Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- kirsiron thyiban mubarokan fi kama
- yuhibuna waardo ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ibu dan akwat pendengar
- radio sathim dan juga pemirsa Rasil
- Piswa yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah saya Muhammad Fahri temani
- Zain Anis dan juga Nurfit Tahir sebagai
- produser hadir di acara sirah sahabat
- bersama Ustaz Komaruddin Basuni.
- Alhamdulillah beliau telah di studio.
- Kita sapa saja Iwan Akhwat.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar sehat
- ya? Alhamdulillah. Alhamdulillah sehat
- walafiat Ustaz. Dan hari ini Ustaz akan
- membawakan kisah sahabat Umair bin
- Wahab. Pasti Iwan belum pernah mendengar
- sahabat Umir ini ya. Makanya nanti ustaz
- akan mengkisahkan kisahnya Umir bin
- Wahab ini. Dan untuk Anda yang ingin
- bergabung nanti silakan Anda bisa
- kirimkan melalui WhatsApp dan SMS kami
- di
- 0811
- 999720 ataupun telepon kami di
- 0218451512. Silakan, Ustaz.
- Ya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu
- wafiruh wa naud nazubillahi min syururi
- anfusina wasayiati amalina may yahdillah
- fala mudillalah wam yudlil fala
- hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallah
- wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna
- muhammadan abduhu wa rasuluh. Amma
- ba'du.
- para pendengar Radio Rasil di mana saja
- berada dan
- juga TV Rasil atau TV Visual Rasil yang
- selalu mengudara.
- Alhamdulillah dengan takdir dan izin
- Allah Subhanahu wa taala pada kesempatan
- hari ini kami akan menyampaikan
- tentang perjalanan seorang sahabat Nabi
- yang disebut namanya Umair bin
- Wahab dengan julukan yang terkenal
- adalah jagoan Quraisy. Jagoan Quraisy.
- Jagoannya Ustaz ya. Jagoannya Quraisy.
- Umair bin Wahab.
- Umir bin Wahab merupakan
- dedengkot atau premannya
- Quraisy. Sehingga tidak ada orang yang
- bisa berhadapan baik secara
- argumen maupun secara fisik. Memang dia
- selalu di depan. He. Dan Quraisy selalu
- mengandalkan kalau ada istilah atau ada
- peristiwa-peristiwa genting yang tidak
- bisa diatasi baru dia mungkin kalau
- istilah bahasa kita sekarang ini pasukan
- khusus. Nah, pasukan khusus yang
- dikendalikan oleh Umah bin Wahab.
- Sehingga kalau sudah dia bertindak orang
- sudah merasa aman. Kalau ada peristiwa
- apapun kalau bisa diatasi sama yang
- lain, yang lain. Tapi kalau sudah tidak
- bisa diatasi baru dia. Ini pasukan gerak
- cepat ya yang memang dimiliki oleh tokoh
- Quraisy
- ini. Pada saat peristiwa perang
- Badar
- ini beliau tidak ikut
- dalam perang Badar.
- Namun
- beliau menyerahkan atau menugaskan
- kepada anaknya
- ya anaknya agar seolah-olah menggantikan
- ayahnya.
- Nah,
- ternyata anaknya Umir ini kena tangkap.
- He.
- Maka dia masuk salah satu di antara
- tawanan perang Badar.
- Nah, orang
- tua tidak ada satuun orang tua di mana
- saja yang namanya orang tua kalau
- mendengar derita anaknya di mana saja
- pasti itu hatinya akan sedih sedih, akan
- galau, akan gundah gulana. Ya, maka
- tiada hari tiada malam selalu ingat
- bagaimana anaknya yang ada dalam tawanan
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam.
- Maka perhitungan dan perhitungan yang
- selalu dipikirkan apa
- kira-kira? Nah, satu
- saat dia sedang di
- Makkah kemudian di sebuah batu yang
- besar tiba-tiba ketemu dengan miliarder
- Mekah yaitu Sofwan bin Umayyah. ini
- miliarder. Kata
- sopan, "Saya dengar Anda katanya mau
- pergi ke
- Madinah
- kapan?" Ah, Umar diam
- aja. Justru itu yang jadi beban pikiran
- saya. Katanya.
- Apa? Coba Anda
- sampaikan. Ya. Pertama, kalau saya
- pergi, saya kan meninggalkan tanggung
- jawab.
- Saya di samping itu harus punya
- bekal dan kemudian saya kalau datang ke
- sana pasti ada sesuatu yang saya bawa.
- Nah, saya tidak punya
- apa-apa. Bekal enggak
- punya barang yang akan saya tinggalkan,
- keluarga juga enggak
- punya. Oh, itu alasnya. Iya,
- itu sekarang gini aja dah.
- Dan di samping itu kata Umar, "Saya
- punya masalah dengan engkau." Apa? Punya
- hutang.
- Oh, jadi kamu punya
- punya. Sekarang gini, coba dah kamu
- enggak usah mikirin apa yang tadi
- disampaikan.
- Kalau betul kamu mau ke
- Madinah dan kamu punya cita-cita akan
- membumihanguskan Muhammad di
- Madinah, seluruh keperluanmu saya
- tanggung dan hutang kamu kepada saya
- bebas. Anak dan keluargamu yang kau
- tinggalkan saya jamin
- semuanya. Dan bekal dalam perjalanan
- sampai engkau kembali, saya jamin.
- Gimana? Siap. Katanya. Wah. Jadi
- sekarang dia seolah-olah lepas
- dari apa yang selama ini dipikirkan. Dia
- harus meninggalkan keluarga. Sekarang
- sudah ada yang mengatasi. Dia memikirkan
- bekal sudah ada. Dia punya beban hutang
- sudah dibebaskan. Wah. Tinggal
- masalannya apa? Tinggal dia
- mempersiapkan senjata yang ampuh.
- Nah, Umar ini akhirnya kalau istilah
- bahasa gampangnya ngasah bedog
- dipanjang pedang yang panjang diasah
- sama
- dia. Diasa dikasih racun tuh. Uh, memang
- ini yang berbahaya
- ini. Setelah itu siap kemudian konakct
- sama bos tadi itu miliarder. Iya. Oke,
- siap.
- Terus dia pamit sama istrinya. Istrinya
- pun sudah diberikan sesuatu sehingga dia
- tidak meninggalkan beban masalah lagi di
- rumah. Udah berangkat itu. Iya. Sendiri.
- Bayangkan. E jago jagoan Quraisy
- sendiri. Makanya tadi disbutkan jagoan
- Quraisy yang pada saat itu enggak ada
- yang melebihi dia karena Umar bin
- Khattab yang seolah menjadi partner dia,
- yang menjadi PS dia sudah hijrah duluan,
- dia sudah masuk Islam. Dia masih wah
- istilah orang sana masih
- dedengkotnya. Akhirnya berangkatlah
- Umair bin Wahab.
- Nah, karena memang orang ini enggak ada
- rasa takut kepada siapapun, enggak ada
- dia. Itu jalan dengan gagahnya
- sendirian. Bayangkan siang malam. Dan
- waktu itu belum ada kendaraan seperti
- kita sekarang ini. Kalau kita kan
- sekarang berangkat, saya waktu itu habis
- zuhur jam .00 atau jam .00 sampai di
- Makkah kurang lebih jam 10.00. Saya bisa
- dibayangkan berapa jam itu dari jam .
- Jam 10 berarti antara jam anan ya 8 jam
- itu dulu 3 hari 3
- malam jalan kaki terus ya jaraknya
- antara Jakarta Semarang hampir 450 kilo
- itu. Ah itu jagoan Quraisy berjalan
- tanpa ada satuun yang dia takuti.
- Padahal kebiasaan perjalanan jauh itu
- itu ada perampok-perampok.
- Tapi mungkin perampoknya tahu ini orang.
- enggak mau dia menghadang dia. Ah,
- sampailah di
- Madinah. Ah, begitu sampai di Madinah,
- justru dia pertama ketemu itu dengan
- Umar bin Khattab. Nah, Umar tahu dia
- Umar.
- Wah, langsung Umar
- ber sikap tegas. Dia bilang, "H
- aduullah." Kata dia, "Ini musuh Allah."
- Oh. Ah, Umir diam aja
- dia. Kemudian Umar langsung ketemu
- Rasul. Ya Rasulullah, ada
- Umir. Kayaknya dia mau niat jahat ke
- sini. He. Oh. Kalau gitu saya bagiannya
- itu sebelum yang lain saya dulu. Dia
- harus berhadapan dengan saya.
- Bu bingung nih
- mana. Kalau ketemu sama yang lain
- mungkin bisa ya diplomatis lah. Ini
- ketemu Umar. Umar kan enggak bisa
- macam-macam dia. Kalau aa udah dia
- enggak bisa ngomong ini itu dia. Waduh.
- Dan dia tahu karakter Umar. Umar juga
- tahu karakter Umar nih. Enggak bisa
- main-main sama dia. Jadi kalau maunya
- dia mukul mukul beneran
- dia. Ah, setelah itu otaknya muter nih.
- Gimana saya ngomongnya
- ini? Akhirnya setelah lapor, "Ya udah
- silakan suruh
- masuk." Begitu dia dipersilakan masuk
- ketemu Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Kata Rasul,
- "Umer, apa maksud kedatanganmu
- kemari?" "Enggak, ya, Muhammad," kata
- dia. "Saya ingat anak saya aja di sini
- mau nengok
- katanya." "Ah, yang benar kata
- Nabi. Bukankah yang menyebabkan kamu
- datang kemari?
- Kamu satu saat berada di atas batu.
- Betul
- enggak? Kok
- tahu? Di situ ada seorang
- miliarder menemui
- kamu. Lalu kamu berjanji dengan
- dia. Dia bilang, "Semua kebutuhan kamu
- saya jamin." Bukankah itu yang
- menyebabkan kamu datang
- kemari? Kata dia, "Kok tahu?
- Padahal waktu saya bicara sama dia itu
- hanya
- berdua mikir dia. Padahal Nabi di
- Madinah, dia di Makkah. Kok bisa tahu
- saya di atas batu? Tahu
- dia. Seorang miliarder datang tahu dia.
- Ini dari mana ini? Satelit belum ada,
- radio belum ada, apalagi HP. Nokia lagi
- enggak ada di sana. Kok bisa tahu persis
- ini?
- Nah, di situlah mikir
- dia nih. Jangan-jangan yang selama ini
- kita dustakan ini enggak cocok
- ini. Berarti kalau gitu dia benar Nabi.
- Ah, saya berbicara berdua, enggak ada
- orang satu pun yang tahu. Saya kok biasa
- tahu. Hmm.
- mikir
- dia, "Saya bisa kejebak nih," kata dia.
- Padahal niat sesungguhnya dia itu kan
- mau membunuh Nabi.
- Tapi ini enggak diungkap oleh Nabi.
- Bahkan itu tujuan kamu kan datang
- kemari.
- Iya. Nah,
- sementara di Makkah
- heboh. Eladir tadi bilang sama
- kawan-kawannya, "Poknya kita tidak akan
- lama akan mendapatkan kabar yang
- menggembirakan." Apa? Tunggu aja enggak
- akan
- lama. Jadi tokoh-tokoh Quraisy dikasih
- tahu sama dia bahwa sudah diberangkatkan
- seorang jagoan yang datang ke Madinah.
- Tunggu aja kita akan mendapatkan kabar
- yang menggembirakan.
- Maksudnya dia akan memenggal leher
- Rasul.
- Waduh. Tiba-tiba datang
- rombongan dari arah Madinah langsung
- diserbu.
- Ada berita apa di
- Madinah? Enggak ada. Enggak ada berita
- apa-apa. Ah, yang benar. Jadi,
- kawan-kawannya Sopan dan lainnya dengan
- optimis yakin terjadi peristiwa besar.
- Tapi begitu ditanya orang, "Enggak ada."
- Ah, kok sepi amat kata
- dia.
- Dah, begitu. Hari berikutnya datang lagi
- rombongan tanya lagi, "Ada berita apa di
- Madinah?" diam
- aja. Ada cuma agak beda nih beritanya.
- Apa? Umir masuk Islam.
- Hah? Aduh, yang
- benar.
- Iya. Enggak percaya dia?
- Ternyata waktu Umar sudah
- mengakui bahwa dia pernah berbicara
- dengan seseorang di atas batu itu mulai
- itu nuraninya itu mulai membuka diri.
- Yang selama ini seolah-olah ditutup
- tidak mau menerima apa yang disampaikan
- Nabi. Mulai sedikit-sedikit terbuka
- terbuka. Kalau gitu benar Muhammad itu
- nabi katanya. Makanya kata Nabi, "Gimana
- Umir kamu
- masih seperti yang dulu? Apa kamu sudah
- ada perubahan bahwa aku adalah utusan
- Allah?" Kata dia, "Iya." Absitadak kata
- dia, "Ulurkan
- tanganmu." Nah, di situlah terjadilah
- pembaian, Umir bin Wahab kepada Nabi
- sallallahu alaihi wasallam.
- Gigir
- Madinah. Wah, jagoan Quraisy masuk
- Islam. Nah, kan orang-orang yang datang
- ke situ setid setidaknya ya setidaknya
- itu dengar Um. Ah, enggak mungkin orang
- begitu sadis kepada
- Islam. Kalau disebut nama Islam dia yang
- paling duluan seolah-olah itu ngecam
- geram
- mukanya. Enggak.
- Ternyata begitu dia masuk Islam itu
- berubah total Umir. Wajah yang tadinya
- kasar garang itu jadi luluh nunduk dia.
- Yang dilakukannya hari-hari itu nangis
- saja ingat
- dosa.
- Masyaallah.
- Nah. Nah. Sementara
- Safwan dengan kawan-kawannya di Makkah
- begitu
- antusias dia akan pulang membawa kabar
- yang sangat diharapkan. Nah, tu-tahu
- kabar datang 180 derajat berubah
- total. Ah, yang enggak jauh beda seperti
- kita sekarang ini pemimpin Roma
- kan yang mengundurkan diri.
- Tahu-tahu kan tahun kemarin dia
- melaksanakan
- haji menek
- tius secara zir kan enggak mungkin
- pemimpin Roma
- sedunia paus tahu-tahu berkunjung ke
- Turki kemudian dibukakan hatinya justru
- masuk Islamnya di Turki.
- Nah, ini juga sama Umir bin Wahab yang
- enggak mungkin secara zahir akan masuk
- Islam karena perwatakannya, sejarahnya
- seperti itu. Tapi begak Allah mudah
- saja. Bahkan salah satu di antara rektor
- universitas Kristen di
- Cendrawasih yang setiap kalau orang
- muslim minta izin untuk mendirikan
- masjid, dialah orang yang selalu di
- depan yang mengatakan tidak
- boleh. Mok selalu ditolak. Kalau ada
- Islam berkembang, dicegat sama
- dia. Tapi Allah berikan hidayah masuk
- Islam dia. Bagi Allah mudah. Maka dalam
- ayat dikatakan, "Innaka la tahdi man
- ahbabtainallah yahdi yasya." Kamu tidak
- bisa memberi petunjuk wahai Muhammad.
- Hanya akulah. Ya, kalau sudah Allah
- memberikan hidayah bagi Allah mudah. ya.
- Nah, kembali kepada
- Umair. Ee akhirnya setelah Umair masuk
- Islam, kata Nabi, "Coba tolong ajarin
- dia salat."
- Nah, diajari salat, kemudian diajari
- akhlak. Setelah diberikan
- pelajaran-pelajaran, ah terus dianggap
- cukup akhirnya dia pulang.
- Begitu pulang ke Madinah
- kan e dari Makkah, dari Madinah ke
- Makkah waktu pulang yang tadinya secara
- zir orang mengharapkan berita yang heboh
- sekarang kok sepi.
- Ya karena apa? Karena orang Makkah sudah
- tahu dia masuk
- Islam. Ah.
- Terus
- akhirnya yang mengutus dia untuk pergi
- itu
- datang. Gimana sih kamu
- ini? Perjanjian kamu kan datang ke sana
- itu karena kamu sudah terikat dengan
- saya
- perjanjian. Kok sekarang kamu bisa
- berubah berpikir? Kenapa? Diam
- Umair ya. Karena dia
- sendik waktu berangkat bahwa dia akan
- masuk Islam. Makkan bukan niatnya dia
- mau masuk Islam, bukan. Dia mau membunuh
- Nabi dengan alasan waktu ditanya dia mau
- menengok anaknya. Nah, dalam kesempatan
- itu dia langsung menyerang Nabi. Tapi
- Rasul justru dengan reflek mengatakan,
- "Bukankah yang menyebabkan kamu karena
- kamu berbicara dengan dua orang?" Nah,
- itu yang membuat hati dia seolah-olah
- tercengang. Kok tahu?
- Nah, akhirnya sudah kalau gitu sehingga
- terjadilah kalau istilah bahasa kita
- pokoknya sejak ini kamu enggak boleh
- ketemu lagi saya.
- di berikan peringatan keras oleh sopan
- dan dia memang sejak itu tidak pernah
- bergaul lagi.
- Nah, setelah peristiwa itu dia
- seolah-olah menyendiri di rumah aja
- karena teman-temannya kafir semua.
- Waduh. Nah,
- singkatnya karena dia keimanannya
- kuat, waktu Umar jadi
- khalifah, Umar mendapatkan kabar bahwa
- beberapa daerah negeri SP sudah
- tunduk. Umar bilang, "Siapa
- ya yang saya utus ke sana yang bisa
- mengambil keputusan dan memimpin
- masyarakat Islam yang baru? di daerah
- Syam terpikir oleh Umar,
- Umir loh, Umir masih ada ya? Panggil
- Umir. Umir
- sini kamu. Siap ya saya kirim. Oh jangan
- kata dia.
- Saya enggak mampulah. Umar
- marah. Kamu
- sekarang sudah bisa mengelak.
- Saya jangan terlibat. Berarti kamu
- menyerahkan beban kepada saya semuanya
- ya. Kamu enak-enak aja
- ya. Dimarahin sama Umar. Iya dah
- bolehlah. Coba bayangkan diangkat untuk
- jadi pejabat di zaman
- itu kalau sekarang jangankan ditawarin
- ya
- pada ngelamar
- rameai-rame ditawarin nolak gitu.
- Enggak. Iya. Kata Umar, "Berangkat
- kamu." Umir
- berangkat.
- Kemudian kata Umir, "Laksanakan ya
- dengan sebaik-baiknya." Iya.
- Nah, begitu dia sudah sampai ke tempat
- tugas yang baru, Umar mengirim
- mata-mata dan Umar menempatkan seseorang
- di tempat dia tugas itu ada orang yang
- selalu mengintip
- dia. Nah, dalam laporannya katanya nih
- Umir
- ini dalam 1 bulan ada
- celah, ada yang selalu dijadikan
- pembicaraan.
- Pertama dia itu
- kalau masuk kerja selalu terlambat.
- Yang
- kedua, kalau ada orang mengadu kepada
- dia, sudah waktu malam, enggak ada yang
- dilayanin, tutup
- pintu. Yang
- ketiga, dalam 1 bulan sehari dia tidak
- masuk kerja. Bayangkan, sehari enggak
- masuk kerja diomel. Jadi harus 24 jam.
- Waduh. Jadi tiga masalah ini dianggap
- nih aib bagi seorang pemimpin yang baru
- dikirim oleh Umar bin Khattab. Nah, Umar
- dengan takdir Allah akhirnya
- diadakan kalau istilah kita ya turba
- turun ke
- bawah. Begitu sampai ke daerah yang
- dimaksud orang-orang Kupah itu. Daerah
- Kupah itu laporan ya khalifah ini amir
- yang baru ini kacau nih. Kenapa?
- Ini masalahnya disebutin 1 2 3 kata
- Umar, "Iyalah nanti kita hadapan aja
- nanti kita pertemukan iya apa enggak."
- Itu tadi satu suka
- terlambat,
- dua kalau datang masalah waktu malam
- enggak pernah dihadapi.
- Tiga, kalau tugas enggak pernah sempurna
- 30 hari selalu kurang.
- Akhirnya Umar ketemu di kalau istilah
- sekarang itu di Bala Irung lah
- pertemuannya. Panggil Umer ini ada
- laporan dari umat kepada saya tentang
- Anda. Tolong
- jawablah. Kata Umir apa
- nih? Coba dengarkan aja. Panggil
- masyarakat
- dipanggil. Mungkin kalau istilah kita
- mah di di DPRD
- ya kumpul semua.
- Umir ada di situ. Umar
- ada. Kata Umar, "Coba silakan yang akan
- mengadukan
- permasalahannya dan tolong disimak
- dengan
- baik." Ngacung itu orang laporan tadi,
- "Ya khalifah, amir saya
- ini kalau masuk kerja selalu terlambat."
- Itu
- bagaimana kredibel seorang
- pemimpin? Bagaimana memberikan contoh
- seperti itu?
- Kata Umar, Umir
- jawab baik, kata
- dia.
- Saya setiap mau melaksanakan tugas
- sebagai
- pemimpin, maka sebelum berangkat saya
- bantu istri saya.
- Karena saya enggak punya
- pembantu. Segalanya dilaksanakan oleh
- istri saya dan istri saya tidak ada yang
- nemanin kecuali saya.
- Maka saya membantu
- dia, bantu masak, bantu nyuci dan lain
- sebagainya. Selesai saya
- berangkat. Umar tersenyum
- begitu ya. Oh, jadi enggak punya
- pembantu nih. J kalau ada yang tukang
- masak tu pasti dia tidak akan terlambat.
- Oh iya iya. Silakan yang lain maju.
- Dua amir
- saya kalau didatangi oleh umat di waktu
- malam enggak pernah
- melayaninya. Kata Umar jawab
- Umir. Diam
- dia kata
- dia, "Saya ini malu mau jawabnya,"
- katanya. Tapi ini bagaimana? karena saya
- ditanya dan harus
- jawab. Kan saya tadi mengatakan saya ini
- enggak punya
- pembantu. Nah, waktu siang saya sudah
- kerahkan pikiran saya, waktu saya untuk
- melayani
- umat. Saya mohon kepada
- kalian, tolong biarkan waktu malam untuk
- saya mendekat dengan
- Allah, untuk pengaduan saya kepada
- Allah. Segala urusan dunia saya hadapkan
- sama Allah.
- Saya akan merekes munajat kepada Allah
- di waktu malam. Umar langsung wajahnya
- berubah senyum. Bagus kata dia. Ini
- jawaban yang saya tunggu-tunggu tuh. Ya.
- Kata Umar. Silakan yang lain mau nanya
- lagi ngacung
- lagi nih. Amir saya
- ini dalam 1 bulan enggak pernah lengkap
- selalu bolong. Satu hari enggak pernah
- masuk
- kantor. Jawab Umar. Kata Umar kepada
- Umar, "Iya,
- baik. Waktu dia suruh ngomong lama
- nih. Artinya enggak langsung ceplos gitu
- ya.
- Mikir, Umar nih agak-agak adegdegan dia.
- Ada apa nih?"
- Ini pertanyaan yang ketiga ini. Aduh
- sangat katanya saya
- enggak enggak bisa seperti yang mungkin
- kayak tadiah.
- Kan saya sudah sampaikan saya nih enggak
- punya
- pembantu. Saya ini kalau ke
- kantor baju yang saya pakai itu kan itu
- baju gamis yang tebal
- itu. Jadi hari itu saya mencuci baju
- saya, jubah saya.
- Nah, jubahnya kan tebal dari wall. Iya,
- Uni. Bukan dari itu bulu unta bukan ya?
- Kalau jubah Nabi dari bulu unta ini
- tebal mungkin dari produksi negeri Yaman
- kali waktu itu ya. Wah, gede nih. Tebal
- ya. Nah, saya itu seharian itu mencuci.
- Nah, sudah mencuci saya tunggu khawatir
- hilang ya. Malamlah di Arab yang jauh
- ya. Itu bukan daerah Arab kan sudah
- daerah Irak. Saya nunggu sampai dia
- kering. Nah, keringnya itu sehari
- katanya dari mulai dijemur sampai ke
- kering. Itulah yang menyebabkan saya.
- Umar
- ketawa begitu mendengar
- laporan. Udah kata Umar bubar.
- yang terjemuh di sina enggak jadi. Ini
- jawabannya dimakul semuanya. Masa
- dimaklumi. Udah. Nah, sebelum Umar
- pulang, Umar manggil ini
- pembantunya manggil sini tolong
- sampaikan kepada Umir hadiah dari saya
- ya.
- dia ada kantong
- itu begitu diangkat
- berat isinya apa? Uang dinar sama uang
- perak. Woh maya 2 kilo
- mah.
- Aduh. Akhirnya begitu
- dikirimkan kaget Umar. Inn lillahi wa
- inna rajiun. Kata isinya. Ada apa, Pak?
- Ini nih ada musibah. Musibah apa? Ada
- meninggal. Ini lebih hebat daripada
- orang meninggal kanya. Apa? Lihat
- harta kata istrinya. Ya kalau gitu mah
- saya bantulah nanti saya
- bagiin. Itu langsung diundang
- orang-orang fakir orang yatim langsung
- dibagikan.
- Masyaallah. Jadi bagaimana zuhudnya
- sahabat itu. Masyaallah.
- Itulah sepenggal kisah salah satu
- sahabat Rasul yang dari awal sampai
- perjalanan akhir itu selalu begitu dekat
- dengan Allah Subhanahu wa taala. Dari
- jagoan berubah menjadi seorang yang
- zuhud ya, yang tidak pernah terpengaruh
- dengan kehidupan duni dunia. Tetap dia
- istikamah ya dan sampai akhir hayat pun
- dia tetap istikamah. Demikian perjalanan
- seorang yang namanya Umair bin Wahab
- Aljuhani. Demikian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Demikian di mana akhwat
- kisah sahabat Umair bin Wahab yang telah
- disampaikan oleh Ustaz Komuni di pagi
- hari ini di kisah sirah Sahabat. Untuk
- nanti Anda yang bergabung, Anda bisa
- kirimkan pertanyaan melsan was kami di
- 0811999720 atau telepon kami di
- 0218451512. Kami segera kembali.
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Yeah.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- Iwan masih bersama bersama kami di acara
- suruh sahabat bersama Ustaz Komuni.
- Kisah sahabat Umair bin Wahab yang telah
- disampaikan oleh Ustaz Komun di pagi
- hari ini. Umir bin Wadimi adalah seorang
- ee jagoan Quraisy yang masuk Islam
- akhirnya ya. Dan sudah banyak SMS yang
- masuk di pagi hari ini. Kita akan
- bacakan ini yang pertama ustaz datangnya
- dari
- Ibu ee Albar di Cikarang. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Saya salah satu ee
- salah satu termasuk pendengar setia
- sirah sahabat yang Ustaz bawakan.
- Mudah-mudahan Ustaz sehat selalu. Amin.
- Ee Ustaz, di zaman Rasulullah dulu
- begitu ada seseorang yang berdialog
- dengan Rasul, hati nuraninya menjadi
- terbuka dan bisa menerima kerasulan
- kerasulan Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Bagaimana tanggapan
- Ustaz di zaman sekarang? Orang yang kita
- anggap seorang ulama besar selama ini
- ternyata bersilat lidah dalam arti
- orangnya tidak tawadu karena masih
- tergiur dengan keduniawian. Ustaz mohon
- tanggapannya.
- I inilah salah satu kebenaran sabda
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bahwa Rasulullah sangat
- mengkhawatirkan terjadinya ulama
- su ulama yang buruk yang mereka
- mempermainkan ayat Allah.
- Mereka bersilat
- lidah antara apa yang diucapkan dengan
- kenyataan berbeda. Iya. Ah, ini yang
- masuk kategori ulama masuk. Ulama masuk.
- Dan kita harus berlindung daripada
- perilaku
- mereka. Jadi kalau di zaman Nabi orang
- di Allah terbuka hatinya bahkan dari
- pendendam berubah menjadi penyayang. Itu
- namanya
- fadlullah. Kurnia yang diberikan kepada
- hambanya. Nah, kalau sekarang seorang
- ulama panutan
- tahu-tahu pas terjadi sesuatu, pas
- diharapkan oleh umat justru tidak sesuai
- dengan apa yang
- dikatakan. Ini kan menyakitkan. Iya.
- Heeh.
- Ada ini tanda-tanda kiamat ini. Kalau
- sudah terjadi orang-orang yang seperti
- ini, ini masuk kepada
- kategori kabur indallahi waal
- mukminin. Murka Allah yang besar dan
- murka
- mukminin yang besar pada dirinya. Kaburo
- maktan. Maka harus berlindung dari
- hal-hal yang tidak
- kita perkenankan atau tidak kita sukai.
- Demikian
- selanjutnya dari Bapak Yusman di Bogor.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Usman.
- Pak Ustaz, banyak sahabat Rasulullah
- yang awalnya lawan atau musuh Islam,
- akhirnya jadi sahabat. Kenapa bisa
- seperti itu, Ustaz? Mungkinkah mungkin
- enggak musuhmusuh Islam saat ini juga
- melakukan hal yang sama?
- Ya, kalau Allah sudah membuka hati
- seseorang, bagaimanapun kerasnya hati
- seseorang, kalau Allah sudah membuka, ya
- bagi Allah mudah.
- Contohlah Umair bin Wahab. Iya, itu kan
- boleh dibilang hatinya lebih keras
- daripada batu. He. Pertemuan dia pertama
- kali ini pertama kali niatnya kan mau
- bukan untuk masuk Islam.
- Dia mau membunuh
- Nabi dengan rekayasa alasan mau nengok
- anaknya.
- Tapi Allah kan punya rencana. Ini yang
- dikatakan oleh Allah dalam ayat Qur'an,
- wakaru wa makarullah. Mereka punya
- rencana buruk tapi Allah punya rencana
- baik. Wallahu khairul makirin. Dan
- rencana Allahlah yang terjadi. Nah ini
- teh. Jadi kalau umpamanya saat ini ada
- orang yang karakternya seperti Umir, ya
- bisa aja terjadi. Iya. Banyak kejadian
- ya. Kalau kita lihat video itu
- ada seorang
- muslim masuk di sebuah tempat
- peribadatan gereja.
- Ditanya sebelum ditanya bahkan dia balik
- nanya lagi sama pendetanya.
- kata
- dia,
- "Ah,
- baiklah. Waktu dia kan masuk tanpa
- dikenal
- identitasnya. Karena setiap yang masuk
- itu kan ada namanya nih. Ini kok enggak
- ada nih masuk dari ini. Jangan-jangan
- nih penyelundupan. Akhirnya disuruh
- keluar kan pemuda ini ya. Cuma sebelum
- keluar dia harus menjawab dulu
- pertanyaan. Pertanyaannya banyak hampir
- 20 lebih. Di antaranya satu, coba jawab
- oleh
- Anda. Satu yang tidak ada duanya. Satu
- yang dua yang tidak ada tiganya. Tiga
- yang tidak ada empatnya. Empat yang
- tidak ada limanya. Lima yang tidak ada
- enamnya. Terus sampai 10.
- Waduh, pertanyaan ini kok aneh nih. Tapi
- anak muda itu langsung
- jawab, "Satu yang tidak ada duanya
- adalah
- Allah. Dua yang tidak ada tiganya adalah
- siang dan malam." Iya
- kan? Cuma dua. Iya. Siang dan malam ya.
- Tiga yang tidak ada
- empatnya
- yaitu Allah menciptakan ada Islam.
- Ada iman, ada
- ihsan. Kemudian empat yang tidak ada
- limanya dijawab sama dia satu persatu
- sampai enam tu. Akhirnya satu gereja
- masuk Islam semua. He. Karena apa?
- Karena kehebatan ilmu yang dia miliki
- sebelumnya. Kan secara zilir enggak
- mungkin bisa terjadi. Tapi memang Allah
- berkehendak dijawab
- semuanya. Jadi bagi Allah mudah saja.
- Cuma kan kita akal kita yang tidak bisa
- menembus ke sana karena mungkin banyak
- dosa sehingga apa mungkin bisa terjawab
- ya bisa saja terjawab. Demikian baik
- dari Ibu Julaiha di Jakarta Selatan,
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz,
- apakah ada di zaman Nabi yang nuraninya
- mengatakan bahwa Rasulullah benar utusan
- Allah tapi tidak masuk Islam karena
- gengsi atau malu dengan kaumnya, Ustaz?
- Ada Abu Thalib
- itu paman Nabi sendiri. Iya.
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz,
- begitu banyak sahabat-sahabat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Apakah
- mereka semua pernah berjumpa langsung
- dengan rasul atau tidak? Ya,
- kalau
- kita mengkaji sirah itu kalau yang
- ketemu rasul itu, itu namanya sahabat.
- H. Jadi dia
- ketemu, jadi istilah bahasa kita mah
- menatap wajah Nabi. Nabi kenal dia, dia
- kenal Nabi dan dia beriman kepada Nabi.
- Itu namanya sahabat.
- Ada orang sekarang beriman
- kepada Nabi, tidak ketemu
- Nabi, tapi ketemunya sahabat itu namanya
- tabiin. Tabiin. Heeh. Jadi orang yang di
- zaman Nabi ya, tapi tidak ketemu Nabi,
- ketemunya sahabat, namanya
- tabiin. Demikian tabiin.
- Baik, pertanyaan selanjutnya ini ada
- Bapak Hadi di Bogor. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ee, Pak
- Ustaz, bagaimana Rasulullah dan sahabat
- bisa tidak memiliki dendam sama sekali
- terhadap orang-orang yang dulunya jahat
- lalu masuk Islam? Ah, itulah kelebihan
- bahwa Rasulullah itu dicabut oleh Allah
- rasa dendamnya. Maka pada awal-awal
- beliau waktu dari sejak kecil itu kan di
- Black,
- dioperasi kan. Heeh. diambil sesuatu
- kelihatan oleh Nabi ada warna
- hitam. Terjadilah perbincangan dokter
- yang mengambil itu. Inilah yang kita
- ambil dari orang ini dan inilah penyakit
- kita ganti ya. Kita ganti dengan alhilm
- hilim. Hilim rasa peduli dan rasa kasih
- sayang.
- Nah, tadi itu dicabut tuh alhikdu
- dendam. Heeh.
- Ceuk bahasa orangur mah teu
- kaupan. Te kaupan. Kalau orang Sunda
- istilah kita tak apa
- tuh belik. Belikan belikan baperan gitu.
- Baper baper. Nah belik istilah orang
- sunah. Nah diganti oleh Allah dengan
- bahasanya alhilim ya. Alhilim jadi
- peduli dan kasih sayang sama orang. Nah
- Rasul sudah diisi duluan. Maka bagaimana
- pun orang itu jahat kalau sudah hatinya
- menerima Islam, Rasul enggak pernah
- dendam. Sudah dimaafin. Demikian
- termasuk para sahabat juga ya sama ya.
- Oh iya. Kalau kita zaman sekarang mah
- wah kalau kita zaman sekarang nanti
- entar dulu katanya.
- Ya mudah-mudahanlah orang sekarang juga
- diberikan oleh Allah sifat hilim ya.
- Baik pertanyaan selanjutnya ini datang
- dari tidak menyatakan nama juga nih
- hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz, apakah anak dan
- menantu Umair tidak membantu pekerjaan
- rumahnya ketika ia menjalankan kewajiban
- sebagai pegawai negara? Ya,
- waktu dia melaksanakan tugas itu memang
- dia tidak bawa anak karena anaknya pada
- dewasa. Kalau istilah bahasa kita
- mungkinah sudahudah apa punya rumah
- tangga masing-masing. He. Maka dia
- berangkat hanya berdua aja. Oh, gitu.
- Bapak dan Ibu. Jadi semuanya dikerjakan
- oleh istrinya. He kebutuhan rumah dan
- lain sebagainya. Maka Umar juga merasa
- dirinya. E sementara kan istilahnya gaji
- dia begitu sederhana. Kalau dia punya
- orang pasti kan dia harus menggaji.
- Betul. Heeh. Nah sementara dia gak mau
- memberikan beban juga sama orang. Ah
- dikerjain sendiri aja. Nah itulah
- juhudnya para sahabat. Demikian. Makanya
- tadi ada istilah nyuci sendiri gitu
- sampai enggak masuk ke kerjaannya berapa
- hari gitu ya. Baik, kembali pertanyaan
- dari Ibu Rani. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz, apakah kita
- tidak boleh hidup berkecukupan dan
- sejahtera? Apakah itu dosa, Ustaz? Ya,
- siapa yang larang? Boleh kita hidup
- berkecukupan. Bahkan Allah mengatakan
- dalam ayatnya, "Rabbana rabbana atina
- fid dunya hasanah wafil akhirati
- hasanah."
- Bahkan seorang nabi yang oleh Allah
- diberikan pahala dunia dan pahala
- akhirat itu Nabi Ibrahim. Bayangkan. He.
- Dunianya cukup, hartanya melimpah, di
- akhirat masuk surga. Bayangkan coba tiap
- hari rumahnya enggak pernah kosong
- daripada tamu, jamuan, terus makanan
- cukup daging serba daging coba. Kalau
- kita udah ikan asin, udah kepalanya
- lagi, belum durinya. Kalaupun ada
- daging, tinggal sisanya. tulang
- ajaak Nabi Ibrahim tu kayanya
- masyaallah. Kenapa? Karena dia selalu
- memenuhi panggilan Allah, memenuhi
- syariat Allah dan beliau sangat
- penyantun. Nah, demikian berarti zuhud
- itu sikap kitanya, Ustaz. Sikap kita.
- Dan pengertian zuhud itu bukan berarti
- dia kita meninggalkan dunia. Dunia,
- bukan. Jadi, dunia itu yang mestinya
- kebanyakan orang
- dipegang di hati.
- Ya. Heeh. Nah, oleh orang Jawa dunia itu
- bukan pegang di hati, di tangan aja. Di
- tangan aja. Enggak perlu ke hati aja.
- Ada memerlukan ya kasih. Tapi waktu
- enggak diperlukan ya. Seperti
- Abdurrahman bin Auf. Apa Abdurrahman bin
- Auf? Orang kere
- kayaknya. Uh, kayaknya masyaallah bukan
- main. Tapi dia lari dari jihad.
- Enggak. Waktu jihad, jihad. Waktu salat,
- salat. Waktu infak, infak. Waktu
- sedekah, sedekah. Waktu makan bersama,
- makan bersama. Makan daging, makan. Ya,
- saya kalau cerita makan daging ketawa
- sendiri saya. Ustaz, saya kan kalau di
- Indonesia paling banyak makan daging
- tiga iris, empat iris ya. He. Waktu saya
- di Sudan makan daging
- sepiring. Bingung saya. Karena enggak
- ada nasi ya. Karena enggak pakai nasi di
- sana. Daging melulu. Daging begitu
- pulang ke rumah kepala saya sakit.
- Pusing. Kenapa? Baru saya ingat, wah ini
- daging kambing nih.
- Gara-gara lah. Itu
- kejadian banyak. Waktu saya tanya ini
- berapa? Banyak ini. Dia bilang, "Ustaz,
- ini 3 kilo mesan 3 kilo dijadikan dua
- piring. Ya berarti kan 1 kil set
- piring sendiri.
- Masyaallah. Demikian ya. Baik, terakhir
- sebelum pamit ini pertanyaan dari hamba
- Allah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz,
- apakah semua sahabat dijamin masuk surga
- dan adakah sahabat yang mengkhianati
- Rasul? Iya, semua
- sahabat sudah disabdakan. Bahkan
- termasuk umatnya kita juga termasuk di
- dalamnya. Kata Nabi, "Kullu umati
- yadkhulunal jannah." Setiap umatku akan
- masuk surga. Illa man aba, kecuali orang
- yang enggak mau. Sahabat bertanya,
- "Wamaba ya Rasulullah?" "Memang yang
- enggak mau siapa?"
- Kata Nabi, "Manani
- jannah asoni faqod
- aba." Orang yang taat kepada aku, itulah
- orang yang masuk surga. Orang yang
- durhaka padaku itulah orang yang
- enggak. Ini orang disuruh salat enggak
- mau, suruh pakai jilbab enggak mau. Itu
- aba itunya. He. Suruh puasa enggak mau.
- Suruh sedekah enggak mau. Aba itu
- namanya aba. Aba enggan. suruh suruh
- masuk surga enggak mau dia. Heeh. Maka
- di zaman Nabi pun pernah Nabi berkata
- waktu terjadi baiat
- ridwan kata Nabi, "Semua yang barusan
- menyatakan baiat masuk surga kecuali
- satu orang." Dih. Ada ada siapa? Satu
- orang itu orangnya sedang berlindung di
- bawah ketek
- unta. Nyumput. H orang lain begitu
- panggilan bayi uni datang
- berbondong-bondong, dia
- lari nyumput di bawah ketek unta biar
- tidak kelihatan. He kata Nabi. Kecuali
- orang itu satu. Kenapa enggak mau? Iya.
- Enggak. Begitu dicek oleh sahabat benar
- apa enggak. Ternyata benar. Ada. Siapa
- namanya? Jad bin Qais. Jad bin Qais.
- Kenapa Jad bin Qais itu? Karena dia
- terkenal
- munafiknya. Ya. Di Madinah aja kalau ada
- perintah dia mah cuma nongkrong doang.
- cuma ngelihat wajah aja terus hilang tuh
- ke mana dia? Nah, itulah artinya dijabah
- Nabi sampai Nabi mengatakan, "Ada di
- antara kalian ini yang tidak masuk surga
- satu orang." Mas dilihat ternyata ada.
- Demikian.
- Baik, Ustaz disimpulkan pembahasan di
- pagi hari ini sebelum Bang.
- Baik para pendengar Radio Rasil dan Pak
- Miara TV Rasil
- bahwa hidayah ya yang Allah berikan
- kepada hambanya itu memang tidak
- semata-mata, tidak
- asal. Memang itu harus ada perjuangan.
- Jadi Allah akan memberikan hidayah itu.
- Memang orang itu ada usaha terlebih
- dahulu.
- usahanya macam-macam
- ya. Seperti tadi Umair bin Wahab kan
- usahanya apa? Dia jalan
- kaki dari Makkah ke Madinah mau menemui
- anaknya. Nah, sementara anaknya kan di
- bawah kendali Rasul. Iya. Para tawanan
- kan di bawah kendali Rasul. Sekalipun
- pelaksanaannya diserahkan kepada sahabat
- masing-masing, tapi tetap mereka sentral
- komando. Nah, itulah jadi ada usaha ya.
- Kemudian yang kedua, ya Allah dengan
- kurnianya, masyaallah
- alhakim bijaksananya Allah melebihi
- dengan apa yang oleh manusia
- dibayangkan. Enggak mungkin Allah akan
- memberikan bijak, akan memberikan
- kemudahan kepada orang-orang yang begitu
- keras menentangnya. Bagi Allah
- mudah. Hanya orang-orang yang sangat
- menentang Allah dan Rasul-Nya yang masuk
- Quran itu hanya satu orang. Iya. Dari
- sekian
- ratus orang, bahkan ribuan orang,
- mungkin jutaan orang waktu itu, itu
- musuh Nabi yang namanya masuk dalam
- Quran hanya satu. Siapa? Abu Lahab. Abu
- Lahab. Abu Jahal enggak masuk
- namanya. Coba cari ayat Abu Jahal enggak
- ada. Kemudian sahabat Nabi yang begitu
- hebat yang masuk namanya di dalam Quran
- hanya satu lagi. Siapa? Zaid. Zaid.
- Falamma qod Zaidun.
- Jawajnaka yang lain Abu Bakar enggak
- masuk, Umar enggak masuk tapi Zaid
- masuk. Padahal siapa itu Zaid? Ya,
- seorang hamba sahaya yang dimerdekakan
- oleh Nabi. Kemudian dia mengabdi kepada
- Allah Subhanahu wa taala, mengabdi
- kepada rasulnya. Oh, jadi
- memang enggak sembarangan ya. Artinya
- ada hal-hal yang ee spesial yang
- diberikan Allah kepada hambanya. Maka
- kalau kita ingin mendapatkan satu
- karunia dari Allah, harus banyaklah
- introspeksi ya. Introspeksi introspeksi
- inilah yang akan menghasilkan
- keistimewaan-keistimewaan pada diri
- seseorang. Umir bin Wahab
- keistimewaannya apa? Kerjanya nangis.
- Ya, setelah itu dia kerjanya nangis
- saja. Baca Quran, nangis, istigfar.
- Karena dia merasa dia itu orang yang
- banyak dosa. Masyaallah. Berapa banyak
- orang yang mati di tangan dia? Berapa
- banyak teror yang dia sebarkan? Berapa
- banyak hoak yang dia sebarkan. Jadi
- kalau sekarang ada hoak, dulu juga ada
- hoak dan banyak lagi. Nah, jalan yang
- terbaik bagi orang-orang yang pernah
- berbuat dosa tobat. Bertobat. Tobat
- nasuha. Tobat itulah yang oleh Allah
- dikatakan semua keburukan yang pernah
- dilakukan begitu tobat itu keburukan itu
- berubah menjadi kebaikan.
- Allah mengatakan dalam ayatnya, "Waman
- taba wailai shihan faulaika
- yubaddilahi hasanat." Itu keburukan
- berubah menjadi kebaikan. Kebaikan.
- Demikian yang dapat kami sampaikan.
- Semoga ada manfaatnya. Wuminkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam. I demikian
- ee kisah sahabat Umir bin Wahab yang
- telah disampaikan oleh Ustaz Komuni di
- pagi hari ini di suruh Sahabat. Semoga
- apa yang disampaikan dapat menambah ilmu
- agama kita juga menambah iman dan takwa
- kita kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Saya Fahri temani Anis dan juga Zen juga
- e Tahir sebagai produser pamit.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka wa
- atubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- [Musik]
- [Musik]