Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:07 Brail 0:16 TV 0:18 anfusakum wa 0:24 ahlikum wa ahlikum 0:32 [Musik] 0:36 alaiha 0:37 [Musik] 0:43 malaikah wal 0:45 hijaratu 0:47 alaiha 0:50 malaikatun 0:52 ghiladun 0:54 syidadun laa ya'sun 0:57 [Musik] 1:02 La 1:04 yunallaha 1:07 ma abarraum 1:10 waf'aluna maa yummarun. 1:18 Ya 1:21 ayyuhalladzina kafaru la 1:25 taadirul 1:28 yaum. 1:30 Innama 1:32 tujzauna maa 1:35 kuntum ta'lamun. 1:42 Ya 1:45 ayyuhalladzina 1:47 amanu 1:50 tuubu 1:52 ilallahi 1:54 taubatan nasuha. 1:58 Asa 2:00 rabbukum ay 2:04 yukaffiraum 2:07 sayiatikum 2:09 waudkhilakum 2:11 [Musik] 2:13 jannat 2:15 waudkhilakum 2:18 jannatin tajri min 2:22 tahtihal 2:23 anharu yauma laa yuhzil 2:28 illun nabiya 2:31 walladina 2:33 amamanu 2:34 maah 2:36 nuruhum yas'a baina 2:40 aidihim 2:42 [Musik] 2:44 wabianihim 2:46 yaquuluna 2:49 rabbana atsmim lana 2:52 nurana wagfirlana 2:54 [Musik] 3:00 inakaa 3:03 qadir. 3:07 Sadaqallahulzim. Asalamualaikum 3:09 warahmatullahi wabarakatuh. 3:22 leaders dan calon leaders di seluruh 3:26 Indonesia. Kembali lagi kita pada acara 3:29 Indonesia Stok yang pada malam ini sudah 3:31 memasuki sesi 3:33 ke-209 dengan mengangkat tema dua sisi 3:37 teknologi AI atau artificial 3:40 intelligence. Jadi, sahabat-sahabat 3:43 sekalian, malam ini kita membahas khusus 3:45 terkait dengan perkembangan AI yang 3:47 sekarang sedang pesat dan di penghujung 3:49 tahun 2024 ee kemungkinan di tahun 2025 3:53 penggunaan AI akan sangat masif di 3:55 berbagai sektor kehidupan ya. Ya, 3:57 sahabat-sahabat sekalian. Ee ee dengan 4:01 semakin berkembangnya teknologi AI 4:03 dimulai dari booming. Sebenarnya sudah 4:05 cukup lama teknologi AI ini ya, tapi 4:07 salah satu yang membuat eh booming 4:09 adalah ketika chat GBT mengeluarkan eh 4:13 open AI-nya ya, mengeluarkan chat GPT 4:15 yang sangat ee bermanfaat dan sangat 4:18 baik yang bisa digunakan untuk berbagai 4:21 kepentingan untuk mencari informasi ee 4:24 penelitian dan lain-lain gitu ya. 4:26 Kemudian banyak ee lembaga-lembaga 4:29 perusahaan-perusahaannya juga yang 4:31 mengembangkan AI untuk menandingi chat 4:33 GPT ya. ee seperti yang terbaru itu dari 4:36 meta atau Facebook mengeluarkan e meta 4:39 AI dan juga ee Microsoft, Google juga 4:43 masing-masing juga memiliki AI-nya 4:45 sendiri dan banyak sekali 4:46 layanan-layanan AI lainnya ee baik yang 4:49 gratis ataupun berbayar yang menawarkan 4:52 layanan-layanan pengolahan data 4:54 informasi ee dengan sangat mudah dan 4:56 cepat ee yang bisa melalui melampaui 5:01 memangkas e ef baik secara waktu ee 5:05 energi ee dan juga SDM gitu ya dan 5:09 menghasilkan hasil yang sangat baik ee 5:12 dengan dukungan mesin inteligence, 5:15 artificial intelligence dalam mengolah 5:17 data dan informasi. 5:20 Ee malam ini kita ingin membahas seperti 5:22 apa sebenarnya dua sisi mata AI. Baik 5:26 dari segi peluang dan 5:28 kebermanfaatannya juga dari sisi risiko 5:30 ancaman yang bisa memberikan dampak 5:33 negatif bagi kehidupan kita. Untuk itu 5:37 sudah hadir pada malam ini eh narasumber 5:40 kita ini Mas Romi Satria Wahono. Beliau 5:43 adalah founder NCEO brands.id. 5:48 dulu ilmu komputer ya Mas Romi ya. Oh 5:51 siap. Zaman saya masih kuliah ini saya 5:54 pengguna setia ilmu komputer.com. 5:57 Nah, siap. Saya buat waktu saya di 5:59 Jepang itu 2003. 6:01 Iya. Zaman saya kuliah ee apa namanya? 6:06 Dan sekarang ee Mas Romi ini salah satu 6:09 ini ya bagi generasi 2000-an awal ini 6:12 pasti sudah sangat familiar dengan ilmu 6:14 komputer dan sangat bermanfaat waktu itu 6:17 literatur-literaturnya untuk ee apa 6:20 untuk memberikan knowledge dan skill 6:23 yang praktis bagi kebutuhan pemahaman ee 6:27 ilmu komputer atau komputer engineering. 6:30 Dan juga sudah hadir bersama kita tuan 6:32 rumah Indonesia stok Pak. Asalamualaikum 6:35 Pak Mardani. Waalaikumsalam 6:38 warahmatullahi wabarakatuh. Bang Haldi, 6:39 Mas Romi. Matur nuwun. 6:43 Dan nanti juga akan bergabung bersama 6:45 kita Mbak Ida Ruwaidah sosiolog UI. Mbak 6:48 Ida nanti akan melihat dari segi 6:49 sosiologi bagaimana dampak EA ini bagi 6:52 aspek sosial 6:53 kemasyarakatan ya. Dan juga nanti 6:55 insyaallah akan juga bergabung tandemnya 6:57 Pak Madani dalam setiap ILT Bung Roki 7:00 Gerung. 7:01 Ee baik sahabat-sahabat sekalian, 7:03 sebelum kita mulai ee acara ee apa 7:07 namanya? 7:09 Bentar. Ee sebelum kita mulai acara 7:11 Industrial Stok kita pada malam hari 7:13 ini, kami ingin mengucapkan terima kasih 7:15 yang sebesar-besarnya kepada pemirsa 7:18 setia Stok baik di dalam negeri ataupun 7:20 luar negeri. Ee dan juga kepada 7:23 rekan-rekan media dan wartawan yang juga 7:25 senantiasa menyaksikan serta meliput dan 7:27 memberitakan acara ini. Ee acara 7:29 Indusial 7:31 Industikan saat ini secara langsung 7:34 setiap Jumat malam pukul 20 sampai 21.30 7:36 30 di channel YouTube Mardani Alisera 7:40 PKS TV dan juga Rasil TV dan juga 7:43 disiarkan ee di jaringan radio Rasil ee 7:48 ee dan juga secara live streaming 7:50 jaringan radionya juga bisa didengarkan 7:52 di beberapa channel live streaming ya, 7:53 bisa dilihat di beberapa channel YouTube 7:55 dan lainnya. Baik ee sahabat-sahabat 7:58 sekalian, kita mulai ee diskusi kita 8:01 pada malam hari ini untuk membahas ee 8:03 tren teknologi terbaru artificial 8:06 intelligence. Eh kepada Pak Mardani Ali 8:09 Sera dipersilakan memberikan pengantar 8:11 dan paparan awal. 8:14 Izin Mas Romi, saya ngantar dulu ya. 8:17 Siap Ustaz aman. 8:19 Bismillah. Alhamdulillah wasalatu 8:22 wasalamu ala rasulillah Muhammad ibni 8:25 Abdillah. 8:27 alihi wabi w quata illa billah. Amma 8:35 eh Muroki gabung tuh. Ya, selamat 8:39 datang, Bro. 8:42 Selamat malam dan salam sejahtera buat 8:44 kita semua. Asalamualaikum 8:46 warahmatullahi wabarakatuh. 8:49 Alhamdulillah bahagia sekali malam ini 8:53 Indonesia Leader Stock edisi 209 ya 2025 8:58 kayaknya kita masuk tahun kelima atau 9:01 keenam ya di ya. Nah, 9:03 alhamdulillah tiap pekan ILT hadir 9:06 mencoba membangun logika dan mengokohkan 9:10 etika sebagai bagian dari civic 9:13 education. 9:15 eh leaders dan calon leader. Tema 9:17 sekarang sangat eh challenging ya eh 9:21 artificial intelligence ya. Eh 9:25 sebetulnya bukan lawan dari natural 9:28 intelligence ya Mas Romi, tapi penguat 9:32 dan eh pengungkit agar natural 9:36 intelligence ini bisa betul-betul 9:38 optimal mewujudkan apa yang Al-Qur'an 9:41 katakan. 9:43 arsalnaka rahmatan lil alamin. Agar kita 9:47 itu menjadi rahmat, menjadi 9:49 kebaikan, menjadi penyebar ee ee inovasi 9:55 kreasi yang meningkatkan kualitas 9:57 kemanusiaan kita. 9:59 Nah, 10:01 eh saya tertarik memulainya dengan 10:04 bukunya Noval Yuhari yang eh 21 Lesson 10:08 for the 21 century atau mungkin yang 10:11 Homodeus gitu loh ya. Karena yang 10:13 terakhir belum tuntas saya itu Mas Romi 10:15 baca buku yang The Nexus gitu loh ya. 10:18 itu agak panjang kali lebar tuh dia eh 10:22 Noval ya Hariri memandang AI itu ancaman 10:25 lebih ke dekat ke ancaman sebelum ada 10:29 artificial intelligence atau the 10:32 socalled AI 10:35 itu manusia otonom bisa menguasai 10:38 dirinya tapi ketika ada AI the 10:41 technology can hack your body even your 10:45 mind gitu loh teknologi itu bisa 10:48 membajak diri kita bahkan pikiran kita. 10:52 Bang Haldi buka detik, Mas Romi buka 10:54 detik, Bung RG buka detik, saya buka 10:56 detik. Tapi kalau Googlenya saya 10:59 nyarinya sepeda, iklan saya sepeda ya, 11:02 Bung Romi iklannya mungkin drone lagi. 11:05 Karena lagi ngulik-ngulik drone, 11:07 munculah iklan tentang drone. Itu loh, 11:09 Bung Rocky kayaknya paling-paling itu 11:11 ya, Bro 11:12 ya. Sepatu gunung lagi gitu. 11:18 ee apa maksudnya betapa bahwa ee 11:21 kemajuan teknologi yang ee sekarang AI 11:24 ini dalam perspektif 11:27 novalri itu seperti perubahan dulu ee 11:32 bagaimana Spanyol dan Portugis menguasai 11:35 dunia ya. Tapi ketika Inggris eh 11:39 invented eh mesin uap maka Inggrislah 11:42 yang menguasai dunia. 11:45 Ketika 11:46 Amerika mendapatkan otomatisasi atau 11:50 yang sejenisnya mekanisasi, Amerika yang 11:52 menguasai. Ketika internet, internet 11:54 yang menguasai. Ketika AI, Yoh 11:56 mengatakan AI lah yang nanti akan 11:59 menjadi pendorong negara untuk 12:02 menguasai. 12:03 Bahkan kalau di zaman penjajahan kita 12:07 itu budak ee tetap berguna ee ee manusia 12:12 yang bisa diperbudak bisa berguna. Pada 12:15 masa datang manusia itu unrelevan lagi. 12:19 Sudah tidak perlu lagi karena 12:21 menggunakan ee romusa segala macam robot 12:25 jauh lebih efektif, lebih efisien, lebih 12:28 tidak perlu bahas UMR dan lain-lainnya 12:32 gitu, tidak perlu bahas hak asasi 12:34 manusia gitu loh. Nah, sehingga dalam 12:36 perspektif noal hari artificial 12:39 intelligence ini eh etikanya betul-betul 12:43 harus diperkuat. 12:45 Kami sempat ketemu dengan Sekjen IPU ya, 12:48 International Parlamentary Union. Bang 12:50 Haldi. Salah satu koncern dari IPOU 12:53 parlemen dunia itu adalah sampai 12:55 sekarang belum ada protokol standar 12:59 untuk quote and unquote mengontrol AI. 13:02 Kalau 13:03 nuklir proliferasinya sudah banyak ee 13:06 udah banyak terus diperbaiki-perbaiki. 13:08 yang AI ini ya. Ini belum ada. Beberapa 13:12 negara maju penginnya code of conduct 13:14 ya, code of ethic aja tidak ada law and 13:18 order-nya gitu. Karena mereka melihat 13:20 ini adalah the new frontier, daerah baru 13:23 yang betul-betul bisa mereka kuasai 13:25 sehingga mereka enggak mau banyak 13:27 aturan. Tapi ee di parlemen dunia kita 13:31 melihatnya harus sudah mulai digagas 13:34 bagaimana kita punya ee bukan cuma code 13:37 of conduct tapi proliferasi eh 13:40 artificial intelligence ini biar 13:42 betul-betul arahnya itu untuk kemajuan 13:45 ee kemanusiaan bukan malah akhirnya 13:49 penjajahan ee kepada manusia. Nah, 13:52 tetapi bukunya Mustafa Sulaiman, The 13:55 Coming Wave juga menunjukkan betapa AI 13:59 ini menjadi keniscayaan. Ya, sesudah 14:03 perspektif agak pesimis Novalio 14:06 Hirririn, Mustafa Sulaiman justru 14:08 melihat ee peluang yang sangat besar 14:11 bagaimana AI ini bisa mendongkrak 14:14 produktivitas ya, inovasi, kreasi. yang 14:17 Bang Haldi bilang tadi saya Bang Haldi 14:19 ikut kongres 14:21 persatuan ee pegawai pemerintah dengan 14:24 perjanjian kerja ya ee PPP P3K seringnya 14:27 disebut itu honorer ya gampang ya. Saya 14:30 tanya kan salah satu pesan saya eh 14:33 honorer tuh harus terus meningkatkan 14:36 kompetensi. Saya mau ngecek siapa yang 14:39 handphone-nya sudah terinstall chat GPT. 14:42 Ternyata 50% lebih Bang Aldi udah 14:45 install. Berarti mereka punya kemampuan 14:48 artinya kalau ee Samsung yang sekarang 14:52 tuh cuma lingkaran-lingkaran itu kan ee 14:56 quote and unquote pantainya dari Samudra 14:59 AI gitu loh. Nanti Mas Romi lebih 15:01 detailkan betapa luar biasanya AI itu ya 15:05 kemampuan kalau yang mulai berkembang 15:07 kan ee ee digital assistan gitu. asisten 15:11 kita ya digital aja gitu. Seperti 15:13 bagaimana mudahnya chat GBPT memberikan 15:16 semua informasi yang mayoritas sangat 15:18 akurat ya, sangat akurat ya. Sehingga 15:21 memang eh the coming wave ini harus 15:23 betul-betul dioptimalkan. Bahkan di 15:25 beberapa negara AI itu menjadi salah 15:28 satu mata pelajaran utama ya bahkan 15:31 menjadi satu pandangan di beberapa 15:34 negara. Malaysia termasuk yang 15:36 mengedepankan tuh betul-betul AI ini 15:39 menjadi awareness baru ya bukan cuma go 15:42 digital tapi go AI gitu 15:45 loh. Tetapi ee lagi-lagi yang ketiga 15:49 saya tetap mengingatkan dalam Islam 15:51 selalu ada dua hal ya. Tawabit wal 15:54 mutaghayirat. Ada prinsip yang tetap 15:57 tapi ada yang cabang yang bisa berubah. 16:01 Nah, di titik inilah para ulama ya ee 16:05 para ee akademisi perlu betul-betul 16:08 meletakkan AI pada tempatnya. Dia 16:11 menjadi eh the golden ball ya. Ee 16:16 bukannya sesuatu yang justru akhirnya 16:18 membawa kemudaratan besar bagi manusia. 16:21 Nah, ee tentu dalam bab ini ee 16:24 menguatkan etika, etika, dan etika di 16:28 samping logika ya. Kalau AI logikanya 16:30 pasti sudah melompat. Tapi masalah 16:33 akhlak, masalah iman, masalah kesabaran, 16:37 masalah husnuzzon, masalah mendahulukan 16:40 kepentingan orang ketimbang-ketentingan 16:42 pribadi, masalah menempatkan kepentingan 16:45 negara di atas kepentingan kita, 16:47 kepentingan kemanusiaan di atas 16:48 kepentingan negara, itu menjadi pengikat 16:51 AI terbaik. ya dengan ee pada akhirnya 16:55 saya mengingatkan surah Wal Asri ya 16:58 Al-Asr bahwa wal asri demi waktu manusia 17:02 itu by default semuanya ada dalam 17:05 keadaan ee merugi ya sehingga ee 17:09 bagaimana justru AI ini digunakan untuk 17:13 meningkatkan ee kesejahteraan, 17:16 mencerdaskan kehidupan bangsa, 17:18 meningenap bangsa sampai ikut sera dalam 17:21 perdamaian dunia ya sesuai dengan tugas 17:23 dari konstitusi kita sehingga kata 17:26 kuncinya memang bijak ber AI dengan 17:31 tetap memperkuat natural intelligence 17:33 yang kita miliki itu Bang Aldi. 17:38 Baik, terima kasih Pak Marani atas 17:40 pengantarnya. Nah, sekarang kita ee 17:43 dengarkan pandangan nih langsung dari 17:45 praktisi AI-nya teknologi ya, teknologi 17:48 praktisi teknologi informasi ahli Mas 17:51 Romi Satria Wahoono. Asalamualaikum Mas 17:52 Romi. 17:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 17:55 wabarakatuh Mas Aldi. Ya, mungkin Mas 17:58 Romi di awal nih bisa sedikit dikasih 18:00 gambaran dulu apa nih sih barang apa sih 18:02 nih EA ini gitu ya dan apa yang bisa 18:05 kita optimalkan untukikan bangsa kita 18:08 dan juga yang perlu kita waspadai 18:10 resiko-resiko negatifnya gitu. Oke, 18:13 terima kasih Mas Saldi. 18:14 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 18:16 warahmatullahi wabarakatuh. 18:17 Waalaikumsalam. 18:20 Selamat malam. Salam sejahtera untuk 18:22 kita semua. Bapak, Ibu sekalian 18:25 ee pendengar ya ini atau 18:29 pe apa nih? Pemirsa. Pemirsa mendengar 18:32 banyak pemirsa ada. Pemirsa ada. Jadi 18:35 sebenarnya ee kalau saya lanjutkan tadi 18:38 yang disampaikan ee Bang 18:40 Mardani ee dan tadi sudah dikutip oleh 18:44 Mas Haldi juga di depan bahwa EA itu 18:46 sebenarnya sudah lama ya ada makanya ee 18:50 seperti Alan Turouring gitu ya, itu 18:53 disebutnya bapak artificial 18:55 intelligence. Dia membuat mekanisme 18:58 untuk ngecek apakah sebuah sistem itu 19:01 bisa disebut cerdas atau sudah pakai AI 19:04 atau enggak. namanya touring test. Jadi 19:06 kalau kita ngobrol sama komputer tapi 19:09 kita enggak kayak ngobrol sama komputer 19:11 gitu ya. Nah, itu sistemnya sudah cerdas 19:13 sebenarnya disebutnya gitu ya. Itu 19:14 namanya nanti ada touring test gitu ya. 19:17 Nah, AI sendiri itu disiplin ilmu. Nanti 19:20 kalau kita biasanya buku putihnya gitu 19:22 ya itu dari Russell sama Norfik itu. Itu 19:25 buku saya pakai ketika saya kuliah dulu 19:28 semester 3 di Saitama University di 19:30 Jepang gitu ya. Saya kebetulan 10 tahun 19:32 di sana. PhD saya juga eh software 19:35 engineering tapi pakai machine learning 19:37 jadi agak dekat. Jadi Russel sama Norvik 19:40 itu menyampaikan bahwa artificial 19:42 intelligence 19:44 itu disiplin ilmu. Jadi dia sebuah 19:47 disiplin ilmu yang mempelajari 19:51 algoritma algoritma-algoritma yang nanti 19:54 akan menggantikan peran manusia. Nah, 19:57 menggantikan peran manusia itu bentuknya 19:59 apa? Itu dikategorisasi. 20:01 satu bisa belajar secara mandiri, 20:04 pembelajaran mandiri disebut machine 20:06 learning gitu. Makanya sebenarnya Mas 20:09 machine learning itu bagian dari AI. 20:11 Terus kemudian saya ngomong, Mas Haldi 20:14 paham apa yang saya omongin. Oh, itu 20:16 namanya mengolah bahasa natural atau 20:18 bahasa alami. Natural language 20:20 processing itu NLP itu gitu ya yang 20:23 sekarang lagi ramai itu. Itu sebenarnya 20:24 salah satu cabang ilmu dari AI saja. 20:28 Masih banyak lagi yang lain gitu ya. 20:30 Terus kemudian yang berikutnya mengenali 20:31 gambar, suara, video. Bidangnya disebut 20:36 ee computer vision. Jadi kalau kita tahu 20:39 sekarang ee oh ee plat nomor kendaraan 20:43 kita di ee foto gitu ya, terus kemudian 20:47 dideteksi ini plat nomornya, plat 20:50 nomornya apa, padahal dari gambar itu. 20:51 Nah, itu itu masuknya ke suara gambar 20:53 video. Kalau kita lihat beberapa ee apa 20:57 namanya? analisis video. Misalkan kita 20:59 nonton nih FIFA gitu ya, 21:01 pertandingan ee Chelsea lawan Fulham 21:04 tadi malam misalkan gitu ya. Itu sudah 21:06 ada tertulis di sana ee si misalkan eh 21:11 Col Palmer itu dalam 1 45 menit itu lari 21:14 berapa kilometer. Nah, itu nanti 21:17 masuknya ke tagging pakai ee pengenalan 21:20 video gambar itu disebut vision. Itu 21:22 salah satu bidang lagi. Ada satu bidang 21:25 subbidang AI yang kita lupakan. ada 21:29 karena euforia NLP tadi gitu ya. Jadi 21:31 chat GBT itu maksudnya NLP gitu ya. Itu 21:33 planning 21:35 optimization. Jadi seperti fasil logic 21:38 gitu ya. Eh neural network itu awalnya 21:41 gitu ya itu eh atau particle swam 21:44 optimization itu untuk planning 21:45 optimization gitu ya. Ini dipakai di era 21:48 modern untuk mensimulasi proses bisnis. 21:51 Jadi saya bantu Pertamina, PLN itu 21:53 mensimulasi proses bisnis. Pertamina. 21:56 Kalau saya mau nutup sumur gitu ya, 21:58 penutupan sumur yang enggak enggak ini 22:00 eh sudah enggak efisien lagi gitu ya, 22:01 enggak enggak enggak enggak worthed lagi 22:03 kita jalankan sumur eksplorasi itu 22:05 kira-kira satu penutupan sumur itu butuh 22:07 berapa hari? Nah, itu bisa kita 22:08 simulasi. Itu namanya planning 22:10 optimization. Nanti hasil dari machine 22:12 learning, pembelajaran mandiri, 22:14 pengolahan bahasa alami, pengenalan 22:16 video, gambar dan juga planning 22:19 optimization saya masukkan ke dalam 22:21 sistem namanya jadinya sistem cerdas 22:24 atau expert system. Saya masukkan ke 22:26 dalam hardware, jadilah robot. Nah, 22:29 makanya kategorisasi AI itu machine 22:33 learning, NLP, eh computer vision tadi 22:37 yang olah gambar, video sama suara tadi, 22:39 planning optimization, algoritma 22:41 antrian, eh algoritma genetika, fasi 22:44 logic gitu ya, dan robotika sama sistem 22:48 cerdas gitu. Jadi ee 22:51 ada kekhawatiran tadi disampaikan juga 22:54 oleh ee Bang Mardani eh YuL Hariri benar 22:59 dia nulis satu bukunya yang Nexus itu. 23:01 Saya sebagai orang komputer aja baca 23:03 juga kadang agak kebingungan ya. Ee 23:05 dalam arti gini, ini 23:08 kayaknya kekhawatiran kita agak 23:11 keterlaluan gitu ya. Dalam arti 23:13 gini, saya teringat ketika 2004 saya 23:16 datang ke Indonesia setelah 10 tahun di 23:18 Jepang, saya ngisi di ee Perpustakaan 23:22 nasional tentang sistem sirkulasi 23:24 perpustakaan gitu 23:26 ya. Ee pada saat itu mereka kaget karena 23:29 apa? Oh, ternyata di era sekarang kita 23:32 enggak perlu lagi loh pakai katalog yang 23:34 ukurannya ee 8 * 12 itu gitu ya. Enggak 23:37 perlu lagi loh namanya menelusur itu 23:39 benar-benar ee apa namanya narik dari 23:42 boks penelusuran cukup pakai Google itu 23:45 kita bisa menelusuri beraneka ragam. 23:46 Nah, chat GBT itu sebenarnya Google 23:49 versi Advance. 23:51 Kalau dari sisi saya, Google versi 23:53 Advance dan kalau ditanyakan bahwa oh eh 23:58 NLP itu 23:59 perkembangannya ee sangat pesat itu 24:02 sebenarnya pesatnya baru 2017 ada satu 24:04 paper disebutnya game changer di dunia 24:07 NLP ditulis oleh Fasani dulu itu hampir 24:11 mentok riset tentang NLP itu 24:13 karena jutaan miliaran kata itu 24:16 dijadikan satu atribut kalau kita ngolah 24:19 pakai NLP tadi text processing tadi gitu 24:21 ya. Nah, efeknya untuk memproses menjadi 24:24 pola pengetahuan gitu ya, itu butuh 24:25 waktu yang sangat lama gitu ya. Nah, eh 24:28 Fasfani menemukan cara eh cara ada cara 24:30 tercepat, ada cara yang agak cepat loh 24:33 dia sebut algoritmanya transformer. Nah, 24:35 itu yang kemudian dipakai oleh eh open 24:38 AI untuk memproses era sekarang 24:40 disebutnya generative AI itu gitu nih. 24:44 Makanya sebenarnya kalau tadi disebutkan 24:47 Bang Mardani bahwa ee eh saya googling 24:50 sesuatu terus kemudian ee apa yang saya 24:54 ee temukan itu sesuai dengan apa yang 24:56 saya inginkan atau saya masuk ke 24:58 Facebook. Saya habis nyari sepatu 25:00 gunung. Bang Rocky tadi misalkan sepatu 25:01 gunung kok saya masuk ke Facebook 25:03 iklannya sepatu gunung semua. Oh iya itu 25:06 pakai machine learning sederhana yang 25:07 namanya association rules gitu ya. Jadi 25:10 dia bukan NLP, tapi dia eh machine 25:12 learning eh apa namanya? Eh biasa itu 25:15 sebenarnya e namanya asociation rules 25:18 gitu ya. Nah, terus kemudian tadi 25:20 menyambung pertanyaan Bang eh Mardan. 25:22 Jadi konsep ini kalau kita lihat lagi 25:24 ya, konsep tadi machine learning, 25:26 computer vision, NLP itu sebenarnya 25:28 sama. Data saya kumpulkan, saya olah 25:32 pakai 25:33 algoritma, jadilah dia pengetahuan atau 25:36 pola pengetahuan. Nah, kalau NLP 25:37 disebutnya language model itu jadi eh 25:41 model pengetahu ee eh apa namanya? Model 25:43 bahasa yang sekarang ukurannya gede. 25:45 Makanya disebutnya large language 25:48 model. Pola pengetahuan yang dihasilkan 25:50 dari algoritma itu sebenarnya enggak 25:52 enggak rumit. Dia bentuknya if then, 25:54 sederhana, model rumus ada yang pakai 25:57 kluster, ada yang formula seperti itu, 25:58 gitu ya. Nah, jadi sebenarnya kita itu 26:01 dirive oleh rumus itu. Kenapa kok Google 26:05 bisa menemukan ee atau Facebook bisa 26:07 menemukan saya gitu ya dalam arti 26:09 kegemaran saya apa dan set apa yang saya 26:11 cari gitu ya. Itu tadi transaksi saya di 26:14 web tadi saya mencari sesuatu itu 26:17 dilihat ee kemiripannya dengan pola ee 26:21 saya terus kemudian dicari kira-kira if 26:24 orang yang seperti ini tuh dan seperti 26:25 ini gitu ya. Jadi machine learning itu 26:27 saya membantu di era awal KPK itu ketika 26:30 mengolah data LHKPN misalkan gitu ya, 26:32 data LHKPN itu sudah clear yang di 26:34 depannya itu ada data profil ee 26:37 pejabatnya sampai kemudian di ujung 26:39 dikasih flek tersangkut kasus hukum atau 26:41 tidak itu diolah pakai mesin learning 26:44 sederhana bisa keluar pola if. Nah, 26:46 makanya dulu para ketua KPK sering 26:48 mengatakan itu sebenarnya hasil dari 26:50 pola pengetahuan yang dihasilkan sampai 26:51 dikompetisikan kalau di KPK itu ee 26:55 faktor yang paling berpengaruh orang 26:57 korap gitu ya itu karena tamak. Jadi 27:00 faktor paling atas itu kita olah pakai 27:02 decision 3 itu harta dari kendaraan 27:06 turun lagi harta dari rumah. Jadi 27:09 harta-harta yang kena pajak itu 27:11 memungkinkan membuat kita jadi korap 27:12 gitu ya. karena kita enggak sadar bahwa 27:14 oh saya harus mar pajak gitu ya. Terus 27:16 kemudian di bawahnya ee pejabat yang 27:20 menguasai wilayah bupati terus kemudian 27:23 walikota, pejabat yang berhubungan 27:26 dengan penegakan hukum pola berikutnya 27:27 itu ifden biasa itu nanti gitu ya. Terus 27:30 kemudian ternyata saya temukan lagi 27:31 bahwa ternyata kasus yang berkasus kalau 27:34 anggota DPR misalkan itu bukan tahun 27:36 pertama, tahun kedua, tahun ketiga 27:38 enggak. Tapi tahun keempat dan kemudian 27:40 periode kedua. Maknanya apa? Orang korap 27:44 itu karena tamak dan karena lingkungan. 27:48 Jadi, para pejuang-pejuang di daerah itu 27:49 yang tadinya pakai Honda Beat atau Honda 27:51 Revo itu pengin tetap pakai itu, gitu 27:53 ya, sahabat-sahabat saya gitu ya. Saya 27:55 sudah ngomong, "Udah beli mobil aja." 27:56 Oh, enggak, Bang Romi. Saya pengin e 27:58 enggak enak sama rakyat gitu ya. 3 bulan 28:01 kemudian dia datang-datang lagi, "Loh, 28:04 mana Honda Beat-nya?" "Oh, saya pakai 28:05 mobil soalnya parkirnya susah di Senayan 28:07 lah." Iya kan? Saya sudah bilang saya 28:09 bilang gitu kan. parkir susah karena lu 28:12 ya saya disangka cleaning service lah ya 28:13 itu dia gitu ya akhirnya beli mobil 28:16 nanti nanti beranjak terus nih dia lupa 28:19 bahwa nah itu sebenarnya nanti pola-pola 28:21 itu kalau kita lihat dari data KPN itu 28:23 juga sama nanti akan keluar if then 28:25 seperti itu. Makanya sebenarnya ee Bapak 28:28 Ibu sekalian pemeriksa sekalian ee AI 28:32 itu menghasilkan pola dan inilah kenapa 28:35 sering dikatakan bahwa pola ini bisa 28:37 bias. Iya. Kalau si algoritmanya tadi 28:40 belajar dari data yang tidak cukup gitu 28:42 ya. Sekarang kalau kita lihat misalkan 28:44 NLP, Chat GBT, Open AI itu ngumpulkan eh 28:48 1,3 miliar token, 1,33 miliar kata. Nah, 28:54 apakah itu sudah mewakili semua masalah 28:56 yang ada di dunia ini? Oh, belum tentu 28:57 gitu ya. Itu bisa bias. Makanya kemudian 28:59 muncul selain prrain kemudian difine 29:02 tuning pakai prom gitu ya. Makanya 29:04 sekarang ada istilah lagi prom eh 29:06 engineer itu untuk ngolah supaya lebih 29:08 cerdas lagi pakai itu gitu ya. Nah, itu 29:10 secara umum dunia AI itu ee ee apa 29:15 namanya ee seperti itu dan ini 29:18 sebenarnya sama ee apa namanya yang 29:20 disampaikan Bang Mardani tadi bahwa ini 29:23 kayak pisau ini kayak Google di tahun 29:26 1997 ketika pertama kali muncul gitu ya. 29:29 seperti sirkulasi ee perpustakaan ketika 29:33 pertama kali muncul gitu ya, era tahun 29:34 2000-an itu sebenarnya mirip gitu ya. 29:37 Cuman memang dulu ee khas ee para 29:40 penulis buku itu membuat dunia ini 29:41 gelisah gitu ya. Ee dulu dulu ee apa 29:45 namanya 29:46 ee si ada satu ketika internet makin 29:50 ramai the world is flat gitu ya. Ee 29:53 terus kemudian bahwa kita bisa ngelihat 29:55 apa yang ada di sebelah saya itu secara 29:57 teknologi enggak gitu-gitu banget 29:58 sebenarnya gitu ya, tapi agak sedikit 29:59 diperbolik nanti ee seperti itu gitu ya. 30:03 Itu secara umum dan ee ee kalau dari 30:05 sisi negatif dan positif itu sebenarnya 30:07 konsepnya 30:08 gini. Usul fikih yaah di dunia computing 30:12 itu manusia itu cerdas tapi lambat, 30:15 komputer itu cepat tapi bodoh secara 30:18 konteks. Selalu kayak gitu gitu ya. Iya. 30:20 I. Maka ada satu orang menang lomba seni 30:24 namanya Jason Island. Ini yang terkenal 30:26 di dunia ee AI sering dipakai ininya ee 30:29 menang lomba seni lukis. Terus kemudian 30:32 dia dia dibatalkan kemenangannya karena 30:35 dikatakan bahwa eh yang buat lukisanmu 30:38 bukan manusia itu. Kamu minta bantuan 30:41 komputer ya. Oh iya saya pakai AI. Terus 30:43 kemudian mau dibatalkan. Dia ngomong 30:45 gini, AI itu nothing kalau saya enggak 30:49 membuat prom. Jadi saya enggak menyuruh 30:50 dia melakukan. Jadi setelah dilihatkan 30:53 promnya itu ada hampir ee 5.000 kata 30:57 kayak kita nulis ee artikel itu dia 31:00 buatkan prom. Jadi dia nulis di sana 31:02 tolong gambarkan sebuah istana nanti di 31:04 sana. Terus kemudian di ujung itu foto 31:07 dengan diafragama sekian loh gitu dengan 31:10 kamera telenya berapa mili kayak gitu. 31:12 Dia dia tunjukkan semua sampai promnya 31:14 itu banyak. Jadi ee tadi kembali ke tadi 31:18 manusia itu cerdas tapi lambat, komputer 31:21 itu cepat tapi bodoh. Jadi nanti ee ee 31:24 trennya akan ke sana. Jadi kalau 31:26 misalkan eh apa yang diselesaikan oleh 31:28 komputer ya pasti kalau urusannya 31:30 monoton pekerjaannya ee terus-menerus 31:32 seperti itu, butuh ee cepat, butuh 31:36 presisi dia enggak akan ngantuk. Ahah. 31:37 Itu pasti komputer gitu ya. Makanya 31:39 kalau kalau kalau dikatakan eh berarti 31:41 manusia tergantikan. Iya. clerical job 31:44 itu akan tergantikan. Makanya eh Jens eh 31:47 Jenson Huang mengatakan eh CEO-nya eh 31:49 Nvidia ngomong bahwa coding is dead kata 31:52 dia gitu yang membuat ngamuk orang 31:53 komputer ya. Padahal saya bilang loh loh 31:55 ya memang wong tim saya aja tim 31:57 developer saya itu sekarang 50% kode 32:00 enggak dibuat oleh manusia lagi. Dia 32:02 ngprom aja tolong buatkan sebuah kode 32:05 kayak gini bla bla bla bla seperti ini 32:07 gitu ya. atau kita buat query, buat 32:09 kode, tiba-tiba kok enggak jalan ini. 32:12 Saya lemparkan ke CGBT, tolong berikan 32:14 saya cek salahnya di mana loh gitu. Jadi 32:18 50% lebih sekarang coding itu dilakukan 32:21 oleh mesin kalau di tim saya. Dan itu 32:24 it's ok masalah karena idenya tetap dari 32:27 manusia. Nah, gitu secara umum Mas 32:28 Haldi. 32:31 Menarik menarik. Terima kasih ee Mas 32:34 Romi ya. nanti kita dalami. Dan sekarang 32:36 sudah hadir Ibu Ida Ruwaidaah. 32:39 Asalamualaikum Bu Idahaih 32:45 Iya, terima kasih. Waalaikumsalam, 32:48 Bu Ida. Baik, Bu Ida. Tadi Mas Rami 32:51 sudah mendengar dari memberikan paparan 32:54 dari sisi teknologinya ya. Dan sekarang 32:57 kita melihat dari aspek sosiologi, 32:59 bagaimana dampak AI ini bagi kehidupan 33:01 manusia khususnya di Indonesia dan apa 33:04 yang bisa kita optimalkan dan juga apa 33:06 yang perlu kita waspadai. 33:11 Oke, terima kasih banyak. 33:12 Asalamualaikum, Pak Mardani. 33:15 Asalamualaikum, Pakam. Maturun, Mbak. 33:18 Sehat. Waalaikumsalam, Mbak. 33:21 Mohon maaf ikut menyimak tadi pengantar 33:23 dari Pak Mardani maupun ee pencerahan 33:26 dari Pak Romi nih. Karena saya termasuk 33:29 yang gaptek nih Pak Romi sebetulnya tapi 33:31 punya keprihatinan terhadap I. Makanya 33:35 mata pedang I menjadi penting buat ee 33:38 kita. Apalagi saya yang di kampus nih, 33:41 di dunia pendidikan yang sangat 33:44 memprihatinkan situasi yang ada begitu. 33:47 Jadi saya mungkin mengomentari apa yang 33:49 tadi disampaikan oleh Pak Romi, terutama 33:52 kaitannya dengan komputer itu berpikir 33:55 cepat begitu ya. Tapi terus kemudian 33:57 manusia berkecenderungan ee apa namanya? 34:00 Tapi dia tidak paham konteks. Pak Romi 34:02 menyampaikan begitu ya. Nah, ini yang 34:05 sedang kami hadapi saat ini sebetulnya 34:07 Pak Romi. Jadi kalau secara sosiologis 34:10 tadi sudah ditegaskan juga oleh Pak 34:12 Mardani bahwa yang namanya teknologi itu 34:16 kami menyebutnya sebagai Prime mover 34:18 karena dia sebetulnya adalah pendorong 34:20 perubahan sosial. Tapi yang jadi 34:23 persoalan kan sebetulnya ketika 34:25 teknologi mampu mendorong perubahan 34:27 secara cepat, tapi terus kemudian kita 34:30 sebetulnya juga sebagian mengalami apa 34:32 yang disebut sebagai cultural lag atau 34:34 cultural gap. Bahwa kemajuan kebudayaan 34:38 material itu sebetulnya jauh lebih di 34:42 lebih cepat ya dalam arti seperti itu 34:44 dibandingkan dengan kebudayaan 34:46 nonmaterialnya. 34:48 Nah, kaitannya juga dengan kalau di 34:50 kampus itu, Pak Romi konteks itu 34:54 sebetulnya kemudian manusia kalau saya 34:56 karena di sosiologi, di sosial 34:59 humaniora, ternyata ini bagian yang 35:01 sulit sebetulnya sekarang diajarkan 35:04 karena banyak sebetulnya orang yang 35:07 tidak mau atau tidak mau paham konteks 35:10 begitu karena kan lebih pertimbangan 35:12 praksis ya dibandingkan ee konteks. Itu 35:16 yang kemudian jadi penting sehingga 35:18 kalau orang sosiologi itu akan bilang 35:21 gitu ya, bahwa kecerdasan artifisial ini 35:23 itu merupakan sebuah fakta sosial, 35:26 sesuatu yang di luar diri individu, di 35:29 luar manusia, tapi yang terus kemudian 35:32 memaksa dalam tanda kutip begitu ya, 35:35 mendorong perubahan dalam konteks the 35:38 way of thinking, cara berpikir, the way 35:41 of feeling, bahkan kemudian the way of 35:44 behaving. Nah, itu yang kami perhatikan 35:46 di kampus-kampus. Jadi, kalau tadi 35:49 ditanyakan kaitannya dengan apa yang 35:51 menjadi dampak cara berpikir kita 35:54 sekarang menjadi berbeda begitu ya. Saya 35:56 termasuk yang dosen yang sekarang tidak 35:59 lagi memberikan tugas take home test 36:02 nih, Pak Mardani begitu, Pak Romi 36:04 begitu. Karena saya sudah mulai 36:07 meragukan apakah ini memang gagasan yang 36:10 orisinal atau bukan begitu. terlepas di 36:14 dalam ada perdebatan juga di kami bahwa 36:16 misalnya bagaimana kita memanfaatkan 36:18 chat GPT untuk riset, untuk penulisan ee 36:22 artikel ilmiah dan sebagainya. Tapi 36:25 kepada mahasiswa setidaknya kalau 36:28 kelas-kelas yang saya mengampu itu 36:30 sekarang tulis tangan kembali ke tulis 36:32 tangan sebagaimana yang dilakukan oleh 36:34 Finlandia di tengah kemajuan teknologi 36:37 yang ada mereka kembali menggunakan apa 36:40 namanya ee pulpen karena ternyata juga 36:43 lebih banyak ee apa manfaatnya dan 36:46 sebagainya misalnya seperti itu. Nah, di 36:48 dalam konteks yang tadi saya nyebut the 36:50 way of thinking mereka tuh enggak mau 36:53 tahu tentang konteks sih. Nah, itu yang 36:54 kemudian apalagi kalau orang sosiologi 36:57 ya, karena ini ada Bang Rocky Gerung 37:00 juga gitu ya, karena kan sebetulnya kita 37:02 harus juga memahami aspek historis 37:04 begitu. Nah, itu yang kemudian jadi PR 37:07 gitu ya. Apalagi kita kalau paham 37:10 Indonesia dari aspek visa kita termasuk 37:12 yang rendah meskipun mengalami kenaikan 37:15 begitu ya ee apa namanya kaitannya juga 37:18 dengan literasi dan numerasi misalnya 37:21 seperti itu. Nah, itu kan fakta-fakta 37:23 yang sebetulnya sedang kita hadapi. Tapi 37:25 di sisi yang lain sebetulnya kemajuan 37:27 dalam konteks yang artifisial inteligen 37:30 ini kan sangat luar biasa begitu. Nah, 37:33 belum lagi kita bicara tentang apa yang 37:35 disebut sebagai the way of feeling, 37:38 gitu. The way of feeling ini bicara di 37:40 dalam konteks attitude, nilai, norma 37:43 yang tadi saya sebut sebagai kebudayaan 37:45 non material, begitu. Nah, ini kan 37:48 keluhan tentang generasi Z misalnya gitu 37:51 ya, enggak mau repot, enggak mau susah 37:53 itu kita hadapi di kampus Pak Mardani, 37:56 Pak Romi begitu ya. Jadi, udah generasi 37:59 yang udah enggak mau bawa ballpoint 38:00 gitu. Kalau dikasih tugas menulis di 38:02 kelas, tiba-tiba saya kasih tes respons 38:04 di kelas, waduh itu yang namanya aduh 38:07 mbak enggak bawa BP jadi saya harus 38:09 kasih pinjam ballpo misalnya seperti 38:11 itu. Tapi kan yang menjadi juga penting 38:13 dalam arti tadi yang bahasanya Pak 38:16 Mardani ya. Jadi bagaimana sebetulnya 38:19 teknologi itu tetap membawa karakter 38:21 yang positif kan gitu ya. Kalau merujuk 38:24 pada ini kan karakter yang sebetulnya ee 38:27 menghargai orang lain begitu ya misalnya 38:31 memberikan menghormati orang lain dan 38:34 sebagainya begitu. Nah, di sisi yang 38:37 lain sebetulnya di UI itu Pak Madani, 38:40 Pak Romi itu teman-teman Bapak, Ibu 38:42 semuanya ada indikasi bahwa kesehatan 38:46 mental tidak hanya data dari Kemenkes 38:48 ya, kita pakai data yang di level UI 38:50 saja dan apalagi secara spesifik fisip 38:53 kenaikan ee mahasiswa bahkan dosen gitu 38:57 ya yang mengalami gangguan mental itu 39:00 sebetulnya cukup signifikan begitu. Nah, 39:02 ini kan artinya kaitannya dengan tadi 39:04 the way of feeling sebetulnya. Nah, AI 39:08 gitu ya, chat GPT dan sebagainya itu 39:10 kalau bahasanya orang sosiologi nanti 39:12 membuat kita teralienasi dengan apa yang 39:14 sebetulnya kemajuan teknologi yang sudah 39:17 ada begitu. Nah, apalagi? Terus kemudian 39:20 ee nanti kaitannya dengan yang ketiga 39:22 nih, saya salah saya menggunakan ee apa 39:25 pemikiran salah satu tokoh di sosiologi 39:29 yang bisa mencoba menjelaskan bagaimana 39:32 mata pedang dari ee kecerdasan 39:35 artifisial ini kan. Nah, termasuk di 39:38 dalamnya adalah the way of behaving 39:41 begitu. 39:43 Nah, ini yang menarik penelitian dari 39:45 sana salah satu anak SMA di Depok gitu 39:48 ya, itu mencoba melihat bagaimana pola 39:51 interaksi 39:53 sosial pada anak remaja yang menggunakan 39:56 chatboot gitu. Ini kan anak-anak 39:58 sekarang tuh ada yang sampai bisa bunuh 40:00 diri hanya karena dia berelasi dengan 40:02 mesin sebetulnya. Nah, jadi dia 40:05 menganggap mesin ini padahal kita tahu 40:07 mesin tersebut kan sebetulnya memang 40:09 mesin yang seolah-olah manusia tapi kan 40:11 dia tidak berhati. Nah, itu yang juga 40:14 jadi penting sebetulnya sehingga saya 40:16 khawatir juga terlepas aspek komunikasi 40:19 dalam keluarga yang anak umur 14 tahun 40:22 yang melakukan kekerasan terhadap orang 40:25 tuanya, ayah dan ibunya ee termasuk 40:28 neneknya. Nah, itu saya khawatir juga 40:30 dia sebetulnya juga 40:32 berinteraksi dengan mesin yang terus 40:35 kemudian seolah-olah dia merasa mendapat 40:37 jawaban dari apa yang dia lakukan 40:40 berinteraksi. Nah, ini kan situasi yang 40:42 sebetulnya beberapa puluh tahun ya, 20 40:45 tahun yang lalu dialami oleh Jepang 40:47 ketika mereka menjadi orang-orang yang 40:49 asosial begitu ya. lebih banyak berelasi 40:53 membangun ee apa interaksi dengan mesin. 40:56 Makanya kemudian kan Jepang mengeluarkan 40:58 apa yang disebut sebagai society 5.0 41:01 begitu ya yang mencoba melihat bagaimana 41:03 sebetulnya manusia harusnya bisa tetap 41:05 mengendalikan teknologi begitu. Nah, 41:08 sementara mungkin itu ya komentar saya 41:11 ee menanggapi apa yang tadi disampaikan 41:13 oleh Pak Romi begitu ya yang termasuk 41:16 kemudian ee di kalangan kami sendiri 41:19 gitu ya, akademisi termasuk tadi 41:21 pertanyaan atau komentarnya Pak Mardani 41:24 di UI itu sedang digarap begitu 41:26 bagaimana ee kode etik ya pemanfaatan ee 41:31 ee I ini ya. termasuk di antaranya 41:33 karena zat GPT itu kan hanya salah satu 41:36 dari sekian banyak ya karena kalau kita 41:39 nonton di medsos itu Pak Mardani itu 41:41 rumus-rumus gimana caranya bikin paper 41:44 dalam 10 menit 5 menit begitu ya sudah 41:47 dengan rujukan tanpa bisa di terdeteksi 41:50 dari apa namanya berbagai aplikasi uji 41:53 similaritas sementara kami kalau mau 41:55 maju tesis skripsi ataupun apa harus ada 41:57 uji similaritas gitu ya. Nah, kalau kita 42:01 enggak dibantu dengan alat-alat yang 42:03 bisa mencoba mendeteksi apakah itu 42:05 memang karya orisinal atau bukan, itu 42:08 juga jadi persoalan buat kami sebetulnya 42:10 di kampus. Tapi itu kan mengindikasikan 42:12 bahwa sebetulnya bicara tentang 42:14 integritas menjadi PR yang dihadapi 42:18 ketika era ee apa namanya? CAT GPT dan 42:21 yang sebagainya ini begitu. Nah, itu 42:23 yang kemudian jadi penting untuk kita 42:26 perhatikan. Saya kira itu sementara. 42:28 Terima kasih banyak. 42:32 Terima kasih Mbak Idah atas pandangannya 42:34 ya. Ee memang aspek ee terutama untuk 42:39 aspek sosial yang dikhawatirkan dampak 42:41 negatifnya juga ya. Nanti mungkin kita 42:43 bahas e setelah ini. Kita ingin 42:45 mendengar juga pandangan dari Muroki. 42:47 Muroki. Asalamualaikum. Sudah bisa 42:48 bergabung. 42:51 Bisa. Tapi apa bisa dengar suara saya? 42:53 Agak saya di tengah suasana yang hirup. 42:57 Bisa bisa dengar? Jelas. Jelas. Silakan. 42:59 Silakan Muroki. Bagaimana pandangan AI? 43:04 Kalau kita lihat evolusi dari 43:08 peradaban kan mestinya AI ini sudah 43:11 selesai kira-kira ya minimal 75 tahun 43:15 yang 43:16 lalu. Tapi waktu itu kan eh Alan enggak 43:19 punya modal sehingga bisnis yang 43:22 harusnya selesai di abad yang lalu 43:26 tertunda sampai sekarang. 43:28 Jadi pertanyaannya adalah apakah yang 43:31 kita sebut sebagai extension dari otak 43:34 manusia, extension dari intelek manusia 43:37 itu tergantung pada modal atau memang 43:42 secara natural kita sedang berevolusi 43:44 untuk berhenti menjadi manusia. Kan itu 43:47 problemnya tuh. Dan sangat mungkin 43:51 bahwa era manusia itu sudah cukup di 43:53 bumi sehingga mesti ada semacam ontologi 43:57 baru, entitas baru. Itu itu sebetulnya 44:00 pandangan yang memungkinkan kita 44:02 berpikir tentang egoisme manusia itu. 44:05 Jadi kalau dibilang ya nanti kan ee 44:08 kemanusiaan enggak lagi e dihasilkan 44:11 melalui teknologi artificial intel 44:14 memang itu maksudnya supaya kemanusiaan 44:16 itu berhenti. Karena kemanusiaan itu kan 44:18 egoisme isinya kan. Jadi kalau kita 44:21 lihat itu dalam fondasi metafisiks 44:24 misalnya, bayangkan misalnya 44:27 kalau 44:29 Archimedes tidak dipenggal kepalanya 44:31 oleh kedumuan, utusan raja yang meminta 44:34 Archimades menghadap raja. Padahal adaes 44:36 lagi bikin ee melakukan kalkulasi 44:40 matematik di atas pasir. Lalu si petugas 44:45 negara ini merasa, "Kenapa kamu tidak 44:47 mau ikut perintah saya untuk dibawa 44:48 keraja?" Jadi akhirnya Arkimedes 44:51 dipenggal kepalanya tuh. Jadi kalau 44:53 Archimedis enggak dipenggal kepalanya 44:55 mungkin yang disebut artificial 44:57 intelligence sudah ada sejak eh 200 44:59 tahun sebelum Yesus lahir. Kan itu 45:02 dasarnya. Jadi ada semacam upaya untuk 45:05 melihat 45:07 bahwa kemampuan kita untuk mengakses 45:10 artificial inteligence ini itu 45:13 ditentukan oleh kurios 45:15 kita. Kan kalau kita sebut semua hal 45:18 bisa dibity. Oh iya. Tetapi yang 45:22 bertanya itu kuriosnya setajam apa, 45:24 setinggi apa itu? Itu dasarnya. 45:28 Nah, kalau kita bertanya hal-hal yang 45:29 remeh-temeh, maka algoritma yang 45:32 terbentuk juga remeh temeh 45:34 akhirnya. Jadi, kalau tidak ada 45:36 kuriositas maka tiap GPT itu persis sama 45:39 dengan buku Papa. Pura-pura paham 45:41 aja kan 45:43 itu perkaranya. Tapi coba kita lihat 45:47 sebetulnya ujungnya di mana. Kalau kita 45:50 riset misalnya memang otak manusia 45:52 enggak bisa berpikir lagi sehingga mesti 45:54 ada extension yang 45:56 namanya. Ya memang enggak bisa karena 45:59 riset menunjukkan bahwa selama kita 46:02 hidup hanya 14% dari otak kita yang kita 46:05 gunakan. Apakah yang ee 86% itu memang 46:10 harus diambil alih oleh CGT? akan 46:13 diambil oleh artifal intelligen. Nah, 46:16 dalam kedudukan kita sebagai makhluk 46:20 yang egois, kita mesti katakan bahwa 46:22 memang itu evolusi terakhir dari peraban 46:24 manusia. J sendirinya kalau kita bikin 46:28 kalkulasi setiap 8 jam ada teknologi 46:30 baru. Kan begitu dasar kita kan. Jadi 46:33 sebetulnya ya dalam 2 tahun ke depan 46:35 juga sudahud sudah sudah selesai yang 46:36 namanya manusia kan dan kebiasaan kita 46:39 untuk berdialektika selesai. Jadi 46:41 kenikmatan apa yang kita bisa peroleh ya 46:44 tadi kenikmatan kenikmatan kuantitatif 46:47 tadi ya terangkan oleh Pak Romi tadi 46:50 bahwa kenikmatan kuantitatif kemampuan 46:52 untuk menyelesaikan hal-hal yang 46:54 kuantitatif ya berajaya penertian lebih 46:56 tinggi pada 46:56 arnya tetapi hal-hal yang kualitatif 46:59 yang membutuhkan dialektika itu tidak 47:02 mungkin diselesaikan di tingkat 47:04 artificial inteligence. Kenapa? Karena 47:06 ada misi yang seringkiali diselundupkan 47:08 melalui bahasa yang kalau kita ketik, 47:11 kita ucapkan suara itu artifanya tidak 47:14 bisa tidak bisa mengolah jumlah dopamin 47:17 yang keluar ketika saya bilang cinta itu 47:19 berapa persen oksitosin yang diproduksi 47:22 oleh tubuh kita ketika kita lagi jatuh 47:25 cinta itu berapa persen tuh kuantifikasi 47:27 itu yang memungkinkan kita dianggap 47:30 sebagai exension dari mesin. Jadi kalau 47:34 kita mulai berpikir misalnya bahwa apa 47:37 yang disebut sebagai manusia itu 47:39 gabungan antara gerak cibernetik dan 47:42 gerak biologi. Kan sesungguhnya itu aja 47:45 kan cibernetic, biologi, ontologi. Jadi 47:48 ontologi baru yang isinya adalah 47:52 perjumlahan kualitas kuantitatif antara 47:54 kemampuan mekanistik kita yaitu 47:57 kemampuan kita dan kemampuan biologi 48:00 kita. dua-duanya adalah kondisi material 48:03 sebetulnya. Jadi sebetulnya ni debat ini 48:05 masih panjang, 48:07 tetapi di dalam intuisi saya ini juga 48:10 ini paling 2 tahun maksimal CGBT itu 48:14 sudah jadi usang sebetulnya sebagai 48:15 teknologi itu karena 48:17 kemampuan-kemampuan eh imaging otak itu 48:21 riset tentang ngcogn size itu makin lama 48:24 makin makin bermutu. Dengan kata lain 48:27 kalau misalnya riset otak itu bisa 48:29 menemukan bahwa otak kita sebetulnya 48:31 masih bisa dimaksimalkan di atas 14%. 48:33 Enggak perlu lagi enggak perlu 48:36 lagi. Jadi kelihatannya itu 48:39 eh berkomentar terhadap eh keterangan 48:42 tadi Pak Mahdani lalu eh Mbak Ida dan 48:46 Pak Romi. Kira-kira itu perembangan 48:49 sementara. 48:51 Baik makasih Moki lagi di jalan ya masih 48:53 bisa. 48:57 Oke. Baik Bu Mokih kita diskusi dulu ya 49:00 sekarang ya. Oke. Saya monitor ya. I 49:02 siap. Makasih Moki. Oke, kita sekarang 49:05 ke Pak Marani ya. Pak Mardani tadi 49:07 banyak kekhawatiran ee terutama dari Bu 49:10 Ida ya. Kalau Pak Mas Roni pasti selalu 49:13 positif sebagai praktisi. 49:16 Ei. Nah, sekarang kita pengin ee secara 49:19 khawatiran tuh apa sebenarnya ini ee 49:22 kayak ee duning Kuger effect gitu ya. 49:25 Jadi semakin kita tahu sebenarnya 49:29 semakin kita enggak yakin gitu ya. Jadi 49:33 eh tapi teman-teman kan detailnya 49:35 mungkin karena bukan bidangnya misalkan 49:37 Mas Mardan ini bidangnya bukan IT. Riset 49:39 saya tentang neural network. Saya ngerti 49:41 bagaimana neural network itu dihasilkan 49:43 gitu ya. Makanya sebenarnya there is no 49:45 magic di dunia eh AI itu gitu ya. Kalau 49:47 datanya seperti itu dia akan membuatkan 49:50 pola. Makanya eh itu yang ini. Monggo 49:52 Mas Marani dulu. Iya nanti kita ini kita 49:56 pengin dengar dulu Pak Marani ya. Jadi 49:59 dari kekhawatiran-ekhawatiran yang ada 50:01 juga mungkin pandangan dari Bung Roki 50:03 tadi ya, kira-kira apa kebijakan yang 50:06 bisa dirumuskan oleh pemerintah untuk 50:08 mengoptimalkan AI ini tapi tanpa 50:11 menimbulkan dampak-dampak negatif yang 50:13 tadi dikhawatirkan oleh Bu Ida 50:16 gitu. Kasih, Bang Haldi. 50:19 Eh, saya ngutip nova lagi ya, Mas Romi. 50:23 Dia sebetulnya positive thinking kepada 50:26 teknologinya luar biasa, ya. di Homodeus 50:29 itu bahkan dia cerita tentang Angelina 50:33 Joli yang 50:35 memutuskan ee mengangkat ee ee apa ee 50:42 pasektomi apaap ya, Mbak? Tidak ya. Ee 50:46 e buah dadanya itu karena hasil tes DNA 50:52 dia 67%. 50:55 perempuan yang punya DNA seperti ini eh 50:59 most likely kena kanker 51:01 payudara. Kena kanker payudara dan 51:04 bibinya kena, ibunya kena. Nah, dia 51:06 belum kena gitu loh. Tapi 2013 dia sudah 51:10 melakukan ee pengangkatan payudaranya 51:13 biar tidak kena gitu loh. Ee dia juga 51:16 cerita tentang bagaimana AI Docter ya 51:19 Google bikin eh riset gimana eh 51:25 artificial intelligence Docter itu 51:27 ternyata jauh lebih akurat ya. 51:30 belakangan Mas Romi tentu punya banyak 51:32 cerita tentang ee bahkan ee ee robot 51:38 untuk melakukan ee operasi dan segala 51:41 macamnya itu. Bahkan ee di bukunya Noval 51:45 itu ada AI polis, AI detective ya. Kalau 51:49 sekarang kan ee masih lucu gitu untuk 51:52 light detector dia masih pakai alat yang 51:54 sangat kuno gitu loh. Padahal dengan 51:56 menginstall chip saja gitu sudah 51:59 ketahuan seluruh bioritma ee keseluruhan 52:02 tubuh tuh sudah bisa di-hack gitu loh. 52:05 Boleh kita tepuk tangan dia ceritakan di 52:07 Korea Utara. Tapi Kim Jong 52:11 Unya sebetulnya menolak gitu loh dengan 52:14 dipasang cip di semuanya gitu loh. Itu 52:17 salah satu ternyata sedemikian maju ee 52:20 yang tadi urut-urutan yang dilakukan 52:24 biasanya Mas Romi ee setahu saya yang 52:27 paling advance itu militer ya. Karena 52:29 militer itu selalu teknologinya paling 52:32 ee presisi, paling akurat, dan 52:36 paling qu paling canggih gitu loh ya. 52:39 Dari situ baru ya 5G juga kan di militer 52:41 sudah lama gitu kan. Di Amerika betul, 52:43 di Indonesia tidak. Bang jangan jangan 52:47 computing ya. Semua riset computing di 52:50 Amerika itu mulai dari internet itu 52:52 lewat dari Arpanet itu dari Department 52:55 of Defense loh. Iya defense pertahanan. 52:57 Betul betul betul. Eh, at least yang 53:00 saya quote memang Noval. Noval ceritanya 53:03 di western society lah gitu loh. Nah, 53:05 terjadi Bang Haldi menariknya kalau saya 53:08 tetap menilai banyak sekali manfaat AI 53:12 memprediksi eh sekarang ini bencana 53:16 meteorologi karena climate change tinggi 53:18 sekali ya. Dengan bukan cuma fazil logic 53:21 ya, dengan kemampuan yang ada itu kita 53:24 bisa memprediksi kapan musim hujan. itu 53:27 mah sudah lama ya. Tapi dengan 53:31 keakuratannya ee Israel itu, ini yang 53:34 perlu kita waspadai, penghasil 53:36 buah-buahan sangat berkualitas dan 53:39 kadang-kadang menggunakan ee ee made 53:43 in-nya bukan made in Israel gitu loh. 53:45 Karena dia menggunakan teknologi ee 53:48 pertaniannya itu sangat maju gitu loh. 53:50 Jgrulture-nya itu dia tidak menggunakan 53:53 dia pakai ee nutrisinya langsung ke 53:57 ke e tanamannya dengan segala macamnya. 54:00 Luar biasa sekali gitu loh. Ea itu 54:02 manfaatnya banyak buat kemanusiaan. 54:05 Selama 54:06 lagi-lagi kata Mas Rominya adalah dia 54:10 tidak punya konteks, dia tidak punya 54:13 etika. Eh it's just a smart machine 54:16 gituah. Nah, tinggal bagaimana memang 54:20 lagi-lagi the man behind the gun-nya, 54:22 ya. Nah, karena itu literasi, edukasi, 54:27 sosialisasi sampai kepada regulasi itu 54:29 yang akan menentukan dan bahasanya 54:32 berikanlah orang sesuai dengan bebannya 54:35 ya. 54:36 Australia ada reverse system, Mas Romi, 54:39 Mbak Ida sudah mulai melarang sosial 54:42 media eh under 16 gitu loh. Dan di 54:45 banyak tempat sudah mulai ada kontrol 54:47 ya. Karena tanpa sengaja sosial media 54:50 itu eh the time stealer terbaik gitu 54:54 loh, pencuri terbaik gitu, pencuri waktu 54:56 terbaik ya. Sementara literasi kita, 54:59 kemampuan baca kita, logika kita, etika 55:03 kita, pendidikan kita, catatannya 55:05 banyak. tiba-tiba kita jumping berapa ee 55:09 proses gitu enggak bisa. Ee kita tetap 55:12 harus menekuni proses yang ada. Mbak Ida 55:15 tadi memberikan perspektif sosiologi 55:17 luar biasa dan buat saya ini 55:20 tantangan bagi khususnya pemerintah dan 55:23 kami di DPR betul-betul membuat 55:25 ekosistem yang ee dia memberikan manfaat 55:28 tapi 55:29 tetap dan dia growing-nya tuh naturally 55:33 bukan yang eksponentially yang nanti 55:35 akhirnya nanti tidak uncontrollable gitu 55:37 Bang Hali. 55:41 Baik, terima kasih Pak 55:43 Mardani. Dan sekarang kita ke Mas Romi 55:46 ya. Mas Romi ee ee ada kekhawatiran Mas 55:49 Romi juga kan mungkin orang pendidikan 55:51 ya. tadi Bu Ida e melihat ee ada 55:54 kekhawatiran para siswa, mahasiswa 55:57 memanfaatkan EA ini justru untuk ee 56:01 kemudahan mereka gitu ya yang itu 56:04 melanggar prinsip-prinsip akademik 56:06 mungkin juga di bidang-bidang lain 56:08 begitu. Bagaimana ini mencegahnya? 56:10 Oke, ini menarik nih ya. 56:14 eh orang komputer khususnya bidang 56:17 software engineering itu sebenarnya cara 56:19 bekerjanya mengikuti hukumnya Plato tuh. 56:23 Necessity is the mother of invention. 56:25 Itu kalau di era modern Yanso Merville, 56:27 Roger Pacement itu yang ngomong bahwa 56:29 kita enggak akan pernah membuat sistem 56:32 yang tidak dibutuhkan gitu ya. Makanya 56:35 basis dari orang komputer bekerja itu 56:37 needs. Ini ini saya ngomongin secara 56:39 umum ya bukan di Indonesia. Saya datang 56:42 ke Indonesia tuh kaget karena sarjana 56:44 komputer itu harus membuat aplikasi 56:47 apapun yang bawa lakukan kalau enggak 56:49 buat aplikasi enggak diluluskan itu 56:51 lagi-lagi kesalahan karena riset itu 56:52 enggak aplikasi dan ini tak omongin ke 56:55 dosen saya bimbing mahasiswa saya 56:57 bimbing mahasiswa pernah S1 ee saya 57:00 bimbing dia bisa masuk ee jurnal Q3 57:05 Scopus Index maju sidang enggak hampir 57:07 enggak dilulusin karena dosennya karena 57:09 ditanya mana programnya nya loh wong ee 57:13 contribution to knowledge itu 57:15 memperbaiki algoritm bahkan ngitungnya 57:17 pakai Excel juga enggak apa-apa gitu. 57:18 Kalau dia mau pakai sempo juga enggak 57:20 apa-apa. Di jurnal-jurnal internasional 57:21 komputer enggak pernah ditanya mana 57:23 codingnya. Enggak pernah oh saya 57:26 nambahin formula gitu sebenarnya 57:28 contribution nulis. Nah di Indonesia 57:29 agak bergeraknya agak liar gitu ya. Ee 57:32 manusia akan menemukan jalan dan 57:36 memperbaiki kerusakan yang dia lakukan. 57:39 Ini ini konsep yang yang sebenarnya 57:42 kalau di dunia eh computing logic 57:45 diajarkan dari awal. Makanya Bapak, Ibu 57:46 sekalian eh Mbak Ida 57:49 tadi eh kenapa kok dulu ada plagiarism 57:53 Turnitin kemudian membuat anti 57:55 plagiarism. Ini sama Mbak begitu 57:57 sekarang generative AI Turnitin enggak 58:00 lagi buat plagiarism, enggak anti 58:03 plagiarism. Tapi dia buat deteksi ini 58:05 manusia, karya manusia atau bukan gitu 58:07 ya. Makanya kalau kita lihat dulu cek 58:08 plagiarism pakai turnitin itu cuman ada 58:11 plagiat or not, tapi sekarang enggak. 58:13 Ini karya manusia atau karya eh mesin 58:16 gitu ya. Itu sudah dideteksi atau kita 58:18 bisa ee eh apa namanya? Chat GBT zero 58:21 juga bisa. Nanti ada banyak tools yang 58:23 dibuat manusia untuk memperbaiki 58:25 kerusakan-kerusakan yang dia lakukan 58:26 tadi gitu ya. Dalam arti oh saya membuat 58:29 pisau ternyata untuk bunuh orang. Nah, 58:30 kemudian ee dibuatlah ee mekanisme atau 58:34 sistem yang dia supaya peso ini enggak 58:36 lagi gampang dipakai untuk bunuh orang 58:38 gitu. Ini yang tadi sebenarnya dikatakan 58:40 Bang Rocky ee bahwa memang ee apa 58:45 namanya? Manusia itu membuat sesuatu 58:47 direm sendiri oleh ee manusia sebenarnya 58:50 gitu sebenarnya. Nah, masalahnya ee 58:53 kenapa kok harus direm? Soalnya kadang 58:55 kita enggak bisa mengikuti ini gitu ya. 58:57 Dalam arti kitanya enggak mau enggak mau 58:59 berubah. Saya berikan contoh nih. Saya 59:02 ngisi ke ee dosen-dosen di beberapa 59:06 tempat, di beberapa kampus mereka 59:08 ngomong bahwa kalau kayak gini saya 59:10 enggak perlu lagi nih. Gitu ya. Ee saya 59:11 saya ee ee Mas apa dosen enggak 59:14 diperlukan lagi 59:15 loh. Bapak Ibu dosen itu kadang lupa 59:18 bahwa ada standar nasional pendidikan 59:20 tinggi itu Permendikbud nomor 3 tahun 59:21 2020 itu mengatakan yang diajarkan ke 59:24 mahasiswa satu kognitif, dua 59:28 psikomotorik, yang ketiga afektif. 59:30 Afektif itu enggak bisa diajarkan oleh 59:33 mesin gitu ya kognitif sama psikologik 59:36 bisa. Kalau kita belajar tentang 59:38 taksonomi belum kesulit tingkat 59:40 kesulitan soal itu juga bergerak. Dan 59:43 dengan chat GBT kita enggak akan lagi 59:44 ngasih soal multiple choice. Ini sejak 59:46 saya pulang ke Indonesia saya anti 59:49 banget sama multiple choice yang ada di 59:50 Indonesia itu. Di Indonesia itu bahkan 59:52 ada kampus yang semester 1 sampai 59:54 semester 8 soalnya multiple choice. 59:57 Brutal-brutalan itu. Ketika saya bimbing 59:59 S2 atau S3 dari mahasiswa yang kepalanya 1:00:02 rusak karena multiple choice tadi gitu 1:00:04 ya. setiap saya debat kalau menurut saya 1:00:06 kok gini ya, Mbak ya. Oh, enggak boleh 1:00:08 ya. Nah, disangkanya dunia ini boleh dan 1:00:10 enggak boleh gitu ya. Atau bimbingan ke 1:00:13 saya, dia bawa empat proposal. Ini udah 1:00:15 mahasiswa sudah kepalanya sudah terlalu 1:00:18 rusak gitu ya. Jadi dia ngomong, e kalau 1:00:20 menurut Pak Romi mana e proposal yang 1:00:22 paling bagus? Loh, dunia ini disangkanya 1:00:24 eh multiple choice gitu ya. Makanya 1:00:26 kembali ke tadi ee dengan adanya chat 1:00:29 GBT datang kita meningkatkan ee pride 1:00:33 kita. kita meningkatkan kualitas kita. 1:00:36 Kalau dulu Google datang, kita enggak 1:00:38 lagi menelusur pakai ee apa namanya? 1:00:40 Katalog perpustakaan yang bentuknya 1:00:42 cetak, itu enggak perlu lagi. Ini sama 1:00:45 ketika kita jadi dosen, Bapak, Ibu 1:00:46 sekalian enggak usah lagi ngajarkan 1:00:48 banyak tentang ee ee psikomotorik 1:00:52 kognitif yang dia dapat dari buku gitu 1:00:55 ya. atau enggak perlu banyak ngajarkan 1:00:57 explicit knowledge yang ditunggu 1:00:58 mahasiswa itu tax she seat knowledge. 1:01:00 Tax she seat itu kadang enggak keluar 1:01:02 dari eh eh mesin-mesin eh A ea itu gitu 1:01:05 ya. Dan kita harus ngerubah soal-soal 1:01:07 kita. Kalau tadinya kita mainnya itu C1, 1:01:10 C2, C3 gitu ya, yang itu merem juga bisa 1:01:13 kalau pakai CGBT. Sekarang diubah C5, C6 1:01:17 kasih soal. Kemudian kita disuruh ee 1:01:20 memecahkan sesuai dengan yang kita 1:01:22 ajarkan gitu ya. Nah, kalau yang kita 1:01:24 ajarkan itu secara ilmu psikologi, 1:01:27 tolong selesaikan soal atau secara ilmu 1:01:30 komputer gitu ya. Selesaikan soal ini 1:01:32 dengan teori yang Anda ee sudah kita 1:01:34 pelajari. Nah, itu nanti kita sebagai 1:01:36 dosen akan bisa ngelihat mana yang 1:01:39 digarap mesin dan mana yang enggak gitu 1:01:40 ya. Ini juga sama. Ketika saya nguji 1:01:44 mahasiswa 1:01:45 S3 ada yang datang dengan 400 halaman 1:01:48 disertasi. Pertanyaan saya bukan konten. 1:01:50 Dulu saya 1:01:52 ngomong dalam 3 tahun ini pernah nulis 1:01:55 buku enggak? Oh, enggak pernah Pak. 1:01:56 Pernah nulis paper enggak? Ee ada Pak ee 1:01:59 ya enam halamanlah paper. Pernah apalah 1:02:03 nulis esai atau apapun. Oh, enggak 1:02:04 pernah Pak. Ini maling dari mana? 1:02:06 Simpelnya kan kayak gitu. Soalnya dalam 1:02:09 beberapa bulan Anda bisa membuat 400 1:02:11 halaman disertasi yang itu enggak 1:02:13 mungkin kalau dia enggak melewati 1:02:16 pelan-pelan ee dari nulis ee sedikit dan 1:02:19 seterusnya itu enggak akan mungkin. Nah, 1:02:21 ini sebenarnya lagi-lagi konteks. 1:02:23 Konteks yang tadi saya maksudkan itu ee 1:02:25 kalau Bung Rocky ngomong bahwa eh ini 1:02:28 banyak banget tikus-tikus kantor. Nah, 1:02:30 lihat nih. Itu akan dijawab oleh CGBT. 1:02:33 Oh, mungkin di tempat Anda perlu 1:02:35 dipasangin ee apa namanya? alat anti 1:02:38 tikus. Padahal maksudnya Bung Rocky 1:02:39 tikus-tikus kantor itu para koruptor loh 1:02:41 gitu kan. Ini ini konsep konteks yang 1:02:44 yang ee apa namanya yang saya maksudkan 1:02:47 tadi. Nah, CGBT enggak akan bisa kecuali 1:02:49 semua orang nanti banyak ngomong tentang 1:02:52 itu. Tiba-tiba trending di media ee apa 1:02:55 namanya? sosial media bahwa oh 1:02:56 tikus-tikus kantor, tikus tiktikus 1:02:57 kantor gitu ya. Ee akhirnya si TGBT-nya 1:03:00 tahu, akhirnya dia akan tahu oh apakah 1:03:02 apakah yang Anda maksudkan tikus-tikus 1:03:03 kantor adalah seorang koruptor pastinya 1:03:05 akan seperti itu gitu ya. ini ee secara 1:03:08 umum ee ketika kita memandang ee AI ini 1:03:13 nanti Bapak, Ibu sekalian, para pemirsa 1:03:16 sekalian ada eh efek yang disebut duning 1:03:20 Krueger effect gitu ya. Eh Duning sama 1:03:23 Krueger dapat banyak award tentang eh 1:03:26 konsep ini bahwa ini menjawab pertanyaan 1:03:27 kenapa mahasiswa yang 1:03:30 rankingnya di atas, IPK-nya 3,5 di atas 1:03:33 akhirnya malah enggak bisa survive. dia 1:03:35 bekerja di perusahaan milik mahasiswa 1:03:37 yang IPK-nya 1 koma gitu ya atau 2 koma 1:03:39 gitu ya. Orang yang semakin tahu 1:03:42 detail itu dia semakin enggak yakin gitu 1:03:45 ya. Makanya ketika saya baca misalkan eh 1:03:49 dulu bukunya Thomas Freedman dulu, The 1:03:52 World is Flight. Terus kemudian saya 1:03:54 baca bukunya eh Yuval Hareri juga yang 1:03:58 dia membicarakan bahwa oh ini akan akan 1:04:00 semakin serius akan kita merusak. ee 1:04:03 saya bilang ini saya kok semakin enggak 1:04:05 yakin karena apa? Saya tahu batasan 1:04:08 dunia EA itu gitu ya. Ee karena dia itu 1:04:11 hanya if then, hanya sebuah pola yang 1:04:15 polanya itu akan mengikuti manusia gitu 1:04:17 ya. Jadi nanti manusia akan tetap lebih 1:04:20 lebih pintar gitu ya. Kayak tadi saya 1:04:22 ngomongin ee ketika Bu Ida melihat bahwa 1:04:25 loh saya sudah cek kok, Pak, dengan ee 1:04:28 apa namanya Turnitin yang karya manusia 1:04:30 atau karya ee karya mesin. Oh, ternyata 1:04:32 dia karya manusia. Tapi saya saya lihat 1:04:35 ini agak aneh nih, Mas Sonya. Iya, 1:04:37 soalnya di parafase itu pakai quilbots. 1:04:39 Nah, manusia buat lagi nih. Nah, makanya 1:04:42 tadi yang dikatakan Bang Rocky itu di 1:04:45 satu sisi meskipun agak hiperbolik ya, 1:04:48 ini khas ya. Tapi sebenarnya EA itu 1:04:51 harusnya 100 tahun lalu ee keluar. Iya. 1:04:54 Dan perkembangan teknologi itu datangnya 1:04:57 memang berfase seperti ini dan kita 1:05:00 menunggu bahwa oh ini ada seperti ini, 1:05:02 nanti akan ada ee lagi yang membuat akan 1:05:04 seperti ini dan seterusnya gitu ya. 1:05:06 Pertanyaannya eh apakah ada damage? Eh 1:05:10 ada kemungkinan ketika fase peralihan 1:05:13 itu datang, damage-nya akan datang. Dan 1:05:15 ini tugasnya salah satunya Bu Ida secara 1:05:18 sosiologis untuk membantu memecahkan 1:05:21 ini. Ini kalau saya berkali-kali 1:05:23 nyampaikan ke ee ee apa namanya? Ketika 1:05:25 saya diundang, saya beberapa kali 1:05:27 diundang ke ee ee SD, SMP, SMA kayak 1:05:29 kemarin saya ke lab ngomong tentang AI 1:05:32 gitu ya. Ee mereka ngomong bahwa ini 1:05:35 anak-anak enggak sopan, Pak. Ini kita 1:05:37 enggak ini bla bla bla gitu ya dengan 1:05:39 EAI ini bla bla bla. Saya 1:05:41 bilang, "Kenapa anak kita enggak enggak 1:05:44 punya sopan santun? Itu sebenarnya salah 1:05:47 satunya pendidikan orang tuanya yang 1:05:48 salah, gitu ya. Ini makanya berkali-kali 1:05:51 saya sampaikan bahwa oh kalau sekolah di 1:05:53 sana anak kita jadi ee bengis, brutal, 1:05:55 enggak sopan." Enggak. Karena ee anak 1:05:58 kita bangun di rumah, tidur di rumah. 1:06:00 Makanya pendidikan orang tua itu yang 1:06:02 membentuk gitu ya. Kalau kita 1:06:04 nyahnyoh-nyahyoh, kata orang Jawa gitu 1:06:06 ya, ee terlalu membajakan anak kita, 1:06:08 anak kita akan jadi headon gitu ya. Tapi 1:06:10 kalau kita tarik sedikit demi sedikit 1:06:13 kayak sekarang kalau saya ngomong ee 1:06:15 anak-anak saya e aku dikasih ini dong eh 1:06:17 lu bikin proposal aja gitu ya. Anak saya 1:06:19 itu sekarang bikin proposal. Nah, anak 1:06:20 saya banyak nih, mohon maaf nih Bang 1:06:22 Mardani ee Mbak Ida. Anak saya tujuh 1:06:24 nih, gitu ya. Jadi ee saya ngurus anak 1:06:28 dengan beraneka ragam ee masalah. Jadi 1:06:31 tak latih sejak sejak muda mereka enggak 1:06:34 headon gitu ya. Jadi saya ngomong ke 1:06:36 mereka bahwa lu pergi harus salaman. Ee 1:06:38 lu ee kalau minta sesuatu lu bikin 1:06:40 proposal gitu ya. Oh aku pengin ninja 1:06:42 ketika anak saya SMA saya ngomong lu 1:06:44 bikin proposal kita hitung ROI sama 1:06:46 BP-nya. Kalau lu ee ee ke sekolah pakai 1:06:49 itu nyampai enggak secara bisnis 3 1:06:52 sampai 5 tahun balik modal enggak? 1:06:53 ROI-nya berapa gitu ya? Daripada R juta 1:06:56 tak beliin untuk ini mending ee tak 1:06:57 simpan gitu ya. ee karena ee apa 1:07:01 namanya? Misalkan bunga bank sudah 5% ya 1:07:03 tak taruh di sana aja gitu ya. Ini 1:07:05 daripada ini atau lu mending pakai ee 1:07:09 apa namanya ee ojek aja dan seterusnya. 1:07:11 Jadi ini yang mendidik mereka kemudian 1:07:14 buat proposal gitu. Masuk ke kuliah juga 1:07:15 sama aku butuh duit ya sudah lu bikin 1:07:18 proposal. Ee proposal anak-anak cowok 1:07:21 itu lebih simpel ya. Jadi kebutuhan 1:07:23 mereka paling 1,5 juta gitu. Kalau 1:07:25 mereka di ini anak-anak perempuan itu 1:07:26 yang R juta ee skincare-nya itu R,5 juta 1:07:29 sendiri gitu ya per bulan gitu ya. Nah, 1:07:32 ini pola pola ini yang yang ee apa 1:07:34 namanya kalau pendidikan anak ee apa 1:07:37 namanya guru dan dosen itu ngajarkan 1:07:39 afektif juga di kampus tapi yang paling 1:07:41 dominan itu sebenarnya ada di rumah. 1:07:43 Tapi ini tugasnya sama gitu ya. Kalau 1:07:45 dulu dosen menganggap bahwa oh aku 1:07:46 kognitif psikomotorik enggak. Peremik 1:07:48 nomor 3 tahun 2020, standar nasional 1:07:50 pendidikan tinggi itu menyebut bahwa 1:07:52 afektif itu juga harus diajarkan lewat 1:07:54 apa? Salah satunya 1:07:56 keteladanan gitu. Makanya agak sulit 1:07:58 ketika dosennya itu ee apa tak uang 1:08:02 palsu gitu ya untuk menghasilkan 1:08:04 mahasiswa yang punya etitud ya susah 1:08:06 gitu ya. nanti mahasiswanya juga akan 1:08:08 maling. Ini ini sebenarnya konsep konsep 1:08:10 pendidikan akan ee seperti itu. Kalau 1:08:12 dosennya buat paper minta dibuatin oleh 1:08:15 orang lain, ya dia enggak akan bisa 1:08:17 menghasilkan ee generasi yang punya 1:08:19 integritas tinggi gitu. Itu itu udah 1:08:21 udah udah pasti. Makanya enggak mungkin 1:08:23 kita ee nyapu halaman yang kotor kalau 1:08:26 sapunya sendiri juga kotor. Makanya ini 1:08:28 beberapa hal mungkin ee apa namanya yang 1:08:31 bisa saya sampaikan. Monggo Mas Haldi, 1:08:34 Mas Mardani. 1:08:36 Baik. Eh, terima kasih Mas Romi ya. Eh, 1:08:39 sekarang kita dengar Bu Ida. Bu Idah 1:08:42 eh gimanapun teknologi ini dari sejarah 1:08:46 peradaban manusia memang harus kita 1:08:48 manfaatkan ya. Nah, kira-kira dengan 1:08:52 segala ee tadi potensi risiko, ancaman, 1:08:56 dan dampak negatif dari EA ini e secara 1:09:01 sosiologi, secara kultur, budaya 1:09:04 masyarakat, bagaimana caranya agar AI 1:09:07 ini bisa masuk ke budaya masyarakat 1:09:10 menjadi budaya ilmiah, produktif, dan 1:09:13 bisa meningkatkan kualitas kehidupan 1:09:15 masyarakat kita. 1:09:19 Iya. Ee tadi saya sudah sampaikan bahwa 1:09:24 [Musik] 1:09:25 perkembangan II sebetulnya kan bagian 1:09:29 dari fakta sosial yang tidak bisa kita 1:09:32 hindari begitu ya. Secara langsung atau 1:09:35 tidak langsung kita dikondisikan untuk 1:09:37 dalam tanda kutip memasuki era tersebut 1:09:39 gitu. Itu yang tadi juga ditegaskan oleh 1:09:42 apa namanya Bang Rocky ya. Tapi ini kan 1:09:46 kita bicara tentang konteks saya sering 1:09:49 menggunakan 3 E gitu ya. E pertama itu 1:09:51 kan kaitannya dengan engineering-nya 1:09:53 gitu. Nah, E yang kedua itu sebetulnya 1:09:56 kaitannya dengan environment. Nah, tadi 1:09:59 apa yang disampaikan oleh Pak Romi itu 1:10:02 sebetulnya bicara tentang environment 1:10:04 termasuk kemudian environment di 1:10:06 institusi pendidikan begitu. Nah, kalau 1:10:09 ditanya apa yang bisa yang harusnya 1:10:11 diintervensi ya itu environment itu 1:10:13 begitu. bagaimana kita mencoba 1:10:16 menciptakan environment yang 1:10:17 memungkinkan kita untuk bisa menerima 1:10:20 begitu menerima siap dengan perkembangan 1:10:24 teknologi yang ada begitu. Nah, tapi 1:10:27 persoalannya kalau kita mau bicara 1:10:29 tentang existing condition sebagaimana 1:10:31 yang tadi disampaikan oleh Pak Rom kan 1:10:34 di kita juga di kampus Pak Romi kita 1:10:36 lebih banyak ee dosen-dosen gitu ya atau 1:10:39 guru bahkan dari SD, SMP, maupun SMA itu 1:10:42 kan sibuk dengan hard skill-nya Pak 1:10:44 Romi. Kalau Pak Romi menggunakan istilah 1:10:47 kognitif, affektif dan psikomotorik, 1:10:49 saya menggunakan dua ajaalah, hard skill 1:10:52 sama soft skill-nya. soft skill-nya itu 1:10:54 kita enggak banyak mengintervensinya. 1:10:57 Katakanlah seperti itu. Sebetulnya kerja 1:10:59 kelompok begitu ya, itu kan harapannya 1:11:01 sebetulnya mereka bisa saling bekerja 1:11:04 gitu ya, saling men-support dan 1:11:06 sebagainya. Tapi apa yang terjadi? Kami 1:11:08 temui ini kasus Pak Romi karena kami 1:11:10 harus berhadapan dengan satu mahasiswa 1:11:12 yang justru mengalami bully di kelompok 1:11:15 begitu. Nah, jadi dia mengalami gangguan 1:11:18 mental bahkan suicidal ideas-nya sudah 1:11:21 muncul begitu. itu kan memprihatinkan 1:11:23 begitu. Nah, yang kita sedih itu kenapa 1:11:26 di institusi pendidikan justru bullying 1:11:28 itu banyak terjadi gitu. Nah, ini kita 1:11:31 ngomong tentang environmentnya. Nah, 1:11:33 berarti kita memang lemah di dalam 1:11:36 mencoba mendidik yang tadi dari segi 1:11:39 afeksinya berat di kognitifnya. 1:11:41 kognitifnya juga enggak nyandak gitu ya. 1:11:44 Karena model hafalan apalagi pakai 1:11:46 multiple choice makanya bisa kita rendah 1:11:49 karena kita kurang menstimuli untuk 1:11:52 melakukan analisis sehingga daya 1:11:54 analisisnya memang lemah begitu karena 1:11:56 kita pernah menyelenggarakan olimpiade 1:11:59 di level ee FISIP gitu ya, sosial 1:12:01 humaniora di level SMA maksud saya. Tapi 1:12:05 itu luar biasa anak-anak Filipin itu 1:12:07 cara menjelaskannya beda dengan 1:12:09 anak-anak SMA kita yang berkecenderungan 1:12:11 untuk dalam tanda kutip menghafalkan. 1:12:14 Nah, itu yang kemudian jadi penting 1:12:15 bagaimana environment termasuk di 1:12:17 dalamnya adalah kita bicara dalam hal 1:12:20 ini adalah institusi pendidikan. Betul 1:12:23 ya, saya sepakat dengan Pak Romi. Hanya 1:12:24 salah satu agen sosialisasi. Yang 1:12:27 lainnya kan keluarga gitu ya yang terus 1:12:30 kemudian yang ber yang lainnya lagi 1:12:32 media. Apalagi sekarang anak-anak kita 1:12:34 di media sosial begitu. Yang lainnya 1:12:37 lagi adalah peer group nih. Kalau kita 1:12:39 mau ngomong remaja nih, peer grup yang 1:12:41 luar biasa sebetulnya sangat 1:12:43 berpengaruh. Nah, konsistensi 1:12:45 nilai-nilai yang dicoba ditanamkan di 1:12:47 antara empat agen sosialisasi yang tadi 1:12:50 saya sebut itu menjadi sangat penting. 1:12:52 Nah, kaitannya juga bagaimana di rumah 1:12:56 anak diajarkan tentang media sosial. 1:12:58 Saya sepakat tadi di Australia anak umur 1:13:01 di bawah 16 tahun tidak boleh mengakses 1:13:03 media sosial. Itu kan keputusan yang 1:13:05 luar biasa di dalam rangka mencoba 1:13:08 membangun environment yang memungkinkan 1:13:10 anak-anak itu menjadi anak-anak yang 1:13:12 tumbuh kembang dengan sehat. Karena e 1:13:15 yang ketiga yang nanti ketika kita 1:13:17 ngomong engineering terus environmentnya 1:13:19 sudah dalam tanda kutip ee 1:13:22 kondusif. E yang ketiga itu adalah 1:13:24 edukasi gitu. Jadi melalui upaya yang 1:13:27 ada kita sebetulnya bisa melakukan 1:13:29 edukasi yait tadi gitu ya di UI baru 1:13:32 sedang ee saya enggak tahu ya apakah itu 1:13:34 sudah 1:13:36 ditetapkan kaitannya dengan tadi code of 1:13:38 conduct bagaimana pemanfaatan ee apa 1:13:41 namanya EI ini misalnya seperti itu. 1:13:44 Tapi itu kan dalam konteks environment 1:13:46 yang kemudian edukasi apa yang 1:13:48 sebetulnya bisa dicoba dilakukan dalam 1:13:50 konteks pemanfaatan ee ini. Nah, 1:13:53 termasuk di dalamnya tadi gitu ya. Kalau 1:13:55 Turnitinnya sudah ngomong kayak gitu kan 1:13:57 mahasiswanya juga wah enggak harus 1:13:59 hati-hati gitu ya. Bukan hanya sekedar 1:14:01 sekian persen gitu ya. Kalau ilmu 1:14:03 eksakta kan di atas 30% masih di 30% 1:14:07 masih ditolerir. Tapi kalau di sosial 1:14:09 humaniora harus dibawa 15% misalnya 1:14:12 seperti itu. Tapi kalau Turnitinnya 1:14:14 sudah mengindikasikan bahwa ini pikiran 1:14:16 mesin bukan pikiran manusia tuh luar 1:14:18 biasa. Apalagi juga ada temuan yang 1:14:20 mengindikasikan bahwa jurnal-jurnal yang 1:14:23 dirujuk oleh I ternyata juga bukan 1:14:25 jurnal yang betul-betul juga ada. Nah, 1:14:27 itu kan juga jadi penting untuk kemudian 1:14:30 si manusianya nih juga tahu sebetulnya 1:14:32 bahwa mereka juga bisa ditipu gitu. Nah, 1:14:35 manusianya bagaimana bisa ee apa 1:14:37 namanya? cerdas gitu ya dalam menyikapi 1:14:41 IAI ini. Begitu kalau saya ngelihatnya 1:14:43 dari tiga aspek tersebut tadi 3E 1:14:45 ujung-ujungnya nanti teredukasi. Dengan 1:14:47 edukasi itu maka kita akan membangun 1:14:50 habitus bagaimana kemudian kita hidup 1:14:53 dengan 1:14:54 Ianggung 1:14:56 jawab. Terima kasih. Baik. Terima kasih 1:14:59 Bu Ida. Bu Roki apa masih 1:15:05 bergabung ya? Iya, ya. 1:15:07 Masoki. Satu pertanyaan. Ee II kan 1:15:11 teknologi yang bisa kita manfaatkan 1:15:13 untuk kebaikan masyarakat, bangsa. Ya, 1:15:15 kira-kira dari seluruh permasalahan 1:15:17 bangsa Indonesia saat ini yang paling 1:15:19 utama apa yang bisa dimanfaatkan melalui 1:15:22 AI ini untuk bisa memecahkan dan 1:15:24 menyelesaikan masalah bangsa kita? 1:15:28 kita harus 1:15:30 konsisten. Kalau kita jadikan teknologi 1:15:33 alat bantu, kenapa kita larang mahasiswa 1:15:35 untuk menulis disertasi pakai artificial 1:15:39 intelligence? Apa 1:15:45 takut pelagiat? Pelagiat, pelagiat, Pak. 1:15:48 Ya, plagiat itu soal moral bukan soal 1:15:50 teknologi. Iya, Bong. 1:15:53 Kan kita juga sudah memplagi cangkul itu 1:15:56 dirubah jadi traktor kan. Kita memplagi 1:15:58 tangan kita juga kan dengan bikin 1:16:01 cangkul. 1:16:02 Oke. Jadi mesti ada radical questioning 1:16:06 untuk menentukan sikap kita terhadap 1:16:09 teknologi. Coba saya putar logikanya ya. 1:16:13 Cangkul memperalat manusia untuk membuat 1:16:18 traktorn. Traktor memperalat manusia 1:16:22 untuk bikin drone supaya penyemaian jadi 1:16:25 efisien. Jadi kita diperalat oleh alat 1:16:28 sebetulnya dasarnya. Nah, kalau itu 1:16:32 logikanya ya biar 1:16:37 orangasar apa yang mau diin lagi 1:16:40 membantu e politik supaya enggak ada 1:16:42 koruptor ya buat 1:16:44 apa kan dari awal kita juga ada koruptif 1:16:49 karena kita 1:16:50 memakai untuk men-supplai 1:16:53 kekurangan atau biasa aja kan itu yang 1:16:57 saya maksud kalau 1:17:05 harus membi orang 1:17:07 plagiasti mau enggak ambil 1:17:11 konsensi coba mauil 1:17:17 suaranya putus-putus Roki enggak kurang 1:17:19 kedengaran tadi bentar ya 1:17:25 kameranya juga masih off iya Oke, ini 1:17:28 saya lagi 1:17:29 bicara. Oke, here we go. Oke, ya. I 1:17:35 apa masalahnya 1:17:37 kalau mahasiswa menulis 1:17:41 disertasi dengan memanfaatkan artificial 1:17:44 intelligence dengan nanya pada 1:17:47 CGBT. Oh, dia plagiasi. Oh, itu 1:17:49 paligiasi urusan moral bukan urusan 1:17:52 teknologi. Apakah dosen yang akan 1:17:54 menguji dia juga tidak mencari 1:17:57 pertanyaan lewat chat 1:18:02 GBT? 1:18:04 Coba ya cuman sekian persen kan? Iya. 1:18:07 Tetapi pada akhirnya kita harus ambil 1:18:09 kesimpulan bahwa era manusia 1:18:13 itu sudah sedang berakhir. Maka kita 1:18:16 percepat berakhirnya era itu dengan 1:18:18 menemukan teknologi. 1:18:20 Kan kenapa jadi baper dengan soal 1:18:23 semacam itu? Misalnya 1:18:25 coba kan kita mendua akhirnya kan tadi 1:18:28 saya terangkan bahwa kita bikin cangkul 1:18:31 untuk memanipulasi tangan kita. Artinya 1:18:34 kita manipulatif. 1:18:36 Dan dari kata manipulasi itu juga datang 1:18:38 dari kata manus yaitu tangan. 1:18:40 Memanipulasi, memakai 1:18:43 tangan. Jadi sebetulnya kita memalsukan 1:18:46 sebetulnya potensi natural kita. Nah, 1:18:49 kalau kita sudah palsukan maka 1:18:51 seterusnya harus ada 1:18:53 kepalsuan. Kenapa enggak pakai otak? 1:18:55 Buat apa saya pakai otak untuk bikin 1:18:56 disertasi kalau CPT bisa pakai bisa 1:18:58 bantu saya? Buat apa? 1:19:01 kan daripada otak saya itu dipakai untuk 1:19:04 memproduksi energi mesti diatur supaya 1:19:06 amigdal saya itu tetap ee bekerja 1:19:10 neurotransmitternya bagus supaya 1:19:12 dopaminnya juga bisa terukur tuh 1:19:14 eksotosinya kan semua itu peristiwa 1:19:16 teknis. 1:19:18 Jadi buat saya mestinya kita ambil 1:19:21 konsekuensinya bahwa 1:19:24 biarkan mahasiswa itu membuat disertasi 1:19:28 melalui plagiasi teknologi karena memang 1:19:31 fungsi teknologi memplagi ketidakmampuan 1:19:35 manusia. Di dalam teori ee materialisme 1:19:40 baru, alat memperalat manusia untuk 1:19:43 membuat alat. Ada whiteboard. Whiteboard 1:19:46 itu memperalat saya supaya saya membuat 1:19:50 spidol. Spidol memperalat saya supaya 1:19:53 saya membuat penghapus. Kan begitu 1:19:56 evolusi teknologinya kan. Penghapus 1:19:58 memperalat saya supaya saya 1:20:02 membuat eh e whiteboard yang tidak tidak 1:20:05 perlu ada penghapus. Kan teknologi 1:20:08 berkembang begitu. Jadi sekali lagi 1:20:11 soal-soal semacam ini memang jadi 1:20:13 semacam pertanyaan baru hubungan antara 1:20:16 ilmu pengetahuan dengan nilai, hubungan 1:20:18 antara nilai dan kemajuan peradaban. 1:20:20 Nah, jadi kalau kita mau serius membaca 1:20:23 ini, saya lihat bagaimana ee ee ee Wakil 1:20:29 Menteri Pendidikan Tinggi Ibu Stela itu 1:20:32 berupaya untuk mensosialisasikan 1:20:34 teknologi itu, berupaya 1:20:36 mensosialisasikan bahwa kemampuan otak 1:20:39 kita itu sebetulnya masih bisa 1:20:40 dimaksimalkan. Jadi, kalau teorinya kita 1:20:43 masih bisa maksimalkan otak kita, maka 1:20:45 berhenti dengan teknologi. Sebab begitu 1:20:47 ada teknologi, thold-nya tercapai. 1:20:51 80% kan disupply oleh ngapain saya mesti 1:20:54 pakai otak gitu. Jadi 1:20:57 eh ya saya ajukan itu sebagai problem 1:21:00 sebetulnya supaya kalau ada orang yang 1:21:03 pesimis mestinya dia pesimis karena dia 1:21:05 rasional. Ada orang yang optimis tapi 1:21:06 optimismenya tuh 1:21:09 irasional gitu kira-kira teman-teman. 1:21:13 Baik terima kasih Bu. Ee dapat. 1:21:18 Iya. Enggak. Enggak. Satu per ini deh. K 1:21:21 kira-kira kalau seandainya jadi ei, jadi 1:21:26 presiden ini ada teknologi AI. Apa ini 1:21:29 apa yang bisa Bung Rocky manfaatkan 1:21:32 untuk membantu Bung Rocki sebagai 1:21:34 seorang presiden RI? Ya, saya bubarkan 1:21:36 kabinetnya. 1:21:40 I kan dia cuman Bu Ri sabar 1:21:45 itu serius. Ngapain perlu kabinet dungo 1:21:49 kalau artificial intelligence bisa 1:21:50 mengatasi semua deficit IQ satu kabinet? 1:21:53 Kan gampang 1:21:57 ya. Ya. Oke. Kalau ini ini mirip-mirip 1:22:02 tadi Mas I. Jadi ketika programmer e 1:22:05 developer senior saya saya tawari eh 1:22:08 rekrut aja yang junior gitu ya. eh apa 1:22:11 namanya? Rekrut yang baru yang fres 1:22:12 graduate dia ngomong, "Mohon maaf, Pak, 1:22:14 bisa enggak eh eh saya kita enggak usah 1:22:17 ngerekrut. Saya dilanggankan CGBT saja 1:22:20 20 US dolar per bulan itu sudah melebihi 1:22:23 e junior developer saya gitu ya. Makanya 1:22:24 tadi saya sebut bahwa di perusahaan IT 1:22:27 di dunia software bahkan kita udah udah 1:22:30 hanya tinggal 50% coding itu dibuat oleh 1:22:32 programmer. Jadi sekarang kita lempar 1:22:34 gitu bukan jadi kan bareng gitu." Nah ee 1:22:38 apa namanya? Makanya itu yang tadi saya 1:22:40 sampaikan CE UNV dia sampai ngomong 1:22:42 coding is dead gitu ya. Coding itu mati 1:22:44 karena dan ini sebenarnya mengangkat 1:22:46 derajat kita karena kita akan di 1:22:48 dibalikin ke ide ayo ID-nya mana ini 1:22:51 yang akan hidup gitu kan. Tapi clerical 1:22:53 job lah. Ngapain lu lakukan clerical job 1:22:55 itu mesin aja bisa gitu kan sebenarnya 1:22:57 kan. Makanya kalau ee ee istilahnya ee 1:23:01 tadi mengambil yang tadi Bang Marani 1:23:03 saya sebut bahwa komputer itu cerdas eh 1:23:05 komputer itu cepat tapi bodoh gitu ya. 1:23:08 manusia itu cerdas secara konteks tapi 1:23:11 kurang cepat. Makanya efeknya akan 1:23:13 masalah-masalah yang berhubungan dengan 1:23:16 ee menganalisis ee data gede memang 1:23:19 enggak perlu manusia. Ngapain otak kita 1:23:21 kita pakai untuk nganalisis data yang 1:23:23 besar karena capek juga kita gitu ya. 1:23:25 Pagi mungkin segar lah, siang sudah 1:23:26 enggak bisa gitu kan. Nah, itu 1:23:28 diserahkan ke komputer. Perlu lebih 1:23:30 cepat, efisiensi, presisi. Enggak bisa 1:23:32 manusia. manusia pagi masih segar, siang 1:23:35 ee hancur dia enggak udah ngantuk sambil 1:23:38 ngantuk dia enggak bisa ngerjain se 1:23:40 cepat pagi. Nah, clerical job pekerjaan 1:23:42 monoton itu akan digantikan oleh mesin. 1:23:45 Tapi apa yang enggak digantikan oleh 1:23:47 mesin? 1:23:48 Empati, social ability misalkan, gitu 1:23:50 ya. ee perawat, dokter, guru, dosen yang 1:23:55 enggak ee nanti kalau ada diskusi di DPR 1:23:57 jangan dihilangin itu yang kognitif, 1:23:59 soft skill jangan dihilangin gitu ya Bu 1:24:02 Hiday nanti ya. Itu kalau sampai hilang 1:24:04 itu sudah selesai tugasnya ee dosen 1:24:06 enggak enggak ini lagi dan dosennya jadi 1:24:08 meningkat harkatnya karena enggak lagi 1:24:11 ngasih soal-soal C1 sampai C3 atau C5 1:24:14 gitu ya. Kita konsentrasi ke C6 aja. 1:24:17 Berikan ee kasus selesaikan gitu ya. 1:24:19 Kayak tadi itu Mas Hi ee Indonesia ada 1:24:23 masalah di PPN 12% naik dari 11. Oke. Ee 1:24:27 apa namanya dengan ilmu ee ekonomi yang 1:24:29 diajarkan selama satu semester ini 1:24:31 tolong lakukan analisis. Nah nanti 1:24:33 seperti itu ee soal-soalnya akan lebih 1:24:35 lebih bagus gitu ya. Kita terhindar dari 1:24:37 coba coba saya terusin paling soal gitu 1:24:39 ya. Monggo silakan. Coba ya e 1:24:42 paradoksnya sekarang kita lihat sebagai 1:24:44 paradoks. Saya kuliah pertama itu 1:24:47 jurusan teknik elektro. 1:24:50 Satu waktu kita dapat sumbangan mesin 1:24:53 pesawat dari Astra. Kita praktik di 1:24:56 situ. Dulu namanya elektro arus lemah 1:24:59 dan corselet. Lalu kita diomelin karena 1:25:02 itu barang mahal. Loh, justru itu barang 1:25:04 yang mesti kita rusak kletelet. Kan itu 1:25:07 namanya riset kan. Jadi bayangkan 1:25:10 misalnya saya praktik elektro elektrolis 1:25:13 jurusan elektro tapi merusak barang lalu 1:25:16 di oleh dosennya hukum kacau dosennya. 1:25:19 Jadi kalau barang itu tidak pernah rusak 1:25:21 artinya dia tidak pernah diriset, tidak 1:25:23 pernah dibawa. Buat apa dibawa ke 1:25:24 laboratorium kalau barang itu tidak bisa 1:25:26 dirusak? Satu contoh. Lalu saya ingat ee 1:25:31 praktik TEMc namanya dulu teknologi 1:25:33 mekanik itu untuk ngebumbut membuat 1:25:37 skrup membuat macam-macam itu. Saya 1:25:41 menganggap bahwa ngapain saya belajar 1:25:43 begituan? Kalau 1:25:45 di karet dulu di ee belakang ee apa 1:25:51 sekarang ya? Jadi karetlah itu. Itu ada 1:25:55 banyak pekerja mesin bubut yang 1:25:58 sebetulnya lebih bagus dari karya saya. 1:26:00 Maka saya bawa itu pekerja PR itu ke 1:26:03 bengkel-bengkel bubut itu dan sangat 1:26:05 lebih bagus kan. Lalu dosen bilang 1:26:06 enggak bisa mesti kamu yang bikin tuh. 1:26:08 Jadi buat apa coba? Kan buat apa tangan 1:26:11 saya itu membengkak untuk membuat bubut 1:26:15 hanya untuk praktik sebetulnya. Ini 1:26:18 sebetulnya efisiensi itu mulai terjadi. 1:26:19 Saya bilang tangan saya enggak mau saya 1:26:21 berotot hanya untuk membubut sendiri itu 1:26:23 mending otot saya keluar karena saya 1:26:24 panjat tebing. Itu lebih berguna 1:26:26 sebetulnya kan. Jadi sebetulnya banyak 1:26:28 paradoks di situ. Nah itu saya kira 1:26:29 konsekuensinya juga begitu di dalam 1:26:32 upaya untuk 1:26:33 menghasilkan makhluk baru new new sibion 1:26:37 itu kira-kira istilahnya itu 1:26:38 cybernetic eh biology ontology sibion 1:26:42 baru itu ya biarkan aja kan. Toh kita 1:26:44 pada akhirnya akan tahu bahwa separuh 1:26:47 dari hidup kita sudah teknologis kok. 1:26:50 Setiap kali saya bawa handphone itu maka 1:26:52 saya membawa separuh dari peralatan otak 1:26:55 saya. Kalau saya ketinggalan handphone, 1:26:57 saya 1:26:59 mengalami kecemasan psikologis karena 1:27:02 jangan-jangan handphone saya dilihat 1:27:04 oleh pacar saya lalu ada ada ee 1:27:06 perempuan lain di situ kan. Jadi kita 1:27:08 langsung psikosomatik juga kan. Jadi 1:27:11 sebetulnya enggak ada problem lagi 1:27:13 sekali kita ambil risiko bahwa kita 1:27:15 masuk di dalam dunia teknologi, maka 1:27:17 kita harus anggap bahwa kita memperalat 1:27:19 teknologi di awal berikutnya kita 1:27:21 diperalat oleh teknologi. Untuk apa? 1:27:23 Untuk bikin teknologi baru. Dan 1:27:25 teknologi yang baru itu harus mampu 1:27:27 dirancang sedemikian rupa sehingga dia 1:27:29 bisa 1:27:30 difalsifikasi supaya timbul teknologi 1:27:32 baru lagi kan dialektik dari teknologi 1:27:35 begitu kan. Jadi saya kira ini 1:27:36 pembicaran ini bagus supaya ee kita juga 1:27:40 bisa mulai membaca bahwa arah peradaban 1:27:43 itu atau sebut aja bahwa ya kita enggak 1:27:45 pernah tahu bahwa ee kamera yang mampu 1:27:50 untuk melihat bintang terakhir itu hanya 1:27:53 mampu melihat 400.000 tahun yang lalu 1:27:56 tuh. Tiba-tiba kita tahu, oh kita temuin 1:27:58 bintang baru 14.000 tahun cahaya 1:28:01 jaraknya. Oh iya, tapi bintang itu sudah 1:28:02 lama punah sebetulnya. tinggal image-nya 1:28:04 aja ada di depan kita kan. Jadi hal-hal 1:28:06 semacam ini memungkinkan kita lakukan ee 1:28:10 di Indonesia misalnya semacam kurikulum 1:28:13 untuk mengevaluasi kondisi sebutnya 1:28:16 kondisi pendidikan kita yang di dalamnya 1:28:18 feodal, yang di dalamnya adalah mistik, 1:28:21 yang di dalamnya penuh dengan kecemasan. 1:28:24 itu juga yang membatalkan kita untuk 1:28:26 komite di bidang teknologi. Jadi sekali 1:28:27 kita pastikan kita komite di bidang 1:28:29 teknologi ambil risiko bahwa pada 1:28:31 akhirnya kita mesti serahkan kemanusiaan 1:28:34 yang adil dan beradab ini kepada robotik 1:28:36 yang justru lebih adil dan beradab. 1:28:38 Walaupun tadi betul dia tanpa value tapi 1:28:40 dia bisa mendistribusikan keadilan. 1:28:43 Utiliteranisme juga itu bisa dilakukan 1:28:45 dengan mengontrol ee ee tadi ee 1:28:49 kerakusan manusia kan. Tapi kita akan 1:28:52 ubah itu dan dimensi korupsi juga akan 1:28:55 berubah. Jadi teknologi 1:28:57 akan mencap, "Oh, ini dia korupsi karena 1:29:00 dia punya kekuasaan." Tapi pertanyaan 1:29:03 bagaimana mungkin dia dapat kekuasaan? 1:29:05 Itu pertanyaan yang harus dijawab oleh 1:29:07 eh PKS tuh. Apakah didapat kekuasaan 1:29:10 karena ikut dengan Kim Plus atau dia 1:29:13 dapat kekuasaan karena memang itu sudah 1:29:15 sunatullah. Kira-kira begitu. Sabar, 1:29:17 Bang. Sabar. 1:29:20 Kalau Pak Marani sudah biasa begitu 1:29:24 digituin. 1:29:26 Oke. Baikani kan ustaz yang paling 1:29:29 bermutu di Asia Pasifik ya. Ustaz 1:29:31 Mardani. 1:29:33 Astagfirullahalazim. 1:29:35 Sekarang sudah pemimpin parlemen 1:29:36 parlemen sedunia ini Boki. Iya karena 1:29:39 itu dia marmir ke mana-mana tuh. Jadi 1:29:42 cari dia aja ya pasti di dompetnya 1:29:44 isinya dolar semua. Dia enggak pakai 1:29:46 rupiah lagi tuh. Enggak perlu uang 1:29:48 palsu. Jadi ya politik dalam negeri lagi 1:29:51 enggak seru keluar aja kita gitu Bu Id 1:29:55 dan Pak Robi. Baik terima 1:29:58 kasihoki. Dengan demikian kita ini sudah 1:30:01 harus closing ideas sudah lewat dari 1:30:04 2130. Sangat menarik diskusi kita 1:30:07 terkait AI dan 2025 ini kemungkinan 1:30:10 besar penggunaan AI akan sangat masif 1:30:13 sekali dan mampukah Indonesia 1:30:15 memanfaatkan ini? ee ILT malam ini ingin 1:30:19 menginisiasi di akhir tahun ini dan 1:30:21 semoga 2025 nanti AI bisa bermanfaat ee 1:30:24 bagi kehidupan berbangsa kita. Ee 1:30:27 seperti biasa para pembicara kita minta 1:30:29 untuk memberikan closing statement atau 1:30:31 closing ideas sebelum kita akhiri. Pak 1:30:33 Marani persilakan closing ideas. 1:30:36 Eh sebetulnya there is nothing new under 1:30:39 the sun ya Bang Aldi. Kalau kata Quran 1:30:42 tetap asluhabitun harus punya akar yang 1:30:45 kuat. wauha fama boleh aja teknologinya 1:30:49 secanggih apa, tapi imannya diperkuat, 1:30:52 etikanya diperketuat, akhlaknya 1:30:54 diperkuat, sabarnya diperkuat, 1:30:56 insyaallah kita bisa jadi bangsa besar 1:30:59 yang memberi rahmat bagi semua. Makasih, 1:31:01 Bang Haldi. Terima kasih, Pemarani. Eh, 1:31:04 Mas Romi silakan. 1:31:07 Oke. Jadi, ee ea itu 1:31:10 keniscayaan. Pasti ada efek negatif dan 1:31:13 efek positif. Tapi paling tidak ee efek 1:31:17 positifnya kita terbantu ngolah 1:31:19 data-data besar yang tadinya mustahil 1:31:20 kita lakukan. Kita bisa menyelesaikan 1:31:23 pekerjaan yang dulunya 1:31:25 monoton dan pagi kalau dikerjakan 1:31:28 manusia pagi kualitasnya A, sore 1:31:31 kualitasnya C. Sekarang dengan AI dengan 1:31:33 komputerisasi itu tidak ee lebih lebih 1:31:36 stabil gitu ya. Terus kemudian efeknya 1:31:39 juga nanti bisa terbawa ke mana-mana 1:31:41 karena AI bisa mendorong inovasi di 1:31:43 kesehatan, di pendidikan gitu ya. Alat 1:31:46 transportasi mobil autonomnya si Elon 1:31:49 Mask itu juga basisnya dari e computer 1:31:51 vision itu di bawahnya, di belakangnya 1:31:53 gitu ya. Dan efek 1:31:55 negatifnya ee manusia-manusia yang 1:31:57 beranggapan bahwa saya masih bisa kerja 1:31:59 secara psikomotorik, clerical job akan 1:32:02 hilang karena digantikan oleh mesin gitu 1:32:04 ya. Terus kemudian ee kemungkinan akan 1:32:07 terjadi pelanggaran privasi kayak tadi 1:32:10 kita enggak pengin ketahuan pun akhirnya 1:32:11 jadi ketahuan gitu ya. Jadi privasi, 1:32:14 keamanan, penyalahgunaan eh apa namanya 1:32:17 beraneka ragam nanti akan muncul. Tapi 1:32:19 tadi seperti saya sampaikan eh kata 1:32:22 Plato, "Nesity is the mother of 1:32:23 invention" gitu ya. Akan ada invensi 1:32:25 baru yang nanti akan bisa memperbaiki 1:32:28 kerusakan yang dibuat oleh manusia dan 1:32:30 itu memperbaiki kehidupan manusia, 1:32:32 mengangkat harkat martabat manusia. 1:32:35 tidak lagi mengerjakan kekerjaan 1:32:36 clerical gitu ya, kita akan ke 1:32:39 creativity sesuai eh apa eh prediksi 1:32:42 dari Gartner e yang mengatakan bahwa eh 1:32:47 creativity terus kemudian strategic 1:32:49 thinking itu akan menghilangkan eh 1:32:52 pekerjaan-pekerjaan atau membunuh 1:32:54 pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya 1:32:55 cirikal kan itu karena kita dibantu oleh 1:32:58 eh mesin. That's all. Mungkin itu dari 1:33:00 saya, Mas. 1:33:02 Baik, terima kasih Mas Rami. Bu Ida 1:33:04 dipersilakan closing statement. 1:33:07 Iya, kalau saya melihatnya bahwa I ini 1:33:10 kan bukan hanya sekedar kalau tadi Bang 1:33:14 Roki menyebutnya membangun manusia baru, 1:33:17 tapi sebetulnya kita juga membangun 1:33:19 tatanan baru begitu, sosial, ekonomi, 1:33:23 bahkan mungkin tadi ya politik dan 1:33:25 sebagainya begitu. Nah, dalam konteks 1:33:27 tatanan maka yang menjadi sangat penting 1:33:29 sebetulnya adalah norma dan nilai baru 1:33:32 juga begitu. Nah, siapa yang sebetulnya 1:33:35 nanti berkontribusi terhadap norma dan 1:33:37 nilai baru? Saya ngutip aja dari apa 1:33:39 yang tadi disampaikan oleh Bang Romi. 1:33:41 Kita yang sebetulnya harus mengisi kan 1:33:43 karena IAI itu basisnya data sistem. 1:33:46 Jadi kita siapa yang sebetulnya bisa 1:33:48 membangun norma dan nilai di dalam 1:33:50 rangka yang tadi sintesa tesa antiseta 1:33:53 kemudian melahirkan sintesa. Saya kira 1:33:56 itu perlu orang-orang yang bisa mengisi 1:33:59 norma tersebut. Terima kasih. 1:34:02 Baik terima kasih Bu Ida dan terakhir 1:34:05 Muroki silakan K. 1:34:07 Iya. Ya, kita berdoa semoga value itu 1:34:10 tetap ee melampaui overcome eh yang 1:34:16 teknis sebetulnya itu. Dan saya kira itu 1:34:18 betul kalau dibilang eh 300 tahun 1:34:21 sebelum Masehi itu kata 1:34:24 Plato bahwa necessity is the mother of 1:34:28 invention. Sekarang kita mesti tambahkan 1:34:30 bahwa curiosity is the father of 1:34:32 necessity. Gitu. 1:34:34 [Tertawa] 1:34:39 Baik. Thank you. 1:34:42 Iya. Kalau enggak ada kuriosity mati 1:34:44 kita. Iya. Pasti saya kurios. Oke, Bang 1:34:48 Mardani, Mas. 1:34:50 Keren, 1:34:53 keren, Pak. 1:34:56 Lanjut. Siap. Dengan demikian 1:34:57 berakhirlah acara in ST kita pada malam 1:35:00 ini dengan tema eh AI artificial 1:35:03 intelligence eh dari sisi positif dan 1:35:05 negatifnya. Tapi kita harapkan bangsa 1:35:07 Indonesia, masyarakat Indonesia, kita 1:35:09 semua bisa memanfaatkan teknologi ini 1:35:11 untuk kemajuan bangsa. Banyak sekali 1:35:13 yang bisa dimanfaatkan. Nanti mungkin ee 1:35:16 diskusi-diskusi ILT berikutnya akan 1:35:18 lebih mendalami bagaimana EA ini bisa 1:35:20 membantu kita untuk maju menyelesaikan 1:35:22 masalah-masalah kita dan meningkatkan 1:35:24 kualitas kehidupan berbangsa dan negara 1:35:26 kita. Sampai ketemu pada acara Inal Stok 1:35:29 pekan depan pada waktu dan channel yang 1:35:31 sama. Asalamualaikum warahmatullahi 1:35:32 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:35:34 warahmatullahi wabarakatuh. Terima 1:35:36 kasih.