Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 [musik] 0:17 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan 0:20 katsir thyiban barokan fih kama yuhibuna 0:23 waardu. Allahumma shi wasallim wabarik 0:25 ala sayidina Muhammadin waa ali sayidina 0:27 Muhammad. Masih dipancarkan dari Jalan 0:29 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 0:31 Cibubur, Bekasi. Radio Silaturahim dan 0:34 juga Rasil TV untuk Islam yang satu. 0:37 Asalamualaikum warahmatullahi 0:38 wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang 0:40 dirahmati Allah. Senang sekali di 0:42 kesempatan ini kami bisa kembali 0:43 menjumpai ikhwan akhwat dalam program 0:45 acara renungan di bawah naungan 0:48 Al-Qur'an untuk edisi Jumat ya, Jumat 0:51 terakhir di bulan Syakban tepatnya 0:54 sekarang sudah masuki tanggal ke-25 0:57 ya di bulan Syakban bertepatan juga 0:59 dengan 13 Februari 1:03 2026. Semoga ikhwan awan di kesempatan 1:04 ini dalam keadaan baik, sehat dan selalu 1:07 dalam lindungan Allah subhanahu wa 1:08 taala. Amin. Amin ya rabbal alamin. 1:10 Telah hadir guru kita Ustaz Husein 1:12 Alatas yang insyaallah akan memberikan 1:14 pencerahannya, 1:16 memberikan ilmunya untuk kita semua. 1:18 Kita sapa terlebih dahulu. 1:19 Asalamualaikum warahmatullahi 1:20 wabarakatuh, Ustaz. 1:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:23 wabarakatuh. 1:24 Kabar baik dan sehat, Ustaz? Ya, 1:25 alhamdulillah. 1:26 Alhamdulillah. Baik, Ikhwanat. Kita 1:28 awali dengan ee pembukaan pembacaan 1:30 Quran surah Al-Fatihah 1:32 yang akan dibimbing langsung oleh Ustaz 1:34 Husein. Kami persilakan, Ustaz. 1:37 Auubillahiminasyaitanirrajim. 1:43 Bismillahirrahmanirrahim. 1:51 Alhamdulillahirabbil 1:54 alamin 1:58 arrahmanirrahim. 2:04 Maiki yaumiddin. 2:09 Iyaka na'budu wa iyyaka nasta 2:15 ihdinasirathal 2:17 mustaqim 2:20 shathalladzina 2:22 an'amta alaihim 2:26 ghairil maghdubi alaihim waladin. 2:37 Amin. 2:38 Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin. 2:39 Ikhwan akhwat, telah kita buka bersama 2:42 dengan pembacaan Quran surah Al-Fatihah 2:44 yang dipimpin langsung oleh Ustaz Husain 2:46 Alatas. Selanjutnya Ustaz, kita sudah 2:49 berada di akhir-akhir bulan Syakban, 2:52 Ustaz. Dan akan menyongsong bulan suci 2:55 Ramadan. Nah, ini di Jumat terakhir, 2:57 Ustaz, ya. Jumat terakhir di bulan 2:59 Syakban. Mungkin ee ada nasihat dari 3:02 Ustaz, amalan-amalan apa untuk supaya 3:04 kita tidak menjadikan Ramadan nanti itu 3:07 hanya sekedar rutinitas, 3:10 rutinitas tahunan yang mungkin 3:12 insyaallah lebih bermakna, lebih terisi 3:15 dibandingkan Ramadan-Ramadan tahun 3:16 sebelumnya. Ustaz, kami persilakan. 3:24 Bismillahirrahmanirrahim. 3:26 Alhamdulillahi rabbil alamin 3:31 hamdan katsiran thyyiban mubarokan f 3:35 kama yuhibbu rabbuna. 3:38 Allahumma sholli 3:40 wasallim wabarik ala abdika wa rasulika 3:44 sayyidina Muhammadin wa alihi atyibin 3:48 wasohabatihil gurril mayamin wasairina 3:52 ala nahjihil qawim ila yaumiddin. 3:57 Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana 4:00 innaka antal alimul hakim. 4:04 Allahumma alimna ma yunfauna wfna bima 4:08 alamtana wasroh sudurana limarasyidi 4:11 amrik. 4:13 Allahumdina subulasam waakrijna 4:16 minadumati nur wahdina ilaatikal 4:20 mustaqim wajirna min adzabi jahannama ya 4:24 rahman ya rahim ya rabbal alamin. Amma 4:26 ba'du. 4:29 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah. 4:32 Pertama-tama 4:34 saya ucapkan selamat 4:37 menyambut kehadiran bulan Ramadan yang 4:40 penuh dengan rahmah, barokah, dan juga 4:43 ampunan dari Allah Subhanahu wa taala. 4:47 dan juga kesempatan bagi kita 4:50 untuk 4:52 mengerjakan amalan-amalan saleh yang 4:55 menyusul keburukan-keburukan amal kita 4:57 di masa yang lampau. 5:00 Karena amalan saleh di bulan Ramadan ini 5:02 Allah lipat gandakan. 5:05 Allah Subhanahu wa taala jadikan 5:08 saat-saat kita 5:10 baik di siang harinya, di malam harinya, 5:14 tarikan nafas kita, bahkan tidur kita 5:17 masuk dalam bilangan ibadah. 5:20 Allah juga menjanjikan pengabulan doa 5:23 bagi kita. 5:24 Allah Subhanahu wa taala tutup pintu api 5:28 neraka dan buka pintu surga. 5:31 Allah juga membelenggu setan memberikan 5:33 kesempatan kepada kita ini untuk kembali 5:37 kepada Allah. Setelah tadinya kita 5:40 hanyut bersama hawa nafsu kita, berada 5:44 di bawah kendali setan, maka tiba 5:47 saatnya bagi kita untuk memproklamirkan 5:49 kemerdekaan kita dengan kita kembali 5:53 seutuhnya kepada Allah di bulan yang 5:57 penuh dengan rahmat. 5:59 Bulan di mana Allah Subhanahu wa taala 6:01 turunkan Al-Qur'an 6:04 dan Allah jadikan malam turunnya lebih 6:06 baik dari 1000 bulan. Ini juga 6:09 mengingatkan kita akan keutamaan 6:11 Al-Qur'an. Bila malam turunnya lebih 6:14 baik dari 1000 bulan, maka Al-Qur'an itu 6:16 sendiri jauh lebih baik, lebih baik, 6:19 lebih mulia dari malam turunnya bagi 6:23 mereka-mereka yang mencintainya dan 6:25 menjadikannya sebagai pedoman hidupnya. 6:29 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah. 6:32 Ini merupakan hari Jumat terakhir dari 6:34 bulan Ramadan, 6:35 bulan Syakban. 6:36 Ya, ini merupakan hari Jumat terakhir 6:39 dari bulan Syakban. 6:42 Merupakan hari yang penuh dengan rahmat 6:45 dan keberkahan. Mari bersama-sama 6:48 kita jadikan hari ini sebagai hari 6:53 kita kembali kepada Allah subhanahu wa 6:55 taala sebelum Allah subhanahu wa taala 6:59 memanggil kita untuk kembali kepadanya. 7:01 Ini kesempatan yang amat berharga. 7:05 Kita kembali kepada Allah. Kalau tadinya 7:09 kita terbiasa mengerjakan 7:11 kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik, 7:14 kebiasaan-kebiasaan yang melalaikan 7:16 kita, mari kita beralih menuju 7:19 kebiasaan-kebiasaan yang dicintai Allah, 7:23 yang mempererat hubungan kita dengan 7:25 Allah, yang membuat hati kita merasakan 7:28 betul-betul suasana mesra di saat kita 7:31 bermunajat kepada Allah. 7:33 Merasakan ketaatan 7:35 merupakan jalan yang paling indah dan 7:38 penuh dengan rahmah bagi kita. Dan 7:41 kemaksiatan yang kita lakukan di masa 7:43 lampau merupakan suasana yang gersang, 7:47 suasana yang mencekam, yang menjadi 7:50 hijab antara kita dengan Allah Subhanahu 7:52 wa taala. 7:53 Maka mari kita mulai pertama-tama dengan 7:56 banyak-banyak beristigfar, 8:00 memohon ampun kepada Allah. 8:02 Kita semua tahu 8:05 bahwa Allah Subhanahu wa taala 8:06 menjanjikan bagi orang yang beristigfar 8:09 memohon ampun dalam rangka melakukan 8:13 koreksi terhadap kesalahannya. 8:16 Melakukan evaluasi untuk meningkatkan 8:19 betul-betul apa amalan-amalan, 8:23 kebiasaan-kebiasaan yang baik kita 8:26 lanjutkan dan sempurnakan. Sedangkan 8:29 kebiasaan-kebiasaan buruk kita 8:31 tinggalkan. Kita selalu melakukan 8:34 muraqabah, pengawasan terhadap diri 8:36 kita. Pengawasan terhadap perilaku kita. 8:41 Dimulai dengan menjaga hati kita, 8:43 menjaga pandangan mata kita, menjaga 8:46 pendengaran kita, menjaga lisan kita, 8:49 menjaga kemaluan kita. Karena ibadah 8:52 siam di bulan Ramadan ini bukan hanya 8:55 sekedar kita menahan lapar dan haus. 8:58 Tapi tujuan dari ibadah siam selama 1 9:01 bulan ini mendidik kita, membiasakan 9:04 kita untuk menjaga hati kita agar selalu 9:08 betul-betul ingat kepada Allah. Agar 9:11 selalu menjaga Allah pada setiap ucapan 9:14 kita, setiap gerak-gerik kita, pandangan 9:18 mata kita, pendengaran kita. 9:22 Dengan membiasakan ini selama 1 bulan, 9:25 insyaallah kita bisa masuk dalam 9:28 golongan orang-orang yang bertakwa 9:30 kepada Allah. Setelah tadinya kita hidup 9:34 dalam keadaan liar, tidak terkendali, 9:37 masuk ke dalam suasana Ramadan. Inilah 9:40 merupakan saat-saat kesempatan yang amat 9:42 indah. 9:45 Begitu 9:46 masuk malam Ramadan, terdengar seruan 9:50 dari malaikat, "Ya baqial khairi absir." 9:53 Wahai orang yang mendambahkan kebaikan, 9:56 sambutlah. Ini merupakan kabar gembira 9:58 bagi kalian dengan datangnya Ramadan. 10:03 aksir dan orang yang terbiasa 10:04 mengerjakan hal-hal yang buruk ini 10:07 saatnya kalian untuk berhenti bertobat 10:09 kembali kepada Allah dengan niat yang 10:12 betul-betul tulus untuk tidak kembali 10:15 lagi kepada kebiasaan-kebiasaan buruk 10:17 yang kita lakukan sebelumnya. 10:20 Jadi banyak-banyak beristigfar kepada 10:22 Allah Subhanahu wa taala, banyak-banyak 10:25 juga bertasbih, 10:28 banyak-banyak kita memuji Allah 10:30 subhanahu wa taala, begitu pula 10:32 mentakbirkannya. 10:34 Sebagaimana Allah ingatkan dalam suratul 10:37 Ahzab. Ya ayyuhalladzina 10:38 amanukkurullahazikron 10:40 katsir wasabbihuhu bukratan 10:43 wasila. Wahai orang-orang yang beriman, 10:47 banyak-banyaklah kalian berzikir kepada 10:49 Allah, menyebut namanya juga mengingat 10:52 Allah dalam hati kita. 10:55 Ingatan yang akan selalu menjaga diri 10:58 kita untuk selalu berjalan dalam 11:00 keridaannya. Merasa malu untuk melakukan 11:03 perbuatan-perbuatan yang tidak diridai 11:05 Allah subhanahu wa taala. Ini yang akan 11:08 menumbuhkan ketakwaan di hati kita. 11:10 Wasabbihuhu bukratan waila. Dan 11:14 bertasbihlah kepadanya pagi dan petang. 11:17 Dari mulai pagi hari kita bertasbih 11:19 mensucikan Allah, memuji Allah. 11:22 Dan tujuan dari tasbih dan pujian ini 11:25 kembali untuk mensucikan jiwa kita, 11:28 untuk menumbuhkan rasa syukur di hati 11:30 kita akan nikmat karunia Allah yang tak 11:33 terhingga atas kita semua. Begitu pula 11:36 mentakbdirkan Allah untuk membesarkan 11:38 hati kita bahwa yang maha besar hanyalah 11:41 Allah selain dari Allah makhluknya. 11:43 Semua di bawah kekuasaannya. Begitu kita 11:45 menghadapi ancaman, kita kembali kepada 11:48 Allah akan menentramkan hati kita. 11:51 Karena kita berlindung kepada Allah juga 11:54 dengan mentakbdirkan Allah mengikis 11:56 membersihkan kesombongan di hati kita 11:58 terhadap sesama kita. Karena tidak layak 12:00 kita melakukan hal tersebut. Yang maha 12:03 besar, yang maha sempurna, yang maha 12:05 agung adalah Allah. Sedangkan kita 12:07 hamba-hamba Allah, sepatutnya kita 12:10 bersikap merendah diri, bertawaduk di 12:13 atas muka bumi terhadap sesama kita, 12:16 memperlakukan mereka dengan mulia, 12:18 mengulurkan tangan kita di saat mereka 12:20 membutuhkan bantuan, memberikan nasihat 12:23 yang baik, juga melipur lara hati mereka 12:29 di saat mereka berhadapan dengan 12:30 cobaan-cobaan yang mereka hadapi. 12:34 Dengan kebersamaan ini hidup akan terasa 12:36 indah sebagaimana yang digambarkan Allah 12:39 mengenai masyarakat Islam wal mukminun 12:42 wal mukminat ba'duhum auliyau ba'din 12:44 orang-orang yang beriman. Sebahagian 12:47 mereka merupakan wali sebahagian yang 12:49 lain. 12:51 Itu merupakan 12:53 konsekuensi dan tuntutan dari keimanan. 12:56 Begitu kita beriman, maka sikap kita 12:59 terhadap sesama orang yang beriman 13:02 betul-betul apa? terikat dengan hubungan 13:04 wala dalam iman. Apabila kita 13:07 menyaksikan saudara-saudari kita dalam 13:09 keadaan susah, kita berpangku tangan, 13:11 maka kita telah melangkah mengeluarkan 13:15 diri kita dari dalam keimanan. Karena 13:18 sikap pengabaian kita. Kalau ada iman di 13:20 hati kita, pasti kita akan mengeluarkan 13:22 tangan kita diminta maupun tidak 13:23 diminta. Dan kalau kita lakukan hal ini, 13:27 kita betul-betul memiliki rasa 13:29 persaudaraan yang hangat mesra bersama 13:32 orang yang beriman, saling menolong dan 13:34 saling membantu. Tidak akan terjadi 13:37 berbagai macam skandal, kejadian, 13:40 peristiwa seperti yang terjadi di depan 13:42 mata kita. 13:44 Ada seorang anak yang di bawah umur 13:47 melakukan bunuh diri 13:50 bukan karena dia ingin mati, tapi karena 13:53 ingin terlepas dari beban kehidupan yang 13:55 tidak sanggup untuk dipikul. 13:58 Dahulu kita dengar kasus berdiri terjadi 14:01 pada orang-orang dewasa, orang tua yang 14:03 terlilit huta, yang berhadapan dengan 14:05 tekanan yang berat. Tapi sekarang 14:08 anak-anak kecil pun banyak yang 14:10 melakukan tindakan bunuh diri. Bukan 14:13 karena mereka mainkan kematian, tapi 14:15 mereka tidak tahan. 14:17 Hidup tanpa 14:21 merasakan betul-betul kehangatan dari 14:24 orang-orang di sekelding mereka. Oleh 14:26 karena itu, kasus bunuh diri anak-anak 14:28 ini atau anak remaja bukan kasus 14:30 individu, 14:32 bukan kasus ya yang bersifat individual, 14:35 tapi menyangkut apa? yang menyangkut 14:38 persoalan sosial di mana melibatkan 14:41 orang tua, melibatkan sekolah, 14:45 melibatkan juga masyarakat. Ke mana 14:47 perginya masyarakat kita? Apalagi bangsa 14:51 kita yang dikenal sebagai bangsa yang 14:53 tantun, yang penuh dengan rahmat. Ke 14:55 mana perginya mereka? Di saat mereka 14:57 menyaksikan salah satu anak mereka atau 15:01 saudara mereka, saudari mereka dalam 15:05 keadaan menderita. 15:06 Bukan kita mengulurkan tangan kita, 15:08 malah kita mencemohkan dan melewekkan. 15:12 Kamu si begini, kamusi begitu. Bukan 15:15 kita datang untuk mengeluarkan bantuan 15:17 malah kita menambah derita mereka. 15:20 Mereka merasa sudah terjepit atau 15:23 masyarakat atau orang tua melakukan 15:26 hampitan yang lebih berat buat mereka. 15:29 Padahal mereka pada saat itu membutuhkan 15:31 uluran tangan seperti kasus seorang anak 15:33 remaja bunuh diri karena nilai dan 15:36 angkanya yang rendah. Pulang ke rumah 15:38 orang tua. Di saat anak tersebut 15:40 membutuhkan dukungan dan hiburan, orang 15:43 tua justru mencemohkannya, memarahinya, 15:47 mencaci dan memakinya. 15:49 Dia merasa soal dunia menjadi gelap. 15:52 Seorang yang membutuhkan pertolongan dan 15:54 uran tangan. Seharusnya orang tua 15:57 menghibur dirinya. Kalau sekarang kamu 15:59 belum berhasil, ayah, ibu doakan kamu, 16:02 mari bersama-sama kita bekerja sama 16:05 untuk meningkatkan hasil ujian kamu. 16:09 Tapi orang tua ternyata mengecam, 16:12 mengancam, ya memperlakukan dia dengan 16:15 cara yang tidak baik. 16:17 Akhirnya dia berputus asa, kehilangan 16:20 harapan 16:21 bukan karena ingin mati, tapi bunuh diri 16:24 karena ingin keluar dari apa? Suasana 16:27 yang mencekam dirinya. 16:29 Jadi, ini merupakan tanggung jawab kita 16:32 semuanya. Nah, suasana Ramadan suasana 16:35 yang penuh dengan rahmat. Mari kita 16:38 belajar dari Ramadan untuk menumbuhkan 16:40 rasa rahmat di hati kita juga membangun 16:43 kepedulian di antara sesama kita. Kita 16:46 merupakan anggota masyarakat walaupun 16:49 katakan tidak terikat dengan hubungan 16:50 darah yang dekat, keimanan mengikat kita 16:54 semua. Walaupun tidak seiman kita 16:58 saudara yang berasal dari ayah ibu yang 17:00 sama. Allah perintahkan kita 17:02 memperlakukan manusia dengan baik dan 17:04 mulia. Seanda dia tetangga kita 17:07 nonmuslim, kita wajib untuk mengulurkan 17:11 tangan kita. Bahkan di saat kita 17:12 memasak, kita membagi sebagian masakan 17:15 kita yang tercium oleh tetangga kita. 17:17 Jadi kebaikan, perbuatan-perbuatan mulia 17:21 itu merupakan ciri yang dilakukan 17:23 orang-orang yang beriman kepada Allah. 17:24 Baik terhadap sesama orang yang beriman 17:27 maupun orang-orang yang tidak seiman 17:29 dengan dirinya. Saksikan bagaimana 17:32 negara-negara yang nonmuslim seperti 17:35 dikatakan Australia, 17:37 negara-negara di Eropa memperlakukan 17:40 rakyatnya baik yang seiman dengan 17:42 pemerintahnya maupun yang tidak seiman 17:44 dengan perlakuan yang baik dan mulia. 17:46 Seperti yang dilakukan Belanda terhadap 17:48 rakyatnya, terhadap imigran yang datang 17:50 kepada mereka. Oleh karena itu, mari 17:53 kita sebagai orang yang beriman yang 17:55 menjadi pengikut Nabi yang diutus 17:57 sebagai pembawa rahmat bagi seluruh 17:59 alalamin untuk betul-betul apa? Untuk 18:02 menumbuhkan rahmat di hati kita. Bukan 18:05 justru menjadikan agama sebagai 18:07 pertentangan, perselisihan yang 18:10 menumbuhkan kebencian, yang memalingkan 18:13 kita dari pokok-pokok dan tujuan agama 18:16 kita serta misi Nabi kita Muhammad 18:18 sallallahu alaihi wa alihi wasallam. 18:24 Oleh karena itu, Nabi berkata, 18:27 "Irhamu man fil ardhi yarhamkum fisama." 18:30 Kasihi sayangi yang di bumi. Bukan hanya 18:33 manusia, bahkan hewan pun kita 18:36 perlakukan mereka dengan baik dan mulia. 18:38 Bukan hanya yang seiman, tapi yang tidak 18:41 seiman dengan kita, kita wajib juga 18:43 perlakukan mereka dengan mulia. 18:45 Yarhamkum man fisama. Bila kalian 18:47 perlakukan mereka dengan penuh kasih 18:49 sayang, yang di langit pun akan 18:50 mengasihi menyayangi kalian. Innallaha 18:53 yarhamu min ibadihir ruhama. Allah 18:55 mengasihi menyayangi hamba-hambanya yang 18:57 pengasih penyayang. 19:00 Man la yarham la yurham. Orang yang 19:02 tidak memiliki rasa rahmat, orang yang 19:04 jauh dari rahmat Allah. Maka barang 19:06 siapa yang mendambahkan rahmat Allah, 19:09 barang siapa yang ingin mendapatkan 19:11 perhatian dari Allah dan uluran 19:13 tangannya, hendaknya kita memperlakukan 19:16 manusia juga. dengan cara yang sama. 19:19 Jangan kita bersikap egois ingin 19:21 mendapatkan perhatian dari Allah, rahmat 19:23 dan kasih-Nya. Tapi kita perlakukan 19:25 manusia dengan cara yang aniaya. Jadi 19:28 banyak-banyak beristigfar, banyak 19:29 berzikir kepada Allah, berselawat kepada 19:32 Nabiya Muhammad sallallahu alaihi 19:34 wasallam. 19:36 Bukan hanya selawat ya dalam ungkapan 19:39 kalimat-kalimat yang kita baca yang tak 19:42 bermakna, tapi selawat dalam arti yang 19:44 menghubungkan diri kita dengan 19:46 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, 19:48 menumbuhkan kecintaan kita kepada 19:50 sunahnya, kepada perilakunya. Selawat 19:53 dari Allah merupakan limpahan rahmat, 19:56 merupakan ijabah pengabulan. Sedangkan 19:58 selawat dari kita untuk rasulnya 20:01 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 20:03 sebagai istijabah, sebagai sambutan yang 20:06 menyambut seruan Rasul sallallahu alaihi 20:09 wasallam yang menumbuhkan cinta di hati 20:11 kita hingga kita akan mengutamakan 20:15 contoh-contoh dan sunah-sunah dari 20:17 kehidupannya daripada kehidupan jahiliah 20:21 yang sedang mewabah di tengah-tengah 20:22 kita semua. Jadi di saat membaca 20:25 selawat, resapilah. Resapi dengan 20:28 betul-betul penuh penghayatan selawat 20:31 yang kita baca dengan harapan untuk 20:33 menghubungkan kita dengan Nabi kita 20:34 Muhammad sallallahu alaihi wasallam, 20:36 memudahkan kita untuk menyambut seruan 20:39 dan ajakannya, juga membentuk 20:41 kepribadian kita sesuai dengan 20:44 kepribadian nabi kita sebagaimana yang 20:46 Allah arahkan. Laqad kan lakum fi 20:48 rasulillahi uswatun hasanah. 20:52 Kemudian di bulan Ramadan 20:53 banyak-banyaklah kita membaca Al-Qur'an. 20:56 Karena Allah menentukan puasa kita di 20:58 bulan Ramadan. Bulan turunnya Al-Qur'an 21:01 menjelaskan hubungan yang begitu akrab 21:03 antara Al-Qur'an dan Ramadan. 21:07 Baca Al-Qur'an baik sendiri maupun 21:09 bersama keluarga sambil membaca 21:12 terjemahkan artinya. Allah akan permudah 21:15 bagi kita untuk memahami Al-Qur'an 21:19 kita. Di samping 21:21 membaca Al-Qur'an, meresapi maknanya, 21:25 jangan tinggalkan bangun malam dan salat 21:29 dalam suasana hening. Kita rukuk sujud 21:32 di hadapan Allah Subhanahu wa taala yang 21:35 akan 21:38 mengangkat beban-beban yang berat di 21:40 atas pundak kita semuanya yang akan 21:43 mengampuni dosa kita. yang akan 21:46 memasukkan kita ke dalam rahmat Allah 21:48 Subhanahu wa taala. Oleh karena itu, 21:50 salat merupakan amalan dan buah hati 21:54 yang paling dicintai oleh Nabi kita 21:56 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 21:59 Rasulullah mengatakan, "Wailat quratu 22:01 aini fisah." Allah jadikan buah hatiku 22:04 dalam salat. Begitu juga 22:08 ubu amrun fa. Nabi kalau berhadapan 22:11 dengan urusan yang berat, bergegas-gegas 22:13 dia lari untuk melakukan salat 22:15 berhubungan dengan Allah Subhanahu wa 22:17 taala. Nah, mudah-mudahan 22:20 dengan amalan-amalan saleh yang kita 22:22 lakukan baik dalam menyambut Ramadan 22:25 dimulai dari hari ini dan amalan saleh 22:28 yang kita lakukan di bulan Ramadan, 22:31 Allah Subhanahu wa taala bukakan pintu 22:33 rahmatnya, ampunannya dan keberkahannya. 22:36 Dan hal yang terakhir perlu ditekankan, 22:40 hendaklah kita membiasakan diri kita 22:43 untuk berzakat dan berinfak. Karena 22:45 zakat merupakan kewajiban yang tidak ada 22:48 tawar-menawar. Bagi yang punya kemampuan 22:50 hendaklah dia mengeluarkan zakatnya 22:52 dengan sebaik-baiknya. 22:54 Kemudian juga di samping zakat yang 22:56 dikeluarkan juga berinfak kepada 22:59 kerabatnya, 23:00 kerabat-kerabatnya ya yang membutuhkan 23:04 baik untuk kebutuhan mereka makan di 23:06 bulan Ramadannya, 23:08 untuk kebutuhan berhari rayanya. Apabila 23:11 dia diberikan kelebihan di samping zakat 23:13 yang dikeluarkan yang Allah wajibkan, 23:15 dia juga berinfak untuk meringankan 23:18 beban-beban kerabatnya, keluarganya atau 23:22 orang-orang yang membutuhkan. Dan ini 23:24 merupakan amalan yang akan betul-betul 23:27 membuka pintu rahmat dan rezeki yang 23:29 seluas-luasnya dan juga ampunan dari 23:32 Allah Subhanahu wa taala. Karena ada 23:34 dosa-dosa ya yang tidak diampuni oleh 23:37 Allah Subhanahu wa taala melainkan 23:39 dengan mengulurkan tangan. Mengulurkan 23:42 tangan kepada hamba-hambnya yang 23:45 membutuhkan. Di saat kita mengelurkan 23:47 tangan kepada hamba-hamba yang membantu, 23:50 hamba-hamba tersebut bersyukur kepada 23:51 Allah atas apa yang Allah berikan 23:53 kepadanya. Dengan syukur tersebut Allah 23:56 Subhanahu wa taala di samping memberikan 23:57 kemurahan padanya, Allah ampuni dosanya. 24:00 Tapi apabila orang-orang kaya yang mampu 24:02 menahan diri mereka hingga menimbulkan 24:04 keluh, kesah, putus asa di hati manusia, 24:07 hingga mereka hanya mengutuk takdir 24:09 Allah Subhanahu wa taala, maka 24:11 mereka-mereka yang kaya ikut bertanggung 24:13 jawab di hadapan Allah. Karena mereka 24:15 yang menjadi penyebab menderitanya, 24:17 merananya manusia tidak melaksanakan 24:19 kewajiban mereka terhadap sesama mereka. 24:22 Wallahuam. 24:23 Baik, Ustaz. Terkait eh tadi menyinggung 24:26 kasus ee di NTT, Ustaz, ya? bunuh 24:30 dirinya seorang anak. Ini ada tanggapan 24:32 dari pendengar dan juga mungkin 24:33 pertanyaannya, Ustaz, mengenai 24:35 kemiskinan, Ustaz. 24:36 Ustaz, ee kemiskinan yang ee menjerat 24:40 keluarga di daerah tersebut nampaknya 24:43 bukan soal angka di atas kertas saja 24:46 katanya, tapi sudah menjadi beban mental 24:49 yang ditanggung hingga ke anak-anak. 24:51 Seringki karena himpitan ekonomi orang 24:55 tua itu menjadi stres, kehilangan 24:57 kemampuan untuk ee memberikan rasa aman 25:00 kepada anak-anaknya. Nah, dalam dalam 25:02 pandangan Islam, bagaimana kita bisa 25:05 menguatkan pondasi keluarga yang sedang 25:08 dihimpit kemiskinan agar tetap memiliki 25:12 harapan atau roja ya, Ustaz ya. Rojak 25:15 dan tidak terjemus terjerumus dalam 25:18 keputusasaan, Ustaz. Nah, saya lihat ee 25:20 data juga, Ustaz. Ee jadi menurut KPAI 25:24 ini Diah Puspir Tarini menyampaikan, 25:28 Ustaz ee jadi Indonesia itu tingkat 25:32 bunuh diri anaknya itu paling tinggi di 25:33 ASEAN, Ustaz. Paling tinggi di ASEAN. 25:36 Penyebab utamanya antara lain itu 25:38 perudungan dan kemiskinan tadi, Ustaz. 25:41 Nah, bagaimana Ustaz? 25:45 Bismillahirrahmanirrahim. 25:47 Allahumma atina min indika rahmah waimna 25:50 min ladunka ilman nafi wa faana bima 25:53 alamta. 25:57 Apabila satu keluarga 26:00 yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, 26:04 mereka penuh keimanan kepada Allah 26:06 subhanahu wa taala. 26:08 Cobaan kemiskinan yang mereka hadapi 26:12 itu bagaikan mendung 26:14 sebelum turunnya hujan. Heeh. 26:16 Mereka hadapi dengan tabah. 26:19 Si Bapak pun ya dalam menghadapi tekanan 26:23 tersebut tetap dengan penuh rasa yakin 26:26 dan senyum mengharapkan apa yang datang 26:29 dari sisi Allah. Dia mampu bertahan 26:33 bahkan mengendalikan emosinya. Dia hibur 26:35 istrinya, dia hibur anak-anaknya. 26:38 Kita sabar sambil sambil menantikan 26:41 pertolongan Allah. Bukan kita yang 26:43 pertama kali menghadapi cobaan ini. 26:46 Orang-orang sebelum kita juga banyak 26:50 orang tua mengisahkan kisah Nabi Ayub 26:52 yang anaknya satu persatu diambil oleh 26:55 Allah. Kemudian juga hartanya, kemudian 26:57 tubuhnya terkena penyakit, sedikit pun 26:59 dia tidak berputus asa. Jadi kalau orang 27:02 tua ya dalam keadaan tabah, penuh 27:06 kepasrahan kepada Allah, cobaan 27:08 bagaimanapun beratnya tidak akan 27:10 berpengaruh terhadap dirinya. 27:13 Tapi apabila rumah tangga dalam keadaan 27:16 rapuh, rumah tangga dalam keadaan rapuh 27:20 ini bukan hanya terjadi pada anak-anak 27:23 yang punya kebutuhan. 27:26 Bukan hanya terjadi pada rumah tangga 27:28 yang kondisi ekonominya lemah, bahkan 27:31 anak-anak yang berkecukupan. 27:35 Heeh. 27:36 Tapi karena suasana rumah tangga yang 27:38 hangat, tidak mesra, sampai seorang anak 27:42 tega membunuh ibunya. 27:45 Atau karena kebiasaan-kebiasaan jejet. 27:48 Sebagai contoh anak yang asyik ya 27:50 bermain lalu orang tuanya mengingatkan 27:53 dia atau mengambil merampas 27:54 handphone-ya. 27:55 He. 27:56 Siarap menganggap orang tuanya merupakan 27:57 musuhnya. Pada saat dia kehilangan 27:59 kesadaran, dia melakukan 28:01 tindakan-tindakan yang 28:04 berlebihan sampai ada yang membunuh 28:06 orang tuanya. Masyaallah. 28:08 Begitu juga di sekolah, seorang murid 28:11 ketika dirampas HP-nya oleh gurunya, 28:14 diemosi meletup-letup, 28:16 mengamuk-ngamuknya. 28:18 hingga melakukan tindakan-tindakan 28:20 yang tidak wajar pada gurunya. Nah, ini 28:23 semua kalau kita perhatikan ini bukan 28:25 hanya sekedar tanggung jawab orang tua, 28:29 bukan juga hanya sekedar tanggung jawab 28:32 sekolah, tapi kita semua mempunyai 28:35 tanggung jawab bagaimana kita mampu 28:39 untuk membangun masyarakat yang harmonik 28:42 kalau wabah penyakit menyebar di 28:44 tengah-tengah mereka. Nah, di antara 28:46 penyebab terjadinya bunuh diri memang 28:49 penyebab terbanyak di antaranya karena 28:51 faktor kemiskinan. Sampai Imam Ali 28:54 mengatakan, "Kadal faqru ayakuna kufro." 28:58 Hampir-hampir kefakiran ini bisa 29:00 menjerumuskan orang dalam kekafiran. 29:04 Nah, Allah dengan rahmatnya 29:06 melalui surah Al-Fatihah sebagai contoh 29:08 yang sering kita baca tapi jarang 29:10 diresapi. Allah mengingatkan kita untuk 29:13 hidup ini selalu 29:15 teriring dengan rahmat Allah yang maha 29:17 pengasih lagi maha penyayang. Artinya 29:19 jangan biarkan hidup kamu sendiri. Nah, 29:21 bismillahirrahmanirrahim. 29:23 tanpa harus mengeluarkan biaya, tanpa 29:26 kita harus membayar sesuatu, tanpa harus 29:29 pergi jauh-jauh, 29:30 iya 29:31 kita langsung bisa menghubungkan diri 29:32 kita dengan Allah yang maha pengasih 29:34 lagi maha penyayang. Jadi jangan jadikan 29:37 bismillah hanya sekedar bacaan sebagai 29:39 rutinitas dalam setiap awal pekerjaan 29:42 kita. Tapi jadikan bismillah ini 29:46 merupakan wasilah yang menghubungkan 29:48 kita langsung dengan Allah hingga yang 29:51 lemah merasa kuat, yang miskin juga 29:53 merasa apa? Merasa kaya. Ya. 29:56 Kemudian yang sedang kehilangan harapan, 29:59 dia menemukan harapannya. 30:01 Bismillahirrahmanirrahim. 30:04 diingatkan kepada rahmat Allah yang maha 30:06 pengasih hingga mendorong dirinya untuk 30:10 melantunkan puja-puji kepadanya. 30:13 Di sedikit dicoba sudah berkeluh kesah 30:15 berputus asa betapa banyaknya nikmat 30:18 karunia Allah yang Allah berikan 30:19 kepadanya. 30:21 Alhamdulillahi rabbil alamin. Lalu 30:24 kembali Allah ulangi arrahmanirrahim. 30:27 Lalu kita diingatkan juga Maliki 30:29 yaumiddin. Hidup kita bukan hanya 30:31 sebatas di sini. 30:33 Kalau kita gagal di sini, tidak 30:36 mengikuti petunjuk Allah, kita akan 30:38 lebih menderita di hari akhir. Kalau di 30:40 dunia orang menderita bisa melepaskan 30:42 kehidupannya dengan kematian. 30:46 Tapi kalau orang gagal dalam ujian 30:50 menghadapi cobaan dalam kehidupan dunia, 30:52 ke mana dia akan melarikan diri dari 30:54 azab api neraka? 30:56 Cuma kebanyakan orang tidak menyadari 30:58 hal ini. Dia beranggapan dengan dia 30:59 bunuh diri dia akan terputus dari 31:01 penderitaannya. Padahal dia akan masuk 31:03 ke dalam suasana putus asa yang amat 31:06 mengerikan. 31:08 Dia tidak mampu lagi memperbaiki 31:09 dirinya, tidak mampu untuk menebus 31:11 kesalahannya. Tapi bagaimanapun susahnya 31:14 hidup, selagi ada kesempatan hidup yang 31:16 merupakan satu nikmat yang tak 31:18 terhingga, dia punya kesempatan 31:20 bertobat, kesempatan untuk memperbaiki 31:22 dirinya. Oleh karena itu hendaknya kita 31:25 selalu memberikan harapan sebagaimana 31:28 sabda Nabi, basyiru wala tunafiru. 31:31 Sebarkan kabar gembira. Jangan kalian 31:33 membuat orang takut. Yasiru wala 31:35 tuasiru. Permudah. Jangan kalian 31:37 mempersulit. Jadi hendaknya kita 31:39 masyarakat ini satu sama lain bekerja 31:41 sama bagaikan gambaran yang Rasulullah 31:44 gambarkan. Almukmin lil mukmin kal 31:46 bunyan yasyuddu bau ba. Orang yang 31:48 beriman bersama saudaranya yang beriman 31:50 laksana bangunan yang saling 31:52 topang-menopang. 31:54 Bangunan bukan hanya di fondasi saja, 31:56 bukan juga pilar, bukan hanya dinding, 32:00 bukan hanya atap. Atap pun bertumpu di 32:02 atas dinding dan pilar. Tapi melalui 32:05 kesatuan lahirlah bangunan yang kokoh 32:08 dan kuat. Begitu juga masyarakat kita. 32:11 Jangan yang diberikan kekayaan lupa, 32:13 yang diberikan keutamaan lupa, tapi mari 32:16 bersama-sama kita beramal, bekerja, 32:19 memberikan kontribusi sesuai dengan 32:21 peran kita, potensi yang Allah berikan 32:23 kepada kita. Kalau ini kita lakukan, 32:26 insyaallah 32:28 kejadian-kejadian yang tadi disebutkan 32:30 akan mampu kita hindari. Yang berilmu 32:32 turun tangan memberikan masukan, 32:35 nasihat-nasihat, hiburan-hiburan 32:38 bagi anak-anak yang tumbuh. Agama bukan 32:40 hanya hafalan, agama bukan hanya praktik 32:43 salat, tapi agama penghayatan. Di mana 32:46 para ustaz, para tokoh agama ini mereka 32:50 memberikan kabar gembira, menyampaikan 32:52 janji-janji Allah, pertolongan Allah 32:55 asal mereka selalu ingat kepada Allah. 32:57 Di samping mengingatkan mereka akan azab 32:59 dan murka Allah Subhanahu wa taala. Bila 33:02 mereka menyaksikan salah satu anak 33:04 mereka dalam keadaan susah, dia ingatkan 33:07 yang mampu untuk memberikan bantuan. 33:09 Oleh karena itu diperlukan berkumpul 33:12 kita dalam suasana salat berjamaah ini 33:15 juga akan mempertemukan kita dan juga 33:18 akan apa? Akan memberitahukan kita siapa 33:20 di antara mereka yang membutuhkan. Tapi 33:22 kalau masing-masing salat di rumahnya, 33:25 masing-masing menutup dirinya, siapa 33:27 yang tahu keadaan mereka? Jadi salat 33:28 berjamaah ini sebetulnya merupakan apa? 33:31 Merupakan suasana silaturahmi 33:35 yang akan saling apa? Yang akan saling 33:37 mengingatkan. juga akan saling apa 33:40 menunjukkan 33:43 keadaan-keadaan mereka yang sebenarnya 33:45 pada saat mereka butuh, pada saat mereka 33:47 susah begitu yang memiliki kelebihan. 33:49 Dan insyaallah dengan salat berjamaah 33:51 kita biasakan dalam lingkungan kita, 33:54 bapak-bapak ibunya berjamaah, ibu-ibunya 33:58 berkumpul dalam majelis taklim, kemudian 34:00 majelis taklim tersebut bukan hanya 34:02 sekedar menyampaikan ceramah, tapi 34:04 menginventarisir juga orang-orang yang 34:06 membutuhkan, orang-orang yang punya 34:09 kemampuan kemudian bisa saling bekerja 34:12 sama. Kalau diingatkan oleh tokoh agama 34:17 sebagaimana yang Allah Subhanahu wa 34:19 taala ingatkan, mereka berperan untuk 34:22 mengingatkan orang untuk peduli 34:24 memberikan bantuan kepada sesamanya. Itu 34:26 akan lebih mudah. Apalagi kalau sudah 34:28 menjadi kebiasaan dan karakter di satu 34:30 masyarakat dengan kebiasaan yang 34:32 berulang-ulang, lama-kelamaan menjadi 34:34 karakter. 34:36 Dan Allah ingatkan bahwa orang yang 34:37 tidak punya kepedulian adalah orang yang 34:39 mendustakan agama. Aritadzi 34:42 yukadzibu bidinikalladzi 34:46 wahub. 34:49 Apa kamu pernah melihat orang yang 34:51 mendustakan agama? Itu orang yang 34:54 menghardik bersikap kasar pada anak 34:56 yatim. Sikap kasar ini begitu juga 34:59 perlakuan orang yang kasar bisa 35:01 mendorong dia kepada suasana putus asa. 35:04 W yahubamil miskin. Dan dia tidak 35:06 menganjurkan orang untuk memberikan 35:08 makan kepada orang miskin. 35:11 Jadi kita lihat bagaimana hal-hal yang 35:14 dianggap sepele oleh masyarakat atau 35:16 oleh kaum muslimin ini justru bisa 35:19 menjerumuskan dirinya ke dalam golongan 35:21 orang yang mendustakan agama. Mungkin di 35:23 mata masyarakat dia sesama muslim, tapi 35:26 di mata Allah di hari kemudian nanti 35:27 Allah tidak akui sama sekali keimanan 35:29 dia. Karena perilakunya menunjukkan 35:32 bahwa dia bukan orang yang beriman. 35:34 Padahal orang yang beriman seharusnya 35:35 memiliki rasa persaudaraan. Nah, ini 35:38 yang kita harapkan sebagaimana terjadi 35:40 pada kaum Muhajirin dan Ansar ketika 35:43 mereka hijrah tidak memiliki rumah 35:44 berdiam bertahun-tahun di rumah kaum 35:46 Anshar. Kaum Anshar juga mengutamakan 35:49 mereka dari keluarga mereka. Apa yang 35:50 mereka harapkan? Allah. Jadi, mari 35:53 bersama-sama kita beramal, berjuang 35:55 untuk menumbuhkan apa? 35:58 Harapan. Bukan datang dari orang yang 36:01 kita perlakukan dengan baik, tapi kita 36:02 berharap dari rahmat Allah Subhanahu wa 36:05 taala. Ampunannya. 36:07 Jadi persoalan kasus bunuh diri ini yang 36:10 terjadi di Indonesia juga yang terjadi 36:13 ya di berbagai macam negara termasuk di 36:15 Mesir sering kita mendengarkan kasus 36:17 bunuh diri anak-anak yang ujian ternyata 36:22 gagal atau mendapatkan angka yang rendah 36:24 di mana mereka kehilangan harapan untuk 36:26 mendapatkan 36:28 perguruan tinggi yang baik 36:30 atau mendapatkan tempat pekerjaan yang 36:32 baik 36:33 seolah-olah kiamat saja 36:34 iya mereka merasakan dunia mereka gelap 36:36 Kenapa? Karena orang tua itu terlalu 36:39 menekankan hal ini. 36:41 Wanti-wanti jangan sampai kamu dapat 36:44 angka yang rendah. Masa depan kamu 36:46 tergantung pada hal ini. Bukan 36:48 dikembalikan masa depannya pada Allah. 36:50 Berjuanglah kamu semaksimal kemampuan 36:52 kamu. 36:53 Ayah ibu mendoakan kamu. Jadi kalau ayah 36:57 ibunya mendoakan memberikan harapan 36:59 kemudian katakan sewaktu dia gagal orang 37:01 tua mengatakan jangan bersedih hati. 37:04 Kegagalan bukan pertanda bahwa apa? 37:06 Berakhirnya seluruh harapan hidupmu. 37:09 Terkadang kegagalan itu merupakan awal 37:11 kesuksesan keberhasilan kamu. Kalau kamu 37:14 gagal pada saat ini, ulangi pada tahun 37:16 berikutnya. Jadi, orang tua ini harus 37:18 betul-betul bersikap bijak, 37:21 menghibur, memberikan dorongan, 37:23 memberikan motivasi. Dan memang kita 37:26 sekarang orang-orang tua wajib mengawasi 37:28 anak-anak kita dalam persoalan jajat 37:30 ini. 37:31 Iya. Karena bisa histeris, anak yang 37:33 sudah menjadi pencandu jajet bisa 37:36 menjadi seorang yang histeris, susah 37:38 untuk dikendalikan. Jadi, mari 37:40 bersama-sama kita alihkan mereka pada 37:42 kesibukan-kesibukan yang mengalihkan 37:43 mereka. 37:45 Dulu pada masa kanak-kanak kan orang di 37:46 luar bermain bola, 37:49 bermain juga katakan pingpong, 37:51 badminton, kemudian berbagai macam 37:54 kesibukan bermain di luar yang 37:55 mengalihkan mereka terhadap hal-hal yang 37:58 tidak baik. 37:59 Permainan tradisional, Ustaz. I banyak. 38:01 Kalau sekarang orang banyak 38:04 menahan anak-anak di rumah karena tempat 38:06 bermain enggak ada lagi. 38:07 Iya. 38:08 Lapangan-lapangan bermain sudah hilang. 38:11 Lebih banyak memperhatikan 38:13 justru apa? Pembangunan yang tidak 38:15 beraturan. Baik itu membangun rumah, 38:18 membangun juga jalan-jalan. Sedangkan 38:21 untuk orang berjalan kaki saja sekarang 38:23 orang mengalami kesulitan. Iya. Jadi 38:25 memang ee struktur masyarakat kita 38:28 sekarang ini beda dengan masa lampau. 38:32 Dulu kita merasakan memang ekonomi masih 38:34 dalam kondisi apa? Apalagi setelah 38:36 peralihan dari masa Bung Karno menuju 38:38 Pak Harto itu masa-masa sulit. Tapi 38:41 kehangatan di antara masyarakat saling 38:43 mengenal, saling membantu kita enggak 38:46 temukan saat ini. 38:47 Padahal dulu belum banyak ustaz, 38:49 belum banyak ulama, belum banyak doktor, 38:51 maupun orang-orang yang meraih jenjang 38:54 akademi tertinggi dalam agama. Tapi rasa 38:56 rahmat di hati mereka 38:59 ini yang hilang. Jadi kita harapkan 39:01 mudah-mudahan kita bisa kembali ya 39:05 kembali ke masa-masa yang indah penuh 39:07 dengan rahmat dan kasih di antara sesama 39:10 orang yang beriman di antara sesama juga 39:12 saudara seayah seibu yang membuktikan 39:15 keindahan Islam. Ajaran yang amat indah 39:19 yang penuh dengan rahmat sebagaimana 39:20 yang Allah gambarkan mengenai misi Nabi 39:22 kita Muhammad sallallahu alaihi wa alihi 39:25 wasallam. Jadi kesimpulannya mari 39:28 bersama-sama kita apa? Kita mulai dengan 39:30 beristigfar. 39:32 Kemudian kita memperhatikan menjaga 39:35 salat kita dengan sebaik-baiknya. 39:38 Banyak-banyak berzikir kemudian 39:40 mengeluarkan zakat kita, membaca 39:43 Al-Qur'an, bangun di waktu malam. Dan 39:45 istigfar ini dapat kita baca baik kita 39:48 di rumah, baik kita di perjalanan, dalam 39:50 kendaraan. Jangan berhenti kita 39:53 beristigfar kepada Allah Subhanahu wa 39:55 taala. 39:56 Mudah-mudahan mungkin cukup sampai di 39:57 sini ya. Subhanakallahumma wabihamdik 40:00 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 40:02 wa atubu ilaik walfu minkum. 40:04 Wasalamualaikum warahmatullahi 40:06 wabarakatuh. 40:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:07 wabarakatuh. Terima kasih Ustaz 40:09 jazakullah khairan kato atas tausiahnya 40:12 dan juga penjelasannya ya menjelang 40:15 Ramadan di akhir Syakban di Jumat 40:17 terakhir di bulan Syakban ini. 40:19 Insyaallah ikhwan akhwat kita semua 40:21 diberikan umur yang panjang dan sehat 40:23 juga bisa mengamalkan amalan-amalan yang 40:26 insyaallah lebih bermakna di bulan suci 40:28 Ramadan yang akan datang dengan istigfar 40:30 tadi kemudian tasbih, kemudian takbir 40:34 ustaz ya diperbanyak di bulan di 40:35 akhir-akhir Syakban ini insyaallah. 40:37 dan juga tadi mengenai kepekaan, 40:40 kepedulian terhadap sekitar, Ustaz. 40:42 Karena 40:43 Ramadan kita akan lebih bermakna ketika 40:45 kita tetap peka terhadap saudara kita di 40:47 sekitar. 40:48 Betul. Betul sekali. 40:49 Terutama 40:49 mudah-mudahan Allah jadikan kita 40:50 orang-orang yang peka ya. Sama-sama 40:52 insyaallah. Begitupun pemerintahnya, 40:54 Ustaz, pejabatnya yang mempunyai 40:56 kewenangan dan sistem Ustaz, 40:57 kita doakan mudah-mudahan Allah berikan 40:59 hidayah buat mereka. Karena kalau tidak, 41:02 semua kejadian-kejadian yang dialami 41:04 oleh anak bangsa ini menjadi tanggung 41:06 jawab mereka. 41:07 Iya. Masyaallah. 41:08 Seperti Sayidina Umar katakan, 41:10 "Seandainya ada seekor keledai 41:12 tergelincir di tepi sungai Furat, saya 41:15 khawatir akan ditanya oleh Allah, kenapa 41:17 kamu tidak perbaiki jalannya?" 41:18 Masyaallah. 41:19 Oleh karena itu, kasus bunuh diri juga 41:21 yang berlangsung di tengah masyarakat, 41:23 Allah akan bertanya kepada para 41:25 pemimpin, 41:26 "Bagaimana kalian membiarkan semua ini 41:29 terjadi? Kalau karena pengabaian 41:31 maka tanggung jawab mereka besar di sisi 41:34 Allah Subhanahu wa taala. Waliillah. 41:37 Masyaallah. Demikian ikhwan akhwat saya 41:38 Rizal Alhaq dan juga ada teman-teman 41:40 yang bertugas ada Kang Ondi dan juga 41:42 Kang Algi undur diri. Billahi taufik 41:44 walhidayah. Wasalamualaikum 41:45 warahmatullahi wabarakatuh.