Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu bil
- huda wainil
- haqq liyudhirahu aladdini kullihi wa
- kafa billahi syahida.
- Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah almalikul haqqul
- mubin wa ashadu anna sayyidana
- muhammadan
- abduhu wa
- rasuluhu shoddiqul wa'dil
- amin. Wa ba'da
- auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- alayah waq nabi shallallahu alaihi
- wasallam man sh alaiya
- shatan shallallahu alaihi ayyibihi asron
- alhadis amma
- ba'du hadirin wal hadirat
- Jemaah Maulidur Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam yang berbahagia dan
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Ya Rabbana, ya Tuhan kami, izinkan lisan
- kami pada pagi yang penuh barokah ini
- dalam acara Maulid Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam mengucapkan
- puji dan syukur ke hadirat Allah
- Subhanahu wa taala yang mana telah
- memberikan kita taufik, hidayah dan
- inayahnya kepada kita semua.
- Lain syakartum
- laazidannakum walain kafartum
- innazabiadid. Maka patut kita syukuri
- dengan mengucapkan
- alhamdulillahiabbil
- alamin. Selawat serta salam tetap
- tercurah limpahkan keharibaan junjungan
- nabi besar kita, suri tauladan kita
- yakni habibana wafiana
- waunina wa maulana Muhammad. sallallahu
- alaihi
- wasallam. Yang kami
- hormati dan kami takzimi yang
- mulia Alhabib Husein Hamid
- Al-Attas yang mana beliau pada saat ini
- sedang berada di perjalanan menuju
- masjid.
- Yang kami hormati dan kami
- takzimi sesepuh Masjid Jami
- Alkah. Yang kami hormati dan kami
- takdimi Ketua DKM Masjid Jami Alarkah,
- Bapak Dr. H. Cucu Setiawan yang mana
- beliau berhalangan hadir dikarenakan ada
- tugas.
- Yang kami hormati dan kami
- takzimi Lurah Pakuju Jaya Bapak Muhammad
- Astari, SPDI. Alhamdulillah beliau ada
- di tengah-tengah kita. Yang kami hormati
- dan kami takzimi Ketua Majelis Taklim
- Albarkah dan seluruh pengurus DKM Masjid
- Albarah.
- Yang kami
- hormati jemaah
- masjid serta majelis taklim sekitar
- Geraharaya. Yang kami hormati alladzi
- samina wa ath'na para seluruh
- jemaah yang hadir di Masjid Albarkah
- yang tidak bisa saya sebutkan satu
- persatu. Semoga kita mendapatkan
- keberkahan daripada Allah Subhanahu wa
- taala. Amin ya rabbal
- alamin. Waktu terus berjalan, izinkan
- saya selaku MC membacakan susunan acara
- kami pada pagi hari
- ini. Yang pertama yaitu
- pembukaan. Yang
- kedua pembacaan ayat suci Al-Qur'an.
- Yang
- ketiga, penampilan
- putra-putri dari TPQ DKM Masjid
- Albarkah. Yang keempat,
- sambutan-sambutan. Yang kelima, ceramah
- agama. Yang keenam, tanya jawab.
- Untuk itu kepada seluruh jemaah agar
- mempersiapkan pertanyaan yang di akan
- ditanyakan
- kepada Ustaz Habib kita yang terakhir
- yaitu doa serta
- penutup. Hadirin wal
- hadirat yang berbahagia dan dirahmati
- Allah subhanahu wa
- taala. Menuju ke acara pertama yakni
- pembukaan. Marilah sama-sama kita buka
- acara dengan membaca ummul Quran suratul
- fatihah ala hadinah waain shihah wa
- hadil mustofa sayyidina Muhammadin
- sallallahu alaihi
- wasallamulillahilahum
- alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil
- alamin
- arrahmanirrahim. Maiki
- yaumiddin. Iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'in.
- Ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina an'amta alaihim
- ghairil magdubi alaihim.
- in.
- Amin. Selanjutnya pembacaan ayat suci
- Al-Qur'an yang
- akan dilantunkan oleh
- almukaram Ustaz Usep Ubaidillah serta
- sari
- tilawah,
- yaitu ananda khatimah Abiyah
- Raihanah yang akan membacakan surah
- Al-Ahzab ayat 40 sampai 45 dan ayat 21.
- Kepada beliau kami persilakan.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- [Musik]
- Allah Muham
- [Musik]
- Ammadun
- [Musik]
- aba
- ahadim mirrijalikum
- [Musik]
- Ma
- kana
- Muhammadun
- aba ahadim
- [Musik]
- Rasulullah
- Oh
- walakin rasulallahi
- [Musik]
- Nabi
- [Musik]
- Allahu
- bikulli
- syaaiin
- [Musik]
- alima
- waallahu bikulliai
- [Musik]
- im ayyuhalladzi
- [Musik]
- [Musik]
- Amankurullaha
- zikron katsiro
- [Musik]
- Wasabbihuhu bukratan
- waalladzi yusalli
- [Musik]
- ikatuhu
- liyukhrijakum waalaika
- [Musik]
- minulumati ilanur
- Waana bil
- mukminina rahima
- [Musik]
- [Musik]
- Tahiyatuhum
- yauma
- [Musik]
- yalqunahu salam.
- Wa
- aadda
- lahum ajram
- [Musik]
- karim
- [Musik]
- La
- [Musik]
- ayyuhan
- nabiyu
- [Musik]
- inna arsalna
- [Musik]
- [Musik]
- inna
- arsalnaka
- [Musik]
- syahida inna
- Arsalnaka
- syahid wa
- mubasyir wa nadzir.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- [Musik]
- Laqad
- kaana
- lakum fi
- rasulillahi
- uswatun
- hasanatul
- liman kaana yarjullah.
- [Musik]
- liman
- kaana
- yarjullaha
- walyaumal
- akhir wazakarlaha
- liman
- kaana
- yarjullaha
- walyaumal
- akhir wazakarallah
- [Musik]
- Sadaqallahuladzim.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Hamba berlindung kepada Allah dari
- godaan setan yang
- terkutuk. Dengan menyebut nama Allah
- yang maha pengasih lagi maha penyayang.
- Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang
- seseorang di antara kamu, tetapi dia
- adalah utusan Allah dan penutup para
- nabi. Dan Allah maha mengetahui segala
- sesuatu.
- Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah
- kepada Allah dengan mengingat namanya
- sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah
- kepadanya pada waktu pagi dan petang.
- Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan
- para malaikatnya memohonkan ampunan
- untukmu agar dia mengeluarkan kamu dari
- kegelapan kepada cahaya yang
- terang. Dan dia maha penyayang kepada
- orang-orang yang beriman.
- Penghormatan mereka orang-orang mukmin
- itu ketika mereka menemuinya ialah salam
- dan dia menyediakan pahala yang mulia
- bagi
- mereka. Wahai Nabi, sesungguhnya kami
- mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa
- kabar gembira dan pemberi peringatan.
- Sungguh telah ada pada diri Rasulullah
- itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu
- bagi orang yang mengharap rahmat Allah
- dan kedatangan hari kiamat dan yang
- banyak mengingat Allah.
- Maha benar Allah yang maha agung dengan
- segala firman-Nya. Asalamualaikum
- warahmatullah
- wabarakatuh. Sadaqallahulazzim.
- Terima kasih banyak jazakumullah khairan
- kasir
- kepada Ustaz Usef dan ananda khatimah
- abiyah yang telah membacakan ayat suci
- Al-Qur'an.
- Semoga baik yang membaca ataupun yang
- mendengar kita mendapatkan rahmat dari
- Allah Subhanahu wa taala. Amin ya rabbal
- alamin. Selanjutnya yaitu
- sambutan yang akan disampaikan oleh
- ketua panitia yakni Bapak Sofyan Saleh.
- KepadaNya kami persilakan.
- Baik, dilanjut ke sambutan yang pertama
- yaitu akan disampaikan oleh Ketua DKM
- yang akan diwakilkan
- oleh Bapak Isa Almahdi Kepada beliau
- kami persilakan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wa
- nastainuhu
- waastagfirhu wa nauzubillahi min sururi
- anfusina wamin sayiati
- a'malina ma yahdillahu fala mudillalah w
- yudil fala
- hadiyaalah. Asyhadu alla ilahaillallah
- wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh amma ba'du.
- Yang saya
- hormati dan saya
- takzimi habibana Al Ustaz Husein Hamid
- Alatas yang insyaallah akan hadir di
- Masjid Jami Al
- Barka. Yang saya
- hormati Bapak Lurah Paku Jaya, Bapak
- Astari S.DI.
- Yang saya
- hormati Ketua
- RW
- 0 7 Bapak Haji Samsu,
- MBA. Yang saya
- hormati para alim ulama, ustaz,
- ustazah, para tokoh masyarakat,
- pinisepuh. Yang saya hormati para
- jemaah Masjid Jami Alarkah.
- Hadirin hadirat
- sekalian, pertama-tama marilah kita
- panjatkan puja dan puj puji syukur kita
- ke hadirat Allah Subhanahu wa taala yang
- telah memberikan kita nikmat iman,
- nikmat Islam, serta nikmat sehat
- walafiat sehingga pada pagi hari ini
- kita bisa berkumpul untuk menghadiri
- acara peringatan
- Maulid Nabi Besar Muhammad sallallahu
- alaihi
- wasallam. Selawat serta salam semoga
- selalu tercurah kepada junjungan kita
- Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam beserta
- keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga
- akhir zaman.
- Saya di sini mewakili Ketua DKM Masjid
- Albarkah, Bapak Dr. H. Cusu Setiawan
- yang hari ini berhalangan hadir karena
- ada kegiatan untuk acara klinik sehingga
- tidak bisa hadir di tengah-tengah kita
- pada hari ini.
- DKM Masjid Albarah mengucapkan terima
- kasih yang
- sebesar-besarnya kepada panitia
- peringatan
- Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam yang telah meluangkan waktu
- menyisihkan tenaga dan materi sehingga
- pada hari ini acara peringatan Maulid
- bisa terselenggara.
- DKM Masjid Albarka juga mengucapkan
- terima kasih yang
- sebesar-besarnya kepada pengurus DKM
- yang telah
- mendukung panitia
- sehingga acara ini juga bisa
- terselenggara. Tidak lupa DK mengucapkan
- kepada masyarakat para hadirin hadirin
- hadirat yang hadir pada hari ini untuk
- memeriakan
- peringatan Maulid Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Selamat datang kepada Habibana Ustaz
- Husein Hamid Alatas di Masjid Jamal
- Albarkah. Selanjutnya, DKM Masjid
- Albarka tentunya sangat men-support
- untuk acara-acara islami seperti ini
- sehingga menjadi syiar untuk
- lingkungan masyarakat Angrek Loka
- khususnya dan juga untuk masyarakat
- sekitar gerha.
- Mudah-mudahan acara seperti ini bisa
- terus berlanjut dan bisa lebih semarak
- dan meriah sehingga menjadi
- syarga muslim kita di Angreka maupun di
- Geraha Raya.
- DKM Masjid Albarka mengucapkan mohon
- maaf yang
- sebesar-besarnya apabila dalam
- penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam ini
- masih banyak
- kekurangan dan juga mungkin ada
- penyambutan kami bagi para
- jemaah apabila penyambutan kami kurang
- berkenan dan juga mungkin ada hal-hal
- yang masih kurang layak, mohon
- dibukakan. Mohon pintu maaf yang
- sebesar-besarnya.
- Selanjutnya kami
- berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad
- ini menjadi sarana untuk merajut
- persatuan umat
- sehingga warga kita, kaum muslim kita
- menjadi erat bersatu, tidak saling
- bermusuhan dan juga tidak saling salah
- menyeli. Dengan peringatan Maulid ini
- juga kita harapkan kita menjadi semakin
- cinta kepada junjungan kita baginda
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dan juga kepada anak keturunan
- beliau. Kita berharap dengan
- memperingati ini kita mendapat syafaat
- nanti di yaumil akhir
- nanti. Mungkin demikian yang bisa saya
- sampaikan. Mohon maaf atas kekurangan.
- Wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Selanjutnya
- sambutan oleh ketua panitia Maulid Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang
- akan disampaikan oleh Bapak Sofyan
- Saleh. KepadaNya kami persilakan.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Bismillah alhamdulillahi
- wasalatu wasalamu ala asrofil iyaai wal
- mursalin wa ala alihi wasohbihi ajmain
- waman tabiahum bianin illa yaumiddin.
- Amma baad. Seraya bersyukur dan berharap
- keridaan Allah subhanahu wa taala dan
- menyampaikan selawat serta salam kepada
- Nabi Besar Muhammad. sallallahu alaihi
- wasallam beserta keluarganya dan
- sahabatnya. Seraya pula mengakui bahwa
- Allah menciptakan manusia
- berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar
- mereka saling mengenal dan mengakui
- bahwa tidak ada seorang pun yang lebih
- mulia dari yang
- lainnya kecuali karena ilmu, iman dan
- amal baik. dan mengakui bahwa Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- telah diutus untuk menyempurnakan akhlak
- manusia, membawa pesan keadilan dan
- perdamaian, serta menyebarkan cinta dan
- kasih
- sayang. Yang terhormat guru yang kami
- muliakan Ustaz Husein Hamid
- Al-Attos. Kemudian Bapak Lurah Astari,
- MPDI. Yang kami hormati Ketua DKM, Dr.
- H. cucu Setiawan beserta para takmir
- Masjid
- Albarkah. Yang terhormat Ketua Majelis
- Taklim Muslimah Albarkah, Ibu Devi
- Afriliani dan tim. Kemudian yang
- terhormat jemaah sekalian yang telah
- mengikhlaskan waktunya hadir dalam acara
- Maulidur Rasul
- ini. Alhamdulillah kita bersyukur kepada
- Allah Subhanahu wa taala atas kesempatan
- yang diberikan kepada kita untuk
- berkumpul dalam acara yang penuh berkah
- ini yaitu perayaan Maulid Nabi Muhammad.
- Dan semoga acara ini menjadi momen yang
- penuh hikmah dan memperkuat kecintaan
- kita kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Pada kesempatan istimewa ini
- kita beruntung karena dapat menghadirkan
- seorang narasumber yang sangat
- berkompeten dan berpengalaman dalam
- bidang keagamaan, yaitu Ustaz Husein
- Hamid Al-Attas. Beliau adalah seorang
- ulama yang dikenal luas atas keilmuan
- dan kontribusinya dalam dakwah Islam.
- Ustaz Husein Hamid Alatos adalah alumni
- Universitas Al-Ashar Mesir, salah satu
- lembaga pendidikan Islam tertua dan
- terkemuka di dunia. Pendidikan beliau di
- Al-Asar memberikan landasan keilmuan
- yang mendalam dan komprehensif dalam
- berbagai disiplin ilmu
- Islam. Saat ini Ustaz Husein Hamid
- Alatos juga merupakan anggota Dewan
- Pakar Masjid Sunda Kelapa Jakarta.
- Selain itu, beliau juga merupakan
- pendiri radio silaturahim, sebuah media
- yang berperan penting dalam penyebaran
- ilmu dan informasi Islam kepada
- masyarakat luas dengan tagline untuk
- Islam yang satu. Dengan keahlian dan
- pengalaman beliau yang luas, Ustaz Husin
- Hamid Al-Attas akan menyampaikan kajian
- yang insyaallah akan memberikan
- pencerahan tentang pentingnya meneladani
- akhlak Nabi Muhammad dan
- mengaplikasikannya di kehidupan
- sehari-hari dalam merajut.
- persatuan. Akhirnya kami ingin
- mengucapkan terima kasih yang
- setinggi-tingginya kepada seluruh
- panitia Maulid Nabi dari Majelis Taklim
- Albarkah yang telah bekerja keras dari
- awal hingga akhir untuk menyelenggarakan
- acara ini dengan penuh dedikasi. Kami
- mohon maaf jika ada kekurangan dalam
- pelaksanaan acara ini. Semoga Allah
- subhanahu wa taala senantiasa membimbing
- kita dalam langkah-langkah kita ke
- depan. dan menjadikan setiap usaha kita
- sebagai amal ibadah yang diterima
- oleh-Nya. Demikian sambutan kami. Mari
- kita ikuti acara ini dengan penuh
- keikhlasan dan semangat untuk
- meningkatkan iman dan amal kita. Billahi
- taufik wal hidayah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih atas
- sambutannya.
- Selanjutnya sambutan yang akan
- disampaikan oleh Bapak Lurah Paku Jaya
- yakni
- Bapak Muhammad Astari, M.Pd. Kepada
- beliau kami persilakan.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Alhamdulillah waikmatillah wasyukurillah
- wala haula wala quwwata illa billah.
- Amma ba'du.
- Puji syukur marilah sama-sama kita
- panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa
- taala.
- Pada hari ini, pagi ini kita masih
- diberi nikmat sehat, panjang umur, bisa
- melangkah kaki kita atas izin Allah.
- Pastinya atas izin Allah kita bisa
- melangkah taklim ya dalam rangka
- memperingati hari lahir Nabi Besar
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam ya
- sebagai toladan
- kita, sebagai tolak ukur kita selaku
- umat Islam, umat muslim di dunia. Beliau
- adalah salah
- satu tolak ukur dalam kehidupan kita
- sehari-hari sejak zaman jahiliah dirubah
- dengan lahirnya Nabi Muhammad. Ya, jadi
- berubah semuanya dari yang gelap dari
- zaman jahiliah sekarang sudah jalan apa
- yang modern, yang punya akhlak bagus.
- Selawat serta salam tak lupa mari
- sama-sama kita haturkan kepada baginda
- Nabi Besar
- Muhammad yang telah membawa kita dari
- alam kegelapan sampai alam
- terang-menerang ini, sampai alam yang
- modern
- ini,
- kita masih tetap memperingati hari
- lahirnya ini. Hari lahirnya Nabi
- Muhammad, bukan hari meninggalnya gitu
- ya, Pak ya. Nah, ini perlu kita maknai.
- Yang
- pertama kepada yang terhormat Ketua DKM
- Masjid Albarkah Bapak H. Dr. Cucu yang
- pada hari ini
- diwakili. Yang saya hormati Pak Ketua
- RW, Ketua
- RT. Yang saya
- hormati guru kita Al Habib Al Ustaz
- Husein Ahmad Alatos.
- yang insyaallah akan memberikan ilmu
- tausiah kepada
- kita.
- Bapak-bapak,
- Ibu-ibu jemaah yang hadir pada
- kesempatan pagi menjelang siang hari
- ini. Terima kasih banyak. Ada beberapa
- hal yang perlu saya sampaikan. Yang
- pertama permohonan
- maaf dari pimpinan kami Bapak Camat yang
- pada hari ini tidak bisa hadir karena
- beliau ada kegiatan yang lain, kegiatan
- yang
- sama dan sekaligus saya juga setelah
- sambutan ini mohon pamit Bapak Ibu
- karena masih
- harus ada kegiatan yang sama undangan
- maulid dan sekaligus pembukaan TPA di
- Kayu Gede.
- Dan kami sekarang para lurah, camat juga
- sama dari sejak Agustus sampai dengan
- nanti selesainya di peringatan Maulid
- ini sudah jadi laki-laki panggilan Bu di
- dari panggung ke panggung ya di apa
- undangan terus. Jadi mohon maaf pagi,
- siang dan malam kami full. Jadi mohon
- maaf apabila
- pimpinan-pimpinan diwakili karena memang
- kita berbagi tugas.
- yang
- selanjutnya kami atau saya secara
- pribadi menyampaikan beberapa hal yang
- penting buat di lingkungan kita
- khususnya warga Anggrek Loka dan
- Kelurahan Pakujaya. Kepada ibu-ibu dan
- bapak-bapak ya. Kami memohon kepada
- Bapak dan Ibu semuanya yang hadir di
- sini kita jaga anak-anak kita, keluarga
- kita, khususnya anak-anak kita yang ABG
- sekarang usia SD kelas 6 sampai dengan
- SMP dan SMA. Saya mohon kita jaga dan
- perhatikan. periksa
- HP-nya, tasnya apabila beliau berangkat
- sekolah dan pulang sekolah. Ya, Bu, ya.
- Tolong diperiksa HP-nya karena banyak
- kejadian-kejadian, hal-hal yang kita
- tidak inginkan. Karena sayang generasi
- kita ini, Bu. Terkait masalah obat-obat
- yang terlarang, mohon maaf pada hari ini
- saya tidak membawa samplingnya atau
- tidak membawa contohnya. Sekarang
- generasi kita ini sedang dijajah lagi,
- Bu. Bukan perang, tapi dijajah dengan
- hal-hal yang cukup membahayakan buat
- kita semuanya. Yang
- selanjutnya tolong periksa sebelum
- berangkat dan pulang sekolah HP dan
- tasnya baik laki-laki maupun perempuan
- ya. Usia-usia sekarang cukup rentan,
- Ibu. Terkait masalah obat-obat terlarang
- sekarang sudah dijual bebas ya di
- toko-tokoh kosmetik ini kita sudah
- beberapa kali merajia ya obatnya itu
- obat dari
- dokter ya. Obat kemasan dokter yang
- tramadol. Ini anak kita sekarang dijajah
- dengan itu ya. Di lingkungan kita ini
- sudah cukup bebas dan hati-hati ya. Yang
- selanjutnya periksa HP-nya. Karena
- anak-anak sekarang kita itu
- ya tawurannya itu online ya,
- Bu. Celuritnya, sajamnya itu
- panjang-panjang dan cukup
- mengerikan ya Bu ya. Prostitusi online
- juga sudah buat anak-anak kita ini cukup
- bahaya di lingkungan.
- Yang selanjutnya kepada Bapak Ibu yang
- punya kontrakan baik di perkampungan
- maupun di ruko-ruko untuk selektif
- memberikan kontrakan atau mengontrak
- kepada apa? Mengontrakkan kepada orang
- yang belum jelas. Jangan sampai merusak
- lingkungan kita. Ya, Bu. Ya, Bapak
- kira-kira seperti itu. Kita mencari
- rezeki ya enak, halal, bisa tidur enak.
- Tapi kalau yang mengontrak juga punya
- masalah, berarti yang punya kontrakan
- juga akan jadi masalah. Intinya kan
- seperti itu. Yang selanjutnya kita
- perhatikan anak-anak kita, Bapak Ibu
- baik di perumahan maupun di perkampungan
- ya, anak-anak sekarang usia SD itu ya
- sekarang kelas 4 SD atau kelas 5 SD ya
- sudah pada bawa
- motor ya, Bapak, Ibu ya. Ini perlu kita
- akui ya, Bu ya. perlu kita akui dan
- cukup mengerikan anak-anak sekarang itu
- ya enggak tahu faktor orang tuanya yang
- gengsi atau sekarang sekedar
- ikut-ikutan ya. Motor sudah sekarang
- agak berkurang tapi sepeda listrik
- mereka
- main naiknya bukan lagi
- sendiri bertiga,
- berempat ya di pinggir jalan. Anak-anak
- kita ini baru bisa saja belum tahu,
- belum ngerti
- tekniknya motor sama sepeda listrik
- sekarang kencengan sepeda listrik, Bu.
- Kita aja yang naik apa yang ngelihatin
- ngeri. Dan ini sudah banyak
- kejadian. Sewanya cuma
- R5.000
- sejam, ngobatinnya R0
- juta. Kalau sudah celaka kita yang
- repot.
- Walaupun ada yang menyewakan, walaupun
- ada aplikasi ya ini coba lihat sekarang
- mainnya itu bukan hanya di perkampungan,
- Bu. Di sepanjang jalan kluster sini
- kencang-kencang banget
- gitu. Saya bukannya benci, bukannya
- marah, tapi saya sayang.
- Karena ini anak-anak kita, generasi kita
- jangan sampai
- ya cacat karena akibat hal-hal yang
- tidak kita inginkan. Ya, jangan salahkan
- anaknya. Itu sudah pasti orang tuanya
- yang
- salah. Ya enggak? Ini perlu kita akui.
- Karena apa? Orang tuanya tidak melarang.
- Orang tuanya yang ngasih
- kok. Anak kita walaupun ngumpet-ngumpet
- sekarang bisa, Pak. Kita tidak tahu naik
- motor tah sudah bisa dari mana?
- Ngumpet-ngumpet sama temannya. Anak
- sekarang, anak-anak sekarang itu lebih
- takut sama temannya daripada sama orang
- tuanya. Bapak Ibu, saya waktu mengajar
- di SMP
- 16, siswa
- putri itu berbusa overdosis.
- Ini jangan cuma anak laki-laki,
- perempuan juga seperti apa anak sekarang
- kita kasih tahu, kita informasikan, kita
- bilangin katanya
- dimarahin. Ngacau udah ngomongnya ke
- teman-teman gua di marahin sama orang
- tua gua, udah kita kabur
- aja. Apalagi sekarang informasinya ini
- mudah-mudahan sih belum terjadi, jangan
- sampai terjadi gitu ya. Karena alat
- kontrasepsi akan dibagikan.
- ini yang cukup cukup kita
- waspadai ini. Mohon maaf Bapak Ibu bukan
- hanya ee mengarahkan, tapi ini suri
- tauladan kita ini yang perlu
- kita bahas buat anak-anak kita. kita
- buat apa kepentingan itu yang sekarang
- yang perlu kita waspadai generasi kita
- yang cukup mengerikan di tahun-tahun
- zaman sekarang ini. Zaman yang sudah
- modern justru aplikasi inilah handphone
- banyak manfaatnya kalau
- digunakan yang
- bermanfaat tapi handphone bisa
- rusak apabila
- digunakan yang tidak benar.
- prostitusi online. Sekarang
- tempat-tempat ee
- apa yang dilokalisasi itu sudah banyak
- dirajiah. Sekarang larinya ke
- kampung-kampung,
- Pak. Ke kluster-klaser, ke perumahan, ke
- kos-kosan. Ini kan ngerusak semua buat
- kita. Makanya perlu kita
- waspadai hal-hal sekarang itu ya. Ini
- mohon maaf bukan saya apa ya pada
- prinsipnya ini buat kepentingan kita
- semuanya menjaga kampung kita, wilayah
- kita ini jangan sampai disusupi karena
- ya belum lama ini juga baru saja dirajia
- juga di wilayah ee Graharaya yang
- background-nya kedoknya toko baju
- ternyata lokasinya buat
- prostitusi. Ini fakta di lapangan ini
- kita perlu waspadai. Makanya kepada Pak
- RT, Pak RW yang khusus ada di kluster,
- saya silakan ya untuk memperketat aturan
- karena itu adalah kewenangan wilayah.
- Kami mengetahui aturannya jam 0.00
- sampai jam sekian jalan dibuka dan
- ditutup dan tidak
- boleh hal-hal yang lain masuk. Jinya
- seperti
- itu. Yang
- selanjutnya karena cuaca kita sudah apa?
- Sangat ekstrem sekarang kurang lebih 20
- sampai dengan 30 derajat ya Bu ya.
- Panasnya
- cukup-cukup ee
- panas. Jadi apabila tidak punya
- kepentingan di luar jangan keluar rumah.
- Ya, sekarang memang kita harus pakai
- masker juga. Maskernya itu bukan karena
- COVID, tapi untuk menjaga ya cuaca ya
- debu-debu. Selamat datang para ustaz.
- Dan selanjutnya kurang lebih nanti 2
- bulan ke
- depan Indonesia akan kembali hajatan
- besar baik provinsi, kabupaten, kota,
- buat ibu-ibu warga, Bapak-bapak
- semuanya, warga Anggrek Loka yang
- namanya mungkin belum masuk ke daftar
- vili ya, pada prinsipnya segera melacak
- atau mengecek namanya. Jangan sampai
- nanti pas waktunya kok nama saya enggak
- ada, akhirnya petugas yang dimarahin.
- Karena kita memang wajib tek ya. Untuk
- pilihan silakan masing-masing saja ya
- sesuai dengan pilihan hati nuraninya.
- Karena pada tanggal
- 27 November nanti
- Indonesia akan hajatan besar lagi pada
- prinsipnya.
- Ya, tolong bantu kami, tolong bantu Pak
- RT, Pak RW-nya, bantu TPS ya
- untuk
- memilih pimpinan daerah di wilayah
- Provinsi Banten dan Tangerang
- Selatan dan
- sekaligus Pak RW, Ketua DKM panitia.
- saya selesai sambutan ini. Izin langsung
- bergeser ke
- tempat yang lain karena sudah ditunggu
- juga Pak Camat sudah di lokasi. Ya,
- mungkin itu saja yang bisa saya
- sampaikan saya akhiri dan mohon maaf
- apabila ada kata saya yang menyinggung
- Bapak Ibu semuanya karena ini untuk
- kebaikan kita semuanya bukan untuk
- menyakiti dan untuk menggurui. Saya
- akhiri billahi taufik walhidayah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih kepada Pak
- Lurah, Bapak Astari atas sambutannya.
- Kami mengucapkan ahlan wasahlan fi
- hudurikum hadal makanil mubarok
- insyaallah
- kepada alhabib husein hamid
- alatos, alhabib Utsman Arsal Al Habsyi,
- Alhabib Agus Abu Bakar Al Habsyi dan
- Kohito ahlan wasahlan atas
- kedatangannya. Semoga kita semua
- diberkahi Allah subhanahu wa taala. Amin
- ya rabbal
- alamin. Sebelum ke inti ceramah
- agama, marilah sama-sama kita saksikan
- penampilan dari anak-anak kita dari TPQ
- Masjid Jami Alkah. Kepada anak-anak kami
- persilakan.
- Ha.
- Ka mana?
- Kak memberi salam
- Asalamualaikum
- [Musik]
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Abdul Bu
- tahun
- usia kakek meninggalkannya.
- Abu Thalib pun
- menjaga paman
- paling membela.
- Saat
- kecil
- mengembala dagang
- saat
- remaja. Umur
- 25
- memperistri Khadijah.
- Inilah kisah sang
- rasul yang penuh suka duka.
- Inilah kisah sang
- rasul yang penuh suka duka.
- Oh penuh suka duka.
- Allahumma sholli
- shatan
- kamilatan
- wasalim
- salaman
- taman ala
- sayyidina muhammadinilladzi
- [Musik]
- [Musik]
- bihil
- quq bihil
- hawaiju
- watunalu bihibu
- wa
- husnul khawatim
- [Musik]
- biwajihil
- karim wa
- ala
- alihi
- wasohbihi fi
- kulli lamhatin
- [Musik]
- lumil
- memberi salam.
- [Musik]
- Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Tes.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kami ucapkan terima kasih banyak kepada
- anak-anak kita. Semoga dijadikan anak
- yang saleh dan salehah. Amin ya rabbal
- alamin. Baik,
- selanjutnya acara inti ceramah agama
- yang akan
- disampaikan oleh
- Alhabib Husin Hamid Al-Attas. Kepada
- beliau kami persilakan.
- Setelah Habib berceramah maupun di
- tengah pertanyaan, nanti Habib akan ee
- bertanya kepada kita semua. Untuk itu ee
- agar menyimak dengan seksama nanti ada
- hadiahnya ya.
- ini
- yang bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil
- alamin hamdan katsiran thayiban
- mubarokan fih kama yuhibbu rabbuna
- waard.
- Allahumma
- sholli ala
- sayyidina wa nabina Muhammadin wa alihi
- thyibin
- wasahabatihil gurril
- mayamin wat ttabi'ina lahum biihsanin
- ila yaumiddin.
- Assalamualaika ya
- rasulullah. Wasalamu ala ahli baitik
- thyibin
- wasahabatikal gurril
- mayamin. Wassalamualaikum jamian ayyuhal
- ikhwatul mukminun wal akhwatul mukminat
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah wasyukrulillah.
- Dalam kesempatan yang mulia ini di
- Masjid
- Albarokah yang semoga Allah limpahkan
- keberkahannya kepada kita semua, kepada
- para pengurus DKM Masjid Albarokah,
- kepada Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian,
- begitu pula kepada anak-anak
- kita. Demikian pula kepada seluruh
- lingkungan kita.
- Dan kaum muslimin dan muslimat,
- semoga pada bulan arraabi alawal musim
- semi yang pertama ini di mana nabi kita
- dilahirkan, kita bisa merasakan aroma
- yang
- semerbak dari keharuman akhlak pekerti
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam.
- Allah jadikan kita semua sebagai
- orang-orang yang betul-betul berjalan di
- atas jalan beliau, berpegang kepada tali
- Allah Subhanahu wa taala dan bersatu di
- atas
- [Musik]
- jalannya. Sebagaimana Allah kumpulkan
- kita pada pagi hari ini, semoga Allah
- kumpulkan kita kelak bersama Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam.
- saya
- ucapkan kepada
- DKM Masjid Albarokah. Begitu pula kepada
- para asatid yang berkumpul pada pagi
- hari
- ini. Semoga Allah subhanahu wa taala
- limpahkan rahmat dan keberkahannya kita
- atas kita semua.
- Sebelum kita mulai renungan kita
- bersama-sama di bawah naungan ayat-ayat
- Allah dalam rangka meresapi petunjuk dan
- bimbingannya, mari bersama-sama kita
- mulai dengan membaca al-Fatihah
- bersama-sama
- ya.
- [Musik]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- Alhamdulillahirabbil
- [Musik]
- alamin
- [Musik]
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin. Iyaka na'budu wa iyyaka
- nasta
- [Musik]
- ihdinasirathal
- [Musik]
- mustaqimina an'amta
- alaihim ghairil maghdubi
- alaihim waladin.
- [Musik]
- Nah, alhamdulillah para jemaah hadirin
- hadirat yang dimuliakan
- Allah dengan tema merajut persatuan di
- antara kaum
- muslimin yang merupakan hadirin
- sekalian hal yang tidak dapat
- dipisahkan.
- dari ajaran kita yang paling utama yaitu
- bertauhid kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- dengan misi yang sama yaitu menegakkan
- agama Allah dan bersatu di dalamnya.
- Allah berfirman di dalam surah
- Asyura, "Sharaoa lakum
- minaddin ma waso bihi
- nuha walladzi ahaina ilaika wama wasaina
- bihi ibrahima wa musa wa isa an
- aqimuddin wala tatafarraqu
- fi kabur alal musyrikina ma taduhum
- ilaih Allahu
- Mari kita renungkan bersama-sama Bapak
- Ibu
- sekalian ayat-ayat Allah yang
- menerangkan bahwa semua nabi, semua di
- rasul, semua
- rasul diutus Allah Subhanahu wa taala
- untuk mengajak kepada ajaran yang sama.
- Syaro alakum minaddin. Allah
- mensyariatkan bagi kalian dari
- agamanya. Kita berhenti di sini. Kita
- harus memahami perbedaan di antara
- syariat yang datang dari Allah yang
- disepakati dengan
- fikih. Kalau fikih kembali kepada
- pemahaman
- interpretasi dan ijtihad manusia. Oleh
- karena itu kita saksikan fikih bisa
- berbeda di antara seorang mujtahid
- dengan mujtahid yang
- lain. Fikih bisa berbeda dari satu
- tempat ke tempat yang lain karena
- kondisi menuntut perbedaan
- tersebut. Karena keadaan kondisi yang
- dihadapi berbeda, maka bisa melahirkan
- juga perbedaan fikih.
- Tapi kalau syariat itu datang dari Allah
- Subhanahu wa taala, berlaku pada setiap
- masa berlaku
- juga untuk setiap
- umat. Allah mensyariatkan bagi kalian
- dari tuntunan
- agamanya. Ma waso bihi nuha. Sesuai
- dengan wasiat yang Allah sampaikan
- kepada Nabi Allah Nuh.
- Kemudian walladzi ahaina ilaika. Begitu
- pula yang kami wahyukan kepadamu wahai
- Rasulullah. Wama wasaina bihi Ibrahima
- wa Musa wa Isa. Begitu juga yang kami
- wasiatkan kepada Nabi
- Ibrahim, Nabi Allah Musa, begitu juga
- kepada Nabi Allah
- Isa. Apa pesan dan syariat Allah kepada
- mereka semuanya?
- An aqimuddin. Tegakkanlah dinullah,
- agama Allah. Wala tatafarqu f. Dan
- jangan kalian bercerai-berai di
- dalamnya.
- Kaburo alal musyrikina ma taduhum ilaih.
- Sungguh
- mustahil merupakan hal yang besar dan
- berat bagi orang musyrik untuk mengikuti
- dan menyambut ajaranmu wahai Rasulullah
- dan seruan
- kamu. Allahu yajtabi ilaihi man yasya.
- Allah akan memilih di antara
- hamba-hambnya yang berhati bersih yang
- mau menyambut seruan Allah untuk masuk
- ke dalam apa? Ke dalam naungannya.
- Waahdi ilaihi man yunib. Dan Allah akan
- memberikan hidayah bimbingan kepada
- orang-orang yang hatinya kembali kembali
- kepada Allah. bukan orang-orang yang
- hatinya mengikuti hawa
- nafsu. Oleh karena itu, Bapak Ibu yang
- dirahmati Allah,
- nama
- agama yang diperuntukkan untuk kita
- semua, begitu pula untuk umat-umat
- sebelumnya adalah al-Islam.
- Islam ini bukan hanya nama untuk
- pengikut Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam, tapi juga nama yang
- Allah Subhanahu wa taala berikan bagi
- pengikut
- Ibrahim, pengikut anaknya Ismail, Ishak,
- begitu pula Yakub dan anak
- keturunannya. Begitu juga nama yang
- Allah berikan kepada pengikut Nuh
- sebagaimana firman Allah yang
- mengisahkan ucapan Nuh.
- akuna minal
- muslimin. Oleh karena itu dalam suratul
- baqarah Allah berfirman, wam yarg an
- millati Ibrahima illa man safiha nafsah.
- Tidak ada orang yang berpaling
- meninggalkan ajaran Ibrahim kecuali
- orang yang ada gangguan pada apa? Pada
- jiwanya.
- Walaqofainahu fid dunya. Di dunia kami
- telah memilih
- Ibrahim, mengangkatnya sebagai imam.
- Kenapa? Karena Allah jadikan nabi-nabi
- yang datang setelah Ibrahim berasal dari
- anak keturunannya. Baik melalui jalur
- Ismail maupun melalui jalur Ishak.
- hingga dikenal dengan nama Abul Anbiya,
- bapa dari para nabi. Wafil akhirati wa
- innahu fil akhirati laminasihin. Di hari
- akhirat nanti Ibrahim sesuai dengan
- pernyataan Allah termasuk dari
- hamba-hamba Allah yang
- saleh. Idzahu rabbuhu aslim. Ketika
- Tuhannya berkata kepada Ibrahim, aslim.
- Aslim di sini menuntut kepada Ibrahim
- untuk menyerahkan seluruh jiwa raganya
- kepada Allah dengan
- tulus. Ibrahim menjawab, "Qala aslamtu
- lirabil alamin. Aku persembahkan seluruh
- hidupku teruntuk Allah Tuhan semesta
- alam."
- Sebagaimana dalam suratul an'am, qul
- innani
- hadani ilaatim mustaqim dinanqiaman
- millata Ibrahima hanifa wana minal
- musyrikin. Katakan, umumkan wahai
- Rasulullah, sesungguhnya Tuhanku telah
- menunjukkan aku ke jalan yang
- lurus yaitu ajaran tuntunan hidup qiaman
- yang memiliki nilai-nilai yang lurus.
- suci, bersih, dan meluruskan. Dalam
- bahasa Arab, kata qiyam diambil dari
- kata qimah, nilai. Qiam sistem nilai,
- tapi bukan sembarangan sistem nilai.
- Sistem nilai yang lurus yang
- menghubungkan kita langsung dengan Allah
- subhanahu wa
- taala. Millata Ibrahima Hanifah sesuai
- dengan manhaj dan tarekat Ibrahim yang
- lurus.
- wama ana minal
- musyrikin millata Ibrahima hanifa wana
- minal musyrikin dan dia tidak
- sekali-kali tidak termasuk dari orang
- yang mempersekutukan
- Allah lalu ajaran ini disimpulkan qul
- inna shati wausuki wa mahyaya wa mamati
- lillahi rabbil alamin katakan
- sesungguhnya
- salatku pengabdian persembah
- seluruhnya. Begitu pula hidup dan matiku
- seluruhnya adalah milik Allah dan
- seluruhnya aku persembahkan teruntuk
- Allah Subhanahu wa
- taala. La syarikalah tiada sekutu
- baginya. Wabidzalika umir. Dan sesuai
- dengan prinsip ini aku
- diperintahkan. Wa ana awalul muslimin.
- Rasulullah mengatakan dan aku terdepan
- orang yang menjadi apa? yang menjadi
- orang yang terdepan dalam berserah diri
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Nah,
- kalau kita mengaku sebagai pengikut
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- maka kita juga harus betul-betul apa?
- Masuk dalam kafilah beliau dengan
- menyatakan wa ana minal
- muslimin. Bersatu bersama kaum muslimin
- tanpa melihat suku mereka, bangsa
- mereka, warna kulit mereka.
- Semua hadirin sekalian di mata Allah
- sama. Tidak ada yang lebih mulia dari
- yang lain melainkan dengan iman dan
- ketakwaannya kepada Allah. Setiap orang
- punya kesempatan yang sama untuk
- berlomba-lomba meraih
- kemuliaan. Mereka yang bermalas-malasan,
- mereka yang meninggalkan ajaran Allah,
- yang meninggalkan
- jalan nasabnya tidak akan menolong
- dirinya. Hingga Imam Ali mengatakan,
- "Man b bihi amal lam yusri bihi
- nasabuh." Orang yang diperlambat oleh
- amalnya tidak mungkin dipercepat oleh
- nasabnya. Tapi walaupun orang tidak
- memiliki hubungan nasab dengan nabi dan
- rasulnya, tapi dia menyambut mengikuti
- petunjuk Allah dan rasulnya, maka dia
- akan menjadi kecintaan Allah dan
- kecintaan Rasulnya Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Oleh karena itu, Bilal
- seorang mantan budak diangkat kedudukan
- yang tinggi. Salman al-Farisi seorang
- dari Persia diangkat masuk dalam
- keluarga Rasul. Tapi Abu Lahab paman
- Nabi, Allah kutuk dan laknat dirinya.
- Bahkan turunkan satu surah pada dirinya.
- Tabbat yada Abi Lahabi
- Watab. Istri Nabi Nuh, istri Nabi Luth,
- Allah Subhanahu wa taala binasakan
- mereka. Putra Nuh juga Allah binasakan.
- Tapi istri Firaun walaupun suami seorang
- durjana karena dia beriman Allah
- muliakan diri. Ini merupakan ajaran
- Islam yang amat indah. Pertama dia
- bersifat rabbani datang dari Allah
- pencipta kita. Kedua, manusia dalam
- pandangan Islam semua
- sederajat kemuliaan diraih dengan iman
- dan takwa. Bukan dengan nasab, bukan
- dengan kedudukan, bukan dengan suku,
- bukan dengan bangsa, bukan pula dengan
- warna kulit. Ini merupakan hal yang
- ditegaskan Allah dalam kitabnya. Begitu
- pula dipraktikkan dalam hidup Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Oleh karena itu, dengan tegas Allah
- Subhanahu wa taala memerintahkan kita
- semua untuk bersatu dalam keadaan
- muslimin. Ya ayyuhalladzina
- amanutqulah haqqa tuqatihi wala
- tamutunna illa wa antum muslimun. Wahai
- orang-orang yang beriman, bertakwalah
- kalian kepada Allah.
- Allah yang selalu mengawasi kita,
- mencatat amal kita. Maka seharusnya yang
- menjadi perhatian kita dalam hidup ini
- dalam sepak terjangkitnya adalah
- Allah. Kemudian wala tamutunna illa wa
- antum muslimun. Dan jangan kalian
- biarkan diri kalian mati kecuali dalam
- keadaan muslimun. Perhatikan terjemahan
- ayat ini dalam buku yang ada
- kebanyakannya tidak mengenai
- sasaran. Dalam terjemahan disebutkan,
- "Jangan kalian mati kecuali dalam
- isat tersebut. Maksud dari ayat ini
- jangan kalian biarkan diri kalian mati
- melainkan dalam keadaan muslimun."
- Artinya bersatu bersama saudara kalian
- dalam keadaan muslimin. Jangan
- bergolong-golongan. Jangan berpecah
- belah. Jadi bukan mengatakan wala
- tamutunna illa wa antum alal islam.
- Jangan kalian mati kecuali kalian dalam
- Islam. Tidak. Tapi jangan kalian mati
- melainkan kalian dalam keadaan muslimun,
- dalam keadaan berserah diri bersatu di
- jalan Allah subhanahu wa taala. Ini
- makna yang amat penting untuk kita
- resapi. Jadi kita bukan hanya
- diperintahkan bersatu di antara kita
- sesama umat Nabi Muhammad. Bahkan kita
- disatukan dengan umat-umat sebelum
- kita. Ini merupakan kafilah para nabi,
- para rasul. Kemudian yang menjadi
- pemimpin kafilah kita nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam yang diutus
- sebagai
- rahmatan lil
- alamin. Para jemaah hadirin hadirat yang
- dimuliakan Allah.
- Kita semua
- sama-sama tahu bahkan
- mengimani bahwa kita semua berasal dari
- ayah ibu yang
- sama. Tidak ada seorang pun dari kita
- yang berasal dari
- monyet kecuali
- Darwin.
- Darwin dia ingin ya mengembalikan
- asal-usulnya kepada monyet.
- Kalau kita sebagaimana yang diterangkan
- Allah, Allah ciptakan kita dari entitas
- yang sama yang
- satu. Ya
- ayyuhanas inna khalaqnakum min dzakarin
- wa unsa w'alnakum suuban waqail
- litaarofu inna
- akromakum yatqakum. Mau kita berasal
- dari suku Jawa, Sunda, apapun bangsa
- kita, Arab, Indonesia, Cina, semua
- saudara kita yang berasal dari ayah ibu
- yang sama.
- Dan kita semua diperintahkan juga untuk
- kembali kepada Allah yang telah
- menciptakan kita, menganugerahkan
- kehidupan dan kemuliaan bagi kita semua
- sebagai ujian dalam kehidupan dunia ini
- yang akan menentukan nasib kita di hari
- akhirat
- nanti. Dan jalan hidup yang Allah pilih
- bagi kita juga sama. Innaddina
- indallahil Islam. Din satu-satunya yang
- diterima oleh Allah, yang diakui di
- sisinya adalah alislam, yaitu berserah
- diri kepada
- Allah. Oleh karena itu, Allah tidak
- menamakan agamanya dengan nama nabi yang
- membawa agama
- tersebut. Kalau ajaran Kristian dikenal
- dengan nama Kristus atau Almasih kan
- dikembalikan kepada nama Almasih.
- Ajaran Yahudi dikembalikan kepada nama
- Yahuda, salah satu putra dari
- Yakub. Sedangkan ajaran Buddha
- dikembalikan kepada Buddha Sida
- Hartagurtama. Adapun ajaran Hindu
- dikembalikan kepada benua
- India.
- Sedangkan agama yang Allah turunkan
- kepada para nabi dan rasulnya termasuk
- kepada nabi kita dinamakan Islam dan
- pengikutnya dinamakan muslimun.
- Berarti kita bukan hanya
- bersaudara sebatas persaudaraan yang
- sempit, tapi di samping ayah ibu kita
- sama pernah kita berkumpul dalam rahim
- yang sama, kita bersaudara dengan
- seluruh umat manusia di atas muka bumi
- ini. Kalau dia tidak
- seiman, maka dia sesama saudara yang
- berasal dari ayah ibu yang sama. Maka
- kewajiban kita untuk mengajak agar dia
- kembali kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, kalau kita perhatikan
- bersama-sama para jemaah, hadirin
- hadirat yang dimuliakan Allah, sebab
- terjadinya perpecahan di antara kita
- karena kita telah meninggalkan pesan
- Allah. Kita telah meninggalkan pesan
- Allah yang disampaikan kepada para nabi
- untuk bersatu sebagai muslimun, bukan
- berpecah belah dan bergolong-golongan
- seperti saat
- ini. Islam ajaran yang
- sederhana datang dari Allah pencipta
- kita yang mengasuh kita, mengajak kita
- untuk kembali seutuhnya kepada Allah
- subhanahu wa taala. Bukan mengajak kita
- untuk bercerai-berai, menyerahkan
- loyalitas kita ya. kepada selain Allah
- hingga akhirnya kita tercabik-cabik dan
- terpecah-pecah. Setelah Allah berfirman,
- "Innadinaallahil islam, Allah tegaskan,
- waktalafadzina utul kitab illa min ba'di
- ma jaahumul ilmu baqian bainahum."
- Dan tidak terjadi perpecahan,
- perselisihan di antara mereka-mereka
- yang diberikan
- Alkitab termasuk kita umat Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- kecuali setelah datangnya ilmu kepada
- mereka. Bukan dalam kebodohan mereka
- berpecah belah, tapi berpecah belah
- disebabkan karena mereka mengikuti hawa
- nafsu mereka.
- Padahal Allah dalam penutup Al-Qur'an
- berfirman, "Alyuma akmaltu lakum
- dinakumamikumakumul
- islama. Hari ini aku telah
- menyempurnakan bagi
- kalian agama
- kalian. Demikian pula aku menyempurnakan
- bagi kalian juga nikmat-nikmatKMKMku."
- Dengan kesempurnaan agama ini, maka
- nikmat Allah Subhanahu wa taala telah
- Allah sempurnakan bagi kita semua. Dan
- aku meridai bagi kalian Islam sebagai
- agama kalian. Islam nama yang Allah
- pilih untuk kita, tapi kita gantikan
- dengan nama-nama yang
- lain. Waritu lakumul islama.
- Oleh karena itu, Rasul mengajarkan kita
- untuk berdoa, "Rabitu billahi rabban
- wabil islami dinan wabi
- Muhammadin." Tapi faktanya ternyata di
- mulut kita mengucapkan tapi hati kita
- tidak menerima. Akhirnya kita berpecah
- belah di antara sesama kaum muslimin
- yang melemahkan kekuatan kita. Akhirnya
- kita tidak mampu untuk memilih pemimpin
- ya yang sejalan dengan apa? dengan
- keridaan Allah yang dapat memimpin kita
- dalam keridaannya. Demikian pula
- menegakkan keadilan di tengah-tengah
- kita. Tapi kita lebih suka berpecah
- belah karena menginginkan dunia.
- Akhirnya kekayaan negeri kita dijarah,
- agama kita juga dilecehkan, umat Islam
- diayu domba dipecah belah. Bukan karena
- kesalahan musuh, karena kesalahan kita
- yang tidak berpegang teguh pada agama
- Allah Subhanahu wa taala.
- Pada zaman Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam, kita mengenal pokok dan
- prinsip
- agama yang Allah ajarkan kepada kita
- semua. Dan prinsip ini juga merupakan
- prinsip dan pokok ajaran para nabi
- sebelumnya. Yang pertama,
- aliman. Betul gak, Ibu-ibu sekalian?
- Saya tidak membawakan sesuatu yang
- asing, tapi apa yang diajarkan Rasul,
- apa yang juga yang disampaikan oleh yang
- dipertanyakan oleh Jibril untuk
- menegaskan hal ini. Yang kedua, Islam.
- Yang ketiga, ihsan. Kalau ketiga hal ini
- kita resapi, kita hayati, niscaya kita
- akan menjadi umat yang kokoh, kuat
- bersatu dalam agama Allah dan juga akan
- menyusul kafilah-kafilah berikutnya
- bersama Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam.
- Tapi ternyata ketiga pokok ajaran Allah
- ini tidak kita resapi. Kita gantikan
- Islam dengan
- apa? Kita gantikan Islam dengan
- akidah.
- Dengan kalau
- Islam tidak bisa hadirin sekalian untuk
- apa? Untuk menjadi fasal karet. Karena
- rukun-rukunnya jelas. Kalau
- akidah akhirnya disebabkan karena ada
- fasal karet ini lahir akidah Syiah,
- akidah sunah, akidah Wahabi, akidah ini,
- akidah ini yang membuat akhirnya
- seolah-olah agama ini
- berbeda-beda. Bahkan mereka saling kafir
- mengkafirkan satu sama lain dengan
- alasan ini perbedaan akidah. Padahal
- kata akidah tidak terdapat dalam Quran,
- tidak terdapat dalam sunah Rasul, tidak
- pernah digunakan oleh para sahabat,
- tidak pernah digunakan oleh para tabiin
- ataupun tabiit tabiin. Baru mulai
- muncul kurang lebih pada abad keempat
- dari hijrahnya Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Dimulai dari
- sebuah tulisan yang ditulis oleh Abu
- Hatim
- Ar-Razi tahun
- 327 setelah hijrahnya Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Seiring
- bersama dengan perpecahan di antara umat
- Islam mulai masing-masing menggunakan
- kata akidah-akidah Muktazilah, akidah
- Asy'ari, akidah Maturidi, akidah salaf
- dan lain sebagainya. Tapi kalau kita
- kembali ke dalam nama Islam, kita pasti
- bersatu. Tapi semenjak muncul kata
- akidah, akhirnya mulai apa? Setiap orang
- menambahkan fasal-fasal baru yang tidak
- diterangkan. Yang tidak diterangkan apa?
- Dalam ajaran Allah. Maaf, bukan Islam.
- Iman digantikan dengan akidah. Iman
- digantikan dengan
- akidah. Nah, kalau iman kepada Allah,
- jelas enggak, Ibu-ibu sekalian?
- Iman kepada Allah sebagaimana yang kita
- yakini jelas dalam Al-Qur'an disebutkan.
- Begitu pula dalam sunah Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Tapi semenjak iman digantikan dengan
- akidah berubah menjadi karet. Akhirnya
- mulai Quran itu makhluk atau bukan
- makhluk.
- Ini merupakan akidah yang mengatakan
- Quran makhluk
- ya langsung dikecam sebagai
- seorang yang kafir karena bertentangan
- dengan akidah salaf. Bahkan pada masa
- pertama kali kerajaan Saudi berdiri,
- ya orang yang berani mengatakan bahwa
- Quran itu makhluk dicambuk. Bahkan
- terjadi pada masa Ahmad bin Hambal.
- Terjadi pertentangan antara Quran itu
- makhluk atau bukan
- makhluk. Kira-kira ini merupakan
- pembahasan Al-Qur'an
- bukan pembahasan dari sunah nabi kita.
- Bukan. Rukun iman atau Islam yang bakal
- ditanya? Tidak. Sama sekali tidak.
- Kemudian mereka memasukkan, menyapu ya
- di atas dua sepatu bahagian dari akidah.
- Yang mengingkari ini
- kafir. Jadi mulai setiap golongan
- memasukkan fasal-fasal baru melalui kata
- akidah yang tidak mereka bisa masuki
- melalui iman. Nah, kalau kita kembali
- kepada iman dengan sendirinya semua kaum
- muslimin yang mengimani rukun-rukun iman
- tersebut, saudara kita semuanya.
- Tidak akan ada perbedaan di antara kita.
- Sayang kita lengah, kita pergunakan kata
- akidah digunakan oleh setan untuk
- mencabik-cabik persatuan
- kita. Setelah mereka mengubah
- meninggalkan istilah yang disepakati
- pada zaman Rasul, demikian pula yang
- dipergunakan Al-Qur'an. Mereka mengubah
- Islam menjadi apa? Menjadi
- mazhab Islam. yang tadinya menyatukan
- kita dengan rukun-rukunnya digantikan
- dengan kata
- mazhab. Imam Syafi'i, Imam Ahmad bin
- Hambal, Imam Abu Hanifah, begitu juga
- Imam Malik, semua tidak pernah mengajak
- orang kepada mereka semuanya mengajak
- kepada All dan tidak pernah mengajak
- pengikut-pengikut mereka untuk bertaklid
- buta kepada mereka.
- Tapi ini merupakan pandangan
- interpretasi mereka dalam memahami nas
- sesuai dengan apa? Dengan kemampuan
- mereka. Tapi ternyata mazhab
- menggantikan Islam. Oleh karena itu
- orang kalau berbeda mazhab berbeda
- agama. Bahkan banyak yang tidak bertegur
- siapa. Sampai pernah di Al-Azhar pada
- saat gencar-gencarnya perbedaan
- mazhab Hambali dengan imamnya salat di
- belakangnya pengikut
- Hambali. Pengikut Abu Hanifah menjadi
- imam di belakangnya apa? Sampai qabinya.
- Qabinya masing-masing ada qabi dari
- Hanafiyah, qabi Syafi'iyah masing-masing
- menyelesaikan urusan pengikut mereka.
- Seolah-olah mereka bukan beragama yang
- sa bukan beriman kepada Tuhan yang sama
- maupun nabi yang sama. Ada sebuah
- kejadian yang menarik buat Bapak Ibu
- sekalian. Pada masa pemerintahan
- Gubernur Turki Hudaiwi
- Ismail pada saat
- itu Mesir masih belum memiliki buku
- undang-undang. Tapi kembali kepada apa?
- kepada ulama mazhab masing-masing. Jadi
- kalau Syafi'i ada persoalan, maka yang
- memutuskan adalah ulama dari mazhab
- Syafi'i. Kalau pengikut Abu Hanifah maka
- yang memutuskan adalah qabi dari mazhab
- Abu Hanifah.
- Akhirnya Khudaiwi Ismail mengundang para
- ulama dari semua
- mazhab lalu berkata kepada mereka, "Kita
- sampai saat ini tidak memiliki buku
- undang-undang yang
- disepakati. Sedangkan orang-orang di
- luar Islam, Prancis, Belanda, semua
- memiliki buku undang-undang.
- Maka kita minta kepada kalian bersama
- untuk
- bersepakat untuk
- bersepakat menyepakati undang-undang
- yang menjadi apa? Yang menjadi pegangan
- bagi kita dan para hakim di
- pengadilan. Lalu Hudaiwi Ismail bertanya
- kepada mereka, "Berapa lama kalian
- meminta waktu?" Mereka mengatakan 6
- bulan.
- Mereka kembali semuanya kemudian
- mengadakan pertemuan di antara
- mereka. Seminggu, 2 minggu, sebulan, 2
- bulan sampai 3
- bulan belum ada
- kesepakatan. Bukan semakin dekat, malah
- semakin jauh. Alasan masing-masing haram
- hukumnya mentalfik di antara mazhab,
- mencampur aduk di antara maz padahal
- tidak ada nasnya sama sekali. Mazhab kan
- pendapat manusia.
- Kalau mencampur baur agama enggak
- boleh. Akhirnya 6 bulan kemudian mereka
- berkumpul bersama Khudaiwi Ismail. Waktu
- ditanya, "Haltafaqtum alai?" kalian
- sudah bersepakat? Jawaban mereka, "La
- lam nattafiq ba'." Mereka minta
- diberikan waktu lagi 6
- bulan. 6 bulan kemudian
- datang. Ternyata jawabannya sama. Bahkan
- mereka mengatakan, "Ittafaqna ala alla
- natfiq." Kami bersepakat untuk tidak
- bersepakat. Akhirnya Khudaiwi Ismail
- mengatakan kepada mereka, "Sambil
- menunggu kesepakatan kalian, bagaimana
- kalau kami meminjam buku undang-undang
- Perancis?" Jawaban mereka, "Muwafiquun,
- setuju." Akhirnya buku Undang-Undang
- Perancis disepakati untuk menjadi
- rujukan dalam pengadilan.
- sampai sekarang ini masih
- berlaku. Walaupun sebahagiannya sudah
- dirubah, tapi sampai saat ini masih
- berlaku. Mereka lebih suka menggunakan
- hukum Perancis ya daripada kembali
- kepada hukum yang datang dari Allah dan
- sepakat bersepakat dalam ajaran Allah.
- Karena apa? Kefanatikan terhadap mazhab
- telah betul-betul menguasai jiwa mereka.
- Waliyadzubillah. Bagaimana kita mungkin
- akan bersatu kalau ini merupakan pola
- pikir kita, pemahaman kita, dan iman
- kita kepada mazhab lebih besar daripada
- iman kita kepada Allah dan iman kita
- kepada agama kita yang menyatukan di
- antara
- kita. Ini merupakan fakta yang diketahui
- dan dicatat oleh sejarah.
- Jadi Islam digantikan dengan mazhab.
- Padahal kalau saya tanya pada Bapak Ibu,
- sebagian besar tidak akan mampu menjawab
- apa itu
- mazhab. Saya yakin Bapak Ibu tidak
- memahami apa itu hakikat mazhab yang
- sebenarnya. Padahal mazhab ini
- menggambarkan manhaj seorang mujtahid
- dalam berijtihad. Artinya yang memahami
- hakikat mazhab hanya orang yang berilmu,
- kan. Oleh karena itu, Tajuddin
- Assubki seorang fqih min fuqaha
- Syafi'iyah mengatakan, "Alami la
- mazhab." Orang awam enggak punya
- mazhab, tapi ulama mereka yang
- mempelajari perbedaan mazhab kemudian
- mengajarkan kepada pengikut mereka agar
- agama betul-betul dipahami oleh mereka
- dengan mudah dan menyatukan hati mereka,
- bukan memecah belah mereka.
- Adapun mazhab kemudian juga berkaitan
- dengan perbedaan dalil juga dalam
- memahami nas awam tidak tahu apa-apa.
- Oleh karena itu, jangan awam diracuni
- oleh fanatisme. Silakan mengikuti
- pandangan Imam Syafi'i. Tapi jangan
- katakan padanya yang berbeda dengan
- mazhab kita sesat atau berbeda dengan
- kita. Ini hanya perbedaan pendapat. Tapi
- bertemu dengan saudara kita yang berbeda
- mazhab. Sama-sama sebagai orang-orang
- Islam, kita wajib mencintainya
- sebagaimana kita
- mencintai. Jadi saya bukan mengajarkan
- kepada masyarakat untuk meninggalkan
- fikih kalian. Tidak. Tapi jangan mazhab
- dijadikan sebagai loyalitas kita.
- Loyalitas kita. Iman kita kepada Allah.
- Keislaman kita kepada Al.
- Kalau kita resapi keimanan kepada Allah
- yang begitu indah, begitu pula memahami
- Islam, mengamalkan dengan sebaik-baiknya
- tanpa diracuni oleh fanatisme mazhab,
- akan melahirkan
- ihsan yang membuat kita semua sebagai
- orang-orang yang beriman dalam beramal
- betul-betul merasakan kehadiran
- Allah. Merasa juga diawasi oleh Allah.
- kamu beribadah kepada Allah seolah kamu
- melihat Allah. Kalau Bapak Ibu salat
- tidak merasakan kehadiran Allah di
- hadapan Bapak Ibu, maka ibu tidak akan
- merasakan indahnya salat, tidak akan
- merasakan manisnya salat dan khusyuknya.
- Tapi baru kita merasakan keindahan salat
- di saat kita merasakan betul-betul kita
- berhadapan dengan Allah. Apa yang kita
- baca, apa yang kita mohon didengar oleh
- Allah dan kita merasa dikabulkan oleh
- Allah Subhanahu wa
- taala. Salat merupakan anugerah yang
- terbesar dari Allah. Di mana kita
- hamba-hamba yang papa, yang miskin, yang
- tidak memiliki apa-apa bisa langsung
- berkomunikasi dengan Allah tanpa
- perantara.
- Kalau Bapak Ibu ingin bertemu dengan
- camat, dengan walikota,
- kira-kira mesti bikin perjanjian apa
- tidak? Tapi kalau dengan Allah di tengah
- malam pukul 2 malam Bapak Ibu bangun
- berhubungan dengan Allah dibukakan pintu
- gak?Aajafa junubuhumilahum.
- Salat ini anugerah dari Allah yang
- mengizinkan kita untuk dapat
- berkomunikasi langsung dengan Allah
- tanpa perantara. Bahkan permintaan yang
- kita ajukan juga tanpa batas. Dan Allah
- kuasa untuk mengabulkan spontan apa yang
- kita minta.
- Kalau seorang hamba terikat dengan Allah
- Subhanahu wa taala, dia merasa dalam
- ibadahnya dia menyaksikan Allah atau
- paling tidak merasa diawasi oleh Allah,
- saya kira akan terpupuk dalam jiwa kita
- kesadaran yang amat tinggi yang akan
- betul-betul mengembalikan kita kepada
- Allah dan bersatu dalam agama Allah
- serta mendidik kita untuk menjadi
- manusia-manusia yang berjuang, berbuat
- kebaikan terhadap sesama kita.
- Tapi kalau kita salat hingga jidat
- hitam, kita berpuasa setiap hari, bangun
- di waktu malam, tapi tidak sama sekali
- menumbuhkan ihsan dalam jiwa kita yang
- mendorong kita untuk bekerja, berbuat
- kebaikan, bermanfaat. Karena kita
- melihat Allah mengharapkan ridanya, apa
- arti agama kita?
- Apalagi kalau sampai berkelahi. Apalagi
- kalau sampai berlomba-lomba
- memperebutkan
- jabatan seperti yang terjadi negeri
- kita, hadirin sekalian. Apa kita
- berharap dari partai-partai yang ada
- bisa melahirkan pemimpin yang saleh?
- Mustahil. Karena kalau lahir pemimpin
- yang adil menjadi ancaman buat mereka.
- Kepala elit partai diuntungkan dengan
- pemimpin yang berkhianat.
- Karena pemimpin partai, para elit partai
- ini bukan bekerja untuk rakyat. Mereka
- bekerja untuk diri mereka. Pada saat
- kampanye, rakyat diajak, diundang,
- diikut sertakan, selesai kampanye mereka
- naik, rakyat tidak akan
- [Musik]
- dilebarkan. Jadi kalau kita lihat ini
- penjajahan gaya baru setelah penjajahan
- pada masa-masa dulu. Penjajahan militer
- seperti yang dilakukan Belanda,
- penjajahan ekonomis. Sekarang penjajahan
- dengan
- mempergunakan sesama anak bangsa kita
- bekerja sama untuk membodoh-bodohi
- rakyat. Oleh karena itu, hadirin
- sekalian, jangan berharap melalui sistem
- yang ada bisa lahir pemimpin-pemimpin
- yang akan berjuang untuk bangsa dan
- negara. Karena sistemnya sudah tercemar,
- sudah
- ternoda. Orang-orang yang diangkat
- sebagai wakil rakyat, Bapak, Ibu kenal
- enggak padanya? sama sekali. Nah, oleh
- karena itu perbaikan dimulai dengan apa?
- Dengan mengembalikan kita kepada
- tuntunan Allah Subhanahu wa taala. Mari
- kembali kita resapi apa itu iman, apa
- itu Islam, apa itu ihsan kepada
- anak-anak kita dan tumbuhkan persatuan
- di antara kita sebagaimana perintah
- Allah Subhanahu wa taala. Wasimu
- bihamblillahi jamian wala tafarraqu. Ke
- mana pun saya pergi, saya merasa semua
- kaum muslimin, saudara saya, saya enggak
- bertanya apakah dia Muhammadiyah, apakah
- dia NU, apakah dia Syiah, Sunah. Saya
- mengajak semuanya bersama-sama untuk
- berpegang pada tali Allah, membangun
- persaudaraan, menjaga lisan kita,
- menjaga akhlak kita, dan betul-betul
- kita siap membela saudara kita
- sebagaimana kita membela orang-orang
- yang kita
- cintai. Seingga ke mana pun kita pergi,
- kita merasa kita memiliki saudara yang
- akan berdiri di samping kita, membela
- kita pada saat kita susah. Begitu pula
- dia juga menemukan hal yang sama.
- Saya baru bertemu dengan sebagian besar
- Bapak Ibu, tapi saya tidak merasa asing.
- Saya merasa Bapak, Ibu merupakan
- saudara-saudari saya dan kita semua
- terikat ya dengan ikatan rahim yang
- begitu luar biasa di samping kita juga
- diciptakan oleh Tuhan yang sama. Oleh
- karena itu kita berharap persatuan Islam
- atau persatuan umat Islam ini bukan
- basa-basi.
- Mari bersama-sama kita tumbuhkan apapun
- perbedaan mazhab di antara sesama kita,
- saudara kita. Anggap ini
- merupakan apa? Merupakan variasi dalam
- kehidupan yang tidak sama sekali
- bertentangan dengan agama Allah. Tapi
- berfanatik kepada mazhab. Menjadikan
- mazhab sebagai
- wala. Lalu memandang orang yang berbeda
- mazhab sebagai orang di luar kita. Ini
- yang paling berbahaya.
- Jadi jangan kita mencontoh orang-orang
- Yahudi yang berpecah belah. Begitu juga
- mencontoh umat
- Nasraninya. Dan sekarang keadaan negeri
- kita betul-betul amat menyedihkan.
- Sampai-sampai mereka lebih suka
- menjadikan Paus Paulus sebagai idola
- mereka. Kita lihat bagaimana orang-orang
- memuji akhlak beliau. Kenapa kita
- hormati Paus Paulus dia sebagai tamu
- kita hargai walaupun berbeda iman dengan
- kita. Tunjukkan tuan rumah yang baik.
- Tapi Allah telah memilih rasulnya
- sebagai idola kita. Tapi karena selama
- ini mata kita tertutup dari rasul yang
- kita saksikan manusia-manusia yang tidak
- maksum. Apalagi kalau kita jumpai akhlak
- ulama-ulama kita yang tidak baik, yang
- merusak citra Islam yang begitu indah.
- Akhirnya kita kehilangan idola dalam
- arti yang sebenarnya. Maka mari
- bersama-sama pelajari kehidupan
- Rasul, akhlak beliau bagi kaum wanita.
- Lihat coba istri-istri Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Putri beliau ini merupakan tauladan yang
- sebaik-baiknya. Sedangkan
- dunia bagi orang yang beriman kecil di
- hadapannya, tapi bagi orang yang
- menginginkan dunia Allah tidak akan
- terlihat. Sebagai penutup, Bapak, Ibu
- sekalian. Masih ada beberapa ustaz ni
- insyaallah akan
- mengisi. Bapak, Ibu
- sekalian, Bapak Ibu pernah enggak
- mendengar sebuah
- hadis salat sunatul fajri khairum minad
- dunya wa fiha. Pernah
- dengar? Dua rakaat sunah fajar lebih
- baik dari dunia dan isinya. Kalau salat
- wajibnya gimana?
- Coba bayangkan, dua sunah fajar
- menduduki kedudukan lebih tinggi
- daripada dunia. Kira-kira layak enggak
- dunia ibu
- perebutkan? Maka saya heran orang yang
- memperebutkan jabatan dan
- kursi, orang-orang yang merendah di
- hadapan ahlud dunia. Saya heran luar
- biasa apa yang diinginkan Allah berikan
- dia yang lebih
- mulia. Ternyata dia meninggalkan yang
- mulia, memilih yang hina.
- Waliyadubillah. Ini bukan berarti kita
- tidak berjuang, berusaha. berjuang,
- berusaha. Tapi jangan dunia di hati
- kita. Dunia di tangan akan membuat kita
- bahagia dan menyaksikan kebesaran Allah.
- Tapi kalau dunia dalam hati kita akan
- membuat hati tidak akan lagi melihat
- Allah. Kita akan melanggar semua
- larangan, memutar balikkan fakta dan
- kebenaran demi mendapatkan dunia. Jadi,
- kita ingin bersama-sama berjuang,
- bekerja, berbuat kebaikan dengan dunia
- yang Allah berikan untuk kita dan tidak
- menjadikan dunia sebagai tujuan. sebagai
- penutup
- wabakallahudaral akhirah wala tansa
- nasibaka minad dunya wa ahsin kama
- ahsanallahu ilaik wal tabil fasada fil
- ard innallaha la
- yuhibbulid perhatikan
- ibtaghi dalam bahasa Arab ada bagha yab
- yang menunjukkan hasrat keinginan kalau
- ibti maknanya lebih dalam
- lag berjuanglah kalian
- Bersungguh-sungguhlah dengan apa yang
- Allah berikan kepada kamu untuk
- membangun akhiratmu yang kekal dan
- abadi. Jadi jadikan akhirat sebagai
- tujuan wala tansa nasibaka minad dunya.
- Tapi jangan lupakan juga kebutuhan kamu
- dari kehidupan dunia untuk dirimu, untuk
- keluargamu, dan
- anak-anakmu. Wala tansa nasibaka minat
- wa ahsan kama ahsanallahu ilaik. Berbuat
- baiklah kamu sebagaimana Allah telah
- berbuat baik kepada
- siapa? Kepada apa? Kepada engkau. Allah
- memberikan kita kenikmatan kemuliaan
- yang begitu besar. Maka ingatlah
- hamba-hamba Allah di sekeliling kita.
- Apalagi kerabat-kerabat yang dekat
- dengan
- kita. Wa ahsin kama ahsanallahu ilaik.
- Berbuat baiklah kamu terhadap sesamamu
- sebagaimana Allah telah berbuat baik
- terhadap kamu. Wala tabil fasada fil
- ard. Dan jangan kamu gunakan apa yang
- Allah berikan kepada kamu untuk
- melakukan kerusakan di muka bumi.
- Innallaha la yuhibbul mufsidin. Sungguh
- Allah tidak menyukai orang-orang yang
- melakukan kerusakan.
- Jadi, Bapak, Ibu
- sekalian, kita
- semua masih ada kesempatan saat ini.
- Kemarin saya baru menghadiri jenazah
- salah seorang
- teman. Saya saksikan beliau
- berbaring, disalatkan. Kemudian berapa
- hari kemudian orang berkumpul mendoakan
- dia. Pada saat itu saya baru menyadari
- bahwa kehidupan yang Allah anugerahkan
- buat kita ini merupakan pangkal
- kenikmatan. dengan kehidupan ada, kita
- mampu untuk bertobat, mampu untuk
- beramal, mampu untuk memperbaiki
- kesalahan-kesalahan kita. Dan semua
- nikmat yang Allah berikan bergantung
- pada kehidupan. Begitu kita meninggal
- dunia, kenikmatan hilang. Betul gak,
- Ibu-ibu sekalian? Nah, sekarang kita
- masih diberikan kesempatan oleh Allah
- untuk bisa beramal, bertobat,
- memperbaiki diri kapan lagi kita akan
- apa?
- Kita akan kembali pada Allah kalau bukan
- pada saat ini. Sekarang saya punya usia
- kalau hijriah 66
- tahun. Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam diwafatkan pada usia 63 tahun.
- Allah berikan perpanjangan waktu untuk
- saya. Bukan saya lebih mulia karena
- lebih panjang umurnya. Supaya
- bertobat, beramal kembali pada Allah.
- Karena kita para ustaz hisabnya bukan
- satu kali. Di samping kita harus berbuat
- baik, kita harus mengajak orang berbuat
- baik dengan menyampaikan amanat Allah.
- Jadi pada hari ini apa yang saya
- sampaikan ini ya tujuannya untuk
- menyampaikan amanat Allah, membebaskan
- tanggung jawab saya dan saya bersyukur
- Masjid Albarokah ngundang saya untuk
- membantu saya menyampaikan amanat Allah.
- Dan saya katakan bahwa saya dalam
- mengajar tidak mengharapkan imbalan
- karena saya alhamdulillah punya usaha
- dan tidak harus menyumbang untuk rasil.
- Karena kasihan nanti jemaah masjid yang
- lain yang enggak punya kemampuan
- maksakan diri untuk nyumbang untuk
- rasil. Jangan. Jadi jangan kaitan
- menyumbang untuk rasil dikaitkan dengan
- kehadiran saya di tempat ini. Saya ingin
- menyampaikan amanat Allah dan jangan
- sekali-kali memaksakan diri karena
- banyak jemaah-jamaah majelis yang lain
- tidak mampu sama sekali untuk
- mengeluarkan sesuatu akhirnya merasa
- canggung. Karena kewajiban kita ini
- dengan adanya antum mengundang kita,
- menolong kita semua untuk menyampaikan
- amanat Allah. Nah, saya harapkan
- mudah-mudahan saya bersama para jemaah
- bisa berkumpul bersama Rasul dan
- Rasulullah tersenyum. Tersenyum dengan
- kita semua. Saya yang menyampaikan,
- Bapak, Ibu yang mengamalkan. Ini
- merupakan kebahagiaan bagi kita
- semuanya. Demikianlah para jemaah
- hadirin hadirat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Tadi barusan panitia
- mengatakan, "Ustaz bisa mengajukan tiga
- pertanyaan. Saya pikir lebih baik Bapak
- Ibu yang bertanya.
- Bapak, Ibu yang bertanya nanti ustaz
- yang lain insyaallah yang mengajukan
- pertanyaan pada Bapak Ibu. Siapa yang
- mau bertanya kira-kira berkaitan dengan
- apa yang saya sampaikan untuk
- menghindari terjadinya salah paham?
- Ingat ya, saya bukan mengajak Bapak Ibu
- meninggalkan fikih Syafi'i, tidak tapi
- jangan fanatik terhadap Imam Syafi'i.
- Karena Imam Syafi'i mengajak kita pada
- Allah. Begitu juga Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Saya mau bertanya
- silakan.
- Asalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Silakan,
- Ibu. Saya mau tanya tadi sehubungan
- dengan mazhab mazhab itu. Iya. Kebetulan
- kan saya lagi ee belajar, katakanlah
- saya lagi belajar terutama dalam hal ee
- membaca Al-Qur'an dengan baik, tahsin
- seperti itu. Iya. Ustazah saya yang
- mengajarkan ee membaca
- Al-Qur'an itu ee pernah saya gini,
- karena setahu saya selama ini saya kalau
- sedang halangan saya itu tidak membaca
- Al-Qur'an bahkan tidak memegangnya
- karena ajarannya seperti itu. Nah, tapi
- oleh Ustazah saya katakan, "Ustazah,
- saya sedang berhalangan, maka saya tidak
- bisa membaca Al-Qur'an." Tapi ternyata
- ee di ustazah itu, "Oh, enggak apa-apa,
- Bu. Kalau lagi halangan boleh tetap
- membaca Al-Qur'an seperti itu." Kalaupun
- ee kemudian saya dikasih ee video dari
- ustaz yang menyatakan bahwa ee wanita
- sedang berhalangan itu boleh tetap
- membaca Al-Qur'an. Kalaupun memegang
- Al-Qur'an yang tidak ada terjemahannya
- dalam arti ee apa? Mas apa? Mushaf.
- mushaf seperti itu ee kita memakai
- sarung tangan katanya. Kemudian ee saya
- juga pernah ikut ee kelas kajian fikih
- ee wanita mengenai ee haid, nifas dan
- darah seperti itu. Ee ustazahnya bilang,
- "Ibu mazhabnya apa?" Kalau Ibu mazhabnya
- saya juga kurang ngerti gitu. Nah,
- mazhab saya apa gitu. Sementara saya
- juga kan lagi belajar gitu kan. untuk
- kami-kami yang lagi belajar ini ditanya
- seperti itu kadang-kadang bingung juga
- mas apa ya gitu kan apakah Syafi'i,
- Hambali, Hanafi itu saya juga enggak
- ngerti gitu. Iya. Ee terus kalau
- misalkan ibu mazhabnya katakanlah saya
- kurang maaf kalau salah. Kalau Ibu
- mazhabnya Syafi'i ee kalau lagi halangan
- enggak boleh, tapi kalau mahasabnya Ibu
- Hambali boleh. Nah, tapi Ibu kalau
- misalnya mengikuti yang Syafi'i mau
- semuanya harus Syafi'i termasuk salat
- apa segala macam rangkaiannya. Lah saya
- kalau ditanya gitu kan bingung ya
- namanya kita lagi belajar gitu. Nah,
- untuk orang yang lagi belajar atau
- mungkin katakan tidak belajar pun gitu
- kan kita harus ikutnya yang mana untuk
- seperti itu. Baik, saya paham Ibu. Oke,
- Pak. Seperti demikian. Saya kurang lebih
- sekitar 50 ya 55 tahun yang
- lalu saya masih
- kanak-kanak. Saya kebetulan menyaksikan
- pertandingan Thomas Cup Rudi Hartono ya
- bersama rekan-rekan. Kebetulan yang
- mendampingi saya seorang mahasiswa dari
- UI. Dia mengatakan, "Husein, saya mau
- tanya mazhab kamu apa?"
- Saya bilang, "Saya enggak tahu apa
- itu. Coba tanya orang tua kamu." Selesai
- nonton, saya tanya pada orang
- tua, "Kita ini mazhabnya apa?" Lalu
- orang tua mengatakan,
- "Syafi'i." Saya bilang, "Apa itu
- mazhab?" Ternyata orang tua saya juga
- bingung untuk menerangkan apa itu maz.
- Karena sebetulnya orientasi mazhab ini
- sebetulnya merupakan ranah yang
- seharusnya dibicarakan oleh para ulama,
- bukan awam. Awam seharusnya kalau
- bertanya urusan agama mereka, ulama
- tidak membuat mereka bingung. Yassiru
- wala tuassiru. Permuda jangan buat orang
- susah. Jangan pedagang gado-gado,
- pedagang asinan, pedagang laksa. Disuruh
- bicara masalah mazhab, akhirnya laksanya
- rusak. Betul enggak, Ibuu sekalian?
- Berkaitan dengan pertanyaan Ibu tadi
- sebagai contoh orang membaca
- Al-Qur'an baik pada saat haid maupun
- nifas. Sebagian mengatakan tidak boleh
- sama sekali membaca karena larangan
- datang tidak boleh menyentuh
- Quran tidak boleh. La yamassul Quran
- illa thahir. Ada lagi yang menggunakan
- firman Allah la yamassuhu al
- mutahaharun. Padahal ayat ini enggak
- tepat. Karena mutaharun itu para
- malaikat.
- Quran dijaga oleh Allah di Lauh Mahfuz
- dan tidak didekati kecuali oleh
- hamba-hamba Allah yang disucikan.
- Artinya Quran dijaga oleh Allah
- Subhanahu wa
- taala. Nah, sebagian pendapat mengatakan
- yang dilarang bukan hanya menyentuh,
- membaca pun
- dilarang. Tapi pendapat ini kurang kuat.
- Kalau menyentuh mushaf menjaga
- kehormatannya bagi orang yang haid. Ya,
- bagi orang yang haid sebagai
- penghormatan terhadap Al-Qur'an. Tetapi
- membaca Al-Qur'an, Bapak, Ibu katakan
- belajar Al-Qur'an, membaca Al-Qur'an
- atau katakan mengulangi hafalan bukan
- merupakan sesuatu yang dilarang. Tidak
- larangannya baik dalam Quran maupun
- dalam sun tidak larangannya sama sekali.
- Begitu juga orang nifas. Kasihan orang
- nifas ada yang 40 hari, ada yang 60 hari
- tidak baca Quran, tidak baca doa.
- Akhirnya apa? kena baby
- blues. Hanya banyak perempuan-perempuan
- kita ya yang pada saat pasca melahirkan
- mengalami gangguan-gangguan karena hati
- tidak berpikir pada all yang biasa salat
- kalau meninggalkan salat beberapa hari
- gimana perasaannya? Gelisah kan? Begitu
- juga orang yang biasa membaca Al-Qur'an,
- berdoa, kita menghindari menyentuh
- Al-Qur'an. Tetapi kalau kita memindahkan
- Quran dari tempat ke tempat tidak
- dilarang. Sayidah Aisyah alaihialatu
- wasalam melintasi masjid diperintahkan
- untuk mengambil
- sesuatu. Beliau bertanya, "Bukankah kamu
- mengatakan bahwa orang yang yang haid
- tidak boleh apa berdiam di masjid. Kamu
- kan hanya
- melintas. Illa abiri sabil." Orang
- junub, orang yang haid boleh melintas
- tapi berdiam di
- masjid menghindari hal tersebut. Tapi
- bukan berarti aktivitas untuk membaca
- doa, untuk membaca Al-Qur'an dilarang.
- Tidak. Orang dalam keadaan haid kan haid
- bukan pilihan dia. Merupakan siklus yang
- Allah ciptakan pada kaum wanita. Oleh
- karena itu, mengubah siklus datang bulan
- pun enggak boleh dengan
- obat-obatan karena bisa berbahaya buat
- dia. Ini siklus menggambarkan seorang
- wanita yang masih subur dan normal
- akhirnya dirubah dengan pil. Ada yang
- mengalami kanker rahimnya, ada yang
- mengalami gangguan pada apa siklus
- datang bulannya sampai melakukan operasi
- berkali-kali. Jadi jangan kita merubah
- sesuatu yang datang dari Allah Subhanahu
- wa taala. Wanita yang haid bukan berarti
- wanita yang
- kotor. Cuma tidak boleh digauli karena
- tidak sesuai untuk kesehatan dan lain
- sebagainya. Tapi tetap dia wanita suci,
- terhormat dan mulia. Dia boleh membaca
- Al-Qur'an, dia boleh berdoa, ya boleh
- berzikir, tapi hindari untuk menyentuh
- mushaf kecuali bila diperlukan. Kan Ibu
- bisa minta kepada orang lain untuk
- membukakan. Betul gak, Ibu-ibu sekalian?
- Jadi kita dididik untuk menghormati
- kitab yang datang dari Allah Subhanahu
- wa taala, menghargai dan
- memuliakannya. Jadi bukan berarti apa
- larangan ini memisahkan kita, memutuskan
- kita hubungan dari Allah Subhanahu wa
- taala sama sekali tidak. Nah, saya tidak
- mengatakan ini Syafi'i, ini Maliki untuk
- tidak membingungkan Bapak maupun Ibu.
- Tapi saya yang berpendapat seperti ini
- bertanggung jawab di hadapan Al Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi, Bapak Ibu
- usahakan perdebatan perselisihan
- mengenai mazhab dihindari. Tanya kepada
- guru yang dianggap baik bertakwa kepada
- Allah, berilmu tentang urusan agama Ibu.
- Dan seharusnya seorang ustaz membawakan
- dalil. Karena Rasulullah dalam
- menyampaikan agamanya itu ala bayyinah.
- Selalu membacakan dalilnya. Baik itu
- Quran yang datang dari Allah Subhanahu
- wa taala. Nah, ulama kita banyak
- menyampaikan pendapat tanpa
- dalil. Padahal Allah mengatakan, "Qul
- hadi sabili ad'u ilallah ala basirah."
- Kata ala basirah. Aku mengajak kepada
- Allah ala basirah. Maksudnya apa? Dengan
- mengajak mereka memahami sesuatu atas
- dasar kebenaran dan argumen, bukan
- ikut-ikutan.
- Oleh karena itu, di saat seorang alim
- menjelaskan satu masalah, sebagaimana
- Rasul menjawab dengan dalil, dia juga
- harus menjawab dengan dalil agar menjadi
- pegangan bagi orang tersebut. Jadi bukan
- ikut-ikut ikut-ikutan. Saya tidak ingin
- memberatkan bagi para Bapak Ibu, tapi
- ini tugas ulama. Ulama yang belajar
- agama wajib mempelajari hukum Allah atas
- dasar dalil. Kalau tidak berarti dia
- mengada-adakan dari sisi dia sendiri.
- Maka Allah selalu mengulang, qulhat
- burhanakum inuntum shiodqin. Mana bukti
- kalian kalau kalian benar? Demikianlah
- para jemaah hadirin sekalian, saya tidak
- ingin menghalangi sebagian asati untuk
- menyampaikan pesan-pesannya.
- Mudah-mudahan majelis Bapak, Ibu
- diberkahi oleh Allah. Amin. Bapak, Ibu
- sekalian, anak-anak, keluarga bersama
- masjidnya mudah-mudahan diangkut menjadi
- apa? Menjadi apa? menjadi teman ibu di
- surga nanti. Sebagaimana Ashabul Kahfi
- dengan anjing yang dikumpulkan. Begitu
- juga kita semua masjid ini insyaallah
- bersama para jemahnya mudah-mudahan
- bersama keluarga yang kita cintai
- dikumpulkan bersama Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Saya mohon
- langsung karena kita kebetulan pada hari
- libur begini kita punya acara agak
- banyak ya. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaik wal afu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Kapan-kapan insyaallah
- ketemu lagi. Insyaallah mau bakda subuh
- boleh tidak repot-repot telepon saya
- datang tanpa undangan insyaallah kalau
- waktunya tepaskan. Ee ada Ustaz Fawas
- ini, ada Ustaz Abu Bakar Al Habsyi, ada
- para asati yang lain. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.