Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:31 [Musik] 0:41 at 1:09 [Musik] 1:18 [Musik] 1:23 Berasil 1:38 [Musik] 1:47 Bismillahirrahmanirrahim. 1:48 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 1:49 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 1:51 sayyidina Muhammad. Assalamualaikum 1:53 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 1:55 akhwat pendengar radio silaturahim dan 1:57 juga pemirsa Rasio Visual yang dirahmati 1:59 Allah. Semoga kabar Anda sehat di malam 2:02 hari ini. Alhamdulillah kita kembali 2:04 berjumpa di malam hari ini Iwan Ahmad di 2:06 acara renungan Kolbu edisi siar hari 2:10 Selasa, hari yang ke-9 di bulan Rabiul 2:12 Akhir 1442 Hijriah atau bertepatan 2:15 dengan hari yang ke-24 di bulan 2:18 November 2020. telah hadir narasumber 2:21 kita Ustaz Rahmatullah. Asalamualaikum 2:24 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 2:26 Alhamdulillah sehat kabar Ustaz ya. 2:28 Alhamdulillah. Alhamdulillah. Dan hari 2:30 ini bahasan kita adalah mengenai iman 2:33 itu adalah ujian. Iya. Banyak dari kita 2:36 yang menyangka setelah beriman itu tidak 2:39 akan diuji gitu ya. Sudah zona nyaman. 2:41 Ternyata ijam itu ada ujian juga ya, 2:44 Ustaz ya. Iya. Iya. Setiap orang yang 2:45 beriman pasti akan diuji sama Allah. 2:46 Iya. 2:48 Jadi ee apa namanya? 2:53 Ee kalau ee orang bermaksiat kepada 3:00 Allah, maka itu bukan bukan ujian 3:03 namanya, tapi diperingati sama Allah 3:06 gitu. Jadi ujian ini memang hanya khusus 3:09 untuk orang yang beriman saja gitu. 3:13 Tapi kalau orang itu misalnya 3:16 ee tidak mau ee apa namanya ee patuh 3:22 kepada ee ah ajaran Allah 3:25 gitu. Hm. Kemudian dia melakukan 3:28 kefasikan gitu ya, maka itu sama Allah 3:32 ditegur. Nah, ditegur maksudnya 3:34 diperingatkan gitu. 3:37 Maksudnya supaya kembali ke jalan Allah 3:39 gitu. Tapi kalau orang beriman enggak, 3:43 orang beriman itu diuji karena orang 3:46 beriman itu mau dinaikkan ee derajatnya 3:50 oleh Allah Subhanahu wa taala. Sehingga 3:52 dengan demikian sesungguhnya bagi 3:54 orang-orang yang beriman itu kita itu 3:57 harus paham atau siapkan mental bahwa 4:01 kita ee akan diuji oleh Allah Subhanahu 4:04 wa taala. 4:06 Kemudian yang kedua bahwa ee kita tentu 4:09 saja memohon pertolongan dari Allah 4:13 Subhanahu wa taala ee pada saat Allah 4:16 menguji kita gitu. Hm. Sehingga ee 4:21 pemahamannya adalah ee jangan sampai oh 4:25 kita sudah beriman, sudah enak, tenang 4:28 gitu. Ee tiba-tiba Allah berikan 4:32 ketidaknyamanan. Ahah. Akhirnya karena 4:35 tidak siap dengan pemahaman, akhirnya 4:37 orang itu kan jadi suudan kepada Allah 4:40 gitu. Itu dia ya berusang kepada Allah 4:43 gitu. Padahal itu memang jatahnya orang 4:45 yang beriman gitu. Hm. 4:48 Nah, itu yang harus kita pahami sehingga 4:51 ee betul-betul kita siapkan mental 4:54 terlebih dahulu sebelum ujian itu ee 4:58 turun kepada kita sebagai orang-orang 5:01 yang beriman kepada Allah Subhanahu wa 5:03 taala. Barangkali itu terus meyakini 5:05 pasti tiap orang yang beriman pasti 5:07 tidak Allah diamkan. Pasti ada 5:10 ujian-ujian ya untuk menaikkan derajat. 5:12 Betul. Sama seperti sekolah mungkin ya 5:14 seperti kuliah juga kalau ingin naik 5:16 tingkatan terus harus melewati satu 5:18 untuk mendapatkan sertifikat atau ijazah 5:21 pasti itu akan melalui satu ujian gitu 5:24 misalnya SD, SMP, SMP ke SMA, SMA ke 5:28 perguruan tinggi misalnya. Maka semuanya 5:31 itu ee setiap akhir dari ee proses 5:36 belajar mengajar itu akan mendapatkan 5:39 ijazah atau sertifikat. Ya, untuk 5:41 mendapatkan ijazah atau sertifikat itu 5:44 persyaratannya harus ikut ujian gitu. 5:47 Harus. Iya. Kira-kira analoginya seperti 5:50 itulah. Baik, Ustaz dan Ikhwan Awat 5:52 nanti Ustaz akan memaparkan lebih jelas 5:54 lagi tentang iman itu adalah ujian. Dan 5:57 yang ingin bergabung nanti silakan 5:59 ditunggu di seperti biasa di WhatsApp 6:01 kami di 6:04 0811999720 ataupun yang ingin nanti 6:06 bertanya via telepon juga disilakan di 6:07 0218451512. 6:10 Tada ustaz. Baik, terima kasih. 6:14 [Musik] 6:19 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 6:22 warahmatullahi 6:27 wabarakatuh. Alhamdulillah. 6:32 Alhamdulillahilladzi khalaqal maut 6:35 walakumukum ahsanu amala wahizul 6:40 gfur ashadu alla 6:43 ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan 6:46 abduhu wa rasuluh allahumma sholli 6:48 wasallim wabarik ala muhammad wa ala ali 6:50 muhammad w 6:52 baad para pendengar radio rasil serta TV 6:57 rasil yang dimuliakan Allah subhanahu wa 6:59 taala 7:02 Terlebih dahulu marilah kita 7:05 memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah 7:07 Subhanahu wa 7:09 taala. Selawat serta salam semoga Allah 7:13 limpahkan kepada junjungan kita 7:15 Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi 7:16 wasallam, keluarga beliau, para 7:18 sahabatnya dan kepada kita sekalian. 7:20 Amin ya rabbal 7:24 alamin. Pada kesempatan kali ini kita 7:26 akan menyampaikan tentang 7:31 iman. Iman itu adalah ujian. 7:36 Jadi ee mengapa 7:39 ee kami beri judul iman itu ada adalah 7:43 ujian agar supaya bahwa kita sadar betul 7:48 bahwa orang yang beriman itu pas diuji 7:52 pasti diuji oleh Allah Subhanahu wa 7:54 taala. 7:55 Ya. Jadi jangan mempunyai satu pemahaman 7:59 bahwa ketika kita sudah beriman, sudah 8:02 bertakwa kepada Allah, merasakan 8:04 kenikmatan, merasakan ketenangan, terus 8:08 kemudian 8:09 ee kita 8:13 ee mempunyai pengertian bahwa kita sudah 8:16 aman dari segala sesuatu cobaan. 8:20 H karena namanya ujian itu ee semua 8:25 orang pasti akan diuji oleh Allah 8:28 Subhanahu wa taala. Apakah itu orang 8:30 yang beriman atau orang yang tidak 8:32 beriman itu sama. Hanya pengertiannya 8:35 akan berbeda. Ketika kepada orang yang 8:37 beriman maka itu akan menjadi ujian. 8:40 Ya. Tetapi ketika ee ee teguran itu bagi 8:45 orang-orang yang ee sedang ber ee 8:48 maksiat kepada Allah Subhanahu wa 8:53 taala. Tujuan Allah Subhanahu wa taala 8:57 ya bagi orang-orang yang ee bermaksiat 9:01 kepada Allah memberikan teguran agar 9:04 supaya mereka kembali ke jalan Allah 9:07 Subhanahu wa taala. 9:10 Dan bagi orang-orang yang beriman, 9:12 sesungguhnya Allah akan menaikkan 9:14 derajat. Ya, menaikkan derajat, akan 9:18 mengampuni dosanya sehingga akan 9:22 ee di akhirat nanti akan ee semuanya 9:26 akan ee dibersihkan oleh Allah Subhanahu 9:29 wa taala. 9:32 Marilah kita ee 9:35 akan 9:37 menyampaikan 9:39 [Musik] 9:40 ee ayat suci Al-Qur'an di dalam surah 9:44 Yunus 9:45 ya pada ayat yang ke 9:49 62 sampai dengan 9:55 65. Auzubillahiminasyaitanirrajim. 9:58 [Musik] 10:00 Ala inna auliya 10:03 allahi la khaufun alaihim wala hum 10:11 yahzanun. Alladzina amanu wau yattaquun. 10:18 lahumul busro fil hayatid dunya wafil 10:24 akhirah la 10:26 tabdila 10:30 likalimatillah dalika h 10:36 fauzulim w yahzunka 10:41 quluhum innal izzata lillahi jamian 10:53 Alim. 10:56 Ingatlah 10:58 sesungguhnya wali-wali 11:01 Allah, wali-wali Allah ini adalah 11:04 kekasih Allah 11:10 ya. Tidak ada kekhawatiran terhadap 11:14 mereka. 11:18 Dan tidak pula mereka bersedih 11:24 hati. Jadi 11:28 ada hamba 11:30 Allah h 11:33 yang tidak sedih 11:37 ya, tidak berdukaita. 11:42 Nah, itu ee wali-wall wali-waliwali 11:45 Allah 11:47 ya. Jadi wali-wali Allah itu adalah 11:51 tidak punya rasa khawatir dan tidak 11:54 bersedih hati. 11:58 Ya, siapakah mereka 12:01 itu? Alladzina amanu waanu yattaquun. 12:07 Jadi para wali-wali Allah itu adalah 12:11 orang-orang yang beriman dan bertakwa 12:15 kepada Allah Subhanahu wa 12:17 taala. Mereka itulah yang tidak pernah 12:20 sedih, tidak pernah ee berdukaita. 12:28 lahumul busyro fil hayatid dunya wafil 12:32 [Musik] 12:34 akhirah dan bagi mereka bagi orang yang 12:38 beriman dan bertakwa 12:41 tadi berita gembira di dalam 12:46 kehidupan 12:47 dunia dan di dalam kehidupan akhirat 12:56 La tabdila 12:59 likalimatillah. Tidak ada yang berubah 13:01 dari kalimat atau janji 13:06 Allah. Artinya 13:08 kalau di di dunia senang ya di akhirat 13:11 senang ya. 13:18 Ik 13:20 faulim. Dan demikian itulah satu 13:23 kemenangan yang 13:28 [Musik] 13:31 besar. Kemudian Allah menyampaikan 13:35 kepada para walinya, kepada orang-orang 13:37 yang beriman dan bertakwa 13:40 tadi. Janganlah kamu sedih oleh 13:43 perkataan mereka. 13:47 Jadi karena orang yang beriman dan 13:49 bertakwa ini kan dakwah ilallah 13:53 ya menyampaikan amanah 13:58 Allah. Tapi yang didakwahi 14:01 ini justru 14:04 ee sedikit pun tidak 14:07 memperhatikan. Maka Allah menyatakan, 14:09 "Janganlah kamu sedih oleh perkataan 14:11 mereka. 14:15 Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya 14:19 adalah kepunyaan 14:22 Allah. Jadi yang 14:26 berkuasa di permukaan bumi ini semuanya 14:29 adalah Allah Subhanahu wa 14:31 taala. Jadi kamu gak usah gak usah 14:33 sedih. Artinya apa? Kamu sedang diuji 14:36 oleh Allah. 14:38 Gitu. Hmm. 14:41 Karena Allah itu yang maha mendengar dan 14:44 maha 14:47 [Musik] 14:50 mengetahui. Jadi di sini menunjukkan 14:56 bahwa 14:58 ketidaksedihan atau tidak ee apa rasa 15:03 khawatir tidak ada karena semata-mata 15:07 adanya satu keimanan. 15:11 yang 15:13 bersemayam di lubuk kalbu para wali-wali 15:19 Allah. H sehingga walaupun dilecehkan, 15:23 walaupun di ee dihujat 15:28 sekalipun, maka mereka tidak pernah 15:32 bersedih dan 15:35 berduka. Ah, itulah keimanan gitu. 15:44 Kemudian 15:47 selanjutnya Allah Subhanahu wa 15:52 taala melanjutkan ujian bagi orang-orang 15:56 yang beriman 16:00 tadi. 16:04 Auzubillahiminasyaitanirrajim. Amibtum 16:06 antadul jannah. 16:11 Walammaikum 16:12 mataladina 16:22 minqlikum hatta 16:26 yaakulasuladina amanu 16:28 maahu mata 16:31 nasrullah ala inrallahi qib 16:40 Ana bertanya kepada orang yang beriman 16:42 tadi, amibtum antadul jannah? Apa kamu 16:47 apakah kamu mengira bahwa kamu akan 16:49 masuk surga? Kata 16:53 Allah, padahal belum datang 16:57 kepadamu cobaan, ujian. 17:02 Sebagaimana halnya orang-orang terdahulu 17:06 sebelum 17:11 kalian mereka ditimpa oleh 17:15 malapataka dan 17:19 kesengsaraan wulzilu serta 17:23 digoncangkan dengan berbagai macam-macam 17:26 cobaan. 17:30 Hatta yaakular rasulu walladzina amanu 17:34 maahu mata 17:37 nasrullah. Sehingga berkatalah rasul dan 17:41 orang-orang yang beriman yang 17:44 bersama-sama dengan rasul yang 17:47 bersama-sama berjuang di jalan Allah. 17:50 Mata Rasulullah. Kapankah pertolongan 17:58 Allah in nasrallahi qarib. Ingatlah 18:02 sesungguhnya pertolongan Allah amat 18:06 dekat. 18:09 Jadi artinya di sini bahwa bagi 18:12 orang-orang yang 18:14 beriman ketika menghadapi berbagai macam 18:23 kesengsaraan, 18:27 penderitaan, 18:29 maka ayat ini 18:32 memberikan ee 18:34 satu jaminan bahwa sesungguhnya 18:38 nya ee pertolongan Allah itu sudah 18:43 dekat sehingga ibaratnya puncak gunung. 18:47 Kalau 18:48 sudah penderitaan ujian sangat sudah 18:51 sampai puncaknya, maka tidak akan ke 18:54 mana lagi. Maka dia pasti akan 18:58 turun. Ya, puncak 19:07 gunung. Kemudian Allah Subhanahu wa 19:10 taala masih bertanya lagi di dalam surah 19:13 Al-Imran. 19:17 Um anul 19:19 jannah walamma 19:22 yamillahina 19:28 jahaduinkumamirin. Apakah kamu mengira 19:31 bahwa kamu akan masuk surga? Kata Allah 19:34 Subhanahu wa taala. 19:37 Padahal belum nyata bagi Allah 19:40 orang-orang yang berjihad di 19:44 antaramu dan belum nyata orang-orang 19:47 yang sabar. 19:51 Jadi di sini jihad 19:54 ya dan kesabaran 19:57 [Musik] 19:58 itu tidak cukup diucapkan dengan 20:03 lisan, tetapi Allah sendiri meminta 20:08 bukti kepada 20:09 kita. Benarkah bahwa kita 20:13 bersungguh-sungguh berjuang di jalan 20:15 Allah? Benarkah bahwa kita setelah 20:18 berjuang kemudian kita melakukan 20:21 kesabaran? Maka Allah Subhanahu wa taala 20:24 perlu bukti. 20:28 Sehingga dengan demikian sesungguhnya 20:30 kita harus siapkan mental yang seperti 20:34 [Musik] 20:38 itu. Maka di 20:40 sini 20:42 ee jihad jihad itu sesungguhnya bukan 20:46 membunuh orang ya. Jihad itu adalah 20:50 kesungguhan. 20:53 Kesungguhan untuk membela agama Allah. 20:56 kesungguhan untuk mencari jalan 20:58 Allah. Sebagaimana di di ayat yang lain 21:01 Allah menyatakan, "Walladzina jahadu 21:04 fina lanahdiannahum subulan." 21:10 Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh 21:12 mencari jalanku, kata Allah, pasti akan 21:15 aku tunjukkan jalanku 21:18 itu. Wa innallaha lamaal 21:21 muhsinin. Dan Allah pasti bersama-sama 21:25 dengan orang yang sungguh-sungguh 21:29 tadi. Jadi kesungguhan kesungguhan 21:32 kepada Allah, kesungguhan membela agama 21:34 Allah, kesungguhan di dalam menuntut 21:36 ilmu Allah untuk mendekatkan diri kepada 21:39 Allah, maka di situlah yang akan diuji 21:41 oleh Allah subhanahu wa 21:45 [Musik] 21:47 taala. Kalau 21:51 kesungguhan membela agama 21:54 Allah, maka langkah selanjutnya apakah 21:58 kita sabar? 22:01 pada saat menghadapi berbagai macam 22:09 tantangan. 22:12 H kemudian Allah Subhanahu wa taala di 22:15 sini sesungguhnya adalah Allah akan 22:18 menguji dengan satu kesabaran. 22:26 Maka Allah subhanahu wa 22:30 taala di dalam surah 22:35 An-Nahl menyebutkan bahwa 22:41 auzubillahiminasyaitanirrajim wain 22:42 aqobtum faqibu bimitli ma aqibum 22:49 bih 22:51 walaartum lahuairin 22:56 Wasbir wuka illa 23:00 billah wala tahzan 23:03 alaihim wala tak fiqim mimma yamkurun. 23:12 Dan jika kamu memberi 23:15 balasan, maka balaslah dengan balasan 23:19 yang sama dengan siksaan yang ditimpakan 23:26 kepadamu. Akan tetapi jika kamu 23:30 bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih 23:32 baik bagi orang-orang yang sabar. 23:37 Jadi definisi sabar pada ayat ini 23:41 sesungguhnya adalah tidak 23:45 membalas. Kalau 23:47 membalas boleh, tapi yang setimpal 23:52 H tidak boleh berlebih. 23:55 H tapi sudah tidak tidak dapat lagi 23:59 dikatakan bersabar karena sudah 24:01 membalas. 24:12 Bersabarlah wahai 24:15 Muhammad dan tiadalah kesabaran itu 24:19 melainkan dengan pertolongan Allah. 24:25 Jadi oleh karena 24:27 itu, karena ini merupakan pertolongan 24:31 Allah, maka kita memohon kepada Allah 24:33 supaya diberikan kesabaran. 24:39 Dan janganlah kamu bersedih hati 24:41 terhadap kekafiran 24:45 mereka dan janganlah kamu bersempit dada 24:49 terhadap apa yang mereka tipu 24:56 dayakan. Jadi itulah kesabaran. 25:02 tidak sakit hati ya, tidak 25:05 sedih, tidak membalas. H. Mengapa Allah 25:10 menyatakan seperti itu? Karena ketika 25:13 misalnya kita sakit hati 25:16 misalnya, maka hati itu akan dilanjutkan 25:21 dengan benci. Iya. He pasti itu He pasti 25:26 benci kan karena sakit hati benci 25:28 melihat seseorang 25:30 benci. Nah ketika benci akan berlanjut 25:34 lagi dengan dendam. 25:37 H ketika dendam maka dia akan berusaha 25:42 membalas keburukan yang 25:46 ditimpakan kepadanya. gitu. 25:50 Hm. Sehingga dengan demikian 25:52 sesungguhnya nilai kesabaran itu sudah 25:56 tidak ada 25:59 lagi. Sehingga yang dimaksudkan dengan 26:02 kesabaran ini 26:04 adalah tidak membalas, tidak sakit hati, 26:07 dan tidak sedih. 26:16 Kemudian Allah Subhanahu wa 26:18 [Musik] 26:22 taala 26:27 menyampaikan ayat yang lain di dalam 26:29 surah Al-Baqarah pada ayat yang 26:35 ke-269. Auzubillahiminasyaitanirrajim. 26:40 Yil hikmata 26:45 yasya wal hikmata 26:51 faqir w yazak illa ulul 27:00 albab. 27:02 Allah 27:03 menganugerahkan al-hikmah. hikmah 27:09 ya. Dan siapa yang dikehendakinya, 27:12 kepada siapa yang dikehendakinya Allah 27:14 akan memberikan 27:17 hikmah. 27:19 Alhikmah. Dan barang siapa yang 27:22 dianugerahi hikmah, 27:24 ia benar-benar telah dianugerahi karunia 27:29 yang 27:31 banyak. Hm. 27:34 Dan hanya 27:36 orang-orang 27:37 berakallah yang dapat mengambil 27:41 pelajaran 27:44 itu. Jadi ketika Allah Subhanahu wa 27:47 taala menurunkan 27:50 satu 27:52 ketidaknyaman 27:54 h maka itu pasti ada hikmahnya. itu 27:59 as yang bisa memahami hikmah ini 28:04 hanyalah ulbab, hanyalah orang-orang 28:06 yang 28:09 berakal. Dan siapa yang yang diberikan 28:13 alhikmah, maka dia akan ee mengatahi 28:17 sesuatu yang banyak. 28:19 Artinya bahwa yang namanya al-hikmah ini 28:23 ketika Allah menurunkan ujian kepada 28:25 orang yang 28:26 beriman berupa 28:29 ketidaknyaman. Maka di balik 28:31 ketidaknyamanan itu ada 28:34 sesuatu hal yang amat sangat besar yang 28:38 Allah akan berikan. Maka itu yang 28:40 dinamakan dengan alhikmah. 28:42 Jadi melihat sesuatu di balik yang 28:52 terjadi. 28:54 Maka apa 28:57 sesungguhnya ee makna lain dari 29:00 al-hikmah itu? Maka Allah Subhanahu wa 29:03 taala menjelaskan di dalam surah 29:05 Az-Zumar, surah yang ke-39 ayat 10. 29:12 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 29:15 Qul ya 29:18 ibadina 29:20 amanutqul 29:22 ya ibadina 29:27 amanutqubakum lilladina ahsanu fi hadid 29:31 dunya 29:33 hasanah 29:35 waardahi 29:37 wasatun inama 29:48 Katakanlah wahai hamba-hambaku yang 29:51 beriman, kata 29:53 Allah, bertakwalah kepada 29:57 Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik 30:00 di dunia ini memperoleh 30:06 kebaikan dan bumi Allah itu adalah 30:11 luas. 30:13 Sesungguhnya hanya orang-orang yang 30:16 bersabarlah yang dicukupkan pahala 30:19 mereka tanpa batas. Nah, ini yang 30:22 dinamakan dengan hikmah. Iya. 30:26 Jadi ee kesabaran itu ya hikmah di balik 30:31 itu bahwa sesungguhnya Allah akan 30:33 memberikan satu pahala tanpa batas 30:36 kepada orang-orang yang sabar. 30:40 H sehingga sesungguhnya ee kan ini ee 30:44 dikatakan bahwa tadi ee orang yang bisa 30:50 ee menerima ee kesabaran tadi itu 30:54 hanyalah ulur albab katanya. 30:58 Hm. Nah, ketika 31:01 Allah menguji orang yang beriman dengan 31:05 ketidaknyaman. 31:06 [Musik] 31:07 H di mana Allah 31:10 menyatakan bahwa orang yang bisa 31:15 memahami itu hanyalah 31:18 ulbab. Maka inilah yang dimaksud dengan 31:20 ketika ulbab itu diuji sama Allah, maka 31:23 ada tiga hal 31:25 yang didapat oleh orang-orang yang 31:28 berakal tadi. Yang pertama adalah 31:30 rabbana ma khalaqta h baila. 31:34 Jadi tidak ada sia-sia apa yang 31:36 diturunkan oleh Allah 31:39 itu. Hatta itu merupakan suatu 31:42 ketidaknyaman. Ternyata sesungguhnya 31:45 pahalanya itu tanpa batas dari Allah 31:47 Subhanahu wa lah. Itu yang dinamakan 31:48 dengan rabbana ma khalaqta h baila. Jadi 31:51 hikmah di balik itulah sesungguhnya yang 31:54 dilihat oleh ulbab itu 31:59 tadi. Subhanaka maha suci engkau. Jadi 32:03 Allah menurunkan ujian itu karena 32:06 kesucian Allah. Bukan raja tega tapi 32:10 karena kesucian Allah. 32:14 Sehingga ketika ulul albab itu merasakan 32:18 bahwa Allah akan memberikan sesuatu yang 32:20 tanpa batas nilainya di 32:24 sisinya, 32:25 maka ulul albab akan menyatakan kepada 32:29 Allah, faqina adzabanar. Selamatkan kami 32:33 dari siksa nerakamu wahai Allah. 32:38 Maka itulah 32:40 sesungguhnya bahwa iman itu adalah 32:44 merupakan satu bekal untuk menghadapi 32:51 ujian. Dan bagi orang-orang yang beriman 32:54 dan bertakwa kepada Allah, Allah telah 32:57 memberikan pernyataan bahwa akan 33:00 diluluskan sama 33:02 Allah. H. Jadi e wtaqillah yajalahu 33:07 makraj. Jadi siapa yang bertakwa kepada 33:09 Allah akan berikan jalan keluar dari 33:12 satu kesulitan yang sedang dia 33:18 hadapi. Dan Allah akan berikan rezeki 33:21 yang tidak 33:24 terduga-duga. Watawakal alallah fahua 33:28 hasbuh. Nah. 33:31 Dan siapa yang berserah diri kepada 33:33 Allah, maka Allah akan cukupkan 33:39 keperluannya. Sehingga karena kasih 33:42 sayang Allahlah 33:44 sesungguhnya orang-orang yang beriman 33:47 ini adalah diuji karena ada sesuatu yang 33:51 luar biasa yang Allah akan 33:53 berikan. Tapi sesuatu yang luar biasa 33:56 ini harus melalui satu ujian. 34:00 Sehingga artinya apa? Bahwa sesungguhnya 34:03 orang-orang yang beriman itu harus kita 34:07 perluas 34:08 pemahamannya. Bahwa ketika Allah 34:11 bertanya, "Am hasibtum antadkulul 34:15 jannah?" Apakah kamu akan mengira bahwa 34:18 kamu akan masuk surga padahal belum 34:20 diuji sama Allah? 34:23 Maka di sini bagi orang-orang yang 34:25 beriman itu ee karena Allah sudah 34:30 kabar-kabari di dalam Al-Qur'an 34:37 himtwa kepada Allah sekaligus itu 34:40 menjadi kekasih Allah, wali-wali 34:43 Allah. Hm. 34:47 Maka semuanya itu ee diperlukan satu 34:52 permintaan kepada Allah, satu kesabaran 34:55 yang luar biasa tadi. Karena kesabaran 34:58 itu kita tidak mungkin bisa bersabar 35:00 kecuali dengan pertolongan Allah. 35:04 Sehingga dengan 35:05 demikian itulah sebelum kita menghadapi 35:10 ujian dari Allah, kita memohon kepada 35:13 Allah, "Ya Allah, sebelum Engkau 35:16 turunkan ujian itu, tolong Engkau 35:19 berikan kemampuan kesabaran untuk 35:23 menghadapi ujian itu, ya 35:26 Allah." Barangkali itu. Wallahuam. 35:29 Baik Iwan Nawat telah kita bersama-simak 35:32 renungan QBU bersama Ustaz Rahmatullah 35:34 dengan tema iman itu adalah ujian dan 35:37 yang ingin bergabung silakan yang ingin 35:39 bertanya atau berkomentar di 35:45 0811999720 ataupun ingin bertanya via 35:47 telepon juga silakan di 35:50 0218451512. Kami segera kembali. 35:55 [Musik] 36:00 at 36:09 [Musik] 36:26 [Musik] 36:47 [Musik] 36:49 attack 37:04 [Musik] 37:14 at 37:25 [Musik] 37:27 at 37:42 [Musik] 38:03 [Musik] 38:05 at 38:20 [Musik] 38:41 at 38:58 [Musik] 39:08 at 39:19 [Musik] 39:36 [Musik] 39:57 attack 40:14 [Musik] 40:31 at 40:35 [Musik] 40:52 [Musik] 41:04 at 41:13 [Musik] 41:30 [Musik] 41:46 Brail 42:08 TV Rasil untuk Islam yang satu masih 42:11 bersama kami Ikwan Hawat di acara 42:12 renungan QBU bersama Ustaz Rahmatullah 42:15 dengan tema iman itu adalah ujian. Tapi 42:19 kalau kita melihat orang-orang 42:21 ulama-ulama gitu ya, Ustaz ya, 42:23 ulama-ulama besar kok hidupnya kayaknya 42:26 tenang gitu ya, seolah-olah enggak 42:28 pernah Allah uji. Nah, itu apakah 42:32 benaritu atau gimana, Ustaz? Apakah 42:34 orang yang sudah tingkatan imannya 42:35 tinggi itu apakah tidak diuji lagi atau 42:37 bagaimana, Pak Ustaz? Iya. 42:40 tadi dikatakan 42:42 bahwa kesabaran itu adalah pertolongan 42:46 Allah gitu 42:49 kan. 42:50 Jadi ee kalau Allah akan menolong 42:54 seorang hamba diberikan satu kesabaran, 42:58 maka itu satu kenikmatan luar biasa 43:00 gitu. 43:02 Karena ketika Allah menguji dengan 43:04 katakanlah dengan satu 43:07 ketidaknyaman ya kemudian dia merasakan 43:11 ketidaknyamanan itu dia terima tapi dia 43:14 tidak sedih, dia gembira karena 43:17 sesungguhnya ini adalah hadiah dari 43:19 Allah Subhanahu wa 43:22 taala. Tadi dikatakan bahwa orang yang 43:25 sabar tuh tidak sedih, tidak berduka 43:28 gitu 43:29 kan. Hm. 43:31 Jadi bagaimana bisa tidak sedih, tidak 43:35 berdukaita karena dia meyakini betul 43:38 bahwa ini adalah pemberian dari Allah 43:40 Subhanahu wa taala 43:41 gitu. Hm. Allah sudah kasih tahu sama 43:45 kita bahwa sesungguhnya kesabaran itu 43:48 akan Allah bayar tanpa batas. 43:53 sehingga nilai nilai pahala tanpa batas 43:57 itulah yang ee dia resapi di dalam 44:01 jiwanya pada saat diberikan 44:04 ketidaknyamanan tadi. Jadi bukan 44:06 ketidaknyamanannya yang dirasakan, 44:09 tetapi nilai yang tanpa batas itulah 44:11 yang dirasakan. 44:14 sehingga ee karena jiwa merasakan ee ee 44:19 satu nilai yang besar, maka itu nanti 44:23 akan ee terlihat dari raut wajah yang 44:27 cerah gitu. Tenang, kita tenang walaupun 44:32 misalnya diuji dengan 44:35 ketidaknyaman tapi tenang aja gitu 44:40 ya. Tapi kondisi yang demikian itu 44:42 memang karena pertolongan Allah. Jadi 44:45 siapapun tidak akan tidak akan bisa 44:48 tanpa pertolongan Allah, tanpa 44:49 pertolongan Allah Subhanahu wa taala. 44:51 Oleh karena itu, karena tadi Allah sudah 44:54 ee mengabarkan kepada kita, tanpa 44:58 pertolongan Allah tidak akan bisa. 45:00 Sehingga ya kita minta tolong saja 45:02 kepada Allah. 45:04 diberikan satu kesabaran, sabaran 45:07 menunggu pasti itu akan berakhir 45:09 ketidaknyaman tu pasti. Karena Allah 45:11 telah menyatakan inna maal usri 45:14 yusro bersama kesulitan ada 45:17 kemudahan. Nah, jarak antara sulit dan 45:20 mudah itulah sesungguhnya 45:23 kebahagiaan. Ya kan orang dikasih sulit 45:27 terus pasti tidak bahagia. Pasti ya kan? 45:33 orang kasih mudah 45:35 terus ya akhirnya biasa hambar kan 45:40 tapi ketika ada satu perbedaan in maal 45:42 gusri yusro ada kesulitan ada kemudahan 45:46 inilah sesungguhnya kenikmatan 45:50 it 45:53 misalnya orang puasa 45:56 misalnya orang 45:58 puasa menahan makan makan minum ya kan 46:02 di tengah terik panas matahari ya. Terus 46:07 kemudian merasakan bagaimana ee apa 46:12 namanya lidah ini 46:14 rasanya tercekik gitu karena hausnya 46:20 tadi. Kemudian setelah berbuka minum 46:24 seteguk air putih. H sedikit gitu. 46:27 Sedikit saja ya kan? Heeh. H begitu 46:31 diminum itu subhanallah nikmatnya kan 46:34 luar biasa ya kan 46:38 airnya sama tapi diminum oleh orang yang 46:41 tidak puasa kira-kira nikmatnya sama 46:44 enggak? Beda. Beda. Enggak sama. 46:48 Karena yang puasa itu merasakan betapa 46:50 hausnya di tengah terik 46:54 matahari minum seteguk 46:57 air. Di situlah keadilan Allah itu. 47:00 Innamaal usrus itu ee di situ ilmu 47:03 hikmahnya 47:05 gitu. H. 47:07 Sehingga ketika 47:09 kita ee mendapatkan satu kesulitan, 47:13 diberi kesulitan oleh Allah, sebentar 47:15 lagi kemudahan. 47:17 Yakin ya? Pasti kemudahan. Karena di 47:19 situ Allah menat in bersama bersama 47:23 kesulitan, kemudahan. Jadi itu satu 47:25 paket gitu. 47:28 Jadi Allah itu bukan raja tega. Enggak 47:30 mungkinlah seorang manusia kasih sulit 47:33 aja enggak enggak pernah ada kemudahan. 47:36 Gak pasti tidak seperti 47:39 itu. Allah lebih tahu 47:42 gitu kadar keimanan kita. Allah lebih 47:45 tahu. Jadi ujian itu Allah akan berikan 47:50 ee di bawah jangan sampai melebihi 47:53 keimanannya gitu. H tapi kadar ujian itu 47:58 ee di 47:59 bawah keimanan. Arti imanim kita di atas 48:03 ee ujiannya di bawah sehingga 48:06 dipastikan akan bisa lulus gitu. Nah, 48:10 itu wam yattaqillahu makhraja ya Allah 48:14 akan berikan jalan keluar dari kesulitan 48:16 yang sedang dia hadapi 48:19 gitu. Jadi bagi orang yang beriman dan 48:21 bertakwa kepada Allah gak perlu takut. 48:24 Gak perlu takut dengan ujian, gak perlu 48:26 takut dengan satu ee 48:31 ketidaknyaman. Pasti Allah akan ee 48:34 berikan jalan keluar kita. Barangkali 48:37 itu Allah. Baik, sudah banyak yang 48:39 bergabung ustaz di 48:45 0811999720. Ini saya bacakan dua 48:48 pertanyaan yang hampir sama. Yang 48:51 pertama dari Ibu Bibah. Asalamualaikum 48:53 warahmatullahi wabarakatuh. Ibu Bibah 48:55 Habibah. Bibah. Habibah aja nih. Ee 48:59 asalamualaikum warahmatullahi 49:00 wabarakatuh, Pak Ustaz. Kalauumsalam 49:03 kalau seorang muslim mendapatkan 49:05 musibah, bagaimana kita mengetahui itu 49:09 hukuman terhadap 49:11 kemaksiatannya atau ujian untuk 49:14 meninggikan derajatnya? H. Terus yang 49:16 kedua dari Ibu 49:19 Khadijah. Asalamualaikum, Pak Ustaz. 49:20 Bagaimana untuk membedakan ujian 49:23 dan kemudahan? 49:27 Hmm. Untuk mengetahui ujian atau musibah 49:30 kali ya peringatan. Ya. 49:33 Hm. Jadi tadi ee sudah disampaikan bahwa 49:37 ee ujian itu adalah bagi orang yang 49:41 beriman. Kemudian ee ketika bagi orang 49:45 yang 49:47 bermaksiat maka itu ditegur sama Allah. 49:50 ya, teguran atau 49:52 peringatan. Nah, 49:55 ee pertanyaannya Ibu Bibah tadi, 49:58 bagaimana mengetahui 50:00 itu? Nah, tentu saja yang kita sendiri 50:03 yang mengetahui, ya kan? 50:06 Iya. Misalnya kita ini sekarang 50:09 mendapatkan musibah, katakanlah bencana 50:12 misalnya, He. Maka kita 50:14 harus introspeksi dulu. Introspeksi 50:17 diri, ya? introspeksi diri. Apa dosa 50:20 saya kepada Allah? Cari-cari di mana 50:25 kesalahannya. Ternyata enggak ketemu 50:27 dicari sementara dalam kondisi istikamah 50:31 kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya. Ya. 50:33 Artinya kalau enggak ketemu sementara 50:36 kita ee diyakinkan dalam kondisi 50:40 istiqamah kepada Allah Subhanahu wa 50:41 taala, maka itulah yang dinamakan dengan 50:44 ujian 50:46 tadi. Jadi bersabarlah itu bagi orang 50:49 yang beriman 50:52 itu. Hmm. Jadi bukan berarti orang yang 50:56 beriman itu tidak diuji sama Allah. 50:59 Sehingga orang yang beriman itu akhirnya 51:00 buruk sangka kepada Allah. Nah, ini yang 51:03 barangkali yang salah pasang itu 51:07 dipikirnya karena sudah bertakwa, banyak 51:10 berzikir, banyak 51:12 melakukan kebajikan baik hablum minallah 51:15 maupun hablum minannas, terus kemudian 51:18 merasa ee sudah bebas, enggak gitu. 51:23 sehingga harus disiapkan mental itu. 51:26 Nah, sebelum turun ujian itu memohon 51:29 kepada Allah supaya Allah berikan satu 51:33 kesabaran 51:34 gitu. 51:36 H bagaimana tahu bahwa itu teguran atau 51:39 ujian? Ya, kita sendiri yang tahu. 51:43 Oh, iya. Saya nih anu ee ee lagi lalai 51:49 ini ya. 51:52 lagi banyak lupa kepada Allah. Ah, 51:54 barangkali ee kalau seperti itu, ah, 51:57 itulah teguran dari Allah gitu. Maka 52:00 cepat 52:01 kembali mohon ampunan kepada 52:04 Allah, banyak istigfar, banyak berzikir 52:07 kepada Allah, gitu. Nah, tentu kita 52:10 sendiri yang mengetahui 52:13 itu. Dan 52:15 ee pengetahuan itu hanya dipunyai oleh 52:18 orang-orang yang beriman. 52:20 I. Tapi bagi orang yang sudah memang ee 52:25 apa namanya? Bergelimpang dalam ee 52:29 kemaksiatan, hawa nafsu, mereka tidak 52:34 tahu. Mereka tidak tahu kalau mereka itu 52:37 sedang diperingati sama Allah. Enggak 52:41 tahu yang dimungkinkan tahu bisa 52:45 mengetahui bahwa kita ini sedang 52:47 bermaksiat kepada Allah, sedang 52:49 istikamah kepada hanya orang-orang yang 52:51 beriman saja. Jadi bisa jadi begini, 52:54 orang yang beriman istikamah tiba-tiba 52:58 kegelincir, tergelincir, tidak sadar kan 53:01 ada juga yang seperti itu kan. Nah, 53:04 diingatkan sama Allah kemudian baru dia 53:06 ingat kepada Allah Subhanahu wa taala. 53:09 Tapi bagi orang yang memang sudah 53:11 kalbunya dikunci mati sama Allah, 53:13 akalnya sudah bisa enggak jalan, ya 53:16 enggak ngerti bahwa itu adalah merupakan 53:19 peringatan. Mana peringatan, mana azab, 53:21 enggak 53:23 ngerti. Karena sudah dikunci mati oleh 53:26 Allah Subhanahu wa taala. Qbunya tadi, 53:28 fuadnya tadi yang bisa mengetahui ini 53:31 kan fuad tadi. He. 53:34 Antara yang hak dengan yang batil, fuad 53:36 di dalam QBU ini yang akan bisa 53:38 mengetahui itu 53:41 gitu. Nah, yang akan dimungkinkan bisa 53:44 mengetahui bahwa kita ini dalam kondisi 53:47 istikamah atau sedang tergincir. Maka 53:51 itu hanya dimungkinkan bagi orang-orang 53:53 yang beriman saja. 53:55 Dan tidak demikian bagi orang-orang yang 53:59 kalbunya sudah dikunci mati oleh Allah 54:01 Subhanahu wa 54:03 taala. Maka 54:06 berbahagialah ee bagi orang-orang yang 54:09 ee kalbunya senantiasa mendapat cahaya 54:12 dari Allah Subhanahu wa taala. Maka itu 54:14 yang harus kita merawatnya. Minta 54:17 betul-betul kepada Allah. merawat yang 54:21 sudah pemberian Allah luar biasa itu 54:23 pemberian yang tertinggi dari sisi 54:26 Allah. E sehingga doanya itu rbana 54:36 lazubana. Jadi jangan gelincirkan hati 54:39 kami ya Allah setelah Engkau turunkan 54:40 petunjuk ke dalam hati kami. Jadi doanya 54:43 itu kepada Allah. Jadi supaya Allah 54:46 menjaga gitu. ini hidayah sudah 54:48 diturunkan. Tiba-tiba kita tergelincir, 54:51 "Jangan ya Allah." Nah, rabbana 54:56 laubana. Nah, itulah ee bagaimana ee 55:01 kita betul-betul bersungguh-sungguh ya 55:04 jangan sampai tergelincir ya menjaga 55:07 hati kita supaya tetap ee beriman kepada 55:11 Allah Subhanahu wa taala. Jadi yang yang 55:14 tahu itu adalah ee terbukanya kalbu 55:18 tadi. Bisa tahu bahwa kita dalam kondisi 55:21 istikamah atau sedang tergelincir. Nah, 55:25 jadi kita yang tahu. Jadi pertanyaan 55:27 kepada Ibu Bibah tadi barangkali itu 55:30 wallahuam sendiri ya. Dan juga kita 55:34 kalau puad kita bisa mengetahui 55:36 mendeteksi itu mungkin berarti Allah 55:38 belum mengkunci mati kubur kita, Ustaz 55:40 ya. bisa mendeteksi bahwa ini ujian atau 55:42 ini sebuah ee musibah gitu atau teguran 55:47 dari Allah ya itu jadi alatnya itu kan 55:49 sudah dikasih sama Allah yang namanya 55:51 orang pasti ada fuad itu ya Ustaz ya 55:53 fuad itu mengaktifkan fuadnya gitu ya 55:56 mengaktifkan fuad itu ee apa namanya ya 55:59 tentu saja dengan dengan istiqamah 56:03 ya apa ya secara umum apa yang 56:06 diperintah Allah dan apa yang dilarang 56:08 ya sudah samna wna begitu itu dan 56:11 lakukan secara istikamah gitu. Jadi ee 56:14 artinya ee kalau persoalan perintah 56:18 wajib sudah gak perlu dibahaslah. He. 56:21 Nah, tapi bagaimana setelah ee perintah 56:24 wajib ini sudah kita 56:26 sempurnakan, maka bagaimana kita 56:29 meningkatkan amalan-amalan sunah itu ya? 56:33 misalnya seperti salat malam atau zikir 56:38 secara ee istiqamah gitu ya. Terus 56:42 kemudian bagaimana kita perbaiki ee 56:46 hablum minannas kita ya hablum minallah 56:48 w hablu minannas begitu. Ee sehingga itu 56:52 yang harus kita ee ee mencari tahu 56:57 bagaimana kita ee bisa melakukan secara 57:01 istikamah. Dan yang paling penting lagi 57:03 adalah semuanya itu adalah atas 57:06 pertolongan Allah Subhanahu wa taala, 57:09 terutama di dalam kesabaran tadi. Karena 57:11 kesabaran ini ee nilainya tanpa batas 57:16 ya, batas. Luar biasa. Di situlah 57:18 kemenangan para rasul, para 57:21 sahabat-sahabat Nabi itu seperti tadi 57:22 itu. Kapan pertolongan Allah itu kan 57:26 betul-betul menahan diri itu ya. Mata 57:29 Rasulullah kapan ya Allah? 57:32 Itu kan nilai kesawarannya. Sebentar, 57:35 sabar aja, sebentar lagi sudah dekat 57:37 gitu. Jadi Allah sebetulnya ingin 57:40 memberikan sesuatu nilai nilai yang ee 57:43 tanpa batas itu betul-betul 57:46 kepada Rasul dan para sahabatnya tadi. 57:50 Nah, ya kita ya niru-niru itu gitu ya. 57:54 Mudah-mudahan Allah juga memberikan 57:55 kesabaran itu kepada kita ee semuanya di 57:59 sini ya. Amin yaabalamin. Baik, 58:02 selanjutnya dari Ibu Emilda. 58:04 Asalamualaikum warahmatullahi 58:05 wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam 58:07 warahmatullah. Ee terkadang di saat 58:10 terkena ujian ataupun cobaan kita 58:14 seringki tanpa sadar mengeluhkan hal 58:17 tersebut. Pak Ustaz mohon pencerahannya 58:20 agar wu agar walaupun kita dalam keadaan 58:22 diuji tetap kuat iman dan selalu 58:25 bersyukur. Iya. 58:28 Eh baik ke Ibu memang di situ 58:34 ee supaya mengatasi itu memang tidak ada 58:39 jalan lain kecuali zikrullah ya. Karena 58:42 tadi juga di disebutkan bahwa ee yang 58:46 bisa dimungkinkan orang 58:49 itu 58:51 ee apa namanya? 58:55 mampu mengambil satu pelajaran di balik 58:58 peristiwa yang terjadi tadi sudah 59:00 disebutkan itu hanyalah ulbab. H orang 59:03 berakal ya. Orang yang 59:05 berakal. Nah, siapa orang yang berakal 59:08 itu? Ee bisa dilihat di surat 3 ayat 191 59:13 itu disebutkan 59:16 alladinaakurunallahaqiam waqu waub. 59:19 Jadi orang yang senantiasa berzikir 59:21 kepada Allah Subhanahu wa taala dalam 59:23 keadaan berdiri, duduk dan 59:26 berbaring. Jadi sudah bukan oh pagi 59:29 petang bukan sudah bukan pagi petang 59:31 lagi. Heeh. Setiap waktu, setiap saat. 59:34 Nah, setiap kita berdiri, duduk, dan 59:37 berbaring itu kan setiap saat kalau 59:39 seperti sudah seperti itu, gitu. Hm. 59:43 Nah, kemudian setelah istiqamah itu 59:47 berzikir, berdiri, duduk, dan berbaring 59:49 tadi 59:50 watatafakaruna 59:53 ya baru berpikir. Berpikir apa? 59:56 Memikirkan tentang apakah musibah atau 59:59 apakah tentang satu kehidupan, apakah 1:00:02 tentang fenomena alam 1:00:04 gitu. Nah, maka di dalam berpikir 1:00:07 seperti itu nanti itu akan ada bimbingan 1:00:10 dari Allah. 1:00:12 Karena diawali dengan zikir tadi kan 1:00:14 mengingat 1:00:15 Allah. Sementara mengingat Allahnya kan 1:00:18 tidak pernah lepas gitu. I karena tidak 1:00:21 pernah lepas selalu komunikasi dengan 1:00:23 Allah maka Allah akan sama juga enggak 1:00:27 lepas juga sama kita pada saat kita 1:00:30 watatafakkaruna. 1:00:35 Apakah walard 1:00:37 atau persoalan-persoalan kehidupan kita, 1:00:41 maka Allah itu 1:00:42 akan mengetahui itu 1:00:45 semuanya. Sehingga nanti dari situlah 1:00:48 Allah akan memberikan jalan 1:00:51 keluar. H. 1:00:54 Nah, itulah yang dimaksudkan dengan ulul 1:00:56 albab 1:00:58 itu. Jadi, semua persoalan-persoalannya 1:01:02 itu karena ee sebelum menerima persoalan 1:01:06 akan diawali dengan mengingat Allah 1:01:08 dalam bentuk apa? Dia sadar betul bahwa 1:01:12 ini sesungguhnya adalah pemberian dari 1:01:14 Allah Subhanahu wa taala. Jadi menerima 1:01:16 gitu. 1:01:19 Nah, apa ee apa kata Allah di di dalam 1:01:23 surah Albaqarah itu? Wabirin. Berikanlah 1:01:26 berita gembira kepada orang yang 1:01:29 sabar. Alladina asat musibah inillahi wa 1:01:33 inna 1:01:36 ilaihijiun. Jadi bahwa musibah yang 1:01:38 menimpa dirinya, dia yakin bahwa ini 1:01:41 adalah pemberian dari Allah Subhanahu wa 1:01:43 taala, maka dia akan terima dengan 1:01:44 senang hati. 1:01:46 Karena Allah itu adalah zat yang akan 1:01:48 kita tuju. Sementara ini ada paket dari 1:01:51 Allah. Kira-kira 1:01:52 begitu. Maka kita terima dengan senang 1:01:55 hati. Kalau kita menerima dengan senang 1:01:57 hati, maka Allah juga senang melihat 1:02:00 hambanya 1:02:01 itu. Ketika Allah senang melihat 1:02:04 hambanya itu, maka musibah tadi itu yang 1:02:08 namanya beban-beban musibah itu akan 1:02:11 dimusnahkan oleh Allah Subhanahu wa 1:02:13 taala gitu. 1:02:15 Hmm. 1:02:17 bahwa itu semuanya ada di dari Allah dan 1:02:20 kita nanti semuanya akan kembali kepada 1:02:23 Allah. Ya, kita 1:02:25 akan kembali kepada Allah itu pada saat 1:02:29 mendapat maka orang yang sabar seperti 1:02:31 itu akan mendapatkan tiga hal dari Allah 1:02:34 Subhanahu wa 1:02:35 taala. Nah, selawat dari Allah. H 1:02:38 kemudian rahmat Allah, kasih sayang 1:02:40 Allah dan akan mendapatkan petunjuk dari 1:02:43 Allah. 1:02:45 Jadi walaupun mendapat kesulitan karena 1:02:47 sudah mendapat petunjuk dari Allah sudah 1:02:49 enggak sulit lagi 1:02:51 gitu. Dan itu yang akan diberikan oleh 1:02:53 Allah tanpa batas bihairi hisab 1:02:56 gitu. H. Jadi ee apa namanya? Begitulah 1:03:03 nikmatnya kehidupan itu. Setelah kita 1:03:07 tahu, oh sebetulnya seperti ini toh 1:03:10 kehidupan itu yang sudah digambarkan 1:03:12 oleh Allah di dalam Al-Qur'an 1:03:14 itu. Ini sebenarnya kan Allah yang 1:03:17 menyatakan seperti 1:03:18 itu. Ya kan? Allah sudah menjelaskan di 1:03:21 dalam Al-Qur'an seperti 1:03:24 itu. Sehingga benar-benar bahwa ee jiwa 1:03:29 ini 1:03:31 benar-benar ee kalau saja tanpa 1:03:34 pertolongan dari Allah Subhanahu wa 1:03:36 taala pasti kita tidak akan bisa 1:03:38 menyelesaikan semua 1:03:40 itu. Maka tadi sudah dinyatakan 1:03:44 bahwa kesabaran itu hanyalah dari Allah. 1:03:48 Maka kita minta kepada Allah. Kita tidak 1:03:52 bisa mengandalkan kemampuan kita. Tapi 1:03:55 yang kita andalkan adalah kemampuan 1:03:57 Allah Subhanahu wa taala. Sementara kita 1:03:59 adalah la haula wala quwwata illa 1:04:03 billahil 1:04:05 aliyilim. Jadi sikap itu yang harus kita 1:04:09 senantiasa ee tawadu kepada Allah 1:04:11 Subhanahu wa taala. Barangkali itu. 1:04:14 Wallahuam. Iya. 1:04:15 Kalau dalam proses ujian itu kita ada 1:04:19 sedikit keluh kesah itu bisa 1:04:21 mempengaruhi hasil dari proses itu 1:04:22 enggak, Ustaz? Pahala dari Allah dari ee 1:04:25 hikmahnya 1:04:29 keluh kesah itu akan muncul h kalau 1:04:33 zikirnya kurang. 1:04:36 H itu sudah otomatis gitu ya. Kalau 1:04:39 zikirnya kurang pasti tapi ada kelukesah 1:04:42 kelukesannya muncul. 1:04:44 Tapi kalau zikirnya istikamah enggak ada 1:04:48 itu kalau usah 1:04:50 itu bisa dibuktikan itu 1:04:55 gitu. Karena sesungguhnya keluh kesah 1:04:57 itu kan sesungguhnya itu keluh kesah itu 1:05:01 timbulnya dari 1:05:04 hawa. Iya 1:05:05 kan? Nah sementara di dalam diri kita 1:05:08 ini senantiasa terjadi pertarungan 1:05:12 antara hawa dengan jiwa. gitu. H hm. 1:05:16 Sementara yang yang namanya zikir itu 1:05:20 kan pekerjaan jiwa, bukan pekerjaan 1:05:23 hawa. Iya. 1:05:26 Maka kata Allah di dalam Al-Qur'an di 1:05:27 surah Ala'raf 1:05:29 itu, wukur rbaka fi nafsika. 1:05:33 Berzikirlah kepada Tuhanmu di dalam 1:05:37 jiwamu. Nah, jiwa yang bisa berzikir 1:05:40 kepada Allah ini ee karena dekat dengan 1:05:44 Allah, fitrahnya kepada Allah, maka 1:05:46 otomatis jiwa ini akan bisa 1:05:49 mengendalikan 1:05:50 hawa. Hawa 1:05:53 itu. Sementara Hawa ini kan kerjanya 1:05:56 keluh kesah gitu. Heeh. Hm. 1:06:00 Karena hawa ini sudah bisa dikendalikan 1:06:02 oleh jiwa, maka enggak mungkin ini akan 1:06:05 berkeluh kesah berkeluh kesah itu. Tapi 1:06:08 kalau misalnya zikirnya kurang, hawanya 1:06:11 berarti dominan. Nah, hawanya yang 1:06:12 dominan. Ah, itu yang terjadi keluh 1:06:14 kesa, gitu. Jadi, artinya mekanisme 1:06:17 berpikirnya tuh seperti itu. 1:06:20 Jadi ee sangat logislah di dalam 1:06:23 Al-Qur'an tuh luar biasa gitu. Mudah 1:06:25 terdeteksi ya kalau ya mudah terdeteksi 1:06:27 gitu. Iya. 1:06:29 Jadi kalau ee kelu kesah ini ada yang 1:06:33 kurang artinya karena sesungguhnya di 1:06:35 situ akan selalu ee apa namanya antara 1:06:39 jiwa dengan hawa ini kan 100%. Heeh. 1:06:44 Kalau kemampuan jiwa ini 60% 1:06:48 maka hawa 40. Kalau kemampuan jiwa 70 1:06:52 maka hawa dari 30 gitu. Hm. semakin 1:06:57 tinggi maka akan semakin bisa 1:07:00 dikendalikan hawa nafsu itu. 1:07:03 Itu 1:07:04 h sehingga 1:07:07 ee yang paling aman itu minimal 60. 1:07:11 Jangan jangan sama. Kalau sama labil itu 1:07:15 e 50-fy misalnya ya 50 misalnya 1:07:19 perempuan ini labil ini 1:07:22 ya. Hawa ini e bisa e apa namanya? 1:07:26 Hawa ini jahat bisa mencuri start juga 1:07:28 gitu. Tiba-tiba tinggi aja. Nah tinggi 1:07:32 maka yang aman itu ya 60 gitu. Nah nanti 1:07:36 naikkan lagi naikkan lagi 1:07:38 tuh supaya tidak Nah kalau keluh kesah 1:07:42 maka pertanda bahwa oh ini rupanya masih 1:07:46 fifty-fifty ini gitu 1:07:47 kan ya. Jadi kemampuan jiwa sama 1:07:51 kemampuan hawa itu sama sama-sama kuat 1:07:53 kayaknya. I sama-sama kuat. Nah, 1:07:56 lama-lama tanpa disadari kok ngeluh. Ah, 1:07:59 gitu gitu sesungguhnya gitu. Karena ya 1:08:03 ee jiwa itu betul-betul ketika itu ee 1:08:07 zikirnya kuat gitu ya, betul-betul sudah 1:08:10 ee apa namanya? Basah total kepada Allah 1:08:14 Subhanahu wa taala. Iya. 1:08:16 Hm. Sehingga ee betul-betul sudah enggak 1:08:19 ada yang namanya sedih, dukacita itu 1:08:22 enggak ada. Betul. kan merasakan betul 1:08:25 bahwa di situ ee apa kekuasaan Allah 1:08:28 yang akan mengatur hidup ini gitu. Jiwa 1:08:32 tuh sadar betul gitu. 1:08:35 Hm. Tapi ketika itu menurun, nah ini. 1:08:39 Nah, takut itu, takut ini yang muncul 1:08:41 begitu was-was gitu. Karena hawa nafsu 1:08:44 itu gitu. 1:08:47 Sesungguhnya ee pola pola ee 1:08:51 penjelasannya seperti itulah. 1:08:55 Terus keman ada yang bertanya, "Ustaz, 1:08:56 zikir atau istigfar mana yang lebih 1:08:59 utama?" Katanya zikir apa istigfar yang 1:09:02 mana yang lebih utama? Sebenarnya zikir 1:09:05 ya zikrullah. Zikrullah itu mengingat 1:09:08 Allah. Istigfar itu ya zikir juga. Zikir 1:09:11 juga sama ya itu. 1:09:14 Hmm. Jadi zikir itu isinya bisa muuji 1:09:19 Allah, mensucikan Allah. Misalnya 1:09:23 subhanallah, alhamdulillah, 1:09:26 lailahaillallah, Allahu Akbar. Itu zikir 1:09:28 juga. Astagfirullahalazim. Itu zikir 1:09:31 juga itu. Hm. Dibaca semuanya. Selawat 1:09:35 itu juga zikir juga. Allahumma sholli 1:09:37 wasallim wabarik ala Muhammad wa ali 1:09:39 Muhammad. Gitu. Itu kan mengingat Allah 1:09:41 juga bahwa ya Allah berikan ee 1:09:44 keselamatan kemuliaan kepada Nabi 1:09:46 Muhammad. Itu kan ingatnya kan kepada 1:09:48 Allah. 1:09:50 Jadi selawat itu pun juga zikrullah juga 1:09:53 gitu. Sehingga dengan demikian zikrullah 1:09:56 ini bisa dalam bentuk memuji Allah, bisa 1:09:59 dalam bentuk ee apa namanya ee memohon 1:10:04 ampunan kepada Allah. Bisa juga ee dalam 1:10:08 bentuk misalnya berselawat kepada Nabi 1:10:11 sallallahu alaihi wasallam gitu. Jadi 1:10:13 semuanya itu adalah zikrullah di dalam 1:10:15 rangka untuk mengingat Allah. semuanya 1:10:18 itu ee tujuannya adalah kepada Allah 1:10:21 Subhanahu wa taala. 1:10:24 Sama aja ya, sama saja ya. Sama zikir e 1:10:26 sama istigfar juga. Iya. Baik. Ee Pak 1:10:29 Ustaz kembali ke pertanyaan selanjutnya 1:10:32 ini datang dari Ibu Hikmah. 1:10:36 Asalamualaikum warahmatullahi 1:10:37 wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam 1:10:39 warahmatullahi wabarakatuh. Ee apa ciri 1:10:41 orang beriman yang telah lulus dalam 1:10:45 suatu ujian, Pak Ustaz? Syukran. gitu 1:10:49 aja. 1:10:52 I baik terima kasih ee Ibu Hikmah 1:10:57 ya. Apa ee ciri apa ciri orang setelah 1:11:02 lulus ujian gitu? Lulus ujian. Ee lulus 1:11:05 ujian. 1:11:06 [Musik] 1:11:07 Hm. 1:11:09 Ee mari kita lihat di surah Al-Baqarah 1:11:12 ya. 1:11:15 surat 1:11:19 155 sampai 1:11:21 157 ya. 1:11:26 Mari kita eh lihat di situ. 1:11:40 Auzubillahyairim. Jadi di situ Allah 1:11:42 sebenarnya akan menguji kita. 1:11:45 H menguji 1:11:47 dengan ee sedikit ketakutan, diuji 1:11:52 dengan kelaparan, diuji dengan 1:11:54 kekurangan, kekurangan ya duit, 1:11:58 kekurangan makanan gitu. 1:12:02 H diuji dengan sakit bahkan kematian. 1:12:08 Ya, itu itu sudah menjadi jatah 1:12:13 ee manusia hidup ya. Manusia hidup. 1:12:17 Kemudian di sini Allah menyatakan 1:12:19 wabasyirin. Berikanlah berita gembira 1:12:22 kepada orang yang 1:12:25 sabar. Jadi artinya di sini diuji 1:12:29 dengan ee ketakutan, kelaparan, 1:12:33 kekurangan. 1:12:35 Maka di 1:12:37 sini sabar 1:12:42 enggak? Karena orang yang beriman itu 1:12:44 orang yang 1:12:46 sabar. Hm. Orang yang orang yang beriman 1:12:51 itu adalah orang yang sabar. Orang yang 1:12:54 sabar itu adalah orang yang sedih, orang 1:12:57 yang tidak dukacita. 1:13:00 Bahkan kalau dilihat di ayat tadi surah 1:13:02 Albaqarah itu 1:13:04 wabasyirin. Berikanlah berita gembira 1:13:06 kepada orang yang sabar. Jadi sebuhnya 1:13:08 orang yang sabar itu orang 1:13:13 gembira. 1:13:14 H ya siapa itu orang yang gembira itu? 1:13:18 Alladina asobathum musibah qalu inna 1:13:21 lillahi wa inna ilaihi rojiun. 1:13:26 Jadi ketika mendapatkan 1:13:28 ketidaknyaman oh iya bahwa 1:13:31 ketidaknyamanan ini adalah pemberian 1:13:33 dari Allah Subhanahu wa 1:13:35 taala. Jadi merasakan betul bahwa itu 1:13:37 adalah pemberian dari Allah. Karena 1:13:40 pemberian dari Allah maka dia akan 1:13:42 terima dengan lapang dada gitu. 1:13:46 Hm. Nah, kalau sudah seperti itu, maka 1:13:50 itu adalah ciri orang yang beriman. 1:13:55 Tapi kalau sudah diuji, 1:13:57 aduh. Nah, ya belum aduh gitu kan. 1:14:01 Mengeluh itu diuji dengan ketidakaman 1:14:05 mengeluh diuji dengan sakit mengeluh. 1:14:08 H. Nah, artinya bahwa itu 1:14:12 ee karena tadi sabar ya. Orang beriman 1:14:17 itu ee orang yang beriman itu adalah 1:14:19 orang yang sabar. Orang beriman itu 1:14:22 orang yang tidak sedih. 1:14:24 Nah, sehingga ee ukurannya ya itu kalau 1:14:27 masih mengeluh ah itu masih kurang ya. 1:14:30 Nah, imannya masih kurang gitu. Kurang 1:14:32 ya. Jadi cara mengetahuinya seperti itu 1:14:36 aja. Mudah saja kan susungnya Allah 1:14:38 sudah ngasih tahu di dalam Al-Qur'anul 1:14:41 Karim. Maka ketika orang yang sabar itu 1:14:45 seperti tadi. Jadi ada ada tiga hal yang 1:14:48 Allah akan berikan kepada orang yang 1:14:50 sabar tadi tanpa batas. 1:14:52 Selawat 1:14:55 Allah dan kasih sayang Allah. Dan Allah 1:14:58 akan berikan petunjuk. Tiga hal ini 1:15:00 Allah akan berikan bighhairi hisab tanpa 1:15:04 batas. Kan luar biasa itu. Para nabi, 1:15:08 para rasul, para sahabat-sahabat 1:15:10 menangnya itu di situ. He. 1:15:13 Kesabaran itu luar 1:15:15 biasa tanpa batas. Nah, kalau di dalam 1:15:18 hadis Nabi misalnya orang baca Quran ya 1:15:21 kan alif lam mim alif 10 lam 10 mim 10 1:15:25 kan gitu kan itu kan masih terhitung 1:15:28 tapi yang namanya kesabaran tanpa batas 1:15:33 itu yang ee apa namanya artinya kalau 1:15:36 kalau kalau kita melihat sesuatu yang 1:15:39 tanpa batas artinya itu yang harus 1:15:42 jadikan target kehidupan kita gitu 1:15:46 H. Nah, sehingga bagaimana caranya? Eh, 1:15:49 yang pertama yang harus minta kepada 1:15:51 Allah diberikan 1:15:54 kesabaran ya. Sabar menunggu, sabar 1:15:58 menahan penderitaan, minta kepada Allah. 1:16:00 Pasti kita enggak bisa enggak bisa sabar 1:16:03 kecuali dengan pertolongan Allah. Hm. 1:16:06 Bagaimana pertolongannya? Ya sudah minta 1:16:09 kepada Allah. Bagaimana cara minta 1:16:10 kepada Allah? Ya, hanya dengan melalui 1:16:13 zikrullah tadi secara istikamah memohon 1:16:17 ampun. Jadi kayak kayak orang 1:16:21 misalnya ee pergi ke seseorang bertamu, 1:16:26 ketok pintu belum dibuka, ketok pintu 1:16:29 lagi. Jadi jangan jangan bosan-bosan 1:16:31 mengetok mengetok pintu Allah gitu. 1:16:34 Dibukakan pintunya. Iya. Kalau belum 1:16:36 dibuka pintunya subhanallah diketok aja 1:16:39 ya Allah. Tok tok tok tok tok. Ya Allah 1:16:41 tolong Ya Allah gitu 1:16:44 memohonmohon. Nah memohon gitu ya. 1:16:47 Karena sesuatu yang tanpa batas itu 1:16:51 enggak mungkin bisa kita lakukan 1:16:54 kecuali dengan pertolongan Allah. Ya 1:16:55 sudah minta tolongannya kepada Allah itu 1:16:57 supaya diberikan suatu kesabaran 1:17:00 gitu. Nah, setelah tahu ilmunya baru 1:17:04 kita melatih. Nah, setelah minta 1:17:07 pertolongan kepada tahu ilmunya latihan 1:17:09 gitu. 1:17:10 ya mungkin awalnya oh ini ee draw 1:17:14 misalnya ya enggak lulus misalnya 1:17:17 latihan lagi. Wah lumayan. Jadi memang 1:17:20 harus ada latihan-latihan tentang 1:17:23 kesabaran 1:17:24 itu. Jadi enggak enggak langsung sim 1:17:27 salabin terus 1:17:28 kemudian jadi gitu ya. Jadi itu perlu 1:17:32 waktu dan ee perlu tidak bosan-bosan 1:17:36 minta kepada Allah Subhanahu wa taala 1:17:38 supaya diberikan satu kesabaran 1:17:41 tadi. Hm. Maka nanti ee kepada Ibu 1:17:46 Hikmah. Nah, itu cirinya ciri-ciri orang 1:17:49 yang beriman. Bahkan ini sudah yang 1:17:51 ketiga ya. Heeh. Hm. Iman ujian. Yang 1:17:56 pertama itu e iman itu ee apa? 1:18:00 Keindahan. 1:18:02 cinta dan ee kecintaan. Nah, maka ee 1:18:07 yang sudah episode yang ketiga ini ee 1:18:09 nanti ee kita catat infaris nah kita 1:18:13 masuk ke situ enggak 1:18:15 gitu. Karena semuanya itu ee 1:18:18 dibentangkan di dalam Al-Qur'anul 1:18:21 Karim. Barangkali itu. Wallahuam. 1:18:24 Kembali lagi pertanyaan dari hamba 1:18:25 Allah, Pak Ustaz. ini ee maaf Pak Ustaz, 1:18:29 kalau ada orang sakit yang lama tidak 1:18:32 kunjung sembuh-sembuh itu apakah 1:18:34 termasuk azab ataukah ujian, Pak Ustaz? 1:18:38 Gitu, Dok. Hm. Orang sakit tidak 1:18:41 sembuh-sembuh azab atau ujian. Ya, 1:18:43 kembali sama saja seperti itu. Orang itu 1:18:45 dia bertanya ya. 1:18:47 He kan ujian juga. 1:18:50 Ee kayak Nabi Ayub itu lama kan hujan 1:18:54 sakit lama juga itu ya. Berapa itu? 18 1:18:57 tahun. Subhanallah. 1:19:00 Kita baru satu hari sudah ngeluh ya. Iya 1:19:04 kan? Iya. 12 tahun. Hm. Ya. 1:19:09 Tetap sabar itu tetap sabar luar biasa 1:19:11 itu. Subhanallah. Saya maka dikatakan di 1:19:15 dalam dikatakan di dalam Al-Qur'an Nabi 1:19:18 Ay itu nikmal abdu ya hamba yang nikmat. 1:19:21 Coba bisa bayangkan dalam kondisi sakit 1:19:24 kita dikatakan bayang nikmat katanya. 1:19:27 Jadi artinya apa? Di situlah dia dia 1:19:29 memahami ilmu hikmah 1:19:32 tadi. Jadi yang dirasakan oleh ee ee 1:19:36 Nabi Ayub itu hikmah di balik sakitnya 1:19:39 tadi bighir hisabnya 1:19:42 itu. Sehingga ee pantaslah itu dinamakan 1:19:45 dengan nikmal abduh 1:19:48 gitu. Hmm. 1:19:51 Ya, maunya kita diberikan 1:19:53 satu apa? Kesabaran yang seperti itu ya. 1:19:56 Ya, kita minta aja kepada 1:19:58 Allah. Nah, sehingga kalau tadi 1:20:01 pertanyaan dari hamba sakit enggak 1:20:03 pernah sembuh 1:20:05 ya? Ya, ya. Itu 1:20:08 tadi introspeksi terlebih dahulu. He. 1:20:12 Karena yang namanya yang namanya orang 1:20:15 beriman ee sakit iman itu ujian. Nah, 1:20:19 contohnya Nabi Ayub. 1:20:20 H. Nah, bagaimana sakit diazab? Oh, 1:20:24 apakah kita ini misalnya dalam kondisi 1:20:27 ee durhaka atau bermaksiat atau ada 1:20:30 sesuatu hal yang ee perbuatan kita yang 1:20:35 dulu-dulu itu ee dimurkai Allah? Nah, 1:20:39 maka di situ harus introspeksi gitu. 1:20:43 Sehingga apakah ini ujian atau 1:20:45 peringatan atau azab? Karena ada tiga 1:20:48 itu. 1:20:49 Hm. Jadi ujian, peringatan, azab. 1:20:54 He. Peringatan. Kalau sudah enggak mau 1:20:57 diperingati ya dibuka semua pintu 1:20:59 kesenangan oleh Allah. Kemudian di 1:21:01 situlah dicabut nyawanya. Ah, itu 1:21:03 namanya azab. Nanti bisa dilihat di 1:21:05 surah 6 ayat 42 dan ayat 1:21:10 44. Hmm. Jadi sama aja. Iya. Jadi apakah 1:21:14 dalam bentuk ya apa namanya kan tadi di 1:21:18 situ dikatakan 1:21:21 ee ada khauf ada ju ya kan ada wqsim 1:21:26 minal amwal ya kekurangan harta termasuk 1:21:30 waksim minal anfus kekurangan 1:21:36 [Musik] 1:21:37 jiwa ee ketakutan sakit ya sama aja ya. 1:21:42 H. 1:21:44 Jadi ee dan itu contoh-contoh itu sudah 1:21:49 diberikan dan ee sudah dilakukan 1:21:52 terlebih dahulu oleh para nabi, para 1:21:55 rasul. Jadi kalau menyatakan oh ini 1:21:58 ujian yang paling hebat Allah berikan 1:22:00 kepada para nabi, para rasul. Ya, tentu 1:22:03 saja kita tidak sehebat ujian itu ee 1:22:08 untuk nabi, para nabi dan para rasul. 1:22:11 Tentu Allah tahu kemampuan kita gitu ya. 1:22:14 Iya. Kemampuan kita tidak tidak se se ee 1:22:19 apa sekuat para nabi dan para rasul. 1:22:22 Maka Allah akan 1:22:25 ee diukur oh ini katalah ee kemampuan 1:22:29 kesabarannya 10 misalnya ya ujiannya 1:22:32 kasih lima aja gitu atau kasih enam 1:22:35 gitu. 1:22:37 Jadi ee ukuran itu akan disesuaikan 1:22:42 dengan batas kemampuan e batas kemampuan 1:22:45 kita 1:22:46 gitu. Jadi jangan dibayangkan, uh ini 1:22:49 diuji kayak sakitnya Nabi Ayub ya 1:22:50 enggaklah. Iya kan? Intropeksi dulu aja. 1:22:55 Nah itu namanya azab itu habis sudah 1:22:57 enggak 1:22:58 kuat gitu. Hadi barangkali itu. 1:23:02 Wallahuam. Baik Ustaz nih terakhir nih 1:23:04 Ustaz nih di luar tema enggak apa-apa 1:23:05 ya. Ada yang bertanya hamba Allah ini 1:23:07 tentang Pak Ustaz ee mohon pencerahan 1:23:10 tentang makna sufi dan tasawuf secara 1:23:14 etimologi dan terminologi syariat itu 1:23:17 apa, Pak Ustaz? Pencerahannya 1:23:21 ee sufi ya sebetulnya itu 1:23:25 adalah ee apa namanya? 1:23:30 Jadi yang namanya ee ee ee sufi itu 1:23:35 sebetulnya kalau 1:23:38 kalau me me apa m-refer ke misalnya 1:23:42 Syekh Abdul Qadir Yani ya itu saofa 1:23:45 yasfu Sofyan jadi membersihkan 1:23:48 membersihkan atau tazkiyatun nafs 1:23:51 membersihkan jiwa jadi arahnya ke sana. 1:23:54 Sesungguhnya ee sufi itu kan orangnya 1:23:58 tasawuf tu ilmunya. Semuanya tasawuf itu 1:24:01 semuanya semuanya apa yang bagaimana 1:24:04 tazkiyatun nafas membersihkan jiwa yang 1:24:06 ada di dalam Al-Qur'an. H. Jadi tidak 1:24:10 terpisah dari Al-Qur'anul 1:24:12 Karim. H. Jadi benar-benar bagaimana 1:24:16 jiwa itu supaya 1:24:20 ee ee seperti tadi misalnya bagaimana 1:24:23 Allah menyatakan 1:24:29 alladina. Jadi zikir dalam keadaan 1:24:31 berdiri, dalam keadaan 1:24:34 durfi tadi. Terus kemudian apa yang 1:24:38 diperintahkan Allah, ah itu yang 1:24:39 dilakukan. Apa yang dilarang? Nah, itu 1:24:41 yang 1:24:42 dia. Jadi, sesungguhnya semuanya itu 1:24:47 ee ada di dalam Al-Qur'anul Karim itu 1:24:51 yang 1:24:52 dilakukan. Hmm. Jadi 1:24:56 ee ee sufi yang dimaksudkan itu arahnya 1:25:00 kepada tazkiatun nafs ya, membersihkan 1:25:03 jiwa. Jadi benar-benar bagaimana jiwa 1:25:06 itu ee apa namanya sudah terlatih gitu. 1:25:10 Karena ee bagaimana ee Allah akan 1:25:15 berikan kepahaman tentang Al-Qur'anul 1:25:18 Karim kalau jiwanya tidak bersih. H kan 1:25:21 itu semua di dalam Al-Qur'an. Iya. 1:25:25 Dibersihkan dulu penyakit-penyakit sadr 1:25:28 ini 1:25:29 kebencian, kedengkian, 1:25:32 ee buruk sangka. kan itu kan 1:25:36 pekerjaan-pekerjaan orang orang-orang 1:25:38 tasawuf itu dan itu perintah di dalam 1:25:41 Al-Qur'an bukan bukan tasawuf ini bukan 1:25:45 satu ajaran tersendiri 1:25:48 tidak itu semuanya jadi apa yang ada di 1:25:51 dalam Quran itu yang dilakukan secara 1:25:54 konsisten 1:25:56 gitu h ya Allah menyatakan di dalam ee 1:26:00 surah 1:26:01 39 ayat 22 dan 23 itu intinya begini. 1:26:07 Jadi Allah itu akan memasukkan cahaya 1:26:10 begitu bunyinya. Tapi ini sodr ini harus 1:26:14 bersih. He baru cahaya masuk. Nah, 1:26:18 bagaimana cahaya ini masuk? Dengan cara 1:26:22 berzikir. Begitu di ayat itu. Dan itu 1:26:25 yang dilakukan oleh orang-orang tasawuf 1:26:28 itu. Benci, dendam, buruk sangka. He itu 1:26:34 betul-betul ee bahkan ee apa namanya ee 1:26:38 saking lembutnya tuh menjaga perasaan 1:26:40 orang lain. Bagaimana jangan sampai 1:26:42 orang lain itu tersinggung 1:26:45 hati-hati saking hati-hatinya 1:26:49 gitu. Jadi betul-betul apa yang di dalam 1:26:51 Al-Qur'an itu dilakukan secara konsisten 1:26:55 gitu. Hm. terutama membersihkan ee 1:26:59 taskatun nafs tadi, membersihkan jiwa 1:27:01 tadi, hawa nafsu, hawa nafsu tadi. 1:27:04 Karena Al-Qur'an menyatakan tidak akan 1:27:07 mungkin cahaya itu akan masuk ke dalam 1:27:11 kalbu kalau tempatnya kotor. Iya. 1:27:16 Seperti apa kotor? Maksudnya misalnya ee 1:27:20 masih ada kebencian kepada orang lain, 1:27:23 kedengkian, dendam, pendendam. 1:27:28 Maka itu yang betul-betul 1:27:32 dilakukan sehingga 1:27:35 wal ya menahan marah dan memaafkan 1:27:39 kesalahan manusia itu betul-betul sudah 1:27:42 artinya langsung di dipraktikkan gitu. 1:27:47 Jadi bukan hanya 1:27:48 membaca, tapi dari hasil membaca 1:27:52 dilatih, dipraktikkan, dirasakan, itulah 1:27:56 tasawuf 1:27:58 itu. Jadi salah sesungguhnya kalau orang 1:28:01 menyata, "Oh, tasawuf bukan nih." Ya, 1:28:04 itu mah ee yang dimaksudkan tasawuf itu 1:28:08 ya yang ada di dalam Al-Qur'an itu 1:28:10 lakukan secara konsisten. 1:28:13 Hm. Jadi bukan ilmu ilmu di 1:28:19 Al-Qur'an, ilmu sendiri 1:28:22 enggak ya. Begitulah ee misalnya apa 1:28:26 yang ee yang ee dilakukan oleh ee apa 1:28:31 ulama-ulama tasawuf seperti Syekh Abdul 1:28:34 Qadir Jailani. Apa itu? Itu kalau kita 1:28:37 baca di situ itu luar biasa 1:28:40 keterhati-hatiannya, kejujurannya. 1:28:44 ngomongnya enggak pernah bohong kan itu 1:28:47 yang namanya itu kan sebetulnya 1:28:49 Al-Qur'an. Jadi enggak usah dinamaikan 1:28:51 tasawuf Al-Qur'an ya sudah benar. 1:28:54 Al-Qur'an dilakukan secara konsisten ya 1:28:56 sudah itu. 1:28:59 Hm. 1:29:00 Cuma memang ini memang ee orang-orang 1:29:04 yang melakukan seperti itu ya kan ah 1:29:08 terus kemudian menamakan dinamakan oh 1:29:10 iya itu sufi padahal semua itu perintah 1:29:13 Allah di dalam 1:29:15 Al-Qur'an enggak usah disebut itu ya 1:29:18 sudah mengikuti perintah Allah gitu. 1:29:22 Jadi ee tasawuf itu bukan satu ilmu yang 1:29:25 baru dan itulah akhlak Nabi itu kan. 1:29:29 H akhlak Nabi itulah tasawuf itu 1:29:34 gitu. Gak pernah bohong terus Nabi gak 1:29:37 pernah nyakitin orang lain itu 1:29:40 kan. Jadi di situ kita sebagai 1:29:43 pengikutnya itu ngikut-ngikuti Nabi 1:29:47 gitu. Hm. 1:29:49 Jadi tidak 1:29:51 terpisah dengan Al-Qur'an, tidak 1:29:54 terpisah dengan akhlak karimah yang 1:29:57 ditunjukkan oleh Rasulullah sallallahu 1:30:00 alaihi wasallam. Barangkali itu. 1:30:02 Wallahuam. Baik, Ustaz. Kita dibatasi 1:30:04 oleh waktu mungkin singkat saja ee 1:30:05 disimpulkan pembahasan kita di malam 1:30:07 hari ini tentang iman. I. Baik. Ee 1:30:11 terima kasih, Kang Fari. Jadi ee kenapa 1:30:15 iman ee di dalam judul ini kami berikan 1:30:19 iman itu adalah 1:30:21 ujian? Karena supaya memberikan suatu ee 1:30:27 kekuatan pengertian kepada kita bahwa 1:30:30 sesungguhnya orang-orang yang beriman 1:30:32 itu pasti akan diuji oleh Allah 1:30:34 Subhanahu wa taala. 1:30:36 Jadi jangan pula sebagai seperti apa 1:30:38 yang ditanyakan oleh Allah Subhanahu wa 1:30:40 taala. Am hasibtum antul jannah. Apa 1:30:43 engkau mengira bahwa kamu akan masuk 1:30:45 surga? Padahal belum diuji oleh Allah 1:30:47 Subhanahu wa taala ee kesungguhannya, 1:30:50 kesabarannya. Sehingga dengan demikian 1:30:53 ee bahwa iman itu adalah ee 1:30:57 kesiapan menerima dengan senang 1:31:01 hati ujian-ujian yang akan diberikan 1:31:04 oleh Allah Subhanahu wa taala. Sehingga 1:31:06 dengan demikian 1:31:08 sesungguhnya bahwa ee iman itu tidak 1:31:12 terlepas dari ujian. 1:31:14 Jadi jangan sampai mempunyai pengertian 1:31:17 bahwa orang beriman itu adalah orang 1:31:21 yang bebas dari 1:31:24 kesulitan, dari segalanya. Tidak 1:31:27 sama-sama diuji oleh Allah Subhanahu wa 1:31:29 taala. Namun beda, ee bedanya orang 1:31:33 beriman itu adalah langsung diberikan 1:31:37 satu pertolongan oleh Allah Subhanahu wa 1:31:39 taala dalam bentuk jalan keluar dari 1:31:42 satu kesulitan. Allah berikan jalan dari 1:31:45 rezeki yang tidak terduga-duga. Ketika 1:31:48 orang yang beriman berserah diri kepada 1:31:50 Allah, maka Allah cukupkan keperluannya. 1:31:53 Jadi semuanya itu sesungguhnya ee 1:31:57 keimanan itulah sesungguhnya solusi 1:32:00 kehidupan. Ya, jadi solusi kehidupan itu 1:32:03 adalah keimanan kepada Allah Subhanahu 1:32:05 wa taala ketika kita menghadapi berbagai 1:32:09 macam kesulitan. 1:32:11 Jadi ketika ee kesulitan menghadap kita, 1:32:15 maka semakin dekatlah kepada Allah 1:32:18 keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa 1:32:20 taala. Maka karena yang memberi ujian 1:32:23 itu adalah Allah, maka Allah juga yang 1:32:26 akan memberikan jalan keluar dari 1:32:28 kesulitan yang sedang kita hadapi. 1:32:31 Barangkali itu yang bisa kami sampaikan. 1:32:33 Kurang lebihnya mohon maaf kalau ada 1:32:35 benarnya sesungguhnya adalah kebenaran 1:32:37 Allah. Kalau ada sesuatu hal yang salah 1:32:41 atau kurang berkenan, maka itu adalah 1:32:44 karena kelemahan kami di dalam 1:32:48 pengetahuan tentang Al-Qur'anul Karim. 1:32:51 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 1:32:53 ilaha illa anta astagfiruka waubu ilik. 1:32:55 Asalamualaikum warahmatullah 1:32:57 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:32:59 warahmatullahi wabarakatuh. Demikian 1:33:00 ikwan akwat kebersamaan kita di acara 1:33:01 renungan QBU bersama Ustaz Rahmatullah 1:33:04 dengan tema iman itu adalah ujian. telah 1:33:07 Ustaz sampaikan, terima kasih Ustaz 1:33:09 Rahmatullah atas pencerahannya di malam 1:33:10 hari ini. Yang sudah bergabung terima 1:33:12 kasih banyak. Semoga apa yang Ustaz 1:33:14 sampaikan dapat menambah ilmu agama kita 1:33:16 juga menambah iman dan takwa kita kepada 1:33:18 Allah Subhanahu wa taala. Yang bertugas 1:33:19 saya Fahrin temani Ondi dan juga Yusuf 1:33:22 Sum pamit. Billahi taufik wal hiidayah. 1:33:24 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:33:26 wabarakatuh.