Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- H Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- kirsiron thyiban mubarokan f kama
- yuhibuna waardo. Asadua ilahaillallah
- wahdahu la syarikalah wa ashadu anna
- muhammadan abduhu wa rasuluh.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat pendengar
- radiaturahim dan juga pemirsa Rasil
- Visual yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kita kembali berjumpa di
- hari ini masih dalam suasana tahun baru
- hijriah 1441 Hijriah. Iwan Awat. Kita
- berjumpa lagi di hari ini di Sirah
- Sahabat bersama Ustaz Komaruddin
- Basyuni. Alhamdulillah beliabat betul
- studio kita sapa saja ikhwan dan akhwat.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar sehat
- Ustaz ya? Alhamdulillah khair
- alhamdulillah khair khair. Dan kali ini
- saya Muhammad Fahri temani Ondi dan juga
- Hafid Nay akan menemani Anda di acara
- sirah Sahabat hari ini dengan tema ini
- sahabat yang diberi gelar Hub Ibnul Hub.
- Nah, siapakah yang dielar diberi gelar
- ini? Nanti ustaz akan menceritakannya
- untuk kita semua Iwan Awat dan nanti
- yang ingin bergabung Anda bisa
- pergunakan Lsapp kami di
- 0811999720 ataupun telepon kami di
- 0218451512. Silakan Ustaz
- ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu
- wa
- nastagfiruh wa naudubillahi min syururi
- anfusina wasiati
- a'malina. May yahdillah fala mudillalah
- wam yudlil fala hadialah. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- asyhadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Amma ba'd.
- Para pamiarsa TV Rasil dan para
- pendengar Rasil di mana saja berada.
- Alhamdulillah pada hari
- kedua bulan
- Muharram
- 1441 yang juga berbarengan dengan hari
- kedua di bulan September
- tahun 2019.
- Alhamdulillah kita bersyukur pada
- Allah masih dalam keadaan sehat
- walafiat dan Allah memberikan kepada
- kita berbagai
- fasilitas serta berbagai nikmat yang
- kita rasakan pada kesempatan pagi
- ini. Para pendengar Radio Rasil dan
- pemirsa TV
- Rasil. Siapa sahabat yang dikasih
- julukan atau gelar Hub Ibnul
- Hub? Kalau diterjemahkan adalah
- kesayangan anak kesayangan.
- Ternyata dia adalah salah seorang
- sahabat Nabi yang namanya Usamah bin
- Zaid.
- Mari kita simak dari
- perkembangan sebelum Usamah
- lahir.
- Usamah punya ayah namanya Zaid bin
- Haritah.
- Nah, Zaid bin Haritah dinikahkan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- dengan orang yang pernah mengasuh
- Nabi. Dia
- adalah Ummu
- Aiman. Rasul pernah berkata, "Dia adalah
- ibuku."
- Karena waktu ibuku wafat, dialah yang
- merawat
- aku. Jadi waktu Aminah binti Wahab,
- ibunya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- wafat, maka
- setelah ibunya
- dikuburkan di daerah Madinah di Bani
- Najar, Rasulullah
- menangis. Aku pulang sama
- siapa? Ibuku sudah enggak ada.
- Nah, Ummu Aiman
- inilah yang
- merangkul
- dan tidak hanya
- merangkul, memomong dan membawa dia
- sampai ke kota Madinah ee kota Makkah.
- Maka perlindungan Ummu
- Aiman, pengasuhan Ummu Aiman kepada Nabi
- seperti
- ibunya dan
- Rasul sallallahu alaihi
- wasallam sangat
- menghormati karena dia adalah pengganti
- ibunya.
- Maka pada saat Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam, beliau sudah diangkat menjadi
- nabi di kota
- Makkah dan beberapa sahabat sudah ada
- yang masuk
- Islam.
- Maka
- Rasulullah punya anak angkat.
- Jadi ada ibu ibu angkat, ada anak angkat
- ya. Ibu angkatnya itu Ummu Aiman itu ya.
- Anak angkatnya Zaid bin
- Haritah. Nah, dua hamba Allah ini
- dinikahkan.
- Maka hasil pernikahan lahirlah cucu atau
- anak dari Zaid bin Haritah yang
- namanya apa yang tadi kita sebut Usamah
- bin
- Zaid. Begitu Usamah bin Zaid
- lahir waktu itu Rasul masih di Makkah.
- Rasul waktu itu dalam keadaan masih
- menghadapi berbagai ujian dan cobaan
- oleh tokoh-tokoh orang-orang Quraisy.
- Sering Rasulullah kalau bahasa
- gampangnya curhatlah. Heeh. Nah, di
- tengah-tengah Rasulullah memikirkan
- dakwah di kota
- Makkah, tiba-tiba
- Rasulullah mendengar
- kabar. Dari kabar ini merubah wajah
- Rasul. Kalau bahasa kita
- tumben biasanya
- kelihatan ya serius kok tiba-tiba
- sumaringah. Heeh. Wajahnya tersenyum
- kelihatan gembira. Ternyata Rasul waktu
- itu mendengar kabar bahwa Ummu
- Aiman telah melahirkan seorang
- anak yaitu Usamah bin Zaid.
- Nah, ada yang mengatakan waktu
- itu Nabi baru ee 5 tahun atau 7 tahun
- beliau dakwah di kota
- Makkah. Kemudian begitu dengar berita
- Ummu Aiman melahirkan anak yang bernama
- Usamah bin Zaid. Dan tidak lama juga
- waktu itu cucu Nabi yang namanya Fatimah
- melahirkan. Jadi itu hampir sebaya itu.
- Jadi Um Zaid apa? Usama bin Zaid dengan
- Sayidina
- Hasan anaknya
- Fatimah.
- Jadi dengan perkembangan
- waktu Rasulullah menghadapi cucunya dua
- tapi sangat kontras.
- Yang satu
- Hasan warna kulitnya putih, bersih,
- ganteng persis seperti rasul
- wajahnya itu Hasan. Nah, sementara cucu
- yang satu lagi dari anak angkat Usamah
- hitam
- pesek. Hitam
- pesek. Tapi Rasulullah enggak pernah
- memilah-milih. Sama
- diperlakukan sayangnya sama.
- Bahkan satu saat Rasulullah kaki yang
- satu didudukin oleh
- Hasan. Datang Usamah di ambil oleh Nabi.
- Usamah ditaruh di kaki yang satu lagi.
- Kalau Hasan didekap oleh Nabi, maka
- Usamah pun sama-sama
- didekap. Padahal kontra sekali. Yang
- satu putih, yang satu
- hitam. Nah, itulah Islam. Islam enggak
- pernah memilih-milih dan memilah-milah.
- Sama karena Allah sudah mengajarkan
- dalam ayatnya, inna akramakum indallahi
- atquum. Sesungguhnya yang paling mulia
- di sisi Allah adalah orang yang paling
- takwa. Bukan yang paling ganteng, bukan
- yang paling bersih, bukan yang paling
- putih lain, tapi yang paling paling
- takwa pada Allah.
- Nah, waktu berjalan terus dari hari ke
- hari Rasulullah mencintai
- cucu-cucunya.
- Nah,
- qadarallah dengan kehendak Allah
- pindahlah Rasulullah ke kota Madinah
- dari
- Makkah. Nah, waktu perpindahan dari kota
- Makkah ke
- Madinah terjadi perang Badar.
- Nah, itu usaha masih anak-anak mungkin
- sekitar 10
- tahun ikut ingin daftar kata lah
- anak-anakku enggak usah kalau bahasa
- kita udah enggak aku ingin jadi
- pejuang karena masih kecil akhirnya
- diterit. Maka tahun berikutnya perang
- Uhud pada daftar lagi anak-anak ada yang
- 12 13 kata Nabi. Enggaklah anak kecil
- mah. Heeh.
- Waktu perang Hondak.
- Nah, Usamah agak
- berpikirnya lain dengan yang lain. Dia
- kan pendek orangnya. Diganjal
- kakinya pakai sepatu. Sepatunya agak
- tinggi itu. Nah, waktu ngadap Rasul
- lihat. Siapa Usama ya? Gimana Usama ya?
- Aku mau ikut. Oh boleh boleh. Kata Nabi,
- "Pas waktu itu sudah baru 15 tahun Usama
- waktu perang
- Khondak. Ya, Rasul melihat
- cucu-cucunya yang Usama ini kan cucu
- angkat gu
- ya. Padahal kalau lihat fisiknya ya
- masyaallah jauh
- sekalilah. Tapi kecintaannya kepada Nabi
- dan Nabi mencintainya bukan main."
- Nah, Usamah bin
- Zaid setelah dia ikut andil dalam
- perjuangan, maka pernah satu saat dia
- diangkat menjadi pemimpin untuk
- menyerang satu kaum yang mereka itu
- telah berbuat zalim kepada
- Islam. Ah, akhirnya dia diangkat jadi
- panglimanya. Begitu sampai di tempat
- yang
- dimaksud,
- terjadilah apa yang disebut namanya
- al-kital.
- Nah, namun demikian banyak kaum muslimin
- yang korban.
- Nah, Usamah bin Zaid sebagai
- panglima, maka dia gak mau menyerah
- begitu saja. Pokoknya apapun yang
- terjadi harus berhadapan
- dahulu. Hanya ada
- seseorang pemimpin mereka yang
- kelihatan belum lama di tangannya masih
- ada darah-darah, bekas darah.
- Artinya dia belum lama habis membunuh
- kaum muslimin.
- Karena disergap oleh Usamah. Kalau
- bahasa kita gampang, "Kamu
- siapa?" Ya, saya si fulan si
- fulan. Wah, kamu saya
- tangkap. Terus begitu dia mau ditangkap,
- dia mengucapkan dua kalimat syahadat.
- Si orang kafir ini dia langsung dia
- mengatakan ashadu alla
- ilahaillallah wa asyhadu anna muhammadar
- rasulullah. Begitu dia
- syahadat oleh Usama ngadap langsung
- dibunuh. Itu sudah syahadat ya. Heeh.
- Ah, waktu Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam mendengar kabar Usamah telah
- membunuh orang yang bersyahadat
- dipanggil. Begitu dipanggil, "Coba kamu
- ceritakan." Katanya kamu,
- "Iya." Waktu dia
- cerita, setelah saya tangkap dia mau
- dieksekusi istilahnya ee minta
- pertanggungjawaban.
- Eh, dia
- dia mengucapkan kalimat tauhid,
- syahadat. Nah, kata
- Usama, "Saya punya pandangan ini
- syahadatnya enggak murni nih." Nah,
- syahadatnya kepepet nih. Yang penting
- dia pengin aman. Akhirnya saya bunuh
- aja. Begitu dia mengecek, "Saya bunuh
- itu Rasul berubah wajahnya merah
- marah. Kemudian Rasul berkata, "Kenapa
- kamu tidak robek aja dadanya biar tahu
- isi
- dalamnya? Kalau kamu enggak yakin dengan
- apa yang ucapkan, kenapa kamu tidak
- membongkar aja dadanya biar kamu tahu
- persis apa
- dalamnya." Kata Usama saya seja itu
- malu, katanya.
- Dan saya bertekad tidak akan membunuh
- seorang
- pun karena apalagi yang menyangkut orang
- muslim pokok enggak saya diajak
- apapun di rayu apapun enggak gampang.
- Saya ingat Rasul marah sama saya.
- Pokoknya jangan sampai saya mengulang
- lagi membunuh orang muslim.
- Itu kata Usamah ini satu pelajaran yang
- berharga yang selalu
- diingat karena Rasul marahnya bukan
- main. Sudah peristiwa
- itu Usamah bin
- Zaid orang yang selalu hidup bersama
- Rasulullah. Kalau Rasul ke masjid ikut
- masjid. Rasul mengadakan halaqah kajian
- ikut. Pokoknya apa yang dilakukan Nabi.
- Cuma itu
- tadi kulitnya beda sama sekali. Kulit
- Rasul kan putih bersih. Nah,
- hideung keling
- lah
- masyaallah wajahnya keling. Dia kan
- keturunan
- negro. Nah, ibunya kan orang
- Afrika. Nah, maka otomatis anaknya pun
- enggak jauh beda dengan ini. Tapi
- orangnya manis ya. Artinya artinya
- hitamnya bukan hitamnya teh
- adalah cuma itu kebanyakan yang itu teh
- hidungnya
- pesek. Saya lama di Afrika ya waktu itu
- orang dari jauh kelihatan tinggi. Pas
- dekatin hidungnya pesek
- juga. Ada juga ya orang sana yang
- mancung ada saya lihat tinggi gede lagi
- ada.
- Bahkan satu saat saya ajaib itu waktu
- saya di Sudan
- imam yang sering membaca
- Quran. Begitu dia baca Quran kan
- lagamnya agak sedikit campur lagam Solo
- gitu. He lagam Bengawan Solo baca
- Qurannya. Saya akhirnya ada pikiran,
- saya ingin tahu wajahnya kayak apa kata
- saya. Begitu saya salat kan salam tuh ke
- kanan ke kiri.
- Pas dia salam saya lihat itu kan ya
- Allah yang selama ini saya kira orangnya
- putih hitam
- juga tapi bacaan Qurannya mantap itu
- memang kulitnya seperti itu. Tapi jiwa
- imannya begitu hebat
- mendalam. Jadi saya teringat bagaimana
- orang-orang Afrika itu sekalipun
- fisiknya mereka hitam tapi sesungguhnya
- hatinya lembut apalagi orang-orang
- mukmin.
- Nah, berkaitan dengan
- itu Usamah bin
- Zaid maka sering diikutkan oleh Nabi
- dalam beberapa operasi operasi militer
- ya.
- Kemudian dia diajak menghadapi satu
- permasalahan yang permasalahan itu
- sangat ya artinya kalau bagi orang se
- umuran itu enggak pantas tapi dia sering
- terlibat ya dalam ee istilahnya
- pengepungan-pengepungan kaum-kaum yang
- durhaka yang akan menyerang ah dia suka
- ikut. Nah, satu
- saat waktu perang Hunen.
- Nah,
- beliau melihat beberapa kawan di
- kalangan muslimin ada pada lari
- perang Hunen tuh. Nah, beliau berpikir
- lah kenapa pada lari? Kata dia. Akhirnya
- dia mendekat dengan tempat Rasul ada.
- Dia menjaga mengawal Rasul. Jangan
- sampai Rasul kena sasaran. Alhamdulillah
- dengan keberanian yang tinggi setiap
- orang yang mendekat dihalau sama dia.
- Itu di antaranya ada Usamah bin Zaid
- anak muda. Oh, semangat semangat.
- Mungkin kalau istilah kita mah keling
- gagah.
- Jadi Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam waktu memberangkatkan ayahnya
- yaitu Zaid bin Haritah sebagai panglima
- perang di perang Muktah itu kan dia juga
- ikut anaknya juga ikut.
- Nah, waktu ayahnya jatuh waktu megang
- bendera kemudian diganti,
- beliau berpikir,
- "Ayahku, ayahku gugur sebagai syuhada."
- Itu kendaraannya dia akhirnya yang
- megang. Nah, terus diganti oleh Jafar
- tetap beliau ikut sampai selesai.
- Nah, jadi setiap
- peristiwa baik yang menyangkut harta
- benda, kemudian yang menyangkut masalah
- ruh, masalah jiwa itu Zaid padahal
- usianya masih di bawah 20 tahun. 20
- tahun. Bayangkan di bawah 20 tahun.
- Waduh itu semangatnya bukan main
- anak-anak muda di zaman itu. Masyaallah.
- Sehingga menjelang Rasulullah wafat,
- Rasulullah berniat ingin mengirimkan
- pasukan muslimin ke daerah kekuasaan
- kerajaan
- Romawi. Maka setelah diadakan sidang,
- diputuskan siapa panglimanya? Nabi
- langsung memilih Usamah bin Zaid.
- Padahal di belakangnya ada
- senior-senior angkatanangkatan yang lama
- jago-jago. Di situ ada Abu Bakar, di
- situ ada Umar. Tapi Rasul mengangkat
- Zaid sebagai panglimanya. Bayangkan nih,
- Pak. Paling muda, paling muda di
- belakangnya senior-senior.
- Ada Abu Bakar, ada Umar.
- Nah, waktu Rasulullah menyiapkan
- pasukan kurang lebih ada 3.000 orang
- waktu
- itu.
- Eh, pasukan sudah bersiap-siap, sudah di
- satu perbatasan, di satu lapangan khusus
- akan berangkat. Terdengar berita
- Rasulullah
- sakit. Maka
- Usamah memberhentikan seluruh
- pasukannya.
- Karena Rasulullah terdengar sakit parah.
- Enggak lama berita sampai Rasul wafat.
- Akhirnya pasukan Usamah enggak jadi
- berangkat bertahan di satu tempat dan
- Usamah
- akhirnya mengikuti proses
- ya proses apa itu ya penguburan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Akhirnya setelah selesai penguburan
- Rasul dan Abu Bakar diangkat jadi
- khalifah, kemudian Abu Bakar berkata,
- kata Abu
- Bakar, "Kita sekarang akan melanjutkan
- pasukan Usamah untuk
- berangkat." Nah, terjadi sasus di
- belakang. H
- lah, kenapa dilanjutin?
- kecuali pimpinannya diganti. Ah,
- gitu. Siapa yang
- ngomong?
- Ternyata orang-orang pada
- membisikkan supaya Umar yang ngomong.
- Umar yang ngomong. Nah, waktu kalimat
- itu
- terdengar boleh berangkat tapi
- pimpinannya diganti. Padahal waktu itu
- Abu Bakar sedang duduk. Begitu mendengar
- kalimat itu, lalu dia berdiri dan dia
- loncat lalu menggenggam jenggotnya Umar
- bin Khattab. Dipegang sama dia. Apa
- kalimatnya? Apakah engkau harus memaksa
- saya orang yang telah ditetapkan oleh
- nama sebagai pemimpin?
- Sekiranya harimau menerkam
- saya untuk saya melepas dia, tidak akan
- saya lepas. Tetap dia akan dianggap
- sebagai
- panglima.
- Akhirnya Umar
- melarot. Akhirnya kata Abu Bakar, "Tetap
- pasukan
- diberangkatkan." Terus Abu Bakar
- mendekati Usamah.
- Usamah saya minta
- izin biar Umar enggak usah berangkat ya.
- Ustaz mah Umar mah sudah di sini dengan
- saya untuk memikirkan masalah-masalah.
- Oh ya terserah kan yang punya hak
- khalifah. Ya saya tahulah.
- Bahkan waktu itu dia sedang berduaan
- berjalan Usama di atas kendaraan Abu
- Bakar di jalan
- kaki. Waktu itu Usamah merasa saya anak
- buahnya pimpinannya jalan kaki. Akhirnya
- diperkan, "Anda di atas wahai khalifah."
- Kata bukan enggak enggak ente di
- atas. Nah, saya mah pengin menikmati aja
- biar kaki saya kena debu. Nah, karena
- barang siapa yang kakinya kena debu
- fisabilillah, Allah akan menghalangi
- sentuhan api neraka. Cuma itu
- aja. Selesai, akhirnya Usamah berangkat
- kemadan juang. Abu Bakar bersama Umar
- mengendalikan urusan kepemimpinan di
- Madinah. Sampailah di satu tempat yang
- namanya
- Ubna. Wah, ternyata daerah itu dekat
- dengan Gajah Palestina.
- He. Begitu mendengar kaisar
- Romawi bahwa pasukan Arab sudah sampai,
- dia kalangkabut.
- Ah, gimana nih pasukan Arab? Katanya
- enggak ada kekuatan, apalagi nabinya
- mati. Ini madinya, nabinya mati, pasukan
- tempurnya masih datang juga ke sini. Ya,
- katanya.
- Berarti ini pasukan Muhammad ini enggak
- sembarangan
- ini. Wah, jadi dia terkecooh dengan
- masalah masalah yang lain. Kalau sudah
- komando siap berangkat
- berangkat. Nah, di situ akhirnya
- apa? Karena
- dulu ayahnya kan meninggal di daerah
- situ.
- Nah, daerah situ akhirnya diamankan dulu
- oleh Usamah bin Zaid.
- Kemudian enggak jauh dari tempat itu
- terjadilah peperangan yang dahsyat
- antara pasukan Romawi dengan pasukan
- Usamah bin Zaid. Qadarullah dengan
- takdir Allah pasukan Roma mundur kabur
- ngacir lihat pasukan muslimin dengan
- gagah perkasa. Akhirnya beberapa sahabat
- berkata, "Belum pernah kami melaksanakan
- perang mendapatkan gonimah sebanyak
- itu?" H.
- Kenapa? Itu harta gonimah sampai
- melimpah
- ruah. Bayangkan
- coba ada orang yang mendapatkan dinarnya
- saja paling sedikit itu ada yang
- mendapatkan 5.000 dinar. 5.000 dinar.
- 1 dinar. Kalau sekarang itu berapa?
- R5uta ya. 5.000 dinar berapa coba? Kali
- coba 5.000* R5uta. Wah miliaran itu.
- Saking banyaknya itu gonimah. Wuh
- masyaallah belum dari yang lainnya. Maka
- kata sahabat belum pernah ada gonima
- sebesar itu. Yait gonima yang waktu
- didapatkan dari perang yang dipimpin
- oleh Usamah bin Zaid.
- Selesai peristiwa itu, maka kepemimpinan
- terus berlanjut dipimpin oleh Abu Bakar.
- Nah, enggak lama Abu Bakar cuma 2 tahun
- diganti oleh Umar bin Khattab. Nah, Umar
- bin Khattab sering membagikan harta
- kekayaan kepada sahabat sesuai dengan
- perannya,
- jasanya.
- Pokoknya pada satu saat Umar bin Khattab
- membagi-bagikan ee gaji istilah
- kitanya termasuk anaknya Abdullah bin
- Umar. Waktu di
- pembagian kaget.
- Abdullah bin Umar dikasih Rp3.000,
- R000 Usamaah
- dikasih 4.000. Beda beda. Datanglah dia.
- Ayah
- loh kok saya dikasih sekian Usamah
- dikasih sekian. Ya bedalah. Kenapa beda?
- Coba aja perikan ayah
- dia orang yang disayangi oleh Rasulullah
- daripada ayah kamu. Maksudnya ayahnya
- beliau sendiri. Nah, jadi kalau saya
- mengasih dia karena saya ngikuti
- Rasulullah, dia lebih dicintai oleh
- Rasulullah daripada
- kamu. Ah, maka Ibnu Umar ya dah katanya.
- Jadi kalau saya melebihkan dia karena
- dia dilebihkan oleh Nabi
- dan Nabi sangat sayang kepada ayahnya
- juga sama
- dia. Jadi setiap ada orang kritikan
- dijawab sama Umar bin Khattab. Jadi dia
- hanya mengikuti apa yang Rasulullah
- lakukan. Nah, bagaimana Rasulullah
- mencintai Usamah bin Zaid. Nah, enggak
- lama kemudian Umar wafat kemudian
- diganti oleh Utsman. Nah, Utsman juga
- enggak lama wafat diganti oleh Ali.
- terjadi perselisihan besar antara kaum
- muslimin, yaitu perselisihan antara Ali
- dengan Muawiyah.
- Di situ
- kan Usamah bin Zaid masih
- hidup. Akhirnya beliau ke Ali enggak?
- Ke Muawiyah. Ke Muawiyah. Kenapa? Ah,
- ingat dia orang-orang muslim kata dia.
- Jadi kalau saya sekarang punya ikut
- kepada salah satu pasti saya akan
- membunuh orang katanya. Enggak ah. Saya
- netral aja. Netral aja dah. Karena apa?
- Saya ingat pesan Rasul. He saya
- dimarahin. Bagaimana kamu sampai
- membunuh orang yang sudah bersyahadat?
- Kalau enggak yakin kenapa kamu tidak
- bongkar aja hatinya, tidak bedah aja
- dadanya biar tahu dalamnya. Enggak kata
- enggak katanya. Padahal kata Usamah,
- "Saya melihat yang benar itu Ali bukan
- Muawiyah." He artinya secara ilmu yang
- dia ketahui siapa yang paling benar
- keyakinan yang dipegang Aliah atau yang
- dipegang Muawiyah. Dia berkata Ali yang
- benar. Kenapa? Karena Ali melaksanakan
- pemerintahan atau melaksanakan
- keimarahan berdasarkan syura. Tidak
- kehendak
- sendiri. Nah, sementara Muawiyah waktu
- itu karena ada
- ego, dia tidak mau dipimpin oleh a alim.
- Ee tapi di situlah Usamah bin Zaid
- akhirnya tidak ikut ke mana-mana. Nah,
- pada tahun 54
- Hijriah dia
- rindu ingat
- bapaknya, ingat Rasulullah, ingat
- sahabat-sahabat sudah mendahuluinya.
- Maka dengan izin Allah pada satu saat
- beliau dipanggil oleh Allah dalam
- keadaan Allah rida dan dia pun rida pada
- Allah. Itulah Usamah bin Zaid, Hub Ibnul
- Hub, kesayangan anak kesayangan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Demikian walhamdulillah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian kisah
- sahabat Usamah bin Zaid yaitu putranya
- dari Zaid bin Haritah ya yang sangat
- disayang oleh Rasul dengan julukannya
- khub ibnul khub telah disampaikan oleh
- Ustaz Komin Basuni di pagi hari ini. Dan
- yang ingin bergabung silakan Anda bisa
- pergunakan Lsapp kami di
- 0811999720 ataupun telepon kami di
- 0218451512. Kami segera kembali.
- Hu
- hilv Islam yang
- satuor untuk Islam yang satu. Masih
- bersama kami Iwan Nawas di acara sira
- Sahabat. Untuk Anda ee para pendengar
- kami yang ada di kawasan Sukabumi di
- Semarang, Batam, Banyuwangi, Pontianak,
- di Magelang, di Banyuiru, di Palembang
- juga Anda di manaun berada yang bisa
- menyimak kami melalui streaming kami di
- www.radiosat.com. Kita t bersama-sama di
- acara Siro Sahabat bersama Ustaz Komudin
- Basyuni dengan kisah sahabat Usamah bin
- Zaid atau dengan julukan Hub Ibnu Hub,
- anak kesayangan Ustaz ya. Dan sudah ada
- pertanyaan yang masuk Ustaz. Heeh. Kita
- langsung saja. Langsung yang pertama
- datang dari Bapak Hadi di Jampang,
- Sukabumi. Masyaallah. Kumaha daerah
- Jambang Sae?
- Ini bertanya, "Assalamualaikum, Ustaz.
- Jika Usamah bin Zaid disuruh belah dada
- oleh Rasul karena beliau murka,
- bagaimana dengan Hindun yang telah
- membelah dada Hamzah dan mencabik
- jantungnya? Beliau saja memaafkan
- Hindun. Bagaimana dengan bagaimana
- menurut Ustaz?
- Siapa namanya? Bapak Hadi Hadi. Hadi
- ya. Waalaikumsalam, Pak Hadi. Ya, jadi
- kasus yang terjadi di
- depan Usamah bin Zaid dengan kasus yang
- terjadi pada diri Hindun itu beda ya.
- Kalau
- kasus Usamah bin Zaid itu kan Rasul
- pertama setelah mengirim beliau sebagai
- pasukan, maka Rasul kan minta laporan.
- I. Nah, waktu beliau melaporkan ada
- seseorang yang
- kelihatannya terkepung dan dia
- akhirnya kelihatan masih ada
- bercak-bercak apa darah di tangannya.
- kelihatan dia apa agak
- grogi. Maka ketemu Zaid dia bersyahadat.
- H maka pikiran Zaid nah jangan-jangan
- dia taktik aja biar terselamatkan
- dirinya. Nah, karena dia seperti itu,
- maka saya bunuh dia. Nah, Rasul begitu
- dengar bunuh saya, saya membunuh dia
- marah. Jadi kalau gitu kenapa kamu tidak
- bedah aja dadanya?
- Nah, ini membuktikan. Jadi, kalau
- seseorang sudah
- mengucapkan gak perlu lagi kita
- mengorek-ngorek dalamnya. He. Kita
- hukumnya apa? Yang zahirnya saja. Lihat
- kan kalau urusan jiwa, urusan hati itu
- bukan urusan kita. Jadi kita disuruh
- oleh Allah dan Rasulnya menghukum itu
- yang
- zahir ya. Kalau zahirnya A ya a masa
- orang bicara B kita bilang A ya yang
- zahir aja. Nah sementara masalah yang
- berkaitan dengan Hindun itu lain urusan
- beda masalah. Beda kasus ya. Kasusnya
- beda dan peristiwanya juga jauh beda.
- Kalau peristiwa Hindun kan peristiwa di
- perang Uhud. Iya. Nah, dan itu peristiwa
- Uhud. Peristiwa yang disebut dalam
- sejarah itu peperangan yang menuntut
- balas dendam. He.
- Uhud. Dan Rasul pada waktu kejadian
- Rasul tidak tahu. Itu pun Rasul tahunya
- karena Rasul minta
- laporan kepada siapa?
- kepada
- Wahsi. Jadi waktu Rasulullah diberitakan
- bahwa Hamzah
- wafat
- kemudian dicari wajah jasad Hamzah
- ternyata sudah masyaallah sudah
- hidungnya sudah enggak ada, telinga gak
- ada, mata sudah dicokel, dada dibelah
- Rasulullah geram. Ya, tapi bagaimanalah
- ya sudah dia sudah kembali pada Allah.
- Tapi Rasul diberitahu pembunuhannya
- siapa? Wahsyi. Nah, ini yang
- memperlakukan itu siapa? Hindun. Heeh.
- Maka salah satunya
- perempuan pada saat Rasul membebaskan
- kota Makkah yang akan kena hukum pancung
- Hindun. He. Pokoknya orang ini kata
- Nabi, "Bagaimanapun usaha tangkap bunuh
- karena dia telah melukai hati
- Rasulullah."
- Karena Hamzah diperlakukan seperti itu.
- Tapi apa yang terjadi? Enggak.
- Waktu Hindun dicari oleh para sahabat
- enggak ketemu-ketemu. Tiba-tiba pada
- saat baiatun nisa, baiat kaum wanita,
- Hindun muncul di tengah-tengah mereka
- dan kemunculannya enggak ada yang tahu.
- Kenapa? Karena dia memakai cadar.
- Kan enggak kelihatan wajahnya. Iya. Nah,
- tahunya apa? Pada saat Rasulullah
- menyampaikan nasihat, di antaranya kata
- Rasulullah, "Kalian yang sudah
- menyatakan baiat kepada aku, jangan
- kalian
- mencuri." Ngacung dia. "Ya Rasulullah,
- bagaimana kalau seorang suami memberikan
- nafkah kepada istri?" Kurang.
- Nah, akhirnya saya sebagai istri, anak
- saya masih ada, kebutuhan masih ada.
- Akhirnya saya nyarilah, ketemulah di
- kantong suami saya. Saya
- ambil apa itu nyuri. H
- begitu dia ngomong itu Abu Sufyan ada di
- situ. Ketawa Abu Sufyan. Nah, kamu ya
- kata Abu Sufyan, ya dah enggak apa-apa
- dah. Rasul ketawa. Emang siapa itu?
- Ternyata kata Bu, ini istri saya. Hah?
- Padahal itu dia sedang dicari-cari itu
- Hindun itu ca tiba-tiba dia nyelusup
- masuk ke tengah-tengah orang-orang yang
- mau menyatakan masuk Islamnya itu malam
- itu baiatun nisa akhirnya akhirnya dia
- aman kan tuh itu kan kasusnya
- beda itu peristiwa Hindun dibebaskan
- diimampkan oleh Nabi itu setahu sekian
- tahun sudah lama itu kan peristiwa Uhud
- tahun ketiga. Sedangkan pembebasan kota
- Makkah yaitu pada tahun ke-8 terjadinya.
- Tahun 8 kan jauh berapa tahun tuh? 5
- tahun ya. Nah, sementara peristiwa ini
- siapa tadi? Usamah bin Zaid. Itu
- peristiwa yaitu ee sebelum peristiwa
- Khond.
- Itulah perbedaannya. Demikian itu
- membuat Usama jadi ee taat untuk tidak
- membunuh lagi. Ustaz Iya. Baik. Setelah
- itu kita beralih ke pertanyaan
- selanjutnya dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullah.
- Oh, ada telepon yang masuk. Nah,
- silakan. Halo.
- Asalamualaikum. Halo.
- Asalamualaikum. Silakan kalau mau
- bergabung di
- 0218451512. Kembali ke SMS selanjutnya
- dari hamba Allah. Pak Ustaz, dalam
- sebuah peperangan, kenapa yang dijadikan
- panglima perang adalah Usamah? bin Jid
- padahal usianya masih muda di antara
- para sahabat yang lain seperti Umar.
- Apakah ada kecemuruan dari para sahabat
- yang lainnya, Ustaz? Iya, itu tadi kan
- sudah saya singgung sedikit itu sudah
- ada kecemburuan. Heeh. Tapi Rasulullah
- akan merubah akan merubah mindset yang
- selama ini pemimpin itu harus
- orang-orang yang senior. Maka Rasulullah
- mencoba ternyata bisa anak muda pun
- memimpin pasukan.
- Akhirnya benar apa yang Rasulullah
- hidam-hidamkan itu dan terjadi dan apa
- yang Rasulullah inginkan itu pasukan
- Usama itu justru menggembirakan bisa
- mendapatkan gonimah yang banyak dan
- kemenangan yang apa yang sangat
- melimpah. Jadi apa yang Rasulullah
- lakukan ternyata memang sudah
- dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi ini juga memberikan isyarat
- kepada kita. Jadi apabila ada anak muda
- ya diberi kepercayaan
- udah kita husnudan aja ya. Kalau ada
- kekurangan tinggal kita bantu.
- Artinya sudah saatnya negeri ini
- dipimpin oleh anak-anak muda lah. Tapi
- tentunya anak muda yang berilmu, yang
- berkompeten ya. Anak muda yang punya
- kompeten, anak muda yang punya dedikasi
- tinggi, anak muda yang punya ruhul jihad
- yang seperti siapa? Usamah bin Zaid.
- Demikian itu juga dia jadi panglima
- perang di usia sebelum 20 tahun, Ustaz.
- Ya, sebelum 20 tahun sebelum lengkap
- usia 20 sudah jadi komandan tempur. Luar
- biasa itu. Masyaallah. Baik, selanjutnya
- dari Bapak Zaki di Bekasi.
- Asalamualaikum Ustaz Komasyuni.
- Waalaikumsalam Pak Zaki. Pak Ustaz,
- kalau melihat pernikahan para sahabat
- kenapa selalu tidak jauh dari keluarga
- para sahabat itu sendiri? Apakah ada
- sahabat yang menikah dengan orang di
- luar kaumnya atau orang di luar Arab
- gitu
- ya? Buktinya adalah sekalipun tidak
- biasa ya. Tapi ada juga memang
- kebanyakan kalau orang daerah ke orang
- daerah, orang kota ke orang kota
- sekupulah istilahnya sekupul tapi tidak
- mesti harus begitu. Ada juga yang
- keluarlah dari kebiasaan tapi ini pun
- tidak menyimpang. Selama itu memang
- terjadinya karena apa? karena matalakum
- karena cocok dengan keinginannya ya
- silakan enggak dilarang. Pokoknya selama
- itu tidak membuat bahwa pernikahan itu
- tidak ada hubungannya semuanya dengan ee
- yang diharamkan. Seperti adik kakak yang
- satu di Amerika,
- adiknya yang satu di Rusia kan jauh tuh
- atau di Indonesia. Begit waktu dipisah
- masih kecil begitu besar sudah dewasa.
- He. Terus timbul apa? Rasa-rasa cinta.
- Ternyata apa? Ternyata saudaranya. Nah,
- itu enggak boleh itu. Jadi, ya ada
- pernikahan yang dilarang seperti
- pernikahan karena hubungan susu itu
- enggak boleh. Itu sekalipun orang lawar,
- tapi kalau dia pernah satu susu itu
- enggak boleh. Enggak boleh.
- Jadi harus menghindarkan diri dari
- hal-hal yang dilarang oleh Allah. Ya,
- tapi kalau umpamanya tidak ada hubungan
- boleh.
- Boleh. Bukan orang luar negeri boleh.
- Orang luar negeri boleh, orang luar
- negeri boleh, orang dalam negeri juga
- boleh. Yang penting dia tidak ada
- hubungan sedarah atau disebut muhrim.
- Mukhrim. Ya. Iya. Demikian. Baik,
- kembali ke pertanyaan selanjutnya. Ini
- tidak menyertakan nama dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Di luar
- tema, Ustaz. Ee ee banyak yang bilang
- kalau hijrah itu mudah, tapi
- istikamahnya yang susah, Ustaz. Banyak
- sekali godaannya. Apalagi di zaman
- sekarang. Bagaimana menyikapi hal
- tersebut, Ustaz? He,
- ya betul. Hijrah memang mudah diucapkan
- ya.
- Bahkan sering kita juga melihat,
- menyaksikan saya hijrah ini dari tidak
- berjilbab kepada berjilbab. Ya, yang
- tadinya tidak istikamah jadi istikamah.
- Cuma kan
- maksudnya komitmen apa enggak. Nah, nah
- di sini memang ada dua, ada yang
- komitmen, ada yang setengah komitmen.
- Setengah-setengah ya, setengah-setengah.
- Nah, kita Islam menghendaki ya sempurna
- ya. Nah, namanya manusia kan tergantung
- akidahnya, tergantung ilmunya,
- tergantung apa yang dia hadapi. Maka di
- sinilah perlunya pembinaan. Jadi tidak
- hanya sekedar hijrah, ini harus ada
- seperti apa? Lihat aja petani. Heeh.
- Petani itu kalau menanam sesuatu itu
- enggak lurjun. Iya. Diraw enggak begitu
- ditanam lalu dibiak enggak diurus,
- dirawat, disiram, dikasih pupuk. Begitu
- juga manusia. Kalau kita sudah hijrah
- itu juga jangan berkata sudah cukup.
- Sementara usaha pendalaman ilmu enggak
- ada, kajian ilmu enggak ada enggak bisa.
- Dari harus ada perawatan ya.
- kajiannya, pembinaan akidahnya,
- akhlaknya, ibadahnya itu harus
- terus-menerus. Insyaallah kalau demikian
- itu akan terawat imannya dan
- istikamahnya akan terus. H biasanya
- orang yang tiba-tiba gr terus hilang.
- Nah, karena di tengah jalannya enggak
- ada enggak ada pembinaan. Nah, maka
- perlunya ada pembinaan yang oleh Allah
- disebutkan tawasau bilhaqi wa tawasau
- bisriw marham. Demikian ya. Jangan
- sampai hijrah musiman ya, semusim doang.
- Setelah itu balik lagi, hilang lagi
- dirawat dan sampai ee ajam tiba, Ustaz.
- Ya. Selanjutnya dari hamba Allah di
- 0821155. Sekian seekian. Asalamualaikum,
- Ustaz. Waalaikumsalam. Setelah berjanji
- Usamah untuk tidak membunuh lagi,
- bagaimana Usamah dalam melakukan
- perang? Berarti membunuh juga katanya.
- Ya. Jadi Usama itu berjanji tidak akan
- membunuh kepada orang yang muslim. Nah,
- orang yang sudah syahadat. Tapi kalau
- orang yang belum syahadat ya dilawan
- terus. Lagi itu ya. Ya. Contohnya waktu
- pasukan dikirim oleh Abu Bakar kan
- itu kejadiannya sebelumnya. Tapi kenapa
- beliau sampai memimpin perang? Karena
- yang dihadapi orang bukan orang
- bersyahadat. Justru orang yang menyerang
- syahadat itu yang tidak mau kalimah
- Allah tegak. Yang tidak mau dipimpin
- oleh kalimat lailahaillallah itu Usamah
- bin Zaid. Ya. Jadi dia bukan sejak itu
- enggak mau perang. Bukan begitu
- maksudnya. Kalau yang dihadapi sesama
- muslim. Nah, orang yang bersyahadat dia
- enggak mau. Buktinya di zaman Ali dia ke
- Ali tidak enggak ke Muawiyah enggak.
- Kenapa? Ingat Rasul berkata pokoknya
- begitu saya ditegur pokoknya saya sudah
- berjanji enggak akan mau lagilah pedang
- saya saya gunakan kepada sesama muslim.
- He. Dan Ali pun tidak marah enggak?
- Heeh. Ya. Demikian. Baik
- dari Ibu Sari. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ini yang
- terakhir, Ustaz, ya. Kita diberikan
- waktu. Iya. Ini mengenai gonimah. Kenapa
- pada zaman dulu ada istilah gonimah
- perang? Apakah perang membawa harta
- benda juga, Ustaz? Iya, ya benarlah.
- Syariat Allah pasti ada dampak
- manfaatnya.
- Maka Allah menurunkan surah Al-Anfal itu
- surah harta rampasan maksudnya
- goniman. Nah, Allah mengatakan
- yasalunail anfal qulil anfal lillahi war
- rasul. Nah, untuk rasulnya itu alkumus
- seperlima. Jadi kalau umpamanya sekarang
- dalam peperangan dapat R juta. I ha maka
- 2 juta itu seperlimanya berarti kan 10.
- Iya.
- Apa juta kalau 1/5 kan 1/5limanya jadi
- berapa? Kalau R1 juta 1/5-nya
- 200 200 kan? Nah berarti kalau Rp1 juta
- 200 untuk Rasul tuh. Nah, sisanya kan
- 800 tuh baru dibagikan sama yang lain.
- Nah, itu khumus namanya. Itu ada
- aturannya ya. Ada aturannya.
- Dan bagaimana kalau umpamanya sekarang
- sudah dibagi, tapi yang dibagi bentuknya
- bukan harta. Hm. Benda. Nah, benda atau
- orang. He. Maka Rasul
- menawarkan kepada orang yang ditawan.
- Nah, kamu kan ditawan nih, kamu mau
- bebas apa mau nebus diri. Nah, kamu mau
- nebus silakan. Tapi kalau kamu mau nebus
- enggak punya, enggak punya biaya, enggak
- punya uang, boleh. Kamu harus menembus
- dengan ilmumu. Maka waktu perang Badar,
- beberapa orang ada yang menyanggup
- menebus diri seperti Abbas. Hm. Itu
- menebus diri bebas. Ada orang yang tidak
- berani karena enggak punya harta menebus
- dengan ilmu. Maka beberapa orang ada
- yang mengajar anak sahabat. Jadi satu
- tawanan mengajar 10 orang. Nah, jadi apa
- saja yang bisa berdampak manfaat bagi
- kaum muslimin diambil ilmunya ke
- pengetahuannya sehingga tidak sia-sia.
- Jadi banyak macam ee gonimah. Jadi kalau
- genimah didapatkan dari seseorang dengan
- seorang pokoknya nih terjadi perang duel
- nih ya. He itu harta orang duel kalah
- nih musuh itu yang berhak yang melawan
- ini. Iya yang menang itu ya. Yang menang
- itu ya enggak boleh yang lain ngambil
- karena dia yang melawan. Nah itu namanya
- salab. Salab. Heeh. Salab artinya hasil
- pertandingan. Tapi kalau peperangan
- ramai nih berjamaah 1000 lawan 1000 kan.
- banyak itu. Nah, itu namanya gonimah.
- Nah, nanti Rasul yang ngatur. Nah,
- dikumpulkan semua sampai tali sepatu pun
- dikumpulkan. Ee sepatu satu A
- dikumpulkan di situ. Barangkali ada
- contohnya yang pokoknya baru setelah itu
- nanti
- diatur. Seperti itu contohnya. Semua
- harta benda yang dibawa pokoknya di pas
- dikumpulkan dulu. Sudah itu baru
- dibagikan. Jadi itu aturan apa yang
- disebut namanya gonimah yang di dalamnya
- ada yang disebut juga salab, ada juga
- yang disebut namanya fe harta V ya cuma
- bedanya kalau V tidak terjadi
- peperangan. He. Jadi mereka yang mau
- melawannya kabur duluan hartanya
- diambil. Nah itu F demikian ya. Baik
- kita dibatas waktu Ustaz mungkin ada
- yang disimpulkan terakhir cukup. He
- cukup. Oh ada. Oh sebelum pamit mungkin
- ada pelampon terakhir iya silakan.
- Sudah. Asalamualaikum Ustaz. I
- waalaikumsalam. Dengan siapa? Di mana,
- Pak? Dari Ustaz. Dari Pak Syarif di
- Depok nih. Pak Syarif. Silakan Pak
- Syarif. I. Baik Ustaz. Sedikit sebelum
- saya nanya ada pertanyaan yang barusan
- dijawab ada belum dijawab kelihatannya
- nih. Iya. Itu ghanimah kok dibawa ke
- dalam perang. Apakah apakah peralatan
- perang atau memang duit dinar pada
- dikantongin semua apa para askar itu.
- Itu satu, Ustaz. Yang ingin saya begini
- ini sedikit menyimpang sekitar ee
- kisah-kisah para sahabat ini, Ustaz. Itu
- saya melihat ee kecuali Abu Bakar ee
- Umar, Utsman dan Ali itu
- berdarah-darah ee meninggalnya. I apakah
- ini merupakan lambang sebuah dan dan
- orang-orang kebanyakan orang nonmuslim
- kan melihat Islam ini ee sangat apa ya
- kental dengan kekerasan. Apakah ada
- kesan seperti itu? Ee Pak Kiai ee saya
- melihat hanya Abu Bakar yang tidak
- meninggal secara wajar sementara
- Umar, Utsman, Ali. He malahan kalau kita
- melihat Ali dibunuh oleh Alhafid 30 juz
- malahan pada saat ee Muawiyah. Baik,
- terima kasih. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Baik, Pak yang selama
- ini terngiang terbesit dalam pikiran
- kita oleh orang-orang Barat digambarkan
- Islam berkembang karena pedang. Hm. Ini
- adalah satu pemikiran yang keliru dan
- ini salah. Islam tidak berkembang dengan
- kekerasan. Dan siapa itu? Ternyata saya
- pernah membaca satu buku dengan judul
- yaitu Islam tersebar dengan kekerasaan.
- Ternyata ini orientalis yang
- menyebarkan. He. Islam enggak begitu.
- Kalaupun terjadi peperangan itu begitu
- peperangan terjadi Rasul mengumumkan
- tiga hal. Pertama, sampaikan sebelum
- peperangan dakwah Islam. Kalau Islam
- disampaikan mereka tidak mau, maka yang
- kedua kalau kalian tidak mau kalian
- harus bayar jijiah.
- Jijah. Kalau yang kedua mereka tidak mau
- bayar jijah baru terjadi peperangan.
- Nah, jadi enggak langsung tiba-tiba
- ketemu langsung gedebug enggak atau breg
- perang enggak. Jadi ada tahap-tahapan.
- Nah, kenapa beberapa sahabat wafat
- seolah-olah
- terjadi pendarahan? Ini juga perlu
- dikoreksi pendarahan dalam sisi apa? H
- Abu Bakar wafat bukan karena dalam
- peperangan sakit. Hm. Umar wafat bukan
- dalam
- peperangan.
- Beliau dibunuh.
- Bukan perang itu waktu salat subuh. Iya.
- Umar. Kemudian
- Utsman beliau wafat karena apa? Karena
- rumahnya
- diserbu. Bukan Utsman yang menyerbu
- bukan. Para pendemo. Pendemo. Heeh.
- Masuk ke rumah Utsman dan akhirnya
- mereka membunuh Utsman. Nah, jadi memang
- ada latar belakang di belakangnya siapa
- ya? Setan laknatullah yang menggerakkan
- itu Utsman. Kemudian Ali. Ali juga
- sama. Ada orang yang tidak suka dengan
- perkembangan Islam. Akhirnya muncullah
- kelompok Khawarij. Nah, Khawarij inilah
- yang tidak ikut ke sana kemari, ke Ali
- enggak, ke Muawiyah enggak. Akhirnya dia
- berdiri sendiri dan dia bertindak semua.
- Nah, ini hal-hal yang perlu kita
- luruskan.
- Jadi Rasulullah mengatakan dalam
- sabdanya, kata Rasulullah, innal islama
- badaa goriban. Islam itu muncul awalnya
- asing, aneh wasayaudu goriban. Dan dia
- akan muncul kembali dalam keadaan asing.
- Artinya hal-hal yang sifat yang sifatnya
- asing, yang sifatnya aneh, pasti orang
- akan
- termangu-mangu. Artinya kok begini.
- Ahah. Ya, itulah bentuk asi kehadiran
- Islam itu indah. Awalnya
- kagum. Kata Rasulullah, kekagungan umat
- Islam yang dulu pernah muncul akan
- kembali lagi. Jadi kalau ada orang
- terpikirkan oleh dia Islam tersebar
- karena pedang ee ini adalah satu berita
- hoak. Saya katakan hoak. H. Berita palsu
- ya. Ya. Palsu ini. Kenapa?
- Kalau Islam masuk dalam keadaan
- pedang atau masuk ke satu daerah dengan
- peperangan kalau gitu terus bagaimana
- Islam datang ke Indonesia? Pernah enggak
- terjadi berita Islam datang ke Indonesia
- melati peperangan? Enggak ada. Enggak
- ada. Justru Islam masuk ke Indonesia
- dengan damai dengan para aulia, para
- wali. Para wali. Ya, itu di antaranya
- termasuk lagi negeri Yaman. Islam masuk
- ke Yaman bukan dengan peperangan, justru
- dengan surat yang dikirimkan oleh Nabi
- ke Raja Parsi. Raja Parsi setelah
- membaca lalu merobeknya surat Nabi.
- Kemudian Raja Parsi memberikan instruksi
- kepada Raja Yaman untuk mengambil orang
- yang nulis surat kepada Nabi. Ternyata
- begitu pasukan atau dari kerajaan Parsi
- datang ke Yaman, raja Yaman lalu
- melaksanakan perintah atasannatnya.
- Begitu suruhan sampai ke Madinah,
- ternyata begitu ketemu dengan Nabi
- utusan dari Yaman, kata Nabi, "Ngapain
- kita pergi? Orangnya sudah mati tadi
- malam." "Lah yang benar?" Kata utusan
- dari
- Yaman. Bahkan bukan hanya itu, kata
- Nabi, "Kalau Raja Yaman ingin tetap jadi
- raja, syaratnya apa?" "Itut agama saya."
- Wah, kalau gitu boleh ditulis, boleh
- ditulis, kata Nabi. Akhirnya ditulis,
- akhirnya enggak jadi dia berangkat ke
- Parsi Nabi. Lalu dia pulang ke
- negerinya. Sampai negerinya diberitakan
- bahwa rajanya sudah mati katanya. Jadi,
- percuma juga datang ke sana. Kata Raja
- Yaman, kalau memang yang diucapkan itu
- benar, itu dia seorang nabi. Kalau salah
- ya wajar menyentuh berita. Ternyata apa?
- Setelah 3 hari utusan pulang dari
- Madinah ke Yaman, datang berita bahwa
- Raja Parsi meninggal. Ah, ternyata
- benar. Maka sejak itulah
- seluruh orang-orang besar Yaman termasuk
- ayatnya mengucapkan dua kalimah
- syahadat. Jadi itulah jadi negeri Yaman
- itu masuk Islam itu karena apa? Dakwah
- melewati surat Nabi yang digerakkan
- dengan ruh. Demikian. Baik, Ustaz.
- Terima kasih atas ilmu dan cerita kisah
- sahabatnya di pagi hari ini mengenai
- sahabat Usamah bin Zaid yang telah
- diceritakan semoga dapat menambah ilmu
- agama kita juga menambah iman dan takwa
- kita kepada Allah subhanahu wa taala.
- Saya ditemani Odi dan juga Hafiz Nur
- pamit. Subhanakallahumma wabihamdika
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.