Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:10 [Musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim Qul hal 0:20 nunabbiukum Bil 0:22 [Musik] 0:28 aksarina 0:31 [Musik] 0:35 Dun wum 0:38 ysabuna 0:40 annahum yuhsinunaa 0:42 [Musik] 0:46 [Tertawa] 0:46 [Musik] 0:50 ulaikalladina kafaru 0:56 [Musik] 0:58 bitibihimq 0:59 [Musik] 1:07 itat 1:10 aaluhum Fala 1:14 nuqimuahum 1:15 [Musik] 1:17 yaumalqiamati 1:22 waznaika 1:24 [Musik] 1:26 jazaum 1:28 Jah 1:31 [Musik] 1:37 Ati 1:39 wausuli 1:42 huzuwa 1:46 innalladina 1:47 amanu 1:49 wailus 1:51 shihati kaat lahum 1:56 Jannatul 1:58 firus 2:08 [Musik] 2:11 idhahawala 2:15 qulaual Bahru 2:17 midadan 2:19 likalimati Rabbi 2:24 lanafalahr 2:28 qaad 2:34 al 2:38 [Musik] 2:39 bahfada 2:41 kalimatu Rabbi wau 2:45 jna 2:47 bimitlihi 2:50 madada Qul 2:53 [Musik] 2:55 Inama Ana 2:58 basyaruml 3:02 [Musik] 3:07 il 3:09 ilahukum 3:11 ilahu 3:15 wahidan kaana yarju 3:20 liqaa 3:21 rabbihi 3:28 faly 3:31 [Musik] 3:41 biibtibihi 3:46 [Musik] 3:49 ahadaqallahulim wasalamualaikum 3:51 warahmatullahi 3:55 wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim 3:57 asalamualaikum warahmatullahi 3:59 wabarakatuh 4:01 Leaders dan calon Leaders di seluruh eh 4:04 Indonesia dan di luar negeri kembali 4:07 lagi pada malam ini kita e bertemu pada 4:10 acara Indonesia Leaders yang pada malam 4:14 ini mengangkat tema tentang 2024 capres 4:18 muda sahabat-sahabat sekalian 4:21 eh sesuai dengan yang kita lihat dalam 4:23 berita beberapa hari belakangan ini 4:26 beberapa lembaga survei mengeluarkan 4:29 rilis survei terbaru mereka yang salah 4:31 satunya ee memberitakan hasil Bagaimana 4:35 ee elektabilitas eh para 4:39 kandidat-kandidat calon presiden yang 4:41 sudah beredar di masyarakat dan 4:44 nama-nama yang beredar kita tahu ee 4:47 sebagian besar Masih nama-nama yang lama 4:50 ya Ada Pak Prabowo sebagai salah satu 4:54 calon presiden yang sudah beredar 4:56 namanya sejak ee Pemilu beberapa 5:00 periode yang lalu dan Kemudian ada 5:02 beberapa e alternatif wajah-wajah baru 5:06 seperti para kepala daerah kita di Jawa 5:09 ada mased Ada Mas gjar ada 5:14 Kid dan beberapa tokoh lainnya ada 5:17 bangaga Uno dan juga ada Mas 5:23 AG ya dan di Sisin kita bah nanti 5:30 Indonesia akan mengalami bonus demografi 5:33 ee semakin tingginya ee pemilih pemula 5:37 pemilih muda 5:38 Eh pada tahun 2024 nanti usia 17 sampai 5:43 40 tahun generasi milenial dan generasi 5:46 genz akan menjadi e populasi terbesar 5:50 dalam pemilih pada pemilu tahun 2024 5:53 nanti Nah apakah besarnya bonus 5:56 demografi ini membuat para anak-anak Bud 5:59 nanti lebih cenderung kepada capres muda 6:02 Apakah mereka melihat ee figur-figur 6:05 akan tetap memilih figur-figur yang lama 6:08 ataukah di sudut pandang lain secara 6:10 objektif kita melihat bahwa eh negara 6:13 kita butuh figur-figur baru agar ee 6:16 terjadi 6:17 inovasi-inovasi dan 6:19 pembaruan-pembaruan yang bisa diwujudkan 6:22 di negara kita untuk itu pada malam ini 6:25 Indonesia leader e sudah menghadirkan ee 6:28 narasumber yang pertama nantinya akan 6:31 bergabung bersama kita bang Mas 6:34 Burhanudin mtadi dari indikator politik 6:37 nanti akan bergabung sekitar jam 6:40 201 dan juga yang senantiasa bersama 6:43 kita tuan rumah kita narasumber utama 6:46 kita pak Dr asamikum 6:50 Pak 6:52 [Musik] 6:58 waram eh dengan Pak Mardani sebagai 7:01 salah satu dulya inisiator 2019 ganti 7:04 presiden sepertinya pengin Eh ada hashag 7:08 baru nih yang Saya dengar 2024 capres 7:11 muda pakani bisa nanti bisa mewaparkan 7:15 pandangan politiknya eh sebagai 7:18 politikus PKS dan juga yang terus 7:21 bersama kita nanti akan bergabung juga 7:23 Bung Gerung ya sebagai salah satu 7:26 narasumber tetap kita dengan 7:27 pemikiran-pemikiran Bernas ee tajam dan 7:30 mendasarnya EE sebelum kita masuk Pak 7:32 Mardani Saya ingin berterima kasih 7:34 kepada teman-teman media wartawan yang 7:37 terus bersama kita memberitakan acara 7:39 ini mudah-mudahan memberikan ee konten 7:42 bermanfaat bagi dunia jurnalistik dan EE 7:45 media kita di tanah air untuk memberikan 7:48 pencerahan kepada seluruh rakyat 7:50 Indonesia terkait situasi politik 7:52 terkini dan kemudian yang kedua Saya 7:55 ingin mengucapkan terima kasih kepada 7:57 seluruh sahabat-sahabat yang terus Setia 7:59 ya menyaksikan Indonesia Leaders acara 8:02 ini bisa disaksikan secara langsung eh 8:05 secara live streaming melalui channel 8:07 YouTube dan Facebook bapak mani ala 8:10 kemudian channel YouTube dan Facebook 8:12 PKS TV atau Perikan Sejahtera juga 8:14 channel YouTube rasil TV dan secara 8:17 langsung juga disiarkan melalui channel 8:19 radio rasil AM 720 am bagi sahabat 8:23 sahabat Yang Mendengarkan lewat radio 8:25 bisa di Jakarta dan sekitarnya bisa 8:30 membuka channel radio rasil ya 720 am 8:34 baik sahabat-sahabat sekalian langsung 8:36 saja kita masuk pengantar dan paparan 8:40 yang Bernas dari Pak 8:46 drilillahahirah alamualaikum 8:48 Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah 8:58 Allah kita semua 9:01 ee hadirin ee rekan-rekan ee Leaders dan 9:06 calon Leaders eh penikmat Indonesia 9:09 leader talk izinkan ee saya menyampaikan 9:13 beberapa gagasan Kenapa tema ini penting 9:16 ya yang pertama 2024 ee dalam kalender 9:21 politik tidak lama ya bahkan kalau kita 9:25 melihat karena 2024 ini 9:28 ee e kami belum berhasil memaksa agar 9:32 banyak pihak bersama mendukung agar 9:35 Pilkada 2022 dan 2023 berjalan Jadi 9:39 skenario yang sekarang ini 2024 itu akan 9:43 dilaksanakan pilek pilpres dan Pilkada 9:46 ya tiga hajatan besar dalam 1 tahun Nah 9:49 karena itu eh banyak pihak meramalkan 9:52 tahun politik yang biasanya kalau 2024 9:55 pileknya maka ramainya 2023 gu pil 9:59 2023 tapi dengan kondisi pilek eh 10:04 Pilpres Pilkada kalau karena saya di 10:07 komisi 2 teman-teman KPU mengajukan 10:09 eh pertama adalah e pilek dengan Pilpres 10:13 itu di bulan maret 2022 ajuan pertamanya 10:17 kemudian Pilkada di bulan November 2024 10:20 Sori 10:21 eh bulan Maret 2024 itu pilek sama 10:24 pilpres dan bulan November 2024 itu ee 10:28 pil ada nah ini membuat e tahun 10:32 politiknya sebagian besar diperkirakan 10:34 maju di Tahun 2022 ya karena kalau 10:37 lambat maka akan kepenuhan ya bayangkan 10:40 e kalau setiap calek setiap DPD calon 10:45 dpd 10:46 setiap calon presiden setiap calon 10:49 kepala daerah turun bareng gitu loh 10:52 kayak apa ramainya pasar kita itu nah 10:54 mereka yang tidak bergerak di awal itu 10:57 bisa jadi ee akan Tertinggal buat kita 11:01 publik juga 11:03 Eh ini 11:05 Eh saya garis bawahi kita ya karena saya 11:08 pada posisi di Indonesian leader talk 11:12 saya politisi PKS tetapi eh channel ini 11:15 adalah channel public education ini 11:18 civic education ini channel di mana kita 11:21 mencoba untuk mengajak publik terlibat 11:25 dalam diskursus memahami memetakkan dan 11:28 mencari Solus terhadap berbagai 11:30 perkembangan baik di dunia politik 11:32 ekonomi sosial 11:33 budaya buat publik kalau kita tidak dari 11:37 awal membuat kerangka yang baik bisa 11:38 jadi kita 11:40 eh L In The Crit kita kehilangan di 11:43 dalam penuh sekali kerumunan dan itu 11:46 berbahaya sekali karena 11:49 itu and on leadership segalanya naik 11:51 turun karena kepemimpinan dan karena 11:54 kita sistemnya presidensial seorang 11:57 presiden Mang dapat membuat ee Ke mana 12:01 arah pembangunan Karena sekarang ini 12:03 tidak ada GBHN lagi yang dituju baik 12:06 kemandangan tingkat pusat provinsi 12:08 kabupaten kota semuanya adalah 12:10 eh narasi kampanye dari calon presiden 12:14 narasi Kanya calon presiden nanti akan 12:16 menjadi rpjmn rencana pembangunan jangka 12:19 menengah atau jangka panjang Indonesia 12:21 itu yang dirujuk semua jadi memang 12:23 keberadaan seorang presiden di Indonesia 12:27 sangat menentukan ya 12:29 dan kita melihat ada banyak sekali 12:31 masalah indeks persepsi korupsi kita 12:33 turun indeks demokrasi kita turun eh 12:37 visa score program Pro International 12:39 student assessment kita rendah segala 12:41 macam sekarang kena pandemi Kita 12:44 betul-betul harus hati-hati mencari 12:47 Siapa calon pemimpin kita di 12:51 2024 Izinkan saya menyampaikan beberapa 12:53 hal pertama tentu kita harus membahas 12:57 pemimpin seperti apa sih yang harusnya 12:59 kita eh cari ya Saya 13:04 punya dua ya eh perspektif satu pemimpin 13:09 yang tahu arah 13:11 bangsa kita mau ke mana tentu dikaitkan 13:15 dengan nilai kita budaya kita religius 13:19 kita Nah di sini 13:22 integritas di sini visi visi visi akan 13:25 menentukan ya jangan sampai ter nnyata 13:31 ee arah bangsa ini sederhananya cuma 13:35 ditentukan dari Berapa jumlah jalan tol 13:37 yang dibuat Berapa jumlah bandara yang 13:40 dibuat bandaranya kosong jalan tolnya 13:42 kosong maka itu adalah sebuah kerja yang 13:45 tanpa visi nah visi visi visi Nah untuk 13:50 itu narasi gagasan diskursus semua harus 13:54 dibongkar Nah karena itu saya mendukung 13:57 partai politk 13:59 personal siapun tokoh bangsa yang 14:02 berniat maju presiden saya apresiasi 14:05 Nasdem ya yang ingin membuat Konvensi 14:09 eh parpol ya buat saya itu bagian dari 14:13 upaya mendekatkan dan membedah tidak 14:16 tidak membeli kucing di dalam karung PKS 14:19 tentu punya mekanisme sendiri Karena di 14:21 PKS kita partai kader maka PKS biasanya 14:24 ingin menghadirkan kadernya itu bukti 14:27 dari eh keberhasilan kaderisasinya PKS 14:31 selain visi yang kedua hadirin adalah 14:36 benar-benar mampu mengeksekusi ya di 14:39 sini setelah visi misinya benar 14:43 organisasinya efektif birokrasinya 14:46 ramping dan get things done bisa 14:49 dieksekusi karena kita tidak hidup di 14:52 ruang vakum kita berkompetisi dengan eh 14:55 negara lain eh sekarang ini modalk kah 15:00 investasiah orang terbaik brandand kah 15:03 sangat seperti air mencari tempat 15:06 terbaik ya karena itu nanti di belakang 15:08 saya bilang kompetisi kita bukan lagi 15:10 level antarnegara sekarang sudah Nel 15:12 City scale sudah tentang eh kota gitu 15:16 Nah karena itu titip e Carilah pemimpin 15:19 yang punya visi yang baik karena dia 15:22 tahu arah Kita mau ke mana Dan yang 15:24 kedua yang punya kemampuan manajerial 15:27 yang baik bisa eksekusi dengan ee tadi 15:30 punya misi organisasi birokrasi yang 15:33 efektif Nah yang kedua teman-teman 15:37 sekalian ee Saya minta ditayangkan Kalau 15:40 boleh Ee kita ada fakta ya bahwa 15:44 ee 2024 ini 15:47 ee kita ada pada posisi nih di 2020 nih 15:52 ya ini kondisi sekarang 2024 lebih 15:54 banyak lagi berarti mereka yang eh gen x 16:00 dan milenial GU loh 16:04 Itu 16:05 21+ 25 Itu loh kalau ditambah dengan gen 16:10 z Itu loh ya itu totalnya 25 kalau 16:16 milenial ini kan kita Anggaplah genz 16:18 sama milenial Tuh kan 25 + 16:22 27 28 katakan ini sama dengan 16:26 53% kalau yang generasi genx gitu loh 16:31 saya genx gitu loh itu tambah lagi 21 16:36 hampir 73% gitu yang e pos Zen gitu loh 16:42 ini sebentar lagi juga akan masuk 16:43 sehingga teman-teman 16:45 sekalian Carilah pemimpin yang mau 16:48 menjadi jembatan 16:50 bagi generasi besar kita berikutnya 16:55 berikutnya kita 16:57 menghadapi 16:59 disrupsi yang luar biasa berbagai ada 17:03 negara yang tumbuh berkembang ada negara 17:05 yang mati gitu sudah selesai 17:09 ininya Carilah pemimpin yang betul-betul 17:12 mampu melihat Akar masalah sehing 17:14 disrupsi ini bisa diselesaikan tentu dia 17:16 harus punya paradigma baruimate CH 17:20 pandemi 17:22 kelangkaan Saya pikir kita tidak bisa 17:24 lagi berpikir new normal iara kayak 17:29 Kapan sih pandemi covid-19 ber berakhir 17:33 pertanyaan ini buat saya punya kesalahan 17:35 eh paradigmatik menganggap bahwa kita 17:38 akan kembali kalau Paul krman mengatakan 17:41 yang ada BC sama is gitu Before covid 17:44 and After covid karena ketika kita 17:47 mencoba menyelesaikan 17:49 covid-19 varian b117 yang dari eh 17:54 Inggris varian yang strain baru dari 17:57 Afrika Selatan ada dari Paris Perancis 18:00 ada dari India semuanya mulai tumbuh dan 18:02 berkembang karena memang virusnya juga 18:04 pandai sehingga harus cari pemimpin yang 18:07 betul-betul mampu 18:09 memetakan nah yang ketiga pandangan saya 18:12 cari pemimpin yang kenal dengan 18:14 karakteristik Indonesia teman-teman 18:16 sekalian Indonesia ini luar biasa secara 18:20 geografi kita ini 5,5 juta km per 18:24 65%-nya laut 35% daratan pun dibagi menj 18:28 jadi 17.000 lebih Pulau walaupun ee 18:31 badan Inter e badan informasi geospasial 18:35 mengatakan sekarang mungkin tinggal 18:36 13.000 atau 14.000 kalau kita banyak 18:39 yang karena climate change sudah 18:41 tenggelam itu secara demografi ada lebih 18:44 dari 300 suku bangsa 700 lebih bahasa 18:47 sangat beragam kita budaya kita sangat 18:50 unik nah ini harus dikenal oleh pemimpin 18:55 kalau tidak Nanti sangat jawaasentris 18:57 sangat eh Que and Une eh Desa sentris 19:01 atau kota sentris tentu yang berikutnya 19:04 kita menghadapi kondisi anomali 19:07 demokrasi kita betul kita e bisa disebut 19:11 negara demokrasi terbesar ketiga di 19:13 dunia sesudah India Amerika Indonesia 19:18 bahkan kalau wakil menteri luar negeri 19:20 kita 19:21 eh selalu mengatakan kita the biggest eh 19:26 single election democras in the world 19:30 country in the world negara dengan 19:32 penduduk eh dengan pemilih eh pemilu 19:36 dalam satu hari terbesar di dunia 19:37 Amerika besar jumlah penduduknya tapi 19:40 dia Hampir 2 bulan India juga lama kita 19:43 satu hari pencoblosan Amerika tertinggi 19:47 di 19:47 2000 zaman Obama itu 100 eh 31 kita R4 19:53 juta Nah 19:55 jadi yang berikutnya tentu kita punya 19:58 problem besar Bung Roki nanti bisa 20:00 mendetailkan feodalisme e masih sangat 20:04 mencengkeram birokrasi kita masih sangat 20:07 tergantung Siapa yang mimpin ee ABS Asal 20:10 bapak suka di kampus atau di sekolah pun 20:13 dosen-dosen tidak terbiasa untuk 20:15 dichallenge sehingga anak-anak kita 20:17 rata-rata tidak punya keberanian untuk 20:20 memukakan gagasannya sangat berbeda 20:23 nanti teman-teman ee yang ee eh dual ee 20:28 eh sistem di kuliah di UI atau di 20:30 Indonesia atau lagi kuliah di Australia 20:32 akan sangat kaget ketika kuliah di 20:33 tempat lain bagaimana dosennya sangat 20:36 egaliter Bagaimana su saya bisa mendebat 20:38 bagaimana ternyata yang terpenting 20:39 adalah bagaimana kebenaran itu diuji nah 20:43 tentu eh berikutnya pandangan saya kita 20:47 tidak tadi saya bilang tidak di ruang 20:49 vakum pemimpin yang nanti harus 20:52 betul-betul memberikan ruang besar 20:54 kepada daerah otonomi daerah kita 20:57 amburadul sekarang dengan undang-undang 20:59 omnibus law Cipta kerja rata-rata haknya 21:03 daerah diambil ke pusat 21:05 padahal kata kunci kita bukan lagi 21:08 persaingan antar negara sekarang City 21:11 scale competition gitu sekarang orang 21:14 sedang mencari di teman-teman sekalian 21:17 mana kota-kota yang the mostable city in 21:20 the world kota yang paling nyaman untuk 21:22 ditinggali so the best brand the best 21:25 workers the best profional ke situ 21:30 nah sevila membuat berbagai macam 21:34 robosan Singapura Melbourne Helsinki Nah 21:37 kita Indonesia kebesaran biarkan Bandung 21:41 berkembang biarkan Medan berkembang 21:43 biarkan Jogja berkembang biarkan Kupang 21:45 berkembang biarkan Sorong berkembang 21:48 biarkan Jayapura berkembang biarkan eh 21:51 Banjarmasin semuanya berkembang itu 21:53 harus dapat dalam pikiran presiden kita 21:56 ke depan 22:00 lalu apa yang harus kita lakukan titip 22:04 cari calon presiden yang punya kekuatan 22:07 Visi dan integritas yang baik karena ini 22:10 berkaitan dengan arah cari calon 22:13 presiden yang punya kemampuan manajerial 22:15 dan eksekusi Kenapa kepala daerah 22:17 termasuk yang paling saya sukai dan 22:20 paling saya favoritkan di termasuk Mas 22:23 Wedan ya untuk menjadi presiden karena 22:26 trackordnya gampang tinggal scaling up 22:29 sudah berhasil di level kota atau 22:31 provinsi tinggal dinaikkan ke 22:33 atas 22:35 kemudian punya kemampuan pemersatu dan 22:39 kemampuan lobi karena ee tanpa kemampuan 22:42 lobi perkara kecil jadi besar punya 22:44 kemampuan legowo untuk memberikan jadi 22:48 jembatan buat anak muda dan tadi daerah 22:52 n Tentu saya izin cari pemimpin yang 22:56 punya satu Visi dan aksinya untuk 23:01 kesejahteraan apa kita terlalu lama 23:04 terjebak di middle income Trap country 23:06 4.000 3.000 4000 dolar sini aja G Kapan 23:10 kita ke 7.000 Kapan 10.000 us dolar 23:13 Kapan 15.000 dan itu bisa bisa 23:16 bisa bagaimana visi dia tentang 23:18 pendidikan kita Mendem terus enggak ada 23:21 negara maju tanpa perbaikan 23:24 pendidikan bagaimana reformasi di bidang 23:26 politik kita jangan sampai politik cuma 23:30 buat orang yang enggak punya 23:33 eh saya nyebutnya kenapa Eh rata-rata 23:38 politisi kita dulu guru di Bung Karno 23:41 Bung ata eh Jenderal Sudirman Kenapa 23:46 karena mereka terjun ke politik itu 23:47 karena punya pengetahuan punya visi 23:50 punya keinginan merubah Negeri bukan 23:52 dijadikan tempat untuk mendapatkan 23:55 benefit-benefit ekonomi dan lain-lain 23:57 lain n terakhir tentu 24:00 ee saya pikir apa yang EE difokuskan 24:06 dalam 10 pelayanan publik terbaik 24:09 Bagaimana Puskesmas kita bagaimana air 24:12 bersih kita bagaimana taman dan 24:14 lingkungan presiden kita harus punya 24:17 visi Yang betul nanti bisa mengarahkan 24:20 kelola teman-teman Gubernur dan Bupati 24:23 Walikota untuk sama-sama dan terakhir 24:25 Tentu saya ingin garis baahi tentang 24:28 Presiden muda ya di sebenarnya tema ini 24:31 menarik tetapi saya ingin garis bawahi 24:33 juga bahwa muda di sini tidak bermakna 24:37 usia Tetapi dia memang punya kemampuan 24:41 dan kualifikasi sebagai ee pribadi yang 24:45 bisa betul-betul punya Gelora karena 24:49 Obama Sudah pensiun umur 55 tahun Trump 24:53 jadi presiden umur 75 gitu kalau kita 24:56 lihat curcir umur 66 24:59 eh Lincoln umur 25:02 56 George Washington umur 57 jadi muda 25:07 lebih baik tetapi siapun selama punya 25:10 kualifikasi tersebut kita bisa memajukan 25:13 dan yang terpenting buat saya bukan 25:16 siapa pemimpinnya Kitalah pemilih yang 25:19 menentukan siapa pemimpin karena itu mau 25:22 pemimpin yang baik jadilah diri yang 25:24 baik lebih dahulu 25:26 karena 25:31 itu sebagai pengantarnya mudah-mudahan 25:34 tidak kelamaan terima 25:36 kas Terima kasih Pak menarik informasi 25:40 yang Bapak Tampilkan dari kata data tadi 25:43 Bagaimana bonus Dar gen gen 202 n tetapi 25:49 Pak beberapa kestasi 25:56 yang- eh yang punya tiket untuk 26:00 memajukan calon presiden ini seakan-akan 26:03 belum berpihak kepada capres muda gitu 26:06 ya di sisi lain kan salah satu fungsi 26:09 dari partai politik inalah kaderisasi 26:12 kepemimpinan baik nasional ataupun di 26:14 daerah lokal nah bagaimana e Pak marani 26:18 melihat ini gitu ya karena mau kita 26:21 bagaiman pun dorong pemimpin muda yang 26:24 inovatif yang kreatif yang e dinamis 26:28 tetapi ketika partai politiknya lebih 26:30 bernuansa oligarkis gitu ya berkutat di 26:34 lingkar-lingkaran elit yang itu-itu saja 26:37 ini bagaimana 26:39 pakat ada dua cara ya pertama btom up 26:43 kita harus memaksa revisi undang-undang 26:45 Pemilu dibuka kembali Presiden 20% itu 26:50 salah satu biang keladi membuat oligarki 26:53 menguat kalau PKS berjuang mudah-mudahan 26:56 bisa 10% 26:58 syukur-syukur kalau teoramanya 27:00 teman-teman Pusako di Padang Bung Roki 27:03 Gerung 0% karena memang kalau melihat eh 27:07 konstruksi di 27:09 eh konstitusi sebenarnya tidak ada 27:12 batasan nah bottom up semua harus 27:17 bersuara revisi undang-undang Pemilu 27:19 turunkan presiden kalau presid 10 bisa 27:23 Li yang maju enggak kenapa tiga yang tua 27:26 dua yang muda pasti akan ada yang 27:28 tertarik untuk memajukan kepala daerah 27:30 kita yang muda-muda karena kita punya 27:32 tiket Kalau enggak punya tiket terkunci 27:34 lagi Nah yang kedua tentu kalaupun tidak 27:38 belum berhasil saya pikir pendekatan top 27:41 downownnya tiap partai politik 27:44 hendaknya sesegera mungkin melakukan 27:48 sosialisasi Siapa calon presidennya 27:51 sehingga kita bisa menguliti dan tidak 27:54 membeli kucing dalam karung 27:55 mudah-mudahan kalau dua skenario ini 27:57 jalan bareng-bareng tpnya turun 28:00 capresnya banyak dan bisa dikuliti 28:04 masing-masing buat saya ini sesuatu yang 28:06 sangat menarik untuk kemajuan demokrasi 28:10 dan kesejahteraan di Indonesia karena 28:12 kita dapat pemimpin yang pas melambung 28:16 lagi kita begitu di eh Baik terima kasih 28:19 eh pak Mardani atas paparannya sekarang 28:23 kita eh masuk ke Bung Riung selamat 28:26 malam 28:32 Oke 28:33 I 28:36 selam selamat berkhidmat dan menghayati 28:39 Jumat 28:43 Agung Damai Selalu Damai Selalu Untuk 28:48 Indonesia ya Bung Roki sesuai dengan 28:50 tema kita ini 28:53 2024pres muda eh apa namanya ini 28:57 Kebetulan Eh sekarang lagi perayaan 29:01 Paskah Ya bagi sahabat-sahabat kita yang 29:04 Nasrani di mana kita juga eh mengenal 29:08 para tokoh-tokoh spiritual kita di masa 29:12 lalu juga berangkat dari orangang muda 29:15 bagaimana Bung Roki melihat fenomena di 29:18 Indonesia saat ini ketika eh seakan-akan 29:21 kepemimpinan nasional berputar di 29:24 elit-elit itu-itu saja yang secara 29:26 istilah anak gaulnya eh Kid zaman old 29:30 gitu ya Nah sementara di sisi lain 2024 29:34 dan ke depannya adalah bonus 29:36 demografi Kid zaman now ini makin lama 29:39 makin besar nah bagaimana Pak Bu 29:44 Melat itu sama seperti melihat pas itu 29:47 pas itu 29:49 disebut pasanya hari Minggu hari Jumat 29:53 disebut 29:56 fridab 29:58 frid disebut Good Friday karena ada 30:02 harapan eh 30:05 tentang surga disebut Black Friday 30:09 karena ada kejahatan 30:12 Eh pada 30:16 peristiwa penyalan Yesus itu jadi kita 30:19 belajar justru dari peristiwa rohani 30:23 kita 30:24 belajaralnya kita ambil bagian sosalnya 30:27 itu itu yang bisa mempertemukan ee 30:31 generasi yaitu etika sosial juga bisa 30:34 mempertemukan kembali pikiran hari ini 30:36 dengan pikiran di masa lalu itu saya 30:39 kira 30:40 eh Kasimo sebagai orang Katolik tidak 30:44 risi untuk berbonceng dengan eh nsir 30:47 sebagai tokoh Islam di awal 30:50 kemerdekaan setelah berdebat di 30:52 konstituante pulang sama-sama tuh ngopi 30:54 sama-sama itu yang enggak ada di kita 30:56 sekarang bahkan generasi yang kita sebut 30:58 Eh 60% ini generasi milenial Generation 31:03 dan seterusnya itu tidak dilatih di 31:06 dalam 31:07 e percakapan 31:09 kewarganegaraan ada blockingblocking di 31:12 dalam generasi saya di dalamasi kita 31:14 hari ini dan itu artinya pemerintah 31:16 gagal untuk menghidupkan kembali 31:18 persahabatan antaraimo dan 31:21 nsir persahabatan 31:24 antaraengikut PKS danengikut diip 31:27 misalnya itu kan kita mau mau supaya PKS 31:32 membuka diri menjadi partai yang terbuka 31:35 mengadopsi agama yang lain tuh PDIP juga 31:38 harusnya memperlihatkan ritme yang sama 31:42 membuka diri untuk eh perpolitikan yang 31:45 majemuk lebih lebih membuka diri 31:48 maksudnya karena eh aspek nasionalisme 31:51 soekarnoismenya terlalu kuat di situ tuh 31:54 walaupun itu adalah unsur dari pikiran 31:56 generasi pada waktu itu tu demikian juga 31:59 nasdm demikian juga partai yang lain tuh 32:02 jadi kalau terjadi percakapan sosial 32:05 entah itu basisnya agama entah itu 32:07 basisnya ideologi sekuler entah itu 32:09 basisnya eh alam pikiran baru tentang 32:11 gender equality environmental EIC segala 32:15 macam kalau itu dipercakapkan di 32:17 ruang-ruang 32:19 eh rapat partai politik maka ada harapan 32:22 untuk menganggap nanti di 2024 banyak 32:26 pemimpin 32:27 mudah atau pemimpin baru tumbuh dari 32:30 percakapan itu seperti yang diuraikan 32:32 tadi Oleh Pak Mardani Al Jadi proposal 32:35 Pak Mardani tadi mengandaikan ada satu 32:38 eh eical Society yang tumbuh di dalam 32:42 kondisi yang 32:44 argumentatif itu yang saya enggak lihat 32:47 justru dan artinya kalau kita 32:49 seolah-olah eh optimis dengan generasi 32:52 ke depan memang generasi ke depan akan 32:55 mengisi postur-postur politik kita 32:57 tapi mereka adalah generasi yang sekedar 33:00 mengkonsumsi demokrasi bukan memproduksi 33:03 demokrasi itu padahal kita ingin lebih 33:06 banyak produsen demokrasi daripada 33:09 konsumennya jadi tesis saya adalah bahwa 33:13 kalau kita tidak dari awal dari awal se 33:17 sudah terlambat sebutnya menyusulkan 33:19 kembali agenda 33:21 demokrasi dibicarakan menjadi agenda 33:24 kurikulum dari partai politik maka kita 33:26 akan gagal melihat sebuah generasi baru 33:29 nanti di 33:31 2004 generasi itu kan intinya ide bukan 33:34 orang bukan umur bukan kelompok itu yang 33:38 disebut sebagai kalau kita belajar 33:41 sejarah sejarah sejarah dunia 33:44 eh dulu ada orang namanya Ortega gas 33:50 yang membuat teori tentang generasi yang 33:52 berubah setiap 30 tahun yang berubah 33:55 adalah alam pikiran nya bukan 33:58 kemudaannya tuh jadi generasi selalu 34:00 disebut generasi kalau dia punya ide 34:02 yang berbeda dengan generasi sebelumnya 34:04 tuh ada continuity-nya memang tetapi ada 34:07 change-nya generasi itu menghasilkan 34:10 change diantarkan oleh kontinuitas ide 34:13 sebelumnya n sekarang ada masalah nih 34:16 ide sekarang enggak ada jadi Apa yang 34:18 mau diontinuity ke dalam generasi baru 34:21 di 2024 misalnya kan itu soalnya tuh di 34:26 kita sekarang idenya adalah kerja kerja 34:28 kerja itu bukan ide itu adalah 34:32 kondisionalitas yang justru terjadi 34:34 karena kehilangan 34:36 ide itu ini ini bahayanya Jadi apa yang 34:40 kita tinggalkan buat generasi depan 34:42 menyambungkan Ide ini enggak ada enggak 34:44 ada percakapan intelektual dalam politik 34:47 selama era Pak Jokowi enggak ada jadi 34:49 generasi ini enggak ada yang akan di 34:52 tidak generasi ke depan tidak akan 34:54 mengambil sesuatu dari generasi ini 34:57 bahayanya adalah seolah-olah generasi ke 34:59 depan tidak tersambung dengan generasi 35:01 ini maka apa yang menyambungkan mereka 35:04 ya Sama juga generasi berikut anggota 35:07 DPR akan bergerombol lagi dibanggar 35:09 bicara tentang apa tentang cara merampok 35:11 anggaran bukan cara memajukan 35:13 kemanusiaan bukan cara menghasilkan 35:15 keadilan tuh jadi kuncinya tetap pada 35:18 ruang diskusi di dalam partai politik 35:22 ruang publik itu disebut ruang publik 35:23 kalau dia berargumentasi tentang isu-isu 35:26 publik 35:27 bukan isu-isu yang yang EE sifatnya 35:30 parokial Jadi sebetulnya kita berpikir 35:34 tentang ahli generasi berpikir tentang 35:37 eh 4.0 next 35:41 technological Mel teknologi itu nah 35:45 sekarang kesempatan itu terbuka di kita 35:47 Justru karena dihadirkan forum-forum 35:50 semacam ini jadi inisiatif PKS inisiatif 35:53 eh teman-teman wartawan yang masih 35:56 kritis itulah yang akan mengasuh 35:58 generasi ke depan bukan partai politik 36:01 an yang tidak didesain untuk 36:03 menghasilkan generasi partai politik di 36:06 kita itu hanya didesain untuk 36:09 memperpanjang dinasti itu bukan untuk 36:11 menghasilkan generasi generasi itu bukan 36:13 dinasti karena dianggap kan kita punya 36:16 tokoh muda Iya tapi itu 36:17 dinasti kalau dinastinya mampu 36:20 bertengkar secara konseptual oke kita 36:23 bilang oke you dinasti tapi you masuk di 36:25 dalam alam pikiran generasi apa intinya 36:27 bertengkar secara konseptual ini 36:29 dinastinya dungu enggak bisa bertengkar 36:32 secara konseptual karena itu 36:33 mengandalkan eh seluruh fasilitas dari 36:37 orang tuanya kan ini ini Celakanya Tuh 36:40 partai politik diasuh oleh orang tua 36:42 demi anaknya tuh gak ada soal bagi saya 36:46 Kalau anaknya mampu juga berdebat di 36:48 forum ini anaknya cuma menunggu 36:51 proyek nunggu limpahan elektabilitas 36:53 dari 36:54 ee dari ee komunitas di sekitarnya 36:58 sehingga tidak timbul inisiatif untuk 37:00 memimpin jadi hal yang sering ditekankan 37:05 oleh yaitu leadership leadership 37:07 leadership itu tidak terjadi karena 37:11 iklim kompetisi tidak 37:13 dihadirkan kalau ada iklim kompetisi 37:15 Moko engak akan merampok Demokrat itu 37:20 karena dia percaya bahwa ada kompetisi 37:22 saya bikinai saya berkompetisi dengan 37:24 Demokrat tapi karena ada sistem 37:26 kompetisi yang akhirnya adalah sistem 37:28 rampok demokrasi yang diandalkan bekerja 37:32 tetapi isinya adalah tuk tambah materi 37:36 semata-mata nyogoh orang eh provokasi 37:39 tentang perbedaan agama hidupkan 37:43 kebencian etnis itu yang yang diedarkan 37:45 sekarang Lalu tiba-tiba kekuasaan kaget 37:48 kok ada teroris ya memang di mana ada 37:51 ketidakadilan di situ ada teroris Kenapa 37:54 kaget bukan bukan di mana ada falisme 37:57 agama diud teroris enggak ada banyak 37:59 negara yang hidup dengan fundamentalisme 38:01 agama tapi keadilan sosialnya terjamin 38:03 enggak ada teroris di situ Jadi kita 38:06 mesti bayangkan generasi ke depan yang 38:09 disebut milenial harus hidup dengan 38:11 menghasilkan sial E itu percakapan 38:15 sosial harus dimulai dari sekarang jadi 38:19 kalau ditanya ke saya Apa isinya nanti I 38:22 memang akan ada peralihan generasi tapi 38:25 tidak ada peralihan ide demokrasi itu 38:28 bahayanya Sementara itu dulu ya Baik 38:31 terima kasih Bung Roki eh cukup cukup ya 38:35 suara-suaranya dapat cukup dapat Bu Roki 38:38 ada satu pertanyaan ini eh yang agak 38:42 sedikit eh menggelitik gitu ya bahwa 38:45 eh Apakah layak di 2004 2024 nanti ini 38:50 Pak Mardani kan sudah mengeluarkan 38:52 hashag baru nih 2024 capres muda gitu 38:55 nah eh terlepas dari perdebatan soal 38:58 usia biologis gitu ya Apakah dengan 39:01 kondisi Indonesia saat ini apakah 39:04 sudah kita layak untuk memperjuangkan 39:07 adanya alih generasi dalam kepemimpinan 39:10 nasional kita yang ajaib yang nyodorin 39:13 itu justru PKS yang suaranya tidak 39:15 signifikan di DPR Tuh kan mestinya 39:17 partai-partai besar yang nyodorin konsep 39:20 itu kan kepemimpinan baru ee anak muda 39:24 masuk dalam politik artinya ada generasi 39:27 generasi ide generasi yang berbasis ide 39:29 itu yang Mesya yang mikirin itu Gerindra 39:33 Golkar PDIP mustinya mereka yang 39:35 Berpikir itu jadi pertanyaannya Kenapa 39:38 justru PKS yang mikirin itu artinya di 39:41 partai besar itu enggak ada kader kan 39:43 itu itu intinya kan karena dia enggak 39:45 bisa promosikan ide yang nanti akan 39:47 menghidupi kadernya tuh begitu kita 39:49 promosikan ide kita tahu akan ada 39:51 pembawa ide itu PKS berani mempromosikan 39:54 ide itu artinya PKS tahu di dia punya 39:57 pembawa ide 39:58 itu dalam pertandingan 2024 jadi sekali 40:02 lagi kita hidup dalam headline demokrasi 40:06 tapi sebetulnya eh paragraf di dalam 40:09 headline di dalam berita itu hanya 40:11 headline-nya aja 40:13 demokrasi paragraf per paragraf isinya 40:15 adalah feodalisme dinasti korupsi tuar 40:18 tambah tuh itu yang yang menjengkelkan 40:21 sebetulnya tu termasuk pers pers kadang 40:24 kala bukan kadang Makin sering hari ini 40:26 tidak kritis terhadap eh public Policy 40:29 itu jadi Sekali lagi saya kira itu 40:33 eh insentif bagi mereka yang ingin 40:37 berpolitik tumbuhlah bersama ide PKS itu 40:40 yaitu Mari bersama-sama menghasilkan 40:43 pertandingan dengan mengandalkan 40:45 pemimpin baru itu dan itu artinya secara 40:49 headline langsung berseberangan dengan 40:51 ide periode karena periode itu artinya 40:54 memperpanjang kedunguan selama 40:58 periode Baik terima kasih Bung Roki 41:01 nanti kita lanjutkan diskusi menariknya 41:05 sebelum I eh dan sekarang alhamdulillah 41:09 Bang Burhanudin Muhtadi sudah bergabung 41:11 dengan kita Asalamualaikum Bang 41:17 Burhan Asalamualaikum Bang 41:20 Burhan diunmute Bang tolong 41:23 diunmute Waalaikumsalam Warahmatullahi 41:25 Wabarakatuh 41:26 Apa kabar Alhamdulillah akhirnya bisa 41:30 bergabung selalu semangat kalau bersama 41:33 Bang 41:35 Burhan ada ada 41:39 [Tertawa] 41:41 Bung Burhan sesuai dengan Tema kita pada 41:45 malam ini terkait dengan 2024 capres 41:48 muda ini sebagaimana selaluh kerjaannya 41:51 Pak buat gerakan-gerakan dan isu-isu 41:55 baru setelah 2019 ganti presiden 41:57 sekarang 2024 cpres muda nah bagaimana 42:00 eh Bang Burhan ya sebagai eh analis 42:04 politik juga eh direktur eksekutif eh 42:07 indikator politik memandang arah e 42:10 kepemimpinan muda di 2024 ke 42:13 depannya ya Eh terima kasih Bung haldi 42:17 Terima kasih Ustaz Mardani Bung Roki e 42:22 porsi saya setelah kita mendengar 42:25 paparan 42:26 Bung Roki grung yang 42:29 glumi saya coba 42:31 eh Gelas itu kan ada setengah penuh 42:34 setengah kosong Posisi saya Apalagi 42:37 setelah mendapatkan data survei anak 42:40 muda ingin memberikan perspektif gelas 42:42 setengah penuh meskipun secara realitas 42:45 sama sebenarnya Cuma cara pembacaannya 42:48 saja saya ingin eh dengan hasil survei 42:51 yang akan saya Tampilkan itu membuat 42:54 kita melihat cerca Harapan ujung sana 42:57 dan terus terang secara empirik Saya 43:00 punya semacam 43:03 eh semacam optimisme atas data yang baru 43:07 saja saya gali dari populasi pemilih 21 43:12 sampai 17 tahun sampai 21 tahun jadi eh 43:17 saya terus terang sangat senang sekali 43:19 eh dengan survei terakhir dengan 43:21 populasi anak muda karena 43:25 sebelumnya ketika saya melakukan riset 43:28 atau studi itu seringali eh studi-studi 43:32 yang saya kemudian tulis dalam bentuk 43:34 artikel jurnal 43:36 atau itu oleh banyak kalangan 43:41 [Musik] 43:45 dianggapy tetapi Baru kali ini saya 43:47 mendapatkan data yang menurut 43:51 sayaenuhti 43:55 sayaan sebenarnya bagian dari paper yang 43:58 saya sedang tulis bersama rekan 44:00 saya untuk 44:04 konferensis American political assoation 44:07 sepember tahun tentang Generation ya 44:12 antara mereka yang muda dengan mereka 44:14 yang tua terkait dengan persepsi 44:17 Demokrasi apa yang membuat saya ber 44:21 mengatakan bahwa terir 44:25 iniuh Bukan soal copras-capresnya itu 44:28 urusan Bung Mardani saya ngomong dulu 44:31 soal demokrasi karena demokrasi ini dan 44:35 apa yang diharapkan oleh anak muda tadi 44:37 itu menurut saya urusan yang menyangkut 44:40 apa yang saya sebut sebagai urusan 44:42 ukhrawi bangsa ini kalau copras-capres 44:45 itu urusan duniawi ya tiap 5 tahun ya 44:47 tetapi kalau urusan ukhrawi itu Apakah 44:50 bangsa ini masih bisa Survive Nah itu 44:54 ter 44:58 [Musik] 45:00 dengan nilai persepsi perilaku dan n 45:05 sensus terakhir eh oleh BPS 2020 yang 45:09 menemukan 75 juta atau kurang lebih 45:12 sekitar eh eh 45:14 205an persen 25 sampai 27% masyarakat 45:18 Indonesia itu usianya itu masuk generasi 45:22 Z Apa itu generasi Z yaitu mereka yang 45:25 lahir ee akhir tahun 45:27 96 sampai tahun 97 itu generasi Z nah 45:33 proporsinya menurut sensus 45:43 27 Halo Bang Burhan Sinyalnya kurang ee 45:48 baik 45:50 terputus-putus atau R5 juta Nah 45:54 kemudian 45:56 Halo udah jelas lagi sekarang udah udah 45:59 hal I udah dengar sekarang sudah dengar 46:03 sekarang saya trauma nih Ustaz merdani 46:05 kalau bicara kenapa masalah sinyal saya 46:08 sudahah ganti sinyal awalnya Ind home 46:10 sekarang bnet ternyata ber masalah juga 46:13 kayaknya ada yang doain l 46:16 oke eh yang kedua generasi atau milenial 46:21 itu eh itu kurang lebih sekitar 50-an 46:24 juta menurut sensus terakhir BPS tahun 46:26 2020 proporsinya 25% jadi generasi z dan 46:31 generasi milenial kalau di tootal itu 46:35 52% dari populasi populasi penduduk 46:39 Indonesia ya Jadi ini eh apa yang 46:43 disebut sebagai bonus demografi itu 46:45 bukan isapan jebol karena penduduk 46:49 Indonesia itu mengalami proses 46:51 pemudaan nah sayangnya anak muda ini 46:54 seringkiali kurang dipotret ya eh kurang 46:58 didengar suaranya Nah untuk itu kami 47:01 ingin menyasar segmen pemilih ini ya 47:04 memang tidak semua generasi milenial 47:07 terutama generasi Z itu punya pilih kan 47:11 lahir 96 sampai 97 mungkin usia di atas 47:15 e mereka yang lahir di atas tahun 47:17 2000-an mungkin belum pun belum semuanya 47:20 punya hak pilih tetapi kita potret 47:22 generasi Z yang punya hak milih yaitu 47:26 usia 17 sampai eh 21 tahun nah lebih 47:30 khusus lagi mereka yang lahir pasca 47:33 Soeharto jatuh Nah kita pengin tahu 47:35 kayak apa sih opini mereka nah saya 47:37 ingin Tampilkan beberapa slide yang eh 47:40 lebih penuh ada di web indikator ya yang 47:44 membuat saya berani menyimpulkan Kita 47:47 patut untuk optimis karena generasi Z 47:51 tadi yang merupakan pewaris bangsa ini 47:54 yang lahir betul-betul suci dari beban 47:57 masa lalu karena mereka bahkan tidak 47:59 tahu Eh Soeharto Seperti apa itu 48:02 ternyata punya pandangan yang jauh lebih 48:05 baik ketimbang generasi tua seperti saya 48:08 gitu ya jadi saya akan Tampilkan Eh ini 48:11 dia pertama dari sisi pandangan 48:13 demokrasi 48:15 dulu Jadi kalau ini sudah tampil ya 48:18 Masdi Ya sudah 48:20 pangen full screen a full screen ya Jadi 48:23 kalau kita lihat dari sisi 48:27 dari sisi 48:28 eh pandangan mereka terhadap demokrasi 48:32 sebagai eh apa the best form of 48:36 government itu umumnya anak muda ini 48:39 sudah Sam bahwa Demokrasi adalah sistem 48:43 pemerintahan yang terbaik jadi 76% 48:46 mengatakan walaupun tidak sempurna 48:49 Indonesia adalah sistem pemerintahan 48:50 yang terbaik jadi dari sisi normatif 48:53 jadi kalau kita baca orang seperti p 48:56 orang seperti eh 48:58 Ronald dan seterusnya itu demokrasi 49:01 dipilah-pilah dalam berbagai macam 49:03 dimensi ada dimensi demokrasi secara 49:06 normatif sebagai nilai sebagai nilai 49:09 anak muda ini percaya bahwa demokrasi is 49:12 the only game in jadi sebagai nilai 49:16 Tetapi kalau kita lihat evaluasi mereka 49:20 terhadap pelaksanaan demokrasi Meskipun 49:23 mereka percaya iman mereka terhadap 49:25 demokrasi itu tinggi 76% tetapi dalam 49:29 soal pelaksanaan demokrasi secara 49:31 empirik tingkat kepuasan mereka terhadap 49:34 demokrasi terhitung rendah ya terhitung 49:37 rendah Jadi hanya sedikit di atas 49:40 52% jadi Artinya mereka yakin demokrasi 49:45 sistem terbaik tetapi Bagaimana 49:47 demokrasi itu dilaksanakan anak muda itu 49:50 kritis Nah ini Ini lagi kalau ditanya 49:53 misalnya Apakah Indonesia saat ini lebih 49:56 demokratis kurang demokratis atau tetap 49:59 sama saja dalam beberapa tahun terakhir 50:02 ini untuk mengkonfirmasi apakah 50:03 Indonesia itu mengalami Apa yang disebut 50:06 dengan regresi demokrasi seperti yang 50:08 disampaikan oleh banyak rating demokrasi 50:11 seperti Freedom atau Freedom house atau 50:13 the Economic unit ini yang warna Eh pink 50:17 ini yang warna eh apa namanya ini ya Eh 50:20 oranganya ya itu eh respon dari survei 50:24 anak muda yang mengatakan Indonesia 50:28 menjadi kurang demokratis di kalangan 50:29 anak muda itu 40% nah sementara yang 50:33 warna hijau adalah respon dari populasi 50:35 umum Jadi anda bisa bayangkan anak muda 50:39 itu jauh lebih kritial dalam memandang 50:41 pelaksanaan demokrasi sekarang ini 40% 50:45 dibanding 27% yang mengatakan Indonesia 50:48 kurang demokratis nah sementara yang 50:50 mengatakan Indonesia tetap sama saja 50:53 keadaannya di mata populasi umum 50:55 populasi umum itu makud termasuk 50:57 generasi tua seperti saya ustani atauung 51:00 ya itu 44% tetapi yang mengatakan 51:04 kondisi Indonesia demokrasinya sama saja 51:06 di kalangan anak muda hanya 51:09 35% apa poinnya anak muda dalam 51:12 memandang Bagaimana demokrasi berjalan 51:15 itu jauh 51:16 lebihal ya Meskipun iman mereka terhadap 51:20 demokrasiaptinggi tetapi mereka jauh 51:23 lehritis melihat kondisi hari ini dan 51:27 dan kalau kita bikin analisis regresi 51:31 Itu kelihatan semakin muda semakin 51:34 cenderung mengatakan kondisi hari ini 51:37 terutama terkait dengan demokrasi itu 51:39 tidak baik-baik saja ya mengapa demikian 51:42 karena lagi anak muda apalagi yang lahir 51:45 pasca Soeharto tidak punya referensi 51:48 terhadap Bagaimana demokrasi di zaman 51:50 Orde Baru yang mereka bandingkan 51:53 sekarang adalah demokrasi Pak pada masa 51:55 Jokowi dibanding demokrasi pada masa SBY 51:59 demokrasi pada masa Habibi demokrasi 52:02 pada masa gusur itu mereka-mereka yang 52:04 lahir pasca Soeharto jatuh nah pada 52:07 titik itu mereka memandang kondisi 52:10 demokrasi hari ini lebih buruk dibanding 52:13 demokrasi pemerintahan pasca Soeharto 52:16 yang lain Nah lain dengan orang tua 52:18 kalau orang tua kan mungkin referensi 52:21 perbandingannya bisa dibanding zaman 52:24 Soeharto nah pada masa Soeharto 52:27 jangankan seperti sekarang ya eh baru 52:30 mau menyampaikan sesuatu yang 52:32 eh e ktik yang biasa saja pun bisa 52:35 berbahaya tetapi anak muda yang lahir 52:37 pasca Soeharto kan Saya kira tidak 52:40 memikirkan perbandingan sejauh itu yang 52:42 mereka lihat adalah sekarang misalnya 52:45 kalau menyampaikan kritik melalui media 52:47 sosial tidak seperti zaman-zaman 52:49 sebelumnya nah ini misalnya juga eh Saya 52:52 ingin Tunjukkan 52:54 misalnya apa namanya Eh ini apa namanya 52:58 Apa sih implikasi dari itu misalnya 53:02 soal soal apa namanya soal undang-undang 53:07 ite data survei konsisten mengatakan 53:10 anak muda menginginkan undang-undang Iti 53:13 direvisi karena membuat isu yang 53:16 berhubungan dengan kebebasan berpendapat 53:19 itu 53:20 terganggu ada di sini ini dia jadi 53:24 kondisi saling melap itu yang 53:26 distimulasi oleh pasal karet yang ada 53:28 dalam undang-undang it itu tidak baik 53:30 41,6% menurut anak muda kalau ditanya 53:34 Apakah perlu direvisi 57% anak muda 53:37 mengatakan perlu direvisi ya jadi Eh ini 53:41 bagian dari upaya untuk meruntuhkan 53:44 polarisasi karena undang-undang ite 53:47 seringkiali dianggap sebagai bagian ya 53:49 dari upaya untuk saling melaporkan yang 53:51 kemudian Justru malah memper e kuat 53:54 polarisasi yang ada 53:56 termasuk yang bikin optimis apaagi coba 53:58 cek eh soal 54:01 intoleransi kalau misalnya kita lihat Eh 54:04 misalnya intoleransi itu kan bisa diukur 54:06 melalui social political intolerance 54:08 sama relig cultural intolerance coba cek 54:11 di sini ya orang nonmuslim mengadakan 54:14 acara keagamaan di sekitar sini ini 54:16 adalah survei di kalangan warga umum 54:18 bulan April 2016 yang warna biru ini 54:22 kemudian suras dengan populasi umum itu 54:27 yang warna ee merah agak muda itu bulan 54:31 Agustus 2017 yang warna kuning adalah 54:34 survei nasional populasi umum juga itu 54:37 2018 yang warna biru muda survei 54:41 nasional juga Agustus 54:42 2018 kalau kita lihat keberatan orang 54:46 nonmuslim mengadakan acara keagamaan di 54:49 sekitar tempat tinggal populasi umum itu 54:53 kisarannya tinggi hampir 40 54:55 tapi coba Anda bandingkan dengan anak 54:57 muda yang keberatan cuma 54:59 12% cuma 12% ya terus kemudian soal ini 55:04 keberatan membangun tempat peribadatan 55:06 kalau tadi adalah mengadakan acara 55:08 keagamaan lihat perbandingan anak-anak 55:11 muda yang lahir pasarto jatuh itu jauh 55:15 lebih toleran ketimbang orang-orang tua 55:19 atau populasi secara umum ini kabar baik 55:22 ya buat saya yang Pera bahwa demokrasi 55:26 menjadi rumah buat semuanya bahwa 55:28 anak-anak muda kita ini termasuk soal 55:31 political intolerance semuanya jauh 55:33 lebih baik konsisten datanya jadi poin 55:36 saya Bapak Ibu sekalian gitu ya Eh 55:39 sebelum kita masuk persoalan yang 55:41 terkait dengan hal-hal yang lebih 55:42 duniawi 55:54 tadi 55:56 putus-putus lagi 56:00 mas ya 56:10 kita masih putus-putus gak Mas sudah 56:14 sudah 56:15 sudah saya gak juga kalau bicara Pak on 56:20 ini 56:23 ter Nah sekarang 56:26 Eh apa sih yang membuat mereka jauh 56:29 lebih apa namanya jauh lebih 56:33 eh apa namanya lebih hopeful tadi ya 56:38 lebih toleran lebih kritis coba cek eh 56:42 eh penetrasi atau akses mereka terhadap 56:45 militer eh terhadap internet ya coba cek 56:48 di sini ini lagi-lagi beda sama populasi 56:51 umum populasi umum seringkiali mendapat 56:55 atau mengikuti masalah sosial 56:56 kemasyarakatan itu melalui TV ya yang 57:00 warna biru ini kalau ini kan anak muda 57:03 anak muda ini mereka mengikuti masalah 57:06 sosial kemasyarakatan kebanyakan dari 57:08 mana Dari media online internet sama 57:10 media sosial TV cuma 26% ini kebalik 57:15 sama populasi umum populasi umum 57:17 lagi-lagi sumber informasinya itu 57:20 kebanyakan disokong dari media seperti 57:23 TV ya anak muda kita lebih aktif melalui 57:28 internet apalagi yang membuat mereka ee 57:31 cenderung lebih proaktif coba cek di 57:34 sini tingkat eh eh eh akses mereka 57:38 terhadap internet itu juga jauh lebih 57:41 tinggi 78% nasional cuma 55an pers 57:46 kebanyakan mereka aktif di media 57:49 sosialnya Apa memang generasi tiktok ya 57:51 tiktok ya Ada Instagram Ada Facebook ada 57:54 YouTube ada Twitter tetapi mereka punya 57:57 satu mekanisme lain ya dalam ee 58:01 mengartikulasikan kepedulian eh sosial 58:04 politiknya ya termasuk misalnya kalau 58:06 dibilang anak muda itu tidak aktif 58:08 enggak juga kalau kita tanya eh seberapa 58:12 sering mereka membagi atau menyebarkan 58:14 berita informasi itu 58:17 31% tapi banyak juga yang berkomentar 58:19 tentang berita atau informasi di media 58:21 sosial 58:23 60,1% nah aktivitas kegelisahan ini yang 58:27 mungkin perlu diserap ya lebih jauh oleh 58:30 partai politik karena seperti yang tadi 58:32 saya eh sampaikan gitu ya Ee partai 58:35 politik masih dianggap ee mendapatkan 58:37 trust yang paling rendah bukan hanya di 58:40 mata anak muda tapi juga di mata 58:41 populasi secara umum Nah terakhir gitu 58:44 ya Ee ini masuk pada topik yang yang apa 58:48 namanya yang yang EE diminta oleh 58:53 panitia Bagaimana nih soal aspirasi anak 58:57 muda terkait dengan capres gitu ya cpres 59:02 nah eh ada dua isu kalau saya tanggapi 59:06 Eh Topik yang dimintakan pada hari ini 59:08 ya 59:11 Pertama 59:13 Apakah Bagaimana eh 59:17 aspirasi capres di mata anak muda itu 59:20 satu yang 59:22 kedua capresnya sendiri apa Apakah 59:25 merepresentasikan anak muda atau tidak 59:28 jadi ada dua dua hal ya jadi isu atau 59:30 topik yang di yang kita bahas sekarang 59:33 itu kita ingin gali lebih jauh Apakah 59:36 dari sosok capresnya itu sendiri bisa 59:41 dianggap memenuhi aspirasi anak muda 59:43 atau tidak yang kedua dari sisi 59:47 demight-nya apa bagaimana sosok eh 59:51 capres menurut anak muda Nah kalau kita 59:53 lihat data lihat data ya 59:57 Ah ini jadi kalau kita lihat data secara 1:00:01 umum secara umum tidak ada nama capres 1:00:07 yang dominan menurut anak muda secara 1:00:10 umum ya Coba lihat peringkat pertama 1:00:13 sampai peringkat l itu secara statistik 1:00:17 sebenarnya tidak 1:00:18 signifikan mulai dari Anis bas Wedan 1:00:21 Ganjar 1:00:23 pranoan Kamil sandiaga Uno sampai 1:00:26 Prabowo Subianto statistically 1:00:30 insignific karena margin of errornya 1:00:33 2,9% plus minus dengan asumsi simple 1:00:37 random sampling survei ini pakai double 1:00:39 sampling eh disebut double sampling 1:00:42 karena database-nya itu diambil dari 1:00:46 database Face to Face interview atau in 1:00:50 sampling yang memakai multiage random 1:00:53 sampling karena musim pandemi kami 1:00:56 manfaatkan database yang sekian banyak 1:01:00 itu yang kemudian kami tarik mereka yang 1:01:04 punya nomor telepon ya jadi sampling 1:01:07 frame-nya adalah database yang punya 1:01:09 telepon berdasarkan survei Face to Face 1:01:13 yang dilakukan selama 2 tahun terakhir 1:01:15 nah begitu ya Nah kalau kita cek di situ 1:01:18 kalau kita cek di situ eh 2,9% itu 1:01:22 artinya range-nya 1:01:25 antara eh perolehan eh capres baik Anis 1:01:30 sampai yang paling bawah Pak 1:01:32 muhandar itu plus minus 2,9% saya sebut 1:01:37 peringkat 1 sampai 5 1:01:39 statisignifan karena kalau misalnya Mas 1:01:42 Anis Itu yang menempati peringkat paling 1:01:45 atas secara Absolut Tetapi kalau dibaca 1:01:48 secara statistik dia bisa plus 2,9 ke 1:01:52 atas bisa 29 pers ke bawah Coba kalau 1:01:56 dibaca secara pesimis 1:01:58 15,2% - 2,9 itu artinya Mas Anis secara 1:02:05 pesimis bisa mendapatkan perolehan 12 ya 1:02:09 koma 3% sementara Prabowo 9,5% kalau 1:02:14 dibaca secara optimis bisa 1:02:17 9,5 + 1:02:20 2,9% artinya bisa mencapai 12 4% ketemu 1:02:25 itu eh eh ekornya ya Confident 1:02:28 intervalnya nah pada titik itu anak muda 1:02:32 bisa kita simpulkan ya itu tidak punya 1:02:36 preferensi yang dominan ke salah satu 1:02:39 calon tapi di antara nama-nama yang 1:02:43 muncul di mata anak muda satu dari lima 1:02:47 nama teratas empat di antaranya adalah 1:02:50 figur yang masuk kategori muda gitu ya 1:02:54 Pak prabo misalnya yang saya sebut bukan 1:02:57 figur yang muda Karena bagaimanapun 1:03:00 beliau e pernah bertarung tiga kali 1:03:03 berturut-turut 2009 sebagai cawapres Ibu 1:03:06 Mega saat itu 2014 dan 2019 sebagai 1:03:10 calon Presiden Pak Prabowo di populasi 1:03:13 umum itu di survei saya mencapai 17% di 1:03:17 bulan Februari populasi umum artinya 1:03:20 bukan anak muda di mata anak muda cuma 1:03:23 dapat 9,5% 1:03:25 jadi bedanya signifikan antara respon 1:03:29 populasi umum dengan respon khusus anak 1:03:32 muda usia 17 sampai 21 tahun bahkan 1:03:36 kalau pakai survei yang in person yang 1:03:40 Face to Face misalnya 1:03:42 smrc atau lembaga survei Indonesia 1:03:45 itu mode of interview-nya bukan pakai 1:03:48 telepon tetapi pakai eh Face to Face 1:03:51 interview secara statistik secara 1:03:54 metodologis itu lebih baik karena eh 1:03:57 semua anggota populasi punya hak untuk 1:04:00 terpilih sebagai sampel survei saya 1:04:03 pakai telepon itu paling tidak punya 1:04:06 masalah terutama 30% database kami yang 1:04:10 enggak punya telepon Biasanya kami 1:04:12 siasati dengan waiting tetapi waiting 1:04:15 itu sendiri tetap tidak bisa 1:04:17 menyelesaikan masalah terutama kelas 1:04:19 menengah bawah yang enggak punya telepon 1:04:23 tetapi survei model kayak smrc atau LSI 1:04:26 lebih baik Nah coba Anda cek data smrc 1:04:31 atau LSI elektabilitas pak bro lebih 1:04:34 tinggi lagi di kalangan orang umum yaitu 1:04:37 22 1:04:39 24% di mata anak muda kecil cuma dapat 1:04:44 9,5% Apa 1:04:46 artinya artinya kalau melihat dari lima 1:04:50 besar yang muncul Anis bwedan Ganjar 1:04:53 kemudian Ridwan dan Sandi anak muda 1:04:55 memang mengharapkan figur yang lebih 1:04:58 fresh ya lebih fresh nah eh setidaknya 1:05:03 dari lima nama tiga nama itu belum 1:05:06 pernah bertarung pada kompetisi di 1:05:09 tingkat nasional Kalau Mas sandi pernah 1:05:11 ya E minimal sebagai calon wakilnya Pak 1:05:14 Prabowo tetapi tiga namanya enggak 1:05:16 pernah sama sekali kemudian apa lagi 1:05:18 yang membuat tiga nama eh Anis ganj 1:05:21 Ridwan sandi termasuk ya itu mendapatkan 1:05:24 proporsi secara Absolut di atas Pak 1:05:27 Prabowo mungkin nama-nama ini selain 1:05:30 fresh tadi itu juga dianggap punya 1:05:33 pengalaman minimal menjadi kepala daerah 1:05:37 di provinsi-provinsi besar dan khusus 1:05:40 Anis gitu ya proporsinya Secara Absolut 1:05:43 bahkan lebih tinggi dibanding nama-nama 1:05:45 yang lain tetapi secara umum tidak ada 1:05:49 nama yang Dom nah bagaimana proporsi 1:05:52 demografinya B bak sekalian bisa cek di 1:05:55 situ ya Misalnya dari sisi gender 1:05:58 pemilih Anis sedikit lebih banyak yang 1:06:01 datang dari kalangan perempuan ketimbang 1:06:04 laki-laki Ganjar agak kebalikannya 1:06:07 meskipun bedanya tidak 1:06:09 signifikan ya pemilih Ganjar kalau dari 1:06:13 sisi partian kebanyakan pemilih Jokowi 1:06:16 di 1:06:17 2019 pemilih Anis kebanyakan adalah 1:06:21 pemilih Pak Prabowo di 2019 kemarin 1:06:25 pemilih Ridwan Kamil itu umumnya baik 1:06:29 dari sisi gender maupun dari sisi 1:06:31 afiliasi politik imbang ada sebagian 1:06:34 pemilih Pak Jokowi maupun Pak Prabowo 1:06:37 yang memilih Ridwan kami bagaimana 1:06:40 dengan 1:06:41 sandi sandi eh agak lebih banyak datang 1:06:46 dari kalangan Mereka yang memilih Pak 1:06:48 Prabowo karena kebetulan masandi adalah 1:06:51 pendampingnya di 2019 kemarin Bagaimana 1:06:54 dengan etnik ya dari sisi etnikk bisa 1:06:57 cek eh Anis agak kuat di kalangan etnik 1:07:01 Melayu kemudian Sunda ya Meskipun Sunda 1:07:05 juga diperebutkan pemilih Sunda anak 1:07:07 muda Sunda yang memilih Ridwan Kamil 1:07:09 juga bukan kecil jumlahnya 1:07:12 28,6% Ganjar kebanyakan dari etnik Jawa 1:07:16 sama 1:07:17 Batak jadi eh baku sekalian bisa cek di 1:07:20 situ ya Datanya ada semua di di apa 1:07:23 namanya di web eh indikator Bagaimana 1:07:27 dengan tingkat pendidikan anak muda yang 1:07:29 pendidikannya tinggi banyak yang memilih 1:07:33 Anis Ganjar juga cukup lumayan banyak 1:07:36 pendidikan tinggi 1:07:39 apalagi Ridwan Kamil juga banyak ya 1:07:42 16,9% pemilih Ridwan Kamil adalah mereka 1:07:45 yang berpendidikan anak muda 1:07:47 berpendidikan 1:07:48 kuliahan Pak Prabowo itu agak beda 1:07:52 pendidikan menengah bawah anak muda yang 1:07:55 pendidikannya SLTP ke bawah itu banyak 1:07:58 yang memilih Pak Prabowo mereka yang 1:08:01 berpendidikan kuliahan anak muda yang 1:08:04 pendidikannya baik yang memilik para 1:08:06 Prabu Hanya 1:08:07 3,5%. Jadi dari sini Bapak iu sekalian 1:08:10 bisa punya sense ya bagaimana mereka 1:08:13 anak muda memberikan ee pilihan ee apa 1:08:16 namanya ee ke ke capresnya nah ee dari 1:08:21 sisi pendapatan sama pekerjaan biasanya 1:08:24 pendidikan sama pendapatan itu 1:08:25 korelasinya signifikan semakin tinggi 1:08:28 tingkat pendidikan Semakin tinggi 1:08:29 pendapatan Begitu juga dengan sebaliknya 1:08:32 itu sama mereka yang berpendapatan 1:08:35 tinggi Itu rata-rata pilihannya ke 1:08:39 Anis kemudian juga ke 1:08:42 sebentar ini ke Ganjar juga agak lumayan 1:08:45 ya berpendidikan tinggi ya Ganjar di 1:08:48 sini 1:08:49 12,8% cukup lumayan Ridwan Kamil juga 1:08:52 sandi juga tetapi yang berpendidikan di 1:08:56 bawah yang berpendapatan di bawah 1,2 1:08:58 juta itu cenderung memilih Pak Prabowo 1:09:01 jadi polanya kan sama ya pendidikan sama 1:09:04 pendapatan eh semakin rendah tingkat 1:09:07 pendidikan dan pendapatan anak muda 1:09:09 kecenderungan memili Pak Prabowo 1:09:11 meningkat nah begitu juga dengan 1:09:13 Sebaliknya bagaimana dengan wilayah bak 1:09:15 sekalian bisa cek di situ ya Eh Anis 1:09:18 kuat di DKI 22,5% anak muda memilih Anis 1:09:24 sementaraan Kamil kuatnya di jaabar 1:09:27 30,5% dari 18,5 tapi Anis juga dapat 1:09:30 anak muda Jabar 1:09:32 13,7% ya Sandi masih lumayan dapat juga 1:09:36 11,1% orang Jabar anak muda 17 2 tahun 1:09:40 yang memilih sandiagud Ganjar kebanyakan 1:09:43 ngumpul di Jawa Tengah ya kebanyakan tuh 1:09:48 41% anak muda Jawa Tengah milih Ganjar 1:09:51 sebagai caprek kurang ang eh pemilih 1:09:54 Ganjar kurang nyebar kira-kira begitu ya 1:09:57 Jadi kira-kira Bapak Ibu sekalian Saya 1:09:59 ingin ee ee tutup gitu ya Eh kalau ini 1:10:04 kan disiarkan PKS TV kalau anak muda PKS 1:10:08 ke mana Git data 1:10:12 saya data saya menunjukkan banyak sekali 1:10:17 pemilih PKS 2009 kemarin Gitu ya yang 1:10:22 memilih Anis 1:10:24 B Wedan Nah itu ya mungkin ada yang 1:10:27 nanya berapa sih Mas tepatnya ini Saya 1:10:29 cek dulu ya saya cek langsung pemilih 1:10:32 Anis pemilih 1:10:34 PKS 1:10:36 Ya saya gak tahu di capres mudanya Ustaz 1:10:39 Mardani itu ke siapa gitu ya tapi kalau 1:10:41 ditanya sama konstituennya eh 1:10:45 konstituennya eh Ustaz mani nanyanya 1:10:48 bukan sama Ustaz mani ya kalau ustazani 1:10:50 kan saya kira sampai ujung 1:10:54 tapi Coba kita cek pemilih 1:10:56 PKS eh pemilih PKS ya itu yang memilih 1:11:01 Anis swedan Itu tinggi sekali di 1:11:04 sini sebentar saya 1:11:08 ingin karena soal angka jadi saya harus 1:11:11 ngelihat datanya dulu 1:11:13 ya kayaknya enggak jauh-jauh dari 1:11:15 anisandi nih Mas oh gitu oh ini ya jadi 1:11:22 iya betul memilih PKS yang memilih 1:11:25 anisbah swedan anak muda ya I anak muda 1:11:29 ya kalau pemilih umum itu 40-an% pemilih 1:11:32 PKS memilih anisp seedan tetapi anak 1:11:35 muda PKS yang memilih anisp swedan itu 1:11:39 31% yang memilih Anis yang memilih 1:11:42 sandiaga Uno gede juga di sini sandiaga 1:11:45 Uno DII 31% juga sama imbang di sini ya 1:11:50 anak muda anak muda ya Jadi bungdi ini 1:11:53 ya data sudahah bisa ini nih Iya karena 1:11:56 saya gak 1:11:57 muda iya iya ini jadi imbang di sini nih 1:12:02 Iya kalau Pak Prabowo itu kebanyak Pak 1:12:07 anak muda PKS yang memilih Pak prabobo 1:12:09 hanya 1:12:10 6,2% sedikit ya Yang Memilih Ganjar 1:12:14 anakmu ada loh 1:12:17 anak muda PKS memeli Ganjar 2% Ah saya 1:12:21 cek ternyata ini orang PKS yang tinggal 1:12:23 di Jawa Tengah boleh boleh yang tinggal 1:12:27 di Jawa Tengah ini 1:12:29 J jadi minoritas itu ya Nah kalau kita 1:12:33 lihat pemilih Ganjar dari mana ini 1:12:36 kebanyak Oh banyakan pemilih PDIP anak 1:12:39 muda pemilih PDIP dan Nas yang 1:12:43 kebanyakan milih eh Ganjar ya kalau 1:12:47 rituan Kamil dari mana Itu dari sisi 1:12:49 afiliasi eh pilihan 2019 berasarkan 1:12:54 partai eh eh Ridwan Kamil Golkar anak 1:12:59 muda pemilih Golkar dia lumayan banyak 1:13:02 loh anak muda dari PKS juga yang memilih 1:13:04 riduan Kamil 1:13:05 16,4% 16,4% anak muda PKS yang memil 1:13:10 tuan Kamil jadi top three itu adalah eh 1:13:13 Anis sandi itu sama 31% yang nomor tanya 1:13:17 adalah Ridwan Kamil jadi kira-kira itu 1:13:20 eh Nah mungkin ada yang bertanya ini 1:13:22 sebagai penutup 1:13:24 ya Mengapa sih indikator melakukan 1:13:28 survei capres jauh-jauh hari padahal 1:13:32 pemilu presiden baru saja selesai kan 1:13:35 Ustaz mani baru kemarin ngomong tline 29 1:13:39 2019 ganti presiden kok ini sudah ada 1:13:42 langsung eh apa namanya eh surve capres 1:13:46 nah saya Alasan saya ada dua alasan saya 1:13:48 ini sebagai penutup 1:13:51 pertama 2024 itu adalah satu fase 1:13:57 penting bagi perjalanan bangsa ini di 1:14:00 mana kita 1:14:02 ee menghadapi situasi ee peralihan ke 1:14:07 pembinaan nasional dan karenanya 1:14:10 figur-figur yang mau masuk dalam pentas 1:14:14 pertarungan apa namanya nasional itu 1:14:17 harus dikuliti 1:14:19 ditelanjang jadi jangan lagi kita 1:14:21 memilih kucing dalam karun dari 1:14:23 jauh-jauh hari sebelum 2024 tiba semua 1:14:28 semua pemilih semua masyarakat Indonesia 1:14:31 harus melihat Plus minusnya nama-nama 1:14:34 yang akan kita usung 2024 jadi saya 1:14:38 setuju sama Ustaz mani entry to barnya 1:14:41 itu harus kita 1:14:43 do 1:14:45 Mengapa simp aja karena kalau misalnya 1:14:48 dipersulit makin sulit kita untuk 1:14:50 mendapatkan figures yang baik jadi 1:14:53 karenanya orang-orang itu harus kita 1:14:55 lihat dari sekarang jadi seperti ikan 1:14:57 dalam 1:14:58 akuarium kita harus lihat plus minusnya 1:15:02 gerakgiknya sedini mungkin jangan 1:15:06 tiba-tiba jangan ucjuk-ujuk ya itu 1:15:09 alasan yang pertama alasan Yang 1:15:12 kedua ini kita 1:15:15 e rilis terus 1:15:18 biar kalau ada elit yang mulai tergoda 1:15:21 untuk mengusung ide liberal presiden tig 1:15:25 periode itu harus kita e Ee Kita hadang 1:15:29 sedini mungkin jadi kalau kita 1:15:32 Munculkan nama-nama dari sekarang itu 1:15:35 diharapkan nama-nama calon presiden 2024 1:15:38 itu itu akan membombardir mereka para 1:15:42 elit yang mencoba mengusung ide yang 1:15:45 bertentangan dengan agenda reformasi ya 1:15:48 yaitu tiga periode ya jadi 1:15:52 ee Jadi kalau nama-nama itu kita usung 1:15:55 dari sekarang orang seperti kodari akan 1:15:58 kehilangan 1:16:00 panggungnyauu saya 1:16:08 setuju bukan bukan bukan 1:16:10 ini ini bukan urusan apa 1:16:22 namanyak duniawi itu 1:16:25 Ustaz setuju setuju ya kalau mikirin 1:16:28 soal apa namanya kalau yang urusan 1:16:32 persaingan lembaga survei 1:16:34 itu itu kalau urusan lembaga survei 1:16:37 pilkadang itu terlalu duniawi mikirnya 1:16:39 jadi 1:16:41 eh Jadi jangan terlalu memikirkan 1:16:43 hal-hal yang terlalu duniawi 1:16:47 itu jadi enggak ada Pilkada pun kami 1:16:49 banyak survei-survei saapa lembaga luar 1:16:53 gini Begini Saya ingin kembali ke awal 1:16:55 ya Ee ide tiga periode itu itu satu ide 1:17:01 yang harus kita tentang ramai-ramai 1:17:03 kalau cara kami cara menentangnya adalah 1:17:06 Munculkan nama-nama sedini 1:17:09 mungkin supaya orang tidak lagi 1:17:14 membeli 1:17:16 jualan periode Gu Jadi nama-nama itu 1:17:19 keluarin aja dari sekarang nah saya 1:17:21 ingin mengacu sebagai penutup itu itu 1:17:23 satu pengalaman dalam tradisi politik di 1:17:26 Amerika Serikat ya waktu itu George 1:17:29 Washington 1:17:30 ee di periode kedua mendapatkan tawaran 1:17:35 yang sangat gencar untuk 1:17:38 melanjutkan periode ketiga dan jangan 1:17:40 lupa batasan dua periode dalam tradisi 1:17:44 politik Amerika itu muncul tahun 1:17:48 1941 itu setelah amandemen ke-22 jadi di 1:17:52 awal 1:17:53 Amerika pada saat eh George Washington 1:17:58 berkuasa sebagai presiden itu belum ada 1:18:01 larangan pembatasan masa Presiden tapi 1:18:03 apa coba jawaban dari seorang George 1:18:06 Washington Meskipun tidak ada larangan 1:18:09 dia tidak mau terima godaan untuk 1:18:11 menjadi presiden kali ketiga karena itu 1:18:14 akan memberikan presiden yang buruk bagi 1:18:17 proses regenerasi kemumpinan di Amerika 1:18:20 Serikat nah hal yang sama 1:18:23 itu terjadi di kemudian hari sampai 1:18:26 kemudian orang seperti 1:18:28 eh Kalau tidak salah 1:18:31 Franklin eh rosev ya yang eh 1:18:36 menerima satu tawaran menjadi presiden 1:18:40 bahkan sampai keempat alasan yang 1:18:43 dipakai yaitu alasan eh krisis besar ya 1:18:47 great depression Eh pada saat itu yang 1:18:51 kemudian dia digoda kalau misalnya 1:18:55 agenda penyelesaian krisisnya itu tidak 1:18:57 segera 1:18:58 ditangani dengan cara melanjutkan orang 1:19:01 yang sama yaitu si rosovel dikhawatirkan 1:19:05 eh agenda pemulihan krisisnya terganggu 1:19:08 dan dia iakan si Ros waktu itu tidak 1:19:12 bisa disalahkan secara konstitusional 1:19:13 karena memang belum ada larangannya tapi 1:19:16 jangan 1:19:18 lupa ya jangan 1:19:21 lupa 1:19:25 eh ada yang tadi ya itu praktis apa 1:19:28 namanya tidak ada lagi Presiden Amerika 1:19:31 yang sampai lebih dari pere jadi nah 1:19:35 saya dengar ini sebagai 1:19:38 diskusi mereka yang mendukung 1:19:43 tiga prode itu mencoba memakai alasan 1:19:46 yang dipak 1:19:49 oleuk 1:19:51 men lebih dari tiga perode ya yaitu 1:19:56 krisis covid yang disamakan dengan great 1:19:59 depression di Amerika saat itu nah eh 1:20:03 sekarang tinggal kita bantah argumen itu 1:20:07 tetapi jangan lupa saat itu seorang 1:20:09 roseveld berani menerima tawaran lebih 1:20:12 dari periode karena secara konstitusi 1:20:15 Amerika belum melarang larangan itu baru 1:20:18 terjadi setelah 40 eh eh setelah tahun 1:20:22 mungkin 1941 Kalau saya tidak salah jadi 1:20:25 itu saya kira sebagai penutup dari saya 1:20:29 gitu ya jadi ini ee silakan kalau mau di 1:20:34 gali lebih jauh tetapi sebagai penutup 1:20:37 Saya ingin memberikan 1:20:39 satu optimisme sekali lagi bahwa anak 1:20:42 muda kita itu jauh lebih hopeful ya 1:20:46 dalam melihat eh perjalanan bangsa ini 1:20:49 memang tidak sempurna tetapi mereka 1:20:54 mengatasi masalah berangkat dari 1:20:56 ketidaksempurnaan itu menuju pada 1:20:58 perbaikan Saya kira itu Akir kalam 1:21:00 alamikum warahmatullahi 1:21:05 wabarakuhikum Terima kasih men sekali 1:21:09 selalu menarik paparan dari Mas setiap 1:21:12 kita diskusi di sekarang saya 1:21:21 inin Bagaimana pak Mardani nih eh 1:21:24 menanggapi paparan yang sangat mendalam 1:21:26 dari Mas Burhan eh terkait data-data 1:21:29 pemilih milenials dan juga arah 1:21:32 demokrasi kita ke depan ada yang menarik 1:21:34 Pak mani Eh kalau saya highlight Yang 1:21:37 Pertama eh tadi Menurut data survei 1:21:41 menurut anak muda Eh kita sekarang 1:21:44 Indonesia demokrasi di Indonesia lagi 1:21:47 kurang baik gitu ya proses demokrasi ini 1:21:51 menarik sekali karena 1:21:53 saya sendiri sekarang lagi banyak gaul 1:21:55 juga dengan anak-anak muda E dan memang 1:21:57 lagi anak-anak muda ini udah agak-agak 1:22:00 sedikit muak melihat perdebatan dan eh 1:22:03 konflik-konflik yang sedang terjadi di 1:22:05 negara kita gitu ya dan ingin 1:22:08 benar-benar ke depannya ini ada 1:22:10 kepemimpinan baru yang mengedebankan 1:22:12 kolaborasi dan karya gagasan gitu nah 1:22:16 bagaimana Pak Mar Melat melihat 1:22:18 data-data yang dipabarkan oleh 1:22:21 Mas ih Bang Al eh yang 1:22:25 pertama ketika survei Burhan tentang 1:22:29 anak muda muncul komen 1:22:31 saya ini membuktikan anak muda tidak 1:22:35 apolitis ini membuktikan anak muda 1:22:38 mengamati ini membuktikan anak muda 1:22:41 mampu menilai ya karena itu do not 1:22:44 undertimate the 1:22:46 Generation tetapi yang bung bilang juga 1:22:50 anak muda kita juga terpengaruh dalam 1:22:54 ekosistem politik yang rusak ya yang 1:22:59 dipenuhi tidak oleh merit system tetapi 1:23:01 orang-orang yang quote and unquote 1:23:04 oportunis dan masuk ke politik karena 1:23:07 bukan perjuangan nah ini 1:23:10 ee dua tarikmenarik ini harus diperkuat 1:23:14 ilt dan diskusi publik yang dilakukan 1:23:17 oleh banyak 1:23:19 pihak mencoba menyuburkan ee e iklim 1:23:24 anak muda yang bisa mencari jati diri 1:23:28 dan membuat road map-nya sendiri serta 1:23:31 memutus mata rantai feodalisme memutus 1:23:34 mata rantai demokrasi yang busuk dan 1:23:38 memutus mata rantai orang-orang tua yang 1:23:41 tidak tahu diri dan mau tiga periode Nah 1:23:44 untuk itu Saya dukung eh Burhan 100% 1:23:49 kemarin waktu ngobrol sama Toto 1:23:51 juga Jaya itu saya teriak termasuk 1:23:54 dengan smrsi 1:23:56 tiga periode itu 1:23:58 ee benar-benar membunuh demokrasi tiga 1:24:01 perod itu betul-betul mengingkari 1:24:03 semangat reformasi jadi anak muda kita 1:24:06 harus diprovokasi anak muda kita harus 1:24:09 diberikan iklim yang egaliter dan Kita 1:24:11 Lawan bazer-bazer itu yang selalu 1:24:15 mengotori ruang publik dengan Kalau 1:24:18 bahasa Bung Roki IQ 200nya satu kolam 1:24:21 itu saya engak setuju itu itu bung nah 1:24:24 itu nanti kita harus lawan karena memang 1:24:26 ee bazar-bazar ini ee kadang-kadang 1:24:30 mengubah topik pembicaraan yang 1:24:32 fundamental menjadi sentimental dan 1:24:35 emosional Nah itu harus kita rubah jadi 1:24:37 terus saja kita teriak karena ide itu 1:24:40 punya kaki dan kita yakin diskursus kita 1:24:44 tentang politik etik politik Gagasan 1:24:47 Politik kebenaran politik berbasis merit 1:24:51 system politik berbasis keberanian 1:24:53 politik egaliter Insyaallah akan menang 1:24:56 karena kita e punya e jalan yang kokoh 1:25:00 sementara mereka sedang membangun istana 1:25:03 pasir berbasis keserakahan kezaliman dan 1:25:07 ilusi-ilusi itu harus kitawan 1:25:10 begitu baik terima kasih pak dan 1:25:13 sekarang Bung Bagaimana menanggapi 1:25:16 paparan yang sangat mendalam dari Mas 1:25:21 tadi 1:25:22 ya Oke terima kasih Buran dia dia 1:25:27 Terangkan potensi ke depan dengan 1:25:32 menghitung kapasitas Yang ada sekarang 1:25:36 itu kapasitas kita kalau kita andalkan 1:25:41 pada anak muda sekarang yang e 1:25:46 50% lebih 1:25:48 itu 1:25:51 seharusnya usulan-usulan dari partai 1:25:54 politik diabaikan aja karena kalau 1:25:57 statisknya bilang begitu Itu artinya 1:25:59 apaun yang diusulkan partai 1:26:02 politik itu berlawanan dengan 1:26:06 ideologi baru dari generasi 1:26:09 baru jadi buat apa ada sidang umum lagi 1:26:12 kalau statistik bilang bahwa anak muda 1:26:15 tidak menghendaki tiga periode 1:26:17 itu Tapi itu kan mesti disimpulkan 1:26:20 secara 1:26:21 tajam anak muda tidak 1:26:24 menghendaki sebetulnya ingin ada 1:26:29 semacam dari indikator 1:26:35 untuk Bah anak muda menging tidak ada t 1:26:39 perie apag pere 1:26:44 kedunguan pnya 1:26:51 kan adalah imparsiality itu betul tetapi 1:26:55 dalam keadaan saudara Burhan mengerti 1:26:57 bahwa politik mengalami defisit di dalam 1:26:59 Eti maka mesti adairmative action dengan 1:27:03 mengakali apalah mengakali Cross 1:27:06 tabulasi tapi kita mau dengar itu supaya 1:27:08 dia betul-betul bermutus sebagai riset 1:27:11 yang berpihak gu kan enggak bisa kita 1:27:14 riset yang imparsial dalam keadaan kita 1:27:17 tahu demokrasi memburuk lain kalau 1:27:20 sistem kita itu ee dalam keadaan 1:27:22 baik-baik aja oke itu disajikan oleh 1:27:26 Burhan tapi lebih dari itu sebetulnya 1:27:29 saya menganggap bahwa 1:27:31 eh ketepatan metodologi itu satu hal 1:27:36 tetapi 1:27:37 eh imperatif etis dari peneliti itu 1:27:40 adalah hal yang lebih 1:27:42 penting supaya kita ditarik oleh opini 1:27:45 publik yang dibangun oleh intelektu yang 1:27:48 mengerti tentang arah demokrasi saya 1:27:50 masih berharap bahwa indikator itu ad 1:27:53 bagian dari imperatif etis untuk 1:27:56 menghasilkan ulang demokrasi 1:27:58 reinventing our demokrasi itu 1:28:01 itu intinya Nah karena itu kalau 1:28:05 misalnya saya lihat data-data tadi tetap 1:28:08 saya dapat kesan bahwa anak muda 1:28:12 itu di 2024 masih menjadi konsumen 1:28:17 demokrasi bukan produsen demokrasi 1:28:20 itu kenapa 1:28:22 karena tidak terlihat Cross cutting 1:28:24 loyalties antara pemilih PKS dan pemilih 1:28:28 PDIP pemilih Nas dengan pem go misalnya 1:28:31 kan 1:28:33 Mya overensus di situ supaya kita tahu 1:28:37 bahwa anak muda berpikir di luar sistem 1:28:40 yang sekarang kalau yang sekarang tetap 1:28:43 oke dia tidak suka t periode 1:28:46 tetapi fanatisme terhadapai itu juga 1:28:49 akan menghasilkan feodalisme baru ini 1:28:52 ini 1:28:53 eh 1:28:55 eh catatan saya terhadap risetnya Burhan 1:28:59 Saya mengerti bahwa ini adalah riset 1:29:01 kuantitatif tetapi saya sering Terangkan 1:29:04 bahwa Politics is the art of attacking 1:29:06 The 1:29:08 Impossible jadi impossibility itu yang 1:29:11 mesti diinskripkan ke dalam wacana 1:29:14 publik supaya headline kita selalu 1:29:17 mengacu pada 1:29:18 standar survei dari Burhanudin tadi m 1:29:22 indikator bahwa ada pemihakan terhadap 1:29:25 pembaharuan politik itu penting itu ini 1:29:28 yang membedakan dengan eh riset dari 1:29:30 saudara eh 1:29:32 kodari yang dari awal menganggap bahwa 1:29:36 kan dalil 1:29:39 kodari Jokowi dan Prabowo harus 1:29:43 memenangkan 2024 dengan kata lain 1:29:45 catatan kaki atau dalam kurung tiga 1:29:47 periode karena hanya dengan itu ee 1:29:50 Jokowi bisa ee terpilah lagi jadi tiga 1:29:53 periode dimaksudkan supaya Jokowi dan 1:29:56 Prabowo memimpin 2024 apa ee fundamental 1:30:01 assumtionnya yaitu kata saudara kudari 1:30:05 karena negeri ini terbelah maka supaya 1:30:07 tidak berulang keterbelahan itu maka 1:30:09 2024 harus Jokowi dan 1:30:12 Prabowo lalu selama 10 tahun ini periode 1:30:16 Siapa Jokowi berarti yang membelah 1:30:19 bangsa ini siapa ya Jokowi 1:30:22 kan dungu kan logikanya kan ini ini 1:30:25 simpel berpikirnya lain kalau periode 1:30:28 ini baik-baik aja supaya enggak terbelah 1:30:30 maka Jokowi datang tetapi dia sendiri 1:30:33 akui bahwa demi bangsa ini tidak 1:30:35 terbelah maka Jokowi dan prabowa harus 1:30:37 memimpin bangsa ini dipimpin 10 tahun 1:30:40 oleh Jokowi pada saat itu Negeri 1:30:41 terbelah maka ulangi keterbelahan di 1:30:43 2024 ini ini ini otaknya ada ada di 1:30:47 bagian mana dari tubuhnya tuh kalau cara 1:30:50 berpikir begitu Jadi saya tetap melihat 1:30:53 bahwa 1:30:54 eh apa namanya kalau musik 1:30:58 itu dibuat komposisinya Untuk 1:31:01 didengar jadi Purpose dari musik adalah 1:31:05 supaya didengar nah ini si Budek ini 1:31:08 menghalangi orang mendengar komposisi 1:31:09 musik kan itu yang terjadi sebetulnya 1:31:12 kan jadi demikian juga survei publik itu 1:31:15 dimaksudkan supaya suara publik itu 1:31:18 didengar bukan dimanipulasi melalui ee 1:31:21 ee 1:31:23 eh wawancara segala macam lebih konyol 1:31:26 lagi headline itu diulang-ulang oleh 1:31:30 media massa oleh jurnalis bahwa demi 1:31:33 tidak terbelah maka Jokowi dan Prabowo 1:31:37 harus memimpin ini juga pers dungu kan 1:31:40 dia enggak bisa filter mana yang 1:31:42 imperatif untuk menghasilkan demokrasi 1:31:44 mana yang sekedar sensasi jadi hal itu 1:31:48 yang mau saya tekankan jadi saya anggap 1:31:50 Oke saya ee eh 1:31:54 eh kuantitatif yang dibuatkan oleh 1:31:58 eh Burhanudin itu menunjukkan bahwa 1:32:01 memang yang dimaksudkan dengan politik 1:32:04 adalah pikiran generasi baru Bukan 1:32:06 pikiran di sidang umum MPR itu 1:32:08 sebetulnya headline yang mesti di 1:32:11 Tampilkan di dalam media m jadi saya 1:32:14 berterima kasih karena ada data itu 1:32:16 tetapi catatan saya tetap data itu tidak 1:32:19 menunjukkan adanya eh dia baru di dalam 1:32:22 masyarakat itu harus kita periksa tu 1:32:24 Mengapa keinginan untuk menghentikan 1:32:27 tiga periode itu masih dibayang-bayangi 1:32:30 oleh 1:32:32 eh tokoh-tokoh yang juga sebetulnya 1:32:35 bagian dari upaya untuk memenangkan tiga 1:32:37 periode kan kan yang nama-nama yang ada 1:32:39 ditaruh di situ kan juga Pro 3 periode 1:32:41 karena parttainya Pro 3 periode tuh 1:32:43 Ganjar misalnya diam-diam mungkin eh 1:32:48 merasa tersingkir dari PDIP karena PDIP 1:32:52 tetap harus mengagendakan dinastinya tuh 1:32:56 lalu dilirik oleh Nasdem lalu timbul 1:33:00 semacam asumsi B Nas akan bekerja sama 1:33:02 dengan PKS karena PKS anisnya eh dalam 1:33:07 daftar Burhan tadi tinggi sekali itu 1:33:11 maka Ganjar mulai bikin wacana yang 1:33:15 berbeda supaya nempel dengan PKS pad 1:33:18 sebnya Ganjar bisa bertahan untukight di 1:33:20 PDIP kan begitu car cara melihat eh 1:33:24 distingsi politik itu itu yang saya 1:33:26 sebut 1:33:27 tadi 1:33:29 situasi overlapping kensus belum terjadi 1:33:32 di mata anak muda yang disurvei oleh 1:33:35 Buran tapi POnya sudah hadir bahwa 1:33:37 mereka adalah potensi untuk menghalangi 1:33:40 eh 1:33:41 tiga periode 1:33:43 kedunguan Baik terima kasih Bung eh 1:33:47 sebelum kita closing stat Saya ada satu 1:33:49 pertanyaan lagi nih buat Bang ini Bang 1:33:52 Burhan pasca reformasi 98 dan ketika 1:33:55 Pemilu langsung kita melihat bahwa hasil 1:33:59 pemilihan eh presiden Pilpres itu selalu 1:34:04 memenangkan tokoh-tokoh baru yang muncul 1:34:07 yang bukan eh yang mengalahkan 1:34:10 tokoh-tokoh lama sebelum Reformasi eh 1:34:14 ketika tahun 2004 kita lihat Bagaimana 1:34:16 pak SBY yang not dianggap orang baru ya 1:34:20 Ee di di dibanding tokoh-tokoh lama 1:34:22 mengalahkan Pak Wiranto Bu Mega Amin 1:34:25 Rais gitu ya dua periode kemudian muncul 1:34:29 Pak Jokowi tokoh baru lagi mengalahkan 1:34:31 Pak Prabowo yang merupakan orang lama di 1:34:33 zaman Orde Baru gitu nah saya Eh ini 1:34:37 fenomenanya ini bagaimana eh mayoritas 1:34:40 masyarakat Indonesia ini trennya lebih 1:34:43 memilih orang-orang yang tidak terikat 1:34:45 dengan orde baru gitu kurang lebih 1:34:47 Bagaimana kalau lihat dari hasil-hasil 1:34:50 empat kali pemilu presiden yang sudah 1:34:52 berlangsung bagaimana Bang Burhan 1:34:54 melihat ini 1:34:56 ya Eh terima kasih Bung haldi 1:35:00 eh semoga internet saya masih bertahan 1:35:04 minimal sampai jam 1:35:07 2200 ya 1:35:09 Eh kalau kita lihat sejarah Pilpres 1:35:12 pertama 2004 sampai 1:35:14 sekarangurusan ada beberapa pola yang 1:35:17 kita bisa Tangkap ya pertama 1:35:20 adalah eh eh umumnya incumben menang 1:35:25 lagi itu satu yang kedua pola yang tadi 1:35:29 bung haldi sampaikan umumnya figur yang 1:35:32 dianggap baru yang eh menang ya jadi Eh 1:35:38 Pak SBY meskipun bukan figur baru tetapi 1:35:42 dibanding Ibu Mega itu lebih menawarkan 1:35:44 kebaruan di tahun 2004 1:35:47 eh di 2009 Kebetulan paksb diuntungkan 1:35:51 karena lawannya adalah figur lama yaitu 1:35:55 Imu dan 1:35:57 Pak eh 2009 Pak eh Pak jek ya eh eh Yang 1:36:03 eh waktu itu 1:36:08 ehampingi eh Pasangan calon wakilnya 1:36:11 namanya pak Wir di 1:36:13 2014 Pak Jokowi diuntungkan Karena 1:36:16 lawannya Pak prabo bukan figur yang 1:36:18 relatif eh figur lama yang Malang 1:36:21 melintang di masa Pak eh Soeharto 1:36:25 termasuk di 2019 kemarin jadi memang poa 1:36:29 Itu kelihatan nah pertanyaannya adalah 1:36:31 bagaimana dengan 2029 nah di 1:36:35 2009 Sori 2024 Itu masalahnya adalah 1:36:39 siapa yang dianggap paling baru di 1:36:41 antara nama-nama yang muncul dari lima 1:36:44 nama yang tadi saya eh sampaikan yang 1:36:48 mendapatkan perolehan yang cukup lumayan 1:36:50 mulai mulai dari eh Anis sampai Pak 1:36:54 Prabowo itu hanya Pak Prabowo yang 1:36:57 memiliki citra eh figur lama dan terus 1:37:01 terang Bung Mardani atau para politisi 1:37:05 lain yang begitu akrab dengan angka 1:37:08 meskipun di antara populasi warga secara 1:37:10 umum yang punya hak pilih Pak Eh Prabowo 1:37:15 elektabilitasnya paling tinggi ya 1:37:17 kisarannya kan antara 17 sampai 22% eh 1:37:22 tergantung e lembaga tetapi 17 sampai 1:37:25 22% di antara populasi Umum bukan hanya 1:37:29 anak muda itu kan pak prabo paling 1:37:31 tinggi tapi Taruhlah 22% itu bukan angka 1:37:36 yang besar itu bahkan bahkan ya Pilkada 1:37:39 eh Pilpres masih 2024 Pak Prabowo eh 1:37:44 sudah 2 kali bertarung sebagai capres 1:37:47 dengan perolehan 22% meskipun paling 1:37:50 tinggi itu terus terang sangat 1:37:53 mengkhawatirkan untuk bisa memenangkan 1:37:56 2024 jadi 1:37:58 secara statistik itu bukan angka yang 1:38:02 nyaman buat Pak Prabowo untuk bisa 1:38:06 meraih kemenangan di 2024 dan saya kira 1:38:09 girindra pun sadar Saya kira ya kecuali 1:38:13 kalau misalnya ada pertimbangan 1:38:16 lain meminta Pak prab tetap maju agar 1:38:19 suara pak agar suara partainya tetap eh 1:38:22 meraih dua digit misalnya itu kan 1:38:24 pertimbangan di luar dari urusan Eh Pak 1:38:26 Prabowo secara potensial bisa menang 1:38:29 atau tidak tetapi pertimbangan untuk 1:38:30 menaikkan suara partainya nah Tetapi 1:38:33 kalau dari sisi statistik memang berat 1:38:36 buat Pak prabo eh untuk memenangkan 2024 1:38:40 dengan 1:38:42 modal paling tinggi 22% di antara 1:38:45 populasi umum Nah kemudian pertanyaan 1:38:47 yang mungkin Bung haldi sampaikan adalah 1:38:49 bagaimana dengan nama-nama yang 1:38:53 lain yang dianggap memiliki merek atau 1:38:57 branding menampilkan kebaruan Nah kalau 1:39:01 dari sisi kebaruan kan dari ee empat 1:39:04 nama yang lain semuanya berhak untuk 1:39:06 mengklaim baru minimal lebih mudah 1:39:09 dibanding Pak Prabowo nah sekarang siapa 1:39:12 yang di anara Nah itu lagi-lagi 1:39:13 tergantung perkembangan 3 eh tahun ke 1:39:17 depan saya pribadi melihat ee data yang 1:39:21 yang belum konklusif satu sama lain 1:39:23 meskipun Anis secara Absolut paling 1:39:25 tinggi tetapi tidak eh dominan Saya 1:39:28 tidak menutup pintu buat munculnya 1:39:30 nama-nama di luar dari 5 nama 1:39:33 jangan-jangan Muncul nama lain Pak 1:39:35 Jokowi itu muncul 1:39:37 2013 ya jadi elektabilitas Pak Jokowi 1:39:41 menyalip Pak Prabowo dengan Ibu Mega itu 1:39:44 Oktober 1:39:46 2013 artinya 1:39:49 hanya atau 6 bulan sebelum eh pilek 1:39:54 2014 jadi anything can happen 1:39:57 jangan-jangan Muncul nama capres dari 1:40:00 PKS jangan-jangan yaak tahu amin amin 1:40:04 kita harus buka kesempatan itu jangan 1:40:07 buru-buru eh hanya Anis Ganjar Ridwan 1:40:11 Kamil sandi gitu jangan-jangan muncul 1:40:15 calon presiden mani ala sia tah makanya 1:40:20 e masih jauh G kita tunggu saja selama 1:40:23 ee 3 tahun ke depan Nah berikutnya nah 1:40:27 ini saya ada data yang saya lupa eh saya 1:40:30 sampaikan tadi dan menurut saya 1:40:32 menarik Mengapa nah ini bagian dari 1:40:35 Tesis Tesis paper saya ya tesis paper 1:40:39 saya Mengapa anak muda usia 17 21 tahun 1:40:43 itu lebih 1:40:45 toleran dan ternyata datanya itu ada di 1:40:49 data saya yaitu keikutsertaan mereka 1:40:52 dalam Civic 1:40:55 engagement di kalangan anak muda 1:40:57 anak-anak muda ini lebih aktif di 1:41:01 organisasi-organisasi yang menurut 1:41:04 Robert 1:41:06 ituer itu dikenal dengan bukunya 1:41:10 tesisnya tentang social capal ya 1:41:14 tentangal sosial itu dia Magi organisasi 1:41:17 menjadia jenis satu yang disbut 1:41:19 dengantilah 1:41:21 briding yang kedua disebut dengan 1:41:23 istilah 1:41:24 bonding bonding itu merekatkan internal 1:41:28 di antara mereka yang berada dalam satu 1:41:31 identitas primordial yang sama sementara 1:41:34 briing itu menjembatani antara 1:41:37 kelompok-kelompok sosial yang ada nah 1:41:39 kalau saya lihat dari data saya 1:41:41 anak-anak muda itu lebih aktif di 1:41:45 organisasi-organisasi yang 1:41:47 punyapeing ketimbang bonding Jadi mereka 1:41:50 aktif di organisasi karang taruna aktif 1:41:53 di organisasi 1:41:55 olahraga budaya musik itu kan 1:41:58 organisasi-organisasi yang lintas 1:42:00 kelompok lintas agama lintas etnik ya 1:42:04 itu organisasi-organisasi yang lebih 1:42:07 menampilkan diri fungsi sebagai bridging 1:42:10 nah di kalangan eh orang tua itu mereka 1:42:14 kebanyakan aktifnya di organisasi 1:42:16 keagamaan dan gereja itu organisasi 1:42:19 bonding itu karena 1:42:21 anggotanya itu umumnya dari 1:42:23 organisasi-organisasi yang sama 1:42:25 organisasi etnik organisasi agama itu 1:42:29 kalangan orang tua kalau anak muda ggak 1:42:30 terlalu suka dia di situ mereka aktifnya 1:42:33 di futsal di main musik mereka aktif itu 1:42:37 organisasi-organisasi yanging yang 1:42:39 ternyata punya eh satu kontribusi yang 1:42:43 membuat mereka karena organisasinya itu 1:42:45 lebih plural akhirnya cenderung 1:42:49 bersentuhan berinaksi dengan kelompok 1:42:51 yang berbeda dengan mereka dan ini yang 1:42:53 menjelaskan mengapa usia 17 21 tahun itu 1:42:57 cenderung lebih terbuka ketimbang yang 1:43:00 tua nah terakhir gitu ya tadi kan Bung 1:43:04 nanya ke saya 1:43:09 adaak datanya terkait dengan tiga perode 1:43:12 Nah survei saya bung 1:43:14 RI itu memang 1:43:17 diadakan sebelum heboh tentang tiga 1:43:21 periode kalau saya punya kesempatan 1:43:22 dalam waktu dekat saya ada survei saya 1:43:25 akan masukkan pertanyaan itu dan saya 1:43:27 Hakul yakin Hakul yakin tanpa harus 1:43:33 melakukan the so 1:43:37 manipulasi Saya yakin masyarakat 1:43:39 Indonesia masih waras Jadi mereka 1:43:42 Insyaallah menol gitu ya eh proposal 1:43:48 breang anak muda Nih secara umum Apa 1:43:52 sumber keyakinan saya jadi meskipun saya 1:43:55 belum melakukan survei tapi saya Hakul 1:43:58 yakin masyarakat Indonesia waras sumber 1:44:02 Keyakinan itu salah satunya 1:44:05 dikonfirmasi oleh rilis survei Carta 1:44:09 politika Carta politika merilis tahu 1:44:13 atau tidak soal kampanye 1:44:17 e yang menjawab tahu 1:44:18 37% memang belum mayor 1:44:21 baru 1:44:22 37% kampanye 3 pre dari banyak orang kan 1:44:27 kan dan dari 1:44:29 37% mayoritas 1:44:31 61% ya itu menolak 1:44:36 ide 1:44:38 apa perpanjangan masa jabatan presiden 3 1:44:42 hanya 1:44:43 13,9% yang setuju jadi itu bukan 1:44:47 proporsi yang besar kecil sekali kalau 1:44:50 misalnya suara-suara akal sehat yang 1:44:53 disampaikan oleh Ustaz Mardani atau Bung 1:44:57 Roki makin nyaring Saya kira yang 1:45:00 menolak perpanjangan prode bukan lagi 1:45:03 61% bisa 1:45:05 80%ah tinggal dinyaringkan lagiah jadi 1:45:08 nanti survei itu kepotret 80%nya kalau 1:45:12 sekarang minimal sampai surveinya Carta 1:45:15 politika baru 61% Nah ini tolong digas 1:45:18 lagi penolakan prode itu agar ee lebih 1:45:23 tinggi lagi ee aspirasi yang menolak ee 1:45:27 perpanjangan tiga produk Mengapa ini 1:45:30 perlu kita Suarakan karena enggak 1:45:33 mungkin ada api ada asap tanpa apinya 1:45:37 betul 1:45:38 Eh saya kira eh Ustaz Mardani pasti 1:45:42 paham begitu ya Eh suara-suara tiga pere 1:45:46 itu makin 1:45:48 kencang dan 1:45:51 saya membocorkan di sini sudah ada ya 1:45:54 yang Bahkan menawari saya untuk kampanye 1:45:58 itu dan saya katakan 1:46:00 tidak ini 1:46:04 urusanuk duniawi udah ada yang nawarin S 1:46:07 saya bilang tidak tenang dengarnya mas 1:46:13 senang ini ini bukan main-main jadi 1:46:16 Sudah ada beberapa elit yang secara 1:46:19 serius tes pasar dan kampanye tig 1:46:23 Prodi dan karenanya perlu ditolak 1:46:26 ramai-ramai supaya testing The waternya 1:46:30 itu gagal total si caranya dikencengkan 1:46:33 lagi digaspol lagi ya bahwa sekarang Eh 1:46:37 apa Muncul penolakan dari PDI Perjuangan 1:46:41 Saya kira penolakan itu tidak akan 1:46:45 muncul publik tidak menyuarakan 1:46:48 penolakan yang sama elit politik itu 1:46:51 pasti mengikuti aspirasi publik kalau 1:46:53 aspirasi publiknya cenderung mengikuti 1:46:55 ee mereka yang pro perpanjangan tiga 1:46:58 perode bisa masuk angin tu elit 1:47:01 politiknya nah karenanya perlu 1:47:03 dikuncangkan kalau misalnya dapat 80 1:47:06 sampai 90% menolak perpanjangan tiga 1:47:09 perode saya kira Bung e Mardani alesera 1:47:13 tidak akan sendirian menolak agenda 3 di 1:47:15 parlemen karena temannya akan eh apa 1:47:18 berdatangan eh menolak agenda itu secara 1:47:21 bersama saya kira itu eh terima kasih eh 1:47:24 Bapak Ibu sekalian gitu ya mohon maaf 1:47:26 kalau ada salah-salah kata selamualaikum 1:47:28 warahmatullahi wabarakatuhikumsalam 1:47:30 warahmatullahi wabarakatuhih masan 1:47:32 Terima kasih Mas Burhan senang sekali 1:47:34 mendengar statement terakhirnya kita 1:47:36 tolak tiga periode Pak perlu buat hashag 1:47:40 baru nih tolak tiga periode baik 1:47:43 sahabat-sahabat sekalian tibalah kita di 1:47:45 akhir acara ee luar biasa diskusi kita 1:47:48 pada malam ini sebelum ing statement 1:47:51 Saya ingin mengucapkan terima kasih 1:47:52 kembali kepada rekan-rekan wartawan 1:47:54 media dan seluruh sahabat-sahabat 1:47:56 pemirsa Ind leader ST yang tetap setia 1:48:00 menyaksikan acara Inal ST ini setiap 1:48:02 minggu di channel YouTube dan Facebook 1:48:05 Mardani alera PKS TV partai kadilan 1:48:09 sejahtera dan juga rasil TV dan juga 1:48:11 melalui channel radio rasil am0 AM dan 1:48:15 eh eh untuk di akhir ini seperti biasa 1:48:20 kita meminta closing ideas atau closing 1:48:23 statement dari para narasumber kita 1:48:25 kepada Pak Mardani closing ideas-nya 1:48:29 dipersilakan Kasih M haldi 1:48:32 eh tidak ada pemimpin yang tangguh 1:48:35 kecuali lahir dari masyarakat yang eh 1:48:40 pemberani ya tidak ada pemimpin yang 1:48:43 cerdas kecuali lahir dari masyarakat 1:48:46 yang pemilih dan memiliki pikiran yang 1:48:50 dan karena itu buat semua kawan-kawan 1:48:54 ayo kita tentukan pemimpin ke depan 1:48:58 dengan kita memiliki prinsip 1:49:01 integritas kerangka pikir Dan keberanian 1:49:05 Insyaallah kalau setiap rakyat Indonesia 1:49:08 punya prinsip integritas keberanian dan 1:49:11 kerangka pikir kita dapat termasuk 1:49:15 memperjuangkan lawan tig periode 1:49:17 turunkan 1:49:19 presidal dan hadirkan politik etika 1:49:23 politik nilai politik kebenaran di 1:49:25 Indonesia dan peluang ee muncul ee 1:49:28 pemimpin baru yang 1:49:30 menyegarkan menawarkan gagasan ketajaman 1:49:34 Visi dan eh kemampuan teknokratis dan eh 1:49:39 governing quality yang bagus masih 1:49:41 sangat terbuka karena itu ayo semua 1:49:43 kepala daerah pimpinan partai eh 1:49:47 politisi ee tokoh publik manapun 1:49:50 saatnya berkontestasi secara dewasa ee 1:49:54 mendidik publik dan e berkontribusi 1:49:58 menghadirkan demokrasi yang sehat 1:50:02 makasihasihak berikutnyaing 1:50:04 daripersilakan 1:50:09 oke Gimana 1:50:12 cara 1:50:17 ini yang p Burhanudin untuk jadi campaer 1:50:22 tig periode bukan cuman Mardani alisera 1:50:25 tapi juga 1:50:28 kodari karena dia enggak ada pesaing 1:50:35 lagi kalau kalau tender udah pasti 1:50:37 menang 1:50:43 e oke hal yang penting sebetulnya adalah 1:50:47 terusmenerus memastikan bahwa 1:50:50 tig periode itu adalah adalah pesta para 1:50:55 serigala dan pesta para serigala itu 1:50:58 artinya kematian bagi 1:51:00 domba-domba ini soalnya jadi nanti kalau 1:51:04 Burhanudin Bik surve lagi tentang t 1:51:06 periode yang sebetnyaakve langsung 1:51:10 Bik kesimpulan logis dari seluruh data 1:51:14 yang sudah 1:51:15 disurve ituambah lagi 1:51:18 sem time series eh setelah acara-acara 1:51:24 penolakan ini headline-nya Langsung 1:51:26 dibikin enggak usah disebut bahwa 70% 1:51:29 80% anak muda Indonesia menolat 3 1:51:31 periode ah itu bahasa statistik langsung 1:51:33 Burhan nudin datang dengan konf bahwa 1:51:36 anak muda Indonesia masih berakal sehat 1:51:40 anak muda Indonesia masih sangat waras 1:51:42 supaya ada kontras dengan yang tidak 1:51:44 waras itu gampangnya oke itu aja terima 1:51:47 kasih terima kasih buoki keren dan 1:51:51 terakhir 1:51:53 dariingat dari Mas dipersilakan 1:51:58 mas sebenarnya saya sudah diwakili sama 1:52:05 Bu 1:52:07 Gini bahwa ada hal positif yang membuat 1:52:10 kita 1:52:11 optimis Karena anak muda 1:52:14 masihapi beber 1:52:17 darinya ya jadi 1:52:20 eh apa Cross cutting konsensus tadi itu 1:52:24 ada benarnya jadi terutama kalau 1:52:26 diliilihat dari sisi 1:52:28 elektoral jadi dari sisi pandangan 1:52:31 demokrasi dari sisi sikap kritis mereka 1:52:34 terhadap Bagaimana proses demokrasi 1:52:36 berjalan dari sisi ee eh eh dari sisi 1:52:40 anak muda dalam melihat ee Indonesia 1:52:43 yang lebih 1:52:44 ee lebih menjadi rumah bersama gitu 1:52:48 ya 1:52:50 itu itu tentu menghasilkan satu 1:52:54 kesimpulan yang optimis tetapi dalam 1:52:56 soal pilihan elektoral persis yang 1:52:59 dibilang belum 1:53:06 terjadi anak muda memang belum jadi 1:53:09 pilihan elektoral jadi kemudaan itu 1:53:13 tidak 1:53:18 menjadi Harusnya bisa memecah semua 1:53:21 kebukuan polarisasi ideologis itu belum 1:53:24 terlihat jadi misalnya kelihatan tadi ya 1:53:27 anak muda yang di Jawa Tengah cenderung 1:53:29 ke Ganjar anak muda yang di Jabar 1:53:32 cenderung ke Ridwan Kamil yang di DKI 1:53:35 cenderung ke e Anis Baswedan gitu ya 1:53:39 tetapi ke ke Anis jadi tidak tidak tidak 1:53:42 terjadi Cross cutting gitu anak muda 1:53:45 yang cenderung eh nasionalis cenderung 1:53:48 memilih perjuangan yang cenderung 1:53:51 religius 1:53:52 memilih PKS atau partai Islam yang lain 1:53:55 Harusnya kan anak muda itu menjadi 1:53:57 sumber energi elektoral yang mencelahkan 1:53:59 dan kalau misalnya betul harusnya mereka 1:54:02 ketemu pada sosok dan partai yang sama 1:54:04 ya dalam eh dalam e 1:54:08 kesimpulan mereka ya melihat mana partai 1:54:12 mana sosok yang dianggap paling tepat ya 1:54:15 melanjutkan ee spirit anak muda dan itu 1:54:18 tidak ter Kalau Anda lihat data 1:54:21 elektoral yang saya Tampilkan itu anak 1:54:24 muda bisa ke sana kemari jadi di situ 1:54:26 artinya anak muda eh tergantung milu 1:54:31 ideologisnya masing-masing dalam 1:54:33 menentukan siapa sosok atau partai yang 1:54:36 akan mereka pilih muda belum menjadi eh 1:54:41 satu eh drivers pilihan elektoral yang 1:54:45 membuat mereka sampai pada kesimpulan 1:54:48 yang sama 1:54:51 yang dianggap bisa melanjutkan e 1:54:54 perjuangan anak muda jadi itu ya 1:54:57 kira-kira ya Saya kira itu sebagai 1:54:58 penutup gitu ya Artinya anak muda masih 1:55:01 harus 1:55:03 eh masih punya PR yang banyak ya 1:55:05 terutama dalam rangka menyelesaikan eh 1:55:09 tugas mereka gitu ya seharusnya mereka 1:55:13 bisa sampai pada kesimpulan yang sama 1:55:15 persis seperti partai anak muda yang ada 1:55:16 di India mereka mulai dari kota-kota 1:55:18 besar kemudian mereka menciptakan 1:55:21 kejutan bahkan menjadi satu partai yang 1:55:23 cukup mengganggu kemapanan e bjp ya di 1:55:27 India sana tetapi di Indonesia muda itu 1:55:31 belum menjadi energi elektoral yang 1:55:33 mencerahkan Saya kira itu Terima kasih 1:55:35 Asalamualaikum 1:55:37 warahmatullam warahmatullah wab Terima 1:55:39 kasih Mas Burhan dan ke seluruh 1:55:42 narasumber dengan closingat dari masan 1:55:44 tadi berakhirlah acara indesia lead kita 1:55:47 pada malam ini dengan tema yang sangat 1:55:49 Menik dan mendalam satu hal yang kita 1:55:52 harapkan di 2024 nanti akan ada 1:55:55 tokoh-tokoh muda tokoh-tokoh pembaharu 1:55:57 yang membawa perubahan penyegaran bagi 1:56:00 bangsa kita menuju eh kejayaan menuju 1:56:04 kemajuan dan inovasi yang lebih 1:56:08 lagi daripada saat ini Terima kasih kita 1:56:12 ketemu lagi pada acara Indonesia leader 1:56:15 pekan depan pada waktu dan saluran 1:56:18 channel yang sama kita akhiri 1:56:20 asalamualaikum warahmatullahi 1:56:22 wabarakatuhikumsalam Makasih mashan 1:56:44 Waalaikumsalam