Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:02 wabarakatuh. 0:03 Bagaimana pagi hari ini, Bang Isanudin? 0:05 Insyaallah 0:05 tidak terlalu penat ya berita-berita 0:08 negeri ini [tertawa] 0:12 ya. Ee 0:15 karena Anda menerapkan sistem yang 0:16 amburadul seperti buku saya ya, Anda 0:19 harus menghadapi sistem yang amburadul. 0:22 [tertawa] 0:25 Dua hal Bangudin mau kita angkat nih ya 0:27 di dialog kita pagi hari ini. 0:30 Kita sor dulu mancanegara 0:33 hormus kembali ditutup. Ada orang yang 0:35 melihat gitu ya [berdehem] ee pengamat 0:38 ini kayaknya jadi alarm alarm geopolitik 0:42 baru sama ancaman keamanan global. 0:45 Apalagi disoroti sikap Trump ya. banyak 0:48 pengamat yang mengatakan ini Islam 0:50 kayaknya brunder lagi nih. Misangkanya 0:53 dengan bom, dengan rudal itu bisa 0:56 menyelesaikan masalah. Justru ee 1:00 sepertinya Iran malah ee punya pesan 1:02 tersendiri gitu mengenai konflik yang ee 1:05 berlanjut ini. Ee Bang In saya ingin 1:09 mengaitkannya dengan karena saya membaca 1:11 satu eh analisa Bangim ya. Jadi dalam ee 1:16 studi ke nasional katanya ada konsep 1:20 strategic checkpoint di mana titik 1:23 strategis, titik geografis yang menjadi 1:26 urat nadi perdangan global itu sangat 1:28 menentukan ketika ada konflik dalam hal 1:31 ini misalkan ee perang gitu ya. 1:34 Pertanyaannya apakah ee Selat Hormus ini 1:38 betul-betul menjadi senjata geopolitik 1:41 Iran gitu ya? ya karena sampai saat ini 1:43 bisa kita katakan gitu menghadapi 1:46 Amerika Serikat ee relatif mampu gitu 1:50 walaupun kemampuan militernya ee berbeda 1:53 gitu ya dan juga sebenarnya ini 1:57 mengindikasikan 2:00 ketika meningkatnya biaya operasi 2:01 militer Amerika Serikat gitu ya beserta 2:04 sekutunya apakah menggambarkan juga gitu 2:08 Amerika Serikat ini menuju kolab yang 2:10 benar-benar terjadi. tadi gitu ya. Nah, 2:13 ini kita mau lihatnya itu bagaimana ee 2:15 Bangudin ee ketika melihat ini alarm ee 2:19 ancaman keamanan global yang baru gitu 2:22 ya. lalu ke dalam negeri. Ya, kita juga 2:24 ingin ee sorotan dan juga analisa dari 2:28 Bangsanudin ee ketika sekarang ya kasus 2:32 ee luar biasa ini korupsi yang 2:35 sepertinya di negeri ini ee tidak pernah 2:39 kehabisan pelaku karena pelakunya itu 2:42 terus-menerus bertambah gitu ya. Perkara 2:44 belum tuntas perkara lain muncul. 2:47 Apalagi ini lembaga-lembaga gitu ya 2:50 dengan ee drama penggeledahan demi 2:53 penggeledahan kan itu uang dokumen, 2:57 aset, emas gitu ya, mulia dan lain-lain 3:00 gitu ya. Ada begini Bang Hasanudin, 3:02 ternyata di negeri ini ketika melibatkan 3:06 pejabat lalu juga ada penegak-penegak 3:08 hukum lalu juga ada mantan pejabat gitu 3:11 ya. Karena mantan presiden keseret-seret 3:13 juga ni di kasus yang sekarang itu ada 3:16 istilah brother in crime dalam korupsi 3:20 di Indonesia. Nah, brother in crime ini 3:22 apakah sama seperti lingkaran setannya 3:25 korupsi atau lebih lebih lagi katanya 3:27 lebih kuat lagi ternyata gitu ya. Maka 3:30 brother in crime ini kuat banget gitu ya 3:32 semua. Bagaimana kita dua hal ini kitaut 3:35 monggo. 3:37 Oke. [berdehem] 3:39 Yang pertama soal chokp strategi. 3:42 Chockpint strategi itu strategi titik 3:47 menyempit. [mendengus] 3:49 Titik picu menyempit gitu. 3:52 Titik titik picu picu itu yang dimaksud 3:55 adalah hormus. 3:57 ini ee 4:00 ini strategi 4:03 ee 4:05 saya masuk ke dalam apa dalam dalam 4:07 kajian saya. Saya menyebut sebagai eh 4:10 strategic 4:12 supply change mengganggu mata rantai 4:15 pasokan tapi sekaligus eh mengganggu 4:19 value C. 4:21 Nah, 4:23 [berdehem] 4:25 jadi kalau pakai penegatan yang saya 4:27 bangun seperti ini, maka sejak 4:32 ee awal Maret gitu saya langsung 4:35 membahasnya itu berbagai kalangan awal 4:39 Maret 4:40 dengan menyebut Trump 4:43 menutup telinganya atas masukan sejumlah 4:46 tertinggi agar tidak 4:49 menyerang Iran disebabkan Iran bisa 4:51 mengganggu ee mata rantai pasok dan mata 4:55 rantai nilai. 4:57 Apa itu mata rantai pasok dan mata 4:58 rantai nilai? 5:02 Mata rantai pasok adalah ee 5:06 satu 5:08 sarana yang menghubungkan 5:11 dari sumber daya produksi dan distribusi 5:15 sehingga dipakai oleh pemakai akhir 5:19 baik kilang 5:21 maupun beberapa tempat dan termasuk 5:23 industri kimia petrokimia 5:28 ee termasuk ke industri pupuk 5:31 H 5:31 baru kemudian masuk ke ee warga pemakai 5:35 akhir 5:36 itu 5:38 ee satu saluran satu sarana seperti 5:42 itu yang disebut dengan 5:44 mata rantai pasok satel 5:46 h 5:48 yang kedua C mata rantai nilai 5:53 itu tiaptiap titik dari mata rantai 5:56 pasok tadi memberi nilai tambah 6:00 dan akumulasi atas nilai itu adalah 6:03 mereka yang menguasai titik dari sumber 6:06 daya produksi dan distribusi. 6:09 Tapi begitu distribusi, sarana 6:10 distribusinya terganggu ee dalam hal ini 6:14 jalur terganggu, maka 6:19 seluruh 6:20 sumber daya produksi tadi tidak bisa 6:23 berjalan. Ibaratnya 6:26 ee aliran darah tersumbat. 6:29 Jadi chok poin itu bisa kita samakan 6:31 sebagai aliran darah bukan tersumbat. 6:33 Disumbat. 6:35 Hm. 6:36 Disumbat 6:38 secara sengaja sehingga darah tidak bisa 6:41 mengalir keluar dari jantung ke seluruh 6:45 tubuh gitu ya. 6:47 [berdehem] 6:48 Dan karenanya tidak ada valuein, tidak 6:50 ada semangat, tidak ada apa-apa di dalam 6:53 tubuh manusia yang bisa ee menggerak, 6:57 membangun 6:59 ee kesehatan, membangun kesadaran karena 7:03 tubuh membutuhkan peredaran darah, 7:06 beredarnya darah. H kurang lebih sama. 7:10 Eh, Trump sudah diingatkan sejak awal 7:13 bahwa jika menyerang Iran akan begitu 7:16 gitu. 7:18 Yang menarik adalah kenapa Trump memaksa 7:22 gitu. 7:24 Nah, Dam 7:27 yang Anda sebut sebagai Indonesia ee 7:29 Amerika mengalami penurunan gitu ya ee 7:33 dengan 10 alasan ya. Memang ini pemenang 7:38 pemenang ulit nih, Jerif Diamond eh 7:41 menuliskan bukunya yang saya sebarkan 7:43 itu menyebut 10 alasan Amerika mengalami 7:48 tetapi tulisan Jamen bukan hal baru. 7:52 Karena kalau Anda ingat argumen saya 7:55 ketika saya menyampaikan tentang global 7:58 financial crisis 8:00 yang dimulai dengan peperangan industri 8:03 manufaktur dan publik mengenalnya 8:05 sebagai perang dagang. 8:09 itu sudah saya sampaikan sejak 2009, 8:12 2008, 2009, 2010 gitu ya awal-awalnya. 8:17 Karena dimulai dengan energy price war 8:20 pada 14 Juli 8:22 2008, 8:24 harga mencapai 147 dolar per barang. 8:29 Dipakai untuk memukul Cina. Tapi 8:32 ternyata Cina punya daya tahan. 8:34 Nah, sampai pada titik itu kita 8:36 [berdehem] mundurnya ternyata tidak bisa 8:39 cukup pada periode 2008, periode akhir 8:41 Jokbus dan periode awal Obama. Tapi kita 8:45 harus mundur pada periode jadwal kebus 8:48 atau dikenal sebagai bus junior. 8:52 Nah, kalau kita masuk ke dalam periode 8:55 bus junior atau jatuh bus di sana 8:58 kajiannya menunjuk pada apa yang 9:01 dilakukan oleh Jok Gepus. 9:04 dari tahun 2000 9:06 sampai dengan 2008. 9:09 2000 2004 9:13 disebut oleh berbagai 9:15 kalangan elit 9:17 terutama ee 9:20 ee kalangan terpelajar. 9:24 Jotus justru membangkitkan perlawanan 9:28 musuh-musuh potensial Amerika 9:31 yang pada 2004 9:33 ketika Bush bertarung gitu ya, dia 9:37 menggunakan strategic imigran untuk 9:40 memilihnya dengan memberikan kredit 9:42 murah dan ee hasilnya kredit itu macet 9:48 di 2008 9:50 terkenallah yang namanya fan Mei ee ya, 9:53 Fredym dan Subrime Mortgage sehingga 9:55 akhirnya berdampak financial crisis. 9:59 Nah, potensi potensi musuh-musuh potensi 10:01 Amerika ini bangkit ee disebabkan 10:06 Jwebus melakukan apa yang disebut mereka 10:08 menyebutnya sebagai war on Islam yang 10:11 mereka ganti dengan war on terror itu. 10:14 Itu membangkitkan kesadaran. Ternyata 10:18 hegemoni Amerika itu basisnya kekerasan. 10:24 teror 10:24 basisnya kekuatan. 10:26 Ah, itu yang di secara terbuka diakui 10:28 oleh Trang. Jadi kalau debat saya 10:32 ee debat saya gitu ya, e debat saya 10:35 dengan dengan 10:37 AI. Jika Anda hanya kan AI itu 10:41 menggunakan metode fenomenologi. 10:44 Hm. Jadi ee EAI itu kajiannya kajian 10:47 logik fenomenologi. 10:49 Ketika fenomenologi itu Anda masuk ke 10:51 dalam perspektif sejarah historiografi, 10:55 I akan tersuruk-suruk ngikutin kajian 10:59 Anda gitu ya. Dan akhirnya membenarkan 11:01 karena dia masukin semua data kan, tapi 11:04 kan semua data belum tentu dipakai 11:05 tergantung pada penanya gitu. 11:08 Nah, saya masukin data ap pun dipakai. 11:10 Iya. Data ap pun dipakai. Nah, saya 11:13 masukin ee pertanyaan. Kenapa Anda tidak 11:16 melihat misalnya 11:19 dalam konstruksi perang Israel, Amerika 11:23 terhadap Iran dalam konstruksi 11:28 Nation Security Strategic of US 11:30 September 2002? Kenapa Anda enggak 11:32 lihat? Kenapa Anda enggak lihat National 11:35 Defense Strategic of US yang sudah sejak 11:38 awal melihat bahwa musuh-musuh potensial 11:41 Amerika akan bangkit yang tadinya 11:44 menempatkan posisi Cina hanya sebagai 11:46 pesaing, 11:47 tapi kemudian Nation Defense Strategic 11:49 of US e Cina bukan lagi sebagai pesaing 11:53 tapi sudah bagian dari ancaman. itu itu 11:56 konsisten dari dokumen 2002 sampai 11:59 dengan dokumen 2026 12:01 itu Amerika konsisten melihat itu gitu 12:04 pergantian-pergantian itu tuh kelihatan 12:06 gitu. Nah, AI akhirnya dia tunduk sama 12:10 kajian kita. Kalau kita ngambil 12:13 ee artinya kalau kita ngambil format 12:17 berpikirnya tidak sekedar pada 12:18 fenomenologi 12:20 fenomenologi berbasis logiknya AI, tapi 12:24 kita kemudian memasukkan dalam eh 12:26 sajaratul khuldi, metode sejarah yang 12:29 benar gitu ya berdasarkan data-data yang 12:31 kita punya. Maka kita akan dapetin 12:33 [berdehem] 12:35 bahwa perilaku Amerika hari ini ee 12:37 adalah perilaku yang menunjukkan dia 12:40 sedang menjaga betul posisi hegemoninya 12:44 dengan berbagai cara. 12:47 H 12:48 di tengah yang namanya kekuatan 12:49 persaingan, kekuatan pertandingan, 12:52 kekuatan persandingan, dan kekuatan 12:55 perbandingan dari mitra-mitranya 12:58 betul-betul muncul ke permukaan. 13:01 Ah, mereka melihat Rusia sebagai 13:03 ancaman, mereka ngelihat Cina sebagai 13:05 ancaman, mereka ngelihat Korea Utara 13:06 sebagai ancaman, mereka melihat Iran 13:09 sebagai ancaman, gitu ya. Lalu ee mereka 13:12 melihat ee itu sudah empat negara. Lalu 13:15 mereka melihat Suriah, mereka ngelihat 13:17 yang namanya Brazil, mereka ngelihat 13:20 Afrika Selatan ee gitu ya. Mereka lihat 13:22 Irak sudah berhasil, mereka rontokkan 13:25 delapan itu tadinya begitu. 13:28 Ini sebenarnya kajian saya sejak saya 13:29 sampaikan di Rasia dan IC the show. Jadi 13:32 kalau kita ngambilnya historiografinya 13:36 benar, maka fenomenologi yang disampil 13:38 yang ditampilkan kajian tentang 13:40 peristiwa gitu ya yang disampilkan oleh 13:43 banyak 13:45 kalangan intelektual itu akan menggelar 13:49 satu fakta ee hegemoni yang sedang 13:51 dipertahan dipertahankan ee bukan lagi 13:55 menggunakan 13:57 military industrial complex, 14:00 bukan lagi cuma sekedar menggunakan satu 14:02 ee industri pertahanan, 14:05 kompleks industri pertahanan. 14:07 Sebagaimana kemarin pertemuan di Angkara 14:09 tanggal 7 8 Juli 14:12 bahwa Amerika bisa meninggalkan NATO dan 14:15 agar Amerika tidak meninggalkan NATO, 14:18 Amerika mengancam anggotanya 14:20 agar setiap anggota NATO belanja 14:22 pertahanannya 3,5% untuk alut sisa dan 14:26 1,5% untuk pelatihan macam-macam gitu. 14:29 Total 5%. 14:31 [berdehem] 14:31 dan itu dirancang sampai dengan 20 29 20 14:33 30. 14:35 Dari situ kelihatan, [berdehem] 14:39 dari situ nampak jelas ada satu garis 14:42 konsisten, ada satu garis lurus yang 14:45 dibangun oleh [berdehem] 14:47 Amerika dalam hal ini yang dipimpin oleh 14:49 ee ya dibangun oleh Barat dalam hal ini 14:51 dipimpin oleh Amerika tentang bagaimana 14:53 mereka mempertahankan posisi hegemoni 14:56 dunia. Padahal 14:59 pada saat yang sama kalangan intelektual 15:00 lain juga menyebut hegemo ini sudah 15:02 sudah predatori 15:05 itu Stepen World dan 15:07 eh kajian Stepen World itu mengejutkan 15:09 karena Stepen World adalah eh sarjana 15:11 dari Harvard gitu ya ee e dan sarjana 15:15 arus utama tapi bisa menuding kebijakan 15:17 Amerika sebagai hegemon predator. E 15:21 stick sudah menyatakan duluan hegemonnya 15:23 luruh sebentar bagian menyatakan ini 15:25 enggak bisa lagi dipertahankan. 15:27 Karena walaupun Amerika unggul dalam 15:29 kerangka military saya lengkapi sekarang 15:32 karena saya tidak sekedar menggunakan 15:33 military industrial compleks tapi n 15:36 menggunakan istilah financial digital 15:39 military industri complex. Jadi ada 15:41 industri keuangan, 15:43 ada kompleks industri keuangan, ada 15:46 kompleks industri digital, ada kompleks 15:49 industri militer. Tiga hal bergabung 15:52 menjadi satu dan itu dinyatakan kemarin 15:55 secara terbuka di Angkara. 15:57 tanggal 78 itu. 15:59 Nah, ee 16:00 Turki 16:01 di Turki. 16:03 Nah, itulah yang membuat buku Jer 16:05 Diamond menunjuk menyebut bahwa 16:08 penurunan hegemoni Amerika dengan 10 16:11 alasannya dengan 10 sebabnya itu gitu 16:13 ya, itu masih bisa bisa dipertahan. 16:16 Makanya di buku terakhir, di buku di 16:19 kajian terakhir Gearge Diaman itu e 16:21 berjudul Colollaps itu disebut Amerika 16:24 bisa bertahan dengan catatan tadi 16:28 meoptimalkan financial digital military 16:30 industrial complex. Dalam kerangka itu 16:33 gitu ya, dunia memang harus betul-betul 16:36 terganggu. 16:38 Dunia harus terganggu dengan yang 16:39 namanya ee pasokan minyak. Kenapa ke 16:43 Amerika negara net eksportir? 16:46 Sekarang ee kalau dari kajian akademik 16:48 saya gitu ya yang saya presentasikan 16:51 kemarin di Pertamina 16:53 di di Federasi Serikat Pekerja Bersatu 16:57 Pertamina gitu ya. Itu kelihatan di situ 17:01 bahwa Amerikalah yang menjadi negara 17:03 pertama penghasil minyak bukan Arab 17:05 Saudi. Arab Saudi itu kedua. 17:08 Hm. 17:09 Arab Saudi kedua. ee siapa yang 17:12 mengambil minyak Amerika itu juga 17:14 kelihatan larinya ke mana gitu. Nah, 17:17 dari situ siapa yang paling terganggu? 17:19 Yang paling terganggu negara-negara 17:20 Islam yang berlabelkan Islam. 17:22 Negara-negara tel 17:23 berlabel. 17:25 Jadi, nah dari sana kata kuncinya adalah 17:29 ee Amerika tetap akan bisa memasuk 17:31 minyaknya ke seluruh dunia. Amerika 17:33 tetap bisa mau masuk industri 17:35 militernya. Amerika tetap bisa memasuk 17:37 yang namanya digitalnya. 17:40 Walaupun Amerika mengalami kesulitan 17:42 dalam persoalan tanah jarang toh, tapi 17:44 dia dapatin juga tanah jarang dari 17:45 berbagai kalangan. 17:47 Ah, gitu. Sementara yang namanya Cina 17:52 itu juga bertahan habis-habisan. Dia 17:54 tidak peduli dengan persoalan persoalan 17:58 ee larangan cip the expert ke Cina dari 18:02 Amerika ke Cina seperti larangan 18:04 terhadap Jenson uang EVIDIA, larangan 18:07 Cip namanya. 18:09 Lalu sudah beberapa hal lain gitu ya, 18:11 dilarang bagaimana 18:12 pengembangan-pengembangan teknologi 18:14 dijual ke Cina. H 18:16 ee dalam bahasa yang lain kalau kita 18:18 ngelihat checkpoint ini juga terjadi 18:23 pada cerita Selat Taiwan gitu. 18:27 Nah, itu dalam kajian lain ee dalam 18:30 kajian lain disebut bahwa dunia ee 18:33 sedang diberi pelajaran terutama 18:36 Indonesia sedang diberi pelajaran 18:38 bagaimana mendaya gunakan e Selat 18:40 Malaka, Selat Lombok, selat Makassar dan 18:44 sedikit Selat Sunda gitu. 18:46 H. Nah, pada konstruksi ini ketika harga 18:50 minyak terganggu, setiap negara yang 18:53 punya ketergantungan energi seperti 18:55 Indonesia, dia akan ah di sini melintir 18:59 perekonomiannya. 19:00 Istilah saya 19:02 menjelang kelumpuhan. 19:05 Kalau jadi kalau persentasi saya 19:06 kerasil, persentasi saya ke mana-mana 19:08 ini potensi kelumpuhan gitu ya yang saya 19:12 sebut sebagai ee ekonomi tersendat yang 19:15 kecil, melarat gitu ya. 19:16 [berdehem] 19:16 dalam kacapan dan saya sebut sebagai 19:19 terjerat dalam sesat gitu. 19:22 Kenapa? Karena harga minyaknya tetap 19:24 akan tetap akan tinggi. Tapi menariknya 19:26 gitu ya, gerakan harganya sementara ini 19:29 bergerak antara 70 80 paling tep kemarin 19:32 110 tidak seperti 19:36 di Juli 2008 140 dolar per barel. Apa 19:39 poinnya? Persaingan makin tajam. dalam 19:42 rangka persaingan makanan tajam itulah 19:44 UA keluar dari OPEC. 19:48 Ah, gitu kajiannya. 19:49 UAE keluar dari OPEC. Kenapa? Karena UAE 19:52 tidak lagi ditutupkan oleh 19:53 batasan-batasan produksi dan tidak 19:55 terikat lagi dari posisi bagaimana harga 19:57 yang ditentukan oleh OPEC 19:59 gitu. Jadi ee ini menunjuk bahwa energi 20:05 itu memang seperti kata Harry Harry 20:08 Kiner, siapa yang menguasai energi dia 20:11 akan menguasai dunia. Terbukti sekarang 20:13 gitu ya sejak itu gitu. Nah, ee saya 20:17 menyebut ketika kita melihat Indonesia 20:19 hanya punya daya tahan ee seperti 20:21 sekarang gitu 29 30 hari walaupun 20:24 kemudian dapat pasokan dari Rusia tapi 20:27 tersiap saja kan harganya. Walaupun ada 20:29 juga yang menyebut beberapa negara Arab 20:32 ingin membantu Indonesia dengan harga di 20:34 bawah harga pasar. 20:36 Eh eh saya enggak terlampau yakin 20:40 kenapa? Karena sejak lama Rusia mau 20:43 membantu Indonesia, baru sekarang 20:45 katanya Rusia diterima. Ee nah karena 20:49 kita masuk ke dalam konstruksi financial 20:51 digital military industrial complex, 20:54 maka ini bukan cuma soal minyak, tapi 20:58 ini soal kapal. Ini bukan soal kapal, 21:02 ini soal asuransi. Ini bukan cuma soal 21:05 kapal asuransi, tapi juga ini soal 21:07 pembayaran. Ini soal mata uang yang 21:09 dipakai. ini soal sistem pembayaran 21:13 begitu belibetnya. [tertawa] 21:15 Panjang jadinya panjang panjang 21:17 ceritanya dari situ gitu. Nah, dari 21:19 situlah nunjukin bahwa 21:22 sikap Amerika yang tidak bisa dipegang 21:24 janjinya gitu ya, sikap ee Yahudi yang 21:27 sudah jelas-jelas memang tukang tipu 21:28 gitu. Ee kalau pakai Al-Qur'an kan 21:32 memang begitu. Pendusta, pendusta paling 21:36 unggul. 21:37 Nah, itu dampaknya begini seperti 21:39 sekarang. Nah, siapa saja mencoba untuk 21:41 membangun kepercayaan dengan mereka 21:44 pasti akan suatu saat akan tertipu 21:45 karena mereka pada akhirnya adalah 21:46 penipu. Nah, itu saya menyebutnya ee 21:50 ee kalau dalam ini saya saya sebutnya 21:53 sebagai ee munafik ekstrem tapi ditolak 21:56 oleh AI. AI menggunakan istilah munafik 21:59 struktural. [tertawa] 22:02 H. 22:03 Jadi kalau kalau kalau ininya begitu 22:05 gitu, kalau ya enggak usah heran kalau 22:08 kem sekarang begitu karena pada 22:09 hakikatnya mereka tetap ingin 22:10 mempertahankan posisi hegemoninya. Jadi 22:12 ee di 250 tahun usia mereka yang 22:15 kajiannya juga mengakui bahwa mereka 22:18 bisa meraih Amerika berdasarkan 22:20 penyingkiran ee penyingkiran bangsa 22:22 Indian, meminimalkan bangsa Indian, 22:26 menihilkan peranan bangsa Indian. Itu 22:28 juga mereka ngakuin kok. Jadi jangan 22:31 kita berteriak hak asasi manusia, jangan 22:33 kita berteriak tentang bagaimana ee 22:36 kemanusiaan katanya. Kalau sementara 22:38 kita sebenarnya bangkit dari 22:40 penyingkiran, dari penindasan, dari 22:42 pembunuhan, dari pembantaian gitu ya 22:44 terhadap bangsan itu mereka ngakuin juga 22:46 gitu. Menarik kan? 22:49 Menarik di situ. Jadi kalau ngikutin 22:51 perdebatan gitu, saya kebetulan ee ya 22:54 saya ada dalam ee jejaring kajian mereka 22:58 gitu ya. Jadi ngelihatnya 23:00 kita bisa ngelihat kanan kiri gitu, 23:02 yang kanan begini kajiannya, yang kiri 23:03 begini, yang tengah begini kajiannya, 23:05 gitu. Secara terbuka. 23:07 Inti dari ee situasi sekarang adalah 23:10 gitu. 23:11 Selama yang namanya musuh-musuh Amerika 23:14 tidak bisa membangun kesepakatan 23:16 berdasarkan kemauan Amerika, 23:17 ulang-ulang. 23:19 Selama musuh-musuh Amerika, Amerika 23:22 tidak bisa membangun kesepakatan dengan 23:25 Amerika berdasarkan kemauan Amerika, ya 23:27 mereka akan begini terus. Gitu 23:29 ceritanya. 23:31 Apa poinnya? Karena dia merasa punya 23:32 kekuatan militer, 23:34 dia merasa punya kekuatan digital, 23:36 dia merasa merasa punya kekuatan 23:38 finansial. Dalam konstruksi misalnya dia 23:41 melakukan kajian toh bangsa-bangsa di 23:43 dunia masih tetap menggunakan dolar 23:45 katanya. Berapa besar sih Anda pakai 23:47 bukan dolar untuk perdagangan? Berapa 23:49 besar sih Anda tidak pakai dolar dalam 23:51 rangka menghiting cadangan devisa? 23:53 Berapa besar sih ee Anda ee melakukan 23:55 transaksi tanpak tanpa dolar misalnya ya 23:58 termasuk utang piutang gitu. Itu sampai 24:01 kayak gitu. 24:02 Itu yang saya sebut berkali-kali juga 24:03 dihasil sejak sebelum COVID sebenarnya. 24:06 [tertawa] 24:07 Iya. 24:09 Nah. A itulah 24:11 A sebuah negara yang punya 24:14 ketergantungan barang publik dan jasa 24:17 publik dari luar. Dia sesungguhnya tidak 24:20 merdeka. Itulah buku saya. Kita belum 24:23 merdeka. Itulah buku saya negeri amburad 24:27 gitu. [tertawa] 24:29 Nah, di sampai di situ ya kalau soal itu 24:31 ya. 24:32 Soal nanti Pak angka-angka senjatanya 24:34 itu tinggal kita lihat. Jadi Amerika 24:37 bukan cuma sekedar net eksportir oil, 24:40 tapi Amerika juga net eksportir senjata. 24:43 Wah, sedap kan? 24:45 Jadi Amerika bukan hanya net eksportir 24:48 ee 24:50 minyak, tapi juga dia net eksportir 24:53 senjata alut sisa. Dia juga net 24:56 eksportir alut ini digital 24:59 itu tadi. Jadi, 25:01 dia merasa betul posisinya sebagai yang 25:03 utama gitu. dia tetap merasa bisa 25:05 memenangkan 25:07 semua persaingan, semua pertandingan 25:10 gitu ya, semua persandingan, semua 25:13 perbandingan 25:14 ee dengan negara-negara seperti Cina, 25:17 Rusia, bahkan dalam konstruksi nuklir 25:19 misalnya satu-satunya negara yang punya 25:21 ribuan hulu lendak nuklir cuman Amerika 25:23 gitu. 25:25 Saatnya sama dia melarang orang lain 25:26 punya nuklir gitu. Artinya sekali lagi 25:28 iya dimensi dimensi perangnya juga 25:30 dimasukin semua gitu ya. 25:32 Iya. He. 25:33 Jadi artinya 25:34 saya nangap itu juga, Bang Insanudin, 25:35 perang perang psikologis juga saya 25:37 nangkap tuh tadi penjelasannya karena 25:39 mempengaruhi persepsi publik juga pasar 25:41 kan psikologis kayaknya itu ya 25:44 memang jadi ee sesungguhnya kalau kalau 25:47 kita memahami strategi bank sentral 25:49 mempengaruhi nilai tukar, bank sentral 25:52 mempengaruhi suku bunga, bank sentral 25:54 mempengaruhi inflasi, kata terakhirnya 25:57 memang soal mempengaruhi pasar melalui 25:58 persepsi. 26:00 Jadi bukan cuma sekedar kekuatan 26:01 keuangan. kekuatan kebebasan mencetak 26:04 dolar, tapi juga kemampuan mempengaruhi 26:06 persepsi. Artinya sesungguhnya sedang 26:08 terjadi kalau ngambil pakai cara 26:11 berpikir ekonomi Islam Isanuddin Nursi, 26:14 dia tetap memainkan empat hal. 26:16 Dia memainkan ketidakjujuran, 26:19 dia memainkan keserakahan, dia memainkan 26:22 fantasi, begitu kan. [tertawa] 26:25 He. Dia memainkan posisi bagaimana 26:28 kekuatan digital terakhir dia tetap 26:30 memainkan mengukur segala sesuatunya 26:32 dengan feedback loop namanya. Menata itu 26:35 dilihat dia monitor semuanya dengan 26:36 kekuatan digital itu dia bikin feedback 26:38 club namanya. Sistem umpan balik yang 26:41 yang bisa merujuk ke dalam proses. Sisi 26:42 umpan baliknya bisa merujuk pada input 26:44 gitu. Sisi umpan balik yang merujuk pada 26:47 kebijakan. Nah, itu memainkan persepsi 26:49 namanya. [tertawa] 26:52 Nah, sekarang kita pindah. Oke. 26:55 Karena karena memang kalau kajian gitu 26:57 saya sendiri bikin 26:58 bikin kajian itu belasan halaman tuh 27:00 angga 27:01 yang tadiurusan 27:02 pajan begitu belasan dihare mulu 27:05 [tertawa] 27:07 biar kita tahu. 27:09 Iya kita dan dan memang akhirnya 27:12 beberapa hal saya share ee agar orang 27:14 misalnya ketika saya bikin terjerat 27:16 dalam sesat gitu ya 27:17 ee 27:18 Heeh. 27:19 bagaimana berhenti dari penaklukan gitu 27:21 ya. itu saya bagi karena memang saya 27:23 bermaksud 27:26 saya mengimpakkan ilmu saya ke [tertawa] 27:29 Nah, sekarang kita pindah ke ke 27:31 persoalan ee saya mengambil istilah 27:35 gedung bunder dan Trunojo. Saya enggak 27:37 tidak ngambil tempat lain ya. 27:39 ambilah gedung 27:42 gedung. 27:45 Ee 27:46 saya pernah 27:48 pernah didatangi ee seseorang yang cukup 27:54 berpengaruh di dunia keuangan. 27:57 Saya diminta untuk bicara tentang 28:00 korupsi di Asabri gitu ya. 28:03 Hm. 28:04 Saya minta diminta untuk menjadi saksi 28:07 dalam ee korupsi Asabri [berdehem] 28:12 dan 28:13 jiwa seraya gitu ya. Dudan tuh 28:18 jiwa seraya asab 28:21 saya bilang saya sudah punya data. Jadi 28:23 kalau minta saya menjadi pembicara ahli 28:27 maka saya hanya ingin melengkapi data 28:32 saya. Caranya bagaimana? He. 28:34 Karenanya data yang Anda punya, yang 28:36 sudah Anda sampaikan ke dalam 28:37 pemeriksaan waktu itu sudah pada level 28:40 penyelidikan, 28:42 sudah ada tersangka 28:44 bukan lagi penyelidikan, tapi 28:45 penyelidikan. Maka lengkapi data saya, 28:48 saya bilang dengan apa yang sudah Anda 28:51 sampaikan dalam penyelidikan. 28:53 Anda tidak perlu ngasih tahu BAP-nya. 28:54 Saya bilang, 28:55 Anda cukup menyampaikan data-data 28:58 yang Anda sampaikan. Bukan 29:00 penyelidikannya, tapi apa yang Anda 29:03 sampaikan. pada penyidikan dan data-data 29:05 lain yang adapnya selama proses 29:07 transaksi dengan jiwa seraya dan asabri. 29:10 H 29:11 ah oke katanya. Oke. Terus dia tentu 29:13 tanya dong. [tertawa] 29:17 Dia tentu tanya V dong. Saya bilang soal 29:19 V itu nomor kesekian. 29:22 Yang penting kita bicara the truth is 29:24 the truth. Saya bilang 29:25 dan itu tidak bisa ditawar-tawar. 29:27 Jadi jangan coba-coba menawar ee trut 29:31 menjadi wrong gitu ya. 29:33 Jadi fals gitu. Fals menjadi saya enggak 29:36 mau gitu ya. 29:38 Iya. Iya. 29:38 Ee itu kalimat terakhir. Setelah itu 29:41 mereka hubungi saya lagi enggak 29:43 kira-kira? 29:44 Enggak. 29:45 Enggak. [tertawa] 29:50 [berdehem] 29:50 Bahanya 29:52 kena dia pasti enggak mau dong. sama 29:54 seperti ee kasus korupsi yang juga besar 29:57 yang juga puluhan triliun menyangkut 30:00 sebuah perusahaan besar yang sudah masuk 30:02 ke KPK lalu kemudian masuk ke praadilan. 30:06 Praadilan e mengalahkannya gitu 30:08 [tertawa] 30:09 mengalahkan KPK gitu. 30:11 Nah, itu juga kejadian saya enggak usah 30:13 sebut namanya 30:14 ee tapi itu menyangkut soal BCA gitu. 30:18 Nah, eh ada. Nah, sementara pada kasus 30:21 gedung bunder sama Turuncoyo sebenarnya 30:24 harus dilihat pada kalau orang 30:26 ngelihatnya soal kasus timah gitu ya. 30:29 Kasus timah sebagai sebab sebenarnya 30:33 orang harus ngelihat ketika masuk ke 30:34 persoalan 30:36 ee 30:37 Cilangkap dengan Trunojoyo kan akhirnya 30:40 melibatkan Cilangkap nih gitu kan. 30:43 Karena ada kepresnya kan, karena ada 30:45 perpresnya. Ada perpresnya di mana TNI 30:48 boleh menjaga gitu kan. Nah, [berdehem] 30:51 sebenarnya ketika menyangkut soal 30:53 bagaimana Cilangkap terhadap Trunojoyo 30:56 itu pernah terjadi di era Megawati. 31:00 Kasusnya ada kasus minyak di Batam. 31:04 Sejak lama. 31:05 Waduh. Ah, sejak lama. [tertawa] 31:08 Ini mega mega korupsi ya? Mega korupsi. 31:10 Jadi e jadi orang tidak 31:12 maksud disebut dari mulaibri jiwa seraya 31:15 timah bentar lagi kayaknya batu bara 31:17 disebut juga nih 31:19 enggak artinya pasti saya sebut karena 31:21 karena sesungguhnya ini ini bukan baru 31:24 gitu maksud saya ini. Karena kebetulan 31:27 saya kan ketemu, saya kan ketemunya 31:28 dengan ketemu pelaku-pelakunya, bahkan 31:30 penegaknya tepatnya. 31:32 Saya kan ketemu dengan penegaknya gitu. 31:33 Misalnya, misalnya pada kasus e di Batam 31:36 ribut antara Parjo sama Parcok gitu 31:39 misalnya. Itu kan seru sampai ributnya 31:41 di depan Presiden kan 31:42 sampai presiden marah-marah kan gitu 31:44 misalnya [tertawa] 31:46 itu di era 31:47 ini jadi udah udah bukan meja basah ya 31:49 ini mah udah jadi kebun basah saking 31:51 bedik saking gedenya. 31:53 [tertawa] 31:54 Jadi itu itu kejadiannya begitu gitu ya. 31:58 Heeh. 31:59 Heeh. Kalau dibilang kebun masih kecil. 32:00 Ini ladang basah. 32:02 Oh masih kecil. 32:04 Masih kecilang. 32:06 Kalau kebun kan pi cuma berapa ini gitu. 32:09 Ini ladang apa atau mungkin memang betul 32:11 tepatnya kebun. Oke. 32:13 Ee kebun basah karena dia bisa puluhan 32:15 ribu hektar gitu ya. Oke. 32:17 Nah, kalau 32:18 kita lihat tadi panjang ceritanya begitu 32:20 gitu ya. Lalu orang memunculkan 32:23 pertanyaan seperti pernah menjadi satu 32:25 kajian kenapa 32:27 ee 32:29 ee Pakcok bisa di bawah presiden gitu 32:33 ya, Pak di bawah Menun gitu [tertawa] 32:37 sampai kayak gitu itu kajian dan 32:40 sebenarnya itu bukan hal baru. 32:42 Kajian-kajian kayak gitu tidak ada yang 32:43 baru. Saya mau mengatakan pada para pada 32:46 pendengar Rasil, pada pemirsa Rasil, 32:48 keributan hari ini itu bukan hal baru. 32:52 Ini keributan-keributan yang lama. 32:54 Cuma terkadang apinya membesar, menciut. 32:57 Berapinya sendiri tidak pernah mati 32:59 gitu. 33:01 Sumber apinya sendiri, sumber kebakaran, 33:05 sumber api kebakarannya sendiri tidak 33:07 pernah mati. 33:08 Artinya kalau pakai kajian saya ini 33:12 dampak dari buruknya sistem dan buruknya 33:15 aktor dua jadinya. Jadi samina 33:19 samina wa samina itu sistem atna itu 33:23 aktor pelaku. 33:25 Jadi kita harus ngelihat dua-duanya kita 33:28 harus ngelihat sistemnya kita harus 33:30 ngelihat aktornya. Kalau saya bicara 33:33 misalnya tentang Tarjo dan Tarcok gitu 33:36 ya, 33:38 antara Cilangkap sama Turunjoyo misalnya 33:40 gitu, itu kita ngelihatnya institusi 33:43 belum masukin belum masukin ke jagung 33:45 nih. [tertawa] 33:46 Ah, itu gedung bunder itu lain cerita 33:48 lagi. 33:49 Oh, itu 33:50 itu nanti baru baru berikutnya kan dia 33:52 terlibat jadi ee 33:54 jangan di jangan ee ee konstruksinya itu 33:59 harus jelas dulu gitu sejak awalnya. 34:01 Iya. Iya. 34:02 Karena karena 34:04 ini kalau mundur ke belakang saya bisa 34:06 bilang saya menjadi pernah menjadi 34:08 peserta koordinasi dengan Mah ke Japol 34:11 di era Soeharto 34:12 H. 34:12 Jadi di daerah Soeharto dulu ada namanya 34:14 koordinasi para penegak namanya Mah 34:17 e mah ke Japol Mahkamah Agung. 34:19 Iya. 34:20 Kejaksaan Agung, 34:22 kehakiman dan kepolisian. 34:25 itu saya ikut itu dalam dalam koordinasi 34:28 Pak Harto tidak ingin ada kontradiksi di 34:30 antara para pihak itu pakai forum 34:33 forumnya mah kejapol namanya di Pak 34:35 Harto aja sudah ada kayak gitu gitu 34:38 coba kebayangkan 34:39 sementara di era reformasi forum itu 34:42 tidak pernah ada 34:44 forum itu tidak pernah ada 34:46 nah kita pindah lagi ke lanjutan dari 34:48 tadi nah jadi kalau 34:50 dari ceritanya sudah lama begitu maka 34:52 ketika kita melihat ada problem pada 34:55 kejaksaan dan kepolisian 34:58 ya. Kita mesti lihat kasusnya apa dulu. 35:01 Karena kasus ini, peristiwa ini adalah 35:04 kalau pakai bahasa akademiknya ini 35:05 fenomenologi, ini fenomena yang dibahas 35:08 secara struktural, secara rapi. 35:10 Peristiwanya apa? Hubungan hukumnya 35:13 gimana? Subjek-objeknya siapa? Hak 35:16 kewajibannya bagaimana, tempat dan 35:18 waktunya seperti apa. Itu fenomena. H 35:21 gitu ya. Kita ngelihatnya begitu. 35:22 [berdehem] 35:23 Nah, kalau kita ngelihat kasus ini, maka 35:26 memang akhirnya bahasa muasalnya orang 35:28 ribut dengan cerita bagaimana timah 35:31 besar-besaran. Nah, pada timah itu 35:34 itu kan 35:37 sudah terjadi dari yang namanya era SBY. 35:42 Kenapa? Karena saya turun ke Bangka 35:43 Belitung gitu. Nah, itu kelihatan di 35:45 situ belibetnya gitu. Belibetnya enggak 35:47 karu-karuan 35:49 dari zaman enggak karena kebetulan saya 35:51 langsung terjun ke lapangan. 35:53 Enggak. [tertawa] 35:55 Di situ saya mengidentifikasi 35:57 tokoh-tokoh terlibatnya dan begitu 36:00 kokohnya itu gitu. Maka 36:05 ee Presiden pernah terjun ke Bangka 36:07 Belitung kan dalam rangka keisitan. 36:09 Ingat ya? 36:09 Presiden pernah turun ke sana. 36:12 Nah, ee itu karena tadi kejaksaan gitu, 36:16 gedung buer mencoba mengurai 36:19 dan ada kasus-kasus tertentu gitu. Nah, 36:23 di situ tokoh-tokohnya mulai diikuti, 36:26 aktornya mulai bermain gitu. 36:28 H. 36:30 Nah, dari situ kasusnya terus berlanjut 36:32 sampai ke he 36:34 Jiwas Raya, Asabri e dan lain-lain 36:38 termasuk batuara, Belibet semuanya. 36:41 Heeh. 36:42 Nah, ee situasi ini sesungguhnya sudah 36:46 saya sampaikan juga dihasil. 36:49 Bagaimana mungkin ada tiga lembaga 36:51 memberantas korupsi tanpa ada 36:53 koordinasi. 36:55 Jadi, ini pernah saya dialog bersama 36:56 Ihsan Salib gitu ya. 36:58 Ya. 36:58 Heeh. 36:59 Ada. 36:59 Jadi siapa yang mereka bela sebenarnya? 37:01 Nah, jadi pernah saya sampaikan ini di 37:04 Rasil gitu ya. ini ada ada koordinator 37:07 pemberatas pina korupsi yang dipimpin 37:10 oleh 37:11 bintang dua gitu kan. 37:14 Hm. 37:14 Lalu kemudian ada 37:18 jaksa Agung di bawah Jakus. 37:21 Jaksa Agung Muda Tunakbin khusus dalam 37:24 hal ini korir. 37:25 Dan saya ingat betul bagaimana tahun 37:27 20001 saya berhasil e menggeret gitu ee 37:32 beberapa orang gitu sampai mereka kakan 37:35 dan harus 37:36 ah ya begitulah gitu. [tertawa] 37:39 Iya ya ya 37:40 ya ya begitulah ceritanya. Pokoknya saya 37:42 punya pengalaman-pengalaman Untold Story 37:43 yang mendalam soal ini gitu ya. 37:45 Bukan biasa karena I'm talking by data 37:48 jadi enak gitu ngomong. 37:49 [berdehem] 37:50 Nah, pada saat yang sama juga ada ee KPK 37:54 yang sudah 37:56 berkurang ke daya desaknya disebabkan ee 38:00 dia bukan lagi lembaga independen gitu. 38:04 Lalu pertanyaan besarnya siapa 38:05 koordinatornya? 38:07 Koordinatornya presiden dong. 38:09 Semuanya di bawa presiden. 38:10 Nah, pertanyaan besarnya presiden 38:11 sebagai apa? 38:13 Presiden sebagai kepala pemerintahan, 38:15 presiden sebagai kepala eksekutif atau 38:17 presiden sebagai kepala negara? 38:19 Nah, sebelum Undang-Undang KPK diubah, 38:22 Presiden sebagai kepala negara terhadap 38:24 KPK. Tapi begitu undang-undang diubah, 38:26 sudah berubah semuanya. Presiden sebagai 38:28 kepala pemerintahan, Presiden sebagai 38:29 kepala eksekutif. Ya, Kejaksaan Agung 38:31 sama ya itu sama. Artinya 38:34 dalam kerangka sistem itu 38:36 harus kita benahi dulu struktur 38:37 kelembagaannya. 38:40 Iya. 38:41 Jadi pendekatannya begitu. Jadi kalau 38:42 keributan sekarang ini kan ini muncul 38:45 bukan cuma sekedar persaingan di antara 38:48 para penegak hukum, saling sandra di 38:50 antara para penegak hukum, benturan di 38:53 antara penegak hukum. 38:54 Ini ribut di antara mereka [berdehem] 38:55 yang 38:56 yang mereka yang ketika Anda punya 38:59 hukum, punya alasan untuk bertindak 39:01 secara kokoh gitu ya, tapi pada saat 39:04 yang sama Anda punya pasukan, Anda punya 39:05 uang, punya lembaga, saat yang sama Anda 39:08 punya senjata. Gimana? 39:10 Nah, ituim 39:11 gimana? 39:12 Aduh ngari ngari luar biasa. 39:16 Jadi kalau analisisnya cuma pada cuma 39:17 sekedar analisis lembaga tanpa kemudian 39:20 menganalisis lebih dalam pada persoalan 39:22 fungsi gitu ya, strategi kebijakan dan 39:25 nilai-nilai yang ada di dalamnya ya kita 39:27 cuma sekedar ngelihat benturan antara 39:29 penegak hukum yang kemudian kita 39:31 meraba-raba tentang moralitas yang 39:34 meraba-raba tentang etika yang 39:35 meraba-raba tentang bagaimana hukum itu 39:38 sendiri. 39:39 Nah, di sini karena ini sensitif Angga 39:43 gitu ya, walaupun media sosial ramai 39:45 memberitakan tentang 39:47 tentang ee gedung bundernya gitu ya, 39:50 media ramai memberitakan tentang korupsi 39:52 batubaranya dan korupsi batubara 39:55 disebut-sebut sebagai berkaitan dengan 39:58 bolu ketan katanya. Bolu ketan itu 40:00 maksudnya bahlil. [tertawa] 40:06 rakyat ni nontonin Bangsan. Kita nih 40:08 nonton kita lagi nunggu episode 40:10 selanjutnya nih apa gitu. Nah, kalau 40:14 kalau Anda kalau saya kalau saya tidak 40:16 dalam 40:18 posisi karena saya ingin tadi 40:22 gitu ya, 40:23 menginfakkan ilmu saya 40:25 berkali-kali saya bilang di panggung 40:27 publik, berkali-kali saya bilang 40:29 betapa pentingnya menstrukturisasi, 40:32 restrukturisasi, reorganisasi 40:35 pemberantasan korupsi. Nah, kalau 40:38 kemudian kita mereorganisasi, 40:40 mererukturisasi, 40:41 merekonstruksi pemberatasan korupsi, 40:43 maka jangan hanya melihat korupsi dalam 40:45 pengertian keuangan negara, 40:48 lihat juga dalam pengertian kerugian 40:50 negara. Kerugian negara itu berarti 40:52 kerugian konstitusi. Nah, saya menyebut 40:54 dalam artikel saya 2004 40:57 korupsi konstitusi. 41:00 Wah, 41:02 jadi kalau kita ngambilnya begitu gitu 41:03 ya, kita akan tahu, oh iya, kerusakan 41:06 sistem kita mendasar disebabkan 41:09 konstitusi kita sudah dikorup. 41:11 Nah, siapa yang korup ya? Mereka yang 41:13 telah mengubah Undang-Undang Dasar 45 41:15 gitu ngambilnya. 41:18 Dan sekarang pelakunya ada tiga tiga 41:20 unsur itu trias koruptika. Nah, tuh ada 41:23 muncul gitu pelaku-pelakunya. [tertawa] 41:28 Wah, semua itu 41:30 artinya saya ingin mengajak pendengar 41:32 Rasil, 41:33 saya ingin mengajak 41:35 e pemirsa Rasil TV, saya ingin mengajak 41:38 umat Islam khususnya bangsa Indonesia 41:42 umumnya pahami bahwa yang salah ini 41:44 adalah sistem dan aktor. 41:47 Bayangkan orang-orang yang tidak 41:49 berkompeten berani menerima jabatan. 41:51 Bayangkan orang-orang yang merekrutnya 41:53 siapa dan bagaimana. 41:55 Itu kan kesalahan sistem. 41:57 Itu kesalahan aktor, itu kesalahan 41:59 sistem. 42:00 Bayangkan orang anak muda yang usianya 42:02 baru 27 tahun, 42:04 baru usia 29 tahun, sudah punya duit 42:08 ratusan miliar. Entah dari mana duitnya. 42:10 He 42:11 iya. 42:11 Kebayangkan 42:13 punya duitnya ratusan miliar. Ee 42:15 luar biasa. 42:16 Saya yang sudah usianya kayak gini 42:18 enggak punya tuh ratusan miliar tuh. 42:20 [tertawa] 42:21 He 42:24 gimana coba kalauak sampai kayak gitu? 42:26 He, 42:26 ini baru sekedar hidup begitu aja 42:29 duitnya ratusan miliar gitu. Masyaallah. 42:32 Harus sekedar menjadi ee staf ahli 42:35 menteri aja. Mending staf ahli menteri, 42:36 staf ahli wamen gitu. [tertawa] 42:39 Nah, itu 42:40 duitnya sudah kayak gitu gitu. 42:41 Baik, sudah dikasih kode nih, Mas kita 42:44 sudah habis ya. Singkat penutupnya. 42:47 penutupnya 42:49 Indonesia 42:51 dalam posisi 42:53 yang sungguh 42:56 di 42:57 tahap-tahap puncak ujian. Ini belum 43:00 puncak ujian ya, Anggar. Ini ada dalam 43:03 posisi tahap puncak ujian. Jadi sedang 43:06 menapak ke puncak ujian. kasus LGBTQ 43:10 yang merebak luar biasa. Kasus korupsi, 43:13 kasus ee 43:15 ditutupnya mata hati, ditutupnya telinga 43:19 hati, dibekukannya hati sejumlah 43:21 petinggi negeri ini yang saya gunakan 43:24 istilah sumumil 43:27 gitu ya. Itu menunjukkan bahwa kita 43:30 memang terjerat dalam jalan sesat. 43:34 Saya kemarin menggunakan alanam. 43:38 Alhamdulillahilladziqamawati 43:41 walina 43:47 kafarim. 43:50 Itu [berdehem] 43:51 dari ayat ini saja. Ditambah lagi 43:53 denganumilunjiun, 43:57 ditambah lagi dengan surat Al-Isra, 43:58 ditambah lagi dengan berbagai surat gitu 44:00 ya. 44:02 Jika kita membiarkan begini, kita akan 44:04 hanyut dalam kebodohan ini. Kita akan 44:06 berjarak dalam Saya tidak ingin umat 44:09 Islam Indonesia khususnya yang memiliki 44:11 Al-Qur'an dan membaca Al-Qur'an 44:14 ikut-ikutan. 44:17 Karena jika laknat Allah turun bagi 44:18 bangsa ini, yang beriman pun terkenang. 44:22 Nah, agar laknat Allah tidak turun, 44:26 azab Allah tidak turun, mari kita 44:29 memberikan kontribusi yang terbaik bagi 44:30 bangsa ini. Saya 44:33 tidak sedang memprovokasi, 44:35 saya tidak sedang memberikan 44:37 pembelajaran buruk kepada pendengar dan 44:40 pada pemirsa REL TV. Saya sedang 44:42 mengatakan, "Mari kita bertanggung jawab 44:44 sebagai anak bangsa." 44:45 Kalau kajian-kajian saya terasa demikian 44:48 kritis, merahkan telinga, mencubit Anda 44:52 setajam-tajamnya gitu ya, maka tujuan 44:54 saya adalah watwabil haqq, watwabil. 44:57 Dan itu karenanya saya bersedia diajak 44:59 bicara dengan konsep-konsep yang saya 45:02 punya. 45:02 Itu bukti bahwa saya bukan cuma sekedar 45:05 bukan sekedar mencamaikan 45:06 pemikiran-pemikiran kritis atau 45:09 ikut-ikutan mencaci maki. No, saya tidak 45:11 pernah mau ikut-ikutan menyebut dungu, 45:13 bodoh, tolol. Enggak. 45:15 Saya enggak mau kayak gitu gitu ya. 45:17 Saya ingin menyampaikan yang baik adalah 45:19 baik gitu. Yang benar adalah benar. Nah, 45:22 jika ini didengar oleh aparat penegak 45:24 hukum, coba koreksi diri kita. Seberapa 45:28 besar kita ikut berkontribusi pada 45:29 kebaikan dan kebenaran? 45:31 Sampai seberapa besar kita berkontribusi 45:33 pada rasa keadilan masyarakat. Kalau 45:35 kita ikut-ikutan berkontribusi pada 45:38 pada kejahilan, pada kebodohan, pada 45:40 ketersesatan ini saatnya kita mengurangi 45:43 atau meniadakan atau menihilkan 45:46 kontribusi kita pada kejahilan, 45:47 kebodohan, ketersesatan, 45:49 pada jalan yang zalim, yang laknat yang 45:52 akan penuh azab. Kita enggak mau anak 45:54 keluarga kita gitu ya terkena azab, 45:56 terkena laknat disebabkan perilaku kita 45:59 yang salah. 46:00 Jangan lupa 46:02 inti dari kehidupan Anda adalah balik ke 46:03 keluarga. Siapapun Anda, 46:06 bagaimanapun keluarga Febri Febri 46:09 Adriansah 46:11 yang pitsus akan terpukul 46:14 dengan situasi kayak bagaimanapun Anda 46:16 tidak bisa mengelak gitu ya. Begitu juga 46:18 keluarga kepolisian yang terkena 46:21 ditangkap sama kejaksaan terpukul. 46:24 keluarga akan menerima dampaknya dan 46:27 dampak itu akan merupakan bagian dari 46:30 hukum sosial. Bayangkan itu gitu. Dan 46:33 hukum sosial itu terkadang jauh lebih 46:35 kejam dari hukum pengadilan 46:38 karena orang mengingat, "Oh, iya dia 46:40 keluarganya koruptor." Itu enggak enak, 46:43 enggak enak. Nah, saya ingin mengajak 46:45 siapa gitu yang mendengar. Mari kita 46:48 pahami bahwa hidup kita sehebat apapun 46:51 di panggung publik, sehebat apapun di 46:53 panggung publik, sehebat apapun di 46:55 panggung dakwah, sehebat apapun di 46:58 panggung intelek akademik, dia akan 47:00 kembali kepada keluarga. 47:03 Burung akan kembali ke sarangnya. Nah, 47:05 kalau kembali ke sarangnya, kembali ke 47:07 keluarganya dalam posisi Anda keluarga 47:09 koruptor, Anda keluarga munafik, Anda 47:11 keluarga macam-macam, nauzubillah 47:13 minzalik 47:14 gitu ya. Di sini kita berdoa. 47:16 Allahummahanakallahum 47:21 wamalamualaikum 47:26 warahmatullah wabarakatuh.