eranya Pak Jokowi 11:25 memang terjadi pergeseran sehingga 11:27 penerbitan utang itu pinjaman lebih 11:30 dititik beratkan pada pasar keuangan 11:34 atau menerbitkan surat hutang surat 11:36 berharga negara Nah kita melihat dari 11:39 utang yang diterbitkan ke pasar 11:41 Indonesia mahal sekali 11:44 6,26% padahal ada Filipina dengan rating 11:48 yang sama dengan Indonesia ini lembaga 11:51 rating Fit itu sama-sama ratingnya untuk 11:54 Indonesia BBB Filipina juga triple b BBB 11:58 juga nah tapi Indonesia dan Filipina 12:01 sangat jomplang ketika Indonesia ini 12:03 menawarkan sampai 12:05 6,2% sementara Filipina hanya menawarkan 12:09 2,9 jadi Filipina sekisaran 3% Indonesia 12:13 6,2% jadi apa ini Ketika kita melihat 12:16 juga dari sisi 12:18 inflasinya ternyata inflasi di Indonesia 12:22 pun juga hanya 12:23 1,6% sementara inflasi di Filipina 12:27 2,4% jadi logika 12:29 Yang ada sekarang ini adalah logika yang 12:32 aneh di mana ratingnya sama Indonesia 12:35 menawarkan bunga surat utang lebih mahal 12:38 inflasi di filipinanya lebih tinggi 12:40 padahal harusnya orang itu membeli utang 12:44 itu Kan pertimbangannya berapa 12:46 inflasinya kemudian Berapa selisih 12:49 margin yang dia akan dapatkan nah 12:51 Indonesia ini enggak nyambung kira-kira 12:53 jadi ada ada masalah serius terlepas 12:56 dari rating yang sama ini Indonesia 12:59 kelihatannya menerapkan strategi bunga 13:02 yang relatif mahal ini karena Indonesia 13:06 salah satu negara yang Kepepet karena 13:09 bingung untuk mendapatkan pembiayaan 13:10 lainnya sementara defisitnya terus 13:13 meningkat sehingga salah satu 13:15 strateginya adalah dengan obral hutang 13:18 dengan bunga yang mahal sehingga apa 13:21 sehingga Indonesia engak berdaya di 13:23 depan kreditur ini terlihat ya kalau 13:26 beli surat utangonesia itu sangat tinggi 13:31 imbal hasil secara rnya itu sampai 13:34 4,5% jadi selisih antara imbal hasil 13:38 dikurangi dengan inflasi jadi kita 13:40 dapatkan yang R itu 13:42 4,5% kalau dia beli surat utang dari 13:45 pemerintah Filipina itu cuma dapat 13:48 0,5% makanya hidup matinya sektor 13:52 keuangan Indonesia ditentukan juga 13:54 dengan minat dari investor asing atau 13:57 kreditur asing untuk membel Beli surat 13:59 utang pemerintah Indonesia jadi ini 14:02 salah satu hal yang membuat ada yang 14:05 aneh di luar dari hitung-hitungan 14:07 ekonomi Kenapa kok bunga kita paling 14:10 mahal karena pemerintah tidak berdaya di 14:13 depan para kreditur pemerintah enggak 14:15 punya nyali di depan kreditur untuk 14:18 menurunkan bunga meskipun inflasi kita 14:21 tahun 2020 kemarin kecil sekali lebih 14:23 rendah dari 14:24 Filipina untuk poin yang kedua untuk 14:28 menjawab benar enggak sih kemudian 14:29 pinjaman-pinjaman yang ada yang ada 14:33 terutama diterbitkan dalam rangka 14:35 penyelamatan ekonomi kemudian juga untuk 14:39 vaksinasi butuh hutang itu semata-mata 14:43 untuk pandeminya karena adanya pandemi 14:46 atau sebenarnya ini ada masalah yang 14:50 fatal terkait dengan penggunaan utang 14:52 itu ternyata tidak semua untuk masalah 14:55 pandemi dan penyelamatan ekonomi R di 14:58 masyarakat 14:59 Kenapa karena kalau kita melihat ada 15:03 keanehan khususnya terkait dengan 15:06 pos-pos belanja di APBN karena sebagian 15:10 belanja APBN menggunakan utang yang 15:13 paling besar posnya dan ini jarang 15:15 diberitakan pemerintah secara utuh 15:19 ternyata belanja pegawai yang memakan 15:21 porsi 21% dari belanja pemerintah pusat 15:25 nilainya enggak main-main ada 420 15:28 triliun R belanja barang itu 15:31 18% kemudian untuk bayar utangnya 15:34 sendiri belanja bunga utangnya itu sudah 15:37 memakan hampir 15:39 19% jadi kalau kita Urutkan pos belanja 15:42 yang paling banyak itu tetap belanja 15:44 pegawai belanja barang Ada belanja modal 15:47 dan belanja bunga utang sementara kalau 15:51 pemerintah bilang ya kita bagikan 15:53 sembako kita bagikan bantuan tunai kita 15:57 punya perlindungan sosial itu porsinya 15:59 kecil itu porsinya cuma 16:02 8,1% artinya dari utang pemerintah masuk 16:05 ke keranjang belanja 16:07 APBN 16:09 57%-nya habis untuk belanja birokrasi 16:12 dan bayar bunga utang jadi bisa 16:15 dibayangkan pemerintah 16:17 utang dengan bunga yang mahal utangnya 16:20 masuk ke kas negara Kemudian 57%-nya 16:24 dari belanja pemerintah pusat itu habis 16:26 untuk hal yang sifatnya birokrasi jadi 16:28 enggak bisa sesederhana itu bilang bahwa 16:31 ini karena mendesak karena adanya 16:34 pandemi maka utang sampai ribuan triliun 16:37 penambahannya itu dibenarkan jadi ini 16:40 sama sekali tidak berdasar dan tidak 16:42 utuh artinya ada hal yang kemudian 16:45 disembunyikan belanja bunga utangnya 16:47 sendiri itu sudah menggerus 19% dari 16:51 penerimaan negara jadi pemerintah itu 16:54 meningkatkan penerimaan pajak pun 19% 16:58 dari penerimaan negaranya itu habis 17:04 untuk sejak 2015 pembayaran bunga utang 17:08 itu terus meningkat porsinya terhadap 17:10 belanja pemerintah pusat jadi di era 17:12 Jokowi terjadi kenaikan porsi dari 17:15 belanja bunga utang terhadap total 17:18 belanja pemerintah pusat Nah ada lagi 17:21 masalah yang menarik adalah ketika kita 17:23 melihat dari postur belanja yang tidak 17:27 efektif termasuk juga yang ditransfer 17:30 kepada pemerintah daerah ternyata 17:33 sebagian uang dari pemerintah pusat yang 17:35 ditransfer ke daerah dalam rangka 17:38 penyelamatan ekonomi pandemi covid-19 17:41 itu pun sekarang ada simpanan di 17:44 Pemerintah Daerah yang ditaruh di bank 17:46 daerah di bank-bank daerah yang nilainya 17:48 218 triliun jadi itu pun juga diparkir 17:52 jadi banyakutang yang sifatnya mubazir 17:54 sebenarnya jadi banyak utang yang 17:56 kemudian kita belum masukkan ya satu ee 17:59 kasus terbaru misalkan sembako itu itu 18:02 dikorupsi Nah itu artinya sudah 18:05 capek-capai utang utangnya sebagian juga 18:08 digunakan belanja dan belanjanya bocor 18:10 sehingga tidak salah untuk bicara bahwa 18:13 pembiayaan utang sebagian untuk 18:15 mensubsidi para 18:17 koruptor dan untuk poin yang ketiga Apa 18:21 yang bisa dilakukan melihat permasalahan 18:23 ini karena masalah utang ini kalau 18:26 dibiarkan dalam teori ekonomi 18:28 akan mengarah kepada fenomena overhang 18:32 overhang utang itu artinya utang Itu 18:35 bukan lagi 18:37 sebagai lage ya Bahasanya atau daya 18:40 ungkit dari perekonomian tapi dia sudah 18:43 masuk dalam tahap menjadi beban artinya 18:46 semakin banyak utangnya ekonomi bukan 18:48 tumbuh semakin tinggi Tetapi semakin 18:50 kemudian tergerus karenaemah yangadinya 18:54 harusnya menyi perlan sosialh 18:57 besusnya UMKM bisa lebih besar 18:59 kapasitasnya Tapi sebagian dananya sudah 19:02 habis untuk membayar bunga utang Nah 19:05 untuk mencegah ini walaupun agak sulit 19:08 karena sampai 2050 pun pemerintah masih 19:11 harus menerbitkan utang untuk membayar 19:14 utang jatuh tempo yang tahun 2050 itu 19:18 penerbitannya kita lakukan di 2020 19:21 artinya sampai 2050 anak cucu nanti 19:23 masih menanggung beban utang pemerintah 19:26 jadi ada beberapa masukan yang pertama 19:28 adalah luruskan dulu nih narasi terkait 19:32 utang itu bahwa utang untuk produktif 19:36 tidak benar utang Kebanyakan untuk 19:38 belanja yang sifatnya 19:40 birokrasi jadi luruskan bahwa utang 19:42 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi itu 19:44 pun belum bisa 19:46 dibuktikan fase dari 2015 sampai 2019 19:50 bahkan sebelum terjadinya pandemi 19:52 pertumbuhan utang cukup tinggi tapi 19:54 tidak dibarengi dengan pertumbuhan 19:56 ekonomi ekonomi kita Sebelum pandemi 19:59 flat angkanya di 5% pertumbuhannya 20:01 industri manufaktur terus turun serapan 20:04 angkatan kerja baru itu juga relatif 20:06 menurun kualitasnya jadi tidak benar 20:09 adanya utang itu bisa me-leverage justru 20:11 akan menjadi beban narasi itu yang 20:13 pertama harus diluruskan yang 20:15 kedua Memang betul di undang-undang 20:18 keuangan negara tahun 2003 itu di situ 20:21 ada semacam catatannya bahwa rasio utang 20:23 terhadap PDB itu tidak boleh lebih dari 20:26 60% tapi itu adalah hal yang terlalu 20:29 simplifikasi hal yang terlalu 20:31 disederhanakan karena kita harus melihat 20:33 banyak indikator-indikator utang lainnya 20:36 seperti misalkan Dep service atau Anda 20:39 boleh berutang ya negara boleh berutang 20:41 tapi harus mikir Bagaimana Nanti 20:43 bayarnya dari mana Eh Anda mendapatkan 20:47 uangnya apalagi kalau utangnya dalam 20:49 bentuk fas atau mata uang asing 20:51 bagaimana nanti pengembaliannya berarti 20:53 harus mencari valas atau mata uang asing 20:57 yang lebih banyak karena utangnya dalam 20:59 bentuk Dolar dalam bentuk Yan dalam 21:01 bentuk Yen atau dalam bentuk Euro nah 21:04 ini yang harus dipikirkan dan Indonesia 21:06 sebagai negara berkembang dengan tingkat 21:09 De service Rao ini yang ini juga jarang 21:13 dibahas oleh pemerintah dsr Indonesia 21:16 salah satu yang tertinggi saingan kita 21:18 salah satunya Turki negara lain di Asia 21:21 Tenggara relatif dsrnya tidak setinggi 21:23 Indonesia ini artinya Apa artinya makin 21:26 tidak berimbang antara utang yang 21:28 diterbitkan utang pinjaman-pinjaman baru 21:32 dengan upaya pemerintah untuk 21:34 mengembalikan uangnya dengan pendapatan 21:36 fas dari ekspor dari devisa dan 21:39 lain-lain yang ketiga adalah kalau untuk 21:42 memperbaiki utang dari mana salah 21:44 satunya perbaiki dulu postur belanjanya 21:47 perbaiki dulu efektivitas belanjanya 21:50 jangan belanja untuk pegawai belanja 21:54 untuk barang yang sifatnya untuk 21:56 keperluan administrasi birokrasi 21:58 kemudian dibebankan begitu saja pada 22:00 utang jadi harus diatur belanja yang 22:03 lebih efektif lebih transparan termasuk 22:05 jangan sampai pembiayaan utang untuk 22:08 mensubsidi Korupsi atau mensubsidi para 22:11 koruptor sehingga di situ terjadi 22:13 kebocoran dan berikutnya lagi adalah 22:16 terakhir karena pemerintah ini sekarang 22:19 ditantang punya nyali enggak berhadapan 22:21 dengan kreditur bisa enggak kemudian 22:25 melakukan berbagai upaya untuk 22:28 memberikan semacam keringanan paling 22:30 tiga kalau tidak keringanan utang 22:31 pokoknya bisa keringanan bunganya banyak 22:35 negara Mencoba ini tapi saya belum 22:36 mendengar pemerintah Indonesia berani 22:40 untuk melakukan negosiasi khususnya 22:42 dengan kreditur kan bisa bilang harusnya 22:45 ini kondisi negara sedang ketat apbn-nya 22:48 defisitnya makin lebar naik ya Eh dua 22:52 kali lipat defisitnya sekarang kisaran 22:56 6% Jadi bagaimana cara 22:58 pemintah itu bilang P para 23:01 kreditur bantu kita dalam artian kita 23:04 bunganya misalkan bisa dihapuskan atau 23:08 pokok utangnya Bisa berkurang tetapi di 23:10 sisi yang lain Indonesia akan komitmen 23:13 belanjanya untuk vaksinasi covid-19 nah 23:16 ini artian kerangka seperti depap jadi 23:19 banyak adaap ya ada kemudian 23:24 penghapusankokutanghingga ini bagian Dar 23:26 resturisas Untuk meringankan dulu 23:29 walaupun ini bukan solusi yang 23:32 EE final ya karena diringankan sekarang 23:35 tetap akan membayar ke depannya tapi 23:37 setidaknya kita masih punya celah kalau 23:40 pemerintah enggak berani langsung 23:41 melakukan restrukturisasi total 23:43 setidaknya ada beberapa Celah yang bisa 23:45 dimanfaatkan asal tadi punya nyali Dan 23:48 keberanian untuk bicara dengan para 23:50 kreditur kalau tidak kita akan konyol 23:52 seperti ini ya dari Filipina aja kita 23:54 akan diketawain karena Indonesia 23:58 membayar bunga yang kelewat mahal 24:00 dibandingkan tingkat inflasi dan dengan 24:03 rating yang sama dengan Filipina ituah 24:05 jadi bukti bahwa kita gak berdaya makin 24:07 tidak berdaya di depan para kit itu 24:10 mungkin terima 24:16 kasih ya terima kasih mas Bim mas Bim 24:20 sesuai dengan tema kita 24:22 iniutang negara kita 24:25 diemintahanakok ini yang sudah memasuki 24:28 periode kedua ini ini sebuah eh 24:31 kecerdasankah gitu ya eh atau ini sebuah 24:35 masalah gitu karena 24:38 eh antara kebutuhan atau kecerdasan 24:41 karena 24:42 eh lonjakan hutang selama Pak Jokowi 24:45 menjadi presiden ini jauh lebih besar 24:47 dibanding masa-masa presiden sebelumnya 24:50 gitu apakah karena presiden sebelumnya 24:54 enggak butuh hutang gitu ya E tapi 24:57 secara ekonomian mereka juga cukup baik 24:59 ya stabilitas di zamannya Pak SBY nah di 25:02 zaman Pak Jokowi ini utang semakin luar 25:06 biasa berkali lipat bertambah dan 25:08 pertumuhan ekonomi malah lebih buruk 25:11 dari Presiden sebelumnya jadi eh kalau 25:15 kita lihat perbandingan ini ini 25:16 sebenarnya masalahnya di mana Pak Nah 25:19 dan e Bisakah kita eh dengan menyikapi 25:23 dengan kondisi ini nih rakyat Eh bisa 25:26 bersikap e Seperti apa nih ke pemerintah 25:29 menyerukannya gitu mungkin nanti melalui 25:31 wakil raket idpr Pak Oke saya jawab 25:34 singkat ya Iya zaman SB dulu Berapa 25:38 rasio pajaknya zaman Jokowi sudah ada ta 25:42 amnesti ya orang-orang kaya sudah 25:44 diampuni rasio pajaknya setelah itu juga 25:46 enggak ngangkat juga itu sebelum pandemi 25:49 artinya Apa artinya ada narasi memang 25:52 ada semacam wacana ini utang itu kalau 25:55 enggak ngutang Enggak keren 25:58 ini yang agak aneh kalau enggak ngutang 26:00 Enggak keren itu di zaman Jokowi terjadi 26:02 seperti itu bahkan ada ada beberapa ya 26:05 e salah satu orang ya yang kemudian di 26:09 BUMN bilang BUMN saya Pak itu gak punya 26:13 utang atau utangnya sangat kecil malah 26:16 diketawain berarti Anda tidak 26:18 memanfaatkan lage tidak memanfaatkan 26:21 daya ungkit Jadi kalau ada institusi 26:24 yang dia tidak punya hutang di era ini 26:26 itu an 26:28 jadi di sini ada ada logikanya gitu 26:31 artinya Apa artinya utang ini sehingga 26:33 dijadikan narasi bahwa utang untuk biaya 26:35 produktif dan lain-lain menurut saya ini 26:37 bukan bagian dari kebutuhan dan bukan 26:40 juga 26:41 kecerdasan karena ini adalah bagian dari 26:43 masalah karena tidak berani tadi 26:45 mengambil jalan-jalan yang harusnya 26:48 dilakukan Bagaimana menarik pajak lebih 26:51 tinggi bagi orang-orangorporasi super 26:53 kaya yanganya sudah ada di panamaer 26:56 paradiseer sudah ada di tas amnesti 26:58 tinggal dikejar tidak dilakukan yang 27:01 kedua adalah enggak berani gitu 27:03 melakukan reformasi belanja sehingga 27:06 korupsinya masih gitu-itu aja jadi kan 27:08 korupsi e sembako Bansos ini kan korupsi 27:10 yang Nora karena cara mainnya kayak anak 27:13 e pensi zaman SMA ngutip tiket ya kan 27:18 jadi enggak berkembang sebenarnya 27:19 korupsinya juga enggak canggih-canggih 27:20 amat ini kalau ada orang Eropa ngelihat 27:23 kasus korupsi sembako diketawain ini 27:25 korupsi zaman Leon itu itu korupsi 27:28 zamannya ee tahun 1780-an itu di Prancis 27:32 jadi ada ada hal yang Saya kira tidak 27:35 mampu dilakukan pemerintah sehingga 27:38 ambil jalan pintas dan jalan pintasnya 27:40 karena sudah kadung malu mengakui bahwa 27:42 ini satu kesalahan diambillah wacana 27:45 populer Ah ini utangnya untuk yang 27:47 produktif kok ngapain sih pada kritik 27:49 soal utang tah utangnya dinikmati oleh 27:51 rakyat Indonesia atau utangnya bisa 27:54 berbentuk tuh jalan tol dan segala macam 27:57 t tapi tidak pernah ada keterbukaan dan 28:00 pencerdasan dari pemerintah sebenarnya 28:02 benar enggak kebijakan dari utang ini 28:05 dan dampaknya ke depan ini nguntungin 28:07 apa enggak selalu narasinya itu bahkan 28:09 sekarang nih Mas saldi ya ketika kita 28:11 mengkritik soal hutang karena sebagian 28:13 utang digunakan untuk pembangunan 28:15 infrastruktur itu pemerintah bilangnya 28:19 jangan ngelihat sekarang infrastruktur 28:22 sepi tapi ngelihat Nanti pada waktu 28:24 pemulihan ekonomi itu akan booming itu 28:27 yang anda kritik soal jalan tol sepi 28:30 kereta berkurang misalkan okupansinya 28:34 itu nanti kalau ekonomi Sudah booming 28:35 itu akan kembali lagi saya cuman ketawa 28:38 ya kes bilang apa in the long Run we are 28:41 dead kagak usah mikirin jangka panjang 28:44 dulu jangka pendek ini yang di depan 28:46 mata beresin karena ini logika salah 28:48 dari pemerintah optimismenya optimisme 28:51 terlalu muluk-muluk Saya kira termasuk 28:54 utang untuk lage tapi gak pernah dilihat 28:56 serius dari sisiiko 28:58 jadi itu ya antara ee kecerdasan gitu ya 29:01 atau kebutuhan salah itu pertanyaannya 29:04 dua-duanya enggak ke situ Iya terima 29:07 kasih Mas Bima menarik sekali ulasannya 29:09 nanti kita lanjutkan 29:11 eh dan sebenarnya E Mas Bima dan 29:14 teman-teman kita untuk ilt pada malam 29:17 ini sudah mencoba mengundang Pak 29:19 Yustinus prastoo ya Jub supaya bisa 29:22 memberikan pandangan langsung dari 29:24 pemerintah tetapi eh tidak no respon 29:28 tapi mudah-mudahan kita bisa di lain 29:31 kesempatan bisa 29:32 mendapatkan penjelasan dari pemerintah 29:35 baik rekan-rekan sekalian terima kasih 29:37 Mas sekarang kita ke Bu Anis 29:39 Asalamualaikum buis Waalaikumsalam 29:41 warahmatullah wabarakatuh nah buis 29:44 mungkin sebagai wakil rakyat di komisi 29:46 11 yang membidangi 29:48 keuangan bisa sedikit memberikan 29:50 pandangan Mungkin sedikit juga sharing 29:53 apa sih penjelasan dari pemerintah 29:56 kementian angan terkait dengan hutang 29:58 yang semakin bertambah ini dan bagaimana 30:00 e sikap dari DPR dan juga PKS e 30:04 menyuarakan e terkait dengan kebijakan 30:07 utang ini k builakan 30:10 Bu Bismillahirahmanirahim asalamualaikum 30:13 warahmatullahi 30:15 wabarakatuh 30:17 asamualikum Asalamualaikum 30:21 Prof saya 30:25 baru ya sangat Alhamdulillah yang gak 30:30 sehat 30:33 hutang dan juga teman-teman perisa di 30:37 YouTube E dan pendengar ya di radio ya 30:42 berbagia Sekali kita semua sehat semua 30:44 pada malam ini dan topiknya memang yang 30:46 sedang diributkan ya 30:49 Eh kalau 30:51 saya sebelum saya jawab pertanyaan 30:56 yaim kalau pjelasan bisa dibaca di media 30:59 penjelasan Pak juga bisa dibaca apa yang 31:02 tadi masungkapkan di sebagai pengantar 31:05 itu kan penjelasan 31:09 pakang pemintah ya kitaudah tebak pas 31:11 diajelas begitu tapi saya ingin 31:14 berengkat dari awal dulu gitu ya dari 31:16 paradigma dulu gitu karena ini 31:18 menyangkut dengan e bagaimana kita nanti 31:23 mensikapiutang untuk mudahnya ibu-ibu ya 31:27 untuk mudahnya aja Gitu Ee dalam 31:29 kehidupan sehari-hari misalnya gitu eh 31:32 utang itu kan eh karena apa besar pasak 31:35 daripada tiang kan gitu kan jadi Ee kita 31:38 ee punya pendapatan segini kemudian 31:41 penginnya lebih tinggi dari 31:43 pendapatannya gitu terus caranya apa 31:45 gitu banyak cara sebetulnya cuman yang 31:48 paling simpel Ya minjam minjamnya ke 31:50 siapa ke tetangga kan gitu ya jadi ini 31:53 satu apa E cara berpikir yang EE simpel 31:57 banget gitu ya sangat sangat simpel 32:00 bahwa kalau punya kebutuhan sekian 32:02 kemudian ee enggak cukup diambil dari 32:05 pendapatan ya Ee ngutang Gitu Ee Dan ini 32:08 juga ee bergantung juga dari ee 32:10 paradigma berpikir dari pemerintah gitu 32:13 konsepnya gitu Apakah memang APBN itu 32:16 harus defisit gitu ya kan kan ini 32:19 seolah-olah APBN itu memang dibuat untuk 32:22 defisit dan defisitnya juga melebar 32:24 begitu ya apalagi di masa pandemi ini ee 32:27 Eh kalau di undang-undang nomor 17 tahun 32:29 2003 tentang keuangan negara batas aman 32:32 defisit ditentukan maksimal 3% terhadap 32:35 produk domestik bruto tapi dengan 32:37 perubahan atas Perpres nomor 54 itu 32:40 pemerintah diperbolehkan melebarkan 32:41 defisit anggaran lebih dari 3% sampai 32:45 2022 dan sekarang Eh defisit anggaran 32:49 itu eh 32:51 6,34% atau 32:53 1039,22 triliun gitu dan ini ee e Apakah 32:58 memang anggaran tu harus dibuat defisit 33:01 kalau kata Mas tadi kayaknya engak keren 33:03 gitu Kalau misalnya engak defisit dan 33:05 pemb defisit itu dari mana gitu dari ya 33:08 Dan ini yang dan hutangnya ke siapa gitu 33:12 Yang namanya hutang kan harus dibayar 33:14 dan utang kepada negara lain itu kan 33:18 tidak free gitu artinya bukan saja kita 33:21 membayar pokoknya tapi kita juga membay 33:25 membayar hutangnya gitu dan bunganya itu 33:28 tadi sudah dibilang gitu tinggi banget 33:30 kita membayar ee apa hutang tahun ini 33:34 bunga utang Indonesia itu sudah mencapai 33:37 338,8 triliun atau setara dengan 17% 33:41 dari APBN 2020 jadi ini sebetulnya angka 33:45 ini sudah melewati batas Aman yang 33:47 direkomendasikan oleh F 33:49 itu rekomendasinya itu 33:51 10% ya Nah kita sudah 17% dari pbn 33:55 kemudian utangk Indonesia itu ee telah 33:59 menyentuh 475 ee triliun sehingga tiap 34:03 tahun tiap tahun kita itu harus bayar 34:05 utang sekitar 475 D 338 750 sampai 800 34:10 triliun gitu untuk bayar itu doang gitu 34:13 ya setiap tahun tadi masuma juga sudah 34:16 sampai dampaknya adalah Eh dsr kita juga 34:18 eh turut naik gitu data statistik utang 34:22 luar negeri eh semester 1 2020 itu Des 34:25 Ti 1 mencapai 29,5% dan ini udah lewat 34:30 lagi dari batas aman karena IMF juga 34:32 sudah mengatan batas aman di Sri itu 25% 34:35 kita sudah 20,5 itu yang ingin saya 34:38 katakan di sini adalah eh bahwa cara 34:41 berpikir untuk membiayai ee kebutuhan 34:45 negara itu dengan hutang ini kayaknya 34:46 harus di diluruskan begitu ya Ee kita 34:50 punya sumber daya yang banyak sumber 34:53 daya yang melimpah Indonesia tuh 34:54 dibilang kalau misalnya nanam ee di 34:57 bawah batu itu sudah muncul tanaman gitu 34:59 ya E apa tuh lagunya Kus Plus tuh ya 35:02 jadi artinya itu kan belum dimaksimalkan 35:04 kita tahu bahwa banyak sumber daya suber 35:06 kita yang tidak masalah bahkan 35:08 em banyak penggerogotan kan gitu jadi 35:10 ironis banget gitu sementara kita 35:12 nyari-nyari utang tapi sebenarnya apa 35:14 yang kita punya di dalam tuh tidak 35:16 dioptimalkan untuk menjadi sumber 35:18 pendapatan negara gitu kemudian juga 35:21 kita mengendalkan dari pajak 35:22 ee ya memang kalau sekarang Ya jelas aja 35:25 gitu usaha lagi ee anjlok ya bagaimana 35:29 mau ditarik ee pajaknya gitu jadi 35:32 sementara penerimaan tidak bisa digenjot 35:34 pengeluaran jalan terus gitu Nah kalau 35:37 tadi ditanya Bagaimana sikap kita ya 35:39 kita sudah mengkritisi tuh Masdi itu 35:41 misalnya kalau tadi kan Mas kan 35:43 mengatakan bahwa postur APB itu harus 35:45 dirubah I itu sudah kita Suarakan juga 35:47 gitu Jadi bagaimana komposisi ee 35:50 pembiayaan untuk e udah bunganya tinggi 35:53 utang kita gede bayar bunganya ajaengah 35:55 mati gitu ya ee tapi anggarannya ituh 35:58 dipakai untuk yang tidak ee produktif 36:01 sebagian besarnya Nah itu bagaimana kan 36:04 ee kita sudah udah eh Suarakan ee bahwa 36:07 pemerintah harus berhati-hati gitu 36:09 Walaupun memang sudah dilonggarkan 36:10 masalah defisit anggaran itu ee tetapi 36:13 tetap saja bertambah lebar di anggaran 36:16 itu berarti bertambah beban beban bunga 36:18 hutang dan kita ee berkali-kali 36:20 Mengingatkan untuk tidak mudah Gitu Ee 36:23 harus berhati-hati untuk mengambil ee 36:25 mengambil ee eh hutang eh dari apalagi 36:29 hutang dari luar negeri walaupun 36:30 pemerintah tuh berkilah begitu ya bahwa 36:33 ini masih aman kok gitu 60% e kan 36:35 batasnya kan 60% dari PDB jangan begitu 36:38 cara berpikirnya gitu ya apalagi 36:41 dibandingkan dengan misalnya negara lain 36:42 ada yang lebih dari 60% gitu Ya beda 36:44 dong negara lain itu fondasi ekonominya 36:46 kuat Gitu sementara di kita belum ada 36:49 pandemi aja itu pajak aja enggak pernah 36:52 terpenuhi begitu dan itu e shortfall 36:55 perpajakan itu dari tahun tahun ke tahun 36:57 gitu ya Engak enggak pernah ee terpenuhi 36:59 gitu apalagi setelah masa pandemi ya 37:01 jelas Anjel jadi di saat penerimaan kita 37:04 turun Harusnya kan belanja diukur-ukur 37:07 Gitu ya ya tapi masih tetap masuk tuh 37:09 pemindahan ibuota negara tetap masuk 37:11 terus apa itu termasuk juga 37:13 anggaran-anggaran yang di jadikan satu 37:16 sebagai stimulus eh covid ya pemulihan 37:20 ekonomi nasional gitu itu juga kan tidak 37:22 tidak maksimal gitu yang tadi sempper 37:24 disingung juga gitu malah ee bukan n 37:27 dipakai tuh anggaran ada dikorupsi juga 37:29 dalam bentuk Bansos gitu kan Ini 37:31 menyedihkan sekali jadi eh di saat 37:35 penerimaan kita sedang turun mestinya 37:36 memang pengeluaran itu bisa diukur Ya 37:39 sama kalau kalau kita nih ibu-ibu gitu 37:41 ya pendapatan suami segini gitu ya ya 37:44 kan ibunya harus ngukur nih dengan 37:46 segini gimana supaya caranya tuh enggak 37:48 ngutang kalau memang butuh banget gitu 37:49 ya Misalnya Emang anggaran enggak bisa 37:51 ditunda begitu eeunda Itu gimana caranya 37:54 gitu yaang sampai hutang itu membelit 37:57 kita sendiri nah ini dalam skala negara 37:59 juga seperti itu kalau kalau memang 38:01 harus berutang karena ini memang amanah 38:03 prioritas yang harus didahulukan gitu 38:06 Nah yang kita kisi adalah beberapa eh 38:09 apa namanya anggaran-anggaran itu eh 38:11 posturnya atau alokasinya itu tidak yang 38:15 Maksudnya enggak mendesak-mesak amat 38:17 gitu Ya seperti yang kita s itu anggaran 38:19 untuk pem ibutan neara itu kan masih ada 38:21 alokasinya gitu itu apa yang memang 38:23 harus lagi begini masih apa juga seperti 38:26 itu dan memang eh Masdi untuk ee betul 38:30 sekali bahwa periode ini periode ini ini 38:33 ee periode perintan ini memegang rekor 38:36 dengan penambahan utang terbanyak gitu 38:38 ya apalagi dengan rencana penambahan 38:40 utang sebesar 38:41 1100,5 triliun pada tahun 2001 ini 38:45 sangat mengkhawatirkan gitu karena akan 38:46 ee akibatnya adalah melonjaknya jumlah 38:49 total utang gitu 11 eh penambahannya se 38:52 19,62% dari UK total utang pada akhir 38:55 2020 gu dan memang ee penambahan utang 38:57 Indonesia secara statistik dalam kurun 38:59 waktu 2014 sampai 2020 ini telah 39:02 mencapai 39:04 3.390,72 triliun atau meningkat 39:09 129,97% hanya dalam waktu 6 tahun 2014 39:13 sebesar 39:15 2.608,78 triliun serta 39:18 5.999, pada 2020 Jadi kalau dilihat ini 39:22 sejak krisis kita 39:24 197 19 itu 198 periode penintan ini ini 39:28 memegang rekor dengan penambahan utang 39:29 ee terbanyak gitu dan itu sudah kita 39:33 kritisi gitu ya jadi memang 39:35 ee apa namanya ya 39:38 Ee sulitnya adalah ya ketika DPR sudah 39:42 bersuara dan sudah mengingatkan dan 39:44 rasanya bukan pakai saja kalau soal 39:45 utang ee beberapa peralin juga ikut ee 39:47 mengkritisi ya Ee cuma memang tidak 39:50 se se apa namanya setajam atau segimana 39:56 gitu gitu ya bagi mereka kan juga punya 39:57 ee polisi sendiri ee itu banyak juga 40:01 yang mengkritisi gitu kalau dari kondisi 40:03 11 gitu ya Ee tapi pemerintah jalan 40:05 terus tuh ya itu jalan terus gitu dan 40:08 kita sudah kritisi juga ee perubahan ee 40:11 atau reformasi APBN tadi belanja pegawai 40:14 belanja infrastruktur tuh lebih kecil 40:16 loh daripada belanja pegawai jadi 40:17 belanja rutin itu lebih gede gitu tadi 40:19 betul seperti apa yang diungkapkan e Mas 40:21 itu itu juga sudah kitais juga tapi ee 40:23 ketika memang keluar ya Ee seperti itu 40:26 gitu Jadi kita berharap ya 40:28 Ee saling apa namanya ya Ee kalau PKS 40:32 kan memang partai ee yang selalu 40:33 memberikan masukan-masukan yang 40:35 konstruktif dan substantif eh Bu Sri itu 40:38 kalau PKS e lagi dapat Jilan bicara udah 40:40 agak-agak gimana gitu karena dia tahu 40:42 ini pasti akan ada 40:45 apa kritikan lagi kritikan lagi tapi ee 40:47 apa memang harus dikritik gitu Dan ini 40:50 juga harus diperbaiki cara berpikirnya 40:52 gitu ya ee apa karena penerimaan itu ee 40:55 sedang turun dan periman juga kan dari 40:58 pajak kita mengendarkan pajak gitu kayak 40:59 tadi banyak sumber daya alam kita yang 41:01 belum dioptimalkan e sumber negara lain 41:05 itu belum jadi eh kita selalu 41:07 mengandalkan pajak pajak Pajak gitu ya 41:10 padahal dalam kondisi begini pajak e 41:12 sulit untuk diharapkan sebelum ada 41:13 pandemi gak pernah tercapai kok 41:15 penerimaan apalagi sekarang ya jadi 41:18 sementara itu 41:21 pak ya terima 41:25 kasih anggota DPR kan perlu terus 41:28 mengawal kebijakan pemerintah apalagi 41:30 PKS saat ini satu-satunya 41:32 eh partai yang jelas clear menyatakan 41:35 diri oposisi dengan pemerintah 41:39 ya bersama Demokrat juga yang tidak ada 41:42 di parlemen nah 41:45 eh ada satu kekhawatiran 41:49 dari masyarakat tokoh dan akademisi 41:52 Apabila hutang Ini terus membesar 41:55 kedaatan kita itu bisa terancam karena 41:57 terikat mungkin dengan klausul-klausul 42:00 perjanjian dengan negara donor ya dulu 42:03 ketika pas ketika reformasi pernah kita 42:07 bahas mengenai hutang IMF yang begitu 42:09 banyak menceki kebijakan kita kemudian 42:12 Alhamdulillah dilunasi ya oleh 42:15 pemerintah Kalau enggak salah zamannya 42:17 Pak SB ya Eh dilunasi kemudian Eh 42:23 sekarang bertambah 42:25 lagi sama Pak Jokowi itu 100% lebih ya 42:28 3000 triliun lebih tadi sudah dijelaskan 42:31 Nah apakah dari DPR sudah melihat 42:34 menganalisis ini yang tidak terlihat ya 42:37 yang eh dari dari eh publik eh bahwa 42:41 khawatiran dengan semakin membesarnya 42:44 hutang Ini negara kita jadi tidak ber 42:47 daulat dan disetir dikendalikan oleh 42:49 negara pendonor begitu Bu ini kan ee 42:53 logika yang otomatis nih Mas gitu ya 42:55 kalau hutang sama orang 42:58 emangnya bisa itu kita menatap atau 43:01 namanya berdiri setara dengan dia Ya 43:03 jelas enggak bisa l gitu Karena kan 43:06 utang itu enggak enggak enggak diberikan 43:08 begitu aja kepada kita gitu I kan 43:10 enggakitu aja eh apa eh ada beberapa ee 43:15 syarat gitu ya untuk kita bisa e 43:17 mendapatkan hutang dari mereka ya Ee dan 43:20 ini otomatis eh hutang itu akan membuat 43:22 eh ketergantungan kita kepada negara 43:26 negara donor padahal bukan donor gitu 43:27 mereka kan boro-boro mendonorkan gitu ya 43:31 negara pemberi e pemberi hutang itu gitu 43:33 dan eh Sebenarnya saya juga belum 43:35 singgung ya bahwa e pemerintah punya 43:37 rencana pembiayaan eh hutang gitu salah 43:40 satunya dengan menerbitkan surat utang 43:43 negara gitu ya Eh dan ini tadi masas 43:46 sempat singgung gitu bahwa kita 43:48 menerbkan surat utang negara terlama 43:49 sepanjang sejarah Global Bond kita itu 43:53 surat utang seri ri047 itu sebesar 43:57 ee 1 miliar dolar itu diterbitkan pada 7 44:01 April 2020 dengan tenor hingga 50 tahun 44:05 gitu jadi tenggat utang ini akan jatuh 44:07 tempo pada 15 April 2070 dengan nilaiit 44:11 4,5% bayangin 2070 itu tenggat e jatuh 44:15 temponya jadi itu sudah generasi ke 44:16 berapa Eh pemerintahan ini mewariskan 44:19 hutang ee dengan sampai 2070 untuk 44:22 anugerasi kita tuh bukan ditinggalin 44:24 gemah repal jinawi tapi apa ee hutang ya 44:27 di 44:28 207 kemudian juga pemerintah juga 44:32 menerbitkan surat hutang tenor 10,5 44:34 tahun seri RI eh 30 sebesar 1,5 miliar 44:39 dengan n 44:40 3,9% kemudian ada juga tenor 30,5 tahun 44:45 ya 30,5 tahun 4,5% 30 T 50 tahun 30 44:49 tahun dan ini anehnya memang waktu itu 44:51 dengan bangga gitu ya ini berarti kita 44:52 dapat kepercayaan dari ee negara sampai 44:55 Amerika percaya gitu lah sop sing bayar 44:58 gitu tahun 2070 tahun 2050 itu siapa 45:01 yang akan membayar akhirnya kan juga 45:03 dibebankan kepada eh kepada eh rakyat 45:06 gitu ya dan eh ada juga tenor eh yang 10 45:10 ee tahun begitu ya jadi ada 10 ada 30 45:14 tahun ada eh 50 eh tahun ya kemudian 45:17 juga di dalam negeri melalui Eh perku 45:21 nomor 1 tahun 2020 sekarang jadi 45:23 undang-undang nomor 2 tahun pemerintah 45:25 juga silakkan Bang Indonesia untuk 45:26 membeli surat berharga ee SB melalui 45:28 pasal perdana gitu Dan ini juga 45:30 menyalahi seb undang-undang kita sudah 45:32 tegur e apa namanya Bi itu enggak boleh 45:35 beli di Pasar Perdana Bi itu harusnya di 45:37 pasar sekunder tapi ini dilakukan gitu 45:39 ya tapi sekali lagi dengan Perpu itu 45:41 gitu makanya waktu itu eh PKS menolak 45:43 dengan keras dan satu satnya menolak 45:45 Perpu nomor satu menjadi itu adalah PKS 45:47 gitu karena kita tahu konsekuensiensi 45:49 akan itu ya tapi Okelah itu sudah Ee 45:52 berlangsung gitu ya kemudian juga ada 45:55 opsi eh sharing berbagi beban dengan Bi 45:58 Ini juga semuanya membahayakan gitu ya 46:00 jadi memang kita eh apa namanya di 46:02 samping juga tadi kalau memang 46:04 ketergantungan kegara ituam jelas karena 46:06 eh bagaimanapun hutang itu akan membuat 46:10 kita menjadi tergantung kepada negara 46:11 yang punya hutang ya Eh barang-barang 46:14 kita dan dia juga bisa menentukan suka 46:17 atau tidak suka ya Eh mereka juga bisa 46:20 kebijakan polisi kita Bahkan dalam suatu 46:22 kajian gitu ya Eh hutang luar negeri itu 46:26 bisa me apa namanya ee bisa menimbulkan 46:29 ee berbagai hal-hal yang tidak baik gitu 46:33 di dalam ee negeri yang diberikan 46:34 diberikan hutang itu ya jadi ee Ini apa 46:37 ee satu hal yang memang harus kita 46:39 kritisi bersama dan EE saya enggak 46:43 enggak enggak mau ngomong apa hutang ini 46:46 karena sudah berkali-kali di DPR dan 46:49 juga kita sudah sudah di media-media 46:51 juga us kita Suarakan gitu cuman inilah 46:54 yang EE berlangsung ya dan memang saya 46:57 sering katakan tuh gitu ya makanya kalau 46:59 nyari apa milih wakil rakyat itu yang 47:02 benar yang punya integritas yang ngerti 47:04 gitu ya Sehingga ee dia bisa untuk ee 47:08 merawat atau menjaga Indonesia gitu ya 47:11 kalau milik pemerintah tuh Mbok yang 47:12 benar yang EE berpihak kepada 47:15 kementingan rakyat menjaga Indonesia 47:17 gitu ya Sehingga apa namanya ee 47:19 Indonesia itu bisa kita ee harapkan 47:22 menjadi negara yang sejahtera yang 47:24 sampai sekarang belum 47:26 tercapai demikian 47:29 Mas Baik terima kasih eh Bu Anis atas 47:32 pemaparannya nanti kita lanjutkan 47:34 diskusinya dan sekarang kita 47:37 e Om Prof Roki malam 47:40 Prof Hai malam ya kita Tema kita ini 47:45 agak-agak e mengkhawatirkan ini terkait 47:47 masa depan bangsa kita bagaimana Bung R 47:50 melihat eh kebijakan hutang luar negeri 47:53 kita yang semakin lama semakin tinggi 47:55 dan sudah sudah tembus 6000 triliun Prof 47:58 hutang luar negeri Indonesia dan e 48:00 setengahnya itu di masa Pak Jokowi 48:02 sekitar 3000an triliun hanya dalam waktu 48:04 6 tahun luar biasa Bagaimana Prof 48:07 melihat 48:08 ini ya apa yang mesti diterangkan dari 48:12 data itu data yang seluruh dunia 48:15 paham jadi tadi Bima ujungnya saya masih 48:19 nangkap dikit berupaya untuk 48:23 meyakinkan engak tahu meyakinkan rakyat 48:26 atau pemerintah tentu dia mau meyakinkan 48:28 pemerintah bahwa manajemen utangnya 48:30 buruk itu beban terhadap ee welfare itu 48:35 sangat sedikit dibandingkan dengan 48:38 eh kepentingan untuk 48:41 memelihara teknokrasi pegawai negeri 48:44 segala macam supaya enggak berontak Gu 48:46 Jadi utang itu akhirnya dipakai untuk 48:48 mempertahankan stabilitas politik yang 48:50 semuh kan itu itu intinya sebetulnya tuh 48:54 dari keterangan ee saudara Bima tadi itu 48:57 kan kita belajar ya berhutang untuk 49:00 bikin pembangunan itu tapi kalau yang 49:03 terjadi sebaliknya artinya krisis 49:06 potensi krisis di dalam pembangunan 49:09 harus 49:11 disogok agar supaya bagian inner circle 49:15 dari kekuasaan tidak berontak atau tidak 49:18 mundur dari kabinet Nah karena itu udang 49:20 dipakai untuk menyogok itu menyogok ASN 49:24 supaya 49:26 Jangan risau dengan prospek 49:28 hutangghutang kita lalu Ibu Anis tadi 49:31 juga 49:33 menerangkan DPR sudah sudah bersuara 49:37 keras jadi watchg 49:40 bahkan menyal setiap hari dan mencatat 49:44 itu tapi gak ada yang berubah jadi itu 49:47 itu itu intinya 49:49 problemnya ini 49:54 bukan bukan anjing menggonggong kafila 49:57 Jalan terus ini justru 50:00 kafilaong kafila menggonggong anjingnya 50:03 jalan terus tuh Itu itu yang terjadi 50:05 sebetulnya tu jadi kafilemberi memberi 50:09 sinyal si anjing anjingnya gak mau 50:12 dengar Nah kita ada di dalam e kondisi 50:17 semacam itu yaitu kecemasan membayangkan 50:21 bahwa 50:22 sebetulnya gak perlu lagi menasihati 50:26 pemerintah karena perimbangan kekuatan 50:29 politik memang tidak memungkinkan 50:32 independent academisan memberi nasihat 50:36 pada pemerintah Tuh kan perubahan hanya 50:40 berlangsung kalau terjadi 50:41 perimbangan politik real Kalau pikiran 50:45 akademis enggak dianggap karena ini 50:48 Bukan soal kecerdasan akademis tapi 50:50 kecerdasan etis nah itu yang enggak ada 50:53 pemerintah tidak memperlihatkan 50:54 kecerdasan etis untuk eh memberi sinyal 50:57 bahwa Oke kami dalam keadaan bahaya 50:59 karena itu bla bla bla segala macam gu 51:03 kan yang dipamerkan justru adalah 51:06 eh false hope apa namanya PH harapan 51:11 palsu bahwa Iya hutang itu akan 51:14 bermanfaat di masa depan Iya di masa 51:17 depan itu kita perlu sekarang menghitung 51:19 potensi masa depan itu ada apa tidak gu 51:22 dulu Sri mlyani sendiri yang bilang 51:24 bahwa setiap anak Indonesia yang lahir 51:26 sudah terbebani hutang 30 30 juta per 51:29 anak itu kan begitu kan eh yang beliau 51:33 Terangkan dulu dan mungkin sekarang 51:36 sudah 40 juta tuh karena pertambahan 51:38 hutang kita jadi setiap anak yang lahir 51:40 hari ini dia begitu Jadi e milenials dia 51:45 harus bayar hutang yang dibuat oleh 51:47 presidennya per hari ini tap bisaak dia 51:51 bayar ya Bisa aja dia bayar kalau 51:53 kemampuan kita membayarang memang setara 51:55 dengan kemampuan e Amerika Amerika kalau 51:58 berhutang 1 dolar yang bayar cukup sat 52:00 orang Indonesia berhutang 1 dolar yang 52:03 bayar 30 orang gu itu bedanya tu jadi 52:07 kita S banding 30 kemampuan kita 52:09 membayar jadi bayangkan misalnya untuk 52:13 bayar dolar hutang mesti dikumpulin 30 52:17 anak 30 milenial di tahun50 untuk bayar 52:22 hutang yang dibuat hari ini Sementara 52:24 negara cukup sat anak maka dia siap-siap 52:27 untuk take off kita masih harusumpulin 52:29 30 anak itu dan Bisa gak kita kumpulin 52:33 yang gak bisa Kenapa karena 30 anak itu 52:36 hari ini stunting gak dapat gizi Kenapa 52:40 dia gak dapat gizi ya kar 52:43 bosnyacri dicolong 52:45 oleh menterinya yang berasal juga dari 52:48 partai 52:50 wongilik kekacauan itu yang bayangkan 52:53 bukan mendengarkan J intah kalau enggak 52:56 ada korupsi Kita percaya kalau e PDIP 52:58 menterinya tidak nyolong Kita percaya 53:00 mungkin tapi sekarang beban itu dari 53:03 beban hutang beban ekonomi pindah jadi 53:06 beban gizi anak-anak yang stunting hari 53:09 ini karena hak sosialnya tidak Bansos 53:12 yang merupakan hak sosialnya tidak tiba 53:14 di rumahnya itu artinya dia akan 53:17 kehilangan 25 eh per IQ di dalam 53:23 bersaing ee e 5 10 tahun ke depan jadi 53:27 enggak ada gunanya kita bicara tentang 53:31 eh besaran-besaran ekonomi kalau 53:33 politial ekonominya itu juga tidak 53:36 dipahami oleh kekuasaan tapi tetap 53:38 kekuasaan promosi terus nanti dalam eh 53:42 tahun depan kita sudah mulai tumbuh lalu 53:44 kita mulai 53:46 eh mendapat bonus demografi loh ini 53:51 bagaimana mungkin orang yang lagi 53:52 stunting k Mau dijadiin andalan untuk 53:55 tuker tambah bonus demografi dengan 53:56 negara-nara tetangga misalnya yang 53:58 enggak punya problem dengan korupsi jadi 54:01 sekali lagi hutang 54:04 ini di belakang utang itu ada desain 54:08 politik ada desain kebijakan yang 54:11 menjerumuskan generasi ke depan karena 54:14 pengelolaan yang bukan sekedar jumlah 54:17 utangnya tapi pengelolaan yang sekedar 54:21 memanfaatkan momentum gu Mumpung ada 54:23 covid oke eh spreadnya diperlebar 54:26 Mumpung ada covid diam-diam suruh Bi 54:29 cetak uang Mumpung ada covid maka 54:31 anggaran pembangunan yang berbasis 54:33 hutang sebetulnya bisa dipindahkan 54:35 Justru untuk menutupi defisit yang 54:37 dipakai untuk hal-hal yang tidak 54:38 produktif kan jadi sekali lagi Eh 54:42 penting untuk bersiap-siap dengan e diam 54:46 sebetulnya artinya yangak usah ngomong 54:48 Biarin 54:50 aja kenyataan ini berlangsung sebagai 54:53 bagian dari rumus sosiologi yang sedang 54:56 menurunkan legitimasi pemerintah kan ini 54:59 soalnya kan itu sama dengan orang yang e 55:02 sakit Cancer stadium 4 plus misalnya 55:06 masih berusaha diobati itu ngapain 55:08 secara statistik sudah gak bisa diobati 55:11 tetapi orang ingin coba coba coba obati 55:14 buat apa diamin aja lakukan 55:18 utanasia kalau itu dibolehkan sebetulnya 55:21 jadi demikian juga dengan kekacauan 55:22 hutang pemerintah dibiarin aja Karena 55:25 dia sudah melampaui stadium 4 plus Oleh 55:28 karena itu lebih baik didiamkan supaya 55:31 terjadi e perubahan sosiologi perubahan 55:35 politik yang memungkinkan kita untuk 55:37 kembali pulih sebagai bangsa itu nah itu 55:40 yang selalu saya dorong agar supaya 55:43 dalam kekosongan oposisi PKS ucapkan aja 55:47 itu 55:48 sebagai sebagai persiapan untuk 55:51 menghasilkan kepemimpinan baru itu bukan 55:53 untuk memperbaiki pemimpin yang sekarang 55:56 jadi percuma PKS e berupaya atau 55:59 Demokrat berupaya untuk kasih kami punya 56:01 solusi ini ini itu atau akademisi Bima 56:04 tiap hari berupaya untuk meyakinkan 56:06 bahwa ada solusi yang bisa diandalkan 56:09 dipertanggungjawabkan secara metodologis 56:11 l istana juga penuh dengan ekonomi yang 56:13 semacam itu tetapi bedanya adalah 56:18 ekonomi-ekonomi yang Panik di istana 56:20 justru enggak mau keluar 56:22 dari textbook yang ada di depannya yang 56:25 namanya naw itu diaak 56:31 pak gak ada di 56:37 situetnya bui 56:41 na 56:45 dihkan 56:47 diikiran 56:50 bungno 56:53 Danan justru dipakai oleh Presiden 56:56 Jokowi kan itu ajaibnya kan jadi sekali 56:59 lagi kita mungkin eh mengalami krisis 57:01 dalam eh Dep service ratio kita yang 57:05 membesar gitu dan itu berbahaya tapi 57:07 bagi saya dsr itu bukan Dep service Rio 57:13 tapi Dep Stupidity ro itu raso hutang 57:17 terhadap kedunguan itu sebetulnya dsr 57:20 juga sing katanya dan itu yang mengecil 57:23 artinya yangup yang membesar jadi sekali 57:27 lagi bagus juga supaya eh kita ambil 57:30 Angle yang agak lain yaitu membiarkan 57:34 Proses ini berlangsung secara natural 57:36 agar supaya pemerintah lebih cepat e 57:39 mengalami demoralisasi lebih cepat 57:41 mengalami delegitimasi Saya kira itu tuh 57:44 sambil kita mengingat seluruh analisis 57:46 yang sebetulnya lebih dipercaia publik 57:48 yaitu analisis mbak terima 57:51 kasih terima kasih Bung R Saya ingin 57:55 bertanya tadi menarik ee di Bali utang 57:57 ini ada sebuah desain kebijakan 57:59 pemerintah ya Ee terkait dengan ee dan 58:02 juga filosofi dan prinsip kebijakan 58:06 pembangunan dan seperti halnya eh kita 58:09 ketahui eh Dulu ketika reformasi ketika 58:12 kita krisis ekonomi kita berutang di MF 58:15 itu di media tercetuskan Pak Habibi juga 58:18 menyatakan ada klausul-klausul yang 58:20 mengharuskan mengekang kita untuk ee 58:24 kebijak ekonomi kita salah satunya 58:26 ketika itu seperti ee untuk apa tidak 58:30 mengembangkan lagi industri pesawat 58:33 terbang Nusantara gitu dan kita tidak 58:35 tahu dengan hutang-hutang yang ada 58:37 sekarang ini eh Bagaimana gambaran e 58:39 masa depan Indonesia ke depan karena eh 58:43 bisa jadi kedaulatan kita akan terganggu 58:45 Nah melihat kondisi ini bagaimana Bung 58:47 ry melihat harus e menyikapi kebijakan 58:50 dari pemerintah ini saya kira enggak ada 58:53 tekanan dari internasional tuh sama 58:55 seperti dulu IMF kita harus menyedorkan 58:58 black note itu Eh kansi kansi kosong 59:03 silakan IMF tulis sendiri persyaratannya 59:05 kita ikut aja Tuh kita gakampai di situ 59:07 sebetulnya karena bagian itu bukan lagi 59:10 yang dipikirkan oleh dunia dunia tentu 59:12 akan kasih terus hutang karena dia tahu 59:15 Indonesia dalam keadaan Sulita itu 59:17 bunganya dia tinggikan itu dan 59:18 indonesiaak bisa diu kan Jadi sebetulnya 59:22 Gak ada problem lagi yaitu bahwa kita 59:25 sudah di dalam jebakan itu tanpa ada m 59:29 pun kita sudah terjebak di situ 59:35 karenait semua hutang yang dibuat negara 59:38 pasti 59:39 akanit pasan dibayak ada neara di dunia 59:44 iniar 59:46 apagionesia 59:53 terus Indonesia masuk dalam jebakan itu 59:56 lain dengan waktu krisis moneter kita 59:58 bikin perjanjian dengan IMF dan IMF yang 1:00:01 menentukan syarat-syaratnya tu tapi 1:00:03 prinsip fakta sunservanda di dalam 1:00:05 hubungan perdata utang mengutang ini 1:00:07 tidak dilakukan oleh tidak perlu lagi 1:00:10 dilakukan oleh negara karena negara 1:00:11 memang sudah terjebak di situ tu jadi 1:00:13 itu prinsipnya tuh yang disebut eh apa 1:00:16 namanya itu rebustandibus dalam 1:00:19 perjanjian perdata internasional tidak 1:00:22 diperlukan lagi itu semakin korupsi 1:00:25 berlangsung semakin negara-negara eh 1:00:28 donor kreditor itu menganggap silakan 1:00:30 korupsi kan kalian nanti akan bangkrut 1:00:32 kami akan supply terus dan pada saatnya 1:00:34 ditagih balik itu kan karena mereka tahu 1:00:37 Wah itu masih ada Papua masih ada 1:00:40 Kalimantan masih ada 400 BUMN segala 1:00:44 macam itu kan jadi permainan bisnis 1:00:47 hutang Ini yang sebetulnya 1:00:50 diam-diam lebih lebih berbahaya daripada 1:00:53 ee 1:00:55 perjanjian-perjanjian 1:00:57 dengan institusi-intitusi Monet 1:01:00 internasional seperti IMF di8 itu 1:01:02 tercatat sebagai perjanjian antar negara 1:01:05 yang ada jaminan multilateralnya Kalau 1:01:07 sekarang gak ada ini 1:01:10 betulbetul Ini bisnis Ben yangutang ini 1:01:14 yang gak ada 1:01:16 kulasi 1:01:21 ekonomiaamuletulac Global yang 1:01:25 UD ee dirampok Habis itu karena 1:01:27 kemampuan kita untuk membuat prediksi 1:01:29 tidak sebanding dengan 1:01:31 ee arogansi kekuasaan untuk mengintip 1:01:35 bagian mana yang masih bisa dicolong 1:01:37 dari hutang itu itu soalnya terima kasih 1:01:40 ya terima kasih eh Prof satu pertanyaan 1:01:44 lagi sebelum kita eh ke Pak Mardani ini 1:01:47 terkait eh dampak hutang itu sendiri ee 1:01:51 ke depannya karena ternyata ee tadi kan 1:01:54 secara logika sederhana harusnya 1:01:56 peningkatan PDB penghasilan negara kita 1:01:58 ini ee pendapatan domestik bruto itu 1:02:01 lebih besar dari hutang laju hutang tapi 1:02:04 ternyata laju hutang lebih besar dari 1:02:06 laju PDB kita terbukti dengan rasio 1:02:09 hutang dengan PDB kita yang semakin lama 1:02:11 semakin besar nah eh eh ada bahaya laten 1:02:16 eh ketika ke depannya bangsa ini akan 1:02:19 miskin eh secara struktural dan kemudian 1:02:24 eh tidak akan mampu berproduksi dengan 1:02:27 baik Prof Nah dengan eh kondisi ini eh 1:02:31 Prof Roki seandainya jadi presiden 1:02:34 pemerintah Apa kebijakan yang diambil 1:02:36 nih seandainya besok Prof Roki jadi 1:02:38 Presiden RI kan tadi adalah ramalan 1:02:41 bakyu nah ketika mengambil kebijakan 1:02:44 dengan kondisi hutang luar negeri 1:02:46 kira-kira Apa kebijakan paling logis dan 1:02:48 etis yang perlu diambil pemerintah untuk 1:02:51 menyelamatkan bangsa dan masa depan anak 1:02:53 bangsa kita Prof gampang Kalau saya 1:02:55 presiden saya akan cari penasihat yang 1:02:57 bermutu namanya Madam Madam Bansos itu 1:03:00 penasihat 1:03:03 sayaentuin gitu 1:03:05 ajaal karena itu tadi saya Terangkan 1:03:07 bahwa dsr itu bagi kita sekarang bukan 1:03:10 Dep service Ra tapi Stupidity ra R 1:03:15 hutang terhadap kedunguan itu itu dan 1:03:18 itu yang harusnya kita pakai sekarang 1:03:21 karena kebijakan-kebijakan du itulah 1:03:23 yang menyebabkan dsr kita tuh melonjak 1:03:26 karena itu gantilah dsr bukan depth 1:03:28 service ratio tapi depth Stupidity ratio 1:03:32 gitu rasio hutang terhadap 1:03:37 kedunguanil ya karena yang kita ekspor 1:03:39 itu pendapatan kita kita peroleh dari 1:03:41 kedunguan kan kan eh rasionya kan begitu 1:03:44 kan kita berhutang terus perbandingan 1:03:48 dengan kemampuan kita membayar apa 1:03:49 enggak ada ekspor dia yang kita ekspor 1:03:52 adalah kedunguan dan kedunguan itu yang 1:03:53 dib oleh kreditur karena itu kreditur 1:03:56 dengan mudah naikin lagi suku bunganya 1:03:58 naikin e bunganya tuh dibandingkan 1:04:01 dengan negara lain itu aja Gampang itu 1:04:05 Ya baik terima kasih Prof nanti kita 1:04:08 lanjut lagi dan Alhamdulillah sekarang 1:04:09 sudah bergabung Pak Mardani 1:04:11 Asalamualaikum Pak mardaniumsalam 1:04:13 warahmatullahi wabarakatuh mohon maaf 1:04:15 buat semua baru gabung lanjut di baik eh 1:04:19 tadi sudah eh Mas Bima bu Anis dan e 1:04:22 Bung RI sudah memaparkan pandangan 1:04:24 mereka terkait dengan hutang luar negeri 1:04:27 yang semakin lama semakin bertambah ini 1:04:28 dan sekarang bagaimana Pak marani 1:04:30 memandang ini 1:04:32 Pak ya Bismillahirrahmanirrahim 1:04:34 asalamualaikum warahmatullahi 1:04:36 wabarakatuh alhamdulillah Allahumma 1:04:38 shalli ala sayyidina muhammad ba Selamat 1:04:41 malam dan salam sejahtera buat kita 1:04:43 semua eh Dep to PDT Rao Ya makasih Bung 1:04:49 Roki selalu mencerahkan dan eh Mas Bima 1:04:53 matur nuwun eh ternyata cuma 8% buat 1:04:57 bantuan sosial dan Kalau dibilang ini 1:05:02 untuk leverage jauh panggang dari 1:05:06 api kita di komisi 11 1:05:09 eh terus berteriak Bu walaupun Bu bilang 1:05:13 tidak perlu menurut saya tetap siklus 1:05:17 pergantiannya di 202 dan PKS punya 1:05:20 kesempatan untuk terus secara kok 1:05:23 menyuarakan apa yang Ben saya saja yang 1:05:30 pert Leaders leadership 1:05:33 leadersip sangat beda kondisi sekarang 1:05:38 kalauip bisa 1:05:40 1.9% saja ya masa Indonesia lebih 1:05:45 Menurut saya 1:05:53 itu catatan besar dan buat saya mau 1:05:57 tidak mau 1:05:58 kepemimpinanemimpinanemimpinan yang 1:05:59 sangat menentukan Bu 1:06:03 itu punya banyak catatan Bim pasti punya 1:06:06 punya tapi saya pribadi sampai sekarang 1:06:09 beliau masih menolak Ya permintaan 1:06:11 menteri perindustrian 1:06:14 agar pajak kendaraan 1:06:17 bermotorih punya Lika punya 1:06:21 interit 1:06:23 tahapu hadapan dengan logika pokoknya 1:06:27 logika yang justru irasional log maka 1:06:31 kasihan bu dan timnya Nah karena itu 1:06:35 buat kita semua bang dan semua pandangan 1:06:38 saya setiap pemimpin memang harus 1:06:41 menyiapkan diri 1:06:42 dan yang terjadi sekarang dengan ide s f 1:06:51 yaon saya 1:06:53 agaktir baju saja saya agak khawatir 1:06:56 kita yangutang ee dari tadinya utang 1:06:59 luar negeri utang luar negeri bisa 1:07:01 mengecil tapi sebetulnya utang ke 1:07:03 kelompok yang lebih 1:07:05 eh Invisible hand dan lebih berbahaya 1:07:08 dan karena itu eh perlu terus kita 1:07:11 Suarakan De service Rao kita yang sudah 1:07:13 hampir 38% ya utang private dan Bun yang 1:07:18 sudah lebih besar itu bisa menjadi 1:07:20 bubling yang berbahaya sekali karena eh 1:07:24 kadang-kadang Datanya juga enggak 1:07:26 lengkap eh tidak terkontrol dan itu 1:07:29 berbahaya sekali ya kayak teman-teman 1:07:31 mungkin eh kaget ketika e gojek 1:07:35 dibangga-banggakan sebagai startup 1:07:38 nasional tapi ternyata eh anatomi e 1:07:42 pendanaannya mulai dari softbanknya 1:07:45 Jepang Alibaba dan segala macamnya itu 1:07:47 membuat kita sebetulnya terkejut gitu 1:07:49 bahwa boleh jadi sahamnya Nadim tinggal 1:07:52 berapa persen gitu 1:07:54 dan ini adalah sebuah fenomena sebuah 1:07:58 kerangka yang terus berjalan Karena pada 1:08:00 dasarnya Memang e geopolitik persaingan 1:08:04 antar negara sumber daya Kian mengecil 1:08:06 food food energy and Wat Crisis terus 1:08:10 berjalan dan karena itu kita perlu 1:08:12 pemimpin Joe biden dalam beberapa 1:08:14 menurut saya sangat berani eh ketika eh 1:08:19 inaugurasi Kemarin united united united 1:08:22 atau Unity Unity Unity ditegaskan tetapi 1:08:25 hari pertamanya exu order langsung 1:08:28 membatalkan membalikan semua kebijakan 1:08:30 Trump tanpa Ted aling-aling 1:08:33 jadi leership leadership leershipers 1:08:37 yang kedua pandangan saya 1:08:41 memang karena itu kami di DPR akan terus 1:08:45 menjadi kami terus akan meminta 1:08:47 masyarakat 1:08:49 terusoh 1:08:52 dibutang ang ini untuk bantuan sosial 1:08:55 karena ternyata yang terjadi jauh 1:08:57 panggang dari api dan fakta itu harus 1:08:59 diangkat harus dibuka masyarakat harus 1:09:01 ada kecerdasan untuk mendapatkan perkara 1:09:04 ini terakhir yang ketiga Bang haldi 1:09:06 nanti mungkin Bu Anis lebih mendalami 1:09:08 tentu eh kita perlu membuat solusi Eh 1:09:13 bagaimana Eh covid-19 ini Memang agak 1:09:16 berat Bu Anis ya Eh Cina itu punya vcur 1:09:21 ya kan eh eh 1:09:24 upaya untuk rebound sesudah covid ini 1:09:27 ada yang V ada yang u ada yang l gitu 1:09:30 loh Cina V keren banget tapi ketika dia 1:09:33 mau B eh negara-negara lain belum ada 1:09:36 yang mau beli gitu Jadi tetap aja 1:09:38 terhambat gitu l Walaupun jauh di atas 1:09:40 kita Vietnam sudah naik sudahah positif 1:09:42 Cina sudah positif tentu di forum ini 1:09:45 kita perlu segera untuk membuat usulan 1:09:48 Bagaimana peta Jalan menghadapi eh 1:09:51 kondisi ekonomi setelah covid-19 ini ini 1:09:54 begitu Bang Aldi sebagai pengantarnya 1:09:56 dan matur nuhun buat semuanya nyuun Sewu 1:09:58 lambat gabung ya terima kasih Pak 1:10:01 Mardani eh sebagai Ketua DPP bidang 1:10:04 teknologi industri dan lingkungan hidup 1:10:06 ya memandang eh seharusnya ketika hutang 1:10:10 itu menjadi hutang produktif eh faktanya 1:10:13 sekarang Indonesia hutang semakin 1:10:15 bertambah tetapi Indonesia juga ee 1:10:18 mengalami 1:10:19 deindustrialisasi gitu ya ketika ee 1:10:22 kemampuan produksi kita eh semakin lama 1:10:26 tidak semakin membaik gitu ya Sehingga 1:10:28 makin ee Dep to service rationya semakin 1:10:31 membesar Dep to gdp-nya juga semakin 1:10:35 membesar nah ini makin lama akan semakin 1:10:37 mengkhawatirkan ini bagaimana Pak Marin 1:10:39 melihatnya 1:10:41 eh inovasi salah satu kata kuncinya ya 1:10:47 menemukan sumber pertumbuhan ekonomi 1:10:49 baru bahkan Kajian terbaru eh greenonom 1:10:53 itu menjadi masa depan sebetulnya dengan 1:10:56 covid-19 ini Mas Bima nanti mungkin bisa 1:10:59 lebih memberi kritik ke saya atau ke eh 1:11:01 kita semua riset ekonomi ini menjadi 1:11:04 kesempatan bagi kita untuk membuat peta 1:11:07 Jalan green ekonomy Green development 1:11:10 dan itu sangat cocok dengan kondisi 1:11:12 Indonesia karena itu PKS sangat tegas 1:11:15 menolak undang-undang omnibus Law yang 1:11:18 Que and unque Indonesia for sale eh 1:11:20 lingkungan hidup for sale dan itu 1:11:22 berbahaya bahaya short term mengalahkan 1:11:24 long term jadi kata kuncinya Bang haldi 1:11:27 inovasi ya Eh gojek dalam beberapa 1:11:31 membuat inovasi walaupun sistem 1:11:33 kapitalismenya tetap ada ya tetapi kita 1:11:35 harus betul-betul kita sebenarnya sudah 1:11:38 ada eh undang-undang sistem inovasi 1:11:41 nasional tetapi Dalam praktiknya 1:11:43 menyedihkan ketika covid-19 dari 2 1:11:46 triliun eh anggaran buat Brin ya badan 1:11:51 riset dan inovasi nasional R yang paling 1:11:55 besar dipotong Justru itu tinggal berapa 1:11:58 ratus miliar gitu anggaran S tahunnya 1:12:00 dari Kalau enggak salah 500 miliar 1:12:03 sisanya 1,5 hampir 75% dipotong untuk e 1:12:07 padahal ketika menghadapi krisis kalau 1:12:10 otak cerdas yang bermain justru you 1:12:12 canot find a new Land with old map anda 1:12:15 tidak dapat menemukan pulau baru dengan 1:12:17 peta yang lama R 1:12:19 inovasi itu yang Sinergi itu yang 1:12:21 diperkuat gitu nah contohnya nih Eh 1:12:25 pfizer itu bisa segera mendapatkan 1:12:28 karena kebetulan berkolaborasi sama 1:12:31 bioch dan bioentech ini punyanya private 1:12:34 gitu loh dua warga negara Jerman eh 1:12:38 keturunan Turki yang memang tekun 1:12:41 ternyata ketemu gitu loh Nah tanpa 1:12:44 inovasi kita akan masuk ke dalam 1:12:47 kubangan sekarang kita 1:12:50 eh undang-undang omnibus Law itu 1:12:52 sebetulnya nya industri sampah diminta 1:12:55 datang ke sini gitu nah padahal negara 1:12:58 lain sudah meninggalkan industri sampah 1:13:00 manufacture yang biasa gitu loh karena 1:13:03 kayak sekarang nih industri otomotif 1:13:07 industri yang sejenisnya dengan work 1:13:10 from home dengan work Vacation dengan 1:13:14 gaya hidup yang baru gaya kerja yang 1:13:16 baru kita mungkin harus menemukan apa 1:13:18 produk-produk di masa depan yang akan 1:13:20 menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru 1:13:22 tentu pertanian kita Saya baru pulang 1:13:25 dari Makassar semua teriak ketika musim 1:13:29 tanam tidak ada pupuk padahal 33 triliun 1:13:32 sudah dialokasikan buat pupuk bukan cuma 1:13:34 Makassar di tempat lain pupuk hilang dan 1:13:37 ini sudah puluhan tahun dan eh 1:13:40 kadang-kadang eh isunya klasik karena 1:13:44 lagi ombak tinggi tidak bisa kita 1:13:46 mendapatkan eh pupuk tidak bisa merapat 1:13:49 kapalnya ini sesuatu lagilagi and 1:13:52 leadership yang kedua Tentu Bang haldi 1:13:55 Kita perbaiki sistem pendidikan kita 1:13:58 tanpa sistem pendidikan yang kokoh tanpa 1:14:00 sistem pendidikan yang membebaskan tanpa 1:14:02 stim pendidikan yang memberikan 1:14:04 keleluasaan bagi sekolah untuk membuat 1:14:06 set up target kita akan terus menjadi 1:14:09 negara pecundang kita akan terus menjadi 1:14:12 negara tangan di bawah dan besar pasak 1:14:14 daripada tiang sebagaimana buis bilang 1:14:16 dan eh boro-boro kita45 adalah Indonesia 1:14:21 em jangan-jangan kita sudah api kondisi 1:14:24 Indonesia yang eh tergadaikan di 2045 1:14:27 karena itu buat semua teman-teman ayo 1:14:29 jangan takut bersuara Selama ada data 1:14:33 jangan takut membuat analisa selama kita 1:14:35 bisa berpikir dan Jangan takut untuk 1:14:37 berpendapat karena negeri ini dijamin 1:14:40 kebebasan berpendapatnya dan eh untuk 1:14:43 itu Indonesi leader akan selalu hadir 1:14:46 menjadi bagian dari edukasi publik 1:14:48 matuhun mas Bim matuhun buis dan Bu 1:14:51 lanjutkan saya harus terus ke ini dulu 1:14:54 lapor belum lapor ini Makasih 1:14:57 Asalamualaikum lanjut Waalaikumsalam 1:14:59 Terima kasih Pak marani sekarang Saya 1:15:01 ingin ke Mas Bima lanjut dari Pak marani 1:15:04 tadi Mas Bima kita ketahui Amerika 1:15:06 pernah mengalami masa-masa krisis 1:15:09 ekonomi ya gre depression ya depresi 1:15:11 besar sekitar tahun 1930-an dan ketika 1:15:15 itu Eh pada saat-saat masalah besar 1:15:18 krisis ekonomi mereka depresi besar 1:15:20 mereka lahirlah tokoh-tokoh ekonom te 1:15:23 ekonomi ilmu-ilmu ekonomi baru dan 1:15:25 inovatif sehingga kemudian perlahan eh 1:15:28 Amerika berhasil melewati permasa 1:15:31 ekonomi masalah perang dingin dan 1:15:33 menjadi negara super power nah menurut 1:15:36 Mas Bima di sini sebagai ekonom eh 1:15:39 dengan situasi ekonomi sekarang ini apa 1:15:43 kira-kira solusi agar kita keluar dari 1:15:45 jerat hutang ini eh karena di sisi lain 1:15:49 kalau seandainya ada kekhawatiran oleh 1:15:51 pemerintah kalau kita tidak berhutang 1:15:52 kita tidak bisa ee hidup atau 1:15:55 berproduksi gitu ya tetapi di sisi lain 1:15:57 kan kita harus keluar dari masalah 1:15:59 hutang dan masalah ekonomi ini gitu ya 1:16:01 apa kira-kira inovasi yang perlu 1:16:04 dilakukanasiinovasi kebijakan ekonomi 1:16:06 agar eh Indonesia bisa keluar dari jerat 1:16:09 peremasan hutang Ini Mas Bima Ya jadi 1:16:13 selama masa pandemi ini ada dua tren 1:16:17 besar saya akan nyambung tadi dari 1:16:20 pakani yang pertama itu tren kait dengan 1:16:23 social Justice ini di mana-mana nih 1:16:26 black Life matter di Amerika Serikat ya 1:16:28 di Eropa juga antirasis anti anti 1:16:31 kapitalis ya itu sekarang Eh 1:16:34 gerakan-gerakan buruh juga banyak 1:16:36 bangkit di banyak negara di barat ya 1:16:38 kemudian di Vietnam dan di negara-negara 1:16:41 lainnya jadi ada ada salah satu conern 1:16:43 bahwa pandemi ini mengajarkan terkait 1:16:45 dengan social Justice ini jadi salah 1:16:48 satu pondasi penting keadilan sosial ya 1:16:50 Pancasila juga sebenarnya nah dalam 1:16:52 konteks ini apa hubungannya dengan jerat 1:16:56 utang agar kita bisa lepas dari situ 1:16:58 salah satunya adalah kita melihat bahwa 1:17:02 ketimpangan di Indonesia yang sudah 1:17:04 cukup parah ini sebenarnya bisa menjadi 1:17:06 satu peluang bagi negara mereduksi 1:17:09 ketimpangan sekaligus juga memburu pajak 1:17:12 yang selama ini orang-orang kaya itu 1:17:14 belum tertib walaupun sudah dikasih 1:17:16 kesempatan teks 1:17:22 amnesti yang berserakan itu semua 1:17:24 namanya Bisa dicek kemudian bisa 1:17:26 ditelusuri sudah ada pertukaran data 1:17:29 antar negara automatic exchange of 1:17:31 information itu Jadi sekarang inih di 1:17:34 mejanya Dirjen pajak itu full sebenarnya 1:17:37 banyak Data yang bisa diakses untuk 1:17:39 mengejar Apakah konglomerat ini patuh 1:17:43 pajaknya atau tidak kejar gitu pertama 1:17:46 untuk menaikkan rasio pajak kalau jangan 1:17:49 kemudian rasio pajak mau dinaikin tapi 1:17:51 ngubernya ke kolong semut 1:17:54 jadi yang kecil-kecil ya tadi kata Bu 1:17:56 Anis UMKM lagi susah gitu kan pusing 1:17:59 soal pajaknya ya jadi jangan yang kayak 1:18:01 gitu-gitu terus kondisi lagi susah bea 1:18:04 materai naik dari dari Rp6.000 jadi 1:18:08 r.000 nih saya juga enggak 1:18:09 penting-penting amat akhirnya 3.000 tamb 1:18:12 3.000 tamb 6.000 ditempelin gitu kan 1:18:14 enggak signifikan amat bagi penerima 1:18:16 negara jadi ada peluang yang besar tadi 1:18:19 social Justice memburu pajak yang kedua 1:18:23 ini ada peluang yang di Indonesia ini 1:18:26 memang tadi Pak mani sempat sebut 1:18:28 terkait dengan Green ekonomi itu saya 1:18:29 setuju 1:18:30 100% semuanya melihat bahwa pandemi juga 1:18:33 mengajarkan bahwa ini tu ada hubungannya 1:18:36 dengan masalah lingkungan bencana alam 1:18:39 yang terjadi di beberapa tempat 1:18:40 akhir-akhir ini di Indonesia termasuk 1:18:43 itu juga ada kaitannya dengan perubahan 1:18:44 iklim nah Indonesia ini searnya Res Dar 1:18:48 greenonom salah satu yanging besar 1:18:51 makanya banyak negara itu iri dengan 1:18:53 Indonesia kita punya hutan ya kemudian 1:18:56 kita punya lahan pertanian luas ya 1:18:59 sayangnya itu enggak dikelola kemudian 1:19:01 dengan optimal sehingga ketika ada 1:19:05 perubahan tren negara lain itu 1:19:06 berinvestasi di energi terbarukan 1:19:09 termasuk Green new dealnya yang sekarang 1:19:11 ini sebagian akan dikerjakan oleh Joe 1:19:13 biden Indonesia gelagapan tidak 1:19:16 menyiapkan skemanya tidak menyiapkan 1:19:19 Bagaimana cara mendorong atau 1:19:21 insentifnya sehingga kita seakan 1:19:24 latah-latah padahal ya itu seharusnya 5 1:19:26 tahun yang lalu kita sudah menyiapkan 1:19:28 energi terbarukan kemudian mobil listrik 1:19:32 termasuk komponen dari mobil listrik Nah 1:19:34 ini sekarang ada permintaan dari Menteri 1:19:36 Perindustrian menol perenkan kendaraan 1:19:39 bermotor berbasis BBM atau fosil lah 1:19:42 negara lain aja pada ngomongin soal 1:19:44 mobil listrik ini mau ngasih insentif 1:19:47 Justru untuk BBM Nah jadi kadang-kadang 1:19:49 kita banyak yang engak nyambung termasuk 1:19:50 undang-undang Cipta kerja orang larinya 1:19:53 ke mana kita memberikan ke sektor 1:19:55 ekstraktif undang-undang Minerba juga 1:19:57 sama larinya ke mana dunia Indonesia 1:20:00 larinya ke sebelah yang berbeda Nah jadi 1:20:02 ini banyak yang enggak nyambung Ayo kita 1:20:04 Lurusin jadi ini salah satu masukan yang 1:20:06 saya kira penting nih agar apa agar ska 1:20:09 ekonomi kita cukup besar tadi paling 1:20:11 enggak kalau enggak bisa melunasi 1:20:13 utangnya sampai 2050 kita jaga dsr-nya 1:20:17 itu yang paling jelek lah itu itu salah 1:20:18 satu yang upaya yang paling rendah 1:20:20 adalah menjaga biar dari Sisi gdp-nya 1:20:23 itu lebih besar sehingga kemampuan 1:20:25 bayarnya lebih besar itu aja akhirnya 1:20:28 tapi tapi itu ya ya mau enggak 1:20:30 pemerintah karena kebijakannya banyak 1:20:32 kontradiksi itu mungkin Masdi i terima 1:20:36 kasih Mas bimah dan rekan-rekan sekalian 1:20:38 eh tibalah kita di akhir acara Ind stok 1:20:42 pada malam ini 1:20:44 eh setiap narasumber sudah memberikan 1:20:47 pemaparannya dan tiba kita boleh 1:20:49 nambahin dikit enggak mas oh boleh 1:20:52 maksudnya sekaligus coaching stat eh 1:20:55 Monggo Monggo Monggo Anis i tadi apa ee 1:20:58 menarik tadi apa yang disampaikan Mas 1:21:01 Bima barusan ya Bagaimana sih jaran 1:21:04 keluar gitu saya terpikir begini ee tadi 1:21:07 kan di masalah kesenjangan eh tentang 1:21:10 kesenjangan ini sudah ada studi 1:21:13 sebetulnya nanti kaitannya dengan 1:21:15 bagaimana kita bisa keluar dari hutang 1:21:17 ee Jadi Bank Dunia itu tahun 2016 itu 1:21:21 pernah mempublikasikan eh sebuah eh 1:21:25 penelitian tentang ketimpangan di 1:21:26 Indonesia ya judulnya Indonesia Rising 1:21:29 Divide nah ini studi ini menunjukkan 1:21:32 bahwa terjadi ketimpangan sosial yang 1:21:35 meningkat di Indonesia di mana hanya 10% 1:21:39 dari penduduk Indonesia mengontrol 77% 1:21:43 dari kekayaan negara dan lebih buruk 1:21:46 lagi 1% penduduk terkaya Indonesia di 1:21:49 Indonesia memiliki setengah dari seluruh 1:21:51 kekaya negara yang ada ya ini sebegitu 1:21:54 ee yang menyerat ini Bang Dunya nih gitu 1:21:57 ya jadi ini studi dan EE mereka 1:21:59 mempublikasikan studi itu ini kan apa 1:22:01 kita melihat di jadi miris banget 1:22:03 kemudian juga eh Sena Dar Bang dunia itu 1:22:06 oxfam di 2017 itu menyatakan bahwa 1:22:09 kekayaan empat orang terkaya Indonesia 1:22:12 ini melebihi kekayaan dari 40% penduduk 1:22:15 terbawah begitu ya atau ee 100 orang 1:22:19 jadi empat orang terkaya Indonesia ini 1:22:20 kekayanya itu melebihi dari 100 juta 1:22:23 orang penduduk dengan ee penghasilan 1:22:26 terbawah dan ktipatan pendapatan yang 1:22:28 meningkat ya antara yang kaya dan miskin 1:22:31 itu Han ee apa dari tahun ke tahun 1:22:34 makin-at itu kan per 2017 ya sekarang 1:22:36 mungkin setelah pandemi itu makin 1:22:37 meningkat lagi ini katannya apa tapi 1:22:40 kita tahu bahwa di Indonesia banyak 1:22:42 orang-orang kaya gitu bukan banyak Ya 1:22:44 sedikit orang kaya tetapi kekayaannya 1:22:46 itu lebih melebihi dari Kayan R juta 1:22:48 orang nah ee Bagaimana kalau ee daripada 1:22:52 negara bod and sharing sendiri Bi dengan 1:22:54 menk bagaimana kalau negara bod sharing 1:22:56 dengan orang-orang kaya ini gitu loh Ya 1:22:58 jadi orang-orang kaya ini dimininta 1:23:00 untuk ikut membiayai eh 1:23:03 utang tadi gitu dan ini sebetulnya kalau 1:23:06 kita melihat apa ya Eh dip Islam karena 1:23:10 latar belang saya di ekonomi Islam itu 1:23:13 ketika negara mengalami defisit 1:23:14 Rasulullah itu eh meminta ee cuma memang 1:23:18 beda penduduk Kalau penduduk di Mas kan 1:23:20 penduduknya bertakwa gitu sehingga 1:23:22 ketika Rasulullah meminta ee orang-orang 1:23:24 k mbiai mereka memberikan dengan 1:23:25 sukarela begitu ya Utsman bin Affan ee 1:23:29 memberikan sembako itu ee yang bisa 1:23:32 untuk setahun untuk seluruh Penduduk 1:23:33 Madinah Abu Bakar memberikan semua 1:23:36 hartanya Umar memberikan separuh 1:23:38 hartanya gitu Jadi ada kontribusi dari 1:23:40 orang-orang yang berpunya untuk ikut 1:23:43 membiayai pengeluaran negara gitu 1:23:45 sehingga defisit itu ditangani dari 1:23:47 orang-orang yang berpunya jadi mekanisme 1:23:49 itu sebenarnya ee Kenapa kita ee apa 1:23:52 satu usulan gitu ya Ee bisa tidak 1:23:54 diterapkan di Indonesia gitu karena dari 1:23:56 data ini apa namanya ee 10% penduduk itu 1:24:00 kan berarti J itu mengontrol 77% dari 1:24:03 kekayaan negara kemudian 1% penduduk 1:24:06 terkaya memiliki setengah dari seluruh 1:24:07 Kekayaan Negara yang ada kemudian ee 1:24:10 studi lain empat orang terkaya ee 1:24:13 kekayaan itu melebihi dari 40% penduduk 1:24:15 setiap orang jadi kan pasti alah datanya 1:24:18 negara kita tuh punya data itu gitu 1:24:20 diminta dong ini negara kan punya kamu 1:24:22 juga dan kamu menati juga kayak itu dari 1:24:24 dari ee kita jadi ee apa namanya ee 1:24:28 dipush orang-orang seperti ini itu ikut 1:24:31 membiayai defisit negara ya dan EE ini 1:24:34 ee Saya kira ini satu terobosan yang 1:24:36 bagus kalau ini bisa dilakukan itu 1:24:38 tambahan sedikit ya Mas ya Baik Terima 1:24:41 kasih Bu Anis Bu Anis eh sekaligus ini 1:24:44 ee Mohon bisa memberikan closing 1:24:46 statement-nya eh untuk akhir acara 1:24:50 ini Eh iya 1:24:52 ee satu hal ee tadi ya bahwa ketika kita 1:24:57 punya ee hutang begitu ya 1:25:00 Ee kita sulit untuk menjadi bangsa yang 1:25:03 mandiri karena hutang itu diberikan Ee 1:25:06 tidak dalam keadaan bebas e bersyarat ya 1:25:09 dan sudah juga ada studi yang EE 1:25:12 mengatakan bahwa hutang itu sebagai 1:25:13 salah satu sarana dari eh imperialisme 1:25:16 ya Jadi ada Teresa hater itu pernah 1:25:19 menulis buku di tahun1 berdasarkan 1:25:23 penelitiannya imperialism eh jadi memang 1:25:26 ada apa pemberian hutang luar negeri itu 1:25:28 eh syaratnya itu eh yang pertama 1:25:31 pembelian barang dan jasa dari negara 1:25:33 pemberi hutang kemudian peniadaan 1:25:35 kebebasan dalam melakukan kebijakan 1:25:37 ekonomi tertentu Nah tadi masadi sudah 1:25:39 bilang tuh bagaimana kemudian industri 1:25:41 pesawat terbang kita juga dimatikan 1:25:43 kemudian permintaan untuk melakukan 1:25:44 kebijakan ekonomi berdasarkan kehendak 1:25:46 dari yang memberi hutang jadi memang 1:25:49 tidak bagus biasa berutang dan EE sama 1:25:51 sekali enggak keren gitu kalau negara 1:25:53 kita membiaskan berhutang ee dan ini 1:25:55 memang em kita bersuara terus jadi 1:25:58 memang ee tiap kita warga negara punya 1:26:00 tanggung jawab untuk ee Indonesia ya 1:26:03 kalau memang apa namanya pemerintah itu 1:26:05 sulit untuk dengarkan Ee kita lakukan 1:26:07 terus cara-cara sampai ee negara ini 1:26:10 bisa ee apa namanya ee kembali menjadi 1:26:15 negara yang berdaulat gitu dan satu 1:26:17 caranya adalah ee dengan memberikan tadi 1:26:19 usulan terakhir gitu ya memberikan beban 1:26:21 kepada ada orang-orang yang memiliki 1:26:24 kekayaan lebih di Indonesia ini untuk 1:26:26 ikut berkontribusi negara meminta kalau 1:26:29 perlu memaksa orang-orang kaya di 1:26:31 Indonesia ini yang kekaynya lebih dari 1:26:33 100 juta penduduk ini untuk ikut 1:26:34 membiayai defisit negara Sega kita tidak 1:26:36 perlu berhutang kepada eh negara lain 1:26:39 Demikian Mas Baik Terima kasih Bu Anis 1:26:42 atas closingatementnya berikutnya Bung 1:26:45 Roki untuk closing 1:26:48 ideas Iya itu pikiran bagus dari Ibu 1:26:51 Anis dari PKS bahwa ada pembagian beban 1:26:56 untuk menghasilkan keadilan itu tapi itu 1:27:00 mengandaikan ada presiden yang paham 1:27:02 tentang e soal-soal Justice tadi Eh 1:27:06 saudarai menyebut dan Bim tadi soal itu 1:27:10 gre depression itu kita ingat 1:27:15 bahwa Amerika Akhirnya bisa keluar dari 1:27:19 depresi besar tahun 30-an itu menjelang 1:27:22 perang dunia kedua 1:27:24 bahkan karena presidennya roseveld itu 1:27:28 betul dan rosfeld baca bukunya 1:27:34 ke bahkan ke menganjurkan agar supaya 1:27:38 kalau Amerika menang 1:27:40 perang Eropa hancur Amerika bertanggung 1:27:43 jawab secara moral untuk memperbaiki 1:27:45 Eropa itu yang terkenal bukunya apa 1:27:49 Economic consences of theaceu begitu ada 1:27:52 perdamaian maka Amerika 1:27:55 mesti asuh musuh-musuhnya jadi agak aneh 1:27:58 sebetulnya kalau kita pikirkan loh 1:28:00 Amerika itu memenang perang ngapain dia 1:28:01 mesti bantu Rusia Sori bantu Jerman eh 1:28:05 Jepang dan Itali yang memang musuhnya 1:28:08 tuh tapi karena ada Justice di dalam 1:28:11 pikiran kees maka roseveld Keluarkan 1:28:14 satu pidato dalil yang disebut sebagai 1:28:17 new Deal Yang intinya sebetulnya adalah 1:28:19 Human Rights bahkan disebut second Bill 1:28:23 of Rights di dalam sejarah Amerika 1:28:26 terkenal sekali itu jadi pada waktu itu 1:28:29 ada kesepakatan yang eh bagus sekali 1:28:32 supaya birokrasi administrasi dari 1:28:35 roseveld bercakap-cakap dengan 1:28:39 intelektualintelektual di Harvard di e 1:28:42 Chicago walaupun mazhabnya berbeda itu 1:28:45 Chicago dipenuhi dengan kion Harvard 1:28:47 yang eh Chicago yang haek segala macam 1:28:51 neoli 1:28:52 harard yang 1:28:54 eh tetapi ada percakapan intelektual dan 1:28:58 roseveld memperhatikan percakapan itu 1:29:01 lalu dia putuskan new Deal itu Nah 1:29:03 karena itu Eropa kemudian dibantu oleh 1:29:05 Marshal plan yang dasarnya adalah 1:29:07 analisis dari bahwa supaya dunia bisa 1:29:11 tumbuh kembali yang dikalahkan Justru 1:29:13 harus dibantu itu prinsipnya nah prinsip 1:29:16 etiks itu yang di seluruh dunia kemudian 1:29:19 dipegang sebagai cara untuk 1:29:22 menyelesaikan kemiskinan sebetulnya jadi 1:29:24 kita ambil inspirasi Dar canion policies 1:29:27 dalam soal Injustice nah di kita tadi 1:29:29 yang diterangkan oleh e Ibu Anis justus 1:29:32 terbalik karena dirampok oleh negara 1:29:35 uang buat rakyat untuk membbail out 1:29:38 konglomerat ini ini kan konyolnya tuh 1:29:41 nah saya enggak tahu bagaimana kita 1:29:43 selesaikan ini karena Presiden Jokowi 1:29:45 pasti enggak baca Economic consequences 1:29:48 of the peace atau eh eh apa 1:29:52 namanya 1:29:55 teororiribusi yangbiakhir j kita inin 1:29:58 agar supaya ada percakapan inteltu di 1:30:05 krisun 1:30:08 lag Keluar 1:30:10 prins kita mungku presid 1:30:20 ter 1:30:23 persilakan Saya justru mau ngasih PR nih 1:30:26 buat abang-abang dan ibu di 1:30:30 PKS I Bang salah satunya ini terkait 1:30:34 dengan S World fund ini kelihatannya gak 1:30:36 banyak pihak yang mencermati dari awal 1:30:39 karena pada waktu undang-undang Cipta 1:30:40 kerja ini salah satu yang prosesnya 1:30:43 paling mulus dibandingkan ke tenag 1:30:46 kerjaan lingkungan dan lain-lain nah ini 1:30:48 dengan pengelolaan aset nanti ribuan 1:30:51 triliun dan memang modelnya enggak akan 1:30:53 jauh-jauh dari penerbitan utang tapi 1:30:55 jaminannya adalah aset negara aset BUMN 1:30:59 plus aset pemerintah jadi ini salah satu 1:31:02 mega proyek untuk menarik utang atau 1:31:06 pinjaman yang jumlahnya lebih besar 1:31:08 bahkan dari kapasitas Yang ada sekarang 1:31:11 Nah jadi mungkin ini punya efek lebih 1:31:13 panjang kalau bisa ada kajian-kajiannya 1:31:15 terkait dengan Sovereign World fund 1:31:18 karena di Indonesia ini aneh yang 1:31:20 namanya Sovereign World fund itu di 1:31:22 banyak negara itu biasanya adalah 1:31:24 surplus dari sumber dayanya kalau di 1:31:26 Indonesia ini enggak buat narik hutang 1:31:29 masuk ke Indonesia dengan menjaminkan 1:31:31 sumber dayanya Jadi bukan dari 1:31:33 surplusnya tapi dari jaminan sumber 1:31:35 dayanyaah jadi ini Mungkin itu aja Dari 1:31:38 saya yang lainnya Sudah Cukup jelas 1:31:40 makasih bang Roki Pak Mardani Bu Anis 1:31:43 Tadi masalah DI Panjaitan saya menyimak 1:31:46 cukup seru diskusinya Makasih 1:31:47 asalamualaikum warahmatullahi 1:31:48 wabarakatuh Waalaikumsalam Terima kasih 1:31:51 Mas dan terakhir Pak marpilakan closing 1:31:55 idas kasih Bang Aldi eh Mas Bima eh saya 1:31:59 terima titipannya s f karena di Malaysia 1:32:04 MDB itu yang bikin eh Najib kalah ya eh 1:32:09 Bu Anis harus betul-betul kita jagain 1:32:12 itu ya Eh jangan sampai itu jenis baru 1:32:16 and un eh pencolengan dan perampokan 1:32:20 uang negara tanpa ada transparansi dan 1:32:22 akuntabilitas saya dua hal saja Bang 1:32:25 haldi yang pertama sekali lagi kita 1:32:28 perlu komitmen dari eh top leader when 1:32:32 you are on the top you are alone Kalau 1:32:36 Pak Jokowi jadi presiden siapun yang 1:32:38 jadi presiden anda akan sendiri dan anda 1:32:42 cuma akan berdua dengan Tuhan anda 1:32:44 dengan hati nurani anda tidak bisa 1:32:48 krisis ini selesai tidak bisa masalah 1:32:51 hutang ini selesai atau pengal negara 1:32:53 ketika kita tidak punya kemerdekaan 1:32:57 dalam membuat keputusan mafia di 1:32:59 sekelilingnya banyak high cost ekonomi 1:33:02 yang membuat akhirnya sesudah menang 1:33:04 bagi-bagi eh eh jabatan komisaris atau 1:33:09 bagi-bagi ee ladang-ladang dalam tanda 1:33:13 kutip ee penghancuran Nah Pak Jokowi 1:33:16 sudah periode kedua Nyun Sewu Pak Jokowi 1:33:19 Ayo beranilah mengambil keputusan 1:33:22 benar-benar berbasis kepada rakyat 1:33:24 tetapi rakyat yang memang benar-benar 1:33:27 ada bukan rakyat yang dipersepsikan 1:33:30 dengan data-data yang mungkin sudah 1:33:31 manipulated 1:33:33 jadi top Leaders harus punya komitmen 1:33:37 berani tadi bung Rocky ya bagaimana 1:33:40 Lincoln walaupun Abraham lincol walaupun 1:33:44 banyak sekali klomerat dan orang-orang 1:33:46 tuan tanah menolak eh pembebasan budak 1:33:50 tapi 1:33:52 sejak dari Senator sampai jadi presiden 1:33:55 tugasnya cuma satu bebaskan budak 1:33:57 bebaskan budakbaskan budak Kenapa karena 1:34:00 dia tahu menghadapi krisis ini pegangan 1:34:04 palingik boleh Ada 1:34:07 kajian boleh Ada kajian strategik 1:34:11 tapiing ama berpeg kepada kebenaran dan 1:34:20 n kepada kepentingan rakyat itulah 1:34:23 pemimpin yang sebenarnya masalah hutang 1:34:26 ini akan selesai covid juga akan selesai 1:34:30 kalau dia punya pemimpin yang berani 1:34:32 banyak sekali harus di koreksi Dan 1:34:34 keberanian itu berpegang kepada 1:34:35 kebenaran membuat Dia memiliki energi 1:34:38 yang berlebih yang melimpah doa dari 1:34:40 orang-orang kecil dan doa dukungan dari 1:34:43 yang di atas yang kedua tentu buat para 1:34:45 menteri kita yang di DPR Bim Bu luar 1:34:49 biasa kita harus betulbetul 1:34:52 peran tidak ada jagoan di antara para 1:34:57 pemberani tapi akan ada para preman di 1:35:00 antara orang-orang pengecut dan lemah 1:35:03 makanya Imam Ibnu mengatakan menjadi 1:35:06 bodoh dan menjadi lemah sama dosanya 1:35:08 dengan menjadi zalim tidak ada yang bisa 1:35:11 zalim tidak akan Pak Jokowi menjadi 1:35:13 Tirani kalau rakyatnya pemberani kalau 1:35:15 kitanya berani tentu berani yang 1:35:18 berbasis data hati-hati dengan hoak saya 1:35:21 tidak setuju dengan hoak gitu Saya tidak 1:35:23 setuju dengan pola pikir yang emosional 1:35:25 kita harus rasional Kita harus berani 1:35:28 dan rasional dan karena itu Insyaallah 1:35:31 indonesiia leader talk akan terus hadir 1:35:34 melayani masyarakat Indonesia dengan 1:35:37 kajian yang fundamental bermutu untuk 1:35:40 kepentingan kita bersama karena tidak 1:35:41 bisa cuma PKS doang tidak bisa PKS 1:35:44 dengan Demokrat kita juga mengharapkan 1:35:46 orang-orang PDIP orang-orang Golkar 1:35:47 orang dan semua kita lakukan NU 1:35:50 Muhammadiyah siapa Apun Anda yang merasa 1:35:53 memiliki negeri ini Ayo bersatu PKS 1:35:56 punya konsep Island of integrity Pulau 1:35:59 integritas siapapun anda di manapun Anda 1:36:02 apapun kalau Anda punya integritas kita 1:36:04 bersatu jagain negeri ini dan selamatkan 1:36:09 negeri ini begitu Bang haldi matur nuhun 1:36:11 Bang Roki Mas Bima bu Anis 1:36:13 asalamualaikum warahmatullahi 1:36:14 wabarakatuh Waalaikumsalam 1:36:16 warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih 1:36:18 Pak Mardani dan di akhir Mas eh saya mau 1:36:22 jawab yang eh PR dari Mas Bima Oh 1:36:24 silakan Bu terkait eh 1:36:28 denganu banyak pr-nya nih Bu eahak ini 1:36:32 yang yang terakhir tadi aja itu memang 1:36:34 banyak banget yang ter tadi e bahwa Apa 1:36:36 E tentang lembaga pengolola investasi 1:36:38 itu s itu itu yang ee apa merupakan 1:36:41 salah satu poin yang kita tolak dengan 1:36:43 keras ketika kita membahas omnibusow 1:36:45 Cipta kerja jadi PKS menolok sekali 1:36:48 keberadaan LPI itu 1:36:50 ee yang EE bukan saja kaitannya di akan 1:36:53 ee mengelola investasi pemerintah kita 1:36:56 yang EE biasanya itu kan dikelola oleh 1:36:58 djkn Menteri Keuangan nah tapi ini 1:37:00 dibentuk satu lembaga baru dengan modal 1:37:03 awal yang juga gila-gilaan begitu ya Ee 1:37:06 dan nanti yang lebih parah adalah kalau 1:37:08 eh selama ini auditnya oleh BPK LPI ini 1:37:12 sum ini auditnya hanya oleh kap kantor 1:37:14 angkutan publik jadi memang kita melihat 1:37:16 ini eh dan kita sangat keras unuk 1:37:18 menyuarakan tapi proses politik 1:37:20 berlangsung ee PKS menolak Cipta kerja 1:37:23 ee selain LP itu masih banyak lagi tapi 1:37:26 LP itu saya ingat gitu karena saya 1:37:28 termasuk timnya saat itu yang apa 1:37:30 menyuarkan tentang LPI jadi ee Ini sudah 1:37:33 kita upayakan nih Mas Bima Ya eh waktu 1:37:36 itu ee tapi eh proses politik terjadi 1:37:39 dan kemudian eh Cipta kerja diundangkan 1:37:42 kemudian amanat Cipta kerja itu 1:37:44 dilaksanakan ee kemudian ada ee LPI 1:37:48 sekarang kemudian ada kandidat dan EE 1:37:51 kabarnya eh tig orang tuh sudah lolos eh 1:37:54 la wata a Billah ya tapi memang 1:37:57 tetaptetap harus dikawal ya tapi bahwa 1:37:59 apa yang disampaikan itu itu sudah kita 1:38:01 kerjakan ketika pembahasan t LP itu di 1:38:03 omnibus C kerja demikian masi Terima 1:38:06 kasih Terima kasih Bu anis tetap 1:38:09 semangat di DPR komisi 11 mengawal 1:38:11 kebijakan-kebijakan ekonomi dan keuangan 1:38:13 hari Insyaallah kita rapat dengan 1:38:16 LPI siap nanti mungkin bisa dibantu 1:38:20 diaring has rapatnya Bu ke publik ya 1:38:24 Nah Bu Eh rekan-rekan tibalah kita di 1:38:28 akhir acara di akhir ini saya ingin 1:38:30 sedikit eh menceritakan sebuah kisah 1:38:34 yang mirip-mirip kisah Ros tadi 1:38:36 diceritakan oleh Bung Roki saya berapat 1:38:39 cerita dari orang langsung yang 1:38:41 melihatnya ketika reformasi 98 ketika 1:38:45 masa presiden Habibi ketika itu Eh 1:38:48 Indonesia Sedang krisis ekonomi yang 1:38:50 memuncak monetor ya rupiah sampai tembus 1:38:53 16.000 eh presiden Habibi ketika itu 1:38:56 mengundang para intelektual para ahli 1:38:59 ahli ekonom Indonesia begon-begon ekonom 1:39:01 eh untuk apa meminta rekomendasi dan 1:39:06 pemikiran apa solusi atas keluarnya 1:39:08 kebijakan ini sampai kemudian Pak Habibi 1:39:11 sendiri Meminta apa buku-buku referensi 1:39:14 yang bisa dia pelajari sendiri untuk 1:39:16 kemudian dia belajar ekonomi dengan 1:39:18 cepat dan kemudian dia menyarikan dari 1:39:20 buku ekonomi yang diberikan para 1:39:22 ahli-ahli ekonomi tersebut menjadi 1:39:24 sebuah kebijakan ekonomi yang beliau 1:39:26 ambil sebagai Presiden RI dan hasil dari 1:39:29 itu semua kita menyaksikan Bagaimana di 1:39:32 tangan Beliau ekonomi Indonesia yang 1:39:36 ketika itu sangat memburuk menjadi mulai 1:39:38 stabil kembali Rupiah dari 16.000 bisa 1:39:42 kembali stabil ke angka 8.000 sampai 1:39:44 r.000 dan itulah yang dilakukan oleh 1:39:47 pemimpin yang baik yang hebat ee seperti 1:39:51 halnya juga tadi di masa gre depression 1:39:53 America 1930-an rosfel melakukan itu 1:39:56 juga dengan para intelektual yang 1:39:58 memegang teguh prinsip keadilan dan 1:40:00 kebenaran ilmiah mudah-mudahan eh negara 1:40:04 kita bangsa kita kelak bisa dipimpin 1:40:07 oleh pemimpin-pemimpin seperti rosevel 1:40:09 dan Pak Habibi ketika di masa krisis ini 1:40:12 terima kasih eh sampai bertemu lagi di 1:40:15 Universal ST eh pekan depan Jumat malam 1:40:18 jam 20 di channel yang sama kita akhiri 1:40:21 asalamualaikum warahmatullahi 1:40:22 wabarakatuh Waalaikumsalam 1:40:24 warahmatullahi wabak Terima kasih 1:40:26 buabakatuh I Terima kasih 1:40:48 Bu