Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] Brail TV. 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:20 Asalamualaikum warahmatullahi 0:21 wabarakatuh. 0:22 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:24 ini hari Kamis tanggal 15 Jumadil Ulam 0:27 1447 Hijriah atau tanggal 6 November 0:30 2025 kita jumpa lagi dalam acara Bincang 0:34 Hijrah. Acara ini digelar setiap Kamis 0:38 pertama di setiap bulannya sudah ada 0:42 Bang Habib di sana dan juga ada Bapak 0:48 Dedi Rahmat founder dari KataPedia. 0:51 Beliau adalah ahli branding ya. 0:52 Asalamualaikum Bang Habib. 0:56 Pak Krisna sehat apa kabarnya? 0:58 Alhamdulillah. Bang Dedi apa kabar nih 1:00 Pak Dedi? 1:01 Alhamdulillah sehat Pak. 1:02 Ee ini posisi beda-beda nih. Ada tiga 1:05 tempat ya 1:07 Bang Dedi posisi di mana? 1:09 Jakarta ya? Jak? Di Depok. Depok. 1:11 Oh di Depok. Kalau Bang Habib di mana? 1:13 Saya di DPR, Pak. 1:16 Oh, di kantor DPR ya. Oke. Apa tema kita 1:19 nih, Bang Habib? Silakan diuraikan. 1:22 Oke. Asalamualaikum warahmatullahi 1:24 wabarakatuh. Pak Krisna 1:27 ee Bang Dedi dan para pendengar yang 1:31 dirahmati Allah subhanahu wa taala. Hari 1:33 ini kita ee ada bahasan menarik ya Pak 1:36 Krishna ee kemenangan Zhran Mamdani ya 1:40 sebagai walikota New York ya. 1:41 Nah, jalan baru pemimpin muslim. Jadi 1:46 nama Zahran Mamdani ini lagi ramai 1:49 diperbincangkan nih di dunia, bukan cuma 1:51 di Indonesia, di Amerika, di mana-mana 1:53 ya. Seorang muslim muda keturunan 1:57 imigran India Uganda ya ee terpilih jadi 2:02 walikutan New York. 2:05 Kalau enggak salah juga beliau ee ada 2:09 darah Palestina juga gitu ya. Jadi di 2:11 tengah dunia politik yang keras dan 2:14 sekuler ini muncul sosok yang bawa wajah 2:17 Islam yang cerdas, santun, sama peduli 2:20 sama rakyat kecil. Di New York itu 2:23 termasuk ee 2:25 kalangan Yahudi juga sebetulnya gitu ya. 2:28 Jadi ee di New York itu sangat beragam 2:31 dan kota terbesar ee di Amerika gitu ya. 2:38 Nah, sekarang ee bagaimana ee orang 2:41 bukan hanya berilman, tapi relevan, 2:43 kompeten dan modern gitu ya kalau di 2:45 Amerika itu. Nah, Zoan Mamdani ini bukan 2:48 ulama, bukan aktivitas ee dia tidak 2:52 bergerak di aktivitas ee keislaman, tapi 2:55 bawa-bawa nilai Islam dalam bentuk yang 2:57 kontekstual gitu ya. keadilan, 2:59 keperbihakan ee sama yang lemah gitu, 3:02 amanah ke publik dan mungkin anti 3:05 mainstream dan kesenang-wenangan di 3:07 tengah ee berbagai kebijakan Trump yang 3:10 luar biasa ee menindas gitu ya ee bagi 3:15 sebagian kalangan Amerika. sebagian 3:16 besar mungkin ya seperti pencabutan 3:19 tunjangan ee sosial gitu ya dan ee 3:22 sekarang shutdown pemerintahan gitu ya 3:25 sangat banyak sekali yang menderita di 3:27 sana gitu ya. 3:30 Hari ini kita akan membahas bersama ee 3:32 Mas Dedi Rahman, seorang pakar branding 3:34 ee king maker ya. Saya bilang king maker 3:37 kenapa? karena beliau banyak menjadikan 3:40 tokoh-tokoh ee baik dari dewan ee ee 3:45 kepala pemerintahan dan lain-lain gitu 3:47 ya. Dan beliau memilih siapakah Ration 3:49 30 ya, global generation ya, lebih ke 3:53 masyarakat dunia ya. 3:56 Dia mengubah citra Muslim itu dari 3:59 tertuduh jadi agen perbaikan sosial gitu 4:01 ya. di mana Islam Fobia yang ee luar 4:05 biasa 4:06 banyak gitu ya. Ee sudah mulain 4:10 gimana caranya dia jadi agen perbaikan 4:12 sosial. Brandingnya juga bukan apa 4:16 kesalehan simbolik gitu ya. Mungkin 4:18 kalau di kita banyak yang ketika 4:20 kampanye tiba-tiba pakai peci gitu ya 4:22 datang ke pesantren gitu ya. Banyak 4:25 sekali apa namanya kesalehan simbolik 4:28 gitu ya. ee tiba-tiba jual politik 4:31 identitas untuk kepentingan sesaat gitu 4:33 ya. Nanti mungkin Mas Dedi bisa 4:36 tambahkan. Tetapi e dia jual bukan 4:40 menjual ya sebetulnya dia menampilkan 4:42 kesalihan sistemik gitu. Bagaimana dia 4:45 melayani, menata, memperbaiki struktur 4:47 sosial gitu ya. Kalau di Al-Qur'an 4:49 disebutin Al-Qasas ayat 26 ee 4:51 sesungguhnya orang yang paling ee baik 4:54 yang kamu ambil untuk bekerja ialah 4:56 orang yang kuat lagi dipercaya gitu ya. 4:58 Sebetulnya nilai-nilai Islam itu lebih 5:01 ke pada kekuatan dan amanah gitu ya, 5:04 kompetensi moralitas gitu ya. Dua hal 5:06 yang ee kita jarang sudah mulai jarang 5:09 ditemukan di politik modern gitu ya. 5:12 Nah, 5:14 kita sering ee melihat tokoh publik itu 5:17 tampil sederhana. Mungkin di Indonesia 5:19 pakai transportasi umum, bicara dari 5:21 hati. Nah, tapi apa bedanya gitu ya ee 5:25 citra yang jujur, kesederhanaan sama 5:27 pencitraan yang kosong gitu ya atau 5:29 branding yang ketika dia jadi pemimpin 5:32 ternyata dia yang paling korupsi 5:33 misalnya dia yang paling apa menindas 5:36 rakyat gitu ya. Nah, fenomena Mamdani 5:39 ini personal bandingnya otentik gitu ya. 5:41 Eh enggak pura-pura dekat sama rakyat 5:43 gitu ya. Ee tapi dia lebih hidup bagian 5:47 dari rakyat gitu ya. dia punya brand 5:49 clarity eh yang jelas gitu ya 5:53 di era publik sekarang ini ketulisan itu 5:56 mesti dibuktikan gitu ya. Jadi 5:58 kompetensi konsistensi cuman bukan 6:00 sekedar simbol gitu 6:02 gitu. Jadi banyak lidah yang berbicara 6:06 tapi ee sedikit hati yang bekerja gitu 6:08 Pak Krishna. I 6:09 kurang lebih nanti kita diskusi lagi eh 6:12 dengan Mas Dedi 6:14 terkait ee Zohran Mamodani. Jadi ini ada 6:18 harapan baru di dunia ya ee tokoh ee dan 6:24 pemimpin sebetulnya ee dimulai dari 6:27 London juga muslim gitu ya. Ini mulai 6:29 New York gitu ya. Jadi ee bergantian dan 6:33 terus dan ini ee menjadi penantang buat 6:36 Trump juga gitu ya. Jadi ee bahkan 6:39 terakhir Trump itu bilang ee tokoh 6:42 Yahudi yang meendukung 6:46 Zahra Mamdani ini bodoh gitu ya. Jadi 6:48 Trump ini ee merasa terancam gitu ya 6:50 dengan beliau. Jadi ini fenomena menarik 6:54 ee buat dibahas terutama dari sisi 6:56 branding gitu ya. Bukan hanya pemimpin 6:58 Islam tapi Muslim leader gitu ya. Jadi 7:01 bukan sekedar retorika tapi ini dia 7:04 hadir sebagai solusi di Amerika gitu ya. 7:06 Nanti kita bahas ee dengan Mas Dedi ya. 7:09 Mungkin itu Pak Krishna pengantarnya. 7:12 Oke. Halo, Pak Dedi. Pak Dedi Rahmat. 7:18 Halo. 7:18 Yes, Pak. 7:19 Iya, Pak Dedi. 7:22 Apa yang 7:24 membuat ee Zohran Mamdani ini menjadi 7:27 unggul? Padahal kita tahu New York kan 7:30 sangat sekuler 7:33 dan itu Islam bukan mayoritas di sana. 7:36 apa yang apa yang membuat itu e secara 7:39 branding ee Pak Adedi Rahmat. 7:42 Oke. Ee terima kasih Pak Tisna. Em kalau 7:47 dari sisi branding gitu ya, saya bisa 7:50 melihatnya bahwa ee Zohran ini bisa 7:55 membaca 7:56 ee apa yang menjadi suasana batin rakyat 7:59 New York gitu kan ya. dia bisa membaca 8:01 suasana batin rakyat New York sehingga 8:03 dia tahu sebenarnya apa yang menjadi 8:06 masalah ee terutama oleh rakyat New York 8:10 yang memang segmennya itu adalah persis 8:15 dengan dia, dia itu imigran. 8:16 Hm. 8:17 Dan kita tahu bahwa imigran di New York 8:20 itu sangat besar. 8:21 Iya. 8:22 Ada sekitar 38% kayaknya itu di New York 8:25 itu imigran. Ini suara yang sangat 8:27 sangat besar. Jadi kalau dia bisa 8:30 melakukan 8:31 ee konsolidasi suara sebesar ini, maka 8:35 peluang dia itu menang itu ada. Jadi 8:37 memang dia tidak menunjukkan ee terlalu 8:40 menonjolkan kemuslimannya. 8:43 Kalau dia menunjukkan kemuslimannya itu 8:45 karena 8:46 itu adalah bagian dari ee imigrannya. 8:50 H 8:50 lebih banyak dari imigrannya gitu kan 8:52 ya. 8:53 Nah, ini yang menjadi ee segmen yang dia 8:56 ambil. Hm. 8:58 Jadi 8:59 dalam branding itu kita harus tentukan 9:02 dari awal itu ee segmentasinya. 9:05 Jadi kita akan bagi-bagi dulu segmen di 9:08 dapil tersebut New York itu seperti apa. 9:11 Lalu kita akan pilih segmen yang 9:13 kira-kira kita bisa raih dan bisa kita 9:17 menangkan. Nah, itu pemilihan segmen dan 9:20 ee Zohran telah melakukan proses 9:23 pemilihan segmen yang cukup bagus. 9:26 Setelah segmen itu selesai, dia 9:28 tentukan, maka dia masuk proses ee 9:32 brandingnya. Nah, proses ini yang 9:34 kemudian dia harus mengkomunikasikan 9:36 mengkomunikasikan 9:38 pesan-pesan beliau kepada para imigran 9:41 yang lain ataupun yang juga ee simpati 9:46 dengan permasalahan yang dihadapi 9:48 imigran. Nah, imigran itu kan 9:51 permasalahannya urusan entah urusan sewa 9:54 menyewa gitu kan. Mereka enggak punya 9:56 rumah tapi menyewa apartemen, menyewa 9:59 rumah. Kemudian urusan transportasi yang 10:04 mahal, urusan yang terkait sama ekonomi, 10:08 urusan terkait sama hak-hak pekerja. 10:11 Nah, itu ee menjadi hal yang sangat 10:14 sangat penting buat imigran gitu. Itu 10:17 yang beliau perjuangkan. 10:19 Kenapa beliau juga bisa tahu ee itu yang 10:24 menjadi permasalahan intinya adalah 10:27 karena beliau juga anggota dewan 10:29 sebenarnya kan beliau juga sudah anggota 10:31 dewan 10:32 dan selama menjadi anggota dewan beliau 10:35 itu melakukan kerja kerja-kerja yang 10:39 memang ee layaknya sebuah orang anggota 10:41 dewan. Jadi memang turun langsung gitu 10:44 kan, turun langsung mengamati, 10:46 mendapatkan aspirasi, mendapatkan ee 10:48 masukan-masukan masalahnya apa aja dan 10:51 kemudian mencari solusinya. Dari situlah 10:53 diformulasikan 10:56 apa yang menjadi 10:58 ee 10:59 kayak semacam janji kampanye gitu kan 11:02 ya. Ya semacam janji kampanye. Sama 11:04 seperti kalau saya handle klien-klien di 11:06 Calek gitu ya, saya kasih tahu Calek 11:09 saya itu untuk turun ke lapangan. Jadi 11:11 walaupun saya fokusnya di urusan 11:14 digital, sosial media, branding ya, 11:17 tetapi urusan di lapangan itu menjadi 11:20 sangat-sangat penting karena itu jadi 11:21 bahan konten utama gitu kan ya. Dan 11:24 untuk agar bisa ee para Calek itu 11:28 mengetahui apa masalah sesungguhnya 11:32 orang-orang di dapil mereka, mereka saya 11:34 minta turun sampai 200 kali pertemuan. 11:38 sampai 200 kali. Dan Zahron Mamdoni ini 11:43 itu sudah dia mengetuk pintu sampai 1 11:46 juta pintu rumah. 11:48 Itu luar biasanya gitu. Berarti 11:50 pemahamannya 11:52 terhadap permasalahan orang-orang di New 11:55 York itu menjadi sangat dalam karena 11:58 terlibat langsung. Jadi dia bukan 12:01 melakukan survei dari hasil survei, 12:04 bukan juga pengambilan data di sosmet 12:07 gitu yang biasa seperti saya lakukan, 12:09 tapi kemudian datang satu persatu, 12:12 datang satu persatu sampai 1 juta rumah. 12:14 Itu yang luar biasa gitu kan ya. Nah, 12:17 itu yang membuat kemudian dia tahu apa 12:19 yang harus pesan-pesan yang disampaikan 12:22 ke calon pemilihnya itu 12:24 dia tahu persis apa yang menjadi 12:26 permasalahan mereka. Nah, itulah 12:28 branding yang paling bagus. 12:29 H 12:30 dalam ilmu komunikasi itu istilahnya itu 12:33 adalah ee feel of experience. Jadi, 12:37 bagaimana kita menyampaikan pesan kepada 12:40 penerima pesan itu experience-nya sama. 12:43 kita benar-benar bisa menangkap nuansa 12:46 kebatinan 12:48 dari pihak penerima pesan kita itu 12:50 benar-benar match sama gitu loh. 12:53 Sehingga ee yang menerima pesan ngerasa 12:56 ini gue banget gitu, 12:58 ini bagian dari gue. Dia tahu tentang 13:01 gue dan dia memperjuangkan apa yang 13:04 menjadi masalah gue. 13:06 Itu sifatnya ee sangat relevan. Jadi itu 13:09 jenis-jenis konten yang dianggap 13:11 relevan. He. 13:12 Nah, itu yang selalu kemudian menjadi ee 13:16 janji kampanye dari 13:19 Zohran ini. Tentu memang itu satu sisi, 13:23 masih banyak arus sisi yang lain gitu 13:26 kan ya. Misalkan agar kita kuat sebagai 13:31 ee personal branding kita kuat, kita 13:34 juga ee butuh musuh misalkan gitu kan 13:37 ya. butuh musuh itu akan memperkuat 13:41 personal branding kita. Akan memperkuat 13:43 bahwa 13:45 yang menjadi ee sisi perjuangan kita itu 13:48 apa gitu. Nah, Zoran melakukan itu. Dia 13:53 harus memperlihatkan musuhnya siapa. 13:56 Musuh ini penting karena kemudian akan 14:00 membuat orang-orang yang punya misi, 14:04 yang punya ideologi sama dengan Zohran 14:07 itu akan mendekat, akan merapat dan 14:09 berjuang bersama-sama dengan 14:12 Nah, itu yang kemudian benar-benar 14:14 dimanfaatkan. 14:15 Saya cek semua sosmate Zohran eh Mamdani 14:20 ya. Ternyata cukup surprise ya, cukup 14:23 surprise karena dari empat channel 14:26 sosmate yang saya lihat, Facebook, IG, 14:30 TikTok dan ya Twitter dulu itu ternyata 14:34 cara dia menyampaikannya itu 14:36 berbeda-beda. 14:37 Ada beberapa konten yang memang sama, 14:40 tapi walaupun kontennya sama, 14:42 caption-nya bisa beda. 14:44 Hm. 14:44 Atau nuansanya beda. 14:46 H. misalkan ya di 14:50 ee X atau Twitter. 14:54 Di Xwitter ini 14:57 isinya gitu kan ya. Saya jarang main di 14:59 Twitter isinya itu orang-orang dengan 15:01 ideologi yang sangat kuat. 15:03 Hm. sehingga 15:06 ee Zohran akan menampilkan ideologinya 15:09 apa, 15:10 isu perjuangannya apa, isu 15:12 keberpihakannya apa, dan dia akan 15:14 menghajar lawan-lawannya. Sehingga X 15:17 ini, Twitter ini menjadi media 15:20 bertarung. 15:22 Jadi dia akan menghajar habis Trump, dia 15:26 akan menghajar habis Elon Musk, dia akan 15:29 menghajar siapapun yang kira-kira 15:32 dianggap bagian dari oligarki yang akan 15:36 mengkungkung New York dari dulu sampai 15:39 sekarang gitu kan. 15:40 Iya. Iya. I 15:41 itu yang dia lakukan di X. Tetapi dia 15:43 akan beda lagi tampilnya di Instagram. 15:46 misalkan di Instagram ini personal 15:49 branding yang dia tampilkan adalah 15:51 sebagai sosok leaders 15:53 yang ee 15:56 profesional gitu kan ya sehingga dia 15:58 memperlihatkan apa saja yang dia 16:00 kerjakan, apa saja hasil-hasil 16:03 kerjaannya gitu dan itu ditampilkan 16:05 dengan video dan grafis-grafis yang 16:08 sangat bagus layaknya sebuah 16:12 ee lembaga yang profesional. Jadi memang 16:16 diperlihatkan profesionalitas dia 16:18 sebagai pemimpin anggota dewan kemarin 16:20 dan kelak dia nanti jadi New jadi 16:23 Walikota New York itu seperti apa dia 16:24 akan memimpin itu di IG. 16:27 Di IG ini isinya paling banyak itu 16:31 milenium. 16:33 Orang-orang mileni anak-ang milenial. 16:35 Orang milenial ini memang ya di usia 16:37 sudah 30-an 40-an dan dia mereka akan 16:40 melihat siapa yang layak gitu loh jadi 16:43 pemimpin, siapa yang punya kapasitas 16:45 yang luar biasa untuk jadi pemimpin. 16:48 Jadi tampilannya memang harus bagus. 16:51 Akan tetapi begitu saya lihat tampilan 16:54 di TikTok ini ternyata berbeda. Walaupun 16:57 beberapa kontennya sama tapi sudut 17:00 pandangnya agak berbeda. Di TikTok 17:02 sendiri yang ada Gen itu dia bukan 17:06 menampilkan sebagai pimpinan yang 17:08 profesional gitu kan ya dengan tampilan 17:11 yang bagus, infografis yang bagus, 17:14 data-data yang luar biasa. Gak. Tapi dia 17:18 berlaku seperti seorang sahabat di 17:20 TikTok. Bagaimana dia menjelaskan 17:23 mengapa sih saya melakukan ini gitu kan 17:25 ya ke seolah-olah bicara dengan 17:28 sahabatnya sendiri gitu loh. Nah itu di 17:30 TikTok. Nah, orang-orang di TikTok Genj 17:33 itu sangat suka dengan cara pendekatan 17:35 seperti itu. 17:36 Ini yang akan membangun enjudement yang 17:38 cukup tinggi di TikTok akan berbeda. Dan 17:41 ternyata berbeda lagi ketika di 17:43 Facebook. Di Facebook saya lihat dia 17:46 tidak menampilkan sebagai pemimpin yang 17:48 luar biasa, 17:50 bukan juga sebagai sahabat yang sangat 17:52 dekat, apalagi ee politisi yang keras, 17:57 yang galak, yang penginnya berantem. 18:00 Enggak. sama sekali. Tapi dia 18:01 memperlihatkan sebagai anggota dewan dan 18:04 calon walikota yang kira-kira nanti akan 18:07 siap melayani. Sehingga di Facebook itu 18:10 akan muncul misalkan 18:13 ee nomor-nomor apa yang dihubungi kalau 18:15 untuk pelayanan ini ee jadwal-jadwal 18:18 kegiatan apa yang nanti bisa diikuti 18:21 oleh masyarakat gitu kan ya. Jadi 18:24 orang-orang di Facebook ini biasanya 18:26 orang-orang tua yang jarang pakai sosmet 18:29 gitu kan ya, tapi masih punya Facebook, 18:31 sesekali lihat Facebook ini bisa 18:34 mengetahui kira-kira 18:36 ee layanan apa saja yang bisa disediakan 18:39 oleh ee Zohran Mamdani sebagai anggota 18:42 dewan dan kira-kira nanti apa yang dia 18:45 akan layani bila menjadi walikota. Jadi 18:50 cara membranding bahkan di sosmet pun 18:53 itu bisa berbeda-beda. Ini luar biasa 18:55 pembelajaran yang luar biasa gitu kan 18:57 ya. Biasanya saya sendiri tidak sampai 19:00 begitu. Biasanya kita bikin konten yang 19:03 hampir sama ee lempar di semua platform 19:06 dan ngelihat walaupun sebenarnya 19:07 berbeda-beda efeknya gitu ya. Ada satu 19:11 konten yang bagus di TikTok tapi kurang 19:13 bagus di IG. Ada yang kontennya bagus di 19:16 IG tapi tidak di TikTok tapi bagus juga 19:18 di Facebook. Ah, bahkan di YouTube short 19:21 gitu. Ini tentunya berbeda-beda. Dan di 19:24 Zohran ini itu tim sosmet-nya cukup 19:27 bagus. Jadi memang benar-benar paham 19:30 gitu kan ya ee konten mana untuk 19:33 platform mana gitu. Bahkan di TikTok itu 19:37 jarang sekali yang dibuat desainnya itu 19:40 ee bagus. Jadi, seolah-olah ee semuanya 19:43 dilakukan dengan spontan. Nah, itu 19:45 terutama orang-orang di TikTok itu suka 19:47 sekali kalau konten-konten itu kesannya 19:50 spontan dilakukan, dibuat diposting gitu 19:54 kan ya. Sehingga originalitasnya itu 19:57 sangat kuat. Jadi bukan jenis kayak di 19:59 IG yang itu diedit dengan sangat bagus, 20:03 ditampilkan dengan eh sopisticated. Nah, 20:06 orang-orang IG suka seperti itu. Tapi 20:08 orang-orang TikTok tidak suka tampilan 20:11 di IG. Mereka suka tampilan yang e 20:15 walaupun pakai kamera yang enggak jelas, 20:17 enggak mahal, enggak pakai iPhone, ajaak 20:19 kadut, gak masalah sama mereka. Yang 20:21 penting orisinalitasnya dan ada sesuatu 20:24 yang menarik yang disampaikan di situ. 20:27 Kira-kira itu pembuka untuk branding 20:32 menarik, Pak. Mas Dedi ini. Jadi ee saya 20:36 klarifikasi tadi beliau itu keturunan 20:38 Uganda ternyata ee tahun 91. Jadi muda 20:41 sekali umurnya baru 34 tahun.4 tahun. 20:44 Nah, jadi beberapa isu yang diangkat 20:48 sama dia adalah isu pro Palestina ya. 20:51 Jadi bukan menghalangi dia untuk jadi 20:54 pemimpin malah menguatkan. Jadi New York 20:56 ini punya basis ee progresif ini menolak 21:00 perang dia ee rasis, kolonialis, anti. 21:03 Jadi anak-anak muda Amerika terutama ee 21:06 mahasiswa sama mungkin pekerja ya itu 21:11 banyak sekali demo waktu kemarin 21:13 Palestina gitu ya, bukan ee 21:17 hanya apa namanya ee beliau menaikkan ya 21:21 beliau itu ada moral ee tanda jadi 21:25 nilai-nilai Islam itu tidak dibawa 21:28 sebagai simbolik. Kalau kita mungkin 21:30 simbolik nih kalau ee kampanye, "Oh, 21:32 kamu muslim, saya Islam. Tolong pilih 21:34 saya." Kalau kalau beliau saya lihat 21:36 nilai-nilai Islamnya tuh yang dibawa e 21:38 dan memang ee sebetulnya ee sedikit 21:42 kelihatannya beresiko, tetapi karena 21:45 pemilihan di sana jujur, transparan, 21:48 adil gitu ya. Orang-orang di bawah itu 21:51 kalau saya lihat ee apa hasilnya itu 50, 21:55 3 atau 4% gitu ya. dan ee lawannya itu 21:58 41, sekian persatu lagi 7 sekian persen. 22:01 Nah, jadi betul-betul ee persaingan 22:05 cukup ketat gitu ya Mas Tiedi ya. Ee apa 22:07 nih nilai-nilai kira-kira nilai-nilai 22:10 yang di apa namanya? kita bisa lihat apa 22:13 sih politik identitas sama nilai-nilai 22:16 ee nilai-nilai pemimpin ini yang 22:19 ngangkat oh saya muslim tetapi dia malah 22:22 dipilih gitu ya [tertawa] 22:24 gitu gitu itu Mas Dedi coba ee mungkin 22:27 Heeh 22:27 Heeh ee yang pertama terkait dengan 22:30 politik identitas. Jadi 22:33 sebenarnya kalau kemudian banyak ee 22:37 konsep-konsep yang seperti menentang 22:39 politik identitas, saya sangat tidak 22:42 setuju karena memang 22:45 kita enggak bisa lepas dari identitas 22:47 kita. 22:48 Yang punya identitas tertentu memilih 22:51 berdasarkan identitas tertentu itu hak 22:54 dia gitu kan ya. 22:56 Jadi saya muslim mau pilih muslim itu 22:58 hak saya. He. 22:59 Saya kemudian Kristen milih yang Kristen 23:01 itu hak saya gituah. Itu identitas 23:05 saya. Kemudian ee orang Jawa memilih 23:09 yang Jawa itu hak saya identitas. Dan 23:11 itu sah seharusnya itu harusnya sah 23:15 hanya karena memang di negeri kita ee 23:18 hal kayak gitu ee tidak dibenarkan 23:21 karena memang bisa ee mengganggu 23:25 mengganggu proses ee sara atau 23:28 narasi-narasi yang tidak enak. Padahal 23:30 sesungguhnya itu juga terjadi gitu kan 23:33 ya. Maka kemudian menurut saya ee 23:37 demokrasi yang matang itu adalah 23:39 demokrasi yang memang ee membebaskan 23:42 untuk setiap identitas itu menampilkan 23:45 identitasnya gitu kan ya. Ada kebebasan 23:48 bahwa dia memilih ya sesuai dengan ee 23:52 identitas dia yang dianggap cocok dengan 23:55 yang dianggap menjadi pemimpinnya. Nah, 23:58 itu yang menurut saya kedewasaan di 24:02 berdemokrasi gitu kan. Cuma memang ini 24:04 agak masih lama ya berdasarkan 24:06 pengalaman saya itu 2 13 tahun ngurusin 24:10 demokrasi Indonesia ini memang agak lama 24:12 ngurusin ee mematangkan demokrasi kita. 24:16 Baik itu dari konsep-konsep yang politik 24:19 identitas apalagi yang paling parah itu 24:22 sebenarnya mone politik gitu kan ya. 24:25 Kemungkinan di New York ee itu kecil 24:28 sekalilah money politik. Sama sebenarnya 24:31 kalau di kota-kota sangat besar gitu kan 24:33 ya 24:34 di Jakarta, Bandung, Depok, Bekasi 24:38 kemungkinan Maliolitiknya itu ee tidak 24:41 terlalu besar, tidak dominan. Tapi di 24:44 level kabupaten mani politik itu jadi 24:46 sangat-sangat dominan. Nah, kalau mani 24:49 politiknya sangat dominan memang jadi 24:52 sulit ee peluang untuk ee menang itu 24:57 dengan narasi-narasi yang hebat dan 25:00 sosmet yang hebat gitu kan ya. Karena 25:04 memang ada faktor lain yang seharusnya 25:07 ee tidak ada gitu. Tidak seharusnya ada 25:10 itu menjadi ada yaitu urusan uang. Orang 25:13 memilih karena uang. Nah, ini yang 25:16 mengakibatkan kemudian pemimpin-pemimpin 25:19 yang terlahir 25:21 dari proses demokrasi yang tidak matang 25:24 di Indonesia ini. Ini melahirkan 25:27 pemimpin-pemimpin yang memang 25:30 semuanya sibuk dengan pencitraan, 25:33 semuanya ee sibuk dengan 25:35 tampilan-tampilan yang kalau mau meraih 25:38 suara Islam maka dia akan tampil islami. 25:40 Walaupun kemudian sesungguhnya dia tidak 25:43 beragama Islam. kita tahulah ee seperti 25:46 siapa dulu kan ya. Nah, itu banyak 25:49 terjadi seperti itu tetapi kemudian 25:51 lebih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan 25:54 uang di belakangnya ini yang sangat 25:56 sangat menyedihkan gitu sehingga kita 25:58 mendapatkan pemimpin-pemimpin 26:01 yang memang sebenarnya enggak berjuang 26:02 buat rakyat. Dia berjuang untuk uang, 26:06 untuk oligarki karena memang dia 26:08 memenangkan suara juga dengan uang. Nah, 26:11 ini proses pendidikan ke rakyat ini juga 26:15 butuh waktu ya. Butuh waktu. 26:17 Mungkin satu lagi nih, Mas Dedi ini kan 26:20 ee apa yang sedang terjadi sih 26:22 sebenarnya? Misalnya ee di London tuh 26:24 Sadikan ya, dia anak supir bus dua kali 26:27 jadi walikota London gitu ya. Terus ee 26:31 ini sekarang Zohran Mamdani gitu ya. Apa 26:33 yang terjadi nih? Apakah ada brand 26:36 Islam, apa nilai-nilai Islam dari ee 26:40 etnis minoritas, orangnya cerdas, 26:42 empatik, modern gitu ya. Kalau di luar 26:45 kan lebih ke kayak ini ide bukan 26:48 identitas saya muslim ya, ee tetapi dia 26:51 dia menampilkan saya itu Islam dari saya 26:53 itu cerdas, saya peduli sama orang, oh 26:56 kayak gini gitu ya. dia tidak 26:57 menampilkan ee apa namanya ibaratnya 27:00 Islam KTP, tetapi Islam yang betul-betul 27:03 sesungguhnya ee nilai-nilai Islam yang 27:05 dibawa sehingga orang tuh simpatik dari 27:06 mulai dia anggota dewan dan lain-lain. 27:08 Nah, dunia ini sudah lelah sama pemimpin 27:10 yang kayak modelnya mungkin ee apa 27:13 namanya? Pemimpin yang modelnya ee apa 27:18 gayanya ya pencitraan modern gitu ya. Ee 27:21 terus ee dia ingin ee tampil yang mewah 27:25 segala macam. Jadi ee dia ada 27:29 nilai-nilai yang merakyat gitu ya, 27:31 nilai-nilai keadilan, kasih sayang. Nah, 27:33 gayanya tuh gaya baru tuh. Bagaimana sih 27:35 fenomena apa nih yang lahir di dunia 27:37 gitu ya? Kelihatannya ee seperti apa Mas 27:39 Dadi? 27:41 Saya sih percaya ya, bahwa pemimpin itu 27:45 memang dilahirkan, dimunculkan 27:49 ee sesuai dengan rakyat atau pemilihnya 27:53 gitu kan ya. Jadi kalau memang di suatu 27:56 daerah, suatu negara, suatu kota 28:00 pemilih terbesarnya memang bisa 28:02 ditentukan dengan uang, maka yang akan 28:05 muncul adalah pemimpin karena uang. 28:08 Kalau kemudian ee para pemilihnya sudah 28:12 sangat berpendidikan kayak di London, 28:15 kayak ee di New York dan mereka tidak 28:18 dipengaruhi oleh money politik, maka 28:21 mereka akan melihat bahwa ini narasinya 28:25 yang ditawarkan seperti apa, cocok 28:27 dengan kebutuhan kita gak gitu kan ya. 28:30 Kalau kemudian cocok maka mereka akan 28:33 memilihnya. dia akan mencari yang 28:35 terbaik gitu kan ya yang bisa melayani 28:38 dia sebagai rakyat dari pemimpinnya 28:42 gitu. 28:43 Nah, itu menurut saya sih ee natural 28:46 aja, fitrah aja. Jadi, selama kita tidak 28:49 memperbaiki rakyat kita sendiri gitu kan 28:52 ya, maka kita tidak akan pernah 28:54 menghasilkan pemimpin yang bagus gitu 28:56 kan. Karena begitu kita munculkan 28:59 pemimpin bagus dengan segala macam cara 29:02 pun, tetapi kalau rakyat tidak rakyat 29:06 terbesar tidak membutuhkannya 29:08 ya sudah maka pemimpin itu belum belum 29:11 saatnya muncul gitu kan ya. 29:14 Ya. Ya, 29:14 itu sih kira-kira. 29:16 Iya, Mbak Krishna mungkin ada 29:18 luar biasa nih ya. Hm. Ini ada 29:22 pertanyaan dari pendengar nih, Pak ee 29:26 Pak Dedi Rahmat. Apakah 29:29 Pak calon Walikota waktu itu dia tidak 29:32 menggumbar program-program atau 29:34 bagaimana sehingga itu bisa diterima di 29:36 semua kalangan? 29:39 Kalau di sini kan Pak 29:42 bikin program gitu kan 29:43 kalau Indonesia di sana bagaimana itu? 29:47 Jadi sebenarnya yang dilakukan Zohran 29:49 sendiri, dia kan sudah jadi anggota 29:51 dewan. Pada saat dia menjadi anggota 29:54 dewan, dia melakukan sesuatu, melakukan 29:58 program-program gitu kan ya. Melakukan 30:00 sesuatulah sehingga ada hasilnya. Dari 30:03 situ tingkat kepercayaan orang pada dia 30:06 itu naik. Bahwa menjadi anggota dewan 30:09 aja dia telah melakukan banyak hal. Maka 30:14 begitu dia menjadi ee mencalonkan diri 30:17 sebagai ee walikota gitu yang sifatnya 30:21 eksekutif, yang akan pasti punya banyak 30:24 dana cukup besar untuk menjalankan 30:26 program-program, maka orang akan melihat 30:29 programnya apa aja nih, kena enggak sama 30:32 gue gitu kan ya. Ini cocok enggak sama 30:35 gue? Nah, begitu dirasa cocok maka ee 30:40 reputasi beliau sebagai anggota dewan 30:42 sebelumnya yang sudah bagus itu akan 30:45 menjadi modal utama bahwa beliau juga 30:48 akan dipercaya apabila menjadi walikota 30:52 menjalankan program yang dia janjikan 30:55 bila nanti menjadi ee walikota. 30:59 Tentu saja memang ee program-program 31:02 yang untuk jadi walikota belum bisa 31:04 dijalankan pada saat jadi anggota dewan. 31:06 Anggota dewan kan prosesnya proses 31:08 legislatif itu banyak 31:10 ee model aturan gitu kan ya. Itu akan 31:13 berbeda. Tetapi itu adalah modal awal 31:16 untuk orang bisa percaya. pemilihnya 31:18 percaya bahwa dia memang ada niat untuk 31:21 bekerja buat rakyat dan kalau kemudian 31:24 dia maju sebagai eksekutif menjadi 31:26 walikota, maka orang akan melihat bahwa 31:30 sebelumnya dia telah berhasil menjadi 31:32 anggota dewan dengan menjalankan 31:33 janjinya, maka ada kemungkinan besar dia 31:37 juga bisa menjalankan janji kerjanya 31:40 apabila menjadi ee Walikota New York. 31:43 itu yang kemudian ee program-program itu 31:46 ditampilkan di semua sosial medianya 31:48 agar orang tahu apa yang akan beliau 31:51 kerjakan nanti kalau menjadi ee 31:54 walikota. Kira-kira begitu, Pak. 31:56 Baik, Pak Dedi Rahmat. Ini ada 31:58 pertanyaan dari pendengar dari Ibu 32:00 Dinar. Asalamualaikum, Pak Dedi. 32:03 Apakah dalam membangun personal branding 32:06 bagi seorang pemimpin perlu menguasai 32:08 seluruh sosm yang ada atau menguasai 32:11 satu sosm saja? sudah cukup untuk stand 32:14 out eh stand out di masyarakat. Yang 32:18 kedua, bagaimana menyesuaikan konsep 32:20 branding yang dipakai oleh Zoan agar 32:22 bisa digunakan di Indonesia yang kondisi 32:25 demokrasinya belum matang? 32:29 Oke, yang pertama itu terkait dengan 32:32 platform. Kalau terkait dengan platform 32:35 sebenarnya kita harus tentukan 32:38 itu ee segmentasi pemilih kita. Jadi 32:42 misalkan saya biasanya akan cek pengguna 32:46 sosmet di sebuah dapil katakanlah sebuah 32:49 kota itu yang paling tinggi itu apa? 32:53 Data biasanya kalau kota-kota besar itu 32:57 pengguna yang tertinggi itu IG dan 32:58 TikTok. Maka saya fokus aja kemudian 33:02 membranding di ee dua platform tersebut. 33:06 Tetapi kalau kemudian saya masuk ke 33:08 daerah kabupaten apalagi di luar di luar 33:12 Jawa, maka saya akan cek lagi pengguna 33:14 sosm yang tertinggi itu apa. Apakah 33:17 Facebook, IG, TikTok, eh Twitter dan 33:19 lain-lain. Saya cek biasanya itu adalah 33:22 Facebook dan kalau Facebook-nya yang 33:25 dimunculkan, maka kita akan lebih banyak 33:27 fokus di Facebook dan kita akan lebih 33:29 banyak beriklan juga di Facebook. 33:31 disesuaikan karakternya dengan 33:34 orang-orang pengguna Facebook. Biasanya 33:37 di setiap ee 33:41 platform itu kita bisa tahu di daerah 33:44 tersebut itu pengguna platform Facebook 33:47 misalkan mereka lebih tertarik itu 33:49 konten-konten seperti apa. Apakah konten 33:52 terkait pemberitaan, konten terkait 33:56 dengan motivasi, konten terkait dengan 33:59 cerita-cerita komedi dan drama, konten 34:02 terkait dengan belanja-belanja itu bisa 34:04 ketahuan. 34:05 Hm. 34:06 Dan kalau itu kita sudah tahu, maka kita 34:09 posisikan konten kita juga sesuai dengan 34:12 pengguna di sosial media di daerah 34:15 tersebut. Apakah di Facebook, IG, 34:17 TikTok, dan ee X ya yang Twitter itu 34:22 satu. Jadi tidak harus semuanya dulu, 34:24 terutama buat yang masih baru. Buat 34:27 masih baru menggunakan sosial media 34:31 untuk sebagai personal branding, maka 34:33 enggak perlu semuanya dulu. 34:35 Cukup pilih satu yang kira-kira sesuai 34:38 dengan segmen yang kita tuju. He. 34:40 Segmen usia, segmen atau demografis, 34:44 segmen geografis lokasinya, atau segmen 34:47 psikografis yang kira-kira minatnya ke 34:50 mana? Apakah kita mau cari minat ee yang 34:53 suka dengan mancing, suka dengan ee 34:57 kucing, suka dengan olahraga, suka 35:00 dengan nah itu minatnya beda-beda, 35:01 psikografisnya gitu. 35:03 Hm. 35:04 Tetapi kalau kemudian ee kita naik 35:09 level, jadi misalkan kalau jadi anggot 35:11 calon jadi anggota legislatif itu akan 35:14 berbeda sama sekali menjadi calon 35:16 anggota eksekutif 35:18 ya. Jadi kepala daerah. Kalau anggota 35:21 legislatif kita hanya butuh suara 35:24 tertentu di segmen tertentu 35:27 yang personal branding-nya itu cukup di 35:31 beberapa platform saja. satu atau dua 35:33 platform. 35:35 Sedangkan kalau sudah maju di eksekutif 35:38 itu enggak bisa. Di eksekutif itu zero 35:42 eh zero some game ya. Zero some game ya. 35:45 Jadi 35:46 menang atau kalah udah karena memang 35:49 kita harus lebih tinggi dari yang 35:51 lainnya gitu. Nah, untuk itu semua 35:54 platform harus dipakai dan kalau semua 35:57 platform yang kita pakai maka sebaiknya 36:00 kita lakukan seperti yang dilakukan oleh 36:02 Zornan. Zhran bisa memahami setiap 36:07 platform 36:08 itu orangnya breed dan perilakunya 36:10 berbeda, mindsetnya berbeda. Sehingga 36:13 dia juga membuat konten-konten walaupun 36:16 mirip gitu kan ya, itu kontennya itu 36:19 sedikit berbeda. Disesuaikan dengan 36:21 nuansa kebatinan para pengguna platform 36:24 tersebut. Di TikTok akan menjadi sangat 36:27 akrab gitu. yang itu enggak akan dia 36:30 lakukan kalau di IG itu di IG itu agak 36:34 jaim lah. Agak jaim kalau di IG di 36:38 Facebook ee itu enjudement-nya akan 36:40 lebih bagus, agak lebih ramah. Tapi 36:42 kalau di X itu harus main hajar. 36:45 H 36:46 pokoknya udah kayak semua itu jadi lawan 36:49 lah. Semuanya mau dihajar ditinju aja 36:50 sekalian gitu kan. 36:52 Nah itu beda-beda gitu kan ya. Walaupun 36:54 orangnya sama, tapi pendekatannya beda 36:56 karena memasuki segmen yang beda-beda. 37:01 Kira-kira gitu. 37:02 Oke. 37:02 Ada yang menarik nih sedikit ee Mas Dedi 37:05 ini kan Zohran ee gimana pemimpin muslim 37:09 itu bisa diterima di dunia Barat yang 37:12 mungkin ee sebagian besar sekuler dan 37:14 skeptis sama Islam gitu ya. Nah, maka 37:18 ini dia bahwa Islam itu bukannya label 37:22 tapi brand-nya gitu ya. Eh, jadi di 37:25 reframing gitu ya. Jadi bukan ee etnis 37:28 minoritas yang dibawa, tapi nilai-nilai 37:30 kemanusiaan kayak gitu ya. Jadi ini kan 37:33 satu fenomena yang menarik nih Mas Dedi 37:35 ya. benar-benar ee apakah ee kayak Islam 37:40 ini benar-benar sudah diterima secara 37:42 global gitu ya ee di sebagai level 37:47 nasional di negara barat gitu ya. Ee apa 37:50 sih ee ini Mas Dedi ee komentarnya nih? 37:53 Ee kalau menurut saya sih ya ee karena 37:56 dia segmennya itu imigran dan imigran 37:59 itu ee lebih bebas gitu kan, lebih bebas 38:03 ee tidak terkungkung oleh identitas 38:06 tertentu. Mereka memilih itu lebih ke 38:08 rasionalitasnya gitu kan ya. 38:11 Mereka tidak terkungkung dengan ee 38:14 identitas tertentu. Itu seperti kayak 38:17 kata Maung dulu kan ya. 38:20 Saya tidak peduli ini kucing hitam atau 38:23 kucing putih. Selama dia bisa nangkap 38:26 tikus saya pakai gitu. 38:30 Sebenarnya juga Zahron juga begitu 38:33 sebenarnya bahwa kemudian dia muslim oke 38:36 gitu loh. Tapi sebenarnya menurut saya 38:38 ini ya memilihnya bukan kemuslimannya 38:42 tetapi dia menjalan-jalan menjalankan 38:45 nilai-nilai Islam 38:46 perilaku islami yang itu cocok dengan 38:49 semua imigran yang ada di sana. 38:51 Iya betul. Betul. 38:52 Oke. 38:52 Itu yang yang perlu kita kita kembangkan 38:55 gitu kan ya. Jadi jangan sampai juga 38:58 umat muslim ini terlalu euforia. Oh, 39:02 dunia telah ee memilih pemimpin muslim. 39:05 Mereka pikir yang dipilih itu karena 39:07 muslimnya bukan 39:09 karena dia menjalani 39:11 ee perilaku islami gitu kan ya. Maka 39:15 kemudian dia layak jadi pemimpin. 39:17 Itu yang kemudian harus diketahui oleh 39:20 seluruh ee pemimpin muslim di negara 39:23 kita. 39:24 Baik, selanjutnya 39:26 dari Imron. Asalamualaikum, Pak Dede 39:29 Rahmat. 39:30 Eh, kenapa ee 39:34 Osama sangat mendukung daripada Jahron 39:38 ini? 39:40 Jahron Mandani? Kenapa Obama mendukung? 39:44 Kalau saya sih ngelihatnya karena memang 39:46 ada kesamaan segmen ya. Beliau kan juga 39:49 di imigran juga. mereka beliau juga 39:52 punya nilai-nilai yang memang 39:55 ee mirip dipegang oleh imigran yang lain 39:58 gituah. Itu yang menjadi kesamaannya 40:01 karena memang ee kita memilih ya kita 40:04 memilih siapapun memilih pemimpinnya 40:06 ataupun mendukung calon pemimpin itu 40:09 kalau ada kesamaan. Jadi ada kesamaan 40:13 tertentu terutama apalagi kalau kesamaan 40:16 experience-nya gitu kan ya, bahwa dia 40:19 sama-sama imigran pastilah kemudian 40:21 dukungannya juga akan lebih lebih besar. 40:25 Itu yang terlihat dari luar. Kalau 40:26 terlihat dari dalam saya kurang tahu 40:28 harus ditanyakan ke Obama langsung. 40:31 [tertawa] 40:32 Baik, selanjutnya dari Ifsa. 40:34 Assalamualaikum, Pak Dedi. Apa faktor 40:37 paling menentukan dalam proses yang 40:40 dilalui Zoan Mamdani hingga bisa 40:43 diterima sebagai sosok pemimpin yang 40:44 dipercaya lintas kalangan? Kemudian 40:47 bagaimana umat Islam terutama generasi 40:49 muda bisa mengambil pelajaran dari 40:51 perjalanan juaraan madani ini agar 40:54 mendapat kepemimpinan yang beliau 40:56 tunjukkan tidak berhenti sebagai simbol 40:58 semata, tetapi benar-benar menjadi 41:01 inspirasi dalam membangun kepemimpinan. 41:04 yang berintegrasi, berkeadilan, berpihak 41:07 pada kemanusiaan. 41:10 Dari Bapak Ibsa. 41:13 Pertanyaannya bagus banget, [tertawa] 41:16 panjang. Maksudnya 41:20 sebenarnya simpel jawabannya. Selama 41:22 kita bisa memahami calon ee pemilih kita 41:27 atau orang-orang di dapil kita, maka 41:31 kita akan dipilih oleh mereka. Itu aja 41:34 sebenarnya intinya dan itu yang 41:36 dilakukan oleh ee Zaron gitu kan ya. Dia 41:39 mencoba memahami apa menjadi 41:42 permasalahan terbesar dan umumnya yang 41:44 ada orang-orang di dapilnya itu yang 41:47 kemudian dia angkat, dia komunikasikan. 41:50 Sebenarnya ee ini hal yang sangat lumrah 41:54 gitu kan ya. Kita itu tertarik pada 41:57 orang kalau berteman gitu kan ya. Kalau 41:59 kemudian ee kita tahu, kita bisa 42:02 mengetahui apa permasalahan dia, apa 42:04 yang menjadi pikirannya, apa yang 42:06 menjadi penting baginya, gitu kan ya, 42:09 itu langsung klop gitu. Nah, di politik 42:12 juga seperti itu. Orang rakyat memilih 42:15 pemimpinnya kalau kemudian rakyat itu 42:19 melihat bahwa calon pemimpinnya itu 42:21 paham yang menjadi apa kebutuhan kita, 42:24 apa yang menjadi pikiran kita, apa yang 42:26 menjadi kekhawatiran kita, apa yang 42:28 menjadi cita-cita kita, apa yang menjadi 42:30 harapan kita, dia paham. Dan untuk bisa 42:33 paham makanya harus dekat dengan rakyat. 42:38 Jadi buat calon-calon pemimpin muda ke 42:42 depannya paling banyak itu paling bagus 42:45 itu harus sebanyak-banyaknya dekat 42:47 dengan rakyat, harus banyak ngobrol gitu 42:49 kan ya. Harus banyak kemudian ketemu 42:51 dengan komunitas, gali kemudian 42:54 masalahnya seperti apa. Tidak harus 42:57 kemudian kita menjadi solusi saat itu. 42:59 Gak juga karena kita juga punya power, 43:01 punya resarch yang terbatas. Tapi kita 43:04 tahu, kita simpan bahwa komunitas ini 43:07 kebutuhannya ini, komunitas ini 43:09 kebutuhan ini, keluarga ini butuhi ini, 43:11 RT ini butuhi ini, kita tahu semuanya. 43:14 Dan begitu kita satukan kebutuhan itu, 43:16 maka kita akan dapat narasi yang kuat 43:19 yang kalau kita jadikan 43:21 ee janji kampanye gitu kan ya, 43:24 itu menjadi janji yang sangat kuat. itu 43:26 yang kemudian ee disosialisasikan 43:29 melalui channel-channel media yang ada, 43:32 terutama sosial media karena semua orang 43:34 pakai itu. 43:35 Oke, 43:36 kira-kira gitu. 43:37 Mungkin ee sedikit sedikit tambahan 43:39 terkait ee pelajaran dari Zohran Mamdani 43:42 ya. Saya ambil beberapa konsep 43:45 sebetulnya. Ee Mamdani itu enggak bicara 43:47 tentang Islam, tapi dia jalanin Islam eh 43:50 white label gitu ya. Dia enggak pakai e 43:53 labelnya, tetapi dia jalanin 43:54 nilai-nilainya gitu ya. Nah, ee dia 43:58 konsisten gitu ya, dia ada brand trust, 44:01 dia membangun ee brand yang dipercaya 44:06 gitu ya. Terus ee dakwah bilhaq, dakwah 44:10 bilhaq itu dengan perbuatan gitu ya. 44:12 Jadi dia enggak pakai slogan, langsung 44:14 dikerjain sama dia. Memang ee turun ke 44:16 bawah gitu ya, bantu orang-orang yang ee 44:19 minoritas gitu. Dan itu ee bukan cuman 44:23 di depan kamera ya dia, tetapi banyak di 44:26 belakang kamera dia banyak ee tertangkap 44:29 bahwa dia bantu orang betul-betul 44:32 otentik. Jadi ee otentik itu kan penting 44:34 ya, bagaimana ee misalnya pro Palestina 44:38 ee di tengah politik global yang memang 44:42 ee 44:44 kurang mendukung, tetapi di sisi lain 44:48 banyak sekali negara yang ee memang 44:51 mendukung. Nah, dia dia memanfaatkan 44:53 momen itu untuk e bersikap cerdas gimana 44:56 ee dia pakai bahasa-bahasa yang 44:58 universal buat buat masuk di situ ya. 45:01 Jadi dia juga orang yang cerdas ya, 45:04 menampilkan sosok yang memang anak muda 45:08 ee yang menentang perubahan. Jadi kalau 45:11 kita lihat banyak yang menang itu dia 45:13 nentang pemimpin sebelumnya yang ee 45:16 memang berlaku otoriter gitu ya. Ee dia 45:19 dia bangun kepercayaan publik, dia pakai 45:22 narasi-narasi yang memang wah ini enggak 45:24 adil gitu ya 45:26 gitu ya. Jadi ee pertama mungkin kita 45:30 betul-betul gimana kita lillahi taala 45:33 lah ibaratnya benar-benar kita membantu 45:35 orang terus citranya memang bersih gitu 45:38 ya dia punya e apa namanya narasi-narasi 45:40 yang memang adil. Nah, dia kelihatan 45:44 memang ee berbeda nih kalau saya ee 45:47 pilih saya dia bisa ee membawa perubahan 45:49 gitu ya, memberi manfaat buat masyarakat 45:52 luas. Jadi itu mungkin beberapa ee 45:55 konsep tambahan aja sih. Heeh. 45:58 Dan ee Zara Namadan ibunya tuh seorang 46:02 saudara sutradara film ternyata ya. 46:04 Oh iya iya. Amerika ya 46:06 seorang profesor. Seorang profesor. 46:09 Keturunan Amerika ya ibunya ya. 46:10 Iya. Eh ada Suryanya juga yang istrinya 46:13 kali ya. Kemudian ini ada punya 46:14 pertanyaan apa yang menyebabkan ee Zaram 46:19 Zar Mamdani masih muda sudah matang? apa 46:22 menyebab dia kok matang dalam usia 46:24 semuda itu? 46:27 Silakan, Pak Dedi. 46:31 Kalau saya sih sebenarnya 46:33 Oke, Pak. Kalau dari sisi kematangan sih 46:37 ee saya enggak bisa jawab cukup 46:41 meyakinkan ya karena saya tidak kenal 46:43 beliau dan tidak bertemu beliau dan 46:45 tidak berteman dengan beliau itu. Tapi 46:48 memang kalau untuk dari sisi usia 46:51 menjadi anggota dewan sebenarnya di 46:54 Indonesia juga banyak anggota dewan yang 46:56 seusia beliau gitu kan ya. Bahkan jadi 46:58 walikota seusia beliau juga banyak di 47:01 Indonesia. 47:02 Cuma memang kebanyakan dikarbit oleh 47:04 bapaknya [tertawa] 47:06 yang kemudian pada saat jadi sebenarnya 47:10 ini loh ee kita harus lihat 47:13 ee Zohran ini 47:17 kita belum bisa euforia dulu sebenarnya. 47:20 Jadi Zoan ini karena dia melawan 47:23 Presiden Trump, dia akan bermasalah 47:26 dalam melaksanakan aktivitasnya sebagai 47:29 walikota New York. Nantinya kita akan 47:31 lihat apakah dia bisa berhasil 47:33 menjalankan janji-janji kampanyenya. 47:35 Karena beberapa janji kampanye itu 47:37 dianggap itu unrealistik gitu kan. Ya 47:40 memang itu suatu kebutuhan yang luar 47:43 biasa tapi itu sangat sulit butuh dana 47:45 sangat besar gitu kan ya untuk 47:47 menjalankannya. Apa kemudian nanti pusat 47:50 gitu ee Presiden AS akan mengizinkan? 47:53 Nah, itu jadi pertanyaan besar sehingga 47:57 ee saya pikir kita tunggu dulu gitu kan 48:00 ya, kita tunggu dulu ee apakah memang 48:03 Zahron ini akan benar-benar bisa menjadi 48:06 walikota seperti yang dia janjikan. Bisa 48:09 saja kemudian ternyata enggak matang, 48:12 baru ketahuan enggak matang. Ternyata 48:14 memang ee dia tidak bisa menjadi 48:17 walikota yang memang diharapkan oleh ee 48:20 warga New York. Itu nanti terbukti di 48:22 periode kedua sebenarnya. dia masih akan 48:24 bisa terpilih di periode kedua atau gak. 48:26 Kalau memang rakyat New York masih 48:28 memilih dia, berarti memang dia 48:30 menjalankan janji kampanyenya. 48:32 Itu baru kemudian kita bisa anggap ee 48:36 dia benar politisi yang ee cukup matang. 48:38 Sama yang seperti di London ya. Kita 48:41 lihat aja itu ukuran kematangannya itu. 48:43 Jadi kalau ngelihat di SOSM itu gak 48:46 bisa. Kematangan seseorang itu tidak 48:48 bisa dilihat dari di sosm kecuali memang 48:50 kenal dekat dan kita tahu sehingga dia 48:54 tahu kita tahu pemikiran-pemikiran 48:56 sebenarnya itu apa karena sosm itu bukan 48:59 yang sebenarnya sesungguhnya gitu kan 49:02 ya. 49:03 Baik Bang Habib seperti kita sudah 49:05 diwatasi oleh waktu. Terima kasih, Mas 49:08 Dedi Rahmat. Eh, beliau ini seorang 49:10 pakar branding ya, founder Katapedia dan 49:14 e Bang Habib adalah kita tahu dia adalah 49:17 master trainer dari BNSP. Kalau mau 49:20 nomor teleponnya ini 0823 49:23 10.213. 49:25 0823 49:27 10.213. 49:29 Bang Habib, 49:31 Bang Habib 49:32 I 49:33 ya. Terima kasih ya, Bang Habib ya. 49:35 Sama-sama. terakhir. 49:39 Ee oke 49:41 ee mungkin sedikit ya. 49:42 Bismillahirrahmanirrahim. 49:43 Ee dari Zahran Mamdani ini kita bisa 49:46 ambil pelajaran sedikit ee bagaimana 49:49 pemimpin muda muslim keturunan India 49:52 berhasil jadi walikota New York. Ee kota 49:55 paling kompleks di dunia. Ee 49:57 keberhasilannya enggak hanya karena 49:58 politik tapi branding kepemimpinan yang 50:00 berintegritas, moralitas, dan empati 50:03 sosial gitu ya. 50:05 bagaimana ee ini kita bisa ambil ee ee 50:10 di dalam dunia ee Islam ya. Kita mesti 50:14 punya eh brand clarity yang jelas, 50:17 konsisten ya, cerdas berkomunikasi 50:19 bagaimana bukan hanya ee label tetapi 50:22 memang di di ee dilakukan gitu ya. Nah, 50:27 ini ee dari Islam itu bukan hanya ee 50:31 butuh pembelaan verbal, tapi memang 50:33 pembuktian bagaimana masa depan Islam 50:35 itu harus ee transparan, relevan, gitu 50:38 ya. Dan ee Islam ini akan dihormati 50:40 pemeluknya ketika berintegritas dan ee 50:42 dia profesional di bidangnya gitu ya. 50:45 Nah, dan selaras antara iman, akal, dan 50:48 tindakan gitu ya. Insyaallah 50:50 mudah-mudahan ini ee kita positif ee 50:53 bagaimana muslim ini bukan hanya simbol 50:56 tetapi manfaat dan ee nyata buat global 50:59 gitu ya. Dan ee ini adalah wajah Islam 51:03 yang modern ee adil dan ee penuh kasih 51:05 sayang gitu ya. Dan Islam ini harus 51:08 meniru pola ini. Bagaimana Islam itu 51:11 menjadikan akhlak sebagai strategi, 51:12 bukan sekedar ornamen. Mungkin ke 51:15 depannya ee kita berharap banyak 51:18 pemimpin-pemimpin Islam yang dihadirkan, 51:21 yang tumbuh, yang menang 51:23 ee dan bisa membawa perubahan bagi dunia 51:26 ee dan agama ini. Terima kasih. Ee 51:29 asalamualaikum warahmatullahi 51:30 wabarakatuh. 51:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:32 wabarakatuh. Terima kasih, Bang Habib 51:34 dan juga 51:36 Bang Dedi Rahmat, pakar branding atas 51:39 sharingnya luar biasa. Baik, saya 51:41 Muhammad Krishna. Ini siapa namanya? 51:45 Rafid. Eh, Rafid. E, Atep Setiabudi dan 51:49 juga Algi. Mohon pamit. Wabillahi taufik 51:51 walhidayah. Wasalamualaikum 51:52 warahmatullahi wabarakatuh. 51:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:55 wabarakatuh.