Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:08 [musik] 0:12 Brail [musik] 0:14 TV. 0:21 Bismillahirrahmanirrahim. 0:22 Alhamdulillahiabbil alamin hamdan thiban 0:25 mubarokan fama yuhibuna waard. Allahumma 0:29 shalli ala sayyidina Muhammad wa ali 0:31 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:33 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:35 akhwat pendengar radio silaturahim dan 0:37 juga pemirsa Rasil Visual yang dirahmati 0:40 Allah. Semoga kabar Anda sehat di malam 0:42 hari ini. Kita kembali berjumpa 0:45 alhamdulillah di malam hari ini di acara 0:47 renungan Qolbu bersama Ustaz Rahmatullah 0:51 dan alhamdulillah beliau telah hadir di 0:53 studio. Kita sapa saja ikhwan akhwat. 0:55 Asalamualaikum warahmatullahi 0:56 wabarakatuh, Ustaz. 0:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:58 wabarakatuh. 0:59 Sehat, Ustaz? Ya, kabarnya 1:00 alhamdulillah. 1:01 Alhamdulillah. Hari ini kita akan 1:03 membahas tema mengenai kemusyrikan 1:06 karena mengikuti prasangka. Jadi 1:10 prasangka 1:12 seperti apa bentuknya, Ustaz, yang bisa 1:13 membuat kita terjerumus kepada 1:15 kemusyrusikan itu, Pak Ustaz? 1:17 Iya. [berdehem] 1:19 Jadi ee prasangka itu diawali dari satu 1:24 analogi, ya. Analogi ya. Analogi 1:28 ee contohnya begini. 1:32 Ee Nabi Sulaiman itu 1:35 kan punya tentara dari jin. 1:37 Heeh. Hm. 1:39 Ya, kalau saja Nabi Sulaiman itu 1:43 tentaranya adalah jin, maka ya kita 1:46 boleh 1:47 boleh dong mempergunakan jin. 1:49 Berarti penafsiran sendiri gitu mungkin 1:51 ya. 1:51 Iya. Jadi ah itu namanya zon, 1:53 berprasangka. 1:55 Iya. 1:56 Ee analogi-analogi semacam itu 1:59 sesungguhnya di kalangan masyarakat itu 2:01 banyak gitu. 2:02 Hm. ada yang menganalogikan, oh akan 2:06 sama aja dengan obat misalnya. 2:08 H 2:09 obat itu kan syarat saja, tapi yang 2:11 menyembuhkan Allah. Jadi analogi-analogi 2:13 yang seperti itu yang sesungguhnya 2:15 mengada-ada gitu. Hmm. 2:19 sehingga ee analogi yang semacam itu 2:23 yang begitu berkembang pesat di kalangan 2:26 masyarakat itu dan itu dianggap satu 2:29 kebenaran 2:30 padahal itu akan mencelakakan ya. 2:33 Iya. 2:34 Ketika nanti kecelakaannya di akhirat ya 2:39 sementara kita tidak bisa kembali lagi 2:41 ke dunia maka itu sesuatu yang sangat 2:44 fatal gitu. 2:47 sehingga 2:48 ee [mendengus] azan yang berprasangka 2:50 maka itu yang harus kita hindari. Nah, 2:54 kebalikan daripada zon itu ya artinya 2:57 satu kebenaran. 2:58 Kebenaran apa? Ya kebenaran Al-Qur'an. 3:01 Bersumber dari Al-Qur'an. 3:02 Iya, bersumber dari Al-Qur'an. Jadi 3:03 kalau Al-Qur'an itu melarang 3:06 gak usah pakai analogi lagi gitu. 3:08 Sudah jelas, 3:09 sudah samina wa gitu. 3:12 Jadi gak usah ditafsiri macam-macam yang 3:15 akan semakin nanti ee apa namanya ee 3:19 jauh dari kebenaran Allah gitu. 3:23 H sehingga dengan demikian ee azan ini 3:26 berprasangka ini ee merupakan satu 3:30 [mendengus] ee apa namanya ee 3:33 kemusyrikan yang dilakukan oleh manusia 3:36 yang banyak terjadi di kalangan 3:38 masyarakat awam ya. He. 3:40 Karena masyarakat awam itu yang dilihat 3:43 adalah oh ini ustaz, oh ini kiai, oh ini 3:47 pondok pesantren misalnya. 3:49 Ee padahal itu bukan merupakan satu 3:52 sumber ya. Yang jadi sumber kebenaran 3:56 itu bukan ustaz, bukan kiai, bukan 3:59 pesantren, tapi sumber kebenaran itu 4:02 adalah Al-Qur'anul Karim. Sepanjang 4:04 Al-Qur'anul Karim itu mengatakan benar, 4:07 maka kita tidak ee bisa menganalogikan, 4:12 mencari-cari alasan. Enggak bisa. 4:15 Kecuali kita samna wahanna gitu. Ee 4:19 barangkali itu yang dimaksudkan dengan 4:20 zon ya, berpras 4:21 berprasangka itu ya 4:23 kita harus menghindari ee berprasangka 4:26 yang bisa justru menjerutkan kita kepada 4:29 kemusyrikan ya, Ustaz. Ya. 4:30 I. Dan nanti akan menjelaskan lebih 4:32 lanjut lagiwat yang ingin bergabung juga 4:34 nanti silakan Anda bisa pergunakan 4:36 WhatsApp kami di 0811999720 4:41 ataupun di 0218451512. 4:45 Silakan, Ustaz. 4:46 Baik, terima kasih, Kang Fahri. 4:49 Bismillahirrahmanirrahim. 4:51 Asalamualaikum warahmatullahi 4:53 wabarakatuh. 4:58 Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi 5:01 khalaqal mauta wal hayata liyabaluakum 5:04 ayyukum ahsanu amalah wahual azizul 5:06 gfur. 5:08 Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna 5:11 muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma 5:13 sholli wasallim wabarik ala Muhammad wa 5:16 ala ali Muhammad wa. 5:21 Para pendengar 5:24 radio dan TV Rasil yang dimuliakan Allah 5:27 Subhanahu wa taala. 5:31 Marilah terlebih dahulu kita memanjatkan 5:33 puji syukur keadirat Allah Subhanahu wa 5:35 taala. 5:37 Allah telah banyak melimpahkan 5:41 keberkahan, kesehatan, keimanan. 5:44 Kita patut bersyukur ke hadirat Allah 5:47 Subhanahu wa taala. 5:49 Selawat serta salam semoga Allah 5:51 limpahkan kepada junjungan kita 5:53 Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi 5:54 wasallam, keluarga beliau, para 5:57 sahabatnya dan kepada kita sekalian. 5:59 Amin ya rabbal alamin. 6:04 Pada kesempatan kali ini kita masih akan 6:07 berbicara tentang kemusyrikan. 6:12 Karena sesungguhnya kemusyrikan ini 6:14 adalah merupakan satu dosa yang 6:17 terbesar. tidak ada yang lebih besar 6:20 daripada kemusyrikan. 6:22 Dan ketika 6:24 ee kita belum bertobat dari perbuatan 6:27 kemusyrikan ini, maka sesungguhnya ee 6:32 apa namanya? Tidak akan diampuni oleh 6:34 Allah Subhanahu wa taala. 6:40 Oleh karena kemusyrikan ini merupakan 6:42 satu dosa yang amat sangat besar. 6:47 Di mana kemusyrikan ini ada yang 6:51 terang-terangan, jelas-jelas musyrik 6:53 misalnya menyembah berhala. 6:58 Terus kemudian 7:00 ada yang samar-samar ya 7:05 dan ada yang bahkan tidak kelihatan sama 7:08 sekali. 7:11 Sehingga di sinilah peran Al-Qur'anul 7:13 Karim untuk memberikan pencerahan kepada 7:16 kita 7:18 bahwa kita akan selamat dari perbuatan 7:22 kemusyrikan. Ini yang menjadi acuan 7:26 kita. sumber pegangan kita adalah 7:28 Al-Qur'anul Karim. 7:32 Jadi bukan yang menjadi pegangan adalah 7:36 ee orang alim, 7:40 kiai, ustaz, 7:44 perguruan tinggi atau bahkan pondok 7:46 pesantren. Maka itu adalah bukan 7:49 merupakan satu sumber kebenaran. 7:54 Sumber kebenaran adalah Al-Qur'anul 7:56 Karim. Maka ketika Al-Qur'an mengatakan 7:59 bahwa ini adalah benar dan ini salah, 8:03 sudah jelas antara yang hak dengan yang 8:06 batil, maka kita sebagai hamba Allah 8:09 yang beriman kepadanya, tidak ada 8:13 jawaban lain kecuali samina waana. 8:21 Dan inilah sesungguhnya 8:25 sebagaimana pada pendahuluan tadi kami 8:28 sampaikan bahwa 8:30 analogi-analogi 8:33 yang menghasilkan satu prasangka atau 8:37 don di dalam bahasa Arabnya don 8:39 berprasangka. 8:43 Sekilas bahwa berprasangka atau don itu 8:47 secara logik masuk fikir ya, tapi tidak 8:51 masuk akal ya. [mendengus] 8:54 Jadi masuk akal dengan masuk pikir itu 8:57 berbeda. [berdehem] 8:59 Kalau masuk akal pasti benar. Kenapa 9:02 pasti benar? Karena semuanya adalah 9:04 dasarnya dari Al-Qur'anul Karim. Itu 9:06 yang dinamakan dengan masuk akal. 9:09 Tetapi ketika analogi-analogi yang 9:12 banyak dilakukan oleh kalangan 9:15 masyarakat awam, di mana yang menjadi 9:17 acuan mereka adalah oh ini kiai, oh ini 9:21 ee ustaz, oh ini ee pesantren, h maka 9:27 simbol-simbol itu yang dijadikan satu 9:29 referensi sumber kebenaran. 9:33 Padahal sesungguhnya itu tidak ada 9:35 jaminan. yang menjadi jaminan adalah 9:38 Al-Qur'anul Karim. 9:42 Sehingga analogi-analogi semacam itulah 9:44 yang banyak terjadi di kalangan 9:46 masyarakat. Dan bahkan ini adalah 9:48 merupakan sesuatu perbuatan yang 9:51 mayoritas banyak dilakukan oleh kalangan 9:54 manusia 9:58 bil khusus kepada masyarakat awam. 10:00 Karena masyarakat awam itu adalah yang 10:03 dilihat adalah oh ini ustaz, oh ini 10:06 kiai, oh ini pesantren, oh ini perguruan 10:08 tinggi. 10:10 Inilah sesungguhnya yang menjadikan 10:12 ee 10:14 pokok permasalahan sehingga menganggap 10:17 bahwa zon itu, prasangka itu adalah 10:20 benar. 10:22 Sebagai contoh misalnya 10:25 seperti apa yang sudah kami sampaikan 10:28 pada pendahuluan tadi misalnya masalah 10:32 ee masalah kemusyrikan 10:36 itu ee minta tolong kepada jin tidak 10:38 apa-apa. 10:41 Contoh misalnya bagaimana Nabi Sulaiman 10:43 yang mempunyai tentara 10:47 ee dari bangsa jin? 10:50 Kalau saja seorang nabi itu bisa 10:54 mempergunakan 10:56 ee bangsa jin, maka tentu kita sebagai 11:00 manusia biasa yang dapat apa 11:04 karena ada contoh gitu. H 11:08 maka inilah sesungguhnya yang dinamakan 11:11 tadi. Analogi-analogi yang semacam 11:14 inilah sesungguhnya yang banyak terjadi 11:16 di kalangan masyarakat. 11:20 Oh, tidak apa, tidak apa-apa. Megang ini 11:23 misalnya ee berupa keris 11:26 ini kan cuman perantara saja ya. Itu 11:30 bangsanya dulu ee apa namanya ee 11:36 pemimpin-pemimpin kita ya 11:40 banyak memegang ee keris atau cintin ya. 11:45 itu kan sebenarnya ya hanya prasyarat 11:48 saja, tapi ee tetap 11:52 ee segala sesuatunya itu 11:56 berpegang teguh kepada Allah Subhanahu 11:57 wa taala. Maka ini sesungguhnya itulah 11:59 yang dinamakan dengan donan. 12:03 Prasangka-prasangka 12:05 ya secara logika 12:08 sepertinya benar gitu tapi secara akal 12:12 maka itu adalah sangat fatal. 12:15 Karena ketika sesuatu itu dikatakan 12:20 masuk akal, maka yang dimaksudkan masuk 12:23 akal di situ adalah bahwa perbuatan kita 12:26 itu dibenarkan oleh Al-Qur'anul Karim. 12:29 Itulah yang dimaksudkan dengan masuk 12:30 akal. 12:33 Sementara masuk logika, 12:35 logis ya, masuk logika ya, maka itulah 12:39 sesungguhnya 12:41 ee ungkapan-ungkapan 12:44 yang dinamakan dengan berprasangka. 12:48 Dan itu hasil karya dari logika manusia 12:53 ya. Logika yang tempatnya di ubun-ubun. 12:57 Allah menyatakan nasiatin [berdehem] 12:59 kadibatinah. 13:01 Nasih ubun-ubun 13:04 ya 13:06 selalu berbuat dusta dan kesalahan. Nah, 13:10 sumbernya dari situ. Ee maka dan-zan 13:13 yang semacam itu ee 13:17 merupakan satu perbuatan kemusyrikan 13:21 yang bahkan bisa jadi sama sekali tidak 13:24 kelihatan. 13:26 karena itu di ee apa namanya ee 13:32 dengan perumpamaan-perumpamaan 13:34 yang memang masuk logik ya secara pikir 13:38 ee logik. 13:41 Nah, maka segala sesuatunya itu mari 13:44 kita harus kembalikan ke dalam 13:46 Al-Qur'anul Karim. Kebenaran itu 13:48 hanyalah Al-Qur'an. 13:51 Nah, kalau perubahan-perubahan tadi yang 13:54 sesungguhnya 13:56 mencari dalh untuk membenarkan 13:58 kemusyrikan, padahal Allah Subhanahu wa 14:01 taala sudah jelas di dalam surah Aljin 14:03 surah 72 ayat 6 jelas-jelas melarang 14:07 jangan meminta tolong kepada bangsa jin 14:10 karena itu akan menambah dosa dan 14:12 kesalahan. Jadi sudah jelas gitu. Jadi 14:15 sudah tidak diperlukan lagi 14:17 analogi-analogi 14:19 yang pada akhirnya ee membenarkan 14:23 sesuatu yang salah, membenarkan sesuatu 14:26 yang merupakan satu perbuatan 14:28 kemusyrikan. 14:30 Persoalannya adalah kenapa kita harus 14:32 berhati-hati perbuatan kemusyrikan ini? 14:36 ketika nanti ee 14:40 pada hari akhir 14:42 terhadap pengadilan Allah Subhanahu wa 14:44 taala, ternyata analogi-analogi 14:48 yang kita pegang sebagai landasan 14:52 kebenaran, ternyata nanti di pengadilan 14:54 Allah kita diputuskan bahwa itu adalah 14:57 merupakan satu perbuatan kemusyrikan. 15:00 Maka ini merupakan satu kecelakaan yang 15:02 luar biasa. sementara kita sudah tidak 15:04 bisa kembali lagi hidup di dunia. 15:09 Sehingga ee marilah kita berhati-hati 15:13 dengan analogi-analogi yang sesungguhnya 15:17 itu ee tidak dibenarkan di dalam 15:20 Al-Qur'anul Karim. sehingga segala 15:22 sesuatu, segala sesuatu kalau kita akan 15:26 mengadakan satu ee analogi, maka harus 15:29 kita 15:31 ukur kebenaran itu dengan kebenaran 15:34 Al-Qur'anul Karim. 15:37 Marilah kita lihat bagaimana ee Allah 15:40 Subhanahu wa taala di dalam surah 15:43 Al-An'am pada ayat yang ke 148. 15:48 [berdehem] 15:50 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 15:53 Sayaquululladzina 15:55 asrquu la Allahu ma asyarakna 16:00 wala abauna wala haramna minai. 16:06 Kadalika kadzaballadina minqablihim 16:10 hattaquana. 16:14 qul halakum min ilmin fatukrijuh 16:21 inuna 16:25 wa in antum illa takrusun 16:32 orang-orang yang mempersekutukan Tuhan 16:35 orang-orang musyrik 16:38 akan mengatakan 16:41 jika Allah menghendaki 16:45 niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak 16:50 mempersekutukannya. 16:53 [mendengus] 16:55 Dan tidak pula kami mengharamkan barang 16:58 sesuatu apapun. 17:03 Demikian pulalah orang-orang sebelum 17:07 mereka 17:08 telah mendustakan para rasul. 17:13 sampai mereka merasakan siksaan kami. 17:18 Qul katakanlah, 17:21 adakah kamu mempunyai sesuatu 17:24 pengetahuan, 17:26 sesuatu ilmu 17:29 sehingga dapat kamu mengemukakannya 17:32 kepada kami? 17:36 kamu tidak mengikuti 17:40 kecuali prasangka belaka 17:44 atau zar 17:47 dan kamu tidak lain hanyalah berdusta. 17:54 Jadi donka, 17:59 mengira bahwa dengan analogi yang 18:02 semacam ini adalah dibenarkan. 18:07 Kemudian Allah bertanya, 18:11 "Apakah pendapatmu itu sudah kamu 18:14 berdasarkan satu ilmu?" 18:18 Hm. Ilmu yang dimaksudkan di sini adalah 18:21 ilmu Al-Qur'anul Karim. Artinya, apakah 18:26 Allah pernah menjelaskan hal yang 18:28 semacam itu yang kamu menjadi alasan 18:32 itu? 18:34 Maka Allah menyatakan di sini bahwa apa 18:36 yang kalian katakan itu adalah zon, 18:40 persangkaan belaka. 18:43 Dan zon itu adalah 18:47 hanya satu kebohongan. 18:51 Jadi yang tidak bohong itu adalah 18:54 kebalikan daripada don ya kebenaran. 18:56 Kebenaran itu apa? Ya kebenaran itu 18:58 adalah Al-Qur'an kan. 19:06 Kemudian yang kedua, Allah Subhanahu wa 19:08 taala menyatakan bahwa 19:10 janganlah kalian itu mengikuti sesuatu 19:14 kalau tidak tahu ilmunya kata Allah. 19:18 Maka di sini adalah ilmu itu adalah 19:20 penting. 19:22 Wabil khusus karena ini masalah 19:25 kemusyrikan, maka ilmu itu 19:28 harus merujuk kepada Al-Qur'anul Karim. 19:30 tidak bisa merujuk kepada 19:33 perumpamaan 19:39 di dalam surah al-Isra surah yang ke-17 19:43 pada ayat 36 19:45 Allah berfirman, 19:47 "Azubillahiminasyaitanirrajim 19:51 wala taqfu ma laisa laka bihi ilm 19:56 innasama'a 19:58 wal bashara wal fuad 20:06 Dan janganlah kamu mengikuti apa yang 20:09 kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya. 20:14 Karena sesungguhnya 20:17 pendengaran, 20:19 penglihatan 20:21 dan e fuad. Hm. 20:25 Fuad ini ee satu jiwa yang terdalam yang 20:30 terdapat di dalam kalbu itu namanya 20:32 fuad. Fuad ini yang mempunyai 20:35 penglihatan, mempunyai pendengaran 20:39 dan itu nanti yang akan dimintai 20:41 pertanggungan jawab oleh Allah Subhanahu 20:43 wa taala 20:46 sehingga jiwa atau manusia 20:50 nanti di akhirat yang akan dimintai 20:53 pertanggungan jawab oleh Allah Subhanahu 20:56 wa taala adalah fuadnya. 21:00 Yti jiwa yang terdalam di mana? di 21:02 dalamnya itu ada penglihatan, ada 21:06 pendengaran fuad 21:08 yang dimintai pertanggungan jawab oleh 21:10 Allah Subhanahu wa taala. 21:13 Maka semuanya kata Allah ee apa yang 21:16 akan disaksikan oleh Fuad tadi maka 21:20 harus berdasarkan ilmu, 21:24 harus berdasarkan Al-Qur'anul Karim. 21:28 Jadi Allah menyatakan 21:31 jangan mengikuti sesuatu kalau memang 21:35 itu 21:37 tidak dicantumkan 21:39 tentang kebenarannya di dalam 21:41 Al-Qur'anul Karim. 21:46 Kemudian yang ketiga, Allah Subhanahu wa 21:49 taala menyatakan bahwa azan 21:52 prasangka. 21:54 Prasangka itu tidak akan mencapai satu 21:58 kebenaran Allah. 22:02 H. Jadi gak bisa berprasangka itu tidak 22:06 akan sampai kepada kebenaran Allah 22:09 Subhanahu wa taala. 22:15 Di dalam surah Yunus Allah Subhanahu wa 22:17 taala berfirman pada ayat yang ke-36 22:21 surah Yunus surah yang ke-10 ya pada 22:24 ayat yang ke-36. 22:28 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 22:32 Wama yattabi aksaruhum illa donna. 22:38 Innadzonna la yugni minal haqqi sa 22:43 innallaha 22:45 alimum bima yaf'alu. 22:51 Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti 22:55 kecuali persangkaan saja. 23:00 Sesungguhnya persangkaan itu atau zon 23:04 itu 23:06 sedikit pun tidak berguna untuk mencapai 23:10 satu kebenaran. 23:14 Jadi gak bisa zon itu mencapai satu 23:17 kebenaran. 23:19 Hm. 23:21 Yang bisa mencapai kebenaran apa? Ya 23:23 Al-Qur'anul Karim. 23:28 Karena don itu adalah hasil rekayasa 23:32 daripada 23:34 ee logika manusia 23:38 dan hasil rekayasa logika manusia itu 23:41 tidak pernah akan mencapai satu 23:43 kebenaran Allah Subhanahu wa taala. 23:47 Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa 23:50 yang mereka kerjakan. 24:00 Kemudian yang keempat 24:04 bahwa azan itu berprasangka itu 24:12 berprasangka itu adalah sumbernya adalah 24:16 dari hawa nafsu. 24:19 Hm. 24:21 [mendengus] 24:24 Jadi, sumber perkiraan tadi adalah 24:28 sumbernya adalah dari hawa nafsu. 24:31 Hawa nafsu itu apa? Hawa nafsu itu 24:34 adalah satu kepentingan 24:37 kepentingan hawa ya untuk mencapai 24:41 sesuatu 24:43 ya. Maka sesu apa sesuatu itu 24:49 harus 24:51 ee mencapai, harus tercapai. 24:56 Jadi dasar daripada don prasangka itu 25:00 adalah hawa nafsu. 25:05 Di dalam surah An-Najm pada ayat yang 25:07 ke-23 Allah Subhanahu wa ta Allah 25:10 subhanahu wa taala berfirman 25:13 azubillahiminasyaitanirrajim. 25:16 In hiya illa asmaun sammaitu 25:20 antum wa abaukum 25:23 ma anzalallahu biha min sultanabiunna 25:31 w tahwal anfus 25:34 walaqad jaahum 25:37 mirbihimul 25:38 huda. 25:43 itu tidak lain hanyalah nama-nama 25:47 yang kamu dan bapak-bapak kamu 25:50 mengada-adakannya. 25:55 Allah tidak menurunkan satu keterangan 25:58 pun 26:00 untuk menyembahnya. 26:04 Mereka tidak lain hanyalah mengikuti 26:08 sangkaan-sangkaan 26:10 atau zon-zan. 26:13 Padahal Allah tidak menurunkan 26:14 keterangan. 26:16 Tapi yang mereka ikuti adalah zon, 26:18 persangkaan mereka, analogi mereka, 26:21 perumpamaan mereka. 26:26 Dan itu adalah sumbernya adalah apa yang 26:30 diinginkan oleh hawa nafsu. 26:34 Jadi basic atau dasar daripada 26:38 berprasangka itu adalah sumbernya adalah 26:41 dari hawa nafsu, bukan dari kebenaran 26:44 Allah Subhanahu wa taala. 26:48 Padahal sesungguhnya telah datang 26:51 petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka 26:55 kata Allah. 26:58 Jadi petunjuk sudah diturunkan kemenaran 27:01 Al-Qur'anul Karim. Tapi mereka 27:05 mencari sesuatu yang lain yang berupa 27:08 prasangka. di mana prasangka ini adalah 27:11 mengikuti kehendak daripada hawa nafsu. 27:15 Padahal Allah tidak menurunkan 27:17 keterangan yang semacam itu. 27:26 Kemudian yang kelima, 27:29 karena tadi dikatakan bahwa 27:33 dasar daripada zan prasangka itu adalah 27:36 hawa nafsu. 27:39 Maka Allah menjelaskan di sini bahwa 27:42 sumber dari hawa nafsu itu adalah akan 27:46 menjadi satu kesatuan daripada perbuatan 27:50 kemusyrikan. 27:54 Karena memang asalnya hawa nafsu ini 27:57 adalah ee 28:00 perbuatan satu kemusyrikan. 28:02 Maka apa yang dihasilkan hawa nafsu 28:05 berupa zan, berupa prasangka, maka akan 28:08 menuju segalanya itu kepada 28:12 kemusyrikan, perbuatan kemusyrikan. 28:19 Kemudian Allah Subhanahu wa taala 28:20 menyatakan di dalam surah Al-Anam pada 28:23 surah yang ke-6 pada ayat yang ke 150. 28:27 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 28:30 qul halumma syuhadaakumulladina 28:35 yashaduna 28:37 anallaha harama 28:40 faahidu fala tasyahad maahum 28:45 wabi 28:47 ahawaadina 28:49 kadzabu biayatina 28:52 walladzina la yminuna bil akhirati wahum 28:57 birabbihim ya'dilun 29:02 Katakanlah, 29:04 bawahlah, bawalah kemari 29:07 saksi-saksi kamu yang dapat 29:10 mempersaksikan 29:13 bahwasanya Allah telah mengharamkan 29:17 makanan yang kamu haramkan ini. 29:22 Jika mereka mempersaksikan, 29:27 maka janganlah kamu ikut pula menjadi 29:31 saksi bersama mereka. 29:36 Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu 29:39 orang-orang yang mendustakan ayat-ayat 29:42 Kami. 29:46 Jadi, dasar daripada hawa nafsu ini 29:48 adalah 29:50 mendustakan kebenaran Allah. 29:56 Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu 29:58 orang-orang yang mendustakan ayat Kami, 30:01 kata Allah. Dan orang-orang yang tidak 30:04 beriman kepada kehidupan akhirat 30:07 sedang mereka mempersekutukan 30:10 Tuhan mereka. 30:15 Jadi hawa nafsu ini adalah satu sifat 30:19 daripada hawa nafsu adalah dasarnya 30:22 adalah kemusyrikan, 30:26 mendustakan ayat-ayat Allah, 30:30 tidak beriman kepada kehidupan akhirat. 30:34 Hawa nafsu ini tidak punya ilmu tentang 30:36 satu kehidupan di akhirat. 30:39 Ya, di surat Aljasiah pada ayat yang 30:42 ke-24 itu dikatakan bahwa hawa nafsu ini 30:45 enggak punya ilmu, 30:48 bodoh tentang satu kehidupan akhirat 30:50 tapi merasa pintar. 30:54 Kehidupan akhirat itu 30:57 hanya dikeluarkan oleh hawa nafsu berupa 31:00 analogi-analogi 31:02 yang sesungguhnya itu adalah merupakan 31:04 satu kesesatan yang nyata. 31:12 Kemudian yang keenam 31:15 bahwa 31:18 ketika hawa nafsu itu 31:22 menjadikan 31:24 pemimpin di dalam diri manusia, 31:30 maka sesungguhnya 31:32 nasihat dari siapun tidak akan mampu 31:36 memberikan petunjuk kepada orang yang 31:38 menjadikan hawa nafsu itu sebagai 31:40 Tuhannya. 31:42 Hatta itu sekalipun nabi sekalipun 31:46 kalau hawa nafsu sudah memimpin di dalam 31:49 diri manusia 31:53 maka hidayah Allah 31:57 firman Allah yang disampaikan oleh nabi 32:00 kita tidak akan sanggup 32:03 memberikan pemahaman tentang satu 32:06 kebenaran kepada hawa nafsu 32:11 Dan Allah Subhanahu wa taala berfirman 32:12 di dalam surah Muhammad, surah yang 32:15 ke-47 ayat 16. 32:19 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 32:23 Waminhumika 32:29 khu minika 32:33 lilladina utul ilma 32:38 qifan. 32:42 Ulaikalladzina thabaallahu ala qulubihim 32:46 watabu ahwaahum. 32:52 Dan di antara mereka ada orang yang 32:54 mendengarkan perkataanmu Muhammad. 33:00 Sehingga apabila mereka orang-orang yang 33:03 mendengarkan 33:05 tausiah dari Nabi 33:07 keluar dari sisi Nabi, 33:11 maka 33:13 orang-orang yang musyrik tadi berkata 33:15 kepada orang yang telah diberi ilmu 33:18 pengetahuan yaitu para sahabat Nabi. 33:23 Maka orang yang musyrik tadi mengatakan 33:25 apakah yang dikatakannya tadi? 33:30 Padahal sudah jelas-jelas Nabi 33:32 memberikan 33:35 penjelasan tentang suatu kebenaran, 33:39 maka penjelasan Nabi itu tidak sanggup 33:44 memberikan petunjuk ke dalam kalbunya 33:48 orang-orang yang musyrik tadi. 33:54 Ketika mereka bertanya, "Apakah yang 33:56 dikatakannya tadi? 34:00 Maka para sahabat Nabi itu, 34:04 maka Allah Subhanahu wa taala menyatakan 34:07 mereka itulah orang-orang yang dikunci 34:11 mati hati mereka oleh Allah 34:14 dan mereka itu mengikuti hawa nafsu 34:18 mereka. 34:22 Jadi di sini menunjukkan 34:26 kalau kita lihat bagaimana Nabi kita 34:30 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 34:32 adalah merupakan orang yang paling dekat 34:36 dengan Allah Subhanahu wa taala. 34:41 Nabi Muhammad adalah orang yang 34:44 diberikan amanah langsung 34:47 bagaimana membawakan Al-Qur'an ini 34:51 kepada umatnya. 34:54 Tapi apa yang terjadi sesungguhnya? 34:58 Walaupun seorang nabi ketika si 35:01 pendengar ini adalah orang-orang 35:04 musyrik, di mana orang-orang musyrik ini 35:07 adalah di dalam jiwanya adalah penuh 35:11 dengan gejola hawa nafsunya tadi. 35:16 H. Sehingga secara hakiki 35:21 hidayah yang tadinya Allah berikan dalam 35:24 bentuk cahaya itu tidak akan sanggup 35:27 masuk ke lubuk kalbu orang yang musyrik 35:30 tadi. Karena di dalam kalbu tadi sudah 35:33 berisi kekotoran, diisi oleh hawa nafsu. 35:36 di mana hawa nafsu itu adalah 35:38 mengingkari atau musyrik menolak ya 35:42 terhadap ayat-ayat yang disampaikan oleh 35:46 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 35:50 Sehingga dengan demikian bahwa 35:53 berprasangka 35:55 mari kita harus hindari di dalam wabil 35:59 khusus kepada persoalan-persoalan 36:01 kemusyrikan ini. 36:03 Ketika berbicara soal kemusyrikan, 36:06 maka kita harus merujuk kepada 36:08 Al-Qur'an. Bagaimana Al-Qur'an 36:10 berbicara? 36:11 Ketika Al-Qur'an menyatakan bahwa ini 36:14 boleh, bahwa ini tidak boleh, maka bagi 36:18 kita orang-orang yang mengimani bahwa 36:22 Al-Qur'an, kita beriman kepada 36:23 Al-Qur'an, 36:25 kita beriman kepada firman Allah, ucapan 36:29 Allah, perintah Allah, maka tidak ada 36:32 lain kecuali kita hanya menjawab dengan 36:36 samina wahanna. Dan sudah tidak 36:40 diperlukan lagi yang namanya 36:43 analogi-analogi zon-zonan yang justru 36:46 kita akan menjauhkan diri kita dari 36:50 kebenaran Allah Subhanahu wa taala. 36:53 Barangkali itu. Wallahuam. 36:55 Baik Iwan Nawat. Demikian 36:57 tausiah yang disampaikan oleh Ustaz 36:58 Rahmatullah di malam hari ini di acara 37:00 renungan QBUbu dengan tema kemusyrikan 37:03 karena mengikuti prasangka atau 37:05 [berdehem] zon. Ya, yang ingin bergabung 37:07 bertanya silakan Anda pergunakan 37:08 WhatsApp kami Ikwan Hawad di 0811999720 37:14 ataupun telepon kami di 0218451512. 37:18 Kami segera kembali [musik] 37:31 berasil TV. [musik] 37:39 Radio Rasil untuk Islam yang satu masih 37:41 bersama kami Ikhwan Ahwat di acara 37:43 renungan QBU bersama Ustaz Rahmatullah. 37:46 Kita simak tema mengenai kemusyrikan 37:50 karena mengikuti prasangka. Sudah ada 37:54 yang masuk ustaz di WhatsApp Rasil. Kita 37:57 akan bacakan saja. Ya, pertanyaan yang 37:59 masuk di 0811999720. 38:05 Ini yang pertama dari hamba Allah tidak 38:07 menyatakan nama. Asalamualaikum 38:09 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 38:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 38:12 Pak Ustaz mohon pencerahannya tentang 38:14 prasangka seperti yang dijelaskan dalam 38:17 Quran surah Aljatsiah 38:20 ayat ke-24, Pak. 38:23 Ya, mari kita lihat ya di surah 24. 38:36 Surat berapa? Surah 45. 38:39 Ee surat ee Aljatsiah ayat ke-24. 38:41 Iya. Ayat 24. 38:45 Ee 38:47 barangkali itu ee kita mulai dari ayat 38:50 yang ke-23 ya. 38:52 23. 38:52 23. Jadi karena itu ada hubungannya 38:55 i 38:56 antara ayat yang ke-23 38:59 dan 24. 39:01 Mari kita lihat. 39:02 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 39:05 Afarita manak ilahahu hawahu 39:09 waahullahu ala ilmin waama 39:14 samihi waqbihi 39:17 waala bhiwahdi 39:22 ba'dillah. 39:23 Afala tadakarun 39:26 waqalu 39:28 ma hiya illa hayatunad dunya namutu 39:33 wahya 39:35 w yuhlikuna illad 39:39 w lahum bidzalika min ilmin 39:43 inhum illa yudunnun. 39:49 Jadi di sini ayat ini sesungguhnya 39:51 apakah coba kamu lihat itu 39:55 orang-orang yang menjadikan hawa 39:57 nafsunya sebagai ilahnya, sebagai Tuhan. 40:00 Jadi artinya semua yang menjadi skala 40:04 prioritas itu adalah merupakan keinginan 40:07 hawa nafsu. Keinginan hawa nafsu itu 40:10 apa? bisa dalam bentuk 40:13 harta benda, bisa dalam bentuk jabatan, 40:16 bisa dalam bentuk hawa ee hawa nafsu, 40:19 seks misalnya, maka itu adalah 40:21 orang-orang yang mendahulukan. Artinya 40:24 itu adalah merupakan satu skala 40:27 prioritas yang pertama dan utama. Pendek 40:30 kata kalau enggak itu kayaknya enggak 40:32 bisa hidup. 40:34 Maka itulah yang dikatakan dengan coba 40:36 kamu lihat tuh orang-orang yang 40:39 menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan. 40:44 H gila jabatan, 40:47 gila harta benda. 40:50 Ya, sekarang ini 40:52 banyaklah orang-orang itu yang 40:54 menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhan. 40:57 Tuhannya apa? Jabatan 41:01 ya. Terus kemudian harta benda. 41:04 Ya, harta, tahta, wanita 41:08 lelaki juga ya. Kalau yang wanita ya 41:11 lelaki juga harta tetap pria. 41:13 H. 41:15 Maka orang-orang yang menjadikan skala 41:17 skala prioritas pertama dan utama tadi, 41:21 maka tadi kalbunya akan dikunci mati 41:23 oleh Allah Subhanahu wa taala. Hm. 41:28 Pendengaran 41:30 ya, pendengaran, penglihatan. Nah, 41:33 artinya di situ pendengaran dan 41:35 penglihatan yang ada di dalam QBU ya 41:40 yang ada di dalam QBU dikunci mati oleh 41:42 Allah Subhanahu wa taala. 41:46 Padahal sesungguhnya kalbu yang 41:48 mempunyai penglihatan dan pendengaran 41:50 itulah sesungguhnya 41:53 yang akan dimungkinkan manusia itu akan 41:57 mengetahui bahwa ini hak, ini benar, ini 42:01 batil, ini sesat 42:05 dan alat itu sudah dikunci mati oleh 42:06 Allah Subhanahu wa taala. 42:11 Kemudian Allah bertanya, "Famay yahdihi 42:14 min ba'dillah." 42:16 Siapa yang akan bisa mampu memberikan 42:19 petunjuk kepada mereka itu kalau Allah 42:22 sudah mengunci mati? 42:24 Alat vital utama yang Allah berikan 42:27 fasilitas itu yang sangat luar biasa 42:29 bagi manusia. 42:34 Sudah hilang semuanya 42:37 kebenaran dari dirinya. Karena alat itu 42:41 sudah dikunci mati 42:43 oleh Allah Subhanahu wa taala. 42:48 Afala tadaruun. 42:50 Kenapa kau tidak mengambil 42:51 pelajaran-pelajaran kehidupan dari 42:54 seperti itu? 42:56 Nah, kalau sudah seperti itu 42:59 ketika kalbu dikunci mati oleh Allah 43:02 Subhanahu wa taala, maka di situlah yang 43:05 menjadi ilah, menjadi Tuhan itu adalah 43:09 hawa nafsu tadi. 43:13 Maka hawa nafsu tadi mengatakan, "Waqalu 43:15 ma hiya illa hayatunad dunya namutu 43:18 wahya." 43:20 H. 43:23 Jadi dia akan mengatakan kehidupan ini 43:26 tidak lain hanya kehidupan dunia saja 43:30 ya. Di dunia kita hidup, di akhirat kita 43:33 eh di dunia kita hidup, di dunia kita 43:35 mati. Sudah. 43:39 Wama yuhlikuna illadahar. 43:42 [berdehem] 43:43 Dan tidak ada yang membinasakan kita 43:48 kecuali masa saja. Kalau masanya sudah 43:51 habis ya sudah habis perkara. 43:53 Nah, itu pendapat daripada hawa nafsu 43:56 tadi. 44:00 H. Apa kata Allah? W lahum bidzalika min 44:04 ilmin. 44:06 H. 44:07 Jadi pendapat hawa nafsu itu tanpa ilmu. 44:12 Jadi 44:14 hawa nafsu ini memang bukan tempatnya 44:17 ilmu. 44:19 Gak pernah akan paham, 44:22 tidak tahu tentang kehidupan akhirat. 44:26 H [mendengus] 44:27 tapi ngaku pintar. 44:29 Oh enggak. Kita hidup di dunia ini ya 44:33 hidup mati di dunia. Kalau memang sudah 44:37 masanya habis, ya sudah habis. Ah, 44:39 itulah pendapat daripada hawa nafsu 44:41 tadi. Jadi hawa nafsu tidak gak punya 44:44 ilmu tentang kehidupan akhirat. Bodoh 44:47 tapi ngaku pintar. 44:48 H 44:48 dengan analogi-analogi seperti tadi. 44:52 Kita hidup, kita mati, udah di dunia ini 44:54 kalau masanya sudah habis ya sudah mati. 45:01 Inum illa yadun. Jadi apa yang dikatakan 45:06 oleh hawa nafsu itu itulah yang namanya 45:09 azzan itu 45:12 berprasangka. 45:15 Nah, 45:17 jadi ketidakmampuan 45:20 melihat satu kebenaran oleh karena 45:22 memang kalbunya sudah dikunci mati oleh 45:25 Allah Subhanahu wa taala sehingga yang 45:27 berperan sentral menguasai yang 45:30 tertinggi maka di situlah sesungguhnya 45:32 hawa nafsu itu. 45:37 Maka semua pendapat-pendapat hawa nafsu 45:40 itu adalah zon, berprasangka. 45:44 Hm. Enggak ada kita ini ya. Ya, hidup ya 45:47 udah hidup di dunia aja gitu. 45:51 Mati ya sudah habis perkara. Ah, itu 45:53 yang dinamakan dengan zon 45:55 zon 45:56 gitu. 45:58 Dan itu adalah pendapat dari hawa nafsu 46:00 yang enggak punya ilmu tapi ngaku 46:02 pintar. 46:04 Hawa nafsu ini goblok sesungguhnya tapi 46:06 ngaku pintar gitu. 46:09 H 46:11 karena orientasi kehidupan ee kehidupan 46:14 hawa nafsu ini hanya berorientasi kepada 46:16 kehidupan dunia. Harta benda yang banyak 46:18 e harta benda yang banyak, kemudian 46:21 jabatan yang tinggi gitu ya. Ee nafsu 46:25 syahwat yang bisa ee terpenuhi. 46:29 Hm. Sehingga ketika ee apa namanya? 46:33 Ketika Nabi mengatakan, "Kalau saja 46:36 Bukit Uhud dikatakan 46:39 bahwa itulah dijadikan emas oleh Allah, 46:43 maka Hawa akan bertanya lagi, mana Bukit 46:46 Uhud yang lain?" 46:48 Enggak cukup ya? 46:48 Iya. Jadi hidupnya tidak pernah peru 46:50 tidak pernah puas. 46:52 Di surah Al-A'raf, Allah menyatakan 46:56 bahwa orang-orang yang seperti itu 46:57 adalah seperti anjing. Kata H 47:00 anjing bagaimana? Itu perumpamaan Allah. 47:03 Jadi julurnya melidah ya. Haus enggak 47:06 haus lidahnya menjulur. Kasih minum ya 47:09 tetap saja menjulur. 47:11 Hm. Itulah sesungguhnya bahasa 47:14 perumpamaan tentang hawa nafsu tadi. 47:18 Dan itulah yang ee semua produk-produk 47:22 daripada hawa nafsu tidak lain kecuali 47:26 adalah zon, berprasangka. 47:29 Jadi tidak ada yang benar gitu. 47:31 Iya. 47:32 Karena kalbunya tadi sudah dikuci mati 47:33 oleh Allah Subhanahu wa taala. Ketika 47:36 kunci ee alat yang sangat luar biasa 47:40 dikunci mati oleh Allah Subhanahu wa 47:42 taala, maka sudah tidak sanggup lagi. 47:46 Oh, mana yang benar, mana yang salah 47:48 sudah enggak kelihatan lagi. 47:49 Iya. 47:50 Hm 47:52 hm. Sehingga di sini apa namanya? peran 47:58 kalbu ya yang bisa membedakan antara 48:02 yang hak dengan yang batil tadi ini 48:05 adalah merupakan kata kunci untuk 48:09 menentukan satu kebenaran. 48:14 Jadi ee 48:17 pertanyaan hamba Allah tadi pada 48:20 surah al-Jasiah pada ayat yang ke-24 itu 48:23 adalah itulah ee produk zat n produk 48:27 prasangka yang itu sumbernya adalah dari 48:31 hawa nafsu. 48:35 Barangkali itu. Wallahuam. Baik hamba 48:37 Allah semoga terjawab. Jadi ee surat 48:39 Aljasiah ayat 24 dan dirangkai dengan 48:41 ayat 23 ya karena ada hubungannya itu 48:42 dengan ayat 48:43 ada hubungannya dengan 23 ya itu 48:45 berkaitan 48:47 ya. 48:47 Berkaitan ya. 48:48 Oke. Selanjutnya pertanyaan dari Ibu 48:51 Habibah. Asalamualaikum warahmatullahi 48:52 wabarakatuh Pak Ustaz. 48:54 Waalaikumsalam. 48:54 Apa yang dimaksud dengan basyirah dan 48:57 firasat? 48:59 Ya. Basyirah ya. 49:05 Baik. 49:07 ee kepada Ibu Habibah ya. 49:11 Ee mari kita lihat di surah 49:16 Al-An'am 49:18 surah 6 pada ayat yang ke-103 49:22 dan 104. 49:27 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 49:31 La tudrikhul absar wahua yutrikul absar. 49:36 Wah latiful khabir. 49:42 Jadi di sini dikatakan dia jadi Allah 49:46 itu tidak bisa dilihat oleh absar. 49:52 Absar itu jamak ya mufradnya itu basyar. 49:56 Jadi penglihatan fuad ya. 49:57 Penglihatan 49:59 ya. 50:02 Jadi penglihatan fuad, penglihatan hati 50:04 itu tidak sanggup bisa melihat Allah. 50:08 Maksudnya begitu. 50:12 Wahua yudrikul absar. Tapi Allah yang 50:15 bisa melihat penglihatan kita. 50:18 Nah, jadi fuad kita yang mempunyai 50:20 penglihatan dan pendengaran itulah yang 50:22 dilihat oleh Allah Subhanahu wa taala 50:24 itu. 50:25 Hm. 50:28 Kemudian pada ayat yang ke-104nya, 50:31 qadakum birbikum. 50:34 Sungguh telah datang kepadamu basir. 50:39 Basirbikum. Bashair ini adalah jamak ya. 50:44 Mufradnya itu basirah. 50:49 Jadi basirah itu sesungguhnya cahaya. 50:52 Cahaya yang datang dari Allah Subhanahu 50:55 wa taala. 50:58 Um bribikum. Sungguh telah datang 51:00 kepadamu 51:02 biruikum 51:05 cahaya 51:08 dari Tuhanmu. Jadi 51:11 basirah yang diturunkan oleh Allah itu 51:13 qajaakum kalian semua. Jadi untuk kalian 51:18 semua cahaya itu kata Allah begitu. 51:25 Faman absoro 51:27 falinafsihi. Ya, jadi siapa yang bisa 51:32 melihat ya yang bisa melihat maka untuk 51:36 dirinya sendiri. 51:38 Jadi artinya apa? Ketika cahaya itu 51:41 diturunkan kepada manusia banyak 51:44 ya semestinya ayatnya faman absar 51:48 falianfusikum kan mestinya begitu. H 51:51 karena ini kum. Tapi di sini Allah 51:53 menyatakan falinafsihi satu orang saja. 51:57 Jadi artinya tidak semua orang 52:01 dapat melihat basirah tadi. 52:06 Karena sesungguhnya 52:07 ee hanya orang-orang yang memenuhi 52:11 persyaratan kalbunya tadi bersih ya. 52:15 Terus kemudian artinya sudah siap. Maka 52:18 basir itu akan diturunkan oleh Allah 52:19 Subhanahu wa taala. 52:22 Waman am fa alaiha. 52:25 Dan siapa yang buta? [berdehem] 52:29 Jadi kalau tadi itu dikatakan siapanya 52:31 besiat 52:33 h 52:34 maka itulah yang akan mendapatkan 52:37 penjagaan dari Allah. He. 52:39 Tapi yang tidak melihat enggak gitu. 52:43 Jadi kepada Ibu Habibah 52:46 bahwa ee basirah itu adalah cahaya dari 52:50 Allah Subhanahu wa taala yang mampu bisa 52:54 dilihat oleh fuad kita. 52:57 Jadi alat kita itu fuad di mana fuad itu 53:00 mempunyai pendengaran dan penglihatan 53:03 basar sama-sama tadi. Ketika Allah 53:06 turunkan basirah cahaya maka bisa 53:09 dilihat oleh basar kita, oleh fuad kita. 53:15 Jadi ee basirah itu adalah ee cahaya ya 53:19 atau cahaya kebenaran ya, cahaya 53:21 kebenaran dari Allah yang itu bisa 53:22 dilihat oleh fuad kita. 53:25 Kemudian yang kedua tadi apa? 53:26 Firasat. 53:27 Ah, firasat. 53:30 Nah, di dalam hadis dikatakan bahwa 53:33 ee Nabi menyatakan, "Ittaqu firasatal 53:37 mukmin." Takutlah kepada firasatnya 53:40 orang mukmin. 53:41 Fainnahu yzuru binurillah. 53:45 Karena sesungguhnya dia bisa melihat 53:47 dengan apa? Cahaya Allah Subhanahu wa 53:50 taala. dengan basyirah itu mungkin 53:52 dengan basyirah tadi itu. Jadi 53:53 sesungguhnya ya jadi antara hadis dengan 53:56 dengan ayat ini klop gitu. 53:59 Jadi ketika cahaya diturunkan sama Allah 54:01 Subhanahu wa taala maka fuad kita bisa 54:04 melihat lah. Itu yang dinamakan dengan 54:05 firasyat gitu 54:08 ya. Ittaqu firasyatal mukmin. Takutlah 54:12 kepada firasatnya orang yang beriman. Wa 54:15 innahu yanduru binur. Karena 54:16 sesungguhnya dia melihat dengan cahaya 54:18 Allah. Jadi cahaya yang Allah turunkan 54:21 tadi itu bisa dilihat oleh fuadnya. 54:23 Maksudnya begitu 54:25 ya. Fuad ini mempunyai penglihatan dan 54:27 pendengaran gitu. H. Maka di situ dia 54:32 kalau kembali kepada surah Al-An'am 54:34 surat 6 ya ee faman absar falinafsihi. 54:39 Siapa yang bisa melihat ya untuk dia 54:41 saja. 54:43 Padahal sesungguhnya mestinya ayat ini 54:45 absfusikum 54:48 karena Allah menyatakanum 54:53 untuk kamu semua mestinya kan kamu 54:55 mestinya semuanya kan bisa melihat 54:57 tetapi ternyata di sini gak absfsihi 55:02 siapa yang melihat ya dia saja artinya 55:04 apa tidak kum tapi hi satu 55:07 satu orang saja 55:08 satu orang saja artinya orang-orang 55:09 tertentu tidak semua orang bisa melihat 55:12 basirah tadi, 55:14 h 55:14 cahaya Allah tadi, cahaya kebenaran 55:16 tadi, gitu. Jadi artinya ee kalau enggak 55:20 bisa dicapai oleh penglihatan kita, 55:22 penglihatan batin kita tidak bisa 55:25 melihat Allah, maka Allah kirim 55:27 perwakilan dalam bentuk cahaya. 55:30 H 55:30 yang bisa dilihat dengan fuad gitu 55:32 maksudnya gitu. Hmm. Waman afsar 55:37 falinafsihi. Siapa yang bisa melihat ya 55:40 untuk dia saja gitu. 55:42 Orang pilihan tertentu ya. 55:44 Iya. Tentu saja ini orang-orang pilihan. 55:47 Barangkali ini yang ee sering ee para 55:52 ulama itu mengatakan inilah wali-wali 55:54 Allah gitu ya. 55:56 Ini baru ilmunya gitu. 55:57 He 55:58 barangkali itu Ibu Habibah. Wallahuam. 56:01 Baik. Semoga terjawab. Dan kembali ke 56:03 pertanyaan yang masuk di 0811999720 56:10 dari hamba Allah, Pak Ustaz. 56:11 Asalamualaikum warahmatullahi 56:12 wabarakatuh. 56:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:13 wabarakatuh. 56:14 Ee disebut prasangka apa jika prasangka 56:17 itu menjadi suatu kenyataan, Pak Ustaz? 56:19 Baik itu prasangka baik ataupun buruk. 56:25 Ya, itu 56:29 ee 56:34 kita tidak bisa menjadikan satu 56:38 prasangka ini sebuah pegangan ni. Karena 56:41 tadi sudah dikatakan di penjelasan kita 56:45 [berdehem] 56:46 ee 56:50 nanti bisa dilihat di surat Yunus ya 56:52 pada surat 10 ayat 36 bahwa 56:55 sesungguh-sesungguhnya prasangka itu 56:58 tidak akan sanggup sampai kepada satu 57:01 kebenaran. 57:03 Jadi ini firman Allah gitu. 57:06 H. Jadi gak ada istilahnya bahwa pasang 57:09 itu benar, enggak. 57:12 Nah, 57:13 maka di sini ya harus mengikuti apa ya 57:16 kebenaran itu sendiri. Apa kebenaran itu 57:17 sendiri? Ya, Al-Qur'anul Karim. Jadi 57:20 kita jangan mengikuti prasangka. Karena 57:22 prasangka ini sesungguhnya dasarnya 57:25 adalah hawa nafsu. [batuk] 57:29 Hm. hawa nafsu. 57:30 Hawa nafsu. Dan hawa nafsu ini tidak 57:33 pernah mencapai satu kebenaran. Hawa 57:36 nafsu ini tidak pernah akan diturunkan 57:38 oleh Allah Subhanahu wa taala petunjuk 57:40 ke dalam hawa. 57:42 Allah itu akan tunjuk ee tunjukkan ee 57:46 apa namanya? Hidayah dalam bentuk cahaya 57:48 tadi ya. Seperti tadi itu kepada jiwa 57:51 ya. 57:51 H 57:52 kepada fuad tadi. Hah 57:57 mungkin bisa jadi begini. 57:59 Kadang-kadang prasangka tuh benar ya. 58:05 Sebenarnya itu bukan prasangkanya yang 58:06 benar. 58:08 Iya kan? Tapi sebenarnya azan yang 58:11 dimaksudkan mereka itu sudah ditetapkan 58:14 di dalam Al-Qur'an bahwa itu memang 58:16 seperti itu. 58:17 Cuman orang lain memakai don 58:21 gitu. 58:23 [berdehem] 58:24 Jadi ee pada hakikatnya sesungguhnya 58:29 kalau mereka itu mengatakan, "Oh ya 58:31 kadang-kadang zon itu ada benarnya 58:33 juga." Sebenarnya tidak 58:36 htinya 58:37 bahwa itu benar. Di dalam Al-Qur'an 58:40 sudah dinyatakan bahwa itu memang benar 58:42 adanya seperti itu. Cuman orang memakai 58:45 oh ya karena ketidaktahuan bahwa 58:48 sesungguhnya Al-Qur'an sudah menjelaskan 58:51 tentang kebenaran itu. 58:55 Sehingga di dalam hal ini adalah bahwa 58:58 prinsip yang kita harus pegang adalah 59:01 bahwa zan prasangka itu tidak pernah 59:04 akan mencapai suatu kebenaran. 59:09 Maka kebenaran itu apa kalau begitu? 59:13 Kebenaran itu adalah Al-Qur'anul Karim. 59:15 Ada enggak di dalam Al-Qur'an? Kalau ada 59:17 di dalam Al-Qur'an bahwa kita adalah 59:22 hamba yang beriman kepada Al-Qur'an, 59:24 beriman kepada apa yang diucapkan oleh 59:28 Allah, tidak ada lain kecuali samna 59:31 w'ana. 59:33 H. 59:34 Jadi di sini kepada 59:37 hamba Allah tadi bahwa di surah Yunus ya 59:40 nanti bisa dilihat di surah yang ke-10 59:43 pada ayat yang ke-36 itu bahwa azzan itu 59:47 tidak pernah akan sampai kepada satu 59:51 kebenaran. 59:53 Jadi yang menyatakan begini ini adalah 59:55 Allah gitu. H 59:59 sehingga kalau Allah menyatakan seperti 1:00:00 ini, ya sudah kita jangan pernah ee apa 1:00:04 memakai 1:00:05 prasangka zon. 1:00:08 Jadi sesungguhnya begini ya hakikat dari 1:00:10 prasangka itu 1:00:13 analogi-analogi yang dibuat oleh kita 1:00:16 yang tidak ada di dalam Al-Qur'an itulah 1:00:18 yang namanya don itu. 1:00:20 H 1:00:22 jadi jangan sekali-kali pakai itu karena 1:00:24 itu pasti tidak benar gitu. 1:00:27 yang benar itu adalah mutlak. Ah, contoh 1:00:29 misalnya seperti tadi saya saya kasih 1:00:31 contoh misalnya ya, 1:00:33 bagaimana ketika orang itu menyatakan 1:00:36 bahwa oh iya Nabi Sulaiman itu 1:00:38 tentaranya adalah jin. Kalau begitu kita 1:00:41 boleh dong 1:00:43 memakai 1:00:46 jin 1:00:46 jasa daripada jin. 1:00:48 Itu kan analogi. analogi 1:00:52 dasarnya adalah bahwa Nabi Sulaiman 1:00:55 punya laskar yang namanya jin. 1:01:00 Nah, pertanyaan sekarang pertanyaannya 1:01:02 sekarang ee ee alasan-alasan yang 1:01:05 seperti itu secara logik logika kayaknya 1:01:09 benar kan? 1:01:09 H 1:01:11 kan 1:01:12 Nabi Sulaiman benar adanya kan? 1:01:15 Nabi Sulaiman memakai 1:01:17 tentara jin benar tidak salah kan? 1:01:20 Benar. 1:01:21 Seolah-olah secara logika adalah benar. 1:01:24 Tapi apa kata Allah? Itu adalah zon 1:01:26 persangkaanmu saja. Padahal aku sudah 1:01:29 turunkan di dalam surah jin surah 72 1:01:32 ayat 6 bahwa jangan sekali-kali minta 1:01:35 pertolongan kepada jin. K itu akan 1:01:37 menambah dosa dan kesalahan saja. 1:01:40 Jadi tidak berlaku analogi yang kita 1:01:43 pakai tadi. Seolah-olah secara logik, 1:01:47 secara pikiran benar, tapi secara akal 1:01:50 itu adalah salah besar. 1:01:53 Karena yang dinamakan masuk akal ini 1:01:55 adalah itulah sesungguhnya yang terdapat 1:01:58 di dalam Al-Qur'an. Itu sesungguhnya 1:02:00 yang namanya akal. Jadi akal dengan 1:02:02 pikiran ini tidak sama. 1:02:04 Iya. Jadi pikiran itu adalah produk 1:02:07 daripada hawa nafsu. Sementara akal itu 1:02:10 adalah produk dari Allah, firman Allah. 1:02:12 Ah itu. 1:02:14 Sehingga kalau di dalam surah Yusuf itu 1:02:16 inna anzalnaq 1:02:18 arabakumilun. 1:02:21 Sesungguhnya aku turunkan Al-Qur'an ini 1:02:23 dalam bahasa Arab supaya kalian berakal. 1:02:26 Jadi akal itu sesungguhnya firman Allah 1:02:30 yang dipahami 1:02:32 oleh jiwa kita di dalam lubuk hati kita 1:02:34 dan itu pasti benar. 1:02:36 Iya. 1:02:37 Jadi enggak ada akal itu ee salah. 1:02:40 Enggak ada salah itu akal pasti benar 1:02:43 karena itu adalah ya firmannya begitu 1:02:46 gitu. Jadi antara akal dengan pikiran 1:02:49 itu harap dibedakan. Misalnya akal 1:02:51 pikiran bagaimana akal pikiran. Nah, 1:02:54 akal sama pikiran maunya sudah bertolak 1:02:56 belakang kan. 1:02:58 Sementara pikiran ini adalah ee memakai 1:03:01 don karena dasarnya adalah hawa nafsu. 1:03:04 Sementara akal adalah dasarnya adalah 1:03:07 firman Allah, kebenaran Allah Subhanahu 1:03:09 wa taala. Jadi enggak enggak bisa 1:03:11 dibenarkan akal pikiran itu rancu gitu. 1:03:14 Akal ya akal, pikiran ya pikiran gitu. 1:03:17 Begitulah yang tertuang di dalam 1:03:19 Al-Qur'anul Karim. 1:03:22 Jadi akal itu adalah pasti benar menurut 1:03:25 Al-Qur'an seperti itu. 1:03:28 Sehingga pendapat-pendapat di kalangan 1:03:30 masyarakat oh akal-akal oh 1:03:32 ngakal-ngakali 1:03:34 kasihan ya. Padahal akal akal itu 1:03:36 kebenaran 1:03:38 ya. Konotasin ini akan jadi negatif kan. 1:03:41 Ah ini akal-akalan aja kira-kira positif 1:03:45 atau negatifnya gitu. 1:03:46 Negatif. 1:03:47 Negatif. Padahal akal itu benar. Akal 1:03:50 itu firman Allah 1:03:52 yang dipahami oleh jiwa kita di dalam 1:03:54 kalbu. Itulah kata Al-Qur'an seperti 1:03:56 itu, 1:03:57 gitu. 1:04:00 Sehingga dengan demikian semuanya mari 1:04:02 kita mengacu kepada Al-Qur'anul Karim 1:04:04 sehingga kita ini ee apa namanya? Jelas 1:04:08 ya. Yang benar jelas, yang batil adalah 1:04:12 jelas. Tidak ada di antara ee apa 1:04:16 namanya yang batil dan yang benar itu ee 1:04:20 bercampur tidak ada. W talbisul haqq bil 1:04:23 batilumul 1:04:25 haqum. 1:04:27 Jadi [mendengus] jangan dicampuradukkan 1:04:29 antara yang hak dengan yang batil. 1:04:31 Yang batil itu adalah azzan tadi 1:04:34 prasaka. Yang benar adalah akal yaitu 1:04:38 kebenaran Al-Qur'anul Karim. 1:04:41 Barangkali itu hamba Allah. Wallahuam. 1:04:44 [berdehem] 1:04:45 Selanjutnya pertanyaan dari Bapak Hasan 1:04:47 di Bogor. Pak Ustaz, asalamualaikum 1:04:48 warahmatullahi wabarakatuh. 1:04:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:04:50 wabarakatuh. 1:04:51 Pak Ustaz, apa bedanya berprasangka dan 1:04:54 berijtihad? 1:04:56 Berapa? 1:04:57 Berprasangka dan berijtihad. Apa 1:04:59 bedanya? 1:05:00 Ijtihad [berdehem] dalam menangkap tanda 1:05:02 kekuasaan Allah. Seperti dalam surah Al 1:05:06 Imran. Sesungguhnya dalam penciptaan 1:05:08 langit dan bumi dan pergantian malam dan 1:05:10 siang ada tanda-tanda kekuasaan bagi 1:05:13 orang-orang yang punya akal atau 1:05:15 pengetahuan. 1:05:16 Heeh. 1:05:16 Gitu. 1:05:18 Berprasangka dan ber 1:05:19 berijtihad. 1:05:20 Berijtihad. 1:05:24 Berijtihad itu artinya 1:05:27 apa namanya? 1:05:30 Bersungguh-sungguh menetapkan sesuatu. 1:05:33 Ya. H. 1:05:35 Sementara 1:05:37 berprasangka itu dasarnya adalah hawa 1:05:41 nafsu. 1:05:43 Jadi ketika berijtihad 1:05:46 itu kan akar katanya dari jahada yajhadu 1:05:50 jahadan 1:05:51 bersungguh-sungguh 1:05:53 ya. Maka di sini ijtihad itu adalah 1:05:55 dasarnya 1:05:57 adalah Al-Qur'an dan sunah Rasul. H 1:06:01 ketika misalnya di dalam Al-Qur'an ini 1:06:04 kok ee kurang kurang jelas masih 1:06:06 mutasyabihat di dalam sunah juga begitu 1:06:09 masih mutasyabihat maka berijtihad 1:06:12 antara keduanya antara Al-Qur'an dan 1:06:15 sunah. 1:06:15 Asunah. Nah, jadi ini. Nah, itu boleh 1:06:20 ya. Jadi ijtihad itu tidak bertentangan 1:06:23 dengan Al-Qur'an maupun sunah Nabi. Ah, 1:06:25 itu namanya berijtihad. Tapi yang don 1:06:28 ini berbeda. Berprasangka tadi berbeda. 1:06:31 Berprasangka ini enggak ada dasar. 1:06:34 Dasarnya adalah hawa nafsu. 1:06:37 Nah, hawa nafsu yang ada di dalam otak 1:06:40 manusia. Nasiatin kadibatin khatiah 1:06:42 gitu. H. [mendengus] 1:06:46 Sehingga antara berijtihad dengan ee 1:06:50 berprasangka itu 1:06:53 bertolak belakang 180 derajat. Ya, 1:06:58 berijtihad itu dasarnya adalah kebenaran 1:07:01 Allah dan rasulnya. Ya, pijakannya 1:07:04 antara itu. 1:07:05 Jadi berijtihad ini jangan keluar dari 1:07:08 Alquran sunah 1:07:08 ee Al-Qur'an dan sunah gitu. 1:07:10 Hm. Itu namanya ijtihad. 1:07:12 bersungguh-sungguh menetapkan ee satu 1:07:15 hukum di mana ini ee karena di Al-Qur'an 1:07:18 dan sunah masih remang-remang misalnya, 1:07:20 maka boleh berijtihad 1:07:22 tapi tidak boleh bertentangan dengan 1:07:24 Al-Qur'an dan sunah. Sementara dan 1:07:26 berprasangka itu enggak ada dasar. 1:07:28 Dasarnya adalah hawa nafsu. 1:07:31 Nah, ketika dasarnya hawa nafsu, 1:07:33 sumbernya itu adalah sifat dari hawa 1:07:35 nafsu itu adalah kemusyrikan. 1:07:37 Kemusyrikan 1:07:38 ya. Kemudian ee apa? mendustakan 1:07:42 ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Jadi 1:07:45 berbeda bahkan bertolak belakang 180 1:07:50 derajat barangkali itu. Wallahualam. 1:07:52 Dan ijtihad itu ada perintah dari Allah 1:07:54 juga ya, Pak Ustaz ya. 1:07:54 Kenapa 1:07:55 ada perintah dari Allah juga tentang 1:07:56 berijtihad? Ini ada perintah dari Allah 1:07:59 untuk berijtihad ketika menemukan 1:08:01 sesuatu hal yang kurang jelas. 1:08:03 Iya. dari Nabi itu dari Nabi sallallahu 1:08:05 alaihi wasallam na 1:08:07 ee [berdehem] 1:08:10 dari Nabi. Artinya ee ketika Nabi 1:08:12 mengutus ee sahabat h ditanya oleh Nabi, 1:08:16 "Apa yang mau kamu sampaikan?" "Ya, 1:08:18 sampaikan Al-Qur'an." 1:08:20 Kalau enggak ada di Al-Qur'an, ya 1:08:24 sunah Nabi. Kalau enggak ada di di 1:08:26 keduanya, maka berijtihad di antara 1:08:29 keduanya itu, gitu. 1:08:32 Ya, boleh asal tidak bertentangan dan di 1:08:35 antara kedua itu ya. Jadi dua itulah 1:08:38 sesungguhnya yang menjadi ukuran 1:08:41 keselamatan dunia dan akhirat. 1:08:45 Sehingga Nabi menyatakan fikum amaktum 1:08:49 bihimau 1:08:50 ab kitabullahi rasul. 1:08:54 Jadi dua yaitu kitaballahi Al-Qur'an 1:08:58 dengan sunah Rasul itulah yang tidak 1:09:01 akan sesat selama-lamanya kalau kita 1:09:03 berpegang kepada kedua hal itu tadi. 1:09:07 Barangkali itu. Wallahuam. 1:09:08 Baik dari hamba Allah. Asalamualaikum 1:09:12 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:09:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:09:14 wabarakatuh. 1:09:15 Bagaimana cara yang elegan untuk 1:09:17 mengajak teman yang menjalankan 1:09:20 kemusyrikan yang dia sendiri tidak 1:09:22 menyadari? Kalau dia melakukan 1:09:25 kemusyrikan tersebut, Pak Ustaz, mohon 1:09:27 pencerahannya. 1:09:29 Iya. 1:09:32 Jadi 1:09:34 cara yang elegan ya, 1:09:35 cara yang elegan gitu. 1:09:36 Hm. Cara yang elegan itu barangkali ya 1:09:39 cara yang kira-kira tidak merasa 1:09:43 menggurui lah. Kira-kira 1:09:44 tidak menyinggung atau gimana? 1:09:45 Tidak menyinggung, tidak menggurui, tapi 1:09:48 orang itu jadi simpati gitu ya. 1:09:52 Heeh. H. Jadi tertarik. Hm. 1:09:55 Maka caranya adalah ya berbicara soal 1:09:57 keilmuan. 1:10:01 Jadi berbicara soal keilmuan dan itu 1:10:03 berlaku untuk dia dan si pendengar. 1:10:07 Iya, 1:10:07 gitu. Jadi kan tidak merasa diya 1:10:12 apa namanya? Apakah di dihujat 1:10:16 atau di di 1:10:18 gurui 1:10:19 ya? Iya. 1:10:21 Jadi berbicara soal keilmuan saja gitu. 1:10:25 Bahwa keilmuan ini ya yang perlu kita 1:10:28 garis bawahi bahwa keilmuan ini untuk 1:10:30 saya. Jadi bagi yang ngomong ya. 1:10:32 He 1:10:33 untuk saya dan untuk Anda. Mari kita 1:10:35 sama-sama menegakkan ini. Begitulah 1:10:37 Allah Subhanahu wa taala menjelaskan di 1:10:39 dalam Al-Qur'anul Karim kita. Hm. Jadi 1:10:42 kalau begitu kan artinya kita 1:10:44 bersama-sama enggak ada guru sama murid 1:10:47 gitu. bersama-sama bahwa kita ee 1:10:51 sama-sama sebagai hamba Allah ya untuk 1:10:54 menegakkan kebenaran Allah Subhanahu wa 1:10:57 taala. Barangkali itu. Wallahuam. 1:10:59 I. Kemudian selanjutnya dari Ibu Hikmah. 1:11:03 Asalamualaikum warahmatullahi 1:11:04 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:11:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11:06 wabarakatuh. 1:11:07 Apakah mengkultuskan seseorang yang 1:11:10 dianggap alim termasuk perbuatan 1:11:13 musyrik? [batuk] 1:11:14 Contoh, ada yang minum bekas minumnya 1:11:17 orang alim tersebut supaya dapat 1:11:19 berkahnya dan lain-lain. Syukron 1:11:21 jawabannya. 1:11:22 Iya. 1:11:25 Ya. Ini ee apa namanya? Ini ini yang ini 1:11:28 yang dinamakan dengan azon, ya. 1:11:30 Iya. 1:11:31 Yang dinamakan dengan azan. 1:11:33 Jadi supaya dapat berkah gitu kan tadi 1:11:36 gitu ya. 1:11:37 Nah, berkah. 1:11:40 Padahal berkah itu sesungguhnya ya 1:11:43 berkah itu yang kasih berkah itu adalah 1:11:45 Allah bukan orang alim 1:11:51 ya. Termasuk Nabi sendiri tidak bisa 1:11:53 memberikan berkah. 1:11:55 H. 1:11:56 Jadi kalau kita misalnya membaca selawat 1:11:58 kepada Nabi, Allahumma sholli wasallim 1:12:01 wabarik ala Muhammad wa ala ali 1:12:03 Muhammad. Allahumma sholli. Ya Allah 1:12:06 berikanlah ee selawat 1:12:09 keselamatan, keberkahan 1:12:12 kepada Nabi Muhammad dan kepada 1:12:14 keluarganya. 1:12:16 Artinya kita memohon keberkahan itu dari 1:12:18 Allah, bukan dari makhluk, bukan 1:12:21 termasuk bukan dari Nabi Muhammad 1:12:23 sallallahu alaihi wasallam. 1:12:25 Ini yang harus kita hati-hati juga 1:12:28 ya. bahasa-bahasa di kalangan masyar. 1:12:30 Yuk kita anu w di situ ada ini 1:12:33 waliullah, kiai, keramat. Yuk kita bisa 1:12:36 minta berkah. Nah, itu yang dinamakan 1:12:38 dengan zon. 1:12:42 Padahal enggak ada manusia itu ngasih 1:12:43 berkah, enggak ada. H 1:12:46 ngasih hidayah itu Allah, kasih berkah 1:12:48 itu Allah. 1:12:52 Kalaukah saja kau bertakwa kepada Allah, 1:12:55 beriman dan bertakwa kepada Allah, maka 1:12:57 akan turunkan keberakahan dari langit 1:12:59 dan dari bumi, kata Allah Subhanahu wa 1:13:01 taala. Jadi yang menurun keberkahan itu 1:13:03 adalah Allah. Ya. Nah, maka di sini 1:13:08 adapun misalnya kita hormat kepada orang 1:13:11 alim itu iya kita misalnya memohon doa 1:13:15 ee mendoa restu kepada orang alim itu 1:13:17 iya boleh. 1:13:19 Tapi kita jangan salah pasang 1:13:22 ya. Orang alim itu bukan agen pemberi 1:13:25 berkah. 1:13:27 Nah, itu yang yang sekarang ee zon-zonan 1:13:31 yang seperti itu banyak. Ayo kita 1:13:33 berkah, minta berkah kepada orang alim. 1:13:36 Padahal yang kasih berkah itu adalah 1:13:38 Allah Subhanahu wa taala. 1:13:41 H ah itu yang dinamakan don ya. Itu 1:13:44 salah satu pertanyaan sekaligus itu 1:13:46 adalah contoh dari don gitu. He 1:13:49 [mendengus] 1:13:49 itu menganggap bahwa berkah itu dari 1:13:51 orang alim. Nah, ini yang harus di di 1:13:55 diclearkan gitu ya. H 1:13:59 bahkan 1:14:01 ee mari kita lihat di surat ee ee 28 ya 1:14:06 ayat yang ke-56 ya. 1:14:10 Jadi saya tunjukkan dengan ayat supaya 1:14:14 ee betul-betul ee apa namanya? 1:14:18 Mari kita lihat di sini. 1:14:22 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:14:25 Innaka tahdi man ahbabta 1:14:29 wakinnallaha yahdi yasya wahuaamu bil 1:14:33 muhtadin. 1:14:35 [berdehem] 1:14:36 Sungguh engkau Muhammad tidak dapat 1:14:39 memberikan petunjuk kepada orang yang 1:14:42 engkau kasihi. 1:14:45 Tetapi Allah memberikan petunjuk kepada 1:14:49 orang yang dia kehendaki 1:14:52 dan dia lebih mengetahui orang yang mau 1:14:56 menerima petunjuk. 1:14:59 H. 1:15:02 Jadi enggak bisa Nabi memberikan 1:15:03 petunjuk, enggak bisa gitu. Yang kasih 1:15:07 petunjuk itu adalah Allah. Walaupun Nabi 1:15:10 suka sama orang itu, tidak ada jaminan 1:15:12 bahwa orang itu akan mendapatkan 1:15:14 petunjuk dari Allah Subhanahu wa taala. 1:15:16 Yang mengasih petunjuk adalah Allah 1:15:17 Subhanahu wa taala. Ketika Allah 1:15:19 Subhanahu wa taala akan memberikan 1:15:21 petunjuk kepada seseorang, maka yang 1:15:24 lebih mengetahui, yang pasti mengetahui 1:15:27 bahwa petunjuk itu adalah hakikatnya 1:15:30 adalah hidayah, yaitu cahaya yang Allah 1:15:33 akan masukkan ke dalam kalbu orang yang 1:15:35 akan diberikan petunjuk itu. Nah, 1:15:38 sekarang persoalannya adalah sudah 1:15:40 siapkah kalbu sebagai tempat petunjuk 1:15:43 dari Allah yang hakikatnya itu adalah 1:15:46 cahaya yang Allah masukkan ke dalam 1:15:48 kalbu tadi? 1:15:50 Nah, sehingga yang perlu dilihat oleh 1:15:52 Allah Subhanahu wa taala, kesiapan kalbu 1:15:54 itu sudah bersingk, sudah memenuhi 1:15:57 persyaratan kebersihannya. Tidak. Ketika 1:16:00 Allah masukkan cahaya ke dalam orang 1:16:02 yang 1:16:03 mau diberikan petunjuk tadi. 1:16:05 Iya. termasuk keberkahan tadi. Karena 1:16:07 keberkahan ee apa namanya ee petunjuk 1:16:11 itu [mendengus] ee di dalamnya terdapat 1:16:14 satu keberkahan. 1:16:16 H. Sehingga dengan demikian jelas bahwa 1:16:20 apakah dalam bentuk petunjuk, apakah 1:16:22 keberkahan, 1:16:23 maka Nabi Muhammad sallallahu alaihi 1:16:27 wasallam tidak bisa memberikan petunjuk 1:16:30 kepada orang yang Nabi cintai. 1:16:34 Tapi yang bisa memberikan petunjuk itu 1:16:36 adalah Allah Subhanahu wa taala yang 1:16:39 Allah tahu betul siapa orang yang pantas 1:16:42 akan mendapatkan petunjuk. Nah, 1:16:45 persoalan inilah yang tidak diketahui 1:16:47 oleh Nabi kita Muhammad sallallahu 1:16:49 alaihi wasallam sebagai manusia, sebagai 1:16:52 hamba Allah. Ya, yang tahu bahwa ini 1:16:55 pantas itu adalah Allah Subhanahu wa 1:16:57 taala. Sehingga ee pertanyaan tadi bahwa 1:17:02 ee apa namanya? 1:17:06 Ee berkah tadi ya, berkah tadi. Terus 1:17:09 kemudian kultus ya, kultus 1:17:11 ya. kultus 1:17:14 yang dikultuskan itu ya Allah saja 1:17:18 ya. 1:17:20 Enggak ada manusia yang dikultuskan 1:17:22 adalah Allah gitu. 1:17:23 Iya. 1:17:24 Jadi kalau mau mengkultuskan ya Allah 1:17:26 gitu. Adapun misalnya ee minta 1:17:30 pertolongan oh ini karena orang alim, 1:17:33 karena orang tawadu, 1:17:36 orang yang memang istikamah. Ah minta 1:17:38 tolong supaya ee apa namanya? didoakan 1:17:42 kepada Allah Subhanahu wa taala itu 1:17:43 boleh gitu. 1:17:45 Tapi jangan sekali-kali 1:17:48 mempunyai satu pemahaman minta berkah 1:17:52 kepada orang alim. Ah itu yang dimakan 1:17:55 dengan zan 1:17:58 dan itulah yang dimakan dengan 1:17:59 kemusyrikan tadi. 1:18:02 Artinya apa? Minta kepada 1:18:04 manusia. 1:18:05 Manusia. Ah itu yang namanya musyrik. 1:18:07 Minta keberkahan. Nah, minta keberanihan 1:18:09 minta kepada 1:18:10 manusia ya. 1:18:11 Manusia. Dan itu yang banyak terjadi di 1:18:13 kalangan umat kita itu seperti itu. 1:18:17 Mereka tidak sadar bahwa itu adalah 1:18:18 merupakan suatu perbuatan kemusyrikan. 1:18:22 Yang kasih berkah itu Allah. Kasih 1:18:23 selamat Allah kasih petunjuk Allah gitu. 1:18:27 Orang nabi saja enggak bisa ngasih 1:18:29 petunjuk gitu. 1:18:31 Apalagi cuman kita. Nabi itu adalah 1:18:34 manusia yang paling dicintai oleh Allah 1:18:36 Subhanahu wa taala gitu. 1:18:38 Nah, itu yang dinamakan dengan don gitu. 1:18:40 Nah, bahasa-bahasa semacam itu kan 1:18:44 luar biasa banyaknya kan. 1:18:45 Iya. 1:18:46 Ayo kita ke kiai ini ayo anu minta 1:18:49 berkah. 1:18:51 Kayaknya kiai jadi agen berkah gitu. 1:18:56 Nah, jadi ini yang harus diclearkan ya. 1:19:00 Mau kiai, mau ustaz, mau ajengan, mau 1:19:03 siapapun ya, tidak ada yang bisa 1:19:06 memberikan berkah maupun petunjuk. Yang 1:19:08 kasih berkah, kasih petunjuk itu adalah 1:19:10 Allah Subhanahu wa taala. Ya, mungkin 1:19:13 misalnya seperti kiai atau misalnya 1:19:15 ajengan yang memang tawadu, dekat dengan 1:19:17 Allah, memohonkan ee kita sebagai apa 1:19:21 namanya? muridnya atau sebagai umatnya 1:19:24 misalnya, [mendengus] 1:19:26 ya boleh-boleh saja gitu. 1:19:27 Kan doanya makbul kan orang. Boleh. 1:19:29 Bisa. Boleh. Oh, ini doanya makbul. Ah, 1:19:32 boleh. 1:19:33 Artinya ketika mengatakan doanya makbul 1:19:35 itu adalah bahwa ini mempunyai 1:19:37 pengertian bahwa makbul ini permohonan 1:19:40 kepada Allah, bukan pemberi berkah. 1:19:43 Kan beda tuh. 1:19:44 Heeh. 1:19:45 Oh, doanya ini makbul. Nah, itu 1:19:47 menunjukkan bahwa dia minta kepada Allah 1:19:49 kan. 1:19:50 Heeh. 1:19:51 Ya. Doanya makbul. Oh, ini anu ee kiai 1:19:55 kasih berkah. Sama enggak itu? Enggak 1:19:58 sama kan? 1:19:59 Tapi di kalangan masyarakat itu ee apa 1:20:03 namanya? 1:20:04 Hampir tidak ada bedanya. 1:20:07 Minta berkah sama memohonkan doa kepada 1:20:10 Allah. 1:20:12 Dan itulah bahasa-bahasa seperti itulah 1:20:14 yang dikatakan dengan azzon tadi gitu. 1:20:17 Dan tanpa disadari bahwa sesungguhnya 1:20:19 itulah perbuatan kemusyrikan. 1:20:21 Kemusyrikan yang tidak kelihatan. 1:20:25 Iya kan? 1:20:26 Iya. Oh, minta berkah sama kiai. Loh, 1:20:30 Allah taruh di mana 1:20:33 gitu. Bahasa-bahasa seperti itulah yang 1:20:37 harus kita benar-benar harus bersih. 1:20:40 Yang namanya kemusyrikan ini 1:20:42 mulai dari yang terang-terangan, yang 1:20:44 samar-samar sampai yang tidak kelihatan 1:20:47 sekalipun. 1:20:49 [mendengus] 1:20:49 Maka kita harus berhati-hati dengan 1:20:51 ucapan-ucapan yang kita lakukan tanpa 1:20:54 kita sadari. Ya, 1:20:57 barangkali itu. Wallahuam. 1:20:59 Baik. Jadi, Kasah lebih hati-hati lagi, 1:21:01 Ustaz, ya, dalam menyikapinya. 1:21:04 Selanjutnya pertanyaan terakhir, Ustaz. 1:21:06 Ini dari hamba Allah. Asalamualaikum 1:21:08 warahmatullahi wabarakatuh. 1:21:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:21:09 wabarakatuh. 1:21:11 Pak Ustaz, sampai manakah batasan 1:21:12 kemampuan dan kekuasaan setan dan jin 1:21:15 serta sejauh mana mereka dapat 1:21:17 mengganggu dan menggoda manusia? 1:21:19 Heeh. Iya. 1:21:22 Sampai sejauh mana? 1:21:23 Sejauh mana 1:21:24 kekuatan 1:21:25 kekuasaan jin dan 1:21:27 jin. 1:21:27 Ee 1:21:28 jadi setan ya yang dimaksudkan itu ya 1:21:30 setan ya 1:21:31 dalam mengganggu dan menggoda manusia 1:21:33 sejauh mana kekuatan. 1:21:34 Jadi sesungguhnya begini ini perlu juga 1:21:36 diluruskan bahwa jin itu sama dengan 1:21:39 manusia. 1:21:42 Ya. Jadi [mendengus] Allah tidak 1:21:44 menciptakan jin dan manusia itu kecuali 1:21:47 untuk menyembah kepada Allah. Jadi 1:21:49 artinya apa? Bahwa jin ada yang 1:21:51 bertakwa, manusia ada yang bertakwa. Jin 1:21:54 ada yang jahat, manusia juga ada yang 1:21:57 jahat. Jadi kalau tadi pertanyaan yang 1:21:59 dimaksudkan adalah setan ya. Jadi setan 1:22:02 itu adalah minal jinnati wannas. Jadi 1:22:05 setan itu bisa dalam bentuk manusia dan 1:22:07 bisa dalam bentuk jin gitu. Kemudian 1:22:10 pertanyaannya tadi, sejauh mana setan 1:22:12 itu kekuatan itu? Sesungguhnya 1:22:16 setan itu enggak punya kekuatan. Jadi 1:22:19 kalau misalnya kita itu digoda oleh jin 1:22:22 dalam bentuk setan tadi, itu bukan bukan 1:22:25 setannya yang kuat, karena memang kita 1:22:28 yang lemah, gak kenal sama Allah gitu. 1:22:32 Hm. 1:22:34 Artinya kita sesungguhnya ee ketika ee 1:22:37 melihat fenomena yang semacam itu, kita 1:22:40 sedang berada di dalam kondisi hawa 1:22:42 nafsu mengendalikan jiwa kita. Maka di 1:22:45 situlah setan masuk. Itu 1:22:48 kalau pertanyaan tadi setan itu sampai 1:22:50 jalan. Mari kita lihat surat 16 ya 1:22:54 ayat 99 sampai 100. 1:23:04 Iya. Surat 16 tadi ya. 1:23:06 Iya. Surah Anhal. 1:23:08 An. 1:23:09 Jadi bisa lihat di surah 16 ayat 99 dan 1:23:13 100. Saya bacakan. 1:23:15 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:23:17 Innahu laisalahu sultan sultanun 1:23:20 alalladina amanu waihim yatawakalun. 1:23:26 Sesungguhnya 1:23:28 setan itu enggak punya sultan. Sultan 1:23:31 itu kekuatan. Kekuasaan itu sultan 1:23:33 namanya. Terhadap siapa? Terhadap orang 1:23:36 yang beriman dan orang yang berserah 1:23:39 diri kepada Allah. 1:23:42 Hm. Jadi kalau sudah setan kesurupan apa 1:23:45 artinya? Apa? Artinya itu setan masuk 1:23:50 kepada orang yang tidak beriman. 1:23:55 H sementara orang yang beriman itu dan 1:23:59 berserah diri kepada Allah itu adalah 1:24:03 hamba yang menjadikan Allah itu sebagai 1:24:07 pelindungnya. 1:24:08 Setan tidak akan 1:24:11 mampu menggoda orang-orang yang beriman. 1:24:15 Kemudian ayat yang ke-100. Inna 1:24:18 innama sultanuhu alalladina yatawalnahu 1:24:22 walladina hum bihi musyrikun. 1:24:26 Jadi sultan itu setan itu punya kekuatan 1:24:30 bisa menguasi manusia. Yang pertama 1:24:34 kalau manusia itu datang kepada setan, 1:24:37 minta tolong sama setan, nah itu 1:24:39 dikuasai sama setan. Datang ke dukun 1:24:41 paranormal. 1:24:43 Kemudian yang kedua, kepada orang yang 1:24:45 musyrik. 1:24:45 Hm. 1:24:46 Hm. Dia punya keyakinan ada satu 1:24:49 kekuatan selain Allah. 1:24:53 Maka orang-orang yang seperti itulah 1:24:55 yang bisa dikuasai oleh setan. 1:24:59 Ya, jadi artinya jelasnya itu 1:25:03 dimungkinkan bisa orang itu kesurupan 1:25:05 atau bisa orang itu kena sihir ya karena 1:25:09 memang 1:25:10 ee apa namanya dia itu musyrik. 1:25:17 dan dia suka datang kepada perdukunan 1:25:20 tadi. 1:25:24 Jadi di situ. Kemudian pertanyaan tadi 1:25:27 selanjutnya ee sampai sejauh mana sih 1:25:30 kekuatan itu? Kekuatan setan tadi? 1:25:34 Mari kita lihat di surah Al-Ankabut ya, 1:25:36 surat yang ke 1:25:39 29 pada ayat yang ke-41. 1:25:44 Hm. 1:25:46 Auzubillahiminasyaitanirrajimadinaku 1:25:50 minunillahi 1:25:51 auliyaalil 1:25:57 baitan wa innaal 1:26:01 buyuti 1:26:03 labaitul ankabut lau ylamun. 1:26:10 Perumpamaan orang-orang yang mengambil 1:26:13 pelindung selain Allah. 1:26:15 Selain Allah. 1:26:16 Nah, siapa pelindung selain Allah? Ya 1:26:17 kan tadi 1:26:19 setan-setan tadi 1:26:21 atau 1:26:24 apa? 1:26:25 Benda-benda. 1:26:25 Benda-benda 1:26:26 keramat. 1:26:27 Keramat ya. Itu kan pelindung selain 1:26:29 Allah ya. Semuanya termasuk setan di 1:26:32 dalamnya. 1:26:34 Jadi Allah menyatakan adalah seperti 1:26:37 laba-laba yang membuat rumah. H 1:26:41 sarang laba-laba maksudnya. 1:26:42 Iya sarang laba-laba. 1:26:43 H 1:26:45 dan sesungguhnya rumah yang paling lemah 1:26:48 ialah rumah laba-laba sekiranya mereka 1:26:52 mengetahui. Jadi kekuatan selain Allah 1:26:55 itu kayak sarang laba-laba. 1:26:57 Lemah. 1:26:57 Hm. 1:26:59 Sarang laba-laba itu yang mengatakan 1:27:01 sarang lababa itu adalah hebat kuat 1:27:06 itu nyamuk 1:27:07 h 1:27:08 lalat ya kalau masuk ke sarang laba-laba 1:27:13 terperangkap 1:27:14 mesti terperangkap. 1:27:16 Hmm. Jadi di situlah kekuatan selain 1:27:19 Allah itu gitu. 1:27:21 Nah, kalau kalau kita sudah tahu bahwa 1:27:24 kekuatan selain Allah itu seperti sarang 1:27:27 laba, sarang laba-laba, 1:27:30 mengapa kita mau minta tolong kepada 1:27:33 sarang laba-laba gitu. Artinya ini kan 1:27:36 kebodohan kita kan. 1:27:40 Sekaligus ini pernyataan Allah yang 1:27:42 sesungguhnya tidak perlu takut. Takut tu 1:27:44 buat Allah saja 1:27:46 gitu. 1:27:47 H. 1:27:50 Sehingga di sini bahwa 1:27:53 ee Allah sudah memfasilitasi bagi 1:27:56 orang-orang yang beriman kepada Allah 1:27:59 itu 1:28:00 akan dilindungi oleh Allah. Kalau tadi 1:28:03 ee Allah akan berikan basirah, kemudian 1:28:06 Allah akan ee apa namanya ee 1:28:11 dia akan jaga gitu. H itu kan 1:28:14 sesungguhnya kan luar biasa kan. 1:28:18 Lah kok kenapa orang ini yang J kalau 1:28:21 kita lihat ini Allah itu yang 1:28:23 menciptakan kita sementara setan-setan 1:28:26 itu yang diciptakan oleh Allah. Loh, 1:28:28 kenapa kita minta kepada makhluk? Kenapa 1:28:30 enggak kita minta kepada yang 1:28:32 menciptakan kita saja? 1:28:35 H 1:28:38 sehingga 1:28:40 ee kalau pertanyaannya tadi sejauh mana 1:28:43 sesungguhnya kekuatan setan itu? Ya 1:28:47 Allah sudah menjawab ya sarang laba-laba 1:28:49 tadi. Jadi kalau ada orang yang 1:28:52 kesurupan atau kena sihir maka 1:28:54 sesungguhnya ya itu apa namanya ya 1:28:58 sarang laba-laba itu. 1:29:00 Heeh. Jadi kita lebih lemah dari sarang 1:29:03 laba-laba gitu. Nah, 1:29:05 imannya lemah mungkin ya. 1:29:06 Nah, 1:29:07 seperti nyamuk. 1:29:08 Kira-kira seperti itu. Jadi yang harus 1:29:10 kita betulkan adalah keimanan kita 1:29:12 kepada Allah Subhanahu wa taala. 1:29:14 Barangkali itu. Wallahuam. 1:29:16 Baik, Pak Ustaz. Disimpulkan pembahasan 1:29:17 kita di malam hari ini, Ustaz. 1:29:19 Ya. Baik. 1:29:22 Topik hari ini adalah ee 1:29:25 musyrik karena mengikuti persangkaan. 1:29:30 Ini adalah amat sangat penting. Oleh 1:29:33 karena inilah sesungguhnya yang banyak 1:29:35 terjadi di kalangan masyarakat awam. 1:29:39 Kebalikan dari persangkaan itu adalah 1:29:42 kebenaran. 1:29:44 Ya, 1:29:47 persangkaan ini adalah sumbernya adalah 1:29:50 hawa nafsu. Di mana hawa nafsu itu 1:29:52 mempunyai sifat mendustakan ayat-ayat 1:29:56 Allah. 1:29:58 Ee sementara kebenaran itu adalah 1:30:01 bersumber dari firman Allah, ucapan 1:30:04 Allah yang ada di dalam Al-Qur'anul 1:30:06 Karim. 1:30:08 H dan lebih khusus kepada 1:30:10 persoalan-persoalan kemusyrikan. Jangan 1:30:13 sekali-kali kita mengambil satu analogi 1:30:20 di mana analogi itu itulah yang 1:30:22 dinamakan dengan uzan. 1:30:25 Maka wabil khusus persoalan-persoalan 1:30:27 kemusyrikan ini harus kita rujuk kepada 1:30:31 Al-Qur'anul Karim. 1:30:33 Jangan sampai kita 1:30:36 ee memakai don ternyata nanti di akhirat 1:30:41 kita divonis menjadi orang yang musyrik. 1:30:43 Nauzubillah minzalik. Kita sudah tidak 1:30:46 bisa lagi kembali ke dunia. Sementara 1:30:50 kita menjerit maka semuanya akan sia-sia 1:30:54 saja. Maka mumpung masih umur kita 1:30:57 diberi kesempatan oleh Allah Subhanahu 1:30:58 wa taala, marilah kita mencari tahu 1:31:03 tentang persoalan-persoalan kemusyrikan 1:31:06 sampai yang sedetail-detailnya 1:31:09 sehingga benar-benar kita diselamatkan 1:31:13 oleh Allah Subhanahu wa taala. 1:31:15 Barangkali itu, wallahuam bawab. 1:31:17 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 1:31:19 ilaha illa anta astagfiruka waubu ilik. 1:31:21 Asalamualaikum warahmatullahi 1:31:23 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:31:25 warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih 1:31:26 Ustaz Rahmatullah atas pencerahannya di 1:31:27 malam hari ini. Renungan QBU bersama 1:31:30 Ustaz Rahmatullah dengan tema 1:31:31 kemusyrikan karena mengikuti prasangka 1:31:34 atau zon. Semoga kita dijauhkan Allah 1:31:37 dari kemusyrikan tersebut. Amin ya Allah 1:31:40 ya rabbal alamin. Yang sudah bergabung 1:31:41 terima kasih banyak. Yang belum sempat 1:31:43 terbacakan mohon maaf karena waktu yang 1:31:45 terbatas. Saya Fahri ditemani Oni dan 1:31:47 juga Yusuf Subangit pamit. 1:31:49 Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla 1:31:51 ilahailla anta astagfiruka waubuik. 1:31:53 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:31:55 wabarakatuh.