Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Indonesia bersatu. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala. Tadi
- kita sudah masuk di menit keempat lepas
- dari pukul 09.00 di pagi hari ini. Dan
- tentunya ikhwan awat masih tetap setia
- di program tausiah pagi bersama Ustaz
- Ahmad Jazuli Khalil. Dan pembahasan kita
- di pagi hari ini mengenai sebagian kecil
- akhlak Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Dan di pagi hari ini kami
- membuka untuk layan interaktif di layan
- tanya jawabnya. dipersilakan untuk
- ikhwan akhwat yang ingin mengirimkan
- pertanyaannya melalui SMS dan juga
- WhatsApp-nya bisa di nomor
- 0811999720 dan juga untuk ikhwan akhwat
- yang ingin berinteraktif melalui telepon
- kita di
- 0218451512 dan langsung aja Ustaz kita
- bacakan Ustaz ya silakan pertanyaan yang
- sudah masuk di pagi hari
- ini. Oh, baik. Nampaknya sudah ada
- penelepon yang masuk ini, Ustaz. Kita
- angkat dulu ya, penelepon yang masuk.
- Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Halo. Halo. Halo.
- Asalamualaikum. Baik, Pak.
- Waalaikumsalam warakatuh. Ini
- Asalamualaikum. Halo. Halo. Iu, Pak.
- Halo. Halo. Halo. Halo, Pak. Ini, Pak.
- Pak Ustaz. Iya. Ini termasuk akhlak juga
- ya. Iya. Kemarin dengan pengajian yang
- kemarin itu saya agak kaget. Pak Ustaz
- mengatakan bahwa salafi e ustaz atau ya
- Islam jemah Wahabi itu tidak bisa diajak
- diskusi. Saya kok agak mungkin salah
- dengar saya apa Bapak mengatang itu
- kalau mungkin Bapak ingin diskusi saya
- siap menyediakan ustaznya. Ada Ustaz
- Firanda dari Salafi, Ustaz Badussalam
- juga ada. Dia ngakunya malah wahabi.
- Kalau mau diskusi saya siap mengadakan
- memanggil orang ya, Pak. Iya. Ya. Ya.
- Terima kasih. Syukran, Pak. Iya. Terima
- kasih. Terima kasih.
- Ee khair. Terima kasih atas
- kesediaannya. Jadi ee mungkin perlu saya
- luruskan. Iya.
- Pertama ee bukan bukan saya katakan
- orang salafi itu enggak mau diajak
- diskusi, ya.
- Nah, saya pernah kita meminta meminta
- mereka untuk
- berdiskusi, tapi mereka tidak mau. Nah,
- ini pernah. Ah, jadi jangan lantas
- nantinya diartikan bahwa mereka itu
- enggak pernah mau diajak diskusi, tapi
- kita pernah mengajak mereka diskusi,
- tapi mereka tidak mau. Ya, mungkin ada
- kesibukan dan lain sebagainya. Satu.
- Nah, yang
- kedua saya juga pernah menerangkan suatu
- permasalahan ya fikhiah waktu itu. Nah,
- selesai dari taklim ini ada di antaranya
- pendengar yang mengatakan kepada saya
- begini, Pak Ustaz. Katanya ee tadi
- mungkin ada masalah yang saya berbeda
- dengan Pak Ustaz ya, dengan yang Ustaz
- pemahamannya dengan yang ustaz jelaskan
- ya enggak apa-apa kata saya itu biasa
- kok begitu. Enggak mau enggak katanya
- ustaz saya saya Ustaz dipertemukan ee
- dengan guru saya bertemu dengan guru
- saya untuk membahas apa yang tadi Ustaz
- sampaikan gitu. Oh, boleh boleh enggak
- apa-apa
- silakan. Ee dan saya katakan bahwa pintu
- rumah saya terbuka 24 jam untuk siapapun
- juga yang niat ee untuk berdiskusi ya
- dengan catatan mencari kebenaran.
- Oh enggak. Katanya ustaz, maksud saya
- ustaz ke rumah guru saya dengan saya.
- Kata saya, "Maaf, Dek, saya ini dididik
- dari kecil itu untuk mengamalkan ilmu,
- bukan untuk
- bermujadalah. Ya, datang ke rumah orang
- mau berdebat. Saya itu enggak enggak mau
- begitu. Tapi kalau ada orang datang ke
- rumah mengajak diskusi, monggo silakan
- gitu. Tapi kalau saya datang ke rumah
- seseorang mau mendebatkan sesuatu, itu
- bukan ilmu yang kami ee bukan ajaran
- yang kami terima dari guru-guru kami.
- Ya, begitu. Karena kami itu diajari
- untuk mengamalkan bukan untuk
- mendebatkan suatu ilmu. Wallahualam.
- Iya.
- Baik. Baik. Ee langsung aja kita masuk
- di pertanyaan melalui WhatsApp ini,
- Ustaz. Heeh. Ini dari Hm. Baik. Ini dari
- mana ya? Oh, dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatull. Ana minta penjelasan
- mengenai akhlak islami. Apa saja yang
- membentuk seseorang itu berakhlak Islam
- dan akhlak Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang harus kita contohkan?
- Mungkin Ustaz bisa menjelaskan beserta
- contohnya. Jazakullah. Baik. Hamba
- Allah. Bismillahirrahmanirrahim.
- itu tadi sudah kurang lebih 20 ya saya
- sebutkan akhlak-akhlaknya
- Nabi. Ah, akhlaknya Nabi itu kan
- Al-Qur'an. Nah, Al-Qur'an itu adalah
- Islam. Ya, jadi kalau akhlak islami,
- akhlak qurani, akhlak Nabi, ya sama.
- Karena Nabi itu adalah Quran yang
- berjalan disebutnya seperti itu. Dan
- inilah yang sedang saya sampaikan.
- Yakni akhlak-akhlak Nabi sallallahu
- alaihi wasallam tadi dimulai dari kana
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ahlamanas ya. Lalu apalagi? Wa asjaanas
- waalanas
- waoanas lalu asonas ya la la yabituahu
- dinar wala dirham fainfadin walam yajid
- man yutihi waajahulil lam yawi ila
- manzilihi hatta yatabar minhu yahtaj
- ilai. Jadi Nabi enggak menyimpan apa
- namanya
- ee tadi sulit beliau itu bisa tidur
- kalau punya duit ya.
- Nah, kemudian apalagi tadi apa
- namanya? Mencuci biasa menjahit bajunya
- sendiri, menyambung sendalnya yang
- putus, melayani
- keluarganya, ikut memotong-motong
- daging, manusia yang paling pemalu dan
- seterusnya. Kurang lebih sudah 20. Maka
- insyaallah nanti minggu yang akan datang
- ke-21-nya itu merupakan akhlak-akhlak
- islami semua gitu ya. Akhlak Islami itu
- jadi nanti kita akan lanjutkan ya ya
- akhlak yang lainnya dari akhlak Nabi
- sallallahu alaihi wasallam ya. Wallahuam
- ya. Baik sudah ada perempuan yang masuk
- ustaz. Kita kembali angkat.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Asalamualaikum Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bapak dirahmati Allah. Ini
- Pak Ustaz mohon maaf ya Pak Ustaz. Saya
- mau tanya nih. Iya. Nih ada beberapa Pak
- Ustaz tentang membaca Allahumma sholli
- ala sayyidina Muhammad dan tidak memakai
- sayidina. Ee Pak Ustaz iya. Heeh. Tolong
- saya biar jelas gitu. Kalau saya membaca
- pakai sayidina apa saya berdosa atau
- bagaimana? Ustaz. Terima kasih, Pak
- Ustaz. Asalamualaikum. Baik.
- Waalaikumsalam. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Bismillahirrahmanirrahim.
- Ee mengenai baca selawat itu ada selawat
- di luar dan selawat di dalam di dalam
- salat. Kalau di luar salat enggak ada
- masalah ya. Mau pakai sayidina ataupun
- tidak. Kalau di luar salat itu enggak
- dipermasalahkan di kalangan ulama.
- Nah, yang ada yang dipersoalkan itu
- adalah bagaimana membaca selawat di
- dalam
- salat. Karena salat itu di antaranya
- adalah takzim,
- mengagungkan,
- memahainggikan, memuliakan. Apakah
- pantas kalau di saat kita takzim kepada
- Allah, mengagungkan Allah ini kok ada
- yang kita agungkan selain
- Allah gitu ya? Nah, kalau di luar enggak
- jadi masalah. Jadi, lagi salat ini kita
- lagi mengagungkan Allah ya dengan
- subhana rabbial adzim ada ruku, subhana
- rabbil ala lagi memahagikan Allah. Lah,
- pantas enggak, wajar enggak kalau di
- dalam salat itu kita mengagungkan selain
- Allah?
- Itulah makanya ada sahabat yang bertanya
- begini, "Ya Rasulullah, kaifa nusolli
- alaika fisah?" Bagaimana cara kami
- berselawat kepadamu di waktu
- salat? Artinya kalau di luar salat kami
- sudah tahu ya, cuma ini di dalam salat
- masa lagi mengagungkan Allah. Nabi
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Kemudian beliau diam cukup lama sampai
- si rawi ini mengatakan, "Kami berharap
- kalau dia ini tadi tidak menanyakan hal
- itu." Akhirnya Rasulullah kemudian
- menjawab, "Setelah cukup lama diam, qulu
- ya kata Nabi, Allahumma sholli ala
- Muhammad wa ala ali Muhammad kama
- sholita ala Ibrahim innahu hamidum
- majid.
- Wabarik ala Muhammad waa ali Muhammad
- kama barokta ala Ibrahim innahu hamidum
- majid. Nah, jadi ee di situ hanya
- dikatakan kama
- shbim ya enggak ada wa ala alinya. K sha
- ala Ibrahim innahu hamidu
- majid barik ala Muhammad wa ali Muhammad
- barak taala Ibrahim. Tapi dalam hadis
- yang
- lain itu bunyi hadisnya adalah ee kama
- shita ala alirahim. Enggak disebut ala
- Ibrahimnya tapi disebut ala
- alirahim. Wabarik ala Muhammad wa ala
- ali Muhammad kama barokta ala alirahim.
- Ya. Nah, karena itu lalu hadis ini yang
- pertama dengan yang kedua digabungkan
- itu digabungkan jadi satu yang namanya
- ee mazhab jamak disebutnya ya.
- Nah, jadilah kemudian Allahumma shalli
- ala Muhammad wa ala ali Muhammad kama
- shaita ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim
- wabarik ala Muhammad wa ala ali Muhammad
- kama barakta ala Ibrahim waa ali Ibrahim
- innahu hamidum majid. Demikian. Dan
- dalam dua riwayat itu tidak ada yang
- menggunakan kata sayidina gitu ya. Tidak
- ada yang menggunakan sayidina. Lah
- sekarang bagaimana Bapak mengatakan
- Sayidina boleh berdosa atau tidak? Ya.
- Nah, mengenai ini hadis ee kemudian Nabi
- bersabda, "La tusayyiduni bisalah."
- Jangan kamu mensayidkan aku dalam salat.
- Ini hadis ini diungkap oleh dijabarkan
- panjang lebar oleh ee Syekh Muhammad
- Almaliki ya. Bukunya khusus yang itu
- ada. Nah, beliau memandang bahwa ini
- dari segi lafaz matan hadis ini adalah
- diif gitu ya. Dari segi lafaz ya. Nah,
- sekarang saya akan begini jemaah Bapak
- biar singkat ya. Ee dalam agama ini,
- agama ini mempunyai tiga rukun. Satu
- adalah syariah, yang keduanya adalah
- akidah, yang ketiganya ihsan atau
- akhlak. Syariah itu aturan-aturan ee
- hukum-hukum apa nam positif itu namanya
- syariah ya. Ah, kayak fikih, syariah itu
- namanya hukum-hukum
- positif. Ah, berbicara tentang hal-hal
- yang zahir, hal-hal yang nampak. Kalau
- orang mengucapkan asyhadu alla ilaha
- asyhadu anna muhammadar rasulullah ya
- itu sudah Islam. Apakah hatinya mengakui
- ketuhanan Allah atau tidak ya sudah
- Islam. itu syariah, itu fikih seperti
- itu. Nah, karena itu dalam agama enggak
- cukup cuma syariah, harus ada akidah dan
- lebih lagi di atasnya lagi ada yaitu
- ihsan. Ee Bapak, Bapak yang penanya
- khususnya, ihsan dengan syariah itu
- enggak sama ya. Ihsan dengan syariah itu
- sama. Orang bersyariah belum tentu
- berihsan itu belum tentu. Tapi kalau
- orang ihsan insyaallah sudah
- bersyariah. Nah, apa contohnya sekarang
- yang ihsan tapi enggak syariah? Eh, yang
- bersyariat tapi enggak ihsan.
- Kalau Bapak pergi ke pasar mau membeli
- kain misalnya ya, membeli
- bahan ya, beli bahan 2 m begitu diukur
- oleh si pedagang ternyata itu kain
- panjangnya 2 m 5 cm. Hm. 2,5 cm.
- Nah, kemudian oleh si pedagang itu, itu
- yang 5 sentinya
- digunting, disimpan sama
- dia. Pertanyaannya kan sekarang, apakah
- salah secara hukum si pedagang itu
- memberikan yang 2 m, yang 5 centnya itu
- digunting? Hm. Tentu secara fikih,
- secara syariah ya enggak salah. Wong
- pembeli itu belinya 2 m dan itu tas kan
- 2 m.
- Tapi secara secara ini akhlak siapapun
- juga akan menyalahkan. Kenapa ya? Ini
- orang pelit amat tibang 5 centti. Kain
- buat apaan sih 5 cent disimpan? H. Nah,
- itu ihsan itu, Pak. Kalau dikasihin
- semuanya tuh yang 2 m 5 cm itu namanya
- ihsan. Maka kalau sudah isan sudah
- bersyariah. Bersyariah belum tentu
- ihsan. Begitu juga kita beli dukuh 2
- kilo gitu ya. Ah, ternyata lebih dikit.
- Begitu diangkat satu pas timbangannya
- itu 2 kilo itu yang satu disimpan. He.
- Maka pembeli katanya ni amit-amit orang
- timbang satu doang kan begitu. Secara
- hukum enggak salah pedagang orang pas ke
- 2 kilo. Hmm. Itulah makanya ada syariah,
- ada akidah, ada akhlak. Akhlak itu
- kedudukannya di atas. Satu dipahami itu
- ya. Yang
- kedua, pernah Nabi sallallahu e pernah
- sahabat Abu Bakar As-Siddiq radhiallahu
- anh beliau ini bangun
- kesiangan. Bangun kesiangan cuma
- sesiang-siangnya Abu Bakar Siddiq bangun
- ya
- pagi. K buru-buru berangkat beliau.
- Begitu sudah berangkat mau ke masjid eh
- ada orang tua Yahudi yang jalan lambat.
- Maka sahabat Abu Bakar
- ini ee kebingungan saat itu dia apakah
- tetap berjalan di belakang Rasul ya, di
- belakang si Yahudi atau mendahului si
- Yahudi itu. Ya, ini ijtihad sahabat Abu
- Bakar. Ijtihadnya dia kalau saya
- mendahului ya mendahului si orang tua
- maka saya akan menemukan salat
- berjamaah. Artinya mengamalkan syariah
- ya kan.
- Tapi berarti saya tidak menjalankan
- akhlak Nabi karena mendahului orang tua.
- Nah, jadi syariah bisa diamalkan cuma
- akhlak tidak
- dilakukan. Tapi kalau berjalan tetap di
- belakang si nasi Yahudi ini, maka akhlak
- berarti dijalankan. dia akan ketinggalan
- syariah.
- Nah, akhirnya dia mengambil keputusan
- mendingan jalan di belakang si Yahudi
- ini. Enggak apa-apalah kalau umpamanya
- enggak berjamaah ya, enggak mendamalkan
- syariat daripada enggak mengamalkan ee
- ihsan atau akhlak. Oh, begitu. Jadi,
- beliau kemudian berjalan.
- Nah, ee setelah itu beliau begitu masuk
- ke dalam masjid rupanya saha Rasulullah
- waktu itu lagi ruku. Pas beliau mau
- bangun ya itu Jibril turun ditahan
- punggung Rasul. Ya, jangan bangun dulu
- Muhammad karena Allah akan memuliakan
- orang yang akhlaknya
- mulia. Itu jadi tetap kebagian
- syariahnya tuh sahabat Abu Bakar. Begitu
- masuk kata dia,
- "Alhamdulillah masih menemukan
- jemaah." Ya. Nah, begitu beliau
- mengucapkan alhamdulillah, kata malaikat
- Jibril, "Qad samiallahu liman hamidah."
- Allah menerima pujian orang yang
- memujinya. Itu ada ucapan sami Allah apa
- namanya? Hamdalah tadi kan ucapannya Abu
- Bakar. Nah, karena itulah ketika Nabi
- Muhammad bangun, kata Jibril, "Ucapkan
- kalimat ini saat kamu bangun dari
- rukuk." Makanya begitu bangun, Nabi
- mengucapkan apa namanya? Samiallahu
- liman hamidah. Jadi, Allah memberikan
- penghargaan ya kepada Abu Bakar karena
- di situ dia lebih mengutamakan akhlak
- daripada syariah, gitu ya. Hm. Nah,
- sekarang di dalam tahiyat tadi kan
- pertanyaannya Bapak saya baca sayidina
- boleh apa enggak? Dosa apa enggak? Nah,
- kalau Bapak mengucapkan Allahumma sholli
- ala Muhammad wa ala ali Muhammad itu
- namanya Bapak sedang mengamalkan
- syariah. Jadi enggak salah mengucapkan
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad. Nah, kalau Bapak mengatakan
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad,
- maka Bapak sedang mengamalkan akhlak
- kepada Nabi. Gitu. Sebab kata Allah,
- "Janganlah kamu memanggil nabimu seperti
- sebagian dari kamu memanggil yang
- lainnya. Bedakan memanggil Nabi gitu.
- Jadi, Bapak itu lebih mendahulukan
- syariah akhlak daripada namanya syariah.
- Sama dengan Abu Bakar tadi ya, beliau
- mendahulukan akhlak berjalan di belakang
- orang tua ya. Akhirnya apa? Syariahnya
- juga kena gitu. Dan Allah berikan
- penghargaan kepada sahabat Abu Bakar
- karena yang sudah mendahulikan akhlak.
- Ah. Jadi kalau Bapak mengucapkan
- Allahumma sholli ala Muhammad, itu
- namanya Bapak mengutamakan syariah.
- Kalau mengucapkannya sayidina adalah
- mengutamakan akhlak. Nah, monggo kerso
- jenengan sekarang tinggal Bapak mau yang
- mana silakan. Mau Allahum shalli ala
- Muhammad boleh Allahumma shalli ala
- sayyidina Muhammad juga apa namanya
- boleh. Kalau Bapak yakin yang terbaik
- Allahumma shalloli ala Muhammad silakan.
- Oh, kalau baca sayidina berarti kita
- mengagungkan Nabi Muhammad di waktu
- salat itu kan enggak boleh. Hmm. Ya.
- Baik.
- Sekarang lihat ya. Ketika kalau itu
- alasannya ketika Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam sakit ya.
- Ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam sakit beliau menyuruh ya supaya
- sahabat Abu Bakar yang menjadi imam
- dalam salat. Nah, salatlah imam Abu
- Bakar jadi
- imam. Nah, di tengah perjalanan rupanya
- Rasulullah merasakan keringanan gitu
- dalam ininya sakitnya. Sehingga beliau
- minta dituntun oleh Sayidina Ali dan
- Fadl ee ke mihrab, ke mimbar ke sana eh
- ke mihrab ya, mau salat berjamaah.
- Apalagi dalam riwayat lain banyak
- sahabat yang pada menangis karena
- Rasulullah enggak ada di pengimaman.
- Makanya Rasulullah keluar juga diapit
- oleh sahabat ee Ali dan sahabat apa
- namanya?
- Fadr. Nah, ketika Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam menuju ke mimba ke
- mihrab ya itu ada yang berisyarat h
- tepuk-tepuk ini nih para sahabat.
- Maksudnya ngasih tahu sahabat Abu Bakar,
- "Eh, Abu Bakar ada Rasulullah gitu ya.
- Cuma kan enggak boleh ngomong lagi salat
- maka ditepuk." Makanya Nabi eh sahabat
- Abu Bakar begitu nengok ada Rasulullah
- ya. Karena ada Rasulullah maka sahabat
- Abu Bakar kemudian mundur. Nah, mundur.
- Kenapa mundur? Menghormati Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Padahal kata
- Nabi Muhammad, "An makan tetap kamu di
- tempat kamu Abu Bakar." Tapi tidak bagi
- sahabat Abu Bakar tetap dia mundur.
- Kenapa? Enggak pantes dia kalau harus
- sejajar dengan Nabi lah. Ini kan takzim.
- Ini namanya Abu Bakar sedang memuliakan,
- sedang takzim kepada Nabi Muhammad
- sehingga dia itu tidak pantas harus
- sejajar dengan Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Maka dibiarkan Nabi ke situ
- gitu ya. Ah, ini ada takzim namanya ya.
- Enggak apa-apa. Sebab takzimnya di sini
- bukan adalah takzim mengagungkan Nabi,
- apa nam mense menjajarkan dengan Allah,
- tapi takzim kepada makhluk yang memang
- dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Bukan menyamakan Rasulullah
- dengan Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- kesimpulannya, Bapak mau baca sayidina
- boleh. yang berarti Bapak mendahulukan
- akhlak dan Bapak juga boleh meninggalkan
- sayidina yang berarti Bapak lebih
- mengutamakan syariah daripada akhlak. Ya
- terserah mau yang mana ya enggak ada
- yang berdosa. Wallahualam ya. Baik, kami
- terima kasih Jul khair kepada penelepon
- ya di ee terakhir ini dan kita sudah
- nampaknya penelepon terakhir kita,
- Ustaz. Dan di tausiah pagi ini dalam
- tema sebagian kecil akhlak Nabi. Mungkin
- ada kesimpulan yang ingin disampaikan
- untuk ikhwan pengendengar hadis
- insyaallah. Bismillahirrahmanirrahim.
- Para pendengar silaturahim yang
- dirahmati Allah.
- Kita ini banyak bicara tentang nabi itu
- begini, nabi itu luar biasa, tapi kita
- tidak tahu secara ee apa namanya ee
- tidak mengetahui akhlak-akhlak nabi ini.
- Karena itu saya berusaha gitu
- menyampaikannya sesuai dengan apa yang
- saya ketahui dengan harapan nanti kita
- meniru karena Nabi Iswatun Hasanah
- meniru harus bagaimana kita ini. Karena
- Allah sendiri memerintahkan kalau kamu
- cinta kepada ikuti aku. Ikuti Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Dalam
- apanya? Ucapnya, perbuatannya juga kita
- ikutin. Nah, ini di antara
- perbuatan-perbuatan Nabi yang
- mencerminkan akhlak yang mulia itu apa
- saja? Inilah yang sedang kita ungkap ya.
- harapannya mudah-mudahan ini akan
- menjadi sikap ee hidup kita sebagai
- seorang muslim ya dalam rangka mengikuti
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam yang memang beliau ada sebagai
- uswatun hasanah kita. Semoga Allah
- subhanahu wa taala membimbing hati kita
- ke jalan yang diridai dan dicintainya,
- melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah
- kepada kita anak cucu kita sehingga
- dapat istikamah dalam menjalankan
- perintahnya, menjauhi larangannya.
- Rabbana taqobbal minna duana amalina
- birahmatika ya arhamarahimin. Rabbana
- atina fid dunya hasanah wafil akhirati
- hasan waqinaabanar wasallallahu ala
- sayidina Muhammad waa alihi wasbihi
- wasallam. Walhamdulillahiabbil alamin.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik, kami
- ucapkan jazakumullah khair kepada Ustaz
- Ahmad Zazuli Khalil yang telah hadir
- menemani ikhwan akhwat pendengar Radio
- Silaturahim di acara tausiah pagi. Tema
- kita di pagi hari ini mengenai sebagian
- kecil akhlak Nabi. Semoga dapat
- bermanfaat bagi kita semuanya menambah
- keimanan dan juga ketakwaan kita dan
- juga pengetahuan dalam mengenai
- bagaimana akhlak Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Mudah-mudahan kita dapat menerapkannya
- apa yang diajarkan oleh Nabi kita Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan
- kita doakan semoga Ustaz Ahmad Zaidul
- Khalid selalu diberikan kesehatan oleh
- Allah Subhanahu wa taala dapat
- melangkahkan kakinya untuk memberikan
- ilmunya kepada kita semua di radio
- silaturahim yang kita cintai ini. Dan
- ikhwan akhwat, kami ucapkan terima kasih
- untuk Ikhwan akhwat yang telah
- memberikan pertanyaannya. Semoga pulsa
- yang dikeluarkan dicatat oleh Allah
- subhanahu wa taala dan semoga digantikan
- dengan pahala yang berlepat ganda. Amin
- ya rabbal alamin. Dan terima kasih untuk
- para pejuang dakwah kita yang berada di
- Batam di 104,3 Ser FM Batam dan juga
- yang berada di Sukabumi di
- 96,9 Tansah FM dan juga yang berada di
- Semarang di 612 AM Radio Silaturahim dan
- juga yang berada di Banyuwangi di 94,8
- suara Habibullah dan juga yang berada di
- Pontianak di 0,0 Radio Madinah FM dan
- saya Muhammad Anis Mualim beserta Ondi
- di meja switcher dan juga kameraman dan
- juga ada Muhammad Panji di meja
- operator. Mohon uruh diri dari ruang
- dengan Anda. Mohon maaf bila ada
- kekhilafan yang kami ucapkan. Dan akhir
- kata kita tutup dengan kita membaca doa
- kafatul majelis. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Oh.
- [Musik]
- [Musik]
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.