Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [Musik] 0:06 [Tepuk tangan] 0:12 [Musik] 0:17 [Tepuk tangan] 0:23 [Musik] 0:27 [Tepuk tangan] 0:32 [Musik] 0:41 Rasil 0:42 TV untuk Islam yang satu. 0:51 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:53 warahmatullahi wabarakatuh. 0:56 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:58 sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. 1:01 Dipancar luaskan dari jalan Masjid 1:03 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 1:06 Cibubur, Bekasi, Radio Silaturahim untuk 1:09 Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat yang 1:12 dirahmati Allah subhanahu wa taala, 1:14 bagaimana kabarnya? Di pagi hari ini 1:18 kita kembali berjumpa dalam program 1:21 sirah Sahabat bersama narasumber kita 1:24 Ustaz Komaruddin Basuni. Alhamdulillah 1:26 ikhwan dan akhwat beliau telah hadir di 1:29 studio saat ini di tengah-tengah kita. 1:31 Asalamualaikum warahmatullahi 1:32 wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam 1:34 warahmatullahi wabarakatuh. Dan tema 1:36 kita di hari ini masih bercerita tentang 1:40 sahabat Rasulullah Umar bin Khattab 1:43 bagian ketiga. Ustaz ya. Baik ikhwan dan 1:45 akhwat. Kita berjumpa di edisi hari ini, 1:48 hari Senin tanggal 21 Januari 2019. Saya 1:53 Abi Agus. Baik, tafadal Ustaz. 1:56 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:58 warahmatullahi wabarakatuh. 2:00 Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu 2:03 wa nastagfiruh wa naudubillahi min 2:06 syururi anfusina wasayiati a'malina. May 2:09 yahdillah fala mudillalah wam yudlil 2:12 fala hadiyaalah. Asyhadu alla 2:14 ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa 2:17 asyhadu anna muhammadan abduhu wa 2:18 rasuluh. Amma 2:20 ba'd. Para pendengar radio silaturahim 2:24 di mana saja berada juga 2:27 pemiarsa 2:29 virasil. Mudah-mudahan pagi ini kita 2:32 berada dalam rahmat dan perlindungan 2:35 Allah Subhanahu wa taala. 2:39 Alhamdulillah dua pekan yang lalu kita 2:43 mengkaji tentang Umar bin Khattab atau 2:46 Ibnul 2:48 Khattab bagian satu, bagian dua. Nah, 2:51 sekarang kita masuk kepada bagian yang 2:55 ketiga. Pada saat Rasulullah sallallahu 2:59 alaihi 3:00 wasallam 3:02 diberitakan beliau 3:04 wafat, maka saat 3:06 itulah Umar tampil ke depan dengan 3:10 membawakan 3:12 alasan-alasan bahwa Rasulullah tidak 3:16 wafat. Bahkan siapa yang berani 3:18 mengatakan Rasulullah 3:20 wafat akan dipancung atau dipengkal 3:24 kepalanya. 3:26 Maka 3:28 dengan pernyataan 3:30 ini, banyak para sahabat 3:33 yang tidak 3:36 merasa senang, tidak merasa enak. 3:39 Kenapa? Karena antara 3:41 kenyataan dan apa yang dikatakan 3:45 berbeda. Umar menganggapnya tidak wafat, 3:49 sementara sahabat yang lain mengatakan 3:51 wafat. 3:53 dikuatkan 3:54 lagi 3:56 oleh 3:58 pernyataan salah seorang sahabat yang 4:00 kita kenal sahabat nomor wahid nomor 4:04 satu yaitu Abu Bakar Siddiq. 4:09 Nah, pada saat Abu Bakar Assiddiq 4:11 melihat 4:12 langsung bahwa Rasulullah betul-betul 4:15 wafat, kemudian dia keluar lalu 4:18 menyampaikan khotbah dan dia bacakan 4:21 beberapa ayat yang berkenaan dengan 4:23 masalah itu. Di antaranya surah Ali 4:26 Imran qodlat minqobir rasul. 4:30 Dan selanjutnya kemudian dia baca juga 4:33 ayat yang lain yaitu ayat yang berbunyi 4:36 innaka mayyitu wa innahum 4:40 mayyituna. Dari dua ayat ini saja Umar 4:42 sudah tidak bisa menahan fisiknya sudah 4:45 lemah kemudian dia roboh dan dia katakan 4:50 kalau gitu Abu Bakar 4:54 benar. Saya menganggap itu bukan ayat 4:56 kata Umar. 4:58 Sejak itulah 5:00 kemudian Umar menyadari bahwa 5:02 betul-betul Rasulullah ini sudah wafat. 5:05 Nah, dari 5:07 sinilah Abu Bakar langsung mengambil 5:10 peran dan kemudian terjadilah 5:16 perbincangan apa dulu yang kita harus 5:18 lakukan. 5:20 Maka di tempat Rasulullah wafat itulah 5:26 kumpul keluarganya. 5:29 Nah, dalam keadaan mereka kumpul 5:33 kemudian ee Umar sekarang sudah 5:37 mengakui bahwa Rasulullah wafat, maka 5:40 pada saat jenazah Rasulullah akan 5:43 diurus, akan dimandikan, dan lain 5:46 sebagainya, ternyata ternyata terjadi 5:49 perdebatan. 5:51 Perdebatan ini 5:54 mengakibatkan 5:56 pro. Ada 5:59 dua hal yang mereka katakan. Yang 6:02 pertama, Rasul dimandikan dengan 6:06 pakaiannya. Yang satu Rasul dimandikan 6:09 tanpa 6:11 pakaian. Nah, ini saja membuat masalah 6:14 yang rumit juga tadi. Masalah pertama 6:18 Rasul benar apa tidak meninggal. ini 6:20 sudah selesai diatasi. Timbul masalah 6:23 kedua, apakah 6:26 Rasul harus di mandikan dengan pakaian 6:29 atau tidak. Ini terjadi perdebatan dan 6:33 dimuat dalam kitab Musad Ahmad dengan 6:35 rincian yang begitu padat isinya. 6:41 Pada saat para sahabat sedang berdebat 6:44 itulah 6:46 tiba-tiba mereka pada ngantuk karena 6:49 dari pagi dan sebelumnya 6:53 mereka di situ. Terus akhirnya di saat 6:56 mereka sedang ngantuk itulah dari sudut 7:00 rumah 7:01 Rasul itu ada suara mandikan dia dengan 7:05 pakaiannya. 7:07 Maka dengan kalimat itulah sahabat 7:09 kemudian langsung mengambil posisi 7:12 masing-masing. Ah, di situ ada Ali, ada 7:16 Ukel, ada Abbas pamannya Nabi, ada Ibnu 7:22 Abbas, kemudian ada yang lainnya, 7:25 sahabat-sahabat yang lainnya. Nah, pada 7:29 saat penyelenggaraan 7:30 inilah mereka akhirnya memandikan Nabi 7:34 dengan bajunya. Ya, tiba-tiba ada 7:36 seorang sahabat namanya 7:38 Nuem. Kata 7:41 Nuem, "Ya, Abu Bakar, di Sakifah Bani 7:45 Saidah terjadi perkumpulan orang-orang 7:49 membicarakan tentang kepemimpinan 7:51 kelanjutan Rasulullah sahu alai 7:52 wasallam. Coba Anda datang ke 7:55 sana." Abu Bakar begitu mendengar enggak 7:59 terpikir karena sedang menghadapi 8:01 pemandian Rasulullah. 8:05 Karena kurang respon, akhirnya Noem 8:08 datang lagi. Ya, Abu Bakrin, coba Anda 8:10 datang ke sana. Itu orang sedang 8:12 berbicara masalah kepemimpinan, pelanjut 8:16 Rasulullah masih juga enggak 8:18 digubris. Nah, sampailah ketiga 8:21 kali akhirnya Abu Bakar 8:25 mikir. Kemudian cepat berpikirnya lalu 8:28 dia panggil Umar, panggil Abu Ubaidah. 8:32 Nah, akhirnya dia datang ke sana. 8:34 Ternyata benar di Sakipah Bani Saidah. 8:36 Heeh. 8:38 Yang sekarang itu tempat itu dijadikan 8:40 taman, bukan gedung seperti 8:43 dulu. Nah, dia 8:45 datang kemudian didampingi oleh dua 8:50 sahabatnya, Umar dan Abu Ubaidah. 8:53 Di antaranya beliau mengatakan beberapa 8:55 ahli sejarah itu riwayatnya 9:00 berbeda-beda. Namun saya baca dari 9:02 riwayat Ibnu Katsir yang ada dalam kitab 9:05 albidayah wan nihayah. Di situ Abu Bakar 9:09 menyampaikan 9:11 pertanyaan. Baik, Saudara-saudaraku. 9:13 Kata Abu Bakar, kalian membicarakan 9:17 masalah kepemimpinan. 9:20 Pertanyaannya, apakah Islam datangnya 9:23 dari Makkah apa dari 9:25 Madinah? Sahabat diam semua kemudian 9:28 bilang, "Ya, dari Makkah." Betul kan? 9:32 Iya. Kemudian yang kedua, siapa yang 9:35 menemani Nabi pada waktu 9:39 hijrah? Muhajirin apa ansar? 9:43 Mereka bilang, "Ya Muhajirin, karena 9:45 waktu itu tidak ada orang Madinah yang 9:47 menyertai Nabi hijrah." Muhajirin kan 9:50 ya? 9:53 Tiga. Bukankah Allah selalu mengatakan 9:55 dalam 9:56 firmannya, "Wasabiquunal awalun minal 10:00 muhajirin wal 10:01 anshar." Orang-orang yang terdahulu itu 10:04 dari kalangan Muhajirin dan 10:06 Anshar. Jadi Allah saja mengatakan 10:09 muhajirin Ansar yang kedua. 10:13 Nah, gimana ya? Jadi kalau gitu 10:17 Muhajirin kata Abu Bakar, "Nah, ini di 10:20 depan kalian ada orang 10:22 muhajirin. Di sebelah kanan Umar, 10:24 sebelah kiri Abu 10:25 Ubaidah. Silakan Anda pilih." Tahu-tahu 10:28 Umar menarik tangannya. Kata Umar, 10:32 "Bukan saya yang diangkat dibaiat 10:34 sebagai imam Anda." Akhirnya Umar narik 10:38 tangan Abu Bakar dan membaiatnya. 10:41 Abu Bakar lalu disusul oleh Abu Ubaidah 10:45 kemudian disusul oleh orang yang hadir 10:47 di tempat itu 10:49 semuanya. Selesai masalah itu. Abu Bakar 10:53 dianggap jadi 10:55 khalifah. Begitu selesai masalah 10:58 itu, 11:01 nah timbul masalah 11:04 lagi di mana Rasul dikuburkan. 11:08 Ada yang mengatakan dibakai, ada yang 11:10 mengatakan di Baitul 11:12 Maqdis, ada yang mengatakan di kembali 11:14 tempat 11:16 kelahirannya. 11:18 Waduh. Jadi ini macam-macam pendapat. 11:22 Akhirnya Abu Bakar bilang, kata Abu 11:23 Bakar, "Saya dengar Rasulullah bersabda, 11:24 "Tidaklah seorang nabi wafat kecuali di 11:27 tempat wafatnya itu dia dikuburkan." 11:30 Nah, sedangkan 11:31 beliau wafat di rumahnya Aisyah, di 11:36 kamarnya Aisyah. Berarti di sini? Iya, 11:38 di sini. Akhirnya 11:41 digalilah yang tempat itu sekarang ini 11:43 berada di tengah-tengah Masjid Nabawi 11:46 yang di atasnya Kuba Hiju. He. 11:49 Wah, akhirnya dikuburkanlah Rasulullah 11:53 di tempat itu setelah resmi sebelumnya 11:56 Abu Bakar diangkat menjadi khali 11:58 khalifah. 11:59 Nah, Abu Bakar begitu diangkat jadi 12:01 khalifah, diselesaikan masalah-masalah 12:04 itu. Kemudian melanjutkan perjalanan 12:07 yang Rasulullah sudah siapkan itu akan 12:10 memberangkatkan pasukan Usamah bin Zaid. 12:15 Tertunda pasukan itu karena permasalahan 12:18 Rasulullah sakit dan langsung wafat. 12:21 Kata Abu Bakar, "Saya akan melanjutkan 12:26 pesan yang Rasulullah harus 12:29 memberangkatkan." Akhirnya begitu Abu 12:32 Bakar akan memberangkatkan memimpin 12:35 acara, 12:37 Umar 12:39 bicara. Di antaranya kata Umar, "Apa 12:41 enggak ada lagi yang lebih senior?" 12:44 Karena yang memimpin anak muda, 12:46 sedangkan di 12:48 belakangnya kalau istilah sekarang itu 12:50 para jenderal ya. Mungkin yang mimpin 12:53 kopral ini ya. Umur 16 tahun. Bayangkan 12:58 mukminin pasukan. Di belakangnya ada 13:00 Khalid, ada Utsman, ada Ali. 13:04 Waduh. Nah, waktu itu Abu Bakar agak ini 13:08 dipegang tangannya ini dadanya Umar. Ya, 13:11 Ibnu Khattab. 13:13 Kalau sekiranya ada seekor 13:16 macan akan 13:18 menyergapnya, saya tidak akan takut. 13:20 Pokoknya ini berjalan. Ini pesan 13:23 Rasulullah. Usamah bin Zaid harus 13:27 memimpin pasukan 13:28 ini. Diam Umar bin Khattab. 13:33 Akhirnya Abu 13:35 Bakar mengangkat Usamah untuk 13:38 melanjutkan perjalanan. Nah, sudah siap 13:41 pasukan sudah berbaris 13:43 rapi. Tiba-tiba Abu Bakar 13:46 jalan manggil komandannya Usamah bin 13:50 Zaid. Usamah ini kalau bahasa 13:53 kita minta izin 13:55 ya Umar bin Khattab bersama saya di sini 13:59 untuk jangan nemaniin saya membicarakan. 14:02 Oh iya dah itu kan hak khalifah. Iya, 14:04 tapi kan saya ngasih tahu dulu sama 14:06 Anda. Ahah. Akhirnya Umar yang sering 14:10 protes sekarang ee diminta oleh Abu 14:14 Bakar untuk tinggal di Madinah untuk 14:17 mengendalikan keimarahan yang beliau 14:19 amanah. Pasukan Usamah berjalan kemudian 14:24 Abu Bakar terus melaksanakan kegiatan 14:27 hari-hari. Nah, pada 14:29 saat biasa perjalanan hari Abu Bakar kan 14:33 punya keluarga, punya istri, punya anak, 14:36 dan lain 14:37 sebagainya. Nah, satu saat dia keluar 14:39 tuh dari tempatnya ketahuan sama Umar, 14:44 "Ya khalifah mau ke mana nih?" "Biasa 14:47 kalau istilah gitu, ke 14:49 pasar loh. Mau ke pasar?" Nah, itu 14:53 urusan umat 14:56 gimana ya? Nah, habis kalau saya enggak 14:59 ke pasar gimana itu kebutuhan keluarga? 15:02 Udah sini dulu dah kita bicarakan. Wah, 15:05 akhirnya terjadilah pembicaraan antara 15:08 Abu Bakar, Umar dan ada orang lain. Maka 15:13 disepakatilah berapa kebutuhan 15:16 hari-hari makan minum keluarganya. 15:21 Maka 15:22 diputuskan kalau diuangkan tuh seekor 15:26 kambing. Jadi berapa itu seekor kambing? 15:29 Seekor kambing R juta. Ya. Ya. R juta 15:31 lah. Biaya biaya hidup antara pagi, 15:37 siang, sore kan. Oh ya cukuplah keluarga 15:41 keluarga khalifah kan. Udah cukup kan? 15:44 Cukup. Ya udah oke. Jadi Anda enggak 15:46 perlu lagi ke pasar lagi. Siap. 15:49 harta dari muslimin untuk Anda. Mudah, 15:52 akhirnya di situ dia mengatur strategi 15:56 kekhalifahan. Nah, 15:58 terjadilah ee satu peristiwa untuk 16:03 membebaskan orang-orang kufar dari 16:06 kekejaman kerajaan Parsi dan Romawi. 16:08 Diutuslah beberapa sahabat. Ada Surahbil 16:11 bin 16:12 Hasanah, ada sahabat Sa'ad, ada sahabat 16:16 Said, kemudian ada beberapa sahabat yang 16:20 lainnya ke daerah, ada yang ke daerah 16:23 Parsi, ada daerah Romawi. 16:27 Nah, dalam percaturan kepemimpinan 16:31 Khalifah Abu Bakar inilah Umar ikut 16:33 andil di dalamnya mengatur 16:36 strategi. Nah, pada saat peristiwa 16:39 perang Yarmuk. Ahah, ini perang Yarmuk 16:41 ini bagus. Bukan main ini masalahnya 16:44 besar sekali. Itu banyak para sahabat 16:47 yang 16:48 korban termasuk istilah bahasa kita 16:50 jenderal-jenderal itu. Di antaranya 16:54 Ikrimah. 16:56 Ikrimah bin Abi 16:58 Jahal. Ee beliau memimpin pasukan itu 17:02 juga. Nah, pada saat beliau terkena luka 17:05 yang parah. 17:08 Nah, peperangan selesai. Beliau minta 17:11 air minum haus. Heeh. Begitu air minum 17:17 di berikan kepadanya, pas mau diminum di 17:20 belakangnya bilang, "Saya pun 17:22 haus. Saya minta minum." Itu baru sampai 17:25 di bibir belum diminum. Dikasihkan yang 17:27 belakang. 17:30 Begitu minuman mau dimakan atau diminum 17:33 sama orang yang di belakang, di belakang 17:35 ngomong lagi, "Saya pun haus." 17:38 Dikasihkan lagi. Masyaallah, bagaimana 17:42 persaudaraan di zaman itu begitu kental. 17:47 Lebih baik dia mengorbankan dirinya 17:50 daripada yang lainnya. Masyaallah. 17:53 Kekurangan atau sampai mati gara-gara 17:55 tidak minum. Itulah persaudaraan yang 17:58 kayaknya dalam perjalanan sejarah hari 18:00 ini belum terulang kembali. Itu 18:02 persaudaraan yang begitu hebat. 18:04 Masyaallah. Nah, dan 18:08 akhirnya ceritanya kisah perjalanan ini 18:11 selesailah. Sudah. Nah, di tengah-tengah 18:14 peristiwa 18:16 itulah Abu Bakar sebagai khalifah di 18:19 Madinah, 18:21 beliau teruji sakit. 18:24 Nah, di tengah sakit inilah yang 18:26 kelihatan tanda-tanda kewafatan 18:28 mendekat. Kelihatan Abu Bakar ee 18:31 menyampaikan satu sebuah saran. Gimana 18:33 kalau 18:35 saya mengangkat seseorang sebagai 18:38 pengganti saya kalau saya nanti satu 18:40 saat kembali pada Allah? Eh, setuju kata 18:44 saya. Kalau gitu tolong panggilin si 18:45 fulan. Panggillah beberapa 18:48 orang. Kemudian setelah kumpul 18:50 dibicarakanlah oleh Abu Bakar. intinya 18:53 bahwa Abu Bakar akan 18:56 berwasiat bahwa setelah beliau wafat 19:00 agar muslimin nanti tidak seperti Rasul 19:02 wafat kemudian mencari-cari pokoknya 19:05 langsung jadi. Nah, saya punya rencana 19:08 Umarlah pengganti saya disetujui oleh 19:11 musyawarah. Oke. Jadi kalau gitu gampang 19:14 kalau beliau wafat tinggal dibuka surat 19:17 wasiatnya. Nah, yang menulis surat 19:19 wasiat itu adalah Utsman bin Affan. 19:23 Selesai musyawarah bubar pulang enggak 19:25 lemah. Betul. Abu Bakar begitu itu 19:29 wafat. Jadi pada saat kewafatan Abu 19:32 Bakar langsung orang enggak mencari-cari 19:34 lagi siapa penggantinya. Langsung Umar 19:36 dianggap menjadi khali khalifah. 19:40 Nah, waktu Umar jadi 19:42 khalifah karena ada mandatnya, ada surat 19:47 wasiatnya, akhirnya beliau langsung 19:50 melaksanakan taktik-taktik, 19:52 strategi-strategi itu langsung karena 19:55 beliau memang orangnya jenius, cepat 19:57 berpikir dan tepat sasaran. 20:01 Akhirnya beberapa wilayah perlu ini 20:06 orang yang datang kepadanya yang 20:08 mengendalikan urusan strateginya 20:11 orang-orang yang berkualitas berkualitas 20:15 ya cerdas tepat dan tidak menimbulkan 20:19 hal-hal yang gaduh. 20:21 Akhirnya beberapa daerah 20:24 dikirim seperti daerah Syam itu 20:29 saudaranya Muawiyah bin Abi Sufyan 20:32 namanya 20:33 Yajid. Nah, 20:35 ternyata Yajid wafat. Nah, digantikan 20:39 oleh Muawiyah. Jadi Muawiyah ini yang 20:42 menunjuk 20:43 Umar. Umar. Jadi waktu kepemimpinan Abu 20:47 Bakar Yajid. Nah, begitu ya wafat e Umar 20:50 menetapkan gantinya adalah adiknya 20:52 Muawiyah. Ahah. Terus beberapa daerah 20:56 lagi di ganti oleh dia. Ada yang dikirim 21:01 seperti sahabat Umair bin Wahab. Yang 21:05 Umair bin Wahab ini salah satu sahabat 21:08 pada saat dia diangkat menjadi amir, 21:11 menjadi wali di satu daerah itu kerjanya 21:14 nangis aja. Kenapa, Ustaz? 21:17 Nah, ini orang kenapa nangis melulu 21:19 nih? Terus akhirnya Umar bin Khattab 21:23 dengan 21:24 kecerdasannya dia bikin semacam 21:26 sayembara. 21:29 Sayembara. Coba tolong kalian adukan 21:33 nih. Nih amir kalian ini kok nangis 21:35 melulu nih. Ada apa sih? Akhirnya 21:38 diadakan observasi. 21:42 Ternyata yang 21:44 membuat nangis itu tidak hanya 21:48 itu, ada beberapa hal amir yang ditunjuk 21:52 Umar ini ada tiga hal. 21:55 Pertama, amirnya itu kalau datang ke 21:59 tempat kerja selalu 22:03 terlambat. Selalu 22:05 terlambat. Ini yang diadukan ini kepada 22:08 khalifah. Yang kedua, dalam 1 bulan itu 22:12 ada hari total tidak masuk sehari dalam 22:17 1 22:19 bulan. Yang 22:21 ketiga, amirnya itu kalau datang waktu 22:25 malam tidak nerima seorang pun yang ada 22:28 kepentingan. Pokoknya kalau sudah malam 22:30 tutup kantor, tutup itu yang ada hanya 22:34 siang. Nah, ini yang diadukan oleh 22:38 orang-orang yang ada di daerah tersebut 22:41 kepada Khalifah Umar bin Khattab. Ini 22:43 amir saya itu begitu suka nangis 22:46 katanya. Ya udah, kata 22:49 Umar, saya akan klarifikasi kalian 22:54 dengan amir kalian. 22:56 Ah, waktu Umar berkunjung 22:58 itulah dipanggil itu ada orang khusus 23:02 yang ditugaskan oleh Umar untuk menjadi 23:05 intelijen. Jadi dia yang melaporkan 23:07 dengan data-data seperti tadi. Begitu 23:11 Umar datang, kata Umar, "Coba siapa di 23:14 antara kalian yang bisa mengadukan amir 23:17 kalian? Sampaikan sama 23:19 saya." 23:21 Iya. Saya mengadukan apa aja? Itu tadi 23:25 yang tiga tuh. Satu, amir saya itu 23:28 datangnya suka 23:29 terlambat. 23:30 Dua, kalau 1 bulan itu ada 1 hari enggak 23:34 pernah masuk. Tiga, kalau datang waktu 23:37 malam enggak pernah melayani seorang pun 23:40 rakyatnya. 23:42 Wah, akhirnya Umar ketemu dengan Umir. 23:45 Umir bin 23:47 Wahab sudah ketemu. Kata Umar, Umir ini 23:52 ada masalah nih yang perlu dijawab ini. 23:55 Kita biar kumpul di tempat persidangan 23:59 biar rakyat 24:01 tahu. Ini ada pertanyaan, silakan Anda 24:04 jawab. kita klarifikasi nih. Jadi 24:08 hal-hal yang diajukan oleh mereka jawab 24:10 silakan. 24:12 Nah, waktu orang ngacung saya bertanya, 24:16 "Nah, kenapa amir saya kalau datang ke 24:19 kantor selalu 24:22 terlambat?" Silakan kata Umar. Jawab 24:25 Umer. Jadi ada Umar, ada Umer. 24:29 Cuman bedanya doang. Iya. Kata 24:33 Umir, "Gimana ya?" kata 24:36 dia, "Saya nih berat nih jawabnya nih," 24:39 katanya. Ya, saya akui 24:43 betul saya ini suka terlambat. Kenapa? 24:47 Alasannya setiap hari saya akan 24:52 datang, saya enggak tega lihat istri 24:55 saya. 24:57 dia di rumah 25:00 sendirian masak, nyuci dan lain 25:03 sebagainya. Maka saya membantu 25:05 dulu membantu menyelesaikan 25:08 dapur, masak dan lain sebagainya. Begitu 25:12 selesai saya 25:13 berangkat. Ada orang yang ngomong, 25:15 "Emangnya enggak punya 25:18 pembantu?" Ya kan pembantu itu kan harus 25:21 bayar. Nah, dia bayarnya dari mana? 25:25 untuk kebutan rumahnya aja 25:28 pas-pasan. Wah, 25:32 udah. Jadi kamu alasannya enggak enggak 25:35 punya pembantu ya? Iya. Jadi saya 25:37 membantu dulu istri ya. Kata Umar, 25:40 "Kalau gitu enggak apa-apa." Nah, kan 25:43 yang menilai pimpinan sekarang bukan 25:45 bawahan. orang yang mengangkat dia 25:47 sebagai pemimpin. Ya. Nah, yang 25:51 kedua, kenapa amir saya 25:56 ini 25:58 kalau dia 26:01 itu ketemu dengan orang mau mengadukan 26:07 urusannya 26:09 ya 26:12 itu kenapa enggak mau waktu malam? 26:19 Dia 26:20 bilang, "Kan untuk urusan umat sudah 26:24 saya siapkan waktu 26:27 siang. Nah, waktu malam saya mohon waktu 26:31 itu untuk saya muraqabah dengan 26:33 Allah. Untuk melayani umat sudah saya 26:36 sudah siapkan siang 26:38 hari." Kata Umar, "Bagus kau jawaban." 26:43 Ah, terus pertanyaan 26:46 lagi, bagaimana itu? Apa benar katanya 26:49 Anda enggak masuk 1 hari dalam 1 bulan? 26:52 Betul saya katakan. Kenapa? Baju saya 26:55 ini nih maksudnya baju kebesaran ya kan 26:59 terbuat dari wall. Wall-nya 27:02 tebal. 27:04 Saya 27:06 menyediakan satu hari penuh dalam 1 27:09 bulan untuk apa? untuk menyuci dan 27:11 langsung 27:14 mengeringkan. Umar semakin 27:17 tersinggung. Masa amir saya bajunya cuma 27:21 satu. Istilah kita mau jaz-nya mungkin 27:23 ya baju besar itu. Jadi saya cuci dulu 27:27 ini baju ini. Wah. Terus ada lagi 27:31 tambahan yang keempat itu pertanyaan 27:34 begini. Ni amir saya ini katanya 27:36 kebanyakan nangis melulu. 27:39 Akhirnya 27:41 dijawab, "Betul, saya sering nangis." 27:45 Kenapa? Karena saya itu selalu 27:49 ingat saudara saya yang sudah kembali 27:52 pada 27:52 Allah, yaitu seorang sahabat yang di 27:58 salib, di tiang salib. Hm. 28:03 Kemudian waktu dinaikkan di tiang 28:06 salib pada saat dia mau 28:09 dibunuh, dia 28:11 berdoa. Saya masih ingat doanya, "Ya 28:14 Allah, kata 28:16 dia, orang yang hadir di tempat ini 28:19 hitung 28:21 semuanya. Jangan engkau biarkan mereka 28:24 satu pun selamat. Berikan mereka azab." 28:28 itu saya selalu ingat doanya seorang 28:30 sahabat Nabi itu yang di atas tiang 28:34 salib dia berdoa seperti itu. Maka saya 28:37 nangis, saya khawatir termasuk orang 28:39 yang kena kutukan Allah. Karena saya 28:41 waktu itu hadir di tempat itu. Saya 28:43 tidak memberikan pertolongan apa-apa 28:45 sama dia. Itulah yang membuat saya 28:48 selalu 28:50 nangis. Umar begitu mendengar langsung 28:53 tersenyum. Kata Umar, "Bubar selesai 28:56 acara ini, tanya jawab ini." Kenapa? 28:58 Karena jawabannya semuanya itu makul, 29:01 bisa diterima. Artinya hujah-hujahnya 29:04 dibenarkan. Nah, itulah di antaranya 29:06 bagaimana seorang pemimpin ee melihat 29:10 bawahannya yang dia angkat dan dia 29:13 respon terhadap pengaduan 29:15 permasalahan. Jadi bukan pemimpin diam 29:18 ongkang-kang kaki, tidak punya rasa 29:21 tanggung jawab. 29:23 ada rakyatnya yang sakit, diam aja. 29:25 Kalaupun dia tahu di depan matanya, 29:27 pura-pura enggak ngelihat. Ini namanya 29:29 pemimpin yang buruk gitu. 29:32 H. 29:34 Kemudian Umar bin Khattab waktu memimpin 29:38 pasukannya, memimpin wilayahnya itu 29:42 Allah memberikan karunia kepadanya. 29:44 Beberapa kalau istilah sekarang atau 29:47 jenderal-jenderalnya sangat mengagumkan. 29:50 Di situ ada yang namanya Saad bin Abi 29:52 Waqqas. Dia memimpin perang 29:55 Qodisiyah. Dan alhamdulillah dengan izin 29:57 Allah Parsi bisa jatuh di tangan Saad 30:00 bin Abi Waqqas di zaman Umar bin 30:02 Khattab. Kemudian ada lagi sahabat 30:05 Khalid bin Walid untuk memimpin pasukan 30:08 yang dikerahkan untuk menghadapi pasukan 30:10 Romawi. Akhirnya kerajaan Romawi langsur 30:14 ee luntur, langsung menyerah di bawah 30:18 kepemimpinan Panglima Khalid bin Walid. 30:21 Sampai pada saat Khalid bin Walid dan 30:24 beberapa jenderal perang itu mau 30:28 membebaskan Palestina. Di situ semua 30:31 jenderal yang dikirim ke berbagai daerah 30:34 dihimpun dalam satu tempat. Kemudian 30:37 mereka menyerang Baitul Maqdis dari 30:40 tangan kerajaan Romawi Timur. Maka pada 30:44 saat itulah akhirnya ee seorang 30:48 pendeta Robnus ya ee beliau akhirnya 30:52 menyerahkan kunci kota Al-Qudd langsung 30:57 ke tangan Khalifah Umar bin Khattab. 31:00 Jadi waktu Rasulullah sallallahu alaihi 31:03 wasallam hidup itu Baitul Maqdis masih 31:05 di tangan Kristen. Alhamdulillah di 31:08 zaman Umar bin Khattab itu Baitul Maqdis 31:12 langsung diserahkan kepada Khalifah Umar 31:15 bin Khattab. 31:17 Alhamdulillah akhirnya dua kerajaan 31:20 super power para si Romawi di zaman Umar 31:22 tunduk dan mereka menyerah dan banyak 31:25 orang-orang yang masuk Islam. Kemudian 31:29 setelah itu tidak lama kemudian Umar bin 31:31 Khattab kena musibah karena beliau 31:35 dibunuh oleh salah seorang majusi orang 31:38 seorang tawanan dari Parsi lalu dikirim 31:41 ke Madinah. Kemudian mereka diadili. 31:44 Nah, waktu diadili dia enggak puas 31:46 dengan adilan pengadilannya. Akhirnya 31:48 pada waktu salat subuh itulah Umar bin 31:51 Khattab dari barisan belakang diseruduk 31:55 kemudian ditikam dan dibunuh. Nah, pada 31:59 saat ditikam dan dibunuh itulah akhirnya 32:03 Umar 32:04 jatuh. Kemudian para sahabat di belakang 32:08 akhirnya mengepung orang itu. Kemudian 32:10 ada 12 orang luka juga. Iya. Bahkan 32:13 sampai wafat, akhirnya orang itu 32:16 dikepung kemudian dibunuh lagi. Tapi 32:20 akhirnya enggak sampai mati. Kemudian 32:22 ditangkap, diamankan. Kemudian setelah 32:24 Umar sadar nanya, "Siapa yang bunuh 32:26 saya?" Kata Umar, 32:29 "Itu ee seorang yang bernama Khurmuj." 32:34 "Oh, dia beragama Yahudi. 32:35 Alhamdulillah." Kata saya dibunuh oleh 32:38 orang yang bukan muslim. H h. Jadi dia 32:41 merasa, "Nah, maka akhirnya salat waktu 32:45 itu terhenti sebentar lalu dilanjutkan 32:47 dan yang jadi imam adalah sahabat 32:49 Abdurrahman bin Auf." Selesai. Nah, 32:53 akhirnya dalam keadaan ya sakit itulah 32:57 Umar diminta pandangan oleh para sahabat 32:59 supaya menentukan seperti Abu Bakar 33:01 menentukan Umar. Kata Umar, "Saya enggak 33:04 bisa ya." Abu Bakar itu hak Abu Bakar. 33:07 Nah, hak saya Rasul aja orang yang lebih 33:09 suci daripada Abu Bakar tidak 33:11 menentukan. Tapi saya memberikan pilihan 33:14 calon. Silakan Anda pilih. Kalau saya 33:17 wafat ada enam ditunjuk calon 33:21 penggantinya. Satu Utsman bin Affan, dua 33:24 Ali bin Abi Thalib Thalhah 4 Zubair 5 33:29 Sa'ad 6 Abdurrahman bin Auf. Nah, 33:32 akhirnya enggak lama betul khalifah 33:34 wafat. Nah, begitu khalifah wafat yang 33:37 enam orang ini kumpul kemudian memilih 33:40 satu orang dan akhirnya terpilihlah 33:41 Utsman bin Affan. Demikian yang dapat 33:45 kami sampaikan pada kisah perjalanan 33:48 Khalifah Umar bin Khattab bab ketiga 33:51 ini. Semoga bermanfaat. Wfuinkum. 33:53 Wasalamualaikum warahmatullahi 33:55 wabarakatuh. Iya. Baik, Ikhwan dan 33:57 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 33:59 taala. Demikian kisah ee sahabat 34:02 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 34:04 yang bernama Umar bin Khattab 34:07 radhiallahu anhu. Dan kita akan jeda 34:10 sejenak, Ustaz, ya. Iya. Baik, kita jeda 34:12 sejenak, ikhwan dan akhwat. Jangan ke 34:14 mana-mana. Tetaplah bersama kami masih 34:16 di Radio Silaturahim untuk Islam yang 34:18 satu. 34:25 Rasil 34:26 TV untuk Islam yang satu. 34:38 [Musik] 34:47 [Tepuk tangan] 34:48 [Musik] 34:54 [Musik] 34:57 [Tepuk tangan] 34:58 [Musik] 35:07 [Tepuk tangan] 35:13 [Musik] 35:25 [Tepuk tangan] 35:32 [Musik] 35:35 [Tepuk tangan] 35:41 [Musik] 35:45 [Tepuk tangan] 35:51 [Musik] 36:03 [Tepuk tangan] 36:08 Yeah. 36:10 [Musik] 36:13 [Tepuk tangan] 36:14 [Musik] 36:23 [Tepuk tangan] 36:29 [Musik] 36:41 [Tepuk tangan] 36:46 [Musik] 36:51 [Tepuk tangan] 36:52 [Musik] 37:01 [Tepuk tangan] 37:07 [Musik] 37:15 Rasil 37:16 TV untuk Islam yang satu. 37:27 [Musik] 38:01 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu. 38:03 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 38:05 Subhanahu wa taala. Terima kasih Anda 38:07 masih bersama kami dalam program Sirah 38:10 Sahabat di hari ini bersama Ustaz 38:12 Komaruddin Basuni. Dan kita ke 38:14 pertanyaan pertama dari hamba Allah di 38:17 Jakarta. Asalamualaikum warahmatullahi 38:19 wabarakatuh. Waalaikumsalam 38:21 warahmatullahi wabarakatuh. Baik ee 38:23 Ustaz, kenapa kebutuhan hidup seorang 38:26 khalifah sekelas Umar bin Khattab dan 38:29 keluarga hanya sama dengan seekor 38:32 kambing saja? Bagaimana dengan 38:34 bawahan-bawahannya, Ustaz Sukran? Nah, 38:38 itulah perbedaan yang sangat kentara 38:42 sekali ya. Jadi, kehidupan di masa itu 38:46 memang tidak sama seperti kehidupan 38:49 dengan masa kita sekarang ini. Heeh. 38:51 Jadi mereka betul-betul hidupnya itu 38:54 zuhud. Zuhud. Zuhud. Dan mereka lebih 38:58 mengutamakan kehidupan akhirat. Hm. 39:01 Walal akhiratu khairul laka minal ul. Wa 39:05 akhirat lebih diutamakan daripada 39:07 kehidupan dunia. Jadi kalau umpamanya 39:12 seorang khalifah kok biaya hidupnya cuma 39:14 segitu. Seekor kambing. Iya. Heeh. Ya, 39:16 kalau umpamanya seekor kambing harganya 39:18 sekarang 2 juta sampai R juta, itulah 39:21 biaya hidup sehari dia dan keluarganya. 39:25 Nah, sekarang kalau kita sekarang biaya 39:27 hidup per hari berapa itu? Kalau satu 39:30 orang dalam rumah pemanya bapak, Ibu, 39:34 anak tiga, pembantu dua itu kelihatan 39:37 tuh tujuh ya. Tujuh aja. Kalau satu 39:40 orang umpamanya ee makan pagi Rp50.000. 39:45 R000 umpama berarti kalau 7 30 39:51 Rp350.000 * 39:54 3 itu makanan biasa Rp50.000 Ibu itu 39:59 kelas bawah ya. Berarti sekitar berapa? 40:03 1 juta 40:05 sehari. Kalau tujuh orang nih kan Bapak, 40:09 Ibu, Anak dua atau tiga pembantu dua kan 40:14 ada katilan tuh tujuh orang. Makan pagi, 40:17 makan siang, makan malam. Ee belum 40:20 biaya untuk keluar. Perlu bensin, perlu 40:25 ini, perlu itu. Wah. Nah, di zaman 40:28 sahabat kan transportasinya masih banyak 40:31 menggunakan alami, belum ada 40:34 bensin. Jadi, masih menggunakan alami 40:37 ya, unta, kuda ya. Kalaupun mereka 40:40 makan, makan biasalah enggak begitu 40:42 banyak. 40:44 Terus kebanyakan mereka banyak saum 40:48 hidup mereka itu dan ruhul jihadnya 40:51 tinggi-tinggi. Nah, kalau sekarang 40:54 bagaimana mau saum pagi-pagi sudah 40:56 disiapkan apa yang namanya sarapan. 40:59 Sarapan chicken. Oh, chicken. Chicken 41:03 udah siap. Belum yang lainnya belum 41:05 siang belum? 41:08 Camilannya ada mie ayam. Ada 41:13 bakso, belum lagi es krim. Duh, es 41:17 teler. Waduh, belum 41:21 gado-gado banyak makanan kita nih. Nah, 41:25 saya merasakan waktu di Arab itu makanan 41:27 kalau udah sarapan ya udah sarapan aja 41:30 itu baik waktu saya di Yaman, di Sudan, 41:34 di Saudi itu. Jadi kalau sarapan ya udah 41:37 sarapan paling buah-buah udah ketemu 41:40 lagi siang. 41:41 Nah, saya yang sangat perhatian yang 41:45 ingat sekali itu di pikiran saya waktu 41:47 saya di Sudan. Hm. Jadi, begitu makan 41:50 pagi itu makannya bukan kayak 41:53 kita ya. Di sana itu kalau istilahnya 41:57 pagi itu makannya itu halwa. Apa? Halwah 42:01 itu manisan. Bentuknya itu kayak bola 42:04 pingpong. 42:06 Bola pingpong kan bunder ya. sebesar 42:08 itu. Itu dari terigu digoreng. Sudah 42:11 digoreng dicampur dengan gula gula putih 42:13 itu makanan sepanjang abad itu. 42:16 Sepanjang abad bukan sepanjang hari. 42:18 Sepanjang abad itu tiap tiap hari enggak 42:21 waktu di Sudan Sudan kata saya ini 42:23 makanannya ya. Ini makanannya sarapan 42:25 baginya itu. Kalau kita kan sarapan bagi 42:28 nasi wuduk, bubur ayam. Bubur ayam 42:31 kemudian ada lagi gado-gado. Gado-gado. 42:33 Waduh macam di sana enggak ada. Cuma itu 42:36 aja kata saya. Waduh. Akhirnya saya 42:39 bilang, "Kalau gitu saya pengin bakso. 42:42 Saya ustaz jangankan bakso." K 42:47 jadi sedan enggak ada enggak ada bakso 42:48 ya? Enggak ada bakso. Kalaupun ada ya 42:50 itu orang Indonesia yang tinggal di sana 42:52 baru bikin bakso gitu. Jadi kalau kita 42:55 Indonesia, Indonesia paling kaya ya. 42:57 Pokoknya Indonesia negara sumber makmur 42:59 lah. Negara yang dikatakan oleh orang 43:02 Saudi itu negara Jannatun Tajri. Apa itu 43:05 sih? Surga yang mengalir sungai-sungai 43:07 di bawahnya. Enggak tahu. Oh, iya. Saya 43:10 merasakan memang paling nikmat itu di 43:12 Indonesia. Makanan ada semua. Udah 43:15 makanannya enak. Uh, semua ada yang 43:17 namanya semur, 43:19 ada yang namanya makan 43:21 Padang, ada yang namanya makan itu yang 43:26 dari Jawa Tengah itu Mugono. 43:29 Menggono. Menggono. Heeh. Terus ada lagi 43:32 yang wartek. Warung Tegal belum nasi 43:35 Padang? Oh, belum Padang. Masyaallah, 43:36 ada warsun warung Sunda. Saya nyari di 43:39 sana warung pakai nasi enggak ada. Jadi 43:41 makan pakai G ya itu makannya itu tadi 43:43 paling 43:44 roti. Nah, itu begitu siang ada makan 43:49 nasi. Nasinya juga nasi dari India. 43:53 Dagingnya daging ayam memang oh lezatnya 43:56 bukan main. Daging ayam dibakar itu 43:58 diopen ya, dimakan sampai itunya tuh 44:02 minyaknya itu masih kelihatan tuh 44:04 menetes tuh. Wuh, itu memang nikmat tuh. 44:06 Di sini belum saya menemukan tuh. Jadi 44:09 itu kalau makan siang itu begitu makan 44:13 siang baru malam. He. 44:16 Makanya saya bilang, "Lah, cuma di sana 44:19 itu kalau makan tuh daging terus. Jarang 44:23 sayur. Jarang ada sayur." "Sayur dari 44:25 mana?" K kam ya. Iya. Akhirnya saya 44:29 bilang sayurnya apa? Sahirnya apa? Apa? 44:33 Bawang 44:36 bombai. 44:38 Bombai sama itu 44:41 tomat. Di kita tomat. Mana ada orang 44:44 makan tomat. Di sana hari-hari tomat 44:47 sama Bang Bombai. Hm. 44:49 Daging daging kambing yang segar itu. 44:52 Nah, itu yang membuat badan pada 44:54 gede-gede di sana 44:55 itu. Ada saya lihat saya salat di 44:58 samping orang asli sana orang Sudan itu 45:01 begitu saya lihat wajahnya begini saya 45:03 itu barangkali 2 m set badannya. Wih 45:06 orangnya bajunya besar. 45:09 Ya Allah. Berarti Ustaz paling kecil 45:11 sendiri. Oh iya. Saya di bawah 45:13 mereka. Jadi di situlah. Jadi memang ee 45:17 makannya daging ya. Kemudian kalau ikan 45:20 ikan segar enggak ada ikan asin kayak 45:22 kita. 45:23 Kemudian lagi buah-buahan jarang sana 45:27 ada cuma enggak seperti di kita. Kita 45:29 kan banyak buah-buahan ya. Rambutan yang 45:32 kami tahu hanya Indonesia. Di Arab 45:35 enggak ada 45:36 rambutan. Waktu di Yaman, di Sudan, di 45:40 Saudi itu enggak ada. Katanya ada 45:43 lalaban itu ala Indonesia. Ada antanan, 45:46 ada terong. Saya nyari mana antan 45:48 terong? 45:50 Oh, enggak ada maksudnya. Waduh, 45:53 ternyata benarlah kita ini di Indonesia 45:56 bersyukur ya. Masyaallah, makan 45:59 melimpah, uang ada terus ya, ada sawah 46:03 ya. Kalau kita apalagi kalau di kampung, 46:06 di kampung itu kalau mangga tinggal 46:08 pemetik. Heeh. Nyur pengin manggis 46:10 tinggal naik nyayur tinggal metik 46:13 singkong tinggal metik iya singkong 46:14 tinggal narik ngerabut heeh kemun kalau 46:18 pisang tinggal nebang coba apa pengin 46:21 apa padi tinggal manen ikan tinggal 46:24 ngambil di kolam di kolam kita di sana 46:27 mana ada orang padang pasir 46:30 masyaallah Indonesia ini memang negeri 46:32 yang subur makmur pantas orang-orang 46:34 Barat tuh sampai menjajah sekian lama 46:36 Indonesia karena subur makmurah gemari 46:39 pahla I demikian. Baik, ada dua 46:41 pertanyaan lagi, Ustaz. Tapi ini 46:43 komentar dari Ibu Liza sebelum kita 46:45 berpisah. He Ibu Liza sirah sahabat 46:47 Ustaz Kamaruddin top. Masyaallah sungguh 46:50 mulia kepemimpinan Rasulullah sallallahu 46:53 alaihi wasallam dan para 46:54 sahabat-sahabatnya. Semoga bisa menjadi 46:56 motivasi untuk calon pemimpin masa kini. 46:59 Amin ya rabbal alamin. Amin. Amin. 47:01 Kemudian ini dari Bunda Rido. Heeh. 47:03 Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi 47:05 wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatull 47:06 Umar bin Khattab. pemimpin yang berani 47:08 dan adil. Tapi kenapa masih ada yang 47:10 tidak puas dan ingin membunuh? Iya. 47:13 Umar. 47:15 Baik. Ibu Rid ya. Bunda Rido. Bunda Rid. 47:19 Kenapa masih ada orang yang tidak puas? 47:22 Itu karena kebencian ya. Jadi orang tadi 47:26 kan itu tawanan perang Parsi. Heeh. 47:29 Hormuz ini salah satu pembesar Parsi 47:33 yang dalam peperangan tertawan. 47:36 Maka Umar bin Khattab meminta kepada 47:39 bawahannya yang ada di Persi. Coba itu 47:41 orang itu 47:42 kirimkan. E karena dia memang ahli 47:44 strategi. Wah. Nah, barangkali di 47:48 Madinah kalau ada dia bisa memberikan 47:51 subangsi ilmu dan lain sebagainya 47:53 mungkin akan diringankan tawanannya, 47:56 tahanannya. Ternyata setelah Umar 47:58 memberikan ee 48:01 putusan, dia 48:03 merasa enggak adil. 48:05 Padahal secara zir kalau kita renungkan 48:08 dia, Umar kan memberikan ee ee arahan. 48:11 Kata Umar, "Kamu ee dihukum dan kamu 48:16 kalau mau bebas kamu bayar sekian. 48:19 Silakan 48:21 renungkan." Ah, akhirnya dia mikir sakit 48:25 hatilah dengan putusan itu. Dikira dia 48:27 bukan bebas. Tapi kalau melihat 48:29 perjalanan orang ini, yaitu banyak dia 48:31 yang merugikan Islam. harus mengalami ee 48:34 proses pengadilan. Dia enggak puas. Dan 48:38 orang ini di zaman Umar artinya bebas, 48:42 dia tidak dikurung dalam satu kamar. 48:44 Enggak. Waktu salat dibuka sehingga 48:46 orang bisa hidup berkomunikasi. Kalau di 48:50 kita kan tawanan enggak ada yang bebas 48:53 gitu kan. He he. Kalau di kamar, di 48:55 kamar numpuk sampai mau salat subuh aja. 48:59 Sampai satu saat saya diminta ee ceramah 49:02 di 49:04 Lapas. Begitu ceramah di Lapas dia 49:07 nanya, "Ustaz, gimana saya salat subuh? 49:10 Orang saya bangun pagi, begitu saya 49:14 bangun tempat tidurnya banyak orang." 49:17 Ya, kata saya ya salat di tempat ya 49:20 bagaimana tempatnya ukurannya berapa? 1 49:23 m * 49:27 1,5. Lebar 1 m, panjang 1 m. Isinya 49:31 tiga. Ya 49:32 numpuklah kayak ikan 49:36 asin. Waduh. Ya udah kalau gitu kalau 49:38 Anda memang ingin mengabdi juga dalam 49:42 keadaan seperti itu ya sebisanya andal 49:44 sambil duduk sambil duduklah kalau 49:46 memang itu anda tidak bisa sempurna. 49:48 Oke. Jadi memang demikian ya kalau 49:50 dibandingkan dengan zaman sekarang ya. 49:52 Jauh bedalah sekarang mah 49:55 masyaallah sampai ada orang ditahan 49:57 sekarang keluyuran 49:58 kan masa ditahan keluyuran ke Bali ke 50:03 Hongkong apaan itu mah bukan di tangkap 50:07 lagi digenjot itu mah sama aja dengan 50:11 menyepelekan menghinakan demikian. He 50:14 baik ya dan jawaban dari untuk Bunda Rid 50:18 menjadi pertemuan kita di hari ini, 50:21 Ustaz. I kita sudah juga dibatasi waktu 50:24 dan Ustaz pun juga insyaallah ada safari 50:27 dakwah lagi Ustaz ya ada dakwah ke 50:29 Jakarta jadi mohon maaf dan akhwat ee 50:32 sebelum kita berpisah kesimpulan apa 50:34 yang bisa cukup Ustaz baik ikhwan akhwat 50:38 demikian sirah sahabat kita di pagi hari 50:41 ini bersama Ustaz Qamaruddin Basuni ee 50:45 dengan cerita kisah sahabat Rasulullah 50:48 Umar bin Khattab radhiallahu anhu. Saya 50:50 Bagus Ondi. Kemudian ada Muhammad Fahri 50:54 di meja operator serta ada Hamidah dan 50:56 Lulu yang sedang PKL di Radio 50:58 Silaturahim. Mohon undur diri. Billahi 51:00 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 51:02 warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikum 51:09 Rasil 51:10 TV untuk Islam yang satu. 51:17 warahmatullahi wabarakatuh.